Lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa di temukan hampir di seluh indonesia meskipun dengn nama yang berbeda-beda. permainan lompat tali ini biasanya identik dengan kaum perempuan.

tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. salah satu nama permainan ini yaitu permainan Tali Merdeka yang di kenal oleh masyarakat di propinsi RIAU dan sekitarnya.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

1.Asal Usul Permainan Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir.

Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan yang bersangkutan.

Kapan dan dari mana permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti. Namun, dari nama permainan itu sendiri dapat diduga bahwa permainan ini muncul di zaman penjajahan. Sebenarnya di daerah lain indonesia juga banyak di temukan permainan ini tapi dengan nama yang berbeda misal dengan nama Lompat Tali, Lompatan dll 2. Pemain Pemain tali merdeka ini berjumlah 3--10 orang.

Pemain dibagi dalam dua kelompok, yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Pada umumnya permainan ini dilakukan oleh kaum perempuan yang masih berusia antara 7--15 tahun. Kaum perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain, karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet.

Kalau pun ada yang ikut bermain, biasanya hanya sebagai lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang.

Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. 3. Tempat Permainan Permainan ini tidak membutuhkan tempat yang luas. Oleh karena itu, dapat dimainkan di mana saja dan kapan saja, seperti: di halaman sekolah (pada waktu istirahat) dan di halaman rumah.

4. Peralatan Permainan Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3--4 meter. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Karet tersebut tidak dijual perbuah, melainkan dalam bentuk satuan berat (gram, ons, dan kilo).

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan, pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat, karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda.

Oleh karena itu, sewaktu membuat anyaman untuk membentuk tali karet, diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak lekas putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Ada kalanya tali-karet dianyam dengan menyambungkan 3--4 buah karet sekaligus, agar tali menjadi semakin kuat dan dapat dipakai berkali-kali. 5. Aturan Permainan Permainan tali merdeka tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu.

Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal sewaktu melompat, pemain tersebut harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.

6. Proses Permainan Sebelum permainan diadakan, terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit.

Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Kemudian, secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Pada saat diturunkan, posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya).

Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka, maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali.

Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit, untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jari-jemari tangan, khususnya ibu jari, jari telunjuk dan jari kelingking.

Ibu jari dilambangkan sebagai gajah, jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk, maka ibu jari akan menang, karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia.

Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking, maka ibu jari akan kalah, sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah, sehingga gajah akan kalah. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk, maka jari kelingking akan kalah, sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal.

Setelah semuanya siap, maka satu-persatu pemain akan melompati tali dengan berbagai macam tahap ketinggian yang telah disebutkan di atas.

Pada ketinggian-ketinggian yang sebatas lutut dan pinggang, umumnya para pemain dapat melompatinya, walaupun pada ketinggian tersebut tali tidak boleh tersentuh tubuh pemain. Pada tahap ketinggian yang sebatas dada hingga satu jengkal di atas kepala, mulai ada pemain yang merasa kesulitan untuk melompatinya.

Pergantian pemegang tali mulai banyak terjadi pada saat ketinggian tali sebatas hingga dua jengkal di atas kepala. Tahap yang paling sulit adalah ketika tali berada seacungan hasta pemegangnya. Pada tahap ketinggian seperti ini, pada umumnya hanya pemain-pemain yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan atau sering bermain tali merdeka saja yang dapat melompatinya.

Agar mempermudah lompatan, pemain juga boleh melakukan gerakan berputar menyamping, yang jika diamati akan nampak seperti perputaran baling-baling. Gerakan berputar pada umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Selain berputar, pemain juga boleh memegang dan menurunkan tali terlebih dahulu sebelum melompat.

Cara ini biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan. Pemain yang telah berhasil melompati tali yang setinggi acungan tangan, akan menunggu pemain lain selesai melompat. Dan, setelah seluruh pemain berhasil melompat, maka tali akan diturunkan kembali sebatas lutut.

