Sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Soal Essay + Jawabannya Sosiologi Kelas 12 Bab 1 Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat ~ sekolahmuonline.com.

Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan Contoh Soal Essay atau Uraian lengkap dengan Kunci Jawabannya mata pelajaran Sosiologi Kelas XII Bab 1 yang membahas tentang Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat. Sosiologi Kelas 12 Bab 1 Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat sebagaimana telah Sekolahmuonline sampaikan pada postingan soal pilihan ganda, membahas empat pembelajaran.

Pembelajaran Pertama membahas tentang Definisi dan Teori Perubahan Sosial. Pembelajaran Kedua membahas tentang Jenis-jenis Perubahan Sosial. Pembelajaran Ketiga membahas tentang Faktor-faktor Perubahan Sosial.

Sedangkan Pembelajaran Keempat membahas tentang Akibat Perubahan Sosial. 9. Perubahan model pakaian, rambut, sepatu, termasuk yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu perubahan-perubahan tersebut digolongkan dalam jenis perubahan kecil.

Jelaskan yang dimaksud dengan perubahan kecil! Kerusakan alam biasanya oleh ulah manusia sendiri. Sebagai contoh penebangan hutan secara sembarangan dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya. Hal ini mendorong manusia untuk pindah dan mencari tempat yang baru. Kemudian mereka membangun pemukiman dan Lembaga-lembaga yang baru.

Mereka akan berpindah tempat karena merasa tidak aman dan tidak nyaman dari tempat sebelumnya. 15. Selain faktor-faktor yang dapat mendorong suatu perubahan sosial, terdapat pula beberapa faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Salah satu faktor penghambat adalah kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Berikan penjelasan mengapa faktor kurangnya hubungan dengan masyarakat lain bisa meghambat perubahanh sosial! Sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat tidak pernah lepas dari hubungan dengan manusia atau masyarakat lain dalam suatu pergaulan.

Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain mengakibatkan suatu masyarakat menjadi terasing dari pergaulan hidup dengan masyarakat lainnya. Akibatnya mereka tidak mengetahui kemajuan atau perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain. Apabila pergaulan saja sangat terbatas, maka yang terjadi adalah keterbatasan pemikiran sehingga keinginan untuk berubahpun juga sangat minim. Faktor pendorong perubahan sosial – Perubahan sosial adalah proses sosial dimana manusia melakukan perubahan yang mempengaruhi tatanan dan struktur lapisan masyarakat.

Contoh perubahan sosial dapat kita jumpai di sekitar kita. Tentunya terdapat beberapa faktor penyebab sehingga masyarakat melakukan proses perubahan sosial, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Menurut ilmu sosiologi, pengertian perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu lingkungan masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Ciri-ciri perubahan sosial adalah bersifat imitatif dan berkelanjutan serta memiliki hubungan kausalitas dan dapat menyebabkan disorganisasi sementara.

Dalam ilmu sosiologi, terdapat 4 (empat) teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh para peneliti, yakni teori evolusi, teori linear, teori siklus, dan teori konflik. Perubahan sosial tidak terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tujuan.

Terdapat beberapa faktor penyebab perubahan sosial sehingga dilakukan oleh masyarakat, baik faktor yang berasal dari dalam (faktor internal) maupun faktor yang berasal dari luar (faktor eksternal). Faktor Pendorong Perubahan Sosial Berikut merupakan beberapa faktor pendorong terjadinya perubahan sosial di lingkungan masyarakat beserta penjelasannya lengkap, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial yang berasal dari dalam atau dari masyarakat itu sendiri. 1. Sistem Masyarakat Terbuka Faktor pendorong perubahan sosial yang pertama adalah sistem masyarakat terbuka, dimana kelompok masyarakat menerima budaya dan pengaruh luar untuk masuk.

Semakin terbuka sistem lapisan masyarakat, maka semakin besar peluang untuk terjadinya perubahan sosial, dibanding kelompok masyarakat yang tertutup atau terisolasi. 2. Komposisi Penduduk Heterogen Suatu lingkungan dengan kondisi penduduk yang heterogen akan berpeluang lebih besar terjadi perubahan sosial. Perbedaan ras, suku, dan agama di lingkungan masyarakat membuat kemungkinan perubahan sosial terjadi lebih tinggi, meski bisa juga menyebabkan perubahan sosial yang negatif karena potensi terjadi konflik dan perselisihan.

3. Sistem Pendidikan Maju Sistem pendidikan yang lebih maju akan mendorong terjadinya perubahan sosial. Bertambahnya wawasan dan ilmu pengetahuan menyebabkan masyarakat lebih bisa berfikir secara lebih rasional dan obyektif terkait tantangan perubahan sosial yang dihadapi. 4. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Adanya sikap menghargai hasil karya orang lain juga mendorong seseorang atau kelompok masyarakat untuk melakukan perubahan sosial untuk mendapat apresiasi.

Hal ini akan mendorong terciptanya inovasi sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat penemuan bagi kehidupan masyarakat secara luas. 5. Sikap Berorientasi ke Masa Depan Perubahan sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat juga dapat didorong adanya sikap berorientasi ke masa depan, yang membuat masyarakat lebih optimis dan menatap masa depan.

Hal ini menyebabkan masyarakat terus berupaya melakukan perubahan agar menjadi lebih baik lagi ke depannya. 6. Ketidakpuasan Terhadap Bidang Tertentu Perubahan sosial dapat terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang tertentu, misalnya pada kesenjangan ekonomi atau minimnya pembangunan.

Masyarakat yang kecewa kemudian melakukan perubahan sosial untuk memenuhi kebutuhan akibat ketidakpuasan tersebut, bisa juga dengan cara-cara demonstrasi atau bahkan revolusi. 7. Keinginan Manusia Untuk Lebih Baik Lagi Sudah menjadi kodrat manusia untuk terus melakukan perubahan agar menjadi lebih baik.

Hal ini juga berkaitan untuk memudahkan kehidupan manusia serta memenuhi kebutuhannya. Karena itulah, manusia terus melakukan perubahan di berbagai bidang untuk kepentingannya. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial yang berasal dari luar yang tidak dapat dikehendaki dan direncanakan. 1. Adanya Kontak dengan Budaya Lain Terjadinya kontak dengan kebudayaan lain juga mampu mendorong terjadinya perubahan sosial.

