Ciri-ciri bunga anggrek bulan

ciri-ciri bunga anggrek bulan

• العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Català • Čeština • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • हिन्दी • Hrvatski • Hornjoserbsce • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • ភាសាខ្មែរ • 한국어 • Коми • ລາວ • Lietuvių • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk ciri-ciri bunga anggrek bulan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenščina • Soomaaliga • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • 吴语 • მარგალური • Yorùbá • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Seri Pahlawan Nasional, diterbitkan oleh Bank Indonesia pada bulan Desember 2016, serta seri peringatan kemerdekaan 2020 ISO 4217 Kode IDR Denominasi Subsatuan 1/100 sen ( usang) a Simbol Rp Uang kertas Sering digunakan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000 Rp50.000, Rp100.000 Jarang digunakan Rp1.000, Rp75.000 Uang koin Sering digunakan Rp500, Rp1.000 Jarang digunakan Rp100, Rp200 [1] [2] Demografi Pengguna resmi Indonesia Pengguna tak resmi Timor Leste [3] Emisi Bank sentral Bank Indonesia Situs web www .bi .go .id Percetakan uang kertas Perum Peruri Situs web www .peruri .co .id Percetakan uang koin Perum Peruri Situs web www .peruri .co .id Valuasi Inflasi 2.18% (Januari 2022) Sumber Bank Indonesia Metode CPI Wage Rudolf Soepratman pada uang kertas Rp50.000.

Rupiah Indonesia atau Rupiah adalah mata uang resmi yang berlaku di negara Indonesia. [4] Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama " perak". Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Asal nama "Rupiah" • 1.2 Masa awal kemerdekaan RI • 1.3 Satuan di bawah rupiah • 1.4 Satuan di atas rupiah • 2 Sejarah nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar Amerika Serikat • 3 Redenominasi • 4 Uang emisi sebelum tahun 2014 • 5 Uang emisi tahun 2014 • 6 Uang emisi tahun 2016 & 2020 • 7 Daftar mata uang bernama seperti rupiah • 7.1 Sudah tidak ada • 7.2 Fiksi • 8 Referensi • 9 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Asal nama "Rupiah" [ sunting - sunting sumber ] Informasi lebih lanjut: Rupee Nama Rupiah berasal dari kata India: rupiya ( रुपीया) yang juga berakar dari bahasa Sansekerta yaitu: rupyakam ( रूप्यकम्) yang berarti " perak".

[5] Nama "Rupiah" dijadikan nama mata uang Indonesia dikarenakan pengaruh budaya India yang kuat semasa kejayaan kerajaan- kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara selama ratusan tahun yang telah terasimilasi kedalam budaya dan perbahasaan di Indonesia.

Nama Rupee (dibaca "rupi") juga digunakan untuk mata uang negara-negara seperti India, Pakistan, Nepal, Seychelles, Ciri-ciri bunga anggrek bulan dan Sri Lanka sementara di Maladewa diketahui sebagai "Rufiyah", mirip dengan di Indonesia "Rupiyah", hanya dibedakan dengan "f".

Banyak negara-negara yang menggunakan kata ini ( rupya) untuk mata uang negara mereka karena merupakan hasil dari pengaruh penyebaran bahasa Sansekerta yang telah ada sejak Abad ke-6 SM ke berbagai negara-negara kawasan Samudera Hindia.

Masa awal kemerdekaan RI [ sunting - sunting sumber ] Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949.

Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus.

Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947.

Ciri-ciri bunga anggrek bulan masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatra mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatra (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia ciri-ciri bunga anggrek bulan 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 600% (dari dua ribuan rupiah pada Agustus 1997 menjadi 15 ribu rupiah januari 1998) dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi. Satuan di bawah rupiah [ sunting - sunting sumber ] Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan Gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku pada masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai, namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting. Sebutan Nilai Keterangan Sen (¢) Rp0,01 ada koin pecahan 1 dan 5 ¢ Cepeng, Hepeng 0,25¢ dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa Peser 0,50¢ Pincang 1,50¢ Gobang, Benggol 2,50¢ Ketip, Kelip, Stuiver ( bahasa Belanda) Rp0,05 ada koin pecahannya Picis Rp0,10 ada koin pecahannya Tali Rp0,25 ada koin pecahan 25 dan 50 ¢ Uang 8,33¢ ⅓ tali Satuan di atas rupiah [ sunting - sunting sumber ] Terdapat 2 satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.

Sebutan Nilai Keterangan Ringgit Rp2,50 pernah ada koin pecahannya Kupang Rp1,25 ½ ringgit Sejarah nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar Amerika Serikat [ sunting - sunting sumber ] 2016–sekarang Tahun Per dolar AS Nov 2016 ~13.600,00 Ciri-ciri bunga anggrek bulan 2016 ~13.500,00 Jan 2017 ~13.300,00 Feb 2017 ~13.300,00 Catatan: • untuk tahun tahun 1965-2009 [6] • untuk tahun 1945-1949 rupiah masih dalam taraf mencari pengakuan dari luar negeri • untuk tahun 1950-an, rupiah dipatok tinggi tetapi sebenarnya di pasar gelap rupiah diperdagangkan jauh lebih rendah • untuk tahun 1950 nilai Rp7,6 per USD adalah untuk ekspor dan Rp11,4 per USD adalah untuk impor • untuk tahun 1964 dasarnya adalah UU No.

32/1964 [7] • tahun 1965 diperkenalkan rupiah baru dengan mencoret 3 angka nol • untuk tahun 1970, 1971, 1978 adalah devaluasi yang dilakukan dalam keadaan mata uang ditentukan nilainya terhadap dolar oleh pemerintah [7] • diberlakukan sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali mulai tahun 1978 sampai Juli 1997 [7] • IMF yang dikutip Nation Master pada 1980, 1985, 1990, 1995, 2000, 2005 [8] ciri-ciri bunga anggrek bulan untuk tahun 1999, 2001, 2002, 2003, 2004 [9] • untuk perkiraan tahun 2006 [10] • untuk perkiraan tahun 2007 [11] • untuk tahun 2008 [12] • untuk tahun 2009-sekarang [13] Redenominasi [ sunting - sunting sumber ] Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merencanakan kebijakan pengurangan nilai pecahan mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan cara menghilangkan 3 angka 0 terakhir (x000 menjadi x).

Rencana kebijakan ini dilontarkan oleh Bank Indonesia pada awal Mei 2010 dan di konfirmasikan oleh Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution pada 31 Juli 2010. Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000.

[14] Proses redenominasi akan mundur dari rencana yang semula akan direalisasikan pada 14 Agustus 2014. [15] Logam Saat ini Direncanakan menjadi 500 50¢ 200 20¢ 100 10¢ 50 5¢ 20 2¢ 10 1¢ Uang emisi sebelum tahun 2014 [ sunting - sunting sumber ] Rupiah Kertas [1] Nilai TE TST Ukuran (mm) Warna Dominan Gambar Tanda Air TNP Ketersediaan Validitas Pjg Lbr Depan Belakang Rp100 1992 2000 136 68 Merah Kapal Phinisi Krakatau Ki Hajar Dewantara 1952 Tidak Tidak Rp500 1992 140 68 Hijau Orang utan Rumah tradisional Kalimantan Timur Haji Oemar Said Tjokroaminoto 1977 Rp 1000 1992 Biru Danau Toba Lompat Batu Pulau Nias Rp1.000 2000 2012 141 65 Biru Kapten Pattimura Pulau Tidore dan Pulau Maitara Cut Nyak Meutia 1952 Ciri-ciri bunga anggrek bulan Ya Rp2.000 2009 2013 141 65 Abu-abu Pangeran Antasari Tarian Adat Dayak Pangeran Antasari 2009 Rp5.000 2001 143 65 Hijau Tuanku Imam Bonjol Pengrajin tenun Pandai Sikek- Sumatra Barat Cut Nyak Meutia 1968 Rp10.000 2005 2009 148 72 Merah Ungu Sultan Mahmud Badaruddin II Rumah Limas Sultan Mahmud Badaruddin II 1964 2010 2013 Biru Ungu Rp20.000 2004 152 72 Hijau Otto Iskandardinata Pemetik Teh Otto Iskandardinata 1992 Rp50.000 2005 152 72 Biru I Gusti Ngurah Rai Pura Ulun Danu Bratan I Gusti Ngurah Rai 1993 Rp100.000 2004 151 65 Merah muda Sukarno dan Mohammad Hatta Gedung DPR/MPR Garuda Pancasila 1999 Rp 75 .000 2021 sekarang 2021 sekarang 154 68 merah muda sukarno dan mohammad hatta nkri 75 sukarno Rupiah Koin [2] Nilai TE Ukuran (mm) Massa (gr) Material Gambar Ketersediaan Validitas Dmtr Tbl Depan Belakang Rp1 1970 22 1,40 1,42 Almunium Burung Sikatan Gambar "1" Tidak Tidak Rp2,5 1963 ???

??? ??? Potret samping Soekarno Gambar "2½" Rp5 1979 23 1,70 1,38 Logo Keluarga Berencana Gambar "5" Rp25 1991 18 1,98 1,22 Garuda Pancasila Buah Pala Rp50 1991 20 1,58 3,18 Aluminum/ Perunggu Gambar "50" dan Komodo 1999 20 2,00 1,36 Aluminum Gambar "50" dan Burung Kepodang Jarang Ya Rp100 1999 23 2,30 2,38 Burung Kakaktua Raja Ya Rp200 2003 23 2,30 2,38 Burung Jalak Bali Rp500 1997 24 1,83 5,34 Ciri-ciri bunga anggrek bulan Bunga Melati Jarang 2003 27 2,50 3,10 Almunium Ya Rp1.000 1993 26 2,00 8,60 Nikel/ Perunggu Gambar "1000" dan Pohon Kelapa sawit Jarang 2010 24 1,60 4,50 Nikel & Baja Garuda Pancasila dan "1000" Angklung dan Gedung Sate Ya * TE: Tahun Emisi * TST: Tahun Seri Terkini * TNP: Tahun Nilai Pertama Uang emisi tahun 2014 [ sunting - sunting sumber ] Rencana semula Bank Indonesia meredenominasikan rupiah terganjal kondisi perekonomian global yang belum stabil dan pembahasan Undang-undang Redenominasi yang terhenti akibat agenda Pemilu 2014.

Target semula realisasi redenominasi pada 14 Agustus 2014 akan berubah dengan wajah uang baru, yaitu Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (Uang NKRI). Sesuai amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan seluruh warga negara Indonesia.

[16] Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi menjadi institusi tunggal yang berwenang mencetak uang Rupiah. Nantinya Bank Indonesia harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah, yakni kementerian keuangan dalam hal rencana mencetak uang, penerbitan uang, hingga penarikan dan pemusnahan uang yang lama.

Setelah tidak lagi menjadi institusi tunggal pencetak uang Rupiah, frasa Bank Indonesia yang terdapat di setiap ciri-ciri bunga anggrek bulan Rupiah saat ini akan diganti menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, perubahan lainnya pada uang NKRI nantinya adalah akan adanya tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia dan sistem pengamanan baru anti pemalsuan pada uang kertas. Uang emisi tahun 2016 & 2020 [ sunting - sunting sumber ] Pada tanggal 19 Desember 2016, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Desain uang baru ini sejalan dengan rencana Bank Indonesia menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp100.000. Pecahan Rp100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator Republik Indonesia, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, Bank Indonesia menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di ciri-ciri bunga anggrek bulan masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.

Penggunaan gambar pahlawan pada rupiah baru juga sebelumnya sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-26 Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia ke-15 Agus Martowardojo.

[17] Untuk memperingati ulang tahun Republik Indonesia ke-75, Bank Indonesia mengeluarkan uang komemoratif bertajuk Uang Peringatan Kemerdekaan dengan nominal Rp75.000. Uang ini diperkenalkan kepada publik pada tanggal 17 Agustus 2020 dan mulai bisa dipesan sejak 18 Agustus 2020 melalui pemesanan daring. [18] Seri " Pahlawan Nasional" Rupiah Indonesia 2016, dan Seri "Peringatan Kemerdekaan ke-75" Gambar Pecahan Warna Dominan Deskripsi Tanggal Pengeluaran Bagian Depan Bagian Belakang Gambar Depan Gambar Ciri-ciri bunga anggrek bulan Rp1.000 Kuning-Abu abu Tjut Meutia Tari Tifa dan Banda Neira 19 Desember 2016 Rp2.000 Abu abu Mohammad Hoesni Thamrin Tari Piring dan Ngarai Sianok 19 Desember 2016 Rp5.000 Coklat terang KH Idham Chalid Tari Gambyong dan Gunung Bromo 19 Desember 2016 Rp10.000 Ungu Frans Kaisepo Tari Pakarena dan Taman Nasional Wakatobi 19 Desember 2016 Rp20.000 Hijau Dr.

G.S.S.J Ratulangi Tari Kancet Ledo dan Kepulauan Derawan 19 Desember 2016 Rp50.000 Biru Ir. Djuanda Kartawidjaja Tari Legong dan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo 19 Desember 2016 Rp75.000 Merah, Putih Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Drs.

Mohammad Hatta Anak - anak menggunakan pakaian adat, Satelit Merah Putih 17 Agustus 2020 Rp100.000 Merah Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta Tari Topeng Betawi dan Kepulauan Wayag, Raja Ampat 19 Desember 2016 Kertas Rp1.000- Rp10.000 Rp20.000- Rp100.000 Depan Belakang Depan Belakang Koin Rp100 Rp200 Rp500 Rp1.000 Ultraungu (UV-A) Rp1.000 Depan Belakang Rp2.000 Depan Belakang Rp5.000 Depan Belakang Rp10.000 Rp20.000 Depan Belakang Rp50.000 Depan Belakang Rp100.000 Depan Belakang Kode Tuna Netra (Blind Code) Kode Tuna Netra (Blind Code) Rp20.000- Rp100.000 Rp1.000- Rp10.000 • Catatan: • Blind code: Pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar bila diraba • Blind code berikut adalah hanya pada satu sisi uang • Keterangan: • Rp100.000 mempunyai 1 blind code • Rp75.000 mempunyai 4 blind code • Rp50.000 mempunyai 2 blind code • Rp20.000 mempunyai 3 blind code • Rp10.000 mempunyai 4 blind code • Rp5.000 mempunyai 5 blind code • Rp2.000 mempunyai 6 blind code • Rp1.000 mempunyai 7 blind code Uang kertas Berikut adalah gambar pahlawan di uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

• Rp1.000 bergambar Tjut Meutia • Rp2.000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin • Rp5.000 bergambar KH Idham Chalid • Rp10.000 bergambar Frans Kaisepo • Rp20.000 bergambar Dr.

G.S.S.J Ratulangi • Rp50.000 bergambar Ir. Djuanda Kartawidjaja • Rp75.000 bergambar Presiden Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Mohammad Hatta • Rp100.000 bergambar Presiden Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Mohammad Hatta Uang logam • Rp100 bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johannes [19] • Rp200 bergambar Dr. Tjiptomangunkusumo • Rp500 bergambar Letjend TNI Purn.

Ciri-ciri bunga anggrek bulan Simatupang • Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja Selain menampilkan gambar pahlawan dan tarian tradisional, sebagai bentuk melestarikan karakteristik sebuah ciri-ciri bunga anggrek bulan, uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia. Berikut beberapa destinasi wisata yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

• Rp1.000, Banda Neira • Rp2.000, Ngarai Sianok • Rp5.000, Gunung Bromo • Rp10.000, Taman Nasional Wakatobi • Rp20.000, Kepulauan Derawan • Rp50.000, Pulau Padar, Taman Nasional Komodo • Rp100.000, Kepulauan Wayag, Raja Ampat Berikut beberapa tarian tradisional yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

• Rp1.000, Tari Tifa • Rp2.000, Tari Piring • Rp5.000, Tari Gambyong • Rp10.000, Tari Pakarena • Rp20.000, Tari Kancet Ledo • Rp50.000, Tari Legong • Rp100.000, Tari Topeng Betawi Berikut 7 gambar bunga yang ada di uang kertas baru rupiah dengan tahun emisi 2016.

• Rp1.000, Bunga Anggrek Larat • Rp2.000, Bunga Jeumpa • Rp5.000, Bunga Sedap Malam • Rp10.000, Bunga Cempaka Hutan Kasar • Rp20.000, Bunga Anggrek Hitam • Rp50.000, Bunga Jepun Bali • Rp100.000, Bunga Anggrek Bulan Tanda air yang sama dengan seri sebelumnya. Rp1.000 - Cut Nyak Dhien Rp2.000 ciri-ciri bunga anggrek bulan Pangeran Antasari Rp5.000 - Cut Nyak Dhien Rp10.000 - Sultan Mahmud Badaruddin II Rp20.000 - Oto Iskandar di Nata Rp50.000 - I Gusti Ngurah Rai Rp75.000 - Dr.

(H.C.) Ir. H. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta Rp100.000 - Wage Rudolf Soepratman Daftar mata uang bernama seperti rupiah [ sunting - sunting sumber ] • Rupee India (रुपया) • Rufiyaa Maladewa (ދިވެހި ރުފިޔ) • Rupee Mauritius (roupie) • Rupee Nepal (रूपैयाँ) • Rupee Pakistan ( روپي) • Rupee Seychelles (roupi, roupie) • Rupee Sri Lanka (ரூபாய்) Sudah tidak ada [ sunting - sunting sumber ] • Rupee Afghanistan • Rupee Bhutan • Rupee Burma • Rupee Hindia Denmark • Rupee Afrika Timur (Britania) • Rupee Hindia Prancis ( roupie) • Rupee Afrika Timur (Jerman) ( rupie) • Rupee Teluk • Rupee Hyderabad • Ciri-ciri bunga anggrek bulan Somaliland Italia • Ripis Jawa • Roepiah Hindia Belanda • Rúpia Hindia Portugis • Rupiah Riau • Rupee Travancore • Rupiah Papua Barat • Rupee Zanzibar Fiksi [ sunting - sunting sumber ] • Rupee Hylia Kurs IDR saat ini Dari Google Finance: AUD CAD CHF EUR GBP HKD JPY USD SGD CNY Dari Yahoo!

Finance: AUD CAD CHF EUR GBP HKD JPY USD SGD CNY Dari XE.com: AUD CAD CHF EUR GBP HKD JPY USD SGD Ciri-ciri bunga anggrek bulan Dari OANDA.com: AUD CAD CHF EUR GBP HKD JPY USD SGD CNY Dari fxtop.com: AUD CAD CHF EUR GBP HKD JPY USD SGD CNY Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Pengamat Minta BI Hilangkan Uang Logam Pecahan Rp 200 dan Rp 100". www.liputan6.com. Teks " https://www.liputan6.com/bisnis/read/2604273/pengamat-minta-bi-hilangkan-uang-logam-pecahan-rp-200-dan-rp-100" akan diabaikan ( bantuan); Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan); Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ "Uang Receh Rp 100 dan Rp 200 Baru Menjadi Polemik Masyarakat".

karebasultengnews.co.id. Teks " https://karebasultengnews.co.id/2018/04/26/uang-receh-rp-100-dan-rp-200-baru-menjadi-polemik-dimasyarakat/" akan diabaikan ( bantuan); Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan); Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ { https://peacekeeping.un.org/ar/mission/past/etimor/untaetPU/currency.pdf} [ pranala nonaktif permanen] • ^ Media, Kompas Cyber.

"Sejarah Rupiah, Bermula dari Oeang Republik Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-10-30. • ^ "Etymology of rupee". etymonline.com. 20 September 2008. Diakses tanggal 27 May 2018. • ^ USD pages • ^ a b c "Unisosdem". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-16. Diakses tanggal 2010-10-28.

• ^ "Economy of Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-09-22. Diakses tanggal 2010-07-04. • ^ Sejarah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat • ^ Antara News • ^ Wajah muram rupiah akhir tahun [ pranala nonaktif permanen] • ^ Nilai rata-rata rupiah sepanjang tahun 2008 [ pranala nonaktif permanen] • ^ Kurs transaksi • ^ Herlina Kartika, Sofyan Nur Hidayat/Kontan ciri-ciri bunga anggrek bulan Agustus 2010). "Nilai Pecahan Rupiah Bakal Dipangkas?". Redenominasi Rupiah.

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2010-08-11. • ^ Pelaksanaan redenominasi bisa molor • ^ Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang (PDF). Arsip hukumonline.com. Diakses pada 26 November 2013. • ^ "Ini 11 Uang Rupiah Desain Baru". detikfinance. Diakses tanggal 2016-12-19. • ^ "Peraturan Bank Indonesia No. 22/11/PBI/2020 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Khusus Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pecahan 75.000 (Tujuh Puluh Lima Ribu) Tahun Emisi 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia".

www.bi.go.id. Diakses tanggal 2020-08-24. • ^ "Ini Penampakan Uang Rupiah Baru". Pikiran Rakyat. 2016-12-19. Diakses tanggal 2016-12-19. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Money of Indonesia. • (Indonesia) Kurs Uang Kertas Asing versi BI • (Indonesia) Kurs Rupiah dari sejumlah Bank terkemuka Indonesia • (Indonesia) Mengenali Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah • (Indonesia) Koleksi uang Rupiah • (Indonesia) Buku Panduan Uang Rupiah • (Indonesia) Bank Indonesia Booklet Ciri-ciri Rupiah • (Indonesia) Bank Indonesia Leaflet Ciri-ciri Rupiah TE2016 Rupee Afrika Timur (Britania Raya) · Rupie Afrika Timur Jerman · Rupee Afghanistan · Rupee Bhutan · Rupee Hyderabad · Roepiah India Belanda · Rupee India Denmark · Rupee India Prancis (roupie) · Rúpia India Portugal · Rupiah Irian Barat · Rupee Java · Rupee Mombasa · Rupee Myanmar · Rupiah Riau · Rupia Somaliland Italia · Rupee Teluk · Rupee Travancore · Rupee Zanzibari Fiksi Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter tanpa nama • Halaman yang menggunakan rujukan web tanpa URL • Halaman yang menggunakan rujukan dengan accessdate dan tanpa URL • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel mengandung aksara Hindi • Artikel mengandung aksara Sanskerta • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Halaman ini terakhir diubah pada 8 April 2022, pukul 22.45.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • USBN adalah Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang dimana sebagian soal merupakan kiriman dari pusat. Sedangkan sisanya yang berjumlah 75% lebih merupakan bentukan dari MGMP kabupaten/kota ciri-ciri bunga anggrek bulan yang bersangkutan.

Dijadikan penentu kelulusan merupakan acuan dalam penyelenggaraan ujian ini. Walau pun tidak keseluruhannya. CEK DISINI : • Prediksi Soal Prakarya dan KWU (PKWU) Rekayasa SMA terbaru 2022 PDF, DOWNLOAD • Prediksi Soal Prakarya dan KWU (PKWU) Budi Daya SMA terbaru 2022 PDF, DOWNLOAD • Prediksi Soal Prakarya dan KWU (PKWU) Kerajinan SMA terbaru 2022 PDF, DOWNLOAD • Prediksi Soal Prakarya dan KWU (PKWU) Pengolahan SMA terbaru 2022 PDF, DOWNLOAD Jika dilihat berdasarkan hasilnya, tanaman pangan tersebut dikelompokkan kedalam tanaman pangan.

a. Umur b. Kacang-kacangan c. Serelia d. Semusim e. Umbi-umbian Jawaban : D 3. Perhatikan berikut ini : 1. dering 1 2. Argopuro 3. Anjamoro d. Seulaweh Nama-nama di atas merupakan varietas dari tanaman pangan. a. Kacang tanah b. Padi c. Kacang kedelai d. Jagung e. Sorgum Jawaban : C 4. Jika di lihat dari jenis dan bahannya, maka produk di atas dimasukkan kedalam kemasan. a.

Primer dan kertas b. Primer dan plastik c. Tersier dan plastik d. Sekunder dan plastik e. Tersier dan kaca Jawaban : B 7. Kemasan ( wadah ) yang akan digunakan harus disimpan ( diletakkan ) di tempat yang aman untuk untuk menghindari terjadinya kontaminasi. Pernyataan tersebut merupakan salah satu isi dari standar. a. Pra panen b. Pemupukan c. Panen d. Persiapan lahan e. Pasca panen Jawaban : C 8. Singkatan dari BPTP adalah. a. Badan Pengkajian Teknologi Pangan b. Balai Pengkajian Teknologi Pangan c.

Badan Pengkajian Teknologi Pertanian d. Balai Pengkajian Teknologi Petani e. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawaban : E 9. Tanaman yang digunakan untuk pelengkap dekorasi, baik di dalam atau di luar ruangan disebut. a. Tanaman pangan b. Tanaman hias c. Tanaman gantung d. Tanaman bunga e. Tanaman hortikultura Jawaban : B 10. Berdasarkan umur tanaman, maka tanaman hias diatas dikelompokkan kedalam . a. Tanaman hias semusim b.

Tanaman hias dwi musim c. Tanaman hias tahunan d. Tanaman hias bunga e. Tanaman hias daun Jawaban : C 12. Pasangan yang benar antara nama tumbuhan dan ciri-ciri nya adalah.

a. Soka - berbatang tegak dan bunga majemuk b. Mawar - daun tunggal dan termasuk tanaman perdu c. Melati - tanaman perdu dan tulang daun menjari d. Kembang sepatu - berasal dari Asia Barat dan termasuk tanaman dwi musim e. Dieffenbachia - daun majemuk dan termasuk tanaman suka cahaya Jawaban : A 13.

Perhatikan pernyataan berikut : 1. Di letakkan pada tempat yang terkena cahaya 2. Pemberian pupuk di berikan 3 bulan sekali 3. Penyiraman dilakukan setiap hari Pernyataan di atas merupakan cara perawatan untuk tanaman hias. a. Anggrek b. Sri rejeki c. Kuping gajah d. Kaktus e. Kembang kertas Jawaban : E 14. Bahan tambahan yang umumnya di gunakan dalam pencucian fillet ikan adalah.

a. Sabun dan detergen b. Jeruk limau dan Jeruk nipis c. Natrium klorida dan sodium tripolifosfat d. Natrium klorida dan Sabun e. Jeruk limo dan sodium tripolifosfat Jawaban : C 15. Salah satu olahan makanan yang dapat dibuat dari fillet ikan adalah. a. Empek-empek b. Gado-gado c. Lontong d. Emping e. Rujak Jawaban : A ciri-ciri bunga anggrek bulan. Langkah awal dalam melakukan fillet ikan adalah. a. Mengeluarkan isi nya b. Memotong ekornya c. Mengukus dagingnya d.

Membelah daging ikan dari bagian perut e. Membuang kepalanya Jawaban ciri-ciri bunga anggrek bulan D 17. Ikan yang bisa dijadikan pecak adalah. a. Ikan nila b. Ikan teri c. Ikan louhan d. Ikan arwana e. Ikan koi Jawaban : A 18.

Pecak yang disajikan dengan menggunakan sambal tomat bersama lalapan, adalah ciri khas pecak dari daerah. a. Palembang b. Jawa Barat c. Betawi d. Sumatera Barat e. Jawa Tengah Jawaban : E 19. Cara untuk menghilangkan bau amis pada ikan adalah dengan diberikan. a. Sabun b. Natrium klorida c. Sunlight d. Jeruk nipis e. Sodium tripolifosfat Jawaban : D 20. Beberapa makanan khas daerah berikut menggunakan teknik pengemasan dengan menggunakan daun dengan cara digulung, dan dilipat, yaitu .

a. Lontong dan lemper b. Bacang dan ketupat c. Dodol dan nagasari d. Ketupat dan tape e. Leupet dan nagasari Jawaban : E 21. Ukuran yang relatif besar namun mudah pecah, sobek, patah atau belah, merupakan keuntungan dan kekurangan dari kemasan tradisional dengan menggunakan . a. Daun lontar b. Daun aren c. Daun pisang d. Daun jeruk e.

Daub kelor Jawaban : B 22. Pada zaman prasejarah orang masih menggunakan bahan kemasan dari bahan-bahan alam seperti berikut, kecuali . a. Daun-daun b. Kulit buah c. Kulit kayu d. Kulit binatang e. Kertas Jawaban : E 23. Kue lupis dikemas menggunakan . a. Daun rotan b. Daun jagung c. Daun kelapa d. Daun pisang e. Daun bambu Jawaban : D 24. Ayam betutu merupakan makanan khas dari daerah .

a.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

NTT b. Medan c. Palangkaraya d. Bandung e. Bali Jawaban : E 25. Berikut ini contoh makanan khas berbahan nabati adalah . a. Cakalang tuna b. Kue koci c. Pedesan entog d. Ayam betutu e.

Rendang Jawaban : B 26. Kue nagasari hijau menggunakan bahan pewarna alami, yaitu . a. Daun jeruk b. Daun kelapa c. Daun suji d. Daun pisang e. Daun jambu Jawaban : C 27. Berikut ini ciri-ciri bunga anggrek bulan salah satu dari karakteristik bahan pangan hewani. a. Mengandung serat b. Daya simpan lebih pendek c.

Bersifat keras d. Terdapat karbohidrat e. Daya tahan yang lama Jawaban : B 28. Makanan khas daerah Sumatera Barat yang merupakan hasil fermentasi alamiah susu kerbau dalam bambu dinamakan. a. Telur asin b. Keju c. Dadih d. Minyak daging e. Kornet Jawaban : C 29. Hasil olahan susu yang dipanaskan pada suhu tingggi disebut. a.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Susu skim b. Susu kental c. Whey d. Susu steril e. Susu pasteurisasi Jawaban : E 30.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Dalam melakukan evaluasi wirausaha, kita dapat menggunakan analisis SWOT. Kepanjangan dari SWOT adalah. a. Strenght, Weakness, Opportunities, dan Treats b. Strenght, Weakness, Opport, dan Treats c. Strong, Weakness, Opportunities, dan Treats d. Strong, Wake up, Opportunities, dan Treats e.

Strenght, Wake up, Opportunities, dan Treats Jawaban : A 31. Harga yang harus dibayarkan pembeli untuk mendapatkan suatu produk disebut. a. Total biaya b.

Penerimaan kotor c. Pendapatan bersih d. Harga jual e. Biaya tetap Jawaban : D 32. Perhatikan pernyataan dibawah ini : 1. Mempertimbangkan harga pokok produksi 2. Menyesuaikan harga produk dengan pasar yang kita bidik 3. Melakukan perbandingan harga dengan produk sejenis yang sudah ada di pasar Dalam berwirausaha pernyataan di atas digunakan untuk menetapkan.

a. Tempat ciri-ciri bunga anggrek bulan. Produk c. Nama perusahaan d. Pemilihan jenis usaha e. Harga Jawaban : E 33. Jumlah penerimaan uang yang didapatkan oleh perusahaan, sebelum dipotong total biaya disebut. a. Laba b. Harga c. HPP d. Harga jual e. Penerimaan kotor Jawaban : E 34. Perhatikan pernyataan ini : 1. Membantu penjualan produk 2. Pemenuhan peraturan perundang-undangan Pernyataan di atas merupakan fungsi dari.

a. Kemasan b. Harga c.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Label d. Produk e. Pemasaran Jawaban : C 35. Bahan alami dari hewani maupun nabati yang dikeringkan lalu digunakan sebagai obat dinamakan. a. Simpul b. Rimpang c. simple d. Tepung e. Simplisia Jawaban : E 36. Penyulingan yang dilakukan dalam mengolah produk kesehatan bertujuan untuk. a. Mengurangi kadar air b. Mengambil kandungan minyak atsiri c. Mengawetkan bahan baku d. Membuat tepung e. Membuat minuman kesehatan Jawaban : B 37. Perbandingan antara filtrat ( cairan ) jahe dengan gula pasir ketika ingin membuat tepung jahe adalah.

a. 1 : 1 b. 2 : 1 c. 3 : 2 d. 1 : 2 e. 2 : 3 Jawaban : A 38. Seimbangnya biaya pengeluaran dan pendapatan sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan dinamakan. a. Titik timbang b. Titik impas c. Titik modal d. Titik usaha e. Titik biaya Jawaban : B 39. Memperkenalkan fungsi dan keunggulan sebuah produk adalah tujuan dari kegiatan.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

a. Promosi b. Produksi c. Pengemasan d. Penglabelan e. Penjualan Jawaban : A 40. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk mempromosikan suatu produk adalah. a. Media cetak b. Brosur c. Poster d. Pameran e. Radio Jawaban : D SOAL URAIAN 1. Jelaskan tujuan pembuautan proposal usaha! 2. Apa sajakah yang meliputi penghitungan biaya produksi? 3. Sebutkan tujuan melakukan riset pasar! 4. Analisa SWOT dapat digunakan untuk mengevaluasi wirausaha, tuliskan kepanjangan dari SWOT!

Dan Jelaskan! 5. Apakah tujuan ciri-ciri bunga anggrek bulan kemasan produk? Latihan Soal dan Kunci Jawaban USBN Prakarya (KWU) SMA 2022 PDF, DOWNLOAD Demikian artikel tentang Latihan Soal dan Kunci Jawaban USBN Prakarya (KWU) SMA 2022. Semoga bermanfaat, dan sobat bisa mengerjakan naskah asli soal USBN SMA mendatang dengan lancar.
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, ciri-ciri bunga anggrek bulan Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya. Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri tumbuhan monokotil, antara lain sebagai berikut: • Bentuk Akar: Memiliki sistem akar serabut • Bentuk sumsum ciri-ciri bunga anggrek bulan pola tulang daun: Melengkung atau sejajar • Kaliptrogen / tudung akar: Ada tudung akar / kaliptra • Jumlah keping biji atau kotiledon: satu buah keping biji saja • Kandungan akar dan batang: Tidak terdapat kambium • Jumlah kelopak bunga: Umumnya adalah kelipatan tiga • Pelindung akar dan batang lembaga: Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga /keleorhiza: • Pertumbuhan akar dan batang: Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar.

Liat Juga : Tumbuhan Dikotil – Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Contohnya Klasifikasi Tumbuhan Monokotil Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Poales Famili : Poaceae spesies : Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Tritucum sativum (gandum), Andropogon nardus (serai), Sacharum officiarum (tebu), Dendrocalus asper (bambu betung), Gigantium apus (bambu apus/tali), Imperata cylindrica (alang-alang) Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Liliales Famili : Dioscoreaceae Spesies : Dioscorea alata (ubi), Dioscorea hispida (gadung) dan Dioscorea acuminata (gembili) Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Bromeliales (Farinosae) Famili : Bromeliaceae Spesies : Ananas comosus (nanas) Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Orchidales Famili : Orchidaceae Spesies : Phalaenopsis amabulis (anggrek bulan), Vanda tricolor (vanda), Vanilla planifolia (vanili) Liat Juga : Tumbuhan Berbiji – Ciri, Struktur, Reproduksi dan Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Arecales Famili : Araceae Spesies : Colocacia esculentum (talas), Amorphophallus varabilis (bunga bangkai), Xanthosoma lindenii (talas perak), Pistia stratiotes (kayu apu) Divisi : Spermatophyta.

Subdivisi : Angiospermae Kelas : Moncotyledonae Ordo : Liliales Famili : Lilianceae Spesies : Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloriosa superba (kembang sungsang) Aloe vera (lidah buaya), Alium cepa (bawang merah), Alium sativum (bawang putih) Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Liliales Family : Amarullidaceane Spesies : Crinum asiaticum (bakung), dan Poliantes tuberosa (sedap malam) Divisi : Spermatophyta.

Subdivisi : Angiospermae. Kelas : Monocotyledoneae. Ordo : Zingiberales. Famili : Cannaceae Spesies : Canna indica (bunga tasbih) Divisi : Spermatophyta. Subdivisi : Angiospermae. Kelas : Monocotyledoneae. Ordo : Zingiberales. Famili : Marantaceae Spesies : Maranta arundinacea Divisi : Spermatophyta. Subdivisi : Angiospermae. Kelas : Monocotyledoneae. Ordo : Zingiberales. Famili : Musaceae Spesies : Musa paradisiaca (pisang), Musa textilis (pisang manila), Ravenala madagascariensis (pisang kipas) Contoh Tumbuhan Monokitol Berikut ini terdapat beberapa contoh tumbuhan monokotil, antara lain sebagai berikut: Liat Juga : Penjelasan Organ Pada Tumbuhan Beserta Fungsi Dan Strukturnya 1.

Ciri-ciri bunga anggrek bulan ( Cocos nucifera) Bentuk akar : Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol. Batang : Batang beruas-ruas, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik). Daun : Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal Bunga : Bunga tersusun majemuk.

Buah : Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat. 2. Keladi Batang : metamorphosis batang membentuk umbi. Akar : akar dari keladi membentuk serabutputih. Bunga : tanaman keladi berbunga majemuk, dan berbentuk bongkol Biji : pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya biji. Buah : pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya buah.

Daun : daunnya berbentuk perisai yaitu mempunyai tangkai daun 3. Jagung (Zea Mays) Akar (Radix) : Jagung memilikki sistem akar serabut (radix adventicia) yaitu akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besarnya dan semuanya keluar dari pangkal batang. Batang (Caulis) : Batang jagung tegak dan mudah terlihat, Batangnya beruas-ruas terbungkus oleh pelepah daun yang berasal dari buku-bukunya.

Daun (Folium) : Jagung memilikki daun yang sempurna/lengkap karena memilikki helaian daun (lamina),tangkai daun (petiolus),dan upih/pelepah daun (vagina). Bunga (Flos) : Bunga pada jagung digunakan untuk alat perkembangbiakkan, jagung memilikki dua jenis bunga (jantan dan betina) yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Buah (fructus) : Buah pada jagung merupakan buah sejati tunggal yang kering 4.

Bawang Merah ( Allium cepa L) Akar : akarnya serabut berbentuk benang berwarna putih. Batang : pada subang atau cakram merupakan batang yang sesungguhnya hanya kecil dengan ruas-ruas yang amat pendek.

Daun : daun tunggalteballunakberdagingdan memeluk umbi lapis. Bunga : majemukbentuk bongkol, bertangkai silindris. Buah : bulatbatuhijau. Biji : bentuknya segitiga berwarna hijau. 5. Lengkuas (Alpinia Galangal) Akar : rimpang besar dan tebalberbentuk silindris diameter sekitar 2-4cm dan bercabang-cabang. Batang :memiliki batang semu, batangnya tegak tersusun oleh pelepah-pelepah daun. Bunga : merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng berbau harum.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Buah : buahnya berupa buah buni ,berbentuk bulat dan keras. Biji : bijinya kecil-kecil berbentuk lonjong dan ciri-ciri bunga anggrek bulan hitam. Liat Juga : 5 Jenis Dan Struktur Anatomi Pada Akar Tumbuhan 6. Nanas ( Ananas comosus L) Daun : daunnya berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah.

Bunga : bunga majemuk dan dan bertangkai panjang. Buah : buahnya buni majemuk, bulat panjang berdaging berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi warna kuning. Biji : bijinya kecil seringkali tidak jadi. 7. Padi (Oryza sativa L) Akar : berakar serabut Batang : sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang.

Ciri-ciri bunga anggrek bulan : sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk ciri-ciri bunga anggrek bulan, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar. Bunga : tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret. Buah : tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong.

8. Pinang Batang : lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm, Daun : berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi. Bunga : seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul dibawah daun, panjang lebih kurang 75 cm. Buah : buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5 – 7 cm, dengan dinding buah yang berserabut.

Biji : berbiji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. 9. Melinjo (Gnetum Gnemon Linn) Biji : Bijinya tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar. Daun : Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung tumpul. Bunga : tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga.

Buah : sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging. Liat Juga : Struktur Dan Fungsi Jaringan Batang Tumbuhan 10. Salak (Salacca Zalacca) Batang : menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering bercabang, diameter 10-15 cm.

Daun : majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman. Bunga : terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang. Buah : tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik.

Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3 butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2-3 cm panjangnya. Contoh Tumbuhan Monokotil Lainnya: • Jagung (Zea mays sp) • Padi (Oryza sativa) • Sawit (Elais guinensis) • Tumbuhan Pisang (Musa paradisiaca) • Pohon Kelapa (Cocos nucifera) • Tanaman Tebu (Saccharum sp) • Jahe (Zingiber officinale) • Bunga Anggrek (Orchidacae) • Buah Kurma (Phoenix dactylifera) • Timun (Timonius sericcus) • Enau (Arenga pinnata) • Vanili (Vannili planifolia) • Srikaya (Annona squamosa) • Kunyit (Curcuma longa linn) • Bawang Merah (Allium ascolonium) • Salak (Salacca edulis) • Melon (Cucumis melo) • Sawo (Menikara kauki) • Buah Naga (Hylocereus undatus) • Buah Ciri-ciri bunga anggrek bulan (Actinidia deliciosa) • Anggur (Vitis vinivera) • Ciri-ciri bunga anggrek bulan (Ananas comocus) • Pinang-Pinangan (palmae) ciri-ciri bunga anggrek bulan Malaka (Phylantus emblica) • Strawberry (Fragaria daltoniana) • Ceremai (Phyllanthus acidus) • Buah Persik (Prunus persica) • Siwalan (Borassus sp) • Kedondong (Spondias dulcis) • Pisang Kipas (Ravenala madagascarien) • Bacang (Magnifera foetida) • Aren (Arenga pinnata) • Ganyong Hutan (Canna indica) • Jukut Ibun (Drymaria cordata) • Nyiur (Lodoicea maldivica) • Padi Ketan (Oryza glutinosa) • Sagu/Rumbia (Metroxylon sago) • Palem Kipas (Livistona chinensis) • Blueberry (Vaccinium corymbosum) • Rotan Lilin (Calamus javensis) • Laos/Lengkuas (Alpinia galanga) • Palem Janggut (Coccothrinax crintia) • Rumput Gajah (Penisetum purpureum) • Melinjo (Gnetum gnemon) • Bunga Lili (Lilium longiflorum) • Hangkang (Palaquium leiocarpum) • Kemenyan (Styra sp) • Rumput-Rumputan (Kyllinga monocephala) • Nibung (Oncosperma tigillarium) • Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolium) Demikianlah pembahasan mengenai Tumbuhan Monokotil semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag 100 tanaman dikotil dan monokotil, 20 contoh tumbuhan monokotil dan dikotil, 50 contoh tumbuhan monokotil, 50 tumbuhan monokotil, 7 ordo monokotil, akar tumbuhan dikotil dan monokotil, aren monokotil atau dikotil, ciri ciri batang monokotil adalah, ciri ciri dicotyledoneae, ciri ciri monokotil, ciri ciri tumbuhan monokotil dan dikotil nama tumbuhan akar batang daun bunga keping biji kelompok, citrus maxima dikotil atau monokotil, contoh famili liliaceae, contoh tumbuhan dikotil dan monokotil, contoh tumbuhan monokotil brainly, dicotyledoneae, habitat monokotil, jelaskan daur hidup tanaman gymnospermae, kelas monokotil, klasifikasi monokotil, klasifikasi tumbuhan monokotil, kurma termasuk dikotil atau monokotil, letak dan fungsi stomata pada daun, manfaat spermatophyta, manfaat spermatophyta bagi manusia, manfaat tumbuhan monokotil, mangga termasuk dikotil atau monokotil, materi tentang monokotil, membedakan daun dikotil dan monokotil, nama lain tumbuhan monokotil, pandan termasuk dikotil atau monokotil, pengertian monokotil dan dikotil, pengertian tumbuhan dikotil dan monokotil, pepaya termasuk dikotil atau monokotil, perbedaan biji dikotil dan monokotil, perbedaan daun dikotil dan monokotil, perbedaan hipogeal dan epigeal, perbedaan monokotil dan dikotil brainly, perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil, pinus berkeping berapa, sebutkan 5 tumbuhan monokotil dan dikotil, suku suku monokotil dan contohnya, tabel perbedaan gymnospermae dan angiospermae, tabel perbedaan monokotil dan dikotil, tanaman monokotil jagung, tuliskan 5 contoh tumbuhan monokotil, tumbuhan berbunga Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal ciri-ciri bunga anggrek bulan Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com < Lampiran:Daftar isi < Kamus bahasa Sanskerta – bahasa Indonesia Kamus : Bahasa Sanskerta - Bahasa Indonesia, berupa daftar kata dalam Bahasa Sanskerta dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

A - B - C - D - Dh - E - F - G - H ciri-ciri bunga anggrek bulan I - J - K - L - M - N - Ng - Ny - O - P - Q - R - S - T - Th - U - V - W - X - Y - Z Urutan Hanacaraka: Ha - ( A - E - Ciri-ciri bunga anggrek bulan - O - U) - Na - Ca - Ra - Ka - Da - Ta - Sa - Wa - La - Pa - Dha - Ja - Ya - Nya - Ma - Ga - Ba - Tha - Nga Daftar di bawah ini adalah 2300+ kata-kata dalam Bahasa Sanskerta/ Bahasa Jawa dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

A • aba: perintah; • aba-aba: memberi perintah • abah: alat, perkakas; • abah-abah, abahan: perkakas, alat-alat • abang: merah • abi: lebih, bagus, baik; • abicara: santet; • abicaraka: santet; • abilasa: hawa nafsu; • abimana: congkak, sombong; • abimantrana: restu, berkah; • abimata: 1 hormat; 2 bijaksana; • abinawa:mengagumkan, terpuji; • abipraya: cita-cita; • abirama: selaras, serasi; • abirawa: repot, menyusahkan; • abirupa: cantik, indah; • abisatya: teman setia, sahabat karib; • abiséka: wisuda, penobatan; • abiwada: penghargaan; • abiwara: pelajaran; • abiyasa: pandai, bijak • abra: berkilauan, gemerlapan • abur: terbang, melayang • acala: bukit, ciri-ciri bunga anggrek bulan • acara: acara; • ngacarani: menyusun acara, menyambut • acitya: ilmu pengetahuan • ada: gagasan, prakarsa; • ada-ada: memprakarsai, mempelopori • adaka: banteng • adamar: lampu, pelita, dian • adang: menanak nasi • adanu: sinar, cahaya • adara: penghormatan, pujian • adarma: mengabdi, berjuang • adas: nama tumbuhan obat; • adas pula waras: jenis tumbuhan untuk jamu • adeg: berdiri, tegak; • ngadeg: berdiri; • adeg-adeg: 1 tongkat yang ditancapkan sebagai tanda; 2 tanda alinea dalam tulisan Jawa • adha: tangga • adhah: tempat, wadah • adhang: menunggu; • ngadhang: menunggu, menghadang • adhep: hadap, menghadap; • ngadhep, madhep: menghadap ke; • madhep mantep: menghadap dengan mantap, niat yang kuat • adhi: adik • adhi-adhi: ketuban • adhik: adik • adhum: teduh, rindang • adi: cantik, indah; • ngadi-adi: rewel, nakal, banyak tingkah; • adibusana: pakaian yang indah; • adidaya: lebih berkuasa; • adigang: menyombongkan kekuatan; • adiguna: menyombongkan kepandaian; • adigung: menyombongkan kebesaran; • adikara: berwibawa, berkuasa; • adilaga: perang; • adiluhung: agung, anggun, bernilai lebih; • adiluwih: lebih; • adimuka: penguasa, pembesar; • adinegara: negara yang lebih baik; • adipati: bupati, vatsal; • adiraga: bersolek, berhias; • adiraja: pemaaf, pemurah; • adiwarna: jenis yang lebih baik; • adiwignya: orang pandai • adil: imbang, rata; • pengadilan: tempat pengadilan • aditya: matahari • adnyana: akal, pikiran • ados: bungkuk, buah yang kecil • adpada: sembah, bakti • adreng: ingin sekali • adres: hujan deras • adri: gunung • adu: adu • adus: mandi; • adus jamas: mandi besar, keramas; • adus getih: mandi darah, penuh luka; • ngadusi: memandikan • adyaksa: jaksa • adyapi: berkuasa, berwenang • agama: pedoman, jalan, tuntunan hidup • agar: pusar • agel: tali • agem: 1 ikatan padi; 2 pakai; • ngagem: memakai; • ngugemi: memegang, mempedomani; • ageman: pakaian, busana • ageng: besar, agung; • ki ageng: pembesar, penguasa • aglis: cepat, lekas • agni: api • agnya: perintah; • agnyana: pikiran • agra: pucuk, puncak • agrang: disandarkan; • magrang, mlagrang: melintang, mengganggu jalan • agreng: lebat, deras, meriah • agul-agul: kebanggaan, pahlawan • aguna: berguna, bemanfaat; • aguna kaya: kekayaan, harta benda • agung: 1 besar; 2 penuh • agus: bagus, tampan • aguyu: tertawa • agya: cepat, segera • agyat: 1 giat, rajin; 2 gemebyar • ahengkara: nafsu jahat, durhaka • ahingani: mumpuni, terpercaya • ahwaya: nama, asma • ajag: liar • ajang: piring • ajap: harapan, cita-cita; • ngajab: berharap • ajar: 1 belajar; 2 brahmana; • ajaran: 1 ajaran, ilmu yang diajarkan; 2 aliran; • diajar: 1 diberi pelajaran; 2 dipukuli, diberi peringatan; • ki ajar: guru, orang yang mengajar; • kurang ajar: nakal, kurang ajar; • ngajari: mengajari, mendidik; • pelajaran: pelajaran, bahan yang diajarkan • ajeg: tetap, sama • ajeng: 1 mau; 2 ayu; • majeng: maju • ajèr: melebur, mencair • aji: 1 raja; 2 ilmu, nilai, harga; • aji-aji: ilmu kedigjayaan; • aji jaya kawijayan: ilmu perang; • aji panglimunan: ilmu menghilang; • aji pengasihan: ilmu agar dicintai seseorang; • ora aji: tidak berharga, tidak laku • ajil: jajan • ajir: 1 hancur; 2 patokan • ajrih: takut, cemas ciri-ciri bunga anggrek bulan aju: cepat, maju; • ajur: hancur, remuk; • ajur mumur: hancur lebur • akal: akal, pikiran; • akal bakal: asal gagasan • akalpa: barang indah, hiasan • akar: akar • akara: wujud, rupa • akasa: langit, angkasa • akèh: banyak • akep: dekap; • ngakep: memeluk, mendekap • aki: kakek • akik: batu permata • aking: kurus kering • akral: hebat, kuat • akram: berkilauan, bercahaya • aksa: mata, penglihatan • aksama: ampunan, memaafkan; • pangaksama: ampunan • aksamala: tasbih, tanda kesucian • aksara: abjad, huruf • aksatriya: kesatria • aksi: 1 mata, penglihatan; 2 tindakan • aku: aku, saya; • ngaku: mengakui • akum: rendam, terendam • akur: rukun, cocok, sesuai • akwan: menyuruh, memerintahkan • akwayan: kawan, teman • akyan: mata, penglihatan • almanak: almanak, takwin • ala: jelek, buruk; • alan-alan: segala hal yang buruk • alab: tergenang air; • ngalab: mengambil; • ngalab berkah: mengambil/ mencari berkah; • ngalab nyaur: hutang dan membayar hutang • alad: nyalad, nyala api; • ngalad-alad: menyala-nyala • alah: kalah; • alah déné: walaupun begitu; • alah nganggur: daripada tidak bekerja; • alah ora: daripada tidak; • alah silih: daripada menukar; • ngalah: mengalah • alang: halangan, rintangan; • alangan: halangan, rintangan; • ngalang: melintang, malang; • alang ujur: malang mujur, malang melintang • alang-alang: jenis rumput, ilalang • alangen: bersenang-senang • alap-alap: burung sejenis bangau • alas: hutan; • alas greng: hutan belantara; • alas gung liwang-liwung: hutan belantara • alasan, alesan: alasan, dalih • alawan: melawan • aldaka: gunung, bukit • alem: puji; • aleman: suka dipuji • alembana: pujian • aleng: remak • alep: indah, bagus • aleran: alir, aliran • ali: biasa, sudah sering; • ali-ali: cincin • alih: pindah; • malih: berubah • alimerut: jimat, pusaka • aling: tirai, pembatas; • aling-aling: pembatas, penutup; • aling-alingan: bersembunyi • aliran: 1 saluran; 2 versi, faham • alis: alis mata; • alis-alis: tanda yang menyerupai kening • alit: kecil, mungil • aliwawar: topan, angin ribut • alon: pelan, tenang; • alon-alon: pelan-pelan • alpa: cacat, cela • alpaprana: huruf biasa • alpita: cacat, cela • alu: antan, alat penumbuk padi • alub: direbus, dimasak • aluk: remak, lebih baik • alum: layu • alun: ombak besar, gelombang • alun-alun: 1 alun-alun, lapangan besar depan/belakang kraton/kabupaten; 2 pelan-pelan • alung: lebih baik, lumayan • alup: melolong, meraung • alur: alur, silsilah; • alur waris: hubungan persaudaraan • ciri-ciri bunga anggrek bulan halus • aluwung: lebih baik • ama: hama, penyakit tanaman • amah: sangat marah, suka makan • aman: aman, selamat • amang: diacu • amara: dewa, Tuhan • amarah: amarah • amarga: sebab, karena; • amargi: sebab, karena • amba: 1 lebar; 2 hamba; 3 saya • diambah: dijamah, dilalui; • ngambah: melalui, melewati • ambak: meskipun demikian • ambal: 1 berulang kali; 2 permadani; • ambal-ambalan: berkali-kali; • ambal warsa: ulang tahun • amban: lamban, pelan • ambar: wangi, semerbak; • ambarukma: semerbak harum mewangi • ambara: udara, angkasa • diambat: ditarik, dipegang telinga • ambaudhendha nyakrawati: adil bijaksana dalam memerintah dunia • ambawang: jenis buah mangga • ambawani: memulai • ambek: hati, perasaan; • ambek adil paramarta: penuh dengan rasa adil dan bijaksana; • ambek darma: dermawan; • ambek pati: berani mati; • ambek siya: menyia-nyiakan, suka menganiaya; • ambek sura: pemberani, sombong; • ambek wani: pemberani, pahlawan; • ambek welas: pemurah, belas kasihan • amben: 1 ikat, pengikat perut untuk bayi; 2 tiap, setiap • ambengan: nasi kenduri; • ambeng-ambeng: duduk melingkari nasi kenduri • ambèr: meluap, tertumpah airnya • ambet: bau • ambetan: durian • ambles: ambles, tenggelam dalam tanah • ambo: digelar, dibentangkan • amboja: menjamu makanan; • amboja krama: pesta makan-makan • ambra: membesar, merajalela • ambrah: diratakan supaya tempatnya penuh • ambral: admiral, jendral • ambrastha: memberantas • ambrih: agar, supaya • ambrik: wangi, semerbak • ambring: sunyi, senyap • ambruk: ambruk, runtuh • ambrung: suara menggelegar • ambu: bau; • mambu: berbau • ambung: cium; • ngambung: mencium • ambur: hambur, tabur • ciri-ciri bunga anggrek bulan mencium untuk bau-bauan • ambuwaha: mendung, awan • ambyah: ada di mana-mana; • ngambyah-ambyah: tidak ringkas, ciri-ciri bunga anggrek bulan melebar persoalannya • amerga: karena, sebab • amèt: mengambil, mencari; • amèt ati: mengambil hati • amlas asih: berbelas kasih • amogasidi, amogasakti: sakti sekali • amoh: rusak, robek • among: mengasuh, memelihara; • among dagang: menjaga dagangan, berjualan; • among hyun: menjaga cita-cita, meraih idaman; • among karsa: menjaga gagasan, idealisme; • among kisma: menjaga rumah, menunggu; • among praja: pegawai pemerintahan; • among raga: olah raga; • among slira: menjaga diri, berdandan; • among tani: bertani, bercocok tanam; • among tuwuh: bercocok tanam • amor: bergaul, bercampur • amot: memuat, mengandung • ampad: rata; • ampadan: daun tembakau yang bawah • ampah: tahan, cegah • ampak-ampak: kabut • ampal: tawon, lebah • ampang: ringan • ampar: sambar; • amparan: dampar, tempat duduk ciri-ciri bunga anggrek bulan • ampas: 1 ampas, sisa; 2 sayur (bukan kuah) • ampeg: berat • ampeh: ditahan • ampèh: tidak terlalu tajam menurun/meninggi • ampèk: hingga, sampai • ampel: jejal, sesak • amperu: empedu • ampet: ditahan; • ngampet: menahan • ciri-ciri bunga anggrek bulan dinding penutup yang terletak di bubungan rumah • ampil: selir; • ngampil, nyuwun ngampil: meminjam • amping: tirai; • nyamping: kain • ampir: mampir, singgah • ampu: menghina, memaksa • ampuh: hebat, manjur; • ampuhan: 1 andalan; 2 prahara • amput: berbeda jauh • amrat: berat, muat • amreta: air kehidupan • amrik: wangi, semerbak • amril: ampelas, kertas penghalus • amud: mengulum, mengunyah • amung: hanya, cuma • amur: salin rupa • ana: ada • anak: anak, putra; • anak angkat: anak pungut; • anak bojo: anak istri, keluarga; • anak haram: anak yang lahir akibat perselingkuhan; • anak mas: anak yang terkasih; • anak pupon: anak pungut; • anak putu: anak cucu • anala: api • anam: anyam, ditata rapi; • nganam: menganyam • anana: mulut, lesan • anang: kasmaran, jatuh cinta • ananta: bermacam-macam; • ananta kusuma: bunga berwarna-warni • anapi: tetapi, namun • anapun: adapun • anarawata: selalu, senantiasa • ancak: menyerang, menyerbu • ancal: bunga talas • ancala: gunung, bukit • ancang: ciri-ciri bunga anggrek bulan, membuat jarak lompat • ancar: menohok • ancara: menyambut, ucapan selamat • ancas: tujuan, maksud; • ngancas: memintas jalan • anceng: menyediakan, menjamin • ancer: kira-kira, dugaan; • ancer-ancer: patokan • ancik: naik, tumpang; • ancik-ancik: menginjak • anco: cangkul kecil • andaka: banteng • andakara: matahari, surya • andam: pakis, pohon paku • andamar: sebagai pelita • andana warih: darah biru, bangsawan • andanu: 1 panah; 2 mendung; 3 kerbau • andaru: wahyu, kebahagiaan • andasih: mengabdi • andel-andel: andalan, pusaka; • ngandel: percaya, yakin; • diandelaké: dipercaya • ander: penuh, meluap • anderpati: pemberani • andèwi: nama tumbuh-tumbuhan • andhah: rendah, bawah; • andhahan: bawahan, anak buah • andhan-andhan: ikal mayang (rambut) • andhang: sandaran, tempat bergantung • andhap: rendah, bawah; • andhapan: 1 bawahan, rendahan; 2 babi hutan; • andhap asor: rendah hati, sopan santun • andhar: uraian, penjelasan • andhé: umpama, misal • andheg: henti; • mandheg: berhenti • andhèk ngendi: ada di mana; • andhèkane: padahal hanya begitu • andheman: lekukan di dada binatang • andhéné: padahal cuma begitu • andheng-andheng: tahi lalat • andhèr: meluber, meluap • andhesthi: mengerjakan, membuat • andhih: bergeser, dikalahkan • andhingané: kemarin, yang lalu • andhong: dokar, kereta kuda • andhuk: handuk • andik: mata melotot, penglihatan tajam • ciri-ciri bunga anggrek bulan 1 berkata; 2 anda; • jengandika: anda; • ngandika: berkata • andon: olah, laku; • andon asmara: bermain cinta; • andon gawé: berbagi kerja; • andon laku: melakukan perjalanan; • andon lulut: bermain cinta; • andon nyerèt: menghisap ganja; • andon tuwa: menikmati hari tua; • andon-andon: sering kunjung • andong: andung, nama tumbuhan • andrawina: jamuan, hidangan • andrepati: tak takut mati, nekad • andu: sumur • andulur: mengiring, berderet-deret • andum: bagi, membagi; • andum gawé: berbagi kerja; • andum laku: berpisah untuk meneruskan perjalanan; • andum slamet: saling mendoakan selamat • anduta: mengutus duta • anéka: bermacam-macam, beraneka; • anéka rasa: bermacam-macam rasa; • anéka rupa: bermacam-macam rupa; • anéka warna: bermacam-macam warna • anem: enam • anèm: muda, taruna • anèng: berada di • angeb: berteduh • angen-angen: pikiran, gagasan • angga: badan • angga-angga: laba-laba • anggada: gelang • anggah, anggeh: tepat, kokoh • anggakara: berani, pahlawan • anggal: tidak penuh, kurang berisi • anggana: 1 perempuan; 2 sendiri; • anggana raras: sangat cantik, indah • anggang-anggang: labah-labah air ciri-ciri bunga anggrek bulan angganjar: memberi ganjaran • anggar: pusaka, sejenis pedang • anggara: hari Selasa; • Anggara Kasih: Selasa Kliwon • anggarbini: hamil, mengandung • anggé: memakai, menggunakan; • panggènan: tempat tinggal; • anggé-anggé: pakaian, busana • anggeng: langgeng, tetap • anggep: anggap, menganggap • angger: setiap, kalau; • angger-angger: pedoman, undang-undang, peraturan • anggèr: panggilan untuk anak • anggi-anggi: rempah-rempah • anggit: gagasan, pikiran; • nganggit: mengarang • angglang: tampak jelas, nyata • angglong: menyurut, surut • anggo: pakai, guna; • nganggo: memakai; • anggon: pakaian, busana • anggota: anggota, peserta • anggotong: menggotong, membawa secara bersama-sama • anggrah-anggrah: berserakan, barang tak berguna • anggrèk: nama bunga, jenis kembang • angguk: mengangguk, tunduk • anggung: selalu, senantiasa • anggur: 1 menganggur; 2 buah anggur • anggya: pakai, memakai • angi: mengipasi nasi panas • angik: melepas biji padi dari tangkainya dengan digilas • angin: udara yang bergerak; • angin darat: angin yang berasal dari daratan; • angin laut: angin yang berasal dari lautan; ciri-ciri bunga anggrek bulan angin-anginan: tidak punya pendirian • anging: tetapi, namun • angka: angka; • angkawijaya: nama tokoh wayang (Abimanyu) • angkah: cita-cita, gagasan • angkalan: halangan • angkara: jahat, tamak; • angkara murka: kejahatan yang berkobar • angkat: angkat, junjung • angker: keramat, wingit; • angker kepati-pati: sangat angker • angkil: uang perjanjian, uang kontrak • angkin: ikat pinggang • angklah: terasa sakit, nyeri • angkuh: sombong, angkuh • angkus: udara, langit, angkasa • anglaksa: melepasi • anglek: 1 sedih sekali, 2 manis sekali • anglep: elok, indah, molek • angling: bersabda, berkata; • angling darma: sabda yang baik • anglir: seperti, mirip • anglo: anglo, dapur yang dibuat dari tanah liat yang bahan bakarnya dari arang • anglocita: mengutarakan isi hati • anglung: pucuk daun muda • anglur selur: berjalan terus, hilir mudik tiada henti • angok: surut, berkurang, susut; • angok-angok: melihat-lihat • angon: menggembala, menjaga ternak; • angon ulat: memperhatikan tingkah orang lain • angrèh: menyuruh, memerintah • angrem: mengeram • angsa: loba, tamak, ambisius; • ngangsa: ambisius • angsab: sebanding, sepadan • angsah: asah; • angsah jurit: perang • angsaka: 1 musuh; 2 bunga angsoka • angsal: mendapat, memperoleh; • angsal-angsal: oleh-oleh • angsana: bunga angsana; • angsana singa: dampar, tampat duduk raja • angsang: ingsang • angsar: khasiat benda keramat yang dapat mendatangkan nasib mujur • angsoka: bunga angsoka • angsring: sering, kerap kali • angsu: mencari, mengambil; • ngangsu kawruh: mencari ilmu pengetahuan • angsung: memberi • angsup: berlindung, berteduh • angsur: terengah-engah; • ngangsur: mengangsur • angus: 1 hangus, terbakar; 2 arang • anguswa: mencium • ani-ani: mengetam, panen • aniaya: aniaya, kejam • anih: malas, tak suka bekerja • anik, anikna: tetapi, akan tetapi • anila: angin, udara • anindha: kebaikan, kebajikan • anindita: sempurna, paripurna • anindya: cantik jelita; • anindyaguna: kecantikan yang berguna; • anindyamantri: patih, wakil; • anindyawati: tercantik di dunia • aning, aningna: tetapi, namun • anis: pergi, hilang • anitya: tidak langgeng, tidak kekal • anja: berhasil, sukses, tercapai • anjaba: kecuali, di samping itu • anjali: menyembah, berbakti • anjana: 1 gajah; 2 muda; 3 berbakti; • anjani: 1 berbakti; 2 mudi • anjang-anjang: sandaran untuk penguat tumbuhan • anjap: para-para • anjasmara: pandai bercinta, pintar • anjaya: jaya, menang • anji: jera, kapok, bosan • anjrah: semerbak, meliputi, merasuk ke berbagai tempat • anjrak: terus bertempat tinggal • anjum: berjabat, mencium; • anjum asta: berjabat tangan; • anjum tangan: berjabat tangan • anjun: tukang membuat gerabah, bahan dari tanah liat • anol: ikut, mengikuti, menurut • anom: muda, taruna; • anoman: nama tokoh wayang • anon: melihat, mengetahui • anor raga: sopan, santun • anrang: menyerbu, menyerang • anta: 1 lebih; 2 terakhir; • antaboga: nama toko wayang, naga penjaga bumi; • antakara: matahari; • antakusuma: 1 berbagai macam bunga; 2 kutang yang membuat bisa terbang tanpa sayap (milik Gathutkaca, pewayangan); • antapura: istana, kerajaan; • antareja: nama tokoh wayang yang bisa masuk ke dalam bumi; • antasura: ular; • antawacana: dialog, percakapan • antah: tawar; • antah berantah: antah berantah, sekedar sebut • antaka: 1 meninggal dunia, wafat; 2 mayat • antanu: tinta • antar: panjang, lebar; • antariksa: angkasa, dirgantara; • antarlina: musnah, hilang • antara: antara, jarak • antelu: telur • antem: hantam, pukul; • antem krama: pukul rata, ngawur • anteng: tenang, tidak banyak tingkah • anthuk: angguk, tanda setuju; • manthuk: mengangguk • anti: 1 tunggu, menanti; 2 lawan • antiga: telur • ngantih: memintal benang; • prawan ngantih: perawan memintal • antihanta, antiyanta: lebih, sangat • anting: tas, keranjang rotan; • anting-anting: anting-anting; • antingan: anting-anting • antrah: perbuatan, tingkah laku • antrakusuma: 1 berbagai macam bunga; 2 nama kutang milik Gathutkaca (wayang) • antru: sangga, disangga; • ngantru: menyangga • antu: tunggu, menanti • antuk: mendapat; • mantuk: pulang, kembali; • ngantuk: mengantuk • antya, antyanta: sangat berlebihan; • antya-basa: bahasa yang berlebihan • anubawa: pahala, anugerah; • anugraha: anugerah, karunia; • anukara: menyamai; • anukarta: 1 menurut, ikut; 2 mengarang, menggubah; • anumata: ijin, kerelaan; • anumerta: almarhum; • anuraga: sopan, tata krama; • anusasana: perintah, tugas; • anuswara: suara hidung, sengau • anung: terpuji, terpilih • anunga: kuasa, utama • anut: menurut, ikut; • manut: menurut • anyam: mengayam; • anyama: muda, taruna • anyang: menawar harga; • anyang-anyengen: 1 ragu-ragu; 2 sakit kandung kemih • anyar: baru • anyawar: nama tumbuhan • anyeb: dingin, sejuk • anyeng: dihela, ditarik • anyep: dingin, sejuk, tawar; • anyep njekut: dingin sekali • anyer: berdiri tak sopan • anyes: dingin sekali, sangat sejuk; • anyles: dingin sekali • apa: apa; • apa-apa: 1 sesuatu hal; 2 kayu apa-apa • apadgata: seketika • apah: air • apajeng: songsong, payung • apak, apang: akan, hendak • apaka: kabut • apal: hafal, terekam di pikiran • apan: sebab, karena; • apan-apan: palang garu, bagian dari bajak • apapa: aniaya, dzalim • aparan: apa, bagaimana • apariminta: lebih, kelebihan, kebaikan ciri-ciri bunga anggrek bulan apekan: mendung, mega • apel: buah apel • apèl: apel, berbaris • api: 1 pura-pura; 2 jenis awalan; • apirowang: pura-pura menjadi kawan; • apitambuh: pura-pura tidak kenal; • apituwin: lagi pula, dan lagi • apik: baik, bagus, indah, molek • apitara: gelar • apyu: api • apyun: opium • aplala: terlebih-lebih • apsara: dewa • apsari, apsekar: bidadari • apti: maksud, cita-cita; • kapti: cita-cita • apu: kapur lunak yang dikunyah bersama sirih • apura: maaf, ampun; • pangapura: ampunan; • apunten: maaf, ampun; • pangapunten: 1 ampunan; 2 tidak tahu menahu; • punten dalem sewu: maaf tidak mengerti • apuran: selokan, saluran air • ciri-ciri bunga anggrek bulan bohong, tipu, muslihat; • apus krama: kebohongan, tipu daya • apuwa, apruwa: mari, silahkan, ayo • ara-ara: padang ilalang, gurun • arah: arah, tujuan; • arah-arah: hati-hati; • arahan: arahan, petunjuk, saran • arak: 1 arak, minuman keras; 2 mau; • arak-arakan: konvoi, pawai; • ngarak: beranak-pinak, berkembang biak • aran: nama, sebutan • arang: jarang; • arang kadhing: jarang sekali; • jati ngarang: padat sekali; • ngarang: mengarang, berkarya • aras: 1 pipi; 2 cium; • aras-arasen: malas-malasan; • aras kembang: terkasih, tersayang • arca: arca, patung; • arcapada: dunia, jagat semesta • arcana: hormat; • mangharcana: menghormati • arda: nafsu, serakah; • ardacandra: bulan tanggal muda; • ardana: harta, uang; • ardani: harta, uang; • ardawalépa: kurang ajar, bedebah, ditanya malah balik bertanya; • ardawalika: naga, peralatan untuk upacara • ardaya: hati, nurani • ardhana: ingin, bermaksud; • ardhanarèswari: wanita yang dianggap memiliki praba yang bis menurunkan raja-raja • ardi: gunung, bukit; • arditi: gunung, bukit • are: satuan luas tanah; • hekto are: hektar, satuan luas tanah • areng: arang, hangus; • areng watu: arang batu • arep: mau, akan, hendak; • ngarep: depan; • ngarep-arep: berharap • arga: gunung, bukit • argya: hormat, mulia, menghargai • ari: 1 adik; 2 hari; 3 matahari; • ari-ari: ari-ari, ketuban; • ariaya, ariyaya: hari raya; • aribawana: nama kahyangan; • ariwara: berita harian; • ariwarti: surat kabar harian • arik: kacau-balau, ciri-ciri bunga anggrek bulan • arima, arimong: harimau • arina: 1 kijang; 2 siang • aring: senang, lahab; • aring-aring: jarang-jarang • aris: laras, serasi; • arista: laras, serasi • arja: makmur, selamat; • arjan: keramaian; • arjana: maksud, gagasan; • arjasa: campuran timah; • arjaya: makmur; • arjwa: utama, baik • arju: sepakat, setuju • arjuna: 1 air; 2 putih cemerlang; 3 penengah pandawa; • arjuni: 1 air; 2 lembu • arka: matahari, surga; • arkamaya: sinar, cahaya, praba • arkara: menyala • arnawa: laut, samudra • arohara: huru-hara, geger, keributan • arok: 1 campur; 2 tempuh, menempuh • aron: mentah, setengah matang • arsa: karsa, kehendak; • arsaya, arsana: senang, gembira; ciri-ciri bunga anggrek bulan arsi: karsa, kehendak, kemauan, akan • arta: arta, uang, duit, harta; • artaka: uang, bendahara; • artati: manis, gula; • artawan: orang berharta, kaya • arti: makna, maksud; • artos: arti, makna, maksud • artikel: tulisan untuk majalah atau koran • arubiru: haru-biru, prahara; • aruhara: huru-hara, geger, keributan • aruh: sapa, tegur, tanya • arum: harum, wangi • aruman: tembuni • aruna: matahari, Sang Surya • arungan: kerja sama • arus: 1 amis, anyir, busuk; 2 aliran air • arutala: rembulan • arya: gelar bangsawan, ningrat • asa: 1 tujuan, cita-cita; 2 susah, sedih • asab: tidak malu, tebal muka • asah: 1 asah, mengasah; 2 mencuci, membasuh; • asah-asah: bersih-bersih, mencuci, membasuh • asal: asal; • asal-usul: asal-usul, asal mula • asana: tempat duduk, kursi, tahta • asari, asantun: ingin cepat selesai, lekas purna • asasta: selamat, sejahtera • ascarya: heran, terkejut • asdhrah: pekerjaan, perbuatan • asep: tuah • asih: kasih, sayang, suka • asin: asin • asir: mencium • asiran: durian • askara: sinar, cahaya • asli: asli, murni, tulen • aslup: masuk • asmara: cinta, asmara; • asmaradahana, asmaradana, asmarandana: tembang asmaradana; • asmaranala: pesona, terpesona; • asmaralaya: surga • asmu: semu • asnapun: beda-beda • asor: rendah, hina • asrah: pasrah, menyerah, takhluk; • asrah bongkokan: menyerah total • asrama: asrama, tempat tinggal • asri: indah, elok, permai • asru: keras, tegang, cepat • asta: tangan; • jawat asta: bersalaman; • tapak asta: tanda tangan • astama: bahagia, suka ria • astana: 1 istana; 2 kuburan • astha: delapan; • asthabrata: delapan ajaran kebajikan; • asthagina: delapan kegunaan • asthi: gajah; • asti: gajah • astra: senjata, panah; • astra lungiyan: berumah tangga, suami istri; • astrawara: panah • astu: 1 sungguh; 2 memuji; • astungkara: memuji, berdoa; • astuti: memuji, berdoa, terpuji • asuh, asoh: berhenti, mengasuh, merawat • asuma: prihatin • asukaya: penghasilan, pendapatan • asung: memberi, mempersembahkan • asura: raksasa • aswa: 1 kapal, 2 kuda; • aswatama: kuda yang utama • aswana: tempat • aswi: marah sekali, geram • atahiktri: kebajikan, nilai • akatara: cahaya, sinar • atanapi: ciri-ciri bunga anggrek bulan, dan • atanaya: berputra, beranak • atas: atas, terang; • atas angin: benua Asia, daerah asal angin • atbuta: besar, raksasa • até: mau, akan • ater: luka, nanah; • ater-ater: imbuhan; • ater banyu: memberi air; • ngateri: memberi, mengantarkan • athung: minta, tangan menengadah; • athung-athung: selalu mengemis • ati: hati, perasaan; • ngati-ati: hati-hati; • atibagya: suka, bahagia; • atibara: sangat berat; • atibisana: buas; • atidaya: malah, bahkan; ciri-ciri bunga anggrek bulan atiharsa: sangat bahagia; • atimoha: congkak, sombong; • atindriya: kepribadian; • atirodra: dahsyat, hebat; • atisaya: sangat, lebih; • atisomya: elok, cantik; • atiwéga: sangat cepat • atita: berhenti, berlalu • atiti: bertamu, berkunjung • atika: yaitu, yakni • atiyanta: kebal, perkasa • atiyasa: terlebih • atma: jiwa, ruh; • atmaja: anak, putra; • atmaka: nyawa • atos: keras, kenyal • atur: kata, mengatur • atut: rukun; • atut runtut: rukun, mesra • atyanta: sangat, kuat • atyasa: kebal, kuat • awang-awang: langit, angkasa; • awang-uwung: angkasa, langit • awar-awar: pohon awar-awar • awas: awas, waspada • awat: pandang, lihat; • ngawat-awati: mengawasi, menjaga • awé: lambai; • ngawé-awé: melambaikan tangan • awèh: memberi • awer-awer: tanda, simbol • awi: ayo, silakan; • awicarita: pandai bercerita • awig: pandai, ahli, sarjana; • awignya: pintar, trampil, banyak pengetahuan • awin: bawa, pegang • awit: sebab, karena; • ngawiti: memulai • awiyat: langit, angkasa • awon: buruk, jelek; • awon-awon: meskipun jelek • awor: bercampur, berkumpul; • aworjiwa: bercinta; • aworsih: bercinta • awra: tersiar ke mana-mana • awud, awut: kacau-balau, berserakan; • awut-awutan: tidak karuan, kacau balau • awuh: bersuara, berteriak • awya: jangan, larangan • aya: serba sulit, dilematis • ayah: 1 ayah; 2 kerja; • ayahan: pekerjaan, tugas • ayak: saring, saringan • ayam: ayam; • ayam alas: ayam hutan • ayaskara: batu bintang • ayem: tenang, tentram • ayer: mandor, orang yang mengawasi orang lain bekerja • ayo: ayo, mari, silakan • ayom: ayom, teduh, terlindungi; • pengayoman: perlindungan • ayu: ciri-ciri bunga anggrek bulan cantik, jelita, molek; 2 selamat; • hayu: selamat • rahayu: selamat, sejahtera; aman, sehat B • babad: 1 cerita sejarah; 2 membabat • babah: terserah; • dibabahi: dimulai pelan-pelan; • babahan: 1 permulaan; 2 lubang; • babahan hawa sanga: sembilan lubang pada tubuh manusia (dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, mulut, anus dan kelamin) • ciri-ciri bunga anggrek bulan korban • babar: 1 beber, urai; 2 lahir, melahirkan; • babaran: melahirkan; • babarji: tidak sama sekali; • babar pisan, babar blas: tidak sama sekali • babasan: peribahasa • babo: kata-kata tantangan • babrag: puber; • babragan: dipan besar • babrak: 1 tambah lebar; 2 menular ke mana-mana • babu: pengasuh, pembantu • babut: permadani, karpet; • kasur babut: kasur yang empuk • bacira: tanah lapang • badal: wakil, ganti • badan: 1 tubuh, raga; 2 lembaga; • badan alus: badan halus, jiwa; • badaniah: bersifat badan • badha: sama, seimbang • badhama: golok, parang • badhar: terbongkar, ketahuan • badhaya: bedaya, tari • badhik: keris kecil • badhong: mahkota • badhut: pelawak • badra: 1 bahagia, budi; 2 bulan • baga: rahim, kandungan • bagas: sehat, kuat; • bagaskara: matahari; • bagas waras: sehat, kuat; • bagaspati: matahari • bagawan: resi, pendita • bagé: selamat, salam; • atur pambagé: ucapan sambutan • bagel: lempar, tendang • bagong: nama wayang punakawan; • bagongan: jenis bahasa di Kraton Yogyakarta • bagowong: gerhana total • bagus: tampan, ganteng, baik • bagya: bahagia, suka • baha: sungai, kali • bahak: perampok, penjahat • bahan: bahan, asal • bahar: laut, samudra • baharu: baru, sedang • bahas: bahas, runding • bahasa: bahasa • bahni: api; • bahning: api • baita: perahu, kapal • bajag: perampok, pembajak • bajang: kerdil, kecil; • bajang kèrèk: jenis belalang kecil; • bajang ratu: gapura belah dua • bajing: tupai; • bajing loncat: tupai loncat; • bajingan: penjahat, kurang ajar • bajo: perampok, pembajak; • bajobarat: pasukan raksasa yang jahat • bajra: halilintar, guntur, petir • bajug: nakal, kurang ajar • bajul: buaya; • dibajul: digoda; • mbajul: menggoda wanita; • bajul pethak: buaya putih • bak: bak, tempat air; • mbak, mbak ayu: kakak perempuan • bakal: bibit, akan; • cikal bakal: awal mula, pemula • baksya: banyak akal, kreatif • bakta: bawa • bakti: bakti, patuh • baku: baku, pokok; • baku karang: pemilik pekarangan, lahan; • baku omah: berumah tangga; • baku tembak: saling menembak • bakuh: kuat, gagah, perkasa • bakul: penjual, pedagang • bakung: bunga bakung • bal: bola; • bal-balan: sepak bola • bala: teman, pengikut; • baladewa: 1 nama tokoh wayang raja Mandura; 2 daun pohon randu; • baladika: komandan, kepala pasukan; • baladupak: anak buah; • balakosawa: pasukan darat; • balakrama: para priyayi; • balakuswa: pakaian; • balapecah: barang pecah-belah; • bala srèwu: jenis ilmu kadigjayan, ajian • balabag: papan, jenis tembang • balabak: jenis tembang • balabar: banjir, menggenang • balad: kerja bakti, gotong royong, gugur gunung • balak: tolak, tampik • balap: pacu, lomba • balawan: kokoh, sentosa • balé: balai, rumah; • balé désa: balai desa; • balé kambang: rumah di tengah kolam; • balé omah: rumah tangga; • balé pomahan: perumahan • baléla: memberontak, membangkang • baleman: bale apa, nyala api • balik: kembali, sebaliknya • balila: mogok, berontak • balitar: tembaga • balo: mentah, belum matang • baloh: alat mencari ikan • balung: tulang; • balung pisah: persaudaraan yang telah tercerai-berai • balwana: akar • bam: gigi geraham ciri-ciri bunga anggrek bulan bamata: gajah • bamba: bara • bamban: dimulai lagi, diulang • bambang: satria, jejaka • bambet: bambu • bambon: rumah madat • bambu: bambu, nama pohon • ban: ban • bana: 1 panah; 2 hutan; • bebana: permintaan, permohonan; • bana rawa: sawah rendah • banar: luas, lapang, lebar • banata: perahu, baita • banawi: sungai, bengawan ciri-ciri bunga anggrek bulan bancak: tempat nasi; • bancakan: kenduri • bancana: bencana, halangan • bancang: dua pekerjaan dilaksanakan sekaligus • bancar: lancar • banda: ikat, borgol; • bandakala: pemberani, pilih tanding; • bandawasa: kuat, perkasa, kekuatan; • bandawora: nama kalung; • bandayuda: perang, tempur • bandana: tali, halangan • bandar: pelabuhan laut • bandara: 1 majikan; 2 gelar bangsawan • bandéra: bendera • bandha: harta, kekayaan; • bandha bandhu: kaya harta dan banyak teman; • bandha bau: modal tenaga; • bandha béya: ongkos hidup • bandhan: berkoalisi, bersekutu • bandhang: cepat, besar; • banjir bandhang: banjir besar • bandhawa: saudara • bandhem: melempar dengan batu atau benda yang cukup besar; • bandhem po: capung • bandhit: penjahat, perampok, durhaka • bandhol: nakal • bandhosa: keranda, peti mayat • bandhu: saudara, teman kerabat • bandhul: ayunan • bandhung: 1 besar; 2 menandingi • bandhusa: keranda, peti mati • bandreng: berkelanjutan, terus-menerus • bandring: bandil • bané: suara, bunyi • banèh: lain, beda • abang: merah; • ngebang: adzan • bangah: jenis bunga • bangal: tak mau dinasehati • bangala: bertunas, bertaruk • bangawan: bengawan, ciri-ciri bunga anggrek bulan besar • bangga: memberontak, melawan, membangkang • banget: sangat, amat, terlalu • banggèl: membalik, kembali dengan cepat • banggi: beaya, ongkos • bangir: hidung mancung • bangka: 1 mati, meninggal, 2 setengah matang • bangkang: membangkang, memberontak, melawan • bangké: bangkai, jenazah, mayat • bangsa: bangsa, golongan; • bangsawan: 1 bangsawan, ningrat, berdarah biru; 2 negarawan • bangsal: ruangan, tempat, gedung • bangsat: ungkapan marah, makian • bangun: 1 membangun, memperbaiki; 2 berdiri; 3 terjaga; • bangunan: rumah, gedung, pesanggrahan, dsb.

