Baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Sekitar tahun 2017, saya berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang mendapat julukan Africa van Java. Sebelum berangkat, julukan itu terus terngiang-ngiang dalam ingatan dan akhirnya timbul banyak pertanyaan dalam kepala ini. Apakah seperti itu hutan Afrika? Apakah orang yang pertama kali menyebutnya sebagai Afrika di Pulau Jawa itu pernah pergi ke Afrika? Atau jangan-jangan orang itu hanya latah saja dan berbekal potongan video dari National Geographic di Taman Nasional (TN) Amboseli, Kenya, lantas menyamakan TN Baluran dengan TN di Afrika?

Benarkah TN Baluran seperti TN di Afrika atau jangan-jangan TN di Afrika yang seperti di TN Baluran? Atau jangan-jangan keduanya tidak mirip sama sekali? Sedikit pemandangan dari Taman Nasional Baluran Pertanyaan-pertanyaan itu begitu menggangu. Jujur, belakangan ini saya mulai risih ketika beberapa tempat di Indonesia mulai dibandingkan atau coba disamakan dengan destinasi di negara lain. Africa van Java, Swiss van Aceh, Maldives-nya Indonesia, dan beberapa julukan lainnya yang ‘tidak jelas’.

Jangankan membandingkan destinasi yang berada di luar negeri dengan yang ada di Indonesia, mencoba menyamakan sesama destinasi di Indonesia saja saya sangat kesal. Sombori dikatakan sebagai Raja Ampat-nya Sulawesi, Ulo Kasok disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera, atau bahkan belakangan ini sempat muncul istilah ‘Bali Baru’.

Kenapa harus ada embel-embel destinasi lain yang sudah lebih terkenal di depan nama suatu destinasi yang (mungkin) baru muncul atau lebih baru dari padanya? Kenapa tidak mencoba membuat branding sendiri? Apakah harus menempelkan nama sebuah destinasi yang sudah lebih terkenal untuk membuat destinasi lainnya menjadi terkenal juga? • Baca Juga: Itinerary Ngelepek Banyuwangi 4 hari 3 Malam Menyematkan nama destinasi A di depan nama destinasi B (contoh: Maldives-nya Indonesia) tidak serta merta membuat destinasi B akan sejajar atau nyaris sejajar dengan destinasi A.

Justru hal tersebut membuat saya merasa destinasi B kekurangan rasa percaya diri dan akan terus berada di bawah bayang-bayang destinasi A. Siapa tahu justru destinasi B lebih bagus dari destinasi A, kan? Seorang teman pernah berkata dengan tegas, “Kalau Baluran itu Afrika-nya Indonesia, lantas kalian mau bilang hutan Afrika itu yang terbaik dan Indonesia punya KW supernya, gitu?” Jika destinasi wisata punya mulut untuk berbicara, mungkin destinasi wisata itu akan protes kepada manusia, “Kenapa sih saya harus dibandingkan dengan tempat lain?” Serius mau baluran the africa van java kalimat diatas termasuk julukan Swiss van Aceh atau Kashmir van Aceh?

Manusia saja tidak suka dibandingkan dengan manusia lain, kan? Saya yakin LeBron James pun menolak bila bila diberi julukan The New Michael Jordan. LeBron James, ya LeBron James.

Michael Jordan, ya Michael Jordan. Dari segi piala yang didapat, mungkin LeBron James belum bisa menyamai koleksi 6 piala yang dimiliki oleh Michael Jordan. Namun dari segi total poin selama di NBA, jumlah poin LeBron James sudah jauh mengungguli Michael Jordan. Kalau sudah seperti itu, apakah masih layak membandingkan Michael Jordan dengan Lebron James? Kalau julukan The New Michael Jordan tetap disematkan pada LeBron James, apakah itu bukan salah salah satu bentuk penghinaan kepada LeBron James, sebab dalam julukan itu James berada dalam bayang-bayang Jordan, sedangkan dalam total poin James sudah mengungguli Jordan?

Saat saya tiba di TN Baluran, lebih tepatnya di Savana Bekol, saya melihat pepohonan yang kering dan berjarak dengan tanahnya yang coklat dan pecah-pecah. Sedikit rerumputan dengan warnanya yang keemasan tumbuh di atas tanah yang pecah-pecah itu. Bagi saya, area ini mirip di Pulau Timor (Karena saya belum pernah ke Afrika).

Di Pulau Timor ini ada beberapa daerah yang seperti ini. Mirip dari segi tampilan saja ya, namun tidak dengan flora dan atau fauna yang hidup di sana. Lalu apa bisa saya sebut Savana Bekol sebagai Savana Timor di Pulau Jawa? Rasanya sih tidak. Jika memberi julukan seperti itu, saya tidak tahu apakah saya ‘menghina’ Savana Bekol atau Savana di Pulau Timor. Pose wajib saat berkunjung.

Pic via Banggawan Semua destinasi itu unik. Semua destinasi itu spesial. Tidak perlu rasanya memberi julukan atau label yang terkesan memberi bayang-bayang suatu destinasi kepada destinasi lainnya. Mungkin memang ada kemiripan, tapi bukan berarti sama atau layak disamakan. Memberi label atau julukan Afrika kepada TN Baluran itu bagi saya mencoba menyamakan TN Baluran dengan TN di Afrika, begitu pula dengan julukan yang sempat disematkan untuk destinasi lainnya. Baluran, ya Baluran.

Kalian boleh saja menyebut TN Baluran sebagai TN terbaik atau TN di Afrika yang terbaik. Namun bila itu kalian lakukan dengan merendahkan destinasi lainnya (contoh: TN Baluran tidak lebih keren dari TN di Afrika), rasanya itu juga kurang pas. Buat saya, TN Baluran merupakan salah satu taman nasional terindah di timur Jawa dan kalau ada kesempatan, kalian juga harus pergi ke sana 🙂 Religion is more than life.

Remember that his own religion is the truest to every man even if it stands low in the scales of philosophical comparison. –Mahatma Gandhi Darius Go Reinnamah Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Rest Mengistirahatkan Diri di Alor Beach Front Bungalows 26 Nov, 2019 • Aceh Air Terjun Alor Ambon Backpacker Backpacker Indonesia bali Bandung banyuwangi Baronda Maluku Berau Derawan Diving Explore Indonesia Flores Freedive Freediving Gunung Semeru Indonesia Jakarta Jawa Barat jawa timur jogja Kalimantan Kalimantan Timur Kei kuliner Kuningan Kupang Lumajang malang Maluku Maluku Tenggara NTT Nusa Penida Nusa Tenggara Timur Palembang Pulau Kei Semeru Taman Nasional Way Kambas Toraja Traveler Traveling Way Kambas yogyakarta Akhir tahun 2012, sungguh memberi kesan mendalam pada CB (4), anak kami.

Pasalnya, ini pertama kalinya dia berlibur di tengah-tengah hutan, menginap di savana, baluran the africa van java kalimat diatas termasuk bisa bercengkerama dengan binatang-binatang langsung di habitat aslinya, di Taman Nasional (TN) Baluran atau yang beken disebut sebagai Africa van Java.

Kami berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat menuju Malang dan langsung dilanjutkan dengan berkendara dengan mobil sewaan selama kurang lebih delapan jam menuju Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Ini kali pertama CB melakukan perjalanan darat dengan waktu tempuh selama itu. Rewel? Sudah pasti! Karena CB tipe anak yang super aktif, maka kami selalu mengajak dia tetap aktif bermain aneka permainan, seperti tebak lagu, teka-teki, menyanyi bersama, hingga bermain peran.

