Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Banyak hadis yang menjelaskan tentang bahayanya bergosip atau berghibahini. Ironisnya, kaum wanitalah yang sering melakukan perbuatan tercela tersebut. Berapa banyak kaum wanita yang lembut berubah menjadi pemangsa daging manusia! Sangat mengerikan!

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwasannya ia berkata, "Ketika kami tengah bersama Nabi Shalallahu 'Alaihi wa sallam, tiba-tiba ada seorang berdiri. Setelah itu ada seseorang yang mencela orang tersebut.

Maka Nabi Shalallahu 'Alaihi wa sallam bersabda,: "Bersihkanlah sela-sela gigimu!" Dia menimpali, "Mengapa harus aku bersihkan? Padahal aku tidak memakan daging!" Beliau bersabda, "Namun engkau baru saja memakan daging saudaramu". Baca juga: 2 Jenis Ghibah yang Dampaknya Mengerikan dan Melampaui Batas Dari Jabir bin 'Abdillah Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya ia berkata "Ketika kami sedang bersama NabiShalallahu 'Alaihi wa sallam, tiba-tiba tercium bau busuk.

Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa sallam bersabda; "Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (membicarakan kejelekan) kaum mukminin". Barangsiapa mengekspos semua kejadian dan cela kaum muslimin dan muslimat, berarti dia telah menyiapkan dirinya untuk disiksa dengan siksaan yang pedih dan kembali dalam keadaan yang menyedihkan, Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa sallam bersabda : "Ketika dimi'rojkan (diangkat ke langit), aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga sedang mencakar-cakar wajah dan dada mereka.

Aku pun bertanya, "Siapakah mereka itu wahai Jibril?" Jibril menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan mencela kehormatannya:" Karenanya, berghibahdiibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri. Kita sebagai muslimah harus menghindari atau menjauhi kebiasaan dalam melakukan ghibah, karena ghibah juga merupakan perbuatan yang sangat merugikan dan membahayakan.

Dirangkum dari berbagai symber, inilah bahayanya ghibah menurut Islamdi antaranya : 1. Merusak agama Hal tersebut terdapat disampaikan oleh al Hasan, ia berkata, “Ghibah, demi Allah lebih cepat merusak agama seseorang daripada ulat yang memakan tubuh mayit”.

Oleh karena itu sangatlah tidak diperbolehkan seorang muslim melakukan perbuatan gosip. Selan itu makna dari surat Al Hujurat ayat 12 yaitu sebagai orang muslim janganlah kita banyak berprasangka buruk dan juga mencari kesalahan orang lain termasuk gosip, karena dengan berprasangka buruk akan menambah dosa.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

2. Memicu munculnya penyakit hati Dengan menggosipkan orang lain maka Anda telah merasa bahwa diri Anda lebih baik daripada orang yang digosipkan sehingga dengan begitu muncullah berbagai penyakit hati.

Selain itu dengan melakukan gosip maka akan membuat kehormatan menjadi terlanggar dan juga ketenangan hati menjadi berkurang. Bergosip juga menjadikan pikiran seseorang selalu negatif.

3. Menghilangkan pahala Tentunya ketika seseorang berghibah atau mendengarkan gosip akan menghilangkan pahala dan menambah dosa. Semua perilaku yang dilarang agama akan menimbulkan hilangnya pahala dan bertambah dosa. Dengan melakukan gosip maka pahala yang ada di diri Anda akan berpindah kepada orang yang Anda gosipkan. Untuk itu hindari diri dari perbuataan gosip. 4. Sulit mengembangkan diri Ketika bergosip, sering kali kita merasa asyik hingga lupa waktu.

Dengan begitu maka kita akan sibuk mengurusi orang lain, menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat dan akan terjebak pada urusan orang lain, serta mengabaikan urusan yang lebih penting.

Baca juga: Dosa Anak Kecil yang Belum Baligh, Siapa yang Menanggung? 5. Allah akan membukakan kejelekan orang yang suka menggosip Bahaya gosip ini, Allah Ta'ala akan membukakan kejelekan orang yang suka gosip baik itu secara alangsung maupun tidak langsung. Karena aib yang kita miliki itu menjadi rahasia dan hanya Allah-lah yang mengetahui segalanya.

Dengan kuasa Allah, maka Allah dapat membuka aib walaupun orang tersebut mencoba menutupi aibnya secara rapat. Jadi kita pun tidak boleh membuka aib orang lain, bila tidak mau aib kita dibuka oleh Allah. 6. Lebih keras dari pada zina Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka.

Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (QS. Al-An'am Ayat 44) • ghibah • dampak ghibah • Tak Hanya di Akhirat, Hukuman Dosa Maksiat di Dunia Ternyata Mengerikan • Bagaimana Hukum Mengghibah Orang yang Sudah Terkenal Keburukannya? • Cara Menghapus Dosa Ghibah Tanpa Harus Meminta Maaf • Segera Jauhi, Dampak Buruk Maksiat Sangat Merugikan Diri • Muslimah, Inilah 7 Cara Menghindari Berghibah dan Manfaatnya • 4 Doa Agar Terhindar dari Perkara Maksiat • Karena Maksiat Kenikmatan Ibadah Menjadi Hilang Dari Qais bin Sa'ad bin 'Ubadah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang dapat mengantarkanmu menuju pintu-pintu surga?

Jawabku; Tentu. Beliau bersabda: LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH (Tidak ada daya dan upaya kecuali milik Allah). (HR. Tirmidzi No. 3505) Soal & Jawaban PAS/UAS Akidah Akhlak Kelas 8 MTs Tahun 2021 – Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Penilaian Akhir Semester (PAS) / Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) PPKn Kelas eight MTs terdiri dari dua bagian. Soal ini sangat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi tambahan oleh Peserta Didik dalam memahami materi yang ada.

Serta dapat dijadikan acuan oleh Guru Mata Pelajaran dalam menyusun soal Penilaian Akhir Tahun. c. Untuk memberikan hidayah kepada manusia yang hatinya masih ingkar kepada Allah SWT d. Untuk mengajarkan ilmu pengetahuan agar umat manusia terbebas dari kebodohan 2. Pernyataan di bawah ini yang termasuk pengertian Rasul menurut istilah adalah… a. Nabi yang menerima wahyu untuk disampaikan kepada umatnya b.

Manusia pilihan Allah yang diberi wahyu untuk dirinya sendiri c. Orang yang diberi keistimewaan oleh Allah d. Nabi yang memiliki kepandaian luar biasa 3. Di bawah ini nama-nama Rasul yang termasuk ulul azmi adalah… a. Nabi Adama, Nabi Idris, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan Nabi Syis b. Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad saw c. Nabi Daud, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad saw d. Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Nuh, dan Nabi Yusuf 4.

Nabi Ibrahim mendapat gelar ulul azmi karena perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Allah SWT mendapat tantangan dari kaumnya sebagaimana berikut ini… a. Diusir oleh lingkungan, keluarga, dan ditinggalkan istrinya karena menderita penyakit yang menjijikan b. Ditinggalkan oleh kaumya karena mereka tidak ingin menyembah Allah SWT c. Dihina, dicaci maki, diserang, dan diancam akan dibunuh oleh kaumnya sehingga Rasul hijrah ke kota Madinah d.

Diusir dari keluarga dan masyarakatnya sehingga terkurung dalam kobaran api yang sangat panas demi mempertahankan keimanan kepada Allah SWT five. Pengertian husnudzan menurut istilah adalah… a. Sikap rendah hati kepada Allah SWT dengan tunduk dan patuh terhadap ketentuan-Nya b.

Sikap tolong-menolong kepada sesama yang harus dimiliki oleh setiap orang c. Sikap menerima apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita mencakup kesempurnaan tubuh d. Sikap berbaik sangka terhadap apa yang terjadi atau dilakukan oleh orang lain 6. Apabila kita sedang menerima cobaan hidup yang sangat berat, kita harus meyakini bahwa di balik musibah pasti ada hikmahnya, karena Allah SWT yang Maha Mengetahui hal yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Sikap ini adalah contoh perilaku… a. Tawadhu b. Ta’awun c. Tasamuh d. Husnudzan 7. Di bawah ini bukan termasuk dampak positif dari perilaku husnudzan adalah… a.

Semakin jauh hubungan batin antara pelaku dengan pihak lain yang diduga berbuat baik b. Memperoleh kepercayaan diri orang yang menduga dirinya telah berbuat baik. c. Memperkuat hubungan persaudaraan antara yang diduga dengan yang menduga d.

