Apa itu penyakit alopecia areata

apa itu penyakit alopecia areata

Alopecia areata adalah kebotakan atau kerontokan rambut yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

apa itu penyakit alopecia areata

Pada alopecia ar e ata, sistem imun menyerang dan merusak folikel rambut, sehingga menyebabkan kerontokan dan kebotakan. Kulit kepala botak dengan bentuk pitak adalah salah satu tanda dari kondisi ini. Alopecia areata bisa diderita oleh laki-laki atau perempuan. Umumnya, alopecia areata terjadi sebelum penderitanya berusia 30 tahun. Kondisi ini paling sering memengaruhi rambut yang ada di kulit kepala.

Saat mengalami alopecia areata, folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut, menjadi mengecil lalu berhenti memproduksi rambut.

apa itu penyakit alopecia areata

Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya kerontokan dan kebotakan. Kondisi ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba. Penyebab Alopecia Areata Alopecia areata disebabkan oleh sistem imun yang menyerang folikel rambut ( penyakit autoimun). Kondisi ini menyebabkan keluarnya sitokin proinflamasi dan kemokin. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terhentinya produksi rambut. Akibatnya, rambut menjadi rontok dan akhirnya menjadi botak.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti mengapa sistem imun menyerang dan merusak folikel rambut. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi virus, trauma, perubahan hormon, serta stres fisik atau psikis. Faktor risiko alopecia areata Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, ada beberapa faktor dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena alopecia areata, yaitu: • Memiliki orang tua atau keluarga dekat yang menderita alopecia areata atau penyakit autoimun lain • Menderita gangguan kromosom, seperti D own syndrome • Menderita kekurangan vitamin D, asma, dermatitis atopik, SLE ( systemic lupus erythematosus), vitiligo, atau penyakit tiroid, seperti penyakit Hashimoto dan penyakit graves Gejala Alopecia Areata Alopecia areata dapat terjadi di segala usia.

Namun, lebih sering terjadi ketika penderitanya berusia kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda. Kondisi ini dapat membuat kebotakan atau kerontokan rambut di beberapa bagian tubuh, seperti di kulit kepala, alis, bulu mata, bulu hidung, ketiak, kemaluan, kumis, atau janggut.

Saat seseorang mengalami alopecia areata, tanda utama yang ditemukan adalah kerontokan atau kebotakan yang tidak disertai rasa sakit. Seperti kondisi penyakit autoimun lain, kebotakan dan kerontokan yang dialami oleh penderita alopecia areata bisa bersifat kambuhan atau flare.

Selain itu, ada beberapa tanda lain yang bisa terjadi saat seseorang mengalami alopecia areata, yaitu: • Kebotakan berpola bulat atau seperti pitak yang muncul di satu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut • Kebotakan terjadi pada bagian bawah, samping, atau melingkari belakang kepala ( ophiasis alopecia) • Rambut yang tumbuh kembali umumnya memiliki tipe yang berbeda dengan rambut sebelumnya, misalnya dari yang sebelumnya lurus kemudian setelah botak, rambut yang tumbuh menjadi keriting Selain menyebabkan terbentuknya botak pitak pada kulit kepala, alopecia juga memiliki tipe lain, yaitu jika kebotakan terjadi satu area secara menyeluruh, maka kondisi ini disebut juga alopecia areata totalis.

Sedangkan jika terjadi apa itu penyakit alopecia areata semua area tubuh yang berambut, maka kondisinya disebut alopecia areata universalis.

Umumnya, rambut yang rontok pada penderita alopecia areata bisa tumbuh kembali dengan sendirinya. Namun, pada sebagian penderita alopecia areata, kebotakan bisa menjadi permanen. Ini berarti rambut tidak tumbuh kembali. Kuku penderita alopecia areata juga sering mengalami perubahan, antara lain kuku tampak kemerahan, berlekuk, atau menjadi terasa kasar dan tipis, sehingga mudah terbelah.

Kapan harus ke dokter Lakukanlah pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami kebotakan atau kerontokan rambut yang tidak biasa. Deteksi dini dapat membantu Anda mengetahui penyebab kerontokan rambut yang dialami, sehingga bisa dilakukan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan kondisi yang Anda alami. Diagnosis Alopecia Areata Untuk mendiagnosis alopecia areata, dokter akan menanyakan keluhan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter akan memeriksa kuku dan area tubuh pasien yang normalnya berambut. Untuk menguatkan apa itu penyakit alopecia areata dan memastikan penyebab kerontokan rambut, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti: Biopsi kulit kepala Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari kulit kepala untuk diperiksa dengan bantuan mikroskop. Biopsi dilakukan untuk mendeteksi ketidaknormalan sel dan jaringan pada kulit kepala dan memastikan penyebab kerontokan atau kebotakan yang dialami.

Tes darah Tes ini dilakukan jika dicurigai pasien menderita penyakit autoimun atau penyakit lain yang bisa menyebabkan kebotakan dan kerontokan rambut.

Beberapa hal yang akan dinilai dan dideteksi saat dilakukan tes darah adalah: • Antinuclear antibody (ANA) • C-reactive protein • Sedimentasi eritrosit • Zat besi • Hormon tiroid • Testosterone • Follicle stimulating hormone (FSH) • Luteinizing hormone (LH) Pengobatan Alopecia Areata Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan alopecia areata.

Namun, penanganan akan dilakukan untuk meredakan keluhan, mencegah kambuhnya keluhan, serta membantu penderita beradaptasi dan menerima kondisinya. Obat-obatan Pada beberapa kasus, rambut yang rontok dan kebotakan yang dialami penderita alopecia areata bisa pulih dengan sendirinya. Dokter mungkin akan memberikan obat untuk merangsang pertumbuhan rambut. Obat-obatan yang mungkin akan diberikan adalah: • Minoxidil Obat ini digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

Bentuk sediaan minoxidil yang biasa digunakan untuk mengatasi kebotakan akibat alopecia areata adalah topikal atau oles.

