Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • अवधी • Azərbaycanca • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • Hausa • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • ქართული • Taqbaylit • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Limburgs • Ligure • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Deitsch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Ikirundi • Română • Русский • Саха тыла • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan.

Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.

Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional. Radang paru-paru Gambar rontgen dada menunjukkan pneumonia bakterial berbentuk baji yang sangat menonjol di paru kanan. Spesialisasi Pulmonologi, penyakit infeksi Radang paru-paru atau pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru—utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus.

[1] [2] Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun. [1] [3] Gejala khasnya meliputi batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas. [4] Alat diagnostik mencakup rontgen dan pengambilan kultur dari sputum.

Vaksin untuk mencegah jenis pneumonia tertentu kini sudah tersedia. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab dasarnya. Dugaan pneumonia bakterial diobati dengan antibiotik. Jika pneumonianya parah, penderita biasanya dirujuk ke rumah sakit. Setiap tahunnya, pneumonia menjangkiti sekitar 450 juta orang, tujuh persen dari total populasi dunia, dan menyebabkan sekitar 4 juta kematian.

Walaupun pneumonia dijuluki oleh William Osler pada abad ke-19 sebagai "the captain of the men of death" (pemimpin kematian), [5] penemuan terapi antibiotik dan vaksin pada abad ke-20 telah meningkatkan daya tahan hidup. [6] Meskipun demikian, di negara berkembang, dan di antara orang-orang berusia sangat lanjut, sangat muda, dan penderita sakit kronis, pneumonia tetap menjadi penyebab kematian yang utama.

[6] [7] Daftar isi • 1 Tanda-tanda dan gejala • 2 Penyebab • 2.1 Bakteri • 2.2 Virus • 2.3 Fungi • 2.4 Parasit • 2.5 Idiopatik • 3 Patofisiologi • 3.1 Lainnya • 4 Penatalaksanaan • 4.1 Bakteri • 4.2 Viral • 4.3 Aspirasi • 5 Prognosis • 5.1 Aturan prediksi klinis • 5.2 Efusi pleura, empiema, dan abses • 5.3 Kegagalan pernapasan dan sirkulatori • 6 Epidemiologi • 6.1 Anak-anak • 7 Sejarah • 8 Masyarakat dan budaya • 9 Lihat pula • 10 Referensi • 11 Pranala luar Tanda-tanda dan gejala [ sunting - sunting sumber ] Frekuensi gejala [8] Gejala Frekuensi Batuk 79–91% Kelelahan 90% Demam 71–75% Sulit bernapas 67–75% Sputum 60-65% Nyeri dada 39-49% Gejala utama pneumonia yang menular Pasien pneumonia yang menular biasanya menderita batuk produktif, demam yang disertai menggigil bergetar, sulit bernapas, nyeri dada yang tajam atau menghunjam selama menarik napas dalam-dalam, dan peningkatan laju respirasi.

[9] Pada manula, adanya kebingungan menjadi tanda yang paling utama. [9] Tanda-tanda dan gejala khusus pada anak-anak balita yaitu demam, batuk, dan napas yang cepat atau sulit.

[10] Demam tidak sangat spesifik, karena ini gejala yang umum timbul pada berbagai penyakit, dan mungkin tidak tampak pada penderita penyakit parah atau malagizi. Selain itu, gejala batuk sering tidak muncul pada anak-anak berusia kurang dari 2 bulan. [10] Tanda-tanda dan gejala yang lebih parah meliputi: kulit biru, rasa haus berkurang, konvulsi, muntah-muntah yang menetap, suhu ekstrem, atau penurunan tingkat kesadaran. [10] [11] Kasus pneumonia bakterial dan viral biasanya muncul dengan gejala yang serupa.

[12] Beberapa penyebabnya dikaitkan dengan karakteristik klinis yang klasik tetapi tidak spesifik. Pneumonia yang disebabkan oleh Legionella dapat muncul disertai nyeri perut, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali, atau kebingungan, [13] sedangkan pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dikaitkan dengan sputum berwarna karat, [14] dan pneumonia yang disebabkan oleh Klebsiella dapat disertai sputum berdarah yang sering digambarkan sebagai "currant jelly" (lendir merah).

[8] Sputum berdarah (dikenal sebagai hemoptisis) juga dapat muncul pada tuberkulosis, pneumonia gram-negatif, dan abses paru serta umum dijumpai pada bronkitis akut. [11] Pneumonia mikoplasma dapat timbul bersama pembengkakan nodus limfa di leher, nyeri sendi, atau infeksi telinga tengah.

[11] Pneumonia viral lebih umum muncul disertai mengi dibandingkan dengan pneumonia bakterial. [12] Penyebab [ sunting - sunting sumber ] Bakteri Streptococcus pneumoniae, penyebab umum pneumonia, gambar diambil menggunakan mikroskop elektron Pneumonia terutama disebabkan oleh infeksi dari bakteri atau virus dan jarang dijumpai disebabkan oleh fungi dan parasit.

Walaupun terdapat lebih dari 100 galur agen infeksi yang telah diidentifikasi, namun hanya beberapa yang bertanggungjawab atas mayoritas kasus yang ada. Infeksi bersama dengan virus beserta bakteri dapat muncul hingga sebanyak 45% infeksi pada anak-anak dan 15% infeksi pada orang dewasa.

[6] Agen penyebabnya tidak dapat diisolasi pada sekitar setengah kasus yang ada walaupun pengujian yang cermat telah dilakukan. [15] Istilah pneumonia terkadang digunakan secara lebih luas terhadap berbagai kondisi yang menyebabkan inflamasi paru-paru (misalnya yang disebabkan oleh penyakit autoimun, luka bakar kimia atau reaksi obat); namun demikian, inflamasi ini lebih tepat disebut sebagai pneumonitis.

[16] [17] Menurut sejarahnya agen penginfeksi dibagi menjadi "khas" dan "tidak khas" didasarkan pada aspek yang diduga, tetapi bukti-bukti yang ada tidak mendukung pembedaan ini, sehingga kini tidak lagi ditekankan. [18] Faktor risiko dan kondisi yang memengaruhi pneumonia mencakup: merokok, imunodefisiensi, alkoholisme, penyakit obstruktif paru kronis, penyakit ginjal kronis, dan penyakit hati. [11] Penggunaan obat-obatan yang bersifat menekan asam seperti penghambat pompa proton atau antagonis H2 dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia.

[19] Usia lanjut juga berpengaruh pada pneumonia. [11] Bakteri [ sunting - sunting sumber ] Bakteri adalah penyebab paling umum dari pneumonia dapatan masyarakat (CAP), dengan Streptococcus pneumoniae berhasil diisolasi dalam hampir 50% kasus yang ada. [20] [21] Bakteri lain yang umum diisolasi mencakup termasuk: Haemophilus influenzae dalam 20% kasus, Chlamydophila pneumoniae dalam 13% kasus, dan Mycoplasma pneumoniae dalam 3% kasus; [20] Staphylococcus aureus; Moraxella catarrhalis; Legionella pneumophila dan Basilus gram-negatif.

[15] Sejumlah versi kekebalan obat dari infeksi di atas makin umum dijumpai, termasuk Streptococcus pneumoniae kebal obat (DRSP) dan Staphylococcus aureus yang kebal terhadap metisilin(MRSA). [11] Penyebaran organisme mudah terjadi jika faktor risikonya ada. [15] Alkoholisme diasosiasikan dengan Streptococcus pneumoniae, organisme anaerobik, dan Mycobacterium tuberculosis; merokok mempermudah pengaruh dari Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Legionella pneumophila.

Pajanan terhadap burung diasosiasikan dengan Chlamydia psittaci; terhadap hewan ternak dengan Coxiella burnetti; aspirasi isi perut dengan organisme anaerobik; dan fibrosis kistik dengan Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. [15] Streptococcus pneumoniae lebih sering dijumpai di musim dingin, [15] dan patut diduga pada orang yang menghirup sejumlah besar organisme anaerobik.

[11] Virus [ sunting - sunting sumber ] Virus bertanggung jawab atas sekitar sepertiga kasus pneumonia pada orang dewasa [6] dan sekitar 15% kasus pada anak-anak. [22] Agen yang biasanya terkait mencakup: rhinovirus, coronavirus, virus influenza, virus sinsitium pernapasan (RSV), adenovirus, dan parainfluenza. [6] [23] Virus herpes simpleks jarang menyebabkan pneumonia, kecuali dalam kelompok seperti: bayi baru lahir, penderita kanker, penerima transplantasi, dan penderita luka bakar yang cukup parah.

[24] Orang yang menjalani transplantasi organ atau yang mempunyai respon imun lemah menunjukkan tingkat pneumonia cytomegalovirus yang tinggi. [22] [24] Para penderita infeksi virus dapat terinfeksi secara sekunder dengan bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, atau Haemophilus influenzae, khususnya ketika disertai masalah kesehatan lain.

[11] [22] Virus yang berbeda mendominasi masa yang berbeda dalam setahun, sebagai contoh selama musim influenza maka virus influenza bertanggungjawab atas lebih dari separuh kasus virus yang terjadi. [22] Wabah virus lainnya juga sesekali muncul, termasuk hantavirus dan coronavirus. [22] Fungi [ sunting - sunting sumber ] Pneumonia jamur jarang dijumpai, namun lebih sering muncul pada individu yang menderita sistem kekebalan lemah akibat AIDS, obat penekan kekebalan, atau masalah medis lainnya.

[15] [25] Jenis ini paling sering disebabkan oleh Histoplasma capsulatum, blastomyces, Cryptococcus neoformans, Pneumocystis jiroveci, dan Coccidioides immitis.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Histoplasmosis paling umum terjadi di lembah Sungai Mississippi, dan coccidioidomycosis paling umum dijumpai di Barat Daya Amerika. [15] Jumlah kasus telah meningkat di paruh kedua abad ke-20 akibat makin seringnya orang melakukan perjalanan dan meningkatnya supresi kekebalan tubuh dalam populasi. [25] Parasit [ sunting - sunting sumber ] Beragam parasit dapat memengaruhi paru-paru, termasuk: Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis, Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae.

[26] Berbagai organisme ini biasanya memasuki tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, pencernaan, atau melalui vektor serangga. [26] Kecuali untuk Paragonimus westermani, kebanyakan parasit tidak secara khusus menginfeksi paru-paru tetapi melibatkan paru-paru sebagai tempat sekunder terhadap tempat lainnya. [26] Sebagian parasit, khususnya yang termasuk genera Ascaris dan Strongyloides, merangsang timbulnya reaksi eosinofilik kuat, yang dapat mengakibatkan pneumonia eosinofilik.

[26] Dalam infeksi lainnya, seperti malaria, keterlibatan paru terutama akibat inflamasi sistemik yang diinduksi oleh sitokin. [26] Di negara berkembang infeksi semacam ini paling sering dijumpai pada orang-orang yang kembali dari bepergian atau pada para imigran. [26] Secara global, infeksi-infeksi paling sering terjadi pada pada penderita defisiensi kekebalan tubuh. [27] Idiopatik [ sunting - sunting sumber ] Pneumonia interstisial idiopatik atau pneumonia yang tidak menular [28] merupakan kelas penyakit paru difus.

Kelas ini mencakup: kerusakan alveolar difus, organizing pneumonia, pneumonia interstisial non-spesifik, pneumonia interstisial limfositik, pneumonia interstisial desquamative, penyakit paru interstisial bronkiolitis pernapasan, dan pneumonia interstisial biasa.

[29] Patofisiologi [ sunting - sunting sumber ] Pneumonia mengisi alveoli paru-paru dengan cairan, menghalangi oksigenasi. Alveolus di sisi kiri dalam kondisi normal, sedangkan yang di sisi kanan penuh terisi cairan akibat pneumonia.

Pneumonia sering berawal sebagai infeksi saluran pernapasan atas yang kemudian berpindah ke saluran pernapasan bawah. [30] Vaksinasi terhadap Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae sudah memiliki bukti bagus untuk mendukung penggunaannya. [30] Mengimunisasi anak terhadap Streptococcus pneumoniae sudah menyebabkan penurunan insiden infeksi ini pada orang dewasa, karena banyak orang dewasa memperoleh infeksi ini dari anak-anak. Vaksin Streptococcus pneumoniae tersedia untuk orang dewasa, dan sudah ditemukan menurunkan risiko penyakit pneumokokal yang invansif.

[31] Vaksin lain yang mendukung efek perlindungan terhadap pneumonia termasuk: batuk rejan, cacar air, and campak. [32] Lainnya [ sunting - sunting sumber ] Berhenti merokok [33] dan menurunkan polusi udara di dalam ruangan, seperti yang berasal dari memasak di dalam ruangan dengan menggunakan kayu atau kotoran sapi, dianjurkan.

[10] [12] Merokok tampaknya menjadi faktor risiko terbesar untuk pneumonia pneumokokal pada orang dewasa yang seharusnya sehat. [34] Kebersihan tangan dan menutupi batuk dengan lengan tangan bisa juga menjadi sarana pencegahan yang efektif. [32] Pemakaian masker operasi oleh mereka yang sakit juga bisa mencegah penyakit.

[34] Mengobati penyakit dasarnya (seperti HIV/AIDS, diabetes melitus, dan malagizi) dengan tepat bisa menurunkan risiko pneumonia. [12] [32] [35] Pada anak-anak usia di bawah 6 bulan pemberian susu ibu ekslusif menurunkan baik risiko maupun keparahan penyakit.

[12] Di kalangan mereka yang menderita HIV/AIDS serta hitungan CD4 kurang dari 200 sel/uL, antibiotik trimetoprim/sulfametoksazol menurunkan risiko Pneumonia pneumosistis [36] dan bisa juga berguna untuk pencegahan bagi mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh tetapi tidak mempunyai HIV.

[37] Menguji wanita hamil untuk Streptokokus Grup B dan Klamidia trakomatis, dan memberikan pengobatan antibiotik, bila diperlukan, menurunkan risiko tingkat pneumonia pada bayi; [38] [39] sarana pencegahan transmisi dari ibu ke anak bisa juga efisien.

[40] Menyedot mulut dan tenggororkan bayi dengan cairan amnion yang tercemar mekonium belum terbukti menurunkan tingkat pneumonia aspirasi dan bisa membahayakan, [41] jadi praktik ini tidak dianjurkan dalam kebanyakan situasi. [41] Di kalangan lansia yang ringkih, perawatan kesehatan mulut yang baik bisa menurunkan risiko pneumonia aspirasi. [42] Penatalaksanaan [ sunting - sunting sumber ] CURB-65 Symptom Points Confusion 1 Urea>7 mmol/l 1 Respiratory rate>30 1 S BP<90mmHg, D BP<60mmHg 1 Age>= 65 1 Biasanya, antibiotik oral, istirahat, analgesik sederhana, dan cairan memadai untuk resolusi lengkap.

[33] Namun, mereka yang memiliki kondisi medis lain, kalangan lansia, atau mereka yang mengalami gangguan pernafasan berat mungkin memerlukan pengobatan lebih lanjut. Bila gejala memburuk, pneumonia tidak membaik dengan pengobatan di rumah, atau terjadi komplikasi, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. [33] Di seluruh dunia, kira-kira 7–13% dari kasus di kalangan anak-anak memerlukan rawat inap [10] sementara di dunia maju antara 22 hingga 42% orang dewasa dengan pneumonia yang diperoleh dari komunitas dirawat di rumah sakit.

[33] Skor CURB-65 berguna untuk menentukan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali rawat inap di kalangan orang dewasa. [33] Bila skornya 0 atau 1 penderita biasanya bisa ditangani di rumah, bila skornya 2 diperlukan perawatan singkat di RS atau tindak lanjut untuk meneruskan perawatan, bila skornya 3–5 dianjurkan rawat inap di RS.

[33] Di kalangan anak-anak, mereka yang mengalami kesulitan pernafasan atau saturasi oksigennya kurang dari 90% harus dirawat di RS.

[43] Manfaat fisioterapi dada dalam pneumonia belum ditentukan. [44] Ventilasi non-invasif penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali bermanfaat bagi mereka yang dirawat di unit rawat intensif (ICU). [45] Obat batuk tanpa resep dokter belum terbukti efektif [46] demikian juga penggunaan unsur seng di kalangan anak-anak. [47] Tidak ada cukup bukti untuk mukolitik. [46] Bakteri [ sunting - sunting sumber ] Antibiotik memperbaiki hasil-hasil di kalangan penderita pneumonia bakteri.

[48] Pada mulanya pilihan antibiotik tergantung pada karakteristik penderita, seperti usia, kesehatan dasarnya, dan lokasi dimana infeksi diperoleh. Di Inggris, pengobatan empiris dengan amoksisilin dianjurkan sebagai pilihan pertama untuk pneumonia yang diperoleh dari komunitas, dengan doksisiklin atau klaritromisin sebagai alternatifnya.

[33] Di Amerika Utara, di mana bentuk “atipikal” dari pneumonia yang diperoleh dari komunitas lebih umum, makrolid (seperti azitromisin atau eritromisin), dan doksosiklin menggantikan amoksisilin sebagai pilihan pertama untuk rawat jalan di kalangan orang dewasa. [21] [49] Di kalangan anak-anak dengan gejala ringan atau sedang, amoksisilin tetap menjadi pilihan pertama. [43] Penggunaan fluorokuinolon dalam kasus yang tidak kompleks tidak dianjurkan karena kekuatiran mengenai efek samping dan menimbulkan ketahanan sementara manfaat klinisnya tidak lebih besar.

[21] [50] Durasi pengobatan biasanya tujuh hingga sepuluh hari, tetapi bukti yang makin banyak menunjukkan pemberian obat yang lebih pendek (tiga hingga lima hari) sama efektifnya. [51] Dianjurkan untuk pneumonia yang diperoleh dari rumah sakit termasuk sefalosporin, karbapenem, fluorokuinolon, aminoglikosida, dan vankomisin generasi ketiga dan keempat.

[52] Antibiotik ini sering diberikan secara intravena dan digunakan sebagai kombinasi. [52] Di kalangan mereka yang dirawat di rumah sakit lebih dari 90% membaik dengan pengobatan antibiotik awal. [18] Viral [ sunting - sunting sumber ] Penghambat neuraminidase bisa digunakan untuk mengobati viral pneumonia yang disebabkan oleh virus influenza ( influenza A dan influenza B). [6] Tidak ada pengobatan antivirus yang dianjurkan untuk jenis lain dari pneumonia virus yang diperoleh dari komunitas termasuk virus SARS coronavirus, adenovirus, hantavirus, dan parainfluenza.

[6] Influenza A bisa diobati dengan rimantadine atau amantadine, sementara influenza A atau B bisa diobati dengan oseltamivir, zanamivir atau peramivir. [6] Pengobatan ini paling bermanfaat bila mulai diberikan dalam waktu 48 jam sejak munculnya gejala awal.

[6] Banyak strain dari influenza A H5N1, juga dikenal sebagai avian influenza atau "flu burung," sudah menunjukkan ketahanan terhadap rimantadine dan amantadine.

[6] Penggunaan antibiotik dalam pneumonia virus dianjurkan oleh beberapa ahli karena tidak mungkin mengesampingkan terjadinya infeksi bakteri yang kompleks. [6] British Thoracic Society menganjurkan agar antibiotik tidak diberikan pada mereka yang mengalami penyakit ringan. [6] Penggunaan kortikosteroid kontroversial. [6] Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali [ sunting - sunting sumber ] Pada umumnya, pneumonitis aspirasi diobati secara konservatif dengan antibiotik yang ditujukan hanya untuk pneumonia aspirasi.

[53] Pilihan antibiotiknya akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk organisma penyebab yang dicurigai dan apakah pneumonia diperoleh di komunitas atau dikembangkan di setting rumah sakit.

Pilihan umumnya termasuk clindamisin, kombinasi antibiotik beta-laktam dan metronidazole, atau aminoglikosida. [54] Kortikosteroid kadang-kadang digunakan dalam pneumonia aspirasi, tetapi hanya ada bukti terbatas yang mendukung efektivitasnya. [53] Prognosis [ sunting - sunting sumber ] Dengan pengobatan, kebanyakan jenis pneumonia bakteri akan stabil dalam waktu 3–6 hari.

[55] Kadang-kadang memakan waktu beberapa minggu sebelum kebanyakan gejala diatasi. [55] Hasil rontgen biasanya bersih dalam waktu empat minggu dan mortalitas rendah (kurang dari 1%).

[11] [56] Di kalangan lansia atau orang yang memiliki masalah paru-paru lain penyembuhan mungkin memakan waktu lebih dari 12 minggu. Di kalangan orang yang memerlukan perawatan di rumah sakit, mortalitas mungkin hingga 10% dan di kalangan mereka yang memerlukan perawatan intensif (ICU) mortalitas bisa mencapai 30–50%.

[11] Pneumonia adalah infeksi yang diperoleh di rumah sakit paling umum yang menyebabkan kematian. [18] Sebelum adanya antibiotik, mortalitas biasanya 30% di kalangan mereka yang dirawat di rumah sakit.

