Head to head ahsan hendra vs endo watanabe

head to head ahsan hendra vs endo watanabe head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berpose sebelum berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Hendra dan Ahsan yang menjadi bagian dari 25 atlet Indonesia pada All England 2020 merupakan juara bertahan noor ganda putra dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu pada 2019.

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra TEMPO.CO, Jakarta - Juara bertahan All England Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akan menghadapi pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di perempat final hari ini, Jumat, 13 Maret 2020.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Hendra / Ahsan sudah tujuh kali berhadapan dengan Endo/Watanabe dan baru sekali kalah, yaitu di BWF World Tour Final 2018. Selebihnya, Hendra / Ahsan selalu menang, yang terakhir mereka raih di BWF World Tour Final 2019.

Pasangan rangking dua dunia ini mengaku telah mempersiapkan diri jelang turnamen bergengsi Level Super 1000 tersebut. Meskipun demikian, Hendra/Ahsan mengakui bahwa tak akan head to head ahsan hendra vs endo watanabe bagi mereka untuk mempertahankan gelar. Apalagi begitu banyak pesaing yang lebih muda, termasuk rekan senegara sendiri, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Catatan rekor pertemuan Hendra/Ahsan dengan Kevin/Marcus memang kurang baik. Hendra/Ahsan baru memenangkan dua dari tiga belas pertemuan mereka.

"Kami kalah dari segi kecepatan, kami nggak bisa antisipasi kecepatan mereka. Kami berharap bisa mengalahkan mereka di waktu dan saat yang tepat," kata Ahsan dalam konferensi pers All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Kamis, 6 Maret 2020. "Persiapan kami ke All England hampir seratus persen, Sabtu tinggal berangkat. Beberapa hari ini latihannya banyak ke game, sekarang tinggal jaga kondisi dan jangan sampai cedera," jawab Hendra.

"Sekarang kami mencoba nikmati permainan, nggak terbebani harus juara, step by step saja," tutur Mohammad Ahsan. tirto.id - Gelaran BWF World Tour Finals 2018 sebagai penutup rangkaian World Tour di sepanjang tahun 2018 akan mulai dipertandingkan beberapa hari lagi. Kejuaraan yang berhadiah total mencapai 1,5 juta dollar AS tersebut, dijadwalkan mulai berlangsung dari tanggal 12 -16 Desember 2018. Sebelumnya, BWF telah merilis daftar pemain yang berhak mengikuti kejuaraan ini, menyusul telah ditutupnya perburuan poin untuk ranking Race to Guangzhou pada akhir November lalu.

Tim ganda putra Indonesia berhasil meloloskan 2 wakilnya dalam kejuaraan ini, dan salah satunya adalah pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Di samping Hendra/Ahsan, terdapat tujuh pasangan lain yang berhak tampil di Guangzhou. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia), Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan), Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan), Han Chengkai/Zhou Haodong (Cina), Kim Astrup/Anders S Rasmussen (Denmark), Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang), dan Li Junhui/Liu Yuchen (Cina).

Baca juga: • Menanti Bangkitnya Hendra/Ahsan di BWF World Tour Finals 2018 Sejauh manakah catatan rekor head to head yang dimiliki oleh Hendra/Ahsan saat melawan para rivalnya di Guangzhou? Berikut ini jawabannya. Hendra/Ahsan 2 – 5 Marcus/Gideon Pasangan Hendra/Ahsan memiliki catatan rekor head to head yang buruk jika harus melawan pasangan nomor satu dunia saat ini, Marcus/Kevin. Secara keseluruhan, kedua pasangan ini telah bertemu sebanyak 7 kali. Dua pertemuan berhasil dimenangkan oleh Hendra/Ahsan, sedangkan sisanya berhasil dimenangkan oleh ‘duo minions’.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Mereka pertama kali bertemu pada ajang Indonesia Open 2015, saat itu Hendra/Ahsan berhasil menang dengan skor 21-17 dan 21-15. Khusus di tahun ini mereka telah berjumpa sebanyak 4 kali, yang kesemuanya dimenangkan oleh pasangan Marcus/Kevin. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada ajang Hong Kong Open 2018, kala itu Hendra/Ahsan kalah lewat pertarungan rubber game 14-21, 21-18, dan 9-21.