Pertumbuhan rambut baru dapat dilihat tiga bulan setelah pemakaian obat ini. • Kortikosteroid Obat golongan kortikosteroid digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini tersedia dalam bentuk obat suntik, oles, dan tablet.

Obat suntik biasanya diberikan bagi pasien dewasa, sementara obat oles biasanya diberikan bagi pasien anak-anak. Sedangkan, kortikosteroid tablet dikonsumsi oleh penderita kebotakan yang luas.

• Anthralin Obat ini digunakan untuk mengobati kulit kepala yang mengalami kebotakan. Apa itu penyakit alopecia areata dioleskan dan didiamkan sesuai anjuran dokter, anthralin harus dicuci sampai bersih agar kulit tidak mengalami iritasi.

• Diphencyprone (DPCP) Diphencyprone adalah obat yang digunakan untuk mengalihkan sistem imun agar tidak menyerang folikel rambut. Obat ini dioleskan pada area kulit yang botal.

apa itu penyakit alopecia areata

Salah satu tanda mulai bekerjanya obat ini adalah dengan munculnya dermatitis kontak. Penanganan mandiri Walaupun tidak berbahaya terkadang alopecia areata dapat mengakibatkan ketidaknyamanan akibat kebotakan yang dialami.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaknyaman yang dirasakan: • Menggunakan rambut palsu, topi, dan mengoleskan krim tabir surya pada bagian yang botak, untuk melindungi kulit dari sinar matahari • Mencukur rambut kepala, kumis, atau jenggot agar kebotakan terlihat merata • Menggunaan kacamata atau bulu mata palsu, untuk melindungi mata dari debu jika menderita kebotakan apa itu penyakit alopecia areata alis dan bulu mata Konseling dan dukungan pendukung Untuk mengatasi gangguan emosional dan meningkatkan rasa percaya diri, penderita alopecia areata dapat menjalani konseling bersama psikolog.

Selain itu, penderita dapat bergabung dalam kelompok penderita alopecia areata, untuk berbagi pengalaman dan mengurangi stres. Komplikasi Alopecia Areata Alopecia areata tidak menyebabkan komplikasi yang bisa membahayakan penderitanya.

Selain itu alopecia areata juga tidak menular. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa terjadi saat seseorang mengalami alopecia areata, yaitu: • Kebotakan permanen pada 10% penderitanya • Gangguan emosional yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan depresi Selain itu, alopecia areata sering dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit akibat gangguan sistem imun yang lain, seperti asma, vitiligo, SLE, atau dermatitis atopik.

Pencegahan Alopecia Areata Alopecia areata sulit untuk dicegah karena belum diketahui penyebab pastinya. Namun, menghilangkan stres diyakini dapat membantu dalam mencegah terjadinya alopecia areata.

Beberapa cara di bawah ini dapat Anda lakukan untuk meredakan stres: • Melakukan latihan pernapasan atau melakukan meditasi • Mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein, misalnya kopi • Mendengarkan musik yang menenangkan • Melakukan hal atau hobi yang menyenangkan, misalnya menonton film lucu • Menyediakan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga dan teman atau bermain dengan binatang peliharaan Alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan rambut rontok dan seringkali berbentuk bentuk pola kecil yang mungkin tidak terlalu terlihat.

Namun, pola kecil ini mungkin terhubung, dan kemudian menjadi semakin besar, sehingga membuat Anda sadar. Kondisi ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga apa itu penyakit alopecia areata kerontokan rambut. Kerontokan rambut secara tiba-tiba dapat terjadi pada kulit kepala dan dalam beberapa kasus juga terjadi pada alis, bulu mata, dan wajah, serta bagian tubuh lainnya.

apa itu penyakit alopecia areata

Hal ini juga dapat berkembang perlahan dan berulang setelah bertahun-tahun lamanya. Banyaknya kerontokan rambut yang disebabkan oleh alopecia areata ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenisnya.

Beberapa jenis alopecia areata adalah: • Alopecia universalis Alopecia areata jenis ini merupakan jenis yang lebih parah, yaitu kerontokan rambut yang tidak hanya terjadi pada seluruh bagian kepala, melainkan juga terjadi pada seluruh bagian wajah (termasuk alis dan bulu mata), serta pada seluruh bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut.

Saat ini tidak ada obat untuk alopecia areata. Namun, ada cara untuk mengobati, agar rambut tumbuh kembali lebih cepat dan dapat mencegah mengalami kebotakan rambut di masa mendatang.

• Muncul pola botak kecil di kulit kepala atau bagian lain di tubuh • Pola kecil akibat kerontokan mungkin menjadi lebih besar dan berkembang menjadi kebotakan • Rambut tumbuh kembali di satu tempat dan rontok di tempat lain • Kehilangan banyak rambut dalam waktu singkat • Banyak rambut rontok dalam cuaca dingin • Kuku jari tangan dan kaki menjadi merah, rapuh, dan berlubang Penyebab utama alopecia areata adalah sistem kekebalan tubuh (autoimun) yang menyerang sel-sel (folikel).

Folikel rambut adalah struktur penyusun pertumbuhan rambut. Ketika folikel di serang, maka folikel menjadi lebih kecil dan berhenti memproduksi rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.

Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata tersebut belum diketahui. Faktor risiko alopecia areata Beberapa faktor risiko alopecia areata meliputi: • Memperhatikan baik-baik area di mana Anda mengalami kerontokan rambut • Menarik dengan lembut rambut di tepi botak untuk melihat apakah rambut mudah dicabut • Memeriksa setiap rambut dan folikel untuk melihat apakah bentuknya tidak normal • Memeriksa kuku Biopsi Dokter Anda mungkin juga melakukan biopsi kulit kepala untuk mencari tahu penyebab lain yang menyebabkan kerontokan rambut, termasuk infeksi jamur seperti tinea kapitis.

Selama biopsi kulit kepala, dokter akan mengangkat sepotong kecil kulit di kulit kepala Anda untuk dianalisis. Tes darah Salah satu tes yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis alopecia areata adalah tes darah.

