Luas kota purwakarta

luas kota purwakarta

Kabupaten Purwakarta Profil Daerah Kabupaten Purwakarta Alamat Nomor Telepon - Website http://purwakarta.go.id Selayang Pandang Kabupaten Purwakarta merupakan bagian dari Wil.

Propinsi Jawa Barat yang terletak diantara 107o30 - 107o40 BT dan 6o25 - 6o45 LS. Secara administratif, Kab. Purwakarta mempunyai batas wilayah sebagai berikut: a. Bagian Barat dan sebagian wilayah Utara berbatasan dengan Kab.

Karawang luas kota purwakarta. Bagian Utara dan sebagian wilayah bagian Timur berbatasan dengan Kab. Subang c. Bagian Selatan berbatasan dengan Kab. Bandung d. Bagian Barat Daya berbatasan dengan Kab. Cianjur Kabupaten Purwakarta berada pada titik-temu tiga jalur utama lalu-lintas yang sangat strategis, yaitu jalur Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung dan Purwakarta-Cirebon yang merupakan jalur utama ke wilayah Jawa Tengah.

Luas wilayah Kab. Purwakarta tercatat 971,72 km2 atau sekitar 2,81 persen dari luas wilayah Prop. Jawa Barat.

luas kota purwakarta

Sejak Januari 2001, Kab. Purwakarta mempunyai 17 kecamatan dengan 192 desa/kelurahan (183 desa dan 9 kelurahan). Jarak antara Kecamatan bervariasi, dimana jarak terdekat sepanjang 4 km terdapat anatara Kec.

Sukatani dengan Kec. Plered. Sementara jarak terjauh adalah 60 km yang terdapat antara kecamatan Bojong dengan Kecamatan Sukasari. SEJARAH KRONOLOGIS SEJARAH SEBELUM MASA PENJAJAHAN TATA PEMERINTAHAN DAERAH PADA MASA SEBELUM PENJAJAHAN Luas kota purwakarta Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC.

Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Luas kota purwakarta ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten.

Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri. Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula. Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan kompeni (VOC), Sultan Mataram mengutus Penembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum).

Selain itu luas kota purwakarta mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan.

Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa (Sunda: "Karawaan"). Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, pada Tahun 1656.

Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Panembahan Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug.

Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putera Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721 ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerah kekuasaan meliputi luas kota purwakarta antara Cihoe (Cibarusah) dan Cipunagara.

Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 luas kota purwakarta akibat dari peralihan penguasaan Hindia-Belanda dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Inggris. MASA PENJAJAHAN TATA PEMERINTAHAN DAERAH PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dari Pemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepada Gubernur Jendral Van der Capellen.

Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayah tanah yang terletak di sebelah Timur kali Citarum/Cibeet dan sebelah Barat kali Cipunagara. Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarang Kecamatan Plered pada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung. Sebagai Bupati I Kabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A.

Surianata dari Bogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibu kota Kabupaten di Wanayasa. Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Suriawinata atau Dalem Sholawat, pada tahun 1830 ibu kota dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih, yang kemudian diberi nama "PURWAKARTA" yang artinya Purwa: permulaan, karta: ramai/hidup. Sebelumnya nama itu telah ada dan dikenal, namun namanya ditetapkan dan kalau dihitung jatuh pada tanggal 23 Agustus 1830, atau tanggal 4 Rabiul awal 1250 Hijriah.

Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud, Pembuatan Gedung Keresidenan, Pendopo, Mesjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing. Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan Bupati berikutnya. PASCA KEMERDEKAAN PEMBAGIAN WILAYAH PEMERINTAHAN DARI TAHUN 1945-1999 Kabupaten Karawang dengan ibu kotanya di Purwakarta berjalan sampai dengan tahun 1949. Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali Negeri Pasundan Nomor 12, Kabuapten Karawang dipecah dua yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan Karawang Bagian Barat menjadi Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, dengan ibu kota Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta. Pada tahun 1968, berdasarkan Undang-undang No. 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang SK Wali Negeri Pasundan dirubah dan ditetapkan Pembentukan Kabupaten Purwakarta dengan Wilayah Kewedanaan Purwakarta di tambah dengan masing-masing dua desa dari Kabupaten Karawang dan Cianjur.

Sehingga pada tahun 1968 Kabuapten Purwakarta hanya memiliki 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwakarta, Plered, Wanayasa dan Campaka dengan jumlah desa sebanyak 70 desa. Untuk selanjutnya dilaksanakan penataan wilayah desa, kelurahan, pembentukan kemantren dan peningkatan status kemantren menjadi kecamatan yang mandiri. Maka saat itu Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah: 183 desa, 9 kelurahan, 8 kamantren dan 11 kecamatan. Berdasarkan perkembangan Kabupaten Purwakarta, pada tahun 1989 telah dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-672 tanggal 29 Agustus 1989 tentang lahirnya lembaga baru yang bernama Wilayah Kerja Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Purwakarta yang meliputi Wilayah Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Campaka, Perwakilan Kecamatan Cibungur yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Purwakarta.

Sedangkan wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Plered meliputi wilayah Kecamatan Plered, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Maniis, Kecamatan Sukatani yang pusat luas kota purwakarta Pembantu Bupati Purwakarta berada di Plered. Wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Wanayasa yang meliputi Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Bojong, Perwakilan Kecamatan Kiarapedes, Perwakilan Kecamatan Margasari, dan Perwakilan Kecamatan Parakansalam yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Wanayasa berada di Wanayasa yang telah diresmikan pada tangga 31 Januari 1990 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.

Setelah diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta dimulainya pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Purwakarta tepatnya pada tanggal 1 Januari 2001. Serta melalui Peraturan Daerah No. 22 tahun 2001, telah terjadi restrukturisasi organisasi pemerintahan di Kabupaten Purwakarta. Jumlah Dinas menjadi 18 Dinas, 3 Badan dan 3 Kantor serta Kecamatan berjumlah 17 buah, Kelurahan 9 buah dan desa 183 buah.

VISI dan MISI VISI Purwakarta Berkarakter MISI • Mengembangkan pembangunan berbasis religi dan kearifan lokal, yang berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa; • Mengembangkan Infrastruktur wilayah yang berbasis nilai – nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan kompetisi global; • Meningkatkan keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, fisik maupun sosial; • Mengembangkan struktur pemerintahan yang efektif, yang berorientasi kepada kepuasan pelayanan publik, mengembangkan potensi kewirausahaan birokrasi yang berorientasi kemakmuran rakyat Strategis Pembangunan KEBIJAKAN STRATEGIS PEMBANGUNAN SEMBILAN LANGKAH MENUJU DIGJAYA PURWAKARTA Sebagai upaya meningkatkan pembangunan di Kabupaten Purwakarta, Bupati Purwakarta telah menetapkan sembilan langkah kebijakan yang akan ditempuh, yaitu: • Pendidikan gratis sampai tingkat SLTA bagi masyarakat miskin; • Pembebasan biaya pembelian buku sekolah dan pengembangan kurikulum pendidikan baca tulis Al-Quran bagi siswa TK, SD, SLTP dan SLTA yang beragama Islam; • Pelayanan KTP, KK dan Akta Kelahiran gratis bagi seluruh masyarakat dengan sistem pelayanan ditingkat desa dan kelurahan • Pembangunan Puskesmas rawat inap di seluruh kecamatan (tahap awal pada 6 puskesmas); • Peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai melalui insentif kehadiran serta peningkatan kesejahteraan kepala desa, aparatur desa, Bamusdes, LPM, Linmas Hansip, Kadus, RT, RW, DKM dan guru ngaji melalui otonomi desa dan kelurahan; • Pengembangan dan pelebaran jalan hotmix serta listrik sampai pelosok pedesaan, membuat/mengoptimalkan jalur tembud Cikaobandung-Babakancikao, Kiarapedes-Cibatu, Pasawahan-Pondok Salam, Pasawahan-Purwaarta, Pondoksalam-Bojong, Wanayasa-Pondoksalam, Bojong-Darangdan, Campaka-Cibatu-Bungursari, membuka pintu tol Sawit serta pelebaran jalan Sawit-Wanayasa; • Pengembangan air bersih dan irigasi pedesaan secara menyeluruh dan engoptimalkan Sungai Ciherang untuk irigasi perairan Pondoksalam-Pasawahan, Sungai Cikao untuk irigasi perairan Bojong-Darangdan-Jatiluhur dan sungai Cimunjul untuk irigasi perairan Purwakarta-Babakancikao, Pengembangan irigasi Cilamaya untuk pertanian Kiarapedes-Wanayasa-Cibatu-Campaka-Bungursari serta mengoptimalkan fungsi bendungan Cirata dan Jatiluhur untuk pertanian masyarakat Maniis, Plered, Tegalwaru, Luas kota purwakarta, Sukasari dan Jatiluhur dengan pola integrasi kehutananpengairan, perikanan, pertanian, peternakan dan pariwisata; • Pengembangan kawasan terpadu kecamatan Bungursari, pengembagan tata kota dan tata bangunan yang beridentitas Purwakarta, renovasi bangunan tua, pengembangan halaman stasiun, penyempurnaan Situ Buleud, penataan Alun-alun, integrasi bangunan pemerintah serta pemberian perlindungan yang menyeluruh terhadap keberadaan dan kualitas pedagang serta pasar tradisional; • Pengembangan investasi dengan menyiapkan tanah untuk industri dengan sistem sewa yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Peta kecamatan di Kabupaten Purwakarta Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten Purwakarta memiliki 17 kecamatan, 9 kelurahan dan 183 desa.

Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 912.708 jiwa dengan luas wilayah 825,74 km² dan sebaran penduduk 1.105 jiwa/km². [1] [2] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Purwakarta, adalah sebagai berikut: Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah Kelurahan Jumlah Desa Status Daftar Desa/Kelurahan 32.14.12 Babakancikao 9 Desa • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Daftar kecamatan dan kelurahan di Indonesia • Daftar kecamatan dan kelurahan di Jawa Barat • Pembagian administratif Indonesia Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta • (Indonesia) Situs Resmi Provinsi Jawa Barat • (Indonesia) Situs Resmi Kabupaten Purwakarta catatan: URL sewaktu-waktu dapat berubah/hilang.

Bila URL tidak aktif, mohon dihapus dari daftar. • Halaman ini terakhir diubah pada 16 Februari 2022, pukul 16.35. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
- Kode area telepon 0281 Plat kendaraan R Situs web https://banyumaskab.go.id/ Kota Purwokerto ( Hanacaraka: ꦏꦸꦛ​ꦥꦹꦂꦮ꧀ꦮꦏꦽꦠ, Bahasa Banyumasan: Kota Purwakerta) adalah ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.

Jumlah penduduknya 240.128 jiwa di Oktober tahun 2020 menurut data BPS kabupaten Banyumas 2020. [1] [3] Julukan kota di jalur selatan Jawa Tengah ini adalah kota wisata, kota keripik, kota transit, kota pendidikan, sampai kota pensiunan karena begitu banyaknya pejabat-pejabat negara yang pensiun dan menetap di kota ini. Di kota ini pula terdapat Museum Bank Rakyat Indonesia, yang dahulu berdiri di Purwokerto dan didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja putra daerah Purwokerto.

[ butuh rujukan] Daftar isi • 1 Pemerintahan • 2 Geografi • 3 Sejarah • 4 Ekonomi • 5 Bahasa dan budaya • 6 Pariwisata • 7 Pendidikan • 7.1 Perguruan tinggi • 8 Olahraga • 9 Kuliner • 10 Infrastruktur dan transportasi • 10.1 Kereta api • 10.2 kereta api nonaktif • 10.3 Bus antar kota • 10.4 Angkutan antar jemput • 10.5 Angkutan dalam kota • 10.6 Becak • 10.7 Dokar • 10.8 Taksi • 11 Pusat perbelanjaan • 12 Akomodasi • 13 Media lokal • 13.1 Televisi • 13.1.1 Analog (PAL) • 13.1.2 Digital (DVB-T2) • 13.2 Surat kabar • 13.3 Radio • 14 Musik • 15 Tokoh terkenal • 16 Kota kembar • 17 Referensi • 18 Lihat pula • 19 Pranala luar Pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto dianggap sebagai kota yang tak otonom karena secara de jure masih di bawah pemerintah daerah Kabupaten Banyumas sebagai pusat luas kota purwakarta.

Secara administratif, Purwokerto terbagi menjadi 4 kecamatan dengan 27 kelurahan. Terdapat wacana pembentukan Kota Purwokerto yang lepas dari Kabupaten Banyumas menjadi daerah otonom. [4] Jika dilihat dari sejarahnya, Purwokerto dahulu berstatus Kota Administratif (Kotif), di mana sebagian kotif lain sudah menyandang status kota dengan otonomi tersendiri.

Jika Purwokerto berhasil menjadi kota, minimal ada 4 kecamatan yang tergabung, [5] seperti yang terlihat di tabel berikut ini: Kecamatan di Kota Purwokerto [1] [6] Nama kecamatan Ibu kota kecamatan Jumlah kelurahan Jumlah penduduk s.d. Okt 2020 [7] Purwokerto Barat Rejasari 7 55.071 Purwokerto Timur Purwokerto Wetan 6 59.369 Purwokerto Utara Bancarkembar 7 49.434 Purwokerto Selatan Karangklesem 7 76.254 Geografi [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto terletak di selatan Gunung Slamet, salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau Jawa.

Secara geografi, Purwokerto terletak luas kota purwakarta koordinat 7°26′S 109°14′E  /  7.433°S 109.233°E  / -7.433; 109.233. Selain itu, Purwokerto menjadi pusat pemerintahan karena merupakan pusat koordinasi daerah Jawa Tengah bagian Barat Bakorlin III.

Purwokerto berbatasan dengan Sokaraja yang terdapat Kali Pelus. Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Bupati Purwokerto, Raden Tumenggung Mertadireja, KITLV 4740. Pada awal abad ke-20, Purwokerto mengalami babak baru dalam tata ruang yang tengah memasuki kota tersebut. Saat itu, kota-kota di Pulau Jawa tengah mengalami lonjakan penduduk. Hampir di setiap kota, pertambahan penduduk sekitar 10 kali sampai 20 kali lipat. [ butuh rujukan] Kota-kota tersebut pada umumnya mengalami masalah akut tentang tata ruang.

