Fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

MADANINEWS.ID, JAKARTA โ€“ Islam tidak menentukan model pakaian tertentu bagi umatnya. Agama menyerahkan sepenuhnya pada manusia untuk berkreasi dalam berpakaian asalkan mengikuti aturan Islam. Artinya, meskipun Islam tidak menjelaskan secara detil model pakaian Islami, tetapi Islam menjelaskan aturan umum dan etika berpakaian yang mesti dipahami dan diamalkan.

Dalam Islam fungsi utama pakaian adalah menutup aurat sebagaimana tercantum dalam surah al-Aโ€™raf [7]: 26 ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณู‹ุง ูŠููˆูŽุงุฑููŠ ุณูŽูˆู’ุขุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฑููŠุดู‹ุง โ€œHai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.

Dalam pandangan KH Ali Mustafa Yaqub, walaupun Islam tidak merekomendasikan satu model pakaian tertentu, tetapi Islam memiliki aturan umum berpakaian. Aturan umum ini diistilahkan oleh almarhum dengan 4T, yaitu tidak terbuka (tutup aurat), tidak transparan, tidak ketat, dan tidak menyerupai lawan fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah.

1.Tutup Aurat Menutup aurat merupakan prinsip pertama yang menjadi dasar agar pakaian tersebut dapat dikatakan sesuai dengan hukum Islam. Sebagaimana telah mafhum bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut dan aurat perempuan adalah seluruh badan kecuali dua telapak tangan dan wajah. Syariat untuk menutup aurat telah ada sejak zaman nabi Adam dan Hawa ketika mereka berdua mendakati pohon yang dilarang oleh Allah swt untuk mendekatinya.

Hal ini terdapat dalam surah al-Aโ€™raf [7]: 22, ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฐูŽุงู‚ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽุฌูŽุฑูŽุฉูŽ ุจูŽุฏูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุณูŽูˆู’ุขุชูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุทูŽููู‚ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุตูููŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽู‚ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู โ€œ(Yakni serta-merta dan dengan cepat) tatkala keduanya telah merasakan buah pohon itu, tampaklah bagi keduanya, aurat masing-masing dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga secara berlapis-lapir,โ€ 2. Tidak Transparan Pakaian yang tembus pandang, yang memperlihatkan bentuk tubuh yang harusnya ditutup secara samar-samar bukan merupakan pakaian yang Islami.

Sebab, secara tidak langsung pakaian yang transparan berarti tidak menutup aurat. Memilih warna dan bahan pakaian menentukan pakaian tersebut transparan atau tidak khususnya dalam keadaan keringatan atau kehujanan. Sehingga ketika membeli pakaian sangat dianjurkan untuk memilih bahan yang baik agar tidak transparan. Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitabnya Shohih Muslim/2128 sebagai berikut, ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซุตูู†ู’ููŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽู‡ูู…ูŽุงุŒ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุณููŠูŽุงุทูŒ ูƒูŽุฃูŽุฐู’ู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ูŠูŽุถู’ุฑูุจููˆู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽุŒ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกูŒ ูƒูŽุงุณููŠูŽุงุชูŒ ุนูŽุงุฑููŠูŽุงุชูŒ ู…ูู…ููŠู„ูŽุงุชูŒ ู…ูŽุงุฆูู„ูŽุงุชูŒุŒ ุฑูุกููˆุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ูƒูŽุฃูŽุณู’ู†ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูุฎู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุฆูู„ูŽุฉูุŒ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุฏู’ู†ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงยป Artinya: Diriwayatkan oleh Abu Hurairah: โ€Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong.

Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.

3. Tidak Ketat Pakaian yang digunakan oleh umat Islam mesti longgar dan tidak ketat. Pakaian yang baik ialah pakaian yang tidak memperlihatkan lekukan tubuh supaya orang yang melihat kita tidak terpancing untuk melakukan perbuatan negatif.

4.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Tidak Menyerupai Lawan Jenis Dalam sebuah Hadis yang terdapat dalam Shohih Bukhari/159, sebagai berikut: ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู…ูุชูŽุดูŽุจู‘ูู‡ููŠู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุงู„ู…ูุชูŽุดูŽุจู‘ูู‡ูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุจูุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู Diriwayatkan Ibn โ€˜Abbas Ra., berkata: โ€œRasulullah saw melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.

Hadis di atas tidak secara eksplisit menjelaskan bahwa laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Secara umum hadis di atas menjelaskan bahwa Nabi saw melarang umatnya untuk menyerupai lawan jenisnya, termasuk dalam dalam hal berpakaian.

Di samping itu etika berpakaian yang perlu diperhatikan adalah kesederhanaan. Karena kesederhanaan dalam segala hal termasuk dalam berpakaian adalah bagian dari iman. Dalam sebuah Hadis Rasulullah saw., sebagaimana terdapat dalam Sunan Ibn Majah/1379 sebagai berikut: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซุงู„ู’ุจูŽุฐูŽุงุฐูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู Rasulullah saw., bersabda kesederhanaan adalah bagian dari iman. Keempat kriteria ini perlu diperhatikan ketika memilih, membeli, dan menggunakan pakaian.

Perempuan yang menggunakan โ€œhijabโ€ tidak akan ada gunanya kalau pakaian yang mereka gunakan transparan dan ketat. Begitu pula laki-laki, tidak ada gunanya memakai jubah, kalau tembus pandang dan auratnya terlihat oleh orang lain. ADAB BERPAKAIAN, BERTAMU DAN BERHIAS Fungsi Pakaian Ada tiga macam fungsi pakaian, yakni sebagai penutup aurat, fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah menjaga kesehatan, dan untuk keindahan.

Tuntunan Islam mengandung didikan moral yang tinggi. Dalam masalah aurat, Islam telah menetapkan bahwa aurat lelaki adalah antara pusar samapi kedua lutut. Sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Mengenai bentuk atau model pakaian, Islam tidak memberi batasan, karena hal ini berkaitan dengan budaya setempat.

Oleh karena itu, kita diperkenankan memakai pakaian dengan model apapun, selama pakaian tersebut memenuhi persyaratan sebagai penutup aurat.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Pakaian merupakan penutup tubuh untuk memberikan proteksi dari bahaya asusila, memberikan perlindungan dari sengatan matahari dan terpaan hujan, sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri seseorang, dan sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang. Dahulu, pakaian yang sopan adalah pakaian yang menutup aurat, dan juga longgar sehingga tidak memberikan gambaran atau relief bentuk tubuh seseorang terutama untuk kaum wanita.

Sekarang orang-orang sudah menyebut pakaian seperti itu sudah dibilang kuno dan tidak mengikuti mode zaman sekarang atau tidak modis. Timbul pakaian you can see atau sejenis tanktop, dll. Yang uniknya, semakin sedikit bahan yang digunakan dan semakin ketat pakaian tersebut maka semakin mahal pakaian tersebut. Ada seseorang yang berkata sedikit mengena, โ€œAnak jaman sekarang bajunya kayak baju anak kecil, pantesan saya nyari baju anak rada susah, berebut ama orang dewasa.โ€ Memang tidak salah dia mengatakan hal seperti itu, toh, itu memang kenyataan.

