Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Karya tulis ilmiah dibuat dengan urut-urutan maupun sistematika tertentu. Mari kita pelajari bagian-bagian karya tulis ilmiah ilmiah: Bagian Pembuka 1. Cover Cover merupakan halaman pertama yang terlihat dari sebuah karya tulis.

Cover memiliki suatu keberadaan yang penting dalam penulisan karya tulis ilmiah, yaitu sebagai daya tarik serta memudahkan pembaca untuk mengetahui gambaran umum mengenai isi sebuah karya tulis ilmiah. Bagian cover ini terdiri dari: • Keterangan jenis karya tulis ilmiah Keterangan alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian ditulis paling atas.

Kita dapat menulis jenis karya tulis, seperti makalah, skripsi, tesis, atau laporan penelitian. • Judul karya tulis ilmiah Judul ini diletakkan di bawah keterangan jenis karya tulis. • Tujuan karya tulis ilmiah Tujuan karya tulis ditulis dengan font yang lebih kecil daripada judul. • Logo instansi Logo diletakkan paling tengah dan berukuran yang proporsional dengan tulisan lainnya di cover. • Nama penulis • Nama instansi • Tahun pembuatan Bagian-bagian cover ini ditulis di tengah cover.

2. Kata Pengantar Pada halaman kedua karya tulis ilmiah berisi mengenai kata pengantar. Kata pengantar berisi mengenai ucapan syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada rekan, kolega, dan pihak-pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan karya tulis ilmiahnya.

Di akhir ucapan terima kasih disertakan kata penulis tanpa menyebutkan nama. 3. Abstrak Kata abstrak ditulis di bagian tengah halaman. Kemudian di bawah kata abstrak ditulis alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian penulis, tahun penulis, serta judul yang dicetak miring.

Abstrak merupakan rangkuman karya tulis yang berisi secara padat intisari dari penelitian yang mencakup latar belakang masalah, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh serta kesimpulan dan saran. Di bawah rangkuman isi karya tulis, kata-kata kunci diberikan.

5. Daftar Tabel Daftar tabel merupakan daftar nomor halaman yang menunjukkan letak tabel-tabel pada karya tulis Bagian Isi 1. Bab I Pendahuluan Pada bagian pendahuluan ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: • Latar Belakang Masalah Latar belakang masalah berisi mengenai permasalahan yang ditemukan di lapangan dan kesenjangan antara kenyataan atau realita dengan teori.

Penulis juga menjelaskan alasan dan dasar pemilihan topik. • Rumusan Masalah Rumusan masalah berisi mengenai permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian dan ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan. Pertanyaan ini akan dijelaskan jawabannya pada bagian pembahasan. • Batasan Masalah Batasan masalah berisi mengenai batasan-batasan permasalahan yang ingin dibahas sehingga cakupan bahasan tidak meluas dan tetap relevan. • Tujuan Penelitian Tujuan penelitian berisi tentang kalimat-kalimat pernyataan yang mengacu pada pertanyaan rumusan masalah.

Misalnya, jika pada rumusan masalahnya adalah “Bagaimana pengaruh gadget terhadap gaya belajar siswa?” maka di tujuan penelitian dituliskan “Untuk menjelaskan pengaruh gadget terhadap gaya belajar siswa.

• Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan sesuatu yang dianggap benar untuk pengutaraan pendapat dan kebenarannya masih perlu dibuktikan dalam penelitian. • Manfaat Penelitian Sebuah penelitian tentu memiliki manfaat bagi banyak orang. Pada bagian ini tertulis manfaat-manfaat apa yang diperoleh oleh kalangan tertentu maupun masyarakat pada umumnya.

2. Bab II Landasan Teori Pada bagian ini, penulis menjelaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas dari para ahli dan juga dari sumber-sumber yang dapat dipercaya kebenaran teorinya. 3. Bab III Metode Penelitian Pada bagian ini menjelaskan mengenai cara atau sistem yang digunakan pada penelitian agar terbukti atau teruji dengan benar penelitian yang diteliti.

4. Bab IV Hasil Penelitian dan Analisis Pada bagian ini berisi mengenai hasil penelitian dan analisis temuan-temuan dalam penelitian. Pada bagian ini, penulis akan menganalisis hasil penelitian yang sesuai dengan teori ataupun yang bertolak belakang dengan teori. Bagian Penutup • Bab V Penutup Bagian ini terdiri dari saran dan kesimpulan.Saran merupakan pendapat penulis untuk kesempurnaan penulisan karya tulis lebih lanjut dan juga dapat merupakan masukan mengenai hasil temuan penelitian, misalnya hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif gadget terhadap gaya belajar siswa, maka penulis dapat memberi saran untuk pelajar mengatur waktu dengan bijak ketika bermain gadget.

• Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi tentang refensi-refensi yang digunakan penulis sebagai bahan dasar penulisan karya ilmiah. Referensi ini dapat berasal dari buku ataupun website. • Lampiran Lampiran merupakan bukti-bukti pendukung atau otentik yang dilakukan saat penelitian, misalnya angket penelitian, daftar pertanyaan wawancara, dan hasil wawancara. Yahoo is part of the Yahoo family of brands. By clicking " Accept all" you agree that Yahoo and our partners will store and/or access information on your device through the use of cookies and similar technologies and process your personal data, to display personalised ads and content, for ad and content measurement, audience insights and product development.

Your personal data that may be used • Information about your device and Internet connection, including your IP address • Browsing and search activity while using Yahoo websites and apps • Precise location You can select ' Manage settings' for more information and to manage your choices.

You can change your choices at any time by visiting Your Privacy Controls.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Find out more about how we use your information in our Privacy Policy and Cookie Policy. Click here to find out more about our partners.
ilmubindo.com - Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan contoh soal makalah dilengkapi dengan kunci jawaban terbaru alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilengkapi dengan kunci jawaban terbaru revisi K13. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak, Ibu Guru, dan peserta didik dalam mencari referensi tentang kumpulan contoh soal makalah dilengkapi dengan kunci jawaban terbaru dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Gambar: pixabay.com 1. Kalimat berikut yang merupakan kalimat tujuan dalam karya tulis ilmiah adalah. A. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa kajian yang lebih mendalam terhadap masalah ini amatlah penting untuk dilakukan B.

Potensi pemuda sebagai modal dasar pembangunan bangsa C. Mendeskripsikan kategori-kategori moral yang tertuang dalam karya sastra Melayu Islam D. Masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidup E. Masalah apa saja yang terjadi dalam lingkungan hidup?

2. Pernyataan berikut manakah yang merupakan pengertian dari karya ilmiah . A. Tulisan yang berisi fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan penelitian, studi kepustakaan, pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya B. Tulisan yang berisi fenomena atau peristiwa yang ditulis hanya berdasarkan studi kepustakaan C.

Tulisan yang berisi fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kehidupan orang lain D. Tulisan yang berisi fenomena atau peristiwa alam atau sosial 3. Perhatikan kalimat berikut! Apakah mejikmetrik dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMA pada materi teks eksposisi? Kutipan tersebut dapat ditemukan pada bagian karya ilmiah yang disebut. A. identifikasi B. pendahuluan C. latar belakang D. kajian pustaka E. rumusan masalah 4.

Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu. A. Bentuk populer, semiformal, dan formal B. bentuk populer, formal, dan nonformal C. bentuk formal, nonformal, dan semiformal D. bentuk formal, semiformal, dan fiksi E.

bentuk santai, populer, dan fiksi 5. Karya tulis ilmiah mempunyai sifat-sifat berikut, kecuali. A. Karya ilmiah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar B. Karya ilmiah disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas C. Karya ilmiah dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat D.