Memperkuat persatuan dan kesatuan dalam hubungan 8. Sikap tawadu sangat penting dalam pergaulan sesama manusia. Maka Islam memberikan tuntunan kepada umatnya untuk memiliki sifat tawadu. Adapun lawan dari sikap tawadu adalah… a. Rendah diri b.

Takabur c. Qana’ah d. Husnudzan ix. Perhatikan tabel islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain : I. Akan memiliki kepribadian yang kharismatik, disegani oleh banyak orang karena kebaikannya II. Memudahkan penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi III. Memberikan dorongan kepada orang lain untuk mengembangkan potensinya IV. Dapat meringankan tugas yang berat karena dilakukan secara bersama-sama Yang menunjukkan dampak positif perilaku tawadu… a.

I b. II c. III d. Four 10. Tasamuh merupakan salah satu akhlak terpuji yang harus dimilki oleh seorang mukmin, yang memiliki arti… a. Perilaku tidak merasa bangga atas potensi dan prestasi yang telah dicapainya b. Sikap saling menghormati dan menghargai serta berlaku lemah lembut kepada orang lain c. Sikap selalu memandang baik terhadap orang lain sebelum terbukti kesalahannya d.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Selalu bersikap ingin selalu membantu dan menolong orang yang membutuhkan 11. Tolong menolong bebas dilakukan dengan siapa pun (termasuk non muslim) selama tidak menyangkut… a. Masalah urusan dunia dan akhirat b. Masalah pekerjaan dunia c. Masalah ibadah dan muamalah d. Masalah akidah dan ibadah 12. Ahmad sangat berambisi untuk mencapai peringkat pertama di kelasnya, namun apa yang diharapkannya tidak berhasil karena peringkat pertama diraih oleh temannya, sehingga ia merasa iri dan kecewa terhadap temannya.

Kemudian ia berusaha menghilangkan buku milik temannya itu. Sikap Ahmad tersebut mencerminkan akhlak tercela… a. Dendam b. Putus Asa c. Hasad d. Ananiah xiii. Sifat hasad merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Berikut merupakan contoh sifat hasad yaitu… a. Merasa tidak suka dengan kekayaan orang lain b. Senang terhadap orang yang mempunyai kenikmatan c. Merasa iba melihat orang yang terkena musibah d.

Membantu sesorang yang ditimpa musibah fourteen. Berikut ini adalah cara seorang mukmin untuk menghindari perilaku tercela hasad yaitu… c.

Berusaha dengan sungguh-sungguh agar apa yang ia inginkan dapat diraih d. Hindari bergaul dengan orang-orang yang bergaya hidup mewah 15. Seseorang akan mudah menghindari perbuatan hasad apabila… a. Melatih dirinya untuk dapat menerima kenyataan hidup yang dialami b.

Mengingat-ingat kebaikan diri sendiri c.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Menghitung-hitung karunia yang dimiliki orang lain d. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain 16. Iri adalah salah satu bentuk gangguan mental, dikatakan gangguan mental karena… a. Rasa iri tidak dapat dikendalikan b. Hati orang yang iri senantiasa gelisah jika melihat orang lain mendapat suatu kesenangan c. Orang iri merasa puas jika tujuan hidupnya tercapai d.

Orang yang iri berarti hatinya bersih daripada orang lain 17. Setiap perbuatan buruk pasti berdampak negatif. Adapun di bawah ini yang tidak termasuk dampak perbuatan hasad adalah… a. Tercela terhadap pandangan Allah SWT maupun sesama manusia b.

Hasad yang dilakukan terhadap seseorang akan menimbulkan kerugian c. Pahala amal baik yang telah dilakukannya tidak rusak d. Menyenangkan hatinya xviii. Pernyataan di bawah ini merupakan pengertian dendam menurut istilah ialah… a. Menyebarkan aib orang lain tanpa bukti yang benar dan jelas b. Sikap dan perilaku ingin mencelakakan orang lain yang tak berdosa c.

Memecah belah hubungan persaudaraan antar sesama manusia d. Menyimpan perasaan marah di dalam hati dan punya keinginan untuk membalasnya 19. Sifat dendam merupakan penyakit hati yang dapat merusak keimanan.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Agar penyakit tersebut hilang dari hati kita, salah satu caranya adalah… a. Berlapang dada, berjiwa besar dan pemaaf b. Tidak suka atas keberhasilan orang lain c. Suka menjelekkan orang lain d. Suka membicarakan kekurangan orang lain 20.

Dendam merupakan akhlak tercela yang harus dihindari karena memiliki dampak negatif akibat perbuatannya… a. Dijauhi banyak orang b. Suka berburuk sangka c. Sulit menerima nasehat d.

Tidak menghargai orang lain 21. Orang yang melakukan ghibah memiliki tujuan… a. Mencari dukungan dari orang lain b. Menjatuhkan nama baik orang lain c. Menyakiti orang lain d. Untuk memuaskan hati sendiri 22.

Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain sebagai berikut… a.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Rusaknya hubungan persaudaraan antara yang digunjing dan masyarakat lingkungannya b. Rusaknya hubungan batin c. Terjadinya perbedaan pendapat d. Menghitung-hitung karunia yang dimiliki orang lain 23. Perbuatan ghibah dapat terjadi dimana-nama seperti pergaulan, media masa, maupun media elektronik. Maka cara agar kita terhindar dari sfiat tersebut adalah… a. Selalu mencari tahu sumber suatu berita b. Selalu mengingat kebaikan diri sendiri c. Menyadari bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan d.

Mencari informasi terbaru 24. Menceritakan sikap atau perbuatan seseorang yang belum tentu benar kepada orang lain dengan maksud agar terjadi perselisihan antara keduanya, ini termasuk ke dalam perbuatan… a. Namimah b. Dendam c. Ghibah d. Fitnah 25. Menyikapi perilaku fitnah yang berkembang di masyarakat, sebagai seorang muslim yang baik seharusnya mengedapankan sikap… a.

Tidak percaya kepada semua berita b. Tidak mudah mempercayai suatu berita yang belum jelas kebenarannya c. Berhati-hati agar tidak terjerumus ke jurang neraka d. Menjauhi orang yang berbuat fitnah supaya selamat dunia dan akhirat 26. Namimah merupakan akhlak tercela yang harus dihindari yang artinya… a.

Adu domba atau provokasi b. Iri hati atau dengki c. Mementingkan diri sendiri d. Serakah atau rakus 27. Di bawah ini jenis perbuatan yang paling terpuji adalah… a. Membalas dengan kejahatan saat mampu dan ada waktu untuk membalas b. Membalas kejahatan dengan kejahatan yang seimbang c. Meminta maaf kepada orang yang berbuat salah d. Memberi maaf saat mampu membalas 28. Berikut ini adalah salah satu dampak positif dari penggunaan media sosial… a.

Menjadikan seseorang kecanduan b. Tergantikannya kehidupan sosial c. Mempermudah mencari informasi yang diperlukan d. Menyebabkan kerusakan fisik dan mental 29. Berikut ini adalah salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial… a. Membuat prestasi belajar menjadi menurun b. Dapat dijadikan untuk promosi sebuah produk barang c. Dapat memperluas komunikasi d.

Melancarkan perdagangan 30. Menggunakan media sosial saat ini menjadi hal yang sudah biasa bahkan suatu tuntutan kemajuan zaman. Namun dalam penggunaannya harus tetap berhati-hati, karena tidak sedikit dari penggunaan yang salah, berakibat buruk bagi penggunanya.

Berikut ini adalah salah satu dampak yang terjadi pada anak sekolah… a. Terjerat pidana karena kasus korupsi dan penggelapan dana perusahaan b. Tertangkap polisi saat transaksi uang palsu di swalayan c. Terlibat pesta narkoba dan tawuran antar pelajar d.

Menjual satwa langka yang dilindungi Negara Bagi yang memerlukan contoh soal diatas, Silahkan Unduh Soal & Jawaban PAT Akidah Akhlak Kelas viii MTs Tahun 2021 pada tautan berikut : Demikian informasi tentang Soal & Jawaban PAT Akidah Akhlak Kelas 8 MTs 2021 yang bisa Sinau-Thewe.com bagikan. Jika informasi ini bermanfaat, silahkan share kepada teman, kerabat atau islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain yang memerlukan.

