Fungsi rotan adalah

fungsi rotan adalah

Tidak ada kayu rotan pun jadi, pepatah tersebut sering kita dengar bukan. Pepatah tersebut mengartikan bahwa jika tidak ada kayu bisa juga menggunakan rotan. Sebuah pengistilahan untuk mencari alternatif lain yang serupa. Rotan sekilas di gambarkan sebagai pengganti kayu, dikarenakan rotan memiliki fungsi dan kegunaan yang serupa dengan kayu pada umumnya. Apa Itu Rotan Rotan adalah tanaman berbatang yang banyak ditemukan di daerah tropis di asia, afrika, dan Australasia.

Tanaman rotan ini memiliki batan yang ramping, hanya sekitar 2 sampai 5 cm saja. Batang rotan memiliki struktur berongga, dan memiliki ruas-ruas panjang, serta ada duri-duri tajam di permukaan batangnya. Rotan sendiri berasal dari bahasa melayu dari asal kata raut, yang berarti menguliti. Sedangkan dari bahasa yunani sendiri rotan disebut Lepidocaryodidae yang berarti sekumpulan tanaman yang tumbuh memanjat.

Rotan menjadi salah sumber hayati Indonesia yang cukup banyak ketersediaannya. 90% rotan Indonesia di hasilkan dari pertumbuhan alami di hutan-hutan Indonesia, dan 10 % berasal dari budidaya rotan. Klasifikasi Ilmiah Rotan Klasifikasi Ilmiah Batang Rotan Kerajaan Plantae Divisi Magnoliophyta Kelas Liliopsida Ordo Arecales Fungsi rotan adalah Arecaceae Upfamili Lepidocaryoideae Bangsa Calameae Walaupun memiliki ukuran yang fungsi rotan adalah, batang rotan mampu memanjang hingga sampai ratusan meter panjangnya.

Batang rotan memiliki kandungan air yang tinggi. Jika kita menebas batangnya maka akan keluar air. Hal ini yang bisa di lakukan para backpacker yang suka camping di hutan dan untuk bertahan di alam bebas bisa memanfaatkan rotan untuk melepas dahaga. Persebaran Rotan Di Indonesia Rotan cukup tersebar luas di hutan-hutan Indonesia.

Kita akan banyak menjumpai rotan di hutan-hutan daerah Jawa, Sumatera, Borneo, Nusa Tenggara, dan daerah Sulawesi. Tahukan Anda bahwa Indonesia memenuhi 70% kebutuhan dunia akan batang rotan. Oleh karena itu, jika di manfaatkan dengan baik rotan akan menjadi salah satu komoditi utama Indonesia yang membuat Indonesia berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan pasar dunia.

Ekspor rotan ke seluruh dunia membuat Indonesia memiliki pendapatan sebesar USD 208,183 juta lebih sejak tahun 1992. Hasil pendataan yang dilakukan Direktorat Bina Produksi Kehutanan mencatat bahwa 13,2 juta hektar hutan Indonesia ditumbuhi rotan. Rotan sendiri sebenarnya memiliki fungsi rotan adalah jenis, namun dari beraga jenis tersebut hanya 51 jenis yang dimanfaatkan.

Holoselulosa 71-76% Selulosa 39-58% Lignin 18-27% Tanin 0,5-8% Pati 18-20% Manfaat Rotan Bagi Kehidupan Batang rotan yang memiliki nama ilmiah Sp Daemoonorops draco ini sangat berguna bagi manusia.

fungsi rotan adalah

Rotan yang jumlahnya sangat banyak dan mudah di olah serta beratnya yang ringan, sering dijadikan pengganti kayu. Bahkan kecenderungan kini orang-orang lebih memilih rotan daripada kayu pada umumnya. Lalu, Apa saja manfaat dari batang rotan ini? • Sebagai bahan baku mebel Kelebihan rotan dibanding kayu, yang mana rotan lebih kuat, ringan, mudah dibentuk karena elastis, fungsi rotan adalah juga sangat murah membuatnya di gunakan sebagai bahan utama mebel.

Penggunaan rotan bisa di jadikan meja, kursi, rak buku, serta lemari hias. Namun sayangnya rotan mudah di serang kutu bubuk. • Untuk pembuatan senjata Rotan bisa juga di gunakan menjadi tongkat penyangga hingga fungsi senjata. Ada beberapa daerah di Asia bahkan menggunakan rotan sebagai pemukul untuk hukuman cambuk bagi pelaku kejahatan. Selain itu di Indonesia juga ada beberapa perguruan bela diri yang menggunakan rotan sebagai senjatanya.

• Rotan sebagai pengganti sayuran Uniknya batang rotan bisa juga di gunakan sebagai sayuran yang melengkapi makanan sehari-sehari bersama nasi dan lauk pauk. Hal itu yang dilakukan oleh Suku Fungsi rotan adalah di kalimantan Tengah, Mereka menjadikan rotan sebagai sayuran untuk dimakan. Tentu rotan yang di dapat, di bersihkan dahulu dari fungsi rotan adalah yang menempel.

Sifat elastis rotan membuatnya cukup renyah di lidah. • Pucuk rotan sebagai bumbu masakan Selain batang rotan dan daunnya yang bisa dijadikan sayuran. Pucuk batang rotan atau yang disebut umbut juga dapat dijadikan sebagai bumbu penyedap masakan.

Rasa sepat yang dimiliki batang rotan memberikan selera tersendiri pada masakan. Kurang lebih ada 9 jenis rotan, yang pucuknya bisa dijadikan sebagai bumbu masakan. • Getah rotan dijadikan meni Rotan juga bisa digunakan untuk melapisi kayu-kayu agar nampak artistik dan mengkilap.

Getah rotan yang dikenal sebagai dragon’s blood yang artinya darah naga ini di gunakan untuk melapisi kayu-kayu artistik. Pemanfaat getah menjadi meni ini juga di gunakan untuk melapisi gitar, dan biola. • Pembuatan bola sepak takraw Tahukah Anda bahwa bola yang digunakan untuk olahraga sepak takraw di buat dari rotan. Bola sepak takraw memang sangat kuat dan lentur bukan.

Sifat itulah yang dimiliki oleh batang rotan. Untuk dapat di bentuk menjadi bola sepak takraw, rotan perlu melalui proses yang panjang. Mulai dari proses pengeringan batang kayu, hingga pelurusan agar rotan bisa di bentuk sedemikian rupa. • Bahan baku kerajinan tangan Rotan ketika di ambil dari hutan alami atau budidaya perlu melewati proses pengolahan yang cukup panjang. Dimulai dari proses penggorengan kayu rotan, pengeringan, pelurusan kayu, pemutihanhingga pengawetan kayu.

Kesemuanya dilakukan agar rotan bisa di gunakan untuk bahan baku seperti kerajinan tangan yang membutuhkan bahan yang kuat dan elastis. Selain itu, bahan rotan yang tahan lama karena bersahabat dengan zat-zat pengawet membuatnya digemari para pengerajin untuk di jadikan sebuah hasil karya kerajinan tangan.

Banyak hasil karya kerajinan tangan yang bisa di buat. Mulai dari aneka macam keranjang, hiasan dinding, ornamen-ornamen rotan untuk menghiasi rumah, pemukul debu kasur, vas bunga, pot gantung, dll. Banyak sekali karya kerajinan tangan yang akan di buat seiring meningkatnya daya kreatifitas dan di tunjang dengan ketersediaan batang rotan yang melimpah di negeri ini.

• Kontruksi atap untuk rumah kayu Rotan sangat elastis dan kuat. Pemberian zat pengawet yang tepat akan membuat kualitas rotan jadi lebih tahan lama. Bagi dunia arsitektur, rumah sangat baik digunakan untuk dijadikan kontruksi atap fungsi rotan adalah bangunan rumah kayu yang di desain artistik. Umumnya rotan akan dikombinasikan dengan kayu-kayu seperti jati, pinus dan juga bambu.

• Dijadikan tongkat untuk para pendaki Jika Anda suka hiking tentu mengenal peralatan pendakian berupa tongkat. Ya, tongkat yang digunakan untuk proses pendakian di buat dari rotan.

Selain untuk para pendaki, ada juga penggunaannya untuk tongkat olahraga lainnya. Beberapa tongkat ski ada juga yang terbuat dari rotan. • Dijadikan tali pengikat dan jala Untuk konstruksi dari kayu biasanya dibutuhkan pengikat yang kuat.

Bagi nelayan, kadang menjadikan rotan untuk mengikat perahunya, selain itu rotan digunakan juga oleh nelayan sebagai alat penangkap ikan. Jenis rotan yang digunakan adalah rotan dandan. • Digunakan untuk obat tradisional Sempat di ulas di awal, bahwa batang rotan mengandung zat tanin.

Kandungan kimia tersebut terdapat pada rata-rata jenis rotan. Dalam dunia medis, kandungan tanin cukup bermanfaat untuk melawan bakteri dan virus. Sifat itu kemudian di manfaatkan oleh ahli herbal untuk mengatasi penyakit yang disebabkan infeksi bakteri seperti: • Penyakit radang tenggorokan • Mengatasi batuk dan pilek berkepanjangan • Penyakit diare • Penyakit malaria • Pendarahan organ dalam Baik untuk obat herbal: • Manfaat jahe • Manfaat temu putih • Manfaat kapulaga • Manfaat keladi tikus Lalu bagaimana cara pemanfaatannya?

Untuk dijadikan obat herbal sebenarnya Anda hanya perlu menyertakan batang bambu ke dalam menu makanan Anda, misalkan saja bisa dijadikan sebagai tumisan, atau di campur pada makanan berkuah.