Hendra/Ahsan 2 – 1 Chen/Wang Pasangan Hendra/Ahsan tercatat sudah 3 kali bertemu dengan ganda putra Cina Taipei, Chen/Wang. Secara keseluruhan, Hendra/Ahsan masih unggul dengan memenangi dua pertandingan. Kedua pasangan ini pertama kali bertemu pada kejuaraan Indonesia Open 2015, saat itu Hendra/Ahsan berhasil keluar sebagai pemenang, lewat skor 21-12 dan 21-19. Meskipun unggul dalam rekor head to head, namun pada pertemuan terakhir kedua pasangan ini di French Open 2018, Hendra/Ahsan harus menerima kekalahan dengan skor 13-21 dan 11-21.

Hendra Ahsan 0 – 1 Liao/Su Hendra/Ahsan tercatat baru satu kali bertemu dengan pasangan ganda putra Cina Taipei, Liao/Su. Pertandingan kedua pasangan tersebut terjadi pada kejuaraan All England 2018.

Saat itu Hendra/Ahsan harus menyerah setelah bertarung sepanjang 3 set, dengan skor: 21-13, 18-21, dan 14-21. Baca juga: • Han/Zhou Adalah "Duri" dalam Rekor Fantastis Marcus/Kevin • Hasil Final French Open 2018: Kalahkan Marcus/Kevin, Han/Zhou Juara Hendra/Ahsan 1 – 0 Han/Zhou Pasangan Hendra/Ahsan juga tercatat baru sekali saja bertemu melawan pasangan muda ganda putra Cina, Han/Zhou. Pertemuan kedua pasangan pasangan ini tersaji pada ajang Denmark Open 2018.

Kala itu Hendra/Ahsan berhasil menjungkalkan si musuh besar duo minions ini, lewat pertarungan straight game dengan skor ketat 21-19 dan 25-23. Hendra/Ahsan 5 – 0 Astrup/Rasmussen Rekor head to head milik Hendra/Ahsan terbilang sangat baik jika melawan pasangan Denmark, Astrup/Rasmussen. Dari 5 pertandingan yang pernah dijalani, Hendra/Ahsan berhasil memenangkan semuanya.

Hendra/Ahsan pertama kali bertemu dengan pasangan Denmark ini pada kejuaraan Indonesia Open 2014, yang berhasil dimenangkan dengan skor 21-14 dan 21-11. Sedangkan pertemuan terakhir kedua pasangan ini terjadi pada ajang Hong Kong Open 2018, dengan skor akhir: 21-19 dan 21-14. Hendra/Ahsan 1 – 0 Endo/Watanabe Hendra/Ahsan tercatat baru sekali bertemu dengan pasangan ganda putra Jepang, Endo/Watanabe. Partai tersebut berlangsung pada gelaran Japan Open 2018. Ketika itu Hendra/Ahsan berhasil menang lewat pertarungan ketat 3 set, dengan skor akhir 21-17, 20-22, dan 21-17.

Hendra/Ahsan 2 – 7 Li/Liu Jika dibandingkan dengan seluruh rival di Guangzhou, Hendra/Ahsan paling sering bertemu dengan pasangan ganda putra Cina, Li/Liu.

Data BWF menunjukkan jika kedua pasangan ini ‘seharusnya’ sudah 9 kali bertemu. Akan tetapi pada jadwal pertemuan terakhir mereka di Japan Open 2018, Hendra/Ahsan memutuskan untuk mengundurkan diri karena masalah cedera, sebelum pertandingan dimulai.

Dari keseluruhan rekor pertemuan mereka, Hendra/Ahsan hanya sanggup menang dua kali saja, itu pun terjadi pada tahun 2016, yakni saat gelaran Malaysia Open 2016. Baca juga: • BWF World Tour Finals 2018 Bukan Kejuaraan Bulu Tangkis Biasa Apakah Hendra/Ahsan mampu menampilkan permainan terbaiknya, di kejuaraan yang berhadiah total 1,5 juta dollar AS tersebut?

