Berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Buya Yahya menambahkan, bagi orang yang ingin mengerjakan puasa sunnah syawal juga bisa memilih hari untuk melakukannya. SERAMBINEWS.COM - Puasa Syawal merupakan salah satu amalan puasa yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sesuai namanya, puasa ini dikerjakan pada bulan Syawal, dimulai setelah Lebaran Idul Fitri 1 Syawal.

Namun tak seperti puasa Ramadhan yang hukumnya wajib bagi setiap berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya yang telah memenuhi syarat, mengerjakan puasa syawal hukumnya sunnah. Meski sunnah, puasa syawal tetap dianjurkan untuk dikerjakan karena keutamaannya yang besar. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ra, disebutkan bahwa berpuasa selama enam hari setara dengan berpuasa selama setahun penuh. مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR.

Muslim, no. 1164). Puasa Syawal atau qadha puasa ? (istimewa) Baca juga: Mana yang Lebih Utama Didahulukan, Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa?

Baca juga: Puasa Syawal 6 Hari Boleh Dijeda atau Harus Berturut-turut? Berikut Penjelasannya Seperti disebutkan dalam hadist tersebut, puasa syawal dilakukan selama 6 hari di bulan syawal. Suara.com - Umat Islam saat ini telah memasuki bulan bulan Syawal, ada salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan yaitu puasa Syawal selama enam hari.

Terdapat keutamaan atau manfaat yang sangat baik bagi mereka yang mengerjakannya. Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa? Puasa Syawal dapat dikerjakan mulai pada tanggal 2 Sayawal 1443 Hijriah.

Karena pada tanggal 1 Syawal umat Islam dilarang mengerkan puasa sebab bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga haram hukumnya jika umat Islam berpuasa pada hari kemenangan tersebut.

Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa? Simak ulasannya pada artikel berikut ini. Puasa Syawal Sampai Tanggal Berapa? Puasa Syawal dapat dikerjakan selama enam hari secara berurutan atau tidak berurutan. Puasa bisa dimulai pada tanggal 2 atau 3 Syawal. Puasa Syawal dapat dilakukan selama bulan Syawal dan ketika bulan Syawal berakhir maka berakhirlah puasa Syawal. Baca Juga: Niat Puasa Syawal Sesuai Sunnah dan Waktu Terbaik Mengerjakannya Puasa sunnah ini dapat dikerjakan secara urut dan tidak urut selama enam hari.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Boleh dikerjakan sehari pada tanggal 4 sehari tanggal 6 dan seterusnya. Artinya tidak menjadi masalah jika dikerjakan tidak berurutan karena tetap mendapat keutamaan puasa Syawal. Keutamaan Puasa Syawal Beberapa Keutamaan puasa Syawal diantarannya yaitu:
Suara.com - Umat Islam saat ini telah memasuki bulan bulan Syawal, ada salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan yaitu puasa Syawal selama enam hari.

Terdapat keutamaan atau manfaat yang sangat baik bagi mereka yang mengerjakannya. Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa? Puasa Syawal dapat dikerjakan mulai pada tanggal 2 Sayawal 1443 Hijriah.

Karena pada tanggal 1 Syawal umat Islam dilarang mengerkan puasa sebab bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga haram hukumnya jika umat Islam berpuasa pada hari kemenangan tersebut. Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa?

Simak ulasannya pada artikel berikut ini. Puasa Syawal Sampai Tanggal Berapa? Puasa Syawal dapat dikerjakan selama enam hari secara berurutan atau tidak berurutan.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Puasa bisa dimulai pada tanggal 2 atau 3 Syawal. Puasa Syawal dapat dilakukan selama bulan Syawal dan ketika bulan Syawal berakhir maka berakhirlah puasa Syawal. Baca Juga: Niat Puasa Syawal Sesuai Sunnah dan Waktu Terbaik Mengerjakannya Puasa sunnah ini dapat dikerjakan secara urut dan tidak urut selama enam hari. Boleh dikerjakan sehari pada tanggal 4 sehari tanggal 6 dan seterusnya. Artinya tidak menjadi masalah jika dikerjakan tidak berurutan karena tetap mendapat keutamaan puasa Syawal.

