Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Ada hal yang sebenarnya sederhana akan tetapi tidak banyak umat muslim yang mengetahui akan hal ini dan masih malu untuk menanyakan perihal berhubungan dengan mencukur bulu kemaluan. Perlu anda ketahui jika mencukur bulu kemaluan adalah salah satu sunnah dari Rasulullah SAW dan menjadi fitrah yang baik sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah ra, “Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku, dan mencabut bulu kemaluan.” (HR.

Bukhari 5891 dan Muslim 257). • Mencukur Bulu Kemaluan Pria Dalam Islam • Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam • Hukum Keluar Air Madzi Bagi Perempuan • Hukum Keluar Air Madzi Dengan Sengaja Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam Dari beberapa hadits yang mengatakan tentang kesunnahan mencukur bulu kemaluan, para ulama kemudian sepakat jika hukum mencukur bulu kemaluan adalah sunnah atau dengan kata lain dianjurkan.

Akan tetapi, terjadi perbedaan pendapat dalam masalah mencukur atau mencabut bulu kemaluan tersebut. Madzhab Hanafiyah mengatakan jika sunnahnya merupakan mencabut, akan tetapi madzhab Maliki mengungkapkan sebaliknya yakni sunnahnya bukan mencabut namun mencukur.

Selain itu, madzhab syafi’i juga mempunyai pandangan yang berbeda yakni membedakan muslim yang masih single dengan perempuan yang sudah lanjut usia.

Untuk kaum wanita muslim yang masih muda maka disunnahkan untuk mencabut bulu kemaluan. Sedangkan untuk wanita yang sudah lanjut usia, disunnahkan untuk mencukurnya saja. Sedangkan madzhab Hambali atau Imam Ahmad berpendapat jika sunnahnya adalah mencukur dan pendapat terakhir ini disetujui Lembaga Kajian Fatwa Arab.

lembaga tersebut mengungkapkan jika manfaat dari sunnah mencukur bulu kemaluan adalah untuk menjaga kebersihan di sekitar alat vital dan juga meningkatkan pembuluh darah saat berjima dan terhindar dari penyakit karena bakteri yang tumbuh serta berkembang biak diantara bulu kemaluan tersebut. Artikel terkait: • Hukum Mengeluarkan Air Mani Dengan Sengaja • Hukum Keluar Air Madzi • Hukum Oral Seks Dalam Islam • Hukum Zina Tangan Hadits Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air.

” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah). Dalam hadits diatas memperlihatkan jika mencukur bulu atau pun rambut tertentu hukumnya adalah disyariatkan dan tidak dilarang. Sementara dalam riwayat lainnya yakni dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR.

Bukhari, Muslim dan yang lainnya) Kemudian, Imam as-Syaukani memberi penjelasan, Istihdad adalah mencukup bulu kemaluan. Digunakan istilah istihdad, yang artinya mengunakan pisau, karena dalam mencukurnya digunakan pisau. Sehingga bisa dilakukan dalam bentuk dicukur (habis), dipotong (pendek)… (Nailul Authar, 1: 141) Waktu Sunnah Mencukur Bulu Kemaluan Untuk waktu mencukur bulu kemaluan, disunnahkan untuk dilakukan secara teratur dan tidak lebih dari 40 hari.

Hal tersebut sesuai dengan atsar yang diceritakan sahabat Anas bin Malik, “Kami diberi waktu dalam memendekkan kumis, mencukur kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh malam”. Imam Syaukani juga menjelaskan di dalam kitab Nailul Authar, “ Batas waktu maksimal adalah empat puluh hari sebagaimana yang telah ditentukan oleh Nabi SAW, maka tidak diperbolehkan untuk seorang muslim untuk tidak memotong melebihi empat puluh hari.

Apabila dalam rentang sebelum 40 hari dan anda ingin memotongnya, maka hal ini juga masih diperbolehkan dan tidak melanggar sunnah”. Tata Cara Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam Dalam tatacara mencukur bulu kemaluan, hendaknya dimulai dengan bulu bagian kanan atas lalu dilanjutkan menyamping ke kiri.

Jika mengalami kesulitan maka boleh dilakukan dari arah manapun bergantung dari situasi. Hal paling utama dan terpenting adalah berdoa terlebih dahulu supaya jin tidak mengintip saat anda mencukur bulu kemaluan. Tidak ada doa yang secara khusus dianjurkan untuk mencukur bulu kemaluan dan jika tidak ingin diawali dengan doa juga bisa dilakukan. Namun, disaat seseorang membuka aurat, maka hal ini bisa dijadikan waktu bagi jin untuk mengintip sehingga disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi seperti yang telah diriwayatkan hadits riwayat Ali bin Abi Thalib ra dimana Rasulullah SAW bersabda, “Penutup antara pandangan jin dan aurat cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam adam adalah ketika mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah”.

