Beda listrik prabayar dan pascabayar

beda listrik prabayar dan pascabayar

Merdeka.com - Masyarakat kini dibebaskan untuk memilih jenis penggunaan listrik prabayar atau pascabayar di rumahnya. Tapi, hampir setiap rumah baru yang dipasarkan menggunakan listrik prabayar. Jenis listrik baru ini memang lebih direkomendasikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebenarnya, apa bedanya dengan listrik rumah orang tua kita? Dikutip dari berbagai sumber, listrik dengan sistem prabayar memiliki skema pembayaran yang mirip dengan pengisian pulsa ponsel.

Jika mau listrik menyala, maka Anda harus isi voucher listrik terlebih dahulu. Intinya, bayar sebelum menggunakan layanannya. Pemakaian listrik nantinya harus disesuaikan dengan nilai voucher tersebut. Jika Anda membeli voucher senilai Rp100 ribu, maka penggunaan listrik hanya sebatas itu.

BACA JUGA: Marahi Beda listrik prabayar dan pascabayar PLN Mau Putus Listrik Rumahnya, Pria ini Alami Kejadian Tak Terduga PLN Jamin Listrik Tetap Aman Selama Arus Balik Lebaran Apabila voucher habis, listrik pun otomatis mati, dan Anda harus mengisi ulang voucher supaya listrik bisa menyala kembali. Pembelian voucher listrik bisa dilakukan di minimarket, mesin ATM, mobile banking, atau bahkan di sejumlah aplikasi e-commerce.

Sedangkan listrik pascabayar, kebalikan dari prabayar. Anda bisa menggunakan layanan sepuasnya, baru membayar tagihan setiap bulannya. Sama seperti sistem prabayar, pembayaran listrik pascabayar pun bisa dilakukan melalui sejumlah tempat yang telah disebutkan di atas. BACA JUGA: Terima 3.500 Aduan Selama Idulfitri, PLN: Kami Tak Tidur Jika Masih Ada Listrik Mati Bos PLN: Terjadi Pergeseran Beban Kelistrikan Selama Mudik Lebaran 2022 1.

Pemakaian listrik lebih terkontrol. 2. Bisa dengan mudah menyesuaikan pemakaian listrik dengan anggaran bulanan. 3.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Tidak ada lagi petugas PLN yang memutus sambungan listrik karena telat bayar. 4. Terbebas dari ancaman penipuan yang mengatasnamakan petugas PLN yang mau mengecek meteran. 5. Tidak ada biaya keterlambatan. 6. Kerahasiaan terjamin, karena 20 digit nomor listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri Kerugian: 1. Voucher listrik PLN tak bisa diisi saat tengah malam (tidak bisa digunakan pukul 23.00 - 02.00). 2.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Meteran lebih sensitif dan mudah rusak. Listrik pascabayar juga punya keuntungan dan kerugiannya sendiri. Misalnya seperti ini. BACA JUGA: Tips Jaga Keamanan Listrik di Rumah saat Ditinggal Mudik Lebaran Kapasitas Berlebih, Pemerintah Janji Tak Ada Pemadaman Listrik saat Libur Lebaran Keuntungan: 1.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Tak perlu repot-repot isi daya. 2. Tak perlu takut sewaktu-waktu listrik mati karena voucher habis. Kerugian: 1. Apabila pemakaian melampaui batas, tagihan bisa membengkak. 2.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Jika ada keterlambatan pembayaran, terdapat denda dari pihak PLN, atau bahkan kamu bisa terkena sanksi pemadaman listrik. 3. Privasi berkurang, karena petugas PLN akan masuk ke area rumah. 4. Rentan terjadinya tindak kejahatan yang mengatasnamakan petugas PLN. Nah jadi, lebih hemat mana listrik prabayar atau pascabayar? Banyak orang yang mengira bahwa perbedaan listrik token dan meteran ada pada tarifnya. Kata mereka, listrik meteran (pascabayar) lebih murah daripada sistem prabayar.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Padahal kenyataannya tak seperti itu. Perbedaan keduanya hanya terdapat pada sistem pembayaran, sedangkan untuk tarif, potongan, dan biaya administrasi sama saja. Misalnya pelanggan listrik prabayar golongan R-1 900 VA tarif listriknya Rp 1.325/kWh (kilo Watt Hour).

beda listrik prabayar dan pascabayar

Sedangkan biaya abodemen listrik pasca bayar untuk golongan R-1 900 VA tarifnya juga sama Rp1.325/kWh. Biaya administrasi dan pajak penerangan jalan (PPJ) juga akan dikenakan baik itu saat membeli voucher listrik pulsa, atau saat membayar tagihan di akhir bulan. BACA JUGA: PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Hingga Lebaran Progres Proyek PLTGU Jawa-1 yang Jadi Pembangkit Listrik Terbesar di Asia Tenggara Alasan PLN lebih Merekomendasikan Sistem Prabayar Pelanggan PLN sebenarnya bebas memilih layanan prabayar atau pascabayar.

