Dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Pramuka adalah kependekan dari Praja Muda Karana. Dahulu gerakan ini juga terkenal dengan nama kepanduan. Organisasi Pramuka terdapat di berbagai penjuru dunia dan bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat.

Latihan pramuka diadakan secara non-formal dan diadakan di luar ruangan Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.3.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961.

Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA. TUJUAN DAN TUGAS POKOK Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan “Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi” “Membentuk sikap dan prilaku yang positifmenguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya pada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama – sama bertanggung jawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.” KELOMPOK UMUR DAN TINGKATAN Kelompok Umur Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya.

Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (Kep Kwarnas no. 203 tahun 2009) peserta didik terdiri atas : – Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga – Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang – Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak – Kelompok umur 21 – 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan.

Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing. Tingkatan Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU.

Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan. – Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata. – Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap – Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka yang dicitacitakan oleh gerakan Pramuka.

Lambang tersebut diciptakan oleh Almarhum Bapak Soenardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai pegawai tinggi Departemen Pertanian.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Lambang Gerakan Pramuka ini digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961, pada panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka.

Bentuk dan Arti Kiasan1. Bentuk Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar bayangan (silhouelte) tunas kelapa. 2. Arti kiasan adalah : Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan CIKAL dan istilah CIKAL-BAKAL di Indonesia berarti : “Penduduk asli yang pertama yang meurunkan generasi baru”. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan bagaimanapun juga. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet, serta menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.

Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia.

Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat didalam tanah.

Jadi mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia. Menu • Blog • Tentang Pramukaria • Admin dan Kontak • Privacy Policy • Sitemap • Static Page • 404 Page Not Found • Anggota • Pramuka Siaga • Pramuka Penggalang • Pramuka Penegak • Pramuka Pandega • Pramuka Dewasa • Materi Pramuka • Pengetahuan Pramuka • Teknik Kepramukaan • Pengetahuan Umum • SKU • SKK • Download • Undang-undang • SK/PP Pramuka • Surat Edaran • Lagu dan Yel Pramuka • Lagu Nasional • Lagu Daerah • Video Pramuka • Lainnya • Organisasi • Satuan Karya • Berita Pramuka • Daftar Isi • Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal.

Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. • ‡Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. • Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya.

Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga. • Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu. • ‡Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

• Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
Lambang Gerakan Pramuka – Gerakan Pramuka berlambangkan: Gambar silhouette TUNAS KELAPA – Uraian arti Lambang Gerakan Pramuka • Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “CIKAL”, dan istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru.

Jadi buah kelapa/nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia. • Buah kelapa/nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

• Kelapa/nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaiaman juga.

• Kelapa/nyiur tumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohan yang tertinggi di Indonesia. Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. • Akar Kelapa/nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan, tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

• Kelapa/nyiur adalah pohon yang serba guna, dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaanya kepada kepentingan Tanah air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia. – Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sumardjo Atmodipuro (almarhum), seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai Tinggi Departeman Pertanian.

– Lambang Gerakan Pramuka digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada Panji-panji Gerakan Pramuka yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden republik Indonesia. – Pemakaian lambang Gerakan Pramuka sebagai lencana dan penggunaannya dalam tanda-tanda, bendera, papan nama, dsb.

diatur dalam Petunjuk-petunjuk Penyelenggaraan. – Lambang Gerakan Pramuka berupa Gambar silhouette TUNAS KELAPA sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 6/KN/72 Tahun 1972, telah mendapat Hak Patent dari Ditjen Hukum dan Perundangan-undangan Departeman Kehakiman, dengan Keputusan Nomor 176634 tanggal 22 Oktober 1983, dan Nomor 178518 tanggal 18 Oktober 1983, tentang Hak Patent Gambar TUNAS KELAPA dilingkari PADI dan KAPAS, serta No.

176517 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Hak Patent tuliasan PRAMUKA. Sumber: http://pramuka.or.id/ nike foamposite 2000 black women shoes heels – Blanco – 991 – DJ3180 – Nike Air Max 97 By You Zapatillas personalizables - newport nike air swoosh shoes sale women black lambang pramuka pramuka um racana um Post navigation Menu • Agenda Racana • Bidang Bina Anggota • Bidang Bina Satuan • Bidang Hubungan Masyarakat • Bidang Kewirausahaan • Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pustaka • Bidang Rumah Tangga • Blog • Contact Person • Dewan Harian • Front Page • Home Page • Latar Belakang • Struktur Dewan Racana 2022 • Struktur Organisasi • Unduh Dokumen • Unit Kampus 2 • Unit Kampus 3 • Visi dan Misi Pencipta lambang Gerakan Pramuka adalah Soenardjo Atmodipurwo yang merupakan pegawai Departemen Pertanian dan juga tokoh Pramuka.

