Obat batuk ibu hamil

obat batuk ibu hamil

Meski kesannya bukan penyakit yang sangat parah, terserang batuk bisa sangat mengganggu. Tenggorokan gatal dan sakit akibat terlalu sering batuk. Masalahnya, batuk bisa diatasi dengan mengonsumsi obat batuk, namun bagaimana jika kamu mengalami batuk saat hamil. Banyak pantangan yang ibu hamil harus jalankan supaya kandungan bisa tetap sehat hingga waktu persalinan tiba.

Salah satu hal yang wajib kamu perhatikan adalah saat memilih obat batuk untuk ibu hamil.

obat batuk ibu hamil

Mengingat ibu hamil tidak bisa sembarangan minum obat, kamu harus memilih obat alami untuk mengatasi batuk. Lalu, obat alami apa saja yang efektif atasi batuk? Ini 8 obat batuk untuk ibu hamil yang mudah didapat dan alami. Ini obat batuk alami untuk ibu hamil yang aman dan alami. Beberapa bahan dapur memiliki khasiat yang efektif untuk meredakan batuk. Jika memang batukmu tidak reda setelah mengonsumsi bahan alami ini, konsultasikan dengan dokter untuk menyembuhkan batuknya.

1. Rutin mengonsumsi bawang putih mentah Bawang putih obat batuk untuk ibu hamil.

obat batuk ibu hamil

(Foto: Shutterstock) Saat ibu sudah merasa tubuh meriang dan tidak enak badan, sebaiknya segera konsumsi obat batuk ibu hamil putih. Obat batuk alami untuk ibu hamil terbukti efektif mengobati ibu dari penyakit tersebut. Bawang putih terkenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga baik untuk menangkal bakteri di dalam tubuh.

Kamu dapat mengonsumsi bawang putih mentah setiap harinya, sekitar 2-3 butir. Jika kurang nyaman mengunyah bawang putih mentah, campur bawang dalam makanan, misalnya di dalam tumisan sayur. Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Batuk Anak yang Aman Dikonsumsi dan Mudah Ditemui 2. Bawang merah salah satu obat batuk berdahak untuk ibu hamil Bawang merah obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Selain bawang putih, bawang merah juga memiliki keunggulan yang sama dalam mengatasi penyakit.

Bawang merah memiliki kandungan phytochemical yang mampu membantu membuka jalur pernapasan, menghambat hidung tersumbat dan menjadi obat batuk berdahak untuk ibu hamil. Kamu dapat melahapnya dengan cara mencampurkan di dalam makanan sebagai menu pendamping. Bisa juga dengan cara yang lebih mudah, yaitu campurkan bawang merah dengan kecap, lalu makan bersama lauk lainnya seperti tahu atau tempe.

Baca Juga: Ibu Menyusui Terkena Flu? Coba Atasi dengan 9 Obat Alami Ini 3. Madu merupakan obat batuk yang aman untuk ibu hamil Madu obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Obat alami yang satu ini memang sudah terkenal sejak dulu. Kamu dapat mengonsumsi madu setiap hari sebanyak 3 kali untuk menjaga daya tahan tubuh tetap stabil. Madu mengandung antibakteri, antimikroba dan antiseptik yang sangat membantu meredakan gejala batuk serta flu, terutama di musim pancaroba saat ini.

4. Jahe merah mampu menghangatkan dan meredakan batuk Jahe obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Jahe merah merupakan salah satu ramuan tradisional yang mampu menjadi obat batuk untuk ibu hamil. Minuman ini mampu menghantarkan rasa hangat di dalam tubuh serta melegakan tenggorokan. Kamu dapat mengupas jahe, kemudian merebusnya. Supaya lebih enak, kamu boleh menambahkan madu. Konsumsi setiap hari sebanyak tiga kali. Cara lainnya, tumbuk jahe namun tidak perlu sampai halus lalu rebus dengan menggunakan panci tanah liat atau kendil.

Tambahkan madu atau gula merah jika jahe dirasa terlalu pedas. Jika dinikmati saat masih hangat, jahe akan jadi obat batuk ibu hamil yang cukup efektif.

Baca Juga: Bayi Batuk dan Pilek? Ini Rekomendasi Obat yang Aman untuk Bayi 5. Lemon tinggi akan vitamin C yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh Lemon obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Banyak orang yang melarang mengonsumsi jeruk saat sedang batuk, karena bisa membuat parah tenggorokan dan merasakan gatal. Kamu sebenarnya masih boleh mengonsumsi perasan jeruk lemon. Kandungan vitamin Obat batuk ibu hamil yang tinggi dapat menjadi obat batuk alami untuk ibu hamil dan menjaga daya tahan tubuh.

Kamu dapat menyajikannya dengan secangkir teh hangat. 6. Cuka apel mampu melawan infeksi pada tubuh ibu hamil Cuka apel obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Kamu dapat mengonsumsi cuka apel supaya daya tahan tubuh tetap terjaga. Cuka apel mampu menangkal radikal bebas dan membunuh bakteri, termasuk bakteri obat batuk ibu hamil kuman lainnya penyebab batuk.

Selain itu, minuman ini juga bisa menjaga berat badan ibu tetap stabil. Namun, bagi penderita maag sebaiknya konsultasi terlebih dahulu untuk mencegah hal buruk terjadi. Baca Juga: 7 Cara Atasi Penyakit Batuk pada Balita Tanpa Obat 7.

obat batuk ibu hamil

Teh hijau dengan campuran madu sangat membantu meredakan batuk Teh hijau obat batuk untuk ibu hamil. (Foto: Shutterstock) Kamu sebaiknya mengonsumsi teh hijau dengan campuran madu saat tenggorokan mulai terasa kering dan sakit. Teh hijau memiliki antioksidan yang tinggi untuk menangkal bakteri masuk ke dalam tubuh.