Soal Akidah Akhlak Kelas 8 Semester 2 Dan Kunci Jawaban Source: https://www.sinau-thewe.com/2021/06/soal-jawaban-pat-akidah-akhlak-kelas-8.html Terbaru • Cara Mengganti Foto Profil Fb Tanpa Like • Penanganan Limbah Produksi Pakan Ternak Unggas Pdf • Cara Memasang Lampu Tumblr Di Dinding Kamar Tanpa Paku • Menurunkan Tegangan 24 Volt Ke 12 Volt Dengan Resistor • Contoh Gambar Klipping Budi Daya Ternak Hias • Cara Mengatasi Kartu Sim Ditolak Di Hp Nokia • Lima Cara Mengungkapkan Terima Kasih Kepada Orang Tua • Daftar Harga Timbangan Ternak Sapi 2018 Di Surabaya • Cara Membuat Pohon Cemara Dari Kertas Origami Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
Dari segi bahasa, ghibah artinya membicarakan mengenai hal negatif atau positif tentang orang lain yang tidak ada kehadirannya di antara yang berbicara.

Dari segi istilah, ghibah berarti pembicaraan antar sesama muslim tentang muslim lainnya dalam hal yang bersifat kejelekkan, keburukan, atau yang tidak disukai.

Bedanya dengan dusta, sesuatu yang diperbincangkan dalam ghibah memang benar adanya. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; ‘ Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai.

Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku?

Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya.” (H. R. Muslim) Baca juga: • Manfaat Menghindari Ghibah • Cara Menghindari Ghibah • Perbedaan Ghibah dan Fitnah Dalil Mengenai Larangan Mengghibah Beberapa dalil mengenai larangan berbuat ghibah dalam Al-Qur’an dan hadist: • Dalil Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya; • “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.

Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. 49 : 12). • “Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?

Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujurat : 12). • Dalil hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya; • Diriwayatkan oleh Said bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam (ucapan) dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar.” (H.

R. Abu Daud). • Hadits riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah; “ Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah berkata; ‘Tahukah kamu, bau apakah ini?

Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (menggosip) kaum mukminin.” Baca juga: • Fitnah Dalam Islam islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain Bahaya Adu Domba Dalam Islam • Tanda-tanda Akhir Zaman • Bahaya Berbohong Dan Hukumnya Dalam Islam • Ciri-ciri Akhir Zaman Ghibah yang Diperbolehkan Dalil mengenai larangan berbuat ghibah memang ada banyak, namun, dalam Islam ada ketentuan dengan kondisi tertentu yang ghibah menjadi boleh untuk dilakukan.

Allah SWT berfirman yang artinya: “ Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Sedangkan Nabi Muhammad dalam sebuah hadist mengatakan; “Setiap umatku akan dimaafkan kecuali para mujahir.

Mujahir adalah orang-orang yang menampakkan perilaku dosanya untuk diketahui umum.” (H. R. Muslim). Mengenai kondisi yang diperbolehkan untuk berbuat ghibah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tadzalum yakni kondisi orang yang teraniaya lalu melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak berwajib, ulama, atau penguasa yang kiranya dapat menangani permsalahannya. Allah SWT berfirman yang artinya ; “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya.

Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 2. Menceritakan tentang keburukan seseorang oleh karena orang tersebut berbuat maksiat Dalam hal ini, tujuan menceritakan keburukan orang tersebut adalah agar ustadz, kiai, psikolog, atau orang yang mampu untuk memperbaiki dan mengubah si yang dibicarakan agar berhenti berbuat maksiat.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya.” (H.

R. Muslim). 3. Saat meminta fatwa Dalam sebuah riwayat, Hindun binti Utbah (istri Abu Sofyan) pernah mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan; “Wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa?

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (ma’ruf).” (H. R. Bukhari) 4. Untuk memberitahukan atau memperingatkan akan adanya suatu bahaya Dalam riwayat, Fatimah binti Qais RA hendak dipinang oleh Muawiyah dan Abu Jahm. Kemudian, Fatimah memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW; datang kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda; “Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (H.

R. Muslim). 5. Boleh mengghibah orang yang berbuat maksiat Misalnya mabuk, berjudi, dan mencuri, dan sebagainya. Juga terhadap orang yang menunjukkan permusuhan terhadap Islam. 6. Ghibah sebagai bentuk pengenalan Contoh: ada seseorang yang memiliki ciri khas tertentu yang cenderung lebih dikenali orang dibandingkan nama, misal; seseorang itu adalah buta, sedangkan masyarakat lebih mengenal kecacatannya itu dibandingkan nama.

Jadi, saat mengenalkan akan si Buta tersebut, berarti kita meng ghibah Asal tujuannya tidak untuk menjelek-jelekkan, maka boleh saja. Baca juga: • Hikmah Bulan Ramadhan • Keutamaan Shalat Tarawih • Fungsi Agama • Keutamaan Adzan • Amalan Istighfar • Tips Agar Kuat Berpuasa • Hubungan Akhlak dan Tasawuf • Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib • Tips agar Lancar Berpuasa Bahaya Ghibah dalam Pandangan Islam Ghibah merupakan perbuatan yang tergolong dalam dosa besar, sebagaimana Imam Al-Qurthubi ungkapkan dalam kitab Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an, bahwasanya ghibah itu sebanding dengan dosa zina, pembunuhan, dan dosa besar lainnya.

Sedangkan menurut Hasan Al Bashri, perbuatan bergunjing lebih cepat merusak agama dibandingkan dengan penyakit yang menggerogoti tubuh.

Ghibah sendiri membahayakan baik bagi orang yang dibicaraka, diri sendiri, bahkan masyarakat. 1. Mendapat murka Allah SWT Seorang muslim yang mempergunjingkan saudaranya dalam hal bukan ghibah yang diperbolehkan, sama saja artinya ia telah menghina makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ia juga telah melanggar larangan Allah SWT, sehingga pantas jika ia mendapat kemarahan dan kemurkaan dari Allah SWT. Tiada ada balasan kepada orang yang mendapat kebencian daripadanAllah SWT kecuali siksa neraka.

2. Hatinya menjadi keras Ghibah yang buruk itu dimana bibirnya terasa seperti diberi manisnya madu sehingga sangat senang ketika membicarakan keburukan orang lain. Tidak jarang diiringi dengan kata-kata yang tidak pantas atau umpatan. Dalam keadaan begini, bukan Allah yang berada di hatinya, melainkan iblis yang turut bersarang di hati bahkan di bibirnya. Tiada ada kebaikan atau keberkahan yang ia peroleh melainkan dosa. 3. Memicu terjadinya pertikaian dan perpecahan Tidak ada yang senang ketika aibnya diumbar-umbar kepada khalayak.

Sedangkan mereka yang ber ghibah, artinya telah membeberkan sesuatu yang mungkin saja memalukan dan sangat dirahasiakan.

Saat hal demikian terjadi, tak jarang timbul rasa kebencian yang akhirnya berujung pada permusuhan, pengrusakan, perkelahian, bahkan sampai tindak kejahatan pembunuhan. Andai kata dendam itu hanya dipendam sekalipun, pasti akan membuat hubungan di antara keduanya menjadi renggang karena menyimpan perasaan tidak suka satu sama lain.

4. Berani berbuat maksiat Orang yang senang bergunjing berarti senang berbuat maksiat. Ia tidak malu menceritakan aib saudaranya kepada orang lain bahkan ia justru merasa bangga karena telah berhasil mempermalukan orang yang ia gunjing. Tidak ada lagi rasa segan dan takut dalam berbuat dosa, maka tidak menutup kemungkinan perbuatan maksiat lainnya juga akan ia lakukan.

5. Melenyapkan amal ibadah seorang mukmin Dengan mengghibah, sebenarnya tanpa sadar seseorang sudah menghapuskan sendiri kebaikan-kebaikan yang ia miliki. Dengan kata lain, ghibah dapat melenyapkan amal ibadah. 6. Amal ibadah ditolak Allah Ghibah juga menjadi penyebab mengapa amal ibadah seseorang tidak diterima di sisi Allah SWT.

7. Allah menjadi murka Ghibah menjadikan Allah murka sehingga Ia meninggalkan orang tersebut dan tidak lagi melindunginya. Dalam keadaan demikian, adalah iblis menjadi lebih mudah dalam mempengaruhi manusia sehingga ia pun semakin gencar berbuat maksiat sekaligus semakin jauh dari Allah SWT.

