Pantun penutup pidato

pantun penutup pidato

Pantun merupakan puisi lama dalam kesusastraan Bahasa Indonesia yang masih dikenal oleh masyarakat luas hingga saat ini. Seiring perkembangannya pantun terus mengalami perubahan mulai dari gaya bahasa, pemilihan kosa kata hingga pesan yang disampaikan. Perubahan pada pantun ini dimaksudkan agar pantun mudah diterima oleh masyarakat. Hingga saat ini pantun dapat ditemukan dalam berbagai acara baik formal maupun non formal yang dibawakan sedemikian rupa.

Salah satu penggunaan pantun yaitu pantun penutup pidato menutup pidato dalam suatu acara. Penggunaan pantun ini bertujuan untuk menimbulkan kesan pendengarnya sehingga bisa menjadi suatu cerita. Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato: Daftar isi Artikel • 1 1. Pantun Penutup Pidato Lucu • 2 2.

Pantun Penutup Pidato Tentang Kebersihan • 3 3. Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda • 4 4. Pantun Penutup Pidato Islami • 5 5. Pantun Penutup Pidato Perpisahan Sekolah • 6 6. Pantun Penutup Bahasa Jawa • 7 7. Pantun Penutup Menyentuh • 8 8. Pantun Penutup Pidato Kilat • 9 9.

pantun penutup pidato

Pantun Penutup Pidato Tentang Kesehatan • 10 10. Pantun Penutup Pidato Berima a-a-a-a 1. Pantun Penutup Pidato Lucu Kata-kata lucu kerap kali digunakan oleh sebagian orang untuk mencairkan suasana sehingga suasana yang semula kaku menjadi hangat. Salah pantun penutup pidato rangkaian kata yang dapat digunakan untuk mencairkan suasana yaitu pantun jenaka.

Sesuai namanya, pantun jenaka merupakan salah satu jenis pantun yang berisi lelucon dan kata-kata lucu yang menghibur. Tentunya dengan menggunakan pantun jenaka untuk menutup suatu pidato dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memberikan kesan bagi pendengarnya.

Dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi, pantun jenaka harus membuat pendengar terhibur. Berikut contoh pantun jenaka yang dapat digunakan untuk menutup pidato: Contoh 1 • Tinggi panjang juga lebar • Bak milik bangun sejati • Mohon maaf hanya sebentar • Jika lama takut jatuh hati Contoh 2 • Pergi ke danau hari Rabu • Dari rumah sangat dekat • Jangan lah marah bapak ibu • Kalau pidato ini sangat singkat Contoh 3 • Sangkar burung kayu jati • Hanya milik burung merpati • Lain orang lain hati • Tentu Abang yang tetap di hati Baca Juga: Pantun Terima Kasih 2.

Pantun Penutup Pidato Tentang Kebersihan Untuk menarik perhatian pendengar yang hadir dalam suatu acara pidato, biasanya seorang yang berpidato harus membuat topik yang menarik serta memberikan kesan tersendiri bagi pendengar.

Karena pidato merupakan salah satu kegiatan berorasi di depan khalayak tentunya penting untuk membangun suasana selama pidato berlangsung. Agar menarik dan menghidupkan suasana, seorang yang berpidato dapat menyisipkan pantun untuk membuka maupun menutup pidatonya.

pantun penutup pidato

Penggunaan pantun dimaksudkan untuk mencairkan suasana dan meninggalkan kesan bagi pendengar. Pilihlah jenis pantun yang sesuai dengan tema pidato yang dibawakan. Berikut contoh pantun penutup yang dapat digunakan untuk menutup pidato tentang kebersihan.

Contoh 1 • Jika lelah silahkan rehat • Rehat sejenak tak berjauhan • Agar hidup saudara sehat • Mari jaga kebersihan Contoh 2 • Apakah rindu sebuah angan • Jika pantun penutup pidato terasa akhirnya • Ayo bersama cinta lingkungan • Dengan buang sampah pada tempatnya Contoh 3 • Di belakang ada bayangan • Ternyata bayangan sebuah rakit • Jangan buang sampah sembarangan • Jika ingin terhindar penyakit 3. Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda Pantun merupakan salah satu karya sastra Bahasa Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

Meskipun mengalami perubahan, perubahan yang ada hanyalah dalam bentuk gaya bahasa, penggunaan kosa kata dan penyampaian pesan yang ada dalam pantun. Dengan adanya perubahan ini pantun tetap digemari dan dapat dengan mudah ditemukan dalam berbagai kesempatan.

20+ Contoh Pantun Pernikahan Beragam Teman dan Penjelasannya Karena merupakan ciri pantun penutup pidato bangsa, pantun hadir dalam berbagai bahasa daerah untuk memudahkan penyampaian pesan pada masyarakat sekitar.

pantun penutup pidato

Penggunaan bahasa daerah dalam pantun tentu makin pantun penutup pidato bahwa pantun merupakan karya sastra Nusantara.

Agar semakin paham, perhatikan contoh pantun bahasa Sunda berikut yang dapat digunakan untuk menutup pidato: Contoh 1 pantun penutup pidato Amis gula amis kecap • Lada cengek lada jinten • Lamun aya salah ucap • Abdi nyuhunkeun hapunten Contoh 2 • Si Nala jajan permen sarebueun • Sanes nyandak acis kalah daun • Sakitu anu tiasa di dugikeun • Abdi ngucapkeun hatur nuhun Contoh 3 • Si Abah ngantos sakedap • Bari dahar sareng neng Inten • Salah kecap salah ucap • Abdi nyuhunkeun dihapunten 4.

Pantun Penutup Pidato Islami Pidato merupakan suatu kegiatan untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran akan suatu hal dengan berbicara atau berorasi di depan khalayak. Karena bertujuan untuk mempengaruhi orang lain serta memberikan suatu informasi, maka pidato harus pantun penutup pidato oleh seseorang yang dapat berbicara dengan baik.

Tidak hanya digunakan dalam berbagai acara resmi, pidato juga dapat disampaikan dalam kegiatan keagamaan. Untuk membangun suasana, pidato juga dapat diselingi pantun baik di awal maupun di akhir pidato. Berikut contoh pantun penutup islami yang dapat digunakan untuk menutup suatu pidato: Contoh 1 • Perempuan baik dan sholeha • Didambakan para pria • Kekurangan milik manusia • Kelebihan milik Allah semata Contoh 2 • Perempuan yang sholehah • Rajin sholat dan mengaji • Jika ada ucap salah • Mohon sangat dimaklumi Contoh 3 • Di taman jual balon gas • Dibeli oleh si Lala • Kerjakanlah dengan ikhlas • Agar bisa dapat pahala 5.

Pantun Penutup Pidato Perpisahan Sekolah Perpisahan merupakan hal menyedihkan yang tentu dialami oleh siapa saja. Berpisah dengan teman, sahabat ataupun orang terkasih tentu akan meninggalkan kenangan yang berharga. Entah kenangan baik atau buruk, semua yang telah tercipta tentunya sangat sulit untuk dilupakan. Berpisah dengan teman-teman di sekolah tentunya meninggalkan banyak kenangan berharga yang sulit untuk dilupakan. Untuk menggambarkan kesedihan itu ada banyak cara dapat dilakukan salah satunya melalui pantun.

Rangkaian kata yang tertuang dalam pantun tentunya dapat menggambarkan perasaan sang penulis. Berikut contoh pantun penutup yang dapat digunakan dalam pidato perpisahan sekolah: Contoh 1 • Walau garam tapi perlu • Garam kristal cap kaki lima • Tiga tahun sudah berlalu • Kenangan indah yang diterima Contoh 2 • Rumah Budi Rumah Iwan • Jika bertemu tinggal buka pintu • Sampai jumpa kawan-kawan • Semoga bertemu lain waktu Contoh 3 • Seratus dan juga seribu • Tiada guna jika alakadarnya • Terima kasih bapak ibu • Atas waktu dan kesempatannya 6.

Pantun Penutup Bahasa Jawa Untuk membuatnya menarik, pantun hadir dalam berbagai bahasa daerah salah satunya yaitu bahasa Jawa.

Pantun yang dibuat dengan menggunakan bahasa daerah akan membuat masyarakat khususnya masyarakat pada suatu daerah tertentu lebih terhibur. Selain menghibur, pantun yang dibuat dalam bahasa daerah menambah kekayaan sastra Indonesia.

