Jagung siap dipanen ketika sudah berumur

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Cara Menanam Jagung – Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan dari keluarga rumput-rumputan yang digolongkan dalam tanaman biji-bijian. Jagung dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena tanaman jenis zea ini bisa dijadikan bahan makanan pokok pengganti nasi dan berbagai macam makanan olahan.

Selain itu bagian dari tanaman jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti daun, batang, klobot dan janggelnya.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Jagung hibrida mampu menghasilkan biji jagung lebih banyak dan dapat diterima pasar. Jagung hibrida merupakan jenis jagung keturunan langsung (F1) hasil dari persilangan 2 galur atau lebih yang sifat-sifat individunya Heterozygot dan Homogen serta memiliki sifat-sifat unggul dari masing-masing varietasnya.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Cara Menanam Jagung Mulai Dari Benih Hingga Panen. Dengan mengetahui cara menanam jagung yang benar, diharapkan dulur-dulur tani dapat menikmati hasil panen yang maksimal. Apabila cara menanam jagung yang Anda pakai selama ini masih belum mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya silahkan untuk mencoba inovasi berikut agar tanam jagung bisa menghasilkan panen yang menggunung. Bukan hanya manusianya saja yang bekerja, tetapi keberhasilan budidaya jagung juga ditentukan oleh keberadaan mikroba didalam tanahnya.

Untuk lebih jelasnya berikut uraian teknik budidaya tanaman jagung yang baik dan benar agar menghasilkan produksi jagung yang tinggi. Pemilihan Benih Jagung Pilihlah benih jagung hibrida yang telah bersertifikat. Pada setiap provinsi di Indonesia telah tersedia benih jagung jenis unggul ini. Biasanya benih jagung telah diberi perlakuan seed jagung siap dipanen ketika sudah berumur, yaitu dengan melapisi fungisida pada benih yang jagung siap dipanen ketika sudah berumur agar tanaman terlindung dari berbagai serangan penyakit dan mempermudah syarat tumbuh tanaman jagung.

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Iklim merupakan syarat tumbuh tanaman jagung. Pada umumnya tanaman jagung dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Namun untuk hasil yang maksimum, ada beberapa syarat tumbuh tanaman jagung. Berikut adalah syarat tumbuh tanaman jagung: Iklim • Beriklim subtropis atau tropis dan didaerah terletak antara 0-500 LU hingga 0-400 LS. • Curah hujan ideal adalah 85-200 mm/bulan dan harus merata. • Suhu optimimum yang baik adalah 21-34 C • Intensitas cahaya matahari langsung, minimal 8 jam per hari • Tanaman jagung tidak ternaungi, agar pertumbuhan tidak terhambat atau merusak biji bahkan tidak membentuk buah.

Media Tanah • Memiliki tekstur tanah yang gembur (lakukan proses pembajakan agar tekstur tanah gembur). • Mengandung cukup kandungan unsur hara. • pH tanah 5,5-7,5 (apabila pH tanah asam atau < 5,5 sebaiknya taburkan dolomit/kapur pertanian). • Jenis tanah yang dapat ditoleran ditanami jagung adalah andosol, latosol dengan syarat pH harus memadai untuk ditanami. • Memiliki ketersediaan air yang cukup. • Kemiringan tanah kurang dari 8%. Ketinggian • Memiliki Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl (diatas permukaan laut).

Iklim, media tanah, dan ketinggian merupakan 3 syarat tumbuh tanaman jagung Waktu dan Cara Menanam Jagung Yang Benar Pada kondisi musim yang normal, waktu yang tepat saat menanam jagung adalah dibulan Mei-Juli.

Karena pada saat itu intensitas curah hujan telah berkurang bahkan telah selesai, sehingga pada bulan-bulan tersebut sangat cocok untuk melakukan budidaya jagung.

Taburi lahan dengan pupuk kandang/kompos/bokashi sebanyak 10-20 ton per hektar. Kemudian semprot dengan GDM Black Bos sebanyak 5 kg per ha. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses remediasi tanah dari residu pupuk kimia, pestisida kimia dan sisa-sisa bahan organik (jerami, daun-daunan, dll) agar tanah menjadi gembur dan subur. Bakteri (mikroba) yang terkandung dalam Black Bos mampu menghasilkan enzim dan antibiotik yang berfungsi untuk menekan perkembangan penyakit tular tanah (busuk akar, busuk batang, bulai, dll).

Setelah itu lakukan proses olah tanah saat 5 hari sebelum tanam, dengan cara dibajak/traktor dengan kedalaman 20-30 cm, yang bertujuan untuk membalik dan membuat struktur tanah agar menjadi gembur, menambah oksigen dalam tanah, memudahkan perakaran tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap unsur hara serta memperbaiki aerasi tanah. Jarak Tanam Jagung Pada kondisi tanah yang berjenis tanah becek, sebaiknya dibuatkan bedengan/guludhan agar benih tidak tergenang air dan tidak busuk.

Sehingga benih akan tumbuh cepat dan maksimal. Lebar bedengan adalah 100 cm dan jarak antar bedengan adalah 50 cm. Sedangkan jarak didalam barisnya adalah 20-25 cm, sehingga jarak tanam jagung, baik menggunakan jagung siap dipanen ketika sudah berumur ataupun yang tidak mengunakan bedengan adalah 75cm x 25cm atau 75cm x 20cm. Setelah itu buatlah lubang tanam dengan cara tugal sedalam 5-10 cm kemudian masukkan benih jagung dan tutup dengan bokashi.

Setelah itu, semprot dengan POC GDM pada bekas lubang tanam. Ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari serangan penyakit. Pemupukan Tanaman Jagung Bukti pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan sayur pada tanaman jagung. Setelah tanaman jagung tumbuh ,lakukan penyemprotan dengan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan sayur setiap 10 hari sekali dengan dosis 2 gelas air mineral pada tanaman dan daerah perakaran untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

Sedangkan pupuk kimia diberikan pada saat tanaman jagung berumur 10, 21 dan 50 HST dengan memberikan 400 Kg pupuk NPK dan 200-300 pupuk kandungan Nitrogen. Pemeliharaan Tanaman Jagung Pemeliharaan tanaman jagung dapat dilakukan dalam berbagai tahap, yaitu: 1. Penjarangan dan Penyulaman Proses ini dilakukan pada saat tanam ada dua atau lebih benih jagung yang tertanam, sehingga tumbuh dua atau lebih tanaman jagung.

Oleh sebab itu, harus dilakukan penjarangan. Proses penyulaman tanaman jagung dilakukan apabila ada tanaman yang mati dengan mengantikan tanaman baru. 2. Penyiangan Melakukan proses pembersihan tanaman yang pengganggu di sekitar tanaman jagung, seperti rumput, krokot, keladi dan tanaman pengganggu lainnya.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

3. Pembumbunan Pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan saat proses penyiangan dengan tujuan memperkuat akar tanaman serta membantu mempercepat pertumbuhan.

Panen Dan Pasca Panen Tanaman jagung siap panen terlihat dari daun klobotnya yang mulai mengering dan bewarna kecoklatan. Umumnya tanaman jagung bisa dipanen sekitar 100 HST. Ciri-Ciri Tanaman Jagung Siap Panen : • Tanaman jagung dapat di panen saat kondisi masak fisiologis berumur 100-110 HST pada dataran rendah dan tergantung dari jenis varietasnya. • Kulit klobotnya telah berwarna coklat. • Rambut jagung pada tongkol telah kering dan berwarna hitam. • Jumlah populasi untuk klobot kering mencapai 90%.

