Sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

1.) Harahap mengamati preparat irisan melintang suatu batang tanaman menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan yang diperoleh seperti pada gambar berik … ut. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kemungkinan tanaman yang diamati Harahap adalah . a. jagung b. bayamc. kacang hijaud. ketela pohon bantu jawab dgn benar yaa ​ sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah.

perbandingan antara jumlah lilitan primer dan sekunder sebuah trafo 5:3. jika kuat arus ouputnya 3 A, kuat arus primernya adalah. sebuah trafo memiliki efisiensi 75%. tegangan inputnya 220 v dan tegangan ouputnya 110 v.

jika kuat arus primer yang mengalir 2 A, maka kuat arus sekundernya adalah. 1.) Harahap mengamati preparat irisan melintang suatu batang tanaman menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan yang diperoleh seperti pada gambar berik … ut. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kemungkinan tanaman yang diamati Harahap adalah . a. jagung b. bayamc. kacang hijaud. ketela pohon bantu jawab dgn benar yaa ​
Untuk mengatahui cara menghitung sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan.

jika tegangan primernya 220 v primer dan lilitan sekunder pada trafo, anda harus paham dengan konsep transformasi (trafo) ideal. Di mana pada trafo ideal menyatakan bahwa besarnya tegangan yang dihasilkan oleh trafo berbanding lurus dengan jumlah lilitan.

Jika lilitan trafo semakin banyak maka tegangan yang dihasilkan semakin besar. Dengan menggunakan konsep perbandingan senilai maka, hubungan antara lilitan primer dan lilitan sekunder dengan tegangan primer dan tegangan sekunder dapat dirumuskan sebagai berikut. Terima kasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar dengan sopan dan tidak mengandung unsur SARA atau pornografi serta tidak ada link aktif.

Mohon maaf kalau komentarnya dibalas agak lambat. Kolom komentar ini kami moderasi, jadi kalau ada komentar yang tidak sesuai dengan ketentuan tidak akan dipublikasikan. • ► 2022 (3) • ► Februari (2) • ► Januari (1) • ► 2021 (34) • ► Desember (1) • ► Oktober (1) • ► Agustus (2) • ► Juni (7) • ► Mei (1) • ► Maret (2) • ► Februari (3) • ► Januari (17) • ► 2020 (129) • ► November (14) • ► Oktober (36) • ► September (23) • ► Agustus (36) • ► Juli (20) • ► 2017 (15) • ► Desember (4) • ► Agustus (11) • ► 2016 (84) • ► November (9) • ► Oktober (17) • ► Agustus (1) • ► Mei (14) • ► April (12) • ► Maret (17) • ► Februari (6) • ► Januari (8) • ▼ 2015 (44) • ► Desember (6) • ► November (6) • ► Oktober (1) • ► April (1) • ▼ Maret (5) • Jenis-Jenis Teleskop atau Teropong • Rumus Menghitung Lilitan Primer dan Sekunder Pada .

• Contoh Soal Cara Mencari Panjang Sisa Kawat • Menghitung Pembesaran Teleskop Bintang (Teleskop B. • Menghitung Luas Tembereng Jika Sudut Pusat Diketahui • ► Februari (12) • ► Januari (13) • ► 2014 (321) • ► Desember (5) • ► November (17) • ► Oktober (10) • ► September (16) • ► Agustus (25) • ► Juli (10) • ► Juni (29) • ► Mei (53) • ► April (48) • ► Maret (16) • ► Februari (53) • ► Januari (39) • ► 2013 (258) • ► Desember (13) • ► Oktober (6) • ► September (19) • ► Agustus (6) • ► Juli (34) • ► Juni (28) • ► Mei (10) • ► April (29) • ► Maret (37) • ► Februari (21) • ► Januari (55) • ► 2012 (285) • ► Desember (120) • ► November (57) • ► Oktober (8) • ► September (2) • ► Agustus (98) Pengertian Trafo atau transformator adalah alat untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik menjadi lebih besar atau menjadi lebih kecil.

Contoh trafo bisa kita lihat pada tiang listrik. Pada tiang listrik biasanya terdapat trafo yang berbentuk kotak atau yang bulat.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Di dalam rumah kita juga terdapat trafo pada lampu neon. Kalau trafo pada lampu neon berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari PLN. Pada umumnya, transformator dibagi menjadi dua, yaitu transformator step-up (untuk menaikkan tegangan) dan transformator step down (untuk menurunkan tegangan listrik).

Bagian-bagian transformator : • Kumparan primer yang dihubungkan dengan tegangan masukan • Kumparan sekunder yang dihubungkan dengan tegangan keluaran • Inti besi Pada transformator tidak dapat digunakan untuk menaikan daya listrik (satuannya watt).

Mengapa tidak bisa digunakan untuk menaikkan daya? Karena daya masukan dan daya keluaran pada trafo relatif sama. Trafo juga tidak dapat digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan pada listrik searah (DC) yang bersumber dari aki ataupun baterai.

