Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ Arab-Latin: Fa nādat-hul-malā`ikatu wa huwa qā`imuy yuṣallī fil-miḥrābi annallāha yubasysyiruka biyaḥyā muṣaddiqam bikalimatim minallāhi wa sayyidaw wa ḥaṣụraw wa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn Artinya: Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

« Ali 'Imran 38 ✵ Ali 'Imran 40 » Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 39 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 39 dengan text arab, latin dan artinya.

Diketemukan berbagai penafsiran dari banyak mufassir terhadap isi surat Ali ‘Imran ayat 39, misalnya sebagaimana di bawah ini: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Maka para malaikat memanggilnya ketika dia tengah berdiri di hadapan Allah di tempat sholatnya malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria menjatkan do’a kepadanya, ”sesungguhnya Allah memberitahukan kepada mu dengan satu berita mengembirakan dirimu.

Yaitu bahwa kamu akan diberi anugerah putra yang namanya Yahya, dia membenarkan kaliamat yang datang dari Allah, (yaitu Isa putra Maryam) dan Yahya akan menjadi pemimpin di tengah kaumnya, dia memiliki kedudukan dan martabat yang tinggi, dan menjadi seorang insan yang menjaga diri, tidak berbuat dosa dan mengikuti syahwat yang memudaratkan, serta menjadi seorang nabi dari kalangan orang-orang shalih yang telah mencapi puncak keshalihannya.” Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr.

Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 39. Kemudian Malaikat berbicara kepada Zakariya ketika dia sedang berdiri untuk menunaikan salat di tempat ibadahnya seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa kamu akan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Yahya.

Di antara sifatnya adalah dia membenarkan kalimat yang datang dari Allah, yaitu Isa putra Maryam, karena Isa diciptakan secara khusus melalui kalimat Allah. Dan anak malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria itu (Yahya) akan menjadi pemuka kaumnya dalam bidang keilmuan dan ketekunan beribadah. Dia selalu menahan dirinya dari segala macam kesenangan, termasuk kesenangan dengan wanita. Dia berkonsentrasi penuh dalam beribadah kepada Rabbnya. Dan dia adalah seorang Nabi yang menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.” Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof.

Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah 39. Maka Allah mengabulkan doa Zakariya, dan Jibril dan malaikat yang lain menyerunya ketika dia sedang berdiri di mihrab melakukan shalat: “Allah memberimu kabar gembira, kamu akan dikaruniai anak yang bernama Yahya yang membenarkan kenabian Isa bin Maryam, anak ini akan menjadi pemimpin di kaumnya, zuhud terhadap wanita, jauh dari perbuatan haram, dan menjadi nabi yang shalih.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah 39. فَنَادَتْهُ الْمَلٰٓئِكَةُ (Kemudian Malaikat memanggil Zakariya) Yakni malaikat Jibril. أَنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ (Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya) Dan nama yang disebutkan di Injil adalah Yohana.

Yakni Allah menggembirakanmu dengan kelahiran Yahya.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللهِ (yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah ) Yakni yang membenarkan Nabi Isa dan mengabarkan kedatangannya. Adapun penyebutan Isa dengan kalimat Allah adalah kerena ia diciptakan dengan firman-Nya “kun”. Dan kedatangan Yahya adalah untuk mengabarkan dekatnya pengutusan Isa yang diutus pada zamannya, dan Isa adalah anak dari bibinya dari jalur ibu, dan Yahya adalah orang yang pertama beriman kepada Isa. وَسَيِّدًا وَحَصُورًا (menjadi panutan, menahan diri (dari hawa nafsu)) Makna (السيد) adalah orang yang memimpin kaumnya yang pengasih, mulia, lagi bertaqwa.

Dan makna (الحصور) adalah yang tidak mendatangi perempuan, maka Nabi Yahya dahulu tidak mendatangi perempuan tidak seperti lelaki lainnya. Mungkin disebabkan karena ia tidak mampu melakukan itu atau karena ia memang menahan diri dari hal itu. وَنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِينَ (dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh) Yakni yang menjalankan apa yang diwajibkan Allah atasnya dan menunaikan hak-hak orang lain kepada mereka.

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia Malaikat mendatangi Zakariya pada situasi yang sangat istimewa ketika itu, yakni ketika Zakariya sedang mendirikan shalat; kemudian Malaikat menyampaikan berita gembira dari tuhannya yang tengah dinanti-nanti oleh jibril.

dari ayat ini menjelaskan bahwa shalat adalah waktu yang penuh dengan rahmat dan berita gembira. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah 39 Kemudian Malaikat Jibril menyeru Zakariya sebagaimana yang disebutkan At thobari dari Ibnu Mas’ud.

Zakariya tengah berdiri melakukan shalat dan berdoa di mihrab: “Sesungguhnya Allah akan memberi kabar gembira kepada kamu dengan kelahiran Yahya (dalam Injil disebutkan Yuhna) yang membenarkan kalimat dari Allah yaitu Isa. Serta memberi kabar gembira dengan diutusnya Nabi Isa, yang akan diutus pada zamanya, putera dari bibinya, sehingga Isa disebut kalimat Allah, sebab ada pada kalam Allah: Jadilah.

Dan Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria akan jadi pemimpin yang menuntun malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria dengan ilmu, kebijaksanaan, keutamaan, dan menjaga diri dari perempuan, dan akan menjadi nabi yang saleh yang memenuhi hak-hak Allah dan manusia, serta terjaga dari melakukan dosa.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah Lalu malaikat (Jibril) memanggilnya ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab} tempat ibadahnya {“Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya yang membenarkan kalam Allah} dengan Isa bin Maryam {dan panutan} panutan dalam hal keilmuan dan peribadatan {menahan diri} mampu menahan diri dari syahwat, dan mampu mengeluarkannya juga {dan seorang nabi di antara orang-orang shalih.” Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 33-55 Allah memiliki hamba-hamba pilihan dari seluruh hamba-hambaNya.

Dia memilih mereka memilah mereka dan mengaruniakan atas mereka keutamaan-keutamaan yang tinggi, sifat-sifat yang luhur, ilmu-ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang shalih dan keistimewaan-keistimewaan yang bermacam-macam. Dan Allah menyebutkan keluarga-keluarga besar tersebut dan apa yang di dalamnya berupa manusia-manusia agung yang memiliki sifat kesempurnaan, dan bahwasannya keutamaan dan kebaikan itu telah diwariskan secara turun temurun oleh anak cucu mereka yang mencakup laki-laki maupun wanita di antara mereka.

Dan ini merupakan karuniaNya yang paling utama dan tempat-tempat kemurahan dan kebaiknNYa yang paling utama “dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui” Dia mengetahui siapa yang berhak menerima keutamaan dan penghormatan, Hingga Dia meletakkan KeutamaanNya itu yang didasari oleh hikmahNya yang pasti. Ketika Allah menetapkan keagungan keluarga tersebut lalu Allah menyebutkan kisah Maryam dan putranya isa dan bagaimana silih bergantinya keadaan keduanya dari awal hingga akhirnya, dan bahwa istri Imran berkata seraya tunduk kepada Rabb nya dengan mendekatkan diri kepadaNya dengan persembahan yang Dia cintai yang mengandung pengagungan terhadap rumahNya dan konsistensi dalam ketaatanNya, (istri Imran berkata), ”Sesungguhnya aku menadzarkan kapadaMu anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang sahlih dan berhidmat di baitul makdis” yakni, sebagai pelayan rumah ibadah yang di penuhi dengan ahli ibadah.

”Karena itu terimalah nadzar itu dari padaku,” yakni perbuatan ini, maksudnya, jadikanlah ia di atas dasar keimanan yang membuahkan kebaikan dan pahala. ”Sungguhnya engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Maka tatkala istri imron melahirkan anaknya, dia pun berkata, ’ya tuhanku, sesungguhnya aku melahirkanya anak perempuan; ’dan Allah telah mengetahui apa yang dilahirkanya;’ dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan,” seolah-olah dalam perkataan itu menyimpan makna ketundukan dan jiwa yang pasrah, dimana nadzarnya itu di dasari oleh harapan anak laki-laki yang memiliki kekuatan dan pelayanan, serta pelaksanaan hal itu sebagaimana yang di laksanakan orang-orang yang kuat, sedang anak wanita itu tidak seperti itu, lalu Allah menguatkan hatinya dan nadzarnya.

Maka anak perempuan ini tumbuh sempurna bahkan menjadi lebih sempurna dan lebih baik dari kebanyakan anak laki-laki, bahkan dari mayoritas mereka, lalu maksud-maksud yang dikehendaki tercapai dengan lebih baik daripada yang diperoleh anak laki-laki.

Oleh karena itu Allah berfirman, ”Maka Rabbnya menerimanya sebagai nadzar dan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan penglihatan yang baik, ” artinya ia dididik dengan dididkan yang mengagumkan, baik agama, akhlak maupun bahasanya, dimana dengan sempurnalah kodisinya, baiklah perkataan dan perbuatan, kesempurnaannya tumbuh padanya, lalu Allah memudahkan dengan Zakaria sebagai pemaliharanya.

ia merupakan karunia atas hambaNya yaitu menjadikan orang yang mejadi pemeliharanya dari orang-orang yang terbaik dan shalih. Kemudian Allah memuliakan Maryam dan Zakaria sebagaiman Allah memudahkan bagi Maryam rezezi yang di peroleh tanpa keringat dan lelah, hal itu merupakan sebuah karamah sebagai kemuliaan dari Allah untuknya karena, ”setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab,” yakni terpat untuk ibadah, dan di sini terkandung isyarat akan banyaknya shalat yang dilakukan Maryam dan konsistennya kepada tempat ibadah tersebut, ”maka dia mendapatkan makanan di sisinya” dengan nikmat yang tersedia.

