Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Seperti yang sudah kita ketahui bersama sobat, karya seni ada banyak jenisnya seperti unsur seni dalam busana. Salah satu karyanya adalah seperti karya seni rupa. Karya seni rupa itu sendiri merupakan salah satu cabang kesenian yang membentuk sebuah karya seni dengan menggunakan media yang dapat ditangkap secara kasat mata dan juga dapat dirasakan ataupin disentuh dengan menggunakan indra peraba. Sebuah karya seni rupa akan menciptkan sebuah karya yang meluapkan sebuah eksrepsi, keindahan, kecintaan dan juga berbagai hal yang dituangkan dalam sebuah media yang bisa dilihat secara langsung ataupun bisa disetuh.

Misalnya saja seperti hasil karya lukisan dengan seni lukis aliran romantisme seornag pelukis, yang meluangkan imajianasinya dan mengekspresiaknnya dalam sebuah kanvas yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah lukisan yang indah yang bisa kita rasakan keindahannya lewat perpauan warna yang terdapat pada lukisan tersebut.

Nah sobat semua, berbicara mengenai karya seni rupa tersebut, maka akan membutuhkan beberapa teknik penilaian yang terkandung di dalamnya. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas tersebut, terdapat beberapa aspek. Untuk ulasan selengkapnya mengenai Aspek Penilaian dalam Karya Seni Rupa tersebut, yuk sobat langsung saja kita simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Cekidot. • Asek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia seni rupa seperti seni patung untuk keindahan rumah, meruapakan suatu proses yang timbul dari sebuah imajinasi menjadi sebuah kenyataan.

Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan juga ilham dari dalam yang tentunya menciptakan keunikan tersendiri. Nah sobat, keunikan dari ekspresi itulah yang disebut dengan kreativitas.

• Aspek Kegunaan Aspek kegunaan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari karya seni rupa tersebut. Aspek kegunaan ini merupakan hal yang sangat penting yang merupakan fungsi utama dari seni rupa tersebut. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunananya, dari segi keluwesan/ fleksibilitas dan juga dari segi keamanan dalam hal penggunaanya.

• Aspek Penguasaan Teknis Adapun aspek teknis merupakan cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan juga tentunya mempunyai nilai. Ketidakterampilan dalam menggunakan atau menguasai teknik akan berdampak pada hasil karya yang dihasilkan. Demikian juga dalam hal pemilihan teknis, segala sesuatunya membutuhkan pertimbangan dalam pembuatan karya seni tersebut.

Kesalahan dalam pembuatan teknik, juga akan berdampak pada hasil karya seni itu sendiri oleh karena itu, pemilihan teknik dalam sebuah hasil karya tentunya merupakan hal yang harus dipertimbangkan.

• Aspek Penguasaan Bahan Setiap bahan dalam karya seni mempunyai sifat dan juga karaketristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk itu, seorang pencipta karya seni tersebut harus tau betul sifat dan juga karakter bahan yang akan digunakan dalam karya seni rupanya tersebut.

Kesalahan dalam pemilihan bahan, juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuat oleh seorang seniman tersebut. Oleh karena itulah sobat aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan.

Nah sobat semua, itulah beberpa aspek penilaian dalam karya seni rupa yang bisa penulis sajikan untuk anda pada postingan kali ini. Terima kasih untuk anda yang sudah berkunjung dan membaca artikel ini, sampai jumpa diartikel selanjutnya dengan pembahasan yang lebih menarik untuk ada.

Salam hangat, salam seni. MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Pengertian Pameran Seni Rupa Menurut Para Ahli Berikut ini terdapat beberapa pengertian pameran seni rupa menurut para ahli, antara lain: 1.

Menurut Myers. B Pameran merupakan sebagai suatu aktivitas yang melibatkan satu ruang, biasanya galeri atau dewan dan memamerkan hasi karya seni seperti lukisan, catan, cetakan, arca, ukiran, gambar berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. dan karya yang siap. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: 101 Pengertian Dan Macam-Macam Seni Menurut Para Ahli 4.

Menurut Wikipedia Pameran merupakan suatu kegiatan penyajian karya seni rupa, supaya dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Fungsi Pameran Karya Seni Rupa Pameran karya seni rupa memiliki berbagai fungsi sosial bagi masyarakat, diantaranya: • Sebagai sarana edukasi, yakni pameran berfungsi mendidik siswa untuk mengetahui pentingnya pengalaman batin yang berguna untuk menyeimbangkan kegiatan akal dan pikiran manusia.

• Sebagai sarana apresiasi, yakni Pameran tersebut diadakan berfungsi untuk mengeluarkan ide gagasan pencipta yang kemudian para pengunjung akan memberikan apresiasi atau memberi penilaian terhadap karya seni yang mereka buat, proses apresiasi dapat dibedakankan menjadi 2 yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif. • Sebagai sarana prestasi, yakni pameran dapat menjadi ajang kompetisi bagi para pencipta seni, karena melalui karya seni kita akan tahu setinggi apa keaktifan dan kreativitas pencipta seni dalam membuat karya.

• Sebagai sarana rekreasi, yakni Pameran dapat berfungsi sebagai tempat untuk merilekskan pikiran dan menghilangkan kejenuhan atas kegiatan atau rutinitas sehari-hari baik itu sekolah, kerja atau sebagainya yang banyak menguras energi dan pikiran. Unsur-Unsur Pameran Seni Rupa Unsur-unsur dalam pameran seni rupa sebagai berikut. • Karya-karya seni rupa yang akan dipamerkan. • Panel atau sketsel, standart display atau box untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan. • Dekorasi yakni perlengkapan untuk menyajikan karya seni agar lebih indah.

• Sound system yakni sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung pameran. • Label karya digunakan untuk menulis identitas (judul, pecipta, teknik dan tahun penciptaan) dan ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan. • Katalog yakni lembaran petunjuk yang berisi penyelenggaraan pameran. • Buku tamu yang diisi oleh pengunjung pameran. • Buku pesan atau kesan, digunakan untuk berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

tanggapan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan. Baca Juga Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. Terkait Tentang Materi: Penjelasan Aliran Seni Lukis Beserta Jenis, Ciri Dan Tokohnya Jenis-Jenis Pameran Seni Rupa Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut: 1. Menurut Jumlah Pesertanya • Pameran tunggal, Merupakan pameran seni rupa yang hanya diselenggarakan secara individual (perorangan).

• Pameran kelompok, Marupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh baberapa saniman atau pengrajin. berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. Menurut Sifatnya • Pameran Insidental, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara berkala yang didasarkan atas kebutuhan yang ada, misalnya: pameran kaligrafi guna menyongsong perayaan Isro’ Mi’raj.

• Pameran rutin, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan pada periode berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. secara tetap dan berkelanjutan, misalnya: pentas seni yang dilakukan setiap akhir semester. • Pameran permanen, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara terbuka, tetap dan terus menerus. 3. Menurut Ragam Jenis Karya yang Digelar • Pameran homogen, yaitu berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. seni rupa yang memamerkan berbagai jenis karya seni rupa.

• Pameran heterogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan satu jenis karya seni rupa yang seragam. 4. Menurut Tempat Berlangsungnya • Pamaran terbuka, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di luar ruangan secara tarbuka.

• Pameran tertutup, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di dalam ruangan suatu gedung. • Pameran bergerak, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan menggunakan alat yang bergerak, seperti kendaraan/ mobil. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Pengertian Dan Macam – Macam Relief Seni Pahat Pada Zaman Kuno 5. Menurut Jenis Dimensi Karya Seni Rupa • Pameran karya seni rupa dua dimensi Pameran yang hanya menyajikan karya seni rupa pada bidang datar seperti gambar, lukisan, seni grafis.

Karya ini hanya dapat dinikmati dari satu arah. • Pameran karya seni rupa tiga dimensi Pameran yang hanya menyajikan karya seni yang memiliki volume/kesan ruang yang sebenarnya, yaitu memiliki ukuran Panjang x lebar x tinggi. Karya seni ini dapat diamati dari berbagai arah.

Tujuan Pameran Seni Rupa Pameran di sekolah memiliki beberapa tujuan, seperti tujuan sosial, komersial dan kemanusian. • Tujuan sosial ialah karya seni yang dipamerkan digunakan untuk kepentingan sosial. • Tujuan komersial ialah pameran bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi seniman atau penyelenggara seniman, diharapkan karya yang dipamerkan terjual.

• Tujuan kemanusiaan ialah demi kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai serta pengembangan hasil karya seni budaya yang masyarakat miliki. Penjualan karya dengan tujuan ini akan disumbangkan ke panti asuhan, korban bencana, maupun masyarakat kurang mampu. Manfaat Pameran Seni Rupa Berikut ini terdapat beberapa manfaat pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut: • Dapat menumbuhkan dan menambah kemampuan Apresiasi Terhadap Seni Rupa • Dapat melatih diri untuk dapat bekerja sama dengan orang lain • Dapat melatih sikap tanggung jawab dan mandiri • Dapat menumbuhkan motivasi • Dapat menghilangkan rasa stress dan jenuh • Dapat dijadikan sebagai sarana promosi Syarat Penyelenggara Pameran Seni Rupa Untuk menyelenggarakan pameran, kita harus memenuhi syarat-syarat utamanya, yaitu sebagai berikut.

1. Karya yang Akan Dipamerkan 1.1 Karya seni rupa homogen • Karya seni rupa 2 dimensi saja. • Karya seni rupa 3 dimensi saja. • Karya lukis saja. • Karya grafis saja, dan sebagainya. 1.2 Karya yang heterogen Campuran dari berbagai jenis karya seni rupa, baik dimensi maupun medianya. Selain menurut jenisnya, pameran juga dapat dikelompokkan menurut jumlah seniman yang akan memamerkan karyanya, yakni: • pameran tunggal, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya satu orang seniman, • pameran kelompok, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya beberapa seniman.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Pengertian Sastra Menurut 15 Para Ahli Dan KBBI 2. Panitia Pameran Penyelenggaraan sebuah pameran biasanya dilakukan oleh sebuah panitia. Hal ini untuk mengatur mekanisme kerja secara efektif. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut. 2.1 Daftar Panitia Pameran Seni Rupa No Susunan Panitia Tugas/ Tanggungjawab 1 Pembimbing 2 Ketua bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan 3 Wakil Ketua membantu ketua untuk urusan keluar 4 Sekretaris membantu bidang administrasi 5 Bendahara membantu bidang keuangan 6 Seksi Penyeleksi bertugas menyeleksi karya-karya yang akan dipamerkan 7 Seksi Usaha bertugas mencari dana 8 Seksi Publikasi dan Humas bertugas menghubungi pihak luar yang terkait 9 Seksi Dekorasi bertugas mengatur komposisi pameran 10 Seksi Akomodasi bertugas menyiapkan ruang, tempat, display 11 Seksi Operasional bertugas menjaga, menerangkan, dan menerima tamu (pengunjung) 12 Seksi Keamanan bertanggung jawab atas keamanan pameran 13 Seksi PPPK bertugas mengatasi kecelakaan dalam pameran Susunan kepanitiaan tersebut dapat ditambah atau dikurangi menurut kondisi masing-masing.

3. Sarana dan Prasarana Dalam suatu pelaksanaan pameran, sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak yang harus ada. Karena, tanpa syarat ini sebuah pameran tidak akan dapat dilaksanakan. Yang termasuk sarana dan prasarana adalah: • dana, • ruangan / tempat, • pencahayaan (lighting), • panel-panel untuk memasang karya, standar display untuk memasang karya 3 D • sound system, • katalaog, • buku tamu, buku kesan dan pesan.

4. Pengunjung Sebuah pameran baru dikatakan berjalan bila didatangi pengunjung, karena sebuah pameran pada dasarnya bertujuan mengadakan komunikasi antara seniman dengan pengunjung. Dengan demikian, tujuan pameran tidak akan tercapai bila tak ada pengunjung.

Untuk mendatangkan pengunjung, perlu dilakukan publikasi secara tepat, antara lain dengan reklame-reklame yang bersifat undangan. Prinsip dalam Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Berikut ini terdapat beberapa prinsip dalam penyelenggaraan pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut: • Prinsip Interaksi Prinsip interaksi adalah prinsip yang harus berorientasi pada kepentingan penyelenggara dan pengunjung dalam penyelenggaraan pameran.

• Prinsip Inisiatif Prinsip inisiatif adalah penyelenggaraan pameran yang mengambil inisiatif serta menentukan langkah-lagkah yang sistematis dan terencana ke arah pendekatan khalayak ramai pada pameran yang sedang diselenggarakan. • Prinsip Repetisi Prinsip repetisi adalah prinsip penyelenggaraan pameran yang dilakukan secara berulang-ulang.

• Prinsip lntegritas Prinsip integritas adalah prinsip penyelenggaraan yang menampilkan banyak koleksi pameran, contohnya pameran seni lukis, yang di dalamnya terdiri dari bermacam-macam aliran. • Prinsip Efisiensi Prinsip eflsiensi adalah penyelenggaraan pameran dengan melakukan penulisan secara sistematis agar tidak merepotkan penyelenggara dan pengunjung.

Prinsip efisiensi dapat didukung oleh lingkungan yang indah dan menarik, cara penataan warna suara maupun komposisi materi pameran hingga tercipta suasana yang menyenangkan. Beberapa kelengkapan pameran yang perlu diketahui di antaranya adalah: • katalog, • tape recorder, • lampu untuk penerangan ruang, • spanduk untuk publikasi, • sketsel atau papan panel, • meja untuk menempatkan buku, dan • pedestal untuk menempatkan karya 3 dimensi.

Perencanaan Pameran Seni Rupa Sebuah pameran seni rupa perlu adanya rancangan yang sistematis dan baik agar waktu pelaksanaan pameran dapat berjalan lancar. Berikut akan diuraikan secara singkat tahapan perencanaan sebuah pameran seni rupa : 1.

Menentukan Tujuan Langkah pertama adalah menentukan tujuan penyelenggaraan pameran yang akan dilaksanakan nanti untuk apa. Penyelenggaraan pameran dapat bertujuan untuk kemanusiaan, komersil ataupun pendidikan 2.

Menentukan Tema Tema bertujuan untuk memperjelas tujuan penyelenggaraan pameran sehingga misi pameran dapat tercapai 3. Menyusun Kepanitiaan Kepanitiaan perlu dibuat untuk mendukung pelaksanaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi dan kondisi sekolah.

