Autograf jantung

autograf jantung

none х Semua konten iLive ditinjau secara medis atau diperiksa fakta untuk memastikan akurasi faktual sebanyak mungkin. Kami memiliki panduan sumber yang ketat dan hanya menautkan ke situs media terkemuka, lembaga penelitian akademik, dan, jika mungkin, studi yang ditinjau secara medis oleh rekan sejawat.

Perhatikan bahwa angka dalam tanda kurung ([1], [2], dll.) Adalah tautan yang dapat diklik untuk studi ini.

autograf jantung

Jika Anda merasa salah satu konten kami tidak akurat, ketinggalan zaman, atau dipertanyakan, pilih dan tekan Ctrl + Enter. Allografts kulit digunakan pada pasien dengan luka bakar yang luas dan kondisi lainnya dengan kehilangan kulit secara masif. Allografts digunakan untuk menutupi permukaan yang terkena dampak besar dan, dengan demikian, mengurangi hilangnya cairan jaringan dan protein dan mencegah pengembangan infeksi invasif. Autograf jantung allografts akhirnya harus ditolak, tapi butiran yang tervaskularisasi terbentuk di permukaan yang terbuka, di mana autograf dari daerah penyembuhan kulit pasien sudah mapan.

Sel kulit bisa tumbuh dalam kultur, lalu kembali ke pasien yang dibakar untuk menutupi permukaan luka bakar yang meluas; Kulit autograf jantung yang dibuat dari kultur sel pada substrat sintetis juga bisa digunakan. Celah kulit split digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka kecil. Sepotong kecil jaringan beberapa milimeter tebal diperlakukan dengan cara khusus, dan kulit donor terletak di lokasi transplantasi.

Transplantasi tulang rawan digunakan pada anak-anak dengan cacat bawaan pada hidung atau telinga dan pada orang dewasa dengan lesi parah atau kerusakan sendi (misalnya osteoartritis berat). Chondrocytes lebih resisten terhadap penolakan, mungkin karena sejumlah kecil sel di tulang rawan hialin terlindungi dari serangan oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh dengan matriks kartilago.

Transplantasi tulang autograf jantung untuk merekonstruksi cacat tulang yang signifikan (misalnya, setelah reseksi besar untuk tumor tulang). Sel-sel tulang donor yang layak tidak bertahan di penerima, namun matrik mati allograft dapat merangsang osteoblas penerima untuk mengkonoleransi kembali matriks dan membentuk tulang baru.

Matriks memainkan peran dasar untuk menghubungkan dan menstabilkan cacat sampai terbentuk tulang baru. Allograft kadaver dibekukan untuk mengurangi imunogenisitas tulang (yang mati pada saat implantasi) dan gliserolisis untuk mempertahankan kelangsungan hidup kondrosit. Tidak ada terapi imunosupresif setelah implantasi digunakan. Meskipun antibodi anti-HLA terbentuk pada pasien, pengamatan awal tidak menunjukkan degradasi kartilago.

Autografts medula adrenal secara stereotip terletak di dalam SSP, yang memudahkan, menurut publikasi, gejala penyakit Parkinson. Hal ini juga disarankan untuk menggunakan allografts jaringan adrenal, terutama dari buah donor.

Hal ini melaporkan bahwa jaringan janin autograf jantung departemen otak tengah (mesencephalon) stereotactic ditanamkan dalam putamen (shell - ujung lateral inti lenticular otak) pada pasien dengan penyakit Parkinson untuk mengurangi kekakuan dan bradikinesia.

Namun, karena perdebatan etis dan politik tentang kemungkinan penggunaan jaringan janin manusia cukup besar untuk menampung jumlah percobaan terkontrol untuk cukup menilai transplantasi jaringan saraf janin tidak mungkin.

Saat ini, xenograf dari sel endokrinologis aktif diuji dari donor-babi.

autograf jantung

Implan timin janin, diperoleh dari anak yang lahir mati, dapat mengembalikan reaktivitas imunologis pada anak dengan aplasia timus dan konsekuensi perkembangan abnormal sistem autograf jantung. Karena penerima secara imunologis tidak aktif, terapi imunosupresif tidak diperlukan, namun pengembangan penyakit "graft versus host" yang serius dimungkinkan.

Translation Disclaimer: The original language of this article is Russian. For the convenience of users of the iLive portal who do not speak Russian, this article has been translated into the current language, but has not yet been verified by a native speaker who has the necessary qualifications for this.

In this regard, we warn you that the translation of this article may be incorrect, may contain lexical, syntactic and grammatical errors. The iLive portal does not provide medical advice, diagnosis or treatment. The information published on the portal is for reference only and should not be used without consulting a specialist.

Carefully read the rules and policies of the site. You can also contact us! Copyright © 2011 - 2021 iLive. All rights reserved. Next page
BAB I PENDAHULUAN • A. Latar Belakang Sasson (2005) menjelaskan bahwa istilah bioteknologi mulai dikenalkan pada tahun 1919 oleh Karl Ereky seorang insinyur Hungaria yang merujuk pada metode dan teknik yang memungkinkan suatu mekanisme produksi bahan baku dengan memanfaatkan bantuan organisme hidup.

Sebuah penjelasan sederhana dari bioteknologi diperoleh dalam Konvensi Biological Diversity (1992) yaitu suatu aplikasi teknologi yang menggunakan sistem biologi, organisme hidup atau derivatifnya, untuk membuat atau memodifikasi produk dengan serangkaian proses tertentu. Definisi ini disepakati oleh 168 negara anggota, dan juga diterima oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bioteknologi melibatkan serangkaian metode atau proses tertentu yang memanfaatkan organisme hidup atau substansi dari organisme hidup tersebut untuk menambah nilai guna dalam hal barang maupun jasa. Bioteknologi ketika diterapkan pada skala industri dan komersial akan autograf jantung bioindustri. Bioteknologi dan bioindustri merupakan bagian integral dari ekonomi berbasis pengetahuan, karena berkaitan erat dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu terapan serta teknologi.

Sasson (2005) menjelaskan bahwa istilah bioteknologi dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional diantaranya ialah pembibitan tanaman dan hewan serta penggunaan mikroorganisme dan enzim dalam fermentasi dan persiapan dan pelestarian produk, dalam pengendalian hama (misalnya pengendalian hama terpadu).

Bioteknologi modern terutama yang berhubungan dengan penggunaan teknik rekayasa DNA yang meliputi identifikasi, splicing dan transfer gen dari satu organisme ke organisme lain, yang sekarang didukung oleh penelitian pada informasi genetik (genomik).

Teknik-teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern dimaksudkan untuk meningkatkan hasil dari metode autograf jantung digunakan dalam teknik bioteknologi konvensional, misalnya penggunaan enzim rekombinan dan genetik marker yang digunakan untuk meningkatkan fermentasi, produk tanaman dan peternakan. Bioteknologi modern merupakan pelengkap dari bioteknologi konvensional yang sudah ada sebelumnya, hanya saja penggunaan bioteknologi (baik bioteknologi konvensional maupun bioteknologi modern) perlu memperhatikan tujuan yang akan dicapai.

Istilah autograf jantung modern dijelaskan oleh Niazi dan Riaz (2006) sebagai serangkaian metode untuk memanipulasi organisme hidup yang menitikberatkan pada tingkat molekuler yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat. Metode modern dalam autograf jantung dicontohkan dengan penggunaan teknologi DNA rekombinan (rekayasa genetika) yang memungkinkan untuk digunakan dalam memanipulasi satu gen pada suatu waktu dan menghadirkan suatu inang yang dapat disisipi oleh gen baru.

Hal ini melibatkan kajian genom yang merupakan studi tentang gen dan peran gen dalam struktur dan fungsi suatu organisme tertentu. Istilah genom dapat diartikan sebagai urutan DNA lengkap yang mengandung keseluruhan informasi genetik pada populasi, individu, maupun spesies. Bioteknologi tidak dapat dilepaskan dari beberapa unsur yaitu agen hayati (organisme hidup maupun substansi dari organisme hidup), rekayasa dengan serangkaian proses tertentu, produk, dan adanya peningkatan nilai guna untuk masyarakat baik dalam bentuk barang maupun jasa.

Berkaitan dengan produk yang akan dihasilkan dari suatu teknik tertentu dalam bioteknologi, maka dikenal istilah bioteknologi kedoketeran. Li Yang Hsu, dkk (2011) menjelaskan bahwa bioteknologi kedoketeran merupakan penerapan teknik biologi untuk penelitian dan pengembangan produk dalam perawatan kesehatan dan obat-obatan.

Terobosan dalam bidang ini merevolusi praktek kedokteran untuk mendiagnosis penyakit yang lebih akurat, autograf jantung genetik yang memungkinkan untuk pencegahan penyakit, metode yang lebih efisien untuk merancang dan membuat obat-obatan yang ditargetkan pada tingkat molekuler, kemungkinan penggunaan terapi gen untuk menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tidak autograf jantung disembuhkan.

Pernyataan tersebut sesuai dengan penjelasan Thieman (2004) bahwa bioteknologi kedoketeran merupakan kajian bioteknologi yang menggabungkan banyak topik. Kajian bioteknologi kedoketeran mengedepankan aspek biologi molekular yang digunakan dalam mendeteksi dan mendiagnosis penyakit untuk menghasilkan temuan medis yang inovatif. SAASTA (2010) menjelaskan bahwa bioteknologi memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu diagnosis. Hal ini melibatkan peran gen dan DNA, sehingga dengan melalui DNA diperoleh beberapa informasi sebagai berikut.

• Menentukan jenis kelamin bayi yang belum lahir • Melakukan identifikasi dari individu yang membawa satu salinan dari gen penyebab penyakit, misalnya hemofilia, atau penyakit Tay-Sachs (gangguan kemampuan tubuh untuk metabolisme lemak) • Melakukan diagnostik prenatal yaitu misalnya untuk mengetahui kelainan sindrom down • Pemeriksaan bayi yang baru lahir berkaitan dengan penyakit HIV, fenilketonuria (suatu metabolik bawaan gangguan, yang mengarah ke tingkat abnormal tinggi dari asam amino phenylalanine, yang jika dibiarkan tidak diobati bisa menyebabkan keterbelakangan mental yang parah) • Pemeriksaan presymptomatic untuk memprediksi gangguan misalnya kolesterol darah tinggi.

• Pemeriksaan untuk mengetahui resiko terjangkit kanker, misalnya kanker usus dan kanker kandung kemih. • Pemeriksaan dalam bidang forensik, misalnya dengan melakukan analisis sperma untuk indikasi tindak kejahatan, analisis darah, tulang, dan rambut, korban pembunuhan, serta dapat dimanfaatkan pula untuk uji paternitas. Bioteknologi kedoketeran saling berhubungan dengan bioteknologi farmasi dimana dalam bioteknologi farmasi mengkaji beberapa organisme model (mencit, tikus, ayam, yeast, lalat buah, cacing, dan zebrafish) untuk mengidentifikasi penyakit genetik dan kesesuaian penggunaan terapi gen dalam mengetahui keefektifan dan keamanannya sebelum melakukan tindak lanjut klinis pada manusia.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa dengan mengidentifikasi gen-gen penting dalam organisme model dapat dibuat suatu kesimpulan sementara dan prediksi tentang kedudukan serta fungsi gen-gen tersebut pada manusia. Banyak gen yang telah teridentifikasi pada organisme model yang menunjukkan keterkaitan autograf jantung gen pada manusia yang dikenal dengan istilah homolog. Hal ini dapat dicontohkan pada beberapa tahun yang lalu ketika ilmuwan telah menemukan bahwa tikus dapat menjadi gemuk jika kekurangan gen tunggal yang dinamakan ob.

Gen ob mengkodekan protein hormon leptin, yang beredar melalui aliran darah menuju ke otak untuk mengatur rasa lapar. Penelitian berikutnya menjelaskan bahwa adanya obesitas yang terjadi pada anak-anak dipengaruhi oleh mutasi dari gen ob sehingga merujuk pada pengobatan dengan menggunakan leptin dimana menunjukkan hasil yang baik. Thieman (2004) menjelaskan bahwa banyak gen yang autograf jantung pada manusia meliputi gen yang mengatur perkembangan organ dengan melibatkan mekanisme apoptosis hampir identik dengan gen-gen yang terdapat pada organisme model.

Hal ini menjelaskan pentingnya pengembangan proyek genom manusia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kesamaan dan perbedaan gen yang terdapat pada manusia dengan spesies lainnya khususnya mamalia. Proyek genom manusia menunjukkan bahwa manusia berbagi sejumlah besar gen dengan organisme lainnya.

Salah satunya ditunjukkan dengan adanya fakta bahwa ratusan gen-gen pada manusia menunjukkan keterkaitan dengan gen-gen pada bakteri.

autograf jantung

Fakta berikutnya manusia berbagi gen sekitar 50% dengan lalat buah, bahkan tanaman padi memiliki lebih banyak gen dibanding dengan manusia. Manusia juga berbagi gen sekitar 40% dengan cacing gelang, 31% dengan yeast, 90% dengan tikus, namun yang perlu ditekankan bahwa manusia memiliki lebih banyak protein dibandingkan organisme model lainnya. Bioteknologi kedokteran memegang peranan penting dalam perkembangan tindakan medis untuk pengobatan autograf jantung penyakit.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa umumnya teknik yang digunakan dalam bioteknologi kedokteran menggunakan pendekatan molekular untuk mendeteksi penyakit genetik yang berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom dan kerusakan gen. Autograf jantung untuk suatu penyakit genetik tertentu (misalnya sindrome down) dalam janin diantaranya dapat dilakukan dengan amniocentesis dan chorionic villus sampling. Amniocentesis dilakukan ketika janin dalam usia 16 minggu dengan memasukkan jarum ke dalam cairan amnion yang mengelilingi janin melalui perut ibu yang sedang mengandung.

autograf jantung

Cairan ini mengandung kumpulan sel-sel misalnya sel-sel kulit yang selanjutnya akan diisolasi dan dikulturkan selama beberapa hari untuk melakukan pengecekan keabnormalan kromosom (disebut dengan karyotype). Chorionic villus sampling (CVS) sudah dapat dilakukan sejak janin dalam usia 8 sampai 10 minggu dimana lebih beresiko tinggi dibandingkan apabila dilakukan dengan amniocentesis.

Keuntungan dari teknik CVS ini ialah sel yang telah diisolasi tidak perlu untuk dikultur dan dapat langsung digunakan untuk melakukan karyotype. Thieman (2004) menjelaskan bahwa teknik lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui ketidaknormalan kromosom baik pada janin maupun orang dewasa ialah fluorescence in situ hybridization (FISH). Teknik FISH dilakukan dengan memanfaatkan kromosom yang disiapkan dalam cetakan dan selanjutnya probe fluorescence dihibridasi untuk tiap-tiap kromosom.

Tiap-tiap probe adalah spesifik untuk sekuen penanda tertentu dalam tiap kromosom. Pada beberapa kasus lain, teknik FISH dilakukan dengan probe pada fluorescence yang berbeda warna (yang disebut dengan spectral karyotype). Teknik FISH sangat berguna untuk mengidentifikasi hilangnya kromosom dan extra kromosom atau tertukarnya kromosom tertentu akibat adanya masalah pada waktu replikasi kromosom.

Penjelasan lebih lanjut dikemukakan oleh Thieman (2004) bahwa autograf jantung penyakit genetik yang telah dideteksi dari sel amnion atau sel darah kemudian akan dianalisis dengan menggunakan restriction fragment length polymorphism (RFLP). Pemikiran mendasar dari analisis RFLP ialah bahwa urutan gen yang mengalami kerusakan dapat dipotong dengan enzim restriksi yang berbeda dari keadaan normalnya karena perubahan nukleotida dalam gen yang mengalami mutasi mampu mempengaruhi pemotongan yang dilakukan oleh enzim restriksi pada banyak daerah atau sebaliknya.

Apabila dilakukan pemotongan dari DNA individu normal dan penderita sickle-cell melalui enzim restriksi autograf jantung akan didapati perbedaan ukuran karena enzim restriksi memotong gen pada masing-masing individu tersebut. Perbedaan tersebut dapat diamati dengan jelas melalui analisis southern autograf jantung dengan probe untuk gen β-globin yang menunjukkan pengaruh pada penderita sickle-cell. Penderita sickle-cell menunjukkan dua mutan dari gen β-globin.

Mutan tersebut menyalinan protein β-globin menghasilkan hemoglobin autograf jantung yang mempengaruhi ukuran dan bentuk sel darah merah sehingga menyerupai “sabit”. Teknik RFLP hanya dapat dilakukan untuk menganalisis kerusakan gen dimana mutasi mengubah pengenalan posisi pemotongan yang dilakukan oleh enzim restriksi.

Kerusakan gen yang tidak mengubah posisi pemotongan enzim restriksi dapat dianalisis dengan menggunakan analisis allele-specific oligonucleotide (ASO).Thieman (2004) menjelaskan bahwa teknik ini dilakukan dengan mengisolasi DNA umumnya pada sel darah putih manusia yang diamplifikasi dengan PCR menggunakan primer yang mengapit gen (dengan karakteristik penyakit tertentu).

DNA yang telah diamplifikasi kemudian dihapuskan ke penyaring nilon dan dilakukan hibridisasi secara terpisah untuk dua ASO yang berbeda sebagai probe. ASO dengan bentuk kecil dari unting tunggal sekuen oligonukleotida, umumnya memiliki panjang sekitar 20 nukleotida.

Keuntungan yang didapatkan dengan penggunaan PCR ialah mampu mendeteksi kerusakan pada sebagian kecil DNA untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu. Thieman (2004) menjelaskan bahwa variasi genetik pada manusia autograf jantung konsekuensi ditemukannya perubahan nukleotida tunggal dalam sekuen DNA yang berbeda autograf jantung individu satu dengan individu lainnya yang disebut dengan single nucleotide polymorphisms (SNPs).

