Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Apa penyebab paru paru basah? Paru paru basah adalah infeksi akut pada paru-paru yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit yang memiliki istilah medis pneumonia ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik, oleh sebab itu langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting.

Untuk dapat mencegahnya, maka kita harus tahu apa penyebab paru paru basah dan bagaimana penyakit ini ditularkan. Pneumonia bisa terjadi pada salah satu bagian paru paru sebelah kanan, kiri atau bahkan keduanya. Proses infeksi dan peradangan yang terjadi membuat kantung-kantung udara (alveolus) terisi cairan, maka kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah heran disebut sebagai paru paru basah, sehingga alveolus tidak dapat berfungsi normal.

Padahal alveolus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen (masuk) dan karbondioksida (keluar) pada saat bernafas. Biasanya peradangan paru paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi juga dapat disebabkan oleh virus, jamur, atau parasit.

Sejatinya kuman-kuman ini ada di sekitar kita. Walau demikian biasanya mereka tidak bisa melewati pertahanan alami orang yang sehat. Pada saat menghirup udara pernafasan, kuman-kuman akan disaring terlebih dahulu melalui hidung dan sepanjang saluran nafas untuk melindungi paru-paru dari infeksi. Sistem kekebalan tubuh tersebut diperani oleh bentuk hidung dan tenggorokan yang sedemikian rupa, reflek batuk dan bersin, dan adanya struktur rambut yang disebut silia di sepanjang saluran nafas untuk membantu menghentikan kuman agar tidak mencapai paru-paru.

Meskipun sudah sedemikian hebat, namun terkadang kuman berhasil masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi. Hal ini lebih mungkin terjadi jika: • Sistem kekebalan tubuh lemah • Kuman sangat kuat • Tubuh gagal menyaring kuman dari udara yang Dihirup Oleh sebab itu penyakit paru paru basah paling umum diderita oleh mereka yang memiliki sistem kekebalan lemah, seperti orang tua, perokok, pecandu alkohol, dan orang yang menderita penyakit lain seperti stroke, flu, dan lainnya.

Misalnya, jika seseorang tidak memiliki reflek batuk karena strokekuman dapat tetap berada di saluran napas berkembang biak, mencapai paru-paru, dan bisa menyebabkan paru paru basah. Ketika kuman mencapai paru-paru, kuman ini berusaha untuk berkembang biak dengan menghancurkan sel-sel tubuh, namun sistem kekebalan tubuh tidak tinggal diam.

Tubuh akan mengirimkan berbagai jenis sel pertahanan untuk menyerang kuman. Pertempuran ini akan menyebabkan peradangan, alveoli (kantung udara) menjadi merah dan meradang serta terisi dengan cairan dan nanah. Lalu muncullah gejala paru paru basah. Kuman Penyebab Paru Paru Basah # Bakteri Bakteri adalah penyebab paru paru basah paling umum pada orang dewasa. Beberapa orang, terutama orang tua sering mengalami pneumonia bakteri setelah kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah flu atau bahkan flu biasa.

Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia bakteri dapat terjadi sendiri atau berkembang secara skunder setelah seseorang terserang pilek atau flu. Jenis pneumonia seperti ini sering mempengaruhi satu lobus, atau wilayah di paru-paru. Ketika ini terjadi, kondisi ini disebut pneumonia lobar.

Bakteri tersering yang menyebabkan pneumonia jenis ini adalah Streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus. Pesan Sekarang Tipe lain dari pneumonia bakteri disebut pneumonia atipikal. Penyebab pneumonia atipikal termasuk: • Legionella pneumophila. Terkadang disebut juga sebagai penyakit Legionnaire, dan telah menyebabkan wabah yang serius.

Wabah telah dikaitkan dengan paparan udara dingin dan spa. • Mycoplasma pneumonia. Ini adalah jenis umum dari pneumonia yang biasanya mempengaruhi orang-orang muda di bawah 40 tahun. Orang-orang yang tinggal atau bekerja di tempat-tempat ramai seperti sekolah, tempat penampungan tunawisma, dan penjara berada pada risiko tinggi untuk terserang pneumonia jenis ini.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Gejalanya biasanya ringan dan merespon dengan baik terhadap pengobatan dengan antibiotik. Namun, Mycoplasma pneumonia bisa sangat serius ketika sampai menyebabkan ruam kulit dan hemolisis (kerusakan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah darah merah).

• Chlamydophila pneumoniae. Jenis pneumonia yang dapat terjadi sepanjang tahun dan sering ringan. Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah ini paling umum pada orang berusia 65 sampai 79 tahun. # Virus Virus pernapasan menyebabkan hingga sepertiga dari seluruh kasus pneumonia. Virus ini merupakan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah paru paru basah yang umum menyerag anak-anak di bawah 5 tahun. Sebagian besar kasus berupa radang paru-paru ringan yang dapat membaik sekitar 1 sampai 3 minggu tanpa pengobatan.

Beberapa kasus bisa terjadi lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Jika seseorang mengalami paru-paru basah yang disebabkan oleh virus, maka ia juga berisiko mendapatkan pneumonia bakteri. Virus flu adalah virus penyebab kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah paru basah paling umum pada orang dewasa.

Virus lain yang menyebabkan pneumonia termasuk virus pernapasan syncytial, rhinovirus, virus herpes simpleks, sindrom pernafasan akut parah (SARS), flu burung dan banyak lagi. # Jamur Ada tiga jenis jamur tanah yang dapat menyebabkan paru paru basah, jamur ini adalah: • Coccidioidomycosis • Histoplasmosis • Cryptococcus Infeksi jamur serius paling umum terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penggunaan jangka panjang obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, misalnya obat setroid atau pada mereka yang memiliki HIV / AIDS.

Pneumocystis jiroveci, sebelumnya disebut Pneumocystis carinii, terkadang dianggap sebagai pneumonia jamur. Namun, itu tidak mempan diobati dengan obat-obatan antijamur biasa.

Ini merupakan infeksi paru-paru basah yang paling umum terjadi pada: • HIV / AIDS atau kanker • Telah menjalani transplantasi organ dan / atau darah dan sumsum tulang • Menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Faktor Resiko Penyebab Penumonia # Usia Paru paru basah dapat mempengaruhi orang-orang di segala usia.

Namun, dua kelompok umur yang memiliki resiko lebih besar terkena: • Bayi yang berusia 2 tahun atau di bawahnya (karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang selama beberapa tahun pertama kehidupan) • Orang yang berusia 65 tahun atau lebih # Penyakit Paru Paru Kondisi dan faktor-faktor lain juga meningkatkan risiko pneumonia.

Seseorang lebih mungkin terkena paru paru basah jika memiliki penyakit paru-paru atau penyakit serius lainnya. Contohnya termasuk cystic fibrosis, asma, PPOK ( penyakit paru obstruktif kronik), bronkiektasis, diabetes, gagal jantung, dan anemia sel sabit. # Dirawat di ICU RS Seseorang berisiko lebih besar terkena pneumonia jika berada di sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit, terutama jika menggunakan ventilator (mesin bantu napas).

# Daya tahan tubuh lemah Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga akan meningkatkan risiko terkena paru paru basah. Sistem kekebalan tubuh yang lemah bisa terjadi akibat penyakit seperti HIV / AIDS.

Atau bisa juga sengaja dibuat lemah atau ditekan, misalnya karena menjalani transplantasi organ atau trnasplantasi sumsum tulang, kemoterapi (pengobatan untuk kanker), atau penggunaan steroid jangka panjang.

# Tidak ada reflek batuk Risiko untuk terkena pneumonia juga meningkat jika memiliki kesulitan batuk karena stroke atau masalah menelan. Seseorang juga berisiko lebih tinggi jika tidak bisa bergerak banyak atau keadaan dibius (obat yang diberikan untuk membuat rileks atau mengantuk). # Kebiasaan Buruk Merokok, minum alkohol, atau kekurangan gizi juga meningkatkan risiko pneumonia. Baru saja mengalami pilek atau flu, atau terkena bahan kimia tertentu, polutan, atau asap beracun juga bisa menjadi faktor penyebab paru paru basah.

Cara Mencegah Paru paru Basah Setelah kita mengetahui penyebab paru paru basah, maka diharapkan kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sebagi berikut: • Vaksinasi terhadap kuman Pneumococcal Pneumonia, influenza virus, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib) • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan antiseptik berbasis alkohol untuk membunuh kuman.

• Tidak merokok. Merokok merusak kemampuan paru-paru untuk menyaring dan menyingkirkan kuman. • Menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Istirahat cukup, diet sehat dan aktivitas fisik. Jika ada yang mengalami radang paru-paru, maka ia harus membatasi kontak dengan keluarga dan teman-temannya. Anjurkan untuk menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, dan segera menyingkirkan tissue yang telah digunakan.

