Bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Tanah adalah hasil campuran mineral-mineral Bumi yang mendukung kehidupan makhluk hidup. Tanah mendukung kehidupan di Bumi serta menyediakan hara dan air. Tanpa adanya tanah, aktivitas makhluk hidup tidak akan dapat berjalan dengan sempurna. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanah adalah salah satunya karena memiliki peran penting bagi berkembangnya akar dan sebagai tempat persediaan udara untuk pernapasan akar.

Tanah juga menjadi tempat persediaan makanan dan air bagi tumbuh-tumbuhan. Maka dari itu, tanah harus tetap subur dan sehat agar tetap bisa menghidupi tumbuhan. Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta kondisi tanah itu tersebut.

Banyak yang menganggap bahwa tanah yang subur adalah tanah yang sehat, namun kedua hal itu berbeda. Kesehatan tanah adalah kondisi bagaimana tekstur tanah yang tidak subur dalam mendukung dan menjamin pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan secara optimal tanpa adanya gangguan apapun.

Ciri-Ciri Tanah Tidak Subur Ketika tanah tidak subur, hal ini biasanya terjadi karena beberapa faktor. Namun, sebelumnya kita harus lihat terlebih dahulu apa saja ciri-ciri dari tanah yang tidak subur: 1. Tidak banyak vegetasi dapat tumbuh Tanah yang subur biasanya memiliki banyak tanaman yang tumbuh di atasnya.

Namun, jika tanah tersebut tidak subur, maka hanya akan ada sedikit tanaman yang tumbuh. Tanaman kacang-kacangan atau leguminosa adalah jenis tanaman penyubur tanah. 2. Memiliki pH tidak netral Untuk mengetahui tingkat pH, biasanya pH meter digunakan, namun lebih spesifiknya lagi, tingkat pH pada tanah dapat diukur menggunakan pH meter tanah.

Jika tanah memiliki pH yang terlalu asam atau terlalu basa, tidak akan baik bagi pertumbuhan tanaman. Contohnya, jika pH tanah dibawah 6 atau di atas 8, maka pertumbuhan tanaman di tanah tersebut tidak akan seimbang karena adanya keracunan (jika terlalu asam) atau kadar Ca dan Molibdenum yang tinggi (jika terlalu basa). 3. Tidak memiliki biota yang banyak Jika tanah memiliki pH yang terlalu asam atau basa, maka segala mikroorganisme dan hewan tidak akan bagaimana tekstur tanah yang tidak subur tinggal di tanah tersebut.

4. Memiliki lapisan humus yang tipis Tanah yang memiliki sedikit humus dapat menandakan bahwa ada pengikisan tanah oleh air atau erosi. Humus terbentuk dari proses pelapukan material organik, diantaranya adalah daun, ranting, dan akar yang lapuk.

Apabila kondisi tanah terus memiliki lapisan humus yang tipis, maka lapisan tanah menjadi tidak subur. Selain adanya erosi atau pengikisan oleh air, lapisan humus yang tipis juga dapat terjadi karena adanya sedikit vegetasi yang tumbuh.

5. Memiliki tekstur yang keras Pengikisan lapisan humus dapat menghasilkan tekstur yang keras pada tanah. Penyebab Tanah Tidak Subur Setelah mengetahui ciri-ciri tanah tidak subur, kita juga harus tahu apa saja yang menyebabkan tanah tidak subur agar bisa menghindarinya. Penyebab tanah tidak subur antara lain: 1.

Kebiasaan membakar hutan/lahan pertanian Sebagai hasil dari pembakaran hutan atau lahan pertanian, unsur hara pindah ke udara, sehingga mudah hanyut terbawa air. 2. Tanah telah digunakan berkali-kali Contoh dari tanah yang telah digunakan berkali-kali adalah petani. Mereka harus memikirkan unsur hara pengganti setelah hasil panen mereka dituai berkali-kali.

3. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merubah pH tanah, sehingga menjadi lebih asam atau lebih basa. Hasilnya adalah tanaman yang tidak dapat tumbuh di tanah tersebut. 4. Penggunaan pestisida kimia Dalam pertanian, penggunaan pestisida kimia penting agar segala pestisida yang berada di tanaman mati. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat membunuh mikoorganisme di dalam tanah, sehingga tanah menjadi tidak subur.

5. Pemanasan global Panas yang berlebihan dapat membuat tanah tandus. Jika tanah tandus, maka tanaman tidak dapat tumbuh di tanah tersebut, dan tanah juga tidak akan bisa mendapatkan sumber air.

Adanya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi juga dapat menyebabkan tanah tidak subur. Cara Membuat Tanah Kembali Subur Bagi tanah yang belum sepenuhnya tandus, masih ada beberapa solusi agar tanah tersebut bisa kembali subur, terutama bagi tanah di pekarangan taman.

Cara membuat tanah kembali subur antara lain: 1. Menggemburkan tanah dengan sekop Penggemburan, atau penghancuran pori-pori tanah yang keras, dapat membantu mengembalikan kondisi tanah yang tadinya tandus menjadi subur. Cangkul atau sekop bisa digunakan agar tekstur tanah menjadi lebih lunak, sehingga tanaman dapat menembus tanah dengan lebih mudah. Selain itu, penggemburan tanah juga dilakukan agar udara dapat mengalir dan membantu tanah bernafas.

2. Gunakan kapur dolomite Jika pH tanah terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka tingkatnya harus diatus agar seimbang. Salah satu cara menetralkan pH tanah adalah dengan menaburkan kapur dolomite pada permukaan tanah sehingga tingkat pH kembali netral dan tetap stabil. 3. Berikan nutrisi Kurangnya kandungan mineral pada tanah menjadi salah satu penyebab tanah tandus.

Mineral-mineral tersebut antara lain tembaga, kobalt, besi, belerang, seng, atau boron. Cara memberikan nutrisi dalam bentuk mineral pada tanah adalah dengan menambahkan bebatuan yang sudah mengalami pelapukan ke dalam lapisan tanah. 4. Memanfaatkan pupuk kompos Kurangnya zat hara juga menjadi alasan lain mengapa tanah menjadi kurang sabar. Maka dari itu, pupuk kompos atau kotoran bagaimana tekstur tanah yang tidak subur bisa disebarkan pada permukaan tanah agar dapat memberikan kebutuhan zat hara organik dan membantu proses penghancuran puing tanah.

5. Membatasi penggunaan pupuk kimia Selain menggunakan pupuk kompos, pupuk kimia lain seperti NPK, urea, atau ZA bisa digunakan untuk menutrisi tanah yang tandus. Namun, karena pupuk kimia dapat diserap secara langsung oleh tanaman, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan tanah menjadi asam dan keras. Walaupun ada banyak penyebab tanah tidak subur, terutama dari faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti cuaca, ada juga solusinya agar tanah bisa menjadi kembali subur.