Hal ini disebut juga sebagai difusi, yakni suatu penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari seseorang kepada orang lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. 2. Terjadi Bencana Alam Terjadinya bencana alam juga mendorong perubahan sosial, mulai dari mobilitas penduduk hingga perubahan gaya hidup. Bencana alam termasuk faktor eksternal pendorong perubahan sosial karena perisitwa ini tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dikehendaki oleh manusia.

3. Terjadi Peperangan Faktor pendorong perubahan sosial yang terakhir adalah terjadinya peperangan. Adanya peperangan menyebabkan perubahan bagi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, politik, sosial, budaya, kesehatan, dan lain-lain. Nah itulah referensi 10+ faktor-faktor penyebab perubahan sosial beserta contoh dan penjelasan lengkapnya, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Ada banyak faktor dan hal-hal yang menyebabkan manusia terus melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Artikel Terbaru • 50+ Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Nama Latinnya [Lengkap] • 30+ Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Pengertiannya • 4+ Fungsi Sosiologi Bagi Masyarakat Beserta Peran dan Manfaatnya • Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli & Secara Umum • 8+ Unsur Intrinsik Novel Beserta Pengertian dan Contohnya [Lengkap] Artikel Pilihan
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman.

Keberagaman itu tersebar dari Sabang sampai Merauke yang terwujud dalam beberapa aspek seperti suku, agama, ras, dan kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia merupakan salah satu kebanggaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain. Oleh karena itu, pendahulu kita yaitu tokoh perumusan Pancasila sebagai dasar negara telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara yang memiliki salah satu fungsi untuk menjadi pegangan hidup bermasyarakat di tengah-tengah keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia.

Integrasi nasional merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah negara Indonesia untuk mempersatukan segala bentuk perbedaan yang ada di masyarakat Indonesia. Integrasi nasional yang dilakukan oleh pemerintah juga merupakan salah satu cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Kedua pemerintah ini saling bersinergi untuk mewujudkan integrasi nasional sebagai salah satu syarat masyarakat madani di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam usahanya mewujudkan integrasi nasional, terdapat beberapa faktor pendorong dan penghambat terjadinya integrasi nasional. Melalui artikel ini, faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional dibahas secara lebih lanjut. Baca juga: • Tujuan Pelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia • Cara Merawat Kemajemukan Bangsa Indonesia • Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia • Ciri-Ciri Masyarakat Tradisonal dan Modern Faktor Pendorong Faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional yang dibagi dalam faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu proses atau tindakan tertentu yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok.

Dalam mewujudkan integrasi nasional, terdapat beberapa faktor yang mendorong terwujudnya integrasi nasional di Indonesia. Adapun faktor pendorong tersebut diantaranya: 1. Rasa Senasib-Seperjuangan Indonesia telah mengalami sejarah yang kelam di masa lalu, terutama zaman dimana Indonesia dijajah oleh bangsa lain selama bertahun-tahun.

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, perjuangan yang dilakukan oleh setiap elemen masyarakat untuk memperoleh kemerdekaan bukanlah sesuatu yang sifatnya main-main. Berbagai perbedaan yang ada dimiliki oleh masyarakat saat itu dikesampingkan demi memperjuangkan terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

Rasa senasib seperjuangan di masa lalu yang terbawa sampai dengan masa sekarang menjadi salah satu faktor pendorong untuk mewujudkan integrasi nasional. Jika di masa lalu rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memujudkan kemerdekaan Indonesia, di era sekarang ini rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memperkuat stabilitas nasional demi terwujudnya persatuan Indonesia dalam integrasi nasional.

2. Pemaknaan Ideologi Nasional Ideologi nasional negara kita Indonesia adalah Pancasila. Sebagai ideologi nasional, Pancasila tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun. Walalupun Indonesia terdiri dari banyak kepercayaan, arti penting dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dilakukan melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan integrasi nasional di Indonesia. Melalui pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, integrasi nasional akan lebih mudah untuk diwujudkan. 3. Keinginan Untuk Bersatu Perbedaan dan kemajemukan di Indonesia bukanlah salah satu alasan untuk dijadikan faktor penyebab konflik sosial yang terjadi di kalangan masyarakat.

Justru perbedaan inilah yang membuat masyarakat Sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat mempunyai keinginan untuk mempersatukan perbedaan di dalam satu kesatuan bangsa yang utuh. Baik di dalam masyarakat tradisonal dan modern, keinginan untuk mempersatukan perbedaan di dalam kehidupan sehari-hari tentunya ada. Dalam kehidupan berbangsa negara dan berbangsa Indonesia, keinginan untuk mempersatukan bangsa merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan dimana memiliki banyak pulau yang tersebar di wilayah Indonesia tentunya membutuhkan strategi tersendiri untuk mempersatukan setiap pandangan yang berkembang di masyarakat pulau tersebut. Salah satu pendorong untuk mempersatukan seluruh nusantara yang memiliki karakteristik masing-masing daerah adalah lahirnya Sumpah Pemuda.

Sumpah pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 adalah tonggak awal timbulnya persatuan Indonesia dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bagi pelajar di Indonesia, Sumpah Pemuda yang menjadi pendorong untuk mempersatukan Indonesia mempunyai makna tersendiri agar para pelajar di Indonesia memiliki semangat untuk menyatukan perbedaan yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari. (baca juga: Makna Sumpah Pemuda) Baca juga: • Nilai-Nilai Luhur Pancasila • Bahaya Globalisasi dan Modernisasi • Membangun Karakter Bangsa 4.

Antisipasi Ancaman Dari Luar Walupun Indonesia sudah merdeka selama 71 tahun, bukan tidak mungkin ancaman dari luar itu masuk ke Indonesia. Ancaman-ancaman dari luar di era globalisasi sekarang ini tidak dapat diartikan sebagai ancaman yang menjajah seperti pada masa kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi ancaman dari luar dalam kaitannya dengan bahaya globalisasi dan modernisasi, integrasi nasional perlu diwujudkan di setiap lapisan masyarakat yang ada tinggal di wilayah Indonesia. Faktor Penghambat Faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional yang dibagi menjadi faktor lainnya.