• bani: keturunan, trah • banija: pedagang, saudagar • baning: kura-kura • banjang: ke lautan untuk mencari ikan • banjar: deret, jajar; • banjaran: urut-urutan, kronologis • banjel: distansi, sementara • banjeng: kelihatan barisan panjang bergandengan • banjir: banjir, air bah; • banjir bandang: banjir besar; • banjir getih: banjir darah, perang, kerusuhan • banjur: lanjut, terus; • kebanjur: terlanjur • banon: bata, batu merah • bantal: alas kepala • bantala: tanah, bumi • bantaran: jeram • bantas: nyaring, merdu • banten: kurban, tumbal • banthak: kokoh, kuat • banthan: berpangkalan • banthèng: banteng; • banthèng ketaton: banteng terluka • banting: banting, lempar • bantu: bantu • banu: air • banyak: angsa; • banyak angrem: nama rasi bintang; • banyak dhalang: perlengkapan upacara yang berupa angsa tiruan • banyar: jenis ikan • banyol: lucu, lawak • banyon: air untuk mengjerang gigi • banyu: air; • banyu gégé: air mantra; • banyu landa: air sada; • banyu mili: suguhannya mengalir terus bermacam-macam; • banyu rasa: air rasa; • banyu tangi: air untuk memandikan anak; • banyu tawa: air tawar, air mentah; • banyu tuli: air untuk obat; • banyu wara: bertapa dengan menghindari air; • banyu windu: air basi; • banyu wulu: air untuk wudhu; • tunggal banyu: saudara seperguruan • bapa: bapak, ayah; • bapa babu: ayah ibu; • bapa biyung: ayah ibu; • bapa paman: paman, adiknya bapak; • bapak: bapak, ayah • bapang: mendepang • bapra: gapura, pintu gerbang • bar: bubar, selesai; • wis bar: sudah selesai; • bar-ji: habis, sekaligus, bubar siji; • bar-ji barbeh, bubar siji bubar kabeh: bubar satu ciri-ciri bunga anggrek bulan semua, tekad bersatu padu • bara: sabuk, mengadu nasib • barah: kusta • barak: tempat tinggal sementara • barakan: sebaya, seusia • barang: benda; • barang-barang: anak kadal • barat: angin kencang • barata: tapa, laku; • baratayuda: perang tanding keluarga Barata • baratan: sawah milik bersama • bareng: bersama • barèng: canang • barès: terus terang, terbuka, jujur; • barès kurès: terus terang sekali, jujur • bargawa: panah yang kuat • baribin: 1 gaduh, ramai; 2 penuh air, menggelegak • barih: tambah keras • barikan: bersama-sama • barinan: bersama-sama dengan, serempak • baring: gila, edan • baris: baris, jajar, deret; • baris pendhem: barisan tersembunyi • barkah: berkah, rahmat, doa restu • barkat: berkah, rahmat • baro-baro: bubur putih dengan bubur merah di tengahnya • baron: hal yang baru • barongan: barongsai, singo barong • baros: barus • bartis: jenis bakal baju • baru: baru • baruna: barat, dewa laut, air • barung: bersama, beriringan • barus: jenis kapur pewangi • barya: putri, wanita, perempuan • basa: bahasa; • basagita: kata-kata indah, puisi; ciri-ciri bunga anggrek bulan basa krama: bahasa halus; • basa krama inggil: bahasa tinggi; • basa ngoko: bahasa rendah; • basarudita: syair pelipur lara • basah: 1 busuk, bau tak sedap; 2 gelar pahlawan, tanda jasa; 3 basah, berair; • basahan: kain penutup tubuh untuk mandi • basama: janji • basang: memasang, menggunakan, memakai • basanta: bulan, candra • basar: Maha Tahu, Tuhan • basir: bijak bestari • baskara: matahari, surya • basma: hangus, terbakar; • basmara, kabasmaran: cinta, tertarik; • basmi: musnah, basmi; • basmi buta: punah, hilang tak berbekas • basonta: 1 rembulan; 2 nama tembang gedhe • basu: 1 golongan dewa; 2 kera • basuki: selamat, sejahtera • basundara-basundari: tanah, bumi • baswara: bersinar, bercahaya • bata: batu bata; • batako: batu bata yang besar • batal: gagal, tidak jadi • batang: terka, tebak • bathang: bangkai • bathara: dewa, dewata; • batharagana: mega, mendung; • bathari: dewi, bidadari • bathik: kain batik • bathil: gunting, potong • bathok: tempurung kelapa; • bathok bolu: tempurung kelapa yang kecil • bathon: sekawan, sekutu • batih: anggota keluarga; • batihan/bebatiyan: menggalang persaudaraan • batin: batin, jiwa, ruhani; • batiniah: bersifat batin; • batos: batin; • mbatin: berkata dalam hati • batir: teman, kawan • batu: baterai; • batu kandha: batu undak-undakan • batuk: sakit batuk; • batuk kering, batuk asma: jenis sakit batuk • batur: teman, pelayan; • batur tukon: budak belian • bau: bahu; • baudhanyang: rangka rumah; • baudhendha: berhak menghukum, mengadili; • baukapiné: berat sebelah, tidak adil; • bau lawéyan: cacat di pangkal lengan; • baureksa: menguasai, menjaga; • bausastra: kamus; • bausuku: pekerja, kekuatan, tenaga; • bauwéda: segala pengetahuan, ilmu; • baon: sawah ladang yang sedang dikerjakan • baul: batal, urung • baut: pintar, terampil • bawa: 1 kharisma, perbawa; 2 mulai; • bawa laksana: bijaksana; • bawa rasa: berembug, musyawarah • bawah: bawah; • bawahan: takhlukan, jajahan • bawana: dunia, alam raya • bawang: bawang putih • bawat: payung agung • bawéra: luas, terbentang • bawinipun: oleh karena itu • bawur: penglihatan suram • baya: 1 buaya; 2 bahaya • bayan: kabayan, aparat desa bagian penerangan • bayang: ciri-ciri bunga anggrek bulan tidur; • bayangkara: prajurit pengawal raja/presiden • bayi: bayi, anak • bayu: angin, udara; • bayu bajra: angin bercampur petir, nama ilmu kadigjayan; • bayu putra: putra Sang Angin; • bayu suta: anak Sang Angin • bé: urutan tahun Jawa keenam • bebada: bayi yang menendang-nendang mau lahir • bebana: hadiah, ganjaran, anugrah • bebandan: tawanan, orang yang diikat • bebara: merantau, pergi mengadu nasib • bebasan: peribahasa, perumpamaan • bebed: pakaian yang dilipat pada badan • bebeg: berhenti mengalir karena terbendung • bebeh: malas bekerja • bebel: bebal, keras kepala • bèbèr: bentang, urai • becik: baik, bagus, terhormat • becus: mampu, kuasa, dapat • bedaringan: tempat menyimpan beras • bedhag: berburu, mencari binatang; • bedhag pikat: berburu burung dengan pelekat • bedhah: sobek, robek; • bedhah bumi: menggali tanah • bedhama: senjata, alat perang • bédhang: pacar, kekasih • bedhat: bebas, lepas • bedhati: pedati, kereta yang ditarik sapi • bedhawang: labi-labi • bedhawangan: hantu-hantuan • bedhaya: tari • bedhé: terka, tebak, duga; • bedhèk: terka, tebak • bèdhèngan: pematang, petak • bedhès: 1 jenis kera; 2 umpatan kasar • bedhidhing: musim dingin, keringat sukar keluar • bedhil: bedil, senapan; • bedhil angin: senapan angin • bedhiyang: menghangatkan badan dengan api unggun • bedho: permainan sama, tak ada yang unggul • bedhol: cabut, bongkar; • bedhol desa: pindahan orang sedesa; • bedhol gendéra: maju perang, berangkat bertempur; • bedhol jangkar: membongkar sauh • bédhor: tangkai panah • bedhug: gendang besar, alat bunyi tabuh di masjid • bégal: perampok, penyamun • béganandha: nama sebutan Indrajit • begar: gembira, suka ria • begawan: pendita • begeblug: bencana, musibah • begegeg: berdiri tegap; • begegeg mutho waton: berdiri kaku, ketakutan • begja: beruntung, bernasib baik; • begja kemayangan: untung besar, bahagia berlipat; • begjan: keberuntungan • beja: beruntung • béja: untung, bahagia; • beja kemayangan: untung besar; • bejan-bejan: untung-untungan • bekakak: tumbal, sesaji utnuk kurban • bekakas: perkakas, benda, alat • bekasakan: jenis hantu, lelembut • bekel: bekel, pamong desa, pembantu pendheta • beksa: joget, tari; • beksan: jogetan, tarian • bekta: bawa; • bektan: barang bawaan, oleh-oleh • bekti: bakti • béla: bela, juang; • béla pati: membela kematian orang lain; • béla sungkawa: melayat, berduka cita; • béla tampa: ikut menerima • belah: belah, pecah; ciri-ciri bunga anggrek bulan belah banten: baju belah dada; • belah kedaton: gigi renggang • belang: loreng, coreng; • belang buntal: coreng-moreng, rupa tak karuan • belèh: sembelih, potong • belèk: 1 retas, sembelih; 2 tembelek, tahi ayam ciri-ciri bunga anggrek bulan beluk: 1 panggil, memanggil; 2 jenis hama padi • benang: benang; • benang kelos: jenis benang yang sudah di plintir; • benang mas: benang berwarna emas • benawi: bengawan, sungai besar • béncak: garu yang tidak ditarik lembu, sapi • bèncèng: penceng, miring; • bèncèng cèwèng: hal ikhwal, seluk beluk • bencil: tipu muslihat • bendana: tabiat buruk • bendara: tuan, gelar kebangsawanan • bendéra: bendera • bendha: kluwih, buah kluwih • bendhé: gong kecil • bendhéga: teman melarikan diri • bendho: pisau besar • bendhosa: keranda, peti mayat • bendhuk: celeng • bèndi: dokar, pedati • béndra: terkagum-kagum, bersenang-senang • bendu: hukuman, kutukan • bendung: bendung, cegah • béné: biar saja, baru saja • bènèh: mengerti, tahu, pintar • bener: benar, betul, tepat • bening: bening, bersih • bénjing: besok, nanti, kelak • bénjo: bengkak, membesar • ciri-ciri bunga anggrek bulan panas • bentayangan: melayang-layang, ke sana ke mari • benthak: luas, lapang • benthang: mencari jalan pintas, menerobos • bentheng: sabuk • benthik: jenis mainan anak tradisional • benthong: kayu pemukul dalam permainan benthik • bentil: kecil, bakal buah yang masih kecil • benting: sabuk • bencah: membelah, mengupas • bèr: penuh, kaya • bèr budi bawa leksana: penuh kearifan dan kebijaksanaan • bérag: tuntas, mumpuni, menguasai • berah: buruh, budak, pelayan • berak: rumah penyaringan orang sakit • bérak: buang air besar; • berak-berèk: berteriak-teriak • bérama: indah, mengagumkan • bérang: parang besar, pisau yang tebal dan besar • beras: beras, kupasan padi; • beras kencur: jenis minuman beras tumbuk halus dicampur kencur; • beras kuning: beras berwarna kuning; • beras melik: beras hitam • berat: berat, sulit • bérat: dibersihkan, dihilangkan • bérawa: gagah perkasa, menakutkan • bercak: bercak-bercak, noda • berci: kain yang halus agak temerawang • bercuh: campur baur, jorok • berduwin: anggur asli • béré: terlantur-lantur • berem: lunak dalamnya • bèrèng: jenis penyakit kulit • bèrès: beres, selesai • bergada: satuan pasukan • bergagah: bersikap gagah, perwira • bergandang: menarik, menggelandang • bergas: sehat, tangkas • beri: burung garuda • bèri: jenis gong • berik: menyeruduk dengan tanduk • berit: jenis tikus • beritan: bagian belakang • berkah: berkat, rahma, anugrah • berkakas: perkakas • berkasakan: hantu, lelembut • berkat: berkah • bèrlin: besi putih seperti perak • berod: meronta, mengeluh • bersat: kacau, berceceran • bersih: bersih, baik; • bersihan: tempat menyimpan barang kecantikan; • bersih désa: upacara selamatan bersih desa • beruh: entah, tidak tahu • beruk: 1 tempurung untuk takaran; 2 sejenis kera • besa: tari-tari • besaja: sederhana, bersahaja • besalèn: bengkel, tukang besi • besan: tari-tarian, jogetan • bésan: besan, orang tua menantu • besaos: sederhana, bersahaja • besar: 1 besar, raya, agung, unggul; 2 nama bulan Jawa ke-12; • besaran: 1 pohon murbei; 2 hari raya idul kurban (bulan Besar) • bèsèk: jenis wadah yang terbuat dari anyaman bambu • besem: bakar • besi: 1 besi; 2 pohon besi • besik: membersihkan rumput, menyiangi • beskap: jenis pakaian • beslit: piagam, surat keputusan • besmi: basmi, bakar, musnah • besta: borgol, ikat • bestru: jenis pohon • bestu: sudah pasti, tentu, nyata • bésuk: 1 besok, nanti; 2 bersih, rapi; • bésuk-bésuk: nanti-nanti, suatu saat; • bésuk manèh: besok lagi • besung: tak bersedia, tak sanggup • besur: keras kepala, tekad • besura: bosan, jenuh • besus: suka dandan, selalu rapi • besusu: mengkuwang • besut: halus, rapi • bet: logo di saku • beta: bawa • betah: tahan, betah • betamal: nyata, bukti • betèk: bekas tapak kaki • bètèng: benteng • bethara-bethari: dewa-dewi • bethat: bersisir • beton: 1 biji buah nangka, biji kluwih; 2 struktur bangunan dengan rangka semen, pasir, besi dan bebatuan • betutu: ingkung ayam • betuwah: pusaka, azimat • bewah: menyumbang, membantu • béya: beaya, ongkos • bibi: bibi, istri paman • bibis: 1 jenis tanaman; 2 jenis hewan anjing • bibisan: jenis tumbuhan • bibisana: bijaksana • bibit: benih, bibit • bicara: wicara, bicara; • bicanten: berbicara, berkata • bidhawa: triwikrama • bidho: jenis burung elang • bidhung: godha, sik • bijaksana: bijaksana, arif • bijig: menanduk, menyeruduk • bijil: buta sebelah mata • biksa: hukum • biksama: paksa • biksma: kopiah • biksu: pertapa • biku: biksu, pendita • bikut: sibuk, repot • bilahi, bilai: celaka, halangan • bilawani: melawan, memusuhi • biler: tidur • bilih: bila, apabila • bilulung: saling mencari pertolongan • bima: 1 nama wayang pandawa; 2 seram, dahsyat; • bima sekti: jenis gugusan bintang; • bimana: congkak, sombong; • bimantra: puja mantra • bimata: bijaksana • bimba: arca, patung, lukisan • bina: bangun, indah • bincil: 1 ramai; 2 anak katak • bindi: gada, alat pemukul; • bindiwala: jenis tombak • bingar: berseri-seri, suka cita • binggel: gelang kaki • bingkas: selesai, rampung • bingung: bingung, pikiran goyah • bini: istri • bintang: bintang • binting: benteng, pagar pelindung • bintit: balut, kain penutup yang diikat • bintu: biru, nila • bintulu: poleng, ceplok • birahi: gejolak asmara • birama: indah, berirama • birat: musnah, hilang • birawa: dahsyat, mengagumkan • biring: jenis tombak • biru: biru, nila • bisa: bisa • bisala: lebar • bisana: susah, gundah • bisatya: amat, sangat • biséka: penobatan, penghormatan, gelar • bisik: nama, gelar, julukan; • bisikan: penanaman, julukan, sebutan • bisit: bisa, dapat, boleh • bisu: bisu, tidak dapat bicara • bisuwa: sesaji • bita: takut, kuatir, cemas • bithi: tonjok, tinju, pukul • biting: tusuk lidi • biwada: hormat, mulia • biwara: laporan, berita, kabar • biya: beaya, ongkos, upah • biyada: abdi perempuan di kerajaan, pelayan perempuan • dibiyak: dibuka • biyang: ibu, induk • biyasa: biasa • biyèn: dahulu, lampau, silam • biyet: lebat sekali buahnya • biyung: ibu, induk • blaba: pemurah, dermawan, suka membantu • blabak: papan kayu • blabar: gelanggang, tempat, medan; • blabar kawat: tempat bertanding, medan laga • blacan: jenis harimau • blaka: terus terang; • blaka suta: terus terang, jujur • blalak-blalak: mata yang lincah • blandar: tiang penyangga atap; • blandaran: pacuan, perlombaan, permainan • blandhong: tukang menebang kayu • blarak: daun kelapa • blarat: pergi cepat-cepat, keluar lari • blathok: beliung • blawu: kelabu kebiruan • bledhèg: halilintar, petir, guruh, guntur • bledug: 1 debu, asap; 2 anak gajah • bleketépé: dinding dari anyaman daun kelapa • bleketupuk: jenis burung • blekok: jenis burung bangau • bléncong: lampu untuk pergelaran wayang • bleret: redup • bléro: tidak nyaring • blibar: manggis muda • bligo: jenis buah labu • bligon: keturunan dari dua jenis yang berbeda • blilu: bebal, bodoh • blimbing: buah belimbing; • blimbing wuluh: buah blimbing yang rasanya kecut • blinger: tersesat, keliru • blondhot: ingkar janji, tidak tertib • blonyo: alas, usap; • lara blonyo: patung tiruan pengantin • blonyoh: labur, ulas • blorok: bulu ayam yang berwarna hitam dan putih • bludru: jenis kain • blumbang: empang, kolam • bobokan: tetabuhan, gamelan • bobol: jebol, bedah • bobot: 1 berat, beban; ciri-ciri bunga anggrek bulan kualitas; • bobot timbang: persamaan mutu, perbandingan kualitas • bobrok: remuk, hancur, berantakan, rusak • bocah: anak-anak • bocor: bocor, pecah • bodhag: bakul yang besar • bodho: bodoh, tolol, dungu; • cara bodhon: secara gampang, dibikin mudah • bodhol: pecah, bedah, bocor • boga: makanan • bogang: tidak utuh, banyak jarak, jarang-jarang • bogol: tipu muslihat, perdaya, rayuan gombal • bogor: pohon siwalan • boja: suguhan, hidangan, makanan, menu; • boja krama: pesta, bersenang-senang dengan makan-minum; • bojana: pesta, bergembira ria dengan makan minum • bojo: suami istri • (m)bok: ibu; • (m)bok ajeng: panggilan untuk perempuan yang berderajat; • (m)bok ayu, bakyu: kakak perempuan; • (m)bok bèn: biarkan saja; • (m)bok bilih: mungkin, barang kali; • (m)bok bok: mungkin saja, boleh jadi; • (m)bok cilik: bibi, adik perempuan ibu; • (m)bok gedhè: uwa, kakak perempuan ibu; • (m)bok mas: panggilan untuk perempuan yang berderajat rendah; • (m)bok menawa: jikalau, kalau, jika, bila, apabila; • (m)bok nom: istri muda; • (m)boktuwa: istri tua • bokong: pantat • bokor: bokor • bol: bul, tempayan, jenis ciri-ciri bunga anggrek bulan • bolong: lubang • bolot: kotoran kulit; • kokot bolot: kotoran pada leher, daki • boma: gagah, dahsyat; • bomantara: angkasa, dirgantara • bombang: tirai, penghalang, sekat • bombong: membesarkan hati; • bombong ati: berbesar hati, semangat • bombrong: seadanya, tidak berhias • bonang: bagian dari gamelan • bondhan: menari, berjoget • bonggan: salah sendiri, tak berpikir panjang • bongsor: subur, gemuk, gendut • boros: suka menghabiskan uang, suka belanja • bot: berat, beban; • bot répot: beban hidup, kesulitan • boten: tidak • botrawi: balumbang, air dalam telaga • boya: tidak, jangan • bra: 1 sinar, cahaya; 2 raja • brabadan: berjualan kebutuhan sehari-hari, pedagang kelontong • brabah: ramai, gegap gempita • brabak: mau menangis, muka merah • brabas: meresap, merembas • brabat: melintas dengan cepat, berjalan lintas • brahala: patung • brahat: hajat, perhelatan, kenduri • brahma: dewa brahma; • brahmacari: calon pendita, brahmana; • brahman: pendita, resi, biksu; • brahmana: pendita, resi, biksu; • brahmani: pendita wanita, resi putri; • brahmarsi: dewa • brahwa: bara api • braja: angin topan, angin ribut; • brajamuka: gajah • brakatha: laron, jenis hewan beterbangan; • brakithi: semut • brama: api, nyala • bramacorah: pencoleng, penjahat • bramantya: marah, semangat, gigih • bramara: lebah, kumbang • brambang: bawang merah • braminta: sedih, gundah • bramita: sedih, gundah • brana: harta, kekayaan • brandhal: perampok, pengacau • branggah: besar, dhasyat • brangsang: gerah, panas • brangta: asmara, cinta • branjangan: jenis burung • branta: asmara, cinta; • branta mara: asmara • branyak: genit, gesit • brasak: kasar, keras • brasat: lari, bebas, lepas • brastha: basmi, berantas • brata: bertapa, semedi, setia; • bratastuti: sembah, penyembahan; • bratawali: jenis tumbuhan yang pahit sekali berguna untuk obat keluarga; • bratayuda: perang keluarga Barata • brati: keturunan itik dan angsa • brawala: berselisih, bertengkar, cekcok • brawuk: mendaku barang milik orang lain • brayan: berumah tangga, suami istri • brayat: keluarga, satu rumah • bregada: regu, satuan pasukan • bregas: sehat, trengginas • brèh: pemurah, suka memberi • brekasakan: jenis makhluk halus • bremana-bremani: pendita, resi, biksu • bremantya: marah, semangat, gigih • bremara: lebah, kumbang • brengga rowa: kaya harta dan saudara • bresih: bersih, tidak ada sampah; • bresihan: tempat menyimpan alat kecantikan; • bresih désa: hajat orang sedesa membersihkan desa dan syukuran • bretya: prajurit, ciri-ciri bunga anggrek bulan • brèwu: kaya raya, banyak harta • bribin: 1 brisik, gaduh; 2 ramai, menggelegak • bricik: dengki, iri • brintik: rambut keriting • bris: bulu kuda • brokoh: kenduri untuk anak • brongsong: 1 bungkus, tutup; 2 penutup mulut sapi agar tidak bisa makan sewaktu dipakai membajak sawah • brongta: sedih, susah • brosot: keluar, lepas • brubuh: pertempuran dahsyat, perang amuk-amukan • brungut: muncul, timbul, tampak lagi • brunjung: atap joglo yang bagian atas • brutu: anus • bruwet: ruwet, berbelit-belit • bubak: muka, mulai; • bubak kawah: peralatan untuk upacara pengantin • bubar: selesai, rampung; • bubar lahan: sia-sia, mubadzir • bubat: rambut kuda • bubuk: serbuk • bubur: bubur, nasi yang lembut • bubut: 1 cabut, tarik; 2 jenis burung • bucal: buang, lempar • bucik: luka di kulit • buda: 1 agama Budha; 2 hari Rabu; • buda cemengan: hari Rabu Wage • budaya: budaya, budi daya, buah akal budi, adat • budhal: berangkat pergi • budheg: tuli, pekak • budhug: 1 jenis penyakit kusta; 2 lempar, buang • budhur: bengkak karena keracunan • budi: akal budi; • budi arda: hasrat, nafsu; • budi ciri-ciri bunga anggrek bulan usaha, upaya, ikhtiar; • budiman: berbudi luhur; • budya: norma, hukum • buhaya: buaya • buja: bahu, tangan; • bujakrama: perjamuan, pesta makan; • bujana: makan-makan, pesta pora • bujaga: ular • bujangga: 1 pujangga, ahli sastra, pengarang ulung; 2 ular • bujanggapuspa: nagasari • bujangkara: gelang • bujel: tumpul, tidak lancip • bujeng: kejar, buru • bujil: kecil terus, tidak dapat tambah besar • bujuk: rayu, tipu muslihat • bujul: bajak, mengolah tanah • bujung: kejar, buru • buka: 1 buka, membuka; 2 makan untuk buka puasa; 3 mengawali gamelan; • bukak: buka, membuka; • bukak klambu: buka kelambu, upacara pada pernikahan; • bukak kunci: uang muka; • bukakundha: mahkota; • bukakundur, bukasari: mahkota; • bukasri: kopiah • bukti: 1 bukti, nyata; 2 makanan • bukung: ekor terpenggal, terpotong • bukur: kerang, siput, bekicot • bul: gerabah, jembangan • bulan: bulan, candra • bulu: jenis pohon; • bulu bekti: upeti, persembahan; • bulu-bulu: jenis jambu • bulus: kura-kura, labi-labi • bumandhala: jagat, bumi, dunia, alam • bumbu: bumbu, rempah-rempah, penyedap • bumbung: potongan bambu seruas, tabung • bumi: tanah, alam, dunia; • bumintara: negara, kerajaan; • bumitala: dasar bumi, alas tanah • bumpet: mampet, buntu, tidak tembus • bun: embun, bintik-bintik air • buncang: lempar, hempas • buncis: jenis sayur, buncis • buncit: bontot, bungsu • bunder: bundar, bulat • bundhet: kusut, luyuh ciri-ciri bunga anggrek bulan bungah: senang, bahagia, gembira, suka cita • bunggan: salah sendiri, tidak perduli • bungis: moncong babi hutan • bungkuk: bungkuk, mencekung • bungkus: bungkus • bunglon: bunglon, hewan yang bisa berubah-rubah warna kulit • buntala: bumi, tanah, jagat • buntar: 1 alas batang tombak; 2 paling ujung • buntas: selesai, tamat • buntat: belakang • buntel: bungkus, sampul • buntu: buntu, tertutup • buntung: 1 tidak beruntung, rugi; 2 terpotong • buntut: ekor; • buntut urang: rambut di tengkuk, leher belakang • bupati: bupati, penguasa daerah • buri: belakang, nanti • buritan: belakang • buru: kejar, tangkap • buruh: buruh, pegawai, kuli; • buruh sawah: buruh penggarap sawah; • buruh tani: buruh penggarap sawah • busana: ciri-ciri bunga anggrek bulan, busana • busu: jun yang tertutup • busuk: 1 bisu, dungu, tuli; 2 orang miskin, jembel, bodoh • busung lapar: sejenis sakit kurang vitamin yang ditimbulkan akibat kelaparan yang berkepanjangan • buta: raksasa • buteng: nafsu, marah • buthek: keruh • butuh: butuh, perlu • buwana: dunia • buwara: mengembara, merantau • buwaya: buaya • buwuh: buwuh, menyumbang • buya: kejar, buru • buyar: cerai-berai, kacau • buyuk: pohon nipah • buyung: tempayan, jambangan • buyut: piut, cicit C • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: ciri-ciri bunga anggrek bulan, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, jenis hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 terima; 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • ciri-ciri bunga anggrek bulan menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara ciri-ciri bunga anggrek bulan calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: menadah, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; • candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra, condra: 1 bulan, rembulan; 2 pelukisan, pujian; • candrakanta, condra kanta: warna-warni, bulan • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala, condra sengkala: 1 tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; 2 sengkalan (sandi rahasia) tahun bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing • cangkir: cangkir • cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: mukti, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • caparu: cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, pagar dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: dekat • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu • caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • caryan: terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat • cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • cato: luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, lecet • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur ciri-ciri bunga anggrek bulan cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, kecil pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air ciri-ciri bunga anggrek bulan cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas • cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung • ciri-ciri bunga anggrek bulan memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, ciri-ciri bunga anggrek bulan • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan ciri-ciri bunga anggrek bulan celathu: omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi hutan • cemani: hitam legam • cemara: 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, curiga • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek umur • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: ciri-ciri bunga anggrek bulan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, pisah; 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah kelapa yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking • centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: sejenis buah nangka • cepeng: tangkap, pegang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, malang • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; • citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman keras • ciyut: sempit, ciri-ciri bunga anggrek bulan, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; • cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: ciri-ciri bunga anggrek bulan sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) yang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • ciri-ciri bunga anggrek bulan pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, jenis bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 catut yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: 1 jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus ciri-ciri bunga anggrek bulan, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu ciri-ciri bunga anggrek bulan • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: tutup, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak mau mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • ciri-ciri bunga anggrek bulan sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: kacau, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, ciri-ciri bunga anggrek bulan hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 terima; 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • calabéka: menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara • calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: menadah, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; • candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra: 1 bulan; 2 pelukisan, pujian; • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala: tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing • cangkir: cangkir • cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: mukti, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • ciri-ciri bunga anggrek bulan cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, pagar dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: dekat • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu • caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • caryan: terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat • cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • cato: luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, ciri-ciri bunga anggrek bulan • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur • cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, kecil pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air • cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas • cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung • cékas: memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, kendali; • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan • celathu: omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi hutan • cemani: hitam legam • cemara: 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, curiga • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek umur • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: kaitan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, pisah; 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah kelapa yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking • centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: sejenis buah nangka • cepeng: tangkap, pegang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, ciri-ciri bunga anggrek bulan • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; • citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman keras • ciyut: sempit, kecil, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; • cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: juru sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) yang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • cowong: pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, jenis bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 catut yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: ciri-ciri bunga anggrek bulan jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus asa, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu rayu • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: tutup, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak mau mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • curing: sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal D • dadali: burung dadali, walet • dadar: goreng; • dadar lèlèr: anugerah, piagam; • ndadari: purnama; • wulandari, wulan ndadari: bulan purnama • dadhi: air susu; • lawana udadhi: lautan susu • dadi: menjadi; • dados: menjadi; • dadra: menjadi-jadi; • dadya: menjadi; • ndadi: menjadi-jadi, berkembang biak • dadu: 1 dadu; 2 warna merah muda • daerah: daerah, wilayah • daga: membandel, memberontak • dagan: batu lompatan, dagan • dagang: jual beli; • dagangan: barang yang diperjualbelikan • dagda: pandai, ahli; • widagda: pandai, banyak pengetahuan • dagel: 1 setengah matang; 2 lucu; • dagelan: lelucon • daging: daging • dah: jahat, buruk; • dahwèn: campur tangan, intervensi; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daha: matang, terbakar • dahana: api; • asmaradahana: api asmara • dahat: sangat, amat; • dahat sinudarsana: sangat terhormat • dahuru: geger, huru-hara • dajal: dajal, iblis; • dajal laknat: iblis, setan • dak-: 1 saya - ku-; 2 jahat; • daktulisi: kutulisi • daktonton: kutonton; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daksa: mahir, ahli • daksina: 1 hadiah; 2 selatan; 3 kanan; • daksinarga: Gunungkidul; • pradaksina: mengelilingi candi dari arah kanan ke kiri • dakwa: tuduh, dakwa • dalah: serta, dan • dalan: jalan, tempat lewat • dalaran: sebab, karena • dalasan: serta, dan • dalèh: duga, kira • dalem: 1 dalam; 2 saya, hamba; • ndalem: 1 rumah; 2 saya, hamba; • dalemipun bapak: rumah bapak; • kagungan ndalem: milik paduka, anda; • panjenengan ndalem, sampeyan ndalem: paduka, anda; • punten ndalem sewu: mohon maaf sebesar-besarnya • dalima: buah delima • dalon: babi hutan • dalu: malam • daluwang: kertas • dama: rendah, hina; • didama-dama: disayang-sayang • damar: dian, pelita, lampu • damba: akal, kecerdikan • damel: buat, kerja; • pedamelan: pekerjaan • damèn: batang atau daun padi • dami: 1 tangkai padi; 2 otot daging buah nangka; • damèn: batang padi • didamu: ditiup; • ndamu: meniup • dana: dana, uang; • danabau: sedekah dengan bekerja; • danaiswara: kaya-raya; • danakrama: tahu sopan santun; • danarta: harta, arta; • danawira: dermawan, suka bersedekah • danar: kuning langsat • danas: buah nanas • danastri: bidadari • danawa: raksasa • dandan: 1 berdandan, berhias; 2 memperbaiki; • dandan omah: memperbaiki rumah • ciri-ciri bunga anggrek bulan alat tempat menanak nasi • dangan: berkenan, mengerti; • danganan: mudah mengerti, mudah paham • dangu: lama; • didangu: dipanggil, disapa, ditegur; • kedangon: terlalu lama; • dangu-dangu: semakin lama • dangur: ketela, ubi kayu • dangus: marah, dzalim • dani: baik, bagus • daning: kata seru tanda heran • danirmala: sangat suci, zuhud • daniswara: pandai, kaya raya • danta: 1 gading; 2 perlahan-lahan • danti: gajah • danu: busur panah; • danuja: raksasa, termasyhur; • danumaya: memancur, menyala; • danurdara: satria, sakti; • danuraja: mahkota; • danurwéda: ilmu kesempurnaan, ajaran kebijaksanaan hidup • dara: burung dara, ciri-ciri bunga anggrek bulan • danten: burung dara (ing.); • dara dasih: seperti apa yang diimpikan; • dara gepak: jenis rumah tradisional • darah: darah, alur keturunan; • darah biru: keturunan bangsawan, ningrat • darak: kira-kira, persangkaan • daraka: kokoh, kuat, sabar • darana: sabar, lapang dada; • sabar darana: sabar sekali • darani: bumi • darapon: supaya, agar • darba: rumput • darbé: punya, milik • daridra: melarat, miskin • darma: pengabdian, perjuangan, pengorbanan; • darmabakti: pengabdian; • darmaja: keturunan orang utama; • darmajeng: selamat, sejahtera; • darmakusala: perbuatan utama; • darmalaksana: berbuat adil, kebajikan; • darmasastra: kitab yang berisi tentang hukum; • darmasunya: ilmu kesempurnaan hidup; • darmasunyata: ilmu kesempurnaan hidup; • darmawanita: pengabdian para wanita; • darmi: pengabdian • darpa: berani, cakap; • darpana: cermin; • darpaya: berani, cakap; • darpita: berani, cakap • darsa: tauladan, contoh; • darsana: contoh, tauladan; • darsari: contoh, tauladan; • darsih: contoh, tauladan • darti: mahkota • daru: pulung, wahyu; • darubeksi: guna-guna, pesona • daruna: keperluan, kepentingan • ndarung: terus-menerus • daruti: murka • darya: tumbuh, kuasa • dasa: sepuluh; • dasamuka: bermuka sepuluh; • dasanama: nama lain, sinonim; • dasasila: sepuluh sila; • dasawarsa: sepuluh tahun; • dasendriya: sepuluh indera, ilmu kadigjayan saripati sepuluh kekuatan • dasi: hamba • dasih: 1 hamba; 2 kekasih • dastha: rusak, hancur • datan: tidak; • datanpa: tanpa • data: nyala, terus-menerus; • datapati: matahari; • datapitana: diam, hening; • datapitara: diam, hening; • datatita: diam, hening; • datatitaya: diam, hening • dati: lebih baik, bagus • datitan: diam, hening • daulat: kuasa, kekuasaan • dauru: geger, huru-hara • dawa: panjang; • dawa tangane: suka mencuri; • dawa ususé: sangat sabar; • kacang dawa: kacang panjang; • dawi: panjang sekali • dawala: putih • dawata: dewata, kedewataan • daweg: sangat paham; • dawegan: degan, kelapa muda • dawi: mentang-mentang • daya: daya, tenaga; • daya-daya: mumpung-mumpung • dayaka: orang yang memberi/ menaruh belas kasihan • dayinta: putri, permaisuri • debog: batang pisang • dedah: hujan terus-menerus • dedaman: barang yang dihemat-hemat • dedamel: pekerjaan, tugas • dédé: bukan, lain • dedeg: tinggi badan; • dedeg pangawé: setinggi badan dan tangan diacungkan; • dedeg piadeg: tinggi badan saat berdiri • dedeng: dodot, kain serikat pinggang • dedel: rapat, padat; • ndedel: melambung, berkembang • deg: tegak, berdiri; • degrès: gila, majenun; • degsura: keji, aniaya • degan: degan, kelapa muda • dekep: dekap, peluk • deksina: 1 selatan; 2 kanan • dekung: bengkok, kelok • ndelah: pasrah; • delahan: besok, akhirnya; • delalah: kebetulan • dèlan: trasi • delancang: 1 kertas; 2 kopiah • delap: suka meminta tak mau memberi • delapon: supaya • delasan: serta, dengan • deleg: jenis ikan air tawar • dèlèh: taruh, letak; • didèlèh: ditaruh • deleng: lihat, pandang; • pandelengan: penglihatan • dèlèp: benam, celup • dèlèr: teler, mabuk • deles: betul, benar • deli: coba saya lihat • delik: 1 sembunyi, bersembunyi 2 mendelik: tercekik, melotot • deling: bambu • demang: lurah • dembaga: tembaga • démblo: tebal berlapis-lapis • demek: sentuh, raba • demèk: sentuh, raba • demen: senang; • demenakaké: memperhatikan dengan serius karena senang; • demenan: selingkuh • demeng: hitam • demung: jenis alat musik gamelan • dèn: 1 di-; 2 raden, gelar bangsawan; • dènta: olehnya; • dènya: olehnya; • dèn ajeng: ciri-ciri bunga anggrek bulan bangsawan putri; • dèn ayu: gelar kebangsawanan putri; • dèn bagus: gelar kebangsawanan putra; • dèn bèi: gelar kebangsawanan putra • denang: mengetahui; • kadenangan: ketahuan • denaya: baik, bagus • denawa: raksasa • déné: oleh; • ndéné: ke sini • dengak: mendongak, menengadah • dengangak: menengadah, mendongak • dengap: ingin, hendak minum-minum • dengarèn: kebetulan sekali, tak terduga • dengkèk: sakit pinggang • dengki: dengki, iri • déning: oleh; • dènira: olehnya • denta: gading, putih seperti gading • depara: mustahil, tak mungkin terjadi • déra: oleh • dérah: daerah, uraian • derana: sabar, lapang dada • derap: berlari, mendua • derapon: supaya, agar, biar • derbala: kaya raya, banyak pengikut • derdah: wabah menular, kerusuhan yang menjalar • derdasih: terus • dereng: dorongan, keinginan kuat • dèrèng: belum • derep: kerja menuai padi • deres: deras, lebat; • deres pathes: deras sekali • dèrès: mengambil getah karet • dering: tepi benda yang tipis lebar • derkuku: jenis burung • derma: derma, sedekah; • dermawan: suka memberi • dersa: keras • dersana: 1 utusan; 2 jenis buah jambu • derta: mahkota • derwolo: keras hati • désa: desa, dusun; • ndésit: kedesa-desaan, anak desa • dési: cantik, rupawan • détya: raksasa • déwa: dewa; • déwaji: raja yang arif bijaksana; • déwana: cahaya, termashur; • déwata: dewa; • déwati: dewi, bidadari; • dèwi: dewi, bidadari; • déwangga: sutra diwangga; • déwangkara: matahari • déwasa: dewasa • déyan: diam, lampu, pelita • dibya: pandai, cerdik; • dibyana: kelebihan • dig: lebih, mumpuni; • digdaya: sakti, mandraguna; • digsura: sombong, kejam; • digwijaya: kebal, sakti • dika: paduka, engkau; • jengandika: kamu, engkau • dikara: pangkat • dilah: lampu, pelita • dimar: lampu, pelita • dimer: kepala batu • dina: hari; • dinakara: matahari; • dinten: hari (ing.) • dipa: gunung, bukit, benteng • dipangga: gajah • dipati: adipati, bupati, raja kecil, vatsal • dipaya: dian • dipta: sinar, cahaya • dir: angkuh, congkak ciri-ciri bunga anggrek bulan dira: kokoh, berani • dirada: gajah; • diradameta: taktik perang seperti gajah mengamuk • diraya: kokoh, berani • dirèn: selisih tentang pembagian pekerjaan • dirga: panjang, selamat, sentausa; • dirgahayu: semoga berumur panjang aman sentausa; • dirgamaya: singgasana; • dirganca: berselisih pendapat; • dirgantara: angkasa; • dirgasana: tempat duduk raja • dité: hari Ahad, Minggu • ditya: raksasa • diwangkara: matahari, surya • diwangsa: akrab • diwasa: dewasa, akil baligh • diwasasri: matahari • diya: saling menuduh dalam pertengkaran • diyat: denda • diyon: pertengkaran soal pekerjaan • diyu: raksasa • dlajah: menjelajahi, merambah • dlamakan: telapak kaki • dlamé, dlaméh: meracau, mengigau • dlancang: kertas • dlanggu: jalan, pematang sawah • dlangkup: perangkap harimau • dlapakan: telapak kaki • dlapé: meracau, mengigau • dlarèh: berlumuran • dlarung: menurut kehendak sendiri; • kedlarung-dlarung: terlunta-lunta • dliring: daun enau muda • ciri-ciri bunga anggrek bulan anak • dluwang: kertas • dobol: ambeien, wazir • dodol: jualan, berdagang • dodosan: pesakitan, narapidana • dodot: kain dodot • doh: jauh, jarak renggang • dohitra: cucu • adol: jual; • didol: dijual; • dodolan: berjualan; • ngadol: menjual • dolan: main, jalan-jalan • dolèk: mencari, berupaya • doloh: letak, taruh • dom: jarum; • dondom: merajut, menjahit dengan jarum tanpa mesin • domba: domba, jenis kambing • domblèh: bibirnya terbuka • don: tujuan, cita-cita • dondom: merajut, menjahit • dondon: biasa mengerjakan • donga: doa; • ndedonga: berdoa • dongèng: dongeng, cerita, kisah; • dongeng bocah: cerita anak-anak • dongong: 1 bunga nipah; 2 ciri-ciri bunga anggrek bulan • donya: dunia, jagat, alam ciri-ciri bunga anggrek bulan dora: bohong, menipu; • doracara: bohong, menipu; • doradasih: seperti apa yang diinginkan, terjadi seperti mimpi; • doraka: durhaka; • dorapala: penjaga pintu; • dorasembada: berdusta karena terpaksa • doran: tangkai cangkul • dosa: dosa; • dosa pati: berdosa karena telah membunuh • dota: penerangan, kilat • dowa: doa; • kirim dowa: mengirimkan doa • dowèr: bibir tebal • doyan: doyan, mau • drabya: punya, empunya, kepunyaan • dragen: kuda perang • drajag: datang dengan tiba-tiba ciri-ciri bunga anggrek bulan drana: sabar, lapang dada • drastha: mahkota, gelar • drasthi: pandangan mata • drata: keras, cepat • drawa: meleleh, luluh, air; • drawana: mengalir, meleleh; • drawaya: meleleh, meluluh • drawas: bahaya, celaka; • ndrawasi: membuat malang, mencelakakan • drawata: musibah, halangan • drawi: minum, makan • drawili: berkata tiada henti • andrawina: makan bersama, pesta makan • drawya: punya, empunya • drebya: punya, empunya • dredah: bertengkar, berkelahi, berselisih ciri-ciri bunga anggrek bulan drèdès: bercucuran, menetes • dredheg: gemetar, was-was, kuatir, takut • drejeg: kelihatan tajam • drema: derma, sekedar; • dremawan: sikap dermawan, murah hati • dremba: doyan makan, suka mangsa • drèngès: bunga sirih • drengki: dengki, iri • drenjet: maksud pergi ciri-ciri bunga anggrek bulan • dresana: 1 tauladan; 2 jenis jambu • drestanta: tauladan contoh • drestha: mahkota • dresthi: alis mata • drigama: pengacau, ranjau; • drigamabasa: bahasa yang menjebak, ambigu, mendua makna; • driganca: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bertengkar • driji: jari • driya: batin, indera; • pancadriya: panca indera • driyah: derma, sedekah, indera • drona: 1 biyung; 2 Begawan Durna, nama wayang • drondus: kata untuk memaki • dronjong: menurun, jalan menurun • dru: jahat, ingkar; • drubiksa: setan; • druhaka: durhaka, jahat, ingkar • drumas: kuningan • druna: 1 jembangan; 2 pendita Durna (wayang) • druni: hemat, kikir • dubang: kata majemuk dari idu abang, ludah berwarna merah karena bercampur kinang • dubug: bengkak kakinya • dubur: anus • duding: telunjuk; • nduding, nuding: menunjuk • dudu: bukan, tidak • duduh: 1 kuah; 2 petunjuk; • duduh jangan: kuah sayur; • nduduhi: memberi tahu; • pituduh: petunjuk, pedoman • duduk: laju, pulang pergi; • duduken: ciri-ciri bunga anggrek bulan di leher • dudur: jelujur, rangka bangunan rumah • dudut: tarik • duga: duga, kira; • duga rumeksa: perkiraan; • duga-duga: hati-hati, waspada; • duga prayoga: sopan santun, tata krama; • duga wetara: duga kira, perkiraan • dugang: depak, tendang; • dugang miruwang: mula-mula membantu kemudian menjadi musuh • dugi: sampai, tiba • duh: aduh, ungkapan kesedihan; • duhita: susah, duka; • duhka: duka, sedih; • duhkahita: duka, susah; • duhkata, duhkita: kesusahan, kesedihan; • duhkitawara: kata-kata atau syair tentang duka cita • duk: saat, ketika, sewaktu • duka: 1 marah; 2 entahlah; • duka sampéyan: entah; • duka dalem: entah • duksina: 1 selatan; 2 kanan • dukut: 1 nama wuku; 2 jenis rumput • dulang: suap, memberi makan • duli: lutut, duli • dulu: lihat, pandang • dulur: saudara, famili • dum: bagi, beri • dumadi: kejadian, yang terjadi; • dumadakan: kejadian yang mendadak • dumahan: berkemas, bersedia • dumaya: asap, awan, mega • dumèh: mentang-mentang • dumilah: bercahaya; • harga dumilah: bukit yang bercahaya • dumuh, dumoh: buta • dumung: 1 jenis perangkat gamelan; 2 jenis ular • dumuwé: sok punya, bergaya mewah • duna dungkap: kekeliruan, meragukan • dundum: membagi-bagikan • dunga: doa, memuji, bermunajat • dungik: abdi pendita • dungkap: tiba, waktunya • dunung: tempat, tinggal, letak; • dumunung: terletak; • ora dunung: tidak paham posisi • dupa: dupa, kemenyan • dupara: mustahil, tak kan terjadi • dur: buruk, jahat; • durantara: mustahil, tak akan terjadi; • duratmaka: maling, penjahat; • durbaga: celaka, hina; • durbala: lemah, ketakutan; • durbiksa: setan, iblis; • durjana: perampok, penjahat; • durlaba: sial, rugi; • durlaksana: berbuat jahat; • durlaksmi: celaka, jelek; • durmata: buruk tabiatnya; • durniti: salah, musuh; • dursila: tingkah laku melanggar tata susila; • duryasa: mendapat malu • durdah: berselisih • durèn: buah durian • durga: Sang Durga; • durgama: bahaya, halangan • durma: jenis tembang macapat • durta: licik, jahat • durung: belum • dusa: dosa, kutukan • dusana: kejahatan, hina • duskarta: perbuatan jahat • dustama: pekerjaan buruk • dustha: bohong, jahat, buruk • duta: duta, utusan; • duta ciri-ciri bunga anggrek bulan memata-matai; • duta mangkara: kilat, petir; • duta panglawung: alamat/firasat akan adanya musibah • duwa: topang, antisipasi; • diduwa: ditopang • duwaja: 1 cela, cacat; 2 bendera • duwana: pecah, tercerai • duwara: pintu gerbang, gapura • duwé: punya, hak milik • duwung: keris • dwa: dwi, dua; • dwadasa: dua puluh • dwaja: 1 guru; 2 bendera • dwani: suara • dwara: pintu gapura, gerbang; • dwarala: pintu gapura, gerbang; • dwarapala, dwarapati: (patung) penjaga pintu • dwaya: dua • dwésa: benci, bermusuhan • dwi: dua; • dwidasa: dua puluh; • dwi lingga: kata ulang; • dwi lingga salin swara: kata ulang berubah bunyi, misalnya wolak-walik; • dwi purwa: kata ulang sebagian awal, misalnya gegelang; • dwi wasana: kata ulang sebagian akhir • dwija: guru, pengajar; • dwijawara: maha guru • dwipa: pulau; • jawa dwipa: Pulau Jawa; • swarna dwipa: Pulau Sumatra • dwipangga: gajah; • dwirada: gajah; • dwiradameta: taktik perang seperti gajah mengamuk • dyah: 1 ciri-ciri bunga anggrek bulan kebangsawanan bagi wanita; 2 cantik, ayu; 3 gadis Dh • dhadha: dada; • dhadha mentok: dada binatang yang disembelih • dhadhali: jenis burung dadali • dhadhap: jenis pohon; • dhadhap srep: jenis pohon dadap yang berkhasiat menurunkan panas (tanaman obat) • dhadhar: terbit (bulan); • dhadharan: nama makanan • dhadhu: dadu, jenis judi • dhadhung: tali, ikat, tampar • dhagu: dagu • dhaham: mendehem • dhahina: siang • dhahar: makan • dhahas: kersang, gersang • dhahat: sangat, amat • dhahga: dahaga, haus • dhahina: siang hari • dhakah: serakah, loba, tamak • dhaken: daku, diakui • dhakon: nama permainan anak • dhaku: diaku, diakui • dhakwa: mendakwa, menuduh, menuding • dhalang: dalang, pencerita wayang • dhalung: periuk besar • dham: bendungan, dam • dhama: rendah, hina • dhamarga: jalan besar • dhambul: permainan anak • dhami: damai • dhamis: rapat, rapi • dhampa: nama penyakit kulit • dhampak: dampak, resiko, akibat • dhampar: tempat, papan, kursi • dhamping: tepi jurang • dhampit: kembar laki-perempuan • dhamplak: besar lagi panjang • dhana: dana, uang; • dhana-dhini: anak bersaudara pria wanita • dhandha: bayaran mengganti hukuman • dhandhaka: syair, puisi • dhandhan: berdandan, berhias • dhandhang: burung gagak; • dhandhang gendhis, dhandhang gula: jenis tembang macapat • dhandher: ketela, ubi kayu • dhandhing: langsing, ramping • dhangak: menengadah, menghadap ke atas • dhangan: berkenan, sadar, maklum • dhanghyang: junjungan, pepunden • dhangir: mencangkul, menggemburkan tanah • dhangka: asal, tempat, wilayah, letak • dhangkak: lehernya pendek lagi sempit • dhangkal: dangkal, tidak dalam • dhangkèl: akar umbi • dhangsul: kedelai • dhani: baik, bagus • dhanu: telaga, danau • dhanyang: makhluk halus penguasa desa atau tempat tertentu • dhaon: daun • dhaos: dacin, timbangan • pendhapa: rumah serambi muka • dhapet: rapat • dhaplang: merentangkan tangan • dhaplok: tua renta • dhapuk: berperan, menjadi, bertindak • dhapur: rupa, wajah, keadaan • dhara: 1 sedang; 2 dara, gadis • dharah: darah keturunan • ciri-ciri bunga anggrek bulan sabar, suka memaafkan • dharani: bumi, tanah • dharat: darat, tanah • dhari: perempuan, wanita • dharik-dharik: berderet-deret, berbaris rapi • dharma: bagus, utama, kebaikan; • dharmabakti: pengabdian, darma bakti; • dharmamigena: kemampuan, keahlian; • sudharma: ayah, orang tua • dhateng: tiba, datang; • dhatengan: tamu, orang yang berkunjung • dhatu, dhatuk: raja, yang dipertuan, junjungan; • dhatulaya: kerajaan, kraton, istana • dhaulu: dahulu, lampau • dhaun: daun • dhaup: menikah, kawin, berumah tangga • dhaut: berangkat, tentara • dhawah: jatuh, perintah, nasehat; • dhawahan: bendungan, empang • dhawak: sendirian, tak berteman • dhawet: jenis minuman bercendol • dhawoh: jatuh, perintah • dhawuh: sabda, kata, perintah; • dhawuhan: perintah, anugerah • dhawuk: hitam bercampur putih; • jaran dhawuk: kuda yang bulunya campur hitam putih • dhaya: bedaya, tari • dhayang: pepunden, junjungan, yang dipertuan; • dhayang buruh: dayang-dayang, pelayan • dhayita: perempuan, istri • dhayoh: tamu, pendatang • dhayuh: tamu, pendatang • dhayung: dayung, kayuh perahu • dhècol: tidak rata, tidak seimbang, berat sebelah • dhedhak: katul, sisa padi digiling • dhedhali: burung dadali, burung layang-layang • dhedheg: martil, pukul, palu • dhedhek: dedak, katul, sisa beras digiling • dhedhep: sepi, senyap, tenang • dhedhepa: rentangan tangan • dhedher: tanam, ditumbuhkan • dhedhes: mencari dengan cermat • dhèdhès: dedes, kesturi • dhedhet: gelap gulita, muram; • dhedhet erawati: gemuruh topan • dheg: gemetar, trataban, terkejut; • dheg-dhegan: gemetar, kuatir, was-was, sumelang • dhèhèm: bersuara hanya dengan menggerakkan tenggorokan • dhèk: ketika, suatu saat, sewaktu; • dhèkwur: singkatan dari cendhek dan dhuwur, tinggi rendah, tidak rata • dhekah: pedukuhan, dusun, desa • dhekeh: letak, tempat, tinggal • dhekeman: kedelai • dhekok: cekung, menjorok ke dalam • dhekong: lekuk, berlubang • dhékor: hiasan, dekor • dhekos: tinggal di rumah kos-kosan • dheku: merunduk, menunduk • dhelé: kedelai • dhelik: bersembunyi • dhélik: singkatan dari gedhe dan cilik, besar kecil • dhelog: kukali, belanga; • dhelog-dhelog: duduk diam termenung • dheluk: merunduk, menunduk • dhemen: suka, senang, hobi; • dhemennyar: suka barang baru • dhemit: hantu, lelembut, makhluk halus • dhempil: cuwil • dhemping: tepi jurang • dhendha: denda, hukuman • dheng: saat yang tepat, waktu yang pas • dhéngah: segala, semua, sekalian; • sadhéngah: sembarang • dhengkul: lutut • dhènok: panggilan buat anak perempuan • dhèrèk: ikut, numpang, menyertai • dhestha: dusta, bohong, ingkar • dhestar: baju destar • dhesthi: dusta, bohong, ingkar • dhéwé: sendiri; • dhèwèk: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèkan: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèké: dia, mereka; • dhèwèkné, dhèwèknèn: dia, mereka • dhidhal: lecet, terkelupas • dhik: adik; • dhik-é, dhikné: adiknya • dhikara: penghinaan, kemarahan • dhinakara: matahari • dhiné: dinasnya, mestinya, adiknya • ciri-ciri bunga anggrek bulan dahulu • dhipan: tempat tidur dari kayu • dhiri: diri, badan, tubuh • dhis: batas waktu • dhisik: dulu, dahulu, lewat, lampau • ciri-ciri bunga anggrek bulan mayat, jisim • dhodhok: duduk • dhodhos: 1 tukang dodos, mengambili buah kelapa sawit; 2 menerobos, menjojoh • dhokar: dokar, andong, pedati • dholog: kayu jati • dhomas: domas, putri-putri pengiring pengantin • dhudhah: bedah, bongkar, ungkit • dhudhak: banyak sekali • dhudhuh: menyiangi rumput • dhudhuk: duduk; • dhudhuk lumpur: uang pengganti kerja rodi; • dhudhuk wuluh: jenis tembang macapat • dhuk: ketika, pada suatu ketika • dhumateng: kepada, terhadap • dhupak: depak, terjang, sepak • dhuskarta: celaka, kena musibah • dhustha: dusta, menipu, mengakali • dhusun: dusun, dukuh, bagian desa • dhuwak: sobek, robek • dhuwok: mangkok • dhuwung: keris, pusaka • dhuwur: tinggi; • dhuwuran: bagian yang tinggi E • ebun: embun • eduk: ijuk • edum: membagi • edus: mandi, memandikan • egah: enggan, malas • elak: haus, dahaga • elar: bulu, sayap; • ngelar: memperluas • elo: pohon ara • eloh: subur, gembur • elok: indah, bagus • emar: capek, payah • emas: emas, logam mulia • emat: tamat, cermat • embag: lunak, becek • embah: nenek, kakek; • embah buyut: buyut, piut; • embah kakung: kakek; • embah putri: nenek • embak: kakak perempuan • emban: 1 emban, gendong; 2 pelayan wanita di istana • embèn: nanti, lusa, besok; • embèn buri: hari besoknya besok • embok: ibu, mama • embun: embun • emoh: menolak, tidak mau • emong: asuh, bimbing • emor: campur, bergaul • emot: memuat, mengisi • empal: daging • empan: 1 mempan; 2 kesempatan, waktu, peluang • empet: tahan, mengendalikan • empon-empon: tanaman obat sejenis lengkuas, kunir, dll.