Meskipun dibuat dalam bahasa daerah, pantun ini harus tetap dibuat menjadi 4 baris dalam setiap baitnya dengan 8 sampai 12 suku kata. Biasanya pola rima yang dapat digunakan yaitu pola rima a-a-a-a atau a-b-a-b.

Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato dalam Bahasa Jawa. Contoh 1 • Ibu tumbas beras lan ketan • Sing adol wong Kartasura • Menawi wonten kalepatan • Kula nyuwun pangapura Contoh 2 • Tumbas iwak kanggo lawuh • Lan tumbas soto kalih • Matur suwun sampun rawuh • Ngantos kepanggih malih Contoh 3 • Ibu tumbas uyah lan gula • Reganipun sampun sami mudhun • Cakap semanten atur kula • Kula aturaken matur suwun 7. Pantun Penutup Menyentuh Tentunya penting bagi seseorang yang sedang berpidato memberikan kesan bagi pendengar agar orang yang mendengarnya mengingat isi dari pidato yang telah disampaikan.

Banyak cara yang dapat digunakan mulai dari mengajak pendengar menari dan menyanyi, meneriakan yel-yel atau slogan hingga menyampaikan sebuah pantun. Selain sederhana dan mudah dibuat secara spontan, memilih pantun untuk meningkatkan kesan pendengar tentu tepat untuk dilakukan.

Dengan menggunakan kata-kata menyentuh pada isi pantun dapat meningkatkan kesan bagi yang mendengarnya.

pantun penutup pidato

Berikut contoh pantun penutup dengan kata-kata menyentuh untuk menutup suatu pidato. 15+ Contoh Pantun Untuk Guru yang telah Berjasa dan Sangat Berkesan Contoh 1 • Hati Susanti sedang resah • Karena memilih makanan • Bukan hati ingin berpisah • Tapi pantun penutup pidato yang memutuskan Contoh 2 • Dari Bandung sampai Medan • Takut hati bertemu setan • Jika ada pertemuan • Maka ada perpisahan Contoh 3 • Jangan pegang mawar berduri • Pegang saja tangan ukhti • Saya pamit undur diri • Tanam rindu dalam hati 8.

Pantun Penutup Pidato Kilat Pantun karmina atau yang juga disebut sebagai pantun kilat merupakan jenis pantun dua seuntai dimana hanya terdiri dari dua baris dalam satu baitnya. Biasanya pantun ini merupakan ucapan atau penggambaran secara langsung yang ditujukan bagi seseorang.

Karena hanya terdiri dari dua baris, pantun jenis ini dapat dibuat secara spontan sehingga cocok digunakan untuk menutup pidato. Meskipun hanya terdiri dari dua baris, pantun kilat tetap harus terdiri dari 8 sampai 12 suku kata dengan baris pertama sebagai sampiran dan baris terakhir sebagai isi.

Tentunya isi dari pantun kilat yang digunakan untuk menutup suatu pidato harus menimbulkan kesan bagi yang mendengarnya. Berikut contoh pantun kilat yang dapat digunakan untuk menutup suatu pidato” Contoh 1 • Itu ada pagar berduri • Waktunya pamit undur diri • Contoh 2 • Adi beli kura-kura • Selamat tinggal sayonara Contoh 3 • Pulau Sumatera Pulau Bali • Semoga bisa bertemu kembali • Contoh 4 • Bunga mawar bunga melati • Pidato pantun penutup pidato jangan jatuh hati Contoh 5 • Rumah kotor jadi bersih • Selamat tinggal terima kasih Baca Juga: Pantun Adat 9.

Pantun Penutup Pidato Tentang Kesehatan Karena tujuan dari pidato adalah untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran, maka pidato harus disampaikan secara jelas baik pengucapan maupun pelafalannya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi sehingga tercipta suasana yang kondusif.

Untuk menciptakan suasana yang kondusif mulai dari awal hingga akhir acara maka diperlukan suatu usaha lain seperti menyampaikan sebuah pantun. Pantun dapat disampaikan ketika menutup pidato untuk menimbulkan kesan yang baik bagi pendengarnya. Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato tentang kesehatan: Contoh 1 • Baginda Ratu dan Raja • Mendambakan putra tampan • Pulang main pulang kerja • Jangan lupa cuci tangan Contoh 2 • Jalan-jalan bersama teman • Pergi jalan ke dataran rendah • Jangan jajan sembarangan • Bawa bekal dari rumah Contoh 3 • Punya perasaan yang dipendam • Pada seorang bernama Angga • Kerja dari pagi sampai malam • Tetap jangan lupa olahraga 10.

Pantun Penutup Pidato Berima a-a-a-a Menurut rimanya, terdapat 2 jenis pantun salah satunya pantun dengan pola rima a-a-a-a. Dalam pantun jenis ini, tiap kata akhir dari baris pantun memiliki akhiran huruf yang sama.

Biasanya dalam satu bait pantun jenis ini terdapat sampiran dan isi yang terletak pada dua baris awal dan dua baris akhir pantun. Karena terasa lebih sulit dibuat, pantun dengan pola rima berikut jarang untuk digunakan. Namun demikian, menggunakan pantun jenis ini untuk menutup sebuah pidato tidak salah untuk dicoba. Berikut contoh pantun berima a-a-a-a untuk menutup suatu pidato: • Parut kelapa menjadi santan • Santan tidak boleh dimakan pantun penutup pidato Untuk waktu dan kesempatan • Terima kasih diucapkan Demikianlah beberapa contoh pantun penutup pidato singkat yang menarik.

Karena bertujuan untuk memberikan informasi kepada banyak orang, pidato harus disampaikan secara baik agar pesan dapat tersampaikan kepada pendengar. Agar lebih berkesan di akhir pidato dapat disisipkan sebuah pantun untuk menutup pidato yang telah disampaikan. Pantun yang dibuat tentunya harus sesuai dengan pidato yang disampaikan.

Kesesuaian pantun dengan pidato yang disampaikan akan memberikan kesan dan makna tersendiri bagi yang mendengarnya. Agar mudah dipahami oleh pendengar, pantun yang dibuat harus menggunakan gaya bahasa dan pemilihan kosa kata yang mudah dimengerti.

Pantun Penutup Pidato – Berbagai jenis karya sastra pada masa sekarang memang semakin berpotensi untuk dijadikan sebagai pelengkap terbaik dalam berbagai situasi yang ada. Misalnya pada masa sekarang ini, semakin mudah pula ditemukan beberapa pantun penutup pidato dengan pilihan sampiran ditambah isi yang bervariasi.

Pantun ini juga dianggap mampu memberikan hal-hal yang baru saat ini. Secara garis besar, jenis karya sastra seperti pantun ini memang memiliki popularitas yang semakin tinggi dan mudah disesuaikan dengan situasi.

Ditambah lagi, untuk membuat pantun yang sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki, setiap orang biasanya tidak memerlukan waktu yang begitu banyak. Bahkan ada yang bisa membuat pantun dalam beberapa menit saja. Jenis karya sastra pantun yang biasanya ditemukan saat ini memiliki keterkaitan erat dengan berbagai kepentingan, salah satunya ketika menyampaikan pidato. Apalagi mengingat bahwa pidato sejak awal memberikan kesan yang formal bahkan bisa dikatakan terkadang membosankan terutama menuju bagian yang terakhir.

Walaupun begitu, pantun ini tetap dimasukkan ke dalam rekomendasi penutup. Menjadikan pantun sebagai pengiring yang tepat dalam menyampaikan pidato ke banyak orang tentu saja tidak dapat dilakukan tanpa adanya persiapan.

Ditambah lagi, tidak semua orang yang menyampaikan pidato memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membuat pantun penutup pidato yang memang tepat. Sebelum memilih untuk mencoba pantun ini, silahkan simak uraian ini: Daftar Isi Artikel • Apa Itu Pidato? • Hubungan Antara Pantun dan Pidato • Mengapa Pantun Tepat untuk Menutup Pidato? • Kumpulan Pantun yang Cocok untuk Menutup Pidato • 1. Pantun Menutup Pidato yang Lucu • 2. Pantun Khusus Penutup Pidato yang Islami • 3. Pantun Menutup Pidato dengan Bahasa Inggris • 4.

Pantun untuk Penutup Pidato Pernikahan • 5. Pantun Menutup Pidato yang Tampak Bijaksana • 6. Pantun Penutup Pidato yang Unik • 7.

Pantun Penutup Pidato Bahasa Daerah • Penutup Apa Itu Pidato? Terdapat aspek yang tentu saja harus dipahami sejak awal terutama jika memang ingin mempertemukan antara pantun pantun penutup pidato pidato. Hal ini berkaitan dengan apa yang bisa dipahami dari pidato yang biasanya mudah untuk ditemukan di berbagai situasi yang ada.

