Apa karakteristik rangkaian paralel

apa karakteristik rangkaian paralel

Perhitungan yang harus dilakukan oleh seorang teknisi/mekanik berkaitan dengan rangkaiann paralel sangat kecil kemungkinannya. Tetapi betapapun juga sifat-sifat rangkaian parallel harus dipahami dengan benar oleh para teknisi/mekanik lapangan. Arus yang ditarik oleh setiap cabang rangkaian parallel ditentukan oleh resistan yang ada pada cabang rangkaian. Arus total yang ditarik oleh rangkaian parallel merupakan jumlah seluruh arus cabang. Arus pada setiap cabang parallel dapat dihitung menggunakan hokum Ohm, bila resistannya diketahui.

Tegangan pada setiap cabang parallel selalu sama, tegangan di dalam rangkaian parallel dinyatakan dalam persamaan berikut: Ut = U1 = U2 = U3 = U4 = …… Nilai resistan total atau resistan ekivalen (RT) dari rangkaian paralel akan lebih kecil nilai resistan terkecil yang ada dalam rangkaian paralel.

apa karakteristik rangkaian paralel

Secara matematika dapat dituliskan sebagai berikut : Karena tegangan jatuh pada setiap beban yang ada dalam cabang parallel sama, maka arus yang diterima apa karakteristik rangkaian paralel setiap beban yang ada dalam setiap cabang parallel akan berubah tergantung nilai resistan beban.

Arus pada setia cabang berbanding terbalik dengan nilai resistannya. Secara matematika dapat dituliskan sebagai berikut: Jumlah arus dalam suatu rangkaian paralel sama dengan nilai arus pada setiap cabang paralel. Hal ini dinyatakan dalam persamaan berikut: It = I1 + I2 + I3 + I4 + ……. Hukum Ohm dapat digunakan untuk menghitung parameter setiap elemen yang ada dalam rangkaian seri atau rangkaian total.

Gambar 3.41 memperlihatkan rangkaian paralel yang terdiri atas dua elemen pemanas yang memiliki resistansi dengan nilai yang berbeda. Perhitungan resistan total, arus, dan tegangan jatuh pada setiap beban pemanas dapat dilakukan dengan menerapkan Hukum Ohm sebagai berikut: Gambar 3.38 Rangkaian Parallel 2 Resistor Cara menghitung resistan total: Langkah 1: Gunakan rumus Langkah 2: Substitusikan nilai resistansi masing-masing resistor Langkah 3: Samakan penyebutnya dan jumlahkan Langkah 4: Selesaikan persamaannya dengan membalik persamaannya Rt = 240/34 = 7.06 ohm Cara menghitung arus listrik total: Untuk menghitung arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian paralel digunakan Hukum Ohm.

Langkah 1: Gunakan rumus Langkah 2: Substitusikan nilai tegangan (U) dan nilai resistansi total (Rt). Langkah 3: Selesaikan persamaannya It = 31,16 amper Hukum Ohm untuk menghitung arus setiap cabang (R1). Langkah 1: Gunakan rumus Langkah 2: Substitusikan nilai arus total (I) dan nilai resistansi elemen heater pertama (R1).

Langkah 3: Selesaikan persamaannya I1 = 22 amper Menghitung arus cabang kedua pada R2: Langkah 1: Gunakan rumus Langkah 2: Substitusikan nilai tegangan (U) dan nilai resistansi elemen heater pertama (R2).

Langkah 3: Selesaikan persamaannya I2 = 9,16 amper Menghitung arus total total: Langkah 1: Gunakan rumus It = I1 + I2 Langkah 2: Substitusikan nilai arus I1 dan nilai arus I2 It = 22 + 9,16 Langkah 3: Selesaikan persamaannya It = 31,16 amper 2 kelebihan rangkaian paralel 2 keuntungan rangkaian listrik paralel 2 keuntungan rangkaian paralel 3 ciri rangkaian listrik paralel 3 ciri rangkaian paralel 3 kelebihan rangkaian paralel 3 keuntungan rangkaian paralel 3 perbedaan rangkaian listrik paralel dan seri 4 prinsip rangkaian paralel apa rangkaian paralel itu arus pada rangkaian paralel cara membuat rangkaian paralel 2 lampu cara membuat rangkaian paralel 5 lampu cara membuat rangkaian paralel untuk anak sd cara membuat rangkaian paralel yang mudah contoh rangkaian paralel 3 lampu contoh soal rangkaian paralel untuk sd efek rangkaian paralel dalam jaringan listrik foto rangkaian paralel fungsi rangkaian paralel gambar rangkaian paralel 2 lampu gambar rangkaian paralel 3 lampu 2022-01-29 Karakteristik rangkaian listrik paralel • Tegangan.

Tegangannya sama untuk masing-masing resistor dalam rangkaian paralel karena hanya ada dua titik umum yang menghubungkan semua resistor, dan voltase atau tegangan antara titik umum selalu sama. . • Apa karakteristik rangkaian paralel. Arus listrik bisa menempuh banyak jalur melalui sirkuit paralel. . • Hambatan. . • Daya tahan sirkuit. SEMOGA MEMBANTU 5. Perhatikan identitas buku berikut! Judul Buku Tips & Trik Jago Main Rubik Penulis Buku Wicaksono Hadi Penerbit Buku : Gradien Mediatama Cetakan … I tahun 2009 Tebal Buku 184 halaman Rubik merupakan permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang mempunyai enam warna berbeda pada setiap sisinya.

Rubik ditemukan tahun 1974 oleh Profesor Erno Rubik. Dalam waktu yang tidak lama, rubik menciptakan sensasi internasional. Setiap orang ingin memiliki dan memainkannya.

Berdasarkan identitas buku, apa jenis buku tersebut? Jelaskan jawabanmu! Jawab:​ 1. apa yang sudah dilakukan bani terhadap rian? 2. setujuhkan kamu dengan sikap bani? jelaskanlah! 3. apakah sikap bani sesuai dengan nilai sila kedua … pancasila? 4. jika kamu menjadi rian,bagaimana perasaanmu menghadapi sikap bani?

jelaskanlah! 5. apa sikap yang apa karakteristik rangkaian paralel dilakukan bani terhadap rian? 1. indonesia adalah negara yang.dengan banyak nya budaya yang dimiliki a. makmur b. majemuk c. damai d. ramai 2.salah satu cara memperkukuh persat … uan dan kesatuan bangsa adalah. a.kerja sama internasional umat beragama b. hubungan baik antara pemuka agama c. dialog antar agama yang berbeda d. kerja sama antar umat beragama 3.cara menghargai budaya dari suku lain adalah.

a. tidak mencela pertunjukan kesenian daerah lain b. biasa saja terhadap budaya daerah lain c. tetap menganggap budaya sendiri yang paling baik d. menonjolkan budaya daerah sendiri 4.bentuk sikap menghargai keberagaman dalam beragama adalah. a. menganggap semua agama mengajar kan tata cara ibadah yang sama b. memiliki sikap toleransi terhadap pemeluk agama lain c.

apa karakteristik rangkaian paralel

memilih teman pergaulan hanya yang memiliki agama sama d.menutup diri terhadap agama orang lain 5.sikap yang mencerminkan saling menghargai dalam perbedaan di lingkungan sekolah adalah. a. memberikan kesempatan belajar kepada siswa pintar b. mendengarkan pendapat orang lain walaupun tidak sesuai dengan pendapat sendiri c.

apa karakteristik rangkaian paralel

menaati aturan sekolah jika ada bapak/ibu guru d. mengikuti upacara setiap hari senin jika dimarahi 6.adat istiadat mitoni terdapat di daerah . 7. bhinneka tunggal ika berarti. 8.adat istiadat telah dilakukan masyarakat apa karakteristik rangkaian paralel jangka waktu yang. 9.adat istiadat harus. oleh masyarakat pendatang 10.upacara pertunjukan daerah yang berasal dari madura yaitu.

11.bagaimana sikapmu terhadap adat istiadat suatu tempat? 12.tulislah dua contoh perilaku siswa yang mencerminkan semangat mencintai bangsa dan tanah air? 13.berikan masing-masing satu contoh perilaku siswa yang mencerminkan nilai kegotoroyongan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan di sekolah? 14.mengapa dalam setiap aktivitas masyarakat dari daerah yang berbeda dapat menggunakan bahasa indonesia?

15. jelas kan dasar negara kita yang menjadi dasar pemersatu bangsa?
KOMPAS.com - Rangkaian listrik memiliki dua bentuk rangkaian yang paling umum.

Rangkaian tersebut adalah rangkaian seri dan paralel. Berikut perbedaan rangkaian seri dan paralel. Rangkaian seri Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke sumber listrik melalui suatu rangkaian. Rangkaian ini mendapatkan input dari output komponen yang lainnya. Hal ini menyebabkan rangkaian seri bisa menghemat listrik karena semuanya menggunakan sumber daya yang sama.