Ilustrasi tanah subur. (pixabay) Editor: Dera - Senin, 6 September 2021 - 06:00 WIB Sariagri - Tanah adalah salah satu unsur yang sangat penting terhadap kegiatan pertanian. Kesuburan tanah sebagai akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang akan dibudidayakan. Tanah subur memiliki ciri dan karakteristik yang dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur kesuburan. Selain itu, kesuburan tanah juga dapat dilihat dari beberapa kondisi yang nampak dan dapat dibedakan berdasarkan bentuk fisik maupun kandungannya.

Mengandung humus tebal Humus adalah lapisan tanah yang terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah lapuk. Humus merupakan penyedia unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk proses pertumbuhan. Tanah yang mengandung banyak humus biasanya berwarna hitam kecokelatan dan terdapat campuran bintik-bintik putih di dalamnya.

Terdapat organisme tanah Organisme tanah seperti cacing adalah salah satu indikator kesuburan tanah.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Selain dapat mengurai sisa bahan organik cacing juga dapat membuat pori pori tanah dan menggemburkannya sehingga mudah ditembus akar tanaman dan memudahkan penyerapan air. pH netral Kadar pH tanah yang subur berkisar antara 6,5 - 7,5. Kondisi pH tanah yang netral akan memudahkan tanaman menyerap unsur hara dalam tanah.

pH tanah yang netral juga disukai oleh mikroorganisme seperti cacing untuk hidup dan berkembang biak. Bertekstur lempung Tanah bertekstur lempung dapat mengikat mineral dengan baik sehingga tidak mudah hanyut terbawa air hujan.

Lapisan tanah lempung yang baik juga mengandung sedikit pasir untuk memudahkan penyerapan air. Kandungan tanah lempung yang terlalu tinggi juga akan berdampak buruk terhadap tanaman karena air akan mudah tergenang dan tidak segera terserap ke dalam tanah. Vegetasi tinggi Untuk mengetahui apakah tanah tersebut bagaimana tekstur tanah yang tidak subur bisa dilihat dari keragaman vegetasinya.

Tanah yang subur cenderung memiliki beragam jenis tumbuhan karena jenis tumbuhan apapun akan dengan mudah tumbuh subur. Sementara untuk ciri-ciri tanah kurang subur, di antaranya: Mengandung sedikit humus Tanah yang kurang subur mengandung sedikit humus. Hilangnya humus biasanya diakibatkan oleh erosi atau terbawa air. Penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab berkurangnya kesuburan tanah karena humus akan mudah terbawa air dan tanah tersebut kemudian semakin tandus.

Tekstur tanah keras Hilangnya lapisan humus yang gembur kemudian akan menyisakan lapisan tanah keras yang disebut horizon A. Tanah yang keras akan semakin sulit digunakan sebagai lahan pertanian karena tumbuhan akan sulit tumbuh.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

pH tanah tidak netral Kadar pH tanah yang terlalu asam atau basa kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. ph Tanah dibawah 6 atau diatas 7 maka tanaman akan mengalami keracunan unsur asam atau keracunan Ca yang bersifat basa. Rendah v egetasi Ciri tanah yang tandus adalah hanya memiliki sedikit vegetasi. Kandungan hara yang rendah mengakibatkan tanaman sulit untuk tumbuh dan berkembang pada tanah yang tidak subur.

Baca Juga: Simak! Begini Cara Mengetahui Tanah Subur dan Tidak Subur Hanya dengan Air dan Toples, Ilmuwan Temukan Cara Cepat Uji Kesehatan Tanah Lahan Kering
TANAH TIDAK SUBUR (Soil infertility) merupakan satu perkara yang agak jarang dibincangkan. Asasnya maksud KESUBURAN TANAH (Fertile Soil) adalah satu perkara asas dalam bidang sains tanah dan sektor pertanian.

Tanah yang subur yang ada diseluruh dunia dan diusahakan dengan pelbagai tanaman lazimnya mempunyai kadar kepadatan manusia ramai atau didiami atau penduduk yang padat. Kesuburan tanah berkaitan dengan jenis nutrien yang hadir di dalam tanah, bentuknya dan ketersediaannya untuk bagaimana tekstur tanah yang tidak subur oleh akar tumbuhan.

Kesuburan tanah berbeza mengikut sumber asal tanah tersebut dari bahan induknya. Bagaimana pun pada jenis tanah yang selalu digunakan untuk tanaman dan pertanian atau aktiviti manusia yang lain biasanya menjadi tanah yang subur terhasil dengan amalan pemuliharaan tanah yang baik.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Dalam menjaga kesuburan tanah selalu kebolehan petani untuk mengamalkan pertanian baik bagi sesuatu tanah untuk membekalkan nutrien kepada tumbuhan menentukan tahap kesuburan tanah untuk satu jangkamasa lama. Secara umumnya tanah untuk pertanian boleh dikelaskan kepada dua iaitu TANAH SUBUR dan juga TANAH TIDAK SUBUR.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Ini kerana pengurusan tanah amat penting dalam menentukan tahap kesuburan tanaman seterusnya akan memberikan hasil yang banyak, berkualiti dan selamat dimakan. Dalam bidang pertanian, peranan tanah sangatlah penting untuk petani dapat menentukan keberhasilan usaha tanaman. Perkara seperti ini berlaku kerana tanah digunakan sebagai media untuk akar tumbuhan, penyimpan zat atau nutrien, udara, air dan sebagai perrumah kepada banyak mikrob atau mikro- organisma lain yang berfungsi untuk menguraikan sisa tumbuhan menjadi baja.

Banyak peranan mikrob dalam tanah yang menguraikan sisa tumbuhan yang telah mati untuk kembali menjadi unsur nutrien yang boleh diambil oleh akar tumbuhan. Dalam tanah selalunya berlaku proses kitaran semulajadi sehingga proses ini memberikan kesuburan tanah. Sisa tumbuhan seperti daun, ranting, akar yang membusuk terurai dengan bantuan mikroorganisma menjadi bahan organik yang akan diserap oleh tanaman untuk proses pertumbuhan.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Artikel petang ini saya menulis dalam "Anim Agro Technology" mengenai beberapa ciri tanah yang dikatakan tanah subur sekadar menjadi bahan rujukan anda semua. Penulis dapati antara beberapa c iri Tanah Tidak Subur ada dibincangkan semasa berkursus berkaitan asas kesuburan tanah.

Ketidaksuburan sesuatu tanah yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi suatu tanah yang menyebabkan tanah tidak subur. Memang ada yang menjadi penyebab tanah tandus yang akan merugikan makhluk hidup yang hidup di bumi. Tanah yang tidak subur adalah seperti Tanag Bris, Tanah Gambut, Tanah Bekas Lombong, Tanah Liat Berat dan sebagainya. Tanah bagaimana tekstur tanah yang tidak subur sebagai contoh adalah tanah yang tidak subur untuk kebanyakan jenis tanaman makanan (Sila anda lihat foto disebelah).

