Apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Keindahan adalah sesuatu yang sangat menakjubkan dan tak bisa dihargai oleh materi apapun. Keindahan adalah faktor yang membuat seseorang mampu termotivasi untuk terus berkarya dan berkarya. Namun, terkadang keindahan pun dapat membuat orang terlalu terlena hingga membuat mereka lalai akan fitrah dirinya sendiri.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Keindahan banyak sekali kaitannya, keindahan dan estetika, keindahan dan kebudayaan, bahkan keindahan akan karya cipta. Kesemuanya itu saling berkaitan dan saling berkesinambungan.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Tak akan ada estetika bila tak indah, tak akan menjadi budaya jika tak indah, dan tak akan jadi karya yang sempurna bila tak ada keindahan. Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.

Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah).

Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Keindahan alam artinya yang luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah.

Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan. H. C Wyatt meneliti alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya.

Ia menganggap alasan-alasan ini sebagai alasan-alasan non estetik. Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya.

Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.

Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya. Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik.

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.

Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri. Apa sebab manusia menciptakan keindahan ? Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993).

Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada mahluk lain yang memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatu yang agung dan mahal.

Secara hubungan jelas keindahan selalu hadir di setiap kebudayaanbegitu pula di dalam kebudayaan pasti mempunyai nilai nilai keindahansehingga keindahan dalam kebudayaan selalu terikat dan menyatu padu apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta erat sehingga lahirlah kebudayaan yang terlihat indah.

Keindahan dalam kebudayaan merupakan keindahan sebagai salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia. Didalam kebudayaan apapun pasti memiliki nilai keindahankarena di dalamnya memiliki nilai estetika enak di pandangdan didalamnya kebudayaan memiliki keindahan yang mewakili sifat-sifat dari keindahan tersebut seperti pada artikel ini keindahan-dan-estetika.

Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah. Serta kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.

keindahan yang dibuat oleh Alloh SWT itu sangat memukautapi tidak demikian halnya dengan keindahan yang merupakan karya cipta manusia. Keindahan yang merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Meskipun keindahan karya cipta manusia itu universal, akibatnya pemaknaannya akan berbeda. Perbedaan itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Keindahan dapat di nikmati melalui selera seni atu selera biasa.Keindahan melalui selera seni di dasri oleh factor kontemplsi(contemplation) dan factor ekstasi(ecstasy).Dalam kamus inggris-indonesia oleh JHON M.ECHOLS dan HASSAN SHADILY (1995).Kontemplasi menurut arti kata adalah perenunganpemikiran, dan penatapan tentang sesuatu.Dengan kata lain kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.

Dalam diri manusia terdapat factor kpontemplasi dan ekstasi.Oleh karna itu keindahan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta manusia membutuhkan keindahan.Dalam keindahan terrcermin unsure keseerasian dan kehalusan.Keserasian adalah kemampuan menata sesuatu yang dapat di nikmati orang lain karna indah. Keindahan adalah bagian dari kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan kodrati.Karena itu, manusia brusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan,manusia berkreativitas menghasilkan karya cipta,karya cipta itu di dasari dan di pengaruhi oleh pengalaman hidup atau oleh kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.

Nilai dan system nilai budaya yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga di rasakan sebagai hambatan kemajuan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan,misalnya pingitan,kawin paksa,derajat wanita lebih rendah dari pada pria, perbedaan perlakuan antara pria dan wanita,etnis yang satu lebih unggul dari pada etnis lain,dan pembatasan hak-hak suatu kelompok.

Banyak factor yang menyebabkan manusia menderita.akan tetapi,yang paling menentukan adalah factor manusia itu sendiri. Manusialah yang menyebabkan manusia lain menderita karna nafsu kekuasaan,keserakahan,ketidakhati-hatian, dan lain sebagainya. Dimana-mana banyak terjadi pemberontakan,perang, kecelakaan.kelaparan, dan keracunan yang menimbulkan banyak korban tak berdosa. Keagungan tuhan dapat di buktikan melalui keindahan alam dan keteratuan alam semesta serta kejadia –kejadian alam.keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan tuhan.Manusia hanya dapat meniru keindahan ciuptaan tuhan,tetapi seindah-indahnya tiruan terhadap ciptaan tuhan,tidalk akan seindah ciptaan tuhan itu sendiri.

Pengaruh atau peran dari Keindahan yang mempunyai daya tarik yang sangat kuat mengakibatkan berubahnya situasi dan kondisi pada diri manusiadampak dai keindahan dapat sangat di rasakan oleh manusia, keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyamandapat menghilangkan galaubahkan dengan seringnya kita melihat keindahanmaka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus, bahkan raga pun menjadi sehat, karena fikiran kita yang sudah nyaman dengan keindahan bisa membuat sugesti baik pada tubuh dan psikologis kita.

Art Work by : MixoLydian PurWanto Judul : ” Crime / Kriminal “ Acrylic on Glass / Mirror ● Seni Pembelajaran seni rupa, selain berkaitan dengan masalah seni, juga berkenaan dengan masalah kegiatan berkesenian di masyarakat dan pendidikan.

Sedangkan kegiatan apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta bukan hanya berlangsung secara praktik, tetapi harus juga didukung secara teoritik. Artinya kegiatan berkesenian harus ditunjang pula dengan teori atau pemikiran. Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan kerangka teoritik tentang konsep seni rupa secara umum dan ketrampilan secara khusus. Sehingga modul ini diharapkan bermanfaat bagi calon guru maupun pengajar seni rupa.

Modul seni rupa ini diharapkan dapat melengkapi referensi tentang seni rupa yang telah ada. Seni rupa merupakan seni yang mempelajari tentang kebentukan dan bersifat visual, dapat diciptakan secara praktik dan dengan dukungan pemikiran teoritik yang memadai.

Praktik seni rupa di masyarkat tentunya harus diimbangi dengan wawasan secara teoritik. Seni rupa sebagai bagian dari seni yang hadir di dalam masyarakat dengan seni-seni yang lainnya, tentunya memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik seni rupa yang lebih menekankan pada kecakapan ketrampilan tangan serta di dukung dengan pengetahuan tentang konsep seni secara teori.

Disamping bakat yang sudah ada dalam diri seseorang. Tetapi disisi lain keberadaan bakat juga tidak terlalu berperan, segala sesuatu dapat dipelajari termasuk kesenian tidak terkecuali seni rupa. Kecenderungan seorang dalam mendalami displin ilmu memang berbeda-beda, tetapi jika kecenderungan itu diasah maka akan menjadi tajam. Pembelajaran seni rupa selain membahas tentang seni rupa secara teori, tentunya sebagai pendukung praktik seni rupa di masyarakat dan dunia pendidikan.

Keseimbangan antara praktik dan teori sebagai penunjang pembelajaran seni rupa secara baik dan terarah. Artinya penciptaan seni rupa dilengkapi dengan konsep secara jelas baik praktik dan teori. Disamping itu pembuatan ketrampilan atau prakarya dapat juga apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta di masyarakat atau dalam dunia pendidikan. Ketrampilan sebagai pendukung pembelajaran seni rupa baik di masyarakat atau di pendidikan. • Seni Secara Umum. Sebelum membahas seni rupa dan segala sesuatu mengenai seni rupa, ada baiknya mengetahui pengertian seni terlebih dahulu.