Namun, rangkaian ini juga memiliki kelemahan, yaitu jika salah satu komponen rusak atau dicabut, maka seluruh komponen tidak akan berfungsi.

Misalnya, dua bohlam lampu dihubungkan dengan rangkaian seri. Jika salah satu lampu dicabut, maka rangkaian tidak akan menyala. Ciri rangkaian seri antara lain: • Arus yang mengalir pada masing-masing elemen sama besar • Tegangan listrik akan dibagi apa karakteristik rangkaian paralel besar. • Beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri akan menyebabkan naik atau turunnya arus yang mengalir dalam rangkaian.

Misalnya, pada rangkaian dengan 3 lampu cahayanya akan lebih terang dibandingkan dengan rangkaian 4 lampu. Perbedaan ini karena turunnya arus akibat penambahan beban listrik. • Jika salah satu beban listrik putus, maka seluruh aliran akan putus. Contoh penerapan rangkaian seri ini adalah lampu hias pohon Natal dan komponen di dalam setrika listrik. Baca juga: 5 Cara Menghemat Listrik, Bisa Bantu Kurangi Pemanasan Global Rangkaian paralel Rangkaian paralel ini memiliki lebih dari satu bagian untuk mengalirkan arus.

Keunggulan rangkaian ini adalah masing-masing rangkaian bisa dihubungkan dan diputuskan tanpa mempengaruhi yang lain. Selain itu, arus yang dihasilkan juga lebih apa karakteristik rangkaian paralel karena tidak berbagi beban listrik dengan yang lain. Walaupun memiliki keunggulan dibandingkan rangkaian seri, rangkaian paralel juga memiliki kelemahan. Rangkaian ini membutuhkan lebih banyak kabel untuk menghubungkan beban listrik sehingga biayanya pun lebih besar. Ciri rangkaian paralel • Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber listrik.

• Arus masing-masing rangkaian tergantung tahanan rangkaian. • Jika ada satu rangkaian yang terputus, maka rangkaian lain masih bisa berfungsi dengan baik. Contoh penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari adalah sakelar listrik dan lampu di rumah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN Karakteristik Rangkaian Seri dan Pararel Oleh : 1. 2. 3. 4. Nimatur Rohmah Siti Fauza Ramadani Nanda Putri Ramadhany Faruq Amrullah (140306542013) (140306542021) (140306542029) (140306542081) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PRODI PENDIDIKAN IPA 2015 ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan adanya listrik.

Terutama untuk penerangan di dalam rumah maupun di jalan-jalan. Merangkai arus listrik bukanlah sesuatu yang asal-asalan, rangkaian listrik nantinya akan berhubungan dengan arus listrik dan tegangan. Menurut teori tahun 1827 seorang ahli fisika jerman, George Simon Ohm menemukan hubungan antara arus listrik (I) yang mengalir melalui suatu rangkain dengan tegangan yang dipasang dalam rangkaian (V).

Hubungan V dan I tersebut diperoleh Ohm melalui sebuah percobaan dan secara empiris Ohm menyatakan hubungan antara V dan I. Hukum ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor, pada suhu tetap sebanding dengan badan potensial antara kedua ujung-ujung konduktor.

Oleh karena itu, dilakukan praktikum “Karakteristik Rangkaian Seri danParalel“ untuk membuktikan hukum Ohm serta penerapannya dalam rangkaian seri dan paralel.

B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah percobaan tersebut adalah sebagai berikut : “Bagaimana karakteristik kuat arus dan tegangan listrik pararel pada rangkaian seri dan pararel ?” C. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan penelitian percobaan tersebut adalah sebagai berikut : “Untuk mengetahui karakteristik kuat arus dan tegangan listrik pararel pada rangkaian seri dan pararel ?” D. HIPOTESIS Jika semakin besar nilai hambatannya maka semakin besar nilai tegangannya dan semakin besar nilai kuat arusnya.

BAB II KAJIAN TEORI Analisis rangkaian listrik pada umumnya untuk menentukan kuat arus dan beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian listrik. Untuk analisis rangkaian listrik ini, di samping hukum Ohm, hukum yang banyak dipakai adalah hukum Kirchhoff. Ada dua hukum Kirchoff yakni Hukum I Kirchoff atau KCL (Kirchhoff’s Current Law) dan Hukum II Kirchoff atau KVL(Kirchhoff’s Voltage Law).

Hukum Kirchoff I menyatakan bahwa jumlah aljabar kuat arus yang menuju suatu titik cabang rangkaian listrik sama dengan jumlah aljabar arus yang meninggalkan titik cabang tersebut. Dengan kata lain jumlah aljabar semua arus yang memasuki sebuah percabangan atau node atau simpul samadengan nol.

Secara matematis : ΣArus pada satu titik percabangan = 0 ΣArus yang masuk percabangan = Σ Arus yang keluar percabangan Dapat diilustrasikan bahwa arus yang mengalir sama dengan aliran sungai, dimana pada saat menemui percabangan maka aliran sungai tersebut akan terbagi sesuai proporsinya pada percabangan tersebut.

Artinya bahwa aliran sungai akan terbagi sesuai dengan jumlah percabangan yang ada, dimana tentunya jumlah debit air yang masuk akan sama dengan jumlah debit air yang keluar dari percabangan tersebut. Terdapat dua jenis rangkaian listrik, yakni rangkaian bercabang /paralel, dan tidak bercabang / seri.

Rangkaian seri terdiri apa karakteristik rangkaian paralel dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke satu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh dari beberapa rangkaian dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20 lampu dalam rangkaian seri ). Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan.

Karena semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Dalam rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masingmasing elemen yang tersusun seri.  Sifat-sifat Rangkaian Seri : 1. Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama. 2. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama.

Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan. 3. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus 4. yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti.

angkaian Paralel merupakan salah apa karakteristik rangkaian paralel yang apa karakteristik rangkaian paralel lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik seri dalam kehidupan seharihari (di rumah) : a.

apa karakteristik rangkaian paralel

Lampu TL (tube Lamp) atau orang bilang lampu neon, model lama yang masih memakai ballast, di dalam box nya memakai rangkaian seri antara jala-jala dengan ballastnya.

b. Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur kontrol), demikian juga kulkas. c. Sakelar/switch merupakan penerapan rangkaian seri dengan beban.  Sifat-sifat Rangkaian Paralel : 1. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.

2. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar 3. tahanan cabang. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian paralel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.) 4.

Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus apa karakteristik rangkaian paralel terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik paralel dalam kehidupan sehari-hari (di rumah) :   Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel. Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala. Sambungan Parelel/ Jajar yaitu sambungan ujung kaki satu sama lain disambung dengan lainnya saling disatukan.

Hukum Ohm Penemu hukum Ohm adalah George Simon Ohm. Dia berpendapat bahwa kuat arus yang mengalir besarnya sebanding dengan beda tegangan ujungujungnya dan berbanding terbalik dengan besar hambatannya.

Pernyataan itulah yang disebut dengan istilah hukum OHM. Kuat arus (I), tegangan (V), dan Hambatan (R) merupakan tiga unsur yang disebutkan dalam hukum Ohm. Elektron-elektron diperlambat karena adanya interaksi dengan atomatom kwat. Makin tinggi hambatan ini, makin kecil arus untuk suatu tegangan V. Kemudian kita mendefinisikan hambatan sehingga arus berbanding terbalik dengan hambatan. Ketika kita gabungkan hal ini, maka didapatkan : I= Hubungan ini sering dituliskan dengan V = IR Keterangan: I = Kuat Arus Listrik (A/Ampere) V = Tegangan (V/Volt) R = Hambatan (Ω / Ohm) Tegangan (Voltage) Akan listrik dengan mudah aliran menganalogikan air.

Misalkan aliran kita mempunyai 2 tabung yang dihubungkan dengan pipa seperti pada Gambar 1.3. Jika kedua tabung ditaruh di atas meja maka permukaan air pada kedua tabung akan sama dan dalam hal ini tidak ada aliran air dalam pipa. Jika salah satu tabung diangkat maka dengan sendirinya air akan mengalir dari tabung tersebut ke tabung yang lebih rendah. Makin tinggi tabung diangkat makin deras aliran air yang melalui pipa.

Hambatan(resistor) Sering juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arusdan pembagi tegangan. Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu sendiri (tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan luas penampang dari resistor itu sendiri. Secara matematis : R =ρ dimana : ρ = hambatan jenis l = panjang dari resistor A = luas penampang Satuan dari resistor : Ohm (Ω) Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung dari resistor tersebut akan menimbulkan beda potensial atau tegangan.

