Apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Intisari-Online.com - Secara resmi mengakhiri Perang Dunia 1 antara Sekutu dan Jerman, seperti apa isi Perjanjian Versailles? Perang Dunia 1 berakhir pada 11 November 1918 dengan ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata dengan Sekutu oleh Jerman. Itu terjadi di sebuah gerbong kereta api di luar Compiegne, Perancis.

Pada 7 November, Kanselir Jerman, Pangeran Max von Baden, mengirim delegasi ke Compiegne, Perancis, untuk merundingkan perjanjian tersebut. Baca Juga: Isi Perjanjian Roem Royen dan Dampaknya Bagi Indonesia, Termasuk Dibebaskannya Soekarno dan Hatta Kemudian, kesepakatan itu ditandatangani pada jam 05.10 pagi tanggal 11 November, meski pertempuran masih berlanjut hingga pukul 11 waktu Perancis.

Perang Dunia I menyebabkan sekitar 9 juta tentara tewas dan 21 juta terluka. Sementara itu, setidaknya 5 juta warga sipil meninggal karena penyakit, kelaparan, atau paparan.

Usai perjanjian genjatan senjata di Compegniene, Perancis, selanjutnya ditandatangani sejumlah perjanjian damai antara Sekutu dan Blok Poros, apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 satunya Perjanjian Versailles. ARTIKEL TERKAIT • Latar Belakang dan Isi Perjanjian Saragosa, Ketika Portugis Depak Spanyol dari 'Kepulauan Rempah-rempah' • Memecah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Ini Isi Perjanjian Giyanti, Salah Satunya Membuat VOC Makin Punya Kendali atas Wilayah Mataram • Isi Perjanjian Hudaibiyah, Kesepakatan yang Akhirnya Dicapai Usai Rombongan Muslim Dihalangi Masuk Mekkah oleh Kaum Quraisy • Pantas Saja Awalnya Australia Sempat Kegirangan Pilih Dukung Indonesia Menduduki Timor Leste, Rupanya Perjanjian Rahasia Ini Menjadi Alasannya Pengaruh Perjanjian Versailes bagi Jerman khususnya setelah Perang Dunia 1 adalah .

Jerman merasa diperlakukan tidak adil melalui Perjanjian Versailles sebab: • Jerman harus kehilangan banyak wilayah ke negara-negara Sekutu pemenang perang • Jerman sangat dibatasi angkatan perangnya (jumlah tentara dan kapal dibatasi, serta tidak boleh memiliki kapal terbang dan kapal selam) • Jerman dipersalahkan sebagai pihak penyebab terjadinya perang Dunia I dalam perjanjian ini • WIlayah pusat industri di Saar dan Rhineland harus diduduki oleh Prancis • Jerman harus membayar ganti rugi yang sangat besar Pembahasan: Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman.

Perjanjian ini ditandatangani di Istana Versailles, dekat Paris, Prancis, pada 28 Juni 1919. Perjanjian ini dirumuskan oleh para pemimpin Sekutu yang menang perang, yaitu Perdana Menteri Georges Clemenceau dari Perancis, Perdana Menteri Vittorio Emanuele Orlando dari Italia, Perdana Menteri David Lloyd George dari Inggris, dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat Ketentuan utama Perjanjian Versailles adalah: • Penyerahan semua koloni Jerman (Tanganyika, Togo dan Kamerun di benua Afrika, serta Samoa dan Papua di Samudera Pasifik) sebagai mandat Liga Bangsa-Bangsa.

• Kembalinya wilayah Alsace-Lorraine ke Prancis. • Penyerahan wilayah Eupen-Malmedy ke Belgia, Memel ke Lithuania, distrik Hultschin ke Cekoslowakia. • Wilayah Poznania, bagian dari Prusia Timur dan Silesia Atas ke Polandia.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

• Kota pelabuhan Danzig untuk menjadi negara kota yang merdeka dan lepas dari Jerman; • Plebisit akan diadakan di Schleswig utara untuk menentukan perbatasan Denmark-Jerman. • Pendudukan wilayah industri Saar di bawah kendali Prancis. • Demiliterisasi dan pendudukan Rhineland selama lima belas tahun. • Jerman harus membayar ganti rugi atau reparasi sebesar £ 6.600 miliar. • Larangan terhadap persatuan Jerman dan Austria. • Jerman harus menerima kesalahan sebagai negara yang menyebabkan Perang Dunia I.

• Pembatasan tentara angkatan perang Jerman hanya 100.000 orang, tanpa wajib militer, tidak boleh memiliki tank, artileri berat, dan pesawat terbang; • Angkatan Laut Jerman hanya diizinkan memiliki 6 kapal perang dan dibatasi maksimum 6 kapal penjelajah ringan, 12 kapal perusak dan 12 perahu torpedo saja dan dilarang memiliki kapal selam.