Lazimnya tanah tanah tidak subur hanya ada s edikit tumbuhan atau vegetasi yang akan tumbuh. J ika suatu tanah hanya memiliki sedikit tanaman yang tumbuh diatasnya baik secara kualiti dan kuantitinya itu menandakan bahwa tanah tersebut miskin kurang unsur nutrien atau mungkin juga memiliki unsur nutrien tidak lengkap untuk pertumbuhan akar pokok.

Contohnya ada jenis tanah yang hanya mengandungi hanya salah satu unsur nutrien yang mana ia tidak membolehkan akar pokok mendapatkan nutrien asas Makro dan Mikro yang diperlukan tunmbuhan. Tanah yang tidak subur juga sering mem emiliki keasidan tanah (Di ukur dalam unit pH) yang tidak neutral/ Ph Tanah sesuai untuk pertanian sekitar pH5.5. Lazimnya jenis t anah yang memilki pH yang terlalu asidik (Kurang dari pH4.0) atau memang tidak sesuai bagi kebanyakkan jenis tanaman.

Sebagai contoh jika pH tanah dibawah 6 (Asidik) atau diatas 8 (Alkaline) maka kadar pertumbuhan tanaman diatasnya tidak akan seimbang disebabkan seringkali tanah mengalami keracuan unsur Aluminium (Al) jika tanahnya terlalu asidik dan akan memiliki kadar Ca dan Molibdenum (Mb) tinggi jika terlalu alkaline. Jenis tanah yang tidak subur juga selalunya m emiliki kehidupan organisma (biota) yang bilangannya sedikit. Pada kadar pH tanah yang tidak neutral sama ada terlalu asidik menyebabkan kadar kandungan bahan Aluminium tinggi yang menyababkan keracunan (toxicity) kepada tumbuuhan.

Lebih teruk kesannya kerana banyak mikrob yang tidak sesuai hidup dalam keadaan persekitaran yang asidik. Kandungan bahan organik atau humus pada tanah yang tidak subur juga sedikit.

Jika ada pun ia hanya mempunyai lapisan yang nipis atau mungkin tiada langsung seperti pada tanah bris. Berkemungkinan kejadian unsur humus yang nipis berlaku disebabkan oleh proses Hakisan Tanah (Soil eroison) atau memang tiada tumbuhan yang hidup diatasnya sebelum ini.

Dalam keadaan semulajadi lazimnya bahan organik atau humus terbentuk dari proses pereputan bahan organik seperti daun, ranting, akar yang lama dan mengambil masa lama untuk lengkap proses pereputan tersebut.

Tanah yang tidak subur lazimnya mnempunyai tekstur tanah yang keras berbanding dengan tanah subur yang lembut dan peroi. Tanah yang subur lazimnya mempunyai beberapa sistem penyusunan lapisan tanah. Selalunya tanah subur mempunyai LAPISAN HUMUS dilapisan paling atas, LAPISAN TENGAH yang sederhana keras dan LAPISAN BAWAH yang keras teksturnya.

Kini beberapa amalan agronomi seperti membajak tanah, memberikan air pengairan dan membaja dengan betul membolehkan tekstur tanah akan menjadi lembut dan subur. Seorang petani yang mempunyai tanah yang tidak subur bagaimana pun boleh membuat sesuatu untuk menyuburkan tanah tersebut.

Tanah hanya sebagai media tanaman tetapi yang paling utama adalah amalan agronomi bagaimana untuk menyuburkan tanah walau pun melibatkan kos yang tinggi. Sebagai contoh semasa penulis melawat DINA FARM di Mesir beberapa tahun dahulu mendapati mereka menanam pelbagai jenis sayuran, buah-buahan dan haiwan ternakan diatas tanah padang pasir. Penggunaan teknologi moden mmbolehkan tanah pasir yang tidak subur mampu memberikan makanan kepada manusia.

Wasallam!!!. Semua tulisan dalam blog ini berkaitan dengan Teknologi Pertanian, Industri Makanan dan yang berkaitan. Penulis berpengalaman dalam sektor pertanian lebih dari 38 tahun. Artikel adalah ditulis sendiri daripada pengalaman penulis serta info daripada tinjauan teknologi sendiri dan pembacaan dari buku rujukkan, akhbar dan lamaweb.

Blog ini mempunyai lebih bagaimana tekstur tanah yang tidak subur artikel sejak ditulis 12 tahun dulu yang diposting setiap hari satu artikel. Artikel ke 5,000 dicapai pada 12 Dec 2018. Penulis tidak bertanggungjawab diatas fakta yang diberikan untuk kegunaan rasmi.

Purata jumlah pembaca blog ini lebih dari 350,000 orang sebulan. • ► 2022 (131) • ► May (9) • ► April (30) • ► March (31) • ► February (30) • ► January (31) • ► 2021 (370) • ► December (33) • ► November (29) • ► October (31) • ► September (31) • ► August (31) • ► July (31) • ► June (30) • ► May (33) • ► April (30) • ► March (31) • ► February (28) • ► January (32) • ► 2020 (371) • ► December (31) • ► November (30) • ► October (31) • ► September (31) • ► August (32) • ► July (33) • ► June (30) • ► May (31) • ► April (30) • ► March (31) • ► February (29) • ► January (32) • ► 2019 (371) • ► December (32) • ► November (31) • ► October (32) • ► September (29) • ► August (32) • ► July (31) • ► June (30) • ► May (31) • ► April (30) • ► March (32) • ► February (30) • ► January (31) • ► 2018 (367) • ► December (31) • ► November (31) • ► October (31) • ► September (30) • ► August (31) • ► July (31) • ► June (30) • ► May (32) • ► April (30) • ► March (31) • ► February (28) • ► January (31) • ► 2017 (370) • ► December (32) • ► November (30) • ► October (33) • ► September (31) • ► August (31) • ► July (32) • ► June (29) • ► May (31) • ► April (30) • ► March (31) • ► February (29) • ► January (31) • ▼ 2016 (396) • ► December (31) • ► November (32) • ► October (34) • ▼ September (31) • FAEDAH RACUN PEROSAK BIOLOGI • PENGGUNAAN PERKAPITA MAKANAN • HALIA - TANAM DALAM POLIBEG • MELADA PAHIT - HERBA BERGUNA • NEKTAR - SATU PENGENALAN • MIKROB DARI PAKIS TANDUK RUSA • MAKANAN KAYA SERAT • SERANGAN KUMBANG PENDEBUNGA - KAJIAN KES • TANAH TIDAK SUBUR - APA DIA?

• TANAH SUBUR - CIRINYA • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (PART 8) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 7) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 6) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 5) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 4) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 3) • BUAH POPULAR DI MALAYSIA (Part 2) • BUAH POPULAR - MALAYSIA (Part - 1) • TKPM LOJING -SAYUR TANAH TINGGI • TKPM LOJING -SAYUR TANAH TINGGI • VARIETI DURIAN TERPILIH - PART 3 • VARIETI DURIAN TERPILIH - PART 2 • VARIETI DURIAN TEPILIH - PART 1 • WHEAT GRASS - APA DIA?