Cara konsumsinya: • Cuci terlebih dahulu rotan yang di dapat sampai bersih • Selanjutnya, potong kecil-kecil rotan tersebut • Kemudian rebus rotan untuk menghilangkan getahnya • Tiriskan rotan tersebut • Anda bisa mencampurkan potongan rotan tersebut pada bahan masakan Anda • Konsumsi rotan tersebut bersama sayuran atau menu masakan yang Anda makan Rekomendasi Baca Lainnya : • Manfaat kayu manis • Manfaat kayu nagasari • Manfaat kayu ulin Kalimantan • Manfaat kayu stigi • Manfaat kayu meranti • Manfaat kayu kokka kalimantan • Manfaat kayu ular papua Sedangkan dari bahasa yunani rotan disebut Lepidocaryodidae yang berarti sekumpulan tanaman yang tumbuh memanjat.

Indonesia tercatat sebagai penghasil rotan terbesar di dunia. Hampir sebahagian besar kebutuhan rotan di dunia berasal dari indonesia. Setidaknya sekitar 70 % kebutuhan rotan dunia dipasok dari Indonesia.

Mengenal Fungsi Rotan Sebagai Bahan untuk Furniture Rumah Minimalis Rotan merupakan bahan furniture yang ideal dan ramah lingkungan – Mengenal fungsi rotan – narmadi.com/properti Manfaat rotan sebagai furniture pada rumah minimalis sangatlah banyak. Hal ini dikarenakan sifatnya yang elsatis dan tahan lama, sehingga banyak dijadikan aneka macam perabotan rumah tangga. Rotan sendiri adalah sejenis kelompok palma yang hidup memanjat yang banyak tersebar di wilayah tropis Afrika, Asia dan Australia.

Indonesia tercatat sebagai penghasil rotan terbesar di dunia, hampir sebagian besar kebutuhan rotan di dunia berasal dari Indonesia.

Rotan yang jumlahnya sangat banyak dan mudah diolah, sering dijadikan sebagai pengganti kayu. Rotan memiliki kandungan kimiawi yang membuatnya kuat dan tahan lama dibandingkan dengan kayu.

Sehingga rotan sangat disukai oleh para pengrajin untuk dijadikan bahan dasar pembuatan mebel. Fungsi rotan adalah hasil karya kerajinan tangan yang bisa di buat dari bahan rotan, mulai dari aneka macam keranjang, hiasan dinding, ornamen hiasan rumah, vas bunga, pot gantung dan lain sebagainya. rotan alami sebagai hiasan di dalam rumah yang indah – Mengenal fungsi rotan – narmadi.com/properti Secara fisik rotan dapat dikenali dari ciri-ciri rotan yang khasnya yakni batang rotan yang kecil biasanya berdiameter 2 – 5 cm.

Saat masih muda, rotan tumbuh secara soliter dengan ciri fisik seperti kelapa atau aren, hanya saja tangkai daunnya lebih kecil. Tangkai tersebut berwarna hijau muda dan ditumbuhi banyak duri.

Duri ini memiliki fungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora. Setelah rotan tumbuh besar, barulah muncul perubahan fisik pada organ-organ rotan. Warna daunnya menjadi agak hijau tua, dan tangkainya tumbuh lebih panjang.

Setelah itu rotan membentuk rumpun yang ditandai dengan munculnya beberapa anakan baru dari pangkal batang. Di satu rumpun dapat tumbuh beberapa batang inti yang bisa tumbuh panjang dengan cepat. Batang inilah yang akan dipanen ketika rotan telah matang atau cukup umur. Batang rotan biasanya langsing dengan diameter 2–5 cm, beruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh duri-duri yang panjang, keras, dan tajam. Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan furniture dengan bahan rotan saat kini.

Apakah Anda juga tertarik menggunakannya? Demikian ulasan singkat, sebagai tambahan referensi agar sedikit bisa mengenal fungsi rotan secra umum. Semoga bermanfaat. Editted 14/01/2022 by diminimalis lutfi.diminimalis Menulis pertama kali di diminimalis dimulai tanggal 7 Agustus 2016. Topik tulisannya seputar desain rumah minimalis, interior, eksterior, landscape dan juga aquascape, termasuk kolam renang, mulai dari pembuatan, renovasi dan juga perawatan, dengan mengedepankan konsep green living dan citra hunian yang nyaman bagi keluarga.

All Post - Website
1. Klasifikasi Rotan Rotan adalah salah satu kelompok palma dari puak (tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat, terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Rotan tumbuh liar di dalam hutan atau ada yang sengaja ditanam untuk keperluan tertentu sehingga dapat dimanfaatkan. Rotan termasuk fungsi rotan adalah produk dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang sudah lama dikenal. Produk-produk olahan rotan sebagai HHBK memberikan sumbangan pendapatan kepada negara.

Klasifikasi ilmiah dari rotan adalah sebagai berikut (Uhl & Diansfield, 1987) : Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monokotyledoneae Ordo : Arecales Famili : Palmae/Arecaceae Subfamili : Calamoideae Genus : Calamus Spesies : Calamus spp.

Sumber Gambar (rimbakita.com) 2. Morfologi Rotan Bagian rotan yang sering digunakan adalah batang. Dari hal tersebut, akar rotan sangat jarang diketahui oleh masyarakat. Akar rotan secara umum memiliki dua sifat yakni geotropik dan apogeotropik.

Berdasarkan sifat tersebut mengindikasikan bahwa sistem perakaran rotan termasuk sistem perakaran di dalam tanah yang sangat rumit. Akar rotan berbentuk serabut dengan sistem perakaran bergerak secara vertikal (40%) dan horizontal (60%) (Sanusi, 2012).

fungsi rotan adalah

Rotan termasuk salah satu sebagai tumbuhan liar yang merambat dengan batang berdiameter 2-5 cm, beruas-ruas panjang, tidak berongga, dan dilindungi oleh duri-duri panjang, keras, dan tajam. Duri tersebut sebagai bagian dari batang rotan yang memiliki fungsi sebagai pertahanan diri dari serangan jenis hewan herbivora.

Selain itu, duri pada rotan juga berfungsi sebagai alat untuk memanjat. Hal ini terjadi karena pada rotan tidak memiliki slur. Selanjutnya, batang rotan memiliki banyak kandungan air. Air yang berasal dari rotan dapat diminum apabila kehabisan air di dalam kawasan hutan.

Air ini akan keluar jika batang rotan ditebas. Kunjungi juga : Klasifikasi, pengenalan, dan Budidaya Lebah Kelulut Daun yang dimiliki oleh rotan berbentuk majemuk dimana ruas batang tertutupi dengan pelepah daunnya. Januminro (2000) menjelaskan bahwa daun rotan terletak sejajar, menyirip, atau pun berseling di sepanjang pelepah daun. Selain itu, daun rotan juga masih memiliki anak daun. Anak daun rotan secara umum berbentuk pita atau lanset dan juga belah ketupat (Kalima, 1999).

Selain batang dan daun, rotan juga menghasilkan bunga berbentuk majemuk. Bunga pada rotan terbagi menjadi dua bagian yakni bunga pada bagian tepi batang dan pada bagian ujung batang. Pembagian bunga ini tergantung pada jenis rotan. Umumnya, rotan terbungkus dengan seludang dan berukuran kecil dengan warna yang bervariasi seperti hijau, coklat, atau krem (Januminro, 2000). Buah rotan memiliki sisik pada bagian kulit luar dimana ukuran sisik tersebut searah dengan ukuran buahnya.

Buah rotan berbentuk bulat lonjong atau bulat telur fungsi rotan adalah warna coklat, hijau, kemerah-merahan, dan kuning emas. Selanjutnya, buah ini memiliki permukaan yang halus atau berbulu kasar (Januminro, 2000). 3. Manfaat Rotan Rotan sangat bermanfaat sehingga sangat dikenal di dunia perdagangan. Umumnya rotan dikenal dengan sebutan rattan, yang artinya dalam bahasa Melayu adalah rautan. Rautan diartikan sebagai benda yang didapatkan dengan cara meraut, menggunakan pisau maupun parang yang tajam.

Benda-benda tersebut selanjutnya dapat dijadikan tali yang digunakan untuk mengikat benda lainnya. Selai itu, fungsi rotan adalah juga bisa dirakit menjadi barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti tikar, kursi, meja, keranjang, dan barang lainnya.

Selain itu, nama perdagangan rotan juga diketahui sebagai bin rattan, core peel, dan canes. Sebelum dimanfaatkan tentunya rotan harus dipanen terlebih dahulu.

Pemanenan rotan dapat dilakukan setiap saat dengan memperhatikan kelopak tidak menutupi bagian bawah batangnya, daunnya sudah mengering, serta duri dan kelopak daun sudah rontok.

Rotan yang dipanen kemudian diolah menjadi berbagai produk yang digunakan oleh masyarakat. Pengolahan ini biasanya dalam skala besar seperti industri. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir bahan rotan yang digunakan industri semakin menurun. Hal ini dipengaruhi oleh budidaya rotan yang tidak sejalan dengan penggunaannya. Belum lagi rotan yang digunakan tidak semuanya terpakai sehingga menjadi limbah industri.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anam et al (2020) di salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dimana 600 kg rotang yang fungsi rotan adalah sebagai bahan baku industri setiap bulannya dapat menghasilkan 75 kg limbah.

