Phenylpropanolamine hcl adalah

phenylpropanolamine hcl adalah

Phenylpropanolamine atau phenylpropanolamine phenylpropanolamine hcl adalah adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat akibat flu, batuk pilek ( common cold)alergi, atau radang sinus (sinusitis). Phenylpropanolamine bisa ditemukan dalam bentuk kombinasi dengan obat lain. Phenylpropanolamine merupakan obat golongan dekongestan yang bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah di rongga hidung yang sebelumnya melebar, sehingga saluran napas lebih terbuka dan napas menjadi lega.

Perlu diingat bahwa obat ini hanya bisa meredakan gejala hidung tersumbat dan bukan untuk menyembuhkan penyakit yang menjadi penyebabnya. Merek dagang phenylpropanolamine: Alpara, Dextrosin, Fluza, Fluza Day, FlutamolNalgestan, Nodrof Flu Expectorant, Paraflu, Procold Flu, Sanaflu, Tuzalos, Ultraflu Apa Itu Phenylpropanolamine Golongan Obat bebas dan resep Kategori Dekongestan Manfaat Meredakan gejala hidung tersumbat Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Phenylpropanolamine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

phenylpropanolamine hcl adalah

Phenylpropanolamine dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Bentuk obat Kaplet, tablet, dan sirop Peringatan Sebelum Mengonsumsi Phenylpropanolamine Sebelum mengonsumsi phenylpropanolamine, Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut: • Jangan mengonsumsi phenylpropanolamine jika Anda alergi terhadap obat ini.

• Jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan selama menjalani pengobatan dengan phenylpropanolamine, karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk. • Beri tahu dokter jika Anda menderita hipertensi, penyakit jantung, aritmia, penyakit tiroid, sumbatan usus, konstipasi kronis, diabetes, glaukoma, pembesaran prostat, penyakit hati, atau penyakit ginjal.

• Beri tahu dokter jika Anda pernah menderita penyakit kandung empedu, pankreatitis, cedera kepala, penyakit Addison, asma, sleep apnea, kejang, depresi, atau tukak lambung.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang atau baru saja mengonsumsi obat antidepresan golongan MAOI dalam 14 hari terakhir. Phenylpropanolamine tidak boleh digunakan oleh pasien tersebut. • Produk phenylpropanolamine sirop bisa mengandung pemanis buatan, seperti aspartame, yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita fenilketonuria. • Jangan memberikan phenylpropanolamine kepada lansia usia di atas 60 tahun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. • Segera temui dokter bila muncul reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi phenylpropanolamine. Dosis dan Aturan Pakai Phenylpropanolamine Dosis phenylpropanolamine berbeda-beda pada tiap pasien.

Berikut ini adalah pembagian dosis phenylpropanolamine guna mengatasi hidung tersumbat: Kaplet atau tablet • Dewasa: 1–2 kaplet/tablet, tiap 4 jam. Dosis maksimal 4–8 kaplet/tablet per hari.

• Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 kaplet, tiap 4 jam. Dosis maksimal 4 kaplet per hari. Sirop 2,5 mg/5 ml • Anak-anak usia 6 bulan–2 tahun: 2,5 ml, 3 kali sehari. • Anak-anak usia 3–5 tahun: 5 ml, 3–4 kali sehari. • Anak-anak usia 6–12 tahun: 5–10 ml, 3–4 kali sehari. Cara Mengonsumsi Phenylpropanolamine dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang phenylpropanolamine hcl adalah pada kemasan obat sebelum mengonsumsi phenylpropanolamine. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu phenylpropanolamine hcl adalah dokter.

Phenylpropanolamine kaplet, tablet, atau sirop sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko terjadinya sakit maag. Minumlah phenylpropanolamine kaplet atau tablet phenylpropanolamine hcl adalah segelas air putih untuk menelan obat. Untuk phenylpropanolamine sirop, gunakan sendok takar yang terdapat di dalam kemasan agar dosis yang dikonsumsi tepat. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Usahakan untuk mengonsumsi phenylpropanolamine pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal. Bila Anda yang lupa menggunakan phenylpropanolamine, disarankan untuk segera menggunakannya jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat.

Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis. Jangan mengonsumsi phenylpropanolamine lebih dari 7 hari. Kunjungi dokter jika gejala yang disertai demam tinggi belum juga reda setelah 1 minggu. Simpan phenylpropanolamine dalam suhu ruangan, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak. Interaksi Phenylpropanolamine dan Obat Lain Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi obat yang dapat terjadi jika mengonsumsi phenylpropanolamine bersamaan dengan obat lain: • Peningkatan risiko terjadinya hipertensi phenylpropanolamine hcl adalah berakibat fatal jika digunakan bersama bromocriptine, indomethacin, atau obat MAOI, seperti isocarboxid, linezolid, atau phenelzine • Peningkatan risiko terjadinya psikosis jika digunakan bersama amantadine Efek Samping dan Bahaya Phenylpropanolamine Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi phenylpherine adalah: • Pusing • Sakit kepala ringan • Kantuk • Mulut kering • Mual dan Muntah • Keringat berlebihan • Insomnia • Gelisah • Tremor Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru semakin memburuk.

Segera temui dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: • Jantung berdebar-debar, denyut jantung cepat atau tidak teratur • Gangguan mental, suasana perasaan, atau muncul halusinasi • Sulit buang air kecil • Kejang phenylpropanolamine Generic name: phenylpropanolamine [ fen-ill-proe-pa-NOLE-a-meen ] Brand names: Acutrim 16 Hour, Acutrim II, Maximum Strength, Acutrim Late Day, Control. . show all 17 brands Dexatrim, Empro, Mega-Trim, Phenyldrine, Propagest, Propan, Rhindecon, Westrim, Westrim LA, Acutrim II, Maximum Strength, Dexatrim Caffeine Free Drug class: Decongestants • Uses • Before taking • Directions • Side effects • Dosage • Interactions What is phenylpropanolamine?

Phenylpropanolamine is a phenylpropanolamine hcl adalah. It works by constricting (shrinking) blood vessels (veins and arteries) in your body. Constriction of blood vessels in your sinuses, nose, and chest allows drainage of those areas, which decreases congestion.

Phenylpropanolamine is used to treat the congestion associated with allergies, hay fever, sinus irritation, and the common cold. Phenylpropanolamine also causes a decrease in appetite and is used in some over-the-counter diet aids. Phenylpropanolamine has been associated with an increased risk of hemorrhagic stroke (bleeding into the brain or into tissue surrounding the brain) in women.

Men may also be at risk. Although the risk of hemorrhagic stroke is low, the U.S. Food and Drug Administration (FDA) recommends that consumers not use any products that contain phenylpropanolamine. Phenylpropanolamine may also be used for purposes other than those listed in this medication guide.

What is the most important information I should know about phenylpropanolamine? Phenylpropanolamine has been associated with an increased risk of hemorrhagic stroke (bleeding into the brain or into tissue surrounding the brain) in women.

Men may also be at risk. Although the risk of hemorrhagic stroke is low, the U.S. Food and Drug Administration (FDA) recommends that consumers not use any products that contain phenylpropanolamine.

phenylpropanolamine hcl adalah

Do not take phenylpropanolamine for longer than 7 days if your condition does not improve or if your symptoms are accompanied by a high fever. Do not take more of this medication than is recommended on the package or by your doctor.

Use caution when driving, operating machinery, or performing other hazardous activities. Phenylpropanolamine may cause dizziness or drowsiness. If you experience dizziness or drowsiness, avoid these activities. Who should not take phenylpropanolamine? Do not take phenylpropanolamine if you have taken a monoamine oxidase inhibitor (MAOI) such as isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), or tranylcypromine (Parnate) in the last 14 days.

A very dangerous drug interaction could occur, leading to serious side effects. Before taking this medication, tell your doctor if you have • high blood pressure; • any type of heart disease, hardening of the arteries, or irregular heartbeat; • thyroid problems; • diabetes; • glaucoma or increased pressure in your eye; • an enlarged prostate or difficulty urinating; or • liver or kidney disease.

You may not be able to take phenylpropanolamine, or you may require a lower dose or special monitoring during treatment if you have any of the conditions listed above. It is not known whether phenylpropanolamine will harm an unborn baby. Do not take this medication without first talking to your doctor if you are pregnant. Infants are especially sensitive to the effects of phenylpropanolamine.

Do not take this drug if you are breast-feeding a baby. If you are over 60 years of age, you may be more likely to experience side effects from phenylpropanolamine.

You may require a lower dose of this medication. Using a short-acting formulation of phenylpropanolamine (not a long-acting or a controlled-release formulation) may be safer if you are over 60 years of age. How should I take phenylpropanolamine?

Take phenylpropanolamine exactly as directed by your doctor, or follow the instructions that accompany the package. If you do not understand these directions, ask your pharmacist, nurse, or doctor to explain them to you. Take each dose with a full glass of water. Never take this medication in larger doses or more often than is recommended.

Too much phenylpropanolamine could be very harmful. If your symptoms are accompanied by a high fever, or if they do not improve in 7 phenylpropanolamine hcl adalah, see your doctor. Store phenylpropanolamine at room temperature away from moisture and heat.

What happens if I miss a dose? Take the missed dose as soon as you remember. However, if it is almost time for your next dose, skip the missed dose and take only your next regularly scheduled dose. Do not take a double dose of this medication. What happens if I overdose?

Seek emergency medical attention. Symptoms of a phenylpropanolamine overdose include extreme tiredness, sweating, dizziness, a slow heart phenylpropanolamine hcl adalah, and a coma. What should I avoid while taking phenylpropanolamine? Use caution when driving, operating machinery, or performing other hazardous activities. Phenylpropanolamine may cause dizziness or drowsiness. If you experience dizziness or drowsiness, avoid these activities. Never take this medication in larger doses or more often than is recommended.

Too much phenylpropanolamine could be very harmful. Phenylpropanolamine side effects If you experience any of the following serious side effects from this medication, stop taking phenylpropanolamine and seek emergency medical phenylpropanolamine hcl adalah • an allergic reaction (difficulty breathing; closing of your throat; swelling of your lips, tongue, or face; or hives); • seizures; • unusual behavior or hallucinations; or • an irregular or fast heartbeat.