Selain faktor pendukung yang telah dijelaskan, terdapat juag faktor penghambat dalam mewujudkan integrasi nasional di Indonesia. Faktor penghambat sendiri merupakan suatu penghalang untuk melakukan tindakan secara individu maupun kelompok. Beberapa faktor penghambat terwujudnya integrasi nasional diantaranya: 1.

Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah suku dan kebudayaan terbanyak di dunia. Namun sayangnya, ada beberapa pandangan masyarakat terhadap pemerintah tentang keberagaman ini. Ada beberapa kemajemukan yang terdapat di dalam masyarakat yang kurang diperhatikan oleh pemerintah terutama yang berkaitan dengan kebudayaan setempat.

Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri membuat kemajemukan itu terkikis secara perlahan-lahan. 2. Kurangnya Toleransi Kurangnya toleransi terhadap keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyakat menjadi salah satu penyebab konflik sosial. Dampak akibat konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat terutama dalam hal yang berkaitan dengan toleransi akan mengurangi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, kurangnya toleransi terhadap perbedaan yang terjadi secara terus-menerus akan membuat sebuah bangsa hancur akan sendirinya sehingga integrasi nasional tidak akan pernah terwujud. Kemajemukan yang dimiliki oleh Indonesia ditanggapi serius oleh pemerintah pusat dengan adanya penetapan otonomi daerah.

Pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah bukan semata-mata untuk memajukan setiap wilayah yang ada di Indonesia, tetapi juga untuk menjaga kemajemukan yang ada di daerah tersebut. Melalui otonomi daerah, fungsi pemerintah daerah dalam pembangunan dan pengembangan potensi daerah menjadi lebih maksimal karena pemerintah daerahlah yang lebih tahu bagaimana cara untuk memaksimalkan pembangunan dan pengembangan potensi yang ada.

Pemberlakukan otonomi daerah yang sesuai dengan asas-asas pemerintahan daerah menurut UU No. 32 Tahun 2004 merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah pusat dalam rangka untuk mewujudkan integrasi nasional. 3. Kurangnya Kesadaran Diri Kurangnya kesadaran diri dalam diri masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan juga menjadi salah satu faktor yang mengambat terwujudnya integrasi nasional.

Di era globalisasi, masyarakat menjadi lebih individualistis dan cenderung tidak memperdulikan kondisi dan situasi yang ada di sekitarnya. Jika tidak dicegah, rasa kesadaran diri yang berkurang sebagai dampak globalisasi akan makin mempersulit terwujudnya integrasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan kiat-kiat untuk membangun karakter bangsa di era globalisasi untuk meningkatkan kesadaran diri masyarakat untuk mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan demi terwujudnya integrasi nasional bangsa.

Itulah beberapa penjelasan mengenai faktor pendorong dan penghambat terwujudnya integrasi nasional di negara kita Indonesia.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Kita sebagai warga negara Indonesia yang berpegang teguh pada Pancasila sebaiknya ikut mendorong perwujudan integrasi nasional melalui perkataan dan perilaku kita di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Setiap lingkungan masyarakat tentunya akan terbentuk kelompok-kelompok sosial di dalamnya.

Kelompok sosial yang terbentuk di dalam lingkup masyarakat ini ada yang berbentuk kelompok sosial kecil seperti kekerabatan dan pertemanan serta kelompok sosial besar seperti masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, dan lainnya. Kelompok-kelompok sosial yang ada ini sifatnya dinamis, yang berarti jika kelompok sosial tersebut nantinya akan terus menerus mengalami perkembangan serta perubahan. Perkembangan serta pertubahan ini lah yang nantinya akan memberikanpengaruh pada kehidupan kelompok di masa depannya.

Pada umumnya kelompok sosial yang mengalami perubahan diakibatkan adanya proses formasi ataupun reformasi yang berasal dari pola-pola yang ada di dalam kelompok tersebut. Adanya konflik contoh kebutuhan pokok yang belum terpenuhi di dalam kelompok tersebut inilah yang menyebabkan kelompok sosial dapat mengalami perubahan. Ada kelompok anggota yang terkadang ingin merebut kekuasaan namun dengan cara mengorbankan golongan lain, adanya kepentingan yang kurang seimbang sehingga menyebabkan rasa ketidakadilan dan perbedaan tentang cara cara pemenuhan tujuan dari kelompok tersebut.

Semua hal tersebutlah yang kemudian mengakibatkan perpecahan dalam kelompok tersebut dan menyebabkan perubahan. Hal ini lah yang kemudian dinamakan sebagai kelompok sosial. Dinamika kelompok sosial dapat diartikan sebagai sebuah proses perubahan serta adanya interdependensi dan interaksi, yang terjadi baik antara anggota kelompok ataupun anggota dari suatu kelompok dengan kelompok lainnya.

Berikut ini beberapa pengertian faktor pendorong dinamika kelompok sosial menurut beberapa ahli: • Menurut Soerjono Soekanto, dinamika sosial dapat diartikan jika manusia dan masyrakat akan selalu mengalami perkembangan. Perubahan tersebut akan selalu terjadi di dalam setiap kelompok.

Ada yang mengalaminya secara lambat maupun cepat. • Menurut Slamet Sentosa, dinamika sosial dapat diartikan sebuah kelompok yang terarur yang terdiri dari 2 individu sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat lebih yang mana memiliki hubungan psikologis yang jelas diantara anggota satu sama lainnya. Dapat dikatakan jika antar anggota kelompok tersebut memiliki hubungan psikologis yang mana berlangsung di dalam situasi yang dirasakan dan dialami secara bersama sama.

• Menurut Shertzer dan Stone, dinamika kelompok merupakan sebuah kekuatan-kekuatan yang mana berinteraksi di dalam kelompok saat kelompok tersebut melakukan kegiatan yang digunakan untuk mencapai tujuannya.

• Menurut Floyd D.Ruch, dinamika kelompok sosial merupakan analisa dari relasi-relasi yang terjadi di dalam kelompok sosial, dimana terdapat prinsip di dalamya jika tingkah laku yang terjadi di dalam kelompok tersebut merupakan hasil dari interaksi yang terjadi secara dinamis di antara individu di dalam sebuah situasi sosial.

