Pengertian perilaku adalah

pengertian perilaku adalah

Pengertian perilaku Perilaku merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada hakekatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia baik yang diamati maupun tidak dapat diamati oleh interaksi manusia dengan lingungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan.

Perilaku secara lebih rasional dapat diartikan sebagai respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subyek tersebut. Respon ini terbentuk dua macam yakni bentuk pasif dan bentuk aktif dimana bentuk pasif adalah respon internal yaitu yang terjadi dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat dilihat dari orang lain sedangkan bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu dapat diobservasi secara langsung (Triwibowo, 2015).

Baca Juga: Kosakata Nama-nama Alat Transportasi (kendaraan) dalam Bahasa Arab.- Kamus Arab • Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula. Robert Y. Kwick (1972) • menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan pengertian perilaku adalah perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari.

• Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar.

pengertian perilaku adalah

Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon. • Menurut HERI PURWANTO, perilaku adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecendrungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi.

• Menurut PETTY COCOPIO, perilaku adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, obyek atau issue. • Menurut CHIEF, BOGARDUS, LAPIERRE, MEAD dan GORDON ALLPORT, menurut kelompok pemikiran ini sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.

Dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecendrungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. • Menurut LOUIS THURSTONE, RENSIS LIKERT dan CHARLES OSGOOD, menurut mereka perilaku adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Berarti sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.

• Menurut ELTON MAYO Studi Hawthorne di Western Electric Company, Chicago pada tahun 1927-1932 merupakan awal munculnya studi perilaku dalam organisasi Mayo seorang psikolog bersama Fritz Roetthlisberger dari Harvard University memandu penelitian tentang rancang ulang pekerjaan, perubahan panjang hari kerja dan waktu kerja dalam seminggu, pengenalan waktu istirahat, dan rencana upah individu dibandingkan dengan upah kelompok.

• Menurut REWARD dan REINFORCEMENT, menurut pendapat mereka pengertian perilaku adalah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kondisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. • Menurut CHESTER BARNARD, Barnard dalam karyanya The Functions of The Executive menekankan agar organisasi dan individu dapat berhasil, organisasi atau individu tersebut harus mengembangkan kerja sama.

Barnard menekankan pentingnya pengakuan terhadap adanya organisasi formal, Barnard merupakan orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu system. • Menurut PARKER FOLLET, keduanya memfokuskan studinya pada hubungan antara atasan dan bawahan, Follet meletakkan kelompok diatas individu. Melalui kelompok kemampuan individu dapat dimaksimalkan, organisasi ditentukan oleh kerjasama atasan dengan bawahan dengan meningkatkan partisipasi, komunikasi, kooordinasi, dan pembagian wewenang.

• Menurut FREDERICK HERZBERG, sama halnya seperti Maslow, Herzbeg dalam studinya juga mengembangkan konsep-konsep motivasi yang mana merupakan penentu utama munculnya motivasi yaitu kondisi tempat pengertian perilaku adalah, upah kualitas pengawasan dan pengakuan, promosi dan peningkatan profesionalisme. Proses Tejadinya Pengertian perilaku adalah Penelitian Rogers mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakn: • Awareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu.

• Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus. • Evaluation (menimbang–nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya).Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. • Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru.

• Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus. Menurut Notoatmodjo apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetanhuan, kesadaran, dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng (long lasting).

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku • Faktor predisposisi Faktor predisposisi merupakan faktor positif yang mempermudah terwujudnya praktek, maka sering disebut sebagai faktor pemudah.

pengertian perilaku adalah

Adapun yang termasuk faktor predisposisi, yaitu : kepercayaan, keyakinan, pendidikan, motivasi, persepsi, pengetahuan. • Faktor pendukung Faktor pendukung pengertian perilaku adalah dalam lingkungan fisik, teredia atau tidaknya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan. Fasilitas ini pada hakikatnya mendukung atau memungkinkan terwujudnya perilaku, sehingga disebut faktor pendukung atau pemungkin. • Faktor pendorong Faktor pendorong terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya, yang merukapan kelompok referensi dari perilaku masyarakat.

Perilaku orang lebih banyak dipengaruhi oleh orang-orang penting (Triwibowo, 2015) Menurut Febriani (2013), faktor yang dapat mempengaruhi perilaku juga dari faktor internal yaitu kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yang dimaksud antara lain jenis kelamin menurut Hungu (2007), bahwa perbedaan biologis antara siswa perempuan dan siswa laki-laki, siswa perempuan lebih menggunakan perasaan sehingga berpengaruh terhadap keterampilan terutama dalam menyikat gigi, ras/keturunan, sifat fisik, kepribadian, dan bakat.

Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecapakan, pengetahuan dan keterampilan khusus Jenis-jenis perilaku Jenis-jenis perilaku individu menurut Okviana(2015): • Perilaku sadar, perilaku yang melalui pengertian perilaku adalah otak dan pusat susunan saraf, • Perilaku tak sadar, perilaku yang spontan atau instingtif, • Perilaku tampak dan tidak tampak, • Perilaku sederhana dan kompleks, • Perilaku kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor.

Bentuk-bentuk perilaku Menurut Notoatmodjo (2011), dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua. • Bentuk pasif /Perilaku tertutup (covert behavior) Respons seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respons atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan atau kesadaran dan sikap yang terjadi pada seseorang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.

• Perilaku terbuka (overt behavior) Respons terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktik, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat orang lain.

pengertian perilaku adalah

Proses Pembentukan Perilaku Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain : • Persepsi, Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya.

• Motivasi, Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku • Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan.

• Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu. Baca Juga: Curah Hujan Adalah Pengertian, Klasifikasi, Alat Ukur dan Pengaruh curah hujan terhadap lingkungan Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Perilaku Adalah : Menurut Para Ahli, Proses Tejadinya, Faktor-faktor yang mempengaruhi, Jenis-jenis, Bentuk-bentuk, dan Proses Pembentukan Perilaku.

Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Perilaku • pengertian perilaku pdf • pengertian perilaku wirausaha adalah • pengertian perilaku menurut para ahli • pengertian perilaku menurut notoatmodjo, 2014 • pengertian perilaku manusia terhadap lingkungan • pengertian perilaku adalah brainly • pengertian perilaku menurut kbbi • pengertian perilaku kerja 26.

