Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

MENU • Home • SMP • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Geografi • Sosiologi • Sejarah • BAHASA • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Agama • Kewarganegaraan • Penjaskes • Seni Budaya • SMA • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Geografi • Sejarah • Sosiologi • BAHASA • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Agama • Penjaskes • Kewarganegaraan • Seni Budaya • SMK • Strata 1 • Ilmu Hukum • Hukum • Ilmu Komputer • Teknik Informatika • Sistem Informasi • Ilmu Ekonomi • Akuntansi • Manajemen • STRATA2 • Umum • SeputarIlmu.Com – Pantun ??

Semua pasti sudah mendengar pantun, Di acara-acara tv sering kali kita mendengar pantun. Tapi tidak banyak apa itu arti pantun. Oleh sebab itu disini akan mengulas tentang pengertian pantun, macam-macam pantun, dan ciri-ciri pantun beserta contohnya. Untuk itu mari lah simak ulasan salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah ada dibawah berikut.

Table of Contents • Pengertian Pantun • Pengertian Pantun Menurut Para Ahli • Struktur Pantun • Jenis-Jenis Pantun • Ciri-Ciri Pantun • Contoh Pantun • Sebarkan ini: • Posting terkait: Pengertian Pantun Pantun ialah salah satu jenis dari puisi lama yang sudah sangat populer dalam bahasa-bahasa di Nusantara.

Kata pantun berasal dari kata patuntun yang dalam bahasa Minangkabau yang mempunyai arti “petuntun”. Dalam bahasa Jawa pantun juga dikenal dengan parikan, dalam bahasa Sunda, pantun dikenal dengan paparikan, serta juga dalam bahasa yang lain yaitu dalam bahasa Batak yang dikenal sebagai umpasa.

Pantun adalah suatu ungkapan perasaan dan pikiran, karena suatu ungkapan tersebut disusun dengan sebuah kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dalam mendidik dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat. Pengertian Pantun Menurut Para Ahli 1. R.O. Winsted Menurut R.O. Winsted yang menyatakan bahwa pantu ialah sebuah pantun tidaklah sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namunialah sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dendam penuturnya.

2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1016) pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait (kuplet) terdiri dari sebuah empat baris yang bersanjak (a-b-a-b), pada tiap larik biasanya terdiri atas sebuah empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk suatu tumpuan (sampiran) saja sedangkan pada baris ketiga dan keempat ialah isi; peribahasa sindiran.

3. Dr. R. Brandstetter Menurut Dr. R. Brandstetter menyatakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa di nusantara, misalnya dalam sebuah bahasa Pampanga, tuntun bermakna teratur; didalam bahasa Tagalog, tonton bermakna bercakap sesuai dengan aturan tertentu, dalam bahasa Jawa Kuno, tuntun yang artinya benang dan atuntun yang berarti teratur serta matuntun yang artinya memimpin; dalam bahasa Toba pantun yang artinya kesopanan atau kehormatan, dalam bahasa Melayu, pantun yang artinya quatrain, yaitu sajak berbaris empat, dengan rima a-b-a-b.

Sedangkan dalam bahasa Sunda, pantun yang artinya cerita panjang yang bersanjak dan diiringi musik. 4. Surana (2010:31) Menurut Surana (2010:31) menyatakan bahwa pantun adalah sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berima silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua disebut dengan sampiran atau bagian objektif. Biasanya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang bisa diambil sebagai suatu kiasan.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Larik ketiga dan salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah dinamakan isi atau bagian dari subjektif. Struktur Pantun Didalam sebuah pantun memiliki sebuah struktur yang menjadikannya sebuah pantun, struktur pantun itu yaitu sebagai berikut : 1.

Sampiran Terletak di 2 baris pertama dan umumnya tidak ada hubungan dengan bagian kedua (isi). 2. Isi Terletak di 2 baris terakhir dimana merupakan tujuan dari pantun tersebut. Tetapi terkadang bentuk sampiran membayangkan isi dari pantun, dan posisi sampiran tidak bisa ditukar dengan isi. Jenis-Jenis Pantun 1.

Berdasarkan siklus kehidupan atau usia : • Pantun anak-anak, yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan suatu kehidupan masa kanak–kanak. Pada Pantun anak-anak dapat bermakna sebuah suka cita ataupun duka cita. • Pantun orang muda, yaitu sala satu jenis pantun yang masih berhubungan dengan sebuah kehidupan masa muda.

Pantun orang muda mempunyai makna tentang sebuah perkenalan, asmara, perasaan, dan lain sebagainya. • Pantun orang tua, yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan sebuah keadaan pada masa tua. Biasanya pantun ini membahas tentang sebuah kebudayaan, agama, nasihat, dan lain sebagainya. 2. Berdasarkan isinya : • Pantun jenaka, yaitu Jenis pantun ini yang berisikan tentang suatu hal yang lucu serta menarik.

• Pantun nasihat, yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan mengenai suatu nasihat. Pantun ini mempunyai tujuan untuk mendidik, dengan memberikan berbagai sebuah nasihat mengenai moral, budi perkerti, dan lain sebagainya. • Pantun teka-teki, yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan tentang sebuah teka teki dan biasanya sih pendengar diberi kesempatan untuk menjawab dari sebuah teka-teki pantun tersebut.

• Pantun kiasan, yaitu Jenis pantun ini yang berisikan mengenai tentang sebuah salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah yang biasanya mempunyai tujuan untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat. Ciri-Ciri Pantun • Ciri sebuah pantun memiliki bait, setiap bait pada sebuah pantun disusun oleh baris–baris.

Satu bait pantun terdiri atas 4 buah baris. • Pada setiap baris sebuah pantun terdiri dari 8 hingga 12 buah kata. • Pada setiap barisnya terdiri atas 4 hingga 6 buah kata. • Pada setiap bait terdapat di pantun terdiri dari sampiran dan isi. Pada baris pertama dan kedua ialah sampiran, sedangkan pada baris ketiga dan keempat ialah sebuah isi. (Walaupun pada sampiran bukan berhubungan langsung dengan sebuah isi yang akan disampaikan, namun baiknya jika kata–kata pada sebuah sampiran adalah sebuah cerminan dari isi pantun yang hendak disampaikan) • Pada pantun bersajak a-b-a-b ataupun a-a-a-a Untuk mengenali ciri-ciri pantun agar bisa mengidentifikasi apakah itu sebuah pantun atau bukan.

Banyak sebagian orang yang mengungkapkan bahwa terdapat pada sebuah pantun yang hanya memiliki 2 baris. Tidak ada pantun 2 baris, namun yang ada puisi lama yang mirip dengan sebuah pantun tetapi hanya memiliki 2 baris saja yang disebut Gurindam.Berikut ini contoh dari sebuah pantun.

Contoh Pantun Tiap malam tidur pulas (a) Berangkat sekolah membawa tas (a) Jika ingin menjadi bintang kelas (a) Belajar jangan malas-malas (a) Pisang emas dibawa berlayar (a) Masak sebiji dibawa mati (b) Hutang emas boleh dibayar (a) Hutang budi dibawa mati (a) Pantun merupakan salah satu ciri khasi dari bangsa indonesia, pantun biasanya dipakai untuk membangun anak bangsa agar berguna bagi bangsa dan negara, karena salah satu manfaat pantun untuk membangun pikiran generasi bangsa.

Itulah ulasan tentang √ Pantun : Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis & Contohnya Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. sekian dan terimakasih. Baca Juga Artikel Liannya : • Sastra Adalah • Syair Adalah • Mantra Adalah • Gurindam Adalah • Pantun Teka Teki Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah terkait: • Kata Sandang (Artikula) • Debat Aktif • Iklan Baris Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 10 pantun nasehat, 25 pantun jenaka, amanat pantun, apa isi atau makna pantun tersebut, apa yang dimaksud dengan sampiran pada pantun, apakah pantun memiliki kedekatan peran sosial, apakah yang dimaksud gurindam, apakah yang dimaksud syair, Artikel Pantun, bagian pantun isi, berikut ini termasuk struktur syair kecuali, berikut ini yang merupakan ciri ciri pantun adalah, buatlah contoh pantun jenaka, buatlah pantun yang bertema kesehatan, buatlah satu contoh pantun tua, buatlah sebuah pantun dengan tema kerjasama, bunyi akhir pada tiap baris pantun adalah, cara membuat pantun, Ciri - Ciri Syair, ciri bahasa pantun, ciri ciri gurindam, ciri ciri karya sastra lama adalah, ciri ciri pantun, ciri ciri pantun adalah brainly, ciri ciri pantun brainly, ciri ciri pantun jenaka, ciri ciri pantun nasehat, Ciri Pantun, ciri pantun anak anak, contoh gurindam dan syair, Contoh Pantun, contoh pantun agama, contoh pantun anak-anak, contoh pantun anak-anak sesuai strukturnya, contoh pantun berdasarkan usia, contoh pantun brainly, contoh pantun cinta, contoh pantun daerah, contoh pantun dan asal daerahnya, contoh pantun dan strukturnya, contoh pantun jenaka, contoh pantun kepahlawanan, contoh pantun lucu, contoh pantun muda, contoh pantun nasehat dan jenaka, contoh pantun pendidikan, contoh pantun rakyat, contoh pantun syair dan gurindam brainly, Contoh Pantun Teka Teki, contoh pantun teka teki cinta dan jawabannya, contoh pantun tua, contoh teks pantun, contoh-contoh pantun, dari mana kata pantun berasal apa artinya, Definisi Pantun, dua baris pertama dalam pantun adalah, dua baris pertama dari pantun disebut, fungsi pantun, hal apa saja yang dipentingkan dalam pantun, hiasan pantun, isi pantun, isi pantun terdapat pada baris, jawablah pantun teka-teki berikut, jelaskan ciri ciri pantun anak anak, jelaskan ciri ciri pantun di atas, jelaskan jenis jenis pantun, jelaskan penanda kebahasaan dalam pantun, jelaskan perbedaan antara pantun dan gurindam, jelaskan perbedaan pantun berdasarkan isinya, jelaskan yang dimaksud sampiran, Jenis - Jenis Syair, jenis jenis pantun, jenis jenis pantun brainly, jenis jenis pantun dan maknanya, jenis jenis pantun dan pengertiannya, jenis jenis pantun nasehat, Jenis Pantun, jenis pantun berdasarkan isi, jenis pantun berdasarkan isinya antara lain, jenis pantun berdasarkan usia antara lain, jenis pantun menurut siklus kehidupan manusia, jenis puisi masa kini disebut puisi, jumlah baris pada pantun adalah, Jurnal Pantun, kaidah kebahasaan gurindam, kaidah kebahasaan syair, kalimat sapaan dalam pantun, kumpulan pantun lansia, langkah langkah dalam menulis pantun, Macam - Macam Pantun Teka Teki, macam macam gurindam, macam macam pantun, macam macam pantun jenaka, macam macam pantun muda, macam macam pantun nasehat, macam macam pantun pendidikan, macam macam syair, Macam Pantun, Makalah Pantun, makna pantun, Materi Pantun, melengkapi pantun, menelaaah struktur pantun, menelaah struktur pantun, Pantun, pantun adalah, pantun adalah brainly, pantun agama, Pantun Anak Anak, pantun anak-anak berisi tentang, pantun anak-anak sd, pantun assalamualaikum ukhti, pantun bahasa daerah beserta artinya, pantun bahasa jawa 4 baris, pantun bebek, pantun cinta, pantun cinta islami untuk kekasih, pantun daerah, pantun daerah jawa, pantun ejekan lucu, pantun hai kawan jangan melamun, pantun islami lucu banget, pantun jawa baper, pantun jawa saru, Pantun Jenaka, pantun jenaka yaitu, pantun kanak kanak, Pantun Kiasan, pantun kilat dikenal juga dengan istilah, pantun kita menari keluar bilik, pantun lucu 2019, pantun lucu banget, pantun lucu betawi, pantun lucu bikin ngakak sampe sakit perut, pantun lucu jawa, pantun lucu singkat, pantun lucu sunda, pantun makan kepiting, pantun muda mudi, Pantun Nasihat, Pantun orang muda, Pantun Orang Tua, Pantun pdf, pantun pendidikan, Pantun ppt, pantun remaja, pantun santri, Pantun Teka Teki, Pantun Teka Teki adalah, pantun teka teki hewan, pantun teka-teki digunakan untuk bermain, pantun tua, Pengertian Pantun, Pengertian Pantun Anak Anak, pengertian pantun dan contohnya, pengertian pantun dan syair, Pengertian Pantun Jenaka, Pengertian Pantun Kiasan, Pengertian Pantun Menurut Para Ahli, Pengertian Pantun Nasihat, Pengertian Pantun Orang Muda, Pengertian Pantun Orang Tua, Pengertian Pantun Teka Teki, pengertian pantun tua, Pengertian Syair, pilihan kata pada pantun, Rangkuman Pantun, rima akhir pantun, sajak dalam pantun adalah, sebutkan 3 macam pantun berdasarkan isinya, sebutkan 4 jenis pantun berdasarkan isinya, sebutkan ciri ciri pantun secara umum, sebutkan dua bentuk penyajian puisi rakyat, sebutkan isi dari pantun dewasa, sebutkan jenis-jenis pantun, sebutkan macam macam pantun anak muda, sebutkan perbedaan antara syair dan pantun, sebutkan syarat-syarat pantun, sebutkan unsur-unsur puisi, semua baris dalam syair adalah, seperti apakah bentuk pantun, struktur dari gurindam, struktur gurindam, Struktur Pantun, struktur syair, teks pantun terdiri atas, Teori Pantun, tuliskan 5 unsur sebuah cerita, tuliskan bagian-bagian pantun, tuliskan ciri-ciri syair, tuliskan pola rima syair, tuliskan sebuah pantun tua, tuliskan struktur penyajian dalam gurindam, tuliskan tiga ciri-ciri pantun, unsur unsur pantun Pos-pos Terbaru • Cara Menghilangkan Vokal Pada Lagu di Android & PC Mudah • +3299 Nama PUBG Keren 2022 : Aesthetic, Simbol, Lucu Dll • Aplikasi Film Bokeh Full Bokeh Viral No Sensor • √ Bimbingan dan Konseling : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Asasnya Terlengkap • Solidaritas Sosial • Potensi Diri • √ BMKG : Pengertian, Fungsi, Tugas, Wewenang dan Struktur Organisasi Terlengkap • √ Multi Level Marketing (MLM) : Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap • √ Loyalitas : Pengertian, Karakteristik, Faktor dan Indikasi Terlengkap • Peluang Usaha • √ Holding Company : Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap • √ Solidaritas : Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan, Prinsip dan Faktor yang Mempengaruhinya Terlengkap • Filogenetik Adalah • Sperma Adalah • Mollusca Adalah Brilio.net - Tentunya kamu sudah nggak asing lagi dengan pantun.