Fakta yang digunakan dalam karya ilmiah harus dapat dipercaya E. Karya ilmiah dilengkapi dengan imajinasi agar lebih menggugah perasaan 6. Berikut ini struktur karya ilmiah semiformal secara berurutan adalah. A. halaman judul, kata pengantar, pendahuluan, pembahasan, daftar isi, daftar pustaka B. halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, simpulan, daftar pustaka Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian.

halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, pendahuluan, pembahasan, simpulan D. halaman judul, daftar isi, kata pengantar, pendahulaun, pembahasan, simpulan, daftar pustaka E.

halaman judul, pendahuluan, pembahasan, simpulan 7. Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu.

A. Bentuk populer, semiformal, dan formal B. bentuk populer, formal, dan nonformal C. bentuk formal, nonformal, dan semiformal D. bentuk formal, semiformal, dan fiksi E. bentuk santai, populer, dan fiksi 8. Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan berisi. A. latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembahasan B. latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, dan manfaat C.

latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, rumusan masalah D. latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian E.

latar belakang masalah, manfaat penelitian, tujuan penelitian, dan rumusan masalah 9. Berikut ini struktur karya ilmiah semiformal secara berurutan adalah. A. halaman judul, kata pengantar, pendahuluan, pembahasan, daftar isi, daftar pustaka B. halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, simpulan, daftar pustaka C.

halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, pendahuluan, pembahasan, simpulan D. halaman judul, daftar isi, kata pengantar, pendahulaun, pembahasan, simpulan, daftar pustaka E.

halaman judul, pendahuluan, pembahasan, simpulan 10. Suatu karya tulis hasil penelitian harus mencantumkan metodologi penelitian. Apa yang dimaksud dengan metode deskripstif ? A. metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya B. metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah melakukan percobaan C. metode penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu D. metode penelitian yang bertujuan untuk mengatasi motivasi belajar dan prestasi belajar dalam kompetensi dasar tertentu E.

metode penelitian yang bertujuan untuk mencari dan menemukan data fiktif 11. Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan berisi. A. latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembahasan B. latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, dan manfaat C. latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, rumusan masalah D. latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian E.

latar belakang masalah, manfaat penelitian, tujuan penelitian, dan rumusan masalah 12. Penulisan judul berikut yang tepat untuk karya ilmiah bertema virus corona adalah. A. Kedekatan Siswa dengan Orang Tua dalam Belajar di Rumah B. Pentingnya Pelatihan Wirausaha Untuk Siswa C. Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik D. Pentingnya Edukasi bagi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 E. Libur dan Mudik Menjadi Tren di Masyarakat 13.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Penulisan judul berikut yang tepat untuk karya ilmiah bertema virus corona adalah. A. Kedekatan Siswa dengan Orang Tua dalam Belajar di Rumah B. Pentingnya Pelatihan Wirausaha Untuk Siswa C. Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik D.

Pentingnya Edukasi bagi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 E. Libur dan Mudik Menjadi Tren di Masyarakat 14. Seorang siswa diberi tugas untuk membuat karya ilmiah dengan topik "Pencegahan Penularan COVID 19". Ia kemudian mencari informasi melalui media massa dan studi lapangan. Kemudian ia menemukan sebuah penelitian tentang kandungan jahe dan temulawak yang bisa dimanfaatkan untuk menambah imun tubuh.

Berdasarkan ilustrasi di atas, rumusan masalah yang dirumuskan siswa adalah. A. Apa gunanya jahe dan temulawak? B. Mengapa jahe dan temulawak dapat digunakan untuk mencegah penularan Covid 19 ? C. Bagaimana cara mencari jahe dan temulawak? D. Bisakah jahe dan temulawak mencegah masuk angin? E. Apa program pemerintah untuk mengatasi pagebluk ini?

15. Kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat pembatasan masalah ilmiah adalah. A. Alasan penulisan membahasa kemasan karton minuman karena kemasan karton lebih rapuh daripada kemasan kaleng atau kemasan botol B. Mengingat terbatasnya pengetahuan penulis, penulis membatasi penelitian ini pada uji total asam karena banyak produk minuman kemasan karton kelompok sari buah berasa asam C. Kemasan karton cukup tipis, murah, tetapi tidak tahan terhadap tekanan, memungkinkan udara masuk dan bakteri aerob dapat hidup D.

Alasan penulis membahas kemasan karton minuman karena produk minuman kemasan karton banyak beredar di pasaran E. Dalam minuman kemasan karton terdapat zat-zat potongan yakni bakteri penyebab penyakit perut (coliform) 16. Tema: Penanggulangan Penyebaran Virus Covid 19 Rumusan Masalah: Bagaimana cara menanggulangi agar pandemi covid 19 berakhir?

Latar belakang masalah yang tepat untuk rumusan masalah di atas adalah. A. Uang adalah faktor utama yang dapat menularkan virus Covid 19 B. Mudik di tengah pandemi menjadi permasalahan besar yang mampu menyebarluaskan epidemi Covid 19 C. Seluruh warga harus membuang sampah pada tempatnya D. Masalah sampah bisa diminimalisasi dengan kegiatan daur ulang sampah E.

Lockdown menjadi satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran Covid 19 17. Karya tulis yang membahas suatu topik tertentu yang mencakup ruang lingkung perkulihan, seminar, symposium yang terdiri dari judul tulisan, abstraksi, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan dan daftar pustakan disebut. A. Karya ilmiah B. Usulan penelitian C.

Makalah (report reading/book report) D. Kuliah Kerja Praktek (KKP) E. Proposal penelitian 18. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis ilmiah, kecuali. A. sikap penulis B. panjang tulisan C. struktur kajian D. penggunaan bahasa E. perolehan data 19. Dalam suatu rencana kerja yang dituangkan dalam bentuk rancangan, proposal yang memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjuan pustaka, hipotesis, alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian penelitian, jadwal kegiatan, sistematika penulisan dan daftar pustaka disebut.

A. Usulan penelitian B. Makalah C. Disertasi D. Hasil observasi E. Proposal tesis 20. Keobjektifan penulis karya ilmiah dicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat. A. personal B. retoris C. berbelit-belit D. resmi E baku 21. Dalam sebuah tulisan yang mementingkan sifat objektif, sopan rendah hati, jujur, jelas, tegas singkat, sederhana, teliti, kompak, kontinyu dan lancar adalah syarat-syarat dari tulisan.

A. Karya ilmiah B. Usulan penelitian C. Tesis D. Disertasi E. Skripsi 22. Hal-hal yang tidak perlu ditulis dalam penulisan daftar pustaka adalah. A. tahun terbit B. nama pengarang C. judul buku D. jumlah halaman E. nama penerbit 23. Penulis mengakui bahwa masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, demi perbaikan karya tulis ini, penulis akan menerima segala kritikan dari semua pihak. Penulis mengucapkan terima kasih atas krtik dan saran yang diberikan. Kutipan tersebut merupakan bagian karya tulis yang terdapat pada.

A. Pendahuluan B. Kata pengantar C. Kesimpulan D. Isi karya tulis E. Latar belakang 24. Pada karya ilmiah formal, bagian rumusan masalah biasanya menggunakan bentuk pertanyaan. A. mengapa B. kapan C. dimana D. siapa E. apa 25. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks.

Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali. A. pendidikan B. kebudayaan C. informatika D. pemadat E. Objektif 26. Berikut yang bukan metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah.

A. sistematis B. logis C. sintetis D. objektif E. faktual 27. Berikut ini bagian dari struktur karya tulis ilmiah, kecuali. A. pendahuluan B. daftar isi C. lembar pengesahan D. lembar persembahan E. metodologi 28. Karya ilmiah menyajikan masalah yang objektif, yang artinya. A. menggunakan susunan teks dengan pola yang baku B. isinya dapat dipahami dan dibenarkan oleh akal sehat C. pernyataan-pernyataannya didasarkan pandangan umum D.

pernyataan-pernyataannya didasarkan pandangan pribadi E. kebenarannya didasarkan kenyataan yang sesungguhnya 29. Karya tulis ilmiah bisa diartikan sebagai, kecuali. A. Karya tulis menjelaskan hasil penelitian B. Karya tulis adalah hasil pengamatan C. Karya ilmu adalah pengetahuan yang menjelaskan informasi yang disusun berdasarkan metodologi penulisan yang baik dan benar D.