Padahal jika kita tidak bisa menjaga aurat kita, kita akan kerepotan. Sangat tidak mungkin kita akan mengumbar aurat di depan umum, jika hal tersebut dilakukan, maka kita bisa disebut gila.

Mau tidak anda fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah gila? Anehnya, sekarang banyak kaum wanita terutama muslimah yang belomba-lomba untuk memakai pakaian yang katanya modis tersebut. Pakaian tersebut sebenarnya digunakan oleh para (maaf) PSK dan WTS untuk memikat pelanggan, akan tetapi seiring perkembangan waktu, fungsi pakaian tersebut sudah berubah untuk memikat lawan jenis, sehingga semakin terpikat lawan jenis, semakin banyak pula kasus tindakan asusila yang sering kita baca di media cetak, elektronik, atau mungkin kita pernah melihat atau mengalaminya sendiri.

Pelecehan seksual ada di mana-mana. Tidakkah para mukminin dan mukminat telah diperintahkan oleh Allah di dalam kitab nan suci, al-Qurโ€™an, surat Al-Aโ€™raf ayat 26: (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.

Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al Aโ€™raf : 26) Atau Q.S. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya : (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: Hai para Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.โ€ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali karena itu mereka tidak diganggu.

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 29) Tapi mengapa kaum hanya kaum wanita saja yang dibahas? Ya, karena wanita adalah manusia yang paling dijaga harga dirinya oleh Allah SWT. Sudah dijaga koq masih tidak bersyukur?

Coba pikirkan, sangat sayangnya Allah kepada wanita, Allah Yang Maha Penyayang sampai-sampai membahas hal-hal sekecil itu. Maka dari itu marilah kita menjaga harga diri wanita muslimah kita demi tercapainya masa depan yang cerah.

b. Adab Berpakaian Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli).

Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya.

Kedua cara tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: ุตูู†ู’ู‚ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุงูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู„ูŽู…ู’ ุงูŽุฑูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุณููŠูŽุงุทูŒ ูƒูŽุง ุงู„ุงูŽุฐู’ู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ. ูˆูŽ ู†ูุณูŽุงุกูŒ ูƒูŽุง ุณููŠูŽุงุชูŒ ุนูŽุงุฑููŠูŽุงุชูŒ ู…ูู…ููŠู’ู„ุงูŽุชูŒ ุฑูŽุคูŽูˆู’ุณูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ูƒูŽุฃูŽุดู’ู†ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูุฎู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุฆูู„ุงูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎูุฐู’ ู†ูŽ ุฑููŠู’ุญูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠููˆู’ุฎูŽุฐู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠู’ุฑูŽุฉู ูƒูŽุฐุงู‹ ูˆูŽ ูƒูŽุฐุงู‹ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…) Artinya: โ€œ Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta.

Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.โ€ (HR Muslim) Ada dua maksud yang menjadi kesimpulan pada hadits ini, yaitu sebagai berikut: โ€ข โ€ข Maksud kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi ialah perempuan-perempuan yang suka menggunakan rambut sambungan ( cemara dalam bahasa jawa), dengan maksud agar rambutnya tampak banyak dan panjang sebagaimana wanita lainnya.

Selanjutnya, yang dimaksud rambutnya seperti atau sebesar punuk unta adalah sebutan bagi wanita yang suka menyanggul rambutnya. Kedua macam cara tersebut (memakai cemara dan menyanggul) termasuk perkara yang tecela dalam Islam โ€ข Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka menempelkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai penutup aurat.

Oleh karena itu, mereka dikatakan telanjang. Pada zaman modern seperti sekarang ini, amat banyak manusia (perempuan) mengenakan pakaian yang amat tipis sehingga warna kulitnya tampak jelas dari luar. Sementara itu banyak pula perempuan yang memakai pakaian relatif tebal, namun karena sangat ketat sehinga bentuk lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Kedua cara berpakaian seperti itu (terlampau tipis dan ketat) termasuk perkara yang dilarang dalam Islam. Ciri-ciri pakaian wanita Islam di luar rumah ialah: โ€ข Pakaian itu haruslah menutup aurat sebagaimana yang dikehendaki syariat. โ€ข Pakaian itu tidak terlalu tipis sehingga kelihatan bayang-bayang tubuh badan dari luar. โ€ข Pakaian itu tidak ketat atau sempit tapi longgar dan enak dipakai. la haruslah menutup bagian-bagian bentuk badan yang menggiurkan nafsu laki-laki.

โ€ข Warna pakaian tsb suram atau gelap seperti hitam, kelabu asap atau perang. โ€ข Pakaian itu tidak sekali-kali dipakai dengan bau-bauan yang harum โ€ข Pakaian itu tdak โ€˜bertasyabbuhโ€™ (bersamaan atau menyerupai)dengan pakaian laki-laki yaitu tidak fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah atau menyerupai pakaian laki-laki.

โ€ข Pakaian itu tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir dan musyrik. โ€ข Pakaian itu bukanlah pakaian untuk bermegah-megah atau untuk menunjuk-nunjuk atau berhias-hias. Aurat perempuan yang merdeka (demikian juga khunsa) dalam sholat adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan yang lahir dan batin hingga pergelangan tangannya.

Oleh karena itu jika nampak rambut yang keluar ketika sholat atau nampak batin telapak kaki ketika rukuk dan sujud, maka batallah sholatnya. Aurat perempuan merdeka di luar sholat Di hadapan laki-laki ajnabi atau bukan muhram Yaitu seluruh badan.

Artinya, termasuklah muka, rambut, kedua telapak tangan (lahir dan batin) dan kedua telapak kaki (lahir dan batin). Maka wajiblah ditutup atau dilindungi seluruh badan dari pandangan laki-laki yang ajnabi untuk mengelakkan dari fitnah. Demikian menurut mahzab Syafei. Di hadapan perempuan yang kafir Auratnya adalah seperti aurat bekerja yaitu seluruh badan kecuali kepala, muka, leher, dua telapak tangan sampai kedua siku dan kedua telapak kakinya.

Demikianlah juga aurat ketika di hadapan perempuan yang tidak jelas pribadi atau wataknya atau perempuan yang rosak akhlaknya. Ketika sendirian, sesama perempuan dan laki-laki yang menjadi muhramnya Auratnya adalah di antara pusat dan lutut Walau bagaimanapun, untuk menjaga adab dan untuk memelihara dan berlakunya hal yang tidak diingini, maka perlulah ditutup lebih dari itu agar tidak menggiurkan nafsu.

Ini adalah penting untuk menghindarkan fitnah. Salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh kebanyakan manusia dalam kesehariannya adalah melepas dan memakai pakaian baik untuk tujuan pencucian pakaian, tidur, atau yang selainnya. Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan melepas dan memakai pakaian adalah sebagai berikut : Mengucapkan Bismillah. Hal itu diucapkan baik ketika melepas maupun memakai pakaian.