[HR. Tirmidzi] Artikel terkait: • Hukum Memotong Kuku Saat Puasa • Keramas Saat Haid • Hukum Onani Menurut Islam • Mandi Wajib Bolehkah Suami Mencukur Bulu Kemaluan Istri Atau Sebaliknya ?

Ada sebagian umat muslim pasangan suami istri yang mempertanyakan apakah boleh istihad dilakukan oleh suami karena alasan suami tidak susah saat mencukur bulu kemaluan sendiri dan supaya lebih mesra dan alasan lainnya?.

Saat suami membantu istri melakukan istihdad, maka pastinya juga akan melihat aurat yang dimiliki istri atau sebaliknya dan terdapat dua pendapat ulama mengenai hal tersebut. • Makruh Ulama yang memakruhkan memiliki dalil dengan hadits riayat Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berkata, “Aku tidak pernah memandang kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali”.

(HR. Ibnu Majah) • Mubah Pendapat jumhur ulama yang menilai hadits Aisyah tersebut dhaif seperti yang disebut Al Hafizh Ibnu Rajab. Selain itu dalil lain adalah riwayat Aisyah dalam Bukhari dan Muslim yang berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau.

Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, hingga aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku”. Ia berkata; “Mereka berdua saat itu dalam kondisi junub”.

(HR.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Bukhari dan Muslim). Dalam Fathul Bari dijelaskan jika ulama seperti Ad Daudi berdalil dengan hadits berhubungan dengan suami yang memandang aurat istri. Sedangkan hadits lain yang dijadikan pegangan untuk memperbolehkan suami melihat aurat istrinya adalah dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jagalah auratmu kecuali dari istrimu”.

(HR. Tirmidzi dan Abu Daud, hasan) Ibnu Hajar Al Asqalani juga memberi penjelasan jika hadits ini memperlihatkan boleh suami melihat aurat istri. Ibnu Hazm Azh Zhahiri juga menegaskan, “Boleh bagi suami untuk memandang ‘milik’ istri sebagaimana istri juga boleh memandang ‘milik’ suami. Hal itu tidak dianggap makruh sama sekali.” Artikel terkait: • Tata Cara Mandi Wajib • Niat Mandi Wiladah • Cara Mandi Wajib Bagi Wanita • Cara Mandi Besar Tips Mencukur Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam Ada beberapa tips yang harus diperhatikan saat mencukur bulu kemaluan dalam ajaran agama Islam, seperti: • Menyiapkan Peralatan Siapkan alat cukur yang dikhususkan untuk mencukur bulu area kemaluan, gunting untuk merapikan, pisau cukur atau silet untuk mencukur habis.

• Kerjakan Dengan Beberapa Tahap Saat mencukur bulu kemaluan, sebaiknya jangan dilakukan dari bulu kemaluan yang lebat sampai benar-benar habis sama sekali.

Awali dengan memotong sedikit lebih pendek di setiap minggunya dan dilanjutkan pada minggu berikutnya begitu pun selanjutnya. Awali dengan bidang dari sudut bulu kemaluan yang lebih kecil dan lebih kecil lagi dengan cara mencukurnya. • Gunakan Sabun Cukur Banyak Tambahkan juga dengan lapisan sabun atau jeli yang baru setiap kali anda mencukur bulu kemaluan.

Anda juga mungkin akan membutuhkan sedikit minyak diantara kulit yang halus terutama untuk anda cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam memiliki kulit sensitif. • Rendam Air Hangat Sebelum Mencukur Merendam dengan air hangat atau memakai shower air hangat sebelum mulai mencukur bulu kemaluan berfungsi untuk melembutkan bulu di sekitar kemaluan tersebut sehingga akan lebih mudah di gunting atau di cukur sekaligus tidak memakan banyak waktu.

• Jangan Mencabut Oleh karena kulit di sekitar area kemaluan sangat tipis dan sensitif, maka tidak disarankan untuk mencabut bulu kemaluan sebab akan menimbulkan efek samping dan terasa sakit. • Mencukur Dengan Satu Arah Cukurlah bulu kemaluan denan aira pertumbuhan bulu dan amati pola ini sesuah anda memotong pendek bulu kemaluan tersebut. Untuk orang yang sudah berpengalaman bisa mencukurnya dengan arah berlawanan dari arah pertumbuhan rambut sesudah dilakukan apda arah serat kemudian memakai gerakan lembut sehingga hasil cukuran bisa bagus.