Ia seorang pembina Pramuka. Lambang Gerakan Pramuka yang telah dibuatnya adalah Siluet Tunas Kelapa. Lambang Gerakan Pramuka merupakan tanda pengenal tetap yang memberi makna cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka sebagaimana terurai dalam makna kiasan Tunas Kelapa sebagai Lambang Gerakan Pramuka. Namanya sering salah tulis Kakak-kakak pramuka harusnya sudah mengetahui dengan jelas siapa pencipta lambang Gerakan Pramuka Indonesia. Yaitu tunas kelapa itu. Tepatnya siluet tunas kelapa. Filosofinya cikal, yang mempunyai makna yang begitu luas dan dalam.

Beliau adalah Sunaryo Admodipurwo, salah seorang staf di Kementrian Pertanian pada masa itu. Beliau menciptakan logo pramuka.

Ia mempertemukan ciptaannya pada saat peresmian Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961. Tapi selama ini kita sebagai anggota Pramuka ternyata keliru. Namanya sering ditulis Sunaryo Admodipuro, ternyata itu penulisan dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan.

Tertera nama Soenardjo Atmodipoerwo di batu nisan sang Pencipta Lambang Gerakan Pramuka. (Amir Caesar). Nama dari pencipta lambang Gerakan Pramuka yang benar adalah Soenardjo Atmodipoerwo, pakai ‘W’. Bukan Soenardjo Atmodipuro. Nama itu ditemukan di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut Jakarta Selatan. Jadi yang terpenting untuk dipahami yaitu nama yang benar dari pencipta lambang gerakan Pramuka adalah Soenardjo Atmodipoerwo. Nama tersebut dapat kita lihat dengan jelas pada makamnya.

Harapannya, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menerbitkan buku khusus dan resmi agar menjadi bacaan bagi anggota Gerakan Pramuka. Bahkan, dalam Angaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka pasal 49 tentang lambang, tertulis “ Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa yang diciptakan oleh Soenardjo Admodipuro.” Perlu profil resmi dari Kwarnas Sudah seharusnya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan profil penemu lambang Gerakan Pramuka itu.

Tujuannya, bukan hanya memperbaiki penulisan nama. Ini menyangkut penghargaan, dan penghormatan kepada keluarganya.

Juga, meningkatkan martabat literasi dari organisasi Gerakan Pramuka. Profil itu harus muncul dari penelitian. Tugaskan saja personil dari Pusat Penlitian Dan Pengembangan (Puslitbang) yang ada. Gerakan Pramuka saat ini sudah ‘dipaksakan’ masuk ke pelajaran sekolah.

Jangan sampai anak-anak di sekolah mendapat informasi yang salah.
Makam Pencipta Lambang Pramuka Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoerwo, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka. Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.

Daftar isi • 1 Bentuk • 2 Arti kiasan • 3 Penggunaan • 4 Pranala luar • 5 Lihat pula Bentuk [ sunting - sunting sumber ] Lambang Gerakan Pramuka berbentuk siluet (bayangan) Tunas Kelapa (lihat gambar di samping).

Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam Keputusan Kwarnas No. 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Arti kiasan [ sunting - sunting sumber ] Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut: • Buah kelapa dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa). • Buah kelapa tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet. • Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun • Kelapa tumbuh menjulang Penggunaan [ sunting - sunting sumber ] • Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka • Penggunaan lambang tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk meningkatkan dan menanamkan sifat dan keadaan seperti yang termaktub dalam arti kiasan lambang Tunas Kelapa itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka.

• Setiap anggota Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengamalkan dan mempraktikkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya kepada masyarakat di sekelilingnya. Sebab generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka diharapkan kelak mampu menjadi kader pembangunan yang berjiwa Pancasila Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Lambang Gerakan Pramuka • Kepres RI No.