Keutamaan Puasa Syawal Beberapa Keutamaan puasa Syawal diantarannya yaitu: 1. Seperti Puasa Selama Satu Tahun Penuh Orang mengerjakan puasa Syawal sama dengan mengerjakan puasa selama satu tahun penuh.

Hal ini dijelaskan dalam salah satu hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Meski Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan?

Ini Hukumnya "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS Denial of responsibility! The World News is a platform for publishing news. Any user can add any publication. In each material the author and a hyperlink to the primary source are specified. All trademarks belong to their rightful owners, all materials to their authors.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

If you are the owner of the content and do not want us to publish your materials, please contact us by email abuse@theworldnews.net.

The content will be deleted within 24 hours. 46% Pemudik Lebaran 2022 Belum Kembali ke Jakarta 0:0 Comments Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2022 Hari Ini: Jonatan Christie Dkk Lawan Thailand, Malaysia vs Inggris 0:0 Comments Kumur Air Garam Hangat, Pengobatan Pertama ketika Gusi Sedang Bengkak 0:0 Comments Kunjungi Korban Kenjeran Waterpark, Menko PMK: Semoga Kejadian Ini Tak Terulang Lagi 0:0 Comments Gempa M3,4 Guncang Tanggamus, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan 0:0 Comments Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Mei: Libra Terus Seimbangkan Hidupmu, Scorpio Jauhi Pengeluaran Tak Perlu 0:0 Comments Jika Golkar-Demokrat Berkoalisi Disarankan Usung Anies-AHY 0:0 Comments 'Kebangkitan Sayap Kanan di Eropa tidak Boleh Diremehkan' 0:0 Comments Alcaraz juarai Berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Open usai bekuk Zverev 0:0 Comments Prakiraan Cuaca Jabar 9 Mei 2022 Hampir Semua Daerah Potensi Hujan Terutama Pantura 0:0 Comments Risty Tagor Pasrah Jika Harus Kembali Menjanda 0:0 Comments KPK laksanakan apel pagi usai libur Lebaran 0:0 Comments Rombongan Pesepatu Roda Berselancar di Tengah Jalan, Wagub DKI: Akan Kami Tindaklanjuti 0:0 Comments 4 Cara Cek Penerima BSU Rp 1 Juta, Tidak Jadi Cair April 2022 0:0 Comments Kemarin, kapal karam hingga 76.706 kendaraan masuk Jakarta H+5 lebaran 0:0 Comments Sejarah Juara Pertama di GP Miami, Max Verstappen: Ini Luar Biasa!

0:0 Comments Kinerja 2021 Kinclong, PGUN Incar Penjualan CPO Rp 856 Miliar Tahun Ini 0:0 Comments Ukraina: 60 Orang Dikhawatirkan Tewas dalam Serangan Udara Rusia di Sekolah 0:0 Comments Ivan Gunawan Rindu Kurus, Netizen: Kamu Sudah Terlalu Makmur 0:0 Comments Ini 4 Cara Cegah Infeksi Pada Anak, Orangtua Mesti Tahu 0:0 Comments Prabowo Kian Lengket dengan Megawati, Pengamat: Pasti Kaitannya Pilpres 2024 0:0 Comments Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia di SEA Games 2021, Live di MNCTV dan iNewsTV!