Pemerintah kolonial Belanda yang kelimpungan menghadapi persoalan itu sibuk mencari model pembangunan bagi kota-kota di Jawa. Saat kesibukan meliputi Pemerintah Kolonial Belanda, Herman Thomas Kartsen menjejakkan kaki di Semarang pada 1914. Kota yang juga tengah mengalami persoalan pertambahan penduduk. Dalam catatan W.F. Wertheim melalui buku Masyarakat Indonesia dalam Transisi, pertambahan penduduk di kota itu hampir mencapai seratus persen.

Di kota tersebut, Kartsen menemui Henri Maclaine Pont. Pont adalah teman Kartsen semasa kuliah di Insitut Teknologi Delf, Amsterdam, Belanda. Di Semarang, Pont mendirikan biro arsitek. Melalui Pont, Kartsen mendapat banyak informasi tentang keadaan Semarang luas kota purwakarta kota lainnya. Kedatangan Kartsen di Semarang adalah guna merancang Kota Semarang dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa, termasuk Purwokerto. [ butuh rujukan] Pada masa Hindia Belanda, di sekitar kota Purwokerto dibangun juga beberapa pabrik gula seperti Pabrik Gula Kalibagor, Purwokerto dan Kalirejo.

[8] Ekonomi [ sunting - sunting sumber ] Dalam sejarahnya, Purwokerto bukan merupakan kota industri maupun perdagangan. Sampai saat ini, aktivitas industri jarang ditemukan di Purwokerto. Kota ini bisa dikatakan luas kota purwakarta memiliki industri dalam skala besar yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja atau mencakup wilayah puluhan hektare.

Jika pun ada industri, itu umumnya industri-industri tradisional yang hanya mempekerjakan puluhan pekerja, seperti industri rokok rumahan, industri mi atau soun kering, pabrik pengolah susu skala luas kota purwakarta, industri peralatan dari logam, dan industri oleh-oleh yang hanya ramai pada musim lebaran. Purwokerto tidak memiliki aktivitas perdagangan dalam skala besar dan tidak terdapat areal pergudangan yang dapat menyimpan komoditas dalam jumlah ribuan kubik.

Pendek kata, dahulu kota ini sama sekali bukan kota industri dan perdagangan.

luas kota purwakarta

Awal dekade 2000-an, kota ini lebih cocok disebut sebagai kota pegawai dan pelajar. Mata pencaharian penduduk yang bisa diandalkan untuk hidup cukup adalah dengan menjadi pegawai negeri maupun BUMN. Perubahan secara cukup signifikan terjadi mulai tahun 2000-an, yakni saat kota ini mulai dibanjiri mahasiswa-mahasiswa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi, terutama di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun berkembang. Usaha indekos dibangun untuk disewakan kepada para mahasiswa pendatang.

Usaha barang dan jasa didirikan untuk melayani kebutuhan mahasiswa. Kondisi ini membuat perekonomian kota Purwokerto tumbuh cukup signifikan sebagai kota jasa. Di akhir tahun 2011, telah berdiri hotel bintang lima Aston dengan 12 lantai.

Pada pertengahan tahun 2012, dibangun Rita Supermall dengan 16 lantai dan 2 lantai bawah tanah di selatan alun-alun Purwokerto dan pemekaran Mal Moro menjadi mal besar dengan 3 bangunan menara. Bahasa dan budaya [ sunting - sunting sumber ] Pagelaran budaya di Kota Purwokerto Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Purwokerto adalah bahasa Jawa dialek Banyumasan.

Wikipedia juga turut melestarikan bahasa banyumasan ini dengan menerbitkan Wikipedia bahasa Banyumasan. Kenthongan atau musik thek-thek adalah seni musik Purwokerto yang dimainkan dengan alat musik bambu dan dimainkan oleh 20-40 orang. Kebudayaan Begalan dan Ronggeng adalah kesenian asli Banyumas yang sekarang sudah mulai pudar keberadaaannya.

Pariwisata [ sunting - sunting sumber ] Objek wisata Baturaden, Purwokerto Purwokerto memiliki beberapa tempat wisata alam berskala nasional berupa gua, air terjun dan wanawisata. Wisata luas kota purwakarta di Purwokerto antara lain: Baturraden, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Gua Sarabadak, Museum BRI, Curug Gede, Curug Ceheng, Curug Belot, Curug Cipendok, Masjid Saka Tunggal, Bumi Perkemahan Baturraden, Bumi Perkemahan Kendalisada, Telaga Sunyi, Mata Air Panas Kalibacin, Bendung Gerak Serayu, Wahana Wisata Lembah Combong, Combong Valley Paint Ball and War Games, Serayu River Voyage, Baturraden Adventure Forest, [9] Wisata yang terbaru adalah Kebun Raya Baturraden yang diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada Desember 2015 yang merupakan salah kebun raya yang dimiliki Indonesia setelah Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat.

Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Pulau Jawa karena memiliki beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Perguruan tinggi [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto umum dikenal sebagai Kota Pelajar karena letak yang strategis untuk menimba ilmu dan biaya hidup relatif lebih murah jika dibandingkan dengan biaya hidup di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Universitas Jenderal Soedirman, perguruan tinggi negeri tertua di Purwokerto. Perguruan tinggi yang terdapat di Purwokerto antara lain: Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Islam Negeri Prof.

Saifuddin Zuhri Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Wijayakusuma, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Universitas Harapan Bangsa Purwokerto, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo Purwokerto, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah, Universitas Terbuka Tutorial Purwokerto (UTTP), Politeknik Ma'arif Purwokerto, Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Kampus Purwokerto, Sekolah Tinggi Ilu Kesehatan Bina Cipta Husada, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satria, Politeknik Pratama, Akademi Manajemen Rumah Sakit Kusuma Husada, Luas kota purwakarta Kebidanan YLPP Karang Klesem, Akademi Pariwisata Eka Sakti, Akademi Keperawatan Yakpermas, Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Purwokerto, Akademi Farmasi Kusuma Husada, Politeknik Ma'arif NU Purwokerto Akademi Kebidanan Perwira Husada, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso (Stikomyos).

Luas kota purwakarta [ sunting - sunting sumber ] Olahraga yang banyak menetaskan atlet-atlet dari kota ini adalah atlet cabang bulu tangkis, atletik, dan renang. Ada dua stadion besar di Purwokerto, yakni GOR Satria (milik Pemerintah Kabupaten Banyumas) luas kota purwakarta GOR Soesilo Soedarman Unsoed yang sering dijadikan homebase Pelatnas Atletik karena memiliki trek lari yang berstandar Internasional.

Purwokerto pernah melahirkan pelari nasional Poernomo yang menjadi pelari jarak pendek Indonesia pertama yang mengikuti Olimpiade.

Pebulu tangkis Christian Hadinata dan Fung Permadi juga atlet kelahiran Purwokerto yang telah meraih berbagai macam penghargaan tingkat internasional, lalu Meitri Widya Pangastika adalah atlet renang putri andalan nasional di zamannya.

Begitu melekatnya cabang aletik di Purwokerto sehingga SMAN 3 Purwokerto mengkhususkan satu kelasnya untuk menjadi atlet. [ butuh rujukan]. Persibas Banyumas merupakan klub sepak bola daerah ini. Pendukungnya disebut "Bombastik".

[ butuh rujukan] Kuliner [ sunting - sunting sumber ] Makanan khas dari kota ini adalah Mendoan khas Purwokerto • Mendoan, makanan yang terbuat dari tempe yang tipis, kemudian dibalur tepung bumbu dan digoreng setengah matang • Tahu brontak, makanan yang terbuat dari tahu yang ditepungi, dibumbui, dan digoreng. Istilah "brontak" berasal dari sayuran yang keluar dari tahu ketika digoreng • Keripik tempe, Kota Keripik merupakan salah satu julukan dari kota Purwokerto luas kota purwakarta Sroto, adalah sup yang umum dikenal di daerah lain sebagai soto • Getuk goreng, sentra pembuatannya adalah Kecamatan Sokaraja di pinggir Kota Purwokerto • Kraca, adalah keong sawah yang dimasak berkuah dengan bumbu pedas • Dage, kudapan mirip kue berbahan dasar ampas kacang yang digumpalkan dan dijamurkan.

Biasa disajikan dengan tepung berbumbu dan disantap dengan cabe rawit • Semayi, lauk dari ampas kelapa yang dibumbui dan dipanggang di atas api kecil.

Makanan yang menjadi simbol hidup melarat ini kini sudah amat-sangat susah ditemukan. • Tegean, adalah sebutan khas Banyumas untuk sup sayur berkuah bening.

Tagean umumnya terdiri atas bayam, kecambah kedelai hitam, daun katuk, dan kedelai hitam.

luas kota purwakarta

yang dibumbui bawang merah, bawang putih, dan kencur • Empal basah, adalah masakan berbahan dasar daging dan tetelan sapi yang dimasak dengan kuah santan yang kental. Kekhasan empal basah Banyumasan adalah sensasi gatal yang ditimbulkan oleh campuran serunding.

Empal basah umumnya dimakan bersama ketupat berkulit janur • Themlek, kudapan ringan dari ampas tahu berbumbu yang digoreng dengan adonan tepung • Nopia, adalah kudapan manis asal Banyumas yang terdiri atas isian gula merah disalut kulit mirip pastri Infrastruktur dan transportasi [ sunting - sunting sumber ] Kereta api [ sunting - sunting sumber ] Suasana peron Stasiun Purwokerto Stasiun Purwokerto merupakan stasiun besar di Kabupaten Banyumas dan merupakan bagian dari Daerah Operasi V Purwokerto KAI.

Per 2021, jalur ganda Jakarta-Purwokerto-Kroya sudah sepenuhnya beroperasi sehingga mempercepat waktu tempuh dari Jakarta ke Purwokerto rata-rata 4.5 jam hingga 5 jam perjalanan. [ butuh rujukan] Stasiun Purwokerto melayani semua kelas kereta api tujuan Jakarta, Bandung, Cibatu, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, MalangKediri, Madiun dan tujuan-tujuan lainnya di Pulau Jawa. kereta api nonaktif [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto juga Terdapat REL rel kereta api yg nonaktif Jalur kereta api Purwokerto Wonosobo milik Serajodal Stoomtram Maatschappij yang nonaktif Dari Stasiun Purwokerto Ke Stasiun Purwokerto Timur dekat Underpass Soedirman.

Berikut adalah Stasiun atau Halte yang nonaktif di Purwokerto Wonosobo Stasiun Purwokerto Timur kode PKT Pasar Wagekode PWE Sakalputung kode SPT Stasiun Sokaraja. Kode SOK Banjarsari Banyumas Kode BJRS Bus antar kota [ sunting - sunting sumber ] Terminal Bus Purwokerto, merupakan terminal Type A terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Terminal Tirtonadi di Solo Terminal Bulupitu merupakan terminal bus tipe A di Purwokerto yang melayani tranportasi antarkota di Pulau Jawa.

Angkutan antar jemput [ sunting - sunting sumber ] Selain kereta api dan bus, tersedia juga layanan antar jemput atau lebih dikenal dengan istilah travel. Perusahaan travel di Purwokerto bervariasi dan menyediakan rute ke beberapa kota di Pulau Jawa.

Beberapa perusahaan travel akan memperluas trayeknya hingga Pulau Sumatra dan Pulau Bali yang masih dalam proses pengembangan. [ perinci lagi] Angkutan dalam kota [ sunting - sunting sumber ] Tersedia transportasi taksi dengan berbagai kelas dan dengan harga yang melayani 24 jam dan angkutan kota (angkot) dengan jam layanan dari pagi hingga sore luas kota purwakarta.

Terdapat dua angkutan massal berbasis jalan (BRT), yaitu Trans Jateng yang dikelola oleh Dinas Pehubungan Provinsi Jawa Tengah [10] dan Trans Banyumas yang luas kota purwakarta oleh Teman Bus. [11] Koridor Asal Tujuan Jam Operasional Pertama Kali Dioperasikan Trans Banyumas K1BM Pasar Pon Terminal Ajibarang 05.00-21.00 WIB 18 Desember 2021 K2BM Terminal Notog Terminal Baturraden 05.00-21.00 WIB 16 Januari 2022 K3BM Terminal Bulupitu Terminal Kebondalem luas kota purwakarta WIB 5 November 2021 Trans Jateng B1 Terminal Bulupitu Terminal Bukateja 05.30-19.00 WIB 13 Agustus 2018 Becak [ sunting - sunting sumber ] Becak dapat dengan mudah ditemui hampir di semua sudut kota Purwokerto.

Kendaraan ini masih menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Purwokerto karena harganya yang relatif terjangkau. Dokar [ sunting - sunting sumber ] Gerobak di Purwokerto, koleksi Troppenmuseum Dokar adalah kendaraan yang dijalankan dengan tenaga kuda. Saat ini kendaraan tersebut tidak lagi digunakan sebagai sarana transportasi utama.

Dokar lebih sering digunakan untuk keperluan rekreasi yang umum dijumpai di sekitar kawasan GOR Satria, Taman Satria, dan Alun-Alun Purwokerto pada hari-hari tertentu luas kota purwakarta hari Minggu atau perayaan tertentu.

Taksi [ sunting - sunting sumber ] Layanan taksi yang beroperasi di Purwokerto adalah Kobata Taxi dan Satria Taxi dengan tiga operator taksi resmi dan armada 170 unit. [ butuh rujukan] Pusat perbelanjaan [ sunting - sunting sumber ] Rita Supermall Purwokerto • Rita Supermall and CGV Cinema • Shinta Fashion Mart • Moro Mall • Living Plaza (ACE Hardware, Informa, Chatime) • Kebondalem Plaza (Matahari Department Store) • Rita Pasaraya Kebon Dalem • Rita Pasaraya Store Isola • Rita Pasaraya Alun-Alun • Rita Pasaraya Sokaraja • Duta Mode • P&D Aroma • Cherry Fresh Fruit Market • Purwokerto City Walk • pasar tradisional: Pasar Banjoemas, Pasar Wage, Pasar Manis, Pasar Sokaraja Pasar Kliwon, Pasar Pon.

