Mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Pernah melihat seseorang sedang berjalan di atas permukaan air, pasti pernah dengar cerita orang sakti yang mampu mengapung diatas air, ada juga seorang pesulap tampil di televisi dengan keahlian dapat mengapung di permukaan benda cair.

lalu bagaimana caranya? penulis tidak tahu karena belum mengetahui teknik dan bagaimana cara melakukanya, oleh karena itu disini mari kita coba bahas dan analisa bagaimana cara berjalan di atas air. Yang akan kita bahas disini diharapkan dapat menyimpulkan metode yang benar-benar bisa dilakukan, bukan hanya sekedar metode ilusi menggunakan trik mengelabuhi mata memandang. misalnya ada trik sulap yang menggunakan media tambahan berupa benda tersembunyi seperti kaca bening diletakan beberapa cebti meter di bawah permukaan air, nah.

ketika seorang pesulap melakukan aksinya tentu yang nampak pada penonton atau kamera adalah sedang melayang diatas permukaan, dan untuk lebih meyakinkan penonton maka bisa menugaskan seseorang untuk berenang dibawah pesulap yang sedang berjalan. Jadi sekali lagi yang akan kita coba cari disini adalah ilmu pasti untuk mengapung di atas air 🙂 Teknik berjalan di atas perumakaan air Beberapa penilitian dan percobaan sudah dilakukan sehingga berhasil disimpulkan cara baru namun belum sepenuhnya dapat dipakai, berikut ini daftar cara yang bisa dilakukan.

• Menggunakan cairan non-newtonian yang berfungsi membentuk kepadatan diatas permukaan air, cariran ini dapat dibuat dari campuran tepung maizena dan air, dalam jumlah yang cukup lalu cairan tersebut ditaburkan keatas permukaan air sehingga benda-benda yang sebelumnya tenggelam sekarang dapat terapung, termasuk juga manusia dapat berjalan dan berlarian diatasnya.

• Dengan cara memperbesar volume benda yang akan diapungkan, teknik ini banyak digunakan dalam pembuatan kapal, dengan berat besar maka dapat dikurangi masa jenisnya dengan memperbesar volume kapal sehingga banyak volume air yang dipindahkan.

• Berlari dengan cepat diatas permukaan air dengan memakai sepatu yang anti air untuk membantu mengapung. • Manusia dapat berenang dengan cara meringankan tubuh, namun kita belum tahu apakah dengan teknik meringankan tubuh lebih ringan lagi bisa membuat manusia berjalan diatas air.

• Ketika kita melemparkan pecahan batu diatas permukaan air dengan kecepatan besar maka akan mengapung dan terhempas beberapa kali putaran. Analisa cara berjalan di atas air menurut ilmu spiritual Cara ini banyak dilakukan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan belajar pada alam semesta makhluk ciptaanya.

misalnya belajar pada hewan yang bisa mengapung diatas permukaan air • Kadal berjalan secara cepat dengan menepukan kakinya ke permukaan air sekeras mungkin agar tubuhnya yang berat tidak tenggelam.

• Katak dengan menepuk dan berjalan cepat diatas permukaan air • Laba-laba menekan air sambil merusak permukaanya, ketika berjalan ini kakinya memantul karena tepukan.

serangga memliki lapisan kedap air pada kakinya yang dilengkapi bulu dan lapisan semacam lilin. Beberapa hewan besar hanya mampu bertahan berjalan dalam jarak dekat dan dalam waktu singkat. Analisa cara berjalan di atas air menurut ilmu ilmiah 3 Kondisi manusia jika diletakan di atas air • Manusia tenggelam jika masa jenisnya lebih besar dari masa jenis air.

• Manusia melayang jika masa jenisnya sama dengan masa jenis air. • Manusia terapung jika masa jenisnya lebih kecil dari masa jenis air. Dari ketiga kondisi tersebut maka dapat kita ketahui bahwa ada dua hal yang mungkin dilakukan agar kita bisa terapung • Memperkecil masa jenis manusia sampai dibawah masa jenis air. • Memperbesar masa jenis air agar lebih besar dari masa jenis manusia Rumus masa jenis = masa / volume Berapa masa jenis manusia?

• Berat manusia = 60 kg. • Volume manusia = barapa? Masa jenis manusia = 60 kg/ berapa? = berapa? Masa jenis air = 1000 kg/m3 Syarat agar manusia terapung adalah masa jenisnya lebih kecil dari masa jenis air.

Bagaimana? punya pendapat untuk mendukung keberhasilan cara berjalan di atas air ini? atau justru sudah berhasil melakukanya, mari mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan ilmu disini 🙂 Sulit untuk dijelas kn bgymana dn sprti apa tknik nya.namun mari kita bahas ksimpulan nya,misal manusia dngn berat 60 kg,dlm tubuh trisi air,udara,lemak,dn organ,bila kita plajari lebih dlm lgi stiap organ tubh manusia memiliki titik koneksi yg mengatus stiap sendi,kpadatn tulang trmasuk kunci agr dpt mngapung.zat kapur pd tulang manusia bisa mnjadi ringan dn berat apa bila energi dlm tubuh dpt trkoneksi.dngn kata lain apa bila lemang dlm tubuh diubah mnjadi sbuah minyak mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan plapis tulang dlm tubuh mungkin tubuh bisa trapung.disamping itu paru2 jg brfungsi sbgy pnyimpan oksigen yg tk mempunyai masa jenis,dn darah dlm tubuh slalu mngalir disetiap urat saraf.apabila energi dpt trkoneksi scara brsamaan,tidak diragukan lg manusia dpt mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan diatas air.

Saya percaya dengan manusia berlari diatas air,krn terjadi pada diri saya sendiri,ketika panik,hampir terlambat ikuti ujian negara waktu sma,tahun 1996,seumur hidup cuma sekali mungkin,entah kebetulan pas tekniknya,saya bisa berlari diatas genangan air hujan setinggi mata kaki,berlari sejauh 15 meter diakhiri dengan lompatan ke tepi,yang basah hanya sol sepatu.swear gan,sedangkan teman gue yg lari bareng basah semua sak dalam2nya alias kaus kaki jg basah…jgn menghujat ya,kalo percaya syukur,kalo tidak ya udah.tp yg pasti saya tulis ini apa adanya…thank you.oya,gua cm orang biasa yg ga belajar ilmu apa2.

Gampang bangetlah. Coba kalian nonton acara membongkar trik sulap berjudul “Magic’s biggest secret finally revealed” di TRANSTV tiap jam 2 siang. Dulu seingatku juga pernah tayang di GLOBALTV pada malam hari. Di sana, Mask Magician membongkar trik sulap berjalan di atas air.

Oh ya acara tsb pertama kali ditayangkan di USA pada 1997-1998. Jadi mentalist Deddy Corbuzier cuma menjiplak doang trik sulap berjalan di atas air ala Mask Magician. Tidak sulit.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Untuk bisa berjalan di atas air, yang kita butuhkan hanyalah cairan non-Newtonian. Cairan non-Newtonian bersifat membentuk kepadatan di atas cairan di bawahnya, sehingga benda yang ada di atasnya akan mengapung meski berat jenisnya lebih besar. Bagaimana cara membuat cairan non-Newtonian? Juga tidak sulit. Cairan ajaib ini bisa dibuat dari campuran tepung maizena dan air. Sebagai percobaan, sediakanlah panci yang cukup lebar, kemudian isilah dengan air.

