Gunardi joko lupito

gunardi joko lupito

God always brings happiness to all people. If you feel sad, angry, lonely, depleted, dispirited, they are not from God. They are the alarm that you gunardi joko lupito him. What you need to do is to let Him help you with the lofty grace. To receive them is to surrender. Be open and don't let your bad emotions block them. See the blessings come upon you like the dewfall. Hope is a good information that you release to the universe.

It is like a resonance to the universe and lets it help to echo and to bring the dream comes true. Hope is from God and He will give all gunardi joko lupito dream of. Just like Jesus said, "Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you.​ (Matthew 7:7) Kepemimpinan Bagaikan Angin Andy Gunardi Abstrak Kepemimpinan selalu diperlukan di dalam organisasi baik itu formal maupun informal.

Dalam tulisan tulisan mengenai kepemimpinan dikatakan bahwa kepemimpinan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah organisasi. Negara adalah organisasi yang dipimpin oleh pemerintah dan diketuai oleh Presiden.

Presiden adalah figur pemimpin yang diharapkan memberi perubahan menuju ke yang lebih baik bagi masyarakat. Tulisan ini membahas mengenai gunardi joko lupito pemimpin Indonesia di tahun 2019 dengan menggunakan analisa dari teori teori mengenai kepemimpinan dan analogi kepemimpinan yang mengikuti sifat dari angin.

Latar Belakang Di dalam masyarakat sosial, peranan kepemimpinan tidak pernah dihilangkan, melainkan selalu menjadi penting. Faktor perubahan dan keberhasilan kerap dikaitkan dengan peran pemimpin di dalam masyarakat atau kelompok sosial. Figur dan model kepemimpinan kerap menentukan faktor keberhasilan dan kegagalan organisasi. Indonesia pada masa masa ini sedang mencari figur pemimpin. Tahun 2019 adalah tahun pemilihan pemimpin bangsa, demikian juga pada tahun 2018 ini disebut sebagai tahun politik.

Disebut sebagai tahun politik karena tahun ini adalah tahun di mana terjadi negoisasi dan kampanye untuk memenangkan calon yang diusung oleh partai partai politik. Pertanyaan yang mendasar adalah siapakah yang akan menjadi pemimpin di tahun 2019 yang akan datang?

Dua calon yang diusung sebagai calon pemimpin di tahun depan adalah Pak Joko Widodo dan Pak Gunardi joko lupito. Pak Joko Widodo dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Pada masa kepemimpinannya sebagai walikota kota Solo, sebagai gubernur DKI dan sebagai Presiden Republik Indonesia, ia selalu melakukan ‘blusukan’, yaitu kunjungan dan mendengarkan serta memperhatikan kondisi rakyat ‘kecil’ atau miskin.

Pak Prabowo dalam masa kampanyenya menampilkan figur sebagai ksatria dengan menampilkan diri sebagai ksatria berkuda. Berbicara dengan intonasi yang tegas dan posisi sikap berdiri yang menampikan kesan figur kepemimpinan yang dapat mengambil keputusan langsung dan cepat. Berdasarkan situasi di atas penulis ingin mencari dan memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang yaitu di tahun 2019 dengan menganalogikan model kepemimpinan yang bagi penulis tepat dengan situasi yang ada di Indonesia, yaitu kepemimpinan seperti angin.

Angin memiliki sifat dan karakteristik memberikan dirinya bagi yang membutuhkan. Model dan peran pemimpin Di dalam setiap organisasi, selalu ada pemimpin. Pemimpin memiliki peran melakukan perubahan dan perkembangan ke arah yang lebih baik (Judge, 2004).

Melalui perubahan ini organisasi dapat berjalan sesuai dengan harapan dari organisasi ketika organisasi itu didirikan. Seorang pemimpin melakukan intervensi terhadap organisasi dengan diberi otoritas untuk memaksa orang orang yang ada dibawahnya agar tujuan organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan (Attah, 2017).

Dalam melaksanakan sebagai tugas memimpin, pemimpin memiliki model kepemimpinan tertentu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Suryani, van de Vijver, Poortinga, & Setiadi, (2012) model kepemimpinan di Indonesia mengandung dua unsur, yaitu adanya transformasi dan yang kedua adalah adanya satu figur tertentu, yaitu yang berperan sebagai Bapak dibandingkan dengan kepemimpinan dalam bentuk tim kerja.

Dalam konsep ini pemimpin memberikan gunardi joko lupito dan keterlibatan kepada mereka yang dipimpinnya menuju kebaikan. Pada saat pemimpin bersikap kurang peduli dan bersikap negatif terhadap mereka yang ada dibawahnya akan timbul rasa tidak suka dan ada tendensi mengalami stress dan relasi yang buruk. Pemimpin perlu membawa orang menuju pada transformasi diri, yaitu membawa perubahan yang dalam, dari merasa tertindas menjadi terbebas dan merasakan dikasihi (Rambo & Bauman, 2012).

Kepemimpinan memberikan dampak penyadaran dan perubahan yang memberikan rasa kebahagiaan bagi mereka yang dipimpinnya karena memberikan rasa manfaat. Seorang pemimpin melakukan intervensi dan menjalankan kepemimpinannya dalam organisasi sehingga hasil yang dikeluarkan adalah adanya efektifitas dalam produksi dan sesuai dengan apa yang diharapkan ( Attah, 2017). Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan, seorang pemimpin membutuhkan inovasi dalam melakukan perubahan yang ada di dalam organisasi.

Melalui inovasi ini pemimpin mencoba untuk mengkombinasikan antara budaya, kepercayaan dan visi organisasi melalui perubahan yang disebut sebagai inovasi (Hao & Yazdanifard, 2015). Kepemimpinan di Indonesia Berdasarkan analisa tulisan tulisan di atas dapat dikatakan bahwa pemimpin di Indonesia yang dibutuhkan adalah seorang Bapak (figure tertentu) yang memperhatikan orang orang yang ada dibawahnya dan memberikan perubahan yang baik atau transformasi yang memberikan unsur kebaikan bagi mereka yang dipimpinnya.

Pemimpin dalam bertindak melakukan intervensi, dengan inovasi untuk mencapai tujuan secara efektif. Kepemimpinan yang demikian saya analogikan sebagai angin. Angin terjadi karena adanya perubahan dan perbedaan tekanan udara di bumi, serta adanya pergerakan bumi.

Angin bergerak dari tekanan udara yang tinggi ke rendah. Udara panas membuat tekanan udara menjadi rendah, sedangkan udara dingin membuat tekanan udara tinggi. Hal yang sangat jelas melukiskan teori ini dapat dilihat melalui arah angin; pada siang hari angin bergerak dari laut yang lebih dingin menuju ke daratan yang lebih panas.

Sedangkan di malam hari angin bertiup dari darat yang lebih dingin ke laut yang lebih panas. Berdasarkan sifat ini angin bergerak berdasarkan tekanan yang lebih tinggi ke rendah. Seorang pemimpin dengan menggunakan semangat bergerak dari tinggi ke rendah berdasarkan sifat angin ini adalah pemimpin yang mau menuju ke yang lebih rendah dengan menggunakan sumber sumber yang lebih tinggi.

Ia mau turun ke orang orang yang kecil dan membutuhkan dan menggunakan bantuan mereka yang lebih mampu. Sifat angin juga memiliki sifat mengisi ke ruangan yang kosong. Ia datang dan menghampiri mereka yang membutuhkan perhatian yang lebih. Angin bergerak juga berdasarkan pergerakan bumi yang berputar. Seorang pempimpin selalu bergerak berdasarkan adanya perubahan yang terjadi di lingkungannya. Perubahan itu atau pergerakan angin disesuikan dengan pergerakan yang ada.

Sambil berlaku pula hukum di mana angin mengalir dari tekanan tinggi ke rendah. Yang dimaksud dalam hal ini adalah kendati bumi berputar dan mengakibatkan adanya pergerakan angin searah jarum jam, namun ketika terjadi pemanasan di satu tempat, maka angin bisa bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Berdasarkan sifat ini angin memiliki prioritas dalam perubahan, yaitu bergerak ke tempat di mana ia dibutuhkan dibandingkan dengan perubahan yang terjadi gunardi joko lupito factor lain. Angin memberikan kesejukan dan kesegaran bagi mereka yang sedang kepanasan.

Seorang pemimpin memberikan bantuan bagi mereka yang dipimpinnya dengan melakukan intervensi yang disebut gerakan inovatif untuk pengembangan mereka yang dipimpinnya dalam hal ini secara umum adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Berdasarkan analogi ini, penulis melihat prospek kepemimpinan Indonesia. Kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang mau peduli kepada kepentingan yang dibutuhkan oleh bangsa.

Pergerakan pemimpin yang akan memenangkan pemilihan mendatang adalah yang dapat menjawab kebutuhan itu. Pertanyaannya adalah apakah yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini? Berdasarkan penelitian, model kepemimpinan yang cocok di Indonesia adalah sesuai dengan konsep bapakisme.

Kepemimpinan yang memiliki figur Bapak yang baik dan memperhatikan mereka yang mengalami kekurangan dan memberikan apa yang dibutuhkan, serta memberikan perubahan yang dapat dirasakan manfaatnya. Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang peduli kepada kelompok masyarakat, yang berkaitan dengan keagamaan dan kepedulian kepada mereka yang miskin dan kurang diperhatikan, seperti pembangunan di daerah daerah.

gunardi joko lupito

Hal ini dapat dilihat melalui fenomena pemilihan gubernur Basuki Tjahja Purnama. Ia adalah figure pemimpin yang mempedulikan orang miskin, namun kurang memperhatikan kepentingan agama, sehingga ia terbentur oleh kepentingan agama ini. Jika dibandingkan antara dua calon pemimpin yang ada, figur yang tepat dan sesuai dengan teori ini adalah figur kepemimpinan Joko Widodo. Ia adalah figur yang sesuai dengan sifat angin yang digambarkan di atas. Ia memiliki citra kepedulian kepada warga miskin dan memiliki wakil yang berasal dari ulama, yang merupakan peneguhan bagi masyarakat mayoritas.

Pak Joko Widodo memenuhi kriteria dari kepemimpinan model angin ini. Pergerakan yang dilakukan selama ini sesuai dengan hukum angin dan spirit dari angin itu sendiri. Ia memberikan kesejukan di mana terjadi perselisihan dan memberikan bantuan di saat ada bencana serta kemiskinan.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini memiliki batasan, yaitu penganalisaan berdasarkan teori teori yang ada. Kondisi di lapangan bisa terjadi bias, karena pemilihan kepemimpinan di Indonesia adalah syarat gunardi joko lupito perpolitikan.

Politik bisa membuat sesuatu yang seharusnya A, menjadi B dengan menggunakan strategi dan pengalihan isu serta berita berita yang membawa kebencian serta palsu.

Penulis melihat bahwa dalam kepemimpinan saat ini pemerintah menyadari bahaya yang terjadi melalui pemberitaan media yang tidak benar, oleh karena itu dibuat aturan yang mengikat sehingga pemberitaan pemberitaan yang tidak benar dapat ditindak secara hukum. Semoga apa yang ditulis dapat memberikan prediksi yang tepat dan sekaligus memberikan model kepemimpinan yang berdasarkan hokum pergerakan angin, yang dipercaya akan membawa perubahan yang berarti bagi siapa pun yang menjalankannya.

Daftar Pustaka Emmanuel Y. Attah, V. A. O. & S. I. (2017). Effective Leadership and Change Management for Sustainable Development in Nigeria. International Journal of Public Administration and Management Research, 4(2), 37–42. Hao, M. J., & Yazdanifard, R. (2015). How Effective Leadership can Facilitate Change in Organizations through Improvement and Innovation.

In Global Journalist Inc. (USA). Judge, J. E. (2004). Personality and Transformational and Transactional Leadership. Journal of Applied Psychology, 901–910. Rambo, L. R., & Bauman, S. C. (2012). Psychology of Conversion and Spiritual Transformation.

Pastoral Psychology. https://doi.org/10.1007/s11089-011-0364-5 Suryani, A. O., van de Vijver, F. J. R., Poortinga, Y. H., & Setiadi, B. N. (2012). Indonesian leadership styles: A mixed-methods approach.

Asian Journal of Social Psychology, 15(4), 290–303. https://doi.org/10.1111/j.1467-839X.2012.01384.x Gunardi joko lupito Belakang Setiap negara memiliki keinginan untuk mensejahterakan bangsanya. Kebijakan yang dibuat oleh sebuah negara perlu untuk mendukung kemajuan dan perkembangan ekonomi rakyatnya. Untuk itu belbagai hal dicoba dan diterapkan.

Bagi negara berkembang yang melihat posisinya di antara negara negara maju ada keinginan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengundang peranan perusahaan perusahaan yang ada di negara maju untuk melakukan kegiatan ekonomi di negaranya. Dengan demikian muncullah masalah baru yaitu adanya ekspoitasi kekayaan negara berkembang di bawa ke negara maju yang mengakibatkan jenjang kaya dan miskin semakin besar, khususnya di antara negara negara dunia dan umumnya juga terjadi di negara yang bersangkutan.

