Penghapusan honorer 2023

penghapusan honorer 2023

tirto.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan Pemerintah selalu memberikan perhatian serius terkait isu tenaga honorer di instansi pemerintahan. “Tenaga honorer senantiasa menjadi perhatian serius Pemerintah.

Langkah strategis dan signifikan telah banyak dilakukan Pemerintah untuk penanganan tenaga honorer,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (23/1/2022). Dia menyebutkan pada 2005 hingga 2014, Pemerintah telah mengangkat lebih dari satu juta tenaga honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN). Pengangkatan itu bersamaan dengan rekrutmen CASN dari pelamar umum, tambahnya.

“Pada 2005 hingga 2014, Pemerintah telah penghapusan honorer 2023 1.070.092 tenaga honorer menjadi ASN. Dalam kurun waktu yang sama, Pemerintah hanya mengangkat 775.884 ASN dari pelamar umum,” jelasnya. Selain itu, lanjutnya, penanganan tenaga honorer oleh Pemerintah juga diperkuat dengan penerapan berbagai kebijakan, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 jo PP Nomor 43 Tahun 2007, yang diubah dalam PP Nomor 56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS.

“Dalam PP tersebut, tertulis bahwa THK-II (Tenaga Honorer Kategori II) diberikan kesempatan untuk seleksi satu kali,” katanya.

Hasilnya, dari 648.462 THK-II yang ada di database, terdapat 209.872 THK-II lulus seleksi dan 438.590 THK-II tidak lulus. Jadi, sisanya pada database 2012 sejumlah 438.590 THK-II, kata Tjahjo. Pemerintah telah memutuskan untuk menyelesaikan status tenaga honorer di instansi pemerintahan pada 2023. Sehingga, status pegawai pemerintah nanti hanya akan ada dua jenis, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Terkait tenaga honorer, melalui PP akan diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun penghapusan honorer 2023 katanya. Terkait beberapa pekerjaan di instansi pemerintahan, seperti petugas keamanan dan kebersihan, Tjahjo mengatakan hal itu akan dipenuhi melalui tenaga alih daya melalui pihak ketiga atau pekerja outsourcing. “Untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan-pekerjaan yang sangat basic, seperti cleaning service, security, dll; itu disarankan untuk dipenuhi melalui tenaga alih daya dengan beban biaya umum, dan bukan biaya gaji (payroll),” ujar Tjahjo.

penghapusan honorer 2023

IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : IHSG ambrol 3,7 persen, lewati 7.000 (09:52 WIB) LIVE : Rupiah dibuka turun (09:05 WIB) LIVE : Harga emas 24 karat Penghapusan honorer 2023 hari ini (08:19 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Status tenaga honorer akan dihapus di semua instansi pemerintah, termasuk di instansi pendidikan pada tahun 2023.

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyatakan, setelah honorer dihapus, status pegawai pemerintah mulai tahun 2023 nanti hanya ada dua: pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Keduanya disebut Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran pemerintah adalah rekrutmen tenaga honorer yang tak berkesudahan oleh instansi pemerintah daerah.

“Adanya rekrutmen tenaga honorer yang terus dilakukan tentu mengacaukan hitungan kebutuhan formasi ASN di instansi pemerintah. Hal ini juga membuat pemasalahan tenaga honorer menjadi tidak berkesudahan hingga saat ini. Oleh karenanya, diperlukan kesepahaman ataupun sanksi bagi instansi yang masih merekrut tenaga honorer," kata Tjahjo dikutip dari laman resmi, Selasa (18/1/2022). “Jadi, sepanjang penghapusan 2023 dengan cara mengangkat honorer, baik guru non-guru itu justru kabar baik, dengan begitu ada peningkatan kesejahteraan.