Penyelenggaraan pameran akan berjalan lancar apabila ada pembagian tugas yang berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. Berikut susunan kepanitiaan Pameran seni rupa : • Ketua • Wakil Ketua • Sekretaris • Bendahara • Seksi Sekretaris • Seksi Usaha • Seksi Publikasi dan Dokumentasi • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang • Seksi Stand • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya • Seksi Perlengkapan • Seksi Keamanan • Seksi Konsumsi 4.

Menentukan Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pameran disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran, misalnya pada akhir semester atau pada waktu penerimaan raport semester. 5. Menyusun Agenda Kegiatan Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel degan mencantumkan komponen jenis kegiatanan, dan waktu pelaksanaan serta siapa yang bertanggungjawab. 6. Menyusun Proposal Kegiatan Penyusunan kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran.Selain itu proposal kegiatan bisa digunakan untuk mencari dana dari pihak ketiga (Sponsorship) untuk membantu kelancaran kegiatan.

Secara umum isi proposal antara lain; latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan dasar penyelenggaran, tujuan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship dan lain-lain. Contoh Pameran Berikut ini terdapat beberapa contoh pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut: 1. Pameran ‘Seni Berubah dan Dunia Berubah’ di Museum MACAN Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Umum Ditag apakah fungsi dari seni rupa, apakah yang dimaksud dengan prinsip efisiensi, artikel pameran lukisan, artikel pameran seni rupa, artikel berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

seni rupa 2017, artikel pameran seni rupa di indonesia, artikel tentang pameran seni ilustrasi, bentuk dan jenis kritik karya seni rupa, bentuk pameran, contoh pameran, contoh pameran heterogen, contoh pameran insidental, contoh pameran seni rupa, contoh pameran seni rupa di sekolah, contoh pameran tunggal, contoh tema pameran batik, format penulisan proposal pameran, fungsi kurator pameran, fungsi pameran seni rupa, jenis pameran seni rupa, kepanitiaan pameran, kepanitiaan pameran seni rupa, kritik seni rupa, kurasi pameran adalah, macam macam pameran, manfaat pameran, manfaat pameran seni rupa di sekolah, membandingkan jenis pameran seni rupa, merencanakan pameran, nama tema pameran yang unik, pameran heterogen, pameran seni rupa 2018, pameran seni rupa adalah brainly, pameran seni rupa di sekolah, pameran tetap, panitia pameran, penentuan tema pameran harus sesuai dengan, pengertian pagelaran, pengertian pameran seni rupa, pengertian pameran seni rupa menurut para ahli, pengertian pameran tunggal, pentingnya pameran seni rupa dalam dunia kesenirupaan, perencanaan pameran, perlengkapan pameran, prosedur pameran seni rupa, sebutkan dan jelaskan tujuan manfaat serta fungsi pameran karya seni rupa, sebutkan jenis jenis pameran seni rupa, tahapan pameran, tahapan pameran seni rupa, teknik pameran seni rupa, tujuan pameran, tujuan pameran di sekolah, tujuan pameran secara umum, tujuan pameran seni rupa di sekolah, unsur pameran Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Daftar isi • Pengertian Seni Kriya • Sejarah dan Perkembangan Seni Kriya • 1.

Seni Kriya Tradisional Klasik • 2. Seni Kriya Tradisional Rakyat • 3. Seni Kriya Indonesia Baru • Fungsi Seni Kriya • 1. Sebagai Hiasan/ Dekorasi • 2. Sebagai Benda Mainan • 3. Sebagai Benda Terapan • Jenis-Jenis Seni Kriya di Nusantara • A. Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Bahannya • 1. Kriya Kayu • 2. Kriya Tekstil • 3. Kriya Keramik • 4. Kriya Logam • 5. Kriya Batu • 6. Kriya Kulit • B. Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya • 1.

Kriya Pahat/ Ukir • 2. Kriya Batik • 3. Kriya Tenun • 4. Kriya Anyaman • 5. Kriya Bordir Pengertian Seni Kriya Apa yang dimaksud dengan seni Kriya? Pengertian seni Kriya adalah jenis karya seni yang dihasilkan dengan memanfaatkan keterampilan tangan manusia dimana karya tersebut memperhatikan nilai estetika/ keindahan dan juga aspek fungsional.

Secara etimologis, istilah “Kriya” diambil dari bahasa Sansekerta, yaitu “Krya” yang mengandung arti mengerjakan. Pada perkembangannya, kata dari istilah ini menjadi bertambah, diantaranya karya, kerja, dan kriya.

Namun ketiga kata tersebut masih mengandung makna yang sama. Jadi, pengertian seni Kriya adalah seni kerajinan tangan dimana proses pembuatannya menggunakan tangan manusia (hand made) dan membutuhkan keterampilan khusus.

Jenis seni ini merupakan salah satu bentuk seni rupa terapan nusantara yang sudah dikenal sejak jaman nenek moyang. Tanpa kita sadari sebenarnya seni Kriya ada banyak di sekitar kita dan sudah sering kita gunakan sehari-hari.

Misalnya saja barang perhiasan, kursi kayu, pakaian, dan lain sebagainya. Baca juga: Pengertian Seni Rupa Sejarah dan Perkembangan Seni Kriya Kerajinan topeng Menurut informasi dari berbagai sumber, seni Kriya sudah ditemukan sejak jaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dari adanya penemuan benda-benda dari zaman Neolithikum (zaman batu muda) yang bentuknya seperti yang ada pada seni Kriya. Pada zaman prasejarah, benda-benda tersebut dibuat dari bahan tanah liat, batu, dan logam dengan beragam fungsi dan manfaat.

Ada yang digunakan sebagai alat untuk berburu, wadah, dan juga untuk bertani. Pada masa itu, seni Kriya dibuat secara sederhana dan lebih mengedepankan aspek fungsional atau untuk kebutuhan fisik. Namun, manusia zaman prasejarah sudah mulai mengerti tentang seni, hal ini terlihat dari penemuan tembikar yang sudah terdapat hiasan berupa simbol-simbol kehidupan spiritual yang mereka percaya.

1. Seni Kriya Tradisional Klasik Pada masa kerajaan Hindu-Budha telah banyak menghasilkan karya seni kerajinan tangan. Teknik dan hasil karya seni yang dibuat pada masa itu berdasarkan pemikiran falsafah hidup agama Hindu, Budha, dan Islam. Beberapa contoh Kriya pada masa klasik diantaranya; • Wayang kulit • Pandai perak dan emas • Ukiran-ukiran kayu • Keris dan senjata lainnya • Kerajinan topeng • Dan lain-lain 2.

Seni Kriya Tradisional Rakyat Karya seni Kriya tradisional disesuaikan dengan watak, adab, serta lingkungan pada masa itu. Adapun jenis dan teknik pembuatan Kriya ditentukan oleh bahan dan alat yang ada di sekitar tempat tinggal masyarakat. 3. Seni Kriya Indonesia Baru Pada zaman kolonial, masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan yang mengedapankan nilai-nilai rasional dan kehidupan jasmaniah.

Hal ini mengakibatkan kesadaran masarakat akan nilai-nilai tradisional seni Kriya menjadi luntur. Beberapa orang menggabungkan Kriya seni tradisional dengan kriya baru dengan menggunakan bahan-bahan industri. Proses komersialisasi ini akhirnya membuat para seniman tidak bisa mewariskan keahlian mereka kepada generasi penerus. Pada zaman modern seperti sekarang ini, seni Kriya digunakan sebagai benda terapan, dekorasi, hiasan, dan mainan. Baca juga: Pengertian Seni Fungsi Seni Kriya Pada masa sekarang, jenis karya seni ini banyak dipakai sebagai hiasan/ dekorasi, benda mainan, dan juga sebagai benda terapan.

1. Sebagai Hiasan/ Dekorasi Tembikar hias Produk-produk kerajinan tangan banyak dipakai sebagai benda pajangan, hiasan, atau dekorasi ruangan. Dalam hal ini, seni Kriya lebih mengutamakan fungsi estetika sehingga dapat memperindah suatu ruangan. Beberapa contoh karya seni jenis ini yang dipakai sebagai hiasan/ dekorasi; • Patung • Hiasan dinding • Seni ukir • Benda cinderamata • Tembikar • Dan lain-lain 2.

Sebagai Benda Mainan Mainan Congklak Selain sebagai hiasan/ dekorasi, jenis karya seni ini juga banyak dipakai sebagai alat permainan. Umumnya jenis kriya seperti ini bentuknya sederhana dengan bahan yang cukup mudah didapatkan dan dikerjakan, serta harganya terjangkau. Beberapa contoh karya seni jenis ini yang dipakai sebagai alat permainan; • Boneka • Congklak • Kipas kertas • Dan lain-lain 3.

Sebagai Benda Terapan Kursi kayu ukir Jenis Kriya yang dipakai sebagai benda terapan (siap pakai) adalah benda yang lebih mengutamakan fungsinya ketimbang estetikanya. Umumnya seni Kriya sebagai benda terapan ini dapat digunakan dengan nyaman tanpa menghilangkan unsur estetikanya.

Beberapa contoh karya seni jenis ini yang digunakan sebagai benda terapan; • Kursi kayu • Lemari hias • Tempat tidur kayu • Keramik • Dan lain-lain Baca juga: Pengertian Apresiasi Seni Jenis-Jenis Seni Kriya di Nusantara Pada dasarnya bentuk dan jenis karya seni Kriya di Indonesia sangat banyak ragamnya. Jenis karya seni ini dapat dibedakan berdasarkan bahannya dan teknik pembuatannya.

Mengacu pada pengertian seni Kriya di atas, berikut ini adalah beberapa jenisnya yang ada di nusantara; A. Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Bahannya Kerajinan tangan dari tanah liat Jenis Kriya berdasarkan bahannya dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu; kayu, tekstil, keramik, logam, batu, dan kulit.

1. Kriya Kayu Kriya kayu adalah jenis seni kerajinan tangan yang bahan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. dari kayu dimana proses pembuatannya biasanya menggabungkan unsur estetika dan fungsional.

Contohnya; • Patung kayu • Tempat tidur kayu dengan ukiran • Meja rias dengan ukiran • Topeng kayu • Dan lain-lain 2. Kriya Tekstil Kriya tekstil adalah seni Kriya yang menggunakan bahan dasar kain yang pembuatannya biasanya menggabungkan unsur keindahan dan fungsional.

Kriya tekstil dapat dibagi dua macam, yaitu; • Karya kain batik • Karya kain tenun 3. Kriya Keramik Kriya keramik adalah kerajinan tangan yang dibuat dari bahan dasar tanah liat dengan menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Pembuatan Kriya keramik ini biasanya menggunakan beberapa teknik, yaitu; • Teknik slab • Teknik putar • Teknik pilin • Teknik cetak tuang 4. Kriya Logam Kriya logam adalah seni kerajinan tangan yang menggunakan bahan dasar logam dan teknik tertentu sehingga menghasilkan bentuk logam yang diinginkan.

Teknik pembuatan kriya logam dilakukan dengan dua cara, yaitu; • Teknik Cetak lilin • Teknik bivalve 5. Kriya Batu Kriya batu adalah jenis kerajinan tangan yang memakai bahan dasar batu dan membentuknya sedemikian rupa sehingga memiliki nilai estetika dan bernilai jual.

Beberapa contoh Kriya batu diantaranya; • Cincin batu akik • Cincin batu permata • Patung dari batu • Dan lain-lain 6. Kriya Kulit Kriya kulit adalah jenis kerajinan tangan yang menggunakan kulit sebagai bahan dasarnya. Dalam hal ini, kulit yang dipakai adalah kulit sapi, kerbau, buaya, ular, dan lain-lain. Kulit tersebut harus melalui proses dan bahan tertentu untuk mengghasilkan bahan kulit yang siap diolah. Beberapa contoh seni Kriya kulit diantaranya; • Tas kulit • Gesper kulit • Dompet kulit • Jacket kulit • Wayang kulit • Dan lain-lain B.

Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya Seni Kriya pahat/ ukir Jenis Kriya berdasarkan cara pembuatannya dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu; pahat/ ukir, batik, tenun, anyam, dan bordir. 1. Kriya Pahat/ Ukir Kriya pahat/ ukir adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dengan cara memahat atau mengukir suatu bahan (kayu, logam, batu) sehingga menghasilkan bentuk yang dinginkan.

Beberapa contoh hasil Kriya pahat/ ukir diantaranya; • Topeng kayu • Ukiran furnitur • Dan lain-lain 2. Kriya Batik Kriya batik adalah kerajinan tangan yang dibuat dengan memberikan pola atau gambar pada sebuah kain memakai bahan pewarna tertentu sehingga menghasilkan pola sesuai dengan yang diinginkan. Adapun teknik batik yang biasa dipakai adalah; • Teknik tulis • Teknik lukis • Teknik cap 3. Kriya Tenun Kriya tenun adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dengan cara mengolah jalinan benang beragam warna sehingga menjadi suatu kain dengan pola tertentu.

Ada dua jenis Kriya tenun, yaitu tenun songket dan tenun ikat dimana masing-masing daerah memiliki corak yang unik sesuai dengan tradisi masing-masing. 4. Kriya Anyaman Kriya anyaman adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dengan cara mengolah bahan dasar sehingga membentu sebuah pola tertentu. Adapun bahan anyaman yang sering digunakan diantaranya; • Anyaman rotan • Anyaman bambu • Anyaman tali • Anyaman pandan • Dan lain-lain 5.

Kriya Bordir Kriya bordir adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dengan cara menempatkan hiasan dari benang dan dijahit pada kain untuk menambah keindahan kain tersebut. Baca juga: Pengertian Animasi Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian seni Kriya, sejarah, fungsi, serta jenis dan contohnya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Wawasan Seni A. Pengertian Seni Demikian universalnya seni sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga wajar jika ada banyak definisi seni yang dikemukakan, diantaranya : 1.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

HERBERT READ : Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk karya. 2. ENSIKLOPEDIA INDONESIA : Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

3. ACHDIAT KARTAMIHARDJA :Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si penerimanya. B. Fungsi Seni 1. Fungsi Individual Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts), sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts).

Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan berkarya atau penikmatan karya seni.

2. Fungsi Sosial : a. Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan ~>Seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah. b. Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan ~>Penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh: gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari, teater dan sastera).

c. Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi ~>Seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi (fine arts), keduanya memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu, kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak. d. Fungsi sosial seni dalam bidang hiburan atau rekreasi ~>Dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur dekorasi interior atau eksterior, arsitektur C.

Cabang cabang seni 1. Seni suara (musik) dengan unsur utamanya suara, misalnya: suara manusia (vokal), suara alat musik, dsb. 2.

Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa 3. Seni tari dengan unsur utamanya gerak 4. Seni sastera dengan unsur utama bahasa 5. Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak, dan musik 1.

