Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Chlorpheniramine atau disebut CTM sangat umum diresepkan oleh dokter. Tapi, tahukah Anda chlorpheniramine maleate obat apa? Cek di sini. Chlorpheniramine Maleate Golongan: Obat keras Kategori Obat: Antihistamin Dikonsumsi oleh: Dewasa dan anak Bentuk Obat: Kaplet Chlorpheniramine Maleate untuk ibu hamil dan menyusui: Kategori B: Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Peringatan Menyusui: Chlorpheniramine dapat terserap ke dalam ASI dan memengaruhi produksi ASI. Jangan menggunakan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa dokter. Merek Dagang Chlorpheniramine Maleate Alermax, Ceteem, CTM, Cohistan, Orphen, Ceteme, Alleron Pengertian Chlorpheniramine Maleate Chlorpheniramine maleate adalah adalah obat golongan antihistamin.

Obat ini sering digunakan untuk bantu meredakan gejala alergi akibat debu, bulu hewan, makanan, serbuk sari, serta gigitan binatang. Gejala-gejala alergi yang umum ditemui, antara lain batuk, pilek, mata berair, tenggorokan dan hidung gatal, serta ruam. Zat aktif yang ada di dalamnya chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa dengan memblokir histamin, zat alami tubuh penyebab alergi. Hal ini menyebabkan reaksi alergi berkurang.

Yang perlu diketahui, obat chlorpheniramine maleate belum terbukti aman atau efektif pada anak di bawah usia 1 tahun. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan obat ini untuk mengatasi gejala alergi pada bayi di bawah 1 tahun, kecuali atas anjuran dokter.

Keterangan • Golongan: Obat keras • Kelas Terapi: Antihistamin • Kandungan: Chlorpheniramine maleate 4 mg • Kemasan: Boks, 10 strip @10 tablet; botol @100 tablet • Farmasi: Zenith; Ciubros Farma; Yekatria Farma; Phapros • Harga Chlorpheniramine Maleate: Rp900 - Rp2.000/strip Kegunaan Chlorpheniramine Maleate Fungsi obat chlorpheniramine maleate adalah untuk membantu meredakan gejala alergi, demam, dan flu biasa.

Artikel Lainnya: Saat Flu, Hindari Makanan dan Minuman Ini Dosis dan Aturan Pakai Chlorpheniramine Maleate Chlorpheniramine maleate termasuk obat keras yang harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Secara umum, aturan penggunaan obat ini adalah sebagai berikut: Tujuan: antihistamin Bentuk: tablet • Dewasa: 4 mg tiap 4 - 6 jam, maksimal 24 mg per hari. • Anak 6-12 tahun: 2 mg tiap 4 - 6 jam, maksimal 12 mg per hari.

• Anak 2-5 tahun: 1 mg tiap 4 - 6 jam, maksimal 6 mg per hari. • Anak 1-2 tahun: 1 mg sebanyak 2 kali sehari. Cara Menggunakan Chlorpheniramine Maleate Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter atau yang terdapat di kemasan. • Sebaiknya obat dikonsumsi di waktu yang sama setiap harinya. Jika terlupa satu dosis maka segera minum jika jeda dengan waktu yang berikutnya masih lama.

Jika jedanya tidak lama, Anda bisa melewatkan dosis tersebut. • Hentikan pengobatan jika alergi yang Anda rasakan sudah hilang atau mereda. Obat ini tidak bisa digunakan jangka panjang. • Obat chlorpheniramine maleate dapat Anda konsumsi dalam bentuk tablet sebelum ataupun sesudah makan.

• Apabila Anda minum obat ini dalam bentuk tablet, ingatlah bahwa mengonsumsi dengan cara dihancurkan atau dikunyah hanya akan melepaskan obat sekaligus sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping.

• Apabila Anda memiliki kondisi tertentu, seperti hamil atau penyakit lain, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter. Cara Penyimpanan Simpan chlorpheniramine maleate pada suhu ruangan. Lindungi obat dari cahaya matahari langsung. Efek Samping Chlorpheniramine Maleate Efek samping dari penggunaan chlorpheniramine maleate yang bisa terjadi adalah: • mual • muntah • pusing • sakit kepala • mengantuk • selera makan berkurang • sakit perut • sembelit • penglihatan kabur • dan juga mulut kering Artikel Lainnya: Kenali Respons Tubuh Anda Saat Demam Kontraindikasi Orang dengan kondisi berikut tidak disarankan minum chlorpheniramine maleate: • serangan asma akut • bayi prematur • anak di bawah 2 tahun • Neonatus Interaksi Obat Chlorpheniramine Maleate Obat c hlorpheniramine maleate tidak boleh digunakan bersamaan dengan beberapa obat berikut: • alkohol • depresan SSP • antikolinergik • monoamine oxidase inhibitor (MAOI) Peringatan dan Perhatian • Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki riwayat alergi pada chlorpheniramine maleate ataupun dexchlorpheniramine.

• Informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat bronkitis, diabetes, asma, penyakit jantung, hipertensi, glaukoma, gangguan tiroid, liver, gangguan usus dan lambung, masalah prostat, kejang, serta adiksi alkohol. • Hindari pemberian chlorpheniramine maleate pada anak usia di bawah 2 tahun tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. • Informasikan dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal.

• Hindari minum chlorpheniramine jika Anda sedang menjalani terapi dengan monoamine oxidase inhibitors. • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau dalam program kehamilan. • Obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing. Hindari melakukan kegiatan yang menuntut kewaspadaan tinggi, seperti mengemudikan kendaraan.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

• Hindari minuman beralkohol selama terapi karena dapat meningkatkan efek samping obat. Artikel Lainnya: Waspada, Alergi Dingin Bisa Sebabkan Kematian! Kategori Kehamilan Chlorpheniramine maleate masuk kategori B untuk ibu hamil. Artinya, studi pada binatang menunjukkan chlorpheniramine tidak berisiko terhadap janin. Akan tetapi, belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Kehamilan Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Peringatan Menyusui Chlorpheniramine dapat terserap ke dalam ASI dan memengaruhi produksi ASI. Jangan menggunakan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Konsultasi dengan dokter bisa dilakukan di sini. Penyakit Terkait Chlorpheniramine Maleate • Alergi • Demam • Flu ringan Rekomendasi Obat Sejenis Chlorpheniramine Maleate • Alermax • CTM • Ceteem • Cohistan • Ceteme • Alleron (HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 4 Maret 2022 Diperbaharui: Apt.

Evita Fitriani., S. Farm Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Referensi: • ISO Indonesia (2018) ISFI Penerbitan.

Chlorpheniramine Maleate. • ISO Farmakoterapi (2013). ISFI Penerbitan. Chlorpheniramine Maleate. • Drugs.com. Diakses 2022. Chlorpheniramine. • Piona BPOM. Diakses 2022. Klorfeniramin maleat. Buka Tutup • Chlorpheniramine Maleate atau CTM adalah obat yang digunakan untuk mengobati pilek, bersin-bersin, mata berair, hingga influenza.

• Dosis obat CTM untuk anak usia 6-12 tahun adalah 1/2 tablet (2mg), sedangkan untuk orang dewasa 1 tablet (4 mg). Diminum setiap 4-6 jam. • Obat ini dapat diminum bersamaan dengan chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa apabila pasien memiliki gangguan lambung (maag).