104 Tahun 2004 • Sejarah Kiasan Lambang Pramuka Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Gerakan Pramuka Indonesia • Halaman ini terakhir diubah pada 11 September 2021, pukul 07.38.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Merdeka.com - Pramuka adalah gerakan mendunia yang telah membentuk perkembangan pemuda dan orang dewasa selama lebih dari 100 tahun.

Pada tahun 1899, selama Perang Boer Kedua di Afrika Selatan, Baden-Powell berhasil mempertahankan kota Mafeking dalam pengepungan yang berlangsung selama tujuh bulan. Pasukan Baden-Powell kalah jumlah sehingga ia menggunakan anak laki-laki setempat untuk memberikan pertolongan pertama, membawa pesan, dan menjalankan tugas. Sekembalinya ke Inggris, Baden-Powell menyadari bahwa anak laki-laki di rumah dapat memperoleh manfaat dari kegiatan serupa dengan anak laki-laki di Mafeking.

Kegiatan ini kemudian menjadi dasar dari Gerakan Pramuka. Dan Boden-Powell dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Sedunia. Di Indonesia gerakan Pramuka dilambangkan dengan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Soenardjo Atmodipurwo seorang pegawai Departemen Pertanian pada tahun 1961. Berikut arti lambang pramuka yang penting dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan Sejarah Lambang Pramuka ©2020 Merdeka.com Pada Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, disebutkan lambang Gerakan Pramuka yakni tunas kelapa.

Lambang ini kemudian dijabarkan lebih lugas dalam penetapan SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka. Lambang yang diciptakan pertama kali olej Sunardjo Atmodipuro ini digunakan pula kala penganugerahan Panji Kepramukaan kepada Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 oleh Presiden Republik indonesia Ir.

Soekarno. BACA JUGA: Polisi Catat Ada 18 Korban Perpeloncoan 'Lingkaran Setan' Pramuka di Ciamis Kesaksian Pelajar SMA di Ciamis Soal Lingkaran Setan saat Pramuka Pengetahuan terkait lambang Gerakan Pramuka juga menjadi salah satu materi dalam SKU yaitu mulai SKU Siaga Mula, SKU Siaga Bantu, Siaga Tata (masing-masing pada syarat nomor 6), serta SKU Penggalang Ramu (syarat no.

14). BACA JUGA: Ekskul Pramuka SMAN 1 Ciamis Lakukan Perpeloncoan 'Lingkaran Setan', 3 Siswa Terluka Kwarnas Pramuka Susun Aturan Pencegahan Pelecehan Seksual Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia Dua Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun seperti apa pun.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

Tiga BACA JUGA: Kominfo Ajak Gerakan Pramuka dan Netizen Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 Polri Hentikan Penyelidikan Laporan Kwarnas Pramuka Terhadap Adhyaksa Dault Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Arti Lambang Gerakan Pramuka Empat Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. Lima BACA JUGA: Perseteruan Adhyaksa Dault dengan Kwartir Nasional Pramuka Berakhir Damai Selidiki Tragedi Tewasnya 11 Siswa saat Susur Sungai, Polres Ciamis Periksa 4 Saksi Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

Enam Nyiur adalah pohon yang serba guna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Tak Terima Rekayasa Lalu Lintas, Pengguna Mobil Mewah Ini Berkata Kasar Kepada Polisi 4 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas 5 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

SelengkapnyaDaftar Isi • Pengertian Lambang Pramuka • Penggunaan Lambang Pramuka • Bentuk Lambang Pramuka • Warna Lambang Pramuka • Makna Arti Lambang Gerakan Pramuka Pengertian Lambang Pramuka Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka yang dicitacitakan oleh gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Almarhum Bapak Soenardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai pegawai tinggi Departemen Pertanian.

Lambang Gerakan Pramuka ini digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961, pada panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka. Pramuka memiliki lambang yang sering kita lihat adalah tunas kelapa.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Lambang Pramuka merupakan simbol atau tanda pengenal untuk organisasi gerakan pramuka yang bersifat tetap. Lambang Pramuka yaitu tunas kelapa ini dibuat oleh seorang pegawai Departemen Pertanian, beliau juga seorang tokoh pramuka yakni Soenardjo Atmodipurwo. Lambang pramuka ini pertama kalinya digunakan tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1961, yaitu pada saat Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno memberikan panji Gerakan Pendidikan Kepanduan nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramkua melalui keputusan Presiden Republik Indonesia No.