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Liputan6.com, Jakarta Penyebab paru-paru basah penting untuk diketahui sejak dini. Dengan mengetahui salah satu penyebab paru-paru basah, setidaknya kamu bisa mulai menghindari salah satu dari penyebab paru-paru basah ini.

Selain itu juga kamu bisa lebih dini melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit paru-paru basah tersebut. Penyakit paru-paru basah merupakan infeksi akut pada paru-paru yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit yang memiliki istilah medis pneumonia ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui sejak ini apa penyebab paru-paru basah hingga gejalanya. Paru-paru basah adalah bentuk infeksi pernapasan akut, yang menyerang paru-paru.

Banyak yang belum memahami penyebab paru-paru basah tersebut. Batuk terus menerus disertai demam bisa menjadi satu di antara gejala atau tanda seseorang mengalami paru-paru basah. Oleh sebab itu penyebab paru-paru bahas penting untuk kamu pahami sejak dini agar bisa dilakukan pencegahan dan pengobatannya secepatnya.

Pasalnya gejala pastu-paru bahas yang timbul berkisar dari ringan hingga mengancam nyawa. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penyebab paru-paru basah hingga cara penvegahannya, Senin (2/11/2020). Sebelum menelaah lebih jauh tentang penyebab paru-paru basah hingga cara pengobatannya, sebelumnya perlu untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit paru-paru basah tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit paru-paru basah atau istilah medisnya pneumonia ini merupakan infeksi di salah satu atau kedua paru-paru yang menyebabkan terbentuknya kantung udara (alveoli) terisi cairan atau nanah.

Kondisi ini menyebabkan peradangan, batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan sesak napas. Infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur ini berkisar dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Penyakit ini paling serius pada bayi dan anak-anak, orang berusia di atas 65 tahun, memiliki masalah kesehatan, atau sistem imun yang lemah. Sistem kekebalan tubuh tersebut diperani oleh bentuk hidung dan tenggorokan yang sedemikian rupa, reflek batuk dan bersin, dan adanya struktur rambut yang disebut silia di sepanjang saluran napas ini guna membantu menghentikan kuman agar tidak mencapai paru-paru.

Untuk mencegah penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini, sebelumnya kamu perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab paru paru basah. Pneumonia ini bisa terjadi pada salah satu bagian paru-paru sebelah kanan, kiri atau bahkan keduanya. Proses infeksi dan peradangan yang terjadi membuat kantung-kantung udara (alveolus) terisi cairan, maka tak heran disebut sebagai paru-paru basah. Hal ini menyebabkan alveolus tidak dapat berfungsi normal. Padahal alveolus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen (masuk) dan karbondioksida (keluar) pada saat bernafas.

Ulasan berikutnya ini yakni penyebab paru-paru basah. Penyebab paru-paru basah penting untuk diketahui sejak dini agar bisa dilakukan pencegahan dan pengobatan segera mungkin.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

1. Lingkungan yang Kotor Penyebab paru-paru basah yang pertama yakni lingkungan yang kotor. Lingkungan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah kotor, juga akan menyebabkan mikroorganisme berkembang lebih pesat dan bisa menyebabkan infeksi pada seseorang yang tinggal di lingkungan kotor tersebut. Oleh karena itu, penting menjaga lingkungan agar tetap bersih bisa kamu lakukan untuk menghindari paparan berbagai mikroorganisme. 2. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol Penyebab paru-paru basah selanjutnya yakni karena kebiasaan buruk, beberapa diantaranya yakni kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Merokok dan minum alkohol ini merupakan salah satu penyebab yang bisa membuat kondisi menurunnya kesehatab tubuhmu. Juga menjadi salah satu penyebab munculnya paru-paru basah. Umumnya, perokok dan pecandu alkohol ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk sehingga memungkinkan mikroorganisme penyebab paru paru basah bisa mudah masuk ke dalam organ tubuh. 3. Daya Tahan Tubuh yang Buruk Daya tahan tubuh yang buruk bisa menjadi salah satu penyebab paru-paru basah.

Paru-paru basah ini akan menginfeksi penderitanya ketika mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah masuk ke dalam paru-paru. Mikroorganisme ini tentunya masuk ke organ manusia karena tidak adanya sistem imun yang baik untuk menangkal berbagai mikroorganisme tersebut.

Salah satu mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah ini adalah Streptococcus pneumonia. Mikroorganisme ini biasanya bersarang permanen di tenggorokan. Seseorang yang memiliki yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, maka mikroorganisme tersebut akan turun ke paru-paru dan menginfeksi.

4. Terkena Zat Kimia Terkena zat kimia bisa menjadi salah satu penyebab paru-paru basah. Zat kimia yang dimaksud di sini adalah ketidaksengajaan saat menghirup makanan atau zat yang berasal dari muntahan.

Misalnya, yang biasa terjadi adalah menghirup atau menelan kembali muntahan yang berasal dari lambung. Makanan muntahan ini telah mengalami proses pencernaan di lambung sehingga menyebabkannya menjadi asam. Nah, cairan muntahan yang masuk ke paru-paru ini akan menyebabkan paru-paru kamu terisi dengan cairan dan membuatnya terkena infeksi.

5. Virus RSV Virus RSV merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah pada anak-anak dan bayi. Virus ini biasanya menjadi penyebab paru-paru basah. Biasanya kondisi yang disebabkan oleh virus ini tidak mengancam kehidupan. Namun pada kondisi tertentu, terutama jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, maka akan menyebabkan kondisi serius. 6. Penularan Penyebab paru-paru basah bisa berasal dari penularan. Kasus paru-paru basah dari penularan jarang terjadi, namun namun paru-paru basah dapat ditularkan seperti halnya penyakit influenza pada umumnya.

Virus yang menyebabkan paru-paru basah dapat menyebabkan penyakit pilek seperti halnya kasus influenza biasa. Jika virus tersebut mencapai tenggorokan, saluran pernapasan atas, dan sinus, hingga mencapai paru-paru tentu paru-paru basah tidak dapat terhindarkan. 7. Memiliki Penyakit Tertentu Penyebab paru-paru basah yang dikarenakan penyakit tertentu ini adalah penyakit HIV. Seseorang yang sedang mengidap HIV, maka akan rentan terkena penyakit paru-paru basah.

Hal tersebut karena, HIV ini adalah salah satu penyakit yang mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Menurunnya sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang rentan terkena penyakit salah satunya penyakit paru-paru basah tersebut. Pada penderita HIV, penyakit paru-paru basah disebabkan oleh mikroorganisme jamur yang bernama Pneumoctystis carinii.

Jamur tersebut merupakan jenis jamur yang tidak berbahaya bagi seseorang yang terkena HIV. Namun pada penderita HIV, jenis jamur ini dapat menyebabkan perkembangan paru-paru basah menjadi lebih agresif dan berkembang dengan cepat. Setelah menelaah tentang paru-paru basah dan penyebab paru-paru basah yang harus diketahui sejak dini, selanjutnya penting untuk mengetahui Gejala Paru-Paru Basah agar segera dapat pengobatan.

1. Batuk dan Nyeri Pada Dada gejala paru-paru basah yang umum terjadi namun kerap disepelekan yakni adalah batuk dan nyeri pada dada.

Saat kamu sedang batuk, tentunya dada terasa nyeri. Rasa nyeri tersebut tentunya membuat pernapasan kamu menjadi terganggu. Batuk pada penderita paru-paru basah yakni Batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, cokelat, hijau, atau kemerahan (batuk darah).

2. Kesulitan Bernapas atau Sesak Napas Gejala paru-paru basah berikutnya yakni kesulitan bernapas dan sesak napas. Dua gejala ini tak boleh disepelekan dan harus segera ditangani. Kesulitan bernapas ini pun bisa jadi efek dari batuk kering yang terus menerus terjadi.

Bukan hanya mengalami kesulitan bernapas saja, akan tetapi tempo napas yang kamu ambil pun pendek-pendek atau sangat cepat. 3. Deman Tinggi dan Sering Berkeringat Demam sendiri bisa timbul bila penyakit yang kamu derita disebabkan oleh inveksi virus. Hal ini memang gejala yang umum untuk dialami. Tapi tentu saja jika demam yang kamu derita cukup tinggi serta sering keluar keringat pada tubuh, kamu pun perlu mewaspadainya.

4. Jantung Berdebar Gejala paru-paru basah berikutnya yakni jantung berdebar. Jantung yang berdebar dengan cukup cepat dibandingkan biasanya pun cukup berbahaya. Hal ini terjadi karena jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 5. Mual dan Muntah Mual dan muntah merupakan gejala paru-paru basah yang harus diwaspadai. Gejala satu ini umum terjadi pada penyakit lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan pengobatan.