• Efek samping obat CTM dapat menimbulkan kantuk. Maka itu, hindari berkendara atau menjalankan mesin setelah minum obat. • Hati-hati penggunaan obat pada ibu hamil dan chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa, lansia, atau memiliki riwayat penyakit tertentu. • Obat ini bisa didapatkan tanpa resep dokter. Pastikan untuk selalu mengikuti dosis dan aturan minum obat yang tertera pada kemasan. • Klik untuk mendapatkan Chlorpheniramine Maleate (CTM) atau obat batuk dan flu lainnya ke rumah Anda di HDmall.

*Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD. Chlorpheniramine Maleate atau CTM adalah obat yang digunakan untuk mengobati pilek, bersin-bersin, mata berair, hingga influenza. Obat ini juga dapat membantu meringankan gatal pada mata, hidung, tenggorokan, atau kulit yang disebabkan oleh alergi, Chlorpheniramine Maleate merupakan antihistamin generasi pertama.

Obat ini mempunyai efek antikolinergik sekaligus bertindak sebagai obat penenang ringan. Histamin merupakan zat alami yang sudah ada dalam tubuh dan menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Zat yang satu ini dapat melebarkan pembuluh darah sehingga menimbulkan gejala bersin-bersin, gatal, mata berair, dan hidung meler. Chlorpheniramine Maleate (CTM) bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin.

Dengan demikian, chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa reaksi alergi tadi dapat dikurangi dan tubuh pun terasa lebih nyaman. Mengenai Chlorpheniramine Maleate (CTM) Golongan Obat bebas terbatas, tanpa resep dokter Kemasan 1 strip isi 12 tablet Kandungan Chlorpheniramine maleate 4 mg Manfaat Chlorpheniramine Maleate (CTM) Manfaat Chlorpheniramine maleate (CTM) digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut: • Pilek • Bersin-bersin • Mata berair • Gatal pada mata, hidung, tenggorokan, atau kulit karena alergi • Pilek atau influenza Chlorpheniramine Maleate juga sering digunakan dalam sediaan obat rinitis alergi, urtikaria, dan asma.

Dosis Chlorpheniramine maleate (CTM) Chlorpheniramine maleate oral (tablet atau kapsul) diberikan dengan dosis sebagai berikut: • Anak usia < 6 tahun: Konsultasikan dengan dokter • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet (2 mg), diminum setiap 4-6 jam. • Anak usia > 12 tahun dan dewasa: 1 tablet (4 mg), diminum setiap 4-6 jam, maksimal 24 mg/hari. Obat CTM dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Obat ini juga dapat diminum bersamaan dengan susu apabila pasien memiliki gangguan lambung (maag). Pastikan untuk selalu mengikuti dosis dan aturan minum obat CTM sesuai yang tertera pada kemasan. Hindari minum obat melebihi dosis maupun dalam jangka panjang, tanpa anjuran dokter. Bila obat sudah kedaluwarsa atau tak lagi dibutuhkan, segera buang semua sisa obat Chlorpheniramine Maleate. Minum obat yang sudah kedaluwarsa dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal dan membahayakan kesehatan.

Meskipun bisa didapatkan secara bebas alias tanpa resep dokter, pastikan untuk selalu membaca dosis dan aturan minum obat yang tertera pada kemasan. Bila ada pertanyaan, segera konsultasikan pada apoteker atau dokter.

Efek samping Chlorpheniramine Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa (CTM) Obat CTM dapat menimbulkan risiko efek samping pada beberapa orang. Sejumlah efek samping Chlorpheniramine Maleate (CTM) yang dapat terjadi meliputi: • Mengantuk, namun biasanya menghilang setelah beberapa hari pengobatan.

• Efek sedasi, namun lebih lemah dibandingkan antihistamin generasi pertama lainnya (contohnya trimeprazin dan prometazin) • Pusing • Kebingungan • Sembelit • Kecemasan • Mual • Penglihatan kabur • Gelisah • Penurunan koordinasi • Mulut kering • Pernapasan cepat • Halusinasi • Iritabilitas • Masalah dengan ingatan atau konsentrasi • Telinga berdenging (tinnitus) • Susah buang air kecil Interaksi Chlorpehniramine Maleate (CTM) Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat.

Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. Beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Dextamine adalah: • Obat-obatan depresan sistem saraf pusat (misalnya obat penenang atau tranqulizers): meningkatkan efek samping pada sistem saraf pusat.

• Alprazolam, Aripiprazole, Benzocaine, Buspirone, Cetirizine, atau Cyproheptadine: meningkatkan keparahan efek samping obat CTM. • Amiodarone, Celecoxib, Cimetidine, Clarithromycin, atau Clotrimazole: menurunkan efek metabolisme Chlorpheniramine Maleate.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

• Alkohol: dapat menyebabkan kantuk. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter. Perhatian Hal-hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan obat Chlorpheniramine Maleate (CTM) adalah sebagai berikut : • Simpan obat pada suhu ruangan.

Jauhkan obat dari lingkungan lembap maupun paparan sinar matahari langsung. • Tidak disarankan untuk anak usia < 2 tahun, kecuali atas petunjuk dokter. • Tidak boleh digunakan pada bayi baru lahir, bayi prematur, atau penderita serangan asma akut. • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui, lansia, atau memiliki penyakit epilepsi, berisiko kejang, hingga gangguan hati dan ginjal.

• Penurunan dosis mungkin perlu dilakukan pada penderita gangguan ginjal. • Obat ini bersifat antimuskarinik (mengurangi motilitas usus, sehingga harus digunakan secara hati-hati.

Khususnya pada penderita hipertrofi prostat, retensi urin, pasien dengan risiko glaukoma sudut sempit, obstruksi pyloroduodenal, gangguan fungsi hati, dan epilepsi. • Pemakaian obat-obat golongan antihistamin harus dihentikan minimal 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes. • Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat karena dapat menimbulkan kantuk. Penggunaan Obat Chlorpheniramine Maleate (CTM) untuk Ibu Hamil FDA dari Amerika Serikat, setara dengan BPOM di Indonesia, mengkategorikan Chlorpheniramine Maleate ke dalam obat kategori B.

Artinya, berdasarkan penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, juga belum ada studi yang memadai pada wanita hamil. Obat yang masuk ke dalam kategori B juga bisa berarti bahwa penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin. Akan tetapi, studi yang memadai pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko pada janin di trimester berapa pun.

Sejauh ini, belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali mengenai penggunaan obat Chlorpheniramine Maleate (CTM) pada ibu hamil. Maka itu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda menggunakan obat CTM saat hamil.

Artikel terkait: • Ingin Terhindar dari Flu? Ketahui Penyebab Influenza Berikut • Cara Cepat Menyembuhkan Pilek Dalam Sehari • Obat Batuk Pilek yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini?

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum. Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Apa itu Chlorpheniramine maleate?

Obat yang biasa disingkat CTM merupakan klorfeniramin maleat merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati gejala alergi. Beragam gejala alergi seperti kulit merah-merah, bersin, flu, bersin, mata berair, gatal pada hidung dan tenggorokan bisa diatasi menggunakan obat ini. Chlorpheniramine maleate 4 mg obat untuk apa?

Klorfeniramin maleat bekerja sebagai penghambat enzim yang menyebabkan alergi pada tubuh. Informasi Sebagai obat yang diperjual-belikan secara bebas, Anda bisa mengonsumsi klorfeniramin maleat dengan resep dokter ataupun tanpa resep dokter tergantung kondisi yang Anda diderita. Di pasaran Anda bisa menemukan obat ini dalam bentuk tablet atau sirup dengan dosis 4 mg yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

Beberapa merk obat yang lain bisa Anda cek langsung melalui situs resmi BPOM. Nama dagang klorfeniramin maleat cukup banyak di Indonesia sehingga lebih baik Anda mengeceknya langsung agar terhindar dari penipuan yang kerap terjadi.