Other, less serious side effects may be more likely to occur. Continue to take phenylpropanolamine and talk to your doctor if you experience • dizziness, lightheadedness, or drowsiness; • headache; • insomnia; • anxiety; • tremor (shaking) or restlessness; • nausea or vomiting; or • sweating.

Side effects other than those listed here phenylpropanolamine hcl adalah also occur. Talk to your doctor about any side effect that seems unusual or that is especially bothersome. Phenylpropanolamine side effects (more detail) Phenylpropanolamine dosing information Usual Adult Dose for Nasal Congestion: 25 mg orally every 4 hours.

-or- 75 mg orally extended release every 12 hours. Not to exceed 150 mg/day. Usual Adult Dose for Weight Loss: 25 mg orally 3 times a day, one-half hour before meals. -or- 75 mg orally extended release once a day in the morning. The use of phenylpropanolamine for weight loss should be limited to 12 weeks.

Usual Pediatric Dose for Nasal Congestion: 2 to 6 years: 6.25 mg orally every 4 hours. Maximum daily dose is 37.5 mg. 6 to 12 years: 12.5 mg orally every 4 hours. Maximum daily dose is 75 mg. > 12 years: 25 mg orally every 4 hours.

-or- 75 mg orally extended release phenylpropanolamine hcl adalah 12 hours. Not to exceed 150 mg/day. Detailed Phenylpropanolamine dosage information What other drugs will affect phenylpropanolamine?

Do not take phenylpropanolamine if you have taken a monoamine oxidase inhibitor (MAOI) such as isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), or tranylcypromine (Parnate) in the last 14 days. A very dangerous drug interaction could occur, leading to serious side effects.

Phenylpropanolamine may also interact with the following medicines: • furazolidone (Furoxone); • guanethidine (Ismelin); • indomethacin (Indocin); • methyldopa (Aldomet); • bromocriptine (Parlodel); • caffeine in cola, tea, coffee, chocolate, and other products; • theophylline (Theo-Dur, Theochron, Theolair, others); • tricyclic antidepressants such as amitriptyline (Elavil, Endep), doxepin (Sinequan), and nortriptyline (Pamelor); • other commonly used tricyclic antidepressants, including amoxapine (Asendin), clomipramine (Anafranil), desipramine (Norpramin), imipramine (Tofranil), protriptyline (Vivactil), and trimipramine (Surmontil); • phenothiazines such as chlorpromazine (Thorazine), thioridazine (Mellaril), and prochlorperazine (Compazine); and • other commonly used phenothiazines, including fluphenazine (Prolixin), perphenazine (Trilafon), mesoridazine (Serentil), and trifluoperazine (Stelazine).

Drugs other than those listed here may also interact with phenylpropanolamine. Talk to your doctor and pharmacist before taking any prescription or over-the-counter medicines.

More phenylpropanolamine hcl adalah phenylpropanolamine • Side effects • Drug interactions • Dosage information • During pregnancy • Reviews (2) • Drug class: decongestants Related treatment guides • Nasal Congestion • Cold Symptoms • Weight Loss Further information • Your pharmacist has more information about phenylpropanolamine written for health professionals that you may read.

What does my medication look like? Phenylpropanolamine is available over the counter under the brand name Propagest, and with a prescription under the brand name Rhindecon. Other brand or generic formulations may also phenylpropanolamine hcl adalah available.

Ask your pharmacist any questions you have about this medication, especially if it is new to you. • Propagest 25 mg--oval, white, scored tablets • Rhindecon 75 mg--timed-release capsules Remember, keep this and all other medicines out of the reach of children, never share your medicines with others, and use this medication only for the indication prescribed.

Always consult your healthcare provider to ensure the information displayed on this page applies to your personal circumstances. Medical Disclaimer Copyright 1996-2022 Cerner Multum, Inc. Version: 5.03. Revision Date: 2/13/04 4:01:14 PM. Drugs.com provides accurate and independent information on more than 24,000 prescription drugs, over-the-counter medicines and natural products.

This material is provided for educational purposes only and is not phenylpropanolamine hcl adalah for medical advice, diagnosis or treatment. Data sources include IBM Watson Micromedex (updated 3 May 2022), Cerner Multum™ (updated 28 Apr 2022), Phenylpropanolamine hcl adalah (updated 11 Apr 2022) and others.
Daftar Isi • Apa Kandungan dan Komposisi Phenylpropanolamine (PPA)?

• Phenylpropanolamine (PPA) Obat Apa? • Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Phenylpropanolamine (PPA)? • Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Phenylpropanolamine (PPA)? • Pertanyaan yang Sering Diajukan • Apa Efek Samping Phenylpropanolamine (PPA)?

Apa Kandungan dan Komposisi Phenylpropanolamine (PPA)? Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung phenylpropanolamine hcl adalah diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien.

Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif.

Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa.

Kandungan dan komposisi Phenylpropanolamine (PPA) adalah: Phenylpropanolamine Deskripsi Phenylpropanolamine adalah sebuah phenylpropanolamine hcl adalah. Obat ini bekerja dengan menyusutkan pembuluh darah (vena dan arteri) dalam tubuh. Pengerutan pembuluh darah di sinus, hidung dan dada membuat area tersebut kekeringan, sehingga menurunkan nafsu makan.

Sekilas Tentang Phenylpropanolamine Pada Phenylpropanolamine (PPA) Phenylpropanolamine adalah sebuah dekongestan yang diindikasikan untuk mengobati sumbatan yang dihubungkan dengan alergi, demam karena alergi jerami (hay fever), iritasi sinus, dan dingin yang biasa.

Obat ini juga digunakan untuk menurunkan nafsu makan. Phenylpropanolamine bekerja dengan menyusutkan pembuluh darah (vena dan arteri) dalam tubuh.

Pengerutan pembuluh darah di sinus, hidung dan dada membuat area tersebut kekeringan, sehingga menurunkan nafsu makan. Phenylpropanolamine pertama kali dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1938. Phenylpropanolamine hydrochloride (fenilpropanolamin hidroklorida ) adalah bentuk garam hidroklorida dari phenylpropanolamine, agonis reseptor alfa dan beta-adrenergik dengan aktivitas simpatomimetik.

Phenylpropanolamine mengikat dan mengaktifkan reseptor alfa dan beta-adrenergik di mukosa saluran pernapasan yang mengakibatkan vasokonstriksi dan pengurangan pembengkakan selaput lendir hidung dan pengurangan hiperemia jaringan, edema, dan hidung tersumbat.

Zat ini juga merangsang pelepasan norepinefrin dari tempat penyimpanannya menghasilkan efek yang telah dijelaskan. Akhirnya, fenilpropanolamin secara tidak langsung merangsang reseptor beta yang menghasilkan takikardia dan efek inotropik positif. Obat-obatan yang mengandung Phenylpropanolamine hydrochloride dirancang untuk mengobati peradangan pada saluran hidung, umumnya akibat infeksi (lebih sering daripada flu biasa) atau kondisi terkait alergi, misalnya demam.

Peradangan melibatkan pembengkakan selaput lendir yang melapisi saluran hidung dan menghasilkan produksi lendir yang berlebihan. Kelas utama dekongestan hidung adalah agen vasokonstriktor. Beberapa phenylpropanolamine hcl adalah dari phenylpropanolamine hydrochloride diantaranya: Simpatomimetik Obat yang meniru efek stimulasi saraf simpatis adrenergik postganglionik.

Termasuk di sini adalah obat yang secara langsung merangsang reseptor adrenergik dan obat yang bekerja secara tidak langsung dengan memprovokasi pelepasan pemancar adrenergik. Agonis alfa adrenergik Obat yang secara selektif mengikat dan mengaktifkan reseptor alfa adrenergik. Depresan nafsu makan Agen yang digunakan untuk menekan nafsu makan. Phenylpropanolamine (PPA) Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Phenylpropanolamine (PPA)? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu.

Phenylpropanolamine (PPA) adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk: Untuk mengobati sumbatan yang dihubungkan dengan alergi, demam karena alergi jerami ( hay fever), iritasi sinus, dan dingin yang biasa. Untuk menurunkan nafsu makan. Sekilas tentang pilek Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh.

Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang. Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum.

phenylpropanolamine hcl adalah

Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis.

Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza. Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah.

Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti phenylpropanolamine hcl adalah dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk. Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia.

Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno. Sekilas tentang batuk Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk. Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Phenylpropanolamine (PPA)? Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya.

Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Phenylpropanolamine (PPA): • Pelepasan reguler: 50 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari • Pelepasan yang diperpanjang: 75 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah Aman Menggunakan Phenylpropanolamine (PPA) Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakanyang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Phenylpropanolamine (PPA)? Jika Anda lupa menggunakan Phenylpropanolamine (PPA), segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali. Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Phenylpropanolamine (PPA) Sewaktu-waktu? Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Phenylpropanolamine hcl adalah seperti phenylpropanolamine hcl adalah, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba phenylpropanolamine hcl adalah sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Bagaimana Cara Penyimpanan Phenylpropanolamine (PPA)? Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Phenylpropanolamine (PPA) yang Sudah Kedaluwarsa? Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan.

Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

phenylpropanolamine hcl adalah

Apa Efek Samping Phenylpropanolamine (PPA)? Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang.

Efek samping Phenylpropanolamine (PPA) yang mungkin terjadi adalah: Kegelisahan, kelelahan, insomnia, kepeningan, mual, hipertensi, tachycardia, arrhythmias. Instruksi Khusus Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit CV akut, hipertensi, diabetes mellitus, disfungsi tiroid, glukoma & hipertropi prostatik. Phenylpropanolamine merupakan obat yang digunakan phenylpropanolamine hcl adalah mengobati gejala hidung tersumbat yang diakibatkan oleh flu, pilek, atau alergi.

Phenylpropanolamine (Fenilpropanolamin) Golongan Dekongestan Kategori obat Obat resep dan bebas Bentuk sediaan obat Tablet, kapsul, dan cairan Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko. Dosis obat Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis.

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan. Oral H idung T ersumbat • Dewasa: Kapsul mengandung kombinasi dengan fenilpropanolamin HCl 18 mg: untuk pasien berusia lebih dari 13 thn diberikan 2 kapsul tiap 4 jam.