Sebarkan ini: Dari segi biologis, perilaku merupakan suatu kegiatan atau aktivitas dari organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Pada dasarnya seluruh organisme (makhluk hidup) tersebut berperilaku. Sehingga yang dimaksud dari perilaku manusia ialah semua kegiatan atau aktivitas dari manusia, baik yang dapat diamati dengan secara langsung atau yang tidak bisa atau dapat diamati oleh pihak luar.

Bentuk Perilaku Menurut Skinner (dalam dewi, 2009), perilaku ini merupakan respon atau juga reaksi seseorang terhadap stimulus. Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus, maka perilaku tersebut dapat atau bisa dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Perilaku tertutup (covert behavior) Merupakan suatu respon seseorang terhadap stimulus di dalam bentuk terselubung atau juga tertutup (covert). Respon atau pun reaksi terhadap stimulus tersebut masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/kesadaran, serta juga sikap yang terjadi pada orang yang pengertian perilaku adalah stimulus tersebut, serta juga belum dapat pengertian perilaku adalah bisa diamati dengan secara jelas oleh orang lain.

b. Perilaku terbuka (overt behavior) ini Merupakan respon seseorang terhadap stimulus di dalam bentuk tindakan nyata atau juga terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas di dalam bentuk tindakan atau juga praktek, yang dapat atau bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Perilaku manusia tersebut sangatlah kompleks serta mempunyai atau memiliki bentangan yang sangat luas. Jenis Perilaku Bloom (dalam dewi, 2009) kemudian membagi perilaku manusia tersebut ke dalam tiga domain, diantaranya kognitif, afektif, serta psikomotor.

Di dalam perkembangannya, teori Bloom tersebut kemudian dimodifikasi untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan, yakni: 1) Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan ini merupakan hasil dari pengertian perilaku adalah, serta ini terjadi setelah orang tersebut melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, Pengetahuan tersebut sangat penting di dalam membentuk tindakan seseorang.

a) Proses adopsi perilaku Dengan berdasarkan pengalaman serta juga penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasarkan oleh karna pengetahuan akan lebih langgeng daripada yang tidak pengertian perilaku adalah suatu pengetahuan.

Penelitian Rogers pada tahun 1974 yang dikutip oleh Notoatmodjo kemudian menyatakan bahwa sebelum seseorang tersebut mengadopsi sebuah perilaku baru, di dalam diri orang tersebut sudah terjadi proses sebagai berikut: • Awareness (kesadaran), merupakan orang tersebut menyadari di dalam arti mengetahui stimulus tersebut terlebih dahulu • Interest, merupakan orang mulai tertarik pada stimulus • Evaluation ini merupakan menimbang-nimbang baik serta tidaknya stimulus itu untuk dirinya • Adoption ini pengertian perilaku adalah sebuah subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, serta sikapnya terhadap stimulus.

Namun demikian dengan berdasarkan penelitian selanjutnya, Rogers pengertian perilaku adalah menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tersebut tidak selalu dengan melalui proses-proses di atas. b) Tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif Pengetahuan yang tercakup di domain kognitif tersebut mempunyai enam tingkatan: • Tahu (know) Tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling bawah atau rendah.Tahu sendiri pengertian perilaku adalah sebagai mengingat suatu materi yang telah atau sudah dipelajari sebelumnya.Termasuk itu ke dalam pengetahuan tingkat ini yakni mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari semua bahan yang dipelajari atau juga rangsang yang diterima.

• Memahami (comprehension) ini diartikan yakani sebagai suatu kemampuan di dalam menjelaskan dengan secara benar megnenai objek yang diketahui, serta bisa atau dapat menginterpretasikan materi tersebut dengan sangat benar.Orang yang telah pengertian perilaku adalah sudah paham terhadap objek atau materi tersebut bisa atau dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, serta juga meramalkan terhadap objek yang dipelajari.

• Aplikasi (aplication) ini diartikan yakni sebagai kemampuan untuk dapat mengunakan materi yang telah atau sudah dipelajari pada situasi atau juga kondisi sebenarnya. Aplikasi ini bisa atau dapat diartikan yakni sebagai pengunaan rumus, hukummetode, serta juga prinsip di dalam konteks atau juga situasi yang lain.

• Analisis (analysis) ini ialah suatu kemampuan di dalam menjabarkan sebuah materi atau pun juga suatu objek itu ke dalam komponen, tetapi masih di dalam 1terstruktur organisasi serta juga masih ada hubungannya antara satu sama lain. • Sintesis (syntesis) ini ialah mengarah pada suatu kemampuan untuk bisa atau dapat meletakkan atau pun juga menghubungkan bagian di dalam sebuah bentuk keseluruhan yang baru.

Artinay sintesis ini merupakan suatu kemampuan di dalam menyusun formulasi yang baru dengan berdasarkan formulasi-formulasi yang sudah ada. • Evaluasi (evaluation) ini berkaitan atau berhubungan dengan kemampuan melakukan justifikasi atau juga penilaian terhadap suatu objek atau materi.Penelitian tersebut didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau juga menggunakan kriteriakriteria yang telah atau sudah ada.Pengukuran pengetahuan tersebut bisa atau dapat dilakukan dengan wawancara atau juga angket yang menanyakan mengenai isi materi yang ingin diukur dari responden.

2. Bentuk Perilaku Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus tersebut, maka perilaku ini bisa atau dapat dibedakan menjadi dua diantaranya : Perilaku tertutup ini merupakan sebuah respon seseorang terhadap stimulus di dalam bentuk terselubung ata jugau tertutup (covert).

Respon atau pun juga reaksi terhadap stimulus tersebut masih terbatas di adanya persepsi, perhatian,pengetahuan / kesadaran, serta juga sikap yang terjadi belumbisa diamati dengan secara jelas oleh orang lain.

