Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Tanaman kemudian mulai mati, karena kekurangan air. Jika nitrogen oksida ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam. Gas menjadi plasma ketika penambahan panas atau energi yang menyebabkan sejumlah besar atom untuk melepaskan beberapa atau semua elektron. • Di samping itu, dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk tumbuhan dan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi dagangan yang berguna. • Selain itu, efek dari gas rumah kaca juga dipicu oleh hasil pembakaran fosil batu bara dan minyak bumi yang berupa hasil buangan bentuk CO2 dan sulfur belerang.

Berbeda dengan proses konvensional dijelaskan sebelumnya, dipotong kualitas optimal dengan plasma injeksi air diperoleh pada semua logam dengan hanya satu gas: nitrogen. Gas SO2 jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Laut yang tercemar oleh tumpahan minyak akan membawa pengaruh negatif bagi biota laut, karena emulsi lemak dapat menghambat difusi oksigen dari atmosfer dalam badan air laut, serta menghambat penetrasi sinar matahari ke permukaan perairan, yang akhirnya mengakibatkan kematian fatal bagi biota.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

• Pemotongan kecepatan masih lebih baik dibandingkan dengan pemotongan konvensional pada baja ringan, namun kualitas potong tidak cukup untuk banyak aplikasi. • Pastinya ada banyak cara untuk menarik tujuanmu lebih dekat hanya dengan sentuhan jari di layar ponselmu.

Umummya kadar COHb akan berkurang 50% bila penderita CO akut dipindahkan ke udara bersih dan selanjutnya sisa COHb akan berkurang 8-10% setiap jamnya. Kabut tersebut dapat merusak tanaman dimana daun menjadi pucat karena selnya mati.

Pada tahun yang sama, Dr Robert Gage memperoleh paten, yang selama 17 tahun memberikan Union Carbide monopoli virtual. Next • Ozon terbentuk diudara pada ketinggian 30 km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen O 2 menjadi atom oksigen tergantung dari jumlah molekul O 2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon. • Hanya sebagian asupan intake yang diabsorpsi melalui pencernaan. Adanya pelapukan dalam batang menandakan terjadinya kerusakan sistem transportasi air pada tanaman.

Plasma welding Pada proses ini menggunakan frekuensi dan tegangan tinggi, menghasilkan percikan untuk mengionisasi udara melalui kepala obor dan memulai sebuah busur.

Pencemaran SOx diudara juga berasal dari pemakaian baru bara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi, dan lain sebagainya. • Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin,pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet.

• Sejak diperkenalkannya proses busur plasma pada pertengahan tahun 50-an, penelitian yang difokuskan pada peningkatan penyempitan busur tanpa menciptakan arcing ganda. Mantan Bupati Solo ini memiliki visi dan program berupa pembangunan merata dan berkeadilan, serta produktif dan punya daya saing. Next • Seiring waktu, dan saat dibersihkan, efek polusi dapat diperlambat dan berpotensi untuk dibalik dengan menghilangkan sumber kontaminasi.

• Peningkatan karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer telah disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil kebanyakan minyak dan batu bara di masyarakat industri dan perkotaan. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.

Di udara oksida nitrogen dapat menimbulkan PAN Peroxy Acetyl Nitrates yang dapat menyebabkan iritasi mata pedih dan berair. Next • Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan. • Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Ada banyak pertanyaan tentang kontaminasi dan efeknya yang berbahaya bagi Bumi, hewan, lingkungan dan manusia.

Next • Walaupun ada bentuk oksida nitrogen lainnya, tetapi kedua gas tersebut yang paling banyak diketahui sebagai bahan pencemar udara. • Plasma termal : Telektron ~ Tgas Suhu elektron dan gas berada dalam keadaan kesetimbangan quasi-equilibrium akibat pemanasan Joule Joule heating. Ada banyak pertanyaan tentang kontaminasi dan efeknya yang berbahaya bagi Bumi, hewan, lingkungan dan manusia.

Polusi dipahami sebagai pengenalan beberapa elemen yang berbahaya bagi ekosistem atau yang mengganggu pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah alami komponen biotik atau abiotiknya. Beberapa polutan dapat tetap ada di Bumi selama ribuan tahun.

Polusi biasanya berbentuk bahan kimia. Polutan dapat berupa zat asing, atau polutan yang terjadi secara alami. Ada beberapa jenis kontaminasi: • Polusi udara, yang meliputi pelepasan bahan kimia dan partikel, seperti karbon monoksida, belerang dioksida dan klorofluorokarbon, ke lingkungan.

Sebagian besar polusi ini dihasilkan oleh industri dan kendaraan. • Membuang sampah, tindakan membuang benda yang tidak pantas ke properti umum. • Polusi tanah, yang terjadi ketika bahan kimia dilepaskan ke tanah. Polutan utama adalah hidrokarbon, logam berat, herbisida dan pestisida. • Polusi air, pelepasan limbah industri, seperti limbah, klorin atau pestisida pada permukaan air, • Polusi plastik, melibatkan akumulasi produk plastik di lingkungan.

Ini pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah manusia, satwa liar dan habitatnya. • Kontaminasi radioaktif, dihasilkan dari kegiatan yang berkaitan dengan fisika atom seperti pembangkitan tenaga nuklir dan senjata nuklir. Anda mungkin juga tertarik dengan konsekuensi dari polusi udara. Pertanyaan penting tentang polusi di dunia 1-Apa konsekuensi paling penting dari polusi? Segala jenis kontaminasi (udara, air atau tanah) dapat menyebabkan banyak kerusakan pada manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan seluruh lingkungan secara umum.

Pada organisme hidup efeknya dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga kanker atau deformasi. Polusi udara dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan, masalah kardiovaskular dan kematian dini, antara lain.

Polusi air dapat menyebabkan berbagai penyakit, masalah hormon, kanker, kerusakan DNA, masalah neurologis, Alzheimer dan kematian. Kontaminasi tanah dapat menyebabkan kanker, kerusakan perkembangan otak dan kerusakan hati, antara lain.

Pada hewan, semua jenis polusi juga menyebabkan berbagai penyakit, kerusakan, dan kematian. Ini juga dapat menurunkan keanekaragaman hayati dan menyebabkan kelainan pada organisme. Efek pencemaran terhadap lingkungan dapat menghancurkan seluruh ekosistem, membunuh pohon, menghentikan pertumbuhan tanaman, mencegah fotosintesis, dan meneruskan kontaminan kepada manusia jika mereka mengkonsumsi tanaman yang terkontaminasi.

2-Bagaimana polusi dapat dicegah?? Upaya mengurangi limbah harus ditingkatkan, serta memastikan keberlanjutan sumber daya. Daur ulang dan perubahan dalam industri pengemasan juga dapat mengurangi jumlah limbah beracun. Industri dan pemilik rumah dapat menggunakan bahan kimia alternatif dengan mengurangi toksisitas karena zat-zat ini berakhir di perairan. Menggunakan sumber energi alternatif juga membantu mengurangi jumlah bahan bakar dan emisi udara yang dilepaskan ke lingkungan.

3-Apa perbedaan jenis limbah? Limbah dapat diklasifikasikan ke dalam banyak jenis, masing-masing dengan berbagai jenis masalah lingkungan: limbah organik, limbah yang dapat didaur ulang, limbah yang tidak dapat didaur ulang, limbah beracun, limbah nuklir beracun, dan limbah radioaktif.

4-Bagaimana limbah dapat didaur ulang? Kertas, plastik, logam, dan kaca dapat didaur ulang di tempat-tempat khusus. Anda dapat memiliki wadah berbeda untuk sampah untuk memisahkan bahan-bahan ini. Benda-benda seperti baterai dan bola lampu harus dipisahkan dan dibawa ke tempat-tempat khusus untuk pembuangan yang tepat. Membeli bahan daur ulang juga merupakan cara untuk membantu mendaur ulang. Anda juga harus menghindari membuang bahan beracun. 5-Bagaimana kontaminasi radioaktif dapat dikendalikan??

Mencegah tumpahan bahan radioaktif. Ini dapat dicapai oleh industrialis dan laboratorium yang mengelola area itu. Bahan-bahan ini harus disimpan di tempat yang aman; industri harus mengikuti protokol keselamatan. 6-Apa bahan kimia utama yang merusak lapisan ozon? CFC, klorofluorokarbon, atau zat yang sebelumnya digunakan dalam lemari es dan aerosol. Zat lain yang juga merusak lapisan ozon adalah metil bromida, yang digunakan dalam banyak insektisida. Zat-zat ini bereaksi dengan ozon di atmosfer, mengurangi jumlah ozon di dalamnya.

7-Apa itu POP? POPs (polutan organik persisten) adalah zat beracun yang terbentuk dari senyawa organik yang menumpuk di lingkungan. POPs diproduksi oleh beberapa proses industri, seperti produksi PVC, produksi pestisida, insektisida dan herbisida, dan dalam pembakaran limbah. Beberapa contoh POP termasuk: dioksin, DDT, furan, chlordane dan dieldrin. 8-Apa itu pemanasan global?? Ini adalah peningkatan suhu planet ini karena akumulasi gas-gas tertentu di atmosfer; terutama gas yang mempertahankan energi matahari pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah terpantul di permukaan planet ini.

Gas terbesar yang menyebabkan pemanasan global adalah karbon dioksida, meskipun gas-gas lain seperti metana dan nitrogen oksida juga bertindak sebagai "pemanas" di atmosfer. Peningkatan karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer telah disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil (kebanyakan minyak dan batu bara) di masyarakat industri dan perkotaan.

Pembakaran hutan juga mempengaruhi situasi ini. 9-Apa konsekuensi dari pemanasan global? Prediksi menunjukkan bahwa pemanasan global dapat menyebabkan transformasi yang dapat membahayakan seluruh kehidupan planet ini dalam waktu dekat. Bahkan peningkatan kecil dalam suhu global dapat menyebabkan transformasi dramatis. Beberapa konsekuensi termasuk: udara yang lebih kotor, lebih banyak kepunahan hewan, lebih banyak lautan yang asam, naiknya permukaan laut, cuaca yang lebih parah dan meningkatnya tingkat kematian.

10-Bagaimana efek polusi dapat dibalik? Seiring waktu, dan saat dibersihkan, efek polusi dapat diperlambat dan berpotensi untuk dibalik dengan menghilangkan sumber kontaminasi. Namun, polusi yang masuk ke udara, tanah atau air dapat terus menyebar lama setelah sumber kontaminasi telah dihapus.

Menghapus sumber kontaminasi dapat mencakup pengolahan air industri untuk mengurangi bahan kimia, atau menggunakan teknologi untuk menghilangkan kontaminan dari air dan tanah.

Referensi • Masalah lingkungan. Diperoleh dari biology-questions-and-answers.com. • Efek pencemaran pada manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan. Dipulihkan dari tropical-rainforest-animals.com. • Bisakah efek polusi dibalik? (2017) Dipulihkan dari scienceing.com. • Panduan daur ulang. Dipulihkan dari recylcing-guide-org.uk.

• Apakah dampak pemanasan global begitu buruk? (2016) Diperoleh dari nrdc.rog.
Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain.

Di dunia, dikenal 6 jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), yaitu Karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen (NOx), partikulat, hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon.

Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi, polusi cahaya dan limbah pabrik yang menguap dianggap sebagai polusi udara.

Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu Pencemaran primer dan Pencemaran sekunder Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah salah satu contoh pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta.

Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dijelaskan bahwa baku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar zat, energi, dan/atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien.

Untuk itu, perlindungan mutu udara ambien adalah upaya yang dilakukan agar udara ambien dapat memenuhi fungsi sebagaimana mestinya. Tabel 1 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Sumber: [14] Pada PP Nomor 41 Tahun 1999 ini, disebutkan bahwa setidaknya ada setidaknya ada delapan parameter dalam baku mutu udara ambien nasional. Ketika konsentrasi salah satu dari kesembilan parameter ini melebihi ambang batas, maka pada kondisi tersebut terjadi pencemaran udara.

Berikut dijelaskan karakteristik, sumber, dan dampak dari kedelapan parameter tersebut. 1. Sulfur Dioksida (SO2) Sulfur dioksida adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SOx).

Gas ini sangat mudah pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah dalam air, memiliki bau, dan tidak berwarna. Sebagaimana O 3, pencemar sekunder yang terbentuk dari SO 2, seperti partikel sulfat, dapat berpindah dan terdeposisi jauh dari sumbernya. SO 2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. Sulfur sendiri terdapat dalam hampir semua material mentah yang belum diolah seperti minyak mentah, batu bara, dan bijih-bijih yang mengandung metal seperti alumunium, tembaga,seng,timbal, dan besi.

Di daerah perkotaan, yang menjadi sumber sulfur utama adalah kegiatan pemangkit tenaga listrik, terutama yang menggunakan batu bara ataupun minyak diesel sebagai bahan bakarnya, juga gas buang dari kendaraan yang menggunakan diesel dan industri-industri yang menggunakan bahan bakar batu bara dan minyak mentah.

Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida (SOx).

Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm.

SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular. Pencemaran SOx diudara juga berasal dari pemakaian baru bara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi, dan lain sebagainya.