Apalagi pidato ini bisa disaksikan secara langsung oleh khalayak umum. Secara sederhana pidato bisa dipahami sebagai sebuah proses pengungkapan pikiran dari seseorang ataupun perwakilan dari lembaga dengan tujuan yang berbeda-beda.

Misalnya, ada jenis pidato yang sejak awal dikhususkan untuk urusan kampanye dalam urusan politik dan ada juga yang bersifat nonformal. Selain itu, masih ada jenis pidato yang digunakan untuk menghibur. Baca Juga: Pantun Perkenalan Hubungan Antara Pantun dan Pidato Aspek yang berikutnya ini juga jangan sampai dilewatkan untuk diketahui pula sejak awal jika ingin menggunakan jenis pantun penutup pidato.

Hal ini dikarenakan sebenarnya sudah ada keterkaitan yang dimiliki oleh karya sastra pantun dengan pidato yang dianggap jauh lebih formal. Selain itu, proses pembuatan pidato juga berbeda dengan pembuatan pantun. Kemudian secara sederhana, hubungan yang dimiliki oleh pantun dan pidato sebenarnya tidak dapat dipahami dalam urusan sastra karena perbedaan sumbernya.

Berbeda dengan pantun yang bisa dianggap sebagai salah satu jenis karya sastra bersama dengan puisi, pidato berada di pihak pantun penutup pidato. Pidato tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu karya sastra. Sementara itu, untuk hubungan yang dimiliki baik oleh pidato maupun pantun bisa dilihat dari segi praktis ketika keduanya digunakan langsung.

Ketika pidato dan pantun dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, biasanya keduanya bisa bertemu untuk saling melengkapi kebutuhan satu sama lain. Tidak heran jika biasanya pantun dimasukkan ke dalam selipan pidato. Mengapa Pantun Tepat untuk Menutup Pidato? Berkaitan dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada juga informasi mengenai pantun penutup pidato yang jangan ketinggalan pula untuk dipahami.

Secara garis besar, pantun memang lebih sering dijadikan sebagai selipan ketika seseorang menyampaikan pidato jika dibandingkan dengan hal pantun penutup pidato sebaliknya. Apalagi pidato biasanya memang mendapatkan porsi yang jauh lebih banyak. Memilih untuk menggunakan pantun sebagai selipan sekaligus pelengkap dalam sebuah pidato tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan memerlukan persiapan pantun penutup pidato.

Proses persiapan ini biasanya berkaitan dengan dimana posisi dan waktu yang diberikan untuk pantun ketika diputuskan untuk dijadikan pengiring terbaik. Namun menjadikannya sebagai penutup pidato bisa dikatakan sebagai pilihan terbaik. Beberapa orang memandang pantun sebagai sesuatu yang bersifat menyegarkan terutama ketika diletakkan pada bagian akhir setelah selesai menyampaikan pidato masing-masing.

Hal ini dikarenakan apa yang disampaikan melalui pantun biasanya jauh lebih singkat daripada karya sastra yang lainnya jika nantinya digunakan. Pantun juga bisa menjangkau para generasi muda dengan lebih mudah. Kumpulan Pantun yang Cocok untuk Menutup Pidato Setelah memahami apa itu pidato dan seperti apa keterkaitan yang dimiliki dengan pantun, sebaiknya juga mengetahui beberapa informasi penting ini.

Kali ini, akan dijelaskan dan disajikan beberapa contoh pantun penutup pidato yang tepat dan terbaik yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ditambah lagi, kebutuhan akan jenis pantun ini semakin banyak sekarang.

Seiringan dengan berjalannya waktu dan banyaknya kebutuhan yang ada pada masa sekarang, semakin banyak pula yang mencari contoh pantun ini. Contoh pantun ini biasanya juga disajikan dalam berbagai bentuk sampiran dan isi yang menarik yang bisa disesuaikan dengan situasi masing-masing.

Jangan sampai ketinggalan, berikut ini contoh pantun penutup pidato: 1. Pantun Menutup Pidato yang Lucu Sedangkan untuk contoh pantun penutup pidato yang berikutnya ini lebih berkaitan dengan tujuan untuk membuat suasana masing-masing menjadi lebih asik.

Kali ini, jenis pantun yang akan diberikan dan bisa dijadikan sebagai contoh adalah pantun dengan kesan yang asik dan lucu. Beberapa contoh pantun berikut ini bisa dimasukkan pilihan yang tepat: Kalau ada hiasan Jangan sampai dilewatkan Kalau ada kesalahan Mohon langsung dimaafkan 2. Pantun Khusus Penutup Pidato yang Islami Untuk jenis pantun yang ketiga ini juga jangan sampai ketinggalan untuk diketahui terutama jika sedang menyampaikan pidato yang memang khusus.

Jenis pidato yang bersifat khusus ini berkaitan erat dengan situasi yang biasanya dilingkupi dengan penonton yang memang menganut agama Islam.

Jangan sampai dilewatkan begitu saja, simak beberapa contoh berikut ini: Buah apel buah mangga Makan kesukaan kita Sejahtera bagi Anda Salam selalu lindungi kita 3. Pantun Menutup Pidato dengan Bahasa Inggris Berikutnya ada juga contoh dari pantun penutup pidato yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya asalkan memang memiliki situasi yang sesuai.

Situasi yang dimaksud kali ini lebih berkaitan dengan jenis pendengar pidato yang memang berbicara dalam bahasa Inggris atau memahami bahasanya. Simak beberapa contoh pantun yang menarik untuk dicoba saat ini: Get up early for sports Exercising by riding a bicycle Greetings from me and support Thank you for listening presented article Baca Juga: Pantun Pernikahan 4.

Pantun untuk Penutup Pidato Pernikahan Untuk contoh pidato yang cocok sebagai pilihan terbaik dalam menutup pidato ini, setiap orang juga perlu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

pantun penutup pidato

Kali ini, ada beberapa contoh pidato yang lebih berfokus pada situasi yang berkaitan dengan acara pernikahan yang sedang digelar dan dirayakan. Ketahui beberapa contoh pidato berikut ini sebelum nantinya mencoba langsung: Ada akhirat ada dunia Semua ingin kebahagiaan Mari kita doakan semua Sejahtera untuk pernikahan 5.

Pantun Menutup Pidato yang Tampak Bijaksana Sementara itu di sisi lain, ada juga contoh pantun yang lainnya yang jangan sampai dilewatkan untuk dijadikan sebagai pilihan terbaik. Contoh pantun penutup pidato yang dibahas kali ini lebih menunjukkan kesan yang bijaksana demi mencapai audiens yang sesuai dengan harapan masing-masing. Berikut ini beberapa contoh pantun untuk menutup pidato dengan bijaksana: Ada cinta yang sepihak Ada kasih yang dibagi Terima kasih sudah menyimak Mari berjumpa lain kali 6.

Pantun Penutup Pidato yang Unik Sedangkan untuk beberapa contoh pidato yang berikut ini bisa dimanfaatkan jika memang ingin mencoba pantun yang unik dan jarang digunakan. Walaupun begitu, tetap tidak dapat dimungkiri terkadang ada beberapa orang yang menyampaikan pidato dengan menggunakan salah satu atau beberapa pantunnya. Jangan sampai ketinggalan dan dilewatkan, berikut ini pantun yang direkomendasikan: Warna biru warna merah Dipilih untuk beli celana Jangan sampai menyerah Mari selalu berusaha Baca Juga: Pantun Perpisahan 7.

Pantun Penutup Pidato Bahasa Daerah Selanjutnya yang terakhir ada juga jenis pantun pidato yang lainnya yang bisa dijadikan sebagai pilihan dengan menggunakan bantuan dari bahasa daerah. Misalnya ada jenis pantun yang sejak awal menggunakan berbagai kata dalam bahasa pantun penutup pidato seperti Jawa ataupun Sunda sesuai kebutuhan. Berikut beberapa pantun yang bisa dipilih untuk menutup acara pidato: Banyaklah kayu di dalam rimbo Ado nan ketek ado nan gadang Sekian dulu nan dari ambo Beko dilanjutkan dek nak nan di belakang Penutup Jenis pantun penutup pidato pada masa sekarang memang sudah semakin mudah untuk ditemukan sehingga setiap orang tidak perlu merasa khawatir lagi.