• Depo Pelita Sokaraja Akomodasi [ sunting - sunting sumber ] • Astro Hotel Purwokerto *** • Aston Imperium Hotel Purwokerto **** • Java Heritage Hotel Purwokerto **** • Santika Hotel Purwokerto *** • Green Valley Resort Baturaden *** • Queen Garden Hotel Baturaden *** • Rosenda Cottages Baturaden *** • The Atrium Resort *** • Meotel by Dafam ** • Wisata Niaga Hotel ** • Puri Wisata Hotel Baturaden ** • Borobudur Hotel and Restaurant ** • Tiara Hotel and Cottage ** • Prima Resort Baturaden ** • Hotel Darajati ** • Villa Sylva * • Hotel Moro Seneng * • Hotel Anggrek * • Hotel Dominic ** - 8 lantai • Serela *** (U/C) by Kagum Group - 8 lantai • Calista Hotel **** (U/C) - 9 lantai • Royal Wonder - 5 lantai • COR Hotel *** - 6 lantai Media lokal [ sunting - sunting sumber ] Televisi [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto memiliki stasiun televisi lokal BMS TV, waktu mengudara adalah pukul 06.00 sampai 23.00.

BMS TV memproduksi acara sendiri dan karya rumah produksi lokal dengan muatan gaya Banyumasan yang kental. Pada jam-jam tertentu juga merelay stasiun televisi Kompas TV. Banyumas TV berlokasi di Jl.

Prof. Dr. HR. Bunyamin. Selain BMS TV, Purwokerto juga memiliki Satelit TV yang beralamat di Jl. Dr. Angka No. 79, Glempang, Bancarkembar, Purwokerto Utara. Berikut ini adalah daftar stasiun televisi yang bisa disaksikan di Purwokerto dan sekitarnya: Analog (PAL) [ sunting - sunting sumber ] Kanal Signal Frekuensi Nama Nama Perusahaan Pemilik Status 22 479.25 MHz UHF NET.

PT Media Televisi Purwokerto Net Visi Media Nasional 24 495.25 MHz RTV PT Tak Pernah Padam Harapanku Rajawali Corpora 26 511.25 MHz Satelit TV PT Satelit Televisi Nusantara Satelit Post Lokal 27 519.25 MHz Ampu TV Perkumpulan Televisi Amikom Purwokerto Universitas Amikom Purwokerto Komunitas 29 535.25 MHz iNews PT Urban Televisi Media Nusantara Citra Nasional 37 599.25 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Semarang dan Palangkaraya Visi Media Asia 39 luas kota purwakarta MHz Indosiar PT Indosiar Semarang Televisi Surya Citra Media 41 631.25 MHz RCTI PT RCTI Dua Media Nusantara Citra 43 647.25 MHz MNCTV PT TPI Dua 45 663.25 MHz SCTV PT Surya Citra Wisesa Surya Citra Media 46 671.25 MHz Trans TV PT Trans TV Purwokerto Situbondo Trans Media 49 695.25 MHz BMS TV PT Banyumas Citra Televisi Bina Sarana Informatika Lokal Digital (DVB-T2) [ sunting - sunting sumber ] Meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes.

Kanal (UHF) Frekuensi Multipleksing Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik 28 530 Mhz TVRI Gunung Depok (Banyumas) dan TVRI Baribis (Brebes) TVRI Nasional LPP Televisi Republik Indonesia Stasiun Jawa Tengah TVRI LPP Televisi Republik Indonesia TVRI Jawa Tengah TVRI World TVRI Sport Ratih TV LPP Lokal Ratih TV Kebumen Independen Publik Satelit TV PT Satelit Televisi Nusantara Independen Satelit Media BMS TV PT Banyumas Citra Televisi Independen Bina Sarana Informatika RTV Purwokerto PT Tak Pernah Padam Harapanku RTV Rajawali Corpora NET.

Purwokerto PT Media Televisi Purwokerto NET. Net Visi Media 31 554 MHz Indosiar Banyumas Indosiar Purwokerto PT Indosiar Semarang Televisi Luas kota purwakarta Surya Citra Media SCTV Purwokerto PT Surya Citra Wisesa SCTV O Channel Mentari TV 34 578 MHz MetroTV Banyumas MetroTV Jateng & DIY PT Media Televisi Semarang MetroTV Media Group Magna Channel Magna Channel BNTV BNTV 37 602 MHz tvOne Banyumas tvOne tvOne Visi Media Asia antv antv 40 626 MHz Trans TV Banyumas Trans TV Purwokerto PT Trans TV Purwokerto Situbondo Trans TV Trans Media Trans7 Purwokerto PT Trans7 Purwokerto Jember Trans7 CNN Indonesia CNN Indonesia CNBC Indonesia CNBC Indonesia 43 650 MHz GTV Banyumas GTV Purwokerto PT GTV Purwokerto GTV MNC Media RCTI Network Jawa Tengah PT RCTI Dua RCTI MNCTV Jawa Tengah PT TPI Dua MNCTV iNews Purwokerto PT Urban Televisi iNews Surat kabar [ sunting - sunting sumber ] Surat kabar yang beredar di Purwokerto antara lain: • Harian Banyumas adalah surat kabar yang terbit di Banyumas dan masih satu grup dengan Suara Merdeka Semarang; • Radar Banyumas adalah surat kabar yang terbit di Banyumas dan masih satu grup dengan Jawa Pos Surabaya; • SatelitPost; • Banyumasi adalah koran rakyat yang dikelola oleh pengusaha lokal luas kota purwakarta Mei 2006 di Purwokerto; • Ancas, Majalah berita populer berbahasa Jawa dialek Banyumasan yang didirikan oleh Ahmad Tohari pada 6 April 2010; [13] • SuaraPurwokerto.com, adalah media pertama di Purwokerto yang fokus pada portal daring; • iNewsPurwokerto.id, adalah portal berita jaringan iNews.id, bagian dari MNC Group Tribunbanyumas.com Merupakan berita koran media Online Banyumas raya kantor di purwokerto Radio [ sunting - sunting sumber ] Stasiun radio yang ada di Purwokerto diantaranya adalah RRI, Mitra FM, Metro FM, Paduka FM, Dian Swara FM, Yasika FM, POP FM, Sonora Purwokerto FM, Suara Purwokerto FM, Amikom FM, Raden Mas FM, Gradiosta FM, dan SBC Sokaraja.

Musik [ sunting - sunting sumber ] Purwokerto telah menyumbang beberapa warganya di pentas nasional, antara lain Titik Sandora yang cukup terkenal pada tahun 70-an, Mayang Sari yang terkenal kontroversial [ butuh klarifikasi], Eric yang menyanyi bersama Melly Goeslaw untuk film AADC. Dalam bidang musik independen (indi), Purwokerto menghasilkan musisi seperti: Tunas Bangsa Simphony, band independen yang merambah ke nasional, Supernova yang tengah naik daun dan sedang merambah ke industri musik nasional.

Supernova merupakan satu-satunya band Purwokerto, sampai saat ini [ per kapan?] berhasil meraih penghargaan Double Platinum RBT Awards untuk aktivasi RBT lebih dari 2 juta unduhan. [ butuh rujukan] Tokoh terkenal [ sunting - sunting sumber ] • Jenderal Gatot Subroto, wakil kepala staf Angkatan Darat dan penggagas AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) • Ahmad Tohari, sastrawan penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dan telah memperoleh penghargaan dalam dan luar negeri.

• Boedhiansyah, penyair, MC, penyanyi, penyusun, dan komposer legendaris Purwokerto • S. Bagio, pelawak yang terkenal pada tahun '80an, membintangi berbagai judul film dan sering tampil dalam acara lawak di Luas kota purwakarta. • Sugino Siswocarito, dalang Banyumasan. • Sugito Purbocarito, dalang Banyumasan.

luas kota purwakarta

• Surya Esa,Teatrawan. • Pangky Suwito, artis film. • Riska Amelia Putri, penyanyi, anggota JKT48. • Bambang Set, sastrawan. • Dharmadi, sastrawan. • Darto Helm, pelawak yang terkenal pada era '80-an bersama dengan S. Bagyo • Soesilo Soedarman, mantan menteri pada era Orde Baru. • Achmad Mubarok, Politikus Partai Demokrat. • Soeparjo Roestam, mantan menteri pada era Orde Baru • Purnomo, pelari tercepat di Asia pada tahun 80-an • M.

Koderi, budayawan penulis buku-buku Banyumasan • Jenderal Surono Reksodimedjo, mantan Menko Polkam • Slamet Effendi Yusuf, politikus Partai Golkar • Sutedja, komponis, seniman • Margono Soekarjo, profesor ahli bedah pertama Indonesia • Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia • Christian Hadinata, pemain bulu tangkis • Henri Adolphe van de Velde, politikus Belanda • Dolf Nijhoff, pejuang Belanda di masa PD II • Sri Anggono Widagdo, mahasiswa pelestari aksara Jawa.

• Imam B. Prasodjo, sosiolog. • Ahmad Tontowi, pemain bulu tangkis. • Kuntoro Mangkusobroto, Kepala UKP4 Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II • Mayangsari, Penyanyi Artis asal Purwokerto Kota kembar [ sunting - sunting sumber ] • Tianjin, Tiongkok • Qingdao, Tiongkok • Ho Chi Minh City, Vietnam • Bandung, Indonesia • Daejeon, Korea Selatan • Hanoi, Vietnam • Solo, Indonesia • Tegal, Indonesia • Chiang Rai, Thailand • Sandakan, Malaysia • Davao, Filipina • Bayugan City, Filipina • Kelor, Palau • Nanning, Tiongkok Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c "Kabupaten Banyumas Dalam Angka luas kota purwakarta (pdf).

www.banyumaskab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Agustus 2020. • ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. • ^ "2018 population estimates in banyumas regency". banyumaskab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-4-8. Luas kota purwakarta nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ Luas kota purwakarta, Kompas Cyber (2020-10-21).

"Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-03-21. • ^ http://info-purwokerto-jateng.blogspot.com/2010/07/pemekaran-banyumas-menguat.html • ^ http://www.banyumaskab.go.id/files/data%20umum/bank%20data/BMSDA_2011.pdf [ pranala nonaktif permanen] • ^ http://dindukcapil.banyumaskab.go.id/read/32627/data-profil-kependudukan-bulan-oktober-2020#.X9QBZtgzbIV [ pranala nonaktif permanen] • ^ "www.unsoed.ac.id/cmsunsoed/detail/cat/sttcid/id1s/17/id2s/68/purwokerto".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-12-30. Diakses tanggal 2011-02-08. • ^ Baturraden Adventure Forest Website Baturraden Adventure Forest • ^ Anugrah, Arbi. "BRT Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalinga Diluncurkan". detiknews. Diakses tanggal 2022-01-30.

• ^ "Bus Trans Banyumas Resmi Beroperasi, Satu Bulan Masih Gratis". iNews.ID. 2021-12-05. Diakses tanggal 2022-01-30.

• ^ [1] • ^ "Suara merdeka". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-27. Diakses tanggal 2011-02-09. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Banyumas • Banyumasan • Universitas Jenderal Soedirman • STAIN Purwokerto • Daftar Perguruan Tinggi Swasta Di Purwokerto • Baturraden • Curug Cipendok • Stasiun Purwokerto • Stasiun Randegan Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikivoyage memiliki panduan wisata Purwokerto.

Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pages using infobox settlement with unknown parameters • Pages using infobox settlement with no map • Pages using infobox settlement with no coordinates • Artikel mengandung aksara Jawa • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel yang dipertanyakan kenetralannya • Artikel yang memiliki kalimat yang harus diperbaiki • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Mei 2022, pukul 10.38.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Luas kota purwakarta ini bukan mengenai Luas kota purwakarta.

Purwakarta adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Purwakarta, provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini juga menjadi ibu kota dari kabupaten Purwakarta. Wilayah administrasi [ sunting - sunting sumber ] Wilayah administrasi kecamatan Purwakarta dibagi menjadi 9 kelurahan dan 1 desa, yakni; • Kelurahan Nagri Tengah • Kelurahan Nagri Kaler • Kelurahan Nagri Kidul • Kelurahan Ciseureuh • Kelurahan Ciwangi • Kelurahan Cipaisan • Kelurahan Purwamekar • Kelurahan Munjuljaya • Kelurahan Tegal Munjul • Desa Citalang Demografi [ sunting - sunting sumber ] Pada umumnya penduduk asli kabupaten Purwakarta demikian juga di kecamatan Purwakarta, adalah suku Sunda, serta suku pendatang lainnya seperti Jawa, Cirebon, Betawi, Batak, MinangkabauBugis dan lainnya.

[3] Bahasa yang digunakan umumnya Sunda, selain dari bahasa resmi bahasa Indonesia. Pertumbuhan penduduk di kota purwakarta sangat cepat, hasil sensus penduduk 2010, penduduk kota purwakarta berjumlah 165.447 jiwa, banyak penduduk yang imigrasi ke purwakarta untuk mencari pekerjaan sehingga menyebabkan bertambahnya penduduk. Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Purwakarta sebanyak 178.861 jiwa, dengan kepadatan penduduk 7.315 jiwa/km². [2] Kemudian, persentasi penduduk kecamatan ini berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 96,61%, kemudian Kekristenan sebanyak 3,12% dimana Protestan 2,40% dan Katolik 0,72%.

Sebagian lagi menganut agama Buddha yakni 0,22%, dan Hindu 0,05%. [2] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Daftar Camat di Puwakarta 2020, www.purwakartaonline.com, 9 Januari 2022 • ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual).

www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 Januari 2022. • ^ "Suku-Suku yang Ada di Jawa Barat". www.adatnusantara.web.id. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • Halaman ini terakhir diubah pada 9 Januari 2022, pukul 17.01. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Liputan6.com, Jakarta - Kabupaten Purwakarta dikenal sebagai tempat kelahiran beberapa negarawan dan pemimpin besar asal Jawa Barat pada awal berdirinya Republik Indonesia.

Pahlawan yang lahir di tempat ini salah satunya yaitu Kusumah Atmaja, Ketua Mahkamah Agung yang pertama. Purwakarta memiliki luas wilayah sebesar 971,72 kilometer dengan 17 kecamatan, sembilan kelurahan, dan 183 desa yang berdiri di wilayah tersebut.