SENI RUPA A. Pengertian Seni Rupa seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur. Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni. Applied Art/Seni Rupa Terapan adalah hasil karya seni rupa yang dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari hari.

Seni rupa murni dalam bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi.

B. Media Berkarya seni rupa 1. Media Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar. Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut. a. Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja. Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan HB. b. Konte, warnanya sangat hitam dan lunak.

Cocok untuk membuat gambar potret atau benda yang bertekstur halus. c. Pastel dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda kandungan kapurnya. Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir. d. Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen.

Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir. e. Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebaltipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekananspidol pada bidang kertas.

f. Cat poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang dihasilkan dari kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih cerah. g. Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas. h. Cat minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak pengencernya.

Cat minyak ini digunakan untukmelukis pada kain kanvas. i. Kain kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu dengan spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain). Kain kanvas adalah bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis. j. Kuas, untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk cat air. Bentuknya ada yang pipih, ada pula yang runcing dengan berbagai ukuran. k. Palet, merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat.

Palet untuk cat air dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu. l. Komputer, merupakan media berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat ini memungkin- kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.

2. Media dan Teknik Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi Media berkarya seni rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut a.

Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu. b. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. liat. c. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.

Misalnya, membuat patung. d. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam. e. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu.

Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen. C. Pengelompokan Seni Rupa 1. Seni rupa dibedakan menurut fungsi dan tujuannya : a.

Seni rupa murni (fine arts/pure arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll. b. Seni Rupa terapan (applied arts/useful arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya.

Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.

2. Seni rupa dibedakan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. bentuk : a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll. b. Seni rupa 3 dimensi (trimatra) Karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan dll.

D. Cabang cabang seni rupa 1. Seni lukis Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya. 2. Seni patung Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain. 3. Seni Grafis Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih.

Teknik cetak konvensional antara lain : √Cetak Tinggi ( Relief Print ) wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print √Cetak Dalam ( Intaglio ) dry point, etsa, mizotint,sugartint sablon ( silk screen ) √Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.

4. Seni keramik Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional E. Unsur- Unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Unsur-unsur itu terdiri dari : 1.Titik /Bintik ~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik. 2.Garis ~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.

Pengertian lain dari garis adalah kumpulan titik yang bertangkai. 3. Bidang ~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya 4.Bentuk ~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form).

Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. ••Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapesium dan lingkaran.

••Bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan tersendiri seperti : ••Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. ••Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.

••Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah. Dalam seni rupa, bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu : ••Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia ataupun alam lainnya. ••Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi.

Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadang-kadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Contoh bentuk ini, misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran, dan lain-lain.

••Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu bentuk abstrak murni, abstrak simbolis, dan abstrak filosofis. √Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya segitiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain.

√Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang, dan lain-lain. √Bentuk abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan lainnya. 5. Ruang ~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara.

Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

6. Warna ~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna. ••Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : √ Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning. √ Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.

√ Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

√ Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. √ Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.

••Sifat warna Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity. √Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

√Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam.

Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade.

Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. √Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.

Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni °°Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. °°Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.

°°Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning. ••Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut : √Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.

√Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur. √Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci. √Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya. √Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. √Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung. √Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia. √Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan.

√Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan. √Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia. √Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.

Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Contoh : bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat.

Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta kuning, di Sulawesi putih, di Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. merah, dan sebagainya. Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. 7. Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain.

Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut : ••Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya.

Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi. √Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya.

√Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.

••Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Selain nilai raba pada berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong F. Prinsip-prinsip Seni Rupa Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu: 1.        Kesatuan (unity) Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi.

Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan. 2.        Keselarasan (harmony) Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan. 3.  Penekanan (kontras) Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.

4  Irama (rhytm) Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis. 5.      Gradasi Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.

6.      Proporsi Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

7.      Keserasian Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda. 8.      Komposisi Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi. 9.      Keseimbangan (balance) Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.

10.  Aksentuasi Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya. G. Tokoh tokoh Seni Rupa 1. RADEN SALEH ( Semarang 1807 1880 ) Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah Penangkapan Diponegoro. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik. Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul ” Berburu” media lukisan cat minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda.

2. AFFANDI ( Cirebon 1907 1990 ) Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya ekspresionism.

Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun 1950-an. Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran ekspresionism. Salah satu karya lukisan Affandi berjudul “Wajah – wajah putra Irian”media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974 3.

BASUKI ABDULLAH ( Surakarta 1915 1993 ) gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism dan Naturalism. Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul ” Diponegoro memimpin pertempuran ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940 4. HENDRA GUNAWAN ( Bandung 1918 1983 ), Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para kolektor dalam negeri.

Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi kehidupan masyarakat pedesaan.

Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul ” Mencari kutu rambut ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953. 5. S. SUDJOJONO (Kisaran, Sumatera Utara 1913 – 1985. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.

Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya. Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul ” Seko (perintis gerilya), media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm 6. POPO ISKANDAR ( Garut, Jawa Barat 1929 2000 ) Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri.

Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul ” Kucing mata hijau “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm 7. SRIHADI SOEDARSONO ( Solo 1931 ). Gaya aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan modern kontemporer. Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul ” Borobudur II “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982 8. JOKO PEKIK ( Grobogan, Jawa Tengah 1938 ) mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya.

Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis. alah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul “Berburu celeng” lukisan seharga Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998. 9. JEIHAN SUKMANTORO ( Solo 1938 ) Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya. Lukisan karya Jeihan termasuk dalam gaya aliran lukisan figurative modern.

Salah satu lukisan Jeihan berjudul “Gadis berbaju putih” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975 10. WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 2002 ) sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna dilukis dalam gaya batik kontemporer.

Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni rupa itu. Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ). Beberapa penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang seni rupa. 2.

SENI MUSIK A. Pengertian Seni Musik 1. Jamalus (1988) Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. 2. Rina (2003) Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian. 3. Prier (1991) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.

4. Menurut ahli perkamusan (lexicographer) Musik ialah: Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional Secara Umum, Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya B.

Seni Musik Tradisional Jawa Karawitan Karawitan berasal dari kata : ka rawit an, rawit artinya halus Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan •Karawitan menurut arti luas adalah Musik •Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog slendro Pengertian Suara, Desah, dan Nada •Suara (Swabawa) : Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya •Desah : Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya •Nada : Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran tiap detik Laras Menurut arti khususnya, Laras adalah Enak didengar/indah Menurut arti luasnya, Laras adalah Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.

Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada (mengapit) Contoh : 123561 ••Ricikan Gamelan adalah satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh Nama-Nama Ricikan Gamelan : √Rebab Hanya satu jenis saja.

Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog) √Kendang Berfungsi : Sebagai pemimpin irama/gendhing Sebagai pembentuk karakter/suasana gendhing Ada 4 macam, yaitu : ~>Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm ~>Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm ~>Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm √Gender Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Gender Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Bonang Barung Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Bonang Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Saron Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, √Saron Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Demung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Slentem Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Kenong Berfungsi sebagai pemangku nada Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong 5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1 5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7 Kempul Berfungsi sebagai pemangku irama Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah 5 buah laras slendro 5 buah laras pelog √Ketuk dan Kempyang Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang.

Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasnya 6 √Clempung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu : 1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog Siter untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2 bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil √Siter Penerus untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi.

Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter √Gambang Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang pelog √Suling Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog √Gong Berfungsi sebagai penanda koma dan titik pada kalimat lagu Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong PENGERTIAN DALAM GAMELAN •Gamelan Seperangkat Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya •Gamelan Sepangkon 2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog •Gangsa Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah •Sengganen Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan •Wilahan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk bilah •Plangkan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut •Rancakan : Plangkan pada bonang dan kenong •Pangkon : Plangkan pada demung, saron barung dan penerus •Grobokan : Plangkan pada gender dan slentem •Gayor : Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong •Pluntur Tali tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain •Klante Tali-tali pada kenong, kempul dan gong C.

Unsur-unsur dalam Seni Musik Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument. ••Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia. ••Instrument adalah nada-nada berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. keluar dari alat musik yang digunakan. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL : 1. Artikulasi, adalah cara pengucapan katademi kata yang baik dan jelas. 2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : – Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.

– Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah. – Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik. Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : a.

Pendengaran yang baik b. Kontrol pernafasan c. Rasa musical. NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.Sifat nada ada 4 (empat): 1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. 2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan 3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.

4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.Suara manusia ada 5 (lima): 1. Suara Wanita Dewasa: – Sopran (suara tinggi wanita) – Messo Sopran (suara sedang wanita) – Alto (suara rendah wanita) 2.Suara Pria Dewasa : – Tenor (suara tinggi pria) – Bariton (suara sedang pria) – Bas (suara rendah pria) D.

Lagu Daerah 1. Lagu Daerah Jambi Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang dan Timang-Timang Anakku Sayang. 2. Sumatera Selatan Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile dan Tari Tanggai.

3. Lagu Daerah Bengkulu Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang. 4. Lagu Daerah Lampung Lagu Lipang Lipandang merupakan satu-satunya lagu daerah yang berasal dari Lampung.

5. Lagu Daerah Jakarta Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel, Ronggeng, Sirih Kuning dan Surilang. 6. Lagu Daerah Jawa Barat Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Halo Halo Bandung, Manuk Dadali, Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu Nyere Pegat Simpai, Tokecang, dan Warung Pojok.

7. Lagu Daerah Jawa Tengah Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, dan Jaranan. 8. Lagu Daerah Yogyakarta Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, dan Te Kate Dipanah. 9. Lagu Daerah Jawa Timur Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape dan Tanduk Majeng. 10. Lagu Daerah Banten Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. 11. Lagu Daerah Bali Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Mejangeran, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Puteri Ayu dan Ratu Anom.

12. Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana dan Tutu Koda. 13. Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, dan Potong Bebek Angsa. 14. Lagu Daerah Kalimantan Barat Lagu Cik-Cik Periuk merupakan satu-satunya lagu tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat.

15. Lagu Daerah Kalimantan Tengah Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu. 16. Lagu Daerah Kalimantan Selatan Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai dan Saputangan Bapuncu Ampat. 17. Lagu Daerah Kalimantan Timur Lagu Indung-Indung merupakan lagu daerah satu-satunya yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

18. Lagu Daerah Sulawesi Utara Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang. 19. Lagu Daerah Sulawesi Tengah Tondok Kadadingku dan Tope Gugu. 20. Lagu Daerah Sulawesi Selatan Ammac Ciang, Anak Kukang, Angin Mamiri, Ati Raja, Battibatti, Ganrang Pakarena, Ma Rencong, Marencong-rencong dan Pakarena.

21. Lagu Daerah Sulawesi Tenggara Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio. 22. Lagu Daerah Gorontalo Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu. 23. Lagu Daerah Maluku Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.

24. Lagu Daerah Papua Apuse, Sajojo dan Yamko Rambe Yamko. 3. SENI TARI A. Pengertian Tari 1. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta 2.

Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah 3. Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh 4. Kamala Devi Chattopadhyaya Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada bentuk-bentuk tertentu.

5. Corry Hartong Menurut Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari badan di dalam ruang. Tari merupakan perpaduan antara wiraga,wirasa,dan wirama atau seni yang dihasilkan dari gerak mimic dan enak dipandang, umumnya tariannya diiringi dengan musik B. Bentuk Penyajian Tari 1. Tari Tunggal Tari yang dimainkan oleh seorang orang penari 2.

Tari Berpasangan Tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi 3. Tari Massal Tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi 4. Drama Tari C.

Unsur unsur Seni Tari Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain: 1. Wiraga, yaitu dasar keterampilangerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan,pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.

2. Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas. 3. Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut.

D. Unsur unsur pendukung seni Unsur-unsur pendukung tariterdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung.

1. Gerak Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh(gerak bagian kepala,kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah.

Gerakan bersifat lembutdan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif. a. Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam. b. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia. c. Gerak maknawi adalah gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu.

d. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika. 2. Properti Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnyadapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik danbenar.

Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaanketerampilan penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yangdibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.

3. Iringan Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesansebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.Musik yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari.

Oleh karenanya tari tersebut komunikatif. 4 Tata Busana/Kostum Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir didalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranandalam suatu sajian tari. Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat.

5 Tata Pentas/Panggung Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. tari. Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik,namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yangterkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka.

Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandan E.

Prinsip Tari Terdapat beberapa prinsip dasar darisebuah tarian yang penting untuk diketahui, yaitu: 1. Harmoni Harmoni atau keselarasan, keselarasanantara gerak, lagu, dan gerak tarian antara penari yang satu dengan penari yang lain harus disusun menjadi sebuah rangkaian yang berkaitan, berkesinambungan dalam sebuah harmoni yang baik sehingga dapat menyampaikan pesan yang dimaksud.Harmoni juga merupakan paduan penggunaan warna busana tari yang dapat memberi kesan sebuah karakter dengan warna yang ada.

Contohnya kuning dengan hijau, merah dengan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. atau kuning. Namun misalnya untuk karakter lincah misalnya, tidak memadukan hitam dengan ungu tua.

2. Keutuhan Kesatuan dalam karya seni tari adalah membuat satu bentuk yang memiliki keterkaitan unsur satu dengan yang lain berdasarkan sumber yang sama. Tari adalah pertunjukan yang bermaksud menyampaikan suatu pesan tanpa kata, hanya melalui mimik,gerak, lagu, dan tata busana. Oleh karenanya semua faktor yang harus ada didalam sebuah tarian harus terangkai dengan lengkap dan utuh.Jika kita ambil unsur terpenting yang menjadi titik pertemuan yang mengaitkan satu unsur dengan usur lainnya sehingga berakhir pada sebuahtujuan yang sama, kesatuan dan keutuhan sebuah karya seni tari adalah: – Ide atau gagasan – Tema – Desain/motif gerak – Dinamika iringan tari – Dinamika rangkaian motif gerak – Desain rias – Desain busana *.Ide/Gagasan dalam mengawali sebuah kreativitas harus jelas akar sumbernya sehingga ketika tema ditentukan akan dengan mudah ke arah mana desain gerak/motif gerak hingga menjadipola yang disusun menjadi sebuah bentuk yang memiliki keterkaitan dengan tema tadi.

*.Gerak tari harus menimbulkan kesan karakter tertentu agar kreativitas pemilihan iringan tari jelas menyusun dinamika dan suasana yang diinginkan karakternya. *.Respons iringan tari akan menegaskan suasana yang diinginkan dalam setiap bagian pola gerak. Keterbacaan suasana ini bergantung kepada penyusunan dinamika rangkaian motif gerak.

*.Keseluruhan unsur tadi harus didukung penegasan wujud visual dengan desain rias dan busana sebuah tari. 3. Keseimbangan Harus ada kesimbangan antara peran dan pemain, lagu dan gerak, waktu dan lama pertunjukan. Sehingga pesan daritarian dapat tersampaikan dengan baik. Keseimbangan yang dimaksud adalah proporsional dalam mengolah dimensi ruang, waktu, tenaga yang ditentukan dengan jumlah dan ukuran. Proporsional dengan pemahaman bahwa bukan jumlah penari yang harus sama, tetapi kedudukannya seimbang dengan besarnya ruang atauarena pentas.

