Saturasi oksigen rendah

saturasi oksigen rendah

tirto.id - Saturasi oksigen mengacu pada berapa banyak oksigen yang ada di dalam hemoglobin. Hemoglobin adalah zat dalam darah yang mengikat oksigen dan membawanya melalui aliran darah ke organ, jaringan, dan sel-sel tubuh.

Untuk memahami saturasi oksigen, menurut verywellhealth, semua dimulai dari alveoli (kantung di paru-paru). Ada jutaan alveolus di paru-paru.

Kantung udara mikroskopis ini memiliki fungsi penting menukar oksigen dan karbon dioksida ke dan dari aliran darah. Ketika molekul oksigen melewati alveoli, mereka mengikat hemoglobin dalam darah. Selanjutnya, hemoglobin mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh, kemudian mengembalikan karbon dioksida dari jaringan ke alveoli.

Tingkat oksigen dalam darah tergantung pada beberapa faktor utama: - Berapa banyak oksigen yang Anda hirup - Seberapa baik alveolus menukar karbon dioksida dengan oksigen?

saturasi oksigen rendah

- Berapa banyak hemoglobin yang terkonsentrasi dalam sel darah merah? - Seberapa baik hemoglobin menarik oksigen? Hemoglobin mengandung oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tapi itu mungkin tidak terjadi pada beberapa penyakit yang mengurangi kemampuannya untuk mengikat oksigen. Setiap sel darah mengandung sekitar 270 juta molekul hemoglobin. Tetapi kondisi apa pun yang membatasi kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi sel darah merah dapat mengakibatkan kadar hemoglobin yang rendah.

Penyebab Saturasi Oksigen Rendah Gangguan pada darah, masalah sirkulasi, dan masalah paru-paru dapat mempersulit tubuh menyerap atau mengangkut oksigen yang cukup dan dapat menurunkan tingkat saturasi oksigen. Contoh kondisi yang dapat memengaruhi saturasi oksigen rendah: - Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): sekelompok penyakit paru-paru kronis yang membuat sulit bernapas. - Asma: penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan saluran udara menyempit - Pneumotoraks: kolaps sebagian atau seluruh paru-paru - Anemia: kekurangan sel darah merah yang sehat - Penyakit jantung: kondisi yang mempengaruhi fungsi jantung - Emboli paru: ketika gumpalan darah menyebabkan penyumbatan di arteri paru-paru - Cacat jantung bawaan: kondisi jantung struktural bawaan lahir Berapa Saturasi Oksigen Normal?

Tingkat saturasi oksigen adalah ukuran oksigen dalam darah. Dalam istilah medis, disebut juga PaO2 atau O2 sat (SpO2). Dilansir Healthline, tingkat oksigen normal untuk paru-paru yang sehat adalah di antara 95 dan 100 saturasi oksigen rendah, dengan pembacaan menggunakan pulse oxymeter. Namun, pada penderita PPOK atau penyakit paru-paru lainnya, kisaran ini mungkin tidak berlaku. Dokter akan memberi tahu berapa kadar yang normal untuk kondisi spesifik Anda.

Misalnya, saturasi oksigen rendah jarang orang dengan PPOK berat memiliki kadar oksigen antara 88 hingga 92 persen. Jakarta - Penyakit pernapasan seperti COVID-19 dapat memicu penurunan saturasi oksigen dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan sel dan jaringan di tubuh tidak berfungsi dengan baik, bahkan bisa berisiko fatal jika tak segera ditangani.

Bagaimana ciri saturasi oksigen rendah? Dikutip dari Medical News Today, kekurangan oksigen dalam darah dapat disebut saturasi oksigen rendah sebagai hipoksemia. Seseorang yang saturasi oksigennya rendah dapat diukur menggunakan alat oximeter. Berikut cara mengetahui saturasi oksigen dalam darah menggunakan oximeter. β€’ Saturasi oksigen di dalam darah normal: 95-100 persen β€’ Saturasi oksigen di dalam darah rendah: kurang dari 90 persen. Selain itu, ciri saturasi oksigen rendah juga bisa dilihat dari gejala-gejala yang dialami oleh pasien.

Berikut beberapa di antaranya. β€’ Sesak napas β€’ Sakit kepala β€’ Gelisah β€’ Pusing β€’ Napas cepat β€’ Nyeri dada β€’ Kebingungan β€’ Tekanan darah naik β€’ Penglihatan kabur β€’ Mengigau β€’ Detak jantung cepat. Baca juga: Saturasi Oksigen Pasien COVID-19 Sering Drop, Normalnya Berapa Sih? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyarankan setiap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk memiliki oximeter. Alat ini berguna untuk memantau saturasi oksigen sang pasien. "Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oximeter nadi, yang mengukur kadar oksigen.

Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata juru bicara WHO Margaret Harris beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Reuters. Apa yang harus dilakukan jika saturasi oksigen rendah?

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, jika saturasi oksigen sudah berada di bawah 93 persen, pasien perlu segera mendapat suplementasi oksigen. "Kalau kurang dari atau sama dengan 93 persen, saturasi oksigen rendah diberikan suplementasi oksigen. Hanya saja untuk oksigen ini kan cara pemberiannya bervariasi. Ada yang tabung oksigen, ada yang masker, ada yang tekanan tinggi sampai ventilator.

Itu sangat tergantung derajat beratnya kekurangan oksigen," terang dr Agus pada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Namun, sebagai penanganan awal, pasien bisa menerapkan posisi proning untuk melancarkan sirkulasi pernapasan. Menurut dr Agus, cara ini dapat memaksimalkan fungsi paru-paru untuk mendapat oksigen tambahan. Apabila tingkat saturasi oksigen pasien tak kunjung membaik, maka segera cari pertolongan medis di rumah sakit.

saturasi oksigen rendah

Saturasi oksigen rendah karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri saturasi oksigen rendah agar dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan.

Berita Terkait β€’ WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia β€’ DKI Jakarta Tertinggi, Ini Sebaran 227 Kasus Baru COVID-19 RI 8 Mei β€’ Update Corona RI 8 Mei: Tambah 227 Kasus Baru, 10 Meninggal β€’ DKI Paling Tinggi, Ini Sebaran 218 Kasus Baru COVID-19 RI 7 Saturasi oksigen rendah β€’ Ini Jenis Masker Paling Mempan Cegah Corona Jika Mudik Naik Transportasi Umum β€’ Riset Temukan Efektivitas Vaksin COVID-19 Lebih Lemah pada Orang Obesitas β€’ China Klaim Wabah COVID-19 di Shanghai 'Terkendali', Tetap Lanjut Lockdown β€’ DKI Jakarta Terbanyak, Ini Sebaran 245 Kasus Baru COVID-19 RI 6 Mei MOST POPULAR β€’ 1 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya β€’ 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

β€’ 3 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI β€’ 4 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut β€’ 5 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari β€’ 6 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja? Psikolog Sarankan Ini β€’ 7 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur β€’ 8 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas β€’ 9 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia β€’ 10 Wajib Dicoba!

Ini 4 Posisi yang Bikin Seks Makin Enak β€’ SELENGKAPNYA
KOMPAS.com – Nilai saturasi oksigen yang lebih rendah dari kadar normal menyebabkan kondisi yang disebut hipoksemia atau happy hypoxia.

saturasi oksigen rendah

Jika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah, organ-organ saturasi oksigen rendah tidak akan bisa berfungsi dengan baik sehingga masalah kesehatan ini harus diatasi. Pada kasus yang ringan, hipoksemia dapat menyebabkan gejala sakit kepala dan sesak napas.

Sementara itu, dalam kasus yang parah, hipoksemia dapat mengganggu fungsi otak dan jantung. Penyebab nilai saturasi oksigen rendah Berbagai kondisi dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memberikan kadar oksigen yang normal ke darah. Saat ini, kondisi yang paling sering dikaitkan dengan kadar oksigen yang rendah adalah Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Baca juga: Saturasi Oksigen Menurun Saat Rumah Sakit Penuh, Lakukan Proning dan Breathing Excercise Namun, selain itu, berikut ini adalah kondisi-kondisi lain yang menyebabkan kadar oksigen yang rendah dalam darah, saturasi oksigen rendah dari Cleveland Clinic: 1.

Masalah jantung termasuk kelainan jantung 2. Masalah paru-paru seperti asma, emfisema, dan bronchitis 3. Wilayah dataran tinggi yang kadar oksigennya lebih rendah 4. Obat Pereda nyeri yang kuat Berita Terkait Isolasi Mandiri, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal pada Pasien Covid-19? Positif Covid-19, Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen dari Rumah Posisi Proning Bisa Tingkatkan Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 3 Cara Melakukan Proning yang Benar untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen 4 Cara Menjaga Saturasi Oksigen pada Pasien Covid-19 di Rumah Berita Terkait Isolasi Mandiri, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal pada Pasien Covid-19?

