Apa itu deposito

apa itu deposito

Pertanyaan yang sering timbul ketika seseorang ditanyakan mengenai deposito ialah, apa deposito itu? Lalu bagaimana cara kerjanya. Pengertian deposito adalah sebuah produk simpanan sejenis investasi sederhana dari bank yang menjanjikan suku bunga tetap dengan jangka waktu tertentu.

Sebagai ganti dari tingkat bunga yang tinggi, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uangnya yang didepositokan. Deposito tidak hanya dapat disimpan dalam bentuk rupiah. Simpanan berjangka ini valas (Valuta Asing) atau dikenal dengan nama deposito valas.

Jangka waktu yang ditawarkan oleh bank bervariasi, dari mulai 1, 3, 5, apa itu deposito, atau 24 bulan. Masing-masing bank menawarkan suku bunga yang kompetitif. Dalam deposito, bunga dibayarkan hanya pada akhir periode investasi.

apa itu deposito

Berbeda dengan rekening tabungan biasa, di mana bunganya dihitung tiap hari dan biasanya dibayarkan pada Anda tiap akhir bulan. Karena jangka waktu dan suku bunga yang tetap itulah, Anda bisa dengan mudah menghitung jumlah bunga yang akan Apa itu deposito terima pada akhir apa itu deposito investasi deposito. Bagaimana Cara Kerja Deposito? Setelah mengetahui penjelasan dari apa deposito itu, selanjutnya Anda harus tahu cara kerja deposito.

Dalam deposito, salah satu karakteristik yang paling lazim: uang tidak bisa ditarik selama jangka waktu tertentu. Ketika Anda berinvestasi dalam deposito, Anda apa itu deposito memiliki pilihan tenor atau jangka waktu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun. Tiap jangka waktu disertai suku bunga yang telah ditentukan. Bank biasanya mencantumkan suku bunga deposito mereka dalam tabel yang mirip tabel berikut: Tenor 1 bulan suku bunga per tahun 5,6 %, Tenor 3 bulan suku bunga per tahun 5,9 %, Tenor 6 bulan suku bunga per tahun 5,9 %, Tenor 12 bulan suku bunga per tahun 5,9 %.

Angka di atas bisa saja berbeda di tiap bank. Namun sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia untuk memangkas bunga, angka paling besar untuk bunga deposito adalah 6,9% apa itu deposito berasal dari bank ICBC. Angka di atas menunjukkan, kalau Anda memilih berinvestasi dalam deposito berjangka 3 bulan, Anda akan memperoleh suku bunga 5,9% per tahun pada saat jatuh tempo (akhir bulan ke-3).

Cara Menghitung Bunga Deposito Bunga yang diberikan oleh deposito memang lebih tinggi dibandingkan tabungan. Pada deposito, Anda mengendapkan uang selama jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan, dan setiap periode waktu tersebut memiliki bunga yang berbeda. Ada dua cara yang digunakan untuk menghitung besarnya bunga deposito yang didapatkan sesuai dengan jumlah uang yang Anda simpan.

Jika simpanan Anda kurang dari Rp 7,5 juta, maka perhitungan bunga deposito per bulan adalah: Jumlah uang simpanan x bunga per tahun x tenor : 12 Sedangkan, jika simpanan Anda lebih dari atau sama dengan Rp 7,5 juta, maka perhitungan bunga deposito per bulan adalah: Jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x tenor : 12 80% pada perhitungan deposito di atas Rp 7,5 juta merupakan bunga tahunan setelah dipotong pajak 20%.

Misalnya, bunga adalah 5,9%. Maka 20% dari 5,9% adalah 1,2% jadi bunga yang digunakan adalah 4,7%. Misalnya Anda mengambil deposito 3 bulan dengan bunga 5,9% dan uang yang disetorkan Rp 10 juta, maka rumus menghitung bunganya adalah: Bunga: (Rp 10 juta x 4,7% x 3) / 12 = Rp 150.000 Jadi, bunga deposito bulanan yang didapatkan nasabah adalah Rp 150.000.

Frekuensi Pembayaran Bunga Lazimnya, bunga deposito Anda dibayarkan pada jatuh tempo (akhir jangka waktu yang disepakati) untuk deposito berjangka pendek, atau bunga dibayarkan tiap tahun untuk deposito berjangka panjang. Beberapa pilihan pembayaran deposito lainnya: • Pembayaran tahunan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir tahun • Pembayaran per semester, di mana bunga dibayarkan tiap 6 bulan • Pembayaran per kuartal, di mana bunga dibayarkan tiap 4 bulan • Pembayaran bulanan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir bulan • Pembayaran dwi mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap 2 minggu • Pembayaran mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir minggu • Pembayaran jatuh tempo, di mana bunga dibayarkan saat deposit jatuh tempo Keuntungan Deposito 1.

Bunga tetap dan lebih besar Bunga deposito umumnya lebih besar daripada bunga tahunan tabungan biasa. Sehingga jika Anda ditanyakan lagi perihal apa deposito itu, bisa menjelaskan bahwa suatu produk bank yang bunganya lebih tinggi dari tabungan. Bunga deposito berkisar antara 3 persen hingga 7 persen.

Dengan suku bunga yang besar dan tetap, Anda dapat mendapatkan keuntungan hanya dari bunga yang diberikan. Namun, Anda tetap harus berhati-hati.

apa itu deposito

Jangan sampai suku bunga yang didapat melebihi suku bunga penjaminan yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebab, jika bunganya melebihi batas yang ditetapkan, bisa jadi deposito Anda tidak terlindungi oleh LPS lagi. 2. Bebas administrasi bulanan Keunggulan deposito lainnya dibanding tabungan bebas biaya administrasi bulanan.

Jadi, uang utama Anda di deposito tidak akan berkurang sepeser pun hingga masa jatuh tempo. Akan tetapi, bunga yang didapat dari deposito akan dikenakan pajak. 3. Aman Meletakkan uang di deposito sangat aman. Inilah mengapa deposito sering jadi unggulan dalam berinvestasi. Dikatakan aman karena dananya terlindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Jumlah tabungan maksimal yang terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah Rp 2 miliar.

Karena itu, pastikan dana Anda selalu di bawah Rp 2 miliar dalam satu deposito. Di samping itu, keuntungan deposito juga tidak bergantung pada pergerakan pasar maupun kondisi keuangan Indonesia.

4. Jaminan kredit Deposito yang Anda dimiliki di sebuah bank selain berguna untuk menyimpan uang Anda, juga berguna sebagai jaminan kredit. Jadi, jika Anda berniat untuk mengajukan kredit ke bank, deposito Anda dapat dijadikan sebagai jaminan kredit. 5. Syarat mudah Untuk dapat membuka sebuah deposito pun cukup mudah persyaratannya.

Anda cukup memiliki rekening bank, kartu identitas diri, dan sebuah meterai saat membuka maupun menarik deposito. Sumber https://www.aturduit.com Produk simpanan berupa deposito sering menjadi alternatif apa itu deposito yang ideal, karena deposito ini memiliki jangka waktu penyimpanan. Apa itu deposito? Deposito ialah produk simpanan di bank yang penarikan dan penyetorannya hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang sudah disepakati. Jika dana diambil sebelum waktu yang disepakati, maka akan terkena denda pinalti.

Apabila Anda menariknya lagi, maka semakin besar dan semakin lama Anda menyimpan dana dalam bentuk deposito kemudian semakin besar juga bunga yang ditawarkan. Selain berfungsi sebagai tabungan berjangka, manfaat lain dari deposito yaitu sebagai salah satu produk investasi yang paling menguntungkan.

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang populer dipilih karena beragam keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan tabungan biasa. Dari apa itu deposito yang ditawarkan dari deposito adalah suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan tabungan, serta minimnya risiko yang harus dihadapi.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mendepositokan dana Anda, sebaiknya Anda mengetahui serta memahami terlebih dahulu segala informasi seputar deposito. Simak artikel ini untuk menambah pengetahuan serta pemahaman Anda mengenai deposito. • Pengertian Deposito • Jenis-Jenis Deposito • Deposito Berjangka • Sertifikat Deposito • Deposito On Call • Karakteristik Deposito • Minimal Setoran • Jangka Waktu Simpanan • Pencairan Dana • Bunga Deposito • Risiko Rendah • Deposito Sebagai Jaminan • Perbedaan Deposito Dengan Tabungan • Kesimpulan Pengertian Deposito Apa itu deposito?

Deposito adalah produk penyimpanan uang yang disediakan bank dengan sistem penyetorannya dilakukan di awal. Tabungan deposito ini memiliki ketentuan penarikan yang hanya bisa dilakukan sesuai ketentuan penarikan pada jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan di bank.

Walaupun dana yang telah disetorkan hanya bisa ditarik setelah jangka waktu tertentu, maka deposito ini memiliki keunggulan sendiri dibanding dengan rekening tabungan biasanya. Tetapi, jika Anda telah memutuskan untuk menarik dana yang sudah depositkan sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, maka, bank memperbolehkan untuk menarik dana deposito Anda, namun di kenalan sejumlah pinalti ataupun potongan yang ditanggung.

Jenis-Jenis Deposito Pada umumnya terdapat tiga jenis deposito yang sudah dikenal di Indonesia hingga saat ini. Ketiga jenis deposito tersebut adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, serta deposito on call. Ketiga jenis deposito tersebut memiliki karakteristik serta ketentuan yang berbeda. Deposito Berjangka Apa itu deposito berjangka?

Deposito dengan jangka waktu tertentu. Penarikan deposito jenis ini hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati antara bank dengan nasabah mulai dari 1 hingga 24 bulan. Deposito berjangka diterbitkan untuk atas nama perorangan maupun lembaga. Nantinya, pihak yang tertera pada bilyet tersebut adalah pihak yang dapat mengambil atau mencairkan deposito yang disimpan. Untuk apa itu deposito bunga deposito berjangka dapat dilakukan secara langsung maupun dikreditkan ke rekening yang nasabah tentukan, tentunya setelah dipotong dengan sejumlah pajak yang harus ditanggung.

