Langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

KOMPAS.com – Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi yang bertujuan memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Berdasarkan bentuknya, koperasi terdiri dari koperasi primer dan sekunder.

Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh paling sedikit 20 orang dan beranggotakan orang perseorangan.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Sementara koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan paling sedikit tiga koperasi dan beranggotakan koperasi-koperasi yang telah berbadan hukum. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Perkoperasian mengelompokkan koperasi menjadi beberapa jenis.

Klasifikasi ini berdasarkan kesamaan kegiatan usaha dan kepentingan ekonomi anggota. Baca juga: Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya Jenis koperasi tersebut, yaitu: • Koperasi Konsumen • Koperasi Produsen • Koperasi Jasa • Koperasi Pemasaran • Koperasi Simpan Pinjam Peraturan Menteri Langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 9 Tahun 2018 juga mengatur cara dan syarat mendirikan koperasi.

Berikut penjelasannya: Rapat pendirian Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengadakan rapat pendirian yang dihadiri para pendiri. Rapat harus dihadiri oleh paling sedikit 20 orang untuk pendirian koperasi primer, dan paling sedikit tiga badan hukum koperasi untuk pendirian koperasi sekunder yang diwakili pengurus atau anggota yang diberi kuasa.

Berita Langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Temui Fraksi PDI-P DPRD DKI Bahas Kenaikan Harga Kedelai Ingin Hapus Kemiskinan Esktrem di Pesisir, Kemenkop UKM dan ISKINDO Bangun Koperasi Nelayan Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Terus Kawal Pembayaran Homologasi KSP Indosurya Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya Beratkan Warga dengan Bunga Tinggi dan Tak Berizin, Pemkab Ngawi Tutup 3 Koperasi Berita Terkait Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Temui Fraksi PDI-P DPRD DKI Bahas Kenaikan Harga Kedelai Ingin Hapus Kemiskinan Esktrem di Pesisir, Kemenkop UKM dan ISKINDO Bangun Koperasi Nelayan Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Terus Kawal Pembayaran Homologasi KSP Indosurya Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya Beratkan Warga dengan Bunga Tinggi dan Tak Berizin, Pemkab Ngawi Tutup 3 Koperasi Cara mendirikan koperasi di Indonesia terbilang sangat mudah karena persyaratan yang harus dipenuhi tidak terlalu banyak, akan tetapi saringkali aspek idiologis dari pendirian koperasi dikesampingkan.

padahal dalam konteks koperasi Indonesia bagian inilah yang sangat penting. Bagaimana cara mendirikan koperasi yang baik? hal pertama yang harus diketahui adalah pengertian koperasi dan jenis koperasi Kata Koperasi berasal dari Bahasa Inggris cooperative yang langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah kerjasama. Jadi pengertian koperasi secara sederhana adalah organisasi atau perkumpulan orang yang bergabung secara sukarela dan mempunyai tujuan sama dalam memenuhi kebutuan serta salang bekerjasama.

Koperasi seharusnya mempunyai Badan Hukum, tetapi jika tidak mempunyai badan hukum akan disebut sebagai Pra-koperasi.

Macam-macam koperasi Koperasi menurut usahanya dapat di bedakan menjadi: • Koperasi Produksi Contoh : koperasi pertanian, koperasi susu ( peternak), Koperasi batik dll • Koperasi KonsumsiContoh: Koperasi yang mengusahakan swalayan, toko dll • Koperasi Jasa, Koperasi yang mengusahakan bisnis trasportasi misalnya :kopata, kobutri. Koperasi simpan pinjam dll • Koperasi Serba UsahaKoperasi yang mempunyai banyak usaha Sebenarnya masih banyak macam-macam koperasi berdasarkan pengelompokan-pengelompokan yang lain.

Langkah-langkah mendirikan Koperasi cara pendirian koperasi Langkah Pertama cara mendirikan koperasi Perlu disadari pembentukan koperasi harus didasarkan kepada kebutuhan dan kesadaran. Sebelum mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu kita harus tahu hal-hal berikut.

Perlu apa tidak koperasi di daerah ini? Jika perlu kenapa? Apakah sudah ada rencana usaha yang akan dijalankan? Bagaimana persiapannya seperti modal, tempat usaha dan sebagainya? Langkah Kedua Segera diadakan rapat persiapan pembentukan yang menghadirkan calon pendiri, untuk koperasi primer dibutuhkan minimal 20 orang agar koperasi bisa berdiri.

Kantor koperasi dan jenis usaha harus jelasa dan yang paling penting kesepahaman kebutuhan. Koperasi adalah media bagi masyarakat untuk menumbuhkna kerjasama, gotong royong dalam konteks ekonomi, sehingga sangat penting setiap pendiri memahami tujuan mulai ini. Langkah Ketiga Pelaksanaan rapat pembentukan.

Pada rapat pembentukan di tentukan pendiri dan pengurus serta pengesahan anggota dengan cara semua pendiri menanda tangani berita acara pembentukan koperasi kemudian ditentukan pengurus koperasi, anggaran dasar ( Peraturan-peraturan Pokok), serta rencana kerja dan rencana anggaran.