448 tahun 1961. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Makna dan Arti Lambang Pancasila Penggunaan Lambang Pramuka Pemakaian lambang pramuka yaitu sebagai lencana yang digunakan berupa papan nama, tanda-tanda, bendera alat administrasi gerakan pramuka dan lain sebagainya yang telah diatur dalam petunjuk penggunaanya. Penggunaan lambang pramuka tersebut memiliki tujuan sebagai alat pendidikan guna mengingatkan serta menanamkan sifat yang termaktub dalam makna lambang tunas kelapa kepada seluruh anggota gerakan pramuka.

Setiap anggota pramuka diwajibkan agar mampu mengamalkan serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ia miliki kepada masyarakat sekitarnya, karena generasi muda yang tergabung dalam gerakan pramuka nantinya diharapkan mampu menjadi kader pembangunan yang memiliki jiwa pancasila di masa yang akan datang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Seni Patung beserta Bentuk dan Fungsinya Bentuk Lambang Pramuka Lambang Pramuka berbentuk bayangan ( silhouette) dari tunas kelapa.

Adapun penjelasan tentang arti lambang pramuka ini telah ditetapkan dalam suatu keputusan Kwarnas Nomer 06/KN/72 tentang arti lambang pramuka yang telah mendapatkan hak paten. Hak paten tersebut bersumber dari Dirjen Hukum Perundangan-undangan Departeman Kehakiman, dengan Nomor Keputusan 176634 tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1983, dan Nomor 178518 tepatnya tanggal 18 Oktober 1983, tentang Hak Paten Gambar “TUNAS KELAPA” yang dilingkari PADI dan KAPAS, serta keputusan No.

176517 tanggal 22 Oktober 1983 mengenai Hak Paten tulisan “PRAMUKA”. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Macam Ideologi Beserta Pancasila sebagai Ideologi Warna Lambang Pramuka Pada Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka telah dijelaskan secara gamblang, bahwa warna pada lambang Gerakan Pramuka telah disesuaikan dengan penggunaannya.

Maka pada lambang ini tidak ada warna baku harus hitam. Berikut ini contoh dalam penggunaannya antara lain: • Pada kepala surat menggunakan warna hitam. • Pada bendera Gerakan Pramuka menggunakan warna merah. • Pada tanda kecakapan umum (TKU) penegak dan pandega memakai warna kuning. • Pada cover buku terbitan kwarnas sering dibentuk berwarna putih.

• Pada beberapa logo kegiatan bisa menggunakan warna lain, bahkan kombinasi beberpa warna. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah dan Bangunan Monas (Monumen Nasional) Makna Arti Lambang Gerakan Pramuka Lambang gerakan Pramuka yakni Tunas Kelapa memiliki arti sebagai berikut: • Buah kelapa atau nyiur dalam keadaan tumbuh memiliki makna “cikal” Makna buah kelapa atau nyiur yang sedang tumbuh secara istilah memiliki arti “cikal bakal” di Indonesia yang berarti: “penduduk asli pertama Indonesia yang menurunkan generasi baru”.

Jadi, buah kelapa atau nyiur dalam keadaan tumbuh tersebut memiliki persamaan makna yaitu sebagai usur utama kelangsungan hidup bangsa Indonesia. • Buah Kelapa Dapat Bertahan Lama Dalam Kondisi Apapun Lambang buah kelapa dapat bertahan lama dalam kondisi apapun mengkiaskan bahwa anggota pramuka adalah sosok dari seorang yang rokhaniah dan memiliki jasmaniah yang kuat, ulet, sehat serta memiliki tekad yang besar dalam menghadapi segala rintangan yang menghadang dalam kehidupannya dan siap menempuh berbagai macam ujian agar dapat mengabdi unutk tanah air tercinta dan bangsa Indonesia.

• Buah Kelapa atau Nyiur Bisa Tumbuh Dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan Saja Hal ini menandakan bahwa besarnya daya serta upaya dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sekitarnya (kemampuan beradaptasi). Jadi Lambang pramuka ini melambangkan, bahwa setiap anggota pramuka dapat beradaptasi dalam masyarakat dimanapun dan kapanpun dia berada serta dalam situasi apapun.