Karya tulis ditulis secara khusus berdasarkan fakta dari penelitian atau pengamatan E. Karya tulis adalah hasil ringkasan 30. Dalam menulis karya ilmiah harus mengutamakan aspek rasionalitas dalam membahas setiap masalah. Dalam hal tersebut, penulis harus menggunakan metode.

A. sistematis B. logis C. sintetis D. objektif E. faktual 31. Tema : Tertib Lalu Lintas untuk Keselamatan Bersama Rumusan masalah yang tepat untuk tema di atas adalah. A. Perlukah kita tertib lalu lintas? B. Mengapa harus tertib berlalu lintas? C. Bagaimana cara untuk tertib lalu lintas? D. Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pengguna jalan? E. Apakah penting tertib berlalu lintas? 32. Beberapa contoh karya berikut, manakah yang tidak termasuk dalam contoh karya ilmiah.

A. artikel, majalah, skripsi B. artikel, makalah, jurnal C. makalah, laporan, skripsi D. laporan, skripsi, tesis E. skripsi, tesis, disertasi 33. Tema : Daur Ulang Sampah di Sekolah Rumusah masalah : Bagaimana cara untuk menanggulangi masalah sampah di lingkungan sekolah? Latar belakang masalah yang tepat untuk rumusan masalah di atas adalah. A. Sampah adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan kesehatan terganggu B. Masalah sampah masih menjadi masalah yang besar yang perlu dipecahkan C.

Seluruh warga sekolah harus membuang sampah pada tempatnya D. Masalah sampah bisa diminimalisasi dengan kegiatan daur ulang sampah E.

Masalah sampah menjadi tanggung jawab pihak sekolah 34. Perhatikan unsur karya tulis berikut! 1) Latar belakang 2) pendahuluan 3) kesimpulan 4) pembahasan 5) penutup Sistematika yang tepat dari unsur-unsur karya tulis di atas adalah.

A. 1, 2, 3, 4, 5 B. 2, 3, 4, 5, 1 C. 3, 4, 5, 1, 2 D. 2, 1, 4, 5, 3 E. 1, 3, 5, 4, 2 35. Contoh dari karya tulis ilmiah antara lain, kecuali.

A. disertasi B. tugas akhir C. skripsi D. tesis E. artikel opini 36. Hal-hal yang merupakan pendahuluan dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut, kecuali. A. latar belakang permasalahan B.

tujuan penulisan C. kesimpulan penulisan D. sistematika penulisan E. metode penulisan 37. Seseorang akan menulis karya tulis ilmiah tentang bisnis di kalangan remaja dengan tujuan untuk memberikan informasi penting mengenai cara untuk mencapai kesuksesan berbisnis di kalangan remaja. Judul yang tepat untuk karya tulis ilmiah tersebut yaitu. A. Bisnis di Kalangan Remaja B. Pentingnya Bisnis untuk Remaja C. Kiat Sukses Berbisnis untuk Remaja D.

Bisnis Remaja E. Remaja Pun Bisa Berbisnis 38. Perhatikan data daftar pustaka berikut! 1) judul buku 2) penerbit 3) pengarang 4) kota terbit 5) tahun terbit Penulisan daftar pustaka yang tepat yaitu denga urutan nomor. A. 1, 2, 3, 4, 5 B. 3, 1, 2, 4, 5 C. 3, 5, 1, 4, 2 D. 1, 3, 4, 2, 5 E. 1, 3, 5, 4, 2 39. Bagian dari karya tulis ilmiah yang bersifat relatif, bolah ada boleh juga tidak adalah. A. lembar pengesahan B. halaman judul C. pendahuluan D. lembar persembahan E. kata pengantar40.

Kalimat efektif untuk pengantar penulisan tujuan karya tulis adalah. A. Tujuan daripada penulisan ini adalah sebagai berikut B. Karena itu tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut C. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut D. Di muka telah dikemukakan latar belakang permasalahan. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut E. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut 41. Dalam abstraksi karya tulis ilmiah dijelaskan sebagai.

A. rangkuman materi karya ilmiah B. ringkasan pembahasan karya ilmiah secara menyeluruh C. pembahasan materi D. metode penelitian E. pendahuluan 42. Akhir-akhir ini masalah limbah menjadi topik utama di media cetak maupun media elektronik. Akibat kemajuan bidang industri dan teknologi, maka limbah pun mulai menjadi masalah. Paragraf di atas merupakan bagian pendahuluan pada karya tulis yaitu. A. kegunaan penelitian B. manfaat penulisan C.

tujuan penulisan D. latar belakang masalah E. sistematika alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian. Seorang siswa akan membuat sebuah karya tulis ilmiah. Topik yang sesuai adalah. A. pengaruh kedekatan orang tua dengan anak terhadap psikologis anak B. kesehatan wanita pekerja C. kesehatan ibu dan anak D. peningkatan kesehatan warga sekolah E. pentingnya ekskul untuk siswa 44. Pernyataan berikut merupakan ciri karya tulis ilmiah, kecuali.

A. menggunakan pola pikir ilmiah B. bersifat subjektif C. berdasarkan fakta hasil pengamatan D. disusun secara sistematis E. menggunakan bahasa Indonesia ilmiah 45. Penulisan judul yang tepat untuk judul karya ilmiah adalah. A. Kedekatan Remaja Dengan Orangtua B.

Seberapa pentingnya pengaruh bimbel terhadap prestasi siswa C. Siswa dan Lingkungan sekolah D. Pentingnya Pelatihan Wirausaha untuk Siswa E. Sampah Organik dan Non-Organik 46. Hal yang perlu dicantumkan pada bab pendahuluan sebuah karya tulis ilmiah adalah. A. Tujuan Penelitian B.

Instrumen penelitian C. Langkah-langkah penelitian D. Teknik pengumpulan data E. Daftar riwayat hidup 47. Topik : Penanggulangan sampah di sekolah Rumusan masalah yang tidak tepat untuk karya tulis ilmiah sesuai dengan topik di atas adalah.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

A. Bagaimana cara menanggulangi masalah sampah di sekolah? B. Efektifkah mendaur ulang sampah untuk mengatasi masalah sampah di sekolah? C. Apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masaah sampah di sekolah? D. Termasuk kewajiban siswakah mendaur ulang sampah di sekolah? E. Bagaimana cara mendaur ulang sampah dari sampah di sekolah? 48. Penulisan daftar pustaka yang benar adalah.

A. R. A. Kartini. 1987. Habis Gelap terbitlah Terang. Jakarta: balai Pustaka B. Keraf, Gorrys. 1985. Argumentasi dan Narasi. Ende Flores: Pustaka Jaya C. Gorrys, Keraf. 1985. Argumentasi dan Narasi. Ende Flores: Pustaka Jaya D. Kridalaksana, Harimukti dan Kentjano, Joko, Seminar Bahasa Indonesia 1968, Ende Flores: Nusa Indah, 1971 E. Rosidi Ayip, 1977. Laut Biru Langit Biru, Pustaka Jaya, Jakarta 49.

Topik Karya Ilmiah : Olahraga Judul Karya Tulis Ilmiah : Pentingnya Olahraga untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Berdasarkan judul di atas, tujuan penelitian dalam karya ilmiah tersebut adalah. A. Mengetahui seberapa pentingkah olahraga B.