Zakaria berkata ”Hai Maryam dari mana kamu mendapatkan makanan ini?” “Maryam menjawab, ’ makan itu dari sisi Allah.’ Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya tanpa hisab.” Ketika Zakaria melihat kondisi tersebut, kebaikan dan seperti itulah kasih Allah terhadap Maryam, maka itu mengingatkan dirinya untuk memohon kepada Allah seorang anak laki-laki, dalam kondisinya yang hampir putus asa seraya berkata ”ya tuhanku, berilah aku dari sisimu seorang anak yang baik.

sesungguhnya enkau maha pendengar doa.” “kemudian malaikat jibril memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat maihrab, katanya “sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran seorang putramu Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah, ” yakni namanya Yahya, dan kalimat yang datangnya dari Allah adalah isa ibnu Maryam, berita gembira itu adalah dengan Nabi yang mulia tersebut yang mengandung juga berita gembira dengan isa ibnu Maryam, sebagai pembenaran dan kesaksian tentang kerasulannya.

Kalimat tersebut dari Allah, merupakan kalimat yang mulia dimana Allah menghususkan isa ibnu Maryam dengannya, bila tidak demikian, maka kalimat merupakan kalimat salah satu milikinya, dimana dengannya Allah menciptakan salah segala makluk, sebagaimana Allah berfirman, "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam.

Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia." QS -Ali-imran:59- Dan firmannya, ”menjadi ikutan dan menahan diri dari hawwa nafsu,” artinya yang menjadikan objek kabar gembira itu adalah yahya yang merupakan panutan dari Rasul-Rasul yang mulia dan yang terhormat, dan menahan diri, artinya yang tidak bisa punya anak dan tidak berkehendak kepada wanita.

pendapat lain mengatakan orang yang dijaga dan di selamatkan dari dosa dan hawa nafsu yang menjerumuskan, dan yang terakhir inilah yang paling sesuai dengan makna tersebut. ”Dan seorang nabi termasuk golongan shalih, ” maksudnya, orang-orang yang mencapai puncak ketinggian dalam kesholehan. “zakaria berkata, ’ya tuhanku bagaimana aku bisa mendapatkan anak sedangkan aku sudah sangat tua istriku pun seorang yang mandul?” kedua hal itupun merupakan penghalang, karena itu dari jalan manakah wahai tuhan, saya mendapatkan anak tersebut padahal ada pengahalangnya?

“Allah berfirman, demikian Allah membuat apa yang dikehendakinya,” sebagaimana telah berlaku hikmahNya dengan berjalannya segala sesuatu itu menurut sebab-sebabnya yang wajar, maka Allah juga kadang merubah hukum alam tersebut karena Allah maha berbuat apa yang dikehendakinya, di mana segala sebab telah patuh kepada kekuasaannya dan keinginanNya dan tidak ada sebab yang menyalahi titahnya walaupun memiliki kekuatan yang besar sekalipun. “Berkata Zakaria, ’berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung,” agar saya mendapatkan kepercayaan dan rasa senang, walaupun saya yakin apa yang engaku kabarkan wahai Rabbku.

akan tetapi agar jiwa ini senang dan hati ini tenang dengan pendahuluan-pendahuluan rahmat dan kasih sayang. “Allah berfirman, ’Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat,” dan dalam masa itu, ”Sebutlah nama tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari,” yakni awal hari dan akhirnya.

Zakaria terlarang berbicara dengan orang lain pada masa tersebut, dan itu sesuai dengan apa yang didapatkanya seorang anak dari seoarang suami yang telah tua dan istri yang mandul, keadannya yang tidak mampu berbicara dengan orang lain padahal lisanya lancar berdzkir kepada Allah dan memujinya adalah tanda yang lain. Maka ketika itulah ia mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan tersebut, lalu ia malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria kepada Allah, dan ia memperbanyak dzikir dan tasbih saat petang maupun pagi hari.

Dan anak bayi itu merupakan berkah dari Maryam binti Imran terhadap Zakaria. kerena apa yang telah Allah keruniakan terhadap Maryam berupa rezeki yang banyak yang hadir tanpa hisab, mengingatkan dan mengorbankannya untuk bermunajat dan memohon.

Sedang Allah maha memberi penyebat mapun akibatnya, namun Allah menentukan beberapa perkara yang di sukai, terjadi kepada orang yang dicintaiNya, agar Allah mengangkat kehormatanya dan melimpahkan pahalanya. Allah kembali menyebut kisah Maryam, yaitu bahwa Maryam itu telah mencapai puncak ibadah dan kesempurnaan, seraya berfirman, malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria ingatlah ketika malaikat jibril berkata ’Hai Maryam sesungghunya Allah telah memilih kamu,” Maksudnya, Allah memilihmu dan meberimu sipat-sipat yang mulia dan akhlak yang luhur, ”dan menyucikan kamu,” dari ahklak-ahklak yang hina, ”dan melebihkan kamu di atas segala wanita di dunia yang semasa dengan kamu.” Karena itu Rasululoh bersabda ”Telah banyak yang mencapai kesempurnaan dibandingkan laki-laki, namun belum mancapai kesempurnaan dari pada wanita kecuali Maryam binti Imran, aisyah binti muzahim, dan Khadijah binti khuwailid dan keutamaan aisyah atas seluruh wanita bagaikan daging di lapisi adonan dan seluruh makanan yang ada.” (HR.

Bukhori : 3769) Kemudian menyeru Maryam atas perintah Allah untuknya agar dia menerima nikmat-nikmat dari Allah dan dia bersyukur kepada Allah, kemudian menunaikan segala hak-hakNya, dan menyibukan diri untuk melayaniNya.

Karena itu malaikat berkata, ”Hai Maryam taatlah kepada tuhanmu,” artinya, perbanyaklah ketaatan, ketundukan dan konsistenlah kepada Rabbmu lalu konsistenlah atas hal tersebut, ”dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk, ” yakni, shalatlah bersama orang-orang yang shalat.

Lalu ia menunaikan segala perkara yang diperintahkan sehingga ia menjadi mulia dan istimewa dalam kesempurnaanya. Ketika kisah ini dan selainnya menjadi diantara dalil yang paling besar atas kerosulan Muhammad sholallohu alaihi wasallam, karena dengannya Nabi memberitakan rincian yang benar tanpa ada tambahan dan pengurangan, dan tidaklah hal itu kecuali wahyu dari Allah yang Maha mulia juga maha bijaksana bukan hasil belajar dari manusia, maka Allah berfirman, ”yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu wahai Muhammad; padahal kamu tidak hadir berserta mereka, ketika mereka melempar anak-anak panah mereka untuk mengundi siapa di antara mereka yang memelihara Maryam, ” yaitu ketika ibunya membawa kepada kaumnya, mereka berselisih siapakah di antara mereka yang memelihara Maryam, kerena ia adalah anak pemimpin mereka dan tokoh mereka, serta mereka semua menginginkan kebaikan dan pahala dari Allah, hingga terjadilah perselisihan yang sengit, yang akhirnya mereka harus mengadakan undian padanya, lalu mereka melempar pena-pena dengan seraya mengundi undian itu jatuh kepada Zakaria sebagai suatu rahmat dari Allah untuknya dan untuk anak wanita Imran tersebut.

Maka engkau (wahai Rasul) tidak hadir saat itu hingga engkau mengetahuinya dan meceritakannya kepada manusia, akan tetapi Allah mengabarkan kepadamu tentang kisah tersebut. Inilah maksud terbesar dari adanya kisah-kisah dari Al-Qur’an yaitu bahwasanya ia menjadi pelajaran bagi manusia. Dan pelajaran yang paling agung berdalil dengannya atas tauhid, kerasulan, kebangkitan kembali, dari pokok-pokok agama laiNya. “Ingatlah kerika malaikat berkata, ’Hai Maryam sesungguhnya Allah mengembitakanmu dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang dariNya, namanya Al-masih isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang di dekatkan kepada Allah’.” Maksudnya, ia mempunyai kedudukan dan posisi yang agung di dunia dan di akhirat di antara para mahkluk.

Di samping itu, dia termasuk mahkluk Allah yang paling dekat kepadaNya dan paling tinggi derajatnya. Ini merupakan kabar gembira yang tidak dapat di samakan dengan kabar-kabar gembira lainya. Dan diantara kesempurnaan dari kabar gembira itu adalah bahwa dia, ”berbicara pada manusia dalam buaian, ” sehingga kemamouan berbicara dalam buaian itu tanda kebesaran diantara malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria kebesaran Allah dan rahmat dariNya kepada ibunya dan kepada manusia seluruhnya.

Demikian juga ia berbicara dengan mereka, ”ketika malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria dewasa, ” yaitu saat ia telah besar. Ini merupakan ungkapan kenabian, dakwah dan bingbingan. berbicara saat dalam buaian merupakan tanda kebesaran dan keterangan yang jelas atas kebenarannya, kenabiannya, dan terbebasnya ibunya dari segala sangkaan buruk yang di tundingkan kepadanya.

Dan pembicaraannya saat dewasa mengandung manfaat yang besar bagi manusia, dan ia adalah perantara antara manisua dengan tuhan mereka dalam hal wahyunya dan penyampaian agama dan syariatNya. Disamping itu juga ia “adalah termasuk orang-orang yang sahlih,” yakni, yakni orang yang dalam hati mereka diberikan kesahlihan kepadanya oleh Allah dengan mengenal dan mencintainya, dan lisan mereka diberikan keshalihan dengan pujian atasnya dan dzkir kepadaNYa, dan tubuh mereka diberikan keshalihan dengan ketaatan kepadanya dan melayaniNya Dan firmanNya, ”Maryam berkata’ya Rabbku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak padahal aku belum pernah disentuh oleh lelaki sekalipun?” Ini merupakan perkara yang aneh.

“Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), ‘Demikiankah Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya’, ” untuk memberitakan kepada hamba-hambaNya bahwa Dia adalah Mahakuasa atas segala sesuatu dan tidak ada penghalang bagi kehendakNya.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

“Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, ‘Jadilah, ’ maka jadilah dia.” “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al-Kitab yaitu, kitab-kitab terdahulu pada umumnya yang memutuskan hukum di antara manusia, dan Allah memberikan kepadanya kenabian lalu Allah menjadikannya “(sebagai) Rasul kepada Bani Israil.” Allah mengukuhkannya dengan ayat-ayat yang jelas serta dalil-dalil yang tegas dimana dia berkata, “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, ” yang menjelaskan kepada kalian bahwa aku adalah benar-benar seorang Rasul Allah.

Yang demikian itu, “bahwa aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, ” yakni yang kedua matanya cacat, hilang pandangannya dan buta, “dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.