Tapi, PLN selalu merekomendasikan sistem prabayar untuk beda listrik prabayar dan pascabayar yang baru mau memasang listrik di rumahnya. Hal ini ternyata dilakukan untuk memudahkan pihak PLN.

Mereka tak harus merekrut banyak orang hanya untuk mencatat meteran listrik setiap rumah. Dari segi pelanggan pun, akan lebih mudah jika menggunakan token listrik ketimbang meteran.

Layanan prabayar sangat cocok untuk untuk pelanggan yang memiliki bisnis indekos atau kontrakan. Sebab, listrik penyewa tidak ditanggung oleh pemilik rumah. Kesimpulannya, mau prabayar atau pascabayar, semua saja saja dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Jadi, sebelum memilih mau menggunakan yang mana, jangan lupa untuk mempertimbangkan sejumlah hal di atas.

[bim] Baca juga: Berdagang Sayur dengan Gerobak Motor Listrik Bentuk Subholding PLN, Erick Thohir Pastikan Tak Ada Pengurangan Karyawan Erick Thohir Buka Peluang PLN Batubara Masuk Subholding Power Plant Erick Thohir: Holding PLN Bukan untuk Liberalisasi Listrik Nasional Bocoran Erick Thohir soal Skema Pembentukan Holding dan Subholding PLN Dirut PLN Masih Kaji Menyeluruh Soal Pembubaran PLN Batubara Alasan Menteri Erick Thohir Ngotot Bentuk Sub Holding PLN 1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 3 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah 4 Nekat Berenang saat Ombak Tinggi, Tiga Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sukabumi 5 Potret Carissa Putri Bersama 2 Putranya yang Ganteng-ganteng Banget Liburan ke Bali Selengkapnya • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Di era sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa listrik telah menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi sebagian besar orang.

Mengapa? karena hampir semua kegiatan di dunia membutuhkan listrik. Tak hanya itu, listrik dan teknologi yang telah berkembang bersama, sedikit banyak juga telah mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih cepat dan simpel.

Melihat begitu pentingnya peran listrik, sudah pasti Anda harus memikirkan cara yang tepat dalam memanfaatkan sumber energi yang satu ini. Anda harus memutuskan secara matang mengenai besarnya daya yang diperlukan serta besar pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah.

Jika tak dipikirkan secara menyeluruh, bukan tidak mungkin akan timbul masalah di kemudian hari. Di Indonesia sendiri, perusahaan milik negara yang mengatur dan mengurus segala hal beda listrik prabayar dan pascabayar listrik untuk masyarakat adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Oleh PLN, jenis listrik dibagi menjadi dua macam, yaitu listrik prabayar dan pascabayar. Keduanya memiliki layanan dan tarif yang serupa, namun tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Baca Juga: Cara Pembayaran Listrik Online Apa Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar? Perbedaan jenis listrik prabayar dan pascabayar terletak pada waktu pembayarannya. Sesuai dengan namanya, ‘pra’ berarti sebelum, sedangkan ‘pasca’ berarti sesudah.

Artinya, jika menggunakan listrik jenis prabayar, Anda harus membayar atau membeli voucher terlebih dahulu, baru bisa menggunakannya. Jika membeli voucher listrik sebesar 100 ribu Rupiah, Anda hanya bisa menggunakan listrik sebatas nominal tersebut.

Jika voucher habis, listrik akan otomatis mati dan Anda harus mengisinya kembali. Sebaliknya, ketika menggunakan pascabayar, Anda bisa menggunakan listrik sesuka hati tanpa batasan tapi harus siap dengan jumlah tagihan setiap bulannya. Terkadang, ketika lepas kontrol, penggunaan listrik bisa bertambah dan akibatnya tagihan pun ikut membengkak. Listrik Prabayar Kelebihan Kekurangan Terkontrol: Hal ini karena seseorang bisa menentukan sendiri budget nya.