Penggajian dengan harga yang murah dan perhatian pada karyawan yang dipekerjakan menjadi minim. Terlebih dengan adanya kekayaan alam yang diambil menimbulkan masalah baru yaitu ekologi (terkait dengan limbah dan sumber daya alam yang diambil namun tidak diperbarui. Globalisasi. Para kaum neoliberalisme ekonomi menginginkan terjadi pasar bebas yang membuka pada persaingan bebas. Maksud dari pasar bebas ini adalah orang boleh melakukan perdangangan bebas antara negara satu dengan negara yang lain.

Tujuan terjadinya pasar bebas ini adalah untuk memicu dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga penyetaraan tingkat hidup ekonomi di dunia. Pertanyaan yang muncul dari kegiatan ini adalah apakah globalisasi ini efektif gunardi joko lupito berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan?

Berikut adalah dampak dampak negative yang terjadi pasar bebas: • Kekuasaan negara menjadi berkurang karena sistem pasar bebas ini.

Negara tidak bisa mengontrol penuh apa yang gunardi joko lupito di dalam perusahaan perusahaan multi nasional atau internasional. Negara terikat oleh hokum pasar internasional. Akibatnya adalah kendali atas ekonomi terjadi di tingkat para pengusaha dan bukan oleh negara yang menginginkanperwujudan keadilan social. • Globalisasi berharap adanya indepedensi global yaitu negara negara secara bersama meningkatkan ekonomi yang didukung oleh kemajuan tehnologi baru.

Dengan demikian negara negara yang ada dapat semakin maju. Dalam perekonomian komparatif terjadi hubungan yang saling menguntungkan, misalnya Portugi adalah penghasil anggur sedangkan Inggris adalah penghasil pakaian.

Kerjasama keduanya saling meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi. Namun dalam realitas tidak terjadi. Pengusaha masih kuatir menanamkan modalnya di negara asing, karena merasa tidak ada jaminan mengenai politik di negara itu.

Yang terjadi adalah pengusaha membuka perusahaan di negara berkembang dan mencari keuntungan dari tenaga kerja yang murah dan sumber daya alam yang bisa diambil. Peranan tanggung jawab social perusahaan rendah. • Globalisasi berusaha untuk mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan kemampuan poroduksi. Hal ini bisa jadi membuka perusahaan di mana tenaga kerja lebih murah atau menggunakan tehnologi menggantikan pekerja manusia.

Akibat dari kegiatan ini adalah banyaknya orang tidak memiliki pekerjaan. karena tingkat pengangguran bertambah masalah lain yang muncul adalah kemampuan membeli semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan produksi semakin berkurang. Atau juga karena kelebihan produksi harga menjadi turun dan kemampuan bersaing menjadi rendah. Dalam hal ini akan menimbulkan krisis ekonomi.

gunardi joko lupito

• Globalisasi menimbulkan persaingan antar negara seperti yang ada dalam perdagangan. Konflik internasional juga dapat terjadi karena kebijakan politik suatu negara tidak bisa membendung perdagangan internasional.

Masalah yang dapat diangkat adalah adanya perdagangan obat obat terlarang, seperti narkotika; kekuasaan negara untuk mengontrol perdagangan menjadi berkurang; persaingan global membuat negara sulit mewujudkan keadilan social rakyatnya • Masalah baru muncul terkait dengan ekologi.

Globalisasi membawa perdangangan antara negara satu dengan negara lain. Transportasi perdagangan terjadi sangatlah luas. Kita dapat mnemukan jeruk mandarin, apel new zealan, daging sapi Australia dan seterusnya.

Sumber gunardi joko lupito alam semakin diperbanyak dan terlebih dengan meningkatnya populasi manusia yang semakin bertambah. Ekspoitasi alam semakin meluas dan meninggalkankan masalah masalah mengenai limbah yang luar biasa. Kapasita alam bukanlan tanpa batas, melainkan terbatas dan penggunaannya setiap tahun bertambah.

Maka masalah ekologi pun muncul yaitu perusakan dan penggunaan alam yang berlebih. Upaya mengatasi Masalah Globalisasi • Perlu adanya aturan yang mengatur mengenai kebijakan seperti adanya standarisasi pkerja oleh PBB, yaitu ILO : International labor Organization). Pengusaha harus memperhatikan standard standard yang ditetapkan sehingga para pekerja mendapatkan jaminan kehidupan yang sehat dan wajar. • Adanya control terhadap perdagangan terkait dengan peraturan peraturan social.

Usulan yang dapat diajukan adalah adanya mentri perdagangan internasional yang menjamin keuntungan perusahaan internasional tidak menjadi biaya social masyarakat setempat: seperti limbah, standar kerja dan kompensasi social. Pelaku perdagangan harus memiliki tanggung jawab sehingga perdagangan antar negara seimbang. • Perlu adanya profit sharing, sehingga ada relasi antara para pekerja dengan pemilik modal. • Adanya sumber daya alam yang diperbarui.

Eksploitasi daya alam harus disertai upaya penggantian terhadap alam yang diambil, sehingga kapasitas alam tetap tersedia dan tidak dirusak atau diambil begitu saja, misalkan adanya daur ulang limbah, adanya penanaman pohon pengganti pembangunan atau pembukaan lahan baru. Kesimpulan Globalisasi tidak dapat dicegah, melainkan mendapatkan kepastian akan terjadi. Untuk menjaga hal hal yang negative dari adanya globalisasi perlu gunardi joko lupito aturan yang mengikat sehingga bahaya negative yang berasal darinya dapat dicegah atau setidaknya diminimalisir.

Manusia bukan hanya masalah ekonomi, melainkan sebagai manusia yang memiliki martabat dan kemampuan social untuk dapat saling menguhkan satu sama lain, yang diistilahkan dalam solidaritas.

Manusia satu dengan yang lain perlu saling mendukung. Pembicaraan mengenai globalisasi menyentuh aspek keadilan social, konsep kemiskinan, penindasan dan kurangnya perhatian terhadap manusia lain serta masalah ekologi. Kehadiran perusahaan internasional perlu diarahkan untuk isu pemeliharaan alam, pembangunan infrastruktur dan pengembangan daya manusia.

Pelaku utama yang dapat mengarahkan mereka tidak lain adalah pemerintah. Referensi • Dua, Mikael, 2008, Filsafat Ekonomi, Yogyakarta : Kanisius • Shangquan, Gao, 2000, Economic Globalization: Trends, Risks Prevention, New York: United Nations • Kompasiana, (24 Juni 2015), Globalisasi Ekonomi dan Dampaknya bagi Indonesia, diperoleh 5 September 2017 dari http://www.kompasiana.com/farizrifqi/globalisasi-ekonomi-dan-dampaknya-bagi-indonesia_5518bb88a333117107b66705 Formatio Calon Imam Keuskupan Agung Jakarta: Membangun Kesadaran Diri Menuju Pribadi Yang Utuh, Terbuka dan Siap Berkontribusi pada Komunitas Sesuai dengan Tuntutan Zaman ​0.

Pendahuluan Para Imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta adalah sekumpulan imam yang mengabdikan diri dan berjanji untuk menaati Pembesarnya, yaitu Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan dalam hidup pengabdian itu mereka berjanji untuk tidak menikah.

Para imam dipanggil untuk karya pelayanan umat khususnya di Jakarta, Tangerang dan Bekasi (yang merupakan cakupan wilayah pelayanan Keuskupan Agung Jakarta). Konsekuensi dari karya pelayanan ini adalah para imam perlu memiliki kepribadian yang utuh atau setidaknya yang tidak menjadikan perilaku dan tindakannya menjadi ‘batu sandungan’ umat. Konsekuensi kedua adalah kehadiran imam perlu menjawab apa yang menjadi kebutuhan mendasar umat, yaitu membantu umat mengatasi permasalahan yang mereka miliki berkaitan dengan kehidupan yang bermoral dan berintegrasi.

Pastores Dabo Vobis (dokumen Gereja berkenaan dengan Pedoman Pendidikan Calon Imam), art. 16, mengatakan bahwa dunia saat ini berkembang dengan cepat. Yang ada saat ini berbeda dengan apa yang ada di jaman lampau. Untuk itu pendidikan calon imam membutuhkan penyesuaian dengan apa yang ada saat ini. Para seminaris (calon imam) dibina dan dididik dalam pembinaan kemanusiaan sehingga mereka memiliki kedewasaan, pribadi yang integral, dan memiliki kontribusi yang baik kepada masyarakat.

Menjadi pribadi yang integral yang dimaksud adalah memiliki keterbukaan pada ilmu manusiawi dan terbuka pada pendekatan yang menyentuh kenyataan dunia. Mereka memiliki emosi yang bebas untuk berelasi dengan manusia lain baik laki laki atau wanita dengan keterbukaan, kepercayaan dan cinta.

Dengan demikian unsur unsur pembinaan para calon imam perlu disiapkan sehingga mereka siap dalam melayani dan berkarya bagi manusia lain melalui hidup mereka yang integral. Dalam mempersiapkan pembinaan ini, penulis ingin menawarkan beberapa teori yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian yang semakin utuh dan terbuka serta siap dalam membangun komunitas manusiawi dimanapun mereka berada.

Pertama teori yang diangkat adalah usaha integralisasi diri, yaitu menyatukan kekuatan kekuatan diri yang ada di dalam bawah sadar dan mengangkatnya sebagai bagian diri yang dapat dirasakan keberadaannya dalam kesadaran. Kedua Usaha refleksi dan pengolahan diri atas pengalaman yang dimiliki seseorang dan penerimaan diri serta upaya menyatuan pribadi yang integral.

Ketiga adalah upaya adaptasi terhadap lingkungan dengan mempertahankan nilai nilai imamat dan menggunakan daya tahan dalam gunardi joko lupito konkret. 1. Membangkitkan “Pahlawan dalam diri” Carol S.

Pearson, 1991 menemukan ada 12 archetipes di dalam diri manusia. Ia mengatakan bahwa dari 12 archetypes dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yang dapat dipararelkan dengan perkembangan psikologi manusia. Kelompok pertama adalah persiapan perjalanan, terdiri dari 4 archetypes; yaitu yang tidak bersalah (Innocent), yatim piatu (orphan), Pejuang (warrior), dan perawat (caregiver). Menurut Carol, 4 archeypes ini adalah bagian yang ada di dalam bawah sadar manusia yang dalam dan merupakan tahapan dasar dalam perkembangan psikologi manusia.

Ketika orang merasakan mereka ada di dalam bagian ini, berarti mereka diajak untuk mengembangkan diri melalui proses perkembangan ego. Dalam tahap ini orang diajak meblajar mengenai moralitas dan menjadi orang yang baik. Kelompok yang kedua terdiri dari 4 archetypes yang disebut dengan Perjalanan – Menjadi Nyata.

4 archetypes itu adalah Pencari (seeker), Perusak (Destroyer), Pencinta (Lover), dan Pencipta (Creator). Dalam empat archetypes ini orang gunardi joko lupito adanya misteri. Yang oleh Carol menyebutnya sebagai “jiwa” (soul).

Dalam tahap ini orang mengalami perjumpaan dengan jiwanya dan bagaimana jiwa itu menjadi bagian di dalam hidupnya. Kelompok yang ketiga adalah “kembali – Menjadi Bebas”.

4 archetypes yang termasuk dalam tahap ini adalah “Raja” (ruler), Penyihir (magician), Orang Bijaksana (sage) dan Orang Bodoh (The Fool). Dalam empat archetypes ini orang menemukan eksistensi dirinya di dalam dunia. Ini disebut dengan self. Dalam tahap ini orang menemukan jati dirinya dan telah mentransformasi diri; yaitu dari pahlawan menjadi orang yang bebas dan bahagia.

Dari tiga tahap ini Carol mengatakan bahwa ada dinamika perjalanan antara ego, self dan soul. Tahap pertama perkembangan ego gunardi joko lupito mendominasi dan membawa pada nilai nilai moral.

Orang yang ada dalam tahap ini dapat melihat archetype mana yang ia miliki dari empat archetypes itu. Selanjutnya ia dapat mengembangkan dan mendidik ego yang terkait dengan archetype itu dan memperoleh keutuhan manusia dalam memperjuangkan yang baik dan menjaga nilai nilai moral.

Contoh dalam tahap ini adalah yatim piatu. Orang merasa tidak aman di dalam hidupnya. Untuk itu ia selalu mencari tidak berdaya dan minta pertolongan orang lain. Tugas perkembangan di dalam archetype ini adalah membongkar keterlukaan dan menghilangkan gunardi joko lupito ketidakberdayaan serta terbuka akan pertolongan orang lain. Dalam proses ini ego berperan. Tahap kedua adalah soul yang berperan dalam diri seseorang.

Dalam tahap ini orang menemukan adanya misteri. Sebagai contoh dalam tahap archetype pencari. Pada tahap ini orang merasa adanya sesuatu yang hilang. Untuk itu ia terus mencari. Mitos yang hadir dalam tahapan ini adalah cinderela yang merindukan sang pangeran, Gepetto yang merindukan seorang anak dan cerita rakyat lainnya.

Tujuan hidupnya adalah menemukan hidup yang lebih baik dan dengan cara yang lebih baik. Tugas perkembangannya adalah menemukan gunardi joko lupito dalam lagi atau kebenaran yang lebih dalam.

