Apjii pengguna internet 2021

apjii pengguna internet 2021

KOMPAS.com - Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. Hal tersebut dimuat dalam laporan terbaru yang dirilis oleh apjii pengguna internet 2021 manajemen konten HootSuite, dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk " Digital 2021".

Baca juga: Bukan Jakarta, Internet Tercepat di Indonesia Ada di Kota Ini HootSuite melaporkan bahwa pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun diketahui memiliki beberapa perangkat elektronik berbeda, termasuk telepon genggam (baik smartphone maupun non- smartphone), laptop/PC, tablet, smartwatch, dan sebagainya.

Dari berbagai jenis perangkat tersebut, smartphone menjadi perangkat yang paling populer. Pengguna internet Indonesia (usia 16 hingga 64 tahun) yang memiliki telepon genggam adalah 98,3 persen. Tak ayal, telepon genggam juga tampil menjadi perangkat favorit pengguna internet untuk mengakses internet. Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang mengakses di internet melalu ponsel genggamnya. Masih di laporan yang sama, pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di internet.

Baca juga: Rekor Baru Kecepatan Internet Dunia Tercipta, Tembus 44 Tbps Aktivitas berinternet yang paling digemari oleh pengguna internet Indonesia ialah bermedia sosial. Saat ini, ada 170 juta jiwa orang Indonesia yang merupakan pengguna aktif media sosial. Rata-rata dari mereka menghabiskan waktu 3 jam 14 menit di platform jejaring sosial. Selain media sosial, aktivitas lain yang sering dilakukan oleh pengguna internet Indonesia ialah: • menonton televisi (baik streaming atau broadcast) selama 2 jam 50 menit; • membaca berita dari perusahaan apjii pengguna internet 2021 (online atau cetak) selama 1 jam 38 menit; • mendengarkan musik di layanan streaming selama satu jam 30 menit.

apjii pengguna internet 2021

Konten berbasis audio, seperti podcast dan radio, menjadi konten yang paling sedikit diakses oleh pengguna internet Indonesia. Rata-rata pengguna internet Indonesia hanya menghabiskan waktu tak lebih dari 44 menit untuk mendengarkan radio atau podcast. Baca juga: Ini Daftar Kecepatan Internet Operator Seluler di Indonesia Di samping itu, menurut laporan Digital 2021, hampir semua pengguna internet Indonesia atau sekitar 98,5 persen menonton video online setiap bulannya.

Sedangkan sebanyak 74,3 persen apjii pengguna internet 2021 internet Indonesia juga menonton video blog ( vlog) setiap bulannya. Dari apjii pengguna internet 2021 kecepatan internet, rata-rata kecepatan download internet seluler Indonesia mencapai 17,2 mbps.

Sedangkan rata-rata kecepatan internet fixed broadband di Tanah Air mencapai 23,32 mbps. Teknologi Cas Baterai Cepat VOOC Oppo Kini Bisa Dipakai Vendor Lain https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/15300087/teknologi-cas-baterai-cepat-vooc-oppo-kini-bisa-dipakai-vendor-lain https://asset.kompas.com/crops/I7HwiiO1kdFfd8O6AtVBLBg5TKA=/149x162:1343x958/195x98/data/photo/2021/02/23/6034995276159.jpeg Efek Minyak Goreng dan Pertamax, BPS Catat Inflasi April 2021 Meroket 3,47 Persen IHSG Sesi I Sempat Tinggalkan 6.900, Asing Jual Saham Rp1,6 Triliun Mesin-Mesin Pertumbuhan Pulih, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I/2022 IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 LIVE : Harga emas masih terkapar (12:20 WIB) LIVE : Rupiah turun 77 poin (12:17 WIB) LIVE : IHSG lesu sesi I (11:30 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi.

Jumlah ini bertambah sekitar 25,5 juta pengguna dibandingkan tahun lalu. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan kenaikan didorong oleh kehadiran infrastruktur internet cepat yang makin merata dan transformasi digital yang masif akibat pandemi Covid-10 sejak Maret 2020.

apjii pengguna internet 2021

Berdasarkan hasil survei pengguna internet di Indonesia periode 2019-kuartal II 2020 yang dirilis APJII, kata Jamal, jumlah pengguna internet per kuartal II tumbuh cukup signifikan dibandingkan dengan hasil survei pada 2019 lalu tentang prilaku pengguna internet 2018.