Setelah itu, masukkan tepung maizena ke dalamnya—lebih banyak lebih baik. Itulah yang disebut cairan non-Newtonian. Jika dilihat, air dalam panci itu tetap berupa air. Nah, pukullah air dalam panci itu, dan lihat apa yang terjadi. Meski jelas-jelas kita memukul air, tapi tangan kita tidak bisa menembusnya, seolah air itu berubah menjadi benda padat. Sebaliknya, jika kita memasukkan jari perlahan-lahan ke dalam air itu, jari kita bisa menembusnya dengan mudah sebagaimana pada air biasa.

Artinya, cairan non-Newtonian mampu menahan tekanan yang berat, yang berada di atasnya. Dengan cara serupa itulah kita bisa mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan di atas air. Keajaiban ini pernah dilakukan di Arthurs Middle School di Trenton, Michigan. Sekelompok siswa, guru, dan orang tua murid, membawa sekitar 500 kilogram tepung maizena, dan menuangkannya ke dalam kolam renang sekolah.

Setelah itu, anak-anak pun bisa berjalan, berlari, bahkan melompat-lompat di atas air kolam itu tanpa terjatuh atau tenggelam. Eksperimen ini pernah populer di Amerika, dan sempat ditampilkan dalam acara Ellen DeGeneres yang dipandu Steve Spangler. Dalam acara itu, sebuah kolam kecil dibuat di studio, dan air di dalamnya dicampur dengan tepung maizena. Seorang penonton wanita kemudian diminta berjalan di atasnya, dan semua orang pun menyaksikan wanita itu bisa berjalan di atas air tanpa tenggelam.

Hmm… ada yang mau menambahkan?
TitikNOL - Saat Anda berenang di kolam renang umum, pernahkah melihat ada beberapa orang yang sedang sibuk berjalan mondar-mandir di dalam kolam? Nah, ternyata berjalan di dalam air bukan aktivitas sembarangan. Berjalan di dalam air bahkan sangat dianjurkan untuk beberapa orang mengatasi masalah kesehatan.

Bagi Anda yang tidak bisa berenang, berjalan di dalam kolam renang pun bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat berjalan kaki di dalam kolam renang? Manfaat berjalan kaki di dalam air Dilansir dalam Arthritis Foundation, berjalan kaki di dalam kolam renang cocok bagi Anda yang memiliki permasalahan sendi dan meminimalkan rasa nyeri otot. Lori Sherlock, seorang asisten dosen dari West Virginia University di Amerika Serikat mengatakan bahwa berjalan di air adalah terapi dan latihan yang baik untuk orang dengan: Nyeri sendi atau mengalami kerusakan sendi Keterbatasan pergerakan (sebagai terapi pemulihan.

Misalnya sedang terapi menggerakan otot-otot bagian kaki) Baru pulih dari cedera Memiliki masalah tulang dan membutuhkan olahraga low impact Saat Anda berjalan kaki di dalam air, kondisi ini berbeda dengan berjalan di darat.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Ada perlawanan antara otot Anda dengan tekanan air. Hal ini membuat otot bekerja lebih keras untuk bergerak. Meskipun membuat Anda bekerja kebih keras, tetapi kondisi ini tidak memberikan beban besar pada persendian dan tulang (low impact) Anda yang sedang bermasalah. Sebab, daya apung dari air mengurangi tekanan pada sendi dan tulang Anda.

Gerakan berjalan di air ini melatih sendi dan otot Anda kembali aktif seperti semula tanpa memberikan risiko cedera yang besar. Apalagi jika berjalan pada suhu air kolam yang cenderung hangat, ini dapat membantu menenangkan rasa sakit pada sendi, tulang, dan otot Anda. Bukan hanya untuk gangguan sendi dan otot yang Anda alami, manfaat berjalan kaki di air juga dapat meningkatkan kebugaran jantung dan pembuluh darah seperti manfaat berjalan kaki biasa di darat.

Saat Anda berjalan di air Anda akan lebih butuh banyak energi untuk melawan tekanan air. Jantung pun akan dilatih lebih keras untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.

Selain itu, berjalan di air juga melatih keseimbangan tubuh. Saat Anda berusaha berjalan di dalam air, air kolam pun tidak diam.

Akan ada ombak yang membuat badan Anda bisa terbawa ke samping kanan atau kiri. Di posisi inilah dibutuhkan kekuatan menahan dan juga keseimbangan tubuh agar terus bergerak menuju tujuan Anda. Manfaat berjalan kaki di dalam air yang tidak kalah penting adalah membakar kalori lebih banyak dibandingkan jalan kaki biasanya. Berjalan di air membutuhkan usaha yang lebih besar daripada berjalan di darat. Kondisi ini tentunya membuat berjalan di dalam air akan lebih banyak bakar kalori.

Menurut dr. Robert Wildre, seorang ahli fisiologi dan kepala rehabilitasi olahraga di University of Virginia, air 800 kali lebih padat dibandingkan udara, sehingga ini akan membakar lebih banyak kalori dan lebih banyak membangun otot di setiap gerakan dalam air. Bagi Anda yang ingin membakar kalori dengan olahraga air, tapi belum bisa berenang, Anda bisa memulai latihan dengan jalan kaki di dalam air ini.

Bagaimana cara melakukannya? Untuk mendapatkan manfaat berjalan kaki mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan air, Anda perlu berdiri tegak secara sempurna untuk berjalan di kolam renang. Pilihlah kolam yang tingginya minimal setinggi pinggang Anda, jangan terlalu dangkal. Biarkan semua gerakan kaki Anda terendam penuh di bawah air dan melawan tekanan air kolam. Semakin dalam kolam, semakin banyak perlawanan yang harus Anda hadapi saat berjalan.

Cara melakukannya cukup mudah, Anda hanya perlu jalan kaki seperti biasanya. Atau, pada beberapa kasus dokter menyarankan gerakan tertentu yang bisa dilakukan pasiennya saat mengalami gangguan sendi dan otot. Berjalan seperti biasa Posisi tubuh saat jalan kaki di dalam air adalah punggung lurus dan bahu tegak.

Dengan punggung yang lurus ini mengharuskan otot perut Anda akan melawan tekanan air saat bergerak maju ke depan. Untuk posisi kaki, melangkahlah seperti biasa dengan tumit menginjak lantai kolam terlebih dahulu baru jari kaki menyentuh lantai kolam. Dalam setiap gerakan melangkah, angkat juga lutut Anda lebih tinggi untuk melibatkan otot perut lagi.

Ayunkan juga tangan Anda selama berjalan di bawah air. Jika Anda terbiasa berjalan 30 menit di darat, Anda bisa mencoba berjalan di air selama 15 menit. Berjalan kaki ke depan bukanlah satu-satunya gerakan yang bisa dilakukan untuk berjalan di kolam. Anda juga bisa mencobanya berjalan mundur dan berjalan menyamping. Berjalan menyamping melibatkan kekuatan paha lebih dari saat berjalan maju atau mundur. Bagi Anda yang ingin meningkatkan berat latihan, Anda dapat melakukan ini untuk mengatur intensitas latihan Anda berjalan di dalam air, Anda bisa menambahkan beban pada pergelangan kaki dan berjalan dengan kecepatan lebih tinggi.

Berjalanlah secepat yang Anda bisa selama 30-60 detik. Setelah berjalan cepat, turunkan kecepatan dengan berjalan lebih lambat selama satu menit. Usai lewat satu menit, berjalanlah lagi dengan kecepatan maksimal yang Anda bisa, lalu kurangi lagi kecepatan berjalan selama satu menit. Lakukan siklus ini berulang-ulang sampai empat kali atau sampai Anda merasa benar-benar lelah.

