Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Nama : Aditya Aji Saputra Kelas : 3ka33 NPM : 10112213 Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2 PENGERTIAN Laporan ialah suatu penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah.

Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang menganalisis masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3 ( tiga ) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut : a. Laporan Lengkap ( Monograf ) Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan ( juga ) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.

Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis ( misalnya : judul bab, sub-bab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas ). B. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap. C. Laporan Ringkas Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis ( untuk masyarakat umum ).

CIRI – CIRI LAPORAN YANG BAIK Laporan yang baik antara lain : – Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku). – Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya. – Laporan disertakan dengan mengidentifikasi masalah – Data yang lengkap sebagai pendukung laporan – Ada kesimpulan dan saran – Laporan dibuat menarik dan interaktif SYARAT LAPORAN ILMIAH Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut : Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan ( EYD ), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah ( PUPI ) – Tulisan disusun dengan metode tertentu – Tulisan disusun menurut sistem tertentu -Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

PERSYARATAN BAGI PEMBUAT LAPORAN ( menurut Mukayat Brotowidjojo ) – memiliki pengetahuan. – memiliki sifat tekun dan teliti bersifat objektif. – kemampuan untuk menganalisis. – kemampuan mengatur fakta secara sistematis. – pengertian akan kebutuhan pembaca. FORMAT LAPORAN ILMIAH Ada berbagai macam format penulisan. Namun perbedaan di antara format format yang ada jangan terlalu dipermasalahkan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah : Pembaca dapat memahami dengan jelas bahwa penelitian telah dilakukan tujuan dan hasilnya. Langkah – langkah jelasagar jika pembaca tertarik dapat mengulangnya kembali. Pada dasarnya ada 2 bentuk sistematika penulisan ilmiah ,Yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian dan penulisan laporan penelitian sebagai berikut : Bagian awal halaman judul Halaman persetujuan dan pengesahan ( pada laporan penelitian ,sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari ) Halaman kata dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang atau prakata – Daftar isi.

– Daftar tabel. (jika ada) – Daftar gambar. (jika ada) – Daftar lampiran. (jika ada) – Bagian Utama. BAB I PENDAHULUAN – Latar Belakang Masalah. – Rumusan masalah. – Tujuan penelitian. – Ruang lingkup. – Manfaat penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA – Landasan teori.

– Kerangaka teori. – Kerangka konsep. – Hipotesis atau pertamyaan penelitian. (jika ada hipotesis) BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN Jenis penelitian Populasi sample ( untuk penelitian disertai unit penelitian ) Variabel penelitian ( untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat ) Definisi operasioanal variabel atau istilah –istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimaksud dalam penelitian itu.

Desain / rancangan penelitian ( tidak haruskecuali pada penelitian eksperimental) Lokasi dan waktu penelitian Teknik pengumplan data. Instrumen penelitian yang digunakan Pengolahan dan Analisis data BAB IV – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V – KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI – RINGKASAN Bagian Akhir 1. Daftar pustaka 2.

Lampiran – lampiran; Instrumen penelitian Berbagai data sekunder yang diperlukan Anggaran penelitian Jadwal penelitian Daftar Pustaka : Asendra. 2013. “Laporan Ilmiah (Tugas Bahasa Indonesia 2)”. Dalam : http://asendra.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah-tugas-bahasa-indonesia-2.html Tanpa Nama. Tanpa Tahun. “Persyaratan Penulis Laporan Ilmiah - Panduan Laporan Ilmiah untuk Guru”. Dalam : http://panduanguru.com/persyaratan-penulis-laporan-ilmiah-panduan-laporan-ilmiah-untuk-guru/ Aryani, Iin.

Tanpa Tahun. “Cara Penulisan Laporan Ilmiah”. Dalam : dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang CONTOH LAPORAN ILMIAH SEDERHANA PENELITIAN TENTANG KEMACETAN DI JAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di negara-negara berkembang, salah satunya di Negara Indonesia, pertumbuhan penduduk adalah masalah yang paling sulit untuk diatasi, ditambah kesenjangan perekonomian yang hanya terpusat pada kota-kota besar, terutama di Jakarta, membuat penduduk luar Jakarta memilih untuk bertransmigrasi ke Jakarta untuk memperbaiki perekonomiannya.

menyebabkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan penduduk terpadat. Dan menyebabkan berbagai masalah, salah satunya yaitu kemacetan. Jakarta dianggap sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan paling ekstrim dimana dalam kutipan BBC News Magazine, untuk mencapai jarak 2 Kilometer, membutuhkan waktu sekitar 30 Menit.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang menyebabkan kemacetan di Jakarta? 2. Apa dampak kemacetan di Jakarta? 3. Bagaimana upaya untuk menanganinya? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui penyebab kemacetan di Jakarta 2.

Mengetahui dampak yang timbulkan dari kemacetan di Jakarta 3. Mengetahui upaya pemecahan kemacetan di Jakarta BAB II PERMASALAHAN 2.1 Pengertian Kemacetan di Jakarta Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.

Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta.

Kemacetan lalu lintas menjadi masalah sehari–hari di Jakarta. 2.2 Penyebab Terjadinya Kemacetan di Jakarta Provinsi DKI Jakarta selalu identik dengan kemacetan.

Pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago memaparkan, ada 9 hal yang menjadi penyebab macet di ibu kota. Pertama, ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari total luas kota. Saat ini, lahan jalan Jakarta hanya 6,2 persen saja dari total lahan. Kedua, moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. Menurut Andrinof, angkutan umum utama di Jakarta harusnya berupa bus dan kereta yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Namun, yang terjadi saat ini Jakarta masih dilayani 16 ribu angkot. Jumlah angkot harus diciutkan drastis,” kata dia saat memberikan kultwit di akun Twitter-nya @andrinof_a_ch. Penyebab ketiga yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan orang. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang tinggi. Ini tentu menghambat laju kendaraan. Keempat, karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah.

Rumah susun di Jakarta jumlahnya amat kecil. Akibatnya, orang menyebar ke daerah pinggir. “Penyebaran rumah ke pinggir membuat orang lama dan banyak berada di jalan,” ujar Andrinof. Penyebab kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki bangunan fly over maupun underpass.

Keenam, angka urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di pinggir Jakarta amat tinggi. Jumlahnya di atas 4,5 persen per tahun. Sementara, mayoritas dari mereka bekerja di Jakarta. Penyebab ketujuh, yaitu karena banyaknya titik bottleneck, seperti di pintu-pintu masuk jalan tol. Sementara penyebab nomor delapan yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta. Penyebab kesembilan, yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall dan ruko.

” Di luar 9 penyebab tersebut, dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang 2 masalah fundamental di masa lalu, yaitu kepemimpinan birokrasi dan tata kelola anggaran,” ujar pengamat dari Universitas Indonesia itu.

2.3 Dampak Terjadinya Kemacetan di Jakarta Dampak Terhadap Perekonomian Dewan Transportasi Kota Jakarta menyebutkan kerugian akibat kemacetan sepanjang tahun ini mencapai Rp 28 triliun. Secara nasional, kerugiannya hingga Rp 32 triliun. Karena macet, banyak para pengguna jalan kehilangan waktu dan sebagainya.

Selama 2011, kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 28 triliun atau 32 triliun untuk angka kerugian akibat macet secara nasional. Angka itu berasal dari bahan bakar terbuang, waktu pengguna yang terbuang dan kerusakan lingkungan akibat gas karbon. Selanjutnya dikatakan bahwa tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Dampak ekonomi yang cukup tinggi (Rp 30 triliun per tahun) merupakan indikator mutlak bahwa perlu diupayakan secepatnya program untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Dampak Terhadap Psikologis Macet di Jakarta sudah menggila dan membuat stres semua orang. Kalangan pengusaha pun khawatir macet di ibukota bisa membawa dampak psikologis pada karyawan dan pada akhirnya bisa menurunkan produktivitas. Selain dampak psikologis yang bisa menurunkan produktivitas karyawan, macet di ibukota juga telah meningkatkan biaya produksi yang lebih besar.

Karenanya, para pengusaha pun berniat untuk untuk memindahkan usahanya ke luar negeri. Dampak Terhadap Kesehatan Kemacetan merupakan “makanan” sehari-hari penduduk di Indonesia, khususnya di dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang besar seperti di Jakarta. Setiap partikel karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan pun menjadi bagian yang membahayakan bagi para pengguna jalan dan penduduk di sekitar daerah kemacetan.

Penyakit pernapasan, jantung, dan kanker adalah sebagian efek samping yang kerap menjadi perhatian. University of Southern California yang menganalisis efek polusi udara terhadap kesehatan otak 7.500 wanita di 22 negara bagian di Amerika Serikat, melaporkan bahwa gas buangan kendaraan bermotor dapat memengaruhi kapasitas mental, inteligensi, dan stabilitas emosi. Berdasarkan hasil penelitian di Belanda, menghirup asap kendaraan bermotor selama 30 menit dapat meningkatkan intensitas kerja otak yang memengaruhi perilaku, kepribadian, kemampuan mengambil keputusan, dan meningkatkan stres.

Dalam penelitian lain di Columbia University dan Harvard University ditemukan bahwa 90 hari terekspos dengan polusi udara dapat memengaruhi molekul gen bayi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di New York, Boston, Beijing, dan Krakow didapatkan bahwa anak-anak yang tumbuh di sekitar daerah dengan emisi CO2 yang tinggi memiliki tingkat inteligensi yang lebih rendah. Mereka juga lebih mudah mengalami depresi, kecemasan, dan kesulitan konsentrasi.

Selain anak-anak, orang dewasa pun dapat merasakan pengaruh dari emisi CO2, yaitu mengalami masalah ingatan dan pikiran, serta kemungkinan meningkatnya risiko terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Tingkat polusi udara yang tinggi akibat kendaraan bermotor juga memengaruhi kandungan. Heather Volk dari USC Keck School of Medicine menemukan bahwa ibu-ibu yang tinggal 1.000 kaki dari jalan raya di Los Angeles, San Francisco, dan Sacramento kemungkinan besar akan melahirkan anak dengan gangguan autisme. Sebuah penelitian jangka panjang yang dikembangkan oleh Frederica Perera dari Columbia University’s Center for Children’s Enviromental Health menunjukkan adanya pengaruh buruk dari emisi CO2 terhadap kandungan.

Perkembangan kapasitas mental yang lambat, tingkat IQ yang lebih rendah, serta tingkat kecemasan, depresi, dan kesulitan konsentrasi merupakan sebagian dari efek samping yang dihasilkan. ( Sumber: www.jagatreview.com ) 2.4 Upaya Pemecahan Kemacetan di Jakarta Parking surcharge, bukan road pricing Road pricing bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran.

Ada cara lebih mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi ( Rp 20.000 per sekali masuk ) di luar biaya parkir resmi buat seluruh kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan membawa mobil ke kawasan tersebut. Kalaupun membawa mobil, kalau sudah parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum. Jalur pejalan kaki bukan jalur sepeda Supaya orang tidak sedikit-sedikit membawa mobil, trotoar harus tersedia di semua jalanan padat di Jakarta.

Dengan demikian, untuk keperluan singkat — makan siang, misalnya — orang tak perlu berkendara. Jalur pejalan kaki yang baik juga akan merangsang orang untuk naik kendaraan umum. Sekarang ini kalau Anda turun bus Trans-J di Jalan Buncit Raya, misalnya, Anda akan bingung: mau jalan dimana, tidak ada trotoar, Membangun jalur sepeda saat ini terlalu berlebihan.

Jakarta terlalu luas, sepeda bukan solusi transportasi. Kendaraan umum plus jalur pejalan kaki yang baik lah solusi yang tepat.

Saat ini sopir dan pembantu sopir metro-mini dan mikrolet tidak diikat dalam perjanjian kerja yang jelas, yang sesuai dengan peraturan perburuhan. Mereka tidak digaji tetapi dikenai target setoran ( dan mendapatkan kelebihannya ). Mereka pun terdorong untuk berperilaku seperti yang kita lihat seekarang: berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, ngetem, main serobot, dan sebagainya. Akibatnya, mereka menambah keruwetan lalu lintas yang sudah padat.

Kalau mereka digaji seperti tenaga kerja lain dorongan untuk bersaing merebut penumpang akan berkurang dan bisa diharapkan mereka akan mengendarai mobil dengan lebih tertib.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Secara bertahap perbaiki kualitas kendaraan umum Kendaraan umum di Jakarta, terutama metromini dan yang sejenisnya, banyak yang sudah tak layak jalan. Sering mogok dan tak nyaman dinaiki.

Kalau sudah mogok menutupi jalan. Tidak perlu diganti seluruhnya secara langsung. Bertahap saja. Persyaratan untuk pengadaan baru ditambah ( misalnya : perlu pakai pendingin udara ). Normalisasi jalan Jalan di Jakarta banyak yang tidak standar: lajur menyempit mendadak atau malah hilang, lajur putar balik atau belok kanan tidak ada sehingga mengganggu kendaraan yang mau lurus, dan sebagainya.

Ketimbang membangun jalan baru, Pemda DKI lebih baik menormalisasi jalan-jalan yang tak standar ini. Tentu perlu pembebasan tanah, terutama disekitar persimpangan tapi pasti tanah yang perlu dibebaskan tak akan sebanyak kalau membangun jalan baru. Marka jalan dibuat lagi Sebagian besar jalan di Jakarta tak punya maraka-marka jalan — pembatas antar lajur, penanda arah lajur, garis berhenti di perempatan, dan sebagainya.

Marka-marka jalan harus dibuat lagi supaya pengendara bisa lebih disiplin. Sangat memalukan bahwa Jakarta tak bisa membuat marka jalan dengan benar. Lihatlah Surabaya atau Yogyakarta. Jalan-jalan di sana mulus rapi dan dengan dilengkapi marka yang lengkap dan jelas tak seperti Jakarta yang jalnnya bopeng-bopeng serta polos tanpa tanda apa-apa untuk membantu pengendara.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kemacetan merupakan situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan terjadi karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan yang masih di bawah kapasitas normal dan dapat disebabkan faktor – faktor lain. Dampak kemacetan dapat berimbas terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi, psikologis dan kesehatan. Cara menanggulangi kemacetan adalah dengan pembangunan sarana dan prasarana bagi para pengguna jalan serta kesadaran diri dari pemakai jalan.

• SARAN Kepada masyarakat agar lebih menaati peraturan lalu lintas dan manfaatkanlah transportasi umum sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat diminimalisir. Bagi pemerintah agar membangun sarana dan prasarana yang memadai bagi pengguna jalan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan meminimalisir kemacetan.

DAFTAR PUSTAKA Erindrian, Ghariza. 2012. “Makalah Kemacetan Jakarta”. Dalam : http://ghariza-erindrian.blogspot.com/2012/04/makalah-kemacetan-jakarta.html Rini, Citra Listya. 2014. “Ini 9 Penyebab Kemacetan di Jakarta”. Dalam: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/12/19/my13jf-ini-9-penyebab-kemacetan-di-jakarta Pengertian Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain.

Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ilmiah berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ilmiah termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan ( E.Zaenal Arifin,1993 ) Dasar Membuat Laporan Terdapat 5 hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan, antara lain : • Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.

2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas. 3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan. 4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.

5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

Jenis-jenis Laporan Ilmiah Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3 ( tiga ) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut : a. Laporan Lengkap (Monograf) • Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.

• Teknik penyajian sesuai dengan aturan ( kesepakatan ) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. • Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. • Menjelaskan ( juga ) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai. • Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis ( misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,padat dan jelas ).

• Artikel Ilmiah • Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap. • Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. • Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap. • Laporan Ringkas Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis ( untuk konsumsi masyarakat umum ) Ciri-ciri bahasa dalam laporan ilmiah, antara lain : • Harus tepat makna dan tidak ambigu • Harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat dan pengertian • Menggunakan tata bahasa baku dan memperhatikan struktur kalimat.

Syarat Laporan ilmiah • Komunikatif yaitu uraian yang disampaikan dapat dipahami pembaca. Kata dan kalimat yang disusun penulis hendaknya bersifat denotatif, sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda pada pembaca.

Pemahaman penulis hendaknya sama dengan pemahaman dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang. • Bernalar yaitu tulisan itu harus sistematis, berurutan secara logis, ada kohesi dan koherensi, dan mengikuti metode ilmiah yang tepat, dipaparkan secara objektif, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan. • Ekonomis yaitu kata atau kalimat yag ditulis hendaknya diseleksi sedekimian rupa sehingga tersusun secara padat berisi. • Berdasarkan landasan teori yang kuat yaitu suatu hasil karya ilmiah bukan subjektivitas penulisnya, tetapi harus berlandaskan pada teori–teori tertentu yang dikuasai secara mendalam oleh penulis.

Penulis melakukan kajian berdasar teori – teori tersebut. • Tulisan harus relevan dengan disiplin ilmu tertentu yaitu tulisan ilmiah itu ditulis oleh seseorang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu. Maka, tulisan ilmiahnya harus menunjukkan kedalaman wawasan dan kecermatan pikiran berkaitan dengan disiplin ilmu tertentu tersebut.