• Menurut Santoso, dinamika kelompok sosial merupakan sebuah kelompok yang teratur terdiri dari 2 individu ataupun lebih yang mana memiliki hubungan psikologis dengan jelas yang terjadi di antara anggota satu dengan anggota lainnya. • Menurut Benyamin B.Wolman, dinamika kelompok sosial merupakan studi yang berkaitan dengan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang perkembangan mengenai hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, teknik-teknik untuk bisa mengubah hubungan interpersonal serta attitude yang ada di dalam kelompok.

• Menurut Johnson, dinamika kelompok sopsial merupakan sebuah lingkup ilmu sosial yang mana lebih berfokus kepada pengetahuan mengenai hakikat kehidupan berkelompok. • Menurut Jacobs, Harvill, and Manson, dinamika kelompok merupakan kekuatan yang mana akan saling mempengaruhi hubungan timbal balik kelompok dengan interaksi di antara anggota kelompok tersebut dengan pemimpin kelompok yang mana akan mempengaruhi kuat dalam perkembangan kelompok. • Menurut Robert F.Bales, dinamika kelompok sosial merupakan proses kejiwaan yang mana terjadi antar individu yang bisa mempengaruhi kelompok tersebut.

• Menurut Sprott, dinamika kelompok sosial merupakan analisis persoalaninter relasi yang mana terjadi di dalam anggota-anggota kelompok di dalamnya. Ada beberapa faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial yang terjadi di dalam masyarakat, antara lain adalah: Sponsors Link • Memiliki tujuan yang sederhana, realistis, serta dapat menguntungkan untuk setiap anggota kelompok di dalamnya. • Memiliki kepentingan yang mana memiliki peran dalam menentukan kekuatan ikatan yang terhadi antar anggotanya.

• Interaksi yang terjadi di dalam kelompok merupakan sebuah alat perekat yang mana baik untuk digunakan dalam membina kesatuan serta persatuan anggotanya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan jika faktor pendorong dinamika sosial dapat dibagi menjaid dua kategori yaitu faktor dari dalam (intern) ataupun faktor dari luar (ekstern).

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Faktor Internal (dalam) yang ada sebagai pendorong dinamika sosial yang bisa anda ketahui sebagai berikut: 1. Adanya Konflik Antar Anggota Kelompok Salah satu faktor intern yang mendorong terjadinya dinamika sosial adalah adanya konflik yang terjadi antar anggota di dalam kelompok tersebut.

Konflik yang terjadi di sebuah kelompok tentunya akan menyebabkan terjadinya keretakan serta berubahnya pola hubungan sosial di dalamnya.

Semisal seseorang merasa masuk ke dalam sebuah kelompok, namun dikarenakan adanya konflik yang terjadi di dalamnya membuat seseorang tersebut out group dari kelompok sosial tersebut. 2. Perbedaan Paham Perbedaan paham yang terjadi macam-macam penyakit sosial di dalam sebuah kelompok tentu saja akan mempengaruhi kelompok sosial tersebut secara keseluruhan. Hal ini akan mempengaruhi pada keberadaan sebuah kelompok sosial.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

3. Perbedaan Kepentingan Anggota kelompok yang tidak memiliki kesepahaman tentunya akan berusaha untuk memisahkan diri serta bergabung dengan kelompok lainnya yang memiliki kesepahaman yang sama dengannya.

Misalnya saja, munculnya kelompok-kelompok volunteer di lingkungan masyarakat. 4. Berubahnya Struktur Kelompok Sosial Perubahan struktur di dalam kelompok sosial dikarenakan sebab-sebab yang bisa berasal dari luar, yaitu mengenai perubahan yang diakibatkan adanya perubahan situasi.

Situasi faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang tersebut ini lah yang nantinya dapat mengubah struktur di dalam kelompok sosial. Misalnya saja ancaman dari luar sehingga menyebabkan terjadinya perubahan di dalam struktur kelompok sosial.

5. Pergantian Anggota Kelompok Penggantian anggota di dalam sebuah kelompok sosial memang tidak akan selalu membawa perubahan ke dalam struktur kelompok sosial tersebut. Hanya saja ada beberapa kelompok sosial yang dapat mengalami keguncangan diakibatkan karena adanya perubahan anggota kelompok di dalamnya. Apalagi jika anggota-anggota kelompok yang berkaitan tersebut memiliki posisi yang penting dan tinggi.

Artikel Lainnya: • Faktor Pendorong Terjadinya Hubungan Sosial • Perbedaan Kelompok Sosial dan Kerumunan Masa • Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial • Pengertian masyarakat multikultural • Contoh Perubahan Sosial Budaya Faktor eksternal (luar), yang terjadi dalam sebagai pendorong dinamika sosial yang bisa anda ketahui sebagai berikut: 1. Perubahan Situasi Sosial Misalnya saja jika di dalam masyarakat yang masuk ke dalam golongan klasifikasi kelompok paguyuban atau gemeinschaft yang mana setelah terjadi proses industralisasi maka tentu saja pola hubungan serta nilai-nilai yang dianut faktor pendorong mobilitas sosial di dalam masyarakat desa dapat bergeser berubah menjadi penganut dari nilai serta pola hubungan dari kelompok patembayan atau gesellschaft.

Salah satunya nilai gotong royong yang dapat berubah menjadi nilai-nilai individualis. 2. Perubahan Situasi Ekonomi Sponsors Link Misalnya saja di dalam masyarakat perkotaan dengan tingkat perkembangan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Hal ini nantinya akan menyebabkan hubungan sosial di dalam kelompok kekerabatan sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat pergeseran yang mana berubah menjadi hubungan sosial yang berdasar pada kepentingan sehingga membuat kelompok kekerabatan tersebut akan termasuk dalam klasifikasi kelompok sekunder.

3. Perubahan Situasi Politik Pergantian dalam elite kekuasaan yang terjadi dalam perubahan adanya kebijaksanaan ini biasa dilakukan dalam kekuasaan elite yang menimbulkan kelompok-kelompok sosial yang terjadi dimasyarakat. Fungsi dinamika sosial, ada beberapa fungsi-fungsi yang dimiliki dari sebuah dinamika sosial, antara lain adalah: • Dapat membentuk kerja sama yang mana saling menguntungkan di dalam mengatasi tentang persoalan hidup.

Bagaimanapun, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari bantuan orang lain. • Memudahkan segala jenis pekerjaan yang dilakukan. • Mengatasi pekerjaan yang memang membutugkan solusi pemecahan masalah serta mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga nantinya dapat terselesaikan dengan lebih cepat, efisien, dan efektif.