0:0 Comments Wagub DKI nilai arogan warga yang bermain sepatu roda di jalan raya 0:0 Comments Stok BBM Aman Selama Libur Lebaran 2022, Dirut Pertamina: Tidak Ada Kelangkaan 0:0 Comments Viral! Rombongan Pesepatu Roda Berselancar di Tengah Jalan Raya 0:0 Comments Debut akhir pekan "Doctor Strange 2" raup Rp2,6 triliun di Amerika 0:0 Comments Lokasi dan Jadwal SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 0:0 Comments Jelang Kedatangan Bernardo Tavares, Suporter PSM Harapkan Ini 0:0 Comments Petarung UFC Wajahnya Rusak Ditendang, Inilah Sosok Tony Ferguson 0:0 Comments Pedayung Indonesia mulai perjuangan bidik tujuh emas SEA Games Vietnam 0:0 Comments Stefan William Dikabarkan Meninggal Akibat Kecelakaan saat Syuting, Ini Faktanya 0:0 Comments Usai Libur Lebaran, Semua Layanan SIM dan STNK se-Indonesia Dibuka Hari Ini 0:0 Comments Menhub Minta Pemudik Rayakan Lebaran Ketupat Dulu Baru Balik ke Jakarta 0:0 Comments Pangeran Arab Saudi Koma 17 Tahun Tak Kunjung Bangun, Begini Penampakannya 0:0 Comments Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Mei: Lepaskan Diri dari Berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Leo, Virgo Atur Jadwalmu dengan Baik 0:0 Comments Bayern Munchen Mustahil Beli Haaland 0:0 Comments PMK Ternak Masuk RI, Presiden Diminta Ambil Langkah Cepat 0:0 Comments Hutan Pinus Malino, Antara Kesejukan dan Flying Fox 0:0 Comments Hasil Bola Tadi Malam: Manchester City Bantai Newcastle, Real Madrid Ditekuk Atletico 0:0 Comments Aksi Ugal-ugalan Komunitas Sepatu Roda Meluncur Di Jalanan Jakarta Berujung Teguran Polisi 0:0 Comments Penumpang Turun di Wilayah Daop berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Surabaya Meningkat 0:0 Comments Kemarin, berwisata ke Majalengka sampai Kang Soo-yun meninggal 0:0 Comments Lebaran Ketupat dan Launching Sirkuit Motor Cross di Lantan 0:0 Comments Jumlah Wisatawan ke Bantul Selama Libur Lebaran Lampaui Target 0:0 Comments Gelombang Tsunami Itu Bernama Pemudik 0:0 Comments Warga Surabaya Ini Merantau ke Samarinda, Punya Ide Pakai Seragam Pertamina, Sontoloyo!

0:0 Comments Misteri Serangkaian Kematian Oligarki Rusia 0:0 Comments Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Ada Hujan Angin Kencang Senin Sore 0:0 Comments Cerita Mahasiswi Asal Mesir 4 Kali Lebaran di Indonesia: Itu Tidak Akan Pernah Mudah! 0:0 Comments Waspada, Minum Rebusan Daun Sirsak Berlebihan Ternyata Memicu Penyakit Berbahaya 0:0 Comments Waria Meninggal Saat Sedang Mengamen Diduga Kena Serangan Jantung 0:0 Comments Mulai Hari Ini Kemenag Terapkan WFH 50 Persen, Diprioritaskan untuk Pegawai yang Mudik Lebaran 0:0 Comments Asal Usul Kelapa Sawit: Berasal dari Afrika dan Baru Muncul di Indonesia Pada 1848 Masehi 0:0 Comments Ruben Onsu Mengalami Masalah Saat Pulang dari Eropa ke Jakarta, Astaga 0:0 Comments Peringatan Dini BMKG Senin, 9 Mei 2022: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin di 28 Wilayah 0:0 Comments Prof Suteki: Status Facebook Rektor ITK Berbahaya, Memecah Belah Anak Bangsa 0:0 Comments GOT7 akan comeback dengan EP terbarunya pada 23 Mei mendatang 0:0 Comments 10 Hal yang Terjadi di Doctor Strange in the Multiverse of Madness 0:0 Comments POPULER Regional: Cerita Polisi Hilang Ditemukan di Hutan - Crazy Rich Grobogan Puji Puan Maharani 0:0 Comments 5 Arti Mimpi Tenda: Dari Peristiwa Menyenangkan Sampai Asmara 0:0 Comments Konsumsi Labu Siam, Siap-siap 5 Khasiat Ini yang Akan Anda Rasakan 0:0 Comments Nasib Bule Cantik yang Telanjang di Pohon Sakral di Bali, Ini Pelajaran!