Perilaku terbuka ini merupakan suatu respon seseorang terhadap stimulus di dalam bentuk tindakan nyata atau juga terbuka. Respon terhadap terhadap stimulus ini sudah jelas di dalam bentuk tindakan atau juga praktek (practice). 3. Domain Perilaku Diatas telah atau sudah dituliskan bahwa perilaku tersebut merupakan bentuk respon dari stimulus (rangsangan dari luar). Hal tersebut berarti walaupun bentuk stimulusnya itu sama namun bentuk respon tersebut akan berbeda dari setiap orang.

Menurut Notoatmodjo faktor-faktor yang membedakan suatu respon terhadap stimulus itu disebut dengan determinan perilaku. Determinan perilaku tersebut bisa atau dapat dibedakan menjadi dua diantaranya : • Faktor internal merupakan suatu karakteristik orang pengertian perilaku adalah bersangkutan yang memiliki sifat given atau bawaan misalnya seperti tingkat emosional, tingkat kecerdasan,jenis kelamin, serta sebagainya.

• Faktor eksternal ini merupakan lingkungan, baik itu lingkungan politik, fisik, ekonomi,serta sebagainya. Faktor lingkungan tersebut kemudian sering menjadi factor yang dominanyang kemudian mewarnai perilaku seseorang. 4. Proses Tejadinya Perilaku Penelitian Rogers kemudian mengungkapkan bahwa sebelum orang tersebut mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), didalam diri orang tersebut kemudian terjadi proses yang berurutan, yakni: • Awareness (kesadaran), ini merupakan orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) tersebutterlebih dahulu.

• Interest, ini merupakan orang mulai tertarik kepada stimulus. • Evaluation (menimbang–nimbang baik serta tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya).Hal tersebut berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. • Trial, pengertian perilaku adalah telah pengertian perilaku adalah sudah mulai mencoba perilaku baru. • Adoption, subjek telah atau sudah berperilaku baru sesuai dengan kesadaran, pengetahuan,serta sikapnya terhadap stimulus.

Menurut Notoatmodjo apabila penerimaan ada perilaku baru atau pun adopsi perilaku itu dengan melalui proses seperti ini didasari oleh karna pengtahuan, kesadaran, serta juga sikap yang positif maka perilaku itu akan menjadi suatu kebiasaan atau sifatnya itu langgeng (long lasting).

Faktor Personal Yang Mempengaruhi Perilaku Manusia Faktor personal ini seringkali dipengaruhi oleh karna motif sosiogenis, atau sering juga disebut dengan motif sekunder yakni sebagai lawan dari motif primer (motif biologis). Dengan secara singkat motif-motif sosiogenis di atas bisa atua dapat dijelaskan sebagai berikut (Jalaluddin, 2007) : Motif ingin tahu Ini merupakan kecendrungan tiap orang untuk dapat berusaha memahami serta memperoleh arti dari dunianya.

Motif kompetisi Setiap orang kemudian ingn membuktikan bahwa ia mampu untuk mengatasi persoalan kehidupan apa pun. Motif cinta Segala macam penelitian membuktikan bahwa kebutuhan akan adanya kasih sayang yang tidak terpenuhi maka kemudian akan menimbulkan perilaku manusia yang kurang baik.

Motif harga diri dan kebutuhan mencari identitas Erat kaitannya yakni dengan kebutuhan untuk dapat memperlihatkan kemampuan serta juga memperoleh kasih sayang, ialah kebutuhan untuk dapat menunjukkan eksistensi di dunia. Kebutuhan akan nilai, kedambaan, serta makna kehidupan Di dalam menghadapi kehidupan, manusia itu membutuhkan nilai-nilai untuk dapat menuntunnya pengertian perilaku adalah dalam mengambil keputusan atau juga memberkan makna pada kehidupannya.

Termasuk ke dalam ini ialah motif keagamaan. Kebutuhan akan pemenuhan diri Kebutuhan ini akan pemenuhan diri tersebut dilakukan dengan melalui berbagai bentuk : Mengembangkan serta menggunakan potensi kita dengan cara yang kreatif konstruktif, misalnya seperti dengan seni pengertian perilaku adalah, musik, sains, atau pun juga hal-hal yang mendorong ungkapan diri yang kreatif. Memperkaya kualitas kehidupan yakni dengan memperluas rentangan serta kualitas pengalaman dan juga pemuasan, misalnya ialah dengan darmawisata.

Membentuk hubungan yang hangan serta juga berarti dengan orang-orang sekitar. Berusaha “memanusia”, untuk menjadi persona yang kita dambakan.

Motivasi seseorang juga akan mampu ikut menentukan sebuah pesan diterima atau pun tidak. Hal tersebut juga berarti, motivasi untuk mencari hiburan contohnya akan menjadi dalih untuk dapat menikmati media massa (Nurudin, 2007: 232).

Faktor Situasional Yang Mempengaruhi Perilaku Manusia Sedangkan untuk faktor situasional yang mempengaruhi manusia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya (Jalaluddin, 2007) : Faktor Ekologis Kaum determinisme lingkungan sering kemudian menyatakan bahwa keadaan alam itu mempengaruhi gaya hidup serta perilaku.

Faktor Temporal Satu pesan komunikasi yang kemudian disampaikan di pagi hari, itu akan berbeda maknanya bila disampaikan ditengah malam. Jadi, yang mempengaruhi manusia itu bukan saja di ana merekaitu berada tetapi juga bilamana mereka berada. Suasana Perilaku (Behaviour Settings) Pada tiap suasana terdapat pola hubungan yang kemudian mengatur perilaku orang-orang di dalamnya.

Teknologi Revolusi teknologi kemudian sering disusul dengan revolusi di dalam perilaku sosial. Di dalam ilmu komunikasi, Mrshall McLuhan (1964) kemudian menunjukkan bahwa bentuk teknologi komunikasi tersebut lebih penting daripada isi media komunikasi.

Faktor-faktor Sosial Sistem peranan yang ditetapkan di dalam suatu masyarakat, struktur kelompok serta juga organisasi, karakteristik populasi, merupakan faktor sosial yang kemudian menata perilaku manusia.

Lingkungan psikososial Persepsi mengenai sejauh mana lingkungan tersebut memuaskan atau juga mengecewakan kita, akan mempengaruhi perilaku kita di dalam lingkungan itu.