Tidak hanya itu, minuman ini juga berfungsi sebagai cara detoks alami untuk membuang racun. Ibu dapat mengonsumsinya setiap pagi hari sebelum beraktivitas, dan paling enak jika teh hijau ini diminum tanpa tambahan gula agar terasa sensasi segarnya. 8. Susu hangat yang membantu pikiran ibu menjadi lebih tenang Susu hangat, obat batuk untuk ibu hamil.

(Foto: Shutterstock) Salah satu obat batuk untuk ibu hamil adalah dengan mengonsumsi susu hangat. Kamu sebaiknya meminumnya saat malam hari, supaya memudahkan ibu cepat tidur dengan nyenyak, Susu mampu meningkatkan hormon melatonin yang dapat membuat kamu merasa nyaman dan meringankan rasa sakit.

Rasa hangat yang didapat dari susu akan melegakan saluran pernapasan dan membuat aliran oksigen menjadi lebih lancar. Jadi, pilihan obat batuk untuk ibu hamil yang aman dan alami mana pilihanmu?

Jika memang batuk tidak juga reda dalam 3 hari dan semakin parah, konsultasikan ke dokter, ya, Bu. Lalu, untuk ibu hamil yang ingin tahu usia kehamilan dan hari perkiraan lahir si kecil, cek di Kalkulator Kehamilan ini.

Mengetahui hari perkiraan lahir bayi akan membantu ibu dalam menentukan kebutuhan bayi yang harus dipenuhi sebelum kelahirannya. Pada saat itulah virus yang mengakibatkan flu akan mudah menyerang karena daya tubuh yang melemah. Gejala flu biasanya ditandai dengan demam ringan, pilek, batuk, bersin, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Ketika ibu hamil mengalami flu dan mengalami batuk saat hamil, sebaiknya lakukan cara ini agar Batuk bisa segera sembuh: • konsumsi makanan yang bergizi dan sehat.

• istirahat yang cukup • periksa suhu tubuh, memeriksa suhu tubuh dua kali sehari dilakukan untuk memastikan apakah ada tanda-tanda demam atau tidak. • oleskan balsam atau minyak gosok pada dada untuk menghangatkan.

• banyak minum air putih, flu mengakibatkan ibu hamil rentan mengalami dehidrasi, apalagi batuk. Oleh karena itu, ibu hamil membutuhkan air putih unruk mencegah dehidrasi. Ibu hamil bisa mengonsumsinya dengan tambahan limun, teh herbal atau juga bisa mengonsumsi air kelapa. Tetapi jangan minum minuman yang obat batuk ibu hamil kafein karena dapat lebih memicu dehidrasi. • hindari kontak dengan seseorang yang sedang menderita flu, pilek, atau batuh supaya tidak menambah parah gejala.

• dan yang terakhir adalah mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Sebaiknya saat batuk hindari obat antihistamin, ibuprofen dan aspirin. Dan jika batuk semakin membandel segera konsultasikan kepada dokter. Bagi ibu hamil yang mengalaminya flu sebaiknya jangan asal meminum obat, dan harus obat batuk ibu hamil dengan obat batuk ibu hamil dokter karena jika tidak sesuai akan berisiko pada kesehatan dan perkembangan janin dalam kandungannya.

Maka dari itu, berikut ini beberapa rekomendasi obat flu yang baik dan aman dikonsumsi untuk ibu hamil: 1. Paracetamol Ketika flu menyerang ibu hamil, sang ibu bisa mengonsumsi obat ini tanpa kandungan yang lain untuk mengatasi demam, sakit kepala dan nyeri yang diakibatkan oleh flu. Studi memperlihatkan bahwa tidak ada efek merugikan pada pertumbuhan janin dan plasenta. Paracetamol juga dianjurkan untuk analgetik ringan.

Obat ini memang tidak menyembuhkan flu namun efektif meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala nyeri otot dan pegal-pegal. Jika ingin mengonsumsinya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Dan jika meminum obat ini tetapi kondisi tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter. 2. Minyak kayu putih atau Balsem Minyak kayu putih atau balsem menurut dokter aman untuk dipakai ibu hamil selama kehamilan.

obat batuk ibu hamil

Memakai minyak kayu putih atau balsem dapat menjaga kehangatan tubuh dan mengurangi batuk. 3. Antihistamin Obat Dul yang satu ini merupakan obat ibu hamil yang aman dikonsumsi termasuk dextromethorphan dan obat ekspektoran yang mengandung guaifenesin.

Antihistamin dapat meredakan gejala batuk, pilek dan tenggorokan yang gatal akibat flu. Obat antihistamin, seperti cetirizen, Chloephenirame, Benadryl, Allegra, dan Loratadine juga aman dikonsumsi. Namun akan lebih baik sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter agar terhindar dari risiko efek samping yang tidak diinginkan. 4. Permen pelega tenggorokan Permen pelega tenggorokan mengandung bahan aktif seperti mentol. Mentol sendiri bermanfaat bisa membantu mengobati batuk dan sakit tenggorokan dengan cara mendinginkan tenggorokan dan dapat mengurangi iritasi tenggorokan.

Namun perlu kamu ingat bahwa permen hanya meredakan gejala sakit tenggorokan akibat flu dan tidak menyembuhkan penyakitnya. Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi permen. 5. Laserin Laserin merupakan obat herbal yang dapat membantu meredakan batuk, muntah, masuk angin, dan juga melegakan pernafasan dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil karena tidak mengandung bahan kimia.

Obat flu ini terbuat dari bahan-bahan alami sehingga aman untuk ibu hamil dan tidak membahayakan janin dalam kandungannya. Obat batuk ibu hamil jika flu tidak kunjung sembuh selama 7 hari setelah minum obat ini. Segera pergi ke dokter untuk konsultasikan kondisimu. 6. Bisolvon Extra Bisolvon Extra merupakan obat flu untuk ibu hamil yang digunakan untuk mengurangi dan mengencerkan dahak pada saluran pernapasan.