Kondisi-kondisi ini sangat berat bagi Jerman, yang harus kehilangan banyak wilayah dan dilumpuhkan secara militer dan ekonomi. Penolakan atas perjanjian ini menyebabkan tumbuhnya ekstremisme dan fasisme di jerman, yang berujung atas berkuasanya Partai Nazi di bawah Adolf Hitler. Partai Nazi ini kemudian melakukan militerisasi, menolak Perjanjian Versailles dan akhirnya menyerang negara tetangganya dalam Perang Dunia II Pelajari lebih lanjut sebab khusus Perang Dunia I di: brainly.co.id/tugas/2331664 Pelajari lebih lanjut pemimpin Sekutu pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II di: brainly.co.id/tugas/22348591 Pelajari lebih lanjut argumentasi tentang Perang Dunia I dan Perang Dunia II di: brainly.co.id/tugas/14374833 ------------------------------------------------------------------------------------- Detail Jawaban Kode: 9.10.14 Kelas: IX Mata pelajaran: Sejarah Materi: Bab 14 - Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional
Intisari-Online.com - Mengakhiri Perang Dunia 1, Sekutu dan Jerman menandatangani isi perjanjian Versailles.

Perjanjian Versailles pun disebut sebagai 'Perjanjian Damai'. Namun, perjanjian ini tetaplah memberatkan pihak yang kalah. Dalam hal ini, pihak yang kalah dalam Perang Dunia 1 adalah Jerman dan negara-negara blok sentral.

Sejumlah perjanjian pun ditandatangani pihak apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 dengan negara-negara blok sentral lainnya, seperti dengan Austria, Hongaria, dan Turki. Baca Juga: Spanyol dan Portugis Sepakati Isi Perjanjian Tordesillas Tahun 1494, Berdampak pada Kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara Perjanjian Versailles merupakan perjanjian pertama yang ditandatangani sekutu dan pihak yang kalah dalam Perang Dunia 1.

Genjatan senjata disepakati pada 11 November 1918. Tetapi, Perjanjian Versailles baru ditandatangani pada 28 Juni 1919 dan mulai berlaku pada 10 Januari 1920.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Penandatanganan perjanjian ini berlangsung di Hall of Mirrors di kota Versailles, Perancis. Apa saja isi Perjanjian Versailles dan dampaknya bagi Jerman? ARTIKEL TERKAIT • Inilah Strategi Militer Paling Mematikan Selama Perang Dunia II, Termasuk ‘Angin Ilahi’, Pilot Kamikaze, yang Hanya Pelatihan Selama 40 Jam • Isi Perjanjian Postdam, Kesepakatan Para Pemenang Perang Dunia 2, Memecah Jerman Jadi Dua • Walau Sudah Gencatan Senjata, Nyatanya Konflik Israel-Palestina Justru Bisa Picu Perang Dunia 3, Ini Alasannya • Edokko, Kisah Menyentuh Pengungsi Yahudi di Perang Dunia 2 Jepang Perang dunia I terjadi pada tahun 1914-1918 yang melibatkan kekuatan besar antara Blok Sekutu dengan Blok Sentral.

Setelah 4 tahun berperang Jerman yang merupakan blok sentral mengalami kekalahan melawan Sekutu. Pada tahun 1919 diadakan perjanjian damai antara negara-negara sekutu dengan Jerman.

Perjanjian tersebut adalah perjanjian Versailles dimana Jerman menerima tanggung jawab penuh atas terjadinya perang. Perjanjian Versailles ini ternyata dibuat sepihak oleh Sekutu untuk menghukum Jerman.

Jerman tidak diberikan kesempatan untuk bernegoisasi. Sekutu memberikan ketentuan hukuman kepada Jerman seperti militer,ekonomi dan kewilayahan. Dampak dari perjanjian Versailles sangat di rasakan oleh Jerman karena mengalami krisis ekonomi yang parah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.

Metode kualitatif digunakan untuk memperhatikan suatu peristiwa. Dalam menggunakan metode kualitatif ini penulis mengumpulkan data yang akan diteliti kemudian mendeskripsikan secara detail dari data-data yang diperoleh melalui jurnal,dokumen, maupun buku. Metode kualitatif ini menggunakan teknis analisis yaitu dengan mengkaji suatu permasalahan dengan lebih mendalam.

Tujuan artikel ini untuk mengetahui isi perjanjian Versailles, tokoh dari perjanjian Versailles, dampak perjanjian Versailles, dan pelanggaran perjanjian Versailles. Pada tahun 1870-an terjadi perubahan yang cukup besar di daerah Eropa daratan yaitu perubahan Balance of Power pada kawasan tersebut. Selain itu, muncul sebuah kerajaan baru yang sebelumnya terdiri dari beberapa state atau kerajaan kecil yang bergabung menjadi sebuah kekuatan baru di Eropa.

Kedua hal tersebut bermula dari sebuah perang yaitu Perang Franco-Prussian (1870-1871) yang hasil akhir dari perang ini telah mengubah dan membuka lembaran baru sejarah Eropa. Kenapa disebut seperti itu ?

Karena kekalahan Perancis terhadap Prusia dalam perang ini telah mengakhiri hegemoni Perancis di Eropa dan juga telah membuat unifikasi German Empire yang bertransformasi menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa. Latar belakang terjadinya perang ini ada dua poin. Pertama adalah faktor Domestic dari kedua pihak. Pihak Prusia yang diwakili oleh Otto van Bismarck, yang merupakan Kanselir Prusia, mempunyai tujuan untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan berbahasa Jerman menjadi satu kerajaan/kekaisaran apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1.