Begitu seterusnya, hingga pemain merasa lelah dan berhenti bermain. 7. Nilai Budaya Permainan yang disebut sebagai tali merdeka ini mengandung nilai kerja keras, ketangkasan, kecermatan dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar dapat melompati tali dengan berbagai macam ketinggian. Nilai ketangkasan dan kecermatan tercermin dari usaha pemain untuk memperkirakan antara tingginya tali dengan lompatan yang akan dilakukannya.

Ketangkasan dan kecermatan dalam bermain hanya dapat dimiliki, apabila seseorang sering bermain dan atau berlatih melompati tali merdeka. Sedangkan nilai sportivitas tercermin dari sikap pemain yang tidak berbuat curang dan bersedia menggantikan pemegang tali jika melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam permainan.

Manfaat bermain lompat tali Ternyata bermain lompat tali karet mempunyai banyak manfaat untuk anak – anak, diantaranya adalah : 1. Motorik kasar Main lompat tali merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh. Secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan sendiri.

Lama- lama, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh menjadi cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Selain melatih fisik, mainan ini juga bisa membuat anak – anak mahir melompat tinggi dan mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Lompat tali juga dapat membantu mengurangi obesitas pada anak.

2. Emosi Lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih melakukan suatu lompatan dengan ketinggian tertentu dibutuhkan keberanian dari anak.

Berarti, secara emosi ia dituntut untuk membuat suatu keputusan besar, mau melakukan tindakan melompat atau tidak. Dan juga saat bermain, anak – anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa dan bergerak. 3. Ketelitian dan Akurasi Anak juga belajar melihat suatu ketepatan dan ketelitian.

Misalnya, bagaimana ketika tali diayunkan, ia dapat melompat sedemikian rupa sehingga tidak sampai terjerat tali dengan berusaha mengikuti ritme ayunan.

Semakin cepat gerak ayunan tali, semakin cepat ia harus melompat. 4. Sosialisasi Untuk bermain tali secara berkelompok, anak membutuhkan teman yang berarti memberi kesempatannya untuk bersosialisasi sehingga ia terbiasa dan nyaman dalam kelompok. Ia dapat belajar berempati, bergiliran, menaati aturan dan yang lainnya. 5. Intelektual Saat melakukan lompatan, terkadang anak perlu berhitung secara matematis agar lompatannya sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dalam aturan permainan.

Umpamanya, anak harus melakukan lima kali lompatan saat tali diayunkan, bila lebih atau kurang ia harus gantian menjadi pemegang tali. Anak juga secara tidak langsung belajar dengan cara melihat dari teman – temannya agar bisa mahir dalam melakukan permainan tersebut.

6. Moral Dalam permainan tradisional mengenal konsep menang atau kalah. Namun, menang atau kalah tidak menjadikan para pemainnya bertengkar, mereka belajar untuk bersikap sportif dalam setiap permainan. Dan juga tidak ada yang unggul, karena setiap orang punya kelebihan masing – masing untuk setiap permainan, hal tersebut meminimalisir ego di diri anak-anak hahaha 3 Desember 2018 06.58 Tahun baru telah menanti kita semua, menjelang akhir tahun kami S1288poker akan membagikan Free chips untuk anda semua member setia S1288poker.

Mau chips gratis? dan hadian nya? Mari bergabung sekarang juga hanya DI S1288poker untuk info lebih lanjut silakan hubungi kontak CS S1288poker di bawah ini BBM - 7AC8D76B WA - 08122221680 LINE : S1288_POKER Salam JP by S1288poker.

Balas Hapus hahaha 29 Januari 2019 06.17 Mari ikutin promo khusus imlek hanya di S1288poker Ada promo yang sangat menarik di disni PROMO ANGPAO IMLEK 2019 Pada kesempatan kali ini bagi-bagi Angpau kepada setiap member baru untuk berkesempatan mendapatkan promo hadiah imlek TO. Info lebih lengkap,silahkan hubungi CS 24/7 kami melalui : PIN BBM : 7AC8D76B WA : 08122221680 Twitter : @S1288POKER Balas Hapus • ▼ 2012 (12) • ▼ November (12) • PERMAINAN TRADISIONAL : Bermanfaat Tapi Mulai Terl.