Stimuli yang mendorong serta juga memperteguh perilaku Situasi yang permisif memungkinkan orang tersebut melakukan banyak hal tanpa harus kemudian merasa malu. Sebaliknya, situasi restriktif menghabat orang untuk kemudian berperilaku sekehendak hatinya. Contoh Perilaku Dibawah ini merupakan contoh perilaku diantaranya : Contoh perilaku manusia sebagai mahkluk sosial: • Bergotong-royong untuk membersihkan desa.

• Mengunjungi orang sakit • Norma agama atau religi iaalah norma yang sumber nya dari Tuhan. • Norma Kesusilaan ini merupakan suatu norma yang sumber nya dari hati nurani manusia yang berperilaku kebaikan serta kejahatan. • Norma kesopanan yaitu aturan-aturan yang sumber itu berasal dari masyarakat atau juga dari pengertian perilaku adalah masyarakat. • Norma Hukum ini merupakan norma yang dibuat masyarakat dengan secara resmi yang dapat atau bisa diberlakukan secara paksa.

Contoh perilaku Manusia Sebagai Mahluk Individu : • Berusaha untuk dapat memenuhi hak-hak dasar yakni sebagai manusia • Memenuhi kebutuhan serta kepentingan diri demi kesejahteraan hidup. • Menjaga dan juga Mempertahankan harkat serta martabatnya. Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Perilaku, Bentuk, Jenis, Faktor dan Contohnya, semoga apa yang diuraiakan dapat bermanfaat untuk anda.

Terima kasih Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Perkuliahan Ditag 2003, adil adalah, akhlakul karimah pdf, akhlakul mazmumah, bukan contoh sikap baik, contoh akhlak tercela, contoh akhlakul karimah, contoh akhlakul karimah di sekolah, contoh kasus pelanggaran hukum di masyarakat, contoh perilaku, contoh perilaku adil di sekolah, contoh perilaku buruk, contoh perilaku di lingkungan sekolah, contoh perilaku jujur, contoh perilaku manusia, contoh perilaku terbuka dan tertutup, contoh perilaku tidak adil, contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan di lingkungan masyarakat, contoh sikap adil di sekolah, contoh sikap adil terhadap ayah, contoh sikap dan perilaku, contoh sikap tidak baik, definisi konsumen menurut pengertian perilaku adalah ahli, faktor penghambat adil, faktor yang mempengaruhi perilaku, faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, fungsi penting hukum, hubungan sikap dan perilaku, identifikasikan contoh perilaku yang sesuai dengan hukum, jelaskan mengenai kata nyata dalam hukum, jurnal perilaku, jurnal perilaku manusia pdf, macam macam perilaku, macam macam sanksi, makalah perilaku, manfaat kesadaran hukum, notoatmodjo, notoatmodjo 2007, oktaviana 2015 perilaku, pengertian organisasi, pengertian perilaku menurut kbbi, pengertian perilaku menurut notoatmodjo, pengertian perilaku menurut notoatmodjo 2012, pengertian perilaku menurut para ahli, pengertian perilaku menurut para ahli pdf, pengertian perilaku organisasi, pengertian perilaku pdf, pengertian sikap, perilaku adalah, perilaku kesehatan adalah, perilaku remaja, proses pembentukan perilaku, proses perubahan perilaku, sebutkan 5 sikap yang sesuai dengan hukum, strategi membangun akhlakul karimah, tingkah laku adalah Pos-pos Terbaru • √ Pengertian Gulma, Jenis, Contoh dan Cara Pengendaliannya • √ Pengertian Gunung, Jenis, Manfaat dan 320 Contohnya • √ Pengertian Otot Polos • √ Pengertian Gen, Fungsi, Struktur, Perbedaan dan Sifatnya • √ Pengertian Ius Soli & Ius Sanguinis, Perbedaan, Dampak dan Contoh • √ Pengertian Hormon • √ Pengertian Gas Alam, Komposisi, Jenis, Manfaat dan Sifatnya • √ Pengertian Empiris • Pengertian Resume Adalah – Contoh Resume Buku, Cara Membuat • √ Pengertian Delegasi, Unsur, Tujuan, Manfaat dan Jenisnya • √ Pengertian Cagar Alam, Karakteristik, Tujuan, Manfaat, fungsi dan Contohnya • √ Pengertian Keluarga, Fungsi, Jenis, Ciri, dan Tugasnya • √ Pengertian Administrasi Perkantoran, Fungsi, Tujuan & Ruang Lingkup • √ Bank Sentral : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Tugas Wewenang dan Fungsinya • √ Pengertian Globasasi, Bidang, Tujuan, dan Dampaknya • Daur Air • Teks Eksplanasi • Fungsi Dan Ciri Alveolus • Pengertian Data • Teks Deskripsi • Enzim • Indikator Asam Basa • Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Cara Penyusun, Struktur • Vektor: Pengertian, Gambar, Notasi, Jenis, Sifat dan Nilai atau Besarnya • Pengertian Dan Contoh Agresi • Perpindahan Kalor • Pengertian Suku • Simposium • Karakteristik Hikayat • Teks Prosedur • Struktur Dan Unsur Intrinsik Novel • Pengertian Negosiasi • Prakarya • Drama • Frasa • Pengertian Produksi • Reboisasi Adalah • Diksi • Rangkuman Dan Ringkasan • Kinemaster Pro • Alight Motion Pro
Perilaku berasal dari kata “peri” dan “laku”.

Peri berarti cara berbuat kelakuan perbuatan, dan laku berarti perbuatan, kelakuan, cara menjalankan. Belajar dapat didefinisikan sebagai satu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Skinner membedakan perilaku menjadi dua, yakni : • perilaku yang alami (innate behaviour), pengertian perilaku adalah perilaku yang dibawa sejak organisme dilahirkan yang berupa refleks-refleks dan insting-insting.

• perilaku operan (operant behaviour) yaitu perilaku yang dibentuk melalui proses belajar. Pada manusia, perilaku operan atau psikologis inilah yang dominan. Sebagian terbesar perilaku ini merupakan perilaku yang dibentuk, perilaku yang diperoleh, perilaku yang dikendalikan oleh pusat kesadaran atau otak (kognitif).

