Apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Setiap manusia yang hidup di dalam masyarakat mempunyai hak yang dilindungi oleh undang-undang. Salah satu hak warga negara Indonesia adalah mendapatkan pendidikan yang layak. Kita adalah warga negara Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia mempunyai hak sebagai warga negara Indonesia. Sebagai seorang siswa pun, mempunyai hak-hak yang harus diketahui.

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama sebelum kamu melakukan kegiatan berikutnya. Konvensi Hak-Hak Anak Anak-anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan sebuah bangsa. Oleh karenanya, kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang dalam kehidupan anak harus diutamakan. Sayangnya, tidak semua anak mempunyai kesempatan yang sama dalam mewujudkan harapannya.

Banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan mendapatkan pendidikan yang terbaik. Banyak anak berasal dari keluarga yang kurang mampu yang tidak mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Tak hanya itu, akibat perang dan pertikaian yang terjadi di beberapa negara menyebabkan banyak anak yang menjadi korban. Hak-hak mereka terabaikan sehingga menjadi korban kekerasan.

Oleh karenanya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mensahkan Konvensi Hak-hak Anak (Convention On The Rights of The Child) pada tanggal 20 November 1989.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Konvensi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan menegakkan hak-hak apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang di seluruh dunia.

Konvensi Hak Anak, merupakan sebuah dokumen yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara resmi memberikan hak-hak kepada anak-anak sedunia. Dokumen ini juga telah diratifikasi atau disetujui oleh hampir semua pemimpin negara yang ada di dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendukungnya pada tahun 1996. Apa saja hak-hak anak menurut Konvensi Hak-Hak Anak? Menurut konvensi ini hak anak dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu: • Hak Kelangsungan Hidup, hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya.

Apakah kamu tahu nama lengkap kedua orang tuamu? Apakah kamu tahu asal usul kedua orang tuamu? Apakah kamu tahu asal usul keluargamu? Setiap anak berhak tahu keluarganya dan identitas dirinya. • Hak Perlindungan, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Kamu memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain untuk melakukan kegiatan keagamaanmu, atau melakukan kegiatan perayaan tradisimu. Sebagai seorang anak kamu belum boleh bekerja, dan kamu berhak diperlakukan secara baik tanpa kekerasan.

• Hak Tumbuh Kembang, hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Kamu memiliki hak untuk sekolah, mendapatkan tempat tinggal, mendapatkan makanan dan minuman yang layak.

Hakmu adalah bermain dan mendapatkan istirahat yang cukup, karena hal itu diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembanganmu sebagai seorang anak. • Hak Berpartisipasi, hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang memengaruhi anak. Kamu mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan usiamu. Kamu juga berhak untuk memberikan pendapat jika itu berhubungan dengan kehidupanmu sebagai seorang anak.

Berdasarkan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut! 1. Tuliskan beberapa kata-kata sulit yang belum kamu pahami. Cari tahu makna kata tersebut dengan mendiskusikannya bersama teman dan gurumu! No. Kata Sulit Makna 1. Konvensi Permufakatan atau kesepakatan 2. Ratifikasi Pengesahan dokumen negara khususnya pengesahan undang-undang, perjanjian antarnegara, dan persetujuan hukum internasional; 3.

Identitas Ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: 4. Diskriminasi Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara 5 Eksploitasi Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; 2. Buatlah daftar hak anak yang kamu dapatkan dari bacaan di atas!

Catatlah hak-hak tersebut di bawah ini! • Hak Kelangsungan Hidup, hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya. • Hak Perlindungan, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. • Hak Tumbuh Kembang, hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial.

• Hak Berpartisipasi, hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang memengaruhi anak. 3. Dari daftar yang kamu buat di atas, tulis dan tandailah hak-hak yang sudah kamu dapatkan dengan membuat tanda centang (√).

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

No. Hak Anak Ket. 1. Hak Kelangsungan Hidup √ 2. Hak Perlindungan, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran.