Positif Covid-19, Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen dari Rumah Posisi Proning Bisa Tingkatkan Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 3 Cara Melakukan Proning yang Benar untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen 4 Cara Menjaga Saturasi Oksigen pada Pasien Covid-19 di Rumah Direstui BPOM, Kalbe Farma Segera Mulai Uji Klinis Vaksin GX-19N https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/10/160300623/direstui-bpom-kalbe-farma-segera-mulai-uji-klinis-vaksin-gx-19n https://asset.kompas.com/crops/PUv8XUKzglhcUx9FHNb8Qs5xtVE=/34x0:769x490/195x98/data/photo/2021/07/10/60e94120ae5b2.jpg Solopos.com, SOLO--Positif Covid-19, saturasi oksigen Jane Shalimar disebut rendah karena hanya 90 persen.

Saat ini artis yang telah beralih menjadi politikus itu dalam kondisi kritis. Jika saturasi oksigen 90 persen disebut rendah, lalu berapakah normalnya? Simak ulasannya di info sehat kali ini. Promosi Persoalan Kualitas Guru yang Rendah Belum Terselesaikan Penting bagi Anda untuk mengetahui saturasi oksigen normal dalam darah yang harus dijaga.

Hal ini karena tanpa saturasi oksigen rendah oksigen yang cukup, kemampuan organ dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsinya akan terganggu. Pada beberapa penyakit, nilai kadar oksigen dalam darah atau saturasi oksigen dapat digunakan untuk memantau kondisi tubuh.

Nilai ini juga digunakan untuk menentukan apakah suatu pengobatan berhasil atau perlu dievaluasi kembali. Baca Juga: Positif Covid-19, Jane Shalimar Kritis dan Belum Dapat Kamar Rumah Sakit Besarnya kadar oksigen normal dapat diketahui dalam bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada cara pengukurannya.

Terdapat 2 cara mengukur saturasi oksigen dalam darah, yaitu dengan analisa gas darah (AGD) atau dengan alat pulse oximeter. 1. Analisa gas darah (AGD) Analisa gas darah merupakan tes darah yang diambil melalui pembuluh darah arteri. Selain mengukur saturasi oksigen (SaO2) atau kadar oksigen dalam darah, tes ini juga mengukur tekanan parsial oksigen (PaO2), tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2), kadar bikarbonat (HCO3), dan pH darah arteri.

Tes analisa gas darah ini sangat akurat. Pengukurannya pun dilakukan di rumah sakit dan harus dikerjakan oleh tenaga medis profesional. Hasil kadar oksigen normal dan abnormal pada tes analisa gas darah adalah sebagai saturasi oksigen rendah 1.

saturasi oksigen rendah

Kadar oksigen tinggi Tekanan parsial oksigen (PaO2): di atas 120 mmHg 2. Kadar oksigen normal Saturasi oksigen saturasi oksigen rendah 95–100% Tekanan parsial oksigen (PaO2): 80–100 mmHg 3. Kadar oksigen rendah Saturasi oksigen (SaO2): di bawah 95% Tekanan parsial oksigen (PaO2): di bawah 80 mmHg 2. Alat pulse oxymeter Pulse oxymeter merupakan alat cek saturasi oksigen yang cukup praktis dan dapat digunakan sendiri di rumah.

Alat ini memperkirakan jumlah oksigen di dalam darah dengan cara mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah kapiler. Kadar oksigen dalam darah ditakar dari banyak cahaya yang dipantulkan dari kapiler. Dibandingkan dengan AGD, alat ini memiliki toleransi kesalahan pengukuran sebesar 2%. Artinya, hasil tes kadar oksigen dalam darah bisa 2% lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat sebenarnya.

saturasi oksigen rendah

Baca Juga: Positif Covid-19 Setelah Vaksin Pertama, Perlukah Suntikan Kedua? Meski begitu, pulse oximeter tetap sangat berguna untuk melihat kadar oksigen darah. Alat ini juga sering digunakan di rumah sakit untuk menilai fungsi jantung dan pernapasan pasien secara cepat. Hasil pengukuran pulse oximeter menunjukkan persentase saturasi oksigen (SpO2). Hasil kadar oksigen darah normal dan abnormal pada pulse oximeter adalah sebagai berikut: β€’ Saturasi oksigen normal: 95–100% β€’ Saturasi oksigen rendah: di bawah 95% Orang yang sehat dan tidak memiliki keluhan umumnya akan memiliki saturasi oksigen darah yang normal.