Memang nggak semua orang pandai berpantun, namun setiap orang pasti mengetahui pantun. Pantun merupakan bentuk karya sastra lama yang masih populer hingga saat ini. Pantun sendiri sudah dikenal luas dan bisa digunakan dalam berbagai acara. Salah satunya dalam upacara adat di berabagi daerah, sebagai hiburan atau untuk menyampaikan pesan bijak sebagai petuah hidup. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama, yang umumnya terdiri dari empat bait dengan masing-masing bait bersajak a-b-a-b.

Tak hanya itu, pantun juga memiliki makna yang mendalam dan beragam. Nah, bagi kamu yang sedang mempelajari sebuah pantun.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, berikut pengertian, ciri, struktur, dan jenis pantun, Jumat (25/2). ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI foto: freepik.com Menurut Kusmayadi Ismail dalam bukunya Think SMART Bahasa Indonesia, pantun merupakan jenis puisi lama yang mempunyai ciri khas, yakni terdapat sampiran dan isi. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Menurut Waridah E dalam bukunya EYD + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia, pantun adalah jenis puisi lama milik budaya asli Indonesia. Kata "Pantun" berasal dari akar kata "tun" dalam bahasa jawa kuno berarti tuntunan, dalam bahasa indonesia berarti mengatur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arti kata pantun adalah sama dengan aturan atau susunan.

2. Ciri-ciri pantun. foto: freepik.com Pantun memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakan dengan berbagai jenis puisi lama lainnya. Nah, berikut ini ciri-ciri dari pantun. a. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik). b. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata. c. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b d.

Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

e. Baris ketiga dan keempat merupakan isi. 3. Struktur pantun. foto: freepik.com Pantun memiliki struktur yang terdiri dari bait, baris, kata, suku kata, rima, sampiran, isi. Berikut ini merupakan penjelasan dari struktur pantun.

a. Bait, Bait dibaca (ba-it), adalah banyaknya baris dalam sebuah pantun. Misalnya (sua baris, empat baris atau dan delapan baris). b. Baris atau larik, adalah kumpulan beberapa kata yang memiliki dan dapat membentuk sampiran atau isi dalam sebuah pantun.

c. Kata, kata merupakan gabungan dari suku kata yang memiliki arti. Lebih lanjut, ada beberapa kata-kata yang hanya terdiri dari satu suku kata. d. Suku kata, adalah penggalan-penggalan bunyi dari kata dalam satu ketukan atau satu embusan nafas. e. Rima, adalah pola akhiran atau huruf vokal terakhir yang ada di pantun.

f. Sampiran, adalah bagian pantun yang terletak pada baris ke 1 dan 2, yang merupakan awal dari sebuah pantun. Arti lain dari sampiran merupakan unsur suasana yang mengantarkan menuju isi atau maksud pantun tersebut. g. Isi, adalah bagian pantun yang terletak pada baris ke 3 dan 4 yang merupakan isi kandungan atau pokok atau tujuan dari pantun.

4. Jenis pantun. foto: freepik.com Berdasarkan dari isinya, pantun terdiri dari berbagai jenis. Berikut ini merupakan jenis-jenis pantun yang perlu kamu pahami. a. Pantun nasehat. Pantun nasehat memiliki isi dengan tujuan untuk memberikan pesan moral, didikan yang berguna, kebijakan, hingga ajakan untuk berbuat baik.

contoh: Buah apel buah setroberi Dibawa ke pasar pakai keranjang Perbaiki dulu diri sendiri Jangan malah menghujat orang b. Pantun jenaka. Pantun jenaka adalah pantun yang dibuat dengan tujuan untuk menghibur. Pantun jenaka juga sering digunakan untuk menyindir yang bersifat sebagai hiburan supaya suasana menjadi riang dan gembira.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

contoh: Induk ayam lahirkan banyak piyik Ternyata induk punya Pak Pablo Sahabatku yang amat cantik Sayangnya masih jomblo c. Pantun teka-teki. Pantun teka-teki memiliki ciri-ciri terdapat pertanyaan pada akhir baris pantun. Contoh: Ada si tuan pakai celana Melihat bintang di malam hari Jikalau tuan memang bijaksana Binatang apa tanduk di kaki?

jawaban: ayam jantan d. Pantun cinta. Sesuai dengan namanya, pantun cinta memiliki arti yang berhubungan dengan cinta, romantis, kerinduan bagi pasangan, teman, keluarga dan lain sebagainya. contoh: Pergi ke Bandung cari teman Tidak lupa bawa peta Jangan ragu untuk berdekatan Karena aku orangnya setia e.

Pantun Agama. Pantun agama bisa salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah sama dengan pantun nasihat yang memberikan nasehat untuk manusia. Namun, pantun agama isinya lebih spesifik karena membahas tentang manusia dan pencipta-Nya.

contoh: Tekun kita beramal ibadah Untuk belanja di kemudia hari Kita serahkan kehadirat Allah Mudah-mudahan disyafaatkan Nabi f. Pantun peribahasa. Pantun peribahasa merupakan pantun yang di dalamnya terdapat kalimat peribahasa yang emmiliki susunan tetap.

contoh: Berakit-rakit kehulu Berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian g. Pantun kiasan. Pantun kiasan menyampaikan pesan secara tersirat atau menggunakan kalimat kiasan.

contoh: Aduhai betapa cantiknya gambar mozaik Sungguh lebih cantik daripada bulu domba Tetaplah dan terus berbuat baik Meskipun kebaikanmu dibalas air tuba (brl/pep) • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 85 Pantun gombal ikan hiu, buat doi tersipu malu • 13 Pantun lucu tapi nggak nyambung ini bikin garuk kepala • Selain ketupat, 4 makanan kekinian cocok temani silaturahmi Idul Fitri • 55 Pantun bucin bahasa Jawa, bisa bikin doi ketawa • 55 Pantun selamat makan, bikin lahap menyantap hidangan • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 55 Pantun lucu hari libur, bikin gebetan merasa terhibur • 55 Pantun lucu Jarjit 'Upin & Ipin', garing tapi bikin pecah suasana (brl/pep)
MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Pantuan • 1.

Pangesti • 2. Sunarti • 3. Wahyuni • 4. Zaidan • 5. Utami • 6. Indrawati • Ciri-Ciri Pantun • 1. Memiliki bait dan isi • 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik • 3. Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 • 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi • 5. Bersajak ab ab • Struktur Pantun • 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah • Jenis Pantun • 1. Pantun anak-anak • 2. Pantun orang muda • 3.

Pantun orang tua • 4. Pantun teka-teki • 5. Pantun jenaka • 6. Pantun biasa • 7. Pantun berkait (pantun berantai) • 8.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Pantun kilat • 9. Pantun budi • 10. Pantun Talibun • 11. Pantun kilat • 12. Pantun adat • 13. Pantun agama • 14. Pantun kepahlawanan • 15. Pantun kias • 16. Pantun nasihat • 17. Pantun percintaan • 18. Pantun perpisahan • Contoh Pantun Pengertian pantun – Di Beberapa daerah pantun dijadikan tradisi.

Di masa nenek moyang kita, pantun juga sudah sering digunakan. Sayangnya, di era milenial yang serba canggih teknologinya, pantun seolah meredup. Hanya para sastrawan dan orang yang melek literasi yang mengenal pantun.

Sekedar kembali mengingat ilmu tentang pantun. Bagi pelajar SD atau SMP mungkin juga sudah diajarkan di sekolah. Tetapi bagi yang sudah lama tidak bersekolah, apalagi di musim pandemic covid seperti sekarang, menuntut untuk belajar secara mandiri tentang panting. Pada ulasan kali ini kita akan membahas pengertian panting, ciri-ciri pantun, struktur dan jenis-jenisnya. Pengertian Pantuan Sebelum mengulas tentang ciri, struktur dan jenis pantun, ternyata ada banyak perspektif dan pengertian pantun menurut parah ahli.

Langsung aja, kita lihat apa saja sih pendapat para ahli. 1. Pangesti Menurut pangesti pengertian pantun dimaknai sebagai puisi lama yang memiliki cakupan lebih luas dan lebih banyak dikenal dalam bahasa Nusantara.

Pangesti juga menerangkan bahwasanya kata pantun berasal dari Minangkabau yang memilki makna “petuntun”. Sebagai puisi nusantara, pantun juga dikenal di pulau jawa.

Jika di Minangkabau terkenal dengan bahasa pantun, di pulau jawa disebut dengan parikan. Nama istilah pantun berbeda-beda. Misalnya di sunda, disebut dengan paparikan dan di batak disebut dengan umpasa. Meskipun berbeda-beda nama, pada prinsip dan aturan penulisannya sama saja. 2. Sunarti Menurut sunarti, setiap daerah di Nusantara memiliki kekhasannya sendiri-sendiri dalam membuat pantun.

Jika di Jawa tengah dan sekitarnya menyebut pantun dengan parikan, maka orang Mandaling pantun disebut dengan ende-ende. Beda lagi di Aceh yang menyebut pantun dengan Rejong atau boligoni. Disebutkan oleh Sunarti, bahwasanya pantun sebagai puisi rakyat yang mengandalkan kecerdasan alami masyarakat dalam mengelola atau membuat pantun.

Atau dalam bahasa psikologi disebut dengan kecerdasan linguistic lokal. Siapa yang menyangka, tradisi membuat pantun seperti ini salah satu bentuk kecerdasan alami yang dimiliki Indonesia loh. 3. Wahyuni Sebagai sastra lilsan, pantun mulai berkembang dalam bentuk tulis, hal ini disertai dengan masyarakat yang sudah mengenal dunia tulis menulis. Menurut Wahyuni pengertian pantun di artikan sebagai puisi lama. Dikatakan lama karena pantun lahir sebelum lahirnya puisi.

4. Zaidan Menurut Zaidan, pantun adalah puisi lama yang memiliki 4 lirik dan memiliki rima a/b/a/b. tidak hanya itu, panting juga memiliki lirik yang terdiri dari 4 kata, lari ke pertama dan kedua sebagai sampiran, dan larik ke tiga dan keempat sebagai isi. Menurut Zidan, hubungan sampiran da nisi pada panting dibagi menjadi dua, yaitu ugenre/jenis, yaitu panting mulia dan pantun tidak mulia. Mungkin ada yang masih asing dengan istilah pantun mulia dan pantun tidak mulia.

Dikatakan sebagai pantun mulia jika sampiran di lari pertama dan kedua berperan sebagai persiapan isi dan sebagai isyarat isi. Sedangkan pantun tidak mulia adalah pantun yang memiliki sampiran lari 1-2 yang berperan sebagai persiapan isi secara fonetis saja, dan tidak ada hubungan semantic apap-apa dengan isi pantun pada larik ke 3-4 (Zaidan, 1994:143).