Penguasaan penulis pada disiplin ilmu tertentu akan tampak melaluin teori, pendekatan, pemaparanyang selalu berlandaskan pada prinsip – prinsip ilmu tertentu. • Memiliki sumber penopang mutakhir yaitu tulisan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang harus mempergunakan landasan teori berupa teori mutakhir ( terbaru ). Penulis ilmiah harus mencermati teori – teori mutakhir melalui penelusuran internet atau jurnal ilmiah.

• Bertanggung jawab yaitu sumber data, buku acuan, dan kutipan harus secara bertanggungjawab disebutkan dan ditulis dalam karya ilmiah. Teknik penulisan yang tepat serta penggunaan bahasa yang baik dan benar juga termasuk bentuk tanggung jawab seoranng penulis karya ilmiah. Sistematika Laporan Ilmiah Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-halyang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas : 1. Bagian awal, terdiri atas : • Halaman judul : judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun b. Halaman pengesahan ( jika perlu ) c. Halaman motto/semboyan ( jika perlu ) d. Halaman persembahan ( jika perlu ) e. Prakata. f. Daftar isi. g. Daftar tabel ( jika ada ) h. Daftar grafik ( jika ada ) i. Daftar gambar (jika ada) j.

Abstak : uraian singkat tentang isi laporan 2. Bagian Isi • Bab I Pendahuluan berisi tentang (1)Latar belakang (2)Identitas masalah (3)Pembatasan masalah (4)Rumusan masalah (5)Tujuan dan manfaat b. Bab II : Kajian Pustaka c. Bab III : Metode d. Bab IV : Pembahasan e. Bab V : Penutup • Bagian Akhir • Daftar Pustaka b. Daftar Lampiran c. Indeks : daftar istilah Sumber : http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html http://asendra.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah-tugas-bahasa-indonesia-2.html http://ryanadityaa.blogspot.com/2013/05/metode-laporan-ilmiah.html http://griinniez.blogspot.com/2012/11/pengertian-karangan-ilmiahtulisan_557.html http://aiirm59.blogspot.com/2012/10/contoh-laporan-ilmiah-tentang-teknologi.htmI CONTOH LAPORAN ILMIAH TENTANG TEKNOLOGI BAB I PENDAHULUAN • Latar Belakang Masalah Pada masa-masa ini, banyak hal-hal yang dapat dijadikan sebagai sarana informasi.

Kita dapat mencari berita/informasi sebanyak – banyaknya dari sarana teknologi yang telah dapat dijadikan sebagai sarana informasi. Teknologi masa kini yang dapat dijadikan sebagai sarana informasi dan berita adalah internet.

Internet dapat memberikan informasi yang kita butuhkan, tetapi internet juga dapat memberikan informasi berdampak negatif.

• Rumusan Masalah 1.2.1. Mengapa teknologi dijadikan sebagai media penyampaian informasi ? 1.2.2. Bagaimana caranya agar tidak ketinggalan informasi dari teknologi modern ? 1.2.3. Siapa sajakah yang dapat mengakses informasi melalui teknologi ? • Tujuan Penulisan 1.3.1. Untuk mengetahui teknologi dapat dijadikan sebagai media penyampaian informasi 1.3.2. Untuk mengetahui cara agar kita tidak ketinggalan informasi dari teknologi modern 1.3.3.

Untuk mengetahui orang-orang yang dapat mengakses informasi dari teknologi. • Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini untuk memberikan pengetahuan – pengethauan tentang teknologi untuk mencari informasi. • Metode Penelitian Di dalam pembuatan makalah ini, kita dapat menggunakan bahan pustaka sebagai metode penelitiannya. • Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penulisan 1.4. Manfaat Penulisan 1.5.

Metode Penelitian 1.6. Sistematika Penulisan BAB II PENGENALAN TEKNOLOGI 2.1. Pengertian Teknologi 2.2. Manfaat Teknologi 2.3. Macam – macam Teknologi BAB III MANFAAT TEKNOLOGI SEBAGAI, MEDIA PENYAMPAIAN INFORMASI 3.1. Manfaat Teknologi 3.1.1.

Memenuhi Kebutuhan Hidup 3.1.2. Sebagai jalan komunikasi 3.2. Peran Teknologi 3.3. Penggunaan Teknologi BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Teknologi dapat digunakan dalam kehidupan.

4.2. Saran BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Teknologi Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo ( 1994, 222 ) berkaitan erat dengan sains ( science dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang dan perekayasaan ( engineering ).

Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineeringyang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Definisi mengenai sains menurut Sardar ( 1987, 161 ) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar ( 1987, 161 ) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya.

Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar ( 1987, 161 ) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo ( 1994, 222 ) menyangkut hal pengetahuan objektif ( tentang ruang, materi, energi ) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya ).

Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains. Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar ( basic science and fundamental ) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan ( applied science and applied research ).

Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapi tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya ( Djoyohadikusumo 1994, 223 ).

Makna Teknologi, menurut Capra ( 2004, 106 ) seperti makna ‘ sains ’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri.

Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra ( 2004, 107 ) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra ( 2004, 107 ) mendefinisikan teknologi sebagai ‘ kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.

Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra ( 107 ) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis ( manusia terampil ) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih. Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee ( 2004, 35 ) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata.

Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee ( 2004, 34 ) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiraninstitusi, ide dan idealnya.

Teknologi adalah sebuah dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang langsung dari bukti kecerdasan manusia. 2.2. Manfaat Teknologi Manfaat Teknologi bagi kehidupan manusia dalam perkembangannya, menembus batas dengan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia terutama seputar dunia wanita.

Selain mempercepat komunikasi, selain itu memudahkan manusia dalam menyelesaikan berbagai urusannya. Berikut peranan TIK dalam berbagai bidang kehidupan manusia : • Bidang Penerbangan • Mengatur jadwal penerbangan ( flight scheduling ) • Mengatur perubahan jadwal terbang secara mendadak ( itinerary change ) • Mengatur sistem penjualan tiket dan reservasi penerbangan ( real time reservation ) • Mengatur sistem komunikasi kepada pilot-pilot pesawat mengenai apa yang harus dilakukan ( flight progress checks ) • Bidang Perbankan • Mengatur pelayanan rekening kepada nasabah.

• Menyediakan mesin teller otomatis atau anjungan tunai mandiri ( ATM ). Dengan perangkat ini, pihak bank dapat memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan transaksi walaupun pada saat libur. • Bidang Perdagangan • Menyediakan sistem jaringan yang terkoneksi melalui alat bantu scanner • Menyediakan alat bantu konsumen untuk melakukan pengecekan harga. • Bidang Perkantoran • Menyediakan mesin penjawab telepon secara otomatis.

• Menyediakan alat pengolah kata dengan mesin komunikasi berupa teleks dan faksimile. • Rumah Masa Depan Peranan TIK dalam rumah masa depan yang berdasar pada home automation adalah ketersediaan alat pemantau bahaya yang dapat memberitahukan pencurian, kebakaran, dan kebocoran gas. Alat ini berfungsi secara otomatis dan diperintah lewat saluran telepon.

2.3.Macam – macam Teknologi • Internet Secara harfiah, internet ( kependekan daripada perkataan ‘ inter-network ‘ ) ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet ( huruf ‘I’ besar ) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket ( packet switching communication protocol ).

Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking. Manfaat dari internet yaitu bisa mencari semua informasi, hiburan, maupun berita aktual dan lainnya.Lebih praktis untuk mencari informasi dibandingkan dengan BUKU.

• Telepon Telepon adalah alat telekomunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Umumnya penemu telepon adalah Alexander Graham Bell, dengan telepon pertama dibuat di Boston, massachusets, pada tahun 1876. Tetapi, penemu italia antonio meucci telah menciptakan telepon pada tahun 1849, dan pada September 2001, Meucci dengan resmi diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang, dan bukan Alexander Graham Bell.

Gunanya telepon yaitu untuk Berbicara dengan orang yang tempatnya jauh dari diri kita( beda rumah/beda keberadaan,tidak lebih jauh dari satu kecamatan ) • Handphone ( Telepon Genggam ) Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang genggam, biasanya disebut juga dengan cellular. Merupakan pengembangan teknologi telepon, dimana perangkatnya dapat digunakan sebagai perangkat untuk mobile atau berpindah-pindah Manfaat dari telepon yaitu sama dengan telepon namun bedanya bisa di bawa kemana saja karena ukuran tubuhnya.

• Fax Disingkat dengan FoIP, Suatu mekanisme untuk mengirimkan fax melalui Internet ( yang berbasis IP ). Hal ini mirip seperti VoIP. Manfaat dari fax yaitu mengirim dokumen dari suatu negeri ke negeri lainnya. • Pager Pager adalah alat panggil seperti handphone namun lebih praktis dikarenakan,pager tidak memiliki fasilitas lainnya selain sms. Pager hanya bisa menerima SMS dan tidak bisa mengirim SMS.

Manfaat dari pager yaitu mengirimkan SMS kepada orang yang kita tuju dengan cepat dan lebih praktis. • Push To Talk Alat bicara yang ukuran tubuhnya lumayan kecil.

Pembicara yang memakainya harus bergantian dengan lawan bicaranya ,misal:si A berbicara lalu berhenti, si B menunggu bunyi *beep barulah menjawabnya. Kesimpulannya 1 PTT bisa dipakai dengan berbanyak orang namun orang-orang yang memakainya harus berbicara secara bergantian. • Industri Otomotif Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik dengan bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan leih akurat.

Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan, yang tidak mungkin dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia. BAB III MANFAAT TEKNOLOGI SEBAGAI, MEDIA PENYAMPAIAN INFORMASI 3.1.Manfaat Teknologi 3.1.1.

Memenuhi Kebutuhan Hidup Pangan ( makanan ) • Ditemukannya bibit unggul yang dalam waktu singkat dapat diproduksii sumber pangan yang berlipat ganda. • Digunakannya mekanisasi pertanian untuk memungut hasil produksii sehingga hasilnya lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.

• Digunakannya bioteknologi ( misalnya hormon tumbuhan ) untuk merangsang tumbuhnya daun, bunga, atau buah sehingga tumbuh lebih banyak. • Dikembangkannya pembuatan pangan dari minyak bumi, penyempurnaan gizi sereal, pembuatan pangan protein dari daun-daunan dan pembuatan produk daging tiruan dari sumber-sumber protein nabati.

• Sandang ( pakaian ) • Adanya mesin tekstil mempercepat proses pembuatan pakaian. Dengan kemajuan teknologi, telah ditemukan serat sintetis, seperti poliester, polipropelin, polietilin, dan lain-lain, sehingga pembuatan tekstil dapat dilakukan secara besar-besaran dalam waktu yang singkat. • Papan ( Tempat Tinggal ) Dengan menerapkan teknologi maju, manusia mampu membangun rumah dan gedung-gedung pencakar langit.

Orang tidak lagi menggunakan tangga, tetapi cukup dengan menekan tombol dan dalam sekejap saja orang sudah sampai di lantai yang dituju. Sampai abad ini manusia berusaha memanfaatkan lautan dan antariksa sebesar-besarnya melalui pulau-pulau buatan disertai peternakan dan perkebunan laut.

3.1.2. Sebagai jalan komunikasi Dengan teknologi modern, manusia dapat menciptakan telegram ( pertengahan abad ke 20 ) yang dapat dipakai untuk menyampaikan pesan sampai ribuan kilometer dalam waktu beberapa menit saja.

Dengan teknologi modern, manusia dapat menciptakan telepon ( diciptakan oleh Bell tahun 1876 ) sehingga dapat berkomunikasi langsung walaupun jaraknya sangat jauh. Sampai sekarang manusia sudah dapat membuat berbagai jenis telepon genggam dengan berbagai fasilitas dan kelebihan masing-masing. Ditemukannya pesawat radio ( oleh Marconi 1896 ) untuk mengirim dan menerima berita tanpa melalui kawat penghubung. Ditemukannya televisi yang dapat mengirim suara dan gambar hidup kepada para pemirsa dalam jarak ratusan kilometer dari objek yang disaksikan.

Ditemukannya alat komunikasi terbaru, yaitu satelit yang dikombinasikan dengan radio dan televisi. Dengan alat ini orang dapat melihat wajah lawan bicara walaupun keduanya berada dibelahan bumi yang berbeda.

Ditemukannya komputer. Para ahli seperti dokter, ahli hukum, administrator dan sebagainya dapat dengan mudah, tepat dan cepat mendapatkan informasi yang diperlukan dari komputer, karena komputer dapat menyimpan data atau informasi dalam jumlah yang banyak, dan dalam waktu yang singkat dapat ditampilkan data / informasi yang diperlukan.

Dengan berkembanganya teknologi maka dibuatlah satelit komunikasi / satelit domestik. Beberapa contoh satelit komunikasi antara lain Wester di Amerika Serikat. Anik di Kanada, Molnya di Rusia dan Palapa di Indonesia. 3.2. Peran Teknologi Teknologi merupakan hasil budaya manusia, semakin manusia berkembang maka semakin berkembang pula teknologi yang dimiliki.

misalnya, ketika pertama kali PC muncul ( masih tanpa hardisk, komputer TX ), orang bertanya-tanya, apakah ini merupakan sebuah lompatan besar umat manusia saat itu ?, tidak lama kemudian muncul generasi keduanya, ketiga, dan akhirnya muncul generasi ke 4 yang dinamakan super komputer, dan pada saat ini pun setiap orang, setiap rumah, kantor, dimana saja, sudah dapat memiliki komputer.

teknologi pada dasarnya membantu pekerjaan manusia, mempermudah kinerja, bahkan bisa meningkatkan output dari sistem kerja tersebut. akan tetapi disisi lain, komputer juga berperan dalam meningkatkan aksi kejahatan, atau juga merusak bagian-bagian lainnya dari sisi kehidupan manusia. namun dalam website ini, ditampilkan kedua-duanya, dan pilihannya tergantung kepada user.

hidup manusia tidak terpisahkan dengan teknologi, akan tetapi besok…bisa saja manusia diperbudak oleh teknologi. 3.3. Penggunaan Teknologi • Manfaat Teknologi Terhadap Kebutuhan Pokok Manusia • Manfaat Teknologi Untuk Pemberdayagunaan Sumber Daya Alam • Manfaat Teknologi Terhadap Sumber Daya Manusia • Manfaat Terhadap Komunikasi dan Transportasi • Manfaat Teknologi Untuk Peningkatan Kesehatan • Manfaat Teknologi di Bidang Pendidikan • Manfaat Teknologi Terhadap Pencapaian Kemakmuran Dari manfaat-manfaat teknologi diatas, antara manusia dan teknologi telah tercipta korelasi yang sedemikian erat.

Karena begitu banyak manfaat teknologi bagi kehidupan manusia perangkat teknologi sudah menggantikan pola hubungan manusia, menumbuhkan kedekatan atau keintiman dengan benda mati.

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.

Memberikan banyak kemudahan serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir, di antaranya dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok manusia, pendayagunaan Sumber daya alam, kemudahan dalam komunikasi dan transportasi, peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi obat-obatan, bidang pendidikan dan pencapaian kemakmuran kehidupan manusia.

4.2. Saran Dalam pemanfaatan teknologi sering kita menghadapi berbagai tantangan agar kita senantiasa menggunakannya seefektif mungkin. untuk itu, sebaiknya perlu dilakukan beberapa hal, diantaranya : • Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. • Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.

• Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa. sumber : http://debbymarliani.blogspot.com/2014_06_01_archive.html 1.Pengertian Laporan Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesama teman ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca.

Laporan suatu kegiatan penelitian memuat berbagai aspek yang dapat member gambaran kepada orang lain tentang seluruh kegiatan, langkah, metode, tekhnik maupun hasil dari penelitian tersebut ( Notoatmodjo, 2005 ) Menurut Nazir, 2005, penulisan laporan penelitian harus disesuaikan dengan konsumen hasil penelitian tersebut. Seorang peneliti perlu mempertimbangkan 3 hal dalam menulis laporan. • Sampai dimana tingkat pengetahuan dari pembaca?

• Apakah yang perlu diketahui oleh pembaca tersebut? • Bagaimana cara menyampaikan hasil penelitian, sehingga keterangan yang diberikan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca?

Cara penulisan hasil penelitian harus disesuaikan, sehinga komunikasi yang ingin disampaikan dapat mengenai sasarannya secara tepat.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Menurut Nazir, 2005, Laporan ilmiah harus berisi hal- hal berikut : • Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tersebut • Prosedur penelitian, yang mencakup desain penelitian, metode ekperimental yang dipilih, semple yang ditarik, teknik pengumpulan data, serta metode- metode statistik yang digunakan, baik dalam kegiatan pengumpulan data ataupun dalam analisis.

• Hasil penelitian dan penemuan- penemuan • Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian tersebut 2.Dasar Membuat Laporan Ilmiah Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya : • Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah. • Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.

• Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan. • Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.

• Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan. 3.Sistematika Laporan Ilmiah Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.

Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas: • Bagian awal, terdiri atas : • Halaman judul : judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun.