Mengetahui penting tidaknya berolahraga C. Mengetahui masalah kesehatan dan kebugaran manusia D. Mengamati kesehatan dan kebugaran manusia E. Mengetahui pentingnya kebiasaan olahraga untuk kesehatan serta kebugaran tubuh 50. Perhatikan topik-topik berikut! 1) otonomi daerah 2). kearifan local 3) pengelolaan wisata Kalimat latar belakang yang tepat berdasarkan topik-topik karya tulis tersebut adalah. A. Kearifan lokal akan meninggalkan kualitas otonomi daerah dan pengelolaan wisata B.

Pengelolaan pariwisata merupakan bagian dari otonomi daerah yang potensial C. Otonomi daerah dalam peningkatan wisata perlu ditangani sungguh-sungguh D. Pelaksanaan otonomi daerah saat ini diharuskan berbasis kearifan lokal, diantaranya dalam mengelola wisata E. Setiap otonomi daerah harus melakukan kearifan lokal yang berpijak pada pengelolaan pariwisata 51. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penyuntingan karya tulis ilmiah, antara lain.kecuali.

A. memahami hakikat penyuntingan B. menyunting isi dan materi C. menyunting paragraf D`. menyunting pembahasan E. menyunting kebahasaan 52. Kalimat permintaan saran yang tepat dalam kata pengantar karya tulis adalah.

A. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak B. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt C. Terimakasih atas segala bantuan dari Bapak/ Ibu D. Semua kritik dan saran saudara kami tamping E.

Penulis mohon kritik yang membangun untuk perbaikan karya tulis ini 53. Alasan mengapa seseorang harus menyunting isi dan materi karya ilmiah adalah. A. agar karya ilmiah mudah diterima oleh masyarakat luas B. agar isi lebih mudah dipelajari khalayak umum C. agar karya tulis tersebut mudah dipublikasikan D. agar proses penulisan menjadi lebih cepat E. memudahkan dalam mencari sumber informasi 54. Karya tulis yang menyajikan fakta umum dan tulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar dengan memperhatikan ciri-ciri dan syarat yang telah ditentukan disebut.

A. Proposal Penelitian B. Skripsi C. Disertasi D. Tesis E. Karya ilmiah 55. Cermati topik karya tulis berikut! Topik : Perbaikan mental remaja Kalimat latar belakang yang sesuai dengan topik tersebut adalah. A. Dewasa ini banyak remaja rusak mentalnya disebabkan berbagai faktor B. Remaja banyak sekali memerlukan perhatian orang di sekitarnya C. Banyak orang tua yang tidak memahami tabiat anak remaja D. Remaja adalah kelompok anak-anak yang beranjak ke usia pancaroba E. Remaja memperbaiki mentalnya 56.

Dalam sebuah karya tulis ilmiah selain mementingkan metodologi penulisan, syarat-syarat dari sebuah karya ilmiah penulisan juga harus menemukan paradigma baru tentang suatu ilmu, karya tulis demikian disebut. A. Tesis B. Disertasi C.

Karya ilmiah D. Simposium E. Usulan penelitian 57. Mana yang bukan termasuk jenis karya tulis ilmiah? A. Artikel B. Makalah C. Editorial D. Paper E. Desertasi 58. Suatu alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian karya ilmiah yang hanya terdiri dari beberapa unsur dalam penulisan karya ilmiah formal, yaitu. A.

Karya ilmiah populer B. Karya ilmiah formal C. Karya ilmiah semiformal D. Karya ilmiah nonformal E. penelitian ilmiah 59. Ada berapa bab dalam karya tulis ilmiah makalah . A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 60. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali. A.

fakta atau kenyataan B. argumentasi C. Opini D. teori yang diakui kebenarannya E. data empirik/hasil penelitian 61. Apa nama karya tulis ilmiah yang ditulis untuk memenuhi jenjang pendidikan S3. A. Skripsi B. Tesis C. Makalah D. Desertasi E. Artikel 62. Halaman pengesahan dalam karya ilmiah memuat, kecuali. A. nama pembimbing B. kedudukan pembimbing C. tanda tangan pembimbing D. stempel resmi lembaga E. tanda tangan penyusun 63. Dalam kaidah kebahasaan karya tulis ilmiah, harus menggunakan bahasa baku.

Temukan bahasa baku di bawah ini adalah. A. Nafas B. Hapal C. Apotik D. Antri E. Memercayai 64. Tema karya ilmiah: Pengaruh keluarga terhadap sikap sosial siswa di kelas.

Rumusan masalah dari tema tersebut adalah. A. Mengapa sikap sosial siswa di kelas dipengaruhi keluarga? B. Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian dalam keluarga yang mempengaruhi sikap siswa di kelas? C. Apakah keluarga ada pengaruhnya terhadap sikap siswa di kelas?

D. Bagaimana pengaruh keluarga terhadap sikap sosial siswa di kelas? E. Dimana pengaruh keluarga terhadap sikap sosial itu?

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

65. Karya ilmiah haruslah menggunakan bahasa keilmuan, yaitu suatu ragam bahasa yang digunakan di dalam suatu bidang ilmu tertentu. Ini merupakan pengertian dari . A. Fungsi karya tulis ilmiah B. Bentuk karya tulis ilmiah C. Tujuan karya tulis ilmiah D. Pengertian karya tulis ilmiah E.

Ciri-ciri karya tulis ilmiah 66. Sehubungan dengan hal itu, perlu diadakannya tinjauan terhadap karya ilmiah siswa SMK AL WAFA, untuk mengetahui kadar keilmuannya. Penggalan teks proposal tersebut termasuk ke dalam sistematika. A. Latar belakang B. Rumusan masalah C.

Kajian teori D. Penutup E. Metode penelitian 67.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Karangan atau tulisan yang disusun secara sistematis berdasarkan pola penalaran ilmiah dan ilmu pengetahuan tertentu disebut. A. Proposal Penelitian B. Proposal Kegiatan C. Karya tulis D. cerpen E. Makalah 68. Hal-hal yang merupakan pendahuluan dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut, kecuali.

A. pendahuluan B. kerangka teoristis C. metodologi penelitian D. pembahasan E. simpulan 69. Kalimat efektif untuk pengantar penulisan tujuan karya ilmiah adalah. A. Tujuan daripada penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut B.

Karena itu tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut C. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut D. Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut E. tujuan pengantar karya tulis sebagai berikut 70. Bagian karya tulis ilmiah yang berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah atau penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan adalah.

A. pembahasan B. metodologi penelitian C. rumusan masalah D. latar belakang masalah E. simpulan 71. Berikut yang tidak termasuk dalam bagian awal karya ilmiah adalah. A. Halaman judul B.

Kata pengantar C. Pendahuluan D. Daftar isi E. Daftar lampiran 72. Penutup dalam karya ilmiah umumnya berisi. A. kesimpulan B. landasan teori C. latar belakang masalah D. populasi dan sampel E. metode penelitian 73. Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

A. Ruang lingkup B. Rumusan masalah C. Tujuan penulisan D. Latar belakang masalah E. Landasar teori 74. Penulis menyadari bahwa laporan ilmiah ini masih banyak kekurangan. oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran. Bagian dari penggalan karya ilmiah tersebut merupakan bagian. A. daftar isi B. abstrak C. pendahuluan D. kata pengantar E. pembahasan 75.

Yang tidak termasuk dalam pendahuluan karya ilmiah adalah. A. Rumusan masalah B. Latar belakang masalah C. Abstrak D. Tujuan penulisan E. Manfaat penulisan 76. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! (1) Mendeskripsikan proses penyerangan hama wereng padi. (2) Mendeskripsikan pengendalian hama wereng pada padi. uraian tersebut terdapat dalam karya ilmiah pada bagian.