Kadungan dual zat aktif Bromhexin HCI dan Guaifenesin di dalam bisolvon Extra bekerja sebagai iritan pada saluran pernapasan. Karena berfungsi sebagai ekspektoran yang dapat mengencerkan dahak atau lendir pada saluran pernapasan sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan. Jadi obat Bisolvon Extra ini aman dan direkomendasikan untuk ibu hamil yang sedang sakit flu disertai dengan batuk berdahak. 7. Rhinos SR Rhinos SR mengandung kombinasi Loratadine dan pseudoephendrine yang berguna untuk mengatasi gejala-gejala rhinitis alergi, seperti hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, dan sesak napas.

Semua gejala dapat teratasi jika mengonsumsi obat ini, dan setidaknya ibu hamil bisa kembali beraktivitas dan bisa kembali memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan calon bayi. Namun sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk penggunaan dosis yang lebih baik agar terhindar dari risiko yang membahayakan bagi ibu hamil dan janin. 8. Guaifenesin Guaifenesi merupakan obat batuk untuk ibu hamil yang mudah ditemukan. Obat satu ini adalah ekspektoran sama seperti Bisolvon Extra, yakni meningkatkan kelembaban di saluran pernapasan dan mengencerkan lendir dari dada, ataupun tenggorokan.

Sehingga bisa mengeluarkan batuk dengan lebih mudah. Walaupun obat ini dianggap aman digunakan pada ibu hamil. Namun ibu hamil sebaiknya harus selalu memeriksa label komposisi dan menghindari produk Guaifenesin yang mengandung alkohol atau propilen glikol karena kandungan tersebut dapat membahayakan janin.

Itulah 8 obat flu yang aman bagi ibu hamil, namun sekali lagi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter agar diberikan dosis yang sesuai. Supaya tidak membahayakan bagi janin yang dikandungnya.
Jangan pilih sembarang obat untuk ibu hamil!

Berikut ini rekomendasi obat batuk yang aman untuk ibu hamil dan kandungannya. Kehamilan dapat mempengaruhi daya tahan tubuh ibu. biasanya bumil menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Tidak jarang juga ibu yang tengah mengandung lebih cepat kelelahan sehingga mudah terserang batuk maupun penyakit ringan lainnya. Ibu obat batuk ibu hamil tengah mengandung perlu pengawasan dokter dalam mengonsumsi jenis obat apapun. Terutama dalam trimester pertama kehamilan, ibu harus lebih memperhatikan apa saja yang masuk ke-tubuh.

Sebab apa saja yang dikonsumsi oleh ibu akan berpengaruh bagi janin, tidak terkecuali obat-obatan. Bila usia kandungan ibu belum mencapai 12 minggu, sebaiknya menahan konsumsi obat-obatan, karena 12 minggu pertama yang dilalui ibu merupakan masa penting dalam tahap perkembangan organ bayi, sehingga bayi akan jadi lebih rentan terhadap efek samping dari obat tersebut. Merek Obat Batuk untuk Ibu Hamil 1.Dekstrometorfan Sumber gambar: kompasiana Obat ini masuk dalam golongan supresan sehingga dapat meredakan batuk kering dengan cepat.

Dekstrometorfan juga merupakan obat antitusif sehingga dapat memberikan efek kantuk.

obat batuk ibu hamil

Dosis aman pada ibu hamil adalah 10-30 miligram untuk diminum per 4-8 jam. Namun, sebaiknya ibu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat. Biasanya obat batuk dengan kandungan Dekstrometorfan akan ditandai label “DM”. Rentang Harga: Mulai dari Rp 17.500 Obat Guaifenesin tergolong dalam ekspektoran yang umumnya digunakan untuk mengobati penyakit batuk.

Obat ini dapat melarutkan dahak dan lendir yang menggumpal di tenggorokan. Dosis yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah 200-400 miligram per 4 jam dan tidak lebih dari 2,4 gram dalam waktu 24 jam, untuk dosis yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh, ibu dapat berkonsultasi langsung pada dokter kandungan.

Pada beberapa kasus, obat ini dapat memberikan reaksi alergi. Namun, reaksi alergi yang ditimbulkan cukup jarang terjadi dan tidak muncul pada setiap orang. Rentang Harga: Rp 7.500 – Rp 17.000 Obat ini dapat mengencerkan dahak pada saluran pernapasan sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Bromhexine juga masuk dalam obat kategori A sehingga memiliki risiko kecil terhadap janin. Bila ibu juga tengah menyusui, sebelum menggunakan obat ini sebaiknya berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu. Ikuti anjuran dokter dan petunjuk pemakaian obat pada label kemasan yang tersedia, juga ingat untuk tidak menggunakan obat tersebut lebih dari 14 hari untuk jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Jangan meneruskan penggunaan obat ini bila merasakan efek samping alergi dan memiliki riwayat penyakit paru-paru basah. Segera konsultasi pada dokter bila muncul efek samping yang serius apabila telah mengonsumsi bromhexine.

Rentang Harga: Rp 18.500 – Rp 30.000 Oxymetazoline merupakan golongan dekongestan yang sering digunakan untuk meredakan gejala batuk ataupun flu, obat ini juga dapat digunakan untuk ibu hamil. Walaupun dapat dikatakan aman, namun para ibu yang ingin mengonsumsi obat tersebut harus kembali mewaspadai akan efek samping yang dapat ditimbulkan dari obat tersebut.

Efek samping yang dimaksudkan adalah dapat merasa kantuk, pusing atau mual serta tenggorokan terasa kering. Penderita penyakit jantung yang akan mengonsumsi obat ini juga disarankan untuk berkonsultasi pada dokter terlebih obat batuk ibu hamil.

Rentang Harga: Rp 64.500 – Rp 80.000 Beli Oxymetazoline di Sini Baca Juga: 20 Nama Sansekerta untuk Anak Perempuan dan Artinya Bila saat ini merupakan trimester pertama kehamilan ibu, konsumsi obat lebih baik dihindari agar tidak perlu mengkhawatirkan efek samping dari obat tersebut.