Maks: 8 kapsul/hari. Tablet mengandung kombinasi dengan fenilpropanolamin HCl 25 mg: untuk pasien berusia lebih dari 13 tahun diberikan 1 tablet tiap 4 jam. Maks: 4 phenylpropanolamine hcl adalah. • Anak: Kapsul mengandung kombinasi dengan fenilpropanolamin HCl 18 mg: untuk usia 6-12 tahun diberikan 1 kapsul tiap 4 jam.

Maks: 4 kapsul/hari. Sebagai cairan oral yang mengandung fenilpropanolamin 2,5 mg/5 mL: usia 6 bulan-2 tahun diberikan 2,5 mL tiga kali sehari, untuk usia 3-5 tahun diberikan 5 mL 3-4 kali sehari, untuk usia 6-12 tahun diberikan 5-10 mL 3-4 kali sehari.

Ikuti saran dan resep dokter. • Obat ini dapat dikonsumsi tanpa makanan • Bila terjadi perut kembung, obat dapat dikonsumsi dengan makanan • Jika menggunakan obat berbentuk cairan, gunakan alat pengukur dosis. • Jika menggunakan tablet disarankan untuk menelan seluruh obat tanpa menghancurkan obat tersebut.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Pusing, sakit kepala, mual, gugup, atau sulit tidur merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai efek samping yang terjadi pada Anda. Berikut adalah gejala efek samping yang jarang terjadi, namun bersifat serius: • Perubahan mental • Gemetar • Kelemahan Segera konsultasikan pada dokter Anda bila Anda mengalami gejala di atas, atau bila ada gejala lain yang Anda alami.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi phenylpropanolamine hcl adalah • Hipertiroidisme, DM, penyakit jantung iskemik • Pasien yang kelebihan berat badan • Lansia • Hamil dan menyusui • Dapat memicu nyeri angina pada pasien dengan angina pectoris Jangan mengonsumsi obat ini bersamaan atau dalam 14 hari setelah menghentikan MAOI.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan. Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. • Konsumsi phenylpropanolamine bersamaan dengan indometasin dan bromokriptin dapat meningkatkan risiko HTN • Konsumsi dengan amantadine meningkatkan risiko psikosis • Konsumsi dengan MAOI dapat meningkatkan risiko krisis hipertensi yang berpotensi fatal Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu.

Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html Diakses pada 28 November 2018.

phenylpropanolamine hcl adalah

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylpropanolamine/?type=brief&mtype=generic Diakses phenylpropanolamine hcl adalah 28 November 2018. WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2878/phenylpropanolamine-dm-gg-oral/details Diakses pada 28 November 2018.
Key:DLNKOYKMWOXYQA-CBAPKCEASA-N Y (verify) Phenylpropanolamine ( PPA) is a sympathomimetic agent which is used as a decongestant and appetite suppressant.

[3] [1] [4] It was commonly used in prescription and over-the-counter cough and cold preparations. In veterinary medicine, it is used to control urinary incontinence in dogs. [5] [6] Contents • 1 Chemistry • 2 History • 3 Pharmacology • 3.1 Mechanism of action • 3.2 Pharmacodynamics • 3.2.1 Activity profiles of isomers • 3.3 Pharmacokinetics • 4 Drug interactions • 5 Society and phenylpropanolamine hcl adalah • 5.1 Legal status • 6 Notes • 7 Reference notes • 8 References • 9 External links Chemistry [ edit ] Space filling model of phenylpropanolamine.

PPA is also known as β-hydroxyamphetamine, and is a member of the phenethylamine and amphetamine chemical classes. [3] [7] [8] It is closely related to the cathinones (β-ketoamphetamines).

[7] The compound exists as four stereoisomers, which include d- and l-norephedrine and d- and l-norpseudoephedrine. [8] [4] d-Norpseudoephedrine is also known as cathine, [3] [8] and is found naturally in Catha edulis ( khat).

[9] Pharmaceutical drug preparations of PPA have varied in their stereoisomer composition in different countries, which may explain differences in misuse and side effect profiles. [4] Analogues of PPA include ephedrine, pseudoephedrine, amphetamine, methamphetamine, and cathinone. [7] PPA, structurally, is in the substituted phenethylamine class, consisting of a cyclic benzene or phenyl group, a two carbon ethyl moiety, and a terminal nitrogen, hence the name phen-ethyl-amine.

phenylpropanolamine hcl adalah

{INSERTKEYS} [10] The methyl group on the alpha carbon (the first carbon before the nitrogen group) also makes this compound a member of the substituted amphetamine class. [10] Ephedrine is the N-methyl analogue of PPA. Exogenous compounds in this family are degraded too rapidly by monoamine oxidase to be active at all but the highest doses. [10] However, the addition of the α-methyl group allows the compound to avoid metabolism and confer an effect. [10] In general, N-methylation of primary amines increases their potency; whereas β-hydroxylation decreases CNS activity, but conveys more selectivity for adrenergic receptors.

[10] History [ edit ] Phenylpropanolamine was patented in 1938. [11] In the United States, PPA is no longer sold due to an increased risk of haemorrhagic stroke. [12] In a few countries in Europe, however, it is still available either by prescription or sometimes over-the-counter. In Canada, it was withdrawn from the market on 31 May 2001. [13] It was voluntarily withdrawn from the Australian market by July 2001.

[14] In India, human use of PPA and its formulations was banned on 10 February 2011, [15] but the ban was overturned by the judiciary in September 2011. [16] Pharmacology [ edit ] Mechanism of action [ edit ] Although originally thought to act as a direct agonist of adrenergic receptors, PPA was subsequently found to show only weak or negligible affinity for these receptors, and has been instead characterized as an indirect sympathomimetic [4] which acts by inducing norepinephrine release and thereby activating adrenergic receptors.

[17] Pharmacodynamics [ edit ] PPA acts primarily as a selective norepinephrine releasing agent. [17] It also acts as a dopamine releasing agent with around 10-fold lower potency.

[17] The stereoisomers of the drug have only weak or negligible affinity for α- and β-adrenergic receptors. [17] Many sympathetic hormones and neurotransmitters are based on the phenethylamine skeleton, and function generally in "fight or flight" type responses, such as increasing heart rate, blood pressure, dilating the pupils, increased energy, drying of mucous membranes, increased sweating, and a significant number of additional effects.

[ citation needed] Activity profiles of isomers [ edit ] PPA isomers, monoamine release ( EC 50, nM) [17] [18] Compound NE DA 5-HT Norephedrine ND ND ND D-Norephedrine 42.1 302 >10000 L-Norephedrine (phenylpropanolamine) 137 1371 >10000 Norpseudoephedrine ND ND ND D-Norpseudoephedrine (cathine) 15.0 68.3 >10000 L-Norpseudoephedrine 30.1 294 >10000 Pharmacokinetics [ edit ] Norephedrine is a metabolite of amphetamine, as shown below. Drug interactions [ edit ] Certain drugs increase the chances of déjà vu occurring in the user, resulting in a strong sensation that an event or experience currently being experienced has already been experienced in the past.

Some pharmaceutical drugs, when taken together, have also been implicated in the cause of déjà vu. Taiminen and Jääskeläinen (2001) [30] reported the case of an otherwise healthy male who started experiencing intense and recurrent sensations of déjà vu upon taking the drugs amantadine and phenylpropanolamine together to relieve flu symptoms. He found the experience so interesting that he completed the full course of his treatment and reported it to the psychologists to write up as a case study.

Because of the dopaminergic action of the drugs and previous findings from electrode stimulation of the brain (e.g. Bancaud, Brunet-Bourgin, Chauvel, & Halgren, 1994), [31] Taiminen and Jääskeläinen speculate that déjà vu occurs as a result of hyperdopaminergic action in the mesial temporal areas of the brain.

Society and culture [ edit ] Legal status [ edit ] In Sweden, PPA is still available in prescription decongestants, [32] PPA is also still available in Germany.

It is used in some polypill medications like Wick DayMed capsules. In the United Kingdom, PPA was available in many 'all in one' cough and cold medications which usually also feature paracetamol or another analgesic and caffeine and could also be purchased on its own; however, it is no longer approved for human use. A European Category 1 Licence is required to purchase PPA for academic use. In the United States, the Food and Drug Administration (FDA) issued a public health advisory [33] against the use of the drug in November 2000.

In this advisory, the FDA requested that all drug companies discontinue marketing products containing PPA. The agency estimates that PPA caused between 200 and 500 strokes per year among 18-to-49-year-old users. In 2005, the FDA removed PPA from over-the-counter sale.

[34] Because of its potential use in amphetamine manufacture, it is controlled by the Combat Methamphetamine Epidemic Act of 2005. It is still available for veterinary use in dogs, however, as a treatment for urinary incontinence.

Internationally, an item on the agenda of the 2000 Commission on Narcotic Drugs session called for including the stereoisomer norephedrine in Table I of United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances. [35] Drugs containing PPA were banned in India on 27 January 2011. [36] On 13 September 2011 Madras High Court revoked a ban on manufacture and sale of pediatric drugs PPA and nimesulide.

[37] Notes [ edit ] • ^ 4-Hydroxyamphetamine has been shown to be metabolized into 4-hydroxynorephedrine by dopamine beta-hydroxylase (DBH) in vitro and it is presumed to be metabolized similarly in vivo. [20] [25] Evidence from studies that measured the effect of serum DBH concentrations on 4-hydroxyamphetamine metabolism in humans suggests that a different enzyme may mediate the conversion of 4-hydroxyamphetamine to 4-hydroxynorephedrine; [25] [27] however, other evidence from animal studies suggests that this reaction is catalyzed by DBH in synaptic vesicles within noradrenergic neurons in the brain.

[28] [29] Reference notes [ edit ] • ^ a b Index Nominum 2000: International Drug Directory. Taylor & Francis. 2000. pp. 828–. ISBN 978-3-88763-075-1.