Awalnya, Purwakarta adalah bagian dari Kabupaten Karawang sampai tahun 1949. Pada saat itu, Kabupaten Karawang mulai dipecah menjadi dua, yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dan Karawang Barat jadi Kabupaten Karawang. Nama Purwakarta berasal dari suku kata “purwa” dan “karta” yang memiliki arti "ramai" atau "hidup". Terletak di tengah kota besar antara Bandung dan Jakarta.

Kini, nama Purwakarta sudah tak asing lagi bagi masyarakat luas. Purwakarta dikenal sebagai Kota Pensiunan lantaran suasananya yang jauh dari hiruk-pikuk kendaraan dan lalu-lalang manusia. Namun, julukan Kota Pensiun bagi Purwakarta sudah tak berlaku lagi. Pemerintah kabupaten menyulap Purwakarta dari tempat yang biasa saja menjadi luar biasa.

Purwakarta saat ini telah dikenal masyarakat se-Indonesia bahkan ke mancanegara. Hal ini terjadi berkat pembangunan infrastruktur yang berbasis budaya. Apa lagi hal menarik lainnya dari Kabupaten Purwakarta? Berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber enam fakta menarik tentang Purwakarta, Sabtu, 12 Juni 2021. Purwakarta memiliki taman air mancur yang diklaim sebagai taman air mancur terbesar dan termegah se-Asia Tenggara.

Air mancur tersebut yaitu Taman Air Mancur Sri Baduga yang berada di Situ Buleud. Situ tersebut memiliki luas empat hektare yang telah berdiri sejak zaman dahulu. Konon, situs atau danau Buleud dulunya merupakan sebuah kubangan besar yang digunakan oleh badak bercula sebagai tempat pangguyangan atau mandi. Menurut kisah yang ada, di depan Situ Buleud terdapat patung badak bercula satu yang cukup besar.

Pada 2013 dibuat sebuah taman air mancur yang dijadikan sebagai ikon Purwakarta. Tepat di tengah situ, dibangun sebuah patung Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi yang tengah duduk bersila dengan dikawal oleh empat harimau putih.

Sebanyak 1.000 selang air mancur bertekanan tinggi menghiasi setiap sisi Situ Buleud dan terdapat 30 selang air mancur yang dapat menari. Air mancur warna-warni tersebut layak disandingkan dengan kemegahan Time of Wings Singapura, bahkan keindahan Air Mancur Sri Baduga melebihinya. 2. Gedung Negara yang Penuh Misteri Pada umumnya, kantor bupati atau kepala daerah memiliki bangunan yang megah dengan gaya arsitektur modern.

Namun hal ini tak berlaku untuk kantor bupati Purwakarta yang setia dengan tradisinya. Arsitektur gedung kantor bupati Purwakarta masih mempertahankan bangunan lamanya yang dirawat dengan telaten. Kantor bupati Purwakarta terlihat sangat antik dibandingkan dengan bangunan lain yang ada disekitarnya. Masyarakat Purwakarta mengenal kantor bupati tersebut dengan nama Gedung Negara.

Menariknya, di gedung negara terdapat sebuah lukisan besar Nyi Roro Kidul, sosok legenda penguasa laut selatan. Lukisan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian.

Adanya lukisan Nyi Roro Kidul membuat ruangan gedung negara terasa aroma magisnya. 3. Kesenian Bela Diri dengan Campuran Islam Pencak silat merupakan salah satu kesenian bela diri yang popular.

Namun, di Purwakarta kesenian popularnya yaitu Ibing Pencak Silat yang jadi warisan leluhur masyarakat. Kesenian Ibing Pencak Silat biasanya disandingkan dengan musik terebang.

Musik terebang tumbuh dan berkembang sejak para penyebar agama Islam menyebarkan ajarannya di Banten. Menariknya dari kesenian luas kota purwakarta yaitu, setiap gerakan yang dilakukan mengandung unsur Islam di dalamnya. Satai atau sate maranggi salah satu kuliner khas Purwakarta yang telah dikenal oleh berbagai daerah. Namun, ternyata ada kuliner khas lainnya yang menarik yaitu colenak. Penamaan makanan ini berasal luas kota purwakarta singkatan “dicocol enak”. Makanan khas colenak terbuat dari bahan dasar singkong yang dijadikan sebagai tape.

Kemudian singkong tersebut diolah kembali dengan cara digoreng atau dibakar. Setelah matang, colenak dapat dihidangkan dengan lumuran kelapa parut, cairan gula merah, dan ditaburi kacang tanah sebagai bumbu pelengkap. Biasanya makanan khas Purwakarta ini dibanderol dengan harga Rp10 ribu per bungkus yang bisa ditemukan di sepanjang jalan raya. 5. Punya Gunung dengan Dua Makam Keramat Gunung Lembu menjadi salah satu tempat wisata yang menarik di Purwakarta.

Tak sekadar gunung, Gunung Lembu memiliki makam keramat dan juga pemadangan indah Waduk Jatiluhur di atas ketinggian. Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa gunung ini memiliki mitos sebagai salah satu gunung paling angker di Purwakarta.

luas kota purwakarta

Petilasan Eyang Suryakencana menambah kisah mistis dari Gunung Lembu. Konon, di petilasan Gunung Lembu terdapat makam Mbah Jongrang Kalipitung yang telah berusia ratusan tahun.

Selain itu, di gunung tersebut juga terdapat makam Raden Surya Kencana. Salah luas kota purwakarta mitos yang dipercaya warga sekitar yaitu larangan bersiul.

Bagi yang bersiul di atas Gunung Lembu luas kota purwakarta akan hilang diambil oleh penunggu gunung tersebut. Apabila telah hilang, orang tersebut tidak akan mengetahui jalan untuk pulang dan akhirnya menetap di gunung.

Menurut cerita masyarakat sekitar, hingga saat ini sudah ada 8 orang yang tersesat. Satu di antaranya yaitu perempuan yang akhirnya ditemukan setelah beberapa tahun dalam kondisi selamat dan masih hidup. Hotel gantung atau skylodge di Gunung Parang menjadi salah satu destinasi wisata yang memukau. Lokasinya yang berada di pinggir tebing batu membuat pengunjung penasaran dengan sensasinya.

Hotel gantung tersebut dibuat oleh para pencinta olahraga panjat tebing untuk membuat masyarakat merasakan bagaimana rasanya tidur di dinding gunung. Hotel gantung yang ada di Purwakarta ini telah diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan skylodge di Peru yang terletak pada ketinggian 400 meter.

Bagi yang ingin merasakan sensasinya, pada ketinggian 500 meter harus melewati tyrolean dengan menggantung dan melayang sejauh 100 meter. Angin kencang menjadi salah satu tantangan bagi para pengunjungnya.

Biaya paket penginapan di tebing Gunung Parang ini sebesar Rp5 juta per kamar dan per malam. (Dinda Rizky Amalia Siregar)
RUMAH MURAH HALAMAN LUAS DI PUSAT KOTA PURWAKARTA Luas bangunan sekitar 120 m2 Luas tanah 260 m2 Kamar tidur 3 Kamar Mandi 2 Sertifikasi SHM - Sertifikat Hak Milik Rp 350 Jt Alamat lokasi Munjul Purwakarta Akses bisa masuk mobil ke lokasi Halaman masih luas 200 meter ke jalur angkot 300 meter ke perbelanjaan tokma Harga nego langsung pemilikKabupaten Purwakartaadalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Purwakarta dan berjarak ±80 km sebelah timur Jakarta. Masa pendirian Republik Indonesia, Purwakarta dikenal sebagai tempat kelahiran beberapa negarawan dan pemimpin besar asal Jawa Barat.

Di antaranya adalah Pahlawan Nasional Kusumah Atmaja (Ketua pertama Mahkamah Agung Republik Indonesia) dan Ipik Gandamana (Bupati pertama Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat, dan Menteri Dalam Negeri). Lokasi Geografis Kabupaten Purwakarta Daftar ISI • 1 Lokasi Geografis Kabupaten Purwakarta • 2 Etimologi Kabupaten Purwakarta • 3 Arti Lambang Kabupaten Purwakarta • 4 Sejarah Kabupaten Purwakarta • 4.1 Sebelum penjajahan Belanda • 4.2 Masa penjajahan Belanda • 4.3 Masa kemerdekaan • 5 Pembagian administratif Kabupaten Purwakarta • 6 • 7 Iklim • 8 • 9 Topografi • 10 • 11 Geologi dan Geohidrologi • 12 • 13 Sosial Budaya • 14 • 15 Transportasi • 16 • 17 Obyek Wisata Kabupaten Purwakarta • 17.1 Wisata alam • 17.2 Wisata budaya • 17.3 Wisata Ziarah • 17.4 • 17.5 Wisata Buatan • 17.5.1 • 17.5.2 Makanan • 17.5.3 • 17.5.4 Oleh-oleh Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Karawang di bagian Utara dan sebagian wilayah Barat, Kabupaten Subang di bagian Timur dan sebagian wilayah bagian Utara, Kabupaten Bandung Barat di bagian Selatan, dan Kabupaten Cianjur di bagian Barat Daya.

Kabupaten Purwakarta berada pada titik-temu tiga koridor utama lalu -lintas yang sangat strategis, yaitu Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung dan Purwakarta-Cirebon. Luas wilayah Kabupaten Purwakarta adalah 971,72 km² atau sekira 2,81% dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat berpenduduk 845.509 jiwa (Proyeksi jumlah penduduk tahun 2009) dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 2,28% per-tahun.

Jumlah penduduk laki-laki adalah 420.380 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan luas kota purwakarta 425.129 jiwa. Kabupaten Purwakarta memiliki motto Wibawa Karta Raharja. “Wibawa” berarti berwibawa atau penuh kehormatan, “Karta” berarti ramai atau hidup, dan “Raharja’ berarti keadaan sejahtera atau makmur. Sehingga “ Wibawa Karta Raharja” dapat diartikan sebagai daerah yang terhormat/berwibawa, ramai/hidup, serta makmur atau sejahtera.

Etimologi Kabupaten Purwakarta Purwakarta berasal dari suku kata “purwa” yang artinya permulaan dan “karta” yang berarti ramai atau hidup. Pemberian nama Purwakarta dilakukan setelah kepindahan ibukota Kabupaten Purwakarta dari Wanayasa ke Sindang Kasih.

Peristiwa kepindahan ibukota kabupaten ini setiap tahunnya diperingati pada tanggal 20 Juli dengan melakukan napak tilas dari Wanayasa ke Sindang Kasih. Arti Lambang Kabupaten Purwakarta • Segi berwarna hitam berpelat merah, dimaksudkan bendungan serba-guna Jatiluhur, yang merupakan kebanggaan dan kemakmuran masyarakat Purwakarta.

• Lengkung berwarna hijau gelombang putih dan biru, dimaksudkan Situ Buleud. • Rumah berwarna merah dan kuning, menggambarkan Gedung Karesidenan yang bersejarah, keagungan daerah Purwakarta. Atapnya berbentuk gunung Tangkuban Perahu, dihubungkan dengan legenda rakyat, mengenai bendungan sungai, cerita Sangkuriang.

• Padi dan kapas, merupakan lambang kemakmuran yang tidak bisa terpisahkan sesuai pula dengan penghidupan masyarakat Purwakarta yang sebagian besar hidup dari pertanian.

• Lambang berbentuk segi lima, sesuai dengan dasar negara yaitu Pancasila yang merupakan tameng Bangsa Indonesia. • Pelat merah bertuliskan “Wibawa Karta Raharja”, merupakan semboyan yang berarti daerah yang penuh dengan nuansa keagamaan yang selamanya aman dan makmur. Keterangan Warna : • Hijau Luas kota purwakarta, harapan bagi masa depan daerah Purwakarta untuk terus membangun suatu daerah yang adil, makmur dan sejahtera. • Hitam, ketuhanan dan ketekunan hati.

• Kuning, keagungan/kebesaran daerah. • Merah, tekad perjuangan bangsa yang pantang mundur, rela bermandi darah daripada menyerah.

luas kota purwakarta

Putih, kesucian/keikhlasan hati rakyat dalam menanggulangi segala cobaan dan penderitaan. • Biru, kesetiaan rakyat terhadap luas kota purwakarta, bangsa dan agama. • Hijau Tua, keagamaan masyarakat Purwakarta merupakan masyarakat yang teguh agama, mereka membenci orang-orang yang munafik dan orang-orang yang melalaikan kewajiban untuk berbakti kepada Tuhan.

Mereka semua yakin bahwa dari segala kebesaran dan kemajuan daerahnya ialah petunjuk serta lindungan Tuhan YME. Sejarah Kabupaten Purwakarta Luas kota purwakarta penjajahan Belanda situwanaysa foto www.pondoksalam.co.id Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC. Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten.

Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri. Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula. Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan kompeni ( VOC), Sultan Mataram mengutus Penembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A.

Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum).

luas kota purwakarta

Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa ( Sunda : “Karawaan”). Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (bupati) di Karawang pada luas kota purwakarta 1656.

Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Raden Adipati Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug. Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putera Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721 ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah antara Cihoe (Cibarusah) dan Cipunagara.

Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 sebagai akibat dari peralihan penguasaan Hindia Belanda dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Inggris. Masa penjajahan Belanda Masjid Agung Purwakarta pada tahun 1920-1935 (dibangung atas perintah Raden Tumenggaung Aria Sastradipura I, bupati ke-12, menjabat tahun 1854-1863) Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dari Pemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepada Gubernur Jendral Van Der Capellen.

Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayah tanah yang terletak di sebelah Timur sungai Citarum/Cibeet dan sebelah Barat sungai Cipunagara.Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarang Kecamatan Plered.

Pada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung. Sebagai Bupati I Kabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A. Surianata dari Bogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibukota kabupaten di Wanayasa. Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Suriawinata atau Dalem Sholawat, pada tahun 1830 ibu kota dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih yang diresmikan berdasarkan besluit (surat keputusan) pemerintah kolonial tanggal 20 Juli 1831 nomor 2.

Pendopo Kabupaten purwakarta Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud, Pembuatan Gedung Karesidenan, Pendopo, Mesjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing.

Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan bupati berikutnya. Masa kemerdekaan karisidenan foto pondoksalam.co.id Kabupaten Luas kota purwakarta dengan ibukota Purwakarta berjalan sampai dengan tahun 1949.

Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali Negeri Pasundan Nomor 12, Kabupaten Karawang dipecah dua yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan Karawang Bagian Barat menjadi Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, dengan ibu kota Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Luas kota purwakarta. Pembagian administratif Kabupaten Purwakarta Pada tahun 1968, berdasarkan Undang-undang No. 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang SK Wali Negeri Pasundan diubah dan ditetapkan Pembentukan Kabupaten Purwakarta dengan Wilayah Kewedanaan Purwakarta di tambah dengan masing-masing dua desa dari Kabupaten Karawang dan Cianjur.

Sehingga pada tahun 1968 Kabuapten Purwakarta hanya memiliki 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwakarta, Plered, Wanayasa dan Campaka dengan jumlah desa sebanyak 70 desa. Untuk selanjutnya dilaksanakan penataan wilayah desa, kelurahan, pembentukan kemantren dan peningkatan status kemantren menjadi kecamatan yang mandiri.

Maka saat itu Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah: 183 desa, 9 kelurahan, 8 kamantren dan 11 kecamatan. Berdasarkan perkembangan Kabupaten Purwakarta, pada tahun 1989 telah dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-672 tanggal 29 Agustus 1989 tentang lahirnya lembaga baru yang bernama Wilayah Kerja Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Purwakarta yang meliputi Wilayah Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Campaka, Perwakilan Kecamatan Cibungur yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Purwakarta.

Sedangkan wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Plered meliputi wilayah Kecamatan Plered, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Maniis, Kecamatan Luas kota purwakarta yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Plered. Wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Wanayasa yang meliputi Kecamatan Wanayasti Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta.

Pada tahun 1968, berdasarkan Undang-undang No. 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang yang telah diresmikan pada tangga 31 Januari 1990 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat. Setelah diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta dimulainya pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Purwakarta tepatnya pada tanggal 1 Januari 2001. Serta melalui Peraturan Daerah No. 22 tahun 2001, telah terjadi restrukturisasi organisasi pemerintahan di Kabupaten Purwakarta.

No Kecamatan Jumlah Kel/Desa Luas Wilayah Jumlah Penduduk 1 Babakan Cikao 9 42,40 km² 41.838 jiwa 2 Bojong 14 68,69 km² 46.916 jiwa 3 Bungursari 10 54,66 km² 43.349 jiwa 4 Campaka 10 43,60 km² 39.214 jiwa 5 Cibatu 10 56,50 km² 27.711 jiwa 6 Darangdan 15 67,39 km² 61.499 jiwa 7 Jatiluhur 10 60,11 km² 61.744 jiwa 8 Kiara Pedes 10 52,16 km² 26.799 jiwa 9 Maniis 8 71,64 km² 30.981 jiwa 10 Pasawahan 12 36,96 km² 41.002 jiwa 11 Plered 16 31,48 km² 73.114 jiwa 12 Pondok Salam 11 44,08 km² 28.497 jiwa 13 Purwakarta 10 24,83 km² 169.252 jiwa 14 Sukasari 5 92,01 km² 15.306 jiwa 15 Sukatani 14 95,43 km² 65.570 jiwa 16 Tegalwaru 13 73,23 km² 47.296 jiwa 17 Wanayasa 15 56,55 km² 40.465 jiwa Iklim Kondisi iklim di Kabupaten Purwakarta termasuk pada zona iklim tropis, dengan rata-rata curah hujan 3.093 mm/tahun dan terbagi ke dalam 2 wilayah zona hujan, yaitu: zona dengan suhu berkisar antara 22 o-28 oC dan zona dengan suhu berkisar 17 o-26 oC.

Topografi • Wilayah Pegunungan. Wilayah ini terletak di tenggara dengan ketinggian 1.100 sd 2.036 M DPL, meliputi 29,73% dari total luas wilayah. • Wilayah Perbukitan dan Danau. Wilayah ini terletak di barat laut dengan ketinggian 500 sd 1.000 M DPL, meliputi 33,8% dari total luas wilayah. • Wilayah Daratan.

Wilayah ini terletak di utara dengan ketinggian 35 sd 499 M DPL, meliputi 36,47% dari total luas wilayah. Geologi dan Geohidrologi Kondisi geologi daerah Purwakarta terdiri dari batuan sedimen klastik, berupa batu gamping (kapur), batu lempung, batu pasir dan batuan vulkanik seperti tuf, breksi vulkanik, batuan beku terobosan, batu lempung napalan, konglomerat dan napal.

Untuk jenis batuan beku terobosan meliputi andesit, diorite, vetrofir, basal dan gabro. Batuan ini umumnya bertebaran di bagian barat daya wilayah Kabupaten Purwakarta. Jenis Batuan napal atau batu pasir kuarsam merupakan batuan yang tertua di wilayah Kabupaten Purwakarta yang sebarannya terdapat di tepi Bendungan Jatiluhur (Bendungan Ir. H Djuanda). Sedangkan batu lempung yang usianya lebih muda (miosen) tersebar di luas kota purwakarta wilayah barat laut dan bagian timur Kabupaten Purwakarta berikut endapan bekas gunung api tua yang berasal dari gunung Burangrang dan Gunung Sunda, yaitu berupa tuf, lava andesit basalitis, breksi vulkanik dan lahar.

Pada bagian permukaan batuan itu terdapat endapan hasil erupsi gunung api muda yang meliputi batu pasir, lahar, lapili, breksi lava basal, aglomerat tufan, pasir tufa, lapili dan laca scoria. Berdasarkan kondisi dan jenis batuan di atas, maka di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat kandungan geologi berupa batu kali batu andesit, batu gamping (kapur), tanah lempung, pasir, pasir kuarsa, pasir luas kota purwakarta (sirtu), tras, fosfat, barit dan batu gips.

Sebagian besar jenis tanah adalah tanah latosol dan sebagian kecil adalah tanah aluvial, andosol, grumosol, litosol, podsolik dan regosol.

Berdasarkan potensi yang dipaparkan di atas telah mendorong munculnya kegiatan pertambangan di Kabupaten Purwakarta. Purwakarta berada pada cekungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan kemiringan 0-40% dan DAS Cilamaya. Hal itu sangat berpengaruh pada hidrologi dan sistem drainase daerah Purwakarta. Pada cekungan itu dibangun Bendungan Ir.

H. Djuanda di Jatiluhur luas kota purwakarta ha.) dan Cirata (1.182 ha.), yang berfungsi sebagai “flow control”, irigasi, pembangkit tenaga listrik, juga sebagai sumber air minum DKI Jakarta. Luas kedua bendungan tersebut setara dengan 9,19% luas wilayah Kabupaten Purwakarta. Pembanguan bendungan tersebut dimungkinkan oleh keberadaan sejumlah sungai. Berdasarkan Basis Data Lingkungan Hidup, sungai-sungai di Kabupaten Purwakarta adalah (1) Sungai Cilamaya yang merupakan Induk Sungai (orde 1 di DAS) dengan panjang 62 Km, lebar rata-rata 30 m, dan debit air 366 m3/detik.

Sungai Cilamaya ini mempunyai orde 2 di DAS yaitu antara lain: Sungai Ciracas, Sungai Cijambe, Sungai Cisaat, Sungai Cibongas, Sungai Cilandak, dll. (2) Sungai Cikao, yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang sungai 45 Km, lebar 40 m.

Sungai Cikao terdiri dari beberap[a sungai orde 2 DAS, yaitu antara lain: Sungai Cigintung, Sungai Cigadung, Sungai Cikembang, Sungai Cicadas, Sungai Cigajah, Sungai Cisitu, Sungai Cibingbin, Sungai Cigorogoy, Sungai Ciledug, Sungai Citajur, Sungai Cigalugur, Sungai Cinangka, dll.

(3) Sungai Cilangkap, yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang 16 Km, lebar 4 m. Sungai ini mempunyai orde 2 di DAS yaitu Sungai Cioray dan Sungai Cijalu. (4) Sungai Ciampel yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang 14 Km dan lebar sungai 4 m. Sungai Ciampel ini mempunayi orde 2 di DAS, yaitu Sungai Cikapuk, Sungai Sumurbeunying, Sungai Cilabuh, Sungai Ciwaru dan Sungai Cikantong. Sosial Budaya Seperti pada umumnya masyarakat yang berdomisili di bagian tengah Jawa Barat, pola kehidupan masyarakat Kabupaten Purwakarta didominasi oleh kultur budaya Sunda.

Sejalan dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat Purwakarta banyak dipengaruhi oleh budaya asing. Namun demikian, budaya masyarakat pada dasarnya tetap bernuansa budaya Sunda dan nilai-nilai agama, terutama agama Islam. Mayoritas penduduk Kabupaten Purwakarta adalah pemeluk Agama Islam (muslim) dan sisanya adalah non-muslim.

Dengan kata lain, penduduk Purwakarta adalah masyarakat beragama Transportasi Trayek bus umum yang melintasi Kabupaten Purwakarta antara lain tujuan Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Karawang, Cilegon, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cirebon dan kota-kota di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Di samping itu terdapat pula moda angkutan kereta api yang melayani tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, Karawang, dan Bekasi.

Bagi masyarakat yang bermukim di sekeliling Waduk Jatiluhur, moda transportasi yang biasa digunakan adalah kapal berukuran kecil (di bawah 7 GT). Wilayah Purwakarta dilintasi oleh ruas Jalan tol Jakarta-Cikampek dan ruas Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Gerbang Tol yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta adalah di Cikopo (Cikampek), Sadang dan Jatiluhur.

Namun di Kabupaten Purwakarta tidak terdapat satupun terminal bus yang memiliki fasilitas yang memadai. Obyek Wisata Kabupaten Purwakarta Wisata alam • Waduk Jatiluhur, dengan luas 8.300 ha terletak ±9 km dari kota Purwakarta luas kota purwakarta sarana rekreasi dan olahraga air yang lengkap dan menarik seperti : dayung, selancar angin, ski air, power boating, perahu layar, dan kapal pesiar.

Fasilitas yang tersedia adalah hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, kolam renang dengan water slide, gedung pertemuan dan playground. Bagi wisatawan remaja, tersedia pondok remaja serta lahan yang cukup luas untuk kegiatan outbond dan perkemahan yang letaknya diperbukitan diteduhi pepohonan.

Di perairan Waduk Jatiluhur ini juga terdapat budi daya ikan keramba jaring apung yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau malam kita dapat memancing sambil menikmati ikan bakar.

Khusus untuk educational tourism, yang ingin mengetahui seluk beluk waduk ini, Perum Jasa Tirta II menyediakan tenaga ahli. • Waduk Cirata, dengan luas 62 km2 berada pada ketinggian 223 m DPL dikelilingi oleh perbukitan. Jika melakukan perjalanan dari kota Purwakarta melalui Plered, akan tiba di Cirata dalam waktu ±40 menit dengan jarak sejauh 15 km. Dalam perjalanan akan melewati pusat perdagangan peuyeum Bendul dan Sentra Industri Keramik Plered disamping menikmati keindahan alam di sepanjang jalan Plered-Cirata.

• Situ Wanayasa adalah danau alam yang berada pada ketinggian 600 m DPL dengan luas 7 ha, terletak ±23 km dari kota Purwakarta dengan udara yang sejuk berlatar belakang Gunung Burangrang.

• Sumber Air Panas Ciracas. Terletak ±8 km dari Situ Wanayasa berlokasi di kaki bukit dikelilingi oleh pepohonan dan hamparan sawah dengan udara yang sejuk. Terdapat sekitar 12 titik sumber mata air panas.

• Air terjun Curug Cipurut dapat ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang ± 3 km ke arah Selatan kota Wanayasa, merupakan tempat yang nyaman untuk rekreasi baik hiking maupun camping ground. Berada pada ketinggian 750 m DPL. • Badega Gunung Parang adalah objek wisata alam yang menyediakan sarana untuk rock climbing. Terletak 28 km dari kota Purwakarta berada pada ketinggian 983 m DPL. • Gua Jepang berlokasi ±28 Km dari kota Purwakarta, memiliki ketinggian sekitar 700 m DPL, dikelilingi perkebunan teh, pohon pinus, cengkeh, manggis dan termasuk dalam kawasan puncak Gunung Burangrang.

Gua Jepang merupakan gua buatan yang dibangun oleh Jepang (Romusha) sekira tahun 1943 untuk digunakan sebagai tempat persembunyian. • Desa Wisata Bojong terletak di Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong ±35 km dari Kota Purwakarta, berada pada ketinggian ±650 m DPL dikelilingi pepohonan, bukit, hamparan sawah, pemandangan alam Gunung Burangrang dan areal perkebunan rakyat.

• Wisata Via Ferrata Wisata panjat tebing dengan menaiki tangga besi yang dilengkapi alat pengaman khusus bernama lanyard double system, dengan adanya teknik mendaki seperti Via Ferrata ini luas kota purwakarta semua orang dapat memanjat Tebing parang tanpa mempunyai kemampuan khusus, Berada di Tebing Parang, Desa Pasanggrahan, Dusun Cirangkong.

• Situ Buleud, adalah danau seluas 4 ha berbentuk bulat yang terletak di tengah kota Purwakarta. Situ buleud merupakan landmark Purwakarta. Konon Situ Buleud tempo dulu merupakan tempat “pangguyangan” (mandi/berendam) badak, kemudian pada masa pemerintahan kolonial Belanda dijadikan sebagai tempat peristirahatan. Nantinya Situ Buleud akan dibangun museum bawah tanah dan taman air mancur siliwangi seperti di singapura.

• Desa Wisata Sajuta Batu, terletak di Desa Pasanggrahan Kecamatan Tegalwaru, salah satu tujuan wisata alam di Purwakarta, dengan suasana khas pedesaan Purwakarta. terdapat berbagai jenis objek wisata tersedia, antaralain, wisata rekreasi dengan jelajah desa dan kampung dengan suguhan panorama alam yang masih asli, wisata mancing, wisata ziarah dan trekking, panjat tebing di Gunung Parang (Gunung batu andesit terbesar di Indonesia) dan menelusuri cerita rakyat Jonggrang Kalapitung di Gunung Bongkok, menelusuri Goa Bolong Gunung Parang serta terdapat sarana bumi perkemahan dan area off road di area Gunung Salasih.