Bismarck yakin bahwa sebuah perang patriotik melawan Perancis bisa menimbulkan Nasionalisme sehingga bisa tercipta persatuan yang dicita-citakannya. Akan tetapi, Bismarck tidak bisa begitu saja menyerang Perancis atau meminta Kaisar William I (Raja Prusia) mendeklarasikan perang tanpa ada alasan yang jelas. Dengan demikian, ia menunggu waktu yang tepat sambil menunggu kesempatan itu datang. Di lain pihak, Perancis yang dipimpin oleh Napoleon III dalam pemerintahan Kekaisaran Perancis Kedua merasa perlu ada suatu tindakan dimana ia bisa menunjukan bahwa Perancis masih merupakan kekuatan hegemoni di Eropa daratan.

Poin kedua dan paling jelas terlihat adalah karena isu pencalonan Pangeran Leopold sebagai raja di Spanyol yang membuat Perancis dan rajanya yaitu Napoleon III menjadi geram. Semenjak terjadinya revolusi di Spanyol yang menurunkan Isabella II pada tahun 1868, takhta Kerajaan Spanyol kosong dan pada awal tahun 1870 dewan di kerajaan Spanyol 990502108 Sabrina Anggreini, Pengaruh Sistem Pendelegasian Wewenang Terhadap Prestasi Kerya Karyawan Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan (dibawah bimbingan Dra, Anna Purba, MS sebagai dosen pembimbing, Prof.

Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, MSi selaku ketua jurusan ManajemenOra. MuIykata Sebayang, MSi dan Dra, Husnani Sudardjat sebagai dosen penguji). Penelitian ini bertujuan untuk . [Show full abstract] mengetahui pengaruh sistem pendelegasian wewenang terhadap prestasi kerja karyawan pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia 1. Hal ini dapat diteliti yang dirumuskan sebagai berikut : " Apakah system pendelegasian wewenang sudah efektif dan berpengaruh dalam meningkatkan prestasi kerja?", Untuk mengetahui permasalahan, peneliti menyatakan hipotesis, bahwa pendelegasian wewenang sudah efektif dan berpengaruh meningkatkan prestasi kerja karyawan.

Peneliti menggunakan metode deskriptif dan metode deduktif Penulis menyampaikan beberapa saran bagi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan agar tetap berusaha mengembangkan pemikiran dan kreatifitas bawahan untuk menghadapi persoalan yang terjadi serta perusahaan diharapkan mengadakan latihan dan pengembangan bagi karyawan sehingga mereka lebih siap dalam menerima delegasi tugas dan wewenang yang diberi atasan.

Dra.Anna Purba, MS Read more 09E02698 Sistem penetapan upah tenaga kerja di Indonesia adalah system yang berbasis pada indeks biaya hidup dan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita.

Didalam pengupahan tidak hanya menyangkut aspek ekonomis dan teknik saja tetapi yang paling penting adalah aspek hukum, agar hak-hak para pekerja terlindungi karena dijamin oleh Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku sehingga . [Show full abstract] para pengusaha tidak dapat semena-mena dalam membayar upah tenaga kerja. Dengan terpenuhinya hak-hak tenaga kerja khususnya yang berkaitan dengan pembayaran upah maka akan memacu produktivitas tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan hasil produksi perusahaan.

Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah kajian tentang ketentuan hukum tentang pengupahan di Indonesia berdasarkan ketentuan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku, kebijakan pengupahan yang melindungi tenaga kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 serta dasar pertimbangan dan pedoman penetapan upah minimum di Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normative.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Metode hukum normative adalah penelitian yang dilakukan dengan pengumpulan data secara studi pustaka (library research),sumber-sumber atau bahan data tertulis yang dijadikan bahan dalam penulisan skripsi ini adalah buku-buku,Koran,dan penelusuran internet. Ketetapan pengupahan bertujuan untuk melindungi tenaga kerja kartena posisi mereka yang lemah.

Dengan adanya ketetapan upah minimum maka perusahaan tidak bisa membayar upah dibawah ketentuan yang berlaku yang secara periodic akan ditinjau. Kertentuan tentang upah ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Peraturan-Peraturan lainnya.

Perbaikan upah dapat meningkatnkan daya beli maka akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa sehingga dapat mendorong kegairahan pasar produk dan pada akhirnya akan meningkatakan permintaan hasil produksi.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Kenaikan upah dapat berdampak negatif bagi kelangsungan perusahaan bila kenaikan tersenut melampaui kemampuan perusahaan. Prof. Dr. Budiman Ginting, S.H., M.Hum. ; Dr.Tengku Keizerina Devi azwar,S.H., CN., M.Hum Read more Dyslexie is een stoornis in het aanleren en/of toepassen van lezen en/of schrijven. De stoornis heeft een genetische basis.