Limbah tersebut tidak digunakan sama sekali. Rotan utamanya dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel untuk pembuatan kursi, meja, serta perabotan lainnya. Keunggulan rotan dari pada kayu adalah kuat dan juga elastis sehingga dalam pembentukannya lebih mudah. Selain itu, rotan juga sangat ringan dan murah di pasaran. Akan tetapi, rotan sangat rentan terhadap serangan kutu bubuk atau dikenal dengan Pin Hole. Selain digunakan sebagai bahan mebel bagian batang rotan juga dapat dibuat sebagai tongkat serta senjata.

Selain itu di beberapa perguruan pencak silat di Indonesia mengajarkan cara bertarung menggunakan batang rotan. Di beberapa tempat di Asia Tenggara, rotan dipakai sebagai alat pemukul dalam hukuman cambuk rotan bagi pelaku tindakan kriminal tertentu. Beberapa rotan mengeluarkan getah (resin) dari tangkai bunganya. Resin yang dihasilkan oleh rotan memiliki warna merah. Di dunia perdagangan, resin tersebut dikenal dengan sebutan dragon's blood yang digunakan untuk mewarnai berbagai karya tradisional maupun modern.

fungsi rotan adalah

Fungsi rotan adalah, di beberapa daerah di Indonesia seperti masyarakat Kalimantan Tengah memanfaatkan rotan sebagai sayuran. Bagian rotan yang digunakan adalah bagian rotan muda. 4. Penyebaran Rotan Indonesia termasuk di dalam bagian negara yang menghasilkan rotan dalam skala besar di dunia. Di Indonesia, luas kawasan hutan yang memiliki rotan di dalamnya diperkirakan sebesar 13,20 juta ha yang terdiri dari 8 marga dengan 306 jenis.

51 jenis diantaranya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik itu untuk pembuatan perabotan rumah tangga maupun diekspor untuk memperoleh harga yang sedikit lebih mahal dan menguntungkan. Jenis rotan yang memiliki harga tinggi diantaranya terdapat dua jenis yakni Calamus dan Daemonorops.

Kunjungi juga : Mengenal Tumbuhan Karamunting Sebagian besar rotan tumbuh dan dapat ditemui di hutan di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua serta di beberapa daerah di Indonesia.

Kementerian Perindustrian Indonesia (2007) mencatat bahwa sebanyak 80% kebutuhan rotan dunia dipasok oleh Indonesia. Sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh dan negara Asia lainnya. 5. Sifat-Sifat Rotan Adapun sifat sifat rotan secara umum adalah sebagai berikut: • Mempunyai batang berduri dan memanjat tetapi terdapat juga jenis yang tidak memanjat. • Terdapat 13 genus rotan di dunia dan hampir fungsi rotan adalah jenis rotan dihasilkan daripadanya.

• Sebaran hanya tumbuh di Asia dan Barat Afrika saja. Di Semenanjung, rotan bisa ditemui diberbagai jenis ketinggian dari arah laut sehingga ke ke puncak gunung 3000 m. • Rotan dapat tumbuh secara tunggal dan juga berkelompok dan biasanya memanjat dan juga memiliki batang yang kerdil tidak memanjat. • Rotan memiliki komponen kimia yang menentukan kekuatan dan keawetan rotan. Menurut Rachman (1996), komponen kimia rotan adalah holoselulosa (71%-76%), selulosa (39%-58%), lignin (18%-27%), silika (0,54-8%), tanin (8,14%-8,88%0) dan pati (18,50%-23,57%).

• Rotan mengandung pati sebagai sumber makanan utama bubuk kayu selain rayap. Makin tinggi kandungan pati dalam rotan, maka makin mudah diserang oleh bubuk kayu kering. • Ukuran sel pori dan tebal dinding sel serat menentukan keawetan dan kekuatan rotan.

Berdasarkan hasil peneltian, dinding sel serat rotan memiliki tebal berkisar antara 3,49 µm – 4,89 µm. Makin tebal dinding sel maka makin keras dan berat suatu jenis rotan (Rachman, 1996).

• Rotan memiliki sifat fisika dan mekanika antara lain, berat jenis 0,47-0,57; kadar air basah 84,32%-167,11%; kadar air kering udara 13,76%-18,19%; panjang ruas 20,76-37,20 cm; tingi buku 0,16-,39; keteguhan patah (MOR) 421-834 kg/cm2; keteguhan lentur (MOE) 14.548-22.000 kg/cm2. Anam, A.

K., Arifin, M., Widiastuti, A., & Arifin, Z. 2020. Pengembangan Produk Orientasi Ekspor dan Inovasi Produk pada UMKM Rotan Indah Jepara. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 3 (2): 15-23. https://doi.org/10.15575/jak.v3i2.9441 Januminro, CFM. 2000. Rotan Indonesia, Potensi, Budidaya, Pemungutan, Pengolahan, Standar Mutu dan Prospek Pengusahaan. Kanisius. Jakarta Kalima, T. 1999. Kunci Identifikasi 17 Jenis Rotan untuk Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat. Buletin Penelitian Hutan.

Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor Rachman, O. 1996. Peranan Sifat Anatomi, Kimia dan Fisik terhadap Mutu Rekayasa Rotan. [Thesis]. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/747 Sanusi, D. 2012. Rotan Kekayaan Belantara Indonesia. Brilian Internasional. Surabaya Uhl, N.W. & Diansfield, J. 1987. Genera Palmarum. A Classification of Palmsbased on the World of Harold E.

Moore. Jr Lawrwncw-USA. Allen Press. Siapa yang tak kenal anyaman rotan? Benda ini bukan saja bisa dimanfaatkan secara meluas oleh masyarakat, tapi juga sudah melalang buana ke berbagai negara membanggakan Indonesia. Sudahkan Anda tahu bahwa Indonesia merupakan penghasil rotan terbesar di dunia? Indonesia dengan tanahnya yang subur dan iklimnya yang tropis merupakan surge tersendiri bagi banyak flora tak terkecuali tanaman rotan.

Baca Juga : Kegunaan Kayu Hitam Tak mengherankan apabila produk-produk rotan sudah sangat jamak dibuat di negara ini. Bahkan produksi rotan menjadi berbagai macam benda sudah dimulai sejak zamah dahulu kala. Rotan umumnya dianyam untuk kemudian dijadikan komponen suatu benda atau bagian utama benda itu sendiri.

Anyaman rotan ini bisa kita temukan pada: Baca Juga : Karakteristik dan fungsi kayu gelam 3 Fungsi Anyaman Rotan Furniture Pada furniture, anyaman dari bahan ini bisa digunakan sebagai salah satu komponen atau bahan keseluruhan komponen. Sebagai salah satu komponen, kita bisa menemukannya pada sandaran atau dudukan kursi.

Tapi tak jarang juga rotan digunakan utuh dalam sebuah produk mebel. Craft atau Kerajinan Kerajinan rotan sudah sangat banyak digunakan masyarakat Indonesia. Kita mengenalnya dalam bentuk tas rotan, dompet, kipas, boneka, hingga topi. Konstruksi Jangan salah, meski bukan menjadi bagian utama, namun anyaman rotan juga bisa menjadi salah satu bagian konstruksi bangunan. Tentu saja fungsinya lebih untuk mempercantik konstruksi tersebut. Baca Juga : begini tahapan pembuatan anyaman rotan Awas Ancaman Jamur Waspadalah pada ancaman jamur yang bisa merusak rotan.

Meskipun rotan terbukti kuat dan sangat menawan saat digunakan pada 3 keperluan di atas, namun bukan berarti bahan ini tidak memiliki kekurangan. Setidaknya rotan sudah sangat sering terjadi kasus di mana serangan jamur pada rotan terjadi hingga menyebabkan bangkrut. Baca Juga : jenis bambu yang biasa digunakan untuk membuat benda kerajinan Ada dua varian jamur yang harus Anda waspadai: Jamur Stain Jamur ini menyebabkan noda yang seolah muncul dari dalam anyaman rotan.

Noda warna tersebut tidak bisa hilang meski fungsi rotan adalah digosok-gosok. Warna nodanya sendiri sangat beragam mulai dari hitam hingga kebiruan. Baca Juga : aneka hiasan bunga kering Jamur Permukaan Jamur ini awalnya hanya tumbuh di atas permukaan rotan. Terdapat hifa menyerupai jamur tempe. Bila dibiarkan, jamur akan tumbuh merasuk ke dalam material tersebut sehingga menyebabkan kerusakan hebat.

Solusi untuk menghadapi kedua jenis jamur ini adalah melakukan treatment sejak dini. Treatment pengawetan rotan bisa Anda upayakan menggunakan obat antijamur BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative. Baca Juga : aneka kayu yang bisa digunakan untuk pembuatan furniture
Pohon rotan merupakan pohon asli yang tumbuh subur di daerah tropis. Itu kenapa pohon rotan mudah untuk di temui di benua Asia, Afrika dan Australia.

Pohon ini memiliki batang yang tinggi dan untuk lebar ukuran batangnya fungsi rotan adalah mencapai 2 sampai dengan 5 sentimeter. Sedangkan untuk ruasnya endiri pohon rotan memiliki ruas yang panjang. Dan di permukaan batangnya terdapat duri yang tajam sehingga Anda harus berhati – hati jika berada di sekitar batangnya tersebut.

Pohon rotan terkenal memiliki beragam fungsi yang dapat berguna bagi kehidupan manusia. Sehingga wajar jika manfaat rotan bagi kehidupan terdiri dari beberapa penjelasan berikut ini : 1. Bahan baku Manfaat pohon rotan yang pertama adalah kayunya. Kayu dari pohon rotan banyak di gunakan dalam bahan baku industri mebel.

