Loratadine obat untuk apa

loratadine obat untuk apa

• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Pernahkah kamu mendapatkan resep obat Loratadine dari dokter?

Loratadine adalah obat anti alergi golongan antihistamin yang penggunaanya ditujukan untuk mengurangi gejala alergi seperti bersin, pilek, ruam kulit, dan gatal-gatal.

Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen (benda yang dapat memicu alergi). Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan pada setiap orang biasanya berbeda-beda, bisa ringan atau berat. Salah satu obat yang direkomendasikan untuk mengatasi alergi adalah loratadine. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg dan sirup.

Loratadine tidak bisa sembarangan digunakan, kamu memerlukan resep dokter jika ingin mengonsumsinya. Dilansir dari Drugs.com, berikut ini Popmama.com sajikan informasi lengkap tentang loratadine, obat ampuh untuk mengatasi alergi.

Disimak ya, supaya kamu tahu berapa dosis yang tepat untuk mengonsumsinya. novapharin.co.id Loratadine adalah obat antihistamin yang berguna untuk mengurangi efek histamin kimia alami dalam tubuh. Menurut website resmi PT. Novapharin Pharmaceutical Industries, loratadine termasuk dalam golongan obat keras dengan nomor regitrasi obat GKL 1834012110A1.

Tiap satu tablet obat ini mengandung 10 mg loratadine. Karena tergolong obat keras, untuk mendapatkannya kamu harus menggunakan resep dokter. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati bersin, pilek, mata berair, gatal-gatal, dan gejala alergi lainnya yang disebabkan oleh histamin. Selain itu, loratadine juga digunakan untuk mengobati gatal-gatal kulit, pada orang dengan reaksi kulit kronis. freepik/dimaberlin Pada saat kamu mengalami reaksi alergi, sel-sel dalam tubuh akan memproduksi zat kimia yang disebut histamin.

Jika histamin diproduksi secara berlebihan oleh tubuh, kamu mungkin akan merasakan gejala seperti gatal-gatal, ruam, sakit kepala, mual, muntah, diare, sesak napas, hingga hidung tersumbat. Nah, obat loratadine ini akan menekan aktivitas histamin yang berlebihan dalam tubuh, sehingga gejala yang kamu rasakan bisa berkurang. Setelah diminum, obat ini akan mulai diserap tubuh dan bekerja dalam durasi waktu 1-3 jam. Freepik/jcomp Berikut ini dosis loratadine yang dianjurkan untuk mengatasi alergi.

Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 tablet 10 mg, 1 kali sehari. Anak-anak: • Anak usia 2-12 tahun dengan berat badan kurang dari 30 kg: 5 mg, 1 kali sehari. • Anak usia 2-12 tahun loratadine obat untuk apa berat badan lebih dari 30 kg: 10 mg, 1 kali sehari. Pada anak-anak, dosis diberikan berdasarkan usia dan berat badan. Sejauh ini belum ditemukan khasiat loratadine untuk anak di bawah usia 2 tahun. Freepik/diana.grytsku Apabila kamu tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan sedang tidak mengonsumsi obat lain, berikut ini beberapa efek samping loratadine yang mungkin terjadi: • Sakit kepala • Bagi sebagian orang, obat ini menyebabkan kantuk • Sakit perut hingga diare • Mulut terasa kering • Merasakan lesu dan kelelahan Tapi pada beberapa kasus, efek samping loratadine bisa lebih serius, seperti detak jantung yang semakin cepat, sakit kepala yang parah, dan perasaan pusing seperti mau pingsan.

Jika hal ini terjadi, hentikan loratadine obat untuk apa loratadine dan segera periksakan diri ke dokter ya. Freepik/aleksandarlittlewolf Apabila kamu memiliki loratadine dan ingin menyimpannya di rumah, simpanlah dengan cara yang tepat. Ini dilakukan agar kualitas obat tidak rusak akibat proses penyimpanan. Kualitas obat yang baik, akan membuatnya bekerja secara optimal dalam mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami.

Simpan loratadine pada ruangan bersuhu di bawah 30 derajat celcius, dan jangan membuka kemasan obat jika kamu belum ingin mengonsumsinya. Hindari menyimpan obat ini pada ruangan lembap dan panas ya.

Meskipun bisa digunakan oleh anak-anak, tetap jauhkan obat ini dari jangkauan mereka agar tidak disalahgunakan. Freepik/lookstudio Loratadine termasuk dalam obat kategori B, yang artinya obat ini diharapkan bisa digunakan untuk ibu hamil. Tapi loratadine mungkin saja memiliki efek samping yang negatif terutama pada ibu menyusui.

Karena kandungan loratadine bisa terbawa melalui ASI, dan dikhawatirkan terserap oleh tubuh anak. British Society for Allergy and Clinical Immunology merekomendasikan loratadine pada dosis paling rendah, sebagai pilihan jika ibu menyusui memerlukan obat antihistamin. Intinya, jika kamu sedang hamil atau menyusui dan ingin mengonsumsi loratadine, pastikan kamu mendapat persetujuan dari dokter ya. Freepik/Jcomp Berikut kisaran harga Loratadine: • Harga Loratadine Novapharin 10 MG Box 100 Tablet Rp16.500 • Harga Loratadine Novell 10 MG Strip10 Tablet Rp4.680 • Harga Loratadine Nulab 10 MG Box 50 Tablet Rp17.600 • Harga Loratadine Nulab 10 MG Strip 10 Tablet Rp3.650 • Harga Loratadine Novapharin 10 MG Box 100 Tablet Rp18.000 Freepik/Illiabondar Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi loratadine.

• Loratadine bisa kamu konsumsi sebelum atau sesudah makan, termasuk saat gejala alergi timbul. • Baca informasi yang tertera pada kemasan produk dan ikuti anjuran dokter, pastikan kamu benar-benar memahami cara penggunaan obat, loratadine obat untuk apa mengonsumsi loratadine.

