Umbi porang bahasa jawa

umbi porang bahasa jawa

Nyatanya, makanan pokok yang diklaim hampir zero kalori ini dibuat dan diolah dari umbian tanaman porang. Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia dan telah menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan.

Belum lama ini, Suara.com berkesempatan melihat langsung budidaya tanaman porang di Kebun Organik DINO Cikeas, Jawa Barat, yang dikelola sebagai 'laboratorium pertanian' oleh produsen pupuk hayati, Dinosaurus. Baca Juga: Menikmati Hasil Panen Kebun Pupuk Hayati di Kebun Dinosaurus Sekilas, umbi dari pohon porang nampak seperti bengkuang namun memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan tekstur yang lebih kasar. Steven Wijaya dari pupuk hayati Dinosaurus mengatakan, setidaknya ada dua jenis tumbuhan serupa yang tumbuh di Kebun Organik DINO Cikeas.

"Di sini ada dua jenis yaitu iles-iles dan porang. Dua-duanya bisa diolah menjadi shirataki," kata Steven. Dikutip siaran pers Kementan RI, tanaman porang memang memiliki tujuh jenis yang berbeda yaitu Amorphopallus Oncophyllus; Amorphopallus Campanulatus; Amorphopallus Variabilis; Amorphopallus Decus Silvae; Amorphopallus Spectabilis; Amorphopallus Titanium; dan Amorphopallus Muelleri. Sementara untuk manfaat kesehatan, olahan porang diklaim dapat menurunkan resiko kanker usus, merawat kesehatan kulit,mencegah penyakit jantung, membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori, mengatasi peradangan dan mencegah penyakit diabetes.

Baca Juga: Dear Petani, Yuk Budidaya Porang! Sedang Diminati di Luar Negeri, Lho Freddy Wijaya dan Steven Wijaya dari Pupuk Hayati Dinosaurus (Suara.com/Risna Halidi) Meski tidak fokus membudidayakan porang, namun Steven dan saudaranya Freddy Wijaya mengakui bahwa porang telah menjadi komoditi hasil bumi yang menjanjikan. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS Umbi Suweg yang mirip dengan porang dan istilah dalam bahasa lain: elephant foot yam atau stink lily (bahasa Inggris), teve (bahasa Tonga), jimmikand, suran, chenna, ol (bahasa Bengal), serta oluo (bahasa Odia) adalah tanaman tanaman asli Asia Tenggara dan tumbuh di hutan-hutan umbi porang bahasa jawa Malesia, Filipina, serta India tropik (bagian selatan).

Beragam Manfaat Porang Mirip Suweg Untuk Kesehatan bisa anda telusuri di beberapa situs, dan tentu kami tampilkan disini dari situs terpercaya. Menurut cnnindoneisa.com yang di umbi porang bahasa jawa dari Tanobat.com, Ternyata porang dan suweg itu berbeda, khasnya memang mirip Suweg ada tonjolan cokelat kehitaman pada pertemuan cabang dan daun pada porang.

Tonjolan ini adalah bentuk perkembangbiakan vegetatif porang. Porang ini tersebar mulai dari Kepulauan Andaman, India, kemudian sampai ke Myanmar, Thailand, dan bahkan negri kita Indonesia. Porang dapat tumbuh di berbagai lokasi seperti pinggir hutan jati, bawah rumpun bambu, tepi sungai, semak belukar, atau di bawah beragam pohon rindang.

Perbedaan Porang dengan Suweg dkutip dari tirto.id Porang • Daun: daun lebuh lebar daripada suweg, ujung daun meruncing dan berwarna hijau muda. • Batang: kulit batangnya halus berwarna belang hijau dan putih. • Umbi: Dipermukaan umbi tidak ada bintil-bintil, umbi berserat halus (seperti kristas) dan berwarna kekuningan dan kadang keorenan.