Sesungguhnya pada yang demikian itu,” yakni hal-hal yang telah disebutkan, “adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku.” Allah mengukuhkan beliau dengan dua bentuk ayat dan bukti nyata yaitu hal-hal di luar kebiasaan yang tidak mungkin dilakukan oleh selain nabi untuk menghadirkannya, juga kerasulan dan dakwah serta agama yang dibawa olehnya yang mana ajaran itu adalah agama Taurat dan agama nabi-nabi sebelumnya.

Ini merupakan dalil yang paling besar atas kebenaran orang-orang yang benar, karena seandainya ia di antara orang-orang yang dusta, niscaya pasti ia akan menyalahi apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan akan menyimpang dari mereka dalam masalah-masalah akidah dan hukum-hukum mereka.

Dengan demikian diketahuilah bahwa beliau adalah Rasulullah dan bahwa apa yang dibawa oleh beliau adalah benar, yang tidak ada keraguan padanya. Juga perkataannya, “Dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, ” yakni, agar saya meringankan dari kalian beberapa beban dan tanggung jawab. “Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan TUhanmu, karena itu sembahlah Dia.” Ini adalah ajaran yang diserukan oleh seluruh Rasul, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan taat kepada mereka, dan inilah jalan yang lurus dimana orang yang menempuhnya akan menghantarkannya kepada surga yang penuh nikmat.

Saat itulah sikap kelompok-kelompok Bani Israil terpecah terhadap Nabi Isa. Di antara mereka ada yang beriman kepada beliau dan mengikuti beliau, dan di antara mereka ada yang kafir kepada beliau, mendustai beliau dan memfitnah ibu beliau sebagai seorang yang melakukan kekejian, sebagaimana (yang dilakukan orang-orang) Yahudi. “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil)” dan sepakat dalam menolak dakwah beliau, “Isa berkata” seraya menyeru Bani Israil untuk menjadi penolongnya, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, ” yakni orang-orang yang membela, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” Ini merupakan anugerah Allah atas mereka dan khususnya atas nabi Isa, dimana Allah telah menjadikan para hawariyyun tersebut beriman kepadaNya, tunduk malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria ketaatan kepadaNya dan membela RasulNya.

“Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul.” Ini adalah suatu integritas yang malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria dalam beriman kepada seluruh hal yang diturunkan oleh Allah dan dalam menaati RasulNya. “Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi” bagiMu dengan keesaan dan bagi RasulMu dengan kerasulan serta bagi agamaMu dengan kebenaran dan kejujuran.

Adapun orang-orang yang dirasakan oleh Isa pengingkaran mereka, sedang mereka itu adalah sebagian besar Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Israil, maka mereka “membuat tipu daya” terhadap Nabi Isa, “dan Allah membalas tipu daya itu” terhadap mereka, “dan Allah sebaik- baik pembalas tipu daya.” Mereka bersepakat untuk membunuh dan menyalibnya, namun dijadikan buat mereka orang yang serupa dengan Nabi Isa lalu mereka menangkap orang yang serupa tersebut, dan Allah berfirman kepada Isa, “Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.” Lalu Allah mengangkatnya kepadaNya dan membersihkannya dari orang-orang kafir, dan orang-orang kafir itu menyalib orang yang telah mereka bunuh tersebut seraya menduga bahwa orang yang mereka salib itu adalah Isa, dan mereka justru menanggung dosa yang besar.

Dan Isa Ibnu Maryam akan turun kembali di akhir masa umat ini sebagai hakim yang adil, ia akan membunuh babi, mengahncurkan salib dan ia akan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Orang-orang yang berdusta itu akan mengetahui keterpedayaan dan ketertippuan mereka yaitu bahwa mereka itu telah terperdaya dan tertipu.

Dan FirmanNya, “Dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat.” Yang dimaksud orang-orang yang mengikutinya adalah kelompok yang telah beriman kepada beliau, dan Allah membela mereka atas orang-orang yang menyimpang dari agamaNya.

Kemudian ketika umat Muhammad tiba, mereka itu benar-benar mengikutinya hingga Allah menguatkan mereka dan membela mereka atas orang-orang kafir secara keseluruhan, dan Allah memenangkan mereka dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad kepada mereka. "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.

Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." QS–An-Nur:55- Akan tetapi hikmah Allah itu adil, yaitu bahwasanya hikmahNya berlaku bagi siapa yang berpegang teguh dengan Agama, niscaya Allah akan membelanya dengan pembelaan yang nyata, dan bahwa orang yang meninggalkan perintahNya dan melanggar laranganNya, melemparkan syariatNya dan berani lancang berbuat kemaksiatan kepadaNya, niscaya Dia akan menghukumnya dan akan membuat musuh-musuhnya menguasainya.

Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dan FirmanNya, “kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” Kemudian Allah menjelaskan tentang apa yang dilakukanNya terhadap mereka, seraya berfirman, An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi Surat Ali ‘Imran ayat 39: Setelah itu, malaikat menyeru dia, sedang ia tengah sembah yang di mihrab: "Sesungguhnya Allah menggirangkan-mu dengan Yahya yang akan beriman kepada kalimah dari Allah, dan akan jadi ketua terpelihara (daripada kejahatan), dan akan jadiseorang nabi dari kaum yang baik".

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Maksudnya: Membenarkan kedatangan seorang Nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak, yaitu Nabi Isa 'alaihis salam. Ia memiliki sifat-sifat mulia yang menjadikannya sebagai tokoh atau panutan masyarakat yang dimintai pendapatnya. Dalam hatinya tidak ada rasa tertarik dengan wanita dan sibuk beribadah kepada Allah.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 39 Allah mengabulkan doa zakaria, dan dengan segera para malaikat, yakni malaikat jibril, memanggilnya ketika dia sedang berdiri melaksanakan salat di mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira yakni memberi anak kepadamu, wahai zakaria, dan menambah pemberian-Nya dengan memberinya nama yahya.

Bukan hanya itu, ia adalah orang yang akan membenarkan atau mengimani sebuah kalimat atau firman dari Allah yakni kedatangan seorang nabi yang diciptakan tanpa ayah yaitu nabi isa, juga sebagai panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh. Kabar gembira yang malaikat sampaikan kepada zakaria justru membuat dia terkejut dan agak bimbang, dia berkata, tuhanku, bagaimana mungkin aku bisa mendapat anak yang aku minta sebagai penerus sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul' dia berfirman, demikianlah, Allah berbuat apa yang dia kehendaki, termasuk memberi anak tanpa melalui proses yang wajar.

Peristiwa ini untuk mengawali sebuah peristiwa yang lebih dahsyat lagi, yakni proses kelahiran nabi isa yang tanpa bapak. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Itulah aneka ragam penjabaran dari banyak ulama tafsir berkaitan makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 39 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita semua. Sokonglah kemajuan kami dengan memberikan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

TafsirWeb Updates • At-Taubah 122 • al-Kahfi • Al-Ma’idah 2 • Al-Mujadalah 11 • al-Ma’un • ‘Abasa • Al-Isra 1 • ar-Rahman • Al-Baqarah 83 • al-Waqi’ah • An-Nur 2 • Luqman 14 • Al-Jumu’ah 9 • Yunus 40-41 • Al-Ma’idah 32 • an-Naba • Luqman 13 • Al-Isra 32 • Al-Ma’idah 3 • al-Mulk Merdeka.com - Nabi Zakaria merupakan salah satu 25 nabi pilihan Allah SWT.

Sudah lama beliau dan istrinya hidup dalam kesunyian karena belum dikaruniai seorang anak. Usia mereka sudah mencapai 80 tahun, sangat mustahil apabila mendapatkan seorang anak dalam lanjut usia. Istri Nabi Zakaria sedih melihat suaminya termenung karena belum dikaruniai seorang anak. Nabi Zakaria menginginkan seorang putra penerusnya. Dikutip Cerita Alquran untuk anak, karangan Tim Erlangga For Kids mengisahkan Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT untuk memberikannya seorang anak. "Ya Tuhanku, sesungguhnya tubuhku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

Sesungguhnya aku khawatir terhadap penerusku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi sebagian keluarga Yaqub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai oleh-Mu." (QS Maryam ayat 4-6). Akhirnya Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Zakaria. Tak lama setelah Nabi Zakaria berdoa, malaikat menghampiri Nabi Zakaria saat beribadah dan menyampaikan firman Allah SWT. "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu.

Engkau akan memperoleh seorang anak yang bernama Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia". (Qs Maryam ayat 7). Nabi Zakaria AS pun berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapatkan anak padahal istriku mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua" (QS Maryam ayat 8).

BACA JUGA: Demi salat tarawih di Masjid, Dewi Sandra tolak sinetron ramadan Tak pernah buka dan sahur bareng keluarga, ini komentar Prilly Lalu Allah SWT berfirman, "Demikianlah, hal itu adalah mudah bagi-Ku dan sesungguhnya telah Aku ciptakan engkau sebelum itu, padahal engkau di waktu itu belum ada sama sekali". (QS Maryam ayat 9). Nabi Zakaria segera tersadar bahwa sesungguhnya tidak ada satupun yang sulit bagi Allah SWT. Segala sesuatu yang sepertinya tidak mungkin terjadi di alam semesta ini, dapat terjadi atas izin Allah.

Hati Nabi Zakaria dipenuhi rasa syukur kepada Allah. Nabi Zakaria AS berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Allah lalu berfirman, "Tanda bagimu adalah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau dalam keadaan sehat".

(QS Maryam ayat 10). Beliau merasakan kegembiraan yang sangat dalam karena malaikat telah memberitahukannya tentang kelahiran seorang anak lelaki yang diberi nama Yahya oleh Allah.

Dengan kemuliaan yang agung ini, Allah menyampaikan berita gembira kepada Nabi Zakaria, bahwa anaknya akan membenarkan kalimat Allah dan akan menjadi seorang yang mulia serta menjadi seorang Nabi dari orang-orang yang saleh.

BACA JUGA: 5 Jurus pemerintah agar macet parah tak terulang saat arus balik Langkah jitu temukan tiket balik lebaran Setelah mengandung selama sembilan bulan, istri Nabi Zakaria melahirkan seorang anak laki-laki Sesuai firman Allah, bayi tersebut diberi nama Yahya. Nabi Yahya lahir tiga bulan sebelum kelahiran Isa Al-Masih bin Maryam.