Dat betekent dat kinderen met één of twee dyslectische ouders een verhoogd risico hebben om zelf dyslexie te ontwikkelen. Op dat gegeven is deze scriptie gebaseerd. Om te onderzoeken hoe en of zich leesproblemen hebben ontwikkeld in groep 4 zijn kinderen met een risico op .

[Show full abstract] dyslexie vergeleken met kinderen zonder dit genetisch risico. Op twee meetmomenten zijn twaalf taken bij de kinderen afgenomen. Daarbij is een vergelijking gemaakt tussen de controlegroep en de risicogroep en tussen de twee meetmomenten. Ook is binnen de risicogroep een groep onderscheiden met leesproblemen, die weer vergeleken is met de risicogroep zonder leesproblemen en de controlegroep. De resultaten van het onderzoek laten zien dat er over het geheel van de taken een verschil is tussen de risicogroep en de controlegroep.

Wanneer de kinderen uit de risicogroep verdeeld zijn over twee subgroepen, is te zien dat de kinderen met leesproblemen op de meeste taken slechter scoorden dan de kinderen zonder ernstige leesproblemen.

De vergelijking tussen de twee meetmomenten laat zien dat er over het algemeen een stabiel beeld wordt weergegeven door de taken. Omdat de kinderen met leesproblemen op vrijwel alle afgenomen taken slechter scoorden dan de kinderen zonder leesproblemen, kan aan de hand van dit onderzoek geconcludeerd worden dat voor kinderen met dyslexie meer taken dan alleen leestaken moeilijker zijn dan voor kinderen zonder leesproblemen.

De aanname dat er bij dyslexie onderliggend een fonologische stoornis is wordt door dit onderzoek bevestigd. Read more sti-okt2005- (7) Kebutuhan air panas pada apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 dan terutama di Hotel, untuk keperluan mandi dan lain-lan saat ini menjadi perhatian penting.

Suatu perencanaan yang dapat kami sampaikan adalah pemanasan air dalam tangki dengan kapasitas 4 galon/menit dan pertambahan temperature dari 70oC menjadi 1500C. Pemanasan ini menggunkaan Energi listrik.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Proses pemanasan akan diserap oleh air dan tangki . [Show full abstract] tempat air penas tersebut. Tulisan ini membahas, kebutuhan energi listrik secara keseluruhan yang terpakai untuk memanaskan air dan juga penyerapan panas oleh tangki tempat air itu sendiri. Read more
Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman.

Setelah enam bulan negosiasi melalui Konferensi Perdamaian Paris, perjanjian ini akhirnya ditandatangani sebagai tindak lanjut dari perlucutan senjata yang ditandatangani pada bulan November 1918 di Compiègne Forest, yang mengakhiri perseturuan sesungguhnya. Salah satu hal paling penting yang dihasilkan oleh perjanjian ini adalah bahwa Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan, melalui aturan dari pasal 231-247, harus melakukan perbaikan-perbaikan pada negara-negara tertentu yang tergabung dalam Sekutu.

Negosiasi di antara negara-negara sekutu dimulai pada 7 Mei 1919, pada peringatan tenggelamnya RMS Lusitania. Aturan yang diterapkan terhadap Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya, pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman, serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang. Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang dianggap mereka sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan.

Belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani perjanjian pada 28 Juni 1919. Perjanjian ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920. Di Jerman, perjanjian ini menimbulkan keterkejutan dan rasa malu yang berperan terhadap runtuhnya Republik Weimar pada 1933, terutama karena banyak orang Jerman tidak percaya bahwa mereka harus menerima tanggung jawab penuh sebagai pemicu perang.

"Empat Besar" (Big Four) yang melakukan negosiasi perjanjian ini adalah Perdana Menteri David Lloyd George dari Britania Raya, Perdana Menteri Georges Clemenceau dari Perancis, Vittorio Orlando dari Italia, dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat. Jerman tidak diundang ke Perancis untuk mendiskusikan perjanjian. Di Versailles saat itu, sulit untuk mencapai kesepakatan bersama karena tujuan mereka saling konflik satu sama lain.

Hasil perundingan disebut-sebut sebagai suatu kompromi yang tidak disukai oleh pihak manapun.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Gujarat (India) ! * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Persia (Iran) ! … * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Mekah (Arab) ! * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Cina ! * 20 points Menurut anda manakah teori Islam yang paling akurat kebenarannya terkait proses masuknya Islam di Indonesia (pilih salah satu), dan tuliskan alasan anda memilih teori tersebut secara singkat dan jelas !

* 20 points
KOMPAS.com - Perjanjian Versailles adalah perjanjian damai antara Sekutu dengan Jerman yang ditandatangani di Hall of Mirrors, Istana Versailles, Perancis, pada 28 Juni 1919. Perjanjian Versailles secara resmi mengakhiri Perang Dunia Pertama, dan berlaku mulai 10 Januari 1920. Melansir Encyclopaedia Britannica, ada 14 poin yang dirumuskan Presiden Amerika Serikat (AS) Woodrow Wilson untuk mengatur gencatan senjata umum pada Oktober 1918, dan diterima oleh Jerman. Baca juga: Kisah Perang Dunia 1: Sejarah dan Penyebab Pertempuran Perjanjian Versailles dirancang dalam Konferensi Perdamaian Paris musim semi 1919, yang didominasi oleh para pemimpin negara dengan sebutan Big Four.

