Latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika) - Dalam memainkan sebuah lagu pastinya ada musiknya, musik itu dihasilkan dari beberapa alat musik yang digabungkan dan dimainkan menjadi satu sehingga menjadi sebuah musik yang harmonis dan indah untuk didengarkan.

Dalam memainkan alat musik juga tidak boleh asal main tetapi ada aturan-aturannya. Kata ansambel berasal dari bahasa Prancis (ensamble), yang berarti bersama-sama. Dari kata di atas, musik ansambel diartikan permainan musik secara bersamasama baik menggunakan alat musik sejenis maupun campuran.

Menurut bentuk penyajiannya, musik ansambel dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut. a. Musik Ansambel Sejenis Musik ansambel sejenis, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan alat musik sejenis.

Contohnya, ansambel tiup. Artinya, semua pemain memainkan alat musik tiup. b. Musik Ansambel Campuran Musik ansambel campuran, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan beberapa jenis alat musik. Alat-alat musik yang digunakan ada beraneka macam. Contohnya, rekorder, pianika, gitar, kastanyet, triangle, tamborin, simbal, dan biola. 1. Bagian-Bagian Rekorder Rekorder yang biasa dimainkan di sekolah adalah recorder soprano dalam kunci C, yang dimainkan secara membujur (vertikal).

Alat musik rekorder soprano dibagi dalam tiga bagian. a) Bagian kepala sebagai sumber tiupan untuk menimbulkan bunyi. b) Bagian tubuh/badan. c) Bagian latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi. Bagian tubuh dan kaki sebagai sumber nada dan berguna untuk menyelaraskan nada.

2. Cara Menopang Rekorder Cara memainkan alat musik rekorder, antara lain sebagai berikut. a) Letakkan lubang tiupan di antara dua bibir, usahakan jangan terlalu masuk atau ke luar. b) Tangan kiri memegang bagian badan atas rekorder dengan setiap jari menutup lubang yang diinginkan.

c) Tangan kanan memegang bagian badan bawah rekorder dengan tugas setiap jari menutup lubang yang diinginkan. d) Posisi rekorder diarahkan ke depan dengan sudut 30– 45 derajat. e) Posisi badan tegak dan menghadap ke depan. f) Pernapasan yang digunakan dalam meniup adalah diafragma. g) Tiupan rekorder dengan ucapan ”tu” ”tu” bukan ”hu” atau ”ku”. Latihan awal dalam permainan rekorder, dimulai dengan membunyikan bunyi ”tu” yang disesuaikan dengan ritme yang ada.

6. Cara Membersihkan Rekorder Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas.

Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam air hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati. Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain. Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya. b. Memainkan Alat Musik Pianika Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika yang memakai bilah-bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf.

Pianika dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur yang dihubungkan ke mulut. Pianika tergolong alat musik tiup. Pianika dalam bermain musik dapat digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, dan mengiringi lagu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah sebagai berikut.

1) Memainkan dengan lima jari dan setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts-tuts tertentu. 2) Cara meniup diusahakan halus dan rata. 3) Bentuk tangan kanan, seperti memegang bola sehingga jari bergerak dengan leluasa.

Memainkan alat musik pianika berbeda dengan memainkan alat musik piano. Akan tetapi, pada prinsipnya adalah sama, yaitu untuk menghasilkan nada dengan cara menekan bilah-bilahnya. Cara memainkan alat musik pianika adalah tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan untuk memainkan melodi lagu. Adapun mulut meniup untuk menghasilkan suara. RINGKASAN MATERI A. Pengertian musik ansambel Kata ansambel berasal dari bahasa Perancis. Ansambel berarti bersama-sama atau suatu rombongan musik.

Sedangkan pengertian ansambel menurut kamus musik, ansambel adalah kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya.

Jadi, musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu serta memainkan lagu-lagu dengan aransemen sederhana.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Ansambel secara umum diartikan main musik bersama-sama atau kesatuan, kebersamaan; satuan musik yang bermain bersama-sama dengan tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyaknya pemain. Ensemble (bahasa Prancis) juga berarti kelompok musik dalam satuan kecil. Permainan bersama dalam satuan kecil alat musik.

(Banoe, 2003: 133). Di Perancis ensemble mempunyai arti bersama atau main bersama. Di Jerman berarti seluruh personil penyanyi opera. Ansambel artinya kelompok. Dalam bidang musik instrumen di Jerman biasanya terbatas pada penggunaan alat musik dalam kelompok kecil/ringan.

(Grove, 2000: 209). Bermain musik ansambel memiliki banyak manfaat salah satu yang dapat diperoleh adalah mengajarkan siswa untuk berlatih bekerja sama (cooperatif learning), karena ansambel musik adalah permainan musik bersama bukan permainan individu.

Dalam permainan sebuah ansambel yang terdiri dari beberapa pemain, tentu mengajarkan anak-anak berada dalam sebuah team work.

Mereka akan merasa bertanggung jawab pada setiap tugas yang dipercayakan kepadanya dan mengerjakan dengan tekun, cermat, bersemangat dan berkualitas. Memainkan ansambel akan mempunyai kepekaan, kepedulian terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

Dengan demikian, tanpa adanya kerja sama maka permainan ansambel musik yang baik di sekolah tidak akan terwujud. Permainan musik ansambel bila bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya banyak manfaat yang bisa diperoleh antara lain : - Kreatifitas anak untuk bermain music akan muncul.

- Menyegarkan pikiran anak yang setiap hari harus bergelut dengan mata pelajaran yang banyak menguras energy otak anak. - Melatih anak untuk disiplin. - Melatih anak untuk dapat bekerja sama denagn teman lain, karena pada saat mereka bermain ansambel tidak boleh individualis dan mengutamakan kolektifitas.

- Melatih kesabaran anak untuk terus mencoba berlatih. Gambar 2. Praktek Musik Ansambel Sekolah Untuk dapat bermain ansambel diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain : a.

Dapat membaca notasi b. Menguasai teknik bermain alat musik c. Mampu bekerjasama dengan pemain yang lain sebagai suatu team d.

Mentaati segala ketentuan yang ada dalam partitur e. Kedisiplinan 1. Berdasarkan bentuk penyajiannya, musik ansambel dibagi menjadi dua, yaitu: a.

Musik Ansambel Sejenis Musik ansambel sejenis, merupakan bentuk penyajian musik ensambel yang menggunakan musik sejenis. Contoh : ansambel musik gitar, ansambel musik recorder, ansambel musik biola, dan lain-lain. B. Memainkan lagu populer dalam bentuk ansambel sejenis Lagu populer yang akan dimainkan harus dibuat kedalam notasi musik, baik itu notasi angka maupun notasi balok, hal ini akan memudahkan dalam proses latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi 1.