Belerang dalam batu bara berupa mineral besi peritis atau FeS2 dan dapat pula berbentuk mineral logam sulfida lainnya seperti PbS, HgS, ZnS, CuFeS2 dan Cu2S. Dalam proses industri besi dan baja (tanur logam) banyak dihasilkan SOx karena mineral-mineral logam banyak terikat dalam bentuk sulfida.

Pada proses peleburan sulfida logam diubah menjadi oksida logam. Pengaruh SO2 pada masyarakat dan lingkungan sangat bervariasi tergantung pada jumlah gas yang terbuang ke atmosfer, jarak tempuh gas ke atmosfer bumi, troposfer atau stratosfer, dan angin regional atau global dan pola iklim yang dapat menyebarkan gas.

Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi SO2 selama periode 1986-1995. Gambar 1 Konsentrasi dan Emisi SO2 Periode 1986-1995 Sumber: [8] Berikut merupakan dampak SO2 terhadap berbagai aspek. a. Kesehatan Manusia SOx mempunyai ciri bau yang tajam, bersifat korosif (penyebab karat), beracun karena selalu mengikat oksigen untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. SOx menimbulkan gangguan sitem pernafasan, jika kadar 400-500 ppm akan sangat berbahaya, 8-12 ppm menimbulkan iritasi mata, 3-5 ppm menimbulkan bau.

Konsentrasi gas SO2 diudara akan mulai terdeteksi oleh indera manusia (tercium baunya) manakala kensentrasinya berkisar antara 0,3 – 1 ppm. Dalam bentuk gas, SO2 dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru yang menyebabkan timbulnya kesulitan bernafas, terutama pada kelompok orang yang sensitive seperti orang berpenyakit asma, anak-anak dan lansia.

SO2 juga mampu bereaksi dengan senyawa kimia lain membentuk partikel sulfat yang jika terhirup dapat terakumulasi di paru-paru dan menyebabkan kesulitan bernapas, penyakit pernapasan, dan bahkan kematian (EPA, 2007).

Tabel 1 Pengaruh Konsentrasi Sulfur Dioksida Sumber: [1] b. Ekosistem dan Lingkungan Tingginya kadar SO2 di udara merupakan salah satu penyebab terjadinya hujan asam. Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang. c. Tumbuhan Sulfur dioksida juga berbahaya bagi tumbuhan karena dengan konsentrasi tinggi dapat membunuh jaringan pada daun, pinggiran daun dan daerah diantara tulang-tulang daun rusak.

Secara kronis SO2 menyebabkan terjadinya kshlorosis. Kerusakan tanaman ini akan diperparah dengan kenaikan kelembaban udara. SO2 diudara akan berubah menjadi asam sulfat. Oleh karena itu, didaerah dengan adanya pencemaran oleh SO2 yang cukup tinggi, tanaman akan rusak oleh aerosol asam sulfat. Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut.

Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.

Dalam sejumlah kasus terjadi seleksi genetik didalam beberapa komunitas tanaman alamiah terhadap daya tahan pencemaran atmosfer. Pengaruh sulfur dioksida dan presipitasi asam paling nyata dan buruk dalam ekosistem hutan yang berbatasan dengan peleburan atau beberapa sumber pusat pencemaran lainnya.

Sejalan dengan penelitian lainnya, spesies lumut bertambah dan diversivitas meningkat dengan meningkatnya jarak dari gedung dibandingkan dengan sisi arus angin naik. Jenis pepohonan tertentu, sweet birch dan pinus putih, diketahui paling rentan terhadap pencemaran atmosfer. Gambar 2 Kerusakan Tanaman Akibat Hujan Asam Sumber: [2] d. Hewan The National Academy Of Sciences (1978) juga menyimpulkan pengaruh pH terhadap ikan.

Di Norwegia, presipitasi asam juga mempunyai pengaruh terhadap perikanan komersial. Wright dkk (1977) melaporkan bahwa penurunan penangkapan ikan salmon di sungai-sungai selama seratus tahun yang lalu, disebabkan oleh penurunan pH yang tetap.Dengan penurunanya pH terjadi serangkaian perubahan kimiawi yang menyebabkan penurunan laju daur zat makanan dalam sistem perairan.

Dengan demikian, terdapat penurunan jumlah bahan organik dalam suatu daerah dansuatu pergeseran keadaan oligotropik didanau.

Perubahan ekologis mengikuti pengaruh umum zat toksik terhadap ekosistem. Sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit.

Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies. e. Material Kerusakan oleh pencemaran SO2 juga dialami oleh bangunan yang bahan-bahannya seperti batu kapur, batu pualam, dolomit akan dirusak oleh SO2 dari udara. Efek dari kerusakan ini akan tampak pada penampilannya, integritas struktur, dan umur dari gedung tersebut. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung.

Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah semakin banyak akan merusak batuan. Gambar 3 Korosi pada Material Sumber: [3] 2. Karbon Monoksida (CO) Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senjawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO 2) sebagai hasil pembakaran sempurna.

Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa CO mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin. Sumber CO dapat berasal dari sumber alami ataupun sumber antropogenik.

Sumber alami berupa pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan, misalnya dari lautan, oksidasi metal di atmosfer, pegunungan, aktivitas gunung berapi dan kebakaran hutan. Sedangkan sumber antropogenik antara lain berasal dari bermotor, terutama pengguna bahan bakar bensin. Berdasarkan laporan WHO (1992), dinyatakan paling tidak 90% dari CO di udara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor, sisanya berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik.

Asap kendaraan merupakan sumber pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel.

Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak.

Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.

Sumber CO dari dalam ruang (indoor) termasuk dari tungku dapur rumah tangga dan tungku pemanas ruang. Dalam beberapa penelitian ditemukan kadar CO cukup tinggi di dalam kendaraan sedan maupun bus. Sumber lain CO adalah gas arang batu yang mengandung lebih 5% CO, yaitu alat pemanas berbahan bakar gas, lemari es gas, kompor gas, dan cerobong asap yang bekerja tidak baik. Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi CO selama periode 1986-1995.

Gambar 4 Konsentrasi dan Emisi CO Periode 1986-1995 Sumber: [9] Berikut merupakan dampak CO terhadap berbagai aspek. a.

Kesehatan Manusia CO diserap melalui paru dan sebagian besar diikat oleh hemoglobin secara reversible, membentuk karboksi-hemoglobin (COHb). Selebihnya mengikat diri dengan mioglobin dan beberapa protein heme ekstravaskular lain, seperti cytochrome c oxidase dan cytochrome P-450. Afinitas CO terhadap protein heme bervariasi 30 sampai 500 kali afinitas oksigen, tergantung pada protein heme tersebut. Untuk hemoglobin, afinitas CO 208-245 kali afinitas oksigen.

CO bukan merupakan racun yang kumulatif. Ikatan Hb dengan CO bersifat reversible dan setelah Hb dilepaskan oleh CO, sel darah merah tidak mengalami kerusakan. Absorbsi atau ekskresi CO ditentukan oleh kadar CO dalam udara lingkungan (ambient air), kadar COHb sebelum pemaparan (kadar COHb inisial), lamanya pemaparan, dan ventilasi paru.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Bila orang yang telah mengabsorbsi CO dipindahkan ke udara bersih dan berada dalam keadaan istirahat, maka kadar COHb semula akan berkurang 50% dalam waktu 4,5 jam. Dalam waktu 6-8 jam darahnya tidak mengandung COHb lagi.

Inhalasi oksigen mempercepat ekskresi CO sehingga dalam waktu 30 menit kadar COHb telah berkurang setengahnya dari kadar semula. Umummya kadar COHb akan berkurang 50% bila penderita CO akut dipindahkan ke udara bersih dan selanjutnya sisa COHb akan berkurang 8-10% setiap jamnya.

Hal ini penting untuk dapat mengerti mengapa kadar COHb dalam darah korban rendah atau negatif pada saat diperiksa, sedangkan korban menunjukkan gejala dan atau kelainan histopatologis yang lazim ditemukan pada keracunan CO akut. Tabel 2 Efek CO pada Berbagai Konsentrasi Sumber: [4] b. Ekosistem dan Lingkungan Di udara,karbon monoksida (CO) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Di perkotaan dengan lalu lintas yang padat konsentrasi gas CO antara 10-15 ppm.

Sudah sejak lama diketahui bahwa gas CO dalam jumlah banyak (konsentrasi tinggi) dapat menyebabkan gangguan pada ekosistem dan lingkungan kita. c. Hewan Pada hewan, dampak dari kadar karbon monoksida yang berlebihan hampir menyerupai dampak yang terjadi pada manusia, dapat menyebabkan kematian. d.

Tumbuhan Bagi Tumbuhan, kadar CO 100ppm pengaruhnya hampir tidak ada khususnya tumbuhan tingkat tinggi. Kadar CO 200ppm dengan waktu kontak 24 jam dapat mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas terutama yang terdapat pada akar tumbuhan.

e. Material Karbon monoksida dapat berasal dari alam ataupun kegiatan manusia. Apabila berasal dari kegiatan manusia, umumnya berasal dari kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar bensin, ataupun hasil pembakaran industri minyak dan batubara.Karbon monoksida sendiri tidak terlepas dari efeknya yang menimbulkan sisi negatif pada benda material. Pada pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah, dampak pencemaran udara oleh karbon monoksida dapat berupa perubahan warna kehitaman pada daerah yang telah tercemar oleh karbon monoksida.

Selain itu, apabila gas CO pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah menjadi CO2, maka dapat menimbulkan efek hujan asam juga yang dapat mengakibatkan peningkatan laju korosi pada benda-benda logam.

3. Nitrogen Oksida (NOx) Oksida Nitrogen (NOx) adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmosfir yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO 2). Walaupun ada bentuk oksida nitrogen lainnya, tetapi kedua gas tersebut yang paling banyak diketahui sebagai bahan pencemar udara. Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau sebaliknya nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam.

Nitrogen monoksida terdapat diudara dalam jumlah lebih besar daripada nitrogen dioksida. Pembentukan NO dan NO2 merupakan reaksi antara nitrogen dan oksigen diudara sehingga membentuk NO, yang bereaksi lebih lanjut dengan lebih banyak oksigen membentuk NO2. Udara terdiri dari 80% Volume nitrogen dan 20% Volume oksigen.

Pada suhu kamar, hanya sedikit kecendrungan nitrogen dan oksigen untuk bereaksi satu sama lainnya. Pada suhu yang lebih tinggi (di atas 1210°C) keduanya dapat bereaksi membentuk NO dalam jumlah banyak sehingga mengakibatkan pencemaran udara.

Dalam proses pembakaran, suhu yang digunakan biasanya mencapai 1210 – 1.765 °C, oleh pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah itu reaksi ini merupakan sumber NO yang penting. Jadi reaksi pembentukan NO merupakan hasil samping dari proses pembakaran. Secara umum, sumber NOx di alam berasal dari bakteri dan akitivitas vulkanik, proses pembentukan petir, dan emisi akibat aktivitas manusia (antropogenik).

Emisi antropogenik NOx terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti pembangkit tenaga listrik dan kendaraan bermotor. Sumber lain di atmosfer berupa proses tanpa pembakaran, contohnya dari hasil produksi asam nitrat, pengelasan, dan penggunaan bahan peledak. Dari seluruh jumlah oksigen nitrogen (NOx) yang dibebaskan ke udara, jumlah yang terbanyak adalah dalam bentuk NO yang diproduksi oleh aktivitas bakteri.

Akan tetapi pencemaran NO dari sumber alami ini tidak merupakan masalah karena tersebar secara merata sehingga jumlahnya menjadi kecil. Yang menjadi masalah adalah pencemaran NO yang diproduksi oleh kegiatan manusia karena jumlahnya akan meningkat pada tempat tertentu.

NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari). Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang.

Percobaan dengan pemakaian NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas. Selain itu juga gas NO 2 dapat menyebabkan hujan asam seperti sulfur oksida yang bersifat korosif dan dapat melarutkan logam berat yang ada ditanah serta mengganggu ekosistem yang ada. Kadar NOx diudara perkotaan biasanya 10–100 kali lebih tinggi dari pada di udara pedesaan.

Kadar NOx diudara daerah perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm (500 ppb). Seperti halnya CO, emisi NOx dipengaruhi oleh kepadatan penduduk karena sumber utama NOx yang diproduksi manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi NOx buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas, dan bensin. Kadar NOx di udara dalam suatu kota bervariasi sepanjang hari tergantung dari intensitas sinar mataharia dan aktivitas kendaraan bermotor.

Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi NO2 selama periode 1986-1995.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Gambar 5 Konsentrasi dan Emisi NO2 Periode 1986-1995 Sumber: [10] Berikut merupakan dampak NOx terhadap berbagai aspek. a. Kesehatan Manusia Oksida nitrogen seperti NO dan NO 2 berbahaya bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa NO 2 empat kali lebih beracun daripada NO. Selama ini belum pernah dilaporkan terjadinya keracunan NO yang mengakibatkan kematian.

Diudara ambien yang normal, NO dapat mengalami oksidasi menjadi NO2 yang bersifat racun. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru ( edema pulmonari ).

Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Pemajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas. Beberapa bahaya atau dampak paparan nitrogen oksida (NOx) pada manusia yaituk eracunan akut/infeksi saluran pernafasan, lemah, sesak nafas, batuk menimbulkan gangguan pada jaringan paru-paru, dan dapat menyebabkan asma.