Beberapa ibu kota provinsi dimaksud antara lain; DKI Jakarta 85 persen; Bandung 82,5 persen; dan Surabaya 83 persen. Bahkan Serang di Banten jumlah penetrasi tembus 100 persen. "Ini data baru, penetrasi internet di ibukota provinsi kami buat pada tahun ini untuk mendukung 14 pengurus wilayah APJII di Indonesia,” kata Jamal.

Terpopuler • Valid, Kode Redeem ML 9 Mei 2022 Berhadiah Skin Langka • Kode Redeem FF 9 Mei 2022, Dijamin Dapat Voucher dan Paloma Character • Mobile Reader, Teknologi Transaksi Solusi Kemacetan Antrian Gerbang Tol • Lebaran 2022, Trafik Data XL Axiata Naik 33 Persen, Didominasi Layanan Streaming • Akses Masyarakat ke Platform OTT Meroket saat Lebaran 2022
APJII tidak menyebutkan secara gamblang berapa besar peningkatan kebutuhan internet dari tahun ke tahun.

apjii pengguna internet 2021

Tapi, sejak pandemi, menurut Arif, jumlah penyelenggara jasa internet bertambah sekitar 200 perusahaan dalam dua tahun pandemi. Saat ini jumlah penyelenggara jasa internet di Indonesia mencapai 700 an perusahaan. APJII memperkirakan jika kebutuhan internet terus bertambah, dalam tiga tahun jumlah ISP di Indonesia bisa menyentuh angka 1.000.

apjii pengguna internet 2021

Baca Juga: Tegas, APJII Jamin Pusat Data di Gedung Cyber 1 Jakarta Aman Pasca Kebakaran "Permintaan internet sudah tidak lagi di kota besar, bahkan sampai ke desa-desa.

Ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat," kata Arif. Urusan konektivitas digital di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Pemerintah menargetkan bisa menuntaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa menara seluler tahun ini. APJII menilai kondisi geografis dan jumlah penduduk yang sangat besar memberikan tantangan bagi penyelenggara jasa internet.

Keadaan ini ditambah situasi pandemi, yang memaksa orang harus terhubung ke internet untuk menyokong kegiatan sehari-hari, terutama dalam berbisnis. "Konektivitas adalah tulang punggung, segala kegiatan harus pakai internet. Tanpa tulang punggung ini, kita tidak bisa produktif di era pandemi," kata Arif. Internet juga menjadi hal yang paling penting dalam mendukung cita-cita Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar beberapa tahun lagi.

Tanpa konektivitas, ekonomi digital tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan. Baca Juga: Susunan Pengurus APJII 2021 - 2024 Diumumkan Survei internet APJII pada 2019-2020 menyebutkan pengguna internet di Indonesia mencapai 196,71 juta jiwa dari total jumlah penduduk 266,91 juta jiwa. Dengan kata lain, penetrasi internet di Indonesia sebesar 73,7 persen, meningkat dibandingkan survei pada 2018 sebesar 64,8 persen. Pada periode survei tersebut, pengguna internet tumbuh 8,9 persen atau sejumlah 25.537.353,5 juta jiwa.

[Antara] IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Penyelenggara Jasa Apjii pengguna internet 2021 Indonesia (APJII) menilai kebutuhan internet di Indonesia terus meningkat, dipicu pandemi COVID-19.

"Sejak pandemi, kebutuhan konektivitas baru luar biasa," kata Ketua APJII, M. Arif Angga, saat webinar, Jumat. Baca juga: Riset APJII: 73,7 persen masyarakat Indonesia terhubung internet APJII tidak menyebutkan secara gamblang berapa besar peningkatan kebutuhan internet dari tahun ke tahun. Tapi, sejak pandemi, menurut Arif, jumlah penyelenggara jasa internet (internet service provider) bertambah sekitar 200 perusahaan dalam dua tahun pandemi. Saat ini jumlah penyelenggara jasa internet di Indonesia mencapai 700an perusahaan.

apjii pengguna internet 2021

APJII memperkirakan jika kebutuhan internet terus bertambah, dalam tiga tahun jumlah ISP di Indonesia bisa menyentuh angka 1.000. "Permintaan internet sudah tidak lagi di kota besar, bahkan sampai ke desa-desa.

apjii pengguna internet 2021

Ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat," kata Arif. Urusan konektivitas digital di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

apjii pengguna internet 2021

Pemerintah menargetkan bisa menuntaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa menara seluler tahun ini. APJII menilai kondisi geografis dan jumlah penduduk yang sangat besar memberikan tantangan bagi penyelenggara jasa internet.