√ 3. Hak Tumbuh Kembang, hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. √ 4. Hak Berpartisipasi, hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang memengaruhi anak. √ 4. Bagaimana kamu mendapatkan hak-hak tersebut? No. Hak Anak Cara Mendapatkan 1. Hak Kelangsungan Hidup Selalu menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan bergizi. Selalu memeriksakan kesehatan tubuh. 2. Hak Perlindungan Mematuhi semua aturan yang ada dalam keluarga.

Taat dan patuh terhadap perintah orang tua. 3. Hak Tumbuh Kembang Belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, Memanfaatkan waktu dengan bijak untuk bermain dan belajar. 4. Hak Berpartisipasi Mendengarkan dan melaksanakan nasehat orang tua. menyampaikan pendapat dengan sopan, Tahukah kamu tentang hakmu sebagai siswa? Bacalah artikel berikut ini dengan saksama! Hak-Hak Seorang Siswa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Setiap anak yang menjadi warga negara berhak atas kesempatan untuk mengikuti pendidikan.

Hal ini sesuai dengan Konvensi Hak Anak yang ditandatangani pemerintah Indonesia. Setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang akan membantunya menjadi warga negara yang mandiri di kemudian hari. Setiap anak yang belajar di sebuah lembaga pendidikan, baik formal maupun tidak formal, disebut sebagai siswa.

Setiap siswa yang belajar di sebuah sekolah mempunyai hak-hak yang sama. Menurut Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1990, yang dimaksud dengan hak-hak siswa adalah hak untuk: • Mendapat perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; • Memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya; • Mengikuti program pendidikan yang bersangkutan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan; • Mendapat bantuan fasilitas belajar, beasiswa, atau bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku; • Pindah ke sekolah yang sejajar atau yang tingkatnya lebih tinggi sesuai dengan persyaratan penerimaan siswa pada sekolah yang hendak dimasuki; • Memperoleh penilaian hasil belajarnya; • Menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan; • Mendapat pelayanan khusus bilamana menyandang cacat.

Ayo Berdiskusi Perhatikan daftar hak siswa di atas. Pahamilah kalimat pada setiap bagian tersebut, lalu tuliskanlah kembali dengan menggunakan kata-katamu sendiri.

Jika kamu mengalami kesulitan untuk memahami kata-kata sulit, gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk membantumu. Gunakan diagram berikut untuk membantumu! Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Setiap siswa yang belajar di sebuah sekolah mempunyai hak-hak yang sama. Menurut Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1990, yang dimaksud dengan hak-hak siswa adalah hak untuk: mendapat perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya; mengikuti program pendidikan yang bersangkutan; mendapat bantuan fasilitas belajar; pindah ke sekolah yang sejajar atau yang tingkatnya lebih tinggi memperoleh penilaian hasil belajarnya; menyelesaikan program pendidikan lebih awal; dan mendapat pelayanan khusus bilamana menyandang cacat.

Hak Adalah Hak adalah milik, kepunyaan, kewenangan untuk berbuat sesuatu karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb. Merdeka.com - Anak menjadi korban yang paling rentan dalam sebuah kejahatan karena mudah dimanipulasi dan belum memiliki kesadaran yang cukup untuk memutuskan sesuatu. Oleh sebab itu, perlindungan anak di bawah hukum cukup memiliki aturan yang ketat dan spesifik untuk mengatasi berbagai kasus yang ada.

Mendapatkan perlindungan adalah salah satu hak anak yang wajib diberikan terlepas dari latar belakang mereka. Hak anak secara universal didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa - Bangsa dan Konvensi Hak Anak PBB (UNCRC). Menurut UNCRC Hak Anak adalah hak minimum dan kebebasan yang harus diberikan kepada semua orang di bawah usia 18 tahun tanpa memandang ras, warna kulit, jenis kelamin bahasa, agama, pendapat, asal, kekayaan, status kelahiran atau kemampuan dan karena itu berlaku untuk semua orang di mana pun.

Hak untuk memperoleh perlindungan di Indonesia diatur dalam UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Berikut selengkapnya merdeka.com rangkum pengertian hak perlindungan anak dan apa saja yang termasuk dalam hak perlindungan anak: Pengertian Hak Perlindungan Anak Perlindungan anak adalah segala bentuk kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak- haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi seperti yang dilansir dari laman law.unja.ac.id.