Secara etimologi kata seni berasal dari bahasa Latin, Genius atau Genie, yang berarti kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir (manusia). Jadi akar kata seni dari kata genie yang kemudian diadaptasikan menjadi kata indonesia, menjadi seni.

Secara harfiah kata seni berarti kemampuan luar biasa dalam mengolah atau memikirkan sesuatu. Sering kita dengar pendapat orang awam, bahwa seni itu sulit, hanya orang tertentu, butuh bakat, ketrampilan dan lain-lain. Mungkin pendapat itu ada benarnya juga, ketika menciptakan seni itu memang tidak mudah butuh ketrampilan dan ketekunan yang luar biasa. Seni juga dikaitkan dengan ketrampilan atau teknik dalam menciptakan sesuatu.

Hal ini senada dengan definisi kata seni yang lain, yaitu dari kata Ars dari bahasa latin juga. Kata Ars mempunyai makna harfiah ketrampilan atau kemahiran.

Dalam perkembangan selanjutnya orang Yunani mengartikan kata Ars ini dengan Techne yang artinya sama dengan kata arsyaitu ketrampilan. Kemudian kata Techneyang kita kenal sekarang dengan istilah Teknik. Jadi sudah jelas seni itu membutuhkan teknik dan ketrampilan disamping bakat yang dimiliki oleh seseorang. Bakat itu akan muncul ketika di asah atau diolah untuk menciptakan seni dan ketrampilan lainnya. Pengertian seni di atas masih internal, dalam artian seni itu masih bersifat individual masih milik manusia seutuhnya.

Seni tersebut masih berkutat pada manusia sebagai kreator dan benda seni ciptaannya yang disebut dengan karya.

Sedangkan menurut para tokoh atau filsuf bahwa seni itu merupakan kegiatan manusia dan bersifat sosial. Berikut akan dikutip pemikiran-pemikiran dari beberapa tokoh : • Leo Tolstoy.

Seni adalah suatu kegiatan manusia yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayati kepada orang lain sehingga orang lain ikut merasakan perasaan-perasaan yang ia (pencipta) alami. Dari pemikiran tersebut dapat dikatakan bahwa seni merupakan mediator komunikasi antar manusia.

Adanya pemindahan perasaan ( transfer of feeling) dari si seniman atau sang pencipta kepada manusia lain yaitu para penikmat, audiens, apresiator. Jadi segala kegiatan manusia yang didalamnya terkandung unsur berupa kecerdasan, emosional, bakat, ketrampilan dll, untuk menghasilkan sebuah karya seni.

Dan disamping itu dalam karya seni tersebut terkandung nilai, atau perasaan dari sang seniman. Sebagai contoh sebuah karya seni lukis yang menggambarkan penderitaan seseorang, disini bukan hanya seniman yang merasakan, tetapi juga orang lain ikut merasakan juga.

Begitu juga dalam pementasan drama, menampilkan suasana yang sedih dan mengharukan, maka secara tidak langsung para audiens akan ikut merasakan suasana tersebut.

• Thomas Munro. Seni menurut Thomas Munro adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya. Jadi menurut pendapat filsuf Amerika ini, bahwa seni itu lebih menekaknkan pada sifat bentuk atau benda. Karena dalam pernyataannya disebutkan bahwa seni adalah Alat buatan manusia.

Sehingga dapat disimpulkan seni itu bersifat nyata, berwujud, kebendaan. Jadi menurut pengertian tersebut di atas, seni itu adalah alat yang menimbulkan efek psikoogis.

Jadi efek-efek psikologis mencakup tanggapan-tanggapan yang berupa pengamatan, pengenalan, penghayatan, dan imajinasi. Jadi menurut pengertian tersebut apabila kita sedang melihat sebuah lukisan yang menceritakan suatu peperangan yang dramatis atau perang yang sadis, maka kita tidak cukup hanya melihat objek lukisan tersebut.

Kita dituntut untuk menyelami dan ikut merasakan, tanggapan kita harus sampai pada titik dimana objek dalam lukisan tersebut. Pengalaman seperti apa ketika melihat objek yang dialami dalam lukisan perang tersebut. Misalnya betapa paniknya, takut, kacau, gelisah, dalam lukisan perang tersebut. Itulah efek-efek psikologis yang ditimbulkan dalam sebuah karya seni, sehingga karya seni tersebut dapat dikatakan berhasil. • Achdiat Kartamihardja.

Menurut tokoh yang satu ini berpendapat, bahwa seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya (apresiator, audiens). Menurut pendapat tokoh yang satu ini, bahwa seni intinya adalah kegiatan yang bersifat rohani atau inner, walaupun bentuk karya seni dapat dilihat dan diraba tetapi yang lebih utama adalah sifat yang ditimbulkan dari suatu karya tersebut.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Jadi dengan kata lain, seni adalah sesuatu yang dapat membangkitkan pengalaman bagi orang yang melihatnya, apabila tidak menimbulkan pengalaman bagi yang melihatnya apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta tidak dapat dikatakan seni.

Jadi sesuatu karya tersebut dapat menimbulkan pengalaman. Dalam hal ini pengalaman seperti apa? Ketika kita melihat atau mendengarkan karya seni kita tentunya mendapatkan pengalaman. Pengalaman yang didapatkan seperti pengalaman keindahan, keunikan, keselarasan, kenyamanan, estetika, etika, dan juga moral. Jadi tidak semua benda dapat menimbulkan pengalaman di atas, sehingga benda itu tidak dapat dikatakan benda seni atau karya seni.

• Soedarso Sp Menurut Soedarso Sp, bahwa seni adalah segala kegiatan manusia yang mengutarakan pengalaman batinnya, yang disajikan secara unik dan menarik, sehingga menimbulkan pengalaman batin pada orang lain yang menghayatinya.

Soedarso Sp, berpendapat bahwa apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta atau kreator mencipta sebuah karya seni berdasarkan pengalaman yang ada pada dirinya sendiri. Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda, sehingga ketika seseorang itu menciptakan karya seni akan mempunyai karakter sendiri. Dan tidak semua yang diciptakan mempunyai nilai seni, menurut pendapat di atas suatu benda yang memiliki nilai seni adalah yang unik (artistik) dan menarik (estetika).

Sehingga benda yang memiliki dua nilai di atas secara tidak langsung akan menimbulkan pengalaman batin pada orang yang menghayatinya.

Jadi bentuk karya yang non seni atau yang dapat disebut industri tidak menimbulkan pengalaman batin pada orang yang menggunakan nya. Dikarenakan bentuk industri lebih menekankan pada nilai praktis dan kegunaan. Dari semua pernyataan di atas, intinya semua sama dalam menguraikan pengertian seni. Disini dapat disimpulkan bahwa Seni merupakan kegiatan manusia yang dapat berupa gerak, suara, kebendaan, dan mempunyai nilai artistik dan estetika, sehingga menimbulkan efek pengalaman secara psikologis, rohani, batin, pada orang yang melihatnya.

Maka dari itu dapat dipahami, tidak semua kegiatan manusia itu merupakan seni adakalanya kegiatan manusia itu kegiatan yang biasa saja. Karena seni itu idealnya mempunyai nilai estetika atau keindahan. Tetapi apakah semua keindahan itu ada pada seni?