Tes darah dilakukan dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit autoimun yang Anda derita. Jika Anda menderita autoimun, tes darah akan menunjukkan adanya hasil antibodi yang tidak normal. • Kortikosteroid Obat-obatan kortikosteroid merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun.

Penggunaan kortikosteroid pada kasus alopecia areata dapat berupa suntikan (injeksi) yang diberikan oleh dokter pada area atau bagian yang mengalami kerontokan rambut. Selain itu obat kortikosteroid dalam bentuk krim, lotion, ataupun ointment yang dapat dioleskan pada bagian kulit yang mengalami kerontokan rambut serta bentuk tablet yang dapat dikonsumsi oleh para penderita alopecia areata.

• Imunoterapi topikal Imunoterapi topikal adalah teknik di mana bahan kimia seperti diphencyprone diterapkan pada kulit untuk memicu ruam alergi. Ruam yang menyerupai pohon ek beracun, dapat menyebabkan pertumbuhan rambut baru dalam waktu enam bulan, tetapi Anda harus melanjutkan perawatan untuk mempertahankan pertumbuhannya kembali.

Perawatan di rumah Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah untuk mengurangi kerontokan, misalnya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini: • Kenakan wig, topi, atau syal, guna menutupi kerontokan rambut Anda dan akan melindungi kepala Anda dari sinar matahari. • Mengurangi stres. Stres juga kadang bisa memicu alopecia areata, meskipun hal ini belum terbukti secara ilmiah.

Komplikasi alopecia areata Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi alopecia areata: • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan. • Catat riwayat penyakit apa itu penyakit alopecia areata pernah dan sedang Anda alami.

Demikian pula dengan riwayat medis keluarga. • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi. • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

• Apa saja gejala yang Anda rasakan? • Kapan gejala pertama kali Anda alami? • Apa itu penyakit alopecia areata Anda memiliki faktor risiko terkait alopecia areata?

• Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu? • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba? Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang.

Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis alopecia areata agar penanganan yang tepat bisa diberikan. AAD. https://www.aad.org/public/diseases/hair-and-scalp-problems/alopecia-areata Diakses pada 13 Desember 2018 Healthline.

apa itu penyakit alopecia areata

https://www.healthline.com/health/alopecia-areata Diakses pada 13 Desember 2018 NAAF. https://www.naaf.org/alopecia-areata/types-of-alopecia-areata Diakses pada 13 Desember 2018 WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/alopecia-areata#1 Diakses pada 13 Desember 2018
Alopecia areata (AA) adalah kondisi autoimun kompleks yang menyebabkan rambut rontok nonscarring. Alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan dapat disebabkan oleh stres berat.

Gejala utamanya adalah rambut rontok. Pengobatan dapat mengatasi kondisi yang mendasarinya dan termasuk obat kulit kepala topikal.

Diagnosis ini biasanya klinis dan dapat dibantu oleh temuan seperti tes tarik apa itu penyakit alopecia areata positif atau trikoskopi.

Pada trikoskopi, penyakit aktif ditandai dengan titik-titik kuning, titik-titik hitam, “tanda seru” atau rambut meruncing, dan rambut patah.

Rambut Vellus pada lesi adalah penanda lain dari AA dan mungkin menunjukkan penyakit terlambat atau tidak aktif. Biopsi dapat diambil dalam kasus yang tidak pasti.

Source : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ Histopatologi penyakit akan bervariasi per tahap penyakit. Pada tahap akut dan subakut, ada infiltrat limfositik peribulbar dalam pola “segerombolan lebah” yang terdiri dari cd4 + dan CD8 + T-sel di sekitar folikel anagen. Selain itu, ada pergeseran dari tahap pertumbuhan rambut catagen ke fase telogen (fase istirahat), dengan miniaturisasi folikel. Edema, mikrovesiculation, apoptosis, makrofag, dan sel-sel raksasa benda asing dapat dilihat di sekitar folikel rambut.

Pada tahap kronis, peradangan mungkin atau mungkin tidak sembuh, tetapi jumlah rambut katagen atau telogen meningkat, dan ada inkontinensia pigmen. Pada tahap pemulihan, ada peradangan minimal dan jumlah rambut anagen (rambut yang tumbuh aktif) meningkat. Baca Juga : Kemunculan Hepatitis Misterius?

Ini Dia Penjelasannya Studi observasional menunjukkan korelasi tinggi (10% -42%) antara AA dan riwayat keluarga. Studi asosiasi genom-lebar telah mengidentifikasi banyak polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) yang terkait dengan AA. Dalam meta-analisis baru-baru ini, antigen leukosit manusia-DR (HLA-DR) pada kromosom 6 tampaknya menjadi faktor risiko terbesar untuk AA.

Gen HLA kelas II ini sangat terkait dengan cd4 + dan CD8 + T-sel, yang merupakan sel efektor penting dalam AA. Selain itu, penelitian ini melibatkan protein seperti BCL2 11, juga dikenal sebagai BIM, yang membantu mengatur autophagy dalam patogenesis penyakit. Gen yang dikodekan untuk ligan D reseptor sel pembunuh alami dan efektor hilir jalur JAK juga mempengaruhi kerentanan AA. Jalur lain yang terlibat termasuk sel T-regulatory (Tregs), autophagy, dan apoptosis, meskipun informasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan mekanisme yang tepat.

Faktor Lingkungan Ternyata Juga Mempengaruhi Faktor lingkungan kemungkinan memperburuk atau menginduksi AA. Stres adalah penyebab AA yang sering dikutip, tetapi literatur dari studi manusia tidak meyakinkan. Namun, dalam model tikus, aktivitas sumbu adrenal hipofisis hipotalamus pusat dan perifer lebih tinggi dibandingkan dengan tikus normal.

Hormon adrenokortikotropik yang meningkat, kortikosteron, dan estradiol berkorelasi dengan peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi di kulit, menunjukkan peran potensial stres psikologis dan fisiologis untuk menyebabkan AA.