Tahap ketiga adalah self yang berperan dalam diri seseorang. Di tahap ini orang menemukan dirinya di dalam dunia. Ia tahu apa yang perlu diperankan di dalam hidup di dunia.

Pada tahap ini orang menemukan makna hidupnya. Sebagai contoh orang yang memiliki archetype penyihir. Orang yang memiliki archetype ini dapat mentransformasi realitas melalui perubahan kesadaran.

Seorang penyihir dapat menyembuhkan keterlukaan seseorang. Dalam realitas orang yang tergolong dalam archetype ini adalah dokter, piskolog, konsultan perkembangan organisasi. Tugas perkembangannya adalah menyelaraskan dirinya dengan kosmos. Dalam konteks ini para seminaris dapat gunardi joko lupito apa yang menjadi kelebihan dari akar (archetypes) yang mereka miliki dan mentransformasi hidupnya dan mengetahui apa yang menjadi panggilan hidupnya, yaitu apa yang mereka tampilkan kepada dunia.

Dengan demikian seminaris melihat tiga tahap yang ada dan menemukan mana yang tepat dan berusaha mengembangkannya sehingga dapat menjadi pribadi yang utuh.

Dengan kata lain menemukan aspek bawah sadar dan membawanya pada ranah kesadaran. Hidup menjadi integral. 2.

gunardi joko lupito

Refleksi dan Aksi Dalam pendidikan, para calon imam ada tuntutan bagi mereka untuk membuat refleksi harian. Refleksi ini kemudian dibaca oleh staf seminari dan diberi komentar. Kegiatan refleksi – aksi menjadi sentral dalam pembiasaan para seminaris, sehingga mereka berusaha melihat kehidupan yang mereka jalani setiap hari dan berusaha memperbaiki apa yang kurang dan mensyukuri hal yang baik yang telah mereka capai. Kegiatan refleksi dan aksi ini berada di dalam tahap kesadaran yang membawa ketidaksadaran seseorang ke kesadaran.

Proses ini oleh Carl Jung disebut sebagai individuasi.

gunardi joko lupito

Dalam tahap individuasi ini orang dihadapkan pada dua dimensi. Yang pertama adalah kesadaran yang terdiri dari refleksi atas perjalanan hidup orang yang bersankutan dan kedua adalah relative terhadap subyek. Segala hal yang tidak masuk di dalam ego akan tetap berada dalam bawah sadar. Sedangkan yang dapat ditangkap oleh ego berarti masuk dibawa pada kesadaran.

Proses membawa dari ketidaksadaran menuju pada kesadaran membawa orang pada suatu transformasi dan memberi dampak “wow” seseorang. Dalam refleksi dan aksi para seminaris berusaha merefleksikan pengalaman yang dialami.

Dalam proses ini ada pengalaman yang terkait relasi seminaris yang jelas adalah pria dengan lawan jenis. Carl Jung mengatakan bahwa seorang laki laki memiliki anima (figure wanita) di dalam batinnya, sedangkan wanita memiliki animus (figure laki laki di dalam hidup batinnya).

Untuk itu seorang laki laki mencari wanita dan wanita mencari laki laki sebagai perwujudan dari apa yang ada di dalam batinnya. Seorang seminaris dalam gunardi joko lupito mengalami pengalaman ketertarikan ini. Pertanyaannya adalah bagaimana para seminaris mensikapi pengalaman ketertarikan ini di dalam hidupnya.

Tentu sebagai calon imam, gunardi joko lupito harus melakukan pemilihan atas hidup yang akan dijalaninya secara suka rela dan tanpa paksaan. Sikap dan jalan hidup tidak menikah merupakan pilihan bebas. Untuk itu dalam konteks relasi dengan lawan jenis ini perlu adanya kesadaran diri dan transformasi diri. Relasi calon imam dengan lawan jenis bisa ditransformasi.

Transformasi yang dimaksud adalah bukan terkait melulu dengan hubungan fisik dan relasi dekat dengan wanita, melainkan terkait dengan afeksi. Figur anima dalam konteks Carl Jung lebih terkait dengan pengalaman afeksi. Hal ini dapat dilihat pada saat jung berbicara mengenai mimpi.

Figur animus Nampak dalam mimpi seorang laki laki. Figur laki laki ini selalu terkait dengan tindakan. Figu anima di dalam mimpi seseorang terkait dengan sosok wanita dan terkait dengan afeksi.

Kebutuhan afeksi merupakan kebutuhan normal manusia. Dalam literatur mengenai kemurnian imamat, afeksi mendapat tempat yang sentral. Dalam kemurnian (selibat) ini seorang imam menghayati imamatnya dalam afeksi kepada banyak orang dan mengasihi Tuhan dengan cinta yang mendalam.

Seorang imam ketika merayakan perayaan ekaristi dapat merasakan cinta yang mendalam dari Tuhan kepada dirinya. Saat itulah ia merasakan afeksi atau anima di dalam dirinya. Pada saat ia melayani gunardi joko lupito, umat memberikan pula afeksi yang medalam kepada imam dan saat itu pula ia mengalami pengalaman persentuhan dengan anima. Melalui refleksi dan aksi yang mendalam seorang calon imam dihantar pada integralisasi dirinya sebagai pribadi yang membawa pada kesadaran yang semakin kuat.

Untuk itu ia menemukan semuanya dari dirinya sendiri melalui proses refleksi dan aksi ini secara terus menerus di dalam pembinaan dan pendidikan imamatnya. 3. Daya Juang dalam Transformasi Diri David 2016 mengungkapkan teroinya mengenai teori psikologi evolusionari, Setiap orang dan setiap generasi berusaha mempertahankan hidup berdasarkan situasi konkret yang dialaminya. Sebagai suatu contoh seorang wanita yang sedang masa subur akan lebih menarik dibandingkan yang saat tidak subur.

Hal ini menggambarkan tingkat adaptasi terhadap fisik yang sedang dialami seorang wanita pada saat masa suburnya. Demikian juga dengan seorang wanita yang merasa bertanggung jawab terhadap anak anak yang akan dilahirkan.

Wanita akan lebih memperhitungkan dalam memilih pasangan. Karena dengan demikian ia berusaha beradaptasi dan mempertahankan hidupnya supaya lebih baik, khususnya untuk anak anak yang nanti akan dilahirkan. Dalam teori ini diungkapkan mengenai upaya adaptasi yang dilakukan berdasarkan situasi yang dialami seseorang. Hal ini saya ingin padukan dengan teori mengenai self.

Tujuan sintesa dua teori ini adalah menemukan cara bagaimana pembinaan seminaris dengan pengkkondisian memicu mereka beradptasi terhadap pengkondisian itu sambil tetap mempertahankan nilai nilai moral dan etika. Menurut George H. Mead, 2011 mengatakan konsep self terdiri dari persetujuan antara I dan Gunardi joko lupito. I lebih terkait dengan konsep etika dan berdasarkan proses berpikir kritis, sedangkan Me terkait pada apa yang seorang tampilkan dalam konteks sosialnya.

Kondisi sosial dapat mempengaruhi me, namun sikap me ditentukan pula dari proses yang terjadi di dalam “I”. Dalam proses pembinaan para seminaris perlu adanya situasi di mana para seminaris dihadapkan pada situasi yang khusus, sehingga menuntut adanya daya tahan dan perjuangan dalam menyelesaikan tugas tugas yang diberikan kepadanya sambil mempertahankan nilai nilai yang telah ditanamkan di dalam proses pendidikannya.

Hal ini akan membawa penguatan pada self atau proses ego di dalam dirinya. Wilhelm 1974 menguraikan nilai nilai yang harus dimiliki oleh para seminaris. Nilai nilai itu adalah rela berkurban, berjiwa pelayanan, memiliki kemampuan memimpin dan mewartakan kabar gembira Tuhan melalui hidupnya.

gunardi joko lupito

Dalam pembinaan seminaris perlu adanya edukasi mengenai nilai nilai ini dan pengendapan yang mendalam di dalam hidupnya. Hal ini adalah proses untuk penguatan “I” di dalam diri para seminaris. Supaya pembinaan ini memiliki pengendapan yang mendalam dibutuhkan medan latihan di mana para seminaris dihadapkan pada kondisi sulit sehingga mereka perlu melakukan apa yang disebut daya tahan dan beradaptasi.

Sebagai suatu contoh mereka mengalami kegiatan live in di daerah kemiskinan. Dalam peristiwa kemiskinan itu mereka mengalami situasi yang berada di dalam ambang batas kemampuan. Di sana mereka berusaha untuk berjuang dan menyadari betapa menderitanya orang yang berada di garis kemiskinan. Dalam proses itu mereka berusaha merefleksikan dan mendapatkan pembelajaran yang berarti untuk ikut serta membantu orang lain khususnya mereka yang miskin.

Belbagai situasi dan medan perlu dihadapkan kepada para seminaris sehingga mereka belajar dan melakukan adaptasi terhadap lingkungan terlebih dalam pendalaman dan penguatan refleksi mengenai fungsi kristis untuk mempertahankan nilai nilai moral dan nilai nilai untuk menjadi imam, seperti rela berkurban, mau berempati dan melayani gunardi joko lupito lain.

Dengan pelatihan pelatihan dalam medan konkret ini mereka diajak untuk mengalami transformasi diri. ​4. Kesimpulan Di dalam pembinaan, para seminaris (calon imam) membutuhkan pelatihan dan pendidikan yang mempersiapkan mereka untuk menjadi imam yang dapat menjawab tuntutan zaman. Dalam masa pembinaan mereka mengalami pengolahan mulai dari dimensi bawah sadar menuju pada kesadaran.

Masing masing membutuhkan perhatian khusus sehingga dapat memberikan arah bagi pengembangan kepribadian yang gunardi joko lupito dan integral. Dalam pengolahan bawah sadar para seminaris diajak untuk merenungkan mengenai archetypes yang dimilikinya.

Melalui refleksi terhadap archetypes ini mereka menyadari kecenderungan yang ada dan berusaha mengembangkan hidup sampai pada tahap di mana mereka dapat mengaktualisasikan dirinya bagi dunia sesuai dengan apa yang ada pada zaman itu. Proses pengolahan ini dalam konsep Carl Jung adalah proses individuasi.

Para seminaris perlu mengalami proses ini sehingga sebagai manusia gunardi joko lupito menjadi pribadi yang dewasa. Dalam proses persentuhan dengan dunia para seminaris berusaha untuk melihat realita itu dan memprosesnya di dalam refleksi dan aksi. Semua proses pengalaman hidup menjadi medan pengolahan diri. Melalui proses refleksi ini para seminaris juga mengalami persentuhan dengan relasi bersama lawan jenis.

Melalui pengolahan hidup proses relasi diangkat pada tahap yang lebih tinggi, yaitu keseimbangan afeksi di dalam hidupnya. Hal ini melengkapi dimensi jiwa (dalam konteks Jung) yaitu dimensi anima.

Dalam berhadapan dengan realitas hidup para seminaris membutuhkan tantangan dan kondisi real untuk bisa beradaptasi dan meningkatkan kemampuan self yang ada di dalam dirinya. Hal ini terjadi melalui live in atau tantangan yang dibuat secara khusus. Sebagai contoh mengadakan kegiatan kaderisasi untuk melatih kepemimpinan di dalam diri para seminaris. Medan latihan bisa dalam bentuk kegiatan outbound. Melalui proses bawah sadar – sadar – penguatan self, para seminaris dapat menjalankan pembinaan yang berguna bagi komunitas dimanapun mereka berada.

Harapannya melalui pribadi yang matang dan dewasa mereka dapat semakin menjalankan hidup dan kegiatan yang sesuai dengan yang diharapkan oleh gereja dalam membina para calon imam untuk menjawab kebutuhan zaman ini. Daftar Pustaka • Barsotti, Divo, (1993) The Spirituality of Priestly Celibacy, Vatican : Conggregation of the Clergy. • Buss, David M (2016), Evolutionary Psychology: The New Science of the Mind, New York: Routledge • C.

G. Jung (1982), Anima and animus' in Aspects of the feminine, London and New York • Humbert, Elie., (1988), C. G. Jung, Wilmette, IL: Chiron Publications • Johnson, Robert A. (1989), He: understanding masculine psychologyNew York and London • Paulus II, Yohanes( 1992 ), Pastores Dabo Vobis (Gembala-gembala akan Kuangkat bagimu), Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

• Pearson, Carl S. (2016), Awakening The Heroes Within, London: Bravo Ltd. Sumber Elektronik • Cheruparambil, Thomas (2015), Priestly Formation According to Pastores Dabo Vobis diperoleh 30 September 2017,http://stt.catholic.ac.kr/DATA/STTBOOK/1436491914766.pdf • Mead, George H, (2011). The Social Self, diperoleh dari Amazon Digital Service. Cinta dan Aturan Dasar Cinta ​ Kata cinta seringkali kita dengar dan percakapkan.

Sesuatu yang seakan akan melekat pada pribadi manusia. Saya ingat pada saat kuliah ada seorang wanita yang mengajak makan Mc Donald di sebuah mall. Sebagai gunardi joko lupito imam saat itu saya duduk tenang menunggu wanita itu yang mentraktir membawa makanan itu datang. Pada saat ia membawa makanan itu ia menegur, “frater nih, bukannya bantu bawa makanan malah enak enakan duduk aja.” “Lho kalau butuh bantuan bilang dong.” Sahut saya tenang.