[15] Komplikasi bisa muncul terutama di kalangan lansia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan dasar. [56] Ini bisa termasuk, antara lain: empiema, abses paru-paru, bronkiolitis obliteran, sindrom kesulitan pernafasan akut, sepsis, dan memburuknya masalah kesehatan dasar. [56] Aturan prediksi klinis [ sunting - sunting sumber ] Aturan prediksi klinis sudah dikembangkan untuk meramalkan secara lebih obyektif hasil-hasil dalam pneumonia.

[18] Aturan ini sering digunakan untuk menentukan apakah penderita perlu dirawat di rumah sakit atau tidak. [18] • Pneumonia severity index (or PSI Score) [18] • CURB-65 score, which takes into account the severity of symptoms, any underlying diseases, and age [57] Efusi pleura, empiema, dan abses [ sunting - sunting sumber ] Anak panah A menunjukkan cairan yang melapisi di dalam dada kanan.

Anak panah B menunjukkan lebarnya paru-paru kanan. Volume paru-paru diturunkan karena pengumpulan cairan di sekitar paru-paru. Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali pneumonia, pengumpulan cairan dapat terbentuk di dalam ruang yang mengelilingi paru.

[58] Terkadang, mikroorganisme akan menginfeksi cairan ini dan menyebabkan empiema. [58] Untuk membedakan empiema dari efusi parapneumonik yang lebih sederhana dan biasa, cairan dapat diambil dengan ( thorasentis) jarum, dan diperiksa.

[58] Jika hasilnya menunjukkan bukti empiema, cairan harus diambil seluruhnya, terkadang memerlukan drainage cathater. [58] Pada kasus empiema parah, dekortikasi mungkin diperlukan. [58] Jika cairan yang terinfeksi tidak dikuras, infeksi akan terus terjadi karena antibiotik tidak masuk dengan baik ke dalam rongga pleural.

Jika cairan tersebut steril, cairan perlu dikeluarkan seluruhnya hanya jika menimbulkan gejala atau tetap tak terpecahkan. [58] Bakteria di dalam paru-paru akan membentuk kantung cairan terinfeksi yang disebut dengan abses paru-paru.

[58] Abses paru-paru biasanya dapat dilihat dengan sinar-X namun terkadang memerlukan pemindaian CT untuk memastikan diagnosisnya. [58] Abses biasanya terjadi pada pneumonia aspirasi, dan sering kali mengandung beberapa jenis bakteri. Antibiotik jangka panjang biasanya sudah cukup untuk mengobati abses paru-paru, namun terkadang abses tersebut harus dikeluarkan seluruhnya dengan ahli bedah atau ahli radiologi.

[58] Kegagalan pernapasan dan sirkulatori [ sunting - sunting sumber ] Pneumonia dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dengan cara memicu sindrom gawat napas akut (ARDS), yang diakibatkan oleh kombinasi respons infeksi dan peradangan. Paru-paru dengan cepat terisi cairan dan menjadi keras. Paru-paru yang mengeras disertai kesulitan parah untuk mengekstraksi oksigen karena terhambat cairan alveolar akan memerlukan waktu lama untuk ventilasi mekanik untuk bertahan hidup.

[22] Sepsis adalah komplikasi yang dapat terjadi karena pneumonia namun biasanya hanya terjadi pada orang yang kekebalannya rendah atau hiposplenisme. Organisme yang umumnya terlibat adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae dan Klebsiella pneumoniae. Penyebab lain dari gejalanya juga perlu diperhatikan seperti myocardial infarction atau embolisme pernapasan. [59] Epidemiologi [ sunting - sunting sumber ] >7000 Pneumonia adalah penyakit yang banyak terjadi yang menginfeksi kira-kira 450 juta orang per tahun dan terjadi di seluruh penjuru dunia.

[6] Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada semua kelompok yang menyebabkan jutaan kematian (7% dari kematian total dunia) setiap tahun. [6] [48] Angka ini paling besar terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun, dan dewasa yang berusia lebih dari 75 tahun.

[6] Penyakit ini terjadi lima kali lebih sering di negara-negara berkembang daripada di negara maju. [6] Pneumonia yang diakibatkan oleh virus terhitung sekitar 200 juta kasus. [6] Di Amerika Serikat, sejak 2009, pneumonia menjadi penyebab ke-8 kematian.

[11] Anak-anak [ sunting - sunting sumber ] Pada 2008, pneumonia terjadi pada kira-kira 156 juta anak-anak (151 juta di negara-negara berkembang dan 5 juta di negara-negara maju). [6] Ini menyebabkan 1,6 juta kematian, 28–34% dari angka kematian tersebut terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun, dan 95% terjadi di negara-negara berkembang. [6] [10] Negara-negara dengan beban tinggi pneumonia termasuk: India (43 juta), Cina (21 juta) dan Pakistan (10 juta).

[61] Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di negara-negara berpendapatan rendah. [6] [48] Banyak kasus kematian ini yang terjadi pada periode bayi baru lahir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa satu di antara tiga kematian pada bayi yang baru lahir disebabkan oleh pneumonia. [62] Kira-kira setengah dari kematian ini dapat dicegah secara teoretis, karena disebabkan oleh bakteri karena terdapat vaksin yang efektif.

[63] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] poster WPA, 1936/1937 Pneumonia adalah penyakit yang banyak terjadi sepanjang sejarah manusia. [64] Gejalanya digambarkan oleh Hippocrates (c. 460 BC – 370 BC): [64]"Peripneumonia, dan afeksi pleuritis, hal-hal berikut perlu diamati: Jika demam menjadi akut, dan jika sakit dirasakan di salah satu sisi tubuh, atau di kedua sisi, dan jika batuk timbul dan ludah yang berwarna kuning atau gelap, atau sedikit, kering, dan kemerahan, atau berciri berbeda dari biasanya.

Apabila pneumonia mencapai puncaknya, keadaan ini sulit diobati dan jika penderita tidak diobati, dan memburuk jika penderita pneumonia juga menderita dyspnoea, dan urin sedikit dan tajam, jika keringat keluar dari daerah sekitar leher dan kepala, karena keringat tersebut adalah keringat yang tidak sehat, karena diakibatkan oleh sesak napas, dan kerasnya penyakit yang menyerang tangan bagian atas." [65] Namun, Hippocrates menyebut pneumonia sebagai penyakit "dinamai di zaman kuno." Dia juga melaporkan hasil dari drainase bedah empiema.

Maimonides (1135–1204 AD) melihat: "Gejala umumnya yang terjadi pada pneumonia dan tidak pernah tidak terjadi adalah sebagai berikut: demam akut, nyeri pleuritis seperti ditusuk, napas pendek dan terengah-engah, denyut naik turun dan batuk." [66] Gambaran klinis ini mirip dengan yang ditemukan dalam buku teks modern, dan mencerminkan luasnya pengetahuan medis dari Abad Pertengahan hingga abad ke-19. Edwin Klebs adalah orang pertama yang mengamati bakteri di saluran napas orang yang meninggal karena pada 1875.

[67] Karya pertama yang mengidentifikasi dua bakteri penyebab pneumonia yang paling umum, Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae ditampilkan oleh Carl Friedländer [68] dan Albert Fränkel [69] pada 1882 dan 1884, secara berturut-turut. Karya pertama Friedländer memperkenalkan Gram stain, tes laboratorium penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali yang masih digunakan saat ini untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan bakteri.

Tulisan Christian Gram yang menggambarkan prosedur tersebut pada 1884 membantu untuk membedakan dua bakteri tersebut, dan menunjukkan bahwa pneumonia dapat diakibatkan oleh lebih dari satu mikroorganisme. [70] Sir William Osler, dikenal sebagai "bapak kedokteran modern," mengapresiasi kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh pneumonia, dengan menyebutnya "kapten pembunuh manusia" pada 1918, karena telah melampaui tuberkulosis sebagai penyebab utama kematian pada masa ini.

Istilah ini berasal dari istilah yang diciptakan oleh John Bunyan berkaitan dengan "penggerogotan" (tuberkulosis). [71] [72] Osler juga menggambarkan pneumonia sebagai "teman orang tua" karena kematian yang terjadi sering kali berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit sedangkan sebenarnya masih ada cara yang lebih lama dan sakit untuk mati. [15] Beberapa perkembangan pada 1900-an meningkatkan hasil pengobatan untuk pasien pneumonia.

Dengan kemajuan penicillin dan antibiotik lainnya, teknik pembedahan modern, dan perawatan intensif pada abad ke-20, mortalitas akibat pneumonia, mendekati 30%, menurun di negara-negara maju.

Vaksinasi bayi untuk melawan Haemophilus influenzae tipe B mulai pada 1988 dan menyebabkan penurunan dramatis pada kasus tersebut setelahnya. [73] Vaksinasi melawan Streptococcus pneumoniae pada orang dewasa mulai pada 1977, dan pada anak-anak pada 2000, yang menghasilkan penurunan serupa. [74] Masyarakat dan budaya [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Daftar kasus pneumonia yang menjadi perhatian Karena tingginya beban penyakit pada negara-negara berkembang dan kesadaran yang relatif rendah terhadap penyakit ini di negara-negara maju, komunitas kesehatan global mendeklarasikan 12 November sebagai Hari Pneumonia Dunia, hari bagi warga negara dan pembuat kebijakan yang memiliki perhatian terhadap penyakit ini untuk melakukan tindakan melawan penyakit tersebut.

[75] Biaya ekonomi global dari komunitas karena pneumonia diperkirakan mencapai $17 miliar. [11] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Pneumonia terkait ventilator Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b McLuckie, [editor] A. (2009). Respiratory disease and its management. New York: Springer. hlm. 51. ISBN 978-1-84882-094-4. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Leach, Richard E. (2009). Acute and Critical Care Medicine at a Glance (edisi ke-2nd). Wiley-Blackwell.

ISBN 1-4051-6139-6. Diakses tanggal 2011-04-21. • ^ Jeffrey C. Pommerville (2010). Alcamo's Fundamentals of Microbiology (edisi ke-9th). Sudbury MA: Jones & Bartlett. hlm. 323. ISBN 0-7637-6258-X.

• ^ Ashby, Bonnie; Turkington, Carol (2007). The encyclopedia of infectious diseases (edisi ke-3rd). New York: Facts on File. hlm. 242. ISBN 0-8160-6397-4. Diakses tanggal 2011-04-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Osler, William (1901). Principles and Practice of Medicine, 4th Edition. New York: D. Appleton and Company.

hlm. 108. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-08. Diakses tanggal 2014-01-12. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u Ruuskanen, O (2011-04-09). "Viral pneumonia". Lancet. 377 (9773): 1264–75. doi: 10.1016/S0140-6736(10)61459-6. PMID 21435708.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ George, Ronald B. (2005). Chest medicine : essentials of pulmonary and critical care medicine (edisi ke-5th ed.). Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 353. ISBN 9780781752732. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) • ^ a b Tintinalli, Judith E. (2010). Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)).

New York: McGraw-Hill Companies. hlm. 480. ISBN 0-07-148480-9. • ^ a b Hoare Z (2006). "Pneumonia: update on diagnosis and management" (PDF). BMJ. 332 (7549): 1077–9. doi: 10.1136/bmj.332.7549.1077. PMC 1458569. PMID 16675815. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f Singh, V (March 2011).

"Pneumonia — management in the developing world". Paediatric respiratory reviews. 12 (1): 52–9. doi: 10.1016/j.prrv.2010.09.011. PMID 21172676. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l Nair, GB (November 2011). "Community-acquired pneumonia: an unfinished battle". The Medical clinics of North America. 95 (6): 1143–61.

doi: 10.1016/j.mcna.2011.08.007. PMID 22032432. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e "Pneumonia (Fact sheet N°331)". World Health Organization. August 2012. • ^ Darby, J (October 2008). "Could it be Legionella?". Australian family physician. 37 (10): 812–5. PMID 19002299. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Ortqvist, A (December 2005).

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

"Streptococcus pneumoniae: epidemiology, risk factors, and clinical features". Seminars in respiratory and critical care medicine. 26 (6): 563–74. doi: 10.1055/s-2005-925523. PMID 16388428. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i Ebby, Orin (2005).

"Community-Acquired Pneumonia: From Common Pathogens To Emerging Resistance". Emergency Medicine Practice. 7 (12). Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lowe, J. F.; Stevens, Alan (2000). Pathology (edisi ke-2nd). St. Louis: Mosby. hlm. 197. ISBN 0-7234-3200-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Snydman, editors, Raleigh A.

Bowden, Per Ljungman, David R. (2010). Transplant infections (edisi ke-3rd). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 187. ISBN 978-1-58255-820-2. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ a b c d e f Murray and Nadel (2010).

Chapter 32. • ^ Eom, CS (22 February 2011). "Use of acid-suppressive drugs and risk of pneumonia: a systematic review and meta-analysis". CMAJ : Canadian Medical Association journal = journal de l'Association medicale canadienne. 183 (3): 310–9. doi: 10.1503/cmaj.092129. PMC 3042441. PMID 21173070. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa ( link) • ^ a b Sharma, S; Maycher, B; Eschun, G (May 2007).

"Radiological imaging in pneumonia: recent innovations". Current Opinion in Pulmonary Medicine. 13 (3): 159–69.

doi: 10.1097/MCP.0b013e3280f3bff4. PMID 17414122. • ^ a b c Anevlavis S (2010). "Community penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali bacterial pneumonia". Expert Opin Pharmacother. 11 (3): 361–74. doi: 10.1517/14656560903508770. PMID 20085502. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f Murray and Nadel (2010).

Chapter 31. • ^ Figueiredo LT (September 2009). "Viral pneumonia: epidemiological, clinical, pathophysiological, and therapeutic aspects". J Bras Pneumol. 35 (9): 899–906.

doi: 10.1590/S1806-37132009000900012. PMID 19820817. • ^ a b Behera, D. (2010). Textbook of pulmonary medicine (edisi ke-2nd). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Pub. hlm. 391–394. ISBN 8184487495. • ^ a b Maskell, Nick (2009). Oxford desk reference. Oxford: Oxford University Press. hlm. 196. ISBN 9780199239122. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f Murray and Nadel (2010). Chapter 37. • ^ Vijayan, VK (2009 May).

"Parasitic lung infections". Current opinion in pulmonary medicine. 15 (3): 274–82. PMID 19276810. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Clinical infectious diseases : a practical approach. New York, NY [u.a.]: Oxford Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali. Press. 1999. hlm. 833. ISBN 978-0-19-508103-9. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Diffuse parenchymal lung disease : .

47 tables (edisi ke-[Online-Ausg.]). Basel: Karger. 2007. hlm. 4. ISBN 978-3-8055-8153-0. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • ^ a b Ranganathan, SC (February 2009). "Pneumonia and other respiratory infections". Pediatric clinics of North America.

56 (1): 135–56, xi. doi: 10.1016/j.pcl.2008.10.005. PMID 19135585. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Moberley, SA (2008-01-23). Andrews, Ross M, ed. "Vaccines for preventing pneumococcal infection in adults". Cochrane database of systematic reviews (1): CD000422.

doi: 10.1002/14651858.CD000422.pub2. PMID 18253977. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c "Pneumonia Can Be Prevented — Vaccines Can Help". Centers for Disease Control and Prevention.

Diakses tanggal 22 October 2012. • ^ a b c d e f g Lim, WS (October 2009). "BTS guidelines for the management of community acquired pneumonia in adults: update 2009". Thorax. 64 (Suppl 3): iii1–55. doi: 10.1136/thx.2009.121434. PMID 19783532.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b Mandell, LA (1 March 2007).

"Infectious Diseases Society of America/American Thoracic Society consensus guidelines on the management of community-acquired pneumonia in adults".

Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America. 44 (Suppl 2): S27–72. doi: 10.1086/511159. PMID 17278083. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Gray, DM (May 2010). "Community-acquired pneumonia in HIV-infected children: a global perspective". Current opinion in pulmonary medicine.

16 (3): 208–16. doi: 10.1097/MCP.0b013e3283387984. PMID 20375782. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Huang, L (June 2011). "HIV-associated Pneumocystis pneumonia". Proceedings of the American Thoracic Society. 8 (3): 294–300. doi: 10.1513/pats.201009-062WR. PMC 3132788. PMID 21653531. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Green H, Paul M, Vidal L, Leibovici L (2007).

Green, Hefziba, ed. "Prophylaxis for Pneumocystis pneumonia (PCP) in non-HIV immunocompromised patients". Cochrane Database Syst Rev (3): CD005590. doi: 10.1002/14651858.CD005590.pub2.

PMID 17636808. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Taminato, M (November–December 2011). "Screening for group B Streptococcus in pregnant women: a systematic review and meta-analysis". Revista latino-americana de enfermagem. 19 (6): 1470–8. PMID 22249684. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Darville, T (October 2005).

"Chlamydia trachomatis infections in neonates and young children". Seminars in pediatric infectious diseases. 16 (4): 235–44. doi: 10.1053/j.spid.2005.06.004.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

PMID 16210104. • ^ Global Action Plan for Prevention and Control of Pneumonia (GAPP) (PDF). World Health Organization. 2009. • ^ a b Roggensack, A (April 2009). "Management of meconium at birth". Journal of obstetrics and gynaecology Canada : JOGC = Journal d'obstetrique et gynecologie du Canada : JOGC. 31 (4): 353–4, 355–7. PMID 19497156. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ van der Maarel-Wierink, CD (6 March 2012).

"Oral health care and aspiration pneumonia in frail older people: a systematic literature review". Gerodontology: no. doi: 10.1111/j.1741-2358.2012.00637.x. PMID 22390255. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b Bradley, JS (2011-08-31). "The Management of Community-Acquired Pneumonia in Infants and Children Older Than 3 Months of Age: Clinical Practice Guidelines by the Pediatric Infectious Diseases Society and the Infectious Diseases Society of America".

Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America. 53 (7): e25–76. doi: 10.1093/cid/cir531. PMID 21880587. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Yang, M (2010-02-17).

Dong, Bi Rong, ed. "Chest physiotherapy for pneumonia in adults". Cochrane database of systematic reviews (2): CD006338. doi: 10.1002/14651858.CD006338.pub2. PMID 20166082. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Zhang, Y (14 March 2012).

Dong, Bi Rong, ed. "Oxygen therapy for pneumonia in adults". Cochrane database of systematic reviews. 3: CD006607. doi: 10.1002/14651858.CD006607.pub4. PMID 22419316. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b Chang CC, Cheng AC, Chang AB (2012). Chang, Christina C, ed. "Over-the-counter (OTC) medications to reduce cough as an adjunct to antibiotics for acute pneumonia in children and adults". Cochrane Database Syst Rev.

2: CD006088. doi: 10.1002/14651858.CD006088.pub3. PMID 22336815. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Haider, BA (5 October 2011). Bhutta, Zulfiqar A, ed. "Zinc supplementation as an adjunct to antibiotics in the treatment of pneumonia in children 2 to 59 months of age". Cochrane database of systematic reviews (10): CD007368.

doi: 10.1002/14651858.CD007368.pub2. PMID 21975768. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c Kabra SK (2010). Kabra, Sushil K, ed. "Antibiotics for community-acquired pneumonia in children". Cochrane Database Syst Rev. 3 (3): CD004874. doi: 10.1002/14651858.CD004874.pub3. PMID 20238334. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Lutfiyya MN (2006).

"Diagnosis and treatment of community-acquired pneumonia" (PDF). Am Fam Physician. 73 (3): 442–50. PMID 16477891. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Eliakim-Raz, N (12 September 2012). Eliakim-Raz, Noa, ed. "Empiric antibiotic coverage of atypical pathogens for community-acquired pneumonia in hospitalized adults". Cochrane database of systematic reviews.

9: CD004418. doi: 10.1002/14651858.CD004418.pub4. PMID 22972070. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Scalera NM (2007). "How long should we treat community-acquired pneumonia?". Curr. Opin. Infect. Dis. 20 (2): 177–81. doi: 10.1097/QCO.0b013e3280555072. PMID 17496577. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b American Thoracic Society; Infectious Diseases Society of America (2005).

"Guidelines for the management of adults with hospital-acquired, ventilator-associated, and healthcare-associated pneumonia". Am J Respir Crit Care Med. 171 (4): 388–416. doi: 10.1164/rccm.200405-644ST. PMID 15699079.

Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Marik, PE (May 2011). "Pulmonary aspiration syndromes". Current Opinion in Pulmonary Medicine. 17 (3): 148–54. doi: 10.1097/MCP.0b013e32834397d6. PMID 21311332. • ^ O'Connor S (2003). "Aspiration pneumonia and pneumonitis". Australian Prescriber. 26 (1): 14–7. • ^ a b Behera, D. (2010). Textbook of pulmonary medicine (edisi ke-2nd).