Namun dalam kondisi tertentu, ibu juga dapat mengonsumsi obat. Terutama bila ibu mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan khusus, maka Ibu bisa segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat. Penulis: Claudia Angelista Ibu yang sedang mengandung harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, segala sesuatu yang dikonsumsi obat batuk ibu hamil sang ibu juga akan berefek terhadap janin yang berada dalam kandungannya.

Nah, lalu bagaimana jika Anda mengalami batuk saat hamil? Saat terserang batuk, Anda harus lebih bijak memilih obat batuk untuk ibu hamil mana yang aman dan tak memiliki risiko memunculkan efek samping.

Tidak hanya perlu mengetahui obat batuk apa saja yang boleh dikonsumsi, Anda juga perlu mewaspadai obat batuk yang tidak dianjurkan ketika hamil. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan mengenai obat batuk untuk ibu hamil berikut ini. Bolehkan meminum obat-obatan saat hamil? Saat hamil, tubuh ibu banyak mengalami perubahan, termasuk cara kerja sistem imun.

Hal ini membuat Anda yang sedang hamil lebih rentan terkena penyakit seperti batuk. Supaya tetap kondisi ibu dan janin tetap sehat, Anda harus segera mengatasi batuk. Sayangnya, ketika hamil Anda tidak boleh sembarangan minum obat karena beberapa obat bisa meningkatkan risiko cacat pada obat batuk ibu hamil. Menurut University of Michigan Health Systemsebaiknya Anda menghindari konsumsi obat apapun dalam 12 minggu pertama kehamilan atau trimester pertama.

Sebab, saat itu merupakan saat yang penting untuk perkembangan organ bayi Anda hingga jadi masa paling rentan bayi terhadap efek samping obat. Penting juga mengonsumsi obat batuk bagi ibu hamil sesuai dosis yang dianjurkan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda minum sebelum kehamilan. Dokter akan memberi tahu apakah Anda masih tetap aman untuk mengonsumsi obat batuk saat hamil dan jika tidak, dokter akan menganjurkan alternatif lain.

Hindari mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil yang mengandung beberapa bahan untuk mengobati banyak gejala sekaligus. Lebih baik minum obat batuk yang bisa mengobati gejala yang memang sedang Anda rasakan. Obat batuk untuk ibu hamil yang aman Inilah beberapa rekomendasi obat batuk untuk ibu hamil yang aman obat batuk ibu hamil setelah masa usia kehamilan mencapai 12 minggu. Meski begitu, obat batuk ini tetap memiliki risiko ringan terhadap kehamilan. Maka itu, ibu tetap harus konsultasi dan diskusikan dulu dengan dokter sebelum minum obat batuk ini.

1. Ekspektoran Obat batuk golongan ekspektoran umumnya memang digunakan sebagai pengobatan penyakit batuk. Obat batuk untuk ibu hamil ini mengandung guaifenesin yang berfungsi melarutkan dahak atau lendir yang menggumpal.

Jadi obat batuk ini baik untuk meringankan batuk berdahak. Efek samping guaifenesin biasanya menyerupai reaksi alergi, tapi hal ini jarang terjadi Dosis yang tepat untuk mengonsumsi obat batuk ini saat hamil adalah 200-400 miligram per 4 jam tidak melebihi 2,4 gram dalam 24 jam.

2. Antitusif Antitusif adalah golongan obat supresan yang bermanfaat untuk meredakan batuk. Mekanisme fungsinya belum diketahui secara pasti, tetapi obat yang sering digunakan untuk mengatasi batuk kering ini bekerja langsung pada otak.

Antitusif akan menghambat fungsi batang otak yang mengatur respons dan refleks batuk sehingga frekuensi batuk dapat berkurang. Ada bermacam-macam obat antitusif, dan kebanyakan di antaranya termasuk dalam golongan opioid yang memiliki efek samping berupa rasa kantuk dan ketergantungan. Salah satu obat antitusif yang aman bagi ibu hamil adalah dextromethorphan.

Obat batuk untuk ibu hamil yang termasuk ke dalam golongan supresan ini dapat meredakan gejala batuk kering dengan cepat. Obat batuk ibu hamil aman dalam menggunakan obat batuk ini saat hamil adalah sebesar 10-30 miligram yang bisa diminum per 4-8 jam. Dosis maksimal obat batuk dalam sehari atau 12 jam dari obat ini adalah sebanyak 120 miligram. Untuk tahu apakah obat batuk ini bebas yang dijual di apotek mengandung dextromerthorphan atau tidak, Anda bisa lihat di bagian kemasan obat.

Umumnya, kandungan dextromethorphan dalam obat batuk ditandai dengan label “DM” pada kemasan obat. 3. Dekongestan Pseudoephedrine and phenylephrine termasuk ke dalam golongan dekongestan merupakan obat yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit batuk dan flu.

Tapi apakah bisa digunakan sebagai obat batuk untuk hamil? Dalam penelitian yang dilakukan pada ibu hamil di Swedia, diketahui bahwa tidak ada risiko kehamilan yang terjadi setelah minum obat yang mengandung dekongestan. Dekongestan yang berbentuk obat hirup seperti xylometazoline dan oxymetazoline juga dikenal aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil, meski tetap harus mewaspadai efek samping yang ditimbulkannya.

Efek samping yang timbul dari konsumsi obat batuk kering ini adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, sakit perut atau mual, dan obat batuk ibu hamil kering. Penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, dan gangguan prostat juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsinya.

4. Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID) Penelitian yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journal menyatakan tidak adanya peningkatan risiko keguguran yang diakibatkan oleh obat analgesik, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diclofenac. NSAID yang digunakan sebagai obat untuk ibu hamil dapat menghilangkan rasa nyeri dari gejala-gejala batuk yang berlangsung.

Meski begitu, jumlah salisilat yang terkadung dalam aspirin dapat mengakibatkan permasalahan saluran darah pada bayi apabila dikonsumsi di masa akhir usia kehamilan Obat batuk yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil Penggunaan obat batuk kombinasi memang tak langsung memberikan dampak negatif bagi janin.