“Yeee biasa laki laki yang bawa makananya.” “Oooh begitu”, sahut saya polos.” “Hmmm Frater gak tahu sih. Di dunia masalah yang ada adalah masalah cinta”.

Wah sorry gak tahu sih. Pertanyaan saya adalah apakah cinta itu? Benarkah permasalahan yang ada di dunia adalah permasalahan cinta? Pada suatu ketika saya naik kereta dari stasiun cikini ke stasiun kota.

Pada saat berada di dalam kereta saya melihat seorang ibu sedang bermain dengan sang anaknya. Anak ini diangkat dan kemudian diturunkan sambil sang ibu membelalakkan matanya memandang kepada si anak gunardi joko lupito tersenyum. Beberapa saat ibu itu menggendong anak itu sambil mengayun ayunkannya.

Sang anak merasakan bahagia yang luar biasa. Pertanyaan saya adalah apakah ini cinta? Di kesempatan lain di depan Gereja Blok B setelah perayaan ekaristi di sore hari, saya berjalan mampir gunardi joko lupito sebuah taman. Di sana ada begitu banyak anak anak muda duduk berdua sambil pacaran.

Mereka terlihat bahagia sekali saling bercerita dan memandang dan mendekat satu sama lain. Apakah ini cinta? Ada begitu banyak pengalaman yang dialami seseorang berdasarkan pengalaman cinta.

Apakah dengan demikian kita dapat mendivinisikan cinta? Pertama-tama perlu disadari bahwa cinta tidak dapat sepenuhnya didevinisikan karena maknanya sangat dalam dan tidak bisa dibahasakan secara sempurna oleh bahasa manusia. Cinta mengandung makna abstrak yang tidak terdevinisikan. Namun jika kita ingin mengerti secara sederhana cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. [1]. Keajaiban Cinta Dalam penelitian baru baru ini Daniel siegel, 2007 mengatakan bahwa di dalam otak manusia ada bagian yang disebut dengan neoroplasticity.

Neuroplasiticity ini gunardi joko lupito mengembangkan dan meningkatkan fungsi organ organ dalam diri manusia bahkan berfungsi untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit tertentu. Hal yang ajaib adalah neuroplasiticty ini dapat berkembang dan berfungsi pada saat orang merasakan cinta.

Hal ini menjelaskan pada saat adanya penyembuhan secara tiba tiba seseorang. Bahkan ada gunardi joko lupito dimana seorang anak berusia tiga tahun mengalami kerusakan otak di sebelah kanannya.

Secara teori anak ini tidak mampu menggerakkan organ di bagian kirinya. Namun berkat perhatian dan kasih yang luar biasa dari keluarga dan lingkungan sekitarnya anak ini perlahan-lahan dapat menggerakkan organ di bagian kirinya. Artinya terjadi penyembuhan pada organ otak di sebelah kanannya. Hormon Cinta Cotton Rocco, 2010 mengatakan bahwa di dalam diri manusia ada hormon phenylethylamine atau disingkat PEA. PEA ini berfungsi menumbuhkan daya tarik seseorang kepada orang yang lainnya (lawan jenis).

Ketika terjadi pertemuan seseorang dengan orang lain, gunardi joko lupito ini akan muncul dan memberikan dampak keinginan untuk mendekat dan menumbuhkan dorongan sensual.

Dorongan ini akan dapat bertahan selama beberapa tahun. Hal ini yang menumbuhkan daya tarik bagi seseorang untuk hidup dalam pernikahan dan memiliki keturunan.

Bahaya yang muncul adalah kalau hormon ini menjadi bagian yang addiktif sehingga orang ingin bertemu lagi dengan orang lain yang baru dalam hidupnya.

Beruntunglah bahwa di dalam diri manusia ada juga hormon yang disebut dengan oxytocin. Hormon ini menciptakan rasa menyenangkan pada kepemilikan dan kelembutan. Artinya hormon ini menciptakan rasa menyenangkan untuk ada dan berada di dalam keluarga. Hormon ini pula yang hadir pada saat orang tua memberikan perhatian dan didikan bagi anak-anaknya. Hal ini membangun relasi yang mendalam dan lama antara mereka yang masuk dalam relasi ini.

Hanya dalam penelitian ditemukan bahwa hormon PEA dan oxytocin ini hanya bertahan sekitar 7 tahun. Lalu bagaimana selanjutnya? Cinta Yang Sejati Well Charles dan Elizabeth Schmitz, (2008) menemukan bahwa cinta beralih dari cinta ketertarikan menuju cinta yang lebih dalam. Untuk itu mereka telah meneliti begitu banyak orang yang telah bertahan memelihara hidup pernikahannya.

Mereka memiliki komitmen untuk saling mengasihi di dalam suka dan duka kehidupan. Hal ini mengatasi hubungan intim dalam hidup pernikahan mereka. Namun perlu dicatat hubungan intim di dalam pernikahan merupakan bagian yang indah dan memperkaya hidup pernikahan.

Hubungan intim adalah ungkapan ekspresi seseorang yang hadir dalam pernikahan. Setiap orang memiliki kebutuhan dasar akan seks, seperti disentuh, dipeluk, dan seterusnya.

Melalui sentuhan ini orang memaknai sebagai ungkapan kasih satu dengan yang lain. Ketika bertugas sebagai imam di Amerika saya merasa risih pada saat umat wanita datang dan menyentuhkan pipinya ke pipi saya.

Namun lama kelamaan saya mulai memaknai pelukan dan sentuhan pipi merupakan bagian relasi kasih antara umat kepada imam yang mau mendekatkan hidupnya dan menumbuhkan unsur kepercayaan yang mendalam. Suatu ekspresi kasih yang luar biasa. Aturan dasar “Lakukanlah kepada orang lain, sebagaimana engkau melakukannya untuk dirimu sendiri (Luk 6:31).

Ini adalah aturan dasar dalam membangun relasi satu dengan yang lain. Bahkan ajaran ini dapat ditemukan dalam semua ajaran agama, seperti dalam agama Islam (Kitab Hadits) tidak ada seorangpun percaya gunardi joko lupito ia menginginkan saudara dan saudari untuk dirinya sendiri. Dalam Mahabharata: jangan lakukan sesuatu pada orang lain apa yang dapat melukai dan menciderai dirimu sendiri, dst.

Dalam membangun hidup yang hangat dan mencinta sikap yang perlu dibangun adalah sikap yang positif terhadap orang lain. Hal ini terjadi dalam mindset seseorang. Orang yang memiliki mindset positif akan membawa kepada orang lain sikap yang positif pula.

Maka aturan dasar yang dimaksud adalah cintailah sesamamu seperti gunardi joko lupito mencintai diri sendiri. Dengan mencintai sesama kita membangun semangat yang positif bagi dunia dan membawa dunia yang semakin baik pula. Abstrak Para Imam Gereja Katolik adalah Para Pemimpin di dalam Gereja di bawah koordinasi Uskup setempat yang memiliki karakter unggul dalam kepribadian dan rohani serta memiliki semangat sosial kemasyarakatan yang tinggi dan untuk alasan karya pelayanan mereka tidak menikah.

Kualitas yang dimiliki seorang imam begitu tinggi. Kehadiran para imam dengan kualitas ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan umat dengan pelbagai kondisi dan situasi yang mereka hadapi. Dalam konteks efisensi dalam berkarya para imam diharapkan memiliki kecerdasan yang baik dan untuk itu mereka membutuhkan pelatihan untuk menghadirkan karya pelayanan yang baik ini. Tulisan ini akan membahas bagaimana menyediakan kecerdasan para imam dalam hidup mereka sehingga menjadi bekal dalam mengatasi belbagai permasalahan yang ada di antara jemaat dan masyarakat di mana mereka bertugas dan berada.Untuk itu penulis menggunakan teori ingenuity gap dari Thomas Homer-Dixon.

Latar Belakang Para imam Gereja Katolik berusaha di dalam hidupnya dapat menyerupai Yesus Kristus. Untuk itu para calon imam dididik dengan seksama sehingga mereka setidaknya berjuang terus menyerupai Yesus Kristus. Pembinaan para imam menurut Pastores Dabo Vobis dibagi menjadi empat bidang, yaitu pembinaan kemanusiaan, rohani, intelektual, dan pastoral. Melalui empat pembinaan ini para seminaris (sebutan untuk calon imam) dapat menjadi pribadi yang utuh dan dapat mengembangkan hidup dan karya bagi kebutuhan jemaat.

Dalam konteks ini, tulisan yang akan dipaparkan ingin menyoroti aspek intelektual yang berguna bagi pengembangan karya pelayanan di mana para imam nanti berkarya.

Menurut survey yang dilakukan oleh Seminari Menengah Wacana Bhakti kepada umat yang ada di 43 paroki dengan 208 responden, 99 orang menyatakan mereka membutuhkan imam yang cerdas, 16 orang menyatakan mereka membutuhkan imam yang genius, 22 orang menyatakan butuh imam yang lebih dari rata rata cerdas, 49 orang menyatakan butuh imam yang rata rata cerdas, dan hanya 10 orang yang menyatakan butuh imam yang cukup saja kecerdasannya dan 12 orang tidak menuliskan.

Berikut tabel harapan umat untuk imam Berangkat dari data di atas jelas bahwa umat, khususnya umat di Gunardi joko lupito mengharapkan adanya kecerdasan bagi para imam yang berkarya. Untuk itu dalam tulisan ini kami akan membahas mengenai bagaimana memunculkan kecerdasan dalam arti yang dimaksud oleh Thomas Homer-Dixon sebagai ingenuity.

Bagi Thomas, 2001 istilah ingenuity yang dimaksud tidak sama dengan ide ide, atau inovasi, melainkan suatu kecerdasan yang memunculkan suatu ide yang dapat diterapkan dan berguna dalam pemecahan masalah. Kecerdasan ini sangat dibutuhkan oleh imam dalam berkarya bagi umat. Jika kita ingin melihat apa yang dilakukan Yesus dalam berkarya, kita juga akan melihat adanya ingenuity dalam diri Yesus. Sebagai suatu contoh ketika Yesus melihat ada begitu banyak orang yang ingin mendengarkan Dia.

Ia berusaha untuk melihat kemungkinan kemungkinan yang bisa dilakukan. Dengan suaranya yang kecil tidak mungkin dapat membuat suaranya itu terdengar bagi sekian banyak orang. Untuk itu Ia meminta Simon, seorang nelayan untuk menggunakan perahunya pergi sedikit ke danau dan Ia mengetahui bahwa arah angin di siang hari gunardi joko lupito dari laut ke daratan, ia mulai mengajar dan suaranya dibawa oleh angin kepada para pendengarnya, sehingga kendati suaranya kecil dapat terdengar bagi banyak orang.

Ini adalah ingenuity menurut Thomas. Karya pelayanan imam juga membutuhkan kecerdasan seperti ini agar umat dapat melihat secara konkret hasil yang tepat bagi permasalahan yang mereka hadapi. Istilah Ingenuity Gap Istilah ingenuity dari Thomas selalu terkait dengan kurangnya sumber daya.

Ketika jarak antara kurangnya sumber daya ini dengan harapan kepuasan publik terhadap sesuatu semakin besar, maka terjadilah jarak yang luas atau diistilahkan dengan gap Untuk memecahkan masalah kurangnya sumber daya ini dibutuhkan ingenuity. Bagi Thomas ingenuity sendiri di suatu tempat itu memiliki sumber yang banyak dan di daerah lain memiliki sumber yang sedikit.

Ketika jarak antara sumber satu dengan sumber yang lain itu tinggi maka muncullah istilah ingenuity gap. Thomas meyakini bahwa bentuk sosial masyarakat menentukan banyak atau sedikitnya ingenuity.

Dalam konteks ini ia sendiri menyatakan bahwa tidak ada ukuran yang pasti mengenai ingenuity, karena istilah itu lebih terkait dengan kepuasan dan pencerahan dibandingkan ukuran kuantitatif.

gunardi joko lupito

Tabel harapan umat terhadap imam Total responden sebanyak 208 responden dari 43 Paroki. Sebanyak 7 responden tidak mengisi dan kesalahan pengisian pada bagian I ini sejumlah 68 responden. Pada bagian ini LitBang seminari menggunakan rumus: • suara responden per option (a-g) x skala penilaian (1-7) = penilaian responden • Total penilaian responden dari semua option – penilaian responden per option = hasil akhir​ ​Dalam survey mengenai harapan umat terhadap imam, didapatkan data bahwa umat mengharapkan imam berdasarkan harapan tertinggi ke harapan terendah adalah : suci, ramah, pandai memimpin, baik dan sabar, pandai bergaul, mudah dihubungi dan humoris.

Umat akan merasa puas jika para imam dapat memenuhi apa yang diharapkan umat ini. Untuk menghadirkan imam yang demikian membutuhkan sumber daya yang mencukupi. Ketika data sumber yang diperoleh untuk menghasilkan imam yang memuaskan umat itu kurang; seperti berasal dari keluarga sederhana gunardi joko lupito kerap faktor ekonomi menimbulkan masalah keminderan, situasi keluarga yang jarang berdoa, dan keluarga yang berantakan; ingenuity dibutuhkan.