Artikel Terkait • Manfaat Menghindari Ghibah • Perbedaan Ghibah dan Fitnah • Pengertian Riba • Amalan Penghapus Doza Zina • Cara Menghapus Dosa Zina • Cara Bertaubat Dari Zina • Cara Menghindari Pacaran • Pacaran Beda Agama • Hukum Zina Tangan • Pacaran Dalam Islam • Ta’aruf Menurut Islam • Larangan Minuman Keras Dalam Islam • Larangan Saat Haid Dalam Islam • Larangan Berpacaran Dalam Islam • Ghibah Dalam Islam • Fitnah Dalam Islam • Alkohol Dalam Islam • Bahaya Berbohong Dan Hukumnya Dalam Islam • Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain Dalam Islam • Hukum Percaya Ramalan Menurut Islam • Zina Dalam Islam • Ri’ya Dalam Islam • Bahaya Lidah Menurut Agama Islam • Penyebab Amal Ibadah Ditolak dalam Islam • Manfaat Menghindari Ghibah • Cara Menghindari Pelet Menurut Islam • Cara Menghindari Ghibah • Bahaya ISIS Bagi Kehidupan Bernegara • Wanita Muslimah Menurut Islam • Dosa Besar dalam Islam • Hukum Menyakiti Hati Orang Lain dalam Islam • Keutamaan Menyambung Tali Silaturahmi Artikel Lainnya • Mandi Wajib • Cara Mendapatkan Jodoh Menurut Islam • Muhasabah Hati di Malam Hari • Pandangan Islam Terhadap Terorisme • Aliran Ahmadiyah : Sesat atau Tidak ?

• Jual Beli Menurut Islam • Aliran Syiah dalam Ilmu Kalam • Cara Menghitung Zakat Maal • Posisi Tidur Menurut Islam • Dasar Ekonomi Islam • Emansipasi Wanita dalam Islam • Cara Menjaga Pandangan Mata • Hukum Ziarah Kubur • Cara Membahagiakan Istri Tercinta • Keutamaan Doa Seorang Ibu • Ijtihad dalam Hukum Islam • Zakat Maal • Doa Mustajab untuk Menghadapi Ujian • Apa itu Syiah dan Sunni • Puasa Ramadhan • Nikah Gantung Menurut Islam • Persiapan Pernikahan Dalam Islam • Qurban dan Aqiqah • Ayat Pernikahan Dalam Islam • Fiqih Pernikahan • Puasa Sebelum Menikah • Cara Menjaga Hati Sebelum Menikah • Menikah Tanpa Cinta • Hukum Pernikahan • Pernikahan Sedarah • Hukum Talak Dalam Pernikahan • Hukum Menikahi Sepupu • Nikah Tanpa Wali • Shalat Subuh • Kewajiban Suami terhadap Istri dalam Islam • Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam • Pengertian Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah dan Wathaniyah • Hukum Bacaan Tajwid • Pindah Rumah Menurut Islam • Cara Mendidik Anak Dalam Islam • Tujuan Pendidikan • Pembagian Harta Warisan • Hukum Mengeluarkan Air Mani dengan Sengaja • Fungsi Agama • Macam – Macam Mukjizat Nabi • Rumah Tangga Menurut Islam • Alif Lam Syamsyah • Merayakan Valentine Dalam Islam • Sunnah Rasul Malam Jumat • Taubatan Nasuha • Keluarga Bahagia Menurut Islam • Fungsi Hadist terhadap Al-Quran • Keutamaan Surat Al Kahfi • Cara Membersihkan Najis • Asal Usul Bulan Muharram • Bersumpah dalam Islam • Anak Durhaka Dalam Islam • Tanda – Tanda Kiamat • Tasawuf Syiah • Tujuan Pendidikan Islam • Proses Penciptaan Manusia • Hati Nurani Menurut Islam • Hubungan Akhlak dan Tasawuf • Puasa Ramadhan dan Cara Pelaksanaannya • Wanita yang Baik Dinikahi Menurut Islam • Shalat Hajat • Manfaat takbir • Istri – Istri Nabi Muhammad SAW • Manfaat Menggunakan Cadar • Hukum Keluar Air Mazi dengan Sengaja • Manfaat Tawakal • Etika Pemasaran Dalam Islam • Keluarga Dalam Islam • Shalat Jum’at • Mahar Pernikahan dalam Islam • Tunangan Dalam Islam • Hukum Menikah Saat Hamil • Pernikahan Beda Agama • Nikah Siri dalam Islam • Rukun Nikah Dalam Islam • Wali Nikah Janda • Kehidupan Setelah Menikah • Syarat Wali Nikah • Rukun Nikah Dalam Islam • Doa Agar Dipermudah Segala Urusan • Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan • Hakikat Penciptaan Manusia • Manfaat Diciptakannya Semut Dalam Islam • Malam Lailatul Qadar • Shalat Lailatul Qadar • Dzikir Pembuka Rezeki • Menahan Nafsu di Bulan Ramadhan • Istiqomah Dalam Islam • LDII Menurut MUI • Cara Menjadi Wanita Baik • Manfaat Toleransi Antar Umat Beragama • Ciri-Ciri Aliran Sesat Menurut Islam • Macam-macam Riba • Tidur Dalam Islam • Kewajiban dalam Rumah Tangga • Tanda-tanda Kiamat Besar • Adab Ziarah Kubur • Aliran Islam di Indonesia • Gafatar : Sesat atau Tidak ?

• Perkembangan Islam • Cara Mandi Wajib bagi Wanita • Shalat Taubat • Manfaat Membaca Al- Qur’an • Penerima Zakat • Kehidupan Rumah Tangga Dalam Islam • Shalat Jenazah • Keistimewaan Ramadhan • Kedudukan Wanita Dalam Islam • Fungsi Al-Quran dalam Kehidupan • Syarat Pernikahan dalam Islam • Iman dalam Islam • Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan • Konsep Manusia dalam Islam • Syarat Penerima Zakat • Bahagia Menurut Al-Quran • Nama – Nama Nabi Dan Rasul • Sombong dalam Islam • Pria yang Baik dalam Islam • Cara Membuat Hati Ikhlas • Kehidupan Setelah Menikah • Tips Mengajar Anak Berpuasa • Sumber Pokok Ajaran Islam • Kewajiban Menikah • Aborsi dalam Pandangan Islam • Khiyar dalam Jual Beli • Amalan Istighfar • Rukun Iman • Cara Menenangkan Hati Dalam Islam • Doa Mustajab untuk Menghadapi Ujian • Hukum Khitan Bagi Perempuan • Kewajiban Wanita dalam Islam • LGBT Menurut Islam • Sukses Menurut Islam • Jenis-Jenis Najis dalam Islam • Ilmu Tauhid Islam • Hukum Menikahi Wanita Hamil • Kewajiban Menikah • Puasa Mutih Sebelum Menikah • Nikah Siri Dalam Islam • Kewajiban Wanita Setelah Menikah • Menikah di KUA Dengan WNA • Hukum Menikah Muda Menurut Islam • Wanita yang Haram Dinikahi • Bid’ah dalam Islam • Tata Cara Shalat Idul Fitri • Anak Perempuan dalam Islam • Hubungan Akhlak dengan Iman • Manfaat Beriman Kepada Allah SWT • Tingkatan Iman dalam Islam • Hukum Ekonomi Syariah • Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib • Keutamaan Puasa di Bulan Syawal • Jual Beli Terlarang dalam Islam • Hubungan Ilmu Kalam dengan Filsafat • Pengertian Tasawuf • Organisasi-Organisasi Pendidikan Islam di Indonesia • Jenis-Jenis Najis • Keutamaan Surat Al-Kafirun • Hukum Saham dalam Islam • Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam • Hikmah Jual Beli • Falsafah Ekonomi Islam • cara mengatasi depresi menurut islam • Hukum Tidak Membayar Hutang • Kiamat Menurut Islam • Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan • Perekonomian dalam Islam • Contoh Jual Beli Terlaran • Zakat Penghasilan Menurut Islam • Bahaya Syiah • Transaksi Ekonomi dalam Islam • Cara Taubat Nasuha • Fungsi Iman Kepada Kitab Allah • Fungsi Iman Kepada Allah SWT • Hubungan Akhlak dengan Iman • Asas Sistem Ekonomi Islam • Membangun Rumah Menurut Islam • Hukum Mengucapkan Selamat Natal dalam Islam • Tips Menjadi Wanita Shalehah • Kewajiban Anak Perempuan Terhadap Orang Tua setelah Menikah • Hak dan Kewajiban dalam Islam • Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga • Tips Hidup Bahagia Menurut Islam • Tata Cara Qurban Idul Adha • Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa • Iman dalam Islam • Hujan menurut Islam • Selingkuh Menurut Islam • Ciri – Ciri Orang Yang Tidak Ikhlas Dalam Beribadah Kepada Allah • Ibu Rumah Tangga dalam Islam • Hewan Halal Menurut Islam • Bunuh Diri dalam Islam • Bacaan Utama Doa Shalat Tahajud • Bukti Islam Agama Damai • Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam • Fadhilah Menyantuni Anak Yatim di Bulan Suci • Hidup Bahagia Menurut Islam • Hukum Pinjam Uang di Bank • Tujuan Hidup Menurut Islam • Hakikat Pendidikan Islam • Cincin Pernikahan Dalam Islam • Syarat – Syarat Dalam Akad Nikah • Amalan Sunnah di Malam Jumat • Ciri Wanita yang Baik untuk Dinikahi Menurut Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain • Cara Memilih Calon Pendamping Hidup Sesuai Syariat Agama • Hukum Hamil Diluar Nikah • Kriteria Calon Suami yang Baik Menurut Islam • Kriteria Calon Istri yang Baik Menurut Islam • Dosa Besar dalam Islam • Hukum Pergaulan Bebas dalam Islam • Tujuan Penciptaan Manusia • Keutamaan Mengucap Inalillahi Wainailaihi Rojiun • Cara Menghilangkan Rasa Cinta • Pengertian Takabur • Mencari Ketenangan dalam Islam • Shalat Malam Sebelum Tidur • Manfaat Asmaul Husna • Pengertian Rindu dalam Islam • Amalan Nisfu Sya’ban Menurut Islam • Keajaiban Asmaul Husna • Tujuan Ekonomi Islam • Zikir Sebelum Tidur • Kelebihan Pesantren • Kelebihan Pesantren Sebagai Sebuah Pendidikan • Mendidik Anak Perempuan • Mualaf • Ilmu Kalam dalam Islam • Aliran dalam Islam • Bahagia dalam Islam • Cara Menjaga Kesehatan Hati • Cara Agar Tetap Istiqomah • Kisah Cinta Nabi Yusuf • Contoh Transaksi Ekonomi dalam Islam • Kewajiban Laki-Laki Setelah Menikah • Amalan di Bulan Ramadhan Bagi Wanita Haid • Peran Wanita Dalam Islam • Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan • Ekonomi Dalam Islam • Prinsip-prinsip Ekonomi Islam • Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban • Hikmah Beriman Kepada Malaikat • Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Dilarang Bergunjing (Ghibah) Reviewed by tuntunanislam on Jumat, April 8th, 2016.