Namun saat dikonsumsi sebagai obat batuk saat hamil dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi, risikonya akan semakin tinggi. Maka itu, Anda harus mewaspadai beberapa kandungan dari obat yang memiliki risiko tinggi pada kehamilan.

Menurut Mayo Clinic, berikut adalah kandungan obat batuk yang mesti dihindari oleh ibu hamil: 1. Kodein Obat yang termasuk ke dalam golongan opioid ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada bayi ketika lahir jika diberikan di dalam kandungan.

Jika kodein digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil bisa mengakibatkan bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan. 2.

Alkohol Apabila ibu hamil mengonsumsi obat yang mengandung kadar alkohol tinggi, maka obat tersebut dapat menyebabkan kecacatan pada bayi. 3. Iodide Calcium iodide dan iodinated glycerol sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai obat batuk saat hamil.

Iodide dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi obat batuk ibu hamil jangka waktu lama Masih kurangnya penelitian terkait pemberian obat OTC sebagai obat batuk untuk ibu hamil menyebabkan masih kurangnya efek samping yang diketahui dari penggunaan obat tersebut.

Sebaiknya selalu baca aturan pakai sebelum minum obat batuk ini. Walaupun beberapa obat dinyatakan aman bagi ibu hamil, tapi sebaiknya konsumsi obat batuk ini tidak melebihi dosis yang sudah diatur.

Kapan harus pergi ke dokter? Jika kondisi Anda tidak membaik setelah minum obat batuk sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Hindari minum obat batuk hamil dalam jangka waktu lama tanpa resep dokter. Dilansir dari American Pregnancy Associationsebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika: • Batuk tidak membaik dalam beberapa hari.

• Kondisi ini sampai menyebabkan Anda tidak nafsu makan atau sulit tidur selama beberapa hari. • Anda mengalami demam 38,8 derajat Celcius atau lebih tinggi.

• Anda mulai mengalami batuk berdahak dengan warna lendir yang tidak biasa. • Batuk yang Anda alami disertai dengan nyeri dada dan rasa menggigil. Hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi, sehingga Anda perlu ke dokter untuk mendapatkan obat batuk untuk ibu hamil seperti antibiotik. Pengobatan batuk saat hamil ala rumahan Namun sebelum mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan penanganan sederhana terlebih dahulu di rumah.

Anda biasanya dianjurkan untuk memperbanyak istirahat, minum air putih, dan ditambah dengan konsumsi vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh. Jika anda tidak merasa nafsu makan, cobalah untuk tetap memberi asupan nutrisi ke dalam tubuh dengan makan enam kali sehari dalam porsi yang lebih sedikit. Selain dengan obat batuk, beberapa cara pengobatan rumahan yang bisa dilakukan oleh ibu hamil guna mengatasi batuknya apabila gejala tak kunjung membaik adalah: • Menyemprotkan spray air garam ke tenggorokan atau berkumur menggunakan air garam tersebut.

• Menghirup uap panas yang berasal dari air hangat atau alat uap untuk melancarkan sirkulasi udara di saluran pernapasan. • Minum ramuan madu yang telah dicampur oleh lemon dan teh setiap malam untuk mempercepat penyembuhan infeksi di tenggorokan di saat tidur. Daniel, S., Koren, G., Lunenfeld, E., Bilenko, N., Ratzon, R., & Levy, A.

(2014). Fetal exposure to nonsteroidal anti-inflammatory drugs and spontaneous abortions. Canadian Medical Association Journal, 186(5), E177-E182. doi: 10.1503/cmaj.130605 Which over-the-counter cold medications are safe during pregnancy?

- Your Pregnancy Matters - UT Southwestern Medical Center. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://utswmed.org/medblog/otc-cold-medication-safe-pregnancy/ Cough and Cold During Pregnancy: Treatment and Prevention. (2014). Retrieved 1 April 2020, from https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/cough-cold-during-pregnancy/ Cough Medicine for Pregnant Women – New Kids Center.

(2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.newkidscenter.com/Cough-Medicine-for-Pregnant-Women.html Obat batuk ibu hamil medications during pregnancy - BabyCenter. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.babycenter.com/0_safe-medications-during-pregnancy_1486462.bc Is it safe to take cold medications during pregnancy? - BabyCenter. (2020).

obat batuk ibu hamil

Retrieved 1 April 2020, from https://www.babycenter.com/404_is-it-safe-to-take-cold-medications-during-pregnancy_2299.bc Treating a Cold or Flu When Pregnant. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy#home-remedies Cough And Cold Combinations (Oral Route) Before Using – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cough-and-cold-combinations-oral-route/before-using/drg-20061164
Advertisement Sebagai obat batuk ibu hamil hamil, Anda memang harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi obat, termasuk obat bebas yang dapat dibeli di apotek dan obat herbal.

Pasalnya, apapun obat yang Anda pakai, maka bayi secara otomatis juga akan menggunakannya. Jika sembarangan mengonsumsi obat, bukan tidak mungkin berbagai gangguan pada janin seperti kelahiran prematur hingga bayi lahir dalam kondisi meninggal, dapat terjadi.

Obat batuk untuk ibu hamil yang aman Ibu hamil baru dapat mengonsumsi obat, saat kandungan sudah masuk trimester kedua. Jangan mengonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kehamilan atau sebelum usia 12 minggu, kecuali jika diresepkan oleh dokter. Pada trimester kedua pun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Dokter akan meresepkan obat batuk ibu hamil yang aman untuk janin. Jenis obat batuk yang aman untuk ibu hamil antara lain: 1. Dextromethorphan Obat batuk untuk ibu hamil yang aman pertama adalah dextromethorphan. Dextromethorphan digunakan untuk meredakan batuk dengan menekan sinyal di otak yang memicu refleks batuk. Untuk ibu hamil, dosis maksimal dalam mengonsumsi obat ini adalah sebanyak 120 mg dalam 24 jam. Obat ini termasuk dalam jenis obat kehamilan kategori C, atau mungkin berisiko untuk ibu hamil.