Tabel 3 Efek NO2 pada Konsentrasi Tertentu Sumber: [4] b. Ekosistem dan Lingkungan Pencemaran oksida nitrogen (NOx) bagi tumbuhan menyebabkan bintik-bintik pada permukaan daun, bila konsentrasinya tinggi dapat mengakibatkan nekrosis atau kerusakan jaringan daun yang mengakibatkan prosesfotosintesis terganggu.

Dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna sebagai temapat terbentuknya karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60% hingga 70% (Pohan, 2002). Di udara oksida nitrogen dapat menimbulkan PAN (Peroxy Acetyl Nitrates) yang dapat menyebabkan iritasi mata (pedih dan berair).

PAN bersama senyawa yang lain akan menimbulkan kabut foto kimia (Photo Chemistry Smog) pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah dapat mengganggu lingkungan dan dapat merusak tanaman. Daun menjadi pucat karena selnya mati. Jika hidrokarbon bercampur bahan lain toksitasnya akan meningkat (Anonim, 2008). c. Hewan Berdasarkan studi menggunakan binatang percobaan, pengaruh yang membahayakan seperti misalnya meningkatnya kepekaan terhadap radang saluran pernafasan, dapat terjadi setelah mendapat pajanan sebesar 100 μg/m3 (Tugaswati, 2004).

d. Tumbuhan Selain mempengaruhi ekosistem perairan, peningkatan jumlah nitrogen yang terserap dalam tanah akibat adanya hujan asam juga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi di dalam tanah.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Gejala ini menyebabkan terjadinya pencucian mineral seperti Ca, Mg, dan Potassium, yang merupakan yamg merupakan mineral utama bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mineral tersebut digantikan oleh logam berat seperti Al, yang justru menghambat pertumbuhan akar dan menghambat penyerapan air.

Tanaman kemudian mulai mati, karena kekurangan air. Adanya pelapukan dalam batang menandakan terjadinya kerusakan sistem transportasi air pada tanaman.Akibatnya produktivitas tumbuhan menurun dan menghilangkan keragaman hayati karena hanya sepesies tertentu saja yang dapat bertahan. Pada tumbuhan Nitrogen dioksida (NO 2) menimbulkan kerusakan jaringan sel mesophyll.

Kerusakan ditandai oleh adanya bercak warna putih atau coklat pada permukaan daun. Kebutuhan nitrogen dalam tanaman hanya diperlukan dalan jumlah yang tidak terlalu banyak.

e. Material Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada dinding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monumen termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap.

Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan. 4. Ozon (O 3) Ozon merupakan gas yang berwarna biru pucat pada temperatur dan tekanan ruang. Namun pada pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah yang ditemukan di atmosfer, ozon tidak berwarna. Ozon (O 3) merupakan senyawa oksidan yang memiliki sifat sebagai pengoksidasi kuat setelah fluor, oksigen dan oksigen fluorida. Ozon terbentuk diudara pada ketinggian 30 km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O 2) menjadi atom oksigen tergantung dari jumlah molekul O 2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon.

Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat didaerah panjang gelombang 240-320 nm. Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil tetapi lapisan lain dengan bahan pencemar udaraOzon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet (UV-B).

Ozon termasuk pencemar sekunder karena tidak diemisikan secara langsung oleh suatu sumber,melainkan terbentuk akibat reaksi dari sinar matahari dan udara yang mengandung CO, NOx, dan VOC. Konsentrasi ozon sering berubah-ubah akibat beberapa factor seperti: kondisi iklim, meteorologis, serta keberadaan pencemar-pencemar primer yang bereaksi membentuk ozon. Ozon yang dianggap sebagai pencemar adalah ozon pada lapisan troposfer.

Ozon pada lapisan ini disebut sebagai ozon permukaan dan dianggap berbahaya karena menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia, tumbuhan, hewan dan ekosistem. Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi O3 selama periode 1986-1995. Gambar 6 Konsentrasi dan Emisi O3 Periode 1986-1995 Sumber: [11] Berikut merupakan dampak pencemar Ozon pada berbagai aspek. a. Kesehatan Manusia – Ozon pada kadar 1,0–3,0 ppm selama 2 jam pada orang-orang yang sensitif dapat mengakibatkan pusing berat dan kehilangan koordinasi.

– Ozon dengan kadar 9,0 ppm selama beberapa waktu akan mengakibatkan edema pulmonari – Oksidan fotokimia masuk kedalam tubuh dan pada kadar subletal dapat mengganggu proses pernafasan normal, dan menyebabkan iritasi mata. – Pemajanan oksidan fotokimia pada kadar 200-500 μg/m³ dalam waktu singkat pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah merusak fungsi paru-paru anak, meningkat frekuensi serangan asma dan iritasi mata, serta menurunkan kinerja para olahragawan.

b. Ekosistem dan Lingkungan – Pada ekosistem dan lingkungan dampak yang ditimbulkan oleh pencemar ozon yaitu terganggunya rantai makanan pada pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton. – Penggunaan bahan-bahan seperti CFC dan lain sebagainya dapat mengakibatkan penipisian ozon yang menyebabkan pemanasan global sehingga terjadi perubahan iklim, perubahan habitat hidupan liar, kenaikan muka air laut, dan mencairnya daerah kutub.

c. Hewan Pada hewanpencemar udara ozon dapat menyebabkan timbulnya kanker pada mata sapi karena Ozon (salah satu oksida kuat) yang semakin tipis. d. Tumbuhan – Dampak pencemar ozon bagi tumbuhan yaitu dapat merusak tanaman yang sensitif karena ozon membuat beberapat anaman rentan akan serangan penyakit, gangguan hama.

Sehingga mempengaruhi produktifitas tanaman dan dapat mengakibatkan gagal panen. – Merusak daun pepohonan dan tanaman sehingga memperburuk penampilan tanaman hias dan mengurangi nilai jual sayur-mayur e. Material – Pencemar ozon dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat ausnya bahan atau material (tekstil, karet, kayu, logam, cat, dsb). – Ozon yang berlebihan pada air minum dapat menimbulkan rasa pahit dan meracuninya.

5. Hidrokarbon (HC) Hidrokarbon (HC) merupakan sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut, contohnya yaitu senyawa metana (CH 4).

HC adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan.

Hidrokarbon dengan kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada suhu kamar, sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan berbentuk cairan dan padatan.HC yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya.

Sedangkan bila berupa cairan maka HC akan membentuk semacam kabut minyak, bila berbentuk padatan akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. Berdasarkan struktur molekulnya, hidrokarbon dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu • Hidrokarban alifalik, • Hidrokarbon aromatik • Hidrokarbon alisiklis HC merupakan polutan primer karena dilepas ke udara ambien secara langsung.

Sumber dari pencemar HC ini dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin,pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC. Selain industri, sumber HC dapat berasal dari sarana transportasi yang menggunakan mesin kurang baik.

Metana, salah satu contoh senyawa HC juga dihasilkan dari sumber –sumber alami seperti proses biologi aktivitas geothermal seperti explorasi dan pemanfaatan gas alam dan minyakbumi. Jumlah yang cukup besar juga berasal dari proses dekomposisi bahan organik pada permukaan tanah. Demikian juga pembuangan sampah, kebakaran hutan dan kegiatan manusia lainnya mempunyai peranan yang cukup besar dalam memproduksi gas hidrakarbon di atmosfir.

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.

Berikut merupakan dampak pencemar HC pada berbagai aspek. a. Kesehatan Manusia Di udara, Hidrokarbon akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan membentuk ikatan baru yang disebut polycyclic aromatic pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan daerah padat lalu lintas.

Bila PAH masuk dalam paru-paru manusia akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. Pengaruh hidrokarbon aromatik pada kesehatan manusia dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4 Dampak Hidrokarbon terhadap Kesehatan Sumber: [4] b.

Ekosistem dan Lingkungan Senyawa kimia hidrokarbon seperti minyak dan gas bumi merupakan salah satu pencemaran yang sering terjadi di perairan laut. Polutan hidrokarbon di laut banyak merugikan ekosistem laut, bahkan mematikan komoditi tertentu yang akhirnya terjadi kepunahan. Polutan-polutan itu dapat berasal dari tumpahan minyak oleh kapal-kapal niaga dan apal-kapal tanker. Laut yang tercemar oleh tumpahan minyak akan membawa pengaruh negatif bagi biota laut, karena emulsi lemak dapat menghambat difusi oksigen dari atmosfer dalam badan air laut, serta menghambat penetrasi sinar matahari ke permukaan perairan, yang akhirnya mengakibatkan kematian fatal bagi biota.

Selain itu, reaksi pembakaran hidroakarbon yang melibatkan O 2 akan menghasilkan panas yang tinggi. Panas yang tinggi ini menimbulkan peristiwa pemecahan ( Cracking) menghasilkan rantai hidrokarbon pendek atau partikel karbon. Gas hidrokarbon dapat bercampur dengan gas buangan lainnya.

Cairan hidrokarbon membentuk kabut minyak (droplet). Padatan hidrokarbon akan membentuk asap pekat dan menggumpal menjadi debu/partikel. Hidrokarbon bereaksi dengan NO 2 dan O 2 menghasilkan PAN ( Peroxy Acetyl Nitrates) yang bersifat toksik. c. Hewan Tumpahan minyak yang merupakan senyawa hidrokarbon di laut biasanya lengket dan dapat menempel pada bulu burung laut yang berenang di sekitarnya.

Akibatnya burung tersebut tidak dapat terbang. Lapisan minyak di permukaan dapat juga menghambat kehidupan biota perairan, sehingga ikan atau hewan laut lainnya tidak dapat bernafas dan akhirnya mati dan tenggelam. Hidrokarbon yang bersifat mutagenik akan sangat rentan pada hewan. Beberapa percobaan pada hewan telah membuktikan adanya indikasi perubahan gen pada hewan tersebut. Hidrokarbon dapat memberikan dampak toksisitas akut dan kronis .Secara umum efek akut hidrokarbon pada hewan yaitu iritasi pada kulit dan mata.

Penelitian menunjukkan hasil positif pada pengujian karsinogenik, teratogenik, genotoksik, dan imunotoksik pada hewan uji. Keturunan binatang laboratorium yang terpapar hidrokarbon menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan, pertumbuhan yang lambat, dan imunitas yang lemah. d. Tumbuhan Di udara, reaksi Hidrokarbon, NO 2 dan O 2 yang membentuk PAN akan bereaksi lagi dengan gas CO dan O 3 membentuk kabut foto kimia ( Photo Chemistry Smog).

Kabut tersebut dapat merusak tanaman dimana daun menjadi pucat karena selnya mati. Jika hidrokarbon bercampur bahan lain toksitasnya akan meningkat. e. Material Dampak hidrokarbon pada material biasanya disebabkan oleh sifat kimiawi hidrokarbon. Conthnya yaitu karet gelang yang direndam dalam bensin makan akan bertambah volumenya tetapi berkurang sifat elastisnya. Dengan demikian, hidrokarbon mampu melarutkan beberapa senyawa penting lain dalam material sehinga akan mengubah tidak hanya sifat fisik, tetapi juga kimia.

Selain itu, Pembakaran senyawa hidrokarbon yang tidak sempurna akan menimbulkan jelaga dan nilai estetika material. Jelaga menimbulkan noda kehitaman sehingga mengurangi estetika bangunan ataupun stuktur lain.

6. Timbal (Pb) Timbal ( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan atmosfer. Ia sangat lunak, mudah dibentuk, ductile, dan bukan konduktor listrik yang baik. Ia memiliki resistasi tinggi terhadap korosi. Pipa-pipa timbal dari jaman Romawi masih digunakan sampai sekarang.

Unsur ini juga digunakan dalam kontainer yang mengandung cairan korosif seperti asam sulfur dan dapat dibuat lebih kuat dengan cara mencampurnya dengan antimoni atau logam lainnya.

Senyawa Pb-organik seperti Pb-tetraetil dan Pb-tetrametil merupakan senyawa yang penting karena banyak digunakan sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin dalam upaya meningkatkan angka oktan secara ekonomi.

PB-tetraetil dan Pb tetrametil berbentuk larutan dengan titik didih masing-masing 110°C dan 200°C. Karena daya penguapan kedua senyawa tersebut lebih rendah dibandingkan dengan daya penguapan unsur-unsur lain dalam bensin, maka penguapan bensin akan cenderung memekatkan kadar P-tetraetil dan Pb-tetrametil. Kedua senyawa ini akan terdekomposisi pada titik didihnya dengan adanya sinar matahari dan senyawa kimia lain diudara seperti senyawa holegen asam atau oksidator.

Sumber pencemaran timbal (Pb) terbesar berasal dari pembakaran bensin, dimana dihasilkan berbagai komponen timbal (Pb), terutama PbBrCl dan PbBrCl2 (Fardiaz, 1992). Timbal (Pb) dicampurkan ke dalam bensin sebagai anti letup atau anti knock aditif dengan kadar sekitar 2,4 gram/gallon.