Sehingga, Anda akan lebih “dipaksa” berhemat dan bijak dalam menggunakan listrik. Meteran Cukup Sensitif dan Mudah Rusak: Meteran bisa tidak sinkron karena sering digunakan atau disentuh terutama saat pengisian token listrik. Dapat Disesuaikan dengan Anggaran Bulanan: Seperti beda listrik prabayar dan pascabayar sebelumnya, pemakaian listrik prabayar bisa disesuaikan dengan anggaran bulanan.

Anda bisa mengira-ngira besarnya listrik yang dibutuhkan, sehingga tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan lainnya. Voucher PLN Tidak Bisa Diisikan di jam 23.00-02.00: Sebenarnya ini yang paling tidak menyenangkan ketika menggunakan listrik prabayar. Mengapa demikian? Karena ketika listrik habis di jam 23.00-02.00, Anda tak akan bisa mengisi ulang dan mengaktifkannya.

Anda baru bisa mengisinya kembali setelah jam 02.00. Nah, jika ada sesuatu yang urgentbukankah kondisi seperti ini dapat merugikan? Untuk itu, sangat disarankan untuk pengguna agar sering memeriksa token listrik sehingga tidak akan kehabisan di tengah malam.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Tidak Ada Biaya Keterlambatan: Jika terlambat mengisi voucher, Anda tidak perlu takut dikenakan denda keterlambatan. Terhindar dari Pemutusan: Jika biasanya pengguna akan ditegur dan diperingatkan saat terlambat atau tak bisa membayar tagihan listrik dalam kurun waktu tertentu, Anda tak akan mengalami ini ketika menggunakan listrik prabayar. Hal ini karena Anda berperan penuh terhadap penggunaan listrik tanpa campur tangan petugas PLN.

Listrik Pascabayar Kelebihan Kekurangan Tidak Perlu Takut Listrik Habis Sewaktu-waktu: Hal ini karena tak ada batasan bagi Anda dalam menggunakan listrik. Namun, semua pemakaian listrik akan berdampak pada besarnya tagihan di akhir bulan. Tagihan Membengkak: Jika pemakaian cukup tinggi, Anda harus siap-siap jika tagihannya membengkak. Tidak Perlu Repot Berulang Kali Isi Daya: Mengingat pemakaian listrik pascabayar yang tiada batas, maka Anda pun tak perlu repot mengisi daya berulang kali.

Seluruh kebutuhan daya akan dipasok oleh PLN, Anda hanya perlu menyiapkan budget untuk membayar tagihan. Pemutusan Aliran: Nah, ketika tagihan listrik sudah keluar, Anda harus segera membayarnya, ya!

Jika tidak, pihak PLN akan mengambil tindakan pemutusan aliran listrik sampai pembayaran dilunasi.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Biasanya, Anda akan diberikan waktu paling lama 3 bulan untuk menyelesaikan pembayaran tersebut. Privasi Sedikit Terganggu karena Petugas PLN Datang ke Rumah: Jika menjadi pengguna layanan listrik pascabayar, Anda harus siap jika sewaktu-waktu ada petugas PLN yang datang ke rumah. Biasanya mereka akan memeriksa meteran listrik sekaligus mengontrol apakah listrik mengalir dengan baik. Meskipun begitu, kadang hal ini menimbulkan perasaan tidak nyaman karena kedatangan petugas yang tak tentu terkadang mengganggu privasi.

Belum lagi jika Anda sendirian di rumah, kedatangan petugas seperti itu cukup perlu diwaspadai. Karena beberapa oknum tidak bertanggung jawab, memanfaatkan hal ini untuk melakukan tindak kejahatan. Semua Kembali Lagi pada Kebutuhan Dari kedua jenis di atas, baik listrik prabayar maupun pascabayar, tak ada yang lebih menguntungkan atau merugikan. Semua tergantung pada kebutuhan dan pemakaian. Meskipun begitu, semua tetap harus dipikirkan secara matang-matang, ya!

Baca Juga: Trik Hemat Listrik Agar Bayar Tagihan Lebih Murah Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Apakah Anda telah masih menggunakan listrik pascabayar?