Baca Juga: Puisi Lama: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkapnya 5. Utami Pendapat Wahyuni diiyakan oleh Utami. Jadi pantun adalah puisi lama yang sudah dikenal secara nusantara yang setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing. Seperti di Sunda pantun lebih familiar disebut dengan paparikan dan di jawa tengah dan sekitar disebut dengan parikan.

6. Indrawati Pengertian pantun menurut Indrawati (2008) panting adalah karya sastra melayu yang ditulis sebagai sindiran. Pantun berkembang pada jaman duru sampai sekarang. Itulah beberapa pendapat panting dari para tokoh ahli. Dari ulasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pantun adalah pusi lama atau prosa yang awalnya dikembangkan secara lisan, dan setelah mengenal huruf panting berkembang dikemas dalam bentuk tulisan.

Ciri-Ciri Pantun Buat yang masih sekolah, pastinya sudah tidak asing lagi bahwa di dalam pantun itu terdiri dari sajak, dan berapa baris bukan? Nah, buat Anda yang masih binggung, ciri-ciri pantun seperti apa, berikut adalah ciri-cirinya. 1. Memiliki bait dan isi Bait da nisi pada penulisan pantun memang berbeda dengan penulisan puisi. Pada pantun cenderung lebi ringkas, berirama dan memiliki esensi pesan yang dalam.

Pada dasarnya, manfaat dari bait seperti paragraf yang berperan untuk memisahkan antara topik atau ide yang satu dengan yang lain. 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik Aturan umum dalam pembuatan pantun, setiap satu bait memiliki 4 larik atau baris. Dimana dalam satu bait memiliki pesan atau isi. Jika Anda masih bingung, bisa dilihat di contoh pantun dibagian bawah. 3. Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 Mengingat banyak kesalahan umum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dimana banyak yang mengartikan pantun dan puisi itu sama. Padahal, keduanya dua hal yang berbeda. Adapun ciri pantun, yaitu tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12. 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi Ciri selanjutnya yang melekat pada panting, setiap bait memiliki sampiran dan isi. Nah, barangkali ada yang masih bingung, bagian sampiran itu yang mana sih?

Jadi sampiran lokasinya ada di dua baris pertama. Siapa yang tidak kenal Takdir Alisjahbana? Sosok yang cukup familiar di dunia perpantunan. Menurutnya, sampiran dapat membantu untuk penulis membuat rima atau irama agar lebih enak didengar dan memberikan pemahaman isi lebih sederhana. 5. Bersajak ab ab Ciri unik yang paling menonjol pada pembuatan pantun adalah memiliki sajak. Sajak panting memiliki pola ab ab. Sedangkan pada puisi sajak tidak diwajibkan. Itulah ciri-ciri dari pantun.

Sebenarnya mudah dan singkat bukan? Nah, jika membicarakan antara pantun dan puisi, menurut Anda lebih senang dengan pantun atau puisi? Jawaban bisa ditulis di komentar di bawah ya. Struktur Pantun Jika sebelumnya sudah dibahas pengertian dan ciri-ciri pantun, maka pantun memiliki struktur. Jadi buat Anda yang ingin membuat pantun yang baik, pastikan menguasai strukturnya.

Apa saja sih? Simak ulasannya sebagai berikut. 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah pada jenis pantun kilat, jumlah baris dalam satu bait minimal memuat 2 baris. Sedangkan pada pantun biasa atau pantun berkait memiliki empat baris. Memiliki pola sajak vertical. Pada pantun kilat pola sajaknya adalah a-a. sedangkan untuk pantun berkait atau pantun biasa polanya a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b Struktur pantun pada pantun kilat dalam satu baris berstatus sampiran dan baris kedua sudah sebagai isi.

Baris satu dan kedua pada pantun biasa dan pantun berkait berstatus sebagai sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat sebagai isinya.

Jenis pantun berkait, ternyata dalam satu pantun bisa berstatus isi semuanya, dan tidak memiliki sampiran sama sekali. Itulah beberapa struktur tentang pengertian pantun yang sebenarnya mudah-mudah gampang.

Bagaimana menurut Anda? apakah lebih mudah membuat pantun atau lebih mudah membuat puisi? Jawabannya boleh dituliskan di kolom komentar. Jenis Pantun Siapa yang menyangka, jika pantun memiliki banyak sekali jenis. Penasaran, ada berapa sih jenis pantun? Tentu saja ada banyak sekali jenisnya. Bahkan, setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. dan berikut adalah jenis-jenis panting salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pantun anak-anak Pantun anak adalah pantun yang diperuntukan untuk anak-anak atau yang temanya menyinggung tentang dunia anak. 2. Pantun orang muda Berlaku juga sebaliknya, dikatakan sebagai pantun muda karena segmentasi pantun diperuntukan untuk anak-anak muda. Jika ada anak muda dan anak-anak, maka ada juga panting orang tua.

3. Pantun orang tua Pantun orang tua bisa dikatakan sebagai pantun yang dari segi isinya lebih berbobot, matang dan lebih dewasa dibandingkan pantun orang muda dan pantun orang anak.

4. Pantun teka-teki Dikatakan pantun teka-teki karena pantun tersebut dibuat dengan memasukan unsur teka-teki. Nah, pantun jenis ini, dari saya pribadi cukup kesulitan membuatnya. Bagaimana dengan Anda? bisa tuliskan komentar kamu di bawah ya. 5. Pantun jenaka Pantun jenaka adalah pantun yang bersifat menghibur pembaca. Sesuai dengan namannya, pantun jenaka juga salah satu pantun yang cukup disukai oleh pembaca loh. karena dari segi isi tidak terlalu kaku ataupun datar.

Tentu saja, pantun tersebut bersifat menghibur. 6. Pantun biasa Dikatakan sebagai pantun biasa karena pantun dibuat secara biasa-biasa saja. Dari segi tema, Anda bisa mengambil tema yang lebih umum.

Dikatakan biasa karena pantun secara umumnya dibuat dalam 1 bait yang berisi 4 baris yang memiliki rima ab-ab. 7. Pantun berkait (pantun berantai) Pantun berantai adalah pantun yang dibuat secara berurutan dan saling sambung menyambung. Di era millennial sekarang, kita jarang mleihat seseorang membuat pantun berantai, tetapi beberapa daerah masih ada yang menggunakan budaya ini.

Baca Juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Apa Saja? 4 Langkah Menulis Puisi Berkualitas 8 Proses Kreatif Menulis yang Harus Diketahui Apa Itu Unsur Intrinsik? Simak Penjelasan dan Contoh Lengkapnya 5 Tahapan Menulis yang Perlu Diketahui 8. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut diinginkan cepat untuk dibuat dan cepat dinikmati. Jenis pantun ini salah satu pantun yang jarang dipakai. Dari sini menunjukan bahwa, ternyata pantun tidak melulu ditulis alam bentuk 4 baris saja.

Bisa juga ditulis versi lebih singkat. 9. Pantun budi Pantun budi adalah pantun yang memberikan pesan-pesan berbudi bersikap baik kepada sesama. Lebih menekankan sikap kita agar lebih bersikap hangat, ramah kepada orang lain. Umumnya, pantun ini lebih sering digunakan untuk mengedukasi pembaca atau penikmat untuk bisa menghargai sesama atau membangun kesadaran untuk berbudi. 10. Pantun Talibun Pantun talibun adalah panting yang memiliki susunan genap. Jadi tidak seperti pantun pada umumnya.

Pantun talibun memiliki salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah genap, yaitu tersusun dari enam hingga salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah baris. Karena dikemas dalam bentuk panjang, maka jenis pantun ini juga sering disebut dengan pantun panjang.

11. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut hanya terdiri dari dua baris. Sebagai pantun yang pendek, pantun kilat memiliki sebutan lain, yaitu panting karmina atau pantun dua seuntai. Pantun kilat juga dapat diartikan sebagai sastra lisan yang memiliki jumlah dan bentuk yang tetap. Pantun ini sering digunakan untuk lelucon, hiburan atau sendau gurau.

Bisa juga digunakan untuk melempar sindiran. 12.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Pantun adat Seperti yang kita tahu bahwa dari Sabang sampai Merauke memiliki pantun. Tiap daerah memiliki bahasa atau gaya pembuatan pantun. Jadi pantun adat adalah pantun yang menggunakan bahasa sesuai daerahnya masing-masing.

13. Pantun agama Berbeda dengan pantun agama, pantun agama adalah panting yang memiliki muatan religius. Dari segi isi, pantun agama memuat nasihat, petuah dan memiliki makna yang memberikan amanat yang yang bersifat ketuhanan. 14. Pantun kepahlawanan Sesuai dengan namannya, pantun kepahlawanan adalah pantun yang memuat perjuangan para pahlawan, atau membangun rasa nasionalisme.

15. Pantun kias Sebagai pantun kiasan memiliki bentuk yang berbeda. jadi isi pantun lebih berbentuk perlambang, kiasan atau perumpaan. Banyak juga yang membuat pantun kiasan ini menggunakan bahasa pribahasa. 16. Pantun nasihat Pantun nasihat dapat diartikan sebagai pantun yang memuat nasihat dan amanat. Pesan yang disampaikan dari pantun ini menonjolkan sisi kebaikan, hikmah dan ajakan yang sifatnya mendorong untuk melakukan hal yang terbaik.

17. Pantun percintaan Sesuai dengan namannya, pantun percintaan adalah pantun yang isinya tidak jauh dengan dunia romansa. Baik itu romansa yang manis ataupun yang pahit. 18. Pantun perpisahan Sedangkan pantun perpisahan itu sendiri dapat diartikan sebagai pantun yang menceritakan sebuah perpisahan ataupun kesedihan. Jadi pantun perpisahan lebih sering digunakan untuk tujuan yang sedih. Ternyata ada banyak sekali jenis pantun yang bisa Anda buat. Dari berbagai jenis pantun di atas, kamu bisa memilih berdasarkan selera, dan kesenangan dalam menuliskannya.

Jika Anda baru jatuh cinta, bisa membuat pantun tentang percintaan. Baca Juga: Buku Fiksi: Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri hingga Contoh Lengkapnya 7 Cara Menulis Puisi Yang Baik Kelas Profesional Langkah-Langkah Menulis dan Penjelasan Lengkapnya 16 Aplikasi Menulis Buku yang Mudah Digunakan Pengertian Latar Cerita, Macam-Macam dan Contoh Lengkap Oh iya, ternyata penting juga sering digunakan untuk ajang melamar dan pernikahan loh.

Dimana perwakilan pihak mempelai pria dan wanita saling berbalas pantun. Wah, pasti seru. Meskipun Cuma sekedar berbalas pantun, cara ini salah satu budaya yang sebenarnya mencerdaskan otak loh. karena membuat pantun secara kilat itu tidaklah mudah.

Contoh Pantun Jika sebelumnya sudah diketahui apa saja sih jenis-jenis panting, berikut adalah beberapa contoh pantun. Penasaran, seperti apa sih pantunnya. Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut. Pantun Jenaka Pantun Budi Jalan-jalan ke rawa-rawaJika capai duduk di pohon palmGeli hati menahan tawaMelihat katak memakai helm Apa guna berkain batikKalau tidak dengan sujinyaApa guna beristeri cantikKalau tidak dengan budinya Pantun Kias Pantun Percintaan Kayu tempinis dari kualaDibawa orang pergi MelakaBerapa manis bernama niraSimpan lama menjadi cuka Coba-coba menanam mumbangMoga-moga tumbuh kelapaCoba-coba bertanam sayangMoga-moga menjadi cinta Pantun Peribahasa Pantun perpisahan Ke hulu memotong pagarJangan terpotong batang durianCari guru tempat belajarJangan jadi sesal kemudian Pucuk pauh delima batuAnak sembilang ditapak tanganBiar jauh dinegeri satuHilang dimata dihati jangan Pantun Nasihat Pantun Teka-teki Kemuning di tengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duri Kalau tuan bawa keladiBawakan juga si pucuk rebungKalau tuan bijak bestariBinatang apa tanduk dihidung ?

Itulah beberapa contoh pengertian pantun yang sebenarnya bisa kita pelajari. Dari contoh pantun di atas, sebenarnya sudah dapat dilihat dengan jelas dan memberikan gambaran bagaimana dan seperti apa kita akan membuat pantun. Nah, setelah kembali bersama-sama mempelajari pengertian pantun di atas, pastinya ada banyak hal menarik yang dapat kita pelajari.

Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat. Artikel Terkait: 75 Contoh Pantun Jenaka Teknik Menulis Puisi:Panduan dan Cara Membuat Puisi 15 Jenis Majas Beserta Contoh Lengkapnya Apa Itu Prosa? Kenali Ciri-CiriJenis, dan Contoh Lengkapnya Makna Perluasan Kata: Pengertian Menurut Ahli,Bentuk,dan Contoh Lengkap Pengertian Puisi Rakyat dan Jenis-Jenisnya Pantun merupakan bagian dari puisi lama yang terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

Berikut ini ciri pantuh & contohnya. Pantun, mungkin kamu juga sudah cukup sering membaca atau mendengarnya, baik dalam kelas di sekolah atau saat menonton sebuah acara di televisi. Pantun juga bisa disebut sebagai salah satu jenis puisi melayu. Pantun juga memiliki ciri-ciri yang cukup khas. Sekali dengar pun kamu sudah bisa mengetahuinya.

Untuk mengetahui pantuan secara lebih mendalam lagi, mari kita bahas ciri-ciri serta contoh pantun. Yuk, simak bersama ulasannya di bawah ini. Apa itu Pantun? Sumber Gambar: Freepik Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun merupakan sebuah puisi Indonesia atau Melayu, yang mana setiap bait atau yang disebut dengan kupletnya akan terdiri dari empat baris bersajak (a-b-a-b).

Tiap larik pantun, umumnya terdiri atas empat kata. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, serta baris ketiga dan keempat merupakan isi utama pantun. Baca juga: Struktur Teks Deskripsi, Penjelasan dan Contohnya Ciri-ciri Pantun Pantun memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan puisi lama lainnya, diantaranya adalah: 1.

Pantun Terdiri dari Empat Baris dalam Setiap Bait Pantun sebagai puisi lama dapat kamu kenali dengan melihat ciri khas satu ini, yaitu setiap baitnya akan memiliki empat baris. Setiap baris pantun memiliki minimal 8 kalimat dan maksimal 12 suku kata. 2. Memiliki Pola Penulisan Kamu pasti sudah mengetahui ciri khas pola sebuah pantun. Pola yang digunakan biasanya ada dua macam, yaitu pola a-a-a-a dan pola a-b-a-b. Kamu tidak boleh menggunakan sajak lainnya.

3. Terdiri Atas Sampiran dan Isi Pantun akan terbagi ke dalam dua bagian, yaitu sampiran dan isi. Pada baris pertama dan baris kedua pantun, akan disebut sebagai sampiran.

Lalu baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun. Terkadang beberapa orang membuat bagian sampiran tidak memiliki makna khusus, namun sebaiknya kamu bisa membuat bagian sampiran dan isi saling berhubungan satu sama lain atau sebagai cerminan isi.

4. Setiap Baris Berisi 4 Sampai 6 Kata Setiap baris yang terdapat dalam pantun bisa berisi 4 hingga 6 kata, bila terlalu banyak pantun akan lebih sulit dicerna, sehingga kamu cukup mengisi dengan 4 sampai 6 kata dalam satu baris agar lebih gampang dipahami dan terdengar.

Jenis Pantun dan Contohnya Terdapat beberapa jenis pantun yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan waktu dibuatnya pantun tersebut. Berikut merupakan beberapa contoh pantun berdasarkan jenisnya: 1. Pantun Nasihat Pantun nasihat dapat dikatakan sebagai pantun dengan tujuan untuk memberikan dan menyampaikan sebuah pesan dan makna didikan bagi setiap yang mendengarnya. Umumnya pantun ini juga berisi ajakan bagi setiap orang untuk senantiasa berbuat baik dan bijaksana terhadap setiap orang.

Contoh Pantun: Siang-siang main gitar Mainnya di pinggir stasiun Bila kamu ingin pintar Harus belajar dengan tekun 2. Pantun Agama Pantun agama juga berisi ajaran moral dan didikan hidup. Umumnya, pantun agama akan menyisipkan nasihat mengenai manusia dan sang pencipta. Lebih lanjut lagi, pantun agama langsung memberikan prinsip serta nilai agama tertentu. Contoh: Bulan juni ikut arisan Tapi duitnya masih ditahan Selalu pada Tuhan Kasihnya tidak berkesudahan 3.

Pantun Teka-teki Pantun teka-teki selalu memiliki ciri-ciri dengan diakhiri kalimat pertanyaan pada baris akhirnya. Berikut ini merupakan contoh pantun teka-teki. Contoh: Siang-siang makan kebab Tambah nasi pakai kikil Jika kamu bisa menjawab Hewan apa suka naik mobil?

4. Pantun Jenaka Pantun jenaka dapat dikatakan sebagai pantun yang dibuat dengan tujuan untuk menghibur salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah pendengarnya, kadang juga dijadikan bahan sindiran dalam suasana yang akrab untuk mencairkan suasana. Contoh: Pergi Jogja bulan juli Tidak lupa mampir ke candi Tidak heran bau sekali Ternyata kau belum mandi Baca juga: Cara Membuat Essay yang Baik, Benar dan Ilmiah Nah, Itu dia Toppers ciri-ciri pantun beserta contoh dan penjelasannya.

Mudah bukan membuat pantun? Kamu juga bisa membuat pantun sendiri dengan contoh diatas. Selain itu, kamu juga bisa menambah koleksi buku pantun kamu dengan mudah hanya di Tokopedia. Isi waktu luang dengan lebih berkualitas dengan buku-buku pilihan terbaik di sini! Penulis: Claudia
Jakarta - Pantun adalah salah satu mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak Sekolah Dasar (SD).

Pantun merupakan karya sastra asli Indonesia yang sudah ada sejak dulu, Bunda. Mengenalkan anak dengan pantun dapat bermanfaat untuk kehidupannya lho, Bunda. Sebab, banyak pantun Indonesia yang berisi nasihat dan hal positif tentang kehidupan. Sejarah pantun Menurut Suprapto, M.Pd dan Suharsini, S.Pd dalam buku Pantun: Khasanah Sastra Klasik yang Tetap Menarik, pantun merupakan salah satu puisi asli Indonesia yang sudah sangat tua usianya, Bunda.

Pantun berbahasa Indonesia (Bahasa Melayu) mula-mula berkembang di daerah Minangkau, Sumatera. Arti dasar kata pantun ialah yang teratur, yang tersusun; karangan yang disusun dengan bahasa terikat atau tidak terikat. Kata pantun mempunyai arti ucapan yang teratur, pengarahan yang mendidik. "Pantun juga dapat berarti sindiran. Zaman dulu, pantun digunakan sebagai bahasa pengantar atau bahasa pargaulan.

Selain merupakan ungkapan perasaan, pantun dipakai untuk menghibur orang," kata tim penulis buku. Wendi Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah, dalam buku Ayo, Berbalas Pantun!, mengatakan bahwa dahulu pantun menggunakan Bahasa Melayu, Bunda. Namun, setelah Bahasa Indonesia disahkan, bahasa pantun pun berubah.

"Pantun mulai mengikuti perkembangan zaman. Bahasa pantun pun beralih dari Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia," ujar Wendi. Pantun juga bersifat anonim, Bunda. Artinya, penulis pantun umumnya tidak diketahui dengan jelas. Lahirnya pantun dimulai dari kebiasaan masyarakat Melayu yang senang menggunakan kiasan. Bagi mereka, kiasan itu penting untuk menyampaikan maksud, Bunda. Nah, salah satu kiasan yang digunakan adalah pantun. Pantun dipakai dalam setiap acara, baik di pertemuan, pernikahan, atau acara adat.

"Bagi mereka, pantun merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Oleh karena ini, dahulu pantun dapat dijadikan alat untuk mengukur kepribadian seseorang," kata Wendi. Pengertian pantun Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah daring, pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), yang tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Tiap larik pantun biasanya terdiri dari atas empat kata, baris pertama dan kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja, dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. Ada banyak pendapat tentang asal kata pantun. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: • Kata pantun berasal dari kata umpama, misal, seperti. • Kata pantun berasal dari Bahasa Jawa, yakni pantun atau pari yang berarti padi. • Kata pantun berasal dari kata 'Vtun'. Kata ini berasal dari Bahasa Kawi tuntun atau tuntunan yang berarti mengatur.

Dalam Bahasa Filipina, tuntun berarti teratur. Sedangkan dalam Bahasa Tagalog, tuntun memiliki arti bicara • menurut aturan tertentu. Dengan kata salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah, pantun dapat berarti aturan atau susunan. Baca Juga : 20 Contoh Pantun Anak-Anak, Berisi Ungkapan Perasaan dan Nasihat untuk Si Kecil Ciri-ciri pantun Pantun memiliki ciri khusus yang berbeda dengan karya sastra Indonesia lainnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut 8 ciri pantun: 1.

Tiap bait terdiri dari empat larik Dalam karya sastra, larik adalah baris. Berikut contoh bait dalam pantun anak: Kayu randu kayu jati Jangan bandingkan dengan bambu Senang nian rasanya hati Bola disayang ayah dan ibu Buah mangga di atas keranjang Mangga dikupas semua setuju Sepi hatiku berganti riang Melihat ibu membawa baju 2. Tiap larik terdiri atas 8 sampai 12 suku kata Tiap baris pantun biasanya memiliki 8 sampai 12 suku kata, Bunda.

Berikut contohnya: Ka-yu ran-du ka-yu ja-ti (8 suku kata) Ja-ngan ban-ding-kan de-ngan bam-bu (9 suku kata) Se-nang ni-an ra-sa-nya ha-ti (9 suku kata) Bo-la di-sa-yang a-yah dan i-bu (10 suku kata) Bu-ah mang-ga di a-tas ke-ran-jang (10 suku kata) Mang-ga di-ku-pas se-mua se-tu-ju (10 suku kata) Se-pi ha-ti-ku ber-gan-ti ri-ang (10 suku kata) Me-li-hat i-bu mem-ba-wa ba-ju (10 suku kata) 3.

Larik pertama dan kedua merupakan sampiran. Sampiran merupakan pengantar agar pembaca mau membaca larik ketiga dan keempat. 4. Larik ketiga dan keempat merupakan isi. Isi merupakan maksud atau tujuan pantun berupa pikiran, perasaan, nasihat, kebenaran, pernyataan, atau teka-teki. Isi pantun juga mengandung pesan yang disampaikan orang yang berpantun kepada orang lain.

5. Rima akhir larik bersajak a-b-a-b Rima akhir adalah bunyi yang dihasilkan pada akhir kata setiap baris pantun, Bunda. Berikut contoh pantun dengan rima bersajak a-b-a-b: Kayu randu kayu jati Jangan bandingkan dengan bambu Senang nian rasanya hati Bola disayang ayah dan ibu Rima akhir larik bersajak a-b-a-b. Dari contoh di atas, ini berarti baris pertama dan kedua berakhiran 'i' dan 'u'.

Pada baris ketiga dan keempat juga berakhiran salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah dan 'u'. Larik pertama dan ketiga memiliki bunyi akhir yang sama. Sama halnya juga dengan larik kedua dan keempat.
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Pantun adalah – Pengertian, Ciri, Syarat, Struktur, Kaidah, Jenis & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Pantun yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, struktur, kaidah jenis dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

4.10. Sebarkan ini: Pantun adalah sebuah karya yang tidak hanya mempunyai rima dan irama yang indah, namun juga mempunyai makna yang sangat penting. Pantun ini awalnya merupakan karya sastra Indonesia lama yang diungkapkan secara lisan, namun seiring berkembangnya zaman sekarang pantun mulai diungkapkan secara tertulis.

Pengertian lain dar pantun adalah karya yang dapat menghibur sekaligus mendidik dan menegur. Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca.

Pantun menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri untuk mendidik dan menyampaikan hal yang sangat bermanfaat. Pengertian Pantun Menurut Para Ahli Berikut ini terdapat beberapa pengertian pantun menurut para ahli, terdiri atas: • Kamus Istilah Sastra Pantun adalah Puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasa terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b) tiap larik biasanya berjumlah empat kata; baris pertama dan baris kedua biasanya tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi; setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata; merupakan peribahasa sindiran; jawab (pada tuduhan dan sebagainya).

Baca Juga Artikel Lainnya: Contoh Teks Deskripsi Sejarah Pantun Pada mulanya pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan (Fang, 1993: 195).

Pantun pertama kali muncul dalam Sejarah Melayu dan hikayat-hikayat popular yang sezaman dan disisipkan dalam syair-syair seperti Syair Ken Tambuhan. Pantun dianggap sebagai bentuk karma dari kata Jawa Parik yang berarti pari, artinya paribahasa atau peribahasa dalam bahasa Melayu. Arti ini juga berdekatan dengan umpama atau seloka yang berasal dari India. Dr. R. Brandstetter mengatakan bahwa kata pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa Nusantara, misalnya dalam bahasa Pampanga, tuntun yang berarti teratur, dalam bahasa Tagalog ada tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu; dalam bahasa Jawa kuno, tuntun yang salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah benang atau atuntun yang berarti teratur dan matuntun yang berarti memimpin; dalam bahasa Toba pula ada kata pantun yang berarti kesopanan, kehormatan.

