Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

none • Afrikaans • العربية • مصرى • Asturianu • Башҡортса • Basa Bali • Беларуская • Български • Català • Čeština • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • עברית • हिन्दी • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • संस्कृतम् • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Didahului oleh Digantikan oleh Kerajaan Tumapel Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Kutai Kerajaan Singapura Kesultanan Samudera Pasai Kerajaan Bali Kesultanan Demak Kerajaan Blambangan Kesultanan Malaka Kesultanan Pagaruyung Kesultanan Makassar Kesultanan Bima Kesultanan Ternate Kesultanan Tidore Kekaisaran Brunei Kesultanan Kutai Kesultanan Aceh Sekarang bagian dari Indonesia Malaysia Singapura Brunei Darussalam Timor Leste Filipina Kamboja • ^ Tidak ada cukup bukti untuk mengetahui bahwa Majapahit memang memiliki bendera merah putih.

Sebaliknya, dalam prasasti Kudadu, justru disebutkan bahwa Raden Wijaya (Vijaya) justru sedang dikejar oleh pasukan Jayakatyeng ketika tiba-tiba "panji-panji musuh terlihat di sebelah timur Hanyiruh, warnanya merah dan putih" ( hana ta tuṅgulniṁ atru layū-layū katon· vetani hañiru[h], bāṁ lāvan putiḥ varṇnanya - prasasti Kudadu 4v baris ke-3.) • ^ Frasa Mitreka Satata dalam bahasa Jawa Kuno ini berasal dari Kakawin Nagarakretagama karangan Empu Prapañca pada zaman keemasan kemaharajaan Majapahit.

Semboyan ini dipakai oleh Mahapatih Gajah Mada Kerajaan Kutai 400–1635 Kerajaan Tarumanagara 450–900 Kerajaan Kalingga 594–782 Kerajaan Melayu 671–1375 Kerajaan Sriwijaya 671–1183 Kerajaan Sunda 662–1579 Kerajaan Galuh 669–1482 Kerajaan Mataram 716–1016 Kerajaan Bali 914–1908 Kerajaan Kahuripan 1019–1045 Kerajaan Janggala 1045–1136 Kerajaan Kadiri 1045–1221 Kerajaan Singasari 1222–1292 Kerajaan Majapahit 1293–1478 Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Islam 800–1600 Kesultanan Peureulak 840–1292 Kerajaan Aru 1225–1613 Kesultanan Ternate 1257–1914 Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521 Kesultanan Gorontalo 1300–1878 Kesultanan Gowa 1320–1905 Kerajaan Pagaruyung 1347–1833 Kerajaan Kaimana 1309–1963 Kesultanan Brunei 1368–1888 Kesultanan Melaka 1405–1511 Kesultanan Sulu 1405–1851 Kesultanan Cirebon 1445–1677 Kesultanan Demak 1475–1554 Kesultanan Bolango 1482–1862 Kesultanan Aceh 1496–1903 Kesultanan Banten 1526–1813 Kesultanan Banjar 1526–1860 Kerajaan Kalinyamat 1527–1599 Kesultanan Johor 1528–1877 Kesultanan Pajang 1568–1586 Kesultanan Mataram 1586–1755 Kerajaan Fatagar 1600–1963 Kesultanan Bima 1620–1958 Kesultanan Sumbawa 1674–1958 Kesultanan Kasepuhan 1679–1815 Kesultanan Kanoman 1679–1815 Kesultanan Siak 1723–1945 Kesunanan Surakarta 1745–1946 Kesultanan Yogyakarta 1755–1945 Kesultanan Kacirebonan 1808–1815 Kesultanan Deli 1814–1946 Kesultanan Lingga 1824–1911 Kesultanan Kedah 1136– sekarang Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521 Kesultanan Brunei 1368– sekarang Kesultanan Malaka 1402–1511 Kesultanan Sulu 1450–1899 Kesultanan Pahang 1470–1623 Kesultanan Aceh 1496–1903 Kesultanan Pattani 1516–1902 Kesultanan Perak 1528– sekarang Kesultanan Johor 1528– sekarang Kesultanan Sarawak 1599–1641 Kesultanan Selangor 1745– sekarang Kerajaan Besut 1780–1899 Kerajaan Setul 1808–1916 Kerajaan Reman 1810–1902 Kerajaan Kubang Pasu 1839–1864 Dinasti Jamalullail 1843– sekarang Malaka Portugis 1511–1641 Perang Belanda-Portugis 1601–1661 Malaka Belanda 1641–1824 Kerajaan Pahang 1770–1881 Negeri-Negeri Selat 1786–1946 Invasi Siam ke Kedah 1821–1826 Perjanjian Inggris-Belanda 1824 Perjanjian Burney 1826 Perang Naning 1831–1832 Kerajaan Sarawak 1841–1946 Koloni Mahkota Labuan 1848–1946 Perang Saudara Pahang 1857–1863 Peperangan Larut 1861–1874 Perang Klang 1867–1874 Perjanjian Pangkor 1874 Perang Perak 1875–1876 Malaya Britania / Borneo 1874–1946 Perang Saudara Jementah 1879 Borneo Utara 1882–1946 Negeri-Negeri Melayu Bersekutu 1895–1946 Perjanjian Inggris-Siam 1909 Negeri-Negeri Melayu Tidak Bersekutu 1909–1946 Pertempuran Penang 1914 Pemberontakan Kelantan 1915 AMB Malaya/ Borneo 1945–1946 Koloni Mahkota Borneo Utara 1946–1963 Koloni Mahkota Sarawak 1946–1963 Gerakan Anti-penyerahan 1946–1963 Uni Malaya 1946–1948 Federasi Malaya 1948–1963 Kedaruratan Malaya 1948–1960 Perundingan Baling 1955 Kemerdekaan Malaya 1957 Pemerintahan Sendiri Singapura 1959 Pemerintahan Sendiri Borneo Utara 1963 Konfrontasi 1963–1966 Pemerintahan Sendiri Sarawak 1963 Pembentukan Malaysia 1963 Singapura di Malaysia 1963–1965 Deklarasi ASEAN 1967 Pemberontakan Komunis Kedua 1968–1989 Kebijakan Ekonomi Baru 1971–1990 Perjanjian Damai Hat Yai 1989 Wilayah Persekutuan KL 1974 Sengketa Pedra Branca 1979– sekarang Sengketa Laut Tiongkok Selatan ( Kepulauan Spratly) 1980– sekarang Wilayah Persekutuan Labuan 1984 Peristiwa Memali 1985 Operasi Lalang 1987 Krisis Konstitusional 1987–1988 Kebijakan Pembangunan Nasional 1990–2000 Visi 2020 1991–2020 Amandemen Kekebalan Kerajaan 1993 Krisis Finansial 1997–1998 Pesta Olahraga Persemakmuran 1998 1998 Gerakan Reformasi 1998– sekarang Wabah Virus Nipah Malaysia 1998–1999 Pembukaan Menara Kembar 1999 Wilayah Persekutuan Putrajaya 2001 Pandemi H1N1 di Malaysia 2009–2010 Konsep 1Malaysia 2009–2018 Skandal 1MDB 2015– sekarang Deklarasi Rakyat Malaysia 2016 PU14 – Perubahan Pemerintahan 2018 Konflik Air Singapura 2018 Protes ICERD 2018 RUU Status Negara Bagian Borneo 2019 Penurunan takhta Muhammad V 2019 Amandemen Pemungutan Suara18 2019 Visi Kesejahteraan Bersama 2030 2019–2030 Pandemi COVID-19 2020– sekarang Langkah Sheraton 2020– sekarang Perintah Kendali Pergerakan 2020– sekarang Sengketa Sabah 2020 2020 Pemilu Awal Sabah 2020 Keadaan Darurat 2021 2021 Vaksinasi COVID-19 2021– sekarang Pemberontakan Brunei 1962–1966 Sengketa Borneo Utara ( Serangan Militan Filipina) 1962–sekarang Kerusuhan Rasial Singapura 1964 Klaim Limbang Brunei 1967–2009 Kerusuhan Penang Hartal 1967 Insiden 13 Mei 1969 Sengketa Sipadan dan Ligitan 1969–2002 Krisis Polusi Asap Malaysia 1972–sekarang Krisis Sandera Gedung AIA 1975 Pengeboman Tugu Negara 1975 Kebakaran Kompleks Perbelanjaan Campbell 1976 Kecelakaan Sabah Air GAF Nomad 1976 Insiden MH653 1977 Kedaruratan Kelantan 1977 Serangan Fajar 1981 Penyergapan Lahad Datu 1985 1985 Peristiwa Memali 1985 Kedaruratan Sabah 1986 Peristiwa Ming Court 1987 Kebakaran Madrasah Taufiqiah Al-Khairiah 1989 1989 Badai Tropis Greg 1996 Insiden Al-Ma'unah 2000 Kerusuhan Kampung Medan 2001 2001 Tsunami 2004 di Malaysia 2004 Pembunuhan Altantuyaa 2006 Himpunan Bersih 2007–2016 Himpunan HINDRAF 2007 Rapat Anti ISA 2009 Serangan terhadap Gereja di Malaysia 2010 2010 Himpunan Kebangkitan Rakyat 2013 2013 Himpunan Black-Out 2013 Kebuntuan Lahad Datu 2013 Insiden MH370 2014 Insiden MH17 2014 Banjir Malaysia 2014–15 2014–2015 Gempa bumi Sabah 2015 2015 Himpunan Martabat Melayu 2015 Serangan granat Movida Bar 2016 Pembunuhan Kim Jong-nam 2017 Kebakaran Madrasah Darul Quran Ittifaqiyah 2017 Kerusuhan Kuil Sri Maha Mariamman 2018 Protes ICERD 2018 Banjir Malaysia 2020–21 2021 Protes Undi-18 2021 Tabrakan Kereta LRT 2021 Kontrak Dokter Hartal 2021 Banjir Malaysia 2021–2022 2021– sekarang • l • b • s Majapahit adalah sebuah kemaharajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1527 M.

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya menantu Kertanagara, Raja Singhasari terakhir, dan mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu- Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. [2] Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Filipina ( Kepulauan Sulu, Manila (Saludung)), Sulawesi, Papua, dan lainnya.

Wilayah Majapahit sendiri saat ini merupakan bagian dari Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Beberapa Bagian Dari Kamboja, Wilayah Selatan Thailand, Dan Sebagian Kecil Wilayah Selatan Filiphina. Wilayah Yang Luas Milik Majapahit Kebanyakan Didapat Setelah Mengalahkan Sriwijaya.

[3] Daftar isi • 1 Historiografi • 2 Sejarah • 2.1 Berdirinya Majapahit • 2.2 Puncak Kejayaan Majapahit • 2.3 Kemunduran Majapahit • 2.4 Keruntuhan Majapahit • 3 Militer dan persenjataan • 4 Penjelajahan dan navigasi • 5 Kebudayaan • 6 Kesusasteraan • 7 Ekonomi • 8 Struktur pemerintahan • 8.1 Aparat birokrasi • 8.2 Pembagian wilayah • 9 Luas Wilayah • 9.1 Kejayaan Majapahit • 9.2 Menurut Serat Pararaton • 9.3 Menurut Prasasti Waringin Pitu • 9.4 Menurut Kitab Sulalatus Salatin dan Buku Suma Oriental • 10 Hubungan Diplomatik • 11 Raja-raja Majapahit • 11.1 Nama Gelar • 11.2 Girindrawarddhana • 11.3 Brawijaya • 12 Warisan sejarah • 12.1 Legitimasi politik • 12.1.1 Arsitektur • 13 Kesenian modern • 13.1 Puisi lama • 13.2 Komik dan strip komik • 13.3 Roman/novel sejarah • 13.4 Film/sinetron • 13.5 Permainan video • 14 Lihat pula • 15 Catatan • 16 Referensi • 16.1 Daftar pustaka • 17 Pranala luar Historiografi [ sunting - sunting sumber ] Sejarah mengenai kemaharajaan Majapahit masih menjadi salah satu subjek penelitian yang menarik untuk dibahas dan ditelusuri lebih jauh lagi.

[4] [5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan diantaranya adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. [6] Pararaton menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Kakawin Nagarakretagama pada tahun 2008 diakui sebagai bagian dalam Warisan Ingatan Dunia ( Memory of the World Programme) oleh UNESCO.

[7] Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. [8] Beberapa sarjana seperti C.C.

Berg menganggap sebagian naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. [9] Namun, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang cukup meyakinkan.

[5] Pada tahun 2010, sekelompok pengusaha Jepang dipimpin Takajo Yoshiaki membiayai pembuatan kapal Majapahit atau Spirit of Majapahit yang akan berlayar ke Asia. Menurut Takajo, hal ini dilakukan untuk mengenang kerjasama Majapahit dan Kerajaan Jepang melawan Kerajaan China (Mongol) dalam perang di Samudera Pasifik. [10] Menurut Guru Besar Arkeologi Asia Tenggara National University of Singapore John N. Miksic, jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra dan Singapura bahkan Thailand yang dibuktikan dengan pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung dan seni.

[11] Bahkan ada perguruan silat bernama Kali Majapahit yang populer di Filipina dengan anggotanya dari Asia dan Amerika. Silat Kali Majapahit ini mengklaim berakar dari Kemaharajaan Majapahit kuno yang disebut menguasai Filipina, Singapura, Malaysia dan Selatan Thailand. [12] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Berdirinya Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Arca Harihara (paduan Siwa dan Wisnu) perwujudan Kertarajasa dari Candi Simping, Blitar, kini koleksi Museum Nasional.

Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi [13] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.

[13] [14] Kubilai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri.

Kemudian, Wiraraja mengirim utusan ke Daha, yang membawa surat berisi pernyataan, Raden Wijaya menyerah dan ingin mengabdi kepada Jayakatwang. [15] Jawaban dari surat di atas disambut dengan senang hati. [15] Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru.

Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di negeri asing.

[16] [17] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka terpaksa harus menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293.

Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang tepercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Pemberontakan Ranggalawe ini didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi, Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik, dan Ra Tati. Semua ini tersebut disebutkan dalam Pararaton. [18] Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.

Namun setelah kematian pemberontak terakhir ( Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati. [17] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti "penjahat lemah". Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni.

Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan.

Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Puncak Kejayaan Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada.

Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya. [19] Hayam Wuruk dalam pemerintahannya banyak dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada.

Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit melakukan politik ekspansi untuk menjamin kekuatannya di bidang perdagangan lewat laut, sekaligus sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa yang dinyatakan oleh patih Gajah Mada. Majapahit juga menaklukkan Kerajaan Pasai dan Kerajaan Aru (kemudian bernama Kesultanan Deli). Kemunduran Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.

Kematian Hayam Wuruk dan adanya konflik perebutan takhta menyebabkan daerah-daerah Majapahit di bagian utara Sumatra dan Semenanjung Malaya memerdekakan diri, dimana semenanjung Malaya menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Ayutthaya hingga nantinya muncul Kesultanan Melaka yang didukung oleh Dinasti Ming. [20] Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta.

[5] Perang saudara yang disebut Perang Regreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana.

Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana, sementara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dihukum mati. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas wilayah-wilayah taklukannya di daerah-daerah lain.

Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho, seorang jenderal muslim China, tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel; maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa.

[21] Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang.

Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian barat Nusantara. [22] Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini, Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatra. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara, satu per satu mulai melepaskan diri.

Pada masa pemerintahan Wikramawardhana, daerah kekuasaan Majapahit di pulau Sumatra hanya tinggal Indragiri, Jambi dan Palembang, sebagaimana ditulis pada catatan Yingyai Shenglan ciptaan Ma Huan, salah satu penerjemah laksamana Cheng Ho. Dan setelah kematian Wikramawardhana dan masa pemerintahan penerusnya, daerah Indragiri diberikan kepada Mansur Syah dari Malaka sebagai hadiah pernikahannya dengan putri Majapahit, yang semakin mengurangi kendali Majapahit di Sumatra. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426, dan diteruskan oleh putrinya, Ratu Suhita, yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447.

Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Bhre Wirabhumi. Pada 1447, Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya, adik laki-lakinya. Ia memerintah hingga tahun 1451. Setelah Kertawijaya wafat, Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Ia wafat pada tahun 1453 M. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan tahta antara putra Rajasawardhana dengan Girisawardhana, adik Rajasawardhana, putra Kertawijaya.

Girishawardhana menang dan naik takhta pada 1456. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh Suraprabhawa (Singhawikramawardhana), adiknya, anak bungsu Kertawijaya. Kemudian pada tahun 1468, Bhre Kertabhumi putra bungsu Rajasawardhana memberontak terhadap Singhawikramawardhana. [8] Setelah mengalami kekalahan dalam perebutan kekuasaan dengan Bhre Kertabumi, Singhawikramawardhana melarikan diri ke pedalaman di daerah Keling, Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri). Setelah Singhawikramawardhana meninggal, ia digantikan oleh putranya Ranawijaya.

Pada 1474, Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dengan memanfaatkan ketidakpuasan umat Hindu dan Budha atas kebijakan Bhre Kertabumi serta mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Hal ini diperkuat oleh prasasti Jiyu dan Petak, Ranawijaya mengaku bahwa pada tahun 1474, ia telah mengalahkan Kertabhumi [23] Ranawijaya kemudian memindahkan ibukota Majapahit ke Daha dan memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1498 dengan gelar Girindrawardhana hingga ia digantikan oleh Patih Udara.

Akibat konflik dinasti ini, Majapahit menjadi lemah dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan Demak. Keruntuhan Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Kekalahan Bhre Kertabhumi dari Ranawijaya pada tahun 1474, memicu perang antara Kerajaan Majapahit dengan Demak, karena Demak sudah menjadi penguasa pesisir Jawa yang dominan, dan mereka mengambil alih daerah Jambi dan Palembang dari kekuasaan Majapahit [24] (hlm.154-155) yang telah terpukul dan berfokus di pedalaman pulau Jawa.

Konon, waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka, [Catatan 1] berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan) hingga tahun 1527.

[25] :36 Tetapi dalam tradisi Jawa yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala atau kronogram tersebut adalah wafatnya Bhre Kertabhumi pada tahun 1478. [23] Sebenarnya perang Majapahit-Demak ini sudah mulai mereda ketika Patih Udara menggantikan Girindrawardhana dan mengakui kekuasan Demak, tetapi peperangan berkecamuk kembali ketika Patih Udara meminta bantuan Portugis untuk mengalahkan Demak.

Sehingga pada tahun 1527, Demak melakukan serangan ke Daha yang mengakhiri sejarah Majapahit. [25] :54-55 Dengan jatuhnya ibukota Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527, pada awal abad ke-16 kekuatan kerajaan Demak akhirnya mengalahkan sisa-sisa Majapahit dan menjadi akhir dari Kerajaan Majapahit. [26] Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis ( Tome Pires), dan Italia ( Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Pati Unus, penguasa dari Kesultanan Demak, antara tahun 1518 dan 1521 M.

[23] Sisa-sisa keluarga Majapahit keturunan Girindrawardhana kemudian melarikan diri ke daerah Panarukan, Blambangan (sekarang daerah Kabupaten Banyuwangi). Sejumlah besar abdi istana, seniman, pendeta, dan anggota keluarga kerajaan mengungsi kepulau Bali. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa.

Saat itu setelah keruntuhan Majapahit, sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur, serta Kerajaan Sunda yang beribu kota di Pajajaran di bagian barat. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali. Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger, kawasan Bromo dan Semeru. Militer dan persenjataan [ sunting - sunting sumber ] Pada zaman Majapahit terjadi perkembangan, pelestarian, dan penyebaran teknik pembuatan keris.

Teknik pembuatan keris mengalami penghalusan dan pemilihan bahan menjadi semakin selektif. Keris pra-Majapahit dikenal berat namun semenjak masa ini dan seterusnya, bilah keris yang ringan tetapi kuat menjadi petunjuk kualitas sebuah keris.

Penggunaan keris sebagai tanda kebesaran kalangan aristokrat juga berkembang pada masa ini dan meluas ke berbagai penjuru Nusantara, terutama di bagian barat. Berdasarkan buku Sejarah Yuan, prajurit pada masa Majapahit awal didominasi oleh infanteri ringan. Pada saat serbuan Mongol ke Jawa (1293), tentara Jawa dideskripsikan sebagai prajurit yang dimobilisasi sementara dari petani dan beberapa prajurit bangsawan.

Para bangsawan berbaris di garis depan, dan pasukan belakang yang besar berformasi T terbalik. "Tentara petani" Jawa berpakaian setengah telanjang dan ditutupi dengan kain katun di bagian pinggangnya ( sarung). Sebagian besar senjata adalah busur dan panah, tombak bambu, dan pedang pendek. Kaum aristokrat sangat dipengaruhi oleh budaya India, biasanya dipersenjatai dengan pedang dan tombak, dan berpakaian putih. [27] :111-112 Senjata mesiu yang digunakan oleh Majapahit: • Cetbang berjenis meriam tangan, ditemukan di sungai Brantas, Jombang.

• Sebuah cetbang berlaras ganda di atas pedati meriam ( gun carriage), dengan garpu putar, sekitar tahun 1522. Mulut meriam berbentuk Nāga Jawa. Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal keris, berkembang pula teknik pembuatan dan penggunaan tombak dan meriam kapal sederhana yang disebut Cetbang. Majapahit di bawah Mahapatih (perdana menteri) Gajah Mada memanfaatkan teknologi senjata bubuk mesiu yang diperoleh dari dinasti Yuan untuk digunakan dalam armada laut.