• Jangan melebihkan atau mengurangi dosis loratadine, tanpa pengawasan dokter. • Jangan menggunakan obat loratadine, jika kamu memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap loratadine atau obat golongan antihistamin lainnya. • Jika kamu ingin mengonsumsinya bersamaan dengan obat-obatan lain, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Itulah informasi mengenai obat loratadine, yang bisa membantu kamu mengatasi alergi. Ingat untuk tidak berbagi obat dengan orang lain, dan gunakan loratadine hanya sesuai indikasi yang ditentukan.

Jika gejala yang kamu rasakan tidak reda setelah mengonsumsi loratadine, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis ya. Semoga informasi ini berguna untuk kamu! Baca juga: • Kenali Methylprednisolone, Obat untuk Atasi Pembengkakan Hingga Alergi • 5 Daftar Obat Alergi Gatal yang Bisa Kamu Beli di Apotek • 5 Jenis Alergi Paling Aneh dan Jarang Terjadi di Dunia • Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 27 Januari 2020 Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis - Ditinjau oleh: dr.

Jati Satriyo Loratadine obat apa? Loratadine adalah obat yang berguna untuk mengobati gejala seperti gatal, pilek, mata berair, dan bersin. Obat ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan gatal-gatal. Simak fungsi, dosis, aturan pakai untuk ibu hamil, dan harga loratadine secara lengkap di bawah ini.

Rangkuman Informasi Obat Loratadine Nama Obat Loratadine Kelas Obat Antihistamin dan antialergi Kategori Obat resep Manfaat Obat Mengatasi alergi Interaksi Obat Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan ketoconazole, fluconazole, erythromycin, clarithromycin, cimetidine.

Kontraindikasi Bayi prematur, bayi baru lahir, asma akut, dan kehamilan Sediaan Obat Tablet dan sirup Harga Obat Rp 464/tablet Pemakaian Obat Loratadine Jika Anda menggunakan produk yang dijual bebas untuk mengatasi gangguan, baca semua petunjuk pada produk sebelum minum loratadine 10 mg. Jika dokter telah meresepkan obat ini, ikuti petunjuk dokter dan instruksi pada label.

loratadine obat untuk apa

Konsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Jika Anda menggunakan tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan telan seluruhnya. Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur/sendok khusus. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang benar.

Beri tahu dokter jika gejala alergi tidak membaik loratadine obat untuk apa 3 hari perawatan atau jika bertahan lebih dari 6 minggu. Dapatkan bantuan medis segera apabila kondisi Anda memburuk atau merasa memiliki masalah medis yang serius (seperti reaksi alergi / anafilaksis yang sangat serius).

Manfaat Loratadine Loratadine termasuk dalam kelas obat-obatan yang disebut Antihistamin. Antihistamin membantu meredakan gejala alergi. Obat ini melakukannya dengan menghalangi efek histamin.

Histamin diproduksi oleh tubuh dan pada gilirannya menyebabkan demam, gatal, bersin, pilek, atau mata berair dalam kondisi alergi. Dosis Loratadine Dosis didasarkan pada usia, kondisi, dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau konsumsi obat alergi ini lebih sering daripada yang diarahkan.

Selain itu, jangan minum obat ini lebih dari yang direkomendasikan untuk usia Anda. Dosis untuk Dewasa Pada kasus rhinitis alergi (hidung berair karena alergi), loratadine 10 mg diminum setiap hari atau 5 mg dua kali sehari. Tidak melebihi 10 mg setiap hari Pada kasus urtikaria (biduran), loratadine 10 mg diminum setiap hari.

loratadine obat untuk apa

Obat ini tidak boleh melebihi 10 mg setiap hari. Pertimbangan dosis obat ini untuk kondisi tertentu • Gangguan ginjal (GFR <30 mL/min): 10 mg diminum setiap hari. • Gangguan hati: 10 mg diminum setiap hari. Dosis untuk Anak Pada kasus rhinitis alergi • Usia <2 tahun: keamanan dan efektivitas tidak diketahui.

• Usia 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari. • Usia >6 tahun: 10 mg diminum setiap hari, tidak boleh melebihi dosis tersebut. Pada kasus urtikaria (biduran) • Usia <6 tahun: keamanan dan efektivitas tidak diketahui. • Usia >6 tahun: 10 mg diminum setiap hari. Modifikasi Dosis Loratadine Gangguan Ginjal (GFR <30 mL/min) • 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari.

• Usia >6 tahun: loratadine 10 loratadine obat untuk apa diminum setiap hari. Kerusakan Hati • 2-6 tahun: 5 mg diminum setiap hari. • Usia >6 tahun: loratadine 10 mg diminum setiap hari. Jika Anda melewatkan satu dosis obat, cobalah untuk meminumnya begitu Anda ingat.

Namun, jika hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal dosis rutin. Jangan menggandakan dosis untuk dosis yang terlewat. Cara Menggunakan Loratadine Loratadine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, serta dikonsumsi saat timbul gejala alergi. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah: • Konsumsi obat ini dengan dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter atau petunjuk obat.

Jika Anda menggunakan tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan telan. Loratadine obat untuk apa didasarkan pada usia, kondisi, dan respon terhadap pengobatan. Jangan tingkatkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering atau lebih banyak daripada yang disarankan dokter atau petunjuk obat.

Jangan mengkonsumsi obat ini lebih dari yang direkomendasikan untuk usia Anda. • Beritahu dokter jika gejala alergi tidak membaik setelah 3 hari pengobatan atau jika gatal-gatal bertahan lebih dari 6 minggu.

Dapatkan penanganan medis segera jika kondisi semakin memburuk. Efek Samping Loratadine Obat ini biasanya tidak memiliki efek samping.

loratadine obat untuk apa

Jika Anda memiliki efek yang tidak biasa, segera hubungi dokter. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ini, di antaranya: • Mata kering, mulut kering, tenggorokan kering.

• Diare. • Ruam. • Gatal/bengkak (terutama wajah/lidah/tenggorokan). • Pusing berat • Kesulitan bernapas. Efek Samping yang Parah • Pingsan.