Imam An-Nawawy berkata : โ€œMengucapkan bismillah adalah sangat dianjurkan dalam seluruh perbuatanโ€. Memulai Dengan Yang Sebelah Kanan Ketika Akan Memakai Pakaian. Berdasarkan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. โ€œApabila kalian memakai pakaian maka mulailah dengan yang sebelah kananโ€. c. Kaum Lelaki Dilarang Memakai Cincin Emas dan Pakaian Sutra Dalam hal ini, cincin emas dan pakaian sutra yang dipakai oleh kaum lelaki, Khalifah Ali r.a pernah berkata: ู†ูŽู‡ูŽุงุชูู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู… ุนูŽู†ู ุงู„ุชู‘ูŽุฎูŽุชูู…ู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽ ุนูŽู†ู’ ู„ูุจูŽุงุณู ุงู„ู’ู‚ูŽุณู‘ูู‰ ูˆูŽ ุนูŽู†ู’ ู„ูุจูŽุงุณู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุตู’ููŽุฑู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู†ู‰) Artinya: โ€œ Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan ashfar.โ€ (HR Thabrani) Yang dimaksud dengan ashfar ialah semacam wenter berwarna kuning yang kebanyakan dipakai oleh wanita kafir pada zaman itu.

Ibnu umar meriwayatkan sebagai berikut: ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู… ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู†ู ู…ูุนูŽุตู’ููŽุฑูŽูŠู’ู†ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู…ูู†ู’ ุซููŠูŽุงุจู ุงู„ู’ูƒููู‘ูŽุงุฑู ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู„ู’ุจูŽุณู’ู‡ูŽุง Artinya: โ€œ Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengn ashfar maka sabda beliau: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai.โ€ Larangan bagi laki-laki memakai cincin emas dan pakaian dari sutra adalah suatu didikan moral yang tinggi.

Allah telah menciptakan kaum lelaki yang memiliki naluri berbeda dengan perempuan, memiliki susunan tubuh yang berbeda dengan tubuh perempuan. Lelaki memiliki naluri untuk melindungi kaum perempuan yang relatif lemah kondosi fisiknya.

Oleh sebab itu, sangat tidak layak kiranya apabila lelaki meniru tingkah laku perempuan yang suka berhias dan berpakaian indaah serta suka dimanja. Dari sisi lain, larangan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap sikap hidup bermewah-mewahan, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

3.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Tata Krama Berhias Pada hakikatnya Islam mencintai keindahan selama keindahan tersebut masih berada dalam batasan yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma-norma fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah.

Beberapa ketentuan agama dalam masalah berhias ini antara lain sebagai berikut: โ€ข Laki-laki dilarang memakai cincin emas Sebagaimana larangan yang ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap Ali r.a โ€ข Jangan bertato dan mengikir gigi Pada zaman jahiliyah banyak wanita Arab yang menato sebagian besar tubuhnya, muka dan tangannya dengan warna biru dalam bentuk ukiran.

Pada zaman sekarang ini (khususnya di lingkungan masyrakat kita) bertato banyak dilakukan oleh kaum lelaki. Dengan bertato ini, mereka merasa mempunyai kelebihan dari orang lain. Adapun yang dimaksud dengan mengikir gigi ialah memendekkan dan merapikan gigi. Mengikir gigi banyak dilakukan oleh kaum perempuan dengan maksud agar tampak rapi dan cantik. Rasulullah SAW bersabda; ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู… ุงูŽู„ู’ูˆูŽุงุดูู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุชูŽูˆู’ุดูู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู’ู„ูˆูŽุงุดูุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู’ู„ู…ูุดู’ุชูŽูˆู’ุดูุฑูŽุฉูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู†ู‰) Artinya: โ€œ Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menato dan yang minta ditato, yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.โ€ (HR At Thabrani) โ€ข Jangan menyambung rambut Selain hadits yang tersebut didepan (dalam hal menyambung rambut) terdapat pula riwayat sebagai berikut: ุณูŽุงูŽู„ูŽุชู’ ุงูู…ู’ุฑูŽุงูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุต ู… ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆูู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูู†ู‘ูŽ ุงุจู’ู†ูŽุชููŠ ุงูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุญูุตู’ูŠูŽุฉู ููŽุงูŽู…ู’ุฑูŽู‚ูŽ ุดูŽุนู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽุงูู†ู‘ููŠ ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌู’ุชูู‡ูŽุง ุงูŽููŽุฃูŽุตูู„ู ูููŠู’ู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุตูู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ุตูู„ูŽุฉูŽ (ุฒูˆุงู‡ ุงู„ุจุฌุงุฑู‰) Artinya: โ€œ Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: Ya Rasulullah, sesunguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia.

Apakah boleh saya menyambung rambutnya?. Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya.โ€ (HR Bukhari) โ€ข Jangan berlebih-lebihan dalam berhias Berlebih lebihan ialah melewati datas yang wajar dalam menikmati yang halal.

Berhias secara berlebih-lebiha cenderung kepada sombong dan bermegah-megahan yang sangat tercela dalam Islam. Setipa muslim dan muslimat harus dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kesombongan, baik dalam berpakaian maupun dalam berhias bentuk yang lain.

Memoles wajah dengan bahan make-up terlampau banyak serta menggunakan perhiasan emas pada leher, kedua tangan dan kedua kaki secara mencolok termasuk berlebih-lebihan. Perbuatan yang demikian itu tidak lain adalah bermaksud untuk menarik perhatian pihak lain, terutama lawan jenisnya. Apabila yang dimaksudkan adalah untuk menarik perhatian suaminya maka hal itu baik untuk dilakukan.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Akan tetapi, apabila yang dimaksud itu semua orang (selain suami) maka hal fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah termasuk perbuatan yang dialranga dalam Islam.

Selain menjurus kepada sikap sombong, berlebih-lebihan termasuk perbuatan tabzir, sedangkan tabzir dilarang oleh Allah SWT. (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: โ€œ26) Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Isra : 26-27) Bertatakrama Dalam Bertamu dan Menerima Tamu 4. Tata Krama Bertamu Bertamu adalah salah satu cara untuk menyambung tali persahabatan yang dianjurkan oleh Islam.

Islam memberi kebebasan untuk umatnya dalam bertamu. Tata krama dalam bertamu harus tetap dijaga agar tujuan bertamu itu dapat tercapai. Apabila tata krama ini dilanggar maka tujuan bertamu itu justru akan menjadi rusak, yakni merenggangnya hubungan persaudaran. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat. Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isyaโ€™, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman: (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: โ€œ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isyaโ€™.

(Itulah) tiga โ€˜aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain).

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nur : 58) Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan.

Lazimnya, orang yang beristirahat hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka. Apabila budak dan anak-anak kecil saja diharuskan meminta izin bila akan masuk ke kamar ayah dan ibunya, apalagi orang lain yang bertamu. Bertamu pada waktu-waktu tersebut tidak mustahil justru akan menyusahkan tuan rumah yang hendak istirahat, karena terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.

5.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Cara Bertamu yang Baik Cara bertamu yang baik menurut Islam antara lain sebagai berikut: โ€ข Berpakaian yang rapi dan fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri.

Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman: (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: โ€œ Jika kamu berbua baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiriโ€ฆ.โ€ (QS Al Isra : 7) โ€ข Memberi isyarat dan salam ketika datang Allah SWT berfirman: (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: โ€œ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.

Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.โ€ (QS An Nur : 27) Diriwayatkan bahwa: ุงูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุงูุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ู… ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€œุงูŽู„ูุฌูโ€ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ู… ู„ูุฌูŽุงุฏูู…ูู‡ู : ุงูุฎู’ุฑูุฌู’ ุงูู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู‡ู ุงู„ุงูุณู’ุชูุฃู’ุฐูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ู : ู‚ูู„ู’ โ€œุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงูŽ ุงูŽุฏู’ุฎูู„ู’โ€ ููŽุณูŽู…ูุนูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽู„ู’ ููŽู‚ูู„ู’ โ€œุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงูŽ ุงูŽุฏู’ุฎูู„ู’โ€ ููŽุงูŽุฐูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ู… ู‚ูŽุฏู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ) Artinya: โ€œ Bahwasanya seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau ada di dalam rumah.

Katanya: Fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah aku masuk? Nabi SAW bersabda kepada pembantunya: temuilah orang itu dan ajarkan kepadanya minta izin dan katakan kepadanya agar ia mengucapkan โ€œAssalmu alikum, bolehkah aku masukโ€ lelaki itu mendengar apa yang diajarkan nabi, lalu ia berkata โ€œAssalmu alikum, bolehkah aku masuk?โ€ nabi SAW memberi izin kepadanya maka masuklah ia.

(HR Abu Daud) fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah Jangan mengintip ke dalam rumah Rasulullah SAW bersabda yang artinya: โ€œ Dari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuh lubang pintu rumah Rasulullah SAW dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasulullah SAW bersabda: โ€œJika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkanuntuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.โ€ (HR Bukhari) โ€ข Minta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali Jika telah tiga namun belum ada jawaban dari tuan rumah, hendaknya pulang dahulu dan datang pada lain kesempatan.

โ€ข Memperkenalkan diri sebelum masuk Apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya: โ€œ dari Jabir ra Ia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu aku mengetuk pintu rumah beliau.

Nabi SAW bertanya: โ€œSiapakah itu?โ€ Aku menjawab: โ€œSayaโ€ Beliau bersabda: โ€œSaya, sayaโ€ฆ!โ€ seakan-akan beliau marahโ€ (HR Bukhari) Kata โ€œSayaโ€ belum memberi kejelasan. Oleh sebab itu, tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya โ€ข Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya.

Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedangkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahay bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja. โ€ข Masuk dan duduk dengan sopan Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendajnya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas.

Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah. Tamu dapat dinilai sebagai orang yang tidak sopan, bahkan dapat pula dikira sebagai orang jahat yang mencari-cari kesempatan. Apabila tamu tertarik kepada sesuatu (hiasan dinding misalnya), lebih ia berterus terang kepada tuan rumah bahwa ia tertarik dan ingin memperhatikannya.

โ€ข Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu.

Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah mempersilahkan dirinya. โ€ข Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya: โ€œ Jika seseorang diantara kamu hendak makan maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu.โ€ ( HR Abu Daud dan Turmudzi) โ€ข Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memili Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan, tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan berhalangan).

Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja. Mkelainkan dalam berbagai suasana, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain โ€ข Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran Sementara ada orang yang merasa malu apabila piring yang habis digunakan untuk makan tampak bersih, tidak ada makann yang tersisa padanya. Mereka khawatir dinilai terlalu lahap. Islam memberi tuntunan yang lebih bagus, tidak sekedar mengikuti perasaan manusia yang terkadang keliru.

Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada pring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya. โ€ข Segeralah pulang setelah selesai urusan Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung.

Hendaknya dihindari pembicraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Tamu yang bijaksana tidak suka memperpanjang waktu kunjungannya, ia tanggap terhadap sikap tuan rumah.

Apabila tuan rumah tekah memperhatikan jam, hendaknya tamu segera pamit karena mungkin sekali tuan rumah akan segera pergi atau mengurus masalah lain. Apabila tuan ruamh menghendaki tamunya untuk tetap tinggal dahulu, hendaknya tamu pandai-pandai membaca situasi, apakah permintaan itu sungguh-sungguh atau hanya sekadar pemanis suasana. Apabila permintaan itu sungguh-sungguh maka tiada salah jika tamu memperpanjang masa kunjungannya sesuai batas kewajaran.

6. Lama Waktu Bertamu Maksimal Tiga Hari Tiga Malam Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran bertamu selama tiga hari tiga malam. Waktu twersebut dikatakan sebagai hak bertamu.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu, kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamuhnya. 7. Tata Krama Menerima Tamu a. Kewajiban Menerima Tamu Sebagai agama yang sempurna, Islam juga memberi tuntunan bagi uamtnya dalam menerima tamu.

Demikian pentingnya masalah ini (menerima tamu) sehingga Rasulullah SAW menjadikannya sebagai ukuran kesempurnaan iman. Artinya, salah satu tolak ukur kesempurnaan iman seseorang ialah sikap dalam menerima tamu. Sabda Rasulullah SAW: ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงูŽู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุงูŽุฎูุฑู ููŽุงู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽูŠู’ููŽู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑู‰) Artinya: โ€œ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.โ€ (HR Bukhari) b.

Cara Menerima Tamu yang Baik 1) Berpakaian yang pantas Sebagaimana orang yang bertamu, tuan rumah hendaknya mengenakan pakaian yang pantas pula dalam menerima kedatangan tamunya. Berpakaian pantas dalam menerima kedatangan tamu berarti menghormati tamu dan dirinya sendiri.

Islam menghargai kepada seorang yang berpakaian rapih, bersih dan sopan. Rasululah SAW bersabda yang artinya: โ€œ Makan dan Minunmlah kamu, bersedekahlah kamu dan berpakaianlah kamu, tetapi tidak dengan sombong dan berlebih-lebihan.

Sesungguhnya Allah amat senang melihat bekas nikmatnya pada hambanya.โ€ (HR Baihaqi) 2) Menerima tamu dengan sikap yang baik Tuan rumah hendaknya menerima kedatangan tamu dengan sikap yang baik, misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya. Sekali-kali jangan acuh, apalagi memalingkan muka dan tidak mau memandangnmya secara wajar. Memalingkan muka atau tidak melihat kepada tamu berarti suatu sikap sombong yang harus dijauhi sejauh-jauhnya.

3) Menjamu tamu sesuai kemampuan Termasuk salah satu cara menghormati tamu ialah memberi jamuan kepadanya. 4) Tidak perlu mengada-adakan Kewajiban menjamu tamu yang ditentukan oleh Islam hanyalah sebatas kemampuan tuan rumah. Oleh sebab itu, tuan rumah tidak perlu terlalu repot dalam menjamu tamunya. Bagi tuan rumah yang mampu hendaknya menyediakan jamuan yang pantas, sedangkan bagi yang kurang mampu henaknya menyesuaikan kesanggupannya.