Waktu menunjukkan pukul 10 malam ketika mobil memasuki gerbang utama TN Baluran di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi KM 35. Untuk menuju pesanggrahan yang sudah kami pesan di daerah Bekol, mobil kami harus membelah hutan menyusuri jalan berbatu-batu sekitar 40 menit. Amboiii… ternyata masuk hutan di malam hari itu punya sensasi tersendiri. Tak ada penerangan sama sekali di sisi kiri-kanan jalan utama itu. Kesunyian mencekam sesekali tergantikan dengan suara burung hantu dan hewan nokturnal lainnya.

Tiba di Pesanggrahan Bekol, kami langsung memasuki kamar tempat beristirahat di lantai dua. Karena musim liburan, kamar-kamar di pesanggrahan ini terisi semua.

Jadi, jangan lupa untuk booking jauh-jauh hari. Untuk menginap, kami dikenai harga Rp.35.000,- per malam per orang.

Listrik akan dipadamkan mulai pukul 11 malam, namun apabila tetap membutuhkan listrik akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.135.000,- per malamnya. Biaya-biaya ini diluar tiket masuk, sebesar Rp.2.500,- per orang dan Rp.6.000- untuk mobil. Perlu diperhatikan, kamar pesanggrahan tidak begitu terawat kebersihannya. CB pun pada awalnya enggan untuk tidur di kamar tersebut, tapi karena sudah kelelahan karena perjalanan jauh dia pun tak sempat banyak protes.

Udara malam pun terasa lembab dan membuat tidur tidak nyaman. Apabila jendela dibiarkan terbuka, nyamuk-nyamuk datang menyerbu. Maklum, ini, kan, hutan… jadi apabila datang ke tempat ini lotion anti-nyamuk tidak boleh terlupakan. Sarung atau kain Bali juga harus dibawa sebagai tambahan alas tidur. Dan jangan lupa, sebelum tidur usahakan buang air kecil dahulu karena kamar kecil letaknya di luar penginapan.

Magical Morning Gangguan nyamuk dan udara panas di malam hari terbayar lunas ketika subuh menjelang. Suasana subuh dan pagi hari di seputaran Pos Bekol sungguh fantastis. Very magical! Dari depan kamar, kami sudah disambut oleh kegagahan Gunung Baluran yang hijau serta udara yang segar. Di sekitar pesanggrahan, kami bisa melihat beberapa merak dan ayam hutan melintasi jalan setapak. Sekelompok kera mulai keluar dari persembunyiannya dan berayun-ayun di batang pohon besar mencari buah kecil-kecil untuk dimakan.

Tak jauh dari pesanggrahan, terlihat serombongan besar rusa berjalan menuju savana yang luas untuk mencari makan. Tidak hanya itu, pantulan sinar matahari pagi yang belum terbit sempurna memberikan semburat dan kilau warna yang cantik di sekitaran langit pagi yang bersih dari awan.

Serasa benar-benar di Afrika… jadi, memang tidak salah julukan Africa van Java ini disandang oleh TN Baluran. “Kalau beruntung malah bisa bertemu dengan macan tutul. Tapi kalau baluran the africa van java kalimat diatas termasuk musim hujan, macan tutul sering bersembunyi. Sering muncul kalau musim kemarau untuk mencari makan dan minum. Nah, sekarang jika ingin berburu matahari terbit bisa berjalan ke arah Pantai Bama kira-kira tiga kilometer dari sini,” kata seorang ranger atau penjaga hutan yang kebetulan melintas di depan kami.

Maka, kami mengajak CB untuk menyusuri jalan setapak menuju Pantai Bama yang masih berada di wilayah TN Baluran. CB berhenti sejenak mengamati tanah savana yang belum pernah dia lihat sebelumnya. “Tanahnya hitam, ya, Mom?” ujarnya. Menurut informasi, tanah hitam ini menghampar kira-kira setengah luas daratan baluran the africa van java kalimat diatas termasuk savana.

Meski tergolong subur, tanah hitam ini sulit sekali ditembus air pada musim penghujan. Nah, ini terbukti dari banyaknya kubangan air di beberapa tempat di savana itu. Beruntung bagi kami, meskipun berkunjung pada bulan Desember, yaitu puncak musim penghujan, cuaca hari itu sungguh cerah dan cenderung sangat terik meskipun jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi.

Hutan Bakau dan Pantai Bama Kami melanjutkan petualangan kami ke arah Pantai Bama. Ah, sayang masih terlalu pagi berkunjung ke sana karena air pantai masih surut. Baru sekitar jam 11 siang air pantai mulai pasang. Sambil menunggu, kami pun masuk ke dalam kantin yang ada di sana dan memesan sarapan nasi soto ayam sambil memandangi kawanan kera yang juga tengah sarapan kepiting-kepiting kecil yang diambilnya dari lubang-lubang pasir di pinggir pantai.

Tak jauh dari kantin, terdapat jalan setapak menuju hutan bakau. Dengan antusias CB berlari dan menemukan jembatan panjang yang berujung pada sebuah dermaga. Wow… cantik sekali pemandangan hutan bakau yang lebat jika dilihat dari dermaga itu.

Tak puas hanya memandang dari atas dermaga, CB pun turun melalui tangga yang curam untuk sekedar merendam kaki mungilnya ke dalam air laut yang masih surut. Saat air laut mulai pasang, kami menyewa sebuah perahu seharga Rp.350.000,- untuk berputar-putar di sekitaran perairan Bama. Menariknya, lantai perahu itu terbuat dari kaca, sehingga kami dapat melihat aneka terumbu karang dan ikan-ikan yang berada di bawahnya.

Ketika perahu sudah mulai ke tengah, CB didampingi oleh Poppa-nya mencoba kegiatan snorkling. Ha-ha-ha… meskipun akhirnya dia panik karena ini pengalaman pertamanya berenang di tengah laut, namun keberanian CB untuk mau mencoba hal baru perlu diacungi jempol. O ya… pihak pengelola TN Baluran di pesanggrahan Pantai Bama juga menyediakan peralatan untuk snorkling dan kano, lho, untuk disewakan. Naik… Naik… ke Menara Pandang Setelah berpuas-puas menjelajahi Pantai Bama, kami kembali ke Pesanggrahan Bekol untuk membilas diri dari air laut.

Penjelajahan pun dilanjutkan kembali dengan mendaki bukit kecil tepat di belakang pesanggrahan kami. Di atas bukit itu terdapat menara penampungan air dan menara pandang, yaitu tempat observasi tertinggi di daerah Bekol. Meskipun jalan semen menuju bukit sudah tersedia, terkadang CB malah memilih jalan sendiri, yaitu dengan mendaki tanah terjal yang masih ditumbuhi rumput liar.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Begitu pula saat berjalan menuruni bukit, CB lebih suka turun dengan bokongnya seperti layaknya main perosotan hingga tak tampak lagi warna asli celananya karena sudah terkotori tanah.