• emprak: jenis kesenian tradisional • emprit: jenis burung; • emprit gantil: burung kedasih • empu: empu, tukang membuat keris • empuk: empuk, lunak; • empuk rembugé: enak bicaranya • empun: selesai, jangan • emput: nama makanan • empyak: penyangga genting • emud: kulum • emum: makmum, pengikut • emung: hanya, cuma • emur: 1 umur; 2 sutra bersulam emas • emut: mengulum • enam: anyam, menata • encik: injak, tumpang, tindih • endah: indah, cantik • endang: segera • endhak: rendah; • endhak-endhak cacing: obat cacing • endheg: berhenti; • ngendheg: menghentikan ciri-ciri bunga anggrek bulan endhog: telur • endhut: lumpur, tanah liat • enèm: muda, taruna • enem: enam • eneng: hening, sunyi • engga: 1 silakan; 2 hingga, sampai; • mangga: silakan • enggèr: anak laki-laki • enggih: iya, tanda setuju; • enggih beton: menjawab ya tapi tak dikerjakan • enggo: memakai, ciri-ciri bunga anggrek bulan, menggunakan • enggon: tempat, letak • engon: menggembala, mengasuh • engrem: mengeram • ening: hening, sunyi, senyap, sepi • enjet: kapur yang sudah lunak • enom: muda, taruna • entas: entas, angkat, baru saja • entèk: habis, tuntas, tamat; • entèk atiné: habis kesabaran, khawatir; • entèk enting: habis sama sekali • entes: 1 menetas; 2 padat berisi • enthok: melulu, belaka, semata-mata; • enthok-enthing: besar kepala kecil badan • enti: tunggu, nantikan • entul: bergoyang, berayun • entun: titip sementara • entup: sengat • entut: kentut • enu: air • enut: menurut, mengikuti • enya: silahkan, ambillah • enyang: 1 berangkat; 2 tawar, tarik • epuh: bingung; • nyepuh: melapisi emas • eri: duri • erik: gatal di tenggorokan; • ngerik: mengerik (jangkerik) • erti: arti, makna • eru: sakit hati, panah • eruh: tahu, melihat, mengerti • esa: tunggal, satu • esat: kering, tidak ada air • esot: kutukan • esuh: simpan, asuh, dirawat • esuk: dorong • ésuk: pagi, besok • esung: mempersembahkan, memberi • eter: antar, mengiringi, menyertai • etir: tir, sejenis minyak untuk mengecat • etoh: 1 petaruh, taruhan; 2 tahi lalat • etut: ciri-ciri bunga anggrek bulan, menurut; • etut buri: mengikuti dari belakang; • etut wuri handayani: di belakang mendorong • ewu: seribu; • sewu: seribu; • rong ewu: dua ribu; • nyuwun sewu: minta maaf • ewuh: 1 repot; 2 punya hajat; • ngewuhi: merepotkan; • pakewuh: tidak enak perasaan G • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • gagang: pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, pegangan; • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; • gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); • gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti • galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: ciri-ciri bunga anggrek bulan, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; • gambiraloka: taman untuk bergembira ria ciri-ciri bunga anggrek bulan gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis tembang macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: 1 gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik suami istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis pohon; • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung ciri-ciri bunga anggrek bulan gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tasbih • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: berganti; • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; • gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; • anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda • gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: tulang kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah digaru, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; ciri-ciri bunga anggrek bulan garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; • garwa ampéyan: selir; • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: 1 serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • gathuk: cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • gawar: tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: cantik, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • gedhang ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: jenis tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: daun telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: dipercaya, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur • gelut: berkelahi, bergulat • gemah: subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: ciri-ciri bunga anggrek bulan, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • getih mateng: darah matang; • getih putih: darah putih; • getih umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang • gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda ciri-ciri bunga anggrek bulan gini: harta, dinar; • gana-gini: harta milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan perbukitan • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: ciri-ciri bunga anggrek bulan tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • gita: syair, ciri-ciri bunga anggrek bulan • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: lari tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; 2 tempat menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: ciri-ciri bunga anggrek bulan gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: menganggur • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan sema; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • granggang: tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: gergaji • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: derajat, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: kerai, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing (lama-lama berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang • gudhas: ciri-ciri bunga anggrek bulan sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak sekali • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, kelompok • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama ciri-ciri bunga anggrek bulan • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula kelapa; • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; • gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul • gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; • gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • ciri-ciri bunga anggrek bulan nama tumbuh-tumbuhan yang di sawah • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • gunting: gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk ciri-ciri bunga anggrek bulan bermata tiga • gupa: penjaga, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, ciri-ciri bunga anggrek bulan • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang sejenis semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, syair; • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali • gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: guru, pengajar; • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; • guru ciri-ciri bunga anggrek bulan suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • guwaya: air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus • guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • gagang: pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, pegangan; • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; • gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); • gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti • galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: sampai, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; • gambiraloka: taman untuk bergembira ria • gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis ciri-ciri bunga anggrek bulan macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: 1 gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik suami istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis pohon; • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung • gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tasbih • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: berganti; • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; ciri-ciri bunga anggrek bulan gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; ciri-ciri bunga anggrek bulan anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda ciri-ciri bunga anggrek bulan gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: tulang kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah ciri-ciri bunga anggrek bulan, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; • garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; • garwa ampéyan: selir; • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: 1 serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • ciri-ciri bunga anggrek bulan cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • gawar: tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: cantik, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • gedhang ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: jenis tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: daun telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: dipercaya, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur • gelut: berkelahi, bergulat • ciri-ciri bunga anggrek bulan subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: gembira, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • getih mateng: darah matang; • getih putih: darah putih; • getih umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang • gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda • gini: harta, dinar; • gana-gini: harta milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan perbukitan • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: jenis tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • ciri-ciri bunga anggrek bulan syair, puisi • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: lari tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; ciri-ciri bunga anggrek bulan tempat menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: 1 gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: menganggur • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan semua; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • ciri-ciri bunga anggrek bulan tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: gergaji • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: derajat, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: kerai, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing ciri-ciri bunga anggrek bulan berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang ciri-ciri bunga anggrek bulan gudhas: enak sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak ciri-ciri bunga anggrek bulan • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, kelompok • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama tembang; • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula ciri-ciri bunga anggrek bulan • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; • gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul ciri-ciri bunga anggrek bulan gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; • gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • gundha: nama tumbuh-tumbuhan yang di ciri-ciri bunga anggrek bulan • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • gunting: gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk cincin bermata tiga • gupa: penjaga, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, rompes • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang sejenis semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, ciri-ciri bunga anggrek bulan • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali • gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: ciri-ciri bunga anggrek bulan, pengajar; • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; • guru lagu: suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • ciri-ciri bunga anggrek bulan air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus • guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu H • hala: bajak, mata bajak • halang: nama senjata • halep: indah, cantik • haliman: gajah • haliwawar: taufan, angin ribut • hana: ada • hanacaraka: baris awal susunan huruf Jawa • hara: bening, kehendak • hara-huru: huru-hara, keributan, geger • haraka: 1 kalung; 2 buah pinang • harana: mengambil, membawa • harda: nafsu, keinginan; • hardana: harta kekayaan • hari: 1 hari; 2 matahari; 3 Kresna/Dewa Wisnu; • harimurti: terangnya matahari, Dewa Wisnu • ciri-ciri bunga anggrek bulan harimau • harina: kijang • harini: syair, puisi • harja: makmur, subur; • harjana: bidadara, dewa; • harjanti: bidadari; • harjasa: asri, bagus, indah; • harjaya: selamat, sejahtera • harjuna: 1 putih, cemerlang; 2 Arjuna, anak ketiga keluarga Pandawa • harsa: hendak, ingin; • harsana: hendak, ingin, mau, senang, bahagia; • harsaya: senang, gembira; • harsuka: senang, suka cita • harta: harta-benda, kekayaan; • hartaka: harta kekayaan; • hartakara: harta kekayaan; • hartana: harta kekayaan; • hartanta: harta kekayaan; • hartara: air; • hartati: indah, cantik, lebih; • hartawan: berharta, kaya-raya; • hartika: grahita, pikiran • haru-hara: geger, kekacauan • hasil: hasil • hasta: tangan; • hastapada: tangan dan kaki • hasti: gajah • hawa: hawa, udara; • hawa nepsu: hawa nafsu • héma: emas • hening: hening, sepi, sunyi • hèr: air; • herdaya: hati, perasaan; • hèrtambang: sungai; • hèrtati: air hujan • herti: tegas, jelas • hèru: mustika • hima: salju, awan, mendung; • himawan: gagah seperti gunung • hina: hina, rendah; • hinabudi: hina, rendah budi • hira: intan • hirsa: susah, sedih • hirya: intan • hita: guna, faedah, kebajikan • hulun: saya • huraga: raga, badan, tubuh • hya: air, banyak • hyang: hyang, dewa, batara, junjungan; • hyang anala: sang api; • hyang arka: sang surya, matahari; • hyang aruna: sang surya, matahari; • hyang brahma: Brahma; • hyang hari: batara Guru, dewa Wisnu; • hyang indra: sang Indra; • hyang iswara: sang Guru; • hyang kelepasan: muksa, menuju kesempurnaan hidup; • hyang raditya: sang surya, matahari; • hyang rawi: sang surya, matahari; • hyang sri: dewi sri, dewi padi, dewi kesuburan; • hyang wulan: ciri-ciri bunga anggrek bulan rembulan I • iba: iba, alangkah, betapa • ibakara: belalai • ibat: sangat mengherankan • iben: air liur, ludah • iber: terbang • ibu: ibu, mama • ibut: hiruk pikuk • ica: senang, enak, tenang, pengharapan • ical: hilang • icana: putih mata • icip: incip, coba • icir: belat bambu • icul: lepas, terlepas • idah: masa idah, masa menunggu • idak: injak; • ngidak: menginjak • idep: bulu mata • idhum: rindang, sejuk • idu: ludah, liur • iguh: pendapat, saran • iji: satu • ijo: hijau; • ijoan: hijauan, pakan ternak, sayur hijau; • ijon-ijon: kehijau-hijauan; • ijo royo-royo: hijau sekali • ijol: tukar, ganti; • ijol anggon: tukar tempat • ika: 1 itu; 2 eka, tunggal, satu • ikan: ikan air • ikana: entahlah • ikang: yang • iket: iket, tutup kepala • iki: ini; • iking: ini; • iku: itu • ikut: ikut, menurut • ila-ila: sumpah, serapah, nasehat yang harus dituruti • ilab: penggal • ila-ilu: ikut-ikutan • ilam: tulang leher, terusan tulang punggung • ilang: hilang • ilat: lidah; • ilat baya: bunga lidah buaya • ilé: panjang lanjut • iler: liur • ili: aliran; • ilèn: aliran • ilir: kipas • ilo: lihat, tatap, pandang • ilok: baik, bagus • ilu: ikut; • ilon: mudah ikut, ikut-ikutan • ilung: hilang • ilur: liur, lendir • ima: awan, mendung • imah-imah: berumah tangga • imantaka: awan, mendung, mega; • imantara: mega tipis • imar: 1 himar, keledai; 2 sayang, kasihan • imat: sakit gigi • imba: alis, kening, nama tumbuhan obat • imbal: bergantian, giliran; • imbalan: imbalan, upah, harga keringat • imbang: imbang, sebanding • imbet: 1 tambahan; 2 peram • imboh: imbuh, tambah • imbon: 1 tambahan; 2 peram • imbuh: imbuh, tambah • iming: iming, rangsang • impang: menang • impeng: pipa besar untuk air • imper: mirip, sesuai, cocok • impi: mimpi • impun: himpun, kumpul • impur: pengkar • imuk: amuk • imul: tak tahu malu, suka meminta • imur: dihibur • ina: hina; • ina budi: hina budi, rendah akhlak • inak: enak, nikmat • incat: berlepas diri, cuci tangan • inceng: incar, intip • incer: incar, lihat • incih: diintai diam-diam • incup: pegang, tangkap • indel: menjerang, menaruh panci di perapian untuk memasak • indeng: seluruh, semua • indha: menghindar; • indha-indha: mengelak, mengindar • indhak: menuduh • indhang: menengok, menjenguk, membesuk • indhen: poros, gandar, as • indhung: induk semang • inding: pembalut wanita • indra: dewa indra; • indracapa: mendung; • indrajala: pencuri, panah; • indralaya, indraloka: kahyangan Indralaya, istana dewa Indra; • indrapada: kahyangan Indrapada • indriya: indera (alat penciuman, perasaan, pendengaran, perabaan, penglihatan) • ciri-ciri bunga anggrek bulan induk semang • nginep: menginap, bermalam; • minep: menutup (pintu, dll.) • ing: di • ingan: batas • ingas: nama pohon • inger: menggeser, merubah arah, membelokkan • inget: ingat, pikr • ingga: hingga, sampai • inggah: nak • inggal: baru, segera • inggat: minggat, pergi tanpa pamit • inggih: ciri-ciri bunga anggrek bulan, setuju • inggil: tinggi, luhur; • krama inggil: jenis bahasa sangat halus; • siti hinggil: tanah yang ditinggikan untuk pagelaran kraton • inggita: perangai, tingkah laku • ingiring: diiringi • ingkang: yang • Ingkang Sinuhun: yang dimintai, yang diharapkan, gelar raja • ingkar: ingkar, menolak • ingked: bergesak, ingkar, berubah, mencabut kata • ingkel: injak • ingkem: tutup • ingkeng: yang • ingkud: dipersempit, diperkecil • ingkul: berjalan cepat dengan menunduk • ingkung: ayam yang dimasak secara utuh • ingon: yang diberi makan, binatang piaraan • ingong: saya, aku • ingsed: bergeser • ingsep: hisap • ingser: dipindah ke empat lain • ingslep: ditarik ke dalam • ingsun: saya, aku • ingu: pelihara, piara • inguk: jenguk, tengok, lihat • ingwang: saya, aku • injek: injak • injen: intip, melihat secara sembunyi-sembunyi • injet: gamping yang diairi • intar: pintar, tinggi ilmu pengetahuannya • inten: intan, permata • inter: inter, pintar • inting: diancam, ditantang • intip: 1 intip, mengintip; 2 nasi yang ditanak dan melekat di panci • intir: diatur nyalanya • inum: minum • inyak: 1 injak-injak; 2 hina, rendah, remeh • ipah: upah, gaji, ongkos • ipat-ipat: disumpahi, dicacimaki, dikata-katai • ipé: ipar, saudaranya istri/suami • ira: kira-kira, duga, ramal • irah-irahan: perkiraan, perhitungan, ramalan • irama: irama, nada • irang: wirang, mendapat malu • irawan: mendung, mega • ireng: hitam • iri: iri • irib: mirip, serupa • irid: 1 irit, hemat; 2 mengajak, membawa rombongan • irih: pelan • irik: lirik, melihat dengan ekor maa • irim-irim: 1 tumbuh-tumbuhan; 2 gending • iring: bagian sebelah; • iringan: 1 iringan, pengikut; 2 dari samping; • miring: miring; • ngiring: mengiring • iris: iris • irit: hemat; • irit-iritan: rombongan; • ngirit: hemat • irsaya: iri dengki • irung: hidung • irup: hirup • irus: ciduk sayur • isa: bisa • ciri-ciri bunga anggrek bulan cuci, membersihkan • isan: sekalian, sekaligus; • wis isan: sudah selesai memasak • isel: banyak dagingnya • iseng-iseng: iseng, hal yang aneh-aneh, hal yang tidak penting • isep: hisap • isi: isi, muatan • isih: masih • isin: malu • isis: semilir, sejuk, segar • isor: di bawah • isti: cipta • istilah: istilah • istri: istri • istu: jadi, sungguh • isu: panah • isuh: membasuh, mencuci • iswara: 1 ratu; 2 suara • item: hitam sekali • itung: hitung • iwa: ketika • iwak: ikan; • iwak bandeng: ikan bandeng; • iwak empal: daging binatang ternak; • iwak loh: ikan laut; • iwak pitik: daging ayam; • iwak sapi: daging sapi • iwèn: binatang piaraan sebangsa sapi, kerbau, kambing • iwi: cibir • iwir: barang kecil dan tipis yang bergerak-gerak • iya: iya, setuju • iyan: tambir persegi J • jabang: anak, bayi; • jabang bayi: bayi yang baru lahir • jabat: menjabat; • jabatan: jabatan, kedudukan; • jabat asta: jabat tangan • jabel: 1 cabut, tarik; 2 membatalkan • jadah: juadah, jenis makanan dari beras ketan • jadhel: diminta kembali • jadhem: jadam • jadhi: kuali besar • jaé: jahe • jaga: berjaga; • jagabaya: pamong desa urusan keamanan; • jagabengi: jaga malam; • jagakarya: prajurit, tentara; • jagakersa: pegawai; • jagamalem: jaga malam; • jagapraja: menjaga istana; • jagapura: menjaga pura, tempat suci; • jagaripu: nama ikan; • jagaruna: cadangan; • jagasatru: menjaga musuh; • jagasura: nama kesatuan prajurit kraton; • jagawèsthi: polisi • jagal: jagal, tukang potong hewan • jagana: buritan • jagang: jagang, pengokoh • jagat: dunia, alam semesta; • jagat cilik: jagat kecil, tubuh manusia; • jagat gedhe: jagat besar, alam semesta; • jagat karana: asal muasal dunia; • jagatnata: penata dunia; • jagat pramudita: kebahagiaan; • jagat pratingkah: pengatur dunia; • jagat raya: jagat raya; • jagat saksana: penjaga, pemimpin dunia • jagi: menjaga • jagir: anak kerbau jantan • jago: 1 ayam jantan; 2 calon • jagra: bangun • jagrag: kuda-kuda • jagul: tongkat penyangga • jagung: jagung • jagur: demuk • jahat: jahat • jaja: dada • jajag: menjajagi, mencoba, menduga • jajah: menjajah • jajal: mencoba • jajan: jajan, kue • jajang: bambu • jajap: dapat • jajar: jajar, sejajar • jaka: jejaka, bujang; • jaka kumala kala: bujang kecil; • jaka bèlèk: nama rasi bintang; • jaka bléro: nama burung; • jaka bolot: nama padi; • jaka ciri-ciri bunga anggrek bulan bujang tua; • jaka lara: istri/suami pertama; • jaka sawur: nama rumput; • jaka tuwa: nama rasi bintang; • jaka wuru: nama burung • jaksa: jaksa, penuntut hukum • jala: 1 jala; 2 air; • jalada: air, mendung; • jaladara: mendung, awan; • jaladhi: laut; • jaladri: laut; • jalanidhi: laut, samudra; • jalantara: talang air; • jalatarangga: gelombang • jalaga: jelaga, tempat • jalak: jenis burung; • jalak ngoré: bentuk dapur keris • jalan: jalan • jalang: 1 untaian padi; 2 pelacur • jalar: rambat; • jalaran: sebab, karena • jalasa: duduk • jaler: pria, laki-laki • jali: nama tumbuh-tumbuhan sebangsa jagung • jalidra: orang hina • jaling: tulang di belakang pelipis • jalirih: tumbuhan poyang • jalma: manusia, orang; • jalma manungsa: manusia, orang; • jalmi: manusia • jalu: 1 laki-laki; 2 susuh • jaludha: gading • jaluk: minta • jam: jam • jamah: jamah, sentuh, senggol • jamajuja: jaman dahulu • jamak: lumrah • jamala: pukul, memukul • jaman: zaman; • jaman akir: ciri-ciri bunga anggrek bulan akhir; • jaman langgeng: zaman keabadian; • jaman pati: zaman kematian; • jaman ramé: zaman keramaian • jamang: jamang, perhiasan kepala • jamas: keramas; • jamasan tosan aji: memandikan pusaka • jamba: melempar, membuang • jambak: menjambak, menarik (rambut) • dijambal: dipanggil langsung namanya • jamban: jamban, tempat pembuangan • jambang: jambang; • jambangan: jambangan, wadah air • jambé: pohon pinang • jam: jam • jamblang: nama buah, nama batikan • jambon: warna merah jambu • jambor: campur; • jamboran: kata majemuk • jambu: jambu; • jambet: jambu; • jambon: warna merah jambu; • jambunada: emas • jambuka: anjing hutan, serigala • jambul: jambul, rambut di depan • jambunada: emas • jampeng: tuli, pekak • jampi: jamu, obat • jamprong: kelihatan gagah • jamu: jamu, obat • jamuga: akhirnya, kejadiannya • jamur: jamur, cendawan • jamus: aji, jimat • jan: memang, nyata • jana: manusia; • janaloka: tempat manusia, dunia; • janapada: 1 alam dunia; 2 budak, abdi; • janapriya: dicintai oleh manusia • jandhu: sebangsa capung • jangan: sayur; • jangan bening: sayur bening • janges: hitam mengkilat • janget: tali dari kulit • jangga: leher • janggan: murid, siswa • janggar: terlalu tua • janggel: tulang jagung; • janggélan: nama rumput • jangget: lekat, melekat • janggir: anak kerbau jantan • janggitan: nama hantu • janggleng: biji jati atau tanaman jati yang masih kecil • janggut: dagu • jangji: janji • jangka: 1 jangka, ramal; 2 alat untuk membuat lingkaran • jangkah: jangkah, langkah • jangkang: nama buah • jangkar: jangkar, sauh ciri-ciri bunga anggrek bulan jangkep: lengkap, sempurna • jangkrik: jangkrik • jangkung: badan kurus dan tinggi • janglar: retak, lekah; • janglaran: sebab, karena • jangleng: biji atau bibit pohon jati • janglot: nama tumbuh-tumbuhan • janguk: duduk menganggur • jangur: mengatur rangka rumah • janji: janji • janma: manusia, orang • jantaka: celaka, sengsara • jantar: retak, merekah • janten: jagung muda • jantèn: atap perahu • janti: nama pohon • janton: ramuan, rempah-rempah • jantra: tujuan, kemauan, kehendak • jantrung: termenung-menung • jantu: obat, ramuan • jantung: jantung • jantur: menceritakan, melukiskan • janu: tuba • janur: janur, daun kelapa yang masih kuning; • janur gunung: aren, pohon aren • japa: mantra magis; • j apa mantra: mantra magis; • japa yoga: puja samadi • japana: nama daun • japi: mantera • japit: jepit, apit • jara: tua • jarah: jarah, direbut dengan paksa • jarak: nama tumbuhan • jaran: kuda; • jaran dawuk: nama rasi bintang; • jaran goyang: mantra pengasihan; • jaran képang: kuda-kudaan dari kepang untuk pertunjukan/ permainan; • jaran panolèh: mantra untuk mendapat kekayaan • jarang: air yang sudah dimasak • jarapah: jerapah, nama binatang • jaratan: kuburan, makam • jar: kata; • jaréné: katanya • jarem: bengkak • jari: 1 jari-jari; 2 jaring kecil • jariji: jari-jari • jarik: kain sarung untuk wanita • jaring: jaring • jarit: kain sarung untuk wanita; • jarit amba: kain jarik yang lebar; • jarit ciyut: kain jarik yang sempit; • jarit kadèn: kain yang sempit panjang, selendang • jaroh: sudah akrab • jarong: nama pohon • jarot: kuat, kekar, kokoh • jaruh: sudah akrab, diketahui orang • jarum: jarum • jarupih: tangkai daun pisang • jarwa: terjemah; • jarwa dosok: terjemahan dengan model akronim; • jarwa suta: terjemahan dengan model akronim; • jarwi: terjemahan, mengerti • jasa: jasa • jasem: nama pohon • jata: api menyala; • jatarupa: emas • jatah: jatah • jateng: singkatan Jawa Tengah • jatha: rambut, • parijatha: jenis tembang sinom; • jathadhara: rambut gimbal • jathara: perut • jathil: kuda lumping, seni jathilan • jati: 1 pohon jati; 2 sejati, nyata, sungguh; • jati ngarang: pohon jati yang tumbuh padat; • jatos: 1 pohon jati; 2 sejati; • jatosipun: sesungguhnya, senyatanya • jatmika: jatmika, penuh sopan santun • jatoh: jatuh • jatu: ramuan, rempah-rempah; • jatukrama, jatukrami: jodoh • jatuh: jatuh • jauh: jauh • njauk: meminta • jaul: menagih hutang • jawa: pulau Jawa, budaya Jawa, orang Jawa; • ora Jawa: tidak tahu sopan santun; • ilang jawané: tidak punya sopan santun; • durung jawa: belum tahu adat sopan santun dan jiwa kejawaan; • kejawèn: aliran kepercayaan kejawaan; • jawadwipa: pulau Jawa; • jawa Kulon: Jawa Barat; • jawa Tengah: Jawa Tengah; • jawa Wetan: Jawa Timur; • jawi: Jawa • jawab: jawab • jawah: hujan • jawan: nama rumput • jawar: nama pohon • jawara: juara • jawat: jabat; • jawat asta: berjabat tangan • jawata: dewa • jaweh: hujan • jawès: rambut di bawah bibir • jawil: sentuh, senggol • jaya: menang; • jaya kawijayan: kemenangan; • jaya merta: bisa, mampu; • jaya mrata: 1 wudhu; 2 tanpa tanding; • jayandaru: 1 wahyu kemenangan; 2 nama pohon beringin di alun-alun keraton; • jayantaka: nama dewa; • jayantara: nama dewa; • jayanti: nama pohon; • jaya wijayanti: kemenangan • jayèng, jaya ing: menang di dalam .; • jayèngan: 1 tempat jamuan, tempat mengobrol bagi tamu; 2 abdi pengantar minuman; • jayèng astra: nama kesatuan prajurit kraton; • jayèng katong: minyak yang menyebabkan dapat melihat makhluk halus yang biasa dipakai raja-raja; • jayèng sekar: nama kesatuan prajurit kraton • jé: ungkapan penekan, demikian, begitu, katanya • jebad: jenis minyak • jebag: jebak, jebakan untuk burung, tikus dll • jèbèh: ujung ikat kepala • jebèng: buyung, angger, panggilan untuk anak • jebod: rusak • jebol: jebol, rusak • jebug: biji buah pinang • jebul: ciri-ciri bunga anggrek bulan muncul; 2 ternyata, tak tahunya ciri-ciri bunga anggrek bulan jedeng: mati, mampus • jedhog: mekar, mengembang • jedhol: cabut, tarik • jédhor: bedug • jedhot: meletus • jedhur: suara kendang besar • jèdi: kawah • jeg, ajeg: biasa; • sajege: selamanya • jegal: menjegal, mengganjal • jégang: duduk dengan satu kaki tidak menumpu • jejer: tampil • jèjèr: jajar, duduk/berdiri berdampingan; • jèjèr wayang: berjajar-jajar seperti wayang • jeksa: jaksa, penuntut hukum • jekut, anyep jekut: dingin sekali • jelag: makan, menipu • jelak: segera, dengan cepat • jelma: menjelma, reinkarnasi, menitis • jélung: bermain petak umpet; • jélung èdèr: bermain petak umpet; • jélung umpet: petak umpet • jembak: sayur yang tumbuh di tempat becek • jembangan: jambangan, tempayan • jembar: luas; • jembaran: belanga ceper; • jembar dhadhané: sangat sabar; • jembar kawruhé: banyak ilmu; • jembar kuburé: diampuni dosa-dosanya; • jembar polatané: pintar; • jembar segarané: mdah memberi maaf • jembatan: jembatan • jempana: tandu, kereta • jemparing: panah • jempina: 1 bayi prematur; 2 nama tumbuhan • jempiring: cangkul tanpa tangkai • jenak: betah, tahan, tenang, jinak • jenang: jenang, bubur • jenar: kuning; • mahesa jenar: lembu kuning; • siti jenar: 1 tanah kuning; 2 nama seorang wali di Jawa • jengkar: berdiri dan segera berjalan • jengku: dengkul • jené: kuning • jeneng: nama, identitas; • jeneng cilik: nama kecil; • jeneng tuwa: nama tua; • panjenengan: anda, tuan • jeng, ajeng: sebutan untuk putri, ayu; • diajeng: adik • jengandika: paduka, anda, kamu • jenggama: hidup, kehidupan • jenggan: murid, abdi, siswa • jénggot: jenggot, rambut di dagu; • jénggot wesi: nama tumbuhan • jengku: lutut • ciri-ciri bunga anggrek bulan menyesal • jentung: merenung, diam sambil berpikir • jenu: tuba • jepat: mencungkit • jepit: jepit, apit • jernih: jernih, bening, jelas • jero: dalam, mendalam; • jeroan: bagian dalam; • jeron beteng: bagian dalam beteng • jeruk: jeruk • jerum: menderum (sapi, kerbau, dll) • jetmika: jatmika, penuh sopan santun • jewawut: jewawut, sekoi • ji: 1 satu; 2 raja; • jitus: singkatan dari siji satus, satu banding seratus; • jiwang: singkatan dari siji sewang, masing-masing orang mendapat satu • jidhor: beduk, kendang besar • jiha: jiwa, nyawa • jilat: menjilat • jilma: jelma • jimbun: tua renta • jinantra: jentera, kincir air • jinem: tidur; • jinem amrik, jinem patani, jinem rum, jinem sekar, jinem wangi: tempat tidur • jinis: jenis • jinten: jintan, daun bumbu • jiwa: jiwa, nyawa; • jiwagra: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwana: hidup, kehidupan; • jiwandana: jenis tembang gedhe; • jiwangga: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwaretna: jenis tembang gedhe; • jiwatma: jiwa, atma, ruh hidup • jlamprong: anak istimewa, hebat • jlanthir: bagus, pemuda • jodhang: judang, kotak wadah makanan yang dipikul • jodho: jodoh • jodhog: burung pemikat • jodhong: bakul besar, lodong • joglo: jenis rumah tradisional • jomplang: berat sebelah, tidak imbang • jompo: tua renta, jompo • jompong: daun jati • jondhang: judang, wadah makanan yang dipikul • jonggol: tanggungan • jonggrang: besar tinggi • jongos: jongos, tukang masak • jra: tersiar di mana-mana • jrabang: merah, warna jangkrik • jragan: juragan • jragem: merah kehitaman • jrih: takut, kuatir • jriji: jari-jari • jrum: fitnah; • jruman: memfitnah • jrumat: jerumat, dijahit • jubag: jompo, tua renta • jubar: gagal, urung, tidak jadi • jubrisa: abdi perempuan • jubriya: congkak, angkuh • jugag: besar, agung • jujul: kembalian, kelebihan • jujur: jujur, transparan, terus terang • jukung: perahu kecil, sampan • juluk: sebutan, nama • julung: buntu, serba terancam; • julung caplok: anak yang lahir di waktu matahari terbenam; • julung kembang: anak yang lahir di waktu matahari terbit; • julung pujut: nama wuku ke–15; • julung sarap: anak yang lahir waktu matahari akan tenggelam; • julung sungsang: anak yang lahir waktu matahari tegak (jam 12 siang); • julung wangi: nama wuku yang ke-9 • jum: pilihan, istimewa; • jumanten: zamrut; • jumara: zamrut • jumantara: langit, dirgantara • jumbuh: cocok, sesuai • jumbul: melompat karena kaget • jumed: menjalankan • jumeneng: berdiri, naik tahta • jumlah: jumlah • jumpalik: berbalikan, jatuh tersungkur • jumput: ambil • jumrah: biasa, lumrah • jumuk: ambil • jun: jun, jembangan, wadah air • jung: ukuran luas sawah (4 bau) • junggel: terbalik • junggla: terlompat karena terkejut • jungjung: junjung • junjang: berat sebelah • junjunan: nama ikan • junjung: junjung, angkat • juntrung: arah, tujuan • jupuk: ambil • juragan: juragan, bos • jurit: jurit, prajurit, bala tentara • juru: juru, tukang; • juru basa: juru bahasa, penerjemah; • juru demung: jenis tembang macapat; • juru kebun: pekebun; • juru kunci: juru kunci, penjaga kuburan; • juru sungging: tukang lukis; • juru tulis: juru tulis • jurug: ditimbun • juruh: cuka gula Jawa • jurung: dukung • jurus: jurus, kiat, taktik; • jurusan: 1 arah; 2 bidang keilmuan • juwadah: juadah, jenis panganan • juwal: jual • juwara: juara, pemenang • juwarèh: bosan, jemu • juwata: dewa • juwawah: lebar mulutnya dan tebal bibirnya • juwawut: sekoi, jenis tanaman pangan • juwèh: suka membenci, gampang mencela • juwita: 1 cantik, anggun; 2 kehidupan K • kabar: berita, warta; • kabar angin: kabar bohong; • kabar kabur: kabar bohong; • kabar sriwing: kabar bohong • kabur: 1 melarikan diri; 2 tidak jelas • kabèh: semua • kabur: kabur • ciri-ciri bunga anggrek bulan kaca; • kaca benggala: tauladan; • kaca paesan: kaca berhias • kacang: kacang; • kacang brol: kacang tanah; • kacang srenthul: kacang tanah; • kacang tholo: kacang tanah; • kacang dawa: kacang panjang; • kacang ijo: kacang hijau • kacapi: kecapi • kacapuri: pagar tembok • kaceb: lekat, rekat • kacèk: selisih • kacélung: bunga dadap • kacer: jenis burung • kacir-kacir: berceceran; • ngacir: 1 pergi begitu saja; 2 membuat sarang (burung) • kacu: sapu tangan • kacubung: kecubung • kacung: anak buah • kadaluwarsa: terlambat, kelamaan • kadang: saudara; • kadang sentana: sanak saudara; • kadang wandawa: sanak saudara • ciri-ciri bunga anggrek bulan kesepuluh • kadga: keris • kadgada: cekatan • kadhal: kadal; • kadhal mènèk: sanggul bagi laki-laki • kadhang: kadang, suatu saat; • kadang kala: kadang-kadang; • kadhingkala: kadang kala • kadhaton: istana • kadhawa: nama burung • kadhemen: terlanjur senang; • kadhemenan: kesenangan, kesukaan • kadheng pareng: barangkali • kadhengé: kadang-kadang • kadhèt: pelajar, tentara • kadhil: taring babi hutan • kadhini: istri, perempuan • kadho: pemberian • kadhokan: di tempat • kadhung: terlanjur • kadi: seperti • ciri-ciri bunga anggrek bulan seperti apa, bagaimana • kados: seperti; • kadospundi: seperti apa, bagaimana • kadreda: kasihan; • kadredyan: cinta, kasih • kadreng: sangat berkeinginan • kadug: sampai, dapat mencapai • kaduhung, kaduwung: menyesal • kaduk: terlalu, terlampau; • kaduk wani kurang duga: asal berani kurang pertimbangan • kadung: jenis belalang • kadut: kabut, karung goni • kadya, kadyangga: seperti • kaé: itu • kaèt: rapat sekali, mesra • kaga: burung • kagadhah: dimiliki • kagak, ora: tidak • kagem: untuk, buat • kagèt: kaget, terkejut • kagok: kagok, canggung • kagol: kecewa, sakit hati • kagum: kagum, heran • kagyat: kaget, terkejut • kah: itu • kahanan: keadaan • kahar: dokar • kaharep: kehendak, kemauan; • kaharepan, kakarepan: kehendak • kaharsa, kaharsayan: kebahagiaan, kesenangan • kahwa: air kopi • kahyangan: kahyangan, tempat dewa • kahyun: kehendak, cita-cita • kahyuna: kehendak, kemauan • kailangan: kehilangan • kaiswaran: istana, kraton • kajanapriya: kepribadian • kajang: kajang; • kajangsirah: bantal • kajantaka: miskin • kajar: mendapat ajaran • kajaroan: rumah kepala desa • kajawan: kejawen • kajayan: kemenangan • kajegé: ciri-ciri bunga anggrek bulan ingatan saya • kajèn: terhormat; • kajèn kèringan: sangat terhormat • kajeng: kehendak • kajineman: penjaga, polisi • kaju, kajo: heran, tercengang • kaka: kakak, kakang • kakak: kakak; • kakak tuwa: burung kakak tua • kakang: kakak, saudara tua • kakap: ikan kakap • kakawin: karya sastra Jawa Kuno berupa tembang-tambang berbahasa Kawi • kakèhan: terlalu banyak • kakèk: kakek; • kakèk moyang: kakek moyang • kaki: kakek • kaktus: bunga kaktus • kaku: kaku • kakung: pria • kakus: kakus, WC • kala: 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); • kala bénjing: besuk pagi; • kala jengking: kalajengking; • kalabendu: jaman yang buruk; • kalabusana: seperangkat pakaian ciri-ciri bunga anggrek bulan • kalacakra: jenis jimat; • kaladésa: perangkat desa; • kaladuta: alamat buruk; • kalakatha: ketam, kepiting; • kalamangga: laba-laba; • kala mangsa: kadang-kadang; • kalamenjé: sejenis kala; • kalamenjing: jakun; • kalamenta: nama rumput; • kalamudheng: nama perhitungan pencuri; • kalanjana: nama rumput; • kalan-kalan: kadang-kadang; • kalandara: matahari; • kalantara: sejenis buah petai; • kalasangka: terompet sangkakala; • kalawasana: akhir zaman; • kalawija: abdi di istana; • kalayuga, kaliyuga: zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan • kalaban: tenggelam, tergenangi • kalagyan: baru saja, sedang asyik • kalah: kalah • kalaha: perang, pertengkaran • kalai: gangguan • kalaipan: belenggu, miskin • kalairan: kelahiran • kalak: nama bunga • kalaka: air • kalakon: terlaksana, tercapai • kalakuan: kelakuan • kalambi: baju, pakaian • kalamun: kalau, jika, bila • kalana: raksasa, kelana • kalang: dikepung, dikelilingi; • kalang-kabut: kalang-kabut • kalangwan: klangenan, kegemaran • kalap: ciri-ciri bunga anggrek bulan diambil manfaatnya • kalapi: merak • kalas: tumbuhan yang getahnya menghasilkan warna merah untuk bahan cat • kalasa: tikar • kalengka: 1 cacat, noda; 2 ciri • kali: 1 kali, ciri-ciri bunga anggrek bulan 2 perkalian; 3 zaman; • kaliander, kaliandra: pohon kaliandra; • Kali Opak: Sungai Opak; • kaliyuga: zaman kesengsaraan • kalih: 1 dua; 2 dengan; • kalihan: bersama dengan, dan • kalika: 1 ketika; 2 kulit kayu • kalilan: diperkenankan • kalimah: kalimat, perkataan • kalindhih: tergeser, kalah • kaling: terhalang, tertutup • kalingan: tertutupi, terhalangi • kalingga murda: dijunjung tinggi; • kalingga warsa: sudah lama sekali • kalir: segala, barang apa saja • kalis: terhindar • kaliyan: dengan, dan • kalo: niru, sejenis tampah • kaloka: termasyur, terkenal • kalong: 1 susut, berkurang; 2 binatang pemangsa buah-buahan • kalpa: 1 cincin; 2 cita-cita; • kalpasastra: tuntunan cita-cita; • kalpataru: pohon kalpataru • kalpika: cincin • kalung: kalung; • kalung usus: bayi yang waktu lahir berkalung usus serta pantas berpenampilan apa saja • kama: sperma, cinta; • kamajaya: dewa ketampanan; • kamalagi: asam, buah asam; • kamandhalu: tempat air; • kamarasa: kenikmatan cinta; • kamaratih: dewa ketampanan dan dewi kecantikan; • kamawedha: ajaran tentang percintaan • kamalan: mendapat hadiah kebajikan • kamangkara: mustahil • kamar: kamar • kamas: kakak • kamayan: kelebihan, kesaktian • kamayangan, begja kamayangan: untung besar, mendapat kebahagiaan besar • kambah: terjamah, tersentuh • kambala: kain dari bulu domba • kambang: terapung; • kambangan: jambangan • kambeng: nama tarian • kambengan: ilalang, lalang • kambi: dengan • kambil: kelapa • kami: kami; • kamibocahen: kekanak-kanakan; • kamigilan: sangat jijik; • kamijara: serai; • kamijijèn: jijik sekali; • kamikakon: kejang, kaku; • kamikekelen: tertawa terpingkal-pingkal; • kamilurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamipurun: sangat mau; • kamirahan: kemurahan; • kamirurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamisandhanen: sakit pada payudara; • kamisasaten: terbeliak matanya; • kamisepuh: kepala desa; • kamisesegan: tersedan-sedan (menangis); • kamitégan: tega, sampai hati; • kamitenggengen: melihat tertegun; • kamitigan: masak belum waktunya; • kamitontonen: tertegun, heran melihat; • kamituwa: kepala dusun; • kamiwelasen: kasih sayang, perhatian • kamini: istri, perempuan • kampi: juara, yang terbaik, kampiun • kampita: guncang, gempa bumi • kampung: 1 desa; 2 bentuk rumah adat Jawa • kanaka: emas, kuku • kanal: terusan • kanan: kanan; • kanan kéring: ciri-ciri bunga anggrek bulan kiri • kanana: hutan • kanang: yang • kanas: nenas • kanca: teman, kawan; • kanca wingking: teman belakang • kancana: emas, kencana • kancil: kancil, pelanduk • kandarpa: kasih sayang, cinta • kandel: tebal; • kandelan: alat penangkal, penguat • kandhang: kandang; • kandhangan: persediaan, cadangan • kandhara: leher • kandhas: gagal, kandas • kandhat: terhenti, istirahat • kandheh: cerita, bagian • kandhi: kantung dari kain • kandhih: tergeser, tergusur • kandhil: pelita, lampu • kandhut: dikandung, dimuat • kanem: keenam • kang: kakak, saudara tua • kangen: kangen, rindu • kangga: badan, tubuh • kanggé: untuk, buat • kanggeg: tertahan, terhalang • kanggep: dianggap, dihormati • kanggo: untuk, buat • kangjeng: paduka, tuan • kangkam: pedang • kangsèn: berjanji, bersepakat • kangsi: 1 rumah lebah, 2 hingga, sampai • kangsrah: berjejak di tanah • kaniaya: teraniaya • kanigara: mahkota; • kuluk kanigara, kaniganten: mahkota kanigara, pakaian untuk raja, pengantin • kanin: luka • kaninditan: kelebihan • kaning, kani: ada di, terkena • kaningaya: disia-siakan, dinistakan • kanistha: dinistakan • kanjar: sejenis ciri-ciri bunga anggrek bulan tajam • kanjat: lumayan • kanjeng: paduka, tuan • kanji: 1 takut, kuatir, 2 tepung kanji • kantaka: sedih, susah • ciri-ciri bunga anggrek bulan jatuh kesakitan • kantèk: sabar menunggu, sampai • kanten: tunggu, nanti • kantha: leher; • surya kantha: kaca pembesar, lup • kanthi: dengan • kanthil: 1 jenis bunga; 2 terikut • kanthing: nama perahu kecil • kanthong: kantong • kanti: dengan • kantu: terlambat • kantuk: mengantuk • kantun: ketinggalan • kanya: gadis, perawan; • kanyaka: istri, emas • kaot: melebihi yang lain • kapa: pelana, dikapani, diberi pelana • kapah: mengupas kopi • kapak: kapak, kampak, beliung • kapal: 1 kapal, 2 kuda • kapala: kepala, pemimpin • kapang: kangen, rindu • kapara: memang • kapas: kapas • kapat: keempat • kapénak: sudah enak • kapep: lembab • kaper: kupu-kupu kecil • kapi: kera; • kapiadreng: sangat ingin; • kapiandel: pusaka; • kapiandhem: melarikan diri; • kapiasem: tertawa sendirian; • kapidereng: 1 rusa; 2 ingin sekali; • kapidhara: jatuh, pingsan; • kapidulur: berkumpul dengan; • kapieneng: diam saja; • kapilaré: seperti kanak-kanak; • kapilayu, kapiluyu: sangat ingin ikut; • kapiluyu: sangat ingin ikut • kapila: merah muda • kapindra: raja kera • kaping: ke- yang ke- • kapiswara: raja kera • kapit: terapit, terjepit • kapodhang: kepodang, jenis burung • kapok: jera; • kapok kawus: sudah jera sekali; • kapok lombok: jera sesaat • kaprabon: jabatan kepresidenan • kaprah: lazim; • salah kaprah: salah tapi lazim • kaprasida: kelestarian • kapri: sejenis kacang • kapti: cita-cita, gagasan • kaptin: kapten • kapujanggan: kepujanggaan • kapuk: kapuk • kapul: tali dari kulit pohon • kapulaga: nama buah ciri-ciri bunga anggrek bulan obat, buah kapulaga • kapur: kapur; • kapur barus: kapur wangi • kapuranta: merah muda • kapurih: disuruh, dihimbau • kapurit: nama ikan • kaput: kotor • kaputran: keputran, istana buat anak laki-laki raja; • kaputrèn: keputrian, istana buat anak-anak perempuan dan permaisuri raja • kara: kara, jenis tanaman sayuran; • kara welang: jenis tombak; • karawistha: hiasan, perhiasan • karaba: anak gajah • karaca: nisan • karad: diambil oleh • karag: sisa nasi kering • karah: ciri-ciri bunga anggrek bulan besi untuk pegangan pedang, parang, dll.