Sembari melakukan gerakan kaki seperti di atas, ayunkan lengan Anda seperti saat berjalan di air. Atau rentangkan tangan Anda ke samping untuk menambah beban saat berjalan. Sehingga semakin banyak energi yang harus Anda keluarkan untuk berjalan di dalam air. Berita ini telah tayang di hellosehat.com, dengan judul: Sudah Coba Jalan Kaki di Kolam Renang? Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan! Nationalgeographic.co.id—Berapa banyak dari kita yang mencoba berlari ke kolam renang ketika kita masih kecil, berharap bisa menyeberang tanpa tenggelam?

Semua orang mungkin pernah melakukannya. Akan tetapi, yang membuat cemas, berjalan di atas air pasti membuat kita tercebur mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan ke bawah air hanya dalam hitungan detik.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Air, seperti yang Anda ketahui, mencakup hampir 70% dari total luas permukaan Bumi, yang menjadikan lautan sebagai moda perjalanan yang sangat penting. Akan jauh lebih mudah, jika kita dapat melintasi lautan dan samudra tanpa bantuan perahu, kapal laut atau transportasi udara sekalipun. Ini sangat sulit karena, seperti yang Anda tahu, kita tidak bisa berdiri tegak di atas air tanpa tenggelam. Namun, alasan kita tenggelam setiap kali kami mencoba berjalan di permukaan adalah karena airnya tidak mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan padat’.

Ada cara mudah untuk membuat air menjadi ‘cukup padat’. Untuk memahami bagaimana cara melakukan ini, pertama-tama kita perlu mengetahui alasan: Mengapa kita tenggelam? Kenapa Manusia Bisa Tenggelam ? Ini mungkin tampak cukup jelas jika Anda percaya bahwa manusia terlalu berat untuk ditahan air, tapi itu sedikit lebih rumit.

Prinsip yang menentukan apakah suatu benda dapat tenggelam atau tidak disebut Prinsip Archimedes. Dinyatakan bahwa, agar sebuah benda dapat mengapung, ia perlu memindahkan jumlah air yang sama persis dengan berat yang sama dengan berat total benda yang mengapung. Berat air yang dipindahkan memberikan gaya pada tubuh, menyebabkannya mengapung. Gaya ini disebut gaya apung dan kita dapat mengubah nilainya dengan mengubah karakteristik tertentu dari air.

Kondisi mengapung cukup sederhana: gaya apung harus lebih besar atau sama dengan berat benda. Jika nilai gaya apung cukup besar, maka sebuah benda akan mengapung; jika tidak, itu tenggelam. Satu-satunya hal yang perlu kita khawatirkan adalah bagaimana kita dapat meningkatkan gaya apung ini. Jadi, Bagaimana Cara Berjalan Diatas Air ?

Metode 1: Menambah Massa Jenis Air Banyaknya air yang dipindahkan oleh tubuh sama dengan volume bagian yang terendam dalam tubuh. Oleh karena itu, jika kerapatan air meningkat, berat volume air yang dipindahkan juga meningkat. Pada gilirannya, situasi ini akan meningkatkan gaya apung, sehingga memudahkan benda untuk mengapung.

Kepadatan air tergantung pada sejumlah faktor: • Kandungan garam di dalam air mempengaruhi kerapatannya. Kepadatan air asin lebih dari air tawar. Oleh karena itu, lebih mudah mengapung di laut daripada di sungai.

• Kepadatan air meningkat dengan penurunan suhu, sehingga lebih mudah mengapung di air yang lebih dingin. • Tingkatkan jumlah air yang dipindahkan dengan meningkatkan volume benda yang tenggelam.

Inilah sebabnya mengapa kapal memiliki dasar berongga yang besar – untuk memberikan volume yang lebih besar. Faktor-faktor dasar ini dapat diubah untuk meningkatkan gaya apung yang dialami oleh benda terapung, membuatnya lebih mudah untuk tetap mengapung.

Metode 2: Meningkatkan Viskositas air Saat mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan mengendarai sepeda, angin mendorong tubuh kita, memperlambat kita.

Ini karena gesekan yang kita alami dari partikel udara. Demikian pula, ketika kita berada di bawah air, kita mengalami gaya hambat.

Kualitas fluida untuk menahan gaya atau menghambat gerakan ini disebut viskositas cairan. Viskositas cairan berbanding lurus dengan gaya gesekan yang dialami benda bergerak. Kita dapat memanfaatkan fitur air ini untuk benar-benar berjalan di atas air! Tapi bagaimana caranya? Jika viskositasnya cukup kuat, gaya gesekan yang diberikan ke atas oleh cairan sebenarnya bisa menghentikan kita dari tenggelam. Gaya ini, bersama dengan gaya apung, dapat membuat kita berjalan di atas air dengan lebih mudah.

Salah satu cara yang mungkin untuk berjalan di atas air adalah dengan berlari sangat cepat – jauh lebih cepat daripada yang mungkin dilakukan manusia. Kita tidak akan tenggelam saat berlari dengan kecepatan tinggi karena gaya gesekan yang dialami oleh air juga bergantung pada kecepatan relatif saat benda bergerak saat berada di bawah air.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Science Channel melansir bahwa Usain Bolt, manusia tercepat di Bumi, memiliki kecepatan yang mencapai sekitar 10,4 meter per detik. Untuk berlari di atas air, Anda harus berlari 3 kali lebih cepat—sekitar 30 meter per detik! Metode 3: Oobleck Viskositas cairan memanglah tidak konstan; hal tersebut berubah ketika karakteristik cairan berubah.

Beberapa cairan memiliki viskositas yang cukup untuk dapat menopang berat tubuh manusia dalam kondisi yang tepat. Oobleck tidak lain adalah campuran tepung jagung dalam air dan dapat dengan mudah dibuat di dapur Anda.

Apa yang istimewa dari hal ini? Inilah cairan non-Newtonian, yang berarti bahwa viskositasnya meningkat jika tekanan yang diterapkan padanya meningkat. Oleh karena itu, semakin cepat kita bergerak dalam fluida ini, semakin sulit untuk mengatasi gaya gesekan.

Oobleck dapat dengan mudah dieksploitasi jika kita bergerak di atas permukaannya dengan kecepatan yang cukup. Seseorang yang berjalan di atasnya dengan langkah cepat dapat dengan mudah melewatinya tanpa takut tenggelam—karena tingginya jumlah gaya reaksi dari cairan. Namun, di sisi lain, jika seseorang tidak bergerak cukup cepat, Oobleck akan menelannya seperti pasir hisap. Secara teknis, berjalan di atas air murni tidak mungkin.

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubahnya menjadi cairan dengan densitas tinggi atau dengan viskositas tinggi. Juga, jika mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan mampu berlari dengan kecepatan 108 km/jam (30 m/s), kita akan memiliki kemampuan untuk berlari melintasi air.
Yohanes 6:16-20, Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.

Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.

Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Di Yohanes ini, kisah Yesus jalan diatas air cuma dicatat dalam 4 ayat secara singkat.

Kisah ini mengikuti peristiwa mujizat 5 ribu orang banyak yang makan dari hanya 5 roti dan 2 ikan. Petrus yang juga sebenarnya ikut jalan diatas air sama sekali tidak disebutkan oleh Yohanes. Padahal Matius 14:22-33 mencatat bagaimana ia (Petrus) dengan semangatnya turun dari perahu, jalan diatas air mendatangi Tuhan walau kemudian ia tenggelam diseparuh jalan.