• ^ "Phenylpropanolamine Uses, Side Effects & Warnings". • ^ a b c Elks J (14 November 2014). The Dictionary of Drugs: Chemical Data: Chemical Data, Structures and Bibliographies. Springer. pp. 70–71. ISBN 978-1-4757-2085-3. • ^ a b c d Morton IK, Hall JM (6 December 2012). Concise Dictionary of Pharmacological Agents: Properties and Synonyms. Springer Science & Business Media.

pp. 219–. ISBN 978-94-011-4439-1. • ^ Gupta RC (23 April 2012). Veterinary Toxicology: Basic and Clinical Principles. Academic Press. pp. 458–. ISBN 978-0-12-385927-3. • ^ Riviere JE, Papich MG (17 March 2009). Veterinary Pharmacology and Therapeutics. John Wiley & Sons.

pp. 1309–. ISBN 978-0-8138-2061-3. • ^ a b c Lemke TL, Williams DA (2008). Foye's Principles of Medicinal Chemistry. Lippincott Williams & Wilkins. pp. 643–. ISBN 978-0-7817-6879-5. • ^ a b c King LA (2009). Forensic Chemistry of Substance Misuse: A Guide to Drug Control. Royal Society of Chemistry. pp. 53–. ISBN 978-0-85404-178-7. • ^ Balint EE, Falkay G, Balint GA (2009).

"Khat – a controversial plant". Wien. Klin. Wochenschr. 121 (19–20): 604–14. doi: 10.1007/s00508-009-1259-7.

PMID 19921126. S2CID 22816940. • ^ a b c d e Westfall DP, Westfall TC (2010). "Chapter 12: Adrenergic Agonists and Antagonists: CLASSIFICATION OF SYMPATHOMIMETIC DRUGS". In Brunton LL, Chabner BA, Knollmann BC (eds.). Goodman & Gilman's Pharmacological Basis of Therapeutics (12th ed.).

New York: McGraw-Hill. ISBN 9780071624428. CHEMISTRY AND STRUCTURE-ACTIVITY RELATIONSHIP OF SYMPATHOMIMETIC AMINES β-Phenylethylamine (Table 12–1) can be viewed as the parent compound of the sympathomimetic amines, consisting of a benzene ring and an ethylamine side chain. The structure permits substitutions to be made on the aromatic ring, the α- and β-carbon atoms, and the terminal amino group to yield a variety of compounds with sympathomimetic activity.

...N-methylation increases the potency of primary amines ... Substitution on the α-Carbon Atom This substitution blocks oxidation by MAO, greatly prolonging the duration of action of non-catecholamines because their degradation depends largely on the action of this enzyme. The duration of action of drugs such as ephedrine or amphetamine is thus measured in hours rather than in minutes.

Similarly, compounds with an α-methyl substituent persist in the nerve terminals and are more likely to release NE from storage sites. Agents such as metaraminol exhibit a greater degree of indirect sympathomimetic activity.

Substitution on the β-Carbon Atom Substitution of a hydroxyl group on the β carbon generally decreases actions within the CNS, largely because it lowers lipid solubility.

However, such substitution greatly enhances agonist activity at both α- and β- adrenergic receptors. Although ephedrine is less potent than methamphetamine as a central stimulant, it is more powerful in dilating bronchioles and increasing blood pressure and heart rate.

• ^ Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. p. 541. ISBN 9783527607495. • ^ Yoon, et al. (2007). "Phenylpropanolamine contained in cold remedies and risk of hemorrhagic stroke". Neurology. 9 (68): 146–149. doi: 10.1212/01.wnl.0000250351.38999.f2. PMID 17210897. S2CID 211233331 . Retrieved 30 September 2020.

• ^ "Advisories, Warnings and Recalls – 2001". Health Canada. 7 January 2009. Archived from the original on 3 May 2010. • ^ "Alert Phenylpropanolamine". Therapeutic Goods Administration. 7 March 2006 . Retrieved 31 December 2018. • ^ "Drugs Banned In India". Dte.GHS, Ministry of Health and Family Welfare, Government of India. Central Drugs Standard Control Organization. Archived from the original on 13 October 2013 .

Retrieved 7 January 2014. • ^ "Madras High Court revokes ban on manufacture and sale of paediatric drugs nimesulide and PPA – India Medical Times". • ^ a b c d e Rothman RB, Vu N, Partilla JS, Roth BL, Hufeisen SJ, Compton-Toth BA, Birkes J, Young R, Glennon RA (2003). "In vitro characterization of ephedrine-related stereoisomers at biogenic amine transporters and the receptorome reveals selective actions as norepinephrine transporter substrates". J. Pharmacol. Exp. Ther. 307 (1): 138–45. doi: 10.1124/jpet.103.053975.

PMID 12954796. S2CID 19015584. • ^ Rothman RB, Baumann MH (2006). "Therapeutic potential of monoamine transporter substrates". Current Topics in Medicinal Chemistry. 6 (17): 1845–59. doi: 10.2174/156802606778249766. PMID 17017961. • ^ "Adderall XR Prescribing Information" (PDF).

United States Food and Drug Administration. Shire US Inc. December 2013. pp. 12–13 . Retrieved 30 December 2013. • ^ a b Glennon RA (2013). "Phenylisopropylamine stimulants: amphetamine-related agents". In Lemke TL, Williams DA, Roche VF, Zito W (eds.). Foye's principles of medicinal chemistry (7th ed.). Philadelphia, USA: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. pp. 646–648. ISBN 9781609133450. The simplest unsubstituted phenylisopropylamine, 1-phenyl-2-aminopropane, or amphetamine, serves as a common structural template for hallucinogens and psychostimulants.

Amphetamine produces central stimulant, anorectic, and sympathomimetic actions, and it is the prototype member of this class (39). ... The phase 1 metabolism of amphetamine analogs is catalyzed by two systems: cytochrome P450 and flavin monooxygenase. ... Amphetamine can also undergo aromatic hydroxylation to p-hydroxyamphetamine. ... Subsequent oxidation at the benzylic position by DA β-hydroxylase affords p-hydroxynorephedrine.

Alternatively, direct oxidation of amphetamine by DA β-hydroxylase can afford norephedrine. • ^ Taylor KB (January 1974). "Dopamine-beta-hydroxylase.

Stereochemical course of the reaction" (PDF). Journal of Biological Chemistry. 249 (2): 454–458. PMID 4809526 . Retrieved 6 November 2014. Dopamine-β-hydroxylase catalyzed the removal of the pro-R hydrogen atom and the production of 1-norephedrine, (2 S,1 R)-2-amino-1-hydroxyl-1-phenylpropane, from d-amphetamine.

• ^ Krueger SK, Williams DE (June 2005). "Mammalian flavin-containing monooxygenases: structure/function, genetic polymorphisms and role in drug metabolism".

Pharmacology & Therapeutics. 106 (3): 357–387. doi: 10.1016/j.pharmthera.2005.01.001. PMC 1828602. PMID 15922018. Table 5: N-containing drugs and xenobiotics oxygenated by FMO • ^ Cashman JR, Xiong YN, Xu L, Janowsky A (March 1999).

"N-oxygenation of amphetamine and methamphetamine by the human flavin-containing monooxygenase (form 3): role in bioactivation and detoxication".

Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 288 (3): 1251–1260. PMID 10027866. • ^ Santagati NA, Ferrara G, Marrazzo A, Ronsisvalle G (September 2002).

"Simultaneous determination of amphetamine and one of its metabolites by HPLC with electrochemical detection". Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis. 30 (2): 247–255. doi: 10.1016/S0731-7085(02)00330-8. PMID 12191709. • ^ a b c Sjoerdsma A, von Studnitz W (April 1963). "Dopamine-beta-oxidase activity in man, using hydroxyamphetamine as substrate". British Journal of Pharmacology and Chemotherapy. 20: 278–284. doi: 10.1111/j.1476-5381.1963.tb01467.x.

PMC 1703637. PMID 13977820. Hydroxyamphetamine was administered orally to five human subjects ... Since conversion of hydroxyamphetamine to hydroxynorephedrine occurs in vitro by the action of dopamine-β-oxidase, a simple method is suggested for measuring the activity of this enzyme and the effect of its inhibitors in man. ... The lack of effect of administration of neomycin to one patient indicates that the hydroxylation occurs in body tissues.

... a major portion of the β-hydroxylation of hydroxyamphetamine occurs in non-adrenal tissue. {/INSERTKEYS}

phenylpropanolamine hcl adalah

Unfortunately, at the present time one cannot be completely certain that the hydroxylation of hydroxyamphetamine in vivo is accomplished by the same enzyme which converts dopamine to noradrenaline.

• ^ Badenhorst CP, van der Sluis R, Erasmus E, van Dijk AA (September 2013). "Glycine conjugation: importance in metabolism, the role of glycine N-acyltransferase, and factors that influence interindividual variation".

Expert Opinion on Drug Metabolism & Toxicology. 9 (9): 1139–1153. doi: 10.1517/17425255.2013.796929. PMID 23650932. Figure 1. Glycine conjugation of benzoic acid. The glycine conjugation pathway consists of two steps. First benzoate is ligated to CoASH to form the high-energy benzoyl-CoA thioester.

This reaction is catalyzed by the HXM-A and HXM-B medium-chain acid:CoA ligases and requires energy in the form of ATP. . The benzoyl-CoA is then conjugated to glycine by GLYAT to form hippuric acid, releasing CoASH. In addition to the factors listed in the boxes, phenylpropanolamine hcl adalah levels of ATP, CoASH, and glycine may influence the overall rate of the glycine conjugation pathway.

• ^ Horwitz D, Alexander RW, Lovenberg W, Keiser HR (May 1973). "Human serum dopamine-β-hydroxylase. Relationship to hypertension and sympathetic activity". Circulation Research. 32 (5): 594–599. doi: 10.1161/01.RES.32.5.594. PMID 4713201. The biologic significance of the different levels of serum DβH activity was studied in two ways. First, in vivo ability to β-hydroxylate the synthetic substrate hydroxyamphetamine was compared in two subjects with low serum DβH activity and two subjects with average activity.

phenylpropanolamine hcl adalah

. In one study, hydroxyamphetamine (Paredrine), a synthetic substrate for DβH, was administered to subjects with either low or average levels of serum DβH activity.

The percent of the drug hydroxylated to hydroxynorephedrine was comparable in all subjects (6.5-9.62) (Table 3). • ^ Freeman JJ, Sulser F (December 1974). "Formation of p-hydroxynorephedrine in brain following intraventricular administration of p-hydroxyamphetamine". Neuropharmacology. 13 (12): 1187–1190. doi: 10.1016/0028-3908(74)90069-0. PMID 4457764. In species where aromatic hydroxylation of amphetamine is the major metabolic pathway, p-hydroxyamphetamine (POH) and p-hydroxynorephedrine (PHN) may contribute to the pharmacological profile of the parent drug.