Contohnya adalah pembuatan perabot rumah tangga. Perabot rumah tangga merupakan salah satu kebutuhan setiap keluarga untuk memperindah rumah. Itu sebabnya industri ini tidak pernah mati jika memiliki beragam kreatif dalam membuat perabot rumah tangga yang unik sehingga para konsumen menjadi senang dan tertarik untuk membeli.

Perabot rumah tangga yang merupakan kebutuhan utama adalah meja, kursilemari dan tempat tidur. Pemilihan kayu jenis rotan adalah pilihan tepat karena kayu ini sangat kuat, ringan dan mudah untuk dibentuk. Hanya saja dibalik kelebihannya kayu rotan yang dibuat menjadi perabot jika memiliki kekurangan.

Salah satu kekurangannya adalah mudah untuk dimakan rayap sehingga menjadi bubuk dan lama – lama lapuk. 2. Cambuk Pembuatan cambuk juga banyak berasal dari pohon rotan. Bagian pohon rotan yang dimanfaatkan adalah cambuk. Cambuk merupakan bentuk kerja untuk melakukan pemukulan contohnya untuk kuda atau kerbau. Cambuk yang digunakan untuk membuat kuda berjalan sedangkan untuk kerbau juga untuk membuat binatang ternak ini berjalan.

Biasanya pemanfaatan cambuk untuk kuda adalah kuda yang membawa bendi. Dengan diberi lecutan sedikit kuda akan mulai berlari dan bendi ini merupakan salah satu alat transportasi yang sudah ada sejak lama. Sedangkan untuk kerbau biasanya diberi lecutan untuk membajak sawah. Pada zaman dahulu orang menggunakan tenaga kerbau untuk mengolah sawah. Di saat sekarang lebih banyak menggunakan tenaga mesin. Namun tak jarang banyak juga kita jumpai masih menggunakan bantuan tenaga kerbau untuk membajak sawah khususnya di desa.

3. Sayuran Manfaat sayur – sayuran adalah sebagai pemenuhan kebutuhan akan vitamin dan mineral. Dimana kedua sumber kebutuhan dalam skala kecil ini hanya terdapat didalam sayur. Contoh sayuran yang paling menjadi favorit adalah kangkung, singkong, wortel dan brokoli.

penjabaran mengenai manfaat sayuran tersebut adalah sebagai berikut ini : • Manfaat kangkung yang paling penting adala untuk mencegah anemia. Anemia merupakan penyakit kekurangan darah dimana kadar hemoglobin dalam darah berkurang.

Dan salah satu upaya untuk mencegah anemia adalah mengosumsi kangkung. • Manfaat daun singkong adalah untuk menjaga metabolisme dalam tubuh aktif. Metabolisme tubuh penting untuk membantu membakar kalori dalam tubuh.

Sehingga jika metabolisme dibakar secara tepat maka dapat membantu menurunkan berat badan secara bertahap. • Manfaat wortel sangat beragam salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan mata. Itu kenapa sejak kecil para dokter menyarankan untuk memasukkan wortel kedalam menu sayuran harian Anda. Sedangkan untuk • Manfaat brokoli adalah mampu mengontrol kolesterol dalam darah sehingga kadar kolesterol tetap seimbang.

Karena kadar kolesterol yang tinggi didalam darah dapat mengakibatkan kesehatan jantung menjadi terganggu. Setelah tahu beragam banyak manfaat untuk sayur maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk rajin mengonsumsi sayuran. Terutama sayuran fungsi rotan adalah berasal dari batang rotan karena sayuran dari batang rotan juga memiliki beragam manfaat. Salah satu manfaat dari sayuran batang rotan adalah meningkatkan nafsu makan.

Jika Anda tidak memiliki selera untuk makan maka penggunaan batang sayuran rotan ini sangat cocok untuk menjadi rekomendasi. 4. Bumbu masak Manfaat pohon rotan yang terakhir adalah sebagai bumbu masak.

Bumbu masak berguna untuk menambah cita rasa pada masakan agar masakan yang kita konsumsi terasa enak dan cocok dilidah. Umumnya jenis masakan yang lebih banyak membutuhkan bumbu masak adalah gulai. Beberapa gulai bahkan membutuhkan bumbu masak yang komplit untuk cita rasa yang khas. Bagian rotan yang dapat dijadikan sebagai bumbu masak adalah daunnya.

Untuk itu sebelum menggunakan daunnya terlebih dahulu cuci hingga bersih daun tersebut baru campurkan dengan gulai atau masakan Anda. Selain itu terdapat juga manfaat daun dill dan manfaat rempah – rempah untuk kesehatan yang dapat dijadikan sebagai bumbu masakan.
Rotan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki potensi rotan yang sangat tinggi. Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok produk ini dalam jumlah yang besar dengan memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia atau sekitar 306 jenis. Menurut Subraja (1997) dalam Pramudiarto (2006), potensi produksi rotan Indonesia saat itu mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun dari luas areal hutan rotan sebesar 10 juta hektar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara terutama Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Rotan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berpotensi tinggi di bidang ekonomi ini, ternyata juga memiliki beberapa keunikan.

Salah satunya adalah batangnya yang menyimpan banyak air, sehingga apabila ditebas batangnya akan mengeluarkan air yang dapat membantu dalam bertahan hidup di alam. Selain itu, banyak keunikan-keunikan lainnya yang dimiliki oleh salah satu fungsi rotan adalah HHBK ini.

Oleh karena itu, untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman pemanjat/perambat ini, mari kita simak artikel berikut! DAFTAR ISI • 1. Taksonomi • 2. Morfologi • 3. Habitat • 4. Sebaran Tumbuhan Rotan • 5. Jenis-Jenis Rotan • 6. Pemanenen Rotan • 7. Pemanfaatan Rotan • 8. Rotan di Bidang Furniture 1. Taksonomi Kriteria Keterangan Kingdom Plantae Subkingdom Viridiplantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Angiospermae Kelas Magnoliopsida Ordo Palmales Famili Palmae Genus Calamus L 2.

Morfologi HHBK ini dikenal sebagai tanaman yang tumbuh merambat atau memanjat pada pohon – pohon besar sebagai penopangnya. Hal ini disebabkan oleh adanya sulur pemanjat rotan yang muncul dan tumbuh dari ruas-ruas batang tumbuhan ini dengan panjang yang bervariasi. Beberapa rotan tidak memiliki sulur, namun memiliki duri-duri di sepanjang batangnya yang membantu rotan untuk memanjat atau merambat. Batangnya sendiri berbentuk bulat atau segitiga memanjang yang panjangnya dapat mencapai puluhan meter.

Panjang dan diameternya sangat bervariasi tergantung jenisnya. Batang tumbuhan ini beruas-ruas dan dibatasi oleh buku-buku. Bagian batang tumbuhan ini merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan dan bernilai ekonomi tinggi.

Bedasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan ini dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu tumbuh soliter/tunggal dan tumbuh berumpun. Tumbuhan yang tumbuh soliter hanya dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul yang terpotong, sedangkan yang tumbuh berumpun dapat beregenerasi kembali dan tumbuh fungsi rotan adalah menerus. Rumpun terbentuk oleh berkembangnya tunas-tunas yang dihasilkan dari kuncup ketiak pada bagian bawah batang. Pada batang terdapat daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang.

Panjang, lebar, dan bentuk daun juga sangat bervariasi tergantung jenisnya. Seperti halnya dengan tumbuhan lainnya, daunnya memiliki fungsi fotosintesis. Selain itu daunnya juga memiliki duri-duri kecil sebagai bentuk pertahanan diri. Daun ini umumnya tumbuh mengahadap ke dalam sebagai penguat mengaitkan batang pada tumbuhan penopangnya atau inangnya. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan berbunga majemuk yang terbungkus oleh seludang.

Bunga jantan dan bunga betina pada umumnya berumah satu, namun terdapat beberapa jenis rotan yang bunganya berumah dua. Pada jenis bunga yang berbunga dua, penyerbukan dibantu oleh serangga ataupun angin. Bunganya memiliki ukuran yang relatif kecil dan memiliki 3 putik pada bunga betina, sedangkan bunga jantan mempunyai 5 benang sari. Tumbuhan ini juga memiliki buah yang berbentuk bulat, bulat oval, atau lonjong.

Buahnya memiliki sisik buah berbentuk fungsi rotan adalah dan tersusun secara vertikal dari toksis buah. Sistem perakaran rotan berupa sistem perakaran serabut. Warna akarnya juga bervariasi mulai dari putih keabu-abuan, kekuning-kungan hingga kehitam-hitaman.

fungsi rotan adalah

KLIK DI SINI Fungsi rotan adalah TERUS MEMBACA 3. Habitat Rotan merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis maupun tropis seperti Indonesia. Habitat tumbuhnya sendiri pada umumnya berupa daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian 300-1000 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat, tumbuhan ini semakin jarang ditemukan. Tumbuhan ini juga sangat sedikit bahkan jarang ditemukan di daerah berkapur.

Rotan tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm per tahun. Menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 24 0C – 30 0C. Tumbuhan HHBK ini yang tumbuh merambat/memanjat pohon-pohon tinggi akan memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan tentunya lebih panjang serta memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena rotan ini mendapatkan intensitas cahaya matahari yang lebih banyak.