Langkah 4 Sosialisasikan koperasi yang baru dibentuk kepada pemerintah, calon relasi, masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Langkah 5 Sesegera mungkin diadakan rapat pengurus yang akan membahas program kerja, peraturan-peraturan usaha dan administrasi. Jika koperasi ingin di buatkan badan hukum maka setelah koperasi dibentuk langsung diajukan permohonan Badan Hukum Kepada Pemda TK II. Pengelolaan koperasi Paling sedikit ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam usaha mensukseskan koperasi. adminstrasi yang baik, termasuk didalamnya adalah administrasi keuangan.

Sumber Daya Manusia yang baik, bertagwa dan bertanggung jawab Pengelolaan anggota dan relasi yang baik. Syarat pendirian koperasi yang dikeluarkan oleh Depkop silahkan register untuk menuju dokumen cara pendirian koperasi.

Klik link berikut untuk registrasi Jika ada pertanyaan silahkan meninggalkan komentar di posting cara mendirikan koperasi Gusbud adalah kependekan dari Agus Budiono. Pengamat dan praktisi koperasi dan Internet Marketing yang merupakan alumni Teknik UGM ini aktif di gerakan koperasi semenjak menjabat sebagai pengurus Kopma UGM.

Saat ini banyak berkecimpung bidang socialpreneurship juga masih aktif menulis blog serta mengisi training. Don't Miss adminkop yg terhormat, mohon dibantu penjelasannya. 1. apakah saat ini masih bisa mengajukan pendirian koperasi dengan badan hukum dan ijun usaha “koperasi serba usaha? ” karena yang saya dengar untuk pendirian koperasi di bedakan kegiatan usahanya menjadi 2 yaitu sektor keuangan dan sektor reel.

(mohon pencerahannya) 2. bagaimana membuatkan badan hukum dan badan usaha koperasi untuk kegiatan yang sudah ada dan berjalan. ( sejarahnya, program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) yang sudah berakhir 2015. dimana pengelolaan dana bergulir (SP kelompok perempuan) dan pengembangan kegiatan perdagangan untuk kebutuhan kelompok dan desa/kelurahan yang ada di kecamatan tidak lagi dipayungi hukum program) 3.

apakah memungkinkankoperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam menjadi bagian/unit usaha dari BUMdes/BUMdes Bersama ? Sepanjang yang kami ketahui sesuai dengan Permen NOMOR 10/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang kelambagaan koperasi dalam ad/art hanya di wajibkan. Mengelompokkan usaha koperasi menjadi usaha utama, usaha pendukung dan usaha tambahan.

Saya sarankan untuk berkonsultasi dengan notaris setempat yang telah ditunjuk. Prosesnya sama dengan pengurusan badan hukum untuk koperasi baru, minimal didirikan oleh 20 orang, mempunyai alamat, memiliki ad/art dsb sesuai dengan yang telah kami tulis. Yang perlu diketahui BUMdes bukan badan hukum, sedangkan koperasi adalah badan hukum, jadi yang tepat adalah badan hukum dari bumdes adalah koperasi.

terima kasih pertama tentukan visi besar koperasi nya pak manto misalnya adalah mensejahterakan nelayan, kemudian susun misi atau langkah-langkah mencapai visi yang sudha di tentukan. selanjutnya buat target jangka panjang dan jangka pendek. tarhet harus terukur misalnya target jangka pendek penghasilan petani naik 10 % jangka panjangnya total pengasilan petani naik 50 % misalnya.

Kemudian buat analisa SWOT nya dan mulai susun strategi, indikator strategi dan langsung bisa di turunken menjadi proker. Garis besarnya demikian pak
Artikel Ekonomi kelas X ini akan membahas bagaimana cara mendirikan koperasi sekolah dengan mudah dan sederhana.

Dengan Ruangguru, #30MenitBisa -- Hayo, siapa yang di sekolahnya ada koperasi? Pasti ada beberapa di antara kamu yang lebih suka pergi ke koperasi dibanding ke kantin.

Entah itu untuk sekadar ngobrol bareng temen, jajan makanan kecil, atau beli pulpen yang tiba-tiba hilang di kelas. Ya, koperasi memang berbeda dengan kantin sekolah yang kebanyakan menjual makanan saja. Di koperasi, kamu dapat membeli berbagai kebutuhan sekolah seperti dasi dan topi. Masalahnya, bagaimana tata cara mendirikan koperasi di sekolah? Tentu, karena tujuannya berbeda, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendirikan koperasi dan kantin itu jauh berbeda. Sekolah kamu mungkin tinggal bekerja sama dengan para pedagang untuk mendirikan kantin di sekolah.

Tapi dengan koperasi? Apa semudah membeli batu bata dan memasang plang nama saja? Eits, tidak bisa gitu. Perlu ada tata cara dan langkah-langkah yang jelas untuk mendirikan sebuah koperasi. Persiapan Sebelum membangun koperasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah: rapat persiapan antara guru, murid, dan calon panitia pengurus. Buat apa pakai rapat segala? Ya, biar jelas dong. Nanti di rapat itu akan dibahas pembentukan panitia pendirian koperasi sekolahnya, tugas-tugasnya, serta struktur organisasi koperasinya.

Supaya semuanya tertata dan menjadi jelas. Rapat Pengurus Koperasi Setelah rapat persiapan, kamu harus membentuk panitia kepengurusan koperasi.