This Is Article AboutDilarang Bergunjing (Ghibah) ADAB BERBICARA #7 Ghibah atau menggunjing adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tetapi tidak disukainya -يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُڪُمۡ أَن يَأۡڪُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتً۬ا فَكَرِهۡتُمُوهُ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ۬ […] Related Posts • Keteguhan Hati Seorang Mujahid Dakwah • Mempersiapkan Diri ke Masjid • Memakmurkan Masjid • Keutamaan di Masjid • Adab di Jalan • Adab Bertamu • Adab Berkunjung ADAB BERBICARA #7 Ghibah atau menggunjing adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tetapi tidak disukainya -يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُڪُمۡ أَن يَأۡڪُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتً۬ا فَكَرِهۡتُمُوهُ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ۬ رَّحِيمٌ۬ -١٢ “Wahai orang-orang yang beriman!

Jauhilah kebanyakan prasangka karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sekalian berghibah( menggunjing) satu sama lain. Adakah seseorang di antara kamu sekalian yang suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya.

Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.” [QS: 49 (al Hujurat) ayat 12.] Pengertian Ghibah Ghibah atau menggunjing adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tetapi tidak disukainya, seperti menggambarkannya dengan apa yang dianggap sebagai kekurangan menurut umum untuk meremehkan dan menjelekkan.

Maksud saudaranya di sini adalah sesama muslim. Termasuk sebagai ghibah adalah menarik perhatian seseorang terhadap sesuatu dimana orang yang dibicarakan tidak suka untuk dikenali seperti itu. Pengertian ini didasarkan dari penjelasan Rasulullah berikut ini: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya: “Tahukah kamu, apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab; ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Kemudian Rasulullah SAW bersabda: ‘Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.’ Seseorang bertanya; ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?

‘ Beliau berkata: ‘Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu ada padanya, maka berarti kamu telah menggunjingnya. Dan apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat-buat kebohongan terhadapnya.’ [1] Sesuatu yang tidak disukai oleh saudara atau orang lain biasanya menyangkut aib berupa kekurangan atau hal-hal negatif yang ada pada dirinya.

Tak seorangpun senang aibnya diketahui orang lain. Membeberkan aib seseorang sama halnya mempermalukannya. Semua perbuatan yang membentuk kesan buruk tentang seseorang dan membiarkan orang lain berkesan buruk kepadanya termasuk dalam kategori ghibah. Aisyah pernah menceritakan seorang isteri nabi lainnya di sisi Nabi SAW dan menyebut-nyebut kekurangannya.

Kontan beliau bersabda: “Sungguh engkau telah mengghibahnya.” [2] Pada umumnya manusia tidak suka kekurangan atau hal-hal negatif yang ada pada dirinya menjadi bahan perbincangan publik. An Nawawi memberikan penjelasan tentang hal-hal yang disebut antara lain: keadaan tubuhnya, agamanya, dunianya, dirinya, akhlaknya, hartanya, anaknya, orang tuanya, isterinya, pembantunya, pakaiannya, gerak-geriknya, raut mukanya, atau hal-hal lain yang berhubungan dengannya.

[3] Imam al Ghazali dalam ihya ulumuddin juga berpendapat serupa. Perbincangan pada obyek-obyek tersebut menjadi ghibah bila orang yang diperbicangkan merasa tidak suka. Perbuatan ghibah bisa dilakukan melalui pembicaraan lisan, tulisan, isyarat, atau dengan bahasa tubuh.

Ghibah dengan pembicaraan lisan bisa terjadi saat berbicara dengan seseorang, sekelompok orang, atau dalam majlis. Ghibah dengan tulisan bisa dilakukan dalam bentuk surat kepada seseorang, tulisan publikasi dalam koran, tabloid, majalah, buku, website, facebook, twitter, brosur, dll.

Ghibah melalui bahasa tubuh bisa dilakukan dengan isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh tertentu, atau menirukan tingkah laku dan gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-olok. Dalam kehidupan masyarakat saat ini, ghibah juga dilakukan dengan dukungan media masa sehingga mempunyai efek yang sangat luas. Kita menyaksikan banyak stasiun radio dan televisi menyajikan acara ghibah yang dikemas dengan cara yang menarik, mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang dibuktikan dengan rating jumlah penonton yang banyak.

Kita juga mudah mendapatkan koran, tabloid, majalah, brosur yang tulisan-tulisannya mengandung ghibah mempunyai tiras besar, yang berarti banyak dibeli dan dibaca masyarakat. Ghibah kini telah didukung oleh teknologi informasi lainnya yang canggih seperti handphone, telekonferen, audiostreaming, videostreaming, jejaring sosial facebook, twitter, dll.

Bagaimana halnya dengan orang yang hanya mendengarkan orang lain ber- ghibah? Mau mendengarnya berarti membiarkan orang lain berbuat mungkar, yakni melanggar larangan Allah ber- ghibah. Rasulullah memerintahkan kita bila melihat kemungkaran hendaknya merubah dengan kekuasaan, lisan, atau hatinya. Yang paling utama dengan kekuasaan. Bila hanya mampu dengan hati, imannya dalam kondisi yang selemah-lemahnya. Mampu menghentikan pembicaraan ghibah berarti telah merubah kemungkaran dengan kekuasaan.

Menyampaikan bahwa pembicaraan yang terjadi adalah ghibah tetapi tidak bisa menghentikannya adalah merubah dengan lisan. Berlalu dan meninggalkannya adalah bentuk merubah dengan hati. Ikut terlibat di dalamnya meskipun hanya sebagai pendengar berarti ia setuju terhadapnya dan membiarkannya terus berlangsung.