Salah satu obat yang mengandung klorfeniramin maleat yang dapat mengatasi gejala batuk adalah Cohistan Expectorant Sirup – 100 ml – Obat Sirup (Rp 36.900). Chlorpheniramine maleate / CTM atau merupakan klorfeniramin maleat merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati gejala alergi.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Selain itu, Anda diharapkan untuk tidak pernah memberikan klorfeniramin maleat yang dibuat untuk orang chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa guna dikonsumsi anak-anak karena dosisnya tidak cocok.

Anda sebaiknya juga jangan mengukur dosis yang telah diresepkan dokter dengan sembarangan. Pergunakan sendok ukur yang sering tersedia di kemasan atau sendok khusus obat sebagai takaran jika obat dalam bentuk sirup serta jangan memotong atau mengunyah obat tanpa anjuran dari dokter. Dosis Konsumsi chlorpheniramine maleate sangat tergantung dari usia pasien itu sendiri. Semakin muda usianya maka dosis yang diberikan akan semakin sedikit. Selain itu, klorfeniramin maleat juga sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun.

Berikut dosis obatnya: • Untuk anak-anak usia chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa tahun, dosis klorfeniramin maleat yang diberikan adalah 1 mg selama sehari 2 kali.

• Anak-anak usia 2-5 tahun, dosis klorfeniramin maleat yang diberikan adalah 1 mg setiap 4-6 jam dengan dosis maksimum sebanyak 6 mg. • Anak-anak usia 6-11 tahun, dosis klorfeniramin maleat yang diberikan adalah 2 mg setiap 4-6 jam dengan dosis maksimum sebanyak 12 mg • Anak diatas 12 tahun dan orang dewasa dosis klorfeniramin maleat yang diberikan adalah sebanyak 4 mg setiap 4-6 jam dengan dosis maksimum sebanyak 24 mg per hari dan • Khusus bagi pasien diatas 65 tahun dosis maksimumnya adalah 12 mg.

Kontraindikasi Interaksi dengan Obat Lain Klorfeniramin maleat disarankan untuk tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain sehingga Anda disarankan untuk memberitahu dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi termasuk obat herbal dan vitamin. Pastikan juga Anda memberitahukan jika mengonsumsi obat pilek, antidepresan, obat penenang, obat pereda nyeri, obat demam dan sebagainya.

Pastikan juga Anda tidak mengonsumsi alkohol jika sedang dalam pengobatan menggunakan klorfeniramin maleat. Menurut beberapa sumber eluxadoline, ivacaftor, isocarboxazid, sodium oxybate, idelalisib dan tranylcypromine juga bisa berinteraksi dengan klorfeniramin maleat sehingga patut diwaspadai.

Selain dengan obat, klorfeniramin maleat juga bisa berinteraksi dengan makanan tertentu sehingga perlu mengkonsultasikannya dengan dokter Anda. Selain makanan, selama mengonsumsi obat ini Anda sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol dan tembakau. Kelompok Orang Berisiko Klorfeniramin maleat tidak disarankan diberikan untuk beberapa orang dengan penyakit tertentu seperti asma, diabetes, penyakit jantung, penyakit tekanan darah tinggi, glaukoma, emfisema dan penyakit pada paru-paru lainnya.

Obat ini juga dilarang digunakan jika Anda memiliki alergi pada klorfeniramin maleat. Selain itu, jika Anda baru saja menjalani operasi termasuk operasi gigi, Anda harus memberitahukannya pada dokter. Walaupun begitu, obat ini dinilai masih aman diberikan kepada ibu hamil dan menyusui tapi penggunaanya harus dengan petunjuk dokter.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Efek Samping Gejala efek samping akibat klorfeniramin maleat biasanya bersifat ringan dan dapat ditangani dengan mudah. Efek yang umum dialami penggunanya adalah mengantuk, muntah, pusing, mual, sembelit, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, kesulitan buang air kecil, serta dalam waktu yang singkat. Namun, jika gejala yang dialami tidak kunjung membaik maka Anda sebaiknya segera meminta pertolongan medis.

Cara Konsumsi Anda disarankan untuk mengikuti petunjuk yang tertera di kemasan atau sesuai anjuran dokter saat mengonsumsi klorfeniramin maleat. Perhatikan petunjuk serta jadwal pemakaian sehingga Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal. Konsultasikan dengan dokter Anda jika sedang menjalani diet atau memiliki pola makan khusus untuk mengurangi risiko efek samping yang lebih buruk lagi. Selain itu, jangan konsumsi klorfeniramin maleat jika akan berkendara karena obat ini dapat menyebabkan kantuk sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan dan sebagainya.

Konsumsi klorfeniramin maleat tidak bisa tanpa resep dari dokter karena berpotensi menyebabkan overdosis. Selain itu, jangan menggandakan dosis klorfeniramin maleat diluar yang disarankan dokter. Konsumsi obat ini sesuai dosis walaupun Anda melewatkan beberapa jadwalnya. Untuk menghindari kontaminasi dengan obat lain Anda sebaiknya menyimpan klorfeniramin maleat di tempat yang kering, sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung serta jauh dari jangkauan anak-anak. - Dapatkan kenyamanan minum obat tanpa repot dengan menggunakan kemasan khusus untuk obat penyakit kronis.

- Obat akan tersusun secara rapi berdasarkan waktu konsumsi. - Pesan obat rutin di Lifepack dijamin Asli, Lengkap, dan Mudah. - Beli obat dengan harga yang terjangkau. - Tak perlu repot mengantri. Dapatkan obat Anda dalam waktu kurang dari 4 jam. Tanpa biaya pengiriman. Penjualan Teratas Produk Kesehatan : Softies 3D Mask Surgical 4 ply Shumu Masker Duckbill 10’S Alkindo Masker Duckbill MISOO Disposable Hijab Headloop 3ply MISOO Disposable Masker Anak 3ply MASKER MOUSON ORANGE KF94 10’S MASKER SOFTIES SURGICAL MASK PATTERNED FOR ADULT MASKER SOFTIES DAILY MASK PATTERNED 3 PLY 30 PCS Akurat Strip NATUR-E 100 IU KAPSUL ISI 32 Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa Penjualan Teratas Obat-obatan : Isoman B Isoman A Biolysin Syrup Azomax 500MG Kap 10S Acetylcysteine Etercon 200 mg Rhinos Junior Syrup 60 ml Isoprinosine 500 mg Tride 5000 IU Fluimucil 600 mg Fluimucil 200 mg Paling Sering Dicari : Thrombophob Oint Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg BIO CALCI 72 Acetylcysteine Etercon 200 mg Sidomuncul Tolak Linu Herbal 15 ml Blackmores Evening Primrose Oil + Fish Oil BLACKMORES CALCIMAG MULTI – VITAMIN TULANG Fresh Care Sport 10 Ml BIO CAL 95 MINYAK SEREH WANGI CAP DRAGON 60 ML Pencegahan COVID-19 : Purelizer Antibacterial Spray Naturein All Purpose Sanitizing Water 100ml Dettol Disinfectan Spray Morning Dew Antis Spray Timun Antis Spray Jasmine Tea Pokana Mask Headloop Sensi Kids Mask Earloop Sensi Kids Mask Duckbill Putih KONICARE GEL HAND SANITIZER 60 ML ANTIS SPRAY 55 Ml Jeruk Nipis Pengertian CTM adalah obat golongan antihistamin yang dapat bantu mengatasi gejala alergi yang dipicu oleh makanan, debu, serbuk sari, bulu hewan, serta gigitan binatang.