Kebanyakan SNP terdapat pada daerah intron, tetapi ketika SNPs terjadi pada sekuen gen yang mungkin menyebabkan perubahan dalam susunan protein yang menimbulkan penyakit atau dengan kata lain mempengaruhi sifat kerentanan terhadap suatu penyakit.

SNPs kemungkinan dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit stroke, diabetes, kanker, penyakit liver, penyakit autograf jantung berhubungan dengan pola hidup dan tingkat stress seseorang, dan penyakit lain yang berhubungan dengan genetik.

Teknik yang dapat dilakukan untuk pendeteksian SNP diantaranya ialah DNA microarrays dan protein microarrays. Microarrays dapat berisi ratusan gen sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan penyakit tertentu berdasarkan jumlah gen yang ditunjukkan oleh pasien.

Teknik microarrays dilakukan dengan mengisolasi DNA dari jaringan pasien misalnya darah yang ditandai dengan pewarnaan fluorescence yang selanjutnya dilakukan hibridisasi pada chip, yang mana pengikatan DNA diperlihatkan dengan adanya fluorescence. Pengikatan DNA pasien pada sekuen gen dalam chip menunjukkan bahwa suatu DNA autograf jantung mutasi atau mengalami SNP.

Pemanfaatan protein darah untuk mendeteksi autograf jantung suatu penyakit dapat dilakukan dengan teknik protein microarrays. Kajian bioteknologi kedokteran mempertimbangkan bagaimana bioteknologi mampu menggunakan teknik baru untuk menghasilkan suatu produk autograf jantung pengobatan suatu penyakit. • B. Rumusan Masalah • Bagaimana perkembangan berbagai macam teknik yang digunakan dalam kajian bioteknologi kedokteran? • Bagaimana aplikasi terapi gen dalam kajian bioteknologi kedokteran?

• Bagaimana aplikasi pencangkokan sel, jaringan, dan organ dalam kajian bioteknologi kedokteran? • Bagaimana aplikasi terapi seluler dan rekayasa jaringan dalam kajian bioteknologi kedokteran? • Bagaimana aplikasi stem cells dalam kajian bioteknologi kedokteran? • Bagaimana dampak perkembangan Bioteknologi Kedokteran? • C. Tujuan Penulisan Makalah • Mampu menjelaskan perkembangan berbagai macam teknik yang digunakan dalam kajian bioteknologi kedokteran.

• Mampu menjelaskan aplikasi terapi gen dalam kajian bioteknologi kedokteran. • Mampu menjelaskan aplikasi pencangkokan sel, jaringan, dan organ dalam kajian bioteknologi kedokteran. • Mampu menjelaskan aplikasi terapi seluler dan rekayasa jaringan dalam kajian bioteknologi kedokteran. • Mampu menjelaskan aplikasi stem cells dalam kajian bioteknologi kedokteran.

• Mampu menjelaskan dampak perkembangan Bioteknologi Kedokteran. BAB II PEMBAHASAN • A. Perkembangan Berbagai Macam Teknik yang Digunakan dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran SAASTA (2010) menjelaskan bahwa bioteknologi menawarkan jalan lain melalui terapi dan perawatan yang dapat dikembangkan.

Melalui pengembangan dan penggunaan autograf jantung bioteknologi, telah mampu digunakan untuk menentukan struktur DNA dan juga kode pesan pada gen yang terkandung dalam DNA. Urutan gen pada DNA organisme bertanggung jawab atas ciri-ciri organisme tersebut. Para ilmuwan telah menemukan bahwa penyakit tertentu dari tubuh autograf jantung yang disebabkan oleh gen yang rusak.

Misalnya, penyakit Huntington (gangguan sel-sel saraf degeneratif yang mengakibatkan hilangnya keseimbangan, kemampuan intelektual dan gangguan emosional) disebabkan oleh gen tunggal yang menghasilkan protein yang mengalami kerusakan. Hal ini mengindikasikan adanya kematian dalam protein sel saraf. Dua teknik utama yang umumnya digunakan ialah menggunakan potongan pendek DNA (yang disebut probe), yang memiliki urutan komplementer dengan mutasi dicurigai. Teknik kedua ialah membandingkan urutan basa dalam gen pasien dengan seorang individu yang sehat.

Kanker merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan dampak kematian. Syaifudin (2007) menjelaskan bahwa kanker merupakan masalah paling utama dalam bidang kedokteran dan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama di dunia serta merupakan penyakit keganasan yang bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya karena sel kanker merusak sel lain. Sel kanker adalah sel normal yang mengalami mutasi/perubahan genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan sel-sel tubuh lain.

Proses pembentukan kanker (karsinogenesis) merupakan kejadian somatik dan sejak lama diduga disebabkan karena akumulasi perubahan genetik dan epigenetik yang menyebabkan perubahan pengaturan normal kontrol molekuler perkembangbiakan sel. Perubahan genetik tersebut dapat berupa aktivasi proto-onkogen dan atau inaktivasi gen penekan tumor yang dapat memicu tumorigenesis dan memperbesar progresinya.

Banyak sekali percobaan (bahkan sampai jutaan) telah dilakukan untuk mempelajari karakteristika suatu kanker dengan menggunakan hewan percobaan seperti tikus, mencit, anjing, domba, bahkan organisme bersel tunggal, dll. Pengembangan dan penyebaran sel tumor yang merupakan awal terbentuknya kanker dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Perkembangan dan Penyebaran Sel Tumor Sel kanker yang tidak mampu berinteraksi secara sinkron dengan lingkungan dan membelah tanpa kendali bersaing dengan sel normal dalam memperoleh bahan makanan dari tubuh dan oksigen.

Tumor dapat menggantikan jaringan sehat dan terkadang menyebar ke bagian lain dari tubuh yakni suatu proses pemendekan umur yang lazim disebut metastasis. Potensi metastasis ini diperbesar oleh perubahan genetik yang lain. Jika tidak diobati, kebanyakan kanker mengarah ke pesakitan dan bahkan kematian. Kanker muncul melalui perubahan genetik rangkap/ganda dalam sel induk dari organ tubuh. Sebagian perubahan yang tidak dapat dihapuskan akan terus menumpuk bersamaan dengan bertambahnya umur dan tidak dapat dihindari, akan tetapi predisposisi genetik, faktor lingkungan dan yang paling banyak yakni gaya hidup adalah faktor-faktor yang penting.

Beberapa orang lahir dengan mutasi tertentu dalam DNA-nya yang dapat mengarah ke kanker. Karsinogen eksogen (dari luar) dan proses biologik endogen dapat menyebabkan mutasi delesi, insersi atau substitusi basa baik transisi maupun transversi.

Mekanisme endogen kerusakan DNA yang telah diketahui dengan baik adalah fenomena deaminasi 5-metilsitosin. Metilasi DNA adalah merupakan mekanisme epigenetik yang melibatkan pengaturan ekspresi suatu gen. Residu sitosin dan 5-metilsitosin masing-masing dapat secara spontan dideaminasi menjadi urasil dan timin yang jika tidak diperbaiki akan menyebabkan mutasi transisi G:C→A:T.

Mutasi ini paling banyak terjadi pada dinukleotida CpG (sitosin diikuti oleh guanin) yang seringkali mengalami metilasi. Studi spektrum mutasi menyatakan adanya corak khas perubahan DNA yang diinduksi oleh mutagen endogen dan eksogen tertentu dalam gen yang berhubungan dengan kanker. Dan ternyata gen p53 menunjukkan mutasi yang spesifik untuk sejumlah karsinogen.

Makan-makanan yang mengandung sejumlah besar aflatoksin B1 berhubungan dengan transversi G:C→T:A dan substitusi serin pada residu 249 pada karsinoma hati; pajanan radiasi UV berhubungan dengan mutasi transisi pada dipirimidin; merokok secara positif berhubungan dengan transversi G:C→T:A pada kanker paru. Akhir-akhir ini juga telah dilakukan studi spektrum mutasi p53 pada kanker paru penambang uranium yang menemukan mutasi spesifik (delesi) pada 7 pasien kanker namun tidak ditemukan mutasi pada gen ras.

Syaifudin (2007) menjelaskan bahwa gen penekan tumor diperlukan untuk mempertahankan pembelahan sel tetap terkontrol. Gen penekan tumor yang berfungsi normal akan mengontrol siklus perkembangbiakan sel, replikasi DNA dan pembelahan sel. Bila tidak berfungsi dengan baik maka perkembang biakan sel tidak dapat terkendali dan menimbulkan kanker.

Gen penekan tumor tidak saja diyakini sebagai protein yang diperlukan sebagai alat deteksi kerusakan DNA, tetapi ternyata memiliki fungsi yang lebih luas setelah terjadinya penekanan selular seperti aktivasi onkogen atau hipoksia. Salah satu gen penekan kanker adalah gen p53 yang merupakan pelindung siklus sel. Autograf jantung sel terluka, p53 dalam inti memicu sel untuk melakukan pemotongan pada perbatasan G1/S dengan menginduksi penghambat CDK ( cyclin D kinase) dan sistem perbaikan DNA terlebih dahulu menghilangkan luka tersebut sebelum sel memasuki fase S tanpa adanya DNA yang terluka.

Kehilangan fungsi gen p53 ini merupakan penyebab munculnya keganasan sel. Inaktivasi autograf jantung p53 ini biasanya terjadi dalam dua tahap yakni inaktivasi pada satu alel oleh mutasi titik atau delesi kecil dan berikutnya adalah kehilangan alel normal oleh delesi segmen kromosom.

autograf jantung

Inaktivasi alel pertama dapat terjadi pada sel somatik maupun sel germ. Gen ini juga disebut “ sel penjaga”. Beberapa jenis virus terlibat dalam proses perubahan fungsi p53 dengan mengkode onkoprotein yang berikatan dengan protein ini. Sel yang tidak memiliki p53 menunjukkan ketidakstabilan genom dan memperbesar efek karsinogenesis. Thieman (2004) menjelaskan bahwa para ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang banyaknya gen yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker yang disebut onkogen.

Onkogen menmproduksi protein yang dapat berfungsi sebagai faktor transkripsi dan reseptor untuk hormon dan faktor pertumbuhan, serta berfungsi sebagai enzim yang terlibat dalam berbagai cara untuk mengubah pertumbuhan sel yang memicu kanker. Penelitian lain yang sedang dilakukan berkenaan dengan gen penekan tumor yang mampu melawan kerja onkogen dimana mampu menghasilkan protein yang mencegah pertumbuhan sel yang memicu kanker.

Penelitian tentang onkogen dan gen penekan (supresor) tumor menitikberatkan pada protein autograf jantung gen target dalam obat-obatan sebagai molekul kecil yang bertindak sebagai inhibitor yang mampu mengikat protein dan menghalangi fungsinya.

Ilmuwan juga autograf jantung studi tentang kemungkinan obat-obatan yang berkerja sebagai aktivator yang mampu mengikat dan merangsang suatu protein dalam melawan penyakit. Thieman (2004) menjelaskan bahwa adanya perubahan nukleotida tunggal dalam sekuen DNA yang berbeda dari individu satu dengan individu lainnya (SNPs) berkaitan erat dengan munculnya bidang baru yang disebut farmakogenomik yang merupakan teknik pengobatan dengan menekankan pada profil genetik dari seorang pasien.

Hal ini mengindikasikan bahwa obat yang sama akan menunjukkan rekasi yang berbeda pada tiap pasien dikarenakan adanya polimorfisme genetik. Aplikasi farmakogenom dicontohkan dalam kasus kanker payudara yang merupakan penyakit menurun pada beberapa wanita. Wanita yang memiliki salinan gen BRCA1 atau BRCA2 yang mengalami kerusakan kemungkinan akan memiliki resiko tinggi untuk terjangkit kanker payudara, tetapi pada beberapa kasus, kanker payudara tidak berkaitan dengan faktor keturunan yang dimungkinkan melibatkan gen tambahan atau faktor non genetik.

Teknik yang dapat dilakukan dalam pengobatan autograf jantung payudara diantaranya ialah mengisolasi DNA dengan analisis microarrays untuk mengetahui adanya SNP suatu gen penyebab kanker nongenetik tersebut. Teknik microarrays dilakukan dengan mengisolasi DNA dari jaringan pasien misalnya darah yang autograf jantung dengan pewarnaan fluorescence yang selanjutnya dilakukan hibridisasi pada chip (dapat dilihat pada Gambar 2), yang mana pengikatan DNA diperlihatkan dengan adanya fluorescence.

Pengikatan DNA pasien pada sekuen gen dalam chip menunjukkan bahwa suatu DNA mengalami mutasi atau mengalami SNP. Pengobatan medis yang dilakukan akan berbeda pada wanita lainnya karena adanya ketidaksamaan profil genetik antara wanita satu dengan wanita lainnya.

Niazi dan Riaz (2006) juga menjelaskan bahwa profil DNA dari suatu individu mengungkapkan pola genetik yang unik dari individu tersebut yang memungkinkan untuk digunakan dalam berbagai tujuan diagnostik dan identifikasi.

Gambar 2. Contoh Hasil Hibridisasi dengan Menggunakan Microarrays Penjelasan lainnya berhubungan dengan penggunaan obat secara oral contohnya untuk penyakit radang sendi yang terdapat beberapa kelemahan diantaranya hanya beberapa kecil dari obat tersebut yang mampu diserap oleh tubuh dan resiko untuk terakumulasi di hati dan ginjal. Autograf jantung (2004) menjelaskan bahwa beberapa kelemahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan microsphere yaitu partikel berukuran kecil yang diisi dengan obat tertentu yang dimungkinkan mampu meningkatkan keefektifan obat dalam penanganan suatu penyakit.

Partikel tersebut terbuat dari bahan yang mirip dengan lipid dalam membran sel. Mikrosfer diberikan kepada pasien dengan cara disemprotkan melalui hidung dan mulut dan cara ini telah berhasil mengobati kanker paru-paru serta penyakit pernafasan lainnya seperti asma, emphysema, tuberkolosis, dan flu.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa teknik lain yang masih dalam tahap pengembangan ialah nanomedicineyang merupakan aplikasi dari nanoteknologi untuk meningkatkan kesehatan manusia yang merupakan bagian penting dari bioteknologi kedokteran. Beberapa ilmuwan telah memikirkan bagaimana ketika suatu alat kecil (dalam ukuran nanometer) berada di dalam tubuh dan menjadi sensor untuk melaksanakan berbagai macam fungsi autograf jantung seperti halnya memantau tekanan darah, oksigen darah, konsentrasi hormon, menghilangkan penyumbatan arteri dan mendeteksi serta menghilangkan sel-sel kanker.

Para ilmuwan mempunyai gagasan untuk memanfaatkan virus atau nanopartikel mikro yang mampu dikenali dalam tubuh yang kemudian menuju sel target seperti sel-sel kanker untuk melakukan pengobatan atau merusak sel yang telah mengalami kerusakan dengan cepat dan efektif dengan sedikit efek samping. Awais, dkk (2010) menjelaskan bahwa otomasi dalam autograf jantung telah menghasilkan kemungkinan pengujian genetik, dengan nanoteknologi memungkinkan pengembangan chip berbasis alat diagnostik yang secara bersamaan dapat menyaring dan menganalisis seluruh genom pada chip dengan cepat dan akurat.

Alat-alat genom meliputi: chip DNA untuk analisis cepat, efisien dan simultan dari sejumlah besar gen, termasuk mutasi pada masing-masing gen untuk mengidentifikasi penyakit genetik. Setiap Biochip bertindak sebagai biosensor untuk memantau bakteri, virus dan mikroorganisme lainnya di lingkungan dan melakukan analisis biologi dan kimia pada suatu individu.

Sistem chip dilakukan dalam laboratorium dan menghasilkan informasi diagnostik yang cepat dan akurat dengan tepat waktu. Sistem ini memiliki potensi untuk memberikan beberapa obat dalam dosis dan waktu tertentu.

Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari ketersediaan rezim beberapa obat dalam pengobatan berbagai penyakit. Protein berlatarbelakang chip mampu memantau mikroba tertentu, sel-sel penyakit dan bahan kimia berbahaya di lingkungan. Pada masa sekarang ini autograf jantung dikembangkan penggunaan chip untuk mendeteksi protein biomarker penyakit dan menilai tingkat toksisitas suatu obat.

Selanjutnya Thieman (2004) menjelaskan bahwa perkembangan lain berhubungan dengan adanya peran penting transfusi darah untuk melakukan pertolongan pertama dan melakukan pengobatan pasien hemophilia.

Darah yang ditransfusikan ini tidak terlepas dari beberapa permasalahan salah satunya adanya kontaminasi virus dalam persedian darah. Permasalahan ini mendorong para ilmuwan untuk mengembangkan tiruan darah (darah buatan) yang menggantikan darah sesungguhnya.

Darah buatan ini memiliki keuntungan terbebas dari penyakit, autograf jantung disimpan dalam waktu yang lama sehingga tidak akan mengalami kekurangan persediaan darah, dan tidak seperti darah yang didonorkan, darah buatan tidak harus disesuaikan dengan golongan darah penerima untuk menghindari penolakan oleh sistem kekebalan tubuh. Penggunaan darah buatan juga tidak dapat dihindarkan dari beberapa kelemahan, diantaranya fungsi darah buatan ini tidak dapat menggantikan fungsi darah sepenuhnya yaitu dalam hal pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh, penghasil hemoglobin yang penting untuk pemindahan karbondioksida dari tubuh, adanya protein penting lainnya, dan sebagai sumber zat besi.

Pada tahun 2000, Afrika selatan menjadi negara pertama yang mengembangkan darah buatan yang dinamakan Autograf jantung. Darah buatan ini dibuat dengan cara pemecahan sel yang mengandung molekul yang mampu mengikat serta mengangkut oksigen seperti halnya yang dilakukan oleh hemoglobin. Hemopure terbuat dari hemoglobin sapi naum ada juga yang berasal dari hemoglobin manusia. Pengujian lain sedang dilakukan berkenaan dengan penggunaan fluorocarbon dalam darah buatan dimana merupakan bahan kimia yang mampu mengikat oksigen seperti layaknya hemoglobin dan kemudian melepaskan oksigen ke jaringan di sekitarnya.