Atau sudah beralih menggunakan listrik prabayar? Keduanya menjadi pilihan bagi setiap rumah untuk memenuhi kebutuhan listrik. Saat ini sudah banyak masyarakat yang beralih dengan menggunakan listrik prabayar dimana sebelumnya mereka menggunakan listrik pascabayar. Di sisi lain, masih banyak pula masyarakat yang tetap bertahan menggunakan listrik pascabayar dengan alasan yang beragam, mulai dari keengganan untuk mengeluarkan biaya penggantian alat, kebingungan sistem prabayar, dan masih banyak lagi.

Pemerintah lewat Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalakkan sistem pembayaran listrik prabayar. Sistem beda listrik prabayar dan pascabayar dianggap membantu masyarakat menghemat pengeluaran. Sebelum menggunakan sistem prabayar, perumahan di Indonesia menerapkan sistem pascabayar. Di mana penghuni akan menerima tagihan listrik pada akhir bulan, sesuai energi yang dipakai. Dengan sistem prabayar, penghuni rumah bisa mengetahui besarnya pemakaian dan mengatur sendiri kebutuhannya.

Namun, sudahkah Anda tahu perbedaan penggunaan listrik prabayar dan pascabayar? Biar lebih mantap dalam memilih salah satu diantara keduanya, yuk cari tahu perbedaan keduanya berikut ini: Listrik Prabayar Listrik prabayar adalah listrik yang pembayarannya berada di awal, yaitu dengan sistem pulsa. Listrik prabayar juga biasa disebut dengan listrik pintar.

Dimana pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik sendiri. Alat meteran listrik pun tidak lagi berbentuk analog, melainkan digital yang dapat Anda gunakan untuk memasukan kode pengisian listrik. Sistemnya dibuat seperti membeli pulsa prabayar telepon genggam agar dapat memudahkan Anda. Kelebihan lain dari listrik prabayar ini, Anda tidak perlu khawatir akan biaya keterlambatan yang menghantui.

Anda tidak perlu cemas terkait harga voucher stroom (listrik pintar). Hal ini dikarenakan harga bervariasi sesuai dengan kamampuan dan kebutuhan Anda (daya listrik Anda). Lalu, apabila ada kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL), pada listrik prabayar tidak akan berpengaruh.

Maksudnya, kWh yang telah masuk ke meter prabayar tidak ikut naik. Kelebihan Listrik Prabayar • Pelanggan bisa mengontrol pemakaian listrik setiap hari. • Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja. • Tidak akan terkena biaya keterlambatan. • Jaringan luas pembelian listrik isi ulang, bisa dibeli di loket pembayaran listrik online.

• Tepat digunakan bagi Anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar sewa (kos). • Tidak akan terjadi kesalahan pencatatan meteran listrik oleh petugas.

• Sistem rahasia, 20 angka digit pulsa listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri, tidak bisa diisikan ke meteran lain. Kekurangan Listrik Prabayar • Jika pulsa listrik habis di waktu yang tidak terduga Anda harus siap voucher cadangan, Bisa saja saat membutuhkan listrik pulsa habis dan listriknya mati. Tetapi ada alarm pemberitahuan ketika listrik tinggal 10 kwh.

• Sering bermasalah saat akan mengisi ataupun membeli, banyak kasus jaringan internet sedang down, maka Anda harus menunggu sementara listrik di rumah Anda sudah mati. • Meteran lebih sensitif dan mudah rusak. Listrik Pascabayar Listrik pascabayar adalah listrik yang pembayaran tagihannya pada akhir bulan sesuai dengan energi yang digunakan.

Meteran listrik pascabayar masih menggunakan alat analog yang menunjukkan besarnya daya yang telah digunakan. Pembayaran listrik pascabayar dapat dilakukan melalui bank, loket pembayaran dengan biaya admin yang dibebankan sebagai biaya jasa pembayaran tagihan listrik. Kelebihan : • Listrik selalu tersedia sampai tenggat waktu pembayaran di beda listrik prabayar dan pascabayar bulan • Tidak repot melakukan isi ulang pulsa listrik / token listrik jika sewaktu-waktu kehabisan listrik Kelemahan : • Pemakaian bisa melampaui batas • Bila ada penunggakan listrik akan terdapat denda dan bahkan dipadamkan oleh PLN.

• Melanggar privasi, karena petugas PLN kerap masuk ke pekarangan rumah. Itulah keunggulan dan kelemahan dari penggunaan listrik prabayar dan pascabayar yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk memilih salah satunya.