Begitu pula dengan desain pola lantai kedudukan penari, durasi waktu penyajian seimbang dengan tema tarian, tidak bertele-tele seperti mengungkapkan sesuatu yang terlalu berbelit-belit. Harus proporsional menggunakan tenaga karena jika semua gerakan menggunakan tenaga yang kuat, akan menguras keringat penari dan melelahkan penonton.

4. SENI THEATER A.Pengertian Teater Teater berasal dari bahasa Yunani, yaitu theatron yang asal katanya theomai yang berarti “takjub melihat atau memandang”. Dalam perkembangannya, teatermemiliki beberapa pengertian sebagai berikut.

1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zamanPlato). 2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zamanHerodotus). 3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukanatau karangan yang dipentaskan.

Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitudalam arti sempit dan arti luas. 1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagaidrama (kisah hidup atau kehidupan manusiabaik fiktif maupun nyata) yang diceritakandan dipentaskan di atas panggung/pentas,kemudian didiskusikan olehorang banyakyang mengacu pada panduan teks/naskah.

2. Dalam arti luas, teater adalah segalamacam pertunjukan atau tontonan yangdipertunjukkan di depan khalayak ramai.Misalnya, wayang orang, lenong, ketoprak,ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.Jika dilihat dari de finisinya, teater diartikan sebagai sebuah pertunjukan.Selain itu, teater juga memiliki arti sebuah organisasi yang berupa wadah untukkumpulan orang-orang pecinta teater.

Secara umum istilah teater nusantara dapat diartikan sebagai berikut. 1. Seluruh pertunjukan yangberlangsung di sebuah tempat baik di luar maupundi dalam gedung dan disaksikan oleh orang banyak (penonton). 2. Arena pusat dari sebuah pertunjukan. 3. Panggung tempat pertunjukan. 4. Nama organisasi kelompok orang yang mencintai seni teater.

B.Sejarah Teater Dalam sejarah dunia, teater muncul sekitar abad ke-6 SM dari bangsa Yunani kuno yang telah mempunyai seni pertunjukan yang disebut drama. Pertunjukandrama berasal dari upacara keagamaan dalam bentuk pemujaan kepada Dewa Anggur bernama Dionysus.

Teater pada zaman Yunani Kuno biasanyadipertunjukkan secara umum di sebuah tempat yang bernama theatron. Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka tanpa atap, dan dibangun dilereng-lereng bukit.Di Italia, seni teater berkembang sangat pesat dan mengalami masa kejayaan,baik dari segi panggung, penambahan dekorasi, maupun penambahan ornamenserta layar pada tempat pertunjukan sehingga melahirkan teater modern.

Berbeda dengan zaman Yunani, penonton teater di Italia terbatas pada kalangan tertentu,yaitu kalangan bangsawan. Teater di Indonesia Sementara itu di Indonesia, seni pertunjukan seperti teater sudah muncul sejaklama. Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater tradisional yangberasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ketoprak dari Jawa,mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali.

Pada awalnya, teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring berkembangnya zaman,beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan untuk tontonan saja. Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantaramengalami perubahansehingga muncul berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

modern. Teater modern ini merupakan teater yangdipengaruhi oleh teater tradisional dan teater barat.Dengan adanya pengaruh daribarat, bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataanpanggung, dan penataan cahaya.

Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, TeaterKoma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan TeaterGandrik.

C. Unsur-unsur Teater Unsur-unsur dalam teater antara lain : 1. Naskah/SkenenarioNaskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan. 2. SkenarioSkenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya. Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis.

3. Pemain/Pemeran/TokohPemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor .• Macam-macam peran: a. Peran Utama Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah b. Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian c.

Peran Tambahan/FiguranFiguran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana 4.Sutradara Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.

5. Properti Properti merupakan sebuah perlengkapan yang berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. dalam pementasan dramaatau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain 6. Penataan Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain: a. Tata Rias Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan b. Tata Busana Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki.

Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian c. Tata Lampu Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung d. Tata Suara Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara 7. Penonton Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara ataufilm karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja.

Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.Contoh seni teater D. Jenis-jenis Teater Tradisional Indonesia 1.Ketoprak dari Yogyakarta 2.Ludruk dari Surabaya 3.Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta. 4.Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

dan Wayang Gong dari Kalimantan Selatan 6.Mak Yong dan Mendu dari Riau 7.Masres dari Indramayu 8.Randai dari Sumatera Barat 9.Dulmulk dari Sumatera Selatan 10.Bangsawan dari Sumatera Utara 11.Anak Ari dari Nusa Tenggara 12.Arya Barong Kecak dari Bali ••Ciri-ciri Teater Tradisional Indonesia 1.Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah), 2.Pementasan sederhana, 3.Ceritanya turun temu
Pameran Seni Rupa: Pengertian, Tujuan, Fungsi & Persiapan - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 8.1 Artikel Terkait Pengertian Pameran Seni Rupa Pameran seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan karya seni rupa agar dapat diapresiasi oleh masyarakat luas secara sadar melalui penyampaian yang terencana sehingga dapat terselenggara sesuai dengan tujuan.

Pameran memajang atau memamerkan karya dengan berbagai pertimbangan dari berbagai sudut pandang. Pertimangan tersebut meliputi tata letak artistik, kenyamanan penjelajahan, kuratorial, dan berbagai rangkaian acara untuk menyokongnya seperti pembukaan, penutupan, dan artist talk. Penyelenggaraannya sendiri dapat dilakukan di berbagai tempat yang umumnya adalah galeri, berupa ruang atau kesatuan bangunan yang memang dirancang untuk berpameran.

Namun kegiatan ini dapat dilakukan di berbagai tempat seperti sekolah atau kampus pendidikan yang lain, hingga ke ruangan terbuka ( outdoor). Apa yang menjadi lebih penting adalah penyusunan rencana, sarana penunjang dan persiapan pameran. Inti dalam berpameran adalah menyusun atau membangun sarana dan rangkaian kegiatan penunjang yang terencana untuk menyampaikan karya seni rupa pada masyarakat luas dengan baik.

Tujuan Pameran Seni Rupa Sebetulnya, tujuan dari pameran seni rupa sangat bergantung pada keinginan serta visi dari penyelanggaranya. Namun, secara umum, tujuan pameran seni rupa dapat digeneralisir menjadi beberapa poin di bawah ini. • Tujuan Komersial, berarti bertujuan untuk menjual karya seni. • Tujuan Sosial dan Kemanusiaan, hasil penjualan karya akan disumbangkan pada yang membutuhkan, atau pameran tidak mengadakan penjualan sama sekali.

Dalam tujuan seperti ini, pameran lebih ditujukan pada pergerakan sosial. • Tujuan Pendidikan, pameran ditujukan untuk menyebarkan pengetahuan seni untuk kemajuan seni sendiri.

Tujuan utama dari pameran seni rupa adalah untuk mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang maksimal. Pameran yang tersusun dengan baik akan membuat pengunjungnya secara sadar dan sepenuhnya berusaha untuk mengapresiasi karya, berbeda dengan ketika mereka tidak sengaja melihat karya pada gulir sosial media, dsb.

Apresiasi maksimal yang dihasilkan oleh pameran itu akan sangat mempermudah tujuan lain yang diinginkan tercapai, baik secara komersial, sosial, maupun pendidikan. Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. satunya adalah penjualan karya, tentunya hal ini adalah tujuan yang paling umum untuk ditargetkan pada suatu pameran.

Tidak mudah untuk menjual karya seni murni, apalagi jika karya tersebut benar-benar eksperimental. Penjualan karya seni murni membutuhkan strategi lebih yang salah satu caranya adalah melibatkan pameran yang sukses. Namun pameran juga tidak hanya membicarakan masalah penjualan. Beberapa pameran sama sekali tidak mencari dana namun justru ingin menyuarakan isu-isu sosial dan kemanusiaan yang dianggap sedang berkecamuk di dunia, seperti: hak asasi manusia, kesetaraan gender, kerusakan alam, dsb.

Selain itu, pendidikan juga menjadi tujuan utama yang sering ingin dicapai. Pendidikan seni melalui pameran yang terselenggara dengan baik tidak hanya metransfer ilmu dan pemahan seni saja. Justru pameran yang terselenggara dengan baik akan memberikan dampak panjang pada banyak aspek lain, termasuk daya apresiasi masyarakat, penjualan karya dan regenerasi seniman di masa depan.

Manfaat Pameran Seni Rupa Manfaat pameran sendiri akan menumbuhkan kemampuan masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap karya seni. Kegiatan ini akan menambah wawasan dan kemampuan kita untuk memberikan evaluasi (penilaian) karya seni secara lebih objektif (adil). Pameran akan mempererat hubungan para pelaku seni karena akan membutuhkan kerjasama untuk menyelenggarakannya, termasuk di sekolah ataupun kampus, akan melatih kerja sama dan mempertebal pengalaman sosial.

Pameran seni juga akan melatih tanggungjawab setiap individu yang berhubungan langsung dengan kegiatan pameran dalam membuat suatu perencanaan proyek kerja seni menjadi lebih baik. Karya yang diapresiasi dengan baik melalui pameran yang terselenggara dengan baik pula akan membangkitkan motivasi seniman dalam berkarya (Cahyono, 1994).

Fungsi Pameran Seni Rupa Pameran seni memiliki fungsi utama sebagai media komunikasi antara perupa (pencipta seni/seniman) dan apresiator seni (pengamat seni). Pameran seni rupa hakikatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada masyarakat. Sementara itu, dalam konteks pendidikan (sekolah/kampus), Nurhadiat (1996, hlm.

125) secara khusus berpendapat bahwa pameran seni memiliki fungsi sebagai berikut: • Membangkitkan motivasi berkarya seni • Berkarya seni (karena pameran membutuhkan karya untuk dipamerkan) • Pendidikan (belajar) berorganisasi • Penyegaran dari kejenuhan belajar • Meningkatkan apresiasi seni Merencanakan Pameran Seni Rupa Merencanakan pameran harus dilakukan secara sistematis dan logis agar dapat berjalan dengan lancar. Beberapa tahapan perencanaan pameran akan dijelaskan pada poin-poin di bawah ini.

1. Menentukan Tujuan Ini adalah langkah awal yang harus diperhatikan, apakah pameran akan bertujuan komersil, menyuarakan isu sosial / kemanusiaan, dsb.

2. Menentukan Tema Pameran Penentuan tema pameran befungsi untuk memperjelas tujuan yang ingin dicapai, gunakan tema yang sesuai dengan “misi” yang ingin dilaksanakan. 3. Menyusun Kepanitiaan Penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi tempat dan instansi yang mengadakan pameran akan memastikan setiap individu bekerja sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Kepanitiaan suatu pameran meliputi beberapa peran di bawah ini.

• Ketua, pimpinan yang bertanggungjawab secara umum terhadap kelancaran pelaksanaan pameran • Wakil Ketua, mendampingi ketua untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dengan lebih intens berhubungan langsung dengan seksi-seksi khusus pameran.

• Sekertaris, memastikan berbagai kebutuhan dokumen formal pameran seperti surat izin, pemberitahuan kepada instansi dan pihak berwenang tersedia dengan baik. • Bendahara, bertanggungjawab penuh terhadap penerimaan, penyimpanan dan penggunaan dana yang masuk dan tersedia untuk penyelenggaraan pameran. • Seksi Kesekretariatan, biasanya dokumen yang harus disiapkan tidak akan sedikit dan sekertaris membutuhkan tim khusus untuk membantunya.

• Seksi Usaha, merupakan seksi yang khusus untuk menggalang dana baik dari peserta pameran (jika bukan pameran tunggal) maupun mencari sponsor atau sumbangan dari instansi terkait. • Seksi Publikasi dan Dokumentasi, memastikan pameran tersebar pada khalayak luas seperti sosial media, poster, dsb.

Publikasi dan Dokumentasi juga berkewajiban untuk mendokumentasikan pameran dengan baik. • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang, seksi ini berfungsi untuk memastikan penataan dan pengaturan benda-benda seni terpajang dengan baik. Mengarahkan pengunjung melalui akses jalan yang baik, memberikan dekorasi dan atau musik serta lagu pengiring sesuai dengan tema juga merupakan tugas dari seksi ini. • Seksi Stand, bertugas untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pameran, termasuk mengarahkan dan membantu melayani pengunjung mulai dari masuk, berkeliling, hingga keluar dari ruang pameran.

• Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya, seksi yang bertugas untuk mengumpulkan dan menyeleksi karya yang sesuai dengan tema pameran yang telah ditentukan. Dalam seksi ini terdapat standar kurasi (pemilihan) yang bertepatan dengan tema, bukan hanya dinilai dari kelayakan karya saja. • Seksi Perlengkapan, sesuai dengan namanya, seksi perlengkapan bertugas untuk menyiapkan dan mengatur semua perlengkapan seperti fasilitas dan alat-alat yang dibutuhkan untuk menyokong pelaksanaan pameran.

• Seksi Keamanan, memastikan terjaganya ketertiban dan keamanan di lokasi pameran. • Seksi Konsumsi, menyiapkan kudapan dan hidangan makanan pada saat berjalannya pameran, terutama untuk tamu undangan. 4. Menentukan Waktu dan Tempat Penentuan waktu dan tempat pameran yang diselenggarakan harus disesuaikan dengan tujuan dan tema yang telah ditentukan sebelumnya.

Misalnya, jika pameran diselenggarakan di instansi pendidikan seperti sekolah, maka tentukan waktu yang tepat agar pameran mendapatkan eksposur maksimal (pengunjung yang banyak) dan tidak mengganggu kegiatan penting lainnya di sekolah, seperti hari jumat-sabtu. Tentukan tempat yang strategis dan memadai, misalnya gedung serba guna/aula sekolah hingga ke beberapa kelas connecting. 5. Menyusun Agenda Kegiatan Menyusun agenda kegiatan dilakukan untuk memberikan panduan waktu pelaksanaan untuk semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pameran seni rupa.

Agenda dapat disusun melalui tabel perencanaan yang berisikan komponen jenis kegiatan dan waktunya seperti gambar di bawah ini. Contoh jadwal agenda kegiatan pameran seni rupa 6. Menyusun Proposal Kegiatan Proposal disusun sebagai pedoman pameran tertulis yang sistematis berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. sangat bermanfaat untuk semua pihak penyelenggara dan pihak luar yang ingin ikut terlibat secara tidak langsung, misalnya melalui sponsorship.