Potensi stresor lingkungan lainnya yang mungkin terlibat dalam AA termasuk infeksi, vaksinasi, fluktuasi hormon, dan diet, meskipun dampak pastinya tidak diketahui. Dalam model tikus, produk kedelai telah dikaitkan dengan AA, dan ada studi baru yang menekankan apa itu penyakit alopecia areata antara tingkat AA dan Vitamin A dan D. Ada kemungkinan bahwa beberapa faktor lingkungan mempengaruhi perjalanan penyakit.

Zona Hak Istimewa Imun Penderita Dalam folikel rambut normal, ada zona hak istimewa kekebalan karena downregulasi molekul makroglobulin MHC I dan β2, produksi molekul imunosupresan seperti hormon perangsang α-melanosit dan mengubah faktor pertumbuhan-β (TNF-β) dan penurunan aktivitas sel antigen-presenting. Namun, dihipotesiskan bahwa ada runtuhnya zona hak istimewa kekebalan ini di AA dari autoantigen yang tidak diketahui.

Interferon-γ (IFN-γ) dan interleukin (IL) -2 kemudian dapat menginduksi infiltrasi CD8 +, CD4 +, dan sel-sel inflamasi lainnya ke dalam zona hak istimewa kekebalan tubuh. Semua perubahan ini diterjemahkan dalam peradangan folikel rambut dan dapat mengakibatkan rambut rontok.

Perawatan yang Bisa Dilakukan • Kortikosteroid topikal : Mekanisme yang mendasari penggunaan kortikosteroid topikal adalah penahanan peradangan dan mempercepat pemulihan folikel rambut yang rusak. Hasil bervariasi, tetapi sekitar 57% pasien menunjukkan pertumbuhan kembali rambut yang lengkap selama perawatan.

Kortikosteroid intralesional menunjukkan hasil yang sedikit lebih baik, dengan 63% menunjukkan pertumbuhan kembali rambut lengkap dalam waktu 4 apa itu penyakit alopecia areata dalam satu penelitian. Efek samping utama adalah peningkatan risiko atrofi kulit di tempat pengobatan. Kortikosteroid sistemik digunakan dalam kasus refraktori, dengan satu studi menunjukkan bahwa 62% pasien memiliki pertumbuhan kembali rambut penuh.

apa itu penyakit alopecia areata

Namun, terapi ini dapat dikaitkan dengan efek samping. Tingkat kekambuhan di AA tinggi terlepas dari terapi, dan dengan kortikosteroid bervariasi antara 33% dan 75%. • Immunitherapy : Squaric acid dibutylester dan diphencyclopropenone adalah agen imunoterapi yang digunakan sebagai perawatan lini kedua untuk AA. Mekanisme yang didalilkan adalah induksi kompetisi antigenik yang mengalihkan perhatian sel-T CD4 + dari menyerang folikel rambut.

Urtikaria, dermatitis, melepuh, dan depigmentasi adalah efek samping yang umum. Tingkat respons bervariasi dari 9% hingga 87%, tetapi satu studi menunjukkan bahwa 20% -30% pasien mendapatkan respons yang cukup untuk menghindari kebutuhan akan sepotong rambut. Apa itu penyakit alopecia areata lain yang kurang umum digunakan termasuk minoxidil topikal, ditambah radiasi ultraviolet A atau laser eksisi, dan imunomodulator sistemik. Daftar Referensi Darwin, E., Hirt, P.

A., Fertig, R., Doliner, B., Delcanto, G., & Jimenez, J. J. (2018). Alopecia Areata: Review of Epidemiology, Clinical Features, Pathogenesis, and New Treatment Options.

International journal of trichology, 10(2), 51–60. https://doi.org/10.4103/ijt.ijt_99_17 https://www.alodokter.com/author/karyanti. (2017, December 11). Alopecia Areata. Alodokter; Alodokter. https://www.alodokter.com/alopecia-areata Alopecia areata apa itu alopecia areata mengenal alopecia areata https://youtu.be/X-RaSphVT1A Kategori • Anestesiologi • Askep • Berita • Download • Materi MPA • Materi MPE • Sertifikat MPA • Sertifikat MPE • Edukasi • Ilmu Bedah • Info Terkini • Inspirasi • Jurnal • Keperawatan • Kesehatan • konsep baru • Loker • Nakes • Perawat • Media Perawat Akademi • Media Perawat Event • Media Perawat Peduli • Opini • PPNI • Seputar Tutorial • Teori & Konsep • Zoominar Mei 2022 S S R K J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 « Apr Arsip Arsip Views • Bantuan Hidup Dasar (BHD) Dan Kegawatdaruratan - 1.642 views • Begini Cara menghitung dosis obat untuk bayi dan anak secara cepat apa itu penyakit alopecia areata tepat - 74.980 views • Acuan Perhitungan Kecepatan Obat Untuk Terapi Titrasi dan Berbagai Hal yang Perlu diperhatikan - 68.408 views • Dokumentasi Keperawatan (Cara Penulisan SOAP/ SOAPIER) - 60.979 views • Ini Dia Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancara Kerja Perawat - 50.748 views • Mengenal Initial Assessment Dalam Keperawatan Gawat Darurat - 48.964 views • Teori 14 (Kebutuhan Dasar Manusia – Virginia Henderson) - 32.867 views • Teori Dan Model Keperawatan Jean Watson - 32.601 views • Macam Metode Asuhan Perawatan - 30.377 views • Perbedaan Pendidikan Perawat D3, D4, S1, dan Profesi Ners - 29.006 views • Teori Keperawatan Sister Calista Roy - 26.873 views • • • • • • Copyright 2018 - 2022 PT.