Akan tetapi cara ini jangan dilakukan untuk anda yang masih pemula. • Pakai Kaca Ukuran Besar Pakai juga kaca berukuran besar yakni seukuran tubuh anda dan juga pencahayaan yang baik supaya hasil pencukuran bisa baik dan rapi. • Pakai Pelembab Sesudah anda selesai mencukur, maka aplikasikan juga pelembab untuk menyegarkan dan menyejukkan area kulit kemaluan anda. Berhati-hati dengan wewangian atau bahan tamabah dari pelembab yang akan menimbulkan iritasi kulit dan lebih baik gunakan babi oil untuk mengurnagi iritasi sesudah selesai mencukur.

Artikel terkait: • Hukum Menelan Air Mani • Pergaulan Bebas Dalam Islam • Hukum Khitan Bagi Perempuan • Hukum Mencukur Alis Dalam Islam Demikian ulasan lengkap yang bisa kami berikan mengenai mencukur bulu kemaluan menurut Islam yang ternyata juga menjadi sunnah Rasulullah SAW dan diperbolehkan untuk dilakukan dengan tujuan menjaga kesehatan sekaligus kebersihan. Breaking News • 9 Potret Terbaru Ririe Fairus, Makin Cantik Setelah Cerai dari Ayus Sabyan • Puncak Arus Balik Mudik Lebaran • Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran 2022 di Tol Kalikangkung Hingga Jakarta-Cikampek Resmi Berakhir • Bleaching Rambut sampai 14 Jam Demi Met Gala, Kim Kardashian Khawatir Rambutnya Rontok • Baby Izz Genap Berusia 1 Bulan, Nikita Willy Curhat Sulitnya Jadi Ibu • Lucinta Luna Ngaku Ketagihan Operasi Plastik, Benarkah Tanda Gangguan Psikologis?

• Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini, Sebagian Kota Besar akan Hujan Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam Hingga Sedang • Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global • Senin Pagi Tidak Ada One Way dan Ganjil Genap Tol Kalikangkung sampai Tol Jakarta-Cikampek • 5 Arti Mimpi Tenda: Dari Peristiwa Menyenangkan Sampai Asmara Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat Menurut Islam.

Foto: unsplash Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut Islam merupakan salah satu hal yang harus kamu pahami betul. Mungkin sebagian wanita bingung bagaimana cara mencukur bulu kemaluan karena letaknya yang cukup sulit untuk dijangkau atau dipantau.

Dilansir dari website Islam NU, di dalam hadis terdapat 5 fitrah yaitu mencukur bulu kemaluan, berkhitan, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis, serta memotong kuku. Waktu yang tepat untuk mencukur bulu kemaluan juga berbeda-beda setiap orang maupun individu. Karena ada yang cepat panjang, ada pula yang cukup lambat.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut: وَالتَّوْقِيتُ فِي حَلْقِ الْعَانَةِ عَلَى مَا سَبَقَ مِنِ اعْتِبَارِ طُولِهَا: وَاَنَّهُ اِنْ اَخَّرَهُ فَلَا يُجَاوِزُ أَرْبَعِينَ يَوْمًا Artinya, “Penetapan waktu mencukur bulu kemaluan sebagaimana yang telah dijelaskan dilihat dari sisi panjangnya.

Jika dibiarkan, maka jangan sampai melebihi empat puluh hari,” (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz I, halaman 342). Sehingga tidak ada waktu yang tepat dan pasti kapan kamu harus mencukur bulu kemaluan. Jika dirasa sudah panjang dan mengganggu, ada baiknya kamu segera mencukur bulu kemaluan. Namun, waktu yang terbaik adalah jangan sampai jangka waktu mencukur bulu kemaluan lebih dari 40 hari setelah mencukur sebelumnya.

Setelah mengetahui kapan waktu yang tepat, Hello Ladies telah merangkum bagaimana cara mencukur bulu kemaluan sesuai dengan syariat Islam. Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat Menurut Islam Inspirasi Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat Menurut Islam.

Foto: pexels Mencukur bulu kemaluan tidak boleh sembarangan, harus diperhatikan dengan betul agar tidak menyebabkan iritasi atau hal-hal buruk lainnya. 1. Gunakan air hangat Saat akan mencukur bulu kemaluan, sebaiknya bulu kemaluan dibasahi terlebih dahulu menggunakan air hangat agar proses pencukuran lebih mudah.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Jika tidak dibasahi, maka rambut akan kaku dan mempersulit proses mencukur. 2.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Mencuci Tangan Sebelum menyentuh atau bercukur, pastikan tangan kamu dalam keadaan bersih. Cuci tangan dengan sabun agar steril dan tidak ada kuman yang bisa masuk ke vagina. 3. Membaca Doa Memang tidak ada doa khusus untuk mencukur bulu kemaluan, namun kamu bisa membaca basmalah sebelum mencukur. 4. Gunakan Gunting Terlebih Dahulu Agar prosesi mencukur lebih mudah, gunakan gunting terlebih dahulu untuk memendekkan bulu kemaluan.