Van Ophuysen dalam Hamidy (1983: 69) menduga pantun itu berasal dari bahasa daun-daun, setelah dia melihat ende-ende Mandailing dengan mempergunakan daun-daun untuk menulis surat-menyurat dalam percintaan.

Menurut kebiasaan orang Melayu di Sibolga dijumpainya kebiasaan seorang suami memberikan ikan belanak kepada istrinya, dengan harapan agar istrinya itu beranak. Sedangkan R. J. Wilkinson dan R. O. Winsted dalam Hamidy (1983:69) menyatakan keberatan mengenai asal mula pantun seperti dugaan Ophuysen itu. Dalam bukunya “ Malay Literature” pertama terbit tahun 1907, Wilkinson malah balik bertanya, ‘tidakkah hal itu harus dianggap sebaliknya?’.

Jadi bukan pantun yang berasal dari bahasa daun-daun, tetapi bahasa daun-daunlah yang berasal dari pantun. Ciri-Ciri Pantun Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri pantun, terdiri atas: • Pantun memiliki bait, setiap bait pantun disusun oleh baris-baris. Satu bait terdiri dari 4 baris. • Setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. • Setiap baris terdiri dari 4 hingga 6 kata. • Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi.

( meskipun sampiran tidak berhubungan langsung dengan isi namun lebih baik bila kata-kata pada sampiran merupakan cerminan dari isi yang hendak disampaikan ).

• Pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a ( tidak boleh a-a-b-b atau sajak lain ). Baca Juga Artikel Lainnya: Puisi adalah Syarat-Syarat Pantun Menurut Effendy (1983:28), syarat-syarat dalam pantun adalah: • Tiap bait terdiri dari empat baris • Tiap baris terdiri dari empat atau lima kata atau terdiri dari delapan atau sepuluh suku kata • Sajaknya bersilih dua-dua: a-b-a-b.

dapat juga bersajak a-a-a-a. • Sajaknya dapat berupa sajak paruh atau sajak penuh • Dua baris pertama tanpa isi disebut sampiran, dua baris terakhir merupakan isi dari pantun itu. Struktur Pantun Berikut ini terdapat beberapa struktur pantun, terdiri atas: • Bait, Bait (dibaca “ba-it”), adalah banyaknya baris dalam sebuah pantun, misalnya (2 Baris, 4 Baris, 6 Baris, 8Baris, dst).

• Baris/Larik, Baris atau Larik adalah kumpulan beberapa kata yang memiliki arti dan bisa membentuk sampiran atau isi dalam sebuah pantun. • Kata, Kata adalah gabungan dari suku kata yang memiliki arti, meski begitu, ada kata-kata tertentu yang hanya terdiri dari satu suku kata seperti yang, byur, dan, ke. Sedangkan kata yang terdiri dari dua suku kata atau lebih contohnya suka, rumah, pohon, awan, dll.

• Suku Kata, Suku kata adalah penggalan-penggalan bunyi dari kata dalam satu ketukan atau satu hembusan nafas. Kata rumah akan diucapkan ru dan mahkata berenang akan diucapkan be,re,nang jika kedua kata itu diucapkan dengan cara sepenggal-sepenggal.

• Rima, Rima adalah Pola akhiran atau huruf vocal terakhir yang ada pada pantun. • Sampiran, sampiran adalah bagian pantun yang terletak pada baris 1-2 yang merupakan awal salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah sebuah pantun atau sampiran merupakan unsur/sketsa/pembayang suasana yang mengantarkan menuju isi atau maksud pantun tersebut.

• Isi, Isi adalah bagian pantun yang terletak pada baris 3-4 yang merupakan isi kandungan/pokok atau tujuan dari pantun tersebut. Kaidah Kebahasaan Pantun Berikut ini terdapat beberapa kaidah kebahasaan pantun, terdiri atas: 1. Diksi Diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Akan tetapi, diksi yang digunakan berbeda dengan pantun yang lahir pada zaman modern.

Kata yang digunakan seringkali dihubungkan dengan berbagai sarana dan prasarana mutakhir. Berikut salah satu contohnya: Jalan-jalan ke pasar unik, Membeli baju dan handphone baru.

Siapa gerangan wanita cantik, Yang tersenyum di hadapanku. 2. Bahasa Kiasan Bahasa Kiasan yaitu bahasa yang digunakan pelantun untuk menyatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, yang secara tidak langsung mengungkapkan makna.

Bahasa kiasan di sini bisa berupa peribahasa atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan maksud berpantun. Baca Juga Artikel Lainnya: Syair – Pengertian, Contoh, Ciri, Struktur, Isi Dan Jenisnya 3. Imaji Imaji atau citraan yang dihasilkan dari diksi dan bahasa kiasan dalam pembuatan teks pantun.

Pengimajian akan menghasilkan gambaran yang diciptakan secara tidak langsung oleh pelantun pantun. Oleh sebab itu, apa yang digambarkan seolah-olah dapat dilihat (imajinasi secara visual), didengar (imaji auditif), atau dirasa (imaji taktil).

Salah satu contohnya: Kalau pedada tidak berdaun Tandanya ulat memakan akar Kalau tak ada tukang pantun Duduk musyawarah terasa hambar Imaji yang dilukiskan pada pantun tersebut adalah imaji visual (melihat) dan imaji taktil (merasakan). Imaji visual dapat dilihat pada baris pertama /Kalau pedada tidak berdaun//Tandanya ulat memakan akar/, seolah-olah pendengar melihat ulat memakan akar karena sudah tidak ada daun yang bisa dimakan pada tumbuhan pedada. Sementara itu, imaji taktil tergambar pada bagian isi /Kalau tak ada tukang pantun//Duduk musyawarah terasa hambar/.

Hal ini membuat pendengar seolah-olah merasakan kehambaran dalam musyawarah tersebut karena tidak ada tukang pantun yang ber pantun.

4. Bunyi (Rima dan Irama) Rima merupakan unsur pengulangan bunyi pada pantun, sedangkan irama adalah turun naiknya suara secara teratur. Selain untuk memperindah bunyi pantun, bebunyian diciptakan juga agar penutur (pelantun) dan pendengar lebih mudah mengingat serta mengaplikasikan pesan moral dan spiritual yang terdapat dalam teks pantun jenis apapun. Pemilihan dan susunan katanya ditempatkan sedemikian rupa, sehingga kata dalam pantun tidak dapat dipertukarkan letaknya atau diganti dengan kata lain yang memiliki makna yang sama.

Selanjutnya adalah menyusun larik-larik yang sengaja diacak dan menentukan sampiran dan juga isi. Jenis-Jenis Pantun Suroto (1989:44-45) membagi pantun menjadi dua bagian yaitu: 1. Berdasarkan Isinya Berdasarkan isinya, terdapat terbagi 5 jenis, antara lain: • Pantun Jenaka Pantun yang berisikan tentang hal-hal lucu dan menarik. • Pantun Nasihat Pantun yang berisikan tentang nasihat, bertujuan untuk mendidik dengan memberikan nasihat tentang moral, budi pekerti dan lain-lain.

• Pantun Teka-Teki Pantun yang berisikan teka-teki dan biasanya pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menerka teka-teki pantun tersebut. • Pantun Kiasan Pantun yang berisikan tentang kiasan yang biasanya untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat. 2. Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuknya, terbagi 2 jenis, antara lain: • Pantun Berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait satu dengan bait kedua, bait kedua dengan bait ketiga dan seterusnya.

Adapun susunan kaitannya adalah baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya.

• Pantun Kilat, sering disebut juga karmina, ialah pantun yang terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran sedang baris kedua merupakan isi. Sebenarnya asal mula pantun ini juga terdiri atas empat baris, tetapi karena barisnya pendek-pendek maka seolah-olah kedua baris pertama diucapkan sebagai sebuah kalimat, demikian pula kedua baris yang terakhir. 3. Berdasarkan Siklus Kehidupan (Usia) Berdasarkan siklus salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah (usia), terbagi 3 jenis, antara lain: • Pantun anak-anak Pantun ini berhubungan dengan kehidupan pada masa kanak-kanak.

Pantun ini dapat menggambarkan makna suka cita maupun duka cita. • Pantun orang muda Pantun ini berhubungan dengan kehidupan pada masa muda. Pantun ini biasanya bermakna tentang perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan ( kasih saying, iba, iri dan lain-lain ) dan nasib.

• Pantun orang tua Pantun yang berhubungan dengan orang tua, biasanya tentang adat budaya, agama. Nasihat dan lain-lain. Baca Juga Artikel Lainnya: Gurindam – Pengertian, Ciri, Jenis, Nilai, Cara dan Contoh Contoh Pantun Berikut ini terdapat beberapa contoh pantun, terdiri atas: • Pantun Adat Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Ikan berenang didalam lubuk Ikan belida dadanya panjang Adat pinang pulang ke tampuk Adat sirih pulang ke gagang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Bukan lebah sembarang lebah Lebah bersarang dibuku buluh Bukan sembah sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Pohon nangka berbuah lebat Bilalah masak harum juga Berumpun pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja • Pantun Agama Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa Daun terap diatas dulang Anak udang mati dituba Dalam kitab ada terlarang Yang haram jangan dicoba Bunga kenanga diatas kubur Pucuk sari pandan Jawa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat dipintu kubur Teringat badan tidak sembahyang • Pantun Budi Bunga cina diatas batu Daunnya lepas kedalam ruang Adat budaya tidak berlaku Sebabnya emas budi terbuang Diantara padi dengan selasih Yang mana satu tuan luruhkan Diantara budi dengan kasih Yang mana satu tuan turutkan Apa guna berkain batik Kalau tidak dengan sujinya Apa guna beristeri cantik Kalau tidak dengan budinya Sarat perahu muat pinang Singgah berlabuh di Kuala Daik Jahat berlaku lagi dikenang Inikan pula budi yang baik Anak angsa mati lemas Mati lemas di air masin Hilang bahasa karena emas Hilang budi karena miskin Biarlah orang bertanam buluh Mari kita bertanam padi Biarlah orang bertanam musuh Mari kita menanam budi Ayam jantan si ayam jalak Jaguh siantan nama diberi Rezeki tidak saya tolak Musuh tidak saya cari Jikalau kita bertanam padi Senanglah makan adik-beradik Jikalau kita bertanam budi Orang yang jahat menjadi baik Kalau keladi sudah ditanam Jangan lagi meminta balas Kalau budi sudah ditanam Jangan lagi meminta balas • Pantun Jenaka Dimana kuang hendak bertelur Diatas lata dirongga batu Dimana tuan hendak tidur Diatas dada dirongga susu Elok berjalan kota tua Kiri kanan berbatang sepat Elok berbini orang tua Perut kenyang ajaran dapat Sakit kaki ditikam jeruju Jeruju ada didalam paya Sakit hati memandang susu Susu ada dalam kebaya Naik kebukit membeli lada Lada sebiji dibelah tujuh Apanya sakit berbini janda Anak tiri boleh disuruh Orang Sasak pergi ke Bali Membawa pelita semuanya Berbisik pekak dengan tuli Tertawa si buta melihatnya Jalan-jalan ke rawa-rawa Jika capai duduk di pohon palm Geli hati menahan tawa Melihat katak memakai helm Limau purut di tepi rawa, buah dilanting belum masak Sakit perut sebab tertawa, melihat kucing duduk berbedak Baca Juga Artikel Lainnya: Seloka : Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Fungsi, Jenis Dan Contohnya • Pantun Kepahlawanan Adakah perisai bertali rambut Rambut dipintal akan cemara Adakah salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah tahu takut Kamipun muda lagi perkasa Hang Jebat Hang Kesturi Budak-budak raja Melaka Jika hendak jangan dicuri Mari kita bertentang mata Kalau orang menjaring ungka Rebung seiris akan pengukusnya Kalau arang tercorong kemuka Ujung keris akan penghapusnya Redup bintang haripun subuh Subuh tiba bintang tak nampak Hidup pantang mencari musuh Musuh tiba pantang ditolak Esa elang kedua belalang Takkan kayu berbatang jerami Esa hilang dua terbilang Takkan Melayu hilang dibumi • Pantun Kias Ayam sabung jangan dipaut Jika ditambat kalah laganya Asam digunung ikan dilaut Dalam belanga bertemu juga Berburu kepadang datar Dapatkan rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagaikan bunga kembang tak jadi Anak Madras menggetah punai Punai terbang mengirap bulu Berapa deras arus sungai Ditolak pasang balik kehulu Kayu tempinis dari kuala Dibawa orang pergi Melaka Berapa manis bernama nira Simpan lama menjadi cuka Disangka nenas ditengah padang Rupanya urat jawi-jawi Disangka panas hingga petang Kiranya hujan tengah hari • Pantun Nasihat Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia memang begitu Benda yang buruk memang terbuang Kemuning ditengah balai Bertumbuh terus semakin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan alu pencungkil duri Parang ditetak kebatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu Padang temu padang baiduri Tempat raja membangun kota Bijak bertemu dengan jauhari Bagaikan cincin dengan permata Ngun Syah Betara Sakti Panahnya bernama Nila Gandi Bilanya emas banyak dipeti Sembarang kerja boleh menjadi Jalan-jalan ke kota Blitar jangan lupa beli sukun Jika kamu ingin pintar belajarlah dengam tekun • Pantun Percintaan Coba-coba menanam mumbang Moga-moga tumbuh kelapa Coba-coba bertanam sayang Moga-moga menjadi cinta Limau purut lebat dipangkal Sayang selasih condong uratnya Angin ribut dapat ditangkal Hati yang kasih apa obatnya Ikan belanak hilir berenang Burung dara membuat sarang Makan tak enak tidur tak tenang Hanya teringat dinda seorang Anak kera diatas bukit Dipanah oleh Indera Sakti Dipandang muka senyum sedikit Karena sama menaruh hati Ikan sepat dimasak berlada Kutunggu di gulai anak seberang Jika tak dapat di masa muda Kutunggu sampai beranak seorang Kalau tuan pergi ke Tanjung Kirim saya sehelai baju Kalau tuan menjadi burung Sahaya menjadi ranting kayu.