• Tekstur keras jagung siap dipanen ketika sudah berumur biji jagung dengan ditandai apabila ditekan kuku tidak hancur/keras. • Terdapat titik hitam (black layer) pada bagian ujung biji jagung. Jika tanaman jagung anda sudah menunjukkan ciri-ciri siap panen, maka segera lakukan pemanenan.

Lakukan pemanenan dan perlakuan pasca penen dengan baik, agar hasil panen Anda terbebas dari serangan cendawan dan kerusakan hasil pasca panen. Pasca Panen Jagung Setelah panen, jagung harus dikeringkan terlebih dahulu.

Cara mengeringkan jagung yang paling umum yaitu dengan menjemurnya di ladang atau diatas terpal. Kerusakan pada jagung masih bisa saja terjadi saat proses pengeringan, terutama saat panen jagung dilakukan pada musim hujan. Jagung yang dalam keadaan basah sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Serangan jamur atau cendawan bisa merusak hasil panen jagung hingga lebih dari 50%. Jika Anda belum mengetahui cara mengatasi serangan jamur pada tanaman jagung, silakan cek “Cegah Penyakit Bulai Pada Jagung“ Demikianlah cara menanam jagung yang benar dari benih hingga panen, jika dalam ada kendala atau hal kurang jelas dalam budidaya jagung, silakan ditanyakan melalui kolom komentar di bawah.

Tim Service kami akan menanggapi segala pertanyaan Anda dengan baik dan cepat. Secara umum jagung mempunyai pola pertumbuhan yang sama, namun interval waktu antar tahap pertumbuhan dan jumlah daun yang berkembang dapat berbeda.

Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu (1) fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama; (2) fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk; dan (3) fase reproduktif, jagung siap dipanen ketika sudah berumur fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis.

Perkecambahan benih jagung terjadi ketika radikula muncul dari kulit biji. Benih jagung akan berkecambah jika kadar air benih pada saat di dalam tanah meningkat >30% (McWilliams et al. 1999). Proses perkecambahan benih jagung, mula-mula benih menyerap air melalui proses imbibisi dan benih membengkak yang diikuti oleh kenaikan aktivitas enzim dan respirasi yang tinggi. Perubahan awal sebagian besar adalah katabolisme pati, lemak, dan protein yang tersimpan dihidrolisis menjadi zat-zat yang mobil, gula, asam-asam lemak, dan asam amino yang dapat diangkut ke bagian embrio yang tumbuh aktif.

Pada awal perkecambahan, koleoriza memanjang menembus pericarp, kemudian radikel menembus koleoriza. Setelah radikelmuncul, kemudian empat akar seminal lateral juga muncul. Pada waktu yang sama atau sesaat kemudian plumule tertutupi oleh koleoptil. Koleoptil terdorong ke atas oleh pemanjangan mesokotil, yang mendorong koleoptil ke permukaan tanah.

Mesokotil berperan penting dalam pemunculan kecambah ke atas tanah. Ketika ujung koleoptil muncul ke luar permukaan tanah, pemanjangan mesokotil terhenti dan plumul muncul dari koleoptil dan menembus permukaan tanah.

Benih jagung umumnya ditanam pada kedalaman 5-8 cm. Bila kelembaban tepat, pemunculan kecambah seragam dalam 4-5 hari setelah tanam. Semakin dalam lubang tanam semakin lama pemunculan kecambah ke atas permukaan tanah. Pada kondisi lingkungan yang lembab, tahap pemunculan berlangsung 4-5 hari setelah tanam, namun pada kondisi yang dingin atau kering, pemunculan tanaman dapat berlangsung hingga dua minggu setelah tanam atau lebih.

Keseragaman perkecambahan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Perkecambahan tidak seragam jika daya tumbuh benih rendah. Tanaman yang terlambat tumbuh akan ternaungi dan gulma lebih bersaing dengan tanaman, akibatnya tanaman yang terlambat tumbuh tidak normal dan tongkolnya relatif lebih kecil dibanding tanaman yang tumbuh lebih awal dan seragam. Setelah perkecambahan, pertumbuhan jagung melewati beberapa fase berikut: Fase V3-V5 (jumlah daun yang terbuka sempurna 3-5) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 10-18 hari setelah berkecambah.

Pada fase ini akar seminal sudah mulai berhenti tumbuh, akar nodul sudah mulai aktif, dan titik tumbuh di bawah permukaan tanah. Suhu tanah sangat mempengaruhi titik tumbuh.

Suhu rendah akan memperlambat keluar daun, meningkatkan jumlah jagung siap dipanen ketika sudah berumur, dan menunda terbentuknya bunga jantan (McWilliams et al. 1999). Fase V6-V10 (jumlah daun terbuka sempurna 6-10) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 18 -35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh sudah di atas permukaan tanah, perkembangan akar dan penyebarannya di tanah sangat cepat, dan pemanjangan batang meningkat dengan cepat. Pada fase ini bakal bunga jantan (tassel) dan perkembangan tongkol dimulai (Lee 2007).

Tanaman mulai menyerap hara dalam jumlah yang lebih banyak, karena itu pemupukan pada fase ini diperlukan untuk mencukupi kebutuhan hara bagi tanaman (McWilliams et al. 1999). Fase V11- Vn (jumlah daun terbuka sempurna 11 sampai daun terakhir 15-18) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 33-50 hari setelah berkecambah.

Tanaman tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat dengan cepat pula. Kebutuhan hara dan air relatif sangat tinggi untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman. Tanaman sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan dan kekurangan hara. Pada fase ini, kekeringan dan kekurangan hara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tongkol, dan bahkan akan menurunkan jumlah biji dalam satu tongkol karena mengecilnya tongkol, yang akibatnya menurunkan hasil (McWilliams et al.

1999, Lee 2007). Kekeringan pada fase ini juga akan memperlambat munculnya bunga betina (silking). Fase Tasseling / VT (berbunga jantan) Fase tasseling biasanya berkisar antara 45-52 hari, ditandai oleh adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina jagung siap dipanen ketika sudah berumur tongkol). Tahap VT dimulai 2-3 hari sebelum rambut tongkol muncul, di mana pada periode ini tinggi tanaman hampir mencapai maksimum dan mulai menyebarkan serbuk sari (pollen).

Pada fase ini dihasilkan biomas maksimum dari bagian vegetatif tanaman, yaitu sekitar 50% dari total bobot kering tanaman, penyerapan N, P, dan K oleh tanaman masing-masing 60-70%, 50%, dan 80-90%. Fase R1 (silking) Tahap silking diawali oleh munculnya rambut dari dalam tongkol yang terbungkus kelobot, biasanya mulai 2-3 hari setelah tasseling. Penyerbukan (polinasi) terjadi ketika serbuk sari yang dilepas oleh bunga jantan jatuh menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih segar.

Serbuk sari tersebut membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mencapai sel telur (ovule), di mana pembuahan (fertilization) akan berlangsung membentuk bakal biji. Rambut tongkol muncul dan siap diserbuki selama 2-3 hari.

Rambut tongkol tumbuh memanjang 2,5-3,8 cm/hari dan akan terus memanjang hingga diserbuki. Bakal biji hasil pembuahan tumbuh dalam suatu struktur tongkol dengan dilindungi oleh tiga bagian penting biji, yaitu glume, lemma, dan palea, serta memiliki warna putih pada bagian luar biji. Bagian dalam biji berwarna bening dan mengandung sangat sedikit cairan.