• Halaman pengesahan ( jika perlu ) • Halaman motto/semboyan ( jika perlu ) • Halaman persembahan ( jika perlu ) • Prakata • Daftar isi • Daftar tabel ( jika ada ) • Daftar grafik ( jika ada ) • Daftar gambar ( jika ada ) • Abstrak : Uraian singkat tentang isi laporan • Bagian Isi a.Bab I pendahuluan berisi tentang • Latar Belakang • Identifikasi Masalah • Pembatasan Masalah • Rumusan Masalah • Tujuan dan manfaat • Bab II : Kajian Pustaka • Bab III : Metode • Bab IV : Pembahasan • Bab V : Penutup • Bagian Akhir • Daftar Pustaka • Daftar Lampiran • Indeks : dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang istilah 4.Beberapa Bentuk Yang Sering Digunakan • Penggunaan huruf besar Setiap memulai kalimat, huruf pertama harus dimulai dengan huruf besar.

Selain itu gunakan huruf besar dalam hal-hal berikut. • Huruf pertamadalam ungkapan yang berhubungan denhgan keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti.

• Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang diikuti oleh nama orang. • Huruf pertama nama jabatan, pangkat yang diikuti nama orang. • Huruf pertama nama orang, bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, hari, hari besar, nama khas geografi, badan resmi, lembaga pemerintahan, dokumen resmi. • Huruf pertama kata dari nama buku, majalah, surat kabar danjudul keterangan, kecuali kata partikel, seperti di, ke, dari, yang, yang tidak terletak pada posisi awal.

• Huruf pertama nama sapaandan ringkasan nama gelar kecuali gelar dokter. • Huruf pertama bahan produksi pabrik • Huruf pertama dari judul buku, judul dari bab, artikel yang digunakan dalam teks. • Huruf pertama dari nama genera, famili, ordo, kelas, subdivisi, dan divisi, baik untuk nama ilmiah tanaman atau hewan. • Penggunaan huruf miring atau italics Kalimat, huruf, kata-kata, simbol dan sebagainya yang ingin dicetak dengan huruf miring harus harus digaris bawahnya.

Pencetakan miring dan huruf, kalimat, kata-kata dan sebagainya dinamakan tulisan dalam italics. Beberapa kata-kata atau huruf sering dinyatakan dalam italics yaitu: Simbol-simbol aljabar seperti : Ax+By+C=10 Genera dan spesies : oryza sativa, equus cabalis, homo sapiens, dan sebagainya.

nama buku, periodikal, pamflet, jika buku, priodikal dan panflet tersebut muncul dalam teks. Untuk judul artikel atau judul bab jangan ditulis dalam italics. Kata-kata asing seperti : ceteris paribus, insitu, et al, viz, in mediares dan lain sebagainya.

• Penulisan nama tanaman dan binatang Dalam tulisan ilmiah, nama tanaman dan binatang dapat ditulis dalam 2 nama yaitu nama ilmiah dan nama biasa. Nama ilmiah dari tanaman dan binatang terdiri dari genus, spesies, dan kependekan dari nama orang yang memberikan nama kepada hewan atau tumbuhan tersebut.

Nama ilmiah dicetak dalm huruf miring atau ditulis dalam italic, yaitu jika diketik atau ditulis dengan tangan harus digaris bawahnya. • Langkah-Langkah Membuat Laporan Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif, perlu dipersiapkan denan matang. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut.

1.Menetapkan tujuan laporan Pembuat laporan harus tahu, untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan tersebut.

• Menentukan bahan laporan Bahan-bahan laporan yang digunakan adalah : (1) Surat-surat keputusan (2) Notulen hasil rapat (3) Buku-buku pedoman (4) Hasil kegiatan (5) Hasil penelitian (6) Hasil diskusi • Menentukan cara pengumpulan data Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian kegiatan. (2) Melakukan Wawancara (3) Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan (4) Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan yang tidak ada.

• Mengevaluasi Data. Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan. • Membuat kerangka laporan. Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan Sumber : http://suwela.wordpress.com/2011/01/13/penulisan-laporan-ilmiah/ http://fitriaramadini.blogspot.com/2013/03/bahasa-indonesia-menulis-laporan-ilmiah.html Cari untuk: • Tulisan Terakhir • CONTOH KASUS CYBER CRIME • JELASKAN PERBEDAAN IT FORENSIK, IT AUDIT TRAIL DAN REAL TIME AUDIT • JELASKAN IT FORENSIK • JELASKAN 4 ISU-ISU ETIKA • ETIKA, PROFESI DAN PROFESIONALISME • Komentar Terbaru aditmilan pada ILMU SOSIAL DASAR Mr WordPress pada Hello world!

• Arsip • April 2016 • Maret 2016 • Januari 2016 • November 2015 • Oktober 2015 • Juli 2015 • Mei 2015 • Maret 2015 • November 2014 • Oktober 2014 • Juli 2014 • Mei 2014 • April 2014 • Januari 2014 • November 2013 • Oktober 2013 • Mei 2013 • April 2013 • Maret 2013 • Januari 2013 • Desember 2012 • Agustus 2012 • Kategori • Uncategorized • Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com tirto.id - Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan kepada suatu analisis secara sistematis, metodologis dan juga konsisten, serta bertujuan mengungkapkan kebenaran mengenai fakta-fakta yang terjadi dan mencari solusi atas masalah yang ada.

Maka itu, penelitian identik dengan metode ilmiah, yakni cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, demikian dikutip dari modul sosiologi, Meneliti Itu Mudah (2017), terbitan Kemdikbud.

Metode ilmiah menjadi terminologi paling penting dalam penelitian. Setidaknya ada tiga syarat suatu penelitian disebut ilmiah. Ketiganya adalah logis atau rasional, yakni masuk akal dan bisa dinalar oleh manusia; empiris atau menggunakan cara-cara yang dapat diamati oleh orang lain dengan panca indera manusia, dengan kata lain obyektif; dan sistematis atau melalui proses dan langkah-langkah bersifat logis.

Sedangkan dalam buku Metode Penelitian Sosial (2009: hlm 6), Bungaran Antonius Simanjuntak menerangkan bahwa sebagian besar ahli riset berpendapat bahwa penelitian adalah upaya mencari sesuatu yang baru dari yang telah ada. Sementara sesuatu itu merupakan fakta-fakta yang berguna untuk dianalisis demi menemukan suatu gagasan baru, pola, atau dasar untuk keputusan. Dengan demikian, penelitian merupakan aplikasi metode ilmiah untuk mendapatkan kebenaran atau usaha sistematis demi memperoleh pengetahuan baru.

Mengutip lagi penjelasan Bungaran, aktivitas penelitian bisa diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yang di antaranya: riset kepustakaan; riset lapangan; riset laboratorium; experimental research; dan explanatory research; serta lain sebagainya. Aturan Penulisan Laporan Penelitian Proses penelitian secara umum, termasuk di bidang ilmu sosial, setidaknya harus melewati tujuh tahapan. Sebagaimana diterangkan di buku Panduan Pelaksanaan Penelitian Sosial (2019: hlm 4), sejumlah langkah dalam kegiatan penelitian ilmiah ialah: • merumuskan dan mengidentifikasi masalah; • melakukan studi kepustakaan; • merumuskan konsep, hipotesis, dan variabel; • menentukan model dan desain penelitian; • menentukan metode pengumpulan data, dan lantas mengumpulkan data; • menyusun, menganalisis, dan menafsirkan data; • membuat kesimpulan dan rekomendasi; • membuat laporan penelitian.

Berdasarkan 7 tahapan di atas, penulisan laporan penelitian merupakan fase paling akhir dari proses riset. Sementara dalam proses penulisan laporan penelitian, setiap peneliti harus mengikuti aturan dan sistematika yang sudah diatur dalam penyusunan karya ilmiah. Baca juga: Contoh Data Penelitian Kualitatif dan Cara Mendapatkannya Penulisan laporan penelitian merupakan bagian yang sangat penting.

Melalui penyusunan laporan penelitian yang tepat dan sesuai ketentuan baku ilmiah, hasil riset dapat dibaca oleh masyarakat dan terdokumentasikan dengan baik. Hasil riset yang terdokumentasikan itu bisa diuji kembali atau dikembangkan dalam penelitian lainnya. Sejumlah aturan yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut: • Penulis menggunakan bahasa sederhana dengan tata bahasa yang baku.

• Menghindari penggunaan kata-kata yang bermakna sama secara berulang. • Menghindari penggunaan bahasa klise yang kurang bermakna. • Arah dan tujuan penulisan harus sesuai dengan maksud penelitian. • Ada pemisahan antara teori dan hasil penelitian di lapangan. dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang Menggunakan teknik notasi ilmiah • Teknik notasi ilmiah menyangkut masalah tata cara mengutip, membuat catatan kaki, dan menyusun daftar pustaka (bibliografi).

• Laporan harus objektif, atau mengungkapkan hasil apa adanya dan tidak mengada-ada. • Laporan harus sistematis, atau sesuai alur pemahaman yang runtut dan berkesinambungan. • Laporan harus jelas, atau mengungkapkan sesuatu secara jernih. • Laporan bersifat terbuka, atau dapat menerima pembaruan jika ada pendapat baru yang lebih baik dan kebenarannya bisa teruji melalui kritik dari pihak lain.

• Isi laporan harus logis, atau memuat keterangan berdasar argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat. Contoh Penyusunan Laporan Penelitian Contoh penyusunan laporan penelitian secara sederhana bisa terdiri atas 5 bab pembahasan, yakni Pendahuluan; Kajian Pustaka; Metode Penelitian; Hasil Penelitian dan Pembahasan; Kesimpulan. Di akhir laporan, peneliti harus mencantumkan daftar pustaka yang menjadi rujukan.

Keterangan singkat mengenai isi dari setiap bab bisa dicermati di bawah ini. 1. Bab Pendahuluan Isinya merupakan hal-hal umum yang dijadikan landasan penelitian. Bab Pendahuluan juga perlu memuat penjelasan yang bisa menjadi pengantar untuk pembaca sebelum memahami isi laporan. Pengantar itu dapat berupa orientasi atau perspektif umum dalam laporan penelitian.

Bab Pendahuluan ini umumnya terdiri atas sejumlah subbab, yakni: • Latar Belakang Masalah • Identifikasi Masalah • Pembatasan Masalah • Tujuan Penelitian • Manfaat Penelitian.

2. Bab Kajian Pustaka Bab Kajian Pustaka umumnya berisi penjelasan soal teori-teori serta hasil-hasil riset terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap kajian pustaka tersebut, peneliti pun dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penting dan hubungan antarvariabel tersebut.

3. Bab Metode Penelitian Penelitian harus menggunakan metode atau teknik penelitian. Sejumlah metode penelitian ilmiah yang kerap digunakan di antaranya adalah deskriptif, komparatif, eksperimen, kualitatif, kuantitatif dan lain sebagainya. Bab ini juga perlu memuat penjelasan mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini yang terpenting dalam laporan penelitian karena berisi temuan dari proses riset. Maka itu, dalam bab ini, peneliti harus menyajikan temuan dalam riset, analisis data dan pembahasannya. Adapun analisis dan pembahasannya harus sesuai dengan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang teori yang diterangkan dalam Bab 2. 5. Bab Kesimpulan Bab ini berisi penjelasan mengenai kesimpulan penelitian. Selain itu, bab kelima ini juga bisa berisi saran dan rekomendasi peneliti.

Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari riset yang telah dilaksanakan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Sementara saran dan rekomendasi bisa berupa usulan mengenai penelitian lebih lanjut pada topik yang sama. Saran pun dapat menggambarkan usulan peneliti mengenai solusi atas masalah yang ditemukan dalam penelitian.

6. Daftar Pustaka Daftar Pustaka berisi apa saja buku, makalah, artikel, dan sumber data lainnya yang dikutip atau digunakan sebagai bagian dari isi laporan penelitian. Hal-hal yang diinformasikan dalam penulisan daftar pustaka, meliputi: Nama pengarang; Tahun penerbitan; Judul dan subjudul (jika ada); Tempat penerbitan; Nama penerbit Tata cara menulis daftar pustaka adalah sebagai berikut: • Jika nama pengarang terdiri atas dua kata, kata kedua harus didahulukan.

Misalnya, Amin Santoso ditulis: Santoso, Amin. • Di belakang nama diberi tanda titik (.) • Nama gelar tidak perlu dicantumkan. • Tahun terbit buku diakhiri tanda titik (.) • Judul buku dan subjudul (kalau ada) ditulis miring atau diberi garis bawah per kata dan diakhiri tanda titik (.) • Kota penerbit diakhiri tanda titik (.) • Nama penerbit buku diakhiri tanda titik (.) Contoh daftar pustaka: Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Setelah mengetahui cara pembuatan skripsi bab 1, berikutnya Anda harus mengetahui tahap berikutnya dalam penyusunan skripsi.

Ini adalah landasan teori yang terdapat dalam bab 2. Landasan teori adalah kumpulan pendapat para ahli atau teori yang mendukung penelitian Anda secara ilmiah.

Landasan teori diperlukan karena setiap penelitian ilmiah harus didasarkan kepada konsep ilmiah yang relevan dengan judul skripsi Anda. Istilah lain landasan teori adalah tinjauan pustaka. Ini memiliki pengertian yang sama, juga biasa digunakan dalam bentuk tulisan ilmiah lain seperti artikel. Tulisan ini akan membahas cara membuat skripsi bab 2 disertai dengan contohnya. Langkah-Langkah Membuat Landasan Teori Untuk memudahkan Anda, berikut akan dijabarkan cara membuat skripsi bab 2 berdasarkan sebuah judul skripsi.

Perlu Anda ingat bahwa judul yang dijadikan contoh berformat sederhana yang ditujukan untuk membantu memberikan gambaran bagi Anda. Contoh judul skripsi yang digunakan dalam tulisan ini adalah “Pengaruh Budaya Politik Indonesia Terhadap Pola Pemerintahan Periode Presiden Joko Widodo”.

Mari kita lihat contoh kerangka bab 2 sesuai judul di atas: 1. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu atau studi literatur adalah bagian dari cara membuat skripsi bab 2 yang banyak dilakukan oleh banyak pembuat skripsi.

Penelitian terdahulu berisi ulasan mengenai penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan relevan atau terkait langsung dengan permasalahan yang diangkat sebagai penelitian yang Anda buat.

Tujuan pencantuman penelitian terdahulu sendiri adalah memberikan gambaran penelitian ilmiah yang sudah pernah dilakukan oleh pihak lain. Hal ini berdampak pada dua hal yaitu agar diketahui bahwa penelitian Anda berbeda atau bukan meniru dari yang sudah ada. Kedua adalah agar diketahui bahwa objek penelitian Anda memiliki relevansi ilmiah yang sesuai. Ini dibuktikan dengan adanya penelitian sejenis atau berhubungan dengan permasalahan yang Anda teliti. Baca juga: 10 Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi dalam Satu Bulan Contoh penelitian terdahulu terkait topik penelitian: “Menurut Mardi Endrawan mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas X dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Penerapan Budaya Politik Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Politik di Indonesia”.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif atau data serta informasi yang digunakan tidak berbentuk angka dengan analisis menggunakan logika. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya politik yang ada di Indonesia semenjak masa sebelum kemerdekaan hingga pasca reformasi terhadap setiap periode pemerintahan yang pernah ada di Indonesia.

Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pola parokial masih sangat kuat melekat pada setiap periode pemerintahan yang pernah ada.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Konsep ini menyebutkan bahwa tingkat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas perpolitikan nasional masih sangat minim”. Tambahkan beberapa penelitian lain untuk memperkuat penelitian Anda. Tetapi harus diingat bahwa penelitian yang Anda cantumkan harus relevan dan menunjang penelitian yang Anda lakukan. 2. Definisi Konseptual Bagian kedua cara membuat skripsi bab 2 adalah menetapkan definisi dan teori atas istilah.

Berdasarkan judul di atas, maka langkah pertama yang Anda harus lakukan adalah mencari definisi dari: a. Definisi Pengaruh Terdapat beberapa pengertian dari pengaruh sebagai berikut: • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang.

• Menurut Poerwadarminta Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, baik orang maupun benda dan lain sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan dan berpengaruh kepada orang lain. Dari dua definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh adalah suatu daya yang timbul atau ada dari suatu hal yang memiliki akibat atau hasil dan dampak yang ada.

b. Politik Contoh pengertiannya: • Politik adalah segala hal yang menyangkut negara atau pemerintahan melalui suatu sistem yang menyangkut penentuan tujuan dari sistem tersebut dan cara mencapai tujuan tersebut. c. Budaya Contoh pengertiannya: • Budaya adalah cara hidup yang dimiliki bersama dan berkembang di dalam suatu sistem sosial yang berjalan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.

d. Budaya Politik Contoh pengertiannya: • Menurut Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, nilai-nilai yang menegaskan sesuatu situasi dan simbol-simbol ekspresif di mana politik tersebut dilakukan. • Menurut Rusadi Sumintapura, budaya politik adalah suatu pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sebuah sistem politik.