Hati-hati saat menggunakan gunting, karena bisa melukai bibir vagina jika tidak hati-hati. 5. Oleskan Krim atau Minyak Setelah bulu kemaluan dirasa sudah cukup pendek dan bisa dicukur dengan alat cukur, oleskan krim atau minyak kepada bulu kemaluan agar lebih mudah untuk dicukur.

6. Cukur dengan Hati-Hati Cukur secara perlahan dan hati-hati, gunakan bantuan kaca untuk melihat apakah bulu kemaluan masih ada atau tidak saat dicukur. 7.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Bilas dengan Benar Yang terakhir, bilas kemaluan dengan benar untuk menghilangkan bulu-bulu halus bekas mencukur. Cara membilasnya yaitu dari vagina (depan) ke belakang. (AP) Apa hukum mencukur bulu kemaluan? Dijelaskan dalam hadis, mencukur bulu kemaluan hukumnya adalah sunnah atau dianjurkan.

Sehingga lebih baik dilakukan. Kapan mencukur bulu kemaluan? Tidak ada waktu pasti kapan yang tepat untuk mencukur bulu kemaluan. Namun dalam hadis dijelaskan tidak boleh melebihi 40 hari dan jika dirasa sudah panjang, maka sebaiknya segera dipotong.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

• 50 mins ago 9 Potret Terbaru Ririe Fairus, Makin Cantik Setelah Cerai dari Ayus Sabyan • 11/03/2021 Gubernur Aceh Apresiasi Masyarakat, Kasus Covid-19 Terkendali • 04/03/2021 After all is said and done, more is said than done • 04/03/2021 Knowledge is power • 04/03/2021 The Future Of Possible • 04/03/2021 Xbox boss talks Project Scorpio price
Manusia memiliki beberapa jenis bulu yang tumbuh dibagian-bagian tertentu tubuhnya, mulai dari kepala hingga pada bagian kaki. Keberadaan bulu-bulu tersebut pada dasarnya memiliki fungsi-sungsi tertentu seperti untuk melindungi bagian tubuh yang ditumbuhi bulu dari adanya ancaman bahaya seperti bakteri, dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan, kesehatan, serta kerapian bulu-bulu tersebut. Kali ini kita akan membahas tentang mencukur bulu kemaluan menurut agama islam. Memang terdengan tabu ketika kita membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kemaluan seperti adanya bulu pada kemaluan, akan tetapi jika apa yang kita bicarakan berkaitan tentang kesehatan dan agama, maka sudah sepantasnyalah jika kita mengetahuinya. Bulu kemaluan adalah rambut yang tumbuh di atas dan di sekitar kemaluan lelaki maupun perempuan, sehingga mencukur bulu kemaluan pria dan wanita dianjurkan dalam islam.

Islam sangat menganjurkan bagi umatnya agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan daerah kemaluan seperti dengan merapikan atau mencukur bulu kemaluan. عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عشر من الفطرة قص الشارب وإعفاء اللحية والسواك والاستنشاق بالماء وقص الأظفار وغسل البراجم ونتف الإبط وحلق العانة وانتقاص الماء يعني الاستنجاء بالماء Artinya “Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air.

” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah). Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam خمس من الفطرة : الاستحداد ، والختان ، وقص الشارب ، ونتف الإبط وتقليم الأظفار Artinya “ Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, mencabut bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR.

Bukhari, Muslim dan yang lainnya) Berikut adalah penjelasan mengenai mencukur bulu kemaluan dalam islam : Pentingnya Mencukur Bulu Kemaluan Pertumbuhan rambut kemaluan secara umum akan terhenti setelah dua bulan, artinya bulu kemaluan yang tadinya sudah panjang tidak akan bertambah panjang meskipun tidak dicukur.

Akan tetapi banyak resiko kesehatan yang nantinya akan timbul ketika bulu kemaluan tidak dicukur atau dibersihkan dengan baik seperti bakteri akan mudah berkembang di sana, dan pada akhirnya bakteri-bakteri tersebut akan mengakibatkan berbagai macam gangguan pada alat reproduksi tersebut, seperti serangan penyakit maupun timbulnya bau pada kemaluan.

Berikut adalah pentingnya mencukur bulu kemaluan : 1. Jika dilihat dari segi kesehatan Pada dasarnya bulu kemaluan itu memiliki beberapa fungsi, diantaranya : • Memberikan kehangatan • Sebagai tanda kematangan seksual • Tempat pengumpulan dari pengeluaran hormon • Akan dapat membantu mengurangi gesekan luar pada saat berhubungan seks • Untuk memberikan perlindungan pada daerah yang ditumbuhi bulu-bulu tersebut, karena biasanya itu merupakan daerah yang sensitif.

