7 nama presiden dan nama kabinet

7 nama presiden dan nama kabinet

GridKids.id - Kids, Kali ini kita akan mempelajari tentang nama-nama presiden dan wakil presiden Indonesia, beserta nama-nama kabinetnya. Nah, apakah kamu ingat siapa nama-nama presiden dan wakilnya? Serta nama kabitnya? Sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945, Indonesia sudah dipimpin oleh beberapa Presiden mulai dari Presiden 7 nama presiden dan nama kabinet hingga Presiden yang menjabat saat ini yaitu Presiden Joko Widodo. Sepanjang masa pemerintahan yang berlangsung di Indonesia tercatat banyak pergantian kabinet di Indonesia.

Presiden yang terpilih setiap periodenya memiliki kabinetnya masing-masing untuk membantunya menjalankan pemerintahan. Baca Juga: Mengenal Sejumlah Istana Kepresidenan di Indonesia, Terletak di Mana Saja? Di antara semua presiden yang pernah memimpin Indonesia, dua presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno dan Soeharto memiliki jumlah kabinet yang lebih banyak dibanding presiden-presiden yang memimpin Indonesia pasca reformasi.

Hal ini disebabkan karena sebelum masa reformasi, belum ada peraturan yang mengatur periode masa kepemimpinan seorang presiden, sehingga presiden bisa menjabat lebih dari dua periode. Berikut ini adalah nama-nama presiden dan wakil presiden Indonesia, beserta nama kabinet yang membantunya.

7 nama presiden dan nama kabinet

1. Masa Pemerintahan Soekarno Ketika presiden Soekarno menjabat sebagai presiden, sosok yang menjadi wakil presidennya adalah Mohammad Hatta. Jumlah kabinet Indonesia paling banyak dibentuk pada masa pemerintahan presiden Soekarno. Hal ini disebabkan karena Indonesia ketika itu baru saja merdeka, sehingga masih berusaha mencari sistem yang paling cocok untuk digunakan di Indonesia. Baca Juga: 3 Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Materi Kelas 6 SD Tema 2 Situasi politik yang belum sepenuhnya aman membuat kondisi negara Indonesia ketika itu masih belum sepenuhnya terkendali.

Kabinet pada masa presiden soekarno terbagi menjadi beberapa era, yaitu: • Era Revolusi: Kabinet Syahrir, Kabinet Hatta, dan Kabinet Amir Syarifuddin.

• Era Demokrasi Liberal: Kabinet Susanto, Kabinet Halim, Kabinet Natsir, Kabinet Djuanda, Kabinet Burhanuddin Harahap. • Era Demokrasi Terpimpin: Kabinet Kerja I-IV, Dwikora I-III, Ampera I-II. 2. Masa Pemerintahan Soeharto Ketika presiden Soeharto menjabat sebagai presiden, ada 6 orang wakil presiden yang mendampinginya di setiap masa jabatan, yaitu: Hamengkubuwana IX, Adam Malik, Umar Wirahadikusumah, Soedharmono, Try Sutrisno, dan yang terakhir B.J.

Habibie. Selama menjabat, presiden Soeharto memimpin 7 kabinet dengan nama yang sama yaitu Kabinet Pembangunan I-VII. 3. Masa Pemerintahan B.J.Habibie 7 nama presiden dan nama kabinet presiden Soeharto yang berakhir ditandai dengan reformasi pada 21 Mei 1998, membuat B.J.Habibie yang ketika itu menjabat sebagai wakil presiden, dinaikkan statusnya menjadi presiden menggantikan presiden Soeharto. Baca Juga: Mengenal Aachen, Kota Kecil di Jerman Tempat Presiden Ke-3 RI BJ Habibie Menuntut Ilmu Pada masa pemerintahannya, dibentuk Kabinet Reformasi Pembangunan.

4.

7 nama presiden dan nama kabinet

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Setelah lengsernya B.J.Habibie pada 20 Oktober 1999, posisi presiden diisi oleh presiden Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur.

Wakil presiden ketika Gus Dur menjabat presiden adalah Megawati Soekarnoputri. Kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahannya adalah Kabinet Persatuan Nasional. 5. Masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri Pemakzulan Gus Dur pada 23 Juli 2001, membuat posisi presiden diisi oleh Megawati Soekarnoputri yang ketika itu menjadi wakil presidennya.

Lalu posisi wakil presidennya diisi oleh Hamzah Haz. Semasa pemerintahannya, presiden Megawati membentuk kabinet gotong royong. Baca Juga: Profil Ir. Soekarno, Presiden Pertama yang Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia 6. Masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden pertama dalam sejarah Indonesia yang dipilih secara langsung melalui pemilihan umum.

Wakil presiden yang menjabat pada dua masa periode pemerintahan SBY adalah Jusuf Kalla dan Boediono. Pada masa pemerintahan SBY dibentuk Kabinet Indonesia Bersatu I-II. 7. Masa pemerintahan Joko Widodo Pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo jumlah anggota kabinetnya adalah 34 orang, sama seperti ketika masa pemerintahan SBY. Selama menjabat sebagai presiden selama dua periode, presiden Joko Widodo didampingi oleh wakil presiden Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin.

Pada periode pertama pemerintahannya dibentuk Kabinet Kerja. Lalu pada periode pemerintahannya yang kedua (yang berlangsung hingga saat ini) dibentuk kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga: Profil Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo yang Berulang Tahun ke-60 Hari Ini Itulah tadi nama-nama presiden dan wakil presiden Indonesia beserta nama kabinet yang membantu mereka menjalankan pemerintahan. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuanmu tentang orang-orang yang berperan penting dalam jalannya negara ini, ya, Kids. ---- Ayo kunjungi adjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.

Kabinet atau dewan menteri, ada­lah suatu badan yang terdiri dari pejabat pemerintah yang dipimpin oleh perdana menteri dalam kabinet ministerial atau presi­den dalam kabinet presidensial. Di dalam ketatanegaraan dikenal bermacam-ma­cam kabinet, yang biasanya digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu kabinet yang langsung bertanggung jawab kepada parlemen, disebut kabinet ministerial dan kabinet yang bertanggung jawab kepada presiden, disebut kabinet presidensial Kabinet Ekstra Parlementer adalah kabinet yang dibentuk di luar parlemen.