Jika hanya mampu memberikan air putih maka air putih itulah yang disuguhkan. Apabila air putih tidak ada, cukuplah menjamu tamunya dengan senyum dan sikap yang ramah 5) Lama waktu Sesuai dengan hak tamu, kewajiban memuliakan tamu adalah tiga hari, termasuk hari istimewanya.

Selebihnya dari waktu itu adalah sedekah baginya. Sabda Rasulullah SAW: ุงูŽู„ุถู‘ููŠูŽุงููŽุฉู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุงูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽ ุฐูŽุงู„ููƒูŽ ููŽู‡ููˆูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡) Artinya: โ€œ Menghormati tamu itu sampai tiga hari. Adapun selebihnya adalah merupakan sedekah baginya.โ€ (HR Muttafaqu Alaihi) 6) Antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang Salah satu cara terpuji yang dapat menyenangkan tamu adalah apabila tuan rumah mengantarkan tamunya sampai ke pintu halaman.

Tamu akan merasa lebih semangat karena merasa dihormati tuan rumah dan kehadirannya diterima dengan baik. c. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumahnya tanpa izin suaminya Larangan ini bermaksud untuk menjaga fitnah dan bahaya yang mungkin terjadi atas diri wanita tersebut. Allah berfirman: (lihat al-qurโ€™an onlines di google) Artinya: โ€โ€ฆ Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada SAW lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena SAW telah memelihara (mereka)โ€ฆโ€ (QS An Nisa : 34 Rasulullah SAW bersabda; ุงูŽู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฑูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽ ู‡ููŠูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู’ู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุงุนููŠูŽุชูู‡ูŽุง (ุฑูˆุงู‡ ุงุญู…ุฏ ูˆ ุงู„ุจุฌุงุฑู‰ ูˆ ู…ุณู„ู… ูˆ ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆ ุงู„ุชุฑู…ุฏู‰ ูˆ ุงุจู† ุนู…ุฑ) Artinya: โ€œ Wanita itu adalah (ibarat) pengembala di rumah suaminya.

Dia akan ditanya tentang pengembalaannya (dimintai pertanggung jawaban).โ€ (HR Ahmad, bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Umar) Oleh sebab itu, tamu lelaki cukup ditemui diluar rumah saja, atau diminta datang lagi (jika perlu) saat suaminya telah pulang bekerja.

Membiarkan tamu lelaki masuk ke dalam rumah padahal dia (wanita tersebut) hany seorang diri, sama saja dengan membuka peluang besar akan timbulnya bahaya bagi diri sendiri. Bahaya yang dimaksud dapat berupa hilangnya harta dan mungkin sekali akan timbul fitnah yang mengancam kelestarian rumah tangganya.

Assalamu'alaikum Wr. Wb. SELAMAT DATANG SISWA SISWI SMA MUHAMMADIYAH 1 BABAT Selamat Datang Di Pembelajaran PAI โ€ข โ€ข Bahan Ajar โ€ข Bahan Ajar โ€ข ADAB BERPAKAIAN, BERTAMU DAN BERHIAS โ€ข Dasar-dasar memahami Tauhid โ€ข Etika Tidur Sesuai Sunnah โ€ข Manusia Sebagai Khalifah โ€ข NGALAP BERKAH โ€ข SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM โ€ข Kategori โ€ข Do'a โ€ข Mutiara Hadits โ€ข Umum โ€ข Kalender
Berpakaian โ€“ adalah salah satu adab dalam ajaran agama islam yang dimana mengajarkan tentang adab dan kreteria dari pakaian yang akan digunakan oleh setiap manusia untuk melindungi tubuhnya dengan fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah gangguan penyakit terutama dari sinar matahari dari gesekan kulit dengan benda lain dan gangguan serangga atau dari kotoran dan debu lansung saja simak pembahasan di bawah iniโ€ฆ?

Berpakaian adalah sebuah kebutuhan dasar manusia untuk melindungi dan menutupi diri sendiri dalam kehidupan manusia sebagai simbol untuk status dan posisi pemakainya. Islam mengajarkan bahwa seorang Muslim harus mengenakan pakaian yang baik dan menutup aurotnya dan hal ini juga telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya harus menggunakan pakaian yang bersih dan suci. Perkembangan pada kebiasaan dalam budaya yang memiliki karakteristik masing-masing sehingga berpakaian dapat meningkatkan keamanan selama aktivitas dengan menciptakan pelindung kulit dan lingkungan.

Pakaian juga sebagai penghalang higienis, melindungi tubuh dan membatasi transmisi kuman. Baca Juga: Alif Lam Qamariyah Adap Berpakai Yang Baik menurut Islam Dalam Islam berpakaian sebuah pedoman sebagai menunjukan adab antar sesama manusia dan kepada Alloh yaitu. 1. Tutupi Aurot Menutup Aurot adalah salah satu adab yang seudah di ajarkan dalam islam karena hal ini sebagai cermin dalam kehidupan sehari hari dan menutup aurot juga mulai dari lutut sapai ke leher.

2. Tidak menampakkan tubuh Tidak menampakkan tubuh dalam hal ini adalah salah satu adab berpakaian yang baik dengan menutupi alat kelaminnya yang berfungsi sebagai menjaga keindahan tubuh.

Baca Juga: Macam Macam Tobat 3. Tidak menimbulkan riak Tidak menimbulkan riak hal ini adalah salah satu adab dalam berpakaian karena apabila berpakaian yang berlebihan dan menimbulkan sifat riak makan akan menyebab dosa.

4. Tidak Menyerupai Lawan Jenis Pakaian khusus untuk pria tidak boleh dikenakan oleh wanita dan sebaliknya laki โ€“ laki dan perempuan tidak boleh mengenakan pakaian yang sama. Baca Juga: Macam Macam Amanah 5 Fungsi Berpakaian Tanpa ada pengecualian bahwa berpakaian berfungsi sebagai untuk perhiasan tubuh kita dan sebagai wujud dari perintah Alloh untuk memperhiasan yang rapi dan elegan.

Baca Juga: Pengertian Tabzir 3. Sebagai penunjuk identitas Alloh Berfirman: ุฐูŽู„ุฐูŽูƒูŽ ุฃูŽุฏุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูุฑู’ููŽู†ูŽ ููŽู„ุง ูŠูุคู’ุฐูŠูุคู’ุฐู†ู’ Artinya: โ€œLebih mudah bagi mereka (Muslim) untuk mengenali dan mereka tidak terganggu.โ€ Dalam hal ini maka berpakaian dapat menujukan jati dirinya dan dapat juga menggambarkan karakter dirinya sendiri, di hadapan Alloh dan manusia.

4. Perlindungan diri Alloh Berfirman: ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุณูŽุฑูŽุงุจููŠู„ูŽ ุชูŽู‚ููŠูƒูู…ู ุงู„ู’ุญู’ุฑูŽ ูˆูŽุณูŽุฑูŽุงุจููŠู„ูŽ ุชูŽู‚ููŠูƒูู…ู’ ุจูŽุฃู’ุณูŽุฃู’ูƒูŽู…ู’ Artinya: โ€œDia (ALLAH) membuat bagimu bahwa pakaian sebagai pelindungmu, ketika (cuaca) panas.โ€ 5.