2. Jika dilihat dari segi agama Ada ungkapan yang menyatakan bahwa “bersih itu sebagian dari iman.” Artinya dengan menjaga kebersihan, baik itu kebersihan diri maupun lingkungan maka hal itu merupakan suatu bentuk keimanan kita kepada Allah SWT. Lalu apa kaitannya dengan bulu kemaluan? Suatu ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bertanya kepada iblis “ Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” Lalu iblis pun menjawab “ Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari.

Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.” Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa apabila kita tidak menjaga kebersihan bulu kemaluan kita maka artinya kita menyediakan tempat bagi iblis untuk bersarang di tubuh kita, dan dengan begitu para iblis tersebut akan dengan mudah mengganggu dan membujuk kita agar melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Selain itu, cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam juga melarang para kaum lelaki yang datang dari perjalanan jauh untuk mendekati istri-istri mereka sebelum mencukur bulu kemaluan.

Hal ini diungkapkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Jabir yang menyatakan tentang adanya larangan mendatangi istri tengah malam sebelum bersisir lebih dahulu dan mencukur bulu ari-ari bagi orang yang baru pulang dari perjalanan jauh.

Batas Waktu Mencukur Bulu Kemaluan Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwasannya Beliau pernah berkata : وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة Artinya “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (H.r. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i) Jadi hendaknya kita sebagai muslim yang baik bisa mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam untuk mencukur atau membersihkan bulu kemaluan, serta tidak membiarkannya begitu saja lebih dari 40 hari.

Cara yang baik Membersihkan Bulu Kemaluan Imam An- Nawawi pernah mengatakan bahwa cara yang paling tepat untuk membersihkan bulu kemaluan adalah dengan mencukurnya, terutama bagi para wanita, karena membersihkan bulu kemaluan dengan cara selain mencukur misalnya dengan mencabut bulu kemaluan akan dapat mengakibatkan iritasi serta kulit di daerah tersebut akan mengendur. Di dalam upaya mencukur bulu kemaluan hal-hal yang harus selalu diperhatikan adalah sebagai berikut : • Hukumnya adalah haram apabila seorang wanita mencukur bulu kemaluannya di hadapan sesama kaum wanita atau di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi kaum pria, dimana ia tidak diperbolehkan mencukur bulu kemaluannya dihadapan sesama pria maupun di hadapan wanita yang bukan muhrimnya. Ini berarti yang harus mencukur bulu kemaluan kita adalah diri kita sendiri atau seorang suami diperbolehkan untuk mencukur bulu kemaluan istrinya, begitu juga sebaliknya.

Apa alasannya? Alasannya adalah sangat jelas, yaitu karena kemaluan merupakan aurat yang harus selalu dijaga dari orang-orang yang tidak berhak.

• Sebaiknya menggunakan alat bantu cukur (pisau cukur) yang tajam. • Sebelum mulai mencukur, ada baiknya jika Anda merendam terlebih dahulu daerah kemaluan Anda dengan menggunakan air hangat selama beberapa saat untuk membuat tekstur kulit di daerah tersebut menjadi lembut sehingga memudahkan dalam proses pencukuran.

• Sebaiknya Anda melumasi daerah yang hendak dicukur dengan menggunakan sabun agar daerah tersebut tidak terlalu kesat sehingga akan menghindarkan resiko luka pada kulit. • Dalam mencukur sebaiknya dengan satu arah guna mencegar terjadinya pertumbuhan rambut di bawah kulit. • Hal yang perlu diperhatikan oleh para wanita adalah jangan mencukur bulu kemaluan ketika Anda sedang menstruasi, karena pada saat menstruasi area Miss V akan menjadi lebih sensitif. • Setelah proses pencukuran selesai, sebaiknya hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat agar sirkulasi udara tidak terganggu.

Baca juga artikel tentang islam lainnya • Shalat Jum’at • Shalat Tahajjud • Keistimewaan Ramadhan • Shalat Hajat • Shalat Subuh • Shalat Fardhu • Shalat Wajib • Shalat Istikharah • Shalat Taubat • Shalat Tasbih • Shalat Dhuha • Puasa Ramadhan • Shalat Witir • Rukun Islam • Pengertian Riba • Macam-Macam Puasa Sunnah Satu hal yang sebenarnya sederhana, namun tidak banyak muslimin mengetahuinya, bahkan enggan menanyakan, padahal hal ini ternyata merupakan sunah Rasulullah SAW yaitu Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam.

Ternyata mencukur bulu kemaluan termasuk fitrah baik, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah ra: “ Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku, dan mencabut bulu kemaluan.” (HR.