Akibat terlalu sering mual dan muntah, maka nafsu makan pun akan turun secara drastis. Akan tetapi ada baiknya untuk tetap mengontrol asupan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah yang masuk pada tubuh. 6. Nyeri Otot Gejala paru-paru basah berikutnya yakni nyeri otot. Badan akan merasa pegal-pegal akibat dari nyeri otot yang dialami saat gejala paru-paru basah ini menyerang. Tentu saja ini bisa terjadi karena tubuh kamu akan merasa kaku saat aliran darah tidak berjalan dengan baik.

Ini pun dikarena jantung yang berdebar karena harus bekerja lebih ekstra. Cara Mencegah Paru-Paru Basah Selain penyebab paru-paru basah yang penting untuk diketahui, Cara mencegah penyakit paru-paru basah juga perlu kamu lakukan sejak dini. Dengan melakukan pencegahan ini kamu bisa terhindari dari penyakit paru-paru basah. 1. Memberikan Vaksin Pneumonia Cara mencegah paru-paru basah yang pertama yakni memberikan vaksin pneumonia.

Pemberian vaksin pneumonia kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah tidak hanya diberikan pada balita saja, melainkan dapat juga diberikan kepada orang dewasa dan orang tua. Pasalnya, paru-paru basah ini dapat menginfeksi seluruh lapisan usia. Pemberian vaksin tersebut dapat mencegah perkembangan virus, bakteri, dan jamur yang menyebabkan pneumonia. Maka ada baiknya kamu melakukan vaksin ini, meskipun kamu tidak memiliki tanda-tanda paru-paru basah. 2. Menjaga Kebersihan Diri Cara mencegah penyakit paru-paru basah berikutnya yakni dengan menjaga kebersihan diri.

Virus, bakteri, dan jamur dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Oleh karena itu, pastikanlah makanan yang kamu konsumsi terjaga kebersihannya agar kemungkinan masuknya mikroorganisme penyebab paru paru basah dapat dihindari.

Selain itu, kamu bisa membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan agar berbagai mikroorganisme yang ada di tangan tidak masuk ke dalam tubuh. 3. Menggunakan Antibiotik Menggunakan antibiotik merupakan cara mencegah paru-paru basah berikutnya yang bisa kamu lakukan. Bagi kamu yang sudah terkena paru-paru basah, mengonsumsi antibiotik dapat menekan perkembangan paru-paru basah.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Sehingga prosesnya dapat diperlambat. Selain itu, kamu juga bisa istirahat teratur untuk mengembalikan stamina tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

4. Berhenti Merokok Merokok merupakan salah kebiasaan yang bisa menyebabkan paru-paru basah. Oleh sebab itu dengan berhenti merokok, kamu bisa mencegah timbulnya penyakit paru-paru basah ini.

Rokok memiliki kandungan zat kimia yang dapat memperburuk paru-paru. Zat kimia dalam kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah juga berpotensi melumpuhkan sistem kekebalan dalam tubuh. Selain itu, asap rokok yang masuk ke dalam saluran napas juga berpotensi merontokkan bulu-bulu di saluran napas yang memiliki fungsi untuk menangkap berbagai mikroorganisme yang melewati saluran napas. 5. Olahraga Salah satu kegiatan sederhana yang bisa mencegah penyakit paru-paru basah yakni olahraga.

Olahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lakukanlah olahraga secara rutin, setidaknya 20 menit per hari untuk memperoleh tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit paru-paru basah. Pengobatan Paru-Paru Basah Paru-paru basah adalah masalah kesehatan yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis paru.

Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menjadi semakin berat dan merusak paru-paru. Pengobatan pneumonia atau paru-paru basah disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Misalnya jika paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik. Untuk paru-paru basah yang sangat berat hingga menyebabkan gagal napas, penanganannya membutuhkan alat bantu napas dan perawatan intensif di ICU.
Anda mungkin kerap mendengar kena angin malam saat naik motor bisa membuat Anda kena paru-paru basah.

Terlebih, jika kebiasaan itu kemudian diikuti dengan gejala berupa batuk atau demam. Sebenarnya, apa itu paru-paru basah? Benarkah demak, batuk yang tak kunjung hilang adalah gejala Anda kena paru-paru basah? Cari tahu selengkapnya di halaman ini. Apa itu paru-paru basah? Paru-paru basah adalah kondisi di mana paru-paru Anda dipenuhi oleh cairan akibat adanya peradangan.

Bisa dibilang, kondisi ini bukanlah penyakit, tetapi perwujudan dari beberapa penyakit paru yang mungkin menyerang Anda.

Istilah ini biasanya digunakan masyarakat umum untuk menggambarkan kondisi penumpukan cairan yang ada di paru-paru. Beberapa kondisi dalam dunia medis yang biasanya diterjemahkan sebagai paru-paru basah oleh masyarakat, di antaranya adalah efusi pleura dan edema paru. Efusi pleura adalah penumpukan cairan berlebih di antara lapisan pleura di luar paru-paru.

Dikutip dari Cleveland Clinicpleura adalah selaput tipis yang melapisi paru-paru dan bagian dalam rongga dada dan bertindak untuk melumasi. Biasanya, pleura memang terdiri dari sedikit cairan. Sementara itu edema paru merujuk pada penumpukan cairan yang terjadi di kantung udara di paru-paru, alias alveolus. Kondisi ini membuat Anda susah bernapas. Edema Paru Apa saja gejala paru-paru basah? Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tapi umumnya Anda mungkin akan merasakan sakit pada dada.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertai ketika Anda mengalami paru-paru basah, yaitu: • Batuk kering • Demam • Kesulitan bernapas, terutama saat berbaring • Nyeri dada • Sesak napas Gejala lainnya mungkin akan tergantung pada penyakit yang menjadi penyebab Anda mengalami kondisi kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter atau cek gejala Anda di sini.

Apa saja penyakit penyebab paru-paru basah? Penumpukan cairan yang terjadi di paru-paru bisa disebabkan oleh iritasi atau infeksi pada paru-paru. Beberapa penyakit penyebab paru-paru basah, antara lain:. • Infeksi paru-paru (pneumonia ), tuberkulosisdan kanker dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan pleura • Gagal jantung kongestif • Sirosis (fungsi hati yang buruk) • Emboli paruyaitu penyumbatan pada arteri paru-paru • Penyakit ginjal yang parah dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh • Lupus dan penyakit autoimun lainnya Bagaimana dokter mendeteksi kondisi ini?

Setelah menanyakan gejala yang Anda rasakan, kondisi paru-paru basah biasanya diketahui setelah melakukan rontgen dada. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan: • Computed tomography (CT) scan dada: Prosedur ini dapat memeriksa penyebab dari gejala, seperti sesak napas atau nyeri dada.

Pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi beberapa masalah paru-paru, termasuk penumpukan cairan. • USG dada: Ultrasound pada dada dilakukan untuk mengetahui jenis dari cairan yang menumpuk, apakah ada peradangan, sel kanker, atau infeksi.

Jika Anda mengalami edema paru, Anda perlu mendapat penanganan segera. Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah karena itu, dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, elektrokardiogram, dan rontgen Anda. Setelah kondisi Anda lebih stabil, dokter baru akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, terutama apakah Anda pernah menderita penyakit kardiovaskular atau paru-paru.

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes di bawah ini untuk menentukan penyebab paru-paru basah: • Oksimetri nadi: Prosedur ini digunakan untuk menentukan berapa banyak oksigen dalam darah Anda • Tes darah: Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa jumlah oksigen dan karbon dioksida yang terkandung dalam darah • Electrocardiogram (ECG): Prosedur ini dapat mengungkapkan berbagai informasi tentang jantung Anda.

• Echocardiogram: Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mendeteksi masalah jantung. Bagaimana cara menangani dan mengobati paru-paru basah? Sering kali tidak perlu ada cara khusus untuk mengatasi paru-paru basah, karena cairan akan menghilang sendiri apabila penyebabnya sudah diatasi. Apabila penumpukan cairan menyebabkan rasa tidak nyaman, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk mengurangi banyaknya cairan di paru-paru. Berikut adalah anjuran yang mungkin diberikan dokter.

1. Drainase paru Drainase paru adalah salah satu cara mengobati kondisi ini, yang biasanya dilakukan paling awal. Untuk menguras kelebihan cairan di pleura, dokter akan melakukan memasukkan suatu tabung kecil ke pleura supaya cairannya bisa keluar dari paru. Prosedur ini harus dipantau secara berkala supaya tabung yang dipasang tetap aman dan tidak bergeser. Terlebih jika tabung ini dipasang untuk jangka waktu yang lama dan membutuhkan drainase berulang.