• MAKALAH PAUD : Pentingnya Pendidikan Karakter pada. • MAKALAH PAUD : Perlukah Pendidikan Komputer Pada AUD • MAKALAH PAUD : LAPORAN ANALISA EVALUASI • PERMAINAN TRADISIONAL : Lompat Tali • PERMAINAN TRADISIONAL : Balap Karung • PERMAINAN TRADISIONAL : Ular Naga (tamtambuku) • PERMAINAN TRADISIONAL : Patok Lele • PERMAINAN TRADISIONAL : Benteng • PERMAINAN TRADISIONAL : Kelereng • PERMAINAN TRADISIONAL : Galah Asin (Gobak Sodor) • PERMAINAN TRADISIONAL : Congklak (Dakon) • Beranda lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih Profil • Sejarah singkat • Visi Dan Misi • Struktur Organisasi • Budaya Kerja • Profil Pemajuan Kebudayaan Daerah • Renstra • PPID • Profil PPID • Formulir Permohonan Informasi Publik • Daftar Informasi Publik Tersedia • Informasi Berkala • Informasi Serta-Merta • Informasi Setiap Saat • Kedinasan • Press Release • Berita Kedinasan • Pengumuman • Komentar Anda • Unduh • Whistleblowing • • English / Indonesia 4650 Permainan Lompat Tali Karet: Melatih Ketangkasan dan Membuat Tubuh Anak Jadi Cekatan Permainan lompat tali karet atau biasa disebut permainan karet saja merupakan salah satu permainan tradisional Betawi yang dimainkan oleh anak perempuan.

Tapi terkadang anak laki-laki pun ada beberapa yang ikut bermain. Permainan lompat tali/karet ini menggunakan tali yang terbuat dari sambungan karet gelang yang panjangnya kira-kira 5 meter. Kedua ujungnya masing-masing dipegang oleh dua orang, lalu diputar sehingga turun naik ke atas dan ke bawah.

Kemudian dua anak lain melompat-lompat mengikuti gerak tali itu dengan hitungan dan gaya tertentu. Jika ia terjatuh, maka rekannya yang lain mendapat giliran untuk melompat. Menurut beberapa sumber, permainan karet ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Pada awalnya permainan ini hanya dimainkan oleh anak-anak Belanda pada masa itu. Ada juga yang mengatakan bahwa asal permainan lompat tali karet ini berasal dari benua Eropa yang menyebar ke benua-benua lainnya termasuk di dalamnya benua Asia Tenggara tepatnya Indonesia. Selain itu, ada juga sumber yang menyebutkan permainan ini berasal dari Mesir, China, Australia dan lain sebagainya.

Sehingga tidak ada kejelasan yang pasti tentang asal usul permainan yang satu ini. Peraturan dan Cara Bermain Permainan dimainkan oleh 3 orang atau lebih. Ada 2 orang sebagai pemegang tali dan yang lainnya bertugas melompati karet.Ketinggian karet dimulai dari mata kaki hingga mencapai kepala bahkan tangan yang diacungkan ke atas. Ketinggian hingga bagian dada, mengharuskan peserta melompat tanpa mengenai karet/tali.

Jika pemain mengenai karet atau terjerat karet maka pemain gugur dan bergantian dengan si pemegang karet. Jika semua pemain sudah berhasil melewati tantangan lompatan dengan ketinggian akhir, maka permainan akan diulang dari awal, begitu seterusnya.

Manfaat Permainan Ada pun manfaat dari permainan tradisional ini adalah untuk melatih otot kaki meningkatkan koordinasi tubuh, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kepadatan tulang Aspek yang Dikembangkan Dilihat dari aspek perkembangan anak yang memainkan permainan tali karet dapat melatih syaraf motorik. Lompat tali karet merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh.secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan tersendiri.