Hukum yang didapat dari percobaan ini adalah: Hukum Ohm. Semua alat listrik, dari pemanas sampai apa karakteristik rangkaian paralel lampu hingga amplifier stereo, memberikan hambatan terhadap aliran arus. Filament bola lampu dan pemanas listrik merupakan jenis kawat khusus yang hambatannya mengakibatkan alat tersebut menjadi sangat panas.

Umunya, kawat penghubung memiliki hambatan yang sangat kecil dibandingkan dengan hambatan apa karakteristik rangkaian paralel atau kumparan kawat. Kebanyakan rangkaian, terutama pada alat-alat elektronik, resistor digunakan untuk mengendalikan besar arus. Resistor mempunyai hambatan mulai kurang dari satu ohm sampai jutaan ohm. Dua jenis utama adalah resistor “gulungan kawat”, yang terdiri dari kumparan kawat halus, dan resistor “komposisi”, yang biasanya terbuat dari karbon semikonduktor.

BAB III RANCANGAN PERCOBAAN A. ALAT DAN BAHAN No. 1. 2. 3. 4. Alat dan Bahan Papan Rangkaian Power Supply Multimeter Tahanan Geser Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5.

Penjepit Buaya 8 buah B. RANCANGAN v I R E S Gambar 1. Rangkaian hukum Ohm s E Gambar 2. Rangkaian Seri dari 2 Hambatan Tg V R1 S E A Tg Gambar 2.3. Rangkaian paralel dari apa karakteristik rangkaian paralel hambatan R C. VARIABEL PENELITIAN Variabel manipulasi Definisi operasional A Variabel kontrol Definisi operasional R23 A : tahanan geser : besar tahanan geser yang digunakan adalah 20o, 40o, 60o.

: multimeter, resistor, sumbertegangan :batas ukur multimeter (hambatan = 10; tegangan = 0,1 ; kuat arus = 50mA dan 2,5 mA) batas maksimal 250, jumlah resistor Variabel respon yang digunakan sebanyak 2. : nilai hambatan, kuat arus, dan tegangan Definisi operasional :satuan yang digunakan untuk hambatan µΩ, kuat arus mA dan tegangan volt.

apa karakteristik rangkaian paralel

D. LANGKAH PERCOBAAN  Rangkaian Hukum Ohm 1. Merangkai alat-alat seperti pada gambar. yaitu rangkaian hukum ohm 2. Mengubah tahanan geser agar diperoleh harga kuat arus dan tegangan yang berbeda-beda.

3. Memasukkan nilai data tersebut pada tabel hasil pengamatan. 4. Dari data yang diperoleh, buatlah garfik hubungan antara V dan I. Merumuskan simpulannya dalam kalimat serta formulasikan rumus matematisnya, kemudian hitung nilai tahanan beserta ralatnya dengan analisis grafik. 5. Mengulangi langkah-langkah di atas pada gambar.

yaitu rangkaian hukum ohm.  Rangkaian Seri Dua Hambatan 1. Merangkai alat-alat seperti pada gambar. yaitu rangkaian seri dua hambatan. 2. Mengubah tahanan geser agar diperoleh harga kuat arus dan tegangan yang berbeda-beda.

3. Memasukkan nilai data tersebut pada tabel hasil pengamatan. 4. Dari data yang diperoleh, buatlah garfik hubungan antara V dan I. Merumuskan simpulannya dalam kalimat serta formulasikan rumus matematisnya, kemudian hitung nilai tahanan beserta ralatnya dengan analisis grafik.

5. Mengulangi langkah-langkah apa karakteristik rangkaian paralel atas pada gambar. yaitu rangkaian seri 1. dua hambatan. Rangkaian Paralel Dua Hambatan Merangkai alat-alat seperti pada gambar.

apa karakteristik rangkaian paralel

yaitu rangkaian paralel dua 2. hambatan. Mengubah tahanan geser agar diperoleh harga kuat arus dan tegangan 3. 4. yang berbeda-beda. Memasukkan nilai data tersebut pada tabel hasil pengamatan. Dari data yang diperoleh, buatlah garfik hubungan antara V dan I.  Merumuskan simpulannya dalam kalimat serta formulasikan rumus matematisnya, kemudian hitung nilai tahanan beserta ralatnya dengan 5. analisis grafik. Mengulangi langkah-langkah di atas pada gambar. yaitu rangkaian paralel dua hambatan.

BAB IV DATA DAN ANALISIS A. DATA Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. pengamatan pengaruh tegangan (V) terhadap kuat arus (I) pada hambatan Tabel 2. pengamatan pengaruh hukum ohm pada rangkaian seri Batas Skala Batas Ukur Beda Maksimum Tahanan Arus Percb Potensial Geser ( I ± 0,5) Ke(V ± 1) V I V I 0 (α ± 0,5) A V (V ± 1) ( I ± 0,5) (V ± 1) ( I ± 0,5) V A V A 1.

20,0 7 0,015 50 10 50 25 2. 3. 40,0 2 0,0045 50 10 50 25 60,0 1 0,0015 50 10 50 25 Perc. Ke Tahanan geser (α + 0,5)⁰ Voltase (V + 1)V Voltase 1 (V + 1)V Voltase 2 (V + 1)V I (I + 0,5)A 1 20,0 9 6 3 9,5 2 40,0 3 2 1 3,0 3 60,0 2 1 4 1,5 Tabel 3. pengamatan pengaruh hukum ohm pada rangkaian paralel 2 I ( I ± 0,5 ) A 9.0 I1 ( I ± 0,5 ) A 3.0 I2 ( I ± 0,5 ) A 6.0 40.0 2 3.5 1.0 2.5 60.0 2 1.0 0.5 0.5 Percb ke - Tahanan Geser (α ± 0,5 ) ° Voltasae (V ± 1 ) V 1 20.0 2 3 A.

ANALISIS Pada tabel data percobaan diatas dapat diketahui, dari tabel pertama merupakan pengaruh tegangan (V) terhadap kuat arus (I) pada hambatan. Dalam percobaan ini digunakan hambatan sebesar 1122 Ω .Batas skala maksimal yang digunakan untuk menghitung beda potensial adalah 50 Volt dan batas ukurnya sebesar 50 Volt.

Selanjutnya dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan percobaan dengan tahanan geser yang berbeda 200, 400, dan 600 didapatkan hasilnyaTabel berturut-turut adalah 7 V, 2hukum V, 1 ohm V. Sedangkan pada seri 2. pengamatan pengaruh pada rangkaian perhitungan besar kuat arus digunakan batas skala maksimal senilai 10 A dan Tabel 2. pengamatan pengaruh hukum ohm pada rangkaian seri batas ukurnya 25 A. Selanjutnya juga dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan dengan tahanan geser yang berbeda 200, 400, dan 600 didapatkan hasil kuat arus berturut-turut sebesar 15 A, 4,5 A, dan 1,5A.

Setelah didapatkan besar tegangan dan kuat arus pada masing-masing percobaan, maka dapat dihitung besar hambatanya. Dari hasil perhitungan, besar hambatan dari percobaan pertama sampai percobaan ke-3 dihitung dengan menggunakan rumus hukum ohm adalah sebagai berikut : 1.

Percobaan ke 1 : 466,667 Ω 2. Percobaan ke 2 : 444,444 Ω 3. Percobaan ke 3 : 666,667 Ω Berikut merupakan grafik hubungan tegangan (V) terhadap kuat arus (I).

Dengan habatan tetap, jika nilai tegangan semakin rendah maka nilai kuat arus juga semakin rendah. Pada tabel kedua yaitu data hasil percobaan Hukum Ohm rangkaian seri, diperoleh nilai tegangan V1, V2, V3 dan I. Nilai V1, pada percobaan ke 1 sampai ke 3 berturut-turut yaitu 6 V, 2V, dan 1 V. Untuk nilai V2 percobaan ke 1 sampai ke 3 berturut-turut yaitu 3 V, 1 V, dan 4V. Sedangkan V total percobaan ke 1 sampai ke 3 berturut-turut yaitu 9 V, 3 V, dan 2 V.

Dan nilai I pada percobaan ke 1 sampai ke 3 berturut apa karakteristik rangkaian paralel yaitu 9,5 A, 3,0 A, dan 1,5 A. Kemudian ditentukan terlebih dahulu nilai V dan I pada setiap percobaan dengan nilai batas maksimal serta nilai batas ukurnya yaitu dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: V = sedangkan untuk persamaan yaitu I =.

Berdasarkan perhitungan menggunakan persamaan tersebut, maka diperoleh pada percobaan 1 dengan batas maksimal tegangan sebesar 50 V dan batas ukur 50 V, nilai V1, V2 dan Vtot berturut-turut yaitu 6 V, 3 V dan 9 V. Pada percobaan 2 dengan batas maksimal tegangan sebesar 50 V dan batas ukur 50 V. Nilai V1, V2 dan Vtot berturut-turut yaitu 2 V,1 V dan 3 V.