Markus pun tidak mencatat Petrus yang ikut jalan diatas air ini, cuma Yesus yang disebutkan. Markus 6:45-52. Padahal Injil Markus seringkali dianggap sebagai Injil menurut Petrus, disebabkan karena Markus, si penginjil, adalah murid Petrus sendiri (Kisah Para Rasul 12:12) sebelum ia menjadi travel companion kepada Paulus dan Barnabas. Injil Lukas sendiri sama sekali tidak mencatat peristiwa ini.

Banyak orang berusaha menirukan peristiwa Yesus jalan diatas air ini. Entah dengan memakai trik sulap atau kuasa gelap, mereka semua berusaha membuktikan bahwa mereka juga punya kuasa yang hebat seperti Tuhan. Termasuk banyak hamba-hamba Tuhan yang mencoba berjalan diatas air. Bahkan salah satu serial terbaru Netflix, Messiah, menggambarkan bagaimana si Almasih, Payam Golshiri, bisa berjalan diatas air di Lincoln Memorial Reflecting Pool, di Washington DC.

Namun hampir semuanya melakukannya dikolam air atau paling tidak di tepi pantai. Tidak ada yang berani mencobanya ditengah danau yang luas, ditengah malam, dan ditengah badai besar yang berkecamuk, yang sedang akan menenggelamkan perahu.

Ini yang banyak kali kita gagal perhatikan, bahwa Yesus bukan hanya berjalan diatas air, tapi Ia berjalan diatas badai dan ombak besar yang sedang mengamuk hebat ditengah malam.

Berjalan diatas air kolam sudah cukup sulit, kemungkinan besar semua yang mencobanya tenggelam lebih dahulu berulang kali sebelum berhasil melakukannya. Apalagi kalau mencoba berjalan diatas air ditengah badai, nyawaku cuma satu! pikir mereka yang mencobanya.

Hari sudah mulai malam Yohanes 6:16, Dan ketika hari sudah mulai malam. Perikop ini dimulai dengan pernyataan bahwa saat itu dimulai dengan malam yang sudah tiba. Ya, menurut Injil Yohanes, ini disebabkan karena peristiwa ini mengikuti mujizat 5 roti dan 2 ikan. Tuhan memerintahkan murid-murid-Nya menyebrang lebih dahulu (Matius 14:22), lalu menyuruh orang banyak itu pulang, ayat selanjutnya.

Setelah itu, Ia segera menyelinap pergi, menyingkir ke gunung seorang diri untuk berdoa, Yohanes 6:15. Hampir sepanjang malam Tuhan berdoa. Banyak dari kita tidak lagi berdoa seperti ini, acara doa semalam suntuk di gereja hampir tidak ada lagi. Acara seperti ini seringkali dianggap sudah ketinggalan jaman, gereja yang masih melakukannya dicap sebagai gereja kuno.

Kita lebih menyukai gegap gempitanya kebaktian-kebaktian kesembuhan ilahi dan KKR besar. Lebih lagi, banyak dari hamba-hamba Tuhan tidak pernah duduk seorang diri lagi sepanjang malam dihadapan Tuhan. Ya, jangankan berdoa sepanjang malam, bangun subuh untuk berdoa satu jam saja sangat sulit dilakukan.

Mungkin kita semua terlalu sibuk untuk Tuhan, kita lupa bahwa melayani Dia jauh lebih penting daripada melayani pekerjaan-Nya.

Tapi bagi Yesus sendiri, ini bukan sekedar berdoa sepanjang malam. Ini moment Ia menyingkir, seorang diri, datang kepada Allah Bapa. Ia menyingkir, mengasingkan diri-Nya, datang berlindung kepada Dia yang mengutus-Nya ke dunia ini.

Yohanes 6:14-15 menyebutkan bagaimana ia kesal disebabkan orang banyak yang sedang datang untuk menjadikan Ia Raja atas Israel. Tuhan tahu bahwa saat-Nya belum tiba untuk menjadi Pembebas bagi Israel, menjadi Raja yang melepaskan mereka dari jajahan Romawi. Ia tahu bahwa mereka ( dan kita semua) lebih membutuhkan hati yang baru (Yohanes 3:5) daripada sekedar pemerintahan yang baru.

Tuhan tahu bahwa saat-saat itu adalah saat-saat mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan Ia sedang menuju kepada Salib. Sebab Saliblah yang akan memberikan hati yang baru, kelahiran kembali bagi mereka yang percaya pada-Nya.

Ia menyingkir “bagaimana ia kesal.” bukan bermaksud untuk menunjukkan Tuhan marah pada orang banyak, tapi kesadaran dan pengertian yang datang pada-Nya, yang membuat Ia menyadari dengan penuh hati mereka, maksud orang banyak ini yang sudah menjadi kenyang setelah makan mujizat 5 roti dan 2 ikan itu.

Yohanes 6:14, menunjukkan bagi orang banyak, bahwa Yesus adalah (hanya) Nabi dan Pelepas mereka. Bukan Tuhan, Putra Allah yang Maha Tinggi. Pengakuan yang kemudian hanya datang dari murid-murid-Nya sendiri, Yohanes 6:69. Mereka hendak datang untuk menjadikan Dia sebagai Raja mereka, Yohanes 6:15. Tuhan menjadi mengerti (Yohanes 6:15 NKJV, when Jesus perceived), bahwa tujuan mereka hanyalah untuk kepentingan mereka dan bukan berdasarkan kehendak Allah.

Dan mereka datang mencari-Nya begitu rupa karena mereka telah makan dan menjadi kenyang, Yohanes 6:26. Mujizat besar seringkali lebih menyatakan apa keadaan hati kita yang sebenarnya mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan mengubah diri kita mengikuti kehendak-Nya.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Dalam perkara ini, mereka melihat bagaimana mereka bisa hidup lebih gampang dengan hanya selalu berharap pada Tuhan untuk memberi mereka makan, Yohanes 6:34. Mereka menolak Tuhan sebagai Mesias bagi mereka, mereka cuma mau mujizat-Nya. Begitu terpesonanya akan apa yang Tuhan bisa buat bagi mereka, mereka justru menantang Dia untuk menjadi lebih hebat dari mujizat manna yang dibuat Musa.

Mereka gagal melihat bahwa yang didepan mereka adalah Roti Hidup itu sendiri, bukan sekedar roti yang turun dari langit, Yohanes 6:35. Ketika Tuhan balik menantang hati mereka untuk mengakui Diri-Nya sebagai Ia yang telah diutus Bapa, Yohanes 6:35-40, mereka justru berbalik bersungut-sungut (Yohanes 6:41) dan meninggalkan Ia, Yohanes 6:66.

Tuhan mengenal kita semua dan mengetahui apa yang ada di dalam hati kita masing-masing, Mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan 3:24-25. Banyak kali, kita hanya mencari Dia sungguh-sungguh bukan karena kita menginginkan Dia. Tapi karena segala mujizat dan keajaiban yang sanggup Ia kerjakan. Kita tidak peduli akan siapa Dia, kita cuma mau pertolongan-Nya. Dan banyak dari kita menginginkan-Nya untuk kepentingan kita. Kita gagal melihat seperti Dia melihat, 1 Samuel 16:7.

Seringkali kita berpikir telah mengandalkan Dia (Yeremia 17:7-8) tapi untuk kepentingan kita sendiri, bukan untuk kehendak Allah, ya kita harus mengakui betapa liciknya hati kita masing-masing (Yeremia 17:9), kita harus berbalik dari jalan-jalan yang jahat ini.

Sebab Ia mengenal dan yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya. Yeremia 17:10. Itu sebabnya Ia dengan segera menyelinap pergi, menyingkir ke gunung seorang diri untuk berdoa.