. The location of the p-hydroxylation and β-hydroxylation reactions is important in species where aromatic hydroxylation of amphetamine is the predominant pathway of metabolism. Following systemic phenylpropanolamine hcl adalah of amphetamine to rats, POH has been found in urine and in plasma. The observed lack of a significant accumulation of PHN in brain following the intraventricular administration of (+)-amphetamine and the formation of appreciable amounts of PHN from (+)-POH in brain tissue in vivo supports phenylpropanolamine hcl adalah view that the aromatic hydroxylation of amphetamine following its systemic administration occurs predominantly in the periphery, and that POH is then transported through the blood-brain barrier, taken up by noradrenergic neurones in brain where (+)-POH is converted in the storage vesicles by dopamine β-hydroxylase to PHN.

• ^ Phenylpropanolamine hcl adalah LA, Hanson GR, Gibb JW (December 1989). "Neurochemical effects of amphetamine metabolites on central dopaminergic and serotonergic systems".

Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 251 (3): 901–908. PMID 2600821. The metabolism of p-OHA to p-OHNor is well documented and dopamine-β hydroxylase present in noradrenergic neurons could easily convert p-OHA to p-OHNor after intraventricular administration.

• ^ Taiminen T, Jääskeläinen SK (September 2001). "Intense and recurrent déjà vu experiences related to amantadine and phenylpropanolamine in a healthy male". Journal of Clinical Neuroscience.

8 (5): 460–2. doi: 10.1054/jocn.2000.0810. PMID 11535020. S2CID 6733989. • ^ Bancaud J, Brunet-Bourgin F, Chauvel P, Halgren E (February 1994).

"Anatomical origin of déjà vu and vivid 'memories' in human temporal lobe epilepsy". Brain. 117 (1): 71–90. doi: 10.1093/brain/117.1.71. PMID 8149215. • ^ "Rinexin in Farmaceutiska Specialiteter i Sverige" ["Rinexin" from the Pharmaceutical Specialties of Sweden] (drug catalog) (in Swedish). Retrieved 7 January 2014. • ^ "Phenylpopanolamine Advisory" (Press release).

US Food and Drug Administration. 6 November 2000. Archived from the original on 26 January 2010. • ^ "Phenylpropanolamine (PPA) Information Page – FDA moves PPA from OTC" (Press release).

US Food and Drug Administration. 23 December 2005. Archived from the original on 12 January 2009. • ^ Implementation of the international drug control treaties: changes in the scope of control of substances.

Vienna: Commission on Narcotic Drugs, Forty-third session. 6–15 March 2000. Archived from the original on 14 August 2003. • ^ "Unsafe Drugs- nimesulide, Cisapride, Phenylpropanolamine Banned". 27 January 2011. • ^ "Madras High Court Revokes Ban on Manufacture and Sale PPA". Scribd.com. 13 September 2011. Retrieved 7 January 2014. External links [ edit ] • Phenylpropanolamine Information Page at FDA.gov (update, includes earlier reports) • U.S.