• Menurut Allan R.Ball, budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari kepercayaan, sikap, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik. • Menurut Austin Ranney, budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang pemerintahan dan sistem politik yang dipegang bersama-sama. Budaya politik adalah sebuah pola orientasi terhadap objek-objek politik. e. Karakteristik Budaya Politik Indonesia Contoh pengertiannya: Budaya Politik Indonesia terbagi dalam tiga bentuk yaitu: • Budaya Politik Parokial Budaya parokial disebut juga dengan budaya politik apatis dikarenakan tingkat partisipasi dan minat masyarakat dalam kegiatan politik yang sangat rendah.

• Budaya Politik Kaula Hampir mirip dengan budaya politik parokial, hanya saja budaya politik Kaula masih menampakkan adanya minat dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan politik meskipun sangat minim. • Budaya Politik Partisipan Budaya politik partisipan menggambarkan kondisi ideal di mana masyarakat terlibat aktif dalam perpolitikan baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Secara aplikatif, budaya politik adalah pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.

f. Konsep Pemerintahan Contoh pengertiannya: • Pemerintahan adalah sekelompok orang-orang yang mengelola kewenangan-kewenangan, melaksanakan kepemimpinan dan koordinasi pemerintahan serta pembangunan masyarakat dari lembaga-lembaga di mana mereka ditempatkan. Sebagai kesimpulan, dapat Anda sebutkan definisi konsepsional judul penelitian Anda. Definisi konsepsional adalah penjelasan penulis skripsi mengenai batasan-batasan terhadap suatu masalah dengan tujuan diperolehnya gambaran atas penelitian secara jelas dan terperinci.

Baca juga: Tips Agar Tidak Gugup Saat Sidang Skripsi Berdasarkan contoh judul di atas, maka definisi konsepsional dapat berupa sebagai berikut: “Berdasarkan judul yang diangkat sebagai pokok pembahasan penelitian, maka definisi konsepsional skripsi ini adalah kondisi budaya politik di Indonesia yang dapat mempengaruhi jalannya pemerintahan Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang Joko Widodo yang berdampak kepada segala aspek politik dan kemasyarakatan.

3. Kerangka Teoritis Kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana penulis menyusun teori atau menghubungkan beberapa faktor yang dianggap penting dalam suatu masalah. Kerangka teoritis membahas saling ketergantungan antar variabel yang dianggap perlu untuk melengkapi situasi yang akan diteliti. 4. Hipotesis Hipotesis adalah anggapan atau kesimpulan sementara atas permasalahan yang diuji dalam penelitian.

Hipotesis terdiri dari tiga jenis yaitu: • Hipotesis deskriptif, yang menggambarkan jawaban sementara atas permasalahan yang berhubungan dengan variabel tunggal. • Hipotesis komparatif, yaitu jawaban yang menggambarkan perbandingan antara dua variabel atau lebih. • Hipotesis asosiatif, yaitu jawaban sementara atas permasalahan yang mempertanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Dalam contoh judul skripsi di atas, hal yang dianalisis adalah hubungan antara budaya politik dengan pola pemerintahan presiden saat ini sehingga hipotesis di sini berbentuk asosiatif. Baca juga: Panduan Menulis Daftar Pustaka Dari Internet Yang Benar Contoh hipotesis judul penelitian di atas: Budaya politik Indonesia mempengaruhi pola pemerintahan Presiden Joko Widodo, atau sebaliknya bahwa budaya politik Indonesia tidak mempengaruhi pola pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Penutup Demikian ulasan mengenai cara membuat skripsi bab 2 beserta contohnya untuk memudahkan Anda. Perlu diingat bahwa Anda harus mengembangkan dan memperdalam materi lebih dari contoh yang sudah ada di atas. Untuk itu jangan segan berlatih membuatnya. Dan jangan lupa gali perbandingan dengan contoh bab 2 pada skripsi-skripsi lainnya.

Cari untuk: Artikel Terbaru • 12 Manfaat Blogging Bagi Mahasiswa • 7 Bidang Pekerjaan Sarjana Ilmu Ekonomi • 10 Prospek Kerja Jurusan Manajemen • 9 Peluang Pekerjaan Sarjana Akuntansi • 10 Prospek Kerja Jurusan Peternakan • Buku Tulis Untuk Kuliah, Manfaat dan Penggunaannya • 6 Persiapan Saat Awal Masuk Kuliah Kategori • Beasiswa • Bisnis • Calon Mahasiswa Baru • Finansial • Jurnal • Jurusan • Kampus • Kesehatan • Kuliah • Mahasiswa Baru • Mahasiswa Semester Akhir • Organisasi • Penelitian • Praktek Kerja Lapangan • Skripsi • Wisuda Cari untuk: Pos-pos Terbaru • 12 Manfaat Blogging Bagi Mahasiswa • 7 Bidang Pekerjaan Sarjana Ilmu Ekonomi • 10 Prospek Kerja Jurusan Manajemen • 9 Peluang Pekerjaan Sarjana Akuntansi • 10 Prospek Kerja Jurusan Peternakan Komentar Terbaru Arsip • September 2021 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • April 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • Oktober 2019 • September 2019 Kategori • Beasiswa • Bisnis • Calon Mahasiswa Baru • Finansial • Jurnal • Jurusan • Kampus • Kesehatan • Kuliah • Mahasiswa Baru • Mahasiswa Semester Akhir • Organisasi • Penelitian • Praktek Kerja Lapangan • Skripsi • Wisuda Meta • Masuk • Feed entri • Feed komentar • WordPress.org January 13, 2011 Leave a comment BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Langkah terakhir dari suatu penelitian ilmiah adalah Membuat laporan. Bagaimanapun baiknya penelitian yang telah dilaksanakan, bagaimana bermutunya model-model yang sudah dibangun, bagaimana cepatnya hipotesis yang telah dirumuskan, ataupun bagaimana lengkapnya disain percobaan yang telah dipergunakan, penelitian tersebut belum dianggap berhasil jika laporan hasil penelitian belum dibuat.

Hasil penelitian harus dilaporkan dan ditulis, karena laporan tersebut merupakan media komunikasi antara peneliti dengan pembaca ataupun antara penulis dengan badan-badan yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut. Penulisan laporan penelitian tidak lain dari penyampaian pengalaman penelitian dan hasil-hasilnya kepada masyarakat. Tanpa ada penulisan laporan, hasil penelitian akan merupakan barang mati yang hanya dinikmati oleh si peneliti sendiri.

Padahal tujuan penelitian tidak lain dari mencari sesuatu, dan menyampaikan hasilnya sebagai sumbangsih ilmuan kepada ilmu pengetahuan. Hasil penelitian tersebut dapat saja diterapkan dengan segera didalam masyarakatataupun digunakan sebagai penambah khasanah ilmu pengetahuan. Tekhnik menulis laporan ilmiah mempunyai mempunyai cirri-ciri tersendiri.

Penulisan laporan ilmiah lebih banyak merupakan suatu seni, sehingga pengalaman menulis lebih banyak berperan dalam menambah keindahan penulisan. Jika dalam langkah-langkah lain, peneliti dapat dapat meminta bantuan kepada pembantu-pembantunya dalam menyelsaikan kegiatan-kegiatan penelitian, tetapi dalam penilisan laporan, peneliti sendiri akan banyak mencurahkan tenaganya.

Bentuk penulisan ilmiah merupakan kunci penting dari keseluruhan kegiatan penelitian, karena disinilah hasil penelitian dapat dievaluasikan, dan dapat diketahui secara pasti apakah penelitian tersebut telah berhasil baik atau tidak. Dari tulisan ilmiah tersebut masyarkat dapat menilai apakah hal-hal baru benar-benar telah ditemukan. Bentuk laporan ilmiah yang akan disajikan tergantung dari jenis pembaca yang ditargetkan. Bahasa yang digunakan, gaya bahasa yang akan dipakai serta istilah-istilah yang dipilih dimaksudkan supaya pembaca dapt mencerna isi laporan tersebut dan dapat memahami penemuan-penemuan baru yang disampaikan.

Karena itu, sistematika penulisan, cara penyampaian penemuan, alat-alat yang digunakan serta penafsiran yang diberikan harus dapat menemui sasaran. Yang harus digarisbawahi dalam menulis laporan penelitian adalah fungsi komunikatif yang diemban oleh peneliti.

Laporan dibuat bukan diperuntukkan bagi peneliti sendiri, tetapi sebagai alat berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, jenis pembaca yang ditujukan kepada sesama kolega ilmuan akan berbeda dengan laporan yang ingin disampaikan kepada pembuat keputusankarena bagi pembuat keputusan, laporan tersebut perlu segera dituangkan dalam kegiatan nyata. Laporan juga akan berbeda dalam bentuk dan cara pengungkapannya jika laporan tersebut ditujukan kepada masyarakat umum.

BAB II TINJAUAN TEORI A. DEFINISI LAPORAN ILMIAH Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesame kolega ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca.

Laporan suatu kegiatan penelitian memuat berbagai aspek yang dapat member gambaran kepada orang lain tentang seluruh kegiatan, langkah, metode, tekhnik maupun hasil dari penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2005). Membuat laporan ilmiah merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan oleh seorang peneliti.

Tanpa adanya laporan ilmiah berarti hasil dari penelitian yang telah dilakuakan menjadi tidak ada artinya, karna tujuan dari penelitian adalah agar bagaimana orang lain mengetahui hasil dari penelitian yang telah dilkukan, oleh sebab itu bagaimanapun bagus dari hasil penelitian tidak akan berarti tanpa belum adanya laporan ilmiah dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan hasil penelitian tersebut dapat dinilai oleh masyarakat apakah lanyak untuk diterapkan dalam kehidupan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang sebagai hasanah ilmu pengetahuan.

Menurut Nazir, 2005, penulisan laporan penelitian harus disesuaikan dengan konsumen hasil penelitian tersebut. Seorang peneliti perlu mempertimbangkan tiga hal dalam menulis laporan. 1. Sampai dimana tingkat pengetahuan dari pembaca? 2. Apakah yang perlu diketahui oleh pembaca tersebut? 3. Bagaimana cara menyampaikan hasil penelitian, sehingga keterangan yang diberikan dapat dicerna dengan mudah oleh pembaca?

Cara penulisan hasil penelitian harus disesuaikan sedemikian rupa, sehinga komunikasi yang ingin disampaikan dapat mengenai sasarannya secara tepat. B. JENIS-JENIS LAPORAN ILMIAH Jenis-jenis dari laporan ilmiah itu sendiri terdapat empat jenis laporan ilmiah, yaitu laporan lebgkap atau monograf, artikel penelitian, laporan sumir (summary report), dan laporan untuk administrator serta pembuat kebijakan (policy maker). 1. Laporan Lengkap (monograf) Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang hal berikut yang perlu diperhatikan, jika laporan penelitian dibuat dalam bentuk monograf.

a. Laporan harus berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua tekhnik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian tersebut.

b. Tekhnik penulisan harus sesuai dengan kelompok target dari sang peneliti. c. Laporan ilmiah juga harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi disetiap tingkatan analisis d. Jika diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungannya langsung dengan tujuan penelitian yang dilaksanakan janganlah penemuan itu dibuang dengan serta merta.

Ada kemungkinan hasil penemuan atau pengalaman tersebut dapat merupakan kunci bagi penulis lain dalam memberikan makna pada penelitian lain dibelakang hari. e. Peneliti juga harus menyampaikan kegagalan yang dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang dialaminya, disamping sukses yang diperoleh. f. Laporan ilmiah harus di bagi dalm bab-bab, bagian-bagian, sub-sub bagian denagn judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat memilih materi yang relevan baginya dengan mudah.

2. Artikel Ilmiah Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah perasaan dari laporan lengkap (monograf). Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah laporan tentang salah satu dari aspek-aspek yang terdapat dalam laporan lengkap.

Laporan dalam bentuk artikel harus difokusskan pada masalah penelitian tunggal yang objektif, sehingga lampiran, kata pengantar, dan daftar isi tidak dimasukkan dalm laporan. Laporan dlam bentuk artikel ilmiah perlu berisi disain penelitian, prosecing data, dan analisis dalam bentuk yang lebih diperpendek dan dipadatkan.

Tabel-tabel juga perlu dipadatkan. Yang terpenting dalam membuat laporan untuk dijadikan sebuah artikel ilmiah adalah memanfaatkan informasi tentang materi-materi menjadi terpadu dan relevan.

Laporan dalam bentuk artikel juga ilmiah juga memrlukan abstrak, yang berisi 200-300 kata. 3. Laporan Ringkas (summary report)Summary report merupakan penulisan ulang kembali tentang artikel-artikel yang sudah diterbitkan ataupun studi-studi yang berkenaan dengan masyarakat dan ditulis dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti. 4. Laporan untuk Administrator dan Pembuat Kebijakan Laporan yang ditujukan kepada administrator dan pembuat kebijakan harus mempunyai bentuk tersendiri.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Laporan yang dibuat tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena administrator dan pembuat kebijakan tidak memerlukan laporan demekian, Yang diperlukan dalam laporan tersebut adalah penjelasan serta diagnosis terhadap maslah yang diperlukan.

Laporan untuk administrator dan pembuat keputusan perlu ditulis dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka. Krena itu, istilah-istilah teknis, jika digunakan, haruslah istilah teknis yang sesuai dengan penerapan dilapangan. C. JENIS KONSUMEN ATAU TARGET DARI PENULISAN LAPORAN Secara umum, penulisan laporan hasil penelitian dapat ditujukan kepada tiga jenis konsumen yaitu : 1.

Masyarakat Umum Laporan yang ditujukan pada masyarakat umum, harus dapat memberi gambaran praktis kepada pembaca. Laporan ini berupa brosur, artikel, ataupun mary report (laporan ringkasan) yang berisi hal-hal yang praktis yang dapat dipergunakan secara langsung oleh masyarakat.

Dalam laporan ini, peneliti tidak perlu menyampaikan teknik-teknik yang sukar dicerna oleh masyarakat umum. 2. Sponsor Penelitian Konsumen kedua adalah sponsor dari penelitian itu sendiri. Banyak penelitian yang dilakukan baik oleh institusi ilmiah atau universitas, disponsori oleh suatu badan tertentu.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Karena itu, hasil penelitian tersebut perlu dilaporkan pada sponsor yang telah membiayai penelitian tersebut.

Jenis laporan yang disampaikan harus sesuai dengan keinginan dan tujuan sponsor, lebih-lebih dalam hubungannya dengan penerapan penemuan penelitian tersebut. 3. Masyarakat Ilmiah Konsumen ketiga dari penelitian adalah masyarakat ilmiah. Penelitian-penelitian baik yang berupa tesis, skripsi, maupun disertasi, pertama-tama ditujukan kepada komisi Pembimbing atau komisi tesis.

Karena itu, bentuk, gaya bahasa, dan isi laporan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu universitas. Untuk konsumen masyarakat ilmiah, laporan penelitian harus dibuat seutuh mungkin tanpa meninggalkan penulisan tentang komponen-komponen teknik, alat-alat, dan disain yang dipergunakan dalam penelitian.

Semua kegiatan yang berhubungan dengan daya nalar dan proses penelitian yang telah dikerjakan harus dilaporkan secara mendalam dan terperinci. Hasil laporan penelitian demikian bisa berbentuk monograf ataupun artikel ilmiah. D. OUTLINE DARI LAPORAN ILMIAH Menurut Nazir, 2005, Laporan ilmiah harus berisi hal- hal berikut: 1. Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tersebut 2. Prosedur penelitian, yang mencakup desain penelitian, metode ekperimental yang dipilih, semple yang ditarik, teknik pengumpulan data, serta metode- metode statistik yang digunakan, baik dalam kegiatan pengumpulan data ataupun dalam analisis.

3. Hasil penelitian dan penemuan- penemuan 4. Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian tersebut Di dalam pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan, perlu dilaporkan alasan- alasan mengapaa masalah tersebut samapai begitu penting untuk diteliti?

Latar belakang yang lengkap tentang masalah perlu diberikan untuk mendukung alasan- alasan yang diberikan, sehingga masalah tersebut patut dipercahkan secara alamiah. Relavansi pemecahan masalah, baik dalam aspek- aspek teori maupun dalam aspek- aspek praktis dalam masyarakat perlu dikemukan sejelas- jelasnya Dalam penulisan tentang pentingnya masalah yang diteliti, ringkasan- ringkasan dari beberapa studi sebelumnya mempunyai relavansi deng masalah yang dipecahkan, perlu juga diikutsertakan.

Penyampaian- penyampaian studi- studi tersebut dimasudkan untuk menjamin terdapatnya suatu kesinambungan, baik dalam perumusan hipotesis, konsep- konsep atau metodologi. Unsur- unsur pokok dalam masalah perlu dihubungkan secara jelas dengan tujuan penelitian.

Laporan ilmiah juga harus berisi keterangan tentang cara- cara penelitian dilaksanakan. Desain pokok apakah yang dipergunakan? Desain percobaan mana yang dipilih dan jenis pengukuran apa yang dilakukan? Alat- alat apa yang digunakan dalam kegiatan mengumpulankan data?

Jenis responden manakah yang dipilih, dan teknik sampling apa yang pula yang dilaksanakan. Dalam prosedur penelitian perlu juga dijelaskan analisis statistik yang digunakan, dan level signifikan yang dipilih.