Anda bisa mengonsumsi obat ini sebanyak 10-20 mg yang bisa diminum setiap 4 jam dan 30 mg yang diminum dalam 6-8 jam. 2. Guaifenesin Salah satu obat batuk berdahak untuk ibu hamil yang aman adalah guaifenesin. Guaifenesin adalah obat jenis ekspektoran yang dapat membantu mengencerkan dahak.

Obat ini masuk golongan obat kehamilan kategori C, atau artinya mungkin berisiko untuk ibu hamil. Dosis terbanyak untuk ibu hamil yang mengonsumsi obat ini adalah 2.400 mg dalam 24 jam. 3. Bromhexine Satu obat batuk ibu hamil obat untuk ibu hamil yang termasuk jenis ekspektoran, yaitu bromhexine. Obat ini termasuk ke dalam jenis obat kehamilan kategori A, yang berarti tidak berisiko untuk ibu hamil. 4.

obat batuk ibu hamil

Oxymetazoline Dekongestan yang berbentuk obat sirup oxymetazoline adalah obat batuk kering untuk ibu hamil yang juga aman untuk mengatasi flu. Obat batuk dan flu ini juga aman digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat pada ibu hamill. Efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi obat batuk untuk ibu hamil ini adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, perut mual dan tenggorokan kering.

Obat batuk obat batuk ibu hamil, pseudoephedrine, dan phenylephrine termasuk ke dalam obat kehamilan kategori C, alias mungkin berisiko. Selain itu, jika batuk disebabkan oleh alergi, maka jenis obat yang dianggap aman untuk ibu hamil, yaitu: • Difenhidramin • Loratadine • Cetirizine Beberapa jenis obat maupun produk lain juga dapat Anda gunakan untuk membantu meredakan batuk, seperti: • Salep menthol yang bisa dioleskan ke dada • Permen pelega tenggorokan • Paracetamol, jika batuk disertai nyeri di dada atau bagian tubuh lainnya • Obat batuk sirup yang tidak mengandung tambahan gula dan perasa buatan.

Baca Juga • 7 Cara Mengatasi Lemas Saat Hamil Muda • Mengapa Jatuh saat Hamil Berbahaya Bagi Ibu dan Bayi? • Penglihatan Kabur pada Ibu Hamil, Apa Penyebabnya? Obat batuk yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil Ada beberapa jenis obat batuk yang tidak aman jika dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menimbulkan bahaya bagi janin, seperti: 1. Obat batuk yang mengandung alkohol Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi batuk, mengandung alkohol. Seperti yang telah banyak diketahui, mengonsumsi alkohol saat hamil akan meningkatkan risiko obat batuk ibu hamil lahir pada janin.

2. Obat batuk yang mengandung kafein Pada penelitian yang dilakukan di hewan uji, obat batuk ibu hamil yang mengandung kafein disebut mengakibatkan cacat lahir pada janin dari hewan tersebut. Efek ini akan muncul apabila kafein dikonsumsi dalam jumlah besar. 3. Kodein Kodein adalah obat yang masuk dalam golongan narkotika. Dengan dosis yang tepat, obat ini dapat digunakan untuk meredakan batuk. Namun, kodein tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Konsumsi obat ini selama kehamilan juga dapat menyebabkan janin kecanduan dan kemudian mengalami gejala putus obat, setelah bayi lahir. Jika dikonsumsi sesaat sebelum persalinan, obat ini bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan pada bayi. 4. Hydrocodone Hingga saat ini, belum ada laporan yang mengaitkan konsumsi hydrocodone dengan kondisi cacat pada bayi yang baru lahir.

Namun, pada penelitian yang dilakukan pada hewan uji, obat ini terbukti dapat menyebabkan cacat lahir apabila diberikan dalam dosis besar. 5. Iodida Obat ini dapat menyebabkan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid pada janin.

Akibatnya, bayi tersebut dapat mengalami gangguan pernapasan saat lahir. Kondisi ini terjadi pada ibu hamil yang mengonsumsi iodida dalam dosis besar selama kehamilan. 6. Pseudoefedrin Meski belum pernah diujikan di ibu hamil, namun pada penelitian yang dilakukan pada hewan uji, obat ini terbukti dapat obat batuk ibu hamil rata-rata berat badan, panjang janin, dan pembentukan tulang pada janin yang dikandung hewan uji.

7. Salisilat Obat yang mengandung salisilat tidak disarankan untuk ibu hamil. Pada penelitian yang dilakukan di hewan uji, obat ini terbukti bisa menyebabkan kecacatan lahir. Namun, belum ada penelitian yang menggali efek obat ini pada manusia. Baca Juga • Sering Sendawa dan Kentut saat Hamil?

Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya • Ragu dengan Keamanan Spa untuk Ibu Hamil? Simak Faktanya di Sini • Bolehkah Minum Nifedipine untuk Ibu Hamil? Ini Kegunaan dan Efek Sampingnya Cara mengatasi batuk pada ibu hamil secara alami Untuk ibu hamil, pengobatan yang paling aman dan tidak berisiko menimbulkan gangguan pada janin tentunya adalah pengobatan secara alami.

Selain mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil, berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan batuk. • Istirahat yang cukup. • Penuhi kebutuhan cairan harian, salah satunya dengan banyak minum air putih. • Kumur dengan air garam hangat. • Jika batuk disertai dengan pilek, Anda dapat mencoba meneteskan atau menyemprotkan cairan salin, untuk meredakan jaringan pernapasan yang meradang.

• Mandi dengan air hangat atau menghirup uap air hangat, dapat membantu mengencerkan dahak. • Konsumsi makanan hangat berkuah, seperti sup ayam, untuk membantu meredakan radang dan mengencerkan dahak. • Minum teh hangat dengan campuran lemon obat batuk ibu hamil madu, untuk melegakan tenggorokan. Dalam hal ini, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan herbal atau obat yang bertuliskan “alami” di kemasannya.