[28] :57 Cetbang awal (disebut cetbang bergaya Timur) bentuknya mirip meriam dan meriam tangan Cina. Cetbang bergaya Timur kebanyakan dibuat dari bahan perunggu dan merupakan meriam isian depan. Ia menembakkan proyektil berupa panah, namun peluru bulat dan proyektil co-viative [Catatan 2] juga dapat digunakan.

Panah ini dapat berujung pejal tanpa peledak, maupun disertai bahan peledak dan pembakar di belakang ujungnya. Di bagian dekat belakang, terdapat kamar atau bilik bakar, yang merujuk kepada bagian yang menggelembung dekat belakang meriam, dimana mesiu ditempatkan.

Cetbang ini dipasang pada dudukan tetap, ataupun sebagai meriam tangan yang diletakkan di ujung galah. Ada bagian mirip tabung di bagian belakang meriam. Pada cetbang jenis meriam tangan, tabung ini digunakan sebagai tempat untuk menancapkan galah. [29] :94 Karena dekatnya hubungan maritim Nusantara dengan wilayah India Barat, setelah tahun 1460 jenis senjata bubuk mesiu baru masuk ke Nusantara melalui perantara orang Arab.

Senjata ini sepertinya adalah meriam dan bedil tradisi Turki Usmani, misalnya prangi, yang merupakan meriam putar isian belakang.

[29] :94-95 Ia menghasilkan cetbang jenis baru, disebut "cetbang bergaya Barat". Ia dapat dipasang sebagai meriam tetap atau meriam putar, yang kecil dapat dengan mudah dipasang di kapal kecil yang disebut Penjajap (Portugis: Pangajaua atau Pangajava), dan juga Lancaran.

Meriam ini dipergunakan sebagai senjata anti personil, bukan anti kapal. Pada zaman ini, bahkan sampai abad ke 17, prajurit angkatan laut Nusantara bertempur di panggung yang biasa disebut Balai (lihat gambar kapal). Ditembakan pada kumpulan prajurit dengan peluru scattershot (peluru sebar atau peluru gotri, dapat berupa grapeshot, case shot, atau paku dan batu), cetbang sangat efektif untuk pertempuran jenis ini.

[30] :241 [31] Saat ini salah satu koleksi Cetbang Majapahit tersebut berada di The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika. Majapahit memiliki pasukan elit yang disebut Bhayangkara. Tugas utama pasukan ini adalah untuk melindung raja dan kaum bangsawan, namun mereka juga dapat diterjunkan ke pertempuran jika diperlukan.

Hikayat Banjar mencatat perlengkapan Bhayangkara di istana Majapahit: . dengan perhiasannya orang ber baju rantai empat puluh serta pedangnya ber kopiah taranggos sachlat merah, orang membawa astengger [senapan sundut] empat puluh, orang membawa perisai serta pedangnya empat puluh, orang membawa dadap [perisai rotan] serta sodoknya [senjata mirip tombak dengan mata lebar] sepuluh, orang membawa panah serta anaknya sepuluh, yang membawa tombak rampukan bersulam emas empat puluh, yang membawa tameng Bali bertulis air empat puluh.

— Hikayat Banjar, 6.3 [32] :204–205 • Berbagai macam keris dan senjata galah (tombak) dari Jawa. Menurut catatan China, prajurit yang lebih kaya menggunakan baju pelindung yang disebut kawaca. [Catatan 3] Baju pelindung ini berbentuk seperti tabung panjang dan terbuat dari tembaga yang dicetak. Walaupun begitu, prajurit yang lebih miskin pergi berperang dengan telanjang dada. [33] Jenis baju zirah lain yang digunakan di Jawa era Majapahit adalah waju rante ( zirah rantai) dan karambalangan (lapisan logam yang dikenakan di depan dada).

[32] :202 [34] [35] Dalam Kidung Sunda pupuh 2 bait 85 dijelaskan bahwa mantri-mantri (menteri atau perwira) Gajah Mada mengenakan baju besi dalam bentuk zirah rantai atau plastron dengan hiasan emas dan mengenakan pakaian kuning, [36] :103 sedangkan dalam Kidung Sundayana pupuh 1 bait 95 disebutkan bahwa Gajah Mada mengenakan karambalangan berhias timbul dari emas, bersenjata tombak berlapis emas, dan perisai penuh dengan hiasan dari intan berlian. [34] [35] Majapahit juga mengawali penggunaan senjata api di Nusantara.

Meskipun pengetahuan membuat senjata berbasis serbuk mesiu di Nusantara sudah dikenal setelah serangan Mongol ke Jawa, dan pendahulu senjata api, yaitu meriam galah ( bedil tombak), dicatat digunakan oleh Jawa pada tahun 1413, [30] :245 [37] pengetahuan membuat senjata api sejati datang jauh kemudian, setelah pertengahan abad ke-15.

Ia dibawa oleh negara-negara Islam di Asia Barat, kemungkinan besar oleh orang Arab. Tahun pengenalan yang tepat tidak diketahui, tetapi dapat dengan aman disimpulkan tidak lebih awal dari tahun 1460. [38] :23 Suatu catatan tentang penggunaan senjata api pada pertempuran melawan pasukan Giri pada sekitar tahun 1500-1506 berbunyi: [39] .

wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis . . pasukan Majapahit menembaki ( bedil=senjata api), sementara pasukan Giri berguguran karena mereka tidak kuat dihujani peluru ( mimis=peluru bulat).

— Serat Darmagandhul Tidak diketahui secara pasti jenis senjata api apa yang digunakan dalam pertempuran ini. Kata " bedil" dapat merujuk ke beberapa jenis senjata bubuk mesiu yang berbeda. Itu mungkin merujuk pada arquebus Jawa (Zua Wa Chong - 爪哇銃) yang dilaporkan oleh orang China. Arquebus ini memiliki kemiripan dengan arquebus Vietnam pada abad ke-17.

Senjata ini sangat panjang, dapat mencapai 2,2 m panjangnya, dan memiliki dudukan bipod yang dapat ditekuk. [40] Catatan Tome Pires tahun 1513 menyebutkan pasukan tentara Gusti Pati, wakil raja Batara Brawijaya, berjumlah 200.000 orang, 2.000 diantaranya adalah prajurit berkuda dan 4.000 adalah musketir.

[41] :176 Duarte Barbosa sekitar tahun 1514 mengatakan bahwa penduduk Jawa sangat ahli dalam membuat artileri dan merupakan penembak artileri yang baik. Mereka membuat banyak meriam 1 pon (cetbang atau rentaka), senapan lontak panjang, spingarde (arquebus), schioppi (meriam tangan), api Yunani, gun (bedil besar atau meriam), dan senjata api atau kembang api lainnya.

[42] :198 [43] :224 Setiap tempat disana dianggap sangat baik dalam mencetak/mengecor artileri, dan juga dalam ilmu penggunaanya. [42] :198 [44] :254 Kavaleri sejati pertama, unit terorganisir dari penunggang kuda yang kooperatif, mungkin telah muncul di Jawa selama abad ke-12 M.

[45] Naskah Jawa kuno kakawin Bhomāntaka menyebutkan kisah kuda Jawa awal dan sejarah menunggang kuda. [46] :436 Naskah tersebut mungkin mencerminkan konflik (secara alegoris) antara kavaleri Jawa yang baru jadi dan infanteri elit mapan yang membentuk inti dari pasukan Jawa sampai abad ke-12.

[47] :113 Pada abad ke-14 M, Jawa menjadi peternak kuda yang penting dan pulau ini bahkan terdaftar di antara pemasok kuda ke Cina. [48] :208 Selama masa Majapahit, jumlah kuda dan kualitas kuda keturunan Jawa terus berkembang sehingga pada tahun 1513 masehi Tomé Pires memuji kuda-kuda yang sangat dihiasi dari bangsawan Jawa, dilengkapi dengan sanggurdi bertatahkan emas dan pelana yang dihiasi dengan mewah yang "tidak ditemukan di tempat lain di dunia". [41] :174-175 Sebuah lancaran dari Madura.

Perhatikan adanya panggung tempur atau "balai" di atas geladak utamanya. Untuk angkatan laut, armada Majapahit menggunakan jong secara besar-besaran sebagai kekuatan lautnya. Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah total jong yang dimiliki Majapahit, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal jumlah terbesar yang pernah digunakan dalam satu peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal adalah berjumlah 400 buah, tepatnya saat Majapahit menyerang Pasai.

[49] Setiap kapal berukuran panjang keseluruhan sekitar 28.99–88.56 meter, berat mati ( deadweight) sekitar 100–2000 ton dan dapat membawa 50–1000 orang. Sebuah jong dari tahun 1420 hampir saja menyeberangi samudera Atlantik. [50] Jong yang umum digunakan oleh Majapahit rata-ratanya dapat membawa 600–700 orang, berbobot mati 1200–1400 ton, dengan panjang keseluruhan sekitar 76,18–79,81 m.

[51] :60-62 Sebelum tragedi Bubat tahun 1357, raja Sunda dan keluarganya datang di Majapahit setelah berlayar di laut Jawa dalam armada dengan 200 kapal besar dan 2000 kapal yang lebih kecil.

[36] :16-17, 76-77 Kapal yang dinaiki keluarga kerajaan adalah sebuah jong hibrida Cina-Asia tenggara bertingkat sembilan (Bahasa Jawa kuno: Jong sasanga wagunan ring Tatarnagari tiniru). Kapal hibrida ini mencampurkan teknik China dalam pembuatannya, yaitu menggunakan paku besi selain menggunakan pasak kayu dan juga pembuatan sekat kedap air ( watertight bulkhead), dan penambahan kemudi sentral. [52] :270 [53] :272-276 Jenis kapal lain yang digunakan Majapahit adalah malangbang, kelulus, lancaran, penjajap, jongkong, cerucuh, tongkang, dan pelang.

[49] [54] [55] Penggambaran angkatan laut Majapahit pada masa modern sering kali menggambarkan kapal-kapal bercadik, namun pada kenyataannya kapal ini berasal dari abad ke-8 yaitu kapal Borobudur, yang digunakan dinasti Sailendra. Penelitian oleh Nugroho menyimpulkan bahwa kapal yang digunakan oleh Majapahit tidak menggunakan cadik, dan menggunakan ukiran Borobudur sebagai dasar rekonstruksi kapal Majapahit adalah salah. [32] :266-267 [56] Penjelajahan dan navigasi [ sunting - sunting sumber ] Selama era Majapahit penjelajahan orang-orang Nusantara mencapai prestasi terbesarnya.

Ludovico di Varthema (1470–1517), dalam bukunya Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese menyatakan bahwa orang Jawa Selatan berlayar ke "negeri jauh di selatan" hingga mereka tiba di sebuah pulau di mana satu hari hanya berlangsung selama empat jam dan "lebih dingin daripada di bagian dunia mana pun". Penelitian modern telah menentukan bahwa tempat tersebut terletak setidaknya 900 mil laut (1666 km) selatan dari titik paling selatan Tasmania.

[57] :248-251 Orang Jawa, seperti suku-suku Austronesia lainnya, menggunakan sistem navigasi yang mantap: Orientasi di laut dilakukan menggunakan berbagai tanda alam yang berbeda-beda, dan dengan memakai suatu teknik perbintangan sangat khas yang dinamakan star path navigation.

Pada dasarnya, para navigator menentukan haluan kapal ke pulau-pulau yang dikenali dengan menggunakan posisi terbitnya dan terbenamnya bintang-bintang tertentu di atas cakrawala. [58] :10 Pada zaman Majapahit, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dan magnet telah digunakan, selain itu kartografi (ilmu pemetaan) telah berkembang. Pada tahun 1293 Raden Wijaya memberikan sebuah peta dan catatan sensus penduduk pada pasukan Mongol dinasti Yuan, menunjukkan bahwa pembuatan peta telah menjadi bagian formal dari urusan pemerintahan di Jawa.

[59] :53 Penggunaan peta yang penuh garis-garis memanjang dan melintang, garis rhumb, dan garis rute langsung yang dilalui kapal dicatat oleh orang Eropa, sampai-sampai orang Portugis menilai peta Jawa merupakan peta terbaik pada awal tahun 1500-an. [57] [60] Ketika Afonso de Albuquerque menaklukkan Malaka (1511), orang Portugis mendapatkan sebuah peta dari seorang mualim Jawa, yang juga menampilkan bagian dari benua Amerika.

Mengenai peta itu, Albuquerque berkata: [61] . peta besar seorang mualim Jawa, yang berisi Tanjung Harapan, Portugal dan tanah Brazil, Laut Merah dan Laut Persia, Kepulauan Cengkih, navigasi orang Cina dan Gom, dengan garis rhumb dan rute langsung yang bisa ditempuh oleh kapal, dan dataran gigir ( hinterland), dan bagaimana kerajaan berbatasan satu sama lain.

Bagiku, Tuan, ini adalah hal terbaik yang pernah saya lihat, dan Yang Mulia akan sangat senang melihatnya memiliki nama-nama dalam tulisan Jawa, tetapi saya punya saya orang Jawa yang bisa membaca dan menulis, saya mengirimkan karya ini kepada Yang Mulia, yang ditelusuri Francisco Rodrigues dari yang lain, di mana Yang Mulia dapat benar-benar melihat di mana orang Cina dan Gore ( Jepang) datang, dan tentu saja kapal Anda harus pergi ke Kepulauan Cengkih, dan di mana tambang emas ada, dan pulau Jawa dan Banda.

– Surat Albuquerque untuk raja Manuel I dari Portugal, 1 April 1512. Kebudayaan [ sunting - sunting sumber ] Gapura Bajang Ratu, gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit.

Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan. "Dari semua bangunan, tidak ada tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap ijuk, indah bagai pemandangan dalam lukisan. Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga, menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya".

— Gambaran ibu kota Majapahit kutipan dari Nagarakertagama. Nagarakretagama menyebutkan budaya keraton yang adiluhung dan anggun, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus, serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Peristiwa utama dalam kalender tata negara digelar tiap hari pertama bulan Caitra (Maret-April) ketika semua utusan dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak.

Kawasan Majapahit secara sederhana terbagi dalam tiga jenis: keraton termasuk kawasan ibu kota dan sekitarnya; wilayah-wilayah di Jawa Timur dan Bali yang secara langsung dikepalai oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja; serta wilayah-wilayah taklukan di kepulauan Nusantara yang menikmati otonomi luas.

[62] Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun. Agama Buddha, Siwa, dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit, dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha, Siwa, maupun Wisnu. Nagarakertagama sama sekali tidak menyinggung tentang Islam, akan tetapi sangat mungkin terdapat beberapa pegawai atau abdi istana muslim saat itu.

[2] Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelumnya, arsitek Majapahitlah yang paling ahli menggunakannya. [63] Candi-candi Majapahit berkualitas baik secara geometris dengan memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan gula merah sebagai perekat batu bata. Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemui sekarang adalah Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu di Trowulan, Mojokerto.

Beberapa elemen arsitektur berasal dari masa Majapahit, antara lain gerbang terbelah candi bentar, gapura paduraksa (kori agung) beratap tinggi, dan pendopo berdasar struktur bata. Gaya bangunan seperti ini masih dapat ditemukan dalam arsitektur Jawa dan Bali. ". Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota.

[Dan] pulaunya berpenduduk banyak, merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada. Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa mengagumkan. Karena sangat besar, tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak, bahkan atapnya pun bersepuh emas.

Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini; akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya." — Gambaran Majapahit menurut Mattiussi (Pendeta Odorico da Pordenone).

[64] [Catatan 4] Catatan yang berasal dari sumber Italia mengenai Jawa pada era Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan Mattiussi, seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da Pordenone". Ia mengunjungi beberapa tempat di Nusantara: Sumatra, Jawa, dan Banjarmasin di Kalimantan. Ia dikirim Paus untuk menjalankan misi Katolik di Asia Tengah. Pada 1318 ia berangkat dari Padua, menyeberangi Laut Hitam dan menembus Persia, terus hingga mencapai Kolkata, Madras, dan Srilanka.

Lalu menuju kepulauan Nikobar hingga mencapai Sumatra, lalu mengunjungi Jawa dan Banjarmasin. Ia kembali ke Italia melalui jalan darat lewat Vietnam, China, terus mengikuti Jalur Sutra menuju Eropa pada 1330. Raja Jawa (Majapahit) dan 7 raja bawahannya, seperti yang dibayangkan dalam manuskrip Inggris abad ke-15 yang berisi catatan pendeta Odoric.

Di buku ini ia menyebut kunjungannya di Jawa tanpa menjelaskan lebih rinci nama tempat yang ia kunjungi. Disebutkan raja Jawa menguasai tujuh raja bawahan. Disebutkan juga di pulau ini terdapat banyak cengkih, kemukus, pala, dan berbagai rempah-rempah lainnya. Ia menyebutkan istana raja Jawa sangat mewah dan mengagumkan, penuh bersepuh emas dan perak. Ia juga menyebutkan raja Mongol beberapa kali berusaha menyerang Jawa, tetapi selalu gagal dan berhasil diusir kembali.

Kerajaan Jawa yang disebutkan di sini tak lain adalah Majapahit yang dikunjungi pada suatu waktu dalam kurun 1318-1330 pada masa pemerintahan Jayanegara. Diplomat Portugis Tome Pires, yang mengunjungi Nusantara pada 1512, mencatat kebudayaan Jawa pada akhir zaman Majapahit. Kisah Pires menceritakan tentang para tuan dan bangsawan di Jawa. Mereka digambarkan sebagai: . tinggi dan tampan, dengan dekorasi mewah, dan mereka memiliki banyak kuda yang sangat dihiasi.

Mereka menggunakan keris, pedang, dan tombak dari berbagai jenis, semuanya bertatahkan emas. Mereka adalah pemburu dan penunggang kuda yang hebat - kuda itu memiliki sanggurdi semua bertatahkan emas dan pelana yang juga bertatahkan, yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

Penguasa Jawa begitu mulia dan agung sehingga tidak ada bangsa yang bisa peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dengan mereka di wilayah yang luas di bagian ini. Kepala mereka dicukur - setengah dicukur - sebagai tanda keindahan, dan mereka selalu mengusap rambut mereka dari dahi ke atas tidak seperti yang dilakukan orang Eropa.

Penguasa Jawa dipuja seperti dewa, dengan rasa hormat yang tinggi dan penghormatan yang dalam. Para bangsawan pergi berburu atau mencari kesenangan dengan gaya yang agung. Mereka menghabiskan seluruh waktu mereka dalam kesenangan, pengiring memiliki begitu banyak tombak dengan gagang emas dan perak, begitu kaya tatahannya, dengan begitu banyak anjing jenis harrier, greyhound dan anjing lainnya; dan mereka memiliki begitu banyak gambar yang dilukis dengan pemandangan dan pemandangan berburu.

Pakaian mereka dihiasi dengan emas, keris, pedang, pisau, kelewang mereka semua bertatahkan emas; mereka memiliki sejumlah selir, kuda jennet, gajah, lembu untuk menarik kereta dari kayu yang dicat dan bersepuh emas. Para bangsawan pergi dengan kereta kemenangan, dan jika mereka pergi melalui laut mereka pergi dengan kelulus yang dicat dan dihiasi; ada apartemen indah untuk wanita mereka, tempat lain untuk para bangsawan yang menemaninya.

[41] :174 dan 200 Kesusasteraan [ sunting - sunting sumber ] Pada zaman Majapahit ditulis berbagai kakawin (puisi berbahasa Jawa Kuno), seperti Negarakertagama, prosa, seperti Pararaton, dan juga muncul berbagai cerita kembangan (carangan, spin off) dari epos raya India dalam bentuk kidung (seperti Tantu Panggelaran, Garudeya, dan Sudhamala) maupun cerita lisan yang populer hingga masa kini, seperti lingkaran cerita Panji, kisah Sri Tanjung, dan kisah Bhubuksah dan Gagangaking.

Berbagai ukiran batu candi dari masa ini banyak mengabadikan fragmen cerita-cerita tersebut. [65] Ekonomi [ sunting - sunting sumber ] Celengan zaman Majapahit, abad 14- 15 Masehi Trowulan, Jawa Timur. (Koleksi Museum Gajah, Jakarta) Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

{INSERTKEYS} [66] Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. Ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang sejak abad ke-8 pada masa kerajaan Medang yang menggunakan butiran dan keping uang emas dan perak.

Sekitar tahun 1300, pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, sebuah perubahan moneter penting terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu keping uang tembaga impor dari China. Pada November 2008 sekitar 10.388 keping koin China kuno seberat sekitar 40 kilogram digali dari halaman belakang seorang penduduk di Sidoarjo.

Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur memastikan bahwa koin tersebut berasal dari era Majapahit. [67] Alasan penggunaan uang logam atau koin asing ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah, akan tetapi kebanyakan ahli menduga bahwa dengan semakin kompleksnya ekonomi Jawa, maka diperlukan uang pecahan kecil atau uang receh dalam sistem mata uang Majapahit agar dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar Majapahit.

Peran ini tidak cocok dan tidak dapat dipenuhi oleh uang emas dan perak yang mahal. [68] Tau-I Chi, yang ditulis sekitar 1350 M, menyebutkan tentang kekayaan dan kemakmuran Jawa pada masa itu: "Ladang-ladang di Jawa kaya dan tanahnya rata dan berair baik, maka dari itu gandum dan beras berlimpah, dua kali lipat di negara lain.

Orang-orang tidak mencuri, dan apa yang dijatuhkan di jalan tidak diambil. Pepatah umum: "Jawa yang makmur" berarti negara ini. Pria dan wanita menutup kepala mereka dan mengenakan pakaian panjang." [69] Beberapa gambaran mengenai skala ekonomi dalam negeri Jawa saat itu dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti.