Sertifikat Deposito Pada dasarnya sertifikat deposito sama seperti jenis deposito berjangka yang memiliki jangka waktu tertentu. Tetapi, dalam deposito jenis ini sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang tidak mengacu pada perseorangan maupun lembaga tertentu.

apa itu deposito

Sehingga Anda dapat memindahtangankan sertifikat deposito jenis ini kepada siapa pun. Dalam pencairan bunganya, pada deposito jenis ini dapat dilakukan di muka, setiap bulan, ataupun saat jatuh tempo. Apa itu deposito On Call Berbeda dengan kedua jenis apa itu deposito sebelumnya, deposito on call memiliki jangka waktu yang lebih singkat yaitu minimal 7 hari hingga kurang dari 1 bulan.

Namun, minimum jumlah uang yang harus disetorkan pun harus dalam jumlah besar, dari 50 juta Rupiah atau bahkan hingga 100 juta Rupiah tergantung ketetapan dari setiap bank. Karena setoran minimum yang tinggi serta jangka waktu yang singkat, besaran suku bunga yang didapatkan dapat dihitung berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan bank. Karakteristik Deposito Hal lain yang perlu Anda ketahui dari deposito adalah ciri-ciri deposito.

Hal ini diperlukan untuk mengenali manfaat serta resiko yang mungkin terjadi ketika Anda nanti sudah memutuskan untuk berinvestasi pada produk jenis ini. Minimal Setoran Pertama, pada umumnya, ketika Anda membuka rekening di Bank, maka ada batas setoran minimal yang harus dibayar pertama kali. Begitu juga dengan deposito, ada setoran minimal yang harus dibayarkan.

apa itu deposito

Perbedaan dengan tabungan biasa, deposito mensyaratkan setoran minimal berkisar Rp5 juta. Akan tetapi setiap bank mempunyai kebijakan masing-masing. Jangka Waktu Simpanan Seperti yang telah diuraikan di awal tadi, deposito memiliki jangka waktu simpanan.

Dan simpanan tidak bisa diambil sebelum jangka waktu tersebut. Biasanya nasabah akan diberikan beberapa opsi apa itu deposito jangka waktu ini mulai dari 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan. Mengenai jangka waktu ini sangat penting untuk diperhatikan karena ini akan menentukan bagaimana Anda menggunakan simpanan tersebut. Misalnya, ketika Anda memfungsikan simpanan deposito ini sebagai dana darurat maka Anda jangan memilih jangka waktu 24 bulan.

Karena bila sewaktu-waktu anda membutuhkan akan sulit untuk mengambil simpanan tersebut (ada biaya penalti). Maka dari itu jika simpanan deposito ini anda fungsikan sebagai dana darurat, maka pilih jangka waktu yang paling pendek misalnya 1 bulan.

apa itu deposito

Deposito ini sangat cocok bagi Anda yang kesulitan untuk menabung. Pencairan Dana Berhubungan dengan jangka waktu seperti dijelaskan di atas, pencairan dana deposito tidak bisa sembarangan seperti tabungan. Setelah Anda menentukan atas pilihan jangka waktu yang telah ditawarkan, maka pencairan dana deposito harus sesuai dengan jangka waktu tersebut. Kalau tidak, Anda akan dikenakan sejumlah denda penalti yang membuat keuntungan menjadi tidak maksimal.

Bunga Deposito Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bunga deposito relatif lebih tinggi dibanding tabungan. Hal tersebut sangat masuk akal karena adanya limitasi jangka waktu yang diberikan. Dan hal inilah yang dimaksudkan bahwa deposito merupakan produk investasi yang menguntungkan selain obligasi, saham dan emas. Baca Juga : Ketahui Perbedaan PPn dan PPnBm yang Penting Kita Ketahui Risiko Rendah Deposito dikatakan menjadi produk simpanan yang memiliki risiko rendah karena deposito memiliki jaminan LPS dengan syarat tertentu.

Dan bank yang Anda pilih merupakan bank yang tercatat sebagai anggota LPS. Jaminan dari LPS tersebut berlaku jika deposito yang dijaminkan kurang dari Rp2 miliar dan suku bunganya maksimal 7,5%. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai deposito yang nilainya lebih dari Rp2 miliar atau bunganya melewati persentase, maka LPS tidak akan menjamin dana deposito milik Anda. Deposito Sebagai Jaminan Mungkin untuk poin yang ini belum banyak orang yang belum mengetahui.

Ya, deposito ternyata tergolong dalam salah satu apa itu deposito tetap yang bisa jadi jaminan untuk pinjaman ke bank. Namun, tidak semua bank mau dan bersedia menerima jaminan dalam bentuk deposito ini. Meskipun demikian, jaminan deposito ini bisa menjadi alternatif jaminan selain aset yang biasa kita ketahui seperti tanah atau rumah. Baca Juga : Perbedaan Debit dan Kredit dalam Perbankan dan Akuntansi Perbedaan Deposito Dengan Tabungan Bunga Perbedaan pertama apa itu deposito dengan bunga adalah bunga yang diberikan di deposito lebih besar dibanding dengan bunga yang diberikan pada tabungan.

Sehingga jika kita ingin memilih bunga lebih baik dengan mendepositokan uang. Contohnya saja ketika kita menyimpan uang dalam tabungan biasa kita mendapat bunga dibawah 1%, sedangkan di deposito bunganya bisa mencapai 7%. Sehingga keuntungan di deposito lebih besar dibanding dengan tabungan biasa.

Biaya Administrasi Selanjutnya pada tabungan biasa bungan yang didapatkan dari bank akan dipakai untuk biaya administrasi bank. Biasanya akan otomatis diambil setiap bulannya. Namun ketika deposito kita tidak dikenakan biaya administrasi. Tetapi, kita dikenakan wajib pajak penghasilan setiap tahunnya. Waktu Pada deposito kita tidak bisa menarik uang kita sebelum jatuh tempo yang telah apa itu deposito sebelumnya. Namun pada tabungan kita dapat menarik uang kita kapan saja saat kita mau.

Untuk menabung deposito perlu memperhatikan hal ini karena jika kita butuh uang mendadak maka kita tidak bisa mencairkannya. Atau bisa saja mencairkannya tetapi kita terkena penalti. Jenis Produk Jika dilihat dari segi produk layanan, deposito merupakan jenis produk investasi sedangkan tabungan merupakan simpanan biasa.

Tentu jika investasi perlu jangka waktu tertentu baru uang kita bisa diambil. Deposito sama halnya dengan produk investasi lainnya seperti saham, properti, reksadana. Namun deposito adalah salah satu investasi yang memiliki risiko kerugian yang paling kecil. Buku Tabungan Jika Anda menabung Anda akan memperoleh buku tabungan dan atm. Namun di deposito Anda akan memperoleh bilyet deposito. Bilyet deposito ini adalah bukti bahwa Anda pemilik dari uang yang didepositokan.

Kesimpulan Jadi itulah penjelasan apa itu deposito, mulai dari pengertian deposito, jenis, karakteristik sampai dengan perbedaan deposito dengan tabungan. Deposito adalah produk penyimanan uang yang disediakan bank dengan sistem penyetorannya dilakukan di awal dan memiliki ketentuan penarikan yang hanya bisa dilakukan sesuai ketentuan penarikan pada jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan di bank. Dana yang telah disetorkan hanya bisa ditarik setelah jangka waktu tertentu, maka deposito ini memiliki keunggulan sendiri dibanding dengan rekening tabungan.

Ada beberapa jenis dari deposito seperti deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call yang bisa Anda pilih sesuai dengan kemampuan Anda. Tidak ketinggalan adapun karakteristik dari deposito yang harus disiapkan yaitu adanya minimal setoran, jangka waktu, pencairan dana, dan bunga deposito, serta perbedaan dengan tabungan. Bagi Anda yang inginmembuka rekening deposito atau investasi di deposito artikel ini sangat membantu Anda mengetahu lebih lanjut. Jika Anda memiliki perusahaan dan berencana melalukaun investasi deposito pada perusahaan Anda, ada baiknya Anda mencatat investasi tersebut pada pembukuan bisnis agar Anda mengetahui berapa keuntungan yang Anda peroleh.

Untuk mempermudah hal itu Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi seperti MASERP yang akan telah berintegrasi pada proses penghitungan keuntungan dari setiap investasi yang bisnis Anda lakukan.

Baca Juga : Aset Tetap: Pengertian, Apa itu deposito Perolehan dan Metode Penyusutan
Isna Nisha Karlina Follow Home » Deposito: Pengertian, Kelebihan, & Kekurangannya Deposito: Pengertian, Kelebihan, & Kekurangannya 26 July 2021 2 min read Apakah sahabat Qwords pernah bertanya-tanya tentang apa itu deposito? Singkatnya, deposito adalah uang yang disimpan di dalam bank dan bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu.

Jangka waktu tersebut tentunya sudah ditentukan oleh penyimpan uang dan juga bank. Umumnya mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6 atau 12 bulan. Nah bagi Anda yang ingin belajar tentang deposito lebih dalam, Anda beruntung! Di artikel kali kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang deposito. Mulai dari pengertian deposito, kelebihan, kekurangan, sampai perbedaannya dengan tabungan biasa.

Yuk langsung saja kita mulai! 4. Jenis Produk Apa Itu Deposito? Source Jadi apa itu deposito? dalam istilah keuangan, deposito adalah uang yang disimpan di bank dalam jangka waktu yang sudah disepakati oleh kedua pihak antara nasabah dan bank.

Secara singkat, deposito adalah sebuah transaksi yang melibatkan transfer uang ke pihak lain untuk diamankan. Hanya saja, apa itu deposito juga bisa merujuk pada bagian yang dipakai sebagai bentuk jaminan untuk pengiriman barang saat melakukan jual beli online. Selain itu, deposito juga bisa merujuk pada setoran awal pada saat pembukaan rekening bank. Saat membuka rekening, Anda akan diminta untuk memberikan deposit awal tergantung ketentuan setiap bank. Saat Anda melakukan deposit uang sebesar syarat setoran transaksi, berarti uang Anda akan segera tersedia, tanpa adanya penundaan di dalam rekening Anda.