Pada tahap ini, apabila biji dibelah dengan menggunakan silet, belum terlihat struktur embrio di dalamnya. Serapan N dan P sangat cepat, dan K hampir komplit (Lee 2007). Fase R2 (blister) Fase R2 muncul sekitar 10-14 hari seletelah silking, rambut tongkol sudah kering dan berwarna gelap. Ukuran tongkol, kelobot, dan janggel hampir sempurna, biji sudah mulai nampak dan berwarna putih melepuh, pati mulai diakumulasi ke endosperm, kadar air biji sekitar 85%, dan akan menurun terus sampai panen.

Fase R3 (masak susu) Fase ini terbentuk 18 -22 hari setelah silking. Pengisian biji semula dalam bentuk cairan bening, berubah seperti susu. Akumulasi pati pada setiap biji sangat cepat, warna biji sudah mulai terlihat (bergantung pada warna biji setiap varietas), dan bagian sel pada endosperm sudah terbentuk lengkap. Kekeringan pada fase R1-R3 menurunkan ukuran dan jumlah biji yang terbentuk.

Kadar air biji dapat mencapai 80%. Fase R4 (dough) Fase R4 mulai terjadi 24-28 hari setelah silking. Bagian dalam biji seperti pasta (belum mengeras).

Separuh dari akumulasi bahan kering biji sudah terbentuk, dan kadar air biji menurun menjadi sekitar 70%. Cekaman kekeringan pada fase ini berpengaruh terhadap bobot biji. Fase R5 (pengerasan biji) Fase R5 akan terbentuk 35-42 hari setelah silking. Seluruh biji sudah terbentuk sempurna, embrio sudah masak, dan akumulasi bahan kering biji akan segera terhenti. Kadar air biji 55%. Fase R6 (masak fisiologis) Tanaman jagung memasuki tahap masak fisiologis jagung siap dipanen ketika sudah berumur hari setelah silking.

Pada tahap ini, biji-biji pada tongkol telah mencapai bobot kering maksimum. Lapisan pati yang keras pada biji telah berkembang dengan sempurna dan telah terbentuk pula lapisan absisi berwarna coklat atau kehitaman.

Pembentukan lapisan hitam (black layer) berlangsung secara bertahap, dimulai dari biji pada bagian pangkal tongkol menuju ke bagian ujung tongkol. Pada varietas hibrida, tanaman yang mempunyai sifat tetap hijau (stay-green) yang tinggi, kelobot dan daun bagian atas masih berwarna hijau meskipun telah memasuki tahap masak fisiologis.

Pada tahap ini kadar air biji berkisar 30-35% dengan total bobot kering dan penyerapan NPK oleh tanaman mencapai masing-masing 100%.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros (Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti).

Gambar dari berbagai sumber.
Tuliskan ciri ciri tanaman jahe yang telah siap dipanen. Ciri tanaman Jahe yang siap panen adalah daun yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan batangnya telah mengering. Daun-daun yang awalnya hijau jadi menguning. Cara memanen jahe merah terbilang sangat mudah apalagi jika anda menanamnya di media polybag atau karung.

Terkait Dengan Ciri-ciri Dari Sayur Kacang Panjang Yang Telah Siap Dipetik Atau Dipanen Kacang panjang menjadi salah satu jenis kacang. Tips Budidaya Jahe dan Tips Cara Menanam Jahe.

Jaring apung yang telah siap dibuat di pasang. Admin blog Berbagi Tanam 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait tuliskan ciri ciri tanaman jahe yang telah siap dipanen dibawah ini.

Cara Menanam Jahe Di Pot Dan Tanah Serta Jenis Hama Penyakitnya. Daun berubah warna menjadi kekuning-kunigan menyebar kehelaian daun bagian atas. Rata-rata tanaman jahe merah dapat dipanen setelah berumur 10 bulan atau lebih. Namun bila untuk keperluan asinan jahe. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah fisiologisnya akan. Pemanenan dilakukan dengan membuang semua tanaman yang dipanen dan Kencur Kencur yang telah dibersihkan dari tanah yang menempel.

Ketiak usia jahe mencapai 12 bulan jahe siap untuk dipanen. Jahe sebaiknya juga dipanen dengan mempertimbagkan beberapa hal sebagai berikut. Read: Bercocok Tanam Tanpa Tanah Disebut Kalau untuk keperluan bibit dipanen umur 10 bulan atau lebih. Saat panen padi dapat dipengaruhi oleh musim tanam.

Ketika musim kemarau tiba tanaman Kencur mati dan dihidupkan kembali selama musim hujan. Tanda Tanaman Padi Siap Panen Padi nama latin. Tanda Tanda Padi Siap Untuk Di Panen Dasar Dasar Pertanian. Ciri-ciri tanaman jahe yang telah siap dipanen massal awalnya sebagain besar tanaman menampakkan perubahan pada daun. Berikut Ini Cara Penanganan Panen Jahe yang Baik. Beras yang merupakan bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam merupakan makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia nantinya beras tersebut akan dimasak dan berubah.

Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Agar tanaman jahe dapat tumbuh sebaiknya ikutilah tips cara menanam jahe yang baik dan benar berikut ini. While promoting the corporate values and aspirations of Garuda Indonesia in its.

Dalam satu luasan lahan yang ditanam beriringan hampir seluruh tanaman berubah serempak. Kalau untuk konsumsi segar misalnya untuk bumbu masak jahe dipanen pada umur 8 bulan. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering.

Tanah yang telah memenuhi syarat untuk ditanami segera dibersihkan dari tanaman herba kemudian diolah. Menanam jahe merah sangatlah mudah bagi anda yang masih pemula bisa membeli bibit jahe merah yang sudah jagung siap dipanen ketika sudah berumur tanam atau yang telah bertunas sekitar 5 10 cm. Colours reflects the incredible wealth and diversity of Indonesia its natural resources art culture and people. Berikut gambar-gambar mengenai Tuliskan Ciri Ciri Tanaman Jahe Yang Telah Siap Dipanen.

Tanaman ini umumnya dipanen pada kisaran umur 8-12 bulan tergantung keperluan. Tanaman Jagung Pengertian Syarat Tumbuh Ciri Teknik Analisis Usaha Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Tanaman Jagung yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian syarat tumbuh ciri teknik dan analisis usaha nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Tanaman jahe diangkat sepenuhnya dari tanah dengan bantuan alat agar tidak ada kulit rimpang yang luka. Read: Ciri Ciri Tanaman Dataran Rendah Setelah siap tanah diratakan kemudian dibuatkan alur atau parit. Padi yang dipanen mudah jika digiling akan menghasilkan beras pecah. Jagung siap dipanen ketika sudah berumur parit sekitar 30 cm dengan lebar antara 30-45 cm. Setelah itu tanah itu dibuat guludan.

Jika tanaman Kencur mati ia dapat dipanen saat ini. Sekitar 2500 4000 mmtahun. Secara morfologis jagung yang siap dipanen memiliki karakteristikciri yakni terlihat dari daun klobotnya yang mengering berwarna kekuningan. Tapi jika anda susah untuk mendapatkan bibit tunas anda bisa menyemai bibit jahe merah sendiri.

Ciri dari Jahe ini adalah rimpangnya kecilwarnanya kuning kemerahan seratnya kasar rasanya sangat pedas dan aroma yang sangat tajam. Namun apabila Jahe dipanen untuk dijual ke pasaran atau kebutuhan industri sebaiknya panen dilakukan saat tanaman berusia 10 12 bulan. Secara umum padi dipanen saat berumur 80-110 hari apabila tanaman padi menunjukkan ciri-ciri berikut berarti tanaman sudah siap dipanen.

