Jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

Australia India Malaysia New Zealand Pakistan Philippines Singapore العالم العربي (Arab world) الإمارات (UAE) لبنان (Lebanon) <السعودية (KSA) 日本 (Japan) 中国版 (China) 香港版 (Hong Kong) भारत (India) தமிழ்(India) മലയാളം (India) తెలుగు (India) ישראל (Israel) 한국 (Korea) 台灣版 (Taiwan) Việt Nam (Vietnam) বাংলাদেশ (Bangladesh) ไทย (Thailand) Europe & Africa België Belgique Botswana Čeština (Česko) Deutschland Ethiopia France Ghana Ireland Italia Kenya Magyarország Maroc Namibia Nederland Nigeria Norge Österreich Polska Portugal Schweiz Sénégal South Africa Suisse Sverige Slovensko Slovenija Tanzania Türkiye Uganda U.K.

Zimbabwe مصر (Egypt) Ελλάδα (Greece) Россия (Russia) Србија (Serbia) Украина (Ukraine) Україна (Ukraine) Lietuva Latvija North & South America • JNE Akan PHK Pegawai dan Putus Kontrak Mitra Terlibat Lowongan SARA CNN Indonesia • Ramai Seruan Boikot JNE, Ini Respons Manajemen - Kompas.com Kompas.com • Viral!

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

#BoikotJNE Perkara Syarat Lowongan Kerja Singgung Agama detikFinance • Viral Boikot JNE Gegara Isu SARA CNN Indonesia • Penjelasan JNE soal Ramai Tagar Boikot JNE karena Lowongan Kerja - Kompas.com KOMPAS.com • Lihat Liputan Lengkap di Google Berita ⌃ JAKARTA - Viral lowongan kerja kurir JNE yang mewajibkan calon pelamar beragama Islam.

Lowongan kerja tersebut menuai komentar dari netizen dan berujung tagar boikot JNE. Lowongan kerja itu sebelumnya dibuka oleh JNE cabang Tamiang, Kalimantan Selatan yang dikelola CV Bangun Banua Lestari. Menanggapi viralnya lowongan kerja tersebut, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menegaskan akan memutus kontrak dengan CV tersebut. Baca Juga: Seruan Boikot JNE Gegara Iklan Lowongan Kerja Mengandung SARA, Ini Penjelasan Manajemen VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan.

"Ya itu sebenarnya di luar pelanggaran SOP yang sudah ditetapkanperusahaan kami, karena itu kemarin sudah kami tangani dan untuk manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (8/12/2021). Baca Juga: Kisah Crazy Rich Mualaf, Usai Pulang ke Tanah Suci Bangun 99 Masjid Dia menegaskan, JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun menjunjung tinggi nilai toleransi.

"Oleh karena itu, kami sangat memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai setiap perbedaan," ujarnya.

JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam
JNE menyatakan akan memutus kontrak mintra yang terlibat dalam penerbitan poster lowongan kerja yang mensyaratkan pelabar harus beragama Islam.

Ilustrasi. (www.jne.co.id) PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir ( JNE) merespons ramainya perbincangan warganet terkait isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA) yang merebak di media sosial Twitter. Manajemen JNE menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak mitra dan oknum karyawan yang terlibat dalam kasus SARA itu.

"Oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," tulis JNE dalam keterangan resmi, Rabu (8/12). Sebagai informasi, JNE ramai diperbincangkan di dunia maya terkait poster lowongan kerja SARA mereka.

Dalam poster, mereka menyatakan butuh kurir. Syarat kurir, yang kemudian memantik reaksi masyarakat.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

Pasalnya, masyarakat yang ingin melamar jadi kurir wajib beragama Islam. Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari. Lantas, poster tersebut menuai kecaman dari warganet salah satunya akun warganet dengan mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE.

"Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?," ujar @pencerah__, Selasa (7/12). Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah menerima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like. Akun tersebut bahkan menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian. [SIAPGRAK.COM:SIAPGRAK.COM yang selama ini menjadi nilai-nilai perusahaan seperti keberagaman dan perbedaan. "JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama," kata mereka.

Perusahaan mengklaim telah banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Alquran dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu. Sebagai informasi, JNE ramai diperbincangkan di dunia maya terkait poster lowongan kerja SARA mereka. Dalam poster, mereka menyatakan butuh kurir.

Syarat kurir, yang kemudian memantik reaksi masyarakat.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

Pasalnya, masyarakat yang ingin melamar jadi kurir wajib beragama Islam. Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari. Lantas, poster tersebut menuai kecaman dari warganet salah satunya akun warganet dengan mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE. “Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?,” ujar @pencerah__, Selasa (7/12). Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah menerima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like.

Akun tersebut bahkan menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian. Perusahaan menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang selama ini menjadi nilai-nilai perusahaan seperti keberagaman dan perbedaan. “JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama,” kata mereka.

Perusahaan mengklaim telah banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Alquran dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu.

Sumber Berita / Artikel Asli : cnnindonesia. Berikan Komentar Anda comments
JAKARTA - Viral lowongan kerja kurir JNE yang mewajibkan calon pelamar beragama Islam.

Lowongan kerja tersebut menuai komentar dari netizen dan berujung tagar boikot JNE. Lowongan kerja itu sebelumnya dibuka oleh JNE cabang Tamiang, Kalimantan Selatan yang dikelola CV Bangun Banua Lestari. Menanggapi viralnya lowongan kerja tersebut, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menegaskan akan memutus kontrak dengan CV tersebut.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

Baca Juga: Seruan Boikot JNE Gegara Iklan Lowongan Kerja Mengandung SARA, Ini Penjelasan Manajemen VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan.