• Lain-lain : Di setiap pertemuan cabang ada bubil/katak (bibit porang) Suweg • Daun : daun lebih kecil dari porang, ujung daun meruncing dan berwarna hijau muda daripada porang. • Batang: kulit batang agak kasar (ada duri) dan berwarnahijau putih belang. • Umbi: pada permukaan umbi banyak bintil lebih kasar daripada porang, umbi berserat halus dan berwarna putih. • lain-lain: pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak. dan umbi bisa dikonsumsi setelah direbus Dalam urusan kandungan gizi Suweg memiliki per 100 gram adalah : 69 Kalori Protein 1,0 gr Lemak 0,1 gr Karbohidrat 15,7 gr Kalsium 62 mg Fosfor 41 mg Besi 4,2 mg Vitamin B1 0,07 mg Air 82 gr Bagian yang dapat Dimakan 86 % Porang sebagai makanan sehat Menurut kutipan dari cnnindonesia Tanaman umbi porang termasuk ke dalam jenis tanaman obat.

Glukomanan yang ada dalam tanaman umbi porang menjadi nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Setiap 100 gram porang hanya mengandung 3 kalori.

umbi porang bahasa jawa

Umbi Porang membawa berbagai manfaat baik untuk kesehatan bisa juga untuk industri pangan serta obat-obatan. 1. Glukomanan pada porang dapat mengurangi kadar kolesterol tinggi dan memberikan rasa kenyang yang lama.

Karena Porang rendah umbi porang bahasa jawa maka umbi ini cocok untuk yang sedang menjalankan program diet. 2. Pada tepung umbi porang di kabarkan rendah kadar indeks glikemik sehingga aman dikonsumsi oleh yang mempunya penyakit diabetes. 3. Dengan kandungan serat pangan yang begitu tinggi, umbi porang dapat membantu meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh dari berbagai gangguan penyakit seperti kanker usus besar, penyakit kardiovaskular, dan kencing manis.

4. Di Filipina, tepung porang digunakan untuk pengganti tepung terigu dan bahan baku roti. Rasanya yang netral membuatnya mudah di campur dengan bahan makanan lain. 5. Di Jepang sendiri umbi porang dimanfaatkan untuk campuran makanan mi shirataki dan konnyaku. 6. Di industri obat-obatan, glukomanan dimanfaatkan untuk pembentuk kapsul pada obat.
• Beranda • Tentang Unpas • Prakata • Visi Umbi porang bahasa jawa • Identitas Visual • Struktur Organisasi • Unit Kerja • Fakultas dan Program • Fak.

Hukum • Fak. Ilmu Sosial & Ilmu Politik • Fak. Teknik • Fak. Ekonomi Bisnis • Fak. Keguruan & Ilmu Pendidikan • Fak. Ilmu Seni & Sastra • Fak. Kedokteran • Pascasarjana • Pimpinan • Daya Saing • Media Unpas • Kegiatan • Galeri Unpas • Direktori Web • Peta Kampus • Kontak • Pasmail • ARSIP • AIPT • Laporan Rektor • Laporan Keuangan • Blogs • • • AKADEMIK • Biro Administrasi Akademik • Aplikasi Akademik • Pustaka Digital • Aplikasi Perpustakaan • Kalender Akademik • KEUANGAN DAN UMUM • Biro Keuangan • Biro Umum • Aplikasi Sarana Prasarana • Aplikasi Kepegawaian • Keuangan Mahasiswa • KEMAHASISWAAN • Biro Kemahasiswaan • Agenda Kegiatan • Tracer Study Alumni • Bursa Kerja Unpas • Blog Unpas • Network Attach Storage • Beasiswa • Perpustakaan • Unit Kegiatan Mahasiswa • Asrama • Poliklinik • Akses Internet • Prestasi • AKADEMIK • Biro Administrasi Akademik • Aplikasi Akademik • Pustaka Digital • Aplikasi Perpustakaan • Kalender Akademik • KEUANGAN DAN UMUM • Biro Keuangan • Biro Umum • Aplikasi Sarana Prasarana • Aplikasi Kepegawaian • Keuangan Mahasiswa • KEMAHASISWAAN • Biro Kemahasiswaan • Agenda Kegiatan • Tracer Study Alumni • Bursa Kerja Unpas • Blog Unpas • Network Attach Storage • Beasiswa • Perpustakaan • Unit Kegiatan Mahasiswa • Asrama • Poliklinik • Akses Internet • Prestasi BANDUNG, unpas.ac.id – Tanaman porang atau iles-iles seringkali tidak dilirik masyarakat karena umbinya bisa menimbulkan gatal jika dimakan.