Timbulnya perilaku (yang dapat diamati) merupakan resultan dari tiga daya pada diri seseorang, yakni : • daya seseorang yang cenderung untuk mengulangi pengalaman yang enak dan cenderung untuk menghindari pengalaman yang tidak enak (disebut conditioning dari Pavlov & Fragmatisme dari James); • daya rangsangan (stimulasi) terhadap seseorang yang ditanggapi, dikenal dengan “stimulus-respons theory” dari Skinner; • daya individual yang sudah ada dalam diri seseorang atau kemandirian (Gestalt Theory dari Kohler).

Perilaku adalah suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya. Dari batasan dapat diuraikan bahwa reaksi dapat diuraikan bermacam-macam bentuk, yang pada hakekatnya digolongkan menjadi 2, yaitu bentuk pasif (tanpa tindakan nyata atau konkret) dan dalam bentuk aktif dengan tindakan nyata atau (konkret) Perilaku adalah keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya.

Dalam pengertian umum perilaku adalah segala perbuatan tindakan yang dilakukan makhluk hidup. Perilaku adalah suatu aksi dan reaksi suatu organisme terhadap lingkungannya.

Hal ini berarti bahwa perilaku baru berwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan. Dengan demikian suatu rangsangan tentu akan menimbulkan perilaku tertentu pula Proses pembentukan dan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari diri individu itu sendiri, antara lain susunan syaraf pusat, persepsi, motivasi, emosi dan belajar.

Susunan syaraf pusat memegang peranan penting dalam perilaku manusia, karena perilaku merupakan perpindahan dari rangsangan yang masuk ke respon yang dihasilkan. Perpindahan ini dilakukan oleh susunan syaraf pusat dengan unit-unit dasarnya yang disebut neuron.

Neuron memindahkan energi dalam impuls-impuls syaraf. Perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat diketahui melalui persepsi. Persepsi ini adalah pengalaman yang dihasilkan melalui indra pendengaran, penciuman dan sebagainya. Para psikolog mengemukakan bahwa perilaku terbentuk dari adanya interaksi antara domain trikomponen sikap yakni interaktif antara komponen kognitif, afektif dan domain konatif. Namun masih terdapat kekeliruan yang menganggap komponen konatif salah satu komponen dalam trikomponent sikap sebagai perilaku (behaviour), sehingga perilaku dianggap sebagai salah satu komponen sikap (aptitude).

Para psikolog telah membedakan perilaku dan sikap sebagai dua gejala yang dapat berbeda satu sama lainnya. Lapiere ) telah meneliti dan menghasilkan poskulat variasi independent, intitemen yang dijelaskan dengan konsep adalah bahwa sikap dan perilaku merupakan dimensi dalam diri individu yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda.

Pemikiran ini didukung oleh Mueler yang berpendapat bahwa Komponen konatif dalam trikomponen sikap tidak disamakan dengan perilaku. Komponen konatif merupakan baru sebatas kecenderungan perilaku yang terkristalisasi dalam kata akan, mau dan hendak.

Sedangkan perilaku merupakan suatu bentuk tidakan nyata dari individu yang dapat diukur dengan panca indera langsung. Dengan demikian, Mueler menegaskan bahwa makna behaviour adalah perilaku aktual sedangkan makna konatif adalah trikomponen sikap sebagai “kecendrungan ”perilaku. Pemikiran ini menunjukkan bahwa komponen konatif dalam trikomponen sikap hanyalah salah satu penyebab pembentukan perilaku aktual.

Ada tiga asumsi yang saling berkaitan mengenai perilaku manusia. Pertama, perilaku itu disebabkan; Kedua, perilaku itu digerakan; Ketiga, perilaku itu ditujukan pada sasaran / tujuan”. Dalam hal ini berarti proses perubahan perilaku mempunyai kesamaan untuk setiap individu, yakni perilaku itu ada penyebabnya, dan terjadinya tidak dengan spontan, dan mengarah kepada suatu sasaran baik secara ekslusif maupun inklusif.

“Perilaku pada dasarnya berorientasi tujuan (goal oriented)”. Dengan perkataan lain, perilaku kita pada umumnya pengertian perilaku adalah oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu”. Senada dengan itu Ndraha, mendefinisikan perilaku sebagai : Operasionalisasi dan aktualisasi sikap seseorang atau suatu kelompok dalam atau terhadap sesuatu (situasi atau kondisi) lingkungan (masyarakat, alam, teknologi atau organisasi).

Pengaruh lingkungan dalam pembentukan perilaku adalah bentuk perilaku yang berdasarkan hak dan kewajiban, kebebasan dan tanggung jawab baik pribadi maupun kelompok masyarakat. Perilaku mendapat pengaruh yang kuat dari motif kepentingan yang disadari dari dalam faktor intrinsik dan kondisi lingkungan dari luar / faktor ekstrinsik atau exciting condition. Oleh karena itu perilaku terbentuk atas pengaruh pendirian, lingkungan eksternal, keperntingan yang disadari, kepentingan responsif, ikut-ikutan atau yang tidak disadari serta rekayasa dari luar.

Lebih lanjut Kwick (dalam Notoatmodjo, “perilaku adalah "tindakan atau perbuatan organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari” Motif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi atau penyebab timbulnya perilaku dalam hal ini Winardi mengemukakan bahwa motif-motif merupakan “mengapa“ dan “perilaku” mereka muncul dan mempertahankan aktifitas dan determinasi arah umum perilaku seorang individu. Pada intinya dapat dikatakan bahwa motif-mitif atau kebutuhan merupakan penyebab terjadinya tindakan-tindakan“.

Kekuatan motif merupakan alasan yang melandasi perilaku, kekuatan motif cenderung menyusut, apabila ia terpenuhi atau apabila terhalangi. Sebelum terbentuknya suatu pola perilaku, seseorang memiliki bentuk sikap dari suatu rangsangan yang datang dari luar dalam bentuk aktifitas, kemudian dari sikap tersebut terbentuklah perilaku (Baron). Sikap individu tersebut dalam bentuk pikiran dan perasaan yang tidak kasat mata (intangible) membentuk pola perilaku masyarakat sebagai perilaku yang pengertian perilaku adalah (tangible) perilaku yang tidak tampak (innert, covert behaviour) dan perilaku yang tampak (overt behaviour).