“Ya itu sebenarnya di luar pelanggaran SOP yang sudah ditetapkanperusahaan kami, karena itu kemarin sudah kami tangani dan untuk manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja,” kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Kisah Crazy Rich Mualaf, Usai Pulang ke Tanah Suci Bangun 99 Masjid Dia menegaskan, JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun menjunjung tinggi nilai toleransi. “Oleh karena itu, kami sangat memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai setiap perbedaan,” ujarnya. Nilai-nilai perbedaan menurut Eri sering direalisasikan dalam lingkungan perusahaan dari berbagai aspek pada aktifitas karyawan JNE.

“Jadi enggak ada kita menyudutkan, untuk kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (Umrah, Holy Land, dan lain-lain), pengiriman gratis Al-Quran dan Alkitab bersama Kang Maman Suherman ke berbagai taman bacaan, santunan ke berbagai panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu dan Budha, serta content regular Ibadah Jumat dan Minggu di sosmed,” katanya.
JNE menyatakan akan memutus kontrak mintra yang terlibat dalam penerbitan poster lowongan kerja yang mensyaratkan pelabar harus beragama Islam.

Ilustrasi. (www.jne.co.id) PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir ( JNE) merespons ramainya perbincangan warganet terkait isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA) yang merebak di media sosial Twitter. Manajemen JNE menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak mitra dan oknum karyawan yang terlibat dalam kasus SARA itu.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

"Oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," tulis JNE dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).

Sebagai informasi, JNE ramai diperbincangkan di dunia maya terkait poster lowongan kerja SARA mereka. Dalam poster, mereka menyatakan butuh kurir. Syarat kurir, yang kemudian memantik reaksi masyarakat. Pasalnya, masyarakat yang ingin melamar jadi kurir wajib beragama Islam. Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari. Lantas, poster tersebut menuai kecaman dari warganet salah satunya akun warganet dengan mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE.

"Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?," ujar @pencerah__, Selasa (7/12). Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah menerima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like.

Akun tersebut bahkan menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

{INSERTKEYS} [Gambas:Video CNN] Perusahaan menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang selama ini menjadi nilai-nilai perusahaan seperti keberagaman dan perbedaan. "JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama," kata mereka. Perusahaan mengklaim telah banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Alquran dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu.

Artikel AsliJakarta - JNE bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan yang terlibat kontroversi lowongan kerja berbau SARA. Selain itu perusahaan jasa pengiriman dan logistik itu memutus kerja sama dengan mitra yang membuka lowongan kerja tersebut.

Netizen dibuat heboh oleh persyaratan lamaran kerja mitra JNE, yaitu "DIWAJIBKAN BERAGAMA ISLAM". Demikian dikutip detikcom dari brosur yang beredar di media sosial, Rabu (8/12/2021).

Akibatnya muncul tagar #BoikotJNE di Twitter. JNE Lewat akun Twitter-nya @JNE_ID menyampaikan klarifikasi. Perusahaan menjelaskan iklan lowongan pekerjaan tersebut dari CV. Bangun Banua Lestari. {/INSERTKEYS}

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

JNE ambil tindakan atas pelanggaran SOP oleh Bangun Banua Lestari dengan memutuskan hubungan kerja sama. "Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap SOP dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan, oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra," demikian pernyataan resmi JNE.

"Kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," sambungnya. Baca juga: Viral!

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

#BoikotJNE Perkara Syarat Lowongan Kerja JNE, dijelaskan perusahaan hadir di Indonesia selama 31 tahun, dan dibangun oleh manajemen dan pegawai yang berasal dari beragam suku bangsa, ras dan agama. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai perbedaan. "Nilai-nilai ini direalisasikan dalam berbagai aspek pada aktifitas JNE, antara lain: kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (Umroh, Holy Land, dan lain-lain), pengiriman gratis Al-Quran & Alkitab bersama Kang Maman Suherman ke berbagai taman bacaan, santunan ke berbagai panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu dan Budha, serta content regular Ibadah Jumat & Minggu di social media," tambah JNE.
UmatPost - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir ( JNE) merespons ramainya percakapan warganet mengenai isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan ( SARA) yang merebak di sarana sosial Twitter.

Manajemen JNE memperlihatkan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak mitra dan oknum karyawan yang terlibat dalam masalah SARA itu.

jne akan phk pegawai dan putus kontrak mitra terlibat lowongan sara

"Oleh dikarenakan itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan jalinan kerja sama bersama pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang mengenai bersama masalah ini akan dilaksanakan pemutusan jalinan kerja," tulis JNE dalam info resmi, Rabu (8/12).

Sebagai informasi, JNE ramai diperbincangkan di dunia maya mengenai poster lowongan kerja SARA mereka. Dalam poster, mereka memperlihatkan butuh kurir. Syarat kurir, yang lantas memantik reaksi masyarakat. Pasalnya, penduduk yang mendambakan melamar menjadi kurir mesti beragama Islam. Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari. Baca Juga: Bertemu Menteri Malaysia, Menaker Ida Nego Skema Penempatan TKI Lantas, poster tersebut memetik kecaman dari warganet keliru satunya account warganet bersama mempertanyakan maksud poster tersebut kepada account Customer Services Twitter JNE.

"Apa maksudnya @JNECare cuma memprioritaskan karyawan cuma untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?," ujar @pencerah__, Selasa (7/12).

Hingga kala ini, unggahan tersebut udah terima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like. Akun tersebut lebih-lebih menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian. Perusahaan menilai perihal tersebut sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang sepanjang ini menjadi nilai-nilai perusahaan layaknya keberagaman dan perbedaan.

RESMI!!MULAI 7 MARET BEBAS KARANTINA!apa saja Syaratnya BAGI PPLN!




2022 www.videocon.com