Prasasti Canggu yang berangka tahun 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri ( mandala Jawa). [62] Prasasti dari masa Majapahit menyebutkan berbagai macam pekerjaan dan spesialisasi karier, mulai dari pengrajin emas dan perak, hingga penjual minuman, dan jagal atau tukang daging. Meskipun banyak di antara pekerjaan-pekerjaan ini sudah ada sejak zaman sebelumnya, namun proporsi populasi yang mencari pendapatan dan bermata pencarian di luar pertanian semakin meningkat pada era Majapahit.

Menurut catatan Wang Ta-Yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung Kakaktua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. [70] Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

[71] Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Faktor pertama adalah kesuburan lahan di lembah Sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur utara mendukung pertanian padi. Pada masa jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi, sebagian dengan dukungan pemerintah. Faktor kedua adalah pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa yang berperan penting sebagai ekspor-impor serta transit bagi komoditas rempah-rempah dari timur ( Maluku).

Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa merupakan sumber pemasukan penting bagi Majapahit. [62] Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemasyhuran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing, di antaranya pedagang dari India, Khmer, Siam, dan Tiongkok.

Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain perdagangan internasional. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa. [72] Selama era Majapahit, hampir semua komoditas dari Asia ditemukan di Jawa.

Ini dikarenakan perdagangan laut ekstensif yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit yang menggunakan berbagai jenis kapal, terutamanya jong, untuk berdagang ke tempat-tempat yang jauh. [32] :267-293 Ma Huan (penerjemah Cheng Ho) yang mengunjungi Jawa pada 1413, menyatakan bahwa pelabuhan di Jawa adalah memperdagangkan barang dan menawarkan layanan yang lebih banyak dan lebih lengkap daripada pelabuhan lain di Asia Tenggara.

[32] :241 Struktur pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya.

[73] Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi. Aparat birokrasi [ sunting - sunting sumber ] Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan, dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya, antara lain yaitu: • Rakryan Mahamantri Katrini, biasanya dijabat putra-putra raja • Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan • Dharmmadhyaksa, para pejabat hukum ke agamaan • Dharmma-upapatti, para pejabat keagamaan Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi.

Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan.

Selain itu, terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja, yang disebut Bhattara Saptaprabhu. Pembagian wilayah [ sunting - sunting sumber ] Kawasan inti Majapahit dan provinsinya ( Mancanagara) di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk pulau Madura dan Bali. Dalam pembentukannya, kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Singhasari, [17] terdiri atas beberapa kawasan tertentu di bagian timur dan bagian tengah Jawa.

Daerah ini diperintah oleh uparaja yang disebut Paduka Bhattara yang bergelar Bhre atau "Bhatara i". Gelar ini adalah gelar tertinggi bangsawan kerajaan. Biasanya posisi ini hanyalah untuk kerabat dekat raja. Tugas mereka adalah untuk mengelola kerajaan mereka, memungut pajak, dan mengirimkan upeti ke pusat, dan mengelola pertahanan di perbatasan daerah yang mereka pimpin.

Hierarki dalam pengklasifikasian wilayah di kerajaan Majapahit dikenal sebagai berikut: • Bhumi: kerajaan, diperintah oleh Raja • Nagara: diperintah oleh rajya (gubernur), atau natha (tuan), atau bhre (pangeran atau bangsawan) • Watek: dikelola oleh wiyasa, • Kuwu: dikelola oleh lurah, • Wanua: dikelola oleh thani, • Kabuyutan: dusun kecil atau tempat sakral. Saat Majapahit memasuki era kemaharajaan Thalasokrasi saat pemerintahan Gajah Mada, beberapa negara bagian di luar negeri juga termasuk dalam lingkaran pengaruh Majapahit, sebagai hasilnya, konsep teritorial yang lebih besar pun terbentuk: • Negara Agung, atau Negara Utama, inti kerajaan.

Area awal Majapahit atau Majapahit Lama selama masa pembentukannya sebelum memasuki era kemaharajaan. Yang termasuk area ini adalah ibu kota kerajaan dan wilayah sekitarnya dimana raja secara efektif menjalankan pemerintahannya. Area ini meliputi setengah bagian timur Jawa, dengan semua provinsinya yang dikelola oleh para Bhre (bangsawan), yang merupakan kerabat dekat raja.

• Mancanegara, area yang melingkupi Negara Agung. Area ini secara langsung dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, dan wajib membayar upeti tahunan. Akan tetapi, area-area tersebut biasanya memiliki penguasa atau raja pribumi, yang kemungkinan membentuk persekutuan atau menikah dengan keluarga kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit menempatkan birokrat dan pegawainya di tempat-tempat ini dan mengatur kegiatan perdagangan luar negeri mereka dan mengumpulkan pajak, namun mereka menikmati otonomi internal yang cukup besar.

Wilayah Mancanegara termasuk di dalamnya seluruh daerah Pulau Jawa lainnya, Madura, Bali, dan juga Dharmasraya, Pagaruyung, Lampung dan Palembang di Sumatra. • Nusantara, adalah area yang tidak mencerminkan kebudayaan Jawa, tetapi termasuk ke dalam koloni dan mereka harus membayar upeti tahunan. Mereka menikmati otonomi yang cukup luas dan kebebasan internal, dan Majapahit tidak merasa penting untuk menempatkan birokratnya atau tentara militernya di sini; akan tetapi, tantangan apa pun yang terlihat mengancam ketuanan Majapahit atas wilayah itu akan menuai reaksi keras.

Termasuk dalam area ini adalah kerajaan kecil dan koloni di Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Ketiga kategori tersebut masuk ke dalam lingkaran pengaruh Kerajaan Majapahit. Akan tetapi Majapahit juga mengenal lingkup keempat yang didefinisikan sebagai hubungan diplomatik luar negeri.

Luas Wilayah [ sunting - sunting sumber ] Kejayaan Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Perkembangan Kemaharajaan Majapahit, bermula di Trowulan, Majapahit, Jawa Timur, pada abad ke-13, kemudian mengembangkan pengaruhnya atas kepulauan Nusantara, hingga surut dan runtuh pada awal abad ke-16. Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.

Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik ( Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. [74] Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. Meriam Cetbang Majapahit, dari The Metropolitan Museum of Art, yang diperkirakan berasal dari tahun 1470-1478.

[75] Perhatikan adanya lambang Surya Majapahit. Namun, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. [66] Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.

[2] [66] Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer, Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. Kemungkinan karena didorong alasan politik, Hayam Wuruk berhasrat mempersunting Citraresmi (Pitaloka), putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. [76] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan.

Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan.

Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan, keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. [77] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa, dengan hati remuk redam melakukan "bela pati", bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya.

[78] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali dan juga naskah Carita Parahiyangan. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung, anggun, dan canggih, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi, serta sistem ritual keagamaan yang rumit.

Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatra ke Papua, mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku.

Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali, di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas, pembayaran upeti berkala, dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka.

Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. [79] Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. [2] Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadang-kadang menyerang kerajaan tetangga, perhatian utama Majapahit tampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara.

Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. Menurut Serat Pararaton [ sunting - sunting sumber ] Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 s.d.

1389) ada 12 wilayah pusat Majapahit, yang dikelola oleh kerabat dekat raja. No Provinsi Gelar Penguasa Hubungan dengan Raja 1 Kahuripan (sekarang Sidoarjo) Bhre Kahuripan Tribhuwanatunggadewi ibu suri 2 Daha (sekarang Kediri) Bhre Daha Rajadewi Maharajasa bibi sekaligus ibu mertua 3 Tumapel (sekarang Malang) Bhre Tumapel Kertawardhana ayah 4 Wengker (sekarang Ponorogo) Bhre Wengker Wijayarajasa paman sekaligus ayah mertua 5 Matahun (sekarang Bojonegoro) Bhre Matahun Rajasawardhana suami dari Putri Lasem, sepupu raja 6 Wirabhumi (sekarang Blambangan) Bhre Wirabhumi Bhre Wirabhumi [Catatan 5] 1 anak 7 Paguhan Bhre Paguhan Singhawardhana saudara laki-laki ipar 8 Kabalan Bhre Kabalan Kusumawardhani [Catatan 6] 2 anak perempuan 9 Pawanuan Bhre Pawanuan Surawardhani keponakan perempuan 10 Lasem (sekarang Rembang) Bhre Lasem Rajasaduhita Indudewi sepupu 11 Pajang (sekarang Surakarta) Bhre Pajang Rajasaduhita Iswari saudara perempuan 12 Mataram (sekarang Yogyakarta) Bhre Mataram Wikramawardhana [Catatan 6] 2 keponakan laki - laki Catatan: 1 Bhre Wirabhumi sebenarnya adalah gelar: Pangeran Wirabhumi (blambangan), nama aslinya tidak diketahui dan sering disebut sebagai Bhre Wirabhumi dari Pararaton.

Dia menikah dengan Nagawardhani, keponakan perempuan raja. 2 Kusumawardhani (putri raja) menikah dengan Wikramawardhana (keponakan laki-laki raja), pasangan ini lalu menjadi pewaris tahta. Arca dewi Parwati sebagai perwujudan anumerta Tribhuwanattunggadewi, ratu Majapahit ibunda Hayam Wuruk. Menurut Prasasti Waringin Pitu [ sunting - sunting sumber ] Sedangkan dalam Prasasti Waringin Pitu ( 1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan, yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre.

[80] Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu: • Kahuripan • Daha • Tumapel • Wengker • Matahun • Wirabumi • Kabalan • Kembang Jenar • Pajang • Jagaraga • Keling • Kelinggapura • Singhapura • Tanjungpura Menurut Kitab Sulalatus Salatin dan Buku Suma Oriental [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan sumber-sumber luar, seperti Sulalatus Salatin dan buku Suma Oriental ciptaan Tome Pires.

Daerah-daerah ini termasuk : • Indragiri di Sumatra dan Siantan (sekarang Pontianak pada pesisir barat Kalimantan), yang menurut Sulalatus Salatin, diberikan sebagai hadiah pernikahan kepada Kesultanan Malaka atas pernihkahan sultan Mansur Syah dari Malaka dengan putri Majapahit. Sultan Mansur Syah memerintah pada tahun 1459 - 1477, sehingga pada tahun 1447 artinya Indragiri dan Siantan masih dibawah kekuasaan Majapahit.

• Jambi dan Palembang, yang hanya mulai lepas dari genggaman Majapahit ketika diambil-alih oleh Kesultanan Demak [81] (hlm.154-155) pada saat masa perangnya melawan Majapahit yang diperintah Ranawijaya. Perang antara Demak dan Majapahit terjadi sekitar tahun 1478 - 1498 ketika Ranawijaya membunuh Bhre Kertabhumi dan terusir kembali ke Daha oleh pasukan Demak • Dan Bali yang merupakan daerah pengungsian terakhir para bangsawan, seniman, pendeta dan penduduk agama Hindu di Jawa ketika Majapahit runtuh oleh Demak.

Hubungan Diplomatik [ sunting - sunting sumber ] Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dalam menjalin persekutuan. Semboyan Mitreka Satata digunakan oleh Mahapatih Gajah Mada sebagai landasan dalam menjalankan politik luar negeri Majapahit yang bersifat kekerabatan, hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Kutipan ini berasal dari Kakawin Nagarakretagama pupuh 15, bait 1. [82] Lengkapnya ialah: Jawa Kuno Alih bahasa inggris nahan / lwir ning deçantara kacaya de çri narapati, tuhn / tang synakayodyapura kimutang darmmanagari, marutma mwang ring rajapura nuniweh sinhanagari, ri campa kambojanyat i yawana mitreka satata Such is the aspect of the other countries, protected by the Illustrious Prince; verily, to be sure: Syangkayodhyapura, together with Dharmanagari, Marutma and Rajapura, and Singhanagari too, Campa, Kamboja.

Different is Yawana, that is a friend, regul kunong tekang nusa madura tatan ilwing parapuri, ri denyan tungal / mwang yawadarani rakwaikana danu, samudra(1) nangung(2) bhumi(3) kta ça- (98b) ka kalanya karnö, teweknyan dadyapantara sasiki tatwanya tan adoh Concerning now this island of Madura, this is not at all of the same aspect as the foreign kingdoms, because of the fact that it has been one with the Yawa-country, so it is said, at that time in the past: "The oceans carry a country" (124 = 202 A.D.), such is their Shaka-year, one hears, their moment to become provided with an interstice; (nevertheless) they are one in essence, not far away (from each other).

huwus rabdang dwipantara sumiwi ri çri narapati, padasthity awwat / pahudama wijil anken / pratimasa, sake kotsahan / sang prabhu ri sakhahaywanyan iniwö, bhujanga mwang mantrinutus umahalot / patti satata. Already the other continents are getting ready to show obedience to the Illustrious Prince, alike orderly they bring in all kinds of products every ordained season. As an instance of the honoured Prabhu's exertion for all the good that is taken care of by him, ecclesiastical officers and mandarins are sent to fetch the produce regularly.

Mitreka Satata yang secara harfiah berarti "persaudaraan yang satu dengan dasar persamaan derajat". Mitreka berasal dari kata mitra dan ika (mitra = sahabat; ika = itu) Satata berarti satu tata (sama derajat dan kekal). Hal itu menunjukkan negara independen luar negeri yang dianggap setara oleh Majapahit, bukan sebagai bawahan dalam kekuatan Majapahit.

Menurut Negarakertagama pupuh 15, bangsa asing adalah Syangkayodhyapura ( Ayutthaya di Thailand), Dharmmanagari ( Kerajaan Nakhon Si Thammarat), Marutma, Rajapura dan Sinhanagari (kerajaan di Myanmar), Kerajaan Champa, Kamboja ( Kamboja), dan Yawana ( Annam). Mitreka Satata dapat dianggap sebagai aliansi Majapahit, karena kerajaan asing di luar negeri seperti China dan India tidak termasuk dalam kategori ini meskipun Majapahit telah melakukan hubungan luar negeri dengan kedua bangsa ini.

Pola kesatuan politik khas sejarah Asia Tenggara purba seperti ini kemudian diidentifikasi oleh sejarahwan modern sebagai " mandala", yaitu kesatuan yang politik ditentukan oleh pusat atau inti kekuasaannya daripada perbatasannya, dan dapat tersusun atas beberapa unit politik bawahan tanpa integrasi administratif lebih lanjut.

[83] Daerah-daerah bawahan yang termasuk dalam lingkup mandala Majapahit, yaitu wilayah Mancanegara dan Nusantara, umumnya memiliki pemimpin asli penguasa daerah tersebut yang menikmati kebebasan internal cukup luas.

Wilayah-wilayah bawahan ini meskipun sedikit-banyak dipengaruhi Majapahit, tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri tanpa terintegrasi lebih lanjut oleh kekuasaan pusat di ibu kota Majapahit. Pola kekuasaan mandala ini juga ditemukan dalam kerajaan-kerajaan sebelumnya, seperti Sriwijaya dan Angkor, serta mandala-mandala tetangga Majapahit yang sezaman; Ayutthaya dan Champa.

Raja-raja Majapahit [ sunting - sunting sumber ] Silsilah wangsa Rajasa, keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. Penguasa ditandai dalam gambar ini. [84] Para penguasa Majapahit adalah penerus dari keluarga kerajaan Singhasari, yang dirintis oleh Sri Ranggah Rajasa, pendiri Wangsa Rajasa pada akhir abad ke-13. Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok.

[8] Nama Raja Gelar Tahun Raden Wijaya Nararya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana 1293 - 1309 Jayanagara Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara 1309 - 1328 Tribhuwana Wijayatunggadewi Sri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani 1328 - 1350 Hayam Wuruk Maharaja Sri Rajasanagara 1350 - 1389 Wikramawardhana Bhra Hyang Wisesa Aji Wikramawardhana 1389 - 1429 Suhita Prabu Stri Suhita 1429 - 1447 Kertawijaya Sri Maharaja Wijaya Parakramawardhana ( Brawijaya I) 1447 - 1451 Rajasawardhana Rajasawardhana Sang Sinagara 1451 - 1453 Girishawardhana Girishawardhana Dyah Suryawikrama 1456 - 1466 Suraprabhawa Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta 1466 - 1468 Bhre Kertabhumi 1468 - 1474 Dyah Ranawijaya Prabhu Natha Girindrawardhana Dyah Ranawijaya ( Brawijaya V) 1474 - 1498 Nama Gelar [ sunting - sunting sumber ] Girindrawarddhana [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Girindrawarddhana Girīndrawarddhana adalah gelar raja Majapahit terakhir.

Raja Majapahit yang menggunakan gelar ini adalah anak-anak dari Suraprabhawa (Singhawikramawardhana) (Raja Majapahit ke-10), yaitu : Dyah Wijayakarana, Dyah Wijayakusuma dan Dyah Raṇawijaya Gelar ini ditemukan dalam Prasasti Waringinpitu yang bertahun 1369 Saka (1447 M), serta Prasasti Ptak (OJO XCI) dan Prasasti Jiwu (OJO XCII-XCV) yang keduanya bertahun 1408 Saka (1486 M).

[85] Brawijaya [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Brawijaya Brawijaya atau Bhra Wijaya atau Prabu Brawijaya adalah gelar yang dianggap melekat pada Penguasa Majapahit.

Di Mojokerto ditemukan situs makam Putri Campa yang diyakini sebagai istri Brawijaya. Batu nisan makam tersebut berangka tahun 1448, jatuh pada masa pemerintahan Kertawijaya.

Hal ini menimbulkan pendapat bahwa, tokoh Brawijaya identik dengan Kertawijaya. Bahkan, dalam bagan silsilah yang ditemukan pada pemakaman Ratu Kalinyamat di Jepara, ditulis nama Kertawijaya sebagai nama ayah Raden Patah. Tokoh lain yang dianggap identik dengan Brawijaya adalah Dyah Ranawijaya, yang namanya terdapat dalam penutupan naskah Pararaton. Seringkali Kertawijaya disebut Brawijaya I, sedangkan Dyah Ranawijaya disebut Brawijaya V.

Sebagai gelar historis, gelar ini diragukan karena sampai saat ini tidak ada sumber dari masa Majapahit yang menyebutkan adanya gelar Brawijaya. Warisan sejarah [ sunting - sunting sumber ] Arca pertapa Hindu dari masa Majapahit akhir. Koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.

Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya. Legitimasi politik [ sunting - sunting sumber ] Kesultanan-kesultanan Islam Demak, Pajang, dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. Demak menyatakan legitimasi keturunannya melalui Kertabhumi; pendirinya, Raden Patah, menurut babad-babad keraton Demak dinyatakan sebagai anak Kertabhumi dan seorang Putri Cina, yang dikirim ke luar istana sebelum ia melahirkan.

Penaklukan Mataram atas Wirasaba tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena merupakan lokasi ibu kota Majapahit.

Keraton-keraton Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berusaha membuktikan hubungan para rajanya dengan keluarga kerajaan Majapahit — sering kali dalam bentuk makam leluhur, yang di Jawa merupakan bukti penting — dan legitimasi dianggap meningkat melalui hubungan tersebut.

Bali secara khusus mendapat pengaruh besar dari Majapahit, dan masyarakat Bali menganggap diri mereka penerus sejati kebudayaan Majapahit. [63] Para penggerak nasionalisme Indonesia modern, termasuk mereka yang terlibat Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20, telah merujuk pada Majapahit, disamping Sriwijaya, sebagai contoh gemilang masa lalu Indonesia.

Majapahit kadang dijadikan acuan batas politik negara Republik Indonesia saat ini. [66] Dalam propaganda yang dijalankan tahun 1920-an, Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai penjelmaan kembali dari Majapahit yang diromantiskan.

[86] Sukarno juga mengangkat Majapahit untuk kepentingan persatuan bangsa, sedangkan Orde Baru menggunakannya untuk kepentingan perluasan dan konsolidasi kekuasaan negara. [87] Sebagaimana Majapahit, negara Indonesia modern meliputi wilayah yang luas dan secara politik berpusat di pulau Jawa. [88] Beberapa simbol dan atribut kenegaraan Indonesia berasal dari elemen-elemen Majapahit. {/INSERTKEYS}

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

Bendera kebangsaan Indonesia "Sang Merah Putih" atau kadang disebut "Dwiwarna" ("dua warna"), berasal dari warna Panji Kerajaan Majapahit.

Demikian pula bendera armada kapal perang TNI Angkatan Laut berupa garis-garis merah dan putih juga berasal dari warna Majapahit. Semboyan nasional Indonesia, " Bhinneka Tunggal Ika", dikutip dari "Kakawin Sutasoma" yang ditulis oleh Mpu Tantular, seorang pujangga Majapahit. Arsitektur [ sunting - sunting sumber ] Sepasang patung penjaga gerbang abad ke-14 dari kuil Majapahit di Jawa Timur ( Museum of Asian Art, San Francisco) Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam bidang arsitektur di Indonesia.

Penggambaran bentuk paviliun ( pendopo) berbagai bangunan di ibu kota Majapahit dalam kitab Negarakretagama telah menjadi inspirasi bagi arsitektur berbagai bangunan keraton di Jawa serta Pura dan kompleks perumahan masyarakat di Bali masa kini. Meskipun bata merah sudah digunakan jauh lebih awal, para arsitek Majapahitlah yang menyempurnakan teknik pembuatan struktur bangunan bata ini. Beberapa elemen arsitektur kompleks bangunan di Jawa dan Bali diketahui berasal dari masa Majapahit.