4. Sebaran Tumbuhan Rotan Rotan merupakan tumbuhan khas daerah tropika karena banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa. Tumbuhan ini menyebar dari Afrika, India, Srilangka, Tiongkok Bagian Selatan, Malaysia, Pasifik Bagian Barat dan tentunya Indonesia. Keanekaragaman jenis ini banyak dijumpai di Asia Tenggara dan merupakan komoditas penting setelah kayu. Di Indonesia sendiri, salah satu komoditi kehutanan ini fungsi rotan adalah ditemui di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

5. Jenis-Jenis Rotan Rotan di Indonesia dikenal sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu yang sangat potensial bahkan diperkirakan kurang lebih terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jenis yang ada di dunia kini mencapai ratusan jenis dengan 13 marga yang tersebar di seluruh dunia, 9 marga diantaranya dapat tumbuh di Indonesia yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha (Jasni et al.

fungsi rotan adalah

2007 dalam Kalima 2015). Calamus dan Daemonorops merupakan dua marga di antara 9 marga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Calamus juga merupakan marga yang paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki daftar jumlah jenis rotan yang terancam punah, salah satunya jenis tumbuhan dari famili Arecaceae.

Tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi, yaitu • Calamus ciliaris, • C. melanoloma, • C. hispidulus, • C. impaar, • C. karuensis, • C. fungsi rotan adalah, • C. minahassae, • C. pandanosmus, • C. pygmaeus, • C. spectabilis, • C. robinsonianus, • Ceratolobus pseudoconcolor, • Daemonorops acamptostaachys, • D.

monticola, • Korthalsia junghunii, • Plectocomia billitonensis, • P. longistigma, • P. lorzingii, • P. pygmaea, dan • Plectocomiopsis borneensis. Berdasarkan jumlah tersebut dievaluasi oleh Budiharta et al. 2011 dalam Kalima 2015 terdapat penambahan rotan langka taitu Calamus manan, sehingga kini terdapat 21 jenis yang langka. 6. Pemanenen Rotan Rotan yang siap dipanen memiliki berberapa ciri-ciri khusus di adalah batangnya berwarna kuning, daunnya sudah gugur, durinya berwarna hitam atau kuning kehitaman dan batangnya sudah tidak dibalut pelepah.

Pemanenannya tergolong sangat sulit karena selain tumbuh memanjat di pohon-pohon besar, tumbuhan ini biasanya saling berjalin dengan cabang atau pohon yang lainnya. Kondisi tersebut akan menyulitkan para pemanen untuk menarik batangnya secara keseluruhan. 7. Pemanfaatan Rotan Rotan yang dikenal sebagai green product juga dikenal sebagai produk multifungsi karena memiliki banyak manfaat. Batangnya yang sudah tua banyak dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan tangan dan perabotan rumah tangga.

Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagi ikat pinggang bagi wanita suku Wemale yang berasal dari Pulai Seram, Provinsi Maluku. Batangnya juga dapat digunakan untuk membuat tongkat penyangga berjalan bahkan senjata. Beberapa perguruan pencak silat bahkan menggunakan tumbuhan ini sebagai salah satu alat untuk latihan bertarung.

Ekstrimnya batangnya juga digunakan sebagai alat pemukul dalam hukuman cambuk bagi pelaku tindak kriminal tertentu di Asia Tenggara. Batangnya yang masih muda atau berwarna hijau biasa dimanfaatkan sebagai sayuran bagi masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Masyarakat Suku Mandailing di Sumatra Utara juga memanfaatkan pucuk mudanya sebagai sayuran/lalapan yang mereka sebut pakkat.

Selain dapat dikonsumsi manusia, rotan muda juga menjadi makanan favorit satwa liar yaitu badak. Batang muda, buah, dan akarnya juga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku obat tradisional.

Beberapa jenis tumbuhan ini yang batang mudanya dapat dimanfaatkan meliputi Calamus Hookerianus, Calamus metzianus, dan Calamus thwaitesii. Batangnya yang menyimpan banyak air dapat ditebas dan mengeluarkan air yang dapat diminum secara langsung. Cara ini pada umumnya digunakan oleh para petualang atau penjelajah untuk bertahan hidup di alam bebas. Tumbuhan ini juga mengasilkan getah pada bagian tangkai bunganya yang berwarna merah sehingga sering disebut “darah naga”.

Getahnya ini bisasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pewarna pada industri keramik dan farmasi. Selain itu, getahnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna biola atau gitar. Rotan memang memiliki manfaat langsung yang sangat banyak, namun selain itu tumbuhan ini juga memiliki manfaat tidak langsung. Manfaat tidak langsung tersebut berupa kontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja di sekitar hutan dalam bidang usaha-usaha pemanfaatan rotan.

Tumbuhan ini juga sangat bermanfaat sebagai habitat atau tempat berlindung bagi semut dalam helaian daun, duri maupun batanganya. 8. Rotan di Bidang Furniture Batangnya merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Batang yang dimanfaatkan fungsi rotan adalah batang yang tidak lagi fungsi rotan adalah hijau, melainkan berwarna kuning atau sudah tua. Pemanfaatannya di bidang furniture termasuk pemanfaatan yang sangat potensial karena tumbuhan ini sendiri memiliki beberapa keunggulan dari pada kayu yang umumnya digunakan dalam bidang furniture.

Kelebihan tumbuhan ini di antaranya ringan, kuat, elastis, atau mudah dibentuk dan murah. Selain memiliki kelebihan, tumbuhan ini juga memiliki kelemahan yaitu mudah diserang kutu bubuk pin hole dan jamur Blue Stain. Terdapat dua metode yang digunakan untuk pengawetannya yaitu pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk yang berukuran kecil.

Tidak semua jenis tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Beberapa yang umum dipergunakan dalam industri adalah Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, serta Pulut. Batang tumbuhan ini di bidang furniture banyak dimanfaaatkan sebagai bahan baku pembuatan perabot rumah tangga seperti mebel, kursi, meja, rak, penyekat ruangan, tempat tidur, lemari dan lain sebagainya.

Selain dimanfaatkan dalam bahan baku pembuatan perabotan rumah, rotan juga fungsi rotan adalah dalam pembuatan hiasan-hiasan. Rotan yang dianyam menjadi tikar merupakan salah satu produk yang bernilai ekonomi tinggi, terlebih jika rotan tipis-tipis dan halus. Produk seperti ini akan sangat diminati oleh pencinta barang antik. Anyaman produk ini sering dimanfaatkan sebagai penahan panas terik matahari yang dipasang di ventilasi rumah maupun perkantoran.

Perkembangan indutsri furniture rotan di Indonesia sangat berpotensi karena tumbuhan ini merupakan komoditi yang secara alami tumbuh dan tersebar di wilayah Indonesia. Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok (ekspor) tumbuhan ini dalam jumlah yang besar. Harga ekspor bahan baku rotan mentah maupun setengah jadi masih jauh lebih rendah jika dibandingakan dengan harga ekspor hasil industri furniture-nya.

Selain itu, industri furniture tumbuhan ini termasuk industri yang tidak memerlukan investasi atau modal besar. Industri furniture rotan di Indonesia selain didukung oleh jumah bahan mentah yang melimpah, potensi tenaga kerja yang cukup banyak juga dapat mendukung industri furniture rotan (ahmadhan 2009). Industri furniture rotan Indonesia juga pernah mengalami penurunan. Pada tahun 2007, beberapa produsen meubel rotan di Cirebon yang menjadi salah satu industri rotan terbesar selain Surabaya mengalami penurunan produksi.

Salah satu penyebab terjadinya hal fungsi rotan adalah adalah sulitnya memperoleh bahan baku yang berkualitas, sedangkan negara-negara pesaing dengan mudah memperolehnya. Akibatnya banyak usaha-usaha furniture ini harus gulung tikar. Penurunan industri pengolahan rotan, baik yang terjadi pada skala nasional maupun di sentra industri Cirebon sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2005.

Diduga penyebabnya adalah dikeluarkannya SK Fungsi rotan adalah Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan, yang memperbolehkan ekspor bahan baku rotan dan rotan setengah jadi mengakibatkan industri pengolahan rotan di dalam negeri sulit mendapatkan bahan baku.

Di pihak lain, negara-negara pesaing mudah mendapatkan bahan baku karena diduga adanya ekspor bahan baku rotan ke luar negeri secara ilegal.

fungsi rotan adalah

Dikutip dalam artikel Biro Umum dan Humas Departemen Perindustrian, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan beberapa tindakan yaitu: • Peningkatan kemampuan market intelligence, dengan mengoptimalkan fungsi Atperindag dan perwakilan diplomatik di luar negeri, aktif mengikuti event-event pameran produk rotan yang bergengsi di Luar Negeri.

• Perlu dilakukan peninjauan kembali tentang Ketentuan Ekspor Rotan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.

12/M-DAG/PER/6/2005, dalam rangka menjamin kontinuitas pasokan bahan baku rotan di dalam negeri, serta peningkatan daya saing produk barang jadi rotan di luar negeri. Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan Indonesia dalam rangka menampilkan hasil-hasil terbaik desain produk furniture rotan dan kerajinan rotan Indonesia penah dilaksanakaan pada November 2007.

Pameran ini diikuti oleh produsen furniture dan kerajianan rotan Indonesia yang tergabung dalam anggota ASMINDO dan AMKRI. Pameran ini juga menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan promosi dan pemasaran pengembanagn industri pengelolaan rotan nasional.

Itulah deskripsi singkat mengenai Rotan sebagai salah satu tumbuhan merambat yang sangat berpotensi dikembangkan dalam industri furniture Indonesia karena karna selain kelebihan dan manfaat yang dimilikinya, rotan juga termasuk green product yang ramah lingkungan.