Gejala-gejala alergi yang umum ditemui, antara lain batuk, pilek, mata berair, tenggorokan dan hidung gatal, serta ruam. Chlorpheniramine maleat, zat aktif yang menjadi kandungan CTM, bekerja dengan memblokir zat alami tertentu di dalam tubuh (histamin) yang menyebabkan reaksi alergi, sehingga membuat reaksi alergi berkurang.

Obat CTM belum terbukti aman atau efektif pada anak-anak yang berusia di bawah 1 tahun. Karena itulah, hindari penggunaan CTM untuk mengatasi gejala alergi pada si kecil di bawah 1 tahun, kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter.

Keterangan 1. CTM Tablet • Golongan: Obat bebas terbatas • Kelas Terapi: Antihistamin • Kandungan: Chlorpheniramine maleate 4 mg • Satuan Penjualan: Strip • Kemasan: Strip @10 tablet • Farmasi: PIM Pharmaceutical • Harga CTM Tablet: Rp1.100 - Rp2.000/strip 2. CTM Botol • Golongan: Obat bebas terbatas • Kelas Terapi: Antihistamin • Kandungan: Chlorpheniramine maleate 4 mg • Satuan Penjualan: Botol • Kemasan: Botol @100 tablet • Farmasi: PIM Pharmaceutical • Harga CTM botol: Rp9.000- Rp21.000/botol Artikel Lainnya: Ruam Akibat Corona Bisa Bertahan Lama Kegunaan Fungsi obat CTM adalah untuk membantu meringankan gejala alergi seperti batuk, pilek, mata, hidung dan tenggorokan gatal, serta ruam.

Namun demikian, ingatlah bahwa kegunaan obat CTM ini hanya sebatas meredakan gejala. Jadi, bijaklah dalam penggunaannya. Bila diperlukan, konsultasikan kepada dokter untuk mendapat dosis CTM yang pas. Dosis dan Aturan Pakai Tujuan: meredakan gejala alergi Bentuk: tablet • Anak usia 1 tahun hingga kurang dari 2 tahun: 1 mg 2 kali sehari. • Anak usia 2-5 tahun: 1 mg setiap 4-6 jam.

Batasan maksimal dosis CTM per hari adalah 6 mg. • Anak usia 6-11 tahun: 2 mg setiap 4-6 jam. Batas maksimal dosis per hari adalah 12 mg. • Usia di atas 12 tahun hingga dewasa: 4 mg setiap 4-6 jam. Batas maksimal dosis per hari adalah 24 mg. Sementara, bagi orang di atas 65 tahun, dosis maksimal CTM adalah 12 mg.

Efek Samping Setelah mengonsumsi CTM, beberapa efek samping yang mungkin muncul, antara lain: • mengantuk • pusing • sakit kepala • sembelit • sakit perut • mulut kering • penurunan koordinasi • penglihatan kabur • mulut kering • jantung berdebar • denyut jantung lebih cepat dari normal Artikel Lainnya: Daftar Penyakit yang Ditandai dengan Flu dan Ruam Kulit Overdosis Penggunaan CTM yang melebihi dosis anjuran dapat menimbulkan gejala apnea, kejang, reaksi distonik, dan kolaps kardiovaskular selama aritmia.

Jika terjadi overdosis, segera bawa ke rumah sakit. Kontraindikasi Obat CTM tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bila Anda termasuk dalam beberapa kategori di bawah ini: • penderita glaukoma sudut sempit • pasien obstruksi leher kandung kemih • pasien hipertrofi prostat • penderita tukak lambung stenosis • pasien serangan asma akut Interaksi Obat Obat CTM tidak boleh digunakan bersamaan dengan: • alkohol • depresan susunan saraf pusat • anti-kolinergik • penghambat MAO Peringatan dan Perhatian CTM harus digunakan dengan hati-hati dalam kondisi berikut: • epilepsi • peningkatan tekanan intraokular • glaukoma • hipertrofi prostat • penyakit kardiovaskular berat (misalnya penyakit jantung iskemik, hipertensi) • retensi urine • obstruksi pyloroduodenal • bronkitis, bronkiektasis, tirotoksikosis • anak-anak • lansia • kehamilan dan menyusui Selain itu, CTM dapat menyebabkan kantuk.

Jangan mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin selama mengonsumsinya. Artikel Lainnya: Muncul Ruam saat Demam? Waspada Sindrom Sweet! Kategori Kehamilan Tidak ada data penelitian terkontrol soal keamanan CTM pada ibu hamil.

Obat ini hanya direkomendasikan saat kehamilan apabila manfaat lebih besar daripada risikonya. Peringatan Kehamilan Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi CTM.

Peringatan Menyusui CTM dapat masuk ke dalam ASI. Sebelum mengonsumsi obat ini, berkonsultasilah dengan chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa terlebih dahulu. Rekomendasi Obat Sejenis • Orphen • Cohistan • Alermax • Pehachlor Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan, penyakit, dan obat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. (HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 14 Maret 2022 Diperbaharui: Apt.

Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm Referensi: • Kemasan obat • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Chlorphenamine.
Kegunaan Dexchlorpheniramine Maleate Dexchlorpheniramine maleate obat apa? Dexchlorpheniramine adalah obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, demam, dan flu biasa. Gejala ini termasuk ruam, mata berair, mata/hidung/tenggorokan/kulit gatal, batuk, pilek, dan bersin.

Obat dexchlorpheniramine maleate bekerja dengan memblokir histamin yang diproduksi tubuh Anda selama reaksi alergi terjadi. Obat ini juga menghambat asetilkolin yang diproduksi oleh tubuh Anda. Hal itu membuat beberapa cairan tubuh mengering, sehingga dapat meredakan gejala mata berair dan hidung meler. Jangan gunakan produk yang mengandung dexchlorpheniramine maleate untuk mengobati gejala flu pada anak-anak yang berusia kurang dari 6 tahun kecuali secara khusus diarahkan oleh dokter.

Hal ini lantaran keampuhannya belum terbukti. Beberapa produk (seperti long-acting tablet/kapsul) tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak usia 12 tahun ke bawah.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan obat ini dengan aman. Produk-produk ini tidak menyembuhkan ataupun mempercepat penyembuhan flu. Efek samping serius juga dapat terjadi jika Anda tidak menggunakannya sesuai anjuran. Pastikan Anda menggunakan obat ini dengan hati-hati. Jangan gunakan dexchlorpheniramine maleate untuk membuat anak-anak mengantuk atau obat flu lainnya yang mungkin mengandung zat ini atau bahan yang mirip (lihat pula bagian Interaksi Obat).

Tanyakan dokter atau apoteker tentang cara lain untuk meredakan gejala batuk dan flu (seperti minum cukup cairan, menggunakan humidifieratau tetes hidung saline/semprot). Bagaimana aturan pakai dexchlorpheniramine maleate? Minumlah obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa maleate dapat dikonsumsi dengan makanan atau susu jika Anda mengalami sakit perut karena minum obat ini.