Pakaian sebagai sifat dan prilaku Pakaian sebagai sifat dan prilaku karena berpakaian bahwa seseorang dapat mencerminkan dengan berperilaku sesuai dengan penampilan mereka dan bertanggung jawab. Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan ulasan tentang fungsi berpakaian, lengkap dengan adab yang baik dalam islam, semoga apa yang sudah kami sampaikan dapat berguna dan bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Baca Juga: Pengertian Dendam Share this: โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข Posted in Agama, Umum Tagged 3 syarat pakaian yang menutup aurat, adab berpakaian, dampak negatif tidak menutup aurat, fungsi pakaian, fungsi pakaian menurut al quran, jenis jenis pakaian, manfaat menutup aurat, manfaat pakaian, mengapa mengenakan jilbab dapat menjauhkan diri dari gangguan, pakaian bahasa inggris, pakaian pria, pengertian aurat, pengertian pakaian menurut para ahli, sebelum berpakaian hendaknya kita, sebutkan adab berpakaian menurut islam, tujuan berpakaian sesuai syariat islam Tulisan Terbaru โ€ข Arti Mimpi Bercermin โ€ข Limbah lunak โ€ข Contoh Isi Puisi โ€ข Arti Mimpi Bertemu Ulama โ€ข Arti Mimpi Di Jodohkan โ€ข Arti Mimpi Potong Rambut โ€ข Arti Mimpi Gempa Bumi โ€ข Arti Mimpi Perang โ€ข Arti Mimpi Kehujanan โ€ข Arti Mimpi Menangkap Ikan โ€ข Arti Mimpi Ulang Tahun โ€ข Arti Mimpi Fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah โ€ข Arti Mimpi Hamil Muda โ€ข Hardware Komputer โ€ข Arti Mimpi Liburan Liputan6.com, Jakarta Adab berpakaian dalam Islam hendaknya menjadi perhatian khusus.

Mengingat, meski Islam tidak menentukan bentuk atau desain dari sebuah pakaian bagi umatnya, namun ada beberapa adab berpakaian dalam Islam yang penting untuk diikuti.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Sebenarnya salah satu adab berpakaian dalam Islam, sudah dijelaskan dalam Al-Quran tepatnya surat al-Aโ€™raf ayat 26 yang memiliki arti, โ€œHai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.

Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.โ€ Tentunya, Allah SWT bukan tanpa alasan dalam memerintahkan umatnya agar mengikuti adab berpakaian dalam Islam.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Hal tersebut dimaksudkan demi kebaikan umat Islam itu sendiri. Bayangkan saja dengan pakaian yang tidak menutup aurat terkadang dapat menarik perhatian lawan jenis dan yang ditakutkan adalah timbulnya hawa nafsu. Ada beberapa adab berpakaian dalam Islam yang cukup dasar dan sebenarnya sangat mudah dilakukan.

Bahkan di beberapa negara adab berpakaian dalam Islam ini sudah menjadi budaya sehari-hari. Lalu, seperti apa saja adab berpakaian dalam Islam tersebut? Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, Jumat (29/5/2020). Adab berpakaian dalam Islam yang pertama tentu saja sebisa mungkin pakaian tersebut menutup aurat.

Hal ini merupakan salah satu prinsip pertama dan sangat dasar. Aurat sendiri memang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Aurat laki-laki sendiri berada di antara pusar hingga lutut. Sedangkan aurat dari perempuan ada pada seluruh badan kecuali kedua telapak tangan serta wajah.

Perintah untuk menutup aurat sudah ada sejak zaman nabi Adam dan Hawa ketika mereka berdua mendekati pohon yang oleh Allah SWT dilarang untuk mendekatinya. Hal tersebut terdapat dalam surah al-Aโ€™raf ayat 22 yang memiliki arti, โ€œMaka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga.โ€ Selanjutnya adalah dengan tidak menggunakan pakaian yang menyerupai orang kafir.

Pakaian tersebut dapat disebut menyerupai orang kafir apabila suatu pakaian memang menjadi ciri khas dari orang kafir.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Mengenai hal tersebut juga telah di jelaskan oleh Abdullah bin Umar radhiallahuโ€™anhu, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda: โ€œOrang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebutโ€ (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di โ€˜Umdatut Tafsir, 1/152). Ada sebuah Hadist menjelaskan mengenai hal ini.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahuโ€™anhu, beliau berkata: โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-lakiโ€ (HR. Bukhari no. 5885). Selain itu, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam juga bersabda: โ€œTidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, ad dayyuts, dan wanita yang menyerupai laki-lakiโ€ (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 10/226, Ibnu Khuzaimah dalam At Tauhid 861/2, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jamiโ€™, 3063).

Maka dari itu, selalu pertimbangan jenis dari pakaian yang akan dikenakan, agar tidak menyerupai lawan jenis, mengingat hal tersebut sangat dibenci oleh Allah dan Nabinya. Jangan sampai umat muslim memakai pakaian yang transparan atau tembus pandang. Dengan menggunakan jenis pakaian tersebut justru akan memperlihatkan bentuk tubuh. Sebisa mungkin membeli dan menggunakan pakaian yang memiliki bahan cukup tebal. Mengenai hal ini, sudah dijelaskan dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shohih Muslim no: 2128 dengan isi sebagai berikut: Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, โ€Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong.

Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.โ€ Saat akan memakai pakaian dan melakukan segala urusan, hendaknay untuk mendahulukannya dari sebelah kanan. Seperti yang di jelaskan oleh riwayat โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€™anha dimana dia berkata: โ€œNabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannyaโ€ (HR.

Bukhari no. 168). Islam selalu mengajarkan berbagai hal disertai dengan doa dan tuntunannya. Bahkan untuk urusan mengenakan pakaian juga telah disiapkan doanya. Sebelum mengenakan pakaian ada baiknya membaca doa beriikut: Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa'a'uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu Artinya: โ€œDengan nama-Mu ya Allah aku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya.โ€ Jadi, setelah mengetahui adab berpakaian dalam Islam di atas, ada baiknya sebagai umat muslim untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Itulah tadi jawaban dari fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah, semoga membantu.

Kemudian, Buk Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana sifat putri dalam cerita asal mula telaga warna dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap. Kategori SMA Navigasi Tulisan Postingan Baru โ€ข rumusan pancasila yang sah tercantum pada โ€ข keberhasilan kabinet burhanudin harahap โ€ข apa fungsi fakta dan pendapat dalam teks persuasi โ€ข parotitis adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan โ€ข proses pengujian data yang dilakukan sejarawan disebut โ€ข sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajaratun yang berarti โ€ข vested interest adalah โ€ข pergerakan nasional indonesia dipelopori oleh โ€ข pasangan atom yang merupakan isotop adalah โ€ข dari himpunan berikut yang merupakan himpunan kosong adalah
BincangMuslimah.Com โ€“ Pakaian menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah barang yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya).

Pakaian bagi umat muslim, bukanlah sekedar untuk menutup badan agar terhindar dari rasa malu. Berikut merupakan fungsi pakaian dalam Al-Qurโ€™an. 1. Penutup Aurat Fungsi pakaian dalam al-Qurโ€™an yang paling utama adalah untuk menutup aurat, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut โ€ฆ.

ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฐูŽุงู‚ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽุฌูŽุฑูŽุฉูŽ ุจูŽุฏูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุณูŽูˆู’ุขุชูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุทูŽููู‚ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุตูููŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽู‚ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูโ€ฆ. โ€ฆ. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga.โ€ฆ (Q.S. Al-Aโ€™raf/7: 22) Di dalam Tafsir Jalalain diterangkan bahwa maksud dari sauatuhuma adalah qubul (kemaluan depan) dan dubur (bagian belakang). Disebut sauโ€™ (buruk) karena sesuatu itu terbuka maka membuat buruk/malu. Sehingga, harus selalu ditutupi.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa menutup aurat merupakan fitrah manusia sebagaimana dilakukan oleh Nabi Adam a.s. dan istrinya setelah mereka memakan buah larangan Allah yang telah menelanjangi aurat mereka. Hal yang dilakukan oleh Nabi Adam a.s. dan istrinya tersebut dinilai sebagai usaha manusia secara spontan atas ilham Allah swt.

untuk menutupi auratnya. Inilah awal budaya berpakaian untuk menutup aurat. Ulamaโ€™ pun menggunakan dalil ayat ini untuk menghukumi wajib menutup aurat. Adapun aurat bagi laki-laki adalah antara pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan adalah semua badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. 2. Hiasan dan Pakaian Ketaqwaan ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณู‹ุง ูŠููˆูŽุงุฑููŠ ุณูŽูˆู’ุขุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฑููŠุดู‹ุง ูˆูŽู„ูุจูŽุงุณู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฐู‘ูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ Wahai anak cucu Adam!

Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian taqwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. (Q.S. Al-Aโ€™raf/7: 26) Baca Juga: Menggali Kembali Makna Menjadi Ibu Rumah Tangga Syekh Wahbah Az-Zuhaili di dalam kitab At-Tafsir Al-Munirmenjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan menutup aurat adalah fungsi fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah dari pakaian.

Sedangkan fungsi skunder dan tersiernya adalah untuk hiasan. Ayat ini juga menjelaskan bahwa salah satu fitrah manusia adalah selain ingin menutupi auratnya agar tidak terlihat, juga senang hiasan atau tampil baik di hadapan orang lain dengan pakaiannya yang bagus. Bahkan Rasulullah saw. pernah mengajarkan doa kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. ketika mengenakan pakaian yang baru: ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุดู ู…ูŽุง ุฃูŽุชูŽุฌูŽู…ู‘ูŽู„ู ุจูู‡ู ูููŠ fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah ูˆูŽุฃููˆูŽุงุฑููŠ ุจูู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชููŠ Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku.

Adapun yang dimaksud dengan pakaian taqwa menurut sahabat Ibnu Abbas r.a.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

sebagaimana diterangkan dalam kitab At-Tafsir Al-Munir adalah iman dan amal shalih. Artinya, umat muslim tidak boleh hanya memperhatikan pakaian luar saja tetapi pakaian taqwanya juga harus diperhatikan dengan melakukan amal-amal yang baik. Bahkan hal ini lebih baik dan lebih dekat kepada Allah swt. 3.

Pemelihara dari sengatan Panas dan Dingin serta Hal yang Mengganggu Ketentraman โ€ฆ.ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุณูŽุฑูŽุงุจููŠู„ูŽ ุชูŽู‚ููŠูƒูู…ู ุงู„ู’ุญูŽุฑู‘ูŽ ูˆูŽุณูŽุฑูŽุงุจููŠู„ูŽ ุชูŽู‚ููŠูƒูู…ู’ ุจูŽุฃู’ุณูŽูƒูู…ู’โ€ฆ. โ€ฆ. Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memeliharakamu dalam peperanganโ€ฆ.

(Q.S. An-Nahl/16: 81) Allah swt. telah menyediakan kapas, katun, bulu binatang, dan bahan-bahan lainnya untuk dijadikan pakaian yang fungsinya untuk menjaga kita dari panas dan dingin.

Pada ayat tersebut hanya disebutkan panas karena menyesuaikan orang Arab yang tinggal di daerah yang sangat panas. Selain itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa fungsi pakaian adalah sebagai pelindung dari hal-hal yang mengganggu ketentraman, seperti dalam peperangan, agar tidak terkena sengatan binatang, dan sebagainya. Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Baby Blues untuk Kamu Millenial Mom 4. Pembeda Antara Satu dengan Lainnya (Sifat dan Profesi) ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูู„ู’ ู„ูุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ูŽุงุจููŠุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุฑูŽูู’ู†ูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูุคู’ุฐูŽูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง (59) Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.

yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (Q.S. Al-Ahzab/33: 59) Ayat ini menunjukkan bahwa fungsi pakaian adalah sebagai identitas yang membedakan sifat atau profesi antara satu orang dengan yang lainnya. Sebagaimana diketahui bahwa ayat tersebut turun untuk membedakan antara perempuan muslimah dengan perempuan jahiliyyah yang tidak mau menutup auratnya. Islam menganjurkan umatnya untuk memadupadankan semua fungsi tersebut atau minimal untuk menutup aurat.

Namun, ada pula yang mengabaikan fungsi pakaian untuk menutup auratnya dan lebih mementingkan fashion saja. Sebaliknya, ada pula yang hanya mencukupkan sekedar berpakaian tanpa mengindahkan keindahan; yakni dengan berpakaian sekenanya saja, bahkan tidak indah dipandang mata. Demikianlah empat fungsi pakaian dalam al-Qurโ€™an.

Pakaian dalam ayat-ayat di atas tidak hanya bermaksud sebagai pakaian penutup, tapi juga sebagai bentuk ketakwaan.

Wa Allahu aโ€™lam bis shawab. TERBARU โ€ข Menganl As-Syifaโ€™: Guru Baca-Tulis dalam Islam โ€ข Apakah Kepemilikan Aset Kripto Harus Dizakati? โ€ข Kesempurnaan Manusia Dan Cara Mencapai Tujuan Akhir Hidup dalam Pandangan Imam Al-Ghazali โ€ข Ibnu Khaldun dan Karl Marx Peran Pemikirannya dalam Perkembangan Pola Gerak Sejarah โ€ข Tiga Hal yang Menyebabkan Seseorang Boleh Mengganti Puasa dengan FidyahPakaian adalah sesuatu yang dipakai berupa baju, celana, jilbab, dan sebagaianya.

Pakaian disebut juga dengan busana. Pakaian merupakan produk budaya. Setiap tempat fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah tradisi dan kebudayaan yang berbeda dalam berpakaian. Tradisi dan kebudayaan dalam berpakaian tersebut tidak akan bermasalah selama tidak melanggar syariat.

Islam telah mengatur prinsip-prinsip dalam berpakaian. Berpakaian Islami berarti memakai atau menggunakan pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. Prinsip pokok berpakaian dalam Islam adalah menutup aurat. Laki-laki dan perempuan muslim/muslimah wajib menutup aurat mereka.