Yohanes 6:14-15, sepanjang malam sampai menjelang pagi, Ia sendirian disitu, Matius 14:23. Disaat yang sama, murid-murid-Nya yang sudah lebih dahulu menyeberang sedang bergumul begitu rupa menghadapi badai besar yang menerpa mereka. Kita bisa saja berpikir Ia telah meninggalkan mereka sendiri menghadapi badai besar itu, tapi ayat di Markus 6:48 menunjukkan fakta menarik bahwa Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal.

Tuhan melihat, ya Tuhan tahu dan sedang memperhatikan kita senantiasa. Tuhan melihat, Tuhan tahu Jika Ia sedang diatas gunung seorang diri, ditengah malam, dan murid-murid sedang ditengah badai, bagaimana mungkin Ia bisa melihat mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan Jarak pandang normal disiang hari bisa mencapai 4-5 km dihari yang cerah. Tapi jika dimalam hari dan ditengah hujan badai yang deras, bagaimana mungkin Tuhan yang ada diatas bukit bisa melihat murid-murid yang sedang ditengah danau berusaha mendayung dengan kuatnya menerobos badai yang menerpa mereka?

Apakah Ia melihat lewat suatu penglihatan dalam doa-Nya?

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Atau suatu penampakan oleh kuasa Roh atas-Nya? Kata yang dipakai dalam bahasa asli Perjanjian Baru ini menunjukkan hal yang menarik, horaō, berarti menatap, memperhatikan dengan jelas dan bisa membedakan. Tapi kata ini juga berarti Ia melihat karena Ia hadir disitu, lebih jauh ini berarti Ia ikut mengalami dan secara pasif Ia hadir disitu bersama dengan murid-murid-Nya yang sedang mengalami badai besar tersebut.

Ya, Tuhan bukan hanya tahu apa yang kita lalui, Ia hadir bersama kita. Ia rasa apa yang kita rasa, Ia lihat semua yang sedang terjadi. Tidak ada satupun yang lepas dari pengawasan-Nya.

Tuhan kemudian datang kepada mereka, berjalan diatas air, diatas ombak dan badai besar tersebut. Ia tidak jalan diatas kolam renang yang airnya cuma beriak-riak tenang dan dalamnya hanya 1-2 meter, Ia jalan menyeberangi danau. Tidak hanya untuk sesaat atau untuk dipamerkan kepada orang banyak, ditengah malam menjelang pagi Ia berjalan sendiri.

Ia bahkan tidak berusaha menenangkan badai tersebut lebih dahulu. Ia berjalan menerobos badai itu dan dalam Markus 6:48 ini disebutkan Ia hendak mendahului mereka. Seakan-akan Ia sedang menantang para murid bahwa Ia bisa lebih cepat sampai diseberang hanya dengan berjalan kaki, bagaimana kalian?

Murid-murid saat itu sedang berusaha mati-matian mendayung melawan badai yang menerpa mereka (melawan, mendorong mereka ke arah berlawanan), Yohanes 6:19, Matius 14:24. Kalian ramai-ramai kan, bahkan lebih dulu start dari saya?! Yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan sebab murid-murid mulai berteriak ketakutan, itu hantu!

Yohanes 6:19, Matius 14:26, Markus 6:49. Murid-murid sedang mati-matian berusaha mendayung supaya perahu mereka bisa segera keluar dari kepungan badai ditengah danau. Mungkin banyak diantara mereka juga sedang sibuk berusaha menimba air keluar dari perahu pada saat yang bersamaan.

Yang lain sibuk berkomat-kamit mengucapkan doa sambil mendayung, berharap seandainya Yesus ada disitu seperti sebelumnya, Markus 4:38. Tidak apa-apa jika Ia tertidur, yang penting Ia ada dengan kita, guman salah satu diantara mereka. Tapi tiba-tiba seseorang diantara mereka terperanjat meloncat kebelakang sambil berteriak, hantu! Yang lain menoleh kepadanya dan menyaksikan wajah yang basah dan lelah itu berubah pucat, putih seperti semua darahnya berlari sembunyi kebelakang kepalanya.

Waktu mereka berbalik melihat ke arah mana ia terperanjat, semuanya ikut terkejut! Tidak bisa dibayangkan betapa paniknya mereka menyaksikan ada suatu penampakan disalah-satu sisi perahu mereka, penampakan yang mendekati mereka, berwujud seperti seorang manusia yang sedang berjalan diatas air!

Itu pasti hantu! Sekarang semua berteriak-teriak. Ego eimi Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Yohanes 6:20. Di Matius dan Markus, ada penambahan kata Tenanglah! Diterjemahan yang lain bahkan disebutkan, Bergembiralah! Terhiburlah! Jangan takut, Aku ini. Bukan, ini Aku. Kata Aku ini, merujuk pada Ego eimi, kata Yunani Koinonia yang dipakai untuk menerjemahkan perkataan Ibrani yang berarti Aku adalah Aku, pernyataan akan SIAPA Tuhan yang diberikan kepada Musa, Keluaran 3:14.

Bukan ini Aku, yang menunjuk kepada kehadiran Yesus saja (hanyalah seperti penyertaan seorang kawan) yang telah muncul ditengah-tengah kesulitan mereka. Tapi Aku ini, Ego eimi, menunjuk kepada TUHAN, YHWH, itu sendiri sekarang HADIR ditengah-tengah mereka.

Bukan sekedar TUHAN hadir bersama dengan kehadiran Yesus sendiri, tapi Yesus itulah Mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan yang sendiri hadir disitu! Guru mereka ini, adalah TUHAN atas Israel yang telah dipilih-Nya berabad-abad sebelumnya, TUHAN yang adalah Pencipta langit dan bumi sekarang hadir disitu dengan mereka.

Jika ada orang yang mengklaim bahwa Yesus tidak pernah menyebut diri-Nya Tuhan, apalagi dengan memakai ayat di Matius 19:17, orang itu sebenarnya mengucapkan hal yang benar. Sebab baik dalam terjemahan Indonesia maupun Inggris, Yesus tidak pernah menyebutkan Diri-Nya adalah Tuhan. Aku adalah Tuhan, atau I am God, tidak pernah muncul. Tapi pada saat yang sama, orang tersebut hanya menunjukkan kebodohannya sebab ia seharusnya mengerti bahwa Alkitab tidaklah dituliskan dalam bahasa Inggris, dan tidak dituliskan kepada mereka yang berbudaya bahasa Inggris (ataupun bahasa Indonesia), jadi penyataan Aku (Yesus) adalah Tuhan memang tidak ada.

Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani, Yunani dan Aram (Ibrani kuno, Ibrani sehari-hari). Dan ditulis untuk mereka orang Ibrani ini. Bagi orang Ibrani, AKU ADALAH AKU, atau Ego eimi dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, punya pengertian sama dengan Aku adalah Tuhan dalam bahasa Indonesia atau Inggris (I am God). Dan justru karena klaim Yesus sebagai Ego eimi inilah, AKU ADALAH AKU, Ia kemudian disalibkan oleh bangsa-Nya sendiri, orang Yahudi. Menurut orang Yahudi siapapun yang mengklaim dirinya Tuhan atau setara dengan Tuhan (Anak Tuhan, Putra Tuhan, Son of God) adalah suatu penghujatan besar.

Jika memang Tuhan tidak mengklaim Diri-Nya Tuhan, seperti kata mereka-mereka itu, kenapa kemudian orang Yahudi justru menyalibkan Dia? Dalam Yohanes ini sendiri, Yesus menyebut dirinya sebagai Ego eimi ini lebih dari 7x paling sedikit.