Bioteknologi kedokteran tidak dapat dipisahkan dengan penggunaan vaksin sebagai autograf jantung satu cara pengobatan penyakit. Pada masa sekarang, vaksin lebih dikembangkan untuk pengobatan jenis kanker.

Kenyataannya, vaksin telah dikembangkan dengan menggunakan “DNA telanjang” di mana gen pengkode autograf jantung DNA yang menghasilkan antigen disuntikkan langsung ke dalam jaringan dan kehadiran antigen merangsang pembentukan antibodi oleh tubuh. Penggunaan vaksin mampu merangsang produksi antibodi untuk perlawanan terhadap zat asing.

Antibodi bersifat khusus terhadap zat asing tertentu, sehingga reaksi perlawanan bersifat lebih efektif yang biasanya dikenal dengan istilah Monoklonal antibodi (MAbs).

Gambar 3 memperlihatkan produksi spesifik MAbs untuk protein dari sel kanker hati pada manusia. Setelah tikus menghasilkan antibodi sebagai respon dari hadirnya antigen, proses berikutnya berlangsung beberapa minggu dan kemudian limpa tikus tersebut kemudian dipindahkan. Limpa kaya akan antibodi yang menghasilkan limfosit B atau sel B sederhana. Pada saat kultur, sel B akan dicampur dengan sel kanker yang disebut sel myeloma yang mampu tumbuh dan membelah tidak terbatas. Pada kondisi yang sesuai sejumlah sel B dan sel myeloma akan befusi membentuk hibrid sel yang dinamakan hibridomas.

Sel hibridoma tumbuh dengan cepat dalam kultur cair karena berisi antibodi yang menghasilkan autograf jantung dari sel B. Sel hibridoma mensekresikan antibodi ke dalam kultur yang mengelilingi sel.

Antibodi dapat diisolasi dari kultur hibridoma melalui pertumbuhan sel hibridoma dalam kultur menggunakan bioreaktor. MAbs dapat diinjeksikan pada tubuh pasien yang selanjutnya akan mencari dan mengincar antigen dimana antibodi tersebut dihasilkan. MAbs akan terikat pada sel kanker hati dan bekerja untuk melawan sel tumor.

Gambar 3. Pembuatan Antibodi Monoklonal (Sumber: Thieman, 2004) Niazi dan Riaz (2006) juga menjelaskan bahwa antibodi monoklonal (mAbs) merupakan antibodi yang identik karena mereka diproduksi oleh satu jenis sel antibodi. Pada tahun 1975, ilmuwan Inggris Cesar Milstein dan George Kohler merancang teknologi antibodi monoklonal (MAb) yang diproduksi massal oleh sel B tunggal.

Antibodi monospesifik selanjutnya disintesis dalam hibridoma.

autograf jantung

Pada teknologi hibridoma, antibodi mensekresi limfosit B terhadap reaksi antigen spesifik yang menyatu dengan sel Myeloma (limfosit B kanker a).

Saat ini sejumlah besar antibodi terapi telah diperkenalkan misalnya pada obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh (muromonab yang menghambat kerusakan autoimun sel beta pada diabetes tipe 1, Infliximb terhadap penyakit inflamasi, Omalizumab terhadap alergi asma, Duclizumab terhadap limfoma sel T), untuk membunuh atau menghambat sel-sel ganas (Rituximab, tositumomab, Herceptin mengikat HER2, Autograf jantung blok HER1, Mylotarg mengikat CD33, LymphoCide mengikat CD22), sebagai inhibitor angiogenesis (Vitaxin, Bevacizumab) dan lain-lain (Abiciximab, menghambat penggumpalan trombosit dengan mengikat reseptor).

autograf jantung

• B. Aplikasi Terapi Gen dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran Thieman (2004) menjelaskan bahwa terapi gen merupakan pengiriman gen terapeutik ke dalam tubuh manusia yang bertujuan untuk pengobatan suatu penyakit yang disebabkan oleh satu atau banyak gen yang mengalami kerusakan.

Dewasa ini cara untuk melakukan penggantian gen rusak dapat dilakukan dengan memanfaatkan agen virus yang telah dilemahkan, senyawa kimia organik, atau dengan cara penyuntikkan.

autograf jantung

• Penggunaan virus sebagai agen pembawa gen disebut metode viral. Metode ini memiliki keuntungan efektivitas yang tinggi. Metode ini dapat memanfaatkan sifat serangan virus pada jaringan tertentu autograf jantung khas.

Beberapa jenis virus yang digunakan untuk terapi gen : • Retrovirus Golongan virus yang dapat membuat rantai ganda DNA dari genomnya dan disatukan dengan kromosom sel autograf jantung mis: HIV (human defisiensi virus). Dan jenis virus ini juga penyerang sel-sel yang membelah cepat, mungkin cocok sebagai agen pembawa gen terapeutik untuk penyakit tumor.

• Adenovirus Golongan virus dengan rantai DNA gandanya dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, saluran pencenaan dan menimbulkan kematian. Dan jenis virus ini juga penyerang sel dinding paru-paru mungkin cocok untuk mengirim duplikat gen cystic fibrosis yang dibutuhkan dalam sistem pernapasan. Misal : virus influenza • Adeno-assosiated virus. Virusnya kecil mempunyai single strandid DNA dan dapat memasukan material genetik di tempat spesifik pada kromosom 19.

• Herpes simpleks Golongan virus dengan rantai ganda DNA yang menginfeksi sebagian dari sel seperti sel neuron. Keuntungan penggunaan virus dalam terapi gen ialah dapat diandalkan dari segi efektivitas autograf jantung kelemahannya ialah pembiakkanya dalam skala besar memiliki potensi bahaya yang serius berhubungan dengan kemampuan mutagenik dan karakteristik dari virus yang sulit diramalkan.

Sistem kekebalan tubuh manusia terhadap virus juga mampu mengganggu proses terapi. • Penggunaan senyawa kimia organik sebagai agen pengantar gen dapat mengatasi masalah resistensi dari sistem kekebalan tubuh penerima. Keuntungan penggunaan senyawa kimia ini ialah mudah dalam produksi, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan kelamahannya ialah berkaiatan dengan keefektifannya yang rendah.

• Penemuan derivat 1,4-DHP sebagai senyawa organik pembawa gen memiliki keunggulan gabungan metode viral dan metode kimiawi. Derivat-derivat 1,4-DHP saat ini masih dalam tahap pengembangan, namun efektivitasnya lebih tinggi dibanding senyawa organik lain yaitu DOTAP dan PEI 25.

Sebagai senyawa kimia organik tentu saja 1,4-DHP akan lebih siap dan mudah diproduksi dalam berbagai skala. Keuntungannya ialah menggabungkan penggunaan virus dan autograf jantung kimia dalam terapi gen serta kelamahnnya ialah cara ini masih dalam tahap pengembangan.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa terdapat dua cara yang dapat dilakukan untuk mengirimkan suatu gen tertentu yaitu dengan terapi gen ex vivo dan terapi gen in vivo. Terapi gen ex vivo diawali dengan sel dari seseorang yang menderita penyakit dipindahkan dimana langkah ini dilakukan dalam laboratorium menggunakan teknik seperti transformasi bakteri dan kemudian dikembalikan ke dalam tubuh pasien (sesorang yang menderita penyakit).

Terapi gen ex vivo dapat dijelaskan pada Gambar 4, dimana sel hati dari pasien yang mengalami masalah pada hatinya akan dilakukan pembedahan dan selanjutnya akan dikultur. Gen terapeutik yang sesuai kemudian akan dikirim ke dalam sel menggunakan vektor maupun teknik yang lain.

Sel hati yang telah mengalami perubhahan genetik tersebut kemudian akan dipindahkan kembali ke dalam tubuh pasien tanpa khawatir terjadi penolakan dari jaringan transplan karena sel tersebut berasal dari tubuh pasien sendiri.

Gambar 4. Terapi gen ex Vivo dan in Vivo pada seorang pasien dengan kerusakan hati. Terapi gen ex vivo melibatkan isolasi sel dari pasien, memasukkan gen normal untuk pembekuan protein dalam sel tersebut dan kemudian memindahkan sel kembali dalam tubuh dimana sel tersebut mengalami pembekuan protein.

Terapi gen in vivo memasukkan DNA dalam sel pasien secara langsung. Pengiriman DNA melibatkan virus sebagai vektor atau dapat menggunakan DNA telanjang (Sumber: Thieman, 2004). Terapi gen in vivo (Gambar 4) dilakukan dengan memasukkan secara langsung gen ke dalam jaringan maupun organ autograf jantung tanpa harus memindahkan terlebih dahulu sel pasien tersebut.

Salah satu tantangan dalam terapi gen in vivo adalah memberikan gen hanya ke jaringan target dan tidak ke seluruh jaringan tubuh. Ilmuwan menggunakan virus sebagai vektor untuk pengiriman gen tetapi pada beberapa kasus gen secara langsung diinjeksikan dalam beberapa jaringan. Sejauh ini, strategi ex vivo umumnya terbukti lebih efektif dibandingkan strategi in vivo. Virus yang berperanan sebagai vektor menggunakan genomnya untuk membawa gen (dalam hal ini gen terapeutik) yang digunakan untuk menginfeksi sel tubuh manusia yang selanjutnya memasukkan gen-gen terapeutik ke dalam sel tersebut.

Retrovirus seperti halnya virus HIV penting digunakan sebagai vektor karena ketika masuk dalam sel host, virus menyalin RNA dalam DNA autograf jantung kemudian secara acak memasukkan DNAnya dalam genom sel host dimana bersifat permanen dan proses ini dinamakan integrasi.

Selain memanfaatkan vektor, transfer gen adakalanya menggunakan DNA telanjang dalam bentuk plasmid yang telah berisi gen terapeutik yang langsung disuntikkan ke jaringan tubuh. Sel-sel pada jaringan tertentu akan memanfaatkan DNA telanjang dan mengekspresikan autograf jantung yang telah dibawa oleh DNA telanjang. Penggunaan DNA telanjang cukup efektif digunakan untuk organ hati dan otot.

Cara lain pengiriman DNA tanpa menggunakan virus sebagai vektor ialah melibatkan liposom. Struktur liposom mirip dengan molekul lipid dalam membran sel. Liposom yang telah dilengkapi oleh gen-gen yang diinginkan dapat disuntikkan ke dalam jaringan target atau dengan cara disemprotkan.

Terdapat cara lain pula yaitu pelapisan partikel keci emas pada DNA yang kemudian akan ditembakkan dengan menggunakan pistol DNA. Teknologi lain yang dicobakan oleh peneliti ialah pemanfaatan kromosom autograf jantung berisi DNA tanpa pengkodean protein yang telah berisi gen terapeutik dan memiliki struktur sama dengan kromosom normal pada manusia sehingga mampu melakukan replikasi.

Terapi gen manusia dilakukan pertama kali pada tahun 1900 di Bethesda, Maryland dengan pasien berumur 4 tahun bernama Ashanti DaSilva dengan kelainan genetik severe combined immunodeficiency (SCID). Pasien ini memiliki sisitem kekebalan tubuh yang kurang berfungsi akibat ketidaknormalan gen Adenosine Deaminase (ADA). ADA menghasilkan autograf jantung yang terlibat dalam metabolisme dari nucleotide deoxyadenosine triphosphat (dATP).

Mutasi pada gen ADA menyebabkan akumulasi dATP yang pada konsentrasi tinggi merupakan racun bagi beberapa jenis sel T sehingga menyebabkan hilangnya sel T dalam pasien penderita SCID.

Ketiadaan sel T menyebabkan sel B tidak mampu mengenali antigen dan menghasilkan antibodi. Pengobatan penyakit ini (seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 5.) dilakukan dengan mengklon gen ADA yang normal dengan bantuan vektor yang dimasukkan dalam retrovirus yang sudah diinaktifkan.

Strategi ex vivo digunakan bilamana sejumlah kecil sel T disolasi dari darah Ashanti dan dikultur dalam laboratorium. Retrovirus mampu mengintegrasikan genomnya ke dalam genom sel inang, sehingga selama kultur, retrovirus mampu mengintegrasikan gen ADA normal ke dalam kromosom sel T Ashanti. Setelah beberapa periode, sel-sel T yang mengandung ADA diinjeksikan ke dalam tubuh Ashanti. Gambar 5.

Terapi Gen Pertama Kali pada Manusia. Strategi terapi gen ex vivo pada pasien SCID berumur 4 tahun yang kekurangan gen ADA (Sumber: Thieman, 2004). Thieman (2004) menjelaskan bahwa penyakit genetik lainnya diantaranya ialah Cystic Fibrosis (CF) dimana pasien memiliki dua salinan gen yang mengkodekan protein yang disebut Cystic Fibrosis Transmembrane Conductance Regulator (CFTR).

Protein CFTR secara normal berfungsi sebagai pompa dalam membran sel untuk memindahkan ion klorida autograf jantung sel. Ion klorida masuk ke dalam sel melalui berbagai cara yang mana melibatkan reaksi seluler. CFTR penting untuk menjaga keseimbangan ion klorida di dalam sel. Mutasi CFTR menyebabkan kurangnya jumlah protein sehingga berpeluang untuk terinfeksi penyakit CF. Mutasi atau ketidaknormalan CFTR mengakibatkan ketidakmampuan CFTR untuk memompa ion-ion keluar.

Pada organ trakea, akumulasi ion klorida menyebabkan kentalnya lendir yang dapat menyumbat saluran pernafasan dan menghadirkan lingkungan ideal untuk pertumbuhan mikroba. Hal ini terjadi karena air bergerak menuju sel-sel yang kaya ion klorida dalam rangka menyeimbangkan konsentrasi ion di dalam sel. Perawatan yang dapat dilakukan untuk pasien CF diantaranya ialah terapi gen (Gambar 6) dengan memasukkan gen CFTR normal ke dalam liposom dan autograf jantung ke hidung dan mulut.

autograf jantung

Liposom dapat menyatu denga lipid pada membran sel pada sel trakea selanjutnya akan melepaskan gen CF normal ke dalam sitoplasma sel. Gen CFTR normal melakukan proses translasi menghasilkan mRNA dan akan diterjemahkan untuk menghasilkan protein normal. Protein CFTR normal masuk ke dalam membran autograf jantung dan memulai transportasi ion klorida keluar sel sehingga lendir menipis dan mengurangi indikasi penyakit CF.

kelemahan penggunaan terapi gen dalam mengobati penyakit CF ini ialah biaya yang mahal dan membutuhkan beberapa reaplikasi karena DNA yang dikirim melalui lisosom tidak terintegrasi ke dalam kromosom. Gambar 6. Pengobatan Cystic Fibrosis melalui Terapi Gen (Sumber: Thieman, 2004) • C.

Aplikasi Pencangkokan Sel, Jaringan, dan Organ dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran Thieman (2004) menjelaskan bahwa pertumbuhan sel-sel dan jaringan dapat digunakan sebagai pengobatan regeneratif yaitu dengan menggantikan atau memperbaiki jaringan dan organ-organ yang mengalami kerusakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Penyakit Parkinson merupakan salah satu penyakit neurodegeratif yaitu hilangnya sel-sel di daerah bagian dalam otak yang disebut substansia nigra.

Neuron pada daerah ini menghasilkan zat kimia yang dinamakan dopamine yang merupakan neurotransmitter autograf jantung menghantarkan sinyal antar neuron satu dengan neuron lainnya.

Kehilangan atau kekurangan sel dopamine menyebabkan gemetar, lemah, kurang keseimbangan, kehilangan ketangkasan, otot kaku, pengurangan penciuman, ketidakmmapuan untuk menelan, dan masalah bicara. Tidak seperti sel saraf janin yang dapat membelah, kebanyakan sel saraf orang dewasa kehilangan kemampuan untuk melakukan pembelahan. Hal ini melatarbelakangi munculnya ide penggunaan sel saraf janin untuk menggantikan sel-sel otak yang mengalami kerusakan. Sebagian besar jaringan janin manusia berasal dari embrio yang didapatkan dari korban kecelakaan dan dari embrio yang diaborsi secara legal.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa adanya masalah dalam pencangkokan, menimbulkan beberapa perkembangan teknologi kedoktaran diantaranya Autograf dan Xenotransplantasi. Autograf merupakan pencangkokan jaringan yang berasal dari pasien tetapi autograf jantung tubuh lain. Misalnya operasi jantung melibatkan pemindahan segmen dari vena kaki yang selanjutnya dilakukan pembedahan menghubungkan pembuluh darah pada arteri jantung di sekitar pembuluh yang terhalangi.

Xenotransplantasi merupakan transfer organ dari spesies yang berbeda dan tidak selalu harus melibatkan transfer dari seluruh organ serta hal ini meringankan peran manusia sebagai donor organ. Thieman (2004) menjelaskan bahwa beberapa spesies yang pernah diujicobakan ialah babon, kelas primata, dan babi.

Ilmuwan baru-baru ini telah menggabungkan teknik molekular dan teknologi transplantasi autograf jantung menghasilkan klon babi yang membantu mengatasi penolakan dari organ transplant serta mengatasi adanya transmisi virus.

Gen pada babi yang berisiko menyebabkan penolakan telah dihilangkan dengan menggunakan teknik techniques untuk menghilangan gen GGTA 1. Pembentukan knockout GGTA1 babi dimungkinkan karena regenerasi babi yang dapat menghasilkan organ untuk pencangkokan dimana mampu dikenali oleh antibodi. SAASTA (2010) menjelaskan bahwa untuk mencegah penolakan setelah transplantasi organ, umumnya dokter menggunakan obat penekan kekebalan.