Lama kelamaan, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh menjadi cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Lompat tali karet juga dapat membantu mengurangi kejadian obesitas pada anak View on map
Lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih ketangkasan.

Permainan ini menggunakan tali karet yang dirangkai atau skipping rope. Lompat tali dapat dilakukan sendiri atau berkelompok. Jika lompat tali dilakukan sendiri, kamu dapat memegang ujung tali. Ayunkan tali ke depan, melewati kepala dan kaki sambil meloncatinya. Lakukan loncatan sesuai kemampuanmu.

Kegiatan lompat tali dapat divariasikan dengan loncat kotak. Amatilah gambar 3.9 dan 3.10. Gambar tersebut menunjukkan variasi lompat tali dan loncat kotak. Setelah melakukan lompat tali selama waktu tertentu, lakukan lompat kotak. Loncati beberapa kotak dalam jarak tertentu kemudian mendarat dengan kedua kaki. Lakukan kegiatan ini dengan semangat dan percaya diri. Langkah-langkah gerakannya sebagai berikut. Sikap awal berdiri, dengan posisi tegak. Tekuk kedua kaki untuk menolak tubuh ke atas.

tolak tubuh ke atas menggunakan kedua kaki diikuti ayunan lengan ke depan. Gerakan ini membuat tubuhmu melenting ke atas, kemudian mendarat dengan kedua kaki. Kedua lengan diluruskan ke depan untuk keseimbangan badan. Gerakan melompat merupakan gerakan berpindah tempat atau arah dengan tumpuan satu kaki. Contoh gerakan melompat, yaitu lompat raih dan lompat jauh. Bagaimana cara melakukan gerak lompat raih dan lompat jauh? Amatilah kegiatan seperti Gambar 3.11.

Siapkan sebuah bola yang digantung agak tinggi. Posisi awal, lakukan lari cepat dan pandangan ke depan. Saat mendekati papan tolak, bersiap melakukan tolakan. Lakukan tolakan dengan satu kaki (gunakan kaki terkuat untuk melakukan tolakan). Ayunkan lengan ke depan saat badan melayang di udara. Kedua kaki dijulurkan ke depan untuk bersiap mendarat.

Pendaratan dilakukan dengan kedua kaki. Lutut agak ditekuk dan ikuti ayunan lengan ke depan. Lakukan kegiatan ini secara disiplin dan percaya diri. Teruslah berlatih agar kamu makin terampil. Gerakan dalam lempar roket. Posisi awal, bersiap melakukan awalan lari. Salah satu tangan memegang roket dan pandangan ke depan. Lakukan lari pelan dan lari cepat, kemudian lakukan tolakan tepat di belakang garis batas tolakan.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Lempar roket sekuat-kuatnya agar lemparannya jauh. Ikuti gerakan ayunan lengan dan langkah kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh. Lakukan gerakan lempar roket ini dengan disiplin dan tanggung jawab. Bandingkan gerakanmu dengan langkah-langkah berikut. Posisi awal, sikap berdiri tegak. Kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang. Bola dipegang tangan kanan di belakang telinga dengan siku ditekuk. Pandangan ke arah sasaran yang dituju.

Ayunkan lengan kanan dengan kuat. Saat bola berada di atas depan kepala, lepaskan bola. Ikuti dengan lecutan di pergelangan tangan agar bola meluncur ke atas depan. Lakukan gerakan ini dengan tekun dan hati-hati. Athletics Kid pertama kali dikenalkan oleh International Association of Athletics Federation (IAAF).