Jika Anda mengonsumsi extended-release tablet, jangan menghancurkan atau mengunyah obat. Melakukan hal tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan memecah extended-release tablet kecuali ada garis pembagi dan jika dokter menganjurkannya.

Telan seluruh atau sebagian tablet tanpa menghancurkan atau mengunyahnya. Jika Anda menggunakan bentuk obat cair, gunakan alat penakar obat untuk mengukur dosis yang ditentukan. Jangan gunakan sendok dapur untuk menakar. Dosis dexchlorpheniramine maleate yang Anda minum akan disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan.

Jangan meningkatkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering tanpa persetujuan dokter Anda. Gunakan obat ini chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa teratur dan sebaiknya pada jam yang sama setiap hari untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Bagaimana cara menyimpan obat ini? Dexchlorpheniramine maleate adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan dan jauhkan dari cahaya langsung.

Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap, seperti kamar mandi. Jangan pula menyimpannya di freezer. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk dexchlorpheniramine maleate bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai cara aman membuang produk Anda.

Dosis Dexchlorpheniramine Maleate Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan. Bagaimana dosis dexchlorpheniramine maleate untuk orang dewasa? Untuk mengatasi reaksi alergi pada orang dewasa, dosis dexchlorpheniramine maleate adalah 2 mg (1 sendok teh) diminum setiap 4-6 jam, atau 4 sampai 6 mg untuk penggunaan berkala pada waktu tidur atau setiap 8-10 jam. Bagaimana dosis dexchlorpheniramine maleate untuk anak-anak?

• Untuk mengatasi reaksi alergi pada anak usia 2-5 tahun: 0,5 mg (1/4 sendok teh) setiap 4 sampai 6 jam. Jangan menggunakan secara berkala. • Untuk anak-anak usia 6-11 tahun: 1 mg (1/2 sendok teh) setiap 4 sampai 6 jam, atau 4 mg dari penggunaan persiapan berjangka pada waktu tidur. Dalam dosis apakah obat ini tersedia? Dexchlorpheniramine Maleate Oral Solution USP 2 mg/5 mL diproduksi dalam bentuk larutan berwarna merah-oranye dengan rasa jeruk dalam ukuran berikut: • 16 fl oz (473 ml) Efek Samping Dexchlorpheniramine Maleate Efek samping apa yang mungkin terjadi karena dexchlorpheniramine maleate?

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat minum obat ini adalah: • Sembelit • Diare • Pusing • Mengantuk • Mulut/hidung/enggorokan kering • Sakit kepala • Kehilangan selera makan • Mual • Muntah • Kesulitan tidur • Sakit perut • Gelisah dan cemas Tidak semua orang mengalami efek samping.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini? Tidak semua orang boleh minum obat ini. Beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk minum obat ini adalah: • Sedang hamil atau berencana untuk hamil • Memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau zat lain • Detak jantung tidak teratur • Punya riwayat asma, masalah paru-paru (misalnya, emfisema), masalah jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pembuluh darah jantung, stroke, glaukoma, penyumbatan lambung atau usus, maag, penyumbatan kandung kemih, kesulitan buang air kecil, pembesaran prostat, kejang, atau tiroid yang terlalu aktif Apakah dexchlorpheniramine maleate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan Dexchlorpheniramine Maleate untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA: • A = Tidak berisiko • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian • C = Mungkin berisiko • D = Ada bukti positif dari risiko • X = Kontraindikasi • N = Tidak diketahui Dexchlorpheniramine maleate dapat terserap dan keluar chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa melalui ASI.

Efek samping dari penggunaan obat ini lebih berisiko tinggi pada bayi, bayi baru lahir, dan bayi prematur dibandingkan pada populasi umum. Interaksi Obat Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan dexchlorpheniramine maleate? Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan obat dexchlorpheniramine maleate adalah: • diphenhydramine • antispasmodik ( atropin, alkaloid belladonna) • inhibitor MAO (isocarboxazid, linezolid, moclobemide, phenelzine, procarbazine, rasagiline, selegiline, tranylcypromine) • obat untuk penyakit Parkinson (misalnya, antikolinergik seperti benztropine, trihexyphenidyl) • skopolamin • antidepresan trisiklik (misalnya, amitriptyline) Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan kantuk seperti: • diphenhydramine • carbamazepine • alprazolam • diazepam • zolpidem • codeine • chlorpromazine • risperidone • amitriptyline • trazodone Periksa label pada semua obat-obatan (misalnya, obat flu dan batuk) karena obat-obatan tersebut mungkin mengandung bahan-bahan yang menyebabkan kantuk.

Tanyakan apoteker Anda tentang penggunaan yang aman dari produk tersebut. Dexchlorpheniramine maleate sangat mirip dengan klorfeniramin. Jangan gunakan obat yang mengandung klorfeniramin saat minum obat ini. Obat ini dapat memengaruhi tes laboratorium tertentu (termasuk tes alergi kulit), mungkin menyebabkan hasil tes palsu.

Informasikan petugas laboratorium dan dokter yang merawat Anda jika sedang menggunakan obat ini. Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada waktu makan atau dibarengi dengan makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat ini dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini? Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi kinerja obat dexchlorpheniramine maleate. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain sebelum memulai minum obat ini. Overdosis Dexchlorpheniramine Maleate Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis dexchlorpheniramine maleate termasuk: • penglihatan kabur • kebingungan • halusinasi • kejang • pusing berat atau ringan • sakit kepala • mengantuk berat • detak jantung luar biasa cepat, lambat, atau tidak teratur • muntah Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat dexchlorpheniramine maleate, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis. Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan. Dexchlorpheniramine – MIMS Indonesia. (2016). Retrieved February 13, 2020, from http://mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine/?type=brief&mtype=generic Dexchlorpheniramine – Drugs.com. (2018). Retrieved February 13, 2020, from https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html What is Dexchlorpheniramine/Methscopolamine/Pse?

– Everyday Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa. (2017). Retrieved February 13, 2020, from https://www.everydayhealth.com/drugs/dexchlorpheniramine-methscopolamine-pse
bismillahirrahmanirrahim, Ada berbagai macam obat yang biasa diresepkan dokter untuk meringankan gatal-gatal alergi, salah satunya chlorpheniramine maleate.

Selain alergi, chlorpheniramine maleate juga efektif untuk meredakan gejala demam dan flu biasa. Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kategori obat keras, sehingga pemakaiannya harus mengikuti petunjuk dari dokter. Untuk itu, Anda perlu berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter mengenai riwayat penyakit dan kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi chlorpheniramine maleate.

Konsultasi online dengan mudah bisa melalui aplikasi KlikDokter yang bisa Anda download di sini. Karena merupakan obat keras, lalu apakah chlorpheniramine maleate aman dikonsumsi bagi ibu hamil dan anak-anak? Simak informasi berikut untuk mengenali manfaat dan efek sampingnya juga. Pengertian dan Manfaat Chlorpheniramine Maleate Chlorpheniramine maleate atau CTM adalah obat yang diindikasikan untuk meredakan mata merah, gatal-gatal pada kulit, bersin, hidung tersumbat, tenggorokan kering yang disebabkan oleh alergi, demam, batuk pilek, dan flu biasa.