Namun, kini porang mulai diminati petani dan menjadi unggulan ekspor komoditas pertanian. Umbi porang memiliki kandungan glukomanan yang tinggi dan tidak menyebabkan diabetes, karena indeks glikemiknya rendah.

Glukomanan inilah yang dimanfaatkan berbagai industri pangan, salah satunya sebagai bahan baku beras dan mi shirataki. Sebelum populer, Prodi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan (FT Unpas) sudah pernah melakukan riset pembuatan tepung dari umbi porang sebagai produk pengganti terigu. Ke depannya, riset akan lebih difokuskan sehingga umbi porang dapat menjadi turunan pangan alternatif.

“Dulu kita sudah melakukan riset pembuatan tepung porang, tapi belum mendalam. Nantinya, kita akan buat menjadi turunan pengganti pangan alternatif, seperti beras analog. Ini penting, karena kita masih ketergantungan terhadap beras dan terigu, padahal sumber daya alam dari umbi-umbian sangat banyak,” jelas Dekan FT Unpas Dr.

Ir. Yusman Taufik, M.P. di Kampus IV Unpas, Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, Kamis (22/4/2021). Yusman menambahkan, umbi porang mengandung sianida, sehingga dapat menyebabkan rasa gatal ketika dikonsumsi. Oleh karena itu, umbi porang harus diolah dengan cara yang tepat. “Untuk menurunkan kandungan sianida pada umbi porang, dulu Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, M.P. menggunakan istilah KISS atau Kupas Iris secara Simultan.

Atau bisa dengan metode Sirkulasi Mixing Sistem (SMS) yang dicetuskan Umbi porang bahasa jawa. Tantan Widiantara, S.T., M.T.,” tambahnya. Di Jawa Barat, saat ini kebanyakan petani fokus pada pembibitan tanaman porang, karena harga bibit cenderung lebih mahal dibanding umbinya.

umbi porang bahasa jawa

Umbi porang sendiri banyak ditemukan di Jawa Timur. Bahkan sebagian besar pabrik pengolahan porang berada di Jawa Timur, seperti di Surabaya, Madiun, Pasuruan, Gresik, Kediri, Jombang, dan Banyuwangi.

Ke depannya, jika petani di Jawa Barat sudah masif menanam porang dan menghasilkan bahan baku umbi, prodi Teknologi Pangan akan fokus mengembangkan risetnya, terutama ketika pascapanen.

Hal ini dikarenakan umbi porang merupakan komoditas yang potensial untuk diolah menjadi pangan alternatif pengganti beras. “Dengan menggunakan sumber karbohidrat dari umbi-umbian yang ada di Indonesia, itu bisa menjadi alternatif pengganti beras di masa depan.

Apalagi, masyarakat masih ketergantungan terhadap beras dan tingkat konsumsinya masih 95 persen,” ujarnya. Tepung umbi porang dapat dibuat menjadi diversifikasi produk pangan.

umbi porang bahasa jawa

Beberapa di antaranya yaitu beras analog atau shirataki, mi, camilan, dan makanan lain. Popularitas shirataki kini terus meningkat karena dipercaya sebagai menu diet dan gaya hidup sehat. (Reta Amaliyah S)* KOMPAS.com - Jika dilihat sekilas dari bentuk fisiknya, porang dan suweg terlihat mirip. Umbi porang dan suweg sama-sama berbentuk bulat. Selain itu, porang dan suweg juga termasuk satu famili yang sama, yaitu Amorphophallus. Namun, porang dan suweg adalah dua tanaman umbi yang berbeda.