Hadaika Media Utama. All rights reserved. • Asuhan Keperawatan • Download • Download Materi MPA • Download Materi MPE • Download Sertifikat MPA • Download Sertifikat MPE • Join Penulis • Media Loker Perawat • Media Loker Tenaga Kesehatan • Media Perawat Akademi • Media Perawat Event • Media Perawat Peduli • Medicamp Nursing • Recrutment Nakes • STR Online • Tentang Kami • Unit Program KOMPAS.com - Keluhan rambut rontok kerap menjadi kondisi kurang menyenangkan yang dialami oleh banyak orang.

Selain mengurangi rasa percaya diri, rambut rontok juga dapat memengaruhi kulit kepala dan menyebabkan kebotakan. Salah satu penyebab dari kerontokan rambut atau kebotakan adalah alopecia areata, yakni gangguan autoimun yang menyerang folikel rambut tubuh.

Baca juga: Mengapa Pria Rentan Alami Kebotakan?

apa itu penyakit alopecia areata

Alopecia areata terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut dan kebotakan. Kerontokan rambut akibat alopecia areata kerap membentuk pola kecil yang mungkin tidak terlalu terlihat.

Meskipun demikian, pola kecil ini mungkin saling terhubung dan kemudian menjadi semakin besar hingga penderita menyadarinya. Tidak hanya menyebabkan kerontokan rambut pada kulit kepala, alopecia areata juga dapat terjadi pada alis, bulu mata, wajah, serta bagian tubuh lainnya. Kondisi tersebut juga dapat berkembang secara bertahap dan berulang setelah bertahun-tahun lamanya. Jenis Terdapat beberapa jenis alopecia areata, di antaranya: • Alopecia areata ( patchy) Merupakan alopecia areata dengan pola kerontokan rambut menyerupai koin, seperti bulat atau oval, dan sering terjadi pada kulit kepala, alis, dan bulu mata • Alopecia totalis Merupakan kerontokan rambut yang terjadi pada seluruh bagian kepala yang mengakibatkan penderita mengalami kebotakan pada seluruh bagian kepala • Alopecia universalis Merupakan kerontokan rambut yang terjadi pada seluruh bagian tubuh yang ditumbuhi rambut.

Baca juga: Kebotakan Alopecia areata tidak menular dan dapat menyerang siapa pun. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa sebelum berusia 30 tahun.

Selain kerontokan rambut, beberapa penderita alopecia areata juga memiliki kelainan pada kuku tangan dan kaki, misalnya lubang-lubang kecil pada permukaan kuku. Alopecia areata bukanlah penyakit yang menyakitkan atau menyebabkan penderitanya sulit bergerak.

Namun, kondisi ini menyebabkan perubahan pada penampilan seseorang yang dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri. Selain itu, alopecia areata juga dapat menyebabkan depresi, gangguan kecemasan, atau masalah emosional lainnya hingga memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Gejala Dikutip dari WebMD, berikut beberapa gejala utama alopecia areata: • Muncul bercak atau pola botak kecil pada kulit kepala atau bagian tubuh tubuh lainnya • Bercak atau pola kecil akibat kerontokan mungkin menjadi lebih besar dan berkembang menjadi kebotakan • Rambut tumbuh kembali di satu tempat tetapi diikuti kerontokan pada apa itu penyakit alopecia areata lain • Kehilangan banyak rambut dalam waktu singkat • Rambut mengalami kerontokan yang lebih banyak ketika cuaca dingin • Kuku jari tangan dan kaki menjadi merah, rapuh, dan berlubang.

Penyebab Merangkum situs Healthline dan DermNet NZ, alopecia areata disebabkan oleh gangguan autoimun. Sistem kekebalan tubuh apa itu penyakit alopecia areata keliru menyerang folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut. Baca juga: 7 Penyebab Rambut Rontok pada Pria dan Cara Mengatasinya Kondisi ini memicu keluarnya sitokin proinflamasi dan kemokin yang mengakibatkan folikel mengecil dan berhenti memproduksi rambut sehingga terjadi kerontokan dan kebotakan.

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sistem imun menyerang dan merusak folikel rambut. Namun, beberapa kondisi berikut diduga menjadi penyebab alopecia areata: • Infeksi virus • Trauma • Perubahan hormon • Stres emosional (psikis) atau fisik. Faktor risiko Menurut American Academy of Dermatology, meskipun alopecia areata dapat menyerang siapa pun, tetapi beberapa kondisi berikut meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini: • Memiliki orang tua atau kerabat dekat yang menderita alopecia areata • Menderita penyakit berikut: • • Asma • Dermatitis (eksim) atopik • Penyakit tiroid • Vitiligo • Sindrom Down atau Down syndrome • Menjalani pengobatan kanker dengan mengonsumsi obat nivolumab pada metode imunoterapi.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Rambut Rontok secara Alami, Obat, dan Perawatan Diagnosis Dilansir dari situs Healthline, diagnosis alopecia areata diawali dengan pemeriksaan fisik kerontokan rambut. Dokter mungkin akan memeriksa beberapa helai rambut menggunakan mikroskop. Beberapa pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan guna memastikan diagnosis, seperti: • Biopsi Dokter mungkin juga melakukan biopsi kulit kepala guna mendeteksi kondisi lain yang menyebabkan kerontokan rambut, termasuk tinea kapitis.

Selama biopsi kulit kepala, dokter akan mengambil sebagian kecil kulit apa itu penyakit alopecia areata pasien untuk dianalisis. • Tes darah Tes darah dilakukan untuk mendeteksi penyakit autoimun. Apabila pasien memiliki gangguan autoimun maka tes darah akan menunjukkan hasil antibodi yang abnormal.

Beberapa hal yang akan diukur dan dideteksi dengan tes darah, meliputi: • C-reactive protein • Erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau tes laju endap darah, untuk mengukur seberapa cepat eritrosit menggumpal • Kadar zat besi • Antinuclear antibody (ANA) • Hormon tiroid • Kadar testosteron total dan bebas • Follicle stimulating hormone (FSH) • Luteinizing hormone (LH) • hormon perangsang folikel dan luteinizing.