Mereka adalah David Lloyd George dari Inggris, Georges Clemenceau dari Perancis, Woodrow Wilson dari AS, dan Vittorio Orlando dari Italia.

Apa saja isi Perjanjian Versailles? Shutterstock.com / Mister Knight Ilustrasi palace of VersaillesMengutip Kompas.com pada 8 Desember 2020, isi Perjanjian Versailles adalah: • Pembatasan kekuatan militer Jerman • Jerman menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada Perancis • Jerman menyerahkan wilayah Eupen dan Malmedy kepada Belgia • Sekutu mengambil alih seluruh wilayah jajahan Jerman • Jerman harus membayar ganti rugi perang • Pelabuhan Danzig berada dibawah pengawasan Liga Bangsa Bangsa Britannica menerangkan, populasi dan wilayah Jerman berkurang sekitar 10 persen akibat Perjanjian Versailles.

Baca apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 Kisah Perang Dunia 1: Pembunuhan Franz Ferdinand dan Alasan Penembakannya Berita Terkait Kisah Perang Ceret antara Belanda dan Kekaisaran Romawi Suci Kisah Perang Telinga Jenkins, Saat Inggris dan Spanyol Bertempur akibat Kuping Kapten Kapal Dipotong Kisah Perang Kue, Konflik Ganti Rugi yang Berujung Pertempuran 1 Tahun 4 Kisah Perang Konyol dalam Sejarah Dunia Kisah Perang Arab-Israel I, Awal Mula Israel Menyerang Palestina Berita Terkait Kisah Perang Ceret antara Belanda dan Kekaisaran Romawi Suci Kisah Perang Telinga Jenkins, Saat Inggris dan Spanyol Bertempur akibat Kuping Kapten Kapal Dipotong Kisah Perang Kue, Konflik Ganti Rugi yang Berujung Pertempuran 1 Tahun 4 Kisah Perang Konyol dalam Sejarah Dunia Kisah Perang Arab-Israel I, Awal Mula Israel Menyerang Palestina Junta Myanmar Minta Dokter Internasional Hentikan Aktivitasnya https://www.kompas.com/global/read/2021/06/10/132508670/junta-myanmar-minta-dokter-internasional-hentikan-aktivitasnya https://asset.kompas.com/crops/fTWxHmuiHuX04awIWrcSXnMC59o=/0x0:1020x680/195x98/data/photo/2021/02/03/601a650e310f5.jpgtirto.id - Perjanjian Versailles bagian dari sejarah penting dalam peradaban manusia, terutama di Eropa.

Perundingan yang ditandatangani tanggal 28 Juni 1919 ini sekaligus mengakhiri Perang Dunia I (World War I) antara pihak Sekutu dengan Kekaisaran Jerman.

Lantas, apa latar belakang, isi, dan dampak Perjanjian Versailles?

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Latar belakang Perjanjian Versailles tentunya terkait erat dengan penyebab pecahnya Perang Dunia (PD) I. Peristiwa terbunuhnya putra mahkota Austria-Hongaria, Pangeran Franz Ferdinand, pada 28 Juni 1914 memicu dimulainya perang tersebut.

Secara resmi, Perang Dunia I dimulai pada 1 Agustus 1914 dengan melibatkan dua kubu aliansi, yakni Triple Alliance melawan Triple Entente. Dua kubu ini membagi kekuatan Eropa ditambah keikutsertaan Amerika Serikat yang muncul belakangan. Triple Alliance dimotori Jerman dan Austria-Hongaria serta Turki Usmani dan beberapa negara lainnya. Sedangkan Triple Entente digawangi Rusia, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, serta sejumlah negara lainnya pula, kubu inilah yang nantinya disebut Sekutu.

Italia yang semula berada di pihak Triple Alliance kemudian membelot ke Triple Entente. Baca juga: • Sejarah Perang Dunia I, Penyebab, dan Daftar Negara yang Terlibat • Sejarah Perang Dunia II: Penyebab dan Negara yang Terlibat • Dampak Perang Dunia I: Sejarah, Kronologi, Akhir, Siapa Menang? Latar Belakang Perjanjian Versailles 1919 Perang Dunia I diawali dengan pernyataan perang Jerman terhadap Rusia pada 1 Agustus 1914 sebagai buntut dari tewasnya Pangeran Franz Ferdinand.

Sejak saat itu, rentetan peperangan terus terjadi di Eropa. Jerman yang memiliki kekuatan lebih besar merasa akan dengan mudah memenangkan peperangan tersebut. Namun, semuanya berbanding terbalik dengan kenyataan. Afiani Arofatul Zidah dalam penelitiannya berjudul "Pengaruh Perjanjian Versailles yang Disusun Sepihak oleh Sekutu Terhadap Jerman Tahun 1919" yang termaktub dalam Jurnal Fajar Historia (Vol.