Tunggu jawabannya pada gelaran BWF World Tour Finals 2018, head to head ahsan hendra vs endo watanabe akan berlangsung mulai tanggal 12-16 Desember 2018, di Guangzhou, Cina. *Seluruh data dan skor pertandingan dalam artikel ini dikutip dari laman resmi BWF.
tirto.id - Ganda putra senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengaku harus siap menguras tenaga jelang menghadapi pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, untuk perempat final (babak 8 besar) Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta hari ini, Jumat (19/7/2019).

"Siap capek sih yang pasti, karena Jepang kan tidak mudah dimatikan (permaiannya)," terang Hendra Setiawan mengenai calon rival mereka di babak 8 besar. Sebagaimana dikutip dari AntaraNews. Di lain pihak, Endo/Watanabe juga mengakui jika calon lawan mereka di perempat final nanti merupakan pasangan yang kuat.

Selain berstatus sebagai unggulan ke-4, Hendra/Ahsan tentunya akan didukung oleh ribuan suporter tuan rumah. "Mereka pasangan yang kuat, nanti malam kami akan tinjau lagi permainan mereka untuk persiapan besok," ungkap Yuta Watanabe, yang duetnya bersama Hiroyuki Endo didapuk sebagai unggulan ke-5 dikejuaraan ini. Dari segi rekor head to head, Hendra/Ahsan yang saat ini menduduki peringkat 4 dunia diketahui unggul tipis dari Endo/Watanabe yang menghuni perngkat 6.

Dari tiga pertemuan kedua pasangan ini, Hendra/Ahsan mampu membukukan 2 kali kemenangan, sedang satu laga lainnya menjadi milik pasangan Jepang. Pertemuan perdana terjadi di babak pertama (32 besar) Japan Open 2018, yang dimenangkan Hendra/Ahsan lewat pertarungan rubber game.

Keduanya kembali bertemu di ajang BWF World Tour Finals 2018 pada bulan Desember. Kali ini Hendra/Ahsan takluk straight game hanya dalam tempo 32 menit saja. Duel terkini Hendra/Ahsan vs Endo/Watanabe terjadi saat final New Zealand Open 2019 pada bulan Mei lalu. Kala itu Hendra/Ahsan mesti melakoni pertarungan rubber game selama 67 menit, sebelum pada akhirnya berhasil mengunci kemenangan lewat skor 20-22, 21-15, dan 21-17.

Baca juga: • Indonesia Open 2019: Menangi Duel Sengit, Hendra/Ahsan ke 16 Besar • Live Streaming Badminton Indonesia Open 2019 Babak Perempat Final • Hasil Indonesia Open 2019: Hendra/Ahsan Melangkah ke 8 Besar Rangkaian laga babak 8 besar Indonesia Open 2019 pada hari head to head ahsan hendra vs endo watanabe (19/7) dapat dipantau langsung melalui live streaming di Djarumbadminton.com dan youtube Djarum Badminton mulau pukul 12.00 WIB.

Sementara untuk deretan laga wakil Indonesia juga dapat disaksikan melalui tayangan langsung TRANS7 mulai pukul 13.00 WIB.

“Kami harus siap lagi untuk pertandingan besok. Karena pertandingan selanjutnya nggak akan mudah. Apalagi kami tahu Endo/Watanabe nggak gampang mati, jadi pastinya harus lebih siap lagi dari hari ini,” ujar Hendra 'Pertandingan selanjutnya nggak akan mudah. Apalagi kami tahu Endo/Watanabe nggak gampang mati, jadi pastinya harus lebih siap lagi dari hari ini,” ujar Hendra Pasangan berjuluk Daddies itu mengalahkan wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lindua set langsung 21-14 dan 21-9, Sabtu (14/12).Daddies tak menemui rintangan berarti pada laga kali ini.