• Kejang. • Jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia). Peringatan Penggunaan Loratadine • Sebelum mengonsumsi obat ini, beritahu dokter atau apoteker jika Anda alergi obat ini atau desloratadine. Produk ini mungkin loratadine obat untuk apa bahan-bahan aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lainnya.

Bicaralah dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan keterangan jelas. • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda.

Jangan mengobati diri dengan obat ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal dan penyakit hati.

• Obat ini tidak biasanya menyebabkan kantuk ketika digunakan pada dosis yang dianjurkan. Namun, jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan sampai Anda yakin dapat melakukan kegiatan seperti biasanya. • Jika Anda memiliki gatal-gatal dan dokter Anda telah meresepkan obat ini, atau jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat ini secara mandiri tanpa resep untuk mengobati gatal-gatal, beritahu dokter segera jika Anda memiliki gejala-gejala lain, karena hal ini dapat menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius seperti kulit gatal-gatal dengan warna yang tidak biasa, gatal-gatal yang terlihat memar atau melepuh, kemerahan pada kulit yang tidak gatal.

• Tablet kunyah mungkin mengandung aspartame. Jika Anda memiliki kondisi fenilketonuria (PKU) atau kondisi lain yang mengharuskan Anda untuk loratadine obat untuk apa asupan aspartam (atau fenilalanin), konsultasikan dengan dokter atau apoteker tentang keamanan obat ini. • Orang yang lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini, terutama mengantuk loratadine obat untuk apa kebingungan. Efek samping ini dapat meningkatkan risiko jatuh.

Penggunaan pada Ibu Hamil Keamanan untuk kehamilan: Kategori B. Jenis kategori obat untuk kehamilan: • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin. • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan, namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.

• Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia.

• Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan dan dalam kondisi mengancam jiwa. • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan. • Kategori NA: Tidak ada informasi. Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas dibutuhkan dan seperti yang diarahkan oleh dokter. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter sebelum mengonsumsi loratadine 10 mg. Selain itu, obat ini bisa masuk ke dalam ASI, namun tidak membahayakan bayi.

Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Interaksi Obat • Interaksi obat dapat mengubah cara obat bekerja atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Catat daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat yang diresepkan atau yang dikonsumsi secara bebas dan produk herbal) dan ceritakan dengan dokter dan apoteker yang ketika ingin mengambil resep ini.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter. • Loratadine sangat mirip dengan desloratadine. Jangan gunakan obat yang mengandung desloratadine saat menggunakan obat ini. • Efek obat ini akan berkurang apabila digunakan bersamaan dengan beberapa obat, seperti amiodarone, cimetidine, erythromycin, ketoconazole, midodrine, dan ritonavir. Selain itu, loratadine juga berinteraksi dengan erythromycin yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Ketika loratadine digunakan dengan eritromisin, jumlah loratadine meningkat dalam darah dan jumlah eritromisin berkurang dalam darah.

Instruksi khusus perlu diikuti saat mengambil obat ini bersama dengan cimetidine, obat yang digunakan untuk mengobati mulas dan perut bisul. Penggunaan loratadine dengan cimetidine dapat meningkatkan jumlah loratadine dalam darah.

Konsumsi obat ini bersama dengan ketoconazole, obat untuk mengobati infeksi jamur, sepertinya harus dihindari. Jumlah loratadine dalam darah dapat meningkat saat dikonsumsi dengan ketoconazole. • LORATADIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin. (Diakses pada 27 November 2019). • Loratadine Tablet. https://www.tabletwise.com/us/loratadine-tablet.

(Diakses pada 27 November 2019). • Loratadine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-73-204/loratadine-oral/loratadine-oral/details. (Diakses pada 27 November 2019). • Loratadine (including Clarityn). https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/.

(Diakses pada 27 November 2019). (Diakses pada 27 November 2019). • Loratadine. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine/?type=brief&mtype=generic. (Diakses pada 27 November 2019). Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Alergi merupakan salah satu hal yang tidak kita inginkan.

Gejala alergi seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, ruam, dan batuk tentu sangat mengganggu. Biasanya alergi disebabkan oleh beberapa pemicu seperti debu, serangga, atau makanan. Salah satu obat yang sering sekali digunakan untuk mengatasi reaksi alergi adalah obat Loratadine. Ya, obat yang satu ini merupakan salah satu obat antihistamin yang dapat meringankan gejala pada reaksi alergi.

Namun mungkin Anda bertanya-tanya loratadine obat apa? Apakah ada efek samping akibat penggunaan obat ini? Tenang!

Lifepack akan menjawabnya lewat ulasan berikut ini.

loratadine obat untuk apa

Loratadine Obat Apa? Loratadine adalah salah satu obat golongan antihistamin dan merupakan obat resep yang tidak dapat digunakan sembarangan. Penggunaan obat ini memerlukan resep dokter. Obat ini sangat sering digunakan untuk meredakan gejala yang terjadi akibat reaksi alergi. Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan oral seperti sirup, kapsul, dan tablet yang cepat hancur. Biasanya obat ini bekerja dalam durasi waktu 1-3 jam dan dengan cara menghambat produksi histamin yang memicu alergi pada tubuh.

Beberapa alergi yang dapat diatasi dengan loratadine, yaitu rhinitis dan urtikaria. Loratadine adalah salah satu obat golongan antihistamin dan merupakan obat resep yang tidak dapat digunakan sembarangan.

loratadine obat untuk apa

Dosis Seperti yang dijelaskan sebelumnya, obat loratadine seperti Loratadine Novell 10Mg – 50 tablet (Rp 26.300) ini merupakan obat resep sehingga penggunaannya tidak dapat sembarangan. Anda tidak dapat melebihkan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter. Terdapat beberapa rekomendasi dosis yang biasanya digunakan oleh dokter, yaitu: Anak usia (2-6 tahun): 5 mg yang dikonsumsi 2 kali sehari.