Selanjutnya apakah keindahan ada pada objek? Atau sebaliknya keindahan itu terletak pada subjek yang melihatnya?. Selanjutnya akan dibahas mangenai keindahan, karena sering kali terjadi benturan mengenai seni dan keindahan.

Sering terjadi salah pengertian antara seni dan keindahan, sebenarnya antara seni dan keindahan itu berdiri sendiri. Hanya saja seni sering diidentikan dengan nilai keindahan. • Seni dan Keindahan. Manusia pada umumnya senang pada sesuatu yang indah, baik terhadap keindahan alam maupun keindahan terhadap seni. Keindahan alam adalah keharmonisan yang menakjubkan dari hukum-hukum alam, yang dibukakan untuk mereka yang mempunyai kemampuan untuk menerimanya. Sedangkan keindahan dalam seni adalah keindahan hasil buatan manusia, yaitu seorang seniman (kreator) yang mempunyai bakat untuk menciptakan sesuatu yang indah, yaitu sebuah karya seni.

Dalam konteks ini yang akan dibahas adalah keindahan dalam seni. Yaitu keindahan yang diciptakan atau ditimbulkan oleh manusia itu sendiri. Rata-rata manusia mengalami persepsi keindahan dalam melihat suatu benda, sehingga yang timbul adalah sikap terpesona, damai, tenang dll. Tetapi tidak semua orang memiliki kepekaan dalam keindahan, tetapi pada umumya semua manusia memiliki perasaan keindahan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai keindahan dalam seni, akan dibahas terlebih dahulu mengenai teori tentang keindahan. • Pengertian Keindahan. Keindahan sudah lama diperdebatkan oleh para filsuf, sejak zaman Yunani keindahan sudah mulai dikaji. Apakah keindahan itu ada dalam diri manusia atau keindahan itu ada pada benda yang dilihat oleh manusia.

Ada banyak batasan yang diberikan pada kita, mengenai definisi keindahaan yang obyektif. Keindahan dalam seni telah menarik banyak para filsuf, para filsuf banyak berteori tentang keindahan.

Mengenai batasan tentang keindahan, keindahan umumnya di bagi menjadi dua. • Keindahan bertumpu pada objek (keindahan yang objektif). • Keindahan bertumpu pada pada subjek (keindahan yang subjektif). Yang disebut dengan keindahan Objektif adalah keindahan yang memang ada pada sebuah objek seni, yang memang harus diterima sebagaimana mestinya.

Sedangkan keindahan Subjektif adalah, nilai keindahan yang biasanya ada pada subjek (orang) yang mengamati benda seni, keindahan timbul dari orang yang menghayatinya. Jadi nilai suatu keindahan itu terletak pada benda dan juga pada subjek yang mengamatinya.

Perdebatan ini masih terus berlanjut dimana para filsuf masih memperdebatkan masalah keindahan ini. Setiap pemikir apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta pemikiran sendiri-sendiri dalam menafsirkan keindahan.

Berikut akan di kutip pemikiran dari para filsuf sebagai komparasi atas penafsiran keindahan. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa diantaranya : a) Plato Filsuf Yuanani kuno, yang hidup kira-kira 427-374 sebelum Isa Al Masih, berkeyakinan bahwa keindahan itu dalam pernyataan gagasan dari pikiran yang murni,yang tidak mungkin diharapkan ada atau muncul sepenuhnya di muka bumi atau alam semesta ini. Menurut Plato, keindahan itu mungkin saja berkilas jelas dalam kebenaran-kebenaran yang ditemukan melalui logika.

Bagi Plato, pengalaman keindahan tidak bergantung pada senang atau tidak senangnya seseorang atau pribadi-pribadi pada subyek artistik, melainkan terletak pada pemahaman intelektual terhadap subyek artistik tersebut. b) Hebert Read. Keindahan adalah suatu hubungan-hubungan yang formal dari pengamatan yang dapat menimbulkan rasa senang. Atau dapat dikatakan bahwa keindahan itu merangsang timbulnya rasa senang tanpa pamrih pada subyek yang melihatnya, dan bertumpu pada ciri-ciri yang terdapat pada obyek yang dimatinya sesuai dengan rasa senang itu.

c) Leo Tolstoy. Dalam bahasa Rusia terdapat istilah yang serupa dengan keindahan yaitu “ krasota” yang artinya sesuatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bagi bangsa Rusia tidak mempunyai pengertian secara audio, atau pendengaran, bagi bangsa Rusia indah adalah apa yang dapat dilihat dengan mata.

Jadi menurut Leo Tolstoy, keindahan itu adalah suatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihatnya. d) Alexander Baumgarten. Keindahan itu dipandang sebagai keseluruhan yang merupakan susunan teratur dari bagian-bagian, yang bagian itu erat hubungannya satu dengan yang lain, juga keseluruhannya. e)Shaftesbury. Yang indah itu adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan.

Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah yang baik. f) Emmanuel Kant. Kant meninjau keindahan dari dua segi. Pertama dari segi subjektif dan yang apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta dari segi objektif : ● Keindahan Subjektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpa rasa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada si penghayat.

● Keindahan Objektif : Keserasian dari suatu objek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh objek ini tidak ditinjau dari segi nilai gunanya. g) Al- Ghazzali. Menurut Al-Ghazzali, keindahan suatu benda terletak dalam perwujudan dari kesempurnaan, yang dapat dikenali kembali sesuai dengan sifat benda tersebut. Bagi setiap benda intinya mempunyai karakteristik tersendiri, dan kerekter itu membedakan dengan benda lain.

Dan menurut Al-Gazzali keindahan dapat diserap melalui panca indera kita, karena indera itu dapat merasakan berbagai cita rasa. Disamping lima rasa (alat) untuk menyerap nilai keindahan tersebut.

Al-Gazzali juga menambahkan rasa yang keenam, yang disebutnya dengan “jiwa” (ruh, yang disebut juga dengan Spirit, Jantung, Pemikiran, Cahaya), yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam (Inner) yaitu nilai-nilai spiritual, moral dan agama. Dari bahasan di atas tersebut, keindahan sebagai pengertian mempunyai arti yang relatif, relatif berdasarkan subjek yang melihatnya.

Para pemikir di atas mempunyai pemikiran yang berbeda-beda, ada yang menyatakan keindahan ada pada subjek dan juga sebaliknya. Maka dari itu dari semua rangkaian pernyataan di atas intinya, keindahan dibagi menjadi dua sebagaimana yang dinyatakan oleh Emmanuel Kant.

Karena kajian tentang nilai keindahan sudah lama mulai diperdebatkan kurang lebih sejak jaman Yunani. Dan seiring dengan perkembangan pemikiran, maka keindahan di kelompokan tersendiri menjadi kajian yang khusus yang dikenal dengan istilah Estetika.

MixoLydian PurWanto ” Art of a Government ( Presented by Nusantara’99 ) Water Color on Canvas • Estetika. Manusia lahir di dunia dianugrahi cipta dan rasa, dimana semua itu ada sebagai penuntun dalam hidup manusia.

Cipta, manusia diberkahi dengan kemampuan untuk mencipta sesuatu yang berguna bagi kehidupan seluruh umat. Rasa, manusia dianugrahi perasaan atau kepekaan dalam merasakan seusuatu, kepekaan manusia terhadap nilai kehidupan hal ini pula yang membedakan dengan binatang atau hewan. Manusia memiliki sensibilitas estetis, karena manusia tidak dapat dilepaskan dari keindahan. Manusia membutuhkan keindahan dalam kesempurnaan (keutuhan) pribadinya. Teori tentang keindahan dan seni dikembangkan dari pengertian “estetika”.