Baca juga: Rambut Rontok Perawatan Merangkum dari Medical News Today dan American Academy of Dermatology, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan alopecia areata. Penanganan alopecia areata bertujuan apa itu penyakit alopecia areata mempercepat pertumbuhan rambut dan membantu penderita menerima kondisinya. Beberapa penanganan yang dapat diberikan, meliputi: Obat-obatan Pada sebagian kasus, kerontokan rambut dan kebotakan akibat alopecia areata dapat tumbuh kembali dengan sendirinya.

Meskipun demikian, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan yang dapat merangsang pertumbuhan rambut, seperti: • Kortikosteroid Digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan menekan sistem kekebalan tubuh yang tersedia dalam bentuk suntikan, oles, atau tablet. Suntikan kortikosteroid biasanya diberikan pada pasien dewasa setiap 4 hingga 8 minggu sekali yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sementara bagi pasien anak-anak, dokter akan meresepkan kortikosteroid dalam bentuk obat oles untuk dioleskan pada area yang mengalami kebotakan. Sedangkan, kortikosteroid tablet akan diresepkan bagi penderita alopecia areata dengan area kebotakan yang luas. Baca juga: Stres Bisa Memicu Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya • Minoksidil Merupakan obat yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mengatasi kebotakan.

Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada area tubuh yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan, seperti kulit kepala, janggut, dan alis. Minoksidil dapat membantu mempertahankan pertumbuhan rambut setelah pasien berhenti menggunakan kortikosteroid.

Obat ini juga memiliki efek samping yang cukup kecil sehingga aman jika diberikan pada pasien anak-anak. • Anthralin Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada area kebotakan dan didiamkan sesuai anjuran dokter, lalu bilas hingga bersih. Anthralin mengatasi kebotakan dengan mengiritasi kulit untuk memicu pertumbuhan kembali rambut. • Imunoterapi topikal Imunoterapi topikal bertujuan untuk mengubah sistem imun sehingga berhenti menyerang folikel rambut. Prosedur ini menggunakan bahan kimia yang dioleskan pada area kebotakan untuk memicu reaksi berupa ruam.

Ruam tersebut dapat memicu pertumbuhan rambut baru dalam waktu enam bulan. Namun, pasien harus tetap menjalani perawatan ini guna mempertahankan pertumbuhan rambut. Baca juga: Masturbasi Penyebab Rambut Rontok, Mitos atau Fakta? Perawatan mandiri Terdapat beberapa perawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerontokan rambut, di antaranya: • Gunakan rambut palsu, topi, syal, dan tabir surya untuk melindungi kulit pada area kebotakan dari paparan sinar matahari • Gunakan kacamata atau bulu mata palsu guna melindungi mata dari debu dan paparan sinar matahari secara langsung akibat kebotakan pada alis dan bulu mata • Mencukur rambut kepala atau jenggot agar kebotakan tampak merata.

Konseling Alopecia areata dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri dan menyebabkan penderitanya mengalami gangguan emosional. Maka dari itu, penderita alopecia areata mungkin memerlukan bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Melalui sesi konseling bersama psikolog atau psikiater, penderita dapat mengatasi krisis kepercayaan diri, gangguan kecemasan, dan gangguan emosional lainnya.

Komplikasi Menurut Very Well Health, berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat alopecia areata: • Kebotakan • Krisis kepercayaan diri • Depresi • Gangguan kecemasan. Baca juga: 8 Kebiasaan Buruk Penyebab Rambut Rontok Pencegahan Dirangkum dari situs American Academy of Dermatology dan Healthline, alopecia areata cukup sulit dicegah karena tidak diketahui secara pasti penyebabnya.

Namun, beberapa cara berikut diduga dapat membantu mencegah komplikasi atau membantu selama masa pemulihan: • Kelola stres dengan metode yang tepat, seperti dengan meditasi, yoga, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan • Lakukan pemeriksaan secara rutin sesuai anjuran dokter guna mendeteksi dini kemungkinan komplikasi • Bergabung dengan komunitas agar tidak merasa kesepian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
KOMPAS.com - Salah satu penyebab rambut rontok berlebihan yang perlu diwaspadai adalah penyakit alopecia areata.

Rambut rontok terkait alopecia areata biasanya meninggalkan bekas kebotakan berbentuk bercak bulat atau oval di kulit kepala. Berbeda dari botak karena penyakit kulit lainnya, bekas botak pada masalah rambut ini relatif halus, tanpa ruam, dan kemerahan. Baca juga: Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya Namun, penderita biasanya merasakan kesemutan, gatal, atau kulit kepala terasa panas sebelum rambut rontok berlebihan.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait apa itu alopecia areata, penyebab, dan cara mengatasinya. Apa itu alopecia areata? Dilansir dari American Academy of Dermatology Association, alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyerang folikel atau tempat tumbuhnya rambut. Penyakit tidak menular ini menyebabkan rambut rontok secara berlebihan di berbagai bagian tubuh.

Biasanya, gejala alopecia areata sering terlihat di bagian kepala karena menyisakan bercak-bercak kebotakan. Selain itu, terkadang kuku penderita alopecia areata terlihat penyok, sedikit menonjol, rapuh, atau kemerahan. Di luar rambut dan kuku, penderita alopecia areata biasanya terlihat sehat tanpa masalah kesehatan tertentu. Berita Terkait Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya 7 Penyebab Rambut Rontok pada Pria dan Cara Mengatasinya 10 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan pada Wanita dan Cara Mencegahnya 7 Penyebab Rambut Rontok Bisa Gejala Penyakit Apa Saja Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya Berita Apa itu penyakit alopecia areata Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya 7 Penyebab Rambut Rontok pada Pria dan Cara Mengatasinya 10 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan pada Wanita dan Cara Mencegahnya 7 Penyebab Rambut Rontok Bisa Gejala Penyakit Apa Saja Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya
Sederhananya, alopecia berarti rambut rontok.