4, 2020), menyebutkan bahwa militer Jerman yang dipimpin oleh Erich ludendorff berhasil dikalahkan oleh Sekutu.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Tercatat hingga tahun 1918, Jerman telah kehilangan lebih dari 600.000 prajurit dan gagal melakukan terobosan dalam menentukan arah kemenangan. Situasi yang mendesak mengakibatkan pihak Jerman melakukan berbagai cara namun tetap kewalahan menghadapi Sekutu alias Triple Entente.

Kanselir baru Jerman saat itu, Max von Baden, akhirnya mengirim telegram yang berisi meminta gencatan senjata dan pembicaraan damai kepada Presiden Amerika Serikat kala itu, Woodrow Wilson. Woodrow Wilson mengirimkan syarat khusus yang berisi 14 poin yang harus diterima oleh Jerman. Akhirnya, Jerman menyetujui 14 poin yang telah dibuat Amerika Serikat itu.

Setelah melakukan pembicaraan yang panjang, disepakati akan dibuat sebuah perjanjian damai yang kemudian disebut sebagai Perjanjian Versailles. Baca juga: • Isi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Sejarahnya • Sejarah Serta Pengaruh Ideologi Liberalisme di Asia dan Afrika • Tembok Berlin & Sejarah Pecahnya Jerman Usai Perang Dunia II Isi Perjanjian Versailles 1919 Pembicaraan mengenai Perjanjian Versailles ini telah dibuka sejak 18 Januari 1919.

Akan tetapi, dalam pembahasannya, Jerman tidak diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam perundingan.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Jerman saat itu mengharapkan hasil perjanjian yang dicapai berdasarkan 14 poin yang telah diajukan oleh Presiden AS, Woodrow Wilson. Setelah pembicaraan oleh pihak Sekutu selesai, tanggal 28 Juni 1919 Jerman dipanggil ke Istana Versailles, Prancis, untuk menandatangani isi dari perjanjian yang telah disusun oleh pihak Sekutu. Dengan demikian, isi Perjanjian Versailles ini sangat tidak adil bagi Jerman karena naskahnya sudah dirancang sebelumnya.

Adapun isi Perjanjian Versailles yakni sebagai berikut: • Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa (LBB); • Jerman mengaku bersalah sebagai pemicu Perang Dunia I; • Jerman harus membayar kerusakan-kerusakan akibat perang sebesar 132 miliar mark emas kepada Sekutu; • Jumlah militer Jerman dibatasi hanya menjadi 100.000 orang; • Jerman tidak diizinkan mempunyai dan menggunakan tank; • Jerman hanya diizinkan memiliki 6 apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 dan tidak boleh ada kapal selam; • Jerman tidak diizinkan memiliki angkatan udara; • Wilayah Rhineland harus bebas dari personil militer dan persenjataan Jerman; • Wilayah Alsace–Lorraine dikembalikan ke Prancis; • Wilayah Eupen dan Malmedy diberikan ke Belgia; • Wilayah North Schleswig diberikan ke Denmark; • Wilayah yang sebelumnya dikuasai Jerman diberikan kepada Cekoslovakia dan Polandia.

Isi Perjanjian Versailles yang sangat merugikan ini awalnya ditolak oleh rakyat Jerman karena menginjak-injak harga diri bangsa Jerman. Akan tetapi, karena tidak memiliki pilihan lain, pemerintah Jerman akhirnya menandatangani perjanjian tersebut. Secara resmi, Perjanjian Versailles dijalankan mulai tanggal 10 Januari 1920. Baca juga: • Sejarah Genosida Armenia: Pembersihan Etnis ala Turki Usmani • Kejahatan Genosida dan Jenis Pelanggaran HAM di Indonesia • Apa yang Dimaksud dengan Genosida dan Contohnya?

Dampak Perjanjian Versailles 1919 Perjanjian Versailles yang resmi dilaksanakan pada 10 Januari 1920 memberikan dampak besar bagi Jerman maupun Eropa secara keseluruhan. adapun dampak yang terjadi akibat Perjanjian Versailles di antaranya adalah sebagai berikut: • Perang Dunia I usai; • Kemunduran Eropa di segala bidang; • Runtuhnya 4 kekaisaran besar, yaitu Jerman Rusia, Austria-Hongaria, dan Turki Usmani; • Berkembangnya fasisme di Italia dan Jerman; • Berkembangnya seni dan budaya; • Genosida terhadap orang-orang Armenia; • Munculnya nasionalisme di negara-negara belahan timur yang menjadi jajahan bangsa-bangsa Barat, salah satunya Indonesia.
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • کوردی • Qırımtatarca • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Frysk • Gaeilge • Galego • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • ქართული • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Limburgs • Lietuvių • Latviešu • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Română • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Sampul versi bahasa Inggris Ditandatangani 28 Juni 1919 [2] Lokasi Ruang Cermin di Istana Versailles, Paris, Prancis [3] Berlaku 10 Januari 1920 [4] Syarat Ratifikasi oleh Jerman dan tiga negara Sekutu utama.

