Rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

• News • Nasional • Internasional • Megapolitan • Finance • Keuangan • Makro • Bisnis • Sport • Soccer • All Sport • Lifestyle • Music • Film • Health • Seleb • Muslim • Rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr • Otomotif • Techno • Multimedia • Video • Photo • Infografis • Indeks • Daerah • Aceh • Sumut • Sumsel • Jabar • Jateng • Yogya • Jatim • Bali • Kalbar • Sulsel • Babel • Lampung • Maluku • Papua • Sumbar • NTB • Sulut • Kalteng • Kalsel • Kaltim • Regional • • BACA JUGA: Rusia Rebut Kota Melitopol, Hujani Ukraina dengan Rudal Jelajah Kalibr Sebuah postingan Facebook layanan pers Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan, pasukan Federasi Rusia menyerang dengan menggunakan rudal jelajah Kalibr, MLRS, senjata pesawat, dan artileri pada infrastruktur sipil dan militer Ukraina.

Tidak hanya itu, Rusia juga melancarkan serangan lain berupa pesawat militer yang melintasi perbatasan Ukraina ke arah Armiansk – Kherson, Chaplynka – Kakhovka. BACA JUGA: Rusia Mulai Gempur Ukraina Pakai Rudal Kalibr, Presiden Zelensky: Kami Tak Akan Letakkan Senjata Rudal 3M14 juga multifungsi sebab dapat ditembakkan dari sistem peluncur vertikal yang bisa dipasang di berbagai jenis kapal perang dan kapal selam.

Bahkan, kendaraan perang kecil pun bisa menampung Kalibr. Tentu ini menjadikannya mesin perang andalan yang mematikan. Rudal tersebut ditembakkan dari kapal-kapal militer Rusia di wilayah Laut Hitam, yakni tiga frigat kelas Project 11356R/М Rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr Grigorovich yang menembakkan VLS untuk jenis rudal ini. Pasukan Rusia dilaporkan telah meluncurkan serangan dari berbagai wilayah. Di antaranya perbatasan dengan Ukraina, Belarusia, dari Krimea, dan wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina timur yang dikuasai separatis pro-Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menghancurkan salah satu fasilitas bahan bakar militer terbesar Ukraina. Kepala Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyebutkan, rudal jelajah Kalibr yang berbasis di laut telah menyerang fasilitas bahan bakar di Kalinovka, Ukraina pada Kamis (24/3/2022) malam.

Bersamaan dengan pernyataan itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga membagikan rekaman serangan udara terhadap markas pelatihan angkatan bersenjata Ukraina, menggunakan rudal balistik jarak pendek Iskander. Simak informasi selengkapnya dalam video berikut. Penulis Naskah: Alexandra Birgitta Anandaputri Narator: Alexandra Birgitta Anandaputri Ini videonya Editor: Alfiyan Oktora Atmajaya Produser: Adil Pradipta #JernihkanHarapan
Jakarta - Rusia membombardir Ukraina dengan rudal jelajah Kalibr dan rudal hipersonik Kinzhal.

Serangan dilakukan mulai Sabtu malam hingga Minggu pagi waktu setempat. Dilansir Reuters, Minggu (20/3/2022) Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal jelajah Kalibr ditembakkan dari kapal-kapal di Laut Hitam dan laut Kaspia. Sementara rudal hipersonik Kinzhal diluncurkan dari wilayah udara Semenanjung Krimea.

"Rudal jelajah Kalibr diluncurkan dari perairan Laut Hitam menuju pabrik Nizhyn yang memperbaiki kendaraan lapis baja Ukraina yang rusak dalam pertempuran," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov.

Baca juga: Luncuran Perdana Rudal Hipersonik Canggih Rusia Ledakkan Arsenal Ukraina "Rusia juga menembakkan rudal jelajah Kalibr dari Laut Kaspia dan rudal hipersonik Kinzhal dari wilayah udara Krimea untuk menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang digunakan oleh militer Ukraina," imbuh Konashenkov. Tak hanya itu, Rusia juga melakukan penyerangan terhadap pusat persiapan militer Ukraina, di mana terdapat markas pasukan asing yang bergabung dengan pasukan Kiev.

Diketahui invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung sejak 24 Februari lalu. Ribuan orang tewas dengan lebih dari 3 juta jiwa mengungsi. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat (AS) menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Rusia harus bertahan melawan "genosida" orang-orang berbahasa Rusia oleh Ukraina.

Sementara Ukraina mengatakan sedang berjuang mempertahankan negaranya.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Klaim genosida Putin disebut Ukraina hanyalah omong kosong. Atas invasi yang dilakukan Rusia, negara-negara Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran. Sanksi-sanksi itu menurut Kremlin sama saja dengan deklarasi perang ekonomi oleh Amerika Serikat dan sekutunya. KIEV - Rudal jelajah 3M14 Kalibr telah digunakan Rusia saat menggempur Ukraina pada hari pertama invasi, Kamis lalu.