Sarwono menyebutkan aspek-aspek pikiran yang tidak kasat mata (covert behaviour intangible) dapat berupa pandangan, sikap, pendapat dan sebagainya. Bentuk kedua adalah perilaku yang tampak (overt behavior, tangiable) yang biasanya berupa aktifitas motoris seperti berpidato mendengar dan sebagainya.

A. Teori Medan (Field Theory) Teori dari Lewin ini mengadaptasi medan magnetik dan elektrik dalam konsep psikolgis. Asumsi dari teori ini adalah setiap orang mempunyai ruang hidup (life space) tertentu yang merupakan faktor-faktor nyata yang mempengaruhi perilaku individu. Faktor dalam ruang hidup seseorang terdiri atas unsur internal (person = p) dan unsur lingkungan (psychologycal environment = E).

Teori berasumsi bahwa perilaku individu dibentuk oleh kondisi dalam diri serta dukungan lingkungan, hal ini dapat disederhanakan dalam bentuk persamaan, P + E = L dan B = f (L), dimana B adalah perilaku (behaviour), dan L adalah ruang hidup (life space), maka B = f(P, E) B. Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) Teori dari Bandura (1977) didasari oleh pemikiran bahwa, perilaku adalah hasil interaksi timbal balik (reciprocal interaction) antara determinasi kognisi, perilaku lingkungan individu dan lingkungannya tidak saling independen.

Aktivitas individu menyebabkan timbulnya keadaan lingkungan tertentu, demikian juga sebaliknya. Pola hubungan timbal balik tersebut lebih dari sekedar adanya interaksi kondisi internal individu dengan lingkungan terhadap pembentukan perilaku seperti yang dikemukakan dalam pendekatan Lewin yang merumuskan B = f (P,E).

pengertian perilaku adalah

Hubungan timbal balik menunjukkan adanya analisis pada gejala psikologis dengan tingkatan yang lebih kompleks (Bandura). Model timbal balik berpusat pada self-system yang terdiri atas selfobservation-judgement-self responsive yang selanjutnya menciptakan kemungkinan self afficacy.

Kelebihan teori ini dari teori kepribadian adalah mempertimbangkan lebih jauh konteks sosial yang dihadapi. Salah satu dari teori pembelajaran adalah modifikasi perilaku yaitu usaha untuk memperbaiki perilaku individu dan kelompok ke arah yang lebih positif, konstruktif dan selaras dengan tujuan yang ingin dicapai.

Perilaku dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah Pemeliharaan berasal dari kata kerja “pelihara” yang berarti : • menjaga (membela, merawat, menyelenggarakan, dsb) baik-baik; misalnya kesehatan badan. • mengusahakan(mengolah,memiara,mendidik) baik-baik; misalnya tanam-tanaman. • menyelamatkan, melindungi, melepaskan atau meluputkan dari bahaya dsb.

Jadi pemeliharaan berati perbuatan memelihara, penjagaan, perawatan, penyelamatan dan penghindaran dari bahaya Demikian pengertian perilaku adalah kata kebersihan berasal dari kata keadaan bersih yang berarti tidak kotor, jernih, suci dan murni. Jadi kebersihan berarti keadaan bersih, kesucian hati. Kesehatan lingkungan di negara-negara yang sedang berkembang berkisar pada sanitasi (jamban), penyediaan air minum, perumahan, pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah (air kotor).

Poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka. 1976). Dahar, Ratna Wilis.

pengertian perilaku adalah

Teori – teori Belajar. (Jakarta. Erlangga. 1989) Bimo Walgito. Psikologi Sosial. (Yogyakarta : Andi Offset.1994) Notoatmodjo, Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. (Jakarta: Rineka Cipta 2007). Azwar, Saifuddi Sikap Manusia; Teori dan Pengukurannya. (Yogyakarta : Penerbit Fakultas Hukum UII. 1997) Azwar, Saifuddi. Sikap Manusia; Teori dan Pengukurannya. (Yogyakarta : Penerbit Fakultas Hukum UII1997) Mueller, J.D. Mengukur Sikap Sosial. Pegangan untuk Peneliti dan Praktisi.

Jakarta: Bumi Aksara. 1996) Fremon E. Kast dan James E. Rosenzweig, Organisasi Dan Manajemen, (Bumi Aksara. Jakarta. 1994). Baron. Performance management: key Strategies and practical guidelines. (Thomson-Shore Inc. United States.1997) Pengertian Perilaku. Secara umum, “ perilaku” dapat diartikan sebagai seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini.

Perilaku juga berarti hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Soekidjo Notoatmodjo, dalam “ Promosi Kesehatan Teori dan Perilaku”, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan perilaku adalah suatu respon atau reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.

Lebih lanjut, Soekidjo Notoatmodjo menyebutkan bahwa perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas dari mahluk hidup yang bersangkutan. Perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas, diantaranya : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, mengkonsumsi, membaca, menulis dan sebagainya.

Pengetahuan atau “ knowledge” merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yaitu : indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif memiliki enam tingkatan sebagai berikut : • tahu atau “ know”, yaitu mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Termasuk dalam pengetahuan ini adalah pengertian perilaku adalah kembali (recall) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau stimulus yang telah diterima. Oleh sebab itu “tahu” merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. • memahami atau “ comprehension”, yatu suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. • aplikasi atau “ application”, yaitu kemampuan pengertian perilaku adalah menggunakan materi yang telah dipelajaripada situasi atau kondisi sebenernya.

• analisis atau “ analysis”, yaitu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tesebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.

• sintesis atau “ syhthesis”, yaitu menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

pengertian perilaku adalah

• evaluasi atau “ evaluation”, yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Sikap atau “ attitude” merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap mempunyai tiga komponen pokok, sebagai berikut : • menerima atau “ receiving”, yaitu menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek). Misalnya sikap orang terhadap gizi, dapat dilihat dari kesediaan dan perhatian seseorang terhadap ceramahceramah.