[1] Penandatangan Blok Tengah Jerman [1] Blok Sekutu Amerika Serikat [1] Imperium Britania [1] Prancis [1] Italia [1] Jepang [1] Lainnya • Belgia [1] • Bolivia [1] • Brasil [1] • Tiongkok [1] • Kuba [1] • Ekuador [1] • Yunani [1] • Guatemala [1] • Haiti [1] • Hijaz [1] • Honduras [1] • Liberia [1] • Nikaragua [1] • Panama [1] • Peru [1] • Polandia [1] • Portugal [1] • Rumania [1] • Negara Serbia-Kroasia-Slovenia [1] • Siam • Cekoslowakia [1] • Uruguay [1] Penyimpan Pemerintah Prancis [5] Bahasa Prancis dan Inggris [5] Treaty of Versailles di Wikisource The Signing of the Peace Treaty of Versailles Perjanjian Versailles ( 1919) adalah suatu perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman.

Setelah enam bulan negosiasi melalui Konferensi Perdamaian Paris, perjanjian ini akhirnya ditandatangani sebagai tindak lanjut dari perlucutan senjata yang ditandatangani pada bulan November 1918 di Compiègne Forest, yang mengakhiri perseteruan sesungguhnya. Salah satu hal paling penting yang dihasilkan oleh perjanjian ini adalah bahwa Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan, melalui aturan dari pasal 231-247, harus melakukan perbaikan-perbaikan pada negara-negara tertentu yang tergabung dalam Sekutu.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Negosiasi di antara negara-negara sekutu dimulai pada 7 Mei 1919, pada peringatan tenggelamnya RMS Lusitania. Aturan yang diterapkan terhadap Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya, pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman, serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.

Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang dianggap mereka sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan. Belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani perjanjian pada 28 Juni 1919. Perjanjian ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920. Di Jerman, perjanjian ini menimbulkan keterkejutan dan rasa malu yang berperan terhadap runtuhnya Republik Weimar pada 1933, terutama karena banyak orang Jerman tidak percaya bahwa mereka harus menerima tanggung jawab penuh sebagai pemicu perang.

"Empat Besar" (Big Four) yang melakukan negosiasi perjanjian ini adalah Perdana Menteri David Lloyd George dari Britania Raya, Perdana Menteri Georges Clemenceau dari Prancis, Vittorio Orlando dari Italia, dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat.

Jerman tidak diundang ke Prancis untuk mendiskusikan apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1. Di Versailles saat itu, sulit untuk mencapai kesepakatan bersama karena tujuan mereka saling konflik satu sama lain. Hasil perundingan disebut-sebut sebagai suatu kompromi yang tidak disukai oleh pihak manapun.

Daftar isi • 1 Syarat-syarat • 1.1 Daerah yang Diserahkan • 1.2 Syarat-Syarat Militer • 1.2.1 Batasan-batasan Militer • 1.2.2 Larangan Militer • 2 Referensi • 3 Pranala luar Syarat-syarat [ sunting - sunting sumber ] Perjanjian ini menciptakan keadaan kondusif didirikannya Liga Bangsa-Bangsa, sebuah tujuan utama Presiden A.S.

Woodrow Wilson. Liga Bangsa-Bangsa dimaksudkan untuk menengahi konflik-konflik internasional dan dengan ini mencegah perang pada masa depan. Hanya empat dari “Empat belas butir” ( Fourteen Points) Wilson diwujudkan, karena ia harus berkompromi dengan Clemenceau, Lloyd George dan Orlando pada beberapa butir dan sebagai gantinya dapat mempertahankan butirnya yang “keempatbelas” Liga Bangsa-Bangsa.

Pandangan umum ialah bahwa Clemenceau dari Prancis adalah yang paling bersemangat dalam membalas dendam Jerman, Front Barat perang terutama berada di wilayah Prancis. Perjanjian ini dianggap tidak adil kala itu karena merupakan perdamaian yang didikte oleh para pemenang dan secara keseluruhan menyalahkan perang kepada Jerman.

Hal ini sungguh menyederhanakan situasi.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

Beberapa sejarawan modern berpendapat bahwa perjanjian ini cukup adil karena merefleksikan syarat-syarat berat yang didiktekan kepada Rusia oleh Jerman dengan Perjanjian Brest-Litovsk.

Daerah yang Diserahkan [ sunting - apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 sumber ] • Alsace-Lorraine, daerah-daerah yang diserahkan kepada Jerman menurut mukadimah perdamaian yang ditandatangani di Versailles pada 26 Februari 1871, dan Perjanjian Frankfurt pada 10 Mei 1871, dikembalikan kepada Prancis tanpa jajak pendapat mulai tanggal gencatan senjata 11 November 1918.

(area 14 522 km², penduduk 1.815.000 jiwa (1905)), • Schleswig Utara termasuk kota-kota yang mayoritas penduduknya adalah Jerman yaitu Tondern ( Tønder), Apenrade, Sonderburg, Hadersleben, dan Lügum di Schleswig-Holstein, setelah Jajak Pendapat Schleswig, kepada Denmark (area 3 984 km², penduduk 163.600 jiwa (1920)), • Provinsi Prusia Posen dan Prusia Barat, yang dicaplok oleh Prusia pada Pembagian Polandia (1772-1795), dikembalikan kepada Polandia yang telah lahir kembali.