New Delhi: Jaypee Brothers Medical Pub. hlm. 296–297. ISBN 9788184487497. • ^ a b c Cunha (2010). Pages6-18. • ^ Rello, J (2008). "Demographics, guidelines, and clinical experience in severe community-acquired pneumonia". Critical care (London, England). 12 Suppl 6: S2. PMID 19105795. • ^ a b c d e f g h i Yu, H (2011 Mar). "Management of pleural effusion, empyema, and lung abscess". Seminars in interventional radiology.

28 (1): 75–86. PMID 22379278. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Cunha (2010). Pages 250-251. • ^ "WHO Disease and injury country estimates". World Health Organization (WHO). 2004. Diakses tanggal 11 November 2009. • ^ Rudan, I (May 2008). "Epidemiology and etiology of childhood pneumonia". Bulletin of the World Health Organization. 86 (5): 408–16.

doi: 10.2471/BLT.07.048769. Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali 2647437. PMID 18545744. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Garenne M (1992). "The magnitude of mortality from acute respiratory infections in children under 5 years in developing countries". World Health Stat Q. 45 (2–3): 180–91. PMID 1462653. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ WHO (1999).

"Pneumococcal vaccines. WHO position paper". Wkly. Epidemiol. Rec. 74 (23): 177–83. PMID 10437429. • ^ a b al.], Ralph D. Feigin . [et (2003). Textbook of pediatric infectious diseases (edisi ke-5th).

Philadelphia: W. B. Saunders. hlm. 299. ISBN 978-0-7216-9329-3. • ^ Hippocrates On Acute Diseases wikisource link • ^ Maimonides, Fusul Musa (" Pirkei Moshe"). penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali ^ Klebs E (1875-12-10). "Beiträge zur Kenntniss der pathogenen Schistomyceten. VII Die Monadinen". Arch. Exptl.

Pathol. Parmakol. 4 (5/6): 40–488. • ^ Friedländer C (1882-02-04). "Über die Schizomyceten bei der acuten fibrösen Pneumonie". Virchow's Arch pathol.

Anat. U. Physiol. 87 (2): 319–324. doi: 10.1007/BF01880516. • ^ Fraenkel A (1884-04-21). "Über die genuine Pneumonie, Verhandlungen des Congress für innere Medicin".

Dritter Congress. 3: 17–31. • ^ Gram C (1884-03-15). "Über die isolierte Färbung der Schizomyceten in Schnitt- und Trocken-präparaten". Fortschr. Med. 2 (6): 185–9. • ^ al.], edited by J.F. Tomashefski, Jr . [et (2008). Dail and Hammar's pulmonary pathology (edisi ke-3rd). New York: Springer. hlm. 228. ISBN 978-0-387-98395-0. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ William Osler, Thomas McCrae (1920).

The principles and practice of medicine: designed for the use of practitioners and students of medicine (edisi ke-9th). D. Appleton. hlm. 78. One of the most widespread and fatal of all acute diseases, pneumonia has become the "Captain of the Men of Death," to use the phrase applied by John Bunyan to consumption.

• ^ Adams WG (1993). "Decline of childhood Haemophilus influenzae type B (Hib) disease in the Hib vaccine era". JAMA. 269 (2): 221–6. doi: 10.1001/jama.269.2.221.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

PMID 8417239. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Whitney CG (2003).

"Decline in invasive pneumococcal disease after the introduction penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali protein-polysaccharide conjugate vaccine". N. Engl. J. Med. 348 (18): 1737–46. doi: 10.1056/NEJMoa022823. PMID 12724479. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "World Pneumonia Day Official Website".

World Pneumonia Day Official Website. Fiinex. Diakses tanggal 13 August 2011. Daftar Pustaka • Murray and Nadel's textbook of respiratory medicine (edisi ke-5th). Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier. 2010. ISBN 1416047107. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • Cunha, edited by Burke A. (2010). Pneumonia essentials (edisi ke-3rd ed.). Sudbury, MA: Physicians' Press. ISBN 0763772208. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Radang paru-paru di Curlie (dari DMOZ) Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan • Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa • Galat CS1: tanggal • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • CS1: Ketidakpastian Julian–Gregorian • Artikel berpranala Curlie • Halaman ini terakhir diubah pada 30 Oktober 2021, pukul 04.40.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Daftar Isi Artikel • Contoh Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali Biologi Kelas 11 • 1.

Asfiksi adalah salah satu gangguan pernapasan pada manusia. Hal ini disebabkan oleh … • 2. Antigen asing disintesis oleh … • 3. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa … • 4. Fungsi silia pada trakea adalah … • 5. Sel-sel saraf dinamakan … • 6. Ekskresi adalah … • 7. Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh virus herpes adalah … • 8. Di bawah ini yang tidak termasuk sistem saraf sadar adalah … • 9. Kantung udara pada waktu burung terbang berfungsi untuk … • 10.

Peristiwa lepasnya telur dari folikel de graff disebut … • 11. Berikut ini organ yang tidak termasuk sistem ekskresi pada manusia dan vertebrata adalah … • 12. Penyakit gagal ginjal disebabkan oleh … • 13. Remaja yang mengalamai perkembangan seksual sekunder mempunyai ciri tumbuhnya kumis pada pria dan permukaan kulit yang halus pada wanita.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon … • 14. Sistem pernapasan pada manusia disusun oleh beberapa organ, bagian yang paling efektif untuk terjadi difusi oksigen dan karbon dioksida adalah … • 15. Bola mata mempunyai … lapisan dinding yang mengelilingi bola mata. • 16. Di bawah ini merupakan alat-alat yang melaksanakan sistem ekskresi pada manusia, kecuali … • 17. Serangga (insecta) bernapas dengan menggunakan trakea, udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang kecil pada ekoskeleton yang disebut dengan … • 18.

Peleburan dua macam sel gamet dsebut … • 19. Terjadinya proses inspirasi pada pernapasan merupakan akibat … • 20. Molekul globumin yang mampu menyerang agen penyakit disebut … • 21.

Jika seseorang sama sekali tidak mampu mengeluarkan urinenya karena kerusakan ginjal secara total, maka orang tersebut menderita penyakit … • 22. Yang akan terjadi jika struktur pleura mengalami kerusakan adalah … • 23. Saraf otak yang berasal dari retina mata disebut … • 24. Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari … • 25. Janin dalam rahim ibu memperoleh makanan dari … • 26. Melindungi akson dan memberi nutrisi merupakan fungsi dari … • 27. Proses mendengar dimulai dengan adanya gelombang bunyi yang masuk melalui lubang telinga dan menggetarkan membran timpani, selanjutnya getaran akan dilanjutkan ke nervus auditorius melalui … • 28.

Lidah bagian pangkal bertugas mengecap rasa … • 29. Fungsi FSH pada wanita adalah untuk merangsang … • 30. Uretra yang terletak sebelum kelenjar prostat disebut … • 31. Jenis sel darah putih yang bersifat fagosit dan dapat bergerak cepat adalah … • 32.

Imunisasi yang bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC adalah … • 33. Spirakel terletak pada sisi tubuh bagian … • 34. Hewan bekicot bernapas dengan … • 35. Manakah pernyataan di bawah ini yang tepat … • 36. Bagian kulit yang merupakan bagian yang terdapat akar rambut, kelenjar minyak, pembuluh darah, serabut saraf, serta otot penegak rambut adalah … • 37.

Bagian otak yang mengatur suhu (temperatur) tubuh adalah … • 38. Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan … • 39. Saluran eustachius dalam telinga berfungsi untuk menghubungkan antara … • 40. Pada sklera yang berfungsi melindungi bola mata dari gangguan adalah … • 41. Penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh virus adalah … • 42. Proses spermatogonosis berlangsung dalam testis kurang lebih selama … • 43.

Semua cairan limfa akan terkumpul pada pembuluh limfa dan bersatu menjadi … • 44. Suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit disebut … • 45. Labirin merupakan ruang insang yang mempunyai perluasan ke atas yang berupa lipatan-lipatan tidak teratur yang berfungsi untuk menyimpan udara. Jenis ikan yang memiliki labirin adalah sebagai berikut … • 46.

Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi … bagian. • 47. Alat ekskresi pada insekta disebut … • 48. Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang … • 49. Pemberian nutrisi pada sel saraf terjadi melalui … • 50. Bagian otak yang merupakan pusat pendengaran adalah … • Soal Biologi Kelas 11 • Sebarkan ini: • Posting terkait: 1. Asfiksi adalah salah satu gangguan pernapasan pada manusia. Hal ini disebabkan oleh … A.

Alveolus kemasukan air B. Gangguan pengangkutan O 2 ke jaringan C. Radang pada selaput pembungkus paru-paru D. Melebarnya trakea karena otot polosnya berkontraksi terus menerus E. Penyempitan saluran pernapasan 2. Antigen asing disintesis oleh … A. Molekul MHC kelas I ke sel sitotoksik B. Molekul MHC kelas II ke sel T helper C. Molekul MHC kelas I ke sel T helper D. Molekul MHC kelas II ke sel yang mengandung CD4 E.

Molekul MHC kelas II ke sel T sitotoksik 3. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa … A. Gas CO 2 B. Asam urat C. Kolesterol D. Bilirubin E. Feses 4. Fungsi silia pada trakea adalah … A. Membuat lendir mengalir ke faring B.

Memperkuat dinding trakea C. Membuat dan mengeluarkan lendir D. Menghangatkan udara pernapasan yang masuk E. Menangkap kotoran yang masuk 5. Sel-sel saraf dinamakan … A. Neuron B. Neurit C. Akson D. Dendrit E. Neurosit 6. Ekskresi adalah … A. Pengeluaran produk-produk buangan metabolisme dari tubuh B. Keluarnya keringat ke permukaan kulit untuk mendinginkan tubuh C. Pembuangan hasil tidak terpakai dari pencernaan tubuh D.

Keluarnya urine dari kandungan kemih E. Keluarnya feses dari anus 7. Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh virus herpes adalah … A. Uretritis B. Prostatitis C. Epididimitis D. Orkitis E. Hipogonadisme 8. Di bawah ini yang tidak termasuk sistem saraf sadar adalah … A. Sistem saraf spinal B. Sistem saraf lanjutan C. Sistem saraf kranial D. Sistem saraf simpatis E. Otak kecil 9. Kantung udara pada waktu burung terbang berfungsi untuk … A.

Melindungi tubuh dari kedinginan B. Mencegah pengeluaran panas tubuh C. Meringankan tubuh D. Alat bantu bernapas E. Keseimbangan 10. Peristiwa lepasnya telur dari folikel de graff disebut … A. Ovulasi B. Kopulasi C. Fertilisasi D. Ejakulasi E. Konjugasi 11. Berikut ini organ yang tidak termasuk sistem ekskresi pada manusia dan vertebrata adalah … A.

Paru-paru B. Kulit C. Ginjal D. Hati E. Jantung 12. Penyakit gagal ginjal disebabkan oleh … A. Virus B. Infeksi bakteri C. Kotoran dalam ginjal D. Kelebihan glukosa E. Saluran tersumbat 13. Remaja yang mengalamai perkembangan seksual sekunder mempunyai ciri tumbuhnya kumis pada pria dan permukaan kulit yang halus pada wanita.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon … A. Adrenotropin B. Prolaktin C. Somatotropin D. Gonadotropin E. Testosteron 14. Sistem pernapasan pada manusia disusun oleh beberapa organ, bagian yang paling efektif untuk terjadi difusi oksigen dan karbon dioksida adalah … A.

Rongga hidung B. Laring C. Pleura D. Alveolus E. Trakeolus 15. Bola mata mempunyai … lapisan dinding yang mengelilingi bola mata. A, 2 B. 3 C. 4 D. 5 E. 6 16. Di bawah ini merupakan alat-alat yang melaksanakan sistem ekskresi pada manusia, kecuali … A.

Ginjal B. Hati C. Paru-paru D. Kulit E. Uretra 17. Serangga (insecta) bernapas dengan menggunakan trakea, udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang kecil pada ekoskeleton yang disebut dengan … A. Stigma B. Kapiler C. Kulit D. Skeleton E. Operculum 18. Peleburan dua macam sel gamet dsebut … A. Singami B.

Isogamete C. Anisogamet D. Oogami E. Spermatogenesis 19. Terjadinya proses inspirasi pada pernapasan merupakan akibat … A. Kontraksi otot dinding perut B. Kontraksi otot antartulang rusuk C. Kontraksi otot antagonis D. Relaksasi otot antartulang rusuk E. Relaksasi otot diafragma 20. Molekul globumin yang mampu menyerang agen penyakit disebut … A. Limfosit B. Antibodi C. Timus D. Tonsil E.

Toksin 21. Jika seseorang sama sekali tidak mampu mengeluarkan urinenya karena kerusakan ginjal secara total, maka orang tersebut menderita penyakit … A. Gagal ginjal B. Diabetes insipidus C. Uremia D. Anuria E. Nefritis 22. Yang akan terjadi jika struktur pleura mengalami kerusakan adalah … A. Paru-paru akan rusak B. Penimbunan cairan di ruangan pleura C. Diafragma tidak dapat bergerak D.

Tulang rusuk tidak dapat bergerak E. Tidak akan berpengaruh terhadap paru-paru. 23. Saraf otak yang berasal dari retina mata disebut … A. Saraf olfaktori B. Saraf optik C. Saraf okulomotor D. Saraf troklear E. Saraf trigeminal 24. Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari … A. ADH B. ATP C. TCA D. Paru-paru E. Darah merah 25. Janin dalam rahim ibu memperoleh makanan dari … A.

Darah ibu secara langsung B. Darah ibu melalui proses difusi langsung C. Darah ibu melalui perantara plasenta D. Cadangan makanan yang terdapat dalam telur E. Cadangan makanan yang tersimpan dalam plasenta 26. Melindungi akson dan memberi nutrisi merupakan fungsi dari … A.

Sel Schwann B. Selubung mielin C. Dendrit D. Neurit E. Sel penyokong 27. Proses mendengar dimulai dengan adanya gelombang bunyi yang masuk melalui lubang telinga dan menggetarkan membran timpani, selanjutnya getaran akan dilanjutkan ke nervus auditorius melalui … A. Incus – malleus – koklea – stapes B. Malleus – incus – stapes – koklea C. Stapes – malleus – incus – koklea D. Koklea – incus – malleus – stapes E. Malleus – stapes – incus – koklea 28.

Lidah bagian pangkal bertugas mengecap rasa … A. Manis B. Asam C. Asin D. Pahit E. Pedas 29. Fungsi FSH pada wanita adalah untuk merangsang … A. Produksi progesteron dan estrogen B. Produksi progesteron dan terjadinya ovulasi C. Produksi estrogen dan terjadinya ovulasi D. Perkembangan folikel telur dan produksi progesteron E.

Perkembangan folikel telur dan produksi estrogen 30. Uretra yang terletak sebelum kelenjar prostat disebut … A. Pars praprostatica B. Pars prostatica C. Pars membranosa D. Pars spongiosa E. Pars cavernosa 31. Jenis sel darah putih yang bersifat fagosit dan dapat bergerak cepat adalah … A. Neutrofil B. Basofil C. Eosinofil D. Limfosit E.

Monosit 32. Imunisasi yang bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC adalah … A. BCG B. DPT C. DT D. TT E. MMR 33. Spirakel terletak pada sisi tubuh bagian … A. Ventral B. Dorsal C. Lateral D. Anterior E. Posterior 34. Hewan bekicot bernapas dengan … A. Paru-paru B. Trakea C. Insang kulit D. Antena E. Insang dermal 35. Manakah pernyataan di bawah ini yang tepat … A.

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan mengeluarkan mineral-mineral bersama urine B. Kulit berfungsi untuk mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat dan karbon dioksida C. Hati berfungsi untuk menyaring darah dengan menghasilkan empedu D.

Paru-paru sebagai alat pengeluaran yang berfungsi untuk mengeluarkan oksigen dan uap air E. Kulit berfungsi untuk perlindungan dan mengeluarkan keringat 36. Bagian kulit yang merupakan bagian yang terdapat akar rambut, kelenjar minyak, pembuluh darah, serabut saraf, serta otot penegak rambut adalah … A.

Epidermis B. Dermis C. Stratum lusidum D. Stratum granulosum E. Stratum korneum 37. Bagian otak yang mengatur suhu (temperatur) tubuh adalah … A. Talamus B. Hipotamus C. Cerebellum D. Medula oblongata E. Pons 38. Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan … A.

Postsinapsis B. Prasinapsis C. Sinapsis D. Vesikula sinapsis E. Neurotransmitter 39. Saluran eustachius dalam telinga berfungsi untuk menghubungkan antara … A. Bagian telinga tengah dengan rongga faring B. Jendela lonjong dengan jendela bulat C. Tulang-tulang pendengaran dengan selaput pendengaran D. Organ korti dengan perilimfa E. Membran timpani dengan koklea 40. Pada sklera yang berfungsi melindungi bola mata dari gangguan adalah … A. Koroid B.

Pupil C. Iris D. Diafragma E. Konjungtiva 41. Penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh virus adalah … A. Sifilis B. Gonorhoe C. Influenza D. Herpes E. Kanker 42. Proses spermatogonosis berlangsung dalam testis kurang lebih selama … A.

30 hari B. 40 hari C. 55 hari D. 60 hari E. 72 hari 43. Semua cairan limfa akan terkumpul pada pembuluh limfa dan bersatu menjadi … A. Vena limfa B. Arteri limfa C. Pembuluh limfa D. Timus E.

Limpa 44. Suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit disebut … A. Toksin B. Vaksin C. Antibodi D. Lisis E. Aglutinasi 45. Labirin merupakan ruang insang yang mempunyai perluasan ke atas yang berupa lipatan-lipatan tidak teratur yang berfungsi untuk menyimpan udara.

Jenis ikan yang memiliki labirin adalah sebagai berikut … A. Lele, gurami, dan tongkol B. Gabus, nila, dan betok C. Mujair, nila, dan tombro D. Gabus, lele, dan gurami E. Glodok, sidat, dan lele 46. Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi … bagian. A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 E. 6 47. Alat ekskresi pada insekta disebut … A. Sel api B. Pembuluh malpighi C. Ginjal D. Nefridiofor E. Trakea 48. Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang … A. Ginjal B. Kulit C. Hati D. Paru-paru E.

Jantung 49. Pemberian nutrisi pada sel saraf terjadi melalui … A. Dendrit B. Neurit C. Sinapsis D. Sel schwann E. Nodus ranvier 50. Bagian otak yang merupakan pusat pendengaran adalah … A. Otak besar B. Otak kecil C. Otak tengah D. Jembatan varol E.

Sumsum sambung Soal Biologi Kelas 11 Soal-soal Ulangan Akhir Semester 2 Biologi kelas XI yang sedang Anda baca ini, berisikan semua materi soal biologi, mulai dari soal sistem pencernaan makanan sampai bab atau bagian terakhir yaitu sistem pertahanan tubuh. Ada sekitar 50 soal Biologi (40 PG + 10 essay) beserta jawaban yang bisa Anda jadikan referensi belajar, untuk menghadapi Penilain Akhir Tahun (PAT).

Berikut, contoh soal UAS Biologi kelas 11 semester genap dan kunci jawaban (KTSP) untuk siswa SMA/MA/Sederajat. 1. Karbohidrat disimpan dalam hati dalam bentuk…. a. lemak padat b. glikogen c. lemak cair d. pati e. karbon Jawaban: b penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali. Unsur penyusun protein selain C, H, dan O adalah…. a. N dan S b. N dan Fe c. Na dan P d. Ca dan Mg e.

N dan Cl Jawaban: a 3. Pada pernapasan dada yang berkontraksi adalah otot…. a. diafragma b. pengangkat rusuk c. antartulang rusuk d. diafragma dan pengangkat rusuk e. antarrusuk, pengangkat rusuk, dan diafragma Jawaban: c 4. Fungsi ginjal yang berkaitan dengan usaha tubuh untuk menjaga keseimbagan kadar cairan dalam tubuh adalah…. a. mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh b. mempertahankan keseimbangan asam dan basa c. mengekskresikan zat-zat racun d.

melakukan filtrasi dan reabsorspsi e. mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler Jawaban: e 5. Lubang pernapasan pada serangga disebut….

a. trakea b. insang c. pori-pori d. trakeola e. spirakel Jawaban: e penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali.