• Buah Kelapa atau Nyiur Tumbuh Menjulang Lurus Ke Atas dan Tinggi Pohon kelapa adalah salah satu pohon tertinggi yang ada di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, lambang Pramuka memiliki arti bahwa setiap anggota pramuka memiliki atau mempunyai cita-cita yang lurus dan tinggi, yaitu cita-cita yang mulia dan jujur serta ia dapat tetap berdiri tegak dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh apapun.

• Akar Kelapa atau Nyiur Tumbuh Ke Dalam Tanah dan Kuat Jadi lambang Pramuka ini memiliki arti, bahwa tekad dan keyakinan seriap anggota pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan yang benar, baik, kuat dan nyata, merupakan tekad dan keyakinan yang digunakan olehnya untuk memperkuat dirinya agar dapat mencapai cita-citanya.

• Pohon Kelapa Adalah Jenis Pohon Yang Serbaguna Baik Dari Ujung Sampai Akarnya Berdasarkan hal tersebut, Lambang Pramuka memiliki arti atau makna bahwa setiap anggota pramuka merupakan seseorang yang dapat berguna dan mau membaktikan dirinya untuk kepentingan tanah air, agama, bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia.

Nah itulah penjelasan lengkap tentang lambang gerakan Pramuka, semoga kalian dapat memahaminya dengan baik. Kunjungi Ayoksinau.com untuk terus menambah wawasan kalian tentang pengetahuan seputar dunia pemdidikan. Terimaksih dan semoga bermanfaat. Posting pada Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Umum Ditag apa fungsi pramuka, arti dari lencana pramuka, arti lambang pramuka dunia, arti lambang pramuka tunas kelapa, arti lambang pramuka yang ada di baju, arti lambang tunas kelapa brainly, arti lambang tunas kelapa lengkap, arti logo sd, atribut pramuka dan artinya, bendera pramuka indonesia, boiskot pramuka, cara menggambar tunas kelapa, contoh gambar wosm, contoh logo pramuka dan artinya, desain logo pramuka beserta maknanya, fungsi perlengkapan pramuka, gambar lambang gerakan pramuka, gambar lambang pramuka, gambar lambang pramuka tunas kelapa, gambar simbol tunas kelapa, gambar tunas kelapa berwarna, gambar tunas kelapa keren, gambar tunas kelapa pramuka penggalang, hari tunas 2020, hari tunas kelapa, hari tunas kelapa 2020, hari tunas kelapa diperingati setiap tanggal, hut pramuka 2019 yang ke, hut pramuka 2019 yang ke berapa, hut pramuka tanggal, jelaskan arti kiasan gerakan pramuka, lagu gerakan pramuka adalah, lambang baju pramuka, lambang gerakan pramuka dunia, lambang pramuka, lambang pramuka di baju, lambang pramuka dunia, lambang pramuka indonesia, lambang pramuka lengkap, lambang pramuka malaysia, lambang pramuka penggalang, lambang pramuka siaga, lambang ungu pada pramuka, logo kegiatan pramuka, logo lambang pramuka, logo pandu dunia png, logo pramuka dunia, logo pramuka keren, logo pramuka lengkap, logo pramuka tunas kelapa, logo squad pramuka, logo wosm, makalah lambang gerakan pramuka, makalah lambang pramuka, makna lambang gerakan pramuka, makna lambang pramuka, mengapa tunas kelapa bertolak belakang, ok google arti lambang tunas kelapa, patung tunas kelapa, pembina utama pramuka indonesia, pengertian lambang pramuka, penjelasan lambang pramuka, photo pramuka penggalang, pohon kelapa menjulang lurus ke atas artinya, dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan siaga adalah, sebutkan golongan peserta didik dalam pramuka, seragam harian pramuka diatur dalam dokumen, setiap tanggal berapa hut pramuka diperingati, siapa penemu sandi semaphore, sketsa lambang pramuka, ukuran lambang pramuka, warna lambang pramuka, warna lambang pramuka siaga, warna tunas kelapa sd Pos-pos Terbaru • 3 Manfaat Mempelajari Biologi di Bidang Pertanian Lengkap • Pengertian dan Analisis Kelayakan Pembiayaan Bank Syariah • Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dengan Keterangannya • Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi Lengkap • Reorientasi UUD 1945 Sebagai Pandangan Tokoh Bangsa • Pengertian dan Sejarah Nuzulul Qur’an • Sejarah dan Biografi Singkat Abu Bakar As-Siddiq • Pengertian dan Ciri Pantun Teka-Teki beserta Contohnya • Pengertian dan Ciri-ciri Puisi • Pengertian dan Unsur Seni Rupa • Pengertian Perekonomian Syariah Beserta Tujuan dan Manfaatnya • 3 Macam Seni di Indonesia Dengan Contohnya • Menghitung Jasa Perantara, Harga Pokok, Jual dan Hasil Usaha • [SEJARAH] Isi Tindak Lanjut Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Lengkap • 60 Soal Essay Biologi Tentang Tumbuhan Dengan Jawaban • 25 Istilah Dalam Internet Yang Perlu Diketahui • Pengertian dan Bentuk Negara Dari Teori Negara Modern • Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara Beserta Contohnya • Cara dan Contoh Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar • Pengertian dan Konsep Dasar Pemrograman Berorientasi Objek
Bab Artikel atau bagian mungkin perlu ditulis ulang agar sesuai dengan standar kualitas Wikipedia.