Bagaimana memecahkan masalah praktis dengan kecerdasan yang dapat diterapkan dan memecahkan permasalahan yang ada. Berikut tabel komunikasi imam menurut umat Dalam realitas kami menemukan ada sedikit responden yang menyatakan bahwa imam itu kasar dalam berperilaku (3 orang), plin plan (15 orang), dan tidak jelas kalau bicara (12 orang). Adanya permasalahan ini mengindikasikan masih adanya imam imam yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh umat.

Untuk itu memang dibutuhkan ingenuity dan terlebih lagi adalah bagaimana dapat mendidik para calon imam ini kemampuan ingenuity, sehingga begitu banyak permasalahan lain yang dihadapi umat dapat dibantu melalui kehadiran imam yang cerdas menjawab kebutuhan dan membangun komunitas yang memiliki akses ingenuity yang tinggi.

Social Ingenuity dan Technical ingenuity Bagi Thomas yang paling utama adalah social ingenuity. Yang dimaksud dengan social ingenuity ini adalah ketersediaan masyarakat dalam menyediakan sumber sumber ingenuity, seperti adanya peneliti peneliti, orang yang memiliki kemampuan untuk menyediakan apa yang dibutuhkan pasar, para investor, dan pendidikan yang memadai. Melalui social ingenuity ini technical ingenuity dapat juga dihasilkan.

Social ingenuity ini juga merupakan kunci kemampuan beradaptasi terhadap permasalahan yang ada. Sebagai suatu contoh untuk wilayah yang memiliki permasalahan terhadap lahan pertanian yang rusak, dapat mengambil dari lahan di tempat lain yang memiliki hasil yang baik. Ketersediaan ingenuity di dalam masyarakat membantu pemecahan masalah yang dapat diberikan.

Dalam konteks pembinaan para calon imam, social ingenuity ini perlu dibangun di dalam kehidupan bersama di seminari. Semakin banyak mereka memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang ada, semakin pandai dan terbiasanya para seminaris dalam memecahkan masalah yang kemudian dihadapi. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah situasi di mana para seminaris memperoleh kesempatan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Harapan untuk pencapaian disampaikan untuk kebaikan bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan kontribusi yang dapat mereka berikan untuk kebaikan bersama.

Dengan demikian usaha dan upaya dibangun secara bersama di dalam komunitas ingenuity. Membangun Social Ingenuity Thomas mengatakan untuk membangun social ingenuity dibutuhkan adanya keinginan bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara bebas dalam menghadapi belbagai tantangan yang ada. Sikap optimis masyarakat sosial membangun semangat untuk menciptakan segala yang baik di dalam masyarakat. Untuk itu dibutuhkan pemaparan kepuasan yang akan diperoleh dan yang sedang diusahakan dalam membangun system masyarakat yang baik.

Tingkat kepuasan yang ingin dicapai tidak boleh hanya dalam jangka waktu tertentu, melainkan memiliki dampak yang panjang, sehingga masyarakat dapat ikut serta menyumbang dan memberikan kemampuannya untuk membantu pemecahan masalah. Sebagai suatu contoh dalam membangun komunitas seminaris yang memiliki keunggulan dalam kerohanian, pengetahuan, kesehatan dan kebersamaan, para seminaris diajak melihat dan menginginkan nilai nilai yang ada sebagai sesuatu yang dikejar, bukan hanya selesai pada saat di seminari saja melainkan dalam membangun kepribadian mereka yang utuh.

Untuk itu dibangun aturan dan system bagi pengembangan hidup mereka ini. Oleh karena nilai nilai yang ingin dicapai dimiliki oleh semua komunitas, maka akan banyak bantuan dan kesiapan dari anggota komunitas untuk mewujudkan apa yang menjadi cita cita bersama ini. Relevansi Bagi Pendidikan Calon Imam berdasarkan ingenuity gap Teori Thomas Homer-Dixon dapat diterapkan dalam kerangka internal gunardi joko lupito dan juga dalam konteks pendidikan calon imam secara menyeluruh.

Pendidikan calon imam internal sudah dibahas dalam pembahasan di atas, di sini akan dibahas bagaimana membangun komunitas sosial untuk mendukung pendidikan calon imam yang dapat mendukung karya pelayanan yang efisien dan tepat sasaran. Menurut dokumen Gereja optatam Totius, art. 11 seluruh umat ikut serta bertanggung gunardi joko lupito dalam penyediaan para imam dan dengan belbagai cara umat ikut serta dalam menyumbangkan usahanya bagi tersedianya para imam di dalam Gereja.

Berdasarkan dokumen ini secara jelas disampaikan bahwa umat ikut serta dalam penyediaan para imam. Dengan demikian umat dapat ikut serta terlibat di dalam pembinaan para calon imam ini. Dalam membangun social ingenuity bagi pendidikan calon imam keterlibatan umat secara menyeluruh dibutuhkan.

Oleh karena itu dalam konteks ini pemaparan mengenai kepuasan umat jika tersedia imam imam yang dapat membantu kehidupan konkret umat ini dapat menyediakan ingenuity yang akan membangun pula ingenuity yang lain. Sumber sumber daya ingenuity di kalangan umat sangatlah potensial. Mulai dari orang orang ahli dari bidang psikologi, humaniora, pendanaan, dan bangunan.

Mereka adalah sumber sumber ingenuity yang dapat membantu tercapainya kualitas imam yang dibutuhkan umat kelak. Melalui pembangunan tingkat kepuasan yang akan diperoleh di masa mendatang ini yang bersifat permanen, umat diajak ikut serta dalam mewujudkannya.

Dalam mewujudkan pembinaan imam yang nantinya akan menghasilkan imam imam yang handal dibutuhkan system pembinaan yang tepat berdasarkan ingenuity. Untuk itu forum forum diskusi dalam membentuk system ini perlu diselenggarakan sehingga peran dan apa yang akan diselenggarakan dapat terwujud dengan baik. Setiap orang dapat berpartisipasi dalam pembinaan ini.

Melalui social ingenuity yang terdiri dari semua umat, khususnya yang ada di Keuskupan Agung Jakarta menyediakan ingenuity yang baik dan nantinya akan membantu beradaptasi terhadap pelbagai perubahan zaman yang ada, baik itu dalam konteks kurangnya sumber daya atau pun situasi di mana tantangan tantangan baru akan muncul.

Melalui konteks ini pembinaan calon imam akan dapat bertahan dengan baik. Kesimpulan Pendidikan calon imam bukan hanya tanggung jawab para imam melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat. Penyadaran bahwa pembinaan imam adalah tanggung jawab bersama ini memicu kerjasama yang konkret antara imam dan awam. Dalam pembinaan dan mengatasi permasalahan di mana adanya kebutuhan imam yang sesuai dengan harapan umat, umat dapat berpartisipasi berdasarkan ingenuity yang dimilikinya.

Langkah awal dalam membangun kerjasama ini adalah adanya system yang mendukung terwujudnya pembinaan imam seperti yang diharapkan. Dalam membangun pembinaan ini dibutuhkan forum diskusi yang mendukung dan menciptakan system yang diperlukan. Sistem terbangun dengan memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mewujudkan pembinaan yang tepat dan dapat membantu terselenggaranya pendidikan imam yang memadai. Bantuan yang dapat diberikan adalah sesuai dengan kemampuan atau keahlian orang orang atau komunitas Gereka yang ada, seperti pendanaan, pembinaan humaniora, pendidikan, penyediaan pelatihan dan seterusnya.

Dengan demikian para gunardi joko lupito imam sejak dini dapat merasakan bahwa mereka bertumbuh dan hidup bersama dengan umat yang kemudian mereka diajak untuk dapat berkarya bagi umat yang secara bersama sama bertumbuh dan hidup bersama. Daftar Pustaka • Homer-Dixon, Thomas (2001), Ingenuity Gap, Toronto: Vintage Canada Edition • __________________ (1995), The Ingenuity Gap: Can Poor Countries Adapt To Resource Scarcity ?.

Population and Development Review, Volume 21, Number 3, hlm. 587-612. • Konsili Vatikan II, Dokumen Konsili Vatikan II, (Hardawiryana).

Jakarta: Obor gunardi joko lupito Paulus II, Yohanes (1992), Pastores Dabo Vobis, Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. • Seminari Wacana Bhakti (2017) Buku Pedoman seminari Wacana Bhakti, Jakarta : SWB Pandangan mengenai postmodernisme bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang janggal dan aneh. Namun dalam konteks perkembangan dunia hal ini sangatlah dibutuhkan. Agama berada di dalam arus zaman ini. Arus postmodernisme ini tidak bisa tidak masuk dalam ranah agama.

Kita menyadari bahwa saat ini dengan perkembangan ilmu dan tehnologi penyebaran agama sudah menggunakan tehnologi sebagai alatnya. Hampir semua gereja di Eropa, Amerika dan di Jakarta mengunakan media social sebagai penyebarannya. Pengajaran-pengajaran menggunakan computer dan pengajaran pun menggunakan pandangan dari beberapa orang dan referensi dari belbagai pihak.

Postmodernisme merupakan arus zaman dan tuntutan untuk mengubah atau mentransformasi diri dengan zaman ini. Kebenaran yang ada adalah “bracketed absolute”. Kebenaran yang mutlak hanyalah Allah yang misetrinya tidak pernah terselami oleh kemampuan manusia yang terbatas. Hanya pengenalan yang baru mengenaiNya menambah pengetahuan yang kita miliki.

Kebenaran selalu berada di dalam konteks tertentu. Kebenaran yang satu akan membuka kebenaran yang lebih luas lagi dan seterusnya. Pandangan mengenai kebernaran ini sejalan dengan pandangan Teilhard de Chardin mengenai evolusi.

Bagi Teilhard kesadaran manusia dan dunia semakin meningkat yang terjadi di dalam evolusi. Perkembangan itu terjadi di dalam noospher. Adapun yang dimaksud dengan noosphere ini adalah ranah pemikiran manusia. Ranah pemikiran manusia ini bukan hanya ada di dalam diri pribadi manusia, melainkan berada dalam konteks kebersamaan dengan orang lain, dan lingkungan dunia. Kebersamaan dengan orang lain ini ada dalam konteks keagamaan, budaya, pendidikan, penelitian dan seterusnya.

Ada ranah kebersamaan yang berkembang di dalam evolusi untuk menuju kesadaran yang semakin kompleks. Teori tentang postmodernisme memberikan konkretisasi berkaitan dengan perkembangan dan perubahan individu.

Dalam konteks yang dibahas di dalam kuliah ini berkaitan dengan perilaku dan sikap seseorang yang selalu terkait dengan lingkungan di mana dia berada. Di dalam penelitian gunardi joko lupito dengan perkembangan hidup, ditemukan bahwa lingkungan mempengaruhi perilaku seseorang. Sebagai suatu contoh, orang yang hidup di lingkungan pencuri akan mempengaruhi sikap seseorang dan memandang mencuri merupakan sesuatu yang biasa dan memperngaruhi cara pandang moralnya.

Kebenaran terjadi di dalam konteks budaya dan tempat di mana orang itu berada. Hidup Melawan Arus yang tidak baik Hal yang menarik adalah symbol dari tokoh tokoh agama. Banyak dari tokoh tokoh agama berada di dalam komunitas yang berbeda dengan apa yang dipikirkan dan dialami oleh masyarakat pada zamannya. Dari manakah kebenaran yang dimiliki oleh tokoh tokoh ini?

Kita melihat bahwa tokoh tokoh yang ada sesungguhnya memiliki konteks dan lingkungan tertentu yang menguatkan dan membangun kebenaran. Sebagai contoh kita melihat kehidupan Sidharta Budha. Ia hidup di dalam istana dan memperoleh segala hal karena disediakan oleh orang tuanya. Dalam perkembangan waktu ia melihat adanya penderitaan. Hal ini mengguncang hidupnya dan membuat ia mencari jalan bagaiamana dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan.

Untuk itu ia bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan memperoleh pencerahan.

gunardi joko lupito

Kalau kita perhatikan di sini pertama Sidharta hidup dalam lingkungan yang memperharrikan di istana. Ia merasa dikuatkan dan membangun kebenaran yaitu gunardi joko lupito sebagai relaitas hidup. Sampai ia melihat adanya penderitaan. Hal ini membuat dia terguncang dan mencari jalan lepas dari penderitaan itu. Untuk itu ia bermati raga dan bermeditasi, sampai ia menemukan jalan yaitu yang disebut dengan pencerahan.

Dalam pencerahan itu ia bersatu dengan alam dan melihat kebenaran. Terjadilah consensus mengenai kebenaran ini. Kalau kita melihat pribadi Yesus Kristus. Ia berada dalam lingkungan keluarga suci dari Nasaret.

Ia belajar nilai nilai keagamaan yang baik dan melihat teladan. Untuk itu ia melihat kebenaran di dalam konteks keluarga. Yang lebih luas lagi ia membangun relasi dengan Allah.

Mulai dari kecil relasi ini dapat dilihat di dalam Kitab Suci, bagaimana Yesus kecil mengatakan bahwa bukankan Ia harus tinggal di Rumah BapaNya. Ini membangun sebuah kebenaran. Karya Yesus diawali mellaui peristiwa pembaptisan Yesus di sungai Yordan.