Kabinet semacam ini sering berbentuk Zaken Kabinet, yaitu kabinet yang terdiri atas para ahli yang bersifat teknis, dan bertugas menyelesaikan pe­kerjaan pemerintah yang sedang berjalan. Kabinet semacam ini biasanya dibentuk dalam keadaan memaksa. Konsep kabinet pemerintahan di Indonesia tidak disebutkan secara eksplisit dalam UUD 1945, sehingga kabinet pemerintahan Indonesia sejak 14 November 1945 adalah hasil dari konvensi administrasi.

Ada dua jenis kabinet dalam sejarah Indonesia, kabinet yang dipimpin presiden dan kabinet yang dipimpin parlemen. Sejak adanya penjajahan pertama kali di Indonesia sejak itulah bangsa Indonesia mengadakan perlawanan terhadap penjajah.

upaya yang dilakukan untuk membebaskan diri dari penjajah ini didasari oleh satu prinsip bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa dan penjajahan merupakn hal yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan di dunia ini dan harus dihapuskan dari muka bumi.

Beberapa kabinet yang ada pada era perjuangan kemerdekaan antara lain sebagai berikut. No Nama Kabinet Awal masa kerja Akhir masa kerja Pimpinan Kabinet 1 Presidensial 2 September 1945 14 November 1945 Ir. Soekarno 2 Sjahrir I 14 November 1945 12 Maret 1946 Sutan Syahrir 3 Sjahrir II 12 Maret 1946 2 Oktober 1946 Sutan Syahrir 4 Sjahrir III 2 Oktober 1946 3 Juli 1947 Sutan Syahrir 5 Amir Sjarifuddin I 3 Juli 1947 11 November 1947 Amir Sjarifuddin 6 Amir Sjarifuddin II 11 November 1947 29 Januari 1948 Amir Sjarifuddin 7 Hatta I 29 Januari 1948 4 Agustus 1949 Mohammad Hatta * Darurat 19 Desember 1948 13 Juli 1949 S.

Prawiranegara 8 Hatta II 4 Agustus 1949 20 Desember 1949 Mohammad Hatta B. Era Demokrasi Parlementer Era 1950-1959 atau juga disebut Orde Lama adalah era di mana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi UUDS Republik Indonesia 1950. Periode ini berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959. Berikut ini beberapa kabinet yang pernah ada pada mas ER demokrasi parlementer.

No Nama Kabinet Awal masa kerja Akhir masa kerja Pimpinan Kabinet * RIS 20 Desember 1949 6 September 1950 Mohammad Hatta 9 Susanto 20 Desember 1949 21 Januari 1950 Susanto Tirtoprodjo 10 Halim 21 Januari 1950 6 September 1950 Abdul Halim 11 Natsir 6 September 1950 27 April 1951 Mohammad Natsir 12 Sukiman-Suwirjo 27 April 1951 3 April 1952 Sukiman Wirjosandjojo 13 Wilopo 3 April 1952 30 Juli 1953 Wilopo 14 Ali Sastroamidjojo I 30 Juli 1953 12 Agustus 1955 Ali Sastroamidjojo 15 Burhanuddin Harahap 12 Agustus 1955 24 Maret 1956 Burhanuddin Harahap 16 Ali Sastroamidjojo II 24 Maret 1956 9 April 1957 Ali Sastroamidjojo 17 Djuanda 9 April 1957 10 Juli 1959 Djuanda C.

Era Demokrasi Terpimpin Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi di mana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956. Berikut ini beberapa kabinet yang pernah ada semasa pelaksanaan demokrasi terpimpin.

No Nama Kabinet Awal masa kerja Akhir 7 nama presiden dan nama kabinet kerja Pimpinan Kabinet 18 Kerja I 10 Juli 1959 18 Februari 1960 Ir. Soekarno 19 Kerja II 18 Februari 1960 6 Maret 1962 Ir. Soekarno 20 Kerja III 6 Maret 1962 13 November 1963 Ir. Soekarno 21 Kerja IV 13 November 1963 27 Agustus 1964 Ir. Soekarno 22 Dwikora I 27 Agustus 1964 22 Februari 1966 Ir.

Soekarno 23 Dwikora II 24 Februari 1966 28 Maret 1966 Ir. Soekarno 24 Dwikora III 28 Maret 1966 25 Juli 1966 Ir. Soekarno 25 Ampera I 25 Juli 1966 17 Oktober 1967 Ir. Soekarno 26 Ampera II 17 Oktober 1967 6 Juni 1968 Jend. Soeharto D. Era Orde Baru Orde Baru adalah masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia.

Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Lahirnya Orde Baru diawali dengan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Berikut ini beberapa kabinet yang pernah ada semasa orde baru. No Nama Kabinet Awal masa kerja Akhir masa kerja Pimpinan Kabinet 27 Pembangunan I 6 Juni 1968 28 Maret 1973 Soeharto 28 Pembangunan II 28 Maret 1973 29 Maret 1978 Soeharto 29 Pembangunan III 29 Maret 1978 19 Maret 1983 Soeharto 30 Pembangunan IV 19 Maret 1983 23 Maret 1988 Soeharto 31 Pembangunan V 23 Maret 1988 17 Maret 1993 Soeharto 32 Pembangunan VI 17 Maret 1993 14 Maret 1998 Soeharto 33 Pembangunan VII 14 Maret 1998 21 Mei 1998 Soeharto E.

Era reformasi Orde Reformasi merupakan suatu orde yang mengharapkan adanya penerapan hukum dan tatanan sesuai dengan Peraturan yang ada, yaitu sesuai dengan PANCASILA DAN 7 nama presiden dan nama kabinet 1945. Pelaksanaan pemerintahan pada masa Orde Baru dimuncul selamawarnai adanya praktek pelaksanaan korupsi, kolusi, dan nepotisme. beberapa kabinet yang ada selama era reformasi antara lain sebagai berikut. No Nama Kabinet Awal masa kerja Akhir masa kerja Pimpinan Kabinet 34 Reformasi Pembangunan 21 Mei 1998 26 Oktober 1999 B.J.