Sejak kecil dia telah diajarkan Taurat oleh Nabi Zakaria dan mulai dakwahnya.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Ayah dan anak tersebut menjadi guru bagi kaum Bani Israil dalam berbagai banyak hal. Allah berfirman, "Wahai Yahya! Ambilah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak".

(QS Maryam ayat 12). Dikutip dari buku Kisah Teladan Menakjubkan 25 Nabi dan Rasul, karangan Lisdy Rahayu, pada masa kehidupan Nabi Yahya, Palestina dikuasai oleh kekaisaran Romawi yang dipimpin oleh Raja Herodus yang memiliki sifat sangat kejam dan suka berfoya-foya. Nabi Yahya AS selalu mengingatkan kaum Bani Israil bahwa azab Allah begitu pedih. Dakwah-dakwah yang disampaikan Nabi Yahya membuat kedudukannya semakin terhormat di hadapan kaum Bani Israil. Hal ini membuat raja Herodus khawatir, jika rakyatnya akan lebih patuh kepada Nabi Yahya, daripada aturan-aturan yang telah dibuatnya.

Pada suatu hari terdengar kabar bahwa Herodus akan menikahi keponakannya sendiri yang bernama Herodia. Nabi Yahya malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria raja Herodus untuk membatalkan pernikahannya. Karena pada saat itu di dalam kitab Taurat, tidak diperbolehkan menikahi keponakan sendiri.

Raja Herodus pun murka karena keinginannya untuk mempersunting Herodia ditentang Nabi Yahya. Berita tersebut menyebar ke seluruh kota, dan sampai ke telinga Herodia yang berambisi untuk menjadi ratu. Herodia merasa terganggu dengan adanya fatwa Nabi Yahya, yang merusak jalannya menuju istana. BACA JUGA: Soal baju lebaran, Prilly Latuconsina: Aku nggak mau pakai kaftan BI: inflasi selama Ramadan biasanya sekitar 0,9 persen Herodia menemui Nabi Yahya dan mebujuk untuk mengubah pendiriannya.

Tetapi, Nabi Yahya tetap pada pendiriannya dan membuat Herodia marah dan meminta Herodus untuk menangkap dan memenjarakan Nabi Yahya. Maka dimulailah pencarian Nabi Yahya dan Nabi Zakaria untuk dihukum mati.

Setelah beberapa hari pencarian, Nabi Yahya berhasil ditemukan dan langsung dihukum mati.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Mengetahui hal tersebut, Nabi Zakaria sangat sedih atas kematian putranya. Pada suatu hari, prajurit suruhan Herodus menemukan Nabi Zakaria. Nabi Zakaria berlari ke arah hutan setelah melihat para prajurit mengejarnya.

Ketika dia berlari, dia terus berdoa dan memohon kepada Allah untuk menolongnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat pohon yang sangat besar berada di depannya. Atas izin Allah SWT, pohon itu terbelah dua dan Nabi Zakaria masuk ke dalam pohon itu dan kemudian menutup kembali seperti semula. Para prajurit kebingungan karena telah kehilangan jejak Nabi Zakaria.

Namun, setan membisikkan tempat persembunyian Nabi Zakaria kepada salah satu prajurit. Para prajurit pun memutuskan untuk menebang pohon yang besar. Akhirnya Nabi Zakaria wafat dengan tumbangnya pohon tersebut ke tanah. Nabi Yahya dan Nabi Zakaria wafat dalam keadaan mati syahid. [hhw] Baca juga: BACA JUGA: Arus balik, Jasa Marga siapkan rekayasa lalu lintas di ruas Cikampek 5 Pembelaan pemerintah saat jalur mudik macet parah Kisah Nabi Yunus ditelan ikan paus karena meninggalkan kaum Ninawa Penuh keseriusan, rumah tangga Rasulullah jarang ada hiburan Kisah Nabi Ilyas dan azab untuk kaum Bani Israil Pengobatan dan obat yang dianjurkan Rasulullah BACA JUGA: Berikan kesan baik pada teman lama saat reuni di libur hari raya Gara-gara kisah ini, Menko Rizal selalu 'baper' saat Ramadan Kisah Utsman bin Affan, sahabat Rasulullah yang kaya raya Begini asal usul Rasulullah diberi nama Muhammad Cerita kaum musyrik pertama kali mendengar ayat Alquran hingga sujud 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 4 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Dibegal 9 Orang di Jalan, 2 Prajurit TNI Lakukan Perlawanan 1 Pelaku Diamankan Selengkapnya
Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz, saya ingin bertanya mengenai kisah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya.

Semoga Allah memberi saya hidayah melalui jawaban Ustadz. Saya pernah membaca mengenai akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang menurut saya sangat tragis. Nabi Zakaria yang bersembunyi di dalam pohon mati digergaji. Sedangkan Nabi Yahya mati dipenggal kepalanya. Pertanyaan saya: 1. Benarkah kisah mengenai akhir hidup kedua Nabi tersebut? 2. Jika benar seperti itu, apakah hikmah dari Allah dalam kisah akhir hidup/perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya (maksud saya: dalam pemahaman saya yang awan dalam bidang agama ini, akhir kisah perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang sangat tragis tersebut kontras sekali dengan -misalnya- akhir kisah perjuangan: • Nabi Nuh ( diselamatkan oleh Allah dari kezaliman umatnya yang durhaka dengan dihancurkannya umat yang durhaka tersebut melalui banjir besar) • Nabi Ibrahim (diselamatkan oleh Allah dari hukuman dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud) • Nabi Musa (diselamatkan oleh Allah dari kejaran Firaun dengan terbelahnya Laut Merah) • Nabi Daud (diselamatkan oleh Allah dari malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Jalut/Goliath) • Nabi Yusuf (diselamatkan oleh Allah dari kezaliman/iri hati saudara-saudaranya bahkan akhirnya saudara-saudaranya menghormat kepada beliau) • Nabi Isa (diselamatkan oleh Allah dari penyaliban) • Nabi Muhammad SAW (diselamatkan oleh Allah dari kebiadaban kafir Quraisy dan Yahudi Madinah bahkan akhirnya berhasil kembali ke Mekkah dengan kemenangan) Bahkan selain kisah para Nabi yang diselamatkan oleh Allah sebagaimana saya sebutkan di atas, ada pula kisah Ashabul Kahfi (diselamatkan oleh Allah dengan ditidurkan/disembunyikan dalam gua) Saya mengimani bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Penolong akan dengan mudahnya menyelamatkan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya sehingga beliau berdua dapat terselamatkan dari kezaliman umatnya.

Saya juga mengimani bahwa Allah Yang Maha Tahu juga mempunyai rahasia dan hikmah dalam setiap peristiwa di dunia ini termasuk kisah akhir hidup kedua Nabi tersebut.

Itulah yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz mengenai hal tersebut : Rahasia atau Hikmah apakah dalam kisah akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya tersebut sehingga pertolongan Allah “tidak tampak secara kasat mata” dibandingkan kisah para Nabi lain +Ashabul Kahfi? (Saya yakin pertolongan Allah pasti ada untuk Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, tapi saya belum dapat memahami bagaimana bentuk pertolongan Allah untuk kedua nabi tersebut).

Terima kasih untuk perhatian dan jawaban Ustadz. Wassalamu’alaikum wr.wb. Jawaban Waalaikumussalam Wr Wb Kisah Nabi Zakaria dan Yahya Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk menceritakan tentang Zakaria kepada manusia termasuk kisah ketika dirinya dikaruniai seorang anak laki-laki pada usianya yang sudah lanjut sementara istrinya adalah seorang wanita tua yang mandul dengan maksud agar manusia tidak pernah berputus asa terhadap karunia dan rahmat Allah swt, sebagaimana firman-Nya : ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ﴿٢﴾ إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاء خَفِيًّا ﴿٣﴾ Artinya : “(yang dibacakan Ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS.

Maryam : 2 – 3) Sebagian salaf mengatakan bahwa Zakaria bangun pada saat malam hari lalu berdoa kepada Tuhannya dengan diam-diam tanpa diketahui banyak orang dan berdoa,”Wahai Robb, wahai Robb, wahai Robb” Allah berkata,”labbaik, labbaik, labbaik.” Zakaria mengatakan, “Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban.” (QS. Maryam 4) Firman Allah swt : يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا Artinya : “Hai Zakaria, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia.” (QS.

Maryam : 7) ayat ini ditasirkan oleh firman Allah swt yang lain : Artinya : “Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

(QS. Al Imron : 7) Ilustrasi anak shalih. Foto: tsaqafah.com Keshalehan Nabi Yahya ini sudah terlihat sejak masa anak-anak, Abdullah bin al Mubarok mengatakan : Ma’mar mengatakan bahwa suatu ketika ada seorang anak yang mengatakan kepada Yahya bin Zakaria,”Mari kita bermain bersama.” Lalu Yahya menjawab,”Sesunguhnya kita diciptakan bukan untuk bermain.”, ada yang mengatakan bahwa ini adalah maksud dari firman Allah swt : يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا Artinya : “Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.” (QS.

Maryam : 12) Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Qotadah bahwa al Hasan berkata bahwa ketika Isa dan Yahya bertemu lalu Isa berkata kepada Yahya,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Yahya berkata,” ,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Lalu Isa pun mengatakan kepadanya lagi,”Engkau lebih baik dariku, aku memberikan salam kepada diriku sendiri sementara Allah memberikan salam kepadamu.” Dan Allah pun memberikan keutamaan kepada mereka berdua.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang anak Adam kecuali dia akan melakukan sebuah kesalahan atau berkeinginan untuk melakukan kesalahan namun tidak pada diri Yahya bin Zakaria.” Riwayat Kematian Nabi Zakaria Sedangkan tentang kematian ayahnya, Nabi Zakaria, maka terjadi perbedaan riwayat dari Wahab bin Munbih : Apakah Nabi Zakaria mati secara wajar ataukah ia dibunuh?terdapat dua riwayat.