Jika teknik statistik yang dipakia adalah teknik yang sudah lazim, rumusan statistic tidak perlu digunakan. Di lain pihak, jika teknik analisa dibuat dengan teknik statistik yang jarang digunakan, rumus- rumus perlu diberikan secara jelas. Laporan ilmiah juga harus berisi hasil penemuan dengan bukti yang lengkap, bukti- bukti yang mendukung hipotesis yang telah dirumuskanataupun tidak.

Bukti- bukti yang dipaparkan haruslah relavan dengan penelitian. Konsekuensinya, tidak semua tabel yang dibuat perlu dimasukkan dalam laporan. Penjelasan hasil penelitian harus relavan dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan dan hipotesis yang dirumuskan. E. GAYA BAHASA DALAM LAPORAN ILMIAH Sifat utama dalam menilis laporan ilmuah adalah jelas dan akurat. Gaya bahasa yang menambah kualitas penulis dapat dianggap sebagai suatu bonus saja dalam penulisan laporan ilmuah. Walaupun demikian tidak ada salahnya laporan ilmiah ditulis dengan gaya bahasa hidup dan menarik supaya pembaca lebih merasa puas dalam membaca laporan tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan dalam menulis laporan adalah mengambil keputusan tentang keterangan keterangan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana jenis jenis fenomena itu ingin dihubungkan satu dengan yang lain. Pada tingkat ini peneliti perlu terlebih dahulu menulis outline penelitiannya. Adanya outline tersebut nerarti peneliti telah memutuskan apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana tiap bagian dihubungkan dengan bagian lain secara logis.

Setelah itu barulah diatas lebih terperinci. Dengan membuat keterangan outline, peneliti dapat melihat dengan jelas apakah semua materi telah dimasukkan ataukah ada sesuatu yang tertinggal. Outline tersebut kemudian dikembangkan dengan menambah subtopik, dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang, subbagian, dan lain lain. Dari pengembangan outline ini, peneliti dapat lebih mudah melihat ada tidaknya hubungan logik antar materi yang dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang ditulis.

Menurut Trelease (1958), memberikan langkah-langkah berikut dalam membuat outline: 1. Buatlah outline sesederhana mungkin dan aturlah topik-topik dalam urutan yang logis dan mudah dibaca. 2. Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, subbagian dari masing-masing bagian. 3. Kemudian kembangkan outline tersebut diatas lebih lanjut dengan mengadakan pengaturan yang lebih efektif dan rasional.

4. Kemudian mulai menulis. Pada tahap permulaan, peneliti tidak perlu terlalu menekankan kepada gaya bahasa yang digunakan. Hanya saja perlu diingat bahwa peneliti sedang menulis laporan ilmiah, bukan artikel untuk dimuat dimajalah hiburan. Setelah selesai draft pertama barulah dicoba untuk memperbaiki gaya bahasa.

Dalam penulisan ilmiah, bahasa yang digunakan tidak memerlukan gaya bahasa puitis. Yang prnting adalah tata bahasa yang benar. Syah (1972) memberikan saran-saran berikut dalam menulis laporan: • Tulislah sesuatu dengan jelas. Kalimat-kalimat harus dibuat sesederhana mungkin. Jangan menggunakan kaliamat yang terlalu panjang. • Hati-hati dalam menggunakan terminologi.

Berilah definisi terhadap terminologi ilmiah supaya engertiannya tidak meragukan. • Gunakan tata bahasa dan ejaan yang benar. Penggunaan koma, titik koma, titik, dan titik dua sesuai dengan temptnaya. • Sebayak mungkin gunakan kaliamat aktif. Buatlah kalimat aktif sependek-pendek dan hindari kalimat yang terlalu panjang. • Nomor bab, subbab, tabel, dan gambar-gambar dengan sistem yang sesederhana mungkin. Dibawah ini diberikan beberapa check-list dari kesalah-kesalan yang sering dibuat dalam menulis laporan penelitian.

1. Ketidaktepatan • Membesar-besarkan fakta atau pernyataan. • Salah penafsiran karena data yang diperlukan tidak dimasukkan. • Kesalah dalam menghitung, membuat atau menggunakan istilah. • Kesimpulan yang ditarik didasarkan pada bukti yang tidak cukup. • Penggunaan matematika yan g tidak cocok. • Mencampurbaurkan antara fakta dan opini.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

• Terdapa t kontraindikasi dan ketidakkonsistenan dalam pernyataan-pernyataan. 2. Penyampaian yang tidak baik • Menghilangkan topik yang penting. • Kesalahan dalam mengututkan subbab, bagian dan sebagainya. • Memasukkan materi dalam bagian atau paragraf yang salah. • Pengembangan topik yang kurang lengkap. • Memasukkan hal-hal yang tidak relevan secara tiak terperinci. • Gagal dalam usaha membedakan antara yang baru dan yang terkenal.

• Kurang mementingkan penafsiran dan kesimpulan. 3. Kekurangan gaya bahasa • Kalimat yang terlalu panjang ataupun penggunaan tata bahasa yang terlalu sukar • Kalimat yang terlalu pendek • Kalimat yang terlalu lemah dengan kata-kata yang tidak ada artinya. • Kalimat yang kurang jelas sehingga perlu dibaca berkali-kali untuk memahaminya. • Paragraf yang terlalu panjang ataupun terlalu pendek. • Kalimat yang bertela-tele atau tidak langsung kesasaran. • Menggunakan kata-kata yang terlalu umum.

• Pengulangan kata-kata yang tidak perlu dari kata-kata yang sama atau kalimat yang sama. • Terlupa menggunakan kata penghubung ataupun kata-kata asing. • F. BEBERAPA BENTUK YANG SERING DIGUNAKAN 1. Penggunaan huruf besar Setiap memulai kalimat, huruf pertama harus dimulai dengan huruf besar. Selain itu gunakan huruf besar dalam halhal berikut. • Huruf pertamadalam ungkapan yang berhubungan denhgan keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti. • Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti oleh nama org.

• Huruf pertama nama jabatan, pangkat yang diikuti nama org. • Huruf pertama nama org, bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, hari, hari besar, nama khas geografi, badan resmi, lembaga pemerintahan, dokumen resmi.

• Huruf pertama kata dari nama buku, majalah, surat kabar danjudul keterangan, kecuali kata partikel, seperti di, ke, dari, yang, yang tidak terletak pada posisi awal.

• Huruf pertama nama sapaandan ringkasan nama gelar kecuali gelar dokter. • Huruf pertama bahan produksi pabrik • Huruf pertama dari judul buku, judul dari bab, artikel yang digunakan dalam teks. • Huruf pertama dari nama genera, famili, ordo, kelas, subdivisi, dan divisi, baik untuk nama ilmiah tanaman atau hewan. 2. Penggunaan huruf miring atau italics Kalimat, huruf, kata-kata, simbol dan sebagainya yang ingin dicetak dengan huruf miring harus harus digaris bawahnya.

Pencetakan miring dan huruf, kalimat, kata-kata dan sebagainya dinamakan tulisan dalam italics. Beberapa kata-kata atau huruf sering dinyatakan dalam italics yaitu: • Simbol-simbol aljabar seperti: Ax+By+C=10 • Genera dan spesies : oryza sativa, equus cabalis, homo sapiens, dan sebagainya. • nama buku, periodikal, pamflet, jika buku, priodikal dan panflet tersebut muncul dalam teks. Untuk judul artikel atau judul bab jangan ditulis dalam italics. • Kata-kata asing seperti : ceteris paribus, insitu, et al, viz, in mediares dan lain sebagainya.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

3. Penulisan nama tanaman dan binatang Dalam tulisan ilmiah, nama tanaman dan binatang dapat ditulis dalam dua namayaitu nama ilmiah dan nama biasa. Nama ilmiah dari tanaman dan binatang terdiri dari genus, spesies, dan kependekan dari nama orang yang memberikan nama kepada hewan atau tumbuhan tersebut. Nama ilmiah dicetak dalm huruf miring atau ditulis dalam italic, yaitu jika diketik atau ditulis dengan tangan harus digaris bawahnya.

G. BIBLIOGRAFI ATAU DAFTAR RUJUKAN Dalam mengerjakan penilitian, tidak ada satupun peneliti yang tidak membaca karang-karangan penelitian yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dikerjakannya.

Seorang peneliti diharapkan sudah membaca tulisan-tulisan, buku-buku ataupun materi-materi lain yang berhubungan dengan penlitiannya. Bacaan-bacaan tersebut sudah diseleksi, harus dilaporkan dalam laporan penelitiannya. Tujuan dari pembuatan daftar rujukan ini adalah memberikan penghormatan secukupnya kepada sumber informasi yang telah kita kutip, memungkinkan pembaca untuk menelususri sumber asli dari rujukan itu, baik untuk tujuan verifikasi maupun sebagai sumber informasi yang lebih lengkap.

Pada dasarnya terdapat tiga gaya penulisan dalam pembuatan daftar rujukan, yaitu gaya Harvard (Sistem nama dan tahun, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut abjad), gaya Vancouver (Sistem nomor, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut urutan pemunculan dalam naskah), dan gaya gabungan(Sistem nomor tetapi daftar rujukan disusun menurut abjad), antara gaya Harvard dengan Vancouver.

Masing-masing dari ketiga gaya penulisan daftar rujukan diatas meiliki kekurangan dan kelebihannya masing. Gaya Harvard terutama memberi kejelasan mengenai sumber dan tahun informasi, tetapi banyak mengambil tempat dalam naskah.

Sedangkan gaya Vancouver bersifat sangat ringkas. Gaya Harvard banyak dipakai dalam tesis, disertasi serta laporan penelitian, tetapi jurnal biomedik sebagian besar memakai gaya Vancouver. Unsur-unsur dalam daftar rujukan, antara lain: • Penulis : mencakup penulis utama dan penulis pendamping (coauthor). • Judul : mencakup judul, subjudul makalah dalam jurnal, bab atau bagian buku dan judul, subjudul majalah, buku atau monografi.

• Fakta-fakta penerbitan : mencakup tempat (kota), penerbit, waktu penerbitan (datum), dan jika perlu volume dan atau edisi (kecuali edisi pertama). Tempat penerbitan (kota) dituliskan nama lengkap resmi kota tempat buku tersebut diterbitkan. Jika lebih dari satu kota, tulis yang pertama saja.

Untuk kota yang tidak terkenal, tuliskan juga negaranya. Contoh penulisan daftar rujukan dalam berbagai bentuk yang sesuai menurut gaya vancouver : 1. Artikel jurnal baku (standard journal article) • Pengarang 6 atau kurang Mandrelli F, Annino L, Rotoli B.

The GIMEMA ALL 0813 trial: analysis of 10-year follow-up. Br J Haematol 1996;92:665-72. • Pengarang lebih dari 6 Owens DK, Sanders GD, Harris RA, McDonald KM, Heidenreich PA, Dembitzer AD, et al. Cost-Effectiveness of Implantable Cardioverter Defibrillators Relative to Amiodarone for Prevention of Sudden Cardiac Death.

Ann Intern Med 1997;126:1-12. 2. Buku dan Monograf lain Armitage P, Berry G. Statistical Methods in Medical Research. 2nd ed. Oxford (UK): Blackwell Science;1994. 3. Prosiding pertemuan ilmiah Kimura J, Shibasaki H, editors. Recent advances in clinical neurophysiology. Proceedings of the 10th International Congress of EMG and Clinical Neurophysiology: 1995 Oct 15-19; Kyoto, Japan.

Amsterdam:Elsevier; 1996. 4. Bahan publikasi lain Mullery S. Doctors must figth child labor.Asian Medical News September 1996; Sect. A:1 (col.1-3). Joesoef D. Mendambakan Utopia. Kompas 1998 Jan 8;Sect. A:4(col.5). H. BENTUK ATAU FORMAT LAPORAN PENELITIAN Agar hasil penelitian mudah dipahami oleh orang lain, maka hasil tersebut harus disusun dalam format dan sistematika yang baik. Menurut Notoatmodjo, apabila hasil penelitian tersebut merupakan skripsi sarjana, tesis magister, atau disertasi doctor, biasanya menggunakan format sebagai berikut : 1.

Bagian pendahuluan, yang terdiri dari : a. Latar belakang b. Perumusan masalah c. Tujuan Penelitian d. Kegunaan atau manfaat penelitian 2. Tinjauan kepustakaan, terdiri dari : a. Teori-teori yang berkaitan dengan penelitian tersebut b. Hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian tersebut.

3. Kerangka konsepsual dan hipotesis a. Asumsi-asumsi kerangka konsepsual. b. Kerangka konsep penelitian c. Hipotesis-hipotesis d. Variasi-variasi penelitian dan definisi variabel-variabel tersebut. 4. Bahan dan cara (metode penilitian) 5. Hasil dan pembahasan penelitian 6.

Kesimpulan dan rekomendasi 7. Daftar kepustakaan (refrensi) 8. Lampiran-lampiran DAFTAR PUSTAKA Nazir, Moh. (2005 ). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta. http://download.fa.itb.ac.id/filenya/Handout%20Kuliah/Menyiapkan%20Tulisan%20Ilmiah/Menulis%20Jurnal%20Ilmiah.pdf (diakses tanggal 08/01/2011, pukul 13:00 WIB).
Karya tulis ilmiah dibuat dengan urut-urutan maupun sistematika tertentu.

Mari kita pelajari bagian-bagian karya tulis dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang ilmiah: Bagian Pembuka 1. Cover Cover merupakan halaman pertama yang terlihat dari sebuah karya tulis. Cover memiliki suatu keberadaan yang penting dalam penulisan karya tulis ilmiah, yaitu sebagai daya tarik serta memudahkan pembaca untuk mengetahui gambaran umum mengenai isi sebuah karya tulis ilmiah. Bagian cover ini terdiri dari: • Keterangan jenis karya tulis ilmiah Keterangan ini ditulis paling atas.

Kita dapat menulis jenis karya tulis, seperti makalah, skripsi, tesis, atau laporan penelitian. • Judul karya tulis ilmiah Judul ini diletakkan di bawah keterangan jenis karya tulis.

• Tujuan karya tulis ilmiah Tujuan karya tulis ditulis dengan font yang lebih kecil daripada judul. • Logo instansi Logo diletakkan paling tengah dan berukuran yang proporsional dengan tulisan lainnya di cover.

• Nama penulis • Nama instansi • Tahun pembuatan Bagian-bagian cover ini ditulis di tengah cover. dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang. Kata Pengantar Pada halaman kedua karya tulis ilmiah berisi mengenai kata pengantar.

Kata pengantar berisi mengenai ucapan syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada rekan, kolega, dan pihak-pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan karya tulis ilmiahnya. Di akhir ucapan terima kasih disertakan kata penulis tanpa menyebutkan nama. 3.

Abstrak Kata abstrak ditulis di bagian tengah halaman. Kemudian di bawah kata abstrak ditulis nama penulis, tahun penulis, serta judul yang dicetak miring.

Abstrak merupakan rangkuman karya tulis yang berisi secara padat intisari dari penelitian yang mencakup latar belakang masalah, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh serta kesimpulan dan saran. Di bawah rangkuman isi karya tulis, kata-kata kunci diberikan. 5. Daftar Tabel Daftar tabel merupakan daftar nomor halaman yang menunjukkan letak tabel-tabel pada karya tulis Bagian Isi 1. Bab I Pendahuluan Pada bagian pendahuluan ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: • Latar Belakang Masalah Latar belakang masalah berisi mengenai permasalahan yang ditemukan di lapangan dan kesenjangan antara kenyataan atau realita dengan teori.

Penulis juga menjelaskan alasan dan dasar pemilihan topik. • Rumusan Masalah Rumusan masalah berisi mengenai permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian dan ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan.

Pertanyaan ini akan dijelaskan jawabannya pada bagian pembahasan. • Batasan Masalah Batasan masalah berisi mengenai batasan-batasan permasalahan yang ingin dibahas sehingga cakupan bahasan tidak meluas dan tetap relevan. • Tujuan Penelitian Tujuan penelitian berisi tentang kalimat-kalimat pernyataan yang mengacu pada pertanyaan rumusan masalah. Misalnya, jika pada rumusan masalahnya adalah “Bagaimana pengaruh gadget terhadap gaya belajar siswa?” maka di tujuan penelitian dituliskan “Untuk menjelaskan pengaruh gadget terhadap gaya belajar siswa.

• Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan sesuatu yang dianggap benar untuk pengutaraan pendapat dan kebenarannya masih perlu dibuktikan dalam penelitian. • Manfaat Penelitian Sebuah penelitian tentu memiliki manfaat bagi banyak orang. Pada bagian ini tertulis manfaat-manfaat apa yang diperoleh oleh kalangan tertentu maupun masyarakat pada umumnya. 2. Bab II Landasan Teori Pada bagian ini, penulis menjelaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas dari para ahli dan juga dari sumber-sumber yang dapat dipercaya kebenaran teorinya.

3. Bab III Metode Penelitian Pada bagian ini menjelaskan mengenai cara atau sistem yang digunakan pada penelitian agar terbukti atau teruji dengan benar penelitian yang diteliti. 4. Bab IV Hasil Penelitian dan Analisis Pada bagian ini berisi mengenai hasil penelitian dan analisis temuan-temuan dalam penelitian.