Justru mimpinya honorer. Tidak penghapusan honorer 2023 yang bermimipi jadi honorer seumur hidup,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/1/2022). Akan tetapi, lanjut dia, wacana penghapusan tenaga honorer juga mengandung kecemasan. Jangan-jangan pemerintah menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 dengan cara memberhentikan mereka di tengah jalan. “Ini paradoks, karena sampai 2024 dalam konteks guru ASN yang dibutuhkan sekolah mencapai 1,3 juta guru di sekolah negeri.

Itu data Kemendikbudristek termasuk data Kemenpan RB,” ujarnya. Adapun saat ini, proses perekrutan ASN di instansi pendidikan baru mencapai 300.000 pegawai. Artinya, masih dibutuhkan sekitar satu juta ASN lagi.

Terpopuler • Niat Bayar Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasanya Dicicil atau Harus Sekaligus? • Tender Gorden DPR Dimenangkan Penawar Tertinggi Rp43,5 Miliar, Kok Bisa? • Odesa Dihantam Rudal, Kapal Rusia Kembali Ditenggelamkan Pasukan Ukraina • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei • PPKM Jawa-Bali Berakhir Besok, Begini Situasi Covid-19 Nasional
Jakarta - Tenaga honorer akan dihapus dari instansi pemerintah.

Rencananya, tenaga honorer ini akan lenyap pada penghapusan honorer 2023 2023 alias tahun depan. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Alex Denni mengatakan, tidak semua pekerjaan di instansi pemerintah dikerjakan oleh aparatur sipil negara (ASN). Sejalan dengan itu, berdasarkan Undang-undang No 5 Tahun 2014 ASN hanya digolongkan pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Iya, kan tidak semua pekerjaan itu harus dikerjakan oleh aparatur sipil negara. Dengan UU No 5 2014, ASN itu sudah diklasifikasikan menjadi PNS dan PPPK. Tidak boleh lagi ada terminologi lain," katanya kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

penghapusan honorer 2023

Baca juga: Tenaga Honorer Dihapus 2023, Satpam-Cleaning Service Outsourcing Dia mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah melarang pengangkatan tenaga honorer jauh sebelumnya. Hal itu ditandai dengan pengalihan puluhan ribu tenaga honorer menjadi PNS. "Sebetulnya sejak 2007 PP 48 2005 juncto PP 43 2007 tuh PPPK sudah dilarang mengangkat tenaga honorer. Makanya kan waktu 2008 sudah dialihkan lebih dari 860 ribu dari 900-an ribu tenaga honorer itu sudah dialihkan ke PNS pada waktu itu," katanya.

Namun, perekrutan masih dilakukan dengan berbagai motif. Maka itu, UU No 5 2014 lahir dan ditindaklanjuti dengan PP 49 tahun 2018 agar tenaga honorer ini diselesaikan pada 2023.

"Tetapi dalam perjalanannya direkrut terus, direkrut terus, dengan berbagai motif lah itu. Makanya dengan lahirnya Penghapusan honorer 2023 No 5 2014 kemudian ditindaklanjuti dengan PP 49 2018 dikasih waktu 5 tahun untuk menyelesaikan itu 2023," katanya. Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghapus tenaga honorer dan diharapkan mulai tahun 2023 sudah tidak ada lagi PNS yang bekerja di instansi pemerintah.

Ada alasan di balik keputusan pemerintah meniadakan tenaga honorer mulai 2023 mendatang. Peniadaan tenaga honorer adalah mandat PP 49/2018. Menurut Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Alex Denni, penghapusan tenaga honorer bukan kebijakan tiba-tiba.

Baca: Kabar Baik Buat PNS, MenPANRB Setuju WFH Sepekan "Sebetulnya ini bukan ujug-ujug. Tapi sudah dari 2005. Itu sudah inventarisir," kata Alex saat berbincang secara eksklusif dengan CNBC Indonesia. Pada 2005 ada 900 ribu tenaga honorer di seluruh instansi pemerintah. Sekitar 860 ribu tenaga honorer diangkat sebagai PNS. "Sisanya tidak memenuhi kriteria, tapi yang sisanya ingin diproses lebih lanjut.