Dalam kasus lain, seseorang bisa terlihat sehat dan tidak memiliki gejala, tapi memiliki kadar oksigen darah yang rendah. Kondisi ini disebut dengan happy hypoxia dan bisa ditemukan pada penderita Covid-19.

Kadar oksigen rendah atau hipoksemia umumnya menimbulkan bermacam-macam gejala, seperti sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, batuk-batuk, kebingungan, dan kulit membiru. Selain Covid-19, hipoksemia bisa disebabkan oleh: - Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), termasuk bronkitis kronis dan emfisema - Acute respiratory distress syndrome (ARDS) - Asma - Pneumothorax - Anemia - Cacat jantung bawaan - Penyakit jantung - Emboli paru Baca Juga: Kuku Sehat Seperti Apa?

Kenali Ciri-Cirinya Sebagian besar penyakit atau kondisi medis di atas dapat menghalangi paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan melepaskan karbon dioksida dengan optimal. Sebagian lainnya adalah kelainan darah dan masalah pada sistem peredaran darah yang juga dapat menurunkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi saturasi oksigen darah yang terlalu tinggi sebenarnya jarang ditemukan, tapi bisa terjadi. Biasanya, ini dialami orang yang mendapatkan terapi oksigenasi menggunakan tabung oksigen tambahan.

Kondisi ini pun hanya bisa dideteksi oleh tes AGD.
Liputan6.com, Jakarta COVID-19 dapat menimbulkan berbagai gejala termasuk sesak napas, pusing, dan berkurangnya saturasi oksigen.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), banyak orang dengan COVID-19 memiliki kadar oksigen rendah. Kondisi ini dapat mengancam jiwa. Hal yang lebih berbahaya adalah ketika pasien tidak menyadari bahwa saturasi oksigennya rendah. Pasalnya, tidak semua orang dengan kadar oksigen rendah akan mengalami kesulitan bernapas, pemantauan secara teratur sangat diperlukan.

β€œSaturasi oksigen 95 hingga 100 persen adalah normal untuk anak-anak dan orang dewasa yang sehat,” seperti dikutip dari cdc.gov, Sabtu (26/6/2021). Kadar oksigen pasien dapat diukur menggunakan alat yang disebut oksimeter. Umumnya, alat ini digunakan dengan cara dijepitkan di jari tangan.

Ini adalah tes yang tidak menyakitkan dan membutuhkan waktu kurang dari dua menit. Oksimeter nadi mengukur saturasi oksigen, atau, persentase oksigen dalam darah pasien. Walau saturasi oksigen rendah semua orang menyadari bahwa dirinya kekurangan oksigen, tapi ada beberapa tanda yang perlu diketahui guna kewaspadaan.

Tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa tingkat oksigen rendah yakni kesulitan bernapas, kebingungan, kesulitan bangun, dan bibir atau wajah berubah warna menjadi kebiruan.

β€œOrang dewasa mungkin mengalami nyeri dada yang tidak kunjung hilang. Anak-anak mungkin melebarkan lubang hidung mereka, mendengus saat bernapas, atau tidak bisa minum atau makan.” Terapi oksigen dapat dilakukan pada pasien COVID-19 dengan saturasi oksigen di bawah 90 persen, bahkan jika mereka tidak menunjukkan tanda-tanda fisik tingkat oksigen yang rendah. Jika pasien memiliki tanda-tanda kadar oksigen rendah, maka terapi oksigen harus segera dimulai. Terapi oksigen aman untuk bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa termasuk wanita hamil.

Untuk memberikan terapi oksigen, tenaga medis akan dengan lembut menempatkan tabung ke dalam lubang hidung pasien untuk menghubungkannya ke sumber oksigen. Tabung ini disebut kanula hidung. Tabungnya sangat kecil sehingga tidak akan menyakiti pasien saat pemasangan. Saat memberikan terapi oksigen, perawat dapat memantau kadar oksigen pasien dengan oksimeter.

Pada pasien tanpa tanda-tanda peringatan fisik, tujuan terapi adalah untuk mencapai saturasi oksigen 90 persen. β€œAnda dapat menghentikan terapi oksigen ketika saturasi pasien di atas 90 persen.