Alat Musik Rekorder Dahulu, orang-orang Inggris suka mengajar lagu pada burung-burung dengan suling kecil. Lantas, suling itu dinamakan rekorder yang artinya sul- ing yang berkicau seperti burung. Sekarang, perlakukan rekorder dengan lembut dan hati-hati seolah seekor burung kecil. Teknik Memainkan Rekorder Rekorder sebelum dimainkan sebaiknya distem terlebih dahulu menggunakan garpu tala. Apabila tidak ada garpu tala, bisa digunakan alat musik piano atau organ.

Penalaannya dengan cara merenggang atau merapatkan ruas antara kepala dan bagian badan rekorder. Cara memainkan alat musik rekorder, antara lain sebagai berikut. a) Letakkan lubang tiupan di antara dua bibir, usahakan jangan terlalu masuk atau ke luar. b) Tangan kiri memegang bagian badan atas rekorder dengan setiap jari menutup lubang yang diinginkan.

c) Tangan kanan memegang bagian badan bawah rekorder dengan tugas setiap jari menutup lubang yang diinginkan. d) Posisi rekorder diarahkan ke depan dengan sudut 30o – 45o. e) Posisi badan tegak dan menghadap ke depan. f) Pernapasan yang digunakan dalam meniup adalah diafragma. g) Tiupan rekorder dengan ucapan ”tu” ”tu” bukan ”hu” atau ”ku”.

Latihan awal dalam permainan rekorder, dimulai dengan membunyi- kan bunyi ”tu” yang disesuaikan dengan ritme yang ada. Cara Membersihkan Rekorder Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas. Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam air hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati. Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain.

Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya. 2. Alat Musik Pianika Pianika tergolong sebagai alat musik tiup. Bentuknya seperti organ atau piano berukuran kecil.

Cara memainkannya adalah dengan menekan tuts seperti memainkan organ atau piano, hanya bunyi yang dihasilkan berasal dari udara yang ditiupkan ke alat. Pianika biasanya digunakan untuk memainkan melodi pokok. Tuts pianika ada yang berwarna putih yang berfungsi untuk memainkan nada-nada pokok atau asli dan ada pula yang berwarna hitam untuk memainkan nada-nada kromatis (naik atau turun satu nada).

Saat memainkan pianika, latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi bertugas meniup, tangan kiri memegang pianika, dan tangan kanan menekan tuts untuk memainkan melodi lagu.

1. Hal yang perlu diperhatikan dalam bermain pianika adalah sebagai berikut : Memainkan dengan lima jari, setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts-tuts tertentu 2. Cara meniup diusahakan halus dan merata 3.

Bentuk tangan kanan seperti memegang bola sehingga memungkinkan jari bergerak dengan leluasa. Penjarian pada Alat musik Pianika Penjarian pada pianika, biasanya menggunakan tangan kanan dengan fungsi masing-masing sebagai berikut :  Ibu jari, sebagai jari nomor 1  Jari telunjuk, sebagai jari nomor 2  Jari tengah, sebagai jari nomor 3  Jari manis, sebagai jari nomor 4  Jari kelingking, sebagai jari nomor 5 Gitar merupakan salah satu alat musik berdawai yang cara memainkannya adalah dengan cara memetik.

Pada umumnya permainan gitar ini dilakukan dengan cara memetiknya menggunakan jari atau juga menggunakan alat bantu seperti spektrum. Gitar ini dibuat atas 1 bagian tubuh pokok, dengan bagian leher yang padat yang berfungsi sebagai tempat senar Gitar merupakan alat musik yang praktis, mudah dibawa sehingga banyak orang menggunakan sebagai gitar untuk hiburan dimanapun dan kaan saja. Alat musik gitar ada yang elektrik menggunakan listrik dan ada yang akustik.

Alat musik gitar akustik memiliki enam dawai. Dawai nada satu bernada e, dawai dua bernada b, dawai tiga bernada g, dawai empat bernada d, dawai lima bernada a dan dawai enam bernada e. Ketika bermain gitar kamu sering mendengar kunci gitar yaitu kunci C, G, F, D, A, E dan sebagainya. Kunci gitar mayor, minor, dominan septime dan sebagainya. Sebenarnya itu bukan kunci tetapi itu sebuah akor yaitu paduan beberapa nada yang dibunyikan secara bersama-sama sehingga terdengar harmonis.

Tanda kunci dalam notasi musik hanya dikenal dengan tiga jenis saja yaitu kunci G, kunci C, dan kunci F. Pada alat musik gitar masing masing senar mempunyai nada nada yang tidak sama, bergantung fret mana yang hendak kamu tekan. Adapun fret itu bisa dikatakan ialah kolom kolom yang ada di gitar dan terpisahkan dengan besi pada lengan gitar. Sewaktu bermain latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi, kadang bunyinya tidak jernih karena dawai tersentuh jari yang lain.

Agar tidak tersentuh oleh jari yang lain, bagian jari yang digunakan menekan senar adalah ujung jari. Berikut penjarian akor-akor yang lainnya dalam bermain gitar. Pertunjukkan musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh manusia. Karena musik memiliki jiwa, hati, pikiran, dan kerangka sebagai penyangga tubuh layaknya seorang manusia, pertunjukkan musik sebagai salah satu budaya dari manusia yang lahir dari perasaan dan hasil ungkapan yang berbentuk ucapan.

Musik dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga seseorang akan hanyut oleh alunan suara musik. Penyajian pertunjukkan musik dalam waktu yang tepat dapat menimbulkan daya Tarik terhadap musik sehingga dapat menimbulkan kepuasan batin yang luar biasa, perasaan senang dan gembira. Berbeda dari pertunjukkan musik lainnya yang ditampilkan di dalam ruang tertutup, penyajian jenis musik ini dapat dilakukan di udara terbuka dengan jumlah penonton yang bisa mencapai ribuan orang. Sifat dari penyajian musik ini tidak formal dan penonton boleh saja berteriak-teriak atau ikut menyanyi bersama penyanyi yang sedang tampil diatas pentas.
Permainan rounders, pernah kamu mendengar atau malah memainkanya?

Jenis permainan ini cukup populer dimainkan sewaktu jam olahraga di tingkat sekolah. Baik itu di SD, SMP, maupun SMA. Walaupun saya pribadi tidak pernah memainkanya. Tetapi tak masalah, kali ini kita akan kenalan lebih dalam dengan permainan rounders. Daftar isi • Pengertian Permainan Rounders • Sejarah Permainan Rounders • Teknik Dasar Permainan Rounders • 1. Teknik Memegang • 2. Teknik Melempar • Lemparan Melambung • Lemparan Mendatar • Lemparan Bawah • 3.