0:0 Comments Pabrik Baja Azovstal: Lambang Perlawanan Ukraina yang Takluk dari Rusia 0:0 Comments Kakorlantas pastikan layanan kepolisian dibuka mulai hari ini 0:0 Comments Studi: Otak Manusia Berubah Bentuk Saat Berada di Luar Angkasa 0:0 Comments Ncuti Gatwa jadi aktor kulit hitam pertama yang perankan "Doctor Who" 0:0 Comments Senin Pagi Tidak Ada One Way dan Ganjil Genap Tol Kalikangkung sampai Tol Jakarta-Cikampek 0:0 Comments Studi Sebut Pandemi Musngkin akan Lebih Sering Terjadi di Masa Depan, Ini Sebabnya 0:0 Comments Menguji Skuter Listrik Yamaha NEO di Amsterdam 0:0 Comments Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global 0:0 Comments Kebijakan One Way dan Ganjil Genap dari Tol Kalikangkung-Japek Dihentikan Hari Ini 0:0 Comments 3 Pahlawan Nasional Asal Bogor, Ada yang Diabadikan Jadi Nama Jalan 0:0 Comments Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Khofifah Minta Pasar Hewan di 4 Kabupaten Ditutup 0:0 Comments Empat Kali Lebaran Tak Jumpa, Kangen Neng Wirdha pada Elvy Sukaesih Makin Membuncah 0:0 Comments Kemarin, pemudik tunda balik hingga "one way" Tol Semarang-Japek 0:0 Comments IKN Mendongak 0:0 Comments Dinkes Jatim Luruskan Data Pasien Hepatitis Akut 0:0 Comments Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini, Sebagian Kota Besar akan Hujan Ringan Hingga Sedang 0:0 Comments IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Usai Libur Lebaran, Cermati Saham ASII hingga JSMR 0:0 Comments Milan Kalahkan Verona, Pioli Mulai Percaya Diri Bicara Scudetto Meski 2 Laga Terakhir Sulit 0:0 Comments Cuaca Surabaya Hari Ini, Seluruh Kawasan Bakal Diguyur Hujan Saat Malam 0:0 Comments Aduh, Mobil Mewah Dokter Tirta Ditabrak Pengendara Motor, Lampu Depan Rusak 0:0 Comments Lucinta Luna Ngaku Ketagihan Operasi Plastik, Benarkah Tanda Gangguan Psikologis?

0:0 Comments Medina Zein Didepak dari Dirut Perusahaan Kecantikan Miliknya, Imbas Dugaan Nipu Uya Kuya? 0:0 Comments BURT Bakal Panggil Sekjen DPR Soal Lelang Gorden Rumah Dinas Anggota Dewan Senilai Rp 43,5 M 0:0 Comments Pentingnya Balancing Motor Agar Berkendara Tetap Aman 0:0 Berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Rektor ITK Diberhentikan Sebagai Reviewer LPDP, Fahira Idris Bilang Begini 0:0 Comments Selamat! Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 0:0 Comments Resmi!

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Stefano Lilipaly Merapat ke Borneo FC 0:0 Comments Presiden Suriah Bashar Assad Temui Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Ebrahim Raisi 0:0 Comments Pemudik yang Kembali ke Jakarta Keluhkan Lamanya Pengambilan Bagasi di Terminal 2 Bandara Soetta 0:0 Comments Apa yang Dibahas Jokowi dan Megawati di Teuku Umar? 0:0 Comments Wuihh. Puluhan Balon Udara Warna Warni Hiasi Langit Pekalongan Sedot Animo Ribuan Warga 0:0 Comments Arus Balik Lebaran 2022 Usai, One Way-Gage Tol Kalikangkung-Japek Berakhir 0:0 Comments Jadwal Pertandingan Sepak Bola Putra SEA Games 2021, Senin (9/5/2022) 0:0 Comments Menanti Gaji ke-13 PNS, Jadi Cair Juli Bu Sri Mulyani?

0:0 Comments Sebagian Besar Kasus Hepatitis Akut Menimpa Anak Usia di Bawah 5 Tahun 0:0 Comments Kisah Lu Xianren, Berawal Fashion Show berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Sawah Kini Jadi Model Internasional 0:0 Comments 6 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya Dunia Berharta Rp3.527 Triliun tapi Punya Banyak Utang 0:0 Comments Serangan Rusia Mematikan, 62 Tewas, Gelombang Pengungsi Tak Terbendung 0:0 Comments Puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal.

Puasa Syawal dapat dikerjakan kapan saja selama bulan Syawal kecuali pada tanggal 1 Syawal yang diharamkan untuk puasa sebagai hari raya Idul Fitri.

Hukum puasa Syawal boleh dikerjakan sebelum Anda mengqadha puasa Ramadhan yang sifatnya wajib. Karena mengqadha puasa secara hukum bisa dikerjakan di luar bulan Ramadhan.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Baca Juga: 4 Amalan Sunnah Sebelum Salat Idul Fitri yang Dianjurkan Perlu diketahui bahwa puasa Syawal bisa dikerjakan 6 hari berturut-turut atau tidak. Keutamaan Puasa Syawal Meskipun hukum pelaksanaan puasa Syawal itu sunnah, namun puasa Syawal ini memiliki keutamaan yang luar biasa.