Aslinya kata estetika mempunai makna harfiah “teori tentang ilmu penginderaan”, yang sesuai dengan arti etimologisnya.

Dimana etimologis kata estetika dari bahasa Yunaniαισθητική, dibaca aisthetikeyang mengandung arti ilmu tentang hal yang dapat dirasakan dengan perasaan. Tetapi dalam perkembangannya kata estetika diberi pengertian yang apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta diterima secara lebih luas ialah “teori tentang keindahan dan seni”.

Dahulu estetika dianggap sebagai suatu cabang filsafat, sehingga memiliki arti sebagai sinonim dari “filsafat seni”. Tetapi dalam perkembangannya sejak akhir abad 19, dimana pada waktu itu berkembang gejala atau faham yang lebih menekankan pada sifat-sifat empirisme.

Hingga pada abad tersebut munculah filsuf yang pertama mengenalkan estetika sebagai salah satu disiplin ilmu, yaitu Alexander Gottlieb Baumgarten (1735). Baumgarten mengkhususkan penggunaan estetika untuk teori tentang keindahan artistik, karena ia berpendapat seni sebagai pengetahuan perseptif. Oleh karena itu Baumgarten menganggap bahwa estetika adalah sebagai “ilmu pengetahuan tentang seni”. Nilai suatu keindahan dapat dirasakan oleh setiap manusia, karena nilai indah itu bersifat universal.

Setiap manusia mempunyai potensi untuk “merasakan” keindahan, bahkan terhadap keindahan yang sama sekalipun. Berikut ini akan di jelaskan beberapa pendapat tentang substansi dari nilai keindahan.

Bagaimana keindahan itu timbul dan dapat dirasakan oleh manusia, Berikut beberapa pendapat mengenai substansi keindahan dalam kajian estetika.

• Objektif Rasionalis. Nilai indah itu ada karena memang objek itu sendiri memang indah. Keindahan itu timbul karena pengaturan yang rapi dan teratur, komposisi yang serasi antara pendek dan tinggi, atau mungkin pengaturan warna-warna, komposisi bentuk pada suatu objek dan pengaturan yang lainnya. Pertimbangan seperti ini menunjukan bahwa substansi indah itu ada pada diri objek itu sendiri, yang sekaligus tangkapan rasio.

Dan keindahan ini hanya dirasakan oleh manusia yang mempunyai akal sehat dalam artian yang mempunyai kewarasan. • Subjektif Psikologis. Teori ini berpendapat bahwa nilai indah itu sebenarnya adalah ungkapan perasaan. Apa yang dilihat hanyalah sebagai penyulut dari pengungkapan perasaan itu. Maka hakikat nilai indah bukanlah pada objek, tetapi pada subjek yang perasaannya terungkap. Hanya orang-orang yang memilki kehalusan perasaan, yang mempunyai kepekaan terhadap nilai indah.

• Subjektif Empiris. Menyatakan bahwa nilai indah itu merupakan kenikmatan yang diobjektivikasikan. Maksudnya adalah terbuktinya rasa nikmat itu dalam pengalaman.

Bagi pendapat ini, kenikmatan yang sebenarnya adalah kenikmatan keindahan yang teralami dalam kehidupan bukan hanya angan-angan. • Subjektif Experience.

Pendapat ini menyatakan bahwa nilai indah itu adalah nilai suatu keberhasilan dari suatu proses pengalaman yang panjang. Maka nilai indah itu tidaklah bersifat tiba-tiba, tetapi ada proses pengalaman sampai akhirnya keberhasilan itu dapat dicapai. • Objektif Metafisik. Bahwa nilai indah itu terkait dengan pertimbangan-pertimbangan metafisik atau teologis-religius. Atau ada yang mengatakan sebagai estetika spritualis, yang mengajak pada pengakuan akan kebesaran Ilahi.

Itulah beberapa teori yang mencoba mendifinisikan apa sebenarnya nilai keindahan, dan bagaimana keindahan itu muncul. Dan dalam perkembangan pemikiran generasi selanjutnya, tidak menutup kemungkinan muncul pendapat yang baru mengenai keindahan.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Tetapi dari beberapa pendapat atau teori di atas, menujukan bahwa betapa keindahan itu merupakan persoalan yang menarik dan tidak sederhana.

Bahasan di atas masih dalam konteks keindahan secara umum, dalam artian keindahan itu ada dalam diri manusia dan di alam semesta. Keindahan belum merambah ke dalam bentuk karya seni, dalam persoalan estetika nilai keindahan terus di teliti dan di gali. Para pemikir dan filsuf terus menggali dan mencoba berpendapat tentang keindahan. Berikut akan dikutip salah satu pemikir, yang berteori tentang nilai keindahan dalam karya seni. Berikut akan dikutip dari pemikiran Witt H.

Parker, dalam sebuah bukunya The Analisys of Art, yang memeras ciri-ciri umum dari bentuk estetik menjadi 6 asas, antara lain : • The Principle of Organic Unity ( Asas kesatuan organis) Asas ini berarti setiap unsur dalam karya seni adalah perlu bagi nilai karya itu sendiri. Nilai suatu karya sebagai keseluruhan tergantung pada hubungan timbal balik dari unsur-unsurnya yakni setiap unsur memerlukan, menanggapi dan menuntut setiap unsur lainnya.

Pada masa lampau asas ini disebut kesatuan dalam keanekaan ( unity in variety). Ini merupakan asas induk yang membawakan asas-asas lainnya. • The Principle of Theme (Asas tema).

Dalam setiap karya seni terdapat satu (atau beberapa) ide induk atau peranan yang unggul berupa apa saja (bentuk, warna, pola, irama, tokoh atau makna) yang menjadi titik pemusatan dari nilai keseluruhan karya itu.

ini merupakan kunci bagi penghargaan dan pemahaman orang terhadap karya seni itu. • The Principle of Thematic Variation (Asas variasi menurut tema). Tema dari sesuatu karya seni harus disempurnakan dan diperbagus dengan terus-menerus mengumandangkannnya. Agar tidak menimbulkan kebosanan, pengungkapan tema harus tetap sama itu perlu dilakukan dalam berbagai variasi.

• The Principle of Balance (Asas keseimabangan). Keseimbangan adalah kesamaan dari unsur-unsur yang berlawanan atau bertentangan. Dalam karya seni, walau unsur-unsurnya tampak bertentangan, tetapi sesungguhnya saling memerlukan karena bersama-sama mereka menciptakan suatu keutuhan.

Unsur-unsur yang saling berlawanan itu tidak perlu hal yang sama, karena ini lalu menjadi kesatuan. Dengan kesamaan dari nilai-nilai yang saling bertentangan terdapatlah keseimbangan secara estetis.

• The Principle of Evoluiton (Asas Perkembangan). Dengan asas ini dimaksudkan oleh Parker kesatuan dari proses yang bagian-bagian awalnya menentukan bagian-bagian selanjutnya bersama-sama menciptakan suatu makna yang apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta.