Selain prinsip pokok dalam menutup aurat tersebut, Islam juga mengajarkan adab dan keindahan (kelayakan) dalam urusan berpakaian atau berbusana.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽุŒ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกูŽ ุจูู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุจููŠ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุซููŠูŽุงุจูŒ ุฑูู‚ูŽุงู‚ูŒ ููŽุฃูŽุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ "โ€ ูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุญููŠุถูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง โ€"โ€ fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah.

ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู "Dari 'Asiyah radhiyallahu 'anhu bahwa sesungguhnya Asma binti Abu Bakr pernah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan memakai pakaian tipis.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpaling darinya dan bersabda," Wahai Asma, sesungguhnya seorang seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini", beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Dawud) "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: " Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Ahzab ayat 59) Menurut Ibnu Abbas jilbab ialah jubah yang dapat menutup badan dari atas hingga ke bawah.

Menurut Al-Qurtubi jilbab ialah baju yang dapat menutup seluruh badan. Majelis Tarjih Muhammadiyah dalam fatwanya menyimpulkan bahwa jilbab setidaknya memiliki dua pengertian: a. Jilbab ialah kerudung yang dapat menutup kepala, dada, dan punggung yang biasa dipakai oleh kaum wanita b. Jilbab ialah semacam baju kurung yang dapat menutup seluruh tubuh, yang biasa dipakai kaum wanita 2.

Fungsi etika Fungsi etika maksudnya adalah pakaian merupakan cerminan dari nilai-nilai kesopanan yang berlaku di masyarakat. Cara berpakaian merupakan wujud penghormatan kita kepada orang lain. Karena itu seseorang selayaknya berpakaian sesuai dengan tenpat, kondisi, dan situasi yang ada sehingga dinilai sopan dan pantas.
ADAB BERPAKAIAN MENURUT ISLAM Di Bulan April ini, kaum perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini. Karena Ibu Kartini sudah dinobatkan Negara Indonesia menjadi pahlawan, berkat jasanyabuah pikirannya, yang memberi inspirasi untuk meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan.

Sayangnya, di Republik yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, masih banyak ditemui kaum perempuan yang tidak malu mempertontonkan auratnya, tidak berpakaian sopan selayaknya budaya ketimuran kita yang sarat makna kesopanan dan beretika.

Sewajarnya seseorang itu memakai pakaian yang sesuai karena pakaian sopan dan menutup aurat adalah cermin seseorang itu Muslim yang sebenarnya. Islam tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian untuk dipakai, baik ketika beribadah atau di luar ibadat. Islam hanya menetapkan bahawa pakaian itu mestilah bersih, menutup aurat, sopan dan sesuai dengan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada garis panduan tersendiri mengenai adab berpakaian (untuk lelaki dan wanita) yaitu : 1. Menutup aurat Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah daripada pusat hingga ke lutut. Aurat wanita pula ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Paha itu adalah aurat." (HR.Bukhari). 2. Tidak menampakkan tubuh Pakaian yang jarang sehingga menampakkan aurat tidak memenuhi syarat menutup aurat.

Pakaian jarang bukan saja menampak warna kulit, malah boleh merangsang nafsu orang yang melihatnya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk.Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh." (HR.Muslim) 3.

Pakaian tidak ketat. Tujuannya adalah supaya tidak kelihatan bentuk tubuh badan yang merangsang lawan jenis untuk bermaksiat. 4. Tidak menimbulkan perasaan riya. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat." Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah akhirat nanti." (Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'iy dan Ibnu Majah).

5. Lelaki, dan wanita berbeda. Maksudnya pakaian yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh wanita, begitu juga sebaliknya. Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dengan tegas sabdanya yang artinya: "Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan." (Bukhari dan Muslim). Beliau SAW juga bersabda: "Allah melaknat lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki." ?(Abu Daud dan Al-Hakim).

6. Larangan pakai sutera. ISLAM mengharamkan kaum lelaki memakai sutera. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat." (Muttafaq 'alaih). 7. Memanjangkan pakaian.

Contohnya seperti tudung yang seharusnya dipakai sesuai kehendak syarak yaitu bagi menutupi kepala dan rambut, tengkuk atau leher dan juga dada. Allah berfirman bermaksud: "Wahai Nabi, katakanlah (suruhlah) isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan beriman, supaya mereka memanjangkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (ketika mereka keluar rumah); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu.

Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." ?(al-Ahzab:59). 8. Memilih warna sesuai. Contohnya warna-warna lembut termasuk putih kerana ia nampak bersih dan warna ini sangat disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW.

Baginda bersabda bermaksud: "Pakailah pakaian putih kerana ia lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih)." (an-Nasa'ie dan al-Hakim). 9. Larangan memakai emas. Termasuk dalam etika berpakaian di dalam Islam ialah barang-barang perhiasan emas seperti rantai, cincin dan sebagainya.

Bentuk perhiasan seperti ini umumnya dikaitkan dengan wanita namun pada hari ini ramai antara para lelaki cenderung untuk berhias seperti wanita sehingga ada yang sanggup bersubang dan berantai. Semua ini amat bertentangan dengan hukum Islam. Rasulullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Haram kaum lelaki memakai sutera dan emas, dan dihalalkan (memakainya) kepada wanita." 10.

Mulakan sebelah kanan. Apabila memakai baju,celana atau seumpamanya, mulailah sebelah kanan. Imam Muslim meriwayatkan daripada Saidatina Aisyah bermaksud: "Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal,sepatu, berjalan kaki dan bersuci."Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Apabila seseorang memakai sendal, mulakan dengan sebelah kanan, dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri supaya yang kanan menjadi yang pertama memakai sendal dan yang terakhir menanggalkannya." (Riwayat Muslim). 11. Selepas beli pakaian Apabila memakai pakaian baru dibeli, ucapkanlah seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tarmizi yang bermaksud: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau yang memakainya kepadaku, aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa-apa yang dibuat baginya, aku mohon perlindungan kepada-Mu daripada kejahatannya dan kejahatan apa-apa yang diperbuat untuknya.

Demikian itu telah datang daripada Rasulullah". 12. Berdoa. Ketika menanggalkan pakaian, lafaz- kanlah: "Pujian kepada Allah yang mengurniakan pakaian ini untuk menutupi auratku dan dapat mengindahkan diri dalam kehidupanku, dengan nama Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia. Sebagai seorang Islam, sewajarnya seseorang itu memakai pakaian yang sesuai menurut tuntutan agamanya.Karena sesungguhnya pakaian yang sopan dan menutup aurat adalah cermin seorang Muslim yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan.

fungsi berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama adalah

Terima kasih.
1. perak murni dikelompokkan dalam zat tunggal karenaโ€ฆ. 2. air dan kecap jika dicampurkan akan membentuk campuranโ€ฆ. 3. adonan yang dicampur dengan say โ€ฆ uran akan membentuk campuranโ€ฆ. 4. garam dapur termasuk senyawa karenaโ€ฆ. 5. air kopi susu merupakan campuran yang terdiri atas______,_______, dan_____

Adab Berpakaian dalam Islam




2022 www.videocon.com