Pada pasien saturasi oksigen rendah tanda-tanda peringatan fisik, tujuan terapi adalah untuk mencapai saturasi oksigen 95 persen.” Jika kadar oksigen pasien tidak membaik dengan terapi oksigen, mereka akan membutuhkan perawatan yang lebih intensif.
Mengetahui nilai saturasi oksigen normal merupakan hal yang penting, terutama saat pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Pasalnya, banyak penderita COVID-19 yang kerap mengalami penurunan saturasi oksigen tanpa disadari. Simak penjelasan lengkapnya di sini. Saturasi oksigen merupakan nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah. Nilai ini sangat berpengaruh terhadap berbagai fungsi organ dan jaringan tubuh. Pengukuran nilai saturasi oksigen dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan analisis gas darah (AGD) atau menggunakan alat oximeter. Cara Mengukur Nilai Saturasi Oksigen Analisis gas darah adalah metode pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan cara saturasi oksigen rendah sampel darah dari pembuluh darah arteri.

Hasil analisis gas darah sangat akurat, karena pengukurannya dilakukan di rumah sakit dan dikerjakan oleh saturasi oksigen rendah medis profesional. Sementara itu, oximeter adalah alat pengukur saturasi oksigen yang berbentuk klip. Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan. Saturasi oksigen kemudian akan diukur berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah, yang dikirim ke pembuluh darah kapiler.

Berbeda dengan analisis gas darah, pengukuran saturasi oksigen dengan oximeter bisa dilakukan sendiri dengan mudah di rumah.

saturasi oksigen rendah

Oximeter bahkan kini direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dimiliki di setiap rumah guna mengukur nilai saturasi oksigen secara berkala. Memahami Interpretasi Nilai Saturasi Oksigen Hasil pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan analisis gas darah ditunjukkan dengan istilah PaO2 (tekanan parsial oksigen).

Sementara itu, hasil pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan oximeter ditunjukkan dengan istilah SpO2.

saturasi oksigen rendah

Di bawah ini adalah cara saturasi oksigen rendah hasil pengukuran saturasi oksigen: Saturasi oksigen normal Berikut adalah nilai saturasi oksigen normal pada orang dengan kondisi paru-paru yang sehat atau tidak memiliki kondisi medis tertentu: β€’ Analisis gas darah (PaO2): 80–100 mmHg β€’ Oximeter (SpO2): 95–100% Sementara itu, pada orang yang memang memiliki penyakit paru-paru, seperti PPOK, nilai saturasi oksigen normalnya bisa berbeda, tergantung pada kondisi dan penyakit yang dideritanya.

Misalnya, orang dengan PPOK berat mungkin akan diminta oleh dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen normalnya pada nilai SpO2 88–92%.

Saturasi oksigen rendah Berikut adalah kriteria nilai saturasi oksigen rendah atau di bawah normal: β€’ Analisis gas darah (PaO2): di bawah 80 mmHg β€’ Oximeter (SpO2): di bawah 94% Orang yang memiliki saturasi oksigen rendah atau hipoksemia bisa merasakan berbagai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, batuk, sakit kepala, detak jantung cepat, kebingungan, dan kulit membiru.

Kendati demikian, orang yang mengalami hipoksemia juga bisa tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi ini yang disebut dengan happy saturasi oksigen rendah ini bisa terjadi pasien COVID-19.

Hipoksemia, baik yang menimbulkan gejala maupun tidak, bisa menganggu kerja organ dan jaringan tubuh.

saturasi oksigen rendah

Bila dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal, dan berisiko menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Saturasi oksigen tinggi Pada orang yang saturasi oksigen rendah, kadar saturasi oksigen rendah oksigennya terkadang bisa tinggi. Namun, umumnya kondisi saturasi oksigen tinggi lebih sering ditemukan pada orang yang mendapat terapi oksigen, baik dengan selang atau masker oksigen maupun pada pasien yang mendapatkan bantuan pernapasan lewat mesin ventilator.

Untuk mendeteksi saturasi oksigen yang terlalu tinggi, ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan analisis gas darah, yakni dengan hasil PaO2 di atas 120mmHg. Meningkatkan Saturasi Oksigen dengan Berbaring Tengkurap Saturasi oksigen yang menurun bisa diobati dengan pemberian terapi oksigen, baik melalui selang oksigen atau masker oksigen.

Pada pasien yang tidak bisa bernapas spontan atau mengalami henti napas, penggunaan alat bantu napas, seperti ventilator, mungkin akan diperlukan. Selain itu, dokter juga bisa melakukan teknik tertentu pada pasien untuk meningkatkan saturasi oksigen.

Teknik proning atau posisi pronasi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen yang rendah, baik pada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau pada pasien COVID-19 gejala berat yang dirawat di rumah sakit. Teknik proning dilakukan dengan cara memposisikan pasien berbaring tengkurap.