Wilayah ini telah dibebaskan oleh penduduk Polandia lokal pada Pemberontakan Wielkopolska antara tahun 1918-1919 (area 53 800 km², penduduk 4.224.000 jiwa (1931)). • Prusia Barat diberikan kepada Polandia supaya Negara ini memiliki akses bebas ke lautan, termasuk minoritas Jerman yang cukup besar dan dengan ini menciptakan Koridor Polandia.

• Wilayah Hlučínsko Hulczyn di Silesia Hulu diberikan kepada Cekoslovakia (area 316 atau 333 km², dengan penduduk 49.000 jiwa), • bagian timur Silesia Hulu, kepada Polandia (area 3 214 km², dengan penduduk 965.000 jiwa), meski 60% pada jajak pendapat memilih untuk tetap bergabung dengan Jerman • Kota-kota Jerman Eupen dan Malmedy kepada Belgia • wilayah Soldau di Prusia Timur (stasiun kereta api rute Warsawa- Gdańsk) kepada Polandia (area 492 km²), • bagian utara Prusia sebagai Memelland di bawah pengawasan Prancis, kemudian diserahkan kepada Lithuania tanpa jajak pendapat.

• dari bagian timur Prusia Barat dan bagian selatan Prusia Timur ( Warmia dan Masuria), sebuah daerah kecil kepada Polandia, • provinsi Saarland diawasi Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun.

Lalu setelah periode ini diadakan jajak pendapat apakah penduduk menginginkan bergabung dengan Prancis atau Jerman. Pada masa ini, produk batubara diberikan kepada Prancis. • pelabuhan Danzig (sekarang Gdańsk, Polandia) dengan wilayah muara sungai Wisla pada Laut Baltik dijadikan Freie Stadt Danzig (Kota Bebas Danzig) di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. (wilayah 1 893 km², dengan penduduk 408.000 jiwa (1929)).

Dalam Pasal 156 Jerman menyerahkan konsesi-konsesi Jerman di Shandong, Tiongkok kepada Jepang dan tidak menyerahkannya kembali ke Tiongkok. Kemarahan warga Tiongkok mengenai keputusan ini mengakibatkan demonstrasi dan gerakan kebudayaan yang dikenal dengan istilah Gerakan Empat Mei dan memengaruhi Negara ini untuk tidak menanda tangani perjanjian.

Tiongkok menyatakan selesai perang dengan Jerman pada September 1919 dan menanda tangani perjanjian terpisah dengan Jerman pada tahun 1921. Syarat-Syarat Militer [ sunting - sunting sumber ] Batasan-batasan Militer [ sunting - sunting sumber ] Selain menyerahkan daerah, ada beberapa batasan untuk Jerman di bidang militer, antara lain: • Jumlah tentara Jerman maksimal yang dimiliki Jerman adalah 100.000 orang saja, dan wajib militer dihapuskan • Jumlah tentara Angkatan Laut Jerman maksimal 15.000 orang • Jumlah kapal perang bersenjata ( Battleship) Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 10.000 Ton) • Jumlah kapal perang gerak cepat ( Cruiser) Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 6.000 Ton) • Jumlah kapal penghancur ( Destroyer) Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 800 ton) • Jumlah kapal torpedo ( PT Boat) Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 200 ton) • Batasan dalam produksi senjata (Contoh: Senapan Mesin Maxim dan Rifle Gewehr 98) Gewehr 98, senjata yang dibatasi produksinya setelah perjanjian Versailles Larangan Militer [ sunting - sunting sumber ] Juga ada beberapa hal yang dilarang dalam bidang Militer, antara lain • Jerman dilarang memiliki satu pun kapal selam • Jerman dilarang melakukan perdagangan senjata antarnegara (Impor-Ekspor senjata) • Jerman dilarang memiliki gas beracun • Jerman dilarang memiliki pesawat tempur • Jerman dilarang memiliki tank dan mobil bersenjata (Artileri Darat) • Jerman dilarang melakukan blokade terhadap kapal lain Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac Treaty of Versailles Preamble • ^ Slavicek, p.

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1 • ^ Slavicek, p. 107 • ^ Boyer, p. 153 • ^ a b Treaty of Versailles Signatures and Protocol Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Preceding: Text of Protest by Germany and Acceptance of Fair Peace Treaty • Trianon Museum • Contents of the Treaty of Versailles Diarsipkan 2005-08-19 di Wayback Machine.

• The Full Text of the Treaty of Versailles Diarsipkan 2006-09-02 di Wayback Machine. • Full text of Treaty of Versailles as part of The Avalon Project at Yale Law School Diarsipkan 2006-05-03 di Wayback Machine. • The Treaty of Versailles and the Impact on Germany Diarsipkan 2006-10-17 di Wayback Machine. • Peace Treaty?

apa pengaruh perjanjian versailles bagi jerman khususnya setelah perang dunia 1

• Halaman ini terakhir diubah pada 7 April 2022, pukul 02.30. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

PERANG DUNIA 1 (1914-1918) - Runtuhnya Kekaisaran-kekaisaran Eropa




2022 www.videocon.com