Referensi: Kalima T. 2015. Keanekaragaman spesies rotan di Jawa Barat dan prospek pengembangan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiviversity Indononesia. 1(8) : 1820-1809. Pramudiarto DB.2006. Analisis nilai tambah dan ketercukupan bahan baku industri pemanfaatan rotan di Kabupaten Cirebon [skripsi]. Bogor (ID) : Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutana IPB Ramadhan A.

2009. Analisis daya saing industri furniture rotan di Indonesia [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB http://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologi-rotan/ [diunduh pada 2017 Nov 4 pukul 20.00 WIB] Biro Umum dan Humas Kemenperin.

http://www.kemenperin.go.id/artikel/471/Pengembangan-Industri-Pengolahan-Rotan- [diunduh pada 2017 Nov 4 pukul 21.33 WIB] Departemen Perindustrian4.3/5 - (57 votes) “Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi”, sebuah peribahasa lama yang mengisyaratkan makna jika tidak ada barang yang baik, maka dapat menggunakan barang lainnya. Disini rotan dimaknai sebagai sesuatu yang memiliki kualitas tinggi dan faktanya bahan baku dari tanaman hutan ini merupakan komoditas hasil hutan andalan Indonesia.

Rotan adalah salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dari sektor kehutanan. Sekitar 85% kebutuhan bahan baku rotan dunia berasal dari Indonesia. Selain nilai ekonomi, rotan juga menjadi indikator kesehatan ekologi hutan. Bagi sebagian suku di Indonesia, secara sosio-kultural rotan telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Misalnya oleh masyarakat suku Dayak yang telah ratusan tahun membudidayakan rotan secara tradisional dan turun temurun. Serta para wanita dari suku Wemali, dari Pulau Seram, Maluku yang memanfaatkannya untuk ikat pinggang. Daftar Isi • Mengenal Rotan • Taksonomi • Morfologi • Habitat • Sebaran di Indonesia & Dunia • Jenis Rotan • Sifat Rotan • Panen Rotan • Manfaat Rotan • Budidaya • 1. Pengadaan Biji • 2. Persiapan Semai • 3. Pembibitan • 4.

Penanaman • 5. Pemeliharaan • 6. Pemanenan • Perdagangan Rotan • Rotan dan Furniture • Kebijakan Perlindungan Mengenal Rotan Rotan adalah tanaman yang tumbuh merambat dari keluarga Palmae. Nama rotan diduga berasal dari bahasa Melayu, yaitu “raut” yang berarti mengupas, menguliti atau menghaluskan. Ekspor rotan asal Indonesia mencukupi sekitar 85% kebutuhan bahan baku di dunia. Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ini dihasilkan oleh daerah-daerah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua.

Selain Indonesia, negara lain yang menjadi penghasil rotan adalah Filipina, Vietnam dan negara-negara lain yang memiliki hutan tropis. Saat ini, penggunaan rotan alami sebagai bahan baku industri kerajinan mulai digeser oleh rotan sintetik dari bahan High Density Polythylene (HDPE). Sebab, bahan dari HDPE memiliki beberapa keunggulan, yakni lebih tahan lama, dapat didaur ulang, serta tersedia dalam berbagai pilihan warna.

Taksonomi Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah tanaman rotan, yaitu: Kingdom Plantae Subkingdom Viridiplantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Angiospermae Kelas Magnoliopsida Ordo Palmales Famili Palmae Genus Calamus L Morfologi Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.

Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun.

Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong. WWF Rotan mempunyai fungsi rotan adalah majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.

Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis fungsi rotan adalah berumah dua. Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan.

Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah. Habitat Iklim subtropis dan tropis yang ada di hutan Indonesia merupakan habitat tumbuh yang cocok untuk rotan. Skala tumbuh daerahnya juga cukup luas, mulai dari tanah berawa, tanah berkapur, tanah kering hingga pegunungan dengan ketinggian 300 sampai 1000 mdpl.

Lebih dari itu, rotan akan semakin sulit dan jarang tumbuh. Tumbuhan merambat ini tumbuh di hutan-hutan bercurah hujan 2000 hingga 3000 mm per tahun dengan suhu udara 24 C sampai 30 C. Semakin banyak sinar matahari yang diperoleh, maka rotan akan tumbuh semakin baik. Sebaran di Indonesia & Dunia Tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah hutan tropis dekat khatulistiwa, seperti hutan di Indonesia, Afrika, China Selatan, India, Sri Lanka, Malaysia, dan negara-negara Pasifik Bagian Barat.

Di Indonesia, rotan menempati posisi kedua setelah kayu sebagai komoditas fungsi rotan adalah hutan. Wilayah produsen rotan di Indonesia antara lain dari hutan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Jenis Rotan Berbagai jenis rotan tersebar di Indonesia. Menurut perkiraan, terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh hutan Indonesia dari jumlah total ratusan jenis lain yang tersebar di dunia. Rotan terdiri dari 13 marga, dimana 9 marga diantaranya tumbuh di Indonesia, yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha.

Rotan dari marga Calamus dan Demonorops merupakan dua marga yang menghasilkan rotan bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 dan evaluasi yang dilakukan oleh Budiharta dalam Kalima 2015, terdapat 21 jenis rotan di Indonesia yang terancam punah, langka dan dlindungi, yaitu: • C.

ciliaris • C. melanoloma • C. hispidulus • C. impaar • C. karuensis • C. spectabilis • C. robinsonianus • C. kjelbergii • C. minahassae • C. melanoloma • C. hispidulus • C. pandanosmus • C. pygmaeus • Ceratolobus pseudoconcolor • Daemonorops acamptostaachys • D.

monticola • Korthalsia junghunii • Plectocomia billitonensis • P. lorzingii • P. pygmaea • P. longistigma • P. lorzingii • P. pygmaea • Plectocomiopsis borneensis Pixabay Sifat Rotan Rotan memiliki sifat dasar yang berbeda dari kayu atau akar. Sifat ini terdiri fungsi rotan adalah sifat anatomi, sifat kimia, sifat struktur, sifat fisik, sifat mekanis, serta keawetan atau keterawetan yang dijelaskan sebagai berikut: • Sifat Anatomi – Struktur anatomi batang seperti besarnya ukuran pori dan dinding sel serabut berkaitan dengan tingkat keawetan dan kekuatan rotan.

Sel serabut adalah komponen struktural yang memberi kekuatan pada rotan. Dinding sel yang tebal akan menghasilkan batang dengan kualitas lebih kuat dan lebih berat. • Sifat Kimia – Secara umum, komposisi kimia rotan terdiri dari Holoselulosa (71-76 %), Selulosa (39-56 %), Lignin (18-27 %) dan Silika (0,54-8 %).

Masing-masing kandungan kimia tersebut memberikan sifat-sifat sebagai berikut: • Holoselulosa merupakan Selulosa fungsi rotan adalah molekul gula linear berantai panjang.

Selulosa berfungsi memberikan kekuatan tarik pada batang karena adanya ikatan kovalen yang kuat dalam cincin piranosa dan antar unit gula penyusun selulosa. Makin tinggi selulosa makin tinggi juga keteguhan lenturnya. • Lignin adalah suatu polimer yang kompleks dengan berat molekul yang tinggi. Lignin berfungsi memberikan kekuatan pada batang. Makin tinggi lignin, makin tinggi juga kekuatan rotan.

fungsi rotan adalah

• Tanin merupakan “true artrigen” yang menyebabkan rasa sepat. Tanin berfungsi sebagai penangkal pemangsa. Hasil purifikasi tanin digunakan sebagai bahan anti rayap dan jamur. • Pati (karbohidrat) dalam batang sekitar 70%. Makin tinggi kadar pati, semakin rentan terhadap serangan bubuk rotan kering.

• Sifat Fisik – Secara kasat mata, kita dapat melihat ciri fisik atau bentuk rotan, yaitu: • Warna • Warna batang rotan bervariasi pada setiap jenisnya. Bahkan setiap individu dari jenis yang sama juga memiliki warna yang berbeda. Rotan dengan kualitas baik umumnya berwarna hijau darun ketika masih hidup.

Batang berwarna hijua daun tersebut akan berubah menjadi putih setelah selaput silikanya terkelupas dan akan semakin putih setelah melalui proses bleaching atau pemutihan. • Setelah rotan melalui proses pencucian atau dirunti atau diasapi dengan belerang, maka akan berwarna kuning langsat atau kuning keputihan, kecuali pada jenis semambu (cokelat kuning) dan buyung (kecokelatan).

• Selain warna kulit, kita juga dapat memperhatikan warna hatinya, seperti pada rotan umbulu (putih bersih) dan tohiti (keabu-abuan). • Kilap atau Kilau – Kilap atau suramnya rotan dapat menjadi ciri khusus dan menambah keindahan rotan.

Kilap yang dihasilkan dari struktur anatomi, kandungan zat ekstraktif, sudut datangnya sinat, kandungan air, lemak dan minyak. Semakin tinggi kadar air, minyak dan lemak maka akan semakin suram. • Bau dan Rasa – Kesegaran rotan dapat diketahu melalui bau dan rasa yang tidak mencolok. • Berat – Hal ini berkaitan dengan kadar air dan zat ekstaktif dalam rotan. Untuk mengurangi kadar air pada batang, perlu dilakukan proses pengeringan yang dapat menghilangkan kadar air dari 40% hingga 60% menjadi titik jenuh serat atau sekitar 15% hingga 30%.