Keutamaannya yaitu mendapat pahala puasa selama setahun penuh setelah puasa Ramadhan. Berikut ini dalil sahih yang mengulas keutamaan puasa Syawal: "Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR.

Muslim no. 1164).

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

Selain memperoleh pahala puasa setahun penuh, keutamaan lain puasa Syawal yang dilansir dari muslim.or.id di antara lain:
Halo Serbia S. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab ya 😊 Jawaban soal di atas adalah haram. Cermati pembahasan berikut ini. Dalam Agama Islam, telah diatur kapan kita diperbolehkan berpuasa, dan kapan kita tidak diperbolehkan puasa.

Adapun waktu-waktu kita tidak diperbolehkan puasa antara lain: 1. Berpuasa pada Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal ). 2. Berpuasa pada Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah ).

3. Berpuasa pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah). 4. Berpuasa pada hari yang diragukan (apakah sudah tanggal 1 Ramadan atau belum). 5. Berpuasa saat diri berhalangan, contohnya Haid atau masih dalam kondisi junub. Sehingga dapat disimpulkan, puasa pada tanggal 1 syawal hukumnya adalah Haram.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah haram. Semoga membantu ya 😊
Ramadhan telah berakhir. Umat muslim dengan suka cita menyambut hari berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya setelah sebulan lamanya berpuasa. Ulama menjelaskan, hari raya Idul Fitri disebut-sebut sebagai hari kemenangan bagi umat Muslim karena mengisyaratkan banyaknya jiwa yang dimerdekakan di bulan Ramadhan, sebagaimana hari raya Idul Adha/Nahar disebut juga sebagai hari kemenangan sebab sehari sebelumnya, tepatnya di hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah Allah memerdekakan banyak jiwa manusia dari api neraka.

Maka, barang siapa yang jiwanya dimerdekakan, sungguh ia merasakan kemenangan yang sesungguhnya. Sebaliknya, bagi yang belum mendapat anugerah tersebut, ia telah merugi dan dijauhkan dari kebaikan (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib, juz 2, hal.

218). Ramadhan mengajarkan kepada umat Islam untuk membiasakan diri berbuat kebajikan. Demikian pula melatih diri untuk menahan nafsu dan amarah. Momentum Ramadhan yang positif tersebut hendaknya dapat dipertahankan di bulan-bulan setelahnya. Sungguh sangat beruntung orang yang menganggap seluruh hari-harinya sebagai Ramadhan. Oleh sebab itu, setelah jeda satu hari pada tanggal 1 Syawal, agama menganjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal.

Menurut mazhab Syafi’i, berpuasa enam hari Syawal hukumnya sunnah. Nabi menyebut pahala orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dan disambung dengan enam hari bulan Syawal seperti pahala berpuasa selama setahun.

Nabi bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR.

Muslim). Baca juga: Lafal Niat Puasa Syawal dan Ketentuan Waktunya Bagaimana penjelasan hadits tersebut? Hadits tersebut dapat dipahami secara utuh dengan menggabungkan riwayat lain. Disebutkan dalam hadits riwayat al-Nasa’i bahwa pahala berpuasa Ramadhan sebanding dengan berpuasa selama sepuluh bulan, dengan perhitungan per hari puasa pahalanya sebanding dengan 10 berpuasa. Hal ini sebagaimana rumus yang populer dalam hadits Nabi bahwa pahala satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali.

Sedangkan puasa enam hari Syawal pahalanya sebanding dengan 60 hari (dua bulan). Dengan demikian, gabungan puasa Ramadhan dan enam hari Syawal pahalanya genap satu tahun (10 bulan + 2 bulan). Syekh Khatib al-Syarbini menjelaskan: وَرَوَى النَّسَائِيُّ خَبَرَ «صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ، فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ» أَيْ كَصِيَامِهَا فَرْضًا، وَإِلَّا فَلَا يَخْتَصُّ ذَلِكَ بِرَمَضَانَ وَسِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ؛ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.