• merespon atau “ responding”, yaitu memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan pengertian perilaku adalah tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Suatu usaha untuk menjawab suatu pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan berarti orang dapat menerima ide tersebut.

• menghargai atau “ evaluing”, yaitu mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkatan yang ketiga.

• bertanggung jawab atau “ responsible”, yaitu bertanggung jawab atas pengertian perilaku adalah sesuatu yang dipilihnya dengan segala risiko merupakan sikap yang paling tinggi.

• respon terpimpin atau “ guided respons”, yaitu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar • mekanisme atau “ mechanism”, yaitu apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan maka ia sudah mencapai tindakan tingkat ketiga. • adaptasi atua “ adaptational”, yaitu suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik.

Bentuk tertutup atau “ covert behavior” atau disebut juga dengan “ bentuk pasif” merupakan respons seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respons atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan atau kesadaran dan sikap yang terjadi pada seseorang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.
Pengertian Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan arti yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.

Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003).

Sedangkan dalam pengertian umum perilaku adalah segala perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh makhluk hidup. • Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula.

Robert Y. Kwick (1972) • menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari. • Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Pengertian perilaku adalah (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar.

Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” pengertian perilaku adalah Stimulus – Organisme – Respon. • Menurut HERI PURWANTO, perilaku adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecendrungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi.

• Menurut PETTY COCOPIO, perilaku adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, obyek atau issue. • Menurut CHIEF, BOGARDUS, LAPIERRE, MEAD dan GORDON ALLPORT, menurut kelompok pemikiran ini sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.

Dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecendrungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. • Menurut LOUIS Pengertian perilaku adalah, RENSIS LIKERT dan CHARLES OSGOOD, menurut mereka perilaku adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Berarti sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan pengertian perilaku adalah mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.

• Menurut ELTON MAYO Studi Hawthorne di Western Electric Company, Chicago pada tahun 1927-1932 merupakan awal munculnya studi perilaku dalam organisasi Mayo seorang psikolog bersama Fritz Roetthlisberger dari Harvard University memandu penelitian tentang rancang ulang pekerjaan, perubahan panjang hari kerja dan waktu kerja dalam seminggu, pengenalan waktu istirahat, dan rencana upah individu dibandingkan dengan upah kelompok.

• Menurut REWARD dan REINFORCEMENT, menurut pendapat mereka tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kondisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. • Menurut CHESTER BARNARD, Barnard dalam karyanya The Functions of The Executive menekankan agar organisasi dan individu dapat berhasil, organisasi atau individu tersebut harus mengembangkan kerja sama. Barnard menekankan pentingnya pengakuan terhadap adanya organisasi formal, Barnard merupakan orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu system.

• Menurut PARKER FOLLET, keduanya memfokuskan studinya pada hubungan antara atasan dan bawahan, Follet meletakkan kelompok diatas individu. Melalui kelompok kemampuan individu dapat dimaksimalkan, organisasi ditentukan oleh kerjasama atasan dengan bawahan dengan meningkatkan partisipasi, komunikasi, kooordinasi, dan pembagian wewenang.

• Menurut FREDERICK HERZBERG, sama halnya seperti Maslow, Herzbeg dalam studinya juga mengembangkan konsep-konsep motivasi yang mana merupakan penentu utama munculnya motivasi yaitu kondisi tempat kerja, upah kualitas pengawasan dan pengakuan, promosi dan peningkatan profesionalisme.

Bentuk perilaku dilihat dari sudut pandang respon terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu: • Perilaku tertutup, Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/kesadaran, dan sikap yang terjadi belum bisa diamati secara jelas oleh orang lain. • Perilaku terbuka, Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka.

Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice). Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain : • Persepsi, Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya. • Motivasi, Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku • Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan.

• Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu. Perilaku manusia terjadi melalui suatu proses yang berurutan. Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu: • Awareness (kesadaran), yaitu orang tersebut menyadari atau mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu.

• Interest (tertarik), yaitu orang mulai tertarik kepada stimulus. • Evaluation (menimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. • Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru • Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.
• Afrikaans • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bosanski • Català • Нохчийн • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Français • Pengertian perilaku adalah • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • Gungbe • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Ilokano • Íslenska • Italiano • 日本語 • ქართული • Qaraqalpaqsha • Адыгэбзэ • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kernowek • Кыргызча • Latina • Limburgs • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • ဘာသာ မန် • Bahasa Melayu • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Piemontèis • پنجابی • Português • Română • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Vahcuengh • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Perilaku adalah serangkaian tindakan yang dibuat oleh individu, organisme, sistem, atau entitas buatan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri atau lingkungannya, [1] yang mencakup sistem atau organisme lain di sekitarnya serta lingkungan fisik (mati).

Perilaku adalah respons yang dikomputasi dari sebuah sistem atau organisme terhadap berbagai rangsangan atau input, baik internal atau eksternal, sadar atau bawah sadar, terbuka atau rahasia, dan sukarela atau tidak sukarela. [2] Mengambil perspektif informatika perilaku, perilaku terdiri dari aktor, operasi, interaksi, dan sifat-sifat perilaku.

Perilaku dapat direpresentasikan sebagai vektor perilaku. [3] Artikel utama: Ekologi perilaku Meskipun ada beberapa ketidaksepakatan tentang bagaimana mendefinisikan perilaku secara tepat dalam konteks biologis, satu interpretasi umum berdasarkan meta-analisis literatur ilmiah menyatakan bahwa "perilaku adalah respon yang terkoordinasi secara internal (tindakan atau tidak bertindak) dari seluruh organisme hidup (individu atau kelompok) terhadap rangsangan internal dan/atau eksternal ".