Apalagi mengingat beberapa orang memang memandang beberapa pantun ini sebagai potensi yang besar untuk dicoba dan mendapatkan perhatian yang lebih. Ditambah lagi, ada beberapa contoh yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Walaupun begitu di sisi lain, setiap orang yang memiliki waktu dan kebutuhan untuk menyampaikan pidato kepada khalayak umum bisa mencoba langsung.

Hal ini dikarenakan jenis pantun ini tidak hanya bisa memberikan keuntungan dalam mencairkan suasana yang ada jika ternyata cukup membosankan. Bahkan beberapa pantun juga bisa dicoba untuk menyampaikan pikiran lainnya. Karya sastra seperti pantun penutup pidato dapat memberikan banyak keuntungan yang tentu saja jangan sampai dilewatkan untuk dimanfaatkan langsung.

Pantun juga bisa dibuat dalam berbagai bentuk sampiran yang menarik ditambah dengan isi yang sesuai dengan kebutuhan untuk menarik pantun penutup pidato. Audiens juga sebaiknya mendengarkan pantun yang sesuai dengan keinginan bersama. Pantun Penutup Pidato • Tari Kipas Pakarena : Sejarah, Properti, Pola Lantai dan Makna Gerakan • Tari Kreasi : Sejarah, Properti, Pola Lantai dan Makna Gerakan • 50+ Pantun Cinta untuk Nembak Pacar : Pendek Gombal Romantis • 4+ Alat Musik Suling : Gambar, Sejarah dan Cara Memainkan • 23+ Pantun Gembira : Nasehat Riang Lucu Penuh Kesenangan Ikuti Artikel terbaru dari RomaDecade, masukkan alamat email disini !
Pantun penutup pidato – Ketika ada awal pasti ada akhirnya, ketika ada pembukaan pasti ada juga penutupan.

Nah kali ini pantun penutup pidato membuat artikel mengenai pantun penutup pidato.

pantun penutup pidato

Biar acara penutupan acara lebih menarik dan lucu, Anda bisa memberikan sebait pantun untuk audien agar tidak canggung dengan penutupan yaa gitu-gitu aja. Jadi ada tambahan pantun ini acara lebih baik, menarik bahkan lucu.

Berikut ini beberapa kumpulan pantun penutupan pidato yang keren dan juga pantun penutup pidato dijadi kan rekomendasi di acara Anda nantinya. Langsung aja, cekidiooottt….👇👇👇 • Baca Juga : Pantun Anak-anak Sekolah, Rantau, Pramuka dan Islami Daftar Isi • Pantun Penutup Pidato Assalamu’alaikum • Pantun Penutup Pidato yang Baik • Pantun Penutup Pidato Salam Lucu • Pantun Penutup Pidato Islami • Pantun Lucu Penutup Pidato Bahasa Jawa • Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda lucu • Pantun Penutup Pidato Bahasa Minang • Share this: • Related posts: Pantun Penutup Pidato Assalamu’alaikum Bintang bersinar di waktu malam Betapa indahnya masya Allah Terimalah salam mulia dalam Islam Assalamu alaikum waroh matullah Bunga mawar bunga melati Jangan lupa hirup baunya yah Ambil hikmah dari pidato ini Wabilahi taufikwalidayah Lihatlah ada mangga yang ranum Diberi sambal enak rasanya Kuucapkan Assalamualaikum Salam sejahtera bagi kita semua Hari sabtu berakhir pekan Jalan jalan bersama ayah bunda Assalamualaikum kuucapkan Semoga engkau berbahagia Jika haus segeralah minum Daripada nanti badanmu demam Saat kuucapkan assalamualaikum Mohon jawablah dengan waalaikumsalam Pak topik manjahit kopiah Kopiah dijahit beldu yang utuh Wabillahi taufik walhidayah Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh Pergi ke kampung jalannya terbelah Pohon jatuh awas menimpa Jika ada salah maafkan-lah Wassalamu alaikum dan sampai jumpa Jika terkenang bahagia masa silam hati rasanya campur aduk tiada terkira Assalamualaikum ucapan salam juga doa kepada sesama manusia Pantun Penutup Pidato yang Baik Jika ada jarum yang patah Kulit pohon jangan lekatkan Jika ada kata yang salah Kami mohon tuk dimaafkan Pak tani pergi ke sawah Pulang-pulang membawa ikan Jika tutur kata saya banyak yang salah Mohon kiranya untuk dimaafkan Bumbu penyedap kamijara Agar masakan enak rasanya Ingin rasanya terus bicara Sayang waktu pantun penutup pidato tak punya Bunga sedap di atas meja Anak dusun pasang pelita Andai terkhilaf tutur bicara Jari disusun maaf dipinta Jika ada jarum yang patah Jangan simpan di dalam peti Jika ada kata yang salah Jangan simpan di dalam hati Orang sabar banyak pahala Kalau malu mukanya merah Panjang lebar kami bicara Mohon maafkan jika tersalah Pantun Penutup Pidato Salam Lucu Jalan- jalan ke Kota Paris Tidak lupa membeli gamis Duhai adik-adiku yang manis Sampai jumpa hari minggu dan kamis Lautan luas menampung rindu Rindu beranjak menembus batas Jika salah bukan dari kalbu Sebatas bercanda tertawa lepas Daun nanas daun kemiri Dimasak bersama - sama sayuran Pidato ini saya akhiri Banyak salah mohon dimaafkan Jika ada tongkat patah Jangan simpan dalam almari Jika ada kata salah Jangan simpan dalam hati Jalan jalan ketaman mini Tidak lupa pergi ke bali Tutur saya cukup disini Ada pesan harap hubungi Kalau sudah tua jalannya dituntun Memakan kerupuk tinggal separo Saya tidak biasa berpantun Berpantun hanya saat pidato Kalau ada sumur di ladang Boleh saya numpang mandi Jika ceramah saya kurang panjang Silahkan mengundang saya lagi Negeri ini namanya Indonesia Pulau berjajar menyambung lautan Cukup sekian pidato saya Kalau kelebihan mohon dimaafkan Pantun Penutup Pidato Islami Awali dengan basmalah Akhiri dengan hamdalah Semoga ilmunya berkah Menjadi lentera di alam barzah Cantik rupa sudah biasa Kaya harta bukan apa- apa Siapa sangka waktu penghujung telah tiba Mari sama- sama kita berdoa Aku biru kamu merah Aku gunung kamu lembah Meski kita totally berbeda Tapi kita tetaplah saudara Mohon maaf atas segala kata Yang mungkin mengusik lautan jiwa Jangan pergi ke tanjung keramat Anak gadis jangan diangkat Bersama kita memohon rahmat Moga majlis mendapat berkat Kalau ada jarum yang patah Jangan disimpan dalam peti Kalau ada khilaf dan salah Jangan disimpan dalam hati Madah diungkap santun bicara Pantun dilantun mengusik hati Salah dan khilaf tutur bicara Mohon diampun seikhlas hati Mahal harganya si batu bacan Pantun penutup pidato dibeli dari Pesisir Selatan Salam penutup aku ucapkan Semoga semua dalam Lindungan-Nya Saat kita ulang tahun bertambahlah usia Semuanya nanti akan tinggal tilas Assalamualaikum adalah doa jawablah dengan hati yang ikhlas • Baca Juga : Pantun Bulan Ramadhan Memberi kobaran Semangat Puasa Pantun Lucu Penutup Pidato Bahasa Jawa Dodolan ketupat nang pasar Blora Menawi wonten lepat kulo nyuwun ngapura Mangan kupat nang pinggir segoro Yen ono lepat, kulo nyuwun ngapuro Tuku kecap ning gunung batur Gunung batur kerasa medeni Cekap semanten kula matur Nyuwun ngapura menawa ndukani Ali-ali mata telu muga-muga sesuk ketemu Ali-ali mata telu nyuwun ngapura yen kelentu Tuku santen dhateng peken Pekene peken bringharjo Kulo kinten cekap semanten Sedoyo lepat nyuwon pangapuro Cekap semanten atur kula ….