Teknik Menangkap • Bola Datang Langsung • Bola yang Melambung • Bola Datang Bergulir • 4. Teknik Memukul • 5. Teknik Berlari • Ukuran Lapangan Permainan Rounders • Peraturan Permainan Rounders • 1. Aturan Tongkat • 2. Aturan Bola • 3. Aturan Pemain • 4.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Aturan Bola Mati • 5. Aturan Memukul • 6. Aturan Lambungan • 7. Aturan Lari • 8. Aturan Penjaga Tempat Hinggap • 9. Aturan Nilai • 10. Lama Permainan Pengertian Permainan Rounders Apa itu Permainan rounders? Rounders adalah permainan atau olahraga bola kecil yang menyerupai permainan kasti, bassball, bola bakar ataupun softball.

Cara memainkanya juga serupa dengan permainan-permainan tersebut. Cara bermain rounders adalah dengan memukul bola lalu mengelilingi lapangan yang sebelumnya telah ditandai dengan tiang atau titik base. Pemenangnya adalah regu yang paling banyak mengelilingi lapangan. Tiap regu terdiri dari 9 pemain. Untuk menjadi pemain rounder yang hebat, seseorang harus menguasai teknik teknik dasar berupa kemampuan melempar, menangkap, memukul, ketrampilan mengetik, serta menghindari sentuhan bola.

Baca juga : Pengertian Kebugaran Jasmani Sejarah Permainan Rounders Sejarah permainan rounders sudah ada sejak lama sekali. Diprediksi permainan ini sudah dimainkan di Inggris sejak zaman Tudor.

Hal itu dibuktikan dari buku yang berjudul “Pocket-Pretty” dimana permainan ini disebut permainan ‘dasar-bola’ oleh John Newbery. Tahun 1828, terbit edisi kedua dari buku “Pemilik The Boy” oleh William Clarke di London. Buku tersebut menjelaskan aturan permainan kasti latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi deskripsi permainannya dalam bahasa Inggris.

Tahun berikutnya, buku tersebut diterbitkan di Boston, Massachussetts. Tahun 1884, Asosiasi Atletik Gaelic (GAA) yang bertempat di Irlandia meresmikan aturan permainan ini.

Sedangkan di Inggris, aturan permainan ini ditetapkan oleh National Rounders Association (NRA) yang dibentuk pada tahun 1943. Setelah diresmikan di Irlandia, tahun 1889 didirikan asosiasi di Liverpool dan Skotlandia. Baca juga : Induk Organisasi Atletik Indonesia dan Internasional Teknik Dasar Permainan Rounders Sebagai bagian dari olahraga yang menyehatkan sekaligus menyenangkan tentu setiap pemainya ingin menjadi pemenang.

Berikut teknik dasar permainan rounders yang harus dikuasai pemain: 1. Teknik Memegang Memegang merupakan teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain rounders.

Penanganan bola yang baik berpengaruh terhadap lemparan yang tepat dan terarah. Ada beberapa teknik memegang bola dalam permainan rounders: • Pengang bola dengan 3 jari tangan.

• Memegang bola dengan 4 jari tangan. • Memegang bola dengan 5 jari tangan. 2. Teknik Melempar Untuk menghasilkan lemparan yang sempurna pemain harus menguasai teknik dasar melempar dalam permainan rounders. Dalam permainan rounder terdiri dari 3 jenis lemparan.

Berikut jenis lemparan dan teknik-teknik melempar dalam permainan rounders. Lemparan Melambung Lemparan melambung pada permainan rounders digunakan untuk lemparan yang berjarak jauh. Dalam lemparan ini harus melambungkan bola yang jauh dan tinggi, oleh karena itu dibutuhkan tenaga yang besar untuk lemparan melambung. Teknik melakukan lemparan melambung, yaitu: • Pegang bola dengan posisi tangan atau jari yang benar. • Ayunkan tangan yang memegang bola dan langkahkan kaki secara bersamaan.

• Tubuh bertumpu pada kaki bagian depan. • Ambil awalan melempar dengan posisi tubuh sedikit condong ke depan. Lemparan Mendatar Lemparan mendatar adalah lemparan bola yang arahnya mendatar dan sepat. Teknik melakukan lemparan mendatar yaitu mengayunkan tangan dari belakang ke depan sejajar dengan bahu.

Gerakan melempar disertai dengan lecutan pergelangan tangan. Lemparan Bawah Lemparan bawah atau menyusur tanah adalah lemparan yang arah bolanya menyusur tanah. Lemparan ini dilakukan dalam keadaan darurat dan biasanya dilakukan secara cepat. Teknik melakukan lemparan bawah, yaitu: • Badan dalam posisi membungkuk dan kedua kaki sedikit ditekuk. • Ayunkan tangan dari samping atas ke depan bawah. • Gerekan lemparan bawah ini disertai dengan lecutan tangan.

3. Teknik Menangkap Teknik menangkap dalam permainan rounders terdiri dari beberapa macam, tergantung dari arah datangnya bola. Secara garis beras, datangnya bola dikelompokkan menjadi 3, yaitu: Bola Datang Langsung Teknik menangkap bola yang datangnya langsung, bisa dilakukan pemain dengan cara: • Luruskan tangan kedepan atau sedikit ditekuk pada pergelangan siku.

• Glove atau sarung tangan menghadap ke arah datangnya bola, sedangkan tangan yang lain disamping glove. • Jika bola sudah masuk golve, maka tangan yang lain segera menutup dan mengambil bola yang ada di dalamnya. Bola yang Melambung Teknik menangkap bola yang melambung yang bisa dilakukan pemain adalah dengan: • Tangkap bola setinggi atau melebihi kepala. • Saat menangkap bola pandangan lurus ke tangan yang menangkap. • Jika bola sudah masuk golve, maka tangan yang lain segera menutup agar bola tidak lepas lagi.

Bola Datang Bergulir Teknik yang bisa digunakan pemain untuk menangkap bola yang datang bergulir adalah: • Langkahkan kaki ke depan.

• Tekuk kedua lutut dan badan dibungkukkan. • Tangan yang memakai glove berada di tanah dan menghadap ke arah datangnya bola. • Jika bola sudah masuk golve, maka tangan yang lain segera menutup dan mengambil bola yang ada di dalamnya.

4.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Teknik Memukul Dengan pukulan yang baik, sebuah tim hampir bisa dipastikan bakal menguasai permaianan. Oleh sebab itu pemain harus menguasai ketrampilan melempar yang benar. Memukul terdiri dari 2 jenis, yaitu pukulan dengan ayunan (swing) dan pukulan tanpa ayunan (bunt).

Swing adalah teknik memukul yang dimulai dengan mengayunkan kayu pemukul. Sedang bunt adalah pukulan tanpa mengayunkan kayu pemukul, hanya menyentuhkan kayu pemukul pada bola. Pukulan bunt hanya menunggu bola mengenai kayu pemukul hingga pantulan bola jatuh di dekat pemukul. Pukulan ini merupakan pukulan yang dilakukan untuk mengelabuhi regu penjaga.