Biasanya, sih, paling gampang dilakukan dengan cara voting. Siapa saja peserta rapatnya? Tentunya harus dari pihak sekolah, (guru dan kepala sekolah), perwakilan murid dan pengurus OSIS, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan pejabat DInas Koperasi setempat. Selain membentuk kepengurusan, tentukan juga tugas-tugas mereka.

Jangan sampai tugas-tugas mereka saling tumpang tindih ya! Rapat Pengoperasian Setelah menentukan pengurus koperasi, baru, deh, lakukan rapat yang sifatnya operasional.

Rapatnya sendiri harus dihadiri murid, guru, dan pengurus yang sudah dibentuk. Di rapat ini, akan dibahas mulai dari bagaimana sistem permodalan koperasi sekolah kamu, penggelolaannya, kegiatan dan jenis usaha, serta barang-barang pendukung yang dibutuhkan. Baca juga: Tujuan, Peran, dan Cara Kerja Koperasi Penyusunan AD/ART Tahap selanjutnya adalah penyusunan daftar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Anggaran dasar merupakan aturan tertulis yang berisi tata kehidupan koperasi.

Mulai dari pencantuman daftar nama pendiri koperasi, nama koperasi dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan koperasi, serta berbagai ketentuan terkait keanggotaan. Siapa yang bikin? Ya, para pendiri koperasi di sekolah kamu, dong. Pengajuan Pengesahan Setelahnya, pihak pengurus harus melakukan pengajuan pengesahan koperasi ke kantor koperasi tingkat provinsi atau kantor koperasi tingkat II (Kabupaten/Kota). Tujuannya apa?

Ya, supaya koperasi sekolah kamu terdaftar dan menjadi sebuah badan yang resmi secara hukum. Hal ini yang membedakan antara koperasi dengan kantin sekolah.

Pengesahan Tahap terakhir, kamu tinggal menunggu penerimaan bukti tanda terima dari kantor koperasi yang kamu berikan surat pengajuan pengesahan. Surat ini, nantinya akan digunakan sebagai landasan hukum supaya kamu dapat menjalankan kegiatan usaha koperasi dengan sah. Kalau udah mendapatkan surat ini, sekolah kamu secara resmi boleh menjalankan koperasinya deh! Gimana, Squad? Itu lah tadi cara mendirikan koperasi sekolah. Kalau kamu, paling sering beli apa di koperasi? Coba tulis di kolom komentar ya!

Kalau kamu ingin mempelajari materi koperasi dalam bentuk lain, kamu bisa tonton langsung lewat ruangbelajar.Di sana, kamu bisa melihat video animasi tentang koperasi yang dijelaskan dengan seru. Lengkap dengan latihan soal lagi. Yuk, ambil hape kamu dan tonton sekarang! Referensi: Alam S. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. Artikel ini diperbarui pada 7 Desember 2020.

• 1) Persyaratan Pembentukan Koperasi • Anggaran Dasar Koperasi • Pengesahan Akta Pendirian Koperasi atau Badan Hukum Koperasi Koperasi adalah Adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Dalam UU Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian yang menyatakan bahwa koperasi mempunyai peran strategis dalam menata ekonomi nasional yang berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka menciptakan masyarakat yang maju, adil, dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945. Sedangkan dalam pasal 33 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, koperasi kembali ditegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Ketentuan tersebut sesuai dengan yang ada pada prinsipnya. Maka dari itu, mereka memiliki misi untuk fungsi yang nyata dalam menyusun perekonomian yang mengutamakan kemakmuran masyarakat bukan kemakmuran dari orang-seorang saja. Ada beberapa hal yang harus disiapkan dalam mendirikan koperasi, diantara adalah; 1) Persyaratan Pembentukan Koperasi Dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yaitu dalam Pasal 6 sampai dengan 8 disebutkan bahwa persyaratan untuk pembentukan koperasi adalah sebagai berikut.

• Persyaratan pembentukan koperasi didasarkan atas bentuk koperasi yang akan dibentuk, yaitu apakah koperasi primer atau koperasi sekunder. • Untuk persyaratan pembentukan koperasi primer memerlukan minimal 20 orang anggota. Untuk persyaratan pembentukan koperasi sekunder memerlukan minimal 3 koperasi yang telah berbadan hukum.

• Koperasi yang dibentuk harus berkedudukan di wilayah negara Republik Indonesia. • Untuk pembentukan koperasi dilakukan dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar. • Memiliki Anggaran dasar koperasi Anggaran Dasar Koperasi Angaran dasar koperasi sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal berikut ini: • daftar nama pendiri; • nama dan tempat kedudukan; • maksud dan tujuan serta di bidang usaha; • ketentuan mengenai keanggotaan; • ketentuan mengenai rapat anggota; • ketentuan mengenai pengolahan; • ketentuan mengenai permodalan; • ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya; • ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha; • ketentuan mengenai sanksi.