Semua pernyataan Aku ini, diambil dari perkataan Ego eimi itu sendiri. • Akulah Roti Hidup (Yohanes 6:35) • Akulah Terang Dunia (Yohanes 8:12) • Mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan Pintu (Yohanes 10:9) • Akulah Gembala Baik (Yohanes 10:11,14) • Akulah Kebangkitan dan Hidup (Yohanes 11:25) • Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:6) • Akulah Anggur (Yohanes 15:1,5) Jika benar itu Engkau Petrus dengan segera berkata, Matius 14:28, Jika benar itu Engkau, TUHAN, perintahkan aku datang pada-Mu.

Datanglah! Jawab Tuhan, Ayat 29. Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Nekat, pikir murid-murid lainnya. Kita yang dalam perahu saja hampir tenggelam, dia ini mau saja turun ke atas air dan berusaha meniru apa yang Guru sedang lakukan!

Ya, banyak dari kita tidak menyukai badai kehidupan. Dengan segera kita akan menengking semua badai yang kita hadapi jika kita tidak bisa lagi menghindarinya. Kita lupa bahwa badai tidak akan datang kecuali atas seijin Tuhan, dan jika badai itu datang, badai datang bukan untuk menghancurkan kita. Tapi datang atas kehendak Tuhan dengan tujuan untuk membawa kita kembali dekat dengan Dia.

Bukankah banyak dari kita yang baru mulai berdoa jika menghadapi badai? Juga, badai datang untuk menguji kita, merendahkan kita, supaya kita bisa belajar dan naik tingkat. Tidak ada murid sekolah yang bisa naik tingkat kecuali dia lulus ujian naik kelas kan. Perhatikan ayat-ayat ini, Mazmur 37:23, Tuhan mengatur langkah-langkah kita, termasuk semua kesulitan kita.

Ia tidak merencanakan yang jahat atas kita, tidak merancangkan kecelakaan kepada kita, Yeremia 29:11. Tapi Ia bekerja melalui segala sesuatu, Roma 8:28, untuk mendatangkan kebaikan kepada kita. Untuk mendidik kita sebagai anak-anak-Nya, Ibrani 12. Dan jelas, iblispun bisa dipakai Tuhan untuk mengajar jalan-jalan-Nya kepada kita, Ayub 1-2. Bagi Tuhan, Ia sangat tertarik melihat kita mengenal-Nya dekat, Ayub 42:1-6. Tuhan mau kita berubah menjadi serupa dengan Dia, Roma 12:1-2.

Karena hanya dengan demikian, semua kaum mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan muka bumi akan mendapat berkat, Kejadian 12:3. Badai Memang benar, ada paling tidak 3 macam reaksi manusia menghadapi badai.

Menghindar, berani menghadapi, dan menantang badai. Mungkin banyak dari kita berani menghadapi badai, jika sama sekali tidak terhindarkan lagi. Tapi hampir tidak ada yang mau menantang badai itu sendiri. Petrus keluar dari perahu yang adalah jaminan keselamatannya, keluar dari zona amannya, turun ke atas air, menantang badai untuk jalan kepada Yesus. Jika anda adalah Petrus, beranikah? Banyak dari kita lebih seperti murid yang lain, yang hanya berani kritik, rumour and gossip behind, bahkan menyebut diri lebih berhikmat (alasan klasik rohani yang menutupi hati yang kecut) daripada mati-matian mengikut Dia sekalipun nyawa adalah taruhannya.

3 Level Kerohanian Ya, Petrus pun hampir tenggelam. Untung ada Tuhan yang menolongnya. Memang tidak ada yang sempurna mengerjakan kehendak Allah, apalagi mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan itu baru pertama kali dilakukan. Tapi lebih baik (hampir) tenggelam, dari pada kita gagal mengenal Tuhan. Bukankah Dia pasti menolong kita?

Ketika Petrus berseru, Tuhan, tolonglah aku! Matius 14:30, ayat 31 menunjukkan Tuhan segera mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan tangan-Nya menolong dia. Di ayat 30 ini, kata yang diterjemahkan sebagai ketika dirasanya tiupan angin, dalam terjemahan aslinya punya pengertian bahwa ketika Petrus datang pada akal budinya, ketika Petrus menjadi mengerti, memahami apa yang sedang terjadi disekelilingnya, ia kemudian menjadi takut dan mulai tenggelam!

Ya, saat kita fokus pada Tuhan, mata yang memandang kepada Yesus, jangan dialihkan melihat sekitar dan berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Pemahaman pikiran kita tidak akan menolong iman kita naik, justru akan menarik turun, membuat kita ketakutan menemukan fakta yang nyata akan kerasnya angin yang bertiup dan besarnya ombak yang menerpa.

Kita pasti mulai tenggelam. Benar, jika disebutkan bahwa mengikut Tuhan adalah menjadi bodoh dan tidak berakal budi. Tapi justru mereka yang berpengertian, berhikmat dan berpengetahuan, tidak pernah mengalami Tuhan dalam kapasitas yang seharusnya. Lucunya, mereka yang seperti ini suka menganggap diri mereka lebih dewasa dalam mengenal Tuhan. Tapi nyatanya, pikiran dan pengetahuan merekalah yang menghalangi iman mereka bertumbuh benar kepada Tuhan.

Tidak heran jika Tuhan berkata, Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga. Matius 19:14. Ya, jangan halangi mereka yang datang seperti anak kecil kepada Tuhan! Just do it! Mereka yang mau turun, berani menantang kemustahilan, seperti Petrus turun ke air ini belajar satu hal.

Bahwa tidak ada satupun yang bisa membatasi kuasa Tuhan. Tidak akan ada batasan sama sekali untuk melihat berapa besar kuasa Tuhan bisa jadi. Dalam mujizat 5 roti dan 2 ikan, kita mengerti bahwa makin sedikit roti itu, makin besar kuasa Tuhan. Disini, kuasa Tuhan malah menjadi lebih tidak terhentikan. Luasnya air danau itu (danau Galilea, kurang lebih 13 km jarak terpendeknya) dan besarnya badai serta tidak adanya perahu lagi (sebab murid-murid sudah lebih dahulu menyeberang), tidak membuat Tuhan tidak dapat menyeberangi danau itu.

Jika Ia harus berjalan kaki, Ia akan berjalan kaki. Dan jika Ia harus berjalan menerobos badai, Ia akan melakukannya, berjalan diatas air menembus badai dalam gelapnya malam. Tidak ada batas dalam iman kita untuk bertumbuh kepada Dia, kuasa-Nya tidak akan berkurang hanya karena tantangannya semakin besar.

Yang jadi pertanyaan sekarang, maukah kita keluar dari perahu kita dan turun keatas air, berjalan diatas badai kepada Dia. Just do it! Seperti iklan Nike. Jangan berusaha dimengerti atau dipahami, sekali lagi akal budi kita tidak akan menolong. Iman kita ditentukan pada berapa besar kita berserah kepada Dia dan itu nyata hanya lewat tindakan, bukan sekedar perkataan.