Teknik dasar melakukan pukulan dalam permainan rounders bisa dilatih dengan: • Berdiri dengan posisi tubuh menyamping dari arah datangnya bola. • Kedua kaki dibuka selebar bahu. • Lutut sedikit ditekuk. • Telapak kaki sejajar dengan lutut. • Posisi tubuh sedikit condong ke depan. • Pegang pemukul dengan erat oleh kedua tangan dan berada di samping telinga kanan. • Pandangan lurus ke arah datangnya bola atau lemparan.

5. Teknik Berlari Setelah memukul bola, pemain harus segera berlari menuju bas. Lari menuju base dalam permainan rounders disesuaikan dengan situasi dalam permainan. Ada saat tertentu pelari harus lari secepat-cepatnya.

Yang perlu diperhatikan ketika berlari adalah: • Cara menuju tempat hinggap. • Pastikan keadaan tempat hinggap belum tersentuh lawan. Latihan berlari dalam permainan rounders dilakukan dengan: • Tingkatkan kecepatan lari dan daya tahan.

• Latihan lari secepat-cepatnya dari base satu ke base yang lain. • Latihan meningkatkan kekuatan otot perut, punggung, kaki, dan lengan. • Latihan berlari menuju tempat hinggap. • Latihan menghindar dari ketikan atau sentuhan bola lawan. Ukuran Lapangan Permainan Rounders Ukuran lapangan untuk bermai rounders adalah sebagai berikut: • Lapangan rounders berbentuk segi lima.

• Panjang sisi lapangan rounders 15 meter. • Terdiri dari lima base atau tiang hinggap yang berukuran 40 cm × 40 cm. • Tempat pelambung atau pitcher plate dengan ukuran 40 cm × 80 cm. Peraturan Permainan Rounders Yang membedakan permainan rounders dengan kasti atau bassball terletak pada aturan permainan rounders. Berikut peraturan-peraturan tersebut: 1. Aturan Tongkat Tongkat yang digunakan dalam permainan rounder terbuat dari bahan kayu berbentuk bulat dengan panjang tongkat kurang lebih 46 centimeter dan beratnya sekitar 70 gr hingga 85 gr.

2. Aturan Bola Bola permainan rounders berukuran kecil, beratnya sekitar 70 gram hingga 80 gram 3. Aturan Pemain Pemain dalam permainan rounders dibagi menjadi dua macam, yaitu regu pemukul dan regu lapangan.

Regu pemukul adalah regu yang mendapat giliran untuk memukul bola. • Memukul dimulai dari pemukul no 1, setelah pukulan baik atau betul pemukul harus lari menuju tempat hinggap atau base pertama. • Ganti giliran pemukul no 2, demikian untuk seterusnya. Regu lapangan bertugas mematikan regu pemukul secepat mungkin agar segera menggantikan menjadi regu pemukul. Regu lapangan dibagi menjadi: • Pelambung atau bowler.

• Penjaga home base atau catcher dan seorang pembantu. • Menjaga base atau baseman. • Penangkap bola atau penjaga lapangan lainnya. 4. Aturan Bola Mati Bola lemparan rounders dikatakan mati, jika: • Membawa bola dengan menginjak base atau membakar. • Mengetik, membawa bola kemudian menyentuhkannya pada pelari. 5. Aturan Memukul Aturan memukul dalam permainan rounders: • Setiap pemain memiliki hak memukul bola sebanyak tiga kali. Akan tetapi, jika pukulan pertama atau kedua sudah benar atau betul maka pemukul harus lari ke base dan seterusnya.

• Apabila pukulan ketiga tetap salah, maka pemukul harus memukul lagi hingga betul atau sama sekali tidak kena. • Apabila lambungan baik atau betul tidak dipukul, maka dinyatakan sudah memukul. 6. Aturan Lambungan Lambungan dalam permainan rounders dinyatakan betul jika bola jatuh tepat di atas home base dengan ketinggan antara lutut dan bahu si pemukul saat berdiri trgak.

7. Aturan Lari Aturan lari dalam permainan rounders: • Pelari harus lari di luar garis lapangan. • Tiap base atau tiang hinggap hanya boleh untuk berdiri satu pemain saja. • Pelari tidak boleh mendahuli pelari didepannya. • Pelari yang dinyatakan mati harus tetap menyelesaikan perjalanan menuju home base latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi dalam keadaan ini pemain dapat mati lagi.

8. Aturan Penjaga Tempat Hinggap Bertempat di semua base, diperbolehkan mengetik maupun membakar. 9. Aturan Nilai Aturan nilai dalam permainan rounders: • Pelari mendapat nilai 1 saat pukulannya betul kena sampai base pertama, dapat kembali ke tempat bebas, dan selama perjalanan tidak mati.

• Pelari mendapat tambahan nilai 1 saat pukulannya dapat melewati semua base yang dilaluinya sebelum mati. • Mendapat nilai 6 jika run di dalam permainan rounders.

• Pemain dikatakan mati, jika: Base yang dituju sudah di bakar (mati 1), Lari dalam lapangan (mati 1), Tidak menyetuh base yang dilalui (mati 1), Di tik sebelum hinggap (mati 1) dan Kayu untu memukul terlepas (mati 2).

10. Lama Permainan Lama permainan rounders tergantung inning, yaitu satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu lapangan. Itulah dasar-dasar dalam permainan rounders, kini saatnya bermain bersama teman-teman semua. Bolehlah permainan ini sekali-jadi kita coba mainkan untuk menggantikan permainan kasti.

ARTIKEL LAINNYA • 10+ Judul Game Dokter Gigi Android Untuk Anak-anak Terbaik • 15+ Game Sniper Terbaik Paling Seru Untuk Hp Android + Grafis Keren • 15 Cara Mempercepat Kinerja Laptop/Komputer Supaya Nggak Lemot • Lompat Jangkit: Pengertian, Sejarah, Teknik, Lapangan dan Peraturan LENGKAP • Pengertian OSI Layer Beserta Kegunaan dan Cara Kerja OSI Layer • Arti Syafakillah dan Syafakallah Serta Jawabannya • Pengertian Sistem Operasi Linux, Sejarah, Macam beserta Kelebihan dan Kekurangan Linux • 20 Game Strategi Android Terbaik Bertema Perang yang Wajib Kamu Mainkan Jenis rekorder, antara lain kleine sopranino, sopranino, soprano, alto, tenor, bass, gross bass, dan kontra bas.

Suara rekorder dapat memikat hati orang karena keindahan suaranya. Dalam mitos Yunani maupun cerita kuno Cina, di negeri Barat maupun Timur, terlihat hubungan yang erat antara manusia dan rekorder karena keistimewaan suaranya yang diciptakan dari napas manusia. Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas. Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati.

Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain. Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya.
Ada beraneka ragam jenis alat musik yang dapat kita temukan.