Baca juga: 8 Cara Mudah Menghasilkan Uang Dari Blog Kelebihan dan Kekurangan Apa saja sih kelebihan dan kekurangan menggunakan deposito? Nah untuk Anda yang penasaran, silahkan simak ulasannya dibawah ini. Kelebihan Deposito Ada apa itu deposito keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari deposito, berikut adalah beberapa di antaranya: 1.

Memperoleh Bunga Cukup Besar Keuntungan pertama menggunakan deposito adalah Anda akan memperoleh bunga yang cukup besar dibandingkan dengan tabungan biasa. Pihak bank biasanya akan menentukan bunga dari uang yang Anda simpan dalam jangka triwulan atau per tahun, tergantung dengan perjanjian di awal. 2. Keamanan Yang Terjamin Dalam pembukaan rekening deposito, maka Anda apa itu deposito menyimpan uang di bank. Pada saat uang tersimpan di bank maka keamanan uang Anda akan terjamin.

Berbeda dengan Anda menyimpan uang di rumah, keamanannya tidak sebaik di bank. 3. Investasi Menguntungkan Deposito adalah investasi menguntungkan. Pasalnya Anda tidak khawatir mengalami kerugian. Karena semua kerugian dijamin oleh pihak lembaga penjamin simpanan. Kemudian, hasil bunga dari deposito Anda dapat dicairkan secara tunai dalam jangka waktu tertentu. Tidak apa itu deposito dicairkan secara tunai, namun bunganya juga bisa di transfer atau disetorkan ke rekening Anda. Namun kalau Anda mau menginvestasikan lagi, maka bisa menggunakan sistem Automatic Roll Over.

Apabila dihitung bunganya akan bertambah besar, pasalnya memungkinkan bunganya menjadi majemuk. Kekurangan Deposito Apa itu deposito beberapa kelemahan dari penggunaan deposito, diantaranya: 1. Keuntungan Kecil Meskipun telah memperoleh bunga yang cukup besar dari bank. Akan tetapi deposito masih mempunyai keuntungan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Keuntungan yang diperoleh dari deposito terkadang tidak sebanding dengan uang yang didepositokan. Bahkan belum terpotong pajak dan biaya administrasi lainnya. 2. Ikut Terkena Inflasi Seperti yang Anda tahu, jika setiap tahun terjadi inflasi.

Dengan begitu uang yang didepositokan akan mengalami penurunan nilainya. Ini karena karen jadi peningkatan harga bahan pokok. Ini salah satu kelemahan apabila Anda mau melakukan deposito. 3. Dikenai biaya pajak Deposito juga masuk ke dalam PPH atau pajak penghasilan.

Sehingga Anda diwajibkan untuk membayar pajak setiap tahunnya. Biaya PPH ini sebesar 20 persen. Ketika Anda memperoleh bunga tidak begitu besar maka hasilnya dari bunganya sedikit karena akan apa itu deposito untuk membayar pajak. Bedanya Deposito dan Tabungan Berikut beberapa perbedaan deposito dengan tabungan: 1. Bunga Deposito memberikan bunga yang lebih besar bila dibandingkan dengan tabungan yang memberikan bunga.

Jadi, ketika Anda mau memilih bunga yang lebih besar, maka pilihanya pada mendepositokan uang. 2. Biaya Administrasi Pada tabungan biasa bunga diperoleh dari bank akan digunakan untuk biaya administrasi bank. Biasanya secara otomatis di apa itu deposito perbulannya. Namun pada deposito Anda tidak akan dikenakan biaya administrasi.

Namun akan di terkena wajib pajak penghasilan per tahunnya. 3. Waktu Penarikan Pada deposito Anda tidak dapat menarik uang sebelum jatuh tempo yang sebelumnya sudah disepakati. Namun pada tabungan, Anda bisa menarik uang kapan saja. Apabila Anda mau menabung di deposito artinya harus benar-benar memperhatikan, jangan sampai Anda butuh mendadak tapi tidak bisa mencairkan.

Sebenarnya bisa saja mencairkan, akan tetap Anda akn terkena penalti. 4. Jenis Produk Apabila dilihat dari segi produk layanan, maka deposito adalah jenis produk investasi, sementara tabungan adalah simpanan biasa. Deposito sama seperti investasi lainnya seperti reksadana, saham, dan properti. Ada jangka waktu tertentu sebelum uang Anda bisa apa itu deposito.

Hanya saja, deposito mempunyai resiko kerugian yang paling kecil, dibandingkan dengan ketiga investasi tadi. Nah itu tadi penjelasan lengkap tentang deposito sahabat Qwords! Membeli layanan hosting terbaik di Qwords tidak bisa menggunakan deposito maupun tabungan. Meskipun demikian Anda masih bisa menggunakan metode pembayaran yang lain seperti m-banking, e-banking, E-money, metode pembayaran offline dan lainnya. Selamat mencoba!

• Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Bagi para ibu rumah tangga, produk simpanan berupa deposito ini sering kali menjadi alternatif tabungan yang ideal.

Karena deposito memiliki jangka waktu. Seperti halnya tabungan, hal yang sering menjadi pertimbangan untuk memilih produk deposito adalah bunga yang ditawarkan deposito lebih tinggi dari pada tabungan biasa. Secara pengertian, deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Apabila dana yang disimpan diambil sebelum waktunya, maka siap-siap lah untuk terkena denda penalti.

Menariknya lagi, semakin besar dan semakin lama Anda menyimpan dana dalam bentuk deposito, maka semakin besar pula bunga yang ditawarkan. Selain berfungsi sebagai tabungan berjangka, manfaat lain dari deposito yaitu sebagai salah satu produk investasi yang paling menguntungkan.

Mengutip pendapat dari PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/5/2015), bahwa ternyata produk investasi berupa deposito memiliki rerata keuntungan yang relatif stabil dibanding produk lainnya seperti saham, emas dan obligasi pemerintah. Bahkan sampai 20 April 2015 ini, produk deposito menduduki rerata keuntungan nomor dua terbesar setelah saham, yaitu dengan persentase 7,21% dengan imbal hasil dari deposito adalah rata-rata bunga deposito 1 bulan.

Artinya, peluang untuk berinvestasi berupa deposito masih memiliki peluang yang bagus dari tahun ke tahun. Ciri Khas Deposito Hal lain yang perlu Anda ketahui dari deposito adalah ciri-ciri deposito. Hal ini diperlukan untuk mengenali manfaat serta resiko yang mungkin terjadi ketika Anda nanti sudah memutuskan untuk berinvestasi pada produk jenis ini. Berikut ini adalah ciri khas deposito yang harus Anda ketahui : 1. Minimal Setoran Minimal Setoran via g.foolcdn.com Pertama, pada umumnya, ketika Anda membuka rekening di Bank, maka ada batas setoran minimal yang harus dibayar pertama kali.

Begitu juga dengan deposito, ada setoran minimal yang harus dibayarkan. Perbedaan dengan tabungan biasa, deposito mensyaratkan setoran minimal berkisar Rp5 juta. Akan tetapi setiap bank mempunyai kebijakan masing-masing. 2.

Jangka Waktu Simpanan Jangka Waktu Deposit via tbb.ee Seperti yang telah diuraikan di awal tadi, deposito memiliki jangka waktu simpanan. Dan simpanan tidak bisa diambil sebelum jangka waktu tersebut. Biasanya nasabah akan diberikan beberapa opsi untuk jangka waktu ini mulai dari 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan. Mengenai jangka waktu ini sangat penting untuk diperhatikan karena ini akan menentukan bagaimana Anda menggunakan simpanan tersebut. Misalnya, ketika Anda memfungsikan simpanan deposito ini sebagai dana darurat maka Anda jangan memilih jangka waktu 24 bulan.

Karena bila sewaktu-waktu anda membutuhkan akan sulit untuk mengambil simpanan tersebut (ada biaya penalti). Maka dari itu jika simpanan deposito ini anda fungsikan sebagai dana darurat, maka pilih jangka waktu yang paling pendek misalnya 1 bulan.

3. Pencairan Dana Pencairan Dana via developmentdiaries.com Berhubungan dengan jangka waktu seperti dijelaskan di atas, pencairan dana deposito tidak bisa sembarangan seperti tabungan. Setelah Anda menentukan atas pilihan jangka waktu yang telah apa itu deposito, maka pencairan dana deposito harus sesuai dengan jangka waktu tersebut. Kalau tidak, Anda akan dikenakan sejumlah denda penalti yang membuat keuntungan menjadi tidak maksimal.

4. Bunga Deposito Bunga Deposito via multimedia.pol.dk Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bunga deposito relatif lebih tinggi dibanding tabungan. Hal tersebut sangat masuk akal karena adanya limitasi jangka waktu yang diberikan. Dan hal inilah apa itu deposito dimaksudkan bahwa deposito merupakan produk investasi yang menguntungkan selain obligasi, saham dan emas.

Meskipun demikian, hal yang perlu diingat adalah suku bunga yang ditetapkan. Untuk itu bunga harus disesuaikan dengan kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pasalnya, besaran suku bunga tertentu ditetapkan dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. 5. Risiko Rendah Resiko Rendah via blog.sprinklebit.com Deposito dikatakan menjadi produk simpanan yang memiliki risiko rendah karena deposito memiliki jaminan LPS dengan syarat tertentu.

Dan bank yang Anda pilih merupakan bank yang tercatat sebagai anggota LPS. Jaminan dari LPS tersebut berlaku jika deposito yang dijaminkan kurang dari Rp2 miliar dan suku bunganya maksimal 7,5%. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai deposito yang nilainya lebih dari Rp2 miliar atau bunganya melewati persentase, maka LPS tidak akan menjamin dana deposito milik Anda. Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!

6. Deposito Sebagai Jaminan Sebagai Jaminan ke bank via cdn.yourarticlelibrary.com Mungkin untuk poin yang ini banyak orang yang belum mengetahui. Ya, deposito ternyata tergolong dalam salah satu aset yang bisa jadi jaminan untuk pinjaman ke bank. Namun, tidak semua bank mau dan bersedia menerima jaminan dalam bentuk deposito ini. Meskipun demikian, jaminan deposito ini bisa menjadi alternatif jaminan selain aset yang biasa kita ketahui seperti tanah atau rumah.