• MEMPELAS - APA DIA? • DURIAN BELANDA - VARIETI BARU?. • DURIAN MUSANG KING - 30 BULAN BERBUAH? • TANAM BETIK DALAM POLIBEG - UNIK • HIGHLAND SPROUT - TINJAUAN TEKNOLOGI • BSF SERANG KELULUT - LAPORAN AKHBAR • TENGGEK BURUNG - TEKNIK PEMBIAKAN • ► August (33) • ► July (44) • ► June (34) • ► May (32) bagaimana tekstur tanah yang tidak subur ► April (32) • ► March (32) • ► February (30) • ► January (31) • ► 2015 (371) • ► December (31) • ► November (31) • ► October (31) • ► September (30) • ► August (32) • ► July (32) • ► June (31) • ► May (31) • ► April (31) • ► March (32) • ► February (28) • ► January (31) • ► 2014 (371) • ► December (32) • ► November (30) • ► October (31) • ► September (31) • ► August (31) • ► July (31) • ► June (30) • ► May (31) • ► April (32) • ► March (33) • ► February (28) • ► January (31) • ► 2013 (366) • ► December (31) • ► November (30) • ► October (31) • ► September (31) • ► August (31) • ► July (31) • ► June (30) • ► May (31) • ► April (31) • ► March (30) • ► February (27) • ► January (32) • ► 2012 (386) • ► December (32) • ► November (34) • ► October (33) • ► September (30) • ► August (34) • ► July (34) • ► June (33) • ► May (29) • ► April (37) • ► March (32) • ► February (28) • ► January (30) • ► 2011 (351) • ► December (29) • ► November (37) • ► October (37) • ► September (36) • ► August (31) • ► July (24) • ► June (33) • ► May (16) • ► April (22) • ► March (23) • ► February (30) • ► January (33) • ► 2010 (276) • ► December (31) • ► November (24) • ► October (28) • ► September (19) • ► August (20) • ► July (32) • ► June (27) • ► May (26) • ► April (26) • ► March (12) • ► February (17) • ► January (14) • ► 2009 (61) • ► December (14) • ► November (17) • ► October (8) • ► September (10) • ► August (7) • ► July (5) Daftar Isi • Kesuburan Tanah • Ciri-Ciri Tanah Subur • 1.

Kandungan Hara Tinggi • 2. Kadar pH Netral • 3. Tekstur Lempung • 4. Organisme Tanah • 5. Mengandung Unsur Mineral • 6. Cocok Untuk Berbagai Tanaman • Ciri-Ciri Tanah Tidak Subur • 1. Sedikit Vegetasi • 2. pH Asam atau Basa • 3. Sedikit Organisme Tanah • 4. Rendah Humus • 5. Tekstur Keras • Tanah Subur Menjamin Ketersediaan Pangan Kesuburan Tanah Tanah yang subur adalah tanah memiliki sifat fisik, kimia dan biologis yang mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman, karena adanya beragam kandungan dalam tanah.

Kesuburan tanah dapat dilihat dari berbagai ciri yang nampak, serta menggunakan alat pengukur kesuburan tanah untuk menganalisa kondisi tanah. Pixabay Ciri-Ciri Tanah Subur Tingkat kesuburan tanah dapat berubah-ubah akibat faktor-faktor yang mempengaruhi.

Misalnya, tanah yang pada awalnya subur kemudian berangsur-angsur berkurang kesuburannya dapat diakibatkan oleh: • Pengikisan lapisan tanah / erosi tanah • Penguapan bagaimana tekstur tanah yang tidak subur hara • Penggunaan bahan kimia atau pupuk buatan • Drainase yang buruk • dan lain sebagainya Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan mengembalikan kesuburan tanah baik di area hutan, persawahan atau perkebunan, umumnya dilakukan program konservasi tanah dan air.

Pixabay Berikut ini adalah ciri-ciri tanah yang subur: 1. Kandungan Hara Tinggi Hara merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh subur.

Tanah yang baik harus banyak mengandung bahan organik dan unsur lain yang diperlukan tanaman. baca juga: Infografis - Kenali Badak Jawa Kandungan nutrisi atau humus dalam tanah mempengaruhi dan dipengaruhi mikrorganisme yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kandungan humus atau hara yang subur dapat dilihat dari warnanya, yaitu berwarna kehitaman atau kecoklatan dengan bintik-bintik putih.

2. Kadar pH Netral Ketika kita mengukur tanah dengan kesuburan yang baik, maka kita akan mendapati pH tanah berkisar 6,5 – 7,5 atau netral. Kondisi tanah yang memiliki pH netral akan bermanfaat bagi tanaman untuk menyerap unsur hara dan dapat menjadi habitat bagi mikroorganisme penyubur tanah.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Pada tanah yang terlalu asam, pH perlu disesuaikan dengan cara pengapuran. Sedangkan pada tanah yang terlalu basa, maka pemberian sulfur atau belerang yang juga terdapat pada pupuk ZA dapat diberikan agar tanah memiliki pH netral. 3. Tekstur Lempung Tanah dengan tekstur lempung dapat mengikat berbagai mineral dengan baik sehingga tidak mudah terbawa air hujan. Oleh karena itu, strukur tanah lempung juga menjadi indikator bahwa tanah tersebut subur. Akan tetapi, tanah dengan tekstur lempung yang terlalu tinggi juga memberikan dampak buruk, sebab air cenderung akan tergenang di tanah tersebut.

4. Organisme Tanah Keberadaan cacing merupakan indikator yang juga menandai suatu lahan subur atau tidak. Cacing memiliki manfaat untuk menggemburkan tanah, sehingga akar tanaman mudah untuk masuk ke dalam tanah dan memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan. 5.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Mengandung Unsur Mineral Tanah yang subur memiliki kandungan mineral yang lengkap yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Mineral-mineral yang terkandung dalam tanah yang subur antara lain boron, klorin, kobalt, besi, mangan, magnesium, molibdenum, zink dan sulfur. Untuk mengetahui mineral apa saja yang terkandung dalam tanah, maka diperlukan uji laboratorium.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

baca juga: Konservasi Tanah dan Air - Pengertian, Tujuan & Metode 6. Cocok Untuk Berbagai Tanaman Untuk mengetahui tanah subur atau tidak subur, maka cara paling mudah adalah dengan melihat vegetasi yang tumbuh di suatu lahan. Karena tanah yang subur akan mudah ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan. Pixabay Ciri-Ciri Tanah Tidak Subur Sedangkan tanah yang tandus atau tidak subur akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sedikit Vegetasi Apabila lahan tidak memiliki atau hanya sedikit ditumbuhi vegetasi, maka tanah tersebut dapat dikatakan tidak subur.