Jadi, misalnya dalam sebuah cerita hendaknya terdapat hubungan sebab akibat atau rantai tali temali yang perlu, yang ciri pokoknya berupa pertumbuhan atau perhimpunan dari makna keseluruhan. • The Principle of Hierarchy (Asas Tata Jenjang). Kalau asas-asas variasi menurut tema, keseimbangan dan perkembangan mendukung asas utama kesatuan organis, maka asas yang terakhir ini merupakan penyusunan khusus dari unsur-unsur dalam asas-asas termaksud.

Dalam karya seni yang rumit, terkadang terdapat satu unsur yang memegang kedudukan yang penting. Unsur ini mendukung secara tegas tema yang bersangkutan dan mempunyai kepentingan yang jauh lebih besar ketimbang unsur lainnya.

Demikian 6 (enam) unsur yang menurut Witt H. Parker yang diharapkan menjadi unsur-unsur yang dapat dijadikan suatu logika tentang bentuk estetik. Memang sebuah karya seni harus mempertimbangkan aspek-aspek di atas, sebagai pendukung terciptanya sebuah karya seni yang baik dan sempurna. Dan karya seni yang mengandung unsur-unsur estetika di atas, maka akan mempunyai karakteristik tersendiri dan tentu saja karya seni tersebut indah.

Dan lebih jauh James Yoyce dalam bukunya A Potrait of The Artist as a Young Man, mendefinisikan bahwa karya seni pada intinya mempunyai tiga karakteristik dalam wujudnya, yaitu : • Integritas. • Harmoni. • Individuasi. Integritas adalah ketunggalan atau kesatuan yang padu dari semua unsur dan bagian-bagiannya, yang masing-masing berfungsi membangun wujudnya.

Jadi integritas bukan sekedar kumpulan dari bagian-bagian tanpa hubungan fungsional dalam mewujudkan bentuknya. Harmoni atau keselarasan adalah proporsi dan hubungan atau pertalian yang tepat dari bagian-bagian. Sebab dalam karya sebuah karya seni memang ada berbagai macam unsur yang saling mengisi, maka dari itu harus keberaturan. Karena adanya sifat-sifat yang saling bertenatangan namun harus dapat dicapai suatu keseimbangan dan kestabilan yang dinamis bagi penghayatnya.

Sedangkan yang dimaksud apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta adalah suatu keunikan tertentu, yang berarti bahwa keindahan cipta seni dan budaya tak dapat dipertukarkan dengan keindahan ciptaan lain. Maksudnya adalah setiap hasil karya seni dan budaya memang mempunyai kesamaan secara universal, tetapi kausal atau muasal bentuk kejadiannya adalah spesifik dan juga unik.

Jadi setiap karya seni yang lahir didasari dengan latar belakang yang berbeda, sehingga ketika karya seni itu lebih spesifik dan mempunyai ciri yang khas. Dari semua bahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keindahan sebagai pengertian yang relatif, relatif berdasarkan subjeknya atau yang melihatnya. Oleh karena keindahan itu relatif, maka sebaiknya meninjau seni tanpa sangkut pautnya dengan keindahan. Karena keindahan itu tidak hanya pada karya seni, keindahan ada pada alam semesta, pada ucapan, moral, dan perbuatan.

Hanya saja sifat relatif dalam menyerap dan merasakan nilai keindahan berbeda-beda, hal ini dikarenkan tidak semua manusia mempunyai kadar persepsi yang sama. Kiranya hal ini berhubungan dengan cita rasa yang sebagian besar mungkin merupakan hasil dari konvensi atas lingkungan kita masing-masing daripada hasil persepsi yang aktual. Mungkin banyak perbedaan dalam meresapi sebuah keindahan, karena memang manusia mempunyai kapasitas yang berbeda. Dan dalam hubungan nya dengan keindahan, perlu ditekankan bahwa Allah itu Maha Indah, dan mencintai Keindahan.

MixoLydian PurWanto ArtStudio Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.
Keindahan dan karya cipta merupakan dua kalimat yang mempunyai keterikatan antar satu sama lainnya.

Tak dapat di pungkiri lagi dalam diri manusia pasti lah mempunyai keindahan dan juga mempunyai suatu karya cipta. Namun apakah sebenarnya keindahan itu ? dan apakah karya cipta itu ? Keindahan APAKAH KEINDAHAN ITU ? Sebenamya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu bare jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.

Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).

Dan ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, wama, bentuk, nada dan kata-kata.

Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat.

Namun ada juga versi lain yang menyatakan bahwa keindahan adalah sebagai berikut : Keindahan Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya.

Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikniati keindahan. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena 1 itu tiruan lukisan Monalisa’tidak indah, karena dasamya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni.

Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. Itu lah dua versi yang menyatakan apa itu keindahan, setidak nya dari dua versi yang sudah di jabarkan diatas kita semua dapat memahami apa makna dari keindahan dan menurut pandangan saya keindahan adalah bagaimana cara kita memandang suatu sesuatu dengan sudut pandang kita sendiri.

Tentunya setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda – beda mengenai apa itu keindahan. Dibawah ini merupakan aspek – aspek keindahan pada diri manusia : ada 4 aspek keindahan pada diri manusia : A. Kontenplasi dan Ekstasi Kontemplasi adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna.

Kontemplasi juga merupakan suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah memandang sesuatu dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan, terlibat langsung.

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah.

Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda-beda. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia.

B. Keindahan Keserasian dan Kehalusan Dalam diri manusia terdapat faktor kontenplasi dan ekstasi.maka itu keindahan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia.

karena membutuhkan keindahan.Dalam keindahan terrcermin unsur keseerasian dan kehalusan.Keserasian adalah kemampuan untuk menata sesuatu yang dapat dilihat,dipegang seseorang. Kehalusan adalah kemampuan menampilkan sopan santun,tutur kata yang menyenangkan,menarik perhatian, dan menggembirakan orang lain. C. Kreatifitas dan Karya Cipta Keindahan adalah salah satu dari kehidupan yang merupakan sebuah kodrat.Karena manusia brusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan ,selain itu manusia menciptkan karya cipta dipengaruhi oleh pengalaman dan faktor alam.

D. Pengaruh Keindahan pada jiwa manusia Daya tarik yang kuat memiliki efek berubahnya situasi dan kondisi pada manusia, keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyamanbahkan dengan seringnya kita melihat keindahan,maka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus,sehingga mempengaruhi jasmani dari diri kita sendiri,karena fikiran kita yang sudah fresh.

Karya Cipta Karya Cipta merupakan hasil dari buah pemikiran seseorang dalam membuat sesuatu hal atau apapun.

Dalam karya cipta tentunya tiap – tiap manusia berbeda karena memiliki pola berfikir yang berbeda antar satu dengan yang lainnya. Karya apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta dan keindahan menurut saya memiliki keterikatan sebab Keindahan adalah salah satu dari kehidupan yang merupakan sebuah kodrat dan karena manusia berusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan, selain itu manusia menciptkan karya cipta dipengaruhi oleh pengalaman dan faktor alam.

Referensi : http://erwinromansah.blogspot.com/2012/04/keindahan-dan-karya-cipta.html http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/08/berbagai-macam-keindahan-opini-469424.html 1. Hubungan antara keindahan dengan kebudayaan Pengertian Kebudayaan Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.

Secara detail pengertian kebudayaan adalah Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.