Tentunya seperti namanya, proposal dapat digunakan untuk menjadi pengajuan resmi pada pihak lain, untuk menggalang dana maupun bantuan dalam bentuk lainnya. Sistematika penulisan proposal meliputi: nama kegiatan, tema, latar belakang, landasan/dasar penyelenggaraan, tujuan, kegiatan, susunan kepanitiaan, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dsb.

Persiapan Pameran Setelah penyusunan rencana, maka langkah selanjutnya dalam menyelenggarakan pameran seni rupa adalah melakukan persiapan konkret. Persiapan-persiapan tersebut meliputi poin-poin di bawah ini.

Menyiapkan dan Memilih Karya Mengundang perupa berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

berkarya sesuai dengan tema lalu memilih karya yang akan dipajang adalaha hal mutlak untuk pameran.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Karena karya-karya berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. adalah inti dari kegiatan pameran seni rupa. Pemilihan karya setelah karya dapat didasarkan terhadap kualitas, jenis karya yang memungkinkan didisplay di lokasi, dan kesesuaian karya terhadap tema pameran.

Menyiapkan Perlengkapan Pameran Jangan lupa bahwa ini adalah tahapan persiapan, bukan hanya rencana lagi. Maka, secara konkret berbagai perlengkapan pameran sudah harus mulai disediakan.

Perlengkapan tersebut meliputi: • Ruangan pameran yang telah dipersiapkan untuk pelaksanaan pameran • Sekat partisi (panel/panil), untuk menata karya berdasarkan jenis atau temanya, dapat digunakan sebagai pengatur aliran pengujung juga. • Katalog pameran atau buku pameran yang berisi kuratorial atau teks pernyataan/gagasan kurator terhadap tema dan karya yang dipamerkan, gambar dan teks pernyataan/gagasan seniman terhadap karya yang diperlihatkan pada pameran.

• Buku tamu, untuk menampung data para pengunjung yang akan berguna sebagai laporan akhir dan evaluasi pameran. • Pencahayaan, seperti lampu sorot untuk memperjelas penampilan karya-karya yang dipamerkan, lampu penerangan, lampu ambient, dsb. • Poster, x-banner, brosur dan media penunjang display lainnya. Terkadang beberapa pameran juga biasanya menampilkan seni instalasi untuk mengganti penunjang display ini. Pelaksanaan Pameran Ada beberapa catatan penting dalam proses pelaksanaan pameran yang harus diperhatikan ketika pameran sudah dilaksanakan.

Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Pelaksanaan pameran seni rupa adalah puncak dari implementasi rencana dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.

Kegiatan pameran akan berjalan dengan baik jika seluruh panitia melakukan porsinya masing-masing dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kerja kepanitiaan. Jangan sampai panitia tidak melaksanakan pekerjaannya, karena akan berdampak pada seluruh tim yang lain.

Penataan Ruang Pameran Penataan dilakukan dengan mengikuti rancangan denah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran seni rupa adalah: • karya yang memiliki hue warna kuat, tidak didekatkan dengan komposisi warna yang lebih rendah atau halus. Hal ini dimaksudkan agar karya dengan komposisi warna halus tidak terbandingkan terhadap warna yang lebih terang sehingga tampak lebih pucat. • Karya yang memiliki komposisi warna ringan hendaknya tidak diletakan pada ruangan yang gelap, karena akan semakin memperlemah visual warnanya.

• Pencahayaan tidak boleh menyilaukan mata pengunjung. • Pemasangan karya harus hampir sejajar dengan pandangan mata pengunjung, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, untuk meningkatkan kenyamanan pemandangnya. • Jika pemasangan karya harus lebih tinggi dari pengunjung, maka condongkan karya kebawah, sehingga lebih mudah dilihat dari bawah.

• Letakan beberapa dekorasi penunjang lain seperti pot bunga, atau instalasi lain untuk membuat ruangan menjadi tampak lebih segar dan indah. • Letakan karya 3 dimensi pada karya yang dapat diintari dari berbagai sudut pandang • Kelompokan karya berdasarkan ukurannya.

• Perhatikan suhu ruangan, pastikan ventilasinya baik atau gunakan AC jika diperlukan. • Sediakan tempat sampah, terutama ditempat tersedia kudapan (Cahyono, 2002). Pembukaan Pameran Pameran biasanya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang biasanya ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, kurator dan tokoh lain yang berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

dengan acara. Pembukaan pameran adalah seremonial sekaligus pengukuhan bagi seluruh peserta pameran termasuk panitia, seniman dan pengunjung bahwa pameran telah dimulai dan dapat mulai dikunjungi oleh masyarakat luas. Laporan Kegiatan Pameran Laporan berisikan deskripsi yang sedetail mungkin mengenai seluruh kegiatan pameran dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pameran.

Kegiatan pameran juga harus berisi kelemahan dalam penyelenggaraan pameran. Laporan berfungsi sebagai alat evaluasi kegiatan sehingga kelemahan dan kekurangannya dapat dipelajari untuk menyelenggarakan pameran yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Referensi • Cahyono, Agus. (2002). Pameran dan Pergelaran. Jakarta: Universitas Terbuka. • Nurhadiat, Dedi. (1996). Seni Rupa X. Jakarta: Intermasa.

Artikel Terkait Bisa dilakukan evaluasi untuk membandingkan penjadwalan dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan yang dijadwalkan berjalan lancar? apakah waktu sesuai? dsb, tentunya harus dibuat lembar observasi untuk mengetahuinya.

Selain itu dapat dilakukan survei terhadap pengunjung juga, apakah mereka puas dengan pameran yang diselenggarakan?dsb. Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 9.1.

Sebarkan ini: Pengertian Pameran Pameran merupakan suatu kegiatan yang penyajian karya seni rupa dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh banyak masyarakat. Pameran ini juga merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah ide atau gagasan kepada masyarakat luas yang melalui sebuah media karya seni. Dalam kegiatan ini diharapkan dapat terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh masing masing karya seninya dengan apresiasi. Penyelenggaraan pameran yang terdapat disekolah menyajikan sebuah materi pameran yang berisi hasil belajar siswa dari kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler atau menyajikan karya seni rupa dan seniman profesional yang dapat diapresiasi oleh warga sekolah.

Pameran Karya Seni Rupa adalah kegiatan yang dilakukan oleh para seniman baik itu perorangan ataupun kelompok untuk menyampaikan ide gagasan pada masyarakat melalui media seni rupa sehingga pameran tersebut dapat menjadi alat komunikasi antara seniman dengan sang apresiator. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Rupa Kontemporer” Pengertian & ( Ciri – Sejarah – Macamnya ) Pengertian Menurut Para Ahli • Menurut Wikipedia Menurut wikipedia, pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa agar bisa diapresiasi oleh masyarakat luas.

Contohnya, show, pekan raya, bazar, pasar murah, exhibition, dsb • B.Myers Ada beberapa tujuan diadakannya pemeran, diantaranya: • Tujuan sosialTujuan sosial memiliki arti yaitu kegiatan pameran seni rupa baik dalam skala besar maupun dalam skala yang terbatas di sekolah tersebut.Karya seni yang dipamerkan dapat digunakan untuk kepentingan sosial.

• Tujuan kemanusiaanTujuan kemanusiaan Berbeda dengan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran.Kegiatan ini memiliki tujuan untuk kepentingan pembinaan nilai-nilai, pelestarian, dan pengembangan sebuah hasil dari karya seni yang dimiliki oleh masyarakat. Apabila pameran bertujuan untuk sosial kemanusiaan, maka dana dari hasil penjualan karya akan digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti sumbang ke panti asuhan, ataupun masyarakat kurang mampu serta korban bencana alam. • Tujuan komersialTujuan komersial pameran ini berkaitan dengan adanya kegiatan yang dapat menghasilkan profit atau keuntungan terutama bagi seniman dan juga penyelenggara-penyelenggara pameran.

Berkaitan dengan tujuan komersial, sebuah kegiatan pameran akan diselenggarakan dengan tujuan agar karya yang dipamerkan akan laku terjual dan akan mendatangkan keuntungan bagi si pemilik karya atau bagi si penyelenggara pameran. Fungsi Pameran Karya Seni Rupa Pameran karya seni rupa memiliki berbagai fungsi sosial bagi masyarakat, diantaranya: • Sebagai sarana edukasi yakni pameran berfungsi mendidik siswa untuk mengetahui pentingnya pengalaman batin yang berguna untuk menyeimbangkan kegiatan akal dan pikiran manusia.

• Sebagai sarana apresiasi yakni Pameran tersebut diadakan berfungsi untuk mengeluarkan ide gagasan pencipta yang kemudian para pengunjung akan memberikan apresiasi atau memberi penilaian terhadap karya seni yang mereka buat, proses apresiasi dapat dibedakankan menjadi 2 yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

• Sebagai sarana prestasi yakni pameran dapat menjadi ajang kompetisi bagi para pencipta seni, karena melalui karya seni kita akan tahu setinggi apa keaktifan dan kreativitas pencipta seni dalam membuat karya. • Sebagai sarana rekreasi yakni Pameran dapat berfungsi sebagai tempat untuk merilekskan pikiran dan menghilangkan kejenuhan atas kegiatan atau rutinitas sehari-hari baik itu sekolah, kerja atau sebagainya yang banyak menguras energi dan pikiran.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kritik Seni” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Bentuk ) Pameran seni rupa yang diselenggarakan, biasanya adalah pameran heterogen, karena pameran heterogen ini menampilkan jenis karya seni rupa yang lebih beragam.Fungsi utama dari pameran seni rupa ini pada intinya adalah untuk membangkitkan sebuah apresiasi seni pada siswa, di samping itu pula sebagai media komunikasi antar seniman dengan para penonton.

Kegiatan pameran seni rupa ialah wahana dalam menumbuhkembangkan apresiasi tehadap karya seni.Menurut Cahyono (2002: 9.6) membedakan antara fungsi pameran menjadi empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi rekreasi, fungsi edukasi, dan fungsi prestasi. Fungsi apresiasi dapat diartikan sebagai kegiatan dalam menilai dan menghargai karya seni.

Melalui kegiatan pameran ini diharapkan dapat menimbulkan sikap menghargai terhadap karya seni orang lain. Suatu penghargaan yang akan timbul setelah pengamat melihat, menghayati, memahami karya seni yang ditampilkannya. Melalui kegiatan ini juga akan muncul sebuah apresiasi aktif dan apresiasi pasif. Apresiasi aktif, biasanya berupa seniman, seteleh menonton pameran biasanya akan termotivasi atau terdorong untuk menciptakan karya seni sedangkan apresiasi pasif biasanya terjadi pada orang yang memiliki sifat awam, setelah menyaksikan pameran biasanya dapat menghayati, memahami dan menilai serta menghargai suatu karya seni.

• Fungsi edukasi, kegiatan pameran karya seni dapat memberikan nilai-nilai pelajaran terhadap masyarakat luas terutama apresiator, misalnya nilai keindahan, nilai sejarah, nilai estetik nilai budaya, dan lain sebagainya. Selain itu karya yang dipamerkan juga harus memiliki nilai-nilai yang positif • Fungsi rekreasi, kegiatan pameran akan memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan juga spiritual terutama untuk hiburan.

Dengan menyaksikan pameran, apresiator menjadi senang, tenang dan dapat memberikan pencerahan. • Fungsi prestasi disini dimaksudkan bahwa dengan kegiatan pameran diselenggarakan di sekolah dapat diketahui bahwa siswa yang berbakat dalam bidang seni, Hal ini bisa disaksikan dari bentuk-bentuk kreasi yang dapat ditampilkan.

Apresiator ini bisa memberi penilaian apakah seseorang yang menciptakan karya seni ini kreatif atau bisa juga kurang kreatif. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya Jenis Pameran Seni Rupa • Menurut Jumlah Pesertanya • Pameran tunggal,Merupakan pameran seni rupa yang hanya diselenggarakan secara individual (perorangan).

• Pamoran kelompok/bersama,Marupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh baberapa saniman/pengrajin. Materi yang dipamerkan pada pameran bersama marupakan karya-karya lebih dari satu seniman. Biaya Pameran ditanggung oleh seniman yang bersangkutan. Peminjaman gedung dilakukan dengan cara mangajukan parmohonan disertai proposal kepada galeri tempat berlangsungnya pameran.

Selanjutnya pormohonan tersebut akan dipertimbangkan oleh kurator. Fasilitas pokok yang disediakan gedung pameran biasanya berupa panel, lampu, bantuan teknis tata pameran, dan fasilitas keamanan. Penyalanggaraan pameran dapat dilangsungkan antara 1 minggu sampai 3 minggu. • Menurut Sifatnya • Pameran Insidental, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara berkala yang didasarkan atas kebutuhan yang ada, misalnya: pameran kaligrafi guna menyongsong perayaan Isro’ Mi’raj.

• Pameran rutin, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan pada periode tertentu secara tetap dan berkelanjutan, misalnya: pentas seni yang dilakukan setiap akhir semester. • Pameran permanen, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara terbuka, tetap dan terus menerus. • Menurut Ragam Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Karya yang Digelar • Pameran homogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan berbagai jenis karya seni rupa. • Pameran heterogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan satu jenis karya seni rupa yang seragam. • Menurut Tempat Berlangsungnya • Pamaran terbuka, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di luar ruangan secara tarbuka.

• Pameran tertutup, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di dalam ruangan suatu gedung. • Pameran bergerak, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan menggunakan alat yang bergerak, seperti kendaraan/ mobil.

• Menurut Jenis Dimensi Karya Seni Rupa • Pameran karya seni rupa dua dimensi. Pameran yang hanya menyajikan karya seni rupa pada bidang datar seperti gambar, lukisan, seni grafis. Karya ini hanya dapat dinikmati dari satu arah. berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. Pameran karya seni rupa tiga dimensi.

Pameran yang hanya menyajikan karya seni yang memiliki volume/kesan ruang yang sebenarnya, yaitu memiliki ukuran Panjang x lebar x tinggi.

Karya seni ini dapat diamati dari berbagai arah. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis Unsur Pameran seni rupa Dalam pameran seni rupa, terdapat unsur unsur pelengkapnya. Diantaranya: • Karya seni rupa yang akan dipamerkan.

• Panel atau sketsel, standart display atau box untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan. • Dekorasi sebagai perlengkapan untuk menyajikan karya seni agar terlihat lebih indah. • Sound system sebagai sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung pameran/apresiator. • Label karya yang digunakan untuk menulis identitas (judul, pecipta, teknik dan tahun penciptaan) dan ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan.