Kupat duduhe santen Sedaya lepat nyuwun pangapunten Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda lucu Lantera lampu lantera Di kumbah di beresihan Hampura atuh hampura Jorok oge da sisindiran Ka cikoneng ka pantun penutup pidato Meli salam jeng kangkung Eleuh eneng eleuh ujang Maca salam jiga nu embung Meli sereh jeng salam Diladenan ku ceu kuyu Nu repeh teu maca salam Didoakeun sing teu payu Kapar selam keur berlayar Neangan ucing di ciwineh Jalma maca salam pasti benghar Nu cicing pasti leweh Tokecang tokecang Melak salam jeung kangkung Si eneng si ujang Maca salam jiga nu embung Di samping disampingnamah Ngan teu di salempak Kakuping kakupingnamah Ngan hanjakal teu kompak Ka soreang rek meli bawang Di perjalan meli bolo bolo Kade eneng ujang teu maca salam Di doakeun jadi jomlo Meli bawang teun pak yana Meli hui teun pantun penutup pidato asep Tepang dei sadayana Sareng abdi anu kasep Beli bawang ke pasar Tak lupa beli susu kera Saya datang bukan cari pacar Tapi tuk bacakan susun acara Pantun Penutup Pidato Bahasa Minang Banyaklah kayu didalam rimbo Ado nan ketek ado nan gadang Sekian dulu nan dari ambo Beko dilanjutkan dek apak nan dibalakang Kain songket bakilek2 Dipakai pai baralek Bukan pidato ambo nan singkek Tapi kaki ko bana nan alah manggaretek Kabau ketek ditapi banda Tanduak nan alun tumbuah layi Ambo ketek baru baraja Tolong ditunjuak diajari Kalau ado jarum nan patah Usah disimpan dalam peti Kalau ado kato nan pantun penutup pidato Usah dilapor ka polisi Makan keripik ditepi sawah Keripiknya jangan sampai jatuh Wabillahi taufik walhidayah Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh • Baca Juga : Pantun Selamat Malam Untuk Suami Istri yang Romantis Itu lah beberapa kumpulan penutup acara apapun itu dan terutama pada acara pidato.

Semoga dengan adanya pantun ini dapat membantu dalam melaksanakan kelancaran dan kesuksesan acara Anda. Semoga dapat bermanfaat…. PALING POPULER • 3 Tempat Wisata di Kulon Progo yang Wajib Anda Kunjungi • 7 Tempat Wisata di Kaliurang Jogja Terbaru dan Paling Seru • Surabaya Tempo Dulu vs Sekarang, Mana Yang Kamu Pilih?

• 7 Tempat Wisata di Surabaya yang Menarik dan Populer • 13 Tempat Wisata Di Bandung yang Hits dan Wajib dikunjungi Malam jumat bermain catur Duduk di kursi kepala terbentur Mohon maaf segala tutur Pidato ini mungkin agak ngelantur Pidato adalah aktivitas wicara satu arah yang identik dengan kesan serius, dan terkadang membosankan.

Dalam berpidato, seorang orator harus pandai-pandai melihat situasi audiens. Dia harus tahu, kapan momen yang tepat dalam mengungkapkan hal-hal serius, dan memahami saat yang perlu dengan ekspresi humoris. Salah satu karya sastra yang bisa mencairkan suasana tegang dalam suasana pidato pantun penutup pidato dengan berpantun. Pantun bisa menjadi media yang terkesan ringan, namun penuh makna.

Apalagi jika kita bisa membuat pantun yang memang benar-benar tepat secara sampiran dan isinya. Dalam mengungkapkan sebuah larik pantun ketika tengah berpidato, biasanya sering disampaikan saat memulai pidato ataupun ketika akan menutup pidato. Nah, pada kesempatan ini Anda dapat membaca sederet pantun penutup pidato yang pantun penutup pidato rasa terima kasih, permakluman, atau harapan-harapan yang ingin dicapai.

3. Makan jajan berbahan ketan Ketan dibeli oleh Kristian Sampai jumpa di lain kesempatan Moga orasi ini mendapat perhatian. 4. Anak kecil bermain gambar Gambar kerbau yang bercelana Puluhan menit berdiri di mimbar Moga pidato saya memberi makna. 5. Masak kuah ditambahkan kecap Kecap mahal dari kota Papua Sepatah dua patah kata telah terucap Moga berguna buat hadirin semua.

6. Di kota Berlin banyak melati Melati putih buat seremoni Semua hadirin yang saya hormati Terima kasih telah mendengarkan pidato ini.

7. Bunga mawar bunga selasih Air manis sekarang hambar Cukup sekian terima kasih Jangan lupa selalu bersabar. 8. Biru laut seperti kolam Ikan paus pandai menyelam Dari lubuk hati yang paling dalam Saya tutup pidato dengan salam. (wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh) 9. Mentari senja telah tenggelam Hujan turun mulai terjatuh Ku tutup pidato dengan salam Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

10. Hantu dedemit pergi berlari Tidak terasa, tidak tersentuh Mohon pamit undur diri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 11. Umur kakek sudah menua Namun tetap mencari kekasih Moga bermanfaat untuk semua Saya undur, terima kasih. 12. Petik mangga dapat lima Cuci dulu supaya bersih Pidato saya tidaklah lama Cukup sekian terima kasih. 13. Untuk apa membuat tato Dosa besar bisa terkutuk Kalau saya sedang pidato Tolong tahanlah kalau ngantuk. 14. Sungguh gagah raja Malaya Dari Malaka ke negeri Campa Sampai di sini pidato saya Wassalamu alaikum pantun penutup pidato jumpa.

15. Burung Irian, cenderawasih Anak monyet sakit gigi Cukup sekian terima kasih Jangan lupa undang saya lagi. 16. Badan gemuk banyak lemak Kalau lebaran buat ketupat Terima kasih sudah menyimak Moga pidato ini bawa manfaat. 17. Indah bunga di tengah taman Duduk sendu makan ketan Sampai jumpa teman-teman Moga bertemu di lain kesempatan.

18. Kalau ada sumur di ladang, Bolehlah kita menyikat gigi Kalau ada umur yang panjang Bolehkah saya pidato lagi? 19. Bunga melati di pekarangan Tumbuh cepat segera besar Saya masih banyak kekurangan Maklum masih tahap belajar.

pantun penutup pidato

20. Batu pecah dibenturkan Rusak bunga di tengah taman Terima kasih kami haturkan Untuk semua teman-teman. 21. Tanam bunga tanam kubis Tumbuh subur berlapis-lapis Bukan pantun penutup pidato materi habis Tapi waktu sudah menipis.

22. Angin berhembus berkelana Hujan indah rintik-rintiknya Tidak ada yang sempurna Mohon saran dan kritiknya. 23. Jangan terlalu kejar dunia Hidup ini bersantai saja Jika ada yang mau bertanya Saya persilakan sekarang saja.

24. Buah kelapa buah pepaya Sudah matang langsung dimakan Cukup sekian dari saya Kalau bertanya, silakan. 25. Mangga harum namanya kueni Sayang sedang sakit gigi Pidato saya sampai di sini Besok-besok yuk sambung lagi. 26. Ketika tua sakit punggung Mama bertato cantik jelita Bukan maksud untuk menyinggung Saya pantun penutup pidato sampaikan fakta. 27. Untuk apa jadi bujang Hidup sepi tak bermuara Ingin hati pidato panjang Apa daya masih ada acara.

28. Ramai sungguh di hari raya Sangat segar air kelapa Salam undur dari saya Kapan-kapan moga berjumpa. 29. Hari panas sawah membelah Hutan rimba di Malaysia Maafkan kalau ada salah Namanya juga manusia. 30. Tidur nyenyak di atas ranjang Air mengalir di kolam ikan Pidato saya memang panjang Moga saja tetap menyenangkan. 31. Pulau Irian banyak cenderawasih Roti mengembang diberi ragi Cukup sekian terimakasih Moga nanti berjumpa lagi.

32. Bunga mekar di perbukitan Sawah luas di pedesaan Terimakasih untuk perhatian Mohon maaf untuk kesalahan. 33. Jalan-jalan ke kota Mekah Ingin sembahyang berlama-lama Semoga pidato ini membawa berkah Membawa rahmat untuk bersama.

pantun penutup pidato

34. Burung dara cenderawasih Cari dulu di Papua Cukup sekian terimakasih Moga bermanfaat untuk semua. 35. Kalau ladang banyak hama Tak perlu petani untuk berpindah Hati masih ingin bersama Tapi waktu habislah sudah.

36. Padi habis tinggal jerami Bakar dulu hingga bersih Rupanya pidatoku sampai di sini Cukup sekian terimakasih. 37. Pisau diasah buat bertani Bawa ke pantun penutup pidato naik pedati Selesai sudah pidato ini Semoga bisa memberi arti. 38. Zodiak kembar namanya Gemini Orangnya ramah suka cumi-cumi Pembicaraan berakhir sampai di sini Salah dan janggal mohon maklumi.