“Imam al-Nasa’i meriwayatkan hadits; pahala puasa bulan Ramadhan sebanding dengan berpuasa sepuluh bulan, pahala berpuasa enam hari Syawal sebanding dengan berpuasa dua bulan, maka yang demikian itu adalah puasa satu tahun.

Maksudnya seperti berpuasa wajib selama setahun, sebab jika tidak demikian maka tidak terkhusus dengan Ramadhan dan enam hari Syawal, sebab satu kebaikan dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2, hal. 184). Dalam referensi yang lain disebutkan: قال أصحابنا وهذا صحيح في الحساب؛ لأن الحسنة بعشر أمثالها، وصوم شهر رمضان يقوم مقام ثلاثمائة يوم، وهو عشرة أشهر، فإذا صام ستة أيام بعده قامت مقام ستين يوماً، وذلك شهران، وذلك كله عدد أيام السنة.

“Para pengikut kami berkata; yang demikian ini benar dalam hitungan matematika. Sebab satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Puasa Ramadhan sebanding dengan berpuasa selama 300 hari (sepuluh bulan). Maka bila seseorang berpuasa enam hari setelahnya, sebanding dengan berpuasa 60 hari (dua bulan). Demikian ini adalah hitungan hari selama setahun” (Syekh al-‘Umrani, al-Bayan fi Madzhab al-Imam al-Syafi’i, juz 3, hal.

548). Pahala puasa Syawal yang sebanding dengan pahala berpuasa dua bulan maksudnya adalah dua bulan puasa wajib. Sebab, jika tidak dipahami demikian maka tidak ada arti khusus dalam penyebutan puasa Syawal dalam hadits Nabi.

Misalnya bila dipahami bahwa enam hari puasa Syawal sebanding dengan dua bulan puasa Sunnah, ini tidak ada yang spesial karena semua pahala kebaikan memang demikian, pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Dengan demikian, konteks perbandingan pahala tersebut harus dipahami dengan puasa wajib agar berbeda antara puasa Syawal dengan lainnya. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan: والمراد ثواب الفرض وإلا لم يكن لخصوصية ستة شوال معنى؛ إذ من صام مع رمضان ستة غيرها يحصل له ثواب الدهر لما تقرر فلا تتميز تلك إلا بذلك “Yang dikehendaki adalah pahala puasa fardlu, jika tidak demikian, maka tidak ada makna pengkhususan Syawal dalam hadits Nabi, karena orang yang berpuasa beserta Ramadalan, selama enam hari maka mendapat pahala puasa setahun seperti keterangan yang sudah ditetapkan, maka pahala puasa enam hari Syawal tidak dapat dianggap spesial kecuali dengan penafsiran tersebut (sebanding dengan pahala puasa fardlu dua bulan)”.

(Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, hal. 456). Walhasil, orang yang berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, pahalanya seperti orang yang berpuasa wajib selama setahun. Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat.Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin.

Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG Daftar Pembahasan: • 1 Hukum Puasa Syawal dan Waktunya • 2 Niat Puasa Syawal • 3 Keutamaan Puasa Syawal Hukum Puasa Syawal dan Waktunya Berpuasa enam hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Puasa ini baru boleh dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal. Karena jika melaksanakan puasa sunah ini pada tanggal 1 Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Sebagaimana dalam hadits dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata, عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; Idul Fitri dan Idul Adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan: ( و ) الرابع صوم berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya ستة من شوال ) لحديث من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر ولقوله أيضا صيام رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة أي كصيامها فرضا وتحصل السنة بصومها متفرقة منفصلة عن يوم العيد لكن تتابعها واتصالها بيوم العيد أفضل وتفوت بفوات شوال ويسن قضاؤها Artinya, “Keempat adalah (puasa sunah enam hari di bulan Syaawal) berdasarkan hadits, ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu mengiringinya dengan enam hari puasa di bulan Syaawal, ia seakan puasa setahun penuh.’ Hadits lain mengatakan, puasa sebulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan.

Semua itu seakan setara dengan puasa (wajib) setahun penuh’. Keutamaan sunah puasa Syawal sudah diraih dengan memuasakannya secara terpisah dari hari Idul Fithri. Hanya saja memuasakannya secara berturut-turut lebih utama. Keutamaan sunah puasa Syawal luput seiring berakhirnya bulan Syaawal.