Bukhari 5891 dan Muslim 257). Islam mengajarkan agar bulu-bulu tersebut dicukur secara rutin, demikian menurut Prof. Abdul Jawwat Khalaf dalam bukunya yang berjudul Syi’ru wa-ahkamuhu fi al-Fiqh al-Islami. Karena hal ini bukan tanpa alasan, karena ternyata ada banyak manfaat dari anjuran Nabi ini, yang paling utama persoalan kebersihan dan kesehatan. Para ulama sepakat jika mencukur bulu kemaluan adalah hukumnya sunah. Namun mereka masih berselisih pandang, apakah lebih dianjurkan dicabut atau dicukur?

Menurut mazhab Hanafi sunahnya adalah mencabut, sedang mazhab Maliki malah berpandangan sebaliknya jika sunah membersihkan bulu disekitar kemaluan justru bukan di cabut, namun mencukurnya. Mazhab Syafi’i mempunyai pandangan berbeda pula, membedakan antara muslimah yang masih muda atau lajang dan perempuan yang telah lanjut usia.

Bagi mereka yang masih muda dengan metode mencabutsedang yang sudah lansia boleh mencukurnya.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Apakah sunahnya memang diberi rentang waktu selama 40 hari? Bagaimana jika melebihi atau kurang dari waktu itu? Ternyata memang demikian adanya karena hal ini sudah tertera pada hadis Nabi Muhammad SAW: Riwayat dari Muslim dan Anas bin Malik ra: “Kami diberi waktu dalam memendekkan kumis, mencukur kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh malam.” Syaukani mengatakan, jika Rasulullah sudah mematok waktu rentang 40 hari untuk waktu terbaik mencukur bulu kemaluan, dan ini berarti tidak diperkenankan melebihi dari waktu tersebut, namun jika dalam rentang sebelum waktu 40 hari, Anda berniat memotongnya maka diperbolehkan.

Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam Mengapa Rasulullah mematok 40 hari seperti yang di jelaskan dia atas, Hal tersebut tentu ada sebab mengapa hitungannya tak diperkenankan melebihi waktu tersebut, hal ini dimungkinkan batasan waktu tersebut bulu-bulu disekitar area vital telah banyak dan mulai menganggau aktivitas seksual juga sudah cukup waktu untuk tumbuh kembangnya bakteri yang sangat merugikan kesehatan manusia.

Dan jika Manusia mengetahuinya, hendaknya mengikuti sunah Rasulullah tersebut, karena hal ini lebih baik baginya, seperti firman Allah SWT: “Demikianlah (perintah Allah).

Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya.” AQ. Al-Hajj: 30. Mengenai batasan waktunya itu, imam an-Nafrani dari mazhab Maliki pada kitabnya yang berjudul al-Fawakih ad-Dawani memaknai jika hal itu bisa dikatakan cukup fleksibel, tak hanya terpatok harus 40 hari baru dicukur, namun menurut kebutuhan.

Hal ini dikuatkan pula oleh imam al-Iraqi dalam kitab Tharh at-Tatsrib yang menyatakan tidak ada batasannya kapan harus mencukurnya, jika dinilai sudah cukup panjang, maka segeralah mencukurnya. Sahabat dunia islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pula dalam pencukuran ini, semisal siapakah yang bisa melakukan pencukuran tersebut?

An nawawi menjelaskan jika harus orang yang bersangkutan, tidak boleh dilakukan oleh orang lain kecuali suami sendiri—yang hukumnya pun dianggap makruh.

Loading. Mengenai doa sebelum mencukur bulu kemaluan, Tiada doa khusus saat muslim akan mencukur bulu kemaluan, hal ini dikarenakan tiada penjelasan dari keterangan ulama pada buku-buku fikih mengenai hal ini, jika tidak berdoa-pun tidak mengapa. Hanya saja karena seseorang jika akan melakukan sesuatu yang tujuannya baik, dan saat membuka aurat itu bisa jadi terlihat oleh jin, maka diharapkan membaca basmallah atau doa masuk kamar mandi seperti yang tertera dalam hadis berikut: dari Ali bin Abi Thalib ra, Nabi SAW bersabda: “ Penutup antara pandangan jin dan aurat bani adam adalah ketika mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah.” (HR.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Turmudzi ).[]
Dari beberapa cara itu, yang paling mudah dan nyaman adalah. Dream - Rasulullah mensabdakan bahwa Istihdad (mencukur bulu kemaluan) merupakan salah satu sunnah fitrah. " Ada lima hal yang termasuk fitrah: khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis” (HR. Bukhari dan Muslim) Doa untuk Pengantin dan Macam-macam Hukum Menikah Menurut Islam Lima manfaat istihdad telah diketahui di zaman modern yakni kebersihan terjaga, terhindar dari bau, sehat, meningkatkan sensitifitas saat berhubungan, dan lebih higienis bagi wanita.