Anda dapat membantu memperbaikinya. Halaman pembicaraan dari artikel ini mungkin berisi beberapa saran. Gerakan Pramuka Indonesia Lambang Gerakan Pramuka Pimpinan Budi Waseso Didirikan 14 Agustus 1961 Pembubaran Negara Indonesia Kantor Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Jalan Medan Merdeka Timur No. 6, Jakarta 10110 Bumi perkemahan Buperta Cibubur, Jakarta Timur Website www .pramuka .id Lambang Tunas Kelapa Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia.

Kata " Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan Hamengkubuwono IX dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7–10 tahun), Pramuka Penggalang (11–15 tahun), Pramuka Penegak (16–20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun).

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.

Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Gerakan Pramuka dipimpin oleh Ketua Kwartir Nasional, yang saat ini dijabat Komisaris Jenderal Polisi ( Purn.) Budi Waseso. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Masa Hindia Belanda • 1.2 Masa Perang Dunia II • 1.3 Masa Republik Indonesia • 1.4 Kelahiran Gerakan Pramuka Indonesia • 1.5 Gerakan Pramuka diperkenalkan • 1.6 Pasca-Reformasi • 2 Tujuan • 3 Prinsip dasar • 4 Metode • 5 Keanggotaan • 6 Lambang • 7 Sifat • 7.1 Nasional • 7.2 Internasional • 7.3 Universal • 8 Lagu • 9 Kode kehormatan • 10 Lencana Kwartir Daerah (sekarang) • 10.1 Sumatra • 10.2 Jawa • 10.3 Kalimantan • 10.4 Bali dan Nusa Tenggara • 10.5 Sulawesi • 10.6 Kepulauan Maluku dan Papua • 11 Lambang Kwartir Daerah (dulu) • 12 Lihat pula • 13 Referensi • 14 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Lambang identitas dari INPO yang berupa bendera merah dan putih berukuran 84 x 120 cm.

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. [1] Di Jakarta, didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinders-Organisatie (JIPO) pada tahun yang sama. [1] [2] Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

[1] Di luar Jawa, para pelajar sekolah agama Sumatra Barat mendirikan kepanduan El-Hilaal pada tahun 1928. [3] Organisasi Kepanduan Indonesia di seputaran tahun 1920-an. Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan Undang Undang ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan.

Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan. [4] Masa Hindia Belanda [ sunting - sunting sumber ] Anggota pramuka dari Indonesia (pada masa Hindia Belanda) sedang melakukan jambore internasional di Amsterdam, Belanda pada 19 Juli 1937.

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang " Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi " Vereeniging Nederlandsch Indische Padvinders" (NIPV) pada tahun 1916.

[2] Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916. Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi " Hizbul Wathan" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.

Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.

Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

Antara tahun 1928–1935 bermunculan gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernapas agama El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19–23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Masa Perang Dunia II [ sunting - sunting sumber ] Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia.

Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepanduan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya.

Karena Pramuka merupakan suatu organisasi yang menjunjung tinggi nilai persatuan. Oleh karena itulah bangsa Jepang tidak mengizinkan Pramuka di Indonesia. Masa Republik Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

Kongres yang dimaksud dilaksanakan pada tanggal 27–29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag.