Wisata budaya • Gedung Negara, dibangun tahun 1854 pada masa kolonial Belanda dengan gaya arsitektur Eropa. Kini Gedung Negara menjadi Kantor Bupati Purwakarta. • Gedung Karesidenan, seusia dengan Gedung Negara dibangun pada zaman pemerintahan kolonial Belanda. Kini menjadi Kantor Badan Koordinasi Wilayah IV terletak di Jalan KK. Singawinata. • Mesjid Agung, terletak di samping Gedung Negara luas kota purwakarta pada tahun 1826 pada masa kolonial Belanda.

Mesjid ini mulai dipugar pada tahun 1993 dengan tetap mempertahankan bentuk asli dan nilai sejarahnya, kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada tahun 1995.

• Sentra Industri Keramik Plered, terletak di Desa Anjun ±13 km dari kota Purwakarta. Industri ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1904 menghasilkan keramik berkualitas diekspor ke manca negara antara lain Jepang, Belanda, Thailand, dan Singapura.

luas kota purwakarta

Jenis keramik yang dihasilkan antara lain gerabah, terakota dan porselen. • Industri Kain Songket, diproduksi oleh PT. Sinar sejak tahun 1956 untuk di ekspor ke Brunei dan konsumsi dalam negeri. luas kota purwakarta Kesenian Buncis dan Domyak merupakan kesenian khas Purwakarta disamping wayang golek, celempungan, tari-tarian, degung, ketuk tilu, jaipongan, tungbrung, reog, calung dan kesenian-kesenian daerah lainnya. Wisata Ziarah • Makam RA. Suriawinata. Seorang pendiri kota Purwakarta yang meninggal tahun 1827, dia merupakan Bupati Karawang ke-9 dimakamkan di tengah Situ Wanayasa.

• Makam Baing Yusuf adalah makam Syech Baing Yusuf yang meninggal pada tahun 1856 terletak di belakang Mesjid Agung Purwakarta. Dia adalah merupakan seorang ulama besar pada zamannya bermukim di Kaum (Paimbaran Mesjid Agung) Purwakarta dan mendirikan pondok pesantren. • Makam Mama Sempur adalah makam Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri Makam keramat Sempur adalah Makam Mama Sempur, Dia adalah seorang tokoh agama Islam yang disegani dan terkemuka, sehingga sekarang banyak pengunjung berziarah ke makam tersebut.

Letaknya di Sempur-Plered, 14 km dari kota Purwakarta. Wisata Buatan • Taman Sri Baduga Air mancur Taman Sri Baduga yang menjadi Ikon Baru Purwakarta ini digadang-gadang sama persis dengan Air Mancur Wing Of Time yang berda di Singapura. Tak hanya itu Air mancur Taman Sri Baduga yang di klaim sebagai Air Mancur terbesar di Indonesia ini pada di bagian utara hingga selatan juga disambungkan oleh sejumlah air mancur.

Sementara tepat ditengah danau, terdapat 4 patung harimau dan 1 patung Sri Baduga Maharaja. Makanan • Sate Maranggi, Yang membedakan dengan sate lainnya adalah bumbu kecapnya yang diolah hingga memiliki cita rasa unik-asam, manis, pedas. Disamping sate maranggi, banyak juga terdapat rumah-rumah makan khas Sunda yang menyajikan ikan bakar, pepes, ayam goreng, ayam bakar (bakakak), lengkap dengan sambal dadakan.

• Soto Sadang, Soto ini dinamakan Soto Sadang, karena memang lokasi awalnya terletak di Sadang, Purwakarta. Tepatnya di persimpangan jalan raya menuju Jakarta dengan rel kereta api. Tapi semenjak dibangunnya jalan layang, rumah makan ini pindah ke arah kota Purwakarta, yaitu di Jalan Veteran.

Oleh-oleh • simping • Makanan ini bentuknya berupa lembaran pipih, bundar tipis, biasanya berwarna putih, dan rasanya gurih. Terbuat dari tepung beras yang diberi beberapa bumbu. • Peuyeum bendul • Gula aren Cikeris • Manisan pala • Teh hijau • Colenak • Opak • Browyeum (Brownies Peuyeum) Oleh-oleh ini adalah hasil inovasi dari peuyeum bendul yang di padukan dengan brownies, sehingga menghasilkan citarasa yang khas,dan dapat diperoleh di Perum Bukit Panorama Indah, belakang Polres.

sumber tulisan : https://purwakartakab.go.id/ https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Purwakarta www.infopwk.com Cari untuk: Kategory Kategory Terbaru • Tikus Yang Mengalahkan Kucing • 4 Cara Masuk Surga Dengan Selamat luas kota purwakarta Orang-Orang Curang di Sekitar Kita • Sejarah Tahun Hijriah • Cinta Kita Bukan Cinta Biasa • Batiniyah Mempengaruhi Lahiriyah • Pilkades Serentak Purwakarta di Tengah Pandemi • Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi C19 • Ben Comen dan sebuah Persaingan baru • Pelajaran kepemimpinan dari Jenderal Lori Robinson • Hari Kelahiran dan Eksistensi Keberadaan Kita • Good Looking, Resesi dan Tanda Kebangkitan • Tanda Keberhasilan Pada Akhir Perjuangan • Rahasia Menghadapi Suami Super Cuek luas kota purwakarta 7 Cara Menghadapi Istri Yang Marah Marah
• Beranda • Tentang Kami • Tentang BPS • Informasi Umum • Visi dan Misi • Struktur Organisasi • Tugas, Fungsi, dan Kewenangan • Pengolahan Data • Moto dan Maklumat Pelayanan • Pusat Pelayanan • Peraturan • Rencana Strategis • Layanan • Profil Singkat Pejabat • Berita • Senarai Rencana Terbit • ARC Publikasi BPS • ARC BRS • Publikasi • Berita Resmi Statistik • PPID • Informasi Terbuka Berkala • Program dan Kegiatan • Tentang BPS • Pengaduan • PPID • Pengumuman • Penghargaan • LHKPN • Cara Memperoleh Informasi • Kegiatan • Pengadaaan • Laporan Keuangan (DIPA) • Peraturan • Rencana Luas kota purwakarta • Layanan • Profil Singkat Pejabat • Informasi Terbuka Setiap Saat • Unduh • Daftar Informasi Publik • Regulasi luas kota purwakarta Berita Acara Kesepakatan Standar Pelayanan Publik • Standar Pelayanan Publik Kabupaten/Kota Luas Daerah (km2) 2018 2019 2021 Bogor 2710.62 2710.62 2710.62 Sukabumi 4145.70 4145.70 4145.70 Cianjur 3840.16 3840.16 3840.16 Bandung 1767.96 1767.96 1767.96 Garut 3074.07 3074.07 3074.07 Tasikmalaya 2551.19 2551.19 2551.19 Ciamis 1414.71 1414.71 1414.71 Kuningan 1110.56 1110.56 1110.56 Cirebon 984.52 984.52 984.52 Majalengka 1204.24 1204.24 1204.24 Sumedang 1518.33 1518.33 1518.33 Indramayu 2040.11 2040.11 2040.11 Subang 1893.95 1893.95 1893.95 Purwakarta 825.74 825.74 825.74 Karawang 1652.20 1652.20 1652.20 Bekasi 1224.88 1224.88 1224.88 Bandung Barat 1305.77 luas kota purwakarta 1305.77 Pangandaran 1010.00 1010.00 1010.00 Kota Bogor 118.50 118.50 118.50 Kota Sukabumi 48.25 48.25 48.25 Kota Bandung 167.67 167.67 167.67 Kota Cirebon 37.36 37.36 37.36 Kota Bekasi 206.61 206.61 206.61 Kota Depok 200.29 200.29 200.29 Kota Cimahi 39.27 39.27 39.27 Kota Tasikmalaya 171.61 171.61 171.61 Kota Banjar 113.49 113.49 113.49 Provinsi Jawa Barat 35377.76 35377.76 35377.76 Kementerian Dalam Negeri Source Url: https://jabar.bps.go.id/indicator/153/244/1/luas-daerah.html Access Time: May 9, 2022, 9:29 am Kabupaten/Kota Luas Daerah (km2) 2018 2019 2021 Bogor 2 710,62 2 710,62 2 710,62 Sukabumi 4 145,70 4 145,70 4 145,70 Cianjur 3 840,16 3 840,16 3 840,16 Bandung 1 767,96 1 767,96 1 767,96 Garut 3 074,07 3 074,07 3 074,07 Tasikmalaya 2 551,19 2 551,19 2 551,19 Ciamis 1 414,71 1 414,71 1 414,71 Kuningan 1 110,56 1 110,56 1 110,56 Cirebon 984,52 984,52 984,52 Majalengka 1 204,24 1 204,24 1 204,24 Sumedang 1 518,33 1 518,33 1 518,33 Indramayu 2 040,11 2 040,11 2 040,11 Subang 1 893,95 1 893,95 1 893,95 Purwakarta 825,74 825,74 825,74 Karawang 1 652,20 1 652,20 1 652,20 Bekasi 1 224,88 1 224,88 1 224,88 Bandung Barat 1 305,77 1 305,77 luas kota purwakarta 305,77 Pangandaran 1 010,00 1 010,00 1 010,00 Kota Bogor 118,50 118,50 118,50 Kota Sukabumi 48,25 48,25 48,25 Kota Bandung 167,67 167,67 167,67 Kota Cirebon 37,36 37,36 37,36 Kota Bekasi 206,61 206,61 luas kota purwakarta Kota Depok 200,29 200,29 200,29 Kota Cimahi 39,27 39,27 39,27 Kota Tasikmalaya 171,61 171,61 171,61 Kota Banjar 113,49 113,49 113,49 Provinsi Jawa Barat 35 377,76 35 377,76 35 377,76 Kementerian Dalam Negeri Telah Rilis Publikasi Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2022, dapat diunduh di sini -- Pelayanan Statistik Terpadu BPS Provinsi Jawa Barat dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan -- BPS Provinsi Jawa Barat menyediakan Layanan Konsultasi via Meeting Online dan Permintaan Data secara Online pada Aplikasi Mudaberdasi dengan link: 32net.id/jabar Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (Statistics of Jawa Barat) Jl.

PHH. Mustofa No. 43 Bandung 40124, Jawa Barat - Indonesia, Telp: +62 22 7272595; +62 22 7201696, Fax: +62 22 7213572, Mailbox: bps3200@bps.go.id; pst3200@bps.go.id. Untuk tampilan terbaik Anda dapat gunakan berbagai jenis browser kecuali IE, Mozilla Firefox 3- and Safari 3.2- dengan lebar minimum browser beresolusi 275 pixel. Hak Cipta © 2022 Badan Pusat Statistik Semua Hak Dilindungi • Beranda • Tentang Kami • Tentang BPS • Pusat Pelayanan • Peraturan • Rencana Strategis • Layanan • Profil Singkat Pejabat • Berita • Senarai Rencana Terbit • Publikasi • Berita Resmi Statistik • PPID • Tentang PPID • Informasi Terbuka Berkala • Program dan Kegiatan • Tentang BPS • Pengaduan • PPID • Pengumuman • Penghargaan • LHKPN • Cara Memperoleh Informasi • Kegiatan • Pengadaaan • Laporan Keuangan (DIPA) • Peraturan • Rencana Strategis • Layanan • Profil Singkat Pejabat • Informasi Terbuka Setiap Saat • Unduh • Daftar Informasi Publik • Regulasi • Berita Acara Kesepakatan Standar Pelayanan Publik • Standar Pelayanan Publik • Informasi Terbuka Serta Merta • Informasi Tertutup/ Dikecualikan • Tautan • Indikator Strategis • Galeri Infografis • Tabel Dinamis • Istilah • Katalog Datamikro • Metadata • Reformasi Birokrasi • Master File Desa • SPK Online • Pengaduan • LPSE • Sekolah Tinggi Ilmu Statistik • Pusat Pendidikan dan Latihan BPS • Hak Cipta © Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Kabupaten Purwakarta (Indonesia) Tampilkan peta Indonesia Koordinat: 6°25′S 107°30′E  /  6.42°S 107.5°E  / -6.42; 107.5 Negara Indonesia Provinsi Jawa Barat Tanggal berdiri 29 Juni 1968 ( 1968-06-29) Dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1968 Hari jadi 20 Juli 1831 ( 1831-07-20) Ibu kota Kota Purwakarta Jumlah satuan pemerintahan 41100 Kode area telepon +62264 Pelat kendaraan T xxxx A*/B*/C*/I* Kode Kemendagri 32.14 DAU Rp825.439.607,00 (2021) [3] Situs web purwakartakab .go .id Purwakarta ( bahasa Sunda: aksara Sunda: ᮕᮥᮁᮝᮊᮁᮒ) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Luas kota purwakarta, Indonesia.

Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Kecamatan Purwakarta dan berjarak kurang lebih 80 km sebelah tenggara Jakarta. Purwakarta dikenal sebagai tempat kelahiran beberapa negarawan dan pemimpin besar asal Jawa Barat, karena pada masanya awal pendirian Republik Indonesia. Diantaranya adalah pahlawan nasional Kusumah Atmaja (Ketua pertama Mahkamah Agung Republik Indonesia) dan Ipik Gandamana (Bupati pertama Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat, dan Menteri Dalam Negeri).

Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Etimologi • 1.2 Masa Kerajaan Islam • 1.3 Masa pemerintahan kolonial Belanda • 1.4 Masa setelah Kemerdekaan • 2 Geografi • 2.1 Topografi • 3 Geologi dan Geohidrologi • 4 Iklim • 5 Pemerintahan • 5.1 Daftar Bupati • 5.2 Dewan Perwakilan • 5.3 Kecamatan • 6 Demografi • 7 Transportasi • 7.1 Stasiun • 8 Pariwisata • 8.1 Wisata alam • 8.2 Wisata budaya • 8.3 Wisata ziarah • 8.4 Wisata buatan • 8.4.1 Makanan • 8.4.2 Oleh-oleh • 9 Daftar tokoh dari Purwakarta • 9.1 Pahlawan dan Negarawan • 9.2 Seniman • 9.3 Atlet • 10 Galeri • 11 Referensi • 12 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Purwakarta berasal dari suku kata "purwa" yang artinya permulaan dan "karta" yang berarti ramai atau hidup.