Athletics Kid makin menyebar ke sekolah melalui pendidikan dan pelatihan oleh Pusat Pembinaan Atletik Pelajar (PPAP). Bahkan, PB PASI merekomendasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayan untuk melombakan cabang Athletics Kid. Nomor yang dilombakan, yaitu sprint/hurdles shuttle relay (kanga’s escape), forward squat jumps (loncat katak), kids javeline throwing (lempar turbo/roket), dan formula one (lari, rintangan, dan slalom). • Variasi gerak dasar dalam atletik terdiri atas jalan, lari, lompat, dan lempar.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

• Jalan adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Saat kaki melakukan pergantian langkah, satu kaki tetap bertumpu pada dasar pijakan.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

• Variasi gerak berjalan sebagai berikut. a. Gerak berjalan berdasarkan arah terdiri atas jalan maju dan jalan mundur serta jalan menyamping dan berkelok-kelok. b. Gerak berjalan berdasarkan langkah terdiri atas langkah biasa dan langkah tegak serta langkah rapat dan langkah cepat.

• Berlari adalah gerakan memindahkan tubuh dengan melangkahkan kaki secara cepat. Saat berlari, adakalanya tubuh seolah-olah melayang. • Variasi gerak berlari sebagai berikut. a. Lari pelan (joging) dan lari cepat. b. Lari menyamping dan lari berkelok-kelok. c. Lari melewati rintangan dan lari langkah kuda. • Melompat adalah gerakan memindahkan tubuh ke depan, dengan menolakkan salah satu kaki. Dalam melompat, terdapat gerakan awalan, tolakan, melayang, dan mendarat.

• Variasi gerak lompat sebagai berikut. a. Lompat tali dan loncat kotak. b. Loncat ke atas dan loncat jauh. c. Lompat meraih bola dan lompat jauh. • Melempar adalah rangkaian gerakan menolak, mendorong benda menggunakan tangan. Benda yang didorong akan melayang dan jatuh. • Gerak dasar lempar sebagai berikut.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

a. Lempar roket. b. Lempar bola ayun. • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Pernahkah kamu bermain lompat tali?

 Lompat tali merupakan salah satu permainan sederhana. Permainan lompat tali dilakukan secara berkelompok. Salah satu gerakan dalam lompat tali adalah gerakan meloncat tali. Cara melakukannya sebagai berikut.

1. Kaki lurus dan kedua lengan menggantung di depan tubuh. 2. Tubuh jongkok dengan posisi dada tegak. 4. Mendarat dengan 1 kaki dan lutut menekuk. Lalu, Bagaimanakah cara bermain permainan lompat tali? Pertama-tama sediakan seutas tali karet. Ajaklah dua orang temanmu untuk memutar tali. Ujung tali dipegang oleh kedua temanmu. Temanmu memutar tali searah jarum jam. Teman yang bertugas memutar tali harus kompak agar putaran teratur. Ketika tali karet diputar, segeralah masuk ke putaran tali dengan cara melompat dengan lutut sedikit ditekuk.

Gerakan kaki harus menghindar dari ayunan tali. Be gitu pula kepala harus dijaga agar tidak tersangkut tali karet dan mengganggu putaran tali karet tersebut. Apabila saat diputar kakimu tersangkut tali, kamu bertugas menggantikan memutar tali.
Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan keragaman budaya dan suku di dalamnya.

Hal ini dapat kita ketahui dari berbagai macam aspek salah satunya adalah dalam permainan tradisional yang umumnya dimainkan anak-anak. Permainan ini rupanya juga dijadikan sebagai salah satu materi pembelajaran olahraga di sekolah. Penjelasan mengenai permainan lompat tali di sekolah dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Pendidikan: Jasmani 3: Olahraga dan Kesehatan yang disusun oleh Tim Penjas SD (2007:27) yang menyebutkan permainan lompat tali dimainkan dengan tiga orang anak, dengan dua anak yang bertugas memegang tali dan mengayunkannya, lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih anak menjadi pelompat yang berdiri di antara kedua anak yang memegang tali.

Dalam buku ini juga dijelaskan bahwa pemain yang mendapat giliran melompat dinyatakan gagal saat pelompat gagal melompat lagi atau tali tersangkut di kaki pemain. Maka dari itu permainan ini termasuk ke dalam salah satu latihan daya tahan karena membutuhkan konsistensi tubuh saat melompati tali yang diayunkan. Selain diterapkan dalam pelajaran olahraga di sekolah, permainan lompat tali juga dijadikan sebagai permainan hiburan bagi anak-anak.

