Al mukmin artinya

al mukmin artinya

• l • b • s Mukmin/Mu'min ( bahasa Arab: مؤمن‎) adalah istilah Islam dalam bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur'an, berarti "orang beriman", dan merupakan seorang Muslim yang dapat memenuhi seluruh kehendak Allah, dan memiliki iman kuat dalam hatinya. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa mu'min tidak serta-merta berarti "orang beriman" namun orang yang menyerahkan dirinya agar diatur dengan Din Islam. Selain itu, mu'min juga dapat dikatakan orang yang memberikan keamanan atas Muslim.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan: “ Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah "kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( Surah Al-Hujurat [49]:14) ” Ayat ini menjelaskan perbedaan antara seorang Muslim dan orang beriman.

Juga: “ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. ( Surah An-Nisa' [4]:136) ” Al mukmin artinya ini mengacu pada orang yang beriman, yang al mukmin artinya untuk tetap beriman, dan menjelaskan banyaknya syarat-syarat beriman.

Perbedaan antara orang beriman dan orang yang tunduk adalah salah satu poin penting dalam munculnya ajaran tasawuf yang menitik beratkan pada keimanan yang bersifat bathin (qalbu).

Tasawuf sendiri adalah ilmu dan tatacara (practice) untuk mencapai maqam yakin tersebut, selain maqam para pecinta Allah. Mereka mengetahui rahasia-rahasia hati dan paham mengenai teori dasar psikoanalis yakni alam sadar dan alam bawah sadar (hati). "Sesungguhnya hati hanya bisa ditundukkan dengan keyakinan" (Al-Ghazali/Ihya Ulumuddin) Pemahaman akan perbedaan antara orang yang tunduk dan orang yang beriman dalam qalbu (hati) dapat semakin dimengerti dengan mempelajari teori psikoanalisis, bahwa manusia itu memiliki dua komponen penting dalam dirinya, yakni alam sadar dan alam bawah sadar.

al mukmin artinya

Alam bawah sadar ( subconsciousness) adalah tempat munculnya hasrat (hawa nafsu) dan emosi. Dalam psikoanalisis, keyakinan terdalam itu terletak pada alam bawah sadar dan keyakinan inilah yang akan menggerakkan hasrat kita. Sebagai contoh jika keyakinan dalam alam bawah sadar mengatakan bahwa "harta adalah parameter kemuliaan" maka hasrat kita akan berusaha mencari harta, tetapi keyakinan pada alam bawah sadar mengatakan bahwa "Allah adalah parameter kemuliaan", maka otomatis hasrat akan mencari Allah.

Dalilnya, nabi ﷺ bersabda: "Tidak sempurna iman kalian sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang kubawa." (HR Ahmad dan Al-Thabrari). Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Al-Muminun • Ummul Mu'min • Amirul Mu'minin • Al Mu`min Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • http://www.inminds.co.uk/imam-cassiem-talk.html • Rumah Minimalis Diarsipkan 2019-07-15 di Wayback Machine. • Halaman ini terakhir diubah pada 8 November 2021, pukul 16.44.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Home » Asmaul Husna » Arti Al-Mu’min Arti Al-Mu’min August 13, 2020 1 min read Dalam agama Islam, terdapat istilah asmaul husna yang wajib diimani.

Karena Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang baik, yang harus kita imani semua dan juga mengimani semua Asmaul Husna hukumnya wajib. Nama Allah Swt. dalam asmaul husna yang wajib diketahui berjumlah 99 nama.

Salah satu nama tersebut adalah Al-Mukmin atau Al-Mu’min. Daftar Isi • Al-Mu’min Artinya • Dalil Tentang Al-Mu’min • Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 23 • Surat Al-An’am Ayat 82 • Tafsir Surat Al-An’am Ayat 82 Al-Mu’min Artinya Secara bahasa, Al-Mu’min ( الْمُؤْمِنُ) berasal dari kata amina berarti pembenaran, ketenagan hati, dan aman.

Dengan demikian, Al-Mu’min artinya Yang Maha Memberi Keamanan. Kehidupan di dunia ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Kita sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah Swt. tidak perlu khawatir untuk menghadapi segala cobaan di dunia ini karena Allah Swt. mempunyai Al-Mu’min. Dengan percaya bahwa Allah Maha Pemberi Rasa Aman, niscaya hati kita al mukmin artinya terhindar dari rasa gelisah, takut, dan juga cemas.

Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Pemberi Rasa Aman. Ketika kita menyeru dan berdoa al mukmin artinya Allah Swt. dengan nama-Nya Al-Mu’min, berarti kita memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberi Keamanan, Dia Yang Maha Pengaman. Al mukmin artinya Tentang Al mukmin artinya Dalam nama Al-Mu’min terdapat kekuatan yang dahsyat dan luar biasa.

Di situ ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurance), serta ada bala bantuan. Perhatikan firman Allah Swt. al mukmin artinya surat Al-Hasyr ayat 23 sebagai berikut! هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ Latin: Huwallahullazi la ilaha illa huw, al-malikul-quddusus-salamul-mu’minul-muhaiminul-azizul-jabbarul-mutakabbir, sub-hanallahi ‘amma yusyrikun Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S.

Al-Hasyr, 59:23) Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 23 Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada Tuhan yang berhak diibadati selain Dia. Maharaja, Yang kekuasaan-Nya tak terbatas; Yang Mahasuci dari segala bentuk kekurangan; Yang Mahasejahtera, Yang menjadi sumber kedamaian yang didambakan manusia; Yang Menjaga Keamanan, Yang Pengayoman-Nya lengkap, sempurna, dan menyeluruh. Pemelihara Keselamatan manusia, terutama di akhirat; Yang Mahaperkasa mencabut kekuasaan para penguasa dunia; Yang Mahakuasa menghentikan paksa ambisi para pecandu kekuasaan.

Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, karena Allah berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya. (Tafsir oleh Kementrian Agama) Baca juga: Arti Al-Quddus Surat Al-An’am Ayat 82 Selain itu, dalil yang masih berhubungan dengan asmaul husna Al-Mu’min juga terdapat dalam surat Al-An’am ayat 82 sebagai berikut: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Latin: Allazina amanu wa lam yalbisu imanahum bizulmin ula ika lahumul-amnu wa hum muhtadun Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S.

Al-An’am, 6:82) Tafsir Surat Al-An’am Ayat 82 Karena sama sekali tidak ada jawaban dari kaum Nabi Ibrahim yang durhaka tersebut, akhirnya Nabi Ibrahim sendiri menegaskan sebuah prinsip penting bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni syirik (Lihat: Surah Luqma n/31: 13), mereka itulah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.

al mukmin artinya

Mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari Allah yang mereka sembah, dan mereka mendapat petunjuk secara sempurna.

(Tafsir oleh Kementrian Agama) Nah, itulah arti Al-Mu’min dalam asmaul husna beserta dalil, tafsir dan penjelasan. Demikian artikel yang dapat kami bagikan mengenai salah satu nama dalam asmaul husna beserta artinya, sekian dan semoga bermanfaat. Categories • Agama Islam • Asmaul Husna • Bahasa Gaul • Bahasa Indonesia • Biologi • Geografi • Informasi • Informasi TTS • Lafadz • Manfaat • Matematika • Pengertian • PPKN • Sejarah • Seni Budaya • Sosiologi • Teknologi • Uncategorized Recent Posts • Hikmah Perilaku Istiqomah dalam Kehidupan Sehari-hari • Arti Awkward • Arti Saranghaeyo • 1 cm Berapa mm (milimeter)?

Jawaban! • Keunikan Rumah Adat Tongkonan • 5 Contoh Kesan dan Pesan Untuk Guru Terbaik • Kesan dan Pesan Perpisahan • Fungsi Mitokondria Pada Sel Tumbuhan dan Hewan • Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis • 20 Manfaat dan Hikmah dari Perilaku Jujur
Jakarta - Asmaul Husna Al Mukmin merupakan salah satu nama baik Allah Al mukmin artinya. Nama tersebut memiliki makna dan keutamaan tersendiri.

Apa saja? Adapun, asmaul husna terdiri atas dua kata, yaitu asma yang berarti nama-nama, dan husna yang berarti baik al mukmin artinya indah.

al mukmin artinya

Sebab itulah nama-nama ini hanya boleh digunakan oleh Allah SWT. Berikut ini makna dan keutamaan dari salah satu asmaul husna Al Mukmin yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Makna Al Mukmin Secara bahasa, Al Mukmin berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan aman. Artinya Allah SWT Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Dalam al mukmin artinya kehidupan, tidak selamanya akan berjalan lancar. Kerap kali ditemukan cobaan, halangan, dan masalah di dalamnya. Jadi, jika bukan Allah yang memberikan ketenangan hati dan rasa aman bagi makhluk-Nya, kita akan merasa cemas, khawatir, dan gelisah dalam menjalani hidup.

Baca juga: Arti Asmaul Husna Al Alim dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Terkait Al Mukmin, Allah sebagai pemberi rasa aman juga termaktub dalam firman Allah SWT di dalam Al Quran Surat Al Hasyr ayat 23 yang berbunyi: هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ Bacaan latin: Arab-Latin: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn Artinya: "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa al mukmin artinya mereka persekutukan." Keutamaan Al Mukmin Ada keutamaan yang terkandung dalam asmaul husna Al Mukmin, yaitu Maha Pemberi rasa aman.

Berdzikir dan berdoa dengan menyebut nama Allah dan Al Mukmin akan menumbuhkan keyakinan dan keimanan kita pada Allah yang memberikan rasa aman. Selain itu, berdoa dengan menyerukan nama Al Mukmin artinya kita memohon untuk diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa. Sebagaimana Allah SWT berfiman dalam Al Quran, misalnya pada Surat Al An'am ayat 82: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Bacaan latin: Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụnl Artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." Selain itu, disebutkan pula golongan yang tidak beriman adalah membuat orang-orang di sekitarnya tidak merasa aman dalam sebuah hadits dari Ashim bin Ali telah menceritakan kepada Ibnu Abu Dzi'ib dari Sa'id al mukmin artinya Abu Syuraih, Rasulullah SAW bersabda: وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ تَابَعَهُ شَبَابَةُ وَأَسَدُ بْنُ مُوسَى وَقَالَ حُمَيْدُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ وَشُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ Artinya: "Demi Allah tidak beriman.

Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, 'Siapa ya Rasulullah saw.?' Rasulullah saw. menjawab, 'Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya." (H.R. Bukhari dan Muslim) Riwayat ini dikuatkan pula oleh Syababah dan Asad bin Musa. Dan berkata Humaid bin Al Aswad, Utsman bin Umar, Abu Bakr bin 'Ayyasy dan Syu'aib bin Ishaq dari Ibnu Abu Dzi'b dari Al Maqburi dari Al mukmin artinya Hurairah." Baca juga: Asmaul Husna, Ar Rahman: Arab, Latin, dan Artinya Oleh sebab itu, mengamalkan dan meneladani Al Mukmin artinya seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya.

Semoga sahabat hikmah bisa meneladani asmaul husna Al Mukmin dalam kehidupan sehari-hari ya! (erd/erd) Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online. tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran.

✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat. ✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat.
Menu • 📖 SURAH-SURAH ALQURAN • 📗 HADITS SHAHIH • 📘 BULUGHUL MARAM • KITAB THAHARAH (BERSUCI) • KITAB SHALAT • KITAB JENAZAH • KITAB ZAKAT • KITAB SHIYAM • KITAB HAJJI • KITAB NIKAH • KITAB URUSAN PIDANA • KITAB HUKUMAN • KITAB JIHAD • KITAB MAKANAN • KITAB SUMPAH DAN NAZAR • KITAB MEMUTUSKAN PERKARA • KITAB MEMERDEKAKAN BUDAK • KITAB KELENGKAPAN • 🙏 DO’A SEHARI-HARI • 🔉 AUDIO PODCAST • 💬 KAMUS ISTILAH ISLAM • ❓ SOAL & PERTANYAAN AGAMA • 🔀 AYAT ALQURAN ACAK • 🔀 HADITS ACAK • 🔀 ARTIKEL ACAK • 🐫 LAINNYA … • Statistik Pencarian • Donasi • Beri Saran & Masukan • Tentang RisalahMuslim Kategori: KBBI muk.min [n Isl] orang yang beriman (percaya) kepada Allah; seorang mukmin yang taat akan selalu menjalankan perintah agama Mu’min (مؤمن) adalah istilah Islam-Arab, sering dirujuk dalam Quran, secara harfiah berarti “percaya”, dan menandakan seseorang yang memiliki penyerahan sepenuhnya kepada kehendak Allah dan memiliki iman di hatinya, yaitu “orang Al mukmin artinya yang beriman”.

al mukmin artinya

Apa itu mukminat? muk.mi.nat [n Isl] perempuan mukmin (orang perempuan yang percaya kepada Allah) Dalam Quran QS. An Nisa’ ayat 136: “Wahai orang-orang yang beriman!

Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepada RasulNya ( Muhammad s.a.w) dan juga kepada Kitab- kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu. Dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab- kitabNya, dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya.” Ayat ini membahas orang beriman, mendorong mereka untuk beriman, menyiratkan berbagai langkah dalam keyakinan.

Perbedaan antara Muslim dan Mu’min Dalam akidah Islam, terdapat perbedaan al mukmin artinya signifikan antara Muslim dan Mu’min. Muslim adalah orang yang telah mendapat Islam dan percaya ajaran-ajarannya. sedangkan Mumin adalah seorang Muslim dengan lebih tinggi derajat keimanannya, dengan hatinya memiliki rasa takut akan Allah swt. dan selalu mematuhi ajaran dalam Quran. Dengan demikian, al mukmin artinya Mumin adalah seorang Muslim tapi tidak setiap Muslim adalah seorang Mu’min.

Ayat berikut ini membuat perbedaan antara seorang Muslim dan beriman: Al Hujurat ayat 14: “Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ´kami telah tunduk´, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”” ۞ Variasi nama: Al Mu`min, Al Mukmin, mu’min, Mukminin, mukminat Siapa itu Ubaidillah bin Abdullah?

Abu Abdullah Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hadzali adalah seorang ulama dan ahli fiqih dan hadits dari golongan tabi’in, yang termasuk dalam Tujuh Fuqaha Madinah. Ubaidillah bin Abdullah adalah salah seorang guru dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Ia berkera … • Apa itu Ar-Ra’d? Surah Ar-Ra’d adalah surah ke-13 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s … • Ar-Ra’d, Ar-Ra’du, Rad, Ar Ra’d Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk al mukmin artinya surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah … Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaumsebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … Pencarian Terbaru • apa itu hilah • robbi laa tadzarni fardan wa anta khoirul waaritsin • arti ruqyatun al mukmin artinya kamus • tasbih malaikat langit tertinggi • makna hadis لا يغلق الرهن • hadits menyusui dewasa • tafsir al anfal 50 • mvidiyo meyiksa twanan cewe hamil di ab ganistan • makna hadits makanan cukup untuk dua orang cukup untuk al mukmin artinya orang • Radhiyallohu • radhiallahu wa Anna wa radhoh artinya • muwatta artinya • rabbanaghfirlana dzunubana waliwa • hadist sesungguhnya agama itu mudah • doa menerima sodaqoh
Surat Al Mu'minun Arab, Latin & Terjemah Bahasa Indonesia - Litequran.net Litequran.net Surat Al Mu'minun بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ • قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ qad aflaḥal-mu`minụn Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, • الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi'ụn (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, • وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ wallażīna hum 'anil-lagwi mu'riḍụn dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, • وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ wallażīna hum liz-zakāti fā'ilụn dan orang yang menunaikan zakat, • وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ wallażīna hum lifurụjihim ḥāfiẓụn dan orang yang memelihara kemaluannya, • اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ illā 'alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malụmīn kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

• فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ fa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-'ādụn Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

• وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ wallażīna hum li`amānātihim wa 'ahdihim rā'ụn Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, • وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ wallażīna hum 'alā ṣalawātihim yuḥāfiẓụn serta orang yang memelihara salatnya. • اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ ulā`ika humul-wāriṡụn Mereka itulah orang yang akan mewarisi, • الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ allażīna yariṡụnal-firdaụs, hum fīhā khālidụn (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus.

Mereka kekal di dalamnya. • وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ wa laqad khalaqnal-insāna min sulālatim min ṭīn Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. • ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ ṡumma ja'alnāhu nuṭfatan fī qarārim makīn Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

• ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ ṡumma khalaqnan-nuṭfata 'alaqatan fa khalaqnal-'alaqata muḍgatan fa khalaqnal-muḍgata 'iẓāman fa kasaunal-'iẓāma laḥman ṡumma ansya`nāhu khalqan ākhar, fa tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang al mukmin artinya itu Kami bungkus dengan daging.

Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. • ثُمَّ اِنَّكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوْنَ ۗ ṡumma innakum ba'da żālika lamayyitụn Kemudian setelah itu, sesungguhnya kamu pasti mati. • ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ ṡumma innakum yaumal-qiyāmati tub'aṡụn Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.

• وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَاۤىِٕقَۖ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غٰفِلِيْنَ wa laqad khalaqnā fauqakum sab'a ṭarā`iqa wa mā kunnā 'anil-khalqi gāfilīn Dan sungguh, Kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). • وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ wa anzalnā minas-samā`i mā`am biqadarin fa askannāhu fil-arḍi wa innā 'alā żahābim bihī laqādirụn Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.

• فَاَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهٖ جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍۘ لَكُمْ فِيْهَا فَوَاكِهُ كَثِيْرَةٌ وَّمِنْهَا تَأْكُلُوْنَ ۙ fa ansya`nā lakum bihī jannātim min nakhīliw wa a'nāb, lakum fīhā fawākihu kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan, • وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُوْرِ سَيْنَاۤءَ تَنْۢبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْاٰكِلِيْنَ wa syajaratan takhruju min ṭụri sainā`a tambutu bid-duhni wa ṣibgil lil-ākilīn dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.

• وَاِنَّ لَكُمْ فِى الْاَنْعَامِ لَعِبْرَةًۗ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهَا وَلَكُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ كَثِيْرَةٌ وَّمِنْهَا تَأْكُلُوْنَ ۙ wa inna lakum fil-an'āmi la'ibrah, al mukmin artinya mimmā fī buṭụnihā wa lakum fīhā manāfi'u kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu.

Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan, • وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُوْنَ wa 'alaihā wa 'alal-fulki tuḥmalụn di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kamu diangkut.

• وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, a fa lā tattaqụn Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” • فَقَالَ الْمَلَؤُا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۙ يُرِيْدُ اَنْ يَّتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَنْزَلَ مَلٰۤىِٕكَةً ۖمَّا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِيْٓ اٰبَاۤىِٕنَا الْاَوَّلِيْنَ ۚ fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā hāżā illā basyarum miṡlukum yurīdu ay yatafaḍḍala 'alaikum, walau syā`allāhu la`anzala malā`ikatam mā sami'nā bihāżā fī ābā`inal-awwalīn Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu.

Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami dahulu. • اِنْ هُوَ اِلَّا رَجُلٌۢ بِهٖ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوْا بِهٖ حَتّٰى حِيْنٍ in huwa illā rajulum bihī jinnatun fa tarabbaṣụ bihī ḥattā ḥīn Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan.” • قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ بِمَا كَذَّبُوْنِ al mukmin artinya rabbinṣurnī bimā każżabụn Dia (Nuh) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” • فَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ اَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ فَاسْلُكْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْۚ وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۚ اِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ fa auḥainā ilaihi aniṣna'il-fulka bi`a'yuninā wa waḥyinā fa iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru al mukmin artinya fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa 'alaihil-qaulu min-hum, wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ, innahum mugraqụn Lalu Kami wahyukan kepadanya, “Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka.

al mukmin artinya

Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. • فَاِذَا اسْتَوَيْتَ اَنْتَ وَمَنْ مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَجّٰىنَا مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ fa iżastawaita anta wa mam ma'aka 'alal-fulki fa qulil-ḥamdu lillāhillażī najjānā minal-qaumiẓ-ẓālimīn Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.” • وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” • اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ وَّاِنْ كُنَّا لَمُبْتَلِيْنَ inna fī żālika la`āyātiw wa ing kunnā lamubtalīn Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh itu).

al mukmin artinya

• ثُمَّ اَنْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا اٰخَرِيْنَ ۚ ṡumma ansya`nā mim ba'dihim qarnan ākharīn Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain (kaum ‘Ad). • فَاَرْسَلْنَا فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ fa arsalnā fīhim rasụlam min-hum ani'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, a fa lā tattaqụn Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), “Sembahlah Allah!

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” • وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ الْاٰخِرَةِ وَاَتْرَفْنٰهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ مَا هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۙ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُوْنَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُوْنَ wa qālal-mala`u ming qaumihillażīna kafarụ wa każżabụ biliqā`il-ākhirati wa atrafnāhum fil-ḥayātid-dun-yā mā hāżā illā basyarum miṡlukum ya`kulu mimmā ta`kulụna min-hu wa yasyrabu mimmā tasyrabụn Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum.” • وَلَىِٕنْ اَطَعْتُمْ بَشَرًا مِّثْلَكُمْ اِنَّكُمْ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ ۙ wa la`in aṭa'tum basyaram miṡlakum innakum iżal lakhāsirụn Dan sungguh, jika kamu menaati manusia seperti kamu, niscaya kamu pasti rugi.

• اَيَعِدُكُمْ اَنَّكُمْ اِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَّعِظَامًا اَنَّكُمْ مُّخْرَجُوْنَ ۖ a ya'idukum annakum iżā mittum wa kuntum turābaw wa 'iẓāman annakum mukhrajụn Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)?

• ۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوْعَدُوْنَ ۖ haihāta haihāta limā tụ'adụn Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu, • اِنْ هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوْثِيْنَ ۖ in hiya illā ḥayātunad-dun-yā namụtu wa naḥyā wa mā naḥnu bimab'ụṡīn (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi), • اِنْ هُوَ اِلَّا رَجُلُ ِۨافْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا وَّمَا نَحْنُ لَهٗ بِمُؤْمِنِيْنَ in huwa illā rajuluniftarā 'alallāhi każibaw wa mā naḥnu lahụ bimu`minīn Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya.

• قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ بِمَا كَذَّبُوْنِ qāla rabbinṣurnī bimā każżabụn Dia (Hud) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” • قَالَ عَمَّا قَلِيْلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نٰدِمِيْنَ ۚ qāla al mukmin artinya qalīlil layuṣbiḥunna nādimīn Dia (Allah) berfirman, “Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal.” • فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنٰهُمْ غُثَاۤءًۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu bil-ḥaqqi fa ja'alnāhum guṡā`ā, fa bu'dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir.