Pada percobaan 3 dengan batas maksimal tegangan sebesar 50 V dan batas ukur 50 V, nilai V1, V2 dan Vtot berturut-turut yaitu 1 V, 4 V dan 2 V. Dengan menggunakan persamaan hukum Ohm V = I.R dapat diperoleh nilai tahanan pada hambatan percobaan ke satu dengan R1, R2 dan Rtot berturut-turut yaitu sebesar 0,63 Ω, 0,31 Ω, dan 0,94 Ω.

Pada percobaan kedua nilai R1, R2 dan Rtot berturut-turut yaitu apa karakteristik rangkaian paralel Ω,0,33 Ω, dan 1 Ω. Pada percobaan ke tiga nilai R1, R2 dan Rtot berturut-turut yaitu0,66 Apa karakteristik rangkaian paralel, 2,66 Ω dan 1,33 Ω.

Sedangkan dengan menggunakan rumus Rtotal pada rangkaian seri yaitu dengan menggunakan rumus Rseri = R1+R2 diperoleh nilai R pada percobaan ke satu sampai ke tiga berturut-turut yaitu sebesar 0,94 Ω, 1 Ω, dan 3,33 Ω. Berikut adalah grafik pengaruh tegangan (V) terhadap kuat arus (I).

Seharusnya berdasarkan teori, nilai kuat arus dalam rangkaian seri adalah sama. Namun pada hasil percobaan kami tidak sesuai dengan teori, hal tersebut dikarenakan pada setiap perubahan tahanan geser maka nilai tegangan yang dihitung dengan volmeter ikut berubah. Pada percobaan ketigaalat dan bahan dirangkai seperti yang terdapat pada rangkaian percobaan lalu kemudian di hubungkan dengan arus listrik.

Lalu dihitung berapa voltase, dan kuat arus yang ada pada rangkaian. Kami menggunkan tahanan geser sebagai variable manipulasi yang diantaranya 20 °, 40 °, dan 60 °. Pada tahanan geser saat 20° diperoleh tegangan yaitu 2 Vlalu I total 9 Aapa karakteristik rangkaian paralel I 1 dan I 2 berturut- turut 3 A dan 6 A.Pada tahanan geser saat 40° diperoleh tegangan yaitu 2 Vlalu I total 3.5 Adan I berturut- turut 1 dan I 2 1.0 A dan 2.5 A.

Pada tahanan geser saat 60° diperoleh tegangan yaitu 2 Vlalu I total 1 Adan I 1 dan I 2 berturut- turut 0.5 A dan 0.5 A. Berikut merupakan grafik pengaruh tegangan (V) terhadap kuat arus (I) pada rangkaian paralel dengan dua hambatan.

apa karakteristik rangkaian paralel

Hasil percobaan ini sudah sesuai dengan teori, nilai teganagan sama pada rangkaian paralel. B. DISKUSI Pada percobaan pertama yaitu pengaruh tegangan (V) terhadap kuat arus (I) pada hambatan, kami mengukur besar teganagn dan kuat arus dengan menggunakan multimeter. Percobaaan diulang sebanyak tiga kali dengan mengubah nilai tahanan geser. Tahanan geser berfungsi untuk mengubah besar kuat arus. Bedasarkan teori jika pada hambatan tetap, besar nilai tegangan berbanding lurus dengan nilai kuat arus.

Jadi, semakin kecil tegangan (V) maka nilai kuat arusnya (I) semakin kecil. Hasil percobaan yang telah kami lakukan dari percobaan pertama sampai percobaan ketiga sudah sesuai dengan teori, hasil percobaan kami nilai tegangan berbanding lurus dengan nilai kuat arus (I).

Pada percobaan ini besar tahanan gesernya 200, 400, 600 namun selisih tahanan dan kuat arus pada percobaan pertama dan kedua nilainya terpaut jauh. Pada percobaan pertama dengan tahanan geser 200, nilai tegangannya 7 V, kuat arusnya 0,015 A dan pada percobaan kedua dengan tahanan geser 40 0, nilai tegangannya 2V, kuat arusnya 0,0045 A. Sedangkan pada percobaan ketiga dengan apa karakteristik rangkaian paralel geser 600, nilai teganagnnya 1V, kuat arusnya 0,0015A.

Selisih nilai tahanan dan kuat arus pada percobaan kedua dan ketiga berturut-turut 1V dan 0,003 A dengan selisih tahanan geser yang sama yaitu 200. Seharusnya pada percobaan pertama dan kedua selisih nilai tegangan dan kuat arusnya juga tidak terpaut jauh karena selisih nilai tahanan gesernya tetap yaitu 200.

Perbedaan selisih nilai tegangan dan kuat arus dengan selisih tahanan geser tetapnilainya tidak sama (selisihnya terpaut jauh) tersebut karena kurang telitinya dalam membaca skala dan kemngkinan ada perubahan tidak diketahui pada tahanan geser ketika melakukan percobaan. Hambatan total dari percobaan pertama hingga ketiga setelah dihitung hasilnya sebesar 0,47 ; 0,44 Ω ; 0,67 Ω dengan ketidakpastian sebesar 37% dan taraf ketelitian 63%.

Hasil ini berbeda dengan hambatan yang digunakan dalam percobaan yaitu sebesar 1122 Ω. Kesalahan ini juga dikarenakan kurang telitinya dalam membaca skala, alat multimeter yang kurang baik sehingga hasilnya kurang akurat dan banyaknya kabel konektor yang digunakan dalam rangkaian inikarena kabel konektor juga berpotensi menghambat.

Nilai I berbeda karena kurang teliti dalam pengamatan atau rangkaian kabelnya kebanyakan. Nilai Vtotal pada percobaan ke 3 tidak sesuai karena hambatannya kabel berbeda atau kurang teliti dalam pengamatan. BAB V PENUTUP A.

KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah kami lakukan didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:  Pada percobaan kali ini terbukti bahwa besarnya apa karakteristik rangkaian paralel potensial dan kuat arus mempengaruhi besarnya nilai hambatan. Semakin besar nilai hambatannya maka nilai beda potensialnya semakin besar dan berbanding  terbalik dengan nilai kuat arusnya yaitu semakin kecil. Pada percobaan ini terbukti bahwa pada rangkain seri nilai beda potensial pada setiap hambatan berberda, nilai Vtotal = V1 + V2, sedangkan nilai kuat arusnya pada setiap hambatan sama besarnya.

Sedangkan pada rangkaian paralel besarnya beda potensial pada setiap hambatan sama, dan besarnya kuat arus pada setiap hambatan berbeda, besarnya nilai I total = I1 + I2. B. SARAN Seharusnya alat yang disediakan lebih memadahi dan sebelum melakukan praktikum kita harus menguasai konsep yang telah ada. DAFTAR PUSTAKA David E. Johnson, Johnny R. Johnson, John L. Hilburn. 1992. Electric Circuit Analysis. Prentice-Hall Inc, 2nd ed.

Tim Fisika Dasar Unesa. 2015. Panduan Praktikum Kelistrikan dan Kemagnetan. Jurusan Fisika FMIPA Unesa. Sears, Zemansky. 1994. Fisika Untuk Universitas II. Bina cipta Edisi Indonesia. Sudaryanto Sudirham. 2002. Analisis Rangkaian Listrik. Penerbit ITB: ISBN 9799299-54-3. Giancoli, D.C 2004. Physics, Princiles with Apllication. New Jersey : Prentice Hall.

http://www.pudak-scientific/image/sistem_percobaan_fisikaka-5(1).pdf Junaidi. 2010. Praktikum Rangkaian Listrik. UNY : Yogkakarta. Mismail, Budiono. 1995. Rangkaian Listrik I. ITB : Bandung LAMPIRAN Lampiran Perhitungan Dengan menggunakan persamaan : V=I.R R= A. Pengaruh Beda Potensial terhadap Kuat Arus pada Hambatan B. V = =7V I= = 15 A R= C. V = =2V I= = 4,5 A R= Ω D. V = =1V I= = 1,5 A R= Ω No 1 2 3 R 0,47 0,44 0,67 ƩR= 1,58 Rrata-r ata = 0,53 ∆R = = 0,21 d 1,11 1,14 0,91 d2 1,23 1,29 0,82 Ʃ d 2= 3,36 Ω R= (0,53±0,31) Ketidakpastian = 37 % Ketelitian = 100 %-37 % = 63 % E.