Misalnya gerbang terbelah candi bentar yang kini cenderung dikaitkan dengan arsitektur Bali, sesungguhnya merupakan pengaruh Majapahit, sebagaimana ditemukan pada Candi Wringin Lawang, salah satu candi bentar tertua di Indonesia. Demikian pula dengan gapura paduraksa (kori agung) beratap tinggi, dan pendopo berlandaskan struktur bata. Pengaruh citarasa estetika dan gaya bangunan Majapahit dapat dilihat pada kompleks Keraton Kasepuhan di Cirebon, Masjid Menara Kudus di Jawa Tengah, dan Pura Maospait di Bali.

Tata letak kompleks bangunan berupa halaman-halaman berpagar bata yang dihubungkan dengan gerbang dan ditengahnya terdapat pendopo, merupakan warisan arsitektur Majapahit yang dapat ditemukan dalam tata letak beberapa kompleks keraton di Jawa serta kompleks puri (istana) dan pura di Bali. Kesenian modern [ sunting - sunting sumber ] Kebesaran kerajaan ini dan berbagai intrik politik yang terjadi pada masa itu menjadi sumber inspirasi tidak henti-hentinya bagi para seniman masa selanjutnya untuk menuangkan kreasinya, terutama di Indonesia.

Berikut adalah daftar beberapa karya seni yang berkaitan dengan masa tersebut. Puisi lama [ sunting - sunting sumber ] • Serat Darmagandhul, sebuah kitab yang tidak jelas penulisnya karena menggunakan nama pena Ki Kalamwadi, namun diperkirakan dari masa Kasunanan Surakarta.

Kitab ini berkisah tentang hal-hal yang berkaitan dengan perubahan keyakinan orang Majapahit dari agama sinkretis "Hindu" ke Islam dan sejumlah ibadah yang perlu dilakukan sebagai umat Islam. Komik dan strip komik [ sunting - sunting sumber ] • Serial " Mahesa Rani" karya Teguh Santosa yang dimuat di Majalah Hai, mengambil latar belakang pada masa keruntuhan Singhasari hingga awal-awal karier Mada ( Gajah Mada), adik seperguruan Lubdhaka, seorang rekan Mahesa Rani.

• Komik/Cerita bergambar Imperium Majapahit, karya Jan Mintaraga. • Komik Majapahit karya R.A. Kosasih • Strip komik " Panji Koming" karya Dwi Koendoro yang dimuat di surat kabar " Kompas" edisi Minggu, menceritakan kisah sehari-hari seorang warga Majapahit bernama Panji Koming.

• Komik "Dharmaputra Winehsuka", karya Alex Irzaqi, kisah Ra Kuti dan Ra Semi dalam latar peristiwa pemerontakan Nambi 1316 M. Roman/novel sejarah [ sunting - sunting sumber ] • Sandyakalaning Majapahit (1933), roman sejarah dengan setting masa keruntuhan Majapahit, karya Sanusi Pane. • Pelangi Di langit Singasari (1968 - 1974), roman sejarah dengan setting zaman kerajaan Kediri dan Singasari, karya S.

H. Mintardja. • Bara Di Atas Singgasana, roman sejarah dengan setting zaman kerajaan singasari dan Majapahit, karya S. H. Mintardja • Kemelut Di Majapahit, roman sejarah dengan setting masa kejayaan Majapahit, karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo. • Zaman Gemilang (1938/1950/2000), roman sejarah yang menceritakan akhir masa Singasari, masa Majapahit, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal berakhir pada intrik seputar terbunuhnya Jayanegara, karya Matu Mona/Hasbullah Parinduri.

• Senopati Pamungkas (1986/2003), cerita silat dengan setting runtuhnya Singhasari dan awal berdirinya Majapahit hingga pemerintahan Jayanagara, karya Arswendo Atmowiloto.

• Arus Balik (1995), sebuah epos pasca kejayaaan Nusantara pada awal abad 16, karya Pramoedya Ananta Toer. • Dyah Pitaloka - Senja di Langit Majapahit (2005), roman karya Hermawan Aksan tentang Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Kerajaan Sunda yang gugur dalam Peristiwa Bubat.

• Gajah Mada (2005), sebuah roman sejarah berseri yang mengisahkan kehidupan Gajah Mada dengan ambisinya menguasai Nusantara, karya Langit Kresna Hariadi. • Jung Jawa (2009), sebuah antologi cerita pendek berlatar Nusantara, karya Rendra Fatrisna Kurniawan, diterbitkan Babel Publishing dengan ISBN 978-979-25-3953-0. Film/sinetron [ sunting - sunting sumber ] • Tutur Tinular, suatu adaptasi film karya S.

Tidjab dari serial sandiwara radio. Kisah ini berlatar belakang Kerajaan Singhasari pada pemerintahan Kertanegara hingga Majapahit pada pemerintahan Jayanagara. • Saur Sepuh, suatu adaptasi film karya Niki Kosasih dari serial sandiwara radio yang populer pada kurun dasawarsa pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an. Film ini sebetulnya lebih berfokus pada sejarah Pajajaran namun berkait dengan Majapahit pula.

• Walisanga, sinetron Ramadan tahun 2003 yang berlatar Majapahit pada masa Brawijaya V peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Kesultanan Demak pada zaman Sultan Trenggana. • Puteri Gunung Ledang, sebuah film Malaysia tahun 2004, mengangkat cerita berdasarkan legenda Melayu terkenal, Puteri Gunung Ledang. Film ini menceritakan kisah percintaan Gusti Putri Retno Dumilah, seorang putri Majapahit, dengan Hang Tuah, seorang perwira Kesultanan Malaka.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

Permainan video [ sunting - sunting sumber ] • Civilization V: Brave New World yang terbit pada Juli 2013, terdapat peradaban Indonesia dengan tokoh pemimpinnya Gajah Mada. Meskipun dinamakan peradaban 'Indonesia', namun perdaban ini menggunakan Surya Majapahit sebagai simbolnya. Peradaban ini memiliki bangunan unik yaitu Candi, yang memiliki ikon bergambar Candi bentar di Trowulan, Mojokerto.

• Kemudian pada Civilization VI sebuah DLC memiliki salah satu pemimpin Majapahit, Dyah Gitarja sebagai pemimpin peradaban Indonesia dengan simbolnya berupa Surya Majapahit yang lebih sederhana. Unit unik untuk peradaban ini adalah jong, yang menggantikan frigate. • Age of Empires II: The Age of Kings ekspansi keempat Rise of Rajas yang terbit pada Desember 2016, menampilkan misi sebagai Gajah Mada, dari awal pendirian Majapahit mengusir tentara Mongolia dan Kediri ( Kerajaan Singhasari), menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di kepulauan Nusantara setelah Sumpah Palapa hingga peristiwa Perang Bubat yang mengakhiri karier Gajah Mada sebagai Mahapatih kerajaan Majapahit.

Bangunan Candi bentar, Gapura Bajang Ratu serta Candi Kalasan ditampilkan secara visual pada misi Gajah Mada. Gajah Mada juga muncul di Age of Empires II Definitive Edition yang dirilis pada Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal 2019. • Bendera Majapahit, Getih-Getah Samudra atau Gula Kelapa, ada dalam Age of Empires III Definitive Edition (rilis Oktober 2020) sebagai bendera untuk Indonesia, sebuah negara revolusioner yang hadir bagi peradaban Belanda.

Sebuah unit bernama Cetbang Cannon tersedia untuk Indonesia. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kakawin Nagarakretagama • Pararaton • Kidung Sunda • Brawijaya • Kerajaan Singhasari • Sejarah Nusantara • Gajah Mada • Museum Pusat Informasi Majapahit Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Tahunnya ditandai dengan candrasengkala " sirna ilang kertaning bumi" ( sirna = 0, ilang = 0, kerta = 4, bumi = 1).

Berarti tahun 1400 saka atau 1478 masehi. • ^ Salah satu jenis peluru sebar - saat ditembak mengeluarkan semburan api, serpihan dan butiran peluru, dan bisa juga panah. Ciri-ciri proyektil ini adalah pelurunya tidak menutupi keseluruhan lubang laras. Needham, Joseph (1986). Science and Civilisation in China, Volume 5: Chemistry and Chemical Technology, Part 7, Military Technology: The Gunpowder Epic. Cambridge: Cambridge University Press. Hal. 9 dan 220. • ^ Kawaca memiliki dua makna. Yang pertama adalah kemeja yang dikenakan oleh para rohaniawan, yang lainnya berarti baju besi.

Lihat Nugroho, Irawan Djoko (2011). hal. 386. • ^ Pordenone menyebutkan bahwa Raja Jawa memerintah atas "tujuh raja yang bermahkota", mungkin merujuk pada Bhattara Saptaprabhu atau tujuh Bhattara atau Bhre (Adipati / Adipati Wanita), yang merupakan tujuh penatua berpengaruh yang memerintah tujuh nagara atau kerajaan daerah, sesuai dengan provinsi Majapahit di Jawa Timur dan Tengah; yaitu Kahuripan, Daha, Tumapel, Wengker, Lasem, Pajang, dan Mataram.

• ^ Bhre Wirabhumi sebenarnya adalah gelar: Adipati dari Wirabhumi (Blambangan), nama aslinya tidak diketahui.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

Ia disebut sebagai Bhre Wirabhumi di Pararaton. Dia menikahi Nagawardhani, keponakan raja. • ^ a b Kusumawardhani (putri raja) menikah dengan Wikramawardhana (keponakan raja), pasangan ini menjadi ahli waris bersama.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ D.G.E. Hall (1956). "Problems of Indonesian Historiography". Pacific Affairs. 38 (3/4): 353—359. • ^ a b c d Ricklefs (1991), halaman 19 • ^ Prapantja, Rakawi, trans.

by Theodore Gauthier Pigeaud, Java in the 14th Century, A Study in Cultural History: The Negara-Kertagama by Pakawi Parakanca of Majapahit, 1365 AD (The Hague, Martinus Nijhoff, 1962), vol.

4, hlm. 29. 34; G.J. Resink, Indonesia’s History Between the Myths: Essays in Legal History and Historical Theory (The Hague: W. van Hoeve, 1968), hal. 21. • ^ Taylor, Jean Gelman (2003). Indonesia: Peoples and Histories. New Haven and London: Yale University Press. hlm. pp.29. ISBN 0-300-10518-5. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) • ^ a b c Ricklefs (1991), page 18 • ^ Johns, A.H. (1964). "The Role of Structural Organisation and Myth in Javanese Historiography".

The Journal of Asian Studies. 24 (1): 91–99. • ^ Nagarakretagama Diakui sebagai Memori Dunia, kompas.com • ^ a b c M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Edisi ke-3. Diterjemahkan oleh S. Wahono dkk. Jakarta: Serambi, 2005, hal. 55. • ^ C. C. Berg. Het rijk van de vijfvoudige Buddha (Verhandelingen der Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen, Afd. Letterkunde, vol. 69, no. 1) Ansterdam: N.V. Noord-Hollandsche Uitgevers Maatschappij, 1962; cited in M.C.

Ricklefs, A History of Modern Indonesia Since c. 1300, 2nd ed. Stanford: Stanford University Press, 1993, pages 18 and 311 • ^ http://www.tempo.co/read/news/2010/07/01/061260022/Indonesia-Jepang-Buat-Kapal-Majapahit/ Tempo/ • ^ http://sains.kompas.com/read/2012/12/05/19045066/Majapahit-Jajah-hingga-Semenanjung-Malaya.

Kompas/ • ^ http://www.kali-majapahit.com/ • ^ a b Setiono, Benny. "Kehancuran dan Kebangkitan Martabat/ Jati Diri Etnis Tionghoa Di Indonesia (bagian 1)". Diakses tanggal 16 Juni. Parameter -accessyear= yang tidak diketahui mengabaikan ( -access-date= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ David Bor - Khubilai khan and Beautiful princesses of Tumapel 2006 • ^ a b Mulyana 2006, hlm.

122 • ^ Groeneveldt, W.P. Historical Notes on Indonesia and Malaya: Compiled from Chinese Sources. Djakarta: Bhratara, 1960. • ^ a b c Slamet Muljana. Menuju Puncak Kemegahan (LKIS, 2005) • ^ Komandoko 2009, hlm. 16 • ^ Cœdès, George (1968). The Indianized states of Southeast Asia. University of Hawaii Press. ISBN 9780824803681. • ^ Groeneveldt, W.P.

(1877). Notes on the Malay Archipelago and Malacca, Compiled from Chinese Sources. Batavia: Transactions of peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Batavian Society of Arts and Science.

• ^ (Indonesia) Muljana, Slamet (2005). Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. PT LKiS Pelangi Aksara. hlm. 63. ISBN 9798451163. ISBN 978-979-8451-16-4 • ^ Ricklefs (2005), hal. 57. • ^ a b c Poesponegoro & Notosusanto (1990), hal. 448-451. • ^ Pires, Tome. Suma Oriental. The Hakluyt Society. ISBN 9784000085052.

• ^ a b Ricklefs, Merle Calvin (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200 Fourth Edition (E-Book version). New York: Palgrave Macmillan. ISBN 9780230546851. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Robert W. Hefner (1983). "Ritual and Cultural Reproduction in Non-Islamic Java". American Ethnologist. 10 (1983): 665––683. doi: 10.1525/ae.1983.10.4.02a00030. Diakses tanggal 2008-10-23. Lebih dari satu parameter -number= dan -issue= yang digunakan ( bantuan) • ^ Oktorino, Nino (2020).

Hikayat Majapahit - Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Terbesar di Nusantara. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-623-00-1741-4. • ^ Pramono, Djoko (2005). Budaya Bahari. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789792213768. • ^ a b Averoes, Muhammad (2020). Antara Cerita dan Sejarah: Meriam Cetbang Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal.

Jurnal Sejarah, 3(2), 89 - 100. • ^ a b Manguin, Pierre-Yves (1976). "L'Artillerie legere nousantarienne: A propos de six canons conserves dans des collections portugaises". Arts Asiatiques. 32: 233–268. • ^ Wade, Geoff (2012). Anthony Reid and the Study of the Southeast Asian Past.

Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-4311-96-0 • ^ a b c d e Nugroho, Irawan Djoko (2011). Majapahit Peradaban Maritim. Suluh Nuswantara Bakti. ISBN 978-602-9346-00-8. • ^ Groeneveldt, W.P. (1877). Notes on the Malay Archipelago and Malacca, Compiled from Chinese Sources. Batavia: Transactions of the Batavian Society of Arts and Science.

• ^ a b Nugroho, Irawan Djoko (6 August 2018). "Baju Baja Emas Gajah Mada". Nusantara Review. Diakses tanggal 14 August 2019. • ^ a b Berg, Kindung Sundāyana (Kidung Sunda C), Soerakarta, Drukkerij “De Bliksem”, 1928.

• ^ a b Berg, C. C., 1927, Kidung Sunda. Inleiding, tekst, vertaling en aanteekeningen, BKI LXXXIII : 1-161. • ^ Mayers (1876). " Chinese explorations of the Indian Ocean during the fifteenth century". The China Review. IV: hlm. 178. • ^ Crawfurd, John (1856). A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries. Bradbury and Evans. • ^ De Graaf, Hermanus Johannes (1985). Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Jakarta: Temprint. hlm.

180. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Tiaoyuan, Li (1969). South Vietnamese Notes. Guangju Book Office. • ^ a b c Cortesão, Armando (1944). The Suma oriental of Tomé Pires : an account of the East, from the Red Sea to Japan, written in Malacca and India in 1512-1515 ; and, the book of Francisco Rodrigues, rutter of a voyage in the Red Sea, nautical rules, almanack and maps, written and drawn in the East before 1515 volume I.

London: The Hakluyt Society. ISBN 9784000085052. Artikel ini memuat teks dari sumber tersebut, yang berada dalam ranah publik.

• ^ a b Stanley, Henry Edward John (1866). A Description of the Coasts of East Africa and Malabar in the Beginning of the Sixteenth Century by Duarte Barbosa. The Hakluyt Society.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Partington, J. R. (1999). A History of Greek Fire and Gunpowder (dalam bahasa Inggris). JHU Press. ISBN 978-0-8018-5954-0. • ^ Jones, John Winter (1863).

The travels of Ludovico di Varthema in Egypt, Syria, Arabia Deserta and Arabia Felix, in Persia, India, and Ethiopia, A.D. 1503 to 1508. Hakluyt Society. • ^ Wade, G., 2009, “The horse in Southeast Asia prior to 1500 CE: Some vignettes,” in: B. G. Fragner, R. Kauz, R. Ptak and A. Schottenhammer (eds), Pferde in Asien: Geschichte, Handel und Kultur/Horses in Asia: History, Trade and Culture. Vienna, Verlag der Österreichischen Akademie der Wissenschaften: 161-177.

• ^ Teeuw, A. and S. O. Robson (2005). Bhomāntaka. The Death of Bhoma. Leiden: KITLV Press. ISBN 9789067182539. • ^ Jakl, Jiri. "The Whale in Old Javanese kakawin: timiṅgila, 'elephant fish', and lĕmbwara revisited" (dalam bahasa Inggris). • ^ Ptak, Roderich (1999). China’s Seaborne Trade with South and Southeast Asia, 1200-1750. Ashgate. ISBN 9780860787761.

• ^ a b Nugroho (2011). h. 286, mengutip Hikayat Raja-Raja Pasai", 3: 98: "Sa-telah itu, maka di-suroh baginda musta'idkan segala kelengkapan dan segala alat senjata peperangan akan mendatangi negeri Pasai itu, sa-kira-kira empat ratus jong yang besar-besar dan lain daripada itu banyak lagi daripada malangbang dan kelulus.".

Juga lihat Hill, A. H. (Juni 1960). " Hikayat Raja-Raja Pasai". Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society. 33: h. 98 dan 157: Then he directed them to make ready all the equipment and munitions of war needed for an attack on the land of Pasai - about four hundred of the largest junks, and also many barges (malangbang) and galleys.

• ^ Tulisan dari peta Fra Mauro, 10-A13, bahasa Italia aslinya: "Circa hi ani del Signor 1420 una naue ouer çoncho de india discorse per una trauersa per el mar de india a la uia de le isole de hi homeni e de le done de fuora dal cauo de diab e tra le isole uerde e le oscuritade a la uia de ponente e de garbin per 40 çornade, non trouando mai altro che aiere e aqua, e per suo arbitrio iscorse 2000 mia e declinata la fortuna i fece suo retorno in çorni 70 fina al sopradito cauo de diab.

E acostandose la naue a le riue per suo bisogno, i marinari uedeno uno ouo de uno oselo nominato chrocho, el qual ouo era de la grandeça de una bota d'anfora." [1] • ^ Averoes, Muhammad (2022).

"Re-Estimating the Size of Javanese Jong Ship". HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah. 5 (1): 57–64. • ^ Lombard, Denys (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya, Bagian 2: Jaringan Asia.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan bahasa Indonesia dari Lombard, Denys (1990). Le carrefour javanais. Essai d'histoire globale (The Javanese Crossroads: Towards a Global History) vol. 2. Paris: Éditions de l'École des Hautes Études en Sciences Sociales.

• ^ Manguin, Pierre-Yves (September 1980). "The Southeast Asian Ship: An Historical Approach". Journal of Southeast Asian Studies. 11 (2): 266–276. doi: 10.1017/S002246340000446X. JSTOR 20070359. • ^ Nugroho (2011). hlm. 271, 399–400, mengutip Sejarah Melayu, 5.4: 47: "Maka betara Majapahitpun menitahkan hulubalangnya berlengkap perahu akan menyerang Singapura itu, seratus buah jung; lain dari itu beberapa melangbing dan kelulus, jongkong, cerucuh, tongkang, tiada terhisabkan lagi banyaknya." • ^ Nugroho (2011).

hlm. 271, 399–400, mengutip Sejarah Melayu, 10.4: 77: ". maka bagindapun segera menyuruh berlengkap tiga ratus buah jung, lain dari pada itu kelulus, pelang, jongkong, tiada terbilang lagi." • ^ Nugroho, Irawan Djoko (30 Juli 2018). "Replika Kapal Majapahit, Replika Untuk Menghancurkan Sejarah Bangsa".

Nusantara Review. Diakses tanggal peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Agustus 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Jones, John Winter (1863). The travels of Ludovico di Varthema in Egypt, Syria, Arabia Deserta and Arabia Felix, in Persia, India, and Ethiopia, A.D. 1503 to 1508. Hakluyt Society. • ^ Liebner, Horst H.

(2002). Perahu-Perahu Tradisional Nusantara. Jakarta. • ^ Suarez, Thomas (2012). Early Mapping of Southeast Asia: The Epic Story of Seafarers, Adventurers, and Cartographers Who First Mapped the Regions Between China and India.

Tuttle Publishing. • ^ "Teknologi Era Majapahit". Nusantara Review (dalam bahasa Inggris). 2018-10-02. Diakses tanggal 2020-06-11. • ^ Carta IX, 1 April 1512. Dalam Pato, Raymundo Antonio de Bulhão (1884). Cartas de Affonso de Albuquerque, Seguidas de Documentos que as Elucidam tomo I (pp. 29–65). Lisboa: Typographia da Academia Real das Sciencas.

hlm. 64. • ^ a b c Millet, Didier (August 2003). John Miksic, ed. Indonesian Heritage Series: Ancient History. Singapore 169641: Archipelago Press.

hlm.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

107. ISBN 981-3018-26-7. • ^ a b Schoppert, P., Damais, S. (1997). Di dalam Didier Millet (editor):, ed. Java Style. Paris: Periplus Editions. hlm. 33–34. ISBN 962-593-232-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "Ritual Networks and Royal Power in Majapahit Java, page:100". Persee. 1996. Diakses tanggal 2010-07-14. • ^ Munandar AA. 2004. KARYA SASTRA JAWA KUNO YANG DIABADIKAN PADA RELIEF CANDI-CANDI ABAD KE-13—15 M.

MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 8, NO. 2, AGUSTUS 2004: 54-60. • ^ a b c d Ricklefs (1991), halaman 56 • ^ "Uang Kuno Temuan Rohimin Peninggalan Majapahit". 2008. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Millet, Didier (Hardcover edition — August 2003). John Miksic, ed. Indonesian Heritage Series: Ancient History.

Singapore 169641: Archipelago Press. hlm. 107. ISBN 981-3018-26-7. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Groeneveldt, W.P. (1896). "Supplementary jottings to the notes on the Malay Archipelago and malacca compiled from chinese surces / by W.P. Groeneveldt" (PDF). T'oung pao. 7: 113–134. • ^ Poesponegoro & Notosusanto (1990), hal. 434-435. • ^ Poesponegoro & Notosusanto (1990), hal. 431-432. • ^ Poesponegoro & Notosusanto (1990), hal.

220. • ^ Poesponegoro & Notosusanto (1990), hal. 451-456. • ^ Poesponegoro, M.D., Notosusanto, N. (editor utama). Sejarah Nasional Indonesia. Edisi ke-4. Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka, 1990, hal. 436. • ^ "Cannon - Indonesia (Java) - Majapahit period (1296–1520) - The Met".

The Metropolitan Museum of Art, i.e. The Met Museum. Diakses tanggal 6 August 2017. • ^ Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula.

Singapore: Editions Didier Millet. hlm. 279. ISBN 9814155675. • ^ Drs. R. Soekmono, (1973, 5th reprint edition in 1988). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 22nd ed. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. hlm. 72. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • ^ Y. Achadiati S, Soeroso M.P., (1988). Sejarah Peradaban Manusia: Zaman Majapahit.

Jakarta: PT Gita Karya. hlm. 13. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Millet, Didier (August 2003). John Miksic, ed.

Indonesian Heritage Series: Ancient History. Singapore 169641: Archipelago Press. hlm. 106. ISBN 981-3018-26-7. • ^ Nastiti, Titi Surti. Prasasti Majapahit, dalam situs www.Majapahit-Kingdom.com dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala.

Jumat, 22 Juni 2007. • ^ Pires, Tome. Suma Oriental. The Hakluyt Society. ISBN 9784000085052, • ^ "Materials for the Medieval History of Indonesia". • ^ Dellios, Rosita (2003-1-1). "Mandala: from sacred origins to sovereign affairs in traditional Southeast Asia" (dalam bahasa Inggris).

Bond University Australia. Diakses tanggal 2011-12-11. Lebih dari satu parameter -author= dan -last= yang digunakan ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Bullough, Nigel (1995). Historic East Java: Remains in Stone. Jakarta: ADLine Communications. hlm. 116–117. Teks "consulting editor: Mujiyono PH" akan diabaikan ( bantuan); Teks "Printed in Singapore " akan diabaikan ( bantuan) • ^ Djaraf 1977.

• ^ Ricklefs, hal. 363 • ^ Friend, Theodore (2003). Indonesian Destinies. Cambridge, Massachusetts and London: Belknap Press, Harvard University Press. hlm. p.19. ISBN 0-674-01137-6. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) • ^ "Kerajaan Majapahit".

Sejarah Kerajaan. Diakses tanggal 8 August 2021. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Mulyana, Slamet (2006). Tafsir peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal nagarakretagama (dalam bahasa Indonesia).

PT LKiS Pelangi Aksara. hlm. 122. ISBN 978-979-2552-546. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • Komandoko, Gamal (2009). Gajah Mada: menangkis ancaman pemberontakan Ra Kuti: kisah ketangguhan seorang patih Majapahit dalam menjaga keutuhan takhta sang raja (dalam bahasa Indonesia).

Penerbit Narasi.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

hlm. 122. ISBN 978-979-164-145-2 Periksa nilai: checksum -isbn= ( bantuan). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Majapahit.

• (Inggris) Memories of Majapahit - memuat sejarah dan keterangan situs-situs peninggalan Majapahit. • (Indonesia) Diskusi tentang Perseteruan Ming dan Majapahit • (Indonesia) Terjemahan Naskah Asli Kitab Negarakretagama Karya Mpu Prapanca Diarsipkan 2013-06-15 di Wayback Machine. - Dari situs www.sejarahnasional.org Didahului oleh: Singasari Kerajaan Hindu-Budha 1292–1527 Diteruskan oleh: Demak Akkadia · Mesir · Asiria · Babilonia · Aksum · Het · Persia ( Media · Akhemeniyah · Parthia · Sasaniyah) · Makedonia ( Ptolemaik · Seleukia) · Kartago · India ( Maurya · Sunga · Satavahana · Kushan peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Gupta · Harsha) · Tiongkok ( Qin · Han · Jin) · Romawi ( Romawi Barat · Romawi Timur) · Nirun Imperium abad pertengahan Ayyubiyyah · Byzantium · Hun · Turk ( Turk · Timur · Barat) · Arab ( Rasyidin · Umayyah · Abbasiyah · Fatimiyah · Kordoba) · Maroko ( Idrisiyah · Murabithun · Muwahhidun · Mariniyah) · India ( Pala · Chola · Delhi · Wijayanagara) · Persia ( Tahiriyah · Samaniyah · Buwayhiyah · Saffariyah · Ziyariyah) · Ghaznawiyah · Benin · Seljuk · Oyo · Bornu · Khwarezmia · Timuriyah · Mongol ( Yuan · Jochi · Chagatai · Kekhanan Il) · Kanem · Serbia · Songhai · Khmer · Bulgaria · Karoling · Romawi Suci · Angevin · Mali · Tiongkok ( Sui · Tang · Song · Yuan) · Tibet · Uighur · Ghana · Aztek · Inka · Sriwijaya · Majapahit · Ethiopia ( Zagwe · Salomo) · Aceh · Brunei · Vietnam ( Dai Viet) · Tonga · Melaka · Demak · Mamluk Mesir · Venesia · Georgia Imperium modern Afghan · India ( Mughal · Maratha · Sikh · Mysore) · Tiongkok ( Ming · Qing · Tiongkok · Manchukuo) · Ternate · Vietnam ( Dai Nam · Vietnam) · Utsmaniyah · Persia ( Safawiyah · Afshariyah · Zand · Qajar · Pahlavi) · Cirebon · Oman · Johor · Ethiopia · Uzbek ( Uzbek · Bukhara) · Maroko ( Saadi · Alaouite) · Afrika Tengah · Portugis · Spanyol · Iberia · Belanda · Britania · Banten · Mataram · Prancis ( Napoleon Prancis · Kolonial Prancis) · Austria · Jerman ( Kolonial Jerman · Jerman Nazi) · Rusia · Swedia · Austria-Hongaria · Brasil · Meksiko ( Pertama · Kedua) · Haiti ( Pertama · Kedua) · Kolonial Italia · Kolonial Belgia · Kolonial Denmark · Kolonial Norwegia · Korea · Jepang Imperium Adidaya Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: tanggal • Halaman dengan rujukan yang memiliki parameter duplikat • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter tanpa nama • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Wikipedia pages with incorrect protection templates • Pages using infobox country or infobox former country with the flag caption or type parameters • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Galat CS1: ISBN • Pranala kategori Commons dari Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 03.45.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Acèh • Afrikaans • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Català • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gàidhlig • Galego • Bahasa Hulontalo • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • 한국어 • Latina • Lëtzebuergesch • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Plattdüütsch • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Polski • Português • Runa Simi • Română • Русский • संस्कृतम् • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Türkçe • ChiTumbuka • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • Yorùbá • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • Hamengkubuwana IX (1973–78) • Adam Malik (1978–83) • Umar Wirahadikusumah (1983–88) • Sudharmono (1988–93) • Try Sutrisno (1993–98) • B.

J. Habibie (1998) Pendahulu Soekarno Pengganti B. J. Habibie Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok ke-16 Masa jabatan 7 September 1992 – 20 Oktober 1995 Pendahulu Dobrica Ćosić Pengganti Ernesto Samper Pizano Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-5 Masa jabatan 6 Juni 1968 – 28 Maret 1973 Presiden Soeharto Pendahulu Soedirman Pengganti Maraden Panggabean Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-13 Masa jabatan 28 Maret 1966 – 17 Oktober 1967 Presiden Soekarno Pendahulu A.

H. Nasution Masa jabatan 17 Oktober 1967 – 28 Maret 1973 Presiden Soeharto Pengganti Maraden Panggabean Ketua Presidium Kabinet Indonesia ke-1 Masa jabatan 25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967 Presiden Jenderal Besar TNI ( Purn.) H. M. Soeharto, ( ER, EYD: Suharto; 8 Juni 1921 – 27 Januari 2008) adalah Presiden kedua Indonesia yang menjabat dari tahun 1967 sampai 1998, menggantikan Soekarno.

Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer " The Smiling General" ( bahasa Indonesia: "Sang Jenderal yang Tersenyum") karena raut mukanya yang senantiasa tersenyum dan menunjukkan keramahan.

Meski begitu, dengan berbagai kontroversi yang terjadi, ia sering juga disebut sebagai otoriter bagi yang berseberangan dengannya. [1] [2] [3] Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa Hindia Belanda dan Kekaisaran Jepang, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September 1965, Soeharto kemudian melakukan operasi penertiban dan pengamanan atas perintah dari Presiden Soekarno, salah satu yang dilakukannya adalah dengan menumpas Gerakan 30 September dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang.

Berbagai kontroversi menyebut operasi ini menewaskan sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa, namun jumlah ini patut dipertanyakan karena korban dari Gerakan 30 September juga banyak. [4] [5] Soeharto kemudian diberi mandat oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) sebagai Presiden pada 26 Maret 1968 [6] menggantikan Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa.

Ia merupakan orang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie. Selama hampir 32 tahun pemerintahannya Soeharto meletakkan pondasi pembangunan di Indonesia melalui Repelita. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. [7] [8] [9] [10] Dalam era ini masyarakat mendapati harga bahan-bahan pokok yang terjangkau dan situasi keamanan dan ketertiban yang terjaga, juga tercapainya Swasembada Beras.

Hal ini ditandai dengan medali From Rice Importer To Self Sufficiency dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada 1984 yang diterima Presiden Soeharto. [11] Soeharto juga merupakan sosok yang kontroversial karena membatasi kebebasan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, pemaksaan asas tunggal Pancasila di berbagai bidang, dan disebut sebagai salah satu rezim paling korup dalam sejarah dunia modern.

Menurut Transparency International, estimasi kerugian negara adalah sekitar 15–35 miliar dolar Amerika Serikat selama pemerintahannya. [12] Namun, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal ini tidak berhasil dibuktikan, bahkan Majalah Time kalah dalam gugatan [13] dan usaha lain untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk.

Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.

Daftar isi • 1 Keluarga • 1.1 Orang Tua • 1.2 Istri dan anak-anak • 2 Masa kecil dan pendidikan • 3 Karier militer • 4 Naik ke kekuasaan • 5 Sebagai presiden • 6 Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi • 7 Puncak Orde Baru • 8 Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru • 9 Mundur dari jabatan presiden • 10 Kasus dugaan korupsi • 10.1 Kasus perdata • 11 Peninggalan • 11.1 Bidang politik • 11.2 Bidang kesehatan • 11.3 Bidang pendidikan • 12 Kematian • 12.1 Pemakaman • 13 Penghargaan dan warisan • 13.1 Tanda kehormatan • 14 Lihat pula • 15 Daftar pustaka • 16 Referensi • 17 Pranala luar Keluarga Orang Tua Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 dari seorang wanita yang merupakan ibunya, yang bernama Sukirah di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Kelahiran peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dibantu dukun beranak bernama Mbah Kromodiryo yang juga adalah adik kakek Sukirah, Mbah Kertoirono.

[14] Dalam autobiografinya, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, yang disusun G. Dwipayana, Sukirah digambarkan oleh Soeharto sebagai ibu muda yang sedang sulit memikirkan masalah-masalah rumah tangga. Namun, banyak catatan di buku-buku sejarah Soeharto lain yang banyak menyebutkan Sukirah sedang mengalami masalah mental yang amat sulit. [15] Sebelum Soeharto (yang lahir 8 Juni 1921) berumur 40 hari, Sukirah harus menghadapi talak suaminya, Kertosudiro.

[16] Kertosudiro, seorang mantri ulu-ulu (pengatur irigasi) miskin yang kelak sebagai ayah Soeharto, tidak memainkan peran banyak dalam kehidupan Soeharto. Bahkan, banyak pengamat Soeharto, seperti R.E. Elson, beberapa biografer dan orang dekatnya, termasuk mantan Menteri Penerangan yang dekat dengan Soeharto, Mashuri, meyakini bahwa Kertosudiro bukanlah ayah kandung Soeharto. [15] Pada tahun 1974, pernah muncul pemberitaan yang menghebohkan dari majalah gosip bernama ‘POP’ dengan liputan yang menurunkan kisah lama yang beredar bahwa Soeharto adalah anak dari Padmodipuro, seorang bangsawan dari trah Hamengkubowono II.

[15] Soeharto kecil yang berumur 6 tahun dibuang ke desa dan diasuh oleh Kertosudiro. Hal ini kemudian dibantah keras oleh Soeharto. Dengan separuh murka, Soeharto mengadakan konferensi pers di Bina Graha bahwa liputan mengenai asal usul dirinya yang anak bangsawan bisa saja merupakan tunggangan untuk melakukan subversif. Soeharto dengan caranya sendiri ingin mengesankan bahwa dia adalah anak desa. [15] Ketidakjelasan asal-usul Soeharto secara genealogi sampai sekarang masih belum terpecahkan.

[15] Namun, dari semua itu, bayi Soeharto berada di dunia dengan kondisi keluarga yang kurang menguntungkan. Sukirah yang tertekan dan senang bertapa pernah ditemukan hampir mati di suatu tempat karena memaksa dirinya berpuasa ngebleng (tidak makan dan minum selama 40 hari) di suatu tempat yang tersembunyi, dan hilangnya sempat pernah membuat panik penduduk desa Kemusuk sehingga para penduduk mencarinya. [15] Sadar dengan kondisi Sukirah yang kurang baik, keluarga Sukirah akhirnya memutuskan untuk menyerahkan pengurusan bayi Soeharto kepada kakak perempuan Kertosudiro.

[15] Sukirah menikah lagi dengan Pramono dan dikaruniai tujuh anak, termasuk putra kedua, Probosutedjo. Istri dan anak-anak Artikel utama: Keluarga Soeharto Pada bulan Oktober 1947, Soeharto didatangi oleh keluarga Prawirowihardjo yang tidak lain merupakan paman sekaligus orang tua angkatnya.

Mereka berencana menjodohkan Soeharto dengan Raden Ayu Siti Hartinah, anak KRMT Soemoharyomo. Soemoharyomo adalah seorang Wedana di Solo. Soeharto yang kala itu sudah berusia 26 tahun mengaku belum memiliki calon, bahkan ia juga belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun. Keluarganya khawatir jika Soeharto bakal menjadi bujang lapuk, mengingat mereka telah lama mengenal sifat Soeharto yang sangat pendiam, pasif dan cenderung pemalu. Akhirnya, rencana perjodohan keluarga Prawirodihardjo tersebut berjalan dengan lancar.

[17] Tanpa melalui proses pacaran, perkawinan antara Letnan Kolonel (Letkol) Soeharto dengan Siti Hartinah (yang kemudian dikenal dengan Tien Soeharto) segera dilangsungkan pada 26 Desember 1947 di Solo. Ketika itu, usia Soeharto 26 tahun, sedangkan Siti Hartinah berusia 24 tahun.

Pasangan ini dikarunia enam putra-putri, yaitu Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). [18]. Masa kecil dan pendidikan Soeharto tidak seperti anak desa lainnya yang harus bekerja di sawah.

Dalam usia yang sangat muda, ia disekolahkan oleh Kertosudiro. [15] Tidak ada berita-berita mengenai masa Soeharto di Sekolah Rakyat (setingkat SD).

Kesan Soeharto pada masa SD itu hanya pada ingatannya tentang kerbau-kerbaunya. Dunia Soeharto hanya berkutat pada penggembalaan kerbau, jauh dari cerita-cerita anak yang didapat dari buku-buku yang kerap dibaca anak-anak SD. Hal ini berbeda misalnya dengan cerita Soekarno sewaktu dia masih di SD yang banyak berkisah tentang masa sekolahnya dan apa yang dibacanya, begitu juga dengan Hatta dan Sjahrir yang sejak kecil sudah akrab dengan Karl May atau cerita dari novel-novel Charles Dickens.

[15] Soeharto begitu menyimpan banyak kenangan pahit saat masa kecil. Bukan hanya pahit, tapi juga menyakitkan hatinya. Seperti yang dialaminya saat SD, Soeharto kerap menjadi korban perundungan dari kawan-kawannya.

Kelak, walau sudah berpuluh-puluh tahun perundungan itu masih terekam dikepalanya. Seperti, ejekan "Den Bagus tahi mabul! Den Bagus tahi mabul" dan "Harto sirah gede!". Hal tersebut membuat Soeharto kecil dikenal sebagai siswa yang sangat pendiam dan tertutup, bahkan paling pendiam diantara kawan-kawan sekolahnya pada kala itu. Selain dengan kawan-kawannya, kenangan menyakitkan juga ia alami dengan buyutnya, Mbah Notosudiro yang memperlakukan Soeharto kecil berbeda dari saudara-saudaranya yang lain.

Kenangan pahit dan menyakitkan yang dialami Soeharto kecil, membuatnya bertekad keras untuk menjadi orang yang kaya dan berkedudukan tinggi dikemudian hari. [19] Ketika semakin besar, Soeharto tinggal bersama kakeknya, Mbah Atmosudiro, ayah dari ibunya. Soeharto sekolah ketika berusia delapan tahun, tetapi sering berpindah. Semula disekolahkan di Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean. Lalu, pindah ke SD Pedes (Yogyakarta) lantaran ibu dan ayah tirinya, Pramono, pindah rumah ke Kemusuk Kidul.

Kertosudiro kemudian memindahkan Soeharto ke Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Soeharto dititipkan di rumah bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Prawirowihardjo. Soeharto diterima sebagai putra paling tua dan diperlakukan sama dengan putra-putri Prawirowihardjo. Soeharto kemudian disekolahkan dan menekuni semua pelajaran, terutama berhitung.

Dia juga mendapat pendidikan agama yang cukup kuat dari keluarga bibinya. Kegemaran bertani tumbuh selama Soeharto menetap di Wuryantoro. Di bawah bimbingan pamannya yang mantri tani, Soeharto menjadi paham dan menekuni pertanian. Sepulang sekolah, Soeharto belajar mengaji di langgar bersama teman-temannya, bahkan dilakukan sampai semalam suntuk. Ia juga aktif di kepanduan Hizbul Wathan dan mulai mengenal para pahlawan seperti Raden Ajeng Kartini dan Pangeran Diponegoro dari sebuah koran yang sampai ke desa.

Setamat Sekolah Rendah (SR) empat tahun, Soeharto disekolahkan oleh orang tuanya ke sekolah lanjutan rendah di Wonogiri. Setelah berusia 14 tahun, Soeharto tinggal di rumah Hardjowijono. Hardjowijono adalah teman ayahnya yang merupakan pensiunan pegawai kereta api. Hardjowijono juga seorang pengikut setia Kiai Darjatmo, tokoh agama terkemuka di Wonogiri waktu itu. Karena sering diajak, Soeharto sering membantu Kiai Darjatmo membuat resep obat tradisional untuk mengobati orang sakit.

Pada tahun 1935 Soeharto kembali ke kampung asalnya, Kemusuk, untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Yogyakarta. Itu dilakukannya karena di sekolah itu siswanya boleh mengenakan sarung dan tanpa memakai alas kaki (sepatu).

Setamat SMP pada tahun 1938, Soeharto sebenarnya ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

Apa daya, peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dan keluarganya yang lain tidak mampu membiayai karena kondisi ekonomi.

Soeharto pun berusaha mencari pekerjaan ke sana ke mari, tetapi gagal. Ia kembali ke rumah bibinya di Wuryantoro. Di sana, ia diterima sebagai pembantu klerek pada sebuah Bank Desa (Volk-bank). Tidak lama kemudian, dia meminta berhenti. Setelah itu, lebih dari 2 tahun lamanya Soeharto kembali menganggur. Hari-harinya diisi dengan kegiatan gotong-royong, membantu keluarga dan sesekali bekerja serabutan. Ia terus mencoba untuk melamar berbagai pekerjaan, namun selalu gagal.

[20] Suatu hari pada tahun 1940, Soeharto membaca pengumuman penerimaan anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). KNIL adalah tentara kerajaan Belanda. Ia mendaftarkan diri dan diterima menjadi tentara. Waktu itu, ia hanya sempat bertugas tujuh hari dengan pangkat sersan karena Belanda menyerah kepada Jepang.

Sersan Soeharto kemudian pulang ke Dusun Kemusuk. Justru di sinilah, karier militernya dimulai. Karier militer Pada 1 Juni 1940, ia diterima sebagai siswa di sekolah militer di Gombong, Jawa Tengah. Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, ia tamat sebagai lulusan terbaik dan menerima pangkat kopral.

Ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Saat Perang Dunia II berkecamuk pada 1942, ia dikirim ke Bandung untuk menjadi tentara cadangan di Markas Besar Angkatan Darat selama seminggu. Setelah berpangkat sersan tentara KNIL, dia kemudian menjadi komandan peleton, komandan kompi di dalam militer yang disponsori Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA, komandan resimen dengan pangkat mayor, dan komandan batalyon berpangkat letnan kolonel.