Tanah yang tidak subur tersebut umumnya karena kandungan unsur hara yang sedikit. 2. pH Asam atau Basa Kadar pH tanah yang terlalu asam dan terlalu basa tidak baik untuk pertumbuhan tanaman.

Jika pH tanah dibawah 6 dan diatas 7 maka tanaman dapat mengalami keracunan unsur Al (asam) atau keracunan Ca dan Molibdenum (basa). 3. Sedikit Organisme Tanah Mikroorganisme yang dapat hidup didalam tanah berkaitan dengan kadar pH tanah. Tanah dengan kadar keasaman atau basa terlalu tinggi akan menyebabkan kematian pada jasad renik tanah.

4. Rendah Humus Tanah yang mengandung sedikit humus pada umumnya disebabkan oleh erosi tanah sehingga tanah tersebut tidak subur. Humus adalah tanah yang memiliki kandungan organik sebagai habitat mikroorganisme penyubur tanah, sehingga bagaimana tekstur tanah yang tidak subur kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Humus yang terdapat dalam tanah juga akan membuat tanah mampu menahan air secara lebih baik, serta menjaganya dari risiko erosi. baca juga: pH Tanah - Pengertian, Jenis, Pengukuran & Manfaat Tanah Subur Menjamin Ketersediaan Pangan Degradasi lahan kini semakin memprihatinkan. Perkiraan dari lembaga yang mengurusi masalah lingkungan PBB, United Nations Environment Programme ( UNEP) menyatakan bahwa degradasi lahan berpotensi mengurangi 12% produksi pangan dunia pada 2035.

Tanah adalah faktor pendukung utama sistem produksi pangan. Tanpa tanah yang sehat, maka makanan sehat tidak akan tersedia. Tanah yang sehat juga menjadi filter alami air hujan menjadi air tanah yang dapat dikonsumsi.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Pixabay Selain itu, tanah juga menyimpan emisi karbon dalam jumlah besar, jauh lebih besar dibanding semua hutan yang ada di bumi. Hampir 70% spesies dunia hidup di daratan sehingga peran tanah sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati. Jika kegiatan penggunaan lahan yang tidak ramah lingkungan terus berlanjut, diprediksi lebih dari 849 juta hektar lahan alami terancam terdegradasi pada 2050. Data tersebut disampaikan oleh International Resource Panel. Kebutuhan pangan menuntut terjadinya alih guna lahan.

Lahan tanah yang awalnya berupa padang rumput, sabana dan hutan pada akhirnya akan diubah menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Kondisi ini menyebabkan 23% lahan dunia terdegradasi dan kehilangan keanekaragaman hayati. Contohnya industri pertanian saat ini yang telah menggunakan lebih dari 30% tanah di bumi. 10% daratan telah ditanami dan dijadikan lahan pertanian dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Degradasi tanah akan menurunkan kualitas hidup makhluk hidup dan mengancam ketahanan pangan.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Dampak ini semakin parah jika perubahan iklim juga tidak segera diatasi.
Tanah merupakan media tanam bagi tumbuhan. Tanah memiliki jenis yang berbeda-beda, yakni ada jenis tanah aluvial, tanah humus, tanah liat, grumasol, lempung berpasir, litosol, dan lain sebagainya. Setiap tanaman tertentu pasti memiliki kecocokan hidupnya dengan jenis tanah yang berbeda pula.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Artinya tanah untuk tumbuhan itu hidup mempunyai spesifikasi tersendiri. Misalnya untuk menanam jahe perlu media tanam dari jenis tanah liat atau humus. Jenis tanah ini memang bagus dan cocok dalam meningkatkan produktivitas tanaman jahe agar semakin bagus. Ada kalanya tanah yang ditanami oleh sayuran maupun tanaman buah justru mengalami penurunan (tidak subur).

Ini terlihat dari tekstur tanahnya yang semakin keras, sulit menghasilkan tanaman yang produktif, terlihat dari hasil panen menurun. Tanah tidak subur produktivitas tanaman kurang baik Ciri-ciri/karakteristik bagaimana tekstur tanah yang tidak subur bila tanah tidak subur bisa terlihat dari tanahnya mempunyai derajat keasaman yang tinggi, atau penyebabnya bisa karena penggunaan bagaimana tekstur tanah yang tidak subur dan insektisida/herbisida berlebih.

Jadi, rekomendasi sebaiknya para petani di Indonesia lebih bijak dalam penggunaan pupuk kimia, beralih penggunaan pupuk organik/pupuk kompos/kandang, dan bahan-bahan obat pertanian baik untuk menghalau hama dan penyakit maupun untuk keperluan perbaikan mutu tanaman. Sementara itu, tanah gersang dan tandus bisa diakibatkan karena kekeringan (kemarau), curah hujan kurang, tanah terlalu asam, atau memang penggunaan pupuk kimiawi/pestisida berlebihan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk bapak/ibu/remaja tani dimana saja anda berada. Salam bertani, sukses selalu untuk kita semuanya, aamiin. Silakan baca rekomendasi berikut agar tanah di lahan pertanian anda tidak gersang, tandus, dan semakin subur: Cara Memperbaiki Lahan Tanah yang Tidak Subur dan Gersang. Cari Artikel Artikel Terbaru • Hasil Saya Menanam Buah Jambu Kristal Hijau, Buahnya Lebat Sekali • Alasan Menanam Jahe Di Polybag Lebih Bagus Hasilnya Daripada Di Tanah Biasa • Testimoni Mosehat Untuk Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi) • Mengenal Komunitas Pertanian Sariagri Indonesia • Ayo Cintai Petani dan Produk Lokal Bersama IT’s Buah • Fungsi/Peran/Manfaat Bakteri Nitrobacter, Nitrosomonas dan Azotobacter bagaimana tekstur tanah yang tidak subur Bidang Pertanian • Mengenal Bakteri Rhizobium leguminosarum di Bidang Pertanian • Anda Mau Jadi Influencer/Blogger Sekaligus Petani Milenial?

Mengapa Tidak. • Kelebihan dan Kelemahan Sistem “Rotasi Tanam” Dalam Bidang Pertanian • Bakteri Rhizobium leguminosarum Dalam Bidang Pertanian • Ciri-Ciri dan Penyebab Tanah Tidak Subur, Gersang, dan Tandus • Mengapa Penting Berkebun Jahe Selama Pandemi COVID-19? • Cara Menanam Jahe Di Lahan Sempit Perkotaan (Kompleks Perumahan)?

Why Not ! • Cara Menunaskan Bibit Jahe yang Mudah dan Praktis, Dijamin Berhasil ! • Cara Memperbanyak Rimpang Jahe Agar Berbuah Banyak dan Berlimpah • Musim Hujan Tiba, Kini Waktunya Menanam Jahe, Bagaimana tekstur tanah yang tidak subur Harus Coba ya? • Pengertian, Contoh, dan Aplikasi MicroGreens dalam Kehidupan Sehari-hari • Bagaimana Ciri Tanaman Jahe Sehat dan Siap Panen?