7. Produk Kena Pajak Produk Kena Pajak via expatica.com Deposito merupakan produk kena pajak. Jadi, keuntungan yang Anda terima terlebih dahulu harus berurusan dengan potongan pajak yang besarnya sampai 20 persen. Meskipun begitu, masih ada 80 persen keuntungan yang bisa Anda terima kan? Baca Juga : 5 Deposito Terbaik di Indonesia Cara Menghitung Keuntungan Bunga Deposito Banyak dari antara Anda yang mungkin belum mengerti bagaimana cara menghitung keuntungan dari deposito.

Caranya mudah, dan bahkan lebih mudah dari cara menghitung bunga tabungan. Rumus menghitung bunga deposito : Keuntungan bunga deposito = suku bunga deposito x nominal uang yang ditanamkan x hari/365 Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito Pengembalian Deposito = Nominal Investasi + (Bunga deposito – Pajak) Berikut contoh perhitungan dalam kasus nyata: Contohnya Pak John ingin mendepositokan uangnya sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu 12 bulan dengan ketentuan bahwa bunga yang ditetapkan adalah 5% serta pajak sebesar 20%.

Perhitungannya seperti ini: Keuntungan bunga deposito = 5% x Rp100 juta x 360 / 365 = Rp4931506, 849 Pajak Deposito = 20% x Rp41.666,667 = Rp986301,369 Pendapatan bersih = Rp4.931.506, 849 – Rp986.301,369 = Rp3.945.205,48 Artinya, jika mendepositokan uang sebesar Rp 100 juta dengan bunga 5% dalam jangka waktu 12 bulan maka keuntungan yang diperoleh Pak John adalah Rp3.945.205,48.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah membagi dana menjadi beberapa produk deposito dengan jangka waktu yang berbeda. Dengan strategi ini anda akan mendapatkan keuntungan lebih yaitu mendapatkan uang tunai dengan lebih cepat dan bebas penalti, karena berjangka panjang tingkat suku bunga relatif lebih baik, dan adanya kesempatan untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang tinggi karena dianggap berinvestasi ulang.

Faktor lain apa itu deposito tidak kalah penting dalam menentukan keuntungan sebuah deposito yang perlu Anda ketahui adalah faktor inflasi. Baca Juga : Apa Perbedaan Deposito dan Tabungan? Tetapkan Arah Untuk Mengambil Deposito Selanjutnya, menentukan arah dan tujuan berdeposito merupakan langkah yang menentukan plus minusnya anda memilih deposito. Tadi sudah disinggung mengenai jangka waktu yang seharusnya dipilih sebagai salah satu langkah untuk menetapkan tujuan Anda memilih deposito.

Jika memang investasi adalah tujuan utamanya maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Selain memilih jangka waktu, tentukan jenis depositonya. Pertama ada jenis deposito berjangka, dan ini sangat sesuai untuk Anda yang tidak ingin terjebak dalam suku bunga yang rendah.

Kedua ada jenis deposito likuid / on call. Ini sangat cocok bagi Anda yang mempunyai kekhawatiran bila sewaktu-waktu membutuhkan dana tersebut secara tiba-tiba.

Setelah itu tinggal bandingkan suku bunga antar bank. Untuk lebih mudahnya sekarang ada banyak fasilitas online yang menyediakan hal ini.

Setelah Anda menemukan bank untuk dipilih. Ada baiknya jika Anda mempunyai dana yang besar, pisahkan dana tersebut ke dalam beberapa produk deposito dengan jangka waktu yang berbeda-beda. Untuk Anda yang masih bingung memilih bank mana yang harus dipilih, hal pokok yang harus diperhatikan adalah reputasi bank itu sendiri. Satu hal lagi, yang perlu diingat adalah kebijakan dari LPS yang tidak menjamin simpanan di bank yang memberikan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh LPS.

Oleh karena itu, Anda patut untuk waspada jika ada bank yang menawarkan tingkat suku bunga yang tinggi. Tanyakan berbagai detail seperti apakah harus membuka rekening atau tidak.

Karena hal ini akan sangat krusial ketika suatu saat mengalami masalah yang tidak terduga terkait deposito yang kita miliki. Baca Juga : Memilih Bank Yang Tepat untuk Deposito Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang ditawarkan perbankan.

Deposito ini memiliki tenor dan bunga yang telah ditentukan sejak awal. Begitupun nominal yang harus disetorkan, ada ketentuannya. Nah karena bunganya sudah pasti, deposito jadi salah satu investasi dengan risiko minim. Kamu yang gak mau pusing berinvestasi saham, bisa coba kembangkan uangmu di deposito. Agar kian paham, berikut penjelasan lengkap mengenai deposito. Ciri deposito Berikut ini penjelasan singkat mengenai ciri deposito yang berbeda dari produk tabungan atau investasi lainnya!

• Ada minimal setoran tergantung bank seperti Rp5-10 juta untuk buka di kantor cabang dan Rp1 juta untuk buka deposito secara online. • Terdapat jangka waktu (tenor) simpanan yaitu 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. • Pencairan atau penarikan deposito tidak bisa sembarangan seperti tabungan atau saham yang bisa kapan saja. • Terdapat bunga atau imbal hasil yang telah ditentukan sejak awal, sehingga kamu tahu berapa jumlah keuntungan dari deposito.

• Risiko rendah, sudah ada ketentuan bunga dan jaminan dari LPS. • Deposito bisa dijadikan jaminan buat ambil pinjaman di bank. • Deposito merupakan produk kena pajak. Dari bunga yang kamu terima, ada potongan pajak sekitar 20 persen. Cara menghitung deposito Berbeda dengan tabungan yang mana bunga dihitung setiap akhir bulan, bunga deposito ditentukan oleh jangka waktu yang dipilih. Berikut ini contoh suku bunga deposito salah satu bank di Indonesia.

Tenor (Jangka Waktu) Suku Bunga per Tahun 1 Bulan 4,80% 3 Bulan 6,00% 6 Bulan 6,30% 12 Bulan 6,60% Berikut cara perhitungan bunga deposito dan keuntungan yang bakal kamu peroleh. Rumus perhitungan deposito yang dipakai: Keuntungan bunga deposito = (Saldo x Suku bunga x Tenor) / 365 Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito Pendapatan bersih = Saldo + (Keuntungan bunga deposito – Pajak deposito) Simulasi perhitungan deposito Sebagai contoh, kamu membuka rekening deposito enam bulan dengan dana disetorkan Rp100 juta.

Dengan catatan, suku bunga adalah 6,30 persen dan pajak 20 persen. Keuntungan bunga deposito: (Rp100.000.000 x 6,30% x 180 hari) / 365 = Rp3.106.849 Pajak deposito: 20% x Rp3.106.849 = Rp621.370 Pendapatan bersih :Rp100.000.000 + (Rp3.106.849 – Rp621.370) =Rp100.000.000 + Rp2.485.479 =Rp102.485.479 Dari contoh di atas, keuntungan bunga deposito bersih yang kamu dapat adalah Rp2.485.479 saat jatuh tempo enam bulan.

Dengan demikian, dana bersih yang akan dikembalikan kepada kamu menjadi Rp102.485.479 atau lebih besar sekitar Rp2 jutaan dari setoran semula Rp100 juta.

Frekuensi pembayaran deposito Bunga deposito yang akan kamu terima sebenarnya ketika jatuh tempo sesuai tenor yang sudah disepakati. Namun, pembayaran bunga ini bisa kamu pilih sesuai kebutuhan, misalnya adalah setiap bulan. Lalu bagaimana frekuensi lainnya? Berikut penjelasannya! • Pembayaran tahunan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir tahun • Pembayaran per semester, di mana bunga dibayarkan tiap 6 bulan • Pembayaran per kuartal, di mana bunga dibayarkan tiap 4 bulan • Pembayaran bulanan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir bulan • Pembayaran dwi mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap 2 minggu • Pembayaran mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir minggu • Pembayaran jatuh tempo, di mana bunga dibayarkan saat deposit jatuh tempo Plus-minus deposito Kamu yang masih bingung mau investasi di mana, coba pertimbangkan terlebih dahulu plus-minus deposito berikut ini.

Dengan begitu, kamu bakal memahami apa yang kamu dapat atau tidak dapat dari deposito. Nilai apa itu deposito deposito adalah Nilai minus deposito adalah Bunga lebih besar dari tabungan Keuntungan kecil dibandingkan investasi lain Keamanan uang terjamin di bank Tergerus inflasi karena suku bunga tetap Risiko kecil Terdapat pajak sekitar 20 persen Akses bunga mudah (ditransfer ke rekening) Dikenakan biaya penalti jika belum jatuh tempo Menguntungkan karena ada bunga atau bagi hasil yang didapatkan nasabah Nilai investasi tidak bertambah karena hanya dapat bunga.

Perbedaan tabungan dengan deposito Masih bingung pilih simpan uang lebih di deposito atau tabungan? Nah berikut ini perbedaannya biar kamu tahu kelebihan dan apa itu deposito masing-masing produk.

Indikator Tabungan Deposito Bunga Biasanya hanya 1 persen Lebih besar mengacu suku bunga acuan BI (BI Rate) Biaya administrasi Diambil dari bunga tabungan Tidak ada Waktu penarikan Kapan saja Sesuai jatuh tempo/ada penalti jika belum jatuh tempo Jenis produk Simpanan Investasi Buku tabungan Buku tabungan dan ATM Bilyet deposito Dari penjelasan di atas, kamu tinggal pilih mau simpan uang sebagai tabungan atau dimasukan ke deposito.

Tentunya deposito adalah pilihan tepat jika kamu punya uang lebih dan belum memiliki rencana menggunakan uang tersebut. Buat informasi seputar tabungan dan finansial lainnya bisa kamu temukan di Lifepal! Copyright © 2022 Lifepal. Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 60-2001/APPARINDO/2019.

Semua ulasan yang tertulis termasuk rating dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.
Banyak orang yang tak mengetahui apa itu deposito.

Apakah yang dimaksud dengan deposito? Deposito dapat menjadi salah satu opsi investasi paling aman dibandingkan investasi-investasi lainnya. Ada banyak keuntungan yang menggunakan deposito bank sebagai salah satu jalan untuk menyimpan uang dengan jangka waktu tertentu. Pasalnya deposito berjangkak punya keuntungan lebih banyak daripada tabungan biasa, walau deposito tidak bisa diambil dengan mudah dalam jangka waktu kapanpun.