Pernyataan yang tidak benar mengenai gangguan pencernaan dan penyebabnya adalah…. a. sembelit, disebabkan kurang makanan berserat b.

diare disebabkan kelebihan asam lambung c. gastritis disebabkan iritasi pada dinding kolon d. ulkus disebabkna racun yang dikeluarkan oleh bakteri e.

radang usus buntu disebabkan adanya gangguan absorbsi air Jawaban: d 7. Di bawah ini beberapa pernyataan yang berhubungan dengan respirasi! 1) Terjadinya pengikatan oksigen oleh kapiler darah alveolus 2) merupakan respirasi eksternal 3) Proses dipengaruhi O 2 4) Tekanan partial oksigen alveolus tinggi 5) Tekanan partial oksigen jaringan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali Dari pernyataan di atas, pernyataan yang sesuai dengan reaksi Hb + 4O 2 ==> HbO 2 adalah….

a. 1, 2, dan 3 b. 1, 2, dan 4 c. 2, 3, dan 4 d. 2, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5 Jawaban: b 8. Pernyataan yang benar mengenai ekspirasi pada pernapasan perut dan pernapasan dada adalah…. a. pernapasan perut diafragma relaksasi pernapasan dada otot antarusuk relaksasi b. pernapasan perut diagragma kontraksi pernapasan dada otot antarrusuk relaksasi c.

pernapasan perut diagragma relaksasi pernapasan dada otot antarusuk kontraksi d. pernapasan perut otot dinding perut kontraksi pernapasan dada otot antarrusuk kontraksi e. pernapasan perut otot dinding perut kontraksi Jawaban: a 9.

Paru-paru burung berhubungan dengan kantong-kantong udara yang terdapat pada beberapa alat dalam. Fungsi kantong udara tersebut adalah…. a. membantu pernapasan saat akan terbang b. menyerap panas untuk menurunkan temperatur tubuh c.

membantu memasukkan udara dari luar ke paru-paru d. membantu mengeluarkan udara dari paru-paru ke luar tubuh e. membantu membesarkan ruang siring dan memperkeras suara Jawaban: e 10.

Jika menahan napas, maka keinginan bernapas menjadi tidak terkendali. Hal ini disebabkan karena…. a. kekurangan zat asam dalam otak b. kebanyakan CO 2 dalam darah c. kekurangan zat asam dalam jantung d. kebanyakan CO 2 dalam paru-paru e. kekurangan zat asam dalam darah Jawaban: a Posting terkait: • Soal Tema 4 Kelas 2 • Soal Tema 5 Kelas 2 • Soal Tema 6 Kelas 2 Posting pada BANK SOAL Ditag bank soal biologi kelas 11, bank soal biologi kelas 11 semester 1, biologi gonzaga, biologi gonzaga kelas 11, biologi gonzaga tentang sel, biologi kelas 11 semester 1, biologi ruang guru, buku biologi sma kelas 11, buku kerja biologi sma kelas xi, contoh soal biologi kelas 11, contoh soal biologi kelas 11 semester 1 kurikulum 2013, contoh soal biologi kelas 11 semester 2, contoh soal biologi kelas 11 tentang sel, gambar lakuna sitoplasma dan nukleus, Keyword, kisi-kisi biologi kelas 11 semester 1 2019, kisi-kisi soal biologi kelas 11 semester 2, kunci jawaban biologi kelas xi kurikulum 2013, latihan soal dan pembahasan biologi kelas 11, materi biologi sma lengkap, materi biologi sma semester ganjil, modul biologi kelas xi semester 2, pengertian dari osmosis, pertanyaan susah tentang sel, quizizz biologi kelas 11 semester 2, quizizz sistem koordinasi kelas 11, ruang guru biologi kelas 11, sistem saraf, soal biologi kelas 11, soal biologi kelas 11 2020, soal biologi kelas 11 jaringan hewan, soal biologi kelas 11 jaringan tumbuhan, soal biologi kelas 11 quizizz, soal biologi kelas 11 sel, soal biologi kelas 11 semester 1 beserta jawabannya, soal biologi kelas 11 semester 1 kurikulum 2013, soal biologi kelas 11 semester 2, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali biologi kelas 11 semester 2 dan jawabannya, soal biologi kelas 11 semester 2 dan jawabannya pdf, soal biologi kelas 11 semester 2 pdf, soal biologi kelas 11 sistem gerak, soal biologi kelas 11 sistem pencernaan, soal biologi tentang sel kelas 11 dan jawabannya, soal dan jawaban uts biologi kelas 11 semester 2, soal dan pembahasan transpor membran sel, soal essay biologi kelas 11, soal essay biologi kelas 11 semester 1 kurikulum 2013, soal essay tentang sel, soal geografi kelas 11 semester 2, soal hots biologi kelas 11, soal pas biologi kelas 11 semester 1, soal pat biologi kelas 11 semester 2, soal pts biologi kelas 11 semester 1, soal sosiologi kelas 11 ruang guru, soal uas biologi kelas 11 gonzaga, soal uas biologi kelas 11 semester 1, soal uas biologi kelas 11 semester 1 kurikulum 2013, soal ujian kelas 11 semester 1 2019, soal ukk biologi kelas 11 semester 2 dan jawabannya, soal un biologi kelas 11 sma, soal un biologi tentang sel, soal uts biologi kelas 11 semester 1, soal uts biologi kelas 11 semester 1 kurikulum 2013, soal-soal biologi kelas 10 11 12 Post Terbaru • Struktur Osis • Program Kerja Osis • 16 Prospek Kerja Agribisnis • √ Larutan Non Elektrolit : Pengertian, Contoh dan Penjelasannya • Motto OSIS • Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya • Sinopsis Novel Dia Adalah Kakakku • Sinopsis Novel Sepotong Hati yang Baru • Sinopsis Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah • Sinopsis Novel Sunset Bersama Rosie
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pernapasan adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.

Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.Respirasi adalah usaha tubuh untuk memenuhi kebutuhan O2 untuk proses metabolisme dan mengeluarkan CO2 sebagai hasil metabolisme dengan perantara organ paru dan saluran napas bersama kardiovaskuler sehingga dihasilkan darah yang kaya oksigen.

Proses Pernapasan Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. Sistem respirasi atau sistem pernafasan mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir melalui: • Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau.

Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung.Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. • Penghangatan Yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.Penghangatan ini dimungkinkan karena didalam dinding rongga hidung terdapat konka yang banyak mengandung kapiler darah.Konka hidung (konka nasalis) adalah selaput lendir yang berlipat-lipat.(Syaifuddin, 1995).

Bila udara yang masuk suhunya lebih rendah dari suhu tubuh maka darah kapiler akan melepaskan energinya ke rongga hidung, sehingga suhu udara yang masuk menjadi hangat.

Disamping menghangatkan udara, adanya lendir menyebabkan udara kering yang masuk ke rongga hidung menjadi lembab. • Faring (tekak) Faring merupakan tempat terjadinya persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.Pada bagian ini terdapat klep atau epiglotis yang bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan tersebut.

• Laring (pangkal tenggorok) Laring disebut juga pangkal tenggorok atau kotak suara.Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun.Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan.Jakun adalah suatu struktur kecil berbentuk setengah lingkaran dan paling menonjol di bagian tengah tenggorokan seorang laki-laki.

Bagian tubuh ini akan menonjol saat seseorang menelan dan pada beberapa laki-laki akan lebih penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali. Ukuran jakun pada laki-laki akan lebih besar dibandingkan dengan milik perempuan, hal inilah yang membuat laki-laki memiliki pita suara lebih panjang daripada perempuan.

Seringkali perempuan yang memiliki pita suara lebih panjang juga akan memiliki jakun yang agak menonjol. Fungsi utama jakun adalah memberikan perlindungan terhadap laring (kotak suara), yaitu organ pada manusia yang melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara.Hal ini karena tekanan yang berasal dari luar tenggorokan dapat merusak bagian-bagian sensitif dari anatomi dalam tenggorokan.struktur dari jakun ini seperti sebuah perisai setengah lingkaran yang tidak bulat tapi sangat tebal.

Dinding dan depan laring tersebut ditutupi oleh tulang rawan tiroid yang kaku tapi tidak bertulang (tidak keras), material itulah yang membentuk jakun dan melindungi pita suara.

Tulang rawan ini mirip dengan material yang membentuk hidung dan telinga. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis).Pada waktu menelan makanan, epiglotis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk dalam laring. Sementara itu, ketika bernapas epiglotis akan membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara.

• Trakhea (batang tenggorok) Merupakan pipa yang panjangnya kira-kira 9 cm dan dindingnya terdiri atas tiga lapisan.Lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, sedangkan lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia.Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk C.

Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka.Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia.Silia-silia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup napas dapat dikeluarkan.Di paru-paru trakea ini bercabang dua membentuk bronkus.

• Paru-paru Paru-paru terletak dalam rongga dada.Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik, berpori, dan seperti spon. Apabila diletakkan di dalam air, paru-paru akan mengapung karena mengandung udara di dalamnya.Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus.Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus.Setiap lobus tersusun atas lobula.

Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan.

Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (± 3–4 mmHg).

Paru-paru terdiri atas : • Bronkus (cabang batang tenggorokan) Bronkus berjumlah sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri.Tempat percabangan ini disebut bifurkase. Bronkus mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus yang ke kiri lebih panjang dan sempit serta kedudukannya lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.

Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. • Bronkiolus Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil.Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia.Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus.

• Alveolus Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara.Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah.

Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O 2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO 2 dari sel-sel darah ke udara. Jumlahnya lebih kurang 300 juta buah.

Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh. Mekanisme Pernapasan Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu: • Pernapasan Dada Bagian tubuh yang berperan dalam pernapasan dada, yaitu: • Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut • Tulang rusuk terangkat ke atas • Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.

Pernapasan dada atau costal breathing. Inspirasi dimulai dari otot interkostalis eksterna yang berkontraksi. Akibatnya, tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan menyebabkan rongga dada dan volume paru-paru membesar.

Sebaliknya, ketika ekspirasi otot interkostalis internal berelaksasi sehingga tulang-tulang rusuk menjad turun dan volume rongga dada pun menurun. • Pernapasan Perut Bagian tubuh yang berperan pada pernapasan perut, yaitu: • Otot difragma pada perut mengalami kontraksi • Diafragma datar • Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

Pernapasan perut atau diaphragmatic breathing.Inspirasi dimlai abdomen bergerak ke arah luar sebagai akibat berkontraksinya otot diafragma yang turun ke bawah secara mendatar, sehingga rongga dada membesar dan menurunkan tekanan udara di paru-paru Pada saat ekspirasi otot-otot diafragma berelaksasi dengan cara mengendur dan cenderung melengkung ke atas.

Akibatnya, tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih tinggi karena volume rongga dada maupun rongga paru-paru mengecil. Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat.

Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara. Pada pembuluh darah arteri, tekanan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen.

Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO 2. CO 2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah. Fase Pernapasan Fase ini terbagi pada tarikan nafas (inspirasi) dan hembusan nafas (ekspirasi) yang melibatkan beberapa bagian tubuh, antara lain: • Otot interkosta • Tulang rusuk • Diafragma • Isi padu rongga toraks • Tekanan udara di paru- paru • Inspirasi Pada saat menarik napas (inspirasi), otot interkosta luar berkontraksi (tulang rusuk dinaikkan ke atas ) ; otot diafragma berkontraksi (diafragma menjadi datar ), isipada rongga toraks bertambah dan tekananudara paru-paru menjadi rendahtekanan udara di luar yang lebih tinggi mendorong udara kedalam paru-paru.

• Ekspirasi Pada saat menghembuskan napas (ekspirasi)otot interkosta luar mengendur (tulang rusuk dmenurun ke bawah ) ; otot diafragma mengendur (diafragma melengkung ke atas ), isipada rongga toraks berkurang dan tekanan udara paru-paru menjadi tinggitekanan udara dalam paru-paru yang lebih tinggi mendorong udara keluar. Mekanisme Jalannya Udara Saat Bernapas Paru-paru mamalia terletak dalam rongga dada.Paru-paru mamalia mempunyai tekstur yang mirip spons dan berbentuk seperti sarang lebah dengan epithelium lembap yang berfungsi sebagai pertukaran respirasi.

Luas total permukaan epithelium (sekitar 100m 2 pada manusia) sudah cukup untuk melakukan pertukaran gas untuk keseluruhan tubuh. Sebuah sistem saluran yang bercabang mengirimkan udara ke paru-paru.Udara masuk melalui lubang hidung kemudian disaring oleh rambut, dihangatkan, dilembapkan, dan dicek jika ada bebauan, sementara udara mengalir berbagai ruang di dalam rongga hidung.

Rongga hidung mengarah ke faring, semacam persimpangan dimana jalur untuk udara dan makanan saling silang. Ketika makanan ditelan, laring bergerak ke atas dan merebahkan epiglottis di atas glotis.Hal tersebut membuat makanan dapat masuk ke esophagus hingga lambung.

Pada waktu lain, glotis berada dalam keadaan terbuka dan manusia dapat bernafas. • Proses terbentuknya suara Dinding laring diperkuat dengan tulang rawan. Pada manusia dan mamalia lain, laring diadaptasikan sebagai kotak suara. Ketika ada udara dihembuskan udara tersebut akan melintasi pasang pita suara dalam laring, kemudian suara dihasilkan ketika otot sadar dalam kotak suara menjadi tegang dan meregangkan pita suara tersebut sehingga pita suara bergetar.

Suara berada tinggi dihasilkan ketika pita suara sangat teregang dan bergetar cepat; suara bernada rendah berasal dari pita suara yang tidak terlalu tegang bergetar secara perlahan. Dari laring, udara lewat ke dalam trakea atau batang tenggorokan.Cincin tulang rawan (sebenarnya berbentuk seperti huruf C) mempertahankan bentuk trakea.Trakea bercabang menjadi dua bronki (tunggal, bronkus) masing-masing menuju ke setiap paru-paru.Di dalam paru-paru bronkus bercabang secara berulang-ulang menjadi pipa yang semakin halus disebut sebagai bronkiolus.Keseluruhan system saluran udara tampak seperti pohon terbalik, dimana batang berperan sebagai trakea.

Epithelium yang melapisi cabang utama pohon respirasi ditutupi oleh silia dan sebuah lapisan tipis mucus. Mucus akan menjerat debu, serbuk sari, dan partikel-partikel kontaminan lainnya. Silia yang berdenyut menggerakkan mucus ke arah atas menuju faring dimana mucus dapat ditelan ke dalam esophagus.

Proses ini membantu membersihkan sistem respirasi. Pada ujungnya, bronkiolus yang paling kecil berakhir dan membentuk sekumpulan kantung udara yang disebut alveoli (tunggal, alveolus).Epithelium tipis yang terdiri dari jutaan alveoli di dalam paru-paru berfungsi sebagai permukaan respirasi. Oksigen di udara yang dikirimkan ke alveoli melalui pohon respirasi akan larut dalam lapisan tipis yang lembap dan berdifusi melewati epithelium dan masuk ke dalam suatu jaringan kapiler yang mengelilingi masing-masing alveolus.

Karbondioksida berdifusi dari kapiler, menembus epithelium alveolus dan masuk ke dalam ruangan udara.

• Ventilasi paru-paru Vertebrata memventilasi paru-parunya dengan cara bernapas yaitu penghirupan (inhalasi) dan penghembusan (ekshalasi) udara secara bergantian.

Ventilasi mempertahankan konsentrasi oksigen maksimum dan konsentrasi karbondioksida minimum di dalam alveoli.Mamalia memventilasi paru-parunya dengan pernapasan bertekanan negative, yang bekerja sepertid pompa penyedot udara dan bukan mendorong udara sehingga udara mengalir ke paru-paru. Pernapasan dengan tekanan negative disebabkan oleh perubahan volume paru-paru dan bukan oleh perubahan volume rongga mulut. Kerja otot mengubah volume rongga dada dan sangkar tulang rusuk kemudian paru-paru menyusul berbuat hal yang sama.

Hal ini dapat terjadi karena paru-paru terbungkus oleh kantung dinding ganda.Lapisan bagian dalam kantung itu menempel ke bagian luar menempel ke dinding rongga dada.Sebuah ruang tipis yang terisi penuh dengan cairan memisahkan kedua lapisan itu.Karena tegangan permukaan, maka kedua lapisan berperilaku seperti dua lempengan gelas yang ditempelkan bersama-sama oleh suatu lapisan tipis air. Lapisan-lapisan tersebut dapat menggelincir dengan mulus satu sama lain, tetapi lapisan-lapisan itu tidak dengan mudah dapat dipisahkan.

Tegangan permukaan juga menyambung pergerakan paru-paru dengan tulang rusuk. Volume paru-paru meningkat sebagai akibat kontraksi otot rusuk dan diafragma, lapisan otot rangka yang membentuk dinding dasar pada rongga dada.

Kontraksi otot rusuk membesarlan sangkar tulang rusuk dengan cara menarik tulang rusuk ke atas kea rah atas dan tulang dada ke arah luar. Saat bersamaan, rongga dada membesar ketika diafragma berkontraksi dan turun seperti piston. Semua perubahan tersebut meningkatkan volume paru-paru dan sebagai akibatnya, tekanan udara di dalam alveoli menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan di atmosfer. Karena udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, maka udara mengalir dari lubang hidung dan masuk ke pipa pernapasan sampai ke alveoli.

Selama ekhalasi, otot tulang rusuk dan diafragma relaksasi, volume paru-paru berkurang, dan peningkatan tekanan udara di dalam alveoli memaksa udara naik ke pipa pernapasan dan keluar melalui lubang hidung. • Kapasitas volume paru-paru Kontraksi otot tuselang rusuk dan diafragma bertanggung jawab atas peningkatan volume paru-paru selama pernapasan dangkal, ketika mamalia dalam kondisi istirahat. Selama aktivitas fisik berat, otot lain pada leher, punggung, dan dada selanjuny meningkatkan volume paru-paru dengan cara menaikkan peregangn sangkar tulang rusuk lebih jauh.

Volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan normal disebut sebagai udara tidal.Volume udara tidal pada manusia 500mL. Volume udara maksimum yang dapat dihirup dan dikeluarkan selama pernapasan yang dipaksa disebut kapasitas vital. Volume kapasitas vital yaitu 3400mL dan 4800mL, secara berturut-turut untuk wanita dan laki-laki. Kapasitas vital bergantung pada berbagai factor, salah satunya kelenturan paru-paru.Paru-paru sebenarnya dapat menampung lebih banyak udara dibandingkan dengan kapasitas vitalnya, tetapi hal yang tidak mungkin adalah mengempiskan alveoli sepenuhnya, maka masih terdapat udara sisa.

• Kontrol otomatis pernapasan Pusat kontrol pernapasan berlokasi pada medulla oblongata dan pons. Pusat kontrol di pons membantu agar pusat medulla menentukan irama dasar pernapasan. Ketika manusia bernapas dalam-dalam, mekanisme umpan balik negative mencegah paru-paru supaya tidak membesar secara berlebihan.

Sensor peregangan dalam jaringan paru-paru mengirimkan impuls saraf kembali ke medula yang akan menghambat pusat kontrol pernapasannya. Pusat kontrol medulla oblongata membantu mempertahankan homeostatis dengan cara memonitor kadar CO 2 dalam darah dan mengatur jumlah CO 2 yang dibuang oleh alveoli. Petunjuk utama mengenai konsentrasi CO 2 datang dari munculnya perubahan pH darah dan cairan jaringan (cairan serebrospinal) yang menggenangi otak.

Karbondioksida bereaksi dengan air untuk membentuk asam karbonat, yang akan menurunkan pH. Ketika pusat kontrol yang berada di medulla mendeteksi penurunan pH (peningkatan CO 2) cairan serebrospinal atau darah akan meningkatkan kedalaman laju pernapasan dan kelebihan CO 2 dibuang ke udara.

Hal ini terjadi ketika olahraga. Konsentrasi O 2 dalam darah umumnya mempunyai sedikit pengaruh pada pusat kontrol pernapasan. Akan tetapi, ketika kadar O 2 turun (misal pada tempat yang berketinggian tinggi) maka sensor O 2 di aorta dan arteri carotid di leher akan mengirimkan sinyal peringatan pada pusat kontrol pernapasan dan pusat itu merespon dengan cara meningkatkan kedalaman dan laju pernapasan.

Peningkatan kadar karbondioksida menunjukkan indikasi bahwa adanya penurunan oksien. Karena karbondioksida dihasilkan melalui proses yang sama dengan yang mengkonsumsi oksigen yaitu respirasi seluler. Tetapi, pusat kontrol pernapasan dapat dikelabui dengan ventilasi yang berlebihan. Pernapasan yang dalam dan cepat dapat secara berlebihan mengeluarkan banyak CO 2 dari darah sehingga pusat pernapasan sementara terhenti dalam mengirimkan impuls ke otot tulang rusuk dan diafragma.

Pernapsan terhenti sampai kadar CO 2 meningkat cukup banyak untuk menghidupkan kembali pusat pernapasan. Gas akan berdifusi dari daerah tekanan parsial yang lebih tinggi. Hal itulah yang bertanggung jawab atas perpindahan dan pergerakan gas-gas respirasi.Darah yang sampai paru-paru melalui arteri pulmoner mempunyai nilai Po 2 yang lebih rendah dari Pco 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan udara di dalam alveoli.Ketika darah memasuki kapiler di sekitar alveoli, karbondioksida berdifusi dari darah ke udara di dalam alveoli.