A, tertanggal 1 Februari 1947. Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai martir gerakan kepanduan di Indonesia.

Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepanduan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20–22 Januari 1950.

Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsep baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag.

A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah. Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepanduan mengadakan konferensi di Jakarta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia. Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10–20 Agustus 1955, Jakarta.

Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957. Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan kepanduan di Indonesia.

Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan". Kalau Jambore untuk putra dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat.

Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina. Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak.

Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Paragraf 330 yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila.

Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian “kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme” (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Presiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.

Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A.

Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu: • Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

• Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja. • Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka .

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

• Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961. Selain pelantikan pengurus Gerakan Pramuka, pada tanggal 14 Agustus 1961 pula dilangsungkan defile Pramuka yang bertujuan untuk memperkenalkan secara resmi Gerakan Pramuka Indonesia kepada khalayak. Sejak itu, tanggal 14 Agustus kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka. [5] Gerakan Pramuka diperkenalkan [ sunting - sunting sumber ] Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat.

Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibu kota Jakarta, tetapi juga di tempat yang penting di Indonesia.

Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka. Pasca-Reformasi [ sunting - sunting sumber ] Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib pada tahun 2013 dengan adanya Kurikulum 2013. Meskipun demikian, sekolah-sekolah, terutama Sekolah Dasar, sudah menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib sejak lama sebelum kebijakan ini.

[6] [7] Pada Juli 2017, pemerintah Indonesia menangguhkan dukungan untuk Gerakan Pramuka Indonesia setelah Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Adhyaksa Dault menyatakan dukungannya untuk Hizbut Tahrir, [8] karena Hizbut Tahrir bertentangan dengan landasan legislatif Indonesia Pancasila.

[9] Bantuan keuangan ditangguhkan menunggu klarifikasi dari Adhyaksa Dault atas kehadirannya di rapat umum Hizbut Tahrir pada tahun 2013 dan wawancara dengan videografer Hizbut Tahrir [10] yang menyatakan "Kekhalifahan adalah ajaran Nabi. Jika Tuhan menghendaki, dengan atau tanpa bantuan kita, khilafah akan bangkit. Cara kita mungkin berbeda tapi tujuan kita sama. Itulah mengapa saya di sini. Kita terus membuat perubahan kecil. Kita harus membuat perubahan besar. Tatanan dunia harus diubah.

Kita harus memaksakan syariah." [8] Tujuan [ sunting - sunting sumber ] Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka: • Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani; • Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.

[11] Prinsip dasar [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Prinsip Dasar Kepramukaan Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar [11] sebagai berikut: • Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya • Peduli terhadap diri pribadinya. • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Metode [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan [11] merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.

• Belajar sambil melakukan. • Kegiatan berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi. • Kegiatan yang menarik, dan menantang. • Kegiatan di alam terbuka. • Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan. • Penghargaan berupa tanda kecakapan. • Satuan terpisah antara putra, dan putri.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Keanggotaan [ sunting - sunting sumber ] Anggota Gerakan Pramuka [11] terdiri dari Anggota Muda, dan Anggota Dewasa. Anggota Muda adalah Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya: • Golongan Siaga merupakan anggota yang berusia 7 s.d.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

10 tahun • Golongan Penggalang merupakan anggota yang berusia 11 s.d. 15 tahun • Golongan Penegak merupakan anggota yang berusia 16 s.d. 20 tahun • Golongan Pandega merupakan anggota yang berusia 21 s.d. 25 tahun Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri atas: Tenaga Pendidik • Pembina Pramuka • Pelatih Pembina • Pembantu Pembina • Pamong Saka • Instruktur Saka Fungsionaris • Ketua, dan Andalan Kwartir (Ranting s.d.

Nasional) • Staf Kwartir (Ranting s.d. Nasional) • Majelis Pembimbing (Gugus Depan s.d. Nasional) • Pimpinan Saka (Cabang s.d. Nasional) • Anggota Gugus Dharma Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011), [12] menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia.

Lambang [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Lambang Pramuka Lambang Gerakan Pramuka [11] adalah Tunas Kelapa. Sifat [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu: Nasional [ sunting - sunting sumber ] Organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Internasional [ sunting - sunting sumber ] Organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina, dan mengembangkan rasa persaudaraan, dan persahabatan antara sesama Pandu, dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/ agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa. Universal [ sunting - sunting sumber ] Kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja Lagu [ sunting - sunting sumber ] H.