Kalau tuan pergi ke Tanjung Belikan sahaya pisau lipat Kalau tuan menjadi burung Sahaya menjadi benang pengikat Kalau tuan mencari buah Sahaya pun mencari pandan Jikalau tuan menjadi nyawa Sahaya pun menjadi badan. • Pantun Peribahasa Berakit-rakit kehulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kehulu memotong pagar Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar Jangan jadi sesal kemudian Kerat kerat kayu diladang Hendak dibuat hulu cangkul Berapa berat mata memandang Barat lagi bahu memikul Harapkan untung menggamit Kain dibadan didedahkan Harapkan guruh dilangit Air tempayan dicurahkan Pohon pepaya didalam semak Pohon manggis sebasar lengan Kawan tertawa memang banyak Kawan menangis diharap jangan • Pantun Perpisahan Pucuk pauh delima batu Anak sembilang ditapak tangan Biar jauh dinegeri satu Hilang dimata dihati jangan Bagaimana tidak dikenang Pucuknya pauh selasih Jambi Bagaimana tidak salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah Dagang yang jauh kekasih hati Duhai selasih janganlah tinggi Kalaupun tinggi berdaun jangan Duhai kekasih janganlah pergi Kalaupun salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah bertahun jangan Batang selasih mainan budak Berdaun sehelai dimakan kuda Bercerai kasih bertalak tidak Seribu tahun kembali juga Bunga Cina bunga karangan Tanamlah rapat tepi perigi Adik dimana abang gerangan Bilalah dapat bertemu lagi Kalau ada sumur di ladang Bolehlah kita menumpang mandi Kalau ada umurku panjang Bolehlah kita bertemu lagi • Pantun Teka-teki Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk dihidung ?

Beras ladang sulung tahun Malam malam memasak nasi Dalam batang ada daun Dalam daun ada isi Terendak bentan lalu dibeli Untuk pakaian saya turun kesawah Kalaulah tuan bijak bestari Apa binatang kepala dibawah ? Kalau tuan muda teruna Pakai seluar dengan gayanya Kalau tuan bijak laksana Biji diluar apa buahnya Tugal padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya ?

Demikianlah pembahasan mengenai Pantun adalah – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag apa yang dimaksud karmina dan seloka, bagaimana cara menentukan isi puisi rakyat, bagaimana pola penyajian dalam pantun, berapa suku kata dalam setiap baris pantun, berikut adalah ciri-ciri pantun kecuali, berikut ini termasuk syarat syarat pantun kecuali, berikut termasuk ciri ciri pantun kecuali, buatlah 2 contoh bait pantun, buatlah contoh karmina talibun pantun berkait, ciri bahasa pantun, ciri ciri pantun, ciri kebahasaan pantun syair dan gurindam, ciri pantun dan gurindam, contoh pantun, contoh pantun jenaka, contoh pantun nasehat, contoh pantun yang berisi nasihat keagamaan, di daerah batak pantun disebut dengan, fungsi gurindam, fungsi pantun, isi pantun, isi teks pantun tersebut membahas, istilah pantun kilat juga disebut, jelaskan perbedaan antara pantun dan gurindam, jelaskan struktur syair, jenis jenis pantun, jenis pantun, jenis-jenis pantun seperti berikut kecuali, kaidah penulisan pantun, karmina merupakan pantun versi, macam macam pantun, macam macam pantun dan contohnya, melengkapi contoh pantun, membuat pantun, menelaah struktur pantun, mengidentifikasi struktur pantun, pantun adalah, pantun bersajak, pantun dalam bahasa batak dikenal sebagai, pantun dan penjelasannya, pantun jenaka, pantun lama, pantun nasehat, pantun teka teki, pantun tentang aturan, pantun terdiri atas per bait, penemu pantun, pengertian pantun, pengertian pantun anak, pengertian pantun dan contohnya, pengertian pantun melayu, pengertian pantun menurut para ahli, pengertian pantun muda mudi, pengertian pantun teka-teki, pengertian syair, perbedaan pantun jenaka dan pantun nasehat, perbedaan puisi lama dan puisi baru, perbedaan puisi rakyat dengan puisi baru, pernyataan yang benar tentang syair adalah, sebutkan ciri-ciri mantra, sebutkan ciri-ciri teks pantun, sebutkan dua bentuk penyajian puisi rakyat, sebutkan struktur pantun, sebutkan unsur unsur di dalam syair, sejarah dan pengertian pantun, sejarah syair, struktur carita pantun, struktur dan kebahasaan syair, struktur gurindam, struktur pantun, struktur pantun syair dan gurindam, struktur syair, syarat gurindam, syarat membuat puisi, syarat syair, syarat syarat gurindam, syarat syarat pantun dan syair, teks pantun tersebut termasuk jenis pantun, teks prosedur membuat pantun, tema pantun, terangkan pengertian pantun, terangkan pengertian pantun anak, tujuan puisi rakyat, tulislah gurindam tentang belajar, tulislah larik isi dalam teks pantun tersebut, tulislah syair tentang nasehat kepada remaja Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.ComKalian pasti sudah tahu apa itu pantun, namun belum mengerti tentang pengertian pantun secara istilah dan berbagai macam jenisnya.

Gramedi.com kali ini akan share seputar pantun, agar bisa menjadi literatur bagi kalian yang ingin mencari referensi seputar pantun yang masih merupakan puisi lama ini. “Masak aer biar mateng!” “Cakep!” Mungkin kita tak asing dengan pantun di atas. Safriseorang komedian di salah satu televisi swasta sering meneriakkannya Atau bagi anak-anak sosok Jarjit di serial Upin-Ipin juga kental dengan pantunnya.

Dia selalu memulai dengan kalimat ” dua, tiga …” sebagai pembuka pantun Atau mungkin akhir-akhir ini kita sering dengar juga di televisi sebuah pantun “Ikan hiu makan tomat “I love you so much” Pantun kini kembali familiar di telinga salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah.

Apakah pantun itu? Sejauh mana kita mengenal pantun? Bagaimana kalau kita mengenal lebih dalam lagi tentang pantun? Daftar Isi • Pengertian Pantun • Anda Mungkin Juga Menyukai • Pengertian Pantun Menurut Para Ahli • 1. Abdul Rani (2006:23) • 2. Fang (1993:95) • 3. Dr. R. Brandstetter • 4. Surana (2010:31) • 5. Edi dan Farika (2008:89) • 6.

Alisyahbana (2004:1) • 7. Hidayat (2010:1) • 8. Sunarti (2005:11) • 9. R.O Winstedt • 10. Kamus besar Bahasa Indonesia (2008:1016) • Unsur-unsur Pantun • 1. Unsur intrinsik • 2. Unsur ekstrinsik pantun • Peranan dan Fungsi Pantun • Struktur Pantun • Jenis Jenis Pantun dan Contohnya • 1. Pantun Kiasan • 2. Pantun cinta • 3. Pantun Nasehat • 4. Pantun jenaka • 5. Pantun Teka-teki • 6. Pantun agama • 7. Pantun Peribahasa • Klasifikasi dan Ciri-ciri Pantun • Contoh pantun dan penjelasannya • 1.

Contoh Pantun Anak-anak • 2. Contoh Pantun jenaka • 3, Contoh Pantun anak muda • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • • Buku Terkait • Materi Terkait Fisika Pengertian Pantun Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terikat dengan aturan.

Awal mulanya Pantun adalah sastra lisan, masyarakat tempo dulu terbiasa berbalas pantun. Mereka mengucapkan langsung secara lisan tanpa pikir panjang. Namun Seiring waktu berjalan, sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Adalah Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji yang pertama kali berhasil membukukan sastra lisan ini. Antologi pantun yang pertama itu diberi berjudul “Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu” Rp 34.000 Ciri unik dari sebuah pantun lain adalah pantun tidak menyertakan nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut. Pantun juga merupakan puisi lama, yang sudah melegenda di Nusantara.

Nyaris semua daerah memiliki pantun. Pantun sendiri berasal dari bahasa Minangkabau.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Kata aslinya adalah Pantun yang jika diterjemahkan penuntun. Bagi Grameds yang memiliki ketertarikan untuk menulis diary, puisi, dan cerita fiksi serta berbagai karya ilmiah lainnya dapat mempelajari caranya pada buku Yuk, Menulis! Diary, Puisi, Dan Cerita Fiksi. Ternyata meskipun salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah ,di daerah lain namanya berbeda. Dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan Parikan.Sementara dalam bahasa Jawa kuno, Tuntun yang berarti benang atau Atuntun yang berarti teratur dan Matuntun yang berarti memimpin.

Di daerah tatar Sundapantun disebut Paparikan. Sementara bagi suku Batak pantun mereka sebut Umpasa. Pantun juga terdapat dalam bahasa Pampanga, Tuntun yang berarti teratur. Sedangkan dalam bahasa Tagalog ada Tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu. Bahasa Toba adapula kata Pantun yang berarti kesopanan dan kehormatan. Biasanya, pantun dibangun oleh empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik memiliki 8-12 suku kata.

Contoh: Ikan hiu makan tomat I-kan hi-u ma-kan to- mat ,(8 suku kata) Kemudian Pantun bersajak akhir mempunyai pola a-b-a-b Contoh: Ikan hiu makan tomat (a) Tomat matang dari pohon (b) Jika kamu mau tobat (a) Pada tuhan kamu memohon (b) ataupun a-a-a-a Alias akhirannya sama Contoh: Bunga mawar bunga melati Paling suka warna merah hati Luka memar bisa diobati Luka cinta membuat mati Bisa juga memilih berakhiran a-a-b-b atau a-b-b-a yaitu selang seling Misalkan Buah apel buah tomat Dipotong ukuran kecil-kecil Usah memikir beban berat Jadikanlah seperti kerikil Pengertian Pantun Menurut Para Ahli Terdapat beberapa pengertian pantun menurut para ahli diantaranya: 1.

Abdul Rani (2006:23) Abdul Rani mendeskripsikan pantun sebagai berikut: • Terdiri dari 4 baris • Tiap baris terdiri dari 9-10 kata • 2 baris pertama disebut sampiran, sementara 2 baris berikutnya disebut isi pantun 2. Fang (1993:95) Pantun muncul pertama kali dalam sejarah melayu.

Pantun terdapat dalam beberapa hikayat-hikayat yang melegenda. Pantun serupa karma dari kata parik dalam bahasa Jawa. Parik sendiri artinya pari atau paribahasa.

Dalam bahasa melayu peribahasa. Sementara di India sendiri pantun serupa Umpama atau Seloka. 3. Dr. R. Brandstetter Pantun berasal dari akar kata “tun” dimana banyak suku bangsa nusantara yang memilikinya. Seperti dalam bahasa Pampanga, tuntun memiliki arti teratur. Bahasa Tagalog pun memiliki “tonton” yang bermakna cakap menurut aturan tertentu. Sementara dalam bahasa Jawa kuno, tuntun yang memiliki arti benang atau atuntun yang dimaknai sebagai keteraturan dan matuntun yang artinya memimpin.

Bahasa Toba pun punya kata pantun. Pantun bermakna kesopanan dan kehormatan. 4. Surana (2010:31) Surana menyatakan pantun sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berima silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua dikategorikan dengan sampiran atau bagian objektif. Umumnya sampiram berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja sekiranya dapat diambil sebagai suatu kiasan 5. Edi dan Farika (2008:89) Pantun adalah bentuk puisi lama yang sudah dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara.