A. rumusan masalah B. manfaat penelitian C. latar belakang masalah D. pembahasan E. tujuan penelitian 77. Karya ilmiah memiliki tujuan untuk melatih keterampilan dasar dalam. A. menulis karya fiksi B. menulis karya non fiksi C. melakukan penelitian D. memberikan penilaian terhadap penelitian pihak lain E.

memberikan kritik terhadap hasil penelitian yang telah ada 78. Unsur karya ilmiah formal yang merupakan pengkajian ilmiah terhadap pengetahuan yang telah ada, kajian tersebut berbentuk hukum, konsep, dan prinsip-prinsip yang relevan dengan permasalahan, yaitu. A. perumusan masalah B. metode penelitian C. daftar pustaka D. landasan teori E. latar belakang masalah 79. Karya ilmiah disusun dengan pola yang baku, mulai dari pendahuluan, pembahasan, dan diakhiri dengan simpulan.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa karya ilmiah memiliki karakteristik. A. objektif B. subjektif C. umum D. aktual E. sistematis 80. Penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa keilmuan, yaitu ragam bahasa yang menggunakan istilah-istilah keilmuan yang khusus. berikut ciri-ciri bahasa keilmuan sebagai media karya ilmiah, kecuali. A. reproduktif B. tidak ambig C. tidak emotif D.

menggunakan bahasa tidak baku E. menggunakan istilah keilmuan Secara umum, suatu karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu hasil karya yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah, dan dapat melalui suatu bentuk demonstrasi.

Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, ringkas, dan jelas (ABC = accurate, brief, clear). Kendatipun demikian, melalui kreativitas dan daya ungkap alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian, karya ilmiah dapat disusun sedemikian rupa agar menarik perhatian pembaca tanpa melupakan nilai-nilai ilmiahnya.

Karya tulis ilmiah dikemukakan berdasarkan pemikiran, kesimpulan, serta pendapat/pendirian penulis yang dirumuskan setelah mengumpulkan dan mengolah berbagai informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, baik teoretik maupun empirik.

Karya ilmiah senantiasa bertolak dari kebenaran ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan. Titik tolak ini merupakan sumber kerangka berpikir (paradigma, meminjam istilah Thomas Kuhn), dalam mengumpulkan informasi-informasi secara empirik.

Karya ilmiah tertulis (karangan ilmiah) dapat berbentuk artikel lmiah populer (esai, opini), usulan penelitian, dan laporan penelitian. Dalam bentuk khusus yang bersifat akademik, karangan ilmiah dapat berupa makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, yang masing-masing digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Isi suatu karya ilmiah dapat berupa keterangan atau informasi yang bersifat faktual (mengemukakan fakta), hipotesis (dugaan-dugaan), konklusif (mengemukakan kesimpulan), dan implementatif (mengemukakan rekomendasi atau saran-saran serta solusi).

Suatu karya ilmiah yang lebih komprehensif akan mengandung semua jenis keterangan atau informasi tersebut. B. Menulis Karangan Kamu tentu banyak mengidolakan penulis-penulis terkenal. Melalui kegiatan mengarang, prestasi dan prestise seseorang akan naik.

Mengarang adalah kegiatan menyusun atau mengorganisasikan buah pikiran, ide, atau gagasan dengan menggunakan rangkaian kalimat yang logis dan terpadu dalam bahasa tulis.

Karangan sering diartikan sebagai rangkaian kalimat yang logis, pemikiran atau pelukisan tentang suatu objek, suatu peristiwa, atau suatu masalah. Karangan yang disusun dapat berupa fiksi maupun Nonfiksi.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Menulis karangan ilmiah tidak jauh berbeda dengan menulis karangan lainnya. Yang membedakan karangan ilmiah dengan karangan lain adalah dari metode atau kajian yang digunakannya.

Karangan ilmiah bukan sepenuhnya karya ekspresi diri seperti karangan fiksi hasil imajinasi, tetapi penulis harus menyampaikan data objektif yang diperoleh melalui metode atau kajian ilmiah. Data yang diperoleh melalui kajian ilmiah di antaranya diperoleh melalui hasil pengamatan, tes, wawancara, penyebaran angket, kajian pustaka, dan uji coba di laboratrium.

Karangan fiksi merupakan karya yang sepenuhnya merupakan hasil ekspresi diri, data yang disampaikan merupakan hasil imajinasi atau hasil rekaan sendiri walaupun mungkin berdasarkan realitas di sekelilingnya Karangan ilmiah mempunyai ciri sebagai berikut.

1. Fakta yang disajikan bersifat objektif; 2. Penyajiannya disusun secara logis dan sistematis; dan 3. Bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa baku.

C. Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah: 1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal. 2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12. 3. Menggunakan tinta berwarna hitam. 4. Batas-batas pengetikan: a pias atas 4 cm; b pias bawah 3 cm; c pias kiri 4 cm; dan d pias kanan 3 cm. 5. sistematika karya ilmiah menggunakan sistematika secara umum D.

Sistematika Karya Ilmiah 1. Bagian Pembuka a. Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian Luar/Kover Halaman ini memuat 1) Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada) 2) Keperluan Penyusunan 3) Nama Penyusun 4) logo lembaga pendidikan 5) Nama Lembaga Pendidikan 6) Nama Kota 7) Tahun Penyusunan b. Halaman persetujuan Halaman persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing, dan 4) kata persetujuan c.

Halaman Pengesahan Halaman ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah. Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda tangan dan nama terang guru pembimbing dan kepala sekolah serta cap stempel. d. Abstrak Abstrak disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari belakang (seperti penulisan nama pengarang pada daftar pustaka) apabila terdiri dari dua bagian nama atau lebih, 2) tahun pembuatan, 3) judul karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4) kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata ABSTRAK.

Penulisan isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal. Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data.

Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan. e. Kata Pengantar Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah. Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas.

Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/ hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapanpenulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah f. Daftar isi Alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya, mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran.

Komponen isi karya ilmiah ini dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab. Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman komponen-komponen itu. g. Daftar Tabel,gambar, grafik, bagan/skema, singkatan/lambang (jika ada) Daftar tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang berisi nomor urut halaman tempat tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang tersebut disajikan.

Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut tersendiri. Tajuk Daftar Tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah. 2. Bagian Inti Karangan a. Bab Pendahuluan 1) Latar Belakang Masalah. Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus.

2) Rumusan masalah. Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan, dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan. 3) Ruang Lingkup. Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas.

Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilah istilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan. 4) Tujuan. Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul.

Tujuan boleh lebih dari satu. 5) Landasan Teori. Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti. 6) Hipotesis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan dengan demikian hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan untuk sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian yang ada, pada bab-bab berikutnya.

Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas. 7) Sumber data atau kajian pustaka. Sumber data atau kajian pustaka yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.

8) Metode dan teknik. Metode Pengumpulan Data, metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif.

Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya. Teknik Penelitian adalah penjabaran metode penelitian, sistem atau metode penelitian dengan meneliti langsung objeknya, teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi.

Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas b. Bab Analisis atau Bab Pembahasan Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah,yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab. c. Bab Kesimpulan dan Saran Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan.

Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Yang dimaksudkan alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian.

3. Bagian Penutup a. Daftar Pustaka Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain.

Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan. Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut.

Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka. Contoh penulisan daftar pustaka: Eneste, Panusuk. 1983. Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta: Gramedia. Untuk majalah atau jurnal mengikuti sistematika sebagai berikut: nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah/jurnal dengan singkatan resminya, nomor penerbitan dan halaman. b. Penulisan Lampiran (jika diperlukan) c.

Penulisan Indeks (jika diper lukan) E. Langkah- langkah Mengarang 1. Tentukanlah topik Topik adalah pokok pembicaraan. Dalam pemilihan topik, seorang penulis harus mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Topik harus betul-betul dikuasai dan dekat dengan kehidupan. b. Topik harus menarik perhatian. c. Topik harus spesifik atau terpusat pada satu permasalahan yang sempit dan terbatas.

d. Topik harus memiliki data atau fakta yang objektif. e. Topik harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. f. Topik harus memiliki sumber acuan atau kepustakaan. 2. Rumuskan judul karangan Berdasarkan topik yang ditetapkan, dapat dirumuskan judulkarangan.