Sedangkan alopecia areata adalah kondisi ketika seseorang mengalami kerontokan rambut pada area kepala tertentu, sehingga menimbulkan pitak berbentuk lingkaran. Tidak hanya terjadi pada kulit kepala, kerontokan rambut juga bisa terjadi di anggota tubuh lainnya yang ditumbuhi rambut. Mulai dari alis, bulu mata, kumis, hingga jenggot. Alopecia areata terjadi pada 5% orang di seluruh dunia sehingga bisa dibilang cukup jarang. Setiap orang dapat mengalami kerontokan rambut di usia berapapun, tapi untuk kelainan alopecia areata paling sering dimulai pada masa anak-anak.

Pada sebagian besar kasus alopecia areata, rambut yang berguguran dapat tumbuh kembali. Namun, kerontokan rambut juga dapat berlangsung selama bertahun-tahun sehingga kebotakan di kepala akan terlihat dengan jelas.

Mengenai alopecia areata Penyebab alopecia areata Alopecia areata bukanlah suatu penyakit menular atau kelainan saraf.

Penyebab alopecia areata belum diketahui secara psti. Namun, alopecia areata tampak berhubungan dengan penyakit autoimun, yaitu saat sistem imun menyerang tubuhnya sendiri yang dalam hal ini adalah folikel rambut. Faktor genetik juga berperan besar pada alopecia areata. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat kebotakan karena jenis alopecia ini, maka kelak anak Anda berisiko tinggi mengalami hal yang sama.

Faktor-faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alopecia areata adalah sebagai berikut: • Penyakit autoimun lain, seperti penyakit tiroid atau vitiligo (penyakit kelainan kulit dimana muncul bercak kulit yang lebih terang apa itu penyakit alopecia areata warna kulit asli). • Asma dan alergi, terutama dermatitis atopik alergi rhinitis (alergi serbuk bunga).

• Memiliki anggota keluarga yang menderita asma, alergi, atau penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1. Gejala alopecia areata Tanda dan gejala alopecia areata adalah sebagai berikut: 1.

Kebotakan berbentuk lingkaran Gejala alopecia areata yang paling utama adalah terjadinya kebotakan pada area kepala tertentu dan menyebabkan pitak berbentuk lingkaran. Anda mungkin baru menyadarinya saat melihat gumpalan rambut di bantal atau saat mandi. 2. Tumbuh rambut berbentuk mirip tanda seru Terkadang, rambut baru muncul di pinggir area yang botak. Namun, batang rambut tersebut lebih tipis di bagian pangkalnya sehingga tampak seperti tanda seru. 3. Kerontokan rambut meluas Meskipun bentuk pitak biasanya hanya sebesar lingkaran, namun beberapa penderita alopecia areata juga dapat apa itu penyakit alopecia areata kebotakan yang lebih luas hingga ke seluruh kulit kepala (alopecia totalis).

Dalam kasus yang jarang, kebotakan juga dapat terjadi di seluruh tubuh, bahkan tidak menyisakan satu helai rambut pun (alopecia universalis). Ada juga yang mengalami rambut rontok hanya di kepala bagian belakang. 4. Masalah kuku Selain memperhatikan perubahan rambut, gejala alopecia areata juga bisa dilihat dari bentuk kuku jari tangan dan kaki.

apa itu penyakit alopecia areata

Alopecia areata dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik putih atau garis-garis kasar pada kuku. Kuku juga bisa menipis, berubah bentuk, atau bahkan mengalami kuku copot karena alopecia areata. Pencegahan alopecia areata Karena penyebab alopecia areata belum diketahui secara pasti, para ahli belum menemukan cara spesifik untuk mencegah alopecia areata.

Ganggaun autoimun ini apa itu penyakit alopecia areata juga merupakan hasil dari beberapa faktor. Mulai dari riwayat keluarga, penyakit autoimun lain, atau masalah kulit tertentu. Jadi, cukup sulit untuk mencegah alopecia areata. Pengobatan alopecia areata Sama halnya dengan pencegahan, pengobatan alopecia areata juga belum ditemukan.

Pasalnya, rambut rontok biasanya akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Perawatan juga dapat membantu rambut tumbuh lebih cepat. Sementara dari sisi medis, dokter akan meresepkan obat-obatan yang bisa membantu meringankan gejala alopecia areata, di antaranya: 1. Kortikosteroid Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk injeksi (suntikan), kemudian akan disuntikkan pada area kulit yang mengalami kebotakan.

Kortikosteroid juga dapat diberikan dalam bentuk krim, losion, atau salep. Digunakan dengan cara mengoleskan obat ke area kulit yang botak. Bisa juga dengan mengonsumsi obat kortikosteroid oral,tapi cukup jarang dilakukan.

Kortikosteroid suntik biasanya diberikan untuk orang dewasa. Pengobatannya dapat dilakukan selama 3-6 minggu, kemudian rambut akan mulai tumbuh sekitar 4 minggu setelah suntikan terakhir. Sedangkan kortikosteroid topikal (oles) lebih cocok diberikan untuk anak-anak untuk menghindari trauma atau nyeri akibat suntikan. Efeknya cenderung kurang efektif jika diberikan pada orang dewasa. Kortikosteroid oral biasanya digunakan untuk pasien dengan kebotakan yang cukup luas. Namun, penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter karena dapat menyebabkan efek samping serius.