Timbal (Pb) yang digunakan untuk anti knock adalah tetraethyl timbal (C2H5)4. Fungsi penambahan timbal (Pb) adalah dimaksudkan untuk meningkatkan bilangan oktana. Timbal (Pb) adalah bahan yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem di dalam tubuh. Timbal (Pb) dapat masuk ke tubuh melalui inhalasi, makanan dan minuman pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah absorbsi melalui kulit (Albalak, 2001).

Gambar 7 Timbal pada Asap Kendaraan Sumber: [5] Menurut World Health Organization (WHO) pajanan timbal yang diperkenankan untuk pekerja laki-laki 40 µg/dL dan untuk pekerja perempuan adalah 30 µg/dL (DeRoos, 1997 dan OSHA, 2005).

Kadar Pb di alam sangat bervariasi tetapi kandungan dalam tubuh manusia berkisar antara 100–400 mg. Sumber masukan Pb adalah makanan terutama bagi mereka yang tidak bekerja atau kontak dengan Pb. Diperkirakan rata-rata masukkan Pb melalui makanan adalah 300 ug per hari dengan kisaran antara 100–500 mg perhari. Rata-rata masukkan melalui air minum adalah 20 mg dengan kisaran antara 10–100 mg. Hanya sebagian asupan (intake) yang diabsorpsi melalui pencernaan.

Manusia dengan pemajanan rendah mengandung 10–30 mg Pb/100 g darah Manusia yang mendapat pemajanan kadar tinggi mengandung lebih dari 100 mg/100 g darah kandungan dalam darah sekitar 40 mg Pb/100g dianggap terpajan berat atau mengabsorpsi Pb cukup tinggi walau tidak terdeteksi tanda-tanda keluhan keracunan.

Terdapat perbedaan tingkat kadar Pb di perkantoran dan pedesaan wanita cenderung mengandung Pb lebih rendah dibanding pria, dan pada perokok lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi CO selama periode 1986-1995. Gambar 8 Konsentrasi dan Emisi Pb Periode 1986-1995 Sumber: [12] Berikut merupakan dampak pencemar Pb terhadap berbagai aspek.

a. Kesehatan Manusia Timbal memiliki dampak negatif terhadap lingkungan hidup termasuk kepada kesehatan manusia. Dampak negatif ini adalah dapat meningkatkan akumulasi timbal dalam darah terutama pada anak-anak. Bayi dan anak-anak lebih berpeluang menerima kadar pencemar yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa,hal ini dapat dilihat berdasarkan jumlah makanan yang dikomsumsi berdasarkan berat badan 3-4 kali lebih banyak dari orang dewasa. Penyerapan senyawa-senyawa pencemar (contoh logam timbal) oleh usus balita cenderung lebih tinggi dari pada orang dewasa.

Keracunan yang terjadi sebagai akibat kontaminasi logam timbal dapat meningkatkan protoporphilin dalam sel darah merah, memperpendek umur sel darah merah, menurunkan jumlah sel darah merah, menurunkan kadar retikulosit (sel darah merah yang masih muda), dan meningkatkan kandungan logam Fe dalam darah.

Berikut ini beberapa efek dari keracunan timbal pada berbagai organ-organ tubuh. – Efek timbal pada sistem syaraf sistem syaraf merupakn sistem yang paling sensitif terhadap daya racun yang dibawa oleh logam timbal. Pengaruh dari keracunan timbal dapat menimbulkan kerusakan otak. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak sebagai akibat dari keracunan timbal adalah epilepsi, halusinasi, kerusakan pada otak besar dan delirium yaitu jenis penyakit gula.

– Efek pada sistem urinaria Efek timbal terhadap sistem urinaria (ginjal) dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saluran ginjal.

Kerusakan yang terjadi tersebut disebabkan terbentuknya inkranuclear inclution bodie yang disertai dengan membentuknya aminociduria yaitu terjadinya kelebihan asam amino dalam urin.

– Efek t i mbal terhadap sistem reproduksi, sistem endokrin dan jantung Efek timbal terhadap sistem reproduksi, menyebabkan menurunnya kemampuan sistem reproduksi. Untuk janin dalam kandungan dapat terjadi hambatan dalam pertumbuhannya sedangkan efek timbal terhadap sistem endokrin dapat mempengaruhi fungsi dari tiroid.

Fungsi dari tiroid sebagai hormon akan mengalami tekanan bila manusia kekurangan I 131 (yodium isotop). Untuk pengaruh keracunan timbal pada otot jantung baru ditemukan pada anak.

Keracunan timbal dapat bersifat akut maupun kronik. Senyawa timbal organik umumnya masuk kedalam tubuh melalui pernafasan dan penetrasi lewat kulit (dalam jumlah kecil) penyerapan lewat kulit ini karena senyawa ini dapat larut dalam minyak dan lemak, senyawa seperti tetra etil timbal, dapat menyebabkan keracunan akut pada sistem syaraf pusat meskipun proses dari keracunan tersebut terjadi dalam waktu yang cukup panjang dengan kecepatan penyerapan yang kecil.

Sedangkan keracunan timbal dan persenyawaan anorganiknya bersifat kronis. Gangguan yang ditimbulkan bervariasi, dari yang ringan seperti insomnia, kekacauan pikiran sampai gangguan yang cukup berat seperti kolik usus, anemia, gangguan fungsi ginjal, bahkan kebutaan terutama pada anak-anak. Manifestasi dari paparan timbal yang lain adalah terjadinya pembiruan pada guzi (bertonian lead line) dimana hal ini mengindikasikan bahwa penderita pernah mengalami paparan – Efek pada sistem saluran cerna Kolik usus (spasme usus halus) adalah manifestasi klinis tersering dari keracunan dari timbal lanjut.

Nyeri terlokalisir disekitar atau dibawah umbilekus. Tanpa paparan timbal (tidak berkaitan dengan kolik) adalah pigmen kelabu pada gusi (garis-garis timbal). – Efek pada sistem ginjal Selama fase akut keracunan timbal seringkali ada keterlibatan ginjal fungsional tetapi tidak dapat dipastikan kerusakan ginjal permanen.

Timbal dapat ikut andil pada penyakit ginjal pasien Bahaya Paparan Timbal terhadap Kesehatan Manusia b. Ekosistem dan Lingkungan Belum diketahui secara signifikan dapat memberikan pengaruh bagi ekosistem dan lingkungan. Tentunya, adanya perubahan ekosistem lebih disebabkan adanya efek langsung Pb terhadap makhluk hidup. c.

Hewan Umumnya keracunan pada anak sapi memperlihatkan gejala: dungu, tidak nafsu makan, dyspnoe, kolik dan diare yang kadang-kadang diikuti konstipasi. Menurut Christian dan Tryphonas (1971) gejala klinis yang muncul pada anak sapi yang keracunan Pb adalah depresi pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah syaraf pusat, kebutaan, menguak dan berlari seperti bingung, menekankan kepala dan anorexia. Gejala klinis keracunan Pb pada sapi dewasa antara lain akibat gangguan pada syaraf: dungu, buta, jalan berputar (Buck, 1970; Christian dan Tryphonas, 1971), terdapat gerakan kepala dan leher yang terus menerus, gerakan telinga dan pengejapan katup mata (Henderson, 1979).

Gejala yang timbul akibat gangguan pada gastrointestinal adalah : statis rumen dan anorexia (Christian dan Tryphonas, 1971). d. Tumbuhan Dampak Pb bagi tanaman belum diketahui secara khusus. Namun, Pb dapat mengendap di dalam tanaman. e. Material Belum diketahui dampak Pb terhadap material secara signifikan. 7. Total Suspended Particulate (TSP) Masalah pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel padat TSP ( Total Suspended Particulate atau total partikel melayang) dengan diameter maksimum sekitar 45 mm, partikel PM10 ( particulate matter) dengan diameter kurang dari 10 mm dan PM2,5 dengan diameter kurang dari 2,5 mm.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Partikel-partikel tersebut diyakini oleh para pakar lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai pemicu timbulnya infeksi saluran pernapasan, karena partikel padat PM10 dan PM2,5 dapat mengendap pada saluran pernapasan daerah bronki dan alveoli, sedang TSP tidak dapat terhirup ke dalam paru, tetapi hanya sampai pada bagian saluran pernapasan atas. Partikulat debu melayang ( Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawaorganik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil, mulai dari < 1 mikron sampai denganmaksimal 500 mikron.

Partikulat debu tersebut akan berada di udara dalam waktu yang relatif lama dalam keadaan melayanglayangdi udara dan masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan.

Selain dapat berpengaruh negatif terhadapkesehatan, partikel debu juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan juga mengadakan berbagai reaksi kimia diudara. Partikel debu SPM pada umumnya mengandung berbagai senyawa kimia yang berbeda, dengan berbagai ukuran danbentuk yang berbada pula, tergantung dari mana sumber emisinya.

Karena Komposisi partikulat debu udara yang rumit, dan pentingnya ukuran partikulat dalam menentukan pajanan, banyak istilah yang digunakan untuk menyatakan partikulat debu di udara. Beberapa istilah digunakan dengan mengacu pada metode pengambilan sampel udara seperti : Suspended Particulate Matter (SPM), Total Suspended Particulate (TSP), dan balack smake.

Istilah lainnya lagi lebih mengacu pada tempat di saluran pernafasan dimana partikulat debu dapat mengedap, seperti inhalable/thoracic particulate yang terutama mengedap disaluran pernafasan bagian bawah, yaitu dibawah pangkal tenggorokan ( larynx). Istilah lainnya yang juga digunakan adalah PM-10 (partikulat debu dengan ukuran diameter aerodinamik <10 mikron), yang mengacu pada unsur fisiologi maupun metode pengambilan sampel.

Secara alamiah, partikulat dapat dihasilkan dari debu tanah kering yang terbawa oleh angin, proses vulkanis yang berasal dari letusan gunung berapi, uap air laut.

Partikulat juga dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung senyawa karbon murni atau bercampur dengan gas-gas organik, seperti halnya penggunaan mesin diesel yang tidak terpelihara dengan baik dan pembakaran batu bara yang tidak sempurna sehingga terbentuk aerosol kompleks dari butir-butiran tar. Jika dibandingkan dengan pembakaraan batu bara, pembakaran minyak dan gas pada umunya menghasilkan partikulat dalam jumlah yang lebih pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah.

Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti transportasi kendaraan bermotor, industri berupa proses (penggilingan dan penyemprotan) dan bahan bakar industri, dan sumber-sumber non industri, misalnya pembakaran sampah baik domestik ataupun komersial. (Yusra, 2010) Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.

41 tahun 1999 tentang pengendalian pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah udara, baku mutu udara ambien nasional selama 24 jam untuk TSP sebesar 230 mg/m3. Tingkat bahaya tidaknya partikel udara di suatu tempat dapat diketahui dengan menyetarakan hasil penentuan konsentrasi partikel pada penelitian terhadap Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menurut Keputusan Kepala BAPEDAL no.

Kep–107/KABAPEDAL/11/1997. Tabel 5 Kategori ISPU Menurut NAQQS dan US EPA Sumber: [6] Tabel 6 Kategori ISPU yang Menimbulkan Efek Sumber: [6] Tabel 7 Pengaruh ISPU pada Kesehatan untuk Berbagai Parameter Sumber: [15] Berikut merupakan dampak pencemar TSP pada berbagai aspek. a. Kesehatan Manusia Inhalasi merupakan satu-satunya rute parjanan yang menjadi perhatian dalam hubungannya dengan dampak terhadap kesehatan.

Walau demikian ada juga beberapa senyawa lain yang melekat bergabung pada partikulat, seperti timah hitam (Pb) dan senyawa beracun lainnya, yang dapat memajan tubuh melalui rute lain. Pengaruh partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada di udara sangat tergantung kepada ukurannya. Ukuran partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada diudara sangat tergantung kepada ukurannya.

Ukuran partikulat debu yang membahayakan kesehatan umumnya berkisar antara 0,1 mikron sampai dengan 10 mikron. Pada umunya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat langsung masuk kedalam paru-paru dan mengendap di alveoli.

Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi. Keadaan ini akan lebih bertambah parah apabila terjadi reaksi sinergistik dengan gas SO2 yang terdapat di udara juga.

Selain itu partikulat debu yang melayang dan berterbangan dibawa angin akan menyebabkan iritasi pada mata dan dapat menghalangi daya tembus pandang mata (Visibility) Adanya ceceran logam beracun yang terdapat dalam partikulat debu di udara merupakan bahaya yang terbesar bagi kesehatan. Pada umumnya udara yang tercemar hanya mengandung logam berbahaya sekitar 0,01% sampai 3% dari seluruh partikulat debu di udara Akan tetapi logam tersebut dapat bersifat akumulatif dan kemungkinan dapat terjadi reaksi sinergistik pada jaringan tubuh, Selain itu diketahui pula bahwa logam yang terkandung di udara yang dihirup mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan dosis sama yang berasal dari makanan atau air minum.

Oleh karena itu kadar logam di udara yang terikat pada partikulat patut mendapat perhatian. Gambar 9 Dampak Partikulat terhadap Kesehatan Sumber: [7] b. Ekosistem dan Lingkungan Keberadaan partikulat di udara dapat mereduksi radiasi matahari dan meningkatkan kemungkinan presipitasi. Partikulat yang terdapat di atmosfer berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi sinar matahari yang dapat mencapai permukaan bumi.