Abdul Mun’im meriwayatkan dari Idris bin Sinan dari ayahnya dari Wahab bin Munbih mengatakan bahwa Zakaria lari dari kaumnya lalu masuk ke sebuah pohon, lalu mereka pun mendatanginya dan menggergaji pohon itu. Tatkala gergaji itu mengenai otot-ototnya dan ia pun merintih lalu Allah mewahyukan kepadanya, “Jika rintihanmu tidak mereda pasti aku akan jungkalkan bumi dan apa-apa yang ada di atasnya maka Zakaria pun menghentikan rintihannya sehingga dirinya terpotong dua”, ini diriwayatkan di dalam hadits yang marfu’.

Namun terdapat riwayat Ishaq bin Basyar dari Idris bin Sinan dari Wahab bahwa dia mengatakan bahwa orang yang terbelah di dalam pohon itu adalah Sya’ya, adapun Zakaria meninggal secara wajar, wallahu a’lam.

Kematian Nabi Yahya Sedangkan tentang pembunuhan putranya, Yahya, mereka banyak menyebutkan sebab-sebabnya sementara yang paling masyhur menurut Ibnu Katsir adalah bahwa sebagian raja di Damaskus pada zaman itu ingin menikahi wanita-wanita yang menjadi mahram mereka atau wanita-wanita yang tidak malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria untuk mereka nikahi.

Hal ini mendapat penentangan dari Yahya as. Sehingga terdapat seorang wanita yang meminta kepada seorang raja yang menyukainya agar memberikan hadiah kepadanya darah Yahya. Lalu dikirimlah seseorang untuk membunuh Yahya serta membawakan kepala dan darahnya di atas sebuah nampan kehadapan wanita itu. Namun demikian, ada pula yang mengatakan bahwa cerita pembunuhan Nabi Yahya tersebut bersumber dari israiliyat yang tidak pernah disebutkan di dalam Al Qur’an maupun sunnah-sunnahnya bahkan bertentangan dengan firman Allah swt: Artinya : “Keselamatan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (QS.

Maryam) Mereka juga merujuk kepada pengertian dari kata salam (keselamatan) di situ termasuk diselamatkannya dari kematian yang tidak menyenangkan. Al Qodhi, ketika menjelaskan firman-Nya : وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا Artinya : “(Isa berkata) Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali”.(QS. Maryam : 33), bahwa kata salam merupakan ungkapan yang memberikan keamanan, seperti keamanan di dalam berbagai kenikmatan dan dihindarkannya dari hal-hal yang tidak menyenangkan (merusak).

Seakan-akan dia (Isa as) bertanya kepada Tuhannya dan meminta dari-Nya tentang Apa yang diberitakan Allah swt terhadap Yahya. Dan pastinya para nabi akan mendapat pengabulan doa, dan ada tiga keadaan terbesar manusia yang membutuhkan keselamatan, yaitu : hari kelahiran, hari kematian dan hari kebangkitan. Ketiga keadaan tersebut membutuhkan keselamatan dan terkumpulnya kebahagiaan dari Allah swt agar terlindungi dari berbagai rasa sakit dan hal-hal yang mengerikan dalam setiap keadaan itu.

(Tafsir ar Rozi juz III hal 303) Dengan begitu, mereka berpendapat bahwa pembunuhan yang dialami Nabi Yahya adalah sesuatu yang mustahil, karena Yahya adalah seorang Nabi yang dijaga dan dilindungi Allah swt dan berita tersebut adalah berasal dari israiliyat dan sebagaimana kebiasaan orang-orang Israil adalah ingin merendahkan dan mengecilkan para nabi Allah swt.

Hikmah Kisah Nabi Zakaria dan Yahya Namun demikian yang pasti bahwa di dalam kisah-kisah para Nabi dengan segala keunikan dan kesabaran mereka semua—termasuk kisah Nabi Zakaria dan Yahya—di dalam memikul beban kenabian sebagai pelita umat-umatnya ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh manusia, sebagaimana firman Allah swt : Atinya : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria.

Yusuf : 111) Di antara hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari mereka adalah kesabaran mereka dalam mengemban amanah risalah dan da’wah, kesabaran terhadap perlakuan buruk kaumnya ketika mendengar da’wah mereka, kesabaran untuk tidak tergoda oleh berbagai tarikan-tarikan dunia yang dapat menyimpangkan mereka dari jalan risalah dan da’wah serta sifat-sifat mulia lainnya yang ada di dalam diri orang-orang mulia itu. Tentunya Allah swt juga senantiasa memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada mereka semua ketika mendapatkan kesulitan di dalam menyampaikan risalah-risalah-Nya yang hal itu sudah menjadi janji-Nya kepada mereka sebagaimana firman-Nya : Artinya : “Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS.

Ghofir : 51 – 52) Bagaimana Allah menolong para Rasul dan Nabi-Nya serta orang-orang yang bersamanya? Tentunya Allah swt lebih mengetahui hal ini, karena di tangan-Nya lah segala kebaikan dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sementara manusia hanya dituntut untuk bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah kepahlawanan mereka dan menghiasi kehidupannya dengan itu semua.

Wallahu A’lam Ustadz Sigit Pranowo Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria ======================= Bila ingin memiliki karya beliau dari kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawabsilahkan kunjungi link ini : Resensi Buku : Fiqh Kontemporer yang membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan… Setelah menikah, besar harapan agar pasangan dikaruniai keturunan dalam keluarga kecilnya.

Selain aktif berusaha, memanjatkan doa Nabi Zakaria patut dicoba untuk meminta hadirnya momongan kepada Sang Pencipta. Kisah Nabi Zakaria Adalah Nabi Zakaria AS, sosok nabi yang dipuji Allah SWT berkat adab yang lemah lembut kala berdoa.

Hal ini membuatnya terkenal dengan doa memohon keturunan yang dikabulkan oleh Allah. "Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria, (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut," demikian firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 2-3.

Adapun Nabi Zakaria lahir pada tahun 91 Sebelum Masehi. Sebelum ditasbihkan menjadi seorang nabi, Nabi Zakaria menyerukan agar Bani Israil bertobat dan menyembah Allah.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Karena kesabarannya dalam berdakwah, Bani Israil menghormatinya. Saat menikah, Nabi Zakaria tidak memiliki anak karena sang istri tidak bisa memiliki keturunan. Hingga suatu hari, datanglah Istri Imran menitipkan anak perempuannya yang bernama Maryam. Nabi Zakaria dan istrinya dengan senang hati menerima dan membesarkan Maryam dengan penuh kasih sayang.

Mereka menganggap Maryam sebagai anaknya sendiri. Saking sayangnya, Nabi Zakaria membuat kamar khusus untuk Maryam dapat beribadah di Baitul Maqdis yang saat ini Masjidil Aqsa. Kamar khusus untuk beribadah itu dikenal dengan Mihrab.

Kendati senang dengan kehadiran Maryam, ada kekhawatiran karena usia Nabi Zakaria mulai renta.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Ia bertanya, siapa yang kelak akan meneruskan ajaran kebenaran yang selama ini tak putus ia sebarkan. Artikel terkait: 5 Doa Nabi Musa di dalam Al Quran, Begini Cara Mengamalkannya Doa Nabi Zakaria Akan tetapi, Nabi Zakaria tak berpasrah diri. Dia terus berdoa kepada Allah dengan penuh kelembutan untuk diberikan keturunan yang bisa melanjutkan dakwah.

"Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku," ujar Nabi Zakaria memulai doanya. "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai," lanjutnya dalam doa sesuai surat Maryam ayat 4-6.

Doa minta keturunan juga terdapat dalam surat Ali Imran ayat 38 dan As-Saffat ayat 100 yang bunyinya sebagai berikut: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang shaleh.” ( QS. As-Saffat: 100) atau berikut ini: رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ rabbi hab lii mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samii'ud-du'aa` Artinya: Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria dan sang istri siang dan malam, pun mereka kian malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria beribadah. Upaya ini kerap mendapat ejekan dari Bani Israil. Mereka tidak percaya bahwa doa ini akan dikabulkan oleh Allah.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Artikel terkait: 3 Doa Nabi Ibrahim yang Bisa Parents Amalkan Setiap Hari Hingga suatu hari, malaikat datang memanggil Nabi Zakaria yang kala itu sedang melaksanakan sholat di Mihrab. "Wahai Zakaria!

Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya," firman ALlah dalam surat Maryam ayat 7.

Mendengar kabar tersebut, Nabi Zakaria terkejut. "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?" tanya Nabi Zakaria. "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali," firman Allah dalam surat Maryam ayat 7, menjawab pertanyaan Zakaria.

Nabi Zakaria lalu meminta tanda kepada Allah. Allah memberi tanda berupa tak bisa bercakap selama tiga malam. "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh," firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 39. Nabi Zakaria lalu mengucap syukur kepada Allah SWT karena doanya yang dikabulkan Allah. Yahya menjadi satu-satunya anak Nabi Zakaria yang juga diangkat Allah menjadi seorang Nabi.

Ayah dan anak ini pun berdakwah bersama, tak ketinggalan menyerukan Bani Israil agar menyembah Allah. Artikel terkait: 3 Doa Nabi Sulaiman yang Bisa Diamalkan Sehari-hari, Yuk, Hafalkan!

Tips Minta Keturunan dalam Islam Berdoa dan berusaha ibarat senjata agar kelak keinginan manusia dikabulkan oleh Allah, tak terkecuali seorang anak. Dalam agama Islam, Parents sebaiknya melakukan kiat berikut agar diberkahi momongan: 1. Kuatkan Keyakinan Pertama, yakinlah bahwa kekuatan doa sebanding dengan keyakinan yang juga kuat.

Sebelum memanjatkan doa, kuatkan lebih dulu keyakinan bahwa kuasa Allah begitu besar untuk mengabulkan doa yang Anda minta. Jodoh, rezeki, juga maut ada di tangan Allah. لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ “Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi.

Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” ( QS. As-Syura: 49 – 50). 2. Banyak Beristighfar Di samping berdoa, jangan lupa iringilah doa dengan banyak beristighfar dan memohon ampun, Allah menjanjikan banyak hal bagi umat yang banyak melafalkan istighfar.