Namun, secara umum alat musik tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu jenis alat musik melodis, alat musik ritmis, dan alat musik harmonis. Pengelompokkan ini khususnya dilakukan berdasarkan fungsi dari alat musik tersebut dalam suatu iringan musik. Pada tulisan ini hanya akan dibahas mengenai alat musik melodis saja. Alat musik melodis adalah alat musik yang dapat membunyikan melodi dalam sebuah lantunan lagu namun pada umumnya tidak dapat memainkan kord sendirian.

Artinya, alat musik ini dapat menghasilkan nada atau notasi seperti Do, Re, Mi. .dst yang dapat melengkapi bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik ritmis dan harmonis. Alat musik melodis juga dapat diartikan sebagai alat musik yang mempunyai irama atau nada. Biasanya fungsi dari alat musik melodis ini adalah untuk mengatur nada dalam sebuah lagu atau musik.

Ada beberapa jenis alat musik melodis yang dapat kita temukan saat ini, mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. Beragam jenis alat musik tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan pada cara memainkannya. Berikut ini adalah pengelompokkan alat musik melodis berdasarkan cara memainkan alat musik melodis.

• Dipetik, contohnya seperti kecapi, mandolin, gitar, dan sasando. • Ditiup, contohnya seperti seruling, rekorder, dan pianika. • Ditekan, contohnya seperti akordion dan piano. • Digoyang, contohnya seperti angklung. • Digesek, contohnya seperti biola. • Dihisap, contohnya seperti harmonika.

Rekorder Alat musik ini dapat digunakan untuk memainkan melodi lagu. Praktik alat musik melodis dapat diartikan memainkan alat-alat musik dengan mengutamakan tinggi rendahnya nada dari melodi lagu. Salah satu alat musik melodis yang banyak digunakan adalah rekorder. Recorder adalah sebuah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tekanan dari udara yang kita tiup.

Bunyi-bunyi yang dihasilkan recorder bersifat melodis. Recorder memiliki banyak jenis, yaitu recorder Sopranino, recorder soprano, recorder alto, recorder tenor, recorder bass, dan recorder contra brass. Recorder yang umumnya kita gunakan di sekolah adalah recorder soprano.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Recorder terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu bagian kepala (head), bagian badan (body), dan bagian kaki (foot). Di bagian kepala terdapat mouthpiece (tempat kita meniup) dan lubang suara. Sementara itu, di bagian badan (body) terdapat lubang 1 s/d lubang 6 dan lubang oktaf / lubang 0 (ada di belakang recorder). Di bagian kaki (foot) terdapat lubang 7 dan lubang udara.

Posisi tangan kita saat memainkan recorder adalah tangan kanan di bagian bawah dan tangan kiri di bagian atas recorder. Nada-nada akan dihasilkan apabila kamu menutup lubang-lubang yag ada pada recorder. Sebelumnya Kita perlu tahu dulu di mana letak jari pada tiap-tiap nada (teknik fingering) Hal pertama yang harus kamu siapkan yaitu alat musik recorder.

Kemudian, ikuti petunjuk berikut. • Letakkan jari pada lubang recorder. • Pastikan lubang tertutup rapat, kemudian tiuplah recorder perlahan-lahan. Tiupan harus rata. Jika tiupannya terdengar melengking berarti lubang recorder belum tertutup rapat.

• Setelah kamu berhasil meniup recorder dengan bunyi yang rata, lakukan kegiatan berikut. Tangan kiri Ibu jari menutup lobang oktaf, jari telunjuk menutup lubang 1, jari tengah menutup lubang 2, dan jari manis menutup lubang 3. Tangan kanan Jari telunjuk menutup lubang 4, jari tengah menutup lubang 5, jari manis menutup lobang 6, dan jari kelingking menutup lubang 7.

Nah, sekarang mari kita praktikkan nada dengan posisi jari seperti di atas. Do/ 1 : tutup semua lubang pada recorder dengan sempurna Re/ 2 : buka lubang 7 Mi/3 : buka lubang 6 dan 7 Fa/ 4 : buka lubang 5, 6, dan 7 Sol/ 5 : buka lubang 4,5,6, dan 7 La/ 6 : buka lubang 3,4,5,6, dan 7 Si/ 7 : buka lubang 2,3,4,5,6, dan 7 Do tinggi /i : tutup hanya pada lubang 2 dan lubang oktaf/ lubang 0 (pada belakang recorder) Tangga nada merupakan kunci sebuah lagu.

Dalam sebuah lagu kita sering melihat tanda Do=C. Tanda tersebut mem punyai makna bahwa tangga nada yang digunakan lagu itu yaitu C mayor. Sekarang, coba praktikkan sebuah melodi meng gunakan alat musik recorder.

Kamu sudah dapat memainkan alat musik recorder. Sekarang, kita lanjutkan dengan menyiapkan permainan alat musik recorder untuk menyanyikan suatu lagu. Ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan dalam praktik bermain recorder. • Memilih lagu sesuai dengan jangkauan nada yang dimiliki recorder. latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi Menguasai nada dasar yang ada pada lagu yang dipilih.

• Mengetahui posisi jari terhadap nada-nada yang ada pada lagu.
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Modul rekoder latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi 1. Pengenalan Sejarah Rekoder Rekorder termasuk didalam keluarga instrumen yang dikenali sebagai ‘fipple flute’ yang membawa maksud alat tiupan yang mempunyai „fipple‟ atau aliran udara yang ditiup akan disekat dihujungnya (dikenali sebagai „blockflute‟ di Jerman).

Penyekatan dihujung alat tersebut akan mewujudkan satu lohong udara yang akan menyebabkan udara yang ditiup melaluinya akan keluar melalui lubang-lubang yang akan menghasilkan satu bunyi yang jelas dan tersendiri. Alat tiupan lain yang termasuk di dalam keluarga ini ialah „flageolet‟, „whistle‟ dan „three holed tabor pipe‟. Rajah 1.0 Rekoder Baroque Rekoder Diperingkat Awal Kewujudannya Instrumen berbentuk tiupan telah wujud sebenarnya sejak beribu-ribu tahun yang lalu.

Ini terbukti dengan terjumpanya alat tiupan yang diperbuat dari tulang kambing biri-biri dari Zaman Besi di England. Namun rupanya bukanlah seperti rekoder yang kita kenali sekarang iaitu yang mempunyai lapan lubang (tujuh didepan dan satu dibelakang). Tarikh kewujudan rekorder yang sebenarnya di Eropah telah menjadi suatu perdebatan akademik yang hangat.