Pekerjaan besar tersebut nantinya akan dibagi-bagikan sesuai dengan bagian dari kelompok atau keahliannya masing-masing. • Menciptakan iklim demokratis di dalam kehidupan masyarakat. Nah itu tadi faktor-faktor pendorong dalam faktor pendorong dinamika kelompok sosial.

Dinamika sosial tentu saja akan selalu terjadi di dalam lingkungan masyarakat karena akan selalu terjadi perubahan-perubahan di dalam lingkungan sosial masyarakat yang ada. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk anda.
tirto.id - Dalam keseharian, masyarakat sudah dipastikan mengalami dinamika perubahan sosial.

Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong dan penghambat perubahan ini, sebagaimana dipelajari dalam ilmu sosiologi. Dalam modul pembelajaran sosiologi, " Sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat Perubahan Sosial di Masyarakat" ditulis Nur Djazifah ER menyampaikan bahwa menurut pendapat sosiolog Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat.

Perubahan tersebut bisa mempengaruhi sistem sosial, yakni terhadap nilai, sikap, serta pola-pola perilaku tertentu di antara beberapa kelompok yang menjalin hubungan di suatu tempat.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Namun dalam perubahan sosial di masyarakat ada dua faktor utama yakni pendorong dan penghambat. Faktor pendorong adalah penyebab terjadinya perubahan sosial. Sedangkan faktor penghambat adalah hal-hal yang menyebabkan perubahan sosial terhambat. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Sri Suntari dalam buku Modul Pelatihan Guru Mata Pelajaran Sosiologi SMA mengungkapkan, terdapat dua jenis faktor pendorong yang bisa menyebabkan perubahan sosial, yakni faktor internal dan eksternal.

Faktor dari Dalam (Internal) 1. Perubahan jumlah penduduk Kasus pertambahan penduduk pada suatu daerah berakibat penuhnya tingkat kepadatan masyarakatnya. Hal tersebut menyebabkan lapangan pekerjaan semakin menipis hingga akhirnya beberapa orang pindah ke tempat lain dan menghasilkan perubahan sosial.

2. Adanya penemuan baru Dalam faktor ini, penemuan baru dari teknologi ternyata juga bisa mengubah sistem individu ketika menjalin kehidupan bersama individu lain. Berkat adanya hal baru yang bisa digunakan dalam interaksi, maka kinerja beberapa manusia semakin digantikan hingga perubahan sosial terjadi.

Sebagai contoh, penemuan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram membentuk perubahan sosial baru di kehidupan masyarakat. 3. Pertentangan atau konflik Perselisihan ini bisa dianggap sebagai perbedaan kepentingan yang dimiliki masing-masing kelompok masyarakat.

Bisa terlihat dari kasus bedanya kepentingan kehidupan kelas atas dan kelas bawah. Berkat ini, perubahan sosial dapat terjadi, baik secara lambat maupun cepat. 4. Pemberontakan atau revolusi Sebenarnya, pemberontakan atau revolusi masih terkait dengan faktor konflik. Akan tetapi, pemberontakan ini adalah tahap selanjutnya yang bisa menyebabkan munculnya kepentingan baru bersama atau bahkan kudeta yang secara tidak langsung mengubah kehidupan sosial.

Contohnya seperti revolusi industri di Inggris yang menyebabkan adanya perubahan sosial dalam sektor industri. Faktor dari Luar (Eksternal) 1. Bencana alam Bencana alam tidak jarang memaksa masyarakat yang tadinya tinggal di suatu daerah untuk mencari tempat barunya. Dari kasus ini, mereka yang baru akan beradaptasi, baik itu sistem sosialnya maupun cara hidupnya. 2.

Perang Seluruh perang yang terjadi mengubah sistem sosial yang ada. Kita dapat melihat bahwa pihak yang menang biasanya memaksakan sebuah ideologi yang dianutnya. Sedangkan, yang kalah akan mengikuti pemenang. 3. Pengaruh budaya masyarakat lain Menurut Soekanto (1999), seandainya terdapat kebudayaan yang punya taraf lebih tinggi dari budaya lain, akan memunculkan proses imitasi yang bisa menggeser eksistensi kebudayaan asli.

Bahkan, dapat hilang sepenuhnya dan diganti secara sempurna oleh yang mendominasi. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Dalam modul pembelajaran yang dikeluarkan Kemendikbu dijelaskan bahwa penghambat perubahan sosial antara lain: 1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain Kurangnya hubungan komunikasi maupun interaksi antar kelompok masyarakat bisa menghambat perubahan sosial. Alasannya karena masyarakat menjadi statis sehingga tidak memudahkan perubahan-perubahan baru di masyarakat.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat Faktor ilmu pengetahuan yang lambat atau antipati terhadap ilmu-ilmu baru juga mempengaruhi perubahan sosial. Dengan kurangnya ilmu pengetahuan, masyarakat kemudian menjadi stagnan sehingga kebudayaan tidak berkembang. 3. Pemikiran masyarakat yang masih tradisional Pemikiran tradisional dan enggan membuka pada "perubahan baru" menjadikan masyarakat tidak berkembang. 4. Terdapat kepentingan yang tertanam kuat ( vested interest) Kepentingan individu atau kelompok demi ambisi pribadi juga bisa menghambat perubahan sosial.

Individu atau kelompok berkepentingan itu akan berupaya menghambat setiap ada perubahan-perubahan baru yang mengusik kepentingan mereka. 5. Kekhawatiran terhadap goyahnya integrasi kebudayaan Masuknya kebudayaan-kebudayaan baru dari luar yang dianggap sebagai ancaman bisa jadi faktor penghambat perubahan sosial. 6. Prasangka terhadap hal asing Prasangka terhadap hal asing ini terkait dengan kekhawatiran terhadap anggapan akan terjadi ancaman terhadap tatanan lama.

7. Hambatan ideologis Ideologi sebuah kelompok atau masyarakat memungkinkan terjadinya penolakan terhadap perubahan sosial. Jika perubahan itu bertentangan dengan ideologi, kelompok masyarakat itu akan menolaknya. 8. Adat kebiasaan masyarakat Anggapan bahwa adat istiadat sebagai sesuatu yang "mutlak" bisa menghambat perubahan sosial. Mereka akan menolak kendati perubahan sosial itu bisa jadi malah menguntungkan mereka.
Sebagai makhluk sosial, tentu saja setiap manusia membutuhkan hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya.