Mutahar salah seorang pejuang, pengubah lagu, dan tokoh Pramuka menciptakan sebuah Hymne Pramuka bagi Gerakan Pramuka. Lagu itu berjudul Hymne Pramuka. Hymne Pramuka menjadi lagu yang selalu dinyanyikan dalam upacara-upacara yang dilaksanakan dalam Gerakan Pramuka.

Syair lagu Hymne Pramuka adalah “ Kami Pramuka Indonesia Manusia Pancasila Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan agar jaya, Indonesia, Indonesia tanah air ku Kami jadi pandumu.

” Kode kehormatan [ sunting - sunting sumber ] Kode kehormatan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari tiga janji yang disebut "Trisatya" dan sepuluh moral yang disebut "Dasadarma". Khusus untuk golongan siaga kode kehormatan terdiri dari dua janji yang disebut "Dwi Satya" dan dua moral yang disebut "Dwi Darma" Trisatya Pramuka Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila • Menolong sesama hidup, dan mempersiapkan diri serta membangun masyarakat • Menepati Dasadarma Dasadarma Pramuka • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Cinta Alam, dan kasih sayang sesama manusia. • Patriot yang sopan, dan kesatria. • Patuh, dan suka bermusyawarah. • Rela menolong, dan tabah. • Rajin, terampil, dan gembira. • Hemat, cermat, dan bersahaja. • Disiplin, berani, dan setia. • Bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

• Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Lencana Kwartir Daerah (sekarang) [ sunting - sunting sumber ] Sumatra [ sunting - sunting sumber ] • • ^ a b c Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda. Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. 2009.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • ^ a b Het Padvindersblad; officieel orgaan der Vereeniging Nederlandsch Indische Padvinders, jrg 20, 1934, no 3, 1934 • ^ Mestika Zed; Amri, Emizal; Edmihardi (2002). Sejarah perjuangan kemerdekaan 1945-1949 di Kota Padang dan sekitarnya. Yayasan Citra Budaya Indonesia.

hlm. 22. ISBN 978-979-95830-5-5. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Wakil Presiden Sosialisasikan Undang-Undang Pramuka [ pranala nonaktif permanen], tempo interaktif. Diakses pada 27 September 2011. • ^ "Keppres 104-2004::Pengesahan AD Gerakan Pramuka". ngada.org. Diakses tanggal 2020-09-12. • ^ "Pramuka Menjadi Ekskul Wajib". KOMPAS.com. 20 November 2012.

Diakses tanggal 26 Januari 2022. • ^ Wibowo, Said Edy (26 Juli 2017). "Ektrakurikuler Wajib Pramuka Pada Kurikulum K13 dan Sebuah Pemikiran".

Kumparan. Diakses tanggal 26 Januari 2022. • ^ a b http://www.theaustralian.com.au/news/world/indonesian-boy-scout-leader-called-for-sharia-law/news-story/889feb92be1eefc9f06412fb6387363a Indonesian Boy Scout leader called for sharia law • ^ "Indonesia to disband hardline Islamist group Hizb ut-Tahrir".

Reuters. 8 May 2017. Diakses tanggal 14 May 2017. • ^ https://www.youtube.com/watch?v=UqgoY7nY0HA Adhyaksa Dault Dukung Khilafah • ^ a b c d e Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (edisi ke-Hasil Munaslub 2012). Kwartir Nasional, Jakarta.

dalam acara apa untuk pertama kalinya lambang gerakan pramuka indonesia digunakan

2012. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • ^ "Sensus Pramuka Indonesia" (PDF). World Organization of the Scout Movement. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-08-31. Diakses tanggal 13 Januari 2013. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini: Kategori tersembunyi: • Halaman dengan berkas rusak • Galat CS1: tanggal • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel dengan parameter tanggal yang tidak valid pada templat • Semua artikel kurang kutipan baris • Artikel yang membutuhkan perubahan gaya penulisan • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 20 April 2022, pukul 09.29.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Sejarah Pencipta Lambang Gerakan Pramuka Tunas Kelapa Dan Maknanya




2022 www.videocon.com