Badai 2 hasil yang berbeda Ketika mereka naik ke perahu bersama-sama, Alkitab berkata anginpun redalah, Matius 16:32, Markus 6:51. Ya, tidak semua badai harus ditengking. Tidak seperti badai yang pertama, Markus 4:39, di badai kedua ini Tuhan cukup naik ke perahu itu, anginpun redalah. Badai itu diam dengan sedirinya begitu Tuhan menjejakkan kakinya diatas perahu. Tapi dalam Yohanes 6 ada hasil yang berbeda begitu Tuhan naik ke perahu.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Ayat 21 berkata bahwa perahu mereka langsung sampai ke tujuan kemana mereka mau datang seketika itu juga. Rupanya ada kuasa Roh Kudus yang mengangkat mereka dari tengah danau, dari dalam badai, dipindahkan dalam sekejap sampai ke pantai dimana mereka mau datang. Suatu kuasa luarbiasa yang sampai sekarang tidak ada yang menyamainya. Keajaiban yang hanya bisa dilihat di film-film modern seperti Star Wars atau Star Trek, ketika tokoh-tokoh film itu diteleportasi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Sekali lagi dalam peristiwa ini, Yesus menunjukkan ke-Tuhan-an-Nya yang luarbiasa. Dia bukan hanya si Pencipta Creatio ex nihilo, yang menciptakan sesuatu menjadi ada dari tidak ada. Tapi juga, dalam mujizat ke-5 di Injil Yohanes ini, Ia sekali lagi menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas air dan angin, atas segala sesuatu.

Bahkan bukan cuma berkuasa tapi mengatasi semuanya itu. Jika Musa membelah air laut merah untuk membuka jalan bagi Israel untuk lolos dari kejaran Firaun dan tentaranya, Tuhan justru tidak membelah air danau ini tapi membiarkan badai itu terus mengamuk dan berjalan diatasnya untuk sampai ke murid-murid-Nya yang ada ditengah-tengah danau, didalam badai.

Seperti Roh Tuhan yang melayang-layang diatas kedalaman air besar dalam Kejadian 1:2, Yesus yang adalah Firman itu sekarang berjalan diatas ombak, air yang ditiup kencang oleh badai besar. Dia Tuhan! About Ps. Arnold Sigik Indonesia: Mari kita semua bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan kepada Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.

Kepada Dialah kemuliaan baik sekarang dan selama-lamanya. Semoga tulisan ini telah menjadi berkat bagi anda. Jika anda ingin memberkati Ps. Arnold, silahkan klik disini. English: Let's grow in the grace and knowledge of our Lord and Savior Jesus Christ. To him be glory both now and forever! Hopefully these writings would have been a blessing to you. If you want to bless Ps. Arnold, please click here.

Reader Interactions
Berjalan di dalam air adalah kemampuan dasar renang untuk bertahan hidup dan merupakan cara yang bermanfaat agar bisa tetap mengambang di air.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

Ini adalah sesuatu yang bisa Anda pelajari bahkan sebelum belajar berenang. Berjalan di dalam air juga sering digunakan dalam olahraga akuatik seperti polo air. Meskipun bukan perenang hebat, Anda bisa membangun stamina dan belajar cara berjalan di dalam air dalam waktu lama dan meningkatkan kekuatan tubuh. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f8\/Tread-Water-Step-1-Version-5.jpg\/v4-460px-Tread-Water-Step-1-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f8\/Tread-Water-Step-1-Version-5.jpg\/v4-728px-Tread-Water-Step-1-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Gerakkan lengan secara horizontal.

Jika menggerakkan lengan ke atas dan ke bawah maka tubuh akan bergerak ke atas dan ke bawah lagi karena Anda harus menarik lengan kembali ke atas. Gerakkan lengan ke depan dan ke belakang dengan tangan tertutup menghadap ke arah gerakan. Hal ini akan menjaga tubuh tetap berdiri tegak.

Berpeganglah pada peralatan mengapung jika Anda sulit berada di dalam air. Batang kayu. Dayung. Perahu karet. Apa pun itu, gunakan segala jenis peralatan mengapung yang bisa bisa digunakan untuk berpegangan dan membantu Anda berdiri di dalam air.

Semakin sedikit energi yang digunakan untuk tetap berdiri di dalam air, semakin lama Anda berada di dalamnya. Lakukan gerakan anjing mengayuh. Gerakan anjing mengayuh adalah gerakan di mana Anda menggerakkan lengan ke depan sambil menendang tungkai kaki ke atas dan ke bawah. • Keuntungannya: gerakan ini tak membutuhkan banyak “tenik yang tepat” untuk melakukannya.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

• Kekurangannya: Gerakan ini menguras energi, berarti Anda tidak bisa melakukan teknik ini untuk waktu yang lama. Coba tendangan mengibas. Tendangan mengibas adalah Anda berjalan di dalam air dengan tungkai sambil menjaga lengan direntangkan agar seimbang. Untuk melakukan tendangan mengibas, runcingkan jari-jari kaki ke bawah dan tendang salah satu tungkai ke depan sambil menendang tungkai lainnya ke belakang.

Lakukan tendangan ke depan dan ke belakang yang konsisten. • Kelebihannya: Anda bisa membuat lengan dalam keadaan bebas saat melakukan tendangan mengibas, sehingga memberikan peluang untuk melakukan hal lain dengan lengan.

• Kekurangannya: karena Anda hanya menggunakan tungkai agar tubuh tetap berdiri, teknik ini bisa menegangkan. Lakukan tendangan katak. Tendangan katak adalah Anda menggerakkan kaki ke samping, lalu membawanya kembali ke posisi semula. Tendangan katak juga disebut tendangan cambuk. Mulailah dengan kedua tungkai bersama-sama, gerakkan kaki ke samping, lalu bawa kembali ke posisi semula. • Kelebihannya: tendangan ini tidak terlalu melelahkan daripada tendangan mengibas atau gerakan anjing mengayuh.

mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan

• Kekurangannya: menggunakan tendangan ini menyebabkan Anda keluar dari air tiba-tiba lalu masuk kembali dan bukan tetap dalam keadaan diam. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/b3\/Tread-Water-Step-10-Version-6.jpg\/v4-460px-Tread-Water-Step-10-Version-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/b3\/Tread-Water-Step-10-Version-6.jpg\/v4-728px-Tread-Water-Step-10-Version-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Cobalah gerakan mengayuh.

Gerakan mengayuh memungkinkan Anda berjalan mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan dalam air dengan tangan. Untuk mengayuh, rentangkan tangan ke samping dan masukkan ke dalam air. Dengan telapak tangan saling menghadap satu sama lain, gerakkan kedua tangan ke arah satu sama lain, hingga hampir menyentuh. Ketika mencapai titik ini, putar kedua telapak tangan ke arah luar dan gerakkan tangan kembali ke posisi semula.

Jagalah agar kedua tangan melakukan gerakan berubah-ubah ke belakang dan ke depan. • Kelebihannya: Anda bisa menjaga tungkai agar tetap bebas dengan gerakan mengayuh ini, sehingga memungkinkan Anda menggabungkan gerakan ini dengan teknik berjalan di dalam air seperti tendangan mengibas. • Kekurangannya: Anda harus menjaga seluruh tubuh agar tetap berada di dalam air (kecuali kepala). {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f7\/Tread-Water-Step-11-Version-6.jpg\/v4-460px-Tread-Water-Step-11-Version-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f7\/Tread-Water-Step-11-Version-6.jpg\/v4-728px-Tread-Water-Step-11-Version-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Cobalah tendangan memutar.

Disebut juga gerakan eggbeater, teknik ini mengharuskan Anda menggerakkan satu kaki searah jarum jam sementara menggerakkan kaki lain berlawanan arah dengan jarum jam. Teknik ini sulit untuk dikuasai, tetapi banyak menghemat energi. • Kelebihannya: Anda menghemat banyak energi dengan melakukan teknik ini jika bisa menguasainya. • Kekurangannya: teknik ini sulit untuk dikuasai dan banyak orang perlu berlatih secara ekstensif untuk mempelajarinya.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/81\/Tread-Water-Step-12-Version-5.jpg\/v4-460px-Tread-Water-Step-12-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/81\/Tread-Water-Step-12-Version-5.jpg\/v4-728px-Tread-Water-Step-12-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Cobalah teknik helikopter kecil.