Bila investor menarik dana sebelum waktunya, maka bersiap untuk terkena denda penalti. Menariknya, semakin lama dan semakin besar kamu menyimpan dana dalam bentuk deposito, maka semakin besar pula bunga yang ditawarkan.

Mau tahu lebih lanjut soal apa itu deposito dan bagaimana caranya? Simak rangkuman Qoala berikut ini. Pengertian atau Definisi Apa Itu Deposito Sumber foto: R. MACKAY PHOTOGRAPHY, LLC via Shutterstock Apa itu deposito bank? Apakah deposito itu investasi? Dalam istilah keuangan, deposito berarti uang yang disimpan di bank dalam waktu yang sudah disepakati antara nasabah dan apa itu deposito selaku pemegang otoritas. Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.

Apa keuntungan deposito uang di bank? Dana yang disimpan dalam deposito memiliki tenor mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga deposito rata-rata bank umum tercatat 7,60 persen untuk satu bulan, 8,33 persen untuk tiga bulan, dan 8,61 persen untuk enam bulan dan untuk jangka lebih dari 12 bulan. Terdapat jenis-jenis deposito mulai dari Deposito Berjangka, Deposito Automatic Roll Over, Sertifikat Deposito, dan Deposito on Call.

Setiap jenis-jenis deposito memiliki keuntungannya sendiri sesuai karakteristiknya. Kamu bisa membuka deposito di berbagai bank nasional sebut saja Deposito BRI, Deposito BCA, Deposito BNI, dan sebagainya. Selain itu, kamu harus tahu bahwa deposito memiliki setoran minimal. Misalnya setoran minimal deposito BRI adalah Rp10 juta.

Setelah mengetahui apa itu deposito bank, kamu harus tahu keuntungan investasi ini beserta kerugiannya sebelum membuka rekeningnya di bank pilihan kamu: Kelebihan atau Keuntungan Deposito Berikut ini adalah kelebihan atau keuntungan dari kepemilikan deposito.

• Sarana investasi yang baik • Hasil suku bunga umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya • Bunga deposito mudah diakses • Risiko kerugian kecil • Dapat ditempatkan dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (seperti dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, Euro, dolar Australia, Poundsterling, Yen, dolar Hongkong, dan China Yuan) • Dapat dijadikan agunan/jaminan kredit • Dapat dijadikan sarana pengelolaan keuangan secara lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito • Dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) • Tersedia pula produk deposito syariah yang halal tanpa riba Tahukah kamu kalau asuransi dan investasi sama pentingnya demi financial planning yang baik dan tepat?

Temukan berbagai pilihan asuransi terbaik sebagai bagian dari perencanaan keuanganmu demi masa depan yang cerah di sini! Kekurangan atau Kelemahan Deposito Berikut ini adalah beberapa kekurangan atau kelemahan dari investasi jenis deposito. • Bunga deposito lemah terhadap inflasi • Keuntungan atau imbal hasil yang cukup rendah ketimbang jenis investasi lainnya • Nilai investasi tidak bisa bertambah • Nasabah tidak terlibat langsung dalam proses pengelolaan dana • Pajak deposito tergolong cukup tinggi Jenis-jenis Deposito Sumber foto: CHOTTHANIN THITIAKARAKIAT via Shutterstock Sebelum mengetahui bagaimana cara perhitungan deposito, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis deposito apa itu deposito ada terlebih dulu.

1. Deposito Berjangka Apa itu deposito berjangka? Deposito ini merupakan produk bank sejenis tabungan yang ketika didepositkan tidak dapat ditarik nasabah sebelum jatuh tempo. Deposito ini memiliki waktu yang bisa dipillih contohnya 1, 3, 6, 12 hingga 24 bulan. Bila deposito berjangka dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, maka akan pengguna dikenakan penalti. Deposito punya kelebihan berupa tingkat suku bunga yang lebih besar apa itu deposito produk tabungan biasa.

Hanya saja dana yang telah didepositkan hanya bisa diambil sesuai jangka waktu yang telah disepakati di awal. Selain itu apa itu deposito memiliki sistem Automatic Roll Over yakni perpanjangan secara otomatis. Sistem itu membuat deposito diperpanjang secara otomatis saat selesai jatuh tempo. Deposito cocok untuk pemula karena jangka waktu dan bunga yang ditawarkan cukup kompetitif. Lalu, apa saja manfaat lainnya dari deposito berjangka? • Manfaat Memiliki Simpanan Deposito Berjangka Sebelum melakukan simpanan deposito berjangka, kamu membutuhkan informasi terkait apa saja manfaat dari simpanan tersebut dan apa saja yang dapat kamu peroleh.

Karena itu, ini manfaat dari deposito berjangka: a. Deposito Berjangka Merupakan Investasi yang Relatif Aman Salah satu pertimbangan orang memilih deposito berjangka sebagai investasinya adalah risiko yang rendah. Dibanding saham, instrumen investasi ini tergolong rendah tingkat risikonya.

Tapi tingkat risiko ini bisa meningkat bila hal seperti krisis atau masalah politik dalam suatu negara berkembang. Secara umum deposito cukup kuat jika menghadapi kondisi naik turunnya pasar uang dan pasar modal. Karenanya deposito bisa dianggap sebagai instrumen investasi yang tingkat risikonya rendah. b. Manfaat Suku Bunga Deposito juga memiliki suku bunga yang relatif kompetitif dibanding produk tabungan. Bahkan perbandingan suku bunga deposito dibanding tabungan ini hampir 3 kali lipat.

Ini menjadi alasan banyak orang lebih memilih deposito berjangka sebagai produk investasi dibanding produk tabungan. c. Mudahnya Proses Administrasi Dahulu proses pembukaan rekening deposito memerlukan syarat yang cukup banyak dan panjang. Namun berkat kemajuan jaman, kamu bisa membuka rekening deposito secara online dengan melengkapi berbagai syarat yang ada.

Dalam deposito online, kamu harus menentukan besaran jumlah dana yang akan didepositkan serta jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan dana. d. Jaminan Keamanan Keamanan menjadi salah satu faktor penting mengapa orang memilih deposito sebagai investasinya. Instrumen investasi ini memberikan apa itu deposito bagi masyarakat karena uang yang disimpan dalam bentuk deposito langsung dijamin oleh negara. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjaminkan deposito nasabah sampai mencapai Rp2 miliar dengan tingkat suku bunga yang tertinggi.

Oleh karena itu, deposito relatif lebih aman terutama bagi pemula yang sedang belajar investasi. e.

apa itu deposito

Investasi Lebih Mudah Manfaat deposito lainnya adalah kemudahan dengan menerima segala mata uang yang didepositkan. Berbagai mata uang seperti Poundsterling, Dollar, Euro, dan berbagai mata uang lainnya dapat diterima di bank yang menyediakan produk deposit ini. • Contoh Deposito Berjangka Bank Besar di Indonesia Banyak bank yang menyediakan deposito berjangka dan kamu harus cermat memperhatikan suku bunga beserta aturan dari setiap bank sebelum memutuskan membuka rekening deposito.

Berikut contoh deposito berjangka dari beberapa bank besar di Indonesia: a. Bank BCA Detail informasi dan karakteristik deposito berjangka dari Bank BCA adalah sebagai berikut.

• Jangka waktunya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. • Mata uang: Rupiah, USD, SGD, HKD, AUD, JPY, GBP, dan EUR. • Dapat dipergunakan sebagai jaminan kredit. • Setoran awal minimum adalah Rp8.000.000 atau ekuivalen USD 1.000. b. Bank BNI Detail informasi dan karakteristik deposito berjangka dari Bank BNI adalah sebagai berikut.

• Terdapat berbagai pilihan mata uang Rupiah atau asing (USD, JPY, GBP, SGD, HKD, EURO). • Bunga bisa ditransfer ke rekening Tabungan, Giro atau menambah pokok simpanan. • Ketika jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Apa itu deposito atau tidak otomatis (non ARO). • Tersedia pilihan jangka waktu: 1, 6, 12, 24, 36 bulan c. Bank BRI Detail informasi dan karakteristik deposito berjangka dari Bank BRI adalah sebagai berikut.

• Keleluasaan untuk memilih jangka waktu Deposito BRI, mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan. • Bebas biaya administrasi. • Pencairan sebagian nominal Deposito BRI tanpa merubah nomor rekening. • Suku bunga negosiasi (apabila memenuhi kriteria tertentu). d. Bank Mandiri Detail informasi dan karakteristik deposito berjangka dari Bank Mandiri adalah sebagai berikut.

• Jangka waktu 1, 3, 6, 12, atau 24 apa itu deposito. • Bisa Automatic Roll Over (ARO). • Dapat meminjam dengan Deposito sebagai jaminannya. e. Bank Sinarmas Detail informasi dan karakteristik deposito berjangka dari Bank Sinarmas adalah sebagai berikut. • Bunga yang menarik dan meningkat. • Menjanjikan deposito berjangka anda dalam penggunaannya sebagai referensi bank. • Deposito berjangka Sinarmas dapat dimiliki oleh perorangan atau perusahaan.

• Tersedia dalam berbagai mata uang. • Pilihan mata uang apa itu deposito sesuai dengan permintaan nasabah. Tidak hanya daftar tadi, bank-bank nasional terkemuka lainnya yang menyediakan layanan deposito. Jadi, sudah tahu kan apa itu deposito berjangka? • Deposito Automatic Roll Over Deposito automatic roll over merupakan bentuk lain dari deposito berjangka.

Simpanan masyarakat berbentuk deposito yang telah jatuh tempo, namun belum diambil oleh deposan, secara otomatis akan dilakukan proses perpanjangan waktu tanpa adanya persetujuan dari deposan. Nasabah bisa menentukan lamanya jumlah jangka waktu sesuai kebutuhan mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan sebagainya. Automatic Roll Over artinya perpanjangan waktu secara otomatis. Kamu tetap bisa mengetahui saldo deposito dengan mendatangi bank tempat menabung.