Rangkaian Seri 1. V1 = =6V I= = 10,5 A V2 = =3V Vtotal = 2. V1 = =4V I= V2 = =5V Vtotal = 3. V1 = =4V I= V2 = =5V Vtotal = = 47 V = 10,5 A = 35 V = 10,5 A = 15V 1. Rangkaian total seri No 1 2 3 R 4,48 3,33 1,42 ƩR=23,6 1 Rrata-r ata d 0,242 1,392 3,302 d2 0,06 1,94 10,903 Ʃ d 2=25,09 = 4,722 ∆R = = 1,120 R= (4,722±1,120) Ketidakpastian = 23,72% Ketelitian = 100 %-23,72% = 76,28% Jelaskan akun akun apa saja dalam laporan keuangan yang harus disesuaikan oleh perusahaan manufaktur Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur?

Bingung membuat laporan keuangan perusahaan manufaktur? Semua apa karakteristik rangkaian paralel terasa mudah jika menggunakan software, namun bagaimana jika manual. Hal itu tentu . Sebuah prinsip yang mengatur susunan unsur rupa sehingga tampilan atau hasil karya terlihat lebih serasi prinsip apakah itu? Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan apa karakteristik rangkaian paralel unsur-unsur seni rupa dan prinsip seni rupa. Seni rupa merupakan sebuah cabang ilmu tentang seni yang menghasilkan dan menciptakan karya seni .

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam sehat. Materi fisika kita kali ini akan membahas tentang rangkaian paralel, di mana materi ini ditujukan kepada siswa SD kelas 6, SMP kelas 9, dan SMA kelas 12.

Sebelumnya, kita telah menuntaskan pembahasan jenis rangkaian listrik lainnya, yaitu rangkaian seri. Gimana, udah paham kan materinya? Kalian bisa membacanya di sini: • Rangkaian Seri Sebagaimana yang telah dijelaskan, rangkaian apa karakteristik rangkaian paralel adalah susunan alat, elemen, atau komponen yang dihubungkan dengan sumber tegangan. Alat atau komponen listrik tersebut tersusun dengan tiga cara, yaitu secara seri, paralel, atau campuran. Lantas, bagaimana bentuk sambungan rangkaian listrik secara paralel?

Apa saja fungsinya? Nah, kalian akan mengetahuinya dalam materi ini. Baiklah, kita mulai saja pembahasannya. Pengertian Rangkaian Paralel • Potong kabel menjadi beberapa bagian sebanyak yang diperlukan, sesuaikan dengan gambar di atas.

• Kupas semua ujung kabel menggunakan tang • Gabungkan ketiga baterai dengan susunan seperti pada gambar. • Ambil 4 potongan kabel, sambungkan masing-masing satu ujungnya ke satu per satu kutub positif lampu, kemudian gabungkan semua ujung yang lain menjadi satu.

• Terapkan langkah (3) pada kutub negatif lampu. • Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub positif, bungkus dengan isolasi. Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke salah satu kutub saklar. • Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke kutub saklar yang masih kosong, kemudian ujung yang lain disambung ke kutub positif baterai. • Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub negatif, bungkus dengan isolasi.

Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke kutub negatif baterai. • Bungkus baterai sedemikian rupa dengan isolasi agar kabel yang terhubung tidak terlepas. • Rangkaian paralel selesai. Contoh Rangkaian Paralel • Hambatan kecil sehingga nyala lampu lebih terang. • Masing-masing komponen dapat bekerja secara bebas tanpa dipengaruhi komponen lain. • Rangkaian paralel bila salah satu lampu atau alat listrik dilepas/rusak/padam, maka lampu/alat listrik yang lain tidak ikut mati atau tetap menyala/berfungsi.

Kelemahan/Kekurangan/Kerugian Rangkaian Paralel 10. Dua buah resistor masing-masing besarnya 6 Ohm dan 12 Ohm disusun paralel dan dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Hitunglah: • Hambatan total pengganti • Kuat arus listrik yang keluar dari sumber tegangan • Tegangan pada masing-masing resistor • Kuat arus listrik pada masing-masing resistor • Perbandingan kuat arus (I) tiap hambatan (I 1 : I 2 : I 3 : I 4) Penyelesaian: I 1 : I 2 : I 3 : I 4 = V/ R 1 : V/ R 2 : V/ R 3 : V/ R 3 = V/ 15 : V/ 10 : V/ 6 : V/ 5 = 1/ 15 : 1/ 10 : 1/ 6 : 1/ 5 = 2/ 30 : 3/ 30 : 5/ 30 : 6/ 30 I 1 : I 2 : I 3 : I 4 = 2 : 3 : 5 : 6 Jadi, perbandingan kuat arus tiap hambatan adalah 2 : 3 : 5 : 6.

Kesimpulan Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang, berfungsi sebagai pembagi arus. Gimana adik-adik, udah paham kan materi rangkaian paralel di atas? Jangan lupa lagi yah.

apa karakteristik rangkaian paralel

Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Rangkaian paralel dalam uraian materi kali ini meliputi; pengertian, ciri-ciri, dan gambar atau susunan rangkaiannya.

Dalam kelistrikan, rangkaian paralel adalah suatu model yang digunakan dalam penyusunan komponen-komponen listrik. Terdapat ciri khusus yang melekat pada model ini dan menjadi faktor pembeda dari rangkaian listrik lainnya (misal: rangkaian seri). Perbedaan tersebut terletak pada bentuk, susunan rangkaian, dan fungsi/kegunaannya. Rangkaian ini juga memiliki beberapa keunggulan dalam hal pengaplikasiannya pada pemasangan instalasi listrik rumah tangga, perkantoran, dan lain-lain.

Semuanya akan kami paparkan secara lengkap disini, selamat membaca. • Artikel Terkait: Rangkaian Seri: Pengertian, Ciri, Gambar Pengertian Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah salah satu model rangkaian yang dikenal dalam kelistrikan. Secara sederhana, rangkaian paralel diartikan sebagai rangkaian listrik yang semua bagian-bagiannya dihubungkan secara bersusun. Akibatnya, pada rangkaian paralel terbentuk cabang di antara sumber arus listrik. Olehnya itu, rangkaian ini disebut juga dengan rangkaian bercabang.

Dalam rangkaian ini, semua percabangan yang ada dapat dilalui oleh arus listrik. Di setiap cabang itulah komponen listrik terpasang, sehingga masing-masing komponen itu memiliki cabang dan arus tersendiri. Arus tersebut mengaliri semua komponen listrik yang terpasang secara bersamaan.

Rangkaian paralel diperlukan jika kita akan melakukan pengaturan arus listrik, dengan membagi arus listrik dengan cara merubah beban yang lewat di tiap percabangan. Ciri-ciri Rangkaian Paralel Ciri-ciri dari rangkaian paralel adalah semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar.

Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen mendapat tegangan yang sama besar.

Sedangkan, hambatan totalnya menjadi lebih kecil dari hambatan tiap-tiap komponen listriknya. Semuanya dapat ditulis dalam bentuk rumus matematis: Kelebihan menggunakan rangkaian paralel adalah apabila saklar dimatikan, maka tidak semua komponen mati kecuali komponen yang dihubungkan dengan saklar yang dimatikan, misalnya lampu.

Selain itu, Jika ada salah satu cabang atau komponen listrik yang putus atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi. Sebab masih ada cabang lain yang dapat dialiri arus listrik dan komponen yang tidak rusak itu masih mempunyai hubungan dengan kedua kutub sumber tegangan. Sedangkan, kelemahan rangkaian paralel adalah dibutuhkan lebih banyak kabel atau penghantar listrik untuk menyusun seluruh rangkaian. Gambar Rangkaian Paralel
Apa yang dimaksud rangkaian paralel?

Sebenarnya arti paralel ini sendiri sudah mencerminkan cara kerja dari rangkaian yang satu ini. Rangkaian paralel merupakan rangkain listrik yang disusun agar mempunyai lebih dari satu apa karakteristik rangkaian paralel dua jalur.

Untuk memahami jenis rangkaian listrik yang satu ini, kita akan bahas tuntas mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan, rumus dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Daftar isi • 1 Pengertian Rangkaian Paralel • 2 Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Paralel • 2.1 1.

Kelebihan Rangkaian Apa karakteristik rangkaian paralel • 2.2 2. Kekurangan Rangkaian Paralel • 3 Sifat-Sifat Rangkaian Listrik Paralel • 3.1 1. Mempunyai Arus Listrik yang Lebih Besar • 3.2 2. Mampu Tetap Menyala Meskipun Salah Satu Aliran Terputus • 3.3 3. Setiap Cabangnya Merupakan Rangkaian Individu • 4 Rumus Rangkaian Paralel • 5 Contoh Penerapan Rangkaian Paralel di Sekitar Kita Pengertian Rangkaian Paralel gambar rangkaian paralel Rangkaian pararel adalah sebuah rangkaian listrik yang mempunyai jalur untuk menyalurkan arus listrik lebih dari satu.