• karam: 1 haram, tidak halal; 2 tenggelam; • karam jadah: haram sama sekali • karan: disebut, dinamakan • karana: sebab, karena • karandhan: rumah atau tempat janda • karandhang: sejenis bengkoang • karang: 1 tempat; 2 batu karang; 3 karya, karangan; • karangan: hasil karya; • karang abang: tempat yang terbakar; • karangen: terlalu jarang; • karang kitri, karang kirna: tanaman buah-buahan; • karang kopèk: desa yang tak punya sawah; • karang kopèn: desa yang tak punya sawah; • karang melok: macam untaian bunga; • karang ulu: bantal • karas: dicium • karat: 1 karat (emas); 2 tahi besi • karatala: tapak tangan • karaton: istana, kraton • karawitan: bersenandung, bermain gamelan • karcis: karcis, tiket • kardi: kerja, karya • kardin: bumbu, korden • karé: karai, nama masakan • karebèn: supaya, biar, agar • karejekèn: mendapat rejeki • karèk: ciri-ciri bunga anggrek bulan, sisa • karem: suka, hobi • karep: kemauan, kehendak • karéta: kereta • karga: karung dari kulit • kari: tertinggal, ketinggalan • karipan: kurang tidur • karir: karir, dunia kerja • karkat: harkat, martabat • karma: perbuatan, kerja yang dilakukan; • hukum karma: hukum balasan timbal balik atas perbuatan seseorang di dunia • karna: 1 telinga, 2 nama wayang, adipati Awangga; 3 karena; • karni: telinga • karo: 1 dengan, bersama; 2 kedua; • karo tengah: satu setengah • karoban: kebanjiran, tergenangi, tenggelam ciri-ciri bunga anggrek bulan karoh: kenalan, sahabat, karib • karsa: karsa, kehendak; • karsana: bahagia • karta, karti: selamat, aman; • karti praja: pekerjaan negara; • kartiyasa: termashur • kartaga: teguh • kartala: timbul • kartika: bintang • kartu: kartu • karu: diarun, dikaran • karug: digemburkan • karuhun: dahulu • karuksan: kerusakan • karun: harta, harta temuan • karuna: menangis, sedih • karung: karang, kantong • karunya: iba, belas kasihan • karus: celaka • karut: hanyut • karya: karya, hasil; • karya désa: peraturan desa; • karya negara: peraturan negara • kas: kas, simpanan • kasa: musim yang pertama • kasar: kasar • kasat: terlihat; • kasat mata: terlihat langsung oleh mata • kaseja: disengaja, dituju • kasèp: terlambat • kasèr: kasip, terlambat • kasi: hamba • kasih: 1 kasih sayang; 2 kliwon • kasok: dituangkan • kasol: tumbang • kaspa: ubi kayu • kasrah: diserahkan, berjejak di- • kastawa: sembah puji, hormat puji • kastéla: ketela, ubi kayu • kastubamani: permata • kastura: belas kasih; • kasturi: kasturi, minyak wangi • kasub: masyur, terkenal • kasur: kasur, alat tidur; • kasur babut: kasur empuk • kasusra: terkenal, kondang • kasut: 1 kaos kaki; 2 diacak • kaswari: burung kasuari • kaswasih: belas kasih, kasih sayang • kasyasih: belas kasih, kasih sayang • katak: jenis umbi bergantung • katalika: tiba-tiba, diuntai • katampi: diterima • katana: panah, anak panah • katbuta: marah sekali • katé: katai, cebol • katéla: 1 ketela, 2 ternyata • katelah: disebut, dinamakan • katenta: terdesak oleh • katépang: nama tumbuhan perdu; • katepang ngrangsang gunung: si pungguk merindukan bulan, terlalu berpengharapan tanpa melihat kenyataan • katès: pepaya • katga: keris • katgada: cekatan, dengan cepat • katgada: keris • kathah: banyak • kathak: lendir pada mulut ikan • kathok: celana; • kathok cekak: celana pendek; • kathok dawa: celana panjang • kathuka: asin • kathung: diangkat untuk diberikan • kati: kati, ukuran berat (1 kati = 0,617 kg) • katiba: 1 terjatuh; 2 nama pohon • katiban: kejatuhan • katiga: 1 ketiga; 2 kemarau • katimbang: daripada • katimumul: nama penyakit kuku • katimun: mentimun • katir: kayu ringan yang dipasang di kanan kiri perahu agar tidak oleng • katirah: nama pohon yang daunnya merah • katisan, katisen: kedinginan • katon: kelihatan • katong: raja • katos: terlalu keras • katrap: diterapkan, frambusia • katrem: tinggal, betah • katresnan: kesayangan, cinta • katri: ketiga, yang ketiga • katu: nama sayuran • katub: katup • katuhon: dipercaya • katuju: tertuju • katumangga: kepala • katur: diberikan, untuk, kepada • katuranggan: tanda-tanda, ciri-ciri • katuridan: jatuh cinta, asmara • katut: terikut, terambil • katya: kati, berat, obot • kau: kaku, janggal, canggung • kauban: sejuk karena terlindungi • kaula: kawula, aku, -ku • kaurmatan: kehormatan • kautaman: keutamaan • kawaca: terbaca • kawadaka: diketahui rahasianya • kawagang: kuat, mampu • kawah: kawah, danau di puncak gunung • kawahya: dilahirkan, diucapkan • kawak: lama, kuno • kawalat: kualat, dosa • kawan: kawan, teman • kawanda: batang tubuh, fisik, jasmani (tanpa tangan dan kaki) • kawarna: tersebut, diceritakan • kawasa: kuasa, kuat, mampu • kawasan: kawasan, daerah • kawasita: terajarkan, diajari • kawastara: kentara, kelihatan • kawatgata: kecelakaan • kawawa: terbawa, kuat, kuasa • kawedaka: ketahuan rahasianya • kawong: dikenal • kawot: dimuat • kawrat: terbebani • kawruh: pengetahuan • kawul: rambut jagung • kawula: hamba, saya; • kawulawarga: keluarga; • kawula wisudha: diwisuda • kawung: kawung, jenis kain jarik • kawur: bubar, cerai berai • kawuri: lampu, silau • kawus: jera • kawya: penyair, pijangga, ahli sastra • kaya: 1 seperti, 2 penghasilan • kayang: berdiri dengan kaki di atas • kayangan: tempat para dewa • kayoman: diayomi, dilindungi • kayon: 1 gunungan, 2 kekayuan • kayong: kaya • kayu: kayu • kayuh: kayuh • kayul: sejenis cangkul • kayun: kehendak, keinginan • kayungyun: kasmaran, jatuh cinta • kayut: dirajut, diikat • keba: 1 tutup; 2 selamatan tujuh bulanan (orang hamil) • kebak: penuh • kebek: penuh sekali • kebelet: kebelet, ingin cepat keluar • keben: nama buah dan batang • kebo: kerbau; • kumpul kebo: hidup bersama laki-perempuan tapi tidak nikah, samen leven; • kebo bukur: hewan sejenis penyu; • kebo giro: jenis gendhing; • kebo jerum: kerbau menderum; • kebo lawung: kerbau yang tidak dipekerjakan; • kebo menggah: nama bentuk kalung; • kebo pelèn: orang yang suka cekcok • kecut: kecut, asam • kedah: harus • kedal: tutur kata, ucapan kata • kedaluwarsa: terlambat, kelamaan • kedangsul: kedelai • kedaut: tertarik, tercabut • kedawan: terlalu panjang • kededer: menggigil • kedeh: harus • kèdek: terinjak, terpijak • keder: 1 bergetar, gemetar; 2 merasa takut • kèder: juling • kedhali: burung layang-layang • kedhana-kedhini: dua saudara pria-wanita • kedhasih: sebangsa orang pipit • kedhaton: kraton, istana • kédhé: kidal • kedheh: harus • kedhelé: kedelai • kedhèp: berkedip • kedher: bergemetar • kedhi: perempuan yang tak bisa haids • kedhung: bagian sungai yang dalam • kedhut: tebal lagi kuat, kedap • kejaba: kecuali • kejani: kera, lutung • kejot: kaget, terkejut • keju: pegal-pegal, lelah • kèju: keju, mentega • kejut: terkejut, kaget • kelat: tali penarik; • dikelati: dikuliti; • kelat bahu: gelang bahu; • kelatan: berenggang; • kelat bahu: gelang tangan di bahu • kelir: 1 kelir, layar, tirai; 2 warna • keliru: keliru, salah • kemalo: laka • kemampo: hampir matang • kemangga: laba-laba • kemangi: kemangi, tanaman lalapan • kemanungsan: kemanusiaan • kemara: gema, intan • kemarang: raga, lebah • kemat: tenung, santhet • kemba: 1 tawar, hambar, malas; 2 kecewa • kembang: kembang, bunga; • kembang api: kembang api; • kembang borèh: bunga untuk sajian; • kembang desa: gadis tercantik di desa; • kembang durèn: kuning; • kembang gula: permen; • kembang lambé: bahan pembicaraan; • kembang paès: bunga yang pertama; • kembang setaman: bunga rampai; • kembang telon: bunga tiga warna; • kembang waru: sumbu dian • kembar: kembar • kembel: terperosok • kemben: kemben, penutup dada • kembeng: kembang, tergenang air • kemilon: ciri-ciri bunga anggrek bulan, kaca hias • kemiri: kemiri • kemit: jaga malam, pengawal; • kemit bumi: abdi yang tugasnya bersih-bersih; • kemitan: berjaga malam, azimat • kémpol: betis • kempul: kempul, bagian dari gong • kemuda: jenis tembang, gending; • kemudhi: kemudi, setir • kemukus: berasap; • lintang kemukus: jenis rasi bintang di langit • kena: kena, terkena • kenaka: kuku • kenari: buah kenari, burung kenari • kencana: emas • kenclung: alat musik • kendhaga: peti panjang • kendhali: kendali, peluru, granat • kendhang: kendang, gamelan • kendharat: tali untuk menambatkan lembu • kendhat: gantung diri • kendheng: tali busur; • gunung kendheng: bukit barisan • kendhi: kendil, wadah air minum • kendhil: kendil, tempayan kecil • kendhuri: kenduri • kéné: sini ciri-ciri bunga anggrek bulan kenikir: kenikir • keningar: kayu manis • kenini: pil kina • kenong: kenong, gamelan • kèntar: terpingin, hanyut • kentara: kentara, kelihatan • kenthang: kentang, jenis umbi • kenthel: kental • kenthing: tempayan kecil • kentrung: jenis kesenian rakyat Jawa Timur • kenya: perawan, gadis • kepala: kepala • kepati: ada anggota yang meninggal; • kepatibrata: bertapa, bersemedi; • kepati-pati: sungguh-sungguh • kèpèk: 1 nama pohon; 2 berbuah tapi belum berisi (kedelai) • keponakan: keponakan • kepriyé: bagaimana • kepu: bentak, bakap • kepuh: 1 pohon kepuh, 2 lipatan kain dodot di pinggang; • gantung kepuh: tidak berganti pakaian • kepundhung: 1 hama buah, 2 gundukan panas karena rengas • kepung: kepung, keroyok • kepungkur: silam, lampau • kepyak: 1 ramai, pesta 2 gladhi resik • képyan: susah, bingung, putus asa • kepyar: tersebar, encer • kepyek: kepyak wayang • kera: kurus, kurang subur • kéra: mata yang agak cacat • kerab: 1 sering, 2 kitab • keraban: kiraqan • kérah: juling, tingkah laku • kerak: kerah, tua lagi kering • kerambil: kelapa • kéran: kran • kerana: karena • kerang: kerang • keras: keras • kéras: bakul tempat garam • kerasan: betah, jinak, tahan • kérata: 1 pemburu; 2 asal mula arti kata; • kératabasa: jarwa dosok, akrarim • keraton: kraton, kerajaan, istana • kerig: digiring, dibawa • keris: pusaka, senjata • kerja: kerja, bekerja • kerpu: sebangsa permata • kersa: karsa, kehendak • kerta: hasil, kemakmuran; • kerta aji: dihargai; • kertan: 1 kemakmuran, penghasilan, 2 tahu, mendapat kabar; • kertarta: mapan, makmur; • kerta wadana: aman, sejahtera • kertiyasa: cerdik, cendekian, sangat pandai • kesawa, kesawamurti: nama lain Batara Wisnu • kestalan: kandang kuda • kethèk: kera • kethoprak: seni drama tradisional • ketiga: kemarau • ketimun: mentimun • ketipung: ketipung, kendang kecil • ketonggèng: sejenis kala yang besar • kéwala: saja, cuma, hanya • kéwan: hewan, binatang; • kéwan raja kaya: hewan piaraan; • kéwani: hewani • kéwran: kesulitan, kesukaran • kidang: hidang, kijang, menjangan • kidul: selatan • kidung: kidung, lagu • kijing: kijing/rumah dimakam, nisan • kikik: 1 ketiak baju, 2 jenis anjing • kikis: kikis, surut • kilat: kilat, api petir • kimpul: keladi • kimpurusa: raksasa, gergaji • kina: kina, pohon kina • kinah: kina, nama pohon • kinang: campuran gambir sirih • kinanthi: disertai, diiringi • kinca: air gula ciri-ciri bunga anggrek bulan kingkin: 1 sedih, susah, gundah; 2 rindu sekali, jatuh hati • kinjeng: kinjeng • ciri-ciri bunga anggrek bulan kirim • kinuswa: dicium • kipas: kipas, tepas, angin-angin • kipat: disingkirkan; • kipat-kipit: menggerak-gerakkan ekor • kira: kira, duga • kirab: kirab, arak-arakan • kirana: cahaya, sinar • kirang: kurang; • kirangan: kurang tahu, entahlah • kirata: pemburu • kirda: bersenang-senang, serong • kiri: kiri • kirik: anak anjing • kirim: kirim • kiring: kiri • kirta, kirti: pekerjaan, perbuatan ciri-ciri bunga anggrek bulan kirtya: pekerjaan, perbuatan • kisa: 1 anyaman bambu untuk membawa ayam; 2 kera • kisat: kering, kesat ciri-ciri bunga anggrek bulan kisi: kisi, gulungan benang • kisik: tanah lumpur • kisma: tanah • kisruh: kisruh, kacau, berantakan • kitha: kota • kitri: 1 tanda pada tanah yang telah ditebangi pohonnya; 2 pohon buah-buahan di kebun • kiwa: kiri • klabang: kelabang; • dikepang: dikepang (rambut); • klabang ayam: dadu, perjudian; • klabang nyander: bentuk rumah tradisional • klapa: kelapa • klaras: daun pisang kuning • klasa: tikar, alas tidur • klenik: klenik, percaya pada takhayul • klika: kulit kayu • kliwon: kliwon • kliyang: melayang, terbang • klobot: sarung jagung • kobar: bakar • kobong: terbakar • kobot: sarung jagung • kobra: 1 tersiar oleh umum; 2 gagal; 3 ular kobra • kocak: 1 kocak, lucu, jenaka; 2 tidak penuh; • kocak-kacik: bergoyang-goyang • kocap: diceritakan • kocar-kacir: kocar-kacir • kocèh: berkumur dengan • kociwa: kecewa, sakit hati • koclak: bergoyang, tidak penuh • kodhé, ngodhé: berburuh, mengambil upah • kodhèn: hitungan dengan kodi • kodheng: hilang akal, juling (mata) • kodhi: hitungan kain (20 lembar) • kodhik: sempit • kodhok: katak, kodok; • kodhok ngorèk: 1 katak bernyanyi; 2 jenis gending upacara • kogel: tidak sampai hati, sayang, berkasih-kasihan • kojor: 1 liat, kenyal (daging); 2 ciri-ciri bunga anggrek bulan keliling • kokap: mega, awan • kokila: burung • kokoh: kokoh, kuat • kokok: keras berurat (leher), kepala pencuri; • kokok beluk: jenis burung • kokosan: 1 kukusan; 2 jenis buah • kokot: lekat sekali, peniti kancing baju; • kokot bisu: sangat merah/diam sambil menggigit bisu; • kokot bolot: daki, dekil • kolam: kolam • kolang-kaling: buah kolang-kaling • kolong: kolong • kolontara: lamtoro • komala: intan, halus, santun • komara: sajian kepada ruh halus • kombang: kumbang, lebah; • macan kombang: harimau kumbang; • kombang anglèng: kumbang • komini: perempuan, istri • kon: suruh • konang: kunang-kunang; • konangan: diketahui, tertangkap basah • kondhang: kondang, terkenal, termashur • konjuk: untuk, buat, dipersembahkan • kono: situ • kontab: bangkit amarahnya, tersulut • kontal: termakan, dinangsa • kontang-kanting: kesana kemari, mondar-mandir • kontap: bangkit amarahnya, tersulut • konten: pintu • kori: piatu • koripan: 1 kehadiran; 2 kerajaan kahuripan • kosa: kuat, perkasa • kosala: baik, pandai • koswa, bala-koswa: bala tentara • kosya: dicium • kotaka: kotoran yang terburuk • kotbuta: sangat marah • kothak: kotak • kothèkan: tabuhan dengan memukul kentongan kayu/lesung • kothi: keti, 100.000 • kothong: kosong • kowè: kamu, anda • krajan: kraton, istana, pena, puri • kraka: daun kering yang telah luruh • krakab: tutup pelana • krakah: halaman rumah • krakal: bajak, alat pengjembur tanah • kram: 1 kejang; 2 cahaya, sinar • krama: menikah; • krama désa: bahasa halus yang digunakan orang desa; • krama inggil: bahasa halus tinggi; • kramakala: petang, malam; • kraman: pemberontakan; • kramaniti: sopan santun; • krami: menikah • kramat: keramat, berpetuah • krambil: kelapa • krana: karena, sebab • kranjang: keranjang • kranji: nama buah, kandang ayam; ciri-ciri bunga anggrek bulan kranjingan: ketagihan • krapak: daun tebu kering • krapyak: kandang kijang yang berpagar • kraras: daun pisang kering • kras: keras • krasa: terasa, dapat diindra; • krasan: kerasan, betah, senang • krastala: kuasa, sakti • kraton: kraton, istana, pura • krawitan: kerawitan • krendha: peti mati • kreneng: keranjang kecil tempat buah-buahan • kréngga: dihiasi dipercantik • krenteg: kehendak yang kuat • krepana: sangat belas kasih • krepu: kristal, sebangsa, permata • kresa: karsa, suka, kehendak • kresna: 1 hitam; 2 nama wayang; • kresnapaksa: paruh bulan gelap, sesudah purnama • kreta: aman damai, makmur • kréta: 1 kereta; 2 makmur; • kretagna: tak berterima kasih; • kretala: nama senjata; • kretanjali: menyembah, bersujud; • kretapradana: terlebih-lebih; • kretapunya: bahagia sekali; • kretarta: tercapai maksudnya, bahagia; • kretayasa: termashur, kondang; • kretayuga: jaman keemasan, saat kejayaan • krété: anak buaya • kreteg: jembatan • kreti: perbuatan, tingkah laku • kretobaya: setuju, berdamai • kretya: makmur, sejahtera, aman damai • kridha: gerak, kiprah; • kridasastra: kepandian ulah sastra • krigaji: sejenis pajak kepada raja • krigan: pengerahan • krikil: kerikil, batu kecil • kringet: keringat; • kringet buntet: keringat yang tak bisa keluar • kripik: keripik • kriting: kriting • kriya: kriya, karya, buah tangan, kerajinan • ksama: ampun, maaf • ksana: seketika, sebentar • ksatriya: perilaku kesatria • ksaya: rusak, musnah • kséma: selamat, sejahtera • ksira: puan, air susu • ksiti: tanah, bumi • ksodra: madu, air madu • kuat: kuat • kubalan: kena nyala api • kubandha: raksasa, gergaji • kubek: lingkaran, keliling • kubeng: lingkaran, keliling • kubleg: sekeliling • kubon: kebun, pekarangan • kubra: besar • kubu: blok, benteng pertahanan • kubuk: persegi • kuburan: kuburan, makan • kubus: bangun yang mempunyai ukuran sisi-sisinya sama • kucem: rusak, lengset • kucing: kucing • kucir: kucir • kucira: cela, cacat • kuciwa: kecewa • kucumbi: istri, suami • kucur: kucur, jenis panganan • kuda: kuda, turangga • kudandapan: tertatap karena kebiungan • kudang: diharap, dipuji-puji • kudhampel: berpaut dengan tangan dan kaki • kudhar: terurai, terlepas • kudhi: kudis • kudhis: kudis, jenis penyakit kulit • kudhu: mengkudu, nama pohon obat • kudhung: tutup kepala • kudhup: kuncup • ciri-ciri bunga anggrek bulan terkenai udu, iuran • kudrat: kudrat, kekuasaan Tuhan • kudu: harus • kudung: penutup, kerudung • kudus: kudus, suci • kuhaka: penjahat, orang jahat • kuhana: tidak terus terang, tidak setia • kujana: sangat marah, orang jahat • kujang: senjata tradisional Betawi • ngkujiwat: mengerling, mengeling • kukang: nama binatang sejenis kera • kukap: asap, awan, kemenyan • kukila: burung • kuksi: perut • kuku: kuku • kukub: ambil • kukud: selesai, bangkrut • kukuh: kukuh, kokoh, kuat • kukul: jerawat • kukup: ambil • kukura: kura-kura • kukus: asap • kul: kul, hewan air sejenis bekicot • kula: saya, aku; • kulagotra: sanak keluarga; • kula mitra: keluarga, famili; • kula sentana: keluarga, amili; • kulawanda: keluarga, famili; • kulawangsa: keluarga; • kulawarga: keluarga • kulah: kamar mandi • kulaja: bangsawan, ningrat • kulak: membeli untuk dijual lagi • kula-kuli: biasa, lazim • kulala: pembuat barang pecah-belah dari tanah liat • kulanté: nama tembang tengahan • kular: benang untuk menjahit • kulawu: 1 warna abu-abu; 2 nama wuku • kuled: lembat, lambat, tidak cepat • kulem: bergaung, membahana, merdu dan besar • kulèn: sawah milik kuli • kuli: kuli, buruh, pekerja • kulib: anak anjing • kulihan: kepulangan • kulihi: bagaimana, mengapa • kuliling: keliling, mengitari • kulina: biasa, akrab • kulingling: berkeliling, mengitari • kulinten: biasa, lumrah, wajar • kulisa: beliung, kampak • kulit: kulit, belulang, sampul; • kulit ayam: kulit ari, jangat; • kulit daging: seluruh tubuh • kulita: sudah kenal baik, mesra, akrab • kulon: barat • kulu: tertelan, nama ikan • kulub: angger, buyung, anak, sayang • kuluk: mahkota, topi kebesaran • kuluma: nama ikan • kulumur: berlumuran darah • kulung: tangkai ketam pemotong padi; • kulung ati: lekuk di bawah dada • kulup: angger, buyung, anak • kulur: dapat dan mau memberi • kulwan: barat • kum: rendam, dibenamkan diair • kuma: awalan kuma; • kumacèlu: mendamba; • kumadama: pura-pura bodoh rendah; • kumakaruh: akrab, karib; • kumalancang: lancang, mendahului kehendak; • kumalasa: tergelar, tersedia; • kumalungkung: sombong, congkak; • kumawani: pemberani, sok berani; • kumawas-awas: awas, teliti, cermat; • kumawasis: sok pintar, sok pandai • kumaki: congkak, besar kepala • kumala: emas, mutiara; • kumala-kala: kadang kala • kumara: anak-anak, orang muda, intan, siwa • kumat: kumat, kambuh, sakit lagi • kumayu: sok cantik, genit • kumba: buyung, tempayan, kelapa • kumbah: cuci, bersih • kumbakara: pembuat barang pecah belah • kumbala: jambu-jambu berbentuk bunga untuk hiasan • kumbandha: raksasa • kumbang: kumbang, lebah • kumbayana: 1 jun tempayan, jembangan; 2 nama Begawan Durna waktu muda (wayang) • kumbi: cangkok, sombong, besar kepala • kumpris: anak yang akan menggantikan pangkat ayahnya • kuna: kuna, lama • kunang: kunang-kunang • kunapa, kunarpa: jenazah, mayat, bangkai • kunca: kain dodot • kuncang: terlempar karena angin • kuncara: kondang, terkenal • kuncèh: pipa panjang • kunci: kunci, pembuka • kuncung: kuncung, bagian rambut didepan • kuncup: kuncup • kundha: anglo, keran, pedupaan, perapian • kundhah: jatuh tak berdaya • kundhala: cincin, gelang, anting-anting • kundhalini: ular • kundhang: kondang, terkenal, tersohor • kundhi: tukang membuat gerobak • kundur: pulang, kembali; • kunduran: meninggal karena pendarahan sewaktu melahirkan • kuneng: adapun • kung: merdu • kungas: sumerbak, wangi, karuan • kungkang: katak yang besar, kongkung • kungkulan: terlampaui, terlebihi • kungkum: terbenam, menenggelamkan • kuning: kuning • kuningan: jenis logam ciri-ciri bunga anggrek bulan kunir: kunyit • kunjana: susah, sedih, asyik; • kunjana-papa: susah dan melarat, miskin • kunjara: penjara, tahanan • kunjeng: kerdil, komeng, ceding • kunjuk: dipersembahkan • kunjur: duduk meluruskan kaki • kunta: senjata sejenis tombak pendek • kunten: kuli • kunthara: budi daya, tingkah laku • kunthing: kecil, kurus • kunthiwiri: berulang-ulang datang • kunyit: kunyit, kunir • kunyuk: monyet, kera, munyuk • kupa: perigi, mata air • kupat: telupat • kupeng: sekeliling • kuper: kurang perhatian, kurang pergaulan • kupi: rencana karangan • kupik: bertepuk • kupina: cawat, saluran penutup kemaluan laki-laki • kuping: telinga, pendengaran • kupiya: 1 contoh, teladan, pengalaman; 2 kopiah, peci • kupon: kupon • kupu: kupu-kupu • kura: kura-kura • kurah: berkumur-kumur, gurah • kurakah: pembantai • kurang: kurang • kuranti: ditahan, dilarang • kurantil: nama wuku yang ke-4 • kureb: tengkurap • kuren: lelaki yang sudah dewasa ciri-ciri bunga anggrek bulan kurma: kurma, jenis buah • kuru: kurus, tak subur, lemah • kurung: kurung, mengurung; • kurungan: sangkar • kusa: nama rumput • kusala: baik, pandai, selamat • kusan: kukusan • kusik: sejenis pisau untuk membuat warangka keris • kusir: kusir, sopir pedati • kusta: kusta, jenis penyakit kulit • kusuma: kusuma, bunga, kembang; • kusumawicitra: bermacam-macam bunga, nama tambang gedhe; • kusumayuda: tokoh pemenang dalam peperangan • kuswa: cium • kuswantara: ciuman, kasih • kutah: tumpah • kutha: kota; • kutha-biting: tanggul besar ditepi jalan; • kuthagara: ibukota; • kuthamara: sesajian di tempat yang keramat; • kuthasaksi: saksi palsu; • kuthawara: kota besar • kuthah: kotor, berlumuran • kuthaka: kotoran cirit • kuthara: kampak, beliung • kuthèh: kotor, berlumuran • kuthèt: kerdil, komeng • kuthila: bungkuk, bengkok • kuthilang: jenis burung • kuthilem: licin, tidak jujur • kuthip: sangat hina • kuthong: kosong • kuthu baru: bagian kebaya penutup dada • kuthumbi: suami • kutu: kutu • kutub: kutub, ujung • kutug: asap • kutuk: 1 anak burung; 2 jenis ikan • kutut: jenis burung, perkutut • kuwadé: tempat duduk pengantin • kuwadéan: pedagang kain, berjualan pakaian • kuwaga: kuat menjalani, tahan banting • kuwagang: kuat, mampu • kuwah: air sayur, kuah • kuwalon: tiri • kuwanda: mayat, bangkai, jenazah • kuwaos: kuasa, mampu • kuwara: termasyhur, terkenal • kuwas: kuas, alat mengecat • kuwasa: kuasa, mampu • kuwat: kuat • kuwatir: kuatir, sumelang, was-was • kuwawa: kuat, mampu; • kuwawi: (ing.) kuat, mampu • kuwaya: air • kuwèni: jenis mangga • kuwi: itu • kuwu: penguasa setingkat adipati • kuwur: gelisah, bingung, berirama kemerahan • kuya: aniaya, serang, hina • kuyu-kuyu: bercucuran keringatnya • kwaci: biji kuaci • kwaga: mampu menjalani lobaan, kuat • kwali: kuali, belanga L • labu: jenis umbi • labuh: 1 pengabdian; 2 buang; • labuh labet: pengabdian; • nglabuh: membuang; • lelabuhan: pengabdian; • pelabuhan: dermaga • labur: cat dari kapur; • laburan: cat-catan; • nglabur: mengecat • lacak: lacak, teliti • ladha: lada, rempah-rempah • ladhang: sempat • ladhatan: penghabisannya • ladheg: kotor sekali • ladhu: lumpur dari gunung berapi • ladi: melayani; • pladèn: pelayan; • ngladèni: melayani; • lados: (ing.) melayani • lading: pisau dapur • ladrang: nama gending • laga: perang • lagak: gaya, potongan • lagang: cepat besar • lagep: mau, suka akan • lagi: sedang, baru • lagu: lagu • lahru: kemarau • lahya: tingkah, canda • lain: lain • laja: malu, mendapat malu • lajar: bajak, nenggala; • mlajar: lari • lajeng: terus; • mlajeng: lari • lajer: pokok kayu • lajita: malu • lajuk: terlanjur • lajur: lapis, kolom • lak: lak, pintu air • laka: mustahil, jarang ada • lakang: selangkangan • lakar: memang • laken: cengketan • laki: pria; • laki bini: suami istri; • laki rabi: suami istri • lakon: cerita • lakra: dasar • laksa: 10.000 • laksana: seperti • laksita: berjalan • laksmana: cerdas • laksmi: cantik; • laksmini: cantik; • laksmiwati: cantik sekali • laksya: laku, jalan • laku: jalan, laku; • kelakon: tercapai, terlaksana; • lakon: cerita, kisah; • laku dagang: berjualan; • laku dhodhok: berjalan dengan duduk; • ciri-ciri bunga anggrek bulan gawé: mempunyai kewajiban; • laku ngiwa: melakukan kejahatan; • nglakoni: menjalani, melakukan • lalab: dedaunan mentah untuk lalap • laladan: daerah • lalahan: tanah yang siap ditanami • lalai: lupa, alpa • lalana: berkelana, mengembara • lalang: ilalang • lalar: dahi • lalaran: nara pidana • lalasa: nama tumbuhan • lalatha: dahi, menghias dahi • lalawa: banyak tingkah, ceroboh • lalayan: pagar tembok, benteng • laler: lalat; • laler wilis: lalat hujan • laléyan: sering lupa • lali: lupa; • lali jiwa: lupa ingatan, gila • lalim: lalim • lalis: hilang, mati • lalita: cantik • lalos: lupa • nglalu: bunuh diri; • lalu mangsa: terlambat • lalya: lupa • lama: lama • lamak: lemah, lapik • lamar: lamar, meminang • lamat-lamat: samar-samar • lamba: tunggal, tulus hati • lamban: belum beristri • lambana: jejaka, perawan • lambang: lambang, ciri-ciri bunga anggrek bulan, tanda; • lambang jangka: tanda-tanda jaman • lambao: bertani • lambar: dasar, alas • lambat: lama, lambat • lambau: bertani • lambé: bibir; • lambé ati: watak; • lambé gajah: bagian keris; • lambé gangsa: moncong lembu yang bergerigi; • lambiran: tepi sungai yang rendah • lambung: perut, lambung; • lambung lengis: lekuk di atas pantat di bawah rusuk • lamèn: pohon padi • lameng: pedang lamang • lami: lama • lamis: dusta, bohong • lamon: kalau • lampah: (ing.) jalan; • lampahan: lakon, cerita; • nglampahi: menjalani • lampeg: pasang (laut, dsb) • lampèng: relung • lampes: nama tumbuhan • nglampet: terhenti • lampiran: lampiran • lampit: tikar jalin • lampita: tanda • lampor: suara ramai • lampra: mengembara • lampu: lampu, ciri-ciri bunga anggrek bulan • lampus: mampus • lamuk: kabut • lamun: kalau • lamur: rabun, buta ayam • lamuran: nama rumput • lamus: puputan dari kulit kambing • lamut-lamut: jauh/tipis dan tidak jelas • lan: dan, serta • lana: kekal ciri-ciri bunga anggrek bulan lanang: laki-laki • lanas: laju karena panas, pemarah • lanat: terkutuk • lancana: lencana • lancang: lancang, tak minta ijin • lancar: lancar • landep: 1 tajam; 2 nama Wuku • landhak: landak, jenis binatang • landhep: tajam; • landhep dhengkul: tumpul sekali; • landhep pikirané: pintar • landhes: alas, dasar; • landhesan: dasaran, alas • landhung: panjang sekali • langak: berjalan mendangak • langar: garang • langeh: indah, cantik • langen: kegemaran; • langendriya: wayang orang dengan lakon pakem Damarwulan; • langen mandra wanara: pentas pertunjukan wayang orang, drama dan tari; • langen sari: taman kesukaan; • langen swara: paduan suara tembang-tembang Jawa • langèn: tempat berenang • langgana: tak menurut, tak sudi • langganan: langganan • langgat: tanggap • langgenan: landasan, ganjal • langgeng: abadi, kekal • langguk: congkak, sombong • langgula: ekor • langi: berenang; • lelangèn: berenang-renang • langir: langit, nama buah • langit: langit, angkasa • langka: langka, jarang sekali • langkah: langkah; • mlangkah: melangkah; • nglangkahi: melangkahi • langkak: langka, jarang • langkan: pagar keliling • langkap: busur • langkas: tangkas • langkep: busur • langking: kurus, kecil • langkir: nama wuku yang ke-13 • langkung: lebih; • kelangkung: sangat; • kula langkung: permisi mau lewat; • nglangkungi: melewati; • selangkung: dua puluh lima • langlang: berkeliling mengitari • langseb: langsat • langsing: langsing, tinggi ramping • langsir: dilangsir, satu per satu • langsung: langsung, berlanjut • langsur: melata, merayap • langu: jenis bau yang tak sedap • langun: kesenangan • langut: sepi, hening • lanja: sering bersilaturahmi • lanjah: mudah bosan • lanjam: 1 ujung bajang; 2 singkal • lanjang: gadis, perawan • lanjar: janda muda yang belum beranak; • lanjar ngirim: nama rasi bintang • lanjèn: mencoba, percobaan • lanji: 1 sebangsa baju; 2 mudah berubah • lanjo: pulang pergi • lanjung: termenung, tercenung • lanjur: lanjut, kemudian • lanjut: lanjut, kemudian • lantak: pelantak, pengasah • lantang-lantang: cincin • lantap: garang, suka marah • lantas: langsung • lantéra: lentera • lantih: tenun; • nglantih: menenun • lantip: pintar, pandai • laos: lengkuas • lapa: lapar; • lara-lapa: penderitaan yang amat sangat • lapak: pelana, sela, ringga • selapan: 35 hari • lapang: lapang • lapis: 1 lapis; 2 lapisan • lar: bulu ayam • lara: 1 sakit; 2 dara, gadis, wanita; • lara ayu: ketumbuhan, sakit calar; • lara brangta: kasmaran, jatuh cinta; • lara jonggrang: gadis yang bernama jongrang, dicandikan dalam candi Prambanan; • lara karuna: kasmaran, jatuh cinta; • lara kidul: Nyi Lara Kidul, jin yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan; • lara kudan: bedil berlaras satu; • lara-lapa: sengsara, menderita; • lara ngedhat: nama bunga • larab: datang • larad: susut, hanyut • larah: kedudukan, tempat • larak: sendal, terik • larang: mahal, harga tinggi • larap: datang • laras: irama; • laras pelog: irama pelog; • laras slendro: irama slendro; • laras wastu: akar wangi • laré: anak; • laré angon: anak penggembala • larèk: anak, kanak-kanak • lari: lari • larik: larik, deretan • laris: laku keras • laron: laron • laru: benih jamur pembusuk untuk tempe • larud: larut • larung: buang • laryan: selokan • lastari: lestari, terpelihara; • lastantun: (ing.) lestari, terpelihara • lastri: malam • latar: halaman • lathi: lidah • latri: lumpur, endapan lumpur • latu: api • latuh: lumut laut • laun: daun kacang cina • laup-laup: berteriak-teriak • laut: laut, samudra • lawa: kelelawar • lawak: dagelan, lawak • lawan: 1 musuh; 2 dan, dengan • lawana: garam, asin • lawang: pintu; • lawang butulan: pintu belakang; • lawang kori: pintu utama; • lawang kupu tarung: pintu kanan kiri; • lawang lèrègan: pintu dorong; • lawang monyétan: pintu yang daunnya dua, atas bawah; • lawang tangkeban: pintu yang daunnya satu; • lawang tobat: pintu taubat • lawar: lawan, apa adanya; • lawaran: makan tanpa lauk • lawas: kawak, kuno • lawayan: perlombaan burung merpati • lawé: lawe, benang tenun; • lawé mateng: benang yang sudah dikanji; • lawé mentah: benang yang belum ciri-ciri bunga anggrek bulan • lawé wenang: gelang dari benang (penangkal penyakit) • laweh: lauk pauk • lawèh, lawih: ganjal pada bibir kran • lawer: lama, tua • lawèt: burung walet • lawis: lama sekali • lawon: mori, kain pembungkus mayat • lawong: bersuara keras • lawuh: lauk-pauk • lawung: tombak, lembing • laya: mati • layah: piring besar dari tanah liat • layak: layak, wajar, lumrah • layan: keran kecil • layang: surat, kertas; • layangan: layang-layang; • layang biwara: surat kabar; • layang iber-iber: surat kiriman; • layang ideran: surat edaran; • layang kabar: surat kabar; • layang wacan: buku bacaan • layap: pergi, main • layar: layar, peralatan perahu • layon: mayat, jenazah • ciri-ciri bunga anggrek bulan atap, tarub • layu: layu, mati • layung: awan kuning pada sore hari • layur: nama ikan laut • laywa: layu, mati, lain; • laywan: bunga yang sudah layu • lebda: mahir, ahli • lebet: dalam, maruk • lebur: lebur, hancur • lèdhèk: memancing, menggoda • lega: lega, rela • legan: perjaka, prawan • legawa: ikhlas • legedan: watak • legena: telanjang • legetan: nama tumbuhan • legi: 1 manis; 2 nama hari pasaran • legundhi: nama tumbuhan • leheng: lumayan, lebih baik daripada • leksa: laksa, 10.000 • leksana: jalan, berjalan • léla: hibur, ayem • lelah: capek • lelana: berkelana, mengembara • lélang: lelang, jual • lelangon: kesenangan, hiburan • lelara: penyakit; • lelaran: wabah penyakit • leluhur: leluhur, nenek moyang • lèlur: segan, enggan • lema: gemuk, gembur • lemah: tanah; • lemah teles: tanah subur • lembah: lembah, cekung; • lembah manah: andap asor, rendah hati • lembak: lemak • lembana: pujian, sanjungan • lembar: lembar • mlémbat: berpindah meloncat-loncat dari pohon ke pohon • ciri-ciri bunga anggrek bulan mengembara • lembat: halus, lembut • lembayung: lembayung, daun kacang untuk sayur • lembek: ombak • lèmbèr: keletah • lembing: 1 tombak; 2 nama binatang • lémbong: sebangsa talas • lembora: nama ikan laut (besar) • lembu: sapi, lembu • lembur: lembur, bekerja di luar jadwal • lembut: lembut, halus • lemeh: segan, enggan • lemper: jenis makanan dari ketan • lèmpèr: cobek • lempèt: kepipis (perut) • lempir: lembar, helai • lempuk: nama ikan sungai • lempung: tanah liat, tanah merah • lempuyang: jenis tanaman obat tradisional • lemu: gemuk • lendhah: sawah di tempat yang datar dan rendah • léndhéyan: 1 bersandar; 2 batang tombak • lendhi: mainan ikan • lendhong: nama ikan • léndhot: lumpur • lendhut: tanah lumpur • lènèng: bermasakan, masak semua • lèng: lubang, rongga • lenga: minyak; ciri-ciri bunga anggrek bulan lenga bacin: minyak kelapa yang telah dipakai kedua kalinya; • lenga cèlèng: minyak lebihan dari; • lenga mambu: minyak tanah; • lenga patra: minyak tanah; • lenga pèt: minyak tanah; • lenga wangi: minyak wangi • léngah: lengah, sembrono • lengar: lebar (dada) • lengen: lengan, tahu • lengeng: indah, menawankan, menyenangkan • lèngèng: kata untuk memaki • lenggah: duduk • nglenggak: duduk mendongak dan menoleh • lénggak-lénggok: melenggok • lenggana: rela, ikhlas, segan, enggan • lengganan: langganan, pelanggan • lenggang: jenjang (leher), ramping • lénggang: melenggang • lengger: besar dan tak bergerak-gerak • lènggèr: lengger, jenis tari-tarian • lénggot: lembehan santai; • lénggot bawa: tandak • lengkara: perhiasan • lèngsèr: lengser, turun jabatan • lentéra: lentera, lampu • lepas: lepas, bebas; • lepas tangan: tak mau ikut campur • lepat: salah • lèpèk: cawen, lepek • lèpèn: kali, sungai • lepet: lepet, jenis makanan • lèrèh: tenang, santai; • lèrèh-lèrèh: santai, istirahat • lerem: tenang, santai • lèrèn: istirahat • leres: betul, benar • lésan: lisan, mulut • lesana: tanda, jalan • leseh: lusuh, terinjak-injak • lesmi: indah, laksmi • lestari: lestari, terpelihara; • lestantun: (ing.) lestari, terpelihara • lesu: lesu, lapar, lemas • lesung: lesung, tempat menumbuk padi • lésus: angin ribut • lewih: lebih • licik: licik, akal bulus • ligasan: naik kuda tanpa pelana • lika: tulis • lilit: lilit, membelit; • lilit uwi: melilit seperti ubi • lima: lima • liman: gajah • limar: limar • limas: bentuk rumah adat; • limasan: bentuk rumah adat • limbang: timbang • limbuk: limbuk, jenis nama wayang • limbung: limbang, terhuyung-huyung • limer: melayang • limit: limit, rata dan halus • limo: 1 lima; 2 jeruk, limau • limpa: limpa • limpad: cekatan • limpah: limpah, banyak • limpung: ciri-ciri bunga anggrek bulan pendek bermata kanan kiri • limrah: lumrah, lazim, umum • limun: limun, jenis minuman • ditelimur: dilipur, dihibur • limus: pakel, jenis mangga • limut: 1 kabut; 2 selimut • lina: hilang, sirna, mati • lincad: loncat, lompat, tinggal • lincak: lincak, kursi; • lincak gagak: meloncat-loncat seperti burung gagak • lincat: loncat, lompat • lincing: runcing, lancip • lincip: runcing, lancip • lincis: lubang jerat (tali) • lincut: malu, enggan • lindhu: gempa bumi • lindhuk: terlindung • lindhung: lindung, berlindung • lindri-lindri: cantik sekali, molek • lingga: 1 arca, tugu; 2 kata dasar • linggar: pergi, lahir • lingsa: telur kutu; • pada lingsa: tanda baca pada aksara Jawa • lingsang: anjing air • lingsem: malu • lingsir: bergeser, condong • linguk: jenguk, lihat • lintah: lintah; • lintah dharat: ciri-ciri bunga anggrek bulan • lintang: bintang; • lintang alihan: bintang beralih; • lintang kemukus: komet, bintang kemukus; • lintang panjer esok / sore: bintang kejora • linthing: melinting • linting: menggulung • lintring: jenis rumah adat • lintu: ganti • linu: rasa nyeri, pegal-pegal • linuhung: dihormati, ditinggikan • linuwih: lebih • lipur: hibur, senang • lir: seperti • lira: belerang; • lira-liru: berganti-ganti • lirang: belirang • lirih: pelan • lirik: melirik • liring: kejap, pandangan sekilas • lirip: aus, rompeng • liris: gerimis, teratur, rapi • lirna, lirning: terang sekali, apabila • liru: tukar, ganti; • liru lambang: bertukar barang, barter; • liron: tukar; • liron patra: berganti tempat; ciri-ciri bunga anggrek bulan liron watang: saling merombak • lirwa: lalai, lengah, kurang waspada • lis: tali kekang, kendali • lisa: ketombe, telur kutu • lisah: minyak • listu: cantik; • listuhayu: cantik, ayu; • listya: molek • lisuh: lesu, lelah • lisus: angin ribut • litheng: hitam sekali • lituhayu: cantik, molek, ayu • liwar: menyimpang; • liwar-liweran: berseliweran • liwat: lewat • liwer: lewat, lintas • liwet: liwet, jenis nasi • liwung: bingung • liya: lain • locana: mata, netra • locita: hati, perasaan • lodaka: air • lodan: ikan paus, ikan gajah • lodhèg: longgar, lobok • lodhèh: jenis sambal • lodhoh: busuk, remuk • lodhong: wadah, toples • lodok: sumsum pada tulang punggung • lodong: wadah makanan kecil, toples • lodra: buas, gerang, sangat marah • logor: gugur, luruh • logro: longgar • loh: subur; • loh jinawi: subur makmur • lohita: merah • lok: mashur • loka: 1 tempat; 2 kenal, dikenal; • lokamandhala: permukaan dunia; • lokananta: jenis gamelan; • lokaya: dunia, alam semesta; • lokéndra: raja di dunia; • lokéswara: terkenal di dunia; • kaloka: terkenal • lokita: karangan, sajak • lokro: longgar; • nglokro: patah semangat • lokrok: lobok, longgar • lola: tidak punya ayah ibu • loling: ciri-ciri bunga anggrek bulan dari kertas • lolita: ingin sekali, mendamba • lolor: lepas, ulur • lolos: lolos, bebas • loma: pemurah, suka memberi • lomba: pertandingan • lombok: lombok, cabe • lomoh: segan, enggan • londhot: busuk, remuk • longan: bawah ranjang • longgang: sela, antara • longgar: longgar, luas, renggang • longkah: nama bunyi-bunyian • longkang: sela, antara • longsor: longsor • lonjong: lonjor • lonjor: belunjur; • selonjor: duduk meluruskan kaki • lontar: lontar • lontop: tongkat berisi pedang • lontor: makan, minum • lor: utara; • lor kulon: barat daya; • lor wétan: timur laut • lorèk: lorek, loreng; • lorèng: loreng • loro: dua; • loro blonyo: arca tiruan pengantin • losin: dosin, 12 buah • losoh: lusuh • losok: busuk, luruh • losor: longsor • lota: buas, ganas • lothèng: loteng • lowang: luwang, bolong, lubang • lowong: lawang, kosong • lowung: lumayan • lucu: lucu, jenaka • ludhes: ludes, habis • ludhuk: suka makan banyak • ludira: darah • ludrug: ludruk, teater tradisional • lugas: jelas, denotatif • lugu: apa adanya, bersahaja • lugut: bulu-bulu pada batang bambu (tebu, dsb) • luh: air mata • luhur: luhur, tinggi; • luhung: luhur, tinggi • lujeng: luku, bajak • luk: lekuk; • luk sanga: lekuk sembilan • luka: luka • lukak: cekung; • lukak-lukik: bercekung-cekung • lukar: lepas, melepas • lukat: lepas dari siksaan • lukis: lukis, gambar • lukita: karangan, syair; • lukita sari: karangan/syair yang indah • luku: bajak, nenggala • lulang: belulang, kulit • luluh: luluh • lulur: bedak lulur • luluri: leluhur • lulus: lulus, lolos • lulut: cinta • lumah: terlentang; • lumah tangan: meminta, memohon • lumba: lomba, pertandingan • lumba-lumba: ikan lumba-lumba • lumbu: jenis tanaman umbi-umbian • lumbung: lumbung, persediaan; • lumbung bandhung: lumbung besar; • lumbung désa: lumbung desa • lumer: leleh, basi • lumèr: meluap • lumpang: lumpang, tumbukan padi; • lumpang kenthèng: lumpang batu besar • lumpat: lompat; • lumpat kidang: melompat-lompat • lumping: belulang • lumprah: lumrah, wajar • lumpuh: lumpuh • lumpur: lumpur • lumrah: lumrah, wajar • lumuh: bosan, malas • lumur: gelas untuk minum • lumurug: berangkat ke pertandingan • lumut: lumut • luncat: loncat, lompat • luncup: luncup, kuncup • lung: pucuk daun • lunga: pergi • lungan: bepergian • lungga: sulur-suluran • lunggé: terlambat • lungguh: duduk • lungka: bongkahan tanah di ladang ciri-ciri bunga anggrek bulan lungkrah: capai, payah, letih • lungsé: terlambat • lungsed: lusuh • lungsi, pada lungsi: tanda baca dalam huruf Jawa • lungsir: kain sutra • lungsungan: kulit bekas pada binatang setelah berganti kulit • lungsur: kain bekas • lunjak: lonjak • lunjat: lonjak • luntas: luntas, jenis tumbuhan • luntur: luntur • lunyu: licin • lupa: lupa • lupit: sempit, tidak longgar • lupiya: teladan, contoh • lupta: keliru, lupa • luput: luput, lepas; • luput cinatur: tak disebut dalam bicara • lurah: lurah, kepala desa • luru: mencari • lurub: gebar, tutup mayat • lurung: sungai tempat pembuangan • lurus: lurus • lutung: lutung, jenis kera • luwah: lowong • luwak: luwak, jenis musang • luwang: lubang, lowong, watu luang • luwar: lepas, luar • luwé: lapar • luweng: lubang • luwer: putaran, bundaran • luwih: lebih; • luwih manèh: terlebih lagi M • mabuk: mabuk • mabur: melayang, terbang • maca: membaca; • maca udrasa: menangis • macak: dandan, berhias diri • macan: macan, harimau; • macanan: jenis permainan; • macan angop: bangunan kecil di bagian pintu rumah • macapat: tembang macapat • macas: memangkas • macel: memasukkan pasak • macem: macam, jenis • macung: mengangkat tangan • mada: berani, tidak takut mati; • mada pléra: mencela, memperolok-olok • madak: malah, malahan • madat: memakai candu, ganja • madaya: memperdaya, membohongi • madé: menjual • madeg: berdiri, menjadi • mader: mencari ikan wader • madha: menyamai; • madha rupa: rupa yang sama • madhang: makan • madhep: menghadap • madhuk: tidak keras, gembur • madon: bermain perempuan; • madoni: bertengkar • madresa: keras • madresthi: mencelakai • madu: madu; • madu brata: lebah; • madu kara: lebah penghisap madu; • madu mangsa: jenis makanan, dodol; • madura: cantik, manis • madya: tengah; • madya gantang: angkasa, langit; • madya pada: dunia, alam; • madya ratri: tengah malam; • madyama: di tengah-tengah; • madyantara: alam semesta, jagat raya; • madyasta: berdiri sebagai penengah • maéjan: nisan • maékani: memfitnah • maèlu: memfitnah • maem: makan • maésa: kerbau; • maésa jenar: kerbau kuning; • maésa anabrang: kerbau ciri-ciri bunga anggrek bulan • maésa lawung: jenis tarian menirukan kerbau bertarung • maétala: tanah, bumi • magah: tegar hati, keras kepala • magang: bekerja sambil belajar • magepokan: berhubungan • mager: pagar, memagari; • mager timun: serupa biji mentimun; • mager sari: tetangga kanan kiri • magrok: tinggal • magut: hampir selesai • maha: maha, tinggi; • maha agung: maha agung; • maha bala: kuat, perkasa sekali; • maha bara: tidak lazim, mustahil; • mahabaya: bahaya besar; • mahaguru: mahaguru, guru besar; • maha kuwasa: maha kuasa; • maha luhur: maha luhur; • maha mulya: maha mulia; • mahamuni: pendita; • maha pawitra: suci, luhur; • maha prana: huruf besar pada huruf Jawa; • maharaja: raja besar; • maharatna: manikam; • maharesmi: bulan; • maharja: selamat; • maharsi: maharesi; • mahasiswa: siswa di perguruan tinggi; ciri-ciri bunga anggrek bulan maha suci: maha suci; • mahasura: pemberani, pahlawan; • maha atma, mahatma: jiwa besar; • maha wikan: maha mengetahui • mahas: masuk • mahidhara: gunung, bukit • mahisa: kerbau • mahisi: permaisuri • mahitala: bumi, tanah • mahitala: ciri-ciri bunga anggrek bulan, tanah • maido: mencela; • maiben: mencela • main: main • maisi: permaisuri • maja: maja, nama buah; • maja-maja: sekali-kali • majad: patut, layak • majer: mandul, majir • maji: tak kan terjadi • maju: maju; • majeng: maju; • majupat: segi empat; • majutelu: segi tiga • makah: merangkap • makam: kuburan • makan: 1 makan; 2 bisa mengerem (rem); • makan ati: mengecewakan; • makan tuan: mencelakakan tuan/pemiliknya • makara: udang • makaten: demikian, begitu • maktal: nama wuku yang ke-21 • makutha: memakai mahkota • mala: luka, penyakit • malad, maladi: membuat kualat • malah: malah, bahkan • malahi: merepotkan • malam: bahan cat untuk membatik • malang: melintang, berserakan; • malang atèni: menguatirkan; • malang gambuhi: suami istri ciri-ciri bunga anggrek bulan lakinya ciri-ciri bunga anggrek bulan muda; • malang kadhak: berkacak pinggang; • malang ciri-ciri bunga anggrek bulan berkacak pinggang; • malang mégung: malang melintang; • malang sumirang: menghina kepada orang • malar: tambahan pula • malati: membuat kualat, bertuah • malaya: mengembara • maled: menerima rapelan • maledi: ingin sekali, damba sekali • malek: jemu, jenuh • malem: malam • malèni: menjadi wali • maler: selalu, senantiasa • males: membalas • maligé: mahligai, istana keputrian • malih: berubah, berganti • malik: membalik; • malik grémbyang: berubah total; • malik tingal: berubah janji • maling: pencuri, mencuri; • maling dhèndhèng: berlaku serong, berzina; • maling raras: mencuri asmara; • maling retna: mencuri asmara • malini: bunga • malir: membuat alur/parit di sawah • malo: lak berwarna merah • maloni: mencela, mengubah • malu: malu • maluh: becek, berlumpur • mamah: 1 memamah; 2 mama, ibu • mamak: emak, mama, ibu • maman: memanggil paman • mamang: ragu, bimbang • mamar: remang-remang • mamas: nikel • mambang: jenis hantu • mambek: tersumbat • mambet: tersumbat • mambil: mengambil • mambrih: supaya, agar • mambu: berbau • mamèt: mencari, berupaya • mami: 1 saya, kami; 2 mama, ibu • mamin: bertemu, berjumpa • mampet: tersumbat, tergenang • mampir: singgah • mamprah: ciri-ciri bunga anggrek bulan • mampu: mampu, kuat • mampus: mampus • mamuk: mengamuk • mamut: hilang, musnah, pergi • man: kependekan dari kata paman • mana: angan-angan, hati; • manaduganda: menyetujui, memuji; • manadukara: menyetujui, memuji; • manakawan: menjadi abdi, pengiring; • manasija: cinta, kekasih; • manasika: menganiaya; • manastapa: berduka cita; • manasuka: siapa yang suka; • mana wibawa: sombong • manadhem: limun • manah: 1 memanah; 2 hati, perasaan • manail: nama wuku yang ke-23 • manang: keliru, marah • manasi: memanasi • manawa: jika • manca: manca, luar; • manca udrasa, manca rawat: menangis; • manca negara: luar negeri; • manca kaki: orang-orang tua di desa; • mancawara: memperdayakan dengan negara; • manca warna: bermacam-macam jenis • mancad: menginjak • mancahi: mencela, membantah • mancak: menerima apa-apa yang diberi • mancal: menendang; • mancal donya: meninggal dunia; • mancal kemul: berselimut lagi, tidur lagi • mancana: menganggu, mengusik • mancas: memangkas • mancur: mancur, memancar • manda: setengah matang; • mandabagya: celaka • mandang: memandang • mandar: semakin • mandara: berhias, bersolek • mandaya: berdaya upaya • mandek: berhenti • mandéné: alangkah • mandeng: memandang • mandha: susah, sedih; • mandhakaki: nama bunga; • mandhakiya, bale mandhakiya: rumah tempat memuja; • mandhalika: nama tetumbuhan; • mandhasiya: nama wuku yang ke-4 • mandhah: pindah • mandhak: menganggap enteng • mandhala: lingkaran, daerah • mandhap: turun ke bawah • mandhapa: rumah muka, balai, pendhapa • mandheg: berhenti; • mandheg mangu: berhenti dan ragu; • mandheg mayong: berjalan tidak langsung; • mandheg tumolih: berhenti dan menoleh • mandhégani: mengepalai • mandhes: sampai tuntas • mandhing: pohon kemlandingan • mandhiri: mandiri, merdeka; • mandhirèng pribadi: mandiri, berdikari • mandho: menengadahkan tangannya • mandhor: mandor, pengawas • mandhuka: katak • mandhung: mencuri, maling • mandi: mujarab, manjur • mandira: pohon beringin • mandos: mujarab, manjur • mandra: gembira; • mandragini, mandragupit: kamar tidur; • mandraguna: sakti, digjaya; • mandrawa: jauh, kejauhan • manduk: terkena oleh • mandum: membagi • maneh: abdi, hamba • manèh: lagi • manèka: beraneka, macam-macam; • manéka warna: beraneka ragam • manekung: berdoa • mangga: silakan; • mangga mara: mau, suka; • mangga sapira-pira: tiada seberapa; • mangga sésa: tiada seberapa; • tan mangga puliha: tak dapat menang • manggahi: mempertahankan • manggal: melempar, melontar • manggala: komandan; • manggalayuda: komandan perang • manggar: bunga kelapa • manggya: bertemu, berjumpa • mangka: padahal • mangkadi: tambahan, lagi pula • mangkana: demikian, begitu ciri-ciri bunga anggrek bulan mangkara: udang • mangkas: memangkas • mangkat: berangkat, bertolak • mangké: nanti • mangkéné: demikian, begini • mangkono: demikian, begitu • mangku: memangku • manglah: mengalah • manglar: melebarkan, meluaskan • manglèng: agak miring • mangler: membelokkan • mangli: nama macam tebu • manglih: berubah • mangro: mendua • mangsa: 1 musim; 2 ah masa?; • mangsa bodhoa: masa bodoh; • mangsa borong: terserah; • mangsatara: masa tidak hujan pada musim hujan • mangsah: melawan, berperang • mangseg: mendesak, menekan • mangsi: tinta • mangun: membangun; ciri-ciri bunga anggrek bulan mangun-kung: susah karena birahi • mangut: nama lauk dari ikan • mangwa: bara • mani: 1 intan; 2 air mani • manidikara: menyembahyangkan • manih: lagi pula, dan • manik: manik-manik • manikarma: intan berlian • manikem: manikam • manikya: mirah, intan merah • manila: intan biru • maning: lagi, dan • ciri-ciri bunga anggrek bulan manis • manja: membuat tugal • manjang: memanjang • manjat: memanjat, miring, landai • manjel: maju, berkuli • manjer: menyalakan terus • manjing: masuk • manjur: manjur, mujarab • manjurung: mendukung, mendorong • manjut: lalu • manobawa: cinta, senang • manohara: memikat, menawan • manojawa: keras sekali • manolan: kuli, buruh • manon: mengetahui • mantak: mengeluarkan kesaktian • mantang: memberi pantangan • mantar: mudah menyala (kayu) • mantèk: mengeluarkan kesaktian • mantel: mantel • manten: kian, lekas, bekas • mantèn: penganten • mantep: mantab • mantes: menjadi pantas • mantha: membagi; • mantha garwa: memperistri; • mantha-mantha: membagi-bagi • manthang: sejenis ubi jalar • mantheng: pikiran yang memusat • manther: pikiran yang memusat • manthuk: mengangguk • mantog: sampai batas, mentok • mantra: mantra, kata bertuah • mantri: kepala pegawai; • mantri kéwan: mantri hewan • mantrus: kelasi, pelaut • mantu: menantu • mantuk: pulang, kembali • mantun: sembuh, selesai • mantuni: menyembuhkan • mantyanta: sangat, sekali • manu: menerjang, menyerbu; • manubawa: cinta, kasih sayang; • manuhara: memikat, merayu; • manukara: menurut, meniru • manuh: biasa, kenal • manuja: menuju, mengena • manuju: menuju, mengena • manuk: burung; • manuk ngoceh: burung berkicau; • manuk thilang: burung kutilang • manuksma: menjelma • manungsa: manusia • manusmara: mencipta, memuja • manut: menurut, patuh • manyar: manyar, jenis burung • manyer: berdiri tegak • manyuk: datang hanya sebentar • manyul: dahinya nonong • manyung: mancung • manyura: gending manyura • maoni: pohon mahoni • maos: 1 membaca; 2 buah maja • mapa: apa, apakah • mapag: menantikan, menjemput; • mapag tanggal: menunggu • mapah: memapah • mapak: menjemput, menunggu ciri-ciri bunga anggrek bulan mapal: mengepras, memapras • mapali: mengeprasi • mapan: mapan/menempati • mapas: memotong, memangkas • mapat: berempat • mapatih: mahapatih • maprah: berkembang, menjadi banyak • mapras: memangkas • mar: capek, lelah • mara: datang, hadir; • mara awak: datang sendiri; • mara dina: menunggu hari; • mara serek: menjemukan, membosankan; • mara dagang: berdagang, berniaga; • mara désa: mendatangi desa lain; • mara dhayoh: bertamu; • mara jelèh: membosankan, menjemukan; • marakarma: kesengsaraan, kesedihan; • marakata: zamrut, intan hijau; • marasadu: menipu, licik; • maraséba: menghadap; • marasoca: melihat sendiri; • mara tangan: suka memukul; • maratapa: bertapa, bersemedi; • maratuwa: mertua • marabi: menyebut dengan panggilan nama jelek • marag: menghadap, mendatangi • marakèh: nama wuku ke-18 • marana: mati, meninggal • marang: terhadap, kepada • marangi: mencuci pusaka • marani: mendatangi, mendekati • maras: kuatir, cemas • marbuka: membuka • mardala: kandang • mardawa: ahli, pakar • mardi: mengajar, membina • mardika: merdeka; • mardikani: membuat merdeka; • mardikèngrat: merdeka di dunia • maregaké: membuat kenyang • marek: mendatangi, mendekati • marem: puas • marep: menghadap • marga: jalan, karena; • margaina: rahim; • margana: angin, panah; • margi: jalan, sebab • mari: sembuh, selesai • markisah: buah markisah • marma: kasih sayang; • marmi: kasih sayang • marmut: marmut, jenis hewan • marna, marni: ciri-ciri bunga anggrek bulan • maro: membagi dua; • maro tingal: bermuka dua • maron: belanga • marsudi: berusaha, berupaya • marta: kehidupan, rendah hati • martana: rendah hati • martani: rendah hati • martuwi: berkunjung, silaturahmi • martyapada: dunia, alam fana • maru: madu, orang yang bersaing mendapat cinta • marud: memarut, mengukur • maruk: gembur (tanah) • maruki: selalu ingin makan • marus: berbau tak sedap • maruta: angin • marwita: mencari ilmu kepada • mas: 1 emas; 2 panggilan buat kakak laki-laki • masa: musim • masak: memasak • masang: memasang; • masang semu: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi; • masang ulat: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi • masem: berbasi, berair • maser: menyumpit dengan paser • masi: masakan, meskipun • maskumambang: ciri-ciri bunga anggrek bulan • maskèntar: maskumambang • masoh: membasuh, mencuci • mastaka: kepala, mahkota • mastuti: memuji, berdoa • masuh: mencuci, membersihkan • masung: memasung, memberi • mata: mata, netra; • mata deruk: jenis rumah adat tradisional; • mata dhuwiten: mata duitan; • mata éra: bolongan keranjang; • mata itik: jenis rumah adat tradisional; • mata iwak: nama tumbuhan; • mata kucing: sebangsa damar; • mata lélé: tumbuh daun (tembakau); • mata loro: membela musuh, intelijen; • mata-mata, mata pita, mata pitaya: intelijen; • mata sapi: telur ceplok; • mata walangen: silau sebab terlalu lama memandang; • mata walikan: nama anyaman; • mata yuyu: selalu ingin menangis • matah: menugaskan, mendelegasikan • matak: mengeluarkan; • matak aji: mengeluarkan kesaktian • matal: setengah matang • matang: matang, masak; • matang putung: terpaksa berhenti • matangga: gajah • matar: mematar, mengikir • mataya: menari, berjoget • matek: mengeluarkan kesaktian • mateng: matang, masak; • mateng ati: yang masak baru bagian dalam • matengga: menunggu, menanti • mathar: serba teratur dan baik • mathem: puas, senang sekali • mathet: menyelaraskan irama • mathi: pusar kuda yang menjadi tanda tabiatnya • mathuk: cocok, sesuai • mati: mati; • mati branggah: mati utama; • mati kunduran: meninggal saat melahirkan; • mati ngurak: mati karena sudah tua renta; • mati raga: bertapa; • mati sahid: mati membela agama; • mati salah: mati karena hal yang dilarang • matianta: sangat • matil: mematil, menancapkan patil • maton: maton, tidak menyimpang • matosi: mengkhawatirkan • matra: mantra, kata bertuah; • matra kélasa: mengikut/menurut • matrap: mengetrapkan • matswa: ikan • matsya: ikan • matuh: menaati • matun: menyiangi • matur: berkata • matut: membuat patut • matyanta: sangat, sekali • mau: tadi • mawa: membawa • mawar: bunga mawar • mawas: mawas, waspada; • mawas diri: instrospeksi • mawat: memberi; • mawat gawé, mawat karya: berbuat jahat • mawèh: memberi • mawelu: kabur, pucat • mawi: membawa, dengan • mawinga-winga: marah besar; • jajabang mawinga-winga: marah besar hingga wajahnya merah • mawiti: memulai • mayang: bunga pinang • mayura: burung merak • meca: berterus terang • mecah: memecah • mecut: mencambuk • méga: mega, mendung; • méga malang: awan berarak; • méga mendhung: nama gamelan; • mégantara: coklat semu hitam (warna kuda) • megar: mekar, berkembang • megatruh: megatruh, jenis tembang • méjan: batu nisan • mejana: sedang, cukupan • mejemuk: 1 majemuk; 2 kenduri bersama sekampung • melathi: melati • melaya: mengembara, berkelana • mémba: berubah rupa, menyerupai • membat: memantul; • membat mentul: bergetar, memantul-mantul • membut: lunak, gembur • memes: lentur, luwes • memetri: memelihara, merawat • mempan: mempan • menahi: membenahi, mengemasi • ménak: nikmat, enak • menang: menang, unggul • menapa: apa; • menapi: apa • menawa: jika, kalau • mencira: terpencil, terasing • ménda: kambing • mendem: mabuk • mendha: menurut, patuh • mendhak: membungkuk, merendah • mendhala: lingkaran, tempat, sasana; • mendhala giri: nama corak kain tenunan • mendhang: kulit beras yang kecil sekali • mendhé: istirahat • mendhek: berhenti • mendhem: memendam • mendhing: lumayan, mendingan • mendhiri: mandiri, berdikari • mendho: menurut, patuh, taat • méndhong: mendong, jenis tanaman • mendhung: mendung • mendut: memantul • meneng: diam, tak bicara • menga: terbuka, membuka • mengalor: ke utara • mengarep: pergi ke depan, maju; • mengarep-arep: mengharap-harap • mengarsa: maju, pergi ke depan; • mengarsa-arsa: mengharap; • mengarsani: memimpin • mengastawa: berdoa • mengkana: demikian, begitu • mengkang: merenggang, merenggangkan • mengkéné: demikian, begini • menir: pecahan beras; • meniren lambéné: bibir yang capek bicara • menjalin: rotan • menjalma: menjelma • menjangan: kijang • mentah: mentah • mental: memantul • mentala: tega, sampai hati • mentaos: tempuas, nama kayu • mentas: mentas, terbebaskan • mentéga: mentega • mentes: berisi, berbobot • menther: memusatkan pikiran, konsentrasi • menthès: mentes, berisi penuh • menthik: 1 mungil; 2 jenis padi; • menthik ori: jenis ketela pohon • menthilas: bersih, terang, jelas • menthul: 1 memakai topeng; 2 gemuk dan segar • mentog: menabrak, buntu • méntol: mentol, penyegar hidung • mentrik: cantrik, murid • menungsa: manusia, orang • menur: bunga menur • menyak: melewati jalan becek • menyan: kemenyan • menyang: berangkat, pergi • mèpèt: mendesak, menekan; • merak: merak • mérak: menarik hati • merang: batang padi • mérang: membagi • merbabak: berkilauan, bersinar; • merbabak bang kencana: semburat merah bagai emas • merdi: berusaha, mengajar; • merdi désa: memajukan desa • merdika: merdeka • merdu: menyenangkan, merdu • merduli: memperdulikan • meré: suara kera • merem: memejamkan mata; • merem melèk: membuka menutup mata • merga: karena, sebab, jalan • mersudi: menuntut, berusaha, melatih • mertapa: bertapa • merti: merawat; • merti désa: kenduri untuk selamatan desa • mèru: gunung; • mèru pancaka: tempat pembakaran mayat • mestaka: kepala • mesthi: pasti, tentu • mèstri: beristri, menikah • mesu: menahan, mengendalikan • meta: marah sekali • meteng: mengandung • miarsa: mendengar, memirsa • mibah: bergerak • miber: terbang, melayang • micara: fasih berbicara • midadari: bidadari • midak: menginjak • midana: menghukum pidana • mider: mengelilingi • midereng: kuat keinginan, dengan giat • midhang: bermain-main, berpesiar, membayar nazar • midhangan: acara widhang • midhanget: mendengar • midhé: menyambung denga kelopak jantung pisang, membeli daging ketika punya hajat (tidak menyembelih sendiri) • midhet: tidur • midhun: turun • midosa: berbuat dosa • miduwung: menyesal • migena: menghalang-halangi • miguna: berguna • mihak: memihak • mijil: 1 keluar, lahir; 2 tembang mijil • mikara: membuat perkara • mikir: mikir, berpikir • mikul: memikul; • mikul dhuwur mendhem jero: mengangkat nama baik tinggi-tinggi dan memendam aib dalam-dalam • mil: mil, ukuran jarak • mila: maka • milah: memisah, memilah • milalu: remah, lebih (terlebih) dari • milang: 1 menghitung, membilang; 2 mengajar; • milang kori: memasuki tiap pintu rumah; • milang usuk: bermalas-malasan; • milang-miling: melihat-lihat • milangkoni: menyenangkan • milar: membelah • milara: menyakiti • milasa: menganiaya • milenggah: mendudukkan • mili: mengalir • milu: ikut, turut serta • miluta: membujuk, merayu, menjebak • mimang: akar beringin • mimba: keluar • mimbar: mimbar • mimbuhi: menambah • mimi: belakang • mimik: menyusu • mimis: mimis, peluru • mimpin: memimpin • mimrih: menyuruh supaya • mimring: tipis ciri-ciri bunga anggrek bulan • mina: ikan; • minantaka: nelayan • minangka: dalam rangka • minangsraya: minta pertolongan • minanten: kalau, jikalau • minaraki: duduk, singgah • minda: kambing • mindah: memindahkan • mindel: diam • mindeng: memusatkan perhatian • minder: rendah diri; • minder liring: selalu memandang • mindha: seperti, bagaikan • mindhah: memindah • mindhak: naik, bertambah • mindho: kedua kalinya • mindi: pohon imba • mindring: tukang kredit barang dapur • mineb: tertutup • minengsah: dimusuhi • minger: berbelok • minggah: naik, ke atas • minggat: pergi tanpa pamit • minggir: minggir, menyisih • minggung: bergerak, terguncang • mingkar-mingkur: menghindari, mencegah • mingkara: melawan, memaksa • mingked: beringsut, bergeser • mingkem: terbungkam, tertutup • mingsra: berharga; • mingsri: berharga • minta: minta, mohon • mintaksama: minta ampun, mohon maaf • mintar: pergi • minten: masing-masing berupa • minthi: anak itik • mintuhu: taat, patuh • mintuna: jodoh, laki-laki/perempuan • minulya: dimuliakan • minum: minum • mireng: mendengar • miri: kemiri • miring: miring • miris: kuatir, takut ciri-ciri bunga anggrek bulan mirma: berbelas kasihan • mirong: nama perhiasan • mirowang: membantu, berteman • mirsa: melihat, mengetahui • miruda: lari, melarikan diri • mirungga: khusus • misah: memisah • misalin: bersalin, berganti • misanan: sepupu • misaya: menganiaya • misepuh: berlaku sebagai orang tua • miser: menggeser • misésa: menguasai, memerintah • misih: masih • misudha: mengangkat, mewisuda • misuh: memaki-maki • misuwur: kondang, terkenal • mitambuh: pura-pura tak tahu • mitaya: membuat percaya • miterang: menerangkan, menjelaskan • mithes: menggilas • mithet: menekan, menjepit • mithing: menekan, menjepit • mitra: mitra, kawan; • mitra darma: kawan karib, teman akrab • mituduh: menunjukkan, mengarahkan • mituhu: patuh, taat • miturut: menurut, patuh, taat • miwah: dan • miwaha: mengawinkan • miwal: menampik, menolak • miwir: mengurai • miwiti: memulai • miyaga: pemain gamelan • miyagah: mengerjakan dengan duga kira • miyak: membelah • miyambak: mengerjakan sendiri • miyangga: menyangga • miyara: memelihara • miyarsa: mendengar, menyaksikan • miyat: melihat, tampak, tahu • miyata: mengajar • miyatani: boleh dipercaya • miyos: keluar, pergi • miyup: berteduh • miyur: bergoyang, tak kuat • mlaku: berjalan • mlathi: bunga melati • mlinjo: melinjo, jenis tanaman • mobah: bergerak, berubah • mohita: susah, bingung • mojar: berkata • moksa: muksa • mola: meniru, mencontoh • molah: bergerak • molang: pedagang ternak • molèk: indah, cantik, jelita, bagus • molèr: memanjang dan melingkar • molih: pulang, kembali • momohan: benda bekas, barang sisa • momol: 1 lunak, empuk; 2 batang jagung untuk pakan ciri-ciri bunga anggrek bulan • momong: mengasuh, mengemban • momor: campur; • momor sambu: turut bersama-sama menyamar • momot: memuat • mona: diam, membisu; • monabrata: bertapa membisu • moncèr: moncer, cemerlang, berkilauan • mondhah: mengada-ada, kuti-kuti • mondhalika: nama bunga • mondhoh: melubangi telinga • mondhok: mondok, kos • mondhong: memondong • mongah: menipu • monga-mangu: ragu-ragu, bimbang • monggang: monggang, jenis • mongkog: berbesar hati • monjo: melebihi sesamanya • mono: begitu, demikian • monté: manik-manik • monyèt: monyet • monyong: menjorok, memanjang • mopo: tidak mau mengerjakan, mogok • mor: kumpul, campur • mori: kain putih pembungkus mayat • morong: morong, wadah air • morot: melorot, turun • mos: boros • mot: muat, isi • moté: manik-manik • motha: kain mota, kemah • motong: memotong • moyang: nenek moyang • mubal: menyala • mubed: membelit • mubeng: berkeliling • muber: memburu • mubyar: berkilauan, bercahaya • mucal: mengajar • mucang: makan sirih • mucap: mengucap • mucuk: ke puncak • muda: muda • mudal: keluar • mudangkara: kepala • mudani: menelanjangi • mudgara: palu, martil • mudha: muda; • mudha ciri-ciri bunga anggrek bulan bodoh lagi hina; • mudha pangarsa: ketua muda • mudhar: menggelar, membeberkan • mudheng: mengerti, mengetahui • mudhun: menurun • muga-muga: semoga • mugag: memutus pembicaraan • mugen: paham • muges: memenggal • mugi: semoga • mugut: memotong ujungnya • muhun: menangis • muhung: hanya, cuma • muja: memuji, berdoa • mujang: membujang, mengabdi • mujangga: berlaku sebagai pujangga • mujuh: meminta uang • mujuk: membujuk • mujung: tidur, berbaring berselimut • mujur: mujur, beruntung • muk: wadah minuman yang besar • muka: muka • muksa: membesar • mukti: mulia, luhur • mukul: memukul • mukun: mangkuk tertutup • mula: mula, maka; • mula buka: pada mulanya; • mulasara: menganiaya • mulang: mengajar • mulanguni: menyenangkan • mular: menangis • mulas: melukis • mulat: melihat, memandang; • mulat tèngè: sangat rindu • mulé: pulang • mulèh: pulang • mulek: asap yang mengepul • mules: mules, sakit perut • mulet: berbelit-belit • mulih: pulang, kembali • muluk: terbang • mulur: memanjang, molor • mulus: mulus • mulut: mulut • mulwa: buah mulwa • mulya: mulia, bahagia; • mulyawan: orang yang mulia • mumbul: naik ke atas, terbang • mumet: mumet, pusing, sakit kepala • mumpang: menang • mumpet: mampet, tersumbat • mumpluk: mengelompok • mumpung: mumpung, senyampang • mumpuni: mumpuni, menguasai, ahli • mumpyar: bercahaya (intan) • mumut: empuk sekali • munah: memusnahkan • munakawan: menjadi punakawan • muna-muni: pembicaraan, suara, kata-kata • muncang: menghempaskan jauh-jauh • muncar: berkilauan, memancar • munci: gundik • muncrat: memancar • muncul: muncul, timbul • muncung: moncong • mundang: mengundang, memanggil • mundhak: naik, meningkat • mundhi: memundi • mundhing: kerbau • mundhut: membeli • mundrawa: menyembah • mundri: puting susu • mundul: agak bengkak • mundur: mundur • mung: hanya • mungel: berbunyi • munggah: naik, meningkat • mungguh: tempat, letak • mungil: mungil • mungkar: mungkar, keburukan • mungkasi: mengatasi, menyelesaikan • mungkat: bangkit • mungkir: mungkir, menyangkal • mungkur: membelakangi • mungsuh: musuh • mungu: membangunkan • mungup: menyembul, menjulur • mungut: memungut • muni: bunyi, bersuara • munjer: memusat • munji: menjulang • munjuk: menghaturkan • munjul: melebihi • munjung: mempersembahkan • muntab: marah, murka • muntu: memintal • munyer: pusing • munyuk: kera kecil, anak kera • mupadrawa: menghukum • mupak: lapuk • mupakara: merawat, menjaga, mengasuh • mupu: mengadopsi anak • mupur: berbedak • mupus: menyerah, pasrah • muput: sampai pada ujung • mura: pergi, hilang • murad: arti, maksud, kemaluan • murah: murah • murak: menyembelih • murakabi: bermanfaat bagi semua • murang: kurang, menyimpang; • murang kara: menolak, menentang perintah; • murang krama: tidak sopan; • murang marga: menyimpang jalan tidak taat aturan; • murang sarak: menyimpang ketertiban, kurang ajar; • murang tata: tidak sopan • murat: habis sama sekali, kemaluan • murba: menguasai; • murba wasésa: menguasai; • murba wisésa: menguasai • murca: hilang, musnah • murcat: hilang, mati • murcita: pingsan, berbicara • murda: kepala, pemuka • murih: supaya, agar • murina: menaruh belas kasihan • muring: marah, murka • murni: murni, asli • muroni: menyebabkan mabuk • mursal: ugal-ugalan • mursita: berkata • murti: perawakan • murub: menyala • murud: menyingkir, meninggal • murugi: menghadiri • muruhita: berguru, mengabdi • muruk: mengajari, menasehati • murung: murung, bersedih hati • murus: sakit perut • murwa: memulai; • murwakala: meruwat dengan wayang lakon Batara Kala; • murwa sarira: berdandan • murwat: kuat, mampu • muryani: memandang • musara: mengikat, memborgol • muser: memusat • musna: musnah • muspra: mubazir, sia-sia • mustaka: kepala • musthi: memegang, memasang • musthika: 1 mustika; ciri-ciri bunga anggrek bulan kepala; • musthikaning kidung: nama syair • musuh: musuh • musus: mencuci beras • mut: kulum • mutah: muntah • muter: memutar • mutih: berpuasa mutih • mutik: memetik, memotong • mutiyara: mutiara • mutlak: mutlak, pasti • mutuhaké: membuat utuh • mutung: putus asa • mutus: mengambil keputusan • muwah: lagi, dan, serta • muwun: menangis • muwus: berkata, berbicara N • naas: naas, sial • nadi: urat nadi • nadya: air • nadyan: meskipun • naga: naga, ular; • nagabanda: nama tembang gedhe; • nagagini: ular betina; • nagakusuma: nama tembang gedhe; • nagapuspa: bunga nagapuspa; • nagapuspita: nagasari, jenis makanan; • nagasantun: jenis makanan; • nagasari: nagasari, jenis makanan; • nagasasra: ciri-ciri bunga anggrek bulan, jenis pamor keris • nagara: negara • nagih: menagih, menarik hutang; • nagih janji: menuntut janji; • nagih pati: membalas kematian • nagri: negeri, negara • nahan: demikian, menahan • nahas: naas, sial • nahen: demikian, lalu • naja: jangan • najam: bintang, perbintangan • najan: meskipun, walaupun • naji: tumbuh taji (ayam) • nak: anak, putra; • nak dulur: saudara sepupu • naka: kuku • nakal: nakal • nakar: menakar • nakir: membuat takir • nakoda: nahkoda, pengemudi kapal • nakoni: menanyakan, menanyai • nala: hati, perasaan • nalangsa: nelangsa • nalar: nalar, pikiran • naléndra: raja, penguasa • nalika: ketika; • naling tarung: bunyi vokal “o” • naluhi: membosankan, menjemukan • naluri: naluri, insting • nam: anyam; • nam-naman: anyam-anyaman • nama: nama; • nami: nama • naming: hanya saja, cuma; • namong: hanya, cuma • nampa: menerima • nampan: baki • namper: menempeleng • namudana: main isarat, memakai lambang • namung: hanya, cuma • nanah: nanah, darah putih yang membusuk • nanakan: masak betul, tanak • nandangi: mengerjakan, melakukan • nander: mengejar dengan cepat • nandhak: berjoget dan menari • nandhang: mengalami, terkena • nandhani: menandakan • nandho: mengangkat dengan tandu • nandhu: mengangkat dengan tandu • nanduk: bertambah • nandur: menanam • nanggap: menganggap • nanggel: menanggung • nanging: tetapi • nangis: menangis • napa: apakah • napas: napas • naptu: angka-angka pada hari, bulan dan tahun • nara: hal, keadaan; • naradipa, naradipati, naraji: raja; • narapati: raja; • narapraja: pegawai, pekerja, buruh; • narapwan: supaya; • narakarya: pegawai, pekerja, buruh; • narakusa, narakuswa: orang (tanah) istimewa milik raja; • naranata: raja; • narawantah: terkenal, tenar, termasyhur; • narawara: hulubalang, pahlawan; • ciri-ciri bunga anggrek bulan tersiar merata tiada henti; • narawita: milik raja (sawah, desa, dll); • naréndra, naréswara: raja; • narénsdra mahisi, narèswari: permaisuri • naraca: neraca • narah: terserah, menurut sekehendak orang • narang: menggantung di tempat yang tinggi • nararya: raja • narpa, narpati: raja • narya: menawarkan • naryama: hulubalang • nasa: hidung • nasika: hidung • nasiki: membedaki • nastiti: teliti, cermat • nata: 1 raja; 2 menata • natab: terbentur • natah: melubangi dengan tatah • natar: memberi pelatihan • natas: penuh, selesai, sempurna • naté: pernah • nati: bersahaja, lurus, tulus • natkala: ketika • natmata: memandang • natoni: melukai • natos: pernah • natpada: menyembah, sujud, takhluk • natur: mendukung agar anak agar kencing/berak • nawa: sembilan • nawala: surat; • nawala patra: surat, tulisan • nawan: menawan • nawang: terbang, melayang, memandang; • nawang sasi: memandang rembulan; • nawang wulan: memandang rembulan; • nawang sari: melihat ke inti (hakikat) • nawung: mengumpulkan, mengarang, menggubah; • nawung kridha: halus perasaan hingga mengerti perasaan orang lain; • nawung rudatin, nawung turida: susah, sedih • nawur: menyawur, menebarkan • naya: tingkah laku, kelakuan, politik, pimpinan • nayab: pencuri yang masuk ke rumah pada siang hari • nayaga: pemain gamelan, ahli kerawitan • nayaka: aparat, pegawai, pamong praja • nayoh: berusaha agar diberi firasat/alamat dalam mimpi • negara: negara • nèm: muda, taruna • nembah: menyembah • néndra: tidur • neng: hening • nengga: menunggu • nenggak waspa: bersenggukan menangis • nenggala: nenggala, pusaka Baladewa berbentuk tombak • nenggalangi: menghalang-halangi • nènggané: jikalau, sekiranya, umpama • nénja: berak, buang air besar • nepak: menyediakan • népang: mendepak, mengepak, menendang • neptu: angka perhitungan pada hari, bulan dan tahun Jawa • nepung: mengenalkan • nerbuka: membuat terbuka • netes: menetas • niaya: aniaya • niba: menjatuhkan diri • nigas: memangkas, memenggal • niksa: menyiksa, menganiaya • niku: itu • nila: nila, biru • nilad: mencontoh, meniru • nilak: berbekas, membekas • nilakrama: bertanya, menegur dengan hormat • nilanggu: cacing • nilapracandha: angin ribut, topan • nilar: meninggalkan • nilas: membekas, menyisakan • nilawarsa: hujan bercampur angin • nila-werdi: nila yang terbaik • nilem: 1 menyelam; 2 menidurkan • nilep: menilep, menyembunyikan • nimita: sebab, karena • nimnaga: sungai • nindita: tidak bercela, mulia, terutama • nindya: sempurna • ningan: tetapi • ningas: memangkas, memotong • ninggal: meninggalkan • ninggil: meniggi • ningrat: bangsawan, darah biru • nini: nini, panggilan untuk putri, nenek • nipah: nipah, jenis pohon • nipar: membersihkan, meratakan • nipis: susut, berkurang, makin tipis • nipuna: pandai, bijaksana • nir: tidak, bebas; • niradara: tidak dengan sopan, kurang ajar; • nirantara: tidak berapa lama lewat, sebentar; • nirasa: tidak enak, tak ada rasanya; • nirsraya: melajang, tidak kawin, membujang; • nirbawa: tak berwibawa; • nirbaya: tidak bahagia; • nirbaya, nirbita: lepas dari mara bahaya; • nirdaya: hilang tenaga; • nirdon: tiada hasilnya, gagal, urung, tak berguna; • nirmala: selamat, lepas dari kecelakaan; • nirwèsthi: tidak takut bahaya; • nirwikara: tak berubah, tabah, berani • nirna: menghilangkan • nira: ciri-ciri bunga anggrek bulan akhiran nya; 2 air • nirada: mendung • niru: meniru • nirwana: nirwana, surga • nis: hilang, pergi, tidak; • nisakara: bulan; • niscala: kuat sekali, tak bergerak; • niskala: tak ada halangan, selamat; • niskara: sekarang, semuanya; • niskarana: tidak bersebab, tak beralasan • niscaya: pasti, niscaya, tentu • nisih: menyisih, menyingkir • nisip: menyisip • nisir: menyisir, mengiris tipis • nisita: tajam, pandai, cerdas • nistha: nista, hina, rendah • nisthura: bengis, kejam, tak punya kasihan • niswasa: napas • niti: meneliti; • nitèni: meneliti, memperhatikan • nitih: naik (kendaraan) • nitik: meneliti, melihat • nitiman: bijaksana, wicaksana • nitir: memukul terus-menerus • nitis: menjelma, masuk • nitra: netra, mata • niwanda: sebab, karena • niyaga: penabuh gamelan • niyaka: pegawai, pekerja, aparat • nohan: nama hari ke-4 dalam hitungan Jawa • nom: muda; • nom-noman: pemuda, taruna • nonton: menonton, melihat • nrima: menerima, bersifat menerima apa adanya • nugraha: anugerah, karunia • nuhun: memohon, meminta • nujum: nujum, perbintangan, falakh • nukma, nuksma: menjelma • nulad: meneladani; • nuladhani: meneladani • nulahi: berpengaruh kepada • nulak: menolak • nular: menular, berjangkit • nulis: menulis • nulung: menolong • nulup: berburu burung dengan tutup • nulya: lalu, kemudian, lantas • numbak: menombak, menusuk; • numbak tambuh: pura-pura tidak tahu • numpang: menumpang; • numpang karang: orang yang menumpang di kebun orang lain; • numpang nusup: orang yang menumpang di rumah orang lain; • numpang rembug: usul • numpek: tumpah • numpeng: selamatan dengan tumpeng • numpes: menumpas • numplak: menumpahkan • numpu: berburu • numpuk: menumpuk • numusi: menjadi kenyataan • nundaka: menyuruh, menugaskan • nundha: menunda • nundhung: mengusir • nunggak: menunggak • nunggal: menyatu; • nunggang, nunggangi: mengendarai; • nunggangtaya: menghina • nunggu: menunggu • nungka: kedatangan ciri-ciri bunga anggrek bulan nungkak: menginjak dengan tumit; • nungkak krama: berlaku tak sopan, ceroboh • nungkeb: menutupi dengan bakul, mengepung lalu menangkap • nungkul: takluk; • nungkul aris: takluk dengan baik-baik • nungsa: nusa, pulau • nungsang: melintang pukang; • nungsang jempalik: mencari nafkah dengan susah payah • nungsung: memberi; • nungsung warta: mohon berita • nungtun: menuntun • nunjang: 1 menunjang; 2 memberi bonus • nunut: menumpang, ikut • nupiksa: memeriksa • nuraga: yang memerintah/ menguasai, rendah hati • nurun: meniru; • nurunake: melahirkan keturunan; • nurun sungging: meniru sama betul • nurut: ciri-ciri bunga anggrek bulan, taat • nusa: nusa, pulau; • nusa Jawa: pulau Jawa; • nusantara: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nuswa: nusa, pulau; • nuswapada: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nut: nut, ikut, menurut • nuthuk: memukul • nutu: menumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • nutup: menutup • nuwala: surat • nuwawa: titip, bertitip kepada • nuwun: memohon, meminta, permisi; • kula nuwun: permisi; • nenuwun: meminta, berdoa; • nuwun mawon: maaf ciri-ciri bunga anggrek bulan • panuwun: 1 permohonan; 2 kayu bubungan rumah O • obah: bergerak; • obah-osik: bergerak-gerik • obat: obat, jamu; • obat-abit: diayun-ayunkan; • mobat-mabit: terombang-ambing • obong: bakar • obor: obor, pelita; • obor giring: pengayom, pelindung; • sambung obor: penguburan jenazah yang kemalaman sehingga perlu diterangi dengan obor • obos: omong kosong, membual • obrog: jenis permainan anak • obyok: cucian secara bersama-sama • obyong: setuju, sepakat, sependapat • obyor: berkilauan, menyala-nyala, bersinar terang • odor: jenis permainan anak • ogah: ogah, tidak • okèh: banyak, berjenis-jenis • okol: kekuatan otot, badan, fisik • olah: masak, mematangkan • olan-olan: jenis ulat • olèh: 1 boleh, diijinkan; 2 mendapat; • olèh aja: tarik ulur; • olèh ati: kesenangan, gembira; • olèh dadi: asal jadi, berhasil; • olèh gawé: 1 mendapat tugas, pekerjaan; 2 mendapatkan yang dituju; • olèh pepati: duka-cita; • olèhan: 1 sering mendapat keberuntungan; 2 mudah dipinjami; • olèh-olèh: oleh-oleh, buah tangan • omah: rumah; • omahan: selalu di rumah; • omah-omah: membangun rumah tangga; • pomahan: perumahan • oman: sisa, bagian • omba: lebar, luas, jembar • ombak: ombak, gelombang • ombé: minum, menenggak air • omong: mengomong, bicara; • omong kosong: omong kosong, nonsens, bicara tanpa makna, basa-basi • ompak: 1 awalan pada lagu lancaran; 2 batu penyangga tiang • ompok: sengkuap • omprot: bersemburan, bertaburan • onar: kacau, geger, resah • oncat: lari, pergi, tinggal ciri-ciri bunga anggrek bulan oncé: karangan, gubahan • oncèk: kocek, kupas, buka • oncèn-oncèn: untaian, susunan • oncèng: selalu bertanya • oncèr: paparan, jelas, keterangan • oncog: berjalan cepat dengan tujuan yang pasti • oncom: jenis tempe yang terbuat dari kacang tanah • oncong: nyala, sulut, suluh, sinar • oncor: 1 obor, pelita; 2 mengoncori, memberi air (sawah) • ondhan: waktu luang, jeda, istirahat • ondhang: undang-undang, pengumuman, publikasi • oneng: gelisah, sedih, susah • onta: unta, jenis binatang gurun • ontang-anting: anak tunggal • ontèl: jantung pisang • onten: ada, berada • onté-ontéyan: untaian, rangkaian • ontong: kecewa, sedih, gelisah, jengkel • ontor: siram, guyur • ontran-ontran: geger, kekacauan • ontong: jantung pisang • onya: singkir, pergi, hinder • onyok: tawaran yang berlebihan, vulgar, diperlihat-lihatkan • onyol: tonjol, memperlihatkan, menunjukkan • ora: tidak • ori: jenis bambu • orong-orong: jenis binatang tanah • osada: usada • osadi: usaha, jamu • osik: gesek, ganggu • otot: otot, urat • owah: berubah, berganti P • pacak: dandan, berhias; • pacak baris: menata barisan; • pacak gulu: gerakan leher dalam menari atau joget • pacangan: tunangan • paceklik: musibah kesulitan bahan pangan secara massal • pacima: barat; • pacimotara: barat daya • pacir: porak-poranda, berceceran • pacuh: larangan, tabu • pacul: cangkul; • pacul bawak: tungkai cangkul; • pacul gowang: jenis rumah tradisional; • pacul jejeg: cangkul sejenis tembilang; • pacul slandhok: cangkul yang semuanya terbuat dari besi; • pacul unet: cangkul sejenis tembilang • pacung: usulan untuk dipilih • pada: 1 kaki; 2 bait • padaka: kalung, hiasan leher • padamarga: jalan kecil, lorong • padamelan: pekerjaan, karya • padangan: tempat menanak nasi • padarakan: rakyat jelata ciri-ciri bunga anggrek bulan padha: sama • padhak: tempat pembuatan garam • padhalangan: pedalangan, seluk-beluk yang berkaitan dengan wayang dan dalang • padhang: terang, bersinar • padhar: jemur, dipanasi • padharan: perut • padhas: batu cadas, batu karang; • padhas lintang: batu bintang • padhati: pedati • padhé: berbeda, berlainan, tidak sama • padhek: dekat • padhem: padam, mati • padhépokan: asrama, perguruan • padhet: padat, rapat • padhi: padi • padhidhing: musim dingin • padhilan: sapi pejantan • padhiyan: api penghangat, dian • padho: layar perangkap • padma: bunga teratai; • pama éndra: bunga teratai gunung; • padmana: hati yang gembira; • padmasana: tahta, singgasana • padmi: permaisuri; • padni, patni: permaisuri • pados: mencari • padu: cekcok, berselisih; • padu don: cekcok, berselisih • paduka: paduka, anda, kamu • padunungan: tempat, ciri-ciri bunga anggrek bulan, daerah • padupan: tempat membakar dupa • padureksa: pojok rumah • paès: hias, dandan; • paèsan: kaca berhias • paga: para-para • pagagan: huma, ladang • pagah: tetap, stabil • pagas: pangkas, potong, kitan • pageblug: musibah, bencana • pageh: tetap, tak berubah, stabil • pagéné: mengapa, apa sebab • pager: pagar • pagering: musibah, wabah • pagon: kokoh, kukuh • pagongan: tempat menyimpan gamelan • pagowong: gelap karena gerhana • pagriyan: perumahan • pagupon: rumah merpati • paguron: perguruan • pagut: bersua, berjumpa • paham: 1 paham; 2 aliran • pahat: ukir • pailit: bangkrut, jatuh rugi • paing: nama hari dalam kalender Jawa • pait: pahit; • pait getir: suka-duka • pajagan: tempat penjagaan • pajang: hiasan, pajangan • pajaran: pelajaran • pajaratan: makam, kuburan • pajeng: laku, terjual • paju: baji, sejenis kampak; • paju pat, paju telu: segi empat, segi tiga • pajuk: bercahaya, bersinar • pajurungan: pemujaan • pak: panggilan untuk bapak; • pakdhé: uwa, kakak laki-laki dari bapak/ibu • pakaja: bunga teratai • pakakas: perkakas, perabot • pakal: mata pencaharian • pakapti: kemauan, kehendak • pakara: perkara, problem • pakardi, pakarti: pekerjaan, penghidupan • pakatik: abdi, pelayan • pakèl: jenis buah mangga • pakem: pedoman baku • pakemit: azimat • pakèn: segala perintah • pakenira: kamu, anda • pakéring: penghormatan • pakerti: tingkah laku, watak • pakéwuh: segan, enggan • pakis: pakis, jenis pohon paku • pakiwan: tempat yang dianggab kiri, jarang dilewati • pakiwèn: persinggahan sementara • pakolèh: perolehan • pakon: perintah, instruksi • pakra: pantas, patut • paksa: paksa • paksama: ampun, maaf • paksi: burung • pakta: bapak tua • paku: paku • pakuwon: pesanggrahan, peristirahatan • pala: biji pala; • pala gumantung: buah-buhan yang bergantung (mangga, dll); • palakarta: rampung; • palakarti: perlengkapan; • pala kependhem: biji/buah yang terpendam dalam tanah (ketela, dll); • palakerti: perlengkapan, perkakas; • pala kesimpar: buah-buahan melata (semangka, dll); • palakirna: buah-buhan yang bergantung; • palakitri: buah-buahan di pekarangan; • palakrama: menikah; • palakrami: menikah; • palamarta: tabiat baik; • palawija: tanaman pangan selain padi di sawah • palagan: medan laga • palaku: kuli, pegawai, karyawan • palal: pahala, anugrah, karunia • palambang: perlambang • palana: pelana (kuda, gajah) • palandang: pelayan pengantin • palang: palang • palangan: larangan • palangka: kursi, dampar • palar: minta, ambil • palastra: meninggal • palaur: mau-maunya • palèlèr: hadiah pakaian bekas • palem: pohon palma • paleng: pusing • pali, pepali: wejangan, pesan • palibaya: kaum, golongan, kelompok • palihara: gangguan, huru-hara • palilah: ijin, restu, perkenan • paling: paling, puncak • paliwara: berita • palsu: palsu, semu, tiruan • palu: palu, martil • paluh: lumpur • palupi: contoh, tauladan • palyas: penolak • pama: upama, seandainya • pamadya: penengah • pamah: kunyah • pamali: larangan, pantangan ciri-ciri bunga anggrek bulan paman: paman, adik laki-laki ayah • pamanggih: pemikiran • pamardi: pengajar • pamarta: yang memberitakan, juru pengabar • pamasa: raja, ratu • pambayun: sulung, anak pertama • pamèr: pamer • pamit: pamit, ijin • pamong: pamong, aparat desa • pamor: wibawa • pamot: muatan • pampet: mampet, berhenti ciri-ciri bunga anggrek bulan pamrih: pamrih, harapan, keinginan • pamugara: pramugara; • pamugari: pramugari • pamuja: pemujaan, doa, semedi; • sanggar pamujan: tempat semedi, pura; • pamuji: doa, semedi, pujian • pana: terang, jelas; • panakawan: panakawan, abdi; • panakrama: bakti, penghormati; • panamaya: janji • panas: panas • panata: aturan, penata; • panatagama: pemimpin agama • panca: panca, lima; • pancabakah: perselisihan; • pancabaya: halangan, rintangan; • pancadriya: panca indra; • pancakaki: pengetua di desa; • pancakara: perang, perselisihan; • pancanaka: nama kuku Bima; • pancaniti: nama bangsal di kraton; • pancaruba: peralihan musim; • pancasila: lima sila, lima dasar; • pancasona: nama aji Rawana; • pancawara: lima arah mata angin; • pancaweda: lima ajaran • pancad: pancat, landasan • pancak: terima, tangkap; • pancak suji: pagar besi • pancaka: pembakaran mayat • pancal: pancal, tendang • pancama: yang kelima • pancèn: memang • pancer: pusat • panci: panci • pancik: pancatan, landasan • pancilak: berlompatan, tak sopan • pancing: pancing • pancong: centong besar • pancur: memancur • pancuran: ciri-ciri bunga anggrek bulan • pancurat: memancur, bersirat • pandadar: penguji • pandam: dian, pelita • pandawa: pendawa, lima bersaudara • pandaya: nelayan, pencari ikan • pandek: tetap • pandel: pandel, bendera lambang • pandeng: memandang, melihat • pandhak: cebol, kerdil • pandhan: daun pandan • pandhapa: pendopo, balai; • pandhapi: (ing.) pendopo, balai • pandhawa: anak 5 lelaki semua; • pandhawi: anak 5 perempuan semua • pandhé: 1 pandai; 2 pandé besi • pandhéga: pemimpin • pandhékar: pendekar, jawara • pandhiran: bercakap-cakap • pandhita: pendita, brahmana • pandho: mengajukan kedua belah tangan untuk menerima sesuatu • pandhok: tempat kediaman yang tetap • pandhosa: peti mayat, keranda • pandhuk: bertemu, berjumpa, berdamai • pandhuta: mega, mendung • pandika: pembicaraan, perkataan • pandon: laku • pandonga: doa, puji • panduk: laku, cara berbuat • panduka: paduka, tuanku • pandulu: penglihatan, mata • pandum: pembagian, anugrah, karunia • pandung: maling, pencuri • panedah: petunjuk • panedha: 1 makanan; 2 permintaan • panedya: petunjuk • panegar: pelatih kuda tunggang • panèk: panjat, dipanjat • panekar: kebayan • paneksi: uang saksi • panelah: sebutan, nama • panembahan: junjungan, yang disembah • panemu: pendapat, usul • panèn: panen • panengah: penengah • panengen: yang di kanan • panenggak: kedua, leher • panèwu: panewu, camat • pang: cabang, dahan • pangajeng: pemuka; • pangajeng-ajeng: harapan, keinginan • pangaji: harga, penghargaan; • pangan: pangan, makanan • pangapura: maaf, ampunan; • pangapunten: (ing.) maaf, ampunan • pangarsa: pemuka, pembesar; • pangarsa-arsa: harapan, keinginan; • pangarsi: pemuka, pembesar • pangèstu: restu • panggèh: bertemu • panggeh: tetap, tiada berubah • panggel: pendek lehernya • panggeng: kekal, tetap • panggih: bertemu, berjumpa • panggil: panggil, janji • panggul: pikul, gotong • panggulu: anak yang kedua • panggya: bertemu, berjumpa • pangkaja: 1 sinar, cahaya; 2 telapak • pangkat: pangkat • pangku: cara mematikan huruf dalam tulisan Jawa • pangkur: pangkur, jenis tembang • panglima: panglima, pemimpin perang • pangling: lupa rupa • pangluh: melengkung, mentiyung • panglus: penghalus • pangot: pisau, lading, sabit • pangran: 1 pangeran; 2 Tuhan • ciri-ciri bunga anggrek bulan pemerintah, aparat; • pangrèh agung: pejabat besar; • pangrèh luhur: pejabat tinggi; • pangrèh praja: pejabat negara • pangu: sebentar • pangul: ujung tanah kedokan • pangulu: penghulu; • pangulu banyu: pegawai pengairan • pangupa: hal mengenai; • pangupaboga: hal mencari makan; • pangupajiwa: hal usaha kehidupan; • pangupakara: hal perawatan, pemeliharaan; • pangupaksama: hal pengampunan; • panguparengga: hal • penghiasan pangur: pangur, pemotongan • panibasampir: pemberian dari pengantin laki-laki kepada perempuan • panicil: cicilan • panida: kapur • paniganan: cerana, tempat sirih • panigraha: pemberian • panika: pena, ballpoint • panil: bagian pintu • panili: panili • paningron: hari naas (yang ke-5), hari paringkelan • paningset: pengikat yang erat • panjalin: penjalin, rotan • panjang: panjang; • panjangan: upeti; • panjang ilang: daun kelapa muda yang dianyam sebagai wadah makanan untuk kenduri • panjangka: perkiraan, dugaan • panjara: penjara, rumah tahanan • panjel: ganjal, galangan • panjenengan: engkau, kamu, kalian • panjer: nyala terus; • panjer ésuk: bintang yang menyala sampai pagi hari; • panjer soré: bintang yang menyala sejak menyala sore hari • panji: bendera kecil; • panji klanthung: pengangguran; • panji-panji: bendera • panjidhur: jidur, tabuh, kandang besar • panjing: masuk • panjor: dasar pedoman, pokok-pokok pedoman • panjrah: ciri-ciri bunga anggrek bulan merata, tersiar dimana-mana • pantaka: mati, wafat • pantang: pantang • pantara: antara • pantaran: sebanding, sebaya • panté: pantai • pantèg: kuat, kukuh, tahan • pantèk: pasak • pantèn: engkau • pantes: pantas • pantha: bagian, potongan • pantheng: pandangan menyatu • panti: panti, rumah • pantun: padi • panu: panu, penyakit kulit • panuduh: petunjuk, penuntun; • nuduhi: memberi petunjuk • panuhun: permohonan, permintaan; • nuhun sewu: permisi, maaf • panuju: terarah, tertuju; • nuju prana: berkenan • panukma, panuksma: penjelmaan, titisan • panutan: panutan, contoh, teladan; • manut: menurut; • nunut: ikut, numpang • panutup: penutup • panutur: penutur • panuwun: 1 permintaan, permohonan; 2 kayu bubungan rumah; • kula nuwun: permisi, minta izin mau masuk rumah orang lain; • nuwun sewu: permisi, maaf • panyuwun: permintaan, permohonan • paoman: bilik tempat bersemadi • paos: pajak, panjang, beda • paotan: alat untuk meruncingi • papa: sengsara, kesulitan, menderita • papag: jemput, temui, jumpai; • mapag: menjemput • papah: papah, pondong, tuntun; • papahan: tuntunan • papak: sejajar, sama ujungnya • papaka: 1 pemburu; 2 siksaan • papal: patah, cuwil • papan: papan, tempat • papar: jelas, rata • papas: jumpa, temu • papasan: berjumpa, bertemu • papat: empat • papras: patas, cuwil, gugur • papreman: tempat tidur • papriman: mengemis • papringan: himpunan bambu • para: 1 bagi; 2 para; • paracampah: suka mencela, menghina; • paracidra: pengkhianat, pendusta; • paradata: jaksa; • parahita: berguru, mengabdi; • parajaya: salah, kalah; • parakarta: selamat, sehat; • parakasak: pemberian, hadiah; • parakirna: buah-buahan pohon; • parakrama: kawin, menikah; • paranyai: abdi wanita di istana; • parapadu: sengketa, berselisih; • parasama: pilih kasih; • parasatya: teman; • paratantang: suka menantang, suka berkelahi; • parawadulan: juru sandi; • parawanten: sesajian • parab: nama • paraga: pelaku • parah: parah • parai: buah parai, pare • parak: datang, hadir, mendekat • parakan: kedatangan, kedekatan • parama: yang terutama, terindah; • paramadiwa: surga; • paramakawi: ahli syair; • paramaresi: begawan, pendita; • paramasastra: ahli sastra; • paramatatwa: kenyataan yang luhur; • paramarta: adil, pemurah, ampunan; • paramastri: bidadari; • paramastuti: ahli ibadah; • paramèng basa: ahli bahasa; • paramèng kawi: ahli syair; • paramèsthi: dewa yang mulia; • paramèswara: raja; • paramèswari: permaisuri • paramita: kesempurnaan • parampara: juru penerang • paramudita: lebih luas, baik, bijaksana, alam semesta; • paramudya: baik, bijaksana; • paramusésa: jajahan yang luas, alam semesta • paran: arah, tujuan; • paran tutuh, paran tutuhan: tertuduh, terdakwa; • paran baya: apakah gerangan; • parandéné: apalagi; • paran para: juru penerang • parang: parang, senjata; • parangmuka: penjahat, maling, musuh; • parangrusak: motif batik • pararapan: dahi • paras: wajah; • diparasi: dikelupas • parasdya: niat, maksud, kehendak • parastra: mati, wafat, gugur • parasu: 1 kapak, parang; 2 gunung • parat: sebangsa patri • paratra: mati, akhirat • parawan: perawan, gadis • parawasa: dibunuh, disiksa • parbata: gunung, bukit • parcaya: percaya • pardata: perdata • pardi: terdidik, tekun bekerja • pardika: arti, makna • parek: dekat, akrab • parekan: yang dekat • parem: param, obat olesan • pareman: tempat tidur • paremas: bersulaman benang emas • pareng: 1 bersama; 2 permisi • paréntah: perintah, instruksi • parepat: 1 keempat; 2 abdi, pengiring • parepatan: 1 perempatan; 2 rapat, perundingan, musyawarah • pari: 1 padi; 2 hal, mengenai; • paribasan: peribahasa; • paribawa: wibawa, pengaruh; • paributa: dihina, dihinakan; • paricara: abdi, hamba (laki-laki); • paricari: abdi perempuan; • parigraha: 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; • parihasa: penghinaan, celaan; • parikena: cocok, berkenan; • parikrama: sambutan, penghormatan; • parikudu: mau sekali, seharusnya; • parimaha: besar; • parimarma, parimirma: kemurahan, belas kasih; • paripadu: seharusnya, mau sekali; • paripaos: peribahasa, ungkapan; • paripeksa: terpaksa, seharusnya; • paripolah: bertingkah polah; • paripuja: ciri-ciri bunga anggrek bulan • paripurna: paripurna, sempurna, pensiun; ciri-ciri bunga anggrek bulan paritrana: pertolongan, perlindungan; • paritustha: senang, girang, puas; • pariwanda: penghinaan, celaan; • pariwara: berita, warta; • paripasa: paksa • paridan: sebangsa kerekan layar • pariga: gada, danda, belantan • parigi: sumur, tambak, mata air • parikan: syair, pantun • pariksa: periksa • paring: memberi • paris: sebangsa perisai • parma: anugrah, karunia; • parman: belas kasih Tuhan; • parmana: waspada, tekun, teliti, sempurna; • parmata: permata; • parmati: tekun, teliti, waspada • paro: separo, setengah • parol: kata-kata untuk saling berjanji • paron: 1 landasan untuk menempa; 2 setengah • parpatan: perempatan, silang empat • parsa: gunung • parsada: persada, istana, gedung, candi, bumi • parsudi: mencari, upaya, usaha • parswa: lambung (kaki) gunung • partala, pertala: bumi, tanah • partana: pembicaraan, musyawarah • parti: hal, mengenai; • partidésa: selamatan desa; • partikelir: partikelir, swasta; • partisara: piagam, ijasah • partima: mencari • paru: paru-paru • paruh: separo, setengah • parul: kata-kata, untuk saling berjanji • parung: jurang yang tak begitu dalam • parupuh: dipukuli, dipangkas, ditutuh • diparusa, diparosa: dipaksa, diperkosa • parusya: kasar, bengis • parwa: bagian, episode • parwata: gunung, bukit; • ciri-ciri bunga anggrek bulan 1 asal mula, mula-mula; 2 gunung • pas: pas, tepat, sesuai • pasa: puasa • pasagi: berbentuk persegi; • pasagi kubuk: kubus; • pasagi bata: persegi panjang (seperti bata); • pasagi miring: belah ketupat, jajaran genjang • pasah: pasah, penghalus kayu • pasaja: sederhana, bersahaja • pasaji: sesaji • pasak: pasak • pasaksi: saksi • pasal: pasal • pasalatan: tempat sholat • pasalin: tempat ganti, kamar pas • pasang: 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; • pasang aliman tabé: mohon ijin, permisi; • pasangan: 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; • pasang angkuh: sombong, congkak; • pasang gendéra: mengibarkan bendera; • pasang giri: sayembara; • pasangliring: mengerling, menjeling; • pasang grahita, pasang cipta: menggunakan indra; • pasang rakit: susunan, struktur, pengaturan; • pasang ulat: menggunakan bahasa simbol; • pasang semu: menggunakan bahasa simbol; • pasang walat: mengenakan tulaknya • pasanggrahan: pesanggrahan, tempat istirahat • pasar: pasar, tempat jual beli; • pasar malem: pasar malam; • pasaraya: pasar besar • pasatan: 1 handuk; 2 tempat yang kering • pascima: barat • paser: damah, anak damah, sumpit • pasik: fasik, tak beragama • pasir: 1 pasir; 2 samudra; • pasir wukir: lautan dan pegunungan • pasirah: kepala • pasiran: tempat yang berpasir • pasisir: pesisir, tepi laut • paso: pasu, jambang, jambangan tempat air • pasowan: waktu untuk menghadap • pasrah: pasrah menyerah; • pasrah bongkokan: menyerah tanpa syarat; • pasrah ngalah: pasrah, mengalah • pasrangkara: menegur, berkata dengan manis muka • pasrèn: 1 perhiasan; 2 bilik tengah • pasri: asri • pasthi: pasti, tentu • pasu: 1 batang hidung; 2 binatang, hewan • pasupati: panah milik Arjuna • pasuryan: muka, perangai • patah: patah, potong, putus • pataka: jahat, durhaka • pataksi: pertanyaan • patala: alam (dunia) di bawah bumi pertala • patang: empat, berempat; • patang aring: dinding untuk sekat kamar tengah; • patang atus: empat ratus; • patang ewu: empat ribu; • patang puluh: empat puluh; • patang yuta: empat juta • patangèn: tempat untuk bangun • patani: 1 petani; 2 tempat tidur • patapan: pertapan • ciri-ciri bunga anggrek bulan patar, kikir besar • patarana: tempat duduk • patembaya: sayembara • patèn: pasti, pengakuan; • hak patèn: atas suatu karya • pater: pemimpin agama nasrani • pathèk: patek, jenis penyakit kulit • pathet: tinggi rendah nada • pathi: pati, sari • pathok: patok, tongkat tertancap • pathola: cindai sutra halus • pati: pati, mati, meninggal; • pati-pati: terlebih-lebih; • pati bogor: sekarat, hampir mati; • patibrata: bertapa, bersemedi; • patigawé: bekerja keras; • patigeni: puasa sehari semalam • patibasampir: peningset • patih: patih, wakil • patik: 1 noda; 2 abdi, hamba; • patik-aji: abdi raja, daulat tuanku; • patikbra: rakyat banyak • patita: jatuh • patitis: titis, tepat, efektif • patra: daun, surat; • patramanggala: nama tembang gedhe; • patrasèli: nama bunga • patrap: sikap, tindakan • patrem: keris kecil • patuh: patuh, taat • patuk: paruh, tatah, pahat • patuku: pembeli • patung: patung, arca • patungkas: pesan, amanat • paturon: tempat tidur • patut: patut, pantas • patuwas: pesan, amanat • paugeran: patokan, ketentuan • paut: sangkut paut, hubungan • pawaka: api • pawana: angin, udara • pawar: kebayan • pawarta: berita, warta • pawèh: pemberian • pawèstri: perempuan, putri • pawira: perwira, gagah • pawitan: modal • pawitra: jernih, suci, bersih • pawiyatan: pendidikan • pawon: dapur • pawong: orang; • pawongan: sosok seseorang; • pawong mitra: sanak famili, saudara • pawuhan: keranjang sampah, tempat pembuangan sampah • pawukon: siklus waktu berdasarkan wuku • paya: syarat, upaya, ikhtiar • payadan: dalih, berdalih • payah: payah, letih • payang: payang, pukar • payu: laku • payudan: peperangan, medan laga • payudara: payudara • payun: atap rumah • payung: payung; • payung agung: payung besar; • payung bèbèk: tudung lebar dari daun nyiur; • payung kuning: pengayoman; • payung sungsun: payung bertingkat • payus: pucat lesi, kurang bercahaya • pecah: pecah • pecalang: pelopor, ciri-ciri bunga anggrek bulan desa • pecat: pecat, copot; • pecat mati: berhenti kerja karena mati • pécé: buta sebelah, cemeh, cemer • pecèh: bilis, rejeh matanya • pecel: pecel, jenis bumbu • pècèl: pecah belah • pecèran: pelimbahan • pecerèn: pelimbahan • pèci: peci, topi • pecil: anak katak • ciri-ciri bunga anggrek bulan cambuk • pedhang: pedang; • pedhang suduk: pedang yang lurus; • pedhang warangan: pedang yang terhunus • pedhati: pedati, dokar • pedhaya: perdaya, memperdayakan • pedhes: pedas; • pedhes perih: pedih perih • pedhèt: anak sapi • pedhot: putus, patah • pedhut: awan • pegat: putus, patah; • pegat mati: putus mati; • pegat-pegat: terputus-putus; • pegat urip: putus hidup • pegawan: begawan • pegel: pegal, payah • pehan: air susu • pejah: mati; • pejah kelir: partikelir, swasta • pekara: perkara • pekatul: bekatul • pekèt: piket, giliran tugas • pekéwuh: segan, serba sulit • pekik: tampan, bagus • peking: peking, bagian dari gamelan • peksi: burung • pekti: upeti • pelag: baik, cantik, bagus • pélag: palang penyekat • pelak: anak ikan kakap • pélan: nama burung • pelana: pelana • pélas: jenis lauk • pelat: papan nama • pelem: mangga • peleng: bundaran hitam di mata • pelit: pelit, tamak • pélog: pelog, laras gamelan • peloh: lemas, lunglai • pelung: nama burung • pelus: ikan palung, sebangsa lintah • pélut: pikat, tarik, tawan • pèmès: pisau kecil/pisau gapit • pénak: enak, nikmat • pénakan: keponakan • pénang: keluarga, kaum, seketurunan • penapa: mengapa • penat: penat, capai • penatus: kepala prajurit • pencak: tendang, sepak • pencar: menyebar; • pencar-karang: sudah membuat rumah sendiri, mandiri, tidak ikut orang tua • pèncèng: miring • pencèt: tekan, pijat • pencu: 1 kepala, limas yang tinggi (rumah adat); 2 ujung kerucut • pendhak: berulang • pendhapa: pendapa, balai • pendharat: tali untuk menambatkan binatang • pendhatos: pedati, dokar • pendhéga: pemimpin • pendhèk: pendek, rendah • ciri-ciri bunga anggrek bulan pendek • pendhem: pendam, tanam • pendhet: ambil • pendhil: periuk, kendil • pendhita: pendita, resi, begawan • pending: sabuk dari perak • pener: tepat, benar sekali • penèwu: penewu, pangkat di kraton • pengaron: belanga besar • pèngeran: pangeran, putra raja • pènget: peringatan, saran, nasihat • penggak: cegah, menghalangi • penggang: renggang, rongga • péngkal: salah satu perangkat huruf Jawa • pengker: lampau, lalu, silam • pengki: keranjang sampah • pengkok: tekan • péngkolan: tikungan, belokan, kelokan • pèngkrang: duduk di tempat tinggi • pengkuh: kuat, kokoh • pengulu: penghulu • pèni: indah, bagus, cantik • penjalin: penjalin • pental: terlempar, terhempas • pentas: pentas, naik panggung, tampil • pentasan: pertunjukan, pementasan • pentelung: mentiyung, melengkung • penthang: memegang, memasang • pentheng: tegang • penthung: tongkat, pemukul • pentil: 1 berbuah ciri-ciri bunga anggrek bulan muda; 2 puting susu • penting: penting • penyakit: penyakit • penyèt: tekan • pènyèt: lempeng, pipih • penyon: memakai penyu • penyu: penyu • penyuk: benjut, luka • pep: lembab • pepak: pepak, lengkap, sempurna • pépé: jemur, dipanaskan • peper: tumpul • pèpèr: cebok dengan batu, membersihkan berat • pepes: lemas, lunglai, tak berdaya • pèpès: jenis lauk pauk, pepes • pepet: perangkat huruf Jawa untuk vokal “u” • pèpèt: tekan, desak • pera: mudah dibagi, tidak lekat • perak: dekat • pérak: perak, jenis ciri-ciri bunga anggrek bulan berwarna putih • perang: perang, bertempur; • perang brubuh: adegan perang amuk-amukan; • perang kembang: adegan perang yang akan terus berkembang; • perang sabil: perang sabil, membela agama; • perang tandhing: perang tanding • pérang: membagi • peras: peras • perasaan: perasaan • percanten: pembicaraan, percakapan • percaya: percaya, yakin • perdi: mendidik, merawat, memelihara dengan baik • perdikan: tanah bebas pajak • perdondi: berselisih, ragu-ragu • perduli: peduli • peri: peri, sebangsa bidadari, kuntilanak • perih: perih • perjaya: bunuh • perkutut: perkutut, jenis burung • perlak: perlak • perlambang: perlambang, tanda, simbol • perlawanan: perlawanan • perlaya: kiamat, mati • perlu: perlu • permadani: permadani • permana: permana, sempurna • permati: teliti • persaben: permisi, memberi tahu kepada, meminta ijin • persandha: persada • persapa: menyapa, memanggil • persekot: uang muka • persèn: persen • persudi: mencari, berusaha, upaya • pertapan: pertapan • peru: peru, empedu • perut: perut • perwandé: sudah tentu, pasti • diperwasa: dipaksa • pès: sakit pes, jenis sakit perut • dipesa: dipaksa • pesagi: pesagi, persegi, kotak • pesaja: sederhana, bersahaja • pesan: pesan, amanat • pesat: pesat, amanat • pèsèk: pesek, kurang panjang • peseng: memajang, mengenakan • pèsèr: peser, jumlah uang • pesing: pesing, bau air kencing • pesisir: pesisir, garis pantai • pesiyar: pesiar • péso: pisau • pèsta: pesta • pesthi: pasti, tentu • pestul: pistol • dipesu: diusahakan dengan sungguh-sungguh • pesud: lap, bersihkan • petak: petak, gertak, teriak • pétak: petak • pétan: mencari ketombe di rambut • pétang: menghitung • peté: petai ciri-ciri bunga anggrek bulan peteng: gelap, gulita; • peteng ndhedhet: gelap gulita • pethak: putih • pethat: sisir • pethat: putus, terceraikan dengan paksa • pethèk: patek, jenis penyakit kulit • pèthèk: kayu penyangga atap, nama ikan laut • pethékol: kuat, gagah, berotot • pethel: rajin, tekun • pethèl: petel, pemotong kayu • pèthèl: lepas, copot • pethèn: peti kecil • pethèr: panas terik • pethit: tinggi, luhur • péthok: tumpul, majal • dipethot: dibetot • péthot: biliut, liat • pethuk: ketemu, jumpa, bersua • petik: petik, ambil, tunai • petinggi: petinggi • petis: petis • petung: jenis bambu • pétung: berhitung • piandel: kekebalan • pianggep: anggapan, dugaan • piangkah: kehendak, niat • piangkuh: keangkuhan • piatu: tak beribu • picis: picis, uang • pidak: injak • pidana: pidana, hukuman • pidari: istirahat, perhentian • pikrama: kawin, menikah • piksa: periksa, lihat • pikul: pikul • pikun: pikun • pikut: tangkap • pikuwat: penguat, pengokoh • pilah: bagi, kelompok, golongan • pilakon: cerita, lakon • pilalah: lumayan, remak • pilalan: pilihan, apa-apa yang dipilih • pilalu: lumayan, lebih baik dari pada • pilang: nama pohon • pilang-pilang: sudah untung mata • pilapilu: lendir • pilar: pilar, tiang • pilara: penyakit; • dipilara: disakiti • pilaur: mau-mau saja • pilenggahan: kedudukan, jabatan • pileren: istirahat, berhenti • dipiles: diinjak, digilas, dirimbas • pilih: pilih; • pilih bobot: tidak tertandingi; • pilih kasih: membeda-bedakan kasih sayang; • pilih tandhing: tidak tertandingi; • pilih lalab: tidak membeda-bedakan • pilingan: bawah telinga • pilis: pelipis • pilpèn: pulpen, pena • pilungguh: kedudukan, jabatan • pinandhita: dianggap pendita • pinang: pinang • pinangantèn: pengantin • pinara: dibagi • pinarak: dipersilakan duduk • pinarbutan: diperebutkan orang banyak • pinarek: didekati • pinaremas: diremas • pinarigi: dipasangi tambak, empang • pinaringan: diberi • pinarsada: disusun, dibuat candi dianggap kuil • pinarwasa: dipaksa, dibekuk • pinasthi: dipastikan, ditentukan • pinasthika: yang mulia, yang terutama • pinatik: bertahtakan, berhiaskan • pincang: pinjang, cacat kaki • pincuk: pincuk, wadah terbuat dari daun • pindha: seperti, ibarat • pindhah: pindah, bergeser • pindhang: pindang, ikan; • pindhang wutah: punya hajat yang sudah siap seluruhnya, tetapi batal karena suatu sebab • pindho: kedua • pinggahan: alat untuk naik • pinggala: merah tua • pinggan: pinggan • pinggang: pinggang • pinggel: gelang kaki, gelang • pingget: cekung, lekuk, berbekas • pinggir: pinggir, tepi • pingil: tingkah laku, kelakuan • pingit: pingit, sembunyi • pingkel: pingkal, terbahak • ping: kali, perkalian • pingseng: pipih hidungnya, sengau • pinidana: dipidana, dihukum • pinihan: tempat benih, tempat bibit • piniji: dipilih • pinilala: dimanjakan • pinilara: disakiti, disengsarakan • pinilaya: dipercaya, diyakinkan • pinilih: dipilih • piniluta: dipikat, dirayu • pinisepuh: orang yang dituakan • pinisilin: jenis obat generik • pinituwa: dianggap tua • pinjal: kutu • pinjeman: pinjaman • pinjungan: kain penutup buah dada • pinta: minta, mohon • pinten: berapa • pintèn: nama tetumbuhan • pinter: pintar, pandai • pinti: tali, tampar • pintu: pintu; • pintu angin: jendela, ventilasi • pinuju: dituju • ciri-ciri bunga anggrek bulan lebih, unggul • pinupus: dipasrahkan, diserahkan • pinurba: dikendalikan, diatur • pinurwa: dimulai • pipi: pipi • pipih: pipih, tipis • pipilaka: semut • pipir: pinggir, tepi • pipis: pipis, kencing • pir: 1 per; 2 buah pir • pira: berapa; • pira betahan: berapa lama tahan; • pirabara, pirangbara: mestinya lebih baik dari pada • pirak: berpisah, bercerai • pirang: banyak; • pirangbara: mestinya lebih baik dari pada • piranti: piranti, adat • pireng: dengar • piring: piring • pirma: belas kasihan • piroga: penyakit • pirsa: pirsa, lihat, tahu • pisaca: cebol, kerdil, kurcaci • pisah: pisah, cerai • pisalin: bersalin • pisan: sekali, satu • pisang: pisang • piser: peluru • pisuh: maki • pisuka: bersuka ria, bergembira • pisuna: nistaan, celaan • pisungsung: pemberian, persembahan • pita: pita • pitakon: pertanyaan • pitara: para leluhur (nenek moyang) • pitawa: keputusan para ahli agama • pitaya: percaya, yakin • pitedah: petunjuk, penerang, saran • pitu: tujuh • pituduh: petunjuk • pituhu: menurut, mituhu • pituna: rugi, buntung • pitung: berhitung, perhitungan • pitungan: hitungan • piturut: menurut, patuh • pitutur: nasihat • pituwah: petuah • pituwas: petuah • pituwi, pituwin: lagi, serta, dengan • piweling: amanat, saran, nasihat • piyambak: sendirian, pribadi • piyanten: priyayi, seseorang • piyarsa: pendengar, pemiarsa • piyas: pucat, layu • piyatu: piatu, tak beribu • piyayi: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bangsawan, ningrat • plawangan: pintu masuk • pocapan: ucapan, cerita • poci: poci • pocok: hasil potongan pohon • pocong: mayat yang sudah dikuncir • pocongan: hantu pocong • pocot: copot, lepas, pecat • pocuk: pucuk, puncak • pocung: tembang macapat pocung • podhang: podang, kepodang, jenis burung • pohan: susu • pojar: ujar • pojok: sudut • pokah: patah ciri-ciri bunga anggrek bulan pokol: pukul, tendang, sepak • polah: polah, tingkah, kiprah • polatan: muka, perangai • polong: kacang polong, buah cengkeh • polor: hati batang • polos: polos, lugu • pon: Pon, hari pasaran • ponakan: kemenakan, keponakan • ponang: si, sang • pondhong: pondong; • pondhong pikul: pondong pikul • pongah: sombong, congkak • ponggé: biji durian • popok: alas kain bayi • pra: pra, sebelum • praba: cahaya, sinar; • praba angkara: matahari; • praba angkara-kara: matahari; • prabakara: matahari; • prabancana: angin; • prabandakara: matahari; • prabanggana: langit terang tanpa awan sedikitpun; • prabangkara: matahari; • prabasini: nama bidadari; • prabaswara: bersinar, bercahaya terang • prabata: gunung • prabatang: kayu yang roboh • prabawa: wibawa, pengaruh • prabéda: perbedaan • ciri-ciri bunga anggrek bulan biaya, ongkos • prabot: perabot, alat • prabu: raja • pracadi: percaya, yakin • pracados: percaya, yakin • pracalita: petir, kilat, halilintar • pracandha: ciri-ciri bunga anggrek bulan, angin topan • pracara: kejahatan • pracaya: percaya, yakin • pracihna: tanda, lambang • pracima: barat • pracoda: cemeti • prada: prada, hias, lapisan • pradan: dilapisi, dihiasi • pradana: pemuka, pemimpin • pradangga: gamelan, bunyi-bunyian; • pradanggapati: matahari • pradapa: bersemi • pradata: perdata, pengadilan perdata • pradhah: dermawan, suka menjamu • pradikan: tanah bebas pajak • pradin: selesai • pradipa: terang bercahaya • pradipta: terang, bercahaya, gemebyar • pradondi: berselisih, bertengkar • praduli: peduli, perhatian • pragak: pohon bercabang • pragalba: buas, garang, harimau • praguwa: besar sekali • prahara: prahara, huru-hara • praharana: senjata, pembinasaan • prahpun: bagaimana • praja: pemerintahan, kerajaan, istana • prajaka: perjaka, jejaka • prajanji: perjanjian • prajaya: bunuh • praji: bidan, dukun bayi • prajurit: prajurit, tentara • prakampa: gempa bumi • prakara: perkara, soal, masalah • prakarana: bab, bagian • prakasa: perkasa, kuat • prakasita: masyhur, termasyhur, kenamaan • prakatha: suara gaduh • prakawis: perkara, soal • prakempa: gempa • pralabda: pandai, ahli • pralaga: perang • pralagi: dahulu, masa lampau • pralambang: perlambang, tanda • pralambi: lambang, sindiran • pralampita: perlambang, tanda • pralaya: mati, kiamat • pralebda: pandai, ahli • praléna, pralina: mati, wafat, gugur • pralina: wafat, gugur • prama: yang terutama • pramada: tidak hati-hati, lengah, lalai • pramana: awas, waspada • pramanem: sepi, sunyi, senyap • pramati: teliti, awas • prambayun: sulung, pertama • ciri-ciri bunga anggrek bulan keji, kejam, lalim • praméga: perabot, alat perlengkapan • pramèsthi: yang termulia • pramèswara: raja; • pramèswari: permaisuri • praméya: tiada setimbang • pramila: maka, oleh karena ciri-ciri bunga anggrek bulan • pramoda: pemuda, taruna; • pramodya: pemuda, taruna • pramosadha: ilmu perdukunan • prampang: kering, terasa panas • pramudita: alam semesta • pramugara: pramugara; • pramugari: pramugari • pramukya: pemuka, pemimpin • pramusésa: alam kedewaan • pramusita: kelapangan hati, luas • prana: hati, nafas • pranada: tikar, lapik, tempat duduk • pranahara: ilmu, pengetahuan • pranaja: hati, batin, dada • pranakan: keturunan • pranala: hati yang panas, marah • pranama: purnama, bulan bulat utuh • prananta: mati, wafat, sekarat • pranata: pernata, aturan, norma; • pranatacara: penata acara, pembawa acara, master seremoni; • pranatagama: pemimpin agama, aturan agama; • pranata mangsa: perhitungan iklim dan musim; • pranatan: pernata, aturan, norma; • pranataning negara: undang-undang, hukum, peraturan, instruksi • pranawa: terang, awas, bijaksana • prandéné: meskipun demikian • prang: perang; • prangwedani: permadani • prani: nafas, hidup • pranili: panili, bumbu masak • praniti: peniti, peneliti, pengawas • pranji, pranjèn: kandang ayam • prantasan: penyelesaian • prantéan: pesakitan, narapidana • pranti: alat, perkakas • prantos: alat, perkakas • prantunan: penantian, penungguan • praos: perasa • prapal: cuwil, berguguran • prapanca: gelisah, ciri-ciri bunga anggrek bulan • prapasan: keprasan, potongan • prapatan: simpang empat • prapèn: perapian • praponca: gelisah, bingung • prapta: datang, tiba; • prapti: datang, tiba • praptana: kesanggupan • prasa: perasa • prasaben: berkata kepada, minta izin • prasada: candi, gedung, istana • prasadu: berkata kepada, ciri-ciri bunga anggrek bulan izin • prasaja: sederhana, terus, terang • prasama: bersama-sama, semua • prasamaya: perjanjian, akta kesepakatan • prasami: sesama • prasanakan: persaudaraan, kekeluargaan • prasandha: sanggup, sesuai, mufakat • prasanta: bening, hening • prasapa: amanat, pesan, ajaran • prasasat: sebagai, selaku, ibarat ciri-ciri bunga anggrek bulan prasasta: terpuji, termashur; • prasasti: prasasti, piagam • prasasya: indah (baik) sekali • prasetya: prasetia, janji, tekad • prasida: jadi, terjadi, terlaksana • prasoda: candi, gedung, istana • prasta: selesai • prastarana: tilam, kasur • prastawa: waspada, awas, pertanda • prastha: tengkuk, kuduk • prasthi: kehendak, keinginan • prasu: palsu, lancung • prasudi: usaha, upaya, merawat • prasupta: tidur • prasuti: perintah • prata: kemasyhuran • pratala: tanah, bumi; • pratali: peningset, pengikat • pratama: pertama, utama • pratandha: pertanda, lambang • pratangga: matahari; • pratanggakara: matahari • pratanjana: percaya • pratapa: kewibawaan • pratapa: tapa • pratapan: pertapaan, tempat bertapa • pratapi: tapa • pratéken: teken, tanda tangan • pratéla: jelas, terang; • pratélan: penjelasan, keterangan • pratelon: pertigaan • pratignya: berjanji • pratikel: gagasan; • iguh pratikel: pemikira, ide, gagasan • pratima: arca, patung • pratinggi: petinggi • pratingkah: tingkah laku, perbuatan • pratingkes: tangkas, pandai • pratipa: angin topan • pratisara: ijazah, surat putusan • pratistha: bertempat tinggal, diam, duduk • pratita: mashur, termashur • pratitis: tepat, benar, titis • pratiwa: pemimpin ketentaraan, perwira • pratiwanda: halangan, bahaya, rintangan • pratiwi: tanah, bumi, pertiwi • pratuwin: lagi, dan, serta • pratyaksa: jelas, tampak, terang • pratyangga: badan, tubuh, senjata • pratyéka: perincian, bagian • prau: perahu, kapal • praupan: wajah, muka • prawan: perawan, gadis; • prawan sunthi: gadis kecil yang belum haids • prawantu: oleh karena • prawara: berita, warta, kabar • prawasa: siksa, bunuh • prawata: gunung • prawatan: perawatan • prawéda: arah, maksud; • prawédyarini: bidan, dukun beranak • prawira: berani; • prawiratama: perwira yang utama • prawita: permulaan, sebab, berguru • praya: tujuan, maksud; • prayagung: pembesar • prayangan: makhluk halus, lelembut • prayatna: hati-hati, waspada • prayayi: priyayi, bangsawan • prayitna: hati-hati, waspada • prayoga: baik, mulia, utama • prayojana: niat, maksud, kehendak • precil: anak katak • prégolan: regol, pintu gerbang • prekara: ciri-ciri bunga anggrek bulan, masalah, soal • prekis: kecil, mungil • prekul: beliung kecil, kapak • prekutut: perkutut, jenis burung • prelu: perlu • premana: premana, jelas, awas • premati: teliti, awas • prenah: tempat, letak • prenjak: burung prenjak • pretana: barisan, prajurit • préwangan: makhluk halus yang diharap bisa membantu mencari kekayaan • préwé: bagaimana • priangga: pribadi • pribumi: pribumi, warga asli • prigel: cekatan, ahli • prigi: mata air, kolam, tambak • prih: perih; • prihatin: prihatin, susah • prika: sana; • priki: sini • prikanca: kawan sekerja • priksa: priksa, lihat, tahu • ciri-ciri bunga anggrek bulan kitab primbon; • primbetan: primbon • primpen: tersimpan baik-baik • princi: perinci, jelas • pring: bambu • pringga: pribadi • pringgitan: bagian dalam rumah • pripih: antar saudara ipar • pripitan: pelipit, serip, kelim • pripun: bagaimana • priti: senang, suka • priya: pria, lelaki; • priyambada: rayuan, cinta; • priyamitra: saudara laki-laki; • priyangga: pribadi, sendiri; • priyarana: prajurit • priyayi, priyagung, priyantun: priyayi, bangsawan • priyoga: nasihat, utama, baik • prunan: kemenakan • prungu: pendengar, telinga • pruwita: berguru, mengabdi • pucuk: puncak • pucung: jenis tembang macapat • pudhak: bunga pandan; • pudhak wangi: bunga pudak wangi • pudyastuti: puji-pujian, doa, harapan • puger: peraturan, hukum; • pugeran: peraturan, hukum • puhara: akhirnya, sebab-sebabnya • puja: puja, doa, harap; • pujabrata: semedi, berdoa; • pujakrama: penghormatan; • pujamantra: membaca mantra; • pujastawa, pujastuti: doa, puji; • pujawan: orang yang suka memuja • pujangga: pujangga • puji: doa, puja, harap • pukul: 1 pukul; 2 jam, waktu; • pukul rata: menganggap sama, disamakan • pukulun: paduka, engkau • pul: jadi satu • pulang: pulang, kembali • pulas: 1 pulas, nyenyak; 2 pensil warna • pulasara: aniaya, sengsara • pulasari: tanaman obat • pulastha: selesai, habis • pulawaras: pulasari, tanaman obat • pulen: pulan • puli: puli, jenis bumbu • pulih: pulih, kembali normal • pulo: pulau • sapuluh: sepuluh, 10 • pulukan: genggaman • pulung: wahyu, anugerah • pulut: getah yang liat • pumpung: senyampang • pun: sudah, selesai, jangan • punakawan: pengiring • punapa: apakah • punapi: apakah • punas: lunas • puncak: puncak; • puncit: puncak; • puncon: puncak (gunung) • pundhak: pundak, bahu • pundhi: pundi-pundi • pundhong: nama rumput • pundhung: buah pundung • pundhut: ambil, beli • pundi: mana, di mana • pundirangan: bergerak-gerak tak sopan • punggawa: punggawa, aparat • punggel: potong, putus, patah • punggung: tulang punggung • pungka: lekuk bertekuk • pungkas: akhir, penghabisan • pungkir: mungkir, ingkar • pungkur: belakang, lalu • punglu: pelor, peluru • pungser: pusat, pusar • pungut: pungut, ambil • punika: itu; • puniki: ini; • puniku: itu • punjer: pusat, akar pusat, akar tunjang • punjul: lebih, lebihan • punjung: beri, persembahan • punten: maaf, ampun • punthuk: tanah tinggi • puntir: puntir, pelintir • punuk: benjolan pada punggung sapi/kerbau/unta • pupak: berganti gigi; • pupak puser: pemotongan tali pusat • pupu: paha; • dipupu: diambil anak, dipungut; • pupon: anak pungut • pupuh: 1 pukul; 2 kumpulan bait • pupuk: pupuk; • dipupuki: ditaburi; • pupuk bawang: anak kecil, anak ingusan • pupur: bedak • pupus: pucuk daun • puput: tamat, putus • pura: pura, kraton, istana; • purantara: istana, pura • purak: biar saja, tak peduli • purana: buku cerita • purba: kekuasaan, wewenang; • purbangkara: matahari; • purba wasésa: kekuasaan; • purba wisésa: kekuasaan • purbaya: menepati janji • purih: mencari, mengharap • purisa: cirit, kotoran • purna: selesai, sempurna; • purna bakti: purna bakti, pensiun; • purna candra: bulan purnama; • purnama, purnami: bulat penuh; • purna tugas: pensiun • purug: arah dalam perjalanan, mencari • puruhita: berguru, mengabdi • purun: mau, kehendak, niat • purus: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bagian tiang yang menancanp di umpak • purusa: lelaki; • purusa lingga: zakar; • purusotama: prajurit pemberani, prajurit utama • purut: purut, jenis jeruk • purwa: awal; • purwaduksina: asal muasal; • purwaganda: propaganda; • purwaka: pengantar, awal kata; • purwakanthi: persajakan • pusa: gagal panen • pusak: 1 hapus; 2 pusat yang ada di ubun-ubun • pusaka: pusaka, warisan, senjata • pusang, puseng: bingung, kebingungan • pusara: pusara, makam • pusek: bingung, kusut, masai • puseng: bingung, kusut, masai • puser: pusat, pusar • pusing: pusing, mumet • puspa: bunga, kembang; • puspaka: kendaraan; • puspa kajang: nama ular; • puspanjali: nama tembang gedhe; • puspanyidra: nama bunga; • puspawarsa: taburan bunga; • puspita: kembang, bunga • pustaka: buku • pusthika: mestika, batu permata sakti • pusuh: gulungan kapas yang siap dipintal • pusus: membersihkan beras • putat: nama pohon • putèh: putih • putek: putus asa, hilang akal • puter: putar; • puter giling: putar giling • puthuk: bukit, tanah tinggi • puthul: patah • puthut: anak • putih: putih • putra: putra, anak; • putraka: cucu; • putri: perempuan • putu: cucu • putung: patah • putus: putus; • putusan: keputusan • puwan: puan, air susu • puwasa: puasa R • rabasa: merebut, menyerbu • racak: sama, sejajar • racana: bencana, gangguan • racik: racik, ramu • racun: racun • rada: agak; • radan: sedikit agak; • rada-rudu: bertengkar, berkelahi • radèn: raden, gelar bangsawan; • radyan: gelar bangsawan • radi: agak • radin: rata • raditya: matahari • radon: membiak, meluas • radosan: jalan • raga: badan, tubuh; • raga sukma: badan jiwa; • raga wanda: melepaskan nyawa dari badan • ragab: serang • ragad: biaya, ongkos • ragah: lahab, rakus • ragaini: bunga ragaini • ragana: kasmaran, jatuh cinta • ragang: kerangka • ragasan: kerangka, tulang belulang • ragil: bungsu • ragu: ragu, bimbang; • ragu-ragu: ragu-ragu, bimbang • ragum: tali, sesuai • rah: darah • rahab: rahap, doyan • rahadèn, rahadyan: gelar bangsawan • raharja: selamat, sejahtera; • rahayu: selamat, sejahtera; • rahajeng: selamat, sehat • rahuru: huru-hara, kekacauan • rai: muka, wajah; • raina: siang hari • raja: raja; • raja amal: harta, kekayaan; • raja brana: harta, kekayaan; • raja darbé: harta, kekayaan; • raja duwé: harta, kekayaan; • raja kaputran: pakaian pengantin putra; • raja kaputrèn: pakaian pengantin putri; • raja kaya: simpanan kekayaan; • raja panganggo: suka berdandan; • raja pati: pembunuhan massal; • raja patni: permaisuri; • raja pèni: emas, logam mulia; • raja singa: penyakit kelamin, syphilis; • raja tatu: luka • parah rajag: bocor banyak sekali • rajah: rajah, tulisan bermantra; • rajah tamah: keserakahan, keinginan • rajang: mis, potong • rajata: rusak, hancur • rajeg: pagar; • rajeg wesi: pagar besi • rajin: rajin, tekun • rajun: nama tumbuhan • rajungan: sebangsa kepiting • rajut: rajut, anyam • rak: rak • raka: kakak • rakatha: ketam • raké, raki: pembesar, penguasa daerah • raket: dekat, akrab; • raketan: dekat sekali, akrab • rakit: rakit; • rakitan: rakitan, karangan • rakmi: batin, tabiat, perangai • rakryan: rakai, penguasa suatu wilayah • raksa: juga, rawat • raksaka: penjaga, cara menjaga.