Jarak antarparit sekitar 75-90 cm atau 105-110 cm. Tanaman lidah buaya telah berusia sekitar 1 yang dihitung berdasarkan pada saat pertama kali kalian melakukan proses penanaman. Pemeliharaan tanaman dan pertumbuhan serta tergantung pula pada jenisnya.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Berikut Ini Cara Penanganan Panen Jahe Yang Baik. Tanaman jahe umumnya dipanen tua setelah berumur 8 10 bulan saat kadar oleoresin optimum ditandai dengan rasa pedas dan bau harum. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.

Ciri-ciri tanaman jahe merah yang siap dipanen yakni warna daunnya terlihat menguning dengan kondisi batang yang mulai mengering. Oryza sativa L merupakan salah satu budidaya tanaman paling penting di dunia khususnya di Asia dan Indonesia. 5 Tanda Tanaman Padi Siap Panen. Tanaman jagung apabila sudah siap dipanen rata-rata berumur sekitar 100 hari setelah tanam HST tergantung dari jenis benih varietas yang digunakan serta tingkat kesuburan tanah. Read: Umur Cabe Rawit Siap Tanam Mediatani – Jahe Zingiber officinale Rosc adalah tanaman herbal tahunan yang bernilai ekonomi tinggi.

Dan rimpang galanga siap digunakan. Meskipun bunga pada tanaman lidah buaya jarang untuk diambil manfaatnya namun ciri tanaman lidah buaya ketika sudah siap untuk dipanen ialah bunga pada tanaman menghasilkan bunga yang berwarna kuning cerah.

Tuliskan Ciri Ciri Tanaman Jahe Yang Telah Siap Dipanen Berbagi Tanam Https Journal Ipm2kpe Or Id Index Php Bioedusains Article Download 854 544 Cara Memilih Dan Ciri Ciri Bibit Jahe Merah Unggulan Youtube Cara Menanam Jahe Di Rumah Yang Benar Mudah Dipraktikkan Hot Liputan6 Com Budidaya Tanaman Kunyit Di Dalam Pot Atau Polybag Http Repositori Kemdikbud Go Jagung siap dipanen ketika sudah berumur 8546 1 4 20modul 20d 20 20mengelola 20tan 20perkebunan 20 20dan 20tan 20penutup 20tan Pdf Https Intra Lipi Go Id Public Uploads Jagung siap dipanen ketika sudah berumur Digital 2 2018 11050 Laporan 20keuangan 20audited 20lipi 20tahun 202017 Pdf Cara Menanam Jahe Yang Benar Kutanam Berikut Ini Cara Penanganan Panen Jahe Yang Baik Panen Jahe Ciri Tanaman Jahe Yang Telah Siap Panen Brainly Co Id Berita Jahe Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Cara Menanam Kunyit Di Dalam Pot Bibitbunga Com Cara Praktis Budidaya Jahe Merah Dengan Hasil Maksimal Kepingin Mengenal Cara Panen Jahe Yang Baik Ini Uraiannya Panen Jahe Empat Empon Empon Populer Halaman All Kompas Com Panen Dan Pasca Panen Tanaman Jahe Teks Laporan Hasil Observasi Pengertian Struktur Dan Contohnya Cara Menanam Bawang Merah Sendiri Yang Benar Kutanam Arsip • Mei 2022 • April 2022 • Maret 2022 • Februari 2022 • Januari 2022 • Desember 2021 • November 2021 • Oktober 2021 • September 2021 • April 2021 • Maret 2021 • Februari 2021 • Januari 2021 • Desember 2020 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • April 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • Oktober 2019 • September 2019 • Agustus 2019 • Juli 2019 • Juni 2019 • Mei 2019 • April 2019 • Maret 2019 • Februari 2019 • Januari 2019 • Desember 2018 • November 2018 • Oktober 2018 • September 2018 • Agustus 2018 • Juli 2018 • Juni 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Februari 2018 • Januari 2018 • Desember 2017 • November 2017 • Oktober 2017 Tanaman jagung apabila sudah siap dipanen rata-rata berumur sekitar 100 hari setelah tanam (HST), tergantung dari jenis benih (varietas) yang digunakan, serta tingkat kesuburan tanah.

Secara morfologis, jagung yang siap dipanen memiliki karakteristik/ciri yakni terlihat dari daun klobotnya yang mengering, berwarna kekuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah fisiologisnya akan berakibat pada komposisi kimiawi jagung yang menentukan kualitasnya. Tanaman Jagung, Photo Published by: Wahid Priyono (Tipspetani.com).

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Setelah (pasca) panen jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara yang paling umum/lazim dan sering dilakukan petani untuk mengeringkan jagung yakni dengan cara dijemur di ladang bersama dengan klobot-klobotnya.

Atau bisa juga dikelupas klobotnya, lalu dijemur di atas matras atau di lantai semen di halaman rumah. Kerusakan pada buah jagung masih bisa terjadi selama masa pengeringan jika panen dilakukan di musim penghujan. Jagung yang sangat basah mudah rentan terserang jamur/cendawan parasit yang mengurangi kualitas biji. Jamur ini bisa berkembang pada bagian bonggol dan gerigi diantara barisan biji satu dengan biji-biji lainnya.

Selain itu, jamur parasit ini bisa merusak hasil panen hingga 50% dan juga menurunkan kualitas buah. Cari Artikel Artikel Terbaru • Hasil Saya Menanam Buah Jambu Kristal Hijau, Buahnya Lebat Sekali • Alasan Menanam Jahe Di Polybag Lebih Bagus Hasilnya Daripada Di Tanah Biasa • Testimoni Mosehat Untuk Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi) • Mengenal Komunitas Pertanian Sariagri Indonesia • Ayo Cintai Petani dan Produk Lokal Bersama IT’s Buah • Fungsi/Peran/Manfaat Bakteri Nitrobacter, Nitrosomonas dan Azotobacter di Bidang Pertanian • Mengenal Bakteri Rhizobium leguminosarum di Bidang Pertanian • Anda Mau Jadi Influencer/Blogger Sekaligus Petani Milenial?

Mengapa Tidak. • Kelebihan dan Kelemahan Sistem “Rotasi Tanam” Dalam Bidang Pertanian • Bakteri Rhizobium leguminosarum Dalam Bidang Pertanian • Ciri-Ciri dan Penyebab Tanah Tidak Subur, Gersang, dan Tandus • Mengapa Penting Berkebun Jahe Selama Pandemi COVID-19?

• Cara Menanam Jahe Di Lahan Sempit Perkotaan (Kompleks Perumahan)? Why Not ! • Cara Menunaskan Bibit Jahe yang Mudah dan Praktis, Dijamin Berhasil ! • Cara Memperbanyak Rimpang Jahe Agar Berbuah Banyak dan Berlimpah • Musim Hujan Tiba, Kini Waktunya Menanam Jahe, Kamu Harus Coba ya? • Pengertian, Contoh, dan Aplikasi MicroGreens dalam Kehidupan Sehari-hari • Bagaimana Ciri Tanaman Jahe Sehat dan Siap Panen? • Berapa Lama Masa Tanam Jahe di Wadah Polybag? jagung siap dipanen ketika sudah berumur Berapa Harga Jahe Selama Pandemik COVID-19?
Siklus pertumbuhan jagung sampai panen dapat dikelompokan ke dalam tiga fase: • Fase perkecambahan (VE) • Fase vegetatif (V 1-V n) • Fase reproduktif (R 1-R 6) Fase perkecambahan Pada umumnya benih jagung ditanam pada kedalaman 5-8 cm.