Begitu di data ulang dan membengkak jadi 600 ribuan. 11x lipat membengkak angkanya pada saat itu," ujarnya. Alex juga angkat bicara mengenai rencana besar pemerintah dalam mentransformasikan sistem birokrasi PNS.

Bukan tidak mungkin, ada beberapa kriteria PNS yang terdampak. Alex mengatakan hampir 38% dari total 4,2 juta ASN di Indonesia berstatus sebagai pelaksana. Sementara itu, sebanyak 36% lebih berstatus sebagai guru dan dosen. Baca: Masih Ada Kesempatan Honorer Diangkat Jadi PNS, Kapan? "Kemudian tenaga teknis, kesehatan dan lain-lain itu sekitar 14%. Sisa-sisanya 10-11% pejabat struktural. Kalau bicara transformasi digital, tentu pelaksana penghapusan honorer 2023 yang akan terdampak terlebih dahulu karena pekerjaan akan digantikan teknologi," kata Alex.

Alex mengatakan dalam 5 tahun yang akan datang, para pejabat pelaksana akan berkurang sekitar 30-40% dengan rencana transformasi digital.

penghapusan honorer 2023

Artinya, ratusan ribu PNS yang menjabat sebagai pelaksana akan terdampak. [Gambas:Video CNBC] (dce/dce)
KOMPAS.com - Pada 2023, honorer akan dihapus, penghapusan honorer 2023 tidak ada lagi pegawai yang berstatus honorer di instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB), setelah honorer dihapus, status pegawai pemerintah mulai 2023 nanti hanya ada dua jenis, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK).

Kedua status ini nantinya akan disatukan dan disebut sebagai Aparatur Sipil Negara. Penghapusan honorer itu berangkat dari kekhawatiran pemerintah pusat terhadap daerah yang terus menerus merekrut honorer. Baca juga: Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023 Padahal sesuai pasal 88 PP Nomor 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, instansi pemerintah melarang merekrut tenaga honorer.

Ketentuan penghapusan honorer juga tercantum dalam Pasal 96 PP No 49/2018 tentang Manajemen Penghapusan honorer 2023. Lalu bagaimana dengan nasib honorer sudah ada dan bekerja hari ini? Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB Mohammad Averrouce menyebut, tenaga honorer yang saat ini sudah bekerja di instansi pemerintahan akan diangkat menjadi CPNS, tetapi dengan proses seleksi.

"Dengan proses seleksi CASN pengangkatannya," kata Averroucekepada Kompas.com. Mengacu pada PP 48/2005, ada sejumlah hal yang perlu dipahami terkait pengangkatan tersebut. Deretan Lowongan Kerja Dosen, Staf dan Tendik di Universitas Pertamina https://www.kompas.com/wiken/read/2022/01/23/082924381/deretan-lowongan-kerja-dosen-staf-dan-tendik-di-universitas-pertamina https://asset.kompas.com/crops/YrODpMabJshUqXVa4lDQhYmgnkQ=/0x101:832x655/195x98/data/photo/2022/01/21/61ea1337629b4.jpg
Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, memastikan pemerintah akan menghapus status tenaga honorer pada 2023 mendatang.

Ketentuan ini sudah ditetapkan pada peraturan pemerintah (PP) yang diterbitkan sebelumnya. Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih, mengatakan kebijakan penghapusan tersebut cenderung tidak manusiawi. Sebab, pemerintah dinilai menggantung nasib tenaga honorer kategori 2 (K2) yang di aturan sebelumnya punya ketetapan hukum.

penghapusan honorer 2023

"Kalau menurut saya itu satu pernyataan yang kurang manusiawi. Artinya pada kenyataannya bahwa tenaga honorer kan masih banyak, terutama honorer K2 yang notabene dulu kan ada dasar hukumnya," keluh Titi kepada Liputan6.com, Selasa (18/1/2022). Jika memang status tenaga honorer benar bakal dihapus, ia mengusulkan kepada pemerintah agar dicari solusi sebelum memasuki 2023.