39. Mawar putih kelopaknya bersih Tumbuh merekah menentramkan hari Sudah cukup dan terima kasih Assalamualaikum, mohon undur diri. 40. Burung Irian cenderawasih Cukup sekian terimakasih. 41. Kayu papan bunga setanggi Kapan kapan kita sambung lagi. 42. Pisau arit memotong duri Mohon pamit, undur diri. 43. Ada burung memakan ikan Mati tertembak masuk peti Kurang lebihnya, mohon dimaafkan Agar rahmat Tuhan memberkati. 44. Duduk santai di waktu petang Taman indah airnya memancar Kepada hadirin yang telah datang Moga rezekinya makin lancar.

45. Kalau ada sumur di ladang Boleh kita menumpang mandi Kalau pidato saya kurang panjang Boleh Anda mengundang lagi. 46. Berbaris shalat namanya syaf Magrib tiba matahari terbenam Bila ada salah kumohon maaf Akhir kata kuucapkan salam.

(baca salam Anda) 47. Hari selasa belajar biologi Diajar guru yang sering gelisah Semoga kita bertemu lagi Salam penutup jadi pemisah. (baca salam Anda) 48. Mahal harganya si batu bacan Bacan dibeli hijau warnanya Salam penutup aku ucapkan Semoga semua dalam Lindungan-Nya.

49. Bubur soto meletup-letup Ambil banyak jangan dihukum Sebelum pidato ini ku tutup Kuucapkan Wassalamu’alaikum. 50. Bapak gubernur datang blusukan Bawa baju simpan di lemari Hanya itu yang bisa saya sampaikan Karena saya pun tlah lelah berdiri. 51. Sungguh enak buah srikaya Tapi jangan ditambah bluntas Cukup sekian dari saya Karena materinya sudah tuntas. 52. Minum obar biar tak kejang Subuh hari berangkat berlayar Kalo pidatoku kurang panjang Silakan undang lagi, tapi bayar.

53. Malam-malam terkena batuk Anak senang nonton teletabis Kulihat teman-teman sudah ngantuk Tenang saja, pidatonya sudah habis. 54. Bapak ke kota bawa bonsai Jalannya lambat karena ramai Orasi saya sudah selesai Moga suasana tetap damai. 55. Bertamasya ke penangkaran Anak macan diterkam induknya Jika ada yang ingin ditanyakan Silakan, sebelum saya lupa materinya. 56. Gadis remaja berambut poni Mungkin asalnya dari Bukit Tinggi Pidato saya cukup di sini Jika rindu harap hubungi lagi.

57. Jalan-jalan ketemu buaya Buaya menerkam cendrawasih Cukuplah sekian dari saya Saya haturkan terima kasih. 58. Mawar cantik ada di pekarangan Semerbak mewangi menghapus gusar Maafkan atas segala kekurangan Kritik saran silahkan asal jangan kasar-kasar. 59. Sakit demam sejak kemarin Jika lemas itu bahaya Terima kasih para hadirin Telah berkenan mendengarkan saya. 60. Sebentar lagi musim nikahan Yang jomblo janganlah gundah Terima kasih dan cukup sekian Wassalamualaikum, selesailah sudah.

61. Jalan-jalan ke Jati Asih Dari pagi hingga petang Kami sangat berterima pantun penutup pidato Bagi bapak ibu yang sudah datang. 62. Tubuh gendut kelebihan lemak Cegah tubuh agar tidak melipat-lipat Terima kasih sudah mau menyimak Moga orasi ini mengandung manfaat. 63. Ternak-ternak si ikan teri Teri diternak dalam kolam Karena telah sampai di penghujung materi Kuakhiri dengan salam.

(baca salam Anda) 64. Motor matic tak pakai baterai Panaskan mesinnya pantun penutup pidato kala pagi Berpisah bukannya bercerai Semoga salam mempertemukan lagi. (baca salam Anda) 65.

pantun penutup pidato

Publik figur mainkan adegan Pantun penutup pidato membuat film ironi Sebelum semua kita usaikan Jawablah salam penutup ini. (baca salam Anda) 66. Hari senin ke kota tua Naik kuda membawa pepaya Terima kasih hadirin semua Sudah berkenan mendengar saya.

67. Beli kain buat kebaya Kebaya merah hadiah pacar Cukup sekian pidato saya Moga acara berjalan lancar. 68. Nonton tinju sembilan ronde Tinju boxing di tengah malam Ketua panitia tlah memberi kode Pidato ini saya tutup dengan salam.

(ucapkan salam Anda) 69. Jalan ke lembah tidaklah rata Di ujung kali tumbuh melati Ku mohon maaf segala kata Pidato ini moga mengena di hati. 70. Katak melompat melihat kera Kerbau melongo masuk ke goa Mohon maaf bila salah bicara Kututup pidato dengan doa.

(baca doa)
3 menit Agar pidato milikmu lebih diingat para penonton, jangan lupa sisipkan pantun yang menarik di bagian penutup. Yuk, lihat beberapa contoh pantun penutup pidato yang lucu dan unik di sini! Pantun merupakan sebuah hal yang cocok digunakan untuk mencairkan suasana. Oleh karena itu, pantun cocok digunakan setelah kamu menyampaikan pidato atau ceramah yang berat agar para penonton menjadi lebih santai.

Yuk, simak beragam jenis contoh pantun penutup pidato atau ceramah yang bisa kamu gunakan di bawah ini! Contoh Pantun Penutup Pidato Berikut adalah contoh pantun penutup pidato yang bisa kamu gunakan: 1.

Padi habis tinggal jerami, Bakar dulu hingga bersih. Rupanya pidatoku sampai di sini, Sekian dan terima kasih. Semoga bisa memberi manfaat. 3. Pak Andi punya burung kenari, Burung dijemur hingga siang hari. Pembicaraan berakhir sampai sini, Salah dan janggal mohon maklumi. 4. Bayi merangkak di atas tanah, Merangkak hingga ke belakang rumah.

Semoga pidato ini menjadi berkah, Untuk lentera di alam barzah. 5. Pergi memancing ke sungai sula, Nila dipancing di hari senja. Salam undur diri dari saya, Untuk teman-teman semua.

6. Sapi disembelih berlumuran darah, Potong dagingnya di hari kurban. Mohon maaf atas segala salah, Juga khilaf mohon dimaafkan. 7. Burung dara cendrawasih, Cari dulu di Papua. Cukup sekian dan terima kasih, Moga bermanfaat untuk semua. 8. Jalan-jalan ke Singapura, Beli rambutan serta semangka.

Jangan malu untuk bertanya, Sebelum kita menutup acara. 9. Jalan-jalan ke kota Makkah, Ingin sembah yang berlama-lama. Semoga pidato ini membawa berkah, Membawa rahmat untuk bersama. 10. Ambil papan bawalah paku, Paku dipukul dengan tembaga. Maafkan salah kata-kataku, Namanya juga manusia biasa. Contoh Pantun Penutup Ceramah Simak beragam jenis pantun penutup ceramah yang bisa kamu gunakan ketika berdakwah di bawah ini!

11. Makkah sudah, Madinah sudah, Pulang ke kampung urusin empang. Ceramah sudah, makan sudah, Perut kenyang, pikiran lapang. 12. Mangga harum namanya kueni, Sayang sedang sakit gigi. Ceramah saya sampai di sini, Besok yuk ngaji lagi. 13. Orang tua harus dihormati, Jangan sesekali menjadi anak durhaka. Mohon maaf ceramah ini harus diakhiri, Mari angkat tangan berdoa bersama. 14. Kalau ada sumur di ladang, Bolehlah menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, Semoga bisa berjumpa lagi.

15. Jika ada mata air di ladang, Segarkan diri ayo mandi. Jika Tuhan memberkahi umur panjang, Izinkan diri berceramah lagi. Contoh Pantun Penutup Presentasi 16. Jangan terlalu kejar dunia, Hidup ini bersantai saja. Pantun penutup pidato ada yang mau bertanya, Saya persilakan sekarang juga.

17. Pisau menggores menjadi luka, Rasanya sakit amatlah pedih. Cukup sekian dari saya, Pantun penutup pidato haturkan terima kasih. 18. Penjahit benang membawa peti, Ibu Wahyuni menjahit kebaya. Saya pamit untuk undur diri, Terima kasih atas perhatiannya. 19. Jalan-jalan ke Taman Mini, Singgah sebentar membeli kuaci. Pidato saya sampai sini, Lain waktu kita sambung lagi.