Keadaan ini ditambah situasi pandemi, yang memaksa orang harus terhubung ke internet untuk menyokong kegiatan sehari-hari, terutama dalam berbisnis. Baca juga: Streaming video, konten terpopuler di Indonesia apjii pengguna internet 2021 adalah tulang punggung, segala kegiatan harus pakai internet. Tanpa tulang punggung ini, kita tidak bisa produktif di era pandemi," kata Arif.

Internet juga menjadi hal yang paling penting dalam mendukung cita-cita Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar beberapa tahun lagi.

Tanpa konektivitas, ekonomi digital tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan. Survei internet APJII pada 2019-2020 menyebutkan pengguna internet di Indonesia mencapai 196,71 juta jiwa dari total jumlah penduduk 266,91 juta jiwa. Dengan kata lain, penetrasi internet di Indonesia sebesar 73,7 persen, meningkat dibandingkan survei pada 2018 sebesar 64,8 persen. Pada periode survei tersebut, pengguna internet tumbuh 8,9 persen atau sejumlah 25.537.353,5 juta jiwa.

Baca juga: Banyak warganet Indonesia belum pernah belanja online Baca juga: Masih ada wilayah di Jakarta yang belum terjangkau internet Baca juga: Pusat data APJII di Gedung Cyber 1 Jakarta dijamin aman Pewarta: Natisha Andarningtyas Editor: Ida Nurcahyani COPYRIGHT © ANTARA 2022 Mungkin anda suka Akhiri WFH, karyawan di Kanada boleh bawa peliharaan ke tempat kerja 11 menit lalu BPS: Nilai tukar petani April 2022 turun, dipicu kenaikan harga sawit 20 menit lalu BPS catat inflasi cukup tinggi pada April, capai 0,95 persen 24 menit lalu Volume keberangkatan KA masih tinggi saat arus balik Lebaran 2022 26 menit lalu Pelepasan kontingen Indonesia untuk SEA Games Vietnam 9 Mei 2022 12:11 Kementerian ESDM akan evaluasi regulasi PLTS atap 9 Mei 2022 12:10
• TERKINI • • • • Presiden Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games Vietnam 09-05-2022 12:19:29 • Sesuai Tugas Kominfo, Sekjen: Silaturahmi Hubungkan yang Belum Terhubung 09-05-2022 12:13:21 • Presiden: Hindari Puncak Arus Balik 03-05-2022 18:54:40 • Idulfitri 1443 H, Wapres Salat Id di Masjid Istiqlal 02-05-2022 22:03:15 • Presiden dan Ibu Iriana Salat Idulfitri di Halaman Istana Yogyakarta 02-05-2022 21:59:16 • Sambut Idulfitri 1443 H, Wapres Harapkan Kebiasaan Baik Selama Ramadan Tetap Dilanjutkan 01-05-2022 22:03:08 • Presiden dan Ibu Iriana Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1443 Hijriah 01-05-2022 19:06:45 • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022 01-05-2022 17:05:10 • Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Diharapkan Terjadi Pada Arus Balik 01-05-2022 14:55:22 • Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Tembus 1.054 Flight, Capaian Tertinggi di Masa Pandemi 29-04-2022 22:46:01 Jakarta, Kominfo - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M.

Ramli menilai, hasil survei yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tentang penetrasi pengguna internet di Indonesia menjadi bagian penting untuk mewujudkan tranformasi digital.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa survei APJII ini akan sangat terkait dengan program transformasi digital yang apjii pengguna internet 2021 dicanangkan oleh Pak Jokowi, dan kemudian eksekusinya dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo,” ujarnya dalam Launching Hasil Survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020 (Q2), dari Jakarta, Senin (09/11/2020).

apjii pengguna internet 2021

Sebagai eksekutor transformasi digital, Dirjen PPI menyatakan Kementeriaan Kominfo telah menyiapkan berbagai program, termasuk akses internet yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. sehingga pada 2021 nanti sudah akan mulai membangun di berbagai daerah yang selama ini dianggap blank spot.