Maka binasalah bagi orang-orang yang zalim. • ثُمَّ اَنْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قُرُوْنًا اٰخَرِيْنَ ۗ ṡumma ansya`nā mim ba'dihim qurụnan ākharīn Kemudian setelah mereka Kami ciptakan umat-umat yang lain. • مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ ۗ mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta`khirụn Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya.

• ثُمَّ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَاۗ كُلَّمَا جَاۤءَ اُمَّةً رَّسُوْلُهَا كَذَّبُوْهُ فَاَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَّجَعَلْنٰهُمْ اَحَادِيْثَۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُوْنَ ṡumma arsalnā rusulanā tatrā, kullamā jā`a ummatar rasụluhā każżabụhu fa atba'nā ba'ḍahum ba'ḍaw wa ja'alnāhum aḥādīṡ, fa bu'dal liqaumil lā yu`minụn Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut.

Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan al mukmin artinya (bagi manusia). Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman. • ثُمَّ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى وَاَخَاهُ هٰرُوْنَ ەۙ بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۙ ṡumma arsalnā mụsā wa akhāhu hārụna bi`āyātinā wa sulṭānim mubīn Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata, • اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا عَالِيْنَ ۚ ilā fir'auna wa malā`ihī fastakbarụ wa kānụ qauman 'ālīn kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong.

• فَقَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عٰبِدُوْنَ ۚ fa qālū a nu`minu libasyaraini miṡlinā wa qaumuhumā lanā 'ābidụn Maka mereka berkata, “Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?” • فَكَذَّبُوْهُمَا فَكَانُوْا مِنَ الْمُهْلَكِيْنَ fa każżabụhumā fa kānụ minal-muhlakīn Maka mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka termasuk orang yang dibinasakan.

• وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ wa laqad ātainā mụsal-kitāba la'allahum yahtadụn Dan sungguh, telah Al mukmin artinya anugerahi kepada Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk. • وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗٓ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَآ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّمَعِيْنٍ wa ja'alnabna maryama wa ummahū āyataw wa āwaināhumā ilā rabwatin żāti qarāriw wa ma'īn Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi (kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.

• يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ yā ayyuhar-rusulu kulụ minaṭ-ṭayyibāti wa'malụ ṣāliḥā, innī bimā ta'malụna 'alīm Allah berfirman, “Wahai para rasul!

Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. • وَاِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ wa inna hāżihī ummatukum ummataw wāḥidataw wa ana rabbukum fattaqụn Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” • فَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًاۗ كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ fa taqaṭṭa'ū amrahum bainahum zuburā, kullu ḥizbim bimā ladaihim fariḥụn Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan.

Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing). • فَذَرْهُمْ فِيْ غَمْرَتِهِمْ حَتّٰى حِيْنٍ fa żar-hum fī gamratihim ḥattā ḥīn Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan. • اَيَحْسَبُوْنَ اَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهٖ مِنْ مَّالٍ وَّبَنِيْنَ ۙ a yaḥsabụna annamā numidduhum bihī mim māliw wa banīn Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), • نُسَارِعُ لَهُمْ فِى الْخَيْرٰتِۗ بَلْ لَّا يَشْعُرُوْنَ nusāri'u lahum fil-khairāt, bal lā yasy'urụn Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?

(Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. • اِنَّ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ ۙ innallażīna hum min khasy-yati rabbihim musyfiqụn Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati, • وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُوْنَ ۙ wallażīna hum bi`āyāti rabbihim yu`minụn dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya, • وَالَّذِيْنَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُوْنَ ۙ wallażīna hum birabbihim lā yusyrikụn dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya, • وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ wallażīna yu`tụna mā ātaw wa qulụbuhum wajilatun annahum ilā rabbihim rāji'ụn dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya, • اُولٰۤىِٕكَ al mukmin artinya فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ ulā`ika yusāri'ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

• وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۖ وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ wa lā nukallifu nafsan illā wus'ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

• بَلْ قُلُوْبُهُمْ فِيْ غَمْرَةٍ مِّنْ هٰذَا وَلَهُمْ اَعْمَالٌ مِّنْ دُوْنِ ذٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُوْنَ bal qulụbuhum fī gamratim min hāżā wa lahum a'mālum min dụni żālika hum lahā 'āmilụn Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur'an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan.

• حَتّٰٓى اِذَآ اَخَذْنَا مُتْرَفِيْهِمْ بِالْعَذَابِ اِذَا هُمْ يَجْـَٔرُوْنَ ۗ ḥattā iżā akhażnā mutrafīhim bil-'ażābi iżā hum yaj`arụn Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong. • لَا تَجْـَٔرُوا الْيَوْمَۖ اِنَّكُمْ مِّنَّا لَا تُنْصَرُوْنَ lā taj`arul-yauma innakum minnā lā tunṣarụn Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini!

Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami. • قَدْ كَانَتْ اٰيٰتِيْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُوْنَ ۙ qad kānat āyātī tutlā 'alaikum fakuntum 'alā a'qābikum tangkiṣụn Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur'an) selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang, • مُسْتَكْبِرِيْنَۙ بِهٖ سٰمِرًا تَهْجُرُوْنَ mustakbirīna al mukmin artinya sāmiran tahjurụn dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur'an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.

• اَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ اَمْ جَاۤءَهُمْ مَّا لَمْ يَأْتِ اٰبَاۤءَهُمُ الْاَوَّلِيْنَ ۖ a fa lam yaddabbarul-qaula am jā`ahum mā lam al mukmin artinya ābā`ahumul-awwalīn Maka tidakkah mereka menghayati firman (Allah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?