Pasangan ini hanya membutuhkan 26 menit untuk membalas kekalahan di babak grup dan menyegel tiket babak final. Baca juga: Kalahkan Minions, Endo: Mereka Masih yang Terbaik Ahsan tampil apik dengan lontaran smash yang tajam dan terukur.

Hendra sebagai playmaker mengatur tempo permainan dan sergapan di depan net yang kerap menghasilkan angka.Kondisi terbalik justru dialami Lee/Wang. Pasangan peringkat 7 dunia itu tak mampu mengimbangi permainan Daddies. Block dari smash Ahsan tak mampu diantisipasi dengan baik dan kerap keluar bidang permainan.

Baca lebih lajut: Media Indonesia » Ribuan pemudik roda dua bertolak ke Pulau Jawa - ANTARA News ANTARA - Ribuan pemudik kendaraan roda dua yang akan bertolak ke Pulau Jawa untuk melakukan perjalanan arus balik pada H+5 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah. . Baca lebih lajut >> Sering Mati Sendiri, Minions Tumbang di Tangan Endo/WatanabeIni merupakan kekalahan keempat Minions dari enam pertemuan mereka dengan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Minions BWF World Tour Finals: Marcus/Kevin Kalah dari Endo/WatanabePasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya kalah dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam laga penyisihan hari kedua BWF World Tour Finals 2019.

Kembali Hadapi Endo/Watanabe, Minions Bakal Lebih FokusKevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kembali hadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Mereka bakal lebih fokus di semifinal BWF World Tour Finals 2019 ini. Si Yuta ito loh.defen nya.liuliu aja pontang panting. belajar dulu sama daddies BWF World Tour Finals 2019: Kevin / Marcus Kembali Jumpa Endo / Watanabe di SemifinalKevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, pada semifinal BWF World Tour Finals 2019.

semogaIndonesia Menang Hasil Semifinal BWF World Tour Finals 2019 : Endo/Watanabe Hentikan Laju Marcus/Kevin - Tribunnews.comSimak di Sini, Hasil Semifinal BWF World Tour Finals 2019 : Marcus/KevinTerhenti Ditangan Endo/Watanabe Endo/Watanabe Bikin Minions Pontang-Panting, Hancur Lebur dan Gigit JariDari tujuh pertemuan dengan Minions, Endo/Watanabe menang lima kali, dan itu terjadi dalam lima duel terakhir.

Minions GANDA putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menantang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di partai puncak BWF World Tour Final 2019 Guangzhou. Pasangan berjuluk Head to head ahsan hendra vs endo watanabe itu mengalahkan wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lindua set langsung 21-14 dan 21-9, Sabtu (14/12). Daddies tak menemui rintangan berarti pada laga kali ini. Pasangan ini hanya membutuhkan 26 menit untuk membalas kekalahan di babak grup dan menyegel tiket babak final.

Baca juga: Kalahkan Minions, Endo: Mereka Masih yang Terbaik Ahsan tampil apik dengan lontaran smash yang tajam dan terukur. Hendra sebagai playmaker mengatur tempo permainan dan sergapan di depan net yang kerap menghasilkan angka. Kondisi terbalik justru dialami Lee/Wang. Pasangan peringkat 7 dunia itu tak mampu mengimbangi permainan Daddies.

Block dari smash Ahsan tak mampu diantisipasi dengan baik dan kerap keluar bidang permainan. “Permainan kami hari ini cukup keluar. Lawan tadi banyak melakukan kesalahan sendiri yang tentunya menguntungkan buat kami,” kata Hendra. Menghadapi Endo/Watanabe, rekor pertemuan memihak kepada Daddies tanpa sekalipun menelan kekalahan dalam empat pertemuan terakhir.

“Kami harus siap lagi untuk pertandingan besok. Karena pertandingan selanjutnya nggak akan mudah.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Apalagi kami tahu Endo/Watanabe nggak gampang mati, jadi pastinya harus lebih siap lagi dari hari ini,” tutur Hendra.(badmintonindonesia/OL-8)
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon melaju ke semifinal All England 2020.