Setelah Perang Kemerdekaan berakhir, ia tetap menjadi Komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Ia memimpin Brigade Garuda Mataram dalam operasi penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi. Kemudian, ia ditunjuk sebagai Komadan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) Sektor Kota Makassar yang bertugas mengamankan kota dari gangguan eks KNIL/KL.

Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum yang berhasil menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam. Inisiatif itu muncul atas saran Sri Sultan Hamengkubuwono IX kepada Panglima Besar Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal bahwa Brigade X pimpinan Letkol Soeharto segera melakukan serangan umum di Yogyakarta dan menduduki kota itu selama enam jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia (RI) masih ada.

Pada usia sekitar 32 tahun, tugasnya dipindahkan ke Markas Divisi dan diangkat menjadi Komandan Resimen Infenteri 15 dengan pangkat letnan kolonel (1 Maret 1953). Pada 3 Juni 1956, ia diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV/Diponegoro di Semarang. Dari Kepala Staf, ia diangkat sebagai pejabat Panglima Tentara dan Teritorium IV/Diponegoro. Pada 1 Januari 1957, pangkatnya dinaikkan menjadi kolonel. Lembaran hitam juga sempat mewarnai perjalanan kemiliterannya.

Ia pernah dipecat oleh Jenderal Nasution sebagai Pangdam Diponegoro. Peristiwa pemecatan pada 17 Oktober 1959 tersebut akibat ulahnya yang diketahui menggunakan institusi militernya untuk meminta uang dari perusahaan-perusahan di Jawa Tengah.

Kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani [ butuh rujukan]. Atas saran Jenderal Gatot Soebroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat ( Seskoad) di Bandung, Jawa Barat. Pada usia 38 tahun, ia mengikuti kursus C SSKAD (Sekolah Staf dan Komando AD) di Bandung dan pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal pada 1 Januari 1960. Kemudian, dia diangkat sebagai Deputi I Kepala Staf Angkatan Darat di usia 39 tahun.

Pada 1 Oktober 1961, jabatan rangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD) yang telah diembannya ketika berusia 40 tahun bertambah dengan jabatan barunya sebagai Panglima Kohanudad (Komando Pertahanan AD). Pada tahun 1961 tersebut, ia juga mendapatkan tugas sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd ( Yugoslavia), Paris ( Perancis), dan Bonn ( Jerman Barat). Di usia 41 tahun, pangkatnya dinaikkan menjadi mayor jenderal (1 Januari 1962) dan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan merangkap sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar.

Sekembalinya dari Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Di pertengahan tahun 1962, Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965. Sekitar setahun kemudian, tepatnya, 2 Januari 1962, Brigadir Jenderal Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.

Kemudian ia diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 1 Mei 1963. Mayor Jenderal Soeharto lalu dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat dan segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Ia membentuk Komando Operasi Pemulihan Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk mengimbangi G-30-S yang berkecamuk pada 1 Oktober 1965.

Dua hari kemudian, tepatnya 3 Oktober 1965, Mayjen Soeharto diangkat sebagai Panglima Kopkamtib. Jabatan ini memberikan wewenang besar untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai pelaku G-30-S/PKI. Naik ke kekuasaan Pasca terjadinya Peristiwa G30S, Mayjen TNI Soeharto mulai masuk ke dalam kabinet. Pada 14 Oktober 1965, ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Pada pagi hari 1 Oktober 1965, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, Tjakrabirawa di bawah Letnan Kolonel Untung Syamsuri bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jenderal.

Pada peristiwa itu Jenderal A.H. Nasution yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos.

Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Mayor Jenderal Soeharto. Mayor Jenderal Soeharto tidak masuk target Gerakan 30 September 1965 atau G-30-S PKI karena dia bukan termasuk Jenderal yang dimintai pertimbangan permintaan PKI untuk mempersenjatai angkatan ke-5. [21] Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh CIA yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada "Hari ABRI", 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal.

Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan Jakarta, menurut versi resmi sejarah pada masa Orde Baru, terutama setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, Menteri / Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya.

Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir, maka Panglima Kostrad yang menjalankan tugasnya. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret ( Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Keputusan yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno, penangkapan sejumlah menteri yang diduga terlibat G-30-S (Gerakan 30 September). Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia di mana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Omar Dhani yang dinilai pro-Soekarno dan Komunis, dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif.

Tindakan pembersihan dari unsur-unsur komunis (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis", kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia. Soeharto dikatakan menerima dukungan CIA dalam penumpasan komunis.

Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar "operasi komunis" Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5.000 nama kepada militer Indonesia. Been Huang, bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: "Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Mereka mungkin membunuh banyak orang, dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya, tetapi tidak seburuk itu.

Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat." Howard Fenderspiel, ahli Indonesia di State Department's Bureau of Intelligence and Research di 1965: "Tidak ada peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka dibantai.

Tidak ada yang bekerja tentangnya." 1 Dia mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia dalam rangka membebaskan sumber daya di militer. Setelah dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat pada 14 Oktober 1965, ia segera membubarkan PKI dan ormas-ormasnya. Tepat 11 Maret 1966, dia menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno melalui tiga jenderal, yaitu Basuki Rachmat, Amir Machmud, dan M Jusuf. Isi Supersemar adalah memberikan kekuasaan kepada Soeharto untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Panglima Besar Revolusi agar mengambil tindakan yang dianggap perlu demi terjaminnya keamanan, ketenangan, serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi.

Sehari kemudian, 12 Maret 1966, Menpangad Letjen Soeharto membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia. Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS pada Maret 1967, Soeharto yang telah menerima kenaikan pangkat sebagai jenderal bintang empat pada 1 Juli 1966 ditunjuk sebagai pejabat presiden berdasarkan Tap MPRS No XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967.

Selaku pemegang Ketetapan MPRS No XXX/1967, Soeharto kemudian menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Melalui Sidang Istimewa MPRS, pada 7 Maret 1967, Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum. Jenderal Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno ( NAWAKSARA) ditolak MPRS. Kemudian, Soeharto menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968.

Selain sebagai presiden, ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan/Keamanan. Pada 1 Juni 1968 Lama. Mulai saat ini dikenal istilah Orde Baru. Susunan kabinet yang diumumkan pada 10 Juni 1968 diberi nama Kabinet Pembangunan "Rencana Pembangunan Lima Tahun" I.

Pada 15 Juni 1968, Presiden Soeharto membentuk Tim Ahli Ekonomi Presiden yang terdiri atas Prof Dr Widjojo Nitisastro, Prof Dr Ali Wardhana, Prof Dr Moh Sadli, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, Prof Dr Soebroto, Dr Emil Salim, Drs Frans Seda, dan Drs Radius Prawiro. Pada 3 Juli 1971, presiden mengangkat 100 anggota DPR dari Angkatan Bersenjata dan memberikan 9 kursi wakil Provinsi Irian Barat untuk wakil dari Golkar.

Setelah menggabungkan kekuatan-kekuatan partai politik, Soeharto dipilih kembali menjadi presiden oleh Sidang Umum MPR (Tap MPR No IX/MPR/1973) pada 23 Maret 1973 untuk jabatan yang kedua kali. Saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mendampinginya sebagai wakil presiden. Pada usia 55 tahun, Soeharto memasuki peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal pensiun dari dinas militer (Keprres No peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal.

Pencapaian puncak di dunia politik turut melengkapi kisahnya hidupnya sebagai seorang penguasa. Setelah mencapai posisi pucuk di republik, geliat kekuasaanya mulai metampakkan taringnya. Pada 20 Januari 1978, Presiden Soeharto melarang terbit tujuh surat kabar, yaitu Kompas, Sinar Harapan, Merdeka, Pelita, The Indonesian Times, Sinar Pagi, dan Pos Sore.

Beberapa di antaranya kemudian meminta maaf kepada Soeharto. Pada 22 Maret 1978, Soeharto dilantik kembali presiden untuk periode ketiga kalinya dan Adam Malik sebagai wakil presiden.

Sidang Umum MPR 1 Maret 1983 memutuskan memilih kembali Soeharto sebagai presiden dan Umar Wirahadikusumah sebagai wakil presiden. Melalui Tap MPR No V tahun 1983, MPR mengangkat Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Republik Indonesia.

Pada 16 Maret 1983, Presiden Soeharto mengumumkan susunan Kabinet Pembangunan IV yang terdiri atas 21 menteri, tiga menteri koordinator, delapan menteri muda, dan tiga pejabat setingkat menteri. Pada 1 Januari 1984, Presiden Soeharto mengisi formulir keanggotaan Golkar dan sejak itu ia resmi menjadi anggota Golkar. Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan parlemen dari komunis, menyingkirkan serikat buruh dan meningkatkan sensor.

Dia juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok dan menjalin hubungan dengan negara barat dan PBB. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik. Jenderal Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen: Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban ( Kopkamtib) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin). Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam pembersihan massal dan lebih dari 200.000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta.

Banyak komunis, tersangka komunis dan yang disebut " musuh negara" dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai 1990). Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh CIA. Sebagai tambahan, CIA melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari Pemerintah Amerika Serikat untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi Timor Timur, dan terus berlangsung sampai akhir 1990-an.

Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi konsumen yang besar, Indonesia dihargai sebagai rekan dagang Amerika Serikat dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto.

Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di New York Times mengatakan bahwa Soeharto adalah "orang seperti kita" atau "orang golongan kita". Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968 dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama.

Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Partai Golkar menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN. Ekonomi Indonesia benar-benar amburadul di pertengahan 1960-an. Soeharto pun kemudian meminta nasihat dari tim ekonom hasil didikan Barat yang banyak dikenal sebagai " mafia Berkeley". Tujuan jangka pendek pemerintahan baru ini adalah mengendalikan inflasi, menstabilkan nilai rupiah, memperoleh hutang luar negeri, serta mendorong masuknya investasi asing.

Dan untuk satu hal ini, kesuksesan mereka tidak bisa dimungkiri. Peran Soedjono Hoemardani sebagai asisten finansial besar artinya dalam pencapaian ini. Di bidang sosial politik, Soeharto menyerahkannya kepada Ali Moertopo sebagai asisten untuk masalah-masalah politik.

Menghilangkan oposisi dengan melemahkan kekuatan partai politik dilakukan melalui fusi dalam sistem kepartaian. Sebagai presiden Gambar Presiden Soeharto pada uang pecahan 50.000, salah satu dari sedikit uang yang menampilkan tokoh yang masih hidup Roma, Italia, 14 November 1985.

Musim dingin yang membekap Kota Roma ketika itu turut menggigit tubuh setiap peserta Konfrensi ke-23 Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Tidak kurang dari 165 negara anggota mengirimkan wakilnya ke perhelatan yang membetot perhatian mata dunia terhadap Indonesia kala itu. Presiden Soeharto yang sukses mengantarkan Indonesia dari pengimpor beras terbesar di dunia menjadi swasembada didapuk maju ke podium untuk memberikan pidatonya.

Dia menyerahkan bantuan satu juta ton padi kering (gabah) dari para petani untuk diberikan kepada rakyat Afrika yang mengalami kelaparan. [22] “Jika pembangunan di bidang pangan ini dinilai berhasil, itu merupakan kerja raksasa dari seluruh bangsa Indonesia,” kata Presiden Soeharto dalam pidatonya. Karena itu, FAO mengganjar keberhasilan itu dengan penghargaan khusus berbentuk medali emas pada 21 Juli 1986.

Prestasi Soeharto di bidang pertanian memang fantastik atau dahsyat. Indonesia mengecap swasembada besar mulai 1984. Produksi besar pada tahun itu mencapai 25,8 juta ton. Padahal, data 1969 beras yang dihasilkan Indonesia hanya 12,2 juta ton. Hasil itu memaksa Indonesia mengimpor beras minimal 2 juta ton.

[23] Sebab itu, pada 10 Maret 1988, Soeharto kembali terpilih sebagai presiden oleh MPR yang kelima kalinya. Posisi wakil presiden diserahkan kepada Sudharmono setelah bersaing dengan DR H Jaelani Naro SH Ketua Umum DPP PPP Sekali lagi, mata dunia tertuju lagi kepada seorang Soeharto. Karena sukses dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana, Presiden Soeharto mendapat piagam penghargaan perorangan di Markas Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York pada 8 Juni 1989.

“Kenaikan produksi pangan tidak banyak berarti jika pertambahan jumlah penduduk tidak terkendali,” tandas Soeharto. Dia dianugerahi UN Population Award, penghargaan tertinggi PBB di bidang kependudukan. Penghargaan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Javier de Cueller di Markas Besar PBB, New York bertepatan dengan ulang tahun Soeharto yang ke-68 pada 8 Juni 1989.

Soeharto makin dilirik ketika berhasil menegakkan harkat bangsa Indonesia di latar ekonomi Asia. Di ASEAN, dia dianggap berjasa ikut mengembangkan organisasi regional ini sehingga diperhitungkan di dunia. “Tanpa kebaikan dan kehadiran Soeharto, kami akan menghabiskan banyak jatah produk domestic bruto di bidang pertahanan,” ujar Perdana Menteri Australia Paul Keating ketika itu.

Paul Keating menyebut Soeharto sebagai “ayah”. Dalam bukunya, Soeharto; Political Biography, Robert Edward Elson menulis, “Soeharto adalah tokoh yang amat penting selama abad XX di Asia.” Dua Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon dan Ronald Reagan juga memuji gebrakan Soeharto.

Tetapi, Soeharto mengklaim dirinya anak petani dengan nilai-nilai biasa yang tidak berambisi menguasai negeri Indonesia dan mendahului kepentingan bangsa. “Saya di rumah, di antara istri dan anak-anak merasa sebagai seorang biasa, hanya secara kebetulan diberi kepecayaan oleh rakyat untuk memimpin negara ini sebagai presiden,” tutur Soeharto dalam suatu temu wicara pada Peringatan Hari Ibu ke-67 di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada 22 Desember 1989.

Sebab itu, pada 14 September 1991, Presiden Soeharto menolak permintaan Amerika Serikat untuk memperoleh pangkalan militer di Indonesia setelah pindah dari Filipina.

Soeharto dipilih oleh MPR sebagai presiden untuk yang keenam kalinya pada 10 Maret 1993. Kali ini, Try Sutrisno sebagai wakil presiden. Setelah enam kali berturut-turut ditetapkan MPR sebagai presiden, Soeharto mulai menyatakan jika dirinya tidak berambisi menjadi presiden seumur hidup (12 Maret 1994). Pada kepemimpinannya periode ini, Presiden Soeharto memberhentikan Prof Dr Satrio Budiharjo Joedono selaku Menteri Perdagangan sebelum akhir masa jabatan (6 Desember 1995).

Soeharto yang mengawali kekuasaannya sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 dan menjadi presiden pada 27 Maret 1968 terus menggenggam jabatan itu selama 31 tahun. Semula ada yang memperkirakan bahwa Soeharto akan menolak pencalonannya kembali sebagai presiden untuk periode yang keenam pada tahun 1998 setelah istrinya meninggal dunia pada 28 April 1996. Perkiraan itu ternyata keliru. Ketika usianya mencapai 75 tahun, ia bukan saja bersedia untuk dicalonkan kembali tetapi menerima untuk diangkat kembali sebagai presiden untuk periode 1998–2003.

Ia menerima penganugerahan Bintang Lima atau Pangkat Jenderal Besar saat berusia 76 tahun (29 September 1997). Pada 25 Juli 1996, Presiden Soeharto menerima PDI pimpinan Soerjadi dan menolak kepemimpinan Megawati Soekarnoputri untuk memimpin Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Dua hari kemudian terjadi peristiwa 27 Juli berdarah. Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. Bahkan, krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi.

Pada 8 Oktober 1997, Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997).

Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam, pada 10 Maret 1998, MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. Kali ini, Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Pada 17 Maret 1998, ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter.

Menghadapi tuntutan untuk mundur, pada 1 Mei 1998, Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003.

Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). Krisis moneter dan ekonomi benar-benar menggerogoti sistem kepemimpinannya. Dampaknya, Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya, Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden.

Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Tepat pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Barat), Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Bagaimanapun, masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat.

Mahasiswa Trisakti, Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan arteri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Tanggal 12 Mei 1998 sore, terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. Sehari kemudian, tanggal 13 Mei 1998, jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing.

Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio, televisi, dan surat kabar. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Kamis, 14 Mei 1998, ibu kota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Tanggal 15 Mei 1998, pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo, Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G-15).

Tanggal 16 Mei 1998, Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsur pimpinan DPR. Tanggal 17 Mei 1998, Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Tanggal 18 Mei 1998, ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR.

Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Sedang, mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen).

Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoretis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan, termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil.

Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam.

Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan.

Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No.

12 tahun 1982. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Kemudian pada tahun 1979–1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis, yang tergabung dalam Petisi 50, mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar, serta menuntut adanya reformasi politik.

Sebagai balasannya, pemerintah mencekal mereka. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Puncak Orde Baru Pelantikan Presiden Soeharto. Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis.

Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal ( Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun pada tahun 1992, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili.

Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Prancis. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada di bawah PBB seperti UNICEF, UNESCO dan WHO. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997.

Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia, Filipina dan Thailand, selain Singapura, Republik Tiongkok, dan Korea Selatan.

Di bidang politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan.

Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana Golkar dijadikan partai utama dan "mengebiri" dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan.

Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa, melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis.

Selain itu hak-hak politik etnis Tionghoa dibatasi dan agama Kong Hu Cu tidak diakui keberadaannya. Walaupun begitu, Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa.

Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya.

Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. Presiden Gerald Ford dan Suharto berjabat tangan pada 6 Desember 1975, sehari sebelum invasi ke Timor-Timur yang didukung Amerika Serikat dalam era Perang Dingin.

Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan " electoral college". dan juga terpilih kembali pada 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar.

Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan pro-komunis Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tindakan Fretilin yang mendapat dukungan politik Uni Soviet dalam perebutan pengaruh dua negara adikuasa di periode Perang Dingin yang juga memanas di sekitar kawasan Vietnam.

Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia, dengan bantuan presiden Gerald Ford, yang meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia untuk menghindari berkembangnya pengaruh komunis di Asia Tenggara.

[24] [25] Pada 15 Juli 1976, Timor Timur secara menjadi salah satu provinsi di NKRI sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999. Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar.

Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan.

Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut.

Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal sebagai " Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli). Mundur dari jabatan presiden Potongan pidato saat Soeharto mengundurkan diri, Kamis, 21 Mei 1998.

Bermasalah memainkan berkas-berkas ini? Lihat bantuan media. Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia pada tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Meskipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998–2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998.

Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B. J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM.

Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Namun, Michel Camdesus, Direktur IMF mengakui bahwa apa yang dilakukan IMF di Indonesia tidak lain sebagai penyebab jatuhnya Pemerintahan Soeharto. Sebagaimana dikutip New York Times, Camdesus menyatakan “we created the conditions that obliged President Soeharto Left his job". [26] Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: “ Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional.

Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut. Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.

Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik.

Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi.

Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998–2003.

Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VII demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI.

” Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu.

Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945.

Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak Soeharto beserta keluarganya.

Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri. Kasus dugaan korupsi Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto.

Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).

Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999).

Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Dalam persidangan gugatan akhirnya Mahkamah Agung (MA) memenangkan gugatan mantan Presiden Soeharto terhadap Majalah TIME Asia.

Dalam putusan majelis hakim agung yang diketuai Ketua Muda Militer MA, Mayor Jenderal TNI Purnawirawan German Hoediarto dan beranggotakan Bahauddin Qoudry serta M. Taufik, tanggal 31 Agustus 2007 itu, Majalah TIME Asia diperintahkan membayar ganti rugi immateriil senilai Rp 1 triliun kepada HM Soeharto. MA Menangkan Soeharto Lawan Majalah TIME Asia Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora.

Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999. Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S.

selama 32 tahun masa pemerintahannya. [27] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan.

SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

Kasus perdata Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. Peninggalan Bidang politik Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Soeharto telah banyak memengaruhi sejarah Indonesia. Dengan pengambil alihan kekuasaan dari Soekarno, Soeharto dengan dukungan dari Amerika Serikat memberantas paham komunisme dan melarang pembentukan partai komunis.

Dijadikannya Timor Timur sebagai provinsi ke-27 (saat itu) juga dilakukannya karena kekhawatirannya bahwa partai Fretilin ( Frente Revolucionaria De Timor Leste Independente / Front Revolusi untuk Kemerdekaan Timor Timur) akan berkuasa di sana bila dibiarkan merdeka.

[ Mei 2008] Hal ini telah mengakibatkan menelan ratusan ribu korban jiwa sipil. [ Mei 2008] Sistem otoriter yang dijalankan Soeharto dalam masa pemerintahannya membuatnya populer dengan sebutan " Bapak", yang pada jangka panjangnya menyebabkan pengambilan keputusan-keputusan di DPR kala itu disebut secara konotatif oleh masyarakat Indonesia sebagai sistem "ABS" atau " Asal Bapak Senang".

Bidang kesehatan Untuk mengendalikan jumlah penduduk Indonesia, Soeharto memulai kampanye Keluarga Berencana yang menganjurkan setiap pasangan untuk memiliki secukupnya 2 anak. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledakan penduduk yang nantinya dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kelaparan, penyakit sampai kerusakan lingkungan hidup. Bidang pendidikan Dalam bidang pendidikan Soeharto mempelopori proyek Wajib Belajar yang bertujuan meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia.

Pada awalnya, proyek ini membebaskan murid pendidikan dasar dari uang sekolah (Sumbangan Pembiayaan Pendidikan) sehingga anak-anak dari keluarga miskin juga dapat bersekolah.

Hal ini kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 9 tahun. Kematian Pada Tanggal 27 Januari 2008 Pukul 13.10 WIB, Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Kemudian sekitar pukul 14.35, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. [28] Ambulans yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal.

Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak. Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekitar pukul 14.55, Minggu (27/1).

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.

Minggu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melayat ke Cendana. Pemakaman Jenazah mantan presiden Soeharto diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Senin, 28 Januari 2008, pukul 07.30 WIB [29] menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Solo pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo, Senin (28/1).

Jenazah tiba di Astana Giri Bangun siang itu sebelum pukul 12.00 WIB. Almarhum diturunkan ke liang lahad pada pukul 12.15 WIB [30] bersamaan dengan berkumandangnya azan zuhur.

Almarhum sudah berada di liang lahat siang itu pukul 12.17 WIB. Upacara pemakaman Soeharto tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Susilo Bambang Yudhoyono.

Penghargaan dan warisan Rumah masa kecil Soeharto di Kemusuk, Bantul saat ini dijadikan museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto.

Sebuah patung dirinya berdiri di depan museum. Museum tersebut dibangun oleh Probosutedjo dan diresmikan pada tahun 2013.

[31] FELDA Soeharto, sebuah kampung di Selangor, Malaysia, dinamakan menurut Soeharto pada tahun 1977 – sebelumnya ia berkunjung ke kampung tersebut pada tahun 1970 sebagai bagian dari kunjungan bersejarah untuk menormalkan hubungan Indonesia-Malaysia.

[32] Pada tahun 2013, muncul slogan bahasa Jawa Isih penak jamanku to ( bahasa Indonesia: Masih enak zaman saya kan) atau Piye kabare, isih penak jamanku to ( bahasa Indonesia: Bagaimana kabarnya, masih enak zaman saya kan) di stiker, kaos, dan internet yang menyatakan bahwa zaman pemerintahan Soeharto lebih baik ketimbang zaman sekarang.

[33] [34] Tanda kehormatan Indonesia [35] Baris ke-1 Bintang Republik Indonesia Adipurna Bintang Mahaputera Adipurna Bintang Sakti Baris ke-2 Bintang Dharma Bintang Gerilya Bintang Jasa Utama Bintang Budaya Parama Dharma Baris ke-3 Bintang Yudha Dharma Utama Bintang Kartika Eka Paksi Utama Bintang Jalasena Utama Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama Baris ke-4 Bintang Bhayangkara Utama Bintang Kartika Eka Paksi Pratama Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia Baris ke-5 Bintang Garuda Satyalancana Teladan Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun Satyalancana Perang Kemerdekaan I Baris ke-6 Satyalancana Perang Kemerdekaan II Satyalancana G.O.M I Satyalancana G.O.M II Satyalancana G.O.M III Baris ke-7 Satyalancana G.O.M IV Satyalancana Satya Dharma Satyalancana Wira Dharma Satyalancana Penegak Luar Negeri Negara Penghargaan Pita Tahun Brunei Darjah Kerabat Mahkota Brunei (D.K.M.B.) 1988 Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (D.K.) 1988 Filipina Kalung ( Raja) Orde Sikatuna 1968 Malaysia Darjah Utama Seri Mahkota Negara (D.M.N.) 1988 Perak: Darjah Kerabat Di-Raja Yang Amat Dihormati (D.K.) 1988 Johor: Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Kelas I (D.K.

I) 1990 Thailand Knight of the Most Auspicious Order of the Rajamitrabhorn 1970 Singapura Darjah Utama Temasek 1974 Kamboja Grand Collar of the National Order of Independence 1968 Jepang Selempang Kebesaran Orde Tertinggi Krisantemum 1968 Korea Selatan The Grand Order of Mugunghwa 1981 Pakistan Nishan-e-Pakistan 1982 Afrika Selatan Grand Cross of the Order of Good Hope 1997 Austria Grand Star ( Groß-Stern) of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria 1973 Belanda Kesatria Salib Agung Orde Singa Belanda 1970 Belgia Selempang Kebesaran Orde Leopold 1973 Kekaisaran Etiopia Grand Cordon and Collar of the Order of the Queen of Sheba 1968 Britania Raya Knight Grand Cross (Military Division) of the Order of the Bath (G.C.B.) 1974 Dinasti Pahlavi The First Class of the Order of Pahlavi Tidak diketahui Italia Knight Grand Cross with Collar of the Order of Merit of the Italian Republic 1972 Jerman Salib Agung Kelas Istimewa Orde Jasa Republik Federal Jerman 1970 Kuwait Collar of the Order of Mubarak the Great 1977 Mesir Grand Collar of the Order of the Nile 1977 Prancis Salib Agung Orde Nasional Légion d'honneur Tidak diketahui Qatar Collar of the Order of the Independence Tidak diketahui Romania First Class of the Order of the Star of the Romanian Socialist Republic 1982 Arab Saudi Badr Chain 1977 Spanyol Grand Cross with Collar of the Order of Isabella the Catholic 1980 Suriah Member 1st Class of the Order of the Umayyads 1977 Ukraina First Class of the Order of Prince Yaroslav the Wise 1997 Venezuela Grand Cordon with Collar of the Order of the Liberator 1988 Yordania Grand Cordon with Collar of the Order of Al-Hussein bin Ali 1986 Yugoslavia Yugoslav Star with Sash of the Order of the Yugoslav Star 1975 Lihat pula • Butir-Butir Budaya Jawa • Daftar Presiden Indonesia Daftar pustaka • "Two former strongmen, Soeharto-Lee Kuan Yew meet again".

ANTARA. 22 February 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-25. Diakses tanggal 22 February 2006. • "Army in Jakarta Imposes a Ban on Communists". The New York Times. 19 October 1965. • Benedict R. Anderson en Ruth T.McVey, A Preliminary Analysis of the 1 October 1965 Coup in Indonesia (Cornell University, 1971). • Aspinall, Ed (October–December 1996). "What happened before the riots?". Inside Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-05-05.

Diakses tanggal 2013-04-14. • "Attorney general doubts Soeharto can be prosecuted". The Jakarta Post. 27 May 2005. • Blum, William (1995). Killing Hope: US Military and CIA Interventions Since World War II.

Monroe, Me.: Common Courage Press. ISBN 1-56751-052-3. • Camdessus Commends Indonesian Actions. Press Release. International Monetary Fund. (31 October 1997) • "CIA Stalling State Department Histories". The National Security Archive. Diakses tanggal 23 May 2005. • Colmey, John (24 May 1999). "The Family Firm". TIME Asia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-02-08. Diakses tanggal 2007-02-13. • Robert Cribb, "Genocide in Indonesia,1965–1966".

Journal of Genocide Research no.2:219–239, 2001. • Elson, Robert E. (2001). Suharto: A Political Biography. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. ISBN 0-521-77326-1. • Friend, Theodore (2003). Indonesian Destinies. The Belknap Press of Harvard University Press. ISBN 0-674-01834-6. • "H.AMDT.647 (A003): An amendment to prohibit any funds appropriated in the bill to be used for military education and training assistance to Indonesia". THOMAS (Library of Congress).

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-01-13. Diakses tanggal 4 February 2006. • "Indonesia: Arrests, torture and intimidation: The Government's response to its critics".

Amnesty International. 27 November 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-03-13. Diakses tanggal 2021-03-08. • "Indonesia Economic". Commanding Heights.

Diakses tanggal 23 May 2005. • "Jakarta Cabinet Faces Challenge". The New York Times. 16 December 1965.

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal

• "Jakarta Leftist Out As Army Chief" New York Times 15 October 1965 • Koerner, Brendan (26 March 2004). "How Did Suharto Steal $35 Billion? Cronyism 101". Slate. Diakses tanggal 4 February 2006. • "Jakarta Cabinet Faces Challenge". The New York Times. 16 December 1965.

• Lashmar, Paul and Oliver, James (16 April 2000). "MI6 Spread Lies to Put Killer in Power". The Independent. UK. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Lashmar, Paul; Oliver, James (1999). Britain's Secret Propaganda War.

Sutton Pub Ltd. ISBN 0-7509-1668-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • McDonald, H., Suharto's Indonesia, Fontana Books, 1980, Blackburn, Australia, ISBN 0-00-635721-0 • "Public Expenditures, Prices and the Poor". World Bank. 1993. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-23.

Diakses tanggal 2013-04-14. • Ricklefs, M.C. 1991. A History of Modern Indonesia since c.1300. 2nd Edition, Stanford: Stanford University Press. ISBN 0-333-57690-X • John Roosa, Pretext for Mass Murder, The 30 September Movement & Suharto's Coup D'état.

The University of Wisconson Press, 2006. ISBN 978-0-299-22034-1. • Simpson, Brad (9 July 2004). "Indonesia's 1969 Takeover of West Papua Not by "Free Choice "". National Security Archive. • Schwarz, A. (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Westview Press. ISBN 1-86373-635-2. • "Suharto tops corruption rankings".

BBC News. 25 March 2004. Diakses tanggal 4 February 2006. • "Sukarno Removes His Defense Chief" New York Times 22 February 1966 • "Tapol Troubles: When Will They End?". Inside Indonesia. April–June 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-05.

Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal tanggal 2013-04-14.

• Toer, Pramoedya Ananta (2000). The Mute's Soliloquy: A Memoir. Penguin. ISBN 0-14-028904-6. • "United Nations High Commission on Human Rights resolution 1993/97: Situation in East Timor". United Nations. Diakses tanggal 4 February 2006. • Legacy of Ashes: The History of the CIA, Tim Weiner.

Doubleday, New York 2007 ( ISBN 978-3-596-17865-0), chapter 15, CIA and Indonesia. • Whose Plot?-New light on the 1965 Events, Journal of Contemporary Asia 9, no.2 (1979):197–215. Referensi • ^ a b Berger, Marilyn (28 Januari 2008). "Suharto Dies at 86; Indonesian Dictator Brought Order and Bloodshed".

The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-02. Diakses tanggal 2018-12-14. • ^ Gittings, John (27 Januari 2008). "Obituary: Suharto, former Indonesian dictator: 1921-2008".

The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-14. Diakses tanggal 2018-12-14. • ^ Hutton, Jeffrey (19 Mei 2018). "Is Indonesia's Reformasi a success, 20 years after Suharto?". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-17. Diakses tanggal 2018-12-14. • ^ Cribb, Robert (2002). "Unresolved Problems in the Indonesian Killings of 1965–1966".

Asian Survey. 42 (4): 550–563. doi: 10.1525/as.2002.42.4.550. • ^ Friend (2003), pages 107–109; Chris Hilton (writer and director) (2001). Shadowplay (Television documentary). Vagabond Films and Hilton Cordell Productions. ; Ricklefs (1991), pages 280–283, 284, 287–290 • ^ Media, Kompas Cyber. "26 Maret 1968, Saat Soeharto Ditunjuk Gantikan Soekarno Jadi Presiden Halaman all".

KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-06-19. Diakses tanggal 2019-06-19. • ^ Miguel, Edward (January 2005). "Does Social Capital Promote Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Evidence from a Rapid Industrializer".

Econometrics Softare Laboratory, University of California, Berkeley. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ McDonald, Hamish (28 January 2008). "No End to Ambition". Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-03. Diakses tanggal 2013-04-14. • ^ Commission for Reception, Truth and Reconciliation in East Timor Benetech Human Rights Data Analysis Group (9 February 2006).

"The Profile of Human Rights Violations in Timor-Leste, 1974–1999". A Report to the Commission on Reception, Truth and Reconciliation of Timor-Leste.

Human Rights Data Analysis Group (HRDAG). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-29. Diakses tanggal 2013-04-14.

• ^ "Suharto tops corruption rankings". BBC News. 25 March 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-11-13. Diakses tanggal 4 February 2006. • ^ "Berkaca pada Revolusi Hijau, Strategi Swasembada Pangan Pak Harto". Indonesia Inside (dalam bahasa Inggris). 2019-01-28. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-06-21.

Diakses tanggal 2019-06-21. • ^ "Suharto tops corruption rankings". BBC News. 25 March 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-11-13. Diakses tanggal 4 February 2006.

• ^ "12 Tahun Lalu, Soeharto Menang Lawan Majalah Time". Liputan6 (dalam bahasa Inggris). 2019-08-30. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-23. Diakses tanggal 2019-12-16. • ^ "Masa Kecil - Soeharto". HM Soeharto. 2013-01-12. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-12.

Diakses tanggal 2020-01-20. • ^ a b c d e f g h i "secuil kisah tentang mantan presiden Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-31. Diakses tanggal 2015-10-24. • ^ "Akar Saya Dari Desa". soeharto.co. 2013-09-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-11. Diakses tanggal 2019-11-4. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ https://kaltim.tribunnews.com/2017/04/09/disebut-pendiam-dan-pemalu-kehidupan-asmara-pak-harto-ternyata-tidak-semulus-kariernya • ^ "Sah Anak_Anak Pak Harti Berkumpul di Partai Berkarya".

jawapos.com. 2018-07-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-11-04. Diakses tanggal 2019-11-4. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/06/08/jejak-masa-kecil-soeharto-bocah-bertelanjang-dada-yang-sampai-ke-istana • ^ https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210608111234-32-651650/soeharto-kemiskinan-masa-muda-dan-momentum-g30s • ^ Okezone.

"Ini Alasan PKI Tak Incar Soeharto di Peristiwa 1965 : Okezone News". Okezone. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-17. Diakses tanggal 2019-07-17. • ^ "Soeharto Mati-matian Bangun Sektor Pertanian". Indonesia Inside. 2018-12-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 2020-01-20. • ^ "Berkaca pada Revolusi Hijau, Strategi Swasembada Pangan Pak Harto". Indonesia Inside (dalam bahasa Inggris).

2019-01-28. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-06-21. Diakses tanggal 2019-10-03. • ^ Simons, p. 189 • ^ Brinkley, Douglas (2007). Gerald R. Ford: The American Presidents Series: The 38th President. hlm. 132. ISBN 978-1429933414. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-08-03.

Diakses tanggal 2021-01-08. • ^ "Presiden Soeharto dan Misteri Kemelut 1998 - Soeharto". 19 Jan 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-16. Diakses tanggal 2020-04-18. • ^ "Suharto tops corruption rankings". news.bbc.co.uk. 2004-03-25. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-11-13. Diakses tanggal 2009-02-05. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ "Jenazah Pak Harto Dibawa ke Cendana". detik.com. 2008-01-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-19.

Diakses tanggal 2009-02-05. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ "Pukul 07.30 WIB, Jenazah Soeharto Tinggalkan Cendana". detik.com. 2008-01-27. Diarsipkan peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal versi asli tanggal 2021-05-19. Diakses tanggal 2009-02-05. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ "Jenazah Pak Harto Dimasukkan ke Liang Lahat".

detik.com. 2008-01-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-19. Diakses tanggal 2009-02-05. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ Prabowo (7 Juni 2016).

"Tempat Kelahiran Soeharto Kini Lebih Hidup". Okezone.com. Diakses tanggal 12 Oktober 2021. • ^ Sutikno, Husin. "KAMPONG SOEHARTO DI NEGERI JIRAN". HM Soeharto. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-10-27. Diakses tanggal 12 Oktober 2021. • ^ Nugroho, Andreas (2013-11-25). "Mengapa 'merindukan' sosok Suharto?".

BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2021-11-13. • ^ Pontororing, Angela (Juli 2016). "Sebuah Upaya Pembacaan Poskolonial dengan Metode Dialog Imajinatif Antara Foto Soeharto "Piye Kabare, Penak Jamanku To?" dan Teks Keluaran 14:10-12; 16:1-3; 17:3" (PDF). Indonesian Journal of Theology. 4/1: 1–44. Diakses tanggal 7 Februari 2022. • ^ "Penghargaan Presiden Soeharto". Kepustakaan Presiden-Presiden RI.

Perpustakaan Nasional Indonesia. Diakses tanggal 2021-10-30. Pranala luar Wikimedia Commons memiliki media mengenai Suharto. Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini: Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 • Soeharto Center Diarsipkan 2020-12-23 di Wayback Machine. • Soeharto Diarsipkan 2012-07-29 di Wayback Machine. di Kepustakaan Presiden Republik Indonesia • Life in pictures: Indonesia's Suharto di BBC • Financial Times obituary Diarsipkan 2008-11-21 di Wayback Machine.

• The Guardian obituary • Obituary in The Times, 28 January 2008 Jabatan politik Didahului oleh: Soekarno Presiden Indonesia 1967–1998 Diteruskan oleh: BJ Habibie Didahului oleh: M. Sarbini Menteri Pertahanan Indonesia 1966–1971 Diteruskan oleh: Maraden Panggabean Didahului oleh: Soekarno sebagai Perdana Menteri Ketua Presidium Kabinet Indonesia 1966–1967 Jabatan dihapuskan Jabatan militer Didahului oleh: Soedirman Panglima ABRI 1968–1973 Diteruskan oleh: Maraden Panggabean Didahului oleh: Ahmad Yani Kepala Staf TNI Angkatan Darat 1966–1968 Diteruskan oleh: Maraden Panggabean Jabatan baru Pangkostrad 1963–1965 Diteruskan oleh: Umar Wirahadikusumah Jabatan pemerintahan Didahului oleh: Soebandrio Kepala Badan Pusat Intelijen 1965–1966 Diteruskan oleh: Yoga Soegomo Jabatan diplomatik Didahului oleh: Dobrica Ćosić Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok 1992–1995 Diteruskan oleh: Ernesto Samper Pizano Didahului oleh: Bill Clinton Ketua Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik 1994 Diteruskan oleh: Tomiichi Murayama Posisi baru Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara 1976 Diteruskan oleh: Hussein Onn Menko Polkam: Surono Reksodimedjo • Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana • Menko Kesra: Alamsyah Ratu Perwiranegara • Mendagri: Soepardjo Roestam • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja • Menhankam: Poniman • Menhak: Ali Said, Ismail Saleh • Menteri Penerangan: Harmoko • Menkeu: Radius Prawiro • Mendag: Rachmat Saleh • Menkop: Bustanil Arifin • Mentan: Achmad Affandi • Menhut: Soedjarwo • Menperin: Hartarto Sastrosoenarto • Mentamben: Subroto • Menteri PU: Suyono Sosrodarsono • Menhub: Rusmin Nuryadin Menparpostel: Achmad Tahir • Menaker: Sudomo • Mentrans: Martono • Mendikbud: Nugroho Notosusanto, Fuad Hassan • Menkes: Suwardjono Surjaningrat • Menag: Munawir Sjadzali • Mensos: Ny.

Nani Soedarsono, SH • Menteri PPN: J.B. Sumarlin • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie • Menteri Kependudukan dan LH: Emil Salim • Menpera: Cosmas Batubara • Menpora: Abdul Gafur • Menpan: Saleh Afiff • } Menperwan: Lasiyah Soetanto, Anindyati Sulasikin Murpratomo • Menmu PP-PDN: Ginandjar Kartasasmita • Menmu Pangan: Wardojo • Menmu PP-Tanras: Hasjrul Harahap • Menmu PP-Terkan: J.H.

Hutasoit • Panglima ABRI: L.B. Moerdani, Try Sutrisno • Jaksa Agung: Ismail Saleh, Hari Suharto • Gubernur Bank Indonesia: Arifin M Siregar • Mensesneg: Soedharmono Menko Polkam: Maraden Panggabean • Menko Ekuin/ Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro • Menko Kesra: Surono Reksodimedjo • Mendagri: Amir Machmud, Soedharmono ( Plt.) • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja • Menhankam/Panglima ABRI: M.

Jusuf • Menhak: Moedjono, Ali Said • Menteri Penerangan: Ali Moertopo • Menkeu: Ali Wardhana • Mendagkop: Radius Prawiro • Mentan: Soedarsono Hadisapoetro • Menperin: A.R.

Soehoed • Mentamben: Subroto • Menteri PU: Purnomosidi Hadisaroso • Menhub: Rusmin Nurjadin • Mendikbud: Daoed Joesoef • Menkes: Suwardjono Surjaningrat • Menag: Alamsyah Ratu Perwiranegara • Mensos: Sapardjo • Menakertrans: Harun Zain • Menpan: J.B. Sumarlin • Menteri PP-LH: Emil Salim • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie • Menpera: Cosmas Batubara • Menmukop: Bustanil Arifin • Menteri Muda Urusan Pemuda: Abdul Gafur • Menpora: Abdul Gafur • Menprongan: Achmad Affandi • Menperwan: Lasiyah Soetanto • Mentrans: Martono • Jaksa Agung: Ali Said, Ismail Saleh • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh • Pangkopkamtib: Sudomo • Mensesneg: Soedharmono Mendagri: Amir Machmud • Menlu: Adam Malik, Syarif Thayeb ( Plt.) • Menhankam/Panglima ABRI: Maraden Panggabean • Menhak: Oemar Senoadji, Mochtar Kusumaatmadja • Menteri Penerangan: Mashuri, Sudharmono ( Plt.) • Menperin: M.

Jusuf • Mendag: Radius Prawiro • Menag: Abdul Mukti Ali • Menkeu: Ali Wardhana • Mentan: Thoyib Hadiwidjaja • Mentam: Mohammad Sadli • Menteri PUTL: Sutami • Menhub: Emil Salim • Mendikbud: Sumantri Brodjonegoro, Syarif Thayeb • Menkes: GA Siwabessy • Mensos: M. S. Mintaredja • Menakertranskop: Subroto • Menteri Ekuin/ Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro • Menteri Kesra: Sunawar Sukowati • Menpan/Waket BAPPENAS: J.B.