Namun, tidak semua penderita kondisi ini membutuhkan drainase berulang. Hal ini tergantung dari penyebab paru-paru basah, jumlah cairan di paru, tingkat keparahan, atau adanya kemungkinan paru-paru basah kambuh sewaktu-waktu. 2. Pleurodesis Pleurodesis adalah prosedur mengobati dengan memasukkan zat atau obat tertentu ke dalam rongga pleura. Obat tersebut berfungsi kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah membantu merekatkan pleura supaya cairan tidak bisa masuk ke dalam lapisan paru. Jenis obat yang digunakan tergantung dari penyebabnya.

Untuk mengobati paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan memasukkan antibiotik. Setelah itu, dokter akan menggunakan obat diuretik berupa furosemide untuk membantu menguras kelebihan cairan di pleura. 3. Operasi paru Jika Anda sudah melakukan berbagai cara tapi tak juga membuahkan hasil, operasi paru bisa menjadi jalan terakhir.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Prosedur operasi ini hanya dilakukan untuk mengobati paru-paru basah yang sudah tergolong parah atau yang disebabkan oleh kanker. Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah atau tabung kecil ke dalam rongga dada.

Fungsinya untuk membantu mengeluarkan cairan dari rongga dada dan mengalirkannya ke perut. Dengan mengalirkannya ke perut, cairan tadi akan lebih mudah dikeluarkan dan tidak mengganggu fungsi organ lainnya.

Konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan saran pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Pulmonary edema – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 29 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009#:~:text=Pulmonary%20edema%20is%20a%20condition,heart%20problems%20cause%20pulmonary%20edema.

Pleural Effusion: Symptoms, Causes, Treatments. (2020). Retrieved 29 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17373-pleural-effusion-causes-signs–treatment Karkhanis, V., & Joshi, J.

(2012). Pleural effusion: diagnosis, treatment, and management. Open Access Emergency Medicine, 31. doi: 10.2147/oaem.s29942 Learn About Pneumonia. (2020). Retrieved 29 June 2020, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/learn-about-pneumonia Paralikar, S. (2012). High altitude pulmonary edema-clinical features, pathophysiology, prevention and treatment. Indian Journal Of Occupational And Environmental Medicine, 16(2), 59.

doi: 10.4103/0019-5278.107066 Chest CT Scan - National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (2012). Retrieved 29 June 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/chest-ct-scan#:~:text=A%20chest%20CT%20scan%20also,emphysema%2C%20tuberculosis%2C%20and%20pneumonia. Chest Ultrasound. (2020). Retrieved 29 June 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/chest-ultrasound Paru-paru basah dalam bidang kedokteran sering disebut dengan pneumonia. Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi pada paru-paru, lebih tepatnya pada alveolus.

Alveolus merupakan salah satu bagian paru-paru yang berbentuk kantung yang berfungsi untuk menyampaikan oksigen yang kita hirup untuk diberikan ke dalam darah. Pneumonia atau paru-paru basah akan menyebabkan radang pada alveolus yang berakibat pada gangguan sistem pernapasan dan menurunnya asupan aksigen ke dalam tubuh.

Di dunia, paru-paru basah menjadi penyakit infeksi nomor satu yang meyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. WHO menyebutkan bahwa sekitar dua juta anak setiap tahunnya meninggal karena paru-paru basah. Di Indonesia, penyakit pneumonia sudah menjadi gejala umum yang banyak dialami oleh semua usia. Bahkan, kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah menjadi penyakit ke-6 yang menyebabkan kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit paru-paru basah memang jarang menginfeksi orang-orang pada usia produkstif.

Namun, kewaspadaan juga harus tetap dimiliki, tentunya dengan memperhatikan gejala-gejala yang muncul. Pneumonia paling sering menginfeksi anak di bawah 1 tahun. Pada usia produktif gejalanya akan menurun, namun pada usia senja (biasanya di atas 65 tahun), penyakit ini akan lebih mudah menyerang dan lebih cepat berkembang. Ciri-ciri Paru-paru Basah Paru-paru basah merupakan gangguan infeksi kesehatan pada paru-paru yang disebabkan oleh gangguan bakteri, virus, dan atau jamur. Penyakit paru-paru basah bisa dialami oleh anak-anak hingga dewasa, dengan kata lain penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja.

Penyakit paru-paru basah biasanya ditandai dengan gejala batuk secara terus-menerus.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Gejala tersebut bisa diakibatkan karena adanya infeksi pada tenggorokan atau saluran pernafasan. Paru-paru basah bisa bertambah parah, bahkan bisa menjadi penyakit yang menahun apabila tidak dilakukan pemeriksaan sejak dini.

Saat penyakit paru-paru basah tidak diberikan tindakan secara medis, penyakit ini akan bertambah parah dan menurunkan sistem imun tubuh sehingga tubuh mudah terserang berbagai penyakit. Secara umum, penyakit paru-paru basah ditandai oleh beberapa gejala awal, di antaranya: • Batuk-batuk disertai lendir. Batuk tersebut biasanya tidak mudah sembuh seperti halnya batuk yang diderita orang biasa (penderita influenza).

Batuk akan sulit sembuh, bahkan bertambah parah karena mikroorganisme berkembang dalam tubuh. Sebagian orang akan menyepelekan kondisi ini. Mereka akan menganggap batuk sebagai suatu penyakit musiman. Pada penyakit paru-paru basah, pertanda batuk biasanya diawali dengan batuk kering kemudian batuk yang disertai dengan dahak yang tak kunjung membaik. (baca juga: obat batuk) • Tubuh biasanya banyak mengeluarkan keringat meskipun sedang tidak melakukan aktifitas apapun seperti saat tidur.

Telapak tangan biasanya juga akan mudah berkeringat. Keringat juga bisa keluar pada bagian telapak kaki. Meski tidak beraktifitas dan juga cuaca tidak panas, keringat yang dikeluarkan tubuh relatif banyak. Keringat tersebut merupakan respon yang diberikan tubuh karena asupan oksigen ke dalam tubuh kurang mencukupi.

(baca juga: telapak tangan dan kaki berkeringat) • Mengalami gangguan sesak napas. Meskipun tubuh sudah istirahat namun sesak napas tisak kunjung membaik. (baca juga: sesak nafas) • Tubuh merasa cepat lelah dan ngantuk meskipun sudah beristirahat secara cukup. Rasa lelah dan ngantuk tersebut merupakan respon alami tubuh dikarenakan asupan dan juga suplai oksigen ke seluruh tubuh kurang. Ketika oksigen yang seharusnya disuplai ke seluruh tubuh tidak mencukupi, tubuh akan merasa cepat lelah dan tenaga terasa lebih terkuras.

(baca juga: cepat lelah) • Saat berusaha mengambil napas panjang, ada rasa mual dan ingin muntah. • Kepala sering pusing atau sakit. Hal tersebut diakibatkan karena asupan oksigen ke dalam tubuh dan juga ke otak kurang sehingga tubuh lemas dan kepala terasa pusing. • Nafsu makan berkurang disertai dengan penurunan berat badan. Gejala ini akan muncul jika keadaan paru-paru basah sudah dalam kondisi buruk. Nafsu makan akan berkurang hingga berat badan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Itulah beberapa gejala awal dari penyakit paru-paru basah. Gejala tersebut biasanya akan ditemui pada remaja atau orang-orang yang berabjak dewasa. Namun, penyakit paru-paru basah juga kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah menyerang anak-anak bahkan ketika mereka masih bayi. Anda perlu waspada jika anak Anda mengalami gejala berikut ini, bisa jadi anak Anda terkena penyakit paru-paru basah. Berikut gejala-gejala yang timbul saat anak terkena paru-paru basah.

• Anak akan mengalami sesak napas. • Pada bayi berusia di bawah 2 bulan biasanya akan bernapas dengan cepat, biasanya mencapai lebih dari 60 kali setiap menitnya. • Pada bayi di atas 2 bulan hingga mencapai 1 tahun, kecepatan napas bisa mencapai 50 kali per menit. • Pada anak usia 1 hingga 5 tahun, kecepatan napas mencapai 40 kali per menit. • Anak-anak yang terkena penyakit paru-paru basah akan bernapas dengan cepat dan disertai gerakan hidung yang kembang kempis.

• Pada kondisi yang sudah parah, dapat terjadi tarikan pada dinding dada bagian bawah ke dalam. • Nafsu makan anak menurun, biasanya diikuti dengan penurunan berat badan yang signifikan. Itulah beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan adanya penyakit paru-paru kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Lalu apa saja yang menyebabkan munculnya penyakit paru-paru basah? Berikut penjelasannya. Secara umum penyakit paru-paru basah dapat disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur dalam paru-paru.