Syarat-syarat Mendirikan Koperasi Gambar: Mekanisme Cara Mendirikan Koperasi Pengesahan Akta Pendirian Koperasi atau Langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah Hukum Koperasi Para pendiri atau kuasanya mengajukan permintaan pengesahan secara tertulis kepada pemerintah dengan bantuan notaris. Permintaan pengesahan tersebut hendaknya diajukan dengan melampirkan: • berita acara pembentukan koperasi termasuk pemberian kuasa untuk mengajukan permintaan pengesahan akta; • surat bukti penyetoran modal dari setiap pendiri kepada koperasinya dengan jumlah sekurang-kurangnya sebesar simpanan pokok; • rencana awal kegiatan koperasi atau program kerja; • daftar hadir rapat pembentukan koperasi; • data pendiri koperasi; • daftar susunan pengurus dan pengawas koperasi; • fotokopi KTP dari masing-masing anggota pendiri (untuk koperasi primer); • rekomendasi dari kelurahan yang diketahui oleh kecamatan domisili koperasi itu berada; • pas foto pengurus koperasi.

Originally posted 2018-05-09 08:46:29.
PERSIAPAN PEMBENTUKAN Orang-orang yang akan mendirikan koperasi terlebih dahulu mendapatkan penerangan dan penyuluhan agar memperoleh pengertian dan kejelasan mengenai maksud dan tujuan mendirikan koperasi termasuk struktur organisasi manajemen serta kegiatan usaha koperasi.

RAPAT PEMBENTUKAN 1. Rapat sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang yang dipimpin oleh seorang/beberapa orang pendiri koperasi. Pengertian : a.

Pendirian adalah mereka yang hadir dalam rapat pembentukan koperasi dan telah memenuhi persyaratan keanggotaan dan menyatakan diri menjadi anggota. b. Kuasa pendiri adalah beberapa orang dari pendiri yang diberi kuasa dan sekaligus ditunjuk oleh pendiri untuk pertama kalinya sebagai pengurus koperasi untuk menandatangani akta anggaran dasar dan memproses pengajuan Badan Hukum kepada Pemerintah.

2. Disarankan mengundang Pejabat / Petugas yang memahami seluk beluk perkoperasian. HAL – HAL YANG DIBICARAKAN DALAM RAPAT * Tujuan mendirikan koperasi * Kegiatan usaha yang hendak dijalankan * Persyaratan menjadi anggota * Menetapkan modal yang akan disetor kepada koperasi diantaranya dari simpanan pokok dan simpanan wajib * Memilih nama-nama pendiri koperasi * Memilih nama-nama pengurus dan pengawas koperasi * Menyusun langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah dasar TEKNIS PENYUSUNAN ANGGARAN DASAR Apabila penyusunan anggaran dasar tidak mungkin disusun bersama-sama seluruh peserta rapat, dapat ditempuh: 1.

Membentuk tim perumus penyusun anggaran dasar dengan tugas menyusun draf anggaran dasar yang bersifat umum dan hasilnya dilaporkan kepada pendirian koperasi untuk dimintakan pengesahan kepada kepada seluruh anggota 2. Hal-hal khusus yang perlu dibahas oleh seluruh peserta (tidak diserahkan kepada tim perumus) diantaranya : a. Nama dan tempat kedudukan koperasi b.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Persyaratan menjadi anggota c. Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib d. Nama-nama pendiri, pengurus dan pengawas e. Kegiatan usaha f. Ketentuan mengenai penggunaan sisa hasil usaha g. Ketentuan mengenai sanksi 3. Isi Anggaran Dasar minimal memuat tentang : a. Daftar nama pendiri b.

Nama dan tempat kedudukan koperasi c. Ketentuan mengenai keanggotaan d. Maksud dan tujuan serta bidang usaha e. Ketentuan mengenai rapat anggota f. Ketentuan mengenai pengelolaan g.

Ketentuan mengenai permodalan h. Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya koperasi i. Ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha j. Ketentuan mengenai sangsi. PENGAJUAN PERMOHONAN PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI Permohonan disampaikan kepada : LAMPIRAN PERMOHONAN Koperasi Primer yang tidak memiliki unit usaha simpan pinjam.

1. Dua rangkap akta pendirian koperasi, satu diantaranya bermaterai cukup 2. Berita acara pembentukan koperasi 3. Surat bukti penyetoran modal 4. Neraca awal kegiatan usaha 5. Rencana kerja awal kegiatan usaha 6. Daftar hadir rapat pembentukan 7. Foto copy KTP masing-masing anggota pendiri KOPERASI SIMPAN PINJAM 1. Dua rangkap akta pendirian koperasi, satu langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah bermaterai cukup 2.

Berita acara rapat pembentukan Koperasi Simpan Pinjam 3. Surat bukti penyetoran modal sendiri sekurang-kurangnya Rp. 15.000.000,- 4. Neraca awal per tanggal pendirian koperasi 5. Rencana awal kegiatan usaha meliputi : a. Rencana penghimpunan dana simpanan b. Rencana pemberian pinjaman c. Rencana penghimpunan modal sendiri d. Rencana modal pinjaman e. Rencana pendapatan dan beban f. Rencana dibidang organisasi dan sumber daya manusianya.

6. Daftar hadir rapat pembentukan 7. Nama dan riwayat hidup calon pengelola/manajer dengan lampiran a. Sertifikat pelatihan simpan pinjam b. Surat keterangan berkelakuan baik dari yang berwenang c. Surat pernyataan tidak mempunyai hubungan keluarga 8. Daftar sarana kerja yang telah dipersiapkan 9. Foto copy KTP masing-masing anggota pendiri. Pengertian pengertian pokok tentang Koperasi : 1.

Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. 2. Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.

3. Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil. 4. Pengawasan dilakukan oleh anggota. 5. Mempunyai sifat saling tolong menolong. 6. Membayar sejumlah uang sebagai langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah pokok Sebetulnya suatu definisi itu meskipun banyak persamaannya, tetapi orang banyak yang memberi tekanan pada salah satu unsurnya.

Hal ini tergantung pada perbedaan segi pandangan palsafah hidup orang yang mengemukakan tentang Koperasi, sebagai pelengkap dari pengertian koperasi menurut UU No. 12/1967 (undang undang pertama mengenai Koperasi Indonesia), diantaranya : – Dr.C.C. Taylor Beliau adalah seorang ahli ilmu Sosiologi, dapat diperkirakan tinjauan beliau adalah tinjauan yang menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama : a.

Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.

b. Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai daripada persaingan. Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang ETIS/ RELIGIOUS dan sudut pandang EKONOMIS. – Dr. Muhammad Hatta Dalam bukunya “ The Movement in Indonesia” beliau mengemukakan bahwa koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarka tolong menolong.

Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan “ seorang buat semua dan semua buat seorang” inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan, terdiri dari : a.

Solidaritas b. Individualitas c.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Menolong diri sendiri d. Jujur – UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia) Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan. Itulah beberapa pengertian mengenai Koperasi, yang sudah menjelaskan pengertian pengertian koperasi dari berbagai sisi.

Namun jika hanya sebatas pengertian tidak akan cukup untuk lebih mengenal koperasi, maka akan dicoba menjelaskan selanjutnya mengenai hal hal apa saja yang ada di dalam manajemen koperasi. PRINSIP KOPERASI (UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian indonesia) 1. Keanggotaanya sukarela dan terbuka. Yang keanggotaanya bersifat sukarela terbuka bagi semua orang yang bersedia mengunakan jasa jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa membedakan gender.

2. Pengawasan oleh anggota secara Demokratis. Anggota yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara).

Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara demokratis. 3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal diberikan secara terbatas.

Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua tujuan seperti di bawah ini : – mengembangkan koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan. – Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi mereka dengan koperasi. – Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota. JENIS KOPERASI Jenis koperasi didasarkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya.

Jenisnya adalah : a. Koperasi Produsen. Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

b. Koperasi Konsumen Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh : – koperasi simpan pinjam – koperasi serba usaha ( konsumen) MEMBANGUN KOPERASI KOPERASI MEMBANGUN (PROSEDUR PENDIRIAN KOPERASI) Suatu koperasi hanya dapat didirikan bila memenuhi persyaratan dalam mendirikan koperasi.

Syarat-syarat pembentukan koperasi berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 104.1/Kep/M.Kukm/X/2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian Dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi, adalah sebagai berikut : a.

Koperasi primer dibentuk dan didirikan oleh sekurang-kurangnya dua puluh orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama; b. Pendiri koperasi primer sebagaimana tersebut pada huruf a adalah Langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah Negara Indonesia, cakap secara hukum dan maupun melakukan perbuatan hukum; c.

Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi, dikelola secara efisien dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota d. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi; e. Memiliki tenaga terampil dan mampu untuk mengelola koperasi. Selain persyaratan diatas, perlu juga diperhatikan beberapa hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pembentukan koperasi yang dikemukakan oleh Suarny Amran et.al (2000:62) antara lain sebagai berikut : a.

Orang-orang yang akan mendirikan koperasi dan yang nantinya akan menjadi anggota koperasi hendaknya mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama. Artinya tidak setiap orang dapat mendirikan dan atau menjadi anggota koperasi tanpa didasarkan pada adanya keje-lasan mengenai kegiatan atau kepentingan ekonomi yang akan dijalankan. Kegiatan ekonomi yang sama diartikan, memiliki profesi atau usaha yang sama, sedangkan kepentingan ekonomi yang sama diartikan memiliki kebutuhan ekonomi yang sama.

b. Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi. Layak secara ekonomi diartikan bahwa usaha tersebut akan dikelola secara efisien dan mampu menghasilkan keuntungan usaha dengan mem-perhatikan faktor-faktor tenaga kerja, modal dan teknologi.

c. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi. Hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan usaha koperasi dapat segera dilaksanakan tanpa menutup kemungkinan memperoleh bantuan, fasilitas dan pinjaman dari pihak luar.

d. Kepengurusan dan manajemen harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan agar tercapai efektivitas dan efisiensi dalam pe-ngelolaan koperasi. Perlu diperhatikan mereka yang nantinya ditunjuk/ dipilih menjadi pengurus haruslah orang yang memiliki kejujuran, kemampuan dan kepemimpinan, agar koperasi yangdidirikan tersebut sejak dini telah memiliki kepengurusan Setelah persyaratan terpenuhi para pendiri kemudian mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengadakan rapat pembentukan koperasi, setelah memiliki bekal yang cukup dan telah siap para pendiri melakukan rapat pembentukan koperasi yang dihadiri dinas koperasi dan pejabat lainnya, pendirian koperasi tidak sampai disana karena lembaga koperasi yang telah didirikan perlu disahkan badan hukumnya.

Penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan-tahapan tersebut diuraikan di bawah ini : A. Tahap Persiapan Pendirian Koperasi Sekelompok orang bertekad untuk mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu perlu memahami maksud dan tujuan pendirian koperasi, untuk itu perwakilan dari pendiri dapat meminta bantuan kepada Dinas Koperasi dan UKM langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah lembaga pendidikan koperasi lainnya untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan serta pelatihan mengenai pengertian, maksud, tujuan, struktur organisasi, manajemen, prinsip-prinsip koperasi, dan prospek pengembangan koperasi bagi pendiri.

Setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan perkoperasian, para pendiri sebaiknya membentuk panitia persiapan pembentukan koperasi, yang bertugas : a. Menyiapkan dan menyampaikan undangan kepada calon anggota, pejabat pemerintahan dan pejabat koperasi. b. Mempersiapakan acara rapat. c. Mempersiapkan tempat acara. d. Hal-hal lain yang berhubungan dengan pembentukan koperasi. B. Tahap rapat pembentukan koperasi Setelah tahap persiapan selesai dan para pendiri pembentukan koperasi telah memiliki bekal yang cukup dan telah siap melakukan rapat pembentukan koperasi.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Rapat pembentukan koperasi harus dihadiri oleh 20 orang calon anggota sebagai syarat sahnya pembentukan koperasi primer. Selain itu, pejabat desa dan pejabat Dinas Koperasi dan UKM dapat diminta hadir untuk membantu kelancaran jalannya rapat dan memberikan petunjuk-petunjuk seperlunya.

Hal-hal yang dibahas pada saat rapat pembentukan koperasidapat dirinci sebagai berikut : Pembuatan dan pengesahan akta pendirian koperasiyaitu surat keterangan tentang pendirian koperasi yang berisi pernyataan dari para kuasa pendiri yang ditunjuk dan diberi kuasa dalam suatu rapat pembentukan koperasi untuk menandatangani Anggaran Dasar pada saat pembentukan koperasi.

Pembuatan Anggaran Dasar koperasi, yaitu pembuatan aturan dasar tertulis yang memuat tata kehidupan koperasi yang disusun dan disepakati oleh para pendiri koperasi pada saat rapat pembentukan.

Konsep Anggaran Dasar koperasi sebelumnya disusun oleh panitia pendiri, kemudian panitia langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah itu mengajukan rancangan Anggaran Dasarnya pada saat rapat pembentukan untuk disepakati dan disahkan.

Anggaran Dasar biasanya mengemukakan : Nama dan tempat kedudukan, maksudnya dalam Anggaran Dasar tersebut dicantumkan nama koperasi yang akan dibentuk dan lokasi atau wilayah kerja koperasi tersebut berada. Landasan, asas dan prinsip koperasi, di dalam Anggaran Dasar dikemukakan landasan, asas dan prinsip koperasi yang akan dianut oleh koperasi.

Maksud dan tujuan, yaitu pernyataan misi, visi serta sasaran pembentukan koperasi. Kegiatan usaha, merupakan pernyataan jenis koperasi dan usaha yang akan dilaksanakan koperasi. Dasar penentuan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi para anggotanya. Misalnya, koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasaran dan koperasi jasa atau koperasi serba usaha.

Keanggotaan, yaitu aturan-aturan yang menyangkut urusan keanggotaan koperasi. Urusan keanggotaan ini dapat ditentukan sesuai dengan kegiatan usaha koperasi yang akan dibentuknya. Biasanya ketentuan mengenai keanggotaan membahas persyaratan dan prosedur menjadi anggota koperasikewajiban dan hak-hak dari anggota serta ketentuan-ketentuan dalam mengakhiri status keanggotaan pada koperasi. Perangkat koperasi, yaitu unsur-unsur yang terdapat pada organisasi koperasi.

Perangkat koperasi tersebut, sebagai berikut : • Rapat Anggota. Dalam Anggaran Dasar dibahas mengenai kedudukan rapat anggota di dalam koperasi, penetapan waktu pelaksanaan rapat anggota, hal-hal yang dapat dibahas dalam rapat anggota, agenda acara rapat anggota tahunan, dan syarat sahnya pelaksanaan rapat anggota koperasi.

• Pengurus.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Dalam Anggaran Dasar dijabarkan tentang kedudukan pengurus dalam koperasi, persyaratan dan masa jabatan pengurus, tugas, kewajiban serta wewenang dari pengurus koperasi. • Pengawas. Dalam Anggaran Dasar dijabarkan tentang kedudukan pengawas dalam koperasi, persyaratan dan masa jabatan pengawas, tugas serta wewenang dari pengawas koperasi.

• Selain dari ketiga perangkat tersebut dapat ditambahkan pula pembina atau badan penasehat. Cari untuk: • Gunadarma • Tulisan Terakhir • LIBURAN KE KOTA KUNINGAN CITY • Kebijakan Kriminal Penanggulangan Tindak Pidana Ekonomi di Indonesia • Hambatan Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Hak Keadilan Perdata • PERLINDUNGAN HUKUM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) • Masihkah Koperasi Menjadi Soko Guru Perekonomian Indonesia?