Sumarlin • Menteri Negara Riset: Sumitro Djojohadikusomo • Jaksa Agung: Ali Said • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh • Pangkopkamtib: Sumitro, Soeharto, Sudomo ( Plt.) • Mensesneg: Soedharmono Mendagri: Basuki Rahmat, Amir Machmud • Menlu: Adam Malik • Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto, Maraden Panggabean • Menhak: Oemar Senoadji • Menteri Penerangan: Boediardjo • Menkeu: Ali Wardhana • Mendag: Sumitro Djojohadikusomo • Mentan: Thoyib Hadiwidjaja • Menperin: M.

Jusuf • Mentam: Sumantri Brodjonegoro • Menteri PUTL: Sutami • Menhub: Frans Seda • Mendikbud: Mashuri Saleh • Menkes: G.A. Siwabessy • Menag: Muhammad Dahlan, Abdul Mukti Ali • Menaker: Mursalin Daeng Mamangung, M.

Sadli • Mentranskop: M. Sarbini, Subroto • Mensos: Albert Mangaratua Tambunan, Idham Chalid ( Plt.), M. S. Mintaredja • Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX • Menteri Kesra: Idham Chalid • Menteri PPN/ Ketua BAPPENAS: Sunawar Sukowati, Widjojo Nitisastro • Menpenhukpemmen (dihapuskan sejak Reshuffle Kabinet pada 11 September 1971): M.

S. Mintaredja • Menteri PPAN: Harsono Tjokroaminoto, Emil Salim • Jaksa Agung: Sugih Arto • Gubernur Bank Indonesia: Radius Prawiro • Pangkopkamtib: Maraden Panggabean, Sumitro • Mensesneg: Alamsyah Ratu Perwiranegara, Soedharmono • Rencana Morgenthau • Pemberontakan Hukbalahap • Konflik Jamaika • Dekemvriana • Perjanjian persentase • Konferensi Yalta • Perang Gerilya di Negara Baltik • Saudara Hutan • Operasi Priboi • Operasi Rimba • Pendudukan negara-negara Baltik • Prajurit terkutuk • Operasi Unthinkable • Operasi Downfall • Konferensi Potsdam • Skandal Gouzenko • Pembagian Korea • Operasi Masterdom • Operasi Beleaguer • Operasi Blacklist Forty • Krisis Iran 1946 • Perang Saudara Yunani • Insiden Selat Corfu • Krisis Selat Turki • Pernyataan Kembali Kebijakan Terhadap Jerman • Perang Indocina Pertama • Doktrin Truman • Konferensi Hubungan Asia • Krisis Mei 1947 • Rencana Marshall • Comecon • Kudeta Cekoslowakia 1948 • Pemberontakan Al-Wathbah • Perang Palestina 1947–1949 • Perang Saudara di Mandat Britania atas Palestina 1947–1948 • Perang Arab-Israel 1948 • Eksodus Palestina 1948 • Perpecahan Tito–Stalin • Blokade Berlin • Pengkhianatan Barat • Tirai Besi • Blok Timur • Blok Barat • Perang Saudara Tiongkok (kedua) • Kedaruratan Malaya • Subversi Albania 1950-an • Konflik Papua • Tirai Bambu • Perang Korea • McCarthyisme • Perang Aljazair • Revolusi Mesir 1952 • Kudeta Iran 1953 • Pemberontakan Jerman Timur 1953 • Amandemen Bricker • Kudeta Guatemala 1954 • Pembagian Vietnam • Perang Jebel Akhdar • Perang Vietnam • Krisis Selat Taiwan Pertama • Kedaruratan Siprus • Konferensi Tingkat Tinggi Jenewa (1955) • Konferensi Bandung • Unjuk rasa Poznań 1956 • Revolusi Hongaria 1956 • Kekerasan klan Yaman–Aden • Krisis Suez • " We will bury you" • Perang Ifni • Operasi Gladio • Perang Dingin Arab • Krisis Suriah 1957 • Krisis Lebanon 1958 • Revolusi Juli Irak • Krisis Sputnik • Krisis Selat Taiwan Kedua • Pemberontakan Tibet 1959 • Pemberontakan Mosul 1959 • Perdebatan Dapur • Perpecahan Tiongkok-Soviet 1960-an • Krisis Kongo • Pemberontakan Simba • Insiden U-2 1960 • Invasi Teluk Babi • Kudeta Turki 1960 • Perpecahan Soviet–Albania • Konflik Irak–Kurdi • Perang Irak–Kurdi Pertama • Krisis Berlin 1961 • Tembok Berlin • Perang Kotor (Meksiko) • Perang Kolonial Portugal • Perang Kemerdekaan Angola • Perang Kemerdekaan Guinea-Bissau • Perang Kemerdekaan Mozambik • Krisis Rudal Kuba • Perang Tiongkok-India • Pemberontakan Komunis di Sarawak • Revolusi Ramadan Irak • Perang Kemerdekaan Eritrea • Perang Pasir • Perang Saudara Yaman Utara • Kudeta Suriah 1963 • Kebuntuan Israel-Amerika Serikat • Pembunuhan John F.

Kennedy • Kedaruratan Aden • Krisis Siprus 1963–1964 • Perang Vietnam • Perang Shifta • Perang Saudara Guatemala • Konflik Kolombia • Kudeta Brasil 1964 • Perang Saudara Dominika • Perang Semak Rhodesia • Perang Perbatasan Afrika Selatan • Transisi ke Orde Baru • Teori domino • Deklarasi ASEAN • Perang Saudara Laos • Kudeta Suriah 1966 • Revolusi Argentina • Konflik Zona Demiliterisasi Korea • Junta militer Yunani 1967–1974 • Tahun-Tahun Timbel (Italia) • Insiden USS Pueblo • Perang Enam Hari • Perang Atrisi • Pemberontakan Dhofar • Perang Al-Wadiah • Perang Saudara Nigeria • Protes 1968 • Mei Prancis • Pembantaian Tlatelolco • Revolusi Kebudayaan • Musim Semi Praha • Krisis politik Polandia 1968 • Pemberontakan Komunis di Malaysia • Invasi Cekoslowakia • Revolusi Ba'athis Irak • Kudeta Libya 1969 • Perang Sepak Bola • Komunisme Goulash • Konflik perbatasan Tiongkok-Soviet • Pemberontakan Komunis di Filipina • Tindakan Perbaikan 1970-an • Détente • Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir • September Hitam di Yordania • Gerakan Perbaikan (Suriah) • Konflik Sahara Barat • Revolusi Nikaragua • Perang Saudara Kamboja • Perang Vietnam • Kerusuhan Koza • Realpolitik • Diplomasi ping-pong • Revolusi Perbaikan (Mesir) peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal Memorandum militer Turki 1971 • Kudeta Sudan 1971 • Perjanjian Empat Negara di Berlin • Perang Pembebasan Bangladesh • Kunjungan Nixon ke Tiongkok 1972 • Konflik perbatasan Yaman Utara-Yaman Selatan 1972 • Perang Yaman 1972 • Pemberontakan Komunis di Bangladesh • Perang Saudara Eritrea • Kudeta Uruguay 1973 • Kudeta Chili 1973 • Perang Yom Kippur • Krisis minyak 1973 • Revolusi Anyelir • Transisi Spanyol • Metapolitefsi • Perundingan pembatasan senjata strategis • Perang Irak-Kurdi Kedua • Invasi Turki ke Siprus • Perang Saudara Angola • Perang Saudara Mozambik • Konflik Oromo • Perang Ogaden • Perang Sahara Barat • Perang Saudara Etiopia • Perang Saudara Lebanon • Perpecahan Tiongkok-Albania • Perang Kamboja–Vietnam • Revolusi Iran • Operasi Condor • Perang Kotor (Argentina) • Kudeta Argentina 1976 • Perang Libya–Mesir • Musim Gugur Jerman • Korean Air Lines Penerbangan 902 • Perang Uganda–Tanzania • Pemberontakan NDF • Konflik Chad–Libya • Perang Yaman 1979 • Pendudukan Masjidil Haram • Revolusi Iran • Revolusi Saur • Perang Tiongkok-Vietnam • Gerakan New Jewel • Pemberontakan Herat 1979 • Tujuh Hari ke Sungai Rhine • Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal melawan penyalahgunaan politik psikiatri di Uni Soviet 1980-an • Perang Soviet-Afganistan • Pemboikotan Olimpiade Musim Panas 1980 dan 1984 • Konflik Peru • Kudeta Turki 1980 • Insiden Teluk Sidra • Konflik Casamance • Perang Semak Uganda • Pemberontakan Pasukan Perlawanan Tuhan • Perang Saudara Eritrea • Perang Perbatasan Etiopia–Somalia 1982 • Perang Ndogboyosoi • Invasi Amerika Serikat ke Grenada • Able Archer 83 • Star Wars • Perang Iran–Irak • Pemberontakan Somalia • Insiden Laut Hitam 1986 • Perang Saudara Yaman Selatan • Perang Toyota • Insiden penyerempetan Laut Hitam 1988 • Perang Saudara Bougainville • Pemberontakan 8888 • Solidaritas • Reaksi Soviet • Contras • Krisis Amerika Tengah • RYAN • Korean Air Lines Penerbangan 007 • Revolusi Kekuatan Rakyat • Glasnost • Perestroika • Perang Nagorno-Karabakh • Perang Saudara Afganistan • Invasi Amerika Serikat ke Panama • Pemogokan Polandia 1988 • Unjuk rasa Tiananmen 1989 • Revolusi 1989 • Keruntuhan Tembok Berlin • Kejatuhan perbatasan Jerman dalam • Revolusi Velvet • Revolusi Rumania 1989 • Revolusi Damai 1990-an • Doktrin Truman • Pembendungan • Doktrin Eisenhower • Teori domino • Doktrin Hallstein • Doktrin Kennedy • Koeksistensi damai • Ostpolitik • Doktrin Johnson • Doktrin Brezhnev • Doktrin Nixon • Doktrin Ulbricht • Doktrin Carter • Doktrin Reagan • Dorong balik • Kedaulatan Puerto Riko pada Perang Dingin Ideologi • Gar Alperovitz • Thomas A.

Bailey • Michael Beschloss • Archie Brown • Warren H. Carroll • Adrian Cioroianu • John Costello • Michael Cox • Nicholas J. Cull • Willem Drees • Robert D.

English • Herbert Feis • Robert Hugh Ferrell • André Fontaine • Anneli Ute Gabanyi • John Lewis Gaddis • Lloyd Gardner • Timothy Garton Ash • Gabriel Gorodetsky • Fred Halliday • Jussi Hanhimäki • John Earl Haynes • Patrick J. Hearden • Tvrtko Jakovina • Tony Judt • Harvey Klehr • Gabriel Kolko • Walter LaFeber • Walter Laqueur • Melvyn Leffler • Geir Lundestad • Mary Elise Sarotte • Vojtech Mastny • Jack F.

Matlock Jr. • Thomas J. McCormick • Timothy Naftali • Marius Oprea • David S. Painter • William B. Pickett • Ronald E. Powaski • Yakov M. Rabkin • Arthur M. Schlesinger Jr. • Ellen Schrecker • Giles Scott-Smith • Shen Zhihua • Athan Theoharis • Andrew Thorpe • Vladimir Tismăneanu • Patrick Vaughan • Alex von Tunzelmann • Odd Arne Westad • William Appleman Williams • Jonathan Reed Winkler • Rudolph Winnacker • Ken Young Lihat pula Kategori tersembunyi: • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: tanggal • Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Semua orang yang sudah meninggal • Semua artikel biografi • Artikel biografi April 2022 • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Artikel yang dipertanyakan kenetralannya • Artikel dengan mikroformat hAudio • Semua artikel perlu dikembangkan • Artikel yang menggunakan kotak pesan kecil • Artikel yang perlu dikembangkan April 2022 • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLA • Artikel Wikipedia dengan penanda NTA • Artikel Wikipedia dengan penanda PLWABN • Artikel Wikipedia dengan penanda SELIBR • Artikel Wikipedia dengan penanda CINII • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda SNAC-ID • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman ini terakhir diubah pada 30 April 2022, pukul 15.51.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Perhatikan data di bawah ini 1) Belanda mengakui secara de facto RI dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatra, Jawa, Madura 2) Belanda harus meninggalkan wilayah Sumatra, Jawa dan Madura paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949 3) Pihak Indonesia menyetujui dibentuknya negara serikat dengan nama republik 4) Uni Indonesia-Belanda diketuai oleh Ratu Belanda Dari data di atas, yang bukan termasuk butir perjanjian Linggajati ditunjukkan pada nomor.

vedettajabour March 5, 2022 at 8:54 PM 3D Iron Head - Titanium Tail - Titanium Art In terms of mens titanium earrings the style, these heads are samsung galaxy watch 3 titanium more aggressive than the standard head of any t fal titanium pan typical This head is designed to nano titanium be a premium design that will 2021 ford escape titanium hybrid give you maximum Reply Delete sumber gambar: http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/10/30/780508/qK8O2AMwha.jpg?w=480 Ini merupakan bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi.

Disebut apa struktur teks eksposisi yang dimaksud . a. Pernyataan pendapat (tesis) b. Argumentasi c. Contoh d. Fakta e. Penegasan ulang
Hai sobat sejarah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada sobat latihan soal USBN. saya yakin sobat pasti sudah tau tentang USBN (ujian sekolah berstandar nasional), sejenis ujian nasional tetapi tidak sama.

Perbedaannya terletak pada macam soal yang diujikan. Jika di ujian nasional hanya berisikan soal pilihan ganda, maka di USBN terdapat tambahan berupa soal esai. Apakah sobat sudah siap menghadapi USBN? jawabnya ada yang siap, ada juga yang belum. Tidak apa-apa, di sini saya akan mencoba memfasilitasi sobat sejarah untuk mengetahui sejauh mana persiapan menghadapai USBN.

Sekedar mengingatkan jika ini hanya latihan soal, bukan soal USBN yang sebenarnya. Selamat mencoba! Soal Latihan USBN Sejarah SMA Tahun 2018 Petunjuk: (1). Tidak ada batasan waktu pengerjaan soal (2). Pilihlah jawaban yang paling benar dari opsi jawaban yang tersedia (3). Buka kunci jawaban dan pembahasan setelah sobat menjawab semua soal yang tersedia.

Javasript tidak mendukung atau tidak aktif di browser anda. Mohon agar mengaktifkan javascript anda. 8. Perhatikan pernyataan berikut ini : (1) Telah ditemukan bukti-bukti tertulis berupa prasasti (2) Bersifat nomaden, hidupnya berpindah-pindah (3) Menggunakan teknologi tinggi untuk mempermudah hidupnya (4) Temuan gambar didinding gua yang menggambarkan sistem religi Yang menjadi ciri-ciri kehidupan manusia masa praaksara adalah.

12. Sejak masuknya budaya Hindu-Buddha di Nusantara, banyak bermunculan kerajaan Hindu-Buddha khususnya di jalur perdagangan India dan Cina yaitu Sumatera dan Jawa. Namun pada umumnya puncak kejayaan kerajaan-kerajaan tersebut hanya terjadi pada masa pemerintahan raja tertentusetelah wafat umumnya pergantian tampuk kekuasaan raja sering terjadi.

Hal ini terjadi karena … 15. Pada masa raja Balaputera Dewa, Sriwijaya berkembang pesat dan mencapai zaman keemasan. Kerajaan maritim ini memiliki wilayah yang luas sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Jawa Barat, Tanjung Pura, Semenanjung Malaka, Ligor, Pahang dan Trengganu.

Kebesaran kerajaan Sriwijaya tersebut salah satunya di pengaruhi oleh faktor geografis yaitu . 18. Sejak Konstantinopel jatuh ke tangan Turki tahun 1453, maka hubungan perdagangan antara Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Bangsa-bangsa Barat berlomba-lomba mencari dunia Timur, khususnya ke nusantara untuk mencari rempah-rempah. Pencarian ke dunia Timur tersebut dilihat dari segi iptek antara lain disebabkan .

peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal. Suwardi Suryaningrat yang lebih dikenal Ki Hajar Dewantara adalah tokoh nasional yang berkontribusi sangat besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan. Pada masa pergerakan nasional tokoh “tiga serangkai” ini berani mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang meskipun pada akhirnya dia mengalami nasib dalam pembuangan di negeri Belanda.

Sepulang dari pengasingan, beliau tetap peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal dalam kegiatan pergerakan nasional yaitu . 20. Indische Partij dan PNI merupakan organisasi pergerakan nasional yang didirikan di kota Bandung.

Keduanya bercorak politik dan menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda. Para pemimpinnya juga mengalami nasib yang hampir sama yaitu pernah ditangkap, dipenjara atau diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Selain hal tersebut keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu .

21. Budi Utomo dikenal sebagai organisasi modern pertama, sedangkan Sarekat Dagang Islam (SDI) dikenal sebagai organisasi massa pertama. Kedua organisasi tersebut memiliki perbedaan basis massa. Jika Budi Utomo lebih berorientasi untuk menggalang kaum bangsawan terpelajar, maka Sarekat Islam lebih bersifat terbuka untuk . 23. Partai Nasional Indonesia (PNI) merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional yang berdiri pada tanggal 4 Juli 1927.

Organisasi ini didirikan oleh Ir. Soekarno dan merupakan organisasi modern yang bercorak nasional dan radikal. Organisasi ini menerapkan strategi dengan memadukan semangat kebangsaan menjadi kekuatan nasional. Hal ini dilakukan oleh PNI, karena … 24. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita kekalahan ini dapat diketahui oleh sejumlah tokoh gerakan bawah tanah dan para pemuda melalui siaran radio. Kekalahan Jepang menimbulkan keinginan kuat dan keberanian untuk memproklamirkan Indonesia secepatnya.

Kalangan pemuda yang diketuai oleh Chaerul Saleh melakukan penculikan terhadap Soekarno Hatta yang kemudian dibawa ke Rengasdengklok. Alasan para pemuda melakukan penculikan tersebut, karena … 27. Pada tanggal 3 November 1945, pemerintah menandatangani maklumat politik oleh wakil presiden Moh. Hatta. Tujuan dikeluarkannya maklumat tersebut menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi.

di sisi lain, maklumat pemerintah 3 November 1945 telah membawa dampak bagi pemerintahan di Indonesia, yaitu … 28. Tanggal 19 Desember 1948 pesawat terbang Peristiwa perebutan kekuasaan pada pemerintahan jepang di yogyakarta terjadi pada tanggal mengebom Maguwo (sekarang Bandara Adisucipto) dan bangunan penting di kota Yogyakarta. Peristiwa ini mengawali Agresi Militer Belanda II.

Pengeboman dilanjutkan dengan penerjunan pasukan udara. Dalam waktu singkat kota Yogyakarta yang pada waktu menjadi Ibukota RI dapat dikuasai oleh Belanda. Sebelum pasukan Belanda memasuki istana kepresidenan, Presiden Soekarno memerintahkan kepada Mr. Maramis, dr Sudarsono, dan L.N Palar yang sedang di New Delhi untuk membentuk Pemerintahan Pelarian.

Alasan dibentuknya pemerintahan pelarian tersebut adalah …. 29. Perhatikan pernyataan berikut : (1) Berlakunya banyak mata uang pada awal merdeka (2) Sekutu datang diboncengi NICA (3) Blokade ekonomi oleh Belanda (4) Adanya gerakan sparatisme (5) Infasi yang tinggi (6) Agresi militer Belanda Di antara pernyataan tersebut yang menyebabkan kondisi politik Indonesia awal merdeka masih belum stabil adalah… 32. Berdasarkan hasil sidang PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945 diputuskan tentang pendirian PNI sebagai satu-satu partai di Indonesia.

Pembentukan partai tunggal ini dinilai sebagai negara totaliter bentukan Jepang. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah pada tanggal 3 November 1945mengeluarkan maklumat tentang pendirian partai-partai politik. Makna keluarnya maklumat tersebut dalam kehidupan pemerintahan adalah .

33. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidang yang menghasilkan keputusan antara lain mengesahkan UUD 945. Dalam perkembangannya, pemerintah melakukan perubahan sistem kabinet dari presidensiil ke parlementer. Hal ini didasarkan atas keluarnya Maklumat tanggal 14 Nopember 1945. Dari pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan . 36.

Perhatikan pernyataan berikut ini! (1) Melemahnya mata uang Indonesia terhadap dollar Amerika (2) Hutang luar negeri Indonesia mencapai 137 milliar dollar Amerika (3) Sembilan bahan pokok di pasaran semakin menipis (4) Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap menurun (5) Kekuasaan kehakiman ditentukan oleh para eksekutif Penyebab terjadinya krisis ekonomi pada akhir tahun 1977 adalah .

41. Seorang sejarawan akan melakukan penelitian tentang lahirnya gerakan reformasi di Indonesia. Untuk melakukan penelitian tersebut maka sejarawan tersebut melalui tahapan-tahapan.

Sebutkan dan jelaskan 3 tahapan dalam penelitian sejaarah tersebut! 42. Sebutkan 4 (empat) cirri kehidupan sosial-budaya masyarakat pada Zaman Batu Tua (Paleolithikum) ! 43. Tunjukkan 3 perbedaanantaraorganisasi Budi Utomo dan Serikat Islam!

44. Buatkan tabel perbandingan pergolakan DI/TTI Kartosuwiryo dan APRA dilihat dari segi: a. Tujuan b. Cara penanggulangan 45. Mahasiswamerupakan salah satu kelompok sosial masyarakat yang paling vokal dalam menyuarakan perbaikan struktur pemerintahan pada saat itu. Mereka juga yang menyusun strategi untuk memberikan umpan balik terhadap kelemahan sistem pemerintahan.

Berbagai aksi demonstrasi pun digelar untuk menuntut sebuah perubahan.

Peristiwa Jogja Kembali




2022 www.videocon.com