Untuk metode penyusunannya sendiri sebenarnya sangat bervariatif. Anda bisa menyusunnya dengan cara bercabang maupun bertingkat. Dengan begitu, masing-masing hambatan akan memperoleh kuat arus listrik yang berbeda. Agar memudahkan untuk dipahami, mari simak gambar rangkaian paralel di bawah ini. rangkaian paralel Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Paralel Disetiap jenis rangkaian listrik pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitupun juga dengan rangkaian jenis paralel ini.

Adapun kelebihan dan kekurangan rangkaian paralel adalah sebagai berikut: 1. Kelebihan Rangkaian Paralel • Pembagian arus yang merata pada setiap bagian. • Jika satu bagian terputus maka tidak akan mengganggu yang lainnya, sehingga tetap menyala. • Hemat listrik, karena 2. Kekurangan Rangkaian Paralel • Proses instalasi dalam pemasangan lebih ribet.

apa karakteristik rangkaian paralel

• Membutuhkan kabel listrik yag lebih banyak. • Butuh biaya yang lebih mahal. Sifat-Sifat Rangkaian Listrik Paralel Setelah mendapatkan pemahaman mengenai definisi terkait rangkaian listrik paralel. Sudah pasti setiap individu apa karakteristik rangkaian paralel menyampaikan gambaran umum tentang topik tersebut.

Namun, apakah Anda mengetahui ragam sifat yang dimiliki kumpulan ini? Simak ulasan di bawah ini. 1. Mempunyai Arus Listrik yang Lebih Besar Sebagian besar komponen listrik yang dirangkai menggunakan rangkaian paralel akan menyebabkan hambatan total lebih kecil.

Hal ini mengakibatkan arus keseluruhan menjadi cukup besar. Nah, inilah penyebab banyaknya nominal (angka) pengeluaran atau pemanfataan daya elektrik. Disisi lain, itu bisa diartikan menjadi hambatan keseluruhan atau total apa karakteristik rangkaian paralel setiap rangkaian paralel lebih kecil.

Hal ini dapat dibandingkan dengan komponen terkecil di dalam kumpulan tersebut. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa perolehan arus listrik cukup besar.

2. Mampu Tetap Menyala Meskipun Salah Satu Aliran Terputus Sifat atau karakteristik rangkaian listrik paralel kedua, yaitu mampu tetap menyala meskipun salah satu aliran terputus. Hal ini berbanding terbalik dengan milik kumpulan seri yang mana komponennya akan mati secara total.

Apabila terjadi konslet atau putusnya arus di beberapa poin tertentu. Sedangkan, rangkaian listrik paralel bisa tetap menyala meskipun salah satu alirannya terputus. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kabel penghubung. Serta, penyusunan dari setiap komponennya bercabang bukan sejajar sehingga bisa menghindari pemadaman secara total. 3. Setiap Cabangnya Merupakan Rangkaian Individu Beralih ke pembahasan mengenai sifat atau karakteristik dari rangkaian listrik paralel berikutnya, yakni setiap cabangnya merupakan rangkaian individu.

Maksudnya adalah setiap arus cabang dari kumpulan ini terpisah. Dalam artian, tidak harus menggunakan media hantaran yang sama. Mengapa demikian? Hal ini sesuai dengan pengertiannya yang menyatakan bahwa setiap komponen elektrik disusun secara bercabang.

Nah, dari sini muncul berbagai cabang arus listrik. Meskipun sumbernya ada satu, pecahannya dijadikan individu mandiri. Baca juga artikel terkait: • Rangkaian Seri • Rangkaian Campuran Rumus Rangkaian Paralel Sebenarnya rumus rangkaian paralel ini digunakan untuk menghitung besaran hambatan pada rangkaian. Dimana hal tersebut merupakan kebalikan dari rangkaian seri itu sendiri.

Untuk menghitungnya, Anda bisa menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan: Rtotal = hambatan total (ohm) R 1 = hambatan ke-1 (ohm) R 2 = hambatan ke-2 (ohm) R 3 = hambatan ke-3 (ohm) Agar lebih memahami rumus di atas, berikut ini kami sajikan contoh soal rangkaian paralel.

Tentu saja contoh berikut kami ambilkan dari hasil penerapan rangkaian paralel yang umum dijumpai. Contoh Penerapan Rangkaian Paralel di Sekitar Kita Tidak jauh – jauh, contoh aplikatif dari rangkaian paralel ini bisa ditemukan pada instalasi listrik rumah.

Tidak lain yakni pada susunan atau rangkaian kabel listrik di beberapa area ruangan di dalam rumah. Untuk mengetahuinya, cobalah hidupkan lampu di ruang tamu, ruang kamar, dan dapur. Kemudian matikan salah satu sakelar, misal di ruang tamu. Kemudian perhatikan lampu di ruang kamar dan dapur, pasti keduanya akan tetap menyala.

Seperti itulah contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh lainnya seperti pemasangan lampu lalu lintas dan prinsip kerja keyboard komputer. Sebenarnya banyak lagi contoh penerapan rangkaian paralel pada alat yang kita temui apa karakteristik rangkaian paralel – hari. Kesimpulan : Rangkaian paralel adalah jenis rangkaian listrik yang memiliki jalur tegangan arus listrik lebih dari satu dengan kelebihan dan kekurangannya seperti diatas.

Semoga dengan adanya pembahasan lengkap mulai dari pengertian, rumus hingga contoh penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari seperti diatas dapat membantu kamu dalam memahaminya. Silahkan sampaikan pertanyaan atau bisa menambahkan di kolom komentar ya, terimakasih.Apa yang dimaksud rangkaian paralel? Merujuk pada buku Cerdas IPA Terpadu SD Kelas 4, 5, dan 6 oleh Siti Nurhayati, S.Pd., rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang.

Pada rangkaian ini, terbentuk cabang di antara sumber arus listrik (oleh sebab itu rangkaian paralel disebut dengan rangkaian bercabang).
Rangkaian listrik dapat dihubungkan sebagai rangkaian seri atau rangkaian paralel. Dalam rangkaian seri, arusnya sama di setiap bagian sirkuit.

Dalam rangkaian paralel, voltase sama untuk masing-masing cabang. Hukum Ohm memberi persamaan sederhana yang dapat membantu Anda menghitung voltase, arus dan hambatan dalam rangkaian paralel. Apa itu rangkaian paralel? Ketika kita berbicara tentang rangkaian paralel atau koneksi paralel, kita mengacu pada koneksi perangkat listrik (seperti kumparan, generator, resistor, kapasitor, dll.) yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga terminal input atau terminal masing-masing, sebagai terminal keluaran mereka, cocok satu sama lain.

Rangkaian paralel adalah model yang digunakan pada jaringan listrik semua rumah, sehingga semua beban memiliki tegangan yang sama. Jika kita memahaminya dengan menggunakan metafora pipa air, kita akan memiliki dua reservoir cairan yang diisi secara bersamaan dari saluran masuk yang sama, dan dikosongkan dengan cara yang sama oleh saluran pembuangan bersama. Rangkaian paralel memungkinkan Anda untuk memperbaiki apa karakteristik rangkaian paralel atau perangkat apa pun tanpa mempengaruhi yang lain, dan juga mempertahankan tegangan yang sama apa karakteristik rangkaian paralel di antara semua perangkat, terlepas dari kenyataan bahwa semakin banyak perangkat, semakin banyak arus yang harus dihasilkan oleh sumber listrik.

Selanjutnya, resistansi yang diperoleh dengan cara ini lebih kecil dari jumlah resistansi rangkaian lengkap: semakin banyak penerima, semakin sedikit resistansi. Keuntungan besar dari rangkaian paralel adalah: independensi setiap stasiun jaringan, kemungkinan kegagalan yang tidak akan mengubah perbedaan potensial di ujung rangkaian sama sekali. Ini adalah perbedaan utamanya dalam penggunaan dengan rangkaian seri. Karakteristik rangkaian paralel Tegangan. Tegangannya sama untuk masing-masing resistor dalam rangkaian paralel karena hanya ada dua titik umum yang apa karakteristik rangkaian paralel semua resistor, dan voltase atau tegangan antara titik umum selalu sama.

Tegangan, atau perbedaan potensial listrik, adalah energi per satuan muatan; Itu diukur dalam volt pada voltmeter. Arus. Arus listrik bisa menempuh banyak jalur melalui rangkaian paralel. Arus total sama dengan jumlah masing-masing cabang arus individual. Arus total rangkaian dapat dihitung dengan persamaan I = V / (1 / R1 + 1 / R2 +… + 1 / Rn), di mana I adalah arus total, V adalah tegangan dan R1, R2 dan seterusnya Adalah hambatan dari apa karakteristik rangkaian paralel cabang individu.