Selain mempelajari perbedaan listrik prabayar dan pascabayar, Anda juga bisa menjalankan bisnis dari penggunaan listrik lho. Bagaimana caranya? Jadilah agen pembayaran listrik pascabayar maupun berjualan token listrik prabayar. Semua itu dapat Beda listrik prabayar dan pascabayar wujudkan hanya dengan menggunakan Fastpay.

Nikmati 8 layanan bisnis lengkap hanya dalam satu genggaman dengan komisi yang pasti menguntungkan. Informasi dan promo meningkatkan omzetmu bisa cek di : Instagram : @fastpay_official Facebook : @fastpay.official Youtube : Fastpay Official Siapa Lagi Mau Jadi Juragan Pembayaran Tagihan Bulanan, E-money, Pulsa, Indihome, Laku Pandai?

Gabung Fastpay dan Miliki Bisnis Pembayarn Paling Menguntungkan Artikel Terbaru • Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM di BRI, Mandiri, BNI, BCA April 29, 2022 • Limit Saldo e-Money Naik Jadi Rp20 Juta Mulai Juli 2022 April 28, 2022 • Cara Deposit Fastpay Melalui Bank Muamalat dan BSI Syariah April 26, 2022 • Top Up eMoney PPN 11 Persen, Ini Cara Hitungnya April 25, 2022 • Syarat Naik Pesawat Terbaru dan Mudik Lebaran 2022 April 21, 2022 • Penerbit Uang Elektronik No.

19/467/DKSP/Srt/B Bank Indonesia tanggal 23 Mei 2017 • Penyelenggara dan Pendukung Jasa Sistem Pembayaran No. 20/92/DSSK/Srt/B Bank Indonesia tanggal 19 Januari 2018 • Penyelenggara Transfer Dana No. 21/132/DKSP/Srt/B Bank Indonesia tanggal 15 Mei 2019 • Penyelenggara Kegiatan Pemrosesan Transaksi Menggunakan QRIS No. 22/210/DKSP/Srt/B Bank Indonesia tanggal 17 Maret 2020 JAKARTA, investor.id - Listrik telah menjadi komoditas penting bagi seluruh masyarakat di seluruh dunia.

Setiap sudut kota, bahkan perkampungan kecil kini sudah teraliri listrik sebagai sumber penerangan dan juga kebutuhan lainnya yang tidak kalah pentingnya. Bisa dibilang, listrik adalah penopang segala kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat masa kini. Di Indonesia sendiri, aliran listrik disediakan Perusahaan Listrik Negara atau yang biasa disingkat PLN. Masyarakat yang menggunakan aliran listrik dari PLN tentu harus membayar sejumlah tagihan atas banyaknya aliran listrik yang digunakan setiap harinya.

Dalam membayar tagihan listrik PLN tersebut, masyarakat dapat menggunakan sistem pascabayar atau prabayar, yaitu dengan membeli token listrik terlebih dulu sebelum bisa digunakan. Lantas, apakah perbedaan dari kedua sistem pembayaran tagihan PLN tersebut? Lebih lanjut, apakah keunggulan dan kelemahan dari penggunaan masing-masing sistem pembayaran listrik PLN tersebut?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan penggunaan sistem pembayaran pascabayar dan prabayar bagi pengguna layanan PLN. 1. Kelebihan Menggunakan Sistem Pembayaran Pascabayar Dengan menggunakan sistem pembayaran pascabayar, Anda akan tetap mendapatkan aliran listrik hingga tenggat waktu pembayaran tiba.

Jika setelah melewati tenggat waktu Anda masih belum membayar tagihan, aliran listrik biasanya akan langsung diputus dan Anda diharuskan untuk membayar denda keterlambatan. Proses pengecekan pemakaian listrik juga dilakukan oleh petugas dari PLN yang berkunjung ke setiap rumah pelanggan. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir listrik tiba-tiba mati, kecuali memang sedang berlangsung pemadaman listrik atau belum membayar tagihan di bulan sebelumnya.

2. Kekurangan Menggunakan Sistem Pembayaran Pascabayar Risiko utama dari pemakaian sistem pembayaran listrik pascabayar adalah denda saat terlambat melakukan pembayaran tagihan. Jika karena suatu alasan Anda belum membayar tagihan listrik bulan lalu, aliran listrik di rumah Anda akan secara otomatis dipadamkan oleh pihak PLN. Selain itu, pembayaran dengan sistem ini juga memiliki beban biaya admin serta pajak.