Hal ini sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan sosial biasanya dapat berbentuk sebuah interaksi dari hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu lainnya, kelompok dengan kelompok lainnya, serta individu dengan kelompok. Interaksi sosial atau hubungan sosial adalah hubungan yang tersusun di dalam tindakan tindakan yang berdasar pada nilai dan norma sosial di dalam masyarakat. Ada banyak pendapat mengenai definisi hubungan sosial dari beberapa para ahli, antara lain adalah: • Gilin, hubungan sosial merupakan hubungan dinamis yang mana terjadi di antara satu individu dengan invidu lainnya maupun kelompok satu dengan kelompok lainnya.

Hubungan ini tercipta dikarenakan manusia memang tidak dapat hidup tanpa orang lain di dunia. • Macionis, hubungan sosial adalah hubungan aksi reaksi seseorang yang mana di dalam hubungannya tersebut dengan individu ataupun kelompok lainnya. • Broom dan Selznic, hubungan sosial adalahproses yang mana dilandasi kesadaran dengan adanya orang lain serta seseoang terebut membutuhkan respon pada tindakannya dengan orang lain.

• Kimball Young & Raymond W Mack, Hubungan sosial merupakan hubungan yang terjadi antara individu dengan individu lain maupun kelompok lainnya. Atau dapat dikatakan pula sebagai hubungan antara kelompok dengan kelompok lainnya secara dinamis.

• Homans, hubungan sosial adalah proses kehidupan yang mana aktivitasnya dilakukan oleh seseorang pada orang lainnya dengan diberikan respon berupa ganjaran maupun hukuman yang berasal dari orang lain. • Walgito, hubungan sosial merupakan hubungan timbal balik yang terjadi di dalam interaksi yang mana dapat memberikan pengaruh pada individu maupun kelompok lainnya.

Hubungan sosial juga dapat memberikan pengaruh pada kelompok kepada kelompok lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya. • Bonner, hubungan sosial merupakan hubungan yang terjadi antara 2 orang ataupun lebih yang mana aksi dari orang tersebut nantinya dapat mempengaruhi hingga mengubah kehidupan individu lainnya.

• Soerjono Soekanto, hubungan sosial merupakan proses sosial yang mana berkaitan dengan cara hubungan yang terjadi antara individu dan kelompok yang digunakan untuk membangun sistem di dalam faktor pendorong terjadinya hubungan sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat. • Murdiyatmo & Handayani, hubungan sosial merupakan hubungan yang dibangun oleh seseorang dengan orang lain yang mana di dalam proses kehidupan yang ada terbangun struktur sosial.

Dalam contoh perubahan sosial budaya tersebut juga tercipta hubungan yang mana akan saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Syarat Terjadi Hubungan Sosial Suatu hubungan atau interaksi sosial dapat terjadi jika sudah memenuhi 2 syarat yang telah ditentukan sebelumnya yaitu adanya komunikasi dan kontak. a. Kontak Sosial Jika diartikan secara harfiah, kontak adlah menyentuh secara fisik. Namun jika diartikan dalam pengertian sosiologi maka kontak tidak hanya selalu berarti bersentuhan fisik, dapat juga bertatap muka, berbicara, berhadapan, melalui televisi, melalui telepon, ataupun membaca surat.

Ada beberapa bentuk dari kontak sosial antara lain adalah: • Kontak yang terjadi antara individu dengan individu. • Kontak yang terjadi antara individu dengan kelompok.

• Kontak yang terjadi antara kelompok dengan kelompok. Jika menurut sifatnya, kontak sosial bisa memiliki beberapa sifat antara lain adalah: • Kontak Primer, kontak yang terjadi dan sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat secara langsung.

Misalnya saja saling tersenyum, bersalaman, dan bertatap muka. • Kontak sekunder, kontak yang terjadi melalui sebuah penghubung maupun perantara. Kontak sekunder dibagi lagi menjadi kontak sekunder langsung maupun tidak langsung. Sedangkan kontak sekunder tidak langsung, merupakan kontak yang mana dilakukan dengan menggunakan bantuan pihak ketiga. Misalnya faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia saja ayah yang menitipkan pesan untuk ibu agar kakak bisa menjemputnya di bandara.

Sponsors Link b. Komunikasi Komunikasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang mana digunakan untuk menyampaikan pesan dari pihak satu ke pihak lainnya. Sehingga pihak lainnya tersebut dapat memberikan reaksi mengenai maksud ataupun pesan yang tersampaikan tersebut. Komunikasi bisa diwujudkan melalui bentuk pembicaraan, perasaan, maupun gerak gerik fisik. Sehingga dari sinilah muncul pesan maupun reaksi yang kemudian diterima dengan baik berbentuk pembicaraan, gerak balasan, dan lainnya.

Komunikasi merupakan penyampaian sebuah pesan dan kemudian hasilnya tersebu berupa reaksi atas sebuah aksi yang dapat bersifat positif maupun negatif. Komunikasi nantinya akan menghasilkan sesuatu hal yang positif ataupun terjadi kerja sama jika masing masing pihak yang melakukan sebuah komunikasi tersebut bisa saling memahami tujuan dan maksud dari pihak lainnya.

Ciri-Ciri hubungan sosial, suatu tindakan dapat dikatakan sebagai sebuah interaksi sosial jika kegiatan tersebut memiliki ciri-ciri antara lain adalah: • Dilakukan setidaknya minimal 2 orang bahkan lebih. • Adanya kontak sosial sebagai sebuah tahapan pertama ketika terjadi interaksi • Adanya komunikasi yang menjadi pengantar interaksi • Adanya reaksi yang berasal dari pihak lainnya atas sebuah komunikasi tersebut • Memiliki maksud serta tujuan tertentu.

• Pedomannya yaitu norma ataupun kaidah yang kemudian menjaid acuan di dalam berinteraksi • Menghasilkan beragam bentuk interaksi-interaksi tertentu. Ada beberapa faktor pendorong yang menciptakan faktor pendorong terjadinya hubungan dari unsur-unsur perubahan sosial budaya terjadi di masyarakat.