Ternyata, dia menemukan cara berpetualangnya sendiri yang lebih mengasyikkan! Sampai di atas, sejauh memandang di ketinggian sekitar 64 meter, mata hanya melihat warna hijau-nya hutan dan pegunungan, coklat kekuningan-nya savana, biru-nya laut, dan biru-putih-nya langit.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Yes… terbayang, kan, betapa luasnya TN Baluran itu? Dua puluh lima ribu hektar! Tak heran ketika penjaga pesanggrahan kami bilang, jika ingin menjelajahi seluruh trek hiking di TN Baluran bisa membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Dan memang benar TN Baluran tak pernah berhenti menerima kunjungan dari para pecinta lingkungan dan peneliti. Betapa tidak, tipe-tipe hutan yang ada di Indonesia dapat ditemukan di TN Baluran ini.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Sebut saja, hutan pantai, hutan mangrove dan rawa asin, hutan payau, hutan hujan pegunungan, padang rumput savana, hutan musim (baik dataran rendah maupun dataran tinggi, termasuk di dalamnya ada evergreen forest, yaitu hutan yang selalu hijau di setiap musim), padang lamun (tersebar pada pantai-pantai dengan kelerengan landai yang tidak memiliki gelombang air terlalu ekstrim, sehingga banyak ikan berkumpul di sana), serta terumbu karang.

Tanggung Jawab Bersama Alam nusantara nan cantik ini sungguh ternoda jika manusia tidak sadar akan tanggung jawabnya untuk menjaga dan melestarikan anugerah ini.

Menurut penjaga hutan, pencurian kayu, hasil hutan, serta penangkapan satwa liar tetap saja ada, meskipun jelas-jelas terpampang bahwa TN Baluran itu merupakan area yang dilindungi. Ah, tak usah susah-susah membayangkan soal pencurian kayu… hal yang paling sederhana saja yang bisa dengan mudah kita lakukan: membuang sampah pada tempatnya! Terbukti di kawasan Pesanggrahan Pantai Bama dan sekitar Pesanggrahan Bekol masih saja terlihat sampah di mana-mana. Nah, kebetulan CB sempat mendapatkan pelajaran dari kami, orang tuanya, ketika dia menjatuhkan tisu bekas membungkus makanan dari kaca mobil.

Saat itu, mobil tengah melaju di tengah savana. Tak lama berselang, kami menghentikan mobil dan menyuruh CB keluar untuk mengambil tisu yang dibuangnya. Kalau tidak mau, kami tidak akan melanjutkan perjalanan. Awalnya, dia menangis dan menolak. Kami diamkan saja dan tidak ada tawar-menawar. Akhirnya, dia mau keluar dan minta ditemani untuk mengambil sampah tadi. Dengan langkah gontai dia pun kembali menuju mobil. “Sudah tahu, kan, konsekuensinya kalau membuang sampah sembarangan?” tanya Poppa kepada CB.

Dan CB pun mengangguk. Kami setuju kalau attitude baik itu terbentuk dari usia dini. Dan pembelajaran itu tak terkecuali, meskipun sedang dalam suasana liburan. (***) [Christina Happy, Momma-nya Constantine Barindra (CB)] Tips Penting: 1. Temperatur TN Baluran berkisar antara 27,2ºC-30,9º C. Musim hujan pada bulan November-April dan musim kemarau pada bulan April-Oktober dengan curah hujan tertinggi pada bulan Desember-Januari.

Namun secara faktual, perkiraan tersebut sering berubah sesuai dengan kondisi global yang mempengaruhi. 2. Dalam kawasan TN Baluran disediakan tempat penginapan, yaitu di Pesanggrahan Bekol dan Pesanggrahan Pantai Bama, selain tempat berkemah. Lebih baik reservasi jauh-jauh hari. Usahakan menginap di kawasan ini untuk mendapatkan pengalaman subuh dan pagi yang menakjubkan.

Info: www.balurannationalpark.web.id 3. Jangan lupa membawa lotion anti-nyamuk, sarung/kain panjang, makanan siap saji karena kantin cukup jauh. Perhatikan pula apakah Anda alergi terhadap rumput-rumputan dan jangan lupa membawa obat-obatan alergi. 4. Jangan menunjukkan makanan di depan kera-kera. Mereka cukup agresif merebut makanan meskipun berada di pegangan Anda. 5. Kegiatan apa saja yang asyik dilakukan di TN Baluran? a. Tracking Waktu : Musim Kemarau (Bulan April – Oktober) Lokasi : Seluruh kawasan Taman nasional Baluran b.

Mountain Climbing Waktu : Musim Kemarau (Bulan April – Oktober) Lokasi : Gunung Baluran c. Pengamatan Satwa Waktu : sepanjang tahun Lokasi : Savana Bekol, sekitar Pantai Bama d.

Bird Watching Waktu : sepanjang tahun (atraksi satwa Merak bulan September s/d Desember) Lokasi : Jalan Batangan – Bekol – Bama, savana Bekol, Pantai Bama e.

Snorkling & Diving Waktu : sepanjang tahun Lokasi : Pantai Bama, Bilik, dan Sejile f. Kanoing Waktu : sepanjang tahun Lokasi : Pantai Bama g. Wisata Bahari Waktu : sepanjang tahun (tergantung cuaca) Lokasi : kawasan perairan Taman Nasional Baluran h.

Fotografi Waktu : sepanjang tahun Lokasi : seluruh kawasan TN Baluran i. Bersepeda Waktu : sepanjang tahun (tergantung cuaca) Lokasi : savana Bekol dan sekitarnya Selamat bertualang!!! Note: 1. Artikel ini juga dipublikasikan pada Majalah Parenting Indonesia Edisi Maret 2013 2. Foto lengkapnya bisa anda dapatkan di flickr *Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id Related posts: • Bodogoltragedi warung indomie Hari Sabtu, 12 januari 2007 akhirnya saya dan teman-teman dari.

• BANGKOK (2) – Catatan Perjalanan Traveler Cantik BANGKOK (2) Catatan Perjalanan Traveler Cantik (dilarang protes, blog-blog gue…hohoho). • Tanda Cinta “saran-saran dari para tamu yang datang pada pernikahan kami”Kasih Mengalahkan.

• BANGKOK (3) – Catatan Perjalanan Traveler Cantik BANGKOK (3) Catatan Perjalanan Traveler Cantik (dilarang protes, blog-blog gue…hohoho). WRITTEN BY happyninatyas TAGS africa africa van java baluran bromo buang sampah buang sampah sembarangan foto taman nasional baluran hutan bakau liburan magical morning malang menara pandang pantai bama savana savanah suaka baluran taman nasional baluran tips tips baluran tips perjalanan tips wisata travel van java wisata wisata jawa timur wisata unik Search for: Recent Comments • yussan on 5 Hal Buruk Ketika Bersepeda Offroad • diditho on Cianten, Lebih Baik (Seru) Dari Rindu Alam • Adi on Cianten, Lebih Baik (Seru) Dari Rindu Alam • Bulan on Cianten, Lebih Baik (Seru) Dari Rindu Alam • Robin Krisna on Cara Naik Angkot atau Bus!