Imannya berada dalam kondisi yang lebih buruk dari selemah-lemah iman. Apalagi bila mendengarkannya dilakukan dengan antusias, ia telah berperan dalam menghidupsuburkan ghibah. Mendengar, menonton dan membaca acara maupun tulisan ghibah apalagi sampai menggemarinya, termasuk pendukung ghibah. Semakin banyak didengar, ditonton dan dibaca orang acara ghibah menjadi semakin subur. Salah satu ciri orang-orang mukmin yang beruntung adalah kemampuannya meninggalkan perbuatan yang sia-sia.

[4] Ber- ghibah bukan saja sia-sia, tetapi termasuk perbuatan mungkar yang wajib dihindari dan ditinggalkan. Allah menggambarkan orang yang ber- ghibah seperti makan bangkai saudaranya yang telah mati. Membicarakan aib, kekurangan, hal-hal negatif pada orang lain berakibat pada matinya karakter seseorang. Sering disebut sebagai “character assasination”. Citra dirinya menjadi hancur dan mati seperti bangkai akibat ghibah.

Bahan Ghibah Hal-hal yang disebutkan dalam ghibah antara lain: keadaan jasmani, yang dipakainya, nasab dan keluarganya, perangai, pekerjaan, perbuatan, ibadah, dan hal-hal lain menyangkut cacat, kekurangan atau hal-hal yang bersifat negatif.

Ghibah tentang keadaan jasmani misalnya: menyebut mukanya seperti muka monyet, kepalanya botak, matanya juling, dahinya nonong, kupingnya perung, tangannya pendek atau panjang, punggungnya bungkuk, perutnya besar, kulitnya hitam atau kuning, belang, kakinya pincang, jalannya menyeret kaki, bicaranya cedal, gagu, dan segala hal mengenai jasmaninya dimana ia tidak suka disebutkan begitu. Ghibah tentang yang dipakaiannya: bajunya compang-camping dan banyak tambalannya, celananya kedodoran, sarungnya terseret-seret, sepatunya pinjaman, kopiahnya bau apek, perhiasannya imitasi, dll.

Ghibah tentang nasabnya misalnya: ayahnya bermoral rendah, jahat, hina, pedagang asongan, pengemis, bodoh, gembel, atau predikat apapun yang tidak disukainya. Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain tentang keluarganya antara lain dengan mengatakan: isterinya jelek, suaminya pendek, anaknya ediot, kakaknya perampok, adiknya lintah darat, keluarganya berantakan, pamannya hanya tukang sapu, dll.

Ghibah tentang perangainya antara lain dengan mengatakan: orangnya sombong, pelit, rakus, pemarahan, pengecut, licik, pembual, lemah hati, pengkhianat, penindas, pendurhaka, tidak sopan, tidak adil, gampang meremehkan, menyepelekan orang karena penampilannya, dll.

Ghibah tentang pekerjaannya: menyebut bahwa pekerjaannya hanya tukang sapu, tukang sol sepatu, babu, dll. Ghibah tentang perbuatannya: menyebut bahwa ia tidak berbakti kepada orang tuanya, banyak bicara, banyak makan, pernah mencuri, senang mabuk, bicaranya ngelantur, terlalu banyak tidur, melawan atasannya, dll.

Ghibah tentang ibadahnya: suka meremehkan shalat dan zakat, tidak sempurna ruku’ dan sujudnya, tidak berhati-hati terhadap najis, tidak menyerahkan zakat kepada yang berhak, tidak memelihara puasanya dari perkataan cabul atau ghibah, dan lain-lainnya. Pendeknya, banyak hal bisa menjadi bahan ghibah bila dimaksudkan untuk memperlihatkan sisi jeleknya.

Larangan Ghibah Dalam al-Qur’an surah al-Hujurat (49) ayat 12 sebagaimana tercantum di atas, Allah melarang ber- ghibah dan menggambarkan pelakunya sebagai pemakan bangkai saudaranya.

Di samping itu cukup banyak hadits yang juga melarangnya, antara lain: عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ Dari Abu Barzah Al Aslamy berkata; Rasulullah SAW bersabda: “ Wahai orang yang imannya masih sebatas lisannya dan belum masuk ke hati, janganlah kalian mengghibah (menggunjing) orang-orang muslim, janganlah kalian mencari-cari aurat (‘aib) mereka.

Karena barang siapa yang selalu mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan membongkar kesalahannya, serta barang siapa yang diungkap auratnya oleh Allah, maka Dia akan memperlihatkannya (aibnya) di rumahnya.” [5] عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ أَخَذَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَخَذَ عَلَى النِّسَاءِ أَوْ النَّاسِ أَنْ لَا نُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا نَسْرِقَ وَلَا نَزْنِيَ وَلَا نَقْتُلَ أَوْلَادَنَا وَلَا نَغْتَبْ وَلَا يَعْضَهَ بَعْضُنَا بَعْضًا وَلَا نَعْصِيَهُ فِي مَعْرُوفٍ فَمَنْ أَتَى مِنْكُمْ حَدًّا مِمَّا نُهِيَ عَنْهُ فَأُقِيمَ عَلَيْهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ أُخِّرَ فَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit berkata: Rasulullah SAW membaiat kami seperti membaiat kaum wanita atau semua orang: (1) kami tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa pun, (2) tidak mencuri, (3) tidak berzina, (4) tidak membunuh anak, (5) tidak ghibah satu sama lain, (6) tidak mendurhakai beliau dalam kebaikan.

Barangsiapa diantara kalian melakukan tindakan yang dilarang kemudian hukuman ditegakkan padanya, maka itu adalah kafarat baginya dan siapa yang menunda maka urusannya berpulang kepada Allah, bila berkehendak Ia akan menyiksa dan bila berkehendak Islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain akan mengampuni.” [6] Akibat Ghibah Ghibah berakibat buruk bagi pelaku dan obyeknya.

Berikut ini beberapa hal yang merupakan akibat buruk dari ghibah: • Bagi Obyek Ghibah Menimbulkan kesan buruk bagi obyek ghibah oleh karena “pembunuhan” pada karakternya. Allah menggambarkan orang yang berghibah sebagai pemakan bangkai saudaranya. Akibat perbuatannya saudaranya menjadi “ bangkai”. Pencitraan buruk membuat hati menjadi tidak enak dan semangat menjadi lemah.

Orang yang tidak punya semangat tidak mampu berbuat apa-apa. Orang yang tidak bisa berbuat apa apa seperti mayat atau bangkai. • Bagi yang berghibah: • Mengundang orang lain melakukan hal yang serupa terhadapnya. Sudah menjadi naluri manusia melakukan pembalasan kepada orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap dirinya.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Orang yang suka berghibah menjadi sasaran ghibah orang lain. • Mengurangi fungsi puasa; sebagaimana hadits dari Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Puasa adalah tameng selama ia belum melubanginya.” Abu Muhammad berkata, “Yaitu dengan menggunjing orang lain.” [7] • Mendatangkan siksa kubur; sebagaimana hadits dari Abu Bakrah, ia berkata: Nabi SAW melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: “ Keduanya sedang disiksa, dan mereka disiksa bukan karena dosa besar.

Yang satu disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika kencing dan yang lain disiksa karena berbuat ghibah.” [8] • Mendatangkan siksa neraka; sebagaimana hadits dari dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “ Ketika aku dinaikkan ke langit (dimi’rajkan), aku melewati suatu kaum yang kuku mereka terbuat dari tembaga, kuku itu mereka gunakan untuk mencakar muka dan dada mereka.

Aku lalu bertanya, “Wahai Jibril, siapa mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan mereka.” [9] Meninggalkan Ghibah Jelas sekali larangan ghibah. Kita wajib menghindari dan meninggalkannya. Caranya antara lain dengan menghindari orang-orang yang senang berghibah dan menjauhkan mereka dari lingkungan pergaulan kita.

Kita pilih orang-orang saleh menjadi sahabat-sahabat dekat kita. Bila terdengar atau terlihat oleh kita acara-acara yang berisi ghibah di radio atau televisi, segera matikan atau pindah channel yang acaranya baik. Bila pada tabloid, koran, majalah, atau bacaan lainnya berisi ghibah, tinggalkan. Bila ada orang datang kepada kita dan berbicara ghibah, ingatkan dan minta berhenti atau tinggalkan bila tetap saja bicara.