Ketika Yesus keluar dari sungai itu terbukalah langit dan turunlah Roh Gunardi joko lupito seperti burung merpati ke atasnya dan terdengarlah suara, “Inilah AnakKu yang Ku kasihi. KepadaNyalah Aku berkenan. Pengalaman ini membangun kebenaran dalam diri Yesus. Rupa rupanya status manusia sebagai makhluk social adalah realitas yang nyata. Manusia bertumbuh dan berkembang dalam konteks status ini.

Ia dapat berkembang melalui proses evolusi yaitu noosphere. Ia hidup di dalam sebuah ranah di mana kesadaran manusia semakin kompleks dan itu semua terjadi di dalam konteks kebersamaan dengan gunardi joko lupito dan Tuhan. Sumber: ​ • Cottone, Rocco, 2010, Toward a Positive Religion: Belief Science in Postmodern Era, USA: Offset Paperback Mfrs, Inc.

Teori perkembangan spiritual ini diungkapkan oleh Michael J. Christensen ketika menyarikan pandangan dan hidup Henry Nouwen. Henry Nouwen adalah penulis buku rohani terkenal, dan dia adalah seorang imam, psikolog yang mengajar di Harvard university. Pada masa pensiunnya ia tinggal di tempat anak anak yang berkebutuhan khusus. Hidup spiritual dalam pandangan Nouwen adalah perjalanan (journey) ke dalam dan ke luar.

Perjalanan ke dalam yang dimaksud adalah perjalanan menuju ke batin dan perjalanan ke luar adalah perjalanan ke komunitas dan misi.

Perjalanan ke batin dan ke luar, yaitu ke komunitas dan misi ini dibeut sebagai gerakan rohani/spiritual. Berangkat dari perbudakan menuju pada pembebasan. Dalam perjalanan hidup, orang berada di dalam dua situasi yaitu perbudakan dan pembebasan.

Manusia terombang ambing dalam dua tegangan ini. ​ Pengembangan hidup spiritual menurut Nouwen terjadi pada saat seseorang memperoleh kesadaran di dalam dua kutub, yaitu di dalam batin dan melepaskan dari perbudakan hidup mengikuti gerakan Roh. Hal ini terjadi melalui pikiran menuju kepada hati, melalui doa kontemplatif dan latihan latihan rohani.

Semakin lama orang memperoleh kesadaran yang semakin gunardi joko lupito dan kebebasan yang semakin mendalam. Gerakan ini merupakan sebuah teori menurut Michael, karena Nouwen sendiri tidak menyebutnya sebagai sebuah teori. Dua Perjalanan, Banyak Gerakan Perjalanan menuju batin adalah perjalanan menuju kepada Kristus yang ada dan hadir dalam diri seseorang.

Perjalanan ke luar adalah perjalanan menemukan Kristus yang berada di dalam dunia. Perjalanan menuju kesatuan dengan Yesus membutuhkan disiplin, keheningan, doa, kontemplasi, dan refleksi yang mendalam. Perjalanan ke luar ke dalam komunitas dan misi membutuhkan disiplin untuk peduli, berbelas kasih, kesaksian, penyembuhan, dan transparansi serta empati (merasakan dan merefleksikan gerakan hati orang orang). Dua jalan ini memperkuat satu dengan gunardi joko lupito lain dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Refleksi teologis Nouwen membuka perjalanan iman menuju gerakan transformative di dalam dua perjalanan itu. Perjalanan rohani dapat dimulai dari gunardi joko lupito batin dan dilanjutkan dengan perjalanan dalam komunitas dan misi. Hati atau batin adalah tempat di mana tubuh, jiwa, dan roh bersatu. Kesatuan organ dari kehidupan pribadi seseorang. Batin adalah sumber kekuatan bagi tubuh fisik emosi, intelegensi, keinginan dan energy moral.

Di dalam batin terdapat keinginan dan kehendak serta membuat keputusan. Ketika kita berdoa dari hati atau batin, kita menjadi akrab dengan kompleksitas yang berbeda beda dan polaritas batin ( perbudakan dan pembebasan). Ketika hati terbuka dan menerima pada Roh di dalam batin, kita siap untuk bergerak dari satu tingkat menuju tingkat yang lain yaitu kepada orang lain dan sesame serta Tuhan. Dalam perjalanan menuju ke komunitas dan misi kita melihat adanya relasi dengan yang lain. Adanya polaritas antara permusuhan dan keramahan.

Dalam relasi dengan Tuhan kita melihat adanya tegangan antara ilusi dan doa. Melalui relasi relasi ini orang dapat menyebut sebagai hidup rohani. Gerakan Transformatif Banyak gerakan dalam hidup spiritual bukanlah gerakan gerakan yang terpisah satu dengan yang lain melainkan memiliki gerakan menuju kesatuan. Gerekan gerakan yang berbeda beda itu adalah rangkaian yang membentuk harmoni. Dalam perjalanan menuju batin dan ke luar kita perlu menyadari element element yang ada, membedakannya dan mengartikulasi bagaimana Roh Allah bekerja di dalam diri.

Gerakan gerakan itu membawa orang menuju transformasi diri, seperti yang diistilahkan oleh Nouwen dengan melalui "kekasaran" menuju kontemplatif dan dari kegelapan menuju terang; kesepian menuju keheningan, permusuhan menuju keramahan. Gerakan gerakan Roh bisa berbeda beda bagi setiap orang dan komunitas iman.

Tidak pernah kehidupan rohani atau spiritual itu tetap, absolut dan lengkap. Kita selalu membuka pada gerakan Roh Allah berkeja dan mengarahkan hidup. Untuk hidup secara spiritual berarti orang mencari sejalan dengan nada suara dari Allah dan gerakan petunjuk dari Allah. Teori klasik Tahapan Perkembangan Spiritual Dalam tradisi klasik kristianitas ada tiga tahapan perkembangan, yaitu : • Pemurnian • Pencerahan • Kesatuan Tiga hal ini didasarkan pada Kitab Suci, yaitu pada kitab Keluaran, yaitu bagaimana bangsa Israel lepas dari perbudakan.

Dalam refleksi yang mendalam mengenai perjalanan menuju kepada Allah ditemukan 5 tahap • Keinginan untuk berubah (awakening) • Pemurnian • Pencerahan mengenai Allah) • Kegelapan (jiwa) • Kesatuan dengan yang Ilahi. Pada awal mula Nouwen menjalani hidup berdasarkan 3 tahapan klasik tradisi kristiani, namun dalam perkembangan lebih lanjut melalui studi yang luas mengenai wilayah spiritualitas dan psikologi ia mulai masuk dalam 5 tahapan perkembangan rohani.

Teori perkembangan modern Sebagai orang yang mendalami psikologi Nouwen mengenal teori teori modern, seperti Jean Piaget, teori Erik Erikson, Kohlberg, Kegan, dan perkembangan iman menurut James Fowler, Gilligan dan Parks. Dalam teori teori yang dipelajarinya itu Nouwen membentuk pandangannya mengenai kehidupan rohani, yang didasarkan pada gerakan. Teorinya mendasarkan pada adanya polaritas dan tegangan di dalam batin.

Dalam konteks Psikologi pastoral ia menemukan psikologi yang baru, yaitu transformative, dan pendekatan non sistematik. Orang orang lain menyebut teori yang dikembangkannya adalah pendekatan spiritualitas ketidaksempurnaan. Kesimpulan Gerakan Roh yang merupakan sentral dalam pandangan Nouwen adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Ia tidak mengatakan sebagai kesempurnaan melainkan terlebih adalah proses.

Melalui perjalanan hidup yang menghadirkan dua kutub yaitu perbudakan dan pembebasan orang selalu berada di dalam tegangan di dalam diri dan komunitas serta misinya.

Ia menawarkan pertobatan dan transformasi hidup dan bukan untuk menaklukkan emosi dan mendapatkan peringkat di dalam perkembangan spiritual. Yang sering dimunculkan adalah gerakan transformative ini seperti dari kekecewaan menuju rasa syukur. Semakin hari mellaui latihan yang mendalam orang semakin menyadari keberadaan dua kutub dalam hidup.Nouwen mengatakan, “Kita dapat lebih jujur dan berbicara secara bebas mengenai realitas hidup gunardi joko lupito.

Dalam proses kita memperoleh kesadaran yang lebih besar, kebebasan pribadi, keterhubungan spiritual menuju Tuhan dan sesama.” Sumber : Chirstensen, Michael, 2010, Henry Nouwen, Spiritual Formation, New York: HarperCollin. Hampir semua orang percaya adanya kejahatana di dunia. Melalui media masa kita dapat melihat tindakan tindakan jahat yang dilakukan orang; baik itu perampokan, pembunuhan dan pelecehan. Film-film yang ditampilkan di biosklop bioskop juga menampilkan adanya kejahatan di dunia.

Di dalam dunia yang demikian itu muncullkah prinsip tindakan yang mengajarkan adanya nilai nilai baik, memberikan standard nilai kehidupan manusia yaitu untuk saling memberikan kebaikan dan menghormati manusia yang lain dengan menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Prinsip ini dapat disebut melakukan yang baik dan menjauhi atau menghindari yang jahat (beneficence and non maleficence). Beneficence dan non maleficence Beneficence dan non maleficence adalah dua standard yang sangat tua dari praktek etika di dunia.

Sebagai contoh melalui sumpah jabatan seorang Dokter. Sumpah ini sudah ada sejak abad ke empat dan merupakan standard yang sangat tinggi bagi seorang dokter. Beneficence adalah konsep positif yang merefleksikan sikap postif jiwa manusia. Melalui prinsip ini seseorang melihat hal yang baik dari orang lain dan membawa orang lain masuk ke dalam hatinya. Membantu orang lain sesuai dengan apa yang dibutuhkannya. Mereka yang bekerja dalam konteks membantu orang lain dijiwai oleh prinsip ini seperti seorang suster perawat, guru, dokter, konselor dan seterusnya.

Mereka menerapkan prinsip ini di dalam pekerjaannya. Beneficence bukanlah tindakan yang membuat diri sendiri menjadi kehilangan sesuatu atas apa yang baik yang dibuatnya kepada orang lain, melainkan membuat diri menjadi semakin utuh dan menjadi positif. Hal ini berlaku juga di dunia kerja; orang yang melakukan tindakan bisnis merasakan adanyahal yang positif saat ia membuat produk yang berguna bagi kemanusiaan dan orang lain. Orang yang melakukan tindakan bisnis yang adil dan saling menguntungkan akan merasakan apa yang dibuatnya adalah hal yang menyenangkan dan positif.Terlebih bila bisnis itu menghasilkan segala kebaikan bagi orang lain.

Beneficence adalah sebuah konsep aktif. Kita dihubungkan secara langsung untuk bertindak. Kita didorong untuk melakukan kebaikan untuk menolong orang lain. Non-malficence adalah sebaliknya, yaitu konsep pasif. Kita didorong untuk menjauhi tindakan yang merugikan orang. Hal ini Nampak melalui gambar malaikat dan setan di bahu seseorang. Seseorang diajak untuk menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain. Non maleficence adalah konsep yang membawa kita untuk menghindari yang jahat.

Hal ini menhadapkan kita dua pilihan yaitu melakukan tindakan yang demi kepentingan diri atau tanggung jawab social. Kita tidak boleh mendengarkan setan di sebelah kiri dan menjauhi tindakan demi kepentingan diri sendiri. Ketika ada pilihan yang muncul prinsip beneficence dan non maleficence dapat sangat berguna.

Dalam psikologi social ada konsep mengenai dilemma bunga mawar yaitu sesuatu yang gunardi joko lupito mudah dan menyenangkan namun membawa malapetaka yang besar. Orang yang ingin mendapatkan kenikmatan untuk diri sendiri namun akibatnya ia harus menanggung masalah yang besar, seperti gunardi joko lupito yang korupsi.

Pertama ia mendapatkan kenikmatan namun tidak dapat mencegah pada saatnya ia akan mengalami malapetaka dengan masuk penjara misalnya. Kenikmatan tindakan cinta diri selalu bersifat sementara. Sebaliknya ketika orang melakukan tindakan social kendati itu harus mengurbankan sesuatu akan mendapatkan hasil yang besar.

Kadangkala orang tidak melihat hal yang demikian dalam hidupnya. Ketika seseorang bekerja sama, melibatkan orang lain dalam hidupnya akan memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada tindakan cinta diri.

Setiap tindakan tanggung jawab social akan mendapatkan hal hal yang positif gunardi joko lupito waktunya. Kebutuhan Beneficence dan non maleficence di tengah kejahatan dunia Beberapa orang melihat kejahatan lebih banyak daripada orang lain. Orang yang berada dalam garis kemiskinan, orang yang berada di lingkungan dengan wabah penyakit, orang yang berada dalam lingkungan kejahatan dan seterusnya.

Mereka berusaha ke luar dari situasi yang mereka alami namun memiliki kesulitan untuk melakukannya. Kita setuju bahwa ada kejahatan di dunia. Untuk itu setiap manusia diajak untuk gunardi joko lupito prinsip beneficence dan non maleficence di dunia.

Kebaikan menjadi terluka ketika orang melakukan tindakan cinta diri ini. Orang yang masuk dalam jiwa manusia akan menghasilkan segala yang baik, termasuk etika perbuatan, aturan moral yang dapat memperlihatkan secara jelas kejahatan di dunia.