Archives • March 2022 • November 2020 • June 2020 • April 2018 • December 2017 • November 2017 • October 2017 • March 2017 • November 2016 • July 2016 • June 2016 • December 2015 • August 2015 • July 2015 • June 2015 • May 2015 • April 2015 • March 2015 • February 2015 • December 2014 • November 2014 • October 2014 • July 2014 • June 2014 • May 2014 • April 2014 • February 2014 • January 2014 • December 2013 • October 2013 • September 2013 • August 2013 • May 2013 • March 2013 • February 2013 • January 2013 • December 2012 • November 2012 • October 2012 • Baluran the africa van java kalimat diatas termasuk 2012 • August 2012 • July 2012 • June 2012 • May 2012 • April 2012 • December 2011 • November 2011 • October 2011 • September 2011 • August 2011 • July 2011 • June 2011 • April 2011 • March 2011 • February 2011 • January 2011 • December 2010 • October 2010 • August 2010 • July 2010 • June 2010 • May 2010 • April 2010 • March 2010 • February 2010 • October 2009 • July 2009 • June 2009 • May 2009 • April 2009 • March 2009 • February 2009 • January 2009 • December 2008 • November 2008 • October 2008 • September 2008 • August 2008 • July 2008 • June 2008 • May 2008 • April 2008 • March 2008 • February 2008 • January 2008 • December 2007 • November 2007 • September 2007 • August 2007 • July 2007 • June 2007 • May 2007 • April 2007 • March 2007 • February 2007 • January 2007 • October 2006 • September 2006 • July 2006 • June 2006 • March 2006 • January 2006 • October 2005 • April 2005 • March 2005 Categories • Blog • Books • Campaign • Cyberlaw • Cycling • dev • English • Enlighten • Enterprise • Family • Friends • Fun • Gadget • Geography • Hiking • Kuliner • Marriage • oltp • Otomotif • Personal • Poet • Politics • Tech • Travel • Uncategorized • Unique • Work Recent Post • Polisi Baluran the africa van java kalimat diatas termasuk itu Akhirnya Datang Juga March 1, 2022 • Leaving Kompas Daily November 1, 2020 • “Split Second” Tikungan 100 Km/Jam June 10, 2020 • Good Job Team, let’s rock the dev world!

April 13, 2018 • Let’s aim very high, Everest Base Camp! December 4, 2017 • WordCamp Jakarta 2017, Drop-in dan Must-Use (MU) Plugins November 12, 2017 • Berburu Frame Slider Ninja 650 Tahun 2017 October 23, 2017 Recent Comments • yussan on 5 Hal Buruk Ketika Bersepeda Offroad • diditho on Cianten, Lebih Baik baluran the africa van java kalimat diatas termasuk Dari Rindu Alam • Adi on Cianten, Lebih Baik (Seru) Dari Rindu Alam • Bulan on Cianten, Lebih Baik (Seru) Dari Rindu Alam • Robin Krisna on Cara Naik Angkot atau Bus!
detikTravel Community - Para traveler pasti ada yang ingin merasakan sensasi keseruan berpetualang di savana dan penuh dengan hewan liar.

Tak perlu jauh-jauh ke Afrika sana, datang saja ke Taman Nasional Baluran. Serasa di Afrika sungguhan!Awalnya saya tidak percaya bahwa tempat ini ada di Indonesia, dan di pulau Jawa lagi, karena secara umum gambaran kita mengenai Indonesia adalah hutan, sawah, ladang, sungai, danau. Namun, ternyata Tuhan memang telah melengkapi Surga di Bumi yang bernama Indonesia ini dengan karuniaNya yang lain berupa Savana yang luas, yang sepintas mirip landscape Kilimanjaro di Afrika.Subhanallah.

Itulah Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur yang banyak orang menyebutnya sebagai Afrika dari Jawa atau Africa van Java. Tidak berlebihan memang, julukan yang disematkan untuk TN Baluran ini, karena sekilas pemadangannya mirip dengan Kilimanjaro di benua Afrika.Saya memang belum pernah ke sana, hanya nonton di acara National Geographic, hanya saja di sini tidak ada Jerapah, Singa, Cheetah, Gajah, dan Hyena.

Jadi, kita tidak perlu takut dikejar atau bertemu hewan-hewan tersebut ketika kita harus turun dari kendaraan untuk berfoto-foto ria.Taman Nasional Baluran ini memiliki luas kurang lebih 25.000 Ha, berisikan beragam ekosistem hutan yang mewakili Ke-Indonesiaan. Gunung Baluran (1247 mdpl) yang selalu menjadi Latar belakang wajib bagi setiap foto untuk mengabadikan momen para petualang yang berkunjung ke tempat ini.

Tentu saja, tempat seluas ini tidak mungkin tidak dihuni oleh hewan-hewan liar yang lain.Ada rusa, monyet, elang, ayam hutan yang hidup liar sangat mudah kita temukan di sini, dan jika kita beruntung, kita bisa menemukan burung merak, dan banteng Jawa yag berpantat putih sebagai hewan ikonik dari TN Baluran ini. Semakin pagi kita sampai di tempat ini, maka peluang kita untuk bertemu hewan-hewan tersebut semakin besar, karena pada pagi hari, waktunya hewan-hewan tersebut keluar mencari makan.Akan semakin dramatis lagi, jika kita berkesempatan untuk menginap di penginapan yang ada di sini, sekitar Savana Bekol, Taman Nasional Baluran ini.

Karena selain di pagi hari menjelang matahari terbit, kita bisa dengan mudah menemukan hewan-hewan yang sedang mencari makan termasuk Banteng berpantat putih (jika beruntung), di malam harinya kita bisa menikmati milky way yang tentunya sangat jelas terlihat dengan mata telanjang karena minimnya polusi udara yang ada di kawasan ini.Taman Nasional Baluran ini terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.

Berjarak sekitar 250 km dari Surabaya arah Timur, dan berjarak sekitar 30 km sebelum pelabuhan Ketapang Banyuwangi (dari arah Surabaya).

Dari Surabaya, kita bisa arahkan kendaraan kita menyusuri pantai Utara Jawa Timur, melewati kota-kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo.Selama dalam perjalanan menyusuri Pantai Utara Jawa Timur, banyak landscape yang bisa kita temui, sehingga perjalanan menuju TN Baluran ini sangatlah menyenangkan, memanjakan mata dan tidaklah membosankan, di sebelah kiri kita bisa melihat laut, pantai, kapal nelayan baik yang sedang berlabuh maupun yang sedang melaut, dan bahkan beberapa kali jalan raya yang kita lalui berjarak sangat dekat dengan bibir pantai.Sementara di kiri, banyak kita temukan pantai, maka di sebelah kanan kita bisa mendapati pemandangan berupa hutan, sawah, dan bukit-bukit hijau yang mempesona.

Untuk menemukan gerbang TN Baluran sangatlah mudah, berada di sebelah kiri jalan utama propinsi, yang menurut Googlemap berada pada koordinat (-7.931946, 114.387655), dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam dari Surabaya.Dari gerbang TN Baluran tersebut, kita masih harus menempuh perjalanan 11 km lagi dengan mengikuti jalanan yang ada.

Namun, karena sepanjang 11 km masih berupa jalanan rusak (tanah, batu, aspal rusak), maka 11 km ini bisa kita tempuh kurang lebih 45-60 menit. Jangan khawatir, sudah menjadi hukum alam, di setiap sulitnya akses selalu ada keindahan yang bisa kita temukan.Nah, di sepanjang 11 km ini kita bisa menemukan banyak spot-spot cantik untuk berfoto ria, ada savana kecil, hutan, bahkan ada di salah satu titik yang bernama evergreen, perjalanan baluran the africa van java kalimat diatas termasuk dinaungi pepohonan yang ujungnya saling bertautan, sehingga seakan-akan jalan kita dipayungi oleh alam.Di ujung 11 km tersebut, kita akan sampai di tempat yang bernama Bekol.

Di Bekol inilah, terdapat area parkir kendaraan, penginapan, dan savana Bekol yang terkenal itu dengan latar belakangnya berupa Gunung Baluran (1247 mdpl).

Di tempat ini juga terdapat gardu pandang yang bisa kita naiki untuk bisa memiliki view yang lebih luas lagi dari atas.Di Taman Nasional Baluran ini, juga terdapat pantai yang sangat sayang jika kita lewatkan, pantai ini baluran the africa van java kalimat diatas termasuk pantai Bama.