Pengaruh ini disebabkan oleh penyebaran dan absorbsi sinar oleh partikulat. Salah satu pengaruh utama adalah penurunan visibilitas. Sinar yang melalui objek ke pengamat akan diabsorbsi dan disebarkan oleh partikulat sebelum mencapai pengamat, sehingga intensitas yang diterima dari objek dan dari latar belakangnya akan berkurang.Akibatnya perbedaan antara kedua intensitas intensitas sinar tersebut hilang sehingga keduanya (objek dan latar belakang) menjadi kurang kontras atau kabur.

Penurunan visibilitas ini dapat membahayakan, misalnya pada waktu mengendarai kendaraan atau kapal terbang. Jumlah polutan partikulat bervariasi dengan manusia atau iklim. Pada musim gugur dan salju, sistem pemanas didalam rumah-rumah dan gedung meningkat sehingga dibutuhkan tenaga yang lebih tinggi yang mengakibatkan terbentuknya lebih banyak partikulat. Iklim dapat dipengaruhi oleh polusi partikulat dalam dua cara.

Partikulat di dalam atmosfer dapat mempengaruhi pembentukan awan, hujan dan salju dengan cara berfungsi sebagai inti dimana air dapat mengalami kondensasi. Selain itu penurunan jumlah radiasi solar yang mencapai permukaan bumi karena adanya partikulat dapat mengalami kondensasi. Selain itu penurunan jumlah radiasi solar yang mencapai permukaan bumi karena adanya partikulat dapat mengganggu keseimbangan panas pada atmosfer bumi. Suhu atmosfer bumi ternyata menurun sedikit sejak tahun 1940, meskipun pada beberapa abad terakhir ini terjadi kenaikan kandungan CO2 di atmosfer yang seharusnya mengakibatkan kenaikan suhu atmosfer.

Peningkatan refleksi radiasi solar oleh partikulat mungkin berperan dalam penurunan suhu atmosfer tersebut. (BPLHD Jabar, 2009) c. Hewan Partikulat yang mengandung fluorida dapat menyebabkan beberapa kerusakan tanaman.

Selain itu partikulat yang mengandung magnesium oksida dan jatuh pada tanah pertanian juga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang buruk.

Kesehatan hewan mungkin menurun ketika hewan memakan tanaman yang ditutupi oleh partikulat beracun tersebut. Senyawa beracun tersebut dapat diserap ke dalam jaringan tanaman atau mungkin tetap sebagai kontaminan di permukaan tanaman. Fluorosis pada hewan telah dikaitkan dengan mengonsumsi vegetasi yang ditutupi dengan partikulat yang mengandung fluorida.

Sapi dan domba juga mengalami keracunan, yaitu keracunan arsen karena mengonsumsi vegetasi yang terkontaminasi partikulat yang mengandung arsen. (Wark and Warner, 1981) Penjelasan di atas juga didukung oleh BPLHD Jabar (2009) yang menyebutkan bahwa bahaya yang ditimbulkan bagi hewan berasal dari pengumpulan partikulat pada tanaman yang kemungkinan mengandung komponen kimia yang berbahaya, tepatnya hewan yang memakan tanaman tersebut.

d. Tumbuhan Lapisan debu partikulat pada permukaan daun dapat menutupi stomata daun. Gas dan uap air keluar-masuk struktur daun melalui stomata. Akibatnya transport gas, uap air ke dalam struktur daun terganggu.

Partikulat yang melapisi permukaan daun juga menyebabkan kemampuan fotosintesis daun menurun. Sehingga akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan vegetasi. Tanda-tanda kerusakan daun akibat pencemaran udara seperti necrosischlorosis dan bercak pada permukaan daun. e. Material Partikulat-partikulat yang terdapat di udara dapat mengakibatkan berbagai kerusakan padaberbagai bahan. Jenis dan tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh partikulat dipengaruhi oleh komposisi kimia dansifat fisik partikulat tersebut.

Kerusakan pasif terjadi jika partikulat menempel atau mengendap pada bahan-bahan yang terbuat dari tanah sehingga harus sering dibersihkan.

Proses pembersihan sering mengakibatkan cacat pada permukaan benda-benda dari tanah tersebut. Kerusakan kimia pada material dapat pula terjadi jika partikulat yang menempel bersifat korosif atau partikulat tersebut membawa komponen lain yang juga bersifat korosif. Logam biasanya tahan terhadap korosi di dalam udara kering atau di udara bersih yang hanya mengandung sedikit air. Partikulat dapat merangsang korosi, terutama dengan adanya komponen yang mengandung partikel hidroskopik atau sulfur.

Fungsi partikulat dalam merangsang kecepatan korosi adalah karena partikulat dapat berungsi sebagai inti dimana uap air dapat mengalami kondensasi, sehingga gas yang diserap oleh partikulat akan terlarut di dalam droplet air yang terbentuk. 8. Particulate Matter (PM 2,5) PM ( particulate matter) atau partikulat adalah suatu istilah untuk partikel padatan maupun cair di udara. Partikel berasal dari berbagai sumber baik bergerak maupun stasioner sehingga sifat kimia dan fisika partikel sangat bervariasi.

Partikel-partikel ini memiliki berbagai ukuran dan bentuk serta dapat tersusun dari ratusan bahan kimia yang berbeda. Partikel primer adalah partikulat yang diemisikan langsung dari sumber, seperti : lokasi konstruksi, jalan beraspal, ladang, cerobong asap, dan kebakaran.

Partikel sekunder terbentuk melalui reaksi substansi kimia di atmosfer seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang dipancarkan dari pembangkit listrik, industri, dan kendaraan bermotor. PM2,5 terdiri dari berbagai kombinasi senyawa sulfat, senyawa nitrat, senyawa karbon, amonium, ion hidrogen, senyawa organik, logam (Pb, Cd, V, NiCu, Zn, Mn, dan Fe), dan partikel terikat air. Sumber utama PM 2.5 adalah pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran vegetasi, serta peleburan dan pengolahan logam.

Masa PM2,5 di atmosfer adalah dari hari sampai minggu dan rentang jarak perjalanan dari 100 sampai 1000 km. Pada tahun 1971, United States EPA (Environmental Protection Agency) mendirikan NAAQS (National Ambient Air Quality Standard). Standar partikulat yang terdahulu adalah TSP (Total Suspended Particulate). Standar ini diganti pada tahun 1987 dengan partikel yang berukuran kurang dari 10 μm diameter aerodinamis (PM10). ditentukan konsentrasi rata-rata tahunan 50μg/m3 dan maksimum 24-jam sebesar 150μg/m3, berdasarkan nilai tertinggi selama 3 tahun periode.

Pada tahun 1997, setelah meninjau penelitian ilmiah, EPA menyimpulkan bahwa partikel dengan diameter aerodinamis pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah dari 2,5 m (PM2.5) memiliki hubungan yang lebih besar dengan mortalitas dan morbiditas dari PM10. EPA menentukan PM2,5 tahunan standar pada konsentrasi 15 μg/m3 dan PM2,5 selama 24 jam pada tingkat 65 μg / m3.

Inhalasi merupakan satu-satunya rute pajanan yang menjadi perhatian dalam hubungannya dengan dampak terhadap kesehatan. Walau demikian ada juga beberapa senyawa lain yang melekat bergabung pada partikulat, seperti timah hitam (Pb) dan senyawa beracun lainnya, yang dapat memajan tubuh melalui rute lain. Pengaruh partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada di udara sangat tergantung kepada ukurannya.

Ukuran partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada diudara sangat tergantung kepada ukurannya. Ukuran partikulat debu yang membahayakan kesehatan umumnya berkisar antara 0,1 mikron sampai dengan 10 mikron. Pada umunya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat langsung masuk kedalam paru-paru dan mengendap di alveoli. Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.

Keadaan ini akan lebih bertambah parah apabila terjadi reaksi sinergistik dengan gas SO2 yang terdapat di udara juga. Ada lima mekanisme yang mempengaruhi deposisi partikel di dalam saluran pernafasan.

Mekanisme utama yaitu pengendapan secara gravitasi, impaction dan difusi Brownian. Mekanisme lainnya yaitu gaya tarik elektrostatis dan intersepsi. Ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi deposisi partikulat, yaitu cara bernafas, aktivitas fisik, usia, radang paru-paru, dan kondisi ambien (peningkatan temperature dan kehadiran polutan lain).

Sumber PM2.5 dari aktivitas manusia lebih banyak berpengaruh daripada sumber-sumber alami, yang membuat sebuah kontribusi kecil untuk konsentrasi total, terutama emisi dari kendaraan di jalanan. Selain itu dari proses kegiatan industri juga banyak menghasilkan partikulat dari hasil pembakaran maupun penggunaan bahan bakar.

Emisi partikel PM2.5 dapat juga dibentuk dari reaksi kimia gas seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx: oksida nitrat, pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah ditambah nitrogen dioksida, NO2); ini disebut partikel sekunder.

Konsentrasi alamiah maupun konsentrasi yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar dapat ditinjau dari baku mutu udara. Berikut merupakan dampak pencemar PM 2.5 pada berbagai aspek.

a.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Kesehatan Manusia Beberapa studi epidemiologi menunjukkan keterkaitan PM10 dan khususnya PM2,5 dengan beberapa permasalahan kesehatan. Ukuran partikulat sangat kecil sehingga mampu mencapai bagian terdalam paru-paru dan bahkan sampai beredar dalam aliran darah. Beberapa gangguan kesehatan akibat terhirupnya particulate matter yaitu gangguan pernafasan kronis (bronchitis), ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), asma, penurunan fungsi paru-paru, kanker paru-paru, dan kematian dini.

Selain mengganggu sistem pernafasan, paparan PM2,5 juga menyebabkan iritasi pada mata. Orang berusia lanjut, anak-anak, dan orang yang memiliki gangguan pernafasan adalah kelompok manusia yang paling sensitive terhadap paparan partikulat. b. Ekosistem dan Lingkungan Partikel halus (PM2,5) adalah penyebab utama berkurangnya jarak pandang manusia. Tidak hanya manusia yang akan mengalami gangguan pernafasan dan penglihatan, jika konsentrasi partikulat di ambien melebihi ambang batas, hewan pun akan mengalami hal yang sama.

c. Tumbuhan Paparan partikulat terhadap tumbuhan memberikan dampakpada beberapa organ tumbuhan. Partikulat dengan pH > 9 menyebabkan kerusakan jaringan pada daun tempatnya terdeposisi. Partikulat yang terdeposisi di permukaan daun menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan oleh daun untuk melakukan fotosintesis. Difusi gas dari daun ke udara pun terganggu akibat menempelnya partikulat. Deposisi partikulat di permukaan tanah mengakibatkan perubahan pH tanah yang secara tidak langsung berdampak buruk terhadap tumbuhan dan organisme di dalam tanah lainnya.

d. Material Partikulat di atmosfer dapat juga mengotori dan merusak material. Deposisi partikulat pada bangunan akan mengotori dan mengurangi estetika bangunan. 9. Particulate Matter pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah 10) Partikulat adalah padatan atau liquid di udara dalam bentuk asap, debu dan uap, yang dapat tinggal di atmosfer dalam waktu yang lama. Di samping mengganggu estetika, partikulat juga memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.

PM 10 merupakan salah satu pencemar udara primer. Menurut WHO, besarnya ukuran partikulat debu yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan manusia adalah yang berukuran 0,1 µm sampai dengan kurang dari 10 µm dan berada sebagai suspended particulate matter yang dikenal dengan nama PM 10. Toksisitas dari partikel inhalable tergantung dari komposisinya. Partikel yang terhirup (inhalable) juga dapat merupakan partikulat sekunder, yaitu partikel yang terbentuk di atmosfer dari gas-gas hasil pembakaran yang mengalami reaksi fisik-kimia di atmosfer, misalnya partikel sulfat dan nitrat yang terbentuk dari gas SO2 dan NOx.

Berikut merupakan grafik konsentrasi dan emisi PM10 selama periode 1986-1995. Gambar 10 Konsentrasi dan Emisi PM10 Periode 1986-1995 Sumber: [13] Berikut ini merupakan dampak pencemar dari PM10 pada berbagai aspek.

a. Kesehatan Manusia PM 10 dapat terhisap ke ke dalam sistem pernafasan manusia dan menyebabkan penyakit gangguan pernafasan dan kerusakan paru-paru. Partikel yang terhisap ke dalam sistem pernafasan akan disisihkan tergantung dari diameternya. Partikel berukuran besar akan tertahan pada saluran pernafasan atas, sedangkan partikel kecil (inhalable) akan masuk ke paru-paru dan bertahan di dalam tubuh dalam waktu yang lama. PM 10 diketahui dapat meningkatkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pernafasan.

pada konsentrasi 140 µg/m3 dapat menurunkan fungsi paru-paru pada anak-anak, sementara pada konsentrasi 350 µg/m3 dapat memperparah kondisi penderita bronkhitis. Partikulat juga merupakan sumber utama haze (kabut asap) yang menurunkan visibilitas. b. Ekosistem dan Lingkungan Partikulat seperti PM 10 dapat mencemari lingkungan yang mengakibatkan visibilitas atau jarak pandang menjadi menurun.

c. Hewan Dampak partikulat pada hewan pada dasarnya sama seperti dampak yang ditimbulkan pada manusia.Efek toksik yang dapat ditimbulkan pada hewan yaitu penurunan fungsi paru-paru, terhalangnya saluran pernapasan, rusaknya alveoli, dan efek lainnya.