• Katalog sebagai lembaran petunjuk yang berisi tentang penyelenggaraan pameran. • Buku tamu yang nantinya akan diisi oleh pengunjung pameran. • Buku pesan atau kesan, buku tersebut digunakan untuk mengetahui berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. pengunjung terhadap karya yang dipamerkan atau bisa dibilang sebagai media komunikasi antara seniman dengan apresiator. Syarat Penyelenggaraan Pameran Untuk menyelenggarakan pameran, kita harus memenuhi syarat-syarat utamanya, yaitu sebagai berikut.

Karya yang Akan Dipamerkan • Karya seni rupa homogen • Karya seni rupa 2 dimensi saja. • Karya seni rupa 3 dimensi saja. • Karya lukis saja. • Karya grafis saja, dan sebagainya. • Karya yang heterogen Campuran dari berbagai jenis karya seni rupa, baik dimensi maupun medianya.

Selain menurut jenisnya, pameran juga dapat dikelompokkan menurut jumlah seniman yang akan memamerkan karyanya, yakni: • pameran tunggal, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya satu orang seniman.

• pameran kelompok, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya beberapa seniman. Panitia Pameran Penyelenggaraan sebuah pameran biasanya dilakukan oleh sebuah panitia. Hal ini untuk mengatur mekanisme kerja secara efektif. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut. Daftar Panitia Pameran Seni Rupa No Susunan Panitia Tugas/ Tanggungjawab 1 Pembimbing 2 Ketua bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan 3 Wakil Ketua membantu ketua untuk urusan keluar 4 Sekretaris membantu bidang administrasi 5 Bendahara membantu bidang keuangan 6 Seksi Penyeleksi bertugas menyeleksi karya-karya yang akan dipamerkan 7 Seksi Usaha bertugas mencari dana 8 Seksi Publikasi dan Humas bertugas menghubungi pihak luar yang terkait 9 Seksi Dekorasi bertugas mengatur komposisi pameran 10 Seksi Akomodasi bertugas menyiapkan ruang, tempat, display 11 Seksi Operasional bertugas menjaga, menerangkan, dan menerima tamu (pengunjung) 12 Seksi Keamanan bertanggung jawab atas keamanan pameran 13 Seksi PPPK bertugas mengatasi kecelakaan dalam pameran Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, JenisGambar Dan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Contohnya [Lengkap] Sarana dan Prasarana Dalam suatu pelaksanaan pameran, sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak yang harus ada. Karena, tanpa syarat ini sebuah pameran tidak akan dapat dilaksanakan.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Yang termasuk sarana dan prasarana adalah : • Dana, • Ruangan / tempat, • Pencahayaan (lighting), • Panel untuk memasang karya, standar display untuk memasang karya 3 D • Sound system, • Katalaog, • Buku tamu, buku kesan dan pesan. Pengunjung Sebuah pameran baru dikatakan berjalan bila didatangi pengunjung, karena sebuah pameran pada dasarnya bertujuan mengadakan komunikasi antara seniman dengan pengunjung.

Dengan demikian, tujuan pameran tidak akan tercapai bila tak ada pengunjung. Untuk mendatangkan pengunjung, perlu dilakukan publikasi secara tepat, antara lain dengan reklame-reklame yang bersifat undangan. Prinsip Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa • Prinsip Interaksi Prinsip interaksi adalah prinsip yang harus berorientasi pada kepentingan penyelenggara dan pengunjung dalam penyelenggaraan pameran.

• Prinsip Inisiatif Prinsip inisiatif adalah penyelenggaraan pameran yang mengambil inisiatif serta menentukan langkah-lagkah yang sistematis dan terencana ke arah pendekatan khalayak ramai pada pameran yang sedang diselenggarakan.

• Prinsip Repetisi Prinsip repetisi adalah prinsip penyelenggaraan pameran yang dilakukan secara berulang-ulang. • Prinsip lntegritas Prinsip integritas adalah prinsip penyelenggaraan yang menampilkan banyak koleksi pameran, contohnya pameran seni lukis, yang di dalamnya terdiri dari bermacam-macam aliran.

• Prinsip Efisiensi Prinsip eflsiensi adalah penyelenggaraan pameran dengan melakukan penulisan secara sistematis agar tidak merepotkan penyelenggara dan pengunjung. Prinsip efisiensi dapat didukung oleh lingkungan yang indah dan menarik, cara penataan warna suara maupun komposisi materi pameran hingga tercipta suasana yang menyenangkan. Beberapa kelengkapan pameran yang perlu diketahui di antaranya adalah: • katalog, • tape recorder, • lampu untuk penerangan ruang, • spanduk untuk publikasi, • sketsel atau papan panel, • meja untuk menempatkan buku, dan • pedestal untuk menempatkan karya 3 dimensi.

Tahapan Penyelenggaraan Pameran • Perencanaan Perencanaan pameran secara lengkap, meliputi tema, materi, tempat, waktu, panitia, anggaran, sarana-prasarana, publikasi, dokumentasi, dan tata hias. Isi perencanaan pameran, antara lain sebagai berikut.

• a) Menentukan tema pameran • b) Rencana kegiatan pameran Rencana kegiatan pameran, meliputi persiapan sebagai berikut: berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. Materi pameran 2) Tempat 3) Waktu pameran 4) Panitia pameran 5) Anggaran pameran 6) Kelengkapan ruang pameran 7) Publikasi 8) Tata hias atau berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

• c) Rencana kerja pameran 1) Bentuk pameran 2) Tema pameran 3) Tujuan pameran 4) Tempat pameran 5) Waktu pameran 6) Karya yang dipamerkan 7) Peserta pameran 8) Susunan kepanitiaan 9) Sumber dana 10) Perlengkapan pameran 11) Publikasi 12)Tata hias dan dekorasi • Pelaksanaan Pelaksanaan pameran adalah saat tibanya penyelenggaraan pameran. Penyelenggaraan tersebut memerlukan persiapan dan kerja keras dari semua pihak.

Oleh sebab itu, panitia dan pembantu panitia (petugas) harus bekerja sama dengan baik demi kelancaran tugas. Beberapa kegiatan pelaksanaan pameran, antara lain sebagai berikut. • Persiapan • Penataan tempat pameran • Membuat dekorasi ruang dan lingkungan pameran • Pelaksanaan pameran • Evaluasi • Pembubaran panitia pameran • Laporan hasil pameran Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Patung” Pengertian Dan ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik ) Manfaat Pameran Seni Rupa Berikut ini adalah manfaat dari pameran karya seni: • Untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan apresiasi seseorang terhadap karya seni rupa.

• Untuk melatih diri agar bisa bekerja sama dengan orang lain. • Untuk melatih sikap tanggung jawab dan kemandirian. • Untuk menumbuhkan motivasi. • Untuk menghilangkan rasa stres dan jenuh dari rutinitas. • Untuk dijadikan sebagai sarana promosi. Contoh Karya Seni Rupa NO GAMBAR KOMENTAR 1 LUKISAN Jenis Bentuk Teknik pembuatan Fungsi Makna : lukisan adalah jenis benda dua dimensi : kanvas, kertas, papan dan bahan film dalam fotografi : dengan memberikan imajinasi dan kehati-hatian : sebuah penembangan yang utuh dari menggambar : seni lukis adalah cabang seni rupa, dengan dasar pengertian yang sama 2 PATUNG Jenis Bentuk Teknik pembuatan Fungsi Makna : patung adalah benda tiga dimensi karya manusia : berupa bentuk apapun yang diukir oleh manusia : dengan cara dibentuk, dibuat dari bahan yang tahan lama : untuk menghasilkan karya seni yang dapat bertahan selama mungkin : patung zaman dahulu dijadikan untuk berhala, tetapi zaman sekarang patung dijadikan sebagai karya seni 3 BATIK Jenis Bentuk Teknik pembuatan Fungsi Makna : batik merupakan karya seni rupa nusantara : bercorak dan bermotif batik : kegiatan menutup permukaan kain dengan menggunakan lilin malam dengan menggunakan canting yang tulis diatas kain : untuk keperluan usaha perniagaan : batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian 4 TALEMPONG Jenis Bentuk Teknik pembuatan Fungsi Makna : terbuat dari jenis kuningan dan ada pula dari kayu dan batu : berbentuk bundar pada bagian bahwanya berlubang dan diatasnya terdapat bundaran yang menonjol untuk dipukul : terbentuk dari kuningan : untuk mengiringi tarian pertunjukan/penyambutan, seperti tari piring, tari pasambahan, dll : alat musik pukul yang khas suku bangsa minangkabau 5 KERAMIK Jenis Bentuk Teknik pembuatan Fungsi Makna : karya seni yang bersifat tradisional sampai kontemporer : berupa wadah yang berukiran : berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya : sebagai benda dekoratif : merupakan cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMA, Umum Ditag apa manfaat kegiatan pameran bagi siswa, apa manfaat pameran secara khusus yang diselenggarakan di sekolah, apa saja manfaat pameran seni rupa di sekolah, apa yang dimaksud dengan pameran homogen, apa berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

dimaksud dengan panil, apa yang harus dituliskan dalam proposal kegiatan pameran karya seni rupa, apakah fungsi dari seni rupa, apakah fungsi utama pameran umum, apakah manfaat mengunjungi sebuah pameran, apakah yang anda ketahui tentang spray, artikel pameran lukisan, artikel pameran seni rupa, artikel pameran seni rupa 2017, artikel tentang pameran seni ilustrasi, bentuk dan jenis kritik karya seni rupa, bentuk pameran, berikut kegunaan dari penataan cahaya berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…., berita pameran seni rupa, contoh gambar pameran tunggal, contoh karya seni yang dipamerkan, contoh pagelaran seni, contoh pameran heterogen, contoh pameran insidental, contoh pameran karya seni rupa, contoh pameran seni rupa, contoh pameran seni rupa di sekolah, contoh pameran tunggal, contoh proposal kegiatan pameran fotografi, contoh proposal pameran batik di sekolah, contoh tema pagelaran seni budaya, contoh tema pameran batik, contoh tema pameran yang unik, format penulisan proposal pameran, fungsi kurator pameran, fungsi pameran, fungsi utama pameran seni rupa bagi perupa atau senimannya adalah, jelaskan bentuk bentuk pameran seni rupa, jelaskan pengertian pameran tetap, jenis jenis pameran, jenis pagelaran, jenis pameran, jenis pameran seni rupa, judul pameran seni rupa, kepanitiaan pameran seni rupa, konsep konsep pameran seni rupa, kurasi pameran adalah, macam macam pameran, makalah pameran karya seni rupa pdf, makalah pameran seni rupa kelas xi, manfaat pameran, manfaat pameran bagi siswa, manfaat pameran seni rupa, manfaat pameran seni rupa di berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…., materi pameran batik, materi pameran seni rupa, membandingkan jenis pameran seni rupa, mengapa perlu dibuat proposal, merencanakan pameran, nama tema pameran yang unik, pagelaran seni tari, pameran lukisan, pameran seni, pameran seni rupa, penentuan tema pameran harus sesuai dengan, pengertian pagelaran, pengertian pameran, pengertian pameran menurut para ahli, pengertian pameran seni rupa, pengertian pameran seni rupa menurut para ahli, perlengkapan pameran, proposal pameran makanan di sekolah, proposal pameran seni lukis, proposal seni budaya kelas 12, prosedur pameran seni rupa, sebutkan contoh karya seni rupa dua dimensi, sebutkan dan jelaskan 3 tujuan pameran seni rupa di sekolah, sebutkan jenis jenis pameran seni rupa, tahapan pameran seni rupa, teknik pameran seni rupa, tempat pameran seni rupa, tujuan pameran, tujuan pameran brainly, tujuan pameran di sekolah, tujuan pameran secara umum, tujuan pameran seni rupa di sekolah, unsur unsur pameran, uraikan tentang karya seni rupa dua dimensi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com1.

Salah satu jenis karya seni rupa terapan adalah seni kriya yang disebut juga…. a. Desain b. Seni grafis c. Kerajinan tangan d. Arsitektur e. Keterampilan 2. Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung, yaitu….

a. Warna b. Garis c. Volume d. Tekstur e.Bidang 3. Berikut ini adalah unsur dasar seni rupa kecuali…. a. Titik b. Lukisan c. Garis d. Bidang e. Ruang 4. Contoh karya seni visual dua dimensi yang bergerak, yaitu…. a. Relief b. Lukisan c. Film d. Foto e. patung 5. Karya seni rupa dua dimensi masa prasejarah dan seni rupa dua dimensi tradisional merupakan jenis karya seni rupa dua dimensi berdasrkan…. a. Bahan b. Teknik pembuatan c. Perkembangannya d.

Tujuan e. Fungsinya 6. Berikut adalah contoh dari hasil karya seni rupa dua dimensi, yaitu…. a. Batik b. Patung c. Jambangan d. Guci e. Pot bunga 7. Contoh seni rupa terapan adalah…. a. lukisan, kaligrafi b. Batik, vas bunga, poster c. kerajinan dari keramik d. patung, ukiran, seni kreografi e. mozaik, relief, seni fotografi 8. Yang tidak termasuk fungsi khusus seni rupa dua dimensi adalah….

a. Rekreasi b. Komunikasi c. Religi d. Individual e. Edukasi 9. Batik yang motifnya hanya di buat dengan hanya menggunakan tangan disebut…. a. Batik tulis b. Batik cap c. Batik pekalongan d. Batik ikat e. Batik Malaysia 10. Seni rupa yang memiliki panjang dan lebar disebut…. a. Seni rupa 2 dimensi b. Seni rupa 3 dimensi c. Seni rupa murni d. Seni rupa terapan e. A dan b benar​ • Sebutan lain untuk seni kriya adalah (C) kerajinan tangan.

• Unsur dalam seni rupa yang terbentuk oleh gabungan titik-titik yang bersambung dan membentuk suatu kesatuan adalah (B) garis. • Yang bukan unsur dasar seni rupa adalah (B) lukisan. • Contoh karya seni visual dua dimensi yang bergerak adalah (C) film. • Karya seni rupa dua dimensi masa prasejarah dan karya seni rupa tradisional adalah jenis karya seni rupa berdasarkan (C) perkembangannya. • Yang merupakan contoh dari hasil karya seni rupa dua dimensi adalah (A) batik.

• Yang merupakan contoh dari seni rupa terapan adalah (B) batik, vas bunga, dan poster. • Yang bukan fungsi dari seni rupa dua dimensi adalah (D) individual. • Batik yang memiliki motif yang dibuat dengan tangan disebut dengan (A) batik tulis.