Beban administrasi tersebut tetap harus dibayar walaupun Anda sedang tidak menggunakan listrik dalam waktu satu bulan penuh. Walaupun sudah tersedia layanan cek tagihan listrik online, kesulitan untuk memantau sendiri pemakaian listrik setiap bulannya juga dapat menjadi alasan tersendiri mengapa banyak orang beralih dan tidak menggunakan sistem pembayaran ini.

3. Kelebihan Menggunakan Sistem Pembayaran Prabayar Tak sedikit masyarakat yang beranggapan jika pemakaian sistem pembayaran listrik prabayar ini lebih murah jika dibandingkan dengan pascabayar.

Alasannya adalah konsumen PLN dapat mengatur sendiri berapa besar penggunaan listrik di hunian dengan cara membatasi jumlah token listrik yang akan dibeli.

Pemakaian sistem pembayaran prabayar ini juga membuat konsumen PLN terlepas dari risiko beban denda saat telat membayar tagihan. Pasalnya, saat token listrik yang dimiliki habis, secara otomatis aliran listrik di tempat tersebut akan langsung terputus dan tidak bisa digunakan oleh konsumen. Pemakaian sistem prabayar juga dapat memberitahukan konsumen saat terdapat masalah pada instalasi kabel melalui notifikasi di mesik kWh meter.

Dalam kata lain, penggunaan sistem pembayaran ini juga mampu menambah keamanan bagi penggunanya. Sistem pembayaran listrik beda listrik prabayar dan pascabayar ini juga banyak dipilih karena sikap skeptis masyarakat pada sistem pencatatan tagihan listrik.

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami tagihan listrik tiba-tiba melonjak saat menggunakan sistem pembayaran pascabayar. Nah, untuk menghindari hal tersebut, memilih sistem pembayaran prabayar ini bisa jadi solusinya. Selain itu, token listrik dari sistem pembayaran prabayar ini juga bisa dengan mudah dibeli. Tersedia banyak konter yang menjual token listrik ini, termasuk sejumlah minimarket dan marketplace online ternama di Indonesia.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa membeli token listrik saat sewaktu-waktu dibutuhkan. 4. Kekurangan Menggunakan Sistem Pembayaran Prabayar Risiko dari penggunaan sistem pembayaran prabayar adalah listrik yang tiba-tiba mati karena kehabisan token.

Hal ini tentu dapat berimbas fatal saat Anda tengah melakukan suatu kegiatan penting seperti bekerja dan mampu mengurangi masa awet barang elektronik.

Pengguna sistem pembayaran ini juga harus rutin memeriksa berapa banyak token listrik yang tersisa secara manual. Jika jumlah token listrik mulai menipis, maka konsumen harus segera mengisinya agar aliran listrik tidak terputus.

Dalam melakukan pembelian token listrik, tak jarang konsumen akan mendapati konter mengalami gangguan server atau masalah lain sehingga token tidak dapat diisi ulang. Hal ini tentu akan sangat panik pengguna sistem pembayaran prabayar, terlebih yang token listrik sudah beda listrik prabayar dan pascabayar dan ada kegiatan penting yang membutuhkan aliran listrik. Jadi, pastikan untuk tidak mepet dalam mengisi token listrik ini dan periksa kembali kebenaran nomor token saat membeli di konter agar tidak masuk ke nomor token orang lain.

Sebagian orang mungkin menganggap salah satu dari kedua sistem pembayaran listrik tersebut lebih baik ketimbang yang lainnya. Jika Anda merasa kurang cocok dengan sistem pembayaran beda listrik prabayar dan pascabayar yang digunakan saat ini, tidak ada salahnya untuk mengajukan ganti sistem pembayaran ke kantor PLN. Dengan begitu, sistem pembayaran listrik di rumah Anda akan lebih sesuai dengan pemakaian dan kondisi keuangan Anda. Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Kini, masyarakat dibebaskan untuk memilih jenis penggunaan listrik prabayar atau pascabayar di rumahnya.

Tapi hampir setiap rumah baru yang dipasarkan menggunakan listrik prabayar.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Jenis listrik baru ini memang lebih direkomendasikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebenarnya, mana sih yang lebih hemat? Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar Hal yang paling signifikan dari perbedaan listrik prabayar dan pascabayar adalah pada metode pembayarannya.