Secara hubungan jelas keindahan selalu hadir di setiap kebudayaanbegitu pula di dalam kebudayaan pasti mempunyai nilai nilai keindahansehingga keindahan dalam kebudayaan selalu terikat dan menyatu padu secara erat sehingga lahirlah kebudayaan yang terlihat indah. 2. Keindahan Dalam Kebudayaan Kebudayaan kontras dengan keindahan,karena didalam kebudayaan itu sendiri mengandung unsur-unsur estetis yang membuatnya terlihat mahal untuk dibudayakan.

Keindahan dalam kebudayaan merupakan salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia. Didalam kebudayaan apapun pasti memiliki nilai keindahankarena di dalamnya memiliki nilai estetika enak di pandangdan didalamnya kebudayaan memiliki keindahan yang mewakili sifat-sifat dari keindahan tersebut. Suatu kebudayaan tidak akan berkembang tanpa adanya suatu keindahan yang tidak bisa dinikmati oleh mata.

Jadi hubungan antara keindahan kerap kaitannya dengan keindahan. kebudayaan sangat banyak jenisnyaada yang mewakili nilai nilai Sosialspiritualperjuanganmata pencahariankeseniandan lain lain.

dan biasanya orang – orang banyak melihat keindahan yang di tampilkan melalui kesenian dari kebudayaan tersebutpadahal dari jenis kebudayaan yang lain pun terdapat nilai – nilai keindahan di dalamnya.

Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah. Serta kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia. 2. Hubungan antara Kebudayaan dan Peradaban • Kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

• Peradaban Peradaban adalah memiliki apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat “kompleks”: masyarakat yang mempraktikkan pertanian intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota.

“Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya lebih digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban.

Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK. Dapat dikatakan bahwa suatu peradaban adalah suatu tatanan, kegiatan, dan cara hidup masyarakat yang terbentuk karena adanya suatu kebudayaan. PENGERTIAN SISTEM NILAI BUDAYA Pengertian Nilai Budaya Tylor dalam Imran Manan (1989;19) mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitu standar tentang baik dan buruk, apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besar termasuk ke dalam ‘ Nilai’.

Hal ini di lihat dari aspek penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwa pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Nilai Budaya ini merupakan rangkaian dari konsep-konsep abstrak yang hidup dalam masyarakat, mengenai apa yang dianggap apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta dan berharga, apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta juga mengenai apa yang dianggap remeh dan tidak berharga dalam hidup.

Sistem nilai budaya ini menjado pedoman dan pendorong perilaku manusia dalam hidup yang memanifestasi kongkritnya terlihat dalam tata kelakuan. Dari sistem nilai budaya termasuk norma dan sikap yang dalam bentuk abstrak tercermin dalam cara berfikir dan dalam bentuk konkrit terlihat dalam bentuk pola perilaku anggota-anggota suatu masyarakat. Ada beberapa hal yang digunakan untuk menganalisa suatu Nilai dalam kebudayaan,diantara nya: 1. Dasar-dasar pemilihan objek terhadap mana sebuah orientasi berlaku, yaitu apakah pemilihan ditentukan oleh keturunan (ascription) atau keberhasilan (achievement).

2. Kepatutan atau ketak-patutan pemuasan kebutuhan melalui tindakan ekspresif dalam konteks tertentu, yaitu apakah pemuasan yang patut harus disarankan atas pertimbangan perasaan, (affectivity) atau netral perasaan (affective apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta.

3. Ruang lingkup perhatian dan kewajiban terhadap sebuah objek yaitu apakah perhatian harus jelas dan tegas untuk sesuatu (specificity) atau tidak jelas dan tegas, atau berbaur (diffuseness).

4.Tipe norma yang menguasai orientasi terhadap suatu objek yaitu apakah norma yang berlaku bersifat universal (universlism) atau normanya bersifat khusus (particularism). 5. Relevan atau tidak relevannya kewajiban-kewajiban kolektif dalam konteks tertentu, yaitu apakah kewajiban-kewajiban didasarkan kepada orientasi kepentingan pribadi (self-orientation) atau kepentingan kolektif (collective orientation).

Spranger mengemukakan ada 6 nilai pokok dalam setiap kebudayaan, yaitu: 1. Nilai teori yang menentukan identitas sesuatu. 2. Nilai ekonomi yang berupa utilitas atau kegunaan. 3. Nilai agama yang berbentuk das Heilige atau kekudusan. 4. Nilai seni yang menjelmakan expressiveness atau keekspresian. 5. Nilai kuasa atau politik.

6. Nilai solidaritas yang menjelma dalam cinta, persahabatan, gotong royong dan lain-lain. Keenam nilai ini masing-masing mempunyai logika, tujuan, norma-norma, maupun kenyataan masing-masing.

A. Perubahan Sitem Nilai Budaya 1. Konsep Sistem Nilai Budaya Sistem nilai budaya adalah konsepsi-konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. System nilai budaya adalah hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola.

Sistem nilai budaya yang berpola apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat. 2. Alasan Perubahan Sistem Nilai Budaya. Ada beberapa alasan mengapa terjadi pergeseran dan perubahan tentang system nilai budaya menurut Munandar Sulaiman, antara lain; a. Jarak komunikasi antar etnis b. Pelaksanaan pembangunan c.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi 3. Dampak Perubahan Sistem Nilai Budaya Apabila terjadi perubahan pada system nilai budaya maka akan terjadi juga perubahan sikap mental, pola pikir, dan pola tingkah laku anggota masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Aspek kehidupan manusia dapat dibedakan apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta dua yaitu manusiawi dan tidak manusiawi.

Aspek kehidupan manusiawi diungkapkan sesuai dengan system nilai budaya sebagai pandanagan hidup, melalui sikap salaing menyayangi, melindungi, menghargai, dan lainnya yang dirasakan sebagai keindahan hidup.

Sebaiknya aspek kehidupan tidak manusiawi diungkapkan melalui sikap dan perbuatan yang merugikan, menggelisahkan, dan menjadikan manusia menderita. Ungkapan berbagai aspek kehidupan akan dijabarkan menjadi beberapa tema pengkajian Ilmu Sosial Budaya Dasar.

Cari Tulisan Terakhir • Jawaban soal Himpunan dan Fungsi • Ilmu Alamiah dan Teknologi Dimasa Depan • Peranan dan Dampak dari Ilmu Alamiah dam Teknologi • (tanpa judul) • Pengertian Filsafat, pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Komentar Terbaru Tuan WordPress pada Halo dunia!

Arsip • Mei 2013 • Maret 2013 • Januari 2013 • Oktober 2012 • September 2012 Kategori • Tak Berkategori Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com
Jawaban: Keindahan dan karya cipta jika dihubungan keduanya maka akan terjadi suatu penilaian bahwa suatu karya itu indah.

Pembahasan : Keindahan adalah suatu sifat atau ciri suatu objek yang memberikan kesenangan atau kepuasan. Keindahan dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : keindahan alami dan keindahan buatan. Sedangkan karya cipta adalah suatu karya yang diciptakan oleh seseorang. Karya Cipta juga dapat diartikan untuk untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan, ide atau informasi tertentu. Maka hubungan antara keindahan dengan karya cipta yaitu Keindahan dan karya cipta jika dihubungan keduanya maka akan terjadi suatu penilaian bahwa suatu karya itu indah.
Selamat sore sobat Story of Wejhe.