Pantai Bama terletak 3 KM lagi dari area parkir daerah Bekol ini. Tentu saja Pantai Bama ini sangatlah bersih, berpasir putih, dan di Pantai Bama ini juga terdapat penginapannya.Untuk menikmati penuh (bisa relax, tidak terburu-buru) di Taman Nasional Baluran ini, pilihan yang paling tepat adalah dengan menginap setidaknya satu malam baik di Savana Bekol ataupun di pantai Bama.

Selamat berpetualang! Salam Lestari! none
Taman Nasional Baluran atau sering di sama-samakan dengan Africa, yah sering di samakan dengan africa karena padang savana nya dan hewan liar yang hidup di sana. Taman Nasional Baluran terletak di ujung Timur kota Banyuwangi, tempat ini sebagian besar terdiri dari savana yang terbuka.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Di sini kita dapat melihat satwa liar secara langsung seperti kerbau jawa yang sering disebut “banteng”kancil, kijang, burung merak, jumlah hewan yang ada yaitu mencapai 26 species hewan yang ada seperti Banteng(Bos Javanicus Javanicus), Kerbau liar(Bubalus bubalis), rusa, kancil, macan tutul, ular cobra putih,dll.

Tidak hanya hewan yang terdapat di tempat ini, di sini juga terdapat 444 jenis pohon, beberapa yang unik untuk daerah seperti widoro bukol (Ziziphus rotundifoia), mimba (Azadirachta indica), dan plang (Acacia leucophloea) tanaman ini mampu beradaptasi dengan lingkungan yang kering. Tidak cuman itu di sini juga terdapat 155 jenis burung seperti layang-layang api langka, unggas hutan merah, kangkareng, burung enggang, tuwuk atau tuwur asia, burung merak, bangau dan lain sebagainya.

Ketika anda mengunjungi Baluran selama musim hujan, anda akan menemukan kubangan air yang cukup besar, dan biasanya para banteng dan hewan lain akan keluar dan minum di kubangan tersebut.

Namun akhir-akhir ini banteng lebih sering mengembara di hutan dari pada muncul di padang savana. Tapi jangan khawatir jika kita berkunjung di tempat ini kita masih bisa menyaksikan kawanan kijang dan kancil mengembara di padang savana, tidak cuman itu di dekat cotage sabana bekol dan bama beach terdapat banyak sekali kera-kera liar, juga di evergreen anda akan di sambut oleh burung merak dan ayam hutan. Perjalanan saya ke Baluran pada waktu itu saya mulai dari Kota Banyuwangi setelah turun dari Gunung Ijen, tepatnya pada hari Senin tanggal 15 Desember 2014.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Untuk menghemat biaya kita menggunakan angkutan umum, alias kita carter angkot. Satu Angkot PP/Rp.400.000,- sudah termasuk keliling Baluran dan keliling kota Banyuwangi. Biaya masuk Taman Nasional Rp.5000,00/orang. Kami semua sangatlah antusias untuk datang ke tempat ini, maklum baru pertama kali. Sesudah membayar retribusi masuk kita langsung memasuki Taman Nasional Baluran, pertama kita masuk Evergreen. Yah sesuai namanya kanan kiri kita pohon hijau yang indah, sepanjang jalan kita di suguhi pemandangan yang sangat indah tak cuman itu baru memasuki kawasan Evergreen kita disambut oleh seekor burung merak cantik yang melintas dari kejauhan Setelah 1 jam perjalanan melewati Evergreen sampailah kita ke padang savana Bekol.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Padang savana terbuka yang sangat luas dengan pemandangan rumput gersang, jauh dari kata hijau. Di sini sesekali akan melintas burung seperti burung berwarna biru dan burung elang. Di Bekol kita bisa menginap karena di sediakan cotage atau wisma untuk menginap, di sini juga terdapat sumber informasi, juga terdapat gardu pandang untuk melihat satwa liar. Setelah dari gardu pandang kita lanjutkan perjalanan ke pantai bama atau Bama Beach, di pantai Bama kita tidak hanya memandang keindahan pantai di Baluran ini.

Di pantai Bama kita bisa snockling dengan tarif murah tapi pemandangan pantai yang cukup bagus. Untuk melakukan Snockling kita harus menyewa kapal untuk menuju spot snokling, disini juga di sediakan peralatan snockling dengan biaya murah dari Rp 10.000 – Rp 30.000,- saja untuk sewa peraltan.

Sebelum ke Bama Beach saya ingin liat kumpulan kancil dan kijang lebih dekat, karena melihat satwa dari gardu pandang saja kurang greget buat saya. Akhirnya kita melihat sekumpulan kancil dan kidang di savana bekol.

Perjalanan menuju Bama Beach membutuhkan waktu 1 jam dari Bekol, tapi perjalanan tidak akan tersa lama karena kanan kiri kita di suguhi pemandangan yang indah. Di Bama Beach terdapat toilet, Masjid, Kantin dan Cotage atau wisma untuk menginap. Katanya SunRise dari BamaBeach ini keren, sayangnya saya tidak ada waktu untuk menunggu sang SunRise kali ini.

Banyak sekali kawanan monyet di kawasan ini, jika disini berhati-hati dengan barang bawal’an anda juga makanan yang anda bawa karena monyet disini agak jail. Sayang sekali saya tidak bisa menabadikan keindahan pantai Bama karena memori kamera saya sudah penuh dengan foto” di Kawah Ijen dan foto” tadi. Padahal pemandangan di pantai sangatlah bagus. Kita juga menyusuri pantai Bama sampai ke ujung”nya. Puas memandangi indah satwa liar dan alam Baluran, saatnya kita mengisi perut dan kembali ke kota Banyuwangi utntuk persiapan pulang besok.

Sebenarnya dari Baluran kita masih keliling kota Baluran the africa van java kalimat diatas termasuk, memandangi pelabuhan Ketapang, melihat watu dodol dan patung Gandrung yang merupakan icon Banyuwangi. Next cerita ya sekian.
1.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

topik berikut yang dapat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi adalah a. pengalamanku di masa kecil b. keindahan panorama di pantai kuta c. perjalanan panjang koperasi ganesha d. merokok tidak baik untuk kesehatan 2. karangan eksposisi dapat ditemukan dlm bentuk berikut, kecuali.

a. editorial b. esai c. tajuk d. prosa 3. karangan eksposisi yang baik harus memiliki sebuah. a. kalimat topik b. sumber inspirasi c. pedoman pokok d. tingkat kesulitanTaman Nasional Baluran - Ingin merasakan suasana padang savana dengan satwa-satwa liarnya? Tidak usaha jauh-jauh pergi ke Afrika, karena Anda bisa menikmatinya di Indonesia. Datang saja ke Banyuwangi.

Ada dua tempat dimana Anda serasa berada di tengah-tengah padang savana Afrika. Yang pertama di Sadengan yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan yang kedua di Taman Nasional Baluran. Pemandangan savana di Baluran (foto : Diastikabella.wordpress.com) Secara administratif Taman Nasional Baluran termasuk wilayah Situbondo, namun jaraknya lebih dekat dari Banyuwangi.

Letaknya memang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo. Tidak sulit menemukan lokasi Taman Nasional Baluran, pintu gerbang utamanya yang terletak di jalan Situbondo-Banyuwangi, merupakan akses utama para pengendara dari Jakarta atau Jawa Timur menuju Bali. Bagi Anda yang berkendara dari Surabaya menuju Pelabuhan Ketapang melalui jalur pantura, tentu akan melewati taman nasional ini. Taman Nasional Baluran (TNB) yang terletak di Desa Wonorejo, Kec.