Habibie 35 Persatuan Nasional 26 Oktober 1999 9 Agustus 2001 Abdurahman Wahid 36 Gotong Royong 9 Agustus 2001 21 Oktober 2004 Megawati Soekarnoputri 37 Indonesia Bersatu I 21 Oktober 2004 22 Oktober 2009 Susilo Bambang Yudhoyono 38 Indonesia Bersatu II 22 Oktober 2009 20 Oktober 2014 Susilo Bambang Yudhoyono 39 Kerja 20 Oktober 2014 Sedang Menjabat Joko Widodo
ANTARA FOTO/LAILY RACHEVPresiden Joko Widodo (keempat dari kiri) didampingi Wapres Maruf Amin (keempat dari kanan) berfoto bersama dengan enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2 usai diumumkan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Keenam orang calon menteri hasil kocok ulang (reshuffle) tersebut antara lain Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, 7 nama presiden dan nama kabinet Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

KOMPAS.com – Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tercatat Indonesia sudah mengalami pergantian presiden 7 nama presiden dan nama kabinet tujuh kali. Mulai dari presiden pertama yaitu Soekarno hingga Presiden Joko Widodo yang memimpin Indonesia pada saat ini. Setiap era kepemimpinan, Presiden Indonesia tidaklah bekerja sendirian.

Selain dibantu wakil presiden, setiap presiden juga dibantu oleh kabinetnya masing-masing. Kabinet dibentuk guna membantu tugas presiden selaku kepala pemerintahan. Berikut kabinet-kabinet di Indonesia dari masa ke masa: Era Presiden Soekarno Dilansir dari buku Paradigma Politik Muhammadiyah (2020) Ridho Al-Hamdi, dijelaskan bahwa era kepemimpinan Presiden Soekarno dibagi menjadi tiga fase kepemimpinan, dengan kabinetnya masing-masing, yakni: • Era perjuangan kemerdekaan (1945-1949) Pada era ini tercatat ada delapan kabinet yang pernah membantu Presiden Soekarno, sebagai berikut: • Kabinet presidensial (2 September 1945 - 14 November 1945) Pimpinan kabinetnya adalah Soekarno selaku presdien.

Jumlah anggota kabinetnya sebanyak 21 orang. • Kabinet Sjahrir I (14 November 1945 - 12 Maret 1946) Pimpinan kabinetnya adalah Sutan Syahrir selaku Perdana Menteri. Jumlah anggota kabinetnya sebanyak 17 orang. Baca juga: Ketahanan Pangan: Definisi dan Strategi Pemerintah untuk Mewujudkannya • Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946) Pimpinan kabinetnya adalah Sutan Syahrir selaku Perdana Menteri. Jumlah anggota kabinetnya sebanyak 25 orang. • Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 3 Juli 1947) Pimpinan kabinetnya adalah Sutan Syahrir selaku Perdana Menteri.

Jumlah anggota kabinetnya sebanyak 32 orang. • Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 - 11 November 1947) Pimpinan kabinetnya adalah Amir Sjarifuddin selaku Perdana Menteri.

Jumlah anggota kabinetnya sebanyak 34 orang. 26/03/2022 Chương trình nghệ thuật "Đêm Mỹ Sơn huyền thoại", sản phẩm đặc sắc của Năm Du lịch quốc gia 2022 Tin tức Nằm ở thị trấn Lisse phía nam thủ đô Amsterdam Hà Lan, vườn hoa tulip Keukenhof là một địa điểm lý tưởng để khám phá và chiêm ngưỡng vẻ đẹp kì diệu của thiên nhiên, Nơi đây được ghi nhận là công viên hoa lớn nhất thế giới 26/03/2022 Bạn đang sưu tầm cho mìnhnhững lời chúc tết bằng tiếng anh cho 2022 này, Vậy thì bạn đừng bỏ quanhững lời chúc năm mới 2022 bằng tiếng anh cực hay được chúng tôi tuyển chọn từnhữnglời chúc tết hay và ý nghĩa nhất từ các quốc gia trên thế giới xin gửi tặng cùng mọi người và một điều lưu ý khi gửinhững câu chúc tết bằng tiếng anh ý nghĩa tới người nước ngoài hãy dành cho họ lời chúc sức khỏe, hạnh phúc, bình an, tình yêu, ý nghĩa đóng góp xã hội của họ đừng gửi lời chúc thịnh vượng giàu sang 26/03/2022 Giới thiệu;Xe Honda Monkey 2021, giá bán, thông số kỹ thuậtTrong năm 2021 Honda tại Indonesia đã giới thiệu phiên bản hoàn toàn mới của chiếc xe khỉ Honda Monkey 125 phiên bản mới 2021Từ khi Honda Việt Nam lần đầu tiên giới thiệu ra thị trường mẫu xe côn tay độc đáo MSX 125 và ngay lập tức đã nhận được sự ủng hộ nồng nhiệt từ đông đảo các bạn trẻ, MSX 125 cũng đánh dấu sự hiện diện của Honda trên thị trường xe máy côn tay mà Yamaha đã độc chiếm từ lâu 26/03/2022 Sau khi ăn dọc mùng (bạc hà), bệnh nhân thấy ngứa mồm, khó thở và co thắt như hen nặng, chủ quán phải nhờ xe ôm đưa bệnh nhân đến bệnh viện cấp cứu… “Đây là một trong những ca bệnh dị ứng vớithực phẩmnguy hiểm”, PGS, TS Nguyễn Gia Bình, Chủ tịch Hội Hồi sức cấp cứu và chống độc chia sẻ tại hội thảo khoa học hồi sức cấp cứu và chống độc Việt Nam tại Hà Nội 26/03/2022 Mohamed Salah trở thành mục tiêu hàng đầu của Barca hè tới, khi ngôi sao người Ai Cập chưa ký gia hạn với Liverpool, iconiconiconiconiconMU được PSG mời gọi ký Pochettino, Real Madrid chơi chiêu thắng Man City vụ Haaland, Salah nhận cảnh báo lớn là những tin chuyển nhượng mới nhất hôm nay, 26/3 26/03/2022 l dir="ltr"> Tin bão mới nhất: Vùng áp thấp suy yếu từ bão số 6 Dianmu vẫn gây mưa lớn - Tổng liên đoàn lao động Việt Nam Giao lưu trực tuyến Ý kiến đoàn viên Công nhân hỏi - Công đoàn trả lời Văn phòng điện tử TLĐ Quản lý đoàn viên Tin bão mới nhất: Đêm qua (23, 9), bão số 6 Dianmu suy yếu thành áp thấp nhiệt đới và đi vào đất liền khu vực từ Thừa Thiên Huế đến Quảng Nam 26/03/2022 Hãy xe Daewoo hay 7 nama presiden dan nama kabinet gọi là Daewoo Motors là một hãng xe ô tô của Hàn Quốc được thành lập vào năm 1982, và là một phần của Tập đoàn Daewoo, Hãn xe Daewoo đã được bán vào năm 2001 cho tập đoàn xe 7 nama presiden dan nama kabinet lớn 7 nama presiden dan nama kabinet của Mỹ là General Motors khi rơi vào khó khăn tài chính và trở thành một công ty con của các công ty Mỹ và được đổi tên thành GM Daewoo 26/03/2022 Trang chủThế giớiViệt NamDiễn đànBóng đáVăn hóaTrang ảnhChuyên đềLearning English---------------Nghe & XemThời tiếtGiờ phát & Tần sốBan Việt ngữRSS là gì?