2. Minoxidil Minoxidil 5% adalah obat penumbuh rambut yang cukup efektif untuk mengembalikan rambut rontok. Obat ini bisa digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa. Cara penggunaan minoxidil adalah dioleskan pada kulit kepala, alis, atau jenggot 2 kali sehari. Bila digunakan secara rutin, rambut baru biasanya mulai tumbuh sekitar 3 bulan.

apa itu penyakit alopecia areata

3. Anthralin Anthralin bekerja dengan cara mengubah fungsi kekebalan kulit. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada kulit, lalu biarkan selam 20-60 menit. Setelah 20 hingga 60 menit, segera bilas atau bersihkan untuk menghindari iritasi kulit. 4. Diphencyprone (DPCP) Diphencyprone (DPCP) dioleskan pada bagian kepala yang mengalami kebotakan. Namun hati-hati dengan reaksi alergi ringan dan menyebabkan kulit kemerahan, gatal, hingga bengkak. Namun, para dermatologis percaya bahwa reaksi alergi ini dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh dan merangsang pembentukan sel darah putih di permukaan kulit kepala.

apa itu penyakit alopecia areata

Proses tersebut bermanfaat untuk mencegah folikel rambut 'tertidur' dan menghindari rambut rontok. Setelah menggunakan CPCP, dibutuhkan waktu 3 bulan bagi rambut untuk mulai tumbuh kembali.

apa itu penyakit alopecia areata

Pasien bisa saja mendapatkan lebih dari 1 perawatan sekaligus. Daripada hanya mengandalkan 1 perawatan, beberapa pengobatan dapat membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mengembalikan rambut dengan cepat.

Tanyakan kepada dokter kulit Anda mengenai kemungkinan terjadinya efek samping pengobatan. Jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat, segera hubungi dokter kulit Anda. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi apa itu penyakit alopecia areata dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di appPengertian Alopecia Areata Alopecia areata merupakan salah satu jenis kebotakan yang cukup sering terjadi. Penyakit ini menyebabkan rambut rontok di satu area, lalu meninggalkan bekas pitak yang menyerupai satu atau beberapa bercak di kepala.

apa itu penyakit alopecia areata

Tetapi, alopecia aerata tidak hanya terjadi pada kulit kepala. Gangguan rontok ini dapat terjadi pada area tubuh lainnya. Kerontokan terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.

Pada kasus yang jarang terjadi, alopecia areata bahkan dapat menjadi alopecia universalis atau kerontokan total dan menghalangi rambut untuk tumbuh kembali. Gangguan kebotakan dapat menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Biasanya terjadi pada orang dewasa di rentang usia 30 hingga 60 tahun. Alopecia areata berbeda dari kerontokan rambut lain, misalnya akibat penghentian penggunaan kontrasepsi hormon atau karena kehamilan atau masa nifas. Alopecia areata juga memiliki banyak sebutan lain, seperti alopecia celsi, alopecia cicatrisata, dan alopecia circumsripta.

Penyebab Alopecia Areata Alopecia areata adalah penyakit autoimun. Artinya, gangguan timbul karena ulah sistem kekebalan tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata bertindak abnormal dan menyerang folikel rambut sendiri. Akibatnya folikel rambut mengecil dan berhenti memproduksi rambut. Terjadilah kerontokan rambut. Tindakan sistem imun yang salah sasaran ini masih belum diketahui penyebabnya.

Namun hal ini sering terjadi pada keluarga dengan riwayat penyakit autoimun lainnya seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, penyakit tiroid, lupus, vitiligo, dan ulcerative colitis. Kemungkinan, alopecia areata disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Diagnosis Alopecia Areata Dokter akan menentukan diagnosis alopecia areata dari gejala dan pemeriksaan fisik kerontokan rambut. Beberapa helai rambut juga akan diperiksa di bawah mikroskop. Beberapa pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pemeriksaan biopsi kulit kepala dengan apa itu penyakit alopecia areata sedikit kulit kepala dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab kerontokan rambut lainnya seperti infeksi jamur atau tinea capitis.

Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk memastikan adanya penyakit autoimun seperti antinuklear antibodi, CRP, kadar besi, hormon tiroid, testosteron, FSH ( follicle stimulating hormone) dan LH ( luteinizing hormone). Gejala Alopecia Areata Gejala utama alopecia areata adalah kerontokan rambut.

Biasanya, penderita awalnya menyadari adanya rambut rontok pada bantal atau di kamar mandi. Kerontokan rambut umumnya menyerupai pulau kecil pada kulit kepala yang berukuran beberapa sentimeter atau lebih kecil. Kerontokan rambut juga dapat terjadi pada area tubuh lainnya. Rambut yang rontok dapat tumbuh kembal dan rontok kembali. Tingkat keparahannya pun bervariasi pada tiap-tiap individu.

Pengobatan Alopecia Areata Pada kebanyakan apa itu penyakit alopecia areata, alopecia areata akan membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan spesifik dalam waktu satu tahun. Akan tetapi, pada beberapa kasus, kebotakan dapat menjadi permanen.

Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan alopecia areata. Pengobatan biasanya bertujuan untuk membantu pertumbuhan rambut lebih cepat dan mencegah kerontokan di kemudian hari.

Secara medis, dokter bisa memberi pengobatan dengan menggunakan minoksidil untuk merangsang pertumbuhan rambut. Pilihan lainnya berupa injeksi steroid, atau penggunaan krim atau sampo kortikosteroid.

Fotokemoterapi juga dapat dilakukan untuk memperbanyak pertumbuhan rambut. Fotokemoterapi menggunakan kombinasi terapi radiasi sinar ultraviolet dan obat oral. Respons terhadap pengobatan akan bervariasi pada tiap-tiap penderita. Beberapa orang bahkan juga membutuhkan kombinasi beberapa macam pengobatan. Terapi alternatif lain juga tersedia seperti aromaterapi, akupuntur, penggunaan herbal dan vitamin. Terapi tindakan alternatif ini biasanya belum terbukti secara klinis sehingga efektivitasnya belum bisa dipastikan dan bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Agar lebih nyaman beraktivitas sehari-hari, penderita juga dapat melakukan apa itu penyakit alopecia areata cara berikut ini: • menggunakan tabir surya pada kulit yang rambutnya mengalami kerontokan untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari • menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata jika bulu mata rontok • menggunakan rambut palsu, topi, atau kain penutup kepala untuk melindungi kulit kepala Pencegahan Alopecia Areata Hingga kini juga belum diketahui cara untuk mencegah alopecia areata.

Mengelola stres emosional dengan baik dinilai bisa membantu mencegah masalah atau membantu pada masa pemulihan.

Genetics and immunology of alopecia areata




2022 www.videocon.com