• Kekerasan atau Elastisitas – Batang rotan mempunyai kemampuan menahan tekanan atau gaya tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh kadar air, umur panen, posisi batang (pangkal, tengah dan ujung). • Diameter – Ukuran batang atau diameter rotan dibagi menjadi dua, yaitu: • Diamater kecil, ialah rotan dengan diameter kurang dari 18 mm, seperti Sega, Irit atau Jahab, Jermasin, Pulut Putih, Pulut Merah, Lilin, Lacak, Manau Padi, Datuk Merah, Sega Air, Ronti, Sabut, Batu, Tapah, Paku dan Pandan Wangi.

• Diameter besar, ialah rotan yang berdiameter 18 mm atau lebih, seperti Manau, Batang, Mantang, Cucor, Semambu, Wilatung, Dahan, Tohiti, Seel, Balukbuk, Bidai, Buwai, Bambu, Kalapa, Tiga Juru, Minong, Umbulu, Telang dan Lambang. • Kesilindrisan – Untuk membandingkannya, kita dapat menyandingkan diameter rata-rata pangkal ruas dengan diamater rata-rata ujung ruas.

• Ruas – Ruas adalah bagian rotan yang fungsi rotan adalah diantara dua buku. Panjang ruas dibagi menajdi tiga macan, yakni ruas pendek, ruas sedang, dan ruas panjang. • Buku – Buku batang rotan dibagi menjadi tiga macam, yakni buku menonjol, buku agak menonjol, dan buku tidak menonjol.

Selain itu, arah buku juga dibagi menjadi dua, yaitu buku menceng dan agak menceng. • Selaput Silika – Hampir seluruh jenis tumbuhan ini memiliki lapisan silika yang membalut kulit luarnya, seperti Rotan Sega, Jermasin, Irit atau Jahab, Buyung yang memberikan efek kilap. • Parut Buaya – Parut buaya merupakan bekas parut yang seolaholah menggores kulit kearah transversal.

Selain parut buaya, juga terdapat sifat fisik berupa getah, seperti yang dimiliki Rotan Getah atau Sepat, Lacak, Jernang, dan Jermasin. • Sifat Struktur – Pengetahuan mengenai sifat struktur rotan belum diketahui lebih jauh. Sebagi petunjuk identifikasi, umumnya menggunakan pori yang dibedakan menjadi ukuran, bentuk, dan susunan.

• Sifat Mekanis – Sifat mekanis adalah kemampuan menahan gaya dari luar, seperti: • Keteguhan Tekan, Patah, Kekakuan dan Keuletan • Keteguhan Tekan adalah ketahanan terhadap kekuatan yang cenderung menghancurkan.

• Keteguhan Patah adalah ketahanan terhadap kekuatan yang akan mematahkan. • Kekakuan adalah kemampuan untuk mempertahankan bentuk ketika dilengkungkan. • Keuletan adalah kemampuan rotan untuk menahan kekuatan yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat. • Keteguhan Tarik adalah kemampuan rotan untuk menahan gaya yang cenderung memisahkan bagian-bagian dari rotan.

• Keteguhan Geser adalah ketahanan terhadap gaya yang menggeser fungsi rotan adalah. • Keteguhan Belah adalah ketahanan terhadap gaya yang membelah rotan. • Keawetan dan Keterawetan • Keawetan adalah daya tahan rotan terhadap berbagai faktor perusak, tetapi biasanya merujuk pada daya tahan terhadap faktor biologis yang disebabkan oleh organisme perusak rotan, yaitu jamur dan serangga rayap.

• Keterawetan adalah mudah atau tidaknya rotan ditembus bahan pengawet dengan proses tertentu, sehingga rotan yang telah diawetkan dengan bahan kimia (pengawet) tahan terhadap serangan organisme perusak.

baca juga: Pohon Balsa - Jenis, Budidaya fungsi rotan adalah Harga Panen Rotan Rotan siap panen akan menunjukkan ciri-ciri khusus, seperti batang berwarna kuning, daun-daung berguguran, duri berwarna hitam atau kuning kehitaman, serta pelepah sudah lepas dan tidak membalut batangnya.

Pemanenan rotan dapat dikatakan cukup sulit, sebab diperlukan keahlian memanjat pohon-pohon besar tempat merambat. Selain itu, umumnya rotan tumbuh saling berjalin dari satu pohon ke pohon lainnya dan menambah tingkat kesulitan pemanenan. Pemanenan juga dapat dilakukan dengan cara menarik batangnya kebawah, membersihkan pelepah duri, daun dan cambuknya untuk mendapatkan batang telanjang. Namun cara ini berisiko mencabut akar rotan dan menyebabkan tumbuhan tersebut mati.

Untuk mendapatkan rotan berkualitas bagus, diperlukan upaya tebang pilih. Pemanenan hanya dilakukan pada batang yang telah berumur tua dengan ciri pelepah daun yang telah kering dan lepas dari batangnya. Pada rotan yang tumbuh tunggal, pemanenan bisa dilakukan setelah berumur 20 hingga 30 tahun.

Sedangkan pada rotan berumpun, pemanenan dilakukan setelah usia 10 hingga 15 tahun dengan jarak panen berikutnya sekitar 2 hingga 4 tahun. Manfaat Rotan Rotan merupakan komoditas hasil fungsi rotan adalah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Batangnya dapat digunakan untuk pembuatan kerajinan dan produk rumah tangga. Selain itu, batangnya yang besar juga dapat digunakan sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata atau alat cambuk yang diterapkan sebagai hukum adat didaerah tertentu.

baca juga: Hutan Dataran Rendah - Pengertian, Ciri, Sebaran & Manfaat Batang muda yang masih berwarna hijau dapat diolah menjadi sayuran oleh masyarakat Suku Dayak, di kalimantan Tengah. Pucuk muda rotan juga kerap dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan oleh masyarakat Suku Mandailing di Sumatera Utara. Rotan muda juga menjadi makanan favorit bagi badak. Rotan juga menghasilkan potensi obat-obatan herbal fungsi rotan adalah yang diperoleh dari batang muda, buah dan akarnya, seperti yang diambil dari jenis Calamus Hookerianus, Calamus metzianus, dan Calamus thwaitesii.

Cadangan air dalam batang rotan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum ketika berada di tengah hutan untuk bertahan hidup. Pada bagian tangkai bunga rotan menghasilkan getah yang disebut dengan “darah naga”. Getah ini bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pewarna industri keramik, farmasi, serta pewarna kayu yang diterapkan pada alat musik gitar atau biola. Pixabay Selain manfaat yang telah dijelaskan, hasil hutan bukan kayu ini juga bermanfaat dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan masyarakat sekitar hutan melalui sektor pemanfaatan rotan.

Tumbuhan ini juga menjadi naungan dan habitat bagi serangga, seperti semut hutan yang hidup disekitar rotan dan terlindungi oleh daun dan durinya. Budidaya Penanaman rotan secara komersial telah dilakukan di Indonesia dan kawasan lain di Fungsi rotan adalah Tenggara.

Peluang bisnis ini cukup menjanjikan, batang bergaris tengah besar dengan kualitas baik dari C. manan, dan batang bergaris tengah kecil dari C.

trachycoleus mampu tumbuh lebih dari enam meter per tahun. Untuk mendapatkan rotan dengan kualitas baik, maka penanaman dilakukan dibawah pohon pelindung, seperti fungsi rotan adalah kawasan hutan tebangan, hutan sekunder, perkebunan buah dan perkebunan karet. Adanya budidaya juga bermanfaat untuk melindungi satwa liar, seperti orangutan yang menjadikan perkebunan rotan sebagai habitat fungsi rotan adalah di Kalimantan. Budidaya rotan dapat dilakukan secara generatif melalui biji, maupun perbanyakan secara vegetatif melalui pucuk daun, akar dan batang.

Berikut ini adalah cara lengkap menanaman rotan beserta penjelasannya, yaitu: 1. Pengadaan Biji Buah rotan yang masak umumnya berwarna hijau kekuning-kuningan, kemerah-merahan, atau cokelat kehitaman tergantung dari jenisnya. Biji yang telah tua berwarna cokelat dan kehitaman dan sifatnya keras. Biasanya disekitar pohon induk akan ditemukan sisa kulit buah yang berguguran. Musim buah terjadi pada awal musim kemarau, namun pada beberapa jenis rotan waktu pembuahan dapat berbeda-beda.

Buah dapat dikumpulkan dengan cara dipetik kemudian dimasukkan ke dalam karung goni basah. Buah kemudian direndam dengan kulit dan daging buah yang telah membusuk. Biji atau benih rotan dapat disimpan dalam jangkawa waktu panjang, akan tetapi sebainya langsung disemai pada bedeng tabur atau kantong plastik yang diisi media tanam. 2. Persiapan Semai Lahan tanam untuk persemaian benih rotan yang sesuai seperti lahan datar atau miring dengan derajat kemiringan maksimal 5%, bebas genangan air, bebas hama dan penyakit, serta dekat dengan sumber air.

3. Pembibitan Biji rotan dapat dikecambahkan di dalam keranjang serta disimpan ditempat lembab dengan penyiraman rutin setiap harus. Kecambah yang telah berumur 1 bulan dapat ditanam pada bedeng dengan jarak 20 cm x 20 cm. Selain itu, perkecambahan juga dapat dilakukan pada bendengan penaburan. Biji jenis rotan besar seperti rotan manau ditanam pada larikan dengan jarak 2 cm x 4 cm, sedangkan jenis biji kecil seperti rotan sege atau irit jarak tanamnya lebih rapat. Biji yang telah berkecambah dan sebelum daun pertama mengembang maka dapat dipindah ke dalam polybag yang bagian bawahnya berlubang serta disiram terlebih dahulu.