Itu merupakan salah satu senjata favorit Moskow yang pernah digunakan untuk membombardir basis-basis ISIS di Suriah tahun 2015.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Selain misil jelajah tersebut, senjata lain yang dipakai Moskow adalah Multiple Launch Rocket System (MLRS), senjata pesawat, dan artileri. Moskow mengeklaim invasinya hanya menargetkan situs-situs militer Ukraina.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Namun, faktanya infrastruktur sipil juga jadi korban sasaran. Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky: Ini Mungkin Terakhir Kali Anda Lihat Saya Hidup Militer Ukraina mengonfirmasi penggunaan misil Kalibr dalam invasi Moskow. “Pada pukul 13.00 pada 24 Februari, angkatan bersenjata negara agresor, Federasi Rusia, meluncurkan lebih dari 30 serangan, menggunakan rudal jelajah Kalibr, MLRS, senjata pesawat, dan artileri pada infrastruktur sipil dan militer Ukraina.

Musuh melanjutkan serangan dengan dukungan pesawat militer yang melintasi perbatasan Ukraina ke arah Armiansk–Kherson, Chaplynka–Kakhovka," kata layanan ini videonya Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya. SS-N-30A diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 1.500 hingga 2.500 km (932 hingga 1553 mil) dan telah menjadi andalan dalam kemampuan serangan darat Angkatan Laut Rusia. Menurut catatan The Drive, misil jelajah ini pernah digunakan kapal perang Angkatan Laut Rusia ketika membombardir basis-basis ISIS di Suriah tahun 2015.

Senjata ini kerap dibandingkan dengan rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS). Rudal 3M14 Kalibr dianggap sangat serbaguna karena dapat ditembakkan dari sistem peluncuran vertikal umum yang dapat digunakan dari berbagai jenis kapal perang dan kapal selam.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Kapal perang seukuran kendaraan kecil bahkan dapat dilengkapi dengan Kalibr yang mengubah kendaraan paling rahasia menjadi mesin perang yang kuat.
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu merilis rekaman video yang menunjukkan serangan delapan rudal jelajah 3M-54 Kalibr terhadap situs-situs militer Ukraina.

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Kamis (24/3/2022), bahwa delapan rudal Kalibr diluncurkan dari kapal perang di dekat pelabuhan Sevastopol kawasan Laut Hitam. Selain itu, Moskow juga menembakkan tiga rudal Bastion dari sistem pertahanan pantai ke sasaran milik pasukan Ukraina.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Serangan misil jelajah Kalibr ini berlangsung pada malam hari 19 Maret hingga 20 Maret dini hari. Angkatan Laut Rusia sebenarnya sudah mengonfirmasi penggunaaan rudal jelajah Kalibr dengan target kota-kota di Ukraina.

Namun negara tersebut baru merilis bukti videonya kemarin. Baca juga: Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir, Ini Reaksi Bos NATO Rudal Kalibr dengan perkiraan jangkauan 1.500 hingga 2.500 km (932 hingga 1.553 mil) pernah digunakan dalam operasi Rusia di Suriah pada 2015. Saat itu targetnya diklaim basis-basis milisi teroris. Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Yevgenyevich mengonfirmasi kapal perang Rusia telah meluncurkan rudal jelajah anti-kapal, anti-kapal selam, dan serangan darat 3M-54 Kalibr yang menghantam fasilitas infrastruktur militer Angkatan Bersenjata Ukraina.

Senjata itu menghancurkan bengkel dan bangunan milik pabrik perbaikan militer di kota Nezhinsk. Situs BulgarianMilitary.com mengingatkan bahwa pabrik itu digunakan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina untuk restorasi kendaraan tempur lapis baja darat.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

3M-54 Kalibr telah diproduksi di Rusia sejak tahun 1990. Senjata ini telah dianggap sebagai pesaing rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat.
MOSKOW - Rusia kembali menembakkan rudal hipersonik Kinzhal ke Ukraina pada Minggu (20/3/2022). Kali ini yang menjadi sasarannya adalah tempat penyimpanan bahan bakar di selatan Ukraina.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan pihaknya membunuh lebih dari 100 anggota pasukan khusus Ukraina dan "tentara bayaran asing" ketika menargetkan pusat pelatihan di kota Ovruch di Ukraina utara dengan rudal berbasis laut. “Sistem aviasi rudal Kinzhal dengan rudal balistik hipersonik menghancurkan tempat penyimpanan besar bahan bakar dan pelumas angkatan bersenjata Ukraina di dekat pemukiman Kostyantynivka di wilayah Mykolaiv,” kata Kementerian Pertahanan Rusia seperti dilansir dari Al Arabiya.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan pangkalan itu telah digunakan untuk pasokan utama bahan bakar untuk kendaraan lapis baja Ukraina di selatan negara itu. Rudal hipersonik Kinzhal (Belati) ditembakkan dari ini videonya udara di atas Crimea yang dikuasai Rusia, kata Kementerian Pertahanan Rusia, seraya menambahkan bahwa rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan dari Laut Kaspia juga menargetkan depot tersebut.