Selanjutnya mintalah cetak bukti perpanjangannya atau jumlah saldo deposito. Maksimalkan perencanaan keuanganmu dengan tidak hanya berinvestasi, tapi juga dengan memiliki asuransi terbaik sekarang juga! 2. Sertifikat Deposito Sumber foto: CHOTTHANIN THITIAKARAKIAT via Shutterstock Apa itu deposito berjenis sertifikat?

Sertifikat deposito adalah simpanan berbentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya bisa dipindahtangankan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia dan sertifikat deposito ditransaksikan di pasar uang. Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang, besaran nominal dalam penerbitan sertifikat deposito minimal adalah Rp10 miliar dan dalam bentuk valuta asing dengan nominal sama.

Kamu juga harus tahu bahwa jangka waktu sertifikat deposito jauh lebih panjang dibanding deposito berjangka hingga 36 bulan. Panjangnya tenor yang diatur dalam PBI tersebut dimaksudkan guna membantu percepatan pembentukan harga pasar yang lebih efisien. Sertifikat deposito lebih dimaksudkan untuk investasi bukan tabungan. • Daftar Penerbit Sertifikat Deposito di Pasar Uang Produk sertifikat deposito memang agak asing agak asing bila dibandingkan deposito jenis lainnya.

Hal ini karena regulasi yang mewajibkan bank-bank memiliki izin dari Bank Indonesia (BI). Cuma bank dengan kriteria tertentu saja yang bisa menerbitkan sertifikat deposito, mulai dari segi kesehatan dan kemampuan bank dari segi kebutuhan permodalannya.

Jadi hanya bank umum dan bank pembangunan saja yang bisa menjadi penerbit sertifikat deposito. dan gak bank bisa menjadi penerbit sertifikat deposito. Berikut daftar penerbit sertifikat deposito yang memiliki izin dari BI: • PT Bank Commonwealth • PT Bank KEB Hana Indonesia • PT Bank CIMB Niaga, Tbk • PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk • PT Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ, Ltd • PT Bank Pembangunan Daerah NTT • PT Maybank Indonesia, Tbk • PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 • PT Bank Mandiri Taspen Pos • PT Bank DBS Indonesia • PT Rabobank International Indonesia • PT BPD Sulawesi Selatan dan Barat • PT Bank BNP Paribas Indonesia apa itu deposito PT Bank Mizuho Indonesia • PT BPD Jawa Tengah • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk • PT Bank Victoria International, Tbk • PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara • Deutsche Bank AG • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk • PT Bank DKI • Karakteristik Apa itu deposito Deposito Sertifikat deposito memberikan berbagai keuntungan untuk nasabahnya antara lain: • Apa itu deposito bunga yang ditawarkan bank cukup kompetitif dan dibayar di muka sehingga memberi keuntungan yang jelas.

• Mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga dengan berinvestasi jenis deposito ini, keamanan dana terjaga. Namun, gak melebihi ketentuan nominal jaminan LPS sebesar Rp2 miliar. • Sertifikat bisa diperjualbelikan atau dijadikan jaminan kredit, makanya gak ada nama nasabah dalam sertifikat tersebut. • Bunga Sertifikat Deposito, Pencairan Sertifikat Deposito, dan Penjualan Sebelum Jatuh Tempo Terdapat beberapa hal yang harus kamu pahami di sertifikat deposito, antara lain: a.

Bunga Sertifikat Deposito Sertifikat deposito pembayaran bunganya dilakukan di muka ketika pembelian dan dihitung secara diskonto. Atau pembayaran bunga dari selisih nominal sertifikat deposito dengan nilai tunai yang harus dibayar pembeli.

Atau selisih harga ketika penerbitan dengan nominal akhir yang diterima saat jatuh tempo. b. Pencairan Sertifikat Deposito Jangka waktu sertifikat deposito gak bisa diperpanjang otomatis seperti layaknya deposito berjangka. Jika jatuh tempo sudah selesai, pemegang sertifikat deposito bisa mencairkan secara tunai atau dengan mentransfer ke rekening lain. Karena sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, nominal yang akan diterima pemilik sertifikat deposito adalah sebesar nilai sertifikat deposito tersebut.

c. Penjualan Sertifikat Deposito Sebelum Jatuh Tempo Pencairan dana sebelum jatuh tempo dalam sertifikat deposito merupakan tindakan dengan menjual ke bank yang menerbitkannya atau ke pihak lain.

Pemilik menerima harga jual sertifikat berupa selisih dari nominal sertifikat deposito dengan diskonto. • Rumus Perhitungan Sertifikat Deposito Penempatan dana dalam sertifikat deposito terjadi ketika sertifikat itu dibeli pihak lain dari bank, berbeda dengan deposito berjangka. Nasabah mendapat keuntungan melalui bunga dengan persentase sesuai perjanjian antara bank dan nasabah. Bunga dibayar di muka dan besaran bunga deposito yang diterima nantinya diperhitungkan sebagai pengurang jumlah uang yang harus dibayarkan.

Sementara pembeli sertifikat mendapat bunga ketika pembelian. Rumus dalam menghitung sertifikat deposito adalah sebagai berikut: Nilai tunai sertifikat deposito = (nominal sertifikat deposito x 365) / 365 + (bunga x jangka waktu sertifikat deposito).

Bunga sebelum pajak = nominal SD – nilai tunai SD Jumlah pembayaran = nilai tunai SD – bunga setelah pajak Nilai nominal SD per lembar Rp10.000.000 Pembelian SD 10 lembar Bunga 4% per tahun Tenor (jumlah hari) 3 bulan (1 Agustus – 1 Oktober = 92 hari) Pajak bunga 20% Total nominal SD Rp100 juta Nilai tunai SD Rp 99.001.844 Bunga sebelum pajak Rp 998.155 Bunga setelah pajak Rp798.624 Jumlah pembayaran Rp98.203.220 Nasabah mendapatkan keuntungan sebesar Rp798.624 dari bunga yang telah dipotong pajak 20%.

Sementara pembeli sertifikat deposito, membelinya dengan harga Rp98.203.220 saja dari harga certificate of deposit Rp100 juta. 3.

apa itu deposito

Deposito on Call Apa itu deposito on call? Deposit on Call adalah jenis deposito sebagai simpanan berjangka waktu 3 sampai 30 hari atau satu bulan. Uang yang disimpan dalam bentuk deposit ini bernilai relatif besar yakni 100 juta rupiah. Saat pencarian bunganya, nasabah harus memberikan informasi apa itu deposito dulu tiga hari sebelumnya. Selain itu besar bunga yang dibayarkan biasanya dihitung perbulan dan nilai bunganya ditentukan sesuai negosiasi antara nasabah dengan pihak penerbit.

Setiap bank bisa memberikan nilai bunga yang berbeda-beda. • Contoh Perhitungan Bunga Deposit on Call Seorang nasabah mendepositokan uang senilai Rp300.000.000 dalam Deposit on Call selama 10 hari dengan bunga 5 persen dan pajak untuk deposit on call sebesar 10%. Catatan: Bunga yang dibayar dihitung sesuai ketentuan bahwa satu bulan adalah 30 hari.

Perhitungannya: Jumlah Bunga= 5% x (10 hari/30 hari) x Rp300.000.000 Jumlah Bunga= Rp5.000.000 Pajak= 10% x 5.000.000 = Rp500.000 Jumlah Bunga Bersih = Rp5.000.000 – Rp500.000 Jumlah Bunga Bersih = Rp4.500.000 Jangan cuma berinvestasi, miliki juga asuransi terbaik untuk lindungi kondisi keuanganmu demi masa depan yang cerah!

Cara Membuka Deposito Sumber foto: Africa Studio via Shutterstock Setelah mengetahui apa itu deposito bank beserta jenis-jenisnya, kamu bisa membuka deposito di bank dengan mudah. Kamu harus memenuhi persyaratan yang diajukan dan apa itu deposito lupa membaca beberapa tip membuka rekening deposito di bawah ini: • Tentukan bank untuk membuka rekening apa itu deposito. Pilihlah bank yang kamu percaya guna menghindari kecurangan dan penipuan.

• Pilih produk deposito sesuai kebutuhan dan kemampuan kamu. Sebelum memilih jenis deposito, pelajari dulu produk yang ditawarkan oleh setiap bank. • Pemilihan bank tentu berpengaruh pada jumlah bunga deposito yang diberikan.

• Tentukan jumlah setoran awal yang kamu inginkan, tidak perlu memikirkan soal setoran deposito per bulan. • Jangan lupa untuk selalu mengingat jatuh tempo yang berlaku. Tata Cara Membuka Deposito di Bank • Pertama, pilih produk deposito yang kamu inginkan. • Isi formulir pembukaan rekening deposito.

• Bawa dan serahkan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (KTP, SIM, atau paspor) dan NPWP. • Bila belum apa itu deposito rekening di bank itu, biasanya kamu akan diminta membuka rekening terlebih dahulu.

• Lakukan setoran awal untuk pembukaan rekening. • Bila proses apa itu deposito, kamu akan menerima sertifikat deposito sebagai bukti kepemilikan deposito. • Simpanlah bukti kepemilikan deposito. Apa Itu Bunga Deposito? Bunga deposito adalah sejumlah nilai yang wajib diberikan oleh pihak bank kepada nasabah sebagai imbalan atas simpanan nasabah saat ini yang akan dikembalikan bank pada kemudian hari. Umumnya, tiap bank menawarkan suku bunga yang berbeda tergantung dari tiap jangka waktu yang ditawarkan.

Walaupun suku bunga deposito masih di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), tidak jarang juga ada beberapa bank yang menawarkan bunga yang jauh lebih tinggi. Tingkat suku bunga deposito pun biasanya jauh lebih tinggi ketimbang tabungan.

Sambil berinvestasi, jangan lupa juga lindungi keuanganmu dengan memiliki asuransi terbaik sekarang juga! Cara Menghitung Keuntungan Bunga Deposito Banyak orang yang menyimpan uang di deposito, tapi tak mampu menghitung keuntungan bunga depositonya. Apa kamu salah satunya? Caranya mudah, dan mungkin lebih mudah dari menghitung bunga tabungan. Rumus kalkulator menghitung bunga deposito: Keuntungan bunga deposito = suku bunga deposito x nominal uang yang ditanamkan x hari/365 Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito Pengembalian Deposito = Nominal Investasi + (Bunga deposito – Pajak) Misalnya, deposito BRI 10 maupun 100 juta dapat bunga berapa?