• Berapa Lama Masa Tanam Jahe di Wadah Polybag? • Berapa Harga Jahe Selama Pandemik COVID-19?

Sebenarnya jika Anda cermati, kedua hal tersebut tentu hanya kebalikannya saja, namun tidak ada salahnya bila kita mencoba membedah bagaimana tanda-tanda tanah yang tidak subur dari segi ilmu pengetahuan. Semua orang menginginkan tanah yang mereka kelola untuk bercocok tanam merupakan tanah yang subur, namun tidak selalu begitu, karena kondisi geografis alam dimana tanah tersebut berada akan berbeda beda, ada yang tandus, subur hingga subur sekali.

Baca Juga : Jenis – Jenis Tanah di Indonesia Loading. Jika pada tanah yang subur dipengaruhi oleh beberapa faktor, pada tanah yang tidak subur pun mempunyai ciri-ciri yang menyebabkan tanah tersebut tidak subur.

Inilah ciri dan penjelasan mengenai ciri-ciri tanah tidak subur : 1. Sedikit Vegetasi Yang Dapat Tumbuh Perhatikan tanah yang Anda punya atau yang ingin Anda tanami, jika pada area tersebut terdapat sedikit sekali vegetasi yang dapat tumbuh, maka itulah salah satu ciri dari tanah yang tidak subur.

Jika diamati lebih jauh, tanah yang diatasnya tumbuh vegetasi sedikit sekali maka itu menandakan tanah tersebut miskin unsur hara, ataupun jika memiliki unsur hara maka unsur hara pada tanah tersebut dapat dipastikan tidak beragam.

2. Memiliki PH Yang Tidak Netral Terlalu asam maupun terlalu basa membuat beberapa tanaman tidak dapat tumbuh. Sekalipun dapat tumbuh, namun tidak optimal. Oleh karena itu bisa Anda naikan pH tanahnya atau turunkan pH tanahnya. PH tanah yang baik untuk kebanyakan tumbuhan berada pada rentang PH 6.5 hingga 7.5.

Baca Juga : Jual PH Meter Tanah & Air Jika tanah Anda telalu basa maka perlu diberikan sulfur atau belerang yang ada pada pupuk ZA (Amonium Sulfat). Namun, jika tanah terlalu asam maka perlu dilakukan pengapuran agar kembali pada kondisi PH netral.

3. Memiliki Biota Yang Sedikit Biota dalam tanah yang sedikit ini juga akibat dari tanah yang tidak netral, tanah yang tidak netral maka akan menyebabkan tidak banyak biota yang hidup pada tanah tersebut. PH tanah yang tidak netral ini menyebabkan tidak seimbangnya unsur kimiawi yang menyebakan tanaman dan mikroorganisme tidak betah hidup dalam kondisi seperti itu.

4. Memiliki Lapisan Humus Tipis Perlu diperhatikan, apabila pada area tanah yang Anda punya atau kelola ini hanya terdapat sedikit lapisan humus tipis maka hal ini dapat menjadi ciri yang menyebabkan tanah tidak subur.

Jika Anda bertanya mengapa demikian, hal ini karena humus tercipta dari tumpukan daun dan batang pohon yang membusuk sehingga akan membentuk lapisan humus yang bagus untuk kesuburan tanah. Humus ini juga bisa hilang terbawa air atau erosi. Maka sebaiknya Anda harus bisa menjaganya dan bisa memberikan pupuk organik agar bisa mempertahankan kesuburan tanah. 5. Memiliki Tekstur Keras Tanah yang memiliki tekstur keras, tentu tidak akan baik untuk bercocok tanam.

Tanah seperti ini biasanya bisa dari kondisi awal tanah atau berasal dari pengikisan lapisan humus oleh air atau erosi. Dengan adanya peristiwa tersebut maka akan menyisakan lapisan atmosfer pada tanah tengah yang bersifat keras.

Pada tanah, terdapat berapa horizon, horizon O merupakan tempat lapisan humus, ketika horizon O ini terbawa air atau erosi maka yang tersisa tinggal horizon A yang mempunyai sifat kurang subur dan keras. Baca Juga : Menyuburkan Tanah yang Kering Dengan membaca dan memahami ciri tanah yang subur maupun tanah tidak subur, diharapkan Anda dapat menentukan langkah apa yang diambil, apakah pemeberian pupuk organik atau treatment lainya.

Dengan adanya tanah subur, maka diharapkan dapat mendapatkan hasil yang memuaskan bagaimana tekstur tanah yang tidak subur bercocok tanam.Dalam bidang pertanian, peranan tanah sangatlah penting untuk menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Hal tersebut terjadi karena tanah sebagai media tumbuh, penyimpan unsur hara, udara, cadangan jenis jenis air dan sebagai rumah bagi mikroorganisme yang bertugas menguraikan sisa bagian tumbuhan yang telah mati untuk kembali menjadi unsur hara.

Pada intinya dalam tanah terjadi berbagai proses biologis dan kimiawi yang terikat dalam satu siklus perputaran. Berawal dari sisa tumbuhan seperti daun, ranting, akar yang membusuk terurai berkat bantuan mikroorganisme menjadi bahan organik yang akan diserap oleh tanaman untuk proses pertumbuhan. Dari sana tumbuh ranting dan daun baru, seiring berjalannya waktu mengalami penuaan kembali jatuh ke permukaan tanah begitu seterusnya sehingga membentuk sebuah siklus. Pengertian Kesuburan Tanah Secara umum yang dimaksud dengan kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbagai komponen yang ada didalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika.

Banyak yang menduga bahwa kesuburan tanah sama dengan kesehatan tanah, pada kenyataan-nya tidaklah selalu demikian, karena kesehatan tanah sudah berbeda lagi cakupan pembahasan-nya.Kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu kondisi atau keadaan tanah yang mendukung dan menjamin tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa adanya gangguan dari berbagai aspek. Namun secara keseluruhan antara kesuburan dan kesehatan tanah sulit dibedakan karena biasanya jenis jenis tanah yang subur tentu akan membuat tanaman tumbuh sehat terlepas dari faktor bibit penyakit yang dapat saja menyerang suatu tumbuhan atau tanaman.

Supaya tanaman dapat memanfaatkan fungsi bagaimana tekstur tanah yang tidak subur peran tanah diperlukan keadaan tanah yang subur sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Karena peranan kesuburuan tanah yang sangat penting tersebut sehingga sebelum memulai program tanam pada lahan baru hendaknya dilakukan observasi untuk mengetahui tingkat kesuburuan suatu tanah. Berikut adalah penjelasan mengenai Ciri Ciri Tanah Subur Dan Tidak Subur Ciri-ciri Tanah Subur Kesuburan tanah dapat berubah ubah tergantung dari faktor faktor yang mempengaruhinya seperti penghanyutan lapisan tanah atau erosi tanah, penyerapan salah satu unsur hara oleh satu jenis tanaman, penguapan elemen hara seperti nitrogen ke atmosfer yang akan menyebabkan kesuburan tanah menurun.