Banyuputih, Kab. Situbondo ini sering dijuluki sebagai Africa van Java atau Little Africa. Hal ini tidak lain karena di sini terdapat padang savana luas yang penuh satwa liar.

Sejauh mata memandang yang tampak adalah padang yang tandus, pohon-pohon yang kering dan bebatuan. Sedangkan satwa liar yang hidup di taman nasional ini adalah rusa, kerbau, banteng, monyet ekor panjang dan burung merak. Keberadaan ekosistem savana ini menjadi ciri khas kawasan konservasi Taman Nasional Baluran. Nama dari taman nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.

Taman Nasional Baluran yang luasnya 25 ribu hektare ini mempunyai beberapa jenis hutan, satwa, dan tumbuhan. Tidak salah jika Baluran disebut sebagai miniatur hutan Indonesia, sebab hampir seluruh tipe hutan ada di taman nasional ini. Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang terdiri baluran the africa van java kalimat diatas termasuk tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.

Sekitar 40% diantaranya merupakan vegetasi savana. Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, di antaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol, mimba, dan pilang.

Di Baluran terdapat 26 jenis mamalia, diantaranya banteng, kerbau, ajag, kijang, rusa, macan tutul, dan kucing bakau. Sebanyak 155 burung juga menggantungkan hidup di hutan ini. Diantara satwa itu, Banteng (bos Javanicus) menjadi maskot taman nasional Baluran. Berikutnya sekitar km ke 6 hingga 9 pengunjung disuguhi pemandangan hutan yang senantiasa tampak hijau sepanjang tahun. Inilah hutan sepanjang tahun atau yang lebih populer dengan istilah Evergreen. Hutan evergreen selalu hijau dan tak pernah kering karena berada di wilayah cekungan dimana terdapat sungai bawah tanah.

Berada di evergreen serasa kita sedang melewati terowongan hijau. Popohonan tampak rapat dan daunnya tumbuh lebat menaungi jalanan. Di Bekol pengunjung akan melihat hamparan padang savana, hutan dan Gunung Baluran. Tampak beberapa pohon besar tumbuh di tengah padang rumput.

Savana Bekol sendiri memiliki luas sekitar 300 Ha dari total 10 ribu Ha luas savanna di Baluran, yang sekaligus merupakan savana terluas di Pulau Jawa. Savana Bekol (foto: Kompasiana.com/onyjamhari) Jika berkunjung pada musim penghujan, pemandangan Bekol akan terlihat berwarna hijau dan suasana sejuk. Namun saat musim kemarau, padang savana dan hutan akan kering merangas berwarna kecoklatan dan sering mengakibatkan kebakaran. Suasana seperti itu, ditambah adanya berbagai macam satwa liar, membuat savana Bekol mirip dengan pemandangan di gurun Afrika.

dari sini kemudian muncul julukan Africa van Java bagi Baluran. Pemandangan Savana Bekol di musim penghujan tampak hijau (foto : Ibupenyu.com) Savana Bekol di musim kemarau tampak merangas (foto : Louisebaykovic.blogspot.co.id) Tengkorak kepala banteng, rusa dan kerbau; salah satu ikon Baluran (foto : Senjadiufukbarat.wordpress.com) Di savana Bekol sesekali Anda akan menjumpai kawanan rusa liar yang melintasi jalan seakan tidak peduli dengan orang berada di sekitarnya.

Rusa-rusa itu bergerak secara gerombolan, dan saling menunggu satu sama lain. Selain rusa, Anda juga dapat menjumpai monyet liar, banteng, hingga burung merak. Populasi banteng di Baluran hanya menyisakan belasan ekor.

Biasanya mereka muncul pada musim panas untuk mencari makan rumput. Kawanan rusa liar di Savana Bekol (foto : Detik.com) Burung merak di depan kamar penginapan di Bekol (foto : Detik.com) Di sini juga terdapat menara pandang setinggi 30 meter yang letaknya di atas bukit tepat di belakang pos Bekol.

Untuk mencapainya Anda harus menaki anak tangga beberapa ratus meter. Dari menara pandang ini Anda dapat melihat pemandangan indah Taman Nasional Baluran dari ketinggian.

Di sebelah selatan ada Gunung Baluran yang dikelilingi hutan lebat, sedangkan di sebelah selatan tampak hamparan savana yang diakhiri dengan lautan luas yang merupakan selat Bali. Menara pandang Bekol (foto : Kompasiana.com/endahbanged) Dari savana Bekol perjalanan selanjutnya adalah menuju Pantai Bama yang berjarak sekitar 3 KM. Selama perjalanan Anda akan melewati padang savana dan sedikit hutan. Gerombolan monyet liar akan menyambut Anda sepanjang jalan dan jika beruntung Anda juga akan bertemu biawak.

Pemandangan dari Bekol ke Bama (foto : Farizahaqie.blogspot.co.id) Komunitas monyet ini semakin banyak terlihat di sekitar pantai, kehadirannya tampak dimana-mana, bahkan sejak memasuki pintu gerbang Taman Nasional Baluran. Melihat gerombolan monyet yang sedang bermain, melompat di pepohonan, berayun didahan atau berjalan di jembatan tali, memang tampak lucu dan menghibur. Namun bila pengunjung tidak hati-hati, kera-kera tersebut siap mengambil alih barang Anda.

Karena itu Anda jangan lupa menutup pintu mobil, meninggalkan tas atau kamera sembarangan, terutama hati-hati menjaga makanan. Monyet di Baluran (foto : Life.viva.co.id) Dibandingkan savana Bekol, pantai Bama memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan memadai. Di pantai ini terdapat dua bangunan kantor disertai gudang dan mushola. Termasuk kamar mandi umum untuk bilas bagi pengunjung usai bermain di pantai.

Ada dua bangunan penginapan dengan kualitas baik untuk melayani wisatawan. Ada juga bangunan kantin yang rapi dan bersih. Tersedia lapangan parkir berpaving yang juga berfungsi sebagai halaman kantor, seluas 0.5 ha yang bisa menampung bis ukuran sedang. Tersedia juga lokasi permainan outbond. Keindahan pantai Bama (foto : Theclumsyduck.wordpress.com) Pemandangan Pantai Bama sangat indah, dengan pasir yang putih sepanjang 300 m, air lautnya bersih dan bening.

Pantai Bama berada di perairan selatan Bali dan tepat menghadap ke timur, sehingga Anda dapat menikmati matahari terbit. Sekeling pantai Bama terdapat hutan mangrove. Aktivitas yang dapat dilakukan di Pantai Bama adalah menyusuri pantai, menjelajahi mangrove, berkano dan snorkeling. Waktu terbaik untuk snorkeling di Pantai Bama antara pukul 06.00 - 09.00 WIB. Snorkeling di Pantai Bama tidak perlu menyewa perahu. Anda hanya perlu menyewa alatnya lalu berjalan dari bibir pantai ke tengah laut sejauh sekitar 100 sampai 200 meter.

Atau kalau mau bisa juga menyewa perahu boat berkapasitas 10 orang. Di lantai boat ini dipasang kaca untuk melihat pemandangan bawah laut.