Sebab, seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejauh ini belum menjamah seluruh profesi tenaga honorer. Titi menilai, kebanyakan pengangkatan tersebut lebih fokus pada posisi tertentu, seperti guru ataupun tenaga kesehatan.

penghapusan honorer 2023

"Minimal, tahun 2022 ini, khusus yang tenaga teknis lainnya yang belum ada pengangkatan dari sejak tahun 2013, ini harusnya tahun ini harus sudah mulai direkrut, khusus tenaga administrasi atau tenaga tenaga penghapusan honorer 2023 lainnya," ungkapnya.

"Kan honorer K2 tuh satu kesatuan. Guru, kesehatan plus teknis lainnya," tegas Titi. * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Dia pun mempertanyakan rencana pemerintah menghabiskan tenaga honorer, yang sejatinya bertentangan dengan ketentuan hukum sebelumnya, di mana status pekerja kontrak tersebut dijamin oleh pemerintah.

"Kalau pemerintah punya rencana, katakan mau menghabiskan atau tidak ada lagi tenaga honorer, ya ini mau diapain? K2 ini kan tanggung jawab pemerintah," seru Titi. "Kewajiban pemerintah karena apa, karena ada dasar hukumnya. Boleh mau penghapusan honorer 2023 mau apa, silakan.

Tapi, kasih solusi yang terbaik untuk teman-teman," tandasnya.KOMPAS.com - Pemerintah berencana menghapus pegawai berstatus honorer di badan pemerintahan mulai tahun 2023. Dengan begitu, pegawai pemerintah hanya akan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (20/1/2022), rencana penghapusan pegawai honorer itu disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Menpan RB), Tjahjo Kumolo. "Instansi pemerintah diberikan kesempatan dan batas waktu hingga tahun 2023 untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer yang diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP)," ujar Tjahjo.

Peraturan yang dimaksud adalah PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Baca juga: Tak Diwajibkan, Ini Kriteria ASN yang Bisa Mengikuti Pelatihan Dasar Militer Kebutuhan terhadap pekerjaan mendasar, seperti tenaga kebersihan (cleaning service) dan tenaga keamanan (sekuriti) dianjurkan untuk dipenuhi melalui tenaga alih daya (outsourcing) dengan biaya umum, bukan biaya gaji.

Nasib pegawai honorer Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mohammad Averrouce mengatakan, pegawai honorer yang saat ini telah bekerja di instansi pemerintahan dapat diangkat menjadi PNS, namun tetap melalui proses seleksi. "Dengan proses seleksi CASN pengangkatannya," kata Averrouce. Berdasarkan PP 48 Tahun 2005, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pengangkatan pegawai honorer menjadi PNS atau ASN: • Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS diprioritaskan bagi tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh pertanian, perikanan, atau peternakan, dan tenaga teknis yang sangat dibutuhkan pemerintah.

penghapusan honorer 2023

Baca juga: Alasan Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, akan Diangkat Jadi CPNS? Selain itu, tenaga honorer dapat diangkat menjadi PNS atau ASN jika memenuhi kriteria berikut ini: Dari Masker, Susu Beruang hingga Minyak Goreng, Kenapa Orang Mudah Panic Buying?

https://www.kompas.com/wiken/read/2022/01/22/115800981/dari-masker-susu-beruang-hingga-minyak-goreng-kenapa-orang-mudah-panic https://asset.kompas.com/crops/6tLl6Fs7T38oCfIwZP6t5DxmJHA=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2020/03/18/5e719c1e34cc7.jpg
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan bahwa tidak ada lagi tenaga honorer di tiap instansi pemerintah pada 2023 mendatang. Ini merupakan mandat yang tertuang dalam PP 49/2018.

penghapusan honorer 2023

Dalam aturan tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja itu, disebutkan bahwa pegawai non-PNS di instansi pemerintahan dapat melaksanakan tugas paling lama hingga 2023 mendatang. Lantas, sebenarnya seperti apa rencana besar di balik penghapusan honorer? Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Alex Denni, menegaskan rencana penghapusan tenaga honorer bukanlah kebijakan yang 'turun dari langit'.