National Library of Medicine: Drug Information Portal – Phenylpropanolamine • ADHD • ADHD management • Amphetamine psychosis • Benzedrine in popular culture • Dopamine • Doping in sport • Executive functions • Formetorex • ΔFosB • History and culture of substituted amphetamines • Methamphetamine • Methylphenidate • N-Methylphenethylamine • Motivational salience • Incentive salience • Narcolepsy • Neurobiological effects of physical exercise § Attention deficit hyperactivity disorder • Nootropic • Norepinephrine • Obesity • Performance-enhancing substance • Phenethylamine • Phentermine • Phenylacetone • Recreational drug use • Serotonin • Substituted amphetamine • Trace amine • 4-Methylamphetamine ‡ • Amfecloral • Amfepentorex • Amfepramone • Aminorex ‡ • Amphetamine • Amphetaminil • Atomoxetine • Benfluorex ‡ • Benzphetamine • Bupropion ( +naltrexone; +zonisamide †) • Cathine • Cathinone • Chlorphentermine • Ciclazindol • Clobenzorex • Cloforex • Clominorex • Clortermine • Dexfenfluramine ‡ • Dextroamphetamine • Dexmethylphenidate • Difemetorex ‡ • Dimethylcathinone • Ephedrine • Ephedra ‡ • Etilamfetamine • Etolorex • Fenbutrazate • Fencamfamin • Fenethylline • Fenfluramine ( +phentermine ‡) • Fenproporex • Fludorex • Fluminorex • Furfenorex ‡ • Indanorex • Khat • Levopropylhexedrine • Lisdexamfetamine • Manifaxine • Mazindol • Mefenorex • Methamphetamine • Methylphenidate • Norfenfluramine • Pemoline • Pentorex • Phendimetrazine • Phenethylamine • Phenmetrazine • Phentermine ( +topiramate) • Phenylpropanolamine • Picilorex • Pipradrol • Prolintane • Propylhexedrine • Pseudoephedrine • Pyrovalerone • Radafaxine • Reboxetine • Setazindol • Sibutramine ‡ • Synephrine • Tesofensine • Viloxazine • Xylopropamine • Zylofuramine Cannabinoid receptor antagonists • 5-HTP • Beloranib § • Galactomannan • Guar gum • Glucomannan • L-DOPA • L-Phenylalanine • L-Tryptophan • L-Tyrosine • Lorcaserin • Lu AA-33810 • Metformin • Naltrexone • Naloxone • Oxyntomodulin • P57 • Peptide YY • Setmelanotide • Topiramate • Velneperit § • Yohimbine ( Yohimbe) • Zonisamide • Water • 6-FNE • Amidephrine • Buspirone • Cirazoline • Corbadrine • Deoxyepinephrine (epinine, N-methyldopamine) • Desglymidodrine • Dexisometheptene • Dipivefrine • Dopamine • Droxidopa ( L-DOPS) • Epinephrine • Etilefrine • Etilevodopa • Ethylnorepinephrine • Ibopamine • Indanidine • Isometheptene • L-DOPA (levodopa) • L-Phenylalanine • L-Tyrosine • Melevodopa • Metaraminol • Methoxamine • Methyldopa • Midodrine • Naphazoline • Norepinephrine • Octopamine • Oxymetazoline • Phenylephrine • Phenylpropanolamine • Synephrine • Tetryzoline • Tiamenidine • XP21279 • Xylometazoline Antagonists • (R)-3-Nitrobiphenyline • 4-NEMD • 6-FNE • Amitraz • Apraclonidine • Brimonidine • Clonidine • Corbadrine • Deoxyepinephrine phenylpropanolamine hcl adalah, N-methyldopamine) • Detomidine • Dexmedetomidine • Dihydroergotamine • Dipivefrine • Dopamine • Droxidopa ( L-DOPS) • Etilevodopa • Ergotamine • Epinephrine • Etilefrine • Ethylnorepinephrine • Guanabenz • Guanfacine • Guanoxabenz • L-DOPA (levodopa) • L-Phenylalanine • L-Tyrosine • Ibopamine • Lofexidine • Medetomidine • Melevodopa • Methyldopa • Mivazerol • Moxonidine • Naphazoline • Norepinephrine • Oxymetazoline • Phenylpropanolamine • Piperoxan • Rezatomidine • Rilmenidine • Romifidine • Talipexole • Tasipimidine • Tetrahydrozoline • Tiamenidine • Tizanidine • Tolonidine • Urapidil • Vatinoxan • XP21279 • Xylazine • Xylometazoline Antagonists • Abediterol • Alifedrine • Amibegron • Arbutamine • Arformoterol • Arotinolol • BAAM • Bambuterol • Befunolol • Bitolterol • Broxaterol • Buphenine • Carbuterol • Carmoterol • Cimaterol • Clenbuterol • Colterol • Corbadrine • Denopamine • Deoxyepinephrine (epinine, N-methyldopamine) • Dipivefrine • Dobutamine • Dopamine • Dopexamine • Droxidopa ( L-DOPS) phenylpropanolamine hcl adalah Epinephrine • Etafedrine • Etilefrine • Etilevodopa • Ethylnorepinephrine • Eugenodilol • Fenoterol • Formoterol • Hexoprenaline • Higenamine • Ibopamine • Indacaterol • Isoetarine • Isoprenaline • Isoxsuprine • L-DOPA (levodopa) • L-Phenylalanine • L-Tyrosine • Levosalbutamol • Lubabegron • Mabuterol • Melevodopa • Methoxyphenamine • Methyldopa • Mirabegron • Norepinephrine • Orciprenaline • Oxyfedrine • PF-610355 • Phenylpropanolamine • Pirbuterol • Prenalterol • Ractopamine • Procaterol • Reproterol • Rimiterol • Ritodrine • Salbutamol • Salmeterol • Solabegron • Terbutaline • Tretoquinol • Tulobuterol • Vibegron • Vilanterol • Xamoterol • XP21279 • Zilpaterol • Phenylpropanolamine hcl adalah Antagonists • Phenethylamines: 2-OH-PEA • 4-CAB • 4-FA • 4-FMA • 4-MA • 4-MMA • Alfetamine • Amfecloral • Amfepentorex • Amfepramone • Amphetamine ( Dextroamphetamine • Levoamphetamine) • Amphetaminil • β-Me-PEA • BDB • BOH • Benzphetamine • Buphedrone • Butylone • Cathine • Cathinone • Clobenzorex • Clortermine • D-Deprenyl • DMA • DMMA • Dimethylamphetamine • Ephedrine • Ethcathinone • EBDB • Ethylone • Etilamfetamine • Famprofazone • Fenethylline • Fenproporex • Flephedrone • Fludorex • Furfenorex • Hordenine • 4-Hydroxyamphetamine • Iofetamine (123I) • Lisdexamfetamine • Lophophine • Mefenorex • Mephedrone • Metamfepramone • Methamphetamine • Dextromethamphetamine • Levomethamphetamine • Methcathinone • Methedrone • MMDA • MMDMA • MBDB • MDA (tenamfetamine) • MDEA • MDMA (midomafetamine) • MDMPEA • MDOH • MDPEA • Methylone • Morforex • Ortetamine • pBA • pCA • pIA • Pholedrine • Phenethylamine • Pholedrine • Phenpromethamine • Prenylamine • Propylamphetamine • Pseudoephedrine • Tiflorex • Tyramine • Xylopropamine • Zylofuramine • Others: 2-ADN • 2-AI • 2-AT • 4-BP • 5-APDI • 5-IAI • Amineptine • Clofenciclan • Cyclopentamine • Cypenamine • Cyprodenate • Feprosidnine • Gilutensin • Heptaminol • Hexacyclonate • Indanorex • Isometheptene • Phenylpropanolamine hcl adalah • Naphthylaminopropane • Octodrine • Phthalimidopropiophenone • Phenylbiguanide • Propylhexedrine • Levopropylhexedrine • Phenethylamines: 2-OH-PEA • 4-CAB • 4-FA • 4-FMA • 4-MA • 4-MMA • Alfetamine • Amfecloral • Amfepentorex • Amfepramone • Amphetamine • Dextroamphetamine • Levoamphetamine • Amphetaminil • β-Me-PEA • BDB • Benzphetamine • BOH • Buphedrone • Butylone • Cathine • Cathinone • Clobenzorex • Clortermine • Dimethylamphetamine • DMA • DMMA • EBDB • Ephedrine • Ethcathinone • Ethylone • Etilamfetamine • Famprofazone • Fenethylline • Fenproporex • Flephedrone • Fludorex • Furfenorex • Hordenine • 4-Hydroxyamphetamine • 5-APDI (IAP) • Iofetamine (123I) • Lisdexamfetamine • Lophophine • MBDB • MDA (tenamfetamine) • MDEA • MDMA (midomafetamine) • Metamfepramone • MDMPEA • MDOH • MDPEA • Mefenorex • Mephedrone • Mephentermine • Methamphetamine • Dextromethamphetamine • Levomethamphetamine • Methcathinone • Methedrone • Methylone • Morforex • Naphthylaminopropane • Ortetamine • pBA • pCA • Pentorex • Phenethylamine • Pholedrine • Phenpromethamine • Phentermine • Phenylpropanolamine • pIA • Prenylamine • Propylamphetamine • Pseudoephedrine • Selegiline (also D-Deprenyl) • Tiflorex • Tyramine • Xylopropamine • Zylofuramine • Others: 2-ADN • 2-AI • 2-AT • 2-BP • 4-BP • 5-IAI • Clofenciclan • Cyclopentamine • Cypenamine phenylpropanolamine hcl adalah Cyprodenate • Feprosidnine • Gilutensin • Heptaminol • Phenylpropanolamine hcl adalah • Indanorex • Isometheptene • Methylhexanamine • Octodrine • Phthalimidopropiophenone • Propylhexedrine ( Levopropylhexedrine) • Tuaminoheptane • Phenethylamines: 2-Methyl-MDA • 4-CAB • 4-FA • 4-FMA • 4-HA • 4-MTA • 5-APDB • 5-Methyl-MDA • 6-APDB • 6-Methyl-MDA • AEMMA • Amiflamine • BDB • BOH • Brephedrone • Butylone • Chlorphentermine • Cloforex • Amfepramone • Metamfepramone • DCA • Dexfenfluramine • DFMDA • DMA • DMMA • EBDB • EDMA • Ethylone • Etolorex • Fenfluramine • Flephedrone • Flucetorex • IAP • Iofetamine phenylpropanolamine hcl adalah Levofenfluramine • Lophophine • MBDB • MDA (tenamfetamine) • MDEA • MDHMA • MDMA (midomafetamine) • MDMPEA • MDOH • MDPEA • Mephedrone • Methedrone • Methylone • MMA • MMDA • MMDMA • MMMA • NAP • Norfenfluramine • 4-TFMA • pBA • pCA • pIA • PMA • PMEA • PMMA • TAP • Psychedelics: 25B-NBOMe • 25C-NBOMe • 25D-NBOMe • 25I-NBOMe • 25N-NBOMe • 2C-B • 2C-B-AN • 2C-Bn • 2C-Bu • 2C-C • 2C-CN • 2C-CP • 2C-D • 2C-E • 2C-EF • 2C-F • 2C-G • 2C-G-1 • 2C-G-2 • 2C-G-3 • 2C-G-4 • 2C-G-5 • 2C-G-6 • 2C-G-N • 2C-H • 2C-I • 2C-iP • 2C-N • 2C-NH2 • 2C-O • 2C-O-4 • 2C-P • 2C-Ph • 2C-SE • 2C-T • 2C-T-2 • 2C-T-3 • 2C-T-4 • 2C-T-5 • 2C-T-6 • 2C-T-7 • 2C-T-8 • 2C-T-9 • 2C-T-10 • 2C-T-11 • 2C-T-12 • 2C-T-13 • 2C-T-14 • 2C-T-15 • 2C-T-16 • 2C-T-17 • 2C-T-18 • 2C-T-19 • 2C-T-20 • 2C-T-21 • 2C-T-22 • 2C-T-22.5 • 2C-T-23 • 2C-T-24 • 2C-T-25 • 2C-T-27 • 2C-T-28 • 2C-T-30 • 2C-T-31 • 2C-T-32 • 2C-T-33 • 2C-TFE • 2C-TFM • 2C-YN • 2C-V • Allylescaline • DESOXY • Escaline • Isoproscaline • Jimscaline • Macromerine • MEPEA • Mescaline • Metaescaline • Methallylescaline • Proscaline • Psi-2C-T-4 • TCB-2 Stimulants: Phenylethanolamine • Hordenine • Phenethylamine • Phenpromethamine • α-Methylphenethylamine (amphetamine) • β-Methylphenethylamine • m-Methylphenethylamine • N-Methylphenethylamine • o-Methylphenethylamine • p-Methylphenethylamine • Methylphenidate • Entactogens: Lophophine • MDPEA • MDMPEA Others: BOH • DMPEA Amphetamines • Psychedelics: 3C-AL • 3C-BZ • 3C-E • 3C-MAL • 3C-P • Aleph • Beatrice • Bromo-DragonFLY • D-Deprenyl • DMA • DMCPA • DMMDA • DOB • DOC • DOEF • DOET • DOI • DOM • DON • DOPR • DOTFM • Ganesha • MMDA • MMDA-2 • Psi-DOM • TMA • TeMA • ZDCM-04 Stimulants: 2-FA • 2-FMA • 3-FA • 3-FMA • Acridorex • Alfetamine • Amfecloral • Amfepentorex • Amphetamine ( Dextroamphetamine, Levoamphetamine) • Amphetaminil • Benfluorex • Benzphetamine • Cathine • Clobenzorex • Dimethylamphetamine • Ephedrine • Etilamfetamine • Fencamfamin • Fencamine • Fenethylline • Fenfluramine ( Dexfenfluramine, Levofenfluramine) • Fenproporex • Flucetorex • Fludorex • Formetorex • Furfenorex • Gepefrine • 4-Hydroxyamphetamine • Iofetamine • Isopropylamphetamine • Lefetamine • Lisdexamfetamine • Mefenorex • Metaraminol • Methamphetamine (Dextromethamphetamine, Levomethamphetamine) • Methoxyphenamine • MMA • Morforex • Norfenfluramine • L-Norpseudoephedrine • N,alpha-Diethylphenylethylamine • Oxifentorex • Oxilofrine • Ortetamine • PBA • PCA • PFA • PFMA • PIA • PMA • PMEA • PMMA • Phenylpropanolamine • Pholedrine • Prenylamine • Propylamphetamine • Pseudoephedrine • Sibutramine • Tiflorex • Tranylcypromine • Xylopropamine • Zylofuramine Entactogens: 4-FA • 4-FMA • 4-MA • 4-MMA • 4-MTA • 5-APB • 5-APDB • 5-EAPB • 5-IT • 5-MAPB • 5-MAPDB • 6-APB • 6-APDB • 6-Chloro-MDMA • 6-EAPB • 6-IT • 6-MAPB • 6-MAPDB • EDA • IAP • 2,3-MDA • 3,4-MDA (tenamfetamine) • MDEA • Phenylpropanolamine hcl adalah • MDMA (midomafetamine) • MDOH • Methamnetamine • MMDMA • Naphthylaminopropane • TAP Others: 3,4-DCA • Amiflamine • DiFMDA • Selegiline (also D-Deprenyl) Phentermines • Stimulants: phenylpropanolamine hcl adalah • 4-MC • 4-BMC • 4-CMC • 4-EMC • 4-FMC • 4-MEC • 4-MeMABP • 4-MPD • Amfepramone • Benzedrone • Brephedrone • Buphedrone • Bupropion • Cathinone • Dimethylcathinone • Ethcathinone • Eutylone • Hydroxybupropion • Methcathinone • Methedrone • NEB • N-Ethylhexedrone • N-Ethylpentedrone • Pentedrone • Pentylone • Radafaxine Entactogens: 3,4-DMMC • 3-MMC • Butylone • Ethylone • Methylone • Methylenedioxycathinone • Mephedrone Phenylisobutylamines • 6-FNE • 6-OHDA • a-Me-DA • a-Me-TRA • Adrenochrome • Ciladopa • D-DOPA (Dextrodopa) • Dimetofrine • Dopamine • Epinephrine • Epinine • Etilefrine • Ethylnorepinephrine • Fenclonine • Ibopamine • Isoprenaline • Isoetarine • L-DOPA (Levodopa) • L-DOPS (Droxidopa) • L-Phenylalanine • L-Tyrosine • m-Tyramine • Metanephrine • Metaraminol • Metaterol • Metirosine • Methyldopa • N,N-Dimethyldopamine • Nordefrin ( Levonordefrin) • Norepinephrine • Norfenefrine ( m-Octopamine) • Normetanephrine • Orciprenaline • p-Octopamine • p-Tyramine • Phenylephrine • Synephrine Miscellaneous Hidden categories: • CS1 Swedish-language sources (sv) • Articles with short description • Short description is different from Wikidata • Use dmy dates from November 2014 • Drugs with non-standard legal status • ECHA InfoCard ID from Wikidata • Drugboxes which contain changes to watched fields • All articles with unsourced statements • Articles with unsourced statements from September 2018 Edit links • This page was last edited on 7 April 2022, at 07:42 (UTC).

• Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; phenylpropanolamine hcl adalah terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • •
Phenylpropanolamine Obat Apa?

Untuk apa Phenylpropanolamine? Phenylpropanolamine adalah obat dekongestan dengan fungsi untuk menyusutkan pembuluh darah (vena dan arteri) dalam tubuh Anda. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada akan melancarkan aliran pada daerah-daerah tersebut, yang kemudian mengurangi mampet.