Paru-paru akan mengandung banyak cairan yang menyebabkan sirkulasi udara menjadi tidak lancar sehingga timbullah sesak napas. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab paru-paru basah : 1. Daya Tahan Tubuh yang Buruk Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh tidak baik akan mudah terkena paru-paru basah.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Paru-paru basah akan menginfeksi seseorang ketika mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus masuk ke dalam paru-paru. Mikroorganisme tersebut tentunya masuk ke organ manusia karena tidak ada sistem imun yang baik untuk menangkal berbagai mikroorganisme tersebut. Salah satu jenis mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah ialah Streptococcus pneumoniae.

Mikroorganisme tersebut biasanya bersarang permanen pada tenggorokan. Pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, hal tersebut tidak menjadi permasalahan. Namun bagi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, mikroorganisme tersebut akan turun ke paru-paru dan menginfeksi.

2. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol Merokok dan konsumsi alkohol merupakan kebiasaan yang dapat menurunkan kesehatan tubuh, temasuk menjadi salah satu penyebab munculnya paru-paru basah. Umumnya, perokok dan pecantu alkohol memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk sehingga mikroorganisme penyebab paru-paru basah juga mudah masuk ke dalam organ tubuh.

(baca juga: penyakit akibat merokok) Penyakit yang dimaksud ialah penyakit HIV. Seseorang yang mengidap HIV juga rentan terkena penyakit paru-paru basah. Alasannya, HIV adalah salah satu penyakit yang mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Makin menurun sistem kekebalan tubuh, maka makin rentan tubuh terkena berbagai penyakit, termasuk paru-paru basah. Penyakit paru-paru basah pada penderita HIV disebabkan oleh mikroorganisme jamur yang bernama Pneumocystis carinii. Jenis jamur tersebut tidak berbahaya bagi seseorang yang tidak terkena HIV.

Namun pada penderita HIV, jenis jamur tersebut dapat menyebabkan perkembangan paru-paru basah menjadi lebih agresif dan berkembang cepat. (baca juga: gejala HIV AIDS) 4. Lingkungan yang Kotor Lingkungan kotor akan menyebabkan mikroorganisme berkembang lebih pesat dan bisa saja menyebabkan infeksi pada seseorang yang tinggal di lingkungan kotor tersebut. Menjaga lingkungan tetap bersih dapat dilakukan untuk menghindari paparan berbagai mikroorganisme.

5. Terkena Zat Kimia Zat kimia yang bisa menimbulkan paru-paru basah adalah ketidaksengajaan saat menghirup makanan atau zat yang berasal dari muntahan. Semisal yang bisa terjadi adalah menghirup atau menelan kembali muntahan yang berasal dari lambung. Makanan muntahan telah mengalami proses pencernaan di lambung sehingga menyebabkannya menjadi asam. Cairan muntahan yang masuk ke paru-paru akan menyebabkan paru-paru terisi cairan dan membuatnya terkena infeksi.

6. Virus RSV Virus RSV merupakan jenis mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah pada anak-anak dan bayi. Virus tersebut biasanya menjadi penyeybab lebih dari separuh kasus paru-paru basah. Biasanya kondisi yang disebabkan oleh virus tersebut tidak mengancam kehidupan. Namunpada kondisi tertentu, terutama jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, tentu akan menyebabkan kondisi serius. 7. Penularan Kasus ini memang jarang terjadi. Namun paru-paru basah dapat ditularkan seperti halnya penyakit influenza pada umumnya.

Virus yang menyebabkan paru-paru basah dapat menyebabkan penyakit pilek seperti halnya kasus influenza biasa.

Namun, jika virus tersebut mencapai tenggorokan, saluran pernapasan atas, dan sinus, hingga mencapai paru-paru kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah paru-paru basah tidak dapat terhindarkan. Jenis-jenis Penyakit Paru-paru Basah Paru-paru basah memiliki beberapa jenis golongan yang didasarkan pada tingkat keparahan paru-paru basah tersebut. Meskipun dalam kondisi tertentu penyakit paru-paru basah tidak selalu berada dalam kondisi parah, namun pemeriksaan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah tetap dilakukan agar resiko perkembangan penyakit dapat dihindari.

Berikut ini 4 tingkatan penyakit paru-paru basah yang didasarkan pada tingkat keparahan penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang berat. • Community-acquired pneumonia (CAP). Kondisi ini merupakan jenis penyakit paru-paru basah yang paling sering dialami oleh orang-orang. Seseorang yang CAP biasanya masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik. Penyakit jenis ini paling umum disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur yang berada di luar lingkungan kesehatan. • Hospital-acquired pneumonia (HAP).

Kondisi ini merupakan efek lanjutan dari CAP. Ketika CAP tidak kunjung ditangani, kondisi akan semakin buruk dan berimbas pada menurunnya kondisi tubuh dan berakibat pada HAP. Kondisi semacam ini akan terjadi ketika seseorang melakukan perawatan di rumah sakit setelah 48 jam. Seseorang yang telah berada dalam kondisi HAP harus melakukan perawatan serius karena mikroorganisme yang berada di dalam tubuh biasanya akan lebih sulit diobati. • Aspirasi paru-paru basah, terjadi pada saat adanya cairan atau penyebab iritasi lainnya yang masuk ke dalam paru-paru.

Kondisi semacam ini biasanya terjadi ketika seseorang muntah dan secara tidak sengaja cairan muntahan tersebut kembali tertelan dan masuk ke paru-paru. Akibatnya, paru-paru akan dimasuki cairan dan dapat menimbulkan infeksi.

• Pneumonia oportunistik. Kondisi ini akan dialami oleh orang-orang dengan tingkat daya tahan tubuh yang rendah. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang-orang pengidap HIV. Saat virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya tidak bereaksi dan tidak memberikan dampak pada orang biasa, penderita HIV akan mengalami dampak negatif dari mikroorganisme tersebut.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Mikroorganisme yang tidak berbahaya bagi orang pada kondisi biasa, justru akan berkembang pesat dan menginfeksi penderita HIV. Selain itu, orang-orang yang menderita penyakit tertentu seperti kanker dan juga sedang melakukan transplantasi organ juga rentan pada kondisi ini. Cara Mencegah Paru-paru Basah 1. Pemberian Vaksinasi Pneumonia Vaksin pneumonia tidak hanya diberikan pada balita saja, vaksin ini juga dapat diberikan kepada dewasa dan orang tua, mengingat paru-paru basah dapat menginfeksi seluruh lapisan usia.

Pemberian vaksin tersebut dapat mencegah perkembangan virus, bakteri, dan jamur yang menyebabkan pneumonia. Karena mencegah lebih baik dai pada mengobati, maka ada baiknya Anda melakukan vaksin ini meskipun Anda tidak memiliki tanda-tanda paru-paru basah. 2. Menjaga Kebersihan Diri Bagaimana virus, bakteri, dan jamur masuk ke dalam tubuh? Salah satunya berasal dari makanan. Untuk itu, pastikanlah makanan yang Anda konsumsi terjaga kebersihannya agar kemungkinan masuknya mikroorganisme penyebab paru-paru basah dapat dihindari.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Selain itu, cucilah tangan Anda sebelum makan agar berbagai mikroorganisme yang ada di tangan Anda tidak masuk ke dalam tubuh. 3. Menggunakan Antibiotik Antibiotik, meski tidak disarankan, dapat Anda konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk Anda yang sudah terkena paru-paru basah, konsumsi antibiotik dapat menekan perkembangan paru-paru basah sehingga prosesnya dapat diperlambat. Untuk menekan perkembangan paru-paru basah ataupun mencegahnya hadir di tubuh Anda, Anda juga dapat melakukan istirahat secara teratur.

Istirahat teratur penting kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah mengembalikan stamina tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit. 4. Berhenti Merokok Apa saja dampak negatif rokok terhadap paru-paru?

Rokok memiliki kandungan zat kimia yang dapat memperburuk paru-paru. Zat kimia dalam rokok juga berpotensi melumpuhkan sistem kekebalan dalam tubuh. Asap rokok yang masuk ke dalam saluran napas juga berpotensi merontokkan bulu-bulu di saluran napas yang memiliki fungsi untuk menangkap berbagai mikroorganisme yang melewati saluran napas. Dengan kata lain, merokok dapat meningkatkan resiko paru-paru basah. Untuk itu, berhentilah merokok jika tidak ingi terkena paru-paru basah atau berbagai jenis penyakit lainnya.

(baca juga: 74 bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang mematikan) 5. Mengetahui Setiap Cirinya Tambahlah pengetahuan Anda mengenai ciri-ciri dan juga gejala yang timbul pada penderita paru-paru basah.