Arus diukur dalam ampere dengan ammeter. Hambatan. Hambatan atau Resistansi total untuk rangkaian paralel harus kurang dari resistansi cabang individu dibagian manapun. Resistansi diukur dalam ohm. Cara menghitung resistansi total dengan membagi arus total dengan voltase; Persamaan ini, I = V / R, dikenal sebagai Hukum Ohm. Hal ini dapat ditulis ulang sebagai R = V / I. Misalnya, rangkaian paralel dengan 14 volt dan 2 ampere memiliki besar hambatan 14/2, atau 7 ohm.

Jika Anda tidak mengetahui tegangan dan arus total, hitunglah resistansi total dari tahanan masing-masing cabang dengan persamaan 1 / R = 1 / R1 + 1 / R2 + 1 / R3 +… + 1 / Rn. Daya tahan sirkuit. Pembukaan cabang individu hanya menghentikan arus di cabang itu.

Bagian cabang lainnya akan terus bekerja karena arus memiliki banyak jalur yang bisa ditempuh di seluruh sirkuit. Rumus rangkaian paralel Nilai total rangkaian paralel diperoleh dengan penambahan sederhana. Rumus untuk ini adalah sebagai berikut: • Kuat arus listrik. I t = I 1 + I2 + I 3… + I n • Hambatan. 1 / R T = 1 / R 1 + 1 / R 2 + 1 / R 3… + 1 / R n • Kapasitas Kapasitor. C t = C 1 + C 2 + C 3… + C n Contoh rangkaian paralel Contoh sempurna dari rangkaian paralel adalah lampu yang memiliki beberapa bola lampu menyala secara bersamaan.

Jika salah satu bohlam ini terbakar dan berhenti beroperasi, aliran listrik tidak akan terputus ke bohlam lainnya, yang akan terus menyala. Hal ini karena masing-masing memiliki saluran listrik paralel sendiri. Hal yang sama terjadi dengan kabel listrik di rumah kita: inilah alasan mengapa kita dapat memiliki steker yang rusak dan apa karakteristik rangkaian paralel yang berikutnya di dinding, atau memiliki lampu yang terbakar di ruang tamu dan dapat menyalakan yang di kamar tidur, misalnya.

Apa itu Rangkaian seri Tidak seperti sirkuit paralel, yang dirancang untuk mempertahankan aliran ketika perangkat gagal, rangkaian seri hanya memiliki satu jalur untuk listrik ke dan dari sumber, sehingga kegagalan dalam rantai transmisi akan menyebabkan gangguan aliran listrik. Tentu saja: pada titik mana pun dalam rangkaian, arus akan selalu sama, tetapi resistansi meningkat dengan setiap perangkat tambahan yang terhubung ke rangkaian.
Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel – Jika membahas mengenai barang-barang elektronik, pasti akan selalu berkaitan dengan berbagai komponen penyusunnya.

Salah satu komponen tersebut yaitu resistor. Dimana resistor mampu dirangkai secara seri maupun paralel. Jika menurut ilmu elektro, dijelaskan tentang rumus rangkaian seri dan paralel. Bahkan ada juga penjelasan mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel. Kedua jenis rangkaian listrik atau elektronik tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda. Jika salah satu lampu di rumah dipadamkan, maka lampu lainnya tidak akan padam juga dan tetap menyala.

Namun untuk rangkaian serinya, apabila salah satu lampu padam, maka lampu lainnya juga apa karakteristik rangkaian paralel ikut padam. Berikut adalah contoh gambaran dari rangkaian seri dan paralel. Rangkaian seri dan paralel digunakan dengan beberapa kondisi dan juga pertimbangan. Misalnya, sebuah proyek pencahayaan dalam skala besar di sebuah pembangunan, lampu rumah, baterai, dan lainnya. Dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan wacana terkait rumus rangkaian seri dan apa karakteristik rangkaian paralel rumus rangkaian paralel.

Kemudian juga mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak informasi di bawah ini ya: Semua komponen yang ada di dalam rangkaian listrik maupun elektronik bisa dihubungkan dengan menggunakan rangkaian seri atau paralel. Di bawah ini adalah klasifikasi terkait rumus rangkaian seri dan rumus rangkaian paralel beserta perbedaan rangkaian seri dan paralel.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya: Daftar Isi • A. Rangkaian Seri • B. Rangkaian Paralel • Anda Mungkin Juga Menyukai • C. Kelebihan dari Rangkaian Paralel • D. Kekurangan Rangkaian Paralel • E. Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel • 1. Cara Menyusun Komponen Listrik • 2. Penggunaan Kabel dan Saklar • 3. Kontinuitas Komponen Listrik • 4. Hambatan Total • F. Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel • 1. Contoh soal 1 • 2. Contoh soal 2 • G.

Jenis dan Komponen Rangkaian Listrik • 1. Komponen Listrik • 2. Sumber Listrik • 3. Konduktor • 4. Elektron • H. Rumus Rangkaian Listrik • 1. Arus • 2. Tegangan • 3.

Hambatan • Rekomendasi Buku & Artikel • • Buku Terkait • Materi Terkait Fisika A. Rangkaian Seri Rangkaian seri merupakan sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan menggunakan cara berurutan.

Komponen di dalam rangkaian tersebut disusun dengan satu jalur. Oleh karena itu, seluruh komponen yang ada di dalamnya mampu dialiri oleh arus listrik. Berikut adalah gambar bentuk rangkaian seri. Berikut ini adalah rumus dari rangkaian seri yang perlu kamu pahami: Rs = R1 + R2 + R3 +. . Keterangan: Rs = Hambatan Total Rangkaian Seri (Ω atau Ohm) R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm) R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm) R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm) B.

Rangkaian Paralel Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan secara sejajar atau bersusun. Sederhananya, rangkaian tersebut terhubung dengan cara berderet. Sehingga sumber arus listrik yang ada di dalamnya bercabang-cabang.

Setia komponen yang ada di dalam rangkaian paralel memiliki besar tegangan yang sama. Oleh karena itu, setiap komponen yang dilalui oleh arus listrik akan dijumlahkan menjadi jumlah total arus secara keseluruhan. Berikut adalah contoh gambaran rangkaian paralel. Rp 25.000 Di bawah ini adalah rumus rangkaian paralel yang perlu dipahami: 1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 +.

. Keterangan: Rp = Hambatan Apa karakteristik rangkaian paralel Rangkaian Paralel (Ω atau Ohm) R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm) R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm) R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm) Rangkaian paralel memiliki ciri-ciri khusus yang bisa membedakannya dengan rangkaian listrik ataupun rangkaian elektronik lainnya. Berikut adalah ciri-ciri dari rangkaian paralel yaitu: 1. Proses penyusunan semua komponen yang ada dirangkai secara bersusun 2.

Di semua cabang rangkaian paralel dapat dialiri oleh arus yang besarannya berbeda-beda 3. Setiap komponen yang ada di dalamnya akan dikaitkan dengan sumber tegangan, baik itu pada kutub negatif maupun kutub positif.

Oleh karena itu, setiap komponennya bisa memperoleh tegangan yang besarnya sama. Akan tetapi, setiap ada kendala di komponen listriknya, akan ada sejumlah kendala total yang kecil. Selain ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh rangkaian paralel, ada pula kelebihan dan juga kekurangan dari rangkaian paralel tersebut. Berikut adalah penjelasannya: C. Kelebihan dari Rangkaian Paralel a.

Apabila salah satu komponen atau cabang listrik yang ada di dalamnya mengalami kerusakan atau putus. Maka komponen lainnya yang ada di dalam rangkaian tersebut masih tetap berfungsi. b. Semua komponen yang saling berkaitan atau berhubungan dengan saklar tidak akan kuat terhadap komponen yang lain. Misalnya, ketika salah satu saklar yang terhubung dengan lampu rumah dimatikan, maka lampu yang lain yang tidak terhubung dengan saklar tidak akan ikut padam.

D. Kekurangan Rangkaian Paralel a. Memerlukan penghantar listrik atau kabel yang banyak untuk merangkai semua komponen listriknya. b. Biayanya tergolong lebih mahal E. Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel Perbedaan antara rangkaian seri dan juga rangkaian paralel bisa ditinjau dari beberapa faktor. Mulai dari cara penyusunan komponen elektronik atau listriknya, penggunaan kabel dan saklarnya, kontinuitas kendala total dan komponen listriknya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini ya: 1.

Cara Menyusun Komponen Listrik Perbedaan rangkaian seri dan paralel yang pertama terletak di cara penyusunan komponen listriknya. Cara mengidentifikasi rangkaian tersebut bisa dilakukan dengan mudah, yaitu cukup dengan melihat cara memasang komponen listriknya saja.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa komponen rangkaian paralel biasanya disusun dengan cara berderet apa karakteristik rangkaian paralel sumber energi listriknya. Sementara itu, rangkaian seri biasanya disusun dengan cara bersusun dari sumber listriknya. Perbedaan rangkaian seri dan paralel tidak sebatas itu saja.