Obat ini hanya membantu mengendalikan gejala, namun tidak mengobati penyebab atau mempercepat pemulihan. Chlorpheniramine maleate merupakan salah satu merek dagang chlorpheniramine selain Brontusin, Nalgestan, Cough En Plus, Etaflusin, Molexflu, Omecough, Samcodin, Zacoldine. Obat ini bersifat antihistamin dan bekerja dengan menghambat produksi histamin berlebih dalam tubuh. Histamin adalah zat kimia yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh yang dilepas oleh sel-sel darah putih saat tubuh mengalami reaksi infeksi atau alergi.

Namun, produksi histamin yang meningkat justru bisa menimbulkan masalah kesehatan. Peringatan Sebelum Mengonsumsi Chlorpheniramine Maleate Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan Chlorpheniramine maleate sebagai obat pereda gejala alergi, batuk pilek, dan flu, di antaranya: • Beritahu dokter terkait riwayat obat-obatan yang Anda konsumsi atau akan dikonsumsi.

• Beritahu dokter apabila Anda sedang atau pernah mengidap emfisema, asma, bronkitis kronis, atau penyakit paru-paru lainnya; penyakit glaukoma, borok, diabetes, penyakit jantung, hipertensi, obstruksi usus, pembesaran prostat, kecanduan alkohol, kejang, dan hipertiroidisme.

• Beritahu dokter apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil atau menyusui sebab chlorpheniramine bisa terserap ke dalam ASI. Beberapa kondisi berikut tidak menganjurkan Anda mengonsumsi chlorpheniramine maleate, yaitu: Hendak berkemudi, karena chlorpheniramine maleate bisa menyebabkan kantuk atau pusing.

Sedang atau baru saja menjalani pengobatan depresi dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI). • Hendak menjalani operasi, termasuk operasi gigi. Selalu beritahukan kepada dokter agar bisa diresepkan pengobatan yang lebih aman.

• Memiliki riwayat alergi terhadap chlorpheniramine maleate atau dexchlorpheniramine. Dosis dan Aturan Pakai Chlorpheniramine Maleate Chlorpheniramine maleate memiliki sediaan bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Untuk dosis dan aturan pakai chlorpheniramine maleate sediaan tablet sesuai umur secara umum, yaitu: • Dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun: 4 mg, setiap 4 hingga 6 jam.

Dosis maksimal per harinya adalah 24 mg. • Anak-anak usia 6 hingga 12 tahun: 2 mg, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal per harinya adalah 12 mg. • nak-anak usia 2 hingga 5 tahun: 1 mg, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal per harinya adalah 6 mg. • Anak-anak usia 1 hingga 2 tahun: 1 mg, setiap 2 hari sekali. Dosis maksimal per harinya adalah 4 mg atau sesuai petunjuk dokter. Pemberian chlorpheniramine maleate injeksi bisa dilakukan secara intramuskular (ke otot tubuh), intravena (ke pembuluh darah), dan subkutan (ke dalam jaringan lemak subkutan).

Penambahan atau pengurangan dosis chlorpheniramine maleate sangat tidak diperbolehkan. Karena bisa menyebabkan efek samping serius hingga menyebabkan kematian. Cara Mengonsumsi Chlorpheniramine Maleate Chlorpheniramine maleate merupakan obat antihistamin golongan obat keras yang penggunaannya harus mengikuti resep dokter.

Obat ini tidak menyembuhkan, melainkan hanya meringankan gejala alergi, batuk pilek, dan flu. Sebelum mengonsumsi chlorpheniramine maleate, pastikan Anda memperhatikan petunjuk dari dokter atau baca informasi yang tercantum pada kemasan. Chlorpheniramine maleate sediaan tablet, kapsul, dan sirup bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan dengan bantuan air putih.

Namun, bagi Anda yang mempunyai gangguan lambung, bicarakanlah kepada dokter terkait efeknya apabila diminum sebelum makan. Konsumsi chlorpheniramine maleate sebaiknya dengan jarak waktu yang sama. Apabila terlewat satu dosis dan sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali pada jadwal dosis seperti biasa. Jangan mengonsumsi dosis ganda untuk menebus dosis yang terlewat.

Perhatikan kandungan obat lain yang sedang Anda minum. Apabila Anda mengonsumsi obat lain dengan kandungan yang sama dengan chlorpheniramine maka bisa menyebabkan overdosis.

Cara Menyimpan Chlorpheniramine Maleate Simpan chlorpheniramine maleate di tempat yang sejuk dan kering, pada suhu ruangan sekitar 20 hingga 25 drajat Celcius. Jauhkan dari panas dan paparan sinar matahari. Sebaiknya simpan di kotak obat untuk menjauhkan dari jangkauan anak-anak. Efek Samping Chlorpheniramine Maleate Beberapa efek samping berikut mungkin akan muncul selama Anda menggunakan chlorpheniramine maleate, di antaranya: • Mual • Muntah • Sakit kepala • Pusing • Mengantuk • Sakit perut • Selera makan berkurang • Sembelit • Penglihatan kabur • Mulut, tenggorokan, dan hidung kering Interaksi dengan Obat Lain Chlorpheniramine maleate bisa berinteraksi dengan beberapa obat dan minuman di bawah ini, yaitu: • Alkohol • Depresan SPP • Antikolinergik • Monoamine oxidase inhibitors (MAOI) Overdosis Chlorpheniramine Maleate Segera hentikan penggunaan chlorpheniramine maleate dan hubungi dokter apabila terjadi indikasi overdosis atau efek samping yang lebih parah, seperti: • Detak jantung cepat atau tidak stabil • Perubahan suasana hati • Tremor • Epilepsi atau kejang • Mudah memar atau berdarah • Sesak napas • Sedikit atau tidak buang air kecil Chlorpheniramine maleate juga tidak disarankan untuk diminum dengan kondisi asma, bayi, dan neonatus.

Selalu konsultasikan kepada dokter untuk penggunaan obat ini. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682543.html https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html • Click to share on Twitter (Opens in new window) • Click to share on Telegram (Opens in new window) • Click to share on Facebook (Opens in new window) • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) • Click to share on Tumblr (Opens in new window) • Click to share on Pinterest (Opens in new window) • Click to email this to a friend (Opens in new window) • Click to print (Opens in new window) • Social Media • View dian.ravi’s profile on Facebook • View dianravi’s profile on Twitter • View dianravi’s profile on Instagram • View dian_ravi’s profile on Pinterest • View dianravi’s profile on LinkedIn • View 102308963980787203692’s chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa on Google+ • View 132518212@N05’s profile on Flickr • View melantrophic’s profile on Tumblr Salam kenal.

Nama gue Dian Ravi, blogger muslimah asal Jakarta yang senang jalan-jalan, foto-foto, dan menonton. Pecinta tempat nongkrong yang instagramable. Peminum kopi tapi chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa penikmat kopi. Email: miss.dian82@gmail.com Archives Archives Categories Categories Recent Posts • Dapatkan Keuntungan Tinggi Dengan Melakukan Investasi Forex • Sambut Hari Raya dengan Berbagi Berkah • 7 Cara Meningkatkan Imun Tubuh yang Bisa Dilakukan Sehari-Hari • Selain Alat Keamanan, Inilah Fungsi CCTV Outdoor untuk Gedung yang Wajib Diketahui • Inspirasi 30 Hari Menu Ramadhan Bersama Kobe, Jurus Anti Ribet Mikirin Menu di Rumah TagsChlorpheniramine atau CTM adalah obat untuk meredakan gejala alergi yang bisa dipicu oleh makanan, obat-obatan, gigitan serangga, paparan debupaparan bulu binatang, atau paparan serbuk sari.