Kemungkinan besar ianya wujud di zaman mediaeval iaitu sekitar enam hingga tujuh ratus tahun yang lalu namun ia bukan ketentuan yang khusus. Kebanyakan 1 • 2. apa yang dipanggil „recorder‟ yang dilihat pada lukisan-lukisan yang lama tidak menggambarkan ianya dalam ertikata yang sebenar. Ianya tidak seratus peratus jelas walaupun instrumen asal yang paling popular yang ditemui di Dordrecht, Belanda pada tahun 1940. Rekoder Dordrecht itu dipercayai bertarikh awal kurun ke15 kerana rumah di mana tempat ia ditemui telah terbengkalai pada tahun 1418.

Walaubagaimanapun, dengan ketiadaan bahan lain untuk menjadi rujukan dan perbandingan, adalah mustahil untuk menyatakan yang ianya mewakili pelbagai instrumen yang dibuat pada zaman itu. Sudah tentu ini adalah sesuatu yang tidak menyeronokkan bagi pengkaji muzik zaman medieval walaupun beberapa percubaan telah dibuat bagi membuat „salinan‟ atau contoh apa yang dipanggil „mediaeval recorders‟.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Tiada satu pun instrumen ini yang benar-benar jelas dan tulin dan tidak ada satu bukti kukuh tentang bagaimana bunyi sebenarnya „mediaevar recorders‟. Yang terbaik yang boleh dinyatakan ialah, ianya mungkin satu instrumen mudah yang mempunyai ton yang jelas dan bidang not yang kecil.

Bukti kewujudan paling kukuh yang boleh digunapakai ialah „Renaissance Recorders‟ bertarikh penghujung zaman Renaissance di kurun ke 16. Rekoder Renaissance agak berlainan dari mereka yang telah biasa dengan instrumen Baroque yang lebih halus dan lembut bunyinya.

Instrumen Renaissance berbunyi lebih garau, kuat dan kasar terutama yang bernada rendah dan bunyinya lebih „asli‟ dari bunyi Baroque. Ianya mempunyai bidang (range) sekitar satu oktaf bebanding sedikit lebih dua oktaf bagi Baroque. Namun ianya bukanlah satu 2 • 3.

masalah kerana muzik zaman Renaissance yang ditulis untuk instrumen ini tidak memerlukan bidang yang luas. Rekoder Renaissance mempunyai lubang jari yang lebih besar dan dikatakan berbentuk selinder walaupun sebenarnya ia agak mengecil dihujungnya. Mempunyai rekabentuk yang lebih mudah tanpa ukiran hiasan.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Instrumen yang asal diperbuat secara terus sebatang namun yang ada sekarang boleh dilerai bagi tujuan kemudahan menyimpan, membawa dan menjaga kebersihannya. Tidak ada juga peraturan yang khusus tentang kedudukan tangan dan penjariannya. Tangan yang mana harus di bawah atau tangan yang mana di atas.

Rekoder Baroque adalah yang selalu diguna. Pada kurun ke 17 ia melalui proses transisi dimana lubangnya lebih kemas dengan bentuk seperti kon yang kecil dibawah dan semakin besar ke atas. Pembuatannya semakin diimprovisasi dengan bidang notasi dan „range‟nya semakin dilebarkan, bunyi yang halus dan sempurna serta lebih fleksibel untuk dimainkan secara solo.

Rekoder juga telah mula digunakan dalam muzik orkestra pada masa itu. Diawal kurun ke 18, flut traverso mula menjadi lebih popular. Kekurangan yang paling ketara pada rekoder ialah ia adalah instrumen yang „lembut‟ (berbunyi agak perlahan) berbanding flut traverso yang lebih kuat bunyinya dan lebih luas rangenya menjadikannya lebih sesuai untuk dimainkan dalam orkestra.

Rekoder semakin kurang dimainkan sehingga ia hampir pupus. Pada kurun ke 19 ia dimainkan semula tetapi lebih kepada penghayatan sejarah muzik. Seni 3 • 4. membuat rekoder juga telah semakin hilang. Rekoder yang ada sekarang dari jenis „Moeck Rottenburgh‟ dan „Mollenhauer Denner‟.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Namun kini rekoder telah kembali popular mengalahkan zaman kemunculannya dulu. Jutaan alat ini telah dihasilkan setiap tahun secara komersial. Ia digunakan dengan meluasnya dikalangan mereka yang ingin belajar tentang instrumen muzik diperingkat asas. Disamping lebih mudah ianya juga lebih murah justru membuka ruang baru dalam penggunaan instrumen ini sekarang. Rajah 1.1 – Jenis-jenis rekoder 4 • 5. Rajah 1.2 – Bahagian-bahagian rekoder 5 • 6. Objektif. Modul ini adalah di lihat bertujuan untuk guru-guru serta murid-murid yang mengikuti pengajaran muzik di sekolah.

Disamping itu juga ianya boleh digunakan bagi mereka yang berminat dalam permainan rekoder. Berselaras dengan kurikulum Pendidikan Muzik sekolah rendah yang disemak semulamodul ini menyediakan pelbagai bahan yang dapat membantu dalam pelajaran rekoder. Dalam usaha untuk mengoptimumkan keperluan perlaksanaan kurikulum Pendidikan Muzik di bilik darjah, Adalah diharapkan agar guru-guru dapat mengaplikasikan modul ini dan dapat menambah serba sedikit idea-idea dalam menjayakan pengajaran rekoder.

Pengajaran rekoder yang digunakan dalam modul ini ditujukan khas kepada murid-murid tahap 2 dan program yang digunakan adalah memadai untuk mendedahkan mereka kepada permainan rekoder. Aktiviti yang menggembirakan disamping kaedah tunjuk cara yang menarik memberi pengalaman serta ilmu pengetahuan yang asas tentang permainan rekoder serta persembahan yang menarik.

6 • 7. UNIT 1 Unsur-unsur muzik. 1. Ton : 1.1. Pic 1.2. Intensiti 1.3. Kualiti 2. Elemen-elemen Masa (faktornya): 2.1. Tempo 2.2. Detik 2.3. Irama 2.4. Tandamasa 3. Irama 3.1. Tekanan 3.2. Meter 4. Melodi Satu siri ton yang berturutanbiasanya dengan pic dan jangka masa yang berbeza-beza.

Ciri-ciri :i) Irama ii) Dimensi a. Panjang pedek b. Renj (Jarak antara not yang tinggi dan yang rendah sekali 7 • 8. iii) Register (tingkat nada) iv) Arah Melodi bergerak dalam dua arah i) ii) v) menaik menurun Progression (pergerakan) I) Melodi yang bergerak bertingkat (bertangga) II) Melodi yang bergerak secara lompatan 5. Harmoni / Tonaliti Harmoni ialah elemen muzik yang berasaskan daripada gabungan ton-ton dengan serentak.