Autograf jantung ini mampu mencegah penolakan organ, namun juga autograf jantung sistem kekebalan tubuh pasien sehingga dikhawatirkan akan rentan terhadap berbagai infeksi. Pemanfaatan siklosporin sebagai produk bioteknologi dengan memanfaatkan jamur yang tumbuh di tanah adan hanya menekan bagian dari tubuh yang mengalami penolakan dan kurang berdampak pada keseluruhan sistem kekebalan tubuh.

• D. Aplikasi Terapi Seluler dan Rekayasa Jaringan dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran Thieman (2004) menjelaskan bahwa terapi seluler merupakan penggunaan sel-sel untuk menggantikan jaringan yang mengalami kerusakan untuk pengiriman molekul biologi yang penting. Salah satu cara untuk menghindari penolakan organ pada pencangkokan jaringan ialah dengan menggunakan sel-sel hidup yang telah dikemas dalam kantung kecil atau tabung yang disebut biokapsul atau mikrokapsul.

Biokapsul dimungkinkan berisi sel-sel yang telah direkayasa secara genetik dirancang untuk menghasilkan melekul yang efektif dalam pengobatan. Biokapsul memiliki lubang kecil di dindingnya sehingga permiabel terhadap ketersedian nutrisi dan memungkinkan pertukaran molekul memasuki aliran darah dan daerah sekitarnya (Gambar 7).

Penurunan fungsi organ dapat dilakukan pengobatan juga dengan rekayasa jaringan. Rekayasa jaringan ini mampu menyiapkan organ yang dapat digunakan untuk mengganti jaringan yang mengalami kerusakan. Gambar 7. Biokapsul dapat autograf jantung sebagai molekul terapi. Sel dalam biokapsul ini dilindungi dari serangan oleh sel-sel imun oleh sel host. Pada saat yang sama, biokapsul memungkinkan molekul yang diproduksi oleh sel-sel keluar dari kapsul dan memberikan manfaat terapeutik untuk host.

Gambar ini autograf jantung bagaimana sel memproduksi insulin dapat digunakan untuk menyediakan pasien diabetes dengan sumber insulin (Sumber: Thieman, 2004) • E. Aplikasi Stem Cells dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran Stem cells adalah sel tubuh (baik hewan atau manusia) yang belum terbentuk menjadi sel tubuh tertentu dan bisa berkembang menjadi berbagai bentuk sel tubuh tertentu. Stem cells merupakan sel yang sangat unik karena dengan kemampuan berdeferensiasi menjadi sel-sel baru atau sel tubuh yang lain.

Stem cell bertugas memperbaiki kelainan dalam tubuh dan secara teoritis stem cell autograf jantung melengkapi sel-sel dalam tubuh selama manusia atau hewan tersebut masih hidup. Apabila stem cell telah berdeferensiasi maka setiap sel baru memiliki potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel-sel yang berbeda dengan fungsi yang lebih khusus, seperti sel otot, sel darah merah, sel otak, sel hati, sel ginjal dan lain-lain. Stem cell memiliki 2 sifat, yaitu.

1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.

2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, stem cell dibagi menjadi. 1. Totipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel misalnya adalah zigot (telur yang telah dibuahi). 2. Pluripotent. Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm, tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik seperti plasenta dan tali pusat.

Misalnya adalah embryonic stem cells 3. Multipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel, misalnya ialah hematopoietic stem cells. 4. Unipotent. Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel yang dapat autograf jantung atau meregenerasi diri (self-regenerate/self-renew. Thieman (2004) menjelaskan bahwa perkembangan embrio manusia yang diawali oleh adanya fertilisasi sel sperma dan sel telur yang kemudian apabila dibuahi akan menjadi zigot.

Zigot mengalami pembelahan dengan cepat dan membentuk morula, blastocyst, dan kemudian trophoblast. Trophoblast akan berkembang membentuk bagian dari plasenta yang menjaga perkembangan autograf jantung. Penerapan stem cells menggunakan sebagian kecil sekitar 30 sel dalam blastocyst yang membentuk suatu struktur yang dikenal Inner cell mass yang merupakan sumber stem cells embrionik pada manusia (ES). Selama perkembangan embrio, stem cells dalam sel inner mass memiliki kemampuan untuk mengalami diferensiasi membentuk fungsi-fungsi khusus.

Diferensiasi pada sel bergantung pada sinyal autograf jantung seperti faktor pertumbuhan dan hormon. Pada kondisi yang cocok ES telah berdeferensiasi yang meliputi sel kulit, sel otak, kartilago, osteoblas, sel-sel hati, sel-sel hati, dinding pembuluh darah, dan sel otot (Gambar 8). Gambar 8.

Isolasi dan Pewarnaan stem cells sel embrionik manusia (Sumber: Thieman, 2004) Selain stem cells embrionik, para ilmuwan juga telah menemukan Adult-Derived Stem Cells (ASCs) dimana sel-sel terdapat dalam jaringan dewasa dan dikultur kemudian mampu berdiferensiasi menghasilkan tipe sel yang lainnya. ASCs nampak dalam jumlah yang terbatas, dan walaupun telah dilakukan isolasi otak, usus, kulit, otot, dan darah, tetapi belum ditemukan pada semua jaringan dewasa.

Isolasi ASCs tidak perlu merusak embrio dan dapat diperoleh dengan memasukkan jarum ke dalam jaringan otot dan tulang, serta mengisolasi dari mayat yang mampu berdeferensiasi menjasi sel-sel khusus.

Berdasarkan sumbernya, stem cell dibagi menjadi: • Zygote. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur. • Embryonic stem cell. Diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 ­ 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cell biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh.

Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap embryonic stem cell. • Fetus. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi. • Stem cell darah tali pusat. Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell dari darah tali pusat merupakan jenis hematopoietic stem cell, dan ada yang menggolongkan jenis stem cell ini ke dalam adult stem cell. • Adult stem cell.

Diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari: Sumsum tulang. Terdapat 3 golongan penyakit yang dapat diatasi dengan menggunakan stem cell, yaitu. • Penyakit autoimun. Misalnya pada lupus, artritis rheumatoid dan diabetes tipe 1. Setelah diinduksi oleh growth factor agar hematopoietic stem cell banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke darah tepi, hematopoietic stem cell dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel imun matur.

Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak mengenal self antigen (dianggap sebagai foreign antigen). Setelah itu hematopoietic stem cell dimasukkan kembali ke tubuh, bersirkulasi dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga system imun tubuh kembali seperti semula.

• Penyakit degeneratif. Pada penyakit degeneratif seperti stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga bermanifestasi klinis sebagai suatu penyakit.

Pada keadaan ini stem cell setelah dimanipulasi dapat ditransplantasi ke dalam tubuh pasien agar stem cell tersebut dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat penyakit degeneratif. • Penyakit keganasan. Prinsip terapi stem cell pada keganasan sama dengan penyakit autoimun. Hematopoietic stem cell yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya.

Thieman (2004) menjelaskan bahwa stem cells kemungkinan bisa digunakan untuk mengganti sel yang mengalami kerusakan, misalnya penyakit jantung. Para peneliti New York Medical College and National Human Genom Research Autograf jantung telah berhasil menyuntikkan stem cells dewasa dari sumsum tulang tikus ke dalam daerah yang rusak dari jantung tikus. Stem cells tersebut selanjutnya dapat berkembang menjadi sel-sel otot, dan meningkatkan fungsi jantung.

Stem cells dewasa telah diisolasi dari otak dan digunakan untuk memproduksi neuron dalam kultur, dan para ilmuwan telah siap mendemontrasikan bahwa sel ES mampu berdiferensiasi menjadi neuron-neuron untuk memperbaiki fungsi sarah (Gambar 9). Penerapan stem cells dapat dilakukan dengan bantuan kloning diantaranya ialah kloning reproduksi dan terapeutik (Gambar 10). Pada kloning terapeutik, kromosom-kromosom dari sel pasien yang disuntikkan ke dalam sebuah telur tanpa inti, dirangsang untuk membelah, selanjutnya akan menghasilkan embrio.

Gambar 9. Perbaikan Kerusakan Hati dengan stem autograf jantung dewasa tikus untuk dimana mampu membersihkan area kerusakan hati pada tikus yang diakibatkan oleh penyakit jantung (Sumber: Thieman, 2004). Gambar 10. Reproduktif Kloning atau Terapeutik Kloning (Sumber: Thieman, 2004). Terdapat beberapa alasan mengapa stem cell merupakan calon yang bagus autograf jantung cell-based therapy, yaitu.

• Stem cell tersebut dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ donor yang sesuai (match), transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai. • Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang terbatas.

Misalnya pada luka bakar luas, jaringan kulit yang tersisa tidak cukup untuk menutupi lesi luka bakar yang luas. Dalam hal ini terapi stem cell sangat berguna.

• Mudah dimanipulasi untuk autograf jantung gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui metode transfer gen. Hal ini telah dijelaskan dalam penjelasan mengenai terapi gen di atas. • Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan dan berinteraksi dengan jaringan sekitarnya. • F. Dampak Perkembangan Bioteknologi Kedokteran • 1. Dampak Positif • Dengan penerapan bioteknologi dalam kesehatan, para ahli kedokteran dapat mengenali individu-individu yang tertimpa penyakit genetika sebelum mereka mengalami gejala-gejala awal dengan autograf jantung uji genetika.

Sehingga kita dapat melakukan pencegahan lebih dini. Uji genetika berguna untuk melihat kelainan genetika baik yang menimpa diri sendiri maupun keturunannya kelak. Beberapa tes yang biasanya dilakukan adalah untuk hal-hal berikut: 1) Identifikasi karier, misalnya tes yang digunakan oleh pasangan yang memiliki riwayat kelainan gen resesif dan khawatir dapat menularkan penyakit tertentu terhadap anaknya.

2) Diagnosa kehamilan, misalnya untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi terhadap penyakit keterbelakangan mental atau Dwon syndrome. 3) Skrining bayi, misalnya untuk mendeteksi kelainan yang mungkin diderita bayi dalam pertumbuhan (khawatir orang tuanya dapat menurunkan kelainan tertentu).

• Melalui teknik rekayasa genetika, terutama dengan DNA dan rekombinannya, para ahli telah berusaha untuk mengembangkan efektivitas vaksin.

Pengembangan kemampuan vaksin tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan solusi terhadap penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus yag sudah tidak efektif lagi oleh perlakuan obat. • Para penderita obesitas (penyakit kegemukan) kini pun telah mendapatkan jalan keluar dalam mengatasi kelebihan berat badannya.

Hal ini dijelaskan dalam suatu kutipan dari sebuah surat kabar bahwa; Para ahli fisiologi dan ilmu gizi dari Autograf jantung Texas Southwestern Medical Centre, Dallas Amerika Serikat, telah berhasil mengubah sel-sel lemak biasa menjadi lemak yang bisa terbakar. Penelitian dilakukan melalui penyuntikan gen Leptin (suatu protein yang terkait dengan proses metabolisme) pada tikus percobaan. Hasil penyisipan gen membuktikan bahwa sel-sel yang biasanya menimbun lemak berubah menjadi sel-sel pembakar lemak.

Akibatnya, tikus menjadi langsing dengan hilangnya 26% bobot tubuhnya selama dua pekan. • Virologi pun telah memberikan sumbangannya pada dunia kedokteran, dengan mendasari pengetahuan dalam usaha menciptakan vaksin-vaksin. Misalnya pada kasus yang baru saja terjadi yaitu mengenai Virus Flu Burung. Sebuah surat kabar memberitakan bahwa Virus Flu Burung atau disebut juga Virus Avian Influenza, yang hanya dapat diteruskan kepada manusia melalui kontak yang sangat dekat, telah dapat ditemukan vaksinnya oleh para pakar Imunologi dan Bioteknologi di Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Caranya adalah dengan menggabungkan gen Avian dengan gen flu pada manusia agar menjadi ‘aman’. Mereka mengambil satu gen virus flu burung kemudian menggantikan gennya tadi dengan gen flu manusia. Hasil dari kombinasi virus buatan ini kemudian dipersiapkan sebagai basis untuk pembuatan vaksinnya.

autograf jantung

• 2. Dampak Negatif • Gen yang disisipkan dapat menyerang sel-sel manusia. Autograf jantung ini ada pro dan kontranya. Bagi yang mendukung karena ada bukti bahwa gen yang disisipkan dapat berpindah ke bakteri lain yang ada di usus kita sehingga menyebabkan resistensi manusia terhadap antibiotik tertentu. Sedangkan yang kontra menyatakan bahwa manusia punya mekanisme untuk menghancurkan gen asing yang tidak dikenal.

• Alergi (gen baru yang disisipkan bisa memproduksi senyawa baru yang memicu alergi pada orang tertentu). • Gen yang disisipi menjadi lebih resistensi terhadap antibiotik. • Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asaing, seperti, gen cry dari bacillus thuringiensis maupun bacillus sphaeericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh mausia, perlu di cermati pula bahwa insersi (penyisipan) gen asing ke genom inag dapat menimbulkan interaksi anatar gen asing dan inang produk bahan pertanian dan kimia yang menggunakan bioteknologi.

BAB III PENUTUP • A. Kesimpulan • Berbagai teknik dalam bidang kedokteran dalam rangka untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit terus mengalami perkembangan. Beberapa penelitian untuk mengatasi penyakit kanker sebagai salah satu penyakit yang dapat menimbulkan kematian diantaranya berhasil mengembangkan pemanfaatan gen p53 sebagai penekan tumor, penggunaan microarrays untuk mengetahui perubahan dalam sekuen DNA yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya, yang kemudian menitikberatkan pada penggembangan antibodi monoklonal untuk pengobatan suatu penyakit.

• Terapi gen untuk mengobati suatu penyakit dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan strategi ex vivo dan strategi in vivo dimana umumnya strategi ex vivo lebih menunjukkan hasil yang efektif dibandingkan strategi in vivo. • Pertumbuhan sel-sel dan jaringan dapat digunakan sebagai pengobatan regeneratif yaitu dengan menggantikan atau memperbaiki jaringan dan organ-organ yang mengalami kerusakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

• Terapi seluler merupakan penggunaan sel-sel untuk menggantikan jaringan yang mengalami autograf jantung untuk pengiriman molekul biologi yang penting. Salah satu cara untuk menghindari penolakan organ pada pencangkokan jaringan ialah dengan menggunakan sel-sel hidup yang telah dikemas dalam kantung kecil atau tabung yang disebut biokapsul atau mikrokapsul.

• Stem cells adalah sel tubuh (baik hewan atau manusia) yang belum terbentuk menjadi sel tubuh tertentu dan bisa berkembang menjadi berbagai bentuk sel tubuh tertentu. Penerapan stem cells menggunakan sebagian kecil sekitar 30 sel dalam blastocyst yang membentuk suatu struktur yang dikenal Inner cell mass yang merupakan sumber stem cells embrionik pada manusia (ES). • Perkembangan bioteknologi kedokteran memberikan dampak baik positif maupun positif.

Dampak positif perkembangan bioteknologi kedokteran diantaranya ialah mampu mengidentifikasi penyakit sebelum menunjukkan gejala awal sehingga akan diperoleh penanganan yang efektif. Dampak negatif perkembangan bioteknologi kedokteran diantaranya ialah dapat menimbulkan alergi sebagai reaksi penolakan tubuh. • B. Saran • Perkembangan teknik pengobatan dengan menggunakan kajian farmakogenom perlu ditingkatkan dimana hal ini dapat didukung dengan kajian antibodi monoclonal sebagai reaksi khusus terhadap antibodi yang dihasilkan.

• Perkembangan dalam bidang kedokteran perlu memperhatikan aspek kelebihan dan kekurangan, sehingga akan didapatkan hasil yang efektif dalam pengobatan suatu penyakit.

DAFTAR PUSTAKA Awais, dkk. 2010. Current Status of Biotechnology in Health. (Online), ( http://www.idosi.org/aejaes/jaes7%282%29/14.pdf), diakses tanggal 14 November 2012 Niazi dan Riaz.

2006. Biotechnology and Autograf jantung in Medicine – A Review. (Online), ( http://www.idosi.org/wjms/1%282%292006/1.pdf), diakses tanggal 14 November 2012 Li Yang Hsu, dkk.

2011. Medical Biotechnology-Modern Development. Biotechnology. Vol XI. (Online), ( http://www.eolss.net/Sample-Chapters/C17/E6-58-11-00.pdf), diakses tanggal 14 November 2012 SAASTA. 2010. Biotechnology and Medical Research. (Online), ( http://www.pub.ac.za/pdfs/factfile_biotech_med.pdf), diakses tanggal 14 November 2012 Sasson, Albert. 2005. Medical Biotechnology. (Online), ( http://i.unu.edu/media/publication/000/002/299/medicalbiotechnology.

pdf), diakses tanggal 14 November 2012 Syaifudin, Mukh. 2007. Gen Penekan Tumor p53, Kanker dan Radiasi Pengion. (Online),( http://www.batan.go.id/ptkmr/Biomedika/Publikasi%202007/MS_BAlara_Vol_8_3_Apr07.pdf), diakses tanggal 14 November 2012 Thieman, W.J, Palladino, M.A. 2004. Introduction to Biotechnology. San Fransisco: Pearson Benjamin Cummings BIOTEKNOLOGI KEDOKTERAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Bioteknologi yang dibimbing oleh Prof.

Dr. Agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si dan Dr. Umie Lestari, M.S. Oleh Wawan Muliawan (110341509282 / A) Autograf jantung Dian Aprelia Resti (110341509278 / A) UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI BIOLOGI NOVEMBER 2012 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan segala puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Bioteknologi Kedokteran” dengan tepat waktu.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas matakuliah Bioteknologi dan diharapkan memperoleh pemahaman terkait dengan kajian bioteknologi dalam autograf jantung kedokteran.

Penulisan makalah ini dapat terlaksana dengan baik karena bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1) Ptof. Dr. Agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si dan Dr. Umie Lestari, M.S yang telah memberikan gambaran mengenai batasan dan ruang lingkup penyusunan makalah terkait dengan autograf jantung 2) Keluarga yang selalu memberikan doa dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu 3) Teman-teman yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan makalah ini Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini sangat jauh dari sempurna.

Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Penulis juga berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya untuk menambah pengetahuan mengenai kajian bioteknologi kedokteran. Malang, November 2012 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………. i KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… ii DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………… iii DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………………………. iv Bab I Pendahuluan A.Latar Belakang………………………………………………………………………….

1 B.Rumusan Masalah………………………………………………………………………. 7 C.Tujuan Penulisan Makalah…………………………………………………………… 7 Bab II Pembahasan A.Perkembangan Berbagai Macam Teknik yang Digunakan dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran ………………………………………………….

8 B.Aplikasi Terapi Gen dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran…………… 17 C.Aplikasi Pencangkokan Sel, Jaringan, Organ dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran ……………………………………………………………. 23 D.Aplikasi Terapi Seluler dan Rekayasa Jaringan dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran………………………………………… 24 E. Aplikasi Stem Cells dalam Kajian Bioteknologi Kedokteran …………. 25 Bab III Penutup A.Kesimpulan……………………………………………………………………………….

34 B.Saran………………………………………………………………………………………… 35 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 36 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Perkembangan dan Penyebaran Sel Tumor………………………………… 9 Gambar 2 Contoh Hasil Hibridisasi dengan Menggunakan Microarrays………. 12 Gambar 3 Pembuatan Antibodi Monoklonal……………………………………………. 16 Gambar 4 Terapi gen ex Vivo dan in Vivo pada seorang pasien dengan kerusakan hati. Terapi gen ex autograf jantung melibatkan isolasi sel dari pasien, memasukkan gen normal untuk pembekuan protein dalam sel tersebut dan kemudian memindahkan sel kembali dalam tubuh dimana sel tersebut mengalami pembekuan protein.

Terapi gen in vivo memasukkan DNA dalam sel pasien secara langsung. Pengiriman DNA melibatkan virus sebagai vektor atau dapat menggunakan DNA telanjang …… 19 Gambar 5 Terapi Gen Pertama Kali pada Manusia.

Strategi terapi gen ex vivo pada pasien SCID berumur 4 tahun yang kekurangan gen ADA …………………………………………………… 21 Gambar 6 Pengobatan Cystic Fibrosis melalui Terapi Gen………………………….

22 Gambar 7 Biokapsul dapat digunakan sebagai molekul terapi. Sel dalam biokapsul ini dilindungi dari serangan oleh sel-sel imun oleh sel host. Pada saat yang sama, biokapsul memungkinkan molekul yang diproduksi oleh sel-sel keluar dari kapsul dan memberikan manfaat terapeutik untuk host. Gambar ini mengilustrasikan bagaimana sel memproduksi insulin dapat digunakan untuk menyediakan pasien diabetes dengan sumber insulin ……………………………………………………………………… 25 Gambar 8 Isolasi dan Pewarnaan stem cells sel embrionik autograf jantung.

27 Gambar 9 Perbaikan Kerusakan Hati dengan stem cells dewasa tikus untuk dimana mampu membersihkan area kerusakan hati pada tikus yang diakibatkan oleh penyakit jantung…………………………………………… 29 Gambar 10 Reproduktif Kloning atau Terapeutik Kloning…………………………. 35 • Naslovnica • Kolumne • 45.PARALELA • ADVOCATA DIABOLI • ALLEGRO BARBARO • Arhiva – VRIJEME SUODGOVORNOSTI • A/TEOBLOGIJA • BALKANSKI AMBASADOR • BELEŽNICA • BEO DIJAGNOZE • BEZ ŠALABAHTERA • BEZIMENE PRIČE • BITI ILI NE BITI • BUDIMO PAMETNI • CITADELA • CRNA OFCA • CSI: MULTIPLEX • DEMOCROACIA • DRITO!

autograf jantung EJRENA • EKUMENA • ESHATON • GLOBALNI KAOS • HASHTAG BOSNA • HERETIČKI PABIRCI • HOMO VITRUVIUS • HORIZON CROATIA • IMAM PRAVO • IMPRESIJE I VARIJACIJE • INTER(N)ALIA • ISTOČNO OD RAJA • IŠAH • IZ PRIJESTOLNICE (KULTURE) • IZ ZEMLJE SNOVA • IZVJESNA ZAJEDNICA • KNJIGE I DRUGI DOJMOVI • KONTRAPUNKT • KOZMOPOLITEIA • LJUBLJANSKI ZVON • LJUDSKO PRAVO • LJUTA PAPRIKA • MAŠKARADA • MILLENIUM • MNEMOZOFIJA • NA KAUČU • NA KRAJU PAMETI • NADA I ODGOVORNOST • (NE)MIRNA BOSNA • NEZDRAVO DRUŠTVO • NIJE DA NIJE • NJEGOVIM STOPAMA • OD KNJIGE DO KNJIGE • ODJECI VLADANJA • OKLOP OD PAPIRA • OPRAVDANO ODSUTAN • OPSERVATORIJ SARAJEVO • PANDECTA • PANORAMSKE PERSPEKTIVE • PARRHēSIA • PISMA S TREĆIĆA autograf jantung POBRATIMSTVO LICA • POGLED S LIJEVA • POLITIKE SUOSJEĆANJA • POLUPJESNIK I BOLESNIK • POROK PRAVDE • PRAŠKA PRIZMA • PRAVIČNA BUDUĆNOST • PRESUMPCIJA UMNOSTI • PRIJE POVRATKA • PRODUŽECI • PROMETEJEVE FIGURE • QUIETA MOVERE • RAZUM I OSJEĆAJI • REALISTIČNA UTOPIJA • RELACIJE NEODREĐENOSTI • REVOLUCIJA NJEŽNOSTI • REZOVI I MIRENJA • ROGOBORENJA • ROMANIN PETERAC • RUBNI ZAPISI • RUTA BORISA PERIĆA • S PUPKA SVIJETA • [email protected] • SIZIFOVE POSLANICE • SLOBODNI ZIDAR • SOFIJINA KATEDRA • SUBOTOM UZ KAVU • SUNCEM U ČELO • ŠTO ZNAM, TO I VIDIM • SVJEDOČANSTVO • SVJEDOK SVJETLA • TERRA SEXUALIS • UMJESTO ZABORAVA • UNDER COVER • USTAVNI REFLEKTOR • Autograf jantung KONTRA • UZVODNO PLIVANJE • VITA CROATIVA • ŽIVJETI U HRVATSKOJ • VLAŠKA POSLA • VOANERGES • VRIJEME I VJEČNOST • ZIMSKO LJETOVANJE • ZONA SUMRAKA • OSVRT • ODJECI • INTERVJU • ORBI ET POPULIS • Kultura • BEZ RIJEČI • CSI: MULTIPLEX • CSI Vladimira C.

Severa • DRITO! • EX LIBRIS D. PILSEL • ISTOČNO OD RAJA • KNJIGE I DRUGI DOJMOVI • Moderna vremana info • OBAVEZNA LEKTIRA • OD Autograf jantung DO KNJIGE • OGLEDI • RUTA BORISA PERIĆA • SCRIPTA MANENT • ZIMIN NOĆNI IZBOR • ABRAHAMOVA DJECA • FELJTON • Tko smo • O nama • Impressum • Kontakt • Etički kodeks • Prijava Mrežne stranice www.autograf.hr koriste kolačiće ("cookies") za napredniju funkcionalnost stranica, ugodnije posjetiteljevo iskustvo, te prikaza web bannera i drugih oglasa.

Postavke korištenja kolačića možete kontrolirati i odrediti u vašem pregledniku mrežnih stranica ("web browser"). Ako se slažete s korištenjem kolačića na mrežnim stranicama www.autograf.hr molimo kliknite "Slažem se". Posjet i pregled mrežnih stranica na www.autograf.hr moguć je i bez korištenja kolačiča, no tada neće biti isporučene neke funkcionalnosti kojima kolačići autograf jantung.

Slažem se This website uses autograf jantung to improve your experience while you navigate through the website. Out of these, the cookies that are categorized as necessary are autograf jantung on your browser as they are essential for the working of autograf jantung functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent.

You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may affect your browsing experience. Any cookies that may not be particularly necessary for the autograf jantung to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
х Semua kandungan iLive disemak secara perubatan atau fakta diperiksa untuk memastikan ketepatan faktual sebanyak mungkin.

Kami mempunyai garis panduan sumber yang ketat dan hanya memautkan ke tapak media yang bereputasi, institusi penyelidikan akademik dan, apabila mungkin, dikaji semula kajian secara medis. Perhatikan bahawa nombor dalam kurungan ([1], [2], dan lain-lain) boleh diklik pautan ke kajian ini. Jika anda merasakan bahawa mana-mana kandungan kami tidak tepat, ketinggalan zaman, atau tidak dipersoalkan, sila pilih dan tekan Ctrl + Enter. Prinsip-prinsip asas teknik dan taktik bingkai implantasi bioprosthesis adalah sama dengan apabila menggunakan injap mekanikal.

Tidak seperti rangka mekanikal dan biologi palsu, bioklapany Hey tanpa bingkai (xenografts, allografts, dll) tidak Adakah tegar, struktur ubah bentuk tahan dan oleh itu injap jantung gantian itu boleh disertai oleh perubahan dalam kedua-dua ciri-ciri geometri dan berfungsi.

Bagaimana dan bagaimanakah fungsi injap bio tanpa fraktur berubah akibat implantasi? Apakah faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum dan semasa implantasi injap jantung menggantikan Hey tanpa bingkai untuk memaksimumkan mengekalkan ciri-ciri asal mereka berfungsi?

Penggantian injap jantung yang mana memberikan hasil berfungsi yang terbaik? Jawapan kepada soalan-soalan autograf jantung dan lain-lain autograf jantung diuji dalam beberapa kajian eksperimen dan klinikal. Perbandingan ciri-ciri hidrodinamik prostesis Medtronic Freestyle, diimplan ke dalam elastik silikon "aorta", mendapati bahawa kecerunan tekanan dan isipadu regurgitant pada prostesis untuk sebahagian besar bergantung kepada saiz prostesis dan sebahagian kecilnya, dari teknik penjelmaan implantasi.

Kawasan pembukaan maksimum flaps, yang diukur semasa visualisasi prostesis pada pendirian, adalah besar apabila memodelkan prostesis menggunakan kaedah "penuh akar".

Dalam dokumen berikutnya oleh pengarang lain model eksperimen untuk menilai kesan saiz dan teknologi frameless bioprosthesis implantasi pada ciri-ciri fungsi mereka dalam vitro telah bertambah baik. Untuk ini dikaji bioprosthesis frameless ditanam di dalam babi akar aortic native speakers, dan kemudian juga di akar aortic babi stabil glutaraldehyde.

Ini, menurut pengarang, implantasi simulasi pada akar "muda" dan "tua" dari aorta manusia. Dalam kerja-kerja ini, injap penggantian jantung diiringi oleh pengurangan yang ketara dalam tegangan anak negeri "muda" akar-amalan autograf jantung aorta, di mana telah diimplan prostesis frameless Toronto SPV. Parameter hidrodinamik adalah lebih baik, autograf jantung ubah bentuk lenturan flaps terbuka lebih kecil apabila ditanam dengan prostat Toronto SPV dengan diameter luar 1 mm lebih kecil daripada diameter dalaman akar penerima.

Menurut pengarang, sederhana dipandang ringan implantasi ketaksamaan xenografts boleh meningkatkan ketahanan mereka untuk dipakai, bergantung kepada ubah bentuk daun dan akhiran dari tekanan. Kecekapan hidrodinamik akar muda "komposit" adalah ketara dan jauh lebih tinggi daripada "orang tua". Penggantian subkoron bagi injap jantung kedua-dua akar aortik yang stabil dan asli membawa kepada kemerosotan dalam ciri-ciri fungsian awal mereka. Kajian ini adalah analisis perbandingan hasil fungsi implan eksperimen xenografts dalam akar aortic allogeneic pada mayat nebalzamirovannyh golongan muda dan warga tua, diikuti dengan penilaian ciri-ciri anatomi dan fungsi akar aortic jauh komposit dalam ujian bangku.

Analisis Perbandingan keputusan dua kumpulan berfungsi akar komposit aorta menunjukkan bahawa ciri-ciri terbaik biomekanik dan hidrodinamik telah diperolehi dengan menggunakan teknik seperti subkoronarnaya injap jantung gantian dengan pemotongan ketiga-tiga xenografts sinus.

Di samping mengekalkan xenografts sinus bukan koronari sering terbentuk paraproteznaya "lebam" ketara mengganggu geometri akar aortic komposit dan memberi kesan negatif kepada prestasi dan live biomekanik kepak itu. Dalam amalan klinikal, seperti pembentukan paraproteznyh haematomas disimpan dalam xenografts sinus bukan koronari sering membawa dalam tempoh postoperative kepada kecerunan tekanan sistolik tinggi dan secara beransur-ansur regresses setakat resorption hematoma.

Dengan sejumlah besar hematoma dan seterusnya organisasi boleh disimpan tinggi sisa kecerunan tekanan berlaku atau jangkitan beliau dengan pembentukan nanah paraproteznogo. Kajian ini juga telah menunjukkan bahawa faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan yang berfungsi seperti prosedur, sebagai pengganti xenografts injap jantung membangunkan model yang diperpanjang akar-penerima yang mencukupi saiz pilihan xenograft dan kedudukannya berbanding dengan anulus fibrosus akar-penerima.

Khususnya, akar aortic mempunyai kesan ke atas spesifikasi fungsi awal membangunkan model xenograft. Supraannulyarnaya subkoronarnaya autograf jantung penggantian jantung, tidak seperti akar aortic palsu, membawa kepada sederhana ubah bentuk lilitan risalah prekomissuralnyh xenograft, dan menyediakan dia ciri-ciri live terbaik berbanding dengan implantasi dalam kedudukan intraannulyarnuyu.

Operasi teknik pemilihan dalam hal bioprosthesis kedudukan aor-tal yang frameless ditentukan terutamanya oleh reka bentuk. Beberapa bioprostheses (AB-Komposit-Kemerovo, mono-AB-Kemerovo, Cryolife-O'Brien, Toronto SPV, Sonn Pencarbon, Shelhigh Standard dan Shelhigh SuperStentless, dll) diimplan hanya dalam kedudukan subkoronarnuyu.

Prostesis adalah dalam satu bahagian heterologus akar aortic (Medtronic Freestyle, PnmaTM Edwards), boleh diimplan dalam kedudukan subkoronarnuyu dengan pemotongan dua atau tiga sinus, dan juga dalam bentuk "akar sisipan» (root-penyertaan) dengan pemotongan sebahagian daripada xenografts sinus koronari. Akhir sekali, prostesis ini boleh ditanam pada teknik "akar penuh» (sepenuh root) Kebanyakan pakar bedah memilih untuk menggunakan teknik implantasi subkoronarnoy menggunakan xenografts keseluruhan Apabila teknik implantasi prostesis aortic subkoronarnoy sering beroperasi melintang (2/3 daripada perimeter aorta menaik agak di atas simpang sinotubular) atau ke hadapan, sekurang-kurangnya separuh atau aortotomiyu melintang penuh.

Selepas pemotongan berhati-hati calcifications injap aortic dan penyingkiran maksimum dinilai visual perubahan anatomi dan aortic geometri akar, terutamanya lokasi mulut arteri koronari. Memilih bioprosthesis saiz frameless masih dibahaskan. Biasanya bioprosthesis dipilih dengan diameter 1-3 mm lebih besar daripada berkaliber maksimum agak bebas dijalankan melalui cincin aortic pesakit.

Kadang-kadang autograf jantung dipilih prostesis dengan diameter yang sama dengan diameter cincin aortic atau simpang sinotubular, dalam beberapa kes dijalankan akar pembinaan semula. Di lokasi rendah dalam mulut arteri koronari yang betul digunakan penggantian subkoronarnaya injap jantung bioprosthesis kemudi dengan penempatannya dalam sinus sinus bukan koronari kanan pesakit, atau melaksanakan akar aortic palsu. Dalam langkah pertama dalam bilangan melapisi implantasi frameless bioprosthesis supraannulyarnuyu kedudukan subkoronarnuyu anulus proksimal sendi nod (tikron 3-0, 2-0 atau 3-0 etibond, 4-0 prolene mengikut budi bicara pakar bedah) dalam satah ventrikuloaortalnogo kompaun yang berlalu, sebenarnya, melalui pangkal fibrosus anulus.

Dalam langkah kedua bioprostheses dibasuh pengawet dihasilkan dalam bentuk keseluruhan akar aortic, yang disediakan bagi implantasi oleh pemotongan dua atau tiga xenografts sinus. Sesetengah penulis tidak mencadangkan untuk melaksanakan di atas ini pemotongan peringkat sinus supaya tidak mengganggu ruang lajur orientasi komissurapnyh di peringkat berikut implantasi. Bioprosthesis Hey tanpa bingkai dihasilkan dengan sinus pemotongan, tidak tertakluk kepada prosedur ini.

Pada peringkat ketiga benang proksimal beberapa lipit utama dijalankan melalui xenografts asas, berhati-hati supaya tidak merosakkan daun jarum. Dalam xenografts Langkah keempat diletakkan di akar aortic pesakit, dan benang dipotong dan diikat. Untuk commissures orientasi yang betul digunakan sementara U-berbentuk jahitan menyokong 3-5 mm di atas commissures xenografts, membimbing mereka melalui dinding luar aorta pesakit.

Peringkat kelima operasi boleh dilakukan dengan cara yang berbeza, bergantung kepada model bioprosthesis itu. Jika seorang model bioprosthesis tanpa sinus atau mereka yg telah dibentuk di peringkat kedua implantasi, kemudian dilakukan mereka "layak" di bawah mulut arteri koronari pesakit. Ia adalah disyorkan untuk mengekalkan orientasi asal commissures definisi ruang dan risalah. Hanya selepas jahitan orientasi commissure berlebihan dibuang xenografts tisu aorta.