[4] Definisi perilaku yang lebih luas, dapat diterapkan pada tumbuhan dan organisme lain, mirip dengan konsep plastisitas fenotipik. Perilaku dideskripsikan sebagai respons terhadap suatu peristiwa atau perubahan lingkungan selama masa hidup individu, berbeda dari perubahan fisiologis atau biokimia lainnya yang terjadi lebih cepat, dan tidak termasuk perubahan yang merupakan hasil perkembangan ( ontogeni). [5] [6] Perilaku dapat bersifat bawaan atau dipelajari dari lingkungan.

pengertian perilaku adalah

Perilaku dapat dianggap sebagai tindakan apa pun dari suatu organisme yang mengubah hubungannya dengan lingkungannya. Perilaku memberikan keluaran dari organisme ke lingkungan. [7] Perilaku manusia [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Perilaku manusia Perilaku manusia diyakini dipengaruhi oleh sistem endokrin dan sistem saraf. Paling umum diyakini bahwa kompleksitas dalam perilaku suatu organisme berkorelasi dengan kompleksitas sistem sarafnya.

Secara umum, organisme dengan sistem saraf pengertian perilaku adalah lebih kompleks memiliki kapasitas lebih besar untuk mempelajari respons baru dan dengan demikian menyesuaikan perilakunya. [8] Perilaku hewan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Etologi Etologi adalah studi ilmiah dan obyektif tentang perilaku hewan, biasanya dengan fokus pada perilaku dalam kondisi alami, dan melihat perilaku sebagai sifat adaptif evolusioner.

[9] Behaviourisme adalah istilah yang juga menggambarkan studi ilmiah dan obyektif tentang perilaku hewan, biasanya merujuk pada respons terukur terhadap rangsangan atau respons perilaku terlatih dalam konteks laboratorium, tanpa penekanan khusus pada adaptivitas evolusioner.

[10] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Hemakumara, Gpts; Rainis, Ruslan (2018). "Spatial Behaviour Modelling of Unauthorised Housing in Colombo, Sri Lanka".

Kemanusiaan the Asian Journal of Humanities. 25 (2): 91–107. doi: 10.21315/kajh2018.25.2.5. • ^ Elizabeth A. Minton, Lynn R. Khale (2014). Belief Systems, Religion, and Behavioral Economics. New York: Business Expert Press LLC. ISBN 978-1-60649-704-3. • ^ Cao, Longbing (2010). "In-depth Behavior Understanding and Use: the Behavior Informatics Approach". Information Science. 180 (17): 3067–3085.

doi: 10.1016/j.ins.2010.03.025. pengertian perilaku adalah ^ Levitis, Daniel; William Z. Lidicker, Jr; Glenn Pengertian perilaku adalah (June 2009). "Behavioural biologists do not agree on what constitutes behaviour" (PDF). Animal Behaviour.

78: 103–10. doi: 10.1016/j.anbehav.2009.03.018. PMC 2760923. • ^ Karban, R. (2008). Plant behaviour and communication. Ecology Letters 11 (7): 727–739, [1] Diarsipkan 4 October 2015 di Wayback Machine. • ^ Karban, R. (2015). Plant Behavior and Communication. In: Plant Sensing and Communication. Chicago and London: The University of Chicago Press, pp. 1-8, [2]. • ^ Dusenbery, David B. (2009).

Living at Micro Scale, p. 124. Harvard University Press, Cambridge, Massachusetts ISBN 978-0-674-03116-6. • ^ Gregory, Alan (2015). Book of Alan: A Universal Order. ISBN 978-1-5144-2053-9.

• ^ "Definition of ethology". Merriam-Webster. Diakses tanggal 9 September 2016. • ^ "Definition of behaviorism". Merriam-Webster .

pengertian perilaku adalah

Diakses tanggal 9 September 2016. "Behaviourism". Oxford Dictionaries. Diakses tanggal 9 September 2016. Umum • Cao, L. (2014). Behavior Informatics: A New Perspective. IEEE Intelligent Systems (Trends and Controversies), 29(4): 62-80. • Clemons, E. K. (2008). How Information Changes Consumer Behavior and How Consumer Behavior Determines Corporate Strategy. Journal of Management Information Systems, 25(2), 13-40. Retrieved from http://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?sid=080aaf88-9607-4e70-95cf-bb407af763c9%40sessionmgr114&vid=1&hid=129 [ pranala nonaktif permanen] • Dowhan, D.

(2013). Hitting Your Target. Marketing Insights, 35(2), 32-38. Retrieved from http://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?sid=f98b06cd-8924-4f6d-89f8-245bde9615f8%40sessionmgr198&vid=2&hid=124 [ pranala nonaktif permanen] • Perner, L.

(2008), Consumer behavior. University of Southern California, Marshall School of Business. Retrieved from http://www.consumerpsychologist.com/intro_Consumer_Behavior.html • Szwacka-Mokrzycka, J.

(2015). TRENDS IN CONSUMER behavior CHANGES. OVERVIEW OF CONCEPTS. Acta Scientiarum Polonorum. Oeconomia, 14(3), 149-156. Retrieved from http://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?sid=16d233e1-3cfe-4427-a051-0f7bdfb28f0e%40sessionmgr112&vid=1&hid=129 [ pranala nonaktif permanen] Bacaan lebih lanjut [ sunting - sunting sumber ] • Bateson, P.

(2017) behavior, Development and Evolution. Open Book Pengertian perilaku adalah, Cambridge. ISBN 978-1-78374-250-9. • Plomin, Robert; DeFries, John C.; Knopik, Valerie S.; Neiderhiser, Jenae M. (24 September 2012). Behavioral Genetics. Shaun Purcell (Appendix: Statistical Methods in Behavioral Genetics). Worth Publishers. ISBN pengertian perilaku adalah. Diakses tanggal 4 September 2013. Ringkasan (4 September 2013).

• Flint, Jonathan; Greenspan, Ralph J.; Kendler, Kenneth S. (28 January 2010).

pengertian perilaku adalah

How Genes Pengertian perilaku adalah Behavior. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-955990-9. Ringkasan (20 November 2013). Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Media terkait Behavior di Wikimedia Commons Lihat informasi mengenai perilaku di Wiktionary. • What is behavior? Baby don’t ask me, don’t ask me, no more at Earthling Nature. • www.behaviorinformatics.org • Links to review articles by Eric Turkheimer and co-authors on behavior research • Links to IJCAI2013 tutorial on behavior informatics and computing • Halaman ini terakhir diubah pada 4 Januari 2020, pukul 01.43.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Pengertian Perilaku Organisasi




2022 www.videocon.com