Tindakan intervensi manusia seperti pemberian pupuk organik, melakukan rotasi tanaman membuat drainase dan tindakan lainnya juga dapat memberikan dampak positif bagi tanah. Tanah yang subur merupakan impian semua manusia, tidak ada seorang pun menghendaki tanah tempat bercocok tanam menjadi tidak subur, untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mengenal ciri ciri tanah subur yang penjelasannya sebagai berikut. 1. Memiliki Lapisan Humus Tebal Suatu tanah yang subur dapat diketahui dengan melihat ketebalan bunga tanah atau humus.

Semakin tebal maka menandakan tanah tersebut kaya dengan bahan organik dan unsur hara sehingga tanaman dapat menyerap zat hara tersebut sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis. Ketersediaan humus juga sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar yang baik. Humus yang tebal akan meningkatkan daya hisap tanah terhadap air, hal ini disebabkan struktur lapisan humus berongga sehingga memungkinkan air untuk masuk lebih banyak. 2. Memiliki PH Yang Netral Tanah yang baik haruslah memiliki tingkat keasaman yang seimbang, perlu diketahui PH normal tanah berada pada kisaran 6 hingga 8 atau pada kondisi terbaik memiliki PH 6.5 hingga 7.5.

Tanah dengan tingkat PH yang netral memungkinkan untuk tersedianya berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang. Itulah kenapa pada kondisi tanah yang terlalu asam perlu dilakukan proses pengapuran yang tujuannya yaitu untuk mengembalikan PH tanah ke kondisi netral.

Begitu juga ketika tanah bersifat terlalu basa (>PH 8) perlu diberikan Sulfur atau belerang yang terkandung pada pupuk ZA (Amonium Sulfat). Dengan PH yang netral, tumbuhan akan lebih mudah menyerap ion-ion unsur hara dan menjaga perkembangan mikroorganisme tanah. 3. Memiliki Tekstur Lempung Tanah yang subur akan berstruktur lempung yang berfungsi untuk mengikat berbagai mineral sehingga tidak mudah hanyut terbawa air. Namun kadar lempung haruslah normal dan biasanya terletak pada lapisan tanah tengah.

Selain itu juga memiliki kandungan pasir yang mencukupi, manfaatnya supaya memungkinkan terjadinya drainase dan air dapat terserap kedalam tanah dengan baik. 4. Kaya Dengan Biota Tanah Kehadiran sejumlah makhluk hidup berukuran kecil penghuni tanah sebagai tanda bahwa didalam tanah tersebut tersedia berbagai bahan organik yang juga dibutuhkan mikroorganisme untuk menunjang hidupnya.

Jadi mikrofauna dan mikroflora berperan sebagai indikator kesuburan tanah. 5. Dapat Ditumbuhi Berbagai Macam Tanaman Salah satu tanda atau ciri suatu tanah dikatakan subur dengan memperhatikan vegetasi yang tumbuh diatasnya.

Semakin banyak dan beragam jenis tanaman yang tumbuh maka semakin baik kualitas tanah tersebut. Ibaratnya seperti jika banyak gula maka akan semakin banyak semut, begitulah perumpamaan untuk mempermudah pemahaman mengenai hubungan antara kesuburan tanah dengan vegetasi.

Ciri Ciri Tanah Tidak Subur Ketidaksuburan sebuah tanah yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah tanah yang menyebabkan tanah tidak subuh yang menjadi penyebab tanah tandus yang akan merugikan makhluk hidup yang hidup di bumi. Berikut adalah penjelasan mengenai ciri-ciri tanah tidak subur : 1.

Sedikit Vegetasi Yang Dapat Tumbuh Jika suatu tanah hanya memiliki sedikit tanaman yang tumbuh diatasnya baik secara kuantitas jumlah ataupun kuantitas jenis, itu menandakan bahwa tanah tersebut miskin unsur hara atau bisa juga memiliki unsur hara namun tidak beragam. Contohnya tanah yang hanya mengandung salah satu unsur hara maka hanya beberapa vegetasi yang mampu bertahan hidup.

2. Memiliki PH Yang Tidak Netral Tanah yang memilki derajat PH yang terlalu asam atau terlalu basa juga tidak baik bagi tanaman. Seperti contoh jika PH suatu tanah dibawah 6 atau diatas 8 maka pertumbuhan tanaman yang tumbuh diatasnya tidak akan seimbang karena seringkali tanah mengalami keracuan unsur Al jika tanahnya terlalu asam dan akan memiliki kadar Ca dan Molibdenum tinggi jika terlalu basa. 3.

Memiliki Biota Yang Sedikit Karena PH tanah yang tidak netral sehingga struktur kimiawi tanah juga tidak seimbang seperti contoh ketika unsur Al terlalu tinggi maka akan meracuni tanaman, jika tanaman saja dapat teracun maka begitu juga dengan mikroorganisme tanah juga akan tidak betah hidup pada kondisi seperti itu. 4. Memiliki Lapisan Humus Tipis Jumlah humus yang sedikit bisa menandakan telah terjadi pengikisan tanah oleh air atau erosi sehingga apabila kondisi seperti ini terus berlanjut tak tertutup kemungkinan lapisan bunga tanah yang kaya dengan bahan organik tersebut akan habis terkikis dan hanya menyisahkan lapisan tanah yang tidak subur dan miskin hara.

Selain faktor erosi atau pengikisan oleh air, lapisan humus yang tipis juga bisa terjadi karena sedikitnya vegetasi yang tumbuh ditanah itu. Sebelumnya sudah pernah dijelaskan bahwa humus terbentuk dari proses pelapukan material organik seperti daun, ranting, akar yang lapuk.

(baca : cara mencegah erosi tanah) 5. Memiliki Tekstur Keras Pembahasan ini sebenarnya masih lanjutan dari pengikisan lapisan humus oleh air yang mana pada akhirnya hanya menyisahkan lapisan atmosfer pada tanah tengah yang bersifat keras. Profile tanah terdiri atas beberapa horizon. Horizon O merupakan tempat lapisan humus, ketika horizon O ini hanyut terbawa air maka yang tersisa tinggal horizon A yang sifatnya kurang subur dan keras.

Dengan memahami semua tanda dan ciri tanah yang subur dan tidak subur maka seseorang dapat menentukan jenis tindakan apa yang akan diambil. Mengetahui kondisi tanah akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai keadaan keseluruhan suatu tanah.