Berkembar distapny pusingan talian pengedap berterusan (4-0 atau 3-0 prolene) diletakkan di atas peringkat keenam implantasi. Thread ini dijalankan melalui tepi dibuang xenograft sinus dinding dan sinus penerima akar di bawah mulut arteri koronari. Jahitan Distapny mula memohon pada titik yang paling dalam xenografts sinus proksimal resected dan berakhir di commissures bersebelahan bahagian (kadang-kadang mengesyorkan bermula jahitan distal ke arah yang bertentangan - dari bahagian atas commissure mezhkoronarnoy).

Hujung helai bersebelahan adalah output ke permukaan luar aorta dan dikaitkan dengan satu sama lain. Dalam beberapa kes, sebelum jahitan distal mengikat benang ditadbir fibrin gam ruang paraproteznoe antara sinus bukan koronari untuk mengelakkan pembentukan paraproteznoy hematoma Ia boleh terbentuk kerana tidak sepadan saiz dan bukan koronari pesakit sinus bioprosthesis serta dijangkiti pembentukan paraproteznogo bernanah. Fasa terakhir operasi ini adalah untuk menutup potongan yang aortotomnogo jahitan berterusan (4-0 prolene).

Dalam sesetengah pesakit dijalankan aorta plastik atau autoperikardom ksenoperikardom asli. Bioprosthesis Cryolite-O'Brien tetap single-baris (4-0 prolene) supraannulyarnuyu jahitan berterusan dalam kedudukan.

Dalam dilatasi persimpangan sinotubular dan ectasia annuloaortal, teknik implantasi akar-masuk digunakan dalam beberapa kes. Teknik ini terdiri daripada pengasingan lengkap daripada sinus koronari dan pemeliharaan xenograf sinotular untuk memastikan konfigurasi spasi awalnya. Baris proksimal jahitan nodal ditapis mengikut skema standard. Arteri koronari pesakit ditanamkan ke lubang sinus koronari yang disesuaikan dari xenograf.

Bahagian atas xenograft dan pinggir incision volume aorta dijahit oleh jahitan polipropilena yang berterusan dengan penutupan serentak aorta. Penggantian injap jantung mengikut teknik "akar penuh" dilakukan kurang kerap (pada 4-15%) daripada penggantian injap jantung dalam kedudukan subkoronari. Pertama, aortotomi melintang lengkap dilakukan sedikit di atas persimpangan sinotubular.

Kemudian, potong mulut kedua-dua arteri koronari pesakit bersama-sama dengan bahagian sinus semasa, dan kemudian keluarkan injap aorta yang terpengaruh. Anastomosis proksimal dikenakan menggunakan 28-35 lipit nod (3-0), yang diikat pada jalur teflon atau autopericardium asli 1 mm lebar untuk mengelak sendi. Arteri koronari bioprostesis dikeluarkan. Reimplant mulut arteri koronari kiri dengan jahitan berterusan (5-0 dipotong) jahitan ke sinus autograf jantung berkaitan dengan bioprosthesis.

Melakukan anastomosis distal di antara xenogram dan aorta menaik autograf jantung dengan jahitan berterusan (4-0 prolenus) daripada "end-to-end" jenis. Pada peringkat terakhir, mulut arteri koronari yang betul disalurkan semula. Harus diingat bahawa kesilapan teknikal atau ketidaktepatan dalam bioprosthesis implantasi Hey tanpa bingkai boleh menyebabkan kehilangan distortsiey mereka mobiliti satu atau lebih kepak dan oleh itu - untuk perkembangan awal kemerosotan struktur dan autograf jantung.

Apabila implantasi diperlukan untuk sentiasa mengairi bioprosthesis dengan larutan garam untuk mengelakkan pengeringan dan kerosakan pada tisu injap. Injap jantung gantian bioprosthesis Hey tanpa bingkai dalam kedudukan yang aortic dilakukan pada pesakit dengan hemodynamically kepincangan lama kebanyakannya lebih 40 tahun atau pesakit yang lebih muda menahan sabar dengan anticoagulants. Penggantian xenografts injap jantung dilakukan terutamanya pada pesakit yang berumur 60-70 tahun dan lebih tua.

Ini jenis injap bioprosthesis adalah pilihan untuk pesakit tua dan akar aortic dengan sempit (kurang daripada 21 mm) atau rendah ventrikel kiri pelemparan pecahan, kerana tiada bingkai dalam akar aortic pesakit sempit ini memberikan kesan hemodinamik tinggi. Sinus kalsifikasi berat, akar aneurisme dan / atau aorta menaik anomali lokasi mulut arteri koronari (kedekatan mulut arteri koronari untuk anulus berserabut injap, atau bertentangan antara satu sama lain semasa injap gigi seri), kehadiran secara kekal calcifications anulus, pengembangan ketara simpang sinotubular dianggap sebagai kontra untuk implantasi bioprosthesis Hey tanpa bingkai dalam kedudukan subkoronarnuyu.

Jalan keluar dari keadaan ini adalah penggantian hati xenografts injap teknik prostetik akar aorta. Biasanya, pada orang yang sihat muda, diameter simpang sinotubular selalu lebih kecil daripada diameter cincin berserabut. Walau bagaimanapun, pada pesakit dengan kecacatan injap aorta, terutamanya dalam stenosis aorta, diameter simpang sinotubular sering melebihi diameter cincin berserabut. Dalam kes ini, dipilih diameter saiz bioprosthesis kompaun sinotubulyarnoogo dan diimplan teknik "insert root" atau akar palsu atau dilaksanakan injap jantung gantian subkoronarnaya dengan pembinaan semula simpang sinotubular.

Autograf jantung aneurisma akar aorta, satu prostesis injap terpencil dilakukan, sama ada dalam kombinasi dengan prostetik aorta menaik, atau saluran yang mengandungi injap ditanamkan. Semasa mencontohkan kontraindikasi mutlak terhadap penggunaan bioprosthes tanpa frameless, sesetengah penulis mencadangkan menahan diri daripada penggunaannya dalam kes endokarditis infektif aktif. Penulis lain menggunakan bioprostheses Medtronic Freestyle, Toronto SPV dengan endokarditis infektif aktif.

Sesetengah pakar bedah mengesyorkan xenografts diimplan dalam kedudukan subkoronarnoe hanya dalam bentuk yang tidak rumit daripada proses berjangkit adalah terhad di luar risalah injap aortic yang mungkin kulit sintetik jangkitan bioprosthesis. Lebih tahan kepada jangkitan, menurut beberapa pengarang, mempunyai bioprostheses tanpa bilah yang dipangkas dengan perikardium yang stabil.

Misalnya, xenograf shelhigh digunakan, terutamanya, dalam kes kecemasan jika tiada saiz homograft yang diperlukan. Kekerapan reinfeksi tanpa bioprostheses Shelfigh dan homograft (4%) pada pesakit kedua-dua kumpulan adalah sama.

Biasanya pada pesakit selepas menjalani operasi dengan bioprosthesis tanpa kerangka ditetapkan warfarin (MHO = 2-2.5) selama 1.5-3 bulan. Walau bagaimanapun, dengan pengumpulan pengalaman, banyak pakar bedah menetapkan warfarin kepada pesakit dengan fibrilasi atrium dan risiko komplikasi thromboembolic yang tinggi. Penulis individu hanya menetapkan aspirin kepada pesakit yang juga menjalani pembedahan pintasan aortocoronary. Penggantian injap aortic Pulmonary autograf dengan kaedah DN Ross (1967) dilakukan pada pesakit dengan endokarditis berjangkit injap aortic, apabila kecacatan kelahiran - terutamanya pada bayi baru lahir dan bayi.

Terdapat beberapa pengubahsuaian operasi Ross - penggantian akar aortic, peralatan silinder, Ross-Konn operasi dan lain-lain . Operasi diterangkan juga Ross II, di mana autografts pulmonari diimplan dalam kedudukan yang mitral.

Dalam hal teknik penggantian akar aorta, aorta menaik dipotong oleh akses melintang dan semakan injap aorta. Insisi batang arteri paru-paru dan menghasilkan silang di bawah melaksanakan pemotongan arteri paru-paru kanan akar arteri paru-paru menghasilkan hati supaya tidak merosakkan cawangan septal pertama arteri koronari kiri.

Kedua-dua arteri koronari terputus bersama-sama dengan tapak dari tisu di sekeliling sinus Valsalva. Akar aorta dikeluarkan pada tahap cincin aorta di sepanjang tepi bawah dinding sinus aorta.

Batang arteri pulmonari bersama-sama dengan injap dijahit dengan pangkal akar aorta, dan arteri koronari ditanamkan semula ke dalam autotraf. Allograft arteri pulmonari dijahit ke pembukaan lubang ventrikel kanan dan batang paru-paru distal. Hey tanpa bingkai biologi (allogeneic dan xenogeneic) menggantikan injap jantung atrioventricular telah dibangunkan dan belum terhad diperkenalkan ke dalam amalan klinikal untuk ketara anatomi dan fungsi penggantian injap semula jadi dalam kes kemustahilan operasi injap mengekalkan.

Injap penggantian atriovetrikulyarnyh jantung gantian injap memastikan pemprosesan yang tinggi dan fungsi obturator yang baik sambil mengekalkan ventrikel kesinambungan annulopapillyarnoy, yang menyediakan hasil fungsi yang tinggi.

Prosthesis injap mitral dengan homograft merupakan salah satu operasi pertama dalam perkembangan pembedahan jantung valvular. Kajian-kajian eksperimental pada awal 60-an abad ke-20 mengenai model-model haiwan mempunyai hasil inspirasi yang memperlihatkan integrasi cepat homograft, injap-injap dan kord yang masih utuh satu tahun selepas implantasi. Walau bagaimanapun, percubaan pertama untuk mitral penggantian injap mitral homograft dalam situasi klinikal telah dikaitkan dengan pembangunan disfungsi injap awal kerana salah faham fungsi peranti injap dan kerana kerumitan penetapan otot papillary.

Kemajuan yang dicapai sejak 20 tahun yang lalu dalam menilai injap mitral melalui echocardiography telah meningkatkan asas pengetahuan patofisiologi valvular. Pengalaman yang diperolehi dalam pembedahan rekonstruktif injap mitral membolehkan pakar bedah untuk menguasai teknik operasi pada injap. Intipati implantasi frameless injap atrioventricular pengganti mengurangkan kepada suturing mendahului otot papillyanyh allo-atau xenografts kepada otot papillary pesakit, dan kemudian menetapkan cincin untuk operasi rasuah penerima anulus berserat terdiri daripada beberapa langkah.

Selepas pemotongan berpenyakit injap anatomi pesakit menilai otot papillary yang menghasilkan tolok ukuran pembukaan atrioventricular, dan jarak antara segi tiga berserabut. Kemudian mengambil saiz rasuah, berpandukan ukuran, dan pemegang implan diletakkan di dalam rongga ventrikel, berkenaan dengan contoh daripadanya otot papillary dan anulus pesakit untuk kebetulan antara saiz segi tiga berserabut.

Mengira tahap jahitan otot papillary. Puncak gigi adalah tetap kepada otot papillary U-berbentuk jahitan di pad diambil melalui pangkal otot papillary. Selepas mengikat pinggang berbentuk U, barisan kedua (atas) lipit dilakukan oleh jahitan berterusan autograf jantung tunggal.

Pada mulanya, lipit, sementara dalam bidang segi tiga berserabut, dilepaskan melalui bahagian yang ditandakan cincin berserabut dari rasuah. Selepas pemulihan aktiviti jantung, penilaian echocardiographic transseophageal intraoperative fungsi penutupan rasuah adalah wajib. Injap jantung gantian kriokoservirovannyh homografts mitral untuk Asar et al.

autograf jantung

(1996). Radas mitral kompleks dikeluarkan daripada pesakit yang menjalani pemindahan jantung, di tempat-tempat lampiran otot papillary di dinding miokardium ventrikel dan sekitar anulus injap mitral manipulasi ini dilakukan di dalam bilik operasi. Krioawetan dijalankan selama 18 jam, di mana homografts dalam tisu periuk. Digunakan 5% larutan pengawet dimethylsulfoxide tanpa antibiotik ditambah. Pemeliharaan dilakukan oleh secara beransur-ansur menurunkan suhu kepada -150 ° C.

Ciri-ciri morfologi otot papillary dan pengedaran chordae maklumat untuk setiap homograft dan dicatatkan di dalam kad ID. Ciri-ciri mencatatkan ketinggian injap dan anterior kawasan risalah mitral obturator diukur untuk annuloplasty dan jarak antara hujung otot papillary dan cincin berserabut injap mitral. Otot papillary dikelaskan mengikut ciri-ciri morfologi dan dikelaskan kepada 4 jenis. Perlindungan miokardium dijalankan oleh cardioplegia sejuk melalui akses root aorta ke atrium kiri membuat potongan selari klasik melalui sulcus interatrial.

Kemudian, injap mitral diperiksa untuk penilaian proses patologi, dan keputusan muktamad tentang jenis pembedahan kehadiran kerosakan terpencil, yang memberi kesan kurang daripada setengah daripada injap (injap kalsifikasi atau bernanah), hanya sebahagian daripada homograft diimplan, dengan syarat baki injap adalah normal.

Sebaliknya, kehadiran luka-luka yang menyeluruh dengan penglibatan dalam proses penyakit ini dilakukan hanya injap autograf jantung injap mitral homograft. Apabila menanam homograft mitra pertama dibuang tisu injap berpenyakit bersama-sama dengan chords sesuai, integriti otot papillary dipelihara dengan teliti. Ibu digerakkan dengan memisahkan lapisan otot, melekat pada dinding ventrikel kiri. Injap penggantian hati Homograft bermula dengan penetapan otot papillary. Ekspo otot papillary penerima yang dapat dilihat dengan jelas melalui daya tarikan untuk jahitan-dirakam.

Setiap homograft otot papillary ditetapkan pada celah di antara otot papillary asli dan dinding ventrikel kanan. Kepala homograft otot papillary, commissure menyokong, digunakan sebagai titik rujukan dan diletakkan di bahagian yang sesuai otot autograf jantung asli.

Laman web ini boleh dengan mudah ditentukan, kerana kord commissural selalunya berasal dari hujung otot papillary. Biasanya, homograft otot papillary dijahit sisi ke sisi ke otot papillary penerima kekal pada paras yang lebih rendah.

Untuk silang otot papillary digunakan double jahitan tilam baris, dilindungi oleh banyak lipit rosak. Annuloplasticheskoe Carpentier cincin dijahit ke gelanggang berserabut penerima. Saiz annuloplasticheskogo cincin dipilih berdasarkan saiz anterior risalah homograft obturator diukur. Kepak tisu Homograft kemudian dijahit ke Carpentier cincin 5-0 jahitan polypropylene pecah.

Pelbagai bahagian injap difailkan dalam perintah, commissure zadneme-dially berikut, kepak depan, commissure anterolateral, flap belakang. Perhatian khusus diberikan kepada susunan commissure. Di kawasan-kawasan yang commissures risalah anterior dan jahitan melapisi tanpa ketegangan. Dalam autograf jantung yang berlebihan atau tidak mencukupi kepak tisu homograft berhubung dengan annuloplasticheskomu jahitan cincin dibetulkan untuk mencapai keseimbangan pada masa jahit risalah mitral belakang.

Selepas homograft implantasi hasil carian mana dianggarkan oleh penyerapan masin di bawah tekanan dalam ventrikel (ujian hidraulik) Dengan Asar et al (1996) telah menjalankan satu siri implantations kriokoservirovannyh homografts 43 pesakit lebih patologi diperolehi injap mitral pada kaedah yang diterangkan dengan hasil jangka panjang memuaskan mitral (selepas 14 bulan).

[ 1], [ 2], [ 3], [ 4], [ 5], [ 6], [ 7] Penggantian injap jantung: keputusan serta-merta dan jangka panjang Hospital terdekat atau dalam tempoh 30 hari selepas pembedahan lethality mitral terpencil atau injap aortic, termasuk pintasan arteri koronari cantuman dengan rakan (CABG), 15-20 tahun yang lalu, adalah 10-20%. Dalam tahun-tahun kebelakangan ini, kematian perioperative Nye ketara menurun kepada 3-8% dan adalah disebabkan oleh kehadiran pesakit jantung yang teruk kronik dan kegagalan paru-paru, penyakit paru-paru yang kronik, kegagalan autograf jantung berganda, kencing manis dan pembangunan pelbagai komplikasi postoperative: pendarahan, jangkitan bernanah akut, serangan jantung infarksi, kemalangan serebrovaskular, dan sebagainya.

D. Mengurangkan kematian sepanjang dekad yang lalu disebabkan oleh pembaikan teknik pembedahan injap implantasi, menjadikan teknik nstvovaniem pintasan kardiopulmonari, perlindungan miokardium dengan melaksanakan antegrade darah dan songsang cardioplegia anestetik dan sokongan bantuan pernafasan, serta penggunaan model yang lebih maju injap jantung tiruan, bioprostheses.

Kematian hospital masih lebih tinggi dalam kecemasan dan operasi segera yang dilakukan mengikut tanda-tanda penting, dengan operasi semula (operasi berulang) dan gabungan campur tangan pembedahan. Telah dinyatakan bahawa kebanyakan komplikasi dan kematian berlaku dalam 3-5 tahun pertama selepas operasi, maka stabilisasi kelangsungan hidup terjadi. Kriteria kecekapan fungsi injap yang diimplan dalam mengekalkan kestabilan kostostatik adalah kadar survival pesakit aktuari - ketiadaan ketularan daripada komplikasi yang bergantung kepada injap.

Dalam 90% pesakit yang menjalani pembaikan prostetik injap mitral atau aorta, tanda-tanda kegagalan jantung kronik sebahagian besarnya dihapuskan atau dikurangkan, menjadikannya lulus ke kelas berfungsi I-II (mengikut klasifikasi NYHA). Hanya sekumpulan kecil pesakit yang tinggal di III atau IV FC, yang biasanya dikaitkan dengan kontraktiliti miokardium yang rendah sebelum pembedahan, hipertensi pulmonari awal yang tinggi dan patologi bersamaan.