Ada beberapa perbedaan porang dan suweg, mulai dari tanamannya hingga cara pengolahan. Berikut empat beda porang dan suweg. Baca juga: • Sejarah dan Perkembangan Porang, Umbi Asli Indonesia yang Mendunia • Apa Itu Porang? Umbi yang Punya Potensi Ekspor Tinggi Menurut Presiden • 3 Manfaat Porang, Umbi Rendah Kalori yang Cocok untuk Makanan Diet KOMPAS.com/Ika Fitriana Bunga Suweg, bunga mirip bunga bangkai tumbuh di halaman warga di Dusun Liyangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/11/2013).

1. Tanaman Jika dilihat dari tanamannya, porang dan suweg memiliki sedikit perbedaan. Tanaman porang memiliki bagian umbi kecil yang disebut katak porang, sedangkan tanaman suweg tidak memiliki umbi keci.

" Suweg itu tidak ada kataknya, kalau porang ada kataknya," kata Prof. Dr. Edi Santosa, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB sekaligus Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB kepada Kompas.com, Kamis (12/8/2021).

Selain itu, Edi menuturkan, ketahanan tanaman porang dan suweg juga berbeda. Suweg cenderung lebih tahan penyakit dibandingkan tanaman porang. Baca juga: • 5 Keunggulan Porang, Salah Satunya Cocok Diolah Jadi Makanan Diet • Jangan Olah Porang Sembarangan, Butuh Pendamping Ahli 2.

Warna Menurut umbi porang bahasa jawa " Porang dan Pemanfaatannya" (2013) oleh Moh. Syaifudin terbitan Parist Kudus, warna umbi porang dan umbi suweg berbeda. Umbi porang umumnya berwarna kuning cerah, sedangkan umbi suweg berwarna putih dan cenderung ungu atau merah jambu. Berita Terkait Cara Membuat Nasi dari Umbi Gembili, Pengganti Nasi buat Diet 3 Manfaat Umbi-umbian, Karbohidrat Kompleks Umbi porang bahasa jawa Beras Apa Itu Porang?

Umbi yang Punya Potensi Ekspor Tinggi Menurut Presiden 3 Manfaat Porang, Umbi Rendah Kalori yang Cocok untuk Makanan Diet Sejarah dan Perkembangan Porang, Umbi Asli Indonesia yang Mendunia Berita Terkait Cara Membuat Nasi dari Umbi Gembili, Pengganti Nasi buat Diet 3 Manfaat Umbi-umbian, Karbohidrat Kompleks Pengganti Beras Apa Itu Porang? Umbi yang Punya Potensi Ekspor Tinggi Menurut Presiden 3 Manfaat Porang, Umbi Rendah Kalori yang Cocok untuk Makanan Diet Sejarah dan Perkembangan Porang, Umbi Asli Indonesia yang Mendunia
tirto.id - Perbedaan porang dan suweg, walur, iles-Iles perlu diketahui lantaran terdapat sejumlah tanaman yang fisiknya mirip.

Bahkan, petani pemula pun salah membedakan antara porang dengan ketiga tanaman tersebut. Porang, tanaman umbi-umbian sempat populer dibicarakan masyarakat, lantaran kisah sukses petaninya. Petani porang di desa Kepel, Jawa Timur berhasil menjadi miliader karena bisnis ekspor porang. Apa Itu Porang?

Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan "jelly" yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.

umbi porang bahasa jawa

Perbedaan Porang dan Suweg, Walur, Iles-Iles Ada beberapa tanaman yang fisiknya mirip dengan tanaman porang baik itu bentuk batang serta umbinya, bahkan umbi porang bahasa jawa petani pemula yang salah membedakan tanaman porang dengan tanaman tersebut. Dikutip dari laman pertanian.go.id beberapa tanaman tersebut di antaranya yaitu: • Suweg (Amorphophallus campanulatus forma hortensis) • Walur (Amorphophallus campanulatus forma sylvestris) • Iles-iles puti (Amorphophallus variabilis) Dari sumber yang sama, jika keempat tanaman tersebut dilihat secara fisik, tanaman porang ini memiliki ciri yang hampir sama terutama bentuk batang dan umbinya, tetapi ada beberapa ciri-ciri yang membedakan tanaman porang dengan 3 tanaman tersebut, ciri-cirinya yaitu: Ciri-ciri Porang • Daun: daun lebar,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda.