Terdapat pebedaan lainnya yang berkaitan dengan penghubung kabelnya. Dimana di dalam rangkaian paralel, semua komponen dihubungkan dengan cara bercabang tapi tetap berkaitan dengan satu daya, yaitu kutub negatif dan kutub positif. Oleh karena itu, setiap cabangnya akan dialiri oleh arus listrik yang besarnya berbeda-beda. Akan tetapi memiliki besaran tegangan di setiap cabang yang sama. Sementara rangkaian seri, semua komponen yang ada di dalamnya tidak bercabang. Sehingga arah arus listriknya searah.

Dengan begitu, besaran arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut jumlahnya sama. Namun memiliki besaran tegangan yang berbeda-beda. Rangkaian seri tersebut memiliki tegangan yang asalnya dari jumlah masing-masing hambatan. Tapi besar kendalanya berasal dari hasil bagi antara tegangan dengan kekuatan arus listriknya. 2. Penggunaan Kabel dan Saklar Selanjutnya, perbedaan rangkaian seri dan paralel terletak pada penggunaan kabel dan juga saklarnya. Untuk memasang atau menyusun komponen listrik secara seri memerlukan kabel dan saklar yang jumlahnya sedikit.

Sehingga seringkali disebut sebagai rangkaian yang memiliki biaya terjangkau. Jenis rangkaian tersebut banyak digunakan untuk memasang listrik di rumah-rumah, seperti baterai remot TV atau senter.

Sedangkan pemasangan komponen listrik dengan rangkaian paralel memerlukan kabel dan saklar yang banyak. Hal itu bertujuan agar rangkaian tersebut memiliki cabang yang banyak. Oleh sebab itu, rangkaian listrik paralel seringkali disebut sebagai rangkaian listrik yang memiliki biaya mahal. Jika dilihat dari segi biayanya, maka rangkaian listrik seri sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai aliran penerangan lampu rumah dibandingkan dengan rangkaian listrik paralel.

3. Kontinuitas Komponen Listrik Kontinuitas komponen listrik merupakan salah satu faktor yang membedakan rangkaian seri dan paralel. Untuk kontinuitas rangkaian seri memiliki konsep semua komponennya akan padam atau apa karakteristik rangkaian paralel apabila saklarnya dimatikan.

Hal itu bisa terjadi karena arus daya yang menghubungkan semua komponennya berjalan searah. Lalu, untuk kontinuitas rangkaian paralel memiliki konsep yaitu jika salah satu lampu dipadamkan, maka lampu yang lainnya tidak akan ikut padam. Hal tersebut bisa terjadi karena semua cabang yang ada di dalam rangkaian itu saling terhubung dengan satu daya yang ada pada kutub positif dan kutub negatif.

4. Hambatan Total Perbedaan selanjutnya terletak pada hambatan totalnya. Untuk hambatan total yang terjadi pada rangkaian listrik seri dapat diketahui besarannya dengan cara menjumlahkan semua hambatan yang ada atau resistornya saja. Alasannya yaitu ajaran arus listriknya melalui setiap hambatan yang terjadi di dalam rangkaian tersebut. Itu artinya, hambatan total berasal dari jumlah hambatan 1, 2 dan seterusnya.

Sedangkan untuk rangkaian listrik paralel, memiliki besar hambatan yang lebih kecil. Alasannya yaitu satu daya dari rangkaian tersebut akan mengaliri arus listrik yang berbeda di setiap hambatan yang ada. Itu artinya semua hambatan total paralel berasal dari jumlah satu per satu hambatan, satu per dua hambatan, dan seterusnya.

F. Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel 1. Contoh soal apa karakteristik rangkaian paralel Perhatikan gambar di bawah ini. Hitung arus yang mengalir di rangkaian tersebut! Pembahasannya: Diket : R1 = 2 ohm R2 = 2 ohm R3 = 2 ohm V = 3 V Jawaban: Mencari R paralel Rp = 1 ohm Rtot = 2 + 1 = 3 Ohm V = I x R I = V/R I = 1 A 2. Contoh soal 2 Perhatikan rangkaian berikut. Diketahui besarnya R1 = 2 Ohm, R2 = 3 Ohm, dan R3 = 5 Ohm. Apabila besaran tegangan totalnya 24 Volt, maka tentukan besarnya arus yang mengalir di dalam rangkaian!

Pembahasan: Diketahui: R1 = 2 Ohm R2 = 3 Ohm R3 = 5 Ohm V Total = 24 Volt Ditanya: I =…? Pembahasan: Yang harus dilakukan pertama kali yaitu mencari besarnya hambatan total yang ada di dalam rangkaian tersebut. Karena ketiga hambatan di atas disusun dengan rangkaian seri, maka gunakan persamaan berikut. Selanjutnya, kita perlu menggunakan hukum Ohm untuk mencari besarnya arus yang mengalir di dalam rangkaian.

Jadi, besar arus yang mengalir di dalam rangkaian tersebut adalah 2,4 A. G. Jenis dan Komponen Rangkaian Listrik Perlu dipahami bahwa bentuk dan juga konfigurasi rangkaian akan menentukan posisi komponen, perhitungan arus, dan lainnya. Dua jenis rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri dan paralel: 1. Komponen Listrik Sebagai suatu sistem, rangkaian listrik mempunyai komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Namun mempunyai fungsi yang berbeda. Jika disatukan, rangkaian tersebut akan menghasilkan kerja listrik yang optimal sesuai dengan tujuannya.

2. Sumber Listrik Rangkaian listrik yang sederhana biasanya berasal dari suatu sumber, salah satunya yaitu baterai, listrik pln, dan aki. Baterai adalah sumber listrik statis dan juga langsung. Elektron akan mengalir melalui kabel dan menuju komponen, misalnya lampu kemudian kembali ke baterai sebagai suatu siklus.

Hal yang sama juga bisa terjadi di aki dan juga listrik di rumah. 3. Konduktor Pada contoh gambar rangkaian listrik pasti akan selalu menunjukkan adanya kabel yang digambarkan menggunakan simbol garis. Kabel adalah salah satu contoh konduktor yang berfungsi sebagai penghantar listrik. Supaya sumber bisa memberikan energi ke komponen lainnya, keduanya harus terhubung dan konduktor akan menjadi perantara, Tanpa adanya konduktor, listrik akan terbuka dan bergerak dengan bebas.

4. Elektron Rangkaian listrik tertutup akan menghubungkan semua komponen, sehingga tidak akan ada yang terpisah atau lepas. Semuanya akan berada di satu jalur dengan bantuan konduktor yang berperan sebagai perantara. Sebenarnya, listrik adalah aliran elektron yang bergerak dari kutub satu ke kutub lainnya hingga mencapai keseimbangan.

Perbedaan elektron tersebut membuat listrik bisa muncul dari sebuah baterai. H. Rumus Rangkaian Listrik Rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel mempunyai rumus yang saling berkaitan. Terdapat tiga komponen dari kedua rumus rangkaian tersebut yaitu tegangan, arus, hambatan.

1. Arus Rumus Kuat Arus Rangkaian Seri I = I1 = 12 = 13 = 14 = I…… Rumus Kuat Arus Rangkaian Paralel I = I1 = 12 = 13 = 14 = I…… Rangkaian listrik seri mempunyai arus yang sama pada setiap spot yang ada.

Itu artinya, arus tersebut tidak akan berubah setelah masuk ke dalam komponen. Namun, listrik yang bercabang seperti rangkaian listrik paralel mempunyai arus yang berbeda di setiap cabangnya. Konsepnya yaitu arus yang masuk dan juga keluar di awal dan di akhir cadangan akan sama. 2. Tegangan Rumus Tegangan Rangkaian Seri V = V1 + V2 + V3 + V4 Rumus Tegangan Rangkaian Paralel V = V1 = V2 = V3 = V4 Rumus tegangan arus listrik seri merupakan akumulasi dari semua tegangan yang berasal dari tiap komponen.

Untuk yang memakai sistem paralel, arus yang berbeda maka tegangannya tetap di dalam satu percabangan. 3. Hambatan Rumus Hambatan Rangkaian Seri: R = R1 = R2 + R3 + R4 Rumus Hambatan Total: 1/R + 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4 Rumus hambatan yaitu tegangan dibagi dengan arus. Dengan rumus tersebut, kita akan mengetahui arus yang ada di dalam rangkaian seri dan paralel beserta tegangannya. Untuk nilai hambatannya cukup menyesuaikan dengan perhitungan yang sudah digunakan.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel serta rumus dan penjelasan lengkapnya. Bagaimana, rangkaian listrik tidak sulit kan? Grameds juga bisa memperoleh materi lengkapnya di beberapa rekomendasi yang tercantum di artikel ini. Semoga bermanfaat. Rekomendasi Buku & Artikel Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

karakteristik rangkaian listrik




2022 www.videocon.com