Di dalam bahasa Jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan. 6. Alisyahbana (2004:1) Pantun adalah puisi lama yang begitu dikenal oleh orang jaman dahulu Pantun sangat dikenal pada masyarakat lama. Pantun mempunyai ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris. Setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata. Dimana baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran Sementata baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. 7. Hidayat (2010:1) Pantun adalah salah satu jenis puisi melayu lama yang sudah dikenal secara luas di tanah air kita.

8. Sunarti (2005:11) Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa, yang salah satu ciri keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

9. R.O Winstedt Pantun itu bukan hanya sebatas salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, tapi juga sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan ,asmara, cinta, kasih sayangrindu bahkan dendam dari penuturnya. 10. Kamus besar Bahasa Indonesia (2008:1016) Pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia “melayu”, tiap bait “kuplet” terdiri dari sebuah empat baris yang bersajak “a-b-a-b”, pada tiap larik biasanya terdiri atas sebuah empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk suatu tumpuan “sampiran” saja sedangkan pada baris ketiga dan keempat ialah isi; pribahasa sindiran.

Unsur-unsur Pantun Pantun sejatinya memiliki 2 unsur. Unsur apa sajakah?

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

1. Unsur intrinsik Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari struktur pantun itu sendiri. Unsur intrinsik dalam pantun diantaranya tokoh, tema, amanat, setting atau latar tempat dan waktu, plot atau alur, dan lain sebagainya. Ciri khas pantun sebagai unsur intrinsik adalah rima.

Rima dalam pantun mempunyai akhiran yang serupa sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendengarnya. Contohnya: Pak mamat pergi mancing Mancing ikan bareng kucing Kepala teramat pusing Ingin makan tak ada piring Nah disini sampiran dengan rima yang nanti akan menjadi sesuatu yang menarik untuk dibaca 2.

Unsur ekstrinsik pantun Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah dari luar struktur pantun. Unsur ekstrinsik ini bisa disebut jugai latar belakang atau sebuah keadaan yangnmenjadi penyebab terbentuknya pantun. Unsur ekstrinsik menjadi bagian yang sangat penting yang akan menentukan isi pantun. Unsur ini menjadi penguat diperlukan unsur intrinsik yang merupakan struktur pantun itu sendiri.

Selain pantun, berbagai karya sastra lainnya juga memiliki rambu penulisan yang harus diikuti, seperti salah satunya adalah cerpe. Pelajari bagaimana cara membuat cerpen dan tips menulisnya pada Buku Sakti Menulis Cerpen.

Peranan dan Fungsi Pantun Untuk apa sebenarnya pantun itu? Pertama, Pantun tercipta sebagai alat pemelihara bahasa. Kedua, jika orang masih menggunakan pantun,itu artinya dia telah berusaha menjaga fungsi kata serta mampu menjaga alur berfikir. Meskipun akan memberikan nasihat, namun orang yang berpantun akan memilih perkataan sebelum mengutarakan.

Ketiga pantun melatih seseorang berfikir tentang makna yang ingin disampaikan kata sebelum mengucapkan pada orang yang dituju agar tidak menyakitkan. Keempat, orang yang akan berpantun akan terlatih untuk berfikir asosiatif. Dia akan hati-hati dalam mengambil suatu kata, karena kata yang dipilihnya akan memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Kelima, dalam segi pergaulan, pantun memiliki fungsi yang kuat, itulah mengapa pantun tetap enak untuk dimainkan dalam berkomunikasi.

Membuat pantun tidak mudah ,ketika orang akan membuat pantun, orang tersebut harus berfikir dahulu agar apa yang disampaikan tetap dalam koridor pantun. Nah, keenam pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan memainkan kata- kata. Meskipun, secara umum peran sosial pantun merupakan alat penguat penyampaian pesan. Ketujuh Peranan pantun adalah bahwa pantun mampu menjadi penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan serta memastikan nilai-nilai masyarakat tetap ada.

Kok bisa? filosofi pantun sebenarnya menjadi awal mula munculnya Kedekatan nilai sosial. Filosofi pantun yang melekat sekali yaitu “pantang melantun”. Pantang melantun mengisyaratkan bahwa pantun akrab dengan nilai-nilai sosial dan bukan hanya sekedar imajinasi. Di belahan Nusantara, di Sumatera Barat tepatnya suku Minangkabau, pantun digunakan dalam berbagai acara adat. Acara yang menggunakan pantun antara lain acara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau dalam pidato upacara adat lainnya.

Struktur Pantun Pantun memiliki dua bagian. Bagian pertama adalah sampiran.nah bagian keduanya isi. Sampiran seperti mempersiapkan bagian isi dengan rima dan irama yang sama. Sampiran bisa jadi tak ada hubungannya dengan isi. Namun sampiran memberikan gambaran seperti apa nanti bunyi isi pantun. Kalimat dalam sampiran biasanya dibuat unik agar pendengar tertarik.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Isi pantun adalah inti dari pikiran pembuat pantun. Apa yang ingin disampaikan pembuat pantun dituangkan disitu. Tapi jangan sampai rimanya tak sama dengan sampiran agar enak didengar Untuk dapat lebih memahami pantun yang menjadi bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, Grameds dapat melihat berbagai contoh referensi yang ada pada Kumpulan Lengkap Peribahasa Pantun & Majas dibawah ini.

Jenis Jenis Pantun dan Contohnya Ternyata pantun memiliki beberapa jenis. Berikut jenis pantun beserta contohnya.

1.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Pantun Kiasan Pantun jenis ini biasanya isi pantun berbentuk kiasan jadi, artinya tidak langsung terlihat namun tersirat Contoh: Berjalan dalam gelap Dapatkan ular warna hitam Berkenalan tanpa menatap Bagai meraba dalam kelam 2.

Pantun cinta Pantun ini berisi pesan-pesan tentang cinta, keromantisan ,perasaan rindu antara dua insan yang sedang dimabuk asmara. Pantun ini bisa juga digunakan untuk merayu. Ini dia contoh pantunnya Walaupun laut dikayuh Tapi mengapa terasa rata Walaupun kamu jauh Tetapi mengapa aku cinta Temukan pantun cinta lainnya yang bisa kamu gunakan untuk merayu pasanganmu pada buku Kumpulan Pantun Cinta Terdahsyat dibawah ini.

3. Pantun Nasehat Pantun nasihat biasanya berisi pesan moral atau bermakna untuk mendidik. Pesan -pesan dalam pantun ini juga menebar kebaikan. Jalan-jalan ke kota Bandung Jangan lupa mengisi saku Kalau kamu sedang bingung Jangan lupa membaca buku 4. Pantun jenaka Pantun jenaka biasanya digunakan untuk menghibur. Kadang pantun ini juga digunakan untuk saling menyindir namun dalam suasana hangat dan akrab Ada kera mirip buaya Keduanya naik pedati Dikira mirip luna maya Ternyata yang dilirik Mpok Ati 5.

Pantun Teka-teki Pantun yang satu ini bisa menghangatkan suasana karena mengajak pendengarnya untuk berpikir. Pantun ini memiliki pertanyaan di bagian isi. Kalau tuan sekuat halilintar Pakai baju begitu gaya Kalau tuan memang pintar Hewan apa yang sangat kaya 6. Pantun agama Pantun ini mengingatkan pada tuntunan agama. Hubungan manusia dengan sang pencipta dan nilai-nilai religi yang kuat Contoh pantun agama: Ketika peniti patah Jangan gantikan dengan busa Ketika hati melemah Jangan lupakan Yang Maha Esa Berbagai kumpulan pantun agama lainnya yang mengedepankan nilai ajaran agama Islam bisa Grameds temukan pada buku Kumpulan Pantun Dakwah Menggugah.

7. Pantun Peribahasa Pantun ini tentu saja penuh dengan peribahasa. Siapa yang tak mengenal pantun peribahasa yang satu ini Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Klasifikasi dan Ciri-ciri Pantun Klasifikasi pantun a. Berdasarkan usia Pantun anak-anak Pantun orang muda Pantun orang tua b. Berdasarkan isi Pantun Jenaka Pantun nasehat Pantun teka-teki Pantun kiasan Ciri-ciri pantun Berikut adalah ciri-ciri pantun: Memiliki 4 baris, 2 sampiran dan 2 baris isi Setiap baris memuat 8-12 suku kata Sampiran adalah pengantar untuk menyampaikan isi pantun.

Meskipun kadang tak ada hubungannya dengan isi namun rima sampiran menjadi penunjuk rima isi Berakhiran a-a-a-a atau a-b-a-b bisa juga b-a-b-a Contoh pantun dan penjelasannya Agar lebih memahami lebih dalam kita kupas contoh-contoh pantun berdasarkan klasifikasi pantun. Temukan berbagai contoh pantun di buku Pintar Pantun & Puisi Dilengkapi Kata-Kata Mutiara karya Andi Soenaryo yang ada di bawah ini. 1. Contoh Pantun Anak-anak a.

Pantun sukacita Pantun ini akan menggambarkan perasaan suka dari anak-anak Contoh: Burung kenari burung perkutut Terbang riang kesana kemari Hatiku takkan cemberut Ayahku pulang hati berseri Pantun ini menggambarkan kebahagiaan seorang anak melihat ayahnya datang b.

Pantun dukacita Pantun ini menunjukkan rasa sedih atas apa yang terjadi Untuk apa membeli kera Lebih baik beli parkit Sedih hati tak terkira Melihat nenek terbaring sakit Pantun ini berisi kesedihan seorang cucu melihat nenek tercintanya sakit 2. Contoh Pantun jenaka Pantun yang satu ini bisa digunakan untuk mengakrabkan suasana. Meskipun kadang saling sindir, namun karena dibawa penuh canda maka pantun ini bisa mencairkan suasana Ini dia contoh pantun jenaka Pohon manggis di tepi rawa Di sana tokek memakai topi Nenek meringis sambil tertawa Gigi kakek jatuh ke kopi Tentu akan sangat lucu melihat kejadian dalam pantun ini.

Seorang nenek tak dapat menahan tawa melihat gigi palsu kakek jatuh ke dalam cangkir kopi. 3, Contoh Pantun anak muda Pantun penuh asmara atau rayuan menjadi ciri khas pantun anak muda. Ini dia beberapa pantun yang cukup jadul alias lama namun tetap enak untuk dibagi : Adu salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah di depan tamu Belah kayu kebasahan Aku rindu kepadamu Apakah kamu merasakan Pantun ini berisi kerinduan yang mendalam seseorang pada yang dia sayangi dan ingin tahu apakah orang yang disayangi merasaannya Dari mana datangnya lintah Dari sawah turun ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata turun ke hati Ini pantun begitu mengena.

Ya katanya cinta datang karena sering bertatapan. Dari tatapan mata menjalarlah rasa ke hati Atau dulu juga ada pantun rayuan yang mantap jika ingin dipakai sekarang Begini bunyinya Beribu bintang di langit Hanya satu yang bercahaya Beribu wanita cantik Hanya kamu yang aku cinta Wah bisa “klepek-klepek” wanita jika dirayu menggunakan pantun ini.

Siapa yang takkan merona kalau dipuji sebagai satu-satunya yang dicinta. Masih banyak pantun yang bisa dipelajari maknanya. Jangan ragu untuk menggunakan pantun dalam berkomunikasi menggunakan pantun.

Dengan begitu kita telah memelihara budaya leluhur kita. Membuat pantun itu tak sulitkan, gimana siap mencoba? Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Mungkin sebagian besar dari kamu sudah sering mendengar pantun dari sebuah acara di televisi atau saat membaca buku, baik buku sekolah atau buku sastra.

Pantun adalah sebuah karya sastra puisi lama yang terikat dengan beberapa aturan. Awalnya, pantun merupakan sastra lisan karena masyarakat kerap kali saling berbalas ucapan langsung secara lisan dan tanpa pikir panjang. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pantun sering dijumpai dalam sebuah tulisan atau pantun tertulis.

Umumnya, pantun berisi ucapan yang ekspresif dan sering salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah memiliki isi jenaka. Sebab itu, pantun dikenal sebagai alat pemelihara bahasa yang berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.

Dengan kata lain, pantun dapat melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar. Selain itu, pantun juga menunjukkan kecepatan berpikir seseorang dan memainkan kata. Lantas, apa sih pengertian dan ciri-ciri pantun? Nah, kali ini Popmama.com akan membahas tentang ciri-ciri pantun dan pengertian pantun agar kamu juga bisa mengembangkan karya sastra budaya asli Indonesia yang satu ini. Disimak ya! Pexels/Pixabay Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait terdiri atas empat baris dengan sajak (a-b-a-b).