Jika dilihat dari jenis, terdapat 2 faktor yaitu faktor dari dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal).

Artikel Lainnya: • Bentuk-Bentuk Masyarakat Multikultural • Dampak Negatif Penyimpangan Sosial • Ciri-Ciri Negara Maju Di Bidang Ekonomi • Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia Faktor Dari Dalam Diri (Internal), yang biasa sering terjadi sebagai berikut: • Adanya keinginna untuk bisa meneruskan dan mengembangkan keturunan yang didapatkan melalui perkawinan yang terjadi antara 2 orang yang berlainan jenis karena rasa ketertarikan dan interaksi.

• Keinginan untuk bisa memenuhi kebutuhna hidup dikarenakan manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan contoh kerumunan sosial sebagai bantuan orang lain untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. • Adanya keinginan untuk bisa bertahan hidup terutama jika menghadapi segala serangan dari apapun • Adanya keinginan untuk bisa melakukan komunikasi satu sama lainnya. Faktor Dari Luar (Eksternal), yang biasa terjadi dan ditemukan dalam sehari-hari sebagai berikut: • Simpati, merupakan sebuah sikap ketertarikan pada orang dikarenakan sebuah hal.

Misalnya saja anda mengetahui jika teman anda sedang bersedih maka anda ikut pula merasakan kesedihan yang dirasakannya.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Hal ini lah yang dinamakan simpati. • Motivasi, motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menjadi dasar dari perbuatan yang dilakukannya. Misalnya saja Guru selalu memberikan tugas kepada murid dengan harapan murid dapat termotivasi untuk bisa belajar dengan lebih baik lagi. • Empati, merupakan proses psikis yaitu akan memunculkan rasa haru ataupun iba yang menjadi akibat dari tersentuhnya perasaan seseorang dengan objek yang berada di hadapannya.

Misalnya saja ketika anda melihat anak kecil yang kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana gempa bumi yang terjadi. Maka hal tersebut tidak terasa akan membuat diri anda merasakan pula deritanya sehingga mendorong kita untuk turu serta membantu meringankan bebannya.

• Sugesti, merupakan kepercayaana yang merasuk dalam diri seseorang dan ditujukan pada orang lain maupun sesuatu. pengaruh dari sugesti ini munculnya secara tiba-tiba.

• Imitasi, merupakan dorongan untuk meniru hal-hal yang ada di dalam diri orang lain. Imitasi dapat dikarenakan adanya perhatian dan minat atas sikap seseorang dalam mengagumi orang lainnya.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Misalnya saja meniru model pakaian artis idola. • Identitas, merupakan dorongan seseorang yang digunakan untuk menjadikan dirinya sendiir identik ataupun sama dengan orang lainnya. Misalnya saja, seragam yang wajib digunakan murid di satu sekolah. Dampak Hubungan Sosial Hubungan sosial yang terjadi di masyarakat juga menimbulkan dampak tersendiri, entah itu sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat bentuk positif maupun negatif.

Berikut ini beberapa dampak yang terjadi dikarenakan adanya hubungan sosial. Dampak positif, yang biasanya akan terjadi pada suatu hubungan sosial sebagai berikut: Sponsors Link • Terjalinnya kerja sama antar masyarakat. • Terbentuknya kelompok ataupun golongan yang berdasarkan pada kepentingan. • Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang menimbulkan dampak kepadatan penduduk. • Mempererat tali sahabat diantara masyarakat.

• Mendorong pola pikir masyarakat untuk terus maju. • Mendorong terciptanya kehidupan demokrasi. Dampak negatif, yang akan muncul pada hubungan sosial sebagai berikut: • Menimbulnya persaingan tidak sehat diantara masyarakat satu dengan lainnya. • Memicu munculnya sikap otoriter. • Dapat menimbulkan ketegangan serta pertengakaran sosial, perdebatan pendapat, hingga memicu konflik yang melibatkan fisik. Karena hubungan sosial merupakan salah satu faktor utama yang membentuk sebuah kehidupan sosial, maka tentu saja diharapkan jika hubungan sosial yang berjalan dalam bentuk positif dan nantinya menghasilkan bentuk bentuk hubungan sosial yang positif pula.

Sehingga sudah selayaknya anda sebagai masyarakat juga harus menempatkan diri dengan baik di dalam sebuah hubungan sosial. Nah itu tadi penjelasan mengenai faktor pendorong terjadinya hubungan sosial, serta faktor-faktor pendorong di dalamnya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.Perubahan sosial selalu terjadi setiap saat dalam masyarakat seiring dengan berjalannya waktu, setiap perubahan selalu membawa dampak yang positif dan negatif dalam kehidupannya.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa faktor yang bisa menyebabkan dan mendorong, serta menghambat terjadinya perubahan dalam masyarakat kita.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial yang dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri atau disebut faktor internal dan faktor yang bersumber dari luar masyarakat atau faktor eksternal. a. Faktor internal Faktor internal atau sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. 1) Bertambah atau berkurangnya penduduk Bertambahnya penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama yang menyangkut lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Lembaga system hak milik atas tanah mengalami perubahan-perubahan, di mana orang mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, dan bagi hasil, yang sebelumnya tidak dikenal. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan karena berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk tersebut mungkin mengakibatkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja, stratifikasi sosial dan lain-lain, yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.

2) Penemuan-penemuan baru Adanya penemuan baru dapat menyebabkan terjadinya perubahan. Proses penemuan baru disebut inovasi. Penemuan baru yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dibedakan menjadi dua, yaitu discovery dan invention.

Discovery adalah penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik yang berupa suatu alat baru, ataupun yang berupa suatu ide yang baru, yang diciptakan oleh seorang individu atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari individu-individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Invention adalah penemuan baru yang sudah diakui, diterima, serta diterapkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu.

Pendorong bagi individu-individu untuk mencari penemuan-penemuan baru, antara lain: a) kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan dalam kebudayaan, b) kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan, c) perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat. 3) Pertentangan (conflict) Adanya pertentangan (conflict) dalam masyarakat dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan.

Pertentangan dapat terjadi antara orang perorangan, orang perorangan dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. 4) Sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri Perubahan dapat terjadi karena adanya pemberontakan oleh kekuatan-kekuatan dalam masyarakat terhadap kondisi yang telah mapan.