Jika Anda, atau orang terdekat Anda memiliki gejala yang dimaksud, maka ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan. Pemeriksaan dini akan mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah. 6. Berolah Raga Olah raga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lakukanlah olah raga secara rutin, setidaknya 20 menit per hari untuk memperoleh tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit paru-paru basah.

baca juga: jenis penyakit paru-paru Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah paru-paru basah. Ada yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Maka lakukanlah pencegahan sejak dini agar kesehatan selalu Anda miliki. Jika Anda sudah terlanjur terkena paru-paru basah, maka Anda wajib melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk pengobatan dan mencegah penyakit tersebut berkembang lebih cepat.

artikel lainnya yang berkaitan: • cara membersihkan paru-paru dari nikotin secara alami • ciri-ciri radang paru-paru • cara menjaga kesehatan tubuh • infeksi paru-paru Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Paru-paru basah adalah kondisi yang terjadi akibat peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru.

Umumnya, kondisi tersebut bisa terjadi karena terdapat infeksi, baik infeksi bakteri, virus, maupun jamur, pada paru-paru. Paru-paru basah sebenarnya adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya peradangan pada paru-paru, yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru. Kondisi ini bisa menggambarkan beberapa penyakit, seperti pneumonia akibat infeksi bakteri atau virus (termasuk infeksi virus Corona atau COVID-19), karena kantung udara di paru-paru dipenuhi oleh cairan atau nanah.

Penyakit ini bisa berakibat serius jika diderita oleh bayi, anak kecil, lansia, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Gejala Paru-Paru Basah Penyakit paru-paru basah dapat dikenali dari berbagai gejala umum, antara lain: • Batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, cokelat, hijau, atau kemerahan ( batuk darah) • Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah dada yang bertambah parah ketika batuk • Napas berat atau terasa sesak, bahkan ketika sedang istirahat • Demam, menggigil, dan sering berkeringat • Hilang nafsu makan • Kelelahan atau tidak berenergi • Mual, muntah, atau diare • Jantung berdebar Selain gejala umum, ada pula gejala tambahan paru-paru basah yang muncul sesuai usia penderitanya, yaitu: • Pada bayi, gejala batuk mungkin tidak terlalu jelas.

Gejala yang dapat muncul biasanya adalah bayi menjadi rewel dan sulit makan atau minum. • Pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun, napas bisa menjadi cepat dan berbunyi (mengi).

• Pada orang dewasa, gejaa tambahannya bisa berupa linglung, mengantuk, bahkan koma. Penyebab Paru-Paru Basah Ada beragam hal yang dapat menginfeksi paru-paru sehingga menyebabkan seseorang menderita paru-paru basah, yaitu: 1. Infeksi bakteri Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Selain itu, ada pula bakteri Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae.

Paru-paru basah ini bisa disebabkan oleh penularan kuman dari orang lain atau akibat pengggunaan alat ventilator dalam jangka panjang. 2. Infeksi virus Infeksi virus yang menimbulkan penyakit flu, kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah, dan bronkiolitis merupakan penyebab umum paru-paru basah pada balita. Paru-paru basah jenis ini biasanya lebih ringan dan dapat sembuh sendiri dalam 1–3 minggu tanpa pengobatan.

Namun, pada beberapa kasus, paru-paru basah juga bisa menjadi semakin berat. 3. Infeksi jamur Paru-paru basah karena infeksi jamur lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Infeksi juga dapat terjadi setelah jamur dari tanah atau kotoran burung terhirup.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Beberapa contoh jamur yang dapat menyebabkan paru-paru basah adalah Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus, dan Histoplasmosis. Selain infeksi, paru-paru basah juga dapat terjadi akibat hal lain, misalnya pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing, seperti cairan lambung, air liur, makanan, atau minuman, ke dalam saluran napas kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah menimbulkan gangguan pada paru-paru. Pada kasus tertentu, paru-paru basah juga bisa muncul akibat efusi pleura.

Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pencegahan paru-paru basah sebenarnya tidak sulit, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti: • Lakukan vaksinasi pneumonia (vaksin PCV) dan influenza.

• Hindari merokok. • Kurangi konsumsi minuman beralkohol. • Cuci tangan secara rutin. Ini berguna untuk menghindari penularan kuman dari orang lain atau dari benda yang terkontaminasi kuman. • Jaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan rumah secara rutin. • Tutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin. • Gunakan masker, terlebih jika terdapat polusi udara atau orang yang sedang batuk pilek, di sekitar rumah atau kantor.

Paru-paru basah adalah masalah kesehatan yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis paru. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menjadi semakin berat dan merusak paru-paru. Pengobatan paru-paru basah disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Misalnya jika paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.

Untuk paru-paru basah yang sangat berat hingga menyebabkan gagal napas, penanganannya membutuhkan alat bantu napas dan perawatan intensif di ICU.
KOMPAS.com - Paru-paru basah sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Istilah ini hanya familiar bagi masyarakat awam untuk menjelaskan adanya masalah pada organ paru-paru yang parah. Istilah paru-paru basah dalam bahasa medis disebut sebagai pneumonia. Baca juga: Apakah Mungkin Menderita Pneumonia Tanpa Demam?

Banyak orang selama ini mungkin berpikir penyebab paru-paru basah atau pneumonia adalah faktor gaya hidup tertentu. Misalnya, sering berkendara sepeda motor larut malam atau tidak memakai jaket, mandi malam hari, tidur dengan kipas angin, tidur di lantai, termasuk juga merokok. Padahal, asumsi tersebut keliru. Pneumonia yang merupakan penyakit peradangan pada paru-paru ini melainkan disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Penyebab paru-paru basah Melansir American Lung Association, pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, dan jamur di udara yang kita hirup. Mengidentifikasi penyebab pneumonia ini bisa menjadi langkah penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Berikut penjelasannya: 1. Bakteri Jenis pneumonia bakteri yang paling umum disebut pneumonia pneumokokus. Pneumonia pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae yang biasanya hidup di saluran pernafasan bagian atas.

Baca juga: Benarkah Telapak Tangan Sering Berkeringat Gejala Paru-paru Basah? Bakteri ini dilaporkan menginfeksi lebih dari 900.000 orang Amerika setiap tahun. Pneumonia kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah dapat terjadi dengan sendirinya atau berkembang setelah Anda terserang pilek ( salesma) atau flu.

Pneumonia bakteri sering menyerang hanya satu bagian (lobus) paru-paru. Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi, kondisi tersebut disebut pneumonia lobar. Mereka yang berisiko terbesar terkena pneumonia bakterial termasuk orang yang baru pulih dari operasi, orang dengan penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan orang yang sistem kekebalannya lemah.

Beberapa jenis bakteri menyebabkan apa yang disebut pneumonia "atipikal", termasuk: • Mycoplasma pneumoniae, yakni bakteri yang biasanya menginfeksi orang yang berusia di bawah 40 tahun, terutama yang tinggal dan bekerja dalam kondisi ramai.

Penyakit ini seringkali cukup ringan untuk tidak terdeteksi dan kadang-kadang disebut sebagai pneumonia berjalan • Chlamydophila pneumoniae, yakni biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas sepanjang tahun, tetapi juga dapat menyebabkan pneumonia ringan • Legionella pneumophila yang menyebabkan jenis pneumonia berbahaya yang disebut penyakit Legionnaire.

Tidak seperti pneumonia bakteri lainnya, Legionella tidak ditularkan dari orang ke orang. Wabah penyakit telah dikaitkan dengan paparan air yang terkontaminasi Baca juga: Mitos atau Fakta, Tidur Pakai Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah?

Bakteri ini disebut sebagai "atipikal" karena pneumonia yang disebabkan oleh organisme ini mungkin memiliki gejala yang sedikit berbeda, yaitu tampak berbeda pada hasil rontgen dada, atau merespons antibiotik yang berbeda dengan bakteri biasa yang menjadi penyebab pneumonia.

Meskipun disebut "atipikal", infeksi ini tidak jarang terjadi. 2. Virus Virus yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas juga dapat menyebabkan pneumonia.

Virus influenza adalah penyebab paling umum dari virus pneumonia pada orang dewasa. Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paling umum dari pneumonia virus pada anak kecil.