Tahukah kalian apa itu seni ? Apa hubungannya dengan keindahan ? Mungkin banyak dari kalian yang akan berpikir bahwa "Seni adalah Keindahan". Banyak orang mengatakan bahwa seni itu selalu indah. Memang ada benarnya, namun kalimat "seni itu selalu indah" kurang tepat untuk menggambarkan hakikat seni yang sesungguhnya. Di postingan kali ini, saya akan mencoba untuk membahas dan mengupas segala tentang seni, keindahan, dan hubungan antara keduanya.

Postingan ini terinspirasi dari salah satu guru seni budaya di SMAN 1 Klaten. Penjelasan beliau mengenai topik ini sangat menarik, sehingga saya tergugah untuk mengangkatnya dalam postingan ini. (Gambar 1. Lukisan bertemakan Alam) Seni adalah Keindahan, kalimat itulah yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat manusia di dunia.

Salah satu contohnya adalah pada gambar di atas. Gambar tersebut merupakan sebuah karya seni rupa berwujud lukisan yang bertemakan alam, dengan aliran naturalisme tentunya. Secara umum, lukisan tersebut memang sangat indah. Dengan perpaduan warna alam yang sangat natural membuatnya menjadi enak dipandang. Selanjutnya, bagaimana dengan lukisan di bawah ini ?

(Gambar 2. Lukisan Abstrak) Apa yang bisa kalian lihat dari karya seni tersebut ? Hanya coretan acak yang tidak beraturan, dan mungkin tidak memiliki nilai keindahan. Meskipun tidak memiliki nilai keindahan, karya tersebut tetap diakui sebagai karya seni. Karya tersebut merupakan salah satu contoh dari karya seni rupa yang beraliran abstrak.

Sesuai dengan namanya, karya ini sulit dimengerti maknanya dan sulit ditemukan unsur keindahannya. Lalu, apakah kalimat "Seni adalah Keindahan" masih berlaku di sini ? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Seni dan keindahan memang memiliki kaitan yang erat, namun bila kita cermati lebih dalam lagi keduanya memiliki satu sisi perbedaan, yaitu penciptanya. Keindahan merupakan ciptaan Tuhan, dan apapun yang Tuhan ciptakan sudah pasti indah dan sempurna. Sedangkan seni merupakan ciptaan manusia, yang sebagaimana kita tahu bahwa ciptaan manusia selalu jauh dari kata sempurna.

Lalu, sebenarnya apa hubungan antara seni dan keindahan ? Dari pembahasan gambar 1 dan gambar 2 di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ada karya seni yang sifatnya indah, dan ada juga yang tidak bersifat indah. Artinya, "Keindahan" hanyalah salah satu dari berjuta "Objek Seni". Manusia menciptakan karya seni sebagai wujud Ma'rifatullah, yakni mengenal Allah.SWT, atau dalam lingkup pembahasan kali ini berarti memahami keindahan yang diciptakan oleh Tuhan.

(Gambar 3. Tari Gambyong Surakarta) Perbedaan seni dan keindahan yang lain adalah dari akar penciptaannya. Keindahan berakar dari Ketuhanan, sedangkan Seni berakar dari Kebudayaan. Selain sebagai wujud Ma'rifatullah, seni juga merupakan salah satu produk budaya. Misalnya saja Tari Gambyong. Tari Gambyong merupakan salah satu contoh karya seni tari yang berakar dari kebudayaan nenek moyang Indonesia.

Seni sebagai produk budaya bertujuan untuk melestarikan budaya dan menjaganya agar tidak punah. Karena itulah, umumnya di sekolah kita mendapatkan pelajaran Seni Budaya. Melisa Gustina 2 Oktober 2019 06.18 PERMAINAN ONLINE TERBESAR DI INDONESIA Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia ^^ Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat :) Memiliki 8 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino - Adu Q - Bandar Q - Bandar Sakong - Bandar Poker - Poker - Domino 99 - Capsa Susun - BANDAR66 / ADU BALAK ( GAME TERBARU ) Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang asli ^^ * Minimal Deposit : 20.000 * Minimal Withdraw : 20.000 * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop ( Kecuali Bank offline / gangguan ) * Bonus REFFERAL 15 % Seumur hidup tanpa syarat * Bonus ROLLINGAN 0.3 % Dibagikan 5 hari 1 kali * Proses Deposit & Withdraw PALING CEPAT * Sistem keamanan Terbaru & Terjamin * Poker Online Terpercaya * Live chat yang Responsive * Support lebih banyak bank LOKAL Contact Us Website SahabatQQ WA 1 : +85515769793 WA 2 : +855972076840 LINE : SAHABATQQ FACEBOOK : SahabatQQ Reborn TWITTER : SahabatQQ YM : cs2_sahabatqq@yahoo.com Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop Daftar SahabatQQ Balas Hapus Assalamu'alaikum Wr.

Wb. Selamat malam para pembaca setia blog Story of Wejhe. Kali ini, aku akan mengajak kalian untuk mengupas masa-lalu ku, tepatnya 3 tahun yang lalu saat aku naik ke kelas 9 SMP. Aku akan berbagi cerita bagaimana perjuanganku untuk bisa lolos di seleksi masuk SMA terfavorit se-Klaten ini. Selamat membaca dan semoga menginspirasi. (Gambar 1.

Tampak depan kampus SMPN 1 Pedan) Kelas 9 SMP, masa itu adalah masa-masa yang penuh dengan suka dan duka, penuh dengan berbagai manisnya kenangan, dan penuh dengan berbagai pahitnya rintangan. Sejak awal semester di kelas 9, kami para siswa sudah dipersiapkan untuk menghadapi UN SMP.

Karena saat itu nilai UN adalah nilai yang menjadi patokan untuk seleksi masuk SMA. Setiap hari, aku dan teman-temanku menjalani tutor tambahan di akhir jam pelajaran. Soal-soal tryout UN sudah menjadi makanan kami sehari-hari. Guru-guru kami sudah siap dengan paket-paket soal yang mereka bawa untuk diberikan kepada kami.

S Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat malam para pembaca setia blog Story of Wejhe. Pernahkah kalian memainkan salah satu dari dua game android di atas ? Sebagian besar anak remaja mungkin sudah pernah memainkannya. Keduanya adalah game yang ber-genre battle royale. Sebenarnya, masih ada satu lagi game yang hampir mirip dengan keduanya, yaitu Rules of Survival. Namun, kali ini aku akan membahas Free Fire dan PUBG Mobile saja, karena dua game ini yang sudah sering ku mainkan. Dalam pembahasan ini, aku akan menggunakan sistem perbandingan dengan beberapa parameter.

Oke, langsung saja. Check it out ! 1. Game Play. (Gambar 1. Game Play Free Fire) Secara umum, game play dari kedua game ini adalah sama, karena memiliki genre game yang sama pula. Game akan dimulai dengan turun dari pesawat menggunakan parasut, lalu mencari loot untuk persiapan bertempur dengan musuh.

Tujuan kedua game ini pun juga sama, yaitu untuk menjadi yang terakhir hidup dalam game. Di kedua game, juga ada1.Hubungan antara estetis dan kebudayaan dalam hal keindahan Estetis adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa.