Pada bagian ini, penulis akan menganalisis hasil penelitian yang sesuai dengan teori ataupun yang bertolak belakang dengan teori. Bagian Penutup • Bab V Penutup Bagian ini terdiri dari saran dan kesimpulan.Saran merupakan pendapat penulis untuk kesempurnaan penulisan karya tulis lebih lanjut dan juga dapat merupakan masukan mengenai hasil temuan penelitian, misalnya hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif gadget terhadap gaya belajar siswa, maka penulis dapat memberi saran untuk pelajar mengatur waktu dengan bijak ketika bermain gadget.

• Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi tentang refensi-refensi yang digunakan penulis sebagai bahan dasar penulisan karya ilmiah. Referensi ini dapat berasal dari buku ataupun website.

• Lampiran Lampiran merupakan bukti-bukti pendukung atau otentik yang dilakukan saat penelitian, misalnya angket penelitian, daftar pertanyaan wawancara, dan hasil wawancara.
Penelitian yang telah kita lakukan tentunya akan membuahkan data yang nantinya akan kita olah dan kita analisis sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang akan menjawab rumusan permasalahan yang telah kita susun.

Oleh karena itulah bagian hasil dan pembahasan bisa dikatakan menjadi bagian terpenting dalam tulisan kita, karena pada bagian hasil kita menyajikan hasil kerja (penelitian) kita dan pada bagian pembahasan kita harus menjelaskan hasil penelitian.

Bagian pembahasan seringkali disebut dengan bagin diskusi, karena memang pada bagian dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang kita mendiskusikan atau merefleksikan hasil penelitian kita terhadap penelitian yang sudah ada sebelumnya maupun dengan landasan teori yang kita gunakan.

Pada arti makalah atau tulisan ilmiah lain yang menggunakan struktur sederhana (hanya Bab 1, II, dan BAB 3) bagian hasil dan pembahasan dimasukkan dalam Bab II. Daftar Isi • BAB 2 Hasil dan Pembahasan • Pengertian Hasil Pembahasan • Pengertian Hasil Pembahasan Menurut Para Ahli • Bagian Hasil dan Pembahasan dalam BAB 2 • Cara Membuat Hasil dan Pembahasan • Menuliskan Hasil • Menulis Diskusi • Sebarkan ini: • Posting terkait: BAB 2 Hasil dan Pembahasan Dalam tulisan ilmiah, bagian hasil dan pembahasan dapat menjadi bagian yang paling menarik sekaligus paling menantang untuk ditulis.

Meskipun, ada kalanya bagian hasil dan pembahasan melebur menjadi satu tapi ada pula yang memisahkan keduanya, tergantung pedoman penulisan yang kita gunakan. Menulis hasil dan pembahasan sebagai bagian terpisah memungkinkan kita untuk fokus terlebih dahulu pada hasil apa yang kita peroleh dan menetapkan dengan jelas apa yang terjadi dalam penelitian tanpa khawatir tentang implikasinya.

Proses ini sendiri dapat memfokuskan pikiran kita pada apa yang sebenarnya ditunjukkan hasil dan membantu kita menyortirnya hasil tersebut dalam pikiran kita. Namun, banyak orang merasa lebih mudah untuk menggabungkan hasil dengan implikasinya karena keduanya terkait erat. • Bagian Hasil Bagian Hasil harus menetapkan hasil penelitian utama, termasuk analisis statistik apa pun dan apakah hasil ini signifikan atau tidak. Kita harus meliput setiap literatur yang mendukung interpretasi kita tentang signifikansi.

Jika kita tidak yakin apakah akan memasukkan hasil tertentu, kembali ke pertanyaan penelitian dan putuskan apakah hasilnya relevan dengan hal itu.

Tidak masalah apakah hasil mendukung atau tidak, ini tentang relevansi. Jika relevan, maka harus kita memasukkan. Setelah memutuskan apa yang akan dimasukkan, selanjutnya memutuskan apa yang harus digunakan.

Kita dapat memilih kronologis, yang harus mengikuti metode, atau dalam urutan dari yang paling penting hingga paling tidak penting dalam menjawab pertanyaan penelitian kita, atau dengan pertanyaan dan/atau hipotesis penelitian. Kita juga perlu mempertimbangkan cara terbaik untuk menyajikan hasil Anda: tabel, angka, grafik, atau teks.

• Bagian Pembahasan (Diskusi) Bagian Pembahasan memiliki empat tujuan, yaitu: • Menafsirkan dan menjelaskan hasil penelitian kita • Menjawab pertanyaan penelitian kita • Membenarkan pendekatan kita • Mengevaluasi studi kita secara kritis. Oleh karena itu bagian ini perlu meninjau temuan dalam konteks literatur dan pengetahuan yang ada tentang subjek penelitian kita. Kita juga perlu menunjukkan bahwa kita memahami keterbatasan penelitian kita dan implikasi temuan kita untuk kebijakan dan praktik.

Bagian pembahasan (diskusi) perlu mengikuti dari hasil dan berhubungan kembali dengan tinjauan literatur yang kita gunakan. Pastikan semua yang kita diskusikan tercakup di bagian hasil. Pengertian Hasil Pembahasan Hasil adalah bagian dari bentuk kepenulisan makalah ilmiah di mana segala sesuatu dibangun. Pendahuluan menjelaskan mengapa hasil perlu diperoleh, metode menjelaskan bagaimana hasil diperoleh dan diskusi menjelaskan hasil. Bagian hasil hanyalah presentasi data. Hasilnya perlu disajikan secara cukup rinci agar seseorang yang tidak terbiasa dengan makalah ilmiah dapat memahaminya.

Semua hasil harus dijelaskan dalam teks bagian hasil serta disajikan dalam angka atau daftar tabel. Setiap hasil hanya disajikan satu kali. Jangan tampilkan data yang sama dalam dua bentuk (misalnya data disajikan dalam bentuk tabel atau gambar saja bukan keduanya).

Teks bagian hasil harus memperkenalkan setiap tabel atau gambar dan memberikan ringkasan poin utama dari masing-masing. Pada pembahasan atau diskusi kita harus menjelaskan hasil penelitian kita, bagaimana mereka berhubungan dengan literatur dan implikasinya untuk digunakan di masa depan. Pembahasan yang baik akan menjelaskan mengapa hasil penelitian dan keseluruhan makalah penting. Kita akan menunjukkan bahwa hasil kita dapat menambah pengetahuan baru ke bidang studi kita. Dalam pembahasan kita harus merujuk pada literatur ketika menjelaskan dan mendiskusikan hasil.

Ini harus dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang dengan interpretasi hasil dan tidak menyatakan kembali apa yang dikatakan dalam pengantar ketika kita meninjau literatur yang relevan. Pengertian Hasil Pembahasan Menurut Para Ahli Adapun definisi hasil dan pembahasan menurut para ahli, antara lain: • Derra Mourad (2017) Berpendapat bahwa: Bagian hasil hanyalah presentasi data.

Seharusnya tidak ada diskusi di bagian hasil. Hasil perlu disajikan secara cukup rinci agar seseorang yang tidak terbiasa dengan makalah ilmiah dapat memahaminya. Bagian diskusi membuka gulungan hasil utama, menjelaskan artinya. Letakkan di sana pertanyaan dan perspektif baru, jelaskan poin paling menarik untuk seluruh bidang.

Tentukan jawaban yang mungkin, tuliskan mengapa dan bagaimana dan untuk apa. • Isam Issa Omran (2017) Berpendapat bahwa: Hasil harus berupa data mentah yang dapat diukur daripada pengamatan umum, dan harus berhubungan langsung dengan pertanyaan dan hipotesis penelitian Anda.

Dalam diskusi Anda harus menjelaskan hasil Anda, bagaimana mereka berhubungan dengan literatur dan implikasi yang mungkin mereka miliki untuk digunakan di masa depan.

Diskusi yang baik akan menjelaskan mengapa hasil Anda demikian dan menjelaskan pentingnya keseluruhan makalah. Anda akan menunjukkan bahwa hasil Anda dapat menambah pengetahuan baru ke bidang pekerjaan pilihan Anda. Bagian Hasil dan Pembahasan dalam BAB 2 Bagian BAB 2 Bagian hasilnya harus: • Sederhana dan jelas • Data terperinci harus dilaporkan dalam tabel atau gambar dan bukan sebagai daftar dalam teks • Hanya berikan data yang relevan dengan makalah • Lihat setiap tabel atau gambar dalam teks • Setiap gambar atau tabel harus diidentifikasi oleh nomor unik.

Misalnya saja tabel 1, tabel 2, gambar 1, angka 2. Angka-angka harus berurutan, dalam urutan yang sama dengan tabel atau gambar yang disajikan dalam teks. Pada abad ke-21 seperti saat ini, sistem dalam pembelajaran sudah masuk pada era digital, yang mana para praktisi pendidikan sudah banyak mengembangkan dan merancang pembelajaran dengan berbasis digital seperti misalnya pembelajaran online, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19.

Akan tetapi, pembelajaran online masih membutuhkan adanya pembelajaran dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang yaitu pembelajaran tatap muka. Maka dari itu para ahli pendidikan menggabungkan kedua model pembelajaran tersebut dan menjadikannya sebuah teori pembelajaran baru yang disebut dengan blended learning.

Menurut Graham bahwasanya blended learning merupakan perpaduan atau kombinasi dari berbagai pembelajaran yaitu mengkombinasikan pembelajaran tatap muka ( face to face) dengan konsep pembelajaran tradisional yang sering dilakukan oleh praktisi pendidikan dengan melalui penyampaian materi langsung pada siswa dengan pembelajaran online dan offline yang menekankan pada pemanfaatan teknologi (dalam Abdullah, 2018).

Pada pembelajaran online dalam blended learning tentunya memanfaatkan teknologi yang ada untuk mendukung proses pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Abdullah (2018) bahwasanya pembelajaran blanded learning membutuhkan pemanfaatan teknologi untuk memudahkan siswa dalam belajar.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Oleh karena itu, aplikasi Pixel Lab dapat dijadikan sebagai salah satu media dalam pembelajaran blanded learning. Bagian pembahasan atau diskusi harus: • Tidak mengulangi informasi dari bagian hasil dan pendahuluan • Hubungkan hasil dengan tujuan penelitian. • Tunjukkan bagaimana hasilnya setuju atau tidak setuju dengan literatur yang diterbitkan sebelumnya • Tunjukkan pentingnya hasil • Sarankan penelitian lanjutan yang direncanakan Instagram juga bisa dijadikan sebagai media pendukung dalam pembelajaran blanded learning.

Menurut Suryadi dkk, apabila dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang dengan proses pembelajaran, maka media sosial merupakan bagian dari media pembelajaran yang tengah mengalami pemutakhiran sesuai dengan kondisi zaman (dalam Sholekah & Wahyuni, 2019). Pembelajaran menggunakan media sosial instagram dapat meningkatkan Smoothness : 24%. Oleh karena itulah peran media sosial jikalau digunakan untuk mengikuti zaman atau digunakan untuk hal yang tidak baik maka tentunya pemanfaatan media sosial dalam kegiatan belajar mengajar akan berdampak negatif, seperti kecanduan dan lebih asik berada di dunia maya, lalai belajar, dan lain sebagainya.

Kenyataan ini juga menjadi pendorong bagi guru untuk terus melakukan inovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar pengemasan pembelajaran yang dirancang guru mampu menarik perhatian dan minat siswa untuk belajar. Adapun cara ini dapat meningkatkan minat belajar siswa pada sistem pembelajaran blended learning. Mereka dapat bermain sosial media sambil belajar. Jadi, sosial media tidak hanya untuk bermain saja, mereka bisa mengambil sisi positifnya yaitu digunakan sebagai media pembelajaran.

Hal itu sejalan dengan penelitian Nawantara dan Arofah (2020) bahwa sebanyak 63,6% siswa menganggap penggunaan media sosial dapat membantu meningkatkan belajar mereka. Cara Membuat Hasil dan Pembahasan Menulis hasil dan bagian pembahasan atau diskusi bisa menjadi salah satu kesulitan yang Anda temui ketika menulis naskah penelitian pertama Anda. Tidak ada aturan keras dan cepat yang sederhana dalam melakukannya, tetapi panduan berikut dapat membantu Anda untuk menuliskan hasil dan pembahasan: • Menuliskan Hasil Penulisan hasil dapat dilakukan sebagai berikut: • Grafik, tabel, atau foto Pengamatan berasal dari penerapan metodologi atau metode Anda.

Ini dapat disajikan menggunakan tabel dan grafik sebagai representasi objektif dari pengukuran yang Anda buat. Bilangan adalah perkiraan realitas yang dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang pasti dibandingkan dengan kata-kata belaka. Kata-kata lebih subjektif dan penuh dengan kesalahpahaman.

Anda juga harus konsiten dengan unit pengukuran yang Anda gunakan. Jangan pernah Anda memanipulasi hasil pengukuran Anda. Jujurlah dalam menyajikan informasi bahkan jika hasilnya tidak terduga.

Apakah hasilnya positif atau negatif, presentasikan. Ini adalah langkah objektif. Anda juga dapat menambahkan foto kapan pun dibutuhkan tetapi pastikan ini relevan, tidak hanya tambahan aneh untuk makalah Anda atau sarana untuk memamerkan keterampilan fotografi Anda yang baik; meskipun akan menguntungkan untuk menunjukkan keterampilan semacam itu ditambah dengan relevansi.

Gambar dapat berbicara ribuan kata. Secara umum, berikan detail sebanyak mungkin dalam presentasi Anda tentang hasilnya. Baca dan baca kembali pernyataan Anda untuk kejelasan. Libatkan teman yang kompeten atau mata kolega yang cerdas untuk detail. • Kalimat atau subjudul topik Sangat mudah untuk mengikuti presentasi Anda jika Anda membagi ini menjadi sub topik yang bermakna berdasarkan tujuan yang Anda nyatakan.

Korespondensi satu-ke-satu akan bagus. Katakanlah, subjudul pertama adalah tentang tujuan pertama, subjudul kedua tentang tujuan kedua, dan seterusnya. Membuat subjudul untuk setiap setiap pemikiran utama akan membuatnya mudah dibaca dan dimengerti, serta tulisannya menjadi logis. • Hasil utama Hasil utama Anda harus dinyatakan dengan jelas di awal setiap paragraf.

Itu harus berfungsi sebagai kalimat topik.

dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang

Mendukung pernyataan itu dengan lebih detail seperti menyajikan hasil analisis statistik. Ada hubungan positif yang signifikan antara jumlah jam yang dihabiskan oleh siswa dalam menjawab pertanyaan Matematika dan skor ujian mereka. Hasil ini konsisten di semua tingkat kelas di tiga sekolah yang diteliti.

Tabel 1 menunjukkan koefisien korelasi dan tingkat signifikansi yang sesuai. • Menulis Diskusi Seringkali bagian hasil disajikan beserta analisis tetapi tidak ada diskusi yang terlihat. Jadi apa yang termasuk dalam diskusi? Inilah yang harus ada di bagian diskusi: • Tren dan perbedaan spasial Tren mengacu pada perubahan seiring waktu.

Apakah hasil Anda menunjukkan peningkatan, penurunan atau sekadar, arah konstan? Ini harus jelas dalam grafik yang Anda sajikan. Perbedaan spasial merujuk pada perbedaan ruang atau lokasi dalam kerangka waktu yang sama. Apakah ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diteliti? Apakah ada perbedaan dalam pengukuran morfologis satu kelompok hewan yang diperoleh dari satu lokasi dibandingkan dengan kelompok lain?

Ini adalah pertanyaan yang mengeksplorasi perbedaan spasial. • Interpretasi hasil yang mendalam Interpretasi berwawasan berarti penjelasan yang dipikirkan dengan matang. Itu berarti Anda harus merenungkan secara mendalam hasil studi Anda dan membuat pernyataan yang luas tentang interpretasi Anda menggunakan bukti yang ada. Di sinilah Anda mengutip bukti yang diperoleh oleh penulis lain. Anda mengonfirmasi atau menegaskan pekerjaan orang lain atau membantah menggunakan temuan Anda sendiri.

• Generalisasi Waspada dalam menulis generalisasi Anda. Pastikan bahwa data yang Anda analisis dapat diekstrapolasi atau akan memungkinkan Anda untuk memprediksi perilaku satu variabel. Jika Anda memiliki cukup sampel, maka Anda dapat membuat generalisasi. Cukup banyak, Anda mungkin bertanya. Jika data Anda memiliki sedikit variabilitas seperti yang ditunjukkan oleh varians rendah, maka ada kemungkinan bahwa pengukuran tambahan tidak akan mengubah tren apa pun yang Anda miliki.

Selalu samakan generalisasi Anda dengan hasil apa pun yang Anda miliki. Sebaliknya, jangan menggeneralisasi ketika Anda memiliki sangat sedikit sampel. Jangan katakan 50% ketika Anda sebenarnya hanya memiliki dua, tiga, atau bahkan empat sampel yang dijelaskan dalam penelitian Anda. Itu benar-benar absurd. • Pengecualian terhadap aturan Dalam penyelidikan ilmiah, tidak semua hal atau faktor ditemukan.