"Sebetulnya ini bukan ujug-ujug. Tapi sudah dari 2005. Itu sudah inventarisir," kata Alex saat berbincang secara eksklusif dengan CNBC Indonesia. Baca: Kapan THR & Gaji ke-13 PNS Cair? Apa Ada Potongan Covid? Alex mengemukakan, pada saat itu ada sekitar 900 rib tenaga honorer. Di saat itu pula, pemerintah sepakat untuk mengangkat sekitar 860 ribu tenaga honorer untuk diangkat sebagai pegawai penghapusan honorer 2023 sipil (PNS).

"Sisanya tidak memenuhi kriteria, tapi penghapusan honorer 2023 sisanya ingin diproses lebih lanjut. Begitu di data ulang dan membengkak jadi 600 ribuan.

11x lipat membengkak angkanya pada saat itu," jelasnya. Pembengkakan angka tenaga honorer di tiap instansi tersebut akhirnya mendorong terbitnya Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara 5/2014. Dalam aturan, ditetapkan hanya ada dua kategori ASN yakni PNS dan PPPK.

Namun, bukan berarti pasca terbitnya UU tersebut pemerintah tak lagi mengangkat tenaga honorer.

penghapusan honorer 2023

Bahkan hingga saat ini, ada beberapa instansi yang tetap merekrut tenaga honorer, kendati hal tersebut telah dilarang. "Sejak 2005 sudah dilarang. Jadi sebetulnya PP 48/2005 junto 43/2007. pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer. Jadi semua orang sudah tahu ini enggak boleh. Tapi yang diangkat masih diangkat, yang mau masih mau." Halaman Selanjutnya --> PNS Bakal Makin Sedikit, Diganti Robot?
Suara.com - Tenaga honorer akan dihapus tahun 2023. Itu artinya, pegawai berstatus honorer penghapusan honorer 2023 ada lagi bekerja di instansi pemerintah pusat maupun daerah.

Usai honorer dihapus, akan ada dua jenis status pegawai pemerintah pada 2023 yaitu PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kedua status tersebut nantinya akan disebut sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara). Penghapusan ini sejalan dengan pasal 88 PP Nomor 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, yang mana adanya larangan merekrut tenaga honorer dk instansi pemerintah. Ketentuan penghapusan tenaga honorer juga tertuang dalam Pasal 96 PP No 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Nasib Honorer Baca Juga: Pemerintah Indonesia Tak Pernah Menyebut Invasi Rusia Terhadap Ukraina, Pengamat: Tidak Ingin Memberi Kesan Memihak Usai pegawai honorer dihapus pada 2023, nantinya tenaga honorer yang sudah bekerja dalam instansi pemerintah penghapusan honorer 2023 diangkat jadi CPNS dengan proses seleksi.

penghapusan honorer 2023

Tenaga honorer yang diangkat jadi CPNS harus memenuhi kriteria yang ditentukan. Adapun kriterianya yakni seperti berikut ini: 1. Tenaga honorer yang berumur maksimal penghapusan honorer 2023 tahun serta memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun 2. Tenaga honorer yang berumur maksimal 46 tahun serta memiliki masa kerja 10-20 tahun dan terus-menerus Baca Juga: Pemerintah Targetkan Penurunan Kemiskinan Ekstrem pada 2023 Meski demikian, pengangkatan tenaga honorer ini diprioritaskan untuk mereka yang masa pengabdian paling lama atau usianya paling tinggi.

Kriteria lama untukmasa pengabdian tak diperuntukan bagi honorer tenaga dokter yang sedang atau telah berkerja di bagian unit pelayanan medis milik pemerintah. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tenaga Honorer Dihapus 2023, Lalu Apakah Akan Dapat Persangon? Ini Jawaban Kementerian PANRB




2022 www.videocon.com