Is = Arus pada kumparan sekunder Rumus Efisiensi Trafo Ps = Daya listrik sekunder (Watt) Pp = Daya listrik primer(Watt) Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara daya primer (masukan) dengan daya sekunder (keluaran). Simbol efisiensi trafo disebut “ eta“. Ketika trafo sedang bekerja maka akan menimbulkan panas. Jika terjadi panas, maka ada energi yang hilang kemudian menjadi energi kalor atau panas. Dalam kehidupan sehari-hari, sangat jarang trafo yang memiliki efisiensi 100%.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Transformator Step-Up Transformator Step-Up berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik bolak-balik (PLN). Ciri-ciri transformator step up : • Ns > Np (jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs > Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) • Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Step-Up Transformator Step-Up berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik bolak-balik (PLN).

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Ciri-ciri transformator step up : • Ns > Np (jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs > Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) • Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Step-Down Transformator Step Down berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik bolak-balik (PLN). Ciri-ciri transformator step up : • Ns < Np (jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs < Vp (tegangan sekunder lebih rendah daripada tegangan primer) • Is > Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih besar daripada kuat arus primer) Contoh soal transformator 1.

Suatu trafo step up memiliki jumlah kumparan primer dan sekundernya yang masing yang masing-masing 100 lilitan dan 200 lilitan.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Jika trafo tersebut dihubungkan dengan tegangan masukan dari listrik PLS sebesar 220 volt. Berapakh tegangan pada lilitan sekundernya? Jawab : Np = 100 ; Ns = 200 ; Vp = 220 volt Vs = …. 2. Sebuah transformator step down memiliki tegangan primer 300 volt dan tegangan sekunder 100 volt. Jika kuat arus pada lilitan primer 1 A, berapakah kuat arus pada lilitan sekundernya?

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Jawab : Vp = 300 volt ; Vs = 100 volt ; Ip = 1 A Is = …. 3. Sebuah trafo dihubungkan dengan tegangan listrik 220 volt.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Jika tegangan keluarnya 110 volt dan kuat arus pada lilitan sekundernya 4 A. Berapakah kuat arus pada lilitan primernya? Jawab : tegangan masukan = Vp = 220 volt ; tegangan keluaran = Vs = 110 volt ; Is = 4 A Ip = ….

4. Perhatikan gambar berikut ini! Berapakah jumlah lilitan primer pada trafo tersebut? Ns = 250 ; Ip = 2 A ; Is = 4 A Np/Ns = Is/Ip Np = Ns. Is / Ip Np = 250. 4 / 2 Np = 1000 / 2 Np = 500 lilitan 5. Diketahui efisiensi transformator adalah 60%.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Jika daya keluaran pada trafo tersebut 300 Watt, berapakah daya masukannya? Jawab : efisiensi = 60% ; Ps = 300 W Ps = …. jadi daya primer pada trafo tersebut adalah 50 watt. Terbaru • Menghitung panjang gelombang dan cepat rambat gelombang transversal • Latihan soal grafik hubungan v dan t pada GLB dan GLBB • Contoh soal rangkaian listrik: mencari hambatan pengganti dan arus listrik • Cara menghitung jarak dan perpindahan benda • Menentukan grafik kecepatan terhadap waktu pada ticker timer dan tetesan oli Materi • Alat Ukur • Atom Molekul Unsur • Dinamika • Energi dan Usaha • Fisika di sekitar kita • Fluida Statis • Gelombang • Gerak Lurus • Kalor • Kinematika Gerak • Listrik • Magnet • Matematika Dasar • Optik • Pembahasan UN • Penerapan Matematika • Rumus Bangun Datar • Rumus Bangun Ruang • SMP Kelas 7 • Tata Surya • Tips Gatgets • Zat dan WUjudnya
Transformator atau yang biasa disingkat dengan “trafo” adalah komponen listrik yang sangat populer.

Komponen ini dapat kita jumpai pada banyak alat listrik. Ukuran trafo sangat beragam. Trafo jaringan kabel listrik PLN pada gardu listrik berukuran lebih dari satu meter,sedangkan trafo pada alat elektronik misalnya charger HP (handphone) berukuran hanya beberapa millimeter.

Di dalam sebuah trafo terdapat dua gulungan kawat dengan jumlah tertentu yang disebut dengan lilitan primer dan lilitan sekunder. Berikut ini dibahas mengenai bagaimana cara menghitung jumlah lilitan primer atau sekunder pada sebuah trafo.

Apa Fungsi Transformator? Transformator adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik bolak balik (AC). Bagian-Bagian Transformator Sebuah transformator terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut.

1.