Lalu ada pertanyaan, bagaimana cara dan kapankah waktu terbaik melakukan istihdad? Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa istihdad bisa dilakukan dengan cara menggunting atau memotong rambut ‘rahasia’ tersebut. Bisa pula dengan mencabut atau mencukurnya.

Dari beberapa cara itu, yang paling mudah dan nyaman adalah mengguntingnya. Sebab jika mencukur dengan alat cukur, sebagian orang khawatir bisa terkena kulit yang sangat sensitif di area itu. Sedangkan jika dicabut, maka rasanya akan sakit. Menggunting relatif aman dan tidak timbul rasa sakit sama sekali. Kapan waktunya?. Ditanya Seorang Gadis Soal Pacaran Lewat HP Saat Puasa, Ini Jawab Oki Setiana Dewi " (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) memberi tempo kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menggunting bulu kemaluan agar tidak dibiarkan begitu saja lebih dari empat puluh malam".

(HR. Abu Dawud dan Ahmad) Tata Caranya Adapun tata caranya sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW hendaknya dimulai dari bulu bagian kanan yang paling atas kemudian menyamping ke kiri. Hal yang terpenting sebelum mencukur bulu kemaluan adalah disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : Editor's Pick • Doa sebelum Adzan dan setelahnya Beserta Syarat-syarat Sah Adzan yang Penting Diketahui • Coba Masker Buah Alami Demi Kulit Lebih Lembut • Fakta-Fakta Sosok Ars-Vita Alamsyah, Muslimah Indonesia Anak Buah Elon Musk • Benarkah Wajah jadi Lebih Glowing Saat Kasmaran?

• Shireen dan Zaskia Sungkar Tampil Kompak Pakai Outfit Monokrom, bak Kembar Identik
Begini cara yang benar mencukur bulu kemaluan menurut Islam, seperti diungkap oleh organisasi masa Islam terbesar di Indonesia, NU. JEDA.ID — Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam cara mencukur bulu kemaluan menurut Islam yang benar? Seperti yang diketahui, rambut kemaluan yang sudah panjang tentunya akan menganggu kenyamanan Anda.

Baca Juga: 3 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi Tak hanya menganggu kenyamanan, rambut kemaluan yang jarang dicukur dan dibiarkan memanjang bisa menjadi sarang bakteri hlo. Bahkan dalam Islam mencukur rambut kemaluan hukumnya sunah. Akan tetapi, dalam mencukur bulu kemaluan tak boleh sembarangan karena menurut Islam ada aturannya. Baca Juga: Chef Arnold Bikin Waffle Nasi Goreng Ala Kai EXO, Ini Cara Membuatnya Dijelaskan dalam situs resmi Nahdlatul Ulama atau NU, dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala syarhil Khathib dijelaskan mencukur bulu kemaluan dikhususkan untuk laki-laki.

Sementara itu, perempuan sebaiknya adalah mencabut bulu kemaluan. Para ulama berpendapat dengan cara seperti itu bisa mengendalikan syahwat perempuan. Sedangkan jika dengan mencukur rambut kemaluan laki-laki bisa menguatkannya. Baca Juga: Siapa Sebenarnya dr Lois Owien yang Sebar Hoaks Covid-19? Namun, ada pula pendapat yang dikemukakan oleh Madzhab Maliki, mencabut bulu kemaluan bagi perempuan ternyata bisa melembutkan bagian intimnya.

“ Yang paling afdhal bagi laki-laki adalah mencukur bulu kemaluan, sedangkan bagi perempuan adalah mencabutnya. Para ulama berkata tentang hikmahnya, ‘Bahwa mencabut bulu kemaluan itu bisa mengendalikan syahwat, sedang mencukurnya itu bisa menguatkan syahwat. Berbeda dengan ulama dari kalangan Madzhab Maliki, mereka menyatakan; ‘Karena mencabut bulu kemaluan (bagi perempuan) itu bisa melembutkan kemaluannya.” (Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib). Dari penjelasan NU di atas, cara terbaik membersihkan bulu kemaluan menurut Islam adalah dengan mencukurnya untuk laki-laki dan mencabutnya bagi perempuan.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Baca Juga: Profil Gilang Widya Pramana, Crazy Rich Malang yang Dulunya Tukang Cuci Motor Meskipun begitu, NU menjelaskan bagi kaum perempuan yang tidak sanggup menahan rasa sakit bulu kemaluan ketika dicabut, mereka juga bisa melakukan dengan cara lain, yakni dengan dicukur.

Walaupun mereka tidak mendapatkan keutamaannya. Waktu yang Tepat Mencukur atau Mencabut Bulu Kemaluan Selain caranya, terdapat waktu mencukur atau mencabut rambut kemaluan yang dianjurkan menurut Islam. Waktu yang pas atau terbaik mencabut atau mencukur bulu kemaluan berbede-beda setiap orang.