Kebanyakan pneumonia virus tidak serius dan berlangsung lebih singkat daripada pneumonia bakteri. Pneumonia virus biasanya dapat membaik dalam satu hingga tiga minggu tanpa pengobatan. Namun, pneumonia virus yang disebabkan oleh virus influenza (flu) bisa parah dan terkadang berakibat fatal. Virus ini menyerang paru-paru dan berkembang biak, tapi hampir tidak ada tanda fisik jaringan paru-paru yang terisi cairan. Pneumonia virus paling serius pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru-paru dan wanita hamil.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tidur di Lantai Sebabkan Paru-paru Basah? 3. Jamur Jamur dari tanah atau kotoran burung bisa menyebabkan pneumonia. Jamur ini paling sering menyebabkan pneumonia pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah. Pneumocystis pneumonia adalah infeksi jamur serius yang disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii. Pneumocystis pneumonia terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV/AIDS atau penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan mereka, seperti yang digunakan untuk mengobati kanker atau mengelola transplantasi organ.

Jenis jamur lain yang dapat menyebabkan pneumonia, yakni: • Spesies Cryptococcus • Spesies histoplasmosis Faktor risiko paru-paru basah Siapa pun bisa terkena pneumonia, tetapi banyak faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda sakit dan menderita penyakit yang lebih parah.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Melansir Health Line, berikut ini adalah kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi terjangkit paru-paru basah atau pneumonia: • Bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun • Orang berusia 65 tahun ke atas • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau penggunaan obat-obatan, seperti steroid atau obat kanker tertentu • Orang dengan kondisi medis kronis tertentu, seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung • Orang yang baru saja mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu • Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah yang baru saja atau sedang dirawat di rumah sakit, terutama jika mereka sedang atau menggunakan ventilator • Orang yang pernah mengalami stroke, kesulitan menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilitas • Orang yang merokok, menggunakan jenis obat tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan • Orang yang pernah terpapar iritasi paru-paru, seperti polusi, asap, dan bahan kimia tertentu Baca juga: 9 Gejala Awal Kanker Paru-paru yang Harus Diwaspadai Cara mencegah paru-paru basah Dalam banyak kasus, pneumonia dapat dicegah.

Merangkum Medical News Today, berikut ini beberala hal yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah pneumonia atau paru-paru basah: 1. Vaksinasi Garis pertahanan pertama melawan pneumonia adalah mendapatkan vaksinasi.

Ada beberapa vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia. Apa saja? Prevnar 13 and Pneumovax 23 Kedua vaksin pneumonia ini membantu melindungi dari pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. Dokter dapat memberi tahu Anda mana yang lebih baik untuk Anda. Prevnar 13 efektif melawan 13 jenis bakteri pneumokokus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan vaksin ini untuk: • Anak di bawah usia 2 tahun • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas • Orang berusia antara 2 dan 64 tahun dengan kondisi kronis yang meningkatkan risiko pneumonia Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi Sementara itu, pneumovax 23 efektif melawan 23 jenis bakteri pneumokokus.

CDC merekomendasikan vaksin ini untuk: • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas • Dewasa usia 19 sampai 64 tahun yang merokok • Orang berusia antara 2 dan 64 tahun dengan kondisi kronis yang meningkatkan risiko pneumonia Vaksin flu Pneumonia sering kali merupakan komplikasi dari flu, jadi pastikan juga untuk mendapatkan vaksinasi flu tahunan. CDC merekomendasikan bahwa setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas perlu mendapatkan vaksinasi, terutama mereka yang mungkin berisiko mengalami komplikasi flu.

Vaksin Hib Vaksin ini melindungi dari Haemophilus influenzae tipe b (Hib), sejenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis. Baca juga: Kanker Paru-paru: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati CDC merekomendasikan vaksin ini untuk: • Semua anak di bawah 5 tahun • Anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa yang tidak divaksinasi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu • Individu yang mendapatkan transplantasi sumsum tulang Menurut National Institutes of Health (NIH), vaksin pneumonia tidak akan mencegah semua kasus kondisi tersebut.

Tetapi jika Anda divaksinasi, Anda cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan dan lebih pendek serta risiko komplikasi yang lebih rendah. Selain vaksinasi, ada hal lain yang bisa Anda lakukan untuk menghindari pneumonia. Berikut yang baik dilakukan: • Jika Anda merokok, cobalah berhenti.

Merokok membuat Anda lebih rentan terkena infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia • Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air • Tutupi batuk dan bersin Anda. Segera buang tisu bekas • Pertahankan gaya hidup sehat untuk memperkuat sistem kekebalan Anda. Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan olahraga teratur Bersama dengan vaksinasi dan langkah-langkah pencegahan tambahan, Anda dapat membantu mengurangi risiko terkena pneumonia atau paru-paru basah.

Baca juga: Mengenal Pneumonia, Seberapa Bahaya Penyakit Ini?Sebagian besar orang beranggapan jika telapak tangan yang sering berkeringat menjadi salah satu gejala paru-paru basah. Tapi apakah benar demikian? Pandangan ini memang tak sepenuhnya salah selama gejala tersebut dibarengi dengan tanda-tanda atau keluhan lain yang saling berkaitan. Tapi bukan berarti telapak tangan berkeringat selalu paru-paru basah, bisa jadi hal ini menunjukkan hipermetabolisme yang kerap dialami penderita hipertiroid.

dr Sita Andarini, SpP(K) dalam laman Detik menyebut, istilah paru-paru basah ini ternyata salah kaprah. Dalam dunia medis tak ada penyakit bernama paru-paru basah. Istilah ini hanyalah ungkapan dari masyarakat awam saja sebab pengertian paru-paru basah sebenarnya bisa bermacam-macam. Ada yang menyebut kalau paru-paru basah ini ialah pneumonia atau infeksi paru-paru.

Mengutip laman Sehatq, pneumonia hanyalah salah satu penyebabnya, masih ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat memicunya. Terkadang, ciri-ciri paru-paru basah nggak kelihatan meski seseorang tengah mengidapnya. Nah, karena agak riskan, akan lebih baik jika kamu mengenali betul gejala paru-paru basah dan penyebabnya supaya kamu bisa melakukan pencegahan sejak dini. Jangan cuma lihat dari gejala paru-paru basah tangan berkeringat saja, tapi juga cek keluhan atau tanda lainnya.

paru-paru basah bukan nama medis via www.puls.bg Jadi, apa sih paru-paru basah? Melansir laman Hello Sehat, paru-paru basah adalah peradangan yang membuat paru-paru dipenuhi oleh cairan.

Di dalam paru-paru terdapat membran pleura yang sebenarnya memiliki sedikit cairan untuk melumasi rongganya. Cairan inilah yang dapat membuat paru-paru jadi kembang-kempis saat manusia bernapas. Nah, paru-paru basah bisa terjadi jika terdapat penumpukan cairan berlebih pada pleura yang disebut dengan efusi pleura.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Kondisi ini bisa saja terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Bahaya penyakit paru-paru basah tak boleh disepelekan, karena ada sekitar 15 persen pasien yang kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah setelah dirawat akibat penyakit ini, melansir laman Sehatq. Paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Berikut beberapa kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah Hindari hal-hal yang jadi penyebab paru-paru basah, sebab penyakit ini bisa menular melalui tetesan batuk dari penderita yang sudah terinfeksi.

Kamu yang masih ragu apakah paru-paru basah menular atau tidak, lebih baik tingkatkan kewaspadaan daripada tak sengaja tertular dan mengganggu kesehatan. Ini beberapa hal yang dapat memicu gejala paru-paru basah secara alami.

1. Lingkungan sekitar tempat tinggal yang kotor rumah kotor via homeairguides.com Bakteri S treptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophia dapat berkembang lebih cepat di lingkungan yang kotor. Padahal dua mikroorganisme ini merupakan penyebab paru-paru basah yang paling sering. Bahkan, virus flu pun ternyata juga bisa memicu paru-paru basah pada balita. 2. Daya tahan tubuh yang lemah imunitas lemah via www.ampfloracel.com Salah satu mikroorganisme yang bisa memicu paru-paru basah ketika kondisi sistem imun tubuh sedang tidak baik ialah Streptococcus pneumonia.

Mikroorganisme ini dapat bersarang permanen di tenggorokan dan membuat sistem kekebalan tubuh menurun hingga bakteri lebih mudah menginfeksi paru-paru. 3.

kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah

Memiliki riwayat kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah tertentu bawaan penyakit via www.honestdocs.id Seseorang yang menderita penyakit HIV, ginjal, dan juga gagal jantung akan lebih rentan mengalami paru-paru basah akibat penumpukan cairan di pleura.

Terlebih jika kamu tak bisa menjaga dan mengembalikan sistem imun tubuh saat mengalami sakitnya. 4. Infeksi akibat virus RSV virus RSV pada anak via www.rn.com Virus ini merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan paru-paru basah pada anak dan juga bayi. Baiknya, segera bawa anak ke dokter jika mengalami tanda-tanda penyakitnya karena hal ini bisa menyebabkan masalah serius kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah telat penanganannya.