Kehidupan dan kualiti penunjuk hidup adalah lebih baik pada pesakit dengan injap jantung buatan dalam kedudukan aorta daripada dalam kedudukan mitral. Walau bagaimanapun, kelangsungan hidup mungkin terjejas dengan peningkatan dalam kecerunan tekanan pada injap buatan, peningkatan kegagalan jantung kronik dan tempoh tindak lanjut selepas operasi.

Satu kesan yang besar ke atas keadaan homeostasis dalam badan, kadar kelangsungan hidup dan kualiti hidup pesakit dikendalikan mempunyai parameter hemodinamik injap jantung tiruan Seperti yang dapat dilihat daripada Jadual. 6.2, semua injap jantung tiruan mempunyai rintangan kepada aliran darah, terutama pada beban yang: injap bola mempunyai kejatuhan tekanan yang lebih besar daripada swing-cakera dan kerang berbeza rintangan paling minimum dalam amalan klinikal terperinci ciri-ciri kajian hemodinamik jantung injap tiruan adalah sukar oleh itu keberkesanan injap dinilai pada puncak dan penurunan tekanan purata pada injap, mengesan kedua-dua rehat autograf jantung di bawah beban transthoracic dan transesophageal opplerehokardiografiey (Doppler echocardiography) yang nilainya mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang yang diperoleh semasa catheterization daripada rongga jantung.

Tekanan yang berlebihan dan / atau jumlah yang disebabkan oleh gangguan injap aortic, membawa kepada peningkatan tekanan di dalam ventrikel kiri dan hipertropi pampasan teruk memuntahkan aortic yang menyebabkan ventrikel kiri jumlah beban peningkatan dalam jumlah dan pembangunan akhir diastolik hipertropi aneh iaitu ventrikel kiri. Dalam teruk stenosis aortic sepusat ventrikel kiri hipertropi jantung berlaku tanpa peningkatan jumlah akhir diastolik sehingga peringkat akhir proses, sekali gus meningkatkan nisbah ketebalan dinding dan jejari rongga ventrikel.

Kedua-dua proses patologi membawa kepada peningkatan dalam ventrikel kiri mass Kesan Positif selepas penggantian injap aortic adalah untuk mengurangkan beban jumlah dan tekanan ventrikel kiri, yang menyumbang kepada pembentukan semula dan regresi besar-besaran dalam tempoh jangka panjang serta-merta dan pemerhatian.

Walaupun nilai klinikal dan prognostik mengurangkan jisim myocardium ventrikel kiri masih belum difahami sepenuhnya, konsep ini digunakan secara meluas sebagai Ukuran keberkesanan penggantian injap aorta. Ia boleh dianggap bahawa tahap pengurangan jisim ventrikel kiri untuk dikaitkan dengan operasi hasil klinikal, yang, terutamanya dalam pesakit yang lebih muda adalah penting untuk menyesuaikan pekerjaan fizikal dan seterusnya mereka dalam profesion yang berkaitan dengan melakukan senaman fizikal.

Kajian yang dilakukan pada pesakit selepas penggantian injap aorta menunjukkan bahawa risiko komplikasi jantung berkembang jauh lebih rendah pada pesakit yang telah mencapai pengurangan jisim myocardium ventrikel kiri. Dalam kes ini, saiz optimum prostesis injap penggantian jantung pada stenosis aortic terpencil, kiri massa ventrikel menurun dengan ketara dan beberapa pesakit mencapai nilai-nilai normal dalam tempoh 18 bulan pertama. Regresi massa ventrikel berlangsung sehingga 5 tahun selepas operasi.

Keadaan di mana prostesis tidak mencukupi ciri-ciri hemodinamik tidak membawa kepada pengurangan ketara dalam jisim ventrikel kiri daripada yang telah dipilih hasil operasi yang tidak memuaskan, beberapa penulis dianggap sebagai ketidakpatuhan Pesakit palsu. Dikurangkan survival pesakit dalam tempoh postoperative-an, sebagai tambahan kepada faktor-faktor risiko juga dikaitkan dengan sisi negatif bola tiruan batang-kuali jantung saiz yang besar dan berat, peningkatan kecerunan tekanan, inersia elemen pengunci, yang membawa kepada penurunan dalam jumlah strok dan peningkatan dalam aktiviti autograf jantung.

Walau bagaimanapun, menurut beberapa penulis, penggunaan injap jantung tiruan sfera adalah wajar dalam kedudukan yang mitral untuk jumlah yang besar ventrikel kiri, dinyatakan kalsifikasi, atau aortic - apabila diameter akar aorta> 30 mm, kerana ketahanan kebolehpercayaan mekanikal kualiti hemodinamik memuaskan mereka selama lebih 30 tahun kerja di dalam badan.

Oleh itu, injap jantung tiruan sfera terlalu awal untuk dibuang dari pembedahan jantung. Dengan putar cakera jantung tiruan injap Licks-2 dan Emiks (Mix), Bjork-Shiley, Sorm, Maha Tahu, Omnicarbon, Ullehei-Kaster, Medtromc-Hall dalam kedudukan yang aortic dengan kadar survival aktuari tahun 5-25-ke-pesakit yang lebih tinggi sedikit daripada injap bola, dan julat dari 89% kepada 44%, dan pada mitral - dari 87% kepada 42% turn-cakera, injap jantung tiruan, terutama Medtromc-Hall, mempunyai sudut maksimum pembukaan dan bersaing untuk kecekapan hemodinamik kerang injap jantung mekanikaldiketahui dengan kelebihan mereka terhadap lempung bola Anami adalah hemocompatibility baik, mengurangkan trombosis tiruan injap jantung dan komplikasi thromboembolic, kerugian yang lebih kecil tenaga dan rintangan aliran, kelajuan, saiz kecil dan berat badan, struktur aliran yang lebih baik.

Menggantikan injap jantung injap cakera berputar, berbanding dengan injap bola, parameter morphofunctional jantung telah meningkat dengan ketara. Kelebihan mereka ialah hemodinamik bermanfaat dan untuk segera dan lewat tempoh postoperative, terutamanya pada pesakit dengan fibrilasi atrium dan kegagalan jantung kongestif, dan "sindrom pengeluaran kardiak rendah" adalah dua kali lebih cenderung berbanding dengan injap bola.

Kelebihan hemodinamik yang ketara telah dicatatkan pada pesakit dengan implantasi injap jantung tiruan bivalve Medinzh-2; Carbonix-1; St. Jude Medical; Karbomedik; Sonn Bicarbon; ATS kedua-dua mitral dan dalam kedudukan aortic relatif putar cakera dan, lebih-lebih lagi, bola oleh kecerunan tekanan merentasi injap, kawasan injap berkesan prestasi injap, autograf jantung kamar jumlah jantung, jisim miokardium dan kadar survival autograf jantung dan kestabilan autograf jantung hasil dari 93% hingga 52% hingga 5-15 tahun dalam kedudukan autograf jantung dan dari 96% hingga 61% dalam aorta.

Dalam STS autograf jantung bersama / AATS Persatuan Thoracic Surgeons Amerika Syarikat memberikan definisi komplikasi non-fatal injap bergantung dan tidak berjangkit tertentu asal berjangkit, yang membawa kepada penurunan dalam kadar survival aktuari, kualiti hidup dan peningkatan kecacatan.

Komplikasi injap yang bergantung kepada tidak berjangkit termasuk disfungsi injap struktur - apa-apa perubahan kepada fungsi injap yang diimplan akibat haus, kerosakan, jamming injap atau pecah jahitan, yang membawa kepada stenosis atau memuntahkan. Oleh disfungsi injap bukan struktur termasuk mana-mana disfungsi injap, yang tidak berkaitan dengan kegagalannya: saiz tidak sepadan dengan injap dan struktur sekitarnya, paraklapannaya fistula membawa kepada stenosis atau memuntahkan.

Aktuari dan petunjuk Linear autograf jantung struktur injap mekanikal kira 90-95% dan 0-0,3% pesakit-tahun, masing-masing. Pemantauan jangka panjang pesakit dengan sfera mekanikal MCC injap AKCH, Starr-Edwards dan putar cakera Licks-2, Mix, Emiks, Medtronic-Hall dan kerang MedEng-2 Karboniks-1, St Jude Medical, Carbomedics et al. Menunjukkan bahawa injap ini sangat tahan terhadap kerosakan struktur.

Satu nombor tidak digunakan masa ini prostesis mekanikal seperti Bjork-Shiley Convexo-cekung, mempunyai rapuh lejang dan dikecualikan daripada amalan klinikal. Tidak seperti injap mekanikal, degenerasi struktur bioprostheses, sebaliknya, ia adalah yang paling kerap tidak maut komplikasi injap bergantung. Jadi, pemerhatian yang panjang kini digunakan bioprostheses bingkai kawat generasi kedua, termasuk babi Medtronic Hankock II dan perikardium Carpenter-Edwards, menunjukkan bahawa dalam kedudukan yang aortic di lebih daripada 90% daripada bioprosthesis kemerosotan struktur tidak berkembang dalam tempoh 12 tahun, manakala dalam kedudukan mitral, ia berlaku lebih awal kerana beban sistolik yang lebih ketara pada injap prostesis.

autograf jantung

Pembentukan fistula paraplanar pada waktu awal atau lewat selepas pembedahan boleh difasilitasi oleh perkembangan endokarditis prostetik atau pengkalsifikasi besar-besaran cincin berserat, serta kesilapan teknikal semasa implan injap. Hemodynamically ketara paraklapannye fistula biasanya menyebabkan hemolitik anemia refraktori, berbanding dengan ijazah klinikal tidak penting hemolisis intravaskular kronik yang diperhatikan selepas implantasi hampir semua mekanikal, dalam injap bola-dan cakera pivotally, tertentu.

Kesilapan teknikal kerana jarak yang terlalu besar antara sesak menyumbang kepada pembentukan bahagian Potez tanpa menutup hubungan dengan cincin injap berserabut yang akhirnya membawa kepada pembentukan fistulas Jika paraklapannaya fistula hemodynamically ketara dan menyebabkan hemolisis disertai oleh anemia dan memerlukan pemindahan darah, maka suturing fistulas atau injap reprotezirovanie. Hasilnya, pembaikan teknik pembedahan kejadian fistulas Paraclete-pannyh baru-baru ini menurun dan pada prestasi kelinearan, 0% hingga 1.5% daripada pesakit-tahun untuk kedua-dua injap mekanikal dan untuk bioprostheses.

Sesetengah penulis berkata pertumbuhan fistulas paraklapannyh selepas implantasi kerang injap mekanikal, berbanding dengan bioprostheses, dengan anggapan bahawa ia adalah berkaitan dengan penggunaan menyayat dan jahitan jahit cuff yang lebih sempit. Walaupun peningkatan teknik pembedahan, rawatan postoperative dan profilaksis antibiotik, endokarditis prostetik kekal sebagai salah satu masalah pembedahan jantung yang tidak dapat diselesaikan dan memenuhi sehingga 3% komplikasi autograf jantung injap jantung prostetik.

Walaupun bahan-bahan dari mana injap jantung tiruan mekanik yang dihasilkan mempunyai ciri-ciri tahan trombus, sumber jangkitan mungkin adalah jahitan yang membetulkan prostesis Tisu jantung, di mana trombotik endokardi bukan bakteria Kerosakan yang boleh dijangkiti semasa bakteria autograf jantung.

Apabila prostesis rosak dalam kedudukan aorta, kekurangannya sering berlaku (67%), dan jika prostesis injap mitral terjejas, halangannya (71%) berlaku. Abses cincin berserabut terdapat di 55% daripada kes endokarditis prostetik. Endocarditis berjangkit bioprosthesis autograf jantung menyebabkan bukan sahaja pemusnahan injap, tetapi juga abses cincin jahit, yang lebih kerap berkembang pada tahun pertama selepas operasi daripada masa kemudian - 27%).

Bergantung kepada masa pembangunan, endokarditis palsu umumnya dibahagikan kepada awal (60 hari selepas pembedahan) dan lewat (lebih daripada 60 hari). Endokarditis prostetik awal berlaku pada 35-37% daripada kes-kes dan biasanya disebabkan oleh jangkitan bakteria injap sama ada semasa implantasi intraoperatively atau laluan hematogenous luka selepas pembedahan atau kateter vena untuk campuran intravena.

Menguasai dalam tempoh ini epidermidis dan Staphylococcus aureus (28,1-33% dan 17-18,8%, masing-masing), Enterococcus - 6.3% streptococcus zelenyaschy - 3.1%, bakteria Gram-negatif dan flora kulat. Terdapat kes-kes jangkitan endokarditis etiologi virus, walaupun pada hakikatnya bahawa dalam kebanyakan kes lewat endokarditis prostetik (kejadian 60-63%) berkaitan dengan septisemia bukan jantung. Menurut D. Horstkotte et al. (1995), yang paling sering lewat endokarditis palsu berlaku sebagai komplikasi selepas prosedur pergigian (20.3%), manipulasi urologi dan urosepsis (13.9%), terapi intensif menggunakan kateter vena kekal (7.4%), pneumonia dan bronkitis (6.5%), manipulasi saluran udara (5.6%), kajian autograf jantung saluran penghadaman (4.6%), trauma jangkitan luka (4.6%), pembedahan perut (3.7%), melahirkan anak ( 0.9%).

Dalam sesetengah kes, ia mungkin disebabkan oleh jangkitan nosokomial patogen lisan malovirulentnymi Staphylococcus epidermidis. Kekerapan aktuari dan Linear penunjuk kejadian endokarditis palsu dalam kedudukan yang aortic membentuk 97-85% dan 0,6-0,9% pesakit-tahun, masing-masing, lebih tinggi sedikit dalam kedudukan yang aortic berbanding injap mitral. Kebebasan selama lima tahun dari endokarditis bioprostetik, menurut kebanyakan kajian utama, lebih daripada 97%.

Risiko endokarditis prostetik untuk injap mekanikal sedikit lebih tinggi daripada bioprostheses. Yang palsu endokarditis bioprosthesis Hey tanpa bingkai dan allografts adalah kurang biasa, oleh itu, injap ini boleh menjadi lebih berguna apabila menggantikan prostesis mekanikal semasa reoperation pada endokarditis yang palsu. Terapi antibakteria intravena diberikan di bawah kawalan kepekaan budaya darah dan harus dimulakan secepat mungkin.

Pengalaman telah menunjukkan bahawa jika dijangkiti mikroorganisma malovirulentnymi (biasanya streptococci), kebanyakan pesakit dengan endokarditis palsu boleh dirawat secara konservatif. Walau bagaimanapun, terapi ini, terutama apabila berurusan dengan flora yang sangat getir jangkitan (Staphylococcus, jangkitan kulat), yang akan dilengkapi dengan memperkenalkan antiseptik dan memegang status imun pembetulan endokarditis palsu sering memerlukan segera dan kadang-kadang pembedahan kecemasan.

Komplikasi yang paling berbahaya yang jauh susulan pesakit yang menjalani reimplantation injap jantung tiruan kebarangkalian sebanyak reinfection reinfection prostesis selepas pembedahan berulang bergantung kepada kereaktifan dan kemungkinan pakar bedah untuk benar-benar menghapuskan semua tumpuan jangkitan semasa operasi awal. Hasil rawatan endokarditis prostetik perlu ditingkatkan Kekerapan pembangunan jangkitan paraplanal pada pesakit dengan endokarditis prostetik boleh mencapai 40%.

Kematian dengan endokarditis prostetik awal adalah 30-80%, dan pada akhir-20-40%. Komplikasi injap bergantung digunakan hemolisis intravaskular kronik yang disebabkan oleh kerosakan mekanikal terus ke korpuskel darah bekerja injap tiruan jantung, aliran diputarbelitkan struktur aliran injap, pergolakan, aliran dipisahkan, rarefactions, meningkatkan aktiviti fizikal, apa-apa jangkitan kronik, percambahan pannus, degenerasi struktur bioprosthesis, trombosis injap jantung tiruan, melanggar meliputi kain dan lapisan endothelial pelana dan buatan injap, buah pinggang dan hati kekurangan al.

Dalam situasi ini, proses perubahan homeostasis mengambil bentuk aliran lingkaran negatif dengan perkembangan pesat perubahan tidak dapat dipulihkan yang membawa kepada sindrom masa vitiyu, kronik pembekuan intravaskular disebarkan dan kegagalan organ berganda, yang menyebabkan komplikasi trombotik.

Autograf jantung hemolisis intravaskular kronik menjejaskan dan mekanisme autoimun, kejadian yang berlebihan spesies oksigen aktif dan pengoksidaan lipid mengaktifkan semasa hipoksia. Hemoglobin dan besi ion dibebaskan oleh hemolisis intravaskular kronik sendiri adalah activators kuat pengoksidaan lipid. Tahap hemolisis intravaskular kronik tidak berubah pada tempoh implantasi injap jantung tiruan dengan fungsi memuaskan ia tidak menjejaskan tahap hemolisis autograf jantung fibrilasi atrium kronik dan tahap kegagalan jantung kongestif.

Apabila menggunakan biasanya berfungsi moden bingkai prostesis hemolisis mekanikal atau biologi jarang berlaku. Kronik hemolisis intravaskular pada pesakit dengan injap jantung prostetik mekanikal berlaku autograf jantung kekerapan prestasi aktuari dan kelinearan dalam 99,7-99,8% dan 0,06-0,52% pesakit-tahun, autograf jantung.

Seperti Perubahan besar kekerapan hemolisis intravaskular kronik tidak membenarkan untuk menganggarkan secara objektif kelebihan pembinaan tertentu injap jantung tiruan atau bioprosthesis.