- ---------------BAN NGÔN NGỮ 11 Tháng 6 2008 - Cập nhật 13h02 GMT Gửi trang này cho bè bạn Bản để in ra Từ các máy điện thoại di động, tin về sự ra đi của cựu Thủ Tướng Võ Văn Kiệt đến rất sớm với những ai quan tâm, Người Sài Gòn vẫn còn thói quen gọi người lãnh đạo cộng sản này là ông Sáu Dân 26/03/2022 oot – phụ kiện không thể thiếu đối với các “tín đồ” thời trang sành điệu, Bạn sở hữu đôi boot đẹp nhưng bạn chưa biết phối đồ như thế nào?

Bạn đang có ý định mua một đôi boot cổ ngắn cho mùa đông này, nhưng bạn muốn chắn chọn được đôi boot phù hợp với những món đồ mà bạn đang sở hữu?Ở bài viết này, để đưa ra những gợi ý về boot ngắn nên phối với đồ gì? Ở bài viết này,blogmacdepsẽ hướng về nội dung“Hướng Dẫn Cách Phối Đồ Với Boot”
Pada masa demokrasi liberal dalam Indonesia, sistem politik yang dimiliki oleh Indonesia telah berhasil mendorong munculnya berbagai macam partai politik.

Hal tersebut disebabkan karena dalam sistem kepartaian, sistem politik Indonesia menganut sistem multipartai. Konsekuensi logis dari pelaksanaan sistem politik demokrasi liberal parlementer yang memiliki gaya barat dengan sistem multipartai yang dianut, maka partai-partai politik yang mulai muncul ini lah yang akan menjalankan pemerintahan Indonesia melalui perimbangan kekuasaan dalam parlemen dalam tahun 1950 sampai dengan tahun 1959.

Partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia mengalami masa berkiprahnya dalam jangka waktu antara tahun 1950 sampai dengan tahun 1959.

Pada masa tersebut terjadi banyak pergantian kabinet atau sering jatuh bangunnya kabinet dalam pemerintahan Indonesia karena keadaan pemerintahan Indonesia yang tidak stabil, sehingga partai-partai politik yang terkuat dapat mengambil alih kekuasaan pemerintahan Indonesia dengan mudah.

Pada masa tersebut partai yang terkuat dalam DPR adalah PNI dan Masyumi. Dalam jangka 7 nama presiden dan nama kabinet kurang lebih 5 tahun (tahun 1950 sampai dengan tahun 1955), PNI dan Masyumi silih berganti untuk memegang kekuasaan dalam empat kabinet. Pada masa demokrasi liberal dalam Indonesia, susunan kabinet yang menjalankan roda pemerintahan Indonesia, adalah sebagai berikut. KABINET NATSIR (6 September 1950 – 21 Maret 1951) Kabiet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri.

Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi. Kabinet ini juga merupakan kabinet koalisi di mana PNI sebagai partai kedua terbesar dalam parlemen tidak turut serta, karena tidak diberi kedudukan yang sesuai. Kabinet ini pun sesungguhnya merupakan kabinet yang kuat pormasinya di mana tokoh – tokoh terkenal duduk di dalamnya, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX,Mr.Asaat,Ir.Djuanda, dan Prof Dr.

Soemitro Djojohadikoesoemo Program pokok dari Kabinet Natsir adalah: • Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. • Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan. • Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang. • Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat. • Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat. Keberhasilan yang pernah dicapai oleh Kabinet Natsir: 1.

Di bidang ekonomi, ada Sumitro Plan yang mengubah ekonomi kolonial ke ekonomi nasional. 2. Indonesia masuk PBB 3. Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.

Sementara kendala/masalah yang dihadapi selama kabinet Natsir adalah sebagai berikut. 1. Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan belanda mengalami jalan buntu (kegagalan) 2. Pada penerapan Sumitro Plan, pengusaha nasional diberi bantuan kredit, tetapi bantuan itu diselewengkan penggunanya sehingga tidak mencapai sasaran 3.

Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS Berakhirnya kekuasaan kabinet disebabkan oleh adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disampaikan kepada parlemen tanggal 22 Januari 1951 dan memperoleh kemenangan, sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952) Setelah Kabinet Natsir mengembalikan mandatnya pada presiden, presiden menunjuk Sartono (Ketua PNI) menjadi formatur.

Hampir satu bulan beliau berusaha membentuk kabinet koalisi antara PNI dan Masyumi. Namun usahanya itu mengalami kegagalan, sehingga ia mengembalikan mandatnya kepada presiden setelah bertugas selama 28 hari (28 Maret-18 April 1951). Presiden Soekarno kemudian menunjukan Sidik Djojosukatro ( PNI ) dan Soekiman Wijosandjojo ( Masyumi ) sebagai formatur dan berhasil membentuk kabinet koalisi dari Masyumi dan PNI. Kabinet ini terkenal dengan nama Kabinet Soekiman ( Masyumi )- Soewirjo ( PNI ) yang dipimpin oleh Soekiman.