Jika ada pengaruh di dunia, biarlah pengaruh itu didominasi oleh kebaikan, kita dapat menjadi pribadi yang membawa kebaikan kepada dunia yang semakin luas. Kita dapat membuat perubahan melalui penyebaran pesan positif kepada dunia. Saling bekerjasama untuk menyebarkan kebaikan merupakan metoda dan cara untuk memenangkan kebaikan kendati secara instingtif diri manusia adalah egois. Apakah melakukan yang baik adalah keputusan pribadi?

Freud menggambarkan keputusan yang dilakukan dalam diri orang ada di dalam diri orang gunardi joko lupito sendiri. Hal ini ditampilkan seperti gambaran seseorang dengan malaikat di sebelah kanan dan setan di sebelah kirinya. Setan menggambarkan id, yaitu dorongan untuk melakukan tindakan demi kenikmatan dan seks. Malaikat menggambarkan konsep super ego yaitu segala hal yang diajarkan dan ditanamkan ke dalam diri seseorang berkenaan dengan pesan-pesan moral.

Sedangkan orang itu sendiri disebut dengan ego yaitu pribadi yang akan memutuskan mana yang akan dipilih, yaitu setan atau malaikat. Hal ini sesungguhnya masuk dalam konteks modernisme.

Konsep yang muncul dalam konteks gunardi joko lupito adalah pilihan dan keputusan bebas individu. Dalam konteks postmodern tidak ada keputusan yang melulu pribadi. Pilihan selalu terkait dengan keberadaan social, budaya dan pengaruh dari orang orang yang ia kenal baik yang lampau dan saat ini di dalam hidupnya.

Dan juga terkait dengan relasi biologis di dalam dirinya. Sebagai suatu contoh ketika seseorang memilih memakan makanan yang penuh dengan fat, hal itu terjadi karena pengaruh social dan budaya yang dialaminya. Contoh makan bakso dengan the botol sosro. Media mengatakan apapun makanannya teh botol sosro minumannya.

Secara otomotis ketika seseorang berada di sebuah rumah makan bakso dan melihat ada gambar the botol sosro maka ia akan meilih the botol sosro. Dengan demikian itu bukanlah pilihan individu, melainkan pilihan yang dibuat secara social.

Ada orang mengatakan jika mau membuat sebuah restaurant yang sukses buatlah restaurant yang memuat makanan dengan gula yang banyak, garam dan lemak. Ketika makan orang akan memenuhi insting kenikmatan dibandingkan dengan pilihan untuk kebaikan bagi kesehatan. Semua keputusan adalah secara social dan biologis memaksa dan berasal dari linggkungan social.

Sebagai contoh orang memilih pasangan hidup, sekolah, karier dipengaruhi oleh factor social. Secara biologis orang juga dipengaruhi oleh pengalaman dan kecenderungan secara genetic. Memilih pasangan hidup misalnya dipengaruhi juga oleh keluarga calon pasangan, teman dan budaya. Untuk itulah sebaiknya orang menikah dengan tidak terlalu cepat supaya kematangan dalam membnuat pilihan ini terjadi. Kerapkali orang berbicara mengenai gunardi joko lupito bebas individu.

Hal ini banyak diungkapkan dalam filsafat barat, namun sesungguhnya di Timur dikenal budaya kebersamaan.

gunardi joko lupito

Sebuah keputusan dibuat yang oleh orang disebut dengan kehendak bebas sesunggunya terjadi setelah perjumpaan dan pertemuan dengan pendapat dari orang lain. Pilihan pilihan yang kita buat pada saat ini sesungguhnya dipengaruhi oleh relasi yang kita buat.

Maka memilih yang baik dan menjauhkan yang jahat bukan keputusan yang dibuat melalui pemikiran seseorang.

gunardi joko lupito

Hal ini merefleksikan relasi social. Komunikasi dengan orang lain dalam konteks tanggungjawab social dan prinsip prinsip jiwa mnausia akan menghasilkan kesatuan social yang memiliki cita cita yang sama.

Kesatuan melalui komunitas yang peduli adalah sejalan dengan melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat. Melalui kebersamaan dengan orang orang yang memiliki hidup dengan standard moral yang baik, dan menjauhi komunitas yang membawa pada kejahatan orang semakin hidup baik sesuai dengan prinsip hidup. Orang tua yang bijak tahu bahwa keputusan didorong dan dipengaruhi secara biologis, dan social.

Mereka perlu secara bijak menempatkan anak anak mereka di tempat dimana kelompok social yang ada sesuai dengan tradisi dan budaya yang tidak gunardi joko lupito dengan tradisi dan budaya keluarga. Penting menempatkan mereka ke dalam pengaruh social yang positif bagi perkembangan dan pertumbuhan individu.

Metoda yang dibangun dalam konteks ini adalah pendekatan konstruksi social dan biososial. Dalam membangun sebuah perubahan orang membutuhkan relasi relasi yang postif dan lingkungan social yang mendukung. Hal ini berbeda dengan pendekatan hukuman bagi seorang anak yang memberontak, misalnya seorang anak yang nakal dibentak dan diberikan ultimatum, “sekali lagi kamu melakukannya kamu pergi dari rumah ini dan seterusnya.

Melalui pendekatan social dengan orang-orang yang positif orang akan mengalami perubahan hidup. Kesimpulan Beneficence dan non maleficence secara historis berakar pada prinsip prinsip etika yang secara jelas berada dalam konteks postmodernisme.

Beneficence berhubungan dengan penyebaran kebaikan, menolong orang lain dan bekerjasama atas dasar kebaikan bersama. Non maleficence berhubungan dengan menghindari tindakan keliru, tindakan egois atau melukai orang lain. Ketika berhadapan dengan pilihan, komunitas etis secara langshung menghindarkan kita untuk tindakan yang jahat. Di akhir keputusan etika positif dari jiwa manusia ditularkan kepada orang lain.

Adalah kewajiban bagi seseorang untuk menyedikan kehidupan yang lebih baik di masa depan dengan membawa kabar gembira untuk melakukan kebaikan dan menghindari yang jahat.

Membangun komunitas yang positif membawa kehidupan yang lebih baik kepada semua orang. ​Sumber: ​ • Cottone, Rocco, 2010, Toward a Positive Religion: Belief Science in Postmodern Era, USA: Offset Paperback Mfrs, Inc. Hidup Beriman ​ Dalam tradisi agama-agama ada penjelasan mengenai mengapa adanya kehidupan di dunia melalui bayi yang dikandung. Dalam Agama Islam di Alquran Sura III mengatakan, “Dia yang membentuk engkau di dalam rahim ibumu”. Dalam agama Hindu dikatakan gunardi joko lupito setelah jiwa dilepaskan dari neraka atau dari Surga, jiwa itu masuk ke dalam rahim.

Dalam agama Budha dikatakan bahwa Sang Budha datang dan bereinkarnasi dalam rahim seorang ibu. Demikian pula dalam Buku Tibet mengenai kematian dipercaya adanya reinkarnasi. Dalam agama kristiani dikatakan secara jelas bahwa Yesus menjadi manusia melalui rahim seorang wanita. Agama-agama mempercayai bahwa kehidupan bermula dari rahim. Dalam konteks postmodernisme awal mula kehidupan menjadi perdebatan. Dalam dunia medis gunardi joko lupito melihat adanya intervensi terhadap kehidupan, sebagai contoh: kehidupan sejak gunardi joko lupito pertemuan antara sperma dan sel telur, kehidupan terjadi saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim.

Ada juga alat yang digunakan untuk membuat sel telur yang sudah dibuahi itu tidak menempel pada dinding rahim. Ada pula tehnologi mengembangkan sel telur yang sudah dibuahi itu di laboratorium dan seterusnya.

gunardi joko lupito

Dalam dunia modern kita mengenatahui bahwa suara hati keputusan individu semata tidak ada. Dalam hal ini ide ide bebas individu dan keputusan yang diambil oleh diri sendiri hanya terjadi dalam hal hal yang kecil. Kita mengetahui bahwa keputusan berkaitan dengan kehidupan dipikirkan oleh orang banyak dan berdasarkan standard sosial dan relasi sosial.

Keputusan keputusan berdasarkan desakan sosial dan adanya persetujuan dalam lingkup sosial. Ada dua kasus yang diangkat berdasarkan nilai kehidupan ini. Pertama ada seorang wanita yang ingin menggugurkan anaknya Karena masalah finansial.

Setelah berjumpan dengan beberapa konselor di America, wanita ini menggugurkan anaknya. Namun setelah beberapa tahun wanita itu terkena kanker payudara. Ia tidak memiliki anak kendati menikah.

Karena frustasi wanita ini berusaha memperoleh anak, dan akhirnya ia mengandung anak pada saat ia menderita cancer. Akhirnya anak itu lahir, namun sang ibu meninggal. Setelah dicek, ternyata dalam diri ibu itu mengendap rasa bersalah yang dalam atas tindakan mengugurkan kandungannya ini.

Rasa bersalah yang mendalam ini menimbulkan dampak pada fisiknya. Tindakan bersalah yang dilakukan dalam melawan kehidupan berdampak pada penyakit yang dideritanya. Kedua ada seorang konselor yang memberi pendampingan kepada seorang wanita yang ingin mengaborsi. Ibu dari anak ini meminta agar anak yang ada di dalam kandungan tidak digugurkan. Ibu anak yang ingin menggugurkan anaknya ini mau membesarkan anak yang ada di dalam kandungannya itu.

Si konselor mendukung keinginan sang anak untuk melakukan aborsi. Pengalaman ini membayang terus di dalam diri sang konselor. Ia sangat menyesal atas tindakan menggugurkan ini. Tindakan aborsi adalah tindakan yang merusak kehidupan. Para pendahulu melalui agama sangat yakin akan hal ini. Kehidupan haruslah menjadi yang utama. Kita harus menghargai kehidupan dan mendukung kehidupan untuk terus dihargai.

Secara menarik para pendahulu secara jelas mengungkapkan bahwa seorang anak harus berada di dalam kandungan. Seorang ibu sangatlah penting. Seorang anak yang dikembangkan di luar tubuh seorang ibu tidak dapat memperoleh hal hal yang dibutuhkan sebagai manusia, yaitu segala hal cinta dan perhatian seorang ibu.

Kehidupan terjadi ketika ada relasi antara seorang anak dengan seorang ibu. Kitab Suci Perjanjian Lama secara jelas mengatakan "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremiah 1:5).

Pemazmur juga mengungkapkan hal yang senada, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” (Mazmur 139 14-16) Iman Yesus mengatakan bahwa Kitab Suci dapat disarikan menjadi dua hukum, yaitu Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan hukum yang kedua ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Markus 12: 28-31). Teks ini mengungkapkan secara jelas bahwa beriman kepada Allah berarti juga mengasihi sesama. Sama halnya mengasihi sesame berarti mengasihi Tuhan. Perhatian kepada kehidupan merupakan bukti keberimanan kita kepadaNya.

Dalam surat Yakobus disebutkan, “ Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26).

Ungkapan iman kepada Tuhan adalah perbuatan-perbuatan kasih, yang berarti adalah penghargaan pada kehidupan itu sendiri. Segala permasalahan yang ada di dunia perlu menghadirkan kasih ini, yaitu kepada sesama manusia. Demikian juga dengan permasalahan aborsi harus dengan jelas bahwa hal itu bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Ada kasus kasus etika lain, seperti hukuman mati, euthanasia, dan pembunuhan dalam perang.

Hukuman mati bukanlah tindakan yang tepat. Orang yang mendukung kehidupan dan iman secara jelas tidak membenarkan pembunuhan kendati seberapapun bersalah yang ia lakukan. Ada banyak huikuman lain yang dapat dilakukan dan bukan hukuman mati. Karena hukuman mati berarti menghapiskan dan tidak mengharga nilai kehidupan.

Euthanasia adalah tindakan membantu orang lain melakukan tindakan bunuh diri dengan maksud mengurangi penderitaan yang dialaminya. Hal ini secara jelas melanggar nilai nilai kemanusiaan. Orang seharusnya mengalami kematian secara wajar dan alami.

Semua tindakan bunuh diri adalah tidak benar, karena tidak menghargai hidup. Jika kita optimism aka kita dapat melihat sesuatu yang baik di hadapan kita. ​ Tindakan membunuh di dalam perang. Secata jelas Yesus tidak menginginkan adanya peperangan.

Yang dilakukan oeh Yesus adalah membawa orang pada pertobatan. Di Amerika setelah perang di Irak, banyak prajurit yang mengalami trauma setelah kembali dari perang. Ia tidak lagi menjadi dirinya. Ada traum,a-trauma yang harus diselesaikan.

Pengganti perang adalah dengan menggunakan negoisasi satu dengan yang lain, sehingga konflik dapat diselesaikan. Ketika perang tidak dihindarkan, maka yang terjadi adalah menjaga kehidupan dengan melindungi diri dari kejahatan. Tindakan yang dilakukan adalah melindungi yang lemah.