20. Jari telunjuk untuk menunjuk, Cincin kawin di jari manis. Saya lihat teman-teman mengantuk, Tenang, pidatonya sudah habis. Contoh Pantun Penutup Dakwah 21. Tahanlah pondok dengan kayu, Untuk tempat makan berdua. Jangan pada bubar dahulu, Mari kita berdoa bersama. 22. Kalau sudah minum jamu, Akan sehat seluruh badan. Kalau sudah banyak ilmu, Jangan lupa diamalkan. 23. Duduk santai di waktu petang, Taman indah airnya memancar.

Kepada hadirin yang datang, Semoga rezekinya semakin lancar. Contoh Pantun untuk Sekolah 24. Sungguh enak makan buncis, Dipulam bulat si buah pete. Kututup pidato waktu habis, Bapak Kepala sudah mengode. 25. Bunga melati di pekarangan, Tumbuh cepat segera besar. Saya masih banyak kekurangan, Maklum masih tahap belajar. 26. Pergi ke pasar menjual durian, Pasar dibuka di hari Senin.

Sampai jumpa saya haturkan, Semoga bertemu di minggu depan. Contoh Pantun Pembuka Selain pantun penutup, kamu juga dapat memulai pidatomu menggunakan pantun pembuka pidato yang satu ini: 27. Anak gembala menggiring sapi, Sapi lelah mukanya pucat. Pada kesempatan yang berbahagia ini, Izinkan saya memberi amanat. 28. Gunung Kelud, Gunung Merapi, Sungguh indah Gunung Rinjani.

Sebelum kumulai pidato ini, Izinkan saya menyapa hadirin di sini. 29. Ambil tepung cetak adonan, Malam hari memakan roti. Ibu, bapak, dan teman sekalian, Izinkan aku memulai pidato ini. Contoh Pantun Penutup Pidato Lucu Berikut adalah contoh pantun penutup pidato yang lucu dan membuat banyak orang tertawa: 30.

Bawa pinangan ke penghulu, Hadiah dia sebungkus roti. Maaf jika saya malu-malu, Di depan ada pujaan hati. 31. Sungguh enak ikan tuna, Oleskan cabe jadi pedas. Cukup sekian dari saya, Karena materinya sudah kandas. 32. Tidur nyenyak di atas ranjang, Air mengalir di kolam ikan.

Pidato saya memang panjang, Tetapi menyenangkan. Contoh Pantun dengan Salam 33. Sungguh gagah raja Malaya, Dari Malaka ke Negeri Cempaka. Sampai di sini ceramah saya, Wasalamualaikum sampai jumpa.

34. Tebal bulunya si beruang kutub, Cairan es dia jadikan minum. Sebelum acara kita tutup, Saya ucapkan wasalamualaikum. 35. Sebentar lagi musim nikahan, Berbahagialah yang akan menikah. Terima kasih dan cukup sekian, Wasalamualaikum, selesai sudah. *** Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia. Kamu sedang mencari rumah di Depok? Bisa jadi Mazhoji adalah jawabannya! Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!
Pada artikel kali ini, saya akan merangkum beberapa Contoh pantun Penutup Pidato dan pembuka dalam berbagai tema, baik di sekolah, lucu, unik, menarik dan sebagainya. Contoh Pantun Penutup Pidato – Saat seseorang membawakan pidato di hadapan publik, baik itu dalam sebuah acara seperti hari besar maupun perayaan tertentu, di sekolah, hingga pidato kegiatan rutin mingguan seperti Muhadaroh, Kultum Jumat Pantun penutup pidato dan sebagainya, dia akan membawakan sebuah tema tertentu.

Tema pidato ataupun pembicaraan yang diangkat biasanya telah ditentukan terlebih dahulu oleh pihak penyelenggara, yang berhubungan dengan momen saat acara itu sendiri. Misalnya pada Pidato peringatan 17-an, maka tema yang dibawakan tentunya relevan dengan Hari Kemerdekaan. Tujuan Pidato sendiri adalah menyampaikan informasi secara satu arah, baik berupa nasehat, ajakan, pengaruh hingga memicu semangat para pendengar.

Nah, untuk menambah kesan unik, maka biasanya pembawa naskah akan menambahkan Pantun Penutup Pidato Lucu, edukasi, keagamaan dan sebagainya.

Namun, dalam implementasinya, pantun dalam mengakhiri pidato ini tidak semerta-merta bisa dibawakan dalam setiap acara, begitu juga dengan tema Pantunnya.

Sebut saja seperti Ceramah hari besar Idul Fitri, tentunya kurang sesuai jika menyertakan pantun dalam bagian penutup. Jadi, sebelum menggunakan Koleksi Pantun Penutup Lucu ini, pertimbangkan lagi tema dan momen saat itu, jika dirasa kurang cocok, maka tidak perlu disertakan.

Tapi jika cocok, boleh saja dipakai. Daftar Isi • Kumpulan Pantun Penutup Pidato di berbagai Tema • 1. Contoh Pantun Penutup Pidato di Sekolah • 2. Contoh Pantun Penutup Pidato Lucu • 3. Pantun Penutup Pidato dengan Salam • 5.

Contoh Pantun Pembuka Pidato (Bonus) • Kesimpulan • Penutup • Related posts: Kumpulan Pantun Penutup Pidato di berbagai Tema Sebenarnya, pantun penutup pidato pidato dengan sebuah Pantun bukanlah hal yang biasa, tapi telah berlangsung sejak lama.

Bahkan ketika saya SD dulu, saat membawakan sebuah pidato, saya seringkali menyudahinya dengan Pantun Penutup dalam Pidato yang saya sesuaikan dengan tema naskah. Sebelumnya, silakan baca dulu : Contoh Pidato Singkat dalam Berbagai Tema Bagi kamu yang sering membawakan ataupun hendak berpidato di depan kelas, sekolah, sebuah acara dan sebagainya, silakan disimak beberapa Contoh Pantun Penutup Pidato oleh Senipedia di bawah ini, yang dilansir dari Infastpedia.net : 1.

Contoh Pantun Penutup Pidato di Sekolah Sangat sayang rasanya, jika kamu sekolah selama 9 tahun, namun tidak menikmati bagaimana rasanya berdiri di depan teman-teman dan guru, sambil berbicara / berpidato.

Secara tidak langsung, kegiatan semacam ini akan jadi pengalaman berharga untuk kedepannya. Kenapa ? Karena lewat acara seperti ini, secara pribadi kamu akan lebih bercaya diri dan tidak gugup lagi, bila suatu hari diutus sebagai pembicara, baik ketika di perkuliahan, maupun lingkungan masyarakat. Oke silakan baca Kumpulan Pantun untuk Penutup Pidato di bawah ini : Anak Gembala pandai bersulap, Sulap dimainkan di tengah hari, Salam penutup tak terjawab, Kuulangi sekali lagi, Wassalamualaikum Wr.Wb.

Pisau diasah pagi-pagi, Bawa ke kebun untuk membabat, Berakhir sudah pidatoku ini, Semoga bisa memberi manfaat. Bunga bangkai si Rafflesia Arnoldi, Baunya sungguh busuk sekali, Pidato pendidikan sampai disini, Semoga kelak berjumpa lagi.

Pak Mamat punya burung Kenari, Burung dijemur hingga siang, Pembicaraan berakhir sampai disini, Salah dan janggal mohon maafkan. Bayi merangkak di atas tanah, Merangkak hingga ke belakang rumah, Semoga pidato ini jadi berkah, Untuk lentera di alam barzah. Karena godaan si tampan rupa, Maka terayu putri mahkota, Mohon maaf atas segala kata, Yang mungkin mengusik lautan jiwa.

Sapi disembelih berlumur darah, Potong dagingnya di hari Qurban, Mohon maaf segala salah, Juga khilaf mohon dimaafkan. Jalan-jalan ke Palangkaraya, Beli rambutan serta semangka, Jangan malu untuk bertanya, Sebelum kita menutup acara. Pisau menggores menjadi luka, Rasanya sakit amatlah pedih, Cukup sekian dari saya, Saya haturkan terima kasih.

Ambillah papan bawalah paku, Paku di pukul dengan tembaga, Maafkan salah kata-kataku, Namanya juga manusia biasa.

Pergi memancing ikan nila, Nila dipancing di hari senja, Salam undur pantun penutup pidato dari saya, Untuk teman-teman semuanya. Penjahit benang di dalam peti, Ibu Pantun penutup pidato menjahit kebaya, Saya pamit untuk undur diri, Terima kasih atas perhatiannya.