Ini karena posisi tengkurap memungkinkan kantung udara di dalam paru-paru untuk mengembang sepenuhnya, sehingga oksigen bisa masuk ke dalam tubuh dengan lebih maksimal. Berikut adalah cara meningkatkan saturasi oksigen dengan teknik proning atau berbaring tengkurap: Posisi 1: β€’ Tempatkan bantal di bawah kepala.

β€’ Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi. β€’ Selipkan kedua tangan di bawah dada. Posisi 2: β€’ Tempatkan bantal di bawah kepala dan di bawah perut. β€’ Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi. β€’ Posisikan kedua tangan di samping bantal. Posisi 3: β€’ Tempatkan bantal di bawah kepala. β€’ Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi.

β€’ Tekuk kaki yang sama dengan arah kepala menoleh, membentuk sudut 90 derajat. Sebagai contoh, bila kepala menoleh ke sisi kanan, maka kaki yang ditekuk juga kaki kanan. β€’ Tempatkan bantal di bawah kaki yang ditekuk agar lebih nyaman. β€’ Posisikan tangan senyaman mungkin. Posisi 4: β€’ Tempatkan bantal di bawah kepala. β€’ Berbaring menyamping ke satu sisi. β€’ Tempatkan bantal tambahan di depan tubuh dan sisi tubuh yang menempel di tempat tidur serta di antara kedua lutut untuk menyangga badan.

Anda bisa lakukan 4 teknik proning ini untuk meningkatkan saturasi oksigen yang rendah. Ubahlah posisi setiap 1–2 jam sekali, agar teknik proning bisa dilakukan dengan nyaman.

saturasi oksigen rendah

Selain itu, jangan lupa juga untuk terus memantau saturasi oksigen Anda secara teratur, ya. Apabila setelah melakukan teknik proning, saturasi oksigen Anda tetap rendah atau justru semakin menurun atau jika Anda mengalami keluhan saturasi oksigen rendah, seperti sesak napas, saturasi oksigen rendah, nyeri saturasi oksigen rendah, atau penurunan kesadaran, segeralah hubungi dokter agar kondisi Anda bisa terpantau dan ditangani dengan tepat.Suara.com - Sesak napas dan kekurangan oksigen termasuk gejala umum yang dialami pasien Covid-19.

Akan tetapi, tidak semua pasien Covid-19 yang mengalami kesulitan bernapas membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Direktur All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) Dr Randeep Guleria mengatakan bahwa tidak setiap pasien Covid memerlukan bantuan napas melalui tabung oksigen.

Kondisi yang memberatkan saat pasien benar-benar membutuhkan perawatan adalah ketika tanda-tandanya menjadi kritis dan mulai memengaruhi fungsi organ vital. Salah satunya dipengaruhi oleh tingkat saturasi oksigen. Guleria menjelaskan, saturasi oksigen mengacu pada tingkat hemoglobin yang teroksigenasi dalam darah dan diangkut dari paru-paru ke berbagai organ sehingga membantu mempertahankan fungsi vital. Saturasi oksigen yang diukur dengan oximeter dan menunjukan angka di atas 94 masih dianggap sehat.

Sementara saturasi oksigen di bawah 94 telah dapat menyebabkan hipoksemia, yang dapat menimbulkan masalah lebih lanjut.

Baca Juga: Krisis Oksigen, 63 Pasien di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Meninggal Dunia Saturasi oksigen yang turun secara konsisten hingga di bawah 90, dianggap sebagai tanda peringatan dan dibutuhkan bantuan medis segera. Selain diukur dengan oximeter, orang yang mengalami penurunan satuasi oksigen umumnya akan mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, hingga nyeri dada. Pada beberapa pasien Covid, penurunan kadar oksigen dan sesak napas itu dapat memperparah infeksi saluran pernapasan hingga memengaruhi fungsi organ vital.

Bisa juga muncul dalam bentuk Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau infeksi saluran pernapasan akut. Dikutip dari laman Times of India, berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan jika saturasi oksigen pasien Covid-19 rendah: Baca Juga: Krisis Oksigen di RSUP Dr Sardjito, Polda DIY Kirim 100 Tabung Penggunaan tabung oksigen di rumah atau terapi pernapasan tengkurap dapat membantu meningkatkan kadar oksigen.

Namun, jika saturasi oksigen terus tidak stabil atau tetap sama selama 1-2 jam berturut-turut, perlu dianggap sebagai tanda untuk mencari bantuan medis segera. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Cara Menaikkan Saturasi Oksigen




2022 www.videocon.com