Ada yang cepat panjang, ada yang lama. Baca Juga: Bingung Masak Apa Saat Iduladha? Coba Deh Resep Tengkleng Kambing Khas Solo Ini Akan tetapi, bulu kemaluan jangan dibiarkan sampai melebihi 40 hari.

Hal ini didasarkan kepada salah satu sabda Rasulullah SAW berikut ini, “ Dari Anas Bin Malik RA ia berkata, ‘Kami diberi batas waktu (oleh Rasulullah SAW) dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu agar kami tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.’” (HR Muslim).

Baca Juga: Uniknya Candi Ceto di Karanganyar, Ternyata Kerap Jadi Tempat RuwatanSolopos.com, SOLO — Di bawah ini terdapat cara mencukur bulu kemaluan menurut Islam.

Seperti yang diketahui, rambut kemaluan yang sudah panjang tentunya akan menganggu kenyamanan Anda. Promosi Chanee Kalaweit, Bule Prancis Beli Hutan Kalimantan untuk Dilestarikan Baca Juga: Pernah Alami Gejala Covid-19, UAS Sampai Tulis Wasiat untuk Anak Tak hanya menganggu kenyamanan, rambut kemaluan yang jarang dicukur dan dibiarkan memanjang bisa menjadi sarang bakteri hlo.

Bahkan dalam Islam mencukur bulu kemaluan hukumnya sunah. Akan tetapi, dalam mencukur bulu kemaluan tak boleh sembarangan karena menurut Islam ada aturannya. Baca Juga: Chef Arnold Bikin Waffle Nasi Goreng Ala Kai EXO, Ini Cara Membuatnya Dijelaskan dalam situs resmi Nahdlatul Ulama atau NU, dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala syarhil Khathib dijelaskan mencukur bulu kemaluan dikhususkan untuk laki-laki.

Sementara itu, perempuan sebaiknya adalah mencabut bulu kemaluan. Para ulama berpendapat dengan cara seperti itu bisa mengendalikan syahwat perempuan. Sedangkan jika dengan mencukur bulu kemaluan laki-laki bisa menguatkannya. Baca Juga: Viral Jajanan Gerobakan Martabak Korea di Solo, Harganya Murah Cuma Rp1.000 Namun, ada pula pendapat yang dikemukakan oleh Madzhab Maliki, mencabut bulu kemaluan bagi perempuan ternyata bisa melembutkan bagian intimnya. “ Yang paling afdhal bagi laki-laki adalah mencukur bulu kemaluan, sedangkan bagi perempuan adalah mencabutnya.

Para ulama berkata tentang hikmahnya, ‘Bahwa mencabut bulu kemaluan itu bisa mengendalikan syahwat, sedang mencukurnya itu bisa menguatkan syahwat. Berbeda dengan ulama dari kalangan Madzhab Maliki, mereka menyatakan; ‘Karena mencabut bulu kemaluan (bagi perempuan) itu bisa melembutkan kemaluannya.” (Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib).

Dari penjelasan NU di atas, cara terbaik membersihkan bulu kemaluan menurut Islam adalah dengan mencukurnya untuk laki-laki dan mencabutnya bagi perempuan. Baca Juga: Ditangkap karena Tak Percaya Covid-19, Siapa Sebenarnya dr Lois Owien? Meskipun begitu, NU menjelaskan bagi kaum perempuan yang tidak sanggup menahan rasa sakit bulu kemaluan ketika dicabut, mereka juga bisa melakukan dengan cara lain, yakni dengan dicukur.

Walaupun mereka tidak mendapatkan keutamaannya. Waktu yang Tepat Mencukur atau Mencabut Bulu Kemaluan Selain caranya, terdapat waktu mencukur atau mencabut bulu kemaluan yang dianjurkan menurut Islam.

Waktu yang pas cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam terbaik mencabut atau mencukur bulu kemaluan berbede-beda setiap orang. Ada yang cepat panjang, ada yang lama.

cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut islam

Baca Juga: Update 10 Formasi CPNS yang Sepi Peminat, Peluang Lolos Besar Nih! Akan tetapi, bulu kemaluan jangan dibiarkan sampai melebihi 40 hari. Hal ini didasarkan kepada salah satu sabda Rasulullah SAW berikut ini, “ Dari Anas Bin Malik RA ia berkata, ‘Kami diberi batas waktu (oleh Rasulullah SAW) dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu agar kami tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.’” (HR Muslim). Baca Juga: Apa Penyebab Long Covid-19 dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hukum Mencukur Rambut Kemaluan - Buya Yahya Menjawab




2022 www.videocon.com