Kemumu di dalam semak, Lari terbang mendengar babat, Terima pantun penutup pidato telah menyimak, Semoga bisa memberi manfaat. Pergi ke pasar menjual rambutan, Pasar dibuka pagi senin, Sampai jumpa teman-teman, Semoga bertemu di kesempatan lain. Kalau ada sumur di ladang, Bolehlah menumpang mandi, Kalau ada umur yang panjang, Semoga bisa berjumpa lagi.

✓ Pantun Pembukaan 2. Contoh Pantun Penutup Pidato Lucu Untuk bagian Pantun Penutup Pidato yang Lucu ini, saya tidak sarankan ya, karena kesannya agak nyeleneh, apalagi jika pidato berlangsung dalam acara formal dan dihadiri banyak tamu-tamu terhormat, karena bisa-bisa bukan malah mengundang pantun penutup pidato, tapi cemoohan. Oke langsung saja simak di bawah ini : Pendidikan karakter penting sekali, Harus diajarkan setiap hari, Entah nanti tidak bersua lagi, Jangan malu untuk berselfi.

Bertengkar tak ada guna, Menang jadi abu kalah jadi arang, Jangan malu untuk bertanya, Saya tidak memakan orang. Putih-putih bunga melati, Harum mewangi di pagi hari, Pidato saya cukup disini, Jika rindu harap hubungi. Mandi lumpur rambut berdaki, Setalah kering berwarna putih, Jangan pandang menatap sekali, Saya sudah punya kekasih. Bawa pinangan ke penghulu, Hadiahkan dia sebungkus roti, Maaf jika aku malu-malu, Di depan ada pujaan hati.

Di China ada pendeta, Berpidato tak henti cakap, Semua sibuk entah mengapa, Sehingga salam penutup tak terjawab. Bertamasya ke penangkaran, Melihat tiga anak buaya, Jika ada yang ingin ditanyakan, Silakan, sebelum saya lupa materinya.

Jalan-jalan ke Taman Mini, Singgah sebentar membeli kuaci, Pidato saya sampai disini, Lain waktu kita sambung lagi. Sungguh enak sayur buncis, Dipulam bulat si buah pete, Kututup pidato waktu sudah habis, Bapak Kepala sudah mengode. Jari telunjuk untuk menunjuk, Cincin kawin di jari manis, Kulihat teman-teman sudah ngantuk, Tenang saja, pidatonya sudah habis.

Ke pulau seberang membawa barang, Subuh hari berangkat berlayar, Kalo pidatoku kurang panjang, Silakan undang lagi, tapi bayar. Burung elang si burung buas, Jinak-jinak burung merpati Kalau kawan-kawan belum puas, Besok bisa kita ulang lagi. Tahanlah pondok dengan kayu, Untuk tempat makan berdua, Jangan pada bubar dahulu, Mari kita berdo’a bersama.

Sungguh enak ikan tuna, Oleskan cabe menjadi pedas, Cukup sekian dari saya, Karna materinya sudah kandas. Pergi berburu ke dalam hutan, Bertemu rusa belang kaki, Hanya itu yang bisa saya sampaikan, Karena sayapun sudah lelah berdiri.

pantun penutup pidato

Baca juga : 100+ Pantun Perkenalan dan Selamat Datang 3. Pantun Penutup Pidato dengan Salam Tebal bulunya si beruang kutup, Cairan es ia jadikan minum, Sebelum acara kita tutup, Kuucapkan Wassalamu’alaikum (baca salam) Ternak-ternak si ikan teri, Teri diternak dalam kolam, Karena telah sampai di penghujung materi, Kuakhiri dengan salam (baca salam) Mahal harganya si batu bacan, Bacan dibeli dari Pesisir Selatan, Salam penutup aku ucapkan, Semoga semua dalam Lindungan-Nya (baca salam) Gudang penyimpan si benih padi, Padi dibawa ke tengah sawah, Semoga kita bertemu lagi, Salam penutup jadi pemisah (baca salam) Motor matic tak pakai rantai, Panaskan mesin di pagi hari, Berpisah bukannya bercerai, Semoga salam mempertemukan lagi (baca salam) Berbaris shalat namanya syaf, Magrib tiba matahari terbenam, Bila ada salah kuharapkan maaf, Akhir kata kuucapkan salam (baca salam) Subuh hari mencari nafkah, Pergi ke pasar dengan becak, Yang bertemu pasti berpisah, Salam terakhir hanya penjarak (baca salam) Publik figur mainkan adegan, Untuk membuat film baru, Sebelum semua kita usaikan, Jawablah salam terakhirku (baca salam) Kota Makkah di negeri Arab, Tempat orang naik haji, Salam pertama tak terjawab, Semoga tidak kuulangi lagi (baca salam) Hari minggu cuci sepatu, Sepatu dijemur di pagi hari, Sampai jumpa di lain waktu, Salam pembuka mempertemukan lagi (baca salam penutup) Baca juga : 61+ Pantun untuk Pacar yang Jauh 5.

Contoh Pantun Pembuka Pantun penutup pidato (Bonus) Dalam membawakan sebuah pidato, tidak hanya Contoh Pantun Penutup Pidato saja yang harus disertai, namun juga bisa menempatkannya pada awal permulaan. Di bawah ini, saya berikan bonus beberapa contohnya, silakan disimak : Pergi ke pasar membeli beras, Sampai ke rumah menanak nasi, Salam pembuka tak terbalas, Kuulangi sekali lagi.

Assalamualaikum Wr. Wb. Jalan-jalan ke Taman Mini, Pulangnya membeli Soto, Saya berada di mimbar ini, Untuk membawakan sebuah pidato. Anak gembala menggiring sapi, Pantun penutup pidato lelah mukanya pucat, Pada kesempatan berbahagia ini, Izinkan saya memberi amanat. Gunung Kelud si Gunung Merapi, Sungguh indah gunung Rinjani, Sebelum kumulai pidato ini, Izinkan saya menyapa hadirin sekalian. Berburu ke padang ilalang, Bertemu rusa hitam belangnya, Selagi waktu masih panjang, Saya akan sampaikan sepatah dua kata.

Cantik nian pulau sikuai, Pasirnya putih teramat indah, Sebelum materi aku mulai, Marilah serentak mengucap Basmallah. Burung indah burung merpati, Terbang melayang tidaklah tinggi, Senang rasanya hati ini, Bisa berdiri lagi di mimbar ini. Makan bubur jangan diaduk, Karena terasa begitu nikmat, Jangan loyo jangan mengantuk, Pagi-pagi harus semangat. Bibir pantai kena erosi, Hutan bakau tanamlah rapi, Semua hadirin yang saya hormati, Izinkan saya membawa materi.

Ambil tepung cetak adonan, Malam hari memakan roti, Ibu-bapak guru dan teman sekalian, Biarkan aku memulai pidato ini. Raja Ampat sangatlah indah, Berlibur kesana membawa istri, Salam pertama kurang meriah, Biar kuulang sekali lagi. Assalamualaikum Wr. Wb. Info Penting! Untuk mengetahui Furniture Jepara Terbaru, Yuk kunjungi Furniturejepara.my.id.

Kesimpulan Menyertakan pantun pada pembuka pantun penutup pidato penutup Pidato sebenarnya boleh dibawakan, boleh pula tidak. Semua tergantung si pembawanya saja. Sementara itu, mental dan kepercayaan diri juga sangat berpengaruh, karena orang yang telah terbiasa, tidak akan canggung dalam membawakan tambahan dalam pidato ini. Beda halnya jika kamu masih belum terbiasa dengan situasi berbicara di depan banyak orang, apalagi membawakan Contoh pantun penutup pidato.

Jangankan pantun, berpidato dengan membaca naskah saja masih gerogi. Namun seiring berjalannya waktu, semua akan terasa enteng dan ke-pede-an pantun penutup pidato meningkat. Baca juga : 183+ Kumpulan Pantun Terlengkap Semua Tema Penutup Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Contoh Pantun Penutup Pidato di Sekolah dan umum, yang lucu juga unik untuk kamu.

Semoha artikel ini bisa bermanfaat dan terima kasih telah menyimak. ( Ref) Pantun Penutup dalam Pidato Tulisan Terbaru • ANIME BTS - 50+ GAMBAR FUN ART BTS TAMPAK SEPERTI ASLINYA • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses

PANTUN PEMBUKA SALAM COCOK BUAT PIDATO DAN CERAMAH




2022 www.videocon.com