penjagaan • ciri-ciri bunga anggrek bulan raksasa; • raksasi: raksasa perempuan • rakta, rekta: merah • rakyan, rakyana: penguasa suatu wilayah • ram: ranting-ranting kayu untuk membendung empang • rama: bapak, ayah • ramak: bapak, ayah • ramal: ramal, duga, tebak • ramat: 1 rahmat, anugrah; 2 sarang labah-labah • rambah: rambah, jamah • rambak: rambak, kulit kering • ramban: memetik sayuran • rambana: dengan giat, sekuat tenaga • rambang: pangkat, perkalian yang faktornya sama • rambas: rembas • rambat: rambat, menjulur • rambeh: mengalir • rambon: bau-bauan • rambu: rambu, tanda • rambut: rambut; • rambutan: buah rambutan • ramé: ramai • rames: rames, aduk, campur • rami: rami, jenis tali platuk • ramon: ramuan • rampak: sama tinggi, rampak • rampaka: karangan, susunan • rampal: rompong, tanggal • rampang: kayu melintang pada pedati • rampas: rampas • rampet: rapat, tutup, buntu • ramping: ramping, langsing • rampung: rampung, selesai • ciri-ciri bunga anggrek bulan ramu, racik • ramya: ramai, meriah • rana: kesana • ranangga, rananggana: peperangan, pertempuran • rancag: goncang, lekas, praktis • rancakan: ranting-ranting pepohonan • rancana: rencana • rancang: rancang, rencana • rancari: sedih, haru • randha: janda; • randha drengis: nama padi; • randha kèli: nama corak batikan; • randha kisi: janda yang punya anak laki-laki; • randha kuning: tanah keramat; • randha maya: nama corak tenunan; • randha menggala: nama gendhing; • randha nunut: nama gendhing; • randha royal: jenis makanan; • randha semaya: nama corak tenunan; • randhat: pelan, tersendat, tak lancar • randhu: randu, jenis tanaman • ranéh: tiada lagi, sudah habis • rang: 1 tingkatan, pangkat; 2 gatal-gatal dikaki karena telur cacing • rangah: gigi yang kuat • rangas: rayap, anai-anai • rangdha: janda, baku • rangen: gatal-gatal pada kaki karena cacing • rangga: nama pangkat pamong praja • ranggah: beranggah, bercabang-cabang • ranggèh: kayuh, rangkul, jangkau • ranggèn: rumah panggung yang tinggi • ranggi: nama pangkat dalam pamong praja; • ranggitan: nama tumbuhan • ranggon: tempat kera • rangka: rangka, tiang, pengokoh • rangkab: tutup pelana, tenda • rangkad: kawin lari ciri-ciri bunga anggrek bulan rangkah: wilayah • rangkang: melata • rangkèn: sajian, hidangan, jamuan • rangkep: rangkap, dobel • rangkèt: rangket • rangkul: peluk • ranjang: ranjang, tempat tidur • ranju: ranjau • ranta: ronta, meronta, sakit hati • rantab: rapi, berjajar • rantan: terurai, terlepas • rantang: rantang • rantas: selesai, rampung • ranté: rantai, terali • ranten: menunggu, menanti • ranti: tunggu, nanti • ranu: air, kolam • rapah: ranting yang berkaparan di tanah • rapak: daun tebu kering • rapaya: ketinggalan • rapet: rapat, sempit • rapi: rapi • rapu: rayu, bujuk • rapuh: rapuh • rara: rara, gelar perempuan, gadis • rarahan: sampah • raras: indah, nyaman, enak; • raras kawibawan: menikmati kewibawaan • raré: anak • rarem: istirahat, damai, tenang • rari: adik • raryan, rarywan: berhenti • rasa: rasa; • rasamala: nama pohon; • rasamulya: rasa mulia; • rasana: indah; • rasa pangrasa: tentang perasaan; • rasa-risi: tidak senang hatinya; • rasa rumangsa: perasaan tahu diri; • rasatala: dasar bumi • rasé: jenis musang, serigala • raseksa, raseksi: raksasa • rasika: penuh rasa puas, orgasme • rasmi: keindahan, cahaya, menyedapkan mata • rasuk: masuk, memakai; • rasukan: busana, pakaian • raswa: rasa, rahasia, air mani • rat: dunia, jagat • rata: 1 rata; 2 kereta • ratan: jalan • ratangga: roda, kereta • ratap: 1 meratap, berkeluh-kesah; 2 berjajar, berderet • rati: bulan; • ratih: bulan • ratna: emas, intan • ratri: malam • ratu: raja, ratu • ratum: taruk tebu • ratus: bumbu merokok, dupa • raup: raup, ambil • raut: raut, wajah, muka • rawa: rawa • rawaja: naga, ular ciri-ciri bunga anggrek bulan rawan: rawan, berpotensi untuk perusahaan • rawasa: rusak • rawat: rawat, pelihara, asuh • rawé: rawe, jenis tumbuhan • rawi: rawa rawang, paya; • rawikara: sinar matahari • rawik: compang-camping • rawing: luka-luka, rompei-rompei • rawis: kumis • dirawis: diiris-iris, dirajang-rajang • rawit: cabai rawit • rawon: rawon, jenis bumbu • rawuh: datang, hadir • rawun: sawah dedaunan • raya: raya, besar; • rayagung: besar sekali • rayah: rayah, keroyok, rebut • rayap: rayap, jenis hewan pemakan kayu • rayat: rakyat • rayi: adik • rayung: daerah sekeliling benteng istana; • rayungan: potongan tebu yang akan ditanam • rebab: rebab, bagian alat gamelan • rebah: roboh, jatuh • rebat: rebut, keroyok • rebut: rebut, keroyok; • rebut bener: berebut kebenaran; • rebut cukup: asal cukup, seperlunya; • rebut dhisik: saling mendahului; • rebut ducung: berebut mendahului; • rebut seneng: bersenang-senang; • rebut unggul: bersaing mutu; • rebut urip: bersaing hidup • reca: arca, patung • reda: gemar beranak • redana: uang, harta • redhem: redam, dingin, reda, sejuk • redi: gunung, bukit • rega: harta • reged: kotor • regeng: meriah, wibawa • regi: harga • régol: gapura, pintu gerbang • regu: regu, kelompok • rèh: memerintah • reja: ramai, meriah • rèjèng: batu barang diperbukitan • réjog: timpang, pincang • réka: usaha, upaya; • rékadaya: daya upaya, usaha • rekasa: sengsara, sulit; • rekaos: sengsara, sulit • reksa: jaga rawat; • reksabumi: menjaga bumi • reksasa: raksasa; • reksasi: raksasa • reksi: jaga, rawat • rekta: putih • rekyana: gelar pejabat kraton • réma: rambut • rémah: tempat, rumah • remak: remuk, hancur; • remak rempu: hancur lebur • rembag: rembug, pembicaraan • rembaka: berkembang • rembaya: perahu kecil, sampan • remben: lambat, pelan • rembeng: genang, rendam • rembug: rembuk, pembicaraan, musyawarah • rembulan: bulan • rembus: 1 rembes, tembus; 2 kiriman barang beserta surat tagihan • remen: senang, gembira • rempah: rempah, lauk pauk • rempak: remuk, rusak • rempaka: mengarang, menyusun, merangkai • rempela: ampela • rempu: remuk, hancur-luluh • remu-remu: menguning, mulai masak ciri-ciri bunga anggrek bulan • remuk: remuk • remus: marah, gigit • rena: senang, gembira • réna: ibu • rencah: bencah, ciri-ciri bunga anggrek bulan • rencakan: kayu bakar • rencaka: susah, sedih • rencang: sembuh setelah melahiran • réncang: kawan, teman; • réncang laré: kawan anak • rèncèk: kayu bakar, ranting-ranting • rencem: rendam, benam • réncog: pincang, timpang • rénda: renda-renda • rendheng: musim penghujan • rendhah: rendah • rengat: rayap, anai-anai; • renget: kutu pemakan kertas • rengga: hiasan • renggang: renggang, senggang • renggut: renggut, ambil • rengkah: bengkah • rengkuh: rengkuh, rangkul • rengu: marah, sakit hati • rèni: perempuan • rènten: 1 siang; 2 bunga (uang) • rèntèng: renteng, jejer • rep: diam, tenang • repa: rayu, bujuk • répo: jompo, keriput • répoh: jompo, keriput • répot: repot, sibuk • rereb: diam, sunyi • rèrèh: reda, berhenti jabatan • rerem: diam, berhenti • rèrèn: istirahat • reres: benar, betul • resah: resak, gelisah • resak: rusak, hancur • reseh: kotor • resek: kotor karena benda-benda tak terpakai • resep: senang • resi: pendita, brahmana • resik: bersih • respati: hari Kamis • reta: putih • rété: anak buaya • retna: emas, logam mulia • réwanda: kera • réwang: teman, pembantu • réyog: kesenian reog • réyon: rayon, daerah • ri: 1 adik; 2 hari; 3 di-; • rikala: ketika, pada saat; • ri saksana: lantai, pada ketika itu • riba: riba • ribed: repot • ribut: ribut, gaduh • ricik: ricik, berguyuran • ridhu: geger, huru-hara • rigen: cekatan, trampil • rigma: rambut • rigol: pintu gerbang • riguh: enggan, segan • rikat: cepat • rikma: rambut • rikuh: segan, sulit • rimang: 1 banjir; 2 melimpah • rimba: rimba, hutan • rimbag: 1 cetakan; 2 bentuk kata • rimpang: akar yang mengembang • rimuk: rayu, bujuk • rina: siang hari • rina-rina: siang, simpan • rinci: rinci detail • rindhik: pelan, lambat • rinèh: sabar, reda • ringa: kira • ringan: ringan, mudah • ringas: ganas, beringas • ringga: ragu-ragu karena takut • ringgit: 1 mata uang; 2 wayang • ringi: dengar • ringin: pohon beringin • ringkel: hari yang tidak baik menurut perhitungan • ringkes: ringkas, singkat • ringkih: lemah, tak kuat • ringkuk: ringkuk, badan melingkar • ringkus: ringkus, tangkap • rini: perempuan, putri • rinjing: wadah dari bambu • rintang: rintang, halangan • rinten: siang hari • rintih: merintih • rintip: berderet-deret • rinto: tidak berdaya karena sakit • ripta: cipta, buat • ripu: musuh, lawan • ririh: pelan, lamban • riris: gerimis, rintik-rintik • ris: perlahan-lahan, halus • risak: rusak • risang: sang, si • risi: geli, kikuk • risig: bersih, cemerlang • risih: risih, tak enak • ritang: yang • riwa-riwa: malu-malu, pura-pura • riwana wulung: nama pohon • riwayat: riwayat, kisah • riweng: putus asa, hilang akal • riwil: rewel • riwit: cabe rawit • riya: riya, pamer • riyak: dahak • riyaya: hari raya, lebaran • riyin: dulu, dahulu • riyom: rindang, teduh, sejuk • riyuh: riuh, membahana • rob: pasang, banjir, menggenang • rodha: roda, lingkaran • rodra: buas, marah sekali, menakutan • roga: badan, tubuh • rogadi: penyakit • rogi: rugi, sakit • rogoh: rogoh, ambil • roh: ruh, arwah; • rohani: ruhani • rohara: prahara, geger • rohot: buruk, rusak • rombak: rombak, ubah, berubah • rombong: rombong; • rombongan: kelompok, grup • ron: daun • roncé: ronce, untaian, rangkaian • rondha: ronda, jaga • rong: rongga, bolongan ditanah • rongèh: lincah • ronggèng: penari kesenian ronggeng • rongkob: lebat daunnya • rongkong: kerangka • rono: ke situ • roro: dua • ros: ruas • rosa: kuat, kokoh • rosan: kekuatan • rota: kuda, andong • rotan: rotan • rowa: tidak rapi • rowang: pembantu, kawan • royo: hijau • ru: 1 panah; 2 sakit • rubaya: saya, aku, -ku • rubed: ribet, rumit, sulit • rubéda: halangan, rintangan • rudah: susah, sedih • ruda peksa, ruda pari peksa: memaksa • rudira: darah • rudita, ruditya: susah, sedih • rugi: rugi • rugol: jatuh, luruh • ruhara: geger, huru-hara • ruhun: dulu, dahulu • ruhur: luhur, tinggi, agung • ruji: jari ciri-ciri bunga anggrek bulan rujit: koyak-moyak, sedih, haru • ruju: bungsu • rujuk: bersatu lagi • rukem: buah-buahan • ruket: roket • rukma, rukmi: emas • rukon: rukun, sehati • ruksa: rusak, buruk, hancur • rukti: rawat, pelihara • rukun: bersatu; • rukun gawé: kerja bakti • rum: harum, wangi • rumab: sakit demam, kambu • rumah: rumah • rumaos: (ing.) merasa • rumat: merawat, memelihara • rumeksa: menjaga • rumiyin: dulu, dahulu • rumpak: sumpek, sempit • rumpaka: menyarang • rumpuk: rumpuk, membakar • rumpung: campung, rampung • rumput: rumput • rumuhun: dulu, dahulu • runa: rusak, rintangan • rundha: meronda, berjaga • rundhuk: merunduk • runggéan: bulir • runggut: rimbun, rindang • rungrum: mabuk cinta • rungseb: sulit dilalui, medannya sulit • rungseg: ringsek • rungsit: berbahaya, sulit dilalui, gaib • rungu: dengar • runtik: kecewa, sakit hati; • runtik atiné: sakit hati • runtuh: runtuh, gugur • runtung: runtung, pergi bersama • runtut: runtut, urut • runtyaka: sakit hati, marah • rupa: rupa, bentuk, wujud; • rupa candra: beranjak bulan; • rupa-rupa: bermacam-macam • rupaka: mengarang • rupi: wajah, rupa; • rupini: cantik, molek, rupawan • ruruh: pelan, kalem • rusak: rusak • rusiya: rahasia • rusuh: rusuh • ruwat: ruwat, membebaskan, menyucikan S ciri-ciri bunga anggrek bulan saba: berkunjung • sabab: sebab, karena • saben: tiap-tiap • sabet: sabet, sebat; • sabetan: 1 penghasilan sampingan; 2 cara memainkan wayang • sabin: sawah • sabit: pisau, sabit • sabrang: seberang, menyeberang • sabuk: sabuk; • sabuk cotha: ikat pinggang; • sabuk wala: ikat pinggang; • sabuk èpèk: ikat pinggang • sad: enam, keenam • sada: lidi • sadak: perlengkapan makan sirih • sadali: bintang • sadana: dana, harta • sadara: hormat, rendah hati • sadarga: dugaan, kiraan • sadarpa: berani, gagah • sadaya: semua, segala; • sadarum: (ing.) semua, segala • sadé: jual • sadha: musim yang ke-12 • sadhana: dana, harta, uang • sadhang: pohon sebangsa palma • sadhegan: 1 campuran tembakau rokok; 2 dagu • sadhel: tempat duduk di sepeda • sadhéla: sebentar, sekejab • sadhèng: pohon sebangsa palma • sadhéngah: sembarang • sadhépah: sedepa • sadhèrèk: saudara • sadhiya: sedia, siap • sadho: sebangsa dokar • sadi: dari, agak sedikit • sadpada: capung, kumbang • sadran: upacara adat sadran • sadu: sabar • sadulur: saudara • sadur: sadur, kutip • sadya: niat, kehendak • saé: baik, bagus • saékakapti: seia sekata • saékapraya: seia sekata • saéngga: sehingga, maka • saèstu: sebenarnya, sesungguhnya • saga: saga • sagah: sanggup • sagala: segala, semua • sagara: samudra, laut; • saganten: (ing.) samudra, laut • saged: bisa, dapat • sagelar sapapan: sebarisan • sagnyan: tanda baca dalam huruf Jawa • ciri-ciri bunga anggrek bulan sagu • sagotra, sagotrah: sekeluarga • sagu: sagu • saguh: sanggup ciri-ciri bunga anggrek bulan saguna: terutama, kemuliaan • sagung: semua • sah: sah, resmi, beres • saha: serta, dan • sahakarya: pertolongan • sahal: seketika itu juga, pada waktu itu juga • saharsa: suka cita, senang • sahasa: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasika: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasra: ciri-ciri bunga anggrek bulan (1000) • sahita: hati, perasaan • sahitya: bersama-sama, beserta • sahya: sahaya, saya, hamba • saiki: sekarang, kini • saingga: sehingga, maka • sairib: seperti, kaya • sais: kusir • saiyeg saekapraya: satu tekad, seia sekata • sajak: sepertinya • sajeg jumbleg: selamanya • sajeng: nira yang direbus • saji, sesaji: sesaji; • tudung saji: penutup makanan; • sajèn: sesajian • sajiwa: sejiwa • sajuga: satu • sak: 1 saku; 2 satu; • saklangkung: lebih-lebih; • sakésuk: sepagi; • sakloron: berdua; • sakwèhning: oleh karena, oleh sebab; • sakwingi: kemarin • saka: 1 dari; 2 tiang; 3 tahun Saka; • sakakala: tahun saka; • sakatambé: dinihari, pagi-pagi sekali • sakabda: tahun Saka • sakadi: sekerja • sakal, sakala: seketika itu • sakala: seketika; • sakalaguna: semua kebajikan • sakalir: semua, segala • sakanti: bersinar, bercahaya • sakareng: sebentar, sekarang • sakat: mulai dari • sakatha: kereta • sakéca: enak, nikmat • saketi: sejuta • sakelar: saklar • saking: dari • sakit: sakit • sakra: terang • saksana: lekas, segera • saksi: saksi • sakta: gemar, senang akan • sakti: sakti, keramat • saku: saku, kantung • sal: bangsal • sala: sendirian, tunggal • salab: letak, tempat • salaba: belalang • salaga: gaya, tingkah laku • salah: salah; • salah cipta: salah cipta; • salah deleng: salah lihat; • salah éndah: salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; ciri-ciri bunga anggrek bulan salah gawé: salah kerja; • salah gemèn: suka mencampuri urusan orang lain; • salah graita: salah rasa; • salah ilik: salah lihat; • salah kapti: salah niat, salah tujuan; • salah kardi: salah kerja; • salah karya: salah kerja; • salah kedadèn: salah kejadian, keliru; • salah mangsa: salah iklim, salah musim; • salah pandeleng: salah lihat; • salah siji: salah satu; • salah surup: salah tahu; • salah tampa: salah terima, salah paham; • salah ton, salah tonen: salah lihat; • salah urat: salah urat, kesleo; • salah wèwèng: menyeleweng • salak: buah salak • salaka: perak • salaki rabi: suami istri • salaluné: selanjutnya, berikutnya • salang: tali lekar; • salang gumun: terheran-heran; • salang pikulan: pikulan dan tali lekarnya; • salang sebat: salah sebut, hampir sama; • salang sengguh: salah tanya; • salang siji: salah satu; • salang suduk: bertikam-tikaman; • salang surup: salah lihat; • salang tunjang: bertingkah tak sopan • salap: letak, tempat • salapan: tiga puluh enam hari • salawana: berselisih, bertengkar • salé: jenis sayuran • salécun: banyak sekali • salep: salep, obat gosok • saliku: air • salikur: dua puluh satu • salin: salin, ubah; • salin gagasan: ganti gagasan; • salin swara: berubah bunyi • salingkuh: selingkuh, serong • salinting: segelinting • salintir: segelintir • salira: 1 badan, fisik, jasmani; 2 biawak • saliré: semua, segala • salisih: selisih • salit: dahaga, haus sekali • saloka: seloka; • saloka wedhar: undian, lotre • salong: sebagian • salu: rumah muka, ciri-ciri bunga anggrek bulan • saluku: duduk belunjur • sama: sama; • samahita: kecerdasan, bijaksana; • samakita: bersamadi, bersembahyang • samad: berkat, sawab • samadi: semedi • samadya: seukuran, sekemampuan • samaja: gajah • samak: sampul, kulit • ciri-ciri bunga anggrek bulan siap sedia • samana: ketika itu, waktu itu • samang: engkau, kamu • samangké: sekarang, kini; • samangkéyan: sembarangan • samanta: semua, semuanya • samantara: sementara • samanya: biasa • samapta: siap sedia, sanggup • samar: samar-samar • samas: empat ratus • samasta: semua, semuanya • samata: nyata, benar, sama • samatra: sedikit • samaya: menunda janji • sambada: mampu • sambah: sembah, menyembah • sambang: jenguk, kunjung; • sambang suwel: penjahat • sambarana: ceroboh • sambartaka: rusak, kiamat • sambat: mengeluh, berkesah • sambatara: tahun • sambawa: tidak mustahil • sambéga: keinginan, dambaan • sambegana: tajam ingatan • sambékala: halangan • samben: setiap, tiap-tiap • samber: 1 sambar; 2 sebangsa jala; • samber nyawa: sabung nyawa, pandai berperang; • samberan: ayam; • samber lilèn: kumbang padang; • samber mata: sambar mata, hewan kecil yang terbang dan mudah masuk mata • sambet: sambung, sambut; • sambi: sambil • sambilan: sambilan • disambit: dilempar, disebat • sambiwara: sayembara • sambodana: ujar, bicara, perkataan • sambong: sambung • sambrama: penghormatan, sambutan • sambuk: cambuk, cemeti • sambung: sambung • samburat: semburat • sambut: sambut; • sambut damel: bekerja • samèk: alas perut, makan pagi • samekta: siap sedia, sanggup • samené: demikian, sekarang • samengko: nanti • samépa: sekat, bersanding • sami: sama • samida: kayu bakar • samin: minyak samin • samir: daun pisang penutup makanan • samirana: angin • samita: sasmita, tanda-tanda • samoda: senang, suka hati • samodana: kata-kata semu • samodra: samudra, laut; • samodra rob: samudra surut • samoha: semua • sampad: tali sandal, selempang terompak • sampah: sampah • sampak: cepat, rikat • sampaka: lengkap, penuh • sampali: nista, jelek • sampan: sampan, prahu kecil • sampang: pohon sampang • sampar: sampar, tendang • samparan: kaki • sampéka: tipu daya, muslihat, cerdik • samper: sampir, sambar • sampet: sudah teratur, cukup • sampéyan: kamu, anda; • sampéyan dalem: paduka • sampil: paha lembu yang disembelih • sampir: sampir • sampun: sudah • sampur: sampur, selendang tari • sampurna: sempurna, paripurna • sampyan: engkau, tuan, sampean • sampyoh: mati bersama; • sampyuh: mati bersama • samubarang: segala hal, sembarang; • samudaya: segala, semua • samukawis: segala hal, semua perkara • samudana: kata-kata semu • samuhita: semedi • samudra: samudra, laut • samuha: perkumpulan, persidangan • samun: samar, rahasia • samur: samar • samuwa: dengan upacara resmi • samya: sama, sedang • sana: pohon sana • sanadyan: meskipun, walupun • sanajan: meskipun, walaupun • sanak: saudara, sanak famili • sanalika: seketika • sananta: nama bentuk kata • sancaya: nama windu • sandé: urung, batal, sarung • sandéha, sandéya: ragu-ragu, khawatir • sandékala: gurat merah di langit senja • sandhang: sandang, pakaian; • sandhangan: 1 pakaian; 2 tanda baca, harokat; • sandhang lawé: sejenis bangau; • sandhang wlikat: diselipkan dibawah ketiak • sandhat: tali pengantar, dekat, berdamping • sandhéné: seandainya, seumpama • sandhi: sandi, rahasia • sandhing: dekat, bersanding • sandhung: sandung, terantuk; • sandhung lamur: daging kerbau di dada; • sandhung watang: perkara penting yang tak boleh dilanggar • sandhur: sandur, sejenis seni • sandi: sandi, rahasia; • sandi asma: nama rahasia, nama yang dirahasiakan; • sandilata: ciri-ciri bunga anggrek bulan tumbuhan obat; • sandisastra: sastra sandi; • sandiupaya: sandi rahasia; • sandiwara: sandiwara, drama, teater; • telik sandi: mata-mata, inteligen • sandika: siap, sedia • sandyakala: gurat merah di langit senja • sanéga: bersiap, bersedia • sanèngga: sehingga • sanépa: ibarat, peribahasa • sanès: lain • sang: sang, si • sanga: sembilan • sangadi: 1 baginda; 2 sengaja • sangaji: baginda raja • sangan: bilangan sembilan • sangapa: siapa • sangar: hebat, dahsyat, menakutkan • sangara: mustahil • sangat: sangat, amat • sanget: sangat, amat • sangga: sangga, jinjing; • sangga krama: menjawab dengan sesuka hati; • sangga langit: tumbuhan sulur-suluran; • sangga runggi: halangan, rintangan; • sangga uwang: bertopang dagu • sanggah: sanggah, sangkal • sanggama: hubungan intim • sanggap: sanggup • sanggar: gingsul • sanggem: janji, kewajiban • sanggi: sangga • sanggit: dramatika, penjiwaan • sanggraha: persediaan, jamuan, hidangan • sanggrama: perang, berperang • sanggrekan: halangan, rintangan, aral • ciri-ciri bunga anggrek bulan sanggul, kundai • sanggup: sanggup, bersedia • sanggya: segala, semua • sanghara: rusak, hancur; • sangharakalpa: hari kehancuran, hari kiamat • sangi: janji, berjanji, nazar • sangit: bau hangit • sangiwèn: dahulu, zaman dahulu • sangka: dari; • sangka déné: makanya, oleh karena itu • sangkal: tangkai kapak; • sangkal putung: pijat urat bagi orang yang patah tulang • sangkala: angka tahun yang disusun dalam kata-kata bernilai angka; • candrasangkala: sangkala yang berdasarkan pada perhitungan tahun bulan; • suryasangkala: angka tahun yang didasarkan pada perhitungan tahun matahari • sangkan: asal, dari; • sangkan paran: asal dan tujuan • sangkar: sangkar, kurungan • sangké: asal, dari • sangkèng: asal, dari • sangkep: lengkap • sangkèt: nama tetumbuhan obat • sangkéta: sengketa, berselisih, bertengkar • sangkin: makin • sangking: dari • sangkrah: ranting bambu • sangku: panah, bokar, mudam • sangkuh: sangkur, mata sangkur • sangkut: sangkut, libat • sangkya: asal, dari • sangsang: ciri-ciri bunga anggrek bulan • sangsara: sengsara, kesulitan; • sangsara désa: uang kas desa • sangsaya: semakin • sangu: saku, bekal • sangut: beliung, kampak • saniki: sekarang • saningga: sehingga • saniskara: segala hal, sembarang • sanityasa: senantiasa, selalu • sanja: menengok, menjenguk • sanjang: berkata • sanmata: baik, bening • santa: baik, bening • santak: benda, harta • santan: santan • santana: saudara • santen: santan • santer: keras, cepat • santi: semboyan, motto; • santiaji: petunjuk pelaksanaan; • santika: mutiara; • sesanti: semboyan, kata mutiara ciri-ciri bunga anggrek bulan santosa: sentosa, kuat • santun: sopan • santya: 1 larangan; 2 pujian, terpuji • sanubari: sanubari, hati • sapa: siapa • ciri-ciri bunga anggrek bulan ubi kayu • sapala: sedikit, sepatah kata • sapandurat: sekejap mata, sebentar • sapata: berjanji, bersumpah • sapeket: karib • sapélé: sepele • sapet: sampai pada • sapi: sapi • sapih: pisah, cerai • sapir: shafir, batu intan • sapit: sepit, penjepit; • sapit urang: taktik dan strategi perang dengan membuat susunan barisan seperti • sapit urang saplak: serupa botol, hampir sama • saprantu: nama tanaman obat • sapta: tujuh; • saptadarma: tujuh darma, tujuh pengabdian; • saptamarga: tujuh doktrin • sapu: sapu; • sapu udhar: terurai, terlepas; • sapu dhendha: hukuman; • sapu jagat: merata ke seluruh jagat; • sapu lebu: pembersihan total, sweeping; • sapu tangan: sapu tangan • sapucapan: satu cerita, satu perkataan • sapuluh: sepuluh • sapunika: sekarang, kini • saput: dilimputi, ditutupi; • saput dhengkul: sampai ke lutut; • saput pranti: selengkapnya dengan alat-alat; • saput lemah: terang ciri-ciri bunga anggrek bulan, mulai remang-remang di pagi hari • sara: 1 berkaitan dengan; 2 sengsara; • sarabasa: rusak; • sarabuta: kusir, sais; • saradula: harimau; • saranangga: tikus; • sarasidya: bunga tunjung; • saraswati: bidadari Dewi Rarasati; • sarawèdi: rahasia; • sarayuda: pesuruh • sarab: nama penyakit anak, sawan • saraba: sebangsa kijang • saraga: asyik, gemar • sarah: sampah • sarampangan: serampangan • sarana: sarana • sarandu: sekujur, seluruh • sarang: sarang • sarangan: sarangan • saranta: sabar • sarap: sarap, makan pagi • saras: sembuh, waras • sarasa: makna, arti • sarasati: cipta • sarati: pawang gajah • sarawungan: sahabat, kenalan • saraya: bantuan, pertolongan • sardana: kaya • sardula: harimau • saré: tidur, istirahat • sarèh: sabar, tenang, pelan • sarem: garam • sarèn: darah yang dimasak • sareng: bersama • sarenti: tidak bersama-sama • saresmi: bersenggama • saréyan: berbaring • sarga: bab, pasal • sari: inti; • sari kuning: zat pewarna kuning dalam membuat kain batik; • sari kurung: bunga nagasari; • saripati: inti, pati, saripati; • sari wosé: bunga, nagasari • sarika: ia, orang kepercayaan • sariki: ini, sekarang • sarimbit: sekalian, bersama-sama • sarimpi: serimpi, jenis tali • saring: saring • sarira: badan • saritim: bunga rejasa • sarjana: sarjana, ahli • sarju: setuju, cocok • sarkara: manis, dandanggula • saroja: bunga tunjung • saron: saron, bagian dari gamelan • sarong: sarung • sarpa: ular • sarta: serta • saru: saru, jorok; • saru siku: tata sila, tata krama • sarujuk: sepakat, setuju • sarung: sarung; • sarung kaki: sarung kaki; • sarung tangan: sarung tangan • saruni: serunai • saruwé: menyapa, menangani • sarwa: serba, semua; • sarwa-sarwi: serba-serbi; • sarwi: serba; • sarwya: serba • sarya: bantuan, pertolongan • sasa: kelinci • sasab: tutup, selimut • sasadara: ciri-ciri bunga anggrek bulan • sasadhara: rembulan; • sasalancana: rembulan • sasag: sasak, telusur • sasak: sasak, telusur • sasama, sasami: sesama • sasana: sasana, tempat • sasangka: bulan • sasangkan: bulab-bulanan • sasanti: puji-pujian • sasar-susur: sangat keliru • sasat: seperti • sasati: tunggal kehendak • sasawa: bangkai • sasi: bulan • sasikantha: suryakantha, kaca pembesar • sasmaka: sinar, cahaya • sasmaya: baik, indah • sasmita: lambang, tanda • sasra: seribu; • sasrabahu, bahusasra: seribu tangan; • sasrawarsa: milenium, seribu tahun • sasrahan: pemberian, persembahan • sasrangan: menyerbu dengan cepat • sasrawungan: kenalan, sahabat, handai taulan • sasti: enam puluh (60) • ciri-ciri bunga anggrek bulan sastra, tulisan; • sastra banyu: nama bentuk keris; • sastra cetha: ajaran luhur; • sastra daksa: ahli ilmu, mahir; • sastra harjéndra, sastra jéndra: ajaran luhur • sastrika: senjata, pedang • sata: tembakau • satak: benda, harta • satata: sesuai dengan aturan, tertata • satéja: cahaya, sinar, pelangi • satemah: akhirnya, akibatnya • sathithik: sedikit • satiti: teliti • satmaka: senyawa, sejiwa • satmata: kasat mata, dapat dilihat • sato: satwa, hewan, binatang • satorasih: terkenal, termasyhur • satriya: satria • satru: musuh; • satru bebuyutan: musuh turun-temurun; • satru ati: ciri-ciri bunga anggrek bulan hati; • satru batin: musuh batin • satu: 1 satu; 2 acuan, cetakan; • satu budi: kebulatan tekad • satuhu: sebenarnya • satus: seratus • satwa: binatang, hewan • satwika: utama, terutama • satya: setia; • satyalencana: lencana/penghargaan untuk tanda kesetiaan, pengabdian; • satyawada: memegang teguh kata-katanya • saudara: saudara • sauga: asal, asalkan • saulon: satu telan • saur: saur, makan akhir; • saur ciri-ciri bunga anggrek bulan cerewet, ribut, banyak suara • sausap: sedikit • saut: disambar, disebut • sawa: ular sawah • sawab: wibawa, pengaruh gaib • sawah: sawah • sawala: menolak, menyanggah • sawan: 1 ketakutan, cemas; 2 jenis penyakit • sawana: menyucikan diri, mandi • sawanan: ketakutan, cemas • sawang: rumah laba-laba • sawangan: pandangan • sawarga: surga • sawarna: 1 satu warna; 2 emas • sawastu: sesungguhnya, sebenarnya, sebetulnya • sawat: lempar; • sawatgata: hidangan, jaminan • sawé: 25 rupiah • sawed: selempang • saweg: baru, lagi, sedang • sawéga: siap, sedia • sawegung: semua, segala • sawenang-wenang: sewenang-wenang • sawer: ular • sawi: tanaman sawi • sawidak: enam puluh (60) • sawiji: satu, bersatu • sawismaya: keran • sawita: mengabdi • sawiyah: 1 sewenang-wenang; 2 anak cicak • sawo: buah sawo; • sawo matang: warna kulit orang Jawa, coklat muda seperti buah sawo matang • sawung: jago, ayam ciri-ciri bunga anggrek bulan • sawunggaling: ayam jantan aduan • sawur: sebar, tabur • saya: semakin • ciri-ciri bunga anggrek bulan sayap • sayabara: sayembara • sayaga: sudah siap • sayah: payah, letih, capai • sayaka: panah • sayakti: sesungguhnya, sebetulnya • sayana: tempat istirahat, tempat tinggal • sayang: 1 sayang; 2 tukang tembaga • sayarda: bertambah sangat • sayekti: sungguh, benar; ciri-ciri bunga anggrek bulan sayektos: sungguh, benar • sayem: ayem, senang, bahagia • sayembara: sayembara • sayogya: sebaiknya • sayub: basi • sayuk: rukun, bersatu • sayur: sayuran • séba: menghadap, hadir • sébak: sibak, belah, ciri-ciri bunga anggrek bulan • sebandar: syahbandar • sebar: sebar, tebar, tabur • sebawa: wibawa, pengaruh • sebda: sabda, kata • sebel: sebal, kecewa, tak rela • sebit: sabit, lempar; • sebit runting: rusak • secang: pohon secang (bahan cat warna merah) • seda: cipta, sabda, firman • séda: mati, meninggal • sedaya: semua, segala; • sedanten, sedarum: (ing.) semua, segala • sedhah: sirih, kinang; • sedhahan: 1 suruhan; 2 utusan • sedhakep: sedekap • sedheku: duduk bersila • sedhéla: sebentar • sedheng: muat; • sedhengan: cukupan, sedang-sedang • sedhèngah: semua, segala, sembarang • sedhep: sedhap; • sedhep malem: bunga sedap malam • sedhèrèk: saudara • sedhih: sedih, susah • sedhiya: sedia, siap • sedhuh: aduk • sedulur: saudara • sedya: niat, kehendak, keinginan • sega: nasi; • sega kebuli: nasi bercampur daging; • sega golong: nasi dibulat-bulat; • sega lutut: nasi dicampur ketan; • sega mas: nasi kuning; • sega penak: nasi pulan; • sega pondhoh: bubur jagung; • sega thiwul: nasi thiwul, nasi dari ketela • seganu: kemarin dulu • segara: samudra, laut; • seganten: (ing.) samudra, laut • segawon: anjing, serigala • segung: semua, segala • séhat: sehat • seja, sedya: sengaja, tuju, yang dituju • sejati: sejati • sekar: kembang, tembang; • sekar kedhaton: bunga istana, putri raja; • sekar mayang: bunga mayang • sekati: sekali • sekawan: empat (4) • sekeb: sekap • sekéca: enak, nikmat • sekèci: sekoci, perahu kecil • sekedhap: sebentar • sekedhik: sedikit • sekoci: perahu kecil • sekong: serabut akar • seksi: seksi, bagian • sekti: sakti • sekul: nasi • sekung: selabut, akar enau • sela: waktu luang, tempat luang • selak: lekas, cepat-cepat • selan: sisipan, tempat yang luang • selang: pipa plastik; • selang sebat: pinjam nama; • selang gumun: mudah kagum; • selang seling: selang-seling, warna-warni; • selang silih: meminjam apa-apa; • selang surup: keliru, salah • selangkung: dua puluh lima, 25; • selapan: tiga puluh lima hari • selarik: selarik, sebaris • selasih: bunga selasih • seling: seling; • seling surup: keliru, salah • selip: mogok, terselip • selir: selir • sélog: sebangsa ubi hutan • selok: pisau raut • selon: ciri-ciri bunga anggrek bulan tempat menaruh rempah-rempah • selop: selop • selot: semakin • selup: selop • selur: berduyun-duyun • selut: pembungkus rangka • sema: kuburan, perkuburan • semada: sedikit, agak • semadi: semedi, bertapa • sémah: istri • semana: segitu • semandan: sedikit, agak • semandi: dibanding dengan • semangat: semangat, motivasi • semanger: baik, indah, bagus • semanggi: semanggi, jenis tumbuhan • semanten: demikian, begitu, segitu • semaput: pingsan • semat: derajat, pangkat • sembada: mampu • sembaga: mashur, mujur benar • sembagi: kain cita, cita • sembah: sembah; • sembah bekti: sembah bekti; • sembah sungkem: sembah sungkem; • sembahyang: sembahyang, sholat • sembarangan: sembarangan, semaunya • sembari: sembari, sambil • sembawa: harimau • ciri-ciri bunga anggrek bulan lèwèr: mudah bosan • sembet: sambung • sembir: rabit, koyak • semboja: samboja, jenis bunga • sembok: ibu, simbole • sèmbong: kain seperti dodot bagi wanita istana • sembrama: penghormatan, sambutan • sembrana: sembrono, ceroboh • sembrani: berani; • kuda sembrani: kuda tunggangan dewa • sembuh: sembuh, waras • sembung: kayu sambung • sembur: sembur • semburat: menciprat, bersirat • semèdi: semedi, tapa • semekta: siap, sedia • semendhi: semedi, bertapa • semené: istirahat • semengko: sekarang, kini • semerep: melihat, mengetahui • semi: bersemi, tumbuh • semil: sedikit sekali • semilih: banyak pilihan • semingi: berbaring dengan badan dan kepala lebih tinggi • semir: semir • semita: sasmita, lambang, tanda • semono: segitu, itu • sempal: ciri-ciri bunga anggrek bulan, lepas • sempana: sempana, macam bentuk keris • semprul: tembakau kasar • semu: 1 semu; 2 agak • semur: semur, jenis masakan • semut: semut; • semut gatel: semut gatal • séna: kuat, gagah; • sénapati: pemimpin perang, jendral • senajan: meskipun, walaupun • sendari: gadis cantik • sendawa: sejenis burung layang-layang • sendhal: tarik; • sendhal mayang: pencabut nyawa • sendhang: sendang, kolam, mata air • sendheng: tali busur • sendhul: tatap, sendal • sendika: setuju, cocok • seneng: senang • senéngga: jikalau, seumpama • senénjong, seninjong: campur-aduk • sengadi: dalih, berdalih • sengados: dalih, berdalih • sengaja: sengaja • sengak: bau menusuk hidung • sengap: bentak • sengara: mustahil, tak mungkin • sengéngé: matahari • séngga: sehingga, sampai, seperti • sengganèn: nama gamelan • senggang: senggang, renggang • senggata: hidangan, suguhan • sengguh: angkuh, tinggi hati • senggung: sebangsa musang yang punya senjata kentut yang baunya luar biasa • senggutru: bakal capung (masih dalam air) • sengir: bau anyir • sengit: sengit, benci • sengka: asal, dari • sengkala: bilangan tahun berupa sandi • sengkalang: lingkar roda • sengkan: asal, dari • sengkang: kosong • sengkel: sedih, susah • sengkelat: memasang, mengenakan; • sengkelit: membawa keris dengan diselipkan di pinggang • sengker: pingit, simpan • sengsem: terpikat, tertarik • seni: kesenian, keindahan • senik: bakul • seninjong: campur aduk, gado-gado • senjata: senjata; • senjata pitulung: senjata penolong • sentak: bentak • sentani: saudara, famili • sentheng: tali yang direntang • senthir: lampu • senthot: berotot, kuat • sentika: pandai olah senjata dalam perang • sentolo: tonggak, galangan perahu • sentosa: sentosa, kuat, kokoh • sentul: nama pohon buah • senuk: senuk, tapir • sepa: tawar, tak berasa • sepada: 1 sepeda; 2 awas, luas pada • sepah: sepah, ampas • sepala: sedikit • sepana: nama bentuk keris • sepang: sepang, nama pohon (bahan cat merah) • sepat: sepat, jenis ikan • sepata: berjanji, berujar • sepen: sepi • seper: singgah istirahat • sepet: 1 sepit, pahit; 2 sabut kelapa; • sepet madu: manis sekali • sepi: sepi, sunyi • septa: tujuh • sepura: maaf, ampun • serat: tulis, surat • serwa: serba, semua • séta: putih • setal: kandang kuda • setengah: ½, separo; • setengah tuwuh: setengah matang • sétra: padang, lapangan • setrèn: sawah, ladang yang diairi • setri: istri, perempuan • setu: sabtu • setuju: setuju, sepakat • setunggal, setunggil: satu, tunggal • setya: setia • séwaka: menghadap • sèwu: seribu • sida: jadi, berhasil; • sida wurung: batal, gagal; • sidaguri: seleguri; • sidarsi: pendita yang mulia; • sidawayah: nama pohon • sidheku: duduk tegap tangan bersedekap di meja • sidhem: sunyi, senyap; • sidhem premanem: sunyi, hening • sidi: sempurna, bulat • sidik: benar • sidikara: dipupu, dikenakan mantra • sigar: pecah, belah; • sigar semangka: belah dua sama persis • sigeg: berhenti; • sigeg wacana: berhenti bercerita • sigi: ujung tenunan • sigit: cakap, tampan • sigra: segera • sigrak: semangat • sih: sih; • asih: kasih, cinta • siji: satu • sika: ujung, cula, gombak • sikara: menganiaya, menyiksa; • gendhak sikara: aniaya • sikarini: nama tembang gedhe • sikep: siap, sedia, sikap • siki: satu, merak, burung merak • siksa: siksa • sila: 1 dasar; 2 duduk bersila; • silakrama: menikah, kawin; • silaning akrama: menikah, kawin; • siladri: gunung batu • silah: pecah, kelompok • silang: silang • silat: silat • silih: saling; • silih asih: berkasih-kasihan • siling: dituang • siluman: siluman • sima: macam, harimau • simah: istri • simbah: kakek, nenek • simbar: rambut di dada • simbok: ibu • simpen: simpan • simping: jajar, sunting • simpir: simpir • sinar: sinar, cahaya • sinarawèdi, sedulur sinarawèdi: sahabat karib • sinartan: disertai • sinatriya: dianggap sebagai ksatria • sinau: belajar • sindap: ketombe • sindhèn: sinden, penyanyi tembang • sindhung riwut: angin besar • sindhutan: petani • sindikara: dipuja, puji • sindir: sindir • sindu upaka: air, sungai • sindur: 1 merah muda; 2 tandak • sindura: merah muda • singa: singa; • singabarong: pertunjukan tari tradisional cina; • singanegara: algojo kerajaan, pemenggal kepala • singat: tanduk • singha: singa; • singhasana: singgasana; • ciri-ciri bunga anggrek bulan singgasana raja • singid: rahasia, sembunyi, misterius • singkrih: disingkiri • singkur: belakang, dibelakang • singlar: belah, pecah • singset: erat, kuat • singub: sempit, pengap • singunen: cemas, kuatir • sinidikara: dicipta, dipuja • sinjang: pakaian, jarik • sinom: 1 daun asam muda; 2 tembang sinom; • sinoman: pelayan pemuda • sinta: 1 terpuji; 2 nama wuku yang pertama • sinten: siapa • sintru: sunyi • sinuba-suba: dihormati • sinudarsana: diteladani, dicontoh • sinuhun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sinukarta: dimuliakan, dihormati • sinungan: kedapatan • sinungga-sungga: dijunjung-junjung • sinuwun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sipat: 1 sifat; 2 benang yang dicelup warna untuk menggaris kayu; • sipat kandel: pusaka, kesaktian; • sipat kuping: cepat sekali; • sipat ciri-ciri bunga anggrek bulan sifat manusia • sira: kamu, engkau • sirah: kepala • siram: 1 sinar; 2 mandi • sirap: sirap, genting papan • sirep: tidur, diam; • sirep bocah;: jam tidur anak (± jam 20.00); • sirep jalma: jam tidur manusia (± jam 22.00) • slira: badan, anda; • slira-sliri: ciri-ciri bunga anggrek bulan • sirih: suruh, sirih • sirna: sirna, hilang • siru: suatu • sisih: sebelah, sis, bagian • sisik: sisik; • sisik melik: tanda-tanda ciri-ciri bunga anggrek bulan membantu pelacakan suatu kasus • sisil: dikupas dengan mulut; • sisilan: ciri-ciri bunga anggrek bulan • siswa: siswa, murid • sisya: siswa, murid • sita: 1 sita, ambil; 2 baik, bagus; • sitakara: dipuja, dicipta; • sitangsu: bulan; • sitaresmi: bulan • siti: tanah, bumi; • siti hinggil, sitinggil: tanah/tempat yang ditinggikan untuk balai penghadapan; • siti payah: rezeki, penghidupan; • tedhak siti: upacara turun tanah untuk bayi • siwa: uwa, kakaknya ayah/ibu • siwakan: kolam ikan • siwalan: pohon rontal, lontar • siwamba: air penghidupan • siwi: anak • siya: menyengsarakan, menganiaya, sia-sia • siyaga: siaga, siap • siyos: menjadi, jadi • siyub: rindang, sejuk • slaka: 1 perak; 2 seloka, syair; • slaka wedhar: syair bebas • slambu: kelambu, tirai, sekat kain • slamet: selamat, aman • slangsang: tempat bunga (sirih, dsb.) • slasih: bunga selasih • sléndhang: selendang • sléndro: slendro, laras musik gamelan • slenthem: slentem, jenis alat musik • slepa: tempat sirih • slepèn: tempat tembakau • slepi: wadah tembakau • slintru: sunyi, tampak puaka • sloka: seloka • slomprèt: selompret • slop: slop, sandal • slumpring: kulit bambu • smara: asmara, cinta; • smaradana: tembang asmarandana • smita: tanda, lambang, sasmita • sobita: indah sekali ciri-ciri bunga anggrek bulan sodhok: tekan, desak • soga: warna merah untuk batik • sogat: jamuan, hidangan • sogata: jamuan, hidangan • sogèl: padi yang lekas berbuah • sogok: sogok, suap • sogolan: taruk, tunas • sojah: pembicaraan • sojar: kata-kata • sok: 1 tumpah; 2 kadang-kadang • soka: suka, gembira • soklat: coklat • sokong: sokong, dukung • sol: sol • solah: tingkah laku; • solah bawa: tingkah laku, tabiat; • solah tenaga: mengeluarkan tenaga; • solah tingkah: tingkah laku • solèd: oles, sudip • solo: solo, enggan, segan • solor: 1 sukur; 2 akar tunjang • solot: sulut, nyala • solung: sulung • som: berjalan dengan langkah-langkah panjang • soma: 1 bulan; 2 hari senin • somah: keluarga, ciri-ciri bunga anggrek bulan • sombèng: rabit, robek, sobek • sombong: sombong, congkak • sompèl: rompes, gompel • sompèt: sumpet, tertutup • sompit: siput, kecil kece • sompok: lemas, habis tenaga • sona: anjing • sondher: tanpa • sondhèr: sebai untuk menari • sondhol: sundul, tatap • sondhong: galah yang ujungnya diberi bakul untuk menjolak buah • song: geronggang, tua, relung • songa: sembilan • songar: sombong, congkak • songkok: peci, mahkota • songkop: galak yang ujungnya diberi bakul untuk penjolok bambu • songkro: 1 gerobak dorong; 2 sudah renta, rusak • songol: songol, pemarah • songot: tegap, cegak • songsong: songsong, payung • sontak: hancur, remuk • sonten: sore, petang • sontong: serotong • sonya: sepi, sunyi • sonyaruri: senyap, sunyi, sepi • sopal: cincin hiasan tombak • sopan: sopan • sopana: tangga, tumpuan, lantaran • sor: bawah, rendah • sora: keras • sorah: amanat, ajaran • soré: sore, petang • sorèng: kuat; • sorèngpati: prajurit yang gagah berani, panglima perang • sori: maaf, ampun • sorog: anak kunci • soroh: serah, pasrah, beri • sorok: dorong, dukung • sorot: cahaya, sinar • soso: kasar, gagap • sosog: anyaman bambu diujung galak untuk menjalak buah • sosoh: lembut • sosol: gagap, menganggap, kasar • sosor: makan langsung dengan mulut • sosoran: tempat untuk menyosor • sosot: bentukan, makian • sot: kutuk, maki • sotya: hiasan, emas • sowak: rusak, robek • sowan: menghadap • sowang: sendiri; • sowangan: sendirian; • sowang-sowang: sendiri-sendiri • srabat: dua penangkal • srabédan: keinginan, kegemaran yang buruk • srah: serah, pasrah; • srah-srahan: pemberian, persembahan, menyerahkan • srakah: 1 serakah, loba, tamak; 2 uang ongkos pernikahan dari pihak laki-laki yang diserahkan kepada pihak perempuan • srama: asrama • srambi: serambi • srambu: kelambu • srampad: sengkelit • srana: sarana, usaha, usada • srandhal: sandal • srandhul: jenis pertunjukan rakyat • sranta: sabar • sranthal: jalan cepat • sranthil: bergantungan, tak teratur • sranti, srantèn: sabar • srapat: sekejab • srasah: lapisan, saluran, dasar, lantai • srat: serat, tulis • srati: pawang gajah; • disratini: dilayani dengan baik • sraton: buas, pemarah • srawa: suara • srawana: musim yang pertama • srawung: pergaulan, hubungan sosial • sraya: bantuan, pertolongan • sreba: serba, semua • sreban: serban, surban • srebat: serbat • srebèt: lap, kain pembersih • sreda: percaya, sudi • sredu: setuju • sreg: pas, cocok • sregep: rajin, tekun • srèi: iri, dengki • srékal: menjegal • srempal: sempal, patah, putus • srémpang: selempang, serampang • srèmpèd: serempet, menyenggol • srempeng: kerja keras cepat • sremplah: bergantungan hampir patah • sreng: keras, tegang • srengen: marah, murka • srengéngé: matahari • srenggala: ujung, pucak, tanduk • srenggi: gunung, lembu • srengkara: kerusakan, kerusuhan • srenteg: keinginan kuat, maksud • srenti: tidak serempah • srep: sejuk • srepan: 1 pendinginan; 2 pengetahuan • srepegan: cepat, lekas • srèpèt: serempet, senggolan • srèsèh: manis tutur katanya • sresep: meresap, masuk • srèwèh: tampak mengalir di sana-sini • sri: cemerlang; • ciri-ciri bunga anggrek bulan sribombok, jenis burung; • sridanta, srigadhing: bunga srigading; • srigunggu: nama tanaman; • srigunting: srigunting, jenis burung; • srikata: bunga srikaya; • srikawin: mas kawin, mahar; • srigak: tangkas; • srilara: bangkai mayat yang tergeletak di seberang tempat; • srimala: sangat indah; • srimanganti: jenis gedung dikraton; • srinata: tembang sinom; • srisakit: bangkai mayat yang tergeletak di sembarang tempat • sriging: tangkas • srimbit: serimbit, berduaan • srimpak: ambang pintu • srimpi: srimpi, jenis tarian • srindhitan: burung serindit • sring: sering, kerap • sringah: terang, cerah, senang • srinthil: tahi kambing/ kelinci/domba • sripah: bela sungkawa, berduka • sriping: criping, keripik • srisig: pagar dinding • sriti: sriti, jenis burung • sriya: makmur, sejahtera • sru: seru, sengit • srumbung: agar tanaman • srundhèng: serundeng, jenis lauk • srunggan: sistem tumpang sari • sruni: 1 seruni, melati; 2 seruling • sruti: hemat • srutu: cerutu • sruwa: dengki, iri hati • sruwag: bolong, lubang • sruwal: bertumpukan tak teratur • sruwé: lama • sruwèk: lubang • sruweng: bolongan bundar • suba: sopan, santun • subada: kukuh, kokoh, kuat • subaga: masker, untung, bagus • subagya: bahagia, untung sekali • subakti, subaktya: berbakti • subal: jejal, campuran • subasita: sopan santun, tatakrama • subuh: subuh • subur: subu, makmur • suci: suci, bersih • suda: berkurang, susut • sudagar: saudagar, pedagang • sudama: dermawan, murah hati • sudana: dermawan ciri-ciri bunga anggrek bulan sudara: saudara; • sudarawèdi: sahabat karib • sudarma: bapak • sudarsana: contoh, teladan • sudha: susut, berkurang • sudhah: bedah, pecah • ciri-ciri bunga anggrek bulan tabung/perian, bambu • sudhèt: bedah, pecah, coblos • sudhi: sejenis basung • sudhing: tidak sudi, enggan • sudhiya: bersedia, siap • sudhung: kandang rumah • sudi: sudi, mau • sudibya: mulia, terhormat, sakti • suding: tunjuk, penunjuk • sudira: berani, gagah; • sudiradraka: nama tembang gedhe • sudra: bawah, rendah, hina • suduk: coblos, tusuk; • suduk jiwa: bunuh diri; • suduk maru: pisau bermata dua; • suduk slira: bunuh diri • sugal: ugal-ugalan, kasar • sugata: jamuan, hidangan • sugèh: kaya • sugeng: selamat • sugih: kaya; • sugih bala: banyak kawan • sugoh: suguh, hidangan • sugreng: puaka, mukertasyam • sugri: semua, seluruh • sugu: alat pertukangan untuk menghaluskan kayu • ciri-ciri bunga anggrek bulan suguh, hidangan • suh: simpati • suhun: minta, mohon • sujalma, sujanma: manusia, orang • sujana: orang pintar, ahli • sujèn: tusukan • suji: tikam, tusuk saji • suka: suka, gembira, senang; • suka lila: sukarela • sukan: permainan • sukara: babi hutan • sukarsa: niat yang baik, keinginan mulia • sukarta: pekerjaan yang baik • sukci: suci, bersih • suker: kotor • sukerta: bermasalah • suket: rumput • sukla: putih, bersih • sukma: sukma, roh • sukmana: ruh, nyawa • sukra: hari jum’at • sukreta: bermasalah • suksma: suksma, roh • suku: kaki • sukun: sukun, jenis buah • suk un: sebangsa timun • sukup: penuh sesak • sula: tombak, senjata tajam • sulah: tingkah laku • sulak: sulak, pembersih • sulaksana: pilihan, lebih, cemerlang • sulam: sulam, tambal • sulang: tunas tebu yang kedua • sulap: sulap • sulaya: bertengkar • sulek: sesak, sempit • suligi: seligi • ciri-ciri bunga anggrek bulan wakil, ganti • suling: suling • sulistya: indah, antik • sulit: sulit • suluh: suluh, terang • suluk: suluk, suara indah • sulung: sulung • sulur: sulur, mengulur, merambat • suma: bunga • sumadhiya: sedia, siap • sumadi: semedi, bertapa • sumaguh: sanggup, siap • sumahab: tampak ciri-ciri bunga anggrek bulan banyak • sumaji: sudah disediakan, tersedia • sumakawis: segala hal, semua persoalan • sumakéyan: angkuh, sangar, payah • sumanak: ramah, akrab • sumanasa: nama bunga • sumandhing: bersanding, berdekatan • sumangga: mempersilahkan, silakan • sumanta: bicara, pertimbangan • sumantali: pawang gajah • sumapala: rendah hati • sumaput: pingsan • sumar: semerbah, merata • sumarah: pasrahm menyerah • sumaré: 1 tidur; 2 meninggal • sumarsana: bunga cempaka • sumawah: bersawah, bercocok tatam • sumawana: dan, serta • sumaya: berjanji, menyanggupi • sumba: kesumba • sumbaga: mashur, termashur • sumbalinga: terlaksana, dapat dipegang kata-katanya • sumbang: sumbang; • sumbang surung: dorongan, dukungan • sumbar: sumbar, bicara keras • sumbat: sumbat, tutup ciri-ciri bunga anggrek bulan sumber: sumber • sumbit: galah bercabang untuk menjolok buah • sumbon: bahan untuk sumbu • sumbu: sumbu • sumbul: bakul tertutup, tempat seperti bakul untuk upacara • sumbung: sombong, congkak • sumbut: cocok, sesuai • sumèh: ramah, murah senyum • sumelang: was-was, kuatir • sumèlèh: pasrah, menyerah • sumeni: istirahat • sumerep: mengetahui, melihat • sumet: menyalakan, menyulut • sumpah: sumpah, janji • sumpek: sempit, berdesakan • sumpel: ganjal • sumpena: bermimpi • sumpet: sumpet, sumbat • sumpil: siput kecil • sumping: sumping • sumpit: kembal, tempat rokok • sumrah: segar, nyaman • sumringah: cerah • sumuk: panas, sumuk • sumung: demam, panas • sumunu: beranak, berkembang • sumur: sumur; • sumur gumuling: terusan air dalam tanah • sumurup: mengetahui, melihat • sumyah: senang, kenyang, ceria • sun: 1 cium; 2 ingsun, saya • sunar: sinar, cahaya • sundari: perempuan yang cantik • sundawa: sundawa • sundek: sempit sesak • sundel: pelacur; • sundel laut: kuda laut; • sundel bolong: nama hantu • sundep: sundep, jenis hama • sundha: dua kali; • sundha mandha: permainan anak • sundhang: tanduk, sronggot • sundhul: sundul, tatap; • sundhul langit: tinggi sekali • sundhung: pikulan rumput • sunduk: tusuk • sung: beri, persembahan • sunga: benang sutra • sungapan: kuala, muara • sungar: bermegah-megah • sungga: ranjau • sunggal: serakah • sunggan: ranjau • sunggar: sisir, gingsul • sunggata: jamuan, hidangan • sunggi: sunggi, junjung • sungging: sungging, tatah • sungkan: sungkan, segan • sungkawa: sedih, duka • sungkem: sungkem, berbakti • sunglon: teluk • sungsang: saling silang • sungsum: sumsum • sungsung: pemberian, persembahan • sungu: tanduk • sungut: sangat, rambut • suntak: tumpah, jatuh • sunthi: gadis kecil; • prawan sunthi: gadis remaja yang belum haids • sunting: sunting, pilih • suntrut: sedih, muram • sunu: anak • sunya: sepi, sunyi; • sunyaruri: sunyi senyap, sepi • sunyata: benar, sungguh • supada: binatang buas • supadi: supaya, agar • supadya: supaya, agar • supak: sesak, sempit • supaos: supaya, agar • supata: berjanji, maki • supatni: indah, cantik • supaya: supaya, agar; • supados: supaya, agar • supé: lupa, alpa • supena: mimpi • supit: supit, jepit; • supit urang: strategi perang dengan mengatur barisan membentuk supit udang • supraba: cahaya indah • supranata: aturan yang baik • suprandéné: meskipun demikian • suprih: harapan • sura: berani; • suraduhita: bidadari; • suragana: para dewa; • suralaya, suraloka: tempat para dewa; • suranata: raja dewa; • suranggakara: berani sekali, sangat berani; • suranggana: bidadari; • surapada: keinderaan, kahyangan; • surapana: minuman keras; • surapati: raja dewa; • surapsara: raja bidadara; • surapsari: ratu bidadari; • suréndra: raja dewa; • surèngpati: 1 raja dewa; 2 nama keris; • surèngrana: berani, pemberani; • surawadu: bidadari • suraga: bantal • surak: sorak, ramai ciri-ciri bunga anggrek bulan surakah: serakah, tamak, loba • suraksa: menjaga, menguasai • surambi: serambi • surasa: makna, arti; • suraos: (ing.) makna, arti • surastri: bidadari • surat: surat • surata: keberanian • surem: suram, gelap • surèn: pohon durian • suretna: emas, logam mulia • surga: surga • suri: 1 sisir rapat; 2 teladan • surjan: jenis gaya baju • suroh: suruh, ciri-ciri bunga anggrek bulan • surtanah: doa selamatan pada orang yang meninggal dunia • surti: hemat-hemat, cermat • suru: suru, sendok daun • surud: surut • suruh: sirih • surung: dorong • surup: melihat, petang hari • surya: surya, ciri-ciri bunga anggrek bulan • suryakantha: kaca pembesar • susah: susah, sedih • susetya: kesetiaan • susila: kesopanan, tata krama • susra: terkenal, kondang • susrasa: patuh • susrawa: masyur, terkenal • susu: susu • susuh: sarang • susuhunan: junjungan • susuk: 1 susuk; 2 uang kembalian; • susuk kondhé: tusuk sanggul • susun: susun • susung: songsong, menyongsong • susup: masuk, menyisip • susur: tembakau susur • susut: berkurang • suta: anak • sutapa: semedi, bertapa • ciri-ciri bunga anggrek bulan pelangi, cahaya, sinar • suthik: menolak, tak mau • suthing: enggan, segan • suthup: balut • sutikna: jeli, cermat; • sutiksna: jeli, cermat • sutra: sutera • sutrepta: senang, puas sekali • suwa: segar (untuk kalam) • suwadi: sesungguhnya, sewajarnya • suwak: robek, sobek • suwal: celana pendek • suwala: menolak, tak sanggup; • suwalapatra: surat • suwan: sowan, menghadap • suwanda: badan, tubuh; • suwandagni: matahari • suwangan: muara, kuala • suwap: suap, uang sogokan • suwara: suara, bunyi; • suwanten: suara, bunyi; • suwaos: suara, bunyi • suwarga: surga • suwari: kasuari (nama burung) • suwarna: emas; • suwarna dwipa: pulau Sumatra • suwasa: emas • suwau: tadi, dahulu • suwawa: ayo, mari • suwé: lama • suwéda: jari • suweg: nama tumbuhan • suweng: subang, kosong • suwidak: enam puluh • suwing: tergiang-ngiang di telinga • suwingya: cerdas, bijaksana • suwita: mengabdi, berguru • suwiwi: sayap • suwuk: berhenti • suwul: pasak besi pada beliung • suwun: 1 minta, mohon; 2 terima kasih • suwung: kosong, hampa • suwur: warta, kabar, berita • suwut: tempurung untuk menghasilkan benang yang ditenun • suyasa: rumah, gedung • suyud: suka memberi • swa: mandiri, kepala; • swabawa: tabiat, perangai; • swabretya: prajurit; • swadaya: mandiri; • swadésa: desa yang mandiri; • swagata: hidangan, jaminan, jamuan; • swagotra: turun, keturunan; ciri-ciri bunga anggrek bulan swagreha: rumah pribadi; • swasana: suasana, keadaan; • swasembada: mencukupi kebutuhan diri; • swasta: swasta, mandiri; • swayambara: sayembara • swah: langit • swana: anjing • swandana: kereta • swanita: darah • swara: suara; • swanten: suara • swarga: surga; • swargaloka: tempat surga; • swargi: almarhum • swasa: emas T • taberi: rajin, hemat • tabon: rumah/kebun warisan orang tua yang telah meninggal • tabrak: tabrak • tabuh: 1 jam; 2 tabuh, pemukul; • ditabuh: dipukul • tabur: tabur, tebar • tadhah: makan; • tadhah eluh: tempat mengadu; • tadhah kringet: baju dalam, tadah keringat; • tadhah sih: tempat kasih sayang; • tadhah udan: sawah yang tergantung air hujan; • tadhah arsa: burung kedasih • tagyana: tunangan, kekasih • taha: kira, sangka, barangkali • tahan: tahan • tahen: 1 batang, pohon; 2 derita • taju: mahkota • tajug: tajuk, bentuk rumah adat • taker: takar, ukur • takir, takir ponthang: limas dari daun pisang • taksaka: ular • taksih: masih • takura: kiri • tal: pohon lontar, rontal • ciri-ciri bunga anggrek bulan rumah lebah • talad: tidak tergesa-gesa • talaga: telaga • talang: talang, jalan air • taleran: jalannya cerita, alur • tales: talas, umbi • tali: tali; • tali goci: cara mengikat layang-layang; • tali mati: simpul mati; • tali wangsul: tali yang bisa dibuka dengan mudah • talika: mata-mata, pengintai • talinga, talingan: telinga • talok: pohon talok • talu: tiga, jenis gending • talub: balut (mata) • taluh: sudah biasa, bosan, jemu ciri-ciri bunga anggrek bulan talun: ladang, huma • tama: utama, baik • tamah: keinginan rakus, tamak, serakah • taman: taman, kebun; • taman keputrèn: taman keputrian; • taman sari: taman sari • tamara: gamelan, bunyi-bunyian • tamat: tamat, selesai • tamba: obat, jamu; • nambani: mengobati • tambah: tambah • tambak: tambak; • tambak baya: pencegah bahaya • tambal: tambal; • tambal sulam: menambal di sana sini, memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil • tambana: bendera, panah • tambang: 1 tambang; 2 tali tambang; • tambang parantian: tempat kediaman, asal • tambar: tawar, hilang kekuatan, hilang kesaktian • tambara: bendera • tambas: jalir, tiris • tambat: tambat, ikat • també: sedang, jadi • tambeh: tambah, bertambah • tambel: tombok; • tambel butuh, tambel sepi: mencukupi kebutuhan • tambeman: penyangga, penopang • tambeng: keras kepala, tak mau dinasihati • tambet: tidak kenal, tidak peduli • tambi: akar yang tumbuh pada batang sebagai penyangga pohon • tambilutan: nama tumbuhan • tambing: sisih, tepi • tambir: 1 nama wuku yang ke-19; 2 alat dapur • tambra: ikan tambra • tambuh: tidak kenal, tidak tahu • tambung: samar, kabur, tidak kenal • tambur: sejenis genderang • tamèng: tameng, pelindung senjata; • tamèng mata: pelupuk (kelopak mata) • tami: utama, baik • tamih: dupa, perdupaan • tamina: melihat • tamisra: gelap • tamolah: tak bergerak • tampa: tanpa, tidak dengan • tampah: wadah dari bambu • tampak: kelihatan • tampan: bagus, ganteng • tampang: wajah, muka • tampar: tali, tampar • tamper: tampar • tamping: pinggir, tepi, batas daerah • tampir: niru • tampuh: menempuh; • tampuh awang: nahkoda • tamtama: tamtama, tentara • tamtu: tentu, pasti • tamu: tamu • tamyang: perisai • tan: tidak; • tan antara: tidak antara • tanah: tanah; • tanah manca: luar negeri; • tanah sabrang: luar negeri; • tanah wutah rah: tanah tumpah darah • tanak: matang sekali • tanana: tak ada • tanaya: anak, putra • tanbara: duda • tanbuh: tidak tahu/mengerti • tanceb: tancep; • tanceb kayon: selesai pertunjukan • tandang: bergerak, bekerja; • tandang gawe: bekerja, mengerjakan; • tandang tanduk: tingkah laku • tandha: tanda; • tandha mata: tanda mata, kenang-kenangan; • tandha tangan: tanda tangan • tandhak: penari, waranggana tayub • tandhan: tandan, ukuran untuk pisang • tandhana: bendera • tandhes: tandas • tandhing: 1 tanding, bertarung; 2 imbang • tandhu: tanda • tandra, tandya: lalu, segera • tanduk: 1 tambah lagi; 2 kalimat aktif • tandur: tanam • tanek: utuh, sempurna • tanem: tanam; • tanem tuwuh: tanaman, tumbuhan • tang: tang, kunci • tangan: tangan • tangara: tanda, lambang • tangèh: mustahil, tak mungkin • tangga: tangga, tetangga; • tangga désa: tangga desa, desa sebelah; • tangga teparo: tetangga kanan kiri • tanggah: palang, tahan, cegah • tanggal: tanggal; • tanggalan: tanggalan, kalender; • alisé nanggal sepisan: alisnya seperti bulan tanggal satu • tanggap: tanggap, pasif; • tanggap sabda: wawancara, rembugan; • tanggap tanduk: pasif-aktif; • tanggap wacana: pidato penyambutan; • tanggap wacucal: pementasan wayang kulit; • tanggap warsa: ulang tahun • tanggel: sedang, tanggung, canggung; • tanggel jawab: tanggung jawab • tanggi: tetangga • tanggor: tetap, tabrak • tangguh: tangguh, hebat • tanggul: tanggul, bendung; • tanggul angin: pelindung • tanggulang: kayu palang pada bendungan, penopang, penyangga • tanggulun: nama buah • tanggun: agak baik, cukupan, sedang • tanggung: tanggung; • tanggung jawab: tanggung jawab • tanggwa: kukuh, kuat • tanghulun: hamba, sahaya • tangi: bangun, bangkit • tangkar: berkembang • tangké: tangkai, gagang • tangkèk: pembesar, kepala biara • tangkep: tangkap • tangkil: hadap • tangkuwèh: sejenis manisan • tangled: tanya • tangsel: sebangsa baji • tangsu: bulan; • sitangsu: bulan • tangsul: tali • tangun: agak baik juga, cukupan • tani: tani • tanja: 1 mantap, puas; 2 batang kayu runcing untuk menanam kedelai • tanjak: tanjak, naik • tanjidhur: tanjidor, bedug besar • tanpa: tanpa • tansah: selalu, senantiasa; • tansaya: semakin • tantang: tantang • tantara: tentara, prajurit • tantas: tuntas • tantra: ajaran tentang yoga dan seks • tantya: amat, sangat, sekali • tanu: makhluk halus • tanya: tanya • tapa: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bersemedi • tapak: bekas, kesan, jejak; • tapak asta: tanda tangan; • tapak dara: bunga tapak dara; • tapak liman: tanaman tapak kuda; • tapak tangan: tanda tangan • ciri-ciri bunga anggrek bulan bengkong, kulit pembalut ciri-ciri bunga anggrek bulan tangkai daun nyiur • tapel: bedak perut; • tapel wates: tapal batas, perbatasan • tapih: jarik, kain • tapir: tapir, tenuk • taplak: taplak • tara: antara; • tara mangsa: musim pancaroba • tarab: datang bulan, melihat bulan • taragnyana: tenung, pelet • tarak: berpuasa; • tarak brata: bersemedi, bertapa • tarambuja: semangka • tarangan: tempat bertelur (ayam), sarang • taranggana: bintang, rasi bintang • taranjana: tenung, pelet • tarantara: antara • tarbuka: terbuka • tari: tari • tarima: terima • taring: taring • tarkadhang: kadang-kadang • tarmolah: tak bergerak • taros: tanya, bertanya • tarpa: terpa • tarpana: terpana, heran • tarsandha: tanda, alamat • taru: daun; • tarulata: daun-daunan; • tarwa: pepohonan • tarub: ciri-ciri bunga anggrek bulan, deklit, tenda • taruk, tarok: ditaruh, diletakkan • tarum: tarum • taruna: taruna, muda (laki-laki); • taruni: muda, taruna (perempuan) • tarung: tarung, berkelahi • tarwéla: nampak nyata, jelas sekali • tasih: masih, misih • tasik: samudra, laut • taskara: pencuri, penyamun • tata: tata; • tata basa: tata bahasa; • tata cara: tata cara; • tata krama: tata krama; • tata lair: etika lahiriah; • tata prenah: menurut alur persaudaraan; • tata tentrem: tentrem, teratur; • tata-titi: teratur • tatab: tatap, tabrak; • tataban: tatapan, tabrakan • tatag: tegar, teguh hati • tatah: tatah, pahat • tatal: tatal, serpihan kayu • tatanan: tatanan, aturan • tataran: tingkatan, tahapan • tatarpa: tanpa, tidak dengan • tatkala: ketika, tatkala, sewaktu • tatrap: tepat, kena benar, sesuai benar • tatu: luka • tatur: dipangku sedemikian rupa agar buang air (bayi) • tatwa: keadaan yang sesungguhnya • tatya: nyata, kenyataan • taun: tahun; • taun raja: ciri-ciri bunga anggrek bulan raja, hari besar kelahiran raja; • taun wastu: tahun biasa (354 hari); • taun wuntu: tahun kabisat (355 hari) • tawa: tawar, menawarkan • tawan: tawan, tahan • tawang: angkasa, langit • tawar: tawar, tak berasa; • tawaren: bengkak kakinya • tawas: 1 tawas, obat jentik-jentik; 2 upah lelah • tawing: dinding papan di tepi perahu • tawon: tawon, lebah; • tawon gumana: lebah berdengung; • tawon gung: tawon besar, tawon raja • tawu: menguras air • tawung: tutup dinding ciri-ciri bunga anggrek bulan (di tepi perahu) • tawur: berkelahi, bertengkar • taya: 1 hilang, kosong; 2 tari • tayub: tayub, seni tradisional • tayuh: mencari firasat lewat mimpi • tayum: lapuk, layu • teba: tanah lapang, lapangan • tebah: pukul, tinju, tendang; • tebah jaja: pukul dada, menantang; • tebah tembung: pukul rata, hantam kromo • tebak: pukul, tinju • tebal: tebal • tebas: tebas, borong • tebek: tangkap • tebela: keranda, peti mati • tebeng: tebing jendela, tebeng • teberi: rajin, hemat, sederhana • tebus: tebus; • tebus weteng: selamatan untuk hamil tujuh (7) bulan • tedah: tunjuk, pedoman • tedha: makan • tedhak: turun; • tedhak loji: datang ke loji; • tedhak siti: kenduri/ selamatan ketika anak mulai turun tanah; • tedhak sungging: berfoto • tedhan: makanan • tedhas: mempan • tedhasih: burung kedasih • tèdhèng: sekat, halang, tirai • tèdhès: habis sama sekali, tandas • tedhi: makan • tegal: tegal, ladang • tegar: tegar, tanpa beban, bebas • tegayuh: berubah-ubah, berganti-ganti • tegel: tega, sampai hati • tegen: ciri-ciri bunga anggrek bulan, kukuh, kuat • tegeng: teguh, kukuh • tegep: tegap, kokoh • teger: kukuh, tak berubah-ubah • tegerak: tandus, tanah mati • tegerang: kayu untuk memberi warna kuning pada kain batik • tegerat: nama bunga • teges: makna, arti • tegil: tegal, ladang • teguh-timbul: kebal, sakti • tegyan: tega, sampai hati • téja: pelangi, cahaya, sinar; • téja bathang: pelangi tanda duka cita; • téjamaya: nama kahyangan Batara Guru • tèji: teji (kuda) • teka: datang, tiba • tekan: tekan, desak • tékang: sang, si • tekap: sampai, hingga, oleh karena • teken: teken, tongkat • tèken: teken, tanda tangan • tekèng: sampai di • téko: teko, porong, poci • teksaka: ular • teksih: masih • tekuk: tekuk, lekuk; • tikel tekuk: berlipat ganda • tekwan: tanya • tela: terang, jelas • telag: kehabisan, tidak musimnya • telaga: telaga • telah: nama, sebut • telak: kerongkongan • telar: lapangan, tanah lapang • telas: habis • telat: telat, tertinggal • telenan: landasan • telih: tembolok (pada unggas) • telik: sandi, lambang, rahasia; • telik sandi: mata-mata, intelijen • telu: tiga; • majutelu: segitiga; • telon: bertiga; • telu belah: menjadi tiga bagian; • telu juru: berkeping tiga; • telung puluh: tiga puluh • teluh: tenung, penyakit; • teluh braja: bintang beralih; • teluh tragnyana: tenung, penyakit • teluk: 1 teluk; 2 takluk, tunduk • temaha: akibatnya, sehingga, akhirnya • temangga: enak menjadi tetangga • temangsang: tersangkut • temantèn: penganten • tembaga: tembaga; • tembagan: tempat membuat tembaga • tembako: tembakau • tembalo: pohon trembalo • tembang: tembang, lagu; • tembaruk: berhak, berkat • tembaya: kumpul; • patembayan: perkumpulan • tembayat: janji, kumpul; • patembayatan: perkumpulan, organisasi • témbok: tembok • tembon: perahu kecil • témbong: belang hitam pada kulit muka, dsb • témbor: dulang, talam • témbré: tidak berharap, hina, remeh • tembung: kata • temeka, temekan: tiba, sampai • temen: sungguh, benar • temenggung: tumenggung, pangkat kebangsawanan • tempaling: sungsang balik, baling-baling • tempaos: nama pohon untuk ramuan rokok • témpé: tempe, jenis lauk pauk • tempélang: cara membungkus nasi dengan daun pisang • témpong: pangkal paha (kuda, dsb) • tempuh: tempuh • tempuk: temu, jumpa, menjadi satu • temtu: tentu, pasti • temu: temu, jumpa; • temu gelang: lingkaran yang tidak putus; • temu lawak: tumbuhan temu lawak, jenis tanaman obat; • temu rosé: bertemu pada ruas-ruasnya • tèn: lubang jala • tenaga: tenaga, energi • tenan: sungguh, benar • tenang: tenang, santai • tenapi: tetapi, akan tetapi, namun • tenaya: anak, putra • tengah: tengah; • tengah wengi: tengah malam • tengan: kanan • tengangé: tengah hari • tengara: tanda, lambang, perlambang • tengen: kanan • tenger: tanda, prasasti, nama • tengga: tunggu • tenggak: 1 leher; 2 telan langsung • tenggar: lapang, luas • tenggarèng: terang cuaca • tenggenah: jelas, terang, kepala, tengah-tengah pertahanan • tenggèrèng: terang cuaca • tengger: bukit, tanah tinggi • tengginas: trampil, cekatan • tengging: ujungnya mencuat ke atas • tenggirang: senang hatinya • tenggok: leher atas, tengkuk • ténggor: memindahkan padi dari persemaian ke sawah • tenggulang: bendung, cegah • tenggun: agak baik juga, cukupan, sedang • tengran: tanda, lambang, nama • tengu: tengu, jenis kutu; • satengu: ciri-ciri bunga anggrek bulan sekali • teni: pakaian dinas • ténja: tinja, tahi, ciri-ciri bunga anggrek bulan • ténong: wadah makanan dari bambu • tenta, ketenta: terjebak, terpaksa tanpa kesadaran • tèn-atèn: bagian bambu sebelah dalam (tanpa kulit) • tentrem: tentram, tenang • tenun: tenun • tenung: tenung, santet • tepa: tepa, ukur; • tepa selira: mengukur diri, tenggang rasa • tepak: mapan, cocok • tépak: sisa, bekas, telapak • tépang: sepak, tendang • tepas: serambi rumah, sengkuap; • tepas wangi: tempat tidur • tépas: 1 tepas, kipas; 2 balai • tepet: bekas, sisa; • tepet loka: alam baka, alam kekal; • tepet ciri-ciri bunga anggrek bulan hari akhir, akhirat • tepi: tepi, pinggir • tepis: tepi; • tepis iring, tepis liring: perbatasan, tapal batas • téplok: teplok, lampu • tepung: kenal, tahu; • tepung becik: bersahabat baik; • tepung gelang: melingkar, berkeliling; • tepung kebo: hanya tahu saja; • tepung pager: tetangga sebelah rumah yang bersatu pagar; • tepung rukun: bersatu; • tepung wates: perbatasan, tapal batas • terah: darah, turun, turunan • terang: terang, jelas • teras: terus • terbang: 1 terbang; 2 rebana; • terbangan: bermain rebana • terbil: kayu penyangga • terbis: jurang, curam • terbuka: terbuka • teres: takut, ngeri; • diteresi: dikelupas kulitnya (pohon) • terganca: selisih, bersalah, berbeda • terkadang: kadang-kadang • tersandha: berdasarkan pada • tertamtu: tentu, pasti • teruna: pemuda; • teruni: pemudi • terwaca, terwéla: terang, jelas • terwèlu: kelinci • tesih: masih • tetah: tutuh • teteg: kokoh, kuat, kukuh • tètèg: merontokkan • tètèh: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bicara lancar • tètèk: puting susu • tetel: tekan, desak • tétéla: terang, jelas • tetep: tetap • teter: sikat, sisir, penggaruk • tètèr: ujian • tetes: tetas • tètès: tetes • tiba: jatuh • tibra: susah, sedih, marah • tidha-tidha: ciri-ciri bunga anggrek bulan, bimbang • tidhem: sunyi, sepi, diam • tiga: tiga; • tigawaja: nama ikan; • tigawarna: tiga warna • tigan: 1 bertiga; 2 telur • tigas: pangkas, potong; • tigas gagang: habis diketam lalu dijual (padi); • tigas kawuryan: baru tampak, baru muncul; • tigas pancing: dipangkas miring sekali putus • tika: itu; • tikang: yang itu • tikbra: susah, sedih; • tiké: ini • tikel: lipat, banyak, ganda; • tikel alis: berkerut kening; • tikel balung: nama tumbuhan; • tikel tekuk: berlipat ganda; • tikel wosen: kejang-kejang pada jari tangan • tikep: dekap • tiki, tiking: ini, di sini • tiksa: tajam, senjata tajam; • tiksna: tajam, cerdas, jeli; • tikswa: tajam, cerdas, jeli • tikta: pahit, empedu • tiktak: sejenis meriam kecil • tiku: itu • tikung: tikung • tikus: tikus • tilak: bekas jejak • tilam: tilam, kasur, tempat tidur; • tilam rum: tempat tidur; • tilam sari: tempat tidur • tilap: bujuk • tilar: tinggal • tilas: bekas, sisa • timang: timang, gesper • timba: timba, tali timba • timbal: panggil, perintah; • ditimbali: diperintah, dipanggil; • timbal balik: saling menerima dan memberi • timbang: timbang, imbang; • timbang sih: pertimbangan • timbel: timah • timbreng: redup, berawan • timbrung: menimbrung • timbun: timbun • timen: sangat, amat • timpal: timpal, setimpal • timpang: timpang • timpuh: timpuh, duduk bersila • timpung: timpang, pincang • timun: mentimun; • timun wungkuk: timun bungkuk • timur: 1 muda, kecil; 2 timur • tindak: pergi, berangkat • tindhes: tindas, gilas • ting: lentera, jenis lentera • tinggal: tertinggal • tinggar: senapan yang berlaras kuningan • tinggeng: tetap, tidak berubah-ubah • tingi: kulit kayu untuk mencelup kain batik • tingkah: ciri-ciri bunga anggrek bulan laku • tingkas: subur • tingkeb: selamatan kehamilan usia 7 bulan • tingkem: bakul kecil bertutup • tinimbang: daripada • tinjo: tengok, jenguk • tintrim: sepi, sunyi • tipak: bekas, sisa • tipar: ladang, tegal • tipu: tipu, bohong • tipung: ketipung • tira: tepi, pinggir • tirah: berlebih, sisa • tirem: tiram • tirep: redup, berawan • tirta: air; • tirtamarta: air kehidupan; • tirta prawita sari: air sari kehidupan; • tirta sinduretna: air mani, sperma; • tirtayatra: berziarah ke pemandian suci; • patirtan: pemandian • tiru: tiru, contoh • tisaya: sangat, amat, terlebih • tisma: tajam • tisna: cinta, kasih sayang • titah: makhluk, ciptaan • titèn: 1 ilmu titen; 2 teliti, ingat; 3 daun kacang kering • titi: teliti; • titi mangsa: perhitungan musim; • titi priksa: memeriksa, meneliti • titih: keras, padat (keris); • titihan: kendaraan • titik: titik, tanda, ciri, noktah; • titik iyik: jaman masih kecil; • titik melik: barang bukti • titir: dipukul terus-menerus (kentongan) • titis: titis, tepat • tiwas: 1 mati; 2 terlanjur • tiwikrama: marah • tiyang: orang • tiyasa: kuasa, pandai • tobat: taubat • toblok: keranjang • toblos: coblos, tusuk • tobong: tempat pembakaran; • tobong gamping: tempat pembakaran batu menjadi gamping • togari: malam • togog: nama wayang • tomara: tombak (belantam) • tomprangan: bertengkar, cek-cok • tonggari: malam hari • torana: pintu gerbang • tos: keras, berharga • tosan: besi; • tosan aji: pusaka • totog: 1 tabrak, mentok; 2 ilmu totog • totoh: taruh • totos: kepala, pemimpin • towang: selang, sela • toya: air; • toyanta: awan, mendung • trabas: 1 terabas, terobos; 2 pemboros • tracak: telapak kaki binatang • trah, gotrah: keturunan; • trahing kusuma: darah biru, bangsawan • trajeg: pancang, tonggak, pagar • traju: neraca; • traju mas: timbangan emas • trampil: terampil, cekatan • tranggana: bintang • trantan: berdiri pakai penyangga • trantang: bersinar • trap: terap, pasang; • trap sirap: diatur serba baik, rapi; • trapsila: tata krama, susila • trapas: boros, lekas habis • tratag: panggung • traté: teratai • trawang: terawang, pandang, lihat • trebis: jurang, curam; • jurang trebis: jurang yang curam • trembalo: pohon trembalo • trembayak: burung angsa • trembayun: sulung • trena: rumput • trengga: bintang • trenggalung: musang akar • trenggana: bintang • trengginas: terampil, cekatan • trenyuh: trenyah, kasihan • trep: trep, cocok, sesuai; • trepsila: susila, sopan, tatakrama • très: sulaman benang emas pada lengan baju • trèsèh: ramah-tamah, cakap • tresna: cinta, kasih, sayang • treteg: jembatan • trewélu: kekunci • tri: tiga; • tribawana: tiga dunia; • triguna: tiga kegunaan; • trikaya: tiga kekayaan; • trikona: segitiga, bersudut tiga; • trilocana: bermata tiga; • triloka: tiga dunia; • trimurti: tiga dewa; • trinétra: mata ketiga; • trisula: senjata tombak bermata tiga • trima: terima; • trima kasih: terima kasih • tris: cinta, kasih sayang • trisig: pagar anyaman bambu • trisik: pantai berpasir, berbatu-batu kecil • trisna: cinta, sayang • triwi: putih • triwikrama: marah besar • truka: membuka tanah untuk tempat tinggal • trukah: dusun baru • truna: muda, remaja • truntum: nama batikan • trup: 1 permainan truff; 2 kelompok, regu • trus: terus, langsung • trustha: senang, suka, puas; • trusthi: senang • truwaca: jelas, terang • truwéla: jelas, terang • truwèlu: kelinci • tuba: racun • tuban: jeram, air terjun • tubar: akar yang mengembang ditanah • tubi: tuba • tubruk: tubruk, tabrak • tubug: bengkak kakinya, cacat • tubungen: telor, pelat • tudhuh: petunjuk, pedoman • tudhun: turun, ke bawah • tudhung: kudung, tutup kepala • tuding: 1 ciri-ciri bunga anggrek bulan, dakwa; 2 jari telunjuk • tuduh: petunjuk, pedoman • tugar: 1 tugar; 2 mencangkok • tugel: patah, putus • tugi: bulu padi • tugu: tugu, monumen • tugur: jaga • tuha: tua • tuhu: sungguh, benar • tuhun: sebenarnya, semestinya • tujah: diterjang dengan kaki diinjak; • tujah bumi: kaki bagian depan putih (kuda, dsb) • tuju: tuju, sengaja • ciri-ciri bunga anggrek bulan sumber, mata air • tukang: tukang • tukar: tukar, ganti; • tukar cincin: upacara tukar cincin, peningset; • tukar maru: nama ikan; • tukar padu: bertengkar mulut • tukung: menjejak bahu (rambut) • tuladha: teladan, contoh ciri-ciri bunga anggrek bulan tulak: tolak; • tulak balik: penangkal bahaya; • tulak sawan: penangkal penyakit • tulalé: belalai • tulang: tulang • tular: tular, menular • tulèk: lalu, segera • tulèn: tulen, asli • tuli: tuli, tidak dapat mendengar • tulis: tulis • tulung: tolong • tulup: 1 alat berburu burung; 2 kerangkeng • tulus: tulus, ikhlas • tulya: kemudian, lalu • tuma: kutu • tumama: 1 mengenai, mempan; 2 puas • tuman: tergantung, ketagihan • tumang: bibir dapur • tumat: buah tomat • tumbak: tombak, jenis senjata • tumbal: tumbal • tumbar: tumbar, jenis bumbu • tumbas: beli • tumbeng: kayu yang dipasang pada gamelan (gambang) agar lebih sempit lubangnya untuk mengatur nada • tumbruk: tubruk • tumbu: tumbu, wadah dari bambu • tumbuk: tumbuk • tumenggèng tawang: ujungnya mencuat ke atas (bulu mata) • tumenggung: tumenggung • tumok: tahu, melihat • tumon: menonton, melihat • tumpak: naik, numpang • tumpal: kapar, kekat • tumpang: tumpang, numpang; • tumpang sari: tanaman berjenis-jenis; • tumpang suh: bertumpangan, berserakan; • tumpang tindih: tumpang tindih • tumpek: jatuh-tumpah • tumpeng: nasi untuk selamatan • tumper: puntung (kayu bakar) • tumpes: tumpas, gilas, musnah • tumplak: jatuh, tumpah • tumplek: tumpah, bertumpuk; • tumplek bleg: tumpah-ruah • tumpu: tumpu, alas, landasan • tumpuk: tumpuk; • tumpuk timbun: bertimbun-timbun; • tumpuk undhung: bertumpukan • tumrah: berkembang, beranak • tumrap: terhadap, kepada • tumus: 1 terkuras, 2 tembus • tumut: ikut, turut • tuna: 1 tidak punya; 2 rugi; • tuna dungkap: sering keliru; • tuna karya: menganggur; • tuna kisma: petani yang tak punya tanah; ciri-ciri bunga anggrek bulan tuna netra: buta; • tuna susila: nakal, lacur • tunangan: tunangan, kekasih • tunas: tunas, taruk • tundha: tumpuk, tangga, ditunda • tundhes: tandas • tundhuk: takluk, menunduk • tundhun: setangkai • tundhung: usir • tung: ujung, puncak • tungan: ujung, puncak • tungga: remuk, terkemuka • tunggak: tunggak, pangkal, pokok • tunggal: tunggal, satu • tunggang: tunggang, naik • tunggara: tenggara (mata angin) • tunggil: tunggal, satu • tunggir: punggung gunung • tunggu: tunggu • tunggul: tunggul, yang tertinggi • tungkak: pucuk telapak kaki, tumit • tungkas: pesan, amanat • tungkat: tongkat, setik • tungku: tungku • tungkul: tungkul, takluk • tungtum: berkumpul kembali • tungtun: tuntun • tuni: kurang, tidak punya, rugi • tunjang: tunjang, tabrak • tunjel: tonjok, tusuk • tunjem: tonjok, tusuk • tunjung: bunga tunjung, teratai, seroja • tuntas: tuntas, selesai • tuntum: berkumpul kembali, pulih • tuntun: tuntun, bimbing • tuntung: ujung, puncak • tuntut: tuntut, gugat • tunu: api, nyala • tup: tutup; • entup: sengat • tupiksa: periksa, cek • tur: lagi pula, dan • turah: lebih, sisa • turangga: kuda; • katuranggan: ciri-ciri • turas: kencing, buang air • turi: turi, jenis tanaman • turida: susah, sedih • turon: tiduran, berbaring-baring • turu: tidur • turuh: bocor, tiris • turun: 1 turun, ke bawah; 2 anak keturunan • turung: belum • turut: turut, patuh, tertib • tus: serius, benar-benar • tusara: embun • tusih: mengawasi • tuskara: lebah, ciri-ciri bunga anggrek bulan • tustha, tusthi: senang, puas, asyik • tusuk: tusuk, tonjok; • tusuk kondé: tusuk sanggul • tut: ikut, turut; • tut wuri: ikut di belakang • tutas: tuntas selesai • tuter: bel, peluit, terompet, klakson • tutu: tumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • tutug: selesai, tamat, tuntas • tutuh: tunduk, dakwa, potong, pangkas • tutuk: mulut • tutul: tutul, bintik, noda; • macan tutul: harimau kumbang • tutup: tutup; • tutup dhahar, tutup saji: tudung saji; • tutup kendhang: pembukaan dan penutupan; • tutup kéyong: bagian rumah berupa segitiga disebelah atap; • tutup kuping, tutup mulut: membisu dan tuli; • tutup liwet: cara menggunakan ikat kepala • tutur: tutur, kata, sabda • tutus: 1 tutus, pukul; 2 tali dari bambu; • tutus kajang: jahitan yang selanya jarang-jarang • tutut: jinak, kejar, sisil • tutuwa: ketua, pemimpin • tuwa: 1 tua; 2 sudah masak; • kamituwa: kepada desa; • tuwa bangkong: tua bangka; • tuwa buru: pemburu; • tuwagana, tuwanggana: ketua, peminjam, pemuka; • tuwah: tumbuh, timbul, terbit • tuwi: tengok, jengok • tuwin: dan, serta, lagi • tuwu: burung hantu • tuwuh: tumbuh • tuwuk: kenyang, puas • tyas: hati; • tyas mami: hatiku U • uba rampé: piranti, alat-alat • ubaya: janji, prasetia • ubed: 1 belit; 2 banyak akal • ubek: aduk • ubel-ubel: ikatan, belitan • ubeng: keliling, putaran • uber: kejar, buru • ubin: ubin, tegel • ublek: 1 aduk; 2 bergerak di sekitar • ubon-ubon: abdi perempuan di pertapaan • ubral: obral • ubur: ramai sekali, bingar • ucal: ajar • ucap: ucap, ujar • ucek: tekan • uceng: ikan kecil; • uceng-uceng: sumbu • uda: telanjang; • ngudarasa: mengutarakan perasaan; • udakara: kira-kira; • udamamah: tepat suaranya (dalam memerankan tokoh-tokoh wayang); • udanagara: sopan-santun; • udapati: sumpah-serapah; • udarati: laut, lautan; • udasmara: pikiran • udadi: laut, lautan • udaka: air, mata air • udama: hina, keji, nista • udan: hujan; • udan ampèl: ciri-ciri bunga anggrek bulan bentuk keris; • udan barat: hujan bercampur angin kencang; • udan tangis: berduka cita, menangis keras • udani: tahu, mengetahui • udara: 1 angin; 2 tinggi, luhur • udata: keras, sangat, sombong • udaya: upaya, usaha • udel: pusar, pusat • udhadhi: laut, samudra • ciri-ciri bunga anggrek bulan bedah, pecah, jebol • udhang: udang; • udhang-udheng: pergi ke sana-ke mari untuk suatu urusan • udhar: bebas, lepas • udhaya: laut, samudra • udheg-udheg: nenek moyang • udhek: aduk, campur • udhel: hampir menjadi kepompong (fase perubahan ulat menjadi kepompong) • udheng: ikat kepala; • udheng gilig: ikat kepala yang ada bundarannya di belakang • udhèt: cacing • udhil: kikir, bakil • ciri-ciri bunga anggrek bulan tangis, air mata • udrata: mahkota • udu: bukan, lain • udud: merokok • uduk: nasi uduk • udun: benjolan, bengkak • udur: berselisih, bertengkar • udwani: ingat, waspada • udyana: taman • udyani: taman • uga: juga, pun • ugag-ugeg: bergerak-gerak • ugah: agak, enggan • ugal: ugal, urakan • ugat-uget: bergerak-gerak • ugeg: bergerak • ugel-ugel: sendi • ugem: menepati, mematuhi • ugeng: giat, bersemangat, rajin • uger: 1 pedoman, patokan; 2 ikatan; • diuger: dikurung; • uger-uger lawang: anak tunggal; • paugeran: hukum, undang-undang • ugung: manja, belum • ujana: taman; • ujani: tahu, waspada, ingat • ujar: kata, sabda • uji: uji, tes • ujubriya: curiga, prasangka buruk • ujud: wujud, nyata • ujung: ujung; • ujungan: daun • ujur: 1 mujur, membujur; 2 beruntung; • ujuran: bagian yang membujur • ukara: kalimat; • ukanten: (ing.) kalimat • ukir: ukir • ukur: ukur • ula: ular • ulab: beruntung sekali • ulad: muka, wajah • ulah: gerak, tingkah laku; • ulah raga: olah raga; • ulah semu: melakukan apa-apa dengan isyarat, pasemon, sindiran; • ulah kridhaning asta: mengemis; • ulah-ulah: memasak • ulam: ikan • ulang: ulang • ulan-ulan: sejenis ulat pemakan kayu • ulap: silau • ulat: wajah, muka • ulem: undangan • uleng: oling, miring • uler: ulat; • uler kagèt: selimpat (pada tulang); • uler kambang: jenis tembang, gending • ules: 1 warna; 2 sampul, selongsong, sarung, kain • ulet: ulet, liat • ulu: 1 telan; 2 tangkai; • ulu ati: ulu hati, dapur susu; • ulu-ulu: ulu-ulu, pamong desa pengatur air; • ulu wetu: penghasilan • ulun: saya, hamba • ulung: ulung, unggul; • ulung ati: hulu hati, dapur susu • ciri-ciri bunga anggrek bulan ulur, tarik • uma: biji, benih • umba: luas, lebar • umbang: congkak, besar mulut • umbar: umbar, bebas, lepas • umbara: mengembara, berkelana • umbel: ingus • umbul: 1 terbang, melayang; 2 mata air, sumber air; 3 kepala desa; • umbul muncar: mata air yang memancur; • umbul-umbul: bendera panjang yang ditegakkan • umbut: rebung rotan • umet: nyala; • umet-umetan: berkeliling-keliling; • nyumet: menyalakan • umis: mengalir • umpak: 1 cepat, lekas; 2 batu landasan • umpama: umpama, kalau, jika • umpang: lebih dari beratnya • umpeng: pipa, saluran air • umpet: sembunyi • umpling: minyak tanah, lampu kecil, tempat madat • umpluk: busa, buih • umpon: empang ikan • umus: bocor, merembes • una-uni: bicara, perkataan • unakara: kira-kira, kurang-lebih • unandika: berkata • unang: sedih (gila) karena asmara, mabuk cinta • unar: onar, gaduh, geger • uncal: lempar • uncek: penggerek, alat penusuk • uncet: ujung nasi (tumpeng) yang berbentuk kerucut • uncit: buncit, bungsu, bontot, terakhir • uncung: anak merak • uncuwi: pipa tembakau • undang: mengundang, memanggil • undar: gelendong, tika-tika, likas • under: pokok perkara, mata bisul, pusat lingkaran • undha: tumpuk, tangga; • undhamana: diungkit, disebut-sebut; • undha-undhi: kurang lebih; • undha-usuk: bersusulan • undhag: bertingkat, bertangga • undhagi: ahli tembaga, pikiran • undhak: bertingkat, bertangga • undhuh: menuai, memetik • undhung: tumpuk • undur: mundur, ke belakang; • undur-undur: binatang sejenis rayab tanah yang jalannya mundur • unem: nama rempah-rempah • ungal: bunyi; • mungal: berbunyi • ungap: bimbang, tertimbang-timbang, agak takut • ungapan: kala • ungel: suara, bunyi • ungga: atau • unggah: naik, ke atas; • unggah-ungguh: tata krama, sopan-santun; • ungguh: tempat, letak • unggul: unggul, utama • ungkal: asah, batu pengasah • ungkara: kalimat, pujian, doa • ungsi: ungsi, pindah • ungsum: musim • uni: bunyi, suara • uninga: tahu, mengerti • unjal: menarik; • unjal ambekan: menarik nafas • unjuk: minum • unta: unta • untap: marah, murka • untar: nyala • untara: 1 utara; 2 kiri; 3 antara, sela • unting: ikatan • untu: gigi; • untu gelap: gigi roda; • untu walang: cara menyambung (seng, dll) • untul: pengikut • untung: untung, laba; • untung-untungan: berspekulasi, untung-untungan • unu: (padi) yang berceceran di tanah • unur: 1 rumah anai-anai; 2 bukit, tanah membukit • unus: hunus, keluar • unyar: ikatan padi; • unyar-unyur: mondar-mandir, ke sana kemari • unyer: putar, keliling • unyur: datang begitu saja • upa: sebutir nasi; • upaboga: mencari makan, kelezatan, kenikmatan; • upadamel: pekerjaan, kegiatan; • upadana: pemberian; • upadrawa: kesusahan kesengsaraan; • upagawé: pekerjaan, kegiatan; • upajati: nama tembang gedhe; • upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; • upajiwana: nafkah, rezeki; • upakara: merawat, memelihara; • upakarti: 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; • upakarya: hasil kerja, karya; • upakawis, dipun-upakawis: (ing.) dipelihara, dirawat; • upaksama: ampun, maaf; • upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; • upalamba: pendapat, pengertian, pemilikan; • uparengga: perhiasan, hiasan; • uparukti: pasang rakit, merakit; • upasadana: penghormatan, penghargaan; • upasaka: calon pendita; • upasama: sabar, rendah hati; • upasanta: sabar, rendah hati; • upasantwa: penghibur; • upasraya: minta pertolongan, bantuan; • upasuba: hiasan untuk penghormatan; • upawada: kemarahan, celaan • upacanten, upacara: upacara, seremoni; • upadi: mencari, berusaha, upaya; • upados: mencari, berusaha, upaya • upah: upah, ongkos, gaji • upaka: sungai • upakyana: cerita, dongeng • upala: batu • upama: umpama, tamsil, ibarat ciri-ciri bunga anggrek bulan upaos: sumpah, janji • upas: 1 bisa, racun; 2 pesuruh, kurir • upati: upeti, persembahan • upat-upat: 1 talu cemeti/cambuk; 2 bersumpah tak akan melakukan lagi • upaya: upaya, usaha; • upayasandi: perkakas, piranti • upekti: upeti, persembahan • upeti: upeti, persembahan • upetya: upeti, persembahan • upih: upih, kelopak, pangkal daun • upiksa: teliti, periksa, lihat • ura-ura: lagu, dendang, nyanyian • uragapati: raja ular • urang: udang; • urang ayu: nama bentuk subang • urik: licin, akal bulus • uring: marah, kecewa • urip: hidup • urmat: hormat • urna: mahkota • uruk: 1 rendam, uruk; 2 ajar; • diwulang uruk: diberi pelajaran • urun: urun, iuran • urung: gagal, belum; • urungan: perhitungan hari yang ke-3 • urup: nyala • usada, usadi: obat • usah: usah • usaha: usaha, upaya • usana: jaman dahulu kala • usap: usap; • usap tangan: sapu tangan • usar: tentara berkuda • usara: embun • usar-asir: polisi rahasia • usim: musim, masanya • usir: usir, suruh pergi • usna: baik, bagus • usnisa: surban, sanggul ikat kepala • usreg: 1 bertengkar; 2 banyak gerak • ustra: unta • usuk: penyangga atap • usul: usul, saran, pendapat • usum: musim • usung: usung, gotong • usus: usus • utah: muntah • utak: otak, benak • utama: utama, baik • utamangga: kepala • utami: utama, baik • utang: hutang; • utang budi: hutang budi; • utang pati: hutang pati, membunuh; • utang urip: hutang nyawa • utara: 1 utara; 2 kiri • utawa: atau; • utawi: atau • utawaha: api • utawis: kira-kira, kurang lebih • utek: otak, benak • uter: putar, keliling • util: colong, curi, copet • utpala: teratai biru, tunjung biru • utri: utri, jenis makanan dari pati ketela • utsaha: usaha, upaya • utu: gigi • utuh, utoh: utuh, lengkap, sempurna • utus: utus, suruh, duta • uwa: pakde, budhe • uwal: lepas, bebas • uwar: lepas, bebas, copot • uwas: khawatir, wasangka • uwi: ubi jalar • uwong: orang, manusia • uwuh: 1 tambah; 2 sampah • uwung-uwung: awang-awang • uwur: 1 tombok, iuran; 2 tabar, sebar W • waca: baca; • maca: membaca; • wacan: bacaan • wacucal: kulit, belulang; • ringgit wacucal: pentas wayang kulit • wada: cacat, cela • wadaka: halangan, gangguan • wadana: pemuka, pembesar • wadari: taman bunga • wadat: selibat, tak menikah • wadata: molek, kegemaran • wader: ikan sungai • wadhag: tubuh • wadhah: wadah, tempat • wadi: rahasia; • wewadi: 1 rahasia; 2 kemaluan • waditra: gamelan, bunyi-bunyian • wadwa: prajurit, tentara; • wadwan, wadon: perempuan • wadya: bala, anggota; • wadyabala: bala tentara • waé: saja, cuma • wagal: nama ikan • wagata: sungguh, nyata • wagadi, wagati: perbuatan baik • wagé: Wage, hari pasaran • waged: 1 bisa, mampu; 2 batas • wagiswara: tempat semedi raja • wagita: 1 sungguh, nyata; 2 syair, puisi • wagra: harimau • wagu: tak pantas • wagugen: sedih, susah • wagus: bagus, baik • wahana: kendaraan, sarana • wahiri: cemburu, iri hati • wahita: tipuan, muslihat • wahya: wahyu, bintang kebahagiaan; • wahyu: ilham, anugerah • wahyaka: lahiriyah, badan • waita: 1 tipuan, muslihat; 2 perahu • waja: gigi • wajah: muka • wajar: lumrah • waji: kuda • wajir: menteri • wajra: petir • wak: badan, tubuh • waka: panas, api • waksa: dada, susu • waksudha: bumi • waktan: bercerita, berbicara • wakul: wakul, wadah nasi • wakya: badan • wala: gagang gugus kelapa • walak: larangan, balak • walaka: berterus terang • walang: belalang; • walangati: khawatir • walanjar: janda muda • walat: kualat, terkutuk • walaya: berkelana, mengembara • waled: 1 endapan; 2 gaji rapel • walèh: bosan, jemu • walek: melulu, semata-mata • walépa: kurang ajar, congkak, pongah; • ardha walépa: membantah, ditanya balas bertanya • waler: atur; • wewaler: peraturan, aturan • wales: balas; • walesan: balasan • walgita: buku, surat, tulisan • walih: lagi • walik: balik • walika: ular • waling: sangkaan, pikiran • walira: belera • walirang: belirang • waliwis: belibis • walkali: pendita, pertapa • waluh: jenis buah • waluka: pasir • waluku: nama rasi bintang • walulang: kulit, belulang • walur: walur • waluya: sembuh, sehat, selamat • walya: sehat, selamat, aman • wama: kiri • wamana: murka, marah • wamsa: wangsa, keluarga; • wamsa Syailendra: dinasti Syailendra • wana: hutan, alas; • wanadèsa: daerah hutan dan desa; • wanadri: hutan belantara; • wanantara: hutan lebat, pusat hutan; • wanawasa: hutan lebat • wanah, waneh: lagi • wanara: kera jantan; • wanari: kera betina • wancahan: singkatan • wancak: belalang; • wancak suji: pagar besi • wancana: wacana, bacaan, tema • wanci: waktu, saat • wanda: 1 suku kata; 2 badan • wandawa: sanak saudara • wandé: warung, toko • wandira: pohon beringin • wandu: banci, waria • wang: uang • wangan: selokan di sawah • wangbang: kesatria muda • wangen: dicampuri bau yang harum • wangga: berani • wangi: wangi, harum • wangkang: perahu jangkang • wangkawa: pelangi, bianglala • wangkingan: 1 keris; 2 pinggang • wanglu: mata hati • wangon, kauban: dilindungi rumah, atap • wangsa: keluarga • wangsalan: syair sandi • wangsi: seruling • wangsit: isyarat gaib, wahyu • wangsul: kembali, pulang • wangun: pantas, bagus; • wewangunan: 1 bangunan; 2 sosok • wanguntur: tempat duduk raja, dampar • wangur: dengu, kancing • wangwa: dipandang, diawasi • wani: berani; • wani angas: berani lalat, berani tai • wanita: perempuan • wantah: apa adanya • wantawis: antara, kira-kira • wantèg: kukuh, kokoh • wanter: wanter, cat • wantèr: panas terik • wantu: 1 nanti; 2 air panas untuk mengukus nasi • wantun: berani • wantya: pesan, amanat • wanu, wano: perempuan • wanua: desa, penduduk desa • wanudya: wanita • waos: (ing.) baca; • maos: 1 membaca; 2 buah maja; • maospait: Majapahit • wara: anggun, lembut, cantik; • warabrata: latihan keras; • waracethi: pembantu putri; • waradwija: pendita, brahmana; • waraduhita: permaisuri; • waramerta: pengampunan, ampunan; • warapsara: bidadara, bidadari; • warasana: dampar, kursi, tahta; • warasayaka: panah; • wara wirasmi: bulan; • warataruna: jejaka, pemuda, remaja; • warataruni: gadis, perawan; • waratomara: panah; • wara-wara: pengumuman; • warawidya: pendita, brahmana; • wara-wiri: mondar-mandir • warada: kasih, cinta, sayang • waradin: 1 merata; 2 biaya • waragad: biaya, ongkos • warah: ajar, babi tahu • ciri-ciri bunga anggrek bulan babi hutan • warak: badak • warana: tirai, sekat • warandha: janda • warang: cuci, mandi (keris) • waranggana: sinden, penyanyi • warangka: 1 sarung; 2 kerangka • waras: sehat; • waras-wiris: sembuh, sehat, tak kurang satu apa; • ora waras: 1 sakit; 2 gila • warastra: senjata, panah • warata: rata • warayang: angin, udara • warda: belas kasih, cinta • wardah: tua • wardaya: hati • wardi: arti, makna, keterangan • wardu: lintah; • wardugangga: lintah • wareg: kenyang; • maregi: mengenyangkan • warèh: air • warga: anggota; • kulawarga: keluarga • wari: air; • warigagung: nama wuku yang ke-8; • warigalit: nama wuku yang ke-7; • warigaluh: nelayan • wariga: kejang • waring: jaring halus, kain kasa • waringin: beringin • waris: keluarga, saudara; • warisan: harta peninggalan orang meninggal dunia • warna: warna, rupa, macam; • warni: warna, rupa • warok: 1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung ciri-ciri bunga anggrek bulan warsa: tahun; • warsaka: tahun; • warsaya: tahun; • warsi: tahun • warsiki: bunga gambir • warsita: ajaran, nasihat • warta, warti: warta, berita; • wartos: (ing.) warta, berita • waru: waru, jenis pohon • waruju: bungsu • warung: warung, kedai • was: awas; • was-was: khawatir • ciri-ciri bunga anggrek bulan wewenang, kuasa; • wasantatilaka: nama tembang gedhe; • wasata: kekuasaan • wasana: akhir, penutup, penghabisan • wasésa: kekuasaan, wewenang • wasi: pendita, pertapa, biksu • wasis: pintar, ahli • wasistha: bijaksana, pintar • wasita: ajaran, nasihat • waskitha: pintar, bijaksana • waspa: air mata • waspada: waspada, hati-hati • wasta: nama • wastra: kain • wastu: sungguh-sungguh nyata • wastuti: pujian, doa • wasuh: basuh, cuci • wasundari: 1 bumi; 2 air bening • waswa: pasti, tentu • waswita: cemas, kuatir • wata: angin • watak: watak, sifat, tabiat • watang: batang, galah, tombak • watara: kira-kira; • watawis: kira-kira • watek: watak, sifat, tabiat • wates: 1 batas; 2 semangka • watgata: luka, terluka • wati: 1 dunia, jagat; 2 putri • watir: kuatir, sumelang; • watos: kuatir, sumelang ciri-ciri bunga anggrek bulan waton: 1 asal; 2 pedoman • watsa, watsya: ikan • watu: batu; • watu beras: batu pasir, pasir; • watu brani: besi berani, batu magnetik; • watu geni: batu api; • watu item: batu hitam; • watu kambang: batu apung; • watu karang: batu karang; • watu kumalasa: batu besar dan rata; • watu lintang: batu bintang; • watu sumbul: batu yang runcing-runcing; • watu gunung: nama wuku • watuk: batuk • watun: cabut rumput • watyagya: perselisihan, pertengkaran • wau: tadi • waudadi: samudra, lautan • wawa: 1 api; 2 bawa • wawah: rubah, ubar, geser • wawal: sakti • wawan: saling; • wawan catur, wawan rembag: saling bermusyawarah, berunding • wawang: lihat, pandang, tonton • wawar: belah, pecah • wawi: bawa, dengan • wawoh: berbuah • wawrat: beban, berat • wawu: wawu, nama tahun yang ke-7 • wawuh: berdamai, tegur sapa • way: air • wayah: 1 waktu; 2 cucu • wayang: pertunjukan wayang • wayoh: ciri-ciri bunga anggrek bulan, madu, rangkap • wayu: angin, udara • wayuh: madu, rangkap • wé: 1 saja, cuma, hanya; 2 air • wecana: wacana, bacaan, tema • wecucal: kulit, belulang • wéda: weda, aturan, pedoman • wédaka: tahu, mengetahui • wedaka: kalangan, gangguan, ciri-ciri bunga anggrek bulan • wedal: 1 keluar; 2 waktu • wedana: 1 wedana, pangkat kraton; 2 mulut, muka • wédana: sakit • wédang: air putih • wedani: nama tetumbuhan • wedari: taman bunga • wedèn: penakut • wédha: ajaran, pedoman • wedhak: bedak • wedhar: jelas, terang, saran, nasihat • wedhi: pasir; • wedhi krosok: pasir krosok, pasir kasar; • wedhi maléla: pasir hitam berkilau; • wedhi kèngser: menari melompat-lompat • wedhung: pisau besar bersarung (pakaian kebesaran istana) • wedhus: kambing, domba; • wedhus prucul: kambing yang tak bertanduk • wedi: takut; • wèdi: nyata, benar, sungguh; • wedi-asih: berbakti, sayang • wedidang: antara lutut dan tapak kaki, betis • wedya: pengetahuan, ilmu • wédya: pengetahuan, ilmu • wédyarini: ajaran kewanitaan; • wédyata: sinar, cahaya; • wédyatama: pengetahuan ciri-ciri bunga anggrek bulan baik • wegah: malas, enggan, tidak mau • wegang: enggan, tak mau • wegig: cerdik, lincah, trampil • wèh: beri • wejag: licin sebab sering dilalui • wejah: obat nebus bagi orang yang habis bersalin • wejang: ajaran, nasihat • wejani: upah kepada dukun • weka: anak • wekan: tahu, mengerti • wekas: 1 akhir; 2 pesan • wekdal: waktu • wektu: waktu, saat • wela: 1 sela, selang, luang, lowong; 2 jelas • welad: sembilu • welagar: terbakar, menjalar • welah: kayuh, pengayuh • welahan: bilahan • welak: kutukan • welan: uang denda karena terlambat membayar • wélan: nampak nyata • welang: 1 jenis ular; 2 belang • welar: lebar, bidang (dada) • welas: belas; • welas arep: kasih sayang; • welas asih: belas kasih • weling: amanat, pesan, saran • welit: 1 belut; 2 belit • wéloh: waluh • welon: tegar hati, kuat pendirian • welug: jagoan, kepala rampok, penjahat besar • welut: belut • wenang: kuasa, berhak • wendéra, wendira: pohon beringin • wéndra: nama ikan laut • wenèh: lagi • wènèh: beri • wenes: bersih mukanya, centil • wenga: terbuka, menganga • wengi: malam • wengis: bengis, kejam • wengkelan: betis • wengku: pangku • wengur: dengu, kancing • wèni: rambut, sanggul • wening: bening; • weninga: mengetahui, mengerti • wentala: tega, sampai hati • wentar: kondang, terkenal • wentara: antara; • sawentara: sementara • wèntèh: jelas, terang • wènten: ada • wènter: wenter, cat • wentis: betis • wéra: lapang, lega • werat: berat • wercita: cacing • werda, werdha: tua • werdaya: hati, perasaan • werdi: makna, arti, maksud • werdu angga: lintas • wereh: buih, busa, mabuk • wereng: wereng, hama padi • werga: warga, anggota • wergul: anjing liar • werhaspati: kamis • weri: pencuri, penjahat • wèri: musuh • werit: buas, susah diatur, susah ditangkap • werjit: cacing • werna: warna, rupa, bentuk • wersa: 1 hujan; 2 tahun • werta: warta, berita; • werti: warta, berita; • wertos: warta, berita • weru: nama pohon • weruh: tahu, mengerti, melihat • werut: mengerut, mengedut • wésa: waisya, golongan pedagang, bercocok tanam • wesana: akhirnya, sehingga, maka • wesi: besi; • wesi aji: senjata (keris, ciri-ciri bunga anggrek bulan, dll); • wesi bang: besi yang dibakar manyala; • wesi brani: besi berani, besi magnetik • wespada: waspada, hati-hati • westa: nama • wèstu: lestari, sungguh • wèsthi: bahaya, larangan • wéswa: susah, sedih • wésya: waisya, golongan pedagang, petani • wetah: utuh, lengkap, sempurna • wétan: timur • wetara: sementara • weteh: terang, jelas • weteng: perut • wetu: keluar, lahir • wewah: 1 berubah; 2 tambah • wèwèh: memberi, mempersembahkan • wéwéka: hati-hati, waspada • wewer: gulung, gulungan, rol • weweg: tambun, gemuk • wi: 1 ubi, umbi; 2 lebih • wiba: sentausa, kuat • wibawa: wibawa, pengaruh • wibi: bibi • wibisana: bijaksana, sentausa • wibrama: kalut, kacau, bingung, marah • wibuh: kuat, sentausa • wibuti: kemuliaan, kekuasaan • wicaksana: bijaksana; • wicaksuh: bijak, bijaksana; • wicaktala: dasar bumi • wicara: bicara; • wicanten: (ing.) bicara; • wicarita: cerita, lomba bercerita • wicitra: citra, rupa • wida: siksa; • gandawida: wewangian; • widadara: bidadara, dewa; • widadari: bidadari, dewi; • widasari: nama tumbuhan; • widayaka: bidadara, dewa • widada: selamat, sejahtera; • widagda: pintar, mahir • widara: pohon bidara; • widara gepak: nama bentuk rumah; • widaran: nama makanan dan tepung ubi kayu • widhala: kucing • widheng: ketam ranjung • widhungan: anak binatang yang masih dalam kandungan • widi: 1 izin, restu; 2 aturan, takdir; 3 tahu; • hyang widi: Tuhan; • widigraha: tempat semedi, pemujaan • widigda: pintar, ahli • widita: termashur, terkenal • widu: biduan, penyanyi • widura: pandai, bijaksana; • widuri: 1 baiduri, batu permata; 2 nama tumbuhan sejenis kapas • widya: pengetahuan, ilmu; • widyadara: dewa; • widyadari: bidadari, dewi; • widyastuti: pengetahuan tentang doa, berbakti, pujian; • widyatmaka: kilat, cahaya; • widyawati: banyak ilmu dan cantik; • widyuta: petir, kilat, halilintar; • widyutmala: mata petir, kilat • wigar: gagal, kandas • wigati: sungguh, nyata, penting • wigena, wigna: tahu, mengerti, bijaksana • wigih: enggan, malas • wignya: tahu, mengerti, bijaksana; • wignyan: 1 pengetahuan, ilmu; 2 tanda baca dalam huruf Jawa; • wignyana: pengetahuan, ilmu • wigraha: rumah, wisma • wiguh: segan, enggan • wiguna: berguna, bermanfaat • wigung: berguna, cakap • wihaga: burung • wihang: enggan, segan, tak sudi ciri-ciri bunga anggrek bulan wihanggama: burung • wihara: wihasa, tempat semedi; • wihanten: biara, tempat beribadah • wihaya: udara, langit • wihikan: tahu, mengerti • wija: buah • wijah: biasa, umum • wijana: ciri-ciri bunga anggrek bulan berdasar bangsawan; 2 tempat beribadah • wijang: jelas, terang, paham • wijaya: unggul, menang; • wijayanti: kemenangan, unggul • wiji: biji, bibit • wijil: keluar, lahir; • mijil: 1 lahir; 2 tembang mijil • wijuk: membasuh tangan, kaki • wijung: babi hutan besar • wika: tahu • wikalpa: percakapan, perbincangan • wikan: tahu, mengerti • wikana: entah, tidak tahu • wikara: berubah keadaan • wiki: kuti-kuti • wikrama: menikah, kawin • wiku: pendita, resi, brahmana • wil: raksasa • wilmuka: pimpinan pra raksasa • wilaba: wahyu • wilada: nama tumbuhan • wilah: bagian, belahan • wilaja: hamba sahaya • wilang: hitung; • wilangan: hitungan, bilangan • wilangun: gemar, suka • wilapa: syair sedih, syair keluhan • wilasa: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilasita: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilatikta: Majapahit • wilet: licin, licik, akal bulus • wilis: hijau • wilisan: bilangan, hitungan • wilujeng: selamat, sejahtera • wiluma, wiloma: keliru, gagal • wilwa: buah maja; • wilwatikta: Majapahit • wima: mirip, seperti, menyerupai • wimala: bersih, suci • wimana: kereta, kendaraan; • wimanasara: panah sakti • wimardana: perang, berperang • wimba: 1 keluar, terbit; 2 tiruan, seperti, serupa • wimbasara: pesuruh, polisi • wimbuh: 1 menambah; 2 gelap pikiran, bingung • wimoha: gelap pikiran, bingung • wimohita: gelap pikiran, bingung • wimurcita: pingsan • winadi: dirahasiakan; • winardi: diberi makna; • winarna: diceritakan • winata: 1 utama; 2 bunga tunjung, teratai • winda: harum, wangi, semerbak • windasa: rusak, musnah • windraya: mulia, bagus • windu: windu, delapan tahun; • windutirta: air endapan • windura: mustika, perhiasan • windya: kenyang, puas • winèh: diberi • wingi: dulu, kemarin • wingit: angker, keramat • wingka: wingko, jenis kue • wingking: belakang • wingkisan: bingkisan • wingsati: 20, dua puluh • wingsilan: buah pelir • wingwang: berbeda, lain • wingwing: kecil, langsing perawakannya • wingwrin: takut, ketakutan • winong: diorangkan, dianggap orang • winor: dicampur, diaduk • winot: dibuat jembatan • wintang: bintang • winter: winter, cat kain • winursita: diajari, dinasihati, diceritakan • wipala: banyak sekali, lebar, luas • wiparita: susah, sedih • wipata: salah, keliru, buruk, jatuh • wipati: celaka • wipra: pendita, pertapa • wipula: banyak sekali, luas, lebar • wira: perwira, pahlawan; • wiraboga: makanan; • wiralalita: nama tembang besar; • wiratara: berani, pemberani; • wira-wiri: mondar-mandir; • wirotama: wira utama, pemberani • wiraga: gerak tubuh • wiraha: pisah, berpisah, bercerai • wirahsa: olah rasa • wirama: berirama • wirandhungan: perlahan-lahan, bimbang, ragu • wirang: malu, mendapat aib • wirangrong: tembang wirangrong • wirasa: dirasakan, isi; • ciri-ciri bunga anggrek bulan dirasakan, isi • wiring: biring; • wiring kuning: biring kuning, ayam jantan yang kakinya kuning • wiroda, wirodra: sangat marah, berselisih • wiron: kain lipatan, diwiru • wirong: sedih, susah; • mirong kampuh jingga: memberontak • wirta: marah sekali, bengis, kejam • wiru: 1 wiru, lipatan kain; 2 biru; 3 sarung jagung • wiruda: bertengkar, berkelahi • wiruh: tahu, mengerti • wirun: penengah • wirya: wirya, kedudukan; • wiryawan: kedudukan, pejabat • wis: sudah • wisa: bisa, racun • wisada: obat • wisala: luas, lebar • wisama: kendala, rintangan • wisana: 1 akhir, ciri-ciri bunga anggrek bulan, penutup; 2 cula, tanduk • wisangsaya: tidak dengan hati-hati, tidak khawatir • wisapaha: penawar bisa • wisarga: berhenti, istirahat, penghabisan • wisarja: mengusir, menghalau • wisata: wisata, piknik, rekreasi • wisaya: alat panca indra, maksud • wiséka: nama, gelar • wisésa: kekuasaan, wewenang • wisik: bisik, isyarat gaib • wiskira: itik • wisma: wisma, rumah, tempat peristirahatan; • wismaka: mahkota, topi, tutup kepala; • wismaya: menakjubkan; • tuna wisma: tidak punya rumah • wismreti: sungai • wistara: uraian, cerita • wisthi: 1 halangan, rintangan; 2 pekerjaan • wisudha: wisuda, penobatan • wisuna: suka mengadu, panjang lidah • wisya, wiswa: bisa, racun • wit: pohon • wita: pengetahuan; • witadésa: pindah tempat tinggal, urbanisasi; • witaradya: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan; • witaraga: terlepas dari kesenangan duniawi, suci; • witareja: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan • witaka: air • witana: bangsal, tempat ciri-ciri bunga anggrek bulan • witing: keturunan darah biru • withangka: kandang merpati • wiwaha: pesta • wiwaksa: berbicara, bertutur; • wiwaksita: berbicara, bertutur • wiwal: lepas, terurai, bercerai • wiwandha: halangan, rintangan, kendala, masalah • wiwang: berbeda, lain • wiwara: pintu, gapura • wiwarjita: hilang musnah, tak ditemukan mayatnya • wiwarna: berwarna • wiwaswan: matahari • wiwéka: hati-hati, waspada, berakal • wiwi: sayap, kepak • wiwing: lemah, lembek • wiwit: mulai, mula-mula • wiwrin: takut, ketakutan • wiwuda: dewa • wiya: alpa, lalai, lengah • wiyadi: sedih, susah • wiyaèr: bertingkah, bercanda, tak mau menurut • wiyaga: pemain, pemukul gamelan • wiyagon: baru, masih baru • wiyagra: harimau • wiyah: biasa, sebarang; • sewiyah-wiyah: sia-sia, sewenang-wenang • wiyak: belah, buka • wiyana: tetap • wiyang: pergi • wiyangga: katak; • wiyanggi: bumbu • wiyar: luas, lebar • wiyara: ciri-ciri bunga anggrek bulan, tempat bertapa • wiyarta: kaya; • wiyarti: pintar • wiyasa: membuat, membangun • wiyat: udara, langit, angkasa • wiyata: pendidikan, pengetahuan, pengajaran • wiyati: udara, langit, angkasa • wiyoga: susah, sedih, pemisahan • wiyos, miyos: keluar, lahir • wlagang: cepat besar, gembur, subur • wlagar: terbakar, kobar • wlaha: telanjang, tidak ciri-ciri bunga anggrek bulan apa-apa • wlahar: 1 lahan; 2 tanah pecah • wlaka: terbuka, jujur, terus-terang • wlakang: selangkangan, lipat paha • wlangat: liang kubur • wlanjar: janda muda belum beranak • wlija: pedagang • wlikat: tulang berikat • wlingi: sejenis rumput • wlingsang: anjing liar • wlira: belera, alat tenun • wlirang: belirang • wluku: bajak • wungkal: asah • wo: kata seru menyatakan heran, takjub ciri-ciri bunga anggrek bulan wod: 1 satu suku kata; 2 jembatan • wodha: menasehati • wodhana: menjagakan • wogan: sangkut, kait • woh: buah • wolu: delapan, 8 • wong: orang, manusia • wongwa: bara api menyala • wonten: ada • wor: campur • wora-wari: bunga sepatu • wos: beras • wot: jembatan • ciri-ciri bunga anggrek bulan berambut tebal • wowohan: buah-buahan • wowor: bercampur • wowotan: jalan di jembatan • wradin: merata, tersiar • wragad: ongkos, biaya • wragang: 1 lekas besar; 2 tuak • wragil: bungsu • wrah: ajaran, nasihat • wraha: celeng, babi hutan • wrahas: 1 rejeki; 2 binatang buas sejenis babi hutan • wrahaspati: hari Kamis • wraksa: pohon • wran: orang • wrandha: janda • wrangas: anai-anai berwarna merah • wranggana: pesinden • wrangka: warangka, sarung keris • wrasan-wrasan: membicarakan orang lain • wrat: berat, beban • wrata: rata • wratsangka, wratsari: bunga cempaka • wrayang: angin, udara • wré: kera • wrecita: cacing • wreda, wredha: tua • wredaya: hati • wredi: makna, arti • wredu: halus, sabar, rendah hati • wregu: sejenis rotan • wregul: anjing liar • wrehaspati: hari Kamis • wrejit: cacing • wreka: ulat • wreksa: pohon, kayu • wrena: warna • wrenda: janda • wrenget: renget, hama kertas, kutu kayu • wrengkang: tegar hati, keras kepala, sulit diatur • wresaba: sapi, lembu, banteng • wresah: nama tumbuhan • wresni: ipar, biras • wresthi: hujan; • wresthipatha: hujan lebat • wreta: warta, berita • wrin: takut, ketakutan, mengetahui, mengerti • wringin: beringin • wruh: tahu, mengerti • wruju: bungsu • wruyung: asmara, cinta • wuda: telanjang • wudel: pusat • wudhar: lepas, bebas • wugu: nama wuku yang ke-26 • wuh: 1 segan, serba sulit; 2 tambah • wuhaya: buaya • wujang: bujang, jejaka, belum kawin • wujil: kerdil • wukir: gunung, bukit • wuku: 1 wuku; 2 buku • wulakan: jeram, air terjun • wulan: bulan; • ciri-ciri bunga anggrek bulan wulan: melihat rembulan; • wulandari: rembulan terbit; • wulanjari: bulan terbit; • wulan purnama: bulan purnama; • wulansari: rembulan • wulang: ajaran, saran, nasihat; • wulang wuruk: ajaran, petuah • wulangun: asmara, cinta • wulanjar: janda muda yang belum beranak • wulat: muka, wajah • wuled: liat, alot, kuat • wuli: bulir-bulir padi • wulinga: birahi, suka-ria, asyik • wulu: bulu; • wulu kalong: bulu kalong; • wulu wetu: penghasilan; • wulu sétan: bulu yang tumbuh menyendiri • wuluh: wuluh, jenis blimbing; • wuluh gading: bambu gading • wungkal: asah, batu pengasah • wungkuk: bungkuk • wungsu: bungsu • wungu: 1 bangun tidur; 2 ungu • wungwang: sepi, ciri-ciri bunga anggrek bulan • wungwung: atap puncak bubungan rumah • wuni: 1 bunyi; 2 dulu; • wuninga: mengetahui, mengerti • wuntat: bontot, pantat, belakang • wuntel: bungkus • wuntit: bontot, paling belakang • wuntu: buntu, tak berlanjut • wunuh: bunuh, menewaskan • wunut: nama pohon • wunwunan: ubun-ubun • wur: campuran rokok • wuragil: bungsu • wurandhungan: 1 perlahan-lahan; 2 bimbang, ragu • wuri: belakang • wurik: hitam berselang-seling putih • wursita, wurcita: ajaran, nasihat • wuru: mabuk; • wuru getih: mabuk darah • wuruh: buih, busa • wuruk: ajaran, nasihat • wurukung: nama hari naas yang ke-7 • wurus: teratur dengan baik, tahu adat • wurwur: nama binatang laut • kawuryan: tampak, kelihatan • wus: sudah; • wusana: akhirnya, sehingga, maka; • wusanten: (ing.) akhir, penghabisan, penutupan; • wusdéné: sedang, padahal • wusu: busar, pemusar, bungkuk (punggung) • wuta: buta • ciri-ciri bunga anggrek bulan tumpah; • wutah ati: suka berderma, suka memberi; • wutah getih: tanah kelahiran; • wutah rah: tanah tumpah darah • wutuh: utuh, lengkap, sempurna; • wutuh ayam: sangat utuh, tak ada luka • wutun: tekun, asli • wuwu: penangkap ikan • wuwuh: tambah Y • yadu: keluarga • yaga: penabuh gamelan • yaiku: yaitu • yaksa: raksasa; • yaksi: raksasa perempuan • yakti: sungguh, benar • yakut: mutiara, intan • yama: Batara Yama, sang pencabut nyawa dalam pewayangan • yamani: neraka; • yamaniloka: tempat neraka • yan: kalau, jika • yana: kereta, kendaraan • yanak: anak • yani: sungai • yantra: kendaraan dewa • yapa: puja, puji • yasa: membuat; • yasan: buatan, hasil karya; • yasadarma: ayah • yasih: kasih, asih • yata: yaitulah; • yatanyan: supaya • yati: pendita, biksu; • yatindra: pendita yang ciri-ciri bunga anggrek bulan • yatiwara: pendita yang termasyur • yatma, yatmaka: nyawa, ruh • yatna: hati-hati, waspada • yatra: arta, uang • yawa: luar, di luar • yawat: meskipun begitu • yayah: seperti, ibarat; • yayah réna: bapak ibu; • yayah wibi: bapak ibu • yayan: umpama, seperti • yayi: adik • yeksa, yeksi: raksasa • yekti: sungguh; • yektos: (ing.) sungguh benar • yitma: nyawa • yitna: hati-hati, waspada; • yitna yuwana: yang berhati-hati akan selamat • yoda, yodha: perang, prajurit • yoga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yogi: pendita; • yogiswara: pendita termasyhur • yogya: baik, pantas • yojana: 1 penglihatan; 2 ukuran, panjang jalan • yoni: kekuatan gaib, sakti • yuda: perang • yudhaka: tentara, prajurit • yuga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yugala: istri, suami • yugya: baik, indah • yujana: ukuran panjang ciri-ciri bunga anggrek bulan • yukti: sesungguhnya, nyata • yumana: selamat sejahtera • yungyun: asmara, cinta • yuswa: umur • yuta: juta • yutun: asli, sederhana • yuti: baik, selamat • yuwana: selamat, muda • yuwaraja: putra mahkota • yuwati: gadis, perawan Sumber ALANG ALANG KUMITIR “Mulat Sarira Tansah Eling lan Waspada” KAMUS SANSEKERTA – INDONESIA Oleh: Dr.