Anak yang dimaksud adalah seseorang yang berumur kurang dari 18 tahun, tak terkecuali anak yang masih berada dalam kandungan menurut Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. UNICEF memandang perlindungan apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang sebagai pencegahan atau respons terhadap insiden pelecehan, eksploitasi, kekerasan dan penelantaran anak.

Ini termasuk eksploitasi seksual komersial, perdagangan manusia, pekerja anak dan praktik tradisional yang berbahaya, seperti mutilasi/pemotongan alat kelamin perempuan dan pernikahan anak. Perlindungan juga memungkinkan anak-anak untuk memiliki akses ke hak-hak mereka yang lain untuk bertahan hidup, berkembang, tumbuh dan berpartisipasi. UNICEF menyatakan bahwa ketika perlindungan anak gagal atau tidak ada, anak-anak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, kesehatan fisik dan mental yang buruk, infeksi HIV/AIDS, masalah pendidikan, perpindahan, tunawisma, gelandangan, dan keterampilan mengasuh anak yang buruk di kemudian hari.

BACA JUGA: 40 Parikan Lucu yang Menghibur dan Bikin Ketawa, Akrabkan Suasana 6 Resep Muffin Oatmeal Praktis dan Lezat, Camilan Sehat Saat Diet Penting untuk memahami perbedaan antara kedua konsep ini.

Hak anak adalah seperangkat prinsip atau cita-cita. Mereka adalah hak dan beberapa di antaranya dapat dibenarkan di pengadilan, tetapi tidak nyata. Perlindungan adalah salah satu hak tersebut. Tapi Perlindungan Anak lebih dari sekedar hak. Ini adalah kerangka kerja atau sistem yang dengannya hak-hak anak dapat terwujud. Kerangka tersebut terdiri dari berbagai pengemban tugas seperti departemen pemerintah, polisi, sekolah, masyarakat sipil, yang semuanya memiliki peran untuk memastikan bahwa hak-hak apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang terpenuhi, dan dalam hal hak-hak anak dilanggar, pelanggar dibawa ke pengadilan dan perawatan diberikan kepada anak.

Perlindungan anak tidak hanya pengobatan, tetapi juga harus bersifat preventif. BACA JUGA: Telah Melahirkan, Ini 4 Momen Perjalanan Kehamilan Jessica Iskandar Pengertian Ilmu Komunikasi, Ketahui Kegunaan dan Prospek Kerjanya 1.

Hidup, tumbuh dan berkembang 2. Bermain 3. Berekreasi (piknik/wisata) 4. Berkreasi 5. Beristirahat 6. Memanfaatkan waktu luang 7. Berpartisipasi 8. Bergaul dengan anak sebayanya 9. Menyatakan dan didengar pendapatnya 10. Dibesarkan dan diasuh orangtua kandungnya sendiri 11. Berhubungan dengan orangtuanya bila terpisahkan 12.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Beribadah menurut agamanya Anak berhak untuk mendapatkan: 13. Nama 14. Identitas 15. Kewarganegaraan 16. Pendidikan dan pengajaran 17. Informasi sesuai usianya 18. Pelayanan kesehatan 19.

Jaminan sosial 20.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Kebebasan sesuai hukum 21. Bantuan hukum dan bantuan lain Anak juga berhak untuk mendapatkan perlindungan dari: 22.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Perlakuan diskriminasi 23. Ekploitasi ekonomi maupun seksual 24. Penelataran 25. Kekejaman, kekerasan,penganiayaan 26. Ketidakadilan 27. Perlakuan salah lainnya 28. Penyalahgunaan dalam kegiatan politik 29. Pelibatan dalam sengketa bersenjata 30. Pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan 31.

Pelibatan dalam peperangan 32. Sasaran penganiayaan dan penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi Lembaga Perlindungan Anak Ada berbagai lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak seperti yang didirikan negara, yaitu KPAI.

KPAI merupakan lembaga negara yang bersifat independen yang bertugas untuk melindungi anak-anak bangsa dari segala tindakan yang merugikan mereka. Tugas dan peran KPAI terangkum dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kepres No. 77 tahun 2003.