Dengan boat Anda bisa menjelajahi pantai lebih leluasa. Di kedalaman sekitar 60 cm terdapat vegetasi bawah laut yang disebut padang lamun, yaitu sejenis tumbuhan rumput baluran the africa van java kalimat diatas termasuk panjang. Semakin menjauhi pantai, hingga kedalaman tidak lebih 3 m, terlihat jelas pemandangan beraneka warna hamparan bumi dengan terumbu karang, ikan dan hewan air. Anda juga akan diajak melihat anemon laut. Anemon laut bukanlah dari jenis tumbuhan, tetapi merupakan jenis hewan dari kelas Anthozoa yang sekilas terlihat seperti tumbuhan.

Pemandangan bawah laut Pantai Bama. Ada ikan badut berenang di sekitar terumbu karang (foto: Detik.com) Kano di Pantai Bama (foto : Theclumsyduck.wordpress.com) Penginapan/wisma di Bekol tidak memiliki kantin, dan kamar mandinya diluar wisma.

Ada 3 baluran the africa van java kalimat diatas termasuk di sini, yaitu : • Wisma Rusa (Jumlah Kamar: 7, daya tampung 12 org), Harga Rp. 35.000/org • Wisma Merak (Jumlah Kamar: 3, daya tamping 3 org), Harga Rp. 50.000/org • Wisma Banteng (Jumlah Kamar: 2, daya tampung 4 org), Harga Rp. 250.000/unit • Extra bed Rp 25.000 Tarif penginapan tersebut untuk tahun 2013/2014, untuk saat ini kemungkinan ada sedikit perubahan. Dengan tarif yang lebih mahal, penginapan di Pantai Bama mempunyai fasilitas yang lebih lengkap.

Di sini tersedia kantin, mushola, beberapa kamar mandi untuk bilas dan ruang ganti, serta outbond ground.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Unknown 23 Oktober 2018 10.25 Beberapa waktu lalu kesini bawa rombongan Travel Surabaya Banyuwangi. Masuk taman Baluran sepanjang jalan masuk nya sampai ke pantai sejauh +/- 10 KM rusak berat.

tapi terbayar dengan hewan liar yg berkeliaran serta hamparan savana nya yg menghampar. sayang pas musim meranggas pada waktu kunjungan.

burung Meraknya memberi warn kontras dengan gersangnya alam pada waktu kami ke situ. Balas Hapus Davisjoseb 22 September 2021 18.06 It's excellent. You will certainly really feel baluran the africa van java kalimat diatas termasuk your writing is extraordinary even if you consider it.

I mored than happy to see your writing as well as my sensations are still sticking around. I wish you will certainly be impressed much like me when you see my writing. Would certainly you such as ahead as well as see my article? 바카라사이트 Balas Hapus
Taman Nasional Baluran merupakan salah satu taman nasional yang ada di pulau Jawa.

Taman ini berlokasi di Provinsi Jawa Timur. Awalnya yang dipakai taman ini merupakan lokasi berburu, yang akhirnya berubah menjadi taman nasional demi menjaga ekosistem alamnya yang menakjubkan. Selain itu di dalamnya juga ada beragam flora dan fauna. Kondisi alam di sanalah yang menjadi alasan utama dijadikannya taman nasional.

Kaya akan ekosistem dari mulai hutan, mangrove, pantai, laut sampai wisata sejarah pun ada disana. Untuk harga tiket Rp 16.000 pada hari bisa dan Rp 18.500 untuk hari libur. Populasi banteng liar di Baluran sendiri, selama 5 tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan populasi yang menggembirakan. Dari estimasi 44 - 51 individu di tahun 2015, meningkat menjadi 124 - 140 individu di tahun 2019.

Estimasi populasi tersebut didapatkan dari analisa data kamera trap yang dilakukan setiap tahun. Sekilas Sejarah Taman Nasional Baluran Dimulai dari sejarahnya, yakni sebagai lokasi berburu. Sejarah dimulai ketika A.H. Loedeboer yang merupakan seorang pemburu asal Belanda tahun 1928.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Mengajukan permohonan agar kawasan Baluran dan sekitarnya dilestarikan alamnya. Tidak lama setelah itu, tahun 1930 K.W. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor, memberikan usulan juga mengenai kawasan Baluran untuk dijadikan sebagai hutan lindung. Setelah itu, pada tahun 1937 wilayah Baluran baru ditetapkan sebagai wilayah margasatwa oleh gubernur Jendral Hindia Belanda.

Setelah itu, kawasan ini diperkuat setelah menteri pertanian Republik Indonesia mengeluarkan keputusan pada tahun 1962. Namun pada saat itu kawasanya masih merupakan kawasan marga satwa, dan belum diubah sebagai Taman Nasional Baluran. Penetapan resminya muncul melalui surat resmi menteri pertanian no.736/mentan/x/1982 pada tanggal 14 oktober 1982. Taman Nasional Baluran kembali dikuatkan dengan surat keputusan menteri kehutanan no.279/Kpts-VI/1997 tanggal 23 mei 1997 mengenai penetapan kawasan Baluran seluas 25.000 hektar.

Waktu terbaik berkunjung ke Taman Nasional Baluran adalah saat kemarau, karena kebutuhan akan air minum, semua dari jenis satwa mamalia yang berada di Baluran akan berkumpul di Savana Bekol untuk kebutuhan air minumnya.

Dari menara pandang ini kamu bisa menyaksikan dengan sudut pandang paling luas selama berada di Bekol. Kondisi Alam Taman Nasional Baluran Jika sudah ditetapkan sebagai taman nasional, tentunya kondisi alam di dalamnya harus tetap terjaga keasriannya.

Kondisi alam di sana sangat lah indah. Bahkan banyak yang bilang jika Taman Nasional Baluran memiliki pesona yang mirip dengan Afrika. Letak dan Topologi Baluran Secara geografisnya terletak di koordinat 7°29’10° - 7°55’55° lintang selatan dan 114°29’10° baluran the africa van java kalimat diatas termasuk 114°39’10° busur timur. Untuk letak administratif wilayah berada di bagian ujung timur Jawa, tepatnya di kabupaten Situbondo dan kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Batas taman di bagian utara merupakan selat Madura, bagian selatan sungai Bajulmati, bagian timur selat Bali, dan bagian barat berbatasan dengan sungai Kolom Koran.

Wilayah seluas 25.000 hektar ini terbagi menjadi daratan seluas 85% dan perairan seluas 15 %, serta dengan garis pantai yang lumayan panjang yakni, 42 km yang menjadi penyusun tanjung dan teluk. Kemudian, Taman Nasional Baluran ini terletak di ketinggian 0-1.247 meter diatas permukaan laut, yang puncak tertingginya gunung Baluran.

Untuk bagian selatan dan timur gunung cukup curam, sehingga membuat pendaki pemula cukup kesulitan. Iklim dan Hidrologi Baluran Karena kawasan ini masuk tipe F dan nilai Q sebesar 119,6%, membuat kawasan ini mengalami musim kemarau atau musim panas lebih panjang ketimbang musim hujan. Karena yang menyebabkannya adalah arus tenggara yang cenderung lebih kuat sekitar bulan April hingga bulan Oktober dan November.

Musim kemarau di sana lumayan lama sekitar 4 hingga 9 bulan per tahun, sedangkan untuk musim hujannya hanya 2 hingga 3 bulan saja. Karena kawasan ini memiliki musim panas yang lebih panjang, tentunya ekosistem di dalamnya kebanyakan merupakan padang rumput. Hal ini tentunya juga disebabkan oleh jenis tanah yang bersifat pekat, sehingga area tanah tidak memiliki banyak kandungan air atau tandus.