Biasanya, dengan lingkungan yang lembap, kecambah muncul seragam pada hari ke-4 sampai ke-5 setelah tanam. Tapi pada kondisi dingin atau kering, kecambah baru muncul pada hari ke- 6 sampai 14 setelah tanam. Fase vegetatif Fase vegetatif dimulai pada saat munculnya daun pertama yang terbuka sempurna.

Fase ini berakhir sampai fase tasseling (keluarnya bunga jantan) dan sebelum keluarnya bunga betina ( silk atau rambut tongkol). Fase vegetatif dapat diidentifikasi dari jumlah daun yang terbentuk. Biasanya diberi kode V n yang berarti fase vegetatif dengan jumlah daun n. Biasanya jumlah daun pada fase vegetatif ini bisa 15-18. Fase V 3-V 5 (jumlah daun terbuka sempurna 3-5) Fase ini terjadi pada saat tanaman jagung berumur 10-18 hari setelah berkecambah. Pada kondisi ini, akar seminal mulai berhenti tumbuh, akar modul mulai aktif, dan titik tumbuh masih di bawah permukaan tanah.

Fase V 6-V 10 (jumlah daun terbuka sempurna 6-10) Fase ini terjadi pada saat tanaman jagung berumur 18-35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh sudah di atas permukaan tanah, perkembangan dan penyebaran akar di tanah sangat cepat, dan pemanjangan batang meningkat dengan cepat.

Cara Memilih Bibit Alpukat untuk Ditanam di Pekarangan Rumah Pada fase ini bakal bunga jantan ( tassel) dan perkembangan tongkol dimulai (Lee, 2007). Tanaman mulai menyerap hara dalam jumlah relatif banyak. Pemupukan pada fase ini diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tanaman (McWilliams et al., 1999).

Fase V 11-V n (jumlah daun terbuka sempurna 11 sampai daun terakhir 15-18) Fase ini terjadi pada saat tanaman jagung berumur 33-50 hari setelah berkecambah. Tanaman tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat pesat. Diperlukan hara dan air dalam jumlah banyak untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman. Pada fase ini, tanaman sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan dan kekurangan hara. Kekeringan dan kekurangan hara sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tongkol.

Bahkan akan menurunkan jumlah biji dalam satu tongkol karena mengecilnya tongkol. Akibatnya hasil menurun (McWilliams et al., 1999 dan Lee, jagung siap dipanen ketika sudah berumur. Kekeringan pada fase ini juga akan memperlambat munculnya bunga betina ( silking). Fase pertumbuhan tanaman jagung. Dari penanaman sampai panen diperlukan waktu 106-125 hari. (Sumber: https://jagungbisi.com).

Fase VT ( tasseling atau berbunga jantan) Fase berbunga jantan ini terjadi pada umur 45-52 hari setelah berkecambah. Pada fase ini ditandai dengan adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina ( silk atau rambut tongkol). Tahap VT ini dimulai 2-3 hari sebelum rambut tongkol muncul. Pada periode ini, tinggi tanaman hampir mencapai maksimum. Bunga jantan mulai menyebarkan serbuk sari ( pollen). Pada fase ini, biomassa tanaman jagung mencapai sekitar 50% dari total bobot kering tanaman.

Fase reproduktif Fase reproduktif dimulai pada saat munculnya bunga betina (R 1) sampai dengan fase masak fisiologis (R 6). Fase R 1 ( silking) Munculnya bunga betina ( silking) ini ditandai dengan keluarnya rambut dari dalam tongkol yang terbungkus kelobot. Biasanya silking ini terjadi 2-3 hari setelah tasseling (terbentuknya bunga jantan). Selama rentang munculnya bunga betina inilah terjadi proses penyerbukan (polinasi).

Pasar Premium Buah-buahan dan Sayuran Meningkat 150% pada Masa Pandemi Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari ( pollen) dilepas oleh bunga jantan dan jatuh menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih segar.

Serbuk sari memerlukan waktu 24 jam untuk mencapai sel telur ( ovule). Pembuahan ( fertilization) akan membentuk bakal biji. Bakal biji akan tumbuh dalam suatu struktur tongkol. Bakal biji ini dilindungi oleh tiga bagian penting biji, yaitu glume, lemma, dan palea. Pada bagian luar bakal biji ini berwarna putih. Sedangkan pada bagian dalam biji berwarna bening dan mengandung sangat sedikit cairan.

Fase R 2 (blister) Fase ini terjadi pada 10-14 hari setelah silking jagung siap dipanen ketika sudah berumur bunga betina). Pada kondisi ini rambut tongkol sudah kering dan berwarna gelap. Ukuran tongkol, kelobot, dan janggel hampir sempurna. Biji sudah mulai tampak dan berwarna putih melepuh. Pati mulai diakumulasi di endosperm, kadar air biji sekitar 85%, dan kadar air ini akan menurun terus sampai waktu panen.

Fase R 3 (masak susu) Faset R 3 ini terjadi pada 18-22 hari setelah silking (munculnya bunga betina). Pengisian biji yang semula dalam bentuk cair bening berubah menjadi seperti susu.

Akumulasi pati pada setiap biji sangat cepat, warna biji sudah mulai terlihat (tergantung pada varietas), dan bagian sel pada endosperm sudah terbentuk lengkap. Kadar air biji dapat mencapai 80%. Kekeringan pada fase R 1-R 3 dapat menurunkan ukuran dan jumlah biji yang terbentuk. Fase R 4 (dough) Fase R 4 ini terjadi pada 24-28 hari setelah silking (munculnya bunga betina). Bagian dalam biji berbentuk seperti pasta. Separuh dari akumulasi bahan kering biji sudah terbentuk.

Kadar air biji menurun menjadi sekitar 70%. Cekaman kekeringan pada fase ini sangat mempengaruhi bobot biji. Fase R 5 (pengerasan biji) Faset R 5 ini terjadi pada 35-42 hari setelah silking (munculnya bunga betina). Biji sudah terbentuk sempurna. Embrio sudah masak. Akumulasi bahan kering biji akan terhenti. Pada kondiri ini, kadar air biji sekitar 55%. Daging Ayam Broiler dan Ayam Kampung Sumber Protein yang Bagus Fase R 6 (masak fisiologis) Fase masak fisiologis ini terjadi pada 55-65 hari setelah silking (munculnya bunga jantan).

Pada kondisi ini, biji-biji pada tongkol jagung sudah mencapai bobot kering maksimum. Lapisan pati yang keras pada biji sudah berkembang dengan sempurna dan telah pula terbentuk lapisan absisi berwarna cokelat atau kehitaman. Pembentukan lapisan hitam ( black layer) terjadi bertahap, mulai dari biji pada bagian pangkal tongkol menuju ke bagian ujung tongkol.

Pada varietas jagung hibrida, tanaman mempunyai sifat tetap hijau ( stay-green) yang tinggi, kelobot dan daun bagian atas masih berwarna hijau meski telah memasuki tahap masak fisiologis.

Pada tahap masak fisiologis ini kadar air biji berkisar 30-35% dari total bobot kering. Jadi, siklus hidup tanaman jagung dari fase perkecambahan, fase vegetatif, sampai fase reproduktif mencapai 106-125 hari. Referensi: • https://jagungbisi.com/fase-perkecambahan-dan-pertumbuhan-tanaman-jagung/ • Gusyana, D dan Rajagukguk, RP. 2016. Pedoman Budidaya Jagung di Indonesia.

Media Perkebunan: Jakarta.
Budidaya tanaman jagung bagi masyarakat Indonesia bukan lagi hal yang asing. Bukan hanya karena cara budidaya tanaman jagung yang mudah, namun juga karena harga pasar dari budidaya yang menjanjikan.