Selain itu, lembaga lainnya yang bergerak dalam memenuhi perlindungan anak yaitu LSM-LSM peduli anak, seperti Lembaga Perlindungan Anak, Komnas Perlindungan Anak, Yayasan SAMIN, Lembaga Advokasi Anak Indonesia (LAAI).

1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 4 Selamat! Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Dibegal 9 Orang di Jalan, 2 Prajurit TNI Lakukan Perlawanan 1 Pelaku Diamankan Selengkapnya
10 Hak-Hak Anak: Pahami dan Lindungi posted on 06/09/2013 Sebut saja Dik Ali, usianya baru genap 10 tahun, tapi ia sudah harus bekerja menghidupi tiga orang adik dan ibunya.

Ia mau tak mau rela menghentikan impiannya untuk mengenyam pendidikan yang layak. Siang itu, ia sedang menatap anak lain sebayanya yang ramai-ramai pulang sekolah, sedangkan dirinya hanya terpaku sambil menjajakan tisu di depan sekolah. Sahabat GueTau, sekilas kutipan kisah di atas adalah gambaran sehari-hari yang sering kita lihat di sekitar.

Bukan hanya segelintir, tapi sejumlah besar anak harus merelakan masa kecilnya untuk bekerja dan bekerja. Idealnya, anak seusia mereka sedang asyik menikmati masa-masanya bermain dengan teman sebayanya, belajar di sekolah, mengembangkan minat dan bakatnya lewat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jika demikian, kenapa tidak semua anak bisa mengalaminya? Bukankah itu hak mereka? Ya, bermain adalah salah satu dari sepuluh hak-hak anak.

Hak-hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dimajukan, dilindungi, dipenuhi, dan dijamin oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara (Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI).

Hak-hak ini pertama kali dibentuk pada tahun 1923 oleh seorang tokoh perempuan bernama Eglantyne Jebb. Lahirnya hak-hak ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melindungi dan memperjuangkan masa depan anak. Lebih spesifik, tujuan penerapan hak-hak tersebut adalah untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta terlindung dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Aku tahu, maka aku peduli. Keberadaan hak-hak anak di masyarakat belum seluruhnya diketahui. Apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang sosialisasi mengenai hak-hak tersebut membuat masyarakat tanpa disadari sesungguhnya juga melakukan pelanggaran hak-hak anak.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Maka dari itu, artikel ini akan memaparkan secara umum poin-poin yang terdapat dalam 10 hak-hak anak, sebagai berikut: • Hak atas persamaan Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

• Hak untuk memiliki nama Setiap anak berhak untuk mempunyai nama dan tercatat dalam dokumen negara.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Hak ini erat kaitannya dengan hak berikutnya, yaitu hak untuk memiliki kewarganegaraan. • Hak untuk memiliki kewarganegaraan Setiap anak berhak untuk diakui kewarganegaraannya oleh suatu bangsa secara resmi melalui penerbitan dokumen kewarganegaraan, meliputi akta kelahiran dan kartu tanda penduduk.

Dokumen-dokumen tersebut penting untuk menjamin hak-haknya mendapatkan pendidikan, pekerjaan yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, dan hak sosial politik saat pemilihan umum. • Hak atas perlindungan Setiap anak berhak dilindungi baik secara fisik, psikis, spiritual, dan moral.

Anak perempuan dan anak laki-laki harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perlakuan yang merugikan diri anak dan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Termasuk pemberdayaan anak untuk produktif secara ekonomi sebagai pekerja anak. • Hak atas makanan Anak adalah cikal bakal masa depan suatu bangsa. Maka, ia harus terpenuhi kebutuhan utamanya, yang dalam hal ini adalah nutrisi. Setiap anak berhak dan harus mendapat asupan nutrisi yang cukup melalui makanan yang layak.