Oksigen dalam udara akan larut dalam cairan yang melapisi epithelium dan berdifusi menembus permukaan dan masuk ke darah kapiler. Ketika darah telah meninggalkan paru-paru dalam vena pulmoner, nilai Po 2 telah naik dan Pco 2 telah turun. Setelah kembali ke jantung, darah tersebut dipompa melalui sirkuit sistematik. Dalam kapiler jaringan, gradient tekanan parsial lebih menyukai terjadinya difusi oksigen keluar dari darah dan karbondioksida dalam darah.

Hal ini terjadi karena respirasi seluler dengan cepat menghabiskan kandungan oksigen dalam cairan interstisial dan menambahkan karbondioksida ke cairan itu.

Setelah darah melepaskan oksigen dan memuat karbondioksida darah tersebut dikembalikan ke jantung melalui vena semantic. Darah tersebut kemudia dipompa ke paru-paru sekali lagi, tempat darah akan mempertukarkan gas dengan udara di alveoli.

Gangguan Pernapasan Berikut akan diuraikan beberapa jenis gangguan pernapasan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia : • Efisema Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus.Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. Gejala yang ditimbulkan: • Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema. • Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.

Pencegahan dan solusi : Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

• Pneumonia Pneumoniaa tau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh diplococcus pneumoniae. Penyakit ini menyebabkan radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumonia.Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat.

Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun. Terjadinya penyakit pneumonia yaitu gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas.Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia.

Hal ini diantaranya adalah : • Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus.

Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah. • Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia.Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.

• Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.

• Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus. • Pasien yang lama berbaring.

Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri. Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri, antara lain: • Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik.

Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita. • Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.

• Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur. Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.

• Influenza Influenza disebabkan oleh virus influenza.Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.

Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di masyarakat. Walaupun ringan tetapi penyakit ini dapat berbahaya bagi usia sangat muda dan usia tua dimana terdapat keterbatasan fungsi pernafasan. Penyakit ini terutama terjadi pada musin dingin di negara bermusim dingin dan di musim hujan pada negara-negara tropis.Mahluk hidup tempat berkembang dan menyebarkan influenza ini adalah manusia sendiri.

Diduga bahwa hewan lain seperti burung, babi, dan kuda memegang peranan dalam menciptakan jenis virus influenza dengan jenis yang berbeda akibat adanya mutasi di hewan-hewan tersebut.

Penyebaran virus influenza ini melalui tetesan air liur pada saat batuk dan melalui partikel yang berasal dari sel hidung yang melayang di udara terutama di ruangan tertutup. Penyebab influenza adalah virus yang menginfeksi jaringan saluran nafas bagian atas. Terdapat 3 jenis virus yang di kenal yaitu A,B, dan C. Virus tipe A akan menyebabkan gejala yang berat, menyebar secara cepat dan dapat menyebabkan infeksi di suatu negara atau wilayah (pandemi). Virus tipe B akan menyebabkan gejala yang lebih ringan dan penyebarannya tidak secepat virus tipe A.

Virus tipe C hanya memberikan gejala yang ringan saja. Perbedaan dari virus ini dapat diketahui melalui pemeriksaan dari cairan ludah dengan mempergunakan test secara genetik. Transmisi virus melalui udara dan air ludah sangat bergantung dari jumlah virus yang terkandung didalamnya.

Dari hasil penelitian apabila didapatkan 10 virus / air ludah sebanyak 50% orang yang terkena air ludah ini akan menderita influenza. Virus akan melekat pada sel permukaan di rongga hidung dan saluran nafas. Setelah virus berhasil masuk kedalam sel, dalam beberapa jam akan mengalami replikasi dan menuju ke permukaan sel sehingga dapat meninggalkan sel yang sudah rusak untuk masuk ke sel yang baru, baik sel yang berada di sebelahnya atau menempel pada air ludah dan menyebar melalui udara.

Gejala pada penderita Influenza, umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batukpilek, terkadang disertai sakit pada waktu menelan dan serak.

Gejala ini dapat didahului oleh lemah badan dan rasa dingin.Pada kondisi ini biasanya sudah didapatkan gambaran kemerahan pada tenggorokan. Gejala-gejala diatas dapat terjadi beberapa hari dan hilang dengan sendirinya. Tubuh memiliki kemampuan untuk menghilangkan virus dan bakteri yang berbahaya melalui sistem pertahanan tubuh degnan sel darah putih, tetapi pertahanan ini akan baik apabila kondisi tubuh baik pula. Setelah masa penghancuran virus dan bakteri berbahaya tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sehingga akan terasa lemas dan lemah.

• Asma Asma merupakan penyakit penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran, debu, atau tekanan psikologis.Asma bersifat menurun. Penyakit ini menyebabkan penyempitan saluranpernapasan.Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi.Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas.Berbagai sel inflamasi berperan, terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, netrofil dan sel epitel.

Faktor lingkungan dan berbagai faktor lain berperan sebagai penyebab atau pencetus inflamasi saluran napas pada pasien asma. Inflamasi terdapat pada berbagai derajat asma baik pada asma intermiten maupun asma persisten.Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif (hipereaktifitas) jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama pada malam dan/atau dini hari.

Episodik tersebut berkaitan dengan sumbatan saluran napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan Faktor lingkungan yang mempengaruhi individu dengan predisposisi asma untuk berkembang menjadi asma adalah alergen di dalam maupun di luar ruangan, seperti mite domestik, alergen binatang, alergen kecoa, jamur, tepung sari bungasensitisasi (bahan) lingkungan kerja, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali rokok, polusi udara di luar maupun di dalam ruangan, infeksi pernapasan (virus), diet, status sosio ekonomi, besarnya keluarga, obesitas.

Sedangkan faktor lingkungan yang menyebabkan eksaserbasi dan/atau menyebabkan gejala asma menetap adalah : • alergen di dalam maupun di luar ruangan • polusi udara di luar maupun di dalam ruangan • infeksi pernapasan • olah raga dan hiperventilasi • perubahan cuaca • makanan, additif (pengawet, penyedap, pewarna makanan) • obat-obatan, seperti asetil salisilat • ekspresi emosi yang berlebihan • asap rokok • iritan antara lain parfum, bau-bauan yang merangsang Gejala asma bersifat episodik, seringkali reversibel dengan/atau tanpa pengobatan.

Gejala awal berupa : • batuk terutama pada malam atau dini hari • sesak napas • napas berbunyi (mengi) yang terdengar jika pasien menghembuskan napasnya • rasa berat di dada • dahak sulit keluar. Gejala yang berat adalah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa.Yang termasuk gejala yang berat adalah serangan batuk yang hebat Sesak napas yang berat dan tersengal-sengal Sianosis (kulit kebiruan, yang dimulai dari sekitar mulut) Sulit tidur dan posisi tidur yangnyaman adalah dalam keadaan duduk Kesadaran menurun.(Abdul Muchid, 2007) • Tonsillitis Tonsillitisadalah peradangan pada tonsil (amandel).

Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak(radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. • Asfiksi Asfiksi adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).Penyakit ini menyebabkan terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh.

Gangguan pada proses pengikatan oksigen yang sering terjadi adalah asfiksi. Hal tersebut terjadi karena adanya kompetisi antara oksigen dan zat lain yang dapat berikatan dengan hemoglobin. Contohnya pada keracunan gas karbon monoksida (CO).

Karbon monoksida lebih mudah berikatan dengan hemoglobin dibandingkan dengan oksigen. Hal ini menyebabkan hemoglobin mengikat karbon monoksida, bukan oksigen. Jika sebagian besar darah berikatan dengan karbon monoksida, jaringan dalam tubuh akan kekurangan oksigen. Gangguan pengikatan oksigen juga terjadi jika paru-paru terisi oleh zat lain, seperti air pada kasus orang yang tenggelam. Pada peristiwa tenggelam, alveolus terisi oleh air sehingga darah tidak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai.

Daftar Pustaka: • Campbell. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga Baca Juga : • Penyebab Mutasi Gen – Pengertian, Alam, Buatan, Faktor, Jenis, Mekanisme, Konsekunsi • Persamaan Logaritma • √ Peristiwa Lengkap G30S PKI • Pengujian Zat Makanan – Jenis, Fungsi, Persyaratan, Alat dan Bahan, Cara Kerja, Data, Hasil Pengujian • Replikasi DNA Semikonservatif – Pengertian, Komponen, Model, Dispersif, Para Ahli • Fungsi Tulang Rawan Beserta Penjelasannya Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA Ditag Alat pernapasan manusia, apa yang dimaksud dengan alveolus, bagaimana cacing bernapas, bagaimana cara kerja diafragma, bentuk persamaan reaksi kimia pernapasan, bronkus berfungsi untuk, cara bernapas hewan, faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan, fungsi alat peraga pernapasan manusia, fungsi alveolus, fungsi bronkus, fungsi faring, fungsi hidung, fungsi jantung yang berhubungan dengan arteri, fungsi laring, Fungsi Paru-Paru, Fungsi Sistem Pernafasan, fungsi sistem pernapasan, fungsi sistem penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali brainly, fungsi sistem respirasi, fungsi trakea, gambar bagan kerja organ pernapasan manusia, gambar organ pernapasan manusia, gambar sistem ekskresi, gambar sistem pernapasan manusia, gambar skema pernapasan manusia, jelaskan fase inspirasi pada pernapasan perut, jelaskan organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya, jenis-jenis pernafasan, kapan trakea berfungsi, kapiler darah di alveolus berfungsi untuk, kupu-kupu dan semut bernapas dengan, materi sistem pernapasan pada manusia, mekanisme pernapasan, mekanisme pernapasan dada, organ pernapasan hewan, organ pernapasan katak, organ pernapasan tumbuhan, otot diafragma berkontraksi terjadi pada saat, otot inspirasi, pembahasan sistem pernapasan pada manusia, pernapasan diafragma, pernapasan pada manusia, Proses pernafasan manusia, proses pernapasan pada manusia, proses pernapasan pada manusia secara singkat, rangkuman sistem pernapasan pada manusia, sebutkan alat-alat sistem pernapasan, sistem pernafasan, Sistem Pernafasan Manusia, sistem pernapasan manusia dan fungsinya, sistem pernapasan manusia kelas 8, sistem pernapasan manusia sd, tahap ekspirasi pada pernapasan perut adalah, teori pernapasan pada manusia, udara yang kita buang dalam pernapasan adalah, yang merupakan respirasi dada kecuali Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Cefixime adalah obat antibiotik untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi tenggorokan dan amandel, infeksi pada telinga, infeksi saluran kemih, dan infeksi manular seksual, seperti gonore.

Cefixime termasuk ke dalam golongan antibiotik sefalosporin generasi III. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Dengan begitu, bakteri tidak dapat bertaham hidup dan infeksi bisa teratasi. Cefixime tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu. Merek dagang cefixime : Anfix, Cefixime Trihydrate, Cefacef, Cefarox, Cefila, Cefixstar, Cefspan, Ceptik, Cerafix, Fixacep, Fixam, Fixatic, Helixim, Lanfix, Inbacef, Lanfix DS, Nixaven, Oracef, Profim, Simcef, Sporetik, Starcef, Trixim 200, Tocef, Ximecef, Yafix Apa Itu Cefixime Golongan Obat resep Kategori Antibiotik golongan sefalosporin Manfaat Mengobati infeksi bakteri Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Cefixime untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Belum diketahui apakah cefixime bisa terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bentuk obat Tablet, tablet kunyah ( chewable), kapsul, kaplet, dan sirop Peringatan Sebelum Mengonsumsi Cefixime Cefixime hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi cefixime: • Jangan mengonsumsi cefixime jika Anda alergi terhadap obat ini atau antibiotik golongan sefalosporin lain, seperti cefotaxim.

Selalu memberi tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal atau penyakit pada saluran pencernaan, seperti kolitis. • Beri tahu dokter jika selama menjalani pengobatan dengan cefixime Anda berencana melakukan imunisasi dengan vaksin hidup, seperti vaksin tifoid. • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal.

• Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsusmi cefixime. Dosis dan Aturan Pakai Cefixime Dosis dan aturan pakai cefixime berbeda-beda tiap pasien. Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama pengobatan sesuai kondisi dan usia pasien.

Secara umum, berikut ini adalah dosis infeksi bakteri: • Dewasa: 200–400 mg, per hari, yang bisa dibagi ke dalam 1–2 kali pemberian, selama 7–14 hari. • Anak-anak usia di atas 6 bulan s ampai 10 tahun dengan berat badan <50 kg: 8 mg/kgBB, per hari, yang bisa dibagi ke dalam 1–2 kali pemberian.

Cara Mengonsumsi Cefixime dengan Benar Gunakan cefixime sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis, serta jangan menggunakan obat melebihi jangka waktu yang dianjurkan. Cafixime tablet, kaplet, atau kapsul dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Minum cefixime tablet, kaplet, atau kapsul dengan segelas air putih.

Telan tablet, kaplet, atau kapsul secara utuh, jangan menghancurkan atau mengunyahnya. Jika Anda mengonsumsi cefixime dalam bentuk sirop, kocok botol terlebih dahulu sebelum diminum. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat agar dosis lebih tepat.

Untuk Anda yang mengonsumsi cefixime bentuk tablet kunyah, tablet harus dikunyah terlebih dahulu dan tidak ditelan secara utuh. Agar pengobatan efektif, konsumsilah cefixime pada jam yang sama setiap harinya. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya, meskipun keluhan atau gejala sudah dirasa membaik.

Jika lupa mengonsumsi cefixime, segera minum begitu Anda ingat. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis cefixime untuk menggantikan dosis yang terlewat, kecuali atas petunjuk dokter. Simpan cefixime pada suhu ruangan, tempat yang kering, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Cefixime dengan Obat Lain Ada beberapa efek interaksi yang bisa timbul jika cefixime digunakan bersama dengan obat lain, di antaranya: • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama obat antikoagulan, seperti warfarin • Peningkatan kadar cefixime jika digunakan bersama nifedipine atau probenecid • Peningkatan kadar penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali di dalam darah • Penurunan efektivitas vaksin yang berasal dari bakteri hidup, seperti vaksin BCG, vaksin tifus, atauvaksin kolera Efek Samping dan Bahaya Cefixime Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi cefixime adalah: • Sakit kepala atau pusing • Mual atau muntah • Sakit perut atau kembung • Diare Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda atau semakin memburuk.

Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: • Sakit perut yang berat, mual dan muntah yang tidak kunjung mereda, atau penyakit kuning • Penyakit infeksi yang bisa ditandai dengan gejala berupa demam atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung mereda • Infeksi C.

difficile yang bisa ditandai dengan gejala berupa diare yang tidak kunjung berhenti, kram perut, atau tinja berlendir atau berdarah. Selain itu, pengguaan cefixime dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur yang bisa ditandai dengan munculnya ruam putih seperti sariawan di mulut dan lidah atau keputihan yang tidak normal.
• Afrikaans • Akan • Alemannisch • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • 客家語/Hak-kâ-ngî penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Lingála • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Эрзянь • Nāhuatl • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Twi • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Penyakit Papirus Edwin Smith, dokumen pembedahan tertua di dunia.

Papirus ini ditulis dalam skrip hieratik di Mesir kuno sekitar tahun 1600 SM. Teks di dalamnya menggambarkan pengamatan anatomi serta pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali prognosis 48 jenis permasalahan medis dengan sangat rinci.

Perawatan yang dijelaskan di antaranya menutup luka dengan jahitan, mencegah dan menyembuhkan infeksi dengan madu dan roti berjamur, menghentikan pendarahan dengan daging mentah, dan imobilisasi cedera kepala dan sumsum tulang belakang. Teks yang diterjemahkan pada tahun 1930 ini mengungkapkan kecanggihan dan kepraktisan pengobatan Mesir kuno. Rekto kolom 6 (kanan) dan 7 (kiri) dari papirus yang digambarkan di sini membahas tentang trauma wajah. (Kasus 12-20). Penyakit adalah kondisi abnormal tertentu yang secara negatif memengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh tubuh suatu makhluk hidup, dan bukan diakibatkan oleh cedera eksternal apa pun.

[1] [2] Penyakit juga dikenal sebagai kondisi medis yang berhubungan dengan gejala dan tanda klinis tertentu. [1] Suatu penyakit dapat disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti patogen atau oleh disfungsi internal.

Sebagai contoh, disfungsi internal sistem imun dapat menghasilkan berbagai penyakit yang berbeda, di antaranya berbagai bentuk defisiensi imun, hipersensitivitas, alergi, dan penyakit autoimun. Pada manusia, penyakit sering digunakan secara lebih luas untuk merujuk pada kondisi apa pun yang menyebabkan rasa nyeri, disfungsi, distres, masalah sosial, atau kematian bagi penderitanya, atau masalah serupa bagi mereka yang berhubungan dengan orang tersebut.

Dalam pengertian yang lebih luas ini, penyakit kadang-kadang termasuk cedera, difabel, kelainan, sindrom, infeksi, gejala terisolasi, perilaku menyimpang, serta variasi struktur dan fungsi yang atipikal (tidak umum), sementara dalam konteks lain dan untuk tujuan lain, hal-hal ini dianggap kategori yang dapat dibedakan. Penyakit tidak hanya memengaruhi seseorang secara fisik, tetapi juga secara mental, karena mengidap dan hidup dengan suatu penyakit dapat mengubah pandangan hidup seseorang.

Kematian karena penyakit disebut kematian oleh sebab alami. Secara umum, ada empat jenis penyakit utama: penyakit menular, penyakit defisiensi, penyakit keturunan (termasuk penyakit genetik dan penyakit keturunan non-genetik), dan penyakit fisiologis. Penyakit juga dapat diklasifikasikan dengan cara lain, seperti penyakit menular versus tidak menular. Penyakit paling mematikan pada manusia adalah penyakit arteri koroner (penyumbatan aliran darah), diikuti oleh penyakit serebrovaskular dan infeksi saluran pernapasan bawah.

[3] Di negara maju, penyakit yang paling banyak ditemui secara keseluruhan adalah kondisi neuropsikiatri, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Studi penyakit disebut patologi, yang mencakup studi etiologi atau penyebab penyakit. Daftar isi • 1 Terminologi • 1.1 Konsep • 1.2 Jenis berdasarkan sistem tubuh • 1.3 Tahapan • 1.4 Tingkat • 2 Klasifikasi • 3 Penyebab • 3.1 Jenis penyebab • 4 Pencegahan • 5 Perawatan • 6 Epidemiologi • 6.1 Beban penyakit • 7 Masyarakat dan budaya • 7.1 Bahasa penyakit • 8 Lihat pula • 9 Referensi • 10 Pranala luar Terminologi [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Terminologi medis Konsep [ sunting - sunting sumber ] Dalam banyak kasus, istilah-istilah seperti sakit, penyakit, gangguan, kelainan, dan morbiditas, digunakan secara bergantian; namun, ada situasi ketika istilah tertentu dianggap lebih sesuai.

[4] Penyakit Istilah penyakit secara luas mengacu pada segala kondisi yang mengganggu fungsi normal tubuh. Karena alasan ini, penyakit diasosiasikan dengan disfungsi proses homeostasis normal tubuh. [5] Umumnya, istilah ini digunakan secara khusus pada penyakit infeksi, yang merupakan penyakit yang terbukti secara klinis diakibatkan oleh keberadaan agen mikrob patogenik, termasuk virus, bakteri, jamur, protozoa, organisme multiseluler, dan protein menyimpang yang dikenal sebagai prion.

Infeksi atau kolonisasi yang tidak dan tidak akan berujung pada penyimpangan fungsi normal yang secara klinis terbukti, seperti keberadaan bakteri dan khamir normal dalam usus, atau virus penumpang, tidak dianggap sebagai penyakit. Sebaliknya, infeksi yang tidak menunjukkan gejala selama masa inkubasinya, tetapi diperkirakan akan menimbulkan gejala di kemudian hari, biasanya dianggap sebagai penyakit.

Penyakit noninfeksi adalah semua penyakit lain, termasuk sebagian besar kanker, penyakit jantung, dan penyakit genetik. Penyakit dapatan/perolehan Penyakit yang didapat atau diperoleh ( bahasa Inggris: acquired diseases) adalah penyakit yang dimulai pada titik tertentu selama hidup seseorang, dan berkebalikan dengan penyakit yang sudah ada sejak lahir, yaitu penyakit bawaan.

Penyakit perolehan tidak berarti penyakit tersebut "diperoleh melalui penularan", tetapi diperoleh setelah seseorang lahir. Penyakit perolehan juga dapat berupa penyakit primer maupun penyakit sekunder. Penyakit kongenital atau penyakit bawaan Penyakit bawaan atau kelainan bawaan adalah penyakit yang telah ada saat seseorang di lahirkan. Penyakit ini sering kali merupakan penyakit genetik dan dapat diwariskan. Penyakit jenis ini juga bisa dihasilkan dari infeksi yang ditularkan secara vertikal dari ibu pada anak yang dikandungnya, seperti HIV/ AIDS.