Program pokok Kabinet Sukiman adalah sebagai berikut. 1. Menjamin keamanan dan ketentraman 2. Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani. 3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.

7 nama presiden dan nama kabinet

4. Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya. 5. Di bidang hukum, menyiapkan undang – undang tentang pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama,penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Soekiman yaitu tidak terlalu berarti sebab programnya melanjutkan program Natsir hanya saja terjadi perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya, seperti awalnya program menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin keamanan dan ketentraman.

Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. 1. Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran.

Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika. Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat.

2. Adanya krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah. 3. Masalah Irian barat belum juga teratasi. 4. Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.

Berakhirnya kekuasaan kabinet disebabkan oleh pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953) Pada tanggal 1 Maret 1952, Presiden Soekarno menunjukan Sidik Djojosukarto ( PNI ) dan Prawoto Mangkusasmito ( M asyumi ) menjadi formatur, namun gagal.

Kemudian menunjuk Wilopo dari PNI sebagai formatur. Setelah bekerja selama dua minggu 7 nama presiden dan nama kabinet dibentuk kabinet baru di bawah pimpinan Perdana Mentari Wilopo,sehingga bernama kabinet Wilopo. Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI, Masyumi, dan PSI. Program pokok dari Kabinet Wilopo adalah: 1. Program dalam negeri: a. Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD) b. Meningkatkan kemakmuran rakyat c. Meningkatkan pendidikan rakyat, dan pemulihan keamanan. 2.

Program luar negeri: a. Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda b. Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia c. Menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif Kabinet ini tidak mempunyai prestasi yang bagus, justru sebaliknya banyak sekali kendala yang muncul antara lain sebagai berikut. 1. Adanya kondisi krisis ekonomi yang disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia sementara kebutuhan impor terus meningkat. 2. Terjadi defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang banyak terlebih setelah terjadi penurunana hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimport beras.

3. Munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa. Semua itu disebabkan karena rasa ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke daerah yang tidak seimbang. 4. Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952. Merupakan upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang dikalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya. Peristiwa ini diperkuat dengan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A.H Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai penggantian KSAD kepada menteri pertahanan yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen sehingga menimbulkan perdebatan dalam parlemen.

Konflik semakin diperparah dengan adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di Sulawesi Selatan. Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di berbagai daerah menuntut dibubarkannya parlemen. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin Nasution menghadap presiden dan menyarankan agar parlemen dibubarkan.

Tetapi saran tersebut ditolak. Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan perang dan mengecam kebijakan KSAD. Inti peristiwa ini adalah gerakan sejumlah perwira angkatan darat guna menekan Sukarno agar membubarkan kabinet. Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan.

Tanah perkebunan di Deli yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera Utara dan dianggap miliknya. Sehingga pada tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan untuk mengusir para petani liar Indonesia yang dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin tersebut.

Para petani tidak mau pergi sebab telah dihasut oleh PKI. Akibatnya terjadi bentrokan senjata dan beberapa petani terbunuh. Intinya peristiwa Tanjung Morawa merupakan peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli).

Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 2 Juni 1953.

KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955) Kabinet keempat adalah kabinet Ali Sastroamidjojo,yang terbentuk pada tanggal 31 juli 1953. betapapun kabinet ini tanpa dukungan masyumi, namun kabinet Ali ini mendapat dukungan yang cukup banyak dari berbagai partai yang diikutsertakan dalam kabinet, termasuk partai baru NU.

Kabinet Ali ini dengan Wakil perdana Menteri Mr. Wongsonegoro (partai Indonesia Raya PIR). Program pokok dari Kabinet Ali Sastroamijoyo I adalah: 1. Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu. 2. Pembebasan Irian Barat secepatnya. 3. Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB.

4. Penyelesaian Pertikaian politik. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Ali Sastroamijoyo I yaitu. 1. Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955. 2. Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. 3. Konferensi Asia-Afrika I ini disenggarakan di bandung pada tanggal 18-24 April 1955.

Konferensi dihadiri oleh 29 negara – negara Asia – Afrika,terdiri 7 nama presiden dan nama kabinet negara pengundang dan 24 negara yang diundang. KAA I itu ternyata memilikipengaruh dan arti penting dagi solidaritas dan perjuangan kemerdekaan bangsa – bangsa Asia – Afrika dan juga membawa akibat yang lain, seperti : a.

Berkurangnya ketegangan dunia. b. Australia dan Amerika mulai berusaha menghapuskan politik rasdiskriminasi di negaranya. c. Belanda mulai repot menghadapi blok afro- asia di PBB, karena belanda masih bertahan di Irian Barat.

Konferensi Asia – Afrika I ini menghasikan beberapa kesepakatan yaitu : Basic peper on Racial Discrimination dan basic peper on Radio Activity. Kesepakatan yang lain terkenal dengan dasa sila bandung, dengan terlaksananya Konferensi Asia Afrika I merupakan 7 nama presiden dan nama kabinet tersendiri bagi bangsa indonesia.

Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. 1. Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga 7 nama presiden dan nama kabinet terselesaikan, seperti DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh. 2. Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Masalah TNI –AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet.

Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD.

Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta.

Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru. 3. Keadaan ekonomi yang semakin memburuk, maraknya korupsi, dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. 4. Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. 5. Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan, NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 24 Juli 1955.

7 nama presiden dan nama kabinet

Program pokok dari Kabinet Burhanuddin Harahap adalah: 1. Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah. 2. Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru 3.

Masalah desentralisasi, inflasi, pemberantasan korupsi 4. Perjuangan pengembalian Irian Barat 5. Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Burhanuddin Harahap yaitu. 1.

7 nama presiden dan nama kabinet

Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi.

Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI. 2. Perjuangan Diplomasi Menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. 3. Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer. 4. Terbinanya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin. 5. Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955, yang mana menjadi penyebab kegagalan dari kabinet Ali dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955.

Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini adalah banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula.

7 nama presiden dan nama kabinet

Program pokok dari Kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah: 1. Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat program jangka panjang, sebagai berikut. a. Perjuangan pengembalian Irian Barat b. Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD. c. Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai. d. Menyehatkan perimbangan keuangan negara. e. Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.

2. Pembatalan KMB, 3. Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan lima tahun, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, 4. Melaksanakan keputusan KAA.

Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh 7 nama presiden dan nama kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah kabinet ini mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment, hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. 1. Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat.

2. Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan Banteng di Sumatera Tengah, Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Garuda di Sumatra Selatan, Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan, dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara.

3. Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap mengabaikan pembangunan di daerahnya. 4. Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang kuat ekonominya. Muncullah peraturan yang dapat melindungi pengusaha nasional.

5. Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah, sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer.

Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden. KABINET DJUANDA ( 9 April 1957- 5 Juli 1959) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dibentuk karena Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-undang Dasar pengganti UUDS 1950.

Serta terjadinya perebutan kekuasaan antara partai politik. Dipimpin oleh Ir. Juanda. Program pokok dari Kabinet Djuanda adalah: Programnya disebut Panca Karya sehingga sering juga disebut sebagai Kabinet Karya, programnya yaitu : 1. Membentuk Dewan Nasional 2.

Normalisasi keadaan Republik Indonesia 3. Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB 4. Perjuangan pengembalian Irian Jaya 5. Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan Semua itu dilakukan untuk menghadapi pergolakan yang terjadi di daerah, perjuangan pengembalian Irian Barat, menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Djuanda yaitu.

1. Mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda, 7 nama presiden dan nama kabinet mengatur mengenai laut pedalaman dan laut teritorial. Melalui deklarasi ini menunjukkan telah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia dimana lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat.

2. Terbentuknya Dewan Nasional sebagai badan yang bertujuan menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan yang ada dalam masyarakat dengan presiden sebagai ketuanya. Sebagai titik tolak untuk menegakkan sistem demokrasi terpimpin. 3. Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah.

Musyawarah ini membahas masalah pembangunan nasional dan daerah, pembangunan angkatan perang, dan pembagian wilayah RI.

4. Diadakan Musyawarah Nasional Pembangunan untuk mengatasi masalah krisis dalam negeri tetapi tidak berhasil dengan baik. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. 1. Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. Hal ini menyebabkan hubungan pusat dan daerah menjadi terhambat. Munculnya pemberontakan seperti PRRI/Permesta. 2. Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan.

Krisis demokrasi liberal mencapai puncaknya. 3. Terjadi peristiwa Cikini, yaitu peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di depan Perguruan Cikini saat sedang menghadir pesta sekolah tempat putra-purinya bersekolah pada tanggal 30 November 1957.

Peristiwa ini menyebabkan keadaan negara semakin memburuk karena mengancam kesatuan negara. Kabinet Djuanda berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin. Sumber: 1. http://karw21anto.wordpress.com/tugas-2/semester-1/penyebab-jatuhnya-7-kabinet-di-indonesia/ 2.

7 nama presiden dan nama kabinet

http://amru-milicevic.blogspot.com/2011/10/kabinet-kabinet-yang-memerintah-selama.html 3. http://www.scribd.com/doc/99701659/Kabinet-Indonesia-Masa-Demokrasi-Liberal
4 menit Berikut ini akan diulas secara lengkap urutan Presiden Indonesia dari yang pertama sampai saat ini. Disertai nama wakil presiden dan kabinetnya. Sahabat 99, sudah tahu belum urutan Presiden Indonesia dan wakilnya dengan lengkap?

Jika belum, simak saja artikel berikut ini. Berita 99.co Indonesia akan mengulasnya secara lengkap. Disertai nama wakil presiden, nama kabinet, dan periode jabatannya. Daftar 7 Urutan Presiden Indonesia yang Lengkap 1. Soekarno sumber: thoughtco.com Lama Menjabat: 18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967 Wakil Presiden: 7 nama presiden dan nama kabinet Hatta (18 Maret 1945 – 1 Desember 1956) Nama Kabinet: • Kerja I (10 Juli 1959 – 18 Februari 1960) • Kerja II (18 Februari 1960 – 6 Maret 1962) • Kerja III (6 Maret 1962 – 13 November 1963) • Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1966) • Dwikora I (27 Agustus – 22 Februari 1966) • Dwikora II (24 Februari 1966 – 28 Maret 1966) • Dwikora III (28 Maret 1966 – 28 Maret 1966) • Ampera I (28 Juli 1966 – 11 Oktober 1967) • Ampera II (17 Oktober 1967 – 10 Juni 1968) Ini dia presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Ir.

Soekarno. 2.

7 nama presiden dan nama kabinet

Soeharto Lama Menjabat: 1967 – 1998 Wakil Presiden: • Hamengkubuwono IX (24 Maret 1973 – 23 Maret 1978) • Adam Malik (23 Maret 1978 – 11 Maret 1983) • Umar Wirahadikusumah (11 Maret 1983 – 11 Maret 1988) • Soedharmono (11 Maret 1988 – 11 Maret 1993) • Try Sutrisno (11 Maret 1993 – 11 Maret 1998) • Bacharuddin Jusuf Habibie (11 Maret 1988 – 21 Mei 1998) Nama Kabinet: • Pembangunan I (10 Juni 1968 – 28 Maret 1973) • Pembangunan II (28 Maret 1973 – 29 Maret 1978) • Pembangunan III (31 Maret 1978 – 19 Maret 1983) • Pembangunan IV (19 Maret 1983 – 21 Maret 1988) • Pembangunan V (23 Maret 1988 – 17 Maret 1993) • Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998) • Pembangunan VII (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) Seusai Soekarno, jabatan presiden selanjutnya diemban oleh Soeharto.

Soeharto sendiri menduduki kursi RI-1 selama 32 tahun. Periode saat dipimpin oleh Soeharto, dikenal dengan sebutan orde baru. 3. Bacharuddin Jusuf Habibie Lama Menjabat: 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999 Wakil Presiden: – Nama Kabinet: Reformasi Pembangunan (23 Mei 1998 – 20 Oktober 1999) Setelah Presiden Soeharto lengser, tongkat kepemimpinan Indonesia selanjutnya diteruskan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ.

Habibie. Lama Menjabat: 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001 Wakil Presiden: Megawati Soekarnoputri (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001) Nama Kabinet: Persatuan Nasional (29 Oktober 1999 – 23 Juli 2001) Urutan Presiden Indonesia yang ke-4 adalah Abdurrahman Wahid atau publik mengenalnya dengan Gus Dur.