Berbaringlah telentang di dalam air dengan cara yang sama seperti mengapung. Gerakkan segera tangan dengan gerakan memutar. Gerakkan kaki ke atas dan ke bawah bersama-sama. • Kelebihannya: ini adalah gerakan yang sangat mudah untuk dijelaskan pada anak-anak. • Kekurangannya: memutar tangan bisa menjadi hal yang melelahkan. • Bersantailah dan hematlah energi. Semakin lama Anda berjalan di dalam air, maka akan semakin lelah, dan semakin rentan terkena hipotermia.

• Jika perlu, gunakan peralatan mengapung. Peralatan ini membuat Anda terbiasa mengapung di air. • Semakin asin atau manis airnya, maka semakin mudah untuk mengapung. • Jika Anda berenang dan menjadi lelah, berenanglah tanpa menggunakan lengan. • Berlatih akan memudahkan Anda untuk menahan bobot tubuh untuk berdiri di atas air.1. Mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan?

Jawab:. 2. Mengapa bermain di dalam air harus dilakukan dengan hati-hati? Jawab: 3. Sebutkan teknik mengapungkan tubuh! Jawab: 4. Apa nama alat pengaman yang digunakan ketika di dalam air? Jawab: 5. Tuliskan permainan yang dapat dilakukan di dalam air? Jawab:​ Jawaban: 1.karena saat tubuh kita menerjang air akan terasa lebih berat 2.karena bila kita ceroboh kita bisa terpeleset,bila airnya dalam kita bisa tenggelam 3.- 4.pelampung/ban apung 5.berenang,voly air,arung jeram,menyelam,selancar air Penjelasan: (untuk yang no.3 aku GK tau,untuk yang lainnya kalo salah maaf ya) satu kaki?

2 Ayo, mengerjakan soal-soal di bawah ini dengan tepat! 1. Bagaimana cara melompat dengan Jawab:. Sebutkan manfaat gerakan dalam per … mainan arung jeram! Jawab:. 3. Bagaimana cara menirukan gerakan pohon kelapa? Jawab:. 4. Apa yang harus dilakukan pemain yang bertugas sebagai jala di permainan jala ikan? Jawab:. 5. Tuliskan langkah-langkah melakukan Jawab:. kegiatan melatih daya tahan kaki! !​
Olahraga air baik dilakukan oleh penderita penyakit radang sendi.

Bahkan, olahraga air sering digunakan untuk membantu mereka yang sedang dalam masa pemulihan dan rehabilitasi usai menjalani operasi penggantian sendi. Bagi penderita radang sendi atau rematik, olahraga bisa menjadi aktivitas yang terasa sulit. Padahal, selain menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga terbukti bermanfaat bagi penderita radang sendi, termasuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kelenturan anggota gerak tubuh. Salah satu olahraga yang dianjurkan bagi penderita radang sendi adalah olahraga air.

Hal ini karena tekanan dalam air memudahkan penderita radang sendi untuk menggerakkan dan melatih anggota tubuhnya. Manfaat Olahraga Air untuk Penderita Radang Sendi Ada banyak alasan mengapa olahraga air adalah pilihan yang tepat untuk penderita radang sendi, di antaranya: • Meningkatkan kelenturan anggota gerak tubuh tanpa memberi tekanan pada sendi dan tulang belakang • Mengembalikan fungsi sendi yang terasa nyeri tanpa memperburuk gejalanya • Meningkatkan kesehatan dan memelihara kebugaran tubuh • Melatih pergerakan otot tubuh Jika berolahraga di kolam renang dengan air hangat, ada manfaat tambahan yang bisa diperoleh penderita radang sendi, yaitu meredakan sakit pada sendi.

Jenis Olahraga Air yang Dapat Dipilih Manfaat olahraga untuk kebugaran tubuh tidak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, jangan jadikan radang sendi sebagai penghalang bagi Anda untuk berolahraga. Aktivitas fisik justru terbukti dapat memberi efek baik bagi penyakit radang sendi. Berikut adalah adalah beberapa olahraga air yang baik untuk radang sendi : 1.

Berenang Daya apung air memungkinkan Anda untuk menggerakkan anggota badan dan persendian dengan lebih mudah. Bagi penderita radang sendiri, berenang dapat membantu persendian tetap lentur, mengurangi tekanan pada persendian, dan meningkatkan kelenturan tubuh secara keseluruhan. 2. Berjalan dalam air Latihan berjalan dalam air sangat disarankan bagi penderita yang merasa kesulitan untuk berdiri dan berjalan akibat peradangan di bagian sendi yang menahan beban, seperti pinggul dan lutut.

Ketika berjalan di air, Anda membutuhkan upaya yang lebih besar daripada berjalan di darat. Hal ini memungkinkan penderita radang sendi untuk melatih kekuatan otot. Saat berjalan di dalam air, gunakan teknik yang sama seperti saat berjalan kaki di atas tanah, yaitu dengan menapakkan telapak kaki dimulai dari tumit dan berakhir di ujung kaki.

Jika ingin melakukan olahraga air ini di kolam yang cukup dalam, gunakan pelampung untuk menjaga keselamatan. 3. Aerobik air Aerobik air adalah rangkaian gerakan di dalam air yang dapat memacu laju jantung dan melatih pernapasan.

Gerakan aerobik yang dilakukan di mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan air diketahui dapat menguras lebih banyak energi dan membakar lebih banyak kalori. Sama halnya dengan berjalan di dalam air, aerobik air juga bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot. Anda bisa meminta bantuan ahli fisioterapi yang dapat menunjukkan teknik gerakan yang baik sesuai kondisi Anda.

4. Senam di dalam air Tidak hanya berenang, Anda juga bisa melakukan gerakan senam tertentu di kolam renang untuk melatih kekuatan otot tubuh. Gerakan yang bisa dilakukan meliputi: Gerakan menyamping ( tic-toc) Posisikan tubuh di kolam renang dengan kedalaman setinggi ulu hati. Rentangkan kedua kaki selebar bahu, kemudian turunkan sisi kiri tubuh ke samping hingga siku kiri terendam air. Selanjutnya, kembalikan posisi tubuh seperti semula. Lakukan gerakan yang sama di sisi tubuh kanan dan ulangi gerakan ini sebanyak 8 kali.

Senam di tepi kolam ( flutter kick) Ketika kaki Anda tidak mencapai dasar kolam, berpeganglah dengan kedua tangan pada tepi kolam. Selanjutnya, gerakkan kedua kaki mengapa berjalan di air lebih sulit dilakukan berenang gaya bebas dengan posisi kedua tungkai lurus sambil menjaga posisi tubuh agar tetap mengapung.

Gerakan ini bisa dilakukan selama Anda tidak merasa lelah. Sebelum melakukan olahraga air, konsultasikan dengan dokter mengenai keamanan olahraga dan gerakan apa yang harus dihindari sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hal penting yang juga perlu Anda ingat adalah jangan melewatkan pemanasan dan pendinginan. Lakukan peregangan atau pemanasan dengan gerakan yang benar dan secara perlahan agar tidak memberi tekanan pada sendi. Jika radang sendi yang Anda alami cukup parah atau disertai pembengkakan, Anda disarankan untuk tidak berolahraga sampai nyerinya hilang dan bengkaknya mereda.

Bila saat melakukan olahraga air Anda merasa sakit, pusing, atau kehabisan napas, segera hentikan latihan dan periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Lebih Baik Lari atau Jalan Waktu Hujan?




2022 www.videocon.com