Kontraindikasi Interaksi Obat Penggunaan loratadine bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan interaksi obat di dalam tubuh. Beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi, yaitu obat cimetidine, ketoconazole, ritonavir, amiodarone, dan erythromycin. Kelompok Berisiko Selain dapat menimbulkan interaksi obat, penggunaan loratadine juga dikontraindikasikan pada beberapa kelompok orang dengan permasalahan kesehatan tertentu seperti wanita hamil dan menyusui, bayi di bawah usia 2 tahun, orang dengan gangguan fungsi hati, ginjal, dan penyakit jantung.

Selain itu obat ini juga dikontraindikasikan penggunaannya oleh orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap loratadine atau obat golongan antihistamin lainnya.

Efek Samping Loratadine juga dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Gejala efek samping yang paling umum akibat penggunaan obat ini, yaitu: • Rasa kantuk • Kelelahan • Diare • Sakit kepala • Sakit perut • Mata, mulut, dan tenggorokan terasa kering • Insomnia Jika gejala efek samping yang Anda rasakan semakin parah, segera periksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Perhatian Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat loratadine. pastikan Anda benar-benar paham bagaimana cara penggunaan obat ini. Jika belum, tanyakan kembali pada dokter atau apoteker untuk menghindari terjadinya kesalahan informasi. Pastikan Anda tidak melebihkan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter.

Jangan gunakan obat loratadine jika Anda memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap loratadine atau obat golongan antihistamin lainnya. Anda juga tidak boleh menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil atau menyusui, memiliki gangguan fungsi hati, ginjal, atau penyakit jantung. Konsultasikan pada dokter penggunaan obat loratadine jika Anda memiliki asma atau gangguan pernapasan lainnya, serta jika Anda ingin menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain.

Loratadine obat untuk apa obat di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak. Itulah informasi mengenai manfaat, dosis, dan efek samping dari obat loratadine. Jika gejala efek samping yang Anda rasakan semakin parah, pergilah ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan pertolongan medis.

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. - Dapatkan kenyamanan minum obat tanpa repot dengan menggunakan kemasan khusus untuk obat penyakit kronis. - Obat akan tersusun secara rapi berdasarkan waktu konsumsi. - Pesan obat rutin di Lifepack dijamin Asli, Lengkap, dan Mudah.

- Beli obat dengan harga yang terjangkau. - Tak perlu repot mengantri. Dapatkan obat Anda dalam waktu kurang dari 4 jam. Tanpa biaya pengiriman. Penjualan Teratas Produk Kesehatan : Softies 3D KF94 Black Softies 3D Mask Surgical 4 ply Shumu Masker Duckbill 10’S MISOO Disposable Hijab Headloop 3ply MISOO Disposable Masker Anak 3ply MASKER MOUSON ORANGE KF94 10’S MASKER SOFTIES SURGICAL MASK PATTERNED FOR ADULT MASKER SOFTIES DAILY MASK PATTERNED 3 PLY 30 PCS Akurat Strip Sensi Earloop Mask Penjualan Teratas Obat-obatan : Isoman B Isoman A Biolysin Syrup Azomax 500MG Kap 10S Acetylcysteine Etercon 200 mg Isoprinosine 500 mg Tride 5000 IU Pi Kang Suang Cream Fluimucil 600 mg Fluimucil 200 mg Paling Sering Dicari : TROPICANA SLIM EXTRA VIRGIN OLIVE OIL 500 ML Thrombophob Oint BIO CALCI 72 Balsem Geliga 40G Acetylcysteine Etercon 200 mg Salonpas Gel 15 Gram Blackmores Evening Primrose Oil + Fish Oil Fresh Care Sport 10 Ml BIO CAL 95 MINYAK SEREH WANGI CAP DRAGON 60 ML Pencegahan COVID-19 : Naturein All Purpose Sanitizing Water 100ml Dettol Disinfectan Spray Morning Dew Antis Spray Timun Antis Spray Jasmine Tea Pokana Mask Headloop Masker Pokana Kids KN95 Dark Grey Oxycan Sensi Kids Mask Duckbill Putih KONICARE GEL HAND SANITIZER 60 ML ANTIS SPRAY 55 Ml Jeruk Nipis • Ringkasan • Dosis & Aturan pakai • Cara Kerja • Efek Samping • Kegunaan • Peringatan • Kontraindikasi • Hamil & Menyusui Loratadin obat apa?

Loratadin adalah obat alergi (antihistamin) untuk meredakan gejala alergi. Meskipun sering digunakan untuk mengobati rhinitis alergi dengan gejala mata berair, hidung gatal, ingusan, tersumbat dan bersin-bersin, obat loratadin juga digunakan untuk meredakan gejala alergi lainnya, misalnya kulit gatal dan bentol akibat biduran.

Loratadin bekerja dengan cara berkompetisi dengan histamin alami yang dihasilkan tubuh saat terpapar alergen (penyebab alergi).

Histamin inilah yang menyebabkan berbagai gejala gatal, penyempitan saluran nafas, bersin-berin, dan mata loratadine obat untuk apa. Saat efek histamin berhasil dihambat, maka gejala-gejala alergi juga akan mereda. Namun, ketika terjadi lagi reaksi alergi, maka tetap diperlukan antihistamin kembali. Jadi obat ini tidak menyembuhkan alerginya, melainkan hanya meredakan gejala yang timbul akibat reaksi alergi.

Ringkasan Obat Loratadin Jenis obat Antihistamin Kategori Obat keras Kegunaan Meringankan gejala akibat rhinitis alergi ( hay fever), urtikaria kronis, dan alergi kulit Konsumen Dewasa dan anak-anak Kehamilan Kategori B (boleh loratadine obat untuk apa syarat) Sediaan Tablet: 5 mg, 10 mg; Tablet salut selaput: 5 mg, 10 mg; Sirup: 5 mg/5 ml Merek Lorihis, Aleros, Eslor, Anhissen, Loratadine, Clatatin, Soneryl, Alernitis, Klinset, Alloris, Rahistin, Loran, Miratadin, Loracor, Pylor, Gradine, Logista, Picadin, Prohistin, Rihest, Aldisa SR, Imunex, Omellegar, Claritin, Allohex, Safetin, Clarinase, Cronitin, Lesidas, Rhinos SR, Ultilar, Clatadine, Nosedin Cara Kerja dan Fungsi Obat Loratadin Fungsi Loratadin dalam tubuh yaitu untuk meredakan gejala alergi dengan menghambat kerja histamin.