• Hak atas pendidikan Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Pendidikan yang layak tidak hanya mencakup keikutsertaan anak dalam lembaga pendidikan, melainkan kebutuhan pendukung untuk mengikuti pendidikan; seperti buku, alat tulis, seragam, lingkungan belajar yang kondusif. • Hak atas kesehatan Setiap anak berhak mendapatkan jaminan kesehatan yang memadai. Jaminan kesehatan mencakup imunisasi dasar saat bayi, makanan dengan gizi seimbang, akses ke Pos Layanan Terpadu (Posyandu) setiap bulannya, imunisasi dasar di sekolah, pemeriksaan gigi setiap enam bulan, termasuk juga pelayanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja.

• Hak rekreasi Salah satu hak yang juga merupakan kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan hiburan. Rekreasi bersama keluarga atau teman harus menjadi hal yang wajib dimiliki anak. Rekreasi tidak harus kegiatan yang menghabiskan banyak biaya. Kegiatan yang menyenangkan anak seperti membacakan buku cerita dan menonton kartun bersama juga bisa jadi hiburan berarti bagi anak. • Hak bermain Masa kanak-kanak identik dengan masa asyiknya bermain.

Bermain bagi anak merupakan bentuk pembelajaran juga. Pastikan anak memiliki waktu bermain setiap harinya. • Hak atas peran dan keterlibatan dalam pembangunan Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh anak-anak. Sejak usia dini, anak-anak sudah harus diperkenalkan dengan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Mereka harus diperkenalkan perannya dalam proses pembangunan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan memberikan mendapatkan informasi yang sesuai dengan usianya, didengarkan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut diri mereka. Pemenuhan hak anak seharusnya memberi kesempatan pada anak untuk berperan aktif mencapai cita-citanya dan berperan memajukan bangsanya.

Nah, sekarang udah familiar kan dengan hak-hak anak. Tugas teman-teman sekarang adalah menyebarluaskan info ini dan membantu untuk memastikan kalau setiap anak mendapatkan haknya. Jika ada yang melihat pelanggaran hak-hak anak, hal pertama yang dilakukan bisa dengan mengingatkan atau melaporkannya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), telp.

021-319 015 56 atau e-mail ke [email protected] Gue Tau, Kalo Lo ? • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Pengalaman Mendampingi Anak Belajar Seksualitas di Sekolah Dasar Jerman • Menguji Undang-Undang di Rumah Legislasi • Pelajaran Menohok untuk Anak Sekolah Dasar • Hidupku Bukanlah Sidang, Ucapanmu Bukanlah Undang-Undang • Perpustakaan dan Hak Cipta dalam Masa Pandemi • Hak Istimewa (Privilege) Sebagai negara berkembang yang sangat membutuhkan penerus bangsa yang dapat membanggakan nama negara Indonesia, Indonesia sangat berharap pada penerus bangsanya.

Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 pastinya memiliki banyak tunas penerus bangsa dari berbagai daerah. Sebagai apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang bangsa, Indonesia menuliskan peraturan tentang peraturan anak salah satunya dalam Undang-Undang 1945 pasal 28 ayat 2 : “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B Ayat (2) tersebut bisa diartikan bahwa seorang anak ialah termasuk dalam subyek dan warna negara yang berhak atas perlindungan hak konstitusial dari serangan orang lain.

Namun pada kenyataannya masih sangat banyak sekali pelanggaran HAM dalam bidang perlindungan anak. Ada banyak macam pelanggaran HAM bidang perlindungan anak.

Diantaranya pernikahan dini, minim nya pendidikan, perdagangan anak, penganiayaan hingga mempekerjakan anak dibawah umur. Sebagai salah satu contoh nyata tentang pernikahan dini adalah pernikahan antara Syekh Puji dan Luthfiana Ulfa yang masih berumur 12 tahun pada saat itu. Pernikahan tersebut melanggar undang-undang perkawinan dan undang- undang perlindungan anak.

Diumur Ulfa yang masih sangat belia pada saat itu merupakan waktu dimana ia bersosialisasi, tumbuh dan berkembang, belajar dan menikmati indahnya masa kanak-kanak. Indahnya masa tersebut bisa terenggut begitu saja dengan pernikahan dini. Padahal yang sudah dewasa saja ingin kembali ke masa kanak-kanak. Selain melanggar hukum yang ada, pernikahan dini juga akan menyakiti hati seorang ibu.