Obat ini juga digunakan untuk meringankan gejala batuk pilek ( common cold). Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat kerja histamin, yaitu senyawa yang bisa menyebabkan munculnya gejala alergi saat seseorang terpapar zat atau bahan pemicu alergi (alergen).

Beberapa gejala alergi yang bisa diredakan dengan obat ini adalah mata berair, hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, serta gatal pada kulit, hidung, mata, dan tenggorokan. Merek dagang chlorpheniramine: Brontusin, Ceteem, Chlorpheniramine, Chlorpheniramine Maleate, Cough En Plus, Etaflusin, Molexflu, Nalgestan, Omecough, Samcodin, Zacoldine Apa Itu Chlorpheniramine Golongan Antihistamin Kategori Obat bebas terbatas Manfaat Meredakan gejala alergi Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia 1 tahun ke atas Chlorpheniramine untuk Ibu Hamil dan Menyusui Kategori B: Studi chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Chlorpheniramine bisa terserap ke dalam ASI dan dapat menurunkan produksi ASI. Oleh sebab itu, ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Bentuk obat Tablet, kaplet, kapsul, dan sirop Peringatan Sebelum Mengonsumsi Chlorpheniramine Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi chlorpheniramine: • Jangan mengonsumsi chlorpheniramine jika Anda alergi terhadap obat ini.

Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap dexchlorpheniramine chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa obat lain. • Jangan memberikan obat ini kepada anak usia di bawah 2 tahun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. • Beri tahu dokter jika Anda menderita asma, bronkitis emfisema, diabetes, fenilketonuria, penyakit jantung, glaukoma, hipertensi, hipertiroidisme, penyakit liver, obstruksi usus, tukak lambung, pembesaran prostat, kejang, atau kecanduan alkohol.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal. • Jangan mengonsumsi chlorpheniramine jika Anda baru saja atau sedang menjalani pengobatan dengan monoamine oxidase inhibitors ( MAOI). • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi chlorpheniramine, terutama jika Anda berencana untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi. • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi chlorpheniramine, karena obat ini bisa menyebabkan pusing atau kantuk.

• Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan chlorpheniramine, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping. • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi chlorpheniramine.

Dosis dan Aturan Pakai Chlorpheniramine Berikut ini adalah dosis chlorpheniramine untuk meredakan gejala alergi: • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 4 mg, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 24 mg per hari. • Anak usia 6–12 tahun: 2 mg, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 12 mg per hari.

• Anak usia 2–5 tahun: 1 mg, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 6 mg per hari. • Anak usia 1–2 tahun: 1 mg, 2 kali sehari. Dosis maksimal 4 mg per hari. Cara Mengonsumsi Chlorpheniramine dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan chlorpheniramine sebelum mulai mengonsumsinya. Chlorpheniramine dalam bentuk tablet, kapsul, kaplet, dan sirop bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Konsumsi obat dengan bantuan segelas air putih. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Hentikan penggunaan chlorpheniramine setelah gejala alergi mereda karena obat ini hanya digunakan untuk jangka pendek. Jika lupa mengonsumsi obat, segera konsumsi jika jeda waktu dengan dosis selanjutnya belum terlalu dekat. Bila sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Simpan obat dalam tempat tertutup di ruangan yang sejuk dan kering. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. Interaksi Chlorpheniramine dengan Obat Lain Interaksi obat yang dapat timbul jika chlorpheniramine digunakan dengan obat-obatan adalah: • Peningkatan efek antikolinergik dari MAOI yang berpotensi fatal • Terhambatnya metabolisme phenytoin sehingga meningkatkan risiko terjadinya keracunan obat chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa Peningkatan efek antimuskarinik dari antidepresan trisiklik • Peningkatan efek kantuk dan risiko terjadinya komplikasi jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat antiansietas, obat penenang, atau obat antipsikotik Efek Samping dan Bahaya Chlorpheniramine Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi chlorpheniramine adalah: • Sakit kepala • Kantuk • Pusing • Mual • Muntah • Selera makan berkurang • Sembelit atau konstipasi • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas semakin parah atau tidak membaik.

Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius berupa gangguan penglihatan, kejang, kesulitan buang air kecil, denyut jantung cepat atau tidak teratur, gelisah, atau menjadi linglung, setelah mengonsumsi chlorpheniramine.
Golongan obat : antihistamin, antialergidan obat untuk anafilaksis Merek dagang : CTM, Decolgen PE, Komix, Promedryl, Optiflu, dll.

Apa itu klorfeniramin? Klorfeniramin adalah obat yang berguna untuk mengurangi reaksi alergi dengan cara menekan produksi histamin pada tubuh. Histamin adalah senyawa yang berperan penting dalam menimbulkan gejala alergi.

Obat dengan nama lain chlorphenamine atau CTM ini membantu mengatasi pilek dan hidung tersumbat, mata berair serta merah dan gatal, eksimbiduran akibat alergi makanan dan cacar, serta tersengat atau tergigit serangga. Obat klorfeniramin bersifat sedatif sehingga membuat Anda lebih mengantuk daripada golongan obat antihistamin lainnya.

Menurut Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2021, klorfeniramin ( dexchlorpheniramine maleat) tergolong sebagai obat bebas terbatas jika dalam satu tabletnya mengandung ≤ 2 mg klorfeniramin atau ≤ 2mg/5mL klorfeniramin pada obat sirup. Obat bebas terbatas yg mengandung klorfeniramin biasanya berupa kombinasi dengan zat aktif lain, seperti paracetamol (obat demam), pseudoefedrin (obat pilek), dekstrometorfan dan/atau guaifenesin (obat batuk).

Produk obat yang hanya mengandung klorfeniramin tunggal biasanya tergolong obat keras karena dalam satu tabletnya mengandung 4 mg zat aktif. Dosis klorfeniramin C hlorpheniramine hadir dalam sediaan tablet sebesar 4 mg. Pemberian obat maksimal sebanyak tiga tablet sehari selama lima hari.

Berikut pemberian dosis berdasarkan keluhan yang timbul. Rinitis alergi • Dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas : 4 mg atau satu butir setiap 4–6 jam.

• Anak-anak usia 6 – 12 tahun : 2 mg atau setengah butir selama setiap 4–6 jam, dosis terbanyak sebesar 12 mg per hari. Gejala pilek • Dewasa : satu tablet sebesar 4 mg sehari setiap 12 jam. • Anak-anak 6 – 12 tahun : setengah tablet 2 mg setiap 4–6 jam. Gatal-gatal • Dewasa : 4 mg atau satu tablet setiap 4–6 jam. • Anak-anak usia 6 – 12 tahun : setengah tablet atau 2 mg, diminum setiap 4–6 chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa.

Aturan pakai obat klorfenamin Chlorpheniramine tablet biasanya diminum setiap 4–6 jam sesuai kebutuhan. Jangan berikan obat ini kepada anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Telan obat dengan utuh bersama dengan meminum air putih. Jangan hancurkan dan kunyah obat klorfeniramin. Anda bisa mengonsumsinya sebelum atau sesudah makan.

Pastikan Anda minum obat ini pada jam yang sama dalam setiap hari. Konsumsi obat secepatnya bila Anda terlupa.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Lewati dosis yang tertinggal dan lanjutkan dengan jadwal dosis seperti biasa. Jangan menggandakan dosis obat untuk menggantikan dosis yang terlewatkan. Efek samping obat klorfenamin Klorfeniramin mungkin menimbulkan efek samping. Namun, tidak semua orang mengalaminya. Inilah efek samping yang mungkin muncul: • mengantuk, • kekeringan pada mulut, hidung, dan tenggorokan, • mual dan muntah, • nafsu makan berkurang, • sembelit, • sakit kepala, dan • peningkatan kongesti jantung.