Sepertihalnya antihistamin lainnya, Loratadin berkompetisi dengan histamin endogen untuk berikatan pada antagonis reseptor H1. Akibatnya kerja histamin endogen akan terganggu sehingga efek negatifnya berupa reaksi alergi akan ikut berkurang untuk sementara waktu.

loratadine obat untuk apa

Loratadin merupakan antihistamin generasi kedua turunan dari azatadine. Kelebihannya dari generasi pertama, Loratadin memiliki efek sedasi yang lebih kecil dibanding antihistamin generasi pertama. Loratadin juga memberikan efek yang lebih lama dibanding pendahulunya, sehingga disebut long-acting antihistamin.

Dengan demikian, Loratadin menjadi obat alergi (gatal) pilihan yang tidak menyebabkan kantuk dan tidak perlu sering-sering meminumnya, cukup sekali sehari. Indikasi dan Kegunaan Loratadin Loratadin diguanakan untuk meredakan gejala alergi yang disebabkan meningkatnya kerja histamin loratadine obat untuk apa tubuh. Beberapa kondisi yang dapata diredakan dengan obat ini yaitu: • Rhinitis alergi dengan gejala berupa mata berair dan gatal, hidung bersin dan meler, serta bersin-bersin.

• Meredakan urtikaria (biduran) kronis. • Meredakan alergi pada kulit. Kontraindikasi Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Loratadin tidak diperbolehkan menggunakan obat ini.

Dosis Loratadin dan Aturan Pakai Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb.

Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum. Dosis Loratadine untuk meredakan gejala rhinitis alergi • Dosis dewasa: 10 mg sekali sehari. Maksimal penggunaan 10 mg per hari. • Dosis anak-anak: loratadine obat untuk apa 2 – 6 tahun dengan berat kurang dari 30 kg, 5 mg sekali sehari. Umur di atas 6 tahun dan berat > 30 kg sama dengan dosis dewasa.

Dosis Loratadine untuk meredakan urtikaria (biduran) • Dosis dewasa: 10 mg sekali sehari. Maksimal 10 mg per hari. • Dosis anak-anak: umur 2-6 tahun 5 mg sekali sehari. Umur di atas 6 tahun dengan berat lebih dari 30 kg sama dengan dosis dewasa. Aturan pakai: • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan. • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.

• Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama.

loratadine obat untuk apa

Untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari. • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Loratadin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat. Efek Samping Loratadin Loratadin umumnya ditoleransi baik oleh tubuh.

Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Loratadin meliputi: • Sakit kepala. • Kantuk. • Kelelahan. • Infeksi saluran pernapasan atas. • Mengi. • Mulut kering. • Diare.

loratadine obat untuk apa

• Gejala seperti flu. • Efek yang jarang terjadi seperti hepatitis, nekrosis hati, edema perifer. Efek Overdosis Loratadin Penggunaan dosis tinggi loratadine obat untuk apa anjuran dapat menyebabkan overdosis.

Gejala overdosis Loratadin rasa mengantuk berat, pusing, sakit kepala, manifestasi ekstrapiramidal dan palpitasi. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda. Peringatan dan Perhatian Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini: • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap Loratadine atau antihistamin generasi kedua lainnya.

• Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati serta gangguan darah porfiria. • Perhatian dan penyesuaian dosis mungkin diperlukan untuk lansia, wanita hamil atau menyusui. Kehamilan dan Menyusui Bolehkah Loratadin untuk ibu hamil? Loratadin digolongkan dalam obat ketegori B untuk ibu hamil.

Hal itu berarti studi senyawa obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena obat ini dianggap aman untuk ibu hamil asalkan sesuai anjuran dan sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Bolehkah Loratadin untuk ibu menyusui?

loratadine obat untuk apa

Loratadin diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berpotensi mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat Hati-hati saat menggunakan Loratadin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Loratadin dengan obat-obat berikut: • Desloratadine, meningkatkan efek antihistamin sehingga dapat memicu efek samping obat. • Alkohol, meningkatkan risiko efek samping berupa sedasi. • Inhibitor CYP3A4 dan CYP2D6 ( cimetidine, ketoconazole, quinidine, eritromisin, fluconazole), dapat meningkatkan konsentrasi plasma Loratadin.

15 Gejala dan Ciri-Ciri Terkena Alergi Pada dasarnya alergi adalah respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap suatu antigen (zat atau partikel penyebab alergi) yang dianggap berbahaya bagi tubuh sehingga menimbulkan gejala tertentu. Oleh karena itu alergi disebut juga dengan istilah hipersensitifitas. Mata Gatal dan Pedih: Ini Penyebab dan Solusinya Gejala mata gatal dan pedih sangat umum dikeluhkan oleh banyak orang. Mata adalah salah satu organ sensitif yang rentan terhadap alergi dan iritasi karena permukaan mata yang lembut sering terpapar dengan dunia luar, yang artinya terhadap udara dan semua polutan yang terkandung didalamnya.
Hidung berair dan bersin-bersin, bisa jadi gejala rinitis alergi, lho.

Coba atasi dengan Loratadine. Apa kandungan obat Loratadine? Loratadine Golongan Obat keras Kategori obat Antihistamin dan antialergi Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak Bentuk obat Tablet, sirup Loratadine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B Obat boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya.

Peringatan Menyusui Loratadine dapat terserap ke dalam ASI. Komunikasikan terlebih dahulu kepada dokter. Merek Dagang Loratadine Sirup: Omellegar, Lotagen, Lorihis, Alloris, Miratadin, Anhissen, Imunex, Claritin. Tablet: Lorhis, Inalergi, Lorahistin, Allohex, Inversyn, Gradine, Clarixin. Pengertian Loratadine Pada sebagian orang, cuaca, debu atau serbuk bunga bisa menyebabkan keluhan alergi, seperti gatal, hidung berair, pilek, dan bersin. Hal ini terjadi karena produksi histamin di tubuh meningkat hingga menyebabkan munculnya reaksi alergi.