Memiliki nilai jual yang cukup baik menjadikan budidaya tanaman jagung banyak dilakukan sebagai sampingan usaha ataupun menjadi usaha utama bagi sekelompok orang. Cek juga info tentang : 5 langkah budidaya alpukat mentega. Tanaman jagung memiliki nama latin Zea Mays Saccharata. Jagung banyak dijadikan sebagai bahan pangan pokok bagi penduduk di daerah Amerika Selatan dan Tengah, Afrika, bahkan di beberapa daerah Indonesia. Tak hanya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, kini jagung juga menjadi komponen penting dalam memenuhi nutrisi pakan ternak.

Selain itu jagung juga sering digunakan sebagai sumber minyak pangan, sebagai bahan dasar tepung maizena, dan berbagai produk dengan bahan baku jagung di industri kimia, kometik, dan farmasi. Meskipun di Indonesia nasi merupakan makanan pokoknya, namun jagung juga sering dikonsumsi masyarakat sebagai makanan pengganti nasi.

Hal ini dikarenakan jagung cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang melakukan diet karbo ataupun diet gula. Hal ini juga sejalan dengan masyarakat yang menginginkan makanan manis tetapi memiliki kandungan rendah gula dan kalori. Karena itu juga lah tanaman yang termasuk dalam kelas dikotil ini menjadi makanan pokok selain sagu dan padi di Indonesia. Salah satu alasan lain mengapa budidaya tanaman jagung menjadi pilihan karena budidaya jagung tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga para pembudidaya bisa menanamnya di kebun ataupun di pekarangan rumah.

Bagi pengusaha pemula juga cocok untuk membudidayakan jagung ini, karena jagung mampu menjadi komoditi yang beragam dalam perdagangan sehingga mudah diterima di kalangan pasar. Pemanfaat jagung pun tidak hanya sekedar buah atau biji jagung saja, bisa dikatakan semua yang ada pada jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Maka dari itu, tidak rugi rasanya jika anda mencoba untuk melakukan budidaya tanaman jagung ini.

Berikut penjelasan mengenai tahap-tahap budidaya tanaman jagung, sebagai berikut: Pemilihan lahan dan lingkungan Tahap pertama budidaya tanaman jagung yaitu pemilihan lahan dan kondisi lingkungan. Jagung siap dipanen ketika sudah berumur jagung mampu beradaptasi dengan berbagai bentuk lingkungan dataran rendah maupun dataran tinggi, kebutuhan air yang dibutuhkan jagung juga tidak terlalu banyak, sehingga tanaman jagung cocok di berbagai kondisi geografi. Kondisi tanah yang ideal bagi tanaman jagung yaitu memiliki pH tanah sekita 5-8 dan paling ideal berada pada ketinggian 1500-1900 mdpl.

Pastikan juga tanah memiliki kandungan unsur hara yang cukup untuk tanaman jagung. Unsur haranya seperti fosfat, kalium, dan nitrogen. Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman jagung yaitu sekitar 85-250 mm pre bulannya.

Serta suhu yang diperlukan tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang dengan baik yaitu sekitar 21-28 oC dan mendapatkan intensitas cahaya minimal selama 8 jam per harinya. Pemilihan Benih Tahap kedua budidaya tanaman jagung yaitu pemilihan benih tanaman jagung. Memilih benih yang unggul dan baik akan memengaruhi panen dari tanaman jagung.

Maka dari itu bibit yang dipilih merupakan bibit yang berkualitas, sehat dan tidak mengandung penyakit apapun. Bibit unggul biasanya sudah melalui proses pelapisan fungisida yaitu anti jamur, yang mana ini bertujuan untuk meminimalisir resiko tanaman terkena penyakit dan hama.

Pemilihan waktu tanam Tahap ketiga yaitu pemilihan waktu tanam tanaman jagung. Untuk waktu tanam disarankan benih ditanam pada saat musim penghujan akhir. Pemilihan waktu tanam menjadi faktor penentu keberhasilan ketika masa panen jagung. Pengolahan lahan Tahap keempat yaitu pengolahan lahan tanaman jagung. Tahapan pengolahan lahan yang dilakukan yaitu: • Gemburkan lahan yang akan ditanami jagung dengan metode manual yaitu menggunakan cangkul ataupun menggunakan traktor.

Hal ini menyesuaikan dengan luas tanah dan kemampuan pembudidaya. Biarkan tanah yang telah digemburkan selama 5-7 hari untuk diangin-anginkan. • Menyiangi rumput liar/gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.

• Pastikan lahan memiliki pH diatas 5. Jika kurang tambahkan kapur dolomit pada tanah, dengan dosis 1 ton/2 hektar. Pastikan kapur tercampur dengan rata pada lahan. • Memberikan pupuk kandang pada lahan yang akan ditanami jagung. Pemberian pupuk kandang akan mampu meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah seperti kalium, nitrogen, dan fosfat.

Pemberian stimulan seperti GDM Black BOS atau yang sering disebut dengan Bio Organic Stimulant juga merupakan salah satu upaya untuk menstimulan pertumbuhan jagung. Pemberian stimulan dapat dilakukan dengan metode penyemprotan pada lahan. Pemberian stimulan juga mampu memisahkan bahan-bahan kimia berbahaya yang ada pada tanah, agar nantinya benih jagung tidak teracuni. Tanah yang terhindar dari bahan kimia akan terlihat subur dan lebih gembur. Produk ini juga mampu untuk mengusir hama ular dan tikus yang biasanya berimbas pada kerusakan tanaman jagung.

• Jika lahan yang digunakan bekas sawah pastikan membuat drainase agar lahan tidak terlalu basah dan tergenang air ataupun bisa dengan membuat bedengan. Tanah persawahan akan memberikan keuntungan yang sangat baik, pasalnya keadaan tanah sawah memiliki kandungan protein yang tinggi dan siap digunakan.

• Membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 cm dan kemudian antar lubang diberi jarak 50-70 cm. Penanaman bibit jagung Tahap kelima budidaya tanaman jagung yaitu proses penanaman bibit jagung. Saran penanaman dilakukan ketika akhir musim penghujan, namun jika melakukannya pada saat musim kemarau pastikan bahwa memiliki pengairan yang baik.

Dalam satu lubang tanam masukkan 1-2 benih jagung. Kemudian cover lubang dengan menggunakan pupuk kompos. Pastikan pengairan lancar dan memiliki kelembaban yang baik.

Pemeliharaan tanaman jagung Tahap keenam budidaya tanaman jagung yaitu proses pemeliharaan tanaman jagung. • Tahap penyulaman dilakukan untuk melihat bagaimana tumbuh kembang bibit tanaman jagung, memastikan bahwa tanaman jagung berkembang dengan baik.

Jika terdapat tanaman yang tidak tumbuh dan berkembang dengan baik, maka akan dicabut dan diganti dengan bibit jagung yang baru. • Penyiangan dilakukan untuk memastikan bahwa tanaman jagung terhindar dari rebutan nutrisi dengan gulma. Sebab gulma mampu menghambat pertumbuhan tanaman jagung.

• Pembumbunan dilakukan untuk membuat tanaman jagung lebih kokoh yaitu dengan menambahkan gundukan tanah pada bagian akar. Proses ini dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 1 bulan. • Penyiraman tanaman dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah sehingga tanaman jagung terhindar dari dehidrasi.

Penyiraman harap dilakukan lebih ekstra ketika masuk musim kemarau. • Pemupukan sesulan tanaman jagung dilakukan agar kebutuhan nutrisi jagung selalu terpenuhi dengan baik. Nutrisi tambahan juga akan berefek pada kesehatan tanaman jagung. Pemupukan dapat dilakukan saat tanaman berumur 2 bulanan. • Pengendalian hama dan penyakit merupakan proses yangtidak dapat dilewatkan.