Estetis merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. estetis itu sendiri tidak bisa dipisahkan keindahan karena mempunyai hubungan yang sangat erat dengan karya seniEstetis tidak bisa dijauhkan oleh kata-kata seni. Karena keindahan itu sendiri adalah sebuah sesuatu yang diagung-agungkan bagai sesuatu yang beharga ketika kita mempunyai sebuah keindahan kita pun sangat bangga terhadap keindahan yang kita miliki.

Maka sebab itu Estetis sangat lah erat hubungan dengan sesuatu keindahan sebuah karya seni itu sendiri.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Kebudayaan adalah tradisi dan adat istiadat yang menjadi ciri khas suatu daerah tertentusetiap negara atau pun daerah mempunyai suatu kebudayaan yang menjadi ciri khas tersendiri. oleh sebab itu kebudayaan mempunyai nilai keindahan yang terlihat bila sebuah kebudayaan yang dimiliki suatu daerah tersebut dapat menjadi pemancing atau sorotan maka sebab itu keindahan di sebuah kebudayaan sangat lah erat hubungannya.

Dalam judul ini kebudayaan itu sendiri mempunyai keindahan sendiri untuk menarik minat para wisatawan untuk datang ke daerah mereka. Kebudayaan itu sendiri harus selalu dilestarikan untuk menjaga keutuhan kebudayaan itusupaya tetap utuh dari jaman ke jaman dan bisa terus dijaga supaya juga tidak terancam tenggelam apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta punah hingga tidak dikenal oleh banyak orang seperti dulu kembali.

Jadi dapat di ambil kesimpulan bahwa hubungan antara estetis dan kebudayaan dalam hal keindahan mempunyai hubungan yang sangat erat dimana keduanya saling berkaitan, setiap kebudayaan pasti mempunyai keistimewaan yang akan membawa pada nilai estetis suatu keindahan. 2.Keindahan dan karya cipta Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.

Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau local.

Keindahan itu di miliki setiap orang, namun keindahan itu berbeda- beda antara orang yang satu dan yang lain nya. Tergantung dari orang yang menilainya Karya cipta sendiri adalah sebuah karya yang di ciptakan yang bertujuan untuk menciptakan nilai keindahan. contohnya sebuah karya cipta akan terlihat bagus jika mempunyai nilai keindahan di dalamnya.

Sebuah karya cipta mempunyai hubungan yang sangat erat dengan keindahan, karena keindahan itu yang akan di curahkan lewat karya cipta. Hubungan erat antara keindahan dan sebuah karya cipta menggambarkan bahwa sebuah karya membutuhkan inspirasi keindahan yang terlihat menakjubkan dan mempunyai nilai tersendiri. 3. Karya cipta berikut adalah karya cipta yang saya buat : Puisi : Pecarian khobar Oleh : Adhib Arfan Apakah aku sedang sekarat atau hidup dalam mudhorot? Langkahku tak jelas tujuan… Di kaki langit aku memanggil diriku yang diam di balik sana… Aku sampaikan pada angin yang menjadi selimut, namun tetap diam… Aku titipkan pada yaum, namun juga masih diam… Aku lelah Tuhan,, Kenapa engkau dera aku dengan nista berkepanjangan?

Seibarat aku berjalan di atas pasir membara,titik deritaku belum sampai pada tangis berdarah. seandainya tak ada yang aku cari, mungkin mati adalah teman terdekat… Ini hari tersesak dalam langkahku… Otakku mendidih dalam sebuah dendam, dimanakah oase yang bisa memadamkan? Dimana letak Arsy yang di agungkan hamba pemegang kalam?

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Derita, kenapa betah amat kau mendekam dalam sekeping hati ini? Nestapa, aku seperti majnun jadi gelandangan bersahaja, berteman bahasa langit namun yang memiliki langit seakan tak mendengar… Lunglai selembar nyawaku tak lagi berkekuatan seperti terlentang di bawah matahari Arafah… Yaaaa muqollibal Qulub.Tsabbit qolbi ala diinik… Sumber : http://adityafirmandani.blogspot.com/2012/04/keindahan-dan-estetika-kebudayaan-karya.html http://thessaandana.blogspot.com/2012/04/keindahan-estetika-kebudayaan-dan-karya.html
Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Dan ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, wama, bentuk, nada dan kata-kata.

Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat. Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya.

Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikniati keindahan. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena 1 itu tiruan lukisan Monalisa’tidak indah, karena dasamya tidak benar.

Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Itu lah dua versi yang menyatakan apa itu keindahan, setidak nya dari dua versi yang sudah di jabarkan diatas kita semua dapat memahami apa makna dari keindahan dan menurut pandangan saya keindahan adalah bagaimana cara kita memandang suatu sesuatu dengan sudut pandang kita sendiri.

Tentunya setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda – beda mengenai apa itu keindahan. Kontemplasi adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna.

Kontemplasi juga merupakan suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah memandang sesuatu dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan, terlibat langsung.

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta yang indah.

Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah. Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda-beda. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia.

Dalam diri manusia terdapat faktor kontenplasi dan ekstasi.maka itu keindahan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. karena membutuhkan keindahan.Dalam keindahan terrcermin unsur keseerasian dan kehalusan.Keserasian adalah kemampuan untuk menata sesuatu yang dapat dilihat,dipegang seseorang.

Daya tarik yang kuat memiliki efek berubahnya situasi dan kondisi pada manusia, keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyamanbahkan dengan seringnya kita melihat keindahan,maka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus,sehingga mempengaruhi jasmani dari diri kita sendiri,karena fikiran kita yang apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta fresh. Karya Cipta merupakan hasil dari buah pemikiran seseorang dalam membuat sesuatu hal atau apapun.

Dalam karya cipta tentunya tiap – tiap manusia berbeda karena memiliki pola berfikir yang berbeda antar satu dengan yang lainnya.

Karya cipta dan keindahan menurut saya memiliki keterikatan sebab Keindahan adalah salah satu dari kehidupan yang merupakan sebuah kodrat dan karena manusia berusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan, selain itu manusia menciptkan karya cipta dipengaruhi oleh pengalaman dan faktor alam. Unknown June 3, 2013 at 3:38 PM kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti - www.gunadarma.ac.id - www.studentsite.gunadarma.ac.id - www.baak.gunadarma.ac.id untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSSsilahkan kunjungi link ini http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5 Reply Delete Unknown October 5, 2016 at 9:16 AM Cari Tiket Pesawat dan tiket kapal Online Super Cepat dan murah??

http://selltiket.com Booking di SELLTIKET.COM aja!!! CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!! Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat?? Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.

apakah hubungan antara keindahan dengan karya cipta

Bergabung segera di http://agenselltiket.com INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI: No handphone : 085372801819 Reply Delete • ► 2016 (10) • ► June (2) • ► April (2) • ► March (2) • ► January (4) • ► 2014 (6) • ► December (1) • ► April (1) • ► March (2) • ► January (2) • ▼ 2013 (18) • ► November (1) • ► June (1) • ▼ May (5) • Keindahan dan Karya Cipta • Hubungan Antara Estetis dan Kebudayaan Dalam Hal K. • Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Manusia Te. • Perbedaan Antara Kebudayaan dan Perdaban • Pengertian Konsep Nilai dan Sistem Nilai Budaya • ► April (1) • ► January (10)

APA KEUNTUNGAN SEBAGAI FOTOGRAFER JALANAN / STREET PHOTOGRAPHER




2022 www.videocon.com