Untuk mengatasinya, dokter dapat meresepkan obat antihistamin. Salah satu contohnya Loratadine. Loratadine adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala rhinitis alergi (iritasi di lapisan dalam hidung), yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung tersumbat, pilek. Mereka bekerja dengan menghambat produksi histamin, yaitu zat yang diproduksi tubuh untuk menimbulkan reaksi alergi. Dapatkan info lengkap soal Loratadine obat apa di sini.

Keterangan Loratadine 1. Loratadine Sirup • Golongan: Obat keras • Kelas Terapi: Antihistamin, antialergi • Kandungan: Loratadine 5 mg/5 ml • Kemasan: Botol @60 ml • Farmasi: Hexpharm Jaya; Pratapa Nirmala; Bernofarm • Harga Loratadine Sirup: Rp2.500 - Rp14.000/strip 2. Loratadine Tablet • Golongan: Obat keras • Kelas Terapi: Antihistamin, antialergi • Kandungan: Loratadine 10 mg • Bentuk: Tablet • Farmasi: Hexpharm Jaya; Pratapa Nirmala; Bernofarm • Harga Loratadine Tablet: Rp3.500 – Rp4.700/strip Artikel Lainnya: Anda Bersin Terus-menerus?

Mungkin ini Penyebabnya Kegunaan Loratadine Manfaat loratadine adalah untuk mengatasi alergi. Dosis dan Aturan Pakai Loratadine Loratadine merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Tujuan: mengatasi alergi Bentuk: sirup • Dewasa: diminum 2 kali sehari 1 sendok takar (5 ml) atau 2 sendok takar (10 ml) 1 kali sehari. • Anak usia 2-12 tahun dengan BB >30 kg: 2 sendok takar (10 ml) loratadine obat untuk apa sehari. Tujuan: mengatasi alergi Bentuk: tablet • Dewasa: diminum 1 kali sehari 1 tablet.

• Anak usia 2-12 tahun dengan BB <30 kg: ½ tablet sekali sehari. • Anak loratadine obat untuk apa 2-12 tahun dengan BB >30 kg: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.

Cara Menggunakan Loratadine • Gunakan Loratadine sesuai petunjuk dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis. • Loratadine merupakan obat alergi yang digunakan dalam jangka pendek. Hentikan penggunaan obat dan konsultasikan kembali ke dokter jika keluhan alergi tak membaik dalam 3 hari. • Loratadine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. • Agar tidak lupa, konsumsi obat pada waktu yang sama setiap hari. Apabila lupa satu dosis, segera konsumsi begitu ingat apabila jeda dengan dosis selanjutnya tidak terlalu dekat.

Abaikan dosis yang tertinggal jika jaraknya sudah dekat. Cara Penyimpanan Simpan obat ini pada suhu antara 20-25 derajat Celsius. Hindari suhu panas, cahaya, dan kelembapan. Artikel Lainnya: Inilah Faktor Penyebab Flu Lama Sembuh Efek Samping Loratadine Efek samping loratadine obat untuk apa Loratadine yang mungkin timbul adalah: • sakit kepala • mengantuk • gugup • hipotensi • jantung berdebar • mulut kering • sakit perut • mual, muntah • diare Overdosis Konsumsi obat ini sesuai dosis.

loratadine obat untuk apa

Bila berlebihan, overdosis Loratadine dapat memicu gejala: • mengantuk • denyut jantung di atas normal • mengantuk • sakit kepala Bila Anda mengalami gejala di atas, segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan tenaga medis profesional. Kontraindikasi Hindari penggunaan obat ini pada orang dengan masalah hipersensitif pada Loratadine. Interaksi Obat Loratadine Dapat meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan ketoconazole, fluconazole, erythromycin, clarithromycin, cimetidine.

Peringatan dan Perhatian Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat: • gagal hati • gagal ginjal • dan epilepsi Informasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain baik kimiawi ataupun herbal.

Informasikan ke dokter jika Anda berencana melakukan tes alergi selama menjalani pengobatan dengan loratadin, karena dapat mempengaruhi hasil tes tersebut. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol bersama dengan konsumsi Loratadine, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Hindari aktivitas yang memerlukan kewaspadaan, seperti mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi Loratadine, karena bisa menyebabkan pusing dan kantuk.

Artikel Lainnya: Mengobati Biduran dengan Lidah Buaya, Efektifkah? Kategori Kehamilan Loratadine masuk dalam kategori B. Yakni, pada studi menggunakan hewan reproduksi tidak menunjukkan adanya risiko pada janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Kehamilan Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat lebih besar dibandingkan risikonya. Informasikan ke dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini. Peringatan Menyusui Karena obat ini dapat terserap ke dalam ASI, komunikasikan terlebih dahulu kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Loratadine saat menyusui. Penyakit Terkait Loratadine • Rinitis Alergi • Biduran Rekomendasi Obat Sejenis Loratadine • Omellegar • Lotagen • Inalergi • Lorihis • Alloris Konsultasikan masalah kesehatan Anda di layanan LiveChat.

(HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 14 Februari 2022 Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm Ditinjau: Apt.

Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Referensi: • ISO Indonesia (2018). Loratadine. • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Loratadine. • Pionas BPOM. Diakses 2022. Loratadine. • ISO Farmakoterapi (2013). Antihistamin.
Obat ini termasuk obat keras, artinya Anda hanya bisa mendapatkan loratadin dengan resep dokter.

Golongan obat: antihistamin, antialergidan obat untuk anafilaksis Merek dagang: Imunex, Claritin, Safetin, Destavell, Alerhis, Aerius, Cronitin. Apa itu loratadin? Loratadin adalah obat yang berguna untuk meredakan gejala alergiseperti pada rinitis alergi yang ditandai dengan bersin, pilek, tenggorokan gatal, dan mata berair.