- Melodi adalah konsep mendatar. - Harmoni adalah konsep menegak. - Kod adalah satu kumpulan yang mengandungi 3 atau lebih not yang dimainkan serentak. Terdiri daripada not toniksubdominant dan dominant. 6. Tekstur 6.1. Monofoni – melodi tanpa iringan. 6.2. Homofoni – melodi diiringi dengan kod. 6.3. Polifoni – dua atau lebih melodi digabungkan. 8 • 9. UNIT 2 POSTUR BADAN 2.1– Pengenalan Kedudukan badan adalah penting untuk menghasilkan nyanyian yang bermutu. Postur yang baik akan membantu pernafasan dan penghasilan ton semasa meniup rekoder.

2.2 Postur Berdiri Secara konvensionalnya, perkara-perkara yang perlu diberi perhatian ketika bermain rekoder dalam keadaan berdiri adalah seperti berikut: Kaki - berdiri tegak dengan keadaan kaki direnggang sedikit. Lutut - dilonggarkan (rileks), tidak kaku. Badan - belakang badan serta kepala dalam keadaan lurus. Dada - dinaikkan. Bahu latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi ditarikkan ke belakang sedikit.

Dagu - selari dengan lantai.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Tangan – memegang rekoder dengan sudut 45 darjah kecondongan dari badan. 9 • 10. 2.3 Postur Duduk Secara konvensionalnya, perkara-perkara yang perlu diberi perhatian ketika menyanyi dalam keadaan duduk adalah seperti berikut: Bahagian badan hingga kepala - keadaannya sama seperti postur berdiri. Belakang badan - tidak bersandar.

Punggung - terletak di tengah kerusi. Kaki - diletak di atas lantai dengan satu kaki ke hadapan sedikit. Tangan – memegang rekoder dengan sudut 45 darjah kecondongan dari badan. Rajah 1.3 – Pandangan sisi Rajah 1.4 – Pandangan hadapan 10 • 11. BAB 3 PERNAFASAN Dengan pengurusan pernafasan yang baik, seseorang dapat menghasilkan ton yang berkualiti, bunyi yang jelas nada dan pic yang tepat. Disamping itu murid dapat memainkan frasa yang panjang dengan selesa.Proses pernafasan melibatkan pengembangan pada rangka rusuk, abdomen dan diafragma.

Kemahiran mengawal pernafasan boleh dibina melalui latihan. Latihan pernafasan perlu dijalankan semasa aktiviti warm-up atau latihan persediaan. Terdapat banyak latihan pernafasan yang boleh dijalankan.

Antaranya adalah seperti berikut:- 3.1- Menghembus dan menarik nafas Hembuskan semua udara dari paru-paru sehingga anda terasa anda diperlukan udara. Kemudian tarik nafas secara perlahan dan tenang. 3.2- Bernafas secara cepat Biasanya apabila kita terkejut, kita akan menarik nafas dengan cepat.

Ulang perbuatan seperti ini beberapa kali. 3.3- Pernafasan staccato Latihan ini dilakukan dengan sebutan “tut” secara berulang-ulang sehingga murid dapat merasakan otot-otot di bahagian perut terlibat dalam proses pernafasan. Latihan ini boleh menguatkan otot-otot tersebut untuk membantu mengawal pernafasan. 11 • 12. 3.4- Hiss/Hoo Sambil menarik nafas secara perlahan, angkat kedua-dua tangan ke atas secara perlahan dan hembuskan nafas latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi bunyi “hiss”.

Contoh latihan: tut tut tut tut Rajah 1.5 Rajah 1.6 Rajah 1.7 12 tu---t • 13. UNIT 4 TEKNIK PENJARIAN Rajah 1.8 – Sistem nombor Rajah 1.9 – Kedudukan jari Sistem Nombor Penjarian Rekoder 4.1 - Tangan Kiri - Ibu jari bernombor 0 menutup lubang di bahagian belakang rekoder. - Jari telunjuk bernombor 1 menutup lubang rekoder pertama. - Jari hantu bernombor 2 menutup lubang rekoder kedua.

- Jari manis bernombor 3 menutup lubang rekoder ketiga. 4.2 - Tangan Kanan - Jari telunjuk bernombor 4 menutup lubang rekoder keempat. - Jari hantu bernombor 5 menutup lubang rekoder kelima.

- Jari manis bernombor 6 menutup lubang rekoder keenam. - Jari kelingking bernombor 7 menutup lubang rekoder ketujuh. - Pada lubang rekoder bernombor 6 dan 7, terdapat dua lubang kecil. - Lubang-lubang kecil tersebut adalah untuk menghasilkan bunyi syap dan flet. 13 • 14. UNIT 5 Not-Not Dan Penjarian. 5.0.1 – Not B Not B pada baluk Not B pada kibod Rajah 2.0 – Kedudukan not pada Kibod dan penjarian.

Latihan 1.1 Latihan 1.2 14 • 15. 5.0.2 – Not A Not A pada baluk Not A pada kibod Rajah 2.1 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 1.3 Latihan 1.4 15 • 16. 5.0.3 – Not Latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi Not G pada baluk Not G pada kibod Rajah 2.2 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 1.5 Latihan 1.6 16 • 17.

5.0.4 – Latihan not B,A dan G. Praktis 1.1 Praktis 1.2 17 • 18. 5.0.5 – Not F. Not F pada baluk Not F pada kibod Rajah 2.3 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 1.7 Latihan 1.8 18 • 19. 5.0.6 – Not E. Not E pada baluk Not E pada kibod Rajah 2.4 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 1.9 Latihan 2.0 19 • 20. 5.0.7 – Not D. Not D pada baluk Not D pada kibod Rajah 2.5 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian.

Latihan 2.1 Latihan 2.2 20 • 21. 5.0.8 – Not C. Not C pada baluk Not C pada kibod Rajah 2.6 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 2.3 Latihan 2.4 21 • 22. 5.0.9 – Latihan not F,E,D dan C Praktis 1.3 Praktis 1.4 Praktis 1.5 22 • 23. 5.1.0 – Latihan not B,A,G,F,E,D dan C. Praktis 1.6 Praktis 1.7 Praktis 1.8 23 • 24. 5.1.1 – Not C’. Not C’ pada baluk Not C’ pada kibod Rajah 2.7 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian.

Latihan 2.5 Latihan 2.6 24 • 25. 5.1.2 – Not D’. Not D’ pada baluk Not D’ pada kibod Rajah 2.8 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 2.5 Latihan 2.6 25 • 26.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

5.1.3 – Not D#’. Not D#’ pada baluk Not D#’ pada kibod Rajah 2.9 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 2.7 26 • 27. 5.1.4 – Not E’. Not E’ pada baluk Not E’ pada kibod Rajah 3.0 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 2.8 Latihan 2.9 27 • 28. 5.1.5 – Not F’. Not F’ pada baluk Not F’ pada kibod Rajah 3.1 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 3.0 Latihan 3.1 28 • 29. 5.1.6 – Not Bb’. Not Bb’ pada baluk Not Bb’ pada kibod Rajah 3.2 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian.