Hal hal yang telah dijelaskan diatas dapat digunakan sebagai paduan dasar sebelum bercocok tanam sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Baca juga artikel geografi lainnya : • penyebab pemanasan global • fungsi hutan lindung • fungsi hutan bakau • manfaat sumur resapan • manfaat pasang surut air laut • jenis jenis awan • manfaat pantai • pembagian musim • jenis jenis hujan • fungsi gurun pasir • dampak akibat kerusakan hutan • gurun terluas di dunia • fungsi air hujan
Bagi kamu yang bergelut di dunia pertanian, pemahaman akan hal ini sangatlah penting.

Mengapa? Sebab pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah.

bagaimana tekstur tanah yang tidak subur

Sebagai tempat tumbuhnya tanaman, tanah yang subur adalah hal paling esensial dalam menanam. Tanah yang subur adalah tanah yang mengandung beragam unsur hara serta memiliki sifat fisik, kimia dan biologis yang mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Sejatinya, kesuburan tanah dapat dilihat dari ciri yang Nampak dalam kasat mata, bisa pula dengan memakai alat pengukur kesuburan tanah untuk menganalisa kondisi tanah.

Jadi cara untuk membedakan antara tanah subur dengan tanah tidak subur adalah dengan memahami ciri-cirinya. Simak pembahasan lanjutan mengenai ciri-ciri tanah subur dan tidak subur berikut ini: KLIK INI: Melindungi Tanaman dari Patogen Mematikan dengan Rumput Liar Ciri-Ciri Tanah Subur Tingkat kesuburan tanah dapat berubah setiap karena faktor-faktor yang mempengaruhi.

Metamorfosa kesuburan tanah dari yang awalnya subur menjadi kurang subur disebabkan antara lain: • Pengikisan lapisan tanah • Penguapan unsur hara • Penggunaan bahan kimia atau pupuk buatan • Drainase yang buruk • dan lain sebagainya Program konservasi tanah dan air adalah cara efektif yang dilakukan untuk mempertahankan dan mengembalikan kesuburan tanah baik di area hutan, persawahan atau perkebunan.

Berikut ini adalah ciri-ciri tanah yang subur: 1. Kandungan Hara Tinggi Hara adalah satu zat yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh subur. Tanah yang bagus harus banyak mengandung bahan organik dan unsur lain yang diperlukan tanaman. Kandungan nutrisi atau humus dalam tanah bagaimana tekstur tanah yang tidak subur dan dipengaruhi mikrorganisme yang ada dalam tanah. Tanah yang mengandung humus atau hara yang subur dapat dilihat dari warnanya, yaitu berwarna kehitaman atau kecoklatan dengan bintik-bintik putih.

KLIK INI: Mengenal Unsur Hara Tanah Beserta Fungsinya bagi Tumbuhan 2. Kadar pH Netral Ketika kita mengukur tanah dengan kesuburan yang baik, maka kita akan mendapati pH tanah berkisar 6,5 – 7,5 atau netral. Kondisi tanah yang memiliki pH netral akan bermanfaat bagi tanaman untuk menyerap unsur hara dan dapat menjadi habitat bagi mikroorganisme penyubur tanah. Pada tanah yang bagaimana tekstur tanah yang tidak subur asam, pH perlu disesuaikan dengan cara pengapuran. Sedangkan pada tanah yang terlalu basa, maka pemberian sulfur atau belerang yang juga terdapat pada pupuk ZA dapat diberikan agar tanah memiliki pH netral.

3. Tekstur Lempung Tanah dengan tekstur lempung dapat mengikat berbagai mineral dengan baik sehingga tidak mudah terbawa air hujan. Oleh karena itu, strukur tanah lempung juga menjadi indikator bahwa tanah tersebut subur.

Akan tetapi, tanah dengan tekstur lempung yang terlalu tinggi juga memberikan dampak buruk, sebab air cenderung akan tergenang di tanah tersebut. KLIK INI: Mengenal Jenis-Jenis Tanah yang Ada di Indonesia dan Persebarannya 4. Organisme Tanah Keberadaan cacing merupakan indikator yang juga menandai suatu lahan subur atau tidak. Cacing memiliki manfaat untuk menggemburkan tanah, sehingga akar tanaman mudah untuk masuk ke dalam tanah dan memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.

5. Mengandung Unsur Mineral Tanah yang subur memiliki kandungan mineral yang lengkap yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Mineral-mineral yang terkandung dalam tanah yang subur antara lain boron, klorin, kobalt, besi, mangan, magnesium, molibdenum, zink dan sulfur. Untuk mengetahui mineral apa saja yang terkandung dalam tanah, maka diperlukan uji laboratorium.

6. Cocok Untuk Berbagai Tanaman Untuk mengetahui tanah subur atau tidak subur, maka cara paling mudah adalah dengan melihat vegetasi yang tumbuh di suatu lahan. Karena tanah yang subur akan mudah ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan. KLIK INI: Kenalkan Bata Kobel, Bahan Bangunan Murah dan Ramah Lingkungan! Ciri-Ciri Tanah Tidak Subur Sedangkan tanah yang tandus atau tidak subur akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sedikit Vegetasi Apabila lahan tidak memiliki atau hanya sedikit ditumbuhi vegetasi, maka tanah tersebut dapat dikatakan tidak subur.

Tanah yang tidak subur tersebut umumnya karena kandungan unsur hara yang sedikit. 2. pH Asam atau Basa Kadar pH tanah yang terlalu asam dan terlalu basa tidak baik untuk pertumbuhan tanaman.

Jika pH tanah dibawah 6 dan diatas 7 maka tanaman dapat mengalami keracunan unsur Al (asam) atau keracunan Ca dan Molibdenum (basa).

3. Sedikit Organisme Tanah Mikroorganisme yang dapat hidup di dalam tanah berkaitan dengan kadar pH tanah. Tanah dengan kadar keasaman atau basa terlalu tinggi akan menyebabkan kematian pada jasad renik tanah.

Hal ini menjadi penanda penting bahwa tanah tersebut tidak lagi subur. 4. Rendah Humus Erosi tanah menyebabkan penurunan humus pada tanah. Humus adalah tanah yang memiliki kandungan organik sebagai habitat mikroorganisme penyubur tanah, sehingga tanah kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Humus yang terdapat dalam tanah juga akan membuat tanah memiliki kemampuan menahan air secara optimal, serta menjaganya dari erosi. 5. Tekstur Keras Tanah yang memiliki struktur keras dipastikan kurang subur.

Tanah terdiri dari beberapa horizon. Horizon O adalah tempat lapisan humus, apabila horizon O ini hilang terbawa air maka hanya menyisakan horizon A yang membuat tanag tidak subur dan keras. Itulah pembahasan mengenai cara membedakan tanah yang subur dan tidak subur berdasarkan cirinya, semoga bermanfaat!

* Sumber

MEMAHAMI TEKSTUR DAN STRUKTUR TANAH TUGAS KESUBURAN TANAH




2022 www.videocon.com