Obat ini juga mengurangi reaksi alergi pada kulit, yakni gatal, bentol, dan kemerahan akibat biduran atau urtikaria. Namun, loratadine tidak mencegah reaksi alergi kulit lainnya. Fungsi loratadin adalah menghalangi produksi histamin, yakni senyawa yang berperan terhadap timbulnya reaksi alergi.

Mengutip PubChemberbeda dengan obat alergi pada umumnya, loratadin tidak bersifat sedatif sehingga tidak menyebabkan kantuk.

Dosis loratadin Obat loratadine di Indonesia hadir dalam sediaan tablet. Setiap satu tablet mengandung 10 mg loratadin. Anda bisa mendapatkan 10 butir obat dalam satu strip. Setiap kemasan boks terdiri dari 10 strip. Inilah dosis obat sesuai keluhan yang timbul. Loratadine obat untuk apa • Biduran akut pada anak di atas 12 tahun dan dewasa : sebanyak 1 tablet per hari. Pemberian maksimal selama 5 hari. • Biduran kronis pada dewasa : maksimal sebanyak 30 tablet per bulan.

• Anak di bawah 12 tahun : dosis loratadine sebanyak 10 mg atau satu tablet per hari pada anak-anak dengan berat badan 30 kg. Bila berat badannya di bawah 30 kg, dosis obat sebesar 5 mg atau setengah tablet sehari. Rinitis alergi • Anak-anak usia 2–5 tahun : 5 mg atau setengah butir sehari. • Anak-anak loratadine obat untuk apa 6 tahun ke atas : 10 mg atau satu butir per hari.

• Dewasa : 10 mg atau satu butir per hari, dosis maksimal sebanyak 10 mg dalam sehari. Aturan pakai obat ini Anda bisa mengonsumsi loratadin setelah makan atau saat perut kosong. Minumlah obat ini dengan cara meletakkannya di lidah dan segera minum dengan air putih. Jangan mengunyah loratadin. Anda bisa membelah tablet menjadi dua bila terasa terlalu besar. Segera temui dokter bila Anda mengonsumsi obat melebihi dosis. Hal ini akan memicu rasa kantuk berlebih, jantung berdebardan sakit kepala.

Bila melewati dosis, segera minum ketika Anda ingat. Jangan menggandakan dosis loratadine untuk menggantikan dosis yang tertinggal. Efek samping obat loratadine Layaknya obat pada umumnya, obat loratadin mampu memicu efek samping. Perlu Anda ingat, tidak semua orang mengalami gejala efek samping dari obat ini. Efek samping loratadin jarang terjadi, tetapi cukup serius dan bisa mengancam nyawa. Segera hentikan konsumsi obat ini dan periksa ke dokter bila Anda mengalami reaksi alergi, seperti: • ruam kulit yang semakin melebar, • gatal, • pembengkakan pada wajah, lidah, bibir, tangan, atau telapak kaki, dan • kesulitan bernapas.

Beberapa efek samping yang umum pada orang dewasa dan anak-anak, yakni: • mengantuk, • sakit kepala• nafsu makan meningkat, dan • sulit tidur. Inilah efek samping yang umum terjadi pada anak-anak usia 2 – 12 tahun: • sakit kepala, • gugup, dan • kelelahan.

Efek samping loratadin yang sangat jarang terjadi, meliputi: • kejang• detak jantung berdebar, • mual, • maag, • rambut rontok, • masalah pada fungsi liver, dan • berat badan naik. Peringatan dan perhatian saat pakai obat ini Jangan konsumsi obat alergi ini bila Anda memiliki alergi loratadin, desloratadin, dan komposisi lain yang terkandung di dalamnya. Jangan pula memberikannya pada anak berusia di bawah 2 tahun.

Segera beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut sebelum mengonsumsi loratadine. • Masalah liver yang parah • Penyakit ginjal • Asma • Diabetes • Akan menjalani tes kulit untuk alergi. Loratadin mampu memengaruhi tes alergi. Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat ini selama dua hari sebelum pemeriksaan. Simpan obat jauh dari jangkauan anak-anak dengan suhu ruangan tidak lebih dari 25 °C. Apakah obat loratadin aman untuk ibu hamil dan menyusui? Penelitian pada hewan menunjukkan obat loratadin tidak terbukti memicu kelainan bentuk atau cacat pada janin.

Studi pada hewan juga belum membuktikan peningkatan risiko kerusakan pada janin. Dokter akan memperbolehkan mengonsumsi obat loratidin selama hamil bila manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Obat loratadin tidak memicu rasa kantuk sehingga diperkirakan tidak ada efek samping pada bayi yang menyusu. Saat menyusui, dokter akan lebih merekomendasikan obat dosis terendah bila ibu memerlukan obat antihistamin.

Meski demikian, ada kemungkinan produksi ASI menurun setelah mengonsumsi loratadin 10 mg per hari dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, pada 4 bulan pertama setelah persalinan. Interaksi obat loratadin dengan obat lain Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter bila Anda mengonsumsi obat-obatan berikut: • ketokonazol, • eritromisin, • amiodarondan • simetidin. Keempat obat ini terbukti mampu meningkatkan kadar loratadin di dalam darah dan meningkatkan efek samping yang dirasakan. Loratadin merupakan obat antialergi yang dapat meredakan reaksi alergi yang menyebabkan gejala pilek atau ruam dan gatal di kulit.

Untuk menghindari efek sampingnya, pastikan Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. LORATADIN - PIO Nas. (2021). Retrieved 9 December 2021, from http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin Hay fever – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/symptoms-causes/syc-20373039 Cek Produk BPOM – BPOM RI.

(2021). Retrieved 9 December 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/urdk45b0ifkgljhndrcahuahm0/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/loratadine Loratadine: MedlinePlus Drug Information.

(2021). Retrieved 9 December 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697038.html Videos, M. (2019). MedlinePlus: Histamine: The Loratadine obat untuk apa Allergies are Made of.