Latihan 3.2 Latihan 3.3 29 • 30. 5.1.7 – Not G’. Not G’ pada baluk Not G’ pada kibod Rajah 3.3– Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 3.4 30 • 31. 5.1.8 – Not F#. Not F# pada baluk Not F# pada kibod Rajah 3.4 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 3.5 31 • 32.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

5.1.9– Not C#. Not C#’ pada baluk Not C#’ pada kibod Rajah 3.5 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian. Latihan 3.6 32 • 33. 5.2.0 – Not F#’. Not F#’ pada baluk Not F#’ pada kibod Latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi 3.6 – Kedudukan not pada kibod dan penjarian.

Latihan 3.7 33 • 34. UNIT 6 Skel Berasal dari perkataan Latin iaitu SCALA Bermaksud tangga. Sesebuah lagu mesti berasaskan kepada sesuatu skel atau lebih. Ia juga dikenali sebagai tangganada JENIS SKEL Skel atau tangganada terbahagi kepada kepada tiga: - Natural - Major - Minor TANGGA NADA NATURAL Tangganada Natural terdiri dari 8 not muzik Tidak mempunyai sebarang tanda # ( syap ) dan b ( flet ) Tangganada natural tidak sempurna Jeda 1 hingga 8 mempunyai 12 semitone TANGGA NADA MAJOR Tangganada Jeda major mengandungi tanda syap ( # ) dan flet ( b) dalam tangganada major adalah sama untuk semua nada major Dalam tangganada C major sahaja yang tidak mempunyai sebarang 34 • 35.

Tanda sharp (#) dan flet (b) TANGGA NADA MINOR Tangganada minor terbentuk dari 8 not. Terbina dari relatif majornya.  Untuk dapatkan minor gerakkan ke depan Sebanyak 6 pergerakkan akan mendapat minor Formula skel minor, not ke tujuh akan di syap kan ( # ) Manakala flet (b) jadi natural 35 • 36. 6.0.1 – Skel C Major menaik.

Skel 1.0 6.0.2 – Skel C Major menurun. Skel 1.2 6.0.3 – Latihan lagu-lagu dalam C Major. BUNGA API Moderato Nerwandy Lagu 1.0 36 • 37. Lagu 1.1. Lagu 1.2 37 • 38. 6.0.4 – Skel F Major menaik. Skel 1.3 6.0.5 – Skel F Major menurun. Skel latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi 6.0.6 – Latihan lagu F Major. Lagu 1.3 38 • 39. 6.0.7 – Skel G Major Menaik. Skel 1.5 6.0.8 – Skel G Major Menurun. Skel 1.6 6.0.9 – Skel D Major Menaik.

Skel 1.7 6.1.0 – Skel D Major Menurun. Skel 1.8 39 • 40. 6.1.1- Latihan skel tambahan. Skel 1.9 Skel 2.0 Skel 2.1 Skel 2.3 Skel 2.4 Skel 2.5 40 • 41. 6.1.2 – Ske-skel minor. E minor D minor Skel 2.5 Skel 2.6 6.1.3 – Latihan lagu-lagu Minor. Lagu 1.4 41 • 42. Lagu 1.5 Lagu 1.6 42 • 43. Lagu 1.7 43 • 44. UNIT 7 EKSPRESI Ekspresi adalah berkaitan dengan pernyataan perasaan dan fikiran yang ditonjolkan oleh sesebuah lagu atau karya muzik.

Pernyataan perasaan dan fikiran ini dapat disampaikan melalui mud dan dinamik apabila muzik diperdengarkan. 7.1- Mud Mud membentuk sifat atau suasana sesebuah karya muzik. Ia selalu dilahirkan dalam bentuk perasaan ketika karya muzik dipersembahkan. Mud lazimnya dinyatakan sebagai riang, sedih, bersemangat dan sebagainya. 7.2- Dinamik Dinamik adalah berkaitan dengan sifat kuat atau lembut bunyi muzik yang dihasilkan. Dalam skor Iagu, dinamik dinyatakan dalam bentuk tanda isyarat dan istilah seperti beransur lembut dan beransur kuat Lembut Kuat Rajah 3.7– Contoh lagu 44 • 45.

7.3 – Latihan Ekspresi Dan Dinamik. Lagu 1.8 Lagu 1.9 45 • 46. Lagu 2.0 Lagu 2.1 46 • 47. Lagu 2.2 Lagu 2.3 47 • 48. Lagu 2.4 Lagu 2.5 48 • 49. UNIT 8 Harmoni. Harmoni boleh juga dimainkan dengan menggunakan rekoder dimana rekoder soprano dibahagikan kepada dua bahagian seperti :- a) Soprano 1 b) Soprano 2 Untuk memainkan bahagian soprano 1 dan soprano 2beberapa siri latihan diperlukan .

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

Bermula dengan lagu 4 bar dan seterusnya ketahap yang lebih tinggi. Rajah 3.8 – Harmoni rekoder 49 • 50. 8.1 – Latihan Harmoni. Harmoni -1.2 Harmoni -1.3 Harmoni -1.4. 50 • 51. 8.2 – Lagu-lagu harmoni. Lagu 2.6 51 • 52.

latihan awal dalam permainan recorder dimulai dengan membunyikan bunyi

52 • 53. Kesimpulan. Pendidikan muzik bertujuan melahirkan murid yang mempunyai pengetahuan dan kefahaman yang asas tentang muzikmempunyai kemahiran minimum dalam penghasilan muzikberpotensi dalam aspek kreativiti dan inovasidapat menghargai dan menikmati estetika muzik dan dapat mengamalkan nilai murni. Oleh kerana muzik merupakan medium bagi meluahkan perasaanfikiran dan imiginasimata pelajaran ini sangat berperanandalam usaha membina kreativiti murid. Kearah itumodul ini adalah sangat sesuat bagi semua peringkat usia dalam bersama memartabatkan permainan rekoder sebagai pengisian.

Oleh yang demikian usaha hendaklah ditumpukan ke arah memberi peluang murid melibatkan diri dalam aktiviti – aktiviti permainan rekoder ensemble. Murid melibatkan diri dengan cara mendengarmelihatmemerhati dan sebagainya. Dengan terhasilnya modul iniadalah diharapkan ia dapat memberi manfaat kepada kita semua. 53 • 54. BIBLIOGRAFI Montagu, J. (1976). The World of Medieval & Renaissance Musical Instruments. Ure Smith: Sydney. Rowland-Jones, A. (1994). Renaissance recorders - The pictorial evidence.

The Recorder Magazine, September: 75-78. Weber, R. (1976). Recorder finds from the Middle Ages, and results of their reconstruction. Galpin Society Journal 24: 35-41. 54Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas. Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam air hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati. Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain.

Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya.

Mengenal Alat Musik Rekorder - Cara Memainkan Rekorder - Bermain Musik




2022 www.videocon.com