Penyakit genetik Penyakit genetik atau kelainan genetik disebabkan oleh satu atau beberapa mutasi genetik. Penyakit ini sering kali diwariskan, tetapi beberapa mutasi bersifat acak dan de novo. Penyakit keturunan atau turunan Penyakit keturunan adalah jenis penyakit genetik yang disebabkan oleh mutasi genetik yang bersifat turun-temurun (dan ditemukan dalam suatu keluarga).

Penyakit akut Penyakit akut adalah penyakit yang bersifat jangka pendek ( akut); istilah ini terkadang juga merujuk pada penyakit yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba. Kondisi kronis atau penyakit kronis Penyakit kronis adalah penyakit yang berlanjut dari waktu ke waktu, sering kali berlangsung setidaknya selama enam bulan tetapi mungkin juga meliputi penyakit yang diperkirakan akan diderita seumur hidup.

Penyakit iatrogenik Penyakit atau kondisi iatrogenik adalah penyakit yang diakibatkan oleh intervensi medis, baik sebagai efek samping dari pengobatan atau sebagai hasil yang tidak disengaja. Penyakit idiopatik Penyakit idiopatik memiliki penyebab atau sumber yang tidak diketahui. Karena ilmu kedokteran telah maju, banyak penyakit yang sebelumnya tidak diketahui sama sekali penyebabnya, telah berhasil dipahami beberapa aspek penyebabnya sehingga tidak lagi berstatus idiopatik.

Sebagai contoh, ketika kuman ditemukan, diketahui bahwa mereka adalah penyebab infeksi, tetapi kuman tertentu dan penyakit tertentu belum dihubungkan sebagai sebab-akibat. Pada contoh lain, diketahui bahwa autoimunitas merupakan penyebab beberapa bentuk diabetes melitus tipe 1, meskipun jalur molekuler tertentu yang melatarbelakanginya belum dipahami. Secara umum, telah diketahi bahwa faktor-faktor tertentu ber korelasi dengan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali tertentu; akan tetapi, korelasi dan kausalitas adalah dua fenomena yang sangat berbeda, karena penyebab ketiga mungkin saja menghasilkan penyakit, serta fenomena terkait.

Penyakit primer Penyakit primer adalah penyakit yang dihasilkan oleh akar penyebab penyakit, berbeda dengan penyakit sekunder, yang merupakan lanjutan ( sekuela), atau komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit primer.

Sebagai contoh, pilek adalah penyakit primer, sedangkan rhinitis adalah penyakit sekunder yang mungkin mengikutinya. Seorang dokter perlu menentukan jenis penyakit, apakah pilek atau infeksi bakteri, yang mengakibatkan rhinitis sekunder pada seseorang ketika memutuskan apakah akan meresepkan antibiotika atau tidak. Penyakit sekunder Penyakit sekunder adalah penyakit yang merupakan lanjutan atau komplikasi dari penyakit kausal sebelumnya, yang disebut sebagai penyakit primer atau sekadar penyebab utama penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali mendasarinya.

Misalnya, infeksi bakteri dapat bersifat primer ketika orang yang sehat terpapar oleh bakteri dan menjadi terinfeksi, atau dapat menjadi penyakit sekunder akibat penyebab utama, yang menjadi predisposisi tubuh terhadap infeksi. Sebagai contoh, infeksi virus primer yang melemahkan sistem imun dapat mengakibatkan infeksi bakteri sekunder. Demikian pula dengan luka bakar primer yang menciptakan luka terbuka dapat memberikan titik masuk bagi bakteri, dan menyebabkan infeksi bakteri sekunder.

Penyakit yang tidak bisa disembuhkan Penyakit yang tidak bisa disembuhkan belum tentu merupakan penyakit mematikan atau terminal, dan terkadang gejala penyakit dapat diobati secara memadai agar penyakit tersebut hanya memiliki sedikit dampak atau bahkan tidak berdampak pada kualitas hidup. Penyakit terminal Penyakit terminal atau penyakit mematikan adalah penyakit yang diperkirakan mengakibatkan kematian yang tak terhindarkan.

Sebelumnya, AIDS adalah penyakit terminal; sekarang meskipun tidak dapat disembuhkan, AIDS dapat dikelola tanpa batas menggunakan obat-obatan. Gangguan Gangguan adalah kelainan atau kekacauan fungsional. Gangguan medis dapat dikategorikan menjadi gangguan mental, gangguan fisik, gangguan genetik, gangguan emosi dan perilaku, dan gangguan fungsional. Istilah gangguan sering dianggap lebih netral terhadap nilai dan kurang mendapat stigma dibandingkan dengan penyakit, sehingga lebih disukai dalam beberapa keadaan.

[6] Dalam kesehatan mental, istilah gangguan mental digunakan sebagai cara untuk mengakui adanya interaksi kompleks antara faktor biologis, sosial, dan psikologis dalam kondisi kejiwaan; akan tetapi, istilah gangguan juga digunakan dalam banyak bidang kedokteran lainnya, terutama untuk mengidentifikasi gangguan fisik yang tidak disebabkan oleh organisme menular, seperti gangguan metabolisme.

Kondisi medis Kondisi medis adalah istilah luas yang mencakup semua penyakit, lesi, gangguan, atau kondisi nonpatologis yang biasanya mendapatkan perawatan medis, seperti kehamilan atau persalinan. Walaupun istilah kondisi medis umumnya juga mencakup penyakit mental, dalam beberapa konteks, istilah ini digunakan secara khusus untuk menunjukkan penyakit, cedera, atau penyakit apa pun selain untuk penyakit mental.

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), manual psikiatri yang digunakan secara luas yang berisi penjelasan semua gangguan mental, menggunakan istilah kondisi medis umum untuk merujuk pada semua penyakit dan cedera selain gangguan mental. [7] Penggunaan ini juga umum ditemukan dalam literatur psikiatris. Beberapa polis asuransi kesehatan juga mendefinisikan kondisi medis sebagai segala penyakit atau cedera, kecuali penyakit kejiwaan.

[8] Karena lebih netral terhadap nilai dibandingkan istilah seperti penyakit, istilah kondisi medis terkadang lebih disukai oleh orang-orang dengan masalah kesehatan yang mereka anggap tidak merugikan.

Di sisi lain, dengan menekankan sifat medis dari kondisi ini, istilah ini kadang-kadang ditolak, seperti oleh para pendukung gerakan hak autisme. Istilah kondisi medis juga merupakan sinonim untuk keadaan medis, yang menggambarkan keadaan pasien saat ini dari sudut pandang medis. Contoh penggunaan istilah keadaan medis misalnya pernyataan bahwa pasien dalam keadaan kritis. Morbiditas Morbiditas (dari bahasa Latin morbidus, artinya 'sakit, tidak sehat') adalah keadaan sakit, difabel, atau kesehatan buruk karena sebab apa pun.

Istilah ini dapat digunakan untuk merujuk pada keberadaan segala bentuk penyakit, atau pada tingkat kondisi kesehatan yang memengaruhi seseorang. Di kalangan pasien yang sakit parah, tingkat morbiditas sering diukur dengan sistem penilaian ICU.

Komorbiditas adalah kehadiran dua kondisi medis atau lebih secara bersamaan, seperti skizofrenia dan penyalahgunaan zat. Dalam ilmu epidemiologi dan aktuaria, istilah "angka morbiditas" dapat merujuk pada insiden atau prevalensi suatu penyakit atau kondisi medis.

Ukuran ini berbeda dengan mortalitas suatu kondisi, yang merupakan proporsi orang yang meninggal selama interval waktu tertentu. Angka morbiditas digunakan dalam profesi aktuaria, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi perawatan jangka panjang, untuk menentukan premi yang tepat untuk dibebankan kepada pelanggan.

Angka morbiditas membantu perusahaan asuransi memperkirakan kemungkinan seseorang akan terjangkit atau mengembangkan sejumlah penyakit tertentu. Sindrom Sindrom adalah asosiasi dari beberapa tanda medis, gejala, atau karakteristik lain yang sering terjadi secara bersamaan. Beberapa sindrom, seperti sindrom Down, hanya memiliki satu penyebab. Sindrom lainnya, seperti sindrom Parkinson, memiliki beberapa kemungkinan penyebab.

Sebagai contoh, sindrom koroner akut bukanlah penyakit tunggal, tetapi lebih merupakan manifestasi dari beberapa penyakit, seperti infark miokard sekunder akibat penyakit arteri koroner. Pada sindrom lain, penyebabnya tidak diketahui. Nama sindrom yang familier sering kali tetap digunakan bahkan setelah penyebab yang mendasarinya ditemukan, atau ketika diakibatkan oleh sejumlah penyebab primer yang berbeda.

Contohnya sindrom Turner dan sindrom DiGeorge yang masih sering disebut dengan nama "sindrom" meskipun keduanya dapat dilihat sebagai entitas penyakit dan tidak hanya sebagai sekumpulan tanda dan gejala. Prapenyakit Prapenyakit adalah fase awal sebelum terjadinya penyakit ( prodom) atau fase subklinis sebelum gejala penyakit muncul. Pradiabetes dan prahipertensi adalah contoh umum prapenyakit. Namun, nosologi atau epistemologi prapenyakit masih diperdebatkan karena jarang ditemui batasan jelas yang membedakan antara kepedulian untuk status subklinis/prodromal/tanda awal penyakit (pada satu sisi) dan konflik kepentingan yang diakibatkan oleh menjual ketakutan akan penyakit atau medikalisasi penyakit (pada sisi lainnya).

Mengidentifikasi prapenyakit secara tepat dapat menghasilkan tindakan pencegahan yang bermanfaat, seperti memotivasi seseorang untuk mengerjakan latihan fisik yang sehat, [9] tetapi memberi label prapenyakit pada orang yang sehat dengan dugaan yang tidak berdasar dapat mengakibatkan perawatan yang berlebihan, seperti menggunakan obat yang hanya membantu orang dengan penyakit berat atau membayar resep obat dengan rasio manfaat-biaya sangat kecil.

Sebuah studi menyimpulkan bahwa ada tiga persyaratan untuk keabsahan konsep prapenyakit ini, yaitu kondisi yang berisiko sangat tinggi untuk berkembang menjadi penyakit, dapat ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko, dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan bahaya dalam setiap intervensi yang diambil.

[10] Jenis berdasarkan sistem tubuh [ sunting - sunting sumber ] Mental Gangguan mental merupakan label umum untuk kategori penyakit yang meliputi ketidakstabilan afektif atau emosional, disregulasi perilaku, serta disfungsi atau gangguan kognitif. Penyakit spesifik yang dikenal sebagai penyakit mental termasuk depresi berat, gangguan kecemasan umum, skizofrenia, dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Gangguan mental dapat berasal dari faktor biologis (misalnya anatomis, kimiawi, atau genetik) atau psikologis (misalnya trauma atau konflik). Penyakit mental dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja atau belajar dan dapat membahayakan hubungan interpersonal. Istilah gila digunakan secara teknis sebagai istilah hukum. Organik Penyakit organik adalah penyakit yang diakibatkan oleh perubahan fisik atau fisiologis pada beberapa jaringan atau organ tubuh.

Istilah ini terkadang tidak meliputi infeksi. Penyakit organik biasanya digunakan untuk membedakannya dengan gangguan mental. Gangguan emosi dan perilaku digolongkan dalam penyakit organik jika disebabkan oleh perubahan pada struktur fisik atau fungsi tubuh, seperti setelah strok atau cedera otak traumatis, tetapi tidak digolongkan dalam penyakit organik jika disebabkan oleh masalah psikososial. Tahapan [ sunting - sunting sumber ] Pada penyakit menular, masa inkubasi adalah periode waktu antara infeksi dan munculnya gejala.

Periode latensi adalah periode waktu antara infeksi dan kemampuan agen penyakit untuk menyebar ke orang lain, yang kejadiannya dapat mendahului, mengikuti, atau secara bersamaan dengan munculnya gejala.

Beberapa virus juga menunjukkan fase dorman, yang disebut latensi virus, yaitu ketika virus bersembunyi di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Sebagai contoh, virus varicella-zoster yang menyebabkan cacar air pada fase akut; setelah sembuh dari cacar air, virus dapat tetap dorman dalam sel saraf selama bertahun-tahun, dan kemudian menyebabkan herpes zoster. Penyakit akut Penyakit akut adalah penyakit yang berumur pendek, seperti pilek. Penyakit kronis Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung lama, biasanya minimum enam bulan.

Selama periode tersebut, penyakit mungkin terus-menerus ada, atau mungkin mengalami remisi dan kambuh secara berkala. Penyakit kronis mungkin bersifat stabil (tidak memburuk) atau mungkin progresif (semakin buruk dari waktu ke waktu).

Beberapa penyakit kronis dapat disembuhkan secara permanen. Sebagian besar penyakit kronis dapat diobati, meskipun tidak dapat disembuhkan secara permanen. Penyakit klinis Penyakit yang penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali konsekuensi klinis; dengan kata lain, stadium penyakit yang menghasilkan tanda dan gejala khas penyakit tersebut.

[11] AIDS adalah tahap penyakit klinis infeksi HIV. Kesembuhan Kesembuhan adalah akhir dari suatu kondisi medis atau suatu perawatan yang sangat mungkin mengakhiri kondisi medis, sementara remisi mengacu pada hilangnya gejala. Remisi lengkap merupakan hasil terbaik untuk penyakit yang tak tersembuhkan.

Kambuh Kambuh ( bahasa Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali flare-up) dapat merujuk pada kembalinya gejala atau timbulnya gejala yang lebih parah. [12] Penyakit progresif Penyakit progresif adalah penyakit secara alami memburuk hingga terjadi kematian, kelemahan serius, atau kegagalan organ.

Penyakit progresif yang lambat juga merupakan penyakit kronis; banyak juga yang merupakan penyakit degeneratif. Kebalikan dari penyakit progresif adalah penyakit stabil atau penyakit statis: suatu kondisi medis yang tidak menjadi lebih baik atau lebih buruk. Penyakit refraktori Penyakit refraktori adalah penyakit yang tidak merespons terhadap pengobatan, terutama pada kasus individual, meskipun pengobatan yang diberikan melebihi standar normal untuk penyakit tesebut.

Penyakit subklinis Penyakit subklinis juga disebut penyakit diam atau penyakit tanpa gejala. Subklinis juga merupakan suatu tahap pada beberapa penyakit sebelum munculnya gejala klis untuk pertama kali. [13] Fase terminal Jika seseorang akan segera mati karena suatu penyakit, terlepas dari apakah penyakit tersebut biasanya berujung pada kematian, maka periode antara fase sebelumnya dengan fase sekarat disebut fase terminal. Tingkat [ sunting - sunting sumber ] Penyakit terlokalisasi Penyakit terlokalisasi adalah penyakit yang hanya menyerang satu bagian tubuh, seperti tinea pedis atau infeksi mata.

Penyakit terdiseminasi Penyakit terdiseminasi adalah penyakit yang telah menyebar ke bagian tubuh lain; jika berupa kanker, penyakit ini biasanya disebut metastasis. Penyakit sistemik Penyakit sistemik adalah penyakit yang menyerang seluruh tubuh, seperti influenza atau tekanan darah tinggi. Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Nosologi Penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab, patogenesis (mekanisme terjadinya penyakit), atau berdasarkan gejalanya.

Klasifikasi juga dilakukan menurut sistem organ yang terlibat, meskipun pengelompokan ini lebih rumit karena ada banyak penyakit yang memengaruhi lebih dari satu organ. Kesulitan utama dalam nosologi yaitu penyakit sering kali tidak dapat didefinisikan dan diklasifikasikan dengan jelas, terutama ketika penyebab atau patogenesisnya tidak diketahui.

Dengan demikian, diagnosis terkadang hanya mencerminkan gejala atau serangkaian gejala (sindrom). Secara klasik, klasifikasi penyakit pada manusia dilakukan berdasarkan pengamatan atas korelasi antara analisis patologis dan sindrom klinis. Saat ini, klasifikasi cenderung dilakukan berdasarkan penyebabnya jika diketahui. [14] Klasifikasi penyakit yang paling dikenal dan banyak dipakai adalah ICD yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Sistem klasifikasi ini diperbarui secara berkala dengan publikasi terakhir saat ini yaitu ICD-10. Penyebab [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Penyebab penyakit dan Penularan penyakit Hanya sejumlah penyakit yang menular dan umumnya diyakini infeksius, misalnya influenza.

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit ini dikenal sebagai patogen (terkadang disebut agen infeksi atau agen penyakit) yang meliputi berbagai jenis bakteri, virus, protozoa, dan jamur. Penyakit infeksi dapat ditularkan, misalnya melalui kontak dari tangan-ke-mulut setelah menyentuh materi infeksius pada permukaan benda, melalui gigitan serangga atau pembawa penyakit lainnya, penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali dari air atau makanan yang terkontaminasi (sering kali melalui kontaminasi tinja), dll.

[15] Terdapat pula penyakit menular seksual. Dalam beberapa kasus, suatu penyakit dapat dicegah atau diperbaiki dengan nutrisi yang tepat atau perubahan gaya hidup lainnya. Beberapa penyakit, seperti sebagian besar (tetapi tidak semua) kanker, penyakit jantung, dan gangguan mental, merupakan penyakit tidak menular. Banyak penyakit tidak menular didasarkan oleh genetik, baik sebagian atau seluruhnya, sehingga dapat ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Penentu sosial kesehatan adalah kondisi sosial yang menentukan perbedaan status kesehatan individu atau kelompok masyarakat.

Pada umumnya, penyakit terkait dengan keadaan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Penentu sosial kesehatan telah diakui oleh beberapa organisasi kesehatan seperti Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan kolektif dan pribadi.

Dewan Penentu Sosial di bawah WHO juga mengakui faktor-faktor penentu sosial kesehatan dalam kemiskinan. Ketika penyebab suatu penyakit tidak dipahami dengan baik, masyarakat cenderung membuat mitos untuk penyakit tersebut atau menggunakannya sebagai metafora atau simbol apa pun yang dianggap jahat oleh budaya setempat. Misalnya, sampai bakteri penyebab tuberkulosis ditemukan pada tahun 1882, para ahli dengan berbagai cara mengaitkan penyakit ini dengan faktor keturunan, gaya hidup kurang bergerak, depresi, dan kegemaran berlebihan dalam seks, makanan, atau alkohol—semua penyakit sosial pada masa itu.

[16] Ketika suatu penyakit disebabkan oleh patogen (misalnya penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium), istilah penyakit dapat digunakan secara keliru bahkan dalam literatur ilmiah sebagai pengganti agen penyebabnya, yaitu patogen.

Kebiasaan bahasa ini dapat mengakibatkan kebingungan dalam komunikasi prinsip sebab-akibat dalam epidemiologi, dan karenanya sangat tidak dianjurkan. [17] Jenis penyebab [ sunting - sunting sumber ] Udara Penyakit bawaan udara adalah penyakit yang disebabkan oleh patogen dan ditularkan melalui udara. Makanan Penyakit bawaan makanan atau keracunan makanan adalah segala penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh bakteri patogen, racun, virus, prion, atau parasit.

Infeksi Penyakit infeksi terdiri atas penyakit yang terbukti secara klinis (dengan tanda atau gejala penyakit yang khas) disebabkan oleh infeksi, yaitu keberadaan dan pertumbuhan agen biologis patogenik dalam organisme inang secara individual.

Termasuk dalam kategori ini adalah penyakit menular, yaitu penyakit infeksi seperti influenza atau pilek, yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Gaya hidup Penyakit gaya hidup adalah penyakit apa pun yang tampaknya meningkat frekuensinya karena suatu negara menjadi lebih terindustrialisasi dan penduduknya penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali lebih panjang, terutama jika faktor-faktor risikonya mencakup pilihan perilaku seperti gaya hidup yang menetap atau diet dengan makanan yang tidak sehat seperti karbohidrat olahan, lemak trans, atau minuman beralkohol.

Tidak dapat menular Penyakit tidak menular adalah kondisi medis atau penyakit yang tidak dapat ditularkan. Penyakit tidak menular tidak dapat disebarkan secara langsung dari satu orang ke orang lain.

Penyakit jantung dan kanker adalah contoh penyakit tidak menular pada manusia. Pencegahan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kedokteran pencegahan Banyak penyakit dan gangguan dapat dicegah melalui berbagai cara. Contoh tindakan pencegahan penyakit yaitu penerapan sanitasi, asupan nutrisi yang tepat, latihan fisik yang memadai, vaksinasi dan perawatan diri lainnya, serta tindakan kesehatan masyarakat. Perawatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Terapi Perlakuan medis, perawatan medis, atau terapi adalah upaya untuk menyembuhkan atau meringankan penyakit atau masalah kesehatan lainnya.