Tetapi dianjurkan mengqadhanya,”(Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain, Al-Maarif, Bandung, Tanpa Tahun, Halaman 197).

Dalam penjelasan di atas sebenarnya cukup jelas mengenai kapan waktu pelaksanaan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Idealnya puasa sunah enam hari ini dilaksanakan persis setelah hari Raya Idhul Fitri, yakni pada 2-7 Syawal. Baca Juga: Ini Dia Hal-hal yang Membatalkan Wudhu, Kamu Harus Tahu!

Namun bagi orang yang berpuasa di luar tanggal itu sekalipun meski tidak berurutan, maka tetap mendapat keutamaan puasa Syaawal. Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syaawal pun tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawal.

Syekh Ibrahim Al-Baijuri memberi keterangan tambahan sebagaimana berikut. وإن لم يصم رمضان كما نبه عليه بعض المتأخرين والظاهر كما قاله بعضهم حصول السنة بصومها عن قضاء أو نذر Artinya, “Puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan sebagian ulama muta’akhirin.

Tetapi yang jelas-seperti dikatakan sebagian ulama-seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syaawal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syaawal),” (Lihat Berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ‘ala Syarhil ‘Allamah Ibni Qasim, Darul Fikr, Juz I, Halaman 214).

Bahkan sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa orang yang melakukan puasa sunah seperti senin-kamis, puasa bidh 12,13,15 yang disunahkan setiap bulan, atau puasa nabi Daud, juga tetap mendapat keutamaan puasa Syawal.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

ومما يتكرر بتكرر السنة (ستة من شوال) وإن لم يعلم بها أو نفاها أو صامها عن نذر أو نفل آخر أو قضاء عن رمضان أو غيره. نعم لو صام شوالا قضاء عن رمضان وقصد تأخيرها عنه لم يحصل معه فيصومها من القعدة Artinya, “Salah satu puasa tahunan adalah (puasa enam hari di bulan Syaawal) sekalipun orang itu tidak mengetahuinya, menapikannya, atau melakukan puasa nadzar, puasa sunah lainnya, puasa qadha Ramadhan atau lainnya (di bulan Syaawal). Tetapi, kalau ia melakukan puasa Ramadhan di bulan Syawal dan ia sengaja menunda enam hari puasa hingga Syaawal berlalu, maka ia tidak mendapat keutamaan sunah Syawal sehingga ia berpuasa sunah Syawal pada Dzul Qa‘dah,” (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Qutul Habibil Gharib, Tausyih alâ Ibni Qasim, Darul Fikr, Beirut, 1996 M/1417 H, Halaman 117).

Adapun pelaksanaan puasa 6 hari di bulan Syawal sama saja seperti berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, hanya pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal.

Baca Juga: Hukum dan Jenis-jenis Perceraian dalam Islam, Wajib Hati-hati! Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin. وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت للمتقين Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Niat Puasa Syawal Berikut adalah lafadz niat puasa Syawal yang berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya oleh para ulama.

Tujuan pelafadzan niar ini adalah untuk memantapkan hati.

berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syaawal esok hari karena Allah SWT.” Adapun orang yang mendadak di pagi hari ingin menjalankan puasa Syaawal, maka diperbolehkan untuk mebaca berniat sejak ia berkeinginan untuk puasa sunnah saat itu juga.

Karena kewajiban membaca niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Sedangkan untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Baca Juga: Wanita yang Haram Dinikahi Namun Hanya Bersifat Sementara Selain itu ia juga dianjurkan untuk melafadzkan niat puasa Syawal di siang hari yaitu sebagaimana berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.” Keutamaan Puasa Syawal Sebagaimana sudah banyak diketahui baahwa salah satu keutamaan puasa enam hari di bulan Syaawal adalah pahalanya yang setara dengan puasa selama satu tahun lamanya. Hal ini berdasarkan dalil hadis yang shahih. من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال كان كصيام الدهر” رواه مسلم “Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya berpuasa pada tanggal 1 syawal hukumnya berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.” Sebagian kalangan ada yang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal ini, namun keraguan tersebut segera terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits.

Syekh Abdullah bin Abdul al-Bassam mengatakan. “Hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits shahih dan mutawatir.

Wallahua’lam bisshawab.

Panduan Tata Cara Puasa Sunnah 6 Hari Di Bulan Syawal...




2022 www.videocon.com