• Batang: kulit batang halus dan berwarna belang-belang hijau dan putih. • Umbi: pada permukaan umbi tidak ada bintil, umbi berserat halus (seperti kristas) dan berwarna kekuningan keorenan.

• Lain-lain : pada setiap pertemuan cabang ada bubil/katak (bibit porang) Ciri-ciri Suweg • Daun : daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap. • Batang: kulit batang agak kasar (ada duri) dan berwarna belang-belang hijau dan putih. • Umbi: pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih.

• lain-lain: pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak. umbi bisa dikonsumsi setelah direbus Ciri-ciri Walur • daun: daun kecil, ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap. • batang: kulit batang kasar dan berwarna hijau keunguan dan bercak putih.

• umbi: pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih.

umbi porang bahasa jawa

• lain-lain: pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak Ciri-ciri Iles-iles Putih • daun: daun kecil, ujung daun runcing dan berwarna hijau tua. • batang: kulit batang halus dan berwarna keunguan dan bercak putih. • umbi: pada permukaan umbi ada bintil, umbi berserat halus dan berwarna putih.

• lain-lain: pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak Dari perbedaan ciri-ciri tanaman porang dengan tanaman walur, suweg, dan iles-iles putih yang paling mencolok yaitu tanaman porang pada setiap pertemuan cabang daun ada bubil/katak (bibit porang) sedangkan tanaman lain tidak ada.

Selain itu, umbi porang jika dibelah berwarna kuning keorenan dan teksturnya seperti kristas. Baca juga: Mengenal Tanaman Porang: Manfaat, Harga, Budidaya, & Nilai Bisnis Kandungan Porang Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian.

Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Umbi porang bahasa jawa dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung. Pertanian.go.id menulis, t anaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup umbi porang bahasa jawa untuk diekspor.

Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.
VIVA – Dari sisi penampilan, tanaman porang atau iles-iles serupa dengan suweg dan walur yang mudah ditemui di pekarangan terutama di desa-desa.

Bedanya porang dengan dua tanaman itu terletak pada adanya buah di cabang tangkai daun. Porang termasuk tumbuhan bermarga Amorphophallus. Secara penampilan, porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih.

umbi porang bahasa jawa

Tangkai kemudian menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun. Karena kaya manfaat, porang juga berpotensi untuk dikomersilkan, bahkan untuk pasar ekspor. Nah, warga Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menangkap peluang. Melalui binaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan atau LMDH Artomoro dan Trimulyo, budidaya tanaman umbi itu dilakukan. Budidaya porang oleh LMDH Bendo Asri dilakukan di kawasan hutan jati wilayah Perhutani.

Lahan itu berada di perbatasan Nganjuk dan Madiun. Saat VIVA ke sana bersama rombongan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu 10 Maret 2019, masuk hutan dari Rejoso, Nganjuk, tapi keluar di Jalan Raya Saradan, Kabupaten Madiun. Dari jalan raya, perjalanan sampai ke lokasi budidaya porang lebih dari satu jam. Padahal, jarak perjalanan tak lebih dari 10 kilometer (km).

Perjalanan memakan waktu banyak karena jalan masuk tergolong sempit dan penuh bebatuan, khas kawasan hutan. Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang hanyalah pohon jati menjulang dan semak-semak yang rimbun.MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib petani porang di ujung tanduk. Kini, ekspor komoditas tanaman umbi-umbian itu macet.

umbi porang bahasa jawa

Terutama tujuan Tiongkok. Penyebabnya ada banyak hal. ‘’Ekspor ke Tiongkok paling dominan, 70 persen. Tapi, tahun ini tidak bisa,’’ kata Dewan Pengawas Perkumpulan Petani Porang Indonesia (Peporindo) Dikir, Sabtu (7/5). Menurut Dikir, standardisasi yang jadi biang kemacetan ekspor porang. Baik komoditas maupun pabrik pengolahan. Termasuk kejelasan lokasi tempat penanaman porang.