Judul adalah kepala karangan. Syarat judul yang baik sebagai berikut. a. Judul relevan dengan isi karangan. b. Judul dirumuskan secara singkat dan jelas. c. Judul dapat menarik perhatian. 3. Buatlah kerangka karangan Berdasarkan topik tersebut, catatlah hal-hal yang akan ditulis berdasarkan topik yang kamu pilih! Setelah mencatat hal-hal penting yang akan kamu tulis, buatlah kerangka karangannya. Urutkan dari hal-hal yang umum ke hal yang khusus.

Hal ini disebut pola pengembangan deduksi. Kamu dapat juga mengurutkan dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Hal ini disebut pengembangan induksi. Selanjutnya buat kerangka karangan dengan mengikuti langkah berikut. a. Tuliskanlah topik-topik umum dan topik-topik bawahan (rincian) secara rinci. b. Evaluasilah topik-topik yang dituliskan berdasarkan relevansi dan kedudukannya.

Yang tidak relevan atau tidak ada hubungannya dengan topik dibuang, kemudian dari judul dan anak judul terpilih urutkan berdasarkan pola pengembangan serta kedudukannya, mana yang harus disajikan lebih dulu dan mana yang berikutnya. c. Susunlah kerangka karangan dengan pola deduksi atau induksi.

Jika pola pengembangan karangan yang dipilih pola deduksi, maka topik-topik yang dipilih harus diurutkan dari hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Sebaliknya, jika pola pengembangan yang dipilih pola induksi, maka topik-topik dipilih diurutkan dari yang khusus ke yang umum. 4. Kumpulkan data karangan Setelah kerangka karangan disusun, kumpulkan data dengan cara sebagai berikut.

a. Mencari keteorangan dari bahan kepustakaan. b. Mencari keteorangan dari pihak-pihak yang mengetahui permasalahan. c. Mengamati langsung objek yang ditulis. d. Mengadakan percbaan atau pengujian di lapangan atau labratrium. Informasi yang dicari harus relevan dengan topik yang ditulis. Catat isi yang dikutip dan sumber yang dirujuknya. Yang perlu dicatat yakni nama pengarang, judul buku, tahun terbit, kta terbit, penerbit, dan halaman letak informasi tersebut diambil.

Selain itu data atau fakta yang ditemukan di lapangan juga dicatat. Data di lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, penyebaran angket, atau eksperimen.

5. Membuat karangan utuh Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah lengkap, kembangkanlah kerangka karangan yang sudah disusun dengan pola yang dipilih, deduksi atau induksi!

Pengembangan kerangka karangan menjadi sebuah karangan perlu memerhatikan penyajian karangan; pengembangan paragraf; dan pemakaian bahasa. Pengembangan setiap judul dan sub-subjudul harus uraian yang sesuai dengan judul atau subjudul yang dikembangkan. Jika ada gambar, bagan, tabel atau grafik, maka sebelum dan sesudah bagan/grafik/tabel/ gambar hendaknya ada uraian yang mengantarkan atau menjelaskan. Pemaparan tersebut hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tahap pengembangan karangan secara umum sebagai berikut. a. Pengelompokan bahan, yakni bagian mana yang didahulukan dan bagian mana yang mengikutinya.

b. Pengonsepan, yakni tahap pengembangan kerangka karangan menjadi karangan. c. Pengecekan kembali naskah, yakni lengkapi kekurangan dan buang yang tidak relevan. Atau buang pembahasan yang tumpang tindih atau berulang-ulang. Penyuntingan berdasarkan pemakaian bahasa, yakni perbaiki ejaan yang salah, perbaiki kalimat yang tidak efektif, perbaiki pemakaian kata yang tidak baku, dan perbaiki paragraf yang pengembangannya kurang baik.

sumber : http://bahasaindosugik.blogspot.com/2012/01/karya-tulis-ilmiah.html
Peneliti mengambil judul tersebut karena adanya beberapa alasan yang menjadi pertimbangan sebagai berikut.

Alasan sebenarnya dalam lubuk hati terdalam saya memilih judul skripsi ini adalah keinginan iseng untuk melawan arus. Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang Pada hari ini admin akan membahas perihal contoh jawaban alasan memilih judul skripsi.

Contoh jawaban alasan memilih judul penelitian. Nah sebelum ketemu mereka kita harus menyiapkan alasan mengambil judul itu dan artikel dari jurnal ilmiah yang related mengapa memilih judul agar mudah di acc judulnya.

Terlengkap Kumpulan Contoh Judul Skripsi Seputar Kuliah. Pertanyaan mengenai judul tersebut adalah mengapa anda tertarik dengan judul penelitian ini. Sekitar 95 skripsi teman angkatan saya menggunakan metode penelitian. Anda bisa perkuat dengan literatur dan data yang faktual. Contoh Alasan Latar Belakang Pemilihan Judul Skripsi Era globalisasi saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh seluruh masyarakat dunia.

Analisis Dimensi Budaya Organisasi di Lembaga Anti Korupsi Indonesia. Jawaban jika ditanya mengapa memilih judul skripsi. Karena dia ingin menekankan kembali atau memantabkan kembali alasan sobat kosngosan kenapa memilih topik penelitian tersebut. Diceritaken Dengan gaya dalang Parto ada seorang mahasiswa tampan dan gagah berani hendak menjalani sidang proposal skripsi.

20 Contoh Pertanyaan Sidang Skripsi untuk Mahasiswa dan Jawabannya. Jelaskan permasalahan yang mungkin Terjadi di lapangan dan penelitian mu merupakan solusi dari permasalahan tersebut.

Apa saja hasil temuan dari penelitian Anda. Menurut saya judul penelitian Anda kurang tepat sebaiknya dirubah menjadi seperti ini atau baiknya ditambahkan dengan kata ini. Pengembangan Knowledge Portal untuk Praktisi Kesehatan di Rumah Sakit Jiwa dengan Pendekatan Soft System Methodology Topik tersebut saya pilih karena karena saya kebetulan menjadi asisten riset di salah satu lab di kampus saya.

Diceritaken Dengan gaya dalang Parto ada seorang mahasiswa tampan dan gagah berani hendak menjalani sidang proposal skripsi. Akhirnya sang pemuda tampan tersebut menemui Syekh Google untuk meminta wejangan agar sang pemuda bisa menjalani sidang skripsi dengan aman sentosa.

Penegasan Judul Judul skripsi. Berikut ini contoh gambaran mengenai alur dan langkah-langkah penelitian skripsi tentang analisis teks berita. Seorang guru sudah seharusnyamenjadi contoh. Mengapa kamu memilih judul penelitian ini. Mengingatkan seorang guru harus memiliki kompetensi sosial karena komunikasi dan interaksi itu berpengaruh dalam setiap dunia pendidikan. Detail Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi PDF dapat kamu nikmati dengan cara klik link download dibawah dengan mudah tanpa iklan yang mengganggu.

Oleh godhongkemangi posted in BELAJAR TIPS DAN TRIK. Pertanyaan dan Jawaban Dalam Sidang Proposal Skripsi. Kenapa anda mengangkat atau mengambil judul ini.

Sang Mahasiswa tampan rupanya tidak tahu menahun perkara sidang tersebut. Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Contoh Jawaban Alasan Memilih Judul Penelitian March 10 2021 by admin Diceritaken Dengan gaya dalang Parto ada seorang mahasiswa tampan dan gagah berani hendak menjalani sidang proposal skripsi.

Karena dia ingin menekankan kembali atau memantabkan kembali alasan sobat kosngosan kenapa memilih topik penelitian tersebut. Untuk membahas masalah ini saya akan memberikan sedikit paparan kepada rekan-rekan sekalian yang semoga saja bisa bermanfaat. Mengapa anda melilih judul penelitian tersebut. Alasan Memilih Judul 1. Skripsi pada tahap ini pasti sudah melewati tahapan penyaringan yang ketat oleh pembimbing skripsi untuk diujikan di sidang skripsi.