Bila dalam majlis pembicara berghibah, ingatkan atau tinggalkan majlis. Insya Allah kita akan selamat. Bagi orang-orang yang bisa meninggalkan ghibah diberikan kabar gembira, berupa kebebasan dari api neraka sebagaimana hadits dari Asma’ binti Yazid dari Nabi SAW, beliau bersabda: “ Barangsiapa menahan diri dari memakan daging saudaranya dalam Ghibah, maka menjadi kewajiban Allah untuk membebaskannya dari api neraka.” [10] Juga hadits dari Abu Darda’ dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menahan ghibah terhadap saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka kelak pada hari kiamat.”.

[11] Marilah kita jaga mulut, mata, dan semua anggota tubuh kita dari ghibah! Wallahul musta’an. Bantul 24 April 2012 Agus Sukaca (guskaca@gmail.com) catatan: [1] Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Darimi [2] Kitab Ahmad Hadits No 23898 [3] An Nawawi dalam “ al Adzkar” [4] QS 23 (al Mukminun) ayat 3 [5] Kitab Ahmad, Hadits No 18940 [6] Kitab Ahmad, Hadist No 21672 [7] Kitab Darimi Hadits No 1669 [8] Kitab Ibnu Majah Hadits No 343 [9] Kitab Abu Daud Hadits No 4235 [10] Kitab Ahmad Hadits No 26327 [11] Kitab Tirmidzi Hadits No 1854
Perbuatan Ghibah yang Diperbolehkan Perbuatan Ghibah merupakan perbuatan yang jika dilakukan akan mendapatkan laknat dari Allah, tapi islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain ada 3 jenis Ghibah yang jika dilakukan tidak mendapat dosa, apa itu?

Ghibah dalam Al-Quran dan Hadist Mengenai hal ghibah ini juga disampaikan Allah dalam Al-Quran, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.

Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al Hujurat : 12) Walaupun memang ghibah adalah sesuatu yang membicarakan fakta keburukan atau kekurangan ataupun kelemahan orang lain, tetapi tentu kita harus berhati-hati.

Terkadang manusia dengan dorongan emosi dan hawa nafsunya membuat suatu cerita yang tidak berdasarkan fakta dan juga realitasnya, akhirnya terlalu berlebihan membicarakan keburukan orang lain. “Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya).

Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim) BACA JUGA : Istri Ikut Banting Tulang Suami, "Hentikan Ustadz, Aku Tak Tahan Lagi!" Dari hadist di atas, dapat kita pahami bahwa Rasulullah memberikan peringatan bahwa jangan sampai kita menggunjing saudara kita sendiri apalagi bukan atas dasar tujuan yang maslahat, hanya ingin memuaskan diri untuk membicarakan orang lain.

Jika masih saudara semuslim, maka kita harus berhati-hati dan jangan sampai membuatnya terlukai apalagi sampai konflik atau memecah persaudaraan. Syarat-Syarat Ghibah yang Masih Diperbolehkan Para ulama menjelaskan bahwa ada ghibah yang masih diperbolehkan dan harus dilakukan. Ghibah seperti ini dilakukan karena kemungkaran yang dilawan islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain membawakan maslahat jika dilakukan.

Jika dibiarkan justru malah tidak akan ada perubahan pada sesuatu yang mudharat tersebut. Berikut adalah ghibah yang masih diperbolehkan: Membicarakan Pemimpin yang Keji dan Zalim Membicarakan pemimpin yang keji dan zalim diperbolehkan, karena memang jika tidak dibicarakan dan digunjing tentunya banyak ummat yang terzalimi dan kekuasannya dibiarkan terus ada. Untuk itu, membicarakan pemimpin yang keji dan zalim, misalnya lewat jalan demonstrasi, membangun massa dan juga lewat kekuatan masyarakat diperbolehkan.

Apalagi jika penguasa tersebut mencekik rakyat, membinasakan masyarakat, tidak membawa kesejahteraan, dan membiarkan masyarakat miskin terus sengsara. Membicarakan Orang-Orang yang Rusak Aklaknya atau Berbuat Maksiat ads Jika ada orang-orang yang terang-terangan berbuat kemaksiatan atau merusak akhlak, maka diperbolehkan dibicarakan selagi hal tersebut memang dilakukan olehnya.

Selain itu, jika dibiarkan maka hal ini bisa dilakukan terus menerus olehnya. Untuk itu, ini bisa dilakukan sebagai antisipasi agar masyarakat tidak mencontohnya, dan menjadikan jera padanya. Tentu saja hal ini dalam kaidah amar ma’ruf nahi munkar, bukan dalam arti menjatuhkan seseorang yang tidak bersalah apalagi menghakimi. Hal seperti ini dibutuhkan selagi untuk mengingatkan, menegur, memberi pelajaran, dan mengingatkan pada masyarakat. Hal ini juga disampaikan dalam Al-Quran, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.

Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS An-Nisa : 135) Membicarakan Orang yang Bidah dalam Agama atau Merusak Aqidah Membicarakan orang yang bid’ah dalam agama atau merusak aqidah tidak menjadi masalah, asalkan tidak berujung pada fitnah.

Sering kali orang-orang membicarakan keburukan orang lain sedangkan ia tidak memperhatikan apakah yang dibicarakan sesuai dengan fakta, apalagi jika berhubungan dengan aqidah dan agama. Tentu sangat besar dosanya jika asal dan sembarangan.

Hal ini juga disampaikan dalam Al-Quran, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (QS Al Maidah : 8) Dari penyampaian di atas, dapat kita pahami bahwa sejatinya sebagai muslim kita harus berhati-hati atas apa yang kita bicarakan. Ghibah yang kita lakukan harus benar-benar diukur dan dipikirkan apakah dampak yang akan terjadi setelahnya.

Jangan sampai dari apa yang kita lakukan ternyata malah berdampak mudharat, seperti misalnya : • Mengundang konflik dan perpecahan antar saudara muslim atau bisa juga memicu konflik dalam Keluarga.

• Mengklaim seseorang tanpa bukti, menuduh sembarangan Fitnah Dalam Islam tentunya adalah hal yang bahaya dan merusak persaudaraan. • Merasa paling benar sendiri hingga berdampak berbuat tidak islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain. Adil pada orang lain juga termasuk pada Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri.

• Memicu perdebatan yang tidak ada hentinya. • Berniat untuk menjatuhkan dan mencari-cari kesalahan yang tidak ada. • Dan niat-niat mudharat lainnya yang dikuasai oleh hawa nafsu dan emosi pribadi semata.

Semoga kita dijauhkan dari perilaku tersebut sehingga bisa menjalankan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan ManusiaHakikat Penciptaan ManusiaKonsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama. Ada banyak sekali aktivitas produktif yang bisa kita lakukan selain melakukan ghibah atau gosip. Lakukanlah hal tersebut dengan baik lakukan juga amar ma’ruf nahi munkar.

Ukurlah dan kenalilan niat kita jika hendak berghibah, apakah ada yang dizalimi dan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.
Merdeka.com - Pengertian ghibah penting diketahui oleh umat Islam. Ghibah harus dihindari oleh umat Islam karena merupakan salah satu perbuatan dosa yang dibenci Allah SWT.

Tanpa disadari, ghibah menjadi perbuatan yang sangat mudah dilakukan. Dalam kehidupan bermasyarakat, perilaku tersebut juga disebut bergunjing atau bergosip. Perlu diketahui, ghibah dapat membawa kerugian, baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Ghibah merupakan perbuatan zalim yang dilaknat oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, ghibah harus dijauhi dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengetahui beberapa hal tentang ghibah, merdeka.com telah melansir informasi dari liputan6.com dan berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya. Pengertian Ghibah Ghibah merupakan salah satu perbuatan dosa yang dibenci oleh Allah SWT dan harus dihindari oleh umat Islam. Secara etimologi, ghibah berasal dari bahasa Arab (dari kata ghaabaa yaghiibu ghaiban), yang artinya ghaib, tidak hadir.

Berdasarkan etimologi tersebut, dapat dipahami bahwa ghibah ialah bentuk 'ketidakhadiran seseorang' dalam sebuah pembicaraan. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ghibah yaitu kegiatan membicarakan keburukan (keaiban) orang lain atau bergunjing. Ghibah merupakan perbuatan membicarakan keburukan atau aib orang lain.