• Arsip • Oktober 2014 • April 2014 • Januari 2014 • Desember 2013 • November 2013 • Oktober 2013 • Juni 2013 • April 2013 • Maret 2013 • Januari 2013 • November 2012 • Oktober 2012 • September 2012 • Kategori • Uncategorized • Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com
Joint Work for Economic & Social Equality • Teras • Profil • Latar • Mandat • Struktur Organisasi • Pengurus • Anggota • Mitra • Layanan • Pelatihan • Konsultansi • Simpan Pinjam • Pemasaran • Arsip • Kabar Anggota • Berita • Liputan • Laporan • Narasi • Artikel • Presentasi • Literasi • Peraturan • Kontak • Persiapan pendahuluan Bilamana ada keinginan untuk mendirikan suatu perkumpulan koperasi maka perlu ada suatu persiapan awal sebagai berikut: • Ada orang yang mempunyai kepentingan yang sama, misalnya para petani memerlukan alat-alat pertanian, pupuk, dan obat pemberantas hama.

• Ada tujuan yang sama, yaitu bersedia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan. • Calon anggota sekurang-kurangnya 20 orang. • Calon anggota bertempat tinggal dalam satu wilayah tertentu. • Persiapan mendirikan koperasi Dalam persiapan koperasi yang harus ada antara lain sebagai berikut: • Ada prakarsa untuk mendirikan koperasi secara mantap dan direalisasi dalam bentuk panitia. • Ada konsep anggaran dasar koperasi.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

• Panitia mengadakan undangan rapat terhadap calon anggota, para pejabat pemerintah, dan kepala kantor koperasi setempat. • Rapat pendirian koperasi Dalam rapat pendirian koperasi, yang harus dibicarakan antara lain sebagai berikut: • Alasan yang mereka lakukan untuk pendirian koperasi • Tujuan didirikannya koperasi • Persetujuan didirikannya koperasi • Perumusan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi • Pemilihan pengurus dan badan pemeriksa • Penetapan orang yang menandatangani akta pendirian koperasi • Laporan dan permohonan pengakuan Setelah rapat pembentukkan selesai, pengurus terpilih berkewajiban: • Membuat buku daftar anggota koperasi • Membuat buku daftar pengurus • Membuat laporan telah terbentuknya koperasi kepada yang berwenang, misalnya kepada lurah, camat, dan kepala sekolah (bila dibentuk di sekolah), dan • Mengirim surat permohonan pengakuan badan hukum kepada kepala kantor direktorat koperasi setempat.

Permohonan pengakuan tersebut harus dilampiri • Akta pendirian koperasi (rangkap 2). • Petikan berita acara rapat pendirian yang memuat jumlah anggota dan nama yang dikuasakan menandatangani akta pendirian, dan • Neraca awal koperasi (rangkap 3) Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Koperasi, Penulis: Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak.MBA, Hal : 17 – 19. Resource Organization for Civil Society Upaya mobilisasi dan penyaluran sumber daya bagi organisasi masyarakat sipil Indonesia serta pengembangan skema implementasi program: pembangunan inklusif, pasar yang berkelanjutan, kemitraan pemerintah-swasta-masyarakat, pelestarian hutan, lingkungan dan perubahan iklim, pemberdayaan desa, kesehatan masyarakat, akuntabilitas dan transparansi keuangan, keterbukaan informasi publik, pemanfaatan TIK dan pengelolaan pengetahuan.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Strengthening Indonesia Civil Society Aliansi strategis penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil Indonesia pada aspek perencanaan-pemantauan-evaluasi program, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah, pengelolaan data-informasi-pengetahuan, pengembangan bisnis sosial, peningkatan keterlibatan masyarakat, penggalangan dana publik dan upaya mobilisasi sumber daya lainnya.Pendirian koperasi memiliki langkah yang jelas baik itu koperasi primer atau koperasi sekunder.

Pendirian koperasi bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki anggota minimal 20 orang dan semuanya ikut dalam rapat pendirian. Kalau koperasi yang didirikan berjenis sekunder, harus ada minimal 3 koperasi yang ikut tergabung di dalamnya.

Selanjutnya untuk langkah-langkah pendiriannya agar bisa berjalan dengan lancar dan segera menjalankan kegiatannya usahanya, simak ulasan di bawah ini. Dengan menyimak langkah di bawah ini Anda bisa dengan mudah mendirikan koperasi yang sesuai dengan jenis usaha yang diusung apakah simpan pinjam atau koperasi biasa.

Langkah 1: Melakukan Rapat Pendirian Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mendirikan koperasi adalah melakukan rapat pendirian.

Rapat pendirian ini dilakukan untuk menunjukkan adanya usaha baru yang akan dibuat dan bukan usaha fiktif. Dalam pendirian ini harus ada minimal 20 orang kalau ingin mendirikan koperasi primer.

Selanjutnya kalau ingin mendirikan koperasi sekunder harus ada sekitar 3 koperasi yang ikut tergabung. Selain anggota yang tidak ada kaitan satu dengan yang lain, acara pendirian koperasi juga diikuti oleh beberapa pejabat seperti anggota dari Kementerian Koperasi dan UKM terdekat baik itu kabupaten atau kota sesuai domisili pembentukan.

Tugas para pejabat ini adalah melakukan penyuluhan agar pendirian koperasi berjalan dengan lancar. Setelah rapat pendirian berjalan dengan lancar, tahap selanjutnya adalah menghasilkan akta pendirian. Akta pendirian akan berisi beberapa hal penting seperti daftar nama pendiri, domisili dari koperasi, tujuan usaha, dan beberapa ketentuan mulai dari anggota hingga pembagian SHU.