Selalu ada area yang tidak dikenal atau tidak terhitung. Ini adalah alasan mengapa semuanya didasarkan pada probabilitas. Tidak ada yang yakin 100 persen. Jadi Anda tidak boleh mengatakan “membuktikan” sebagai masalah pertikaian.

Buktikan berarti 100% yakin yang tidak pernah terjadi. Selalu ada penyimpangan dari norma. Alasan mengapa sesuatu terjadi. Sesuatu terjadi karena sesuatu yang lain. Reaksi muncul dari tindakan. Ini disebut faktor penentu. Adakah alasan mengapa hasil Anda mengikuti tren? Apakah itu terbukti dalam studi Anda?

Jika ada, maka katakan dan jelaskan mengapa demikian, sekali lagi berdasarkan pengamatan atau bukti Anda. Anda mungkin menebak tetapi membuatnya berpendidikan, artinya, Anda telah meninjau literatur dan menggunakannya sebagai pengungkit untuk memajukan hipotesis atau kesimpulan Anda.

Apakah dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang Anda mendukung atau membantah apa yang telah dilakukan sejauh ini? Apakah ini mendukung hipotesis yang sebelumnya diajukan? Ingatlah bahwa tidak ada penjelasan sederhana tentang fenomena yang kompleks. Temukan yang paling sesuai dengan temuan Anda. Akan menarik untuk berada di sisi kontroversial selama Anda telah melakukan studi Anda secara sistematis dan bias dikurangi seminimal mungkin.

• Kontribusi pekerjaan Anda Apa hal-hal penting yang telah dikontribusikan oleh studi Anda sejauh ini sehubungan dengan apa yang telah diletakkan dalam tubuh literatur? Mengapa pekerjaan Anda penting dan hal-hal apa yang perlu diselidiki lebih lanjut? Dari serangkaian pertanyaan Anda, jika banyak pertanyaan lain muncul, maka pekerjaan Anda telah membantu mengungkap bidang-bidang lain yang layak diselidiki.

Beginilah cara sains bekerja. Misteri alam semesta terungkap namun masih banyak yang tidak diketahui. Tidak ada manusia yang memiliki pemahaman mutlak tentang segalanya. Tetapi jika pekerjaan Anda memiliki potensi untuk membuat hidup lebih baik, maka itu adalah pencapaian besar.

Nah, itulah tadi serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian Bab 2 untuk hasil pembahasan menurut para ahli, bagian, cara membuat, dan contohnya.

Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Posting terkait: • 6 Syarat Membuat Judul Penelitian yang Baik dan Benar • 4 Tujuan Membuat Desain Penelitian yang Baik • Pengertian Riset Pasar, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Posting pada BAB Penelitian, Bagian, Contoh Ditag Bab 2, Bab 2 adalah, bagian Bab 2, cara membuat Bab 2, contoh Bab 2, hasil dan pembahasan Bab 2, isi Bab 2, menulis hasil dan pembahasan Navigasi pos Kategori • Angket/Kuesioner • BAB Penelitian • Bagian • Ciri • Contoh • Data Penelitian • Essai • Evaluasi • Faktor • Jenis Penelitian • Jurnal • Karya Tulis • Kata Pengantar • Kelebihan dan Kekurangan • Kualititatif • Kuantitatif • Landasan Teori • Makalah • Manfaat • Menulis • Metode Penelitian • Penelitian Ilmiah • Pengertian Ahli • Perbedaan • Praktikum • Sampel • Sitasi • Skripsi • Statistik • Struktur • Studi Kasus • Surat • Thesis • Tujuan • Variabel • WawancaraContoh dan Cara Penulisan Bab 2 Pembahasan Karya Tulis - inti dari sebuah karya tulis adalah pada Bab 2 Pembahasan Karya Tulis, bagian ini merupakan hasil dari analisa yang dilakukan oleh penulis.

Pembuatan atau penulisan bab II tersebut tentu harus sesuai dengan tema yang sudah dipilih. Selain itu penulisannya juga harus berpedoman pada kaidah penulisan karya tulis yang ada. Jika penelitiannya dilakukan dengan baik maka penulisannya tidak akan sulit namun jika kita tidak benar dalam melakukan penelitiannya maka penulisan bagian ini pasti tidak akan mudah.

Banyak diantara kita yang melakukan kesalahan fatal dalam menyusun bagian ini dimana biasanya banyak penulis yang hanya melakukan copy paste dari materi yang di dapat. Hal ini tentu tidak akan sesuai dengan tujuan akhir dari pembuatan karya tulis tersebut. Karya tulis adalah bentuk uraian dari hasil penelitian atau analisa yang dilakukan oleh seorang peneliti, sebab itulah kalau kita hanya melakukan copy paste tentu tidak akan sesuai dengan tujuannya.

Supaya tidak terjebak dengan kesalahan seperti itu tentu kita harus melakukan penelitian dengan benar dan menulis hasil penelitian tersebut dalam bentuk makalah yang baik dan sesuai panduan yang diberikan. Kalau banyak yang mengatakan sulit sebenarnya tidak juga, tinggal bagaimana kita menyampaikan berbagai informasi sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa membuat sendiri Bab 2 Pembahasan Karya Tulis tersebut. A. Contoh Urutan Penulisan Bab Pembahasan Urutan pembahasan pada bagian ini tentunya akan sesuai dengan judul karya tulis yang dipilih. Bisa dimulai dari pembahasan yang paling depan sampai mengenai berbagai hal pokok lainnya. Sampai saat ini saya sendiri belum pernah melihat atau menemui berbagai aturan khusus berkaitan dengan masalah urutan pembahasan tersebut.

Yang ada hanyalah tata cara penulisannya saja. Meski demikian, dalam menyusun bagian pembahasan ini hendaknya kita memperhatikan pola pembahasan yang sesuai khususnya yang berkaitan dengan penomoran pada judul, sub judul dan sub-sub judul. Secara berurutan, penulisan tersebut akan berawal dengan nomor bab yaitu romawi dua. Dalam urutan dan tata penulisan judul pembahasan tersebut bisa dilihat pada contoh bab 2 pembahasan berikut ini.

Yang di atas adalah contoh sederhana tata penulisan dalam pembahasan sebuah karya ilmiah. Bisa dilihat, penulisan judul akan disesuaikan dengan bab yang ada di mulai dari nomor 2.1.

Jika pada pembahasan 2.1 ada lagi sub judul maka penulisan yang benar adalah berurutan mulai dari 2.1.1, 2.1.2 dan seterusnya. Pada sub pembahasan lainnya juga berlaku sistem yang sama dimana pembahasan tersebut akan diberi nomor secara berurutan seperti pada contoh di atas.

Dari sistem penomoran tersebut akan terlihat jelas sekali bagian-bagian pembahasan yang ada. Biasanya, yang umum kita jumpai, dalam penulisan biasanya akan ditampilkan dua judul saja yaitu pembahasan dan sub pembahasannya.

B. Cara Menyusun Dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang 2 Pembahasan Penulisan atau pembahasan haruslah didasarkan pada hasil kajian atau penelitian yang telah dilakukan, jadi bab pembahasan ini merupakan kata-kata atau uraian yang kita berikan untuk materi yang telah ditentukan.

Dalam penulisan makalah misalnya, bab 2 ini akan memuat uraian detail mengenai berbagai materi yang sudah dipilih. Bagian ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai tempat bagi penulis untuk menjelaskan berbagai materi yang sebelumnya telah dia pelajari dalam penelitian. Pada karya tulis lain seperti yang disusun mahasiswa, bagian pembahasan ini biasanya terletak pada bab ketiga setelah landasan teori.

Untuk bagian ini kita akan benar-benar menjelaskan semua hal dengan kalimat kita sendiri. Baik atau tidaknya pembahasan ini akan sangat tergantung pada tingkat pemahaman penyusun terhadap materi yang di bahas. Agar bisa menyusun bab ini dengan baik seorang penulis sebaiknya benar-benar bekerja sesuai aturan, dalam hal ini bisa memperhatikan beberapa hal berikut: 1.

Hindari plagiat 2. Susun pembahasan dengan bahasa baku yang baik 3. Utamakan struktur kalimat yang sederhana, jelas dan tidak bertele-tele 4. Perhatikan penulisan, kata, kalimat dan paragraf haruslah sesuai kaidah bahasa Indonesia Cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan dalam penyusunan bagian ini adalah dengan belajar dari guru atau dosen bahasa Indonesia.

Kemampuan menyusun pembahasan tentu berkaitan dengan kemampuan kita menyusun kalimat dan paragraf yang baik. Pokok terpenting dalam penyusunan Bab 2 Pembahasan dalam karya tulis ilmiah tersebut adalah menjelaskan berbagai hasil penelitian yang kita dapat. Jadi tidak mungkin bagian pembahasan ini bisa sama dengan orang lain meskipun tema yang dibahas sama. Contoh Karya Tulis adalah referensi contoh karya tulis; makalah, laporan, karya tulis ilmiah, karya ilmiah remaja, laporan study tour, proposal, dan karya tulis lainnya.

Anda dapat mempelajari berbagai contoh lengkap karya tulis yang anda butuhkan disini. Silahkan cari yang anda butuhkan, terima kasih!
Langkah terakhir dari suatu penelitian ilmiah adalah Membuat laporan. Bagaimanapun baiknya penelitian yang telah dilaksanakan, bagaimana bermutunya model-model yang sudah dibangun, bagaimana cepatnya hipotesis yang telah dirumuskan, ataupun bagaimana lengkapnya disain percobaan yang telah dipergunakan, penelitian tersebut belum dianggap berhasil jika laporan hasil penelitian belum dibuat.

Hasil penelitian harus dilaporkan dan ditulis, karena laporan tersebut merupakan media komunikasi antara peneliti dengan pembaca ataupun antara penulis dengan badan-badan yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut. Penulisan laporan penelitian tidak lain dari penyampaian pengalaman penelitian dan hasil-hasilnya kepada masyarakat.

Tanpa ada penulisan laporan, hasil penelitian akan merupakan barang mati yang hanya dinikmati oleh si peneliti sendiri. Padahal tujuan penelitian tidak lain dari mencari sesuatu, dan menyampaikan hasilnya sebagai sumbangsih ilmuan kepada ilmu pengetahuan. Hasil penelitian tersebut dapat saja diterapkan dengan segera didalam masyarakatataupun digunakan sebagai penambah khasanah ilmu pengetahuan. Tekhnik menulis laporan ilmiah mempunyai mempunyai cirri-ciri tersendiri. Penulisan laporan ilmiah lebih banyak merupakan suatu seni, sehingga pengalaman menulis lebih banyak berperan dalam menambah keindahan penulisan.

Jika dalam langkah-langkah lain, peneliti dapat dapat meminta bantuan kepada pembantu-pembantunya dalam menyelsaikan kegiatan-kegiatan penelitian, tetapi dalam penilisan laporan, peneliti sendiri akan banyak mencurahkan tenaganya. Bentuk penulisan ilmiah merupakan kunci penting dari keseluruhan kegiatan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang, karena disinilah hasil penelitian dapat dievaluasikan, dan dapat diketahui secara pasti apakah penelitian tersebut telah berhasil baik atau tidak.

Dari tulisan ilmiah tersebut masyarkat dapat menilai apakah hal-hal baru benar-benar telah ditemukan. Bentuk laporan ilmiah yang akan disajikan tergantung dari jenis pembaca yang ditargetkan.

Bahasa yang digunakan, gaya bahasa yang akan dipakai serta istilah-istilah yang dipilih dimaksudkan supaya pembaca dapt mencerna isi laporan tersebut dan dapat memahami penemuan-penemuan baru yang disampaikan. Karena itu, sistematika penulisan, dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang penyampaian penemuan, alat-alat yang digunakan serta penafsiran yang diberikan harus dapat menemui sasaran.

Yang harus digarisbawahi dalam menulis laporan penelitian adalah fungsi komunikatif yang diemban oleh peneliti. Laporan dibuat bukan diperuntukkan bagi peneliti sendiri, tetapi sebagai alat berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, jenis pembaca yang ditujukan kepada sesama kolega ilmuan akan berbeda dengan laporan yang ingin disampaikan kepada pembuat keputusankarena bagi pembuat keputusan, laporan tersebut perlu segera dituangkan dalam kegiatan nyata. Laporan juga akan berbeda dalam bentuk dan cara pengungkapannya jika laporan tersebut ditujukan kepada masyarakat umum.

TINJAUAN TEORI • DEFINISI LAPORAN ILMIAH Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesame kolega ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca. Laporan suatu kegiatan penelitian memuat berbagai aspek yang dapat member gambaran kepada orang lain tentang seluruh kegiatan, langkah, metode, tekhnik maupun hasil dari penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2005).

Membuat laporan ilmiah merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Tanpa adanya laporan ilmiah berarti hasil dari penelitian yang telah dilakuakan menjadi tidak ada artinya, karna tujuan dari penelitian adalah agar bagaimana orang lain mengetahui hasil dari penelitian yang telah dilkukan, oleh sebab itu bagaimanapun bagus dari hasil penelitian tidak akan berarti tanpa belum adanya laporan ilmiah dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan hasil penelitian tersebut dapat dinilai oleh masyarakat apakah lanyak untuk diterapkan dalam kehidupan ataupun sebagai hasanah ilmu pengetahuan.

Menurut Nazir, 2005, penulisan laporan penelitian harus disesuaikan dengan konsumen hasil penelitian tersebut. Seorang peneliti perlu mempertimbangkan tiga hal dalam menulis laporan. • Sampai dimana tingkat pengetahuan dari pembaca? • Apakah yang perlu diketahui oleh pembaca tersebut? • Bagaimana cara menyampaikan hasil penelitian, sehingga keterangan yang diberikan dapat dicerna dengan mudah oleh pembaca? Cara penulisan hasil penelitian harus disesuaikan sedemikian rupa, sehinga komunikasi yang ingin disampaikan dapat mengenai sasarannya secara tepat.

• JENIS-JENIS LAPORAN ILMIAH Jenis-jenis dari laporan ilmiah itu sendiri terdapat empat jenis laporan ilmiah, yaitu laporan lebgkap atau monograf, artikel penelitian, laporan sumir (summary report), dan laporan untuk administrator serta pembuat kebijakan (policy maker). • Laporan Lengkap (monograf) Beberapa hal berikut yang perlu diperhatikan, jika laporan penelitian dibuat dalam bentuk monograf.

• Laporan harus berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua tekhnik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian tersebut. • Tekhnik penulisan harus sesuai dengan kelompok target dari sang peneliti. • Laporan ilmiah juga harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi disetiap tingkatan analisis • Jika diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungannya langsung dengan tujuan penelitian yang dilaksanakan janganlah penemuan itu dibuang dengan serta merta.

Ada kemungkinan hasil penemuan atau pengalaman tersebut dapat merupakan kunci bagi penulis lain dalam memberikan makna pada penelitian lain dibelakang hari. • Peneliti juga harus menyampaikan kegagalan yang yang dialaminya, disamping sukses yang diperoleh. • Laporan ilmiah harus di bagi dalm bab-bab, bagian-bagian, sub-sub bagian denagn judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat memilih materi yang relevan baginya dengan mudah.

• Artikel Ilmiah Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah perasaan dari laporan lengkap (monograf). Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah laporan tentang salah satu dari aspek-aspek yang terdapat dalam laporan lengkap. Laporan dalam bentuk artikel harus difokusskan pada masalah penelitian tunggal yang objektif, sehingga lampiran, kata pengantar, dan daftar isi tidak dimasukkan dalm laporan.

Laporan dlam bentuk artikel ilmiah perlu berisi disain penelitian, prosecing data, dan analisis dalam bentuk yang lebih diperpendek dan dipadatkan. Tabel-tabel juga perlu dipadatkan. Yang terpenting dalam membuat laporan untuk dijadikan sebuah artikel ilmiah adalah memanfaatkan informasi tentang materi-materi menjadi terpadu dan relevan. Laporan dalam bentuk artikel juga ilmiah juga memrlukan abstrak, yang berisi 200-300 kata.

• Laporan Ringkas (summary report)Summary report merupakan penulisan ulang kembali tentang artikel-artikel yang sudah diterbitkan ataupun studi-studi yang berkenaan dengan masyarakat dan ditulis dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti.

• Laporan untuk Administrator dan Pembuat Kebijakan Laporan yang ditujukan kepada administrator dan pembuat kebijakan harus mempunyai bentuk tersendiri. Laporan yang dibuat tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena administrator dan pembuat kebijakan tidak memerlukan laporan demekian, Yang diperlukan dalam laporan tersebut adalah penjelasan serta diagnosis terhadap maslah yang diperlukan.

Laporan untuk administrator dan pembuat keputusan perlu ditulis dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka. Krena itu, istilah-istilah teknis, jika digunakan, haruslah istilah teknis yang sesuai dengan penerapan dilapangan. • JENIS KONSUMEN ATAU TARGET DARI PENULISAN LAPORAN Secara umum, penulisan laporan hasil penelitian dapat ditujukan kepada tiga jenis konsumen yaitu : • Masyarakat Umum Laporan yang ditujukan pada masyarakat umum, harus dapat memberi gambaran praktis kepada pembaca.