Dia mengatakan, Tiongkok bersedia menerima porang dari Indonesia bila standardisasi sudah jelas. ‘’Untuk lahan, saat ini sudah dalam proses registrasi,’’ ujarnya.

umbi porang bahasa jawa

Dikir mengungkapkan, standardisasi pabrik pengolahan yang jadi penyebab utamanya. Sebab, sebelumnya ekspor porang ke Negeri Tirai Bambu itu tidak langsung. Melainkan lewat Vietnam dan Myanmar lebih dulu yang sudah punya standardisasi pabrik pengolahan.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan Indonesia. ‘’Pabrik belum menerima ketentuan standar karena Tiongkok akan mengirim itu setelah rekomendasi lahan porang selesai,’’ tuturnya. Ketergantungan pasar ekspor ke Tiongkok membuat petani tanaman bernama ilmiah Amorphophallus muelleri itu kelimpungan.

Sebab, sekitar dua-tiga tahun lalu harga porang maupun katak gila-gilaan. ‘’Kami berharap pemerintah dapat umbi porang bahasa jawa solusi dengan lebih concern ke porang.

Selain itu, agar negara tujuan ekspor porang semakin banyak,’’ ungkap Dikir. Petani porang dipastikan ketar-ketir. Sebab, kebingunan pasar ekspor tentu berdampak ke pendapatan. Sementara, para petani juga punya tanggungan kredit usaha rakyat (KUR) dari bank.

umbi porang bahasa jawa

‘’Kalau tak bisa jual porang, bagaimana dengan KUR? Per petani rata-rata ambil Rp 50 juta. Di ujung tanduk nasib petani porang saat ini,’’ tandasnya. (den /c1/sat/her ) MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib petani porang di ujung tanduk. Kini, ekspor komoditas tanaman umbi-umbian itu macet.

umbi porang bahasa jawa

Terutama tujuan Tiongkok. Penyebabnya ada banyak hal. ‘’Ekspor ke Tiongkok paling dominan, 70 persen. Tapi, tahun ini tidak bisa,’’ kata Dewan Pengawas Perkumpulan Petani Porang Indonesia (Peporindo) Dikir, Sabtu (7/5).

Menurut Dikir, standardisasi yang jadi biang kemacetan ekspor porang. Baik komoditas maupun pabrik pengolahan. Termasuk kejelasan lokasi tempat penanaman porang. Dia mengatakan, Tiongkok bersedia menerima porang dari Indonesia bila standardisasi sudah jelas. ‘’Untuk lahan, saat ini sudah dalam proses registrasi,’’ ujarnya. Dikir mengungkapkan, standardisasi pabrik pengolahan yang jadi penyebab utamanya.

Sebab, sebelumnya ekspor porang ke Negeri Tirai Bambu itu tidak langsung. Melainkan lewat Vietnam dan Myanmar lebih dulu yang sudah punya standardisasi pabrik pengolahan. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Indonesia. ‘’Pabrik belum menerima ketentuan standar karena Tiongkok akan mengirim itu setelah rekomendasi lahan porang selesai,’’ tuturnya. Ketergantungan pasar ekspor ke Tiongkok membuat petani tanaman bernama ilmiah Amorphophallus muelleri itu kelimpungan.

Sebab, sekitar dua-tiga tahun lalu harga porang maupun katak gila-gilaan.

umbi porang bahasa jawa

‘’Kami berharap pemerintah dapat mencarikan solusi dengan lebih concern ke porang. Selain itu, agar negara tujuan ekspor porang semakin banyak,’’ ungkap Dikir. Petani porang dipastikan ketar-ketir. Sebab, kebingunan pasar ekspor tentu berdampak ke pendapatan. Sementara, para petani juga punya tanggungan kredit usaha rakyat (KUR) dari bank. ‘’Kalau tak bisa jual porang, bagaimana dengan KUR? Per petani rata-rata ambil Rp 50 juta. Di ujung tanduk nasib petani porang saat ini,’’ tandasnya.

(den /c1/sat/her )

umbi porang bahasa jawa

Pabrik Pengolahan Umbi Porang di Indonesia




2022 www.videocon.com