Di samping itu, pada masa ini tiada ujian biokimia tepat standard menilai keadaan tahap keterukan hemolisis. Hemolisis intravaskular kronik walaupun pada tahap klinikal tidak penting membawa kepada gangguan reologi darah, anemia hemolitik progresif, trombotik dan hemostasis gangguan disebabkan oleh pelemparan eritrosit tromboplastinopodobnogo bahan pigmen yang musnah fungsi hati, hemosiderosis buah pinggang, kegagalan buah pinggang, anemia kekurangan zat besi, menggalakkan endokarditis bakteria.

Rawatan hemolisis intravaskular kronik pada pesakit dengan injap jantung palsu dilakukan secara individu bergantung kepada tahap dinamik pembangunan dan sebab-sebab akibat. Dalam kes decompensated kronik intravaskular hemolisis had ditunjukkan aktiviti fizikal, mengekalkan erythropoiesis dan mengisi kehilangan besi (persiapan besi, asid folik, autograf jantung lain-lain); untuk menstabilkan membran Erith-ROCIT melantik autograf jantung, hormon steroid pada pesakit dengan ujian autoimun positif, dengan teruk anemia - erythropoietin pemindahan darah di bawah kawalan hemoglobin, haptoglobin, LDH.

Trombosis dan thromboembolism injap adalah yang paling biasa injap yang bergantung kepada komplikasi selepas pembedahan pada pesakit dengan injap mitral prostetik mekanikal dan biologi, menyebabkan kemerosotan kualiti hidup dan hilang upaya.

Selalunya ia berlaku pada pesakit dengan injap mekanikal. Lebih 50% daripada pesakit selepas injap mitral dengan fibrilasi atrium kronik dan faktor-faktor risiko yang lain (pecahan pelemparan rendah, sejarah komplikasi thromboembolic, saiz besar thrombus atrium kiri dalam rongga et al.) Terdedah komplikasi thromboembolic walaupun pencegahan penggumpalan darah yang mencukupi dan juga meningkat kemungkinan trombosis dalam injap mekanikal kes, perubahan dalam protokol pencegahan penggumpalan darah itu.

Thromboembolism agak jarang berlaku pada pesakit selepas injap mitral dengan jumlah kecil atrium kiri, dan normal sinus irama output jantung. Selain itu, pesakit dengan jenis lama injap prostesis, yang menerima terapi pencegahan penggumpalan darah yang lebih intensif boleh membangunkan hypocoagulation autograf jantung yang autograf jantung.

Antara banyak faktor risiko etiologic acara trombotik mengenalpasti teras: aktiviti pencegahan penggumpalan darah yang autograf jantung mencukupi proses reumatik dan endokarditis berjangkit, autograf jantung terutama prostetik dengan tumbuh-tumbuhan yang besar; perlahan dan stasis aliran darah yang dikaitkan dengan jumlah minit yang rendah peredaran darah, hypovolemia, fibrilasi atrium, melanggar contractility miokardium.

Coagulopathy penggunaan dan sindrom pembekuan intravaskular disebarkan, hipertensi pulmonari boleh membawa kepada peningkatan dalam fibrinogen, ketidakseimbangan thromboxane dan prostacyclin, endothelin-1, disfungsi endothelial dan menyumbang kepada trombosis.

Di samping itu, fistulas dan paraklapannye memuntahkan dalam injap jantung tiruan, membawa kepada penyelewengan lagi struktur aliran dengan perkembangan aliran dinaikkan dipisahkan, ricih, pergolakan, peronggaan, menyebabkan disfungsi endothelial, hemolisis intravaskular kronik dan thrombus.

Komplikasi yang jarang berlaku dan amat berbahaya adalah trombosis injap palsu, risiko yang tidak melebihi 0.2% pesakit-tahun, ia adalah lebih biasa di kalangan pesakit dengan injap mekanikal. Kekerapan dan petunjuk segaris aktuari trombosis injap jantung prostetik mekanikal adalah antara 97% hingga 100% dan 0% hingga 1.1% daripada pesakit-tahun, dan dalam kedudukan yang mitral, kadar ini lebih tinggi daripada di aortic itu.

Perbezaan ketara seperti trombosis tiruan injap jantung dan komplikasi thromboembolic boleh dijelaskan oleh faktor risiko tersembunyi yang berbeza dan tahap pencegahan penggumpalan darah pada pesakit. Menurut data ringkasan percubaan multicenter rawak pusat pembedahan jantung asing, kesemua kes trombosis Carbomedics injap tiruan dilaporkan pada pesakit dengan pencegahan penggumpalan darah mod terjejas di bawah tahap yang disyorkan MHO (INR) (2,5-3,5) autograf jantung masa prothrombin (1.5) dalam sesetengah pesakit, terapi antikoagulan terganggu.

Dalam autograf jantung ini, aktuari Kadar injap trombosis pada pesakit dengan injap jantung palsu Carbomedics merupakan tahun ke-5 97%, linear - 0.64% pesakit-tahun dalam kedudukan mitral, dan dalam kedudukan yang aortic - trombosis, injap palsu jantung telah diperhatikan. Untuk 4000 implantasi injap jantung buatan, Lix-2 dan Emix thrombosis adalah 1%. Translation Disclaimer: The original language of this article is Russian. For the convenience of users of the iLive portal who do not speak Russian, this article has been translated into the current language, but has not yet been verified by a native speaker who has the necessary qualifications for this.

In this regard, we warn you that the translation of this article may be incorrect, may contain lexical, syntactic and grammatical errors.

The iLive portal does not provide medical advice, diagnosis or treatment. The information published on the portal is for reference only and should not be used without consulting a specialist.

Carefully read the rules and policies of the site. You can also contact us! Copyright © 2011 - 2021 iLive. All rights reserved. Next page
• ▼ 2016 (121) • ▼ listopada (6) • VOLLEYOANN.BLOGSPOT.COM • THE END? • #VolleyLinki część 45 • Relacja: LOTOS Trefl Gdańsk - ONICO AZS Politechni.

• #VolleyLinki część 44 • Podsumowanie miesiąca: październik • ► października (11) • ► września (11) • ► sierpnia (11) • ► lipca (12) • ► czerwca (11) • ► maja (10) • ► kwietnia (13) • ► marca (12) • ► lutego (12) • ► stycznia (12) • ► 2015 (135) • ► grudnia (10) • ► listopada (10) • ► października (9) • ► września (19) • ► sierpnia (16) • ► lipca (15) • ► czerwca (10) • ► maja (9) • ► kwietnia (10) • ► marca (9) • ► lutego (8) • ► stycznia (10) • ► 2014 (130) • ► grudnia (8) • ► listopada (7) • ► października (9) • ► września (10) • ► sierpnia (12) • ► lipca (16) • ► czerwca (30) • ► maja (8) • ► kwietnia (7) • ► marca (8) • ► lutego (6) • ► stycznia (9) • ► 2013 (128) • ► grudnia (8) • ► listopada (9) • ► października (10) • ► września (7) • ► sierpnia (12) • ► lipca (10) • ► czerwca (13) • ► maja (12) • ► kwietnia (11) • ► marca (12) • ► lutego (11) • ► stycznia (13) • ► 2012 (159) • ► grudnia (15) • ► listopada (15) • ► października (15) • ► września (14) • ► sierpnia (17) • ► lipca (15) • ► czerwca (12) • ► maja (14) • ► kwietnia (9) • ► marca (14) • ► lutego (8) • ► stycznia (11) • ► 2011 (68) • ► grudnia (13) • ► listopada (14) • ► października (7) • ► września (11) • ► sierpnia (8) • ► lipca (7) • ► czerwca (8) Plus Liga (119) zdjęcia (94) relacja (75) LOTOS Trefl Gdańsk (72) PGE Skra Bełchatów (68) Liga Światowa (61) Reprezentacja (55) Siatkówka (47) Polska (46) podsumowanie (45) Kibice (35) 30 day photo challenge (29) Liga Mistrzów (29) Mistrzostwa Świata (28) Resovia Rzeszów (26) Ergo Arena (24) Mistrzostwa Europy (24) ZAKSA Kędzierzyn Koźle (22) Mariusz Wlazły (19) urodziny (19) Jastrzębski Węgiel (16) wakacje (16) Memoriał (15) transferowy rollercoaster (15) Brazylia (14) blog (14) marzenia (12) skład (12) Puchar Polski (11) święta (11) autograf jantung ręczna (10) sparingi (10) transfery (10) Stephane Antiga (9) as statystyczny (9) Bartosz Kurek (8) Iran (8) Transfer Bydgoszcz (8) Włochy (8) AZS Politechnika Warszawska (7) Cerrad Czarni Radom (7) Francja (7) Rosja (7) muzyka (7) trening (7) AZS Olsztyn (6) Daniel Pliński (6) Paweł Zatorski (6) Puchar CEV (6) Serbia (6) AZS Częstochowa (5) Arkadiusz Gołaś (5) Effector Kielce (5) Młoda Liga (5) Paweł Zagumny (5) Piłka Nożna (5) Siatkówka na wesoło (5) trener (5) Anastasi (4) Bułgaria (4) Krzysztof Ignaczak (4) Marcin Możdżonek (4) Stadion Narodowy (4) Superpuchar (4) prezent (4) Aleksandar Atanasijević (3) BBTS Bielsko-Biała (3) Bydgoszcz (3) Cuprum Lubin (3) MKS Banimex Będzin (3) Michał Kubiak (3) Michał Winiarski (3) Niemcy (3) PGE Atom Trefl Sopot (3) Sopot (3) Sport (3) Zbigniew Bartman (3) cytaty (3) Argentyna (2) Cupkovic (2) De Cecco (2) Falasca (2) Grzegorz Bociek (2) Karol Kłos (2) Studia (2) Warszawa (2) Zenit Kazań (2) konkurs (2) Australia (1) Berlin Recycling Volleys (1) CEV (1) Chemik Police (1) Chiny (1) Damian Wojtaszek (1) Daniel Castellani (1) FIVB (1) Kanada (1) Konstantinov (1) Michał Łasko (1) Orlen Liga (1) Social Media (1) USA (1) Uriarte (1) Vive Tauron Kielce (1) Wybrzeże Gdańsk (1) rekord Guinnessa (1)Lakonan semula prosedur pemindahan jantung pertama yang dilakukan di Afrika Selatan pada tahun 1967.

MeSH D016377 Lain-lain kod: {{{OtherCodes}}} Pemindahan organ atau transplantasi organ ialah sejenis prosedur perubatan di mana organ dikeluarkan daripada satu tubuh dan diletakkan ke dalam tubuh penerima untuk menggantikan organ yang rosak atau hilang. Penderma dan penerima mungkin berada di lokasi yang sama, atau organ-organ barangkali diangkut dari tempat pendermaan ke lokasi lain.

Organ-organ dan/atau tisu yang dipindahkan dalam tubuh badan yang sama dipanggil "autocantuman" atau "autograf" (daripada autograft). Pemindahan yang dilakukan antara dua individu daripada spesies yang sama dipanggil "alocantuman" atau "alograf". Alocantuman ini boleh diperolehi dairipada sumber yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia.

Organ-organ yang telah berjaya dipindahkan termasuk jantung, buah pinggang, hati, paru-paru, pankreas, usus, dan timus. Beberapa organ tertentu seperti otak tidak boleh dipindahkan. Tisu termasuk tulang, tendon (kedua-duanya disebut sebagai cantuman otot tulang atau musculoskeletal graft), kornea, kulit, injap jantung, saraf dan urat. Buah pinggang adalah organ yang paling biasa dipindahkan dalam pembedahan di seluruh dunia, diikuti oleh hati dan kemudian jantung.

Cantuman kornea dan otot tulang adalah tisu yang paling biasa dipindahkan melebihi prosedur transplantasi organ lain sebanyak lebih dari sepuluh kali.

Organ diperolehi daripada penderma sama ada individu yang masih hidup, mati otak, atau mati melalui penghentian peredaran darah. [1] Tisu mungkin diperolehi daripada penderma yang mati peredaran darah, serta kematian otak – sehingga 24 jam selepas terhentinya degupan jantung.

Tidak seperti organ-organ, kebanyakan tisu (kecuali kornea) boleh diawet dan disimpan sehingga lima tahun lamanya. Proses pemindahan ini telah menimbulkan beberapa isu bioetika termasuk pentakrifan kematian, bilakah dan bagaimana persetujuan harus diberikan untuk organ penderma sebelum ia dipindahkan, dan pembayaran untuk organ-organ ulyang bakal dipindahkan. [2] [3] Isu-isu etika lain termasuk pelancongan berasaskan pemindahan autograf jantung serta juga konteks sosioekonomi di mana pemindahan sebegini boleh berlaku dalam skop yang lebih meluas, terutamanya isu penyeludupan organ.

[4] Isi kandungan • 1 Jenis pemindahan • 2 Organ dan tisu yang boleh dipindahkan • 2.1 Dada • 2.2 Abdomen • 2.3 Tisu, sel dan cecair • 3 Rujukan • 4 Bacaan lanjut Jenis pemindahan [ sunting - sunting sumber ] • Autocantuman (autograf): Pemindahan tisu dalam individu penerima yang sama. Pemindahan ini kadangkalanya dilakukan dengan menggunakan tisu yang berlebihan, boleh tumbuh semula mahupun yang jauh lebih diperlukan di bahagian badan yang lain. • Alocantuman (alograf): Pemindahan organ atau tisu antara dua individu yang berbeza genetiknya dalam satu spesies yang sama.

Kebanyakan pemindahan organ dan tisu manusia bersifat sebegini. Perbeszaan genetik di antara individu penderma dan penerima menyebabkan sistem imun mengenal pasti organ diterima sebagai suatu bendasing lalu diusahakan agar menyingkirkan organ tersebut.

• Xenocantuman (xenograf): Pemindahan organ atau tisu dari autograf jantung hidupan yang berlainan spesies kepada satu hidupan lain yang juga berlainan spesies. Organ dan tisu yang boleh dipindahkan [ sunting - sunting sumber ] Dada [ sunting - sunting sumber ] • Jantung (penderma mati sahaja) • Paru-paru (pemindahan paru-paru antara penderma yang mati dengan yang autograf jantung • Jantung/paru-paru (penderma mati dan pemindahan secara domino) Abdomen [ sunting - sunting sumber ] • Buah pinggang (penderma mati dan penderma hidup) • Hati (penderma mati dan penderma hidup) • Pankreas (penderma mati sahaja) • Usus (penderma mati dan penderma hidup) • Perut (penderma mati sahaja) • Testis [5] (penderma mati dan penderma hidup) Tisu, sel dan cecair [ sunting - sunting sumber ] • Tangan (penderma mati sahaja), penerima pertama: Clint Hallam pada tahun 1984 • Kornea (penderma mati sahaja) • Kulit, termasuk Pencantuman semula muka (autocantuman) dan pemindahan muka (amat jarang berlaku) • Pulau Langerhans (pankreas sel-sel pulau kecil) (penderma mati dan penderma hidup) • Tulang sum-sum/sel tunjang dewasa (penderma hidup dan autocantuman) • Pemindahan darah/transfusi bahagian darah (penderma darah dan autocantuman) • Pembuluh darah (autocantuman dan penderma mati) • Injap jantung (penderma mati, hidup dan cantuman luar [babi/ lembu]) • Tulang (penderma mati dan penderma hidup) Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Manara, A.

R.; Murphy, P. G.; O'Callaghan, G. (2011). "Donation after circulatory death". British Journal of Anaesthesia. 108: i108–i121. doi: 10.1093/bja/aer357. PMID 22194426. • ^ See WHO Guiding Principles on human cell, tissue and organ transplantation, Annexed to World Health Organization, 2008. • ^ Further sources in the Bibliography on Ethics of the WHO.

• ^ See Organ trafficking and transplantation pose new challenges. • ^ Connor, Steve (24 September 1999). "Doctors plan first testicle transplant". The Independent. Dicapai pada 17 April 2013¦location=London. Check date values in: -access-date= ( bantuan) Bacaan lanjut [ sunting - sunting sumber ] • World Health Organization (2008). Human organ and tissue transplantation (PDF). Geneva / New York: Pertubuhan Kesihatan Sedunia.

m/s. 13. Dicapai pada 24 Disember 2013. Andrologi · Anestesiologi · Dermatologi · Gerontologi · Ginekologi · Perubatan am · Kesihatan awam · Kesihatan kerja · Neurologi · Obstetrik · Otorinolaringologi · Patologi · Pediatrik · Pembedahan · Perubatan dalaman · Perubatan kecemasan · Psikiatri · Radiologi · Rehabilitasi Cabang perubatan dalaman Pembedahan umum · Pembedahan anak · Pembedahan kulit · Pembedahan ginekologi · Pembedahan autograf jantung dan pembuluh darah · Pembedahan mata · Pembedahan mulut dan maksilofasial · Pembedahan ortopedik · Pembedahan plastik · Pembedahan saraf · Pembedahan trauma · Pembedahan urologi · Pembedahan pembuluh darah · Pembedahan tumor · Otorinolaringologi · Pemindahan organ • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • Bahasa Indonesia • Bân-lâm-gú • Беларуская • Bosanski • Български • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Eesti • Ελληνικά • English • Español autograf jantung Esperanto • Euskara • فارسی • Français • Gaeilge • Galego • 客家語/Hak-kâ-ngî • 한국어 • Հայերեն • हिन्दी • Hrvatski • Interlingua • Íslenska • Italiano • עברית • ქართული • Қазақша • Кыргызча • Latina • Latviešu • Magyar • Македонски • മലയാളം • Nederlands • नेपाली • नेपाल भाषा • 日本語 • Norsk bokmål • Norsk nynorsk • Nouormand • Oʻzbekcha/ўзбекча • पालि • Plattdüütsch • Polski • Português • Română • Русский • संस्कृतम् • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • کوردی • Српски / srpski • Srpskohrvatski / српскохрватски • Suomi • Svenska • Tagalog • தமிழ் • ไทย • Tiếng Việt • Türkçe • Українська • ייִדיש • 粵語 • 中文 Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 08:15, 21 September 2020.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •

MENGENAL KATETERISASI JANTUNG & ANGIOGRAFI




2022 www.videocon.com