Laporan ini berupa brosur, artikel, ataupun mary report (laporan ringkasan) yang berisi hal-hal yang praktis yang dapat dipergunakan secara langsung oleh masyarakat. Dalam laporan ini, peneliti tidak perlu menyampaikan teknik-teknik yang sukar dicerna oleh masyarakat umum. • Sponsor Penelitian Konsumen kedua adalah sponsor dari penelitian itu sendiri.

Banyak penelitian yang dilakukan baik oleh institusi ilmiah atau universitas, disponsori oleh suatu badan tertentu. Karena itu, hasil penelitian tersebut perlu dilaporkan pada sponsor yang telah membiayai penelitian tersebut. Jenis laporan yang disampaikan harus sesuai dengan keinginan dan tujuan sponsor, lebih-lebih dalam hubungannya dengan penerapan penemuan penelitian tersebut. • Masyarakat Ilmiah Konsumen ketiga dari penelitian adalah masyarakat ilmiah. Penelitian-penelitian baik yang berupa tesis, skripsi, maupun disertasi, pertama-tama ditujukan dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang komisi Pembimbing atau komisi tesis.

Karena itu, bentuk, gaya bahasa, dan isi laporan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu universitas. Untuk konsumen masyarakat ilmiah, laporan penelitian harus dibuat seutuh mungkin tanpa meninggalkan penulisan tentang komponen-komponen teknik, alat-alat, dan disain yang dipergunakan dalam penelitian. Semua kegiatan yang berhubungan dengan daya nalar dan proses penelitian yang telah dikerjakan harus dilaporkan secara mendalam dan terperinci.

Hasil laporan penelitian demikian bisa berbentuk monograf ataupun artikel ilmiah. • OUTLINE DARI LAPORAN ILMIAH Menurut Nazir, 2005, Laporan ilmiah harus berisi hal- hal berikut: • Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tersebut • Prosedur penelitian, yang mencakup desain penelitian, metode ekperimental yang dipilih, semple yang ditarik, teknik pengumpulan data, serta metode- metode statistik yang digunakan, baik dalam kegiatan pengumpulan data ataupun dalam analisis.

• Hasil penelitian dan penemuan- penemuan • Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian tersebut Di dalam pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan, perlu dilaporkan alasan- alasan mengapaa masalah tersebut samapai begitu penting untuk diteliti?

Latar belakang yang lengkap tentang masalah perlu diberikan untuk mendukung alasan- alasan yang diberikan, sehingga masalah tersebut patut dipercahkan secara alamiah. Relavansi pemecahan masalah, baik dalam aspek- aspek teori maupun dalam aspek- aspek praktis dalam masyarakat perlu dikemukan sejelas- jelasnya Dalam penulisan tentang pentingnya masalah yang diteliti, ringkasan- ringkasan dari beberapa studi sebelumnya mempunyai relavansi deng masalah yang dipecahkan, perlu juga diikutsertakan.

Penyampaian- penyampaian studi- studi tersebut dimasudkan untuk menjamin terdapatnya suatu kesinambungan, baik dalam perumusan hipotesis, konsep- konsep atau metodologi. Unsur- unsur pokok dalam masalah perlu dihubungkan secara jelas dengan tujuan penelitian. Laporan ilmiah juga harus berisi keterangan tentang cara- cara penelitian dilaksanakan. Desain pokok apakah yang dipergunakan? Desain percobaan mana yang dipilih dan jenis pengukuran apa yang dilakukan?

Alat- alat apa yang digunakan dalam kegiatan mengumpulankan data? Jenis responden manakah yang dipilih, dan teknik sampling apa yang pula yang dilaksanakan. Dalam prosedur penelitian perlu juga dijelaskan analisis statistik yang digunakan, dan level signifikan yang dipilih. Jika teknik statistik yang dipakia adalah teknik yang sudah lazim, rumusan statistic tidak perlu digunakan. Di lain pihak, jika teknik analisa dibuat dengan teknik statistik yang jarang digunakan, rumus- rumus perlu diberikan secara jelas.

Laporan ilmiah juga harus berisi hasil penemuan dengan bukti yang lengkap, bukti- bukti yang mendukung hipotesis yang telah dirumuskanataupun tidak. Bukti- bukti yang dipaparkan haruslah relavan dengan penelitian. Konsekuensinya, tidak semua tabel yang dibuat perlu dimasukkan dalam laporan.

Penjelasan hasil penelitian harus relavan dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan dan hipotesis yang dirumuskan. • GAYA BAHASA DALAM LAPORAN ILMIAH Sifat utama dalam menilis laporan ilmuah adalah jelas dan akurat. Gaya bahasa yang menambah kualitas penulis dapat dianggap sebagai suatu bonus saja dalam penulisan laporan ilmuah. Walaupun demikian tidak ada salahnya laporan ilmiah ditulis dengan gaya bahasa hidup dan menarik supaya pembaca lebih merasa puas dalam membaca laporan tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan dalam menulis dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang adalah mengambil keputusan tentang keterangan keterangan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana jenis jenis fenomena itu ingin dihubungkan satu dengan yang lain.

Pada tingkat ini peneliti perlu terlebih dahulu menulis outline penelitiannya. Adanya outline tersebut nerarti peneliti telah memutuskan apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana tiap bagian dihubungkan dengan bagian lain secara logis.

Setelah itu barulah diatas lebih terperinci. Dengan membuat keterangan outline, peneliti dapat melihat dengan jelas apakah semua materi telah dimasukkan ataukah ada sesuatu yang tertinggal.

Outline tersebut kemudian dikembangkan dengan menambah subtopik, bagian, subbagian, dan lain lain. Dari pengembangan outline ini, peneliti dapat lebih mudah melihat ada tidaknya hubungan logik antar materi yang ingin ditulis.

Menurut Trelease (1958), memberikan langkah-langkah berikut dalam membuat outline: • Buatlah outline sesederhana mungkin dan aturlah topik-topik dalam urutan yang logis dan mudah dibaca. • Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, subbagian dari masing-masing bagian. • Kemudian kembangkan outline tersebut diatas lebih lanjut dengan mengadakan pengaturan yang lebih efektif dan rasional.

• Kemudian mulai menulis. Pada tahap permulaan, peneliti tidak perlu terlalu dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang kepada gaya bahasa yang digunakan. Hanya saja perlu diingat bahwa peneliti sedang menulis laporan ilmiah, bukan artikel untuk dimuat dimajalah hiburan. Setelah selesai draft pertama barulah dicoba untuk memperbaiki gaya bahasa.

Dalam penulisan ilmiah, bahasa yang digunakan tidak memerlukan gaya bahasa puitis. Yang prnting adalah tata bahasa yang benar. Syah (1972) memberikan saran-saran berikut dalam menulis laporan: • Tulislah sesuatu dengan jelas.

Kalimat-kalimat harus dibuat sesederhana mungkin. Jangan menggunakan kaliamat yang terlalu panjang. • Hati-hati dalam menggunakan terminologi.

Berilah definisi terhadap terminologi ilmiah supaya engertiannya tidak meragukan. • Gunakan tata bahasa dan ejaan yang benar. Penggunaan koma, titik koma, titik, dan titik dua sesuai dengan temptnaya. • Sebayak mungkin gunakan kaliamat aktif.

Buatlah kalimat aktif sependek-pendek dan hindari kalimat yang terlalu panjang. • Nomor bab, subbab, tabel, dan gambar-gambar dengan sistem yang sesederhana mungkin.

Dibawah ini diberikan beberapa check-list dari kesalah-kesalan yang sering dibuat dalam menulis laporan penelitian. • Ketidaktepatan • Membesar-besarkan fakta atau pernyataan. • Salah penafsiran karena data yang diperlukan tidak dimasukkan. • Kesalah dalam menghitung, membuat atau menggunakan istilah.

• Kesimpulan yang ditarik didasarkan pada bukti yang tidak cukup. • Penggunaan matematika yan g tidak cocok. • Mencampurbaurkan antara fakta dan opini. • Terdapa t kontraindikasi dan ketidakkonsistenan dalam pernyataan-pernyataan. • Penyampaian yang tidak baik • Menghilangkan topik yang penting. • Kesalahan dalam mengututkan subbab, bagian dan sebagainya. • Memasukkan materi dalam bagian atau paragraf yang salah. • Pengembangan topik yang kurang lengkap. • Memasukkan hal-hal yang tidak relevan secara tiak terperinci.

• Gagal dalam usaha membedakan antara yang baru dan yang terkenal. • Kurang mementingkan penafsiran dan kesimpulan.

• Kekurangan gaya bahasa • Kalimat yang terlalu panjang ataupun penggunaan tata bahasa yang terlalu sukar • Kalimat yang terlalu pendek • Kalimat yang dalam pembuatan laporan ilmiah bab 2 biasanya berisi tentang lemah dengan kata-kata yang tidak ada artinya.

• Kalimat yang kurang jelas sehingga perlu dibaca berkali-kali untuk memahaminya. • Paragraf yang terlalu panjang ataupun terlalu pendek. • Kalimat yang bertela-tele atau tidak langsung kesasaran. • Menggunakan kata-kata yang terlalu umum. • Pengulangan kata-kata yang tidak perlu dari kata-kata yang sama atau kalimat yang sama. • Terlupa menggunakan kata penghubung ataupun kata-kata asing. • • BEBERAPA BENTUK YANG SERING DIGUNAKAN • Penggunaan huruf besar Setiap memulai kalimat, huruf pertama harus dimulai dengan huruf besar.

Selain itu gunakan huruf besar dalam halhal berikut. • Huruf pertamadalam ungkapan yang berhubungan denhgan keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti. • Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti oleh nama org. • Huruf pertama nama jabatan, pangkat yang diikuti nama org. • Huruf pertama nama org, bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, hari, hari besar, nama khas geografi, badan resmi, lembaga pemerintahan, dokumen resmi.

• Huruf pertama kata dari nama buku, majalah, surat kabar danjudul keterangan, kecuali kata partikel, seperti di, ke, dari, yang, yang tidak terletak pada posisi awal. • Huruf pertama nama sapaandan ringkasan nama gelar kecuali gelar dokter. • Huruf pertama bahan produksi pabrik • Huruf pertama dari judul buku, judul dari bab, artikel yang digunakan dalam teks. • Huruf pertama dari nama genera, famili, ordo, kelas, subdivisi, dan divisi, baik untuk nama ilmiah tanaman atau hewan.

• Penggunaan huruf miring atau italics Kalimat, huruf, kata-kata, simbol dan sebagainya yang ingin dicetak dengan huruf miring harus harus digaris bawahnya. Pencetakan miring dan huruf, kalimat, kata-kata dan sebagainya dinamakan tulisan dalam italics. Beberapa kata-kata atau huruf sering dinyatakan dalam italics yaitu: • Simbol-simbol aljabar seperti: Ax+By+C=10 • Genera dan spesies : oryza sativa, equus cabalis, homo sapiens, dan sebagainya.

• nama buku, periodikal, pamflet, jika buku, priodikal dan panflet tersebut muncul dalam teks. Untuk judul artikel atau judul bab jangan ditulis dalam italics. • Kata-kata asing seperti : ceteris paribus, insitu, et al, viz, in mediares dan lain sebagainya.

• Penulisan nama tanaman dan binatang Dalam tulisan ilmiah, nama tanaman dan binatang dapat ditulis dalam dua namayaitu nama ilmiah dan nama biasa. Nama ilmiah dari tanaman dan binatang terdiri dari genus, spesies, dan kependekan dari nama orang yang memberikan nama kepada hewan atau tumbuhan tersebut. Nama ilmiah dicetak dalm huruf miring atau ditulis dalam italic, yaitu jika diketik atau ditulis dengan tangan harus digaris bawahnya.

• BIBLIOGRAFI ATAU DAFTAR RUJUKAN Dalam mengerjakan penilitian, tidak ada satupun peneliti yang tidak membaca karang-karangan penelitian yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dikerjakannya. Seorang peneliti diharapkan sudah membaca tulisan-tulisan, buku-buku ataupun materi-materi lain yang berhubungan dengan penlitiannya.

Bacaan-bacaan tersebut sudah diseleksi, harus dilaporkan dalam laporan penelitiannya. Tujuan dari pembuatan daftar rujukan ini adalah memberikan penghormatan secukupnya kepada sumber informasi yang telah kita kutip, memungkinkan pembaca untuk menelususri sumber asli dari rujukan itu, baik untuk tujuan verifikasi maupun sebagai sumber informasi yang lebih lengkap. Pada dasarnya terdapat tiga gaya penulisan dalam pembuatan daftar rujukan, yaitu gaya Harvard (Sistem nama dan tahun, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut abjad), gaya Vancouver (Sistem nomor, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut urutan pemunculan dalam naskah), dan gaya gabungan(Sistem nomor tetapi daftar rujukan disusun menurut abjad), antara gaya Harvard dengan Vancouver.

Masing-masing dari ketiga gaya penulisan daftar rujukan diatas meiliki kekurangan dan kelebihannya masing. Gaya Harvard terutama memberi kejelasan mengenai sumber dan tahun informasi, tetapi banyak mengambil tempat dalam naskah. Sedangkan gaya Vancouver bersifat sangat ringkas. Gaya Harvard banyak dipakai dalam tesis, disertasi serta laporan penelitian, tetapi jurnal biomedik sebagian besar memakai gaya Vancouver.

Unsur-unsur dalam daftar rujukan, antara lain: • Penulis : mencakup penulis utama dan penulis pendamping (coauthor). • Judul : mencakup judul, subjudul makalah dalam jurnal, bab atau bagian buku dan judul, subjudul majalah, buku atau monografi.

• Fakta-fakta penerbitan : mencakup tempat (kota), penerbit, waktu penerbitan (datum), dan jika perlu volume dan atau edisi (kecuali edisi pertama).

Tempat penerbitan (kota) dituliskan nama lengkap resmi kota tempat buku tersebut diterbitkan. Jika lebih dari satu kota, tulis yang pertama saja. Untuk kota yang tidak terkenal, tuliskan juga negaranya. Contoh penulisan daftar rujukan dalam berbagai bentuk yang sesuai menurut gaya vancouver : • Artikel jurnal baku (standard journal article) • Pengarang 6 atau kurang Mandrelli F, Annino L, Rotoli B.

The GIMEMA ALL 0813 trial: analysis of 10-year follow-up. Br J Haematol 1996;92:665-72. • Pengarang lebih dari 6 Owens DK, Sanders GD, Harris RA, McDonald KM, Heidenreich PA, Dembitzer AD, et al.

Cost-Effectiveness of Implantable Cardioverter Defibrillators Relative to Amiodarone for Prevention of Sudden Cardiac Death. Ann Intern Med 1997;126:1-12. • Buku dan Monograf lain Armitage P, Berry G. Statistical Methods in Medical Research. 2nd ed. Oxford (UK): Blackwell Science;1994. • Prosiding pertemuan ilmiah Kimura J, Shibasaki H, editors. Recent advances in clinical neurophysiology. Proceedings of the 10th International Congress of EMG and Clinical Neurophysiology: 1995 Oct 15-19; Kyoto, Japan.

Amsterdam:Elsevier; 1996. • Bahan publikasi lain Mullery S. Doctors must figth child labor.Asian Medical News September 1996; Sect. A:1 (col.1-3). Joesoef D. Mendambakan Utopia. Kompas 1998 Jan 8;Sect. A:4(col.5). • BENTUK ATAU FORMAT LAPORAN PENELITIAN Agar hasil penelitian mudah dipahami oleh orang lain, maka hasil tersebut harus disusun dalam format dan sistematika yang baik.

Menurut Notoatmodjo, apabila hasil penelitian tersebut merupakan skripsi sarjana, tesis magister, atau disertasi doctor, biasanya menggunakan format sebagai berikut : • Bagian pendahuluan, yang terdiri dari : • Latar belakang • Perumusan masalah • Tujuan Penelitian • Kegunaan atau manfaat penelitian • Tinjauan kepustakaan, terdiri dari : • Teori-teori yang berkaitan dengan penelitian tersebut • Hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian tersebut.

• Kerangka konsepsual dan hipotesis • Asumsi-asumsi kerangka konsepsual. • Kerangka konsep penelitian • Hipotesis-hipotesis • Variasi-variasi penelitian dan definisi variabel-variabel tersebut. • Bahan dan cara (metode penilitian) • Hasil dan pembahasan penelitian • Kesimpulan dan rekomendasi • Daftar kepustakaan (refrensi) • Lampiran-lampiran DAFTAR PUSTAKA Nazir, Moh.

(2005 ). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV.

Alfabeta. http://suwela.wordpress.com/2011/01/13/penulisan-laporan-ilmiah/ http://download.fa.itb.ac.id/filenya/Handout%20Kuliah/Menyiapkan%20Tulisan%20Ilmiah/Menulis%20Jurnal%20Ilmiah.pdf (diakses tanggal 08/01/2011, pukul 13:00 WIB).

Cara Membuat BAB II Landasan Teori atau Kajian Pustaka dari 0 Proposal Skripsi




2022 www.videocon.com