Purwadi, M.Hum Eko Priyo Purnomo, SIP • https://alangalangkumitir.wordpress.com/kamus-sansekerta-indonesia Lihat pula • Indeks:Bahasa Jawa • Indeks:Aksara Jawa • Lampiran:Daftar Swadesh bahasa Jawa • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Inggris • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Indonesia • Lampiran:Kamus bahasa Indonesia – bahasa Jawa Tambah pranala • Halaman ini terakhir diubah pada 12 Januari 2021, pukul 20.26.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wiktionary • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Apa Itu Flora dan Fauna?

– Flora dan fauna adalah salah satu penghuni di muka bumi ini. Selain manusia, flora dan fauna memiliki peran dalam menyeimbangkan ekosistem bumi. Akan tetapi, apa itu flora dan fauna? Dalam pandangan luas, flora dan fauna hanya sebatas hewan dan tumbuhan. Namun, banyak informasi yang menarik terkait flora dan fauna. Artikel ini akan membahas mengenai pengertian, karakteristik dampai faktor-faktor dari flora dan fauna.

Daftar Isi • Pengertian Flora dan Fauna • 1. Pengertian Flora • 2. Pengertian Fauna • Karakteristik Flora dan Fauna • 1. Flora dan fauna Asiatis • Anda Mungkin Juga Menyukai • 2.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Flora dan fauna Peralihan • 3. Flora dan fauna Australis • Contoh Flora dan Fauna • 1. Flora dan fauna Asiatis • 2. Flora dan fauna Peralihan (Tengah) • 3. Flora dan fauna Australis • Faktor Persebaran Flora dan Fauna • 1.

Faktor Abiotik • a. Suhu • 1.) Kelompok vegetasi manual • 2.) Kelompok vegetasi perennial • b. Kelembaban udara • c. Angin • d. Curah Hujan • 2. Faktor Biotik • a. Dilihat dari penyebab persebaran • b. Dilihat dari sarana persebaran • c. Dilihat dari hambatan (barier) persebaran Pengertian Flora dan Fauna 1. Pengertian Flora Secara sederhana, pengertian flora adalah tanaman. Secara umum, flora adalah semua jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di dunia. Flora memiliki jenis yang sangat banyak dan beragam.

Bahkan jumlahnya tidak terhitung lagi. Beragam tumbuhan dan hewan tersebar di seluruh muka bumi. Baik di darat maupun di laut. Istilah kata flora berasal dari bahasa latin. Yaitu dari kata flora yang memiliki arti “alamat tumbuhan dan nabatah”. Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan.

Di dalam dunia tumbuhan, ada yang dinamakan flora endemic. Flora endemic adalah sekelompok jenis tanaman yang hidup di daerah tertentu. Seperti flora daerah sumatera, flora jawa, flora endemic Kalimantan dan lain-lain. Flora endemic pada suatu daerah memiliki jenis-jenis tertentu.

Terkadang, flora di suatu daerah tidak dapat ditemukan di daerah lain. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki ciri khas tertentu. Seperti perbedaan iklim atau perbedaan cuaca. Selain itu, ciri-ciri bunga anggrek bulan tanah juga mempengaruhi perbedaan pada tiap daerah.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Contohnya seperti bunga melati yang merupakan flora endemic di Jawa. 2. Pengertian Fauna Pengertian fauna secara sederhana adalah hewan. Sedangkan pengertian secara umum adalah segala jenis hewan yang hidup di dunia.

Kata fauna berasal dari bahasa latin. Kata tersebut memiliki arti alam hewan. Di dalam mitologi Romawi, fauna dapat diartikan sebagai kakak dari faunus. Hal itu berarti bahwa sebagai roh yang baik hutan dan daratan. Tidak hanya flora, fauna juga memiliki banyak kelompok yang beragam di tiap daerah.

Contohnya seperti burung cendrawasih yang merupakan fauna endemic asli dari Papua. Fauna endemik yang berasal dari Ciri-ciri bunga anggrek bulan adalah badak bercula satu. Fauna memiliki nama imbuhan geografi. Contohnya seperti hewan Asia, hewan Australia, dan hewan Peralihan. Rp 66.000 1. Flora dan fauna Asiatis Flora dan fauna Asiatis meliputi wilayah Indonesia bagian Barat.

Wilayah-wilayahnya antara lain Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali. Pasalnya, flora dan fauna pada wilayah tersebut memiliki ciri dan karakteristik tertentu. Cirinya adanya menyerupai seperti flora dan fauna di benua Asia. Hal ini juga dikarenakan lokasi geografisnya. Ciri-ciri: • Terdapat hewan mamalia dengan ukuran yang besar. Contoh: gajah, harimau, dan badak • Terdapat berbagai jenis kera • Terdapat berbagai jenis reptil • Terdapat berbagai jenis ikan air tawar • Spesies burung lebih banyak jenis burung yang berkicau.

Burung dengan warna mencolok jarang terlihat • Tidak ditemukan hewan yang memiliki kantung • Flora Asiatis adalah flora hutan tropis • Jenis tumbuhan pada daerah Asiatis, meliputi: keruing, meranti, mahoni dan kamper • Vegetasi pada zona Asiatis didominasi tanaman yang daunnya lebat 2.