Dalam salah satu surat AlQuran, Allah menceritakan ajaran Nabi Nuh pada umatNya: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا* يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا* وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا “… istighfarlah kepada Rabb-mu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” ( QS. Nuh: 10-12). Parents, demikian kisah dan kekuatan doa Nabi Zakaria yang bisa diterapkan.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan. Baca juga: id.theasianparent.com/doa-nabi-yunus-mudah-bersalin id.theasianparent.com/doa-nabi-yusuf id.theasianparent.com/doa-nabi-yunus • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Kisah Nabi Zakaria – Mempelajari kisah para Nabi dan Rasul bagi kita sebagai generasi penerus banga adalah hal yang patut dilakukan.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Karena dapat membuka mata dan pengetahuan terhadap kejadian dan perjuangan masa lampau para Nabi dan Rasul Allah SWT dalam berdakwah dan menyampaikan ajaran-Nya. Dengan mempelajari kisah-kisah dan tauladan para Nabi dan Rasul dapat menumbuhkan rasa beriman kepada Allah melalui alam semesta, karena meyakini dan mempercayai berbagai kejadian luar biasa yang terjadi di zaman Nabi dan Rasul terdahulu. Beriman kepada Nabi dan Rasul juga merupakan rukun iman yang ke-empat.

Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda dalam belajar sejarah Nabi apalagi tidak melakukannya sama sekali. Jumlah Nabi sejatinya sangat banyak sekali hingga tak terhitung. Namun bagi umat muslim, jumlah Nabi yang wajib untuk diketahui dan diimani ada 25 Nabi dan Rasul. Perbedaan Nabi dan Rasul yaitu, Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri dan wajib disampaikan kepada umat-umatNya.

Dari 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui dan diimani, kali ini akan dibahas mengenai salah Nabi yaitu Nabi Zakaria AS.

Table of Contents • 1. Sejarah Singkat Nabi Zakaria AS • Anda Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Juga Menyukai • Sosok Nabi Zakaria AS dalam Merawat Maryam • 2. Kisah Nabi Zakaria : Perjalanan Dakwah • Kelahiran Nabi Yahya AS • Kematian Nabi Zakaria AS • 3. Mukjizat Nabi Zakaria AS • • Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam • Kisah Nabi 1. Sejarah Singkat Nabi Zakaria AS Nabi Zakaria Alaihi Salam (AS) adalah kaum Bani Israil yang hidup di Palestina dan lahir pada tahun 91 Sebelum Masehi.

Beliau merupakan salah satu dari 25 Nabi utusan Allah SWT yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Rp 90.000 Selain Nabi Zakaria AS, nabi lain yang berasal dari kaum Bani Israil menurut Ibnu Katsir, diantaranya Nabi Yusuf AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun, AS, Nabi Ilyas AS, Nabi Ilyasa AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Yahya AS, dan Nabi Isa AS.

Nabi Zakaria diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT di usia yang sudah mulai senja, yaitu 90 tahun. Penjelasan mengenai kisah Nabi Zakaria ketika beliau masih kanak-kanak hingga masa mudanya tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Sehingga sejarah mengenai beliau dimulai ketika akhir masa dewasa.

Al-Qur’an merekam dan menceritakan kisah sejarah perjalanan Nabi Zakaria sebanyak 8 kali, yaitu diantaranya dalam Surat Al-Imran ayat 3 surat Surat Maryam ayat 19 dan ayat 2-11. Semasa hidupnya, Nabi Zakaria bekerja sebagai tukang kayu untuk menghidupi keluarganya.

Mengenai pekerjaan dari Nabi Zakaria tersebut dibuktikan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Yang artinya, “Nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu.” (HR Muslim 4384 dan Ibnu Majah 2141). Nabi Zakaria adalah Nabi termasyhur yang merupakan keturunan dari Nabi Sulaiman AS. Nama istrinya yaitu al-Yahbi’ yang berasal dari keluarga Nabi Harun AS. Nama lengkap istri Nabi Zakaria AS adalah Ilyasya binti Faqud bin Qabil.

Nabi Zakaria dan istrinya yang sama-sama keturunan Nabi lalu memiliki anak yang juga diutus oleh Allah SWT sebagai Nabi, malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Nabi Yahya AS. Semasa hidupnya, Nabi Zakaria juga berperan sebagai pelindung dari Maryam (Ibunda Nabi Isa AS). Beliau adalah wali dari Hekal. Kisah lainnya mengenai nabi yang tak terhitung jumlahnya dapat kamu temukan juga pada buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir yang merupakan seorang ulama besar yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga kemurnian riwayat dan sumber rujukan yang shahih dalam menuliskan karyanya.

Sosok Nabi Zakaria AS dalam Merawat Maryam Nabi Zakaria AS adalah sosok yang menjaga, mengasuh, dan merawat Maryam (Ibunda Nabi Isa AS). Beliau merawat dan menjaga Maria Bersama istrinya. Ayah kandung Maryam bernama Imran (ulama Bani Israil) yang pada saat itu mendatangi Nabi Zakaria AS untuk menitipkan anak perempuannya, yaitu Maryam. Sedangkan ibu kandung Maryam adalah Hannah binti Faqudz yang juga merupakan saudara ipar dari Nabi Zakaria AS. Maryam diasuh dan dirawat oleh Nabi Zakaria dan istrinya sejak Maryam masih kecil.

Meskipun bukan anak kandung, Maryam diperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Bentuk kasih sayang kepada Maryam salah satunya adalah membuatkan tempat beribadah khusus untuk Maryam di Baitul Maqdis (sekarang yaitu Masjidil Aqsa). Ruang khusus untuk Maryam melakukan ibadah yang malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria oleh Nabi Zakaria AS bernama Mihrab.

Hal tersebut menjadikan Nabi Zakaria AS sebagai orang pertama yang tercatat dalam membuat Mihrab. Pada saat kehadiran Maryam di keluarga kecil Nabi Zakaria, waktu itu Nabi Zakaria AS masih belum memiliki keturunan dari hasil pernikahannya dengan al-Yahbi’. Itulah salah satu alasan mengapa Nabi Zakaria AS dan istrinya sangat senang dengan kehadiran Maryam dan memperlakukannya layaknya anak kandung sendiri. 2. Kisah Nabi Zakaria : Perjalanan Dakwah Dikisahkan Nabi Zakaria AS adalah salah satu dari 25 nabi yang diutus untuk mengembalikan akhlak Bani Israil di Palestina yang banyak melakukan dosa besar seperti kezaliman, kemungkaran dan mengubah agama yang diajarkan oleh Nabi Musa AS.

Inti dari dakwah Nabi Zakaria AS adalah menyeru kepada kaum Bani Israil untuk bertobat dan menyembah Allah SWT yang dapat kamu baca pada buku Nabi Zakaria AS: Nabi Yang Sabar Menanti Keturunan.

Kegiatan dakwah Nabi Zakaria dipusatkan di Bait-al Maqdis. Bait-al Maqdis adalah tempat dimana kuil dari Nabi Sulaiman AS pernah didirikan. Ciri dari dakwah Nabi Zakaria adalah kelemahlembutan. Beliau pun terkenal memiliki adab untuk berdoa kepada Allah SWT dengan lemah lembut. Meskipun dalam proses dakwah Nabi Zakaria AS kerap menjumpai kesulitan dan jalan buntu, namun beliau cukup disegani dan dihormati oleh kaum Bani Israil karena sifat dan tutur kata beliau yang alim dan bijaksana.

Cobaan yang diberikan oleh Allah SWT terhadap dakwah Nabi Zakaria AS adalah beliau yang tak kunjung memiliki keturunan padahal usia Nabi Zakaria AS dan istrinya saat itu sudah senja. Pada momen tersebut Nabi Zakaria AS sangat sedih dan bingung tentang keberlanjutan dakwah yang beliau lakukan apabila tidak memiliki keturunan laki-laki. Maryam sebagai anak angkat Nabi Zakaria AS pada saat itu juga tidak dapat meneruskan jejak dakwah beliau dikarenakan Maryam adalah perempuan.

Nabi Zakaria AS dan istrinya tak pernah berputus asa dalam berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk diberikan keturunan. Beliau berdoa dengan penuh kelembutan dan penghayatan.

Salah satu isi doa yang dihaturkan Nabi Zakaria AS berbunyi: “Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” lantun Nabi Zakaria dalam doa beliau sesuai yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 4-6.

Doa lainnya yang dipanjatkan yaitu: Robbi hablii miladunka dzuriyyatan thoyyibatan innaka samii’uddu’aa “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Q.S. Ali-Imran ayat 38). Tak pernah henti doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria dan istrinya kepada Allah SWT agar dikarunia seorang anak.

Begitu gigih perjuangannya dalam mendapatkan keturunan guna meneruskan syiar dakwah Nabi Zakaria AS. Meskipun banyak sekali olokan yang datang kepada Nabi Zakaria AS bahkan dari kaumnya sendiri yaitu kaum Bani Israil, mengatakan bahwa mereka tak percaya doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Kisah lengkap mengenai Nabi Zakaria juga bisa kamu pelajari melalui buku Mukjizat Para Nabi oleh Hafez Achda. Kelahiran Nabi Yahya AS Nabi Yahya AS: Sang Penyayang Makhluk Hidup Hingga suatu ketika, keajaiban dan mukjizat menghampiri keluarga kecil Nabi Zakaria AS. Pada saat itu turun malaikat Jibril untuk menemui Nabi Zakaria AS dan memanggil beliau yang saat itu sedang shalat di Mihrab.

“Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya” (Q.S.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Maryam ayat 7). Mendengar kabar yang disampaikan malaikat oleh malaikat Jibril tersebut, Nabi Zakaria AS sontak sangat kaget dan tidak percaya.

Ternyata meskipun istri Nabi Zakaria AS adalah seorang yang mandul dan mereka telah mencapai usia senja, ternyata Allah SWT memberikan mukjizat dengan mengabulkan doa mereka. Nabi Zakaria AS yang masih tidak percaya lalu meminta pertanda kepada Allah SWT seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 10: “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”” (Q.S.

Maryam ayat 10). Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut menjelaskan tentang pertanda yang mengawali akan datangnya apa yang telah dijanjikan oleh Allah SWT kepada Nabi Zakaria AS, yaitu dikarunia seorang anak di usia senja.

Riwayat dari Ibnu Zaid ibnu Aslam menyebutkan, selama pertanda dari Allah SWT tersebut dating, Nabi Zakaria AS hanya menggunakan lisannya untuk bertasbih dan membaca kitab. Nabi Zakaria AS menahan lisannya untuk tidak berbicara dengan kaumnya sendiri melainkan menggunakan bahasa isyarat.