Meskipun yang dibicarakan sesuai dengan kenyataan, tetapi ghibah tetaplah suatu perbuatan yang zalim. Dalam agama Islam, ghibah sangat dilarang karena berisiko menimbulkan fitnah. Perlu diketahui, seseorang yang berghibah bahkan diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Ghibah juga merupakan perbuatan yang sangat dekat dengan perbuatan buruk lainnya seperti iri, dengki, hingga fitnah. Hukum dan Larangan Ghibah Ghibah merupakan perilaku zalim yang dilaknat oleh Allah SWT.

Hal tersebut bahkan tercantum dalam Alquran dan hadist. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur Ayat 19: "Siapapun gemar menceritakan atau menyebarluaskan kejelekan saudara Muslim kepada orang lain diancam dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat." Allah SWT menggambarkan perilaku orang yang suka ghibah atau menggunjing dan membicarakan orang lain dalam Surat Hujurat Ayat 12: "Wahai orang-orang beriman jauhilah banyaknya prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, janganlah kalian mencari-cari kesalahan, jangan menggunjing sebagian terhadap sebagian, apakah engkau senang jika makan daging bangkai saudaranya?

Maka kalian membencinya, dan takutlah kepada Allah sesungguhnya Allah menerima taubat dan Maha penyayang." Rasulullah SAW juga melarang umatnya untuk berghibah.

Diriwayatkan dalam hadist Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Orang Islam itu saudara bagi orang Islam lain, jangan saling mengkhianati, jangan saling membohongi, dan jangan saling merendahkan, setiap Muslim atas Muslim yang lain itu haram rahasianya, hartanya dan darahnya, taqwa itu ada di sini (dalam hati) cukup seseorang dikatakan jelek jika memandang rendah saudaranya Muslim." Dosa Ghibah Berat dari Dosa Zina Melansir dari dream.co.id, Rasulullah SAW menyatakan bahwa dosa orang yang berghibah berat dari dosa zina.

"Ghibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, 'Bagaimana bisa?' Rasulullah SAW menjelaskan, 'Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya," (HR At-Thabrani). Selain itu, diriwayatkan bahwa Allah SWT pernah berfirman kepada Nabi Musa AS: "Siapa saja yang meninggal dunia dalam keadaan bertaubat dari perbuatan ghibah, maka dia adalah orang terakhir masuk surga.

Dan siapa saja yang meninggal dalam keadaan terbiasa berbuat ghibah, maka dia adalah orang yang paling awal masuk neraka." Di akhirat nanti, seseorang yang suka berghibah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT oleh orang yang dighibahnya.

Amal kebaikannya pun dibayarkan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya, termasuk kepada orang yang telah dighibahnya. Kemudian setelah amal kebaikannya habis, amal keburukan orang-orang yang dizaliminya ditimpakan pada dirinya. Cara Menghindari Ghibah Terdapat beberapa cara untuk menghindari ghibah, di antaranya sebagai berikut.

1. Memperbanyak ilmu agama, dengan mengikuti kajian, membaca Alquran dan tafsirnya, serta selalu berpikir positif agar dapat menjauhkan diri dari menggunjingkan orang lain.

2. Diam atau tidak menanggapi. Salah satu cara menghindari berghibah yaitu diam. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (Muttafaq 'alaih: Al-Bukhari, no.

6018; Muslim, no.47) 3. Menasehati pelaku ghibah untuk menyudahinya. Anda bisa mengatakan dan mengingatkan pelaku ghibah bahwa perbuatan yang dilakukannya itu salah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, rubahlah dengan tangannya.

Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman" (HR Muslim 70) [add] 1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 3 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 4 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah SelengkapnyaDampak negatif yang dapat ditimbulkan dari perilaku ghibah dalam kehidupan sehari -hari adalah • Membuat hubungan menjadi rusak • Menimbulkan permusuhan dengan orang lain • Tidak dipercaya oleh orang lain • Dipandang tidak baik atau dipandang hina islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain orang lain • Susah untuk mendapatkan teman • Lebih banyak musuh dari pada teman Pembahasan Ghibah merupakan perilaku seseorang yang suka membicarakan kejelekan dimana orang yang dibicarakan tidak senang dengan pembicaraan tersebut.

Ghibah termasuk dalam salah satu jenis perilaku tercela karena ghibah dapat memberikan banyak dampak negatif bagi manusia dan juga termasuk salah satu perbuatan yang dilarang oleh agama. Oleh karena itu sebagai orang yang beragama islam sudah sepatutnya bagi kita untuk melakukan ghibah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pelajari lebih lanjut • Materi tentang dampak negatif yang dapat ditimbulkan jika seseorang suka berdusta, di link brainly.co.id/tugas/14390835 • Materi tentang contoh perilaku ria dalam mengerjakan ibadah shalat dalam kehidupan sehari-hari, di link brainly.co.id/tugas/26552963 • Materi tentang tolong menolong dalam keburukan, di link brainly.co.id/tugas/26519967 • Materi tentang sifat yang terhalang karena sikap sombongdi link brainly.co.id/tugas/26469469 • Materi tentang dampak yang akan dirasakan jika seseorang kurang adab, di link brainly.co.id/tugas/5412077# ======================================== Detail jawaban Kelas : VIII Mata pelajaran : Agama Bab : Akhlak Tercela (Akhlakul Mazmumah) Kode soal : 8.14.4 23.

Perhatikan sikap-sikap berikut. (1) Suka menolong orang lain. (2) Menghargai adanya perbedaan. (3) Mengutamakan kepentingan bersama.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

(4) Berkata d … an bersikap sesuai dengan kenyataan. (5) Menggunakan harta dengan bijak dan tidak berfoya-foya. Sikap simpati dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh nomor. A. (1), (2), dan (3) C. (2), (3), dan (4) B. (1), (3), dan (5) D. (3), (4), dan (5) strategi yang dilakukan Rasulullah guna membentuk dan membangun sebuah masyarakat bagian tersebut adalah kenangan mendamaikan sebuah kawasan yang seri … ng berselisih dengan menghilangkan isi fanatisme kesukuan Ibrah yang dapat ditimbulkan adanya strategi tersebut adalaha.

menumbuhkankembangkan sikap tolong menolongb.terciptannya hububgan yang kondusifc. menjadikan motivasi dalam menyiarkan agama Islamd.meratakan pembangunan dan ekonome. menjaga kestabilan dalam pemerintahan[tex]mohon \: dibantu \: kk[/tex]​ Manusia dari sisi perwujudannya sebagai makhluk sosial, bertempat tinggal dan berinteraksi dengan sesamanya dalam waktu yang lama dalam suatu masyarak … at. a. Jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ?

b. Jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam QS. Al-Hujuraat: 13 dan QS. AzZukhruf: 32 c. Jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat madani! d.

islam melarang umatnya melakukan perbuatan ghibah karena dampak negatif yang diakibatkan antara lain

Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera!
Ghibah artinya menggunjing atau dalam istilah yang sering kita dengar disebut bergosip. Dalam pergaulan sehari-sehari, disadari atau tidak, pernah sesekali membicarakan teman kita. Entah itu membicarakan tentang kehidupannya atau malah tentang kejelekannya. Biasanya yang sering terjadi pembicaraan tersebut mengarah pada menjelekkan atau mengumbar aib teman. Dalam ajaran Islam, ghibah adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

Allah SWT mengharamkan perbuatan ghibah (mengungkap aib saudaranya). Orang yang suka mengghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa ghibah adalah perbuatan yang sangat keji dan menjijikan. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.

Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat ayat 12). Mengutip dari buku Fiqih Bertetangga oleh Fathiy Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy (2021:26)jika seseorang tidak dapat menjaga lidahnya dari menggunjing atau membicarakan kejelekan orang lain, lebih baik diam dan sedikit berbicara.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslim untuk menjauhkan diri dari pembicaraan yang sia-sia. Beliau juga menyanjung keutamaan orang yang sedikit berbicara untuk menjaga hati dan lisan.

Ayat dan hadits di atas mengajarkan kepada umat Muslim untuk menjauhi perbuatan ghibah dan menjaga lisan. Jadi jika anda sering berghibah, mulai sekarang jauhilah kebiasaan tersebut.

Ghibah tidak mendatangkan manfaat namun malah mendatangkan kerugian, baik bagi yang berghibah maupun orang yang dibicarakan dalam ghibah tersebut.

Awas Bahaya Ghibah




2022 www.videocon.com