Flora dan fauna Peralihan Zona peralihan biasa juga disebut dengan zona tengah. Ciri-ciri bunga anggrek bulan meliputi Indonesia bagian tengah. Yakni Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara. Disebut peralihan karena flora dan fauna pada wilayah ini adalah peralihan. Peralihan ciri-ciri bunga anggrek bulan flora dan faunia Asiatis dengan flora dan fauna Australis.

Sehingga membuat flora dan fauna di Indonesia tengah ini memiliki ciri campuran. Karakteristik serta ciri campuran akibat berada di wilayah peralihan. Terdapat banyak hewan endemic yang hanya bisa ditemukan di Indonesia saja. 3. Flora dan fauna Australis Zona Australis meliputi wilayah Indonesia bagian timur. Seperti Kepulauan Maluku dan Papua. Flora dan fauna pada wilayah-wilayah ini memiliki ciri-ciri serta karakteristik yang mirip dengan yang ada di benua Australia. Hal itu lantaran letak geografisnya yang berdekatan dengan benua Australia.

Ciri-ciri: Kartu Pintar Flora & Fauna Contoh Flora dan Fauna 1. Flora dan fauna Asiatis Contoh fauna Asiatis adalah harimau, gajah, dan kancil. Selain itu, badak bercula satu dan badak bercula dua juga masuk ke dalam contoh fauna Asiatis. Hewan lain seperti orang utan, beo, beruang mau, kera atau bekantan juga termasuk fauna Asiatis. Contoh flora pada wilayah Asiatis adalah Rafflesia Arnoldi.

Selain itu, bunga bangkai dan kantung semar juga salah satu contoh fauna pada wilayah Asiatis. 2. Flora dan fauna Peralihan (Tengah) Ada banyak fauna yang berada pada zona peralihan ini. contohnya seperti Komodo dan babirusa. Selain kedua contoh tersebut, ada juga anoa dan tarsius yang ciri-ciri bunga anggrek bulan contoh fauna peralihan tengah.

Kus kus juga termasuk fauna pada zona peralihan. Flora yang ditemukan pada wilayah ini antara lain eboni, longusei dan gofasa. Selain itu, ada juga anggrek serat dan ampupu. Cempaka hutan kasar dan cengkeh juga merupakan contoh dari flora pada wilayah peralihan.

3. Flora dan fauna Australis Contoh fauna pada zona Australis adalah Kangguru Pohon dan Wallaby. Burung cendrawasih dan kasuari juga salah satu hewan yang ada di zona Australis. Flora pada zona Australis adalah eboni dan pakis. Selain itu, matoa dan siwalan juga tumbuhan pada zona Australis. Faktor Persebaran Flora dan Fauna Biosfer yang ada di muka bumi meliputi air, tanah dan udara. Biosfer adalah sistem kehidupan yang paling besar. Dikarenakan terdiri dari gabungan ekosistem yang ada di bumi.

Selain manusia, makhluk hidup yang tinggal di bumi antara lain flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Akan tetapi, persebaran makhluk hidup tersebut sering tidak merata. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran tersebut.

Diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Faktor Abiotik Salah satu faktor yang menyebabkan persebaran makhluk hidup adalah faktor abiotik. Faktor ini terdiri dari faktor klimatik atau iklim, faktor edafik atau tanah, dan faktor fisiografi atau ketinggian tempat dan bentuk lahan. Wilayah yang memiliki iklim yah ekstrim pasti menyulitkan kehidupan suatu organisme. Contohnya seperti daerah kutub yang selalu tertutup salju. Selain itu, lapisanes abadi atau gurun yang gersang juga termasuk wilayah dengan cuaca ekstrem.

Faktor-faktor iklim yang berpengaruh pada proses persebaran makhluk hidup adalah kelembapan udara, angin, suhu dan tingkat curah hujan. a. Suhu Bumi mendapatkan sebuah energi panas yang berasal dari radiasi matahari. Intensitas penyinaran tersebut berbeda-beda pada tiap wilayah. Daerah yang berada pada zona lintang iklim tropis akan lebih menerima penyinaran matahari.

Setiap tahunnya, daerah itu akan mendapatkan sinar matahari lebih banyak dari ciri-ciri bunga anggrek bulan lain. Selain posisi lintang, faktor yang mempengaruhi intensitas penyinaran matahari adalah kemiringan sudut datangnya sinar matahari, jarak suatu wilayah dari permukaan laut, ketinggian tempat, kedalaman laut dan kerapatan penutupan lahan dengan ciri-ciri bunga anggrek bulan.

Perbedaan intensitas penyinaran matahari tersebut akan menyebabkan suhu udara menjadi bervariasi. Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna.

Hal itu dikarenakan beberapa spesies memerlukan suhu khusus untuk tetap hidup. Contohnya adalah flora dan fauna yang memiliki tingkat ketahanan serta toleransi yang lebih tinggi terhadap suhu yang identic tajam pada siang dan malam.

Hal ini akan berbeda jika dibandingkan dengan flora dan fauna di daerah tropis. Pada wilayah dengan suhu udara yang tidak terlalu dingin dan panas, adalah habitat yang baik atau optimal. Itu berlaku pada sebagian besar organisme di dunia. Baik manusia, hewan dan tumbuhan. Alasannya karena suhu yang berlebihan seperti terlalu dingin atau terlalu panas adalah kendala bagi makhluk hidup.

Pada habitat flora atau tumbuhan, kondisi suhu udara adalah salah satu faktor yang dapat pengontrol persebaran vegetasi. Persebaran tersebut sesuai dengan ketinggian tempat, posisi lintang serta kondisi topografinya. Maka dari itu, sistem penamaan pada habitat flora sering dinamakan sama seperti kondisi iklimnya. Contohnya seperti vegetasi hutan tropis, vegetasi gurun, vegetasi pegunungan tinggi dan vegetasi lintang sedang. Berdasarkan faktor suhu, dikenal dua kelompok vegetasi.

Yaitu vegetasi annual dan vegetasi perennial. Berikut adalah penjelasannya: 1.) Kelompok vegetasi manual Kelompok ini adalah kelompok yang perkembangannya hanya pada saat-saat tertentu saja. Terutama ketika musim panas. Jika pada musim dingin, tumbuhan jenis ini akan tidur. Hal itu karena berada pada bawah lapisan es yang bervariasi ketebalannya. Umumnya, tumbuhan annual ini adalah tumbuhan yang berukuran kecil.

Selain itu, bunga-bunga yang berada di daerah iklim dingin juga termasuk kelompok ini. 2.) Kelompok vegetasi perennial Kelompok ini adalah kelompok tumbuhan yang memiliki mekanisme untuk melindungi diri. Mereka akan melindungi diri dari suhu yang sangat rendah pada musim dingin. Ini akan terjadi secara bergantian. Hal itu akan membuatnya berkembang secara terus-menerus. Kemampuan inilah yang menyebabkan kelompok vegetasi perennial memiliki umur lebih dari satu tahun.

b. Kelembaban udara Faktor lain selain suhu adalah kelembaban udara. Kelembaban udara juga memiliki pengaruh terhadap persebaran makhluk hidup. Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung di dalam massa udara. Tingkat kelembapan udara akan berpengaruh secara langsung pada pola persebaran flora dan fauna di muka bumi. Ada beberapa jenis tumbuhan yang cocok hidup di wilayah lembab. Akan tetapi sebaliknya, ada beberapa jenis tumbuhan yang hanya dapat tumbuh pada wilayah kering.

c. Angin Angin berfungsi sebagai alat transportasi dalam siklus hidrologi. Angin akan memindahkan uap air atau awan dari satu tempat ke tempat lain. Gejala alan ini tentuk akan menguntungkan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.

Hal itu karena distribusi uap air dari atmosfer akan mencapai seluruh wilayah. Sehingga secara alamiah, organisme yang membutuhkan air akan dipenuhi. Gerakan angin juga akan membantu memindahkan benih. Selain itu, angin juga akan membantu tumbuhan. Pada saat proses penyerbukan beberapa jenis tumbuhan tertentu, angin dapat membantunya. d. Curah Hujan Faktor selanjutnya adalah curah hujan. Air adalah kebutuhan seluruh makhluk hidup. Dapat dikatakan bahwa ini termasuk kebutuhan yang vital.

Tanpa adanya air, tidak aka nada bentuk-bentuk kehidupan pa atas muka bumi ini. Untuk makhluk hidup yang tempat tinggalnya di biocycle daratan, sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah berasal dari hujan.

Melalui hujan, proses distribusi air di atas muka bumi akan berlangsung dengan berkelanjutan. 2. Faktor Biotik Selain faktor biotik, terdapat pula faktor biotik. Faktor biotik ini memiliki pengaruh yang besar pada persebaran flora dan fauna. Faktor biotik yang dimaksud disini adalah manusia. Manusia memiliki peran yang sangat penting. Dapat membudidayakan beberapa jenis, antara lain: a.

Dilihat dari penyebab persebaran Tekanan Populasi. Jika populasi semakin bertambah, maka itu menyebabkan kebutuhan makanan menjadi bertambah pula. Akibatnya, persediaan makanan akan semakin menipis, bahkan sulit ditemukan. Hal itu akan mengakibatkan sulit terpenuhinya kebutuhan sehari-hari.

Maka akan terjadilah sebuah migrasi. Persaingan. Ada beberapa fauna yang tidak mampu bersaing merebutkan tempat tinggalnya. Selain wilayah kekuasaan yang hilang, bahan-bahan makanan yang dibutuhkan juga mengalami migrasi ke daerah lain. Perubahan habitat. Berubahkan lingkungan atau tempat tinggal juga dapat menimbulkan ketidakmampuan beradaptasi. Makhluk hidup jadi tidak dapat mengalami perubahan tersebut.

Hal itu membuatnya merasa tidak cocok lagi untuk menempati daerah asalnya. b. Dilihat dari sarana persebaran Udara.

Melalui media udara, fauna dapat bermigrasi. Selain itu, flora juga dapat menggunakan angin untuk bermigrasi. Melalui berat atau ciri-ciri bunga anggrek bulan benih tanaman tersebut.

Air. Kemampuan fauna dalam berenang menyebabkan perpindahan menjadi mudah. Terlebih pada hewan-hewan yang ciri-ciri bunga anggrek bulan berenang. Selain fauna, flora juga dapat bermigrasi. Benih tumbuhan bisa terangkut, kemudian berpindah. Hal ini bisa dilakukan dengan media aliran air sungai atau arus laut. Lahan. lahan adalah tempat yang penting.

Hampir semua fauna yang hidup di daratan membutuhkan lahan. lahan tersebut adalah sarana untuk mereka berpindah tempat. Pengangkutan manusia.

Secara sengaja maupun secara tidak sengaja, manusia juga dapat menyebabkan perpindahan di antara flora dan fauna. dengan media udara fauna dapat bermigrasi dari kekuatan terbang sedangkan flora dapat menggunakan angin untuk bermigrasi dari berat-ringannya benih. c. Dilihat dari hambatan (barier) persebaran Hambatan Iklim.

Jika keadaan iklim sedang ekstrim, maka dapat menghambat persebaran flora dan fauna. Seperti saat kondisi curah hujan yang sangat tinggi, terganggunya kelembaban udara atau terkait kondisi temperature.

Hambatan edafik atau tanah. Tanah adalah salah satu hal yang memiliki pengaruh besar untuk tumbuhan. Hal itu dikarenakan terdapat banyak unsur penting di dalam tanah. Seperti unsur udara, hara, dan kandungan air yang cukup. Lapisan tanah yang tipi dan keras akan membuat para fauna terbiasa menggali tanah. Sehingga membuat mereka tinggal di dalam tanah. Hal itu juga menyebabkan mereka mencari tanah yang gembur dan tebal. Hambatan geografis. Bentang alam muka bumi juga bisa menjadi penghambat persebaran flora dan fauna.

Contohnya seperti padang pasir, samudera, pegunungan dan sungai. Hambatan biologis. Faktor ini juga menjadi penyebab persebaran flora dan fauna. Kondisi lingkungan yang cocok untuk hidup, serta terdapat persediaan bahan makanan yang melimpah adalah alasan bagi flora dan fauna bermigrasi.

Hal ini juga berkaitan dengan kecocokan dari kondisi alam. Itulah beberapa informasi mengenai flora dan fauna. Masih banyak informasi menarik lainnya yang bisa kamu temukan di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds untuk menemukan artikel serta buku-buku rekomendasi terbaik.

Wow! Semua Aku Tahu: Manusia – Flora & Fauna Penulis: Wida Kurniasih Sumber: dari berbagai sumber Baca Juga: • Bagian-Bagian Bunga & Fungsinya • Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan di Dunia • 8 Budidaya Tanaman Pangan: Panduan, Jenis, dan Ciri-Cirinya • Budidaya Rumput Laut Sebagai Ladang Usaha Masyarakat Pesisir • Pengertian Satwa Harapan: Jenis, Keunggulan dan Tahapan Budidaya Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Rangkuman Materi IPA Kelas 6 SD/MI - Untuk mempermudah dalam mempelajari pelajaran IPA kelas 6 maka diperlukan rangkuaman atau ringkasan tujuannya agar belajar lebih singkat dan mudah di pahami.

Berikut ini adalah rangkuman materi ciri-ciri bunga anggrek bulan IPA kelas 6 SD.MI lengkap. Rangkuman materi pelajaran IPA kelas 6 SD/MI semester 1 Bab I Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup • Hewan dan tumbuhan memiliki ciri-ciri khusus untuk bertahan ciri-ciri bunga anggrek bulan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

• Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi untuk mencari makanan. • Cecak dan tokek memiliki telapak kaki yang mempunyai guratan dan lengket • sehingga bisa merayap di dinding dan langit-langit tanpa terjatuh.

• Bunglon bisa mengubah warna tubuhnya, memiliki lidah yang panjang dan lengket untuk menangkap mangsa. • Unta memiliki punuk di punggung yang berisi lemak sebagai cadangan makanan. • Penguin memiliki bulu tebal dan lapisan lemak di bawah kulit untuk melindungi diri dari rasa dingin.

• Teratai memiliki batang berongga udara yang berfungsi membawa oksigen ke batang dan akar. • Bunga Raflesia dapat mengeluarkan bau busuk seperti bangkai untuk menarik lalat datang agar membantu proses penyerbukan. • Kantong semar dan venus memiliki daun yang dapat menangkap serangga sebagai makanan. • Kaktus memiliki batang yang tebal dan dapat menyimpan air sebagai bekal hidup di gurun pasir yang panas dan tandus. Bab 2 Perkembangan Makhluk Hidup • Untuk melestarikan jenisnya, semua makhuk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak.

• Berkembang biak artinya menghasilkan makhluk hidup baru dengan mewariskan sifat-sifat yang dimiliki kepada keturunannya. • Perkembangan dan pertumbuhan manusia setelah dilahirkan diawali dari bayi, lalu bekembang menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

• Pada masa pubertas, tubuh laki-laki dan perempuan mengalami perubahan untuk persiapan berkembang biak. • Perubahan pada laki-laki antara lain telah mulai mimpi basah, dada terlihat bidang, tumbuh kumis dan jenggot, tumbuh jakun, suara lebih berat, organ kelamin membesar.

• Perubahan pada perempuan antara lain telah mengalami menstruasi (haid), payudara dan pinggul membesar, tumbuh rambut halus di bagian-bagian tertentu dari tubuh. • Cara perkembangbiakan hewan dan tumbuhan ada dua macam, yaitu secara vegetatif (tidak kawin) dan secara generatif (kawin). • Pembuahan adalah peristiwa peleburan atau bersatunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.

• Penyerbukan ciri-ciri bunga anggrek bulan dibedakan menjadi 4 macam, yaitu penyerbukan sendiri, penyerbukan tetangga, penyerbukan silang, dan penyerbukan bastar. • Perkembangbiakan manusia terjadi melalui perkawinan, yaitu peleburan antara sperma (dari laki-laki) dengan sel telur/ovum (dari perempuan).

Pembuahan menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

Embrio berkembang menjadi janin di dalam rahim wanita dan kemudian lahirlah bayi. • Berbagai kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi ekosistem suatu lingkungan adalah sebagai berikut. • Penebangan dan pembakaran hutan secara liar dapat menyebabkan suatu lingkungan menjadi ciri-ciri bunga anggrek bulan, banjir, dan kematian hewan dan tumbuhan hutan. • Perburuan liar dapat menyebabkan musnahnya suatu jenis makhluk hidup.

• Penggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan dapat menyebabkan kematian dan terganggunya kehidupan makluk hidup yang lain. • Pembuangan limbah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara. • Pemanfaatan bagian tumbuhan dan hewan yang dapat menganggu keseimbangan lingkungan adalah sebagai berikut. • Penebangan beberapa jenis tumbuhan (pohon jati dan gaharu) yang dapat dimanfaatkan manusia dan tidak diikuti penanaman kembali. • Mengambil tanaman anggrek di hutan-hutan secara keseluruhan menyebabkan jenis anggrek mengalami kepunahan.

• Memburu hewan di hutan (gajah, harimau, dan ular) sehingga jumlahnya menjadi berkurang. • Memburu buaya untuk diambil kulitnya. • Jenis hewan dan tumbuhan yang hampir punah disebut hewan atau tumbuhan langka. • Jenis hewan yang dilindungi oleh pemerintah yang hanya ada di kepulauan Indonesia antara lain burung jalak bali, burung cenderawasih, badak bercula satu, dan komodo. • Tumbuhan langka yang ada di Indonesia, misalnya bunga bangkai, bunga Raflesia, dan cendana.

• Hewan dan tumbuhan perlu dilestarikan agar alam menjadi seimbang. • Usaha-usaha yang harus dilakukan untuk melestarikan jenis hewan dan tumbuhan antara lain: (melindungi tempat hidupnya; mengembangbiakkan; melarang memelihara hewan yang dilindungi) • Beberapa tempat perlindungan hewan dan tumbuhan antara lain: (cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya) • Berdasarkan sifat penghantar panas, benda dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu konduktor dan isolator.

• Konduksi adalah peristiwa perpindahan panas dari zat yang bersuhu tinggi ke zat yang bersuhu rendah melalui suatu bahan penghantar. • Konduktor panas adalah benda yang cepat atau dapat menghantarkan panas dengan baik. Contoh bahan konduktor panas adalah logam dan kaca. • Isolator panas adalah benda yang lambat atau tidak dapat menghantarkan panas.

• Contoh bahan isolator panas adalah kayu, plastik atau ebonit, dan kain. • Logam dan kaca bersifat konduktor sehingga digunakan untuk membuat alat-alat masak atau alat rumah tangga, seperti wajan, cerek, panci, dan setrika. • Kayu, plastik, dan kain bersifat isolator sehingga digunakan untuk membuat alatalat rumah tangga, seperti: gagang sodet, gagang wajan, pegangan cerek, pegangan setrika, dan campel.

Bab 6 Perubahan Benda • Faktor penyebab perubahan benda antara lain pelapukan, perkaratan, dan pembusukan. • Pelapukan adalah proses perubahan benda menuju kehancuran. • Faktor-faktor penyebab pelapukan benda dapat dibedakan sebagai berikut. • Pelapukan biologi/organik, yaitu pelapukan karena faktor makhluk hidup. • Pelapukan fisika/mekanik, yaitu pelapukan karena faktor alam. • Perkaratan terjadi karena adanya reaksi kimia antara logam dengan air dan udara.

• Cara mencegah perkaratan antara lain dengan pengecatan atau membuat logam tetap kering. • Pembusukan adalah gejala yang terjadi pada benda karena adanya pertumbuhandan aktivitas jamur dan bakteri. Cara mencegah pembusukan antara lain dengan pengeringan, pembekuan (pendinginan), pemanasan, pengasinan dan pemanisan, serta pemberian bahan pengawet.

• Macam-macam sifat bahan yaitu: keras, kuat, lentur, berat, dapat/tidak menyerap air. • Logam bersifat keras, kuat, dan tidak tembus air. Logam banyak digunakan untuk membuat paku, pisau, sendok, dan kaleng. • Kayu bersifat keras, kuat, dapat ditembus air, ringan, tidak berkarat, dan mudah dibentuk.

Kayu banyak digunakan untuk membuat perabotan rumah tangga, seperti meja, kursi, dan lemari. • Karet bersifat lentur, tidak tembus air, dan tidak mudah patah. Karet banyak digunakan untuk membuat ban.

• Plastik bersifat lentur, tidak tembus air, plastik yang keras mudah patah. Plastik banyak digunakan untuk membuat ember. • Pemilihan bahan untuk pembuatan benda harus ada kesesuaian dengan tujuan penggunaan benda agar berfungsi dengan baik. Rangkuman materi pelajaran IPA kelas 6 SD/MI semester 2 Bab 7 Energi dan Perubahannya • Gaya adalah suatu kekuatan tarikan atau dorongan yang menyebabkan benda bergerak, berubah bentuk, atau berubah arah.

• Benda bergerak yang dikenai gaya dapat: (bergerak makin cepat, berhenti. bergerak makin lambat, dan bergerak berubah arah • Besarnya gaya memengaruhi gerak benda. (Makin besar gaya, makin cepat benda bergerak - Makin kecil gaya, makin pelan benda bergerak). • Alat-alat yang berhubungan dengan gaya dan gerak, antara lain jungkat-jungkit, katapel, traktor, neraca pegas. • Perpindahan energi panas terjadi melalui 3 cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

• Konduksi adalah perpindahan panas melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut. • Konveksi adalah perpindahan panas melalui suatu zat yang disertai perpindahan partikel zat itu. • Radiasi adalah perpindahan panas yang terjadi tanpa melalui medium (perantara).

• Gejala-gejala listrik adalah tanda-tanda adanya listrik. Contoh : terjadinya kilat dan petir. • Sumber energi listrik adalah benda yang dapat menimbulkan arus listrik.

Sumber energi listrik antara lain baterai, aki (akumulator), dinamo sepeda, dan generator. • Arus listrik mengalir dalam rangkaian tertutup, ciri-ciri bunga anggrek bulan rangkaian yang tidak memiliki ujung dan pangkal. Rangkaian tertutup dapat berupa rangkaian seri dan paralel.

• Konduktor listrik adalah benda yang dapat menghantarkan arus listrik. Isolator listrik adalah benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. • Energi listrik dapat diubah ke bentuk energi lain seperti energi cahaya, energi panas, energi gerak, dan energi bunyi. • Besaran-besaran dalam listrik antara lain kuat arus, tegangan, hambatan, dan daya listrik. • Satuan kuat arus adalah ampere, satuan tegangan adalah volt, satuan hambatan adalah ohm, dan satuan daya adalah watt.

Bab 8 Penghematan Energi • Alat listrik membuat pekerjaan di rumah menjadi lebih mudah dan cepat, misalnya. setrika listrik, kompor listrik, mesin cuci. • Setiap orang sebaiknya memahami cara menggunakan listrik yang benar dan aman.

• Bahan bakar fosil alam misalnya minyak bumi diperoleh dari sumber daya alam yang dapat habis atau tidak dapat diperbarui. • Bahan bakar yang banyak digunakan sehari-hari misalnya: minyak tanah, bensin, solar, dan gas. • Dengan menghemat energi, sumber energi tidak cepat habis dan mengurangi biaya. Bab 9 Tata Surya • Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari dan planet-planet.

• Ada delapan buah planet dalam tata surya, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus. • Merkurius merupakan planet yang mempunyai lintasan terdekat ke matahari. • Yupiter merupakan planet terbesar dalam keluarga tata surya. • Planet tidak memancarkan cahaya sendiri, planet tampak berkilau seperti bintang karena planet memantulkan cahaya matahari yang menyinari permukaannya.

• Perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi bumi. • Rotasi bumi mengakibatkan gerak semu harian matahari, pergantian siang dan malam, serta perbedaan waktu dari tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya. • Bumi berevolusi mengitari matahari. • Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu perbedaan bentuk revolusi, dan bersama-sama ciri-ciri bunga anggrek bulan bumi mengitari matahari.

• Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan, yaitu perbedaan bentuk permukaan bulan yang terang dari hari ke hari. • Gerhana bulan terjadi apabila matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, dengan bumi berada di antara matahari dan bulan. • Gerhana matahari terjadi apabila matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus dengan bulan berada di antara matahari dan bumi. • Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.

• Satu kali bumi mengelilingi matahari memerlukan waktu 365 hari. • Peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Hijriah atau tahun Komariyah. • Periode revolusi bulan mengelilingi bumi selama 29 hari. Lihat juga : Kumpulan Buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SD/MI Lengkap Daftar Istilah • Adaptasi adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan.

• Benang sari adalah alat kelamin jantan pada bunga. • Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih tinggi dari yang dapat didengar manusia kira-kira lebih dari 20.000 Hz. • Cagar alam adalah daerah perlindungan untuk melestarikan tumbuhtumbuhan dan binatang yang dilindungi oleh undangundang dari bahaya kepunahan.

• Ekosistem adalah suatu sistem kehidupan dalam suatu lingkungan tertentu, terdiri dari komunitas dan faktor abiotiknya. • Eliptika adalah bidang edar planet yang berupa bidang datar berbentuk bundar lonjong. • Fauna adalah semua populasi hewan yang ada di daerah tertentu. • Flora adalah semua populasi tumbuhan yang ada di daerah tertentu. • Fotosintesis adalah proses tumbuhan berklorofil membuat makanan dari karbon dioksida dan air dengan bantuan energi matahari menghasilkan karbohidrat dan oksigen.

• Frekuensi adalah jumlah getaran per detik. • Gaya adalah tarikan atau dorongan. • Generatif adalah perkembangbiakan melalui perkawinan. • Hormon progesteron adalah hormon perempuan yang bertanggung jawab atas menstruasi dan kehamilan. • Hormon testoteron adalah hormon yang dihasilkan oleh testis dan berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan sifat-sifat jantan.

• Isolator adalah penghantar listrik yang tidak baik. • Janin adalah bakal bayi; embrio setelah melebihi umur 2 bulan. • Komet adalah benda langit yang bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan elips yang gepeng, tampak berekor cahaya ketika dekat dengan matahari.

• Konduksi adalah perpindahan panas tanpa disertai perpindahan bagianbagian • zat tempat perpindahan kalor itu terjadi. • Konduktor adalah penghantar listrik yang baik. • Konveksi adalah perpindahan panas karena aliran gas atau zat cair. • Mamalia adalah golongan hewan menyusui. • Medan magnet adalah suatu ruang yang masih ada pengaruh magnetnya. • Meteor adalah benda langit yang bergerak dengan cepat di angkasa. Bila meteor memasuki atmosfer bumi, ciri-ciri bunga anggrek bulan luarnya terbakar sehingga seperti bintang jatuh.

• Meteorit adalah bagian meteor yang tidak habis terbakar dan ciri-ciri bunga anggrek bulan ke bumi. • Ototomi adalah memutuskan ekornya dan ekor tersebut dapat tumbuh kembali. • Ovipar adalah hewan yang bertelur. • Pembuahan adalah bercampurnya inti sel jantan pada bunga.

• Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya benang sari di kepala putik. • Perkaratan adalah proses terbentuknya karat karena reaksi antara besi dan lingkungan (udara dan air). • Planet adalah benda langit yang tidak mengeluarkan cahaya dan bergerak mengelilingi matahari. • Populasi adalah sejumlah individu sejenis dalam suatu ruangan yang tertentu luasnya. • Pubertas adalah masa akil balig; masa remaja. • Putik adalah alat kelamin betina pada bunga. • Radiasi adalah perpindahan panas melalui pancaran, tanpa zat perantara.

• Rahim adalah kantong selaput di perut tempat janin. • Rantai makanan adalah rangkaian makan memakan. • Reproduksi adalah perkembangbiakan. • Revolusi adalah perputaran planet mengelilingi matahari. • Rhizoma adalah akar tinggal; akar yang tumbuh mendatar di dalam tanah.

• Rotasi adalah perputaran pada porosnya. • Satelit adalah benda yang bergerak mengelilingi planet. • Sel sperma adalah sel kelamin jantan. • Stainless steel adalah baja antikarat. • Tahun Kabisat adalah tahun yang jumlah harinya 366 hari (jumlah hari di bulan Februari adalah 29). • Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri dari matahari dan planet-planet. • Termometer adalah alat pengukur suhu. • Vegetatif adalah perkembangbiakan tidak melalui perkawinan.

• Vertebrata adalah binatang yang bertulang belakang. • Vivipar adalah hewan yang melahirkan. • Watt adalah satuan daya. Baca juga : Materi IPA Kelas 6 SD pdf Semester 1 dan 2 Lengkap Itulah rangkuman materi IPA untuk kelas 6 SD/MI semoga dapat bermanfaat dan mempermudah kalian dalam mempelajari materi pelajaran IPA dan mendapatkan nilai yang bagus.

Rangkuman di atas di ambil dari buku paket bse kurikulum KTSP 2006 yang bisa kalian unduh di blog ini. • ► 2020 (4) • ► Maret (3) • ► Januari (1) • ► 2019 (12) • ► April (2) • ► Maret (1) • ► Februari (8) • ► Januari (1) • ► 2018 (101) • ► Desember (15) • ► November (11) • ► Oktober (13) • ► September (2) • ► Agustus (5) • ► Juni (18) • ► Mei (11) • ► April (2) • ► Maret (1) • ► Februari (1) • ► Januari (22) • ► 2017 (19) • ► Desember (3) • ► November (2) • ► Oktober (3) • ► Juli (8) • ► Januari (3) • ► 2016 (253) • ► Desember (1) • ► November (23) • ► Oktober (33) • ► September (35) • ► Agustus (38) • ► Juli (29) • ► Juni (20) • ► Mei (21) • ► April (18) • ► Maret (17) • ► Februari (10) • ► Januari (8) • ▼ 2015 (117) • ▼ Desember (17) • Rangkuman Pelajaran IPS Kelas 7 Semester 1/2 • Rangkuman Materi Pelajaran TIK SMP/MTs Kelas 7 Sem.

• Rangkuman Materi Pelajaran PKn SMP/MTs Kelas 7 Sem. • Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 7 SMP/MTS Sem. • Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 5 SD/MI Semes. • Rangkuman Materi Pelajaran PKn Kelas 5 SD/MI Semes. • Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 5 SD/MI Semes. • Rangkuman Materi Pelajaran Penjas Orkes Kelas 6 SD.

• Rangkuman Materi Pelajaran SBK Kelas 6 SD/MI Semes. • Rangkuman Materi Pelajaran PKn Kelas 6 SD / MI Sem. • Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 6 SD/MI Semes. • Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 6 SD / MI Sem. • Materi Pelajaran IPA Kelas 5 SD / MI Semester 1 / 2 • Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 3 SD / MI . • Materi Pelajaran PKn Kelas 3 SD / MI Semester 1 / 2 • Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/MI Se.

• Materi Pelajaran IPS Kelas 4 SD/MI Semester 1/2 • ► November (18) • ► Oktober (26) • ► September (11) • ► Agustus (25) • ► Juli (20)Breaking News • Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu! • Waspadai Kucing Muntah Kuning: Penyebab dan Cara Penanganan • 7 Trik dan Cara Merawat Bunglon Supaya Sehat dan Jinak • Berkenalan dengan 10 Jenis Burung Anis Populer di Indonesia • 7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar • Mengenal Karakteristik dan 5 Pola Ekor Murai Batu yang Unik • Ini 9 Jenis Ikan Pembersih Akuarium Agar Senantiasa Bersih • 5 Makanan Burung Jalak Kebo Terbaik: Rahasia Gacor, Gesit, dan Sehat • Inilah 6 Ikan Channa Termahal dan Coraknya yang Unik dan Indah • 5 Makanan Tupai dan Cara Memberikannya yang Baik dan Benar • Jenis Kura-Kura Darat untuk Dipelihara dan Tips Merawatnya • 5 Cara Budidaya Tanaman Buncis di Ciri-ciri bunga anggrek bulan Lengkap • Cara Membuat Herbarium Tanaman Sederhana dan Manfaatnya • Langkah Budidaya Domba Garut Lengkap dari Awal Sampai Berhasil • 5 Jenis Ayam Petelur Wajib Kamu Ketahui • Melihat Peluang Usaha Peternakan Sapi Perah • Cara Budidaya Semangka di Lahan Sempit • Cara Budidaya Bebek Peking di Indonesia • Lima Cara Ternak Kelinci Dengan Mudah • Daftar Sayuran yang Bisa Ditanam Sekitar Rumah, Mudah dan Murah • Cara Budidaya Bawang Merah Hidroponik Anti Gagal • Cara Budidaya Ayam Serama Cepat Menghasilkan • Panduan Budidaya Ayam Buras Yang Menghasilkan • Cara Memilih Bibit Ayam Joper Kualitas Unggul • Cara Budidaya Tanaman Anggrek Cepat Berbunga • Cara Mencangkok Pohon Jambu Dengan Mudah • Daftar Hewan Ternak yang Bisa dipelihara sekitar Rumah • Melihat Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia • Video Viral Orang Gila Banting Anak Kecil Hingga Tewas, Viral di Media Sosial • [uncensored] See Full Video Mav And Herrera Viral - Herrezmzl And His Girlfriend Mav Twitter • (Link Video) Chika Candrika 20 Juta Viral?

Berita Chikaku Chikakiku 20 jt tiktok 20jt • (sin censura) Video Completo La Compañera Video Original Ciri-ciri bunga anggrek bulan La Niña Compañera – @aceitoso01 • (sin censura) Nueva Video Completo La Compañera Video Original De La Niña Compañera Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi adalah ikan nila.

Banyak orang yang memilih budidaya ikan jenis ini karena prosesnya tergolong mudah dan tidak memakan banyak biaya. Sebelum beternak ikan ini, tentu harus Anda kenali dahulu ciri-ciri ikan nila yang khas dan … Read More » Memiliki kucing kesayangan yang sehat tentu menjadi impian siapa saja.

Akan tetapi, pasti ada kalanya kucing Anda sakit dan menunjukkan gejala tertentu. Salah satu kondisi yang harus Anda waspadai adalah ketika kucing muntah kuning.

Jika sudah begini, maka Anda harus segera melakukan sesuatu agar kondisi kesehatannya tidak memburuk. Lalu sebenarnya, … Read More » Siapa diantara sobat agribisnis yang merupakan pecinta reptil seperti bunglon? Jika iya, apakah Anda juga memeliharanya? Ya, meski terdengar asing nyatanya ada banyak orang yang menjadikan bunglon sebagai hewan kesayangan mereka lho.

Cara merawat bunglon sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit. Lalu seperti apa cara perawatannya? Yuk, simak informasinya berikut ini! 7 Trik … Read More » Memelihara burung kicau memang menjadi salah satu hobi para pecinta burung untuk menikmati suara mereka. Nah, salah satu jenis burung kicau yang populer di Indonesia adalah jenis burung anis. Burung anis atau punglor, merupakan burung kicau yang berasal dari genus Tardus atau Zoothera.

Burung ini terkenal karena suara kicauannya yang enak untuk … Read More » Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan gabus. Meski tidak sepopuler jenis ikan tawar lain, namun sebenarnya daya jual dari ikan ini sangat bagus dan potensi keuntungannya sangat tinggi lho.

Tidak heran jika mulai banyak orang yang tertarik untuk mengetahui tips budidaya serta makanan … Read More » Sobat agribisnis, apakah Anda merupakan pecinta burung kicau? Jika iya, maka tentu sudah tidak asing lagi dengan murai batu. Jenis burung yang satu ini memiliki karakteristik dan pola ekor yang sangat unik. Akibat keunikan dan kicauannya itulah burung ini banyak sekali peminatnya dan menjadi pilihan bagi pecinta burung kicau.

Lalu, … Read More » Memiliki akuarium yang bersih tentu menjadi dambaan siapa saja. Selain dari segi penampilan, akuarium yang bersih juga membuat ikan di dalamnya menjadi nyaman dan senantiasa sehat. Nah, jika Anda tidak memiliki waktu untuk senantiasa membersihkannya, maka ikan pembersih akuarium bisa menjadi solusi. Keberadaan ikan-ikan ini bisa memakan berbagai kotoran yang … Read More » Burung kicau memang memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta burung, salah satunya adalah jalak kebo.

Mulai dari cara perawatan hingga makanan burung jalak kebo ramai diperbincangkan agar bisa merawat burung ini dengan benar. Banyak peminat terhadap burung ini memang bukan tanpa alasan. Ada banyak sekali keistimewaan yang ada di … Read More » Sobat agribisnis, pernahkah Anda mendengar tentang ikan channa? Jenis ikan yang satu ini memang sedang naik daun dan semakin banyak peminatnya saat ini.

Bagi pecinta ikan, tentu ini bukanlah jenis ikan yang asing. Hanya saja, tidak sedikit pula orang yang masih awam dengannya. Dari banyaknya jenis ikan ini, terdapat beberapa … Read More » Meski lebih familiar sebagai hewan liar dan tinggal di pepohonan, namun tidak sedikit orang yang memelihara tupai. Alasan orang menyukai hewan ini adalah ukurannya yang kecil dan bentuknya yang lucu. Namun sudah tahukah Anda apa saja makanan tupai? Sebab, selama ini banyak orang yang masih bingung makanan favorit dari tupai.

… Read More » Jika Anda berniat memiliki hewan peliharaan yang unik, maka kura-kura bisa menjadi pilihan. Hewan yang satu ini memang sangat populer dan terbilang mudah perawatannya. Ada beberapa jenis kura-kura darat dengan keunikan dan karakteristiknya tersendiri. Semua bisa Anda pilih sesuai dengan preferensi masing-masing. Lalu, apa saja jenis tersebut? Inilah ulasan selengkapnya. … Read More » Salah satu jenis sayuran hijau yang banyak sekali peminatnya adalah buncis.

Anda bisa menemukan sayuran ini pada berbagai hidangan masakan. Tidak selalu membelinya, ternyata Anda juga bisa melakukan budidaya tanaman buncis sendiri lho. Bahkan Anda bisa memanfaatkan polybag sebagai tempat penanamannya. Lalu, seperti apa langkah budidaya buncis di polybag? Simak ulasan selengkapnya … Read More » Bagi Anda yang merupakan para pecinta tanaman, tentu sudah tidak asing lagi dengan Herbarium. Sayangnya, istilah ini masih sangat awam dan jarang sekali penggunaannya bagi masyarakat luas.

Tidak heran jika banyak orang yang masih asing dengan definisi sekaligus cara membuat herbarium. Lalu sebenarnya apakah herbarium itu?

Yuk, simak informasinya berikut … Read More » Domba Garut adalah salah satu komoditi ternak yang sangat bernilai dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah satu alasan mengapa hewan ini sangat ramai peminat adalah ciri khas yang tidak ada pada jenis domba lainnya.

Tidak heran jika budidaya domba Garut juga semakin banyak yang ingin menjalankan. Lalu, bagaimana cara budidaya … Read More » Guna mencukupi asupan sumber protein, masyarakat banyak mengkonsumsi telur ayam.

Sehingga tidak mengherankan apabila ternak unggas jenis ayam petelur menjadi primadona bagi masyarakat baik dalam skala rumah tangga maupun skala peternakan dengan omzet yang besar pula. Untuk memperoleh hasil telur yang maksimal, sebaiknya Sobat Agribisnis memilih bibit ayam petelur yang … Read More » Ingin memulai usaha peternakan sapi perah? tapi tidak tahu bagaimana memulainya?

Di sini, di artikel ini, Kamu akan menemukan panduan langkah bijaksana untuk peluang usaha peternakan sapi perah. Susu dan produk susu adalah sesuatu yang dikonsumsi secara global. Oleh karena itu, ini adalah jenis usaha peternakan sapi perah yang tidak … Read More » Cara Budidaya semangka, Semangka tumbuh sebagai tanaman semusim di sebagian besar iklim, tetapi varietas musim pendek tumbuh paling baik di daerah dengan hanya sedikit cuaca hangat dan cerah, seperti di daerah pesisir yang hujan.

Sugar baby, cebol Minnesota, dan varietas semangka kotak es lainnya menghasilkan buah matang hanya dalam 65 … Read More » Budidaya bebek peking komersial adalah bisnis yang paling umum dan populer di seluruh dunia. Peking adalah jenis bebek domestik yang sangat tua dan berasal dari Cina. Dan saat ini trah ini adalah salah satu trah bebek komersial yang paling populer. Bebek Peking dibiakkan dari bebek mallard di Cina.

Dan dikenal … Read More » Sebagai hewan mamalia yang lucu, membuat anak-anak banyak menggemari hewan satu ini sebagai hewan peliharaan. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan daging, kulit dan bulu dari kelinci ini.

Manfaat dari daging kelinci adalah mengandung protein hewani rendah lemak sehingga sebagai makanan favorit oleh masyarakat. Dan bagi pelaku industri kreatif tanah air … Read More » Apakah kamu sedang bingung mencari sayuran yang ditanam dirumah dengan mudah?

Dimana mereka memanfaatkan berbagai cara, untuk bisa tetap menanam sayuran di rumah tanpa menggunakan lahan berikut ini akan kita bahas. Dalam artikel mengenai daftar sayuran yang ditanam di rumah yang mempermudah kamu, untuk melakukan kegiatan bercocok tanam tanpa perlu … Read More » Menanam tanaman melalui hidroponik adalah hal yang populer saat ini, dan berbagai macam buah dan sayuran dapat dengan mudah menanamnya melalui hidroponik.

Hari ini, kita akan fokus pada bahan budidaya bawang merah hidroponik. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan konsep hidroponik, itu adalah tindakan menanam tanaman hanya dengan air nutrisi … Read More » Salah satu jenis ayam yang paling menarik adalah jenis yang cukup baru, yang disebut Serama atau budidaya ayam serama.

Burung kecil ini memiliki penampilan yang unik dan juga dianggap sangat ramah dan lembut. Dikombinasikan, atribut-atribut ini membuat Serama menjadi pilihan populer bagi siapa saja yang antusias beternak ayam. Latar Belakang … Read More » Artikel ini membahas lebih dekat tentang peternakan budidaya ayam buras yang dapat dilakukan dengan berbagai jenis unggas termasuk ayam asli, keturunan non-pribumi, serta keturunan hibrida.

Jadi mari kita masuk ke beberapa hal yang harus Kamu ingat jika Kamu ingin berhasil melakukan peternakan ayam buras Pemilihan Lokasi Peternakan budidaya ayam buras … Read More » Salah satu sumber protein hewani yang sangat tinggi dari makanan empat sehat lima sempurna adalah daging ayam.

Selama ini masyarakat Indonesia mengenal dua jenis ayam untuk kebutuhan konsumsi yaitu ayam broiler atau ayam ras pedaging dan ayam kampung. Dari dua jenis ayam tersebut, ayam kampung telah memiliki pangsa pasar tersendiri … Read More » Tanaman Anggrek tidak ada bandingannya, pada budidaya tanaman anggrek ini. Mereka sangat indah, halus, berbunga panjang, berumur panjang, mempesona dalam aroma dan bentuk, dan sangat bervariasi.

Beberapa kesenangan dalam berkebun melebihi sensasi melihat anggrek tumbuh subur dan mekar. Inilah semua yang harus Kamu ketahui tentang menanam anggrek dan merawat anggrek … Read More » Hampir sebagian besar kondisi perumahan pemukiman penduduk saat ini memiliki keterbatasan halaman bertanah.

Sementara keinginan memiliki ruang hijau pada halaman rumah juga tinggi, seperti tanaman hias, bonsai kelapa dan pohon buah-buahan. Banyak dari Sobat Agribisnis yang mempunyai keinginan menanam pohon buah-buahan seperti pohon jambu pada halaman rumahnya. Namun kadang kala … Read More » Beternak merupakan salah satu usaha yang mungkin jarang dilirik oleh masyarakat Indonesia.

Padahal jika dikelola dengan benar bisa mendatangkan keuntungan jutaan rupiah per bulan nya. Ada banyak sekali hewan yang bisa kita gunakan untuk dibudidayakan dengan berbagai fungsi. Namun apakah ada hewan ternak di rumah yang bisa dibudidayakan? Mulai diambil … Read More » Ketika berbicara mengenai dunia pertanian yang ada di Indonesia. Maka kita berbicara mengenai hasil dan juga kekayaan. Karena Indonesia sendiri populer sebagai negara agraris, atau penghasil berbagai macam tanaman yang dapat diolah ataupun dikonsumsi.

Umumnya sebagian besar masyarakat Indonesia, dulu bekerja sebagai petani yang memiliki produksi berbagai macam tanaman. Bahkan … Read More » hasilbumi.net – Video Viral Orang Gila Banting Anak Kecil Hingga Tewas. Pada ulasan kali ini kita hendak membagikan data hal Film Viral Orang Edan Hempas Anak Kecil Sampai Berpulang.

Alat ciri-ciri bunga anggrek bulan saat ini sudah di hebohkan balik dengan adanya suatu film yang tengah viral. Viral film orang edan memukuli seseorang anak pria sampai berpulang. Senantiasa jadi [.] Read More » Hasilbumi.net - [uncensored] See Full Video Mav And Herrera Viral - Herrezmzl And His Girlfriend Mav Twitter, Because aside from discussing it, we also provide some other keywords about Mav Y Herrera Full Viral Video Mav Y Herrera that you can easily access.

Therefore, we hope that you will read this review to the end [.] Read More » hasilbumi.net – Video Chika Candrika 20 Juta Viral? Berita Chikaku Chikakiku 20 jt tiktok 20jt.

Halo sahabat, bertemu lagi selaku pengelola yang teratur memberikan data viral. Nah, kali ini kepala negara hendak mangulas data Link Terkini Full Film Viral Chikakiku 20 Jutaan. Untuk kamu yang lagi mencari data mengenai Apa … Read More » hasilbumi.net – (sin censura) Video Completo La Compañera Video Original De La Niña Compañera. Hola amigos, nos estaremos reuniendon nuevamente bajo el kece de administrador equivalente, y dando continuamente datos a la gente en general.

En esta reunión específica, el administrador discutirá las sutilezas relacionadas con las cosas en el video derramado del compañero aquí. [.] Read More » hasilbumi.net – (sin censura) Nueva Video Completo La Compañera Video Original De La Niña Compañera. Hola compañeros, nos encontraremos en un futuro bajo el equivalente administrador kece, y continuamente dando datos a la población en general.

En esta reunión específica, el administrador discutirá las sutilezas relacionadas con las cosas en … Read More » hasilbumi.net – (Completo Sin Censura) Video La Varita De Emiliano Pa Buscar Algo Para A Brir La Puerta Que Emiliano Serró. Hola amigos, estoy de regreso con el administrador que siempre es leal para compartir información viral y de tendencias.

Bueno, esta vez el administrador discutirá información relacionada con el palo de Emilio. Los datos [.] Read More » hasilbumi.net – New Link Video Viral Ica dan Indra Update Ica Viral Twitter. Yang baru- baru ini jadi trending poin serta viral di berbagai alat sosial paling utama tiktok.

Terdapat apa dengan informasi itu Biar dapat jadi viral?. Serta segudang di perbincangkan oleh berlimpah netizen. Saking segudang sekali pencarian bertepatan film itu, Yang akibatkan kita [.] Read More » Hasilbumi.net - Link Kumpulan Foto - Foto Viral De Angela Aguilar Viral No Sensor Sensor, Info foto viral de angela aguilar kala ini sedang tak terhitung pencariannya.

Hingga kolom pencarian google saat ini di penuhi dengan pencarian tersebut. Saking banyaknya foto viral de angela aguilar. Menyebabkan saya benar-benar bersemangat untuk menambahkan informsi pada kesempatan kali ini. [.] Read More » Hasilbumi.net – Link Video Full Nnuanis Viral On Twitter, Bagi kalian yang kini tengah mencari info mengenai nnuanis_.

Kalian beruntung sekali karena ciri-ciri bunga anggrek bulan kesempatan kali ini ciri-ciri bunga anggrek bulan akan memberi tambahan sebuah info nnuanis_ viral tiktok. Kini bermacam kabar nnuanis_ beredar di beraneka sosial media.

Dan kami pihak Hasilbumi.net telah menelusuri … Read More » Link Nonton Tiktok Video Bokeh Full 2022 Videos No Sensor Update Terbaru – mantap tanpa Vpn, cek link videonya pada pemabahasan Hasilbumi.net berikut ini. Tahukah kalian bahwa waktu ini ada tak terhitung sekali video tiktok yang lagi viral di media sosial layaknya di twitter facebook, instagram dan masih tak terhitung lagi. ciri-ciri bunga anggrek bulan Read More »
Daftar Isi • PENGERTIAN PLANTAE • CIRI-CIRI PLANTAE • KLASIFIKASI JENIS KINGDOM PLANTAE • FILUM PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU) • Anda Mungkin Juga Menyukai • FILUM BRYOPHYTA (TUMBUHAN LUMUT) • FILUM SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI) • MANFAAT KINGDOM PLANTAE • • Kategori Ilmu Biologi • Materi Biologi Kelas X • Buku Soal Plantae di Gramedia PENGERTIAN PLANTAE Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler dengan dinding sel dan klorofil.

Klorofil adalah zat hijau daun yang berfungsi dalam proses fotosintesis, sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri (autotroph). Hal inilah yang menjadi pembeda antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Diluar konteks formal, kata “tumbuhan” mengacu pada organisme yang mempunyai ciri-ciri tertentu seperti dapat melakukan fotosintesis, menghasilkan selulosa, dan multiseluler.

Muncul banyak kritikan mengenai fungi termasuk bagian dari kingdom plantae, karena fungi mendapatkan makanan bukan melalui proses fotosintesis, melainkan dari sisa-sisa bahan organik. Selain itu, bahan penyusun dinding sel fungi tidak sama dengan tumbuhan, justru lebih mirip dengan hewan. Oleh karena itu, fungi dikeluarkan dari kingdom plantae dan membuat kingdom tersendiri yang dinamakan dengan kingdom fungi. Sebagian besar jenis alga juga dikeluarkan dari kingdom plantae karena tidak mempunyai klorofil.

Dengan begitu beragamnya sel penyusun tumbuhan, jaringan yang ada di dalamnya, membuat beragam pula jenis tumbuhan ciri-ciri bunga anggrek bulan ada. Dalam buku Buku Ajar Kultur Jaringan Tumbuhan kamu dapat mempelajari mengenai kultur jaringan tumbuhan. CIRI-CIRI PLANTAE Tumbuhan dikatakan sudah berevolusi sebelum hewan dan terletak pada awal paling rantai makanan.

Tanpa tumbuhan, sebagian besar organisme tidak dapat bertahan hidup. Tumbuhan bisa tumbuh subur bahkan dalam kondisi paling keras.

Bahkan daerah dingin tundra dari Bumi bahkan mengandung beberapa vegetasi. Berikut ini beberapa ciri-ciri plantae yang perlu kamu ketahui: • Multiseluler atau mempunyai banyak sel • Autrotrof, bisa membuat makanan sendiri • Eukariotik, merupakan sel yang telah memiliki membrane inti sel. • Terdapat dinding sel yang terbuat dari selulosa • Hidup di daratan yang lembab atau perairan • Dapat menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati) • Memperoleh makanan dengan cara fotosintesis yang dibantu dengan cahaya matahari • Bereproduksi secara seksual (putik dan benang sari) maupun aseksual (cangkok, tunas, setek dan lainya) • Memiliki akar yang berguna untuk menyerap air dan memperkokoh tumbuhan • Memiliki daun untuk mengumpulkan sinar matahari yang digunakan untuk menghasilkan glukosa.

Memiliki organ dan sistem organ Memiliki bunga sebagai alat reproduksi seksual. • Memiliki pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya yang disebut metagenesis. Metagenesis pada kingdom plantae adalah siklus hidup suatu tumbuhan yang menampilkan suatu pergiliran generasi.

Siklus tersebut tersusun dari generasi gametofit yang merupakan individu multiseluler menghasilkan gamet haploid serta generasi sporofit yang merupakan individu multiseluler yang menghasilkan spora yang dihasilkan ciri-ciri bunga anggrek bulan sel penghasil spora (sel sporogenik). KLASIFIKASI JENIS KINGDOM PLANTAE Diluar konteks formal, kata “tumbuhan” mengacu pada organisme yang mempunyai ciri-ciri tertentu seperti dapat melakukan fotosintesis, menghasilkan selulosa, dan multiseluler.

Kingdom plantae terbagi menjadi 3 divisi yaitu pterydophyta (tumbuhan paku), bryophyta (tumbuhan lumut), dan spermatophyta (tumbuhan berbiji). FILUM PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU) Pteridophyta atau tumbuhan paku telah mempunyai jaringan pengangkut (kormus) dan organ sejati.

Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual dengan spora. Tumbuhan ini mengalami metagenesis. Pada umumnya tumbuhan paku hidup di darat terutama di daerah hutan hujan tropis. Tetapi, ada beberapa jenis paku yang hidup mengapung di air. Rp 55.000 Pteridophyta adalah tumbuhan yang telah memiliki batang, akar, dan daun sejati, berkembang biak dengan spora (kormofita berspora) dan mengalami suatu pergiliran keturunan.

Selain itu, tumbuhan paku juga memiliki klorofil, pembuluh angkut xilem dan floem, serta berakar serabut. Kenali lebih dekat Ciri-Ciri Pterydophyta (Tumbuhan Paku) berikut ini Grameds: • Spora yang dihasilkan pada sporofil, terutama pada bagian bawah daunnya.

• Batang, akar, dan daun dapat dengan mudah di bedakan. • Daun muda pada tumbuhan paku tumbuh menggulung (circinnatus). Jenis-Jenis Pterydophyta (Tumbuhan Paku): • Paku sejati (Pteriopsida): Ciri-ciri bunga anggrek bulan ini memiliki batang, akar dan daun sejati.

Pada daun muda tumbuh menggulung (circinnatus). Jumlah spesiesnya paling banyak yaitu sekitar 12.000 spesies. Contoh : Ciri-ciri bunga anggrek bulan (Adiantum cuneatum) dan Semanggi (Marsilea crenata). • Paku purba (Psilopsida): Jenis ini menghasilkan satu macam spora (homospora).

Pada gametofitnya tidak memiliki klorofil dan nutrisi yang diperoleh dari simbiosis dengan jamur. Jumlah spesies tumbuhan paku hampir punah yaitu tersisa 10-13 spesies. Contoh : Psilotum dan Rynia. • Paku ekor kuda (Spenopsida): Jenis ini disebut ekor kuda karena bentuk batangnya yang mirip ekor kuda. Habitat tumbuhan ini di daerah subtropis atau tempat yang lembab. Sporangium berupa strobilus, Gametofit biseksual dan memiliki klorofi. Jenis paku ini merupakan paku homospora (menghasilkan satu macam spora) dengan jumlah spesiesnya sekitar 15 spesies.

Contoh : Equisetum. • Paku kawat (Lycopsida): Paku kawat dapat menghasilkan dua macam spora (heterospora), pada gametofitnya tidak memiliki klorofil. Gametofitnya juga terdiri ciri-ciri bunga anggrek bulan dua yaitu biseksual dan uniseksual.

Jumlah spesiesnya paku kawat adalah sekitar 1000 spesies. Contoh: Lycopodium dan Selaginela. FILUM BRYOPHYTA (TUMBUHAN LUMUT) Bryophyta tidak mempunyai organ sejati seperti batang, akar, atau daun, serta tidak mempunyai pembuluh angkut xilem dan floem.

Bryophyta mempunyai suatu rhizoid kecil yang membuatnya dapat menempel di tanah. Bryophyta biasanya tumbuh di daerah yang lembab dan teduh. Bryophyta adalah sebuah tumbuhan peralihan antara tumbuhan berkormus (kormofita) dengan tumbuhan bertalus (talofita).

Sama halnya pteridophyta, bryophyta juga mengalami metagenesis dan mengalami suatu pergiliran keturunan. Ciri-Ciri Bryophyta (Tumbuhan Lumut) diantaranya: • Tumbuhan lumut berukuran makroskopis 1-2 cm, dan ada pula yang berukuran mencapai 40 cm.

• Kormofita merupakan tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara batang, akar dan daun. • Memiliki dua bentuk generasi, yakni generasi Sporofit dan generasi Gametofit. • Merupakan tumbuhan peralihan karena terdapat tumbuhan yang berupa talus (lembaran yaitu lumut hati), dan tumbuhan yang sudah memiliki struktur tubuh mirip dengan batang, akar dan daun sejati (lumut daun).

• Talofita merupakan tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara batang, akar dan daun. • Tumbuhan lumut merupakan vegetasi perintis (suatu tumbuhan pelopor atau tumbuh sebelum tumbuhan lain dapat tumbuh). Beberapa tumbuhan lumut yang hidup di daerah hutan hujan dapat dijadikan sebagai penahan erosi serta digunakan untuk menyerap air. Marchantia juga dapat dijadikan sebagai obat penyakit hati, dan ornamen tata ruang. Beberapa spesies tumbuhan ini, seperti Sphagnum dapat dijadikan sebagai obat mata dan kulit.

Jenis-Jenis Bryophyta (Tumbuhan Lumut) meliputi lumut daun, lumut hati, dan lumut tanduk. • Bryopsida (lumut daun): Merupakan lumut sejati karena bentuk tubuhnya menyerupai tumbuhan kecil yang memiliki batang, akar dan daun sejati. Hidup berkelompok untuk membentuk hamparan tebal seperti beludru. Contoh: Spagnum dan Polytrihcum. • Hepaticopsida (lumut hati) : Merupakan lumut berumah dua (deoceus). Jenis lumut ini berbentuk talus, berlobus seperti bentuk hati manusia.

Selain itu, jenis lumut ini membentuk zigot. Ciri-ciri bunga anggrek bulan aseksual dengan cara fragmentasi dalam pembentukan spora dan gemmacup (kuncup). Gemmacup adalah struktur khas yang ada pada sebuah gametofit yang berupa mangkok dan mengandung suatu kumpulan lumut kecil.

Gemma dapat tersebar dan lepas oleh air yang kemudian tumbuh dan membentuk lumut baru. Pada reproduksi seksual dengan cara fertilisasi antara ovum dan spema. Contohnya : Marchantia polimorpha • Anthocerotopsida (lumut tanduk) : Gametofit pada lumut ini serupa dengan lumut hati, namun letak pada sporofitnya berbeda. Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul yang memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Contoh : Anthoceros laevis. FILUM SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI) Istilah “spermatophyta” berasal dari bahasa Yunani yaitu “sperma” yang berarti biji dan “phyton” yang berarti tumbuhan.

Biji merupakan hasil pembuahan antara benang sari dan putik di bunga serta menjadi cikal bakal dari individu baru. Spermatophyta dibagi menjadi dua subdivisi yaitu angiospermae (berbiji tertutup) dan gymnospermae (berbiji terbuka). Spermatophyta hidup di darat dan beberapa hidup di air (misalnya teratai). Spermatophyta memiliki batang, akar dan daun sejati.

Ciri-Ciri Spermatophyta (tumbuhan berbiji) diantaranya Memiliki 2 subdivisi yaitu biji tertutup (Angiospermae) dan biji terbuka (Gymnospermae) dan Memiliki organ biji atau bunga yang dihasilkan oleh bunga atau strobilus. Manfaat Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dalam kehidupan ciri-ciri bunga anggrek bulan adalah sebagai makanan pokok. Contoh nya seperti: padi, sagu, jagung dang gandum juga sebagai peneduh, sumber oksigen, penyerap karbon dioksida dan penyimpan air.

Contoh nya seperti: pinus, mahoni, jati dan angsana. Untuk bahan bangunan dan perabotan, Contoh nya seperti: meranti dan jati. Jenis-Jenis Spermatophyta (tumbuhan berbiji) diantaranya: • Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae): Angiospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya berada di dalam bakal buah.

Ciri-Ciri Angiospermae diantaranya yaitu Daunnya lebar dan berbentuk pipih, Tulang daunnya berbentuk menjari, menyirip, sejajar atau melengkung., Hidupnya sebagai perdu, pohon, semak dan herba, Alat perkembangbiakannya berupa benang sari dan putik, Memiliki bunga sejati dengan perhiasan berupa mahkota dan kelopak bunga, Berdasarkan jumlah keping bijinya, angiospermae dibagi menjadi dua kelas diantaranya yaitu Monokotil atau tumbuhan berbiji yang berkeping satu atau tunggal dan dikotil yang Memiliki dua daun lembaga (dikotiledon).

• Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospernae) merupakan tumbuhan yang bakal bijinya tidak ditutupi atau dilindungi oleh bakal buah. Ciri-ciri gymnospernae diantaranya yaitu Gymnospernae memiliki alat kelamin yang terpisah, dimana sel telur terdapat dalam strobilus betina dan serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan., Bakal biji tersusun dalam strobilus, Strobilus atau runjung adalah alat perkembangbiakan yang berbentuk kerucut, Batang dan akarnya berkambium, sehingga dapat tumbuh membesar, Daunnya kaku, tebal dan sempit, Tulang daun tidak beraneka ragam, Tidak memiliki bunga sejati, Akarnya berbentuk tunggang, Biasanya pohon atau perdu tidak ada yang berupa herba.

Gymnospernae dibagi menjadi 4 kelas diantaranya: • Ginkgoinae : Merupakan tumbuhan asli yang berasal dari daratan Cina. Tinggi pohonnya dapat mencapai 30 meter, dan daunnya berbentuk kipas serta mudah gugur. Bakal biji dan serbuk sari tumbuhan ini diperoleh dari individu yang berlainan.

Jenis tumbuhan ini hanya terdapat satu species yaitu Ginkgo biloba. • Cycadinae tumbuhan berumah dua, yang artinya memiliki strobilus betina saja atau strobilus jantan saja. Contoh: Cycas rumphii (pakis haji). • Gnetinae : Anggota kelompok dari jenis tumbuhan ini yaitu berupa perdu, pohon, dan liana (tumbuhan pemanjat).

Daunnya berbentuk lonjong atau oval dengan bentuk urat daun menyirip. Contoh : Gnetum gnemon (melinjo). • Coniferinae : Tumbuhan ini memiliki ciri khas yaitu selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Strobilus berbentuk kerucut. Contoh: Pinus merkusii (pinus), Agathis alba (damar), Araucaria sp., Cupressus sp., Sequoia sp., Taxus sp. dan Juniperus sp. MANFAAT KINGDOM PLANTAE Kingdom Plantae adalah organisme eukariotik multiseluler yang memiliki klorofil dan dinding sel.

Terdapat sekitar 400.000 spesies dalam kingdom plantae. Pada rantai makanan kingdom ini berperan sebagai produsen.

Kingdom plantae sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, mulai dari Tumbuhan paku yang bermanfaat sebagai pupuk hijau pada tanaman padi, dapat dijadikan sebagai bahan sayur-sayuran, dapat dijadikan sebagai tanaman hias dan diproses sebagai obat luka.

Tumbuhan lumut dengan spesies Sphagnum juga dapat digunakan sebagai obat kulit, hati dan mata, Beberapa tumbuhan lumut yang tumbuh di hutan hujan juga berfungsi sebagai penahan erosi dan menyerap air. Berikut ini beberapa manfaat lain dari plantae, diantaranya: • Beberapa jenis Kingdom Plantae, seperti rotan dan pohon jati dapat dijadikan sebagai bahan baku bangunan, kertas, furnitur, kartu remi, peralatan olahraga dan alat musik.

• Beberapa jenis Kingdom Plantae, seperti rami mampu menghasilkan serat linen. Serat linen digunakan dalam berbagai tekstil rumah tangga (handuk, taplak meja, dan sebagainya), perlengkapan (tirai, penutup dinding dan hiasan dinding) serta pembuatan pakaian. • Sebagian besar nutrisi yang diperoleh manusia berasal dari tumbuhan, seperti jagung, padi, kentang, gandum, dan singkong sebagai bahan makanan pokok atau sumber karbohidrat. Selain itu, ada juga sayur-sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan kacang-kacangan sebagai sumber protein, vitamin dan nutrisi lainnya.

Selain makanan, kingdom plantae juga dapat dimanfaatkan sebagai minuman, seperti teh, kopi, bir, wine, dan minuman beralkohol lainnya. Tebu digunakan untuk membuat gula dan penyedap rasa seperti monosodium. Pembuatan margarin dan minyak goreng menggunakan bahan dari plantae, seperti jagung, kelapa sawit, kacang kedelai, zaitu dan bunga matahari.

ciri-ciri bunga anggrek bulan

• Beberapa jenis tumbuhan dari kingdom plantae juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias, seperti tanaman anggrek, mawar, matahari, dan tanaman lainnya yang berguna untuk mempercantik lingkungan atau halaman rumahmu. Tumbuhan juga dapat digunakan sebagai ajang kreasi seni seperti tanaman bonsai (Bonsai Adenium, B onsai Bougenville, Bonsai Azalea, Bonsai Asam Belanda, Bonsai Asam Jawa, Bonsai Beringin, Bonsai Kimeng, hingga Bonsai Cemara Udang) • Tumbuhan juga dapat digunakan sebagai bahan industri, seperti sabun, karet, cat, wax, tanin, sampo, kosmetik, parfum, oli, tinta, plastik, dan lain sebagainya • Banyak jenis tumbuhan dari kingdom plantae dapat dijadikan sebagai bahan obat-obatan, seperti obat herbal, suplemen makanan dan pestisida, juga: • Ekstrak Ginkgo biloba yang digunakan sebagai obat penambah stamina, mampu menghilangkan pusing, hingga mengobati penyakit berbahaya kanker.

• Paku Rane dapat diproses menjadi penyembuh luka. • Pohon jambu pada bagian daunnya dapat digunakan sebagai obat sakit perut. • Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati atau mengobati sakit hepatitis. Demikian Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Manfaat Kingdom Plantae dalam Kehidupan Sehari-hari Grameds, selamat belajar! • Pengertian Biologi dan 19 Cabang Ilmu Biologi • Keanekaragaman Hayati • Klasifikasi Mahluk Hidup • Virus • Eubacteria • Archaebacteria • Cynobacteria • Protozoa • Filum Chordata • Kingdom Protista • Kingdom Fungi • Kingdom Plantae • Hewan Vertebrata • Hewan Invertebrata • Ekosistem • Daur Biogeokimia • Urutan Takson Tumbuhan • Tumbuhan Paku • Tumbuhan Thallophyta • Tumbuhan Angiospermae • Tumbuhan Gymnospermae • Tumbuhan Spermatophyta • Pencemaran Lingkungan • Tumbuhan Ganggang • Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui • Biokimia dan Biomolekul • Sistem Gerak Pada Manusia • jaringan Pada Tumbuhan • Sistem Peredaran Darah Besar • Sistem Peredaran Darah kecil • Sel • Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan • Sistem Hormon • Teori Evolusi • Materi Genetik • Bioteknologi • Evolusi • Reproduksi Sel • hereditas Buku Soal Plantae di Gramedia Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya.

Cek langsung akun youtubenya, klik disini. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 ciri-ciri bunga anggrek bulan Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server ciri-ciri bunga anggrek bulan this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you ciri-ciri bunga anggrek bulan find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: Z6SebC4fPOwhgYxGRFGLOKXeMblX_MpGjqiP9w1_pM_Auo0SWA1RQw==

Ciri Ciri Anggrek Akan Berbunga




2022 www.videocon.com