Walau tak lama menjabat sebagai presiden, Gus Dur membuat gebrakan yang cukup besar. Semisal, membubarkan dua departemen (kementerian), yaitu penerangan dan sosial, serta menetapkan agama Konghucu sebagai agama resmi di Indonesia. 5. Megawati Soekarnoputri sumber: kompas.com Lama Menjabat: 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004 Wakil Presiden: Hamzah Haz (23 Juli – 20 Oktober 2004) Nama Kabinet: Gotong Royong (10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004) Daftar presiden Indonesia selanjutnya ialah Megawati Soekarnoputri.

Ia merupakan presiden perempuan pertama di Indonesia dan anak 7 nama presiden dan nama kabinet dari proklamator, Bung Karno. 6. Susilo Bambang Yudhoyono Lama Menjabat: 20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014 Wakil Presiden: • Muhammad Jusuf Kalla (20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2009) • Boediono (20 Oktober 2009 – 20 Oktober 2014) Nama Kabinet: • Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004 – 20 Oktober 2009) • Indonesia Bersatu (22 Oktober 2014 – 22 Oktober 2014) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum.

Selama dua kali mengikuti Pemilu presiden, SBY memenangkan keduanya, sehingga ia berhak menjadi pemimpin nomor satu di Indonesia selama dua periode. 7. Joko Widodo Lama Menjabat: 20 Oktober 2014 – Sekarang.

7 nama presiden dan nama kabinet

Wakil Presiden: • Muhammad Jusuf Kalla (20 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019) • Ma’ruf Amin (20 Oktober 2019 – sekarang) Nama Kabinet: • Kerja ( 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019) • Indonesia Maju ( 23 Oktober 2019 – Sekarang) Berikutnya Presiden Indonesia yang tengah menjabat saat ini, yakni Joko Widodo. Joko Widodo atau Jokowi ialah presiden kedua yang dipilih langsung oleh rakyat melalui sistem Pemilu. Serupa dengan SBY, Jokowi pun memenangkan dua kali pemilihan umum presiden, maka berhak menjabat selama dua periode.

*** Itulah urutan Presiden Indonesia dan wakilnya dari awal hingga sekarang disertai dengan periode menjabat. Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Berniat mencari rumah idaman? Solusi tepatnya hanya di www.99.co/id dan rumah123.com, yuk, dapatkan rumah impianmu!maspapi.com – Setelah sekian lama negara Republik Indonesia dari pertama kali merdeka sampai saat sudah ada 7 tujuh kali pergantian Presiden.

Berikut adalah daftar nama Presiden Indonesia dan nama Kabinet nya ; Presiden : Ir. Soekarno ( 7 nama presiden dan nama kabinet – 1967 ) Terhitung ada 28 (dua puluh delapan) kabinet pada era Presiden Soekarno, berikut daftar lengkapnya. 1. Kabinet Presidensil ; Masa Kerja : 2 September 1945 – 14 November 1945 2. Kabinet Sjahrir I ; Masa Kerja : 14 November 1945 – 12 Maret 1946 3. Kabinet Sjahrir II ; Masa Kerja : 12 Maret 1946 – 2 Oktober 1946 4. Kabinet Sjahrir III ; Masa Kerja : 2 Oktober 1946 – 3 Juli 1947 5.

Kabinet Amir Syarifudin I ; Masa Kerja : 3 Juli 1947- 11 November 1947 6. Kabinet Amir Syarifudin II ; Masa Kerja : 11 November 1947 – 29 Januari 1948 7.

Kabinet Hatta I ; Masa Kerja : 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949 8. Kabinet Darurat ; Masa Kerja : 19 Desember 1948 – 13 Juli 1949 9. Kabinet Hatta II ; Masa Kerja : 4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949 10. Kabinet RIS ; Masa Kerja : 20 Desember 1949 – 6 September 1950 11. • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
Sudah tahu belum nama nama presiden dan wakilnya serta nama kabinetnya?

Nama nama presiden Indonesia mulai dari yang pertama hingga yang sampai saat ini sepertinya sudah banyak yang tahu. Tapi bagaimana dengan nama-nama wakilnya serta nama kabinet yang menjadi acuan kerja dari kepala negara tersebut? Nama nama presiden Indonesia sepertinya penting untuk diketahui. Selain untuk mengetahui sejarah kepemimpinan juga untuk wawasan umum pengetahuan hehe.

Berikut Diadona,id telah merangkum nama nama presiden Indonesia lengkap dengan wakil dan nama kabinetnya. Tentu saja ini disajikan berurutan sesuai dengan tahun kepemerintahan kepala negara tersebut.

7 nama presiden dan nama kabinet

Jadi, yuk simak nama nama presiden Indonesia beserta wakil dan nama kabinetnya di bawah ini. 1. Sukarno Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Sukarno atau Soekarno adalah presiden pertama negara Indonesia.

Ia menjadi presiden setelah jepang menyerah tanpa syarat. Dalam menjalankan tugasnya tersebut, ia bibantu oleh Mohammad Hatta. Namun, Hatta hanya menjadi wakil presiden dari tahun 1945-1956. Setelah itu presiden Soekarno menjadi presiden tanpa wakil. Masa jabatan presiden Soekarno berakhir pada tahun 1967 dan digantikan oleh Suharto atai Soeharto. Oh iya, berikut adalah nama-nama kabinet di bawah pemerintahan presiden Soekarno. Kerja I (10 Juli 1959 – 18 Februari 1960) Kerja II (18 Februari 1960 – 6 Maret 1962) Kerja III (6 Maret 1962 – 13 November 1963) Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1966) Dwikora I (27 Agustus – 22 Februari 1966) Dwikora II (24 Februari 1966 – 28 Maret 1966) Dwikora III (28 Maret 1966 – 28 Maret 1966) Ampera I (28 Juli 1966 – 11 Oktober 1967) Ampera II (17 Oktober 1967 – 10 Juni 1968) 2.

Suharto Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Suharto atau Soeharto adalah satu-satunya presiden dari sekian banyak nama nama presiden Indonesia yang men yakno mulai dari tahun 1967-1998 atau selama 32 tahun.