Pemaparan partikulat pada tikus di laboratorium menyebabkan tikus percobaan tersebut menderita kanker paru-paru. d. Tumbuhan Pada tanaman, partikulat debu PM 10 jika bergabung dengan uap air atau air hujan gerimis akan membentuk kerak yang tebal pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah permukaan daun, dan tidak dapat tercuci dengan air hujan kecuali dengan menggosoknya.

Lapisan kerak tersebut akan mengganggu proses fotosintesis pada tanaman karena menghambat masuknya sinar matahari dan mencegah pertukaran CO2 dengan atmosfer. Akibatnya petumbuhan tanaman menjadi terganggu. e. Material Pada material, PM 10 dapat menyebabkan beberapa dampak negatif yaitu menyebabkan logam berkarat, merusak struktur tanah dan kendaraan bermotor, mengurangi nilai estetika bangunan. Dalam hal ini, proses pembersihan dari debu seperti mngecat ulang dan hal lainnya akan memebutuhkan biaya yang cukup besar.

Daftar Pustaka: [1] Azizah, Aulia, dan Retno Agnestisia, (2011). Analisis Kualitas Udara Ambien dengan Parameter Gas SO 2, NO 2, dan CO di Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, https://www.academia.edu/7234999/ANALISIS_KUALITAS_UDARA_AMBIEN_DENGAN_PARAMETER_GAS_SO2_NO2 _DAN_CO_DI_BALAI_HIPERKES_DAN_KESELAMATAN_KERJA_PROVINSI_KALI MANTAN_SELATAN diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [2] Lesmana, Pribaditedy, (2014). Pencemaran Udara, http://www.slideshare.net/pribaditedylesmana/presetasi-hpl diunduh pada tanggal 4 Maret 2016.

[3] Winarto, Dwi, (2013). Korosi, http://www.ilmukimia.org/2013/01/korosi.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [4] Drajat, Agus, (2010). Pedoman Parameter Pencemaran Udara, https://agus34drajat.files.wordpress.com/2010/10/pedoman-paramater-pencemaran-udara1.pdf diunduh pada tanggal 4 Maret 2016.

[5] - (2008). The LCBO’s Empty “Promise To The Planet”, http://www.jamiemackinnon.com/lcbo.php diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [6] - (2010). Parameter Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan, https://www.academia.edu/5178275/PARAMETER_PENCEMAR_UDARA_DAN_DAMPAKNYA_TERHADAP_ KESEHATAN diunduh pada tanggal 4 Maret 2016.

[7] - (2011). Health Effects from Air Polution. http://airpollution.weebly.com/health-effect.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [8] United States Environmental Protection Agency, (2016). Sulfur Dioxide (SO2), https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/so2.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [9] United States Environmental Protection Agency, (2016). Carbon Monoxide (CO), https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/co.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016.

[10] United States Environmental Protection Agency, (2016). Nitrogen Dioxide (NO2), https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/no2.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [11] United States Environmental Protection Agency, (2016). Ozone (O3), https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/o3.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [12] United States Environmental Protection Agency, (2016).

Timbal (Pb), Lead https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/pb.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [13] United States Environmental Protection Agency, (2016). Particulate Matter (PM-10), https://www3.epa.gov/airtrends/aqtrnd95/pm10.html diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [14] PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara diunduh pada tanggal 4 Maret 2016. [15] Keputusan Kepala BAPEDAL No. Kep–107/KABAPEDAL/11/1997 diunduh pada tanggal 4 Maret 2016.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

- (2015). 6 Polutan Gas Penyebab Pencemaran Udara, http://www.ebiologi.com/2015/07/6-polutan-gas-penyebab-pencemaran-udara.html diakses pada tanggal 4 Maret 2016. - (2011). Air Pollution and Human Health, http://www.air-quality.org.uk/18.php diakses pada tanggal 4 Maret 2016. - (2011). Impacts of Acid Rain on Buildings, http://www.air-quality.org.uk/12.php diakses pada tanggal 4 Maret 2016. - (2011). Impacts of Air Pollution & Acid Rain on Wildlife, http://www.air-quality.org.uk/17.php diakses pada tanggal 4 Maret 2016.

Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, (2012). Pencemaran Udara, http://dishub.lampungprov.go.id/wp-content/uploads/Polusi-Udara.pdf diakses pada tanggal 4 Maret 2016. Khailani, Eka Riska, (2014). Pencemaran Udara, https://www.academia.edu/10003442/PENCEMARAN_UDARA diakses pada tanggal 4 Maret 2016.

Setiawan, Budi, (2014). Jenis Polutan Pencemar Udara Beserta Dampaknya, http://ilmulingkungan.com/jenis-polutan-pencemar-udara-beserta-dampaknya/ diakses pada tanggal 4 Maret 2016. • Recent Posts • Environmental Tobacco Smoke • Gas Rumah Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah • Parameter Pencemar Udara Kriteria • Sumber-sumber Pencemar Udara • Recent Comments • Anonymous on Sumber-sumber Pencemar Udara • Archives • March 2016 • Categories • Uncategorized • Meta • Register • Log in • Entries RSS • Comments RSS • WordPress.org • Sumber: http://www.marlborough.govt.nz/Environment/Air-Quality/What-are-air-pollutants.aspx Komposisi gas di atmosfer dapat mengalami perubahan karena polusi udara akibat dari aktivitas alam maupun dari berbagai aktivitas manusia.

Sumber pencemaran udara dapat berasal dari kebakaran hutan, debu, industri dan alat transportasi seperti kendaraan bermotor, mobil dll. Bahan pencemaran udara (polutan) secara umum dapat digolongkan menjadi dua golongan dasar, yaitu partikel dan gas. Pencemaran udara oleh berbagai jenis polutan dapat menurunkan kualitas udara. Penurunan kualitas udara untuk respirasi semua organisme (terutama manusia) akan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat.

Asap dari kebakaran hutan dapat menyebabkan gangguan iritasi saluran pernapasan, bahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Setiap terjadi kebakaran hutan selalu diikuti peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan.

Jumlah polutan yang dikeluarkan ke udara dalam pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah waktu dinamakan emisi. Emisi dapat disebabkan oleh biogenic emissions (proses alam) misalnya, CH4 hasil aktivitas penguraian bahan organik oleh mikroba dan anthropogenic amissions (kegiatan manusia), misalnya asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan sisa pembakaran.

Beberapa jenis polutan pencemar udara antara lain sebagai berikut: 1. Gas Karbon Monoksida (CO) dan Karbon Dioksida (CO2) Gas karbon monoksida (CO) timbul akibat dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Karbon monoksida (CO) dapat bersumber dari proses pembakaran tidak Sempurna. Proses pembakaran tidak sempurna dapat terjadi pada mesin kendaraan, seperti mobil, sepeda motor, mesin, industri, kereta api, dan lain-lain.

Proses pembakaran ini akan menghasilkan gas CO. Contoh, jika anda menghidupkan mesin mobil di dalam garasi, maka garasi harus dalam keadaan terbuka. Apabila garasi berada dalam keadaaan tertutup rapat, maka gas CO yang keluar dari knalpot akan memenuhi ruangan garasi tersebut.

Jika terhirup oleh seseorang dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan badan lemas dan apabila berlanjut lama dapat menyebabkan kematian.

Gas CO merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Gas ini sangat reaktif terhadap hemoglobin darah dan afinitas hemoglobin (Hb) terhadap CO lebih tinggi dibandingkan afinitas Hb terhadap O2. Apabila gas CO ini terhirup melalui saluran pernapasan dan berdifusi ke dalam darah, maka CO akan lebih cepat berikatan dengan Hb dibandingkan dengan oksigen. Akibatnya, CO akan terbawa ke jaringan dan oksigen dalam tubuh menjadi berkurang sehingga tubuh akan mengalami pusing dan sakit kepala.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Selain itu, penumpukan CO dalam jaringan dapat menimbulkan keracunan. Gas karbon dioksida (CO2) berasal dari hasil pembakaran hutan, industri, pesawat terbang, pesawat luar angkasa, kapal dan mesin-mesin seperti motor, mobil, serta kereta api.

Hasil pembakaran tersebut akan meningkatkan kadar CO2, sehingga udara tercemar. Apabila kadar CO2 di udara terus meningkat dan melebihi batas tolerasi yaitu melebihi 0,0035 % serta tidak segera diubah oleh tumbuhan menjadi oksigen, maka dapat menyebabkan terbentuknya gas rumah kaca yang efeknya akan meningkatkan pemanasan global suhu bumi ( global warming).

Hal tersebut terjadi karena sebagian sinar matahari yang masuk ke bumi dipantulkan ke luar angkasa. Karena tertahan oleh adanya rumah kaca, maka sinar tersebut tetap berada di permukaan bumi dan akan meningkatkan suhu bumi (pemanasan global).

Pemanasan global ini dapat mengakibatkan bahaya kekeringan yang hebat yang mengganggu kehidupan manusia dan mencairnya lapisan es di daerah kutub. Gas karbon dioksida ini berasal dari asap pabrik, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan asap kendaraan bermotor.

Selain itu, efek dari gas rumah kaca juga dipicu oleh hasil pembakaran fosil (batu bara dan minyak bumi) yang berupa hasil buangan bentuk CO2 dan sulfur belerang.

2. Gas SO dan SO2 Gas belerang yang terdapat di udara bebas dapat berupa SO, SO2 dan SO3. Gas belerang tersebut dihasilkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Jika gas belerang (SO, SO2 atau SO3) bereaksi dengan gas nitrogen oksida (NO2, NO3) dan uap air membentuk senyawa asam (asam sulfat, asam nitrat) (Gambar 1). Jika senyawa asam bersatu dengan uap air akan membentuk awan, lalu mengalami kondensasi dan presipitasi di udara dan akan turun sebagai hujan asam.

Gambar 1 Proses terjadinya hujan asam Senyawa asam dalam air hujan (hujan asam) dapat menyebabkan populasi tumbuhan dan hewan akan mati sehingga dapat mengakibatkan menurunnya produksi bahan pangan, barang-barang yang terbuat dari besi atau logam mudah berkarat, gedung-gedung atau jembatan bahkan bangunan candi akan cepat rusak, memudarkan warna cat, menurunkan derajat keasaman tanah, bahkan menyebabkan kematian miroorganisme tanah.

3. Gas Kloro Fluoro Karbon (CFC) Bila kita perhatikan, banyak produk-produk yang kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari yang menggunakan gas CFC, misalnya parfum yang berwujud aerosol, air conditioner (AC), bahkan beberapa pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah es model lama menggunakan gas CFC pula.

Gas CFC memiliki beberapa kelebihan, antara lain tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah bereaksi, dan tidak berbahaya secara langsung. Dengan beberapa kelebihan tersebut, maka manusia menggunakan gas CFC untuk keperluan sebagai bahan pengembang seperti semprot rambut ( hair spray), parfum semprot, pengembang busa, pendingin/lemari es, dan AC ( freon).

Memang gas CFC tidak berbahaya secara langsung, tetapi ketika kita menyemprotkan hair spray atau parfum, maka gas CFC yang keluar akan langsung terbang membubung tinggi ke angkasa dan mencapai stratosfer. Pada stratosfer terdapat lapisan ozon (O3) dan kita kenal sebagai pelindung bumi dari sinar ultraviolet matahari.

Jika gas CFC beraksi dengan lapisan ozon (O3), maka akan terbentuk lubang yang kita kenal sebagai lubang ozon. Karena lapisan ozon berlubang, maka sinar ultraviolet matahari langsung menembus dan masuk ke bumi.

Sifat sinar ultraviolet memiliki radiasi tertinggi di antara spektrum sinar-sinar yang lain, sehingga bisa mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, terjadinya mutasi genetik, menyebabkan terjadinya kanker kulit, terbakarnya retina mata, serta matinya ganggang dan mikroorganisme.

Saat ini diperkirakan besarnya lubang ozon sudah hampir tiga kali luas Benua Eropa. Apa akibatnya jika lubang ozon terus menerus bertambah melebar? Coba pikirkan! Untuk mencegah terjadinya pelebaran lubang ozon yang semakin luas dan parah, maka penggunaan gas CFC semakin dibatasi. Pada negara-negara maju penggunaan CFC sudah dihentikan (dilarang) sama sekali, sehingga sekarang kita mudah mendapatkan produk barang non-CFC seperti lemari es, AC.

4. Hidrokarbon (HC) dan Nitrogen Oksida (NO) HC dan NO yang dipengaruhi oleh sinar matahari akan membentuk smog yang berupa gas yang sangat pedih jika mengenai mata dan juga sebagai penyebab penyakit kanker.

5. Gas-gas lainnya Selain gas-gas tersebut, pencemaran udara bisa juga disebabkan oleh bau dari sampah membusuk, selokan yang tersumbat, bangkai binatang, debu dan sebagainya.