Sumber: ​ • Cottone, Rocco, 2010, Toward a Positive Religion: Belief Science in Postmodern Era, USA: Offset Paperback Mfrs, Inc. If you choose to “Accept all,” we will also use cookies and data to • Develop and improve new services • Deliver and measure the effectiveness gunardi joko lupito ads • Show personalized content, depending on your settings • Show personalized ads, depending on your gunardi joko lupito If you choose to “Reject all,” we will not use cookies for these additional purposes.

Non-personalized content and ads are influenced by things like the content you’re currently viewing and your location (ad serving is based on general location). Personalized gunardi joko lupito and ads can also include things like video recommendations, a customized YouTube homepage, and tailored ads based on past activity, like the videos you watch and the things you search for on YouTube.

We also use cookies and data to tailor the experience to be age-appropriate, if relevant. Select “More options” to see additional information, including details about managing your privacy settings.

You can also visit g.co/privacytools at any time. • English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands • All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • eesti • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge • galego • Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) • Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Ελληνικά • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски • монгол • Русский • српски • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ • ગુજરાતી • ଓଡ଼ିଆ • தமிழ் • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港 • English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands gunardi joko lupito All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • eesti • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge • galego • Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) • Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Ελληνικά • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски • монгол • Русский • српски • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ • ગુજરાતી • ଓଡ଼ିଆ • gunardi joko lupito • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港
Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) periode 2022 -2027.

Pembentukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Presiden RI No. 13/P Tahun 2022, pada 24 Januari 2022. Dalam melaksanakan tugasnya, panitia seleksi (pansel) bertanggung jawab kepada presiden, demikian bunyi Diktum Keppres itu. Menurut beleid itu, masa kerja pansel terhitung sejak keppres diberlakukan sampai dengan ditetapkannya Anggota BPKH periode 2022-2027. "Pansel mempunyai tugas menyusun dan menetapkan jadwal kegiatan pendaftaran, seleksi, pengumuman dan penetapan calon anggota badan pelaksana dan calon anggota dewan pengawas," tulis Surpres tersebut.

Adapun mantan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menjadi ketua Pansel Calon Anggota BPKH Periode 2022-2027. Berikut daftar Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022 - 2027, yang ditetapkan Presiden yakni Ketua merangkap Anggota: Prof. Mardiasmo, M.B.A. Akt, Ph.D Wakil Ketua merangkap Anggota:Dr. Hery Gunardi Sekretaris merangkap Anggota: Prof. Dr. H.

Nizar, M.Ag Anggota: 1. Ir. Razilu, M.Si, CGCAE 2. Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A 3. Drs. Aris Priatno, Ak, SE, M.A 4. Prof. Dr. Haryono Umar, M.Sc, Ak, C.A 5. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si 6. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, M.Phil, Ph.D. Menanggapi penunjukan sebagai Wakil Ketua Pansel BPKH, Hery Gunardi yang merupakan Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengatakan bahwa penunjukan dirinya untuk membantu Mantan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dalam menetapkan anggota BPKH.

Penunjukan tersebut, menurut Hery, merupakan kepercayaan dan amanah yang besar dari Presiden Jokowi. "Kepercayaan dan tugas besar ini akan saya emban dengan penuh amanah dan tanggung jawab untuk mencari orang terbaik dalam mengelola dana haji," ungkap kata Hery yang juga Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Sebelumnya Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, Badan Pengelola Keuangan Haji mencatatkan kenaikan saldo dana haji kelolaannya pada 2021 sebesar 9,64 persen menjadi Rp 158,88 triliun (unaudited, data per 7 Januari 2022).

Sementara pada 2020, dana kelolaan haji BPKH sebesar Rp 144,91 triliun. Sementara target dana kelolaan yang ditetapkan BPKH untuk 2021 sebesar Rp 155,92 triliun. Artinya, capaian dana kelolaan pada 2021 tersebut melebihi target yang ditetapkan yakni 101,9 persen.

TRIBUN-VIDEO.COM - Penceramah Gus Miftah menceritakan pengalaman pertamanya datang ke lokalisasi untuk memberikan ceramah. Hal itu diungkapkan Gus Miftah saat menjadi narasumber di acara E TalkShow tv One pada Senin (16/12/2019).

Gus Miftah mengatakan dirinya pertama kali datang ke sebuah lokalisasi besar di Kota Yogyakarta. "Sebelum ke diskotik saya justru datang ke lokalisasi terlebih dahulu." gunardi joko lupito itu ada kegelisahan karena Jogja sebagai kota pelajar tapi juga menyimpan suatu tempat prostitusi yang besar di Tanah Jawa, dan besar," ujar Gus Miftah.

Berawal dari kegelisahan warga, Gus Miftah lantas tergerak hatinya untuk memberikan dakwah di sana. "Dan waktu itu akhirnya saya tergerak untuk mendatangi tempat tersebut," ungkap dia. Pada awal kedatangannya, dia lebih memilih untuk sholat tahajud di Mushola dalam area lokalisasi.

"Jadi waktu itu saya ke sana, saya setiap malam sholat tahajud, sholat hajad mendoakan mbak-mbak di tempat itu." "Saya tahun 2000 masuk ke sana pertama kali, sampe kemudian malam-malam berikutnya, kan saya masuk ke sana juga pake sarung om, pake baju koko, sama kopiah," cerita Gus Miftah. Dari sana, ia lantas bertemu dengan seorang preman terkenal di daerah Yogyakarta, bernama Gun Jack. "Dan di situlah awal mula perkenalan saya dengan preman terbesar di tanah Jawa, namanya Almarhum Gunardi Joko Lupito kalau di kalangan preman terkenal dengan nama Gun Jack," katanya.

Pada suatu malam, Gus Miftah mengaku diancam dibunuh oleh Gun Jack dengan menggunakan pistol. "Pada malam ketiga saya masuk, saya disamperin sama Beliau, saya diancam, 'Lo macem-macem saya bunuh'." "Ditodong pake apa Om, pistol jadi sepanjang ngaji di dunia malam, saya pernah ditodong pistol dua kali," ungkapnya.

Diacam demikian, Gus Miftah lantas memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak berniat buruk. "Waktu itu dia bilang begini 'Lo macem-macem gue bunuh, saya cuma bilang begini kasih saya waktu tiga menit untuk menjelaskan apa yang saya mau." "Waktu itu saya sampaikan kepada Beliau Om sebaik-baiknya tempat itu ada buruknya dan seburuk-buruknya tempat harus ada baiknya," demikian Gus Miftah.

Gus Miftah gunardi joko lupito menumbuhkan kebaikan di tengah tempat yang dianggap buruk. "Tolong di tempat yang dianggap buruk ini saya menanam kebaikan di sini," ujar Gus Miftah.

Dengan penjelasan itu, akhirnya Gun Jak berhenti Gus Miftah. "Waktu dia bilang You saya kasih kesempatan, kalau macem-macem habis (dibunuh)," "Waktu itu dunia pepremanan luar biasa enggak seperti sekarang ini," kata Gus Miftah.

Jawaban Gus Miftah saat Disebut Memalukan Pada kesempatan yang sama, Gus Miftah menceritakan, dirinya sempat ditanya oleh penjaja dunia malam mengapa dirinya rela berdakwah di tempat seperti itu. Kala itu, Gus Miftah balik bertanya pada para Wanita Tuna Susila tersebut bahwa suatu tempat yang baik juga ada jeleknya.

Sehingga, jika ada tempat buruk maka harus ada baiknya. "Saya bilang tempat paling baik di dunia apa? Masjid? Masjid juga ada jeleknya kok buktinnya apa sandal saja hilang." "Makanya ini tempat dianggap buruk harus ada baiknya," tegas Gus Miftah.

Tak hanya tempat, seseorang yang buruk juga harus memiliki sisi baik demikian sebaliknya. "Saya sampaikan pada mereka sebaik-baiknya orang ada jeleknya, dan sejelek-jeleknya orang harus ada baiknya." "Maka saya sampaikan orang baik dan orang jelek itu bedanya tipis, orang baik pernah berbuat jelek, dan orang jelek pasti pernah berbuat baik," jelas mantan asisten pribadi Presiden Gus Dur itu.

Maka dari itu lah, Gus Miftah memutuskan berdakwah di tempat dunia malam. "Maka sejak saat itu saya memutuskan mengadakan pengajian di lokalisasi," katanya. Mendengar cerita Gus Miftah, presenter lantas bertanya bagaimana tanggapan soal kritikan. Gus Miftah menjawab, dirinya sudah biasa mendapat kritikan. Bahkan, ia pernah disebut memalukan oleh seorang Kyai di suatu acara. "Nah, Gus Miftah ini terkenal dengan pengajiannya di lokalisasi, di klub malam, tentu saja ada yang memuji, ada yang mengkritik," tanya presenter.

"Bahkan ada yang mengatakan itu dakwah yang memalukan, itu interview langsung waktu dibilang bagaimana pendapat Anda Pak Kyai, memalukan," cerita Gus Miftah. Dikatakan demikian, Gus Miftah mengatakan bahwa lebih memalukan jika tidak berbuat apa-apa ketika melihat keburukan. "Saya langsung ditanya sama presenternya, respons Gus Miftah jawaban saya waktu itu sederhana, kalau memang dakwah saya di dunia malam memalukan." "Lebih memalukan mana, ketika kita melihat kemaksiatan, diam tanpa memberikan solusi apapun kepada mereka," demikian jawaban Gus Miftah kala itu.

(TribunWow.com/ Mariah Gipty) Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Gus Miftah Ceritakan Pengalaman Pertama Ceramah di Lokalisasi, Ditodong Pistol Diancam Dibunuh
If you choose to “Accept all,” we will also use cookies and data to • Develop and improve new services • Deliver and measure the effectiveness of ads • Show personalized content, depending on your settings • Show personalized ads, depending on your settings If you choose to “Reject all,” we will not use cookies for these additional purposes.

Non-personalized content and ads are influenced by things like the content you’re currently viewing and your location (ad serving is based on general location). Personalized content and ads can also include things like video recommendations, a customized YouTube homepage, and tailored ads based on past activity, like the videos you watch and the things you search for on YouTube.

We also use cookies and data to tailor the experience to be age-appropriate, if relevant. Select “More options” to see additional information, including details about managing your privacy gunardi joko lupito. You can also visit g.co/privacytools at any time.

• English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands • All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • eesti • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge • galego • Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) • Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Ελληνικά • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски • монгол • Русский • gunardi joko lupito • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ • ગુજરાતી • ଓଡ଼ିଆ • தமிழ் • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港 • English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands • All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • eesti • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge • galego gunardi joko lupito Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) gunardi joko lupito Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Ελληνικά • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски gunardi joko lupito монгол • Русский • српски • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ • gunardi joko lupito • ଓଡ଼ିଆ • தமிழ் • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copyJAKARTAinvestor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), periode 2022 -2027.

Pembentukan BPKH tertuang dalam Surat Keputusan Presiden RI Nomor 13/P Tahun 2022, yang diterbitkan pada 24 Januari 2022. Adapun Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022 - 2027, yang ditetapkan Presiden Jokowi terdiri atas Prof Mardiasmo MBA Akt PhD sebagai ketua merangkap Anggota, wakil Ketua merangkap anggota Dr Hery Gunardi, Prof Dr H Nizar MAg (Sekretaris merangkap Anggota), dan para anggota Ir Razilu MSi CGCAE, Prof Dr KH Noor Achmad MA, Drs Aris Priatno Ak SE MA, Prof Dr Haryono Umar MSc Ak CA, Prof Dr H Nur Syam MSi, dan Prof Akh Muzakki MAg MPhil PhD.

Berdasarkan Keppres, Panitia Seleksi (Pansel) dalam melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab kepada Presiden. Masa kerja Pansel, seperti tertuang dalam Keppres,adalah terhitung sejak Keppres diberlakukan sampai ditetapkannya Anggota BPKH periode 2022-2027. Pansel bertugas untuk menyusun dan menetapkan jadwal kegiatan pendaftaran, seleksi, pengumuman dan penetapan calon anggota badan pelaksana dan calon anggota dewan pengawas," demikian bunyi salah satu diktum dalam Keppres.

Menanggapi penunjukan sebagai Wakil Ketua Pansel BPKH, Hery Gunardi yang merupakan Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengatakan bahwa penunjukan dirinya untuk membantu Mantan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dalam menetapkan anggota BPKH.

Penunjukan tersebut, menurut Hery, merupakan kepercayaan dan amanah yang besar dari Presiden Jokowi. "Kepercayaan dan tugas besar ini akan saya emban dengan penuh amanah dan tanggung jawab untuk mencari orang terbaik dalam mengelola dana haji," ungkap kata Hery yang juga Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Sebelumnya Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, Badan Pengelola Keuangan Haji mencatatkan kenaikan saldo dana haji kelolaannya pada 2021 sebesar 9,64 persen menjadi Rp 158,88 triliun ( unaudited, data per gunardi joko lupito Januari 2022).

Sementara pada 2020, dana kelolaan haji BPKH sebesar Rp gunardi joko lupito triliun. Sedangkan target dana kelolaan yang ditetapkan BPKH untuk 2021 sebesar Rp 155,92 triliun. Artinya, capaian dana kelolaan pada 2021 tersebut melebihi target yang ditetapkan yakni 101,9%. Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Gus Miftah - Wong Edan Kui Bebas - Gun Jack Preman Terkenal Indonesia Bangun Masjid 3




2022 www.videocon.com