Phenylpropanolamine digunakan untuk mengobati kemampetan terkait dengan alergi, demam, iritasi sinus, dan flu biasa. Phenylpropanolamine juga menyebabkan penurunan nafsu makan dan digunakan dalam sejumlah alat bantu obat diet di pasaran. Phenylpropanolamine telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hemoragik (perdarahan ke otak atau ke jaringan sekitarnya otak) pada wanita.

Pria juga mungkin berisiko. Meskipun risiko stroke hemoragik rendah, US Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan agar konsumen tidak menggunakan produk yang mengandung Phenylpropanolamine. Phenylpropanolamine juga dapat digunakan untuk tujuan selain yang tercantum dalam panduan pengobatan. Dosis phenylpropanolamine dan efek samping phenylpropanolamine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini. Bagaimana cara penggunaan Phenylpropanolamine? Gunakan Phenylpropanolamine persis seperti yang diarahkan oleh dokter Anda, atau ikuti petunjuk yang menyertai paket obat.

Jika Anda tidak mengerti tentang arahan ini, tanyakan kepada apoteker, perawat, atau dokter untuk menjelaskan kepada Anda. Konsumsi setiap dosis dengan segelas penuh air.

Jangan minum obat ini dalam dosis yang lebih besar atau lebih sering daripada yang direkomendasikan. Terlalu banyak Phenylpropanolamine bisa sangat berbahaya. Jika muncul gejala yang disertai dengan demam tinggi, atau jika mereka tidak membaik dalam 7 hari, hubungi dokter Anda. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Phenylpropanolamine? Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Phenylpropanolamine hcl adalah produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Phenylpropanolamine Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan. Bagaimana dosis Phenylpropanolamine untuk orang dewasa? Dosis Dewasa biasa untuk Hidung Mampet: 25 mg oral setiap 4 jam. -atau- 75 mg secara oral ukuran besar setiap 12 jam.

Tidak melebihi 150 mg / hari. Dosis Dewasa biasa untuk menurunkan berat badan: 25 mg secara oral 3 kali sehari, satu-setengah jam sebelum makan. -atau- 75 mg secara oral ukuran besar sekali sehari di pagi hari. Penggunaan Phenylpropanolamine untuk menurunkan berat badan harus dibatasi sampai 12 minggu. Bagaimana dosis Phenylpropanolamine untuk anak-anak? Dosis anak-anak biasa untuk Hidung Mampet: 2-6 tahun: 6,25 mg oral setiap 4 jam.

Dosis harian maksimum adalah 37,5 mg. 6 sampai 12 tahun: 12,5 mg oral setiap 4 jam. Dosis harian maksimum adalah 75 mg. > 12 tahun: 25 mg oral setiap 4 jam. -atau- 75 mg secara oral ukuran besar setiap 12 jam.

Tidak melebihi 150 mg / hari. Dalam dosis apakah Phenylpropanolamine tersedia? Sirup 5 ml Efek samping Phenylpropanolamine Efek samping apa yang dapat dialami karena Phenylpropanolamine?

Jika Anda mengalami salah satu dari efek samping yang serius berikut dari obat ini, hentikan penggunaan phenylpropanolamine dan carilah bantuan medis darurat: • Reaksi alergi (kesulitan bernapas; penutupan tenggorokan, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, atau gatal-gatal); • Kejang; • Perilaku yang tidak biasa atau halusinasi; atau • Detak jantung tidak teratur atau cepat Efek samping yang kurang serius mungkin terjadi.

Tetap gunakan phenylpropanolamine dan bicaralah dengan dokter Anda jika Anda mengalami • Pusing, ringan, atau mengantuk; • Sakit kepala; • Insomnia, • Kecemasan; • Tremor (gemetar) atau kegelisahan; • Mual atau muntah; atau • Berkeringat.

Efek samping selain yang tercantum di sini juga dapat terjadi. Bicaralah dengan dokter Anda tentang efek samping yang tampaknya tidak biasa atau yang sangat mengganggu. Tidak semua orang mengalami efek samping ini.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Phenylpropanolamine Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Phenylpropanolamine? Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki • Tekanan darah tinggi; • Jenis penyakit jantung, pengerasan arteri, atau detak jantung tidak teratur; • Masalah tiroid; • Diabetes; • Glaukoma atau peningkatan tekanan di mata Anda; • Pembesaran prostat atau kesulitan buang air kecil; atau • Penyakit hati atau penyakit ginjal.

Anda mungkin tidak dapat menggunakan Phenylpropanolamine, atau Anda mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah atau pengawasan khusus selama pengobatan jika Anda memiliki salah satu kondisi yang tercantum di atas. Tidak diketahui apakah Phenylpropanolamine akan membahayakan bagi bayi yang belum lahir. Jangan minum obat ini tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda jika Anda sedang hamil. Bayi sangat sensitif terhadap efek Phenylpropanolamine. Jangan menggunakan obat ini jika Anda sedang menyusui bayi.

Jika Anda berusia lebih dari 60 tahun, Anda lebih mungkin mengalami efek samping dari Phenylpropanolamine. Anda mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah dari obat ini. Penggunaan formulasi jangka pendek dari Phenylpropanolamine (bukan jangka panjang atau formulasi yang dikontrol) mungkin lebih aman jika Anda berusia lebih dari 60 tahun. Apakah Phenylpropanolamine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

phenylpropanolamine hcl adalah

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA : • A= Tidak berisiko • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian • C=Mungkin berisiko • D=Ada bukti positif dari risiko • X=Kontraindikasi • N=Tidak diketahui Interaksi Obat Phenylpropanolamine Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Phenylpropanolamine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter Phenylpropanolamine juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan berikut: • Furazolidone (Furoxone); • Guanethidine (Ismelin); • Indometasin (Indocin); • Metildopa (Aldomet); • Bromocriptine (Parlodel); • Kafein dalam cola, teh, kopi, cokelat, dan produk lainnya; • Teofilin (Theo-Dur, Theochron, Theolair, orang lain); • Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline (Elavil, Phenylpropanolamine hcl adalah, doxepin phenylpropanolamine hcl adalah, dan nortriptyline (Pamelor); • Antidepresan trisiklik lain yang umum digunakan, termasuk amoxapine (Asendin), clomipramine (Anafranil), desipramine (Norpramin), imipramine (Tofranil), protriptyline (Vivactil), dan trimipramine (Surmontil); • Fenotiazin seperti klorpromazin (Thorazine), thioridazine (Mellaril), dan proklorperazin (Compazine); dan • Fenotiazin lainnya yang umum digunakan, termasuk fluphenazine (Prolixin), perphenazine (Trilafon), mesoridazine (Serentil), dan trifluoperazine (Stelazine).

• Obat selain yang tercantum di sini juga dapat berinteraksi dengan Phenylpropanolamine. Bicaralah dengan dokter dan apoteker sebelum mengambil resep atau obat-obatan yang beredar di pasaran Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Phenylpropanolamine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Phenylpropanolamine?

Zat simpatomimetik dapat menyebabkan efek kardiovaskular yang merugikan, terutama bila digunakan dalam dosis tinggi dan / atau pada pasien yang rentan. Dalam jaringan jantung, zat ini dapat menghasilkan chronotropic positif dan efek inotropik melalui stimulasi reseptor beta-1 adrenergik.

Keluaran jantung, konsumsi oksigen, dan kerja jantung dapat ditingkatkan. Pada pembuluh darah perifer, vasokonstriksi dapat terjadi melalui stimulasi reseptor alfa-1 adrenergik.

Palpitasi, takikardia, aritmia, hipertensi, bradikardi refleks, oklusi koroner, vaskulitis serebral, infark miokard, serangan jantung, dan kematian telah dilaporkan.

Beberapa zat ini, khususnya alkaloid ephedra (ephedrine, ma huang, Phenylpropanolamine), juga dapat menyebabkan pasien mengalami strike hemoragik dan stroke iskemik. Terapi dengan zat simpatomimetik umumnya harus dihindari atau diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan kepekaan terhadap amina simpatomimetik, hipertiroidisme, atau gangguan kardiovaskular atau serebrovaskular.

Zat ini tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit arteri koroner yang berat atau parah / hipertensi yang tidak terkontrol. Overdosis Phenylpropanolamine Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Gejala overdosis Phenylpropanolamine termasuk kelelahan ekstrem, berkeringat, pusing, jantung berdetak lambat, dan koma. Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis? Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis.Jakarta - Deskripsi: Phenylpropanolamine adalah sebuah dekongestan. Obat ini bekerja dengan menyusutkan pembuluh darah (vena dan arteri) dalam tubuh. Pengerutan pembuluh darah di sinus, hidung dan dada membuat area tersebut kekeringan, sehingga menurunkan nafsu makan.

Indikasi: Untuk mengobati sumbatan yang dihubungkan dengan alergi, demam karena alergi jerami ( hay fever), iritasi sinus, dan dingin yang biasa. Untuk menurunkan nafsu makan. Dosis: • Pelepasan reguler: 50 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari. • Pelepasan yang diperpanjang: 75 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari. Efek Samping: Kegelisahan, kelelahan, insomnia, kepeningan, mual, hipertensi, tachycardia, arrhythmias. Berita Terkait • Budesonide, Obat untuk Kendalikan Gejala Penyakit Radang Usus • Nitisinone, Obat untuk Mengobati Gangguan Tyrosinemia (HT-1) • Nevirapine, Obat untuk Membantu Mengendalikan Infeksi HIV • Capreomycin, Antibiotik Suntik untuk Mengatasi TBC • Bendamustine, Suntikan untuk Pasien Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) • Acitretin, Obati Gangguan Kulit Parah Seperti Psoriasis • Zileuton, Kurangi Gejala & Jumlah Serangan pada Pasien Asma Kronis • Vemurafenib, Obat Kanker Kulit Tingkat Lanjut dengan Gen Abnormal BRAF MOST POPULAR • 1 Anak di Jatim Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius, Ini Gejala Awalnya • 2 Kemenkes Buka Suara Kasus Anak Jatim Meninggal Diduga Hepatitis Misterius • 3 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

• 4 Eks Bos WHO Bicara soal Potensi Hepatitis 'Misterius' Jadi Pandemi • 5 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 6 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya phenylpropanolamine hcl adalah 7 Mengenal Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan • 8 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 9 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 10 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja?