(PBSI) Bola.com, Birmingham - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan menghadapi ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada final All England 2020 di Birmingham Arena, Minggu (15/3/2020) malam WIB. Kevin/Marcus melaju ke final setelah mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi-lin 21-18 dan 21-13.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Sedangkan Endo/Yuta menang mudah atas pasangan Rusia, Vladimir Ivanov dan Ivan Sozonov 21-16 dan 21-15. Sebelumnya, Endo/Watanabe mendepak Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada perempat final. Ini juga menjadi catatan menarik. Ahsan/Hendra yang dalam beberapa partai terakhir selalu menjadi ganda putra Indonesia yang menjinakkan Endo/Watanabe. Duel Minions versus Endo/Watanabe akan menjadi pertemuan ke delapan bagi kedua pasangan tersebut.

Namun, Kevin/Marcus waspada. Pasalnya, dari delapan partai, mereka head to head ahsan hendra vs endo watanabe menang dua kali. Itu pun, kemenangan itu terjadi pada dua pertemuan awal, yakni pada Prancis Terbuka 2018 dan Hong Kong Terbuka 2020. "Pastinya kami ingin membayar kesalahan tahun kemarin, tapi kami nggak mau berlebihan juga.

Kami sudah ke final, jadi mau melakukan yang terbaik saja," ucap Kevin Sanjaya. "Kami siap melakukan yang terbaik dan menikmati permainannya nanti," tegasnya. Partai final All England 2020 bisa Anda nikmati melalui live streaming di Vidio. Rekor Pertemuan Kevin/Marcus Vs Endo/Yuta Aksi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada semifinal All England 2020, Sabtu (14/3/2020). (PBSI) Kalah BWF World Tour Final 2019 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (11-21, 21-15, 10-21) BWF World Tour Finals 2019 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (11-21, 21-14, 11-21) Hong Kong Terbuka 2019 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (21-16, 14-21, 20-22) Thailand Terbuka 2019 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (17-21, 21-19, 14-21) Kejuaraan Asia 2019 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (18-21, 3-21) Menang Hong Kong Terbuka 2018 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (21-14, 21-15) Prancis Terbuka 2018 Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (21-14, 22-20) Sumber: BWF Video
Jakarta - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berhasil menjadi juara BWF World Tour Finals 2019 setelah mengatasi perlawanan alot pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, 24-20, 21-19, pada final di Guangzhou, Minggu (15/12/2019).

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Menurut Ahsan/Hendra, rahasia kesuksesan mengalahkan Endo/Watanabe adalah dengan terus menyerang sisi lapangan depan. Ganda Jepang tersebut tampil menawan dengan pertahanan yang super rapat dan kukuh sejak fase grup hingga semifinal BWF Tour Finals 2019.

Faktor tersebut yang juga jadi faktor krusial kemenangan Endo/Watanabe pada semifinal kontra ganda nomor satu dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus dibuat frustrasi menembus pertahanan Endo/Watanabe.

Pasangan Jepang itu juga kerap memaksa lawan memainkan reli-reli panjang yang sangat menguntungkan mereka. Akibatnya, lawan mereka kerap melakukan kesalahan sendiri, atau tak dapat mengantisipasi jika diserang balik.

Endo/Watanabe kembali mempertahankan taktik serupa pada final.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Namun, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah siap. Mereka punya variasi-varisasi serangan lain yang ternyata sangat menyulitkan Endo/Watanabe. Pemain berjuluk The Daddies tersebut tak membiarkan Endo/Watanabe mengontrol pertandingan dengan gaya permainan mereka. Sebaliknya, Ahsan/Hendra yang mengatur pola serangan.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Mereka lebih banyak menerapkan taktik bola-bola pendek, alias tak terpancing melakukan reli panjang atau terlalu sering mengangkat bola. Ahsan/Hendra malah berusaha terus menerus beradu di lapangan depan, salah satunya dengan adu net. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan punya alasan khusus memilih taktik tersebut.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Ahsan/Hendra juga mengaku harus terus menjaga fokus supaya lawan tak punya momentum untuk mengambil alih kendali permainan. "Kami harus menyerang di bagin lapangan depan mereka, karena pertahanan mereka sangat bagus," kata Ahsan, seperti dilansir situs BWF, Senin (16/12/2019).