Pascabayar dibayar setelah digunakan, sedangkan prabayar dibayar terlebih dahulu sebelum digunakan. Beda listrik prabayar dan pascabayar Prabayar Listrik dengan sistem prabayar memiliki skema pembayaran yang mirip dengan pengisian pulsa nomor handphone. Kalau mau listrik menyala, kamu harus isi voucher listrik terlebih dahulu.

Intinya, bayar sebelum menggunakan layanannya. Pemakaian listrik nantinya harus disesuaikan dengan nilai voucher tersebut. Jika kamu membeli voucher senilai Rp 100 ribu, maka penggunaan listrik hanya sebatas itu.

Apabila voucher habis, listrik pun otomatis mati, dan kamu harus mengisi ulang voucher supaya listrik bisa menyala kembali. Pembelian voucher listrik bisa dilakukan di minimarket, mesin ATM, mobile banking, atau bahkan di sejumlah aplikasi e-commerce. Kelebihan Listrik Prabayar 1.

Tak perlu repot-repot isi daya 2. Tak perlu takut sewaktu-waktu listrik mati karena voucher habis Kekurangan Listrik Prabayar: 1. Apabila pemakaian melampaui batas, tagihan bisa membengkak 2. Jika ada keterlambatan pembayaran, terdapat denda dari pihak PLN, atau bahkan kamu bisa terkena sanksi pemadaman listrik 3. Privasi berkurang, karena petugas PLN akan masuk ke area rumah 4.

Rentan terjadinya tindak kejahatan yang mengatasnamakan petugas PLN. Listrik Pascabayar Sedangkan listrik pascabayar, kebalikan dari prabayar.

Kamu bisa menggunakan layanan sepuasnya, baru membayar tagihan setiap bulannya. Sama seperti sistem prabayar, pembayaran listrik pascabayar pun bisa dilakukan melalui sejumlah tempat yang telah disebutkan di atas.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Kelebihan Listrik Prabayar 1. Pemakaian listrik lebih terkontrol 2.

beda listrik prabayar dan pascabayar

Bisa dengan mudah menyesuaikan pemakaian listrik dengan anggaran bulanan 3. Tidak ada lagi petugas PLN yang memutus sambungan listrik karena telat bayar 4. Terbebas dari ancaman penipuan yang mengatasnamakan petugas PLN yang mau beda listrik prabayar dan pascabayar meteran 5.

Tidak ada biaya keterlambatan 6. Kerahasiaan terjamin, karena 20 digit nomor listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri Kekurangan Listrik Prabayar: 1. Voucher listrik PLN tak bisa diisi saat tengah malam (tidak bisa digunakan pukul 23.00 - 02.00) 2. Meteran lebih sensitif dan mudah rusak Lebih hemat listrik token atau meteran? Nah jadi, lebih hemat mana listrik prabayar atau pascabayar?

Banyak orang yang mengira bahwa perbedaan listrik token dan meteran ada pada tarifnya. Kata mereka, listrik meteran (pascabayar) lebih murah daripada sistem prabayar. Padahal kenyataannya tak seperti itu. Perbedaan keduanya hanya terdapat pada sistem pembayaran, sedangkan untuk tarif, potongan, dan biaya administrasi sama saja.

Misalnya pelanggan listrik prabayar golongan R-1 900 VA tarif listriknya Rp 1.325/kWh ( kilo Watt Hour ). Sedangkan biaya abodemen listrik pasca bayar untuk golongan R-1 900 VA tarifnya juga sama Rp 1.325/kWh.

Biaya administrasi dan pajak penerangan jalan (PPJ) juga akan dikenakan baik itu saat membeli voucher listrik pulsa, atau saat membayar tagihan di akhir bulan. Kesimpulannya, mau prabayar atau pascabayar, semua saja saja dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Jadi, sebelum memilih mau menggunakan yang mana, jangan lupa untuk mempertimbangkan sejumlah hal di atas ya!

beda listrik prabayar dan pascabayar

Kamu juga bisa dapatkan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com. Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com dan 99.co selalu #AdaBuatKamu.
noneKamu baru membeli rumah tetapi bingung ingin menjadi pelanggan PLN pascabayar atau prabayar?