Retrieved 9 December 2021, from https://medlineplus.gov/medlineplus-videos/histamine-the-stuff-allergies-are-made-of/ Formularium Nasional. (2021). Retrieved 9 December 2021, from http://e-fornas.binfar.kemkes.go.id/index.php/front/Daftarobat/obat_fornas PT.

Novapharin Pharmaceutical Industries - LORATADINE 10 MG – Tablet. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.novapharin.co.id/product-detail/3/LORATADINE-10-MG–Tablet Loratadine uses, Dosage & Side Effects Guide. Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/loratadine.html. Loratadine (Clarityn): antihistamine that relieves allergy symptoms. (2018). Retrieved loratadine obat untuk apa December 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/ Medicines.org.uk.

(2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.4501.pdf Medicines.org.uk. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.8911.pdf Loratadine – Oral Patient Medicine Information - MIMS Indonesia. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine/patientmedicine/loratadine%2B-%2Boral Loratadine use while breastfeeding.

Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/breastfeeding/loratadine.html. Loratadine use during pregnancy. Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy/loratadine.html.Buka Tutup • Loratadine adalah obat antihistamin yang mampu mengurangi efek histamin penyebab bersin, pilek, hingga gatal pada kulit karena alergi; • Manfaat Loratadine juga dapat meredakan gejala rhinitis alergi, alergi musiman, hingga gatal akibat biduran kronis (urtikaria); • Dosis Loratadine untuk mengobati rhinitis alergi pada dewasa dan anak > 12 tahun adalah 1 x sehari 1 tablet (10 mg) atau 2 x sehari 1/2 tablet (5 mg); • Obat ini tidak dapat mencegah biduran atau menangani reaksi alergi serius, seperti anafilaktik.

• Loratadine adalah salah satu obat gatal yang patut jadi pilihan karena efeknya tidak menyebabkan kantuk; • Klik untuk mendapatkan Loratadine atau obat alergi lainnya ke rumah Anda di HDMall.

*Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD; loratadine obat untuk apa Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan. Gejala alergi tidak hanya ditandai dengan munculnya sensasi gatal pada kulit. Akan tetapi, seringnya juga disertai dengan gejala lain seperti pilek, mata berair, hingga bersin-bersin. Nah, loratadine adalah salah satu obat yang bisa Anda pilih untuk meredakan gejala tersebut.

Apa saja fungsi loratadine dalam pengobatan? Berikut penjelasan lengkapnya. Loratadine obat apa? Loratadine adalah obat antihistamin yang mampu mengurangi efek histamin pada tubuh. Histamin merupakan zat kimia yang diproduksi sel-sel tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi.

Ketika diproduksi secara berlebihan, histamin dapat menimbulkan sejumlah masalah dan mengganggu beberapa fungsi tubuh: Mulai dari menyebabkan gejala alergi, bersin, pilek, hingga ruam gatal pada loratadine obat untuk apa. Loratadine akan menekan efek histamin pada tubuh sehingga gejala alergi tadi bisa berkurang. Obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter ini tersedia dalam bentuk pil, tablet, dan sirup. Fungsi loratadine untuk pengobatan Berbagai fungsi loratadine adalah sebagai berikut: 1.

Meredakan gejala rhinitis alergi atau alergi musiman Rhinitis alergi adalah gejala yang muncul ketika sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap alergen (pemicu alergi). Jika dipengaruhi oleh perubahan musim, misalnya musim panas, reaksi alerginya bisa disebut dengan alergi musiman (hay fever). Dilihat dari gejalanya, kedua kondisi tersebut sama-sama menyebabkan pilek, hidung tersumbat, mata gatal atau berair, hingga gatal pada kulit. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab Loratadine adalah mampu meredakan loratadine obat untuk apa rhinitis alergi maupun alergi musiman, serta membantu agar alergi tak mudah kambuh.

Dosis loratadine untuk mengobati rhinitis alergi adalah: • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1 x sehari 1 tablet (10 mg), bisa juga 2 x sehari 1/2 tablet (5 mg); • Anak usia 2-11 tahun dengan berat badan < 30 kg: 1 x sehari 1/2 tablet (5 mg); loratadine obat untuk apa Anak usia 2-11 tahun dengan berat badan > 30 kg: 1 x sehari 1 tablet (10 mg). Baca Juga: Kenali Rinitis Alergi dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya 2. Mengendalikan gejala flu akibat alergi Alergi dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari debu, udara dingin, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga makanan.

Ketika zat-zat ini masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan menganggapnya sebagai zat berbahaya sehingga melepaskan histamin untuk melawannya. Nah, loratadine adalah salah satu kandungan obat yang mampu meredakan gejala flu akibat paparan penyebab alergi tersebut.

Obat ini bisa membantu menurunkan risiko pilek, bersin, ruam kulit, mata gatal atau berair, dan gejala alergi lainnya.

loratadine obat untuk apa

3. Meredakan gatal akibat biduran kronis (urtikaria) Urtikaria atau biduran ditandai dengan munculnya bentol kemerahan yang terasa gatal dan bercak pada kulit. Kondisi ini sering kali disertai dengan rasa gatal sehingga membuat kita jadi tidak nyaman. Mengonsumsi loratadine bisa membantu mengatasi biduran. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa obat ini tidak dapat mencegah biduran atau menangani reaksi alergi serius, seperti anafilaktik.

Loratadine merupakan salah satu obat gatal yang patut jadi pilihan karena efeknya tidak menyebabkan kantuk. Loratadine obat untuk apa pun hanya cukup mengonsumsinya loratadine obat untuk apa kali sehari untuk merasakan manfaatnya. Yang tak kalah penting, selalu ikuti dosis dan aturan minum obat dari dokter supaya loratadine bekerja maksimal dalam tubuh.

Baca Juga: Cara Mengobati Biduran Akut dan Kronis sampai Tuntas Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app

Public Speaking : PIO antihistamin (loratadine) oleh Saepul Rohman




2022 www.videocon.com