Sama seperti obat yang terbuat dari bahan kimia, obat herbal juga terdiri dari bermacam-macam jenis. Sebagian aman untuk ibu hamil, tapi sebagian lainnya juga bisa menimbulkan berbagai gangguan pada janin. Karena itu, tetaplah berkonsultasi ke dokter kandungan maupun bidan, sebelum Anda mengonsumsi berbagai obat maupun suplemen herbal.

Mencegah batuk pada ibu hamil Anda tidak perlu pusing memikirkan jenis obat batuk ibu hamil yang aman jika langkah pencegahan batuk, bisa dilakukan dengan baik. Untuk mencegah batuk, Anda perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama hamil. Nah, dikutip dari Baby Centre, berikut sejumlah cara mencegah batuk saat hamil yang bisa Anda ikuti: • Makan dan minum yang bergizi serta perbanyak konsumsi vitamin C • Rutin mencuci tangan dengan air sabun hangat, terutama setelah Anda berada di sekitar orang-orang yang sedang batuk dan pilek.

• Jangan mengucek-ngucek mata atau menyentuh hidung saat sedang berada di antara orang banyak, karena virus dan bakteri berisiko masuk ke tubuh. • Jangan berdekatan dengan orang yang sedang pilek terlebih dahulu.

• Rutin membersihkan rumah maupun meja kerja Anda di kantor. • Jangan menggunakan alat makan yang sama dengan penderita batuk. • Jangan juga menggunakan handuk yang sama dengan orang yang sedang batuk. • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang. • Berolahraga secara teratur.

• Saat cuaca sedang dingin, perbanyak konsumsi minuman hangat. Periksakan kesehatan Anda dan calon buah hati secara rutin ke dokter kandungan maupun bidan.

Hal ini dapat mencegah sekaligus menjadi deteksi dini apabila ada kelainan atau gangguan kesehatan, yang diderita oleh Anda maupun bayi di dalam kandungan. Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter terkait obat batuk untuk ibu hamil, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store. Baby Center. https://www.babycenter.com/0_safe-medications-during-pregnancy_1486462.bc Diakses pada 13 September 2019 Mayo Clinic. https://www.babycenter.com/0_safe-medications-during-pregnancy_1486462.bc Diakses pada 13 September 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy Diakses pada 13 September 2019 UT Southwestern Medical Center. https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy Diakses pada 13 September 2019 Cleveland Clinic.

https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy Diakses pada 13 September 2019 Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a542237/coughs-and-colds-in-pregnancy Diakses pada 13 September 2019
Buka Tutup • Berhati-hatilah dalam memilih obat batuk pilek karena ada beberapa kandungan yang dapat masuk ke plasenta atau ASI sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan bayi; • Obat batuk pilek yang aman obat batuk ibu hamil ibu hamil adalah paracetamol, antihistamin, kafein, pseudoephedrine, dan dextromethorphan; • Obat batuk pilek yang aman untuk ibu menyusui adalah paracetamol, ibuprofen, antihistamin, dan kafein; • Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil dan menyusui; • Klik untuk mendapatkan obat batuk dan flu ke rumah Anda melalui HDmall.

*Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD. Jika Anda sedang hamil atau menyusui, Anda tidak boleh sembarang minum obat. Pasalnya, ada beberapa obat yang bisa masuk ke plasenta atau ASI sehingga bisa memengaruhi kesehatan bayi.

obat batuk ibu hamil

Lantas, apa saja obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil dan menyusui? Simak daftarnya berikut ini. Kandungan obat batuk pilek Secara umum, obat batuk pilek mengandung kombinasi bahan-bahan berikut: • Antihistamin: Berfungsi untuk meringankan hidung gatal, bersin, dan hidung meler. Contohnya obat batuk ibu hamil, chlorpheniramine, dexchlorpheniramine, diphenhydramine, doksilamin, loratadin, pheniramine, phenyltoloxamine, pyrilamine, prometazin, dan triprolidin; • Dekongestan: Berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat, namun memiliki efek meningkatkan tekanan darah.

Contohnya ephedrine, phenylephrine, pseudoephedrine, dan phenilpropanolamin (PPA); • Antitusif: Meringankan atau menekan reflek batuk sehingga cocok untuk mengatasi batuk kering. Namun, hati-hati, ada beberapa antitusif mengandung narkotika, yaitu codein, dihydrocodeine, hydrocodone, dan hidromorfon.

Contoh antitusif non-narkotika adalah carbetapentane, caramiphen, dan dekstrometorfan (DMP). Lebih lanjut: Pilihan Obat Batuk Kering Paling Ampuh; • Ekspektoran: Mengencerkan dahak di paru-paru sehingga cocok untuk mengatasi batuk berdahak.

Contohnya guaifenesin, amonium klorida, kalsium iodida, gliserol iodinasi, Ipecac, kalium guaiacolsulfonate, kalium iodida, dan natrium sitrat. Lebih lanjut: Obat Batuk Berdahak; • Analgesik: Meringankan rasa sakit dan nyeri yang mungkin terjadi saat flu. Contohnya parasetamol, aspirin atau asam obat batuk ibu hamil lain seperti salisilamid dan sodium salisilat. Obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil Penggunaan obat flu atau batuk pilek hanya sesekali sebetulnya tidak menyebabkan masalah pada janin atau bayi.

Namun, jika digunakan pada dosis tinggi atau untuk jangka panjang, risiko terjadinya efek buruk bisa meningkat. Agar tidak salah pilih, berikut daftar obat batuk pilek untuk ibu hamil yang aman, antara lain: • Parasetamol: Aman karena tidak terbukti mengakibatkan cacat lahir; • Antihistamin: Aman karena tidak terbukti dapat menyebabkan masalah pada manusia.