Pada hari Sabtu, Rusia mengatakan telah menggunakan rudal hipersonik Kinzhal untuk menghancurkan situs penyimpanan rudal dan amunisi bawah tanah di Ukraina barat dekat perbatasan dengan anggota NATO Rumania. Baca juga: BREAKING NEWS-Pertama Kali, Rusia Gunakan Rudal Hipersonik Gempur Ukraina Angkatan bersenjata Ukraina mengkonfirmasi kepada AFP pada hari Sabtu bahwa depot telah menjadi sasaran tetapi mengatakan mereka “tidak memiliki informasi tentang jenis rudal yang digunakan.”MOSKOW - Militer Rusia telah menggunakan rudal jelajah Kalibr untuk menargetkan gudang senjata dan perangkat keras di Wilayah Zhytomyr di barat laut Ukraina.

Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia. Menurut para pejabat Kementerian Pertahanan Rusia serangan presisi tinggi itu dilakukan pada Sabtu pagi oleh sebuah kapal rudal kecil yang tidak disebutkan namanya di Laut Hitam, melenyapkan fasilitas militer Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia juga membagikan video saat kapal tersebut menembakkan empat rudal ke langit gelap secara berurutan seperti dilansir dari Russia Today, Minggu (27/3/2022). sumber:Russia Today Rudal jelajah Kalibr yang selama ini banyak digunakan Rusia dalam operasi militernya di Ukraina, ada dalam beberapa modifikasi. Mereka dapat ditembakkan dari kapal, kapal selam dan pesawat, dan digunakan untuk melawan berbagai target darat dan air.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Beberapa versi rudal Kalibr juga mampu melakukan sprint supersonik di tahap akhir penerbangan, sehingga semakin sulit bagi sistem pertahanan ini videonya untuk mengatasinya. Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, dan akhirnya Rusia mengakui republik Donbass yang memisahkan diri dari Donetsk dan Lugansk.

Baca juga: Kesal, Pemimpin Ukraina Tuntut Negara Barat Berikan Senjata Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam negara Ukraina. Rusia telah menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO. Tujuan lain dari operasi militer itu adalah, menurut Moskow, untuk "mendenazifikasi" negara itu.

Kiev bersikeras bahwa serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya telah merencanakan untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa. Baca juga: Rusia Nyatakan Fase Pertama Perang Ukraina Selesai
MOSKOW - Rusia menembakkan rudal jelajah Kalibr dari kapal perangnya di Laut Hitam sebagai bagian dari latihan militer yang melibatkan lebih dari 8.000 personel.

rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr, ini videonya

Misil jelajah ini mampu membawa hulu ledak nuklir. Penembakan rudal jelajah itu berlangsung hari Kamis, namun rekaman videonya baru dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat (30/8/2019). Video tersebut menunjukkan rudal jelajah diluncurkan dari kapal Vychny Volochek kelas Buyan milik Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia. "Rudal itu ditembakkan ke perisai target besar yang meniru kapal musuh, yang terletak 40 mil laut (lebih dari 74 kilometer) dari titik tembak. Target berhasil dihantam, dan ini direkam oleh kamera udara tak berawak," kata Kementerian Pertahanan seperti dikutip Sputniknews.

Rekaman video itu menunjukkan misil Kalibr dirancang untuk digunakan selama konflik dengan angkatan laut musuh. Namun, jika dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir, misil itu dapat dengan mudah menghapus beberapa kota dari jarak yang sangat jauh. Misil Kalibr memiliki jangkauan sekitar 1.200 mil. Rudal jelajah jenis ini pernah jadi berita utama media internasional beberapa tahun lalu ketika ditembakkan dari kapal selam Moskow di Laut Mediterania dan menghantam basis-basis kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.

Misil Kalibr Rusia dikenal sebagai pesaing dari rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS). Misil Tomahawk juga pernah ditembakkan Washington dan sekutunya saat menginvasi secara singkat rusia gempur ukraina dengan rudal jelajah kalibr rezim pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad atas tuduhan bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia untuk memerangi rakyatnya sendiri.

Penampakan Rusia Tembakkan Rudal Balistik Hipersonik




2022 www.videocon.com