Pemberian nama Purwakarta dilakukan setelah kepindahan ibu kota Kabupaten Purwakarta dari Wanayasa ke Sindang Kasih pada tahun 1834. Peristiwa kepindahan ibu kota kabupaten ini setiap tahunnya diperingati pada tanggal 20 Juli dengan melakukan napak tilas tengah malam dari Wanayasa ke Sindang Kasih. Masa Kerajaan Islam [ sunting - sunting sumber ] Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC.

Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten. Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri. Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula. Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan kompeni (VOC), Sultan Mataram mengutus Penembahan Galuh ( Ciamis) bernama R.A.A.

Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelah luas kota purwakarta benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa ( Sunda : luas kota purwakarta.

Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem ( bupati) di Karawang pada tahun 1656. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Raden Adipati Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug. Pada masa pemerintahan R.

Anom Wirasuta putera Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721 ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah antara Cihoe ( Cibarusah) dan Cipunagara. Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 sebagai akibat dari peralihan penguasaan Hindia Belanda dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Inggris.

Masa pemerintahan luas kota purwakarta Belanda [ sunting - sunting sumber ] Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dari Pemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepada Gubernur Jendral Van Der Capellen.

Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayah tanah yang terletak di sebelah Timur sungai Citarum/Cibeet dan sebelah Barat sungai Cipunagara.Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarang Kecamatan Plered pada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung. Sebagai Bupati I Kabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A.

Surianata dari Bogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibu kota kabupaten di Wanayasa. Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Suriawinata atau Dalem Sholawat, pada tahun 1830 ibu kota dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih yang diresmikan berdasarkan besluit (surat keputusan) pemerintah kolonial tanggal 20 Juli 1831 nomor 2.

Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud, Pembuatan Gedung Keresidenan, Pendopo, Masjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing. Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan bupati berikutnya. Masa setelah Kemerdekaan [ sunting - sunting sumber ] Kabupaten Karawang dengan ibu kota Purwakarta berjalan sampai dengan tahun 1949.

Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali Negeri Luas kota purwakarta Nomor 12, Kabupaten Karawang dipecah dua yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan Karawang Bagian Barat menjadi Kabupaten Karawang. Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, dengan ibu luas kota purwakarta Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta.

Geografi [ sunting - sunting sumber ] Masjid Agung Purwakarta pada tahun 1920-1935 (dibangung atas perintah Raden Tumenggaung Aria Sastradipura I, bupati ke-12, menjabat tahun 1854-1863) Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Karawang di bagian Utara dan sebagian wilayah Barat, Kabupaten Bogor (Tanjungsari, Jonggol) di bagian barat, Kabupaten Subang di bagian Timur dan sebagian wilayah bagian Utara, Kabupaten Bandung Barat di bagian Selatan, dan Kabupaten Cianjur di bagian Barat Daya.

Kabupaten Purwakarta berada pada titik-temu tiga koridor utama lalu-lintas yang sangat strategis, yaitu Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung dan Purwakarta- Cirebon.

Luas wilayah Kabupaten Purwakarta adalah 971,72 km² atau sekira 2,81% dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat berpenduduk 845.509 jiwa (Proyeksi jumlah penduduk tahun 2009) dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 2,28% per-tahun.

luas kota purwakarta

Jumlah penduduk laki-laki adalah 420.380 jiwa, sedangkan jumlah luas kota purwakarta perempuan adalah 425.129 jiwa. Topografi [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan data BPS Kab. Purwakarta, [4] wilayah Kab. Purwakarta berdasarkan relief buminya dibagi menjadi tiga bagian yaitu: • Wilayah Pegunungan. Wilayah ini terletak di tenggara dengan ketinggian 1.100 sd 2.036 M DPL, meliputi 29,73% dari total luas wilayah. • Wilayah Perbukitan dan Danau. Wilayah ini terletak di barat laut dengan ketinggian 500 sd 1.000 M DPL, meliputi 33,8% dari total luas wilayah.

• Wilayah Daratan. Wilayah ini terletak di utara dengan ketinggian 35 sd 499 M DPL, meliputi 36,47% dari total luas wilayah. Geologi dan Geohidrologi [ sunting - sunting sumber ] Kondisi geologi daerah Purwakarta terdiri dari batuan sedimen klastik, berupa batu gamping (kapur), batu lempung, batu pasir dan batuan vulkanik seperti tuf, breksi vulkanik, batuan beku terobosan, batu lempung napalan, konglomerat dan napal.

Untuk jenis batuan beku terobosan meliputi andesit, diorite, vetrofir, basal dan gabro. Batuan ini umumnya bertebaran luas kota purwakarta bagian barat daya wilayah Kabupaten Purwakarta. Jenis Batuan napal atau batu pasir kuarsam merupakan batuan yang tertua di wilayah Kabupaten Purwakarta yang sebarannya terdapat di tepi Bendungan Jatiluhur (Bendungan Ir.

H Djuanda). Sedangkan batu lempung yang usianya lebih muda (miosen) tersebar di sekitar wilayah barat laut dan bagian timur Kabupaten Purwakarta berikut endapan bekas gunung api tua yang berasal dari gunung Burangrang dan Gunung Sunda, yaitu berupa tuf, lava andesit basalitis, breksi vulkanik dan lahar.

Pada bagian permukaan batuan itu terdapat endapan hasil erupsi gunung api muda yang meliputi batu pasir, lahar, lapili, breksi lava basal, aglomerat tufan, pasir tufa, lapili dan laca scoria. Berdasarkan kondisi dan jenis batuan di atas, maka di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat kandungan geologi berupa batu kali batu andesit, batu gamping (kapur), tanah lempung, pasir, pasir kuarsa, pasir batu (sirtu), tras, fosfat, barit dan batu gips. Sebagian besar jenis tanah adalah tanah latosol luas kota purwakarta sebagian kecil adalah tanah aluvial, andosol, grumosol, litosol, podsolik dan regosol.

Berdasarkan potensi yang dipaparkan di atas telah mendorong munculnya kegiatan pertambangan di Kabupaten Purwakarta. Purwakarta berada pada cekungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan kemiringan 0-40% dan DAS Cilamaya. Hal itu sangat berpengaruh pada hidrologi dan sistem drainase daerah Purwakarta. Pada cekungan itu dibangun Bendungan Ir. H. Djuanda di Jatiluhur (7.757 ha.) dan Cirata (1.182 ha.), yang berfungsi sebagai "flow control", irigasi, pembangkit tenaga listrik, juga sebagai sumber air minum DKI Jakarta.

Luas kedua bendungan tersebut setara dengan 9,19% luas wilayah Kabupaten Purwakarta. Pembanguan bendungan tersebut dimungkinkan oleh keberadaan sejumlah sungai. Berdasarkan Basis Data Lingkungan Hidup, sungai-sungai di Kabupaten Purwakarta adalah (1) Sungai Cilamaya yang merupakan Induk Sungai (orde 1 di DAS) dengan panjang 62 Km, lebar rata-rata 30 m, dan debit air 366 m3/detik.

Sungai Cilamaya ini mempunyai orde 2 di DAS yaitu antara lain: Sungai Ciracas, Sungai Cijambe, Sungai Cisaat, Sungai Cibongas, Sungai Cilandak, dll. (2) Sungai Cikao, yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang sungai 45 Km, lebar 40 m.

Sungai Cikao terdiri dari beberap[a sungai orde 2 DAS, yaitu antara lain: Sungai Cigintung, Sungai Luas kota purwakarta, Sungai Cikembang, Sungai Cicadas, Sungai Cigajah, Sungai Cisitu, Sungai Cibingbin, Sungai Cigorogoy, Sungai Ciledug, Sungai Citajur, Sungai Cigalugur, Sungai Cinangka, dll.

(3) Sungai Cilangkap, yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang 16 Km, lebar 4 m. Sungai ini mempunyai orde 2 di DAS yaitu Sungai Cioray dan Sungai Cijalu. (4) Sungai Ciampel yang merupakan Induk Sungai (orde 1 DAS) dengan panjang 14 Km dan lebar sungai 4 m. Sungai Ciampel ini mempunayi orde 2 di DAS, yaitu Sungai Cikapuk, Sungai Sumurbeunying, Sungai Cilabuh, Sungai Ciwaru dan Sungai Cikantong. Iklim [ sunting - sunting sumber ] Kondisi iklim di Kabupaten Purwakarta termasuk pada zona iklim tropis, dengan rata-rata curah hujan 3.093 mm/tahun dan terbagi ke dalam 2 wilayah zona hujan, yaitu: zona dengan suhu berkisar antara 22 o - 28 oC dan zona dengan suhu berkisar 17 o - 26 oC.

Pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Daftar Bupati [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Bupati Purwakarta No Bupati Dari Sampai Partai Politik Masa Wakil Bupati 1 RH Sunaryo Ronggowaluyo 1968 1969 1 (1968) - 2 RA Muchtar 1969 1979 2 (1973) 3 (1978) 3 RHA Abubakar 1979 1980 Militer 4 Mukdas Dasuki 1980 1982 Militer (3) RHA Abubakar 1982 1983 Militer 5 Soedarna Luas kota purwakarta 1983 1993 Militer 4 (1983) 5 (1988) 6 Bunyamin Dudih [5] [6] [7] 1993 2003 Golkar 6 (1993) 7 (1998) 7 Tubagus Lily Hambali Hasan 13 Maret 2003 13 Maret 2008 Non-partai 8 (2003) Dedi Mulyadi 8 Dedi Mulyadi 13 Maret 2008 14 Maret 2018 Golkar 9 (2008) Dudung Bachtiar Supardi 10 (2013) Dadan Koswara - M Taufiq Budi Santoso (Pj.) 14 Maret 2018 20 September 2018 Non-partai Jabatan Lowong 9 Anne Ratna Mustika 20 September luas kota purwakarta petahana Golkar 11 (2018) Aming Dewan Perwakilan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purwakarta Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dalam dua periode terakhir.

[8] [9] Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode 2014-2019 2019-2024 PKB 5 6 Gerindra 6 7 PDI-P 8 5 Golkar 8 11 NasDem 4 2 Berkarya (baru) 1 PKS 0 5 PPP 4 2 PAN 3 2 Hanura 4 1 Demokrat 3 3 Jumlah Anggota 45 45 Jumlah Partai 9 11 Kecamatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Purwakarta Kabupaten Purwakarta memiliki 17 kecamatan, 9 kelurahan dan 183 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 912.708 jiwa dengan luas wilayah 825,74 km² dan sebaran penduduk 1.105 jiwa/km².

[10] [11] Daftar kecamatan dan kelurahan luas kota purwakarta Kabupaten Purwakarta, adalah sebagai berikut: Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah Kelurahan Jumlah Desa Status Daftar Desa/Kelurahan 32.14.12 Babakancikao 9 Desa Pendopo Kabupaten Purwakarta Tahun 2009 Pada tahun 1968, berdasarkan Undang-undang No. 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, SK Wali Negeri Pasundan diubah dan ditetapkan Pembentukan Kabupaten Purwakarta dengan Wilayah Kewedanaan Purwakarta ditambah dengan masing-masing dua desa dari Kabupaten Karawang dan Cianjur sehingga pada tahun 1968 Kabupaten Purwakarta memiliki 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwakarta, Plered, Wanayasa dan Campaka dengan jumlah desa sebanyak 70 desa.

Untuk selanjutnya dilaksanakan penataan wilayah desa, kelurahan, pembentukan kemantren dan peningkatan status kemantren menjadi kecamatan yang mandiri. Saat itu, Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah: 183 desa, 9 kelurahan, 8 kamantren dan 11 kecamatan. [12] tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang yang telah diresmikan pada tangga 31 Januari 1990 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.

Berdasarkan perkembangan selanjutnya, pada tahun 1989, dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-672 tanggal 29 Agustus 1989 tentang lahirnya lembaga baru yang bernama Wilayah Kerja Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Purwakarta yang meliputi Wilayah Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Campaka, Perwakilan Kecamatan Cibungur yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Purwakarta.

Sedangkan wilayah kerja Pembantu Luas kota purwakarta Wilayah Plered meliputi wilayah Kecamatan Plered, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Maniis, Kecamatan Sukatani yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Plered.

Wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Wanayasa yang meliputi Kecamatan Wanayasti Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Luas kota purwakarta. Setelah diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta dimulainya pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Purwakarta tepatnya pada tanggal 1 Januari 2001.

Serta melalui Peraturan Daerah No. 22 tahun 2001, telah terjadi restrukturisasi organisasi pemerintahan di Kabupaten Purwakarta. No Kecamatan Jumlah Kel/Desa Luas Wilayah Jumlah Penduduk 1 Babakan Cikao 9 42,40 km² 41.838 jiwa 2 Bojong 14 68,69 km² 46.916 jiwa 3 Bungursari 10 54,66 km² 43.349 jiwa 4 Campaka 10 43,60 km² 39.214 jiwa 5 Cibatu 10 56,50 km² 27.711 jiwa 6 Darangdan 15 67,39 km² 61.499 jiwa 7 Jatiluhur 10 60,11 km² 61.744 jiwa 8 Kiara Pedes 10 52,16 km² 26.799 jiwa 9 Maniis 8 71,64 km² 30.981 jiwa 10 Pasawahan 12 36,96 km² 41.002 jiwa 11 Plered 16 31,48 km² 73.114 jiwa 12 Pondok Salam 11 44,08 km² 28.497 jiwa 13 Purwakarta 10 24,83 km² 169.252 jiwa 14 Sukasari 5 92,01 km² 15.306 jiwa 15 Sukatani 14 95,43 km² 65.570 jiwa 16 Tegalwaru 13 73,23 km² 47.296 jiwa 17 Wanayasa 15 56,55 km² 40.465 jiwa Demografi [ sunting - sunting sumber ] Seperti pada umumnya masyarakat yang berdomisili di bagian tengah Jawa Barat, pola kehidupan masyarakat Kabupaten Purwakarta didominasi oleh kultur budaya Sunda.