• اَمْ لَمْ يَعْرِفُوْا رَسُوْلَهُمْ فَهُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ ۖ am lam ya'rifụ rasụlahum fa hum lahụ mungkirụn Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya? • اَمْ يَقُوْلُوْنَ بِهٖ جِنَّةٌ ۗ بَلْ جَاۤءَهُمْ بِالْحَقِّ وَاَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَ am yaqụlụna bihī jinnah, bal jā`ahum bil-ḥaqqi wa akṡaruhum lil-ḥaqqi kārihụn Atau mereka berkata, “Orang itu (Muhammad) gila.” Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.

• وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاۤءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ ۗ wa lawittaba'al-ḥaqqu ahwā`ahum lafasadatis-samāwātu wal-arḍu wa man fīhinn, bal ataināhum biżikrihim fa hum 'an żikrihim mu'riḍụn Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di al mukmin artinya.

Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu. • اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖوَّهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ am tas`aluhum kharjan fa kharāju rabbika khairuw wa huwa khairur-rāziqīn Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka?

Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik. • وَاِنَّكَ لَتَدْعُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ wa innaka latad'ụhum ilā ṣirāṭim mustaqīm Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

• وَاِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُوْنَ wa innallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati 'aniṣ-ṣirāṭi lanākibụn Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus).

• ۞ وَلَوْ رَحِمْنٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِّنْ ضُرٍّ لَّلَجُّوْا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ walau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjụ fī ṭugyānihim ya'mahụn Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

• وَلَقَدْ اَخَذْنٰهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوْا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُوْنَ wa laqad akhażnāhum bil-'ażābi fa mastakānụ lirabbihim wa mā yataḍarra'ụn Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.

al mukmin artinya

• حَتّٰٓى اِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيْدٍ اِذَا هُمْ فِيْهِ مُبْلِسُوْنَ ḥattā iżā fataḥnā 'alaihim bāban żā 'ażābin syadīdin iżā hum fīhi mublisụn Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa. • وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ wa huwallażī ansya`a lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.

• وَهُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ wa huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

• وَهُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ wa huwallażī yuḥyī wa yumītu wa lahukhtilāful-laili wan-nahār, a fa lā ta'qilụn Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti? • بَلْ قَالُوْا مِثْلَ مَا قَالَ الْاَوَّلُوْنَ bal qālụ miṡla mā qālal-awwalụn Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.

• قَالُوْٓا ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ qālū a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

• لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَاٰبَاۤؤُنَا هٰذَا مِنْ قَبْلُ اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ laqad wu'idnā naḥnu wa ābā`unā hāżā ming qablu in hāżā al mukmin artinya asāṭīrul-awwalīn Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!” • قُلْ لِّمَنِ الْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهَآ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ qul limanil-arḍu wa man fīhā ing kuntum ta'lamụn Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?” • سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗقُلْ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tażakkarụn Mereka akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kamu tidak ingat?” • قُلْ مَنْ رَّبُّ السَّمٰوٰتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ qul mar rabbus-samāwātis-sab'i wa rabbul-'arsyil-'aẓīm Katakanlah, “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?” • سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tattaqụn Mereka akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah, “Maka mengapa kamu tidak bertakwa?” • قُلْ مَنْۢ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ يُجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ qul mam biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa huwa yujīru wa lā yujāru 'alaihi ing kuntum ta'lamụn Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu.

Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui?” • سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗقُلْ فَاَنّٰى تُسْحَرُوْنَ sayaqụlụna al mukmin artinya, qul fa annā tus-ḥarụn Mereka akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?” • بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِالْحَقِّ وَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ bal ataināhum bil-ḥaqqi wa innahum lakāżibụn Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mere-ka benar-benar pendusta.

• مَا اتَّخَذَ اللّٰهُ مِنْ وَّلَدٍ وَّمَا كَانَ مَعَهٗ مِنْ اِلٰهٍ اِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ اِلٰهٍۢ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۙ mattakhażallāhu miw waladiw wa mā kāna ma'ahụ min ilāhin iżal lażahaba kullu ilāhim bimā khalaqa wa la'alā ba'ḍuhum 'alā ba'ḍ, sub-ḥānallāhi 'ammā yaṣifụn Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain.

Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, • عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa ta'ālā 'ammā yusyrikụn (Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan.

• قُلْ رَّبِّ اِمَّا تُرِيَنِّيْ al mukmin artinya يُوْعَدُوْنَ ۙ qur rabbi immā turiyannī mā yụ'adụn Katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka, • رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ rabbi fa lā taj'alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim.” • وَاِنَّا عَلٰٓى اَنْ نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقٰدِرُوْنَ wa innā 'alā an nuriyaka mā na'iduhum laqādirụn Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

• اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ السَّيِّئَةَۗ نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَصِفُوْنَ idfa' billatī hiya aḥsanus-sayyi`ah, naḥnu a'lamu bimā yaṣifụn Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).

• وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ wa qur rabbi a'ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, • وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ wa a'ụżu bika rabbi ay al mukmin artinya dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.” • حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ ḥattā iżā jā`a aḥadahumul-mautu qāla rabbirji'ụn (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), • لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ la'allī a'malu ṣāliḥan fīmā taraktu kallā, innahā kalimatun huwa qā`iluhā, wa miw warā`ihim barzakhun ilā yaumi yub'aṡụn agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak!

Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. • فَاِذَا al mukmin artinya فِى الصُّوْرِ فَلَآ اَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ وَّلَا يَتَسَاۤءَلُوْنَ fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri fa lā ansāba bainahum yauma`iżiw wa lā yatasā`alụn Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.

• فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ fa man ṡaqulat mawāzīnuhụ fa ulā`ika humul-mufliḥụn Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. • وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فِيْ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَ ۚ wa man khaffat mawāzīnuhụ fa ulā`ikallażīna khasirū anfusahum fī jahannama khālidụn Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam • تَلْفَحُ وُجُوْهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيْهَا كَالِحُوْنَ talfaḥu wujụhahumun-nāru wa hum fīhā kāliḥụn Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

• اَلَمْ تَكُنْ اٰيٰتِيْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ a lam takun āyātī tutlā 'alaikum fa kuntum bihā tukażżibụn Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya? • قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَاۤلِّيْنَ qālụ rabbanā galabat 'alainā syiqwatunā wa kunnā qauman ḍāllīn Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.

• رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ rabbanā akhrijnā min-hā fa in 'udnā fa innā ẓālimụn Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.” • قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ qālakhsa`ụ fīhā wa lā tukallimụn Dia (Allah) berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” • اِنَّهٗ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْ عِبَادِيْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ innahụ kāna farīqum min 'ibādī yaqụlụna rabbanā āmannā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairur-rāḥimīn Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.” • فَاتَّخَذْتُمُوْهُمْ سِخْرِيًّا حَتّٰٓى اَنْسَوْكُمْ ذِكْرِيْ وَكُنْتُمْ مِّنْهُمْ تَضْحَكُوْنَ fattakhażtumụhum sikhriyyan ḥattā ansaukum żikrī wa kuntum min-hum taḍ-ḥakụn Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) menertawakan mereka, • اِنِّيْ جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوْٓاۙ اَنَّهُمْ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ innī jazaituhumul-yauma bimā ṣabarū annahum humul-fā`izụn sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.

• قٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى الْاَرْضِ عَدَدَ سِنِيْنَ qāla kam labiṡtum fil-arḍi 'adada sinīn Dia (Allah) berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” • قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ الْعَاۤدِّيْنَ qālụ labiṡnā yauman au ba'ḍa yaumin fas`alil-'āddīn Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” • قٰلَ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا لَّوْ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ qāla il labiṡtum illā qalīlal lau annakum kuntum ta'lamụn Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.” • اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ a fa ḥasibtum annamā khalaqnākum 'abaṡaw wa annakum ilainā lā turja'ụn Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

• فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ fa ta'ālallāhul-malikul-ḥaqq, lā ilāha illā huw, rabbul-'arsyil-karīm Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. • وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْكٰفِرُوْنَ wa may yad'u ma'allāhi ilāhan ākhara lā bur-hāna lahụ bihī fa al mukmin artinya ḥisābuhụ 'inda rabbih, innahụ lā yufliḥul-kāfirụn Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya.

Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. • وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ wa qur rabbigfir war-ḥam wa anta khairur-rāḥimīn Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.” Quick Links • Yasin • Al Waqiah • Al Kahfi • Al Mulk • Ar Rahman • An Nasr • Al Baqarah • At Tin • Al Fatihah • An Nas • An Naba • Al Qariah © 2022.

Litequran.net Kebijakan PrivasiDaftar Isi Artikel • Pengertian Al-Mu’min • Sifat Allah Al – Mu’min artinya • Contoh dan bukti sederhana • Meneladani Sifat Al Mu’min • Kesimpulan • Sebarkan ini: • Posting terkait: Mu’min artinya “Allah Maha Pemberi Keamanan”. Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena adanya keamanan. Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan.

Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat bagaimana negara yang sedang dalam peperangan. Baca Juga : As Salam Artinya Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al – Qur’an, rajin sholat, dan lain – lain.

Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain – lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau.

DALIL Allah berfirman dalam surah Al-An’am ayat 82 : الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Artinya : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Sifat Allah Al – Mu’min artinya Allah Al-Mu’min Artinya “Allah Maha Pemberi Keamanan”. Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena adanya keamanan.

Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan. Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat bagaimana negara yang sedang dalam peperangan. Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah.

Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al – Qur’an, rajin sholat, dan al mukmin artinya – lain. Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain – lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau.

al mukmin artinya

Contoh dan bukti sederhana Contoh dan bikti sederhana bahwa Allah bersifat Al – Mu’min dapat kita lihat dalam diri kita sendiri. Seperti pada tubuh kita, Allah menciptakan alis di atas mata yang berfungsi melindungi mata dari keringat yang jatuh, bulu mata melindungi mata dari debu dan binatang – binatang kecil. Baca Juga : Al Quddus Artinya Bukti lain diluar tubuh kita seperti ketika Rasulullah ingin Hijrah dari Mekkah ke kota Madinah. Pada malam keberangkatan Nabi Muhammad, sekeliling rumah Nabi telah di pagar betis oleh orang – orang Quraisy yang ingin membunuh Nabi Muhammad Saw.

Akan tetapi dengan sifat Al – Mukmin Allah telah memberi keselamatan kepada Rasulullah. Rasulullah dengan aman dapat keluar dari rumah dan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah. Orang yang beriman kepada Allah Al – Mu’min akan selalu tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi setiap keadaan dan situasi yang genting dan kacau sekalipun.

Meneladani Sifat Al Mu’min • Menenangkan teman yang sedang merasa takut • Tidak mengganggu teman • Menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau makhluk lain • Tidak takut kepada apapun, kecuali kepada Allah Baca Juga : Yaumul Qiyamah Kesimpulan Sifat Allah Al Mu’min ini menerangkan bahwa Allah memberi rasa aman dan tenteram dalam hati hamba-Nya.

Polisi, tentara, dan satpam mencoba meneladani sifat Al Mu’min ini dengan menjaga keamanan lingkungan.Jadi jika kita al mukmin artinya selalu aman dan tentram, kita harus selalu ingat kepada Allah Swt. karena Allah memberi rasa aman dan ketentraman dalam hati hambah-Nya.