Efek samping chlorpheniramine yang jarang muncul, tetapi bisa berbahaya, seperti: • masalah pandangan dan • susah buang air kecil. Hentikan pemakaian obat ini dan segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping, seperti: • detak jantung cepat atau tak beraturan, • perubahan suasana hati, • tremor dan kejang, • tubuh lebam atau berdarah, • tubuh terasa lemah tak wajar, • napas pendek, dan • buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat klorfeniramin Jangan konsumsi klorfenamin bila Anda memiliki: • glaukoma sudut sempit, • penyumbatan pada lambung dan usus, • pembesaran prostat, • tidak bisa buang air kecil, dan • asma. Beri tahu dokter bila Anda pernah mengalami kondisi berikut ini: • penyakit ginjal, • bronkitis kronis, • penyakit jantung, • emfisema, • diabetes, • penyakit liver, • tekanan darah tinggi, • kejang, • penyakit liver, • feokromositomadan • kelenjar tiroid yang terlalu aktif.

Tunda konsumsi chlorphenamine jika Anda mengonsumsi obat untuk menangani depresi dengan jenis monoamine oxidase inhibitor (MAOI) selama 14 hari terakhir, seperti: • isocarboxacid, • phenelzine, dan • tranylpromine.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Simpan obat di dalam wadah yang tertutup dan dan jauh dari jangkauan anak-anak. Letakkan obat pada suhu ruangan dan jauh dari cahaya matahari, panas, dan kelembapan.

Apakah klorfeniramin aman untuk ibu hamil dan menyusui? Studi memadai terkait konsumsi klorfeniramin pada ibu hamil masih terbatas. Namun, konsumsi obat ini pada trimester ketiga mampu menyebabkan reaksi pada bayi baru lahir atau bayi prematur. Jadi, penggunaan obat ini tidak dianjurkan pada ibu hamil. Anda bisa mengonsumsi obat klorfeniramin dosis kecil sebesar 2-4 mg sesekali. Namun, dosis besar dengan pemakaian yang lebih lama mampu menimbulkan efek pada bayi dan mengurangi suplai Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa.

Konsumsi chlorpheniramine yang ideal pada ibu menyusui umumnya berupa dosis tunggal setelah makan malam terakhir. Namun, dokter sebenarnya lebih merekomendasikan obat antihistamin yang tidak bersifat sedatif atau memicu kantuk. Interaksi obat klorfeniramin dengan obat lain Chlorpheniramine akan berinteraksi dengan beberapa jenis obat berikut. • Obat batuk, pilek, dan alergi • Relaksan otot • Obat nyeri dengan kategori narkotika • Obat untuk depresi, kejang, dan kecemasan • Tranquilizer • Obat tidur • Obat sedatif Klorfeniramin adalah obat golongan antihistamin yang berguna untuk mengatasi reaksi alergi.

Obat ini bersifat sedatif sehingga mampu memicu rasa kantuk. Meski Anda bisa membelinya tanpa resep dokter, tetap konsumsi obat sesuai dosis dan anjuran yang tertera agar tetap aman. Chlorphenamine: drowsy (sedating) antihistamine. (2018). Retrieved 9 December 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/chlorphenamine-including-piriton/ PEDOMAN UMUM - PIO Nas. (2021).

Retrieved 9 December 2021, from http://pionas.pom.go.id/ioni/pedoman-umum Fornas. (2021). Retrieved 9 December 2021, from http://e-fornas.binfar.kemkes.go.id/index.php/front/Daftarobat/obat_fornas Chlorpheniramine dosage guide + max dose, adjustments. Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/dosage/chlorpheniramine.html.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Chlorpheniramine. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Chlorpheniramine#section=Pharmacology-and-Biochemistry Chlorpheniramine: MedlinePlus Drug Information.

(2021).

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Retrieved 9 December 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682543.html#how Chlorphenamine – Oral Patient Medicine Information - MIMS Indonesia. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlorphenamine/patientmedicine/chlorphenamine%2B-%2Boral Chlorpheniramine uses, Side Effects & Warnings.

Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html. Chlorpheniramine use while breastfeeding .

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/breastfeeding/chlorpheniramine.html. Chlorpheniramine use during pregnancy.

Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy/chlorpheniramine.html.
Daftar Isi • Apa Nama Perusahaan Produsen Chlorpheniramine Maleat?

• Apa Kandungan dan Komposisi Chlorpheniramine Maleat? • Chlorpheniramine Maleat Obat Apa? • Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Chlorpheniramine Maleat? • Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Chlorpheniramine Maleat? • Pertanyaan yang Sering Diajukan • Apa Efek Samping Chlorpheniramine Maleat? • Kemasan, Sediaan, dan Harga Chlorpheniramine Maleat Apa Nama Perusahaan Produsen Chlorpheniramine Maleat? Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya.

Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya.

Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Chlorpheniramine Maleat: Phyto Kemo Agung Klasifikasi Obat W Apa Kandungan dan Komposisi Chlorpheniramine Maleat? Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif.

Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien.

Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif.

Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Chlorpheniramine Maleat adalah: Klorfeniramin maleat 4 mg Sekilas Tentang Chlorpheniramine Pada Chlorpheniramine Maleat Chlorpheniramine adalah suatu antihistamin yang digunakan untuk pengobatan gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.

Obat ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1948 dan mulai digunakan oleh dunia medis pada tahun 1949. Chlorpheniramine sering dikombinasikan dengan phenylpropanolamine untuk membentuk suatu obat yang dapat mengatasi alergi sekaligus sebagai dekongestan, Chlorpheniramine terkadang juga dikombinasikan dengan obat hydrocodone yang kemudian menghasilkan obat yang diindikasikan untuk batuk dan gangguan pernapsan bagian atas yang ada hubungannya dengan alergi atau pilek pada dewasa dan anak berusia lebih dari 6 tahun.

Chlorpheniramine Maleat Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Chlorpheniramine Maleat? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Chlorpheniramine Maleat adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk: Rinitis, urtikaria, hay fever Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Chlorpheniramine Maleat?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Chlorpheniramine Maleat: Dewasa: sehari 3-4×1 tablet.

Anak-anak: 6-12 tahun: 3-4× 1/ 2 tablet2-6 tahun: sehari 3-4× 1/ 4 tablet Pertanyaan chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa Sering Diajukan Apakah Aman Menggunakan Chlorpheniramine Maleat Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin? Chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakanyang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Chlorpheniramine Maleat? Jika Anda lupa menggunakan Chlorpheniramine Maleat, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali. Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Chlorpheniramine Maleat Sewaktu-waktu? Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter.

chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa

Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Bagaimana Cara Penyimpanan Chlorpheniramine Maleat? Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan.

Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan. Bagaimana Penanganan Chlorpheniramine Maleat yang Sudah Kedaluwarsa? Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah chlorpheniramine maleate 2 mg obat apa, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat.

Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa. Apa Efek Samping Chlorpheniramine Maleat? Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat.

Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Chlorpheniramine Maleat yang mungkin terjadi adalah: Mulut kering, mengantuk dan pandangan kabur Kemasan, Sediaan, dan Harga Chlorpheniramine Maleat Tablet 4 mg x 5 x 10

Analisis Senyawa Kimia CTM




2022 www.videocon.com