Seorang anak, terutama perempuan adalah harapan bagi setiap orang tua bahkan negara. Kecuali jika memang orangtua nya lah yang memaksa anaknya dengan alasan ekonomi. Dengan usia yang lebih muda daripada orang dewasa, seorang anak juga mempunyai hak nya sebagai warga negara terutama penerus bangsa.

Sebagai pemerintah sebaiknya tidak mau penerus bangsanya diinjak-injak, dilecehkan, dan dianggap remeh, apalagi dengan warga negaranya sendiri. Sebagai seorang warga negara yang baik, kita juga harus saling melindungi tunas penerus bangsa untuk Indonesia yang lebih baik. Marilah kita melindungi hak anak dari keegoisan warga negara kita sendiri hingga warga negara orang lain.
28B ayat 1) 4. hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang (Pasal 28 B ayat 2) 5.

mengembangkan diri melelui pemenuhan kebutuhan dasarnya, mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari IPTEK, seni dan budaya (Pasal 28C ayat 1) 58 6.

memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarkat, bangsa dan negaranya (Pasal 28C ayat 2) 7. pengakuan, jaminan, pelindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (Pasal 28D ayat 1) 8.

bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (Pasal 28D ayat 2) 9. memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (Pasal 28D ayat 3) 10. status kewarganegaraan (Pasal 28D ayat 3) 11. memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali (Pasal 28E ayat 1) 12.

kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya (Pasal 28E ayat 2) 13. kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28E ayat 3) 14. berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak mencari memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (Pasal 28F) 59 15.

perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (Pasal 28G, ayat 1) 16.

bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. (Pasal 28G, ayat 2) 17. hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28H, ayat 1).

18. mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (Pasal 28H, ayat 2) 19. jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat (Pasal 28H, ayat 3). 20. mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun (Pasal 28H, ayat 4).

21. hidup, tidak disiksa, kemerdekaan pikiran dan hati nurani, beragama, tidak diperbudak, diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (Pasal 28I, ayat 1). 22. bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan karena keduanya memiliki hubungan sebab akibat.

Seorang warga negara mendapatkan haknya dikarenakan dipenuhinya kewajiban yang dimiliki terhadap negaranya. Ketentuan mengenai hak dan kewajiban warga negara dengan segala hal yang melekat pada dirinya dapat ditemukan mulai dari Pasal 26 sampai dengan Pasal 34. Dalam ketentuan tersebut juga diatur mengenai jenis hak dan kewajiban warga negara Indonesia.

Berikut ini beberapa jenis hak dan kewajiban yang diatur dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang. Kewajiban dan Hak Warga Negara Keseimbangan antara hak dan kewajiban dapat diwujudkan dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara kita harus tahu hak dan kewajiban kita. Laksanakan apa yang menjadi kewajiban kita serta perjuangkan apa yang menjadi hak kita.

Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

Dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 telah diatur kewajiban dan hak setiap warga negara Indonesia. Beberapa kewajiban dan hak warga negara dalam UUD 1945 antara lain sebagai berikut. No. Pasal Hak/Kewajiban Warga Negara 1. Pasal 26 Ayat (1) Hak atas kewarganegaraan. 2. Pasal 27 Ayat (1) Hak Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan dan kewajiban warga negara untuk menjunjung hukum dan pemerintahan.

3. Pasal 27 Ayat (2) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 4. Pasal 27 Ayat (3) Hak dan kewajiban bela negara. 5. Pasal 28 Hak kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang 6.

Pasal 28A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. 7. Pasal 28B Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

dan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 8. Pasal 28C Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.

9. Pasal 28D Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum, hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja, hak memperoleh kesempatan yang sama apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang pemerintahan dan hak atas status kewarganegaraan.

10. Pasal 28E Hak bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, hak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya, dan hak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. 11. Pasal 28F Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

12. Pasal 28G Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi dan hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.

13. Pasal 28H Hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, hak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan, hak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat, dan hak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun 14.