Hal ini bertujuan agar tanaman tidak terganggu proses tumbuh kembangnya. Jika tanaman terinfeksi maka dilakukan pembasmian hama dengan cara yang paling efisien. Pemanenan Tahap terakhir budidaya tanaman jagung yaitu masa panen jagung. Tanaman jagung ideal untuk dipanen ketika berumur antara 65-75 hari setelah ditanam. Pemanenan dilakukan dengan cara memutar bagian tongkol jagung. Jagung yang siap panen memiliki ciri adanya titik hitam pada ujung jagung, ukuran jagung yang sudah mencapai 17 cm bahkan lebih, kulit jagunng yang sudah berwarna kecoklatan.

Setelah dipanen jagung dijemur terlebih dahulu agar terhindar dari kontaminsi jamur dan bakteri. Itulah penjelasan mengenai metode budidaya tanaman jagung. Agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah sesuai dengan keinginan maka diperlukan usaha dan tahapan yang baik dan benar.

Mulai dari tahap pengolahan lahan, cara pemilihan benih yang benar, hingga pencegahan hama penyakit beserta cara memanen, semua harus dilakukan jagung siap dipanen ketika sudah berumur sungguh-sungguh.Penulis : Tyas Sumbaga, SP Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan.

Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. 1.2. Sentra Penanaman Di Indonesia, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, D.I.

Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura, budidaya jagung siap dipanen ketika sudah berumur jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya.

1.3. Jenis Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) SubDivisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L.

Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan: Berumur pendek (genjah): 75-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna.

Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan Harapan. Menurut bentuk biji, dibagi menjadi 7 golongan: Dent Corn, Flint Corn, Sweet Corn, Pop Corn, Flour Corn, Pod Corn, Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan.

Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru, Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1), Hibrida IPB 4, Kalingga, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit, Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2. 1.4. Manfaat Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi.

Di Daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Tanaman jagung banyak sekali gunanya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: Batang dan daun muda: pakan ternak Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos Batang dan daun kering: kayu bakar Batang jagung: lanjaran (turus) Batang jagung: pulp (bahan kertas) Buah jagung muda (putren, Jw): sayuran, bergedel, bakwan, sambel goreng Biji jagung tua: pengganti nasi, marning, brondong, roti jagung, tepung, bihun, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, kue kering, pakan ternak, bahan baku industri bir, industri farmasi, dextrin, perekat, industri textil.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

• SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah jagung siap dipanen ketika sudah berumur agak kering.

Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya, jagung jagung siap dipanen ketika sudah berumur beberapa persyaratan. 2.1. Iklim Iklim yang dikehendaki oleh tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS.

Pada lahan yang tidak beririgasi, pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan, dan menjelang musim kemarau. Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. Tanaman jagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.

Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C, akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.

2.2. Media Tanam Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir.

Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.

Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5,6-7,5. Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung, karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil.

Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.

Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Daerah dengan ketinggian antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang optimum bagi pertumbuhan tanaman jagung. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 3.1. Pembibitan 3.1.1. Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya.

Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit).

Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

Tetapi harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1, Hibrida C 2, Hibrida Pioneer 1, Pioneer 2, IPB 4, CPI-1, Kaliangga, Wiyasa, Arjuna, Baster kuning, Kania Putih, Metro, Harapan, Bima, Permadi, Bogor Composite, Parikesit, Sadewa, Nakula.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Selain itu, jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2, BISI-1, BISI-2, P-3, P-4, P-5, C-3, Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). 3.1.2. Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih, diambil yang tongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh jagung siap dipanen ketika sudah berumur rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit.

Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul.

Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama, setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. Dari tongkol yang sudah kering, diambil biji bagian tengah sebagai benih. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%, jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti.

Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg/ha. 3.1.3. Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate untuk menangkal serangan jamur.

Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G.

3.2. Pengolahan Media Tanam 3.2.1. Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan.

Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. 3.2.2. Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya.

Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak.

3.2.3. Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. 3.2.4. Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun.

Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman. 3.2.5. Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan.

Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha, TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha.

Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam, 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah; Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari, 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah; Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari.

3.3. Teknik Penanaman 3.3.1. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: Tumpang sari (intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda).

Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo. Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan jagung siap dipanen ketika sudah berumur beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kacang tanah, ubi kayu. Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda).

Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu. 3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal.

Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya, tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ³ 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari), jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).

Sedangkan jagung berumur pendek (panen <> 3.3.3. Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap lubang ditanam dua tanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih jagung ini dapat ditanam. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung.

Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah kering, perlu diairi dahulu, kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang, 1 orang memasukkan benih, 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan menutup lubang).

Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki, bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang, bila dikehendaki 1 tanaman per lubang, maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. Lain-lain Di lahan sawah irigasi, jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Di sawah tadah hujan, ditanam pada akhir musim hujan. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. 3.4. Pemeliharaan 3.4.1.

Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi.

Tanaman yang jagung siap dipanen ketika sudah berumur paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati.

Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

Jagung siap dipanen ketika sudah berumur hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. 3.4.2. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma).

Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. 3.4.3.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Caranya, tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman.

Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Untuk efisiensi tenaga biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. 3.4.4. Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50-100 kg.

Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama (pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. 3.4.5. Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam, jagung siap dipanen ketika sudah berumur penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab.

Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

3.4.6. Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.

Panen Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati.

3.6.1. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. c) Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh.

Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila jagung siap dipanen ketika sudah berumur dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis.

Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Bila biji dipijit dengan kuku, tidak meninggalkan bekas.

Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung.

Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. 3.6.3. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat, kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas, butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah, terutama bila dipipil dengan alat. Jagung untuk keperluan sayur, dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga.

Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus, tidak harus menunggu sampai biji masak, tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati.
MENU BBLM YOGYA • • BERANDA • PROFIL ▾ ▾ • SEJARAH UMUM • VISI & MISI • SUMBER DAYA MANUSIA • SARANA & PRASARANA • STRUKTUR ORGANISASI • PROGRAM ▾ ▾ • PROGRAM KEGIATAN • SINKRONISASI PROGRAM PELATIHAN • PELATIHAN ▾ ▾ • JENIS PELATIHAN • ALUMNI PELATIHAN ▾ ▾ • ALUMNI PELATIHAN TAHUN 2018 • ALUMNI PELATIHAN TAHUN 2019 • ALUMNI PELATIHAN TAHUN 2020 • FORM PELATIHAN • P S M ▾ ▾ • DEMPLOT • KURSUS • UJI COBA • GALERI • MEDIA DOWNLOAD • FORUM Bulan Juli 2017 memasuki musim kemarau, pasokan air irigasi sawah yang masuk ke Lahan Praktek Karang Tumaritis sudah mulai berkurang.

Sehingga pilihannya adalah menanam tanaman palawija atau tanaman yang tahan terhadap kering. Dicobalah tanaman jagung manis di lahan ukuran 10 x 25 meter. Tanah yang sudah diolah dan siap ditanam, kemudian ditugal/dilubangi dengan alu/tongkat dengan kedalaman sekitar 5-10 cm. Setiap lubang diberi 1 biji benih jagung manis, setelah diisi lubang ditutup kembali dengan tanah. Perawatan yaitu dengan penyulaman di minggu pertama, penyiangan agar rumput tidak tumbuh di sekitar tanaman jagung.