Pada bidang medis, terapi identik dengan kata pengobatan. Di antara para psikolog, istilah ini dapat merujuk secara khusus pada psikoterapi atau "terapi bicara". Pengobatan umum di antaranya medikasi, pem bedahan, penggunaan peralatan medis, dan perawatan diri. Terapi dapat dilakukan oleh sistem layanan kesehatan yang terorganisir, atau secara informal oleh pasien atau anggota keluarganya. Perawatan kesehatan preventif merupakan cara untuk menghindari cedera, sakit, atau penyakit sejak awal.

Pengobatan atau penyembuhan diterapkan setelah masalah medis terjadi. Perawatan medis mencoba untuk memperbaiki atau menghilangkan masalah, tetapi mungkin tidak menghasilkan kesembuhan permanen, terutama pada penyakit kronis. Penyembuhan adalah bagian dari perawatan yang menghilangkan penyakit sepenuhnya atau mengakhiri masalah medis secara permanen.

Banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya masih bisa dirawat. Manajemen nyeri (juga disebut kedokteran nyeri) adalah cabang kedokteran yang menggunakan pendekatan interdisipliner untuk meredakan rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup seseorang yang hidup dengan rasa nyeri. [18] Perawatan untuk kedaruratan medis harus diberikan segera, sering kali melalui instalasi penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali darurat.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Epidemiologi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Epidemiologi Epidemiologi adalah studi tentang faktor-faktor yang menyebabkan atau mendorong penyakit.

Beberapa penyakit lebih umum ditemukan di daerah geografis tertentu, di antara orang-orang dengan karakteristik genetik atau sosial ekonomi tertentu, atau pada waktu yang berbeda dalam setahun. Epidemiologi dianggap sebagai metodologi utama penelitian kesehatan masyarakat dan sangat dihargai dalam kedokteran berbasis bukti untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit. Dalam studi penyakit menular dan tidak menular, pekerjaan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali epidemiologis berkisar dari penyelidikan wabah hingga desain studi, pengumpulan data, dan analisis, termasuk pengembangan model statistik untuk menguji hipotesis dan dokumentasi hasil untuk diserahkan ke jurnal ilmiah.

Ahli epidemiologi juga mempelajari interaksi penyakit dalam suatu populasi, suatu kondisi yang dikenal sebagai sindemik. Ahli epidemiologi mengandalkan sejumlah disiplin ilmu lain seperti biologi (untuk lebih memahami proses penyakit), biostatistik (untuk mengolah informasi mentah yang tersedia), ilmu informasi geografis (untuk menyimpan data dan memetakan pola penyakit), serta ilmu sosial (untuk lebih memahami berbagai faktor risiko). Epidemiologi dapat membantu mengidentifikasi penyebab serta memandu upaya pencegahan.

Dalam mempelajari penyakit, epidemiologi menghadapi tantangan untuk mendefinisikan suatu penyakit. Khususnya untuk penyakit yang kurang dipahami, berbagai kelompok yang berbeda mungkin menggunakan definisi penyakit yang sangat berbeda.

Tanpa definisi yang disepakati, beragam peneliti dapat melaporkan suatu penyakit dengan jumlah kasus dan karakteristik yang berbeda. [19] Beberapa basis data morbiditas penyakit dikompilasi dari data yang disediakan oleh otoritas kesehatan negara dan teritori, di tingkat nasional [20] [21] atau skala yang lebih besar (seperti Basis Data Morbiditas Rumah Sakit Eropa (HMDB) [22] yang mungkin berisi data rumah sakit dengan diagnosis rinci,usia, dan jenis kelamin.

Data HMDB Eropa diserahkan oleh negara-negara Eropa ke Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Eropa. Beban penyakit [ sunting - sunting sumber ] Beban penyakit adalah dampak akibat masalah kesehatan di suatu daerah yang diukur dengan biaya keuangan, kematian, morbiditas, atau indikator lainnya. Ada beberapa langkah yang digunakan untuk mengukur beban yang ditimbulkan oleh penyakit pada manusia.

Kehilangan tahun kehidupan potensial (YPLL) adalah perkiraan sederhana akan hilangnya tahun kehidupan seseorang akibat suatu penyakit. Misalnya, jika seseorang meninggal pada usia 65 karena suatu penyakit, dan mungkin akan hidup sampai usia 80 tanpa penyakit itu, maka penyakit itu telah menyebabkan hilangnya 15 tahun kehidupan potensial. Pengukuran YPLL tidak memperhitungkan seberapa difabel seseorang sebelum meninggal, sehingga pengukuran tersebut menyetarakan seseorang yang mati mendadak dan seseorang yang meninggal pada usia yang sama setelah puluhan tahun menderita penyakit.

Pada tahun 2004, WHO menghitung bahwa 932 juta tahun potensi kehidupan hilang karena kematian dini. [23] Metrik tahun kehidupan berkualitas tersesuaikan (QALY) dan tahun kehidupan disabilitas tersesuaikan (DALY) diukur dengan cara serupa, tetapi memperhitungkan apakah orang tersebut tetap sehat setelah didiagnosis menderita penyakit tertentu.

Selain jumlah tahun yang hilang karena kematian prematur, pengukuran ini menambahkan tahun-tahun yang hilang karena sakit. Tidak seperti YPLL, kedua pengukuran ini menunjukkan beban yang dikenakan pada orang yang sangat sakit, tetapi hidup dengan durasi normal.

Penyakit yang memiliki morbiditas tinggi, tetapi mortalitas rendah, memiliki DALY tinggi dan YPLL rendah. Pada tahun 2004, WHO menghitung bahwa 1,5 miliar DALY hilang karena penyakit dan cedera.

[23] Di negara maju, penyakit jantung dan strok paling banyak menyebabkan kematian, tetapi kondisi neuropsikiatrik seperti gangguan depresi mayor mengakibatkan sebagian besar tahun hilang karena sakit. Masyarakat dan budaya [ sunting - sunting sumber ] Obesitas dulunya merupakan simbol status dalam budaya Abad Renaisans: "Jenderal Toscana Alessandro del Borro", dikaitkan dengan Andrea Sacchi, 1645.

[24] Walaupun saat ini obesitas umumnya dikaitkan dengan penyakit. Bagaimana masyarakat merespons penyakit merupakan subjek dari sosiologi medis. Suatu kondisi dapat dianggap sebagai penyakit pada beberapa budaya atau era tetapi tidak pada yang lain. Misalnya, obesitas dapat menunjukkan kekayaan dan kelimpahan, dan merupakan simbol status di daerah rawan kelaparan dan beberapa tempat yang dilanda HIV/ AIDS.

[25] Epilepsi dianggap sebagai tanda bakat spiritual di antara orang-orang Mong. [26] Penyakit memberi legitimasi sosial atas manfaat tertentu, seperti tunjangan sakit, penghindaran kerja, dan perawatan oleh orang lain.

Orang yang sakit mengambil peran sosial yang disebut peran sakit. Seseorang yang merespons penyakit yang menakutkan, seperti kanker, dengan cara yang dapat diterima secara budaya mungkin secara publik dan pribadi dihormati dengan status sosial yang lebih tinggi.

[27] Sebagai imbalan atas manfaat ini, orang yang sakit berkewajiban untuk mencari perawatan dan berupaya untuk menjadi sehat kembali. Sebagai perbandingan, kehamilan, tidak diartikan sebagai penyakit, bahkan jika ibu dan bayi sama-sama mendapat manfaat dari perawatan medis.

Sebagian besar agama memberikan pengecualian dari tugas keagamaan kepada orang yang sakit. Misalnya, seseorang yang hidupnya akan terancam dengan ber puasa pada Yom Kippur atau selama bulan Ramadan akan dibebaskan dari persyaratan, atau bahkan dilarang berpartisipasi.

Orang yang sakit juga dibebaskan dari tugas sosial. Misalnya, kesehatan yang buruk adalah satu-satunya alasan yang diterima secara sosial bagi seorang Amerika Serikat untuk menolak undangan ke Gedung Putih. [28] Identifikasi suatu kondisi sebagai penyakit, dan bukan sekadar variasi struktur atau fungsi manusia, dapat memiliki implikasi sosial atau ekonomi yang signifikan. Pengakuan kontroversial penyakit seperti cedera regangan berulang (RSI) memiliki sejumlah efek positif dan negatif pada tanggung jawab keuangan dan lainnya dari pemerintah, perusahaan, dan lembaga terhadap seorang individu, serta pada individu penderita itu sendiri.

Implikasi sosial dari memandang penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali sebagai suatu penyakit bisa sangat mendalam, meskipun klasifikasi ini belum tersebar luas.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Penderita kusta merupakan orang-orang yang secara historis dijauhi karena mereka memiliki penyakit menular, dan istilah "kusta" masih membangkitkan stigma sosial. Ketakutan akan penyakit masih bisa menjadi fenomena sosial yang luas, meskipun tidak semua penyakit membangkitkan stigma sosial yang ekstrem.

Status sosial dan status ekonomi memengaruhi kesehatan. Penyakit kemiskinan adalah penyakit yang berhubungan dengan kemiskinan dan status sosial yang rendah; penyakit kemakmuran adalah penyakit yang berhubungan dengan status sosial dan ekonomi yang tinggi. Jenis penyakit yang dikaitkan dengan kondisi tertentu akan bervariasi menurut waktu dan tempat.

Beberapa penyakit, seperti diabetes melitus, dapat dikaitkan dengan kemiskinan (pilihan makanan yang buruk) maupun kemakmuran (rentang hidup yang panjang dan gaya hidup yang kurang gerak), melalui mekanisme yang berbeda. Istilah penyakit gaya hidup menggambarkan penyakit yang terkait dengan umur panjang dan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali umum terjadi pada antara orang tua. Sebagai contoh, kanker jauh lebih umum di masyarakat dengan sebagian besar anggotanya hidup hingga usia 80 tahun dibandingkan di masyarakat dengan sebagian besar anggotanya meninggal sebelum mereka mencapai usia 50 tahun.

Bahasa penyakit [ sunting - sunting sumber ] Narasi penyakit adalah cara mengatur pengalaman medis menjadi cerita yang koheren yang menggambarkan pengalaman pribadi individu yang sakit. Orang-orang menggunakan metafora untuk memahami pengalaman mereka akan penyakit. Metafora memindahkan penyakit dari hal obyektif yang ada menjadi pengalaman afektif. Metafora yang paling populer mengacu pada konsep militer: Penyakit adalah musuh yang harus ditakuti, diperangi, diperangi, dan dialihkan.

Pasien atau penyedia layanan kesehatan adalah pejuang, bukan korban pasif atau pengamat. Agen infeksi adalah penjajah; penyakit tidak menular merupakan pemberontakan internal atau perang saudara. Karena ancaman penyakit bersifat mendesak, dan mungkin masalah antara hidup dan mati, maka tindakan yang radikal, bahkan menindas, menjadi tugas moral masyarakat dan pasien saat mereka dengan berani bergerak untuk berjuang melawan kehancuran.

Perang melawan kanker adalah contoh dari penggunaan bahasa secara metaforis. [29] Bahasa ini memberdayakan beberapa penderita, tetapi membuat orang lain merasa gagal. [30] Jenis metafora lain menggambarkan pengalaman penyakit sebagai perjalanan: Penderitanya melakukan perjalanan ke atau dari suatu tempat penyakit, dan mengubah dirinya sendiri, menemukan informasi baru, atau menambah pengalamannya selama perjalanan.

Ia mungkin bepergian "di jalan menuju pemulihan" atau membuat perubahan untuk "mencapai jalur yang benar" atau memilih "jalur". [29] [30] Beberapa di antaranya secara eksplisit bertema imigrasi: penderita penyakit telah diasingkan dari wilayah rumah yang sehat ke tanah orang sakit, yang mengubah identitas dan hubungan dalam prosesnya.

[31] Bahasa ini lebih umum di kalangan profesional kesehatan Inggris dibandingkan bahasa agresi fisik. [30] Beberapa metafora bersifat spesifik terhadap penyakit. Perbudakan adalah metafora umum untuk kecanduan: Pecandu alkohol diperbudak oleh minuman, dan perokok ditawan oleh nikotin. Beberapa pasien kanker memperlakukan kerontokan rambut mereka dari kemoterapi sebagai metonimia atau metafora untuk semua kerugian yang disebabkan oleh penyakit ini. [29] Beberapa penyakit digunakan sebagai metafora untuk penyakit sosial: "Kanker" merupakan deskripsi umum untuk apa pun yang endemik dan merusak dalam masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan, atau rasisme.

AIDS dipandang sebagai penghakiman ilahi untuk kemerosotan moral, dan hanya dengan membersihkan diri dari "polusi" oleh "penyerbu" maka masyarakat dapat menjadi sehat kembali. [29] Kemudian, ketika AIDS tampaknya kurang mengancam, jenis bahasa emosi ini diterapkan pada flu burung dan diabetes melitus tipe 2. [32] Penulis pada abad ke-19 umumnya menggunakan tuberkulosis sebagai simbol dan metafora untuk transendensi. Penderita penyakit ini digambarkan dalam literatur sebagai orang yang telah melampaui kehidupan sehari-hari untuk menjadi objek pencapaian spiritual atau artistik sesaat.

Pada abad ke-20, setelah penyebabnya lebih dipahami, penyakit yang sama menjadi lambang kemiskinan, kemelaratan, dan masalah sosial lainnya. [31] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kecacatan perkembangan, kecacatan berat dan seumur hidup yang disebabkan oleh gangguan mental atau fisik • Penyakit lingkungan • Interaksi inang–patogen • Daftar penyakit tak dapat disembuhkan • Penyakit mitokondrial • Patologi tumbuhan • Penyakit langka, penyakit yang diderita sangat sedikit orang • Sosiologi kesehatan dan penyakit • Filsafat kedokteran Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b " Disease" di Dorland's Medical Dictionary • ^ White, Tim (19 December 2014).

"What is the Difference Between an 'Injury' and 'Disease' for Commonwealth Injury Claims?". Tindall Gask Bentley. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 October 2017.

Diakses tanggal 6 November 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "What is the deadliest disease in the world?". WHO. 16 May 2012. Diarsipkan dari versi asli Parameter -archive-url= membutuhkan -url= ( bantuan) tanggal 17 December 2014. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -ur= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan); Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ "Mental Illness – Glossary".

US National Institute of Mental Health accessdate=18 April 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 May 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa ( link) • ^ "Regents Prep: Living Environment: Homeostasis".

Oswego City School District Regents Exam Prep Center. Diarsipkan dari versi asli penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali 25 October 2012.

Diakses tanggal 12 November 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Sefton, Phil (21 November 2011). "Condition, Disease, Disorder". AMA Style Insider. American Medical Association. Diakses tanggal 20 August 2019. • ^ American Psychiatric Association Task Force on DSM-IV (2000).

Diagnostic and statistical manual of mental disorders (edisi ke-4th). Washington, DC: American Psychiatric Association.

ISBN 978-0-89042-025-6. • ^ "Expat Insurance Glossary by The Insurance Page". Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 October 2008. Diakses tanggal 20 November 2008. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lenzer, Jeanne (14 August 2012).

"Blood pressure drugs for mild hypertension: Not proven to prevent heart attacks, strokes, or early death". Slate. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 August 2012. Diakses tanggal 16 August 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Viera, Anthony J. (2011), "Predisease: when does it make sense?", Epidemiologic Reviews, 33 (1), hlm.

122–34, doi: 10.1093/epirev/mxr002, PMID 21624963 • ^ "clinical disease". Mosby's Medical Dictionary (edisi ke-9th). Elsevier. 2009. Diakses tanggal 6 November 2017 – via medical-dictionary.thefreedictionary.com. • ^ Shiel, William C. Jr. (2019-06-20). "Definition of Flare". MedicineNet. Diakses tanggal 2019-12-21. • ^ "subclinical". Diakses tanggal 6 November 2017 – via medical-dictionary.thefreedictionary.com.

• ^ Loscalzo J1, Kohane I, Barabasi AL. Human disease classification in the postgenomic era: a complex systems approach to human pathobiology. Mol Syst Biol. 2007;3:124. Epub 2007 Jul 10. • ^ Alexander van Geen, et al. "Impact of population and latrines on fecal contamination of ponds in rural Bangladesh." Science Of The Total Environment 409, no. 17 (August 2011): 3174–82.

• ^ Olson, James Stuart (2002). Bathsheba's breast: women, cancer & history. Baltimore: The Johns Hopkins University Press.

hlm. 168–70. ISBN 978-0-8018-6936-5. • ^ Marcantonio, Matteo; Pascoe, Emily; Baldacchino, Frederic (January 2017). "Sometimes Scientists Get the Flu. Wrong…!". Trends in Parasitology. 33 (1): 7–9. doi: 10.1016/j.pt.2016.10.005. PMID 27856180. • ^ Hardy, Paul A.; Hardy, Paul A. J. (1997). Chronic Pain Management: The Essentials. Cambridge University Press. hlm. 10. ISBN 978-1-900151-85-6. OCLC 36881282. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 October 2015.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Tuller, David (4 March 2011). "Defining an illness is fodder for debate". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 January 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "National Hospital Morbidity Database". aihw.gov.au. Australian Institute of Health and Welfare. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 August 2013. Diakses tanggal 11 July 2013.

Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Hospital Morbidity Database (HMDB)". statcan.gc.ca. Statistics Canada.

2007-10-24. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30June2016. Diakses tanggal 21 September 2015. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -archivedate= ( bantuan) • ^ "European Hospital Morbidity Database". who.int. World Health Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2013.

• ^ a b "Disease and injury regional estimates for 2004". who.int. World Health Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 December 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Standard DALYs (3% discounting, age weights). Also DALY spreadsheet and YLL spreadsheet. • ^ Gerten-Jackson, Carol. "The Tuscan General Alessandro del Borro". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 May 2009. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Haslam DW, James WP (2005).

"Obesity". Lancet. 366 (9492): 1197–209. doi: 10.1016/S0140-6736(05)67483-1. PMID 16198769. • ^ Fadiman, Anne (1997). The spirit catches you and you fall down: a Hmong child, her American doctors, and the collision of two cultures. New York: Farrar, Straus, and Giroux.

ISBN 978-0-374-52564-4. • ^ Sulik, Gayle (2010). Pink Ribbon Blues: How Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali Cancer Culture Undermines Women's Health.

New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-974045-1. • ^ Martin, Judith (2005). Miss Manners' Guide to Excruciatingly Correct Behavior.

New York: W.W. Norton & Co. hlm. 703. ISBN 978-0-393-05874-1. OCLC 57549405. • ^ a b c d Gwyn, Richard (1999). "10". Dalam Cameron, Lynne; Low, Graham. Researching and applying metaphor. Cambridge, England: Cambridge University Press.

ISBN 978-0-521-64964-3. OCLC 40881885. • ^ a b c Span, Paula (22 April 2014). "Fighting Words Are Rarer Among British Doctors". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 July 2014. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Diedrich, Lisa (2007). Treatments: language, politics, and the culture of illness. Minneapolis: University of Minnesota Press. hlm. 8, 29. ISBN 978-0-8166-4697-5. OCLC 601862594.

• ^ Hanne M, Hawken SJ (December 2007). "Metaphors for illness in contemporary media". Med Humanit. 33 (2): 93–99. doi: 10.1136/jmh.2006.000253. PMID 23674429. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Media terkait penyakit dan gangguan di Wikimedia Commons Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan rujukan web tanpa URL • Halaman yang menggunakan rujukan dengan accessdate dan tanpa URL • Halaman dengan galat rujukan archiveurl • Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa • Galat CS1: tanggal • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Halaman ini terakhir diubah pada 6 Desember 2021, pukul 01.45.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Kegunaan Ambroxol Ambroxol obat apa? Ambroxol HCl (hidroklorida), atau lebih dikenal dengan ambroxol adalah obat dari golongan mukolitik. Dilansir dari situ Very Well Health, obat mukolitik berfungsi untuk mengecerkan dahak yang banyak dan kental hingga menyumbat saluran pernapasan.

Dengan menggunakan obat batuk ambroxol HCl, maka dahak akan lebih encer sehingga mudah untuk mengeluarkannya dari tenggorokan saat batuk. Hal ini membuat Anda lebih mudah untuk bernapas karena saluran pernapasan sudah tidak ada lagi penyumbatan. Biasanya obat ini digunakan untuk beberapa kondisi, seperti: 1. Bronkitis Bronkitis adalah radang pada lapisan saluran bronkial karena infeksi.

Bronkus adalah saluran keluar masuknya udara menuju dan dari paru-paru. Orang yang memiliki penyakit bronkitis sering mengalami batuk lendir yang menebal, dengan warna dahak tertentu.

2. Bronkitis asmatik Kondisi ini adalah gabungan dari penyakit bronkitis akut dan asma, yang keduanya merupakan peradangan saluran napas. Ketika asma dan bronkitis akut terjadi bersamaan, kondisi ini disebut bronkitis asthmatik. 3. Emfisema Emfisema adalah salah satu bentuk paling umum dari penyakit paru obstruktif kronis ( PPOK). Penyakit ini terjadi ketika paru-paru mengalami pelebaran saluran akibat sumbatan yang menahun.