Dalam buku berjudul Dolanan Tradisional karya Putra Hadi (2020:8) dijelaskan secara ringkas bahwa permainan lompat tali di Indonesia juga dapat dimainkan dengan menggunakan karet yang dijalin hingga panjang menjadi tali. Permainan tradisional ini rupanya juga memiliki manfaat tersendiri bagi yang memainkannya, khususnya anak-anak.

Sebagaimana yang dipaparkan Buku Ajar Bermain & Permainan Anak Usia Dini yang ditulis oleh M. Fadlillah, M.Pd.I. (2019:110) yang menyebutkan bahwa permainan lompat tali dapat bermanfaat sebagai sarana melatih kerjasama, ketangkasan, dan fisik-motorik, serta sosial emosional anak.
Permainan lompat tali karet adalah sebuah permainan tradisional yang menggunakan tali karet sebagai alat utamanya, serta membutuhkan lapangan yang luas untuk dapat lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih.

Karet yang dijadikan alat utama permainan ini merupakan karet gelang yang disusun sebanyak-banyaknya, hingga membentuk rangkaian tali yang panjang, dengan ukuran sekitar 3-4 meter.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Baca Juga: Evos Legends Resmi Perkenalkan Roster untuk MPL Season 9 Permainan ini dimainkan oleh 4 orang atau lebih, yang memiliki dua peran berbeda, yaitu sebagai pemegang dan pelompat lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih.

Pemain yang berhasil menang dalam hompimpah dapat menentukan peran utamanya untuk bermain dalam permainan tersebut. Setiap orang berganti peran ketika tidak berhasil melewati tahapan dalam permainan ini.

Ketinggian dalam permainan lompat tali karet sendiri umumnya terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: Manfaat Permainan Lompat Tali Karet Permainan lompat tali karet menjadi salah satu permainan yang memberikan begitu banyak manfaat bagi siapapun yang melakukannya.

Tidak hanya melatih gerakan motorik, permainan ini juga dapat melatih emosional seseorang. 1. Melatih motorik kasar Jika seseorang terbiasa melakukan permainan lompat tali, otot tubuhnya menjadi lebih berisi, kuat, dan terlatih.

Selain itu, perpindahan gerak talinya yang cepat dapat mengakibatkan seseorang menjadi lebih cekatan dan dinamis. Lompat tali juga mampu membuat seseorang mahir dan terampil dalam meningkatkan kecerdasan kinestik seseorang, serta mengurangi lemak berlebih yang menjadi penyebab munculnya penyakit obesitas. Baca Juga: Game Lokal Karya Anak Bangsa ‘Hello Goodboy’ Segera Hadir 2.

Meningkatkan emosi atau perasaan Permainan ini membutuhkan keberanian seseorang untuk melakukan lompatan dengan ketinggian tertentu. Oleh sebab itu, permainan lompat tali menuntut seseorang untuk melawan emosi yang menyelimutinya.

3. Menumbuhkan tingkat ketelitian dan akurasi Dengan bermain permainan lompat tali, seseorang dapat memperhitungkan tinggi lompatannya agar tidak terjerat tali yang sedang dimainkan. Tak jarang, untuk mengakalinya, seseorang perlu berusaha untuk mengikuti ritme ayunannya. Baca Juga: Memiliki Ikatan Darah, Hero Mobile Legends ini Bersaudara 4.

lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional untuk melatih

Meningkatkan kemampuan sosialisasi Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berkomunikasi dengan manusia lainnya. Melalui permainan lompat tali karet, seseorang dapat melatih kemampuan sosialisasinya dengan bermain secara berkelompok dengan teman lainnya.

Permainan Tradisional Lompat Tali Karet




2022 www.videocon.com