Hal ini tercermin dalam Riwayat yang tertulis pada kitab suci Al-Qur’an Surat Maryam ayat 11: “Maka dia keluar dari Mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu siang dan petang.” malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria.

Maryam ayat 11). Nabi Zakaria AS malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria mengucap syukur kepada Allah SWT sebagai bentuk terimakasih karena doanya selama ini yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT.

Setelah itu lahirlah seorang bayi laki-laki yang shaleh pada 1 Sebelum Masehi yang bernama Yahya. Yahya yang merupakan anak kandung satu-satunya dari Nabi Zakaria AS dan istrinya lalu juga diangkat oleh Allah SWT menjadi seorang nabi. Nabi Yahya juga merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui dan diimani oleh umat muslim.

Nabi Yahya AS dilahirkan ke bumi dalam waktu yang berdekatan dengan momen kelahiran Nabi Isa AS (anak dari Maryam). Namun beberapa riwayat menjelaskan jika kelahiran Nabi Yahya AS adalah mendahului tiga bulan daripada kelahiran Nabi Isa AS. Ketika Nabi Yahya mulai beranjak dewasa, Ia diajak oleh Nabi Zakaria untuk berdakwah Bersama kepada kaum Bani Israil. Nabi Zakaria AS dan Nabi Yahya AS juga bersama-sama melawan Raja Herodus yang merupakan penguasa Bani Israil dan bersifat zalim dan keji.

Kematian Nabi Zakaria AS Riwayat menyebutkan jika Nabi Yahya AS pergi meninggalkan dunia terlebih dahulu sebelum disusul oleh Nabi Zakaria AS. Penyebab kematian Nabi Yahya AS adalah dibunuh oleh orang suruhan Herodia. Pada saat itu dikisahkan Bani Israil dikuasai oleh penguasa yang zalim yaitu Raja Herodus. Raja Herodus memiliki keinginan dan niat untuk menikahi anak perempuan tirinya, yaitu Herodia.

Pernikahan tersebut ditentang oleh Nabi Yahya AS dikarenakan tidak sesuai dengan hukum Taurat. Herodia pun tidak terima atas penentangan Nabi Yahya AS terhadap pernikahan yang akan dilakukannya. Ia pun menyuruh Herodus untuk membunuh Nabi Yahya AS. Nabi Yahya AS pun ditangkap, dipenjara, dan dibunuh sesuai permintaan Herodia.

Ketika kabar kematian Nabi Yahya AS sampai ke telinga ayahanda-nya, yaitu Nabi Zakaria AS dan mengetahui bahwa Allah telah menghukum pembunuhnya dengan mengubur mereka hidup-hidup, maka selanjutnya Nabi Zakaria AS pun melarikan diri menuju sebuah kebun di Baitul Maqdis. Ketika dalam perjalanan melarikan diri dan melewati pepohonan, tidak disangkan pepohonan tersebut memanggil Nabi Zakaria dan membuka diri untuk dimasuki sebagai tempat persembunyian dari Nabi Zakaria AS.

Namun sayangnya, ada iblis yang malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria dan mengetahui tempat persembuyian Nabi Zakaria AS tersebut. Iblis pun memotong kain baju Nabi Zakaria AS dan menemui orang-orang yang sedang mencari Nabi Zakaria AS sembari menunjukkan potongan baju Nabi Zakaria AS.

Sontak, ketika melihatnya, orang-orang tersebut meminta iblis untuk memberi tahu lokasi persembunyian dari Nabi Zakaria AS. Setelah ditunjukkan oleh iblis, mereka langsung menghantam pohon tersebut menggunakan kapak hingga terbelah menjadi dua. Nabi Zakaria AS pun meninggal dunia dan Allah SWT mengganjar kaum Bani Israil atas kematian Nabi Zakaria AS dengan cara membunuh para pembesar mereka dan menawan ratusan orang. Kisah 25 Nabi Dan Rasul (Pelangi) 3. Mukjizat Nabi Zakaria AS Secara bahasa, mukjizat berasal dari kata “Mukjiz” yang memiliki arti “melemahkan atau mengalahkan”.

Mukjizat adalah kejadian atau peristiwa luar biasa hingga sulit dijangkau oleh akal manusia yang terjadi pada diri Nabi dan Rasul Allah SWT. Setiap Nabi dan Rasul Allah dianugerahi dengan mukjizat untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang istimewa yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu dan menyebarkannya kepada kaum-kaum yang ingkar dan zalim terhadap Allah SWT.

Tiga mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Zakaria AS, yaitu: • Nabi Zakaria AS dan istrinya membaktikan diri mereka semasa hidupnya untuk mengurus dan menjaga Baitul Maqdis. Baitul Maqdis merupakan tempat ibadah peninggalan dari Nabi Sulaiman AS yang juga digunakan oleh Nabi Zakaria AS untuk tempat berdakwah. • Nabi Zakaria mendapatkan keturunan dari Allah SWT seorang anak laki-laki yang shaleh bernama Yahya meskipun usia Nabi Zakaria AS saat itu sudah sangat tua (Sekitar 100 tahun) dan istrinya adalah seorang yang mandul.

• Nabi Zakaria AS dapat masuk dan bersembunyi di dalam pepohonan ketika dikejar dan diburu oleh orang-orang yang akan membunuhnya. Terdapat begitu banyak hikmah dan suri tauladan yang dapat diambil dari kisah Nabi Zakaria AS yang telah diceritakan.

Salah satu pelajaran yang dapat dipetik adalah Allah SWT adalah Maha Mendengar doa umatnya. Berbagai mukjizat dan karya fenomena lainnya dalam sejarah agama Islam juga bisa Grameds temukan pada buku Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi yang ada dibawah ini. Nabi Zakaria AS pun menunjukkan cara berdoa yang penuh ketulusan dan kelembutan serta berbaik sangka kepada Allah SWT bahwa Allah SWT mendengar semua doa hambanya dan akan mengabulkannya.

Nabi Zakaria AS pun mencontohkan sikap amanah yaitu menjaga dan merawat Maryam dengan tulus saat Maryam yang saat itu tidak memiliki ayah dititipkan kepadanya.

Nah, itulah kisah mengenai Nabi Zakaria AS yang meliputi sejarah singkat, perjalanan dakwah, dan mukjizat Nabi Zakaria AS. Recent Post • Rekomendasi Buku Tes BUMN + Latihan Soal dan Jawaban Mei 9, 2022 • Review Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari Mei 9, 2022 • Yuk, Berkenalan dengan 23 Member NCT! Mei 9, 2022 • Review Novel Unfamiliar Twins Mei 9, 2022 • Review Novel Layla Majnun Mei 9, 2022 • Memahami Arti Bad Mood dan Cara Mengatasinya Mei 9, 2022 • Review Novel Inevitably in Love Karya Cecilia Wang Mei 9, 2022 • 16 Ciri Istri Atau Pacar Selingkuh, Para Suami Harus Tau Mei 9, 2022 • Review Novel Mozachiko Karya Poppi Pertiwi Mei 9, 2022 • 10 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris Bertema English Classics Mei 9, 2022
Daftar Isi • Tafsir Ali Imran Ayat 39 – Terkabulnya Doa Nabi Zakaria • Faidah Surah Ali Imran Ayat 39 • Adanya Malaikat • Malaikat bisa bicara • Bolehnya berbicara kepada orang yang shalat • Memberikan kabar gembira • Mendahulukan pemberian nama • Download MP3 Kajian Tafsir Ali Imran Ayat 38 – Doa Nabi Zakariya Tafsir Ali Imran Ayat 39 – Terkabulnya Doa Nabi Zakaria Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ “Para malaikat memanggilnya ketika dia berdiri shalat di Mihrab: ‘Bahwa Allah pun memberikan kabar gembira kepada engkau dengan Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah, dan dia sebagai panutan, dan dia memiliki kemampuan untuk menahan diri dari hawa nafsu, dan dia merupakan seorang Nabi di antara orang-orang shalih.'” (QS.

Ali-Imran[3]: 39) Ayat yang mulia ini menunjukkan tentang terkabulnya doa Nabi Zakaria. Dimana di ayat sebelumnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengabarkan bahwa Nabi Zakaria berdoa.

Faidah Surah Ali Imran Ayat 39 Adanya Malaikat Ayat ini menetapkan tentang adanya malaikat, dan kita wajib beriman tentang hal ini. Karena ini merupakan salah satu rukun dari rukun iman. Malaikat adalah makhluk yang dicipta oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari cahaya, Allah menciptakan mereka untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pencipta mereka, senantiasa bertasbih di malam dan di siang hari dan tidak pernah malas.

Ilmu dan Takdir Allah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan tentang para malaikat dengan sabdanya: أطت السماء، وحق لها أن تَئِط ما من موضع أربع أصابع منها، إلا وفيه ملك قائم لله أو راكع أو ساجد “Di langit itu berbunyi (berderit), dan haq baginya untuk berbunyi. Tidak ada tempat yang jaraknya empat jari melainkan disitu ada malaikat yang sedang berdiri atau ruku’ atau sujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR.

Tirmidzi) Ini merupakan kebesaran Allah. Kalau kita melihat dan membaca hadits ini dimana jumlah malaikat begitu sangat banyak sekali dan semuanya dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengingkari para malaikat dihukumi kafir, karena mendustakan Al-Qur’an. Oleh karena itu tidak boleh kita mengingkari tentang keberadaan malaikat. Malaikat bisa bicara Para malaikat bisa bicara dengan suara yang bisa didengar. Hal ini didasarkan dengan firmanNya: “Malaikat memanggil Nabi Zakaria…” Bolehnya berbicara kepada orang yang shalat Ini diambil dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Malaikat memanggilnya ketika Nabi Zakaria berdiri shalat di Mihrab…” Akan tetapi orang yang diajak bicara dan dia sedang shalat tidak membalas dengan ucapan, tetapi hanya dengan isyarat.

Yang lebih utama adalah tidak dilakukan kecuali ada kebutuhannya. Karena kalau engkau mengajak bicara orang yang shalat, maka itu bisa mengganggu dia, dan bisa jadi dia lupa kemudian menjawabnya. Tamak Mencari Ilmu Hadits Memberikan kabar gembira Disyariatkannya memberikan kabar gembira kepada seseorang dengan sesuatu yang membuatnya bahagia/senang.