Tiap larik pantun biasanya terdiri atas empat kata, yakni baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun. Dalam Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia karya Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah Dwi Pangesti, pantun berasal dari kata patutun yang berarti “penuntun” dalam bahasa Minangkabau.

Dalam bahasa Jawa, pantun disebut parikan, sedangkan dalam bahasa Sunda dikenal dengan paparikan. Tidak hanya itu, dalam bahasa Batak, pantun disebut sebagai umpasa.

Dengan demikian, setiap daerah di Indonesia, memiliki penamaan pantun yang berbeda-beda. Karya pantun dalam bahasa Tagalog dikenal dengan sebutan Tonton. Freepik/racool-studio Karya sastra pantun berbeda dari karya sastra lainnya. Berikut ini ciri-ciri pantun yang menjadikannya sebuah karya sastra berbeda dari yang lain.

1. Tiap bait terdiri dari empat baris (larik) Salah satu ciri khas yang terdapat dalam pantun adalah memiliki empat baris dengan setiap barisnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. 2. Terdapat 4 sampai 6 kata dalam setiap baris Setiap barisnya berisi 4 sampai 6 kata dalam satu baris agar lebih mudah dipahami dan didengar.

Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan mencerna dan membalas pantun. 3. Memiliki dua pola penulisan Pola yang digunakan dalam pantun biasanya terdiri dari dua macam, yaitu pola a-a-a-a dan a-b-a-b.

Selain itu, kamu dilarang menggunakan sajak lainnya, misal a-a-b-b atau a-b-b-a. 4. Terdiri atas sampiran dan isi Pantun terdiri atas dua bagian, yakni sampiran dan isi.

Bait pertama dan kedua disebut sebagai sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun. 5. Anonim Yang menjadi ciri khas khusus dari pantun adalah tidak ada nama penulis/penggubahnya (anonim) karena penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut secara langsung (lisan) dan tanpa pikir panjang. Pexels/Bruno Bueno Salah satu ciri-ciri pantun adalah terdiri atas sampiran dan isi.

Sampiran biasanya tidak ada hubungan dengan isi, tetapi memberikan gambaran seperti apa bunyi isi pantun agar terdengar unik, sehingga pendengar menjadi tertarik. Sementara itu, isi pantun adalah inti dari pantun. Apa yang ingin disampaikan atau tujuan si pembuat pantun akan dituangkan pada isi pantun.

Rima atau akhiran serupa juga tidak luput dari isi pantun ya! Selain itu, struktur pantun juga terdiri dari bait yang misalnya berjumlah empat baris, enam baris, delapan baris, dan seterusnya.

Freepik/rawpixel-com Pantun sejatinya memiliki dua unsur, antara lain: • Unsur intrinsik yang berasal dari struktur pantun itu sendiri, misalnya tokoh, tema, amanat, salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah, alur, dan rima (akhiran serupa).

• Unsur ekstrinsik atau unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan latar belakang atau sebuah keadaan yang menjadi penyebab terbentuknya pantun.

Meski begitu, unsur ekstrinsik sangatlah penting karena menjadi penentu isi pantun dan penguat unsur intrinsik. Freepik/freephoto Pantun memiliki beberapa jenis tergantung dari tujuan dan waktu dibuatnya pantun tersebut. Berikut ini jenis-jenis pantun yang perlu diketahui: • Pantun nasihat, bertujuan memberikan dan menyampaikan sebuah pesan untuk pendengarnya.

• Pantun teka-teki, pantun yang diakhiri dengan kalimat pertanyaan pada baris terakhir. • Pantun agama, berisi ajaran moral dan didikan hidup untuk setiap manusia. • Pantun jenaka, biasanya pantun jenaka dibuat untuk menghibur atau dijadikan bahan sindiran dalam suasana yang penuh keakraban sebagai upaya mencairkan suasana. • Pantun cinta, jenis pantun yang berisi tentang cinta atau romantisme, kerinduan, dan lainnya. Biasanya, pantun cinta digunakan untuk mengungkapkan perasaan seseorang. • Pantun peribahasa, di dalamnya terdapat kalimat-kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.

• Pantun kiasan, biasanya berisi bahasa atau kalimat kiasan, sehingga pesan yang terdapat dalam pantun kiasan disampaikan secara tersirat. Itulah pengertian dan ciri-ciri pantun yang perlu kamu ketahui.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Kamu bisa membuat pantun dengan mengikuti ciri-ciri pantun tersebut. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan kamu ya! Baca juga: • Macam-Macam Budaya Daerah Jakarta, Kenalkan pada Anak Yuk! • Penuh Hiburan, Ini Kumpulan Pantun Lucu untuk Anak-Anak • Perbedaan Antonim dan Sinonim Bahasa Indonesia, Materi Kelas 2 SD
Pantun Kiasan – Dalam dunia sastra, pantun merupakan sebuah perumpamaan yang dituliskan dalam beberapa bait dan baris yang bersajak. Jenis pantun yang sering salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah yaitu mulai dari pantun nasihat, jenaka, teka-teki, hingga pantun kiasan.

Dengan begitu, isinya pun berupa ibarat atau peribahasa. Pantun sudah ada sejak zaman dahulu nenek moyang berada. Sehingga warisan budaya satu ini haruslah selalu dilestarikan agar tidak punah dan hilang ditelan masa. Bahkan dahulu pantun memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing yang akan berbeda di tiap daerah di nusantara. Jika ingin mengetahui apa penjelasan tentang pantun kiasan untuk memperdalam ilmu literasi serta meneruskan budaya, maka simak beberapa contoh pantun beserta maknanya berikut ini: Daftar Isi Artikel • Apa itu Pantun Kiasan?

• Contoh Pantun Kiasan Beserta Maknanya • 1. Pantun Kiasan Kehidupan Sehari-hari • 2. Pantun Kiasan untuk Anak-anak • 3. Pantun Kiasan Tentang Cinta • 4. Pantun Kiasan Memberi Semangat • 5. Pantun Kiasan dengan Peribahasa • 6. Pantun Kiasan Tanpa Makna Apa itu Pantun Kiasan? Pantun kiasan adalah sebuah pantun yang berisikan perumpamaan maupun di ibaratkan sesuatu.

Tujuannya adalah untuk menyampaikan perihal apa pun menggunakan kata kiasan yang bukan berarti makna sesungguhnya. Konotasinya pun pada umumnya cenderung merupakan hal positif. Untuk membuatnya, penulis harus mengetahui bagaimana susunan pantun itu sendiri. Mulai dari satu bait dengan isi 4 baris serta 12 suku kata setiap barisnya. Bait pertama maupun kedua biasanya disebut sebagai sampiran. Sedangkan baris tiga dan juga empat adalah isi pantun yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.

Sajak yang ada haruslah sesuai ketentuan pantun itu sendiri. Baca Juga: Pantun Nasehat Contoh Pantun Kiasan Beserta Maknanya Setelah mengetahui apa pengertian pantun kiasan dan ciri-cirinya yang perlu dimengerti agar mempermudah penulisannya, maka perlu pula tahu mengenai contohnya. Berikut adalah beberapa contoh pantun kiasan serta maknanya, yaitu: 1. Pantun Kiasan Kehidupan Sehari-hari Dalam hal ini pantun kiasan memiliki makna terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Biasanya berisikan perumpamaan yang memang mencakup hal-hal sering ditemui oleh kebanyakan orang. Misalnya saja seperti pesan tersirat memotivasi dan penuh makna.

salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah

Inilah beberapa contohnya yang perlu diketahui, yaitu antara lain: Kayu mahogani dari Balikpapan, Dikirim memakai pesawat terbang. Jati ditanam penuh harapan, Sebentar tumbuh rumput ilalang. Makna: Harapan seseorang menanam pohon jati agar bermanfaat positif untuk dijadikan sebuah kursi atau meja untuk kebutuhan sehari-hari, namun apa daya ada rintangan diumpamakan dengan rumput ilalang yang menghalanginya.

Pergi ke Inggris sampai ke Jerman Banyak sungai dengan sampan Selalu sedia payung sebelum hujan Jangan biarkan diri kesusahan Makna: Sebaiknya selalu persiapkan segala kebutuhan agar tidak kesusahan di kemudian hari.

2. Pantun Kiasan untuk Anak-anak Tidak hanya bertemakan kehidupan sehari-hari saja, namun pantun kiasan juga dikhususkan untuk anak-anak.

Beberapa diantaranya berisikan nasihat kepada anak-anak mengenai kehidupan supaya bisa menjadi lebih baik untuk menuju ke masa depan. Berikut adalah contoh pantunnya, yaitu: Jalan-jalan ke pasar raya Beli jambu bersama Beni Jika ingin memiliki sahabat setia Senang dibagi, rugi dijalani Makna: Pantun ini menceritakan tentang persahabatan yang hendaknya selalu bersama menemani dalam suka maupun duka.

3. Pantun Kiasan Tentang Cinta Pantun perumpamaan untuk masalah percintaan juga menjadi hal yang banyak ditemui. Tentunya banyak orang menyukai jenis pantun satu ini karena bisa sekaligus mengekspresikan perasaan.

Beberapa diantaranya mempersembahkan pantun satu ini kepada pasangan tercinta. Berikut adalah diantaranya, yaitu seperti berikut: Pagi hari memakan ketan Lengkap tersaji dengan susu Bagai bumi membelah lautan Sebesar rasa cintaku padamu Makna: Salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah ini bisa disampaikan kepada kekasih sebagai rayuan untuk membuktikan begitu besar rasa cinta yang dimiliki.

Baca Juga: Pantun Lucu 4. Pantun Kiasan Memberi Semangat Pantun kiasan satu ini memberikan pesan perumpamaan tersirat yang berisikan kalimat motivasi atau semangat kepada para pembacanya. Misalnya saja untuk mengembalikan semangat ketika pembaca sedang berada di fase terendah atau pun lainnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: Berangkat pagi untuk bekerja Berhenti ke tepi menjemput Rini Seperti bersepeda dikala senja Lelah mengayuh tak pernah sampai Makna: Seseorang tidak akan mencapai hasil yang diinginkan jika terus melakukan kegiatan yang tidak berguna dan bermalas-malasan.

5. Pantun Kiasan dengan Peribahasa Peribahasa juga bisa dimasukkan ke dalam pantun kiasan yang memang ditujukan untuk para penikmatnya.

Dalam hal ini, pantun hampir menyerupai peribahasa yang sudah beredar sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa contoh pantun kiasan mirip peribahasa yang bisa dijadikan literatur, yaitu: Duduk berdiam melihat rusa Di sebelah kandang ada gajah Kasih ibu selamanya sepanjang masa Kasih anak hanya sepanjang galah makna: Pantun kiasan ini berisikan pesan tersirat kepada pembaca bahwa kasih seorang ibu diberikan seumur hidup dan tiada tara.

Sedangkan kasih sayang seorang anak memiliki batasan. Belanja ke pasar membeli beras Jangan lupa membeli gurita Mengharap turun hujan deras Ternyata gerimis sekejap mata Makna: Mengharapkan keuntungan besar tetapi hasilnya tidak sebanding atau sangat kecil.

Baca Juga: Pantun Muda 6. Pantun Kiasan Tanpa Makna Tidak semua pantun memiliki makna tersirat dan ditujukan untuk para penikmatnya. Namun beberapa diantaranya dibuat untuk sekadar hiburan dan melestarikan budaya yang ada. Adapun contoh beberapa pantun kiasan tanpa makna yang bisa dijadikan inspirasi adalah sebagai berikut: Daun pepaya daun kemangi Sedap dimakan di pagi hari Tidak ada gunung terlampau tinggi Lereng pun bisa dituruni Nah itulah ulasan singkat mengenai pantun kiasan dan juga contohnya yang perlu diketahui para pecinta sastra.

Tentu saja isi yang tersirat merupakan pesan dari penulis yang ditujukan pada pembaca untuk memberikan motivasi dan lain sebagainya.

Pantun di atas juga bisa menjadi contoh agar semua orang bisa membuatnya secara mudah dan sekaligus melestarikan budaya bangsa ini. Pantun Kiasan • Tari Kipas Pakarena : Sejarah, Properti, Pola Lantai dan Makna Gerakan • Tari Kreasi : Sejarah, Properti, Pola Lantai dan Makna Gerakan • 50+ Pantun Cinta untuk Nembak Pacar : Pendek Gombal Romantis • 4+ Alat Musik Suling : Gambar, Sejarah dan Cara Memainkan • 23+ Pantun Gembira : Nasehat Riang Lucu Penuh Kesenangan Ikuti Artikel salah satu ciri yang dimiliki pantun kiasan adalah dari RomaDecade, masukkan alamat email disini !

Puisi Tradisional: Pantun Kiasan




2022 www.videocon.com