Kondisi curah hujan disana hanya 900 hingga 1,600 mm per tahunnya. Sedangkan untuk suhu rata-ratanya antara 27 hingga 30 derajat celcius. Namun, untuk kondisi wilayah di sekitar lereng gunung cenderung lebih besar ketimbang taman nasional lainya.[post_ads][next] Beberapa Fakta Tentang Gunung Baluran Dulu gunung Baluran pernah mengalami erupsi hingga membuat kawasan tersebut berbatu.

Kini status dari gunung Baluran ini sudah tidak aktifdengan baluran the africa van java kalimat diatas termasuk orderan berukuran luas dengan kedalamanya mencapai 600 meter. Untuk kondisi geografis terbaik berada pada puncak gunungnya. Lalu, gunung ini memiliki hubungan dengan wilayah Kawah Ijen. Wilayah tersebut berada di bagian selatan baluran the africa van java kalimat diatas termasuk 35 km dari gunung Baluran.

Ekosistem Taman Nasional Baluran Ada beberapa ekosistem di dalam Taman Nasional Baluran ini berupa, hutan pantai, ekosistem mangrove, ekosistem savana, ekosistem hutan musim, kalinag pegunungansera ekosistem riparian. Meskipun memiliki karakteristik ekosistem yang sama dengan Taman Nasional pada umumnya. Namun, tipe hutan yang berada di kawasan ini pada dasarnya berbeda dengan hutan lainya.

Penyebabnya yakni angin monosom yang hanya membawa uap air sedikit sehingga curah hujan di sana lebih kecil. Flora Fauna Kawasan Taman Nasional Baluran Sebagai kawasan taman nasional yang kaya akan ekosistem, tentunya menyimpan banyak tumbuhan dan satwa.

Maka, tidak heran pada dulunya tempat ini merupakan area berburu. Flora di Taman Nasional Baluran, Di kawasan ini terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan, yang tersebar di berbagai ekosistem. Karena tersebar di berbagai ekosistem,maka tumbuhan disana bisa tumbuh dengan sehat. Ekosistem savana yang dimiliki kawasan ini sekitar 10.000 hektar atau 40% dari luas area ini ini. Savana ini merupakan satu-satunya padang rumput alami yang berada di ketinggian 50 meter diatas permukaan laut yang berada di wilayah perbukitan sekitar pantai di pulau Jawa.

Fauna di Taman Nasional Baluran, Ada sekitar 27 jenis fauna yang menetap di taman nasional ini kebanyakan darinya merupakan kelompok mamalia. Lalu, 14 diantaranya merupakan kelompok yang dilindungi termasuk spesies langka. Sedangkan untuk jenis burung yang berada di kawasan ini sekitar 155 spesies, dan beberapa diantaranya merupakan spesies langka. Adapun beberapa spesies mamalia diantaranya seperti banteng, kijang, kerbau liar, kancil, ajag, rusa, macan tutul, dan kucing bakau.

Sedangkan untuk spesies burung langkahnya yaitu layang api, merak, tuwur asia, rangkong, ayam hutan merah, kangkareng, dan banggau tong-tong. Kegiatan dan Destinasi Wisata Alam Baluran Untuk anda yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Baluran ini, menyediakan berbagai kegiatan destinasi wisata yang melimpah, terutama di objek wisata savananya.

1. Padang Savana Bekol Savana Bekol, merupakan salah satu tempat wisata yang paling diminati, untuk pesonanya sendiri akan sangat berbeda pada musim penghujan atau musim kemaraunya.pada musim kemaraunya kondisi rerumputan akan berwarna coklat kekuningan atau kering. Hal ini yang menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran hutan yang harus dicegah. Sedangkan untuk musim penghujan, warna rumputnya akan berubah berwarna kehijauan.

2. Pantai Bama Menyuguhkan hamparan pasir putih yang luas, serta kekayaan terumbu karang yang indah dan masih alami.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Anda bisa melakukan aktivitas wisata pantai dan bermain air laut disini. 3. Dermaga Mangrove Bama Tidak jauh dari area pantai sekitar 100 meter saja ada kawasan hutan mangrove yang menawan. Disana terdapat dermaga kecil yang menawarkan suasana yang sangat romantis. Anda bisa mengajak pasangan anda berkunjung kesini. Gua Jepang Tidak hanya menawarkan wisata alam, Taman Nasional Baluran ini juga memberikan wisata sejarah.

Goa Jepang ini berada tepat di depan pintu dan masih dalam kawasan.

baluran the africa van java kalimat diatas termasuk

Sebenarnya masih ada banyak destinasi wisata yang bisa anda kunjungi seperti pengamatan satwa, pendakian gunung Baluran,dan pantai kajang, serta anda juga bisa berinteraksi dengan warga lokal yang berada di kawasan Taman Nasional Baluran ini. Video Trip Explore Baluran Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Oleh HARRY SUSILO dan SYAMSUL HADI KOMPAS.com - Mentari beranjak tinggi saat Hendri Reskyono (49) dan sejumlah polisi hutan menyusup ke rerimbunan hutan akasia di kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Sepatu bot dan golok tebas melengkapi perjalanan mereka. Tak lama kemudian, ”Braaak.!” Sebatang pohon berdiameter sekitar 20 sentimeter pun tumbang. Aksi penebangan ini bukan perusakan lingkungan.

Itu bagian dari aksi menyelamatkan ekosistem savana di Baluran yang terus tergusur akibat masifnya pertumbuhan akasia ( Acacia nilotica). ”Supaya tidak tumbuh lagi, bekas tebangan pohon akasia ini harus dilumuri cairan herbisida,” ujar Hendri, Rabu (17/4/2013). Apa yang dilakukan polisi hutan ini adalah bagian dari upaya mempertahankan jati diri Baluran.

Sebagai salah satu taman nasional tertua di Indonesia, Baluran lekat dengan julukan ”Africa van Java”. Hamparan savana, satwa liar, dan sengatan mataharinya yang terik, membuat pesonanya bak alam liar Afrika. ”Suhu saat musim kemarau bisa 40 derajat celsius,” kata Kepala Taman Nasional Baluran Emy Endah Suwarni.

Berjarak 253 kilometer dari Surabaya, Taman Nasional (TN) Baluran cukup mudah dijangkau karena terletak di tepi jalur pantai utara Jawa Timur. Letaknya di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, berbatasan dengan Banyuwangi. Dari luas TN Baluran yang mencapai 25.000 hektar, awalnya sekitar 10.000 hektar di antaranya berupa savana yang terbentang di berbagai penjuru taman nasional.

Savana menjadi habitat banteng jawa (Bos javanicus), rusa timor (Cervus timorensis), hingga kerbau liar ( Bubalus bubalis). Salah satu savana baluran the africa van java kalimat diatas termasuk di Baluran adalah savana Bekol, seluas 300 hektar. Dari pintu gerbang taman nasional, pengunjung hanya perlu menempuh jarak 12 kilometer untuk masuk ke Bekol.

Gunung Baluran setinggi 1.247 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjulang kokoh di hadapan savana ini. Namun, savana di Baluran, termasuk Bekol, kini terancam oleh ekspansi akasia.

Pesatnya pertumbuhan akasia di Baluran berawal ketika seringnya kebakaran melanda Baluran pada akhir tahun 1960-an.

Pihak TN Baluran kemudian berinisiatif menanam akasia yang berfungsi sebagai sekat bakar untuk mencegah api menjalar.

NEPAL VAN JAVA, Jelajah Negeri Diatas Awan




2022 www.videocon.com