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Kumparan primer yang terhubung dengan tegangan masuk 2. Kumparan sekunder yang terhubung dengan tegangan keluar 3. Inti besi Jenis-JenisTransformator Terdapat dua jenis transformator yaitu transformator. 1. Transformator step-up, berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik AC. 2. Transformator step-down, berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik AC. Ciri-Ciri Transformator Step-Up (Penaik Tegangan) 1. Jumlah lilitan primer lebih kecil daripada jumlah lilitan sekunder (Np

Kuat arus listrik primer lebih besar daripada kuat arus sekunder (Ip>Is) Ciri-Ciri Transformator Step-Down (Penurun Tegangan) 1. Jumlah lilitan primer lebih besar daripada jumlah lilitan sekunder (Np>Ns) 2. Tegangan primer lebih besar dari daripada tegangan sekunder (Vp>Vs 3. Kuat arus listrik primer lebih kecil daripada kuat arus sekunder (Ip

Hubungan antara jumlah lilitan dan tegangan pada sisi primer dan sisi sekunder ini dapat dituliskan dalam rumus sebagai berikut. Misalkan sebuah trafo memiliki 800 lilitan pada sisi primer dan 400 lilitan pada sisi sekunder, tegangan masuk pada sisi primer adalah 120 volt. Maka tegangan keluar pada sisi sekundernya dapat dihitung berdasarkan rumus di atas. Np/Ns = Vp/Vs Vs = (Ns/Np) x Vp Vs = (400/800) x 120 = 30 volt Hubungan antara Jumlah Lilitan dan Arus pada Transformator Pada transformator ideal, jumlah lilitan pada sisi primer dan jumlah lilitan pada sisi sekunder berbanding terbalik dengan kuat arus pada sisi primer dan kuat arus pada sisi sekunder.

Hubungan antara jumlah lilitan dan kuat arus pada sisi primer dan sisi sekunder ini dapat dituliskan dalam rumus sebagai berikut. Misalkan sebuah trafo memiliki 500 lilitan pada sisi primer dan 250 lilitan pada sisi sekunder, kuat arus masuk pada sisi primer adalah 2 ampere. Maka kuat arus keluar pada sisi sekundernya dapat dihitung berdasarkan rumus di atas.

Np/Ns = Is/Ip Is = (Np/Ns) x Ip Is = (500/250) x 2 = 4 ampere Contoh Cara Menghitung Jumlah Lilitan Primer atau Sekunder pada Transformator Berikut beberapa contoh soal cara menentukan banyaknya lilitan primer atau banyaknya lilitan sekunder pada transformator.

Contoh Soal 1 Soal: Diketahui tegangan masuk sebuah sebuah trafo adalah 220 volt, sedangkan tegangan keluarnya adalah 110 volt. Berapa jumlah lilitan sekunder tegangan sekundernya adalah jumlah lilitan primernya 200?

sebuah trafo jumlah lilitan primer dan sekundernya masing-masing 500 dan 400 lilitan. jika tegangan primernya 220 v, tegangan sekundernya adalah

Jawab: (Catatan: tegangan primer = tegangan masuk, tegangan sekunder = tegangan keluar) Vp = 220 volt Vs = 110 volt Np = 200 lilitan Np/Ns = Vp/Vs Ns = (Vs/Vp) x Np Ns = (110/220) x 200 = 100 lilitan Jadi jumlah lilitan sekunder trafo tsb adalah 100 lilitan Contoh Soal 2 Tegangan sekundernya adalah Diketahui jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan sekunder sebuah trafo masing-masing adalah 200 dan 800. Kuat arus pada sisi primer pada sebuah trafo adalah 2 ampere dan kuat arus pada sisi sekunder adalah 0,5 ampere.

Tentukan jumlah lilitan sekunder jika jumlah lilitan primernya adalah 200 lilitan! Jawab: Ip = 2 ampere Is = 0,5 ampere Ns = 200 lilitan Np/Ns = Is/Ip Ns = (Ip/Is) x Np Ns = (2/0,5) x 200 = 800 ampere Jadi arus jumlah lilitan pada sisi sekunder trafo tersebut adalah 800 lilitan.

Contoh Soal 3 Soal: Diketahui sebuah trafo step-down bisa mengubah voltase dari 220 V menjadi 44 V. Berapa jumlah lilitan primer jika diketahui jumlah lilitan sekundernya adalah 150 lilitan? Jawab: Vp = 220 volt Vs = 44 volt Ns = 150 lilitan Np/Ns = Vp/Vs Np = (Vp/Vs) x Ns Ns = (220/44) x 150 = 750 lilitan Jadi jumlah lilitan primer trafo tersebut adalah 750 lilitan Contoh Soal 4 Soal: Diketahui arus yang masuk trafo adalah 400 mA (milliampere) dan arus keluarnya adalah 200 mA.

Berapa lilitan primer trafo tersebut jika lilitan sekundernya adalah 300? Jawab: Ns = 300 lilitan Ip = 400 mA Is = 200 mA Np/Ns = Is/Ip Np = (Is/Ip) x Ns Np = (200/400) x 300 = 150 lilitan Jadi jumlah lilitan primer trafo tersebut adalah 150 lilitan.

TRASFORMATOR TRAFO PENJELASAN, RUMUS TRANSFORMATOR, HITUNGAN TRANSFORMATOR CONTOH SOAL FISIKA KELAS9




2022 www.videocon.com