Pasal 28I Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun, hak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu, hak Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.

apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang

15. Pasal 28J Kewajiban menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kewajiban tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

16. Pasal 29 Ayat (2) Hak kemerdekan memeluk agama 17. Pasal 30 Ayat (1) Kewajiban dan hak Pertahanan dan keamanan negara. 18. Pasal 31 Ayat (1) dan (2) Hak mendapat pendidikan dan kewajiban mengikuti pendidikan dasar.

19. Pasal 32 Ayat(1) dan (2) Hak mengembangkan nilai budaya dan hak untuk mengembangkan dan menggunakan bahasa daerah. 20. Pasal 33 Hak atas usaha perekonomian dan mendapatkan kemakmuran. 21. Pasal 34 Hak warga negara untuk mendapatkan kesejahteraan sosial yang terdiri atas hak mendapatkan jaminan sosial, hak mendapatkan jaminan kesehatan, dan hak mendapatkan fasilitas umum yang layak.

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali. Namun dalam perwujudannya hak-hak dan kewajiban warga negara tersebut belum sepenuhnya dipenuhi oleh negara dan juga warga negara.

Beberapa contoh perwujudan kewajiban warga negara antara lain sebagai berikut. No. Pelaksanaan Kewajiban Warga Negara Wujud Nyata 1. Pasal 27 ayat 1, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Masih banyak warga negara yang melanggar hukum dan juga masih banyak pejabat-pejabat yang mendapat pengecualian dalam hukum.

Hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. 2. Pasal 27 ayat 3, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Masih kurangnya kesadaran warga negara dalam upaya pembelaan negara. Bahkan masih banyak warga negara yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan dalam upaya pembelaan negara.

3. Pasal 28 J. Kewajiban menghormati hak asasi manusia orang lain dan kewajiban tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang. Masih banyak warga negara yang melanggar hak asasi warga negara yang lain. Mereka menyuarakan HAM namun dengan cara melanggar hak asasi apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang yang lain. Contoh demo yang menyuarakan HAM justru melanggar HAM orang lain 4. Pasal 30 ayat 1, “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Contoh paling sederhana adalah sikap malas saat melaksanakan kegiatan siskamling 5. Pasal 31 ayat 2, “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.” Masih banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya di sekolah dasar, malah menyuruh anaknya untuk langsung bekerja.

Selain perwujudan kewajiban warga negara seperti telah disebutkan di atas, setiap warga negara juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi terhadap negara. Beberapa contoh wujud nyata hak-hak warga negara antara lain sebagai berikut. No. Pelaksanaan Hak Warga Negara Wujud Nyata 1. Pasal 27 ayat 2, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, bahkan malah ada yang masih pengangguran.

Pemerintah belum dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jumlah angkatan kerja. 2. Pasal 28B ayat 2, “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” Masih banyak anak yang mengalami penyiksaan dan ekspoitasi anak dibawah umur.

Seharusnya anak mendapatkan tempat yang baik untuk tumbuh dan berkembang dan terbebas apa jenis hak anak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang kekerasan. 3. Pasal 28D ayat 1, “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.” Masih banyak perlakuan-perlakuan yang berbeda di hadapan hukum. Seperti kasus seorang nenek yang mencuri 3 biji cokelat harus dihukum, sementara koruptor yang mencuri uang negara dibiarkan bebas berkeliaran.

4. Pasal 28D ayat 2, “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.” Banyak buruh-buruh yang digaji kurang layak (mendapat upah dibawah upah minimum).

Sehingga kehidupan para buruh tersebut tidak layak. 5. Pasal 28G ayat 1, Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Masih banyak warga negara yang tidak memiliki perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya. Sebagai contoh sering terjadi salah tangkap dalam pemberantasan terorisme, dan adanya peluru nyasar yang mengenai warga. Hal tersebut menunjukkan bahwa hak akan rasa aman belum terpenuhi dengan baik. 6. Pasal 31 ayat 1, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Di daerah-daerah, terdepan dan terluar serta pelosok Nusantara sarana pendidikan masih minim, Jika pun ada sarana pendidikan tersebut itu tidak layak.

Warga Negara




2022 www.videocon.com