Menurut Dirjen Ramli, survei APJII juga mendukung upaya transformasi digital di mana saat terjadi pandemi Covid-19 terjadi perubahan pola yang sangat signifikan secara digital. “Yang tadinya buming itu luar biasa di medsos dan over the top, tapi saat pandemi ini kemudian ada pergeseran yang sangat signifikan ke bidang pendidikan seperti Work From Apjii pengguna internet 2021, Fleksibel Working Space, dan conference,” ujarnya.

Perubahan Multi Sektor Mencermati hasil survei APJII, Dirjen PPI Kementerian Kominfo menuli ada perubahan sangat signifikan juga terkait dengan online shop dan di bidang kesehatan.

apjii pengguna internet 2021

“Online shop itu sempat naik sampai 400% ketika bulan kedua kita mengalami pandemi, dan juga kegiatan-kegiatan yang terkait dengan government itu juga banyak dilakukan dengan converence, bahkan rapat-rapat kami dengan beberapa Menko, rapat terbatas dan lain-lain juga seringkali dilakukan dengan online,” jelasnya Tidak saja itu, hal yang juga menarik terkait dengan pengguna internet selama pandemi Covid-19, usia 6 tahun ke atas sudah mulai ikut menjadi user internet.

Sebab, rata-rata usia Sekolah Dasar (SD) melakukan home schooling. “Bahkan usia sekolah dibawah SD pun seperti play group juga aktif melalukan home schooling, ini menjadi tantangan kita kedepan,” ungkap DItjen Ramli.

Menurut Dirjen PPI Kominfo, survei ekosistem dan realitas APJII ini penting di sisi pembaharuan data. Adapun data yang diberikan APJII dianggap sebagai informasi faktual tentang pengguna, penetrasi, coverage, quality of service dan akses internet itu sendiri. “Jadi kalau coverage dan Qos (Quality of Service) memang menjadi bagian dari Direktorat Pengendalian kami untuk mengukurnya, tetapi kami yakin kalau ada apjii pengguna internet 2021 jumlah pengguna internet berarti coverage-nya juga akan menjadi bagian penting,” jelasnya.

Menurut Dirjen Ramli, hasil survei APJII juga dinilai akan menjadi potret implementasi policy (kebijakan) dan regulasi saat ini. “Jadi kalau ada peningkatan berarti pasti ada variabel-variabel pendukung yang membuat dia meningkat, apakah coverage-nya makin luas, apakah pengguna segmennya makin lebar misalnya faktor usia yang lebih muda dan lain-lain,” ujarnya.

Hasil survey yang dilakukan APJII akan menjadi catatan penting bagi Kementerian Kominfo karena berguna untuk rencana kebijakan dan regulasi kedepan, “Kami berterima kasih kepada APJII yang secara rutin melakukan survei ini, karena angka-angka survei itu menjadi penting untuk kita semua,” pungkasnya.

Hasil Survei APJII Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan hasil utama dari survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020. “Saat ini penetrasi pengguna internet Indonesia berjumlah 73,7 persen, naik dari 64,8 persen dari tahun 2018,” ujarnya. Menurut Sekjen APJII, jika digabungkan dengan angka dari proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) maka populasi Indonesia tahun 2019 berjumah 266.911.900 juta, sehingga pengguna internet Apjii pengguna internet 2021 diperkirakan sebanyak 196,7 juta pengguna.

Jumlah tersebut naik dari 171 juta di tahun 2019 dengan penetrasi 73,7 persen atau naik sekitar 8,9 persen atau sekitar 25,5 juta pengguna, “Kalau di tahun lalu kita naik 21 juta dan tahun ini naik kita 25,5 juta,” ujarnya.

Hasil survei bisa diakses di tautan ini Disclaimer: You are using Google Translate. The Ministry of CI is not responsible for the accuracy of information in the translated language. Powered by Google Disclaimer: Anda menggunakan Google Translate. Kementerian Kominfo tidak bertanggung jawab atas keakuratan informasi dalam bahasa diterjemahkan

baba for APJII




2022 www.videocon.com