Oleh sebab itu, hendaknya kita menjaga kebersihan lingkungan kita agar tidak menimbulkan pencemaran udara. 6. Partikel Pencemaran udara dapat terjadi dalam bentuk partikel. Partikel merupakan polutan yang dapat bersama-sama dengan bahan atau bentuk pencemar lainnya. Partikel yang dapat masuk dalam saluran pernapasan adalah partikel yang berukuran 10 mikrometer (PM10). Partikel dapat berupa sebagai berikut : • Aerosol (partikel) yang terhambur dan melayang di udara • Fog (kabut) yang merupakan aerosol berupa butiran air di udara • Dust (debu) atau aerosol yang berupa butiran padat yang melayang di udara karena tiupan angin • Smoke (asap) yang merupakan aerosol campuran antara butiran padat dan cair yang melayang di udara • Mist (mirip kabut), berupa butiran zat cair, terhambur, dan melayang di udara • Plume, asap dari cerobong pabrik • Smog, campuran smoke dan fog • Fume, aerosol dari kondensasi uap logam Agar lebih jelas mengenai pengaruh polutan udara pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah kesehatan organisme dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1 Indeks standar pencemaran udara untuk setiap parameter pencemaran Kategori Rentang (PPM) CO NO 2 Ozon (O 3) SO 2 Partikel Baik 0-50 Tidak ada efek Sedikit berbau Luka pada beberapa spesies tumbuhan akibat kombinasi dengan SO 2 (selama 4 jam) Luka pada beberapa spesies tumbuhan akibat kombinasi dengan O3 (selama 4 jam) Tidak ada efek Sedang 51–100 Perubahan kimia darah, tetapi tidak terdeteksi Berbau Luka pada beberapa spesies tumbuhan Luka pada beberapa spesies tumbuhan Terjadi penurunan pada jarak pandang Tidak sehat 101–199 200–299 Peningkatan pada kardiovaskular pada perokok yang sakit jantun Bau dan kehilangan warna.

Peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma Penurunan kemampuan pada atlit yang berlatih keras Bau, meningkatnya kerusakan tanaman Jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu di mana-mana Sangat tidak sehat  Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah kardiovaskular pada orang bukan perokok yang berpenyakit jantung dan akan tampak beberapa kelemahan yang terlihat secara nyata Meningkatnya sensitivitas pasien yang berpenyakit asma dan bronkhitis Olahraga ringan mengakibatkan pengaruh pernapasan pada pasien yang berpenyakit paruparu kronis Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronkhitis Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakitan asma dan bronkhitis Bahaya 300-lebih Tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar Sumber pencemaran udara (http://www.epa.nsw.gov.au/air/) Gambar 2 Sumber dari pencemaran udara Sumber: Firmansyah R, Mawardi AH, Riandi MU.

2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kistinnah I, Lestari ES. 2006. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
3.berikut ini polutan beserta efeknya yang tepat ialah.

A.CFC-hujan asam B.CO²-penipisan lapisan ozon C.Detergen-penyakit minamata D.DDT-penyakit eutrofika 4.Berkurangnya daerah rasapan di perkotaan adalah salah satu faktor utama terjadinya.

A.Pencemaran tanah B.Banjir C.Tanah longsor D.Kekeringan​ Jerry sedang duduk santai di teras rumahnya malam hari itu. Tiba-tiba, datang sebuah mobil dengan sorot lampu yang menyilaukan. Jerry langsung menyemp … itkan matanya untuk mengurangi efek menyilaukan yang ditimbulkan oleh sorotan lampu mobil tersebut.

Bagian mata yang menyempit akibat rangsangan sinar yang sangat terang itu adalah… a. iris b. retina c. kornea d.

pupil UIUuuu13, Hubungan manusia dengan Allah antaralain diwujudkan terutama dalam ibadah yang dilakukanmanusia. Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah ini tampak dalam setiap praktik keag … amaan baik yang sederhana maupun yang lebihkompleks. Hal ini merupakan pendapat dari.a.Frankl b.

Victor Emildc. Yewangoe(1983) d. ThomasGroome14 Cara hid​
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pencemaran lingkungan tidak baik bagi kehidupan manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan, karna jika lingkungan sudah tercemar akan menggangu habitat makhluk hidup akan berdampak pada populasi makhluk hidup itu sendiri.

Pada Kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pencemaran lingkungan secara lengkap oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. 6.9. Sebarkan ini: Pencemaran lingkungan adalah suatu perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.

Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut dengan polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan jika bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat. Pencemaran udara biasanya terjadi akibat dari pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik. Beberapa jenis polutan yang sering mencemari udara, antara lain yaitu sebagai berikut : • Karbon monoksida (CO), Gas CO yaitu hasil pembakaran tidak sempurna oleh mesin kendaraan bermotor.

Jika gas CO terhirup oleh pernapasan manusia maka akan ikut beredar dalam darah manusia sehingga akan mengganggu daya ikat darah terhadap oksigen. Keracunan gas CO bisa menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan pingsan. • Karbon dioksida (CO2), Gas CO2 yaitu dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelapukan batuan. Bila kadar CO2 di atmosfer meningkat akan mengakibatkan peningkatan suhu bumi. • Senyawa Nitrogen, Gas Nitrogen ini dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan pembangun protein.

Jika nitrogen oksida ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam. • Senyawa Belerang, Gas sulfur dioksida (SO2) ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara dan minyak bumi).

Gas SO2 jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa tersebut turun bersama hujan, terjadilah pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah asam. • Klorofluorokarbon (CFC), CFC biasa digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas.

Selain itu, dipergunakan untuk penyemprot rambut dan obat nyamuk semprot. CFC bisa merusak lapisan ozon di atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari berkurang. Baca Juga : Pencemaran Udara – Pengertian, Penyebab, Dampak, Klasifikasi, Upaya yang Harus Dilakukan b. Hujan Asam Udara yang tercemar oleh gas sulfur dioksida (SO2), sulfur trioksida (SO3), nitrogen monoksida (NO), dan nitrogen dioksida (NO2) bisa mengakibatkan hujan asam.

Jika gas-gas tersebut larut dalam air hujan, maka pembentukan senyawa-senyawa asam tidak bisa dihindari. Hujan asam yang turun ke permukaan bumi bisa mengakibatkan pengikisan kesuburan tanah, kematian tanaman pertanian, perkaratan logam, dan kerusakan bangunan.

c. Pencemaran Air Pencemaran air berarti terdapat sebuah kerusakan air dari batas normal. Air yang terpolusi disebabkan oleh adanya sebuah racun atau polutan yang masuk ke lingkungan air. Polutan air di antaranya yaitu sebagai berikut ini : • Limbah industri, yaitu yang mengandung sebuah logam berat seperti raksa, timbal dan kadmium biasanya dialirkan ke sungai.

Logam tersebut berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia karena bisa menimbulkan panyakit kanker. • Berbagai limbah rumah tangga, seperti detergen dan sampah bisa mengakibatkan penurunan kandungan oksigen di perairan. • Limbah pertanian seperti pupuk, insektisida (DDT) dan herbisida berbahaya bagi kesehatan manusia juga organisme lainnya, dan bisamengganggu keseimbangan ekosistem.

Semua jenis limbah tersebut bisa mengakibatkan kamatian bagi organisme air, terutama ikan. d. Pencemaran Tanah “Buanglah sampah pada tempatnya.” Ungkapan itu menunjukkan adanya sebuah usaha untuk tidak mencemari tanah yang berlebihan.

Jika kamu meminum minuman yang berbotol kemudian botol atau plastiknya dibuang begitu saja, berarti kamu mempunyai peran dalam pencemaran tanah. Pencemaran tanah bisa disebabkan oleh kegiatan pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, kebocoran limbah cair dari industri dan rumah sakit, serta tumpahan minyak, zat kimia dan limbah. Jika tanah sudah tercemar oleh suatu polutan, maka polutan tersebut akan mengendap ke dalam tanah sebagai zat yang beracun.

Berdasarkan pada sifatnya, polutan bisa dibedakan menjadi dua, yakni sebagai berikut. • Polutan yang bisa diuraikan oleh proses alam (biodegradable). Contohnya : kayu, kertas, bahan atau sisa makanan serta sampah-sampah pada dedaunan. • Polutan yang tidak bisa diuraikan oleh proses alam (nonbiodegradable).

Contohnya : pada plastik, kaleng dan logam. Baca Juga : Polusi Udara Dan Polusi Tanah Penyebab Terjadinya Pencemaran Lingkungan Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.

Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah : • Erosi dan curah hujan yang tinggi. • Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk. • Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya. Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT.

DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT.

Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan. Akibat adanya biological magnification / pembesaran pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.

• Merusak jaringan tubuh makhluk hidup. • Menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan Menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

• Lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh. Baca Juga : Pengertian, Penyebab, Dan Dampak Global Warming (Pemanasan Global) Lengkap Dampak Pencemaran Lingkungan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena.

Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodienadikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati.

PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorinmerangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas.

Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropodayang hidup di lingkungan tanah tersebut.

Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.

Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

Cara Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Berikut ini adalah cara penanggulangan dari pencemaran lingkungan, sebagai berikut: 1. Penanggulangan secara administratif Penanggulangan secara administratif terhadap sebuah pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yakni dengan membuat suatu peraturan-peraturan atau undang-undang.

Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain yaitu sebagai berikut : • Pabrik tidak boleh menghasilkan suatu produk (barang) yang bisa mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak dapat menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga bisa mengakibatkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratofer. • Industri harus mempunyai unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungan telah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.

• Pembuangan pada sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman. • Sebelum dilakukan adanya pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL). • Pemerintah harus mengeluarkan buku mutu lingkungan, yang artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan.

Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu airsedangkan pada lingkungan udara ditentukan baku mutu udara.

Dalam buku mutua air, antara lain tercantum sebuah batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan sebuah kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.

2. Penanggulangan secara teknologis Penanggulangan sebuah pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap.

Tempat tersebut dinamakan insenerator. 3. Penanggulangan secara Edukatif Penangkalan pencemaran secara edukatif yaitu dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal ataupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang suatu lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan sebuah penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan.

Dengan adanya penyuluhan dan pendidikan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran baik secara individu ataupun secara berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan. Contoh Pencemaran Lingkungan Berikut ini adalah contoh pencemaran lingkungan, sebagai berikut: • Asap Kendaraan Asap kendaaran pun masuk ke dalam 10 macam perusakan lingkungan yang mengganggu.

Pada asap kendaraan bermotor paling tidak baik guna kesehatan tubuh seseorang, sampai proses fotosintesis pada tumbuhan. Hal pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah disebabkan asap pada kendaraan berisi hasil pembakaran yang tidak sempurna dan pemakaiaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan yang mengakibatkan kadar karbondioksida di bumi. Untuk menanggulangi permasalahan ini, kamu dapat cukup berlangsung kaki atau bersepeda andai dirasa jarak tempuh sebuah tempat yang anda tuju dekat.

Di samping ikut menjaga situasi lingkungan terbebas dari asap kendaraan, dengan berlangsung kaki dan bersepeda guna pergi ke sebuah tempat dapat mendapatkan manfaatnya juga. • Membuang Sampah di Sembarang Tempat Sampah atau saldo limbah lokasi tinggal tangga seringkali dibuang begitu saja ke sungai.

Padahal kelaziman ini dapat menyebabkan air menjadi keruh dan kotor sampai-sampai dapat mengganggu keberlangsungan hidup biota yang terdapat di sungai tersebut. Tak melulu mengganggu biota yang terdapat di dalam sungai, keperluan manusia pun akan terganggu sebab air sungai itu sudah pulang menjadi keruh dan kotor dampak sampah-sampah yang dilemparkan di sungai. Parahnya lagi, melemparkan sampah di sembarangan pun dapat mengakibatkan banjir.

Nah, untuk menanggulangi masalah ini, pentingnya guna mempunyai kesadaran bahwa air ialah kebutuhan pokok untuk seluruh makhluk hidup. Jika membudayakan membuang sampah di sungai atau di sembarangan tempat, maka dapat menyebabkan hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, mulai semenjak dini, biasakan untuk melemparkan sampah pada tempatnya. • Menebang Pohon Secara Liar Menebang pohon secara liar dapat mengakibatkan hutan menjadi gundul. Hal ini dapat menyebabkan permukaan tanah menjadi semakin sedikit pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah ketika hujan tidak sedikit tanah yang terbawa oleh arus air pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah mengalir ke sungai maupun danau.

Di samping itu, akibat dari penebangan liar ialah bisa mengakibatkan longsor sebab ketika hujan, air yang mengalir dapat mengkis tanah. Hal ini akan mengakibatkan tanah terbawa sebab tidak terdapat lagi akar-akar pohon yang menyangga tanah tersebut.

Karena tidak jarang menebang pohon secara berangsur-angsur, dapat mengakibatkan keruskan alam dan lingkungan sekitarnya. Nah, untuk menanggulangi permasalah ini, urgen untuk masing-masing orang mengawal hutan dengan teknik tidak menebang pohon secara binal dan perbuatan selanjutnya ialah melakukan reboisasi atau penghijauan.

• Polusi Udara Pencemaran udara adalahsalah satu dari 10 macam perusakan lingkungan yang paling merugikan. Pencemaran udara seringkali terjadi dampak kehadiran dari satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfir dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan manusia, hewa, pun tumbuhan.