Atau kamu sebelumnya pelanggan PLN pasacabayar namun ingin beralih ke prabayar? Sudah tau perbedaan di antara keduanya? Kalau belum, baca deh pembahasan Jaka kali ini. Jaka akan membahas Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar dan juga kelebihdan kekurangan dua produk resmi dari PLN beda listrik prabayar dan pascabayar.

Silakan baca dengan teliti artikel ini ya guys! Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar Sistem tagihan PLN prabayar adalah dengan cara membeli token listrik terlebih dahulu, di berbagai tempat yang telah disediakan oleh PLN. Sedangkan untuk pelanggan pascabayar, membayar tagihan listrik PLN alan selalu dilakukan pada akhir bulan, paling lambat tanggal 20 setiap bulannya.

Lalu, apa saja perbedaan dan persamaan antara pelanggan PLN Pascabayar vs PLN Prabayar? Berikut ulasannya: Persamaan dan Perbedaan PLN Pascabayar vs PLN Prabayar Persamaan Perbedaan Sama-sama resmi dari PLN Meteran PLN Pascabayar tidak memiliki tombol-tombol angka seperti meteran pelanggan PLN prabayar Tarif listrik yang dibebankan sama Meteran listrik prabayar bisa ditempatkan lebih dari satu dalam satu rumah (kost atau kontrakan), sedangkan meteran pelanggan pascabayar, 1 rumah untuk 1 meteran Tetap memerlukan tiang listrik sebagai pengalir arus listrik - Sama-sama mendapat pengecekan rutin dari PLN Kalau demikian, lantas apa saja kekurangan dan kelebihan kalau kita berlangganan PLN secara Prabayar vs Pascabayar?

Berikut pembahasannya: Kelebihan dan Kekurangan Pelanggan PLN Pascabayar Kelebihan Kekurangan Listrik tidak akan habis secara tiba-tiba Kemungkinan tagihan membengkak karena pemakaian tidak terkontrol sangat memungkinkan Tidak perlu repot membeli token PLN setiap bulan Ada tingkatan sanksi yang diberlakukan apabila tidak membayar tagihan listrik tepat waktu Cocok untuk rumah yang memiliki banyak elektronik dan mengkonsumsi watt yang besar Kelebihan dan Kekurangan Pelanggan PLN Prabayar Kelebihan Kekurangan Cocok untuk dipasang di rumah kontrakan, kost-kostan atau apartemen Angka pada token listrik lumayan panjang dan ribet, sehingga sangat memungkinkan salah memasukan nomor token listrik Token listrik bisa dibeli dari harga paling murah sebesar 20ribu-an Bunyi peringatanlistrik akan segera habis sangat menganggu dan bising Cocok untuk hunian yang jarang dihuni Menurut beberapa sumber, alat meteran listrik lebih mudah rusak Biaya Pemasangan Listrik Prabayar dan Pascabayar Untuk pemasangan listrik Prabayar dan Pascabayar, harganya berbeda.

Harga pemasangan listrik pascabayar menjadi lebih mahal karena harus dibebankan UJL. Sedangkan untuk pelanggan prabayar hanya dibebankan SLO saja. Daftar harga yang Jaka berikan kali ini adalah harga resmi dari PT PLN yang sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 33 Tahun 2014.

Prabayar Pascabayar 450 VA= Rp461.000 (Termasuk SLO)ribu 450 VA= Rp493.400(Termasuk SLO+UJL) 990 VA= Rp903.000 (Termasuk SLO) 900 VA= Rp935.400(Termasuk SLO+UJL) 13000 VA= Rp1.305.000 (Termasuk SLO) 1300 VA= Rp1.477.900 (Termasuk SLO+UJL) SLO = Sertifikat Layak Operasi UJL = Beda listrik prabayar dan pascabayar Jaminan Langganan Akhir Kata Itulah pembahasan dari Jaka mengenai listrik PLN Prabayar dan Pascabayar.

Semoga informasi ini dapat membantu kamu yang masih kebingungan untuk membedakan 2 jenis layanan PLN tersebut. Silakan share dan komen artikel ini untuk terus mendapatkan informasi, tips & trik dan berita seputar teknologi dari Jalantikus.com. Baca juga artikel seputar Produktivitas atau artikel menarik lainnya dari Naufal.

TERTIPU PETUGAS PLN ?? JANGAN SAMPAI SALAH PILIH LISTRIK




2022 www.videocon.com