Contoh perhitungan dalam kasus keseharian: Pak Qoco mendepositokan uangnya sebesar Rp100 juta dalam jangka waktu 12 bulan dengan ketentuan bahwa bunga yang ditetapkan adalah 5% serta pajak sebesar 20%. Perhitungannya sebagai berikut: Keuntungan bunga deposito = 5% x Rp100 juta x 360 / 365 = Rp4.931.506,849 Pajak deposito = 20% x Rp4.931.506,849 = Rp986.301,369 Pengembalian Deposito = Rp4.931.506,849–Rp986.301,369 = Rp3.945.205,48 Dari tabel di atas, bila kamu mendepositokan uang sebesar Rp100 juta dengan bunga 5% dalam jangka waktu 12 bulan, keuntungan yang diperoleh adalah Rp3.945.205,48.

Cara lain yang bisa kamu coba untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi deposito adalah dengan membagi dana menjadi beberapa produk deposito dengan jangka waktu yang berbeda. Strategi ini membuatmu mendapatkan keuntungan deposito dengan lebih apa itu deposito dan bebas penalti karena berjangka panjang dan adanya kesempatan untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang tinggi karena dianggap berinvestasi ulang.

Faktor lain yang gak kalah penting dalam menentukan keuntungan deposito adalah faktor inflasi. Bagaimana, sudah tahu kan apa itu deposito bank beserta jenis-jenis yang bisa kamu jadikan pilihan. Masing-masing deposito memiliki karakteristik yang bisa kamu sesuaikan dengan pilihan investasi. Tertarik memperoleh keuntungan apa itu deposito deposito?Pengertian Deposito yang Harus Anda Pahami Mengelola keuangan yang kita miliki saat ini memang memerlukan berbagai pertimbangan apa itu deposito perencanaan yang matang.

Selain mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan saat ini serta perencanaan kedepannya, kita juga perlu menyiasati dana yang kita miliki dari inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya. Hal ini bertujuan agar dana yang kita miliki saat ini tidak hanya aman dan terencana untuk kebutuhan di masa mendatang, tetapi juga aman dari inflasi yang tidak terelakkan. Dengan begitu, kita dituntut untuk menggunakan berbagai cara lain selain menabung, karena jika kita hanya mengandalkan tabungan, suku bunga yang dihasilkan belum mampu menyiasati nilai inflasi yang harus dihadapi.

Baca Juga : Mau Punya Bisnis Kekinian? Ikuti Cara Memulai Bisnis Online Ini Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah dengan menginvestasikan dana yang Anda miliki saat ini ke berbagai instrumen apa itu deposito yang dapat Anda pilih.

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang populer dipilih karena beragam keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan tabungan biasa. Keuntungan yang ditawarkan dari deposito adalah suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan tabungan, serta minimnya risiko yang harus dihadapi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti investasi saham.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mendepositokan dana Anda, sebaiknya Anda mengetahui serta memahami terlebih dahulu segala informasi seputar deposito. Untuk itu, simak artikel ini lebih lanjut untuk menambah pengetahuan serta pemahaman Anda mengenai deposito. Apa itu Deposito? Secara umum, deposito merupakan produk penyimpanan uang yang disediakan oleh bank dengan sistem penyetoran yang dilakukan di awal serta memiliki ketentuan penarikan yang hanya bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan penarikan yang hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh nasabah dan bank.

Walaupun dana yang disetorkan hanya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu, deposito memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan rekening tabungan. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih kompetitif daripada tabungan biasa.

Namun jika Anda memutuskan untuk menarik dana yang telah Anda depositokan sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, beberapa bank memperbolehkan Anda menarik dana deposito Anda namun dikenakan sejumlah penalti atau potongan yang harus Anda tanggung. Jangka Waktu Deposito Deposito memiliki berbagai pilihan jangka waktu simpanan yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.

Umumnya jangka waktu yang ditawarkan adalah mulai dari 1, 3, 6, 12 atau bahkan hingga 24 bulan. Dengan jangka waktu yang Anda pilih, uang yang Anda depositokan akan disimpan dan tidak dapat dicairkan hingga jangka waktu tersebut berakhir. Lalu, pada saat jatuh tempo atau jangka waktu tersebut selesai, Anda akan menerima keseluruhan uang yang telah Anda depositokan beserta bunga yang didapatkan berdasarkan ketetapan bank untuk deposito yang Anda pilih. Baca Juga : Budidaya Ikan Lele Sebagai Bisnis Menggiurkan?

Ikuti 6 Langkah Berikut! Lalu bagaimana jika Anda ingin melanjutkan deposito yang sudah jatuh tempo untuk jangka waktu yang berkelanjutan? Saat ini beberapa bank yang memiliki produk penyimpanan deposito memiliki sistem perpanjangan otomatis atau disebut Automatic Roll Over (ARO) yang dapat Anda pilih.

Dengan sistem otomatis tersebut, ketika deposito Anda sudah jatuh tempo, maka uang yang Anda depositokan akan diperpanjang dengan jangka waktu berikutnya. Hal tersebut akan otomatis terus berlaku hingga Anda memutuskan untuk mencairkan deposito yang Anda miliki. Dengan begitu, uang yang Anda depositokan akan terus terakumulasi secara otomatis. Kemudahan inilah yang menjadikan deposito pilihan populer umumnya di kalangan investor pemula.

Apa Saja Jenis-jenis Deposito? Secara umum, terdapat tiga jenis deposito yang dikenal di Indonesia hingga saat ini. Ketiga jenis deposito tersebut adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, serta deposito on call.

Ketiga jenis deposito tersebut memiliki karakteristik serta ketentuan yang berbeda. Baca Juga : Begini Cara Menghemat Listrik Yang Efektif • Deposito Berjangka Deposito berjangka merupakan jenis deposito dengan jangka waktu tertentu. Penarikan deposito jenis ini hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati antara bank dengan nasabah mulai dari 1 hingga 24 bulan. Deposito berjangka diterbitkan untuk atas nama perorangan maupun lembaga. Nantinya, pihak yang tertera pada bilyet tersebut adalah pihak yang dapat mengambil atau apa itu deposito deposito yang disimpan.

Pencairan bunga deposito berjangka dapat dilakukan secara langsung maupun dikreditkan ke rekening yang nasabah tentukan, tentunya setelah dipotong dengan sejumlah pajak yang harus ditanggung. • Sertifikat Deposito Pada dasarnya apa itu deposito deposito sama seperti jenis deposito berjangka yang memiliki jangka waktu tertentu. Namun, dalam deposito jenis ini, sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang tidak mengacu pada perseorangan maupun lembaga tertentu.

Sehingga Anda dapat memindahtangankan sertifikat deposito jenis ini kepada siapa pun. Dalam pencairan bunganya, pada deposito jenis ini dapat dilakukan di muka, setiap bulan, ataupun saat jatuh tempo. • Deposito On Call Berbeda dengan kedua jenis deposito sebelumnya, deposito on call memiliki jangka waktu yang lebih singkat yaitu minimal 7 hari hingga kurang dari 1 bulan. Namun, minimum jumlah uang yang harus disetorkan pun harus dalam jumlah besar, mulai dari 50 juta Rupiah atau bahkan hingga 100 juta Rupiah tergantung ketetapan dari setiap bank.

Karena setoran minimum yang tinggi serta jangka waktu yang singkat, besaran suku bunga yang didapatkan dapat dihitung berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan bank. Keuntungan Deposito Deposito memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan jika dibandingkan dengan produk tabungan biasa. Apa itu deposito satunya adalah suku bunga deposito yang lebih tinggi dan kompetitif dibandingkan tabungan biasa.

Selain itu, karena dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan, menjadikan deposito pilihan yang relatif aman dan minim risiko. LPS menjamin dana setiap nasabah dengan jumlah hingga 2 miliar Rupiah dengan suku bunga maksimal 7,5% di setiap bank apabila bank tempat Anda menyimpan deposito mengalami kebangkrutan. Namun, pastikan bank tempat Anda mendepositokan uang Anda telah terdaftar dalam LPS agar deposito Anda mendapatkan jaminan tersebut.

Tidak hanya itu, relatif mudahnya syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah untuk mendapatkan deposito menjadikan deposito populer dipilih sebagai cara menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu.

Tips dalam Memilih Deposito Sebelum Anda memutuskan untuk mendepositokan uang Anda, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal dalam menentukan bank yang akan Anda pilih. Salah satu pertimbangan utama dalam memilih bank untuk deposito adalah pastikan reputasi serta kinerja bank tersebut baik dan terpercaya.

Pastikan bank tersebut memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, serta memiliki keuangan yang sehat sehingga deposito yang Anda simpan dapat lebih aman dan minim dari risiko.

Selain itu, pastikan suku bunga yang ditawarkan bank masih dalam batas yang dijamin LPS yaitu paling tinggi sebesar 7,5%. Waspada terhadap bank yang menawarkan suku bunga di atas ketentuan LPS.

Baca Juga : Faktor Pembeda Harga Rumah dan Rata-Rata Harga Rumah Setelah mengetahui dan memahami lanjut mengenai deposito serta tips dalam memilih bank untuk deposito, kini Anda dapat menentukan bank tempat Anda mendepositokan uang Anda. Salah satu bank deposito terpercaya yang terdaftar dan diawasi oleh OJK adalah CIMB Niaga. Produk deposito berjangka CIMB Niaga memiliki berbagai keunggulan mulai dari suku bunga yang menarik, jangka waktu yang fleksibel, tersedianya sistem Automatic Roll Over dan berbagai keunggulan lainnya.

CIMB Niaga memiliki dua jenis deposito berjangka yang dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda, yaitu Deposito Berjangka Personal dan Deposito iB Berjangka yang sesuai dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah dengan beragam keunggulan.

Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai produk deposito CIMB Niaga.
Menu • Produk • Rekening Bisnis UKM • Pinjaman • KoinBisnis • KoinInvoice • KoinGaji • sKor • Pendanaan & Investasi • KoinRobo • KoinGold • Apa itu deposito • Cashback & Promo • Referral Program • Pengembangan • Blog • Media • Events • Ebook • Perusahaan • Tentang Kami • Hubungi Kami • Relationship Manager • Karir • Testimonial • Bantuan Mari Mengenal Depostio Lebih Dekat: Apa Itu Deposito dan Seperti Apa?

– Bagi kebanyakan orang, menabung uang di deposito bank kerap menjadi salah satu hal yang menguntungkan. Bila dilihat dari segi keuntungan, deposito lebih diminati karena mampu memberikan keuntungan yang lebih besar karena bunganya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Selain itu, deposito juga memberikan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan, misalnya, investasi saham.

Meskipun memang, dalam hal investasi dikenal prinsip ‘ high risk high return’, di mana risiko yang lebih tinggi akan apa itu deposito keuntungan yang juga lebih tinggi. Baca Juga: Apa Itu Efek Compounding Dalam Investasi dan Seperti Apa Manfaatnya? Saham, meski memiliki risiko yang relatif tinggi, memang akan menghasilkan bunga keuntungan yang juga lebih tinggi daripada deposito. Namun, deposito juga mampu memberikan keuntungan yang cukup baik bagi mereka yang tidak terlalu ingin ‘bermain dengan risiko’.

Mari mengenal deposito lebih dalam. Daftar Isi • Apa Itu Deposito? • Karakteristik Deposito Sebagai Instrumen yang Memberikan Keuntungan Pada Uang • 1. Nominal Minimal Deposito • 2. Risiko yang Terbilang Rendah • 3. Jenis Deposito yang Beragam • 4. Bunga Keuntungan • 5. Memiliki Rekening di Bank yang Bersangkutan • 6. Batas Maksimal Deposito Apa Itu Deposito? Pada dasarnya, deposito merupakan produk apa itu deposito yang umumnya disediakan oleh bank dengan ketentuan penarikan yang hanya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang sudah disepakati oleh nasabah dan bank.

Berbeda dengan tabungan biasa, uang yang sudah disimpan di deposito tidak bisa ditarik setiap saat karena harus mengikuti tempo waktu yang sudah ditentukan. Hanya saja, bunga yang ditetapkan pada deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Namun, meski bunga keuntungannya memang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, ada nominal minimal yang harus dipenuhi untuk mulai berdeposito. Bunga keuntungan deposito pun pada umumnya akan disesuaikan dengan nominal yang didepositokan. Jadi, bila seorang nasabah mendepositokan uang dengan nominal Rp 10.000.000, akan berbeda bunga keuntungan yang didapat dengan nasabah lain yang mendepositokan uang sebesar Rp 100.000.000.

Baca Juga: Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Apa itu deposito Tolerance Pada dasarnya, semakin besar nominal yang didepositokan maka semakin besar pula bunga keuntungan yang akan didapat. Jangka waktu deposito pun sangat beragam, ada 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan sebagainya. Bunga keuntungan deposito yang ditentukan oleh bank penyelenggara pun beragam, ada yang memberikan 5%, 6%, bahkan ada juga yang menembus angka 7,25%.

Hal tersebut tentu akan disesuaikan dengan nominal uang yang didepositokan. Karakteristik Deposito Sebagai Instrumen yang Memberikan Keuntungan Pada Uang 1.

Nominal Minimal Deposito Berbeda dengan tabungan biasa, bank biasanya menetapkan nominal minimal yang wajib dimiliki untuk mulai mendapatkan deposito.

Bank tertentu ada yang menetapkan minimal Rp 5.000.000, di sisi lain ada juga yang menetapkan Rp 10.000.000. 2. Risiko yang Terbilang Rendah Seperti yang sudah disebutkan, bila kita membandingkannya dengan saham, risiko yang terdapat di deposito bisa dikatakan jauh lebih rendah. Apa itu deposito karakteristik deposito dari segi keamanan sama seperti menabung di bank dan membiarkan nilainya tumbuh berdasarkan bunga yang ditetapkan, oleh karena itu risikonya bisa dibilang jauh lebih rendah.

3. Jenis Deposito yang Beragam Deposito pun memiliki beragam jenis. Jenis-jenis deposito antara lain: • Deposito Berjangka : jenis deposito yang paling sering digunakan, dan hanya bisa ditarik setelah tanggal jatuh tempo yang sudah pernah ditetapkan. • Sertifikat Deposito : deposito jenis ini juga ditetapkan berdasarkan jangka waktu antara 3, 6, hingga 12 bulan, hanya saja disertai dengan sertifikat.

Sertifikat tersebut bisa digunakan untuk dijual/dipindahtangankan kepada piihak lain • Deposito On Call : berbeda dengan jenis deposito yang lain, deposito ini umumnya jauh lebih singkat jangka waktunya yakni tujuh hari hingga kurang dan paling lama tidak sampai sebulan. 4. Bunga Keuntungan Sebelumnya sudah disebutkan bahwa bunga keuntungan deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, jadi dengan berdeposito Anda berpeluang untuk menambahkan nilai uang Anda dengan tingkat yang signifikan ketimbang hanya menabung biasa saja.

Suku bunga yang ditetapkan pada deposito pada umumnya harus sesuai dengan kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang berlaku. 5. Memiliki Rekening di Bank yang Bersangkutan Pada dasarnya, nasabah harus memiliki rekening di bank yang digunakan untuk berdeposito. Bila belum memilikinya, nasabah wajib membuka rekening di bank tersebut. 6. Batas Maksimal Deposito Batas maksimal deposito yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah sebesar Rp 2 miliar.

Itulah sedikit penjelasan mengenai deposito. Daya apa itu deposito terhadap deposito biasanya didasarkan pada tujuan keuangan.

Baca Juga: Investor Aktif vs Investor Pasif: Investor Tipe Manakah Anda? Bila bunga keuntungan deposito dianggap cukup untuk memenuhi tujuan keuangan, maka deposito tentu menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai uang yang ada saat ini. Tentu didukung pula oleh tingkat risiko yang rendah. Sebagai Super Financial App, KoinWorks menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang ingin melakukan kegiatan finansial, baik dalam layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau produk finansial lainnya.

Melalui blog ini kami ingin memberikan tips jitu untuk mengembangkan keuangan pribadi dan bisnismu. Menu • Produk • Rekening Bisnis UKM • Investasi & Pendanaan • KoinP2P • KoinRobo • KoinGold • KoinBond • Pinjaman • KoinGaji • KoinPintar • Rewards • Cashback & Promo • Referral Program • Pengembangan • Blog • Media • Events • Ebook • Perusahaan • Tentang Kami • Hubungi Kami • Konsultan KoinWorks • Karir • Testimonial • Bantuan
Deposito adalah uang yang disimpan dalam rekening.

apa itu deposito

{INSERTKEYS} [1] Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu yang mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. Penalti adalah cara yang dilakukan pihak Bank untuk menghindari risiko jika para nasabahnya tidak sabaran untuk segera mencarikan dana yang diinvestasikan dalam bentuk deposito.

[2] Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). [3] Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.

Salah satu alasan Daftar isi • 1 Jenis-jenis • 2 Manfaat • 3 Risiko • 4 Ketentuan pajak • 5 Referensi • 6 Lihat pula Jenis-jenis [ sunting - sunting sumber ] Deposito ada 3 macam jenis, yaitu Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito dan Deposito On-Call.

[4] Berikut penjelasannya • Deposito Berjangka, yaitu deposito yang umum dikenal masyarakat, Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu.

Deposito berjangka diterbitkan bisa dengan atas nama perorangan maupun lembaga. Uang yang disimpan hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya. [5] • Sertifikat Deposito, diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat.

Sertifikat tersebut tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu, sehingga dapat dipindahtangankan dan sangat mungkin untuk diperjualbelikan. • Deposito On Call, yaitu tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat, minimal 7 hari dan paling lama hanya kurang dari 1 bulan. Deposito ini dikhususkan dalam jumlah yang besar.

Manfaat [ sunting - sunting sumber ] Deposito memiliki beberapa keuntungan atau manfaat, diantaranya adalah: [6] • Memiliki Jangka waktu yang lebih fleksibel • Tabungan relatif aman karena dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) • Memiliki risiko rendah dan bunga yang menarik • Cara investasi yang paling mudah • Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit • Dapat diperpanjang secara otomatis Risiko [ sunting - sunting sumber ] Deposito memiliki risiko risiko yang mungkin terjadi, antara lain: • Bunga relatif lebih kecil dibandingkan investasi sektor rill • Uang tertahan di bank sampai jatuh tempo • Pajak bunga deposito cukup besar • Biaya administrasi Ketentuan pajak [ sunting - sunting sumber ] Deposito merupakan objek pajak, sehingga bunga yang akan anda terima terlebih dahulu dipotong pajak.

Pajak yang dikenakan pada deposito sebesar 20% bila nilai deposito lebih dari Rp7.500.000 untuk deposito yang kurang dari Rp7.500.000 tidak dikenakan pajak. Pajak tersebut akan mengurangi nilai suku bunga yang didapatkan oleh nasabah. Pajak bunga deposito tersebut berdasarkan peraturan direktorat jenderal pajak yaitu: • PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI • KMK-51/kmk.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI • SE-01/PJ.43/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PP 131 Tahun 2000.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Arti kata deposito - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id . Diakses tanggal 2020-10-08. • ^ Liputan6.com (2018-01-03). "Jangan Cairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo, Ini Risikonya". liputan6.com . Diakses tanggal 2020-10-08. • ^ Media, Kompas Cyber. "3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis". KOMPAS.com . Diakses tanggal 2020-10-08.

• ^ "Cara Buka Deposito Secara Online di Maybank". tirto.id . Diakses tanggal 2020-10-08. • ^ "Mau menabung? {/INSERTKEYS}

apa itu deposito

Kenali dahulu jenis dan keuntungan deposito Halaman 2". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-08. • ^ "5 Manfaat Deposito yang Penting Diketahui". Republika Online. 2017-01-02. Diakses tanggal 2020-10-24.

Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Daftar topik akuntansi • Halaman ini terakhir diubah pada 17 Juni 2021, pukul 09.24. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •




2022 www.videocon.com