Masa pemerintahan presiden Suharto ini juga disebut sebagai Orde Baru. Sepanjang menjabat sebagai presiden Indonesia, Suharto memiliki 6 wakil. Wakil boleh ganti, presiden tetap sama hehe. Berikut adalah wakil dari presiden Soeharto dalam menjalankan Orde Baru.

Hamengkubuwono IX (24 Maret 1973 – 23 Maret 1978) Adam Malik (23 Maret 1978 – 11 Maret 1983) Umar Wirahadikusumah (11 Maret 1983 – 11 Maret 1988) Soedharmono (11 Maret 1988 – 11 Maret 1993) Try Sutrisno (11 Maret 1993 – 11 Maret 1998) Bacharuddin Jusuf Habibie (11 Maret 1988 – 21 Mei 1998) Untuk nama kabinet yang berada di bawah pemerintahan presiden Suharto adalah kabinet pembangunan.

Oleh karena itu juga, Suharto juga banyak dikenal sebagai bapak pembangungan. Pembangunan I (10 Juni 1968 – 28 Maret 1973) Pembangunan II (28 Maret 1973 – 29 Maret 1978) 7 nama presiden dan nama kabinet III (31 Maret 1978 – 19 Maret 1983) Pembangunan IV (19 Maret 1983 – 21 Maret 1988) Pembangunan V (23 Maret 1988 – 17 Maret 1993) Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998) Pembangunan VII (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) 3.

Bacharuddin Jusuf Habibie Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal 7 nama presiden dan nama kabinet Habibie menjadi presiden di tahun 1998-1999 setelah kelengseran presiden Suharto. Selama masa pemerintahannya BJ Habibie tidak memiliki wakil. Masa pemerintahannya juga dikenal sebagai era reformasi.

Nama kabinet yang berada di bawah presiden Habibie adalah Reformasi Pembangunan (23 Mei 1998 – 20 Oktober 1999). 4. Abdurrahman Wahid Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan nama Gus Dur adalah presiden keempat negara Indonesia. Ia menjabat sebagai presiden dalam waktu yang cukup singkat yakni hanya 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001. Selama menjabat yang menjadi wakil dari presiden Abdurrahman Wahid adalah Megawati Soekarnoputri.

Kabinet yang berada di bawah pemerintahan Gus Dur adalah kabinet Persatuan Nasional (29 Oktober 1999 – 23 Juli 2001). Meskipun masa jabatannya tidak berlangsung lama, Gus Dur membuat banyak terobosan baru di dalam tubuh pemerintahan. Antara lain adalah membubarkan dua kementrian, yaitu kementrian penerangan dan sosial, serta menetapkan agama Konghucu sebagai agama resmi di Indonesia.

7 nama presiden dan nama kabinet

5. Megawati Soekarnoputri Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Setelah Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan, Megawati naik dan menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.

Dalam mengemban tugasnya tersebut ia diabntu oleh wakil presiden hamzah Haz (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004). Untuk kabinet yang berada di bawah kepemimpinan presiden Megawati adalah Gotong Royong (10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004). 6. Susilo Bambang Yudhoyono Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Kemudian, ada nama Susilo Bambang Yudhoyono atau pak SBY. ia adalah presiden ke enam negara republik Indonesia. Ia jugalah presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu.

Pak SBY menajabat sebagai kepala negara selama dua periode. 20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014. Dalam masa kepemimpinannya tersebut ia didampingi dua wakilnya yaitu: Muhammad Jusuf Kalla (20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2009) Boediono (20 Oktober 2009 – 20 Oktober 2014) Untuk kabinet yang berada di bawah kepemimpinan SBY adalah kabinet Indonesia Bersatu I dan II. 7.

7 nama presiden dan nama kabinet

Joko Widodo Nama Nama Presiden Indonesia © wikimedia.org Setelah mejabat selama dua periode, SBY harus mentas dari kursi kepresidenan. Kemudian melalui pemilu, Joko Widodo atai Jokowi terpilih sebagai presiden Indonesia yang ke tujuh. Seperti halnya SBY, Jokowi juga terpilih sebanyak dua periode, yakni 20 Okt ober 2014 hingga tahun 2024 mendatang. Sesuai dengan masa jabatannya yang du periode, Jokowi juga memiliki 2 wakil yaitu, Muhammad Jusuf Kalla (20 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019) dan Ma’ruf Amin (20 Oktober 2019 – 2024).

Oh iya untuk kabinet yang berada di bawah kepemimpinan Jokowi adalah kabinet Kerja ( 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019) dan kabinet Indonesia Maju ( 23 Oktober 2019 – 2024 mendatang). Jadi itulah nama nama presiden Indonesia mulai dari yang pertama hingga sampai yang sekarang sedang memimpin.

Gimana, sudah tahu kan nama presiden, wakilnya dan juga kabinetnya? Editor's Pick • Tak Pernah Rasakan Bangku Sekolah, Bocah Ini Harus Cari Nafkah Jualan Kangkung Demi Hidupi Keluarga • Pria Ini Jualan Soto Gerobak yang Buka Jam 12 Malam, Omzetnya Mencapai Rp6 Juta lho!

• Beli Puluhan Video Dea Onlyfans, Marshel Widianto Akui Tahu dari Deddy Corbuzier • Salut, Bocah Ini Rela Jualan Koran Keliing agar Bisa Sekolah Lagi • Buka Warung Bakso di Arab Saudi, 7 nama presiden dan nama kabinet Ini Sukses Raih Omzet Sampai Rp19 Juta Per Hari Trending • Momen-momen Wulan Guritno Pamer Kekasih Baru yang Beda Usia 15 Tahun ke Geng Selebritinya, Lengket Bak Perangko!

• 10 Potret Penampilan Terbaru Amel Carla, Dulu Berisi Kini Jadi Sering Pamer Body Goals dan Pipi Tirus! • Jadi Mualaf, Ini Potret DJ Katty Butterfly Ajarkan Anak yang Masih Balita Berhijab dan Mengaji • Disebut Mirip Boneka, Ini Pesona Queen Eijaz Anak Fariuz A Rafiq yang Belajar Berhijab Sejak Kecil • Dari Idola Cilik Sampai Juara X Factor Indonesia, Begini Kumpulan Potret Transformasi Alvin Jonathan

Sah! Ini Daftar Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf




2022 www.videocon.com