Sebagai contoh adalah adanya Revolusi Prancis yang merupakan pemberontakan masyarakat kelas bawah yang tertindas terhadap kekuasaan kerajaan yang bertindak sewenang-wenang. b. Faktor eksternal Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat itu.

Faktor eksternal yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut. 1) Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia Perubahan dapat disebabkan oleh lingkungan fisik, seperti terjadinya gempa bumi, angina topan, banjir besar, dan lain-lain mungkin menyebabkan bahwa masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya.

Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggalnya yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru tersebut. Kemungkinan hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya.

Seringkali sebab-sebab yang bersumber pada lingkungan sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat fisik, disebabkan oleh tindakan-tindakan dari warga-warga masyarakat itu sendiri. Misalnya karena penggunaan tanah secara besar-besaran tanpa memperhitungkan lapisan-lapisan humus tanah tersebut.

Penebangan hutan-hutan yang menyebabkan banjir, hal-hal tersebut dapat mengakibatkan masyarakat yang bersangkutan terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya untuk menetap di wilayah yang lain. 2) Peperangan Peperangan dengan negara lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang sangat besar baik pada lembaga kemasyarakatan maupun struktur masyarakat.

Negara yang menang perang biasanya akan memaksa negara yang kalah untuk tunduk dan takluk menerima apa yang diinginkan oleh negara pemenang, termasuk juga menerima kebudayaannya. Sebagai contoh negara Irak yang kalah perang menghadapi koalisi pimpinan Amerika Serikat harus menerima ketentuan yang diputuskan oleh Amerika yaitu memaksakan penerapan sistem demokrasi menggantikan sistem yang telah berlaku sebelumnya.

3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan budaya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal-balik, artinya masing-masing masyarakat memengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain.

Bahkan terkadang bisa menimbulkan pertentangan-pertentangan nonfisik (cultural animosity). Dalam proses pertemuan kebudayaan tersebut, tidak selalu akan terjadi saling pengaruh memengaruhi, namun kadangkala kedua kebudayaan tersebut yang seimbang tarafnya saling menolak. Hal itu kemungkinan disebabkan karena dalam masa-masa yang lalu pernah terjadi pertentangan fisik yang kemudian dilanjutkan dengan pertentangan-pertentangan nonfisik antara kedua masyarakat tersebut.

Dalam kaitannya dengan pengaruh kebudayaan masyarakat lain, dikenal istilah-istilah sebagai berikut. a) Akulturasi (cultural contact), yaitu suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing yang lambat laun unsur kebudayaan asing tersebut melebur atau menyatu ke dalam kebudayaan sendiri (asli), tetapi tidak menghilangkan ciri kebudayaan lama.

b) Difusi, yaitu penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain, dari orang ke orang lain, dan dari masyarakat ke masyarakat lain. Manusia dapat menghimpun pengetahuan baru dari hasil penemuan-penemuan. Tipe difusi: (1) Difusi intra masyarakat, dipengaruhi oleh: (a) pengakuan bahwa penemuan baru bermanfaat bagi masyarakat, (b) ada tidaknya unsur kebudayaan yang memengaruhi (untuk diterima/ditolak), (c) unsur yang berlawanan dengan fungsi unsur lama akan ditolak, (d) kedudukan penemu unsur baru ikut menentukan penerimaan, (e) ada tidaknya batasan dari pemerintah.

(2) Difusi antarmasyarakat, dipengaruhi oleh: (a) kontak antarmasyarakat tersebut, (b) kemampuan mendemonstrasikan, (c) kegunaan, (d) menyaingi unsur lama/mendukung, (e) peran penemu dan penyebarannya, (f) pemaksaan. c) Penetrasi, yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing secara paksa, sehingga merusak kebudayaan lama yang didatangi. d) lnvasi, yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) bangsa asing terhadap bangsa lain.

e) Asimilasi, yaitu proses penyesuaian (seseorang/kelompok orang asing) terhadap kebudayaan setempat. Dengan asimilasi, kedua kelompok baik asli maupun pendatang lebur dalam satu kesatuan kebudayaan. f) Hibridisasi, yaitu perubahan kebudayaan yang disebabkan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. g) Milenarisme, yaitu salah satu bentuk kebangkitan, yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama mendenita dalam kedudukan sosial yang rendah.

h) Adaptasi, yaitu proses interaksi antara perubahan yang ditimbulkan oleh organisme pada lingkungannya dan perubahan yang ditimbulkan oleh hingkungan pada organisme (penyesuaian dua arah). i) lmitasi, yaitu proses peniruan kebudayaan lain tanpa mengubah kebudayaan yang ditiru.

Faktor penyebab terjadinya perubahan sosial dapat pula ditinjau dari sisi lain, yaitu factor teknologis, faktor kepemimpinan, faktor ideologis, faktor geografis, dan faktor demografis. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Faktor-faktor yang mendorong jalannya perubahan sosial adalah sebagai berikut.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

a. Kontak dengan kebudayaan lain. b. Sistem pendidikan formal yang maju. c. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju. d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) yang bukan merupakan delik. e. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (open stratification).

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

f. Penduduk yang heterogen. g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. h. Orientasi ke masa depan. i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan-perubahan (resistance to change), antara lain sebagai berikut.

a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain. b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional. e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. f. Prasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing serta sikap yang tertutup.

g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. h. Adat atau kebiasaan. ¡. Nilai pasrah dalam hidup.
Pergerakan nasional di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20, tepatnya pada tahun 1908.

Hal tersebut ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo yang selanjutnya mempengaruhi corak dan strategi perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Belanda. Faktor penyebab lahirnya pergerakan nasional terbagi menjadi 2, yakni faktor internal dan eksternal.

sebutkan 3 faktor pendorong yang berasal dari dalam masyarakat

Faktor internal merupakan faktor yang muncul dari dalam bangsa Indonesia. Faktor tersebut, yakni penderitaan akibat sistem penjajahan, kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau, adanya diskriminasi rasial, dan munculnya golongan terpelajar. Dengan demikian, faktor munculnya pergerakan nasional adalah penderitaan akibat sistem penjajahan, kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau, adanya diskriminasi rasial, dan munculnya golongan terpelajar.

Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan Sosial




2022 www.videocon.com