Posting terkait: • Hayat Artinya • Ilmun Artinya • Iradat Artinya Posting pada asmaul husna Ditag al mukmin artinya adalah, al mukmin artinya apa, al mukmin artinya dan contohnya, al mukmin artinya orang yang, asmaul husna al mumin artinya, jelaskan pengertian al mumin, meneladani dan mengamalkan nama allah al-mukmin artinya, menurut bahasa al-mukmin artinya, pengertian al mu'min, pengertian al mu'min beserta contohnya, pengertian al mu'min beserta dalilnya, pengertian al mu'min dalam asmaul husna, pengertian al mu'min dan al matin, pengertian al mu'min dan contohnya, pengertian al mu'min dan dalilnya, pengertian al mu'min secara bahasa, pengertian al mu'min secara istilah, pengertian al-mu'min adalah, pengertian asmaul husna al mumin, sifat al mu'min artinya Post Terbaru • Program Kerja Osis • 16 Prospek Kerja Agribisnis • √ Larutan Non Elektrolit : Pengertian, Contoh dan Penjelasannya • Motto OSIS • Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya al mukmin artinya Sinopsis Novel Dia Adalah Kakakku • Sinopsis Novel Sepotong Hati yang Baru • Sinopsis Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah • Sinopsis Novel Sunset Bersama Rosie • Sinopsis Novel Selamat Tinggal
Asmaul husna Al Mukmin artinya Yang Maha Pemberi Rasa Aman, al mukmin artinya melindungi dan menjaga makhlukNya.

Dengan sifat Al Mukmin (Al Mu’min) Allah memberikan manusia ketenangan dalam hatinya. Bila bukan karena Allah Azza wa Jalla yang memberikan rasa aman, niscaya manusia akan al mukmin artinya gelisah, takut, dan cemas. Asmaul husna ke-6 ini juga menyiratkan bahwa Allah SWT dapat melindungi seluruh makhluk nya dan menyelipkan perasaan aman di hati kita. Al Mukmin Artinya Yang Maha Pemberi Rasa Aman Ada orang yang merasa tidak tenang dan aman padahal kondisinya baik dan tentram. Sebaliknya, ada orang yang merasa tenang dan tidak gelisah, meski kondisi dan keadaan di sekitarnya begitu genting.

Al Mukmin juga bisa berarti Yang Maha Terpercaya. Maksudnya Allah tidak akan pernah salah sasaran dari janji-janjiNya. Mengutip dari suaramuhammadiyah.id, dalam Mausu’ah al-Asma al-Husna (I/63), Imam Al-Qurtubi mengatakan bahwa kelak Allah akan membenarkan keimanan orang-orang mukmin dan akan menunaikan janji-Nya untuk mencurahkan pahala yang dijanjikan-Nya. Pun, akan memberikan siksa neraka kepada mereka yang ingkar kepada Allah.

Artikel terkait: Mendalami Asma Allah Al Fattah Artinya Maha Membuka Rahmat Dalil Tentang Asmaul Husna Al Mukmin Ayat Al Quran yang membahas tentang Al Mukmin artinya Yang Maha Pemberi Rasa Aman ini ada dalam beberapa surah Al Quran, yaitu: • Surah Al-Hasyr Ayat 23 هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

• Surah Al-Quraisy Ayat 4 ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ Artinya: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

• Dalil Asmaul Husna Al Mukmin dalam Surah Al-An’am Ayat 82 ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Artikel terkait: Ketahui Makna An Nafi dalam Asma’ul Husna, Teladani dengan Cara Ini Meneladani Asmaul Husna Al Mukmin dalam Kehidupan Meneladani asmaul husna Al Mukmin artinya Yang Maha Pemberi Rasa Aman berarti kita harus mampu memberikan rasa aman bagi orang lain. Tidak mengganggu atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, baik secara langsung maupun tidak. Jadikanlah setiap orang merasa aman berteman atau bertetangga dengan kita.

Dalam hal ini Rasulullah SAW juga menjelaskan dalam beberapa hadits. Rasulullah SAW menegaskan, “ Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi, Allah, tidak beriman. Para sahabatnya bertanya, ‘Siapa ya Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.” (HR.

Bukhari dan Muslim) Selain itu, Al Mukmin juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan bersikap ramah kepada sesama, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, tidak menggosip saudaranya, dan berpikiran yang baik dan positif bagi sesama.

Mendalami makna Al Mukmin dalam hidup juga akan melahirkan sikap tidak takut kepada apa pun kecuali kepada Allah. Dimanapun dan kapanpun meyakini bahwa Allah satu-satunya Yang Memberi Rasa Aman. Inilah nilai tauhid yang bisa dibangun dari keyakinan kita pada Allah Azza wa Jalla. Manfaat Berdzikir Asmaul Husna Al Mukmin Mengimani asmaul husna Al Mukmin juga dapat dilakukan dengan berdzikir. Terlebih, Allah menyukai hamba-hambaNya yang sering berdzikir padaNya.

Jika kita membaca Ya Mu’min setiap hari, insya Allah diri kita, keluarga, dan harta akan terpelihara serta terbebas dari segala gangguan. Wallahu A’lam. Al mukmin artinya, marilah kita berdoa pada Allah, agar senantiasa diberi rasa aman dan kecukupan di dunia dan di akhirat.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kenikmatan pada saat miskin dan rasa aman pada hari yang penuh dengan ketakutan. Ya Allah, condongkanlah kami kepada keimanan dan hiaskanlah keimanan itu di hati kami.

Tanamkanlah kebencian di hati kamu kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk…” (HR.

al mukmin artinya

Bukhari, Ahmad, dan Hakim). Baca juga: Ketahui Keutamaan Berdzikir Asmaul Husna Al Muqaddim Artinya Yang Maha Mendahulukan • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan

Surah 040 Al-Mu'min & Terjemahan Suara Bahasa Indonesia - Holy Qur'an with Indonesian Translation




2022 www.videocon.com