Di samping itu, polusi udara ini juga dapat mengganggu estetika, mengganggu kenyamanan, serta dapat merusak properti. Untuk menanggulangi masalah ini, dapat melakukan berbagai format sosialisasi untuk masyarakat guna tidak mengerjakan pembakaran di arena luas atau tempat-tempat tersingkap karena tersebut akan mengakibatkan pencemaran udara. • Pencemaran Tanah Pencemaran tanah merupakan situasi dimana bahan kimia produksi manusia masuk dan mengolah lingkungan tanah alami.

Pencemaran ini seringkali terjadi sebab kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri, pemakaian pestisida, kemalangan kendaaran yang membawa minyak dan zat kimia, dan beda sebagainya. Zat kimia yang beracun di tanah ini akan menyebabkan pencemaran tanah. Zat beracun di tanah itu dapat dominan langsung untuk manusia saat bersentuhan atau mengotori tanah dan udara. Nah, untuk menanggulangi masalah ini, dapat menyediakan tempat pengasingan sampah organic dan sampah anorganik di sekian banyak daerah.

Di samping itu, dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk tumbuhan dan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi dagangan yang berguna. • Pencemaran Suara Pencemaran suara pun termasuk ke dalam 10 macam perusakan lingkungan yang mengganggu. Pencemaran ini seringkali berbentuk suara yang mengganggu kegiatan manusia dan merusak pendengaran.

Untuk menanggulangi masalah ini ialah dengan meminimalisir atau bahkan menghilangkan suara-suara yang mengganggu dengan merealisasikan peraturan di masing-masing wilayah yang rentan merasakan masalah ini. • Pencemaran Bahan Radioaktif Apabila di distrik tempat anda tinggal telah tercemar bahan radiaktif, maka butuh berhati-hati sebab pencemaran ini dapat menimbulkan kanker atau tumor.

Biasanya perusakan radioaktif ini berasal dari bom atau reactor nuklir. Untuk menanggulangi permasalahan ini ialah dengan menghindari bahan-bahan penciptaan bom atau reactor nuklir. Sebiasa mungkin anda menjauhi atau menghindari untuk berdampingan langsung dengan sumber penyebab perusakan bahan radioaktif ini. • Penggunaan Racun dan Bahan Peledak Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menciduk ikan dapat menciptakan air menjadi terkontaminasi.

Hal ini dapat terjadi sebab bahan-bahan kimia yang dipakai membuat air terkontaminasi. Bahan-bahan ini dapat mengakibatkan ekosistem di dalamnya menjadi rusak. Untuk menanggulangi permasalah ini, kamu dapat membuat suatu larangan untuk memakai racun dan bahan peledak untuk menciduk ikan. Bisa ditambahkan dengan adanya sanksi bilamana sengaja ataupun tidak sengaja melakukannya. Daftar Pustaka: • Tjm MGMP IPA. 2006.

Sains Biologi SMP kelas VII. Klaten : Sendang Timur. • Paryanto dan Ruratno. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu SMP kelas VII.

• Syamsuri, Iskandar. 2000. Biologi 2000 SMU Jilid B. Jakarta: Erlangga. • Pratiwi. 1998. Buku Penuntun Biologi kelas 1. Jakarta: Erlangga.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

• Retnowati, Pristilla. 1999. Seribu Pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah Biologi SMA, Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA, SMA, SMK, SMP Ditag #contoh pencemaran lingkungan, #dampak pencemaran lingkungan, #jenis pencemaran lingkungan, #macam pencemaran lingkungan, #pengertian pencemaran lingkungan, 10 contoh pencemaran lingkungan, 5 contoh pencemaran lingkungan, ada berapa macam pencemaran, apa akibat dari limbah pertambangan, apa penyebab terjadinya pencemaran air, apa perbedaan amdal dan andal, apakah yang mempengaruhi perubahan lingkungan, artikel pencemaran lingkungan, bagaimana proses pengelolaan kualitas air, bagaimana upaya untuk melestarikan sungai, cara menanggulangi pencemaran air, cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah, cara menanggulangi pencemaran suara, cara menanggulangi pencemaran tanah, cara menanggulangi pencemaran udara, cara menanggulangi polusi tersebut, cara mengatasi pencemaran air, cara mengatasi pencemaran air brainly, cara mengatasi pencemaran air limbah industri, cara mengatasi pencemaran lingkungan, cara mengatasi pencemaran lingkungan brainly, cara mengatasi pencemaran suara, cara mengatasi pencemaran tanah, cara mengatasi pencemaran udara, cara mengatasi pencemaran udara brainly, cara mengatasi polusi air, cara mengatasi polusi asap pabrik, cara mengurangi polusi udara di perkotaan, contoh kasus pemekatan hayati, contoh pencemaran lingkungan air, contoh pencemaran lingkungan udara, contoh pencemaran tanah, contoh peta konsep perubahan lingkungan, contoh poster pencemaran lingkungan, dampak negatif dari pembuangan limbah padat, dampak pencemaran lingkungan bagi manusia, dampak pencemaran lingkungan brainly, dampak pencemaran pdf., download ebook pencemaran lingkungan, faktor penyebab pencemaran lingkungan, gambar pencemaran lingkungan, gambar pencemaran lingkungan animasi, gambar pencemaran udara, gambar tentang pencemaran lingkungan, jelaskan dampak pencemaran tanah, jelaskan pengertian pencemaran air, jelaskan pengertian pencemaran lingkungan, jelaskan pengertian pencemaran udara, jelaskan pengertian polutan, jelaskan penyebab pencemaran lingkungan, jelaskan prinsip pengendalian pencemaran, jelaskan tentang limbah b3, jelaskan tentang pengertian lingkungan hidup, jelaskan tiga macam pencemaran lingkungan, jenis limbah pertanian yang dapat, jurnal pencemaran lingkungan pdf, kata pengantar makalah pencemaran lingkungan, kesimpulan pencemaran lingkungan, kinetika bahan pencemar di lingkungan, macam macam pencemaran lingkungan, macam macam pencemaran lingkungan air, macam macam polusi, macam-macam pencemaran lingkungan pdf, makalah pencemaran lingkungan, manfaat organisme untuk mengatasi pencemaran, manfaat pencegahan pencemaran lingkungan, materi pencemaran lingkungan kelas 10 pdf, mengapa pencemaran lingkungan bisa terjadi, parameter fisik udara yang tercemar adalah, penanggulangan pencemaran air pdf., penanggulangan pencemaran tanah, pencegahan dan penanggulangan pencemaran air, pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan, pencemaran air, pencemaran berdasarkan lingkungan, pencemaran dalam biologi, pencemaran lingkungan adalah, pencemaran lingkungan adalah brainly, pengendalian pencemaran lingkungan, pengertian pencemaran air yang tepat adalah, pengertian pencemaran lingkungan brainly, pengertian pencemaran lingkungan dan contohnya, pengertian pencemaran lingkungan menurut para ahli, pengertian pencemaran udara, pengertian pengendalian pencemaran lingkungan, penyebab pencemaran air, penyebab pencemaran lingkungan, penyebab polusi akibat aktivitas manusia, pertanyaan tentang pencemaran biologis, perusakan lingkungan adalah, plastik merupakan bahan pencemaran lingkungan, polutan adalah, ppt pencemaran lingkungan kelas 10, salah satu cara mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah pabrik adalah, sebut dan jelaskan macam-macam pencemaran, sebutkan 6 upaya penanggulangan pencemaran lingkungan, sebutkan bahan pencemar lingkungan, sebutkan ciri-ciri dan sifat polutan, sebutkan faktor penyebab pencemaran air, sebutkan macam-macam pencemaran lingkungan, sebutkan tanda-tanda pencemaran air, sebutkan tiga contoh sumber pencemaran air, sifat-sifat bahan pencemar adalah, soal pencemaran lingkungan kelas 7 pdf, solusi pertambangan batubara, subjek hukum tindak pidana lingkungan hidup, sumber pencemaran air pdf., upaya mengatasi pencemaran air tanah, upaya pencegahan sampah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.ComBerikut adalah jenis mutagen dan efek yang ditimbulkannya: • Kolkisin: mengganggu pembentukkan benang spindel, sehingga mengganggu pembelahan sel • Asam nitrit: menyebabkan deaminasi oksidatif atau pemutusan gugus amina pada basa nitrogen adenin, guanin, dan sitosin DNA, sehingga menyebabkan delesi basa nitrogen • Gas mustard, dimetil, dan dimetil sulfat: membentuk gugus alkil yang dapat bereaksi dengan gugus fosfat pada nukleotida.

Hal ini akan mengganggu proses replikasi DNA • Akridin: menyebabkan pita DNA kaku dan patah • 5-bromourasil: memiliki bentuk yang sama dengan timin, sehingga dapat mengambil alih posisi timin. Ketika posisi timin digantikan oleh 5-bromourasil, maka ketika translasi akan terbentuk protein yang berbeda (mutasi missense). Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.
Sebelum ada alat pendeteksi tingkat polusi, ternyata ada banyak organisme hidup di sekitar kita yang dapat mendeteksi adanya polusi di suatu wilayah.

Para peneliti menyebutnya pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah bioindikatoryaitu organisme hidup yang memberikan kita gambaran tentang kondisi kesehatan suatu ekosistem. Ada banyak bioindikator di sekitar kita, berikut adalah 4 bioindikator yang sering kita jumpai.

Normalnya, setiap 1000 tahun sekali ada 1 spesies amfibi yang punah. Namun selama 20.000 tahun terakhir setidaknya 168 spesies amfibi telah punah secara global. Alasan utama punahnya spesies amfibi adalah hilangnya habitat tempat tinggal mereka, meningkatnya tingkat polusi, adanya patogen, dan masuknya spesies asing.

Mengapa katak dan kodok begitu rentan? Hal ini karena katak dan kodok memiliki kulit permeable yang mudah terpapar dan menyerap zat beracun. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup mereka sangat mencerminkan kondisi lingkungan mereka, terutama kualitas air, vegetasi, dan habitat pemijahan.

Maka tingkat kepunahan katak dan kodok yang tinggi mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar kita. Lumut umumnya ditemukan pada batang pohon dan batuan yang tersusun dari alga dan jamur, dan sangat sensitif terhadap racun di udara. Lumut memperoleh nutrisi dari udara bersih untuk berkembang sehingga menjadi bioindikator kualitas udara di sekitarnya. Lumut bereaksi terhadap perubahan ekologis di hutan, termasuk kualitas udara hutan dan iklim.

Hilangnya lumut dari lingkungan menunjukkan stress pada lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya kadar polutan seperti sulfur dioksida SO2, polutan belerang dan nitrogen N2.

Bivalvia atau kerang- kerangan merupakan biota yang sering digunakan sebagai indikator pencemaran pesisir laut.

pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah

Hal ini disebabkan karena kehidupan bivalvia berhubungan dengan sedimen, kebiasaan makan yang mampu menyaring bahan makanan atau filter feeder, dan kemampuannya yang dapat mengumpulkan bahan pencemar dalam tubuhnya. Bivalvia telah diteliti untuk memantau tingkat pencemaran berbagai macam polutan di laut diantaranya radionuklida buatan, hidrokarbon terklorinasidan logam. Di Indonesia, jenis bivalvia yang sering digunakan untuk mendeteksi polutan di laut adalah jenis kerang hijau.

Selain sebagai indikator polutan, kerang hijau juga dapat digunakan untuk menjernihkan air laut, hal ini dapat dilakukan karena kerang merupakan filter feeder atau filter alami yang dapat memperbaiki kualitas air laut. Karena kemampuan filter feeder dan kemampuan mengumpulkan polutan dalam tubuh kerang, maka bagian lunak kerang sering terkontaminasi oleh polutan logam pasangan polutan beserta efeknya yang tepat adalah.

Maka sebelum mengkonsumsi kerang ada baiknya diperhatikan kembali dari mana kerang tersebut diperoleh. Hindari mengkonsumsi kerang yang berasal dari perairan yang sangat tercemar. Cacing tanah adalah organisme penting dalam sistem tanah, terutama karena efeknya yang menguntungkan untuk kesuburan tanah. Cacing tanah dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan membentuk lapisan bahan organik di tanah lapisan atas. Karena fungsi inilah cacing tanah dikenal sebagai bioindikator yang sangat baik untuk mendeteksi polusi tanah.

Sebuah pengamatan dilakukan di Bavaria selama 20 tahun, menunjukkan adanya peningkatan jumlah cacing tanah secara signifikan pada tanah yang subur. Peningkatan populasi cacing tanah tersebut disebabkan karena aktivitas manajemen pengolahan tanah yang baik. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi bahan kimia dalam tubuh cacing tanah dapat menjadi indikator tingkat polusi tanah.

Dari sini dapat kita amati bahwa cacing tanah adalah organisme yang tepat untuk mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap tanah. Coba perhatikan tanah kebun di sekitarmu, jika kamu tidak menemukan cacing tanah, mungkin itu adalah indikasi tanah kebunmu kurang subur atau telah tercemar polusi.

CARA MENGURUTKAN PEDAL EFEK GITAR BERDASARKAN KLASIFIKASI FUNGSINYA UNTUK PEMULA




2022 www.videocon.com