Kantong plastik ini kemudian ditempatkan pada bedeng sapih di tempat yang teduh dan dirawat hingga umur 6 sampai 12 bulan. baca juga: Air Terjun Mangku Kodek - Pesona Alam Tersembunyi di Kaki Rinjani 4.

fungsi rotan adalah

Penanaman Penanaman yang baik umumnya dilakukan pada awal musim hujan sehingga memperoleh curah hujan cukup dan merata. Tanamlah pada waktu pagi hari, sore hari atau ketika cuaca berawan dan mendung. 5. Pemeliharaan Agar hasil panen rotan sukses, diperlukan kegiatan penyiangan, penyulaman, perlindungan dari hama dan penyakit serta perlindungan dari kebakaran hutan.

Penyiangan dilakukan setiap 3 bulan hingga tanaman berusia 3 tahun. Penyulaman dilakukan pada lahan yang persentase tumbuhnya dibawah syarat batas minimal. Umumnya dikerjakan ketika musim hujan dengan menggunakan bibit yang ada telah disemai.

Jenis-jenis rotan seperti manau, sega dan irit lebih rentan terhadap serangan hama, larva kumbang, belalang, jamur dan ulat. Sehingga perlu diberikan pestisida untuk mencegah serangan hama penyakit tersebut. Untuk menghindarkan rotan dari kebakaran lahan, maka dapat dibuat jalur kuning yang dikombinasikan dengan jalur hijau. Selain itu, juga dapat dibuat menara api di tempat tinggi dan strategis dengan perlengkapan pemadam serta alat komunikasi.

6. Pemanenan Rotan yang telah memasuki masa panen dapat ditebang dengan memilih mana yang telah masak dan berkualitas baik. Alat yang digunakan adalah parang atau kampang dengan waktu panen sekitar jam 8 pagi hingga 3 sore.

Perdagangan Rotan Pada tahun 1994, Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar di dunia. Hutan-hutan di Indonesia memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia, yakni berjumlah 306 jenis.

Peluang produksi rotan di Indonesia pada masa itu sekitar 600 ribu ton per tahun yang dihasilkan dari hutan rotan seluas 10 juta hektar yang tersebar di seluruh nusantara, terutama wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Meski ekspor rotan mengalami penurunan harga dibanding hasil furniture lain, saat ini Indonesia masih mengekspornya dalam bentuk mentah maupun setengah jadi. Indonesia juga berupaya memproduksi produk dari bahan baku rotan karena investasi atau yang diperlukan tidak terlalu tinggi.

Hal ini didukung oleh stok bahan mentah yang melimpah, serta potensi tenaga kerja yang mendukung. Penurunan industri furniture rotan di Indonesia sempat mengalami penurunan pada tahun 2007 dan menyebabkan pengusaha gulung tikar.

Misalnya penurunan produksi pabrik rotan di Cirebon dan Fungsi rotan adalah. Penyebab penurunan tersebut adalah sulitnya memperoleh bahan baku berkualitas dan fungsi rotan adalah oleh produsen dari negara lain. Rotan dan Furniture Bagian rotan yang paling bernilai tinggi terletak pada batangnya. Batang yang telah mengalami proses pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture. Rotan memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan kayu, yakni lebih ringan, kuat, elastis, mudah dibentuk dan murah.

Akan tetapi, rotan juga memiliki kelemahan, yakni mudah terserang kutu bubuk pin hole dan jamur blue Stain. Oleh sebab itu, perlakuan tambahan harus fungsi rotan adalah agar rotan menjadi awet, yakni dengan cara pemasakan dengan minyak tanah atau pengasapan dengan belerang menyesuaikan ukuran batang.

Beberapa jenis rotan yang dapati digunakan untuk produksi kursi, meja, almari, rak, dan sebagainya adalah jenis Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, dan Pulut. Anyaman rotan atau tikar adalah salah satu produk rotan yang bernilai ekonomi tinggi, semakin halus dan tipis anyaman maka harganya akan semakin mahal.

Biasanya produk ini disukai oleh penggemar barang antik, serta digunakan untuk penahan sinar matahari pada jendela maupun pintu rumah. Kebijakan Perlindungan Sebelum kebijakan ekspor rotan diberlakukan pada tahun 1986, banyak batang yang dipanen secara komersial untuk dikirim ke Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika serta negara-negara kawasan Eropa. Ketika itu, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar dunia, meskipun industri pengolahan nasional belum berkembang. Kemudian, setelah dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No.

274/KP/X/1986 tentang larangan ekspor bahan baku rotan, industri pengolahan rotan nasional mengalami perkembangan pesat, dari 20 perusahaan menjadi 300 perusahaan.

Pembatasan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia memberikan dampak negatif terhadap negara-negara penghasil rotan yang tidak memiliki pengawasan.

Akibatnya, negara-negara tersebut kehilangan cadangan hutan dari alam. Contohnya adalah industri pengolahan rotan di Taiwan dan Eropa mengandalkan pasokan bahan baku dari Indonesia banyak yang mengalami kebangkrutan dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, khususnya di daerah Cirebon.

fungsi rotan adalah

Dalam perkembangan selanjutnya, larangan ekspor bahan baku rotan dibuka kembali pada tahun 2005, yaitu dengan dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Surat keputusan ini memberi hambatan terhadap industri pengolahan nasional. Dampaknya adalah pengangguran meningkat, kredit macet, berkurangnya perolehan devisa dan menurunnya kontribusi industri pengolahan rotan nasional dalam pembentukan PDB.

Sebaliknya, negara-negara pesaing seperti China, Taiwan dan Italia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa tindakan yaitu: • Meningkatkan kemampuan market intelligence, serta mengoptimalkan fungsi Atperindag dan perwakilan diplomatik, aktif mengikuti pameran produk rotan di luar negeri.

• Peninjauan ulang terhadap Ketentuan Ekspor Rotan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005,untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku rotan di dalam negeri, serta meningkatkan daya saing produk barang jadi di luar negeri. Pada tahun 2007, pernah terselenggara Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan, fungsi rotan adalah dan pemasaran hasil produksi dan desain ke dunia internasional.

Pameran tersebut diikuti oleh berbagai produsen di Indonesia yang tergabung dalam ASMIN dan AMKRI demi bangkit dan berkembangnya fungsi rotan adalah furnitore rotan tanah air.
memahami guna rotan selaku bahan furniture rumah benar esensial. rotan seorang diri merupakan sebangsa faksi palma yang hidup memanjat.

“rotan” berawal dari bahasa melayu dari kata bentuk, yang berfaedah menguliti.

fungsi rotan adalah

sedangkan dari bahasa yunani rotan disebut lepidocaryodidae yang berfaedah sekumpulan tanaman yang tumbuh memanjat. indonesia tercatat selaku karyawan rotan terbesar di bumi. nyaris sebahagian besar kebutuhan fungsi rotan adalah di bumi berawal dari indonesia. paling tidak sekeliling 70% kebutuhan rotan bumi dipasok dari indonesia. memahami guna rotan selaku bahan untuk furniture fungsi rotan adalah minimalis khasiat rotan selaku furniture pada rumah minimalis sangatlah banyak.

hal ini lantaran sifatnya yang elsatis dan ajek lamban, sehingga banyak dijadikan aneka bagai abah-abah rumah tangga. rotan seorang diri adalah sebangsa faksi palma yang hidup memanjat yang banyak tersebar di wilayah tropis afrika, asia dan australia. indonesia tercatat selaku karyawan rotan terbesar di bumi, nyaris beberapa besar kebutuhan rotan di bumi berawal dari indonesia.

kursi tool anyaman rotan ruwet rotan yang jumlahnya sangat banyak dan mudah diolah, kerap dijadikan selaku pengganti kayu. rotan memiliki isi kimiawi yang membuatnya tangguh dan ajek lamban dibandingkan atas kayu. sehingga rotan sangat disukai oleh para pengrajin untuk dijadikan bahan dasar pabrikasi mebel.

banyak perolehan karya keaktifan tangan yang dapat di buat dari bahan rotan, mulai dari aneka bagai keranjang, adunan abar-abar, ornamen adunan rumah, vas bunga, jambangan andok dan lain serupanya. secara fisik rotan dapat dikenali dari ciri-ciri rotan yang khasnya yakni batang rotan yang kecil biasanya berdiameter 2 – 5 cm. ketika masih muda, rotan furniture tumbuh secara soliter atas ciri fisik seperti kelapa atau aren, cuma fungsi rotan adalah tangkai daunnya lebih kecil. tangkai tersebut beragam hijau muda dan ditumbuhi banyak cucuk.

cucuk ini memiliki guna selaku alat pertahanan diri dari herbivora. sehabis rotan tumbuh besar, barulah muncul perubahan fisik pada organ-organ rotan. warna daunnya jadi agak hijau tua, dan tangkainya tumbuh lebih panjang. sehabis itu rotan membangun rumpun yang ditandai atas timbulnya beberapa anakan baru dari pangkal batang. di satu rumpun dapat tumbuh beberapa batang inti yang dapat tumbuh panjang atas cepat. batang inilah yang akan dipanen kala rotan telah matang atau cukup umur.

batang rotan alam biasanya ramping atas diameter 2–5 cm, beruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh duri-duri yang panjang, keras, dan tajam.

Umbut Rotan Lezat Khasiat Nya Luar Biasa




2022 www.videocon.com