Mengapa Anda Memilih Judul Penelitian Tersebut. Terkadang ada hal yang memilukan saat sidang skripsi banyak mahasiswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan dari dosen-dosen penguji. Contoh kamu mengangkat tentang tema gaya kepemimpinan dalam sebuah perusahaan.

Anda dapat menjelaskan atau memulai menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ada melakukan penelitian. Utarakan permasalahan yang ada pada latar belakang masalah yang ada di bab 1. Itulah kira-kira pertanyaan pembuka yang sering diajukan oleh penguji kepada mahasiswa dalam ujian Karya Tulis Skripsi Tesis dan lain-lain.

Download Alasan Memilih Judul Skripsi PDF 1900 MB SamPDF Unduh Alasan Memilih Judul Skripsi PDF secara gratis di SamPDF. Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang. Berikut Jawaban pertanyaan saat sidang skripsi. Untuk membahas masalah ini saya akan memberikan sedikit paparan kepada rekan-rekan sekalian yang semoga saja bisa bermanfaat. Apa alasan kamu memilih topik penelitian ini. Alasan Pemilihan Judul Ada beberapa Tanya Jawab Ujian. Contoh Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi contoh jawaban alasan memilih judul skripsi – Selamat datang di laman kami.

Sang Mahasiswa tampan rupanya tidak tahu menahun perkara sidang tersebut. Diceritaken Dengan gaya dalang Parto ada seorang mahasiswa tampan dan gagah berani hendak menjalani sidang proposal skripsi.

Alasan Pemilihan Judul Adapun alasan yang mendasari penulis memilih judul ini yaitu.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Jawaban soal pentingnya penelitian ini dilakukan ada di bagian tersebut. Contoh jawaban alasan memilih judul skripsi. Contoh Alasan Pemilihan Judul. Jawaban Pertanyaan Mengapa Memilih Judul Skripsi Ini Cara Golden. Maka utarakan jawaban yang sebenarnya yang melatarbelakangi kamu memilih ini. Contoh Lpj Osis Bidang Keamanan Contoh Lpj Osis Bidang Keamanan Laporan Pertanggung Jawaban Lpj Ini Merupakan Rangkuman Dari Lapora Di 2021 Sekolah Surat.

Setelah memperhatikan latar belakang yang penulis uraikan ada beberapa alasan yang menjadi dasar bagi penulis memilih judul PERAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN SIDOMULYO 03 KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG TAHUN AJARAN 20092010 Alasan-alasan tersebut adalah sebagai. Jawaban alasan memilih judul skripsi. Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang from contoh69githubio jawaban ketika ditanya kenapa kamu memilih judul ini.

Meneliti teori-teori yang sudah ada. Alasan Memilih Judul Penelitian. Menurut saya judul penelitian Anda kurang tepat sebaiknya dirubah menjadi seperti ini atau baiknya ditambahkan dengan kata ini.

Anda sebagai seorang peneliti harus menyadari bahwa pemilihan judul dan permasalahan penelitian itu didasarkan dan disandarkan atas minat diri pribadi seorang peneliti. Contoh pentingnya masalah diantaranya adalah mengenai tingkat bahaya kalau tidak dilakukan penelitian dan. Sang Mahasiswa tampan rupanya tidak tahu menahun perkara sidang tersebut. Oke cukup sekian tips Alasan Memilih Judul Penelitian dari saya semoga bermanfaat. Apabila anda menghadapi pertanyaan diatas maka ungkapkanlah. 30 Contoh Judul Penelitian Kualitatif Tentang Pendidikan 30 Contoh Judul Penelitian Kualitatif Tentang Pendidikan Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang Cara Membuat Judul Penelitian Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang 30 Contoh Judul Penelitian Kualitatif Tentang Pendidikan Jawaban Alasan Memilih Judul Skripsi Sedang Categories literatur Tags alasan jawaban judul memilih Navigasi pos
Agar menjadi paragraf yang padu, perbaikan yang tepat untuk kalimat nomor (3) adalah….

a. panitia mengumumkan para juara lomba menulis puisi balada b …. piagam diserahkan oleh koordinator lomba c. semua peserta lomba diundang panitia untuk menerima hadiah d. panitia menjelaskan teknik pelaksanaan lombaA. Pengertian karya tulis ilmiah Secara umum, suatu karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu hasil karya yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah, dan dapat melalui suatu bentuk demonstrasi.

Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, ringkas, dan jelas (ABC = accurate, brief, clear). Kendatipun demikian, melalui kreativitas dan daya ungkap penulisnya, karya ilmiah dapat disusun sedemikian rupa agar menarik perhatian pembaca tanpa melupakan nilai-nilai ilmiahnya.

Karya tulis ilmiah dikemukakan berdasarkan pemikiran, kesimpulan, serta pendapat/pendirian penulis yang dirumuskan setelah mengumpulkan dan mengolah berbagai informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, baik teoretik maupun empirik. Karya ilmiah senantiasa bertolak dari kebenaran ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan. Titik tolak ini merupakan sumber kerangka berpikir (paradigma, meminjam istilah Thomas Kuhn), dalam mengumpulkan informasi-informasi secara empirik.

Karya ilmiah tertulis (karangan ilmiah) dapat berbentuk artikel lmiah populer (esai, opini), usulan penelitian, dan laporan penelitian.

Dalam bentuk khusus yang bersifat akademik, karangan ilmiah dapat berupa makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, yang masing-masing digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Isi suatu karya ilmiah dapat berupa keterangan atau informasi yang bersifat faktual (mengemukakan fakta), hipotesis (dugaan-dugaan), konklusif (mengemukakan kesimpulan), dan implementatif (mengemukakan rekomendasi atau saran-saran serta solusi).

Suatu karya ilmiah yang lebih komprehensif akan mengandung semua jenis keterangan atau informasi tersebut. B. Menulis Karangan Kamu tentu banyak mengidolakan penulis-penulis terkenal. Melalui kegiatan mengarang, prestasi dan prestise seseorang akan naik. Mengarang adalah kegiatan menyusun atau mengorganisasikan buah pikiran, ide, atau gagasan dengan menggunakan rangkaian kalimat yang logis dan terpadu dalam bahasa tulis.

Karangan sering diartikan sebagai rangkaian kalimat yang logis, pemikiran atau pelukisan tentang suatu objek, suatu peristiwa, atau suatu masalah. Karangan yang disusun dapat berupa fiksi maupun Nonfiksi. Menulis karangan ilmiah tidak jauh berbeda dengan menulis karangan lainnya. Yang membedakan karangan ilmiah dengan karangan lain adalah dari alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian atau kajian yang digunakannya.

Karangan ilmiah bukan sepenuhnya karya ekspresi diri seperti karangan fiksi hasil imajinasi, tetapi penulis harus menyampaikan data objektif yang diperoleh melalui metode atau kajian ilmiah. Data yang diperoleh melalui kajian ilmiah di antaranya diperoleh melalui hasil pengamatan, tes, wawancara, penyebaran angket, kajian pustaka, dan uji coba di laboratrium.

Karangan fiksi merupakan karya yang sepenuhnya merupakan hasil ekspresi diri, data yang disampaikan merupakan hasil imajinasi atau hasil rekaan sendiri walaupun mungkin berdasarkan realitas di sekelilingnya Karangan ilmiah mempunyai ciri sebagai berikut. 1. Fakta yang disajikan bersifat objektif; 2.

Penyajiannya disusun secara logis dan sistematis; dan 3. Bahasa yang digunakan adalah alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian bahasa baku. C. Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah: 1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal. 2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12. 3. Menggunakan tinta berwarna hitam.