Di ayat ini Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kabar gembira kepada engkau dengan Yahya…” Adapun kabar gembira yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim dengan kelahiran Nabi Ishaq adalah dengan firmanNya: قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ “Mereka berkata: ‘Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim'” (QS.

Al-Hijr[15]: 53) Maka kita memberikan kabar gembira, jangan berikan kabar buruk dan jangan menakut-nakuti. Mendahulukan pemberian nama Boleh mendahulukan pemberian nama sebelum hari ketujuh (ini kalau namanya sudah ada/disiapkan). Adapun kalau namanya belum ada, maka diakhirkan di hari ketujuh.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini. Download MP3 Kajian Tafsir Ali Imran Ayat 38 – Doa Nabi Zakariya Radio Rodja 756AM · Tafsir Ali Imran Ayat 39 – Terkabulnya Doa Nabi Zakaria Mari turut membagikan link download kajian yang penuh malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya.

Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui : Hukum Laknat Melaknat Suami Istri dan Hukum Anak Zina Telegram: t.me/rodjaofficial Facebook: facebook.com/radiorodja Twitter: twitter.com/radiorodja Instagram: instagram.com/radiorodja Website: www.radiorodja.com Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui : Facebook: facebook.com/rodjatvofficial Twitter: twitter.com/rodjatv Instagram: instagram.com/rodjatv Website: www.rodja.tv Related Items Agama Islam Al-Qur’an Anak belajar agama islam belajar ilmu agama islam Belajar Islam ceramah agama ceramah agama islam Doa download kajian download mp3 ceramah agama Kajian kajian ilmiah kajian islam kajian sunnah kitab mengenal agama islam mengenal islam mp3 ceramah mp3 kajian pelajaran agama islam tafsirJakarta - Kisah Nabi Zakaria AS mengingatkan pada kita semua atas besarnya kuasa Allah SWT.

Tidak ada yang tidak mungkin, jika Dia telah berkehendak maka semua akan terwujud.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

Nabi Zakaria AS adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil. Menurut Ibnu Katsir dalam bukunya yang bertajuk Kisah Para Nabi, nabi-nabi yang lahir dari kaum Bani Israil di antaranya Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Daud AS, Sulaiman AS, Yahya AS, Zakaria AS, dan Isa AS. Kisah Nabi Zakaria AS diceritakan dalam Q.S Maryam, Q.S Ali 'Imran, dan Q.S Al-Anbiya. Nabi Zakaria AS terkenal dengan kelembutan dan kepasrahannya dalam berdoa kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Maryam ayat 2-3: ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ (2) إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا (3) Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut." Diceritakan pada saat itu Nabi Zakaria AS dan istrinya sudah tua dan tidak memiliki keturunan.

Sebagai seorang nabi, ia khawatir siapa yang akan menjadi penerusnya kelak dalam berdakwah ketika dirinya sudah tiada. Nabi Zakaria AS pun selalu berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai keturunan sebagaimana dalam kisah Nabi Ibrahim AS untuk dikaruniai putra dari istri pertama, Siti Sarah. Doa yang dipanjatkan Nabi Zakaria AS penuh dengan kesabaran. Ia memohon untuk diberi keturunan yang shaleh dan kelak bisa menggantikannya dalam mengajak kaumnya untuk terus menyembah Allah SWT. "Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku." (Q.S Maryam: 4).

"Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera," (Q.S Maryam: 5). "Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." (Q.S Maryam: 6). Doa yang dipanjatkan nabi Zakaria AS juga diceritakan dalam Q.S Ali 'Imran sebagai berikut: "Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik.

Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (Q.S Ali 'Imran: 38). Hingga tiba waktunya Allah SWT memberikan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS. Inilah mukjizat nyata dari Allah SWT kepada Nabi Zakaria AS. Saat Nabi Zakaria AS tengah melakukan sholat, datanglah utusan Allah SWT, Malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar gembira kepada hamba-Nya. "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh." (Q.S Ali 'Imran: 39).

Kabar tersebut juga diceritakan dalam surat Maryam. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Maryam ayat 7: يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا Artinya: "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia."
Nabi Zakariya ‘alaihis salam merasa telah sangat tua dan menganggap isterinya pun seorang yang mandul.

Tetapi mereka senantiasa berdo’a kepada Allah dengan khusyu’, harap dan cemas. Dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam berbuat baik. Maka Allah memberi kabar gembira  kepada Zakariyya ‘alaihis salam dengan kelahiran Yahya ‘alaihis salam.

Allah SWT. berfirman: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya.

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS. Ali-Imran : 37) هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik.

Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. Ali-Imran : 38) فَنَادَتْهُ الْمَلائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

(QS. Ali-Imran : 39) قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ قَالَ كَذَلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ Zakariya malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”.

Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. (QS. Ali-Imran : 40) قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً قَالَ آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ إِلا رَمْزًا وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالإبْكَارِ Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”.

 Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS. Ali-Imran : 41) ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا Penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. (QS. Maryam : 2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا Yaitu tatkala ia berdo’a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

(QS. Maryam : 3) قَالَ رَبِّ إِنِّي ÙˆÙŽÙ‡ÙŽÙ†ÙŽ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Ia berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.

(QS. Maryam : 4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera.

(QS. Maryam : 5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.

(QS. Maryam : 6) يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

(QS. Maryam : 7) قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

(QS. Maryam : 8) قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali”.

(QS. Maryam : 9) قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً قَالَ آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”. (QS. Maryam : 10) فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

(QS. Maryam : 11) يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا Hai Yahya, ambillah Al Kitab itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, (QS. Maryam : 12) وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيًّا Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian.

Dan malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria adalah seorang yang bertakwa. (QS. Maryam : 13) وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

(QS. Maryam : 14) وَسَلامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

(QS. Maryam : 15) BACA JUGA : Kisah Nabi dan Rasul dalam Al-Qur’an فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ Malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa’ : 90) Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Kecilnyaaku.com Artikel Terbaru • Bermu’amalah dengan Baik kepada Istri yang Ditalak • Janganlah Jadikan Hukum-hukum Allah Sebagai Permainan • Menikah Lagi dengan Calon Suaminya • Hukum-hukum yang Terkait dengan Penyusuan • Terkait dengan Penyusuan dan Nafkah • Hukum-hukum yang Terkait dengan ‘iddah • Meminang Wanita dengan Sindiran
Muslimahdaily - Memiliki keturunan tentu menjadi salah satu harapan bagi setiap pasangan yang sudah menikah.

namun, terkadang tak semua pasangan bisa mendapatkan anak langsung setelah menikah. Adakalanya mereka harus menunggu beberapa tahun untuk mendapatkan amanah tersebut. Inilah yang dialami oleh salah satu nabi kita yang mulia dan juga istrinya, yaitu Nabi Zakaria. Beliau harus menerima kenyataan bahwa istrinya mandul. Hal ini tentu membuat Nabi Zakaria dan istrinya bersedih, tetapi mereka tak pernah putus harapan kepada Allah.

Mereka selalu berdoa dengan penuh harap. “Ia berkata “Ya Rabbku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabbku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku (yang mewarisiku) sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Rabbku, seorang yang diridhai.” (QS.

Maryam: 4-6). “Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabbku” Maksud dari perkataan Zakariya adalah ia tidak pernah lelah untuk berdoa pada Allah walau belum mendapatkan maksud yang ia minta. Demikian disebutkan oleh Asy Syaukani dalam Fathul Qadir, 3: 444. Setelah bertahun-tahun Zakaria berdoa kepada Allah, di usianya yang tua akkhirnya Allah memberikan kabar gembira kepadanya.

Saat itu malaikat menyampaikan pesan kepadanya bahwa ia akan diberikan putra bernama Yahya. “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS.

Maryam: 7). Dengan adanya berita tersebut, Nabi Zakaria merasa kaget dan terheran namun juga diliputi rasa bahagia. Pertama karena saat itu usianya sudah sangat tua, kedua adalah karena istrinya adalah seorang yang mandul dan tak mungkin bisa memiliki anak.

Zakaria berkata: “Ya Rabbku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.” (QS.Maryam: 8). Kemudian pertanyaan Zakaria di jawab langsung oleh Allah. Bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini bagi Allah.

malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria

“Demikianlah.” Allah berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (QS. Maryam:9). Syaikh As Sa’di menyatakan, “Ini hal yang tidak normal terjadi dan jarang terjadi dalam malaikat yang memberi kabar gembira kepada nabi zakaria Allah. Akan tetapi jika Allah kehendaki untuk terjadi tanpa ada sebab apa-apa, maka itu mudah bagi Allah. Allah pun sebelumnya telah menciptakan dari sesuatu yang belum ada sama sekali.” Setelah mendapatkan kabar bahagia tersebut, Nabi Zakaria meminta agar diberi pertanda oleh Allah.

Saat itu bukannya ia tak yakin dengan ketetapan dan takdir yang telah Allah berikan, namun ia butuh menenangkan hatinya. Pada akhirnya Allah memberikan pertanda kepadanya dengan cara Nabi Zakaria tidak bisa berbicara pada orang lain selama tiga hari. Allah memintanya untuk berdzikir dan bertasbih sebanyak-banyaknya di pagi dan sore hari.

“Zakaria berkata: “Ya Rabbku, berilah aku suatu tanda.” Rabb berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 10-11). Setelah itu lahirlah Nabi Yahya, seorang anak yang dikaruniai ketakwaan dan akhlak mulia, ia pun dikenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Dari kisah Nabi Zakaria kita bisa belajar bahwa jika menginginkan sesuatu maka hendaknya kita harus terus berdoa dan tak mudah putus asa terhadap rahmat Allah. Darinya kita juga belajar takdir Allah adalah hal yang paling indah, ia akan datang di waktu yang tepat menurut kehendak Allah.

Semoga bermanfaat dan sahabat muslimah bisa mengambil hikmah lainnya dari cerita Nabi Zakaria.

Indahnya Kalimat Permohonan Nabi Zakaria - Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA




2022 www.videocon.com