Sejalan dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat Purwakarta banyak dipengaruhi oleh budaya asing. Namun demikian, budaya masyarakat pada dasarnya tetap bernuansa budaya Sunda dan nilai-nilai agama, terutama agama Islam. Mayoritas penduduk Kabupaten Purwakarta adalah pemeluk Islam dan sisanya adalah non-Islam. Dengan kata lain, penduduk Purwakarta adalah masyarakat beragama. Transportasi [ sunting - sunting sumber ] • KA Cikuray • Pasar Senen- Garut • KA Walahar Jatiluhur • Cikarang- Purwakarta • KA Garut Cibatuan • Purwakarta- Garut • KA Lokal Bandung Raya • Purwakarta- Cicalengka • Angkutan Kota wilayah Kabupaten Purwakarta dan beberapa rute yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang.

Stasiun [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Stasiun Kereta Api di Kabupaten Purwakarta Kabupaten Purwakarta memiliki 1 stasiun KA Cikuray, 2 stasiun KA Walahar Jatiluhur maupun 3 stasiun KA Garut Cibatuan dan KA Lokal Bandung Raya yang masih beroperasi, diantaranya: • Stasiun Cibungur • Stasiun Purwakarta • Stasiun Ciganea • Stasiun Sukatani • Stasiun Plered Selain itu, Kabupaten Purwakarta juga memiliki 2 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Vandalisme, yaitu: • Stasiun Sadang • Stasiun Cisomang Pariwisata [ sunting - sunting sumber ] Waduk Jatiluhur dilihat dari atas Gunung Parang Wisata alam [ sunting - sunting sumber ] • Waduk Jatiluhur, dengan luas 8.300 ha terletak ±9 km dari kota Purwakarta menawarkan sarana rekreasi dan olahraga air yang lengkap dan menarik seperti: dayung, selancar angin, ski air, power boating, perahu layar, dan kapal pesiar.

Fasilitas yang tersedia adalah hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, kolam renang dengan water slide, gedung pertemuan dan playground. Bagi wisatawan remaja, tersedia pondok remaja serta lahan yang cukup luas untuk kegiatan outbond dan perkemahan yang letaknya diperbukitan diteduhi pepohonan. Di perairan Waduk Jatiluhur ini juga terdapat budi daya ikan keramba jaring apung yang menjadi daya tarik tersendiri.

Di waktu siang atau malam kita dapat memancing sambil menikmati ikan bakar. Khusus untuk educational tourism, yang ingin mengetahui seluk beluk waduk ini, Perum Jasa Tirta II menyediakan tenaga ahli. • Waduk Cirata, dengan luas 62 km2 berada pada ketinggian 223 m DPL dikelilingi oleh perbukitan. Jika melakukan perjalanan dari kota Purwakarta melalui Plered, akan tiba di Cirata dalam waktu ±40 menit dengan jarak sejauh 15 km. Dalam perjalanan akan melewati pusat perdagangan peuyeum Bendul dan Sentra Industri Luas kota purwakarta Plered disamping menikmati keindahan alam di sepanjang jalan Plered-Cirata.

• Situ Wanayasa adalah danau alam yang berada pada ketinggian 600 m DPL dengan luas 7 ha, terletak ±23 km dari kota Purwakarta dengan udara yang sejuk berlatar belakang Gunung Burangrang.

• Sumber Air Panas Ciracas. Terletak ±8 km dari Situ Wanayasa berlokasi di kaki luas kota purwakarta dikelilingi oleh pepohonan dan hamparan sawah dengan luas kota purwakarta yang sejuk. Terdapat sekitar 12 titik sumber mata air panas. • Air terjun Curug Cipurut dapat ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang ± 3 km ke arah Selatan kota Wanayasa, merupakan tempat yang nyaman untuk rekreasi baik hiking maupun camping ground.

Berada luas kota purwakarta ketinggian 750 m DPL. • Badega Gunung Parang adalah objek wisata alam yang menyediakan sarana untuk rock climbing. Terletak 28 km dari kota Purwakarta berada pada ketinggian 983 m DPL. Tebing bagian barat Gunung Parang, Purwakarta • Gua Jepang berlokasi ±28 Km dari kota Purwakarta, memiliki ketinggian sekitar 700 m DPL, dikelilingi perkebunan teh, pohon pinus, cengkih, manggis dan termasuk dalam kawasan puncak Gunung Burangrang.

Gua Jepang merupakan gua buatan yang dibangun oleh Jepang ( Romusha) sekira tahun 1943 untuk digunakan sebagai tempat persembunyian. • Desa Wisata Bojong terletak di Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong ±35 km dari Kota Purwakarta, berada pada ketinggian ±650 m DPL dikelilingi pepohonan, bukit, hamparan sawah, pemandangan alam Gunung Burangrang dan areal perkebunan rakyat.

• Wisata Via Ferrata Wisata panjat tebing dengan menaiki tangga besi yang dilengkapi alat pengaman khusus bernama lanyard double system, dengan adanya teknik mendaki seperti Via Ferrata ini memungkinkan semua orang dapat memanjat Tebing parang tanpa mempunyai kemampuan khusus, Berada di Tebing Parang, Desa Pasanggrahan, Dusun Cirangkong.

• Situ Buleud, adalah danau seluas 4 ha berbentuk bulat yang terletak di tengah kota Purwakarta. Situ buleud merupakan landmark Purwakarta.

Konon Situ Buleud tempo dulu merupakan tempat "pangguyangan" (mandi/berendam) badak, kemudian pada masa pemerintahan kolonial Belanda dijadikan sebagai tempat peristirahatan. Nantinya Situ Buleud akan dibangun museum bawah tanah dan taman air mancur luas kota purwakarta seperti di singapura. • Desa Wisata Sajuta Batu, terletak di Desa Pasanggrahan Kecamatan Tegalwaru, salah satu luas kota purwakarta wisata alam di Purwakarta, dengan suasana khas pedesaan Purwakarta. terdapat berbagai jenis objek wisata tersedia, antaralain, wisata rekreasi dengan jelajah desa dan kampung dengan suguhan panorama alam yang masih asli, wisata mancing, wisata ziarah dan trekking, panjat tebing di Gunung Parang (Gunung batu andesit terbesar di Indonesia) dan menelusuri cerita rakyat Jonggrang Kalapitung di Gunung Bongkok, menelusuri Gua Bolong Gunung Parang serta terdapat sarana bumi perkemahan dan area off road di area Gunung Salasih.

Luas kota purwakarta budaya [ sunting - sunting sumber ] • Gedung Negara, dibangun tahun 1854 pada masa kolonial Belanda dengan gaya arsitektur Eropa. Kini Gedung Negara menjadi Kantor Bupati Purwakarta. • Gedung Keresidenan, seusia dengan Gedung Negara dibangun pada zaman pemerintahan kolonial Belanda. Kini menjadi Kantor Badan Koordinasi Wilayah IV terletak di Jalan KK. Singawinata. • Masjid Agung, terletak di samping Gedung Negara dibangun pada tahun 1826 pada masa kolonial Belanda.

Masjid ini mulai dipugar pada tahun 1993 dengan tetap mempertahankan bentuk asli dan nilai sejarahnya, kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada tahun luas kota purwakarta. • Sentra Industri Keramik Plered, terletak di Desa Anjun ±13 km dari kota Purwakarta. Industri ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1904 menghasilkan keramik berkualitas diekspor ke manca negara antara lain Jepang, Belanda, Thailand, dan Singapura.

Jenis keramik yang dihasilkan antara lain gerabah, terakota dan porselen. • Industri Kain Songket, diproduksi oleh PT. Sinar sejak tahun 1956 untuk di ekspor ke Brunei dan konsumsi dalam negeri. • Kesenian Buncis dan Domyak merupakan kesenian khas Purwakarta disamping wayang golek, celempungan, tari-tarian, degung, ketuk tilu, jaipongan, tungbrung, reog, calung dan kesenian-kesenian daerah lainnya.

Wisata ziarah [ sunting - sunting sumber ] • Makam RA. Suriawinata. Seorang pendiri kota Purwakarta yang meninggal tahun 1827, dia merupakan Bupati Karawang ke-9 dimakamkan di tengah Situ Wanayasa. • Makam Baing Yusuf adalah makam Syech Baing Yusuf yang meninggal pada tahun 1856 terletak di belakang Masjid Agung Purwakarta. Dia adalah merupakan seorang ulama besar pada zamannya bermukim di Kaum (Paimbaran Masjid Agung) Purwakarta dan mendirikan pondok pesantren.

• Makam Mama Sempur adalah makam Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri Makam keramat Sempur adalah Makam Mama Sempur, Dia adalah seorang tokoh agama Islam yang disegani dan terkemuka, sehingga sekarang banyak pengunjung berziarah ke makam tersebut. Letaknya di Sempur-Plered, 14 km dari kota Purwakarta. Wisata buatan [ sunting - sunting sumber ] • Air mancur Taman Sri Baduga Taman Sri Baduga Air mancur Taman Sri Baduga yang menjadi ikon Baru Purwakarta ini digadang-gadang sama persis dengan Air Mancur Wings of Time yang luas kota purwakarta di Singapura.

Tak hanya itu air mancur Taman Sri Baduga yang diklaim sebagai Air Mancur terbesar di Indonesia ini pada di bagian utara hingga selatan juga disambungkan oleh sejumlah air mancur. Sementara tepat ditengah danau, terdapat 4 patung harimau dan 1 patung Sri Baduga Maharaja. Makanan [ sunting - sunting sumber ] • Sate Maranggi Yang membedakan dengan sate lainnya adalah bumbu kecapnya yang diolah hingga memiliki cita rasa unik-asam, manis, pedas.

Disamping sate maranggi, banyak juga terdapat rumah-rumah makan khas Sunda yang menyajikan ikan bakar, pepes, ayam goreng, ayam bakar (bakakak), lengkap dengan sambal dadakan. • Soto Sadang Soto ini dinamakan Soto Sadang, karena memang lokasi awalnya terletak di Sadang, Purwakarta.

Tepatnya di persimpangan jalan raya menuju Jakarta dengan rel kereta api. Tapi semenjak dibangunnya jalan layang, rumah makan ini pindah ke arah kota Purwakarta, yaitu di Jalan Veteran. Oleh-oleh [ sunting - sunting sumber ] • Simping. Makanan ini bentuknya berupa lembaran pipih, bundar tipis, biasanya berwarna putih, dan rasanya gurih. Terbuat dari tepung beras yang diberi beberapa bumbu. • Peuyeum bendul • Gula aren Cikeris • Manisan pala • Teh hijau • Colenak • Opak • Luas kota purwakarta (Brownies Peuyeum).

Oleh-oleh ini adalah hasil inovasi dari peuyeum bendul yang di padukan dengan brownies, sehingga menghasilkan citarasa yang khas,dan dapat diperoleh di Perum Bukit Panorama Indah, belakang Polres Kab.

Purwakarta. Daftar tokoh dari Purwakarta [ sunting - sunting sumber ] Pahlawan dan Negarawan [ sunting - sunting sumber ] • Kusumah Atmaja (lahir di Purwakarta, 1898, wafat tahun 1952), Ketua pertama Mahkamah Agung Republik Indonesia (1945-1952) • Ipik Gandamana (lahir di Purwakarta, 1906), Gubernur Jawa Barat periode (1956-1959), Menteri Dalam Negeri (1959-1964) • Ahmad Tirtosudiro (lahir di Plered, Purwakarta, 1922, wafat, tahun 2011), Ketua Dewan Pertimbangan Agung RI (1999-2003) • Ade Komarudin (lahir di Purwakarta, 1965), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI (2016-2019) • Ahmadi Noor Supit, (lahir di Purwakarta, 1957) Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat RI (2014-2019) • Danny Setiawan (lahir di Purwakarta, 1945), Gubernur Jawa Barat 2003-2008 • Nanan Soekarna (lahir di Purwakarta, 1955), Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Luas kota purwakarta (2011-2013) Seniman [ sunting - sunting sumber ] • Upit Sarimanah (lahir di Purwakarta, 1926, wafat tahun 1992), pesinden • Abas Alibasyah Natapriyana (lahir di Purwakarta, 1928), pelukis dan pendidik • Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong (lahir di Purwakarta, 1963), penulis dan aktivis gerakan literasi • Ferry Curtis (lahir di Wanayasa - Purwakarta, 1969), musisi dan aktivis gerakan literasi • Ringgo Agus Rahman (lahir di Purwakarta, 1982).

aktor dan komedian Atlet [ sunting - sunting sumber ] • Eka Ramdani, (lahir di Purwakarta, 1984), pemain sepak bola • Johan Herman Bernhard Kuneman, (1886-1945), pemain sepak luas kota purwakarta Belanda • Salim Alaydrus, (lahir di Purwakarta, 1977), pemain sepak bola • Shahar Ginanjar, (lahir di Purwakarta, 1990), pemain sepak bola Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ a b c Badan Pusat Statistik (2021).

Luas kota purwakarta Purwakarta dalam Angka, 2021. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Maret 2022. • ^ DJPK Kemenkeu RI (2020). "Rincian Dana Alokasi Umum menurut Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2021" (PDF). • ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta". purwakartakab.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-02. • ^ Sutisna, Nanang (18 Juni 2001). "Akibat Kenaikan Bahan Bakar Minyak: Hingga Minggu Petang, Purwakarta Masih Lumpuh".

Tempo Interaktif. Purwakarta. Diakses tanggal 4 Maret 2016. • ^ "Bunyamin Dudih Jabat Ketua Umum Yayasan Pendidikan Bale Bandung". Pikiran Rakyat.

Soreang. 4 Juli 2011. Diakses tanggal 4 Maret 2016. [ pranala nonaktif permanen] • ^ YAN (18 Februari 2003). "Tugas Bupati Bunyamin Dudih Diperpanjang, Pelantikan Pejabat Baru Ditunda". Pelita. Diakses tanggal 4 Maret 2016. [ pranala nonaktif permanen] • ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KAB. PURWAKARTA 2014-2019 • ^ Perolehan Kursi DPRD Kab. Purwakarta 2019-2024 • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. • ^ UU No. 4 tahun 1968 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Situs web resmi Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel mengandung aksara Sunda • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Mei 2022, pukul 15.42.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Kota Purwakarta 2021 / riding around / walking walking indonesia




2022 www.videocon.com