4. Batas-batas pengetikan: a pias atas 4 cm; b pias bawah 3 cm; c pias kiri 4 cm; dan d pias kanan 3 cm. 5. sistematika karya ilmiah menggunakan sistematika secara umum D. Sistematika Karya Ilmiah 1. Bagian Pembuka a.

Kulit Luar/Kover Halaman ini memuat 1) Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada) 2) Keperluan Penyusunan 3) Nama Penyusun 4) logo lembaga pendidikan 5) Nama Lembaga Pendidikan 6) Nama Kota 7) Tahun Penyusunan b.

Halaman persetujuan Halaman persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing, dan 4) kata persetujuan c. Halaman Pengesahan Halaman ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah. Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda tangan dan nama terang guru pembimbing dan kepala sekolah serta cap stempel.

d. Abstrak Abstrak disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari belakang (seperti penulisan nama pengarang pada daftar pustaka) apabila terdiri dari dua bagian nama atau lebih, 2) tahun pembuatan, 3) judul karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4) kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata ABSTRAK.

Penulisan isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal. Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan. e. Kata Pengantar Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah.

Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas. Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/ hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapanpenulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah f.

Daftar isi Daftar isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya, mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran. Komponen isi karya ilmiah ini dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab. Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman komponen-komponen itu. g. Daftar Tabel,gambar, grafik, bagan/skema, singkatan/lambang (jika ada) Daftar tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang berisi nomor urut halaman tempat tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang tersebut disajikan.

Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut tersendiri. Tajuk Daftar Tabel, gambar,grafik, bagan/skema, singkatan/lambang dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah. 2. Bagian Inti Karangan a. Bab Pendahuluan 1) Latar Belakang Masalah.

Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus. 2) Rumusan masalah. Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan, dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan. 3) Ruang Lingkup.

Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas. Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilah istilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan. 4) Tujuan. Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul. Tujuan boleh lebih dari satu.

5) Landasan Teori. Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti. 6) Hipotesis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan dengan demikian hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data otentik yang ada, pada bab-bab berikutnya.

Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas. 7) Sumber data atau kajian pustaka. Sumber data atau kajian pustaka yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.

8) Metode dan teknik. Metode Pengumpulan Data, metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif. Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya.

Teknik Penelitian adalah penjabaran metode penelitian, sistem atau metode penelitian dengan meneliti langsung objeknya, teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi.

Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas b. Bab Analisis atau Bab Pembahasan Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah,yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab.

c. Bab Kesimpulan dan Saran Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan.

Yang dimaksudkan dengan saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian. 3. Bagian Penutup a. Daftar Pustaka Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah.

Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain. Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan.

Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut. Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka. Contoh penulisan daftar pustaka: Eneste, Panusuk. 1983.

Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta: Gramedia. Untuk majalah atau jurnal mengikuti sistematika sebagai berikut: nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah/jurnal dengan singkatan resminya, nomor penerbitan dan halaman. b. Penulisan Lampiran (jika diperlukan) c. Penulisan Indeks (jika diper lukan) E.

Langkah- langkah Mengarang 1. Tentukanlah topik Topik adalah pokok pembicaraan. Dalam pemilihan topik, seorang penulis harus mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Topik harus betul-betul dikuasai dan dekat dengan kehidupan.

b. Topik harus menarik perhatian. c. Topik harus spesifik atau terpusat pada satu permasalahan yang sempit dan terbatas. d. Topik alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian memiliki data atau fakta yang objektif.

e. Topik harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. f. Topik harus memiliki sumber acuan atau kepustakaan. 2. Rumuskan judul karangan Berdasarkan topik yang ditetapkan, dapat dirumuskan judulkarangan. Judul adalah kepala karangan. Syarat judul yang baik sebagai berikut.

a. Judul relevan dengan isi karangan. b. Judul dirumuskan secara singkat dan jelas. c. Judul dapat menarik perhatian. 3. Buatlah kerangka karangan Berdasarkan topik tersebut, catatlah hal-hal yang akan ditulis berdasarkan topik yang kamu pilih! Setelah mencatat hal-hal penting yang akan kamu tulis, buatlah kerangka karangannya. Urutkan dari hal-hal yang umum ke hal yang khusus.

Hal ini disebut pola pengembangan deduksi. Kamu dapat juga mengurutkan dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Hal ini disebut pengembangan induksi. Selanjutnya buat kerangka karangan dengan mengikuti langkah berikut. a. Tuliskanlah topik-topik umum dan topik-topik bawahan (rincian) secara rinci. b. Evaluasilah topik-topik yang dituliskan berdasarkan relevansi dan kedudukannya.

Yang tidak relevan atau tidak ada hubungannya dengan topik dibuang, kemudian dari judul dan anak judul terpilih urutkan berdasarkan pola pengembangan serta kedudukannya, mana yang harus disajikan lebih dulu dan mana yang berikutnya.

c. Susunlah kerangka karangan dengan pola deduksi atau induksi. Jika pola pengembangan karangan yang dipilih pola deduksi, maka topik-topik yang dipilih harus diurutkan dari hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Sebaliknya, jika pola pengembangan yang dipilih pola induksi, maka topik-topik dipilih diurutkan dari yang khusus ke yang umum.

4. Kumpulkan data karangan Setelah kerangka karangan disusun, kumpulkan data dengan cara sebagai berikut. a. Mencari keteorangan dari bahan kepustakaan. b. Mencari keteorangan dari pihak-pihak yang mengetahui permasalahan. c. Mengamati langsung objek yang ditulis. d. Mengadakan percbaan atau pengujian di lapangan atau labratrium.

Informasi yang dicari harus relevan dengan topik yang ditulis. Catat isi yang dikutip dan sumber yang dirujuknya.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

Yang perlu dicatat yakni nama pengarang, judul buku, tahun terbit, kta terbit, penerbit, dan halaman letak informasi tersebut diambil. Selain itu data atau fakta yang ditemukan di lapangan juga dicatat. Data di lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, penyebaran angket, atau eksperimen.

5. Membuat karangan utuh Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah lengkap, kembangkanlah kerangka karangan yang sudah disusun dengan pola yang dipilih, deduksi atau induksi! Pengembangan kerangka karangan menjadi sebuah karangan perlu memerhatikan penyajian karangan; pengembangan paragraf; dan pemakaian bahasa. Pengembangan setiap judul dan sub-subjudul harus uraian yang sesuai dengan judul atau subjudul yang dikembangkan.

Jika ada gambar, bagan, tabel atau grafik, maka sebelum dan sesudah bagan/grafik/tabel/ gambar hendaknya ada uraian yang mengantarkan atau menjelaskan. Pemaparan tersebut hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tahap pengembangan karangan secara umum sebagai berikut. a. Pengelompokan bahan, yakni bagian mana yang didahulukan dan bagian mana yang mengikutinya. b. Pengonsepan, yakni tahap pengembangan kerangka karangan menjadi karangan. c. Pengecekan kembali naskah, yakni lengkapi kekurangan dan buang yang tidak relevan. Atau buang pembahasan yang tumpang tindih atau berulang-ulang. Penyuntingan berdasarkan pemakaian bahasa, yakni perbaiki ejaan yang salah, perbaiki kalimat yang tidak efektif, perbaiki pemakaian kata yang tidak baku, dan perbaiki paragraf yang pengembangannya kurang baik.

alasan penulis mengambil judul karya ilmiah terletak pada bagian

April 2013 K J S M S S R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 « Mar Jul » Klik tertinggi • Tidak ada Statistik Blog • 10.653 hits Iwan Falsentah Blogroll • Discuss • Get Inspired • Get Polling • Get Support • Learn WordPress.com • Theme Showcase • WordPress Planet • WordPress.com News Saya baru mulai; beri komentar atau suka :)

Soal No. 5 - Penulisan Judul Karya Tulis




2022 www.videocon.com