Kebiasaan merokok dan penularan dari penderita juga bisa memicu paru-paru basah. Sebenarnya penuluran paru-paru basah bisa diatasi, tapi jika sudah terlanjur mencapai tenggorokan atau saluran pernapasan, paru-paru basah tak bisa dihindarkan. Gejala paru-paru basah pada orang dewasa tak cuma telapak tangan yang berair saja, banyak juga tanda-tanda lainya Mengetahui pasti gejala paru-paru basah dan cara mengatasinya bisa membuatmu terhindar dari penyakit ini.

Selain tubuh yang sering berkeringat termasuk di telapak tangan, berikut gejala lain paru-paru basah. 1. Batuk kering yang berkepanjangan batuk lama via www.mdvip.com Jika batuk berlangsung selama beberapa minggu, baiknya segera periksakan dirimu.

Apalagi jika batuk juga membuat dadamu nyeri dan sampai mengganggu proses pernapasan. Tak cuma sulit bernapas, kemungkinan kamu juga akan mengalami tempo napas yang pendek-pendek atau bahkan sangat cepat. 2. Demam tinggi dan sering berkeringat demam tinggi via www.klikdokter.com Demam yang terjadi karena infeksi virus bisa menurunkan daya tahan tubuh. Jika tak segera ditangani, hal ini bisa membahayakanmu.

Pada penderita paru-paru basah, demam akan dibarengi dengan gejala lain seperti tubuh yang berkeringat dan juga nyeri otot. Hal ini terjadi karena aliran darah di dalam tubuh tak bekerja dengan baik dan membuat jantung bekerja lebih ekstra.

3. Tubuh gemetar dan mengigil tanpa sebab tubuh mengigil via www.halodoc.com Meski tak setiap tubuh gemetar berarti paru-paru basah, namun jika gejala ini datangnya dibarengi dengan demam dan pusing, baiknya kamu lebih waspada. Gejala ringan yang dipicu oleh jamur ini ternyata bisa mengganggu aliran darah dan menyebabkan keluhan kesehatan lainnya, seperti kelelahan dan jantung berdebar. 4. Mual dan muntah yang mungkin disertai diare mual dan muntah via www.honestdocs.id Perkembangan bakteri di dalam tubuh bisa memicu rasa mual dan muntah.

Beberapa di antaranya bahkan ada yang sampai mengalami diare dan penurunan nafsu makan. Akibatnya tubuh jadi gampang lelah dan nggak berenergi.

Pada orang dewasa, gejala paru-paru basah juga bisa berupa linglung, sering mengantuk, atau bahkan koma. Gejala paru-paru basah pada balita agak sulit dikenali. Tapi biasanya anak-anak jadi lebih rewel dan susah makan gejala pada anak-anak via nl.starsinsider.com Gejala paru-paru basah pada anak 1 tahun yang terjadi karena virus biasanya memang lebih lamban.

Tapi kalau tak ditangani, hal ini tetap bisa membuat anak jadi nggak nyaman. Gejala paru-paru basah pada anak 2 tahun biasanya ditandai dengan hal-hal berikut: • Batuk berdahak berwarna hijau yang kadang bercampur dengan darah • Demam yang cukup tinggi dan dibarengi dengan sesak napas serta nyeri dada • Mual, muntah, dan juga diare yang membuat anak jadi lebih lemas • Pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun, napas bisa jadi lebih cepat dan berbunyi alias mengi • Kuku atau bibir kebiruan akibat menurunnya kadar oksigen dalam aliran darah Daripada harus mengonsumsi tanaman obat paru-paru basah, mending cegah penyakit ini dengan melakukan hal-hal berikut mending dicegah via tirto.id • Melakukan vaksin pneumonia dan influenza, terutama pada balita • Sering-seringlah mencuci tangan terlebih saat menyiapkan makanan atau baru saja bersin • Pakailah masker jika berada di lingkungan yang berpolusi atau dekat dengan penderita batuk maupun pilek • Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga imunitasmu • Jauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol karena bisa mengganggu kesehatan paru-paru • Kalau kamu sedang flu dan batuk, terapkan etika batuk yang sudah dianjurkan Penderita paru-paru basah akan diberi obat untuk meredakan gejalanya.

Namun jika ternyata obat paru-paru basah sudah tak mempan lagi, kamu mesti menjalani rawat inap untuk memulihkan kondisi dan mengembalikan imunitas tubuhmu. Karena sebenarnya paru-paru basah bukanlah penyakit sepele, ada baiknya jika kamu segera melakukan kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah langsung ke dokter setelah mengalami beberapa gejala di atas.

Tapi jangan buru-buru menyimpulkan kalau telapak tangan berkeringat ialah tanda paru-paru basah, soalnya kondisi ini bisa juga terjadi saat tubuh mengalami peningkatan kadar keringat. Semoga penjelasan di atas memberimu sedikit pencerahan, ya! Dan, semoga kamu sehat selalu!
Cuaca Indonesia yang panas dan terik tentu membuat tidak nyaman.

Tak heran banyak orang kemudian memilih untuk tidur di lantai dengan beralas kain tipis ataupun menyalakan kipas angin dengan kecepatan maksimal dengan dalih mengusir rasa panas. Tapi tahukah Anda kalau kebiasaan-kebiasaan ternyata dapat berdampak buruk pada paru-paru dan bisa jadi penyebab paru-paru basah?

Apa Itu Paru-Paru Basah? Paru-paru basah atau bahasa medisnya pneumonia adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus ataupun bakteri pada satu atau kedua paru-paru.

Pada pneumonia, terjadi peradangan atau infeksi pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli). Pada kondisi ini, alveoli dipenuhi oleh cairan atau nanah, maka tak heran dokter-dokter zaman dulu membahasakan kondisi ini sebagai paru-paru basah. Paru-paru basah dapat dibagi menjadi lima jenis yaitu: • pneumonia bakteri, • pneumonia virus • mycoplasma pneumonia • TBC • Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) Penyebab Paru-Paru Basah Penyebab paru-paru basah ini dipicu oleh beberapa kebiasaan yang umum dilakukan oleh kita.

Cek kebiasaan di bawah ini yang bisa mengundang penyakit tersebut, dan pastikan Anda menghindarinya: • Sering keluar di malam hari tanpa menggunakan jaket Anda sering keluar di malam tapi malas menggunakan jaket? Sebaiknya hentikan kebiasaan ini sekarang. Angin malam dapat menyebabkan pneumonia atau paru-paru basah. Paru-paru basah atau pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur sedangkan angin malam mengandung kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan angin di siang hari.

Maka kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah, bukan tidak mungkin bahwa angin malam juga membawa bakteri dan virus yang dapat memicu terjadinya infeksi. • Menggunakan kipas angin dengan volume besar di malam hari Malam yang panas bukan hal yang asing di Indonesia, dan tak sedikit orang yang tidur dengan kipas angin dihadapkan langsung ke tubuh dengan kecepatan maksimal.

Sayangnya, kebiasaan ini walau mungkin bisa menghilangkan gerah tapi bisa menyebabkan paru-paru basah. Tak hanya penyebab paru-paru basah, penggunaan kipas angin di malam hari juga memperbesar risiko terkena penyakit belpasi (bell’s palsy). • Berada di lingkungan perokok Walau Anda bukan perokok, berada di sekitar asap rokok atau di dekat para perokok memicu risiko paru-paru basah.

Perokok pasif tidak hanya memiliki risiko terkena pneumonia, tapi juga penyakit jantung koroner, asma, dan kematian mendadak pada bayi. • Tidur di lantai dengan alas kain tipis Kasur mungkin bisa membuat Anda merasa semakin gerah, tapi beralih ke tikar atau alas tipis di lantai tidak baik untuk kesehatan.

Ini karena ada sangat banyak kuman dan bakteri yang berada di lantai dan mungkin terserap saat tidur dan menjadi penyebab paru-paru basah dan belpasi. Nah, itu dia tadi empat kebiasaan yang dapat menjadi penyebab paru-paru basah. Tinggalkan kebiasaan ini sekarang sebelum berdampak serius terhadap kesehatan di masa depan. Dan, untuk memastikan bagaimana kondisi kesehatan Anda secara umum, alangkah lebih baik periksakan diri Anda dengan cara melakukan tes darah di laboratorium.

Lakukan selalu pemeriksaan melalui Triasse.com, karena banyak keunggulan dan keuntungan yang bisaAnda dapatkan, seperti: Harga Hemat, Bisa Home Service, Dan Hasil Lab Online. Jadi tunggu apalagi ayo segera periksa di Triasse. Baca juga berbagai info tentang kesehatan dan gaya hidup sehat di sini.

Mengenal Penyakit PARU-PARU BASAH (Pneumonia)




2022 www.videocon.com