• Seni rupa yang memiliki dimensi panjang dan lebar adalah (A) seni rupa dua dimensi. Pembahasan Pada nomor 1, pilihan (C) benar karena seni kriya sering disebut juga dengan kerajinan tangan karena pada seni kriya keterampilan tangan sangat diperlukan. Pada nomor 3, pilihan (B) benar karena tidak termasuk dalam unsur seni rupa.

Berikut adalah unsur-unsur dalam seni rupa: • Titik: merupakan unsur seni rupa yang paling dasar, hal ini dikarenakan titk merupakan awal dari sebuah garis, bentuk, dan bidang.

Bahkan ada teknik lukis yang menggunakan kombinasi dari titik-titik dengan warna dan ukuran berbeda yang disebut dengan Pointilisme. • Garis: sebuah bentuk yang terbentuk dari gabungan titik-titik yang bersambung. Garis berfungi sebagai penentu batas dari suatu benda. • Bidang: terbentuk dari kumpulan garis yang bertemu.

Bidang sendiri bisa berbentuk geometrik, seperti kotak, berlian, lingkaran, dll. ataupun non-geometrik. • Bentuk: terbentuk dari gabungan beberapa bentuk. Bentuk juga bisa berbentuk geometrik, seperti kubus, balok, tabung, dll. ataupun non-geometrik seperti pohon, hewan, manusia, dll. • Ruang: sekumpulan bidang yang memiliki volume. Ruang bisa terbentuk dengan adanya penggunaan aksen cahaya dan perspektif. • Warna: unsur senirupa yang paling dominan karena akan menyesuaikan gambar dengan objek nyata.

• Tekstur: unsur seni rupa yang menggambarkan kondisi permukaan dalam suatu gambar. Tekstur bisa menggambarkan kondisi permukaan yang lembut, kasar, maupun halus. • Pencahayaan: unsur seni rupa yang memberikan perbedaan intensitas cahaya yang terkandung dalam suatu benda. Sebuah benda yang intensitas cahayanya tinggi akan memiliki warna yang lebih terang, dan sebaliknya.

Pada nomor 7, pilihan (B) benar karena batik, vas bunga, dan poster adalah bentuk karya seni rupa yang bisa difungsikan selain untuk keindahan. Pelajari lebih lanjut Materi tentang pengertian seni rupa terapan brainly.co.id/tugas/4479691 Materi tentang fungsi karya seni rupa dua dimensi brainly.co.id/tugas/31112811 Materi tentang seni rupa yang memiliki nilai keagamaan brainly.co.id/tugas/3443388 Detail jawaban Kelas: 5 Mapel: Seni Budaya Bab: 5 - Seni Rupa Kode: 5.19.5 #TingkatkanPrestasimu Refleksi Diri 1.

Keragaman produk budi daya satwa harapan Indonesia dan di daerahmu sendiri. 2. Pemanfaatan sumber/referensi bacaan tentang evaluasi b … udi daya satwa harapan.3. Kesulitan yang dihadapi saat mencari informasi dan pengamatan.4. Pengalaman dalam membuat produk budi daya satwa harapan mulai dari perencanaan, persiapan, proses dan pemasaran/pemanfaatan produk hasil budi daya. 5. Pembelajaran yang didapatkan/dirasakan sebagai individu.​ Dua dari peribahasa ini, memiliki makna yang serupa. Manakah itu?

1. Anda tidak dapat membuat dompet sutera dari kuping babi betina. 2. Orang yang men … curi telur akan mencuri sapi 3. Batu yang berguling tidak akan mengumpulkan lumut.

4. Anda tidak mungkin menghancurkan kapal yang sudah rusak. 5. Ini ketidakmungkinan yang terjadi.​
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Jadi mengapresiasi berarti berusaha mengerti mengenai seni dan mampu melihat segi-segi yang ada didalam seni tersebut, sehingga secara sadar dapat menikmati dan menilai karya seni dengan semestinya.

Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati serta penghargaan pada karya seni tersebut dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni.

Kegiatan apresiasi yaitu: • Melakukan pengamatan pemahaman • Penilaian atau avaluasi • Mengkritik Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Rupa Kontemporer Kegiatan seni merupakan kegiatan yang khusus dan istimewa dan merupakan kegiatan yang memberikan kesan mengenai dunia dan sekitarnya melalui sentuhan artistik dan keindahan ciptaan yang ada, terbentuk dari 2 kemungkinan yaitu afektif dan kreatif.

• Proses apresiasi afektif, terjadi karena pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas. • Proses apresiasi kreatif, terjadi karena pengamat seni sadar dalam menghayati dan menilai menggunakan aspek logika untuk menentukan nilai suatu karya seni.

Tahapan Apresiasi Seni Rupa • Pengamatan Objek Karya Seni Pendapat Verbeek tentang hal ini bahwa pengamatan bukan hanya menggunakan satu indra saja, tetapi juga mengikut sertakan pemberdayaan seluruh pribadi.

Sehingga ketajaman pengamatan individu tergantung oleh pengetahuan, perasaan, keinginan, pengalaman dan anggapan seseorang. • Aktivitas Fisiologis Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu. • Aktivitas Psikologis Timbul karena persepsi sampai dengan evaluasi lalu timbul interpretasi imajinatif dan tarikan untuk melakukan hal kreatif.

• Aktivitas Penghayatan Kegiatan merenungkan sebuah objek. • Aktivitas Penghargaan Timbul karena evaluasi terhadap objek, evaluasi bisa terdiri dari saran dan kritikan. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Apresiasi adalah Fungsi Apresiasi Seni Rupa Ada dua fungsi dari kegiatan apresiasi seni yaitu : • Agar kita dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kepada karya bangsa sendiri dan sekaligus kecintaan kepada sesama manusia.

• Sebagai penikmatan, penilaian, empati dan hiburan. Tujuan Apresiasi Seni Rupa Tujuan akhir setelah melakukan kegiatan apresiasi seni rupa ialah untuk: • Mengembangkan kreasi dan estetis. • Mengembangkan serta penyempurnaan hidup. Aspek Penilaian Apresiasi Seni Rupa Berikut ini terdapat beberapa aspek penilaian apresiasi seni rupa, terdiri atas: • Aspek ide/gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan.

Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri.

Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Kritik Seni” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Bentuk ) • Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai.

Ketidakterampilan dalam penggunaan teknik akanberdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. • Aspek penguasaan bahan Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi.

Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. • Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertim-bangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut.

Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. • Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi,keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity).Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. • Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema.

Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi. • Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas,misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama.

Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pameran Seni Rupa – Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan Contoh • Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar.

• Aspek selera dan agama Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi trend di masyarakat, misalnyadari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu.

Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat. Aliran Apresiasi Seni Rupa Berikut ini terdapat beberapa aliran apresiasi seni rupa, terdiri atas: • REALISME (1800-an) Aliran ini memandang dunia sebagai sesuatu yang nyata. Lukisan adalah sejarah bagi zamannya. Pelukis/pembuat karya seni bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan realitas yang diserap oleh indra penglihatannya.

Fantasi dan imajinasi harus dihindari. Namun, pada perkembangannya terjadi dua kecenderungan. Ada yang memilih objek yang bagus/ enak dilihat, ada pula yang memilih objek jelek/tidak berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

dilihat (kumuh, mengerikan). Dari aliran ini berkembang aliran; • Realisme cahaya : Impresionisme. • Realisme Baru/Sosial : Menggunakan objek dampak industri di perkotaan. • Realisme Fotografis : Dikaitkan dengan keberadaan dan kekuataan untuk menyamai hasil fotografi yang sangant detail dalam menangkap objek. • NATURALISME Aliran ini dianggap bagian dari realisme yang memilih objek yang indah dan membuai saja, secara visual persis seperti objek aslinya (fotografis).

Dalam perkembangannya cenderung memperindah objek secara berlebihan. • Rembrandt, The Anatomy Lessons of Dr. Tulp • ROMANTISISME (1818) Aliran ini mengembalikan seni pada emosi yang lebih bersifat imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau kejadian yang dramatis ataupun dahsyat. Dalam melukiskannya, baik dari pengaturan estetika maupun aktualitas piktorialnya selalu melebihi kenyataan.

Warna lebih meriah, gerakan lebih lincah, emosi lebih tegas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Teater – Pengertian, Sejarah, Fungsi, Ciri, Jenis dan Unsur • IMPRESIONISME/REALISME CAHAYA/ LIGHT PAINTING (1874) Aliran yang menggunakan konsep melukis berdasarkan usaha merekam efek atau kesan cahaya yang jatuh/memantul pada suatu onjek/benda, sehingga menghindari garis atai kejelasan kontur.

Cahaya yang dimaksud terutama berasal dari matahari yang memiliki banyak spektrum warna. Cara melukisnya harus cepat karena cahaya matahari yang terus bergerak/berubah dan dipengaruhi oleh cuata. Hal ini bisa membuat lukisan hanya selintas/tidak detail. Selanjutnya aliran ini berkembang menjadi post-Impresionis. Ini bukan aliran, melainkan kelompok untuk menamai karya-karya pelukis yang mengembangkan perenungan problem cahaya dengan lebih mendalam, sehingga mencari jalan sendiri-sendiri.

Mereka menggambungkan keindahan alam dan keindahan seni. Untuk ini harus mengubah dlu unsur-unsurnya menjadi sesuatu yang lebih menggema. • EKSPRESIONISME (1900-an) Aliran ini berusaha mengekspresikan aktualitas bukan hanya berdasarkan indera penglihatan, tetapi juga dengan pengalaman batin. Luapan perasaan berupa kesedihan atau tekanan batin lainnya yang mengalir deras menyebabkan kebebasan teknik dalam melukiskannua, sehingga cenderung terhadi distorsi dan sensasi. Kesempurnaan bentuk objek yang biasa dilakukan berdasarkan pengamatan secara visual tidak lagi menjadi pertimbangan estetika.

• FAUVISME (1900-an) Aliran yang dipelopori oleh sekelompok seniman muda untuk membebaskan diri dari batasan aliran sebelumnya, sehingga mendapat juukan Les Fauvees (Binatang jalang) dari kritikus Perancis Louis Vauxcelles. Julukan tersebut malah dijadikan nama aliran mereka. Namun, aliran ini tidak bertahan lama. Aliran ini menekankan pada penggunakan garis kontur yang tegas dan berusaha mengembalikan warna pada peranannya yang mutlak (tidak harus sesuai kenyataan).

Dasarnya adalah kegemaran melukis apa saja tanpa memikirkan isi dan maknanya. • KUBISME (1907) Aliran ini menyederhanakan bentuk-bentuk alam secara geometris dengan intuisi dan rasionalitas. Konsep dasarnya adalah menghadirkan tampilan secara serempak dan simultan berbagai bagian objek, baik yang dilihat dari depan atau belakangyang tampak atau tersembunyi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan hubungan antara bagian-bagian itu. Selanjutnya berkembang menjadi dua konsep sebagai berikut, • Kubisme Analitis : objek dianalisis, dipecah, dan dipandang dari berbagai sudut kemudian dilukis atau dibentuk sekaligus.

• Kubisme Sintesis : objek seakan-akan disusun dari bidang/bentuk yang berlainan, saling tumpang tindih sehingga membentuk tampilan yang unik.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Relief Adalah • FUTURISME (1909) Seniman futuris berpandangan bahwa derajat kehidupan dapat dicapai melalui aktivitas, tema yang mengandung kesibukan dan kesimpangsiuran diangkat ke dalam karyanya dalam bentuk berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

keindahan gerak yang dinamis. • DADAISME (1916) Istilah ini berasal dari bahasa anak-anak Prancis yang artinya kuda mainan. Aliran ini mendukung Surealisme karena muncul dari alam bawah sadar sebagai protes akibat tidak adanya polarisasi nilai (baik/buruk) sosial dan eitka akibat perang dunia. Hal inilah yang menyebabkan karya dadaisme memiliki ciri sinis, konyol, menggambarkan benda atau mesin sebagai manusia, mengikuti kemauan sendiri, dan menolak estetika dalam karyanya.

Kolase adalah salah satu dari teknik yang digunakan. • Man Ray, Cadeau (logam) • Jean Arp, Consetellation • Robert Gober, Untuitled • Lazlo Mohoyi Nagy, Light display machine • Marcel Duchamp, The bride and bachelor (kaca) • SUREALISME (1937) Aliran ini dipengaruhi oleh teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menyatakan bahwa alam pikiran manusia terdiri dari alam sadar (dalam kontrol kesadaran/ingatan) dan bawah sadar (tidak dalam kontrol keseadaran/ terlupakan).

Dalam karya aliran ini, alam nyata dan keserbabisaan mipi terpadu, sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik.

berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

Selanjutnya terdapat dua kecenderungan, yaitu: a. Surealisme Figuratif Penampakannya masih realistik, meskipun tidak wajar, sehingga penguasaan teknik tidak diperlukan.

Gino Severini, Two punchinellos Carlo Carra, Lot’s daughter Giorgo de Chirico, The disquieting muses Marc Chagal, The Cattle dealer Salvador Dali, Metamorphosis Sureralisme Abstraktif Sudah digayakan mendekati abstrak.

Joan Miro, Harlequin carnival Wilfredo Lam, The jungle • ABSTRAKISME (1940-an) Aliran seni yang menggambarkan sebuah bentuk yang tidak berwujud atau nonfiguratif.

Sebenarnya kesan abstrak sudah nampak pada gaya Kubisme, Futurisme, atau Surealisme, tapi mereka memiliki perbedaan konsep yang mendasar. Dalam aliran ini karya yang ada terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang terbebas dari ilusi atas bentuk alam.

Secara lebih umum abstrakisme merupakan seni saat bentuk-bentuk di alam tidak lagi berfungsi sebagai ibjek atau tema, tetapi seperti motif saja. Dalam perkembangannya terbagi menjadi sejumlah golongan. Abstrak Ekspresionisme/Non-Figuratif. Ekspreksi gejolak jiwa yang digambarkan secara spontan dan abstrak. (Roberto Matta, Personages rythmiques; Ashile Gorky, The lover is the cock’s comb). Selanjutnya terbagi lebih spesifik enajdi: • Color Field Painting Menampilkan bidang-bidang yang relatif lebar berwarna.

(Jackson Pollock, Number 4;Ben Nicholson, Celestial Blue) • Action Painting Lebih mengutamakan aksi atau cara melukis daripada bentuk. Abstrak Geometros/Abstraksionisme/Non-Objektif Konsepnya adalah mengabstraksikan objek geometris menjadi bentuk nonobjektif. Selanjutnya berkembang menjadi lebih spesifik. Terbagi menjadi: • Suprematisme Lebih mengutamakan supremasi perasaan murni dengan objek yang tidak memusingkan • Neoplatisisme Konsepnya adalah pembebasan esensi atau unsur seni rupa seperti garis dan warna dari beban peniruan bentuk alam.