Penyakit ini berkaitan dengan bronkitis kronis. 4. Bronkiektasis Bronkiektasis adalah kerusakan yang membuat saluran udara (bronkus) melebar, melembek, dan menebal secara tidak normal. Akibatnya, paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir.

Penyakit ini adalah kondisi langka penyebab batuk berdahak yang tidak sembuh-sembuh. 5. Tracheobronchitis Kondisi ini terjadi ketika saluran tenggorokan atau bronkus mengalami peradangan.

Biasanya kondisi ini dapat disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, akan tetapi bisa juga akibat dari beberapa jenis iritasi, seperti asap rokok. Mekanisme kerja obat ambroxol Seperti yang sudah disinggung di atas, ambroxol HCl adalah agen mukolitik yang digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan yang berhubungan dengan produksi dahak berlebih.

Obat ini mengandung bahan aktif Mucosolvan, Lasolvan, dan Mucoangin. Zat-zat tersebut adalah obat yang berperan mengembalikan mekanisme pembersihan ( clearance) saluran pernapasan dengan merangsang pembentukan dan pelepasan surfaktan oleh pneumocytes tipe II. Surfaktan bertindak sebagai anti-lem dengan mengurangi perlengketan lendir ke dinding bronkus guna membantu memberikan perlindungan terhadap infeksi pada bronkus. Obat batuk ambroxol HCl tidak menghentikan batuk sehingga memudahkan tubuh untuk mengeluarkan dahak yang berlebih dari saluran pernapasan.

Bagaimana aturan pakai obat ambroxol? Obat ini merupakan salah satu jenis obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Oleh karena itu, selalu ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum mulai minum obat batuk ambroxol HCl. Anda dapat minum obat ini sebelum atau setelah makan. Pastikan Anda banyak minum saat mengonsumsi obat ini, kecuali dokter mengatakan sebaliknya.

Pastikan jarak minum obat antara satu dosis dengan dosis lainnya sama. Anda bisa memasang pengingat agar tidak lupa. Jika Anda mengonsumsi obat batuk ambroxol sirup, pastikan selalu mengocok wadahnya dengan baik selama 15 detik sebelum meminumnya. Gunakan sendok takar obat agar ukurannya tepat. Sementara jika Anda menggonsumsi obat batuk ambroxol tablet, jangan menggerus, mengunyah, atau memotong obat menjadi beberapa bagian kecuali dokter menganjurkannya.

Obat batuk ambroxol HCl tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, maka konsumsilah obat ini sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dokter. Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah, semakin memburuk, atau jika Anda mengalami gejala baru.

Jika Anda merasa Anda mungkin memiliki masalah medis serius, dapatkan bantuan medis segera. Bagaimana cara menyimpan obat ambroxol? Agar obat ini dapat bekerja secara optimal, Anda harus pahami dulu aturan penyimpanannya. Berikut ini beberapa panduan menyimpan obat ambroxol HCl yang harus Anda ketahui: • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. • Jangan simpan obat ini di kamar mandi. • Jangan simpan obat ini di dalam frezer atau dibekukan.

• Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali dan hewan peliharaan. • Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. • Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Bila perlu, konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai cara aman membuang produk Anda. Tidak semua obat memiliki cara penyimpanan yang sama dengan obat ini.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda. Dosis Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ambroxol untuk orang dewasa? Dosis ambroxol untuk dewasa berkisar dari 30 mg (1 ambroxol tablet) sampai 120 mg (4 ambroxol tablet) per hari yang terbagi dalam 2-3 dosis.

Pada dasarnya dosis ambroxol tablet dan lamanya pengobatan untuk dewasa akan disesuaikan pada kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, sertas respon tubuhnya terhadap obat ini.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk menentukan dosis ambroxol tablet yang sesuai dengan kebutuhan Anda Bagaimana dosis Ambroxol untuk anak?

Pemberian dosis ambroxol sirup yang lazim digunakan untuk anak adalah: • Anak-anak usia kurang dari 2 tahun: 1/2 sendok teh (2,5 ml) ambroxol sirup yang dikonsumsi 2 kali sehari. • Anak-anak usia 2-5 tahun: 1/2 sendok teh (2,5 ml) ambroxol sirup yang dikonsumsi 3 kali sehari. • Anak-anak lebih dari 5 tahun: 1 sendok teh (5 ml) ambroxol sirup yang dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Sama halnya orang dewasa, dosis ambroxol sirup untuk anak akan disesuaikan pada usia, kondisi kesehatan, tingkat keparahan penyakit, serta respon tubuhnya terhadap obat ini. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menentukan dosis ambroxol sirup yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Dalam dosis dan sediaan apa ambroxol tersedia?

Ada dua sediaan utama ambroxol, yaitu tablet dan sirup. Setiap obat tablet mengandung ambroxol 30 mg. Sementara pada kemasaan ambroxol sirup, mengandung ambroxol sebanyak 30 mg. Efek Samping Ambroxol Efek samping apa yang mungkin terjadi karena ambroxol?

Efek samping paling umum dari penggunaan obat batuk ambroxol adalah: • Gangguan pencernaan ringan • Mual dan muntah • Sakit ulu hati • Dispepsia Dalam beberapa kasus, reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, bengkak dan kemerahan juga mungkin terjad. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang mengalami efek samping ini.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, segera konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Pencegahan & Peringatan Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat batuk ambroxol adalah: • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap obat ini. • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki hipersensitif terhadap komponen yang ada di dalam obat ini. • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat non-resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan.

• Beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda memiliki gangguan pada lambung seperti penyakit maag atau tukak lambung. Pasalnya obat ini mungkin saja dapat memperburuk kondisi Anda. • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan obat ini, hubungi dokter Anda. • Beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda memiliki gangguan fungsi ginjal.

Pasalnya obat ini disekresikan dalam urin melalui ginjal. Kadar obat ini dapat menumpuk di tubuh sehingga memungkinkan menyebabkan efek samping dan memperburuk kondisi Anda. • Apabila setelah mengonsumsi obat ini Anda mengalami gatal-gatal, ruam kemerahan, bengkak, dan reaksi alergi lainnya maka segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali tepat.

• Apabila Anda mengalami gejala overdosis yang ditandai dengan munculnya efek samping berlebihan, segeralah berkonsutasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. • Meski dapat diberikan untuk anak-anak,ada baiknya Anda menanyakan terlebih dahulu pada dokter mengenai dosis ambroxol untuk anak-anak. Apakah ambroxol aman untuk ibu hamil atau menyusui? Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ambroxol untuk ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan badan POM di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA: • A = Tidak berisiko • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian • C = Mungkin berisiko • D = Ada bukti positif dari risiko • X = Kontraindikasi • N = Tidak diketahui Namun berdasarkan studi yang ada, minum ambroxol pada kehamilan trimester 3 tidak menyebabkan pengaruh yang buruk pada kehamilan.

Meski begitu, para ahli sepakat untuk ibu hamil menghindari ambroxol selama penggunaan obat ini di trimester pertama kehamilan. Sementara untuk ibu menyusui, ambroxol dapat terserap ke ASI.

Akan tetapi, efek tersebut tidak berpengaruh terhadap bayi jika Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan oleh dokter. Intinya, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ambroxol terutama untuk Anda yang sedang hamil, berencana untuk hamil, ataupun sedang menyusui. Interaksi Obat Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini? Jangan gunakan obat ini secara bersamaan dengan beberapa antibiotik seperti: • amoxicillin • cefuroxim • erythromycin • doxycycline Penggunaan obat secara bersamaan akan meningkatkan konsentrasi antibiotik tersebut di dalam jaringan paru.

Selain itu, penggunaan obat ini bersamaan dengan obat penekan refleks batuk juga tidak disarankan karena dapat menghambat keluarnya dahak dari saluran pernapasan. Perlu dipahami bahwa beberapa jenis obat yang berinteraksi dengan obat batuk ambroxol HCl bekerja dengan dua cara, yaitu: • Obat ambroxol HCl menghambat obat lainnya • Obat lain yang justru menghambat obat ambroxol HCl Informasikan semua daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini? Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini? Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan gangguan pencernaan yang berhubungan dengan lambung, seperti ulkus lambung (tukak lambung) atau penyakit maag.

Selain itu, beri tahu dokter Anda apabila Anda mengalami hipersensitif terhadap komponen obat ini. Overdosis Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis? Jika Anda memunculkan gejala overdosis selayaknya gejala penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali samping yang berlebih, segera cari pertolongan medis.

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis? Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Pada intinya Anda tidak dianjurkan untuk menggandakan dosis apabila lupa minum obat ini. Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan. Ambroxol – MIMS Indonesia. (n.d.). Retrieved 7 February 2020, from http://mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol/?type=brief&mtype=generic Ambroxol Hydrochloride – Drugs.com.

(2018). Retrieved 7 February 2020, from https://www.drugs.com/ambroxol.html Leader, D. (2020). What to Know About Mucolytics – Very Well Health. Retrieved 7 February 2020, from https://www.verywellhealth.com/mucolytics-definition-and-example-copd-914793 Knott, L.

(2018). Mucolytics – Patient. Retrieved 7 February 2020, from https://patient.info/chest-lungs/chronic-obstructive-pulmonary-disease-leaflet/mucolyticsLiputan6.com, Jakarta Vertigo merupakan kondisi di mana seseorang merasa jika lingkungan sekitarnya berputar. Dokter membagi vertigo menjadi dua kategori, yaitu vertigo perifer yang berhubungan dengan keseimbangan di telinga bagian dalam, serta dapat dipicu oleh infeksi, cedera, atau pengobatan.

Atau jenis vertigo sentral yang disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf pusat. Ketika muncul vertigo, sebenarnya tidak terdapat risiko yang terlalu berbahaya. Namun, kondisi lingkungan ketika sedang mengalami vertigo bisa berpotensi menyebabkan cedera.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Contohnya sedang naik motor kemudian muncul vertigo. Hal tersebut bisa membahayakan, karena dunia terasa berputar-putar, hingga akhirnya terjatuh dari motor. Penyakit vertigo sendiri bisa saja berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan berlanjut hingga berhari-hari. Apabila dibahas lebih dalam, sebenarnya ada banyak sekali Penyebab Vertigo yang umum dialami.

Di bawah ini Liputan6.com telah melansir dari situs Facty Health mengenai berbagai penyebab vertigo tersebut yang beberapa di antaranya bisa dihindari, Selasa (8/9/2020). 1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Penyebab vertigo ini terjadi saat salah satu bagian kecil di saluran telinga bagian dalam putus.

Kemudian muncul rangsangan berlebih ke sel-sel rambut telinga yang sensitif. Adanya rangsangan ini membuat otak berpikir seolah-olah tubuh sedang bergerak padahal tidak. Munculnya penyebab vertigo ini bisa dikarenakan gerakan kepala tertentu, seperti membungkuk atau menoleh ke samping ketika sedang berbaring. Umumnya dampak dari penyebab vertigo ini hanya berlangsung beberapa menit. Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan bahaya yang cukup serius, kecuali risiko terjatuh dan gejala ini tidak memerlukan pengobatan.

Penyebab vertigo ini biasanya terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas. 2. Infeksi labyrinthitis Sedangkan penyebab vertigo berikut mengacu pada hubungan pembentuk telinga bagian dalam yang mengontrol pendengaran dan keseimbangan tubuh.

Adanya peradangan pada saluran ini dapat menyebabkan vertigo. Selain disebabkan oleh virus, penyebab labirinitis bisa juga dikarenakan bakteri. Bahkan selain timbul vertigo, orang yang terinfeksi berisiko mengalami sakit telinga, gangguan pendengaran, mual, hingga demam. 3. Neuritis vestibular Kemudian penyebab vertigo ini disebabkan oleh saraf yang letaknya jauh di dalam telinga dan berfungsi untuk menghubungkan tabung labirin ke otak. Apabila ada virus yang menginfeksi area tersebut, maka labirin tulang dapat meradang.

Biasanya gejala neuritis vestibular akan muncul setelah adanya virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Neuritis vestibular juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran tapi bisa hilang hanya dalam beberapa jam atau mungkin akan bertahan selama berminggu-minggu. 4. Adanya penyakit bawaan Adanya kondisi penyakit yang diderita juga bisa menjadi penyebab vertigo muncul.

Contohnya pengidap multiple sclerosis, migrain, dan diabetes yang bisa menjadi penyebab munculnya vertigo. Pada pasien yang menderita migrain atau diabetes, biasanya arteri akan mengeras dan menyempit, sehingga mengurangi aliran darah ke otak dan berujung pada timbulnya vertigo.

5. Efek samping kehamilan Timbulnya vertigo bisa karena perubahan hormonal yang mempengaruhi kadar gula darah ibu hamil. Sebab, kondisi gula dara rendah pada ibu hamil bisa menyebabkan pusing.

Selain itu, vertigo dapat terjadi ketika ibu hamil berbaring telentang, kemudian timbul pergeseran dan membuat bayi menekan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung. 6. Perjalanan Mabuk ketika perjalanan memang umum terjadi, seperti mabuk laut atau mabuk kendaraan. Selain itu, vertigo bisa saja muncul ketika seseorang turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Tapi penyabab vertigo ini bisa cepat berhenti seiring tubuh yang menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya.

Tapi sebenarnya penyebab vertigo ini lebih sering terjadi pada orang yang menderita sakit kepala migrain. 7. Terlalu banyak berbaring Mungkin penyebab vertigo ini tidak banyak disadari. Padahal berbaring terlalu lama bisa menyebabkan vertigo tiba-tiba saat hendak beranjak dari Kasur. Sebab tubuh harus menyesuaikan diri dengan posisi dan lingkungan sekitarnya. Tapi biasanya vertigo yang disebabkan berbaring bisa hilang dengan cepat.

8. Operasi telinga Operasi telinga bisa menimbulkan efek samping dan menjadi penyebab vertigo. Namun umumnya vertigo yang dikarenakan operasi telinga cepat pulih.

Tapi, apabila vertigo tetap munvul pasca dilakukannya operasi telinga, lebih baik konsultasi ke dokter untuk diberikan perawatan lebih lanjut.

9. Cedera kepala atau leher Vertigo juga bisa disebabkan adanya cedera kepala atau leher. Biasanya orang yang sehabis mengalami cedera pada kepala atau leher kerap terkena vertigo.

Berapa lama vertigo akan berlangsung tergantung tingkat keparahan cedera. Namun, jika cedera tersebut cukup parah dan merusak pembuluh darah dan saraf, bisa menyebabkan vertigo serviks.

10. Faktor genetik Vertigo bisa juga disebabkan faktor keturunan karena adanya penyakit Meniere. Penyakit ini merupakan sebuah kelainan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus.

Selain itu, ada juga penyakit tulang telinga yang disebut otosklerosis. Penyakit tersebut juga menjadi penyebab vertigo yang dikarenakan faktor genetik. Berikut ini cara mencegah vertigo yang efektif dan ada baiknya untuk dilakukan: 1. Kurangi konsumsi garam Bagi penderita vertigo yang disebabkan Meniere, sangat disarankan untuk mengurangi jumlah asupan garam. Sebab, dengan mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan dari endolimfatik.

Lalu, mengurangi asupan garam juga membantu menurunkan frekuensi serta tingkat parahnya serangan Meniere. 2. Hindari posisi pemicu vertigo Sedangkan vertigo yang disebabkan BPPV justru bergantung posisi kepala.

Itulah mengapa, ada baiknya menghindari gerakan kepala pada posisi yang sering memicu vertigo. 3. Kontrol tekanan darah, kolesterol, dan stop merokok Para penderita vertigo yang memiliki risiko stroke wajib mengontrol tekanan darah dan kolesterol yang tinggi serta berhenti merokok.

Hal tersebut untuk mencegah risiko kanker yang meningkat serta vertigo yang semakin parah. 4. Jalani gaya hidup sehat Agar vertigo tidak muncul kembali, maka usahakan untuk selalu penuhi kebutuhan cairan harian, konsumsi makanan sehat dan seimbang, istirahat dan tidur cukup, serta hindari stres. Dengan begitu, selain turun risiko munculnya penyebab vertigo, juga tubuh akan menjadi semakin sehat dan bugar.

Selain itu akan menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit.
Brodanni.com. Melengkapi postingan mengenai Materi Sistem Pernafasan Pada Manusia, berikut ini penulis sajikan beberapa Contoh Soal Sistem Pernafasan yang disarikan dari berbagai sumber. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi para pengunjung yang sedang mencari referensi dalam menyusun soal, maupun bagi para siswa yang menbutuhkan referensi dalam belajar khususnya pelajaran IPA Kelas 8 SMP yang ada di semester genap ini.

Bagi para pengunjung yang berprofesi sebagai pendidik IPA SMP Kelas 8, Contoh Soal Sistem Pernafasan ini sudah dilengkapi dengan kunci jawaban, artinya para pengunjung penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali perlu bersusah payah lagi untuk mencari jawabannya, cukup di sesuaikan saja dengan kisi-kisi soal yang sudah Anda susun.

Untuk para siswa khususnya siswa kelas 8 SMP, 25 Contoh Soal Sistem Pernafasan Pada Manusia IPA Kelas 8 SMP Beserta Kunci Jawaban ini bisa kalian jadikan referensi dalam belajar untuk menghadi PTS IPA SMP maupun PAT IPA SMP khususnya di semester Genap.

15 Contoh Soal Sistem Pernafasan Pada Manusia IPA Kelas 8 SMP Kurikulum 2013 A. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat! 1. Fungsi proses pernapasan bagi tubuh adalah sebagai berikut, kecuali.

A. Memasukkan oksigen ke dalam tubuh B. Menghasilkan energi untuk proses oksidasi C. Mengeluarkan zat sisa karbon dioksida dari tubuh D. Merawat alat peredaran darah 2. Urutan organ pernapasan yang benar dari luar ke dalam adalah. A. Mulut→tenggorokan→paru-paru B. hidung→kerongkongan→paru-paru C. hidung→tenggorokan→paru-paru D. mulut→kerongkongan→paru-paru 3. Udara yang masuk lewat hidung menjadi bersih karena. A. udara yang masuk bukan udara kotor B.

udara masuk lewat organ yang normal C. udara bereaksi dulu dengan lendir di hidung D. udara disaring oleh rambut dan selaput lendir di permukaan hidung 4. organ yang paling penting di dalam kegiatan bernapas adalah. A. hidung B. trakea C. paru-paru D. semua benar 5. fungsi katup pangkal tenggorok (epiglotis) adalah. A. membantu kita menelan makanan B. saluran napas ketika menelan makanan C. menutup tenggorokan ketika bernapas D.

menutup kerongkongan ketika menelan makanan 6. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan tersedak. Hal ini disebabkan. A. Penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali makanan yang masuk ke rongga mulut B.

Adanya makanan yang masuk ke tenggorokan C. Adanya makanan yang masuk ke rongga hidung D. Adanya makanan yang masuk ke kerongkongan 7. Udara yang dihirup masuk ke dalam tubuh adalah udara yang mengandung zat. A. Nitrogen B. Oksigen C. Halogen D. karbon dioksida 8. Pigmen darah yang mampu mengikat oksigen di dalam adalah. A. sel darah merah B. sel darah putih C. serum D. hemoglobin 9.

Di dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung yang disebut. A. Bronkiolus B. Bronkus C. Alveolus D. Sinus 10.

penyakit pernapasan berikut yang disebabkan oleh bakteri atau virus kecuali

Pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di. A. Alveolus B. Bronkiolus C. Bronkus D. Hidung 11. Pertukaran okigen dan karbon dioksida di alveolus terjadi melalui proses. A. Osmosis B. Transfer gas C. Aliran darah D. Difusi 12. Berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada membesar terjadi pada fase. A. Ekspirasi pernapasan perut B. Inspirasi pernapasan perut C. Inspirasi pernapasan dada D. Ekspirasi pernapasan dada 13.

Gangguan pernapasan yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok adalah. A. Kanker paru-paru B. Dipteri C. Selesma D. TBC 14. Infeksi yang terjadi pada batang tenggorokan dinamakan. A. Sinusitis B. Pleuritis C. Bronkitis D. Rinitis 15. TBC merupakan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh. A. Kebiasaan merokok B.

Bakteri Mycobacterium tuberculosa C. Virus D. Pengaruh keturunan Kunci Jawaban 15 Soal Materi Pernafasan Pada Manusia Kelas 8 Semester Genap : 1. D 2. C 3. D 4. D 5.

B 6. B 7. B 8. D 9. C 10. A 11. D 12. C 13. A 14. C 15. B Demikian 15 Contoh Soal Sistem Pernafasan Pada Manusia IPA Kelas 8 SMP Beserta Kunci Jawaban, semoga bisa menjadi referensi para pembaca semuanya.

penyakit/ gangguan sistem pernapasan




2022 www.videocon.com