Pupuk yang diberikan adalah pupuk kompos dan dikocor/disiram dengan kotoran kambing yang sudah difermentasi. Waktu yang ditunggu pun tiba, 7 dan 8 Agustus pagi hari dilakukan panen. Panen jagung manis tergolong sangat cepat. Jangka waktunya sekitar dua bulan dari masa tanam. Umur jagung manis siap panen Saat jagung manis sudah terlihat berbunga dan mulai melakukan pengisian biji, itu menjadi sebuah pertanda bahwa waktu pemanenan sebentar lagi. Pembungaan terlihat ketika tanaman telah memasuki umur sekitar 42 hari.

Setelah pembungaan, barulah disusul dengan pengisian biji secara penuh. Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman memasuki usia 2 bulan atau 60 hari. Panen jagung manis dilakukan setelah hari ke-63. Ini bertujuan agar biji jagung terisi penuh. Usahakan pemanenan jangan dilakukan lebih dari 67 hari.

Ini karena dapat menyebabkan jagung manis menjadi tidak manis lagi. Selain itu, dapat terjadi perubahan warna dan bentuk dari tekstur jagung manis tersebut.
Pertanianku— Panen jagung lebih baik dilakukan pada musim kemarau dibanding musim hujan, terlebih panen jagung yang diinginkan adalah panen biji kering. Hal ini karena waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil akan menjadi lebih efektif. Waktu panen jagung dilakukan berdasarkan tujuan tingkat kemasakan buah yang diinginkan.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Waktu dini hari merupakan waktu panen yang bagus karena intensitas cahaya di ladang jagung masih rendah sehingga suhu juga tidak terlalu panas. Kondisi tersebut dapat menghemat waktu dan membantu untuk pendinginan pascapanen. Variasi kebutuhan waktu panen jagung bermacam-macam, bergantung pada penggunaannya. Berikut ini penjelasan kebutuhan waktu panen yang dimaksud.

Jagung semi (baby corn) Jagung semi dipanen pada saat umur jagung berusia 40—50 hari setelah tanam atau pada saat 5—6 hari setelah bunga betina muncul dan belum dibuahi. Jagung semi sering digunakan sebagai bahan campuran untuk masakan capcay atau masakan tumis lainnya. Jagung untuk rebus atau sayur Jagung yang akan dikonsumsi oleh masyarakat menjadi bahan masakan adalah jagung yang berumur 60—70 hari setelah tanam. Saat itu, bunga betina pada jagung sudah dibuahi dan tekstur biji jagung masih lunak.

Jagung yang dipanen seperti ini biasanya merupakan jenis jagung manis. Panen dilakukan pada saat rambut luar terlihat mengering. Selain itu, tongkol jagung sudah mengeras saat dipegang dan keketatan kelobot. Biji kering Jagung yang dipanen pada saat biji kering umumnya dilakukan saat jagung sudah berumur 80—110 hari setelah tanam, atau saat umur tanaman sudah mencapai maksimum.

Panen biji kering dilakukan saat lapisan hitam (black layer) sudah terbentuk pada dasar biji yang disebabkan biji sudah matang optimal. Selain lapisan hitam, ciri-ciri fisik lainnya adalah daun yang menguning bahkan sebagian lainnya mengering berwarna cokelat atau putih kekuningan, kelobot sudah terlhat kering atau menguning, biji yang terlihat mengilap, dan ketika dibuka kelobotnya sudah mengeras. Selain itu, ketika biji ditekan dengan kuku tidak akan meninggalkan bekas.

Jagung yang dipanen saat biji kering biasanya dimanfaatkan untuk pakan hewan, benih, dan bahan baku industri. Sumber: Pertanianku
​Jagung tidak hanya dipanen pada saat sudah tua atau matang, tetapi tergantung dari tujuan panennya. Seperti halnya pada tanaman padi, tingkatann kematangan jagung bisa dibedakan ke dalam 4 tingkatan, yaitu masak susu, masak lunak, masak tua, serta masak kering.

Ciri-ciri Jagung yang Siap Panen Jagung yang sudah siap dipanen ditandai dengan ciri-ciri berikut ini : a. Jagung dipanen pada saat berumur 86 sampai 96 hari setelah tanam b.

Jagung yang siap dipanen ditandai dengan kelobot atau tongkol jagung yang mulai mengering yaitu adanya lapisan hitam pada bagian lembaga. b. Jagung yang siap dipanen ditandai dengan biji yang sudah kering, keras, serta mengkilat dan apabila ditekan tidak meninggalkan bekas. ​Jagung jagung siap dipanen ketika sudah berumur digunakan untuk sayur yaitu jagung muda atau baby corn, bisa dipanen sebelum biji jagung terisi penuh. Pada saat itu diameter kelobot atau tongkol baru mencapai 1 sampai 2 cm.

Jagung yang digunakan untuk dibakar dan direbus, bisa dipanen ketika sudah matang susu yang ditandai dengan kelobot atau tongkol jagung yang jagung siap dipanen ketika sudah berumur berwarna hijau, dan apabila biji jagung ditekan tidak terasa keras serta mengeluarkan cairan putih. Sedangkan jagung yang digunakan untuk makanan pokok, benih, tepung, pakan ternak, dan berbagai keperluan lainnya, bisa dipanen apabila jagung sudah matang fisiologis yang ditandai dengan sebagian besar daun dan kelobot atau tongkol daun yang sudah menguning.

Selain itu apabila biji jagung dilepaskan akan terdapat warna coklat agak kehitaman pada tangkai tanaman jagung atau tempat menempelnya biji pada tongkol jagung. Apabila biji jagung ditekan dengan menggunakan kuku, tidak akan meninggalkan bekas. Cara Panen Jagung Jagung yang sudah matang fisiologis bisa dipanen dengan cara memutar tongkolnya berserta dengan kelobotnya.

Selain itu, bisa juga dilakukan dengan mematahkan batang tanaman jagung. Sedangkan jagung yang ditanam pada lahan yang luas dan rata, bisa dipanen dengan menggunakan alat mesin pemetikan jagung agar lebih mudah. Periode Panen Jagung Jagung yang dipanen pada waktu yang kurang tepat, dan kurang matang bisa membuat kualitas jagung yang dihasilkan menjadi menurun. Selain itu, butir jagung menjadi keriput dan setelah pengeringan butir jagung akan pecah, khususnya apabila dipipil dengan menggunakan alat.

Jagung yang digunakan untuk disayur, bisa dipetik pada 15 sampai 21 hari setelah tanaman jagung berbunga. Jagung yang dikonsumsi sebagai jagung rebus bisa dipanen tanpa harus menunggu sampai biji jagung matang.

jagung siap dipanen ketika sudah berumur

Akan tetapi bisa dipanen kurang lebih 4 minggu setelah tanaman jagung berbunga atau bisa dengan mengambil waktu panen jagung antara umur panen jagung sayur serta umur panen jagung masak mati. Produksi Jagung Jagung yang diproduksi di suatu Negara kerap kali mengalami pasang surut. Hal tersebut disebabkan karena perubahan lahan pada penanaman jagung.

Meskipun begitu, dengan ditemukannya berbagai varietas unggul sebagai pengimbang berkurangnya lahan untuk penanaman jagung, maka kualitas produksi jagung tidak terlalu berubah.

Pemupukan dan irigasi merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan produksi jagung yang baik. Meskipun jagung bisa menghasilkan produksi yang cukup tinggi, tetap saja cara untuk menghasilkan panen jagung pada tingkat maksimal yang dilakukan oleh petani, akan memberikan hasil yang optimal yaitu 17 ton per hektar. Demikian informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pemanenan jagung, semoga bisa bermanfaat bagi kebuners yang sedang atau ingin menanam jagung.

Panen Jagung Manis




2022 www.videocon.com