Bindang datar tidak untuk memanipulasi gambaran ruang. Pemurnan dan penyederhanaan ini diusahakan untuk mencapau universalitas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Rupa 2 Dimensi (Wassily Kandisky, Accented corner; Kasimir Malevich. Suprematism; Piet Mondrian, Cmposition with red, yellow, and blue) • Konstruktivisme Penganut aliran ini berusaha mengonstruksi bentuk tiga dimensi. Trimatra yang abstrak menggunakan bahan bangunan modern dari besi, kawat, kayu, dan plastik.

(Alexander Calder, Red pointed iron, Naum gabo, Colimn) • Optical Art Unsur yang dipakai iadalah bentuk geometris yang berulang. Garis, bentuk, dan warna diatur dengan akurasi yang tepat untuk memunculkan kesan tekstur atau ruang yang dapat mengelabui penglihatan. Mengutamakan kesan ilmiah dan kurang memperhatikan ekspresi.

(Victor Vasarely, Trion; Richard Anuszkiewicz, Entrance to green) • POP ART (1970-an) Pop art merupakan perkembangan seni yang dipengaruhi oleh transformasi budaya populer yang terjadi di masyarakat. Budaya materialisme dan komersial pada kota metropolis seperti: fotografi, film, model/desain, iklan tokoh idola, merupakan sumber inspirasi yang memotivasi gerakan ini.

Pop art sering menggunakan media campuran dalam karyanya. Misalnya lukisan dengan gaya firi, berbagai kombinasi antara lukisan, ukiran, atau patung kayu, logam, plastik, gibs, rongsokan, dan bahan lainnya. Pengaruh dadaisme membuat kita kadang tersenyum jika melihat tampilan karya seninya. a. POP MODERN/KONTEMPORER Hingga kini masih terdapat perbedaan dalam menglasifikasikan gaya dalam seni rupa sesudah periode modern.

Kita akan menyedarhanakan konsep penglasifikasian tersebut bagi kepentingan pengetahuan siswa dengan kecenderungan praktis. Secara umum kontemporer berarti seni rupa yang berkembang sezaman dengan penulis atau mengamat masa kini. Istilah ini merujuk pada waktu ketika banyak trend yang mewarnai suatu masa. Pada periode ini juga terdapat pembagian seni menurut konsumennya yaitu kelas atas (high art) dan untuk kelas bawah (low art).

Adapun karya seni rupa Ipost modern. posmodern dapat dibagi menjadi seabgai berikut. Dalam posmodern terapan, penampilan seni murni (lukisan, patung) tetap ada. Namun, pada akhirnya keindahan motif dan desain menjadi inspirasi dan cenderung digunakan untuk karya seni pakai keperluan manusia. Misalnya berupa arsitektur bangunan, perabot rumahtangga, maupun benda-benda teknologi baru.

Sementara, klasifikasi seni modernisme antara lain sebagai berikut • Art Nouveau / Art Deco Gaya ini berkembang didasarkan dekorasi garis lengkung meliuk baik simetris atau asimetris sebagai adaptasi bentuk ornamen dan wujud ketrampulan membentuk barang dengan mesin • Estetika Mesin Konsepnya agak bertentangan dengan art deco. Benda atau karya yang dibentuk dengan bantuan alat atau mesin tampil apa adanya tanpa ornamen yang rumit • Gaya internasional Merupakan pengembagnan konsep sebelumnya yang cenderung diterapkan pada arsitektur bangunan • Gaya Aeorofinamis ( Streamlining) Gaya ini diterapkan untuk mendesain kendaraan berkecepatan tinggi agar diperoleh tingkat aerodinamis yang maksimal.

Namin, kemudian berkembang pada benda seni pakai yang lain • Hi-tec Desain dengan gaya ini dirancang prakts untuk kebutuhan barang-barang teknologi tinggi agar mencapai tingkat edisiensi yangn maksimal • Bio Desain Gaya bio desain merupakan desain hi-tec yang lebih fleksibel atau luwes karena diadaptasikan dengan bentuk yang ada di alam (hewan, tumbuhan dan sebagainya).

b. Posmodern Murni/Ekspresif Gaya ini mungkin dapat diterapkan pada seni pakai, tetap kecenderungannya lebih digunakan untuk berekstresi/sensasi. Berikut ini adalah cintih seni posmodern ekspresif. Seni instalasi secara teknis merupakan pengembangan dari proses pembuatan seni parung yaitu teknik asembling (assemlage). Objek karya seni (biasanya 3D) dikreasikan dengan cara mengonstruksi, merakit, atau mengombinasikan berbagai media secara bersamaan.

Teknik ini merupakan pengembangan dari periode dadai yang membebaskan segala media dan cara untuk berkreasi. Demikianlah pembahasan mengenai Apresiasi Seni Rupa – Pengertian, Tahapan, Aliran dan Aspek semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Seni Budaya Ditag analisis lukisan ayam tarung, apresiasi kritis adalah, apresiasi lukisan leonardo da vinci, apresiasi lukisan naturalisme, apresiasi lukisan raden saleh, apresiasi seni adalah, apresiasi seni budaya mancanegara, apresiasi seni rupa, apresiasi seni rupa 2 dimensi, apresiasi seni rupa murni, aspek-aspek penilaian dalam apresiasi, bagaimana langkah langkah apresiasi seni rupa, bagaimana tari berpasangan ditampilkan, bagaimana terjadinya proses apresiasi afektif, bentuk apresiasi seni, cara apresiasi seni rupa, contoh apresiasi kritik, contoh apresiasi seni, contoh apresiasi seni brainly, contoh apresiasi seni budaya nusantara, contoh apresiasi seni musik, contoh apresiasi seni rupa 2 dimensi, contoh apresiasi seni rupa brainly, contoh apresiasi seni rupa dalam kehidupan sehari hari, contoh apresiasi seni rupa lukisan, contoh apresiasi seni sketchup, contoh apresiasi simpatik, contoh lukisan beserta analisisnya, contoh mengapresiasi lukisan monalisa, contoh tema apresiasi seni, dengan kegiatan berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

seni akan membuat, estetika dari seni rupa dimaksudkan untuk, fungsi apresiasi seni, fungsi apresiasi seni rupa, fungsi ornamen adalah, jelaskan definisi seni budaya mancanegara, jelaskan estetika dalam seni rupa, jelaskan fungsi teater sebagai sarana upacara, jelaskan langkah langkah apresiasi seni rupa, jelaskan mengenai musik nusantara, jelaskan pengertian apresiasi aktif, jelaskan pengertian kritik karya seni rupa, jelaskan pengertian ornamen nusantara, jelaskan tujuan kritik pendidikan, jenis apresiasi seni, karya seni rupa terapan antara lain, kata kata apresiasi seni, kepekaan terhadap keindahan atau seni disebut, langkah langkah apresiasi, langkah langkah apresiasi seni, macam macam seni rupa murni, makna lukisan borobudur pagi hari, manfaat apresiasi seni, manfaat kegiatan apresiasi, menafsirkan lukisan, menguraikan pendekatan apresiasi seni budaya, pendekatan apresiasi, pendekatan apresiasi seni, pengertian apresiasi seni, pengertian apresiasi seni rupa, pengertian kritik karya seni rupa, pengertian proses apresiasi, perkembangan karya seni budaya mancanegara, perkembangan karya seni di mancanegara, proses apresiasi seni, proses mengapresiasi, sebut dan jelaskan tingkatan dalam apresiasi seni rupa, sebutkan 4 langkah dalam proses apresiasi, sebutkan aspek isi keindahan seni rupa, sebutkan contoh apresiasi suatu karya, sebutkan dan jelaskan 2 metode apresiasi, sebutkan dan jelaskan tingkatan dalam apresiasi seni rupa, sebutkan fungsi apresiasi seni, berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah….

fungsi fungsi dari apresiasi seni, sebutkan jenis penilaian karya seni rupa, sebutkan manfaat pameran di sekolah, sebutkan tiga tingkatan kegiatan apresiasi, tahapan apresiasi seni, tahapan apresiasi seni rupa, tahun pembuatan lukisan balinese beauty, tanda apresiasi seni, tujuan apresiasi, tujuan apresiasi seni, tujuan apresiasi seni rupa, tujuan dari kritik seni, tuliskan dan jelaskan cara apresiasi seni, tuliskan dan jelaskan jenis jenis apresiasi, unsur unsur apresiasi Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
1.

Kesatuan Kesatuan merupakan perpaduan antara unsur seni rupa yang satu dengan yang lainnya sehingga unsur-unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain (tidak berdiri sendiri). Berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. prinsip kesatuan, maka akan tercipta sebuah karya seni rupa yang indah, serasi, dan menarik. Kesatuan dapat dicapai melalui beberapa pendekatan unsur seni rupa, antara lain adalah: • Kesamaaan Unsur • Kemiripan Unsur • Keselarasan Unsur • Keterikatan Unsur • Keterkaitan Unsur, dan • Kerapatan Unsur 2.

Keseimbangan Keseimbangan merupakan kesan kestabilan yang ditunjukkan oleh objek seni rupa sehingga memiliki daya tarik yang sama di setiap sisinya. Prinsip keseimbangan erat kaitannya dengan berat atau tumpuan pada suatu karya seni. Namun, hal tersebut tidak merujuk pada keadaan fisik, tapi lebih ke kesan visualnya.

Jika sebuah karya seni rupa tidak memiliki keseimbangan, maka karya tersebut akan tidak nyaman untuk dilihat. Oleh karena itu, prinsip keseimbangan merupakan salah satu prinsip yang sangat penting agar suatu karya seni enak dilihat dan tidak berat sebelah. Keseimbangan sendiri dapat terbagi menjadi 4 macam, yaitu: • Keseimbangan Simetris ( Symmetrical Balance) • Keseimbangan Asimetris ( Asymmetrical Balance) • Keseimbangan Memancar ( Radial Balance) • Keseimbangan Sederajat ( Obvious Balance) Pelajari Juga: Pameran Seni Rupa 3.

Irama Irama dalam seni rupa merupakan pengulangan satu atau lebih unsur yang dilakukan secara teratur dan terus menerus. Umumnya, pengulangan unsur yang paling sering dilakukan adalah susunan garis, bentuk, atau warna.

Dengan melakukan pengulangan tersebut, maka objek yang dihasilkan seolah-olah memiliki kesan bergerak. Hal ini dapat terjadi karena adanya efek dari pengulangan yang dilakukan, yaitu perbedaan arah motif, perbedaan posisi unsur, dan lain-lain. Untuk bisa menghasilkan irama yang harmonis dan bernilai estetik, seorang seniman harus cerdas dalam memilih variasi warna, ukuran, jarak, serta tekstur. Pelajari Juga: Apresiasi Seni 4. Komposisi Komposisi merupakan penyusunan unsur-unsur seni rupa agar menjadi sususnan yang teratur, serasi, dan menarik.

Suatu karya seni rupa bisa terlihat indah karena adanya prinsip komposisi yang saling menghubungkan unsur seni sehingga menjadi lebih estetis. Komposisi sendiri bisa dikelompokkan menjadi 3 macam pola, yaitu: • Pola Simetri • Pola Asimetri • Pola Bebas 5. Proporsi Proporsi dalam seni rupa merupakan perbandingan porsi antar unsur dalam suatu objek. Agar suatu karya seni terlihat menarik, tentu harus memiliki perbandingan atau porsi yang pas.

Proporsi yang dimaksud antara lain adalah besar-kecil, panjang-pendek, luas-sempit, tinggi-rendah, dan lain-lain. Contoh penerapan proporsi dalam seni rupa dapat ditemukan ketika melukis wajah manusia. Ketika melukis wajah, maka ukuran antara alis, mata, hidung, serta mulut harus seimbang. Baca Juga: Contoh Seni Rupa Terapan 6. Keselarasan Keselarasan adalah prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur yang ada dalam seni berikut ini yang merupakan karya seni rupa terapan adalah…. agar menciptakan perpaduan yang selaras.

Dengan keselarasan tersebut, maka akan tercipta sebuah karya seni rupa yang indah dan menarik. Untuk mencapai keselarasan, seorang seniman bisa menggunakan berbagai macam cara, misalnya mengatur perpaduan warna, mengatur pencahayaan, atau menata bentuk.

Dengan demikian, unsur-unsur yang ada dapat terlihat rapi dan tidak terlalu mencolok satu sama lain. 7. Gradasi Gradasi merupakan susunan dua atau lebih warna dari satu tingkat ke tingkat yang lain, misalnya dari gelap ke terang atau sebaliknya. Prinsip gradasi paling sering digunakan saat membuat lukisan, khususnya lukisan dengan aliran naturalisme.

Dengan menggunakan gradasi, maka sebuah karya seni rupa dapat terlihat lebih hidup. Baca Juga: Macam-Macam Aliran Seni Lukis 8. Kontras Selain keselarasan, dalam seni rupa juga terdapat ketidakselarasan. Hal ini disebut sebagai kontras, yaitu kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang saling berlawanan.

Kontras dapat diterapkan pada perbedaan warna, bentuk, atau ukuran. Contoh dari penerapan kontras adalah adanya warna gelap dan terang, ukuran besar dan kecil, atau tekstur lembut dan kasar. Dengan adanya kontras, maka sebuah karya seni rupa akan terlihat lebih menarik dan tidak monoton. 9. Penekanan (Center of Interest) Penekanan juga bisa disebut sebagai prinsip dominasi, yaitu cara untuk menampilkan objek tertentu agar terlihat lebih menonjol dan berbeda dari objek di sekitarnya.

Tujuan dari prinsip penekanan adalah agar fokus utama pemirsa tertuju pada objek tersebut (menjadi pusat perhatian). Cara untuk menerapkan penekanan dalam seni rupa bisa bermacam-macam, mulai dari mengatur posisi, warna, ukuran, dan lain-lain.

Pelajari Juga: Seni Rupa Modern Nah, itulah penjelasan dari masing-masing prinsip seni rupa. Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa unsur dan prinsip seni rupa sangatlah berkaitan. Bisa dibilang, unsur seni rupa adalah bentuk fisik dari seni rupa itu sendiri, sedangkan prinsip seni rupa merupakan bentuk non fisiknya (berupa kaidah atau pedoman).

Semoga setelah mempelajari ini, kamu semakin paham dengan prinsip seni rupa dan bisa menerapkannya pada karya seni yang akan kamu buat. Sekian, semoga bermanfaat.

Contoh seni rupa murni dan seni rupa terapan




2022 www.videocon.com