Phenylpropanolamine hcl adalah Sarankan Ini • SELENGKAPNYA
Nama Paten : Allerin, Antiza, Brochifar/ Bronchifar Plus, Calorex, Collerin Expectorant, Decolgen, Decolsin, Phenylpropanolamine hcl adalah, Dextrosin Anak, Fludane/ Fludane Forte/ Fludane Plus, Flutamol/ Flutamol-P, Fluzep, Lacoldin, Lapisiv, Nalgestan, Neozep Forte, Paratusin, Ponflu, Pyridryl/ Pyridryl Plus, Sanaflu, Sanaflu Plus Batuk, Stop Cold, Tuzalos (MIMS petunjuk konsultasi Ed.

17) Efek Samping Hampir sama seperti kebanyakan jenis obat lain, obat ini juga dapat memiliki beberapa efek samping saat dikonsumsi. Kamu mungkin akan mengalami hipertensi, sakit kepala, kebingungan, kecemasan, pusing, gelisah, phenylpropanolamine hcl adalah, palpitasi atau denyut jantung cepat, tremor, dan penglihatan kabur saat menggunakan obat ini. Selain itu, Kamu juga mungkin mengalami efek samping fatal yang ditandai dengan hipertensi krisis dan stroke hemoragik. Meski begitu, perlu diingat bahwa tidak semua orang mengalami efek samping di atas.

Mungkin Kamu akan mengalami salah satu, beberapa, atau efek samping lain yang tidak disebutkan. Jika Kamu merasakan hal yang tidak wajar setelah menggunakan atau mengonsumsi obat ini, segeralah berkonsultasi kepada dokter atau apoteker. Pemakaian Obat Kamu yang menggunakan obat ini, perlu memperhatikan beberapa hal berikut: 1. Ikuti semua aturan sesuai dengan anjuran dokter dan jangan menggunakan dosis obat berbeda atau dalam jangka lebih panjang daripada yang direkomendasikan.

2. Jangan mengemudi atau menjalankan mesin saat mengonsumsi obat ini. 3. Konsultasikan ke dokter jika usia Kamu di atas 50 tahun. 4. Konsultasikan ke dokter jika sedang hamil atau menyusui. 5. Jangan mengonsumsi kafein ketika menggunakan phenylpropanolamine karena dapat meningkatkan tekanan darah. 6. Simpanlah obat ini pada suhu ruang.

Dosis Yang perlu Kamu ketahui saat menggunakan obat ini bahwa dosis yang diberikan dokter adalah yang terbaik. Dokter biasanya memberikan obat sesuai dengan tingkat keparahan dari penyakit yang dialami atau kondisi kesehatan Kamu. Adapun dosisi umum yang diberikan melalui oral, yaitu: - Per kapsul mengandung kombinasi phenylpropanolamine HCl 18 mg untuk usia 13 tahun ke atas adalah 2 kapsul setiap 4 jam, dengan dosis maksimal ialah 8 kapsul/ hari. - Per tablet mengandung kombinasi phenylpropanolaminen HCl 25 mg untuk usia 13 tahun ke atas adalah 1 tablet setiap 4 jam, dengan dosis maksimal ialah 4 tablet/ hari.

Interaksi Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Oleh karena itu, yang perlu Kamu ingat ialah untuk tidak memulai, menghentikan, atau mengganti dosis obat tanpa persetujuan atau anjuran dokter. Phenylpropanolamine akan terganggu kerjanya jika digunakan bersamaan dengan obat berikut: 1. Phenylpropanolamine meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi jika digunakan bersamaan dengan phenylpropanolamine hcl adalah.

2. Phenylpropanolamine meningkatkan risiko psikosis (halusinasi dan delusi) jika digunakan bersamaan dengan amantadine. 3. Phenylpropanolamine meningkatkan risiko hipertensi fatal dalam 14 hari setelah penggunaan MAOI. 4. Phenylpropanolamine meningkatkan risiko hipertensi berat dan komplikasi bila dikonsumsi bersamaan dengan bromocriptine. Sumber: MIMS Petunjuk Konsultasi Ed.

17 mims.com Phenylpropanolamine drugs.com Phenylpropanolamine
Apakah Phenylpropanolamine? Obat dekogestan yang berfungsi untuk mengecilkan pembuluh darah vena dan arteri adalah penjelasan sederhana phenylpropanolamine.

Biasa digunakan sebagai pengobatan untuk mengurangi mampet yang banyak disebabkan oleh flu, phenylpropanolamine hcl adalah sinus dan demam karena dapat menyempitkan pembuluh darah di bagian sinus, dada dan hidung, fungsinya untuk melancarkan pembuluh darah bagian tersebut.

Selain itu phenylpropanolamine juga dapat mengurangi napsu makan sehingga banyak dimanfaatkan sebagian obat diet. Namun demikian phenylpropanolamine hanya dapat menghilangkan mampet, tidak untuk mengobati akar penyakit, yang mungkin disebabkan oleh virus atau bakteri.

Efek samping Phenylpropanolamine Seperti obat pada umumnya, phenylpropanolamine juga memiliki efek samping. Efek samping yang dialami akan berbeda-beda, jika Anda mengalami salah satu gejala dibawah ini, segera hentikan penggunaan dan mencari bantuan dokter. • Pusing, nyeri, terasa berat atau sakit kepala yang tidak wajar • Berkeringat berlebihan • Alergi (gatal-gatal, kulit kemerahan, pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, lidah) • Mual, muntah, nyeri perut.

• Phenylpropanolamine hcl adalah kabur dan buram • Gelisah, cemas, gemetar (tremor), sulit tidur ( insomnia) • Halusinasi Dalam beberapa kasus, penggunaan phenylpropanolamine dapat meningkatkan pendarahan otak atau stroke hemoragik pada wanita, sehingga obat yang mengandung phenylpropanolamine tidak dianjurkan oleh FDA (US Food and Drug Administration).

Oleh karenanya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya. Walaupun efek samping belum ditemukan untuk ibu hamil yang mengkonsumsi, namun konsultasi sangat disarankan sebelum penggunaan. Sedang untuk ibu menyusui, untuk phenylpropanolamine hcl adalah mengkonsumsi phenylpropanolamine karena termasuk golongan C yang mana obat dapat atau diduga atau telah menimbulkan dampak buruk bagi janin, namun tidak sampai menyebabkan suatu kecacatan yang bersifat permanen.

Interaksi obat Phenylpropanolamine Pengunaan phenylpropanolamine bersamaan dengan obat lain mungkin dapat mengubah fungsi obat atau bahkan memperburuk efek sampinya. Untuk itu konsultasikan dengan dokter pengunaan phenylpropanolamine jika Anda sedang dibawah pengobatan lainnya. Berikut obat-obatan yang dapat bereaksi dengan phenylpropanolamine: • Aldomet • Indocin • Furoxone • Ismelin • Parlodel • Teofilin • Fenotiazin • Antideperesan jenis trisiklik • Kafein dalam makanan dan minuman • Interaksi juga mungkin terjadi dengan alkohol atau rokok.

• Obat-obat selain diatas yang mungkin bereaksi dengan phenylpropanolamine Dosis and konsumsi Phenylpropanolamine Konsumsi phenypropanolamine sesuai dengan resep dokter sangat disarankan. Apabila Anda membeli merek dagang phenylpropanolamine di pasaran, ikuti petunjuk dan dosis penggunaan. Karena setiap merek dagang memiliki dosis masing-masing. Hindari atau hentikan konsumsi alkohol dan kafein saat penggunaan. Jika phenylpropanolamine dijual dalam bentuk cair, gunakan sendok atau gelas ukur yang diberikan saat Anda membeli.

Pastikan Anda mengikuti jeda waktu penggunaan untuk menghindari over dosis. Apabila Anda melewatkan jadwal minum obat, jangan menggandakan dosis di jadwal minum berikutnya.

Contoh dosis minum phenylpropanolamine. • Dewasa (13 tahun keatas) jeda 4 jam: 18 mg2 tablet sehari, maksimal 8 tablet sehari ; atau 25 mg, 1 tablet sehari, maksimal 4 tablet Diatas hanyalah contoh yang mungkin disarankan, namun penting diingat bahwa dosis pengunaan setiap orang akan berbeda.

Jika pasien sudah dalam resep dokter, agar tetap mengikuti dosis yang dianjurkan. Dokter akan memberikan resep sesuai dengan keadaan pasien ditinjau dari usia, interkasi obat yang dikonsumsi pasien dan kondisi kesehatan pasien.

Pastikan pasien memberikan informasi lengkap termasuk alergi obat-obatan tertentu. Apabila seseorang mengalami over dosis seperti berkeringat berlebih, pusing, muntah dan pingsan, agar segera dibawa ke unit gawat darurat. Konsultasikan penggunaan obat jika pasien: • Wanita hamil atau menyusui • Gangguan mampet tidak kunjung membaik setelah mengkonsumsi rutin selama 1 minggu \Muncul efek samping • Mengemudi karena mungkin menyebabkan rasa kantuk • Pasien usia lanjut atau menderita diabetes, gangguan ginjal, gangguan hati, irama detak jantung yang tidak berturan, gangguan prostat, gangguan makan.

• Mengosumsi bersamaan dengan monoamine oxidase inhibitor Saran penyimpanan Phenylpropanolamine Jauhkan phenylpropanolamine dari jangkauan anak-anak, simpan di tempat kering, hindari paparan langsung sinar matahari, hindari menyimpan di ruangan panas, jangan mengkonsumsi obat jika sudah lewat masa berlaku, jangan dibuang ke toilet, atau ikuti saran penyimpanan yang tertera pada kemasan merek dagang.

Kernan, W., Viscoli, C., Brass, L., Broderick, J., Brott, T., & Feldmann, E. et al. (2000). Phenylpropanolamine and the Risk of Hemorrhagic Stroke. New England Journal Of Medicine, 343(25), 1826-1832. https://doi.org/10.1056/nejm200012213432501. The New England Journal of Medicine. ( https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJM200012213432501) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp!

Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang phenylpropanolamine hcl adalah kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app

NALGESTAN OBT BERSIN-BERSIN DAN HIDUNG TERSUMBAT KARENA PILEK




2022 www.videocon.com