Langkah 2: Pembuatan Akta Koperasi Setelah rapat pendirian koperasi berjalan dengan lancar, tahap selanjutnya adalah pembuatan akta koperasi. Pembuatan akta ini dilakukan oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK).

Setelah akta selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah mendaftarkan koperasi yang didirikan agar menjadi resmi dan diakui. Langkah 3: Mengajukan Pendirian Koperasi Tahap selanjutnya adalah mengajukan nama koperasi ke SISMINBHKOP. Pengajuan nama ini hanya berjalan sementara saja. Pasalnya kalau akta koperasi belum jadi dan tidak segera diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM, nama akan kedaluwarsa dan buruh pengajuan baru lagi.

Dalam pengajuan ini, anggota dan pendiri harus sudah menentukan apakah koperasi yang didirikan berjenis koperasi primer atau sekunder. Pasalnya persyaratan untuk pendirian ini berbeda-beda. Kalau sudah tahu dari awal, persyaratan bisa segera diberikan dengan mudah. Syarat Pendirian Koperasi Primer Semua anggota yang akan mendirikan koperasi primer akan mengajukan pengesahan baik secara elektronik atau secara langsung. Dalam pengajuan ini ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan: • Akta pendirian koperasi sebanyak dua rangkap dengan meterai yang cukup.

• Berita acara rapat pendirian koperasi yang telah dilakukan sebelumnya. • Surat bukti penyetoran modal yang dikeluarkan oleh bank. Besar penyetoran minimal sama dengan simpanan pokok. • Melampirkan kegiatan awal dari usaha koperasi yang akan dilakukan. Syarat Pendirian Koperasi Sekunder Kalau ingin mendirikan koperasi sekunder, anggota harus melampirkan beberapa dokumen yang terdiri dari: • Berita acara rapat pendirian yang sudah dilakukan sebelumnya.

• keputusan dari badan hukum koperasi primer yang ikut tergabung dalam pendirian koperasi sekunder. • Harus melampirkan NPWP dari koperasi primer yang dimiliki oleh anggota. Inilah beberapa langkah pendirian koperasi di Indonesia. Dengan mengikuti prosedur di atas, koperasi bisa didirikan dengan cepat dan kegiatan usaha yang direncanakan bisa segera terlaksana. Kalau Anda ingin mendirikan koperasi, rencanakan semua dengan matang termasuk merekrut anggota dan menyiapkan modal pendirian koperasi.

langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah

Recent Posts • Panduan Mengajukan Cerai ke Pengadilan • Harta Bersama Berdasarkan Hukum Islam & Hukum di Indonesia • Status Harta Bersama dalam Poligami • Ternyata Ini Faktor Penyebab Hak Gono-Gini Hilang • Biaya Gugatan Harta Gono-Gini Categories • Badan Hukum • Harta Waris • Hukum Keluarga • Hukum Ketenagakerjaan • Hukum Korporasi • Hukum Properti • Isbat Nikah • Kontrak & Perjanjian • Pendirian Badan Usaha • Pengacara Perceraian • Perceraian • Perjanjian Pernikahan • Poligami • Pra Nikah • Uncategorized
Koperasi merupakan soko guru perekonomian yang menjadi harapan masyarakat bisa membantu memenuhi kebutuhannya.

Keberadaan koperasi memang tidak mendominasi golongan tertentu. Baik golongan rendah, menengah, ataupun golongan atas sangat membutuhkan koperasi. Maka wajar jika banyak masyarakat ingin mendirikan dan mengembangkan koperasi. Namun, niat baik masyarakat ini kadang terkendala dengan pengetahuan tentang cara pendirian koperasi yang benar. Masih banyak masyarakat awam yang masih kebingungan tentang syarat mendirikan koperasi.

Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pengetahuan yang memadai tentang pembentukan koperasi yang benar. Karena ketika salah orientasi di awal pendirian akan berakibat pada proses selanjutnya. Secara legalistik, berdasarkan undang undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pada BAB IV bagian pertama yang mengatur tentang pembentukan koperasi dijelaskan bahwa; • Untuk mendirikan koperasi primer, harus sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang • Sedangkan untuk koperasi sekunder, harus sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi Di samping syarat jumlah minimal anggota, syarat yang lain mengharuskan dilakukannya akta pendirian dan memiliki kedudukan di wilayah NKRI.

Akta pendirian harus disahkan oleh pemerintah yang langkah pertama yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi adalah koperasi akan memperoleh badan hukum koperasi. Adapun akta pendirian koperasi yang diajukan pengesahannya kepada pemerintah setidaknya meliputi ; • Daftar nama pendiri; • Nama dan tempat kedudukan; • Maksud dan tujuan serta bidang usaha; • Ketentuan mengenai keanggotaan; • Ketentuan mengenai Rapat Anggota; • Ketentuan mengenai pengelolaan; • Ketentuan mengenai permodalan; • Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya; • Ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha; • Ketentuan mengenai sanksi.

Demikian, bagian pertama dalam proses pembentukan koperasi. Pada bagian berikutnya akan diulas tentang tata cara pengajuan badan hukum. Lihat contoh Dokumen AD / ART Koperasi

TIPS Mendirikan Koperasi: Belajar dari Pendirian Koperasi BMT MUDA Jawa Timur #pendiriankoperasi




2022 www.videocon.com