Antihistamin generasi pertama aman untuk digunakan selama kehamilan; • Kafein: Aman. Studi pada manusia tidak menyebabkan cacat lahir. Namun, studi pada hewan telah menunjukkan bahwa kafein dapat menyebabkan cacat lahir jika diberikan dalam dosis yang sangat besar lebih dari 2 gelas sehari (dosis yang diperbolehkan 150-300 mg); • Pseudoephedrine: Boleh digunakan dalam waktu singkat pada trimester 2 dan trimester 3. Studi mengenai cacat lahir dengan pseudoefedrin belum dilakukan pada manusia.

Namun, studi pada hewan melaporkan bahwa pseudoephedrine tidak menyebabkan cacat lahir tetapi menyebabkan gastrochisis, tidak terbentuknya usus halus (atresia duodenum), usus terburai keluar (gastrochisis), pada janin hewan jika diberikan dalam dosis tinggi. Obat ini tidak disarankan penggunaanya pada trimester pertama; • Dextrometrophan: Boleh digunakan dalam waktu singkat.

Penelitian pada hewan telah menunjukkan bukti efek teratogenik (cacat lahir), namun belum ada penelitian pada kehamilan manusia. Maka itu, obat ini hanya direkomendasikan ketika manfaatnya melebihi risiko yang ditimbulkan. Jika Anda sedang hamil dan mengalami batuk pilek atau flu, hindari obat-obatan obat batuk ibu hamil mengandung bahan berikut: • Phenylephrine: Studi pada cacat lahir dengan phenylephrine belum dilakukan, baik pada manusia atau hewan; • Iodida (misalnya, kalsium iodida dan gliserol iodinasi): Iodida telah terbukti menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid pada janin dan mengakibatkan masalah pernapasan pada bayi baru lahir yang ibunya mengambil iodida dalam dosis besar untuk jangka waktu yang panjang; • Salisilat (misalnya aspirin): Sebaiknya jangan.

Sudah ada penelitian yang menemukan adanya risiko cacat lahir pada manusia akibat penggunaan aspirin, tapi belum dengan salisilamid atau natrium salisilat. Salisilat belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada manusia. Namun, salisilat telah terbukti menyebabkan cacat lahir pada hewan; • Alkohol: Terlalu banyak penggunaan alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir; • Kodein: Sebaiknya jangan. Meskipun studi tentang cacat lahir dengan kodein belum dilakukan pada manusia, belum ada laporan mengenai temuan kodein menyebabkan cacat lahir pada manusia.

Kodein belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan percobaan, tetapi menyebabkan efek yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu, penggunaan narkotika selama kehamilan dapat menyebabkan bayi menjadi ketergantungan obat. Obat batuk pilek yang aman untuk ibu menyusui Meskipun bayinya sudah lahir, Anda tetap perlu berhati-hati saat memilih obat batuk pilek saat menyusui. Ingat, ada beberapa kandungan obat yang bisa mengalir ke ASI dan memengaruhi kesehatan bayi dalam dosis tertentu.

Berikut ini daftar obat batuk pilek yang aman untuk ibu menyusui: • Parasetamol:Belum ada laporan kalau obat ini menyebabkan masalah pada bayi. Dosis maksimal 3000 mg/hari; • Ibuprofen: Dosis maksimal 600 mg tiap 6 jam; • Antihistamin: Antihistamin masuk ke dalam ASI, namun jumlahnya hanya sedikit. Oleh karena itu, semua antihistamin dinyatakan aman untuk digunakan selama menyusui dan tidak akan menimbulkan efek buruk pada bayi yang disusui; • Kafein: Kafein dalam dosis yang dianjurkan biasanya tidak menyebabkan masalah pada bayi menyusui .Dosis maksimal harian yang diperbolehkan 150-300 mg.

Sebelum minum obat batuk pilek saat menyusui, perhatikan kandungan obatnya secara saksama. Jika Anda menemukan bahan-bahan berikut, ada baiknya hindari: • Dekongestan (misalnya ephedrine, phenylephrine, pseudoephedrine): Phenylephrine belum dilaporkan menyebabkan masalah pada bayi menyusui. Ephedrine dan pseudoephedrine masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada bayi menyusui, terutama pada bayi baru lahir dan prematur.

Namun, The American Academy of Pediatrics obat batuk ibu hamil pseudoephedrine kompatibel (aman) pada ibu menyusui; • Iodida (misalnya kalsium iodida dan gliserol iodinasi): Obat ini masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan, seperti tiroid kurang aktif pada bayi; • Salisilat (misalnya aspirin): Salisilat masuk ke dalam ASI. Meskipun salisilat belum dilaporkan menyebabkan masalah pada bayi menyusui, efek buruk dapat terjadi jika dikonsumsi dalam dosis besar secara terus-menerus; • Kodein dan obat batuk narkotika lainnya (misalnya dihydrocodeine, hydrocodone, dan hydromorphone): Tidak aman; • Dextrometrophan: Tidak ada data bahwa obat ini diekskresi ke dalam ASI.

Namun, penggunaan dextrometorfan yang dapat mengurangi produksi air susu. • Guaifenesin: Dapat mengurangi produksi air susu. Apa pun keluhan yang Anda alami, obat batuk ibu hamil jika sedang hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum memutuskan minum obat. Ingat, ada beberapa kandungan yang berpotensi masuk ke plasenta atau ASI hingga dapat memengaruhi kesehatan bayi.

Jika masih bingung, tanyakan lebih lanjut pada dokter mengenai obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Kho, Jey & Siew Siang, Chua & Dallumal, Rita & Omar, Siti. (2017). MEDICATIONS USED BY PREGNANT WOMEN: ANY SAFETY CONCERNS?. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 9. 100. 10.22159/ijpps.2017v9i5.16057. ResearchGate.

( https://www.researchgate.net/publication/316742299_MEDICATIONS_USED_BY_PREGNANT_WOMEN_ANY_SAFETY_CONCERNS) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya.

obat batuk ibu hamil

Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app

Tips Ampuh Mengobati Flu dan Batuk Saat Hamil!




2022 www.videocon.com