"Mereka muda dan sangat sulit dikalahkan. Kami cukup fokus hari ini," katanya. Selain memilih beradu di lapangan depan dan menjaga fokus, Ahsan/Hendra mengaku resep kemenangan lainnya pada final tersebut adalah bermain tanpa beban. Mereka mengaku tak merasa waswas menghadapi final penting tersebut.

Apa resepnya? "Kami kalah dalam beberapa final tahun ini. Tapi kami tak khawatir karena bagi kami mencapai final itu sudah seperti menjadi juara," imbuh Ahsan.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Kemenangan di BWF World Tour Finals 2019 menyempurnakan capaian fantastis Ahsan/Hendra pada tahun ini. Sebelumnya, mereka juga berhasil naik podium tertinggi pada dua kejuaraan bergengsi lainnya, All England 2019 dan Kejuaraan Dunia 2019. Selain itu, Ahsan/Hendra juga menjadi juara pada Selandia Baru Terbuka 2019.

Total, The Daddies 11 kali menembus final pada turnamen tahun ini, berujung empat gelar juara. Capaian tersebut terasa lebih istimewa karena usia mereka tak lagi muda. Hendra sudah berusia 35 tahun, sedangkan Ahsan sudah berumur 32 tahun.

Namun, mereka membuktikan usia bukan penghalang untuk meraih prestasi tinggi. Kemenangan Ahsan/Hendra di final World Tour Finals 2019 juga mempertajam rekor pertemuan atas Endo/Watanabe. Selama 5 kali bertemu pada tahun ini, Ahsan/Hendra mampu menyapu bersih kemenangan. Secara keseluruhan, kedua pasangan sudah tujuh kali saling jegal. Hasilnya, Ahsan/Hendra berhasil memenangi enam laga di antaranya. 1. BWF World Tour Finals 2019 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 24-22, 21-19 2.

Denmark Terbuka 2019 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 21-15, 21-14 3. China Terbuka 2019 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 21-15, 21-12 4. Indonesia Open 2019 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 21-15, 9-21, 22-20 5.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Selandia Baru Terbuka 2019 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 20-22, 21-15, 21-17 6. Kejuaraan Dunia 2018 Ahsan/Hendra Vs Endo Watanabe 4-21, 18-21 7. Jepang Terbuka 2018 Ahsan/Hendra Vs Endo/Watanabe 21-17, 20-22, 21-17 Disadur dari Bola.com (Penulis Benediktus Gerendo/Editor Wiwig Prayugi, Published 16/12/2019)Uniknya Head to Head Minions Vs The Daddies Vs Endo/Watanabe, Bertiga Saling Mengalahkan TRIBUNJATENG.COM - Turnamen BWF 2019 telah selesai digelar, Minggu (15/12/2019) kemarin.

Satu-satunya wakil dari Indonesia yang meraih gelar juara BWF tahun ini adalah pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan atau yang akrab disapa 'The Daddies'. Indonesia sebetulnya punya satu wakil lagi yang mampu menembus partai final, yakni Anthony Sinisuka Ginting. Namun Ginting dikalahkan Kento Momota di partai pamungkas tersebut.

Selain kedua perwakilan di atas, Indonesia masih memiliki pemain berbakat yang prestasinya mentereng, yaitu pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang dijuluki 'Minions'. Banyak yang memprediksi, final ganda putra BWF 2019 akan mempertemukan Minions vs The Daddies. Tapi faktanya tidak demikian, di partai final, The Daddies justru melawan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Endo/Watanabe lolos ke partai final setelah menumbangkan Minions di semifinal.

head to head